Agamaku Kesaksianku

Lady of Naju (Updated): Paskah 2006

Posted by: agamaku on: April 30, 2006

Rupanya peristiwa di Naju masih berlanjut. Kali ini Yulia Kim mengklaim menerima stigmata luka-luka Yesus Kristus. Seperti biasa, seperti yang telah saya tulis sebelumnya, peristiwa ini mengandung banyak kejanggalan. Selain itu yang dijumpainya adalah Maria dengan pesan-pesannya yang janggal, terutama karena adanya JALAN PINTAS yang aneh. Silakan baca detail dari peristiwa yang terjadi pada Jumat Agung ini. Terima kasih pada Mbak Dewi yang telah memberikan informasinya.

Stigmata

Gambar-gambar heboh tentang Jumat Agung di Naju ini dapat dilihat di: Good Friday 2006.

Berikut adalah cerita tentang Yulia Kim yang terjadi pada Jumat Agung 2006:

[sumber : http://www.marys-touch.com/messages/2006/0304.htm]

Pada tanggal 4/Mar/2006, Sabtu Pertama, sekitar pukul 19.30 ketika kami memasuki lantai kapel di Bukit Bunda Terberkati, kami memanggul patung Bunda Maria yg tengah mengeluarkan minyak harum, tiba2 darah menyembur dari mulutnya. Kami segera meletakkan patung Bunda di atas altar dan mulai berdoa. Ketika berdoa, Bunda Terberkati menampakkan diri dari patung, mengenakan baju putih, mantel biru, bermahkota dengan 12 bintang di kepalanya, Bunda memegang rosario di tangan kanan dan skapulir di tangan kiri, dan mengucurkan darah. Dia mulai berkata dengan penuh kasih namun bersemangat.

Bunda terberkati:

Puteriku yg terkasih yg telah menerima seluruh penghinaan dan penyiksaan ketika melayani Puteraku Yesus dan aku!

Aku menderita kesakitan dari hatiku yg terkoyak-koyak karena banyak anak2 yg memalingkan muka dari pesan2 kasihku dan terobsesi dengan khayalan melalui penyalah-gunaan kehendak bebas dan oleh karena itu mengikuti mimpi2 mereka, pengajaran salah dan pesan2 untuk kenikmatan sendiri.

Dengan dalih untuk melayani Allah dan pesanku, mereka mencari kekayaan pribadi dan kedudukan duniawi, membelot dengan hati nuraninya karena kegoisan dan pembenaran diri sendiri, oleh karena itu mereka bergabung dengan kekuatan iblis. Mereka ingin diperlakukan dengan hormat lebih dari yg lain, mereka membawa dan membuka kitab suci dengan kemunafikan dan dipenuhi tipu muslihat dan ambisi untuk mencurangi kawanan domba yg bodoh, mereka menghasut untuk melakukan dosa dan berjalan bersama-sama menuju neraka. Hal ini membuat hatiku terbakar sampai akhirnya berdarah. Inilah mengapa pada awalnya kukatakan bahwa tinggi hati dan keangkuhan akan menghancurkan bukan saja seseorang tetapi juga seluruh dunia.

Puteriku yg kukasihi !

Aku ingin engkau menjadi satu dengan hatiku, sebagaimana kau ketahui bahwa penghinaan yg memalukan yg telah kau alami di dunia ini bukanlah bagianmu, melainkan bagianku, dan persembahkanlah syukurmu dari kesakitan yg berdarah dengan hati yg berkorban dan pemulihan agar supaya anak2 yg jiwanya buta dan tuli akan sungguh2 bertobat dan tidak terjatuh dalam api dan belerang, melainkan beroleh keselamatan.

Aku akan melindungi dan membimbingmu dari setiap mara-bahaya serta melindungi dan mengawal jiwa2 kecil yg bekerja membantumu, beserta keluarga mereka juga, sebagaimana membantumu adalah juga melayani aku. Dan sampaikanlah bahwa aku juga selalu melindungi dan menyertai anak2 yg menjawab amin terhadap panggilanku dan mengikuti aku sepenuh hati.

Jika engkau menjadi satu sebagaimana Allah Bapa dengan Putera dan Roh Kudus adalah Satu dan mengalahkan iblis pemecah-belah sehingga para pendosa akan bertobat dan diselamatkan melalui doa2 dan pengorbanan dengan cintakasih dan devosi oleh kalian yg telah dipanggil. Persembahkanlah seturut permintaan Bundamu ini yg tidak menginginkan satu jiwapun (bahkan yg terjahat) untuk dibinasakan. Setan yg telah mencoba untuk menguasai dunia ini akan lari dan Hati Tak Bernodaku akan jaya.

Anak2ku terkasih yg telah dipanggil!

Sebagaimana aku, bersama dengan jiwa kecilku (Julia) yg adalah rasul dari Hati Kudus Yesus dan Hati Tak Bernodaku yg juga merupakan rasul dari Ekaristi Kudus – Bunda ini yg adalah jalan pintas ke surga – akan selalu mempersembahkan putera-puteri terkasihku yg datang ke sini dengan keluarga mereka ke atas altar Hati Kudus Yesus. Lakukanlah usaha yg sungguh sekarang untuk menyerahkan diri kalian seutuhnya dan menjadi larut dalam Hati Tak Bernodaku supaya kalian bersatu dengan kasihku dan menyatu serta hidup dalam kebangkitan yg diberkati dengan cinta, damai sejahtera dalam sukacita membentuk harmoni bersama Para Kudus.

Sekarang, saat kemenangan dari Hati Tak Bernodaku telah mendekat. Karena saat ini adalah masa yg penting untuk memisahkan jelai yg bernas dengan yg kosong, tidak ada lagi waktu untuk ragu2 atau menunda. Aku ingin kalian bersegera mempraktekkan pesan2 kasih ini yg adalah jalan singkat ke surga, untuk menjalankan hidup yg dipersenjatai dengan doa2 kehidupan disetiap saat dan setiap hari. Dan melalui kehidupan ini mencapai kemenangan atas setan yg memenuhi langit dan bumi sehingga pada hari akhir dapat memiliki pohon kehidupan kekal yg dahulu diambil dari Adam dan Hawa.

Ketika Bunda Terberkati selesai berbicara, beliau menghilang. Aku hanya melihat patungnya yg mengeluarkan minyak harum.

Translated at Mary's Touch By Mail
Gresham, Oregon, U.S.A.
March 5, 2006

CATATAN: Jangan lupa bahwa luka paku itu tembus, sedangkan pada Yulia Kim tidak! Sedangkan luka paku yang sebenarnya (hasil foto positive kain kafan Yesus Kristus) adalah di pergelangan tangan, bukan pada telapak tangan.

Baca tulisan saya sebelumnya tentang Lady of Naju ini.

21 Tanggapan ke "Lady of Naju (Updated): Paskah 2006"

Rasulullah dan Pengemis

Di sudut pasar Madinah ada seorang pengemis Yahudi buta yang setiap harinya
selalu berkata kepada setiap orang yang mendekatinya, “Wahai saudaraku,
jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu
tukang sihir, apabila kalian mendekatinya maka kalian akan dipengaruhinya”.
Namun, setiap pagi Muhammad Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawakan
makanan, dan tanpa berucap sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapkan
makanan yang dibawanya kepada pengemis itu sedangkan pengemis itu tidak
mengetahui bahwa yang menyuapinya itu adalah Rasulullah SAW. Rasulullah SAW
melakukan hal ini setiap hari sampai beliau wafat.

Setelah wafatnya Rasulullah SAW praktis tidak ada lagi orang yang
membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu. Suatu hari
sahabat terdekat Rasulullah SAW yakni Abubakar RA berkunjung ke rumah
anaknya Aisyah RA yang tidak lain tidak bukan merupakan istri Rasulullah
SAW dan beliau bertanya kepada anaknya itu, “Anakku, adakah kebiasaan
kekasihku yang belum aku kerjakan?”. Aisyah RA menjawab, “Wahai ayah,
engkau adalah seorang ahli sunnah dan hampir tidak ada satu kebiasaannya
pun yang belum ayah lakukan kecuali satu saja”. Apakah Itu?”, tanya
Abubakar RA. “Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi keujung pasar dengan
membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang ada di sana”,
kata Aisyah RA.

Keesokan harinya Abubakar RA pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk
diberikan kepada pengemis itu. Abubakar RA mendatangi pengemis itu lalu
memberikan makanan itu kepadanya. Ketika Abubakar RA mulai menyuapinya, si
pengemis marah sambil menghardik, “Siapakah kamu ?”. Abubakar RA menjawab,
“Aku orang yang biasa.” “Bukan! Engkau bukan orang yang biasa
mendatangiku”, bantah si pengemis buta itu. “Apabila ia datang kepadaku
tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang
yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu
dihaluskannya makanan tersebut setelah itu ia berikan padaku”, pengemis itu
melanjutkan perkataannya.

Abubakar RA tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata
kepada pengemis itu, “Aku memang bukan orang yang biasa datang padamu. Aku
adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia
adalah Muhammad Rasulullah SAW”. Seketika itu juga pengemis itu pun
menangis mendengar penjelasan Abubakar RA, dan kemudian berkata, “Benarkah
demikian? Selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah
memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi,
ia begitu mulia…. Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat di
hadapan Abubakar RA, dan saat itu juga dan sejak hari itu menjadi muslim.
Nah, wahai saudaraku, bisakah kita meneladani kemuliaan akhlaq Rasulullah
SAW? Atau adakah setidaknya niatan untuk meneladani beliau? Beliau adalah
ahsanul akhlaq, semulia-mulia akhlaq. Kalaupun tidak bisa kita meneladani
beliau seratus persen, alangkah baiknya kita berusaha meneladani sedikit
demi sedikit, kita mulai dari apa yang kita sanggup melakukannya.

Tinggalkan Balasan

Anda harus masuk log untuk mengirim sebuah komentar.

Stat

a

Blog Stats

  • 177,372 hits