Posted by: agamaku on: April 2, 2006
Banyak sekali peristiwa-peristiwa istimewa yang terjadi di muka bumi ini. Sebagian dapat diklaim sebagai suatu mujizat Ilahi dan sebagian lain (yang lebih besar porsinya) tidak dapat diklaim sebagai mujizat Ilahi. Terhadap peristiwa-peristiwa istimewa ini memang sulit dilakukan pengujian baik secara medis, teknis, mau pun teologis. Banyak kelemahan-kelemahan yang ada yang membatasi kita terhadap pengujian dan pembuktian ini.
Tetapi betapa pun sulitnya pengujian dan pembuktian ini, kita harus bersandar sepenuhnya pada Kitab Suci dimana cara medis dan teknis sudah tidak dapat digunakan atau dipercaya. Kekuatan Kitab Suci sangat luar biasa dan secara mutlak tidak terbantahkan terutama karena tulisan dalam Kitab Suci diilhami oleh Allah sendiri secara langsung.
Peristiwa di Naju
Mengamati peristiwa-peristiwa yang istimewa yang terjadi pada Yulia Kim dari Naju yang oleh banyak orang disebut sebagai mujizat, kita harus berhati-hati dalam menyikapinya. Gereja pun secara resmi belum memberikan pernyataan resmi berkaitan dengan peristiwa-peristiwa istimewa ini walau pun pertama kali peristiwa ajaib ini telah terjadi sejak tahun 1985. Seperti kita tahu, Gereja sangat berhati-hati dan perlahan dalam menangani masalah-masalah seperti ini demi menjamin kebijaksanaan dan kepastian kebenaran. Dan sering kali Gereja menuntut pembuktian secara medis dan teologis.
Pembuktian secara medis pun telah dilakukan berkenaan dengan peristiwa di Naju ini. Tetapi sekali lagi, dari semua hasil penelitian yang dilakukan ini, selalu saja kesimpulannya tidak serta merta dapat ditarik bahwa air mata, darah dan daging itu benar-benar berasal dari Bunda Maria dan Yesus Kristus. Karena kita tahu tidak ada spesimen air mata, air mata darah, darah dan daging Yesus Kristus dan Bunda Maria yang kita simpan yang benar-benar dari manusia Yesus Kristus dan manusia Maria.
Pembuktian secara medis hanya menyatakan bahwa darah dan daging yang terdapat pada peristiwa itu adalah benar-benar darah dan daging milik manusia, yaitu seorang laki-laki dengan golongan darah AB. Sedangkan jenis darah yang lain adalah benar-benar darah seorang wanita dengan golongan darah BO. Tetapi tidak serta merta kita dapat mengklaim itu sebagai milik Yesus Kristus dan Bunda Maria.
Ajakan untuk Meneliti Peristiwa di Naju
Bagi saya yang awam ini, secara pribadi, peristiwa di Naju menimbulkan suatu kesan yang negatif. Mungkinkah saya termasuk orang yang skeptis terhadap hal-hal seperti itu, yang oleh orang banyak disebut mujizat? Justru karena saya punya landasan Kitab Suci sehingga saya tidak serta merta menerima peristiwa-peristiwa di Naju.
Saya merasakan kesan negatif karena seolah peristiwa di Naju itu tidak bermanfaat secara langsung bagi perkembangan rohani saya secara pribadi. Lagi pula banyak sekali keberatan-keberatan yang akan saya ajukan. Tetapi yang paling mendasar adalah bahwa peristiwa di Naju bagi saya memiliki beberapa kesalahan fatal, yaitu:
Dalam tulisan ini, saya akan menjabarkan penelitian awal saya dan mengajak para pembaca untuk melakukan penelitian tentang peristiwa di Naju ini lebih lanjut. Sayang sekali bahwa saya tidak dapat secara langsung mengamati peristiwa ini dengan mata-kepala saya sendiri. Tetapi saya cukup berbahagia karena saya memiliki Kitab Suci sebagai pegangan dan dasar dalam penelitian ini.
Dan yang terpenting dalam ajakan penelitian ini adalah supaya kita tidak sempat terjerumus dalam bahaya sebelum suatu pernyataan resmi dari Gereja diumumkan. Lebih baik kita bersikap hati-hati dan bijak dalam menentukan keputusan.
Selanjutnya sebagai langkah awal akan diteliti tulisan-tulisan yang berkenaan dengan peristiwa “Lady of Naju” ini dari berbagai sumber. Berikut ini adalah sumber referensi sementara yang berhasil saya kumpulkan dan pelajari. Tidak menutup kemungkinan daftar ini akan terus bertambah sejalan dengan berlangsungnya penelitian ini.
Struktur Penulisan
Dalam penulisan ini tulisan dibagi dalam beberapa bagian seperti berikut ini:
Selanjutnya tulisan ini diharapkan dapat bermanfaat dan dapat memberi pencerahan terhadap hati yang bimbang dalam menghadapi banyak peristiwa ajaib dan tekanan-tekanan jaman dewasa ini. Dan yang terpenting adalah ajakan untuk bersikap bijak dalam menyikapi hal-hal yang ajaib dan tidak serta merta mempercayainya.
online poker law
It seems to me online poker law
1 | timoteo gomes pires
Februari 7, 2007 pada 8:08 am
peristiwa penampakan adalah sangat mungkin terjadi tetapi yang perlu di tekankan bagi semua nasrani bahwa kita hidup di jaman modernisasi tentu kita harus lenih berhati2 dalam menyingkapinya.sebagai orang katholik saya percaya akan kedatangan Tuhan Yesus Kristus dan itu pasti akan terjadi.tetapi penampakan Bunda maria harus di pelajari lebih mendetail karena menurut saya dalam injil kenaikan Bunda Maria tidak di jelaskan dengan sempurna jika ada yang mempunyai info mengenai ini lebih banyak tolong kabri saya, tetapi satu keyakinan kita umat katholik bahwa Allah Punya Rencana memilih Perawan Maria dalam Melahirka yesus yaitu sejak yesus kebumi bunda sebagai perantara manusia dengan ilahi sekarangpun pasti BUnda tetap menjadi perantara kita semua dengan tuhan yesus kristus. semoga AMIN.