Agamaku Kesaksianku

Tri Tunggal Mahakudus

Posted on: Mei 22, 2006

Bagaimanakah caranya memahami Tritunggal (Trinitas)? Ini adalah dogma Kristiani yang penuh misteri sekaligus penuh tantangan. Tetapi seharusnya kita dapat menjawab pertanyaan orang lain tentang Tritunggal dan tidak menyerah begitu saja dengan mengatakan bahwa Itu adalah misteri Allah. Untuk memahami Tritunggal, kita harus kembali kepada kitab pertama dalam Taurat (Perjanjian Lama), yaitu Kitab Kejadian (Genesis).

Berikut adalah petikan dari Kitab Kejadian 1:1-3.

1Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. 2Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.

3Berfirmanlah Allah: “Jadilah terang.” Lalu terang itu jadi.

Jika kita perhatikan, maka kita akan menyadari bahwa ada 3 Pribadi yang terlibat di sini, yaitu: Allah, Firman Allah, dan Roh Kudus. Adanya Pribadi lebih dari 1 ini didukung dengan adanya dialog Allah dan bagaimana Allah menyebutkan diri-Nya sebagai “Kita”.

Saya mengacu pada Kitab Kejadian karena kitab ini merupakan kitab pertama yang menyatakan keberadaan Allah, peran Allah dalam penciptaan alam semesta dan manusia sekaligus catatan pertama interaksi Allah dengan manusia. Bagi saya pernyataan tentang Allah di kitab ini amat-sangat utama, terutama dan pertama. Kitab Kejadian (bagian dari Taurat) dijamin oleh Yesus Kristus tidak akan berubah sepanjang masa. Bahkan lebih mudah bumi dan langit lenyap dari pada 1 titik dari Taurat dibatalkan (Mat 5:18; Luk 16:17).

Sebelum membaca lebih lanjut, Anda harus berinterospeksi terlebih dahulu. Bukalah mata hati dan pikiran Anda, baru teruskan membaca. Berikut adalah test untuk Anda sebelum melanjutkan membaca sisa artikel ini:

  1. Jika Anda mengakui bahwa Kitab Kejadian ini adalah benar dan memiliki integritas tinggi, kudus dan memiliki kesucian yang tidak bernoda, silakan baca sisa artikel ini.
  2. Tetapi jika Anda memandang bahwa Injil (Alkitab) telah diubah sehingga dianggap tidak asli dan kehilangan kesucian dan kekudusannya, silakan untuk tidak membacanya. Tetapi jika Anda tetap ingin membacanya, silakan membacanya dengan hati-hati, dengan rendah hati disertai pikiran dan hati yang terbuka.

Mengapa begitu? Soalnya ada banyak sekali orang yang menganggap bahwa Injil telah diubah dan kehilangan kesuciannya. Padahal tidak! Sekali lagi: tidak! Anda tidak perlu meragukan kesuciannya. Walau pun banyak versi terjemahan Kitab Suci di seluruh dunia, tetapi Alkitab tetap Suci dan Kudus!

Yesus Kristus sendiri telah bersabda:

“Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu” (Mat 24:35; Mar 13:31; Luk 21:33).

“Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.” (Mat 5:18)

“Lebih mudah langit dan bumi lenyap dari pada satu titik dari hukum Taurat batal.” (Luk 16:17)

Bahkan Al Quran pun bersaksi tentang keaslian Firman Allah, yaitu Alkitab (Al Kahfi 18:27; Al Hijr 15:9). Selain itu disebutkan juga bahwa umat beriman (muslim) agar: “menjaga Kitab (Alquran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu” (Al Baqarah 2:2-4) dan memerintahkan Muhammad untuk mencari pertolongan dari para ahli Alkitab (Yunus 10:94). Jika Injil dianggap telah diubah dan kehilangan kesuciannya dan Anda meragukannya, maka Alquran gagal menjaganya!

Dialog Allah

Proses penciptaan ini dilukiskan dalam bentuk dialog yang tentu saja melibatkan lebih dari 1 pribadi – dalam hal ini terdapat 3 Pribadi. Gaya bahasa dalam Kitab Kejadian ini juga mendukung adanya dialog. Gaya penulisan ini tidak mungkin merupakan monolog.

Apakah Anda mengklaim bahwa Allah berbicara sendiri? Apakah Anda dalam hal ini meragukan integritas Allah karena berbicara sendiri? Berikut adalah kutipan tentang penciptaan manusia dari Kitab Kejadian 1:26.

26Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.”

Sedangkan ketika Allah berbicara pada manusia, Dia menggunakan kata “Aku” yang artinya: interaksi dengan manusia dilakukan oleh 1 Pribadi saja. Berikut petikan dari Kej 1:29.

29Berfirmanlah Allah: “Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu.”

Artinya tidak ada yang salah dengan Kitab Kejadian! Penggunaan kata “Kita” memang benar-benar menunjukkan Pribadi yang jamak, sedangkan penggunaan “Aku” benar-benar tunggal.

Misteri 3 Pribadi yang Tunggal

Memang bagi sebagian orang akan sulit memahami adanya 3 Pribadi yang Tunggal ini. Dari ayat Kej 1:1 akan banyak mengundang debat. Mereka menganggap bahwa Allah dan Roh Allah itu adalah satu. Memang benar! Tetapi mengapa Kitab Kejadian menyebutkan: “Allah” dan “Roh Allah melayang-layang” yang nyata-nyata dipisahkan? Suatu misteri bukan? Apakah tidak lebih baik jika semuanya konsisten dan menyebutkannya sebagai: “Allah” saja?

Tetapi ternyata tidak demikian! Justru konsistensi terjadi dengan penyebutan yang berbeda bagi ke-3 Pribadi yang Tunggal tersebut, yaitu: Allah, Firman Allah (Putera Allah), dan Roh Allah (Roh Kudus).

Sebuah wacana manusia mengusulkan analogi telur. Walau pun tidak pernah tepat benar, tetapi sedikit memberikan wacana. Berikut wacana tersebut: Telur itu terdiri dari kulit telur, putih telur dan kuning telur. Mereka bermakna telur jika ketiganya menyatu. Tetapi ketika diuraikan, mereka tidak dapat disebutkan sebagai telur, tetapi hanya kulit telur saja, putih telur saja, atau kuning telur saja. Jika ketiganya diuraikan, mereka bukan telur!

Ada juga yang memberikan wacana dengan mencoba menganalogikan sebagai air yang memiliki 3 bentuk, yaitu: uap, cairan dan es. Semuanya adalah air! Walau pun demikian mereka adalah air juga yang memiliki 3 bentuk.

Kedua wacana manusiawi di atas tidak bisa menggambarkan Tritunggal Mahakudus Allah dengan baik. Demikian pula dengan wacana-wacana baru lain yang diusulkan manusia. Semuanya tidak pernah akan dapat menggambarkan Allah! Mengapa?

Jawabannya jelas: kita hanya manusia! Tidak mungkin kita menggambarkan Allah menurut ukuran, kemampuan dan pikiran manusiawi kita. Jadi, berupaya menggambarkan Allah secara manusiawi tidak akan pernah bisa kita lakukan. Yang patut disesalkan adalah adanya sebuah upaya sebuah kitab yang mencoba menggambarkan Allah sebagai Zat. Saran saya adalah: jangan mencoba menggambarkan Allah secara materialistik! Karena Allah bukan zat atau pun material lainnya.

Lalu bagaimana? Tidak akan pernah ada penjelasan yang manusiawi mengenai hal ini. Yang harus kita lakukan adalah dengan mengimaninya. Kita harus melihatnya dengan kaca mata iman. Bukalah mata hati dan pikiran Anda dengan rendah hati. Berserahlah dan percayalah pada Alkitab. Gantungkan kepercayaan Anda padanya. Karena Kitab Suci adalah Firman Allah yang tertulis bagi manusia.

Logika dapat Anda pakai untuk memahami Alkitab, seperti yang saya lakukan, yaitu dengan menyadari bahwa ada 3 Pribadi Mahakudus yang terlibat sebagai Allah! Mereka adalah Allah, Firman Allah dan Roh Allah. Mereka 3 Pribadi tetapi tetap Tunggal!

Putera Tunggal Allah

Umat Kristiani mengimani adanya Pribadi yang kedua, yaitu Putera Allah. Kitab Yohanes dengan baik sekali melukiskan Pribadi Putera Allah ini dalam Yoh 1:1.

1Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. 2Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. 3Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.

Penjelasan ini baik sekali sekaligus menjelaskan Kej 1:3 bahwa Firman itu benar-benar sebagai Pribadi yang ke-2. Dan kemudian dijelaskan pula bahwa Firman Allah ini menjelma (ber-inkarnasi) menjadi manusia dalam Yoh 1:14.

14Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemulian-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

Tampak bahwa Firman itu menjelma menjadi manusia dan Allah Bapa memberikan kemuliaan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa. Artinya adalah benar bahwa Yesus Kristus adalah Anak Tunggal Bapa dan kita menyebutkan-Nya sebagai Putera Allah yang tunggal.

Jangan mencoba memahami proses peranakan Allah ini seperti halnya proses peranakan pada manusia. Proses peranakan Allah tidak menggunakan cara manusia yang dilakukan secara biologis (sex). Tetapi peranakan Allah dari Roh Kudus.

Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami istri. (Mat 1:18)

… “Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai istrimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.” (Mat 1:20)

Jawab malaikat itu kepadanya: “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.” (Luk 1:35)

Kesatuan 3 Pribadi yang Tunggal

Walau pun ada 3 Pribadi yang berbeda, tetapi Allah tetap Satu dan Esa. Mereka adalah tetap Allah walau pun memiliki bentuk yang berbeda. Berikut adalah beberapa kutipan dari Kitab Suci:

“Aku dan Bapa adalah satu.” (Yoh 10:30)

“… bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa.” (Yoh 10:38)

“Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu.” (Yoh 17:22)

“… Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dia-lah yang melakukan pekerjaan-Nya.” (Yoh 14:10)

Yesus Kristus adalah manifestasi kesucian Firman Allah. Apa yang difirmankan Yesus Kristus tidak akan lekang dimakan jaman, karena Yesus Kristus adalah Firman Allah itu dan kekal adanya.

“Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu” (Mat 24:35; Mar 13:31; Luk 21:33).

Penutup

Dalam artikel ini saya tidak mencoba menganalogikan atau berupaya menjelaskan Tritunggal Mahakudus secara manusiawi mau pun secara logika. Wacana analogi telur dan air adalah sumbangan pemikir lain yang saya rasa tidak akan pernah dapat menjelaskan Tritunggal Mahakudus dengan baik. Mungkin sedikit membantu, tetapi tidak akan pernah dengan sempurna menjelaskan Tritunggal Mahakudus.

Dalam artikel ini saya hanya mencoba untuk mengumpulkan fakta dari Injil bahwa Tritunggal Mahakudus ini tersirat dan tersurat. Tidak perlu mencoba menganalogikan atau memanusiawikannya karena akan malah menyesatkan.

Tetapi terimalah dengan iman Anda. Anda tidak perlu berupaya keras mencoba memahaminya. Karena mencoba memahaminya berarti Anda mencoba memahami Allah. Suatu usaha yang amat-sangat berat. Atau boleh saya katakan: suatu usaha yang sia-sia dan mustahil. Tidak mungkin pikiran manusiawi kita yang terbatas ini dapat menampung pikiran Allah yang Mahakudus, Mahamengetahui dan segenap Maha yang lain.

Jika Anda meragukan esensi Tritunggal Mahakudus ini, maka Anda meragukan Kitab Suci! Jika Anda meragukan integritas Tritunggal Mahakudus ini, maka Anda meragukan Firman Allah yang tertulis dalam Kitab Suci! Anda harus tahu: Kitab Suci tetap Suci dan Kudus, selama-lamanya.

“Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu” (Mat 24:35; Mar 13:31; Luk 21:33).

 

394 Tanggapan to "Tri Tunggal Mahakudus"

Amin… Amin… Amin…

I believe in Holy Father, Holy Son, and Holy Spirit.
The creator of the universe.

Buat saya, untuk mengetahui dan mengenal Kristus… itu Ruarrrr biasa.
Hehe. And it’s a grace !
Banyak orang sudah diperkenalkan dengan Kristus bahkan lahir menjadi Kristian, tapi, coba kalo ditanya tentang Allah Tritunggal biasanya jawabnya juga masih susah.

Saya pernah baca slogan stiker :
To know ME is to love ME.

MesQpun kita sudah diperkenalkan kpd Kristus tapi gak punya keinginan untuk mengenal Tuhan lebih dekat juga percuma. Pengenalan kita akan Dia jadinya segitu-gitu aja.
Jangan tunggu ada bencana dulu baru datang ke Tuhan. Tapi mulai dari sekarang carilah akan Kebenaran itu. And The Truth is Christ !

Soalnya ada banyak sekali orang yang menganggap bahwa Injil telah diubah dan kehilangan kesuciannya. Padahal tidak! Sekali lagi: tidak! Anda tidak perlu meragukan kesuciannya. Walau pun banyak versi terjemahan Kitab Suci di seluruh dunia, tetapi Alkitab tetap Suci dan Kudus!

Suka heran juga dengan alasan-alasan orang yang mempunyai pendapat seperti ini, dibilanglah karena banyak terjemahan-lah en terjemahan itu udah di-otak-atik ama si penerjemah-lah.
Jawaban saya untuk hal ini : Justru saya berterima-kasih ada orang yang menerjemahkan Perjanjian Lama ( yang ditulis dengan bhs Ibrani ) dan Perjanjian Baru ( yang ditulis dengan bhs Yunani ).
Coba kalo gak diterjemahkan ke bahasa Indonesia ?
Yah, saya harus belajar bhs Ibrani en Yunani. Keblinger wetche….
En akhirnya semua orang Kristian kesita waktunya untuk baca ‘ndiri2 PL asli dgn bhs Ibrani, PB asli dgn bhs Yunani tidak lupa kamus Indonesia-Ibrani en kamus Indonesia-Yunani.
Hehe.

baca quran mu apa kah tahan uji atau tidak, banyak pertentangan antara ayat satu dengang lainnya(mau bukti ngga ?).firman siapakah itu?

Hehe… Jadi yang disalib itu Tuhan yah?? Wah..hebat neh bangsa Romawi. Oh iya, mo nanya neh, Sejak kapankan Yesus diangkat jadi Tuhan? Dan tentang isi kitab Yehezkiel pasal 21 ayat 1-21 : Sebenarnya isinya kayak gimana seh?

gw mo nanya nich,duluan mana keberadaannya di alam ini antara tuhan dan air?klo jawaban lo adalah tuhan berarti otak lo ngaco.coba aja lo pikirin, air uadah ada sebelum adanya yesus yg lo anggap tuhan,soalnya di kalangan kristiani ada hari kelahiran isa almasih. berarti tuhan sama air duluan air donk

siapa bilang kesaksian surat Al Kahfi 18:27; Al Hijr 15:9 untuk alkitab(bibel)klo gak tau jangan sok tau berani2nya pake nyelewengin al-qur’an,gw tampilin nich arinya biar lu ngerti,jadi jangan sok tau

[18:27] Dan bacakanlah apa yang diwahyukan kepadamu, yaitu kitab Tuhan-mu (Al Qur’an). Tidak ada (seorang pun) yang dapat mengubah kalimat-kalimat-Nya. Dan kamu tidak akan dapat menemukan tempat berlindung selain daripada-Nya.

[15:9] Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya

kata2 min kitaabi dan aldzdzikra bukan menunjukan alkita ( bibel ) yg lo maksud

Sebaiknya kalo ngebahas al-kitab ya..bahas aja gak perlu bawa2 Al-quran apalagi tahunya cuma dikit/kalo gak tau jangan mengada-ngada, gimana kita percaya ke penulis yang suka boong.
Saya sarankan anda semua baca juga injil(al-kitab)Barnabas….buat perbandingan.
Ok…Salam

Bagi Mas qzoner dan Mas Gunung, untuk tahu siapa pribadi Yesus, saya ada pertanyaan nich ? Apakah anda percaya bahwa Tuhan ber-FIRMAN ?
Menurut iman Anda (bukan pendapat Anda lho :) ) siapakah FIRMAN itu ?
tolong dijawab bukan berdasarkan pemikiran atau pendapat Anda, tetapi tolong jawaban Anda ada dasarnya yaitu sesuai kitab Anda pada surat apa dan ayat berapa ? okey saya tunggu jawabannya
Tuhan memberkati Anda :)

Dear Gunung,

Bagaimana pendapat Anda tentang Al Baqarah 2:2-4 dan Yunus 10:94?

Dear Gunung,

Tulisan saya tentang:

Bahkan Al Quran pun bersaksi tentang keaslian Firman Allah, yaitu Alkitab (Al Kahfi 18:27; Al Hijr 15:9).

menjelaskan bahwa Alkitab (juga Quran) merupakan Sabda Allah yang tidak diragukan integritasnya. Dalam konteks ini saya menekankan bahwa ketika Allah berdialog menggunakan kata “Kami” atau “Kita” berarti memang benar-benar ada dialog antar 2 atau lebih peserta dialog. Ini mendukung pernyataan saya sebelumnya bahwa “tidak mungkin Allah berbicara sendiri.”

Premis ini dipertajam dengan sub bab “Dialog Allah”. Silakan membaca dengan hati-hati dan dengan hati dan pikiran yang terbuka.

Terima kasih atas tulisan mas Dewo yang berupaya menjelaskan tentang trinitas. Tapi berhubung saya tidak beriman pada christianity, ya malah pusing membacanya.
Saya kira awalnya anda ingin coba menjelaskan trinitas dengan logis, tapi di akhir tulisan anda tulis:
Jika Anda meragukan esensi Tritunggal Mahakudus ini, maka Anda meragukan Kitab Suci! Jika Anda meragukan integritas Tritunggal Mahakudus ini, maka Anda meragukan Firman Allah yang tertulis dalam Kitab Suci! Anda harus tahu: Kitab Suci tetap Suci dan Kudus, selama-lamanya.
lha ini kan malah balik ke square one lagi, jadi gak perlu penjelasan dong! yang penting iman.

Malah di sinih ttp://en.wikipedia.org/wiki/Trinity#One_God saya bisa baca banyak tentang trinitas, dan ternyata di kalangan kristen sendiri juga banyak sekali golongan yang tidak menganut trinitas.

salam, God Bless…..

Hallo Mas Dono,
Memang akan sulit sekali menjelaskan Trinitas dengan cara logis, bahkan oleh orang yang sangat cerdas sekalipun. Bukankah berupaya mempelajari Allah itu hal yang tidak mungkin? Maaf kalau saya tidak bisa menjelaskan secara logis. Bukankah di awal paragraf saya sudah menulis bahwa untuk dapat menerima hal tersebut harus dimulai dari kitab yang paling pertama?

Bagaimanakah caranya memahami Tritunggal (Trinitas)? Ini adalah dogma Kristiani yang penuh misteri sekaligus penuh tantangan. Tetapi seharusnya kita dapat menjawab pertanyaan orang lain tentang Tritunggal dan tidak menyerah begitu saja dengan mengatakan bahwa Itu adalah misteri Allah. Untuk memahami Tritunggal, kita harus kembali kepada kitab pertama dalam Taurat (Perjanjian Lama), yaitu Kitab Kejadian (Genesis).

Penjelasan secara manusiawi tidak akan pernah dapat memuaskan dan memenuhi syarat. Tidak ada analogi yang dapat mewakili Allah. Kita harus memahami bahwa kita itu hanya makhluk ciptaan dan tidak sempurna. Dan saya sudah mengakui bahwa saya (dan mahluk ciptaan lain) tidak akan bakal mempelajari Allah. Mohon dibaca di bagian Penutup.

Terima kasih Anda telah memberikan komentar dan link dari wikipedia. Memang banyak orang memustahilkan dogma Trinitas. Tetapi saya ingin menggambarkan bahwa Trinitas sudah ada sejak awal Kitab Suci. Padahal banyak kalangan menuduh Trinitas itu ajaran Paulus belaka. Faktanya sudah tersirat dan tersurat di Kitab Suci, bahkan di Kitab Kejadian (kitab pertama).

Salam.

Halo lagi mas Dewo,

Kitab kejadian itu kan di perjanjian lama (i.e. Torah/Taurat) yang diturunkan pada nabi Moses/Musa AS. Jika Trinitas itu sudah ada (tersurat/tersirat) sejak jaman Musa, mengapa kok Tuhan Putra (Yesus/Isa AS) baru muncul pada 0 Masehi? Kalau di Perjanjian Lama sudah ada, mengapa agama Yahudi tidak mengenalnya? Lagipula, mengapa konsep trinitas ini baru di’resmikan’ pada tahun 325 M oleh Nicaea council? http://en.wikipedia.org/wiki/First_Council_of_Nicaea

dari yang ingin belajar banyak,

Dono
(maaf nih, ilmu saya sebatas wikipedia saja…he..he…)

Sebenarnya banyak yang tersurat/tersirat di Perjanjian Lama. Seperti di Ayat yang saya kutip di atas itu tersirat. Sedangkan karya penyelamatan & lawatan Allah (Allah melawat manusia) selalu dinubuatkan di Perjanjian Lama. Agama Yahudi mengenalnya sebagai Mesias (Yang Diurapi) dan semua nubuatan di semua ayat di Perjanjian Lama digenapi oleh Yesus Kristus.

Sedangkan konsep Trinitas memang baru diresmikan di konsili Nicaea karena sebenarnya walau pun sudah tersurat dan tersirat, tetapi belum ada yang merumuskan atau menarik benang merahnya.

Sebelumnya banyak sekali perdebatan mengenai konsep Trinitas yang salah, misalnya: Allah Bapa, Maria dan Yesus bagi penganut Marianisme. Tetapi akhirnya dogma diluruskan kembali ke Kitab Suci, yaitu: Allah Bapa, Allah Putra (Yesus Kristus) dan Allah Roh Kudus. Itulah dogma yang sebenarnya. Maklum, dulu pemahaman Kitab Suci masyarakat masih kurang sehingga perlu perumusan yang tegas.

Demikian sedikit dari saya.
Salam Damai Sejahtera.

Hallo Mas Dono, kelupaan membahas mengapa Yesus Kristus baru muncul tahun 0 Masehi. Benar, walau pun sejak Kitab Kejadian Allah sendiri telah menubuatkan adanya Jurus Selamat tetapi tentang hari/tanggal datangnya Allah Putera adalah mutlak hak Allah. Demikian juga dengan hari/tanggal kiamat, hanya Allah yang mengetahuinya walau pun nubuatan tentang kiamat telah ada sejak jaman Perjanjian Lama.

Mengenai kedatangan kiamat, Yesus Kristus berpesan supaya kita selalu berjaga-jaga dan bersiap-siap selalu. Jangan takut karena Yesus Kristus akan datang untuk yang ke-2 kalinya saat itu.

Salam.

saya mempercayai Tuhan itu dengan iman sehingga saya bisa menemukan kebenaran, kehidupan Tuhan Yesus di dunia menjadi sejarah terbesar sepanjang masa, Tuhan Yesus di hina ,di olok2, diludahi bahkan dibunuh dan sangat2 menderita, dan Dialah Tuhanku yang bisa merasakan penderitaanku, keluh kesahku sehingga apapun yang kualami entah itu baik atau buruk,kutahu Tuhan yesus selalu bersamaku, ketika Yesus bangkit dan naik kesorga,saya percaya Dia menyediakan tempat yang indah bagiku karena namaku telah termetrai dalam kitab kehidupan, banyak orang menolak Tuhan yesus bahkan menghina pengorbananNya tapi 1 saat kita akan mengetahui kebenaranya,
terimah kasih Tuhan yesus engkau telah menebus dosaku,, aku percaya mereka yang menolakMu tidak akan pernah merasakan kedamaian sama seperti orang2 yg mengasihimu, seperti yang kurasakan saat ini, kata Yesus
“TIDAK MUNGKIN TIDAK ADA PENYESATAN TETAPI CELAKALAH MEREKA YANG MELAKUKANNYA”
marilah kita sebagai orang kristen mendoakan mereka yang menolak Tuhan Yesus dengan penuh kasih, agar Tuhan Yesus membukakan mata hati mereka,

Tuhan Yesus mengasihi kita

Balik lagi ternyata disini rame banget ^_^
(Thanxx 2 ‘My Comments’ WP’s feature)

gunung said : gw mo nanya nich,duluan mana keberadaannya di alam ini antara tuhan dan air?klo jawaban lo adalah tuhan berarti otak lo ngaco.coba aja lo pikirin, air uadah ada sebelum adanya yesus yg lo anggap tuhan,soalnya di kalangan kristiani ada hari kelahiran isa almasih. berarti tuhan sama air duluan air donk

Hehe, lucu banget seh pertanyaan en kesimpulannya. Kalo belum pernah baca kitab Kejadian en Alkitab secara keseluruhan sama sekali kayaknya gak usah bilang orang lain ngaco deh…

Jelas-jelas di Kejadian 1 : 1 dibilang : Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.

Jadi yang terlebih dahulu ada tuh ALLAH, lalu IA menciptakan langit dan bumi. Yang of course, termasuk air.

Di kitab Kejadian juga Allah berfirman sewaktu menciptakan manusia : Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.”
Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.

KITA disini menunjukkan pribadi Allah yang TRITUNGGAL. Yaitu Allah Bapa, Allah Anak (Yesus !), Allah Roh Kudus.

Mo bukti bahwa Yesus tersirat dan tersurat ada di Perjanjian Lama tepatnya Kitab Kejadian ?
Baca kitab Kejadian nyampe TAMAT en rendah hati untuk mengerti Firman Tuhan. Berdoa dulu yang penting…
Kalo udah… sekarang pertanyaan jadi : Siapa yang menemui Adam dan Hawa di Taman Eden ? Siapa yang rajin ‘ngunjungin’ Adam dan Hawa di Taman Eden ?

Pribadi Allah Bapa-kah ? Pribadi Allah Anak-kah ? Pribadi Roh Kudus-kah ?

Roh Kudus ada lah Roh. Bapa berdiam di Tahta yang kudus. You want to see HIM ? You must be HOLY. Kalo gak kudus, binasa. (baca aja cara-cara Imam Israel masuk Ruang Maha Kudus).
Manusia bisa berjumpa dengan Allah Pencipta langit ketika Allah yang penuh kasih dengan rendah hati, menjadi daging.

Udah dapat jawabannya siapa yang ‘ngunjungin’ Adam dan Hawa di Taman Hawa ?
Yesus, brur !

Yesus aja sendiri mengatakan waktu datang ke dunia ini bahwa Yesus SUDAH ADA sebelum Abraham ada.
Lo mo bandingin ama aer lagi.. (lucu lucu lucu ^_^ )

Di kitab Wahyu sendiri Yesus mengatakan DIA adalah Alpha dan Omega. YANG AWAL dan YANG AKHIR.
(Masih mo bandingin ama aer ?)

Maranatha ! En GOD Bless !

Manusia bisa berjumpa dengan Allah Pencipta langit ketika Allah yang penuh kasih dengan rendah hati, menjadi daging.

Maksud gw, pencipta langit dan bumi getoh. ^_^

Setuju dengan Winsy dan Idiegal. Karya Keselamatan Allah memang tidak dapat dipahami dengan logika manusia biasa. Kita harus memahaminya dengan mata iman.

Salam

Menjadi Katolik atau kristen adalah sebuah pilihan tetapi bagi anda yang sudah dibaptis sejak lahir, mau tidak mau anda harus mencari tahu tentang Kristus Yesus. Masih ingatkah anda ttg bacaan hari minggu 17 Sept 2006. Yesus : mengapa kamu mengatakan apa yang menjadi pikiran manusia! (kira-kira begitu). Allah yang Agung, Kekal dan Kuasa berjalan menurut kehendakNya. Maka “Carilah maka engkau akan mendapatkan”.

Terus terang aku sama sekali ngak mudeng dengan konsep trinitas, bahkan diantara umat kristiani sendiri masih ada silang pendapat(mohon dikoreksi kalau ada kesalahan).Karena dalam pandangan agamaku yang namanya Isa hanyalah manusia biasa dan diberi keistimewaan tersendiri oleh ALLAH untuk meluruskan iman tauhid manusia dimuka bumi ini. Untuk lebih jelasnya saya nukilkan surat Maryam dari alquran surah 19 ayat 16-39 :

[19.16] Dan ceritakanlah (kisah) Maryam di dalam Al Qur’an, yaitu ketika ia menjauhkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur,
[19.17] maka ia mengadakan tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu Kami mengutus roh Kami kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna.
[19.18] Maryam berkata: “Sesungguhnya aku berlindung dari padamu kepada Tuhan Yang Maha Pemurah, jika kamu seorang yang bertakwa”.
[19.19] Ia (Jibril) berkata: “Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci”.
[19.20] Maryam berkata: “Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedang tidak pernah seorang manusia pun menyentuhku dan aku bukan (pula) seorang pezina!”
[19.21] Jibril berkata: “Demikianlah. Tuhanmu berfirman: “Hal itu adalah mudah bagi-Ku; dan agar dapat Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan.”
[19.22] Maka Maryam mengandungnya, lalu ia menyisihkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh.
[19.23] Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (bersandar) pada pangkal pohon kurma, ia berkata:
“Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi sesuatu yang tidak berarti, lagi dilupakan”.
[19.24] Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah: “Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu.
[19.25] Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu.
[19.26] Maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah: “Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang Manusia pun pada hari ini”.
[19.27] Maka Maryam membawa anak itu kepada kaumnya dengan menggendongnya. Kaumnya berkata: “Hai Maryam, sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang amat mungkar.
[19.28] Hai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina”,
[19.29] maka Maryam menunjuk kepada anaknya. Mereka berkata: “Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih dalam ayunan?”
[19.30] Berkata Isa: “Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi.
[19.31] dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) salat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup;
[19.32] dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka.
[19.33] Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali”.
[19.34] Itulah Isa putra Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya.
[19.35] Tidak layak bagi Allah mempunyai anak, Maha Suci Dia. Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya: “Jadilah”, maka jadilah ia.
[19.36] Sesungguhnya Allah adalah Tuhanku dan Tuhanmu, maka sembahlah Dia oleh kamu sekalian. Ini adalah jalan yang lurus.
[19.37] Maka berselisihlah golongan-golongan (yang ada) di antara mereka. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang kafir pada waktu menyaksikan hari yang besar.
[19.38] Alangkah terangnya pendengaran mereka dan alangkah tajamnya penglihatan mereka pada hari mereka datang kepada Kami. Tetapi orang-orang yang lalim pada hari ini (di dunia) berada dalam kesesatan yang nyata.
[19.39] Dan berilah mereka peringatan tentang hari penyesalan, (yaitu) ketika segala perkara telah diputus. Dan mereka dalam kelalaian dan mereka tidak (pula) beriman.

sebagai tambahan saya nukilkan juga surah 112 yang dengan tegas ALLAH tidak punya anak apalagi diperanakkan

[112.1] Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa,
[112.2] Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.
[112.3] Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan,
[112.4] dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia”.

Hallo Mas Priyambodo, salam damai & sejahtera.

Sedikit saya ingin umbang saran, yaitu:

[19.17] maka ia mengadakan tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu Kami mengutus roh Kami kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna.

Bahwa Yesus ada dari Roh Allah. Ini membuktikan bahwa Dia “diperanakkan”, bukan dilahirkan seperti layaknya anak manusia biasa.

[19.19] Ia (Jibril) berkata: “Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci”.

Bahwa Yesus adalah Suci sejak lahir dan selama hidupnya. Dia tidak bercela atau bernoda sedikitpun. Tidak ada dosa dan dusta di dalam Yesus Kristus. Jika begitu, maka seharusnya kita tidak boleh membantah semua ucapan-Nya yg tercatat di Kitab Suci.

[19.21] Jibril berkata: “Demikianlah. Tuhanmu berfirman: “Hal itu adalah mudah bagi-Ku; dan agar dapat Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan.”

Semuanya adalah mudah bagi Allah, tidak ada yg mustahil. Ini adalah “Rahmat dari Kami (Allah)” dan sudah dinubuatkan sejak lama bahwa Allah akan “melawat” umatnya lewat Yesus Kristus (Anak Allah).

[19.30] Berkata Isa: “Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi.
[19.34] Itulah Isa putra Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya.

Yesus adalah “Sabda Allah” yang hidup. Dia memberitakan kabar baik dari Allah agar manusia kembali ke Kerajaan Allah.

[19.31] dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) salat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup;

Sebagai seorang manusia, Yesus selalu diberkati Allah.

[19.33] Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali”.

Yesus adalah damai dan sejahtera bagi umat manusia. Kedatangannya telah dinubuatkan sejak jaman purbakala. Misinya telah ditunggu-tunggu (Mesias). Dan Dia meninggal dan bangkit kembali setelah menunaikan misinya. Dia telah meninggal dan telah bangkit. Seharusnya ayat ini tidak boleh diragukan seperti banyak orang meragukan bahwa Yesus telah wafat dan bangkit kembali.

[19.35] Tidak layak bagi Allah mempunyai anak, Maha Suci Dia. Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya: “Jadilah”, maka jadilah ia.

Tidak layak bagi Allah untuk mempunyai “anak” dengan cara manusia. Tetapi Allah memiliki cara yang luar biasa untuk memiliki “Anak Allah”, yaitu lewat Yesus Kristus yang diperanakkan lewat Roh Kudus. Tiada yang mustahil bagi Allah karena dengan Sabda-Nya: “Jadilah”, maka jadilah “Dia”.

Mungkin sedikit penjelasan di atas akan membingungkan Saudara, tetapi dengan menggali lebih jauh Kitab Suci, maka semuanya akan menjadi terang. Logika manusia sangat terbatas dan Allah menuntut agar kita memandang dan mempelajari dengan “iman”. Bukankah kita dituntut untuk beriman? Allah tidak menuntut kita untuk “pintar/cerdas” melainkan “bijaksana” oleh karena “iman.”

Demikian sedikit penjelasan dari saya. Semoga dapat membuka hati Saudara dan pembaca.

Salam.

Maaf ada yg perlu ditambahkan, yaitu bahwa tidak ada perdebatan tentang Trinitas (Tri Tunggal Mahakudus) di dogma Katolik. Ini sudah tertuang sejak lama. Dogma ini dirumuskan dari Kitab Suci pada saat Konsili Nicea. Saya tidak tahu apakah ada perdebatan tentang Trinitas di agama “Kristen”, tetapi di “Katolik” tidak ada perdebatan mengenai hal tersebut.

Salam.

[...] Mengaku sebagai orang Katolik (Kristiani) adalah hal yang sulit. Kebanyakan umat Katolik sendiri bingung dengan dogma/ajaran Kristiani, misalnya tentang Tri Tunggal Mahakudus, Kitab Suci dan Tradisi Suci yg dituduh telah diubah atau diselewengkan, dll. Terutama bagi orang Katolik yg telah dibaptis sejak lahir! [...]

halo semuanya….
ternyata dari kutipan ini :

[19.21] Jibril berkata: “Demikianlah. Tuhanmu berfirman: “Hal itu adalah mudah bagi-Ku; dan agar dapat Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan.”

dapat diambil satu pernyataan tersirat bahwa Tuhan itu adalah Jamak, yang bagi Orang Kristen ( terutama Katholik ) Jamak itu dalam Trinitas.
Silakan Anda juga mengartikan Jamak (“Kami”) itu bagaimana….

Yang jelas kami Orang Katholik mempunyai Pengakuan Tersendiri atas Iman Kami yaitu Atas Nama Bapa, dan Putra dan Roh Kudus….
Amin

Dear all,

Kalau kita teliti dengan seksama sebenarnya Doktrin Tritunggal sama sekali tidak berdasarkan Alkitab. Doktrin Tritunggal muncul dan mengalami proses panjang yang kontroversial sejak abad ke tiga sampai abad ke empat mulai tahun 325BC – sekitar 400BC. Kalau kita baca dari buku-buku sejarah dan Encyclopedia, sebenarnya ada tiga momentum yang pada akhirnya merumuskan dogma Tritunggal, bukan karena berdasar Alkitab melainkan hanya karena unsur politis kekaisaran Romawi kuno.

1. Konsili Nicea 325 M (dibawah pimpinan dari Kaisar Konstantin dari Roma)

2. Konsili Konstantinopel 381 M (dibawah pimpinan Kaisar Theodosius dari Roma)

3. Kredo Athanasia 373 M (dirumuskan oleh Athanasius yang adalah seorang pendeta atau uskup yang mendukung keputusan kaisar Konstantin di konsili Nicea)

Kaisar Roma Konstantin yang telah dibabtis menjadi Katolik pada waktu itu menginginkan rakyatnya juga masuk kristen dengan cara mengadopsi konsep ketuhanan dewa tiga serangkai kafir atau Trinitas ke dalam kekristenan sehingga orang-orang kafir penyembah berhala mudah menerima iman kristen :

Sebelum momentum itu para pengikut Kristus sama sekali tidak percaya akan dogma Tritunggal, mereka penyembah Allah monotheistic, Allah yang maha Esa. Bangsa Israel atau orang-orang Yahudi kuno menyebut Allah yang Esa tersebut dengan nama Yahweh. Dan Yesus sendiri meneguhkan tentang ke-Esa-an Allah.

Kitab perjanjian lama di Ulangan 6:4 – Mencatat bahwa Tuhan Allah itu Esa.

Kitab injil / perjanjian baru di Markus 12:29 Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu Esa.

Ada begitu banyak sekali ayat-ayat di Alkitab yang sangat jelas menyingkapkan siapa Allah itu dan bagaimana eksistensinya, jadi adalah bohong besar kalau dikatakan bahwa Tuhan itu misteri, karena jika demikian maka orang-orang Kristen menyembah Tuhan yang misterius. Alkitab adalah sarana penyingkap kebenaran tentang siapa Tuhan yang kita sembah.

Saya ada begitu banyak bukti Alkitab dan publikasi independent sekuler dari sejarah dll yang mendukung penjelasan saya tadi bahwa sebenarnya doktrin Tritunggal sama sekali tidak berdasar. Bagi yang ingin sharing lebih jauh dengan saya, silahkan e-mail ke saya di alamat: rogult@yahoo.com

Sekian dan salam hangat,
Ronald T. Gultom

http://www.rotogu.blogspot.com

untuk semua,

fondamen keimanan antara islam dan kristiani sangat berbeda, kalau kristiani dalam syahadatnya mengakui trininitas maka dalam islam adalah tauhid/esa jadi sangat sulit untuk mencari suatu titik temu. Jadi saya hanya ingin menyampaikan kepada pembaca, kedudukan nabi isa dalam islam sangatlah mulia, banyak kejadian atau hikayat yang diceritakan kembali di dalam al’quran, dan pertanyaan pertanyaan seperti ; bukan anak allah, hanya seorang nabi, dan lain sebagainya yang berkaitan dengan risalah yang dibawa nabi isa telah dijawab 14 abad yang lalu. Jadi ? terserah anda semua untuk coba mencari kebenaran yang hakiki dan itu semua saya rasa cukup mudah untuk dilakukan.

Syahadat Islam : Aku bersaksi tidak ada tuhan selain Allah, dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah.

Syahadat Yesus : “Inilah hidup yang kekal itu, hendaknya engkau mengenal Engkau sebagai satu-satunya allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang Engkau utus”.

Lalu bagaimana syahadat Kristen dan Katolik ?

Damai sejahtera di dalam Tuhan kita Yesus Kristus

Saya tahu bahwa iman yg diyakini oleh orang Kristen tentang hal Trinitas (Allah Tritunggal) tidak dapat diselami ataupun dipahami oleh pikiran manusia. Itu disebabkan oleh pikiran kita yang sangat terbatas mengenai keesaan Tuhan. Apabila kita dapat menjelaskan kepribadian Tuhan itu dengan hanya memakai logika & pikiran kita saja, maka tidak ada gunanya lagi kita beriman kepada Dia yg menciptakan kita maupun kepada kitab suci yang diturunkan oleh-Nya sebab pikiran kita sudah hampir dapat dikatakan menyamai dengan pikiran Dia.. Karena itu diperlukan iman & keyakinan yg mendalam kepada Allah serta mau merendahkan diri agar Firman-Nya dapat merajai di dalam hati kita.

Firman Allah bersabda : “Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya” (Yoh 20:29b)

Percayalah & bertobatlah serta jadikanlah Yesus sebagai Juruselamat pribadimu sebelum murka Allah terjadi atas orang2 fasik yang tidak mau menghiraukan teguran kasih-Nya.

Damai sejahtera bagi kita semua

Bagi sebagian orang yg belum mau menyerahkan diri sepenuhnya pada pimpinan Roh Kudus untuk kemuliaan Yesus Kristus, sukar sekali untuk dapat menerimanya sebagai suatu kebenaran yang ilahi.

Firman Allah berkata “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, jika seseorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat kerajaan Allah.”

Artinya sebelum kita dibaptis & dan menyerahkan diri kita sepenuhnya kepada pimpinan Roh kudus, kita akan sukar untuk dapat memahami & melihat terang tersebut. Kita tidak dapat melihat cahaya kemuliaan Allah karena hati kita telah beku bagaikan batu. Namun bila kita sepenuhnya mau mengakui kekurangan & kelemahan kita di hadapan Allah serta percaya bahwa Yesus adalah Tuhan & Juruselamat kita, maka sesungguhnya cahaya Kemuliaan Allah telah hadir & berdiam di hati kita.

Percayalah & bertobatlah serta jadikanlah Yesus sebagai Juruselamat pribadimu sebelum murka Allah terjadi atas orang2 fasik yang tidak mau menghiraukan teguran kasih-Nya.

Damai sejahtera bagi kta semua

Mustahil dengan kekuatan sendiri melarikan diri dari lubang dosa yang di dalamnya kita tenggelam. Hati kita jahat, kita tidak dapat mengubahnya. “Siapa dapat mendatangkan yang tahir dari yang najis? Seorang pun tidak”. “Karena keinginan daging adalah maut; tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera” (Ayub 14:4; Roma 8:6). Pendidikan, kebudayaan, penguasaan kehendak, usaha manusia, semuanya mempunyai kegunaannya masing2, tetapi di sini semuanya itu tidak berdaya sama sekali. Semua yg disebutkan di atas mungkin saja menghasilkan tabiat yg amat baik secara lahiriah, namun tidak dapat mengubahkan hati; tidak dapat membersihkan sumber kehidupan batin itu. Harus ada satu kuasa yg bekerja dari dalam, suatu kehidupan baru dari atas, sebelum manusia dapat diubahkan dari dosa kepada kekudusan. Kuasa itu adalah kuasa Kristus. Hanya anugrah-Nya saja yang dapat menghidupkan segala kuasa jiwa yg tiada berdaya itu, menariknya kepada Allah, kepada kekudusan. Intinya, dengan logika manusia & kepandaian manusia manapun tak akan bisa memahami tentang Allah yg kudus, kecuali anda sekalian mau menyerahkan diri pd kehendak Roh Kudus & menjadi spt anak kecil (sifat bungsu), maka segala hikmat dari Dialah akan tersingkap di hadapan sekalian orang yg percaya kepada-Nya. Amin.

Dear all,

Pengetahuan tentang siapa Tuhan atau Allah yang kita sembah adalah merupakan suatu hal yang sangat penting sekali (crucial / extreme importance) sebab hal ini menyangkut sesembahan seseorang, pengabdian seseorang terhadap Tuhan, dan hal ini menyangkut persoalan tentang Tuhan seperti apa sebenarnya yang kita puja, kita sembah dan kita layani, sebab di dunia ini ada banyak sekali Tuhan, Allah, Dewa-Dewi yang disembah oleh begitu banyak Agama dan kepercayaan.

Saya melihat kecenderungan para pemimpin agama Kristen selalu mengedepankan iman saja dan menganjurkan untuk membuang jauh-jauh logika berpikir dalam mempelajari khususnya apabila terkait tentang mistery dari doktrin Allah Tritunggal, padahal kebenaran tentang eksistensi Tuhan sangatlah penting.

Jangan pernah lupa bahwa salah satu fakta yang sangat jelas membedakan manusia dengan mahluk hidup lainnya (seperti binantang dan lain2) adalah “akal budi”, hanya manusia saja yang memiliki akal budi, daya nalar dan logika berpikir. Tuhan Allah pasti menciptakan manusia dengan akal budi atau kemampuan berpikir itu untuk digunakan manusia dalam mengenal sang penciptanya, maka manusia hendaknya juga menggunakan akal budinya untuk mempelajari dan mendalami serta menggali pengetahuan yang seksama tentang siapa penciptanya Allah yang maha kuasa, tidak hanya dengan mendasari kepercayaannya pada iman saja, karena jika tidak demikian maka imannya tidak didasari atas pengetahuan yang seksama dan itu sama saja dengan iman yang buta. Kitab Markus 12:30 mengatakan “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu”. Yesus mengatakan agar kita juga perlu menggunakan akal budi kita dalam mengasihi Allah. Maka jelaslah bahwa iman itu harus didasari atas pengetahuan yang seksama, jangan hanya iman yang membabi-buta.

Dahulu kala di jaman para rasul kristen ada juga sekelompok orang dari agama Judaisme/orang-orang Israel pengikut hukum taurat yang fanatik buta atau memiliki iman tanpa didasari atas pengetahuan yang seksama, sehingga mereka mendirikan kebenaran mereka sendiri tanpa dasar yang kuat, sehingga bahkan orang-orang Yahudi membunuh Yesus Kristus dan menganggap bahwa tindakannya adalah benar dan sesuai dengan konsep agamanya. Roma 10:1-3 “Saudara-saudara, keinginan hatiku dan doaku kepada Tuhan ialah, supaya mereka diselamatkan. Sebab aku dapat memberi kesaksian tentang mereka, bahwa mereka sungguh-sungguh giat untuk Allah, tetapi tanpa pengertian yang benar. Sebab, oleh karena mereka tidak mengenal kebenaran Allah dan oleh karena mereka berusaha untuk mendirikan kebenaran mereka sendiri, maka mereka tidak takluk kepada kebenaran Allah.

Namun di sisi lain ada juga yang tidak mau menerima begitu saja doktrin tertentu tapi menyelidikinya dari kitab suci, silahkan baca: Kisah 17:11 – Orang-orang Yahudi di kota itu lebih baik hatinya dari pada orang-orang Yahudi di Tesalonika, karena mereka menerima firman itu dengan segala kerelaan hati dan setiap hari mereka menyelidiki Kitab Suci untuk mengetahui, apakah semuanya itu benar demikian.

Kita mau pilih mana? mau terima begitu saja doktrin gereja tanpa menyelidikinya dari Alkitab? atau mendasari iman kita atas pengetahuan yang seksama dari Alkitab?

Salam damai,
Ronald T. Gultom
——————————

http://www.rotogu.blogspot.com

Hallo Pak Ronald, terima kasih atas komentar yang panjang. Tetapi saya perlu memberikan sedikit sanggahan atas komentar Anda.

Jangan pernah lupa bahwa salah satu fakta yang sangat jelas membedakan manusia dengan mahluk hidup lainnya (seperti binantang dan lain2) adalah “akal budi”, hanya manusia saja yang memiliki akal budi, daya nalar dan logika berpikir.

Saya tidak setuju dgn pendapat Anda. Yg membedakan kita dengan mahluk hidup lain adalah: manusia diciptakan menurut CITRA ALLAH dan dihembusi ROH ALLAH. Sedangkan apa yg Anda sebut “akal budi” adalah karena manusia memakan buah Pengetahuan. Silakan baca di posting saya sebelumnya di: Kita Harus Menderita Karena Kutukan Allah atau di Apa dan Siapakah Manusia Itu.

Kitab Markus 12:30 mengatakan “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu”. Yesus mengatakan agar kita juga perlu menggunakan akal budi kita dalam mengasihi Allah. Maka jelaslah bahwa iman itu harus didasari atas pengetahuan yang seksama, jangan hanya iman yang membabi-buta.

Kata “segenap akal budimu” justru berarti dengan segenap “akal budi”, kita harus tertuju untuk mengasihi ALLAH. Kita tidak boleh mengandalkan jiwa, “akal budi”, dan kekuatan kita sendiri, melainkan menggantungkan semuanya itu hanya untuk ALLAH.

Dahulu kala di jaman para rasul kristen ada juga sekelompok orang dari agama Judaisme/orang-orang Israel pengikut hukum taurat yang fanatik buta atau memiliki iman tanpa didasari atas pengetahuan yang seksama, sehingga mereka mendirikan kebenaran mereka sendiri tanpa dasar yang kuat, sehingga bahkan orang-orang Yahudi membunuh Yesus Kristus dan menganggap bahwa tindakannya adalah benar dan sesuai dengan konsep agamanya.

Pengikut fanatik itu “HANYA” menjadikan Taurat sebagai alasan untuk membunuh Yesus, tetapi alasan sebenarnya adalah BUKAN ITU, melainkan karena kedengkian dan kebusukan hati manusia saja. Pilatus sendiri “tidak menemukan” kesalahan atas apa yang dituduhkan oleh orang-orang yang menangkap Yesus.

Dan yang terakhir:

Kita mau pilih mana? mau terima begitu saja doktrin gereja tanpa menyelidikinya dari Alkitab? atau mendasari iman kita atas pengetahuan yang seksama dari Alkitab?

Doktrin di Katolik itu hasil kajian (penyelidikan) Kitab Suci dan Tradisi Suci selama ribuan tahun.

Salam.

Salam kenal bung Dewo,

Saya senang berdiskusi dengan anda apalagi jika dengan “kepala dingin”. Satu hal yang ingin saya katakan adalah, jika kita ingin obyektif dalam menilai kebenaran maka kita pertama-tama harus “melepas” dulu sementara attribute yg kita kenakan agar bisa melihat segala hal secara comprehensive. Maksud saya attribute adalah, jangan bawa-bawa sekte agama yg kita anut sebagai indikator kebenaran, melainkan pakailah satu acuan fundamental yaitu Alkitab.

Saya mau tanya, mana lebih dulu exist di dunia ini, Alkitab atau Agama? Alkitab atau Katolik? Alkitab atau Protestan? Sebelum muncul perpecahan di dalam kekristenan dan timbul sekte-sekte Kristen, Alkitab telah ditulis dan dimetraikan, bahkan kitab perjanjian lama telah ditulis 1513 tahun sebelum masehi. Oleh karena itu dasar kebenaran fundamental berpijak semestinya adalah Alkitab, bukan dogma Gereja.

Apakah anda senang membaca? jika demikian coba anda baca-baca sejarah Kekristenan, sepanjang sejarah agama Kristen pernah melalui masa kegelapan rohani, berabad-abad yang lalu Kekristenan telah diwarnai oleh banyaknya “peleburan filosofi dan budaya kafir ke dalam agama Kristen” – ini yang disebut dengan istilah Sinkretisme, hal tersebut mengakibatkan munculnya para reformis Kristen yang dengan tulus ingin kembali mengajak para penganut Kristen untuk kembali ke ajaran yang murni Alkitab, sebut saja nama-nama mereka misalnya Arius, John Wycliff, William Tyndale, Martin Luther dan masih banyak lagi.

http://en.wikipedia.org/wiki/William_Tyndale

http://en.wikipedia.org/wiki/John_Wycliffe

http://en.wikipedia.org/wiki/Arius.

Namun ironisnya mereka mati dibunuh dan disiksa, atau dikejar-kejar menjadi buron justru atas restu dan perintah dari pemimpin agama Katolik, http://en.wikipedia.org/wiki/Inquisition. Hanya karena mereka tulus ingin kembali ke ajaran murni dari Alkitab. Saya punya Encyclopedia lengkap, jika ingin pinjam dan melihat fakta-fakta sejarahnya.

Jadi kalau anda ingin melihat kebenaran lihatlah dari Alkitab, saya senang memberikan fakta-fakta dari ayat-ayat Alkitab bahwa Doktrin Tritunggal sebenarnya tidak berdasar, melainkan hanya merupakan Sinkretisme belaka. Mungkin tidak akan saya tulis di kolom comment ini sekarang karena terlalu panjang jika saya harus menulis di sini.

Salam damai,
Ronald T. Gultom
——————————

http://www.rotogu.blogspot.com

Salam kenal bung Dewo,

Saya senang diskusi dengan anda apalagi kalau dengan “kepala dingin” dan obyektif. Pertama-tama saya ingin mengomentari tentang ketidak-setujuan anda dengan tulisan saya yang berisi frase “fakta yang sangat jelas membedakan manusia dengan mahluk hidup lainnya (seperti binantang dan lain2) adalah “akal budi”, hanya manusia saja yang memiliki akal budi, daya nalar dan logika berpikir. Kalau anda tidak sependapat dengan hal ini maka anda sepertinya menganggap manusia sederajad dengan binatang dalam hal akal budi.

Coba perhatikan kitab Kejadian 2:16-17 “Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: “Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.”

Saya ingin bertanya bisakah perintah tersebut diberikan Tuhan kepada binatang? atau katakanlah kepada orang gila yang tidak waras? tentu tidak bukan? karena binatang tidak akan sanggup bernalar dan berpikir sedangkan orang gila tidak akan sanggup menggunakan akal budi dengan sempurna. Kalau anda perhatikan Alkitab khususnya kitab Kejadian, perintah Tuhan tersebut diberikan kepada Adam dan Hawa sebelum mereka berdosa atau ketika mereka masih sempurna sehat dan waras (Baca: Kejadian 1:31 “Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu”, sungguh amat baik.), dengan kata lain Tuhan memang menciptakan manusia dengan kemampuan bernalar dan berpikir serta kesanggupan untuk mengambil keputusan apakah mau ikut perintah Tuhan atau tidak yang disebut dengan istilah free will. Itulah yang dimaksudkan akal budi, karena memang Tuhan menciptakan manusia dengan memiliki Free Will atau Kehendak Bebas bukan seperti robot yang ikut perintah dengan menggunakan remote control.

Oleh karena itulah ketika Adam dan Hawa melanggar perintah Tuhan dengan memakan buah terlarang, mereka sedang memutuskan dengan akal budinya yang notabene sudah ditanamkan dari awal ketika mereka diciptakan Tuhan. Hanya sayangnya mereka tidak menggunakan akal budinya untuk taat kepada sang pencipta mereka. Itulah sebabnya Yesus mengatakan di Markus 12:30 agar para pengikutnya menggunakan daya akal budinya untuk mengasihi dan menaati Tuhan sang pencipta, dengan kata lain manusia kangan menggunakan kesanggupan daya nalarnya untuk tidak taat seperti Adam dan Hawa melainkan menggunakannya untuk mengenal sang penciptanya, mengetahui perintah-perintahNya dan taat serta loyal kepadaNya dengan sadar, kenapa harus dengan sadar? karena hanya orang yang akal budinya waras saja yang sanggup mengenal dan taat kepada sang penciptaNya, orang Gila atau yang tidak waras tidak akan sanggup taat kepada Tuhan. Maka sekali lagi akal budi sangatlah penting untuk mengenal pencipta kita, karena memang Tuhan menciptakan manusia dengan kemampuan berpikir adalah untuk menyelidiki penciptanya dan hukum-hukumnya, namun saya tidak mengatakan bahwa cukup hanya akal budi saja, tetap diperlukan iman, namun bukan iman yang buta melainkan iman yang didasari atas pengetahuan yang seksama tentang firman Allah yang merupakan landasan kebenaran sejati, bukan atas dogma atau doktin gereja atau manusia yang notabene telah banyak menimpang dari kebenaran sejati.

Salam damai,
Ronald T. Gultom
—————-

http://www.rotogu.blogspot.com/

Dear All,

Doktrin Tritunggal menimbulkan beberapa pertanyaan yang sangat mendasar dan perlu penyelidikan seksama dari Alkitab secara comprehensive:

1. Apakah memang benar bahwa pengetahuan tentang siapa Allah itu adalah suatu misteri atau rahasia yang sama sekali tidak bisa dipelajari manusia dari Alkitab? Ataukah Alkitab memang benar-benar secara gamblang menyingkapkan kepada kita khususnya umat Kristen tentang siapa Allah yang kita sembah itu sebenarnya? – (Yohanes 17:3 “Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.”) Ayat ini jelas menyatakan untuk dapat karunia hidup abadi, kita harus terlebih dahulu mengenal siapa Allah Bapa dan siapa Yesus Kristus itu.

2. Tidakkah firman Allah yaitu Alkitab seharusnya merupakan sarana bagi orang Kristen untuk menggali kebenaran mengenai siapa dan seperti apa Allah yang mereka sembah? (2 Timotius 3:16 “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.”)

3. Apakah Alkitab mengajarkan bahwa Allah itu ada tiga didalam satu, ataukah Alkitab hanya mengajarkan bahwa Allah itu Esa atau hanya satu saja (KeTuhanan yang maha Esa)? Bukankah Alkitab mengajarkan bahwa Allah itu Esa atau hanya satu pribadi saja, monotheis? – Markus 12:29 “Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.”

4. Apakah Alkitab mengajarkan bahwa Allah Bapa dan Yesus itu sederajad, tidakkah Allah Bapa lebih besar dari Yesus? Yohanes 14:28 – Yesus mengatakan “Kamu telah mendengar, bahwa Aku telah berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar dari pada Aku.” ; (1 Korintus 11:3 – Tetapi aku mau, supaya kamu mengetahui hal ini, yaitu Kepala dari tiap-tiap laki-laki ialah Kristus, kepala dari perempuan ialah laki-laki dan Kepala dari Kristus ialah Allah.)

5. Apakah Allah Bapa itu pribadi yang sama dengan Yesus dan Roh Kudus? – 1 Korintus 8:5,6. “Sebab sungguhpun ada apa yang disebut allah, baik di sorga, maupun di bumi–dan memang benar ada banyak allah dan banyak tuhan yang demikian– namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup. (roh kudus bahkan tidak disebutkan sebagai Allah dalam ayat ini)

6. Bukankah Alkitab mengajarkan bahwa Allah Bapa, Yesus Kristus adalah dua pribadi yang berbeda dan terpisah sedangkan Roh Kudus bukanlah suatu pribadi melainkan kuasa Allah?

7. Siapakah Allah yang Esa tersebut? atau yang sering catat di Alkitab sebagai Allah Bapa, tidakkah Allah Bapa itu memiliki nama yaitu Yahweh atau Yehuwa? anaknya memiliki nama Yesus Kristus? sedangkan Roh Kudus tidak memiliki nama karena itu adalah kuasa dari Allah Bapa.

8. Apakah Yesus itu Allah yang maha kuasa, yang patut disembah, ataukah hanya Allah Bapa saja yang patut dan layak disembah? – Matius 6:6 “Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu…..” ; Matius 4:10 “Maka berkatalah Yesus kepadanya: Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!”

9. Bukankah Alkitab mengajarkan bahwa Yesus adalah Anak Allah, Putra Allah, Mesias. Juruselamat, Guru, Utusan Allah Bapa?

10. Apakah Yesus sang anak Allah memiliki kedudukan yang sama dengan Allah Bapa atau Yahweh, seperti yang diajarkan doktrin Tritunggal? (Luk 6:12 Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah.) Apakah Yesus bersandiwara ketika ia berdoa kepada Allah Bapa? Ataukah memang Yesus kedudukannya lebih rendah dari Allah Bapa sehingga dia layak berdoa kepadaNya? ; (Mat 24:36 Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa sendiri.”) Tentang hari penghakiman hanya Allah Bapa Yahweh saja yang tahu kapan saatnya, Yesus bahkan tidak tahu, sama seperti malaikat-malaikat juga tidak tahu, ini menunjukkan bahwa Allah Bapa memiliki kedudukan lebih tinggi dari Yesus.

11. Siapakah Yesus Kristus itu sebenarnya menurut Alkitab? – Matius 16:16 “Maka jawab Simon Petrus: Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!” Yesus bisa disebut Tuhan hanya sebagai gelar kehormatan saja, karena Yesus bukan manusia biasa. Dalam bahasa Inggris gelar Lord/Tuhan bahkan bisa ditujukan kepada manusia yaitu para bangsawan atau keturunan raja, maka boleh saja Yesus diberi gelar Tuhan tapi tetap Allah Bapa Yahweh lebih tinggi kedudukannya. – Filipi 2:11 dan segala lidah mengaku: “Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah, Bapa! (Yesus diberi gelar Tuhan tetap untuk kemuliaan sang Allah Bapa)

12. Apakah Alkitab mengajarkan bahwa ada yang disebut sebagai Allah anak-seperti yg diajarkan doktrin Tritunggal, ataukah yang ditulis Alkitab hanyalah sebutan anak Allah yang ditujukan kepada Yesus? Sebab Allah anak dengan anak Allah jelas sekali berbeda pengertiannya, sama seperti kalimat anak dokter dan dokter anak jelas sekali berbeda.

13. Tidakkah di dalam seluruh kitab suci khususnya dalam kitab Injil, sama sekali tidak ada istilah Allah Anak, yang ada tertulis hanyalah Anak Allah? Tidakkah sebutan Anak Allah ditujukan kepada Yesus Kristus sang mesias juru selamat? sedangkan Allah Bapa ditujukan kepada Yahweh? (Luk 1:32 Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi.)

14. Apakah Alkitab mengajarkan bahwa Roh Kudus adalah Allah yang maha kuasa itu sendiri, ataukah hanya personifikasi dari kuasa Allah Bapa?

15. Apakah Alkitab mengajarkan bahwa ada yang disebut sebagai Allah Roh Kudus, ataukah Roh Kudus Allah? Hal ini sangat penting karena pengertian dari kalimat “Allah Roh Kudus” dan “Roh Kudus Allah” memiliki arti yang sangat jauh berbeda. Allah Roh Kudus = Roh Kudus adalah Allah, sedangkan Roh Kudus Allah = Roh Kudus yang dimiliki oleh Allah atau Roh Kudus yang berasal dari Allah.

16. Tidakkah istilah yang ada di dalam Alkitab adalah Roh Kudus Allah dan bukan Allah Roh Kudus?

17. Tidakkah Alkitab memang mengajarkan bahwa Roh Kudus Allah adalah suatu kekuatan, kuasa atau tenaga aktif yang berasal dari Allah Bapa Yahweh? Kejadian 1:1,2 (Terjemahan alkitab kabar baik / BIS / Bahasa Indonesia Sehari-Hari) “Pada mulanya, waktu Allah mulai menciptakan alam semesta, bumi belum berbentuk, dan masih kacau-balau. Samudra yang bergelora, yang menutupi segala sesuatu, diliputi oleh gelap gulita, tetapi kuasa Allah bergerak di atas permukaan air.” (frase Kuasa Allah diganti terjemahannya menjadi Roh Allah dalam terjemahan LAI lainnya)

18. Apakah murid-murid Yesus dahulu sudah menganut doktrin Tritunggal? Ataukah doktrin Tritunggal muncul belakangan setelah para rasul Kristus sudah meninggal? Jika ternyata Tritunggal bukan berasal dari pengajaran Alkitab, lalu kapan doktrin Tritunggal itu mulai muncul?, dan mengapa doktrin tersebut bisa bertahan sampai ke jaman kita dan di-imani oleh jutaan penduduk beragama Kristen di dunia ini?

Semua pertanyaan-pertanyaan tersebut bisa kita bahas secara lebih terperinci, lebih luas dan lebih detail serta mendalam berdasarkan tulisan-tulisan di dalam Alkitab, baik kitab perjanjian lama maupun perjanjian baru. Dan untuk mengetahui kebenaran sejarah tentang asal-usul doktrin Tritunggal kita bisa melihat dari berbagai referensi buku-buku, majalah, publikasi, Encyclopedia yang bersifat independent, netral dan tidak memihak agama atau sekte apapun. Terlalu panjang jika saya harus menjabarkannya di sini, namun saya bersedia menjelaskannya jika anda semua menuntut saya untuk mempertanggungjawabkan argumen saya tersebut di atas.

Salam Damai,

Ronald T. Gultom
———————

http://www.rotogu.blogspot.com

Saya ingin memberi masukan mengenai Pengertian Trinitas, tapi apakah bisa langsung masuk forum tanpa harus menjadi member dulu?

Sebagai orang Katholik, saya hanya berusaha dalam rangka semangat monotheisme Abraham mengutarakan pandangan dan kesan saya mengenai Trinitas yang katanya penuh misteri itu…
Pastilah Trinitas sebagai konsep yang akhirnya diyakini sebagai nilai bagi orang Kristen bertujuan untuk menyatukan persepsi dan pandangan orang2 Kristen dulu yang kritis dan bertanya kepada pemimpin2nya mengenai hubungan antara Bapa (Pencipta), Yesus (AnakNYA)dan Roh Kudus (RohNYA). Untuk dapat saya mengerti, saya mengambil PERUMPAMAAN yang materialistis dan sederhana (reduksi)untuk membangun pengertian:
Berangkat dari Injil dan Qur’an yang menyatakan bahwa Yesus adalah Sinar dan Terang Dunia!…Kalau Yesus demikian, maka BapaNYA (Allah) dapat diumpamakan Sumber / Asal dari Sinar itu, yaitu MATAHARI.Pertanyaannya, apakah Matahari (sebagai kumpulan padat sinar matahari) sama dengan sinar matahari yang telah sampai dan menerangi bumi setelah mengadakan perjalanan 7.5 menit dari Matahari? Jawabannya boleh YA dan boleh TIDAK. Bagi Orang Kristen yang berusaha mempertebal iman dan bersemangat menyatukan pendapat yang berbeda2 tentu saja akan memilih jawaban YA, karena kimiawi sinar yang sampai di bumi memang sama dengan kumpulan sinar yang ada di Matahari!Bagi yang mengatakan TIDAK bersikeras bahwa biar bagaimanapun Matahari sebagai sumber sinar berbeda dengan sinar yang jatuh dan menerangi bumi.Apalagi kalau sinar kebenaran dunia tersebut (Yesus) sudah terbungkus daging!….

Lalu…bagaimana dengan Roh Kudus???
Ketika Yesus akan pergi Ia menjanjikan akan mengirim Roh Kudus Kepada kita, supaya hati kita menjadi tetap hidup dan memperoleh terang,bimbingan, semangat dan keberanian…..
Kalau begitu, siapakah Roh Kudus sehubungan dengan sinar matahari itu?
Bila Terang Dunia itu pergi, seharusnya Dunia yang siang terang benderang akan berganti menjadi malam gelap gulita kembali. Itu berarti tanda kematian di bumi!Tetapi apa yang sebenarnya terjadi? Sinar yang jatuh kebumi dan Matahari itu sebenarnya tetap ada selalu, pun dimalam hari yang gelap…yaitu dalam bentuk PANTULAN Sinar Matahari Sendiri melalui Bulan. Orang Katholik boleh mengimani kesatuan yang utuh antara Bapa (Matahari sebagai sumber Sinar), Putra(Sinar yang langsung jatuh siang hari di Dunia) dan Roh Kudus ( Pantulan Sinar Matahari sebagai terang pemecah kegelapan malam saat siang itu pergi). KetigaNYA adalah Roh Allah Yang Menghidupkan dan ketiganya memang Satu Kesatuan.

Sebagai orang Katholik, saya hanya berusaha dalam rangka semangat monotheisme Abraham mengutarakan pandangan dan kesan saya mengenai Trinitas yang katanya penuh misteri itu…
Pastilah Trinitas sebagai konsep yang akhirnya diyakini sebagai nilai bagi orang Kristen bertujuan untuk menyatukan persepsi dan pandangan orang2 Kristen dulu yang kritis dan bertanya kepada pemimpin2nya mengenai hubungan antara Bapa (Pencipta), Yesus (AnakNYA)dan Roh Kudus (RohNYA). Untuk dapat saya mengerti, saya mengambil PERUMPAMAAN yang materialistis dan sederhana (reduksi)untuk membangun pengertian:
Berangkat dari Injil dan Qur’an yang menyatakan bahwa Yesus adalah Sinar dan Terang Dunia!…Kalau Yesus demikian, maka BapaNYA (Allah) dapat diumpamakan Sumber / Asal dari Sinar itu, yaitu MATAHARI.Pertanyaannya, apakah Matahari (sebagai kumpulan padat sinar matahari) sama dengan sinar matahari yang telah sampai dan menerangi bumi setelah mengadakan perjalanan 7.5 menit dari Matahari? Jawabannya boleh YA dan boleh TIDAK. Bagi Orang Kristen yang berusaha mempertebal iman dan bersemangat menyatukan pendapat yang berbeda2 tentu saja akan memilih jawaban YA, karena kimiawi sinar yang sampai di bumi memang sama dengan kumpulan sinar yang ada di Matahari!Bagi yang mengatakan TIDAK bersikeras bahwa biar bagaimanapun Matahari sebagai sumber sinar berbeda dengan sinar yang jatuh dan menerangi bumi.Apalagi kalau sinar kebenaran dunia tersebut (Yesus) sudah terbungkus daging!….

Lalu…bagaimana dengan Roh Kudus???
Ketika Yesus akan pergi Ia menjanjikan akan mengirim Roh Kudus Kepada kita, supaya hati kita menjadi tetap hidup dan memperoleh terang,bimbingan, semangat dan keberanian…..
Kalau begitu, siapakah Roh Kudus sehubungan dengan sinar matahari itu?
Bila Terang Dunia itu pergi, seharusnya Dunia yang siang terang benderang akan berganti menjadi malam gelap gulita kembali. Itu berarti tanda kematian di bumi!Tetapi apa yang sebenarnya terjadi? Sinar yang jatuh kebumi dan Matahari itu sebenarnya tetap ada selalu, pun dimalam hari yang gelap…yaitu dalam bentuk PANTULAN Sinar Matahari Sendiri melalui Bulan. Orang Katholik boleh mengimani kesatuan yang utuh antara Bapa (Matahari sebagai sumber Sinar), Putra(Sinar yang langsung jatuh siang hari di Dunia) dan Roh Kudus ( Pantulan Sinar Matahari sebagai terang pemecah kegelapan malam saat siang itu pergi). KetigaNYA adalah Roh Allah Yang Menghidupkan dan ketiganya memang Satu Kesatuan.

Dear Richard A Nelwan,

Penjelasan Anda luar bisa sekali. Mungkin bisa sedikit membantu kita dalam menalar Tri Tunggal Mahakudus (Trinitas).

Terima kasih. GBU

Dear Ronald T Gultom (23 Okt 2006)
Saya bisa menerima pendapat Anda tentang “akal budi”, tetapi tidak bisa menerima pendapat Anda tentang:

… namun saya tidak mengatakan bahwa cukup hanya akal budi saja, tetap diperlukan iman, namun bukan iman yang buta melainkan iman yang didasari atas pengetahuan yang seksama tentang firman Allah yang merupakan landasan kebenaran sejati, bukan atas dogma atau doktin gereja atau manusia yang notabene telah banyak menimpang dari kebenaran sejati.

Saya menyimpulkan bahwa Anda bukan dari Katolik yang tentu saja mungkin tidak setuju dengan dogma atau doktrin gereja.
Memang di masa lalu sempat terjadi penyimpangan atas dogma Gereja, sehingga akhirnya timbul Kristen Protestan dan kini berkembang menjadi banyak versi Kristen. Tetapi dengan diterangi Roh Kudus, Gereja Katolik telah melakukan reformasi dengan adanya Konsili dan rekonsiliasi dan kembali ke Kitab Suci dan Tradisi Suci.
Pendapat Anda menekankan pada:

iman yang didasari atas pengetahuan yang seksama tentang firman Allah yang merupakan landasan kebenaran sejati

tetapi ditekankan pada:

bukan atas dogma atau doktin gereja atau manusia yang notabene telah banyak menimpang dari kebenaran sejati

Yang perlu saya tekankah di sini adalah bahwa berdasarkan dari premis Anda, berarti tidak ada petunjuk untuk “iman” selain dari pada Kitab Suci (Firman Allah). Saya perlu menekankah bahwa: terlalu banyak orang yang salah tafsir dan menafsirkan Kitab Suci tanpa petunjuk yang baku. Banyak sekali orang yang asal main comot Firman hanya demi mendukung premis pribadinya. Sehingga jamak jika ada banyak “Gereja Sesat” yang lahir.
Untuk itulah ajaran-ajaran (dogma) di Katolik yang dibakukan demi menghindari persepsi yang berbeda-beda antara pembaca Kitab Suci.

Dear Ronald T. Gultom (27 Okt)

Berikut sedikit pendapat saya,

1. Allah memang tak terjelaskan. Ini tidak terbantahkan. Menyelami jiwa sesama manusia saja tidak dapat, apalagi menyelami Allah yang notabene adalah pencipta manusia. Kita memang bisa “mengenal” Allah dan “mempelajari”-Nya. Tetapi itu hanya sebatas kemampuan manusia saja. Oleh karena tidak terjangkau itulah maka Allah menyuruh kita agar “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu” yang artinya adalah kita tidak mengandalkan akal budi kita sendiri tetapi menyerahkan semuanya kepada Allah. Itulah “iman”.

2. Setuju. Sudahkah Anda mengenal Allah? Jika Anda menjawab “sudah”, mengapa Anda keberatan dengan Tri Tunggal Mahakudus?

3. Banyak sekali ayat yang menunjukkan adanya kesatuan ini, misalnya:
[Yoh 10:30] “Aku dan Bapa adalah satu.”
[Yoh 17:22] “Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu;”
{Dan masih banyak lagi ayat yang mendukung kesatuan ini}

Sedangkan dogma Trinitas disarikan dari:
[Matius 28:19] Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus.
[I Yoh 5:7] Sebab ada tiga yang memberi kesaksian [di dalam Sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu.

4. Tidak ada dalam ajaran yang menyatakan bahwa Yesus itu “sederajat”, yang ada adalah “satu”. Artinya adalah bahwa Allah Bapa, Putera dan Roh Kudus adalah “satu” yang tidak serta merta diterjemahkan sebagai “sederajat.”

5. Inti dari Trinitas itu adalah adanya “tiga pribadi” tetapi “satu.” Jika “Roh Kudus” tidak disebutkan di ayat yg Anda kutip (1 Korintus 8:5,6), itu karena hanya ada satu “Allah Bapa” dan satu “Allah Putera (Yesus Kristus)”, sedangkan Roh Kudus itu hadir di setiap hati manusia yang menerima-Nya.

6. Memang Allah dan Yesus adalah 2 pribadi yang berbeda. Tetapi perlu saya tekankah adalah bahwa: Mereka adalah “Satu kesatuan.” Itulah misteri Trinitas. Sedangkan Roh Kudus adalah Roh Allah yang diutus Allah oleh karena Yesus Kristus untuk mendampingi kehidupan manusia. Berikut adalah kutipannya:
(Yoh 14:26) Tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.
(Yoh 16:7) Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.”

Tampak bahwa Yesus sendiri mengatakan Roh Kudus (Penghibur) itu sebagai “pribadi” yang diutus Bapa dalam nama Yesus. Saat manusia menerima Roh Kudus, biasanya manusia diberi suatu karunia Roh Kudus. Jadi Roh Kudus adalah Pribadi yang Ke-3, bukan sekedar “kuasa dari Allah Bapa” seperti pendapat Anda. Analogi yang paling baik adalah seperti yang diutarakan oleh saudara Richard A Nelwan.

7. Allah memang Esa. Yesus sendiri pun mengatakannya. Demikian juga dengan Yesus (Putera Allah) yang juga Esa. Tentang Roh Kudus sudah saya jawab di no. 6.

8. Saya mengutip ayat berikut ini untuk menjawab Anda:
(Yoh 1:1-3) Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.

(Yoh 1:14) Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemulian-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

Kalau Anda mengakui Allah, berarti Anda harus mengakui Firman-Nya (Yesus). Jika Anda mau “menyembah” Allah, maka Anda harus “tunduk” kepada Firman-Nya.

9. Yesus adalah “Firman Allah” yang hidup. Firman itu adalah “Anak Allah” (Matius 3:17, Matius 17:5, Markus 9:7, Lukas 9:35, bandingkan: Yohanes 1:34, dst).

Ya, Yesus juga adalah “Anak/Putera Allah” yang “Diurapi” (Mesias, Kristus) yang sebagai “Utusan Allah” mengajarkan kasih (sebagai Guru) dan menyelamatkan umat manusia (Juru Selamat).

10. Saat Yesus diutus ke bumi sebagai manusia, maka Yesus adalah “Anak Manusia” yang tentu saja derajat-Nya lebih rendah dari Allah bahkan setingkat lebih rendah dari pada malaikat (Ibrani 2:7 dan Ibrani 2:9).

(Ibrani 22:9) Tetapi Dia, yang untuk waktu yang singkat dibuat sedikit lebih rendah dari pada malaikat-malaikat, yaitu Yesus, kita lihat, yang oleh karena penderitaan maut, dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat, supaya oleh kasih karunia Allah Ia mengalami maut bagi semua manusia.

11. Sudah ada di artikel saya, yaitu bahwa Yesus adalah “Firman Allah” yang menjadi “manusia”. Dan Firman itu adalah Allah (Yoh 1:103). Mengapa Anda sukar sekali menerima kenyataan bahwa Yesus adalah Firman Allah yang berarti adalah Allah? Jika Anda selalu mendasari premis Anda berdasarkan ayat Kitab Suci, mengapa Anda tidak mau menerima ayat Kitab Suci yang telah secara gamblang menjawab semua pertanyaan Anda?

12. Yesus adalah “Anak Allah” alias “Putera Allah”, artinya kita bisa menyebut-Nya sebagai “Allah Putera” karena memang “Firman itu adalah Allah”. Jangan samakan dengan analogi “anak dokter” dengan “dokter anak”, tetapi gunakan analogi: “anak Gultom” dengan “Gultom yunior” alias “Gultom anak”.

13. Jawabannya sudah ada di nomer 12.

14. Roh Kudus adalah Pribadi yang ke-3. Bukan personifikasi. Sudah saya jawab di poin 6.

15. Roh Kudus ada dalam Kitab Suci. Silakan baca Kitab Suci. Sedangkan Anda terlalu berpolemik dengan “anak dokter” dengan “dokter anak”. Silakan baca jawaban atas kerancuan istilah Anda di jawaban nomer 12.

16. Yang ada di Kitab Suci adalah: “Roh Kudus”, “Penghibur”, “Roh Kebenaran”. Jangan berpolemi tentang istilah (baca jawaban nomer 12).

17. Roh Kudus adalah “Roh yang keluar dari Bapa yang diutus oleh Yesus” (Yoh 15:26, Yoh 16:7, bdk: Yoh 14:26). Ketika kita menerima Roh Kudus, biasanya kita juga menerima suatu karunia, walau pun tidak selalu. Itu namanya Karunia Roh Kudus. Wujudnya bisa macam-macam, misalnya: nubuatan, berbahasa Roh, penyembuhan, dll. Silakan cari karunia-karunia Roh Kudus di Kitab Suci.

18. Para murid membaptis dalam nama “Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus” sesuai dengan mandat Yesus. Silakan temukan detailnya di Kisah Para Rasul.

Dear Gultom, dalam membaca Kitab Suci kita seharusnya mohon petunjuk Roh Kudus. Ingat bahwa Roh Kudus itu akan mengajarkan segala sesuatu dan mengingatkan akan semua yang telah diajarkan Yesus Kristus (Yoh 14:26). Silakan temukan jawaban atas semua pertanyaan Anda di Kitab Suci dan silakan sharing di sini jika Anda telah menemukan sesuatu, baik positif mau pun negatif.

Semoga pembaca yang lain dapat menyumbangkan jawaban untuk Saudara Gultom.

Salam damai dan sejahtera.
Dewo

Dear Ronald (18 Okt),

Mana yang lebih dulu? Kitab Suci atau Agama?
Halah… Anda kok berpolemik? Rasanya Anda tidak memahami arti kata “Kitab Suci” dan “agama” itu sendiri. Silakan simak arti “agama” alias “religi” di: Wikipedia: agama.

Semoga dapat membantu Anda memahami apa itu agama.

GBU

Dear Dewo,

Saya ingin mengomentari jawaban anda yg terakhir dulu, baru yang sebelumnya.

Saya mau kasih argumen analogi untuk anda renungkan, coba bayangkan analogi ini, jika Anda hidup pada sekitar abad ke 2 masehi (dimana sekte-sekte Kristen belum terpecah belah seperti keadaan agama Kristen di zaman ini), dan anda tinggal di sebuah pulau terpencil, dan di pulau tersebut tidak ada gereja apapun, anda hanya memiliki Alkitab saja, apa kira-kira agama yang akan anda anut? dan ajaran agama mana yang anda imani? apakah ajaran Katolik atau Protestan? ataukah ajaran Alkitab? Tolong jawab dengan jujur dan rendah hati – Yesus mengatakan di Matius 5:37 “Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.”

Kalau anda memang orang yang jujur dan rendah hati, semestinya anda mengakui bahwa sebenarnya agama tidak akan ada tanpa adanya kitab suci terlebih dahulu. Coba jawab pertanyaan saya ini, darimana agama Katolik, Protestan dan semua sekte Kristen lainnya mengetahui tentang ajaran Yesus? bukankah dari Alkitab?.

Saya ajukan satu pertanyaan sudut pandang lagi: Andaikata seluruh Alkitab di dunia ini dilenyapkan dari bumi ini, apakah agama Kristen masih akan tetap exist? Kalau masih exist lalu apa dasar landasan berpijak dari ajaran gereja tersebut jika Alkitab dilenyapkan dari muka bumi ini.

Anda mengatakan kepada saya: “dalam membaca Kitab Suci kita seharusnya mohon petunjuk Roh Kudus. Ingat bahwa Roh Kudus itu akan mengajarkan segala sesuatu dan mengingatkan akan semua yang telah diajarkan Yesus Kristus (Yoh 14:26).” Apakah dengan demikian anda sedang menghakimi agama Kristen lain selain Katolik itu tidak mendapat petunjuk Roh Kudus dalam memahami Alkitab? darimana anda bisa begitu yakin akan indikator tersebut?

Anda mengatakan: “terlalu banyak orang yang salah tafsir dan menafsirkan Kitab Suci tanpa petunjuk yang baku”, tidakkah doktrin Tritunggal itu adalah hasil tafsiran dari gereja Katolik pada koncili Nicea dan dibakukan pada kredo Athanasius? saya ingin tanya lebih jauh apakah Alkitab boleh ditafsirkan? bukankah Alkitab itu sendiri akan menjelaskan ayat demi ayat yang kita baca, artinya tiap ayat akan dijelaskan oleh ayat lain? berdasarkan apa sih petunjuk yang baku itu? apakah itu didasari atas standard Katolik? mengapa tidak pakai standard Alkitab?

Itu saja dulu dari saya, nanti akan saya lanjutkan argumen lanjutan saya untuk menjawab komentar anda yang lainnya.

Salam Damai,
Ronald T. Gultom

Oh iya ada yg saya lupa tanyakan terhadap komentar anda sebelumnya,

Anda mengatakan :

Doktrin di Katolik itu hasil kajian (penyelidikan) Kitab Suci dan Tradisi Suci selama ribuan tahun

Saya ingin tanya apa sih Tradisi Suci itu? apakah Alkitab mengajarkan tentang suatu “Tradisi Sici”? jika ada dimana ayat-ayat pendukungnya?

Anda juga mengatakan demikian:
Banyak sekali orang yang asal main comot Firman hanya demi mendukung premis pribadinya. Sehingga jamak jika ada banyak “Gereja Sesat” yang lahir. Untuk itulah ajaran-ajaran (dogma) di Katolik yang dibakukan demi menghindari persepsi yang berbeda-beda antara pembaca Kitab Suci.

Apa definisi dari frase “main comot” menurut anda? apakah ajaran Katolik tidak main comot ayat juga?. Sebagai info sedikit buat anda tentang background agama saya, saya memang bukan penganut Katolik, tapi saya bukan Islam, saya adalah orang Kristen yang beriman sepenuhnya terhadap Alkitab, namun sangat kritis terhadap dogma Gereja yang tidak berdasarkan firman Allah.

Salam lagi,
Ronald T. Gultom

Dear Gultom,

Yang saya perlu tekankan adalah: SAYA TIDAK MEMPERMASALAHKAN AGAMA! Justru Anda sendiri yg berpolemik di AGAMA dan KITAB SUCI dengan argumen mana yang lebih dulu ada. Saya rasa Anda cukup berpolemik dengan diri Anda sendiri tanpa perlu melibatkan saya.

Sedangkan Tradisi Suci adalah suatu kegiatan (atau bisa juga ritual) yang dipercaya sebagai suatu kegiatan yang dilakukan oleh para Rasul dalam mengimani Yesus Kristus dan ajaran-Nya. Saya tekankan di sini adalah: MENGIMANI AJARAN YESUS KRISTUS, bukan “hanya” KITAB SUCI. Tradisi Suci ini diwariskan turun temurun oleh para Rasul sampai saat ini.

Contohnya adalah: Tata cara perjamuan Kudus, tata cara pembaptisan, dan masih banyak lagi. Dan Tradisi Suci ini belum tentu tertulis di Kitab Suci secara mendetail, karena pada dasarnya Tradisi Suci itu sudah mulai dilakukan oleh Yesus dan para Rasul sebelum Kitab Suci ditulis. Pada kenyataannya Kitab Suci dan Tradisi Suci saling melengkapi. Kita boleh mengatakan bahwa Kitab Suci adalah rumusan tertulis sedangkan Tradisi Suci adalah praktek nyata yg dilakukan oleh Yesus dan para Rasul.

Silakan Anda berpolemik sendiri tentang Kitab Suci dan Tradisi Suci. Dan saya keluar dari debat kusir ini.

Salam.

Dear Dewo, Jangan emosi, menurut saya diskusi ini belum bisa dikatakan ‘debat kusir’ dan saya berharap anda belum melarikan diri dari diskusi ini.

Sebagai hamba Tuhan bukankah kita harus siap sedia mempertanggungjawabkan iman kita kepada siapa saja yang menuntut pertanggungjawaban itu. Bahkan Yesus memerintahkan murid-muridnya untuk memberitakan injil kebenaran. Tidakkah anda sendiri yang membuat judul blog anda ini bertema “AGAMAKU KESAKSIANKU”. Disamping itu anda sendiri yang telah membuka forum diskusi di media ini, maka anda harus bisa mempertanggungjawabkan semua argumen2 anda di sini. Sejauh ini saya mengajukan argumen dengan sopan dan tidak bermaksud berdebat kusir, dan saya tidak lari dari dasar Alkitab Firman Allah.

Kenapa anda menggunakan istilah polemik, ini bukanlah suatu polemik yang saya buat-buat, penjabaran saya adalah suatu fakta yang semua orang sehat jasmani dan rohani pasti dapat menyelaminya.

Baik, saya akan jabarkan sekarang beberapa hal tentang ayat-ayat alkitab yang menurut anda menjelaskan tentang Tritunggal:

Salah satu ayat yang anda kutip untuk mendukung dogma Tritunggal adalah ini:

1 Yoh. 5:7 – Mengatakan “ Ada tiga yang memberi kesaksian [di dalam surga: Bapa, Firman dan Roh Kudus dan ketiganya adalah satu]

Apakah ayat ini benar-benar tertulis demikian dalam bahasa Yunani aslinya? Mengapa di dalam terjemahan Lembaga Alkitab Indonesia (LAI)….kata-kata tersebut “di dalam surga: Bapa, Firman dan Roh Kudus dan ketiganya adalah satu” dimasukkan dalam tanda kurung ‘[ ]’ ???

Pernahkah anda menyelidiki terjemahan-terjemahan lainnya dari Alkitab, sebab alkitab sepanjang sejarah telah diterjemahkan kedalam banyak versi, dan saya cenderung memeriksa terjemahan yang terdahulu untuk membandingkan kebenaran dari sebuah ayat daripada berkutat pada satu terjemahan di zaman sekarang ini saja.

Coba kita perhatikan terjemahan-terjemahan Alkitab lain sebagai perbandingan:

1 John 5:7-8 berdasarkan Alkitab terjemahan (English Standard Version / ESV)
7. For there are three that testify: 8. the Spirit and the water and the blood; and these three agree.
Terjemahannya demikian:
7. Ada tiga yang memberi kesaksian: 8. Roh dan air dan darah ; dan ketiganya sepakat

1 John 5:7-8 berdasarkan Alkitab terjemahan (New American Standard Bible / NASB)
7. For there are three that testify: 8. the Spirit and the water and the blood; and the three are in agreement.

Terjemahannya sama dengan versi English Standard Version / ESV :
7. Ada tiga yang memberi kesaksian: 8. Roh dan air dan darah ; dan ketiganya sepakat

1 John 5:7-8 berdasarkan Alkitab terjemahan (New International Version – UK / NIVUK)
Copyright © 1973, 1978, 1984 by International Bible Society
7. For there are three that testify: 8. the Spirit, the water and the blood; and the three are in agreement.

Terjemahannya sama dengan versi English Standard Version / ESV :
7. Ada tiga yang memberi kesaksian: 8. Roh dan air dan darah ; dan ketiganya sepakat

1 John 5:7 berdasarkan Alkitab terjemahan (Bible in basic English)
And the Spirit is the witness, because the Spirit is true. (Terjemahannya : Dan Roh itu adalah saksi, karena Roh itu benar adanya)

Perhatikan bahwa menurut terjemahan Alkitab lain tersebut di ayat 7 tidak ada tertulis kata-kata “Ada tiga yang memberi kesaksian di dalam surga: Bapa, Firman dan Roh Kudus dan ketiganya adalah satu”

Timbul pertanyaan yang sangat-sangat besar…..mengapa di dalam terjemahan LAI terjemahannya menjadi berubah dan bahkan bertambah??? Tidakkah hal ini adalah suatu pemalsuan catatan dan penipuan terbesar sepanjang sejarah agama??? Tidakkah ini suatu dusta??? Maka jelas sekali kalimat tambahan dalam ayat tersebut telah dibuat untuk mendukung doktrin Tritunggal yang notabene tidak tersurat dalam Alkitab.

Silahkan baca Amsal 30:6 – Jangan menambahi firman-Nya, supaya engkau tidak ditegur-Nya dan dianggap pendusta.

Menurut buku – A Plain Introduction to the Criticism of the New Testament (Cambridge. 1883, edisi ke tiga halaman.1580) mengatakan tentang terjemahan 1 Yoh 5:7,8 – Kita tidak perlu ragu-ragu menyatakan keyakinan kita bahwa kata-kata tersebut tidak ditulis oleh santo Yohanes, kata-kata itu pada mulanya dimasukkan ke dalam salinan Latin di Afrika dari catatan pinggir, tempat kata-kata itu pada mulanya dimasukkan ke dalam salinan Latin di Afrika dari catatan pinggir : bahwa salinan Latin dari kata-kata tersebut menyusup kedalam dua atau tiga kodeks kuno Yunani yang belakangan, kemudian ke dalam teks Yunani yang dicetak.

Silahkan baca Wahyu 22:18 Aku bersaksi kepada setiap orang yang mendengar perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini: “Jika seorang menambahkan sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka Allah akan menambahkan kepadanya malapetaka-malapetaka yang tertulis di dalam kitab ini.

Dear Gultom,

Memang benar bahwa tag dari blog saya adalah: “Agamaku Kesaksianku.” Ada apa yg salah dengan itu?

Tidakkah anda sendiri yang membuat judul blog anda ini bertema “AGAMAKU KESAKSIANKU”. Disamping itu anda sendiri yang telah membuka forum diskusi di media ini, maka anda harus bisa mempertanggungjawabkan semua argumen2 anda di sini.

Apakah Anda menghargai pendapat orang lain? Saya meragukannya! Bolehkah jika saya berkata: “Baju Kesukaanku Berwarna Biru?” Apakah saya harus berdebat hanya karena saya “suka” baju warna biru? Apakah saya harus “BERTANGGUNG JAWAB” terhadap Anda atas apa yang saya pilih? Jika Anda tidak suka dengan “baju warna biru”, silakan untuk tidak memakainya. Jangan membelinya. Tapi jangan menyuruh orang lain melepas baju birunya.

Dear Gultom,

Oh, iya, maksud saya menulis pendapat “baju biru” di atas adalah karena: “ANDA TELAH MELENCENG” dari topik artikel ini dan melebar kemana-mana. Dalam hal ini saya nilai sudah tidak relevan lagi. Itulah yang melatarbelakangi saya keluar dari debat kusir dengan Anda.

Oh, iya, mengenai Kitab Suci yang berbagai versi yang Anda anggap telah diselewengkan, silakan pelajari dari Kitab aslinya. Mungkin dalam bahasa Yunani. Jika mungkin Anda bisa mempelajari dari kitab yg ditulis pertama kali oleh para penulis Kitab Suci. Jika Anda telah menemukan jawabannya, silakan di-share kepada kami. Saya rasa Anda sebenarnya sangat ahli di bidang Kitab Suci. Lebih baik jika Anda melakukan analisis dengan kesimpulan yang baik dari pada hanya “mencela” saja.

Maklum, karena saya hanya punya Kitab Suci LAI. Jika mungkin dan bersedia, Anda dapat membantu saya dengan analisis dari versi yg lain.

Salam.

Dear Emanuel Setio Dewo,

Saya mohon maaf jika ada kata-kata dalam komentar saya menyinggung perasaan anda. Saya sama sekali tidak bermaksud untuk itu. Sejujurnya saya tidak menyangka kalau anda sampai tersinggung dengan komentar saya tersebut.

Anda mengatakan kepada saya:

Apakah Anda menghargai pendapat orang lain? Saya meragukannya! Bolehkah jika saya berkata: “Baju Kesukaanku Berwarna Biru?” Apakah saya harus berdebat hanya karena saya “suka” baju warna biru? Apakah saya harus “BERTANGGUNG JAWAB” terhadap Anda atas apa yang saya pilih? Jika Anda tidak suka dengan “baju warna biru”, silakan untuk tidak memakainya. Jangan membelinya. Tapi jangan menyuruh orang lain melepas baju birunya.

Saya sangat menghargai pendapat anda, justru karena itulah saya senang diskusi dalam blog anda ini karena tertarik dengan tema blog dan artikel tulisa anda yang berjudul “Tritunggal Maha Kudus”, jika tidak maka saya sudah pasti akan malas untuk repot-repot kasih komentar dalam blog pribadi anda ini.

Jadi menurut saya blog anda ini bukan sekedar masalah “suka baju warna biru” melainkan suatu “kesaksian iman”, blog anda berisi dogma Gereja yang ingin anda bagikan kepada orang lain, dan saya sebagai salah seorang pembaca posting anda yang juga seorang Kristen yang concern akan kebenaran Alkitab merasa tergelitik untuk juga membagikan hasil riset saya dari Firman Allah.

Jadi sekali lagi saya katakan janganlah salah persepsi, saya tidak menyerang pribadi anda, yang saya serang adalah argumen Gereja yang notabene masih diragukan kebenarannya karena masih banyak umat Kristen yang bingung dengan doktrin Tritunggal hanya saja mereka tidak berani menanyakan atau menyatakan keberatannya seperti saya. Jika saya meminta pertanggungjawaban atas komentar anda itu hanya karena anda berani memulai forum diskusi ini, tidak lain dari itu. Perumpamaannya seperti seorang yang ingin menyusun tesis misalnya untuk meraih gelar Doktor, maka orang tersebut harus siap sedia mempertanggungjawabkan tesisnya itu kepada para dosen penguji, itu maksud saya.

Jadi sekali lagi mohon maaf atas tulisan saya jika itu menyinggung perasaan mas Dewo, silahkan mas Dewo “pakai baju biru” keq atau “pakai kaos kutang” keq itu hak anda dan terserah anda, saya tidak berhak mengganti pilihan pribadi orang lain, sama halnya anda juga tidak berhak memaksa orang lain untuk mengikuti doktrin “misterius” Tritunggal jika anda tidak sanggup menjelaskannya secara tuntas kepada orang lain.

Masih banyak sebenarnya hasil riset saya dari Alkitab untuk menyangkal doktrin Tritunggal yang ingin saya bagi kepada anda dan saudara-saudara lainnya pembaca blog ini, itupun kalau saya masih diberi kesempatan, jika tidak saya juga akan mundur, semoga Tuhan saja kelak yang akan .

Salam kasih,
Ronald T. Gultom

Sorry tulisan saya terpotong, lanjutannya sbb:

Semoga Tuhan saja kelak yang akan menolong dan memberkati setiap orang Kristen yang berupaya untuk mencari kebenaran sejati dari Alkitab Firman Allah.

Dear Ronald,

Sebenarnya saya juga senang berdebat, tetapi perdebatan yg saya sukai bukan debat kusir yang melebar kemana-mana. Cukuplah dalam satu topik diskusi yang relevan. Mungkin yang harus saya tekankan di sini adalah bahwa ini blog saya yang bersaksi tentang iman saya pada Yesus Kristus. Lepaskan koridor “agama” di sini. Toh saya tidak menyebut dalam artikel ini bahwa agama saya adalah Katolik. Justru saya banyak menanggapi banyak pertanyaan dari agama lain.

Saya juga selalu berusaha untuk menjawab dan berdiskusi, tetapi tentu saja sebatas kapasitas saya. Jadi dalam diskusi sebaiknya tidak banyak keluar dari konteks dan tidak melebar kemana-mana yg sekiranya tidak relevan atau pun personal.

Dalam tesis pun diskusi dibatasi dalam koridor yang jelas, dan tentu saja tidak menyerang personal. Jadi saya tidak menyuruh Pak Gultom untuk mundur, tetapi dikala saya tidak bisa menjawab, maka saya tidak akan menjawab dan membiarkan diskusi untuk sementara “open” sambil menunggu orang lain untuk menjawab.

Masih banyak sebenarnya hasil riset saya dari Alkitab untuk menyangkal doktrin Tritunggal yang ingin saya bagi kepada anda dan saudara-saudara lainnya pembaca blog ini, itupun kalau saya masih diberi kesempatan, jika tidak saya juga akan mundur, semoga Tuhan saja kelak yang akan .

Jika masih dalam konteks Tritunggal seperti yang dibahas dalam artikel ini, maka kami akan menunggu partisipasi Pak Gultom.

Salam.
Dewo

Doktrin atau dogma Tritunggal mengajarkan :

Baiklah mas Dewo, jika anda mengundang saya untuk
menjelaskan argumen bahwa Doktrin Tritunggal tidak berdasarkan Alkitab Firman
Allah, maka saya akan fokus pada topic tersebut, dan saya akan jabarkan kepada
anda dari apa yang telah saya riset sehubungan dengan itu.

 

Sebelum saya mulai, saya ingin tanya dulu kepada anda,
apakah anda memang sudah benar-benar paham apa sebenarnya yang diajarkan dalam
konsep Tritunggal? Karena dari pengalaman saya diskusi dengan banyak orang Kristen,
saya melihat kebanyakan mereka tidak paham apa sebenarnya asal-usul awal dari
dasar dogma / doktrin Tritunggal, sehingga pengertian para penganut agama
Kristen menjadi ambigu atau tidak baku dan tidak jelas.

 

Doktrin atau dogma Tritunggal mengajarkan :

Ada 3 Allah didalam 1 Allah. Atau dengan kata lain
Tritunggal = Tiga dalam Satu, yaitu Allah Bapa, Allah Anak dan Allah Roh Kudus,
ketiganya disebut Allah, ketiganya memiliki kuasa yang sama, ketiganya memiliki
kedudukan sederajad tidak ada yang lebih tinggi maupun lebih rendah, ketiganya
kekal tak bermula dan tak berakhir, ketiganya adalah satu kesatuan dalam Allah
Tritunggal, karena itu ketiganya layak disembah secara individu, sebab Allah
Bapa adalah Yesus Kristus itu sendiri dan Yesus Kristus adalah Allah Bapa itu
sendiri, demikian juga Roh Kudus juga adalah Allah Bapa itu sendiri demikian
juga Roh Kudus adalah Yesus Kristus itu sendiri dan demikian juga sebaliknya.
 

 

Menurut
kredo Athanasia (sebagai kredo penutup dari konsep dogma Tritunggal) demikian :
 “sang bapa adalah Allah, sang anak adalah Allah, dan Roh Kudus adalah
Allah juga, ketiganya menjadi eksis dalam satu Allah
.” Atau dengan kata lain “Satu Allah
dalam tiga kepribadian”. , “ the unity of Father, Son, and Holy Spirit as
three persons in one Godhead”

 

Berdasarkan Encyclopedia Britannica & New Chatolic
Encyclopedia, Doktrin Tritunggal muncul melalui proses panjang, ada tiga
momentum yang mencetuskan dan merumuskan doktrin Tritunggal sepanjang sejarah
Kekristenan.

v      Konsili Nicea 325 M  (dibawah pimpinan dari Kaisar
Konstantin dari Roma)

v      Konsili Konstantinopel 381 M  (dibawah pimpinan Kaisar
Theodosius dari Roma)

v      Kredo Athanasia 373 M (dirumuskan oleh Athanasius yang
adalah seorang pendeta atau uskup yang mendukung keputusan kaisar Konstantin di
konsili Nicea)

Silahkan anda selidiki kebenaran dari sejarah yang saya
kutip tersebut.

 

Bagaimana dengan ayat-ayat Alkitab yang seolah-olah
menyiratkan bahwa doktrin Trigtunggal itu benar ?

 

ü       Mat. 28:19 – Mengatakan “Jadikanlah semua bangsa muridku dan
babtislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus”

 

Apakah ayat Alkitab ini menjelaskan bahwa Bapa, Anak dan Roh
Kudus adalah satu kesatuan dari Allah Tritunggal ? sama sekali tidak. Coba perhatikan
dengan seksama kalimat “babtislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh
Kudus”  Jika ketiga entity tersebut merupakan kesatuan Tritunggal maka
seharusnyalah ayat tersebut menjelaskan secara lebih detail dan terperinci
lagi, misalnya kalimatnya seharusnya berbunyi demikian: “babtislah mereka dalam
nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus dan ketiganya adalah satu kesatuan Allah
Tritunggal”. Untuk lebih jelasnya sebagai analogi apakah kalimat yang
menyebutkan tiga orang maka itu pasti memaksudkan ketiganya adalah satu
kesatuan? Misalnya perhatikan kalimat ini, “surat perintah ini diberikan atas
wewenang dari presiden Henry, perdana menteri Jhony dan gubernur Frederick”, apakah kalimat itu memaksudkan ketiga person tersebut adalah satu,
bukankah  ketiga pribadi tersebut tetap berbeda dan terpisah walaupun
ketiganya disebutkan secara bersamaan? Jelas sekali bukan? Bahwa menyebutkan
tiga person secara bersamaan tidaklah memaksudkan bahwa ketiganya adalah satu
kesatuan pribadi. Maka  Matius 28:19 sama sekali tidak menyiratkan atau
mendukung doktrin Tritunggal karena ketiga obyek yang disebutkan “Bapa, Anak
& Roh Kudus” masing-masing memiliki keunikan tersendiri dan berbeda antara
satu dengan yang lainnya. 

 

1 Korintus 8:5,6 : “Sebab sungguhpun ada apa yang disebut
"allah", baik di sorga, maupun di bumi–dan memang benar ada banyak
"allah" dan banyak "tuhan" yang demikian —  namun
bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala
sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus
Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita
hidup.”    (Ayat ini tidak menyebutkan Roh Kudus sebagai pribadi
Allah atau Tuhan)

 

Mungkin akan timbul pertanyaan, mengapa Yesus disebut
Tuhan???  Perlu anda ketahui bahwa Tuhan/Allah hanyalah gelar bukan Nama
Pribadi (Nama=Yahweh / Yesus) . asal kata dari Tuhan Dalam bahas Ibrani =
Adho-nai dan dalam bahasa Yunani = Ky’ri-os, yang artinya seorang pribadi yang
memiliki kuasa atau wewenang tinggi. Kata Yunani Ky’ri-os dapat juga berarti
Tuan atau dalam bahasa Inggris = Lord. Dalam terjemahan Alkitab bahasa Inggris,
Yesus ditulis dengan gelar LORD, sedangkan Allah Bapa Yahweh selalu ditulis
dengan gelar GOD.   Gelar LORD (Tuan / Tuhan) dalam kamus bahasa
Inggris-Indonesia bisa bahkan ditujukan kepada siapa saja yang memiliki
wewenang atau kuasa, seperti gelar bangsawan Inggris seseorang bisa digelari
dengan Lord / Duke.  Oleh karena itu Yesus layak diberi gelar Lord / Tuan
/ Tuhan, tetapi bukan berarti Yesus menjadi sama dengan Allah Bapa Yahweh yang
diberi gelar GOD / Allah Bapa.  Coba baca dan simak ayat di:

 

Filipi 2:11 – dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus
adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!”  
   (Jelas sekali terlihat bahwa Yesus bisa disebut Tuhan tetapi
tetap bagi kemuliaan Allah Bapa Yahweh)

 

Yohanes 14:28  – Kamu telah mendengar, bahwa Aku telah
berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu
mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku,
sebab Bapa lebih besar dari pada Aku.  (YESUS MENGAKUI BAHWA ALLAH BAPA
LEBIH BESAR DARI DIA)

 

  

Bagaimana dengan ayat Alkitab di Yoh.1:1 ?

Yoh. 1:1 – Mengatakan “Pada mulanya adalah Firman; Firman
itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. (Timbul pertanyaan besar – Dapatkah
seseorang bersama-sama dengan orang lain dan pada waktu yang sama orang lain
tersebut adalah orang itu sendiri
?)

 

Apakah Ayat ini menjelaskan doktrin Tritunggal?  
Coba perhatikan di ayat 14 dari pasal yang sama !!!

 

Yoh. 1:14 – Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di
antara kita, dan kita telah melihat kemuliaannya, yaitu kemuliaan yang telah
diberikan kepadanya sebagai Anak Tunggal Bapa.

 

Tidakkah kedua ayat ini seolah-olah saling
bertentangan?  di ayat 1 menjelaskan bahwa Firman sebagai Allah, sedangkan
di ayat 14 menjelaskan bahwa Firman itu sebagai Anak Tunggal Bapa.

 

Menurut buku “Journal of the Biblical Literature” terbitan tahun 1973, halaman
85,87, author : Philip B.Harner 
 menjelaskan :

Didalam teks asli Yunani kata kata di Yoh.1:1 “………..Firman
itu adalah Allah” seharusnya diterjemahkan “Firman itu adalah suatu
allah”  atau “firman itu bersifat illahi”. Jadi kalimat tersebut menunjukkan
bahwa Logos mempunya sifat theos, atau Firman mempunya sifat keTuhanan. Philip
B.Harner  mengatakan bahwa sebaiknya terjemahannya menjadi “Firman itu
memiliki sifat Tuhan”

 

Jika diterjemahkan kedalam bahasa Inggris (yang notabene
mempunyai kata sandang tertentu atau tak tentu untuk menunjukkan suatu atau
sesuatu atau existensi seseorang seperti “The, a, an”), sebagai contoh : 
“The God” dengan “a God”  adalah berbeda pengertiannya.

 

Menurut Dictionary of the Bible – John McKenzie (New
York, 1965) Halaman.317.
Kalimat di Yoh.1:1 dengan tepat seharusnya
diterjemahkan “Firman itu adalah mahluk ilahi”.

 

Coba perhatikan ayat-ayat lain yang memperlihatkan gaya bahasa personifikasi :

 

ü       Yoh. 6:70,71 – menjelaskan bahwa Yudas Iskariot dikatakan
oleh Yesus sebagai Iblis. (Apakah Yesus di sini memaksudkan bahwa Yudas adalah mahluk
Iblis yang sesungguhnya ?  Tidak bukan? karena Yudas adalah manusia, Yesus
tentu memaksudkan bahwa Yudas bersifat Iblis.  Jadi kalau dalam bahasa
Inggris dengan menggunakan kata sandang kalimatnya akan lebih jelas: “Yudas is
not The Satan, but Yudas is a Devil”. Tapi karena bahasa Yunani tidak memiliki
kata sandang tertentu maka terjemahannya menjadi Yudas adalah Iblis.
)

 

Bagaimana dengan kata-kata Yesus kepada rasul Petrus dengan
mengatakan Enyahlah Iblis kepada Petrus, apakah itu memaksudkan bahwa Petrus
adalah Iblis itu sendiri?  Mat 16:23 – Maka Yesus berpaling dan berkata
kepada Petrus: "Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab
engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang
dipikirkan manusia."

 

ü       Mrk 8:33  Maka berpalinglah Yesus dan sambil memandang
murid-murid-Nya Ia memarahi Petrus, kata-Nya: "Enyahlah Iblis, sebab
engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang
dipikirkan manusia."   (Jelaslah kata-kata Yesus terhadap Petrus di ayat-ayat
tersebut tidaklah memaksudkan bahwa Petrus adalah Setan atau Iblis,
melainkan ayat itu memaksudkan bahwa Petrus bisa seperti Iblis dalam kasus
tersebut karena seolah-olah menghasut Yesus agar tidak mengikuti rencana sang
Allah Bapa.
)

 

 

Bagaimana dengan Yohanes 10:30 – Yesus mengatakan Dia dan
Bapaknya adalah satu.  Apakah ini memaksudkan bahwa Yesus dan Yehuwa
adalah satu mahluk ?

Coba bandingkan dengan Yoh. 17:21,22 – Yesus berdoa agar
para pengikutnya menjadi satu sama seperti dia sendiri dengan Bapaknya. Dalam
teks Yunani satu terjemahan dari hen, ini tidak memaksudkan bahwa
pengikut Yesus adalah juga satu dengan Yesus dan Yehuwa dalam kesatuan
Tritunggal. Namun yang dimaksudkan di sini adalah satu kesatuan tujuan visi
dan misi seperti yang Yesus dan Bapaknya miliki, demikian juga
pengikut-pengikut Yesus juga memiliki visi dan misi yang sama.

 

Jadi jelas sekali kata “satu” di ayat itu tidak memaksudkan
bahwa Yesus dan Allah Bapa itu satu tubuh dan satu dalam segalanya???

 

Coba perhatikan kalimat-kalimat di ayat-ayat berikut ini:

 

ü       Kej 2:24  Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan
ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi
satu daging.

ü       Mat 19:5  Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan
meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya
itu menjadi satu daging.

ü       Mrk 10:8  sehingga keduanya itu menjadi satu daging.
Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu.

ü       1 Kor 6:16  Atau tidak tahukah kamu, bahwa siapa yang
mengikatkan dirinya pada perempuan cabul, menjadi satu tubuh dengan dia?
Sebab, demikianlah kata nas: "Keduanya akan menjadi satu daging."

ü       Ef 5:31  Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya
dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu
daging.   

 

Apakah ayat-ayat tersebut memaksudkan bahwa suami dan istri
atau laki-laki dan perempuan setelah menikah menjadi satu daging secara
aksara??? Apakah setelah suami dan istri menikah maka tubuhnya menempel menjadi
satu secara aksara??? Tidakkah kalimat tersebut hanyalah kalimat lambang yang
bersifat ilustratif atau ditulis dengan gaya bahasa personifikasi yang
memaksudkan bahwa setelah menikah pria dan wanita hendaknya memiliki satu visi
dan misi serta satu tujuan dalam mengarungi kehidupan rumah tangga dan tidak
boleh bercerai satu sama lain. Maka demikian juga dengan istilah yang dicatat
di  Yohanes 10:30 – Yesus mengatakan Dia dan Bapaknya adalah satu – bisa
memaksudkan satu sifat, satu maksud tujuan, satu visi dan lain sebagainya namun
bukan satu kesatuan person dalam Tritunggal.

 

Untuk lebih jelas lagi coba perhatikan ayat berikut ini:

 

1 Kor  6:17 – Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya
pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia.   (Ayat ini jelas memaksudkan bahwa
jika seseorang mengikatkan dirinya kepada Tuhan itu arti ber-iman penuh
terhadap Tuhan maka orang itu seolah-olah akan menyatu dalam roh denganNya
dalam arti tunduk sepenuhnya terhadap perintah dan hukum-hukumNya, menjadi
seperasaan denganNya , tentu ayat ini tidak memaksudkan bahwa bahwa jika seseorang
mengikatkan dirinya kepada Tuhan maka orang tersebut menyatu menjadi satu
kesatuan dengan Tuhan, demikian juga dengan Yesus Kristus yang adalah utusan
Allah Yahweh, Yesus telah mengikatkan dirinya kepada Tuhan ketika ia dibabtis
di sungai Yordan sehingga Yesus siap sepenuhnya dipakai oleh Allah Bapa Yahweh)

 

Bagaimana dengan ayat ini :

ü       1 Yoh. 5:7 – Mengatakan “ Ada tiga yang memberi kesaksian
[di dalam surga: Bapa, Firman dan Roh Kudus dan ketiganya adalah satu]

 

Apakah ayat ini benar-benar tertulis demikian dalam bahasa
Yunani aslinya ?  Mengapa di dalam terjemahan Lembaga Alkitab Indonesia ….kata-kata tersebut “di dalam surga: Bapa, Firman dan Roh Kudus dan ketiganya
adalah satu”  dimasukkan dalam tanda kurung  ‘[ ]’  ?

 

Coba kita perhatikan terjemahan-terjemahan Alkitab lain
sebagai perbandingan:

 

ü        1 John 5:7-8 berdasarkan Alkitab
terjemahan (English Standard Version / ESV) 

7. For there are three that testify:
   8.  the Spirit and the water and the blood; and these
three agree.

Terjemahannya :

7. Ada tiga yang memberi
kesaksian:  8.  Roh dan air dan darah ; dan ketiganya sepakat

 

Ada banyak terjemahan lainnya seperti yang sudah saya
jabarkan sebelumnya di atas yang jauh berbeda dengan terjemahan LAI, Terjemahan
tersebut telah ditulis lama sebelum LAI membuat terjemahan Alkitabnya. Jadi
jelas sekali LAI (Lembaga Alkitab Indonesia) dengan sengaja telah membuat umat
Kristen bingung karena terjemahan ayat yang salah. 

 

Mungkin cukup ini dulu supaya tidak terlalu panjang, saya akan
melanjutkan tulisan saya setelah ada tanggapan dari anda.

 

Salam,

Ronald T. Gultom

 

Baiklah mas Dewo, jika anda mengundang saya untuk menjelaskan argumen bahwa Doktrin Tritunggal tidak berdasarkan Alkitab Firman Allah, maka saya akan fokus pada topic tersebut, dan saya akan jabarkan kepada anda dari apa yang telah saya riset sehubungan dengan itu.

Sebelum saya mulai, saya ingin tanya dulu kepada anda, apakah anda memang sudah benar-benar paham apa sebenarnya yang diajarkan dalam konsep Tritunggal? Karena dari pengalaman saya diskusi dengan banyak orang Kristen, saya melihat kebanyakan mereka tidak paham apa sebenarnya asal-usul awal dari dasar dogma / doktrin Tritunggal, sehingga pengertian para penganut agama Kristen menjadi ambigu atau tidak baku dan tidak jelas.

Doktrin atau dogma Tritunggal mengajarkan :
Ada 3 Allah didalam 1 Allah. Atau dengan kata lain Tritunggal = Tiga dalam Satu, yaitu Allah Bapa, Allah Anak dan Allah Roh Kudus, ketiganya disebut Allah, ketiganya memiliki kuasa yang sama, ketiganya memiliki kedudukan sederajad tidak ada yang lebih tinggi maupun lebih rendah, ketiganya kekal tak bermula dan tak berakhir, ketiganya adalah satu kesatuan dalam Allah Tritunggal, karena itu ketiganya layak disembah secara individu, sebab Allah Bapa adalah Yesus Kristus itu sendiri dan Yesus Kristus adalah Allah Bapa itu sendiri, demikian juga Roh Kudus juga adalah Allah Bapa itu sendiri demikian juga Roh Kudus adalah Yesus Kristus itu sendiri dan demikian juga sebaliknya.

Menurut kredo Athanasia (sebagai kredo penutup dari konsep dogma Tritunggal) demikian : “sang bapa adalah Allah, sang anak adalah Allah, dan Roh Kudus adalah Allah juga, ketiganya menjadi eksis dalam satu Allah.” Atau dengan kata lain “Satu Allah dalam tiga kepribadian”. , “ the unity of Father, Son, and Holy Spirit as three persons in one Godhead”

Berdasarkan Encyclopedia Britannica & New Chatolic Encyclopedia, Doktrin Tritunggal muncul melalui proses panjang, ada tiga momentum yang mencetuskan dan merumuskan doktrin Tritunggal sepanjang sejarah Kekristenan.
1. Konsili Nicea 325 M (dibawah pimpinan dari Kaisar Konstantin dari Roma)
2. Konsili Konstantinopel 381 M (dibawah pimpinan Kaisar Theodosius dari Roma)
3 Kredo Athanasia 373 M (dirumuskan oleh Athanasius yang adalah seorang pendeta atau uskup yang mendukung keputusan kaisar Konstantin di konsili Nicea)
Silahkan anda selidiki kebenaran dari sejarah yang saya kutip tersebut.

Bagaimana dengan ayat-ayat Alkitab yang seolah-olah menyiratkan bahwa doktrin Trigtunggal itu benar ?

Mat. 28:19 – Mengatakan “Jadikanlah semua bangsa muridku dan babtislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus”

Apakah ayat Alkitab ini menjelaskan bahwa Bapa, Anak dan Roh Kudus adalah satu kesatuan dari Allah Tritunggal ? sama sekali tidak. Coba perhatikan dengan seksama kalimat “babtislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus” Jika ketiga entity tersebut merupakan kesatuan Tritunggal maka seharusnyalah ayat tersebut menjelaskan secara lebih detail dan terperinci lagi, misalnya kalimatnya seharusnya berbunyi demikian: “babtislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus dan ketiganya adalah satu kesatuan Allah Tritunggal”. Untuk lebih jelasnya sebagai analogi apakah kalimat yang menyebutkan tiga orang maka itu pasti memaksudkan ketiganya adalah satu kesatuan? Misalnya perhatikan kalimat ini, “surat perintah ini diberikan atas wewenang dari presiden Henry, perdana menteri Jhony dan gubernur Frederick”, apakah kalimat itu memaksudkan ketiga person tersebut adalah satu, bukankah ketiga pribadi tersebut tetap berbeda dan terpisah walaupun ketiganya disebutkan secara bersamaan? Jelas sekali bukan? Bahwa menyebutkan tiga person secara bersamaan tidaklah memaksudkan bahwa ketiganya adalah satu kesatuan pribadi. Maka Matius 28:19 sama sekali tidak menyiratkan atau mendukung doktrin Tritunggal karena ketiga obyek yang disebutkan “Bapa, Anak & Roh Kudus” masing-masing memiliki keunikan tersendiri dan berbeda antara satu dengan yang lainnya.

1 Korintus 8:5,6 : “Sebab sungguhpun ada apa yang disebut “allah”, baik di sorga, maupun di bumi–dan memang benar ada banyak “allah” dan banyak “tuhan” yang demikian — namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup.” (Ayat ini tidak menyebutkan Roh Kudus sebagai pribadi Allah atau Tuhan)

Mungkin akan timbul pertanyaan, mengapa Yesus disebut Tuhan??? Perlu anda ketahui bahwa Tuhan/Allah hanyalah gelar bukan Nama Pribadi (Nama=Yahweh / Yesus) . asal kata dari Tuhan Dalam bahas Ibrani = Adho-nai dan dalam bahasa Yunani = Ky’ri-os, yang artinya seorang pribadi yang memiliki kuasa atau wewenang tinggi. Kata Yunani Ky’ri-os dapat juga berarti Tuan atau dalam bahasa Inggris = Lord. Dalam terjemahan Alkitab bahasa Inggris, Yesus ditulis dengan gelar LORD, sedangkan Allah Bapa Yahweh selalu ditulis dengan gelar GOD. Gelar LORD (Tuan / Tuhan) dalam kamus bahasa Inggris-Indonesia bisa bahkan ditujukan kepada siapa saja yang memiliki wewenang atau kuasa, seperti gelar bangsawan Inggris seseorang bisa digelari dengan Lord / Duke. Oleh karena itu Yesus layak diberi gelar Lord / Tuan / Tuhan, tetapi bukan berarti Yesus menjadi sama dengan Allah Bapa Yahweh yang diberi gelar GOD / Allah Bapa. Coba baca dan simak ayat di:

Filipi 2:11 – dan segala lidah mengaku: “Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah, Bapa!” (Jelas sekali terlihat bahwa Yesus bisa disebut Tuhan tetapi tetap bagi kemuliaan Allah Bapa Yahweh)

Yohanes 14:28 – Kamu telah mendengar, bahwa Aku telah berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar dari pada Aku. (YESUS MENGAKUI BAHWA ALLAH BAPA LEBIH BESAR DARI DIA)

Bagaimana dengan ayat Alkitab di Yoh.1:1 ?
Yoh. 1:1 – Mengatakan “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. (Timbul pertanyaan besar – Dapatkah seseorang bersama-sama dengan orang lain dan pada waktu yang sama orang lain tersebut adalah orang itu sendiri?)

Apakah Ayat ini menjelaskan doktrin Tritunggal? Coba perhatikan di ayat 14 dari pasal yang sama !!!

Yoh. 1:14 – Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaannya, yaitu kemuliaan yang telah diberikan kepadanya sebagai Anak Tunggal Bapa.

Tidakkah kedua ayat ini seolah-olah saling bertentangan? di ayat 1 menjelaskan bahwa Firman sebagai Allah, sedangkan di ayat 14 menjelaskan bahwa Firman itu sebagai Anak Tunggal Bapa.

Menurut buku “Journal of the Biblical Literature” terbitan tahun 1973, halaman 85,87, author : Philip B.Harner menjelaskan :
Didalam teks asli Yunani kata kata di Yoh.1:1 “………..Firman itu adalah Allah” seharusnya diterjemahkan “Firman itu adalah suatu allah” atau “firman itu bersifat illahi”. Jadi kalimat tersebut menunjukkan bahwa Logos mempunya sifat theos, atau Firman mempunya sifat keTuhanan. Philip B.Harner mengatakan bahwa sebaiknya terjemahannya menjadi “Firman itu memiliki sifat Tuhan”

Jika diterjemahkan kedalam bahasa Inggris (yang notabene mempunyai kata sandang tertentu atau tak tentu untuk menunjukkan suatu atau sesuatu atau existensi seseorang seperti “The, a, an”), sebagai contoh : “The God” dengan “a God” adalah berbeda pengertiannya.

Menurut Dictionary of the Bible – John McKenzie (New York, 1965) Halaman.317. Kalimat di Yoh.1:1 dengan tepat seharusnya diterjemahkan “Firman itu adalah mahluk ilahi”.

Coba perhatikan ayat-ayat lain yang memperlihatkan gaya bahasa personifikasi :

Yoh. 6:70,71 – menjelaskan bahwa Yudas Iskariot dikatakan oleh Yesus sebagai Iblis. (Apakah Yesus di sini memaksudkan bahwa Yudas adalah mahluk Iblis yang sesungguhnya ? Tidak bukan? karena Yudas adalah manusia, Yesus tentu memaksudkan bahwa Yudas bersifat Iblis. Jadi kalau dalam bahasa Inggris dengan menggunakan kata sandang kalimatnya akan lebih jelas: “Yudas is not The Satan, but Yudas is a Devil”. Tapi karena bahasa Yunani tidak memiliki kata sandang tertentu maka terjemahannya menjadi Yudas adalah Iblis.)

Bagaimana dengan kata-kata Yesus kepada rasul Petrus dengan mengatakan Enyahlah Iblis kepada Petrus, apakah itu memaksudkan bahwa Petrus adalah Iblis itu sendiri? Mat 16:23 – Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: “Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.”

Mrk 8:33 Maka berpalinglah Yesus dan sambil memandang murid-murid-Nya Ia memarahi Petrus, kata-Nya: “Enyahlah Iblis, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.” (Jelaslah kata-kata Yesus terhadap Petrus di ayat-ayat tersebut tidaklah memaksudkan bahwa Petrus adalah Setan atau Iblis, melainkan ayat itu memaksudkan bahwa Petrus bisa seperti Iblis dalam kasus tersebut karena seolah-olah menghasut Yesus agar tidak mengikuti rencana sang Allah Bapa.)

Bagaimana dengan Yohanes 10:30 – Yesus mengatakan Dia dan Bapaknya adalah satu. Apakah ini memaksudkan bahwa Yesus dan Yehuwa adalah satu mahluk? Coba bandingkan dengan Yoh. 17:21,22 – Yesus berdoa agar para pengikutnya menjadi satu sama seperti dia sendiri dengan Bapaknya. Dalam teks Yunani satu terjemahan dari hen, ini tidak memaksudkan bahwa pengikut Yesus adalah juga satu dengan Yesus dan Yehuwa dalam kesatuan Tritunggal. Namun yang dimaksudkan di sini adalah satu kesatuan tujuan visi dan misi seperti yang Yesus dan Bapaknya miliki, demikian juga pengikut-pengikut Yesus juga memiliki visi dan misi yang sama.

Jadi jelas sekali kata “satu” di ayat itu tidak memaksudkan bahwa Yesus dan Allah Bapa itu satu tubuh dan satu dalam segalanya???

Coba perhatikan kalimat-kalimat di ayat-ayat berikut ini:

– Kej 2:24 Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.
– Mat 19:5 Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.
– Mrk 10:8 sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu.
– 1 Kor 6:16 Atau tidak tahukah kamu, bahwa siapa yang mengikatkan dirinya pada perempuan cabul, menjadi satu tubuh dengan dia? Sebab, demikianlah kata nas: “Keduanya akan menjadi satu daging.”
– Ef 5:31 Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.

Apakah ayat-ayat tersebut memaksudkan bahwa suami dan istri atau laki-laki dan perempuan setelah menikah menjadi satu daging secara aksara??? Apakah setelah suami dan istri menikah maka tubuhnya menempel menjadi satu secara aksara??? Tidakkah kalimat tersebut hanyalah kalimat lambang yang bersifat ilustratif atau ditulis dengan gaya bahasa personifikasi yang memaksudkan bahwa setelah menikah pria dan wanita hendaknya memiliki satu visi dan misi serta satu tujuan dalam mengarungi kehidupan rumah tangga dan tidak boleh bercerai satu sama lain. Maka demikian juga dengan istilah yang dicatat di Yohanes 10:30 – Yesus mengatakan Dia dan Bapaknya adalah satu – bisa memaksudkan satu sifat, satu maksud tujuan, satu visi dan lain sebagainya namun bukan satu kesatuan person dalam Tritunggal.

Untuk lebih jelas lagi coba perhatikan ayat berikut ini:

1 Kor 6:17 – Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia. (Ayat ini jelas memaksudkan bahwa jika seseorang mengikatkan dirinya kepada Tuhan itu arti ber-iman penuh terhadap Tuhan maka orang itu seolah-olah akan menyatu dalam roh denganNya dalam arti tunduk sepenuhnya terhadap perintah dan hukum-hukumNya, menjadi seperasaan denganNya , tentu ayat ini tidak memaksudkan bahwa bahwa jika seseorang mengikatkan dirinya kepada Tuhan maka orang tersebut menyatu menjadi satu kesatuan dengan Tuhan, demikian juga dengan Yesus Kristus yang adalah utusan Allah Yahweh, Yesus telah mengikatkan dirinya kepada Tuhan ketika ia dibabtis di sungai Yordan sehingga Yesus siap sepenuhnya dipakai oleh Allah Bapa Yahweh)

Bagaimana dengan ayat ini :
– 1 Yoh. 5:7 – Mengatakan “ Ada tiga yang memberi kesaksian [di dalam surga: Bapa, Firman dan Roh Kudus dan ketiganya adalah satu]

Apakah ayat ini benar-benar tertulis demikian dalam bahasa Yunani aslinya ? Mengapa di dalam terjemahan Lembaga Alkitab Indonesia ….kata-kata tersebut “di dalam surga: Bapa, Firman dan Roh Kudus dan ketiganya adalah satu” dimasukkan dalam tanda kurung ‘[ ]’ ?

Coba kita perhatikan terjemahan-terjemahan Alkitab lain sebagai perbandingan:

– 1 John 5:7-8 berdasarkan Alkitab terjemahan (English Standard Version / ESV)
7. For there are three that testify: 8. the Spirit and the water and the blood; and these three agree.
Terjemahannya :
7. Ada tiga yang memberi kesaksian: 8. Roh dan air dan darah ; dan ketiganya sepakat

Ada banyak terjemahan lainnya seperti yang sudah saya jabarkan sebelumnya di atas yang jauh berbeda dengan terjemahan LAI, Terjemahan tersebut telah ditulis lama sebelum LAI membuat terjemahan Alkitabnya. Jadi jelas sekali LAI (Lembaga Alkitab Indonesia) dengan sengaja telah membuat umat Kristen bingung karena terjemahan ayat yang salah.

Mungkin cukup ini dulu supaya tidak terlalu panjang, saya akan melanjutkan tulisan saya setelah ada tanggapan dari anda.

Salam,
Ronald T. Gultom

NB: Maaf saya posting komentar yang sama dua kali, karena posting yang pertama saya pakai script XML+HTML jadi berantakan tulisannya.

Dear Gultom,

Sebelum saya menjawab lebih lanjut, saya menganjurkan Anda membaca Wikipedia terlebih lanjut. Baca di: Tritunggal.

Doktrin atau dogma Tritunggal mengajarkan :

Ada 3 Allah didalam 1 Allah. Atau dengan kata lain
Tritunggal = Tiga dalam Satu, yaitu Allah Bapa, Allah Anak dan Allah Roh Kudus,
ketiganya disebut Allah, ketiganya memiliki kuasa yang sama, ketiganya memiliki
kedudukan sederajad tidak ada yang lebih tinggi maupun lebih rendah, ketiganya
kekal tak bermula dan tak berakhir, ketiganya adalah satu kesatuan dalam Allah
Tritunggal, karena itu ketiganya layak disembah secara individu, sebab Allah
Bapa adalah Yesus Kristus itu sendiri dan Yesus Kristus adalah Allah Bapa itu
sendiri, demikian juga Roh Kudus juga adalah Allah Bapa itu sendiri demikian
juga Roh Kudus adalah Yesus Kristus itu sendiri dan demikian juga sebaliknya.

Soalnya dogma yang Anda tulis ternyata berbeda dengan dogma yang saya pahami. Juga berbeda dengan dogma yang tertulis di Wikipedia. Jadi sekiranya mungkin, Anda dapat menyebutkan sumber dogma yang Anda tuliskan tersebut di atas. Apakah dari Katolik atau dari Kristen aliran tertentu?

Salam.

wah mumet mbacanya, yang jelas, orang-orang yang dekat dengan Yesus (aka nabi Isa AS) saja tidak menyebut tentang Trinitas dan baru ‘dikembangkan’ atau ‘ditafsirkan’ beberapa ratus tahun sesudahnya.

Saya manut saja dengan kata mas Dewo di awal diskusi yang mengatakan bahwa untuk memahami trinitas hanya dapat dilakukan dengan kacamata iman. Ya sudah itu aja yang dipakai deh…. Oks peace everybody….

QS 109:6. Lakum diinukum waliyadiin…. (To you your religion, and to me my Religion)
QS 2: 256 Let there be no compulsion in religion: The truth stands out clear from Error

[...] Artikel saya yang lalu yang berjudul Tri Tunggal Mahakudus telah berusaha membuktikan bahwa Allah itu memiliki 3 pribadi, yaitu Bapa, Putera dan Roh Kudus. Walau pun demikian, ketiga pribadi itu adalah satu. Inilah prinsip dasar dari Tritunggal atau Trinitas. Artikel tersebut juga telah mencuplik ayat pendukung bahwa Alkitab menyebutkan kata ganti untuk penyebutan Allah sebagai jamak, yaitu menggunakan kata “Kami”. [...]

Dear mas Dewo,

Saya sepertinya melihat kecenderungan anda lebih ke arah DOGMATIS.

Komentar anda belum menjawab esesnsi dari begitu panjangnya pertanyaan, pernyataan dan penjabaran saya dari Alkitab tentang Kekeliruan dari doktrin Tritunggal dan “KESALAHAN TAFSIR ALKITAB DALAM DOKTRIN TRITUNGGAL”.

Mengenai referensi dari Wikipedia ttg Tritunggal, Saya bukannya mau mengecilkan keberadaan Wikipedia tapi saya sudah punya beberapa Encyclopedia dalam bentuk Jilid Buku, CD-ROM dan DVD yang lebih kompeten dan kredibel dibandingkan dengan Wikipedia yang notabene adalah open source database, alias siapa saja bisa posting tulisan ke situ tanpa adanya media sensor dan validasi yang standard serta diakui, sorry, pls correct me if I’m wrong.

Tulisan saya yang menyangkal doktrin Tritunggal bukanlah dogma dari suatu aliran atau sekte Gereja tertentu, melainkan hanya hasil riset dari Alkitab dan bahan bacaan independent yang tidak memihak sekte Kristen apapun, silahkan serang argumen saya tersebut dengan dasar kebenaran Firman Allah yang anda telah riset, dan sementara lepaskan dulu embel-embel Gereja, jangan bawa-bawa attributed Gereja tapi gunakan saja Alkitab dan sumber-sumber yang bersifat independent jika kita memang masih mengakui Alkitab sebagai sumber kebenaran, lain halnya jika anda hanya mengakui bahwa Gereja Katolik sajalah yang merupakan sumber kebenaran, jika demikian saya tarik diri dari diskusi ini.

Karena kalau menurut anda doktrin Tritunggal adalah ajaran Alkitab, sedangkan saya mengatakan bahwa doktrin Tritunggal bukan ajaran Alkitab, maka kita sama-sama harus kembali ke Alkitab untuk melihat kebenarannya tanpa harus melibatkan “baju” (gereja) kita masing-masing, karena dari awal diskusi saya tidak pernah bawa-bawa attribute sekte agama saya walaupun saya juga Kristen. Maaf jika ada kata-kata saya yang kurang berkenan, tapi saya merasa harus terusterang mengatakan hal ini.

Sebagai bahan renungan, saya kutip frase dari Alkitab:

Kisah 17:11 – …………mereka menerima firman itu dengan segala kerelaan hati dan setiap hari mereka menyelidiki Kitab Suci untuk mengetahui, apakah semuanya itu benar demikian.

Salam,
Ronald T. Gultom

Pembaca yang budiman, tulisan lebih lanjut dari artikel ini dapat dibaca di: Tritunggal Mahakudus (2).

Semoga dapat berkenan. Salam.

Kalo kita mau klaim Yesus Anak Tuhan sebenarnya yang pantas diangkat sebagai anak Tuhan yaitu nabi Adam karena beliau tercipta langsung tanpa bapak dan tanpa ibu, tanpa lewat rahim, tanpa keluarnya darah, dan posisi diciptakannyapun di surga. Atau semuanya itu berarti tanpa unsur manusia didalamnya yaitu ruh yang langsung di tiupkan oleh Allah. Jadi kalo ada yang berpikir Yesus pantas diangkat sebagai anak Tuhan pikirkan lebih dalam lagi. Tapi kami sebagai umat Islam tetap menghormati Dia sebagai Rasul, yg berbeda dgn kita, sama seperti halnya Nabi Muhammad dan nabi2 lainnya yang diutus Allah. Cuma pengikutnya saja yg menyelewengkan apa yg tersirat atas kelahiran dan firman yg dia sampaikan. Iman bukan hanya cukup dengan Iman tapi juga perbuatan dan cara berpikir kita sebagai manusia, karena tanpa itu semua akan hancur. Wassalam

Dear Clearly,
Betulkah demikian? Apakah Adam berhak menyandang gelar “Anak Allah”?

Salam.

to dewo..kamu oon apa bloon sih…disebut Anak Allah artinya tanpa dosa…sedangkan adam itu manusia pertama dan berbuat dosa ?? apa kamu menemukan dosa yang dilakukan Yesus ??

Dear Cobra,
Iya, kayaknya saya oon & bloon. Buktinya saya tdk memahami pertanyaan Anda. Komentar saya sebelumnya itu cuma mempertanyakan komentar Clearly.

Oh ya, artikel selanjutnya berjudul “Siapakah Anak Allah?” Artikel ini sekaligus menyanggah argumen Clearly.

dear all,
hmmmmm…tentang Tuhan,
gue iseng barusan baca diskusi menarik dari semua disini.
sori sebelumnya gue gak terlalu bisa berkata-kata dengan bagus di tulisan.
gue cuma ingin nyampein pendapat gue pribadi tentang Tuhan dan sedikit bertanya buat umat kristen
gue emang gak terlalu dalem bgt dgn agama,jadi gak hapal ayat2
tp gue percaya bgt kl Tuhan itu utuh satu,tunggal,dan gak ada istilah2 lain selain Dia(Allah / Tuhan).kl seandainya Tuhan lebih dari satu ada kemungkinan mrk berdebat,diskusi utk mengurus langit dan dunia beserta isinya,krn mrk sama2 mempunyai kekuatan sendiri2.
saat ini gue tinggal dijerman,kl gue peratiin disini..setiap kota selalu ada gereja2 megah, sayangnya hanya menjadi monument kota doang yg isinya sering kali kosong dan sepi, padahal jerman jg salah satu negara terbesar umat katolik dan protestan baik history nya dan jg populasinya saat ini, yang anehnya namun mulai dari yang tua hingga yg muda boleh dibilang 85% sudah lari dari agamanya..maksudnya menjadi atheis gitu,dan bahkan sudah tidak peduli lg dengan agama,yang lebih ekstrimnya lagi dikalangan anak2 muda sering dijumpai mrk memakai logo2 “dilarang salib” mirip sign “dilarang parkir” baik itu dikaos2,topi2 ato tas2. jadi gue penasaran utk bertanya2 ada apa sih sama agama kalian?? dan terjadilah diskusi2 gitu sering kali dr banyak teman, dan kesimpulannya rata2 dengan simpel menjawab mrk gak percaya dgn Tuhan bentuknya berjanggut dan gondrong yang sedang disalib dan jenuh jg dgn memikirkan tritunggal itu sendiri complecated!knp gak mudah saja bilang Tuhan itu satu dan gak ada embel2 lain sehingga manusia mudah memahaminya, utk itu mrk lebih memilih tidak beragama saja.sementara dari kalangan pak item (negro) mrk jg gak terlalu yakin kalo Tuhan berkulit putih berjanggut dan gondrong.

menurut gue pribadi.gue yakin Tuhan itu satu,kebenaran juga pasti satu!dan Tuhan memberi satu agama utk seluruh manusia mulai dari yang bodoh hingga pinter.kl gue liat di agama islam mrk sangat tegas mempercayai Tuhan itu satu,namun terus terang prinsip keTuhanan buat gue sangat membingungkan sekali arti Tuhan dari umat katolik dan protestan, mrk percaya Tuhan itu satu,namum ada jg yang lain2 seperti yg teman2 bahas panjang lebar disini, ada roh kudus, Jesus, dan Allah bapa. kl gue mencoba berdoa dalam otak pasti bercabang 3 pribadi, amat sulit utk konsentrasi utk memikirkan bahwa mrk adalah satu, krn mrk punya pribadi dan peran yg berbeda2.ini jadi pertanyaan gue, knp injil dan umat kristen membatasi kepribadian dan perannya Tuhan menjadi 3??bukankah Tuhan tiada batas? sementara ciptaanNya seperti manusia mempunyai lebih dr 3 pribadi dan peran.trus kalo kita liat di suku aborigin, yang pemikirannya lebih primitif dari kita..namun gue salut krn mrk bisa menyakini dan percaya sekali bahwa Tuhan itu suci,mrk sangat mensucikan Tuhan mrk sehingga mrk percaya dan menyembah Tuhan yg tidak berkelamin dan tanpa alat pembuangan kotoran.namun kalo misalnya balik lagi ke jesus sebagai Tuhan yg dilahirkan bunda maria. Diakui oleh umat kristen bahwa Jesus adalah 100% manusia dan juga Tuhan 100%, jika Jesus 100% manusia berarti kebiasaannya akan sama seperti manusia 100%, pasti dia butuh makan, dan tentunya butuh buang kotoran juga.bukannya suatu hal yang aneh sekali kl sekiranya manusia disuruh menyembah Tuhan yang membuang kotoran jg?
sebenarnya tentang jesus sebagai Tuhan ini jadi rentetan pertanyaan2 panjang buat gue. mungkin dari teman2 umat kristen ada yg tau siapakah pertama kali yang melantik atau mengetehui Jesus adalah Tuhan?dan kpn..maksudnya pas di kandungi Bunda Maria atau setelah manjadi bayi?dan sebelum Jesus turun kebumi manusia terdahulu menyembah siapa??apakah mrk menyembah tri tunggal jg?

ops…sori jadi panjang gini yaa..
tolong dibales yaaaa

schwarzearbeiter

oh iya ada yang lupa satu lagi,ini khususnya buat yg beragama islam.mo tanya jg
tentang pelarangan menggambar2 Nabi Muhammad, selain nantinya akan melecehkan Nabi Muhammad dan Islam. ini cm opini gue pribadi gak tau bener ato salah..umat Islam sangat ngejaga sekali utk tidak satupun manusia boleh manggambar ato membuat patung2nya, hingga suatu saat nanti bakalan dijadikan Tuhan seperti jesus? ya maksudnya generasi berikutnya yg mulasi distorsi sejarah dll..
mungkin ada alasan lain knp??
thx

pernah saya baca jk baginda Muhammad saw tidak bisa dserupi o jin, jk orang mimpi beliau maka itu aslinyqa,…dan saya pernah mimpi beliau SMP kemudian umur 21 thn saya baca ciri2 beliau lewat sejarah, Alhamdulillah persis,…

Dear Schwarzearbeiter,

Sebenarnya apa yang Anda tanyakan sudah terjawab semuanya di Alkitab. Jika Anda membacanya dengan sungguh-sungguh, maka semuanya akan terjawab dengan gamblang.

Oh, iya, mengenai semakin banyaknya orang yang meninggalkan Gereja, itu juga sudah dinubuatkan dalam Alkitab. Itu menandakan usia bumi sudah tua dan semakin dekat kepada akhir jaman. Dimana nantinya akan ada penampian, manusia akan dipisahkan, mana yang tertulis dalam Kitab Kehidupan dan mana yang tidak tertulis yang akan menjadi penghuni Neraka. Mau kah Anda tertulis dalam Kitab Kehidupan?

Mengenai pelarangan gambar/patung Muhammad, saya juga sangat bertanya-tanya tentang hal itu. Kenapa ya? Mungkin umat muslim bisa menjawabnya dengan baik? Atau sekedar “POKOKNYA”?

GBU.

Oh, iya, tambahan: Allah, Katolik, Tritunggal Mahakudus, itu semua akan sulit dipahami oleh orang yang pintar sekalipun. Tetapi justru orang-orang sederhana mampu memahaminya. Ada apa?

Jawabannya satu: kita perlu mengimaninya!

salam kenal,
syalom!!!!
Yesus Kristus atau yang kita(orang kristen) kenal dalam penyebutannya sebagai putera Allah adalah sangat relevan dan benar-benar bersumber pada pernyataan Firman Allah sendiri di Alkitab. Dalam pandangan Iman kristen diyakini Tuhan Allah sendiri dalam rupa insani (manusia) telah lahir ke dunia untuk menyelamatkan seluruh umat manusia dari dosa-dosa dan menyatakan dirinya sebagai Tuhan dan juruselamat yang layak disembah melalui karya-karya kesembuhan, mukjizat dan begitu banyak lagi kuasa-kuasa yang ajaib di lakukanNya dan hal ini tentu saja sangat bertentangan dengan logika manusia. Menurut saya, pencarian kebenaran tentang Allah itu sendiri tidak perlu diperdebatkan karena Tuhan akan selalu menyatakan diriNya secara pribadi kepada orang-orang yang dikehendakiNya, dan saya bersyukur Tuhan yang saya kenal melalui nama Yesus Kristus telah berkenan menyatakan kuasaNya melalui pergumulan hidup yang telah saya alami.

sayang sekali dewo sepertinya “melarikan diri” dari diskusi dengan Richard. padahal Richard tdk ‘melebar’ dari topik utama yaitu trinitas, tentunya termasuk didalamnya siapa yesus, Allah dan roh kudus.

dan mengenai semua pertanyaan schwarzearbeiter, seandainya semua jawaban ada di alkitab, tentu umat kristiani sampai sekarang tdk ada lagi yang bingung sendiri dalam memahami trinitas.

Dear ssmetal,

sayang sekali dewo sepertinya “melarikan diri” dari diskusi dengan Richard. padahal Richard tdk ‘melebar’ dari topik utama yaitu trinitas, tentunya termasuk didalamnya siapa yesus, Allah dan roh kudus.

Eh… saya melarikan diri ya? Perasaan tidak tuh. Saya kan menjawab kalau ditanyain. Kalau tidak ditanyain ya tidak menjawab. Apalagi jika tidak bisa menjawab. Hehehe…

dan mengenai semua pertanyaan schwarzearbeiter, seandainya semua jawaban ada di alkitab, tentu umat kristiani sampai sekarang tdk ada lagi yang bingung sendiri dalam memahami trinitas.

Sebetulnya saya sudah berusaha menjawab. Tetapi jika jawaban saya tidak dipercaya atau mungkin kurang bisa menjelaskan, maka silakan membaca sumber tulisan & jawaban saya, yaitu: Alkitab.

Salam.

Dear ssmetal & Schwarzearbeiter,

Oh iya, mengenai Tri Tunggal di Perjanjian Lama (seperti yg dipertanyakan Schwarzearbeiter), akan aku tulis dalam artikel khusus. Ditunggu ya?

Salam.

MAKSUDNYA TRITUNGGAL

Pengenalan

Lambat-laun sesiapa sahaja yang terdedah kepada agama Kristian akan berdepan dengan perkataan ini: Triniti. Ini adalah satu perkataan yang sering kali di salah-fahami, disalah-sampaikan dan disalah-pakai. Untuk ramai orang, ianya batu sandungan yang menghalang mereka memeluk agama Kristian. Kepada yang lain ianya ajaran sesat mana kala untuk yang lain ianya satu kebodohan. Untuk mendapat idea yang betul tentang apakah sebenarnya intipati akidah ini, seseorang itu perlu kembali kepada kuasa mutlak akidah ini, iaitu Alkitab. Adalah dari sini saya akan berusaha

1. menyampaikan satu asas Alkitabiah untuk kepercayaan ini

2. menunjukkan apa maksudnya dan

3. implikasinya atas mesej agama Kristian dan orang Kristian secara individu.

Sebelum saya lakukan ini, saya ingin memberi beberapa pendapat dan definisi akidah ini supaya kita memiliki satu pandangan yang luas akan hal ini.

Definisi

Perkataan ‘Triniti’ membawa maksud satu Tuhan tetapi yang mengandungi tiga peribadi yang berbeza, bukan dalam sifat atau ‘bahan ilahi’ tetapi dalam jawatan dan perhubungan. Allah satu walaupun tiga. Ryrie menulis: Hanya ada satu Tuhan, tetapi di dalam kesatuan Allah ada tiga peribadi yang kekal dan sama, sama dalam kandungan tetapi berbeza dalam saraan hidup. Ketiga peribadi ini dalam Alkitab diperkenalkan sebagai Bapa, Anak dan Roh Kudus. Jadi, ada tiga peribadi dalam Allah dan ketiga ini adalah Allah yang sama dalam kandungan, kuasa dan kemuliaan. Adalah perlu dinyatakan di sini bahawa perkataan ‘Triniti’ tidak ada di dalam Alkitab walaupun konsep Allah dalam kesatuan-tiga sangat jelas tampak. Perkataan ‘Triniti’ ialah satu istilah falsafah Yunani yang dipakai untuk Allah seperti mana yang didedahkan dalam Alkitab. Ianya bukan satu istilah yang dipakai Isa Al-Masih mahupun rasul-rasulnya.

Akidah ini sangat kompleks dan membingungkan-minda tetapi tidak boleh ditolak oleh sesiapa yang mengkaji Alkitab dengan serius. Apabila ini dilakukan maka akan jelas bahawa Alkitab mengajar bahawa adanya satu Tuhan, dan bahawa adanya tiga peribadi, setiap satu adalah Allah. Jadi akidah Triniti ini membuat tiga pengesahan:

1. hanya ada satu Allah

2. Bapa, Anak dan Roh Kudus setiap satu adalah Allah

3. Bapa, Anak dan Roh Kudus adalah tiga peribadi berbeza.

Saya percaya bahawa dari beberapa definisi ini, minda kita sukar untuk menangkap maksudnya; sesungguhnya ia satu misteri. Kita perlu sedar bahawa konsep ini melebihi keupayaan kuasa pemahaman manusia (dari segi mempunyai fahaman yang penuh) dan tidak ada persamaan yang sempurna di dunia ini. Konsep Triniti bukannya tiga tuhan yang bekerjasama atau satu Tuhan yang menampakkan diriNya dalam tiga modus yang berbeza. Seterusnya, perlu kita tahu bahawa Alkitab tidak berusaha menerangkan misteri ini; ia hanya mengisytiharkannya!

Tidak seorang pun dapat menafikan betapa mulianya rahsia kepercayaan kita: Isa Al-Masih menampakkan diri dengan rupa manusia, dan dinyatakan benar oleh Roh Allah, serta dilihat oleh para malaikat. Dia diisytiharkan antara bangsa-bangsa, dan Dia dipercayai di seluruh dunia, dan telah diangkat ke syurga. (1 Timotius 3:16)

Allah Alkitab ialah Dia yang selalu didedahkan sebagai satu triniti. Marilah kita ke sana untuk memerhatikan kebenaran ini bahawa Allah satu dan Allah tiga.

Triniti dalam Alkitab

Adalah dianggap kita percaya akan kewujudan Allah dan kesempurnaan Alkitab apabila kita memeriksa Firman Allah untuk memerhatikan penyampaian akidah ini. Penyelidikan ini adalah untuk menyesuaikan logik kita kepada kepastian Alkitab dan untuk melihat serta bertindak sesuai dengan penemuan kita. Alkitab mempersembahkan dengan jelas fakta-faktanya dan terpulanglah dengan minda manusia untuk berusaha memahaminya (walaupun ini satu perkara yang sukar untuk difahami). Kita akan sekarang melihat empat fakta yang dinyatakan oleh Alkitab; empat fakta yang menjadi tiang-tiang utama akidah ini. Kita juga akan memberi perhatian kepada beberapa contoh dalam Alkitab di mana fakta-fakta ini dinyatakan bersama.

Fakta Pertama: ALLAH ITU ESA

Perjanjian Lama dengan tegas menyatakan bahawa Allah itu esa dan tidak ada Allah lain yang benar. Walaupun dikelilingi bangsa-bangsa yang percaya dalam banyak tuhan, orang Israel berdiri teguh mengisytiharkan kewujudan Allah yang esa. Setiap orang Yahudi memulakan doanya dengan melafazkan Ulangan 6:4, yang berbunyi: Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa! Orang Yahudi menyembah Allah yang esa dan kebenaran ini nampak dalam ayat-ayat lain Alkitab: Ulangan 4:35, Yesaya 44:6 dan Mazmur 86:10. Hanya ada satu Allah dan iman orang Yahudi serta ajaran Perjanjian Lama bersandar atas kebenaran ini.

Begitu juga dalam Perjanjian Baru. Apabila menjawab satu pertanyaan mengenai perintah manakah yang paling utama, Isa Al-Masih memulakan jawapannya dengan berkata, “Inilah perintah yang paling utama, ‘Dengarlah, hai bangsa Israel! Tuhan Allah kita, Dialah Tuhan Yang Esa.” (Markus 12:29). Rasul Paulus meneruskan idea ini, bahawa Allah itu esa dalam jawapannya kepada jemaat Kristian di bandaraya Korintus. Dia menulis: Kita juga tahu bahawa Allah hanya satu; tidak ada yang lain. Sekalipun banyak yang disebut dewa dan tuhan, baik yang di syurga mahupun yang di bumi, tetapi bagi kita Allah hanya satu (1 Korintus 8:4-6). Yakobus dalam suratnya pula membuat kenyataan menarik ini: Kamu percaya bahawa Allah hanya satu. Bagus! Roh-roh jahat pun percaya akan hal itu dan gementar kerana takut (Yakobus 2:19).

Jadi jelas Alkitab menyatakan Allah itu esa.

Fakta Kedua: BAPA ITU ALLAH

Nabi Yesaya dalam Yesaya 63:16 berkata bahawa Bapa itu Allah: Engkaulah Bapa kami. Nenek moyang kami Abraham dan Yakub tidak mengenal kami, tetapi Engkaulah Bapa kami, ya TUHAN! Engkaulah Penyelamat kami sejak dahulu kala. Allah dipanggil Bapa kerana Dialah yang menciptakan kita semua. Allah yang menciptakan kita dipanggil Bapa: Bukankah kita semua mempunyai bapa yang sama? Bukankah kita semua diciptakan oleh Allah yang sama? (Maleakhi 2:10). Kadangkala ada yang berkata Perjanjian Lama tidak mengenal Allah sebagai Bapa. Ini tidak benar. Ayat-ayat yang baru sahaja dibaca membuktikan ini.

Idea Allah sebagai Bapa ditemukan dalam Perjanjian Lama dan adalah lebih ketara dalam Perjanjian Baru khususnya dalam ajaran-ajaran dan doa-doa Isa Al-Masih. Doa yang Isa Al-Masih memperkenalkan kepada murid-muridnya bermula dengan kata-kata ini: “Ya Bapa, Engkaulah Allah yang Esa. Semoga Engkau disembah dan dihormati. Engkaulah Raja kami. Semoga Engkau memerintah di bumi”. (Lukas 11:2). Rumah sembahyang Allah dipanggil “rumah Bapaku” oleh Isa Al-Masih (Lukas 2:49). Dalam Yohanes 8:42, Isa Al-Masih dengan jelas menyatakan Allah ialah Bapa: “Seandainya Allah benar-benar Bapa kamu, tentu kamu akan mengasihi Aku, kerana Aku datang daripada Allah.” Terdapat banyak lagi ayat-ayat dalam Alkitab yang memperakui peribadi yang dipanggil Bapa sebagai Allah. Keilahian Bapa biasanya tidak diperdebatkan. Tetapi bagaimana dengan Isa Al-Masih?

Fakta Ketiga: ANAK ITU ALLAH

Walaupun ini satu fakta yang sentiasa diperdebatkan dengan hangat, ianya jelas dinyatakan dalam Alkitab: Isa Al-Masih sepenuhnya ilahi. Isa Al-Masih seringkali mengelar dirinya ‘Anak Allah’ dan kerana itu orang Yahudi berusaha membunuhnya, kerana dia menyamakan dirinya dengan Allah. Contohnya dalam Yohanes 5:18 ada tertulis: Kata-kata-Nya ini membuat para penguasa Yahudi semakin bertekad untuk membunuh Dia. Bukan sahaja Dia telah melanggar hukum Sabat, tetapi Dia berkata bahawa Allah itu Bapa-Nya. Hal ini bererti Dia menyamakan diri dengan Allah. Apabila Yohanes dan Yakobus dipanggil “Anak-anak Guruh” dalam Markus 3:17, Isa Al-Masih tidak bermaksud untuk menyatakan bahawa sama ada ibu atau bapa mereka itu guruh, tetapi bahawa sifat dan tindakan mereka seperti guruh. Apabila Isa Al-Masih dipanggil ‘Anak Allah’ ianya TIDAK bermaksud Allah Bapa telah bersetubuh dengan Maryam, yang telah melahirkan Isa Al-Masih. Apa yang dimaksudkan dengan frasa ini ialah bahawa Isa Al-Masih memiliki sifat dan bertindak seperti Allah. Tidak ada manusia yang boleh memiliki sifat-sifat Allah apalagi melakukan kerja-kerja yang khusus bagi Allah kecuali jika dia adalah Allah; dan itulah identiti sebenar Isa Al-Masih!

Dalam penggunaan orang Yahudi, frasa ‘Anak Allah’ bermaksud sesuatu yang mempunyai kesamaan tahap dan identiti dengan Allah. Jadi, apabila Isa Al-Masih berkata dia ‘Anak Allah’, mereka yang mendengarnya faham maksud penyataannya: dia mengaitkan dirinya dengan Allah dan menyamakan dirinya dengan Allah. Dakwaannya itu disokong dengan berbagai cara: autoritinya, sifatnya, perhubungannya dengan Allah, kekekalannya (Yohanes 8:57-58) dan kuasanya atas maut dan neraka (Matius 12:38-40).

Sesiapa yang membaca Perjanjian Baru dengan minda terbuka akan mencapai satu kesimpulan yang jelas: penulis-penulis Perjanjian Baru mengisytiharkan Isa Al-Masih sebagai Allah dalam bentuk manusia.

Fakta Empat: ROH KUDUS ITU ALLAH

Apabila dua ahli gereja di Yerusalem berbohong kepada Roh Kudus, Rasul Petrus mengingatkan mereka bahawa mereka telah berbohong kepada Allah: Oleh itu Petrus berkata kepadanya, “Ananias, mengapa kamu membiarkan Iblis menguasai hatimu, sehingga kamu berdusta terhadap Roh Allah . . . Kamu tidak berdusta terhadap manusia, tetapi terhadap Allah!” (Kisah Rasul-Rasul 5:3-4). Ini ialah satu daripada kisah paling jelas di mana Roh Kudus dipanggil Allah dan hukuman yang dikenakan atas Ananias (hukuman maut) adalah hukuman yang biasa untuk dosa terhadap Allah. Roh Kudus BUKAN satu kuasa atau pengaruh tetapi satu peribadi yang boleh dilukai dan juga yang membawa kasih, sukacita dan damai. Dia memiliki personaliti dan diperkenalkan sebagai satu peribadi. Yesus memperkenalkan dia sebagai satu peribadi dan menyamakannya dengan Allah bapa dalam doanya: Aku akan mengutus Penolong yang berasal daripada Bapa kepada kamu. Dia Roh yang akan menunjukkan apa yang benar tentang Allah (Yohanes 15:26).

Jadi, kita sekarang telah sampai kepada satu dilema. Bagaimana Allah boleh SATU tetapi Dia Bapa, Anak dan Roh Kudus? Apakah penjelasan yang paling sesuai untuk menjelaskan empat fakta ini tanpa membingungkan atau menyesatkan seseorang yang ingin memahami kenyataan Alkitab tentang diri Allah? Sememangnya ia satu misteri walaupun ada banyak contoh dilema ini dalam Alkitab. Seterusnya kita akan memberi perhatian kepada beberapa contoh Allah Triniti dalam Alkitab.

Contoh-Contoh Triniti

1. Penglibatan Triniti dalam penciptaan dunia

* Allah Bapa

Dalam masa enam hari Aku, TUHAN, telah menciptakan bumi, langit, laut, dan semua yang ada di dalam segalanya itu, tetapi pada hari ketujuh Aku berehat. (Keluaran 20:11)

* Allah Anak

Allah menjadikan segala sesuatu melalui Dia (Isa Al-Masih). Tiada sesuatu pun di semesta alam ini yang dijadikan tanpa Dia. (Yohanes 1:3)

* Allah Roh Kudus

Roh Allah telah menciptakan aku, dan nafas Yang Maha Kuasa memberi hidup kepadaku. (Ayub 33:4)

1. Penglibatan Triniti dalam pembaptisan Isa Al-Masih dalam air

Setelah Isa dibaptis, Dia keluar dari air sungai itu. Tiba-tiba langit terbuka dan Isa nampak Roh Allah turun seperti burung merpati ke atas-Nya. Kemudian terdengar suara Allah berfirman, “Inilah Anak-Ku yang Aku kasihi. Dia menyenangkan hati-Ku.” (Matius 3:16,17)

* Terdengar suara Allah Bapa.

* Isa dipanggil oleh Allah “Anak-Ku”.

* Roh Allah turun ke atas Isa Al-Masih.

1. Triniti dalam formula baptisan air

Baptislah mereka dengan menyebut nama

* Bapa

* Anak, dan

* Roh Allah (Matius 28:19)

1. Triniti dalam contoh yang diberi Rasul Paulus dalam Efesus 4

* Roh Kudus

Hanya ada satu tubuh dan satu Roh . . . (ayat 4)

* Anak (perkataan ‘Tuhan’ atau ‘Lord’ sering dipakai untuk Isa Al-Masih)

Hanya ada satu Tuhan, satu iman, satu baptisan . . . (ayat 5)

* Allah Bapa

. . . dan satu Allah, Bapa semua orang. Dialah Tuhan semua orang, yang bekerja melalui orang, dan tinggal di dalam semua orang. (ayat 6)

1. Triniti dalam doa pemberkatan

* Tuhan Yesus Kristus memberkati kamu,

* Allah mengasihi kamu, dan

* Roh Allah menyertai kamu semua. (2 Korintus 13:13)

Ini hanya beberapa contoh di mana ketiga-tiga peribadi Allah dilihat bersama, setaraf dan sama-kekal (Kisah Para Rasul 2:33). Contoh-contoh kewujudan Allah yang bersifat esa tetapi tiga yang banyak dalam Alkitab menjadikan akidah ini satu akidah utama iman Kristian. Setakat ini kita sudah melihat bahawa Allah esa dan adalah tiga peribadi. Ketiga peribadi ini bukan tiga Allah yang berasingan mahupun satu Tuhan yang menyatakan (atau menjelma) diriNya dalam tiga rupa atau oknum. Yang pasti, ada perbezaan di antara ketiga peribadi Allah khususnya dalam perhubungan dan kerja mereka. Seringkali para Muslimin dan muslimat telah membuat salah tanggapan bahawa umat Kristian itu menyembah ‘tiga Tuhan’ iaitu “Tri-theisma” dan ini adalah jauh sekali dari hakikatnya yang sebenar! Umat Kristian mempunyai pegangan yang teguh kepada KEESAAN ILAHI sepertimana yang telah diajar oleh Hazrat ‘Isa serta hawarii dan pengikut2-Nya sendiri.

Perbezaan Dalam Triniti

Walaupun setiap peribadi Allah itu berbeza mereka masih bersatu. Perkataan ‘peribadi’ dalam konteks Triniti membawa maksud walaupun setiap peribadi ini sedar-kendiri dan arah-kendiri, mereka tidak berfungsi bersendirian atau bertentangan dengan satu sama lain. Ada tiga peribadi yang berbeza dengan identiti tersendiri dalam sifat-sifat dan tugas-tugas mereka. Alkitab mengakui adanya perbezaan yang jelas antara ketiga peribadi Allah ini. Seorang guru Kristian, Kevin Conner, menyatakannya begini:

1. Anak menyedari Allah sebagai peribadi yang berbeza darinya (Yohanes 5:32,37)

2. Bapa dan Anak dibezakan sebagai Yang Memberi dan Yang Diberi (Yohanes 1:14-18, 3:16)

3. Anak sedar bahawa Dia dihantar oleh Bapa dan bahawa Roh Kudus akan dihantar dari Bapa melalui Anak (Yohanes 10:36, 14:16f, 15:26)

Maka ada satu kemajmukan tugas di mana ketiga-tiga peribadi mempunyai tugas yang berbeza tetapi bekerjasama dalam kesatuan, setiap satu bergantung kepada yang lain.

Ada juga satu tahap penundukan: Bapa dahulu, Anak kedua dan Roh ketiga. Bapa bekerja melalui Anak oleh Roh. Sifat-sifat ini tidak berubah dan menjadi tanda-tanda jelas perbezaan peribadi-peribadi dalam Allah. Bapa selalu dipaparkan sebagai penyebab segala sesuatu (Kejadian 1:1), yang memulakan proses keselamatan (Yohanes 3:16) dan yang mengutus (Yohanes 1:10-12). Anak dilihat sebagai Firman yang kekal (Yohanes 1:1-3), anak Allah yang tunggal (Kolose 1:19, 2:9) dan wahyu Allah yang nampak dalam bentuk manusia (Ibrani 1:3). Roh Kudus ialah yang keluar dari Bapa melalui Anak (Yohanes 15:26), Dia yang menginsafkan manusia akan dosa mereka (Yohanes 16:8-11) dan yang bersaksi bahawa kita ialah anak-anak Allah (Roma 8:15-16).

Sebagai kesimpulan, marilah kita membaca apa yang ditulis Dr. Dale pada kurun kesembilan belas: “Dari kekekalan hingga kekekalan Allah ialah Bapa, Anak dan Roh Kudus. Bapa ialah Allah tetapi bukan tanpa Anak atau Roh Kudus. Anak ialah Allah tetapi bukan tanpa Bapa atau Roh Kudus. Roh Kudus ialah Allah tetapi bukan tanpa Bapa atau Anak. Hanya ada satu Allah tetapi di dalam Allah ada tiga peribadi. Mereka bukan tiga Allah, tetapi di dalam kehidupan dan kewujudan Allah, ada tiga pusat kesedaran, kehendak dan aktiviti, dan mereka ini kita kenal sebagai Bapa, Anak dan Roh Kudus.”

Ilustrasi-ilustrasi Triniti

Maka adalah jelas bahawa Triniti itu satu fakta jelas dalam Alkitab. Tetapi seperti yang dinyatakan diawal tulisan ini, ianya satu misteri dan satu kebodohan kepada ramai orang. Maka dalam berkomunikasi banyak ilustrasi telah dihasilkan untuk membantu minda manusia yang terhad untuk memahami kebenaran ini (walaupun ianya tidak berjaya dilakukan sepenuhnya). Perlu saya katakan di sini bahawa banyak daripada ilustrasi yang telah diberi adalah salah dan telah membantu mengeruhkan fahaman orang tentang akidah ini. Berikut adalah beberapa contoh yang lebih logik dan boleh membantu pemahaman.

1. Perkataan-perkataan untuk Allah yang esa

* Kali pertama nama Allah disebut dalam Alkitab (Kejadian 1:1) perkataan Ibrani ‘Elohim” ialah perkataan yang dipakai. Perkataan ini bermaksud Allah tetapi dengan erti kemajmukan dalam kesatuan.

* Perkataan Ibrani untuk perkataan ‘esa’ pula, yang dipakai untuk menyatakan Allah itu satu dalam Alkitab, bukanlah perkataan ‘yachead’ yang bermaksud ‘angka satu’ tetapi ‘echad’ yang bermaksud ‘satu sebatian atau kesatuan terkumpul yang terdiri dari lebih satu peribadi.” Satu contoh biasa penggunaan perkataan ini ialah dalam Kejadian 2:24 di mana dikatakan pasangan yang sudah berkahwin telah menjadi satu (echad). Pengertian yang sama juga boleh ditemui dalam Perjanjian Baru di mana perkataan ‘heis’ digunakan dan bukan ‘monos’. ‘Heis’ bermaksud “satu metafora untuk menyatakan kesatuan dan kerukunan.” Jelaslah bahawa dari perkataan-perkataan yang dipilih, konsep satu kesatuan lebih disukai daripada angka satu.

* Dalam Kejadian 1:26 kemajmukan Allah dinyatakan apabila dicatat: Sekarang Kita akan mencipta manusia yang akan menjadi seperti Kita dan menyerupai Kita . . . Penggunaan perkataan ‘Kita’ di sini membawa maksud majmuk (seperti dalam Bahasa Arab, perkataan Ibrani untuk ‘kita’ bermaksud tiga atau lebih). Ketiga-tiga peribadi Allah terlibat dalam penciptaan manusia. Perlu saya nyatakan di sini bahawa di dalam Al-Quran pun, penggunaan perkataan majmuk ketika Allah bercakap sering dipakai. Contohnya dalam Surah Maryam 19:67 di mana ada tertulis: Tiadakah manusia ingat, bahawa Kami telah menjadikannya dahulu, sedang dia belum ada suatupun.

1. Contoh-contoh dari Alkitab

Ada beberapa contoh menarik dalam Alkitab yang boleh dipakai untuk menjelaskan konsep Triniti. Walaupun begitu, harus saya nyatakan bahawa kebanyakan contoh berikut agak lemah dan kurang tepat:

* Bahtera Nabi Nuh. Bahtera itu mempunyai tiga tingkat walaupun hanya satu bahtera. Ini boleh dipakai untuk mewakili ke tiga peribadi Allah dari segi identiti mereka.

* Semak yang terbakar dihadapan Nabi Musa. Suara yang kedengaran mewakili Allah Bapa (Keluaran 3:4-6), semak yang terbakar mewakili Anak, Akar dan Cabang (Yesaya 11:1-2) dan api mewakili Roh Kudus.

1. Contoh-contoh dari alam semulajadi

Dari sejarah, banyak ilustrasi dari alam semulajadi yang telah dipakai untuk menerangkan konsep Triniti. Dalam setiap kes di bawah, kita dapat lihat tiga aspek yang jelas, tetapi setiap darinya lengkap dan menyumbang kepada satu unit (satu kesatuan yang sempurna). Sekali lagi perlu saya nyatakan bahawa kebanyakan contoh berikut agak lemah dan kurang tepat:

* Daun ‘shamrock’ atau ‘clover’ yang mempunyai tiga bahagian pada satu daun.

* Cahaya dan tiga komponennya: kimia, cahaya dan haba

* Air dalam tiga keadaan: gas, cecair dan pepejal

* Komposisi air: Islam memandang Allah sebagaimana orang biasa memandang satu titik air – hanya satu gumpalan cecair. Orang Kristian memandang Allah sebagaimana seorang saintis melihat satu titik air –sebagai persekutuan tiga molekul (2 hidrogen dan satu oksigen). Satu titik air tetapi tiga molekul yang bersatu. Seorang saintis yang mengetahui ini tidak pernah terfikir ada tiga air seperti mana orang Kristian tidak pernah terfikir ada tiga Allah!

* Segitiga – satu tetapi mempunyai tiga sudut

* Satu lelaki tetapi tiga identiti: bapa, anak dan suami

* Satu perempuan tetapi tiga identiti: isteri, ibu dan anak perempuan

* Alam semesta terdiri dari ruangan, benda dan masa

* Masa dalam tiga komponen: masa lalu, masa sekarang dan masa akan datang

1. Komposisi manusia

Bagi saya ini ialah contoh yang paling dekat kepada konsep Triniti dan sesuai dijadikan ilustrasi bagi komposisi Allah yang tritunggal.

Manusia ialah makhluk majmuk yang mengandungi tiga komponen yang berbeza tetapi saling berkait: tubuh, jiwa dan roh. Dalam 1 Tesalonika 5:23 kita dapat membaca: Semoga Allah menjaga roh, jiwa dan tubuh kamu, sehingga tidak cacat cela pada masa Tuhan kita Isa Al-Masih datang kembali. Manusia adalah satu triniti sama seperti Allah. Ini tidak menghairan kerana Allah dengan sengaja telah memilih untuk menciptakan manusia dalam imejNya – komposisi manusia adalah satu penyataan komposisi Allah kerana manusia telah diciptakan mengikut gambaran Allah. Dari buku Kejadian, yang menjelaskan penciptaan manusia, ada tercatat: Demikianlah Allah menciptakan manusia dan menjadikan mereka seperti diriNya sendiri. Dia menciptakan mereka lelaki dan perempuan (Kejadian 1:27).

Akhirnya, perlu saya akui bahawa semua contoh-contoh ini hanya satu bayangan yang malap, dan bersama elemen-elemen rohani yang lain, memberi satu gambaran kepada kita bahawa, jika diterokai dengan mendalam, apa yang dimaksudkan dengan Triniti. Triniti sememangnya satu misteri dan tidak ada ilustrasi yang tepat dan sempurna. Kita hanya mempunyai kenyataan-kenyataan yang hebat dan bermisteri dari Alkitab. Walaupun begitu, ilustrasi-ilustrasi ini ada gunanya tetapi pemahaman serta penerimaan kita akan akidah Triniti tidak bergantung atasnya. Allah lebih baik menyampaikan apa yang telah dinyatakan oleh Alkitab dan membenarkan manusia yang beriman kepada Allah membuat pilihan menerima dan mempercayainya.

Nilai Akidah Ini

Ada bahayanya akidah ini dianggap satu beban yang perlu ditanggung kerana ianya telah dinyatakan dalam Alkitab. Ini tidak sepatutnya berlaku kerana akidah Triniti adalah satu hal yang penting dan perlu untuk fahaman kita tentang Allah serta implikasinya kepada Kekristianan keseluruhannya.

Pertama, ini ialah keadaan Allah yang paling masuk akal sejak kekekalan lampau. Jika Allah bukan satu triniti maka adalah sukar untuk melihat bagaimana Allah dengan tiba-tiba mencipta alam semesta dan manusia (satu subjek peribadi) tanpa satu objek peribadi yang wujud sejak kekekalan. Dengan penciptaan manusia dalam imej Allah yang tritunggal, maka masalah ini telah diselesaikan kerana ianya mengimbaskan bagaimana keadaan Allah sejak dari kekekalan dengan sifat-sifat peribadi seperti kasih, persekutuan dan tujuan.

Kedua, ini adalah satu-satunya cara untuk menjelaskan kerja penyelamatan manusia oleh Allah melalui Isa Al-Masih dalam Yohanes 3:16.

Allah sangat mengasihi orang di dunia ini sehingga Dia memberikan AnakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada Anak itu tidak binasa tetapi beroleh hidup sejati dan kekal.

Adalah sukar untuk dibayangkan bagaimana Allah boleh mengosongkan diriNya dan datang sebagai manusia di bumi serta mati tetapi pada masa yang sama merupakan Allah yang sentiasa ada dan memerintah di syurga. Akidah Triniti memberi satu penjelasan alternatif:

Allah (Bapa) sangat mengasihi orang di dunia ini sehingga Dia memberikan AnakNya (peribadi kedua dalam Triniti) yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya (melalui penginsafan dan bantuan Roh Kudus, peribadi ketiga Triniti, Yohanes 16:8, Efesus 2:8) kepada Anak itu tidak binasa tetapi beroleh hidup sejati dan kekal.

Ketiga, Triniti memberi satu contoh praktikal bagaimana perintah mengasihi satu sama lain (1 Yohanes 3:1) dilaksanakan datu satu persekutuan. Kasih antara Bapa, Anak dan Roh Kudus serta kesatuan mereka dalam tujuan menjadi satu peringatan yang tetap kepada panggilan Allah kepada kita untuk saling mengasihi. Triniti merupakan asas utama semua persekutuan dalam dunia ini.

Keempat, Allah yang tritunggal juga bermaksud Allah boleh berkomunikasi. Allah bukan Allah yang bisu. Sejak kekekalan telah ada komunikasi antara peribadi-peribadi Allah. Jika Allah ialah satu persekutuan dengan diriNya, maka Dia boleh membenarkan persekutuan itu keluar kepada ciptaan-ciptaanNya dan Dia sendiri boleh berkomunikasi dengan mereka.

Kelima, adanya Triniti bermaksud adanya kemajmukan dan variasi dalam alam semesta ini. Ada kepelbagaian dalam Allah dan ciptaanNya menampilkan kepelbagaian Penciptanya. Tidak ada dua pokok atau manusia yang sama – Allah bekerja dalam ciptaanNya untuk memastikan tanda kepelbagaianNya dalam satu unit tetap nampak. Tidak ada kesamaan yang membosankan atau satu skala kesamaan pola yang besar dalam ciptaan Allah kerana alam semesta mencerminkan Pencipta mereka yang bersifat triniti.

Keenam, Triniti menjelaskan bagaimana Allah boleh tinggal di dalam kita. Allah bukan hanya satu kuasa atau pengaruh tetapi satu Peribadi hidup yang diam dalam kita tetapi pada masa yang sama di sekeliling kita dan memerintah di syurga. Inilah hidup yang sejati – mengetahui bahawa Allah diam di dalam kita.

Allah sebagai Triniti memberi kepada kita contoh terbaik kesatuan dan persekutuan yang perlu ada dalam gereja dan keluarga. Ianya juga menjelaskan usaha keselamatan manusia oleh Allah khasnya inkarnasi Isa Al-Masih dan pendiaman Roh Kudus dalam orang percaya.

Kesimpulan

Anda mungkin berkata, “Jawapan anda tidak masuk akal, tidak logik, tidak waras.” Inilah satu daripada luahan hati ramai orang yang berusaha memahami akidah Triniti. Ini sudah dijangkakan dan sememangnya benar! Banyak yang tertera dalam Alkitab tentang Allah dan tindak-tandukNya tidak masuk akal. Alkitab memberi sebabnya:

TUHAN berfirman, “Fikiran-Ku bukan seperti fikiran kamu, dan jalan-Ku bukan seperti jalan kamu. Setinggi langit dari bumi setinggi itulah jalan-Ku daripada jalanmu, dan fikiran-Ku daripada fikiranmu” (Yesaya 55:8-9)

Akidah Triniti dan akidah-akidah Kristian yang lain banyak kali tidak dapat difahami sepenuhnya oleh akal budi manusia. Sesungguhnya minda manusia (selogik dan sebijaknya) sangat kecil, rendah dan terhad – usahanya untuk memahami minda Allah serta memproses maklumat-maklumat mengenai Allah yang maha kuasa akan sentiasa mencapai kebuntuan.

Mana-mana wahyu yang mengaku sumbernya adalah Allah tetapi isi maklumatnya sangat logik dan senang diterima akal minda manusia tidak sememangnya dari Allah tetapi kemungkinan besar dari satu minda yang setaraf dengan manusia, tidak lebih tinggi, setinggi langit dari bumi.

Fikiran Allah dan penyataannya kepada manusia akan selalu menghadapi risiko sukar difahami, seperti mana seorang profesor matematik cuba menerangkan teori matematik kepada seorang pelajar darjah satu. Minda kanak-kanak itu tidak dapat menangkap segalanya dan kanak-kanak itu adalah bodoh untuk menolak kenyataan profesor matematik itu atas sebab mindanya tidak dapat memahami penyataan profesor itu; atas alasan tidak logik, tidak masuk akalnya yang dangkal. Tindakan yang lebih bijak ialah mengakui kedangkalan minda yang terhad, mengakui hikmat profesor itu dan dengan sabar cuba mempelajari dan memahami kenyataan-kenyataannya.

Begitu jugalah tindakan yang sewajarnya bagi setiap insan yang berusaha menyelidiki konsep Triniti yang terkandung dalam Alkitab. Usaha ini sememangnya memerlukan kesabaran dan kerendahan hati untuk diterima. Marilah kita berusaha mengenal Allah dan penyataanNya, yang tidak seperti fikiran dan jalan kita.

Kita boleh pelajari banyak hal dari akidah ini – ia adalah model untuk manusia sejagat, gereja sedunia dan rumahtangga tempatan. Akidah ini membuat kita kagum dengan kebesaran, misteri dan kehebatan Allah. Banyak akidah-akidah Kristian yang lain sama ada bergantung kepada akidah ini atau dilahirkan darinya.

Tugas kita bukan untuk menciptakan kebenaran atau mengubah kebenaran supaya ianya senang diterima. Tugas kita adalah untuk bergantung kepada kebenaran-kebenaran Allah yang telah dinyatakan. Akidah Triniti ini akan mengganggu susunan logik yang teratur dalam minda kita, tetapi kenyataannya ialah bahawa ianya diajar dalam Alkitab. Janganlah kita mengubahsuai Alkitab tetapi dengan iman menerima kebenaran-kebenarannya termasuk kenyataan bahawa Allah yang esa ialah Allah Triniti.

Isa Al-Masih itu ilahi?

Orang Islam menerima Hazrat Isa sebagai seorang yang baik dan bermartabat tinggi tetapi menolak keilahianNya. Mereka mengatakan bahawa merekalah satu-satunya golongan manusia yang memberi penghormatan yang sesuai kepada Hazrat Isa; tidak seperti orang Yahudi yang mengatakan Hazrat Isa adalah anak luar nikah Siti Maryam atau seperti orang Kristian yang memuji dan memuliakan Hazrat Isa sebagai Allah. Bagi mereka kelakuan sebegini tidak seharusnya dibuat dan merupakan satu penghinaan kepada Hazrat Isa.

“Akulah Allah”

Salah satu kritikan yang cuba ditonjolkan oleh orang Islam untuk menyangkal keilahian Hazrat Isa berbunyi begini:

Di dalam seluruh Alkitab, Hazrat Isa tidak pernah berkata, “Akulah Allah”, atau, “Sembahlah saya.”

Kalau kita berharap untuk melihat kenyataan di atas dalam Alkitab, sememangnya kita akan kecewa. Memang benar tidak ada catatan dalam Alkitab di mana Hazrat Isa secara terus-terang mengkhabarkan keilahianNya. Hazrat Isa tidak pernah berbuat demikian, menyebarkan kepada umum identiti dan kedudukannya yang sebenar.

Apabila Hazrat Isa memulakan pelayanannya, Dia berkata bahawa Dia adalah hamba yang datang bukan untuk dilayani tetapi untuk “melayani orang serta menyerahkan nyawa-Nya untuk membebaskan banyak orang” (Markus 10:45). Hazrat Isa telah merendahkan diriNya sebagai manusia supaya Dia dapat melayani mereka. Ini bukan sesuatu yang mustahil. Hal seperti ini ada berlaku di sekeliling kita. Apabila Perdana Menteri kita melipatkan lengan bajunya dan turun ke sawah padi untuk menuai padi yang sudah masak, membuktikan dia berjiwa rakyat, dia tetap Perdana Menteri kita. Walaupun dia buat sementara waktu telah turun ke tahap seorang petani, kedudukannya sebagai pemimpin negara tidak pernah berubah.

Kita perlu memahami hakikat ini terlebih dahulu, jika kita mahu memahami sebabnya mengapa Hazrat Isa tidak pernah berkata Dia Allah secara terbuka. Pelayanan dan pernyataan Hazrat Isa berasaskan matlamatNya datang ke dunia dan bukan identiti peribadiNya. Kalau begitu, adakah Hazrat Isa akan mengisytiharkan keilahianNya secara terbuka setelah Dia memilih kehidupan sebagai hamba dengan penuh kerendahan hati? Saya rasa tidak! Tambahan pula, bolehkah Hazrat Isa melayani orang yang sakit, berdosa, miskin, tanpa harapan dan memikul beban yang berat jika Dia mengutamakan pengisytiharan identitiNya yang sebenar? Jelas jawapannya tidak! Itulah sebabnya Hazrat Isa sering melarang orang mengheboh-hebohkan identitiNya yang ilahi.

Dia menyembuhkan semua orang sakit, dan melarang mereka memberitahu orang lain tentang Dia. (Matius 12:15,16).

Hazrat Isa, walaupun memiliki sifat Allah, tidak memilih untuk mengisytiharkan aspek tersebut tetapi sebaliknya dia mengambil rupa seorang hamba dan menjadi sama seperti manusia. Kalau ini sengaja dilakukan Hazrat Isa, maka tidak masuk akallah jika Dia mengumumkan keilahianNya kerana hal itu tidak sejajar dengan matlamat Dia menjelma di dunia.

Sebenarnya Dia ilahi tetapi Dia tidak menganggap keadaan-Nya yang ilahi harus dipertahankan-Nya. Sebaliknya, Dia rela melepaskan segala-galanya, lalu menjadi seperti seorang hamba. Dia datang sebagai manusia dan hidup seperti manusia. (Filipi 2:6,7).

Sebenarnya, adalah mudah bagi manusia percaya sekiranya Hazrat Isa mengakui secara terus-terang identitiNya yang sebenar.

Oleh itu orang Yahudi datang berkumpul di sekeliling Hazrat Isa. Mereka bertanya, “Berapa lamakah guru mahu membiarkan kami ragu-ragu? Katakanlah dengan terus terang. Adakah guru Penyelamat yang diutus oleh Allah?” (Yahya 10:24)

Tetapi Hazrat Isa enggan menyatakan identitiNya dengan terus terang kerana kepercayaan yang berdasarkan kenyataanNya tidak memerlukan iman lagi. Iman “bererti yakin sungguh-sungguh akan perkara-perkara yang diharapkan dan mempunyai kepastian akan perkara-perkara yang tidak dapat kita lihat.” (Ibrani 11:1). Mungkinkah Hazrat Isa menyatakan keilahianNya secara tidak langsung supaya kita bebas menilai tindakan-tindakanNya sehingga membawa kepada pertumbuhan iman yang kukuh? Walaupun Dia tidak menyatakan siapa dan apa Dia sebenarNya, saya percaya Hazrat Isa telah memperlihatkan siapa diriNya yang sebenar melalui tingkah lakuNya lalu membiarkan manusia menilai apa yang sebenarnya dinyatakan oleh perkataan dan perbuatanNya.

Umat Kristian percaya bahawa Hazrat Isa adalah Allah walaupun dia tidak menyatakan ini di mana-mana bahagian Alkitab dengan terus-terang. Cara untuk mengatasi dilema ini bukanlah dengan mencari ayat-ayat tertentu di mana Hazrat Isa berkata dia Allah, tetapi dengan membaca keseluruhan Alkitab, khasnya Perjanjian Baru, dan merenungkan identitinya yang sebenar. Adalah cukup jelas dalam kata-kata dan perbuatannya, bahawa keilahian Hazrat Isa diakui dan tidak dapat dielakkan. Dari kata-kata Hazrat Isa sahaja, adalah sangat menghairankan jika kita berfikir bahawa dia adalah insan biasa sahaja. Keseluruhan rekod Injil menyatakan mesej ini: Hazrat Isa bukan hanya seorang manusia biasa.

Mari kita lihat beberapa contoh daripada Kitab Injil:

1. Hazrat Isa mengakui kewujudannya yang kekal

Mereka berkata kepada Hazrat Isa, “Umurmu belum lagi lima puluh tahun dan kamu sudah melihat Abraham?” Hazrat Isa menjawab, “Apa yang Aku katakan ini benar: Sebelum Abraham dilahirkan, Aku sudah ada.” (Yahya 8:57-58)
2. Hazrat Isa Maha Tahu

Apabila Hazrat Isa nampak Natanael datang kepadaNya, Dia berkata tentang Natanael, “Inilah orang Israel sejati; tiada kepalsuan padanya!” Natanael bertanya kepada Hazrat Isa, “Bagaimana tuan mengenal saya?” Hazrat Isa menjawab, “Sebelum Filipus memanggil kamu, Aku telah nampak kamu di bawah pokok ara itu.” (Yahya 1:47-48)

Hazrat Isa menjawab, “Pergilah panggil suamimu lalu kembalilah ke sini.” Wanita itu menjawab, “Saya tidak bersuami.” Lalu Hazrat Isa berkata, “Betul katamu bahawa kamu tidak bersuami. Kamu sudah berkahwin lima kali, dan lelaki yang tinggal denganmu sekarang ini bukan suamimu. Memang benar katamu.” (Yahya 4:16-18)
3. Hazrat Isa akan menghakimi segala bangsa

Bapa tidak menghakimi sesiapa pun. Dia sudah menyerahkan segala kekuasaan untuk menghakimi orang kepada AnakNya. Oleh itu semua orang menghormati Anak sebagaimana mereka menghormati Bapa. (Yahya 5:22-23b)
4. Hazrat Isa Maha Kuasa

Mukjizat-mukjizatNya mengukuhkan kebenaran ini. Memang diakui bahawa nabi-nabi lain juga melakukan mukjizat, tetapi mereka melakukannya dengan memohon kuasa Allah melalui doa. Hazrat Isa tidak melakukan ini kerana sifat keilahianNya berkuasa melakukan mukjizat. Juga perlu dinyatakan di sini bahawa murid-murid Hazrat Isa melakukan berbagai mukjizat dalam nama Hazrat Isa:

Tetapi Petrus berkata kepadanya, “Aku sama sekali tidak mempunyai wang, tetapi apa yang ada padaku akan aku beri kepadamu: dengan kuasa Hazrat Isa Kristus orang Nasaret itu, berjalanlah!” (Kisah Para Rasul 3:6).
5. Hazrat Isa berkuasa mengampuni dosa

Hazrat Isa melihat bahawa mereka sangat beriman. Oleh itu Dia berkata kepaa orang lumpuh itu, “AnakKu, dosamu sudah diampunkan. Tetapi kepada kamu Aku akan membuktikan bahawa di atas bumi ini Anak Manusia berkuasa mengampunkan dosa. Lalu Hazrat Isa berkata kepada orang lumpuh itu, “Bangunlah, angkat tikarmu, dan pulanglah!” (Markus 2:5,10-11)
6. Hazrat Isa mengaku datang dari syurga

“. . . kerana Aku sudah turun dari syurga bukan untuk melakukan kehendakKu sendiri, tetapi kehendak Dia yang mengutus Aku. Akulah roti yang memberi hidup, roti yang turun dari syurga. Orang yang makan roti ini akan hidup selama-lamanya. (Yahya 6:38a, 51a)
7. Hazrat Isa akan membangkitkan semua orang yang mati

“. . . Aku harus membangkitkan mereka semua pada Hari Kiamat. Memang inilah kehendak BapaKu: Semua orang yang melihat Anak lalu percaya kepadaNya akan beroleh hidup sejati dan kekal, dan Aku akan membangkitkan mereka pada Hari Kiamat” (Yahya 6:39b-40)

Hazrat Isa berkata kepada Marta, “Akulah yang membangkitkan orang mati dan yang memberi hidup. Sesiapa yang percaya kepadaKu akan hidup, meskipun dia sudah mati.” (Yahya 11:25)
8. Kedudukan akhirat semua manusia bergantung kepada tindakbalas mereka kepada identiti Hazrat Isa.

Itulah sebabnya Aku berkata kepada kamu, bahawa kamu akan mati dalam dosa kamu. Memang kamu akan mati dalam dosa kamu, jika kamu tidak percaya bahawa ‘Akulah Dia yang menyebut diriNya AKU.’ (Yahya 8:24)

Kesemua hakikat ini menunjuk kepada keilahian Hazrat Isa. Semua yang dinyatakan di atas adalah sifat dan hak istimewa Allah yang juga diakui dalam Islam. Apakah dengan menyatakan semua ini, Hazrat Isa tidak berkata dia itu Allah? Seringkali Dia dituduh menghina martabat Allah apabila menyatakan hal-hal di atas. Walaupun Dia tahu bahawa tuntutNya itu akan membawa kepada hukuman mati dia tidak berganjak daripada pernyataan-pernyataannya yang penuh kontroversi itu.

Semua orang Yahudi di situ menjawab, “Menurut hukum kami dia harus dihukum mati kerana dia mengaku dirinya Anak Allah.” (Yahya 19:7)

Jelaslah bagi Hazrat Isa bahawa segala kenyataanNya adalah benar dan diucapkan dengan akal yang waras. Al-Quran memaparkan Hazrat Isa sebagai seorang yang benar, waras dan terhormat. Jadi, adalah mustahil untuk Hazrat Isa berdusta, apatah lagi sanggup mati untuk kenyataan-kenyataan yang Dia sendiri anggap salah! Jika kata-kata ini tidak diucap oleh Hazrat Isa (seperti yang disarankan sesetengah pihak), apakah Hazrat Isa mahu mati untuk kenyataan-kenyataan dusta orang lain tentang diriNya?

“Sembahlah Saya”

Pernahkah Hazrat Isa berkata kepada orang ramai, “Sembahlah saya”? Ini adalah satu soalan yang sukar dijawab dan jawapannya berkaitan dengan apa yang telah dibincangkan sebelum ini, iaitu pernyataan Hazrat Isa akan keilahianNya. Jika Hazrat Isa secara umum tidak mengakui diriNya sebagai Allah, apakah patut kita mengharapkan Dia memberitahu orang ramai supaya menyembahNya? Pasti tidak!

Walaupun begitu, Hazrat Isa menyatakan keilahianNya dengan jelas dalam kenyataan-kenyataan dan perbuatan-perbuatanNya yang luarbiasa. Ketika Dia membuat satu pengakuan atau mukjizat-mukjizatNya ada orang yang menyembah Dia. Terdapat banyak peristiwa di mana orang menyembah Hazrat Isa dan dalam setiap peristiwa Dia tidak pernah menolak atau menghalang penyembahan mereka.

Kemudian pengikut Hazrat Isa yang di perahu sujud menyembah Hazrat Isa sambil berkata, “Sesungguhnya Engkau Anak Allah!” (Matius 14:33)

Tiba-tiba Hazrat Isa datang menemui wanita-wanita itu dan berkata, “Sejahtera kamu.” Mereka menghampiri Dia, memegang kakiNya, dan menyembah Dia. (Matius 28:9)

Apabila mereka melihat Hazrat Isa, mereka menyembah Dia meskipun ada di kalangan mereka yang ragu-ragu. (Matius 28:17)

Untuk menghargai aspek kehidupan Hazrat Isa ini, marilah kita membandingkannya dengan pengalaman Paulus dan Barnabas. Kedua-dua hamba Allah ini melarang dan mengutuk orang yang menyembah mereka sambil berkata bahawa mereka adalah manusia biasa walaupun mereka berjaya melakukan mukjizat:

Imam dewa Zeus, yang kuilnya terletak di luar bandar, datang membawa lembu jantan dan bunga ke pintu gerbang. Dia dan orang ramai hendak mempersembahkan korban kepada rasul-rasul itu. Apabila Barnabas dan Paulus mendengar apa apa yang akan dilakukan oleh orang di situ, mereka mengoyak-goyak pakaian lalu berlari ke tengah-tengah orang ramai sambil berseru, “Mengapakah kamu melakukan hal ini? Kami pun manusia seperti kamu semua! Kami datang di sini untuk mengkhabarkan Berita Baik supaya kamu meninggalkan berhala-berhala yang tidak berguna itu lalu datang kepada Allah yang hidup, Pencipta langit, bumi dan laut serta semua yang ada di dalamnya. (Kisah Para Rasul 14:13-15).

Sebaliknya, Hazrat Isa tidak pernah menghalang sesiapapun yang datang menyembahNya! Keizinan Hazrat Isa sesungguhNya berkata, “Sembahlah saya!”

Anak Maryam, Anak Allah

Semestinya tidak ada bantahan mengenai Hazrat Isa sebagai anak Maryam. Alkitab menunjukkan bahawa orang yang hidup pada masa Hazrat Isa memang mengakui demikian mengenaiNya.

Bukankah dia ini tukang kayu, anak Maryam dan juga saudara Yakobus, Yoses, Yudas, dan Simon? Bukankah saudara-saudara perempuannya tinggal di sini?” Oleh itu mereka tidak mahu menerimanya. (Markus 6:3)

Pengertian ini datang dari kehidupan dan rupa Hazrat Isa sebagai manusia. Kerana itu mereka hairan bagaimana Dia, anak seorang wanita biasa dapat melakukan perkara-perkara yang besar. Sememangnya Hazrat Isa seorang manusia, seorang berbangsa Yahudi, anak kepada Yusuf dan Maryam, seorang tukang kayu yang mempunyai beberapa adik-beradik baik lelaki-laki mahupun perempuan. Dia dibesarkan oleh Yusuf dan Maryam dan taat kepada mereka seperti mana-mana anak lain.

Setelah itu Hazrat Isa pulang bersama-sama mereka (Maryam dan Yusuf) ke Nasaret dan taat kepada mereka.Ibu-Nya menyimpan semua perkara ini di dalam hati. Hazrat Isa bertambah besar dan bujaksana, dan Dia menyenangkan hati Allah mahupun manusia. (Lukas 2:51-52)

Hazrat Isa mencapai kedewasaan seperti manusia biasa dan menampakkan ciri-ciri biasa yang dimiliki semua manusia. Ini termasuklah:

1. Menjadi letih

Di situ ada sebuah perigi yang dahulunya milik Yakub. Hazrat Isa yang penat kerana perjalanan-Nya, duduk di pinggir perigi itu. (Yahya 4:6)
2. Makan dan minum

Apabila Anak Manusia datang, Dia makan dan minum; lalu semua orang berkata, ‘Lihatlah orang ini! Dia rakus, pemabuk, sahabat pemungut cukai, dan sahabat orang berdosa!’ (Matius 11:19a)
3. Menjadi sedih dan menangis

Apabila Hazrat Isa melihat Maryam menangis dan semua orang Yahudi yang datang bersama-sama Maryam juga menangis, Hazrat Isa sedih hati dan terharu. Hazrat Isa menangis. (Yahya 11:33 dan 35)
4. Wafat

Lalu Hazrat Isa berseru dengan suara lantang, “Ya Bapa, Aku serahkan diri-Ku ke dalam tangan-Mu!” Setelah berkata demikian, Dia pun meninggal. (Lukas 23:46)

Hazrat Isa adalah seperti manusia dalam hampir semua hal. Dia mengalami apa yang manusia lain alami kecuali dosa.

Imam Agung kita bukanlah imam yang tidak dapat bersimpati terhadap segala kelemahan kita. Sebaliknya, kita mempunyai Imam Agung yang pernah dicubai dalam segala hal seperti kita sendiri, tetapi Dia tidak berbuat dosa! (Ibrani 4:15)

Ramai orang Islam membangkitkan isu tentang kemanusiaan Hazrat Isa. Mereka bertanya:

Sekiranya Hazrat Isa adalah Tuhan, mengapa dia makan? Tuhan tidak makan. Mengapa Dia tidur? Tuhan tidak tidur.

Sebenarnya pendekatan perbincangan ini salah pada tempatnya. Pendekatan umat Islam tidak sesuai dengan perbincangan tentang amalan Hazrat Isa sebagai manusia. Kesimpulan yang sepatutnya dibuat dengan amalan-amalan Hazrat Isa ini ialah bahawa dia manusia dan bukan sebagai bukti yang Dia bukan Allah. Amalan Hazrat Isa yang dibangkitkan membuktikan Hazrat Isa adalah manusia tulen. Ini juga kepercayaan orang Kristian yang tidak menafikan kemanusiaan Hazrat Isa. Amalan-amalan dan sifat-sifat Hazrat Isa ini tidak menyatakan atau menafikan keilahianNya dan kerana itu tidak boleh dipakai sebagai alasan untuk menolak keilahianNya.

Saya percaya kita boleh menyimpulkan bahawa Hazrat Isa bukan Allah sekiranya Hazrat Isa tidak pernah memberi apa-apa tanda yang membuktikan keilahianNya. Akan tetapi jika kita boleh tunjukkan bahawa Hazrat Isa telah membuktikannya, maka kita terpaksa mengakui Hazrat Isa sebagai ilahi. Untuk menyatakan bahawa Isa Al-Masih adalah Tuhan tidak semestinya menghalang Hazrat Isa menjadi manusia, lebih-lebih lagi jika Allah yang telah berancang menjelma sebagai manusia. Hal ini sangat ajaib tetapi tidak mustahil jika kita menghargai kuasa Allah yang tidak terbatas.

Hazrat Isa adalah Tuhan dan manusia. Kedua-dua sifat ini telah disatukan di dalam satu peribadi. Walaupun Dia makan, Dia juga memberi makanan kepada 5000 orang dengan menggunakan lima ketul roti dan dua ekor ikan (Yahya 6:5-13). Dia tidur mengharapkan murid-muridNya percayakan Dia ketika perahu mereka dipukul ombak kerana Dia masih berkuasa walaupun sedang tidur (Markus 4:35-41). Walaupun Dia menjadi letih, Dia mengundang orang ramai untuk datang kepadanya untuk mendapat kelegaan bagi jiwa mereka (Matius 11:28). Walaupun Dia menderita dengan teruk, Dia menyembuhkan orang yang sakit dan membebaskan yang diseksa. Hazrat Isa mati dan bangkit pada hari ketiga. Dengan kebangkitannya, Hazrat Isa tidak lagi letih atau sakit dan Dia hidup selama-lamanya. Kalau itu ialah pengertian anda tentang Hazrat Isa, maka Hazrat Isa – manusia tulen itu adalah juga Allah.

Penjelmaan Allah sebagai manusia Hazrat Isa adalah satu kenyataan Injil yang jelas. Rasul Yahya seorang Hawari dalam Injil tulisannya dengan jelas menyatakan kepada kita bahawa “pada mulanya adalah Firman, Firman itu bersama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah” (Yahya 1:1). Kita juga diberitahu bahawa “Firman itu sudah menjadi manusia dan tinggal di antara kita” (Yahya 1:14). Oleh itu Firman yang menjadi manusia dan diam di antara kita bersifat jasmani dan ilahi serta mempunyai keberadaan yang kekal bersama Allah.

Seorang dari anak Allah atau satu-satunya Anak Allah?

Satu kritikan daripada Islam yang telah muncul menyatakan bahawa Hazrat Isa adalah anak Allah sama seperti semua hamba Tuhan lain yang setia kepada Allah. Dengan ini apa yang ingin disampaikan ialah gelaran ‘Anak Allah’ yang diberikan kepada Hazrat Isa bukanlah sesuatu yang unik.

Menurut Ahmad Deedat dalam bukunya ‘Al-Masih di dalam Islam’, perkataan ‘anak daripada Allah’ merujuk kepada setiap orang yang setia yang menggenapi kehendak dan rancangan Allah. Penyataan Hazrat Isa sebagai anak Allah mungkin lebih dekat kepada pengertian “telah menjadi anak Allah kerana dia lebih setia kepada Allah berbanding kemampuan setiap daripada kita.”

Walaupun takrif ‘anak’ yang diberikan oleh Islam (iaitu hamba yang setia dan taat kepada Allah) tidak begitu salah, Islam membuat kesalahan yang besar dalam ilmu Tafsir kerana memberikan maksud ini kepada perkataan ‘anak’ tanpa mengambil kira konteksnya. Penggunaan perkataan ‘anak’ hanya boleh difahami dalam konteks di mana ianya dijumpai. Contohnya:

* Kaum Israel dipanggil anak Allah bukan kerana mereka menggenapi kehendak Allah tetapi kerana mereka dipilih menjadi umat pilihan Allah (Hosea 11:1).
* Raja-raja kaum Israel dipanggil anak Allah kerana Allah telah mentahbiskan mereka dan memberi kepada mereka pimpinan dan keselamatan.
* Adam dipanggil anak Allah kerana dia tidak ada ibubapa dan dicipta oleh Allah (Lukas 3:38).
* Umat Kristian adalah anak Allah kerana mereka percaya kepada Hazrat Isa Al-Masih (Yahya 1:12). Semua golongan manusia semestinya melakukan kehendak Allah tetapi alasan dasar kenapa mereka dianggap anak Allah adalah kerana perhubungan yang Allah sendiri telah tetapkan dengan mereka.

Jelaslah dari contoh-contoh di atas bahawa definisi Islam bagi ‘anak’ (seperti yang disyorkan Ahmad Deedat) sangat terhad dan tidak berjaya mencakup sepenuhnya skop penggunaan perkataan ‘anak’ dalam Alkitab.

Seperti yang telah dikatakan, inilah kesalahan asas Islam apabila ia menterjemah dan mentafsirkan setiap penggunaan perkataan ‘anak’ yang dipasangkan dengan nama Hazrat Isa.

Hazrat Isa memanggil Allah dengan nama yang intim, iaitu ‘Abba’, satu panggilan intim untuk bapa yang dipakai pada zaman Hazrat Isa (Markus 14:36). Adalah sangat penting untuk kita sedar bahawa panggilan ‘Abba’ tidak pernah digunakan oleh orang Yahudi apabila memanggil Allah. Yang menarik, ia hanya digunakan oleh kanak-kanak apabila mereka bercakap dengan bapa kandung mereka. Tambahan pula, apabila merujuk kepada persekutuan dan perhubunganNya dengan Allah dan ketika memanggil Dia, Hazrat Isa menggunakan ungkapan intim ‘BapaKu’ dan bukan ungkapan biasa ‘Bapa kami’. Ini menunjukkan kemesraan perhubungan di antara Hazrat Isa dan Allah, kemesraan seorang anak dengan bapanya.

Apabila merujukkan Allah kepada orang Yahudi, Hazrat Isa hanya menggunakan ungkapan ‘Bapa kamu’ dan bukan ‘Bapa kita’. Dia menggunakan frasa ‘BapaKu’, BapaKu di syurga’ atau ‘Bapa’ apabila rujukanNya kepada Allah berkaitan dengan diriNya dan ‘Bapa kamu’ apabila bercakap dengan orang Yahudi. Ini tidak bermaksud ada dua Bapa (Allah), tetapi dua perhubungan yang berbeza dengan Allah yang esa.

Ikatan kemesraan yang tiada bandingnya antara Hazrat Isa dan Allah menjelaskan persekutuan yang lengkap bukan sahaja di dalam tujuannya tetapi juga dari segi kepentingannya. Hazrat Isa menggalakkan murid-muridNya untuk percaya bahawa Dia di dalam Allah dan Allah di dalam Dia.

Percayalah kepada-Ku, bahawa Aku bersatu dengan Bapa, dan Bapa bersatu dengan Aku. (Yahya 14:11a).

Inilah sebabnya Hazrat Isa dapat mengaku bahawa perkataan dan pekerjaannya adalah dari Allah:

* Apa yang Allah kerjakan, Dia juga buat (Yahya 5:19).
* Allah membangkitkan orang yang mati dan memberi hidup, Hazrat Isa juga demikian – memberi hidup kepada sesiapa sahaja yang Dia kehendaki (Yahya 5:21).
* Allah memiliki hak istimewa menjadi hakim kepada manusia, tetapi sekarang Allah menyerahkan penghakiman ini kepada Hazrat Isa (Yahya 5:22).
* Allah sedang bekerja, Hazrat Isa pun bekerja (Yahya 5:17).
* Apabila kita melihat Hazrat Isa, ia adalah sama seperti melihat Allah (Yahya 14:9).
* Dalam mengenal Hazrat Isa kita pun mengenal Allah (Yahya 8:19).
* Percaya kepada Hazrat Isa adalah percaya kepada Allah (Yahya 14:11).
* Menghormati Hazrat Isa sama seperti menghormati Allah dan membenci Hazrat Isa ialah juga membenci Allah (Yahya 5:23, 15:23).

Dalam pengertian orang Yahudi (yang tidak cuba dibetulkan oleh Hazrat Isa), apabila Hazrat Isa memanggil Allah sebagai BapaNya sendiri, Dia membuat diriNya sama taraf dengan Allah. Hal ini sahaja cukup sebagai dasar yang kuat mengapa Hazrat Isa dipanggil Anak Allah.

Tetapi Hazrat Isa berkata kepada mereka, “Bapa-Ku sentiasa bekerja; Aku pun harus bekerja.” Kata-kata-Nya ini membuat para penguasa Yahudi semakin bertekad untuk membunuh Dia. Bukan sahaja Dia telah melanggar hukum hari Sabat, tetapi Dia berkata bahawa Allah itu BapaNya. Hal ini bererti Dia menyamakan diri dengan Allah. (Yahya 5:17-18)

Hazrat Isa, apabila ditekan dengan kuat untuk membuktikan diriNya kepada yang berdegil, menjawab ‘Ya’ kepada soalan mereka: “Apakah kamu Al-Masih (Kristus), Anak Allah yang hidup?” (Markus 14:61-62). Dengan pengakuan ini Hazrat Isa dikutuk bukan kerana dia didapati bersalah tetapi kerana orang Yahudi tidak mahu percaya kepada Dia sebagai Anak Allah. Jika, Hazrat Isa dengan tidak sengaja telah menyesatkan orang Yahudi dan sebenarnya bermaksud mengatakan yang Dia adalah anak Allah dalam maksud yang biasa, apakah Dia rela mahu membenarkan diriNya menjalankan hukuman salib yang memalukan itu?

Bukan Hazrat Isa sahaja yang menggelar dirinya Anak Allah. Ramai lagi memanggilnya dengan gelaran ini:

* Allah sendiri memanggil Hazrat Isa anakNya pada waktu pembaptisan dan penjelmaan Hazrat Isa (Markus 1:9,11, 9:7).
* Natanael apabila melihat Hazrat Isa berkata, “Rabbi, Engkau Anak Allah.” Hazrat Isa mengambil ini sebagai pengakuan iman Natanael berdasarkan pengetahuanNya yang lebih awal mengenai Natanael (Yahya 1:49-50).
* Yahya Pembaptis pada pertemuannya dengan Hazrat Isa mengaku bahawa Yesuslah satu-satunya Anak Allah (Yahya 1:34).

Tunggal

Tidak seorang pun pernah melihat Allah. Anak tunggal Bapa yang sama dengan Bapa dan di sisi Bapa, sudah menunjukkan Allah kepada kita. (Yahya 1:18)

Pengertian mengenai perkataan ‘anak tunggal’ menyebabkan ramai orang Islam tersandung kerana mereka mengaitkan definisi perkataan ini kepada maksud amnya yang melibatkan aspek kelamin/seks. Perkataan ini tidak semestinya membawa pengertian kelamin/seks/biologi. Perkataan ini berasal dari kata Yunani ‘monogenes’ yang boleh bererti ‘hanya satu’ atau ‘satu-satunya’. Kamus Webster pula menerangkan perkataan ini sebagai ‘menjadi bapa kepada’.

Seseorang itu boleh menjadi anak melalui beberapa cara. Contohnya, di dalam Lukas 3:23, orang Yahudi mengenal Hazrat Isa sebagai anak Yusuf dan Maryam. Yusuf dianggap sebagai bapa Hazrat Isa, bukan secara biologi tetapi berdasarkan perkahwinannya dengan Maryam dan juga kerana kedua-duanya telah memelihara Hazrat Isa Al-Masih. Dalam kes ini, Hazrat Isa dianggil anak Yusuf kerana telah berlakunya penggantian yang sah dan bukan kerana dia keturunan yang sebenarnya.

Kita telah faham bahawa perkataan ‘anak Allah’ di dalam Alkitab mengambil pelbagai penggunaan dan tidak satupun yang bermaksud ‘anak Allah’ secara jasmani. Perkataan ‘anak tunggal’ mempunyai penggunaan yang pelbagai di dalam Alkitab. Bersabit dengan Hazrat Isa, perkataan ini bermaksud: Allah adalah BapaNya dalam pengertian yang khusus seperti yang telah dibincangkan sebelum ini. Pentafsiran ini adalah sesuai di dalam konteks yang lebih luas mengenai pengakuan Hazrat Isa sebagai Anak Allah. Oleh itu adalah menghairankan bahawa walaupun orang Islam mengerti dengan betul bahawa adanya ramai watak dalam Alkitab yang dipanggil anak Allah dan tiada satupun di antaranya yang merujuk kepada pengertian biologi, tersandung dengan perkataan yang sama apabila digunakan untuk Hazrat Isa kerana mereka menjelaskannya melalui pengertian biologi/jasmani!

Asal Mulanya

Pakar agama Kristian yang tinggal di kalangan orang Islam berfikir bahawa perkataan ‘anak tunggal’ walaupun tidak ada kaitan dengan proses biologi, tidak akan mendapat pertimbangan oleh orang Islam. Mereka berfikir adalah lebih sesuai dengan konteks sekeliling untuk menyampaikan Hazrat Isa sebagai anak dalam pengertian asalnya. Ertinya, menyatakan bahawa Hazrat Isa telah diutuskan oleh Allah untuk menggenapi rancangan keselamatanNya. Walaupun Hazrat Isa dinyatakan sebagai yang diutuskan, ini mesti difahami bukan hanya dari segi amanatNya kerana ini boleh menyebabkan Hazrat Isa hanya seperti nabi-nabi lain yang telah diutus.

Pengutusan Hazrat Isa bererti Dia datang atau berasal dari Allah

Hazrat Isa menjawab, “Meskipun Aku memberi kesaksian tentang diri-Ku sendiri, kesaksian-Ku benar, kerana Aku tahu dari mana Aku datang dan ke mana Aku pergi. . . Kamu datang dari bawah, tetapi Aku datang dari atas. Kamu berasal dari dunia; Aku tidak berasal dari dunia. . . Seandainya Allah benar-benar Bapa kamu, tentu kamu akan mengasihi Aku, kerana Aku datang daripada Allah. Aku tidak datang dengan kehendak-Ku sendiri, tetapi Dialah yang mengutus Aku. (Yahya 8:14,16,23. Juga lihat Yahya 5:36, 6:46, 8:42, dan 16:27).

Selepas Hazrat Isa menggenapi misiNya, Dia memberitahu murid-muridNya bahawa Dia akan kembali kepada Allah, ke tempat kediaman asalNya. Inilah sebabnya kenapa Hazrat Isa mengakui pengetahuanNya mengenai Allah adalah ekslusif.

Aku mengenal Dia, kerana Dialah yang mengutus Aku dan Aku datang daripada-Nya. (Yahya 7:29).

Ini juga bermakna Hazrat Isa mempunyai keberadaan yang kekal dan memiliki kemuliaan serta kedaulatan bersama dengan Allah bahkan sebelum dunia ini ada! Pengakuan Hazrat Isa ini bukan sahaja menjelaskan penjelmaanNya yang langsung (dari syurga ke bumi) tetapi juga sumber keperibadianNya (terbit daripada Allah).

Ya Bapa, muliakanlah Aku sekarang dengan kemuliaan yang Aku miliki bersama-sama-Mu sebelum dunia ini dijadikan. (Yahya 17:5)

Maka, jelaslah Hazrat Isa adalah Allah, kekal bersama Allah, diutus oleh Allah.

@Dear Malaysian,

Terima kasih atas pengajaran yang sangat luar biasa. Semoga dapat menjadi berkat bagi masyarakat luas. Amin.

GBU

ALLAH ITU ESA DI DALAM TRITUNGGAL YANG KUDUS

PENDAHULUAN

Agar lebih jelas apabila pembaca juga membaca dari Alkitab dan Alquran (supaya tidak dikira mengambil ayat sepotong-sepotong)

Fakta-fakta yang sulit disampaikan kepada seorang anak dengan satu metode yang sederhana dan mudah di pahami. Sejalan dengan dewasanya anak ini dan nalarnya menjadi sempurna, maka dia tidak lagi merasa puas dengan informasi yang diringkas dan disederhanakan. Dia akan berupaya keras mencari ketepatan dan seluk beluk dalam permasalahan-permasalahan, karena akal budinya telah siap dan bersedia untuk menyerapnya.

Demikian juga halnya dengan manusia. Ketika manusia itu masih kanak-kanak, Tuhan memberinya satu gambaran yang sederhana dan umum tentang diri-Nya dalam batas-batas yang dapat dicerna mereka. Itulah sebabnya rasul Paulus berkata: “Dan aku, saudara-saudara, pada waktu itu tidak dapat berbicara dengan kamu seperti dengan manusia rohani, tetapi hanya dengan manusia duniawi, yang belum dewasa dalam Al-Masih. Susulah yang kuberikan kepadamu, bukanlah makanan keras, sebab kamu belum dapat menerimanya. Dan sekarang pun kamu belum dapat memberinya”. (I Korintus 3:1-2).

Apabila masanya telah genap dan mentalitas orang percaya telah bertumbuh, maka Tuhan mulai menyatakan bahwa Dia adalah satu dalam keTritunggalan-Nya yang unik.

Ia membukakan kepada kita rahasia akbar ini yang tersembunyi bagi manusia ketika berada pada tingkat nalar dan rohani yang masih lemah. Saat Tuhan mengaruniakan karunia Roh Kudus kepada kita, Ia menyatakan hidupNya sendiri dan status ilahiNya kepada kita seperti yang dikatakan rasul Paulus,”Karena kepada kita Allah telah menyatakannya oleh Roh, sebab Roh menyelidiki segala sesuatu, bahkan hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah” (I Korintus 2:10).

Paham ini masih tetap merupakan satu rahasia yang tidak dikenal bagi orang duniawi. Mereka menolaknya karena kurangnya pengertian mereka atas kenyataan-kenyataan dari iman yang benar dan rahasia Allah yang masih tersembunyi itu.

Dengan anugerah Tuhan, saya menuliskan buku ini untuk menyederhanakan dan menjernihkan apa yang mustahil untuk dipahami dan sukar untuk dimengerti. Buku ini ditulis agar setiap orang yang membacanya dapat percaya pada rahasia ilahi ini dan paham betul bahwa keyakinan ini tidak bertentangan dengan akal budi, tetapi memuaskannya, dan dapat memahami termasuk buku-buku yang menyerang keyakinan ini, karena kekurangan pengertian, secara jelas menyaksikan pengakuan iman ini.

Sebagaimana saya mempersembahkan buku ini sebagai satu penjelasan dari kepercayaan kami yang paling kudus, saya mengarahkan hati saya kepada Tuhan untuk menjadikannya menjadi sumber berkat bagi banyak orang, dan saya berdoa kiranya buku ini dapat membukakan gerbang keyakinan yang benar kepada mereka. Sehingga mereka dapat menikmati kasih Allah, Bapa, dan berkat dari Allah Bapa, Al-Masih dengan persekutuan Roh Kudus bagi-Nya kemuliaan yang kekal. Amin.

Archpriest Zachariah Buturs Misr-Al-Djadida

Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat.

I Petrus 3:15

Pasal I
KEMAHAESAAN ALLAH DALAM
KETRITUNGGALAN YANG KUDUS

Kesatuan Allah dalam KeKristenan
Ketritunggalan yang Kudus dalam Kekristenan
Perlunya Ketritunggalan dalam Kesatuan
KESATUAN ALLAH DALAM KEKERISTENAN

Kami orang-orang Kristen percaya pada satu Allah yang tidak mempunyai teman. Dia tidak terbatas, memenuhi surga dan bumi. Dia Pencipta segala yang ada, Kekal dan Abadi. KerajaanNya tidak berkesudahan.

Pengakuan iman ini sangat jelas dalam Injil yang kudus. Dasar pengakuan Kristen adalah seperti berikut:

1. Al-Masih sendiri mengajarkan keyakinan ini ketika seorang Yahudi datang kepadaNya menanyakan tentang hukum yang terbesar. Al-Masih menjawab dia, “Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu” (Markus 12:29-30). Inilah perintah yang pertama. Satu gema dan pembenaran dari Ulangan 6:4-9. Seandainya perintah ini dituliskan dalam bahasa Al Qur’an, maka akan berbunyi “Allah, Allah kita, adalah satu-satunya (unik) Allah, Allah yang kekal.”
2. Rasul Paulus menegaskan perkataan ini,”Atau adakah Allah hanya Allah orang Yahudi saja? Bukankah Ia juga adalah Allah bangsa-bangsa lain? Ya, benar. Ia juga adalah Allah bangsa-bangsa lain! Artinya, kalau ada satu Allah” (Roma 3:29,30).
3. Dan rasul Paulus mengungkapkan keyakinan yang sama dengan berkata, “Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Allah saja? Itu baik!” (Yakobus 2:19).
4. Pengakuan iman Kristen diambil dari ayat-ayat ini bersama ayat-ayat lainnya dalam Alkitab. Gereja telah mengakui keyakinan ini dari generasi pada generasi berikutnya dengan mengatakan, “Sesungguhnya kami percaya pada satu Allah, Pencipta langit dan bumi, dan yang kelihatan dan yang tidak kelihatan.” Jadi saudara-saudara yang kekasih, camkanlah bahwa kami umat Kristen percaya pada satu Allah dan bukan pada tiga dewa. Kami akan lebih menjelaskan tentang arti Bapa, Anak dan Roh Kudus dalam pembahasan mengenai Ketritunggalan yang kudus dari Kekristenan.

KETRITUNGGALAN YANG KUDUS DALAM KEKRISTENAN

Paham Ketritunggalan yang kudus sama sekali tidak berarti adanya tiga allah sebagaimana yang dibayangkan secara salah oleh beberapa orang. Arti dari paham ini ialah bahwa Allah itu satu adanya…..

Berada dalam diriNya sendiri, Ia menyatakan diriNya sebagai Bapa
Berbicara dalam FirmanNya. Ia menyatakan diriNya sebagai Anak, yakni Firman.
Hidup dalam RohNya, Ia menyatakan diriNya sebagai Roh Kudus.

Adalah tidak boleh kita menarik pengertian dari nama-nama ini bahwa ada satu hubungan jasmaniah sebagaimana lazimnya pada sifat manusiawi, karena hal tersebut memiliki satu pengertian rohani.

Nama-nama ini tidak ditetapkan atau ditemukan manusia, melainkan adalah kata-kata dari ilham ilahi dalam Kitab Kudus, sebagaimana yang anda dapat lihat pada ayat-ayat berikut ini:

1. Al-Masih berkata kepada murid-muridNya, “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus” (Matius 28:19). Monoteisme jelas sekali dalam kata-kataNya, “baptislah mereka dalam nama”. Dia tidak berkata baptislah mereka dalam nama-nama Bapa, Anak dan Roh Kudus. Namun Ketritunggalan dipaparkan dengan jelas dalam kata-kataNya, “Bapa dan Anak dan Roh Kudus.”
2. Rasul Yohanes dengan jelas sekali menegaskan pengertian ini, “Dan ada tiga yang memberikan kesaksian di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu” (I Yohanes 5:7).

Jika anda membandingkan kedua ayat ini maka akan anda temukan nama-nama Tritunggal Kudus; Bapa, Anak dan Roh Kudus. Inilah Tritunggal Kudus dalam satu-satunya Allah yang kepadaNya kita percaya.
PERLUNYA KETRITUNGGALAN DALAM KESATUAN

Secara ringkas, perlunya Ketritunggalan dalam Kesatuan sudah jelas dari ayat-ayat dan pembahasan di atas. Satu Allah, Pencipta segala yang hidup dengan sendirinya memiliki satu keberadaan diri secara pribadi. Satu Allah, yang menciptakan manusia dengan kemampuan berbicara, harus Ia sendirilah menyatakan FirmanNya. Satu Allah, yang menciptakan kehidupan dalam setiap makhluk hidup, Ia sendirilah yang hidup dalam roh. Sebab itu, adalah pasti bahwa satu Tritunggal kudus harus berada dalam satu-satunya Allah seperti yang telah kami jelaskan. Inilah kepercayaan kita yang sesungguhnya: Allah adalah satu dalam Tritunggal dan bukan tiga dewa.

Pasal II
KESAKSIAN AL QUR’AN ATAS
KESATUAN DARI KETRITUNGGALAN KUDUS

Table of Contents
Kesaksian Al Qur’an tentang kepercayaan Kristen kepada satu Allah saja.
Kesaksian Al Qur’an tentang Ketritunggalan Kudus Kristen.
Kesaksian Al Qur’an bahwa Al-Masih adalah Firman Allah.
Kesaksian Al Qur’an tentang Roh Kudus.

KESAKSIAN Al QUR’AN TENTANG KEPERCAYAAN KRISTEN KEPADA SATU ALLAH SAJA.

Al Qur’an menyaksikan bahwa umat Kristen percaya pada satu Allah (Monoteistik) dan bukan kafir. Berikut adalah beberapa contoh dari kesaksian ini.

1. Surat Al “Ankabut 46 – “Janganlah kamu berdebat (berbantah) dengan ahli kitab (Yahudi, Nasrani dan seumpamanya), melainkan dengan (jalan) yang terbaik,….. dan katakanlah: Kami percaya kepada (Kitab) yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepadamu, sedangkan Tuhan kami dan Tuhan kamu hanya satu, dan kami patuh kepadaNya”. Demikianlah Al Qur’an menyaksikan bahwa kami umat Kristen, “ahli kitab”, menyembah satu Allah.
2. Surat Ali Imran 113-114, ” Mereka itu tiada sama. Di antara ahli kitab, ada segolongan yang lurus, mereka membaca ayat-ayat Allah waktu malam sedang mereka sujud. Mereka beriman kepada Allah dan hari kemudian dan menyuruh ma”ruf dan melarang dari yang mungkar, lagi bersegera mengerjakan kebaikan dan mereka itu termasuk orang-orang yang salih”. Ayat ini secara jelas menegaskan bahwa umat Kristen, “ahli kitab”, percaya pada satu Allah: mereka membaca ayat-ayat Allah yang ada di tangan mereka pada masa Muhammad, dan mereka menyembah Allah yang satu dalam ibadah dan doa-doa mereka.
3. Surat Al Maidah 82 – “Demi, sesungguhnya engkau peroleh manusia yang sangat memusuhi orang-orang beriman, ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Demi sesungguhnya engkau peroleh orang-orang yang lebih dekat kasih sayangnya kepada orang-orang beriman, ialah orang-orang yang berkata: Sesungguhnya kami orang Nasrani. Demikian itu karena di antara mereka ada alim ulama dan pendeta-pendeta sedang mereka itu tiada sombong.” Disini jelas bahwa umat Nasrani tidak menyembah banyak tuhan (politeistik), karena umat yang menyembah banyak allah dan umat Yahudi adalah musuh keras kaum Muslim, sedangkan umat Nasrani adalah sahabat dekat mereka.
4. Surat Al Imran 55, “(Ingatlah) ketika Allah berkata: Ya, Isa, sesungguhnya Aku mewafatkan engkau dan meninggikan (derajat) engkau kepada-Ku dan menyucikan engkau dari orang-orang kafir dan menjadikan orang-orang yang mengikut engkau di atas dari mereka yang kafir, sampai hari kiamat.” Jelaslah bagi anda bahwa pengikut-pengikut Al-Masih, atau umat Kristen, bukanlah orang kafir. Sebaliknya, Allah membedakan umat Kristen dari orang kafir dan mengangkat mereka di atas orang kafir.

Kesaksian Al Qur’an tentang umat Kristen telah membuktikan dengan pasti bahwa mereka menyembah satu Allah dan mereka bukan penyembah banyak tuhan.
KESAKSIAN AL QUR’AN TENTANG KETRITUNGGALAN KUDUS KRISTEN

Sahabatku yang budiman, barangkali saja anda heran, bahwa Al- Qur’an menyebutkan Tritunggal dari satu Allah persis sama seperti yang diyakini umat Kristen. Kita telah lihat bersama bahwa Tritunggal Kekristenan itu adalah sifat Allah, FirmanNya dan RohNya. Ini adalah Ketritunggalan yang sama seperti disebutkan Al Qur’an, “Sesungguhnya Al- Masih, “Isa anak Maryam, hanya rasul Allah dan kalimat-Nya, disampaikan-Nya kalimat itu kepada Maryam beserta roh dari pada-Nya” (Surat An-Nisa” 171). Dalam ayat ini jelas bahwa Allah mempunyai: satu pribadi – “rasul Allah”, satu firman – “kalimat-Nya/FIRMANNYA”, satu roh – “beserta roh dari pada-Nya”

Bandingkan dengan Injil Yohanes 1 : 1 – 12 ” Pada mulanya adalah Firman, Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. ….. Dan Firman itu telah menjadi Manusia sebagai Anak Tunggal Bapa. …. dst

Kesaksian Al Qur’an tentang pengakuan iman menyangkut Ketritunggalan tidak lebih dan tidak kurang sama seperti apa yang kami umat Kristen beritakan. Tidak menyiarkan politeisme, tetapi menyatakan bahwa tidak ada Allah kecuali Dia.
KESAKSIAN QUR’AN AL-MASIH ADALAH FIRMAN ALLAH

Al Qur’an menyaksikan dengan jelas sekali bahwa Al-Masih adalah Firman Allah. Berikut ini adalah beberapa ayat Al Qur’an sebagai contoh:

1. Surat An-Nisa” 171, “Sesungguhnya Almasih, “Isa anak Maryam, hanya rasul Allah dan kalimat-Nya/FIRMANNYA.”
2. Surat Al Imran, Keluarga Imran: 39 “Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan melahirkan seorang puteramu Yahya, yang membenarkan kalimat dari Allah…”
3. Surat Al Imran 45, “Ingatlah ketika malaikat berkata: Ya, Maryam, sesungguhnya Allah memberi kabar gembira kepada engkau dengan kalimat dari padaNya (yakni seorang anak), namanya Almasih “Isa anak Maryam.” Terjemahan bahasa Inggeris menggunakan kata ganti “whose” menunjukkan kata ganti orang lelaki dalam bahasa aslinya Arab. Terjemahan bahasa Indonesia lebih mengena dengan menggunakan “yakni seorang anak” (whose) untuk “kalimat” (a word). Hal ini menunjukkan satu kenyataan bahwa “kalimat” yang digunakan di sini, bukan berarti kalimat dalam bahasa sehari-hari tetapi menyatakan seorang pribadi. Anda juga akan menemukan hal ini diterangkan dalam perkataan dari salah seorang sarjana Muslim (Al Shaikh Muhyi Al Din al “Arabi), yang berkata:” Kalimat adalah Allah dalam hakekatnya…dan Ia adalah tidak lain dari satu pribadi ilahi” ( dalam buku “Fusus al Hukm”, bagian II, hal.35). Dia juga berkata bahwa “kalimat” adalah pribadi ilahi (hal.13).

Bukankah hal ini sama benar dengan apa yang dikatakan mengenai Al-Masih dalam Injil Yohanes? “Pada mulanya adalah Firman (kalimat); Firman (kalimat) itu bersama-sama dengan Allah dan Firman (kalimat) itu adalah allah…Firman (kalimat) itu telah menjadi manusia” (Yohanes 1:1,14). Terjemahan bahasa Arab dari ayat ini dalam kecocokannya dengan tulisan asli dalam bahasa Yunani) menggunakan istilah yang sama, “kalimat” dengan kata ganti orang ketiga yang menunjuk padanya. Kalimat menunjuk pada satu pribadi. Hal ini jelas dari perincian-perincian Yohanes: “Firman (kalimat) itu adalah Allah” dan Firman (kalimat) itu telah menjadi manusia.”
KESAKSIAN AL QUR’AN TENTANG ROH KUDUS

Ada banyak ayat Al Qur’an yang menyebutkan bahwa Roh Kudus adalah Roh Allah dan hal itu menyokong keterlibatan Al-Masih dalamnya. Hal tersebut nampak jelas seperti berikut ini: Surat Al Maidah 110, “Hai “Isa anak Maryam, ingatlah akan nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu, ketika Aku menguatkan engkau dengan roh suci…., Engkau bercakap-cakap dengan manusia dalam buaian (masih bayi) dan ketika dewasa.”

Sarjana theologia Al Shaikh Muhammad al Hariri al Bayyuni berkata, “Roh Kudus, adalah Roh Allah” (“Kitab al Ruh wa Mahiyyatuha,” hal.53).

Saudaraku, dari apa yang telah dipaparkan itu, baik dari kesaksian Al-Qur’an maupun teolog-teolog Islam tentang pengakuan iman Ketritunggalan yang kepadanya kami umat Kristen percaya, sesungguhnya telah menjadi jelas.

Pasal III
NAMA-NAMA TRITUNGGAL KUDUS

B a p a
A n a k
R o h K u d u s
NAMA-NAMA TRITUNGGAL KUDUS

Kita telah belajar dari pembahasan yang sebelumnya bahwa Kekristenan percaya pada satu Allah, yang ada di dalam Tritunggal; pribadi Allah, Kalimat-Nya dan Roh Kudus. Tritunggal ini mempunyai nama lain: Bapa (pribadi Allah), Anak (Kalimat Allah), dan Roh Kudus (Ruh Allah).

Beberapa orang yang tidak mengerti membuat sanggahan atas pemberian nama ini karena mereka beranggapan bahwa itu berarti memperanak dan hubungan seksual. Allah melarang Kekristenan dari pengertian demikian! Oleh karena itu kita perlu meluruskan maksud penamaan ini.
BAPA

Bagi umat Kristen arti dari kata Bapa, tidaklah mengandung arti ayah secara jasmaniah. Pertama, hal ini mengandung arti pelukisan. Allah adalah sumber dan Pencipta semua makhluk. Karenanya Dia disebut Bapa dari semua ciptaan, khususnya ciptaan yang berakal budi. Seperti yang dikatakan oleh nabi Musa, “Bukanlah Ia Bapamu yang mencipta engkau, yang menjadikan dan menegakkan engkau? (Ulangan 32:6) atau seperti kata nabi Yesaya, “..Ya TUHAN, Engkaulah Bapa kami!” (Yesaya 64:8). Dalam Perjanjian Baru Paulus menyatakan “bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari padaNya berasal segala sesuatu dan untuk Dia kita hidup” (I Korintus 8:6). Kata bapa dalam konteks ini dinyatakan dalam banyak cara sama dengan dalam Bahasa Arab “Bapa penuh rahmat” (Abu al Khair Abu al Barakat) dan “Allah Bapa” (Abu al Fadl), dll. Kesemuanya ini tidak dapat dipahami dari sudut hubungan jasmaniah atau hubungan orang tua tetapi dari sudut metapor (lambang).

Kedua, ada terkandung pengertian hukum. Dalam kasus mengangkat anak, kata bapa tidak berarti bahwa seorang bapa tersebut memperanakkan anak angkat tersebut, tetapi ia menerimanya sebagai anak dan memberikan kepadanya semua hak-hak menurut hukum. Dia memandang dirinya bertanggung jawab dan berkewajiban kepadanya seperti seorang bapa sesungguhnya. Rasul Paulus membicarakan hal ini, “Tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu Anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru; “ya Abba; ya Bapa”!” (Roma 8:15) dan dalam Galatia 4:5, ia menggunakan istlah “supaya kita diterima menjadi anak.” Dengan demikian kebapaan Allah dalam mengangkat kita sebagai anakNya didasarkan atas hak-hak ilahi yang legal.

Ketiga, ada pengertian pokok. Ini merupakan arti yang hanya dapat ditujukan pada Tritunggal Allah. Biarlah Dia ditinggikan! Sebagaimana sebuah kalimat keluar dari mulut, anak keluar dari Bapa sebelum dunia ini dijadikan. Al-Masih yang adalah Anak telah menjadi manusia melalui Maria yang diberkati karena Dia yang dari mulanya adalah roh dari Allah yang Roh adanya. Hal ini dinyatakan dalam Injil Yohanes, “Dan kita telah melihat kemuliaanNya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepadaNya sebagai anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.” (Yohanes 1:14). Al-Masih melihat Allah sebagai BapaNya, dalam keunikan ini, satu arti penting yang tidak dapat diterapkan pada siapa saja. “Tidak seorangpun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorang pun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya” (Matius 11:27).

Akhirnya, ada terdapat pengertian rohani. Sesudah Allah mencurahkan RohNya dalam hati semua orang percaya melalui AnakNya, mereka dilahirkan kembali, suatu kelahiran rohani. Mereka diyakinkan dan bertobat oleh pribadi yang sangat bersahabat, yakni Roh ilahi. Orang-orang percaya ini “Orang-orang yang diperanakkan bukan dengan darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah.” (Yohanes 1:13). Al-Masih yang telah mengajarkan kita untuk berseru, “Bapa kami yang di sorga. Dikuduskanlah namaMu.” (Matius 6:9). Bukanlah hak setiap orang untuk menyebut dirinya anak Allah dan menyapa Allah sebagai Bapanya, kecuali ia telah mendapatkan pengangkatan anak yang legal. Pengurapan Roh Kudus menyatakan kepada kita nama Allah Bapa. Kami tidak percaya pada kebapaan Allah dari pengertian jasmani, tetapi dalam kemurnian kekudusan, kami percaya pada kelahiran Al-Masih dan turunnya Roh Kudus dan pemenuhan-Nya pada orang-orang percaya.
ANAK

Apabila kita mengatakan bahwa Al-Masih adalah Anak Allah, tidak berarti bahwa Al-Masih datang dengan cara lewat hubungan perkawinan. Anak tidak dimaksudkan sebagai satu hubungan jasmani atau kelahiran melalui hubungan suami isteri. Kami hanya dapat mengatakan Al-Masih adalah Anak Allah untuk menunjukkan bahwa Dia sesungguhnya datang dari Allah. Dia tidak dihubungkan dengan bapa jasmani karena Dia dihubungkan kepada Allah. Istilah anak sebagai mana digunakan pada bahasa yang lazim, dalam Al Qur’an, dan dalam pembicaraan yang bersifat nubuat tidak menunjukkan keturunan jasmani.

Anak dalam Bahasa yang lazim.
Dalam banyak ungkapan bahasa, istilah anak tidak digunakan untuk menunjukkan keturunan jasmani. Sebagai contoh, kita sering mengatakan para siswa sebagai anak-anak pengetahuan; warga negara sebagai putera bangsa; seorang Mesir sebagai anak Nil dan seorang Arab sebagai anak gurun.
Anak sebagaimana digunakan dalam Al-Qur’an.
Istilah anak kadang-kadang digunakan dalam Al-Qur’an tidak dengan pengertian keturunan jasmani.
Surat Al Baqarah 215 – “Apa-apa yang kamu nafkahkan dari harta, maka untuk dua orang ibu bapa, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang berjalan.” Para penafsir berkata bahwa orang-orang berjalan (Ibn Al Sabil) menunjukkan pengembara. Al Iman Al Nasafi dan Shaikh Hasanayn Makhluf berkata, “Dia disebuat seorang pengembara (Ibn al Sabil) untuk yang tetap mengembara di jalan.” (Al Nasafi, Commentary (Tafsir) bagian!. Hal.86 dan Shaikh Hasanayn Makhluf, “Sufuwwat al Bayan li Ma ani al Kuran” bagian 1.Hal.80).
Anak dalam Tradisi Muslim.
Dalam satu tradisi Muslim yang berasal dari Allah (Hadis Kusdsi), dinyatakan, “Orang kaya adalah agen-agenku dan orang miskin adalah anggota keluargaku (putera-puteraku).” Apakah dengan begitu kita artikan bahwa Allah beristeri dan memperanakkan anak-anak yang adalah orang miskin?! Tentu saja tidak!

Oleh karena itu, istilah putera Allah tidak berarti hasil hubungan dalam pengertian manusia, tetapi ungkapan ini dimaksudkan untuk sifat atau hubungan Al-Masih dengan Allah, dan sama sekali bukanlah ketidak-setiaan atau mempersekutukan dengan Allah. Karena keanakan berasal dalam kebapaan Allah. Allah adalah Bapa dan Al-Masih adalah Anak, hanya dalam satu cara yang khusus, dengan arti yang unik yang tidak dapat diterapkan pada yang lain.
ROH KUDUS

Seperti yang baru saja dibahas, Roh Kudus adalah Roh Allah dan disebut dalam Al Qur’an dalam banyak tempat.

Surat Yusuf 87 – “Sesungguhnya tiadalah yang berputus-asa daripada rahmat Allah, melainkan kaum kafir.” Terjemahan dalam bahasa Inggeris nampaknya lebih tepat. “Do not despair of Allah”s spirit; none but unbelievers despair of Allah”s spirit”, yang dapat diterjemahkan sebagai “Janganlah mendukakan roh Allah, melainkan kaum kafir yang mendukakan roh Allah”.

Surat Al Bakara,87 dan 253 – “Kami berikan kepada Isa anak Maryam beberapa keterangan, ..dan kami kuatkan dia dengan ROH SUCI/KUDUS..”

Al Imam al Nasafi berkata “dengan Roh Kudus artinya, roh yang dikuduskan …..atau nama Allah yang akbar” (Al Nasafi, Tafsir bagian I, hal.56).

Surat Al Maidah 110 – “Hai “Isa anak Maryam, ingatlah akan nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu, ketika Aku menguatkan engkau dengan Ruh Suci.”

Al Sayyid “Abdul Karim al Djabali ber- kata tentang Roh Kudus bahwa Roh Kudus itu tidak diciptakan, dan apa yang tidak diciptakan adalah kekal dan yang kekal hanyalah Allah sendiri (Madjallat Kulliyyat al Adab (Magazine of the Colledge of Arts) 1934.

Al Shaikh Muhammad al Harira al Bayyumi berkata, “Roh Kudus adalah Roh Allah dan Roh Allah tidak diciptakan (“Al Ruhwa Mahiyyatuha” – The Spirit and Its Nature – hal.53).

Inilah Tritunggal kudus dalam Allah yang mahaesa yang kepadanya kami percaya, dan di sinilah rahasianya dengan menamakannya sebagai Bapa, Anak dan Roh Kudus.

Bapa adalah nama dari kebapaan Allah yang hakiki.
Anak adalah nama dari Kalimat (Firman) Allah yang sudah menjelma menjadi manusia.
Roh Kudus adalah Roh Allah sendiri.

Pasal IV
TRINITAS PALSU

Trinitas dari Sekte Maryamiyya
Sikap orang Kristen terhadapTrinitas palsu
Sikap Islam

Paham Trinitas Sekte Maryamiyya

Sebelum Islam dimulai pada abad ke 5 Masehi, satu paham yang sesat telah muncul. (Satu paham yang sesat adalah satu ketidak-benaran dan ajaran yang aneh dari seorang kafir atau sesat). Penganut paham ini berasal dari orang kafir yang memeluk agama Kristen. Sebagai orang kafir mereka biasanya memuja planet Venus dan menyebutnya “ratu surga”. Setelah memeluk agama Kristen mereka berusaha mempersekutukan apa yang disembah mereka dahulu dengan paham Kristen. Mereka menganggap Mariam sebagai “ratu surga” sebagai ganti Venus. Demikianlah mereka menamakan diri penganut-penganut paham Maryam. Mereka kemudian percaya bahwa ada tiga allah: Allah, Maryam dan Al-Masih.
Sikap Umat Kristen Terhadap Trinitas Palsu

Gereja Kristen langsung berjuang menentang aliran sesat (bidat) ini sesaat ajaran itu muncul, menentang ajarannya, dan mencabut mereka dari persekutuan iman dan mengucilkan semua pengikut-pengikutnya. Di akhir abad ke 7 Masehi, paham ini telah dihapuskan dan penganut-penganutnya lenyap seluruhnya. Gereja menegaskan lagi keyakinannya yang paling kudus bahwa Maryam hanyalah seorang manusia dan bukan dewi. Gereja terus menerus menegaskan bahwa Allah itu satu adanya, satu dalam hakekat, yang berfirman (kalimat), dan hidup dalam Roh. Firman (kalimat) Allah tinggal dalam tubuh Al-Masih. “Dan sesungguhnya agunglah rahasia ibadah kita: “Dia yang menyatakan diriNya dalam rupa manusia” (I Timotius 3:16).
Sikap Dari Islam

Tatkala Islam muncul pada abad ke VII mereka juga mendapatkan beberapa pengikut paham Mariamis sebelum paham ini lenyap seluruhnya. Islam menentang keras paham mereka dan trinitasnya (yang bukan Trinitas Kristen). Hal ini jelas dari ayat-ayat berikut ini:

Surat Al Maida 116 – “Ingatlah ketika Allah berfirman; “Ya “Isa anak Maryam, adakah engkau katakan kepada manusia; Ambillah aku dan ibuku menjadi Tuhan, selain dari pada Allah.?”” Sudah jelas bahwa penolakan disini dimaksudkan menentang pengikut sekte Mariam yang mengatakan bahwa Maria adalah satu dewi, yang juga disangkal oleh Kekristenan.

Surat Al An”am 101 – “Yang menciptakan langit dan bumi. Bagaimanakah akan ada bagi-Nya anak, sedang Dia tidak mempunyai isteri?” Demikian juga, ayat ini ditujukan pada penganut paham Mariam yang mengajarkan bahwa Maria adalah satu dewi, bahwa ia menjadi isteri Allah, dan melalui dia Allah memperanakkan seorang anak.

Surat Al Ikhlas 1-4, “Allah yang dituju untuk (meminta hajat). Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan (berbapa). Dan tidak ada satupun yang menyerupaiNya. Ini merupakan jawaban terhadap paham Mariam yang yang berintikan “Adanya tiga allah” – Bapa, ibu dan anak, dan anak disini merupakan hasil hubungan jasmani.”

Surat Al Maidah 73 – “Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: Sesungguhnya Allah, (Tuhan) yang ketiga dari tiga. Padahal tak adalah Tuhan, kecuali Tuhan yang Esa.” Hal ini menegaskan apa yang sudah dikemukakan dan bantahan terhadap inti ajaran Mariam – tentang adanya tiga allah!

Anda dapat melihat dengan jelas melalui bahasan ini bahwa sebenarnya Islam tidak menyerang keyakinan Kristen bahwa Allah adalah Esa. Dia mempunyai satu sifat, menyampaikan Firman (Kalimat), hidup dalam Roh, seperti yang dikemukakan Al Qur’an, “Sesungguhnya Al-Masih, “Isa anak Maryam, hanya rasul Allah dan kalimat-Nya, ..beserta roh dari pada-Nya” (Surat An-Nisa” 171). Tetapi Islam menyerang trinitas yang lain, yakni trinitas paham Mariamis. Mereka menyerang yang memandang Maria yang diberkati itu sebagai dewi yang melahirkan Al-Masih dengan cara hubungan jasmaniah setelah Allah menikahinya.

Kekristenan sangat membenci dan sungguh-sungguh menentang pemikiran ini dan mengucilkan pengikut-pengikutnya. Karena dasar keyakinan Kekristenan, yakni percaya pada satu Allah dalam satu Ketritunggalan; Bapa, Firman (Kalimat) dan Roh Kudus.

Pasal V
CAHAYA KARUNIA

Bukti Roh
Pengelompokan dalam Kegelapan
Karunia Ilham
Kasih yang Berkelimpahan
Cahaya Iman
Bukti Yang Agung

BUKTI ROH

Pembaca yang budiman, sejauh ini pembahasan telah disampaikan dengan bukti-bukti yang logis dan masuk akal dalam melihat kebenaran Ketritunggalan dan monotheisme dalam iman Kristen. Dengan kata lain, hikmat manusia telah digunakan sebagai dasar pembahasan. Namun, rasul Paulus memperlihatkan kepada kita bahwa iman tidak hanya oleh hikmat manusia, tetapi adalah bukti dan kuasa roh. Dia berkata, “Baik perkataanku maupun perbuatanku tidak kusampaikan dengan kata-kata hikmat yang meyakinkan tetapi dengan keyakinan akan kekuatan roh, supaya iman kamu jangan tergantung pada hikmat manusia, tetapi kepada kekuatan Allah” (I Korintus 2:4,5). Oleh sebab itu maafkanlah saya, sahabat yang budiman, karena istirahat sejenak dalam menggunakan hikmat manusia dan perkenankanlah saya menyampaikan kepada anda tentang bukti dari roh dan kuasa. Bukti dari roh terletak dalam hati dan bukan dalam akal budi. “Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan” (Roma 10:10). Iman hati adalah akibat dari kasih karunia yang menerangi hati manusia dan memberikan kepadanya rahasia iman, kasih Allah, dan karya-Nya yang akbar bagi dia. Hal inilah yang menjadikan Dia mengambil rupa manusia dan berjalan menuju Kalvari, memikul salib yang hina itu untuk menebus orang-orang berdosa seperti saya ini. Saudara yang budiman, tahukah anda bahwa Tuhan telah siap untuk menyinari hati anda agar menyatakan kepada anda kemuliaan-Nya, karena Dia sungguh mencintai anda tanpa memandang dosa-dosa anda, kejahatan anda, dan penghujatan anda kepadaNya. Ia telah siap untuk mengampuni, memaafkan dan melupakan dosa-dosa anda. Datang saja kepadaNya dalam pertobatan dan penyerahan diri. Serahkanlah hati dan hidup anda kepadaNya. Anda dapat yakin sepenuhnya bahwa Dia tidak akan menolak anda. Dia berkata dalam janji-Nya yang benar, “Barangsiapa datang kepadaKu, ia tidak akan Kubuang” (Yohanes 6:37). Datanglah kepadaNya dan buanglah semua dosa anda di hadapan-Nya, dan Dia akan menyucikan anda dari semua dosa anda. “Dan darah Al-Masih, anakNya itu menyucikan kita dari segala dosa” (I Yohanes 1:7). Berdoalah padaNya, “Oh Tuhan, angkatlah kegelapan dari hatiku; terangilah langkahku; tunjukkanlah kepadaku jalanMu; lindungilah aku dari yang jahat, agar tidak menggangguku.”

Saudara yang budiman, selanjutnya saya akan memaparkan beberapa kenyataan rohani yang saya harap akan digunakan Allah untuk menyelamatkan jiwa anda dan akan menjadi satu berkat untuk hidup anda. Amin.
PENGELOMPOKAN DALAM KEGELAPAN

Tidak dapat disangsikan bahwa percaya pada akal budi saja untuk mengerti kenyataan-kenyataan iman adalah mustahil. Ilham ilahi berkata, “Dapatkah engkau memahami hakekat Allah, menyelami batas-batas kekuasaan Yang Mahakuasa? Tingginya seperti langit – apa yang dapat kau lakukan? Dalamnya melebihi dunia orang mati – apa yang kau dapat ketahui? (Ayub 11:7-8).

Bagaimana mungkin satu pikiran yang terbatas ini mengerti Allah yang tidak terbatas? Orang berbudi berkata, “Engkau menyelidiki Tuhan yang mengatur segala yang ada tetapi engkau tidak akan pernah memahami rahasia hikmat-Nya, karena engkau tidak akan pernah mengetahui dalamnya hati manusia, dan pikiran-pikirannya, karena itu bagaimana engkau menyelidiki Allah yang mencipta segala yang ada dan bagaimana engkau mengetahui rencananya dan mengerti pikiran-pikiranNya?” Kata-kata rasul Paulus menegaskan, “O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusanNya dan sungguh tak terselami jalan-jalanNya! Sebab, siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan?” Atau siapakah yang pernah menjadi penasihatNya? (Roma 11:34-35). Seandainya ada beberapa orang yang tidak menyadari hal ini, maka mereka akan tersesat dari iman dan hilang dalam kegelapan pekat. Berikut ini beberapa contoh dari bidang filsafat, Kekristenan dan Islam.

Filsafat
Filsafat berdasarkan pikiran dan membicarakan hal-hal yang abstrak, sebab itu kita temui pertentangan-pertentangan dan perbedaan-perbedaan di antara usaha para filsuf (ahli pikir) itu sejak berabad-abad lamanya. Di antara filsuf-filsuf itu ada orang beriman ada yang tidak beriman. Pemikir bangsa Inggeris Carlyle (1795- 1881) merupakan satu contoh dari pengelompokan manusia dalam kegelapan pikiran manusia. Mulanya Carlyle adalah seorang beriman. Kemudian ia membaca filsafat Hume dan lain-lain yang bersifat skeptis. Dia diyakinkan oleh pandangan-pandangan mereka dan imannyapun lenyap. Sementara ia masih berkemauan untuk menyelidiki dan meneliti dengan cermat, dia membaca Shiller, Goethe dan Fichte dan dicegah oleh pandangan mereka, ia berubah sikap dan kembali pada iman. Setelah kembali pada iman, Carlyle menjadi yakin akan kenyataan kekal ini, yang telah dibuktikannya melalui pendalaman dan penyelidikan yang panjang: “Pikiran bukan lagi sumber pengetahuan yang benar, dan hati telah menjadi sumber itu.” (Yusuf Karam, History of Modern Philosophy, hal.322).

Kekristenan
Banyak penganut aliran sesat, yakni orang-orang yang telah meninggalkan iman Kristen, ingin memusatkan kenyataan-kenyataan iman pada ukuran akal budi. Mereka membuang diri mereka pada satu keadaan yang sungguh berbahaya. Mereka adalah Arius, Makedonius dan Nestorius. Arius tidak menerima kemungkinan penampakan Allah dalam satu tubuh manusia. Ia menyangkal akan keilahian Al-Masih. Kemudian bapak-bapak gereja dan seluruh pimpinan gereja dari seluruh dunia mengadakan satu sidang dan membicarakan masalah ini berdasarkan ajaran-ajaran Kitab Suci. Mereka menghukum dan membuang Arius. Mereka menolak ajarannya karena bertentangan dengan iman.

Islam
Banyak sekte-sekte muncul dalam Islam dengan kepercayaan yang berbeda-beda. Sebagai contoh, Al Khawaridji, Al Shia dan Al Nusayriyya menganggap Ali ibnu Talib menjadi allah.

Al Djabriyyah, Al Mutazila dan Al Kadariyya menyangkal kwalitas Allah. Al Asha”ira al Mutridiyya, Al Zaidiyya, al Imamiyya dan al Isma”iliyya, berkata bahwa dunia ini mempunyai dua direktur. Direktur pertama adalah Allah dan yang kedua adalah jiwa, dan mereka mengijinkan masalah-masalah di luar hukum.

Al Baha”iyya memandang pemimpin mereka adalah Baha”Allah, suatu allah. Kaum Druz menganggap “Al Hakim bin “Amir Allah al Fatimi” sebagai allah.

Bukankah ke semuanya ini menyatakan bahwa akal budi sangat membutuhkan cahaya rahmat dan cahaya iman?
KARUNIA ILHAM

Tidak seorangpun yang sanggup mengenal Allah dengan kekuatan, akal budi atau hikmatnya sendiri. Masalah ini sangat membutuhkan pernyataan ilahi agar dalam kegelapan pikirannya, manusia dapat mengetahui rahasia yang tersembunyi dari terbatasnya pikiran manusia. Beberapa filsuf memahami pentingnya rahmat ini dan menyebutnya teori pencerahan. Seorang filsuf pernah berkata: “Adalah mungkin mengenal Allah dengan mensyukuri terang dari Allah. Allah adalah guru yang tersembunyi. Dia adalah terang yang sesungguhnya yang menerangi setiap manusia di dalam dunia ini.” (Yusuf Karam, History of European Philosopy in the Middle Ages, hal.32).

Alkitab membicarakan dua masalah ini: ketidakmampuan manusia dan kebutuhan akan ilham. Alkitab menggambarkan ketidakmampuan akal budi memahami hal-hal ilahi dalam kitab Ayub. “Tingginya seperti langit – apa yang dapat kau lakukan? Dalamnya melebihi dunia orang mati – apa yang dapat kau ketahui? Lebih panjang dari pada bumi ukurannya, dan lebih luas dari pada samudera” (Ayub 11:8-9). Ayub juga berkata, “Selidikilah Tuhan, penguasa segala yang ada, maka engkau tidak akan mengerti rahasia hikmatNya…. Bagaimana engkau menyelidiki Allah dan dan mengetahui pikiranNya dan memahami rancanganNya. “Rasul Paulus berkata: “O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusanNya dan sungguh tak terselami jalan-jalanNya! Sebab siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan? Atau siapakah yang pernah menjadi penasihatNya!” (Roma 11:33-34). Sesungguhnya sudah jelas bahwa manusia tidak mampu mengenal hal-hal mengenai Allah.

Kita sangat membutuhkan rahmat ilham itu atau “terang Allah” untuk mengungkapkan kepada kita rahasia hikmatNya, seperti yang dikatakan dalam Alkitab, “Dan memberitakan kepadamu rahasia hikmat” (Ayub 11:6).

Saudaraku yang budiman, Allah siap untuk menyatakan diriNya kepada anda. Anda dapat melihat hal ini dalam doa Al-Masih, “Aku bersyukur kepadaMu, Bapa, Tuhan langit dan bumi karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil” (Matius 11:25). Barangkali anda dapat menangkap dari doa ini bahwa cahaya rahmat dinyatakan pada orang sederhana yang digambarkan sebagai “orang kecil”. Mereka yang rindu memahami rahasia-rahasia tersebut dengan akal budi dan hikmat tidak akan mencapai pengertian. Allah Bapa telah menyatakan rahasia iman ini kepada rasul Petrus. Petrus berkata, “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup,” dan Al-Masih menjawabnya, “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan hal itu kepadamu, melainkan BapaKu yang di sorga” (Matius 16:16-17).

Saudaraku, Al-Masih sendiri bersedia menyatakan sifatNya kepada anda dan menyatakan rahasia iman. Dia berkata, “Dan tidak ada seorangpun yang tahu siapakah Anak selain Bapa, dan siapakah Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakan hal itu” (Lukas 10:22). Anak menyatakan rahasiaNya dengan murah hati kepada rasul Paulus. Paulus berkata, “Karena aku bukan menerimanya dari manusia, dan bukan manusia yang mengajarkannya kepadaku, tetapi aku menerimanya oleh pernyataan Al-Masih” (Galatia 1:12).

Roh Kudus dalam rahmatNya yang penuh sekarang ini sedang giat dalam dunia menyatakan jalan iman kepada setiap orang, agar ia dapat menikmati persekutuan rahmat dan mengenal Tuhan dengan baik. Hal inilah yang dijelaskan rasul Paulus dengan berkata, “Sungguhpun demikian kami memberitakan hikmat di kalangan mereka yang telah matang, yaitu hikmat yang bukan dari dunia ini, dan yang bukan dari penguasa-penguasa dunia ini, yaitu penguasa-penguasa yang akan ditiadakan. Tetapi yang kami beritakan ialah hikmat Allah yang tersembunyi dan rahasia, yang sebelum dunia dijadikan, telah disediakan Allah bagi kemuliaan kita. Tidak ada dari penguasa dunia ini yang mengenalnya, sebab kalau sekiranya mereka mengenalnya, mereka tidak menyalibkan Tuhan yang mulia. Tetapi seperti ada tertulis: “Ada yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia; semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.” Karena kepada kita Allah telah menyatakan oleh Roh, sebab Roh menyelidiki segala sesuatu, bahkan hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah. Siapa gerangan di antara mereka yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri manusia selain roh manusia sendiri yang ada di dalam dia? Demikian pulalah tidak ada orang yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri Allah selain Roh Allah. Kita tidak menerima roh dunia, tetapi roh yang berasal dari Allah, supaya kita tahu, apa yang dikaruniakan Allah kepada kita. Dan karena kami menafsirkan hal-hal rohani kepada mereka yang mempunyai roh, kami berkata-kata tentang karunia-karunia Allah dengan perkataan yang bukan diajarkan kepada kami oleh hikmat manusia, tetapi oleh Roh. Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani. Tetapi manusia rohani menilai segala sesuatu, tetapi ia sendiri tidak dinilai oleh orang lain. Sebab: “Siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan, sehingga ia dapat menasehati Dia?” Tetapi kami memiliki pikiran Al-Masih” (I Korintus 2:6-16).

Ayat-ayat ini menjelaskan kepada anda satu pokok yang sangat penting dan mendasar; adalah perlu mengubah manusia duniawi menjadi manusia rohani supaya dia dapat menerima dan mengetahui seluk beluk Allah. Mohonlah kepada Tuhan untuk menginsafkan anda dan menyatakan diriNya kepada anda, dan pasti Dia akan menjawabnya karena Dia rindu agar semua manusia diselamatkan dan sampai pada pengenalan akan kebenaran.
KASIH YANG BERKELIMPAHAN

Seorang filsuf yang terkenal berkata: “Manusia tidak mampu dengan kekuatan alamiahnya untuk mencapai sifat Allah, tetapi Allah, Dialah yang menarik manusia datang kepadaNya dan membangkitkan membangkitkannya pada satu kecemerlangan yang tidak dapat dipahami oleh akal budi” (Yusuf Karam, History of European Philosophy in the Middle Age, p.54). Kenyataannya tidak seorangpun dapat datang kepada Allah kecuali ditarik olehNya.

Seperti yang dikatakan Al-Masih, terpujilah namaNya, berkata, “Tidak seorangpun yang dapat datang kepadaKu, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa.” Ketika puteri Salomo mengetahui rahasia ini ia berseru, “Tariklah aku dibelakangmu, marilah kita pergi cepat-cepat” (Kidung Agung 1:4). Tuhan menarik kita pada diriNya dengan kasih dan sayangNya. Ketika jiwa manusia teringat akan kepenuhan kasih Allah untuknya, maka ia akan diliputi sukacita oleh kasihNya; rasul Yohanes berkata, “Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita” (I Yohanes 4:19).

Belumkah anda sadar akan kasih Allah yang telah dikerjakan bagi anda? Rasul Paulus berkata, “Akan tetapi Allah menunjukkan kasihNya kepada kita, oleh karena Al-Masih telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa” (Roma 5:8). Kasih telah menyebabkan Dia mengambil satu tubuh manusia dan berjalan di jalan menuju Kalvari, sambil memikul salib, untuk membayar semua hutang saya dan anda. Hukuman dosa yang selayaknya menjadi bagian kita adalah maut. Dengan satu rahasia rohani yang mulia, Al-Masih memasuki kubur yang menakutkan itu dan memadamkan api yang menyala-nyala, dan membukakan pintu harapan kepada kita dan jalan kemuliaan. Ketika Dia mengalahkan kuasa maut dan rantai dosa melalui kebangkitanNya, Dia pergi membawa kasih yang agung untuk menyiapkan satu tempat bagi kita dalam kerajaanNya yang akan diberikannya dengan senang hati kepada kita (Lukas 12:32). Kekasih itu akan segera datang menjemput kita, “Supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada” (Yohanes 14:2-3).

O, kasih ilahi! Sungguh satu hak istimewa yang besar telah diberikan kepada kami dan martabat mulia telah di berikan, dan dengan kasih yang luhur engkau telah menarik kami. Saudaraku, anda tidak akan mengenal Allah kecuali melalui kasih. Ibadah bukanlah sekedar ajaran-ajaran, keyakinan, teori atau tugas-tugas agama, tetapi itu adalah kasih yang sungguh pada tingkat yang tertinggi. Allah bukanlah satu “gambar” yang dibuat atau dikhayalkan oleh pikiran-pikiran manusia. Dia tidak dapat disimpulkan oleh orang soleh dan analisa akal budi dengan teori-teori para ahli pikir (filsuf) dan ahli-ahli teologia dalam batas-batas pandangan dan pengertian mereka. Tetapi seperti yang dikatakan oleh rasul, “Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia” (I Yohanes 4:16). Sudahkah hati anda diikat dengan kasih Allah? Sahabatku yang budiman, janganlah disusahkan oleh teori-teori dan perdebatan-perdebatan, tetapi cukup melakukan apa yang dikatakan orang kudus Agustinus, “Mengasihilah dan lakukanlah apa yang anda kehendaki, karena Allah itu kasih adanya”.
CAHAYA IMAN

Apabila kasih karunia menerangi hati manusia, dia akan diterangi oleh cahaya iman. Tidaklah mungkin bagi manusia mencapai iman yang benar tanpa terang kasih karunia, seperti yang ditegaskan Alkitab dalam Yesaya 60:1-3, “Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu. Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang TUHAN terbit atasmu, dan kemuliaannya menjadi nyata atasmu. Bangsa-bangsa berduyun-duyun datang kepada terangmu, dan raja-raja kepada cahaya yang terbit atasmu.”

Rasul Paulus berkata, “Sebab Allah yang berfirman: “Dari dalam gelap akan terbit terang!” Ia juga yang membuat terangNya bercahaya di dalam hati kita, supaya kita beroleh terang dari pengetahuan tentang kemuliaan Allah yang nampak pada wajah Al-Masih” (II Korintus 4:6).

Demikianlah kasih karunia bersinar dan Saul diterangi dengan cahaya iman, dan kemudian dia menjadi rasul Paulus, pemikir Kekristenan.

Kasih karunia juga bersinar dalam hidup Shaik Mikha”il Mansur. Selanjutnya merupakan ringkasan tentang apa yang ditulis oleh adiknya, Shaikh Kamil Mansur tentang dia. Mikha”il, anak Mansur, dilahirkan di kota Suhadj pada bulan Maret 1871. Ia menerima pendidikan agama dari pemimpin-pemimpin agama. Sesudah pendidikan ini dia menghabiskan setiap malam menyelidiki rahasia-rahasia ilahi.

Pada tahun 1893 ia mendapatkan satu ide untuk membahas agama Kristen, dan memohon ijin dari guru besarnya untuk bersoal jawab atau berdebat dengan umat Kristen; tetapi dia tidak diijinkan, karena takut nantinya mahasiswa ini akan menjadi besar kepala dan sombong. Pada akhirnya ia memulaikan juga perdebatan dan soal jawab dengan orang-orang yang mengerti agama, dan perdebatan seringkali begitu panjang dan hampa. Satu hari ada seorang berkata kepadanya, “Setiap orang seharusnya memohon bimbingan Allahnya, dan saya sarankan anda untuk memohon kepada Allah untuk membimbing anda pada kebenaran,” tetapi dia menghina kata-kata ini dengan mengatakan kepadanya, “Apakah saya ragu dengan iman saya? Mustahil!” Namun setelah meninggalkannya, ia merenungkan apa yang disarankan orang itu untuk dilakukan, “saya sarankan anda memohon kepada Allah untuk kebenaran.” Kasih karunia Roh Kudus mulai bekerja dalam hatinya. Tingkat keraguan imannya berkembang pada tingkat sehingga ia nampak sebagai seorang yang diganggu karena gangguan jiwa. Ia nampak pucat dan mulai menyerahkan dirinya membaca Kitab Suci, mencari kebenaran ilahi….Sesudah satu jangka waktu, tanda-tanda kesenangan dan sukacita nampak diwajahnya karena cahaya Penebus telah mengalahkannya dan matahari kebenaran telah menerangi jiwanya.

Al-Masih dengan dalam kemuliaan nampak kepadanya dalam kasihNya yang luar biasa, prinsip-prinsip yang agung, dan keindahan ajaran-ajaranNya. Dia belajar bahwa hanya Al-Masih jalan, kebenaran dan hidup, dan manusia adalah berdosa, bodoh, dan diperhamba, dan hanya dapat diselamatkan oleh Al-Masih. Ingatan saya telah melupakan banyak hal. Namun, saya tidak dapat dan tidak akan melupakan kesukaan yang luar biasa yang memenuhi hatinya, kebahagiaan yang luhur yang terpancar dari wajahnya, dan air mata yang membasahi pakaiannya karena kesukaan yang luar biasa itu, sewaktu pertama kali saya bertanya kepadanya tentang Injil. Benar sekali untuk mengatakan bahwa pada awalnya, saya sendiri merasa malu dengannya, terkadang saya mohon orang lain mendoakannya, agar dia dapat berubah dan berbalik lagi. Sering saya mencari orang-orang pintar dan terpandang dalam pendidikan untuk dibawa kepadanya agar mereka dapat menyadarkan dia kembali. Pernah juga saya menemui beberapa dukun untuk melayani dia. Tetapi yang saya temui bahwa dia tetap teguh bagaikan gunung tinggi dalam Al-Masih, dan menemukan bahwa setiap aniaya dapat ditanggung dalam kasihNya. Saya terus dengan sungguh mempertimbangkan apa rahasianya. Saya tahu dengan pasti bahwa dia tidak mempunyai maksud duniawi. Kesetiaannya kepada Kekristenan telah jelas bagi saya; dan demikian juga, saya menemui diri saya di dorong untuk meminta Kitab Injil darinya, demikianlah ia memberikannya dengan suka-cita. Kami bersyukur kepada Allah karena telah memakai dia membimbing banyak orang berdosa, dan yang pertama di antara mereka adalah saya sendiri, bagi kemuliaan Penebus itu.”
BUKTI YANG AGUNG

Apabila manusia ditarik oleh kuasa kasih karunia pada lipatan iman, maka dia tidak lagi membutuhkan satu bukti atau satu bukti logis untuk menguatkan kebenaran-kebenaran iman, karena kesaksian itu sudah ada dalam hatinya, karena ia menyadari bahwa Allah hidup dalam dia, dan Dia telah mengubah hidupnya. Ia tidak lagi mencari Allah di luar dirinya. Agustinus, seorang ahli pikir (filsuf) yang terkenal setelah menerima iman berkata, “Ya, aku telah menemukan dan memahamimu. O, betapa beruntungnya aku dan diberkatinya aku! Tadinya aku mencari engkau dari hal-hal yang ada di luar! Tetapi semuanya hampa, karena aku menemui engkau dalam jiwaku, dalam hatiku sendiri! Dan kini aku sedang memeluk Engkau dan melihat Engkau.” (Agustinus, Confessions).

Orang percaya (beriman) adalah dia yang telah melihat Tuhan dan dilingkupi Tuhan dalam hidupnya yang dibuatNya sungguh bertobat. Dia mengubahnya dari manusia yang penuh hawa nafsu, menjadi seorang yang rohani, kudus dan menarik. Orang percaya melihat Tuhan dalam hatinya yang sudah dibersihkan dari kotoran dosa, “Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah” (Matius 5:8). Sesudah pekerjaan kasih karunia, iman bukan lagi sekedar iman akal budi yang mempercayai hal-hal yang tidak kelihatan, yang kekurangan kenyataan dan bukti, tetapi adalah satu iman dari pengalaman, yang mengubah srigala menjadi seekor anak domba; inilah bukti nyata yang paling akbar dari kebenaran iman itu.

Pengalaman orang Saleh Musa al Aswad.

Orang saleh Musa al Aswad adalah pembunuh sadis dan pemimpin dari satu kelompok bandit yang kafir. Kasih karunia mulai menerangi hatinya. Kemudian ia menemui seorang bijaksana, orang beriman yang sudah tua dan berkata kepadanya, “Saya dengar bahwa bapak adalah penyembah Allah yang benar; itulah sebabnya saya lari dan menemui bapak, agar Allah yang telah menyelamatkan bapak dapat menyelamatkan saya juga. Ceritakan dan jelaskanlah kepada saya tentang Allah itu.” Orang kudus itu bertanya, “Apakah Allahmu?” Jawabnya, “Saya tidak mengenal satu Allah pun kecuali matahari, sebab apabila aku memandangnya, saya temui bahwa ia menerangi dunia dengan sinarnya; termasuk bulan dan bintang-bintang, yang memiliki rahasia-rahasia aneh; juga lautan dan keperkasaannya…Tetapi kesemuanya itu tidak memuaskan jiwaku, dan saya tahu bahwa ada Allah yang lain yang lebih besar dari semuanya ini yang belum saya kenal. Saya berkata, “Ya, Tuhan! Yang hidup dalam surga, yang mengatur semua ciptaan, bimbinglah hamba kepadaMu sekarang juga, dan biarlah hamba mengetahui apa yang dapat memuaskanMu.” Itulah sebabnya saya menemui bapak, agar bapak dapat menjelaskan kepada saya dan mendoakan saya kepada Allah agar Dia jangan menurunkan murkaNya kepada saya karena perbuatan-perbuatan jahatku.”(Archives of the Coptic Museum, hal.496).

Orang saleh yang tua itu mulai memberitakan firman Allah kepadanya, dan mengatakan kepadanya tentang penghukuman, keselamatan dan kasih Allah pada orang-orang berdosa. Pekerjaan kasih karunia disempurnakan dalam hatinya, dan Tuhan menyinari hatinya, dan air mata pertobatan mengalir, dan wajahnya memancarkan cahaya iman. Musa al Aswad, seorang biadab, menjadi seorang saleh, salah satu di antara tokoh-tokoh iman yang besar.

Siapakah yang mengubah srigala ini menjadi seekor anak domba? Sungguh satu pekerjaan kasih karunia yang luar biasa. Siapakah yang membuat dia memahami iman? Allah menembusi hidupnya dan lewat jamahan tanganNya yang Maha Kuasa itu telah mengubah dia secara menyeluruh.

Pengalaman Jibran

Jibran dibesarkan dalam satu keluarga yang fanatik dalam agama dan ayahnya bertanggung jawab mengajarkannya asal mula agama. Sesaat sesudah ayahnya meninggal, pemuda ini membuang semua pantangan dari latar belakang ini dan terjun dalam kejahatan. Untuk mengatasi ini, keluarganya menempatkan dia pada satu asrama sekolah. Di sekolah itu ada seorang siswa bernama Mikhael, yang sungguh menderita dalam perlakuan Jibran. Ketika hari perayaan sekolah itu tiba, Jibran, karena ingin menyusahkan Mikhael, merencanakan untuk membuat dia mengangkat semua kursi yang dibutuhkan. Untuk itu ia membuat seolah-olah pimpinan sekolah yang memberikan perintah itu. Kemudian ia menemui Mikhael, dan ia melihat dia sedang melompati tembok sekolah dan masuk ke dalam hutan dekat sekolah itu. Menurut sangkanya, Mikhael ingin menghindari tugasnya. Karena itu ia membuntutinya, dan melihatnya memasuki satu tempat di mana ranting-ranting dibuat menjadi satu pondok kecil.

Dengan diam-diam Jibran bersembunyi dibalik pohon agar menemuikan rahasia dibalik pondok ini. Tiba-tiba ia melihat Mikhael menyalakan lilin kecil. Kemudian ia berlutut, dan Jibran mendengar dia berbicara dengan suara rendah. Lalu ia melihat dia mengeluarkan sebuah buku kecil dari kantongnya dan membacanya. Selesai membaca, Jibran melihat dia mengangkat wajahnya ke depan, dan dia melihat air mata mengalir dari matanya dan suaranya kedengaran seperti menangis. Sesudah itu ia mematikan lilin dan kembali ke sekolah. Jibran mengikutinya dari jauh.

Ketika Mikhael memasuki sekolah, Jibran membuntutinya dan mendekap kedua pundaknya dan bertanya kepadanya, “Dari mana kau?” Jawabnya adalah, “Tadi saya menyembah Tuhan saya.” Katanya lagi kepadanya, “Engkau pembohong. Aku melihatmu dan membuntutimu saat kau melompati pagar dan memasuki sebuah pondok kecil dan mulai bernyanyi dan membaca kitab kecil, dan engkau menangis. Ini tanda-tanda kesedihan.” Mikhael menjawab dengan cepat, “Saya tidak sedih, dan saya tidak bernyanyi, tetapi saya sedang bernyanyi untuk Tuhan. Apa yang saya baca adalah Injil. Sesudah itu saya berdoa kepada Tuhan saya untuk mengampuni dosa-dosa saya dan menolong dalam kehidupan saya.” Jibran berkata, “Dapatkah saya melihat Injil itu?” Dia memberikan Injil itu kepadanya, tetapi Jibran sudah belajar dari ayahnya bahwa orang yang menyentuh Injil dari umat Nasrani, maka tangannya akan lumpuh atau akan menjadi gila. Tetapi pemandangan yang baru saja disaksikan Jibran telah mendorong dia untuk mempelajari rahasia penyembahan ini yang mendorong manusia memasuki hutan dan menyembah. Dia menjepit Injil dengan jari-jarinya, sambil berpikir seandainya ia menjadi lumpuh, dia akan membuangnya dan menghindar dari bahaya. Tetapi dia tidak merasakan sesuatu dari apa yang telah diajarkan itu, dan ia mengambil Injil itu dan mohon izin Mikhael untuk membacanya. Jibran membaca Injil itu semalaman tetapi ia tidak dapat mengerti apa-apa.

Saat matahari terbit ia mendapatkan Mikhael dan membangunkannya dan bertanya tentang yang tidak ia pahami. Mikhael mulai menjelaskan, tetapi tetap saja Jibran tak dapat mengerti. Lalu Mikhael menutup kitab itu dan berkata kepadanya, “Secara singkat saya ingin katakan kepadamu tentang isi kitab Injil.” Kebenaran pertama – Manusia adalah berdosa. Anda dan saya juga orang berdosa. Kebenaran kedua – Hukuman bagi dosa-dosa kita adalah penderitaan kekal di neraka. Kebenaran ketiga – Karena kasih-Nya, Allah mengutus untuk menebus kita dari dosa, dan Dia telah disalibkan ganti kita. Kebenaran keempat – Jika anda percaya ini dan bertobat dari dosa-dosamu maka Tuhan akan menerima anda dan menyelamatkan anda dari api neraka yang kekal.

Kata-kata ini sederhana tetapi diurapi dengan kasih karunia dan disampaikan dari pengalaman. Di sinilah tangan Allah bekerja dalam hati Jibran, dan terjadilah mujizat. Wajah pemuda itu bersinar, dan dia berkata, “Saya percaya,” dan keduanya berdoa. Peristiwa dan pengalaman silih berganti dalam hidup dari Jibran yang sesakitan itu dan telah mengubah dia menjadi orang yang berhati lembut, hamba yang diberkati di ladang Tuhan. Ia telah menjadi berkat bagi banyak jiwa yang percaya dan orang lain.

Inilah pekerjaan ajaib dari kasih karunia dan bukti yang akbar dari kebenaran iman kita yang kudus. Kerinduan saya, agar Allah bekerja dalam hidup anda, sahabatku yang budiman, agar anda dapat menjadi seorang anak Tuhan Allah, dan menjadi seorang saksi setia bagi Tuhan yang telah mengasihi dan menebus kita dengan darahNya.

KESIMPULAN

Saudara yang budiman, barangkali anda telah menangkap arti dari Tritunggal kami umat Kristen. Barangkali juga anda sudah menjadi yakin bahwa kami tidak menyembah tiga allah. Kiranya dijauhkan itu dari kami! Kami hanya percaya kepada satu Allah, berada dalam diriNya, menyampaikan firmanNya (kalimatNya), dan hidup dalam RohNya. FirmanNya (kalimatNya) berdiam dalam Maryam yang diberkati dan telah mengambil darinya satu tubuh manusia, yakni Isa Al-Masih (Yesus Kristus), yang telah hidup di bumi kita ini, dan telah mengerjakan dengan sempurna keselamatan kita.

Dalam buku kami yang kedua tentang “Al-Masih Anak Allah”, kami akan membahas secara rinci tentang iman kami kepada Al-Masih yang hidup, dan rahasia inkarnasi (penjelmaan) ilahi. Buku yang kedua itu mirip seperti buku ini.

Saudara yang budiman, saya berdoa kepada Tuhan agar menjadikan terangNya bersinar dalam hati anda, untuk menyatakan kepada anda rahasia ajaib ini, karena hal-hal tentang Allah hanyalah bisa diselidiki oleh Roh Allah. Maukah anda untuk memohon kepadaNya, pertama-tama untuk menyadarkan anda, dan melayakkan anda menerima pekerjaan kasih karunia dalam hidup anda, agar anda boleh menjadi anak Allah, dan menjadi anggota dari sifat-sifat keallahan ini. Kemudian dengan Roh anda akan dapat memahami apa yang tidak dapat di pahami akal budi. Kiranya Allah melindungi dan menyertai anda!

halo semuanya..pisss…salam sejahtera,..to the point aja ok?..begini dulur(saudara)…agama itu semuanya baik..semua agama mengajarkan yg baik..jadi tdk perlu saling ejek..ingat!!..di dunia ini tak ada yg sempurna..termasuk manusia..tapi diantara agama itu jelas ada yg sepurna ajarannya,yaitu bs diterima secara akal,hukum,budaya,RASIONAL&SIMPLE..INGAT!!semua tergantung manusianya yg mengerjakan agama itu,kalau emangsudah berbeda buat apa didebatkan??.toh ahirnya menambah kesal memperlebar perbedaan itu sendiri,,BUAT APA?..saran saya,marilah kita eratkan tali persaudaraan,sesama agama,tdk usah saling ejek,.marilah kita saling bantu mewujudkan bhineka tunggal ika.seandainya ada perbedaan mari kita selesaikan dengan kepala dingin..walaupun kita berbeda,tapi kita satu…ingat2 KATA2 ini.”AKU BASMI ANGKARA MURKA DENGAN PERANG SUCI”.(TDK PANDANG AGAMA,RAS,AJARAN,JENIS KELAMIN semua yg salah akan diadili)..samar..samar..samaaar sekali..pokoknya yg merasa berdosa segera tobat.kamu lihat saja nanti..pesanku”GUNAKANLAH HATIMU,JANGAN AKALMU”..mari kita sambut datangnya sang”RATU ADIL”..

oya..manusia mendapat hidayah/pemberian dari tuhan dengan dua cara..1.nyata 2.isyarat..sy jelaskan dgn singkat..1.nyata;maksudnya,manusia itu langsung sadar dan ingat waktu itu juga akan salah&dosanya..kemudian dia memperbaiki dirinya,semampu kekuatannya..dan dia terus menjaga imannya pada tuhannya..2.isyarat..manusia itu sadar ketika ada sesuatu yg menyentuh hatinya..misalnya..mimpi,perkataan orang,kelakun binatang,..begitu pula dalam setiap kitab suci..kitab dari agama manapun,ada anjuran yg jelas dan ada yg samar,..dan yng banyak menuai debat adlh sesuatu yg samar itu..itu adalah isyarat.,,dan hanya orang yg pnya iman yg tebal yg bs membaca isyarat itu..tujuan dari isyarat itu sendiri adalah semacam tingkatan manusia menuju kesempurnaan iman yg benar2dari karsa/tempat tuhan..sebenarnya,orang yg tlh mngerti tuhannya,dia akan bnyak diam.tidak mencampuri urusan2yg buat dia lupa pada tuhannya,walau cuma sedetik..dan diantara agama itu ada yg sempurna tatacaranya..tapi,manusia yg mengerjakannya kurang hati2..jadinya kacau,..tapi,aku bangga..penerusnya sngat bnyak..pasti ada yg lulus..dan bs menyatukan perbedaan ini.menjadi kesatuan yg utuh..menjadi bangsa yg disegani seluruh dunia karena persatuannya..(LTDF)

to qzoners
klo km gak percaya bhw Yesus itu Tuhan,trus knp dlm kitab km sendiri di tulis klo Yesus itu adalah “Khalam Tuhan”atau yang berati “Roh Tuhan”ini jelas2 mengakui bhw Yesus itu bnr2 Tuhan.dan lagi knp di tulis bhw Yesus itu bnr2 naik ke surga dan pd hr akhir akan turun kembali untuk menghukum org2 berdosa.coba km pikir2 lagi dan klo perlu km teliti lbh dlm lagi ttg pribadi Yesus dlm kitabmu.Dan yang perlu aku tegaskan lagi bhw HIDUP KEKAL atau masuk surga itu tidak di dapat krn perbuatan baik,krn klo qt mengandalkan perbuatan baik qt,itu hanya di anggap hanya sbg “kain kotor”.kebayangkan klo km udah susah2 berbuat kebaikan untuk masuk surga tp hanya di anggap sbg “kain kotor”.HIDUP KEKAL itu hanya di dapat melalui pengorbanan Yesus krn kasih Nya pada semua manusia termasuk km.sy mengasihi km sm sprti Yesus tlah Mengasih Saya.dan saya ingin nanti qt dpt bersama2 menikmati Hidup Yang Kekal di Surga yg Penuh dgn KEBAHAGIAAN ABADI.amien…….Saya berharap ketika km membaca ini hati akan dibukakan oleh Roh Kudus agar km dpt mengerti.TUHAN YESUS MEMBERKATIMU DGN KASIH YANG KEKAL……

Salam kenal dalam kedamaian

Setelah membaca dari atas sampai bawah, – sampai mata pedes -, malah tambah bingung.
Bukankah iman itu sama atau diatas yakin.
Untuk yakin kita harus paham,
Untuk paham kita harus mengerti,
Untuk mengerti kita harus tahu ….

Bukannya begitu ??? lha klo tiba-2 suruh melihat Trinitas dengan iman ya itu sama saja dengan menyuruh meyakini 1+1+1=1. Bahasa jawanya “POKOK-E SIJI TAMBAH SIJI TAMBAH SIJI PODO KARO TELU”
Yen wes pokok-e, yo wis sopo sing iso mbantah…!!!

Kalau kita dipukul sekali pukul balik dia sekali,
tapi kalau kita memafkan, itu jauh lebih baik.
(Manusiawi kan???)

Salam perdamaian
Edi

@Dear Edi,

Anda mau memahami dan mengerti Allah demi mengimani dan meyakini-Nya? Cukupkah pengetahuan Anda? Cukupkah akal Anda?

Di Kristen, 1+1 bisa berarti 1, bukan 2 lagi. Contohnya: seorang pria menikah dengan seorang wanita menjadi 1 keluarga.

Artinya adalah bahwa hitungan matematika tidak berlaku untuk hitungan di ranah lain, misalnya ranah agama. Semoga sedikit jawaban ini dapat membuka wawasan Anda.

Salam.

PERNAHKAH ANDA MEMBACA KATA ” TRI TUNGGAL ” DALAM ALKITAB…??

Saya sangat menghargai kepercayaan anda semua…
Kepercayaan Tri Tunggal memang sangat populer walaupun itu membingungkan…. Tapi tahukah anda bahwa itu tidak diajarkan Yesus dan Murid-muritnya ?? Markus 12: 28-30 ALLAH itu ESA bukan tiga tiga pribadi Yesus juga tidak pernah mengaku BAHWA DIA setara dengan ALLAH ( Yohanes 14 : 28 )

apakah ada kata tri tunggal dalam alkitab???

Saya sangat menghargai kepercayaan anda semua…
Kepercayaan Tri Tunggal memang sangat populer walaupun itu membingungkan…. Tapi tahukah anda bahwa itu tidak diajarkan Yesus dan Murid-muritnya ?? Markus 12: 28-30 ALLAH itu ESA bukan tiga tiga pribadi Yesus juga tidak pernah mengaku BAHWA DIA setara dengan ALLAH ( Yohanes 14 : 28 )

Salam kedamaian

Mas Dewo,
Kalau diibaratkan begitu, ya malah bertentangan dgn kitab yg anda yakini toh ??? Itu artinya tidak ESA lagi,
karena tetap ada tiga pribadi dan terpisah.

Ya sudah, karena tidak pula saya peroleh kejelasan bagaimana klo saya saja yg bertanya.

Apa benar Allah adalah Yesus dan sebaliknya ??
Kalau benar berarti perumpamaan anda salah, mestinya diumpamakan seperti penyebutan nama alias. Seperti misalnya anda dipanggil DEWO oleh teman-2 anda, tetapi keluarga anda mungkin memanggil DEDEK dan anak-istri anda memanggil anda PAPA.
Klo itu hakikatnya akan tetap satu.

Apa seperti itu ??

Salam
Edi

Sekedar tambahan …

a. 1 Kg Beras + 1 Kg Beras = 2 Kg Beras
b. 1 Kg Beras + 1 Kg Beras = 1 Kantong Plastik Beras
c. 1 Kg Beras IR + 1 Kg Beras Rojolele = 1 Bakul Nasi
d. 1 Kg Beras + 1 Kg Jagung = 1 Kantong Plastik Gula

Mana yg pasti benar, yg meragukan dan yg pasti salah ???

Salam
Edi

@Dear Joni (#80 & #81),

Kata Tritunggal atau pun Trinitas memang tidak ada dalam Alkitab. Itu adalah suatu sebutan untuk kesatuan Allah Bapa, Putera dan Roh Kudus.

@Dear Edi (#82 & #83),

Trinitas itu memang terdiri dari 3 pribadi Allah. Dan Allah adalah esa adanya. Jadi hal itu bukan sekedar “alias”, tetapi memang ada 3 pribadi.

GBU.

Bung Dewo, anda bilang:
“….Trinitas itu memang terdiri dari 3 pribadi Allah. Dan Allah adalah esa adanya. Jadi hal itu bukan sekedar “alias”, tetapi memang ada 3 pribadi….”

Aku jadi agak ragu apa Tuhannya Bung Dewo pengidap scizophrenia, Bukan kan?

Salam Damai

Mas Dewo :
“Trinitas itu memang terdiri dari 3 pribadi Allah. Dan Allah adalah esa adanya. Jadi hal itu bukan sekedar “alias”, tetapi memang ada 3 pribadi.”

3 Pribadi dan bukan alias, berarti hakikatnya emang tiga.
Dan 3 pribadi itu ditempat yg berbeda pada waktu yg sama dan lagi mempunyai kuasa yg beda, sifat berbeda.

Tetapi dikatakan pula Esa atau Tunggal !!!, bahkan dikatakan Maha Esa. Yg berarti harusnya lebih esa dari pada saya yg cuman 1 pribadi, tetapi masih terdiri dari rohani dan jasmani. Jasmani sendiri masih terdiri dari banyak sekali bagian.

Salahkah jika saya tambah bingung !!!
Lebih bingung lagi kalau ada orang yg tidak bingung dengan hal itu.

Salam
Edi

@Dear Blasius,

Aku jadi agak ragu apa Tuhannya Bung Dewo pengidap scizophrenia, Bukan kan?

Tentu tidak.

@Dear Edi,

Memang bagi sebagian besar orang, kenyataan itu memang membingungkan. Tetapi tidak bagi yang mengimaninya.

Salam & GBU.

Pro Moderator
Tlg kolom diskusi saya dg mas Adhi dan Pandora dicopy atau di link di forum ini, maaf baru tahu nyasar di forum depan.
thks

@Dear Yoseph Henri,

Tidak apa-apa Pak. Toh Mas Adhi & Mas Pandora pertanyaan tidak hanya Tritunggal, jadi diteruskan saja. Tetapi jika dibuatkan link, maka berikut adalah link2 tersebut:

Jawaban Pak Yoseph Hendri

Shalom,

Quote: no.3
qzoners
Hehe… Jadi yang disalib itu Tuhan yah?? Wah..hebat neh bangsa Romawi. Oh iya, mo nanya neh, Sejak kapankan Yesus diangkat jadi Tuhan? Dan tentang isi kitab Yehezkiel pasal 21 ayat 1-21 : Sebenarnya isinya kayak gimana seh?
=============
***nah loe sendiri yang ngomong. masih gak jelas yah.. baca bible jangan baca quran, kitab palsu dari nabi palsu yang jadi nabi karena panggilan JIN GOA HYRA….”Tiada TUHAN selain Aolloh”…itu mah salah, begini aslinya nih: “Tiada Aolloh selain Al-illah”===Aolloh memmang gabungan al illah.
***Yesus adalah TUHAN sejak ALFA sampai OMEGA.
*** ayat mana yang ente gak ngerti dari Yehezkiel 21??

Beware!!! sebentar lagi anda akan menjadi KRISTEN.

Salam Damai

Mas Dewo.

#84 #86 #87

Terima kasih mas, atas jawabannya…!!!
Ternyata begitu ya jawabannya …..

Gak boleh bingung … tapi Imani saja apa adanya ….

Salam
Edi

Semua berdebat seolah hidup pada jaman itu, seolah hidup saat semua kitab tersebut dalam proses menjadi Kitab masing-masing. Seolah yang paling benar.

Semua tidak salah, tetapi menjadi salah apabila terbawa dendam, benci dan merendahkan yang lain.

Sebenarnya semua agama tidak akan dapat memuaskan pikiran dan pertanyaan manusia tentang :
– Mengapa manusia harus berdosa, sengsara, saling perang, bunuh dan perbuatan keji lainnya.
– Bukankah Tuhan Maha Tahu, bahwa si A, B atau C sebelum dilahirkan nantinya pada saat hidup akan menjadi atheis, muslim, kristen, kong hu cu dan lainnya. Atau nanti ketika mati si A, B atau C penuh dosa atau langsung masuk surga.
– Bukankah Tuhan Maha Kuasa, dengan kuasaNya Dia dengan mudah menjadikan semua manusia tidak berdosa, damai, saling mengasihi dan menjadikan setan baik seperti malaikat.
– Jika begitu, apakah Tuhan sedang menikmati panggung dunia yang Dia ciptakan, yang Dia sutradarai, yang Dia tahu betul cerita seluruh manusia yang memerankan peran masing-masing dari awal manusia ada hingga kiamat dan hari akhir nanti ?
– Jika begitu, betapa jahatnya Tuhan, yang membiarkan manusia dalam kegelapan, ketidaktahuan, kebodohan dan ketidakberdayaan memilih?
– Bagiku jelas Tuhan itu ada, karena tidak mungkin awal mula dunia ini ada dengan sendirinya. Jadi aku ngga mau jadi atheis.
– Bagiku hidup ini misteri, pikiran manusia tidak akan bisa menggapai rencana Tuhan. Aku jadi ingat kisah Santo Antonius yang bertemu anak kecil di pantai.
– Bagiku Tuhan juga bukan Tuhan yang jahat, egois dan tidak mau tahu kesusahan umat manusia. Bahkan Dia rela sengsara demi umat manusia, bukan Tuhan yang menikmati sandiwara dunia ini.
– Dia menyayangi semua manusia, baik yang : atheis, Islam, Hindu, Budha, Katolik, Kristen, Kong hu cu dan semuanya. Tapi mengapa kita justru yang memusuhi, membenci, membunuh, menyiksa, merendahkan dan perbuatan jahat lainnya kepada sesama kita.
– Dia sungguh menyerahkan kepada kita semua, Dia sungguh demokratis.
– Mungkin malah menjadi seolah-olah Tuhan tidak berdaya, tidak Maha Kuasa dan tidak hebat.

Aku adalah Adrianus :
– Yang telah mengembara mencari kebenaran
– Yang hidup tidak pamrih untuk masuk surga atau neraka, semua kuserahkan kepada Tuhan
– Yang telah menjatuhkan pilihan terakhir pada Yesus
– Yang kudapatkan kedamaian dan kepasrahan ketika kuterima tubuh dan darahNya
– Bukan karena surga yang kuinginkan, tetapi karena ajaran-ajaranNya :
o Cintailah sesamamu seperti engkau mencintai dirimu sendiri
o Apabila ditampar pipi kirimu, serahkanlah pipi kananmu
o Apabila diminta bajumu, serahkanlah jubahmu
o Ampunilah dan doakanlah musuh-musuhmu
o Dan ajaran kasih lainnya
– Surga adalah kedamaian, kasih dan saling membantu

TUHAN KUSERAHKAN HIDUP DAN MATIKU UNTUKMU, DALAM TANGANMU, DALAM KASIHMU.
AKU MERINDUKANMU

Dear ADRIANUS

* Sejauh apa dan sejauh mana anda telah mengembara dalam pencarian ??
* Dalam batas apa anda mengembara ??
* Apa yang anda cari ??

“Bukan karena surga yang kuinginkan, tetapi karena ajaran-ajaranNya :
o Cintailah sesamamu seperti engkau mencintai dirimu sendiri
o Apabila ditampar pipi kirimu, serahkanlah pipi kananmu
o Apabila diminta bajumu, serahkanlah jubahmu
o Ampunilah dan doakanlah musuh-musuhmu
o Dan ajaran kasih lainnya

Jika umat agama selain nasrani yg mengatakan itu, saya justru akan menerimanya dengan senang hati…..

Tapi karena anda yang mengatakan, maka timbul pertanyaan :
* Saat dalam pengembaraan, sudahkah anda menengok kebelakang ??? Benarkah ajaran kristen disebarluaskan dengan kasih ???
* Itu jika anda “DITAMPAR” dan “DIPIPI” atau berarti umum ?? Klo anda tidak memberikan pipi yg sebelah, apa jadinya ??? (Dosakah ? dan klo iya apa hukumannya?)
* Itu jika anda “DIMINTA BAJU” atau berlaku umum ??
* Itu jika anda “PAKAI JUBAH” atau berlaku umum ??
* Apakah membantu kaum miskin dengan embel-2 supaya masuk kristen itu adalah ajaran kasih ???

Klo aku sih :
* Jika kamu dipukul sekali, balaslah pukul sekali, tetapi jika kamu memaafkan, maka itu jauh lebih baik.

Manusiawi kok, wong memang ajaran agama itu untuk kebaikan seluruh manusia.

Mas Edi, perkenankan saya menjelaskan pengembaraan saya; walau sebenarnya ini ingin kusimpan untuk saya saja.
Dua tahun yang lalu saya adalah muslim.
Saya melakukan pengembaraan ke-musliman saya hingga saya mengikuti suatu kelompok yang menyatakan bahwa kelompok itu adalah yang paling benar diantara kelompok-kelompok Islam yang lain.

Hal ini memang yang saya cari, karena telah diramalkan bahwa Islam akan terpecah 73 golongan, dan hanya satu yang benar. Tapi saya tidak mendapatkan jawaban itu.

Saya mencoba mengenal Allah, melalui Asmaul Husna (99 sifat Allah) tetapi saya susah untuk mengenalnya: antara lain sifat
– Yaa aliimu a’limnaa maa laa na’lam Ya Tuhan Yang Maha Mengetahui”. Berarti Tuhan tahu si nanti masuk neraka atau masuk surga
– Ya khoofidhu ihkfidh man zholamanaa
Ya Tuhan Yang Maha Menjatuhkan , padahal Yaa Qohhaaru iqhar aduwwanaa ilal istislami
Ya Tuhan Yang Maha Memaksa,
Jadi bila Allah bisa memaksa kenapa harus menjatuhkan
– Karena Allah Yaa hakamu uhkum manhasada alainaa wa ghosysyanaa
Ya Tuhan Yang Maha Menetapkan hukum
– Yaa hafiizhuu ihfazhnaa min fitnatid dunya wasuuihaa
Ya Allah Yang Maha memelihara, tetapi mengapa Allah tidak menjadikan satu agama yang terpelihara dari awal sampai akhir (padahal Kita juga harus mengimani Taurat dan Injil, berarti juga memeliharanya seperti Alquran)
– dan Maha-maha yang lain

Saya kurang sreg dengan konsep hidup seolah berdagang, itung-itungan. Kita melakukan karena pamrih, karena mau mencari pahala, walaupun mungkin mengkorbankan kepentingan orang lain.
Sholat di masjidil haram lebih mulia (pahalanya berkali-kali lipat) daripada di Indonesia, enak juga dong jadi orang arab ya.

Kita harus percaya akan takdir, berarti kita dipaksa menerima ( mungkin karena Tuhan Maha memaksa )

Setelah itu apakah Tuhan kemudian menikmati sandiwara yang telah dipaksakan tersebut? Karena Tuhan juga telah tahu semua cerita di dunia ini ? ( termasuk kita berdiskusi mungkin sudah ditakdirkan?)

Belum lagi banyaknya hadis (hadis qudsi lho) yang membuat saya merenung
( mas Edi sekarang pakai cincin emas? suka bersalaman dengan cewek yang bukan muhrimnya? pakai celana menutupi mata kaki? Tahu akibat semua ini jika dilakukan ?).

Mas Edi : pipi kiri ditampar, diminta baju itu hanyalah suatu kiasan. Tetapi kita harus tahu pesan yang disampaikan, yaitu cinta kasih.

Masih banyak lagi kisah yang menyentuh perasaan manusiawi kita di dalam injil. Bagaimana seorang perempuan yang akan dirajam karena berbuat zina, kemudian Yesus mengatakan silahkan anda melempari wanita itu jika kalian merasa tidak punya dosa. Akhirnya semua merasa punya dosa, hingga tidak ada yang melempari wanita tersebut.

Senang berkenalan dengan anda, saya tidak ingin berpanjang, biar ngga cape….ngebacanya.

SALAM DAMAI

Dear Adrianus,

Kapan, ayat yang mana saja yang dianggap kiasan, dan mana yang tidak gimana menentukannya ya???

Trus yg ini kiasan atau bukan ??:
• Yahya pasal 17 ayat 3
Inilah hidup yang kekal, yaitu supaya mereka mengenal engkau, Allah yang Esa, dan Yesus Kristus yang telah engkau suruhkan itu
• Ulangan pasal 4 ayat 35
Maka kepadamulah ia itu ditunjuk, supaya diketahui olehmu bahwa Tuhan itulah Allah, dan kecuali Tuhan yang Esa tiadalah yang lain lagi
• Markus, pasal 12 ayat 29
Maka jawab Yesus kepadanya. Hukum yang terutama ialah: Dengarlah olehmu hai Israil, adapun Allah Tuhan kita ialah Tuhan yang Esa
• Ulangan pasal 6 ayat 4
Dengarlah olehmu hai Israil, sesungguhnya Hua Allah kita, Hua itu Esa adanya
• Ulangan pasal 4 ayat 39
Maka sekarang ketahuilah olehmu dan perhatikanlah ini baik-baik, bahwa Tuhan itulah Allah, baik di langit yang di atas, baik di bumi yang di bawah, dan kecuali ia tiadalah lain lagi
• Samuel yang kedua pasal 7 ayat 22.
Maka sebab itu besarlah Engkau, ya Tuhan Allah karena tiada yang dapat disamakan dengan dikau dan tiada Allah melainkan Engkau sekedar yang telah kami dengar dari telinga kami
• Yahya pasal 17 ayat 8.
Karena segala firman yang telah Engkau firmankan kepadaku, itulah Aku sampaikan kepada mereka itu, dan mereka itu sudah menerima dia, dan mengetahui dengan sesungguhnya bahwa Aku datang dari Ada-Mu, dan lagi mereka itu percaya bahwa Engkau yang menyuruh aku

Dan juga yg ini :
• Johanes pasal 5 ayat 30
Maka aku tidak boleh berbuat satu apa dari mauku sendiri, Seperti aku dengar begitu aku hukumkan, dan hukumku itu adil adanya, karena tidak aku coba turut mauku sendiri, melainkan maunya Bapa yang sudah mengutus aku
• Johanes pasal 12 ayat 45.
Dan barang siapa yang melihat aku, dia melihat sama Dia yang mengutus aku
• Johanes pasal 14 ayat 28.
Kamu sudah dengar aku bilang, yang aku pergi serta datang kembali sama kamu. Coba kamu cinta sama aku, hati, sebab aku sudah bilang: “Yang aku pergi sama Bapa, karena bapaku itu lebih dari aku”
• Johanes pasal 17 ayat 21.
Supaya semua jadi satu, ia Bapa! seperti Bapa dalam saya dan saya dalam Bapa dan supaya dia orang jadi satu dalam kita, biar dunia percaya Bapa sudah mengutus saya
• Johanes pasal 17 ayat 23
Saya dalam dia orang, dan Bapa dalam saya, supaya dunia boleh tahu yang Bapa sudah mengutus saya
• Yahya pasal 17 ayat 3
Inilah hidup yang kekal, yaitu supaya mereka mengenal engkau, Allah yang Esa, dan Yesus Kristus yang telah engkau suruhkan itu
• Yahya pasal 5 ayat 30.
Suatu pun tidak aku dapat berbuat menurut kehendakku sendiri melainkan aku menjalankan hukum sebagaimana yang aku dengar, dan hukumku itu adil adanya, karena bukannya aku mencari kehendak diriku, melainkan kehendak Dia yang menyuruhkan aku.

dan selanjutnya ada di :

http://agamaku.wordpress.com/2007/03/05/eloi-eloi-lama-sabakhtani/#comment-5311

Daripada debat ga karuan mending masuk website ini saja biar lebih jelas :

http://www.pakdenono.com/kebohongan_kristen.htm

semua lengkap di sana

GBU

Beberapa contoh kemusykilan dan kesangsian dalam Hadith-hadith Sahih Islam adalah seperti berikut.
1) Air kencing unta adalah ubat untuk sakit-penyakit manusia, dan boleh dipakai sebagai ubat!
– Hadith sahih Bukhari Jilid (Volume) 7 nombor 590
– Hadith sahih Muslim jilid 3, nombor 4130.
Ini merupakan anjuran dan ajaran Islam yang sangat janggal sekali. Manakah bukti saintifik dan kesihatan bahawa air kencing unta telah benar-benar berhasil dan berguna sebagai penawar?

2) Syaitan dan iblis tidur atau menginap di dalam lubang hidung manusia
– Hadith Bukhari jilid 4, nombor 516
– Hadith Muslim jilid 1, nombor 462.

3) Anjing yang berwarna hitam adalah iblis dan syaitan dan mereka harus dibunuh, dan kononnya mereka juga berupaya
membatalkan solat umat Muslim!
– Hadith Muslim jilid 1, nombor 1032
– Hadith Muslim jilid 3, nombor 3809-3829.
Diskriminasi yang tidak berasas ke atas anjing berwarna hitam! Lagi pun, ajarannya bahawa anjing hitam ialah
iblis/syaitan, adalah tidak benar dan ialah kekarutan sama sekali!

4) Sayap kiri seekor lalat beracun, dan sayap kanannya ada penawarnya!
– Hadith Bukhari jilid 7, nombor 673.
Hadith ini dengan cukup terus-terang sangat janggal dan tidak masuk akal. Lebih-lebih lagi, bertentangan secara
langsung dengan kebenaran dan fakta-fakta saintifik!

5) Memakan Bawang putih dilarang bagi orang Islam, dan mereka tidak boleh masuki masjid jika orang Muslim telah
memakan bawang putih!
– Hadith Bukhari jilid 5, no. 526
– Hadith Bukhari jilid 1, no.812, 813.
Apakah salahnya dengan Bawang Putih, padahal secara saintifik sudah terbukti nilai-nilai kesihatannya untuk manusia yang banyak sekali.

6) Kebanyakan penghuni dan ahli neraka adalah jiwa-jiwa wanita!
– Hadith Bukhari jilid 8, 456, 544.
Kenapa berdiskriminasi terhadap kaum wanita dengan cara tidak munasabah seperti ini?

7) Dilarang kencing atau membuang air kecil ke dalam lubang/rongga dalam tanah. Lubang-lubang itu kononnya
adalah tempat tinggal jin-jin tertentu!
– Sunan Abu Daud Jilid 1 (Fasal 16), Nombor 29.
Rongga dan lubang dalam tanah adalah cara yang paling praktikal dan lazim diamalkan di serata dunia untuk membuang air. Tidak ada lapuran dari mana-mana tempat di dunia yang mana manusia telah pernah melihat jin keluar dari mana-mana lubang buang air tersebut! Ini merupakan satu lagi kekarutan yang dipelopori oleh Hadith sahih.
Anda juga boleh membaca tentang kejanggalan Hadith-hadith yang Sahih dalam agama Islam dari link dibawah ini:

HADITH – PENGAJARAN DAN SUNNAH NABI MUHAMMAD
Seorang pembaca Mingguan Malaysia telah mengirim surat membalasnya kepada Editor akhbar itu dan telah cuba mempertahankan penggunaan Hadith sebagai satu asas bagi amalan-amalan umat Islam seperti berikut. “Saya nak tanya sikit, awak ini Islam atau munafik? Awak tidak percaya Hadis? OK-lah, saya nak tanya sikit: Awak makan ikan atau tidak? Kalau makan, baik hentikan segera sebab al-Quran kata: ‘Tak boleh makan bangkai’. Hadis sahaja yang kata ikan boleh dimakan. Macam mana anda sembahyang? Kalau tidak sembahyang – itu bukan Islam namanya. Kalau sembahyang, kena rujuk Hadis. Hadis sahaja yang beritahu cara sembahyang.. Al-Quran kata ‘dirikanlah sembahyang’, Tapi nak sembahyang macam mana kalau tidak tahu caranya!”
Walaupun begitu, dewasa ini, terdapat lebih ramai umat Muslim yang alim sendiri, yang mempersoalkan kesahihan dan kewibawaan Hadith yang dianggap ‘sahih’ atau koleksi hadith yang dianggap ‘kuat’ atau hadith yang bukan ‘daif’ (seperti Hadis Sahih(HS) Bukhari dan HS Muslim dan sebagainya). Kamu hanya kena melayari laman-laman web berkenaan di Internet seperti site-site ‘Code 19′, site Ropers, ‘Submission’ dan laman-laman web seperti itu -yang semuanya digubah oleh orang Islam sendiri, untuk menyedari bagaimana umat Islam sendiri kini semakin sedar dan insaf akan kejanggalan, kepelikan dan sesungguhnya, kepalsuan Hadith-hadith ini yang merupakan sumber pengajaran dan akidah bagi umat Islam sehingga ini! Di bawah ini ada disenaraikan beberapa contoh-contoh Hadith ‘sahih’ itu yang membuktikan betapa pelik, janggal dan tidak masuk akal sumber akidah Islam ini.
1.Nabi Adam adalah setinggi 87 kaki (60 CUBITS) ! – Hadith Sahih Bukhari IV,no.543. Jika begitu, berapa tinggikah Siti Hawa, isterinya itu? Jika mereka sebenarnya setinggi itu, kenapa cucu-cicit mereka yaitu manusia hari ini TIDAK SETINGGI BEGITU!? Adakah ini mungkin dari segi perubatan mahupun biologis bagi mereka menjadi setinggi itu ?
2. Nabi Muhammad adalah pembenci anjing. Dalam Hadith tercatat pengajaran Muhammad bahawa Malaikat Tuhan tidak akan masuki ke dalam sebuah rumah jika ada anjing di sana! Juga dia ajar bahawa anjing berwarna hitam itu adalah iblis! Jadi, dia telah mengarahkan supaya anjing-anjing dibunuh, serta ditegah daripada menjual anjing.
Hadith Sahih Bukhari IV no.539,540; Hadith Sahih Muslim I no.551, 552;HSM II no.3803, 3829
3. Syaitan dan Iblis menginap di dalam lubang hidung manusia di waktu malam. Ia boleh disembur keluar dengan menghembus air kedalam hidung dan kemudian disembur keluar melalui lubang hidung yang sama.
Hadith Sahih Bukhari IV no.516, HS Muslim I no.462

Soalan-soalannya: Betapa besarkah sukurannya Iblis itu ?
Adakah ia menginapi lubang-lubang hidung setiap orang??
Adakah si Iblis itu wujud di merata tempat pada waktu yang sama ??
Sesudah dikeluarkan dari hidung-hidung manusia – apakah rupa dan bentuk si Iblis itu?
4. Muhammad melarang permainan Catur! Larangan pelik ini langsung tidak masuk akal sekali bagi sesiapa pun!
Hadis Sahih Muslim IV no.5612
5. Manusia telah diubah ke dalam bentuk Tikus, Babi/khinzir dan juga Monyet-monyet/Kera ! Hadis Sahih Bukhari IV,No.524,627, HS Muslim IV,no.7135.
Bapa Nabi Ibrahim telah ditukar menjadi seekor haiwan, menurut Hadis Sahih Bukhari IV no.569.
6. Umat Islam mempunyai SATU USUS, sementara mereka yang bukan Islam mempunyai TUJUH usus!
Hadith Sahih Muslim III,no.5113-5115

(Jadi nampaknya orang-orang yang masuk Islam nanti akan mencicirkan usus-usus mereka satu-persatu, kan!?!)
8. Semasa bersolat, jika sesiapa mengangkat kepalanya menghala ke atas kearah Syurga, matanya akan dicungkil keluar!
Hadith Sahih Muslim III, no.862-863
8. Sebelah sayap seekor lalat, beracun tetapi sayap di sebelah lainnya pula terdapat mujarab untuk mengubatinya!
Hadith Sahih Bukhari vol. IV, no. 537

(Lalat! Oh lalat…sejak bilakah engkau miliki nilai mujarab? Pakar perubatan sebulat suara mengutuk engkau sebagai penyebar bermacam-macam penyakit dan kekotoran..!)
9. Kita semua seharusnya meminum air kencing Unta kerana itu adalah satu ubat yang mujarab…!
Hadith Sahih Bukhari I, no. 234.

(Kalau begitu ayoh cepat beramai-ramai bikin bisnes mengimpot Unta mendapatkan air kencingnya untuk dijadikan ubat-ubatan…)
10. Penyakit Demam berpunca dari api neraka, dan ia boleh disejukkan dengan air sejuk! Hadith Sahih Bukhari IV, no. 483, 486.
Kita semua boleh melihat dari contoh-contoh Hadis-hadis yang ‘sah’ diatas, bagaimana peliknya dan ganjilnya segala-gala seruan dan saranan-saranan semua hadis ini. Sebenarnya ada banyak lagi ‘contoh-contoh’ serta ajaran-ajaran yang janggal dan tidak masuk akal seperti di atas yang dipelopori hadis. Sudah mencukupilah contoh sepuluh kerat hadis di atas sebagai satu selingan yang amat melucukan bagi kita semua.
Sudah amat jelaslah hakikatnya bahawa koleksi Hadith-hadith itu, mahupun yang ‘Daif’ atau sebaliknya, mustahil sebagai sesuatu yang diilhamkan Tuhan. Masakan Tuhan sendiri atau pun hambaNya yang terbimbing tidak sedar yang hadith-hadith seperti di atas – dan juga koleksi hadith yang sama seperti mereka, adalah karut belaka!
Tidak hairanlah ada para Muslimin sendiri berasa sangat malu di atas hadis-hadis pelik yang anih dan tidak masuk akal ini, dan kini mereka menyarankan untuk MENOLAK penggunaan Hadis sama sekali. Malangnya, ini akan membawa kepada masalah yang amat besar kepada umat Islam hari ini, seperti yang terdapat di minda pembaca Akhbar mingguan di atas. Para Muslim sudah pun tuduh-menuduh dakwaan ‘Munafik’ dan ‘Kafir!’ sesama sendiri keatas mereka yang tidak mahu menerima ajaran Hadis itu! Ini pun lagi satu bukti bahawa dunia Islam berpecah-belah dan tidak bersefahaman mengenai akidah mereka.

Sebenarnya, rakan-rakan Islam saya mendapati bahawa arahan-arahan dan saranan Hadith seperti di atas, semuanya adalah sejajar dengan kurafat (superstitions) yang telah dijadikan kewajiban bagi umat Islam untuk mematuhi, mahu tidak mahu, secara paksa! Maklumlah, semua Hadith ini ditolak keseluruhannya oleh kumpulan Islam Anti-Hadith tersebut!
Hasil daripada kekhuatiran dan kesangsian akan Hadith-hadith ‘Sahih’ itu, saya telah semakin kecewa terhadap agama Islam yang telah saya anuti dari umur yang cukup muda lagi!
Selain daripada itu, saya juga telah pergi ke luar negara untuk melanjutkan pendidikan saya. Di negara asing saya telah bertemu dan bergaul dengan ahli-ahli cerdik pandai Islam serta ulamak-ulamak Islam yang alim. Saya pun minat sekali berbincang-bincang dengan mereka, terutama sekali tentang hal-hal keagamaan.
Mereka telah mengejutkan saya lagi apabila ada di kalangan mereka juga terdapat ulamak yang mempersoalkan Hadith-hadith sahih dan kewibawaan Hadith habis-habis! Bukan sahaja pada setakat itu, malah ada ulamak-ulamak, cendekiawan dan tokoh Islam dari antara mereka yang mempersoalkan Al-Quran dan kesahihan kandungannya! Bagi mereka, terdapat juga cukup banyak kejanggalan serta percanggahan dan kepalsuan sejarah di dalam al-Quran sehingga menjadi kecurigaan serta tanda-tanya besar kepada kewibawaan kitab itu!

FIRMAN SIAPAKAH INI ?

PERLU DIKETAHUI BAHAWA AL QURAN DIPERCAYAI UMAT ISLAM SEBAGAI WAHYU, DIMANA ALLAH SENDIRI YANG BERBICARA SECARA LANGSUNG (DIRECT) KEPADA NABI MUHAMMAD YANG KEMUDIAN DIBUKUKAN.

Pada sejarah awal Islam, Sahabat Nabi Muhammad, iaitu Abdullah bin Mas’ud telah pantang menerima beberapa Surah-surah yang ada di dalam al-Quran hari ini. Adalah wajar bagi kita meneliti ayat-ayat tersebut dan sebab-sebabnya ayat-ayat tersebut ditolak oleh salah seorang sahabat karib dan pembantu Nabi sendiri.
Satu Contoh yang sungguh menarik sekali ialah kandungan Surah Pembukaan yakni Surah al-Fatihah. Ia mengandungi tujuh baris ayat dan diletak di permulaan al-Quran. Ayat-ayat ini juga penting bagi doa-doa Islam. Satu terjemahan dalam Bahasa Inggeris adalah seperti tersebut:
“In the name of God, the Compassionate, the Merciful!
Praise be to God, the Lord of the Worlds, the Compassionate,
the Merciful, the Master of the judgement Day!
You (alone) we worship and from You (alone) we seek help.
Guide us to the straight path,
the path of those on whom You have bestowed bounty,
not of those with whom You are angry
and who have gone astray!”
Dalam bahasa serantau pula inilah terjemahannya:
“Dengan nama Allah yang Mahapengasih, Penyayang!
Segala puji bagi Allah, Tuhan (yang mendidik) semesta alam,
Yang Mahapengasih, Penyayang,
lagi mempunyai penguasa hari pembalasan
Hanya Engkaulah (ya Allah) yang kami sembah
dan hanya kepada Engkaulah kamu minta pertolongan.
Tunjukilah kami kejalan yang lurus,
yaitu jalan orang yang telah Engkau berikan nikmat kepada mereka,
sedang mereka itu bukan orang2
yang dimurkai dan bukan pula orang yang sesat.”
Apakah kata-kata ini sebenarnya firman Tuhan? Mungkin jauh sekali! Daripada kandungan ayat-ayat di atas sudah cukup jelas bahawa mereka adalah daripada kata-kata Nabi Muhammad sendiri. Kerana nas tersebut merupakan pujaan dan pujian kepada Tuhan, perghormatan kepada-Nya dan permintaan doa bagi pertolongan daripada-Nya. Adakah Allah sendiri mengucap:”Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, Yang Mahapengasih, Penyayang, lagi mempunyai penguasa hari pembalasan…” kepada diri-Nya ? Jawapannya “Tidak”!
Uman Islam sangat mempercayai bahwa Al Quran adalah UCAPAN dari ALLAH kepada nabi Muhammad yang bukukan.
Masalah ini tidak akan timbul jika Surah al-Fatihah ini dimulakan dengan perkataan Arab “Qul” yang bermaksud “Kata” seperti yang terdapat pada ayat-ayat al-Quran yang lain contohnya
surah 112 ayat 1: “Katakanlah: Dialah Allah yang Maha Esa…”, atau
surah 109 ayat 1: “Katakanlah: Hai orang-orang yang kafir…”, atau
surah 18 ayat 110: “Katakanlah: Sesungguhnya aku seorang manusia seumpama kamu…” dsb-nya.
Adalah tidak logik lagi tidak masuk akal bagi Allah mengucap: “Tunjukilah kami kejalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang Yang telah Engkau berikan nikmat kepada mereka, sedang mereka itu bukan orang2 yang dimurkai dan bukan pula orang-orang yang sesat.”
Jadi sudah mustahillah bagi Surah al-Fatihah ini merupai firman Allah kerana segala kandungannya adalah pujaan serta permintaan perlindungan daripada Tuhan, tetapi sebaliknya, nas ini ialah sebenarnya kata-kata Nabi Muhammad sendiri dan satu doa yang telah digubah olehnya.
Inilah sebabnya-diantara lain, mengapa Abdullah bin Mas’ud telah menolak bukan sahaja Surah-surah seperti surah al-Fatihah, tetapi juga Surah al-Falaq dan surah an-Nas sebagai sebahagian daripada al-Quran. Kedua-dua surah tersebut mengandungi ungkapan-ungkapan “Aku berlindung kepada Tuhan…” Abdullah Mas’ud adalah seorang Sahabat yang akrab kepada Nabi Muhammad dan juga seorang penghafaz dan juga pencatit kandungan al-Quran.
Di dalam al-Quran terdapat banyak contoh kekeliruan dan juga percanggahan-percanggahan diantara dua sumber ucapan. Satu adalah Tuhan Allah, dan satu lagi Muhammad sendiri, di dalam ayat-ayat yang sama !
Contohnya di dalam surah al-Israak ayat 1 dimana terdapat satu-satunya cerita mengenai perjalanan malam Nabi Muhammad.
“Mahasuci Tuhan yang memperjalankan hambaNya pada malam hari, dari masjid il-Haram ke masjid yang amat jauh (Baitul-Makkdis), yang telah Kami berkati sekelilingnya, supaya Kami perlihatkan kepadanya sebahagian ayat-ayat Kami. Sesungguhnya Allah maha mendengar lagi maha melihat.”
Ungkapan “Mahasuci Tuhan yang memperjalankan…” itu tidaklah diucapkan oleh Allah sendiri oleh kerana Allah tidak memuliakan diri-Nya sendiri! Apakah Allah itu perlu membesar-besarkan diri-Nya? Atau Dia perlu menonjol-nonjol kemuliaanNya dengan sendiriNya? Sebaliknya itu adalah kata-kata Nabi Islam sendiri, diucapkan sebagai ucapan terimakasih kepada Tuhan kerana berkat anugerah-Nya. Ungkapan selepasnya itu yang menceritakan tentang masjid il-Haram ke masjid yang amat jauh (Baitul-Makkdis), yang “telah Kami berkati sekelilingnya…” adalah ucapan daripada Allah. Juga sama seperti ungkapan seterusnya “supaya Kami perlihatkan kepadanya sebahagian ayat-ayat Kami..” Akan tetapi kata-kata penutupnya “Sesungguhnya Allah maha mendengar lagi maha melihat” mungkin sekali adalah kata-kata Nabi Muhammad dan bukan kata-kata Allah.
Ada pun ayat-ayat seperti di atas yang dengan mudah dapat diterangkan. Tetapi ada pula nas-nas lain yang membawa kemusykilan yang tersendirinya. Salah satu diantara yang lain adalah Surah 33 (al-Ahzaab) ayat 21-24. Ayat 21 berbunyi:
“Sesungguhnya pada rasul Allah(Muhammad) ada ikutan yang baik bagimu. Yaitu bagi orang yang mengharapkan pahala Allah dan hari yang Kemudian, serta ia banyak mengingat Allah.” Sudah tentu jika Allah yang mengucapkannya, ragam ayatnya akan berbedza dan akan berbunyi seperti berikut : “Mereka yang mencari-cari dan mengharapkan Aku (Tuhan) haruslah mengambil rasul-Ku sebagai ikutan (teladan) mereka.”
Dalam ayat-ayat 22 dan 23 pula, pengikut-pengikut Nabi dipuji kerana bersetia teguh semasa peperangan parit disekeliling kota Madinah tetapi ayat 24 pula menambahkan satu syarat “Supaya Allah membalasi orang-orang yang benar kerana kebenarannya dan menyiksa orang-orang munafiq, jikalau dikehendakiNya atau diterima-Nya taubat mereka. Sesungguhnya Allah Pengampun lagi Penyayang.” Disini, sekali lagi, bukanlah Allah tetapi Nabi Muhammad yang mengucap kata-kata itu. Jika Allah sendiri yang menyatakannya, sudah tentu ia akan berbunyi seperti: “Supaya Kami membalasi orang-orang benar kerana kebenarannya..”
Satu catatan melapurkan bahawa Nabi Allah, sambil beliau sedang menyiapkan ekspidisinya menyerang umat Roma di negeri Syam pada 8 AH.Beliau telah menanyakan sebabnya mengapa Al-Jadd bin Qais, ketua satu suku kelompok Madinah, tidak peri berperang bersama-sama rombongan mereka tahun itu. Dalam jawabannya, al-Jadd bin Qais berkata kepada Nabi Muhammad, “Ampunilah saya dan selamatkanlah saya daripada godaan! Saya amat berminat kepada para wanita, dan amat risau jika melihat wanita-wanita Bizantium itu, saya tidak dapat menahan godaan saya itu.”
Ini pula telah membawa kepada turunnya ayat 49 surah 9 at-Tauba yang berkata: “Diantara mereka ada yang berkata : Izinkanlah saya tiada pergi berjuang dan janganlah saya difitnahkan. Ingatlah, sungguh mereka telah jatuh dalam fitnah itu. Sesungguhnya neraka jahannam meliputi orang-orang yang kafir.” Sudah jelas sekali kata-kata ini adalah dari mulut Nabi, bukan daripada Allah, kerana al-Jadd bin Qais telah memohon keizinan daripada Muhammad, dan bukan daripada Allah, supaya dia dikecualikan dari peperangan itu! Jadi Muhammadlah yang telah memberi jawabannya kepada beliau.
Kewujudan kemusykilan dan kekeliruan di antara kata-kata Allah dan kata-kata rasullulah sudah pun disahkan dan tidak dapat dinafikan sama sekali.
Adakala ragam ayat dan strukturnya membuktikan bahwa Nabi Muhammad yang berucap dengan meluahkan kata-kata kusyuk dan kesyukurannya kepada Tuhan Allahnya. Pada masa yang lain pula Tuhan sendiri yang berbicara firman-Nya dengan memulakan nas ayat-ayat-Nya dengan ungkapan ‘Qul’ – Katakan.
Kekeliruan diantara firman Allah dan kata-kata Muhammad jelas lagi terbukti dari ayat-ayat Surah Yunos ayat 99 dan 100.
“Jika Tuhanmu mengkehendaki, nescaya beriman sekalian orang yang dibumi semuanya. Adakah engkau memaksa manusia, supaya mereka beriman?”
“Tiadalah seseorang, melainkan dengan izin Allah. Dia menjadikan siksaan atas orang yang tiada berfikir.”
Ayat 99 adalah firman Allah kepada Muhammad, tetapi sebaliknya ayat 100 ungkapannya merupakan kata-kata Muhammad sebagai satu penglipur bagi dirinya, supaya perasaan keciwa, putus asa serta kemarahan Nabi terhadap para pendengar beliau yang tidak menerima utusannya, dapat dihilangkan. Bagi Tuhan Allah sendiri, yang telah mentakdirkan segelintir manusia supaya menjadi kafir, ketidak-percayaan kelompok manusia ini sememangnya tidak akan mengejutkan-Nya atau pun menyebabkan Tuhan berasa marah!
Juga, kita sudah pun meneliti kata-kata dari Surah 33 ayat 24 yang jelas berasal daripada Nabi Muhammad (dan bukan Tuhan) yang berbunyi : “Supaya Allah membalasi orang-orang yang benar kerana kebenarannya dan menyiksa orang-orang munafiq, jikalau dikehendakiNya atau diterima-Nya taubat mereka. Sesungguhnya Allah Pengampun lagi Penyayang.”
Para umat Arab zaman jahiliyyah yang hidup sezaman dengan Nabi Muhammad amatlah tidak stabil pegangan mereka dan senang sahaja terbawa-bawa oleh tiupan angin dari mana-mana haluan. Jadi, tidaklah mengherankan apabila sekumpulan Muslim daripada Mekah telah menganggotai angkatan perang Abu Jahal lalu menentang Nabi Muhammad di Badr. Ketidakstabilan serta ketidaksetiaan golongan ini yang juga amat miskin, telah menimbulkan kemarahan Allah sehingga turunnya surah an-Nisaak ayat-ayat 97-99.
“Sesungguhnya orang yang diwafatkan malaikat, sedang mereka menganiaya dirinya, malaikat berkata: ‘Dalam apakah kamu berada?’ Mereka menjawab: Kami adalah orang lemah di tanah air kami. Berkata malaikat,’Tiadakah Bumi Allah itu lapang, lalu kamu berhijrah kepadanya?’ Maka tempat mereka itu neraka jahannam dan itulah sejahat-jahat tempat tinggal'(ayat 97).
“Kecuali umat yang lemah diantara lelaki-lelaki dan perempuan dan kanak-kanak, mereka tiada berdaya dan tiada mendapat suatu jalan. Mudah-mudahan Allah akan memaafkan mereka, dan Allah Pemaaf lagi Pengampun”(ayat 98-99).
Di kota Mekah sebelumnya peristiwa Hijrah, Tuhan telah turunkan kepada Muhammad perintah yang sopan dan tertib seperti berikut:
“Serulah manusia ke jalan agama Tuhanmu dengan kebijaksanaan dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan jalan yang terbaik. Sesungguhnya Tuhanmu lebih mengetahui mereka yang sesat dari jalanNya dan Dia lebih mengetahui umat yang mendapat petunjuk.” Surah an-Nahl ayat 126.
Sebaliknya, beberapa tahun sesudah itu, apabila Islam telah dibangkitnya Muhammad sebagai satu kuasa politik, dia telah berjaya memasuki kota Makkah dengan mengetuai seangkatan perang. Sebaik sahaja pencapaian ini, nada perintah-perintah Allah telah berubah menjadi lebih keras, memaksa dan mendesak. Seperti berikut:
“Maka apabila telah habis bulan suci, hendaklah kamu memerangi umat-umat musyrik di mana-mana kamu jumpai (mereka) dan hendaklah ambil mereka itu menjadi tawanan dan kepunglah mereka dan duduklah mengintip mereka pada tiap-tiap jalan yang dilalui mereka.” Surah at-Taubah ayat 5.
Sebagai manusia fana yang memiliki belenggu-belenggu dan ciri-ciri kelemahan yang menghadkan seseorang itu, sudah menjadi satu sifat lazim bagi seorang menunjukkan reaksi atau tindak-balas yang berbedza apabila menghadapi situasi-situasi rumit lagi mencabar daripada situasi sebaliknya; seperti kejayaan dan penaklukan. Tetapi apabila kita mengambil-kira sifat-sifat ilahi Tuhan seperti mahakuasa-Nya serta mahamengetahui-Nya, adalah mustahil bagi Tuhan Allah sama-sama mengalami reaksi-reaksi insaniah seperti diatas ini!
Walau bagaimanapun, syor bahawa “Tidak ada paksaan dalam agama…”(surah 2/257), yang telah diturun pada tahun 1 selepas Hijrah (AH), telah diikuti satu tahun selepas itu oleh perintah untuk “Perangilah kamu pada jalan Allah…” (surah 2, 190 & 244). Dan juga diikuti oleh amaran bahawa “Tidak sama para Mukmin yang duduk berdiam diri dengan mereka (para Mukmin) yang berjuang pada jalan Allah dengan harta dan jiwanya, kecuali mereka yang ditimpa kemelaratan.” Surah 4 ayat 95.
Para Muslimin ini diwajibkan berperang bagi perjuangan Allah, di mana sebaliknya setahun sebelumnya mereka ini kononnya tidak boleh dipaksa menganuti agama Islam (QS 2/257), jika mereka enggan berbuat demikian! Juga, ayat-ayat diatas memberitahu pengikut-pengikut Islam bahawa ‘persamaan’ diantara mereka bukanlah sama rata semuanya. Pengikut-pengikut yang hanya mengakui syahadat Islam tidaklah setanding dengan mereka yang juga menderma harta-benda atau wang mereka bagi perjuangan Islam atau dengan mereka yang menghunus pedang-pedang mereka di medan peperangan dalam perkembangannya.
Di kota Mekah sebelum peristiwa Hijrah Allah telah mengwahyu kepada Muhammad bahawa :
“Tidak sama perbuatan yang baik dengan perbuatan yang jahat. Tolaklah kejahatan orang dengan jalan yang terbaik, lalu sekonyong-konyong (tidak disangka-sangka) mereka yang ada permusuhan antara kamu dengan dia menjadi sahabat yang karib.” Surah as-Sajdah ay.34.
Di Madinah pula, Allah telah menurun perintah-perintah yang bertentangan kepada Rasul-Nya iaitu:
“Maka janganlah kamu lemah dan menyeru kepada pendamaian sedang kamu orang tertinggi dan akan menang! Surah Muhammad ay.35
Pertentangan-pertentangan yang ketara seperti di atas jarang melepasi perhatian para pengkaji al-Quran. Ada juga contoh-contoh yang lain seperti persoalan yang Tuhan mahakuasa telah menuju kepada.umat Arab di Hijaz. Satu daripadanya ialah persoalan mengenai Air dalam surah al-Waaqi’ah ayat 68-69 : “Adakah kamu lihat air yang kamu minum ? Kamukah yang menurunkannya dari awan atau Kamikah menurunkannya ?”
Sebaliknya, di nas-nas al-Quran yang lain, Pencipta semesta alam dinampakkan sebagai serba memerlukan, sama seperti insan-insan ciptaan-Nya. Satu petikan adalah daripada surah al-Hadid ayat 25:
“Dan Kami turunkan besi, untuk mendapat kekuatan yang sangat dan beberapa menafa’at bagi manusia, dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong-Nya (dan agamaNya) serta rasul-rasul-Nya.” Surah al-Hadiid ay.25
Ayat ini membawa maksud yang merupakan bahawa hanya manusia yang mengunakan pedang di medan perang merupakan umat yang benar-benar menolong Allah dan menyokongNya serta Rasul-Nya.
Kewujudan ayat-ayat yang dimansukhkan dan yang memansuhkan juga membawa masalah bagi al-Quran. Para pentafsir al-Quran dan juga ahli-ahli Ulamak Islam telah cuba mengumpul dan menjelaskan ayat-ayat mansukh dan nasikh ini. Ayat-ayat yang diwahyukan telah dimansuhkan oleh ayat-ayat lain yang diturunkan selepasnya atau yang mempunyai maksud yang bertentangan dengan ayat yang lebih awal itu.
Bertukar fikiran dan membatalkan sesuatu keputusan itu adalah satu amalan yang lazim dipraktik oleh manusia yang fana. Kerana mana-mana insan yang fana tidak mampu mengetahui segala-sesuatu fakta-fakta atau faktor-faktor berkenaan yang membawa kesan keatas keputusan dan pilihan yang dibuatnya. Pemikiran, minda dan pancaindera setiap insan adalah terhad daya upayanya dan seringkali terpedaya oleh samaran-samaran yang diada-adakan dan juga oleh tipu muslihat. Walaupun begitu manusia berupaya belajar dari kesilapan-kesilapannya dan mengelak daripada melakukan kesilapan itu di masa depan.
Jadi, tidaklah mengherankan apabila manusia mengubah fikiran serta membuat pindaan kepada rancangan-rancangan mereka. Sebaliknya pula, adalah amat tidak memasuki akal bagi Allah yang mahakuasa lagi mahamengetahui, untuk ‘memansuhkan perintah-perintah-Nya’ dengan sewenang-wenangnya.Ini menyebabkan musuh-musuh Muhammad tertawakannya dan mengejeknya kerana Muhammad telah memberi satu arahan dan membatalkannya pada hari keesokannya! Ejekan-ejekan mereka telah dijawab oleh surah al-Baqarah ayat 100 :
“Apa-apa ayat yang Kami ubah atau Kami lupakan kepadamu, Kami datangkan gantinya dengan yang lebih baik daripadaNya atau yang seumpamanya. Tidakkah kamu tahu, bahawa Allah itu mahakuasa..?” Surah al-Baqarah ay.106.
Pada hakikinyalah kerana Allah itu mahakuasa lagi mahamengetahui; Dia tidak akan mengwahyukan suatu ayat lalu memansuhkannya! Ciri-ciri-Nya diatas adalah zat dan sifat-sifat ilahi-Nya yang abadi, demi itulah Allah tidak terikat kepada kelemahan-kelemahan manusia dan Dia berupaya memberikan arahan-arahan-Nya yang tidak perlu dimansuhkan. Setiap manusia yang menggunakan fikiran harus menanyakan ‘Kenapakah arahan-arahan dan perintah Tuhan mahakuasa itu harus ditarik balik dan dimansuhkanNya?’ Apakah tidak ada percanggahan dan pertentangan dalam ayat surah al-baqarah diatas?
Kerana Tuhan itu mahakuasa lagi serba mengetahui segala-galanya, dari pangkal ke hujung jalan dan sebaliknya, apakah Dia tidak berdaya memberikan wahyu yang sempurna itu TERLEBIH DAHULU ?? Mengapa tidak?
Jika al-Quran itu benar-benar firman daripada Tuhan, ia seharusnya tidak dicemari apa-apa kelemahan-kelemahan dan kecacatan yang terdapat dikalangan umat manusia. Tetapi, pertentangan dalam ayat-ayat diatas amat jelas sekali. Sudah tentu Tuhan mengetahui apa-apa wahyu yang diturunkanNya, lebih-lebih lagi sebagai Yang Mahakuasa itu, kenapakah Tuhan tidak berdaya memberikan wahyuNya yang sempurna terlebih dahulu supaya tidak payah ditarik balik lagi? Kenapa Tidak? Sehingga hari ini, Soalan-soalan diatas masih lagi tidak terjawab dengan waras dan memuaskan oleh mana-mana ulamak – ulamak Islam.

@malaysian,

Kesian anda kerana anda rendah Ilmu, saya faham juga sebab Bible anda sendiri pun anda sudah tdk mengerti dan tidak beres, mana layak anda menilai Al-Quran sebegitu!

Anda mengatakan Uama-Ulama Islam tidak dapat menyelesaikan masalah dalam Islam!?? Lagilah saya kesian anda, dan sungguh saya bersimpati terhadap dirimu.

Tentang Hadith, anda tak belajar lagi sudah nak menilai! juga amat kesian! teruskan bela Injil mu yang tdk menentu isinya, belajar lagi dalam-dalam, spy tdk kelihatan bodoh.

Anda bercakap seolah anda adalah Tuhan yang datang mengajar orang Islam! TAPI! TAPI! TAPI! anda adalah syaitan, dan tugas anda adalah tugas syaitan!

Lagi anda sebagai Syaitan telah menjalankan tanggungjawab dgn baik! Mudah-mudahan anda menjadi Syaitan yang baik. Lagi yang ter SPECIAL, jika senang-senang pergilah masjid bertanya pada Imam di masjid jika sanggup!

Sedangkan Pendeta, Paderi pun menggigit jari, apa lagi anda! tapi tak mengaqpa Syaitan memang Kebal. Teruslah bengong.

Bye

@malaysian….!!??

Anda murtadin..? atau baru belajar islamologi..?jawab dengan JUJUR…! SAYA MINTA JAWAB DENGAN jujur..!? saya akan tau dalam jawaban anda ..bila anda BOHONG maka anda orang yang 100% calon penghuni neraka.HAWIYAH tempatmu….

Coba ulangi lagi pemahaman ini

qs surah al ahzab 33.ayat 21.:

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang orang yang mengharap rahmat Allah dari (kedatangan) hari kiamat dan dia bayak menyebut Allah”

latar belakang wahyu ini disampaikan kepada Allah dengan perantara malaikat yang ditunjuknya “jibril/gabrail”dimana pada waktu itu Muhamad masih berstatus seorang NABI belum menjadi Rosul…masalah pengangkatan rasul nanti tiba waktunya disaat pewahyuan tiba pada puncaknya ..setelah beliau menunaikan ibadah haji untuk yang terakhir kalinya..dan mewasiatkan setelah mangkatnya dari bumi ini tidak akan ada lagi seorang nabi atu rasul…

jadi kalimat ini diucapkan kepada malaikat sebagai pengajaran kepada muhamad dengan maksud “Bahwa sesunggunya telah ada pada diri rasul sebelum kamu(muhamad) pribadi yang suri tauladan yang baik bagimu (muhamad) dan bagi orang orang yang mangharapkan rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat,dan dia lagi banyak menyebut nama Allah.

begitunpula ayat yang ke 22 dan ke 23 itu adalah kalimat penyampaian pengajaran malaikat jibril kepada nabi Muhamad ,selayaknya manusia biasa yang sangat takut mangambil keputusan tanpa wahyu ataupun perintah dari Allah..jadi malaikat penyampaikan bahwa bagi orang orang mukmin yang beriman yang selalu bersama sama rasululah dimasa sebelum(muhamad) selalu menunggu dan mengharapkan kedatangan hari kiamat dan ingin merasakan nikmat yang telah dijanjikan Allah baik yang telah gugur maupun telah diberikan kemenangan(hidu) namun tetap menepati janjinya agar selalu beriman kpd Allah,dan Allahpun menepati janjinya yaitu surga dan kemenangan.

surah ak ahzab 33 ayat 24:

‘”Supaya Allah memberikan balasan kepada orang orang yang benar itu karena kebenarannya,dan menyiksa orang munafik jika dikehendakiNya,atau menerima toubat mereka,sesungguhnya Allah maha pengampun lagi maha penyayang.”

ayat ini masih dalam suasana panas(bisa dikatakan suasana berperang melawan kaum munfikin)

Maksdunya adalah malaikat memberi pengajaran dan penerangan kisa rasul dan org org yang beriman melawan kaum munafikin bahwa Allah akan meberi balasan kepada org org yang benar atas kebenaranya(tidak berbohong) dan akan menyiksa org org munafik itu terkecuali org org (munafik )itu mau bertaubat,malaikat selalu berucap pesan sesungguhnya Allah itu maha pengampun lagi maha penyayang..disetiap kali menyampaikan wahyu yang berisikan saran dan perintah kepada muhamad, yang harus disampaikan pula kepada umat umat yang sdh beriman ataupun yang belum beriman kepada Allah.

Contoh pada saat terjadi peperangan melawan kaum bani quraisziah dan bangsa arab yahudi pasukan muhamad berhasil memenang peperangan itu..lalu apa ..dengan ayat tersebut mewujudkan perintah kepada nabi bila mana org org itu mau bertaubat maka Allah mau menerimanya dan tidak menyiksanya..kemudian muhamad hanya ada satu pilihan yang diberikan kepada tawanan itu..”anda mau mengikuti jalan Allah atau pilih mati!!?
Bila diantara kamu masih menginginkan hidup dan tidak disiksa dihari kiamat nanti maka sebuT lah nama Allah…hanya menyebut nama Allah ..yaitu “LLAILLAHAILLALLAH” Tiada Tuhan selain Allah maka dengan tangan terbuka tawan tawann itu dibebas kan..dan harta rata makanan makanan perang lainya dikembalikan kepada mereka.

Banyak sekali sebenarnya riwayat riwayat hidup para rasul sebelum muhamad itu yang belum diketahui oleh muhamad(karena beliau saat itu memang belum lahir) wajar sebagai malaikat yang setia menyampaikan wahyu atas perintahNya(Allah)…coba saja …bayangkan

@apakah anda tau tentang bangsa bangsa yang dibinasakan..?bangsa stamut..bangsa luth…bangsa nuh..bangsa AAD..bangsa pompae…bnangsa Firaun..?nah kejadian kejadian itu sangatlah fakta bahwa AZAB Allah tanpa harus melalui jalan berperang ternyata Doa para rasul sebelum muhamad lahir sudah diperlihatkan..(dibuktikan)
kemudian mengapa dalam Alquran terdapat kisah kisah para rasul dan menceritakan perjalanan kitab kitab…?padahal muhamad belum lahir ?dann pada saat muhamad berumur 20 thn nampak dari sosok jiwa ketuhananya timbul berangsur angsur..serta sifat sifat kemuliaanya…dan kenpa Allah memilih muhamad..?kenapa tidak bangsa quraish/yahudi..?atau setidaknya org orng yuang sdh pandai menulis,membaca..?mengapa justru muhamad yang tidak bisa baca tulis..?terpilih menjadi pemimpin dunia arab..?bahkan kepenjuru dunia..?

@Allah maha mengetahui” kalau saja yang dipilih bangsa yahudi maka dunia akan hancur akhlaknya.moralnya. adat dan budayanya..dan akan menjadi sombong dengan keangkuhanya..karna sifat sifat itulah yang dimiliki org org yahudi..maka Allah tidak lagi mengangkat suatu kaum nabi berasal dari bangsa yahudi lagi..mengingat sdh banyak nabi nabi yang mereka bunuh…karena mereka merasa dunia ini hanya diperuntuknya.
@Mengapa Allah tidak memilih org yang pandai menulis atau membaca..?atau orang yang sdh banyak pengetahuanya..?ingat..orang yang merasakan sdh pandai justru akan mebawakan sifat sifat ketidak puasan hidup..selalu kurang dan kurang dan kurang…kejujuran terutama nilai nilai ketuhananya belum ada pada diri manusia dijaman itu.sama halnya dengan nabi Isa Almasih dia diciptakan dalam bentuk ujud bai ajaib..dan dia tidak bisa berbuat dan berkehendak apapun/sesuatu apapun yang dikerjakanya kecuali hanyalah kehendak Alah..sama halnya “masih bodoh”jadi latar belakang seorang rasul rasul itu sama..mereka tidak berdaya upaya..tanpa datangnya perintah dari Allah dengan perantara malaikatnya memberikan petunjuk dan bimbinganya…jqngan nkatakan nabi muhamad itu bodoh.tolol gak bisa baca tulis…buktinya justru dia mampu menghapal seluruh wahyu yang diterimanya..dan dia membiasakan diri dalam satu bulan untuk menguji hapalanya kepada/bersama malaikat…ini ada dalilnya dan syahih.
Anada jangan sembarangan mencari kelemahan kelemahan Alquran semacam itu…karena muhamad juga bukan orang pandai..mana berani dia mengarangv ngarang,membuat buat..semacam itu..
Jadikanlah bahwa pewahyuan yang disampaikan melalui petunjuk malaikat sebagai bimbingan/pengajaran…misalnya”

@surah pertama Al fatihah….

memang bunyi kalimat isinya berupa sekilas macam doa…betul kah?..oke saya jelaskan…
Alfatihah itu adalah sebutan kitab Allah..dan uktul kitab adalah Alquran.kemudian umul kitab adalah kitab kitab sebelumnya spt taurot,zabur dan injil, kemudian ahlul kitab adalah perusak kitab “orang yang mencatat dan menulis nulis dengan sendirinya dan dikatakan bahwasanya ini kitab suci”yang ada pada saat ini seperti INJIL BARNABAS, injil mathius, injil markus.injil lukas inijil phaulus..dll dll..
Jadi Al fatihah itu memang berisikan semacam itu agar manusia atau nabi yang ditunjuk terlebih dahulu mengenali Tuhanya dgn bagaimana cara bercakap cakap kepada tuhanya…bagaimana mengetahui sifat sifatnya..maka malaikat jibril menyampaikan pengajaranya dengan cara “bacalah dan ikutilah” nah dari turunya wahyu yang pertama itulah yang disebut kitabullah…dan di tutup dengan surah surah pendek seperti surah al ihklas…turunya wahyu wahyu itupun tidak sekaligus tetapi berangsur angsur sesuai dengan masa dan urutan pristiwa…jadi setiap ada peristiwa disitulah muhamad memohon petunjuk kepada Allah agar permasalahan dunia ini bisa terselesaikan…mulai dengan surah al baqoroh,alfurqon,alimran,,maryam terussss sampai ke ayat ayat pendek juz amma..seluruh kandungan alquran itu berisikan PENGAJARAN
PENGARAHAN
PENJELASAN
PEMBERITAAN
PENYAMPAIAN
PERINGATAN
PERJANJIAN
PEMBUKTIAN

Dan penyampaian wahyu ini selain datang secara langsung atas kehendak Allah ataupun Malaikat.Databngnyapun nberdasarkan siyuasi danbn jkondisi bahkan tempat maka ada surah ang turun di mekkah disebut surah makkiah,ada pula yang disebut surah mahdaniah surah yang turun di kota madinah…

Dan bagi umat islam bagaimana cara memahami bacaan ayat ayat itu berdasarkan ejaan ataupun dialek sangatlah mudah..bila dilengkapi dengan bahasa latin(alphabet)agar setiap ketikan bertulis huruf arab bisa dilafast dalam suara dialek dinegara manapun alquran berada.
Kemudian cara memahami kita bisa tanyakann kepada org org yang tertinggi tingkatan ilmunya..atau dengan cara perlahann lahan..sehingga mengerti satu ayat demi ayat..bukan satu buku seraknya anda mau mencaplok..dan sengaja anda cari cari hal hal yang anda anggap umat islam tidak mengerti..andalah yang bodoh..ya kan?bodoh!
Membaca Alquran dengan memahaminya adalah “katakanlah”hai muhamad keapada…..?
“sampaikanlah”hai muhamad kepada…?

nah anda bisa lihat..setiap ayat selau mengandung kata perintah dan petunjuk..yang harus pula disampaikan kepada kita kita ini ….karena awalnyapun muhamad tidak tau mengapa harus disampaikan kepada umat manusia karena inilah nilai nilai luhur yang tidak bleh sembarangan orang menyampaikanya tanpa perintah Allah dengan perantara malaikatNya.saya rasa semua rasul juga tidak semaunya mengambil keputusan bahkan Nabi isa “yesus” tidak bisa berbuat apa apa..samapi pada saatnya direncanakan pembunuhan terhadap dirinya..jujuir lah ..bahwa anda menyembunyikan..sesuatu dan Allah mengetahui apa yang anda sembunyikan..!peringatan buat anda..!hati hati dengan tulisan anda di atas.

@perlu anda pelajari lagi

Semua rasul dan nabi nabi apa jamanya sdh bersusah payah mempertahankan agama Allah.Namun semuanya tidak luput dari tekanan tekanan manusia manusia tak beriman..siapa kah yang dimaksud itu..?anda sendirikah?atau guru guru anda terdahulukah..?
mereka terpaksa mati dalam perjalananya..terlebih lagi nabi isa yang dinyatakan mati tersalib..justru dianggap sebagai penebusan dosa …itu tidak relavan.

@Perlu anda jawab dengan JUJUR sejak kapan Yesus dinobatkann menjadi Tuhan oleh kaisar romawi KONSTANTINOPLE?

@Pada hari apa dan tgl berapa kelahiran yesus itu..?jangan hubungkan dengan agama romawi saat itu..menyembah

@MALAYSIAN
tambahan….

katakan pada pemimpin gerejamu…mengapa anda memilih Tuhan yang berwujud ketimbang Tuhan yang tak berwujud..?jawab iya atau tidak

@ kalau manusia menyembah Tuhannyang berwujud maka “manusia akan merasakan bahwa Tuhan akan selalu bersama dan memihak kepadanya.(manusia manja dan akan berkesewenang wenangan)betindak emaunya menguasai dunia bersama Tuhanya karena anda merasakan Tuhan selalu menyertai anda dalam bentuk ujud manusia maka anda akan merasa seperti melangkah diatas tanah”SOMBONG’

@Bila manusia menyembah Tuhann yang tidak berwujud maka dia kan selalu menyepi dan selalu khusuk dalam menghayati tujuan akhit hidup..tidak merasakan dan mencarikan kesombongan diri..berserah diri kepada Tuhan siapa tau kelak akan mendapat siksa..jadi berserah diri dalam arti memahami ketuhanan..bukan memahami arti ujud Tuhan.

@Anda merasa dikoreksinoleh Allah dengan membaca Quran..jangan bohong ..? setiap umat kristen bila membaca quran ..hatinya terasakan kejengkelan,kedengkian,ketakutan yang pada akhirnya akan selalu bermusuhan..tidak mau menjawab dari relung hati…katakan lah yang haq dan benar begitulah adanya.Justru akalau umatbislam membaca bible..maka semakinn banyakn pengetahuan dan membaca alkitab semakin banyak pemahamnya dann keimanya semakin bertamabah meskipun ada yang kurang berkenan..seperti ayat ayat romantis…”buah dadamu bagaikan anggur”dan tubuhnya bagaikan pohonkurma..”wah masa kitab suci kok ada syair macam itu…tetapi umatbislam akan semakin mendalami ..keseluruhan kitab kitab yang diimaninya..
@tidak syah imanya seorang muslim bila tidak mengimani TAURO,ZABUR,INJIL maka dengan kebesaranya umat islam selalu mencari korelasinya dan menghargainya sebagai karya Allah.Adapun yang sekiranya melenceng dari karya karya allah kita garis bawahi dan letakan pada halaman yang berbeda..akitab tidak boleh di campurbaurkan dengan kata kata yang kurang jelas.lebih baik disisihkann ke alenia yang ada..sehingga urutan urutanya sesuai dengan keabsahanya..
@ sedikit persoalan dogma”TERIMA AJA.TELAN SAJA,DAN JANGAN TANYAKAN KENAPA”
apakah betul ini perintah gereja pusat..anda?jawab dengan JUJUR.ujur bisa masuk surga bohong bisa mampus ..anda.

waduh sepertinya ada yang kebakaran jenggot nih.
sabar atuh ntar beneran kebakar loh.

@blominggos

@apakah anda tau tentang bangsa bangsa yang dibinasakan..?bangsa stamut..bangsa luth…bangsa nuh..bangsa AAD..bangsa pompae…bnangsa Firaun..?nah kejadian kejadian itu sangatlah fakta bahwa AZAB Allah tanpa harus melalui jalan berperang ternyata Doa para rasul sebelum muhamad lahir sudah diperlihatkan..(dibuktikan)

firaun khan orang mesir…mang skr mesir dah ga ada?
klo bangsa pompae itu bangsa apa yah?

Dear 100 ???

Kok Sdr. malaysian dibilang Setan ?
Apakah anda tau sifat-sifat /perilaku setan ?

Saya mau bicara mengenai Setan sekarang.

Dalam Kitab orang Kristen, Tuhan TIDAK PERNAH MENCIPTAKAN
SETAN dan sebangsa/pengikutnya (Jin,Iblis,tuyul, peri dan lain-lainnya).

Siapa yang sebenarnya SETAN/IBLIS ?

Al Kitab mencatat, disorga ada 3 penghulu malaikat :
1. Malaikat Gabriel (pembawa berita)
2. Malaikat Mikhael (pemimpin peperangan)
3. Malaikat Lucifer (Pemimpin Puji-pujian)

Al Kitab juga mencatat bahwa 1/3 dari Malaikat disurga yang dipimpin oleh LUCIFER memberontak kepada Yahwe/Elohim/Tuhan karena ingin dipuji dan disembah seperti Yahwe/Elohim/Tuhan.

Lucifer dan seluruh pengikutnya (jin, dll) dibuang ke Bumi, dialah yang sekarang dikenal sebagai iblis/setan.
Jin, peri, tulul dan lain-lainya adalah MANIFESTASI (PENAMPAKAN RUPA) yang mereka tunjukkan kepada MANUSIA.

Jin, peri, dan lain-lainnya ini mempunyai kesaktian yang berbeda-beda.

Dan dalam penampakan kepada manusia ada yang seolah-olah jin baik dan jin jahat.

Yang namanya jin/setan/ dan sebagainya TIDAK ADA YANG BAIK. Karena mereka adalah yang dulunya malaikat yang memberontak kepada sang Khalik dan dibuang kebumi.

Mereka seolah-olah berbuat baik kepada manusia itu hanya untuk menjebak supaya MANUSIA JATUH DALAM DOSA.

Dalam Al Kitab, manusia SANGAT DILARANG berhubungan (berkomunikasi, minta tolong, dan lain-lain) kepada yang sebangsanya setan/jin dan lain-lain. dan memang ayat-ayat di Al Kitab juga TIDAK BISA digunakan untuk memanggil sebangsanya setan/jin dan lain-lain.
Makanya di dalam iman Kristen tidak ada dan sangat dilarang berhubungan dengan alam roh/gaib, karena memang yang menghuni di alam roh adalah setan dan sebangsanya.

Misi Iblis hanya satu, membawa manusia kedalam NERAKA.

PERTANYAAN UTAMA ?
Adakah jin memiliki AGAMA ?
Kalau ada jin memiliki Agama, pertanyaannya menyembah siapakah agama yang dimiliki jin itu ?
Jawabannya tidak mungkin menyembah Tuhan. Karena dari semulanya dia adalah pemberontak, dan sudah menjadi KETETAPAN Allah bahwa dia adalah BAKAL MENGHUNI NERAKA.

Di dunia ini ada 1 negara yang banyak sekali penghuni jinnya, negara itu letaknya di Timur Tengah. itulah pusat kegelapan didunia, dan disanalah Lucifer bertahta.

Penguasa kegelapan di indonesia adalah Ratu Pantai Selatan. Ini bukan mitos.

IBLIS itu seperti pencuri, datang hanya untuk mencuri, membunuh dan membinasakan mananusia.
kalo dia kadang tampak berbuat baik dan menolong manusia, itu hanya kedok saja, tapi ujungnya adalah jiwa manusia yang diminta setelah manusia itu mati.

Itu lebih tahu tentang DUNIA JIN dan sebaginya yang berhubungan dengan mistis, ilmu Hitam dan Ilmu Putih ? Anda dapat melihat VCD seminar dari Ev. Daud Tony mantan Dukun No. 1 di indonesai dan menguasai ilmu tingkat tertinggi dalam dunia kebatinan. VCD banyak dijual di toko gramedia. VCD ini bukan pengajaran Kristen, tetapi banyak menyingkapkan pekerjaan IBLIS dibalik semua yang dipelajari manusia dalam hal ramal, ilmu hitam, ilmu putih, tenaga dalam dan lain-lain yang berhubungan dengan okultisme.

Semua Ilmu hitam, Putih, tenaga dalam, itu semua dari SETAN. Pemilik ilmu tingkat rendah dan menengah tidak akan tahu bahwa yang ilmu yang dipelajari itu dari Setan. Tapi kalo sudah mencapai tingkat tinggi, setan akan memberi tahu dari kekuatan siapa yang bekerja dibalik semua ilmu hitam,putih, tenaga dalam.

Setahu saya dalam agama Sdr. Malaysian sangat dilarang untuk membunuh, mencuri dan membinasakan ?
bahkan memerintahkan untuk “Mengasihi semua manusia bahkan mengasihi dan mendoakan orang yang memusuhi kita, dilarang membalas dendam, karena pembalasan adalah haknya Tuhan.

Adakah dalam agama Saudara diajar seperti itu ?
Setahu saya yang juga pernah membaca dari Surat Al Fatihah sampai An Nas tidak menemukan satu ayat pun yang mengajarkan seperti itu.

Apakah Sdr. Malaysian itu bakal penghuni neraka ? Kalau dilihat dari sudut agama Anda, ya memang …. tapi Apakah anda sendiri bakal masuk surga ? PASTI TIDAK masuk surga!
Karena tidak ada satu ayatpun dalam kitab Saudara yang menjamin pemeluknya masuk surga.
Bahkan nabinya sendiri sampai sekarang belum masuk Surga. Buktinya ??

1. Tidak ada 1 ayatpun dalam kitab Saudara yang
menyatakan bahwa Nabi Anda setelah wafat pasti
masuk surga.
2. Seluruh umat Islam setiap sholat wajib hukumnya untuk
ber sholawat bagi Nabinya. (mendoakan supaya Nabi,
Sahabat Nabi dan Keluarga nya masuk surga)

ini kah Aneh ?
karena tiidak ada 1 pun nabi sebelum Nabi Anda yang minta didoakan oleh umatnya. Kalau dia Nabi dari Tuhan, sudah pasti kembalinya setelah wafat itu ke surga, tidak perlu didoakan oleh umatnya.

Dan menurut pandangan orang Islam, pengikut Al Masih adalah orang kafir. Benar kan ?

Padahal pendapat itu bertengangan dengan isi surat Ali Imran ayat 55 yang bunyinya demikian “(Ingatlah), ketika Allah berfirman “Wahai Isa! Aku mengambilmu dan mengangkatmu kepada-Ku, serta menyucikanmu dari orang-orang kafir, dan MENJADIKAN ORANG-ORANG YANG MENGIKUTIMU DIATAS ORANG-ORANG KAFIR hingga HARI KIAMAT.

Ayat ini pula dan surat An Nisaa 157 yang sering dijadikan bahwa Al Masih Isa tidak pernah mati tetapi langsung diangkat ke surga.

Tepati ada surat lain yang menyatakan bahwa Al masih Isa, itu meninggal, bangkit dan terangkat ke surga.

Surat Maryam ayat 15
Dan kesejahteraan bagi dirinya pada hari lahirnya, pada hari wafatnya, dan pada hari dia dibangkitkan hidup kembali.

Surat Maryam ayat 33
Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku pada hari kelahiranku, pada hari wafatku, dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali.

Bingung kan ?

Coba baca di surat An Nisaa ayat 82
“Maka tidakkah mereka menghayati Al Quran ? sekiranya (Al Qur’an) itu bukan dari Allah, pastilah mereka menemukan banyak hal yang bertentangan didalamnya”

Maksud sederhana dari ayat diatas adalah
“Al Qur’an itu wahyu dari Allah APABILA TIDAK ADA pertentangan antar ayat didalamnya”.

Bgmana dengan 2 ayat diatas ?
Ini ada ayat lagi yg harus Anda baca :
1. Tentang Zina,
Surat Al Israa ayat 32, An Nuur 2-3 bertentangan surat
Al Mukminun ayat 5 – 6, Al Ma’ariij ayat 29-30, An Nisaa
ayat 3, Al Ahzaab ayat 51.
2. Tentang kadar hari Tuhan
Surat Al Ma’ariij ayat 4 bertentangan surat Al Hajj 47
3. Tentang membunuh
surat Al Baqarah ayat 54 bertentangan An Nisaa ayat 29.
4. Tentang Tidak ada paksaan dalam Islam
Surat Al Baqarah 256 bertentangan dengan An Nisaa
ayat 54,74,76 91.
5. Tentang Pembunuhan Al Masih
Surat An Nisaa 157-158 bertentangan dgn Maryam 15,33
6. Tentang orang Kristen Kafir
Surat Al Baqarah ayat 116 bertentangan dengan
Ali Imran 55
7. Tentang Nuh
Surat Huud 42-43 bertentangan dengan Al Nabiyaa 76
8. Tentang larangan minum minuman keras
surat Al Baqarah 39 bertentangan dgn Al Muthafifin 25
9. Tentang Al Quran itu bukan perkataan setan.
surat At Takwir 25 bertentangan dengan surat Al Jin 14.
Ada Jin berkata-kata di dalam Al Quran, bahkan ada jin
yang ber-agama.

sebenarnya masih banyak lagi pertengangan, tetapi penulis cukupkan sampai disini saja, karena soal penyelidikan masalah ini bukan tanggung jawab penulis tetapi MESTINYA MENJADI TANGGUNG JAWAB ORANG YANG MENGIMANI KITAB TERSEBUT untuk meyakinkan kepada orang lain.

Dear 100 ???

Satu hal lagi yang harus Anda ketahui bahwa Tuhan yang disembah oleh Sdr. Malaysian dan saya itu BERBEDA dengan Tuhan yang Saudara sembah. Tulisan (nama) bisa sama (hanya di Indonesia), tetapi Pribadi yang dituju BERBEDA.

@Achmadi, saya senang jika anda mahu diskusi dgn aku, adakah Bible firman Tuhan? atau anda lebih senang jika kita bincang Adakah Al-Quran Firman TUhan?

@Achmadi mahukah kita bincang-bincang sampai puas hati, bukan bergaduh! tapi bincang-bincang ttg keyataan, hakikat!

@anda menerangkan isi Al-Quran secara jahil, cuba kita bincang secara tulus.

@dlm al-quran teda satu ayat pun bertentangan melainkan tepat setepatnya, tiada kurang, sesuai utk manusia.

@Achmadi, al-quran sesuai dgn teknologi moden, malah byk Orang berilmu khas untuk saintis non muslim (saintis terkejut beruk)

@Achmadi mari kita bincang-bincang, aku sudah lihat lebih dari 100 kali CD debat Islam Kristian antarabangsa.

@Achmadi, malang sekali pakar teologi Kristian pun mengakui Bible adalah kitab yang ditulis berdasarkan cerita-cerita orang, kemudian direkod.

@Achmadi anda tak percaya setan sebab andalah setan!

Bye Achmadi.

@???

wah kynya ada yg tsinggung nih…tp bener ga apa yg dkatakan achmadi???
klo ngak coba tlg djelaskan kesalahannya jgn tlalu cepat blg orang setan

Dear ??? (#107),

Sungguh menyedihkan sikap Anda. Di satu sisi Anda mengajak berdiskusi tetapi di sisi lain Anda menyebut orang yang berdebat dengan Anda sebagai setan dan mencapnya sebagai penghuni neraka. Saya sedih dan malu membaca komentar Anda. Semoga karakter Anda yang buruk bukan akibat ajaran agama Anda. Karena jika itu akibat ajaran agama Anda, sungguh sangat disayangkan.

Saya yakin kalau Tuhan mengajarkan yang baik bagi manusia, bukan yang sebaliknya.

Salam damai & sejahtera.

Hallo.Mas DEWOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO…pa khabarrrrrrrrr…???
lama gak nongol nih sory yaaaaa lagi meliput pemulangan 2 wanita sandera korea…

Kami di negeri ginseng bersama sama umat kristen sangat bersyukur karena telah dibebaskanya 2 sandera lagi dari sekapa kelompok Taliban.

Perayaan doa bersma yaitu dari kelompok islam korea dipimpim oleh seorang seikh dari afganisthan sendiri dan para tokoh ulama pakistan,bangladesh,turky serta indonesia.

Turut pula hadir perwakilan dari gereja gereja indonesia yaitu dari gereja kalam kudus jakarta,beserta pendetanya.seangkan dari korea uga ada semua bersama sama berdoa…

Patut kita hargai penghormatan warga korea yang dengan antusias melihat secara langsung konser doa bersama ini, terlebih lagi cara berdoa umat islam yang sangat mereka kagumkan, dengan bahasa doa arab kemudian ditranslet ke bahasa korea….ada pula doa yang dari gereja indonesia ditranslet ke bhs korea ..jadi sama sama mendukung..agar warga korea memahami apa arti penting ketuhanan.Karena selama ini penduduk korea masih tabu dengan spritual yang macam ini.
Jadi ada dua dakwah dinegara tak beragama ini yaitu kresten dan satu lagi islam.dinegara yang mendukung tinggi hak hak azazi tidak terlalu terusik dan tidak terlalu open jadi apapun perubahan yang timbul dinegara ini..sudah dianggap biasa biasa saja.tidak ada yang dibanggakan.

Baru saja saya coba membuka blok ini..walah walahhh isinya pada saling mengumpattt….kok bisa ya…?makanya kalau mau menampilkan komentar mbok ya iling kepada diri sendiri dulu…adapun komentar ya anggap aja tak nampak wajahnya..kalaupun nampak juga paling paling cuma mesem saja..malu…

KIta tidak perlu harus memaksakan kehendak Tuhan kan sdh kasih 4 kitab itu..kenapa saling keringetan..?kan sdh ada sejarahnya…saat itu kitab diturunkan karena apa..?kemudioan kok ada lagi tambahan jadi dua juga kenapa…?abelum afdol ditambah lagi kitab menjadi tioga…terussss kurang meyakinkan ada lagi kitab yang ke empat…terus ada lagi kitab kitabpan..entah kitab apa lagi yang kini saya lihat banyak berserakan di malioboro….saya males ngurusinya…itu kitab kitab yang ditulis leh tangan tangan yang kurang percaya kepada ketetapan.jadi hati sang penulisnya sebenarnya bingung..ingin sekali melihat wujud dari sang maha pencipta alam semesta itu kaya apa rupanya..?selama tidak pernah ditemui tangan sipenulis itu terus saja menggoreskan kebingunganya…Robert Morry…

Dia seorang penulis hebat..saking hebatnya dia menjadi gak karuan..lidahnya bercabang cabang..tanganya jadi kriting ..seperti ada maslah dalam dirinya..ada ketidak puasan kepada sang pencipta..katakanlah seperti ada rasa ketakutan dalam diri robert morry itu..kalau memang yakin dengan cara pandangnya bahwa Allah itu ada dan pernah dilihatnya dlm mimpinya ya silahkan…tapi ya jangan cari cari Tuhan yang gak kelihatan…itu namanya ingin menggapai matahari.

salam semua dan saya pesan kita tetap berpegang kepada persatuan bangsa.jgn persatuan agama ntar malah berantem…kita kan bangsa indonesia..menerima pelajaran agama kristen..ataupun islam ada masanya tertentu..kenapa sih ada apa to..?

saya sudah bacaaaa semuaaaa blok ini..ada panas ada dingin..ada terang ada pula kabur..ada hujat ada pula sanjung…jadi sekarang sinderinim mau nonton aja deh…

selamat semua mas dewo..sory yaaaa massss

kkk

@ DEAR AHMADI

EHMM …..boleh sarankan kalau mau membaca kitab suci itu sebaiknya bersuci dulu,mandi,ataupun membasuh muka dan tanganmu,kumur kumur dulu..
Semua kitab suci itu kan firman firman Tuhan..katanya lo.. maka hormatilah kitab kitab yag anda yakini dan kitab kitab lainnya..

Saya sarankan kalau anda ingin membaca kitab Alquran…lebih baik anda baca pendahuluanya dulu…karena seumur hidup anda mungkin..belum pernah menjumpai dan membaca kitab alquran. jadi seakan akan hasrat anda terhalusinasi dengan pandangan pandangan yang jauh berbeda dengan kitab kitab sebelumnya.

saya jelaskan lagi bahwa kitab suci Alquran itu sebagai pedoman hidup bagi umat ISLAM bukan umat kirstian.jadi bagaimanapun cara datangnya hanyalah umat islam yang mengerti.Bahkan anak kecilpun bila dia sudah islam yang baligh diberi satu penjelasan dia pasti cepat mengerti”diberi penjelasan”

Lain dengan anda yang dengan sendirinya mencoba coba membaca ,mencari trik trik yang kemungkinan dapat anda serap dari pikiran anda…cara itu sangatlah salah..seharusnya anda jangan mengambil pintas macam itu.

Akan lebih baik anda bertanya dengan sopan santun kepada orang islam yang sdh sebaya ataupun tanya saja kepada teman anda yang muslim.maka andapun akan tidak keburu buruk mengobrak abrik kitab alquran…

Saya baca komentaranda yang terlalu dini, membaca quran tidak sama dengan membaca koran, tidak seperti halnya anda membaca bible.
Sudah saya tuangkan bahwa alquran itu adalah wahyu yang berupa firman “kalam Ilalhi”
cara penyampaianya pun tidak spontan.Ayat turun satu persatu ,turunnya ayatpun sesuai dengan situasi saat itu.Jadi kalau anda baca kitab alquran baca dulu bagian atasnya..disana ada keterangan”makalah” misala surah maryam,
disana akan ada penjelasan pendek sebagai penjelas ttg selisih dan bantahan bantahan mengenai kelahiran isa almasih ..
bukan surah maryam, yang bertentangan..maksudnya bertentangan dalam surah tersebut adalah..MALAIKAT JIBRIL menyampaikan penjelasan bahwasanya org org kafir bilamanan membaca alquran akan memndapat pertenatngan pertenatangan didalamnya”
anda lihat dan perhatikan dengan hati tenang kenapa kok ayat itu berbunyi demikian..ayat itu disampaikan oleh malaikat
jibril kepada muhamad menceritakan kisah terdahulu bahwa lahirnya isa almasih menimbulkan perselisihan diantara umatnya.

Saya sarankan kalau membaca kitab alquran tenagkan pikiran anda.Baca pelan pelan.,baca satu persatu,tanyakan bila ada yang tidak jelas tentunya tanyakan kepada org islam jangan tanyakan kepada pendeta..jelas..gak bakal terjawab.

Saran saya lagi bahwa alquran itu ktab yang paling mudah dimengerti,mudah dijalankan,mudah dihapalkan,mudah disebarkan,mudah sekali pembedaanya,mudah sekali petunjuk kejelasanya.

Disamping itu Alquran tidak sendirian…masih ada lagi kitab taurot,zabur,injil..jadi dengan rangkaian sejarah perjalanan kenabian terdahulu itu sudah merupakan nahusorof”na’u syorof’ tingkatan dasar dasar pengenalan Tuhan.Mengapa demikian? pada mulanya Allah menurunkan utusan utusan ..sebagai pemegang amanat yaitu dengan menyampaikan berita kepada manusia manusia yang belum mengimani,mengetahui,memahami,menmgenal TUHAN.

Belum pada tingkat bagaimana cara beribadat,cara menyembah Tuhan,belum diperintahkan sholat dgn tertib,berdoa dengan baik,belum diperintahkan menunaikan zakat,puasa,haji, dan aturan aturan aturan lain yang masih tidak kalah penting untuk kita dalami.

saya sudah sering kali dan terlalu sering membaca kesemua kitabn kitab itu..tetapi saya tetap seorang MUSLIM..seorang yang meyakini ISLAM adalah agama yang samawi.Bila ingin bukti kita tinggal abaca alkitab..bila ingin melihat sejarah kita baca taurot..wah mudah sekali rupanya membaca kitab kitab itu.

kenapa anda justru bertempur habis habisan dengan alquran, Alquran itu berisikan PENGAJARAN,PENYAMPAIAN,PENJELASAN,PERINGATAN,PERJANJIAN DANN PEMBUKTIAN.

Kepada siapa alquran itu diperuntukan adatau di limpahkan yaitu nabi muhamad agar bgisa menyampaikanya kembali kepada manusia manusia yang belum mengetahui bahwasanya Allah itu ada dan Dialah yang hanya patut disembah bukan berhala,patung patung,pohon pohon yg besar besar…bukan.

Kalimat kalimat yang anda pikir bertentangan itu setelah saya cek..ternyata Anda sendirilah yang melenceng dari memahami kalaimatnya..anda membaca dengan sepontanitas..maka sudah saya katakan kalau org kristen membaca alquran pasti bingung..bertanya tanya ini kok kok kayak perkataan muhamad…katanya alquran kata kata Tuhan..nah dari situ saja anda sudah..jauh kearah dalam…kita biaskan baca dari pinggir dulu…jangan langsung main buka surah maryam. langsung buka surah hud..wah itu dh jauh sekali dan org islam yang sdh tinggi pun akan kembali harus membuka alkitab..untuk mengimbanginya..karena ayat ayat bagian tengah tu berisikan KISAH KISAH PARA RASUL SEBELUM MUHAMAD LAHIR. apalagi kalau cuma anda yang baru sekali buka quran langsung buka bagian tengah..
pantas saja anda semakin tak terarah kemanan larinya..berarti anda telah membuka takbir anda dan membuka takbir kawan kwan anda seiman bahwa org kristian kalau baca alkitab gak dilihat nausyorofnya..langsung buka bagian tengah sret sret srett…disitu akan anda jumpai

“hukum yang palingbutama adalah TUHAN KITA ITU ESA”

“aku dan bapakku satu”

“bahwasanya aku tidaklah berbuat sesuka kehendaku melainkan kehendak Dia yang mengutusku”

nah kalau ini yang aku dapatkan langsung main buka ayat ayat yang dalam..maka yang pinggirnya saya tidak paham…maka saya salah.mengapa saya lakukan cara ini…dari awalnya saja saya tidak paham tg bible ..kok saya langsung main buka tengah..ini namanya saya kesasar.sama seperti anda yang main buka bukaan…belum mengenal islam sdh coba coba baca quran..ya bingung ..bertentangan..sesuai dengan kata malaikat yang disampaikan kepada muhamad..
“org org kafir itu bila membaca alquran didapatilah pertentangan yang ada didalamnya…begitu cara memahaminya..kalimat Allah yang disamapikan melalui malaikat dan disampaikan kepada muhamad..terus muhamad menjelaskanya kembali kepada umat umatislam lainya …

Saya jelaskan lagi..bahwa muhamad dalam perkara ini adalah sebagai media dakwah…jadi segala sesuatu tidak langsung memlalui mulutnya kecuali bersumber dari Firman Allah..sama dengan yang isa almasih ucapkan diatas…jadi para utusan utusan Allah sebelum jamannya muhamad juga TIDAK ADA YANG BERANI MENDAHULUI PERINTAhH ALLAH.

@Apakah anda telah yakin dengan ketuhanan anda?siapakah Tuhan anda ..?yang yesus atau yang bapa..?

@yesus dalam bahasa ibrani artianya apa..?
kalau gitu Isa almasih…siapa?yesus kah?

ini contoh nausyorof..yang biasanya dipelajari untuk anak anak dasar.silahkan please…gak papa saya suka..kok..berkawan..gak usah streng kayak..kehilangan berlian..saja..

mas dewooooooooooo i ,love you..

Assalamualaikum dan salam sejahtera,

Saya suka kongsi maklumat tentang Al-Quran yang dipersoalkan oleh saudara, saya rasa terharu sangat dan teruja, kalau boleh saya nak jawab semua soalan tentang Al-Quran yang dipersoalkan oleh Saudara “Achmadi”. Tapi kali ni saya jawab sedikit demi sedikit, kerana saya sibuk bekerja.

===> 2. Tentang kadar hari Tuhan (1 hari 1000 tahun atau 1 hari 50,000 tahun?

*Benarkah Surat Al Ma’ariij ayat 4 bertentangan surat Al Hajj 47? Ikuti keterangan dari umat Islam berikut,

Jawapan Soalan 2 :-

Satu hari Tuhan menyamai 1,000 tahun kiraan manusia. Dalam ayat Quran yg lain satu hari Tuhan menyamai 50,000 tahun pula? Quran tersilap. Tidak manusia yg tersilap! hari ini Saintis menyedari bahawa kenyataan ini ada kebenarannya apatah lagi dengan menledaknya ilmu ‘Quantum Physics.’ Ia melahirkan konsep Time Dilation berasaskan teori Einsten berkaitan relativiti.

Ia menunjukkan masa sentiasa berubah mengikut dimensi tempat dan kelajuan. Firman Allah tentang masa berlkaitan dengan keadaan yg berbeza. Jika dikira dengan teliti ayat-ayat ini menceritakan tentang dimensi kelajuan cahaya dan bekemungkin kelajuan mengatasi cahaya. Hari ini telah ditemui ‘tachyons’ yang mengatasi kelajuan cahaya sekaligus melahirkan dimensi masa yang berbeza di langit.

http://www.submission.org/2-answering-Islam.htm#It

“Apart from the fact that these verses speak of different events, the truly amazing observation here is that the Quran speaks of a scientific theory that was only to be known after Einstein put forward his theory of relativity in 1905.

First let us read the three verses refered to:

“………. A day of your Lord is like a thousand of your years.” 22:47

“All matters are controlled by Him from the heaven to the earth. To Him, the day is equivalent to one thousand of your years.” 32:5

“The angels, with their reports, climb to Him in a day that equals fifty thousand years.” 70:4

Note that only the first two of these verses speak of a day relative to God (1000 years of our count) …. However, the third verse does not speak of a day relative to God, therefore before demonstrating the scientific significance of these verses, it must be said that there is no contradiction between the first two verses on one hand and the third verse on the other hand.

Scientific significance:

The theory of relativity states that since we live in a space-time universe there is no such thing as ‘absolute time’. What relativity tells us is that time, measured in our frame of reference (our point of view), runs at a different speed from time in another frame of reference.

This phenomenon is called ‘Time Dilation’. The equation which predicts this ‘stretching’ of time is:

T = t divided by the square root of [ 1 - (V x V)divided by (C x C) ]

t = length of a time interval for us

T = length of a time interval for another frame of reference.

V = velocity of other frame of reference

C = speed of light (approx. 300,000 km/second)

The mathematics of relativity says that nothing can travel faster than the speed of light. If a body travels faster than the speed of light ( where V is greater than C ) we would get a negative value for the section marked between the [ ...... ], but since there is no square root for a negative value, the equation cannot accept speeds greater than the speed of light.

However, it has been discovered that some particles actually travel faster than light. These are called ‘tachyons’. They cannot travel at the speed of light, only faster.

The amazing notation of these Quranic verses, besides confirming the theory of ‘Time Dilation’, is that they confirm the fact that if there is such frames of reference where one day is equal to a thousand years of our count, and even fifty thousand years of our count, they must be travelling at speeds many times faster than the speed of light.

These frames of reference cannot be physical, and that is because according to the relativity equations the speed of light is the limiting factor in our physical world”

==> Saya menyarankan saudara yang bertanya mohon anda mengkaji fakta ini dan mengira dengan pakar Sains di Indonesia, kerana ini adalah fakta Kajian Albert Einsten Saintis International.

Wassalam

@Dear Sinderinim (#110),

Sungguh menyejukkan ketika membaca komentar Anda yang netral di tengah hujatan-hujatan di blog ini dari para komentator lain. Saya salut dengan Anda yang memiliki karya nyata di tengah masyarakat (dunia) beragama. Saya salut dengan kelapangan hati Anda ketika meliput kejadian-kejadian yang seringkali mengatasnamakan agama tetapi Anda sendiri dapat berdiri dengan netral, bukannya malah membela yang satu dan menghujat yang lain.

Rasanya tidak berlebihan jika Anda memiliki blog sendiri untuk menceritakan semua pengalaman Anda yang fantastik itu. Atau jika Anda berkenan, Anda bisa pula membuat artikel yang netral yang menyentuh keimanan yang dapat saya muat di blog ini.

Tuhan memberkati.

Salam sejahtera buat saudara sekalian,

Saya nak kongsi sedikit maklumat tetang persoalan Achmadi

===> 1. Tentang Zina?
Surat Al Israa ayat 32, An Nuur 2-3 bertentangan surat
Al Mukminun ayat 5 – 6, Al Ma’ariij ayat 29-30, An Nisaa
ayat 3, Al Ahzaab ayat 51.

Jawapan Soalan 1: Benarkah ayat-ayat Al-Quran diatas ini saling bertentangan, biarlah saya kongsi utk tatapan anda sekadar atas kemampuan saya.

(Surat Al Israa ayat 32)
(32) Dan janganlah kamu menghampiri zina, sesungguhnya zina itu adalah satu perbuatan yang keji dan satu jalan yang jahat (yang membawa kerosakan).

PERHATIAN : Menghampiri Zina pun dilarang Allah swt, apatah lagi melakukannya. Juga kena difahami ‘Menghampiri Zina’ dengan ‘Berzina’ adalah berlainan maksud. Tak perlu saya jelaskan lebih lanjut, tentu anda faham maksud kata itu.

(Surah An Nuur 2-3)
(2) Perempuan yang berzina dan lelaki yang berzina, hendaklah kamu sebat tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali sebat; dan janganlah kamu dipengaruhi oleh perasaan belas kasihan terhadap keduanya dalam menjalankan hukum ugama Allah, jika benar kamu beriman kepada Allah dan hari akhirat; dan hendaklah disaksikan hukuman seksa yang dikenakan kepada mereka itu oleh sekumpulan dari orang-orang yang beriman.
(3) Lelaki yang berzina (lazimnya) tidak ingin berkahwin melainkan dengan perempuan yang berzina atau perempuan musyrik; dan perempuan yang berzina itu pula (lazimnya) tidak ingin berkahwin dengannya melainkan oleh lelaki yang berzina atau lelaki musyrik. Dan perkahwinan yang demikian itu terlarang kepada orang-orang yang beriman.

PERHATIAN : Ini adalah hukum-hukum bagi orang-orang yang berzina dan ayat ini adalah ketetapan Allah swt bagi yang mengingkari perintah-Nya.

Benarkah “Bertentangan”?

(SurahAl Mukminun ayat 5 – 7)
(5) Dan mereka yang menjaga kehormatannya,
(6) Kecuali kepada isterinya atau hamba sahayanya maka sesungguhnya mereka tidak tercela: –
(7) Kemudian, sesiapa yang mengingini selain dari yang demikian, maka merekalah orang-orang yang melampaui batas;

PERHATIAN : Dengan Jelas Allah swt meninggikan darjat orang-orang yang menikah (di Ijab Kabul) berdasarkan ketetapan Allah swt. Kemudian di dalam ayat 7 itu juga Allah swt menasihati, memerintah kepada manusia supaya tidak mencari yang dibaliknya iaitu, zina, homosexual, lesbian, atau apa-apa yang setaraf dengan seks bebas atau diluar tabi’i.

(Surah Al Ma’ariij ayat 29-30)
(30) Kecuali kepada isterinya atau kepada hambanya, maka sesungguhnya mereka tidak tercela;
(31) Kemudian sesiapa yang mengingini selain dari yang demikian, maka merekalah orang-orang yang melampaui batas;
(32) Dan mereka yang menjaga amanah dan janjinya;

PERHATIAN : Dengan Jelas Allah swt meninggikan darjat orang-orang yang menikah (di Ijab Kabul) berdasarkan ketetapan Allah swt. Kemudian di dalam ayat 7 itu juga Allah swt menasihati, memerintah kepada manusia supaya tidak mencari yang dibaliknya iaitu, zina, homosexual, lesbian, atau apa-apa yang setaraf dengan seks bebas atau diluar tabi’i.

(Surah An Nisaa ayat 3)
(3) Dan jika kamu takut tidak berlaku adil terhadap perempuan-perempuan yatim (apabila kamu berkahwin dengan mereka), maka berkahwinlah dengan sesiapa yang kamu berkenan dari perempuan-perempuan (lain): dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu bimbang tidak akan berlaku adil (di antara isteri-isteri kamu) maka (berkahwinlah dengan) seorang sahaja, atau (pakailah) hamba-hamba perempuan yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat (untuk mencegah) supaya kamu tidak melakukan kezaliman.

PERHATIAN : Inilah Hukum yang penting sekali untuk seluruh umat manusia, sesungguhnya Allah swt Maha Kuasa dan Maha Mengetahui perihal hamba-Nya. Apakah hikmah boleh berkahwin 4? Mohon perhatian Saudara-Saudara sekalian, bacalah info dibawah ini, hasil kajian Tuan Guru Syeikh Ahmed Deedat dari bukunya yang berjudul “The Choice” (Islam & Kristian) :-

PERHATIAN : (Masalah Kelebihan Wanita)
Alam tampaknya berperang dengan manusia. Kelihatannya ia ingin membalas dendam atas kepintarannya. Seorang pria tidak akan mendengar solusi praktis dan sehat untuk masalah ini, yang ditawarkan oleh Tuhan yang penuh kebajikan. Maka dikatakan “mendidihlah dalam sup Anda!” (boleh dikatakan demikian).

Hal ini adalah fakta yang dapat diterima bahwa perbandingan kelahiran pria dan wanita adalah sama di semua tempat. Tetapi dalam kematian anak, pria yang mati lebih banyak dari wanita. Mengherankan! “Jenis kelamin yang lebih le-mah?” Pada setiap periode waktu terdapat lebih banyak janda di dunia dari pada duda. Setiap bangsa yang beradab mempu-nyai kelebihan wanita. Inggris 4 juta. Jerman 5 juta. Soviet Rusia 7 juta dan lain-lain. Tetapi sebuah solusi yang dapat diterima di Amerika untuk masalah tersebut, akan menjadi sebuah solusi yang dapat diterima untuk semua bangsa di mana saja. Hasil statistik dari negara yang paling canggih di muka bumi ini sudah membuktikan hal itu.

PERHATIAN : (Amerika, Oh Amerika!)
Kita mempelajari bahwa Amerika mempunyai kele-bihan 7.8 juta wanita. Ini berarti bahwa bila setiap pria di Amerika menikah, masih ada 7.800.000 wanita yang terting-gal, wanita yang tidak akan mendapatkan seorang suami. Satu hal yang kita ketahui, adalah bahwa setiap pria tidak akan pernah dapat menikah untuk berbagai macam alasan. Seorang laki-laki menderita ejakulasi dini dan menemukan banyak alasan. Seorang wanita, bahkan jika frigid, tidak akan keberatan untuk menikah. Dia akan menikah, meskipun ha-nya untuk mendapatkan tempat berteduh dan perlindungan.
Tetapi masalah kelebihan wanita. di Amerika sangatlah kompleks. 98% dari penghuni penjara adalah pria. Kemudian ada 25 juta para pelaku sodomi. Secara halus mereka menye-butnya “gay” sebuah kata indah yang berarti -senang dan gembira- sekarang diselewengkan!

Amerika melakukan segala sesuatu dengan sebuah ca-ra yang besar Dia menghasilkan segala sesuatu yang hebat. Termasuk dalam memperkenalkan Tuhan dan syetan. Mari-lah kita sekali ini, bergabung dengan pendeta yang sering ber-bicara di TV Jimmy Swaggart, dalam doanya. Dalam buku penelitiannya yang bagus -“Homosexuality” – dia menangis,
“Amerika -Tuhan akan mengadilimu (maksudnya Tu-han akan menghancurkanmu), Jika Dia tidak mengadilimu (menghancurkan kamu) Dia (Tuhan) mungkin harus memin-ta maaf kepada Sodom dan Gomorrah” untuk kegegabahan mereka, kerusakan yang parah karena kelakuan homosek-sual mereka atau kepuasan asusila dari nafsu mereka yang tidak alami.

PERHATIAN : (New York Sebagai Sebuah Contoh)
Kota New York memiliki lebih dari satu juta wanita lebih banyak daripada pria. Bahkan jika semua populasi pria yang cukup berani untuk menikah dengan lawan jenisnya di kota ini dikumpulkan; masih tetap ada 1.000.000 wanita tan-pa suami.

Tetapi yang terburuk adalah reputasi bahwa sepertiga dari populasi pria di kota ini adalah “gay” (homoseksual/ melakukan sodomi). Orang-orang Yahudi, yang paling ribut dalam setiap debat, tetap diam seperti tikus, karena takut dicap bangsa timur yang terbelakang. Gereja, dengan jutaan penggemar kelahiran kembali yang mengklaim mendiami rumah Roh Kudus, juga tak bersuara tentang topik ini.
Pendiri Gereja Mormon, Joseph Smith dan Brigham Young, dengan mengklaim sebuah wahyu baru pada tahun 1830 mengajarkan dan melaksanakan poligami tak terbatas untuk memecahkan masalah kelebihan wanita. Saat ini Nabi Mormonism telah membatalkan ajaran gereja pendahulu mereka tersebut untuk mendamaikan tuduhan Amerika pada masalah poligami. Apa yang harus dilakukan oleh wanita–wanita Amerika/Barat/Eropa yang malang ini? Mereka be-nar-benar akan menjadi tua merana.

PERHATIAN : (Satu-satunya Pemecahan: Batasi Dan Atur Poligami)

Al-Amin, Nabi Kebenaran, Roh Kebenaran, berdasar-kan ilham Tuhan memberikan pemecahan terhadap keadaan yang tidak menguntungkan itu. Tuhan menetapkan:

“.. kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga, atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah)seorang saja.” (QS. An-Nisaa: 3).

Dunia Barat pura-pura bertoleransi terhadap jutaan pelaku sodomi dan lesbian di tengah-tengah mereka. Di Ba-rat, seorang pria yang menyimpan selusin kekasih dan men-dapatkan selusin anak haram setiap tahun bukanlah masa-lah. Perbuatan bejat tersebut dengan bangga diberi julukan “stud”. “Biarkan mereka bersenang-senang, tapi jangan menganggap dia bertanggungjawab!”, kata orang-orang Ba-rat.

Islam berkata, “Buat seorang pria bertanggung jawab atas kesenangannya.” Ada tipe pria yang bersedia mengambil tanggungjawab ekstra, dan ada pula tipe wanita yang berse-dia berbagi suami. Mengapa menghalangi jalan mereka? Anda mengejek poligami, yang telah dilakukan oleh Nabi Tuhan seperti ditulis dalam kitab Injil, Anda lupa bahwa Sa-lomo yang bijaksana mempunyai 1000 istri dan selir seperti terdapat dalam The Good Book (1 Raja-raja 11: 3), pemecah-an yang sehat untuk masalah penting Anda, dan kepuasan yang sekejap untuk memenuhi nafsu yang tidak alami dengan melakukan perbuatan sodomi atau lesbian! Betapa tidak wa-jarnya!

Poligami telah dilakukan oleh orang-orang Yahudi dan penyembah berhala pada masa Yesus: Dia tidak berkata sepatah kata pun yang menentangnya. Ini bukan salahnya. Orang-orang Yahudi tidak memberikan kedamaian kepada-nya untuk mengemukakan pemecahan. Dia hanya menjerit sambil berkata, “Apabila Ia, Roh Kebenaran datang, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran.” (Injil -Yohanes 16: 13).

(Surah Al Ahzaab ayat 51)
(51) Engkau boleh menangguhkan sesiapa yang engkau kehendaki dari mereka dan engkau boleh mendamping: sesiapa yang engkau kehendaki; dan sesiapa yang engkau hendak mendampinginya kembali dari mereka yang telah engkau jauhi itu maka tidaklah menjadi salah bagimu melakukannya; kebebasan yang diberikan kepadamu itu (bila diketahui oleh mereka) adalah lebih dekat untuk mententeramkan hati mereka, dan menjadikan mereka tidak berdukacita, serta menjadikan mereka pula reda akan apa yang engkau lakukan kepada mereka semuanya. Dan (ingatlah) Allah sedia mengetahui apa yang ada dalam hati kamu; dan Allah adalah Maha Mengetahui, lagi Maha Penyabar.

PERHATIAN : Persoalan juga kenapa anda hanya mengambil sambungan ayat sahaja, kenapa tidak melihat ayat sebelumnya dan selepasnya, kerana itu ia akan lebih sempurna maksudnya. Bagaimana dengan ayat-ayat dibah ini?

Wahai Nabi, sesungguhnya Kami telah halalkan bagimu isteri-isterimu yang engkau berikan maskahwinnya, dan hamba-hamba perempuan yang engkau miliki dari apa yang telah dikurniakan Allah kepadamu sebagai tawanan perang; dan (Kami telah halalkan bagimu berkahwin dengan sepupu-sepupumu, iaitu): anak-anak perempuan bapa saudaramu (dari sebelah bapa) serta anak-anak perempuan emak saudaramu (dari sebelah bapa), dan anak-anak perempuan bapa saudaramu (dari sebelah ibu) serta anak-anak perempuan emak saudaramu (dari sebelah ibu) yang telah berhijrah bersama-sama denganmu; dan (Kami telah halalkan bagimu) mana-mana perempuan yang beriman yang memberikan dirinya kepada Nabi (untuk dikahwininya dengan tidak membayar maskahwin) kalaulah Nabi suka berkahwin dengannya; perkahwinan yang demikian adalah khas bagimu semata-mata, buka bagi orang-orang yang beriman umumnya; sesungguhnya Kami telah mengetahui apa yang Kami wajibkan kepada orang-orang mukmin mengenai isteri-isteri mereka dan hamba-hamba perempuan yang mereka miliki; – supaya tidak menjadi keberatan bagimu. Dan (ingatlah) Allah adalah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani. (Surah Al Ahzaab ayat 50)

Tidak halal bagimu berkahwin dengan perempuan-perempuan yang lain sesudah (isteri-isterimu yang ada) itu, dan engkau juga tidak boleh menggantikan mereka dengan isteri-isteri yang baharu sekalipun engkau tertarik hati kepada kecantikan mereka, kecuali hamba-hamba perempuan yang engkau miliki. Dan (ingatlah) Allah sentiasa Mengawasi tiap-tiap sesuatu. (Surah Al Ahzaab ayat 52)

PERHATIAN :
(A) Adakah masih jadi persoalan dalam ayat-ayat ini, tidak ada sama sekali! Kerana semuanya berjalan sejajar dengan ketetapan Allah swt.

(B) Allah swt menjelaskan hukum-hukum-Nya dengan tegas dan jelas bahawa zina adalah terlarang sama sekali, sedangkan menghampiri zina pun dilarang apatah lagi lebih dari itu.

(C) Tetapi Allah swt mengajar manusia, memberi petunjuk supaya lelaki dan perempuan mesti di akad nikah, di ijab kabul (Berkahwin)

(D) Sebagai manusia kita tidak boleh mengatakan “Sudah Kahwin TAPI Belum Nikah”. Kebanyakan masyarakat hari ini cukup berbangga dengan ucapan sebegitu. Manusia bukan binatang, ‘Kahwin Binatang’ dengan ‘Kahwin Manusia’ cukup berbeza! Jadi sesiapa yang mencari di balik ketetapan Hukum dalam Perkahwinan Manusia, jelas sekali orang-orang sedemikian bukan lagi bergelar Manusia, melainkan dia mengikut “Hukum Kahwin Binatang”.

Akhir sekali, saya mohon maaf jika terdapat unsur-unsur kurang sesuai. Niat dihati hanya berkongsi maklumat. Saya tidak akan bercerita atau berkongsi lebih-lebih tentang Al-Quran, hanya sekadar yang asas sahaja, inipun saya terasa berat sangat tanggungjawab ni.

Wassalam

Salam sejahtera buat saudara sekalian.

@Achmadi ===> Coba baca di surat An Nisaa ayat 82
“Maka tidakkah mereka menghayati Al Quran ? sekiranya (Al Qur’an) itu bukan dari Allah, pastilah mereka menemukan banyak hal yang bertentangan didalamnya”

Maksud sederhana dari ayat diatas adalah
“Al Qur’an itu wahyu dari Allah APABILA TIDAK ADA pertentangan antar ayat didalamnya”.

Jawapan Soalan di atas:-

Patutkah mereka (bersikap demikian), tidak mahu memikirkan isi Al-Quran? Kalaulah Al-Quran itu (datangnya) bukan dari sisi Allah, nescaya mereka akan dapati perselisihan yang banyak di dalamnya. (Surah An-Nissa ayat 82)

PERHATIAN :
Pernah terfikir ayat ini dituju kepada siapa? Ayat ini dituju kepada mereka yang munafik dan mengingkari segala isi Al-Quran, dan Allah swt menegaskan bahawa jika Al-Quran itu bukan datang Dari Allah swt maka terlalu banyak ayat-ayat yang bertentangan dan tidak sesuai dengan seluruh isi alam.

Tetapi tidak ada satu pun ralat baik kajian Biologi, Kimia, Matematik, Fizik dan apa-apa yang saya tidak sebut.

Kemudian ayat 82 Surah An-Nisaa ini, Allah swt mahu manusia memikirkan dalam erti kata lain, mengujikaji, meneliti, melihat segala sesuatu yang ada dalam Al-Quran sebagai batu Ujian juga Al-Quran adalah sebagai pedoman, panduan Pendidikan Teknologi mutakhir abad ke 20-21 ini.

Bukan seperti ulasan Achmadi, saya rasa secara normal atau seimbas lalu pun orang yang membaca ayat 82 Surah An-Nissa tidak akan mentafsir seperti Saudara Achmadi.

Saya mohon Saudara Achmadi jangan cari kesalahan Al-Quran terlebih dahulu melainkan jadikan Batu Ujian seperti yang difirmankan Allah swt didalam Al-Quran Surah An-Nissa ayat 82 tersebut.

Lihat semuanya, jika anda mampu menguasai ilmu mengapa tidak mencuba? Saya akan berkongsi lagi untuk soalan-soalan anda yang seterusnya, jika saya tidak sibuk bekerja.

Wassalam

Salam Sejahtera

@Achmadi ===>5. Tentang Pembunuhan Al Masih
Surat An Nisaa 157-158 bertentangan dgn Maryam 15,33

Dan menurut pandangan orang Islam, pengikut Al Masih adalah orang kafir. Benar kan ?

@Achmadi ===>Padahal pendapat itu bertengangan dengan isi surat Ali Imran ayat 55 yang bunyinya demikian “(Ingatlah), ketika Allah berfirman “Wahai Isa! Aku mengambilmu dan mengangkatmu kepada-Ku, serta menyucikanmu dari orang-orang kafir, dan MENJADIKAN ORANG-ORANG YANG MENGIKUTIMU DIATAS ORANG-ORANG KAFIR hingga HARI KIAMAT.

@Achmadi ===>Ayat ini pula dan surat An Nisaa 157 yang sering dijadikan bahwa Al Masih Isa tidak pernah mati tetapi langsung diangkat ke surga.

@Achmadi ===>Tepati ada surat lain yang menyatakan bahwa Al masih Isa, itu meninggal, bangkit dan terangkat ke surga.

@Achmadi ===>Surat Maryam ayat 15
Dan kesejahteraan bagi dirinya pada hari lahirnya, pada hari wafatnya, dan pada hari dia dibangkitkan hidup kembali.

@Achmadi ===>Surat Maryam ayat 33
Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku pada hari kelahiranku, pada hari wafatku, dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali.

Jawapan Soalan 5 :

First, we read 3:144:

“Muhammad was no more than a messenger like the messengers before him. Should he die or get killed, would you turn back on your heels? Anyone who turns back on his heels, does not hurt GOD in the least. GOD rewards those who are appreciative.”

It is clear that there is nothing in this verse about the death of all messengers before Muhammad.

It is a good thing to pause here and present a brief outline of the concept of the death of the righteous according to the Quran, and also the Quranic explanation of the death of Jesus.

The Righteous Do Not Really Die, they Go Straight to Heaven

“Do not think that those who are killed in the cause of God are dead; they are alive at their Lord, being provided for.” (3:169)

“Do NOT say about those who are killed in the cause of God, “They are dead.” For they are alive, but you do not perceive.” (2:154)

These verses and other similar ones, tell us that although the righteous depart this world, and to the people around they look like they have died; in reality THE RIGHTEOUS DO NOT DIE. When their lives on earth come to the predetermined end, the angel of death simply invites them to leave their earthly bodies and move on to Heaven.

We learn from 89:27-30 that God invites the believers’ souls to: “Enter My Paradise.”

As far as people on earth are concerned, the righteous appear to “die.” People do not realize that the righteous simply leave their bodies, and move on to Paradise. The verses shown above are self explanatory. In 36:26-27, we see the best evidence that the righteous go to Paradise, while their friends and relatives are still living on earth. Just like a group of people going on holiday to Hawaii and waiting for their friends to join them. See also 16:32 & 6:60-62.

(Jesus’ Death)

The Quran tells us that the soul of Jesus was raised before the arrest and crucifixion of his physical body. Thus, his persecutors arrested, tortured, and crucified an empty body – Jesus was already gone to the world of souls (3:55, 4:157).

Interestingly enough, the fact that God saved Jesus from the torture of crucifixion by raising his soul before his arrest, is confirmed by a number of Biblical verses.

Let us first read the Quranic reference to this issue and then the Biblical verses.

“They plotted and schemed, but so did God, and God is the best schemer. Thus, God said, “O Jesus, I am putting you to death, and raising you to Me; I will save you from the disbelievers.” 3:54-55

“They claimed that they killed the Messiah, Jesus, the son of Mary, the messenger of God! In fact, they never killed him; they never crucified him; they were led to believe that they did.” 4:157

These verses confirm the following matters:

1- That God raised the soul of Jesus prior to his prosecution and crucifixion.

2- That the enemies of Jesus did not triumph over him.

Now let us read the Biblical version:

1- “In the days of his earthly life, he offered up prayers, with loud cries and tears to God who was able to save him from death and he was favorably heard for his godly fear” Hebrews 5:7

This very significant verse indicates that upon hearing the prayers of Jesus, God has saved him from death. In other words Jesus did not die on the cross.

The words God who was able to save him from death correspond to the Quranic words “save you from the disbelievers” in 3:55

The verse tells us that Jesus “offered up prayers” and that his prayers were “favorably heard”, which confirms that God saved Jesus from dying by the hands of his enemy.

The Church may argue that the prayers of Jesus took place when he was in the grave and before being resurrected. However, this is in contradiction to the words of the verse: “In the days of his earthly life”. The words “earthly life” state that Jesus “offered up prayers” while he was alive on earth, and not dead in the grave.

2- The same conclusion can be reached from the famous prophecy in Psalms:

“My God, my God, why have thou forsaken me? I was cast upon you from birth from my mother’s womb. You have been my God, be not far from me for trouble is near, for there is no one to help. For dogs have surrounded me. The Assembly of the wicked have enclosed me but you, O Lord, do not be far from me……………. you have answered me.” Psalms 22

The words “you have answered me” again indicate that God saved Jesus from death.

3- This is also confirmed by the following verse:

“But you, O Lord be merciful to me, and raise me up, that I may repay them ……..my enemy does not triumph over me.” Psalms 41:10-11

The words “raise me up” so that “my enemy does not triumph over me” also support the theory of the raising of the soul of Jesus before his enemy triumphs over him (before being crucified).

Once again these words correspond perfectly with the Quranic words raising you to Me; I will save you from the disbelievers.

4- Other verses indicate that God had raised the soul of Jesus sometime before the crucifixion and that the one that was crucified by the Romans was no more than a moving but soulless body, similar to the body of one who goes into a coma, with his body functions still in operation, yet clinically dead. One in that state would thus offer no response :

“Herod was extremely pleased to see Jesus. From the reports about him he had wanted for a long time to see him, and he was hoping to see him work some miracles. He questioned Jesus at considerable length, but Jesus made no response. The chief priests and scribes were at hand to accuse him vehemently. Herod and his guards then treated him with contempt and insult.” [ Luke 23:8-11 ]

Saya rasa sudah cukup ulasan ini, maklumat ini diperolehi dari tuan-tuan guru Muslim.

The Answer to “Answering-Islam”

Wassalam

Salam Sejahtera

@Achmadi===>Saya mau bicara mengenai Setan sekarang.

Dalam Kitab orang Kristen, Tuhan TIDAK PERNAH MENCIPTAKAN
SETAN dan sebangsa/pengikutnya (Jin,Iblis,tuyul, peri dan lain-lainnya).

Siapa yang sebenarnya SETAN/IBLIS ?

Al Kitab mencatat, disorga ada 3 penghulu malaikat :
1. Malaikat Gabriel (pembawa berita)
2. Malaikat Mikhael (pemimpin peperangan)
3. Malaikat Lucifer (Pemimpin Puji-pujian)

@Achmadi===> Lucifer dan seluruh pengikutnya (jin, dll) dibuang ke Bumi, dialah yang sekarang dikenal sebagai iblis/setan.
Jin, peri, tulul dan lain-lainya adalah MANIFESTASI (PENAMPAKAN RUPA) yang mereka tunjukkan kepada MANUSIA.

@Achmadi===> Jin, peri, dan lain-lainnya ini mempunyai kesaktian yang berbeda-beda. Dan dalam penampakan kepada manusia ada yang seolah-olah jin baik dan jin jahat.

@Achmadi===> Yang namanya jin/setan/ dan sebagainya TIDAK ADA YANG BAIK. Karena mereka adalah yang dulunya malaikat yang memberontak kepada sang Khalik dan dibuang kebumi.

Jawapan : Soalan Tentang Jin/Malaikat/Iblis?

Pendapat Drs. H. Amos (Pendeta Nehemia)

2. Percaya kepada Malaikat

Dalam iman Islam, pembantu Allah adalah malaikat-malaikat, yaitu makhluk yang tidak tampak dan masing-masing mempunyai fungsi tertentu, yaitu terdiri dari dua kelompok, yakni malaikat yang baik dan malaikat yang jahat.

a. Malaikat yang baik terdiri dari:

– Malaikat Penghulu, yaitu:
Jibril (malaikat yang menyampaikan wahyu), Mikhael (malaikat pemelihara), Israfil (malaikat malapetaka), Izrail (malaikat kematian), Malik (malaikat penjaga neraka), Ridwan (malaikat penjaga surga).

– Malaikat yang memerintah, yaitu: malaikat pencatat, pemakai-pemakai mahkota dan penanya orang mati (malaikat Munkardan Nakir).

b. Malaikat yang jahat terdiri dari:

Iblis atau setan yaitu malaikat jatuh dan Jin, yang tergolong dua, yakni muslim dan jin Kafir ( surat 72 Al Jin ayat 14). Adapun Jin Muslim dianggap baik karena mengakui Muhammad sebagai rasul. Tetapi baik jin Muslim maupun jin kafir kedua-duanya adalah iblis ( surat 6 Al Anaam ayat 128, surat 18 Al Kahfi ayat 50). (hal. 5).
——————————————————————————-Tanggapan H. Ihsan L.S. Mokoginta (Wenseslaus)

Dari uraian itu.jelas sekali nampak bahwa Himar Amos sedang atraksi memamerkan ketololannya. Kalau memiliki pengetahuan Islam atau Al Qur’an, tidak mungkin dia menulis uraian yang keliru semacam itu. Sebab pendapat semacam itu hanya bisa dilontarkan oleh orang yang betul-betul awam dan buta datam hal Islam. Maka sungguh pantas bila penulis semacam itu disebut sebagai Sarjana Murtadin Himar Amos.

Dalam Islam tidak ada ajaran yang mengatakan bahwa malaikat itu ada yang jahat. Menurut Islam, malaikat adalah makhluk ciptaan Allah yang terpelihara dari segala kesalahan dan dosa, karena malaikat tidak diberi nafsu. Semua malaikat tunduk dan patuh kepada perintah Allah. Tidak ada istilah malaikat pembangkang dalam Islam. Tidak ada satu pun keterangan dalam Al Qur’an yang mengatakan bahwa malaikat itu ada yang jahat.

Semua malaikat itu tunduk, patuh dan taat kepada segala perintah Allah tanpa tawar-menawar sedikit pun, sesuai dengan ayat-ayat berikut ini:

– An Nahl 49-50 yang menyatakan bahwa malaikat tidak sombong, melainkan takut kepada Allah serta patuh melaksanakan perintah-Nya.
– Al Anbiyaa 19-20 dan 27 yang menyatakan bahwa malaikat patuh kepada Allah.
– At Tahrim 6 yang menyatakan bahwa malaikat tidak mendurhakai perintah Allah.

Lebih konyol lagi, Drs. Himar Amos menerangkan bahwa jin adalah bagian dari malaikat yang jahat. Ini sama sekali tidak benar. Menurut Islam, jin itu tercipta dari api, sedangkan malaikat dari cahaya (nur). Dari segi penciptaannya saja sudah berbeda. Perhatikan hadits berikut:

“Dari Aisyah r.a. dinyatakan, sesungguhnya Nabi saw. pernah bersabda: “Malaikat itu diciptakan dari cahaya (nuur) dan jin itu diciptakan dari percikan api (naar), sedang Adam diciptakan dari sesuatu yang sudah engkau kenal.” (HR. Muslim).

Malaikat masuk neraka dalam ajaran Kristen

Setelah kami selidiki, ternyata Himar Amos keliru paham terhadap Islam tersebut berangkat dari pemahaman akan keterangan Bibel yang diajarkan oleh para pendeta dan evangelis seniornya.

Sebab dalam Alkitab atau Bibel disebutkan bahwa malaikat itu ada yang baik dan ada yang jahat. Mari perhatikan ayat-ayat berikut ini:

1. Malaikat pembangkang dan tidak taat ?
“Dan bahwa ia (Yesus. ed.) menahan malalkat-malaikat yang tidak taat pada batas-batas kakuasaan mereka, tetapi yang meninggalkan tempat kediaman mereka, dengan belenggu abadi di dalam dunia kekelaman sampai penghakiman pada hari besar” (Yudas 1:6).

2. Iblis bisa menyamar jadi malaikat gadungan?
“Hal itu tidak usah mengherankan, sebab Iblis pun manyamar sebagai malaikat Terang.” (II Korintus 11:14).

3. Malaikat diadili manusia?
“Tidak tahukah kamu, bahwa kita akan manghakimi malaikat-malaikat? Jadi apa lagi perkara-perkara biasa dalam hidup kita sehari-hari.” (I Korintus 6:3).

4. Malaikat masuk ke neraka berkumpul jadi satu dengan ibils.
“Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang yang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah disediakan untuk iblis dan malaikat-malaikatnya.” (Matius 25:41).

Ayat-ayat Alkitab di atas mengajarkan bahwa malaikat ada yang tidak taat dan ada iblis yang bisa menyamar jadi malaikat. Bahkan malaikat akan diadili oleh manusia. Lucunya, malaikat akan masuk neraka bersama-sama dengan iblis.

Kalau melihat malaikat saja belum pernah, bagaimana mungkin ada manusia yang akan menilai, kesalahan dan menghakimi malaikat??!! Justru malaikatlah nanti yang akan menghakimi manusia, sebab selama hidupnya manusia senantiasa diawasi oleh malaikat.

Kalau begitu, fungsi malaikat Tuhan dalam kepercayaan Kristen itu macam apa ? Apakah umat Kristen harus mengadakan ujian/testing terhadap malaikat yang diutus Tuhan ?

Apakah kalau malaikat pencabut nyawa yang datang kepada mereka, mesti ditanya, dites dan dibuktikan dulu apakah dia itu benar-benar malaikat yang diutus oleh Tuhan atau iblis yang menyamar jadi malaikat ? Lucu, bukan ??

Demikianlah ajaran Bibel tentang malaikat yang sangat kacau dan meragukan.

Wassalam

Salam Sejahtera

@Achmadi===> 1. Tidak ada 1 ayatpun dalam kitab Saudara yang menyatakan bahwa Nabi Anda setelah wafat pasti
masuk surga.

@Achmadi===> 2. Seluruh umat Islam setiap sholat wajib hukumnya untuk bersholawat bagi Nabinya. (mendoakan supaya Nabi, Sahabat Nabi dan Keluarga nya masuk surga)
ini kah Aneh ? karena tiidak ada 1 pun nabi sebelum Nabi Anda yang minta didoakan oleh umatnya. Kalau dia Nabi dari Tuhan, sudah pasti kembalinya setelah wafat itu ke surga, tidak perlu didoakan oleh umatnya.

Jawapan Soalan 1 dan 2 :-

Pendapat Drs. H. Amos (Pendeta Nehemia)

Karena tidak tampak adanya penjelasan yang menyatakan bahwa Muhammad akan diselamatkan setelah dia meninggal dunia, maka Allah dan setiap pengikut agama bangsa Arab harus bershalawat yaitu memohon kepada Allah semoga Allah melimpahkan berkah dan kesejahteraan kepada Muhammad sebagaimana yang disebut dalam Surat 33 Al Ahzaab ayat 56 yang berbunyi:

“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat atas nabi: Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kepadanya dan berilah salam dengan sungguh-sungguh.”

Dengan demikian bukan pengikut agama bangsa Arab saja yang harus bershalawat atas nabi Muhammad, tetapi juga Allah harus bersalawat yaitu memohon kepada Allah semoga Allah melimpahkan berkah dan kesejahteraan bagi Muhammad.

Sudah pasti hal ini sangatlah aneh, sebab itu tentu menjadi pertanyaan bagi para pembaca mengapa Allah harus memohon kepada Allah untuk berkat dan kesejahteraan bagi Muhammad?

Juga menjadi suatu keanehan jikalau Allah harus memohon kepada Allah, yang berarti hal itu menyatakan bahwa Allah lebih dari pada satu.

Apakah memang demikian? Menurut logika Allah adalah yang paling tinggi kedudukannya. Oleh sebab itu mungkin ada alasan lain mengapa Allah harus memohon berkat kesejahteraan bagi Muhammad, kepada Allah, (hal. 23-24).
——————————————————————————-Tanggapan H. Ihsan L.S. Mokoginta (Wenseslaus)

Jika ada orang berpendapat seperti itu, meskipun dia seorang sarjana, jelas menunjukkan betapa minim pengetahuannya tentang Islam. Penafsiran demikian itu amat kacau, hanya berdasarkah harfiah saja.

Tapi anehnya, dengan modal pengawuran seperti itu, sarjana murtadin Himar Amos malah dikagumi oleh umat Kristen. Mestinya umat Kristen menolak tulisan yang sepenuhnya tidak berbobot, tidak ilmiah, tidak rasional dan tidak bisa dipertanggung-jawabkan. Bahkan hanya memalukan umat Kristen saja.

Apabila terjadi tuntutan dari umat Islam kepada pihak yang berwajib, maka yang repot dan rugi adalah umat Kristen, bukan? Apalagi jika ada kelompok Islam yang terpancing emosinya. Gawat lagi, bukan?

Supaya situasi tidak semakin keruh, kami tetap menjawab sekaligus meluruskan hujatannya, dengan harapan agar Himar Amos dan umat Kristen lainnya dapat mengetahui makna dan filosofi shalawat nabi.

Shalawat artinya kemuliaan atau kesejahteraan. Shalawat Allah kepada Nabi Muhammad bukan berarti bahwa Allah memohonkan kemuliaan atau kesejahteraan kepada Allah yang lainnya untuk Muhammad, melainkan Allah memberikan rahmat, kesejahteraan dan kemuliaan atas beliau.

Maksud malaikat bershalawat kepada Nabi yaitu malaikat turut memohon ampunan kepada Allah. Sedangkan shalawat orang-orang beriman kepada Nabi maksudnya mendoakan agar diberi rahmat dan kesejahteraan atas Nabi Muhammad saw. Dan kesemuanya itu bukan berarti karena Nabi Muhammad saw. belum selamat atau tidak mendapat keselamatan dari Allah Swt.

Tujuan Allah bershalawat kepada Nabi Muhammad ialah agar umat Islam seluruhnya menaruh rasa hormat kepada beliau. Sebab beliau adalah pilihan-Nya untuk menjadi nabi terakhir dan penutup para nabi, yang membebaskan manusia dari kehidupan jahiliyah yang bagaikan binatang. Atas perjuangan beliau, umat manusia bisa dihantarkan ke alam yang terang benderang. Beliaulah yang mengantarkan umat manusia dari kehidupan hewani menjadi kehidupan yang manusiawi. Jika tidak ada beliau, entah kebejatan moral apa yang dilakukan oleh umat manusia.

Oleh sebab itu, sebagai orang yang tahu diri, umat manusia sangat wajib untuk mensyukuri jasa beliau. Untuk mengabadikan rasa syukur dan jasa beliau inilah maka ‘shalawat serta salam’ dijadikan sebagai salah satu rukun dzikri, yaitu suatu bacaan rukun bagi umatnya setiap mengerjakan shalat.

Tetapi harus diingat bahwa pembacaan shalawat terhadap Nabi Muhammad tersebut bukan berarti bahwa beliau tidak selamat di akhirat. Tanpa ada satupun umat Islam yang bershalawat, beliau tetap mendapatkan keselamatan dari Allah Swt. Sebab beliau telah dijamin masuk sorga oleh Allah Swt.

Meskipun Rasulullah sudah pasti masuk sorga, umat Islam masih saja mengirim bacaan shalawat kepada beliau, sebab pahala doa shalawat itu kembali lagi kepada umat yang bershalawat. Dengan bershalawat kepada Nabi berarti telah tunduk dan patuh kepada perintah Allah Swt. pada ujung surat Al Ahzaab 56 tersebut:

“Wahai orang-orang yang beriman, barshalawatlah kepadanya (Muhammad) dan berilah salam dengan sungguh-sungguh”.

Kalau diperhatikan, perintah pada ayat tersebut dimulai dengan perintah atau suruhan ‘Wahai’. Ditujukan kepada siapa perintah ‘Wahai’ ini? Jelas ditujukan kepada orang-orang yang beriman. Apa perintah dan suruhan Allah tersebut ? Tiada lain untuk ‘bershalawat dan mengucapkan salam’. Kepada siapa ? Jelas kepada ‘Nabi Muhammad saw’. Caranya bagaimana ? Yaitu dengan ‘bersungguh-sungguh mengikuti perintah dan aturan Allah.

Seandainya Allah tidak memberikan contoh dan petunjuk tentang tata cara mensyukuri karunia-Nya yang telah diberikan melalui baginda Nabi, tentu akan terjadi bermacam-macam cara dalam mensyukuri nikmat tersebut. Misalnya, dengan memberikan sesajian, tumbal, korban hewan dan lain-lain menurut selera dan keinginan masing-masing.

Oleh karena Allah memberikan petunjuk Al Qur’an dalam hal etika menghormati manusia pilihan-Nya itu, maka umat Islam mematuhi perintah tersebut agar tidak terjadi kekacauan dalam beribadah kepada-Nya.

Kemudian dalam satu hadits disebutkan sebagai berikut:

“Dari Anas bin Malik ra, ia berkata: telah bersabda Rasulullah saw.: “Barangsiapa yang bershalawat kepadaku satu kali saja, niscaya Allah akan memberikan sepuluh kesejahteraan kepadanya dan dihapuskan darinya sepuluh kesalahan dan diangkat baginya sepuluh derajat.” (HR. Bukhari, Nasa’i, Ibnu Hibban dan Hakim).

Atas dasar hadits di atas, maka umat Islam di manapun berada selalu membacakan shalawat kepada Rasulullah setiap waktu shalat maupun setiap kali mendengar namanya disebut. Sebab dengan membacakan satu kali shalawat kepada Rasulullah, maka balasannya adalah mendapat sepuluh kebaikan dan dihapuskan sepuluh keburukan. Nah, siapa yang tidak mau mendapat pahala sebanyak itu?

Dengan demikian, keberadaan Nabi Muhammad sebagai utusan Allah sungguh membawa berkah dan rahmat bagi umatnya. Sebab dengan bershalawat kepadanya satu kali saja, akan memperoleh pahala sepuluh kebaikan dan menghilangkan sepuluh keburukan. Subhanallah, sungguh beruntung menjadi pengikut beliau.

Analogi yang mudah dipahami, bayi yang meninggal dunia sebelum berbuat dosa, dia pasti akan langsung masuk sorga. Apakah karena dia pasti akan masuk sorga lantas orangtuanya langsung menguburkannya tanpa harus mendoakannya? Tidak !! Bahkan lebih dari itu, sebagai manusia yang berakhlak mulia umat Islam juga memohon kepada Allah agar bayi tersebut diberi tempat yang layak di sisi-Nya. Pahala dalam mendoakan dan memohon kepada Allah untuk anak bayi yang tersayang itu, kembali lagi kepada orang yang mendoakan.

Kalau terhadap anak bayi yang belum memberikan jasa saja, perlu mendoakan kepada Allah tempat yang layak di sisi-Nya, mengapa terhadap seseorang yang telah begitu besar jasanya bagi umat manusia sejagad raya ini, tidak kita doakan dan mohonkan kepada Allah tempat yang layak di sisi-Nya? Tentu lebih pantas, bukan?
——————————————————————————-Pendapat Drs. H. Amos (Pendeta Nehemia)

Lebih lengkap lagi pertanyaan menjadi: “Mengapa Allah dan pengikut agama bangsa Arab harus bersalawat atas nabi Muhammad?”

Hal ini disebabkan karena Muhammad memang belum memperoleh keselamatan karena dia tidak diberi kuasa apapun oleh Allah.

Setiap pengikut agama bangsa Arab harus terus-menerus bershalawat untuk Muhammad dengan pengharapan agar Muhammad memperoleh keselamatan. Kenyataan ini dapat dilihat dari ayat-ayat Al Qur’an berikut:

Katakanlah, “Aku tidak kuasa mendatangkan manfaat dan tidak pula kuasa menolak mudarat untuk diriku, kecuali dikehendaki Allah … ” (Surat 7 Al Araaf ayat 188).

“Katakantah, “Aku tidak kuasa menolak mudarat dari diriku dan tidak mendatangkan manfaat kecuali dikehendaki Allah. ……………..” (Surat 10 Yuunus ayat 49). (hal. 25-26)
——————————————————————————-Tanggapan H. Ihsan L.S. Mokoginta (Wenseslaus)

Surat Al A’raaf 188 dan Yunus 49 itu justru menunjukkan kejujuran Muhammad saw. Beliau mengatakan apa adanya tanpa menyombongkan diri dan menyadari bahwa beliau hanyalah seorang rasul, bukan Tuhan. Beliau mengakui tidak bisa mendatangkan manfaat dan tidak kuasa menolak mudharat baik untuk dirinya maupun orang lain, kecuali atas kehendak Allah Swt. semata.

Beliau menyampaikan apa adanya sesuai dengan yang diwahyukan oleh Allah swt., agar umatnya tidak tersesat. Sebab jika tidak demikian, maka dikhawatirkan umatnya akan selalu meminta dan memohon lewat beliau, atau paling tidak menjadikan beliau sebagai perantara. Inilah yang tidak dikehendaki oleh Allah. Jika memohon sesuatu hendaklah langsung kepada Allah tanpa perantara.

Kalau mau pakai pikiran yang jernih, justru itulah bukti bahwa Nabi Muhammad saw. adalah seorang manusia yang super tinggi kejujurannya. Beliau tidak mau disamakan dengan Tuhan, disembah dan dipuja-puja melampaui batas.

Di sinilah letak perbedaan antara Nabi Muhammad dalam pandangan Islam dengan Nabi Isa as. (Yesus) menurut pandangan Kristen. Menurut Kristen, Yesus bukan manusia biasa seperti Nabi Muhammad. Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat pusat meminta dan beribadah. Padahal Yesus tidak pernah mengajarkan demikian. Ajaran Yesus adalah ajaran Tauhid, sama seperti ajaran Nabi Muhammad saw. Perhatikan sabda Yesus pada ayat-ayat berikut ini:

“Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.” (Yohanes 17:3).

Pada ayat tersebut Yesus mengajarkan Tauhid kepada umatnya, yaitu mengenal Allah Yang Esa dan dirinya sebagai seorang utusan-Nya.

Ayat di bawah ini menunjukkan bahwa hanya kepada Allah sajalah tempat menyembah dan berbakti, bukan kepada manusia dan juga bukan terhadap Yesus sendiri. Perhatikan sabda Yesus di bawah ini:

“Berkatalah Yesus kepadanya: ‘Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti’ …” (Matius 4:10).

Karena umat Kristen menjadikan Yesus sebagai Tuhan yang menjelma jadi manusia, maka jelas menurut mereka Yesus itu adalah Allah itu sendiri. Keyakinan ini justru menjadikan mereka tersesat, karena mereka menganggap dia itu Tuhan, maka di mana-mana mereka memohon dan meminta serta berbakti tertuju kepada Yesus. Padahal Yesus sendiri ternyata tidak bisa juga mendatangkan manfaat maupun menolak mudharat yang menimpa pada dirinya sendiri. Yesus juga tidak tahu apa yang akan terjadi di kemudian hari, karena dia hanyalah manusia biasa, bukan Tuhan.

Buktinya, ketika Yesus ditangkap oleh pasukan yang disuruh oleh tua-tuaYahudi yang bekerja sama dengan salah seorang muridnya sendiri sebagai penghianat, Yesus tidak bisa menghindar (Matius 26:47-48). Juga ketika orang-orang memperlakukan seenaknya, Yesus tidak bisa menghindar. Perhatikan ayat berikut ini:

“Lalu mereka meludahi mukanya dan meninjunya, orang-orang lain memukul dia” (Matius 26:67).

Bahkan lebih parah lagi -menurut cerita Bibel- ketika Yesus disalibkan, dia benar-benar tidak berdaya, tidak bisa menyelamatkan dirinya sendiri, sehingga dia berteriak histeris minta pertolongan kepada Allah. Perhatikan ayat di bawah ini:

“Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: “Eli, Eli, lama sabakhtani ?”Artinya: Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku?” (Matius 27:46).

Sampai soal musim saja Yesus tidak tahu, perhatikan ayat di bawah ini:

“Keesokan harinya sesudah Yesus dan kedua belas muridnya meninggalkan Betania, Yesus merasa lapar. Dan dari jauh Ia melihat pohon ara yang sudah berdaun. Ia mendekatinya untuk melihat kalau-kalau Ia mendapat apa-apa pada pohon itu. Tetapi waktu Ia tiba di situ, Ia tidak mendapat apa-apa selain daun-daun saja, sebab memang bukan musim buah ara. Maka katanya kepada pohon itu: “Jangan lagi seorang pun makan buahmu selama-lamanya!” (Markus 11:12-14).

Hal-hal yang ghaib pun Yesus tidak tahu, buktinya Yesus tidak tahu kapan hari kiamat. Perhatikan ayat di bawah ini:

“Tetapi tentang hari atau saat itu (kiamat, ed.) tidak seorang pun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa saja” (Markus 13:32).

Itulah beberapa kelemahan Yesus sebagai bukti bahwa dia manusia biasa dan sama sekali bukan Tuhan. Maka pantas sekali jika dia tidak bisa mendatangkan manfaat maupun menolak mudharat yang menimpa dirinya maupun orang lain. Yesus juga tidak tahu hal yang ghaib, sebab dia bukan Tuhan.

Jadi bukan hanya Nabi Muhammad saja yang tidak bisa mendatangkan manfaat maupun menolak mudharat, tapi demikian juga dengan Nabi Isa as. serta nabi-nabi lainnya, kecuali atas izin Allah atau hanya Allah Swt.

Wassalam

Salam Sejahtera

Khas Buat Saudara Achmadi

Pendapat Drs. H. Amos (Pendeta Nehemia)

Agama bangsa Arab mengakui adanya 25 nabi yaitu nabi-nabi 1). Adam, 2). Idris, 3). Nuh, 4). Hud, 5). Shaleh, 6). Ibrahim, 7). Luth, 8). Ismail, 9). Isak, 10).Yakub, 11). Yusuf, 12). Ayub, 13). Zulkifli, 14). Syuaib, 15). Musa, 16). Harun, 17). Daud, 18). Suleiman, 19). Ilyas, 20). Ilyasa, 21).Yunus, 22). Zakaria, 23). Yahya, 24). Isa Almasih, 25). Muhammad, (hal. 11).

Sudah tentu dari 25 orang nabi tersebut di atas maka yang paling ditonjolkan dan ditinggikan oleh Al Qur’an hanyalah nabi Isa Almasih, sedangkan ke 24 nabi lainnya diceriterakan hanya secara sepintas saja. Bukan hanya dalam Al Qur’an Isa Almasih ditonjolkan dan ditinggikan, tetapi juga dalam Hadits Shahib Bukhari dan Hadits Shahih Muslim.

Simaklah bukti-bukti di bawah ini untuk mendukung kebenaran pernyataan di atas:

– Isa Almasih dilahirkan dari seorang perawan suci Maryam ( surat 3 Aali Imraan ayat 42).
– Isa Almasih dilahirkan dari Roh Allah ( surat 4 An Nisaa ayat 171).
– Isa Almasih diperkuat dengan Roh Kudus ( surat 2 Al Baqarah ayat 253).
– Isa Almasih menciptakan burung yang identik dengan Allah menciptakan manusia ( surat 5 Al Maidah 110, surat 3 Aali Imraan ayat 49).
– Isa Almasih adalah manusia suci oleh sebab itu tidak berdosa ( surat 19 Maryam ayat 19).
– Isa Almasih yang tertinggi kedudukannya didunia dan akhirat ( surat 3 Aali Imraan ayat 45).
– Isa Almasih langsung berbicara firman Allah sejak bayi (Maryam 19:30-32).
– Isa Almasih dilahirkan, diwafatkan dan dibangkitkan hidup kembali (Maryam 19:33).
– Isa Almasih disamakan kejadiannya seperti kejadian Adam (Aali Imraan 3:159).
– Isa Almasih menyembuhkan orang sakit dan menghidupkan orang mati (Aali Imraan 3:49).
– Isa Almasih adalah orang yang paling kudus oleh sebab itu tidak bisa disentuh setan (Hadits Shahih Bukhari 1493).
– Isa Almasih lahir firman Allah oleh Roh Allah dan firman kalimahNya (Hadits Shahih Bukhari nomor 1496).
– Isa Almasih adalah hakim yang adil pada akhir zaman (Hadits Shahih Bukhari nomor 1090 dan Hadits Shahih Muslim nomor 127). (hal. 12-14).
—————————————————————————–Tanggapan H. Ihsan L.S. Mokoginta (Wenseslaus)

Apa yang dipaparkan Himar Amos tersebut sebenarnya bukan pemikirannya sendiri, melainkan murni menjiplak tulisan penginjil seniornya, Dr. Ev. Suradi Ben Abraham. Sebelumnya, Suradi telah menulis ayat-ayat tersebut dalam brosur Kristen yang berwajah Islam “Dakwah Ukhuwah” dua seri. Pembaca bisa membaca jawaban tuntas kami dalam dua buku kami sebelumnya, yaitu: “Muallaf Meluruskan Pendeta” dan “Muallaf Mambimbing Pendata Ke Sorga”.

Memang, ada kecenderungan baru dalam dunia penginjilan. Para pendeta, evangelis dan missionaris lebih suka mengutip ayat-ayat Al Qur’an dan Hadits Nabi yang dianggap mendukung doktrin Kristen tentang ketuhanan Yesus. Dengan demikian, mereka berharap agar kaum muslimin akan dapat ditarik ke Kristen dengan mudah.

Tetapi, usaha ini akan sia-sia saja. Buang-buang energi percuma saja. Sebab umat Islam sudah memiliki dasar tauhid yang pasti dan mantap. Dalam hal iman kepada para nabi Allah, umat Islam tidak membeda-bedakan semua nabi Allah (Qs. Al Baqarah 285). Sebab semua nabi sama-sama mengajarkan tauhid dan menentang syirik (Qs. 21:35).

Apapun gelar dan titel yang dipikul oleh Yesus (Nabi Isa as), semua bisa diterima umat Islam, kecuali gelar bahwa Yesus Tuhan, Yesus Anak Tuhan, Yesus Penjelmaan Tuhan, Yesus Juru Selamat Penebus dosa, dll.

Jadi, usaha Himar Amos dan Ev. S. Ben Abraham untuk membuktikan bahwa Yesus adalah Tuhan berdasarkan Al Qur’an dan Hadits, sernuanya akan sia-sia tak bermakna dengan alasan:

Pertama, banyaknya mukjizat Yesus sama sekali tidak menunjukkan bahwa Yesus adalah Tuhan atau penjelmaan Tuhan. Sebab semua mukjizat yang ditunjukkan itu terjadi atas izin Allah (bi idznillah), bukan atas kehendak Isa as. sendiri. Tanpa izin Allah, tidak ada satu pun mukjizat yang bisa dia lakukan. Jadi yang hebat itu bukannya Isa as. tapi Allah Swt.

Tentang mukjizat yang aneh-aneh dan ajaib tersebut, tidak usah terlalu diistimewakan. Sebab Allah memberikan berbagai mukjizat kepada para nabi yang diutusnya sesuai dengan kebutuhan zaman masing-masing nabi.

Jadi, mukjizat yang dimiliki Yesus tidak menunjukkan bahwa dia memiliki unsur ketuhanan. Lagi pula, setelah Yesus tidak ada di dunia, semua mukjizatnya punah tanpa ada seorang pun yang mewarisinya.

Semua kehebatan Yesus hanya tinggal kisah saja, tak ada pengikut beliau yang mewarisi. Sampai detik ini, tak ada pendeta ataupun pastur yang bisa berjalan di atas air, mendatangkan makanan dari langit, menghidupkan mayat, serta menyembuhkan orang buta sejak lahir, dll. seperti yang dilakukan Yesus.

Inilah yang membedakan antara Nabi Isa (Yesus) dengan Nabi Muhammad saw. Yesus pergi menjnggalkan dunia tanpa meninggalkan kitab suci, sedangkan Nabi Muhammad wafat dengan mewasiatkan pusaka peninggalan Al Qur’an wahyu Allah.

Hebatnya, mukjizat Nabi Muhammad yaitu Al Qur’an, sampai saat ini masih dapat disaksikan dan diwarisi oleh umat Islam. Sampai kapanpun Al Qur’an tidak akan pernah mengalami perubahan. Hebat, bukan ?

Kedua, semakin banyak dan semakin hebat bin aneh mukjizat Yesus, justru semakin membuktikan bahwa Yesus bukanlah Tuhan. Dalam hal ini, yang hebat bukanlah Yesus selaku penerima/diberi mukjizat, melainkan Allah yang mencipta dan memberi mukjjzat.

Tanpa karunia hadiah dari Allah, mustahil Yesus dapat menunjukkan mukjizat. Jangankan membuat mukjizat, menguap saja, Yesus tidak bisa bila tanpa karunia Allah. Yesus tidak dapat berbuat apa-apa.

“Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diriku sendiri. Aku menghakimi sesuai dengan apa yang aku dengar, dan penghakimanku adil, sebab aku tidak menuruti kehendakku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus aku.” (Yohanes 5:30).

Usaha Himar Amos untuk membuktikan bahwa Yesus adalah Tuhan dengan mencari-cari ayat Al Qur’an dan Hadits Nabi tidak akan membuahkan hasil, sia-sia belaka. Bahkan merugikan Kristen sendiri.

Sebab hal itu berarti Himar Amos tetah mengkebiri kitab sucinya sendiri. Dalam Bibel tidak terdapat satu pun ayat yang menyatakan bahwaYesus bersabda: “Akulah Allah, sembahlah aku”. Tidak ada! Justru banyak sekali bukti dalam Bibel bahwa Yesus adalah manusia, bukan Tuhan. Buktinya:

a. Segala kehendak Yesus disetir Tuhan
“Aku tidak dapat beruat apa-apa dari diriku sendiri. Aku menghakimi sesuai dengan apa yang aku dengar, dan panghakimanku adil, sebab aku tidak menuruti kehandakku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus aku” (Yohanes 5:30).

b. Yesus bersyukur kepada Tuhan
“Pada waktu itu berkatalah Yesus: “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang barkenan kepada-Mu.” (Matius 11:25).

c. Yesus leblh kecil dari Tuhan
“Kamu telah mendangar, bahwa aku tetah berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi aku, kamu tentu akan bersukacita karena aku pergi kepada Bapaku, sebab Bapa lebih besar dari pada aku.” (Yohanes 14:28).

d. Yesus pergi menghadap Tuhan
“Sekarang aku pergi kapada Dia yang telah mengutus aku, dan tiada seorang pun di antara kamu yang bertanya kepadaku: Ke mana engkau pergi?” (Yohanes 16:5).

Segala kehendak Yesus disetir Tuhan, Yesus bersyukur kepada Tuhan, Yesus lebih kecil daripada Tuhan dan Yesus pergi menghadap Tuhan. Hal ini jelas menunjukkan bahwa Yesus bukanlah Tuhan, Yesus tidak sama dengan Tuhan dan bukan satu pribadi dengan Tuhan.

Jadi, sekali lagi, usaha Himar Amos untuk mengelabuhi dan membujuk halus kaum muslimin agar mau mempertuhankan manusia Yesus tidak akan pernah berhasil. Sebab umat Islam tidak akan mempertuhankan Yesus karena takut dikatakan sebagai ‘orang kafir’ dan diancam dengan hukuman neraka oleh Al Qur’an surat Al Maa-idah 72.

“Sungguh kafirlah orang-orang yang berkata: ‘Sesungguhnya Allah itu adalah Al Masih putra Maryam”, padahal Al Masih sendiri telah berkata: “Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu’. Sesungguhnya barangsiapa mempersekutukan Allah, maka sesungguhnya Allah haramkan surga atasnya, dan tempatnya di neraka, dan tidaklah ada penolong bagi orang-orang yang zalim.”

Salam Sejahtera

Lagi Untuk Saudara Achmadi, tak perlu awak susah-suah buat Soalan, Biarkan Pendeta Kristian yang menyoal keimanan Islam, dan anda perlu baca. Saya yakin Soalan-soalan Pendeta Drs H. Amos sangat memenuhi kehendak anda, dan yang menjawab semuam persoalan keimanan Islam adalah Muallaf (seseorang yang baru memeluk Islam)

===> Pendapat Drs. H. Amos (Pendeta Nehemia)

Oleh sebab itu pada waktu Umar bin Khaththab mengucapkan doa talbiyah yaitu “Aku penuhi panggilan-Mu ya, Allah” sambil berjalan menuju batu hitam Hajar Aswad, kemudian setelah sampai di hadapan batu hitam tersebut, dia harus membungkuk menyembah dan mencium batu tersebut, timbulah dalam hatinya suatu pertentangan yang tidak ingin menyembah dan mencium batu tersebut sebagai tanda selamat datang sebelum melakukan thawaf qudum.

Tetapi karena Nabi Muhammad telah memberi contoh sebelumnya bahwa batu hitam itu harus disembah dan dicium, maka Umar bin Khatthab pun taat melaksanakannya sebagaimana dicontohkan oleh Muhammad, walaupun dalam hatinya sangat menentangnya. Oleh sebab itu beliau terpaksa mencium dan menyembah batu hitam tersebut disertai dengan bersungut-sungut dan bersumpah. (hal. 71).

Sesungguhnya pada saat itu Umar bin Khaththab sadar bahwa apa yang dilakukannya adalah perbuatan syirik, karena dia telah percaya kepada Allah yang benar sesuai yang disebutkan dalam Alkitab tetapi sekarang harus menyembah berhala pula.

Dia pun mengetahui bahwa Muhammad telah menurunkan Surat 4 An Nisaa ayat 117 dalam Al Qur’an yang menyatakan bahwa penyembahan berhala adalah sama dengan menyembah setan. Oleh sebab itu Umar bin Khaththab sadar bahwa apa yang dia lakukan yaitu menyembah dan mencium batu hitam Hajar Aswad dan mendewa-dewakannya sebenarnya dilarang, karena menimbulkan murka Allah.

Yang mereka sembah selain dari Allah tidak lain hanyalah berhala perempuan dan tiadalah yang mereka sembah kecuali setan yang durhaka. (Surat 4 An Nisaa ayat 117). (hal. 72)
——————————————————————————-
Tanggapan H. Ihsan L.S. Mokoginta (Wenseslaus)

Himar Amos menuduh Nabi Muhammad telah mengajarkan dan memberi contoh untuk menyembah berhala batu hitam (Hajar Aswad). Karena itu, menurut Himar Amos, umat Islam adalah penyembah setan, sebab menyembah berhala sama artinya dengan menyembah setan. Jadi, berarti Nabi Muhammad saw. telah mengajarkan penyembahan setan kepada umat Islam, itulah tantangan iman dari Himar Amos.

Hujatan itu sangat tajam.Tapi sayang, tidak berdasarkan fakta dan ilmiah sama sekali. Hanya didasari oleh semangat anti Islam yang meledak-ledak. Emosional tidak obyektif.

Sebaliknya, secara ilmiah terbukti bahwa orang yang menghujat itulah yang pantas disebut sebagai manusia setan. Tubuhnya berujud manusia, tapi perilaku dan otaknya seperti setan yang selalu berbuat jahat, munkar dan berani melecehkan Allah. Orang seperti itu sudah dilukiskan Al Qur’an:

“Sesungguhnya setan itu hanya menyuruh kamu untuk berbuat jahat dan keji. Dan setan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui” (Qs. Al Baqarah 169).

Karena senantiasa menebarkan bibit-bibit kejahatan dan kesesatan, maka setan dan orang-orang yang berjiwa setan itu dilaknat Allah dan akan dicemplungkan ke dalam neraka jahannam.

“Setan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain dari tipuan belaka. Mereka itu tempatnya di Neraka Jahannam. Dan mereka tidak akan mendapatkan tempat pelarian daripadanya” (Qs. An Nisaa 120-121).

Menuduh umat Islam telah menyembah setan dengan mendewa-dewakan berhala, itu adalah kekeliruan yang sangat salah. Sebab satu-satunya agama yang paling berani memproklamirkan diri sebagai musuh utama setan hanyalah Islam. Perhatikan tuangan ayat-ayat berikut:

“Dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Karena sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu” (Qs. Al Baqarah 168,208 dan Al An’aam 142).

“Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu” (Qs. Yuusuf 5).

“Sesungguhnya setan adalah musuh yang nyata bagimu. Maka anggaplah setan itu sebagai musuh” (Qs. Faathir 6).

“Janganlah kamu menyembah setan, sebab setan itu adalah musuh yang nyata bagimu” (Qs. Yaasiin 60).

“Dan janganlah sekali-sekali kamu dipalingkan oleh setan. Sebab setan itu adalah musuh yang nyata bagimu” (Qs. Az Zukhruf 62).

Tentang tuduhan Himar Amos bahwa Nabi mengajarkan dan memberi contoh menyembah Hajar Aswad dengan menciumnya, jelasnya, itu tidak benar. Ini adalah fitnah yang sangat memojokkan dan menghina Nabi Muhammad saw. Seolah-olah beliau telah memberikan contoh untuk menyembah batu itu. Dan seolah-olah Umar bin Khatthab pun tidak setuju dengan perbuatan yang dicontohkan Nabi.

Kalau kita perhatikan, dengan sengaja Amos menekankan kata ‘menyembah’ sebagai perbuatan yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad saw. Konotasi kata ‘menyembah’ tersebut sangat tidak etis, sebab Nabi Muhammad tidak pernah menyembah atau menyuruh, apalagi mewajibkan umatnya untuk menyembah pada batu hitam Hajar Aswad tersebut, kecuali menciumnya. Beliau tidak pernah menyembah kepada suatu apapun kecuali kepada Allah swt.

Jadi, tambahan kata ‘menyembah’ tersebut sengaja dilakukan untuk mendiskreditkan Nabi Muhammad.

Kemudian perbuatan Umar bin Khaththab untuk menyembah dan mencium Hajar Aswad itupun tidak benar. Yang benar Umar bin Khaththab hanya mencium batu tersebut, tidak menyembahnya. Hal ini sesuai dengan Hadits Bukhari nomor 830 yang bunyinya sebagai berikut:

Dari Umar ra, katanya: “Bahwasanya dia datang mendekati Hajar Aswad (batu hitam) lalu dia manciumnya. Katanya, “Sesungguhnya aku tahu bahwa engkau ini batu yang tidak memberi mudharat dan tidak pula memberi manfaat. Jikalau tidaklah karena saya melihat Nabi saw. mencium engkau, niscaya aku tidak akan menciummu pula”.

Dalam hadits tersebut jelas tidak ada kata ‘menyembah’. Yang ada adalah kata ‘mencium’ saja. Oleh sebab itu kata ‘menyembah’ merupakan tambahan yang sengaja ditekankan agar terkesan Nabi Muhammad telah menyuruh melakukan demikian. Ini merupakan fitnah terhadap Nabi Muhammad saw. beserta ajarannya.

Wassalam

Salam Sejahtera

===>Pendapat Drs. H. Amos (Pendeta Nehemia)

Perubahan agama bangsa Arab dengan landasan Alkitab

Muhammad telah berhasil mengubah agama bangsa Arab yang bersifat polytheisme yaitu agama yang berketuhanan banyak sampai sejumlah 360 Tuhan yang berbentuk patung-patung berhala menjadi agama yang bersifat monotheisme yaitu agama yang berketuhanan satu.

Dalam proses perubahaan agama bangsa Arab ini, Muhammad melalui isterinya Khadijah dan pamannya Waraqah bin Naufal yang adalah seorang pendeta Kristen dan menguasai bahasa Ibrani, telah berhasil memasukkan sebagian dari ayat-ayat Taurat, Zabur dan Injil ke dalam Al Qur’an. Oleh sebab itulah dapat kita lihat pernyataan dari Al Qur’an yang membenarkan berlakunya Taurat dan Injil sebagalmana yang disebut dalam Surat 2 Al Baqarah ayat 41, 89, 91 dan 97. Surat 3 Ali Imraan ayat 3, Surat 12Yuusuf ayat 111, Surat 35 Faathir ayat 31, Surat 46 Al Ahqaaf ayat 30, Surat 10 Yuunus ayat 37, Surat 4 An Nisaa ayat 47, 136. Surat 6 Al Anaam ayat 92. (hal. 67).

Untuk jelasnya kami kutipkan beberapa ayat-ayat tersebut di atas yang membenarkan berlakunya Taurat dan Injil sebagai berikut:

“Dia menurunkan Kitab (Al Qur’an) kepadamu (Muhammad) dangan sebenarnya; membenarkan kitab yang diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil” (Surat 3 Aali Imraan ayat 3).

“Dan inilah Kitab (Al Qur’an) yang telah Kami turunkan lagi berkahi membenarkan kitab-kitab sebelumnya (Taurat, Injil)” (Surat 6 Al An’aam ayat 92).

Dan sebelum Al Qur’an, telah ada kitab Musa sebagai ikutan dan rahmat. (Surat 46 Al Ahqaaf ayat 12). (hal. 68).

Tidaklah Al Qur’an ini diadakan oleh siapapun selain Allah, bahkan membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya (Taurat, Injil) dan menerangkan kitab yang tidak ada keraguan di dalamnya dari Tuhan semesta alam. (Surat 10 Yuunus ayat 37). (hal. 69).

——————————————————————————–

Tanggapan H. Ihsan L.S. Mokoginta (Wenseslaus)

Ayat-ayat tersebut memang menceritakan tentang keberadaan kitab yang turun sebelum Al Qur’an. Dinyatakan bahwa Al Qur’an mambanarkan adanya kitab yang turun sebelumnya yaitu Taurat, Zabur dan Injil, bukan seperti tulisan Himar Amos bahwa Al Qur’an membenarkan berlakunya kitab tersebut.

Tetapi tidak benar bila dikatakan bahwa Al Qur’an membenarkan berlakunya Taurat dan Injil, apalagi untuk selamanya. Di sinilah letak kesalahan H. Amos. Dia menekankan kata ‘membenarkan berlakunya’ untuk mencari legalitas Al Qur’an guna menjunjung derajat Taurat dan Injil. Padahal Al Qur’an tidak mengatakan demikian.

Sebelum Al Qur’an diturunkan oleh Allah, Islam tidak mengingkari berlakunya Taurat dan Injil yang masih orisinil untuk Bani Israel pada zaman Nabi Musa dan Isa as. pada waktu itu. Tetapi setelah Al Qur’an diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad, maka Taurat dan Injil yang sudah dirobah-robah sudah tidak berlaku lagi. Sebab Al Qur’anlah sebagai penggantinya sudah diturunkan Allah.

Salah satu bukti bahwa Taurat dan Injil yang asli –bukan seperti milik Kristen saat ini– hanya berlaku selagi Al Qur’an belum diturunkan, adalah firman Allah berikut:

“Dan sesungguhnya di antara orang-orang Ahli Kitab ada yang beriman kepada Allah dan apa yang di turunkan kepadamu, dan apa yang telah diturunkan kepada mereka, sedang mereka merendahkan diri kepada Allah dan mereka tidak menjual ayat-ayat Allah, dengan harga yang sedikit. Mereka memperoleh pahala di sisi Tuhannya. Sesungguhnya Allah amat cepat perhitungan-Nya” (Ali Imraan: 199).

Penjelasan:

1. Yang dimaksud dengan Ahli Kitab di sini adalah Yahudi dan Nasrani (bukan Kristen).

2. Maksud apa yang di turunkan kepadamu yaitu Al Qur’an yang diturunkan kepada Muhammad saw.

3. Apa yang telah diturunkan kepada mereka, maksudnya: Taurat yang diturunkan kepada Musa untuk kaum Yahudi dan Injil yang diturunkan kepada Nabi Isa untuk kaum Nasrani, bukan kepada pengikut Paulus.

4. Tidak menjual ayat-ayat Allah, maksudnya: istiqomah di jalan Allah dengan mengikuti petunjuk yang benar dari kitab mereka saat itu.

5. Beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepadamu dan yang diturunkan kepada mereka, maksudnya, beriman kepada satu-satunya Allah yang benar, beriman kepada apa yang sedang diturunkan kepada Muhammad (Al Qur’an) dan beriman kepada kitab suci mereka (Taurat dan Injil) yang masih asli pada saat itu.

6. Mereka memperoleh pahala, maksudnya, mereka yang diperhitungkan oleh Allah Swt. karena telah mengenal satu-satunya Allah yang benar untuk disembah, mengimani kitab Taurat dan Injil yang sebenarnya, dan percaya kepada Al Qur’an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad. Dan setelah Al Qur’an genap diturunkan, mereka semua mengimani Al Qur’an sebagai pengganti kitab yang sudah dirusak oleh tangan-tangan jahil manusia. Itulah yang disebut golongan yang selamat.

Jelasiah bahwa Al Qur’an hanya membenarkan adanya kitab sebelumnya, yaitu Taurat dan Injil yang asli. Al Qur’an tidak membenarkan berlakunya Taurat dan Injil milik umat Kristen yang sudah tidak orsinil, justru Al Qur’anlah yang menjadi kitab pengganti atas kitab-kitab suci yang turun sebelumnya

Wassalam

Salam Sejahtera

Buat Saudara Achmadi,

Mohon keterangan anda tentang tanda Yesus sama dengan tanda Yunus, sepertimana Yunus (Jonah) 3 hari 3 malam di dalam perut ikan, begitu juga diri Yesus akan berada di rahim Bumi selama 3 hari 3 malam!

Malang sekali kiraan hari tersebut tidak sampai 3 hari 3 malam melainkan 1 hari 2 malam.

Yesus berada di pemakaman bermula pada Jumaat Malam

PERHATIKAN :

Jumaat – MALAM
Sabtu – SIANG
Sabtu – MALAM
Ahad – Yesus tiada di pemakaman

Berapa hari berapa malam? Jawapan saya 1 hari 2 malam, tapi Yesus sudah berjanji 3 hari 3 malam!

Sebagaimana saya sanggup menjawab soalan anda tentang 1 hari 1000 tahun atau 1 hari 50,000 tahun, begitu juga pengharapan saya terhadap anda supaya menjawab 3 hari 3 malam bertentangan dengan 1 hari 2 malam.

Saya takkan mempersoalkan iman anda terhadap agama anda, anda terus saja dengan iman anda dan begitu juga saya akan terus dengan iman saya. Apa yang saya sampaikan hanya menerangkan sebahagian isi Al-Quran sekadar termampu dengan bantuan guru-guru agama juga. Maksud saya, saya hanya bertanya mereka kemudian kongsi dengan anda.

Sehingga bertemu lagi buat saudara Ahcmadi , terkasar bahasa, terlebih dalam pengucapan, saya mohon maaf. Buat selurah umat Kristian, komenter saya hanya untuk menjawab persoalan saudara Achmadi tentang Al-Quran.

wassalam

@Achmadi, mohon anda baca keterangan ini,

===>Pendapat Drs. H. Amos (Pendeta Nehemia)

Pada kenyataannya sebagian besar pengikut agama bangsa Arab tidak mengetahui dan tidak menyadari bahwa yang disembah dan dipuja adalah pada hakekatnya batu hitam Hajar Aswad.

Penyembahan pada batu Hajar Aswad ini baru disadari pada waktu pengikut agama bangsa Arab ini melakukan rukun Islam yang kelima yaitu pergi ke Ka’bah di Makah dan harus menyembah dan mencium batu hitam HajarAswad tersebut.

Pada saat mencium batu hitam Hajar Aswad ini barulah orang tersadar bahwa yang dilakukan tidak lain adalah pekerjaan syirik yaitu mempersekutukan Allah dengan batu hitam tersebut. (hal. 83)

——————————————————————————–

Tanggapan H. Ihsan L.S. Mokoginta (Wenseslaus)

Pada kenyataannya, justru umat Kristen yang keliru menilai Islam. Mereka keliru karena dibodoh-bodohi oleh para penginjil dan evangelis macam Himar Amos, dr. Suradi Ben Abraham dan Pdt. M. Matius cs. dengan mengatakan bahwa umat Islam melakukan perbuatan syirik karena menyembah Hajar Aswad. Alasannya, karena umat Islam mencium Hajar Aswad dalam ibadah haji.

Mereka tidak bisa membedakan kata ‘menyembah’ dengan kata ‘mencium’. Karena menyembah disamaartikan dengan mencium, maka mereka menganggap bahwa umat Islam melakukan perbuatan syirik dengan mencium atau menyembah Hajar Aswad.

Padahal mencium Hajar Aswad itu bukan untuk menyembah, melainkan semata-mata sebagai ritual dan karena kepatuhan pada perintah Allah. Karena Allah memerintahkan untuk menciumnya, maka umat Islam mematuhi.

Dan perlu diingat, bahwa mencium Hajar Aswad bukanlah kewajiban atau keharusan, melainkan hanya sunnah saja.

Rahasia dan keistimewaan Hajar Aswad

Yang menarik untuk dikaji adalah pertanyaan mengapa Rasulullah menyuruh meraba/memegang batu Hajar Aswad, bahkan kalau bisa menciumnya?

Sejarahnya, batu hitam Hajar Aswad tersebut sudah ada ribuan tahun sebelum Nabi Muhammad dan Nabi Isa lahir ke dunia. Bermula ketika NabiYakub dalam suatu perjalanan dari Bersyeba menuju Paran. Karena merasa lelah, dia beristirahat pada suatu tempat sambil mengambil sebuah batu menjadi bantalnya. Saat itu Tuhan memberikan mimpi kepadanya, bahwa dari bumi tempat dia bermalam itu ada didirikan tangga yang ujungnya menjulang sampai ke langit. Dan pada tangga tersebut para malaikat Tuhan naik-turun. Ketika Nabi Yakub terbangun dari tidurnya, ia merasa takut dan berkata: “Sesungguhnya Tuhan berada di tempat ini tanpa aku ketahui, dan sungguh dahsyat tempat ini. Tempat ini pasti rumah dari Allah, dan pasti daerah inilah pintu gerbang menuju sorga”.

Ketika Nabi Yakub bangun pagi-pagi, diambilnya batu tersebut, dituangkan minyak wangi pada batu itu, kemudian diambilnya batu tersebut, lalu mendirikannya sebuah tugu tanda peringatan sebagai rumah Allah. Maka tempat itu dinamakannya Bethel (Baitullah) yang artinya rumah Allah.

Apa yang dialami oleh NabiYakub hampir 40 abad yang lalu adalah mukjizat besar, sebab batu hitam yang dituangi minyak tersebut sampai saat ini masih tetap wangi.

Karena tempat NabiYakub bermimpikan tersebut adalah pintu gerbang menuju sorga, maka Nabi Ibrahim as. mewajibkan umatnya untuk berziarah ke sana setiap tahun bagi yang mampu. Sebab dengan berziarah ke tempat tersebut, akan bisa dilihat langsung kebesaran Allah, antara lain:

a. Ka’bah (Baitullah), merupakan salah satu dari tujuh keajaiban dunia yang dibangun oleh Nabi Ibrahim as.

b. Sumur Zam-Zam, bukti kebesaran Allah atas Nabi Ismail.

c. Batu hitam Hajar Aswad yang masih tetap wangi sampai sekarang sebagai bukti kebesaran Allah atas nabiYakub as.

d. Maqam (tanda telapak kaki) Nabi Ibrahim ketika membangun Baitullah.

e. Makam (kuburan) Rasulullah saw. bersama sahabat-sahabatnya yang masih terpelihara sampai sekarang dll.

Haji itu sama artinya dengan ziarah. Maka umat yang melakukan ibadah haji itu sama artinya mereka melakukan ziarah ke tempat-tempat yang bersejarah dalam rangka melakukan perintah agama, sekaligus melihat langsung kebesaran Allah yang ada di sana .

Khusus terhadap batu hitam Hajar Aswad, Nabi Muhammad saw. menciumnya, karena dengan mencium bau wangi dari batu tersebut, memberikan kesan akan kebesaran Allah swt., karena atas kehendak Allah swt. batu hitam tersebut tetap wangi sampai saat ini. Dengan bisa memegang dan mencium harumnya batu hitam tersebut, yang tadinya hanya ‘ilmul yaqin, maka sekarang menjadi ‘ainul yaqin, bahkan haqqul yaqin.

Oleh karena itu memegang atau meraba dan mencium batu hitam Hajar Aswad oleh Nabi Muhammad saw. disunnahkan saja, bukan wajib.

Wassalam

@Achmadi, mohon anda baca keterangan ini, mungkin segala yang terbuku dihati mungkin akan terungkap disini, debat Islam Kristian antara Murtadin dengan Muallaf ini cukup bermakna untuk dijadikan batu ujian dan renungan.

Pendapat Drs. H. Amos (Pendeta Nehemia)

Mendirikan Shalat

Shalat adalah cara sembahyang agama bangsa Arab yang pada waktu melakukannya yaitu ruku’ dan sujud harus menghadap ke Ka’bah di Mekkah. (hal. 33)

Orang-orang yang bodoh di antara manusia akan berkata: “Apakah gerangan (sebabnya) mereka (orang Islam) beralih dan kiblat mereka semula (dari Baitul Maqdis ke Masjidil Haram?) Katakanlah Timur dan Barat kepunyaan Allah. Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya ke jalan yang lurus. (Surat 2 Al Baqarah ayat 142). (hal. 34).

Mengapa shalat agama bangsa Arab harus mengahadap ke arah Ka’bah di Mekkah? Karena Ka’bah adalah tempat tinggal Allah yaitu rumah Allah sebagaimana yang disebut dalam Surat 22 Al Hajj ayat 26.

“Dan (ingatlah) ketika Kami tempatkan Ibrahim pada tempat Baitullah (dengan firman): janganlah engkau menyekutukan Aku dengan sesuatu, dan sucikanlah rumahKu (Ka’bah) untuk orang-orang yang tinggal (itikaf) dan orang-orang yang ruku dan sujud (shalat)”. (Surat 22 Al Hajj ayat 26). (hal. 35).

——————————————————————————–
Tanggapan H. Ihsan L.S. Mokoginta (Wenseslaus)

Dengan mengatakan bahwa shalat adalah ruku’ dan sujud menghadap Ka’bah, membuktikan bahwa Himar Amos belum pernah belajar Islam dengan baik. Mungkin pengakuannya bahwa dia adalah mantan muslim yang pernah menunaikan ibadah haji tahun 1983 adalah kebohongan yang besar, untuk mengelabuhi umat Islam. Tujuannya, agar kaum muslimin mudah dipengaruhinya sehingga mengikuti jejaknya murtad ke Kristen.

Ibadah shalat itu bukan hanya ruku’ dan sujud saja, seperti anggapan Himar Amos. Shalat adalah ibadah umat Islam kepada Allah yang terdiri dari bacaan-bacaan dan amalan-amatan tertentu sesuai dengan tuntunan Al Qur’an dan Hadits, yang diawali dengan takbir dan diakhiri dengan salam. Inilah definisi shalat yang benar. Sekali lagi, shalat bukan hanya ruku’ dan sujud saja.

Selanjutnya, dengan disebutkannya kata ‘Ka’bah Baitullah (rumah Allah)’, Himar Amos menuding bahwa umat Islam shalat menghadap Ka’bah karena Ka’bah adalah rumah tinggal Allah. Ini membuktikan bahwa dia tidak mengerti ‘ gaya bahasa’.

Kata Baitullah (bait Allah/rumah Allah) dipahami oleh Amos bahwa kalau begitu, Allah itu punya rumah tempat tinggal. Karena disebutkan dalam Al Qur’an bahwa Ka’bah adalah Baitullah, maka Amos memahamkan bahwa kalau begitu, Allah itu bertempat tinggal, makan, minum dan tidur dalam Ka’bah di Mekkah. Inilah pemahaman orang yang sangat tidak cerdas. Mungkin Legion (roh-roh jahat) sedang merasuki Himar Amos.

Dalam Al Qur’an ada istilah abdullah (hamba Allah), aduwwullah (musuh Allah), ansharullah (penolong Allah), dan tain-lain. Kalau sistem berpikir Himar Amos dipakai untuk memahami Istilah-istllah tersebut, pastilah akan negatif jadinya.

a. Abdullah (hamba Allah)

Adanya istilah hamba, berarti ada pula istilah tuan atau juragan. Tapi, adanya Istilah hamba Allah bukan berarti bahwa Allah itu juragan/boss yang memperkerjakan makhluk-Nya karena tenaga dan kemampuan Allah sangat terbatas. Hamba Allah berarti para nabi dan orang-orang saleh yang berbuat kebajikan dengan ikhlas (Qs. 4:172, 19:30, 37:40,74,128 dan 72:19).

b. Aduwwullah (musuh Allah)

Adanya istilah ‘musuh Allah’ bukan berarti bahwa Allah itu sumber keonaran yang selalu membuat permusuhan, bukan! Sebab istilah ‘musuh Allah’ berarti orang-orang musrik, kafir dan pengkhianat yang mempersekutukan Allah dengan yang lain (Qs. 8:60 dan 9:114).

c. Ansharullah (penolong Allah)

Istilah ini juga bukan bearti bahwa Allah itu serba kekurangan sehingga perlu bantuan dari regu penolong dari manusia. Sebab Istilah ‘penolong Allah’ berarti orang-orang beriman yang memperjuangkan agama Allah (jihad fii sabiilillah) (Qs. 3:10 dan 61:14).

Kembali kepada istilah Baitullah (rumah Allah). Istilah ini terbatas kepada satu pengertian ‘rumah ibadah kepunyaan Allah’ saja, bukan rumah tempat tinggal Allah.

Istilah Baitullah (rumah Allah) dipakai untuk membedakan rumah ibadah dengan rumah-rumah lain milik manusia, seperti: rumah sakit, rumah bersalin, rumah makan, rumah kontrakan dan lain-lain.

Baitullah (rumah Allah) adalah rumah suci untuk beribadah kepada Allah. Karena rumah yang suci ini digunakan untuk beribadah kepada Allah, maka tidak boleh dikontrakkan, diperjual-belikan dan dibisniskan.

Beda Islam dan Kristen

Dalam Islam, ditegaskan ajaran Tauhid kepada Allah, bahwa Allah itu Maha Esa, tidak dipengaruhi dan tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Ajaran tauhid inilah yang membedakan Islam dengan Kristen.

Dalam Bibel, Tuhan masih dibatasi oleh ruang dan waktu, bisa dilihat, diajak ngobrol, makan-makan, bisa disiksa dan dibunuh sampai mati teler di tiang salib.

Dijelaskan dalam Bibel (Alkitab), kilab suci Kristen, bahwa Tuhan adalah Roh (Yohanes 4:24) yang menjelma menjadi Yesus (Yohanes 1: 14). Dalam penjelmaan (inkarnasi) ini, Tuhan berubah ujud menjadi janin yang dikandung oleh Maria (Siti Maryam), lalu dilahirkan melalui liang kemaluan Maria.

Kemudian Tuhan Yesus dilahirkan, lalu dibesarkan oleh lingkungannya. Setelah dewasa, Tuhan (Yesus) dicobai oleh iblis (Matius 4:1 dan Lukas 4:2). Setelah lulus dari permainan iblis, Tuhan Yesus ditangkap oleh penguasa Romawi lalu dianiaya tiada berdaya. Akhirnya, Tuhan Yesus menghembuskan nafasnya yang terakhir di atas gantungan tiang salib dengan memakai secarik kain yang menutupi auratnya dengan ditonton oleh massa yang sangat banyak.Tragis sekali!!

Itulah konsep Bibel tentang ketuhanan.TuhanYesus Juru Selamat mereka masih dibatasi oleh ruang dan waktu, sehingga mati disalib

wassalam

@Achmadi===>Pendapat Drs. H. Amos (Pendeta Nehemia)

Menurut Hadits Shahih Bukhari nomor 1557 Muhammad kawin dengan Aisyah sewaktu Aisyah masih jauh di bawah umur yaitu berusia 6 tahun dan tinggal serumah pada waktu Aisyah berumur 9 tahun. (hal. 30)

“Dari Hisyam r.a. katanya: Siti Khadijah wafat tiga tahun sebelum nabi s.a.w. pindah ke Medinah. Beliau tidak kawin selama dua tahun kurang. Dan beliau mengawini Siti Aisyah ketika ia berusia enam tahun. Kemudian beliau serumah dengan dia setelah Aisyah berusia sembilan tahun ” (Hadits Shahih Bukhari nomor 1557).

Pada zaman modern sekarang ini jika seorang laki-laki mengawini anak perempuan di bawah umur maka laki-laki tersebut dianggap memperkosa anak perempuan dan dapat dikenakan sanksi hukuman.

Oleh sebab itu di banyak negeri termasuk negara Republik Indonesia, orang yang dinyatakan dewasa ialah yang berumur 17 tahun ke atas, sehingga orang yang telah dinyatakan dewasa dianggap layak dan syah melaksanakan perkawinan (hal.31).

——————————————————————————–

Tanggapan H. Ihsan L.S. Mokoginta (Wenseslaus)

Memang sebagian besar negara memberlakukan batas umur perkawinan pada umur sekitar 17 tahun ke atas. Tetapi itu bukan berarti bahwa wanita baru bisa menikah pada urnur 17 tahun ke atas. Buktinya banyak juga wanita yang kawin jauh di bawah urnur, bahkan sebelum umur 17 tahun ada yang sudah jadi janda. Kenyataan ini banyak dijumpai di negara kita sendiri, Indonesia. Tapi masalah seperti itu merupakan kasus, bukan keharusan.

Dan perlu digarisbawahi, bahwa undang-undang perkawinan yang menetapkan batas minimal nikah umur 17 tahun itu adalah buatan manusia dengan pertimbangan kondisi fisik dan kedewasaan berpikir wanita sesuai suatu daerah tertentu. Soal kawin harus 17 tahun ke atas tidak ada dalilnya sama sekali baik dalam kitab suci.

Oleh sebab itu tidak boleh dijadikan suatu keharusan yang mutlak harus dipatuhi. Dalam Islam, wanita dianggap sudah cukup dewasa apabila telah baligh, yang ditandai dengan haid/menstruasi. Terhadap orang yang telah baligh inilah dianggap telah dewasa dan wajib melaksanakan ajaran agama, dan berdosa bila mengabaikan ajaran agama.

Pada umur sembilan tahun, umumnya wanita Indonesia belum haid, sebab kondisi atau postur tubuhnya kecil. Sehingga wanita di Indonesia kebanyakan baru haid pada umur 12 tahun atau lebih .Tapi wanita keturunan Arab, mereka memiliki postur tubuh yang besar, sehingga pada usia 9 tahun sebagian besar sudah haid. Maka wanita Arab tempo dulu sudah layak nikah pada umur 9 tahun, karena sudah dewasa.

Memang Rasulullah menikah dengan Siti Aisyah ketika berusia 6 tahun. Tetapi beliau baru bercampur dengan Siti Aisyah pada usia 9 tahun. Pernikahan seperti ini disebut ‘Nikah Gantung’.

Oleh sebab itu jika dikatakan Nabi Muhammad saw. memperkosa Aisyah, itu hanyalah tuduhan atas kebencian yang luar biasa terhadap Nabi Muhammad saw. untuk menjatuhkan nama beliau, agar misi Kristen dapat diterima. Cara-cara mereka memang licik, curang, dan tak terpuji menghalakan segala cara.

Jadi tuduhan seperti itu tidak punya alasan yang pasti, sebab umat Kristen tidak bisa menujukkan satu dalil pun dalam kitab suci mereka tentang batasan umur perkawinan.

Seharusnya Himar Amos tahu diri jika benar bahwa dia itu sarjana. Jangan selalu mencari-cari dan mengada-ada dalam melecehkan agama lain, sementara ajaran agama sendiri yang memang sudah leceh dianggap baik.

Orang type seperti itu oleh Yesus dicap sebagai orang munafik yang ceroboh dan tidak tahu diri. Kesalahan orang saleh dicari-cari, sedangkan kesalahan besar pada diri-sendiri dipiara subur.

“Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?” (Matius 7:3).

Seharusnya, Himar Amos malu menuduh Rasulullah pernah melakukan perzinahan, padahal kenyataannya tidaklah demikian. Justru dalam Bibel, kitab suci Kristen, bertebaran ayat-ayat panas yang mengekspos skandal seksual:

a. Yesus tidak menghukum WTS yang ketangkap basah sedang melakukan hubungan zinah, bahkan membebaskannya tanpa syarat (Yohanes 8:1-11). Padahal, pada zaman modern ini, seseorang yang terbukti melakukan perbuatan zinah, pasti dijatuhi hukuman berat. Dan orang yang melindungi pezinah pun bisa dijatuhi hukuman yang sangat berat, karena berarti dia telah mendukung tindak perzinahan. Apakah dengan demikian Himar Amos berani mengatakan bahwa Yesus telah berkomptot dengan pezinah, sehingga perlu dipecat dari jabatannya, disidang, didenda dan dipenjara sesuai dengan hukum modem ??

b. Tuhan berkata-kata porno dalam Bibel “Ketika TUHAN mulai berbicara dengan perantaraan Hosea, berfirmanlah Ia kepada Hosea: “Pergilah, kawinilah seorang perempuan sundal (pelacur) dan peranakkanlah anak-anak sundal, karena negeri ini bersundal hebat dengan membelakangi TUHAN” (Hosea 1:2).

c. Tuhan menyukai pelacur “Berfirmanlah TUHAN kepadaku: “Pergilah lagi, cintailah perempuan yang suka bersundal dan berzinah, seperti TUHAN juga mencintai orang Israel , sekalipun mereka berpaling kepada allah-allah lain dan menyukai kue kismis” (Hosea 3:1).

Langsung enaaaakkk…… seorang nabi disuruh bermain cinta dengan pelacur dan pezinah oleh Tuhan.

d. Tuhan yang romantis “Engkau bersundal juga dengan orang Asyur, oleh karena engkau belum merasa puas; ya, engkau bersundal dengan mereka, tetapi masih belum merasa puas. Engkau memperbanyak lagi persundalanmu dengan negeri perdagangan Kasdim, tetapi dengan itu juga engkau belum merasa puas. Betapa besar hawa nafsumu itu, demikianlah firman Tuhan ALLAH” (Yehezkiel 16:28-30).

Wahai Himar Amos, siapakah sesungguhnya yang pro zinah, dan siapa pula yang anti zinah? Jangan sekali-sekali menuduh Islam mengajarkan perzinahan. Sebab dengan tegas Islam melarang segala tindak perzinahan.

“Dan janganlah kamu mendekati zinah. Sesungguhnya zinah itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk” (Qs. Al Israa 32).

wassalam

@Achmadi, mohon anda baca ini, umat Kristian suka mengajukan soalan tentang jika Nabi Muhammad ragu-ragu maka harus bertanya kepada ahli kitab.

===>Pendapat Drs. H. Amos (Pendeta Nehemia)

Lain dari itu ada satu hal yang penting dan patut disimak, yaitu di mana Muhammad diperintahkan oleh Allah agar selalu belajar dan bertanya kepada orang-orang Kristen ataupun orang-orang yang beragama Yahudi, terutama pada waktu nabi Muhammad berada dalam keadaan ragu-ragu.

Hal itu membuat orang Kristen mengambil kesimpulan, bahwa Nabi Muhammad harus percaya kepada orang-orang Kristen dan orang yang beragamaYahudi, karena merekalah yang membaca dan menguasai Taurat dan Injil yang benar, original dan sempurna serta relevan walaupun Al Qur’an telah diturunkan dan Muhammad diutus sebagai nabi yang terakhir menurut umat Muslim, (hal. 26)

Hal ini dapat dilihat dari ayat-ayat Al Qur’an sebagai berikut:

“Maka jika engkau (Muhammad) dalam keragu-raguan tentang apa yang Kami turunkan kepadamu, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang membaca kitab sebelum engkau (Orang Kristen dan Orang Yahudi). Sungguh telah datang kebenaran kepadamu dari Tuhanmu, sebab itu janganlah sekali-kali engkau termasuk orang-orang yang ragu” (Surat 10 Yuunus ayat 94). (hal. 27).

——————————————————————————–
Tanggapan H. Ihsan L.S. Mokoginta (Wenseslaus)

Dalam ayat tersebut Allah mengingatkan kepada Nabi Muhammad, apabila beliau ragu terhadap wahyu yang diterimanya, agar bertanya kepada orang-orang yang membaca kitab sebelumnya. Yang dimaksud dengan “orang-orangyang membaca Kitab sebelumnya” yaitu orang-orang jujur yang mengerti dan memahami kebenaran dalam kitab-kitab suci sebelum Al Qur’an. Orang seperti ini tidak banyak, di antaranya adalah rahib Waraqah bin Naufal.

Perlu dicatat bahwa Waraqah bin Naufal ini bukan beragama Kristen pengikut Paulus. Beliau adalah rahib Nasrani yang yang setia dan jujur mengikuti Nabi Isa as. Rahib saleh seperti Waraqah inilah yang menjelaskan kepada Rasulullah tentang masalah-masalah yang berhubungan dengan kenasranian yang asli sesuai dengan ajaran Nabi Isa as. Misalnya, mengenai nubuat Nabi Musa dan Isa as. tentang tanda kerasulan Nabi Besar Muhammad saw. dalam Taurat dan Injil.

Ketika Siti Khadijah menceritakan kepada Waraqah tentang peristiwa turunnya wahyu pertama di Gua Hira, maka spontanitas dia berkata: “Quddus, quddus! Demi Tuhan yang jiwa Waraqah ada dalam tangan-Nya. Jika engkau membenarkan aku, ya Khadijah, sesungguhnya telah datang kepada Muhammad namus akbar (petunjuk yang maha besar), sebagaimana yang pernah datang kepada Musa as. Sesungguhnya dia akan menjadi Nabi bagi umat kita ini”.

Orang Nasrani yang seperti Waraqah bin Naufal yang benar, jujur dan terpercaya itu sekarang sudah tidak ada lagi.

Yang ada saat ini adalah umat Kristen yang tidak taat kepada Nabi Isa, melainkan taat kepada Paulus, pendiri Kristen.

Kemudian yang dimaksud dengan kata ‘Al Kitab’ pada ayat tersebut adalah kitab Taurat dan Injil yang masih asli sebelum dikotori oleh tangan-tangan jahil manusia.

Salah besar jika yang dimaksud kata ‘Al Kitab’ oleh Himar Amos itu adatah Alkitab (Bibel), kitab agama Kristen yang berjumlah 66 kitab, antara lain:

a. Taurat = 5 kitab b. Kitab Para Nabi besar/kecil = 34 kitab c. Injil = 4 kitab d. Kisah Para Rasul = 1 kitab e. Surat-Surat Paulus = 13 kitab f. Surat kepada jemaat Ibrani = 1 kitab g. Surat Yakobus =1 kitab h. Surat Petrus = 2 kitab i. Surat Yohanes = 3 kitab j. Surat Yudas = 1kitab, dan k. Mimpi Yohanes = 1 surat.

Dari keterangan tersebut, jelas sekali bahwa Al Kitab yang dimaksud dalam surat Yunus 94 bukanlah Alkitab (Bibel) milik orang Kristen seperti sekarang ini. Dan Nabi Muhammad saw. tidak pernah bertanya kepada orang Kristen, tapi kepada orang Nasrani yang terpercaya. Sebab agama Nasrani tidak identik dengan agama Kristen seperti sekarang ini.

Wassalam

Sekian buat Saudara Achmadi,

Jika anda masih ingin bertanya, saya sudi mendengar dan mengulas.

wassalam

@Achmadi

Sudah bingung apa belum ………..?
kalau islam di pertanyakan,diperdebatkan pasti ada jawabanya…sebaliknya debat kristen..selalu buntu…tak mampu menjawab…dengan gamblang…kita sdh banyak kongsi maklumat kok…ya anggap saja ini masukan buat anda…

Sebelum memvonis sebaiknya kita cari fakta fakta…kemudian buatkan berita acaranya..lalu limpahkan ke peradilan..tapi tetap harus ada pengacara pendamping lo…biar jalanya peradilan bisa tenang dan lancar….alammmmmmmm

pesan:

kalau baca alkitab mandi dulu,kumur kumur …lalu baca dari pendahuluan terlebih dahulu..jangan langsung kehalaman 100…lebih utamakan berdoa dulu….biar gak kemasukan iblis yang menjelma malaikat terang.

Do a bapa:

Bapakku di surga dikuduskanlah namamMU……ini doa apa mendoakan..?
kalau mendoakan masa sih Tuhan di kuduskan..berarti Tuhanmu belum suci dong..?
Kalau doa…kepada siapa doa itu ditujukan…?ini balasan tentang sholawat nabi..(sholawat itu bukan doa pakkkk..sholawat itu ucapan selamat /ucapan salut dengan penuh rahmat..jadi bila nabi nabi dan sahabat saling bertemu,berkumpul,,,selalu mengucapkan sholawat..yg artinya selamat datang guru besar pantuan umat…yang telah diberi rahmat dan hidaya..itupun diucapkan pula oleh Malaikat malaikat pada saat nabi muhamad naik ketujuh langit sidrhatul muntaha pada peristiwa isra dan mi’raj…
salam juossssssss okeeeeeeee

Dear All,

Mohon para komentator tetap berada dalam koridor kesopan-santunan. Mungkin ada beberapa komentator yang berasal dari negara lain, tetapi saya yakin di negara lain pun punya moral dan sopan santun.

Para komentator dilarang menyerang wilayah pribadi seseorang, misalnya memperolok-olok, mencaci maki, menghujat seseorang. Lebih baik Anda menjawab atau membagikan pendapat Anda dari pada menyerang seseorang secara personal.

Jika Anda memberikan komentar buruk (mencaci maki, menghasut, menghujat, menghina, dll), maka sebenarnya Anda mencoreng nama baik Anda dan juga agama Anda sendiri.

Salam damai sejahtera.

(Bukankah Yesus telah mewariskan damai dan sejahtera di bumi ini? Terimalah warisan itu.)

blh menikahi anak umur 9 thn?????

emang yg diatas 17 thn dah ga ada yg jomblo lg?

@Hinadina,

Teruskanlah jika anda ingin berfikir sebegitu, pada saya anda perlu merantau keluar, melihat budaya luar, tiada apa yang nak di ketengahkan lg.

Sudah terang lagi bersuluh, jgn bgitu.

Salam.

131 @hina dina

Hina dina belum tau ya..di amerika umur 10 thn sdh melakukan hubungan seks…sdh birahi….postur tubuhnya besar besar gak kuntet kuntet dan pikiranya maju lebih dari pada kamu..jadi soal seks di usia itu..sdh mateng…lain di indo nesia..melarat melarat..kerdil kerdil..jadi umur 10 th masih kayak piyek piyek anak ayam…

jaman aku sekolah dibanten thn 1980 saat ujian akhir AD negeri tangerang…itu saja sdh banyak yang rencana pernikahan…jadi manusia jaman dulu pikiranya dewasa dewasa gak seperti jaman sekarang..orang tua bangkotan masih main kelereng, layangan,,,apaan tuh..

masih mending nabi Muhamad hanya beristrikan 9..itu pun syah sebagai seorang yang bijaksana supaya istilah dan naib status janda teringani.bagi wanita menjadi janda itu sebuah malapetaka.. tau gak.. makanya nabi muhamad mengujabi agar wanita itu tidak terkena aib diperolok sebagi janda.

itu belum seberapa..nabi sulaiman…nabi paling terkaya..ratu balqia saja samapi …sembah sujud minta dipacarinnnnn..mau tau berapa istri nabi sulaiman..?..1000…. termasuk selir selirnya…ini namanya karunia dan nikmat..terus umurnya berapa….kamarnya berapa ya..?300 thn lebih…satu tahun dijaman sekarang beda dengan satu thn dijaman ..gak karuan itu…ingat kisah ashabul kahfi…tiga leaki yg tertidur 100 thn ..?nah tiu belum seberapa dibandingkan dengan bapakmu…

@dear larashati

##Hina dina belum tau ya..di amerika umur 10 thn sdh melakukan hubungan seks…sdh birahi….

—>saya mo tanya : hal itu mnrt anda salah atau tidak?

@hinadina

Hal itu tdk salah jika melalui hukum perkahwinan (ijab kabul), tapi kalau sex bebas, amat dikesali.

Kerana Islam berpegang teguh pada Undang-Undang Tuhan Allah swt, bukan undang-undang buatan manusia.

Kalau anda hanya ingin fikir logik anda, maka cuba renungkan siapa anda siapa Allah swt?

Jangan putar belit lagi, anda kena belajar apa yang dimaksudkan ‘datang haid’. Itu simbol apa, jujurnya anda juga perlu bertanya kepada doktor di hospital tentang ‘haid’.

Semoga ada sedikit pelajaran dan penambahan ilmu.

wassalam

@hina dina….

soal nikah disuia 9 tahun dijama dahulu kala..angka 9 tahun itu sangatlah sdh dewasa sekali..karena tinggi bdana manusi manisia jaman dahulu berbeda,,dan pikiran nalar pendewasaanya..tidak sama dengan kita kita ini…kita kan org org susah..

dijaman nabi…umur 9 tahun itu sdh kayak bapak bapak…kalau perempuan ya kaya gadis gdis siap di lamar…dan gak heran kok..mau tau nabi ibrahim usianya 900 thn…kayak apa tuh ..kapan masa mudanya …kalau aku hidup di zaman itu ..wah banyak pacar aku ya…bisa ..gak karuan banyaknya istri aku…tapi inincuma klakar…jgn dianggap serius..bahwa mmg benar nabi muhamad menika pada usia 12 th atau 9 thn..hm lupa aku…perasan segitu kok..tapi dengan pemikiran yg sangat dewasa..bukan seperti macam kita ada cinta monyet ..segal..lain dong prasenya…

@larashati

soal nikah disuia 9 tahun dijama dahulu kala..angka 9 tahun itu sangatlah sdh dewasa sekali..karena tinggi bdana manusi manisia jaman dahulu berbeda,,dan pikiran nalar pendewasaanya..tidak sama dengan kita kita ini…kita kan org org susah

—> maksud anda jaman dulu sudah biasa pernikahan umur 9 thn?

@hina dina

ah masa gak tau sih ..gimana to tanya saja sama mamamu….saya sekolah di SD negeri tangerang thn 1980..saat ujian akhir 5 teman sebangku sdh ijab kabul..bentar sesudah kelulusan pas panen padi tiba ..disaat itulah layar tancap berkibar.. perayaan pesta perkawinan.
SD kelas 6 itu berapa tahun..?tapi ini nyata kawan kawanku sd berahi lo…sudah ngerti mana cewek montok atau cowok enjoy…jgn salah ya..
ini bener bener pengalaman kok…
kalau di negara arab jaman dahulu dan negara amerika saat ini 10 thn saja udah bebas seks. hanya saja di arab berpegang pada aturan agama tidak bioleh kalau bukan mukrim atau sdh syah dalam syara perkawinan..meskipun usianya segitu dijaman kenabian sangatlah dewasa …nabi muhamad saja diangkat sbg rasul pada usia25 th usia muda bila disamakan seusia bujang saat ini…

pernikahan itu mencegah fitnah..artinya dilarang melakukan hubungan suaministri diluar nikah,maka bila ada diantaramu baligh maka segeralah dinikahkan. dari pada mendekati zina,,,,

RAHASIA JALAN LURUS

Assalaamua’laikum wa rahmatulaahi wa barakaatuh

Bismillahi Rahmanir Rahim

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

Seratus empat orang lelaki, wanita dan kanak-kanak pada 19hb Disember 1997 telah bertolak dari Jakarta menuju ke Singapura dengan pesawat Boeing 737 nombor penerbangan MI185. Pasti tidak ada seorangpun diantara para penumpang pesawat itu yang menduga bahawa meraka akan menghadapi maut tidak lama setelah mereka bertolak dari Jakarta. Malangnya, pesawat tersebut nahas dan jatuh berkeping-keping di Palembang, dekat Sungai Musi dan semua orang penumpang telah terkorban nyawa.

Diseluruh dunia ini tidak terhitung betapa banyaknya orang yang mati dalam berbagai malapetaka seperti itu; bencana alam yang datang dengan tiba-tiba seperti gempa bumi, angin taufan, kapal tenggelam, kecelakaan laulintas dan lain-lain lagi. Setiap hari, ada orang yang meninggal bahkan pada waktu anda membaca tulisan ini ada orang yang sedang menghadapi maut. Ramai orang yang berusaha untuk hidup lebih lama melalui senaman, berhenti merokok, makan vitamin-vitamin dan sebagainya.

Namun kita tidak dapat menyangkal kenyataan. Pada suatu hari kita akan meninggal dunia juga, dan apa sahaja yang kita lakukan tidak dapat menghalang ketibaan masa itu. Ada yang berkecenderungan bahawa kita tidak akan mati apalagi jika segalanya berjalan dengan baik, jika tidak ada kekurangan, jika ekonomi melambung, suasana aman damai, dan kita cukup makan. Kematian terlalu mudahnya dilupakan.

Yang sebenarnya ialah kematian adalah sesuatu hakikat yang tidak dapat dielakkan oleh sesiapapun di dunia ini. Ramai juga yang berpendapat bahawa kematian adalah persoalan orang-orang yang sudah tua sahaja, tetapi sebenarnya, kematian itu tidak memandang umur. Sepastinya matahari terbenam setiap hari, kematian pasti akan tiba, sama ada orang yang berkuasa, berpangkat, pandai kaya atau miskin. Kematian itu menjadikan mereka yang berpangkat tinggi setanding dengan yang miskin atau berpangkat rendah.

Manusia ditetapkan mati hanya sekali sahaja dan setelah itu akan dihakimi. Anda diminta untuk bersiap sedia dan berwaspada akan datangnya saat kematian dan selepas itu bersiap pula untuk mempertanggungjawabkan segala yang telah anda melakukan sewaktu didunia ini kepada HAKIM AGUNG. Dialah yang berkuasa untuk memasukkan anda ke SYURGA atau mencampakkan anda ke Neraka Jahanam.

DUNIA INI SEMENTARA SAHAJA !

Apakah maknanya kehidupan ini?

Kehidupan ini sama seperti asap yang sebentar sahaja kelihatan lalu lenyap. Sesungguhnya manusia seperti nafas sahaja, dan semuanya sia-sia.

Ramai yang berharap hanya untuk kehidupan di dunia ini. Setiap hari mereka hanyalah sibuk dengan urusan-urusan dunia ini; sibuk mencari duit, sibuk bekerja, sibuk dengan kesukaan. Mereka melupakan diri bahawa saat akan tiba apabila segalanya berakhir dan kita kembali kepada KHALIQ kita. Kehidupan juga penuh dengan penderitaan dan air mata. Kita mengalami jauh lebih banyak penderitaan di dunia ini dipertimbangkan dengan kesenangan dan keseronokan yang kita memperolehi.

Syaitan mengajukan supaya menikmatilah kesenangan-kesenangan dunia dengan puas-puas dan buatlah dosa kemudian jadilah penghuni neraka untuk selama-lamanya. Walau bagaimanapun Allah memberi petunjuk, ajaran dan jalan untuk mengendalikan diri kerana kehidupan yang sebenarnya bukanlah di dunia yang sementara ini tetapi di SYURGA yang kekal. Jadi berwaspadalah supaya jangan menghanyutkan diri dalam dosa dan kesenangan-kesenangan dunia yang sementara sahaja tetapi ikutilah ajaran dan Jalan Allah agar anda hidup selamanya dalam rahmatNya.

Di akhirat ada dua tempat tujuan bagi roh manusia iaitu Syurga dan Neraka. Seketika roh manusia ditentu masuk ke salah satu tempat itu, maka orang itu akan kekal di situ. Manakah yang anda pilih?

SYURGA

Inilah tempat bersara yang paing indah dimana taman-taman yang teduh dapat dinikmati dan ada kesabaran, kehormatan dan salam. Disini mereka yang disucikan dari dosa akan hidup bersenangan sambil memuji Allah yang menghapuskan dukacita mereka untuk selama-lamanya.

Fikiran kita tidak mampu membayangkan bagaimana indahnya syurga itu. Orang yang menuruti ajaran Allah dan mengikuti jalan yang ditunjukkanNya akan berada di tempat ini.

Hanya Isa Anak Maryam yang langsung masuk Syurga kerana Dia suci.
(Maryam, 19:19)

Bahkan Dia terkemuka di dunia dan di akhirat …
(Al Imran, 3:45)

NERAKA

Inilah tempat seksaan yang mengerikan dan tempat kesedihan serta kesengsaraan, dimana pakaian, selimut dan tempat tidur dibuat api. Di atas kepala dan di bawah kaki, api berlapis-lapisan. Dimana-manapun penuh api, asap hitam, dan kegelapan. Mata menjadi buta, telinga menjadi tuli dan mulut menjadi bisu. Mereka yang berada disini mengalami penderitaan yang tidah berhenti. Mereka tidak mati dan tidaklah hidup juga, tetapi mengalami seksaan tanpa kesudahan.

Sejak manusia pertama, Nabi Adam dan Hawa, menuruti kata-kata godaan Syaitan, mereka telah disentuh Syaitan dan memiliki dosa, maka semua manusia sudah berdosa dan jauh daripada Allah yang menyelamatkan mereka. Oleh itu, mereka akan dihukum dengan hukuman neraka.

“Dan tidak seorang diantara kamu, melainkan mendatanginya (masuk neraka) dan ini bagi Tuhanmu adalah ketetapan yang sudah dipastikan…”
(Maryam, 19:71)

JALAN KE SYURGA

Agama dengan syariat-syariatnya harus ditaati dan dilaksanakan sepanjang umur hidup manusia. Manusia juga diharuskan untuk selalunya bermurah hati. Hanya apabila manusia dapat menjalankan segala hal-hal tersebut dengan penuh maka manusia dapat mencapai Syurga. Mungkinkah kita hidup kehidupan kita dengan sempurna?

Berapa tekunkah kita sepatutnya menjalankan syariat-syariat agama ataupun berapa banyakkah kita berkemurahan hati agar dapat masuk ke Syurga? Kami semua telha berdosa; bahkan perbuatan kami yang terbaik pun kotor dan najis. Kerana dosa kami, kami akan lenyap seperti daun layu diterbangkan angin.

Adakah tolok ukur yang pasti apabila menjalankan hal-hal tersebut agar kita dapat masuk Syurga? Tidak ada!

Oleh kerana manusia tidak akan past agar dapat masuk ke Syurga maka banyak orang tinggal keragu-raguan, dengan kebimbangan dan kegelisahan. Sepanjang zaman orang selalu berdoa kepada Allah agar ditunjukkan jalan yang harus diikuti manusia agar dapat mencapai Syurga.

Kita semua seperti domba yang sesat, masing-masing mengikut jalan sendiri. Tetapi Allah menjatuhkan hukuman kepadanya, hukuman yang seharusnya dijatuhkan kepada kita.

“Indinash shiraathal mustaqiim”
Tunjukilah kami jalan yang lurus …
(Al Fatihah, 1:6)

“Yaa ayyuhai ladziina aamanut taqullaaha wabtaghuu ilaihi wasiilata …”
Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepadaNya…
(Al Maidah, 5:35)

Sudahkah anda menemui jalan itu?

Allah Maha Pengasih, Maha Penyayang

Oleh kerana Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang maka Allah di dalam Al Quran telah menunjukkan jalan dan petunjuk-petunjuk yang diberi jelas patut diikuti agar manusia dapat mencapai Syurga. Marilah kita renungkan Al Quran dan Hadis seperti yang tersebut dibawah ini.

Petunjuk-petunjuk Al Quran dan Hadis agar manusia dapat mencapai Syurga

1. Isa AS ialah jalan yang lurus yang patut diikuti

“Wa innahu la’ilmu lis saa’ati fa laa tamtarunna bihaa wa tabi’unni haadzaa shiraathum mustaqiim…”

Dan sesungguhnya Isa itu benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat kerana itu janganlah kamu ragu tentang hari kiamat itu dan ikutlah Aku. Inilah jalan yang lurus …

(Az Zukhruf, 43:61)

2. Isa AS pembawa keterangan dan patut ditaati

“Wa lammaa jaa-a ‘Isa bil bayyinaati qaala qad ji’tukum bil hikmati wa li ubayina lakum ba’dhal ladzii tathtalifuuna fiihi fat taqullaaha wa athii’u…”

Dan tatkala Isa datang membawa keterangan. Dia berkata sesungguhnya Aku datang membawa hikmat dan untuk menjelaskan kepadamu sebagian yang apa kamu perselisihkan tentangnya, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaKu…

(Az Zukhruf, 43:63)
3. Isa AS mengatakan perkataan yang benar

“Dzaalika ‘isabnu Maryama qaulal haqqil ladzil fiihi yamtaruum…”

Itulah Isa putra Maryam yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenaranNya…

(Maryam, 19:34)
4. Isa AS itu utusan Allah dan FirmanNya

“Inamal Masihu ‘isabnu Maryama rasullahi wa kalimatuhu …”

Sesungguhnya Isa Al Masih putra Maryam itu utusan Allah dan FirmanNya…

(An Nisa, 4:171)

5. Isa AS adalah Roh Allah dan KalimatNya

“Isa faa innahu Rohullah wa kalimatuhu…”

Isa itu sesungguhNya Roh Allah dan FirmanNya

(Hadis Anas bin Malik hal.72)

6. Isa AS adalah Roh Allah yang menjelma menjadi Manusia yang sempurna

“… arsalnaa ilaihaa ruuhanaa fa tamatstsala lahaa basyaran sawiyya.”

…Kami mengutus Roh Kami kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya menjadi Manusia yang sempurna…

(Maryam, 19:17)

7. Isa AS adalah satu-satunya Imam MAHDI

“Laa mahdia illa isabnu Maryama…”

Tidak ada Imam MAHDI selain Isa putra Maryam…

(Hadis Ibnu Majah)

8. Isa AS dilahirkan bukan dari bapa Insani, tetapi dari Roh Allah

“Wallatii ahshanat farjahaa fa nafakhnaa fiihaa mir ruuhinaa Wa ja’alnaahaa wabnahaa ayatal lil ‘aalamiin”

Ingatlah kisah seorang perempuan yang memelihara kehormatannya (Maryam) lalu Kami tiupkan kepadanya Roh Kami (Roh Allah) dan Kami jadikan dia dan Anaknya tanda (kuasa Allah) bagi semesta alam.

(Al Anbiyaa, 21:91)

9. Isa AS lahir, mati dan dihidupkan kembali

“Wa salaamu ‘alayya yauma wulittu, wa yauma amuutu, wa yauma ub’atsu hayaa.”

Dan sejahtera atasNya pada hari Dia dilahirkan, pada hari Dia wafat, dan pada hari Dia dibangkitkan hidup kembali.”

(Maryam, 19:33)

10. Isa AS mati, diangkat dan pengikutNya dipilih atas orang kafir

“Idz qaalallahu yaa Isa, innii mutawafiika, wa raafi’uka ilayya, wa muthahhiruka minal ladzinaa kafaruu, wa jaa’ilul ladzina tabauka fauqal ladzina kafaruu ilaa yaumil qiyamati.”

Ingatlah tatkala Allah berfirman; Hai Isa, sesungguhnya Aku akan mewafatkanMu, dan mengangkatMu depadaKu, dan akan menyucikan Engkau dari orang-orang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikutiMu diatas mereka yang kafir hingga hari kiamat.”
(Al Imran, 3:55)

11. Isa AS menyembuhkan orang buta sejak lahir

“Wa ubriul akmaha, wal abrasha, wa uhyil mautaa bi idznillah.”

Dan Aku menyembuhkan orang bita sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak, dan Aku sanggup menghidupkan orang mati dengan seizin Allah.
(Al Imran, 3:49)

12. Isa As menghidupkan orang mati

“… wa idz tuhuriijul mautaa biidzni…”

… dan diwaktu Kamu mengeluarkan orang mati dari kubur (menjadi hidup) dengan izin Ku…
(Al-Maidah, 5:110)

13. Isa AS diberi mujizat dan Roh Kudus

“Wa aatainaa ‘isabna Maryam bayyinaati wa ayyadnaahu bi ruuhil qudusi.”

Dan Kami berikan kepada Isa putra Maryam, beberapa mujizat serta Kami perkuat Dia dengan Roh Kudus.
(Al Baqarah, 2:253)

14. Kafirlah orang yang menolak Isa AS
“Wa bi kufrihim wa qaulihim ‘alaa Maryama buhtaanan ‘azhiimaa.”
Dan kerana kekafiran mereka (terhadap Isa) dan tuduhan mereka terhadap Maryam dengan kedustaan besar (zinah).
(An Nisa, 4:156)

15. Isa AS akan diimani oleh semua ahli kitab

“Wa im min ahlil kitaabi illa la yu’minanna bihi qabla mauthihiiwa yaumal qiyaamati yakunnu ‘alaihim syahiidaa.”

Dan tidak seorangpun dari ahli kitab melainkan akan beriman kepada Isa sebelum matiNya, dan pada hari kiamat. Dia menjadi Saksi terhadap mereka.
(An Nisa, 4:159)

16. Tidak menurut Taurat dan Injil, maka tidak dipandang beragama
“Qui yaa ahlal kitaabi lastum ‘alaa syai-in hattaa tukimut tauraata wal injiila wa maa unzila ilaikum mir rabbkum”

Katakanlah: “Hai ahli kitab, kamu tidak dipandang beragama sedikitpun hingga kamu menegakkan ajaran ajaran Taurat, Injil dan apa apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu.
(Al Maidah, 5:68)

17. Isa AS berkuasa/terkemuka di dunia dan di akhirat

“Idz qalatil malaikatu yaa Maryama innallaaha yubasyiruki bi kalimatim minhus muhul masihu ‘isabnu Maryama wajihan fiddun-yaa wal akhirati wa minal muqarrabiin.”
Ketika malaikat berkata, hai Maryam sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan Kalimah daripadaNya namannya Al Masih putra Maryam, terkemuka di dunia dan di akhirat dan orang yang paling dekat pada Allah.
(Al Imran, 3:45)

Hazrat Isa AS yang paling berkuasa dan terkemuka di dunia dan di akhirat. Hasrat Isa AS adalah petunjuk kepada jalan yang lurus. Pengikut-pengikut Hazrat Isa AS dipilih atas orang-orang kafir. Jadi ikutlah Hazrat Isa AS pasti anda akan masuk ke Syurga. Begitu penting Hazrat Isa AS sehingga di dalam Al Quran nama Hazrat Isa AS disebut sebanyak 97 kali.

Jika Yang Berhormat Perdana Menteri menjemput anda ke Istana Negara, sudah pasti anda percaya bahawa anda akan diberi masuk ke istana. Ini kerana Yang Berhormat Perdana Menteri adalah yang paling berkuasa di negara dan berhak bertindak begitu.

Jika jemputan ke Istana ditanda tangan seorang yang berpangkat rendah sahaja, tentu anda akan meragui kebenaran jemputan itu. Jangan-jangan menuju ke Istana hanya dilarang masuk apabila tiba disana. Sedemikian, Hazrat Isa AS diberi hak memerintah atas Syurga. Oleh kerana itu, sudah pasti bahawa kepercayaan akan jemputan Hazrat Isa AS tidak akan diragui lagi. Percayalah akan jemputan Hazrat Isa AS dan anda pasti memasuki Syurga.

TEMAN YANG MAHA TINGGI

Doa Nabi Muhammad SAW sebelum beliau wafat:

Ya Allah! Ampunilah saya! Kasihanilah saya dan hubungkanlah saya dengan Teman Yang Maha Tinggi …
(Hadis Shahih Bukhari 1573)

Lalu beliau mengangkat tangannya sambil mengucapkan:

“Teman Yang Maha Tinggi”

Lalu beliau wafat dan rebahlah tangan beliau.

(Hadits Shahih Bukhari 1574)

Siapakah “Teman Yang Maha Tinggi” itu?

Menurut catatan para Hadis Sahih Bukhari, ialah “Malaikat dan Nabi-nabi”. Malaikat tidak disebut yang Maha Tinggi, jadi “teman” beliau bukan malaikat tetapi seorang nabi. Lalu siapakah diantara nabi yang layak disebut:

“Yang Maha Tinggi”?

Nabi-nabi yang terkenal iaitu:

“Adam Shafiyulah” = Adam AS disucikan Allah

“Nuh Najiyullah” = Nuh AS diselamatkan Allah

“Ibrahim Khalillulah” = Ibrahim AS dikasihi Allah

“Musa Kaliimullah” = Musa AS difirmankan Allah

“Dawud Kalifatullah” = Dawud AS dipimpin Allah

(Majmu’ Syarif)

Namun beliau telah bersabda:

“Anaa aulan naasi bi ‘iisabni Maryam fid dun-yaa wal aakhiraati wal anbiyaau ikhwaatul li’allaatin ummahaatuhum syattaa wa diinuhum waahid.”

Saya yang lebih dekat Isa anak Maryam di dunia dan di akhirat. Semua nabi itu bersaudara kerana seketurunan. Ibunya berlainan sedang agamanya satu.

(Hadis Shahih Bukhari 1501)

“…’lisabnu Maryam wajihan fid dun-yaa wal aakhirat…”

… Isa putra Maryam yang terkemuka di dunia dan di akhirat …

(Al Imran, 3:45)

“Wal Iadzii nafsii bi layusyikanna ayyanzila fil kumubnu Maryama hakaman muqsithan”

Demi Allah yang jiwaku di tanganNya, sesungguhnya telah dekat masanya ‘Isa Anak Maryam akan turun di tengah-tengah kamu. Dia akan menjadi HAKIM YANG ADIL …

(Hadis Shahih Muslim 127)

“Laa mahdiya illa isabnu Maryama”

Tidak ada Imam MAHDI selain Isa putra maryam

(Hadis Ibnu Majah)

… Isa itu Rohullah, Rasullah dan Kalimatullah.

(Anas bin Malik hal. 72, An Nisa, 4:171)

Maka “Teman Yang Maha Tinggi” itu adalah Isa Al Masih Anak Maryam.

“… wattabi’unni haadzaa shiraathum mustaqiim.”

…ikutilah Aku, inilah jalan yang lurus.

(Az Zukruf, 43:61)

Sudahkah anda menerimaNya Sebagai Pembuka/Petunjuk jalan yang lurus kepada Allah?

Wassalaamu’alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuh.

@Dear Malaysian (#139),

Terima kasih atas pencerahan yang Anda berikan kepada kami lewat komentar #139. Sungguh luar biasa pemahaman Anda tentang Alquran. Jadi sebenarnya Muslim yang sejati adalah jika mereka benar-benar mengimani dan mengikuti Yesus Kristus.

Tuhan memberkati. Salam.

@SDR KU MALAYSIAN…

Alhamdulilahhhhhhhhhhhhhh

anda rupanya sudah pinter bermain bola..tapi sayang sekali anda kalah 5:0

MAS DEWO….!?? YTC inilah yang dinamakan “SAYAP DADA”

Saya sdh tegaskan dan jelaskan…bahwa ALQURAN ADALAH BENTUK DARI PADA SEJARAH KEBENARAN, PELURUS SEJARAH, PEMBELAAN KEPADA RASUL RASUL DAN KITAB KITAB TERDAHULU YANG SEBAGIAN DI ROBEK ROBEK DAN DISEMBUNYIKAN OLEH KAUM BANI ISRAEL DAN YAHUDI DAMASA KEJAYAANNYA, SAKSI SEJARAH TELAH SAYA LAMPIRKAN… PADA KOMENTAR KEMAREN..

berikut adalah nenek moyang nabi Isa almasih.

NABI KITA ZAKARIYA ALAISALAM
NABI KITA YAHYA PUTERA ZAKARIYA
KELUARGA IMRAN” MRYAM BIN IMRAN DAN
ISA ALAISALAM BINTI MARYAM…

saya tidak mau ulas cerita dan riwayat dan mukjizat yang telah diberikan Allah kepada semua nama nama diatas..kita sudah pada tau..gak perlu di kasih tau lagi.

sekarang kita cari kita sendiri…saya muslim yang akan menjawab SDR MALAYSIAN… tapi saya tidak mau buka alkitab dab bibel saya bahkan Alquran saya…semua ada dimeja saya…cukup saya ulas kembali balik buat membersihkan sdr MALAYSIAN.

SDR ku..mlysn….sedih saya membaca kekeliruan anda…anda membaca tapi memihak…anda membaca untuk mengambil bacaan itu menjadi hak anda..sama seperti mencuri.Mencuri buah rambutan untuk dibagi bagikan kepada semua org yang belum kebagian.

SDR mlysn..seharusnya apabila anda menemukan harta karun,atau memperoleh rezeki,atau memperoleh hidayah…sebaiknya anda pikir dulu…ini milik siapa..?ulasan anda diatas sebenarnya justru menghujam anda sendiri…silahkan anda segera revisi..sebelum anda menyesal…

SDR mlysn…satu saja saya beri imbalan ..itupun yg telah anda tulis kan diatas..anda cukup mahir..bhs arab atau membaca abjadnya…?

“ini pembelaan seorang muslim kepada isa ,yaitu quran yg agung,dengan rahmat hidayah muhamad yang menerangkan kepada kita kita pada saat ini.

@ az zukruf 43:63

dan tatkala Isa datang mebawa keterangan dia berkata:sesungguhnya aku datang kepadamu dengan membawa hikmat,dan nuntuk menjelaskan kepadamu dari apa yang kamu perselisih tentangnya,maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku”
___mas DEWO inilah bukti pembelaan islam/Quran saksi pengajaranya.

penjelasanya: bahwa sebenarnya Isa alaisalam ..selama itu tenyata tidak mengetahui,tidak berfirasat,bahkan tidak menyangka kalau selama ini mukjizat mukjizat yang teklah dibuktikannya kepada umatnya ternyata bahwa membawa perselisihan tanpa sepengetahuanya.(isa). apa sih yg sedang di perselisihkan oleh umat umatnya ..”TERNYATA MEREKA ITU JUSTRU MENYEMBAH ISA/YESUS.
“ayat ini menjelaskan,menegaskan kedudukan isa alaisalam.
jadi selama itu yesus tidak menyadarinya..ternyata umatnya telah salah pengertian..bahwa apa yg telah diberikan seperti: turunnya makanan dari langit yg dimintakan oleh Isa kepada Allah sebagai bukti kekuasaanNYa, Isa denga doa makbulnya agar mampu menyembuhkan org buta, isa dengan doanya agar mampu membangunkan orang yang sudah mati..dengann ijin Allah isa mampu mengobati segala macam penyakit,kusta,kurap,lumpuh dll.. mereka tidak mengerti apa arti mukjizat…ini semua agar umat manusia tunduk kepada Allah dengan perantar Isa sebagai pembimbing kitaaaaaaaaaaaaaaa….bukan menyembahnyaaa. anda kalah 1 :0

@ mas DEWO…. saya tidak mau mengatakan bahkan menjungkir balikan agama malaysian…
kasihan betul dia…ini malah memeprlihatkan bahwa..agama kisten tidak berdaya dan tidak memiliki sandaran yang kuattttttt…kenapa justru alQuran memberikan kedudukan setinggi tingginya kepada komponen yang kemarin saya sampaikan..nah maksud saya ya inilah massss DEWO…pernyataan yang telah di tulis oleh SDR MALAYSIAN diatas itulah maksud saya..bahwa muslim menempatkan isa almasih sebagai rasulAllah dan kitab kitab nya…bukan berarti muslim harus menyembah ISA ALMASIH ALAISALAM( YESUSS)

MAS DEWO bukankah kemaren saya utarakan setiap kali Allah memberikan mukjizat Allah berkata:

QS ALMAIDAH 116-117

DAN NGATLAH KETIKA ALLAH BERFIRMAN:
HAI ISA PUTRA MARYAM ADAKAH KAMU MENGATAKAN KEPADA (MANUSIA) JADIKANLAH AKU DANN IBUKU TUHAN SELAIN ALLAH.
ISA MENJAWAB” MAHA SUCI ENGKAU TIDAK PATUTLAH BAGIKU MENGATAKAN APA YANG BUKAN HAKKU(MENGATAKAN) JIKA AKU PERNAH MENGATAKANYA MAKA TENTULAH ENGKAU TELAH MENGETAHUINYA, ENGKAU MENGETAHUI APA YANG ADA PADA DIRIKU,SEDANG AKU TIDAK MENGETAHUI APA YANG ADA PADA DIRI ENGKAU, SESUNGGYUHNYA ENGKAU MAHA MENGETAHUI, DARI PERKARA YANG GHAIB.
“AKU TIDAKN PERNAH MENGATAKAN KEPADA MEREKA KECUALI APA YANG ENGKAU PERINTAHKAN KEPADAKU YAITU SEMBAHLAH ALLAH,TUHANMU DAN TUHANKU.

Mas DEWO inilah bukti bahwa saya sdh mendapatkan jawabannya..mengapa sampai saat ini ISA ALMASIH tidak mengetahui,menyadari,berfirasat,menyangka nyangka, bahwa selama dalam dakwahnya umat dan murid muridnya telah berencana menjadikanya TUHAN,dengan mukjizat yang diberikan Allah.Jadi kemarin kan saya sudah katakan ternyata”mukjizat mijizat itu dilupakan dan terlupakan oleh mereka..bahwa yang menurunkan ternyata bukan Isa almasih..melainkan Allah.

Termasuk SDR MALAYSIAN ini contoh nya…jadi dengan membuka ayat ayat Alquran…dia mengatakan dan mengharapkan agar umat islam kembali kepada ISA almasih…itu berarti kita kembali dijaman kebodohan…

Sdr Malaysian dalam membaca Alquran bukan dihayati..melainkan dicari cari…bukan dijadikan suatu masukan…lain dengan muslim..justru alkitab,bibel dibaca kemudian dijadikan pemantaban,pembuktian sejarah terdahulu,bahwa MEAMANG BENAR KATA ALLAH.. bahwa manusia suatu saat akan menyembah manusia dengan..apa yang telah diberikanNya”yaitu MUKJIZAT”

HADIST HADIST ITU MEMANG SYAHIH..DAN HARUS DIIMANI OLEH UMAT MUSLIM..SEMUA YANG SDR MALAYSIAN TLIS DIATAS ITU MEMANG ADANYA..TETAPI ITU KAMI JADIKAN SUATU PELAJARAN YANG BAIK… bukan pelajaran yang harus di putar balik…

setiap kali Allah menurunkan mukjizat disaat isa almasih memohon ..Ya Allah turunkanlah makan dari langit…dll dll setelah tiu Allah bertanya hei isa putra maryam…adakah kamu mengatakan kepada mereka “jadikanlah aku dan ibuku tuhan selain Allah?”

bahwasanya Allah mengetahui segala rencana dan hasrat manusia bahwa isa tidak menyadarinya bahwa ternyata umatnya telah menyembahnya…

terus sepesial buat SDR MALAYSIAN…

@ saya mohon kalau membaca Quran ayatnya jangan dipotong potong….baca semua yang lengkap…biar jelas duduk persoalnanyaaa…pasti bisa terjawab.. apa yang dikandungnya..
@ini memang sdh tradisi dan kebiasaan org kristian dan para tokoh pendeta ataupun calon pendeta..yang sdg belajar islamologi..
kalau membaca Alquran…itu dicari cari kelemahanya..dan sengaja dicukil cukil yang bisa menyamakan kedudukanya dari pada injil..
Tak perlu macam ituu… tidak perlu begitu ambil saja lah semuaa ..Alquran bukan untuk umat islam saja melainkan semua manusia dimuka bumi…untuk dipelajari dan dimiliki…bukan di cari cari buat pertentangannnnnnnnnnnnn…
@apa yang telah di tulis oleh sdr malaysian diatas itu memang benar adanya bukti pembelaan,umat muslim bersama alqurannya dan menjunjung tinggi perjuangan para utusan utausan(rasul) Allah.Bahwasanya manusia dicipitakan hanya untuk menyembah kepada Allah…tuhan yang maha Esa..bukan ISA ALMASIHNYAAAAA…..
@Isa sama halnya denga pendahulu pendahulu nya sebagi penerus,melanjudkan ajaran ajaran kitab itu…disamping injil yang telah diberikan oleh Allah.

QS ASHAFF :6
dan (ingatlah) isa putra maryam berkata : “hai Bani israel,sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu ,membenarkan kitab(yg turun)sebelumku. yaitu taurot dan memberi khabar gembira dengan(datangnya)seorang rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya ahmad(muhamad).
Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti bukti yang nyata, mereka berkata: INILAH SIHIR YANG NYATA

2:0 buat malayian
Saya mau tanya apakah sdr malaysian paham dengan ayat tsb diatas..?

terutama tulisan terakhir.:MEREKA BERKATA INILAH SIHIR YANG NYATA.!!!

– BISAKAH SDR MEMAHAMINYA?
– BISAKAH ANDA MNJELASKANNYA..?

BAGAIMANA DENGANNMUKJIZAT ISA ALMASIH…SELALU TERBUKTI ATAU TIDAK..?
BUKANKAH ISA ALMASIH HEBAT..?DAN BISA MEMBUKTIKANYA..?BUKANKAH ISA ITU TUHAN ANDA..YANG TELAH MEMBUKTIKAN ADANYA NABI SESUDAHNYA DAN ALQURAN SEBAGAI PELENGKAPNYA DARI KITAB KITAB TERDAHULU YANG TELAH DIBUANG,DIROBEK,DISEMBUNYIKAN DIZAMAN PEMERINTAHAN ZAKARYA DAN YAHYA…?OLEH BANINISRAEL DANN KONCONYA YAHUDI ITU..
..

SDR MALAYSIAN…:

saya mohon belajarlah dengan sungguh sungguh alquran itu..milikilah dengan ketulusan…pelajari dari mukadimah..pelajari dari sejarah…pelajari dari awal perkembangan nya…pelajari bacaan arabnya..biar lebih mudah anda memahami arti dan penjelasanya kalau belum tau atau belum jelas tanyakan kepada org islam..jangan kepada pastor atau pendeta…atau memang sdh tau tetapi anda malu untuk mengakuinyaaaaaaaa…JANGAN BGTU

surah almaidah ayat 110 -117 telah menerangkan secara gamblang…selain surah yang berada di surah maryam dan annisa masih ada ..lagi surahj surah yang mengungkapkan nabi nabi terdahulu..dengan jelas dan jujur…tidak ada pembelokan pembelokan yang di sengaja sengaja…

inilah bukti ALQURAN adalah penerang dan bembongkar segala hasrat dan rencana yahudi dan nasrani untuk MENUHANKAN YESUS DAN IBUNDA YESUS.

dan memang telah terbukti adanya ..dan harus sdr sdr akui .,.bahwa apa yang dikatakan MUHAMAD melaui ppengajaranya oleh malaikat JIBRIL penyampai wahyu Allah

Mas Dewo inilah apa yang kemaren saya tidak berani menyampaikan kepada mas dewo akan kebongkarnya kasus penyelewengan pengikut Isa almasih…

ternyata hari ini sdr malaysian mengangkatnya…mau tak mau saya wajib meluruskannya..dan membuktikanya…inilah cerita kisa kemaren..tetang pertanyaan Allah terhadap Isa putra Maryam..bukan isa “putra Allah”

dan mereka(pengikut isa) berkata “inilah sihir yang nyata.
– ada dua fersi makna sihir yang nyata diartikan bahwa ucapan isa almasih makbul”selalu terbukti”dengan kalam firman Nya.
– ada prasangka dan olok olok bahwa isa adalah seorang penyihir oleh ..pendeta pendeta yahudi yang bersekongkol dengan pihak kerajaan untuk menyusun siasat rencana pembunuhan,hingga penyiksaan dan n terakhir penyalipan.

mas dewo mohon sampaikan kepada sdr malaysian… LARASHATI ini cinta kepada rasululah,cinta kepada alkitab,injil dan alquran…

saya mau lanjut tetapi hari sdh malam…lain waktu kita bertemu lagi sampai saudara saudara memahami bahwa kami umat muslim sangat sangat mendalami persoalan intern anda…namun kami tetap eksis dalam intern kami…karena dalam alquran …ada ajaran taurot,dan injil…jadi dengan membaca alquran… merupakan penghubung kita ke sejarah maha agung…jangan ada rasa permusuhan….

– MILIKILAH ALQURAN
– PELAJARILAH ALQURAN
– PAHAMILAH ALQURAN
– HAYATI DENGAN SETULUS HATI DANN IKLAS
– SAMA SEPERTI KAMI MEMILIKI ALKITAB DAN
INJIL MESKIPUNNKAMU MUSLIM…KARENA
KAMI BERPEGANG BAHWA TIDAK SYAH
IMANNYA SEORANG MUSLIM BILA TIDAK
MENGAKUI RASUL RASUL TERDAHULU DAN
KITAB KITABNYA…AJARAN TAUHIDNYA.

SUATU SAAT NANTI KITA AKAN BERTEMU DALAM PEMBAHASAN LAIN YANG LEBIH PENTING apa maksud penedeta pendeta yahudi yang beriman kepada tauroy,injil dan pendeta pendeta yahudi yang tak beriman setelah diberikanya kekuasaan,kekayaan,kedudukan,kewenangan,hak amandemen gereja diwaktu sesudah yesus disalib.
Insaya Allah islam akan mendapat petunjuk…apa maksud dari rencana raja raja diabad masehi..sebelum MUHAMAD DAN ALQURANYA TURUN.bagaimana setelah semua nabi nabi mati terbunuh..apa yang mereka kerjaklan dan apa yang mereka lakukan dengan sepeninggalnya para utusan utusan terbaik Allah.

DENGAN SYARAT: SDR MALYASIAN JANGAN LARI DARI KENYATAAN DAN ANDA HARUS MENGATAKAN JUJUR..BAHWASANYA “SAYA TELAH KELIRU MENILAI ALQURAN” HANYA ITU KATA KATA YANG BAIK DARINPADA MENCELA.

‘INILAH SIHIR YANG NYATA”

BUKANKAH PENGIKUT ISA ALMASIH SENDIRI YANG MENGATAKANNYA..?AMINNNNNNNNNNNNNN TERKABULAH BPERKATAAN DAN BERITA YANG TELAH DISAMPAIKAN OLEH ISA ALMASIH…

“AHMAD(MUHAMAD) JURU PENERANG
DARI HAL YANG GELAP.JUJUR .MANUSIA BIASA YANG TERPILIH.

@malysian

Saya kagum dengan penjelasan anda sungguh anda sangat pinter tapi kok keblinger…

Kalau bca ayat suci itu jangan di potong potong lalu di ambil yang penting yang mendukung KETUHANAN YESUS saja ..tapi baca seluruh ayat nya..apa anda takut membaca keseluruhan ayat suci ALQURAN karena di situ menerangkan dengan jelas bahwa ISA ALMASIH itu hanya sebagai utusan ALLAH…..

Jadi maaf ya kamentar anda sangat cocok hanya untuk kaum nasrani saja yaitu mencari dukungan untuk menuhankan ISA ALMASIH…

Yang anda baca kan kitab suci ALQURAN koook lucuuu,,itu kan kitab kami apa gak salah kamu mencukil cukil kitab orang muslim di depan orang muslim sendiri apa gak malah jadi bahan tertawaan orang muslimm…

SEKALI LAGI SAYA ANJURKAN ANDA NANTINYA KALAU MEMBACA KITAB SUCI JANGAN SEPARO SEPARO TAPI BACA KESELURUHAN AYAT ITU……

kk

@DEAR MALAYSIAN

Hadist itu banyak jumlahnya ribuannnnn …dan n hadist itu bermacam macam keshahihanya.
Hadist itu merupakan kumpulan kumpulan sunnah rosul kami muhamad..bukan hadis dan sunnah rasulmu…rosulmua belum sempat mengajarkan soal tatanan ghidup.

lagian jangan membaca hadist terpotong potong…lanjutkan sampai akhir titik.

jadi sejarah kerosulan muhamad memang lengkap semasa hidupnya terangkum dan terwarisi.jadi tidak ada lagi keraguan didalamnya…setiap wahyu ang turun ..diterangkan dan dijelaskan…kemudian seterusnya di a,alkan hingga akhir masanya.

setelah mauhamad mangkat…sunah sunnah,hadits hadits terus di kembangkan oleh para kalifah khalifahnya menurut zamannya dan daerah kepemimpinananya..denngan tidak meninggalkan sunnah sunnah dan hadits.

adapun para ahli hali hadits dan sunnah..yang menyeleweng atau mengamalkan diluar hadits dan sunnah ..itupun tidak semuanya salah..mereka merka itu berinisiatif mencari keridhoan Allah tanpa meninggalkan ajaran islamnya.jadi dengan inisiatif diri..dan ternyata rasull bijaksana ..semua perkara di tanyakan kepada malaikat…boleh atau tidaknya seseorang melakukan atas dasar inisiatif diri,semasih dalam tali tali agama..hal inilahnyang disebut BID”AH

Bid”ah itu ada macam nya.. adapaun kegiatan yang tetap perpegang tegung kepada tali dan sendi sendi agama disub bid”ah hasanah

sedangkan kegiatan yang dluar dari tali dan sendi sandaran agama disebut bid”ah khabihah..contoh…berkumpul untuk mendatangi dukun, erkumpul untuk menonton joget telanjang blejet..berkumpul untuk nonton sawerann jaipong dlld dll..

contoh lagi yang sering diucapkan oleh pendeta pendeta untuk meyakinkan umatnya:

hadist bukhori muslim:
bahwasanya dihari kebangkitan nanti yesus akan mernjadi hakim yang adil…..dst..

nah hadist ini belum selesai sudah dipotong sampai situ…

“bahwasanya dihari kebangkitan nanti yeus akan turun menjadi hakin yang adil yaitu:membunuh para babi dan mematahkan salib.

Sdr malaysian ini pengikut setia pendeta..jadi apa yg diucapkan cuma segitu ..gak sepenuhnya..kenapa ya..malu atau bagaimana ini..?

bagaimana seorang kristen bisa menguasai ajaran alquran dan sunnah serta ribuan hadist hadist..baik yang sahih ataupun yang bidah bahkan ada hadist buatan kristen..hadist itu menyama nyamakan teknik penulisan serupa dengan hadist disebut hadist palsu.

ingat ya seorang muslim akan sensitf dan pekak..terlatih..sejak kecil..kalau ada yang sedikit kejanggalan.. dalam membaca kitab quran atau hadist..sdh reflekk…dan cepat bereaksi..ini hadist kok kayak gini..?ini kok seperti..gak bener..nah..hati hati masssssssss.

dalam bibel apa punya hadist..?apa punya sunnah…atau riwayat …? sepanjang sejarah..ajarann yahudi cuma tulisan ..mereka tidak memiliki kitab aslinya..karena injil terbawa ke surga bersama isa almasih..itulah salahnya mengapa pendeta bersatu bersama majelis sanhadirun berencana membunuhnya.yang ada alkitab taurot..itupun sdh sebagian di sembunyikan,dirobek,dibuang dijaman zakariya dan yahya…kalau udah begini..mau bilang apa…?

Allah dimasa isa hidup kan sdh bertanya…apakah kamu belum mengetahui ,sadari,bahwasanya kelak pengikut pengikutmu menganggapmu( isa almasih) menjadi sembahanya,((tuhannya)

Assalamualaikum saudaraku seiman,

Ada baiknya kalau nukilan ayat si MALAYSIAN di lengkapi sehingga tidak ada fitnah atas ayat tersebut, kebetulan saudara malaysian pintar mengambil potongan – potongan sesuai keinginannya dan menambahkan sedikit – sedikit sehingga dirasa pas, klo ada yang sedang buka AL-QUR’AN tolong dunk dilengkapi coz biar jelas dan tidak ada fitnah.

Wassalam.

@ferry zk

kita sebagai umat muslim kan udah ya bung…sampai hari kiamat pun orang orang kristian tidak akan henti henti nya untuk mengkristenkan seluruh umat muslim…

mereka menghalalkan segala cara…salah satunya ya itu tu mereka mencukil cukil ayat ayat suci ALQURAN DAN HADIST yaitu untuk mendukung kebenaran akan KETUHANAN ISA ALMASIH itu…

kalau itu menurut saya udah wajar itu bung ferry zk bukan hanya itu mereka bahkan berani menambah atau mengurangi setiab ayat dari ALQULAN DAN HADIST yang mereka ambil untuk mendukung atau menyesat umat islam…..

kita sebagai umat islam bila seseorang melakukan kesalahan kita wajib mengingatkan bila tidak bisa kita berdoa pada ALLAH semoga dia cepat sadaar

AMIIIINNNN

===>@From Malaysian,

Simpati saya buat saudara kerana anda terlupa Nabi Isa a.s di dalam al-Quran hanya untuk umat Israel sahaja bukan seluruh umat manusia, lagi segala kesaksian al-quran dan hadist nabi Muhammad saw yang anda gunakan adalah bersifat gantung tidak sempurna penerangan anda.

Maaf jika anda terasa dengan saya tetapi itulah hakikat, saya akan kemukakan pada anda beberapa ayat al-quran untuk saudara Malaysian memperjelaskan pada saya.

Saya akan kemukakan baik dari Al-Kitab mahupun Al-Quran, mohon penjelasan Saudara Malaysian

Surah A-li Im’ran ayat 48- 64
(48) Dan Allah akan mengajarnya ilmu menulis, dan hukum-hukum aturan ugama, dan juga kandungan kitab-kitab Taurat dan Injil.

(49)Dan (akan melantiknya) menjadi seorang Rasul kepada Bani Israil, (dengan menegaskan kepada mereka): “Sesungguhnya aku telah datang kepada kamu, dengan membawa satu tanda (mukjizat) dari tuhan kamu, iaitu aku boleh membuat untuk kamu dari tanah liat seperti bentuk burung, kemudian aku tiup padanya lalu menjadilah ia seekor burung (yang hidup) dengan izin Allah; dan juga aku boleh menyembuhkan orang yang buta dan orang yang sopak, dan aku boleh menghidupkan kembali orang-orang yang mati dengan izin Allah; dan juga aku boleh memberitahu kepada kamu tentang apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumah kamu. Sesungguhnya perkara-perkara yang demikian itu, mengandungi satu tanda (mukjizat) bagi kamu (yang membuktikan kebenaran bahawa aku seorang Rasul yang diutus oleh Allah kepada kamu), jika kamu orang-orang yang (mahu) beriman.

(50)”Dan juga (aku datang kepada kamu ialah untuk) mengesahkan kebenaran Kitab Taurat yang diturunkan dahulu daripadaku, dan untuk menghalalkan bagi kamu sebahagian (dari perkara-perkara) yang telah diharamkan kepada kamu; dan juga aku datang kepada kamu dengan membawa satu mukjizat dari Tuhan kamu. Oleh itu bertaqwalah kamu kepada Allah dan taatlah kepadaku.

(51) “Sesungguhnya Allah ialah Tuhanku dan Tuhan kamu, oleh itu, beribadatlah kamu kepadaNya. Inilah jalan yang lurus”.

(52) Maka ketika Nabi Isa merasa (serta mengetahui dengan yakin) akan kekufuran dari mereka (kaum Yahudi), berkatalah ia:” Siapakah penolong-penolongku (dalam perjalananku) kepada Allah (dengan menegakkan ugamaNya)?”. Orang-orang “Hawariyyuun” (Penyokong-penyokong Nabi Isa) berkata: “Kamilah penolong-penolong (utusan) Allah. Kami telah beriman kepada Allah, dan saksikanlah (wahai Nabi Allah) sesungguhnya kami ialah orang-orang Islam (yang berserah bulat-bulat kepada Allah).

(53) “Wahai Tuhan kami! Kami telah beriman kepada apa yang telah Engkau turunkan, dan kami mengikut RasulMu; oleh itu suratkanlah kami beserta orang-orang yang menjadi saksi (yang mengakui keesaanMu dan kebenaran RasulMu)”.

(54)Dan orang-orang (Yahudi yang kafir) itupun merancangkan tipu daya (hendak membunuh Nabi Isa), dan Allah pula membalas tipu daya (mereka); dan (ingatlah), Allah sebijak-bijak yang membalas (dan menggagalkan segala jenis) tipu daya.

(55) (Ingatlah) ketika Allah berfirman: “Wahai Isa! Sesungguhnya Aku akan mengambilmu dengan sempurna, dan akan mengangkatmu ke sisiKu, dan akan membersihkanmu dari orang-orang kafir, dan juga akan menjadikan orang-orang yang mengikutmu mengatasi orang-orang kafir (yang tidak beriman kepadamu), hingga ke hari kiamat. Kemudian kepada Akulah tempat kembalinya kamu, lalu Aku menghukum (memberi keputusan) tentang apa yang kamu perselisihkan”.

(56) Adapun orang-orang kafir, maka Aku (Allah) akan menyeksa mereka dengan azab yang amat berat di dunia dan di akhirat, dan mereka pula tidak akan beroleh sesiapa pun yang dapat menolong.

(57)Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal soleh, maka Allah akan menyempurnakan pahala mereka; dan (ingatlah), Allah tidak suka kepada orang-orang yang zalim.

(58) Demikianlah (perihal Nabi Isa), yang Kami membacakannya kepadamu (wahai Muhammad, adalah ia) sebahagian dari hujah-hujah keterangan (yang membuktikan kebenarannya), dan dari Al-Quran yang penuh dengan hikmat-hikmat – (pengetahuan yang tepat, lagi sentiasa terpelihara).

(59) Sesungguhnya perbandingan (kejadian) Nabi Isa di sisi Allah adalah sama seperti (kejadian) Nabi Adam. Allah telah menciptakan Adam dari tanah lalu berfirman kepadanya: “Jadilah engkau!” maka menjadilah ia.

(60) Perkara yang benar ialah yang datang dari Tuhanmu. Maka jangan sekali-kali engkau menjadi dari orang-orang yang ragu-ragu.

(61) Kemudian sesiapa yang membantahmu (wahai Muhammad) mengenainya, sesudah engkau beroleh pengetahuan yang benar, maka katakanlah kepada mereka: “Marilah kita menyeru anak-anak kami serta anak-anak kamu, dan perempuan-perempuan kami serta perempuan-perempuan kamu, dan diri kami serta diri kamu, kemudian kita memohon kepada Allah dengan bersungguh-sungguh, serta kita meminta supaya laknat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang berdusta”.

(62) Sesungguhnya ini ialah kisah-kisah yang benar; dan tiadalah Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Allah; dan (ingatlah), sesungguhnya Allah, Dia lah jua Yang Maha Kuasa, lagi Maha Bijaksana.

(63) Kemudian kalau mereka berpaling (enggan menurut), maka sesungguhnya Allah sentiasa Mengetahui akan orang-orang yang berbuat kerosakan.

(64) Katakanlah (wahai Muhammad): “Wahai Ahli Kitab, marilah kepada satu Kalimah yang bersamaan antara kami dengan kamu, iaitu kita semua tidak menyembah melainkan Allah, dan kita tidak sekutukan denganNya sesuatu jua pun; dan jangan pula sebahagian dari kita mengambil akan sebahagian yang lain untuk dijadikan orang-orang yang dipuja dan didewa-dewakan selain dari Allah”. Kemudian jika mereka (Ahli Kitab itu) barpaling (enggan menerimanya) maka katakanlah kepada mereka: “Saksikanlah kamu bahawa sesungguhnya kami adalah orang-orang Islam”.

Mohon penjelasan Saudara Malaysian? Yesus hanya untuk umat bani Israel begitu Jelas, Nyata, Terang seperti Matahari Di Hari Siang, Nabi Isa a.s hanya untuk Bani Israel! Saya tambah lagi dari Bible,

(Matius pasal 1 ayat 21)
“Maka ia akan beranakkan seorang anak laki-laki, dan hendaklah engkau menamakan ia Yesus, karena ialah yang akan melepaskan KAUMNYA daripada SEGALA DOSANYA”.

Siapa Kaum Yesus? Mohon dijawab dengan jujur.

(Injil Matius pasal 15 ayat 24)
“Maka jawab Yesus, katanya “TIADALAH AKU DISURUHKAN YANG LAIN hanya kepada segala DOMBA YANG SESAT di antara BANI ISRAEL”.

Yesus tidak disuruh kepada yang lain? Pelik, saya tidak faham cara anda mengimani Bible, saya terfikir sama ada anda beriman kepada Bible, Yesus atau Paulus?

(Kisah Para Rasul pasal 5 ayat 31)
“Ia inilah ditinggalkan oleh tangan kanan Allah menjadi Raja dan Juru Selamat akan mengaruniakan tobat kepada Bani Israil dan jalan keampunan dosa”.

Persoalan juga, kesaksian ini adalah diucapkan oleh pihak ketiga, tapi dengan jelas hanya untuk Bani Israel.

Lagi saya akan ambil dari Al-Quran, Surah Maryam ayat 85-98

85]
(Ingatlah) hari Kami himpunkan orang-orang yang bertaqwa untuk mengadap (Allah) Ar-Rahman, dengan berpasuk-pasukan.
[86]
Dan Kami akan menghalau orang-orang yang bersalah ke neraka Jahannam, dalam keadaan dahaga.
[87]
Mereka tidak berhak mendapat dan memberi syafaat, kecuali orang yang telah mengikat perjanjian (dengan iman dan amal yang soleh) di sisi Allah yang melimpah-limpah rahmatNya!.
[88]
Dan mereka yang kafir berkata: “(Allah) Ar-Rahman, mempunyai anak.”
[89]
Demi sesungguhnya, kamu telah melakukan satu perkara yang besar salahnya!
[90]
Langit nyaris-nyaris pecah disebabkan (anggapan mereka) yang demikian, dan bumi pula nyaris-nyaris terbelah, serta gunung-ganang pun nyaris-nyaris runtuh ranap, –
[91]
Kerana mereka mendakwa mengatakan: (Allah) Ar-Rahman mempunyai anak.
[92]
Padahal tiadalah layak bagi (Allah) Ar-Rahman, bahawa Ia mempunyai anak.
[93]
Tidak ada sesiapapun di langit dan di bumi melainkan ia akan datang kepada (Allah) Ar-Rahman, sebagai hamba.
[94]
Demi sesungguhnya! Allah telah mengira mereka (dengan pengetahuanNya) serta menghitung mereka satu persatu.
[95]
Dan mereka masing-masing akan datang mengadapNya pada hari kiamat dengan seorang diri.
[96]
. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal soleh, Allah yang melimpah-limpah rahmatnya akan menanamkan bagi mereka dalam hati orang ramai perasaan kasih sayang.
[97]
Maka sesungguhnya Kami memudahkan turunnya Al-Quran ini dengan bahasamu (wahai Muhammad), ialah supaya engkau memberi khabar gembira dengannya kepada orang-orang yang bertaqwa, dan supaya engkau memberi amaran dengannya kepada kaum yang degil dalam kekufurannya.
[98]
Dan amatlah banyaknya kaum-kaum kafir yang Kami telah binasakan sebelum mereka; engkau tidak menyedari ataupun mendengar suara yang sayup bagi seseorangpun dari orang-orang yang telah dibinasakan itu.

Saudara Malaysian sebenarnya saya sebagai Muslim dengan jujur mengatakan anda Kafir, anda pembelit, andalah di antara Syaitan yang di jelaskan di dalam Al-Quran, tidak boleh dinafikan lagi. Walaupun ini bukan sifat saya untuk mengucapkan kata-kata sebegitu, namun anda sudah membuktikan diri anda sebegitu.

Pelik kerana anda tidak membaca Al-Quran dengan jujur, anda mengambil sebahagian ayat-ayat Al-Quran. Berbeza dengan dunia Islam, termasuk tuan-tuan guru agama, semua mengkaji Bible secara tulus, baik dari sejarahnya dan ketelitian kata perkata dalam Bible.

Buat Malaysian (Kafir) jangan guna nama Islam, kalau anda bukan Islam, dari situ peribadi anda langsung tidak terhormat, tapi saya tdk hairan kalau anda itu masih DIKASIHI DAN MENGASIHI.

Lagi saya tidak terkejut juga anda cuma seorang awam biasa yang bukan ahli dalam pengetahuan kitab.

Mudah-mudahan anda sempat bertaubat Malaysian (KAFIR), pintu taubat itu sentiasa terbentang luas, Allah swt Maha Pengampun Lagi Maha Penyayang, jika anda bertaubat bersungguh-sungguh. Jika anda memilih KAFIR maka teruskanlah dengan cara anda.

Assaalamu’alaikum warahmatullaahi wa barakaatuh.

KETERANGAN-KETERANGAN DAN PETUNJUK-PETUNJUK MENGENAI RABBANA ISA DI DALAM QURAN DAN HADITH

1. ORANG NASRANI SAHABAT DEKAT ORANG MUSLIM
“….wa latajidanna aqrabahum mawaddatal lilladziina aamanuul ladziina qaaluu innaa nashaaraa…”
“….dan sesungguhnya akan engkau dapati orang yang akhrab kasih sayangnya terhadap orang-orang yang beriman, ialah orang-orang yang berkata, “Sesungguhnya kami adalah orang Nasrani….” ( Juz 6 Al-Maidah surat 5 ayat 82).
“Innal ladzina amanu wal ladzina hadu wash shabiuna wan nashara man amana billahi walyaumil akhiri wa `amila shalihan falahawfun `alaihim walahum yahzanun
“Sesungguhnya mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang penyembah bintang, orang-orang Nasrani, siapa saja yang beriman kepada Allah dan kepada hari kemudian serta berbuat saleh, maka tidak akan merasa takut dan merasa sedih. (Juz 6 Al-Maidah surat 5 ayat 69)

2. MUHAMMAD SAW. LEBIH DEKAT DENGAN ISA AS.
“Ana aulan nasi bi ‘isabni maryama fiddunya wal akhirati wal anbiya-u ikhwatul li’allatin ummahatuhum syatta wa dinuhum wa hidun.”
“Saya yang lebih dekat dengan Isa anak Maryam di dunia dan di akhirat, semua nabi-nabi itu bersaudara kerana seketurunan, ibunya berlainan sedangkan agamanya satu.” ( Hadis Shohih Buchori 1501)

3. SESEORANG TTDAK DIPANDANG BERAGAMA BILA TIDAK MENEGAKKAN AJARAN TAURAT DAN INJIL
“Qul ya ahlal kitabi lastum ‘ala syai-in hatta tuqimut taurata wal injila….”
“Katakanlah, ‘Hai ahli kitab, tidaklah kamu berada dalam kebenaran hingga kamu menegakkan (ajaran-ajaran) Taurat dan Injil….” (Juz 6 Al-Maidah surat 5 ayat 68).

4. ISA AS. WAFAT DAN DIANGKAT, DAN PENGIKUT PENGIKUT ISA A.S. MENGATASI ORANG KAFIR HINGGA HARI KIAMAT
“Idzqalallahu ya ‘isa inni mutawafika wa rafi`uka ilayya wa muthahiruka minal ladzina kafaru wa ja`ilul ladzinat taba`uka fauqal ladzina kafaru ila yaumil qiyamah…”
“Ingatlah tatkala Allah berfirman: ‘Hai Isa, sesungguhnya Aku akan mewafatkanmu, dan mengangkatmu kepada-Ku dan akan mensucikan engkau dari orang-orang kafir dan menjadikan orang-orang yang mengikutimu di atas mereka yang kafir hingga hari kiamat…” (Juz 3 Ali-Imran surat 3 ayat 55)

5. KAFIR KALAU MENOLAK ISA AS.
“Wa bi kufrihim wa qaulihim `ala maryama buhtanan `azhima”
“Dan kerana kekafiran mereka (terhadap Isa) dan tuduhan mereka terhadap Maryam dengan kedustaan besar (zina)” (Juz 5 An-Nisa surat 4 ayat 156)

6. ISA AS. SUCI TAK BERDOSA
“Qala inma ana rasulu rabbika li ahaba laka ghulaman zakia”
“(Jibril) berkata, “Aku hanyalah utusan Tuhanmu untuk memberikan kepadamu seorang anak laki-laki yang suci.” (Juz 16 Maryam surat 19 ayat 19).

7. ISA AS. TAK DISENTUH SETAN
“… Yaqulu ma mim bani adama mauludun ila yamassuhusy syaithanu hina yuladu fayastahilu sharikhom mim massisy syaithani ghaira mayama wabniha”
“Setiap anak Adam yang baru lahir, disentuh oleh setan ketika lahirnya itu, lalu ia memekik menangis kerananya, kecuali Maryam dan anaknya.” (Hadis Shahih Buchori 1493)

8. HANYA ALLAH SWT. PENCIPTA MAKHLUK HIDUP
“… innal ladzina tad`una min dunillahi lay yakhluqu dzubabaw wa lawijtama`u lahu….”
“….Sesungguhnya yang kamu seru selain Allah, mereka tidak sekali dapat membuat lalat walaupun mereka berhimpun untuk itu….” (Juz 17 Al-Hajj surat 22 ayat 73).

9. ISA AS. TELAH MENCIPTA MAKHLUK HIDUP
“Inni akhluqu lakum minath thini kahai-atith thairi fa anfukhufihi fayakunu thaira”
“Sesungguhnya aku datang kepadamu dengan membawa suatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu bahwa aku membuat untukmu dari tanah berbentuk burung, lalu aku meniupnya, maka ia menjadi burung.” (Juz 3 Ali-Imran surat 3 ayat 49).

10. HANYA ALLAH SWT. YANG MENGETAHUI HARI KIAMAT
“Innallaha `indahu `ilmus sa`ati…”
“Sesungguhnya HANYA disisi Allah ilmu tentang hari kiamat….” (Juz 21 Lukman surat 31 ayat 34).

11. ISA AS. JUGA MENGETAHUI HARI KIAMAT DAN ISA AS. ADALAH JALAN YANG LURUS
“Ihdinash shirathal mustaqim”
“Tuhan tunjukkanlah kami jalan yang lurus” (Juz 1 Al-Fatihah surat 1 ayat 6).
“Wa innahu la`ilmul lis sa`ati fa la tamtaruna biha wat tabi`uni hadza shiratum mustaqim”
“Dan sesungguhnya Isa itu benar benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat, kerana itu janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu dan ikutlah Aku inilah jalan yang lurus.” (Juz 25 Az-Zhukhruf surat 43 ayat 61).

12. ISA AS. ROH ALLAH SWT. DAN BERKUASA ATAS ALAM SEMESTA
“Wal lati ahsanat farjaha fanafakhna fiha mir ruhina waja`alnaha wabnaha ayatal lil`alamin.”
“Dan anak dara itu yang telah memelihara kehormatan dirinya, lalu Kami tiupkan pada dirinya roh Kami, untuk Kami jadikan dia dan anaknya sebagai bukti (kekuasaan Allah) bagi semesta alam.” (Juz Al-Anbiya surat 21 ayat 91)

13. ISA AS. ITU UTUSAN ALLAH SWT. DAN FIRMANNYA
“Inamal Masihu `isabnu Maryama rasullullahi wa kalimatuhu”
“Sesungguhnya Isa Almasih putra Maryam itu utusan Allah dan firman-Nya (kalimah).” (Juz 6 An-Nisa surat 4 ayat 171)
“Innal ladzina yakfuruna billahhi wa rasulihi wa yuriduna ayyufarrifu bainallah wa rasulihi wa yakuluna nu`minu biba’diw wa nakfuru biba’di…..”
“Sesungguhnya orang-orang kafir terhadap Allah dan para Rasul-Nya dan mereka yang membezakan antara Tuhan dan para Rasul-Nya dan mengatakan, ‘ Kami percaya kepada sebagian para Rasul (utusan), sedangkan kepada yang lain kami tidak percaya….” (Juz 6 An-Nisa surat 4 ayat 150)

14. ISA AS. ADALAH ROH ALLAH SWT. DAN FIRMANNYA
“lisafa innahu ruhullah wa kalimatuh”
“Isa itu sesungguhnya roh Allah dan firman Allah” (H. Annas Ibnu Malik hal 72)

15. ISA AS. ADALAH ROH ALLAH SWT. YANG MENJELMA MENJADI MANUSIAYANG SEMPURNA
“fat takhadzat min dunihim hijaban fa arsalna ilaiha ruhana fa tamatstsala laha basyaran sawiya”
“Maka dia mengadakan pembatas dari keluarganya, lalu Kami mengutus Roh Kami kepadanya, lalu dia menyerupakan dirinya di hadapannya sebagai manusia sempurna.” (Juz 16 Maryam surat 19 ayat 17)
“Wassalamu `alaiya yau ma ulidtu wa yauma amutu wa yauma ub`ashu haiya.”
“Selamat sejahtera bagiku pada hari aku dilahirkan, pada hari aku diwafatkan dan pada hari aku di bangkitkan hidup kembali.”

16. ISA AS. TERKEMUKA DI DUNIA DAN DI AKHIRAT
“…. Ismuhul masihul isabnu maryama wajihan fid dunya wal akhirat….”
“…. Namanya Almasih Isa putra Maryam yang terkemuka di dunia dan di akhirat…” (Juz 3 Ali-Imran surat 3 ayat 45)

17. ALLAH SWT. HAKIM YANG ADIL
“Maliki yaumid din”
“Yang menguasai hari pembalasan” (Juz 1 Al-Fatihah surat 1 ayat 4)
“A laisallahu bi ahkamil hakimin”
“Bukankan Allah seadil adilnya HAKIM ?” (Juz 30 At-Tin surat 95 ayat 8)

18. ISA AS. HAKIM YANG ADIL
“Wa im min ahlil kitabi illa layu’ minan nabihi qabla mautihi, wa yaumal kiyamati yakunu `alaihim syahida.”
“Dan adalah di antara ahli kitab, beriman kepada Isa sebelum matinya; dan pada hari kiamat, Ia menjadi HAKIM.” (Juz 6 An-Nisa surat 4 ayat 159)
“Wal ladzil nafsi biyadihi layusyikanna ay yanzila fikumubnu maryama hakaman muqsithan….”
“Dan demi Allah yang jiwaku di tangan-Nya, sesungguhnya telah dekat masanya Isa anak Maryam akan turun di tengah tengah kamu. Dia akan menjadi HAKIM yang adil….” (Hadis Shahih Muslim 127)

Setiap orang yang dilahirkan ke dunia yang fana ini pasti akan dihakimi oleh Isa Almasih as.

Wassalamu`alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Di dunia ini, terdapat pelbagai macam corak agama. Dan dapatlah dikatakan bahwa sejak dahulu kala, dari segala zaman, semua bangsa yang ada didunia ini, mempercayai akan adanya sesuatu zat ghaib, yaitu Pribadi yang mutlak berkuasa atas alam semesta ini, yang ada dengan sendirinya sejak semula sekali, sebagai penciptanya, yaitu Allah al Khalik.

Tentu saja, masing-masing Agama menyebutkan nama Allah ini dengan sebutan-sebutan yang sesuai dengan bahasanya atau pengertian bahasa Agamanya masing-masing.

Istilah “ALLAH”, tidaklah menjadi monopoli sesuatu golongan atau sesuatu bangsa, dan juga bukan monopoli oleh sesuatu agama. Apakah yang dapat diketahui oleh manusia tentang Allah?

Pada penulisan ini, kita tidaklah lagi merasa perlu mengemukakan bukti-bukti tentang adanya Allah, dipandang dari pelbagai segi. Cukup kita simpulkan saja, bahwa Dia adalah yang tidak berpermulaan dan tidak berkesudahan, atau dengan kata lain, Dia adalah yang kekal adanya. Alkitab mengatakan demikian:”Sebelum gunung-gunung dilahirkan, dan bumi dan dunia diperanakkan, bahkan dari selama-lamanya sampat selama-lamanya Engkaulah Allah.” (Mazmur 90:2)

Penulis-penulis Alkitabpun tidak merasa perlu untuk membuktikan adanya Allah. Alkitab menganggap bahwa Allah itu ada, titik. Pada permulaan Alkitab, Kejadian 1:1, telah diceritakan bahwa:

“Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi”..:

Dalam Kitab Mazmur, Mazmur 14:1 diperingatkan bahwa orang yang beranggapan bahwa Allah itu tidak ada (atheisme) adalah merupakan orang gila.

ALLAH, menurut pandangan Kristen dan Islam, adalah sama sepakat, yaitu :

1. ALLAH, KHALIK LANGIT DAN BUMI (ALLAH SEMESTA ALAM)

Al-Quran: s.An Nisaa 4:126, 131: s.An Nur 24: 42; s.Al Maidah 5:120; dan lain-lain.

Alkitab: Yesaya 43:15, Matius 11:25, Lukas 10:21; Kis.4;24; Wahyu 4:11, dan lain-lain.

Allah, adalah pencipta. Dia adalah Khalik semesta aalam, zat wajibal wajud, ada dengan sendirinya. Yang lain dari Dia, adalah makhluk yang diciptakan olehNya.

Rasul Paulus menjelaskan sebagai berikut: “.. namun bagi kita hanya ada Satu Allah saja, yaitu Bapa, yang daripadanya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup..” (1 Korintus 8: 6a)

“… sebab punyaKu-lah dunia dan segala isinya”. (Mazmur 50:12)

“… sebab Akulah yang empunya seluruh bumi …” (Keluaran 19: 5b)

Allah itu adalah pemilik segala sesuatu. Karena itu, bagi setiap orang Kristen yang baik, dia akan menginsafi akan dirinya, bahwa apapun yang ia peroleh atau miliki dan yang dapat dipergunakannya pada saat sekarang ini, adalah tidak lebih dinilainya daripada hak pakai sementara dari pemiliknya, yaitu Allah itu sendiri.

2. ALLAH ITU ESA ADANYA.

Al-Quran: s.Al.Ikhlas 112:1; s.An Baqarah 2:163; dan lain-lain.

Alkitab : Yesaya 45:5; Yohanes 17:3;5:44; Roma 3:30; 1 Kori.8: 4-6 dan lain-lain.

Kalau kita mau melihat kepada perbandingan-perbandaingan yang jujur dari kedua ajaran Agama, yaitu Islam dan Kristen, nyatalah keduanya bersumberkan kepercayaan Nabi Ibrahim, Bapa yang mewariskan iman kepada Tiga Besar Agama, yaitu Monotheisme atau Tauhid, yaitu berAllah-kan Yang Maha Esa.

Dalam keMahaesa-an Allah ini, jelas dapat dibaca dalam Alkitab dan Al-Quran. Salah satu diantaranya tertulis dalam Al-Quran s.Al Ikhas 112:1 “Qul huwa’llahu ahad” (katakanlah: Allah itu Esa). Begitupun dalam Alkitab dapat kita baca dalam kitab Ulangan 6: 4-5 demikian; “Dengarlah hari Israel! Sesungguhnya Hua Allah kita itu Esa adanya”.

“Akulah Tuhan dan tidak ada lain; kecuali Aku tidak ada Allah”. (Yesaya 45:5) Injil Yohanes 17:3 mengatakan;” Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenai Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenai Isa Al-Masih yang telah Engkau utus.”

Karena itu jelaslah, bahwa tuduhan-tuduhan setengah orang dari golongan Islam yang mengatakan bahwa Agama Kristen tiu, tidaklah berAllah-kan Maha –Esa, tetapi malah berAllah-kan Maha-Tiga, adalah merupakan suatu tuduhan atau prasangka yang keliru.

Mengenai masalah “keMahaesaan Allah” ini, akan diuraikan kembali secara khusus dalam buku ini pada halaman lain, dibwah judul “keMAHAESA-AN ALLAH”.

3. HANYA ALLAH YANG WAJIB DISEMBAH.

Al-Quran: s.Asy Sura 42:10, s.Maryam 19:36; s.An nahl: 16:36

Alkitab: Ulangan 6:13-14, Matius 4:10, Lukas 4:8; Yohanes 4:23 dan lain-lain.

Alkitab menegaskan, bahwa segala penyembah yang benar itu akan menyembah Allah itu dengan Roh dan Kebenaran – Yohanes 4: 23.

Sayidina Isa telah berkata:” …. Engkau harus menyembah yang benar itu, akan menyembah Allah itu dengna Roh dan Kebenaran”. – Yohanes 4:23.

Isa bersabda : ”…. Engkau harus menyembah Tuha, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti”. (Lukas 4:8, Matius 4:10).

Dalam kitab Ulangan 6:13 tersurat demikian: “Engkau harus takut akan Tuhan,Allahmu; kepada Dia haruslah engkau beribadah dan demi namaNya haruslah engkau bersumpah”;.

Yosua 24: 14-15:”beribadahlah hanya kepada Tuhan saja, tidak kepada ilah-ilah lainnya, Ulangan 6:13: Kepada Dia kita harus beribadah.

Seorang Kristen yang baik menurut Alkitab, tidak akan memperilahkan yang lain di hadirat Allah.

Mengenai masalah ini akan diuraikan kembali pada halama lain dibawah judul “Masalah Syirik dalam ajaran Kristen”.

4. ALLAH ITU TIDAK ADA PERSAMAANNYA.

Al-Quran : s.Asy Sura 42:11

Alkitab: Mazmur 86: 8; Yesaya 40: 25-26; 2 Sam 7: 22

Sesuai dengan makna Allah itu Maha Esa, artinya hanya satu-satunya tidak persamaannya dengan yang lain. Dia Maha Esa zat-Nya, tidak ada zat lain yang sama dengan-Nya. Dia Maha Kuasa, tidak ada persamaannya kuasa yang tertinggi lainnya hanya Dia, dan sebagainya. Dalam istilah ajaran Tauhid Islam di katakan Mukhalafat Hu ta’a’I lil hawadith artinya yang berbeda dengan segala apa yang baharu (alam).

Dalam Alkitab dikatakan:”Sebab itu Engkau besar, ya Tuhan Allah, sebab tidak ada yang sama seperti Engkau dan tidak ada Allah selain Engkau….” (2 Samuel 7:22)

5. ALLAH ITU TIDAK NAMPAK DIPANDANG MATA

Al-Quran: s.Al Hadid 57:3

Alkitab: Yohanes 1: 18, 5: 37; 1 Yohanes 4:12; 1 Tom 6: 15-16

Alkitab mengatakan, bahwa “Allah itu Roh adanya” (Yohanes 4:24). Karena Allah tidak berdarah daging. Dia adalah suatu zat ghaib. (a zat – immeteriil) yang tidak terlihat pada pandangan mata inderia manusia.

Dalam Yohanes 1:18 ditegaskan, bahwa: ‘Tidak seorang yang pernah melihat Allah’ tetapi Putera Tunggal Allah, yang ada dipangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya “Makna menyatakan-Nya” disini, adalah tentang “menampakkan tentang adanya Allah yang tidak nampak itu”.

Dalam nats lain dikatakan ”Dia, yang telah menyatakan diriNya dalam rupa manusia “(1 Timotius 3:16).

Wahyu pasal 22 ayat 13 Al Masih berkata “Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir’

Bagi saudara kita yang beragama Islam, kalimat diatas, mungkin dapat dibandingkan dengan nats Al-Quran yang terdapat dalam s. Al Hadid 57:3 yang mengatakan:”Dialah yang Awal dan Yang Akhir, yang Zhahir dan Yang bathin ….”

Makna perkataan “Yang Zhahir, yakni yang nampak”, dalam penafsirannya no. 1453 (Quran dan Terjemahannya dari Dep. Agama R.I.) dikatakan:” Yang Zhahir ialah Yang nyata adanya, karena banyak bukti-buktinya dan “yang bathin” ialah yang tidak dapat digambarkan hikmat dan zat-Nya oleh akal.”

Jadi makna yang dikatakan “menyatakan” menurut Alkitab, adalah semakna dengan “yang zhahir” menurut Al-Quran. Hal ini akan dijelaskan kembali pada uraian lain, dibawah judul “keIlahi-an Isa Al-Masih”.

Rasul Paulus dalam suratnya 1 Timotius 6:16 kembali mengatakan;” ….Seorangpun tidak pernah melihat Dia dna memang manusia tidak dapat melihat Dia. BagiNya-lah hormat dan kuasa yang kekal.

6. ALLAH YANG RAHMANI DAN RAHIMI

Al-Quran : s.Al Fatihah 1:3

Alkitab : 1 Yohanes 4:7-8; Mazmur 145:8

Alkitab mangatakan, bahwa ;”Allah adalah kasih” (1 Yohanes 4:8). Dalam Mazmur 145:8 dikatakan:”Tuhan itu pengasih dan penyayang, panjang sabar dan besar kasih setia-Nya.”

Allah yang Rahmani dan Rahimi menurut ajaran Kristiani, ialah Allah yang memberi, meng-anugerahi, tanpa menuntut sesuatunya dari umatnya yang disantuni tersebut sebagai imbalan.

Ada banyak diantara agama di dunia ini, yang mengjarkan bahwa keselamatan kekal di alam sorgawi itu akan dianugerahkan Allah keapda siapa saja dengan perhitungan dosa manusia itu, akan dinilai satu persatu dalam suatu masa penghukuman keadilan teakhir. Jika seseorang dimasa hidupnya dialam duni ini, lebih banyak berbuat dosa, ia akan dimasukkan kedalam hukuman neraka. Tetapi kalau ia lebih banyak berbua amal, ia akan mendapat kehidupan kekal dalam Sorga.

Kalau kita mendalami makna pengertian bahwa Allah itu adlah “Pengasih dan Penyayang”, bahkan “Maha Pengasih dan Maha Penyayang”, maka balance system demikian ini, malah meniadakan sifat keRahim-an dan keRahma-an Allah itu sendiri. Karena anugerah Sorga itu, hanya akan dapat ditentuakn dengan hasil usaha perbuatan sendiri.

Seorang pekerja buruh mendapat upah, adalah wajar, tetapi tidaklah dapat diartikan bahwa sipemberi upah itu adalah seorang yang Rahim. Jika seseorang memberikan sesuatunya kepada orang lain, baik karena diminta ataupun tidak diminta, dan tidak menuntut sesuatu imbalan, sipemberi itu, dapat dikatakan seorang yang rahim, seorang pengasih. Begitulah Allah yang Rahimi, pasti tidak akan menuntut, tetapi memberi, menganugerahkan.

Tidaklah mungkin manusia, akan dapat menyelamatkan dirinya sendiri dengan amalnya sendiri, tanpa anugerah Allah.

Manusia akan lebih banyak berbuat dosa, daripada berbuat amal saleh. Andaikata perbuatan amal itu yang dapat menentukan keselamatan seseorang, maka pastilah perhatian orang-orang berdosa, tidaklah lagi diarahkan kepada harap Kasih – Anugerah pengampunan Allah.

Rasul Paulus mengatakan:”Sebab karena kasih karunia, kamu diselamatkan oleh iman, itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah itu, bukan hasil pekerjaanmu” “(Efesus 2:8)

Rasul Petrus mengatakan dalam Kis. 2:38 demikian:” Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Isa Al-Masih untik pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus ….”

“…. Orang benar akan hidup oleh Iman”. (Roma 1:17; Habakuk 2:4).

Kalau demikian, apakah kita sudah tidak perlu berbuat amal baik lagi, karena sudah mengaku percaya itu?

Tidak! Bukan demikian maksudnya.

Berbuat amal saleh, adalah memang perbuatan orang beriman. Rasul Paulus dalam 1 Korintus 10:31 mangatakan:”Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanla semuanya itu untuk kemuliaan Allah”.

Dan setiap perbuatanyang baik, mamang mendapat pahala. Tetapi yang menentukan kehidupan kekal itu, yang menentukan keselamatan dialam sorgawi itu, bukanlah sebab amal-amalnya, melainkan semata-mata Anugerah Allah karena iman, karena percaya.

Isa dengan tegas mengatakan:”Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataanKu dan pecaya kepada Dia yan gmengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal, dan tidak turut dihukumkan, sebab ia sudah pindah dari pada maut kedalah hidup”. (Yohanes 5: 24)

Uraian mengenai masalah ini, akan diuraikan kembali secara khusus pada halaman lain dibawah judul “Anugerah Keselamatan”

7. ALLAH YANG KEKAL DAN MAHA KUDUS

Alikitab: Mazmur 90:2

Allah adalah yang kekal, tidak berpermulaan dan tidak berakhir.

Ehyeh asher ehyeh = Akulah yang Ada; aku ini ADA. Dalam ajaran Islam dikatakan sebagai hakikat : ”Zat wajibal wujud”

keMAHAESA-AN ALLAH

Menurut sejarah, Agama Kristen adalah bersumberkan dari Nabi Ibrahim (Abraham).

Nabi Ibarahim mempunyai dua orang anak laki-laki, yaitu:

1. Ismail, dari ibunya yang bernama Hagar (Kejadian 16:15)

2. Ishak, dari ibunya yang bernama Sarah (Kejadian 21:3, Matius 1:2)

Dari Ishak melahirkan bangsa Yahudi. Dan dari bangsa ini lahirlah Nabi-nabi Besar, seperti:Musa, Daud dan Sayidina Isa (Isa Almasih). Dan dari Ismail, melahirkan bangsa Arab dilahirlah diantara bangsa ini Nabi Besar Muhammad, rasul agama Islam.

Tiga agama besar ini, yaitu:

1. Agama Yahudi, dengan Nabi Besar-nya Musa. Kitab-kitabnya adalah Taurat. Termasuklah juga didalamnya Kitab Zaur Nabi Daud, serta Kitab Nabi-nabi lainnya, yang terkumpul menjadi satu dalam Kitab Suci “Perjanjian Lama”.

2. Agama Kristen (Nasrani), yang timbul karena Karya Keselamatan Isa Al-Masih (Isa almasih) dengan Injil , yang berarti Berita Keselamatan atau Berita Kesukaan. Kemudian Berita keselamatan Injil ini tertulis dalam Kitab Suci yang bergelar “Perjanjian Baru”

3. Agama Islam, dengan Nabi Besarnya Muhammad s.a.w. Kitab Sucinya adalah Al Quran”.

Ketiga Agama Besar ini, merupakan “Agama Serumpun”, yang sama-sama berlandaskan “TAUHID” atau “MONOTHEISME”, yaitu suatu agama yang mengakui keEsaan Allah. Artinya, tidaklah ada Ilah atau tuhan yang lain, disamping Allah yang Maha-esa itu.

Memang ada sementara orang yang merupakan penentang Agama Kristen, sering mengatakan bahwa Kristen itu, bukanlah Agama yang berAllah-kan Maha Esa, tetapi malah berAllah-kan Maha Tiga, artinya golongan yang menyembah Tiga Allah.

Sdr. Sidi Gazalba dalam bukunya yang berjudul “Perbandingan Agama Praktis keTuhanan Nasrani-Islam” yang diterbitkan oleh Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia – Jakarta merupakan Serial Media Da’wah no. 13, yang menggambarkan keMaha-Esa-an Allah menurut ajaran Kristen, yang diaturnya dalam bentuk soal jawab. A.Sebagai seorang Kristen, dan B sebagai seorang Islam sebagai berikut:

A- Sifat ketuhanan kami tidak perlu dimengerti oleh akal.

B- Tuhan kami ialah Tuhan Yang Maha-Esa. Sifat Tuhan disebut Ketuhanan. Maka sifat Tuhan kami adalah Ketuhanan Yang Maha Esa. Tuhan tuan ialah Tuhan Yang Maha Tiga. Maka sifatnya ialah Ketuhanan Yang Maha Tiga. Apabila Ketuhanan kita masing-masing dihadapkan kepada Pancasila, terbuktilah bahwa faham Ketuhanan kamilah yang jadi asal moral Pancasila. Sila utama Pancasila ialah Ketuhanan Yang Maha Esa, bukan Ketuhanan Yang Maha Tiga. Dalam perjalanan sejarah Pancasila, fakta-fakta sejarah membuktikan peranan utama dilakukan oleh orang-orang Islam.

C- Ya, tetapi kami menyetujui Sila Ketuhanan Yang Maha esa sekalipun kami berpaham “Ketuhanan Yang Maha tiga”

Demikainlah sekelumit Tanya jawab Islam-Kristen yang dibuat oleh Sdr.Sidi Gazalba, dlam bukunya tersebut pada halaman 20. Sekiranya si A yang digambarkan oleh Sdr. Sidi Gazalba itu, memang benar-benar ia seorang Kristen, pastilah ia seorang Kristen yang konyol. Tetapi untunglah, bahwa si A itu, hanyalah seorang Kristen khayalan yang dikhayalkan oleh Sdr. Sidi Gazalba sendiri. Uraian demikian, adalah merupakan suatu bukti akibat tidak adanya pengertian yang wajar tentang Iman Kristen. Dapat dipastikan bahwa Sdr. Sidi Gazalba, memahami Agama Kristen itu, hanyalah meraba-raba dari hasil dengar-dengaran, kabar angin dan omong kosong saja, bukan hasil penelitiannya sendiri secara yang sunguh-sungguh berilmiah.

Islam dan Kristen, kalau kita meliha kepada perbandingan-perbandingan yang jujur dari kedua ajaran Agama ini, nyatalah keduanya bersumberkan kepercayaan Nabi Ibrahim, bapa yang mewariskan iman kepada Tiga Besar agama, yaitu Yahudi, Kristen dan Islam dengan dasar imanyng sama, yaitu TAUHID atau MONOTHEISME yaitu berAllah-kan Yang Maha Esa.

Dalam hal keMahaesa-an Allah ini jelas dapat dibaca dalam Alkitab dan al-Quran.

Salah satu diantaranya tertulis dalam ‘al-Quran s.Al. Ikhlas 112:1 “Qul huwa’ilahu ahad (Katakanlah – Allah itu Esa).

Begitupun dalam Alkitab dapat kita baca dalam Kitab Ulangan 6:4-5 demikian: “Dengarlah hai Israel! Sesungguhnya Hua Allah kita, Hua itu esa adanya”. Juga dalam Injil Yohanes 17:3 dikatakan: “Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Isa Al-Masih yang telah Engkau utus”.

Karena itu jelaslah, bahwa tuduhan-tuduhan setengah dari mereka yang mengatakan bahwa Agama Kristen itu bukan berAllahkan Maha Esa, tetapi malah berAllahkan Maha-Tiga, adalah merupakan suatu tuduhan yang keliru.

Jika demikian, dimanakah letaknya kekeliruan ini?

Memang masalah ini perlu diterangkan, perlu diuraikan secara terbuka, agar kekeliruan dan kesalah-fahaman ini tidak berpanjangan yang mengakibatkan menyuramkan hubungan kerukunan beragama di tanah air kita Indonesia ini, terutama Islam dan Kristen.

Orang-orang Islam dan Kristen, memang hidup dalam kerukunan dan seharusnya, berkasih-sayang.

Kalau kita mau meneliti dengan seksama isi Al-Quran, akan ternyatalah bahwa orang-orang Islam dan Kristen itu sebenarnya dipupuk agar dapat hidup berkasih-sayang, berko-eksistensi, jauh daripada berprasangka, ataupun rasa musuh satu sama lainnya.

Al-Quran s.Al maidah 5:82 mengatakan demikian: ”Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang musyrik. Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata: ”Sesungguhnya kami ini orang Nasrani”. Yang demikian itu disebabkan karena diantara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, karena sesungguhnya mereka tidak menyombongkan diri.” (Quran 5:82).

Dalam maksud yang sama, Alkitab mengatakan :”Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri”. (Markus 12;31)

Jelaslah, bahwa sesungguhnya umat dan Agama Nasrani (Kristen) itu bukanlah musuhnya umat dan agama Islam.

Tetapi dalam pengalaman sehari-hari, memang sering terajdi, dimana oleh banyak pemimpin-pemimpin Islam menganggap bahwa pengajaran Agama Kristen itu adalah musuhnya ajaran agama islam dalam menegakkan kebenaran tauhid keMahaesaan Allah. Sering terasa dalam membawa pengajaran Agama Islam ini, dipertantangkan dengan Agama Kristen, kadang-kadang terasa sangat tajam.

Sesungguhnya, jika kita masing-masing mau secara jujur dan bersungguh-sungguh meneliti pengajaran Agama islam dan Kristen ini, terutama dalam masalah Tauhid ke Mahaesaan Allah ini, tidaklah ada yang harus dipertantangkan, dan memang tidak ada yang diprasangkakan.

Suatu hal yang sudah umum dan sering terjadi bahwa ajaran-ajaran ke Kristenan itu disanggah oleh orang-orang Islam, bukanlah dengan suatu sanggahan yang bernilai argumentasi, tetapi berisikan luapan emosi dengan pelbagai cemuhan-cemuhan yang cukup menyakitkan hati.

Apakah dalam pengajaran mempertentangkan Agama ini, harus kita layani yang serupa pula? Tidak! Setiap orang Kristen tidak dibenarkan melayani secara permusuhan. Setiap orang Kristen, diharuskan melayani mereka dengan kasih sayang. Kepada mereka hendaklah diberi jawab yang baik dan wajar, sebagaimana digariskan dalam 1 Petrus 3:15-16 :

“Tetapi kuduskanlah al-Masih di dalam hatimu sebagai Tuhan! Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat, dan dengan hati nurani yang murni, supaya mereka, yang memfitnah kamu karena hidupmu yang saleh dalam al-Masih, menjadi malu karena fitnahan mereka itu.”

Rasul Paulus dalam Suratnya, Epesus 6:18-20 mengatakan :

“Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus, juga untuk aku, supaya kepadaku, jika aku membuka mulutku, dikaruniakan perkataan yang benar, agar dengan keberanian aku memberitakan rahasia Injil, yang kulayani sebagai utusan yang dipenjarakan. Berdoalah supaya dengan keberanian aku menyatakannya, sebagaimana seharusnya aku berbicara.”

Kita harus berbuat demikian, karena yakin bahwa apa yang mereka serang, yang mereka cemuhkan mengenai keimanan Kristen itu, hanyalah disebabkan kesalah-fahaman dan prasangka-prasangka yang tidak beralasan.

Isa Al-Masih sendiri telah memberikan amanatnya dengan tegas Ia mengatakan:”…. Kasihilah musuhmu, berbuat baiklah kepada orang yang membenci kamu, mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orng mencaci kamu.” (Lukas 6:27-28). “Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang! (Roma 12: 17).

Jika kita masing-masing pihak menghayati kedua macam amanah Kitab Suci di atas, dapatlah kita pastikan bahwa kerukunan beragama itu, semangkin nampak dan dapat dinikmati denganpenuh kedamaian.

Sumber dari kesalah-fahaman ini adalah disebabkan cara memahami ajaran Agama Islam, langsung sitrapkan untuk memahami ajaran Agama Kristen. Cara demikian, jelas tidak benar, dan tidaklah mungkin akan mendapatkan pengertian yang wajar menurut iman Kristen dan juga ajaran sebenar Alkitab.

Dalam Ilmu Perbandingan Agama, baik untuk antara Islam degan Kristen, maupun dengan agama-agama lainnya, mengharuskan kepada setiap orang berkepentingan terlebih dahulu mengerti beberapa istilah-istilah kata-kata tertentu yan dipergunakan oleh masing-masing agama itu, memahami dengan baik akan perbedaan pengertiannya pada istilah-istilah yang penyebutannya sama, seperti istilah kata “Tuhan Rohulkudus, Rasul Kesaksian”, dan lain-lain, begitupun persamaannya – membandingkan persamaannya – dalam istilah-istilah kata yang penyebutannya berbeda, seperti kata-kata “Sifat, Taufiq, al Hidayat” dibandingkan dengan kata-kata “Pribadi, Penolong (Paracletos) dan lain-lain”, yang dikaitkan dengan keilahian. Cara ini pada umumnya dilupakan orang. Dan disinilah letaknya kesalah-fahaman itu, merupak batu sandungan untuk memahami secara wajr.

Penelitian yang sungguh-sungguh atas Alkitab menimbulkan pengertian yang wajar.

Agama Kristen dengan Alkitab-nya dalah merupakan Agama yang terbuka, dapat diperiksa, dibanding dan diteliti akan kebenarannya.

Alkitab telah diterjemahkan lebih dari 1.600 bahasa Nasional dan Wilayah di seluruh dunia. Masing-masing bangsa dapat memahaminya dengan mudah dalam bahasa ibunda mereka sendiri..

Kita mengetahui bahwa banyak diantara saudara-saudara kita yang beragama Islam, bahkan juga Lembaga-lembaga Perguruan Menengah dan Tinggi, memiliki Alkitab atau Bible ini, dengan maksud sebagai Comparative study (Penelitian membanding) terutama dengan Al-Quran. Ini adalah memang merupakan suatu langkah permulaan yang baik.

Agar hasil penelitian itu berhasil dengan baik dan wajar, syarat utamanya adalah agar memandang Alkitab atau Holy Bible itu, bukan sebagai “musuh”, tetapi terimalah dia sebagai teman yang akan menerangkan sesuatunya dengan benar menurut iman Kristen. Pikiran hendaklah dikosongkan daripada rasa prasangka dan tuduhan-tuduhan yang belum dibuktikan kebenarannya. Berusahalah membacanya untuk mengerti secara wajar, artinya janganlah membaca hanya sekedar untuk mencari-cari ayat yang dapat dijadikan masalah guna dibantah atau diperdebatkan nantinya. Lebih baik lagi, jika masing-masing orang mau berdoa menurut keyakinan agamanya, meminta agar Allah memimpin dalam penelitian itu, supaya dapat mengerti secara wajar apa-apa yang dibaca didalamnya.

Pengalaman menunjukkan, bahwa banyak diantara Pemimpin-pemimpin islam, guru-guru Islam, Para Mubaligh-Mubaligh Islam, yang melancarkan kritik terhadap ajaran agama Kristen terutama dalam bidang keMahaeasa-an Allah ini, sebenarnya mereka sendiri belum pernah memeliti menyelidiki sendiri secara sungguh-sungguh, berfikir mempertimbangkan sendiri hasil penelitiannya dalam arti yang sebenarnya. Tuduhan-tuduhan dan kritik-kritik yang mereka kemukakan, sebagian besar adalah hanya menyadur pendapat orang lain, hanya menjiplak pendapat orang yang terdahulu yang juga hasil jiplakan dari pendapat-pendapat yang terdahulu lagi ….. terdahulu lagi, dan seterusnya tanpa pertimbangan sendiri secara langsung dan meyakinkan.

Mungkin ada pula diantara mereka yang membuka Alkitab, mencari ayat-ayat yang dapt dijadikan dalil penunjang bagi keyakinannya sendiri. Dalam cara demikian ini jelaslah, mereka tidak akan menemukan kebenaran Alkitab dalam makna penyelitian yang wajar dan obyektif.

Selain dari kesalah-fahaman mengenai “kemahaesaan Allah” menurut ajaran Kristen ini, juga bagi mereka perlu diberikan penjelasan-penjelasan tentang makna dan pengertian gelar “Tuhan” bagi Isa Al-Masih, sebutan “Putera Allah”, pengertian “Tritunggal”, tentang makna “Dosa Warisan dan Penebusannya”, tentang hal “Salib dan Kewafatan serta Kebangkitan Isa ”, hal “keaslian dan Kewibawaan Alkitab”, juga prasangka tentang ada tidaknya nubuat kenabian Muhammad dalam Alkitab.

Pada kesempatan ini, akan penulis usahakan agara uraian-uraian mengenai masalah-masalah diatas diuraikan seberapa bisanya, agar kesalah-fahaman itu dapat dihindarkan diganti dengan pengertian yang wajar saja, lepas dari masalah percaya atu tidak percaya.

Meneliti untuk memahami secara wajar, tidaklah berarti menanggalkan keimanan seseorang terhadao agamanya yang diyakininya terdahulu. Mengaku percaya adalah merupakan permasalahannya trsendiri, karena hal itu semua adalah semata-mata Kuasa Rohulkudus.

Disamping penelitian Alkitab, juga perlu sepenelitian atas Al-Quran.

Bagi mereka yang berkeinginan sungguh-sungguh untuk mendapatkan pengertian yang baik sebagai hasil “Penelitian untuk Ilmu Perbandingn Agama”, mengharuskan kepada yang berkepentingan disamping mengadakan penelitian atas kebenaran Alkitab, juga perlu mengadakan penelitian dengan seksama terhadap Al-Quran.

Penelitian atas Al-Quran yang penulis maksudkan disini, bukanlah dalam arti untuk menyimpulkan apakah Quran itu benar-benar wahyu Allah atau bukan. Bukanlah itu yang dimaksudkan.

Penelitian yang penulis maksud, ialah agar setiap ayat atau nats Al-Quran yang dikemukakan sebagai dalil untuk menolah kebenaran ajaran Kristen itu, baik masalah keEsaaan Allah, Pengertian Tritunggal, pengertian keilahian Sayidina Isa , pengertian Putera Allah, yang terdapat dalam al-Quran itu diteliti secara teliti yaitu makna pengertian yang sesungguhnya keapda siapa ayat itu ditujukan, sebab musababnya ayat itu ada menurut sejarah dan konteksnya. Jadi janganlah berhenti hanya menurut terjemahan harfiahnya saja, yang sering memimbulkan kesalah-fahaman.

Hal ini saya buktikan pengalaman-pengalaman yang terjadi pada uraian-uraian berikut ini, kesalah-fahaman yang seharusnya tidak perlu terjadi, jika memang berdasarkan penyelidikan yang teliti.

Sebagai contoh, marilah kita teliti masalah-masalah dibawah ini:

1. Nats Al-Quran s.Al. maidah 5: 73

“Laqad kafaral ladzi qaluu innallooha syalisyun syalasyatin, wamaa min illaahin illa ilahun wahid”, (artinya: Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: “Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga,” padahal sekali kali tidak adan Tuhan selain dari Tuhan Yang Esa).

Terjemahan ini dikutip dari penerbitan Proyek Pengadaan Kita suci Al-Quran Departemen Agama Republik Indonesia, 1975/1976.

Menurut pengalaman, nats Al-Quran diatas sering dikemukakan sebagai dalil menolak keTuhan-an Isa Al-Masih, dan pengertian “Tritunggal”. Sekarang marilah kita coba menelitinya makna pengeritan nats Al-Quran ini secara wjar, apakah memang benar-benar untuk menolak sifat keilahian Isa Al-Masih.

Kata “ILAHIN”, pada ayat diatas diterjemahkan “Tuhan”. Meskipun terjemahan ini tidak salah menurut pandangan ajaran Islam, tetapi kurang wajar dan kurang tepat, kalau hendak dijadikan bahan Ilmu Perbandingan Agama dengan ajaran Kristen. Lebih tepat dan wajar, kalau kata “Ilahin” itu diterjemahkan dengan “Ilah”.

Dengan terjemahan yang wajar ini dapatlah kita membandingkannya dengan Alkitab, apakah ayat ini memang benar-benar ditujukan kepada penganut Kristen (Nasrani) ataukan kepada golongan lain.

Kalau ada yang berpendapat, bahwa memang ayat itu ditujukan kepada golongan Kristen, baiklah kita periksa Kitab Keluaran 20:2-3 yang berbunyi demikian: “Akulah Tuhan, Allahmu …..

Jangan ada padamu allah (ilah) lain dihadapanku” (bacalah juga Ulangan 5:7, Lukas 4:8).

Melihat kepada kenyataan atas perbandingan kedua nats diatas (Al-Quran dan Alkitab), jelaslah bahwa ayat s.Al Maidah 5:73 itutidak ditujukan kepada penganut Kristen, tetapi kepada golonganlain, dalam hal ini menurut sejarahnya adalah kepada kaum yang bertuhankan banyak (Poytheisme) sebagaimana juga halnya Quran s.Al Ikhlas 112:-4 bukan ditujukan kepada golongan Kristen Nasrani).

Kalau ayat ini ada orang yang ingin mengisyaratkan sebagai peringatan bagi penganut Kristen, maka akan sama artinya mereka-orang itu-menuduh bahwa Allah Yang Maha Tahu menurut ajaran Islam itu, malah tidak tahu akan apa-apa yang ada tersurat dalam Alkitab, yang keberadaannya lebih dahulu ada daripada AlQuran itu sendiri. Sebab dalam Alkitab tidak pernah ada anggapan sebagaimana tertulis dalam ayat Quran tersebut. Apakah mungkin terjadi demikina? Hal ini dapat pula dibuktikan dengan kesaksian Al-Quran itu sendiri pada ayat sebelumnya, yaitu Al-Maidah 5:72 sebagai kesaksian Isa Al-Masih dikatakan demikian: “Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putera Maryam:, padahal al Masih (sendiri) berkata: Hai Bani Israel sembahlah Alalh Tuhanku danTuhamnu.”

Kesaksian ayat Al Quran ini sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Isa sendiri dalam Injil Markus 12: 2930 dikatakannya demikian:

“Jawab Isa :” Hukum yang terutama ialah: Dengarlah , hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu Esa, Kasihilah Tuhan, Allahmu dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.”

Dalam Injil Yohanes 20: 17 Isa(as) mengatakan demikian:”….. bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapaku dan Bapamu, kepada Allahku dan Allahmu.” (Yosua 24: 14-15, Ulangan 6:13).

Sekarang jelaslah, bahwa kesaksian Al-Quran itu memang sesuai dengna kebenaran Alkitab, bahwa Isa sendiri tidak pernah mengatakan :”Akulah Allah”, dan Iman Kristen manapun juga tidak pernah mengatakan demikian.

Perkataan: ”Allah didalam Isa Al-Masih” atau “Allah Bapa didalam Isa Al-Masih”, kiranya tidaklah akan salah tafsir. Perkataan ini sesuai dengan nats Alkitab yang antara lain terdapat dalam Yohanes 10: 38 yang berbunyi:” ….. bahwa Bapa didalam Aku dan Aku didalam Bapa “. (Masalah ini akan diuraikan kembali dalam halaman lain dibawah judul: ”Apakah Isa itu Allah ataukah Manusia?”

Kalau demikian, kepada siapa sebenarnya nats Al-Quran s.Al. maidah 5:73 itu ditujukan?

Menurut Al-Quran sendiri yang berallahkan banyak itu, adalah kaum Polytheisma yang disebutkan dalam Quran s.An Najm 53: 19-20 “Maka apakah patut kamu (hai orang musrik) menganggap Al Lata dan Al Uzza, dan Manah yang ketiga, yang paling terkemudian”. Pada Tafsir no. 1432, dikatakan “Al Lata, al Uzza dan Manah adalah nama berhala berhala yang disembah orang Arab-Jahiliyah”.

Jika demikian, dapatlah kita menyimpulkan, bahwa yang dimaksudkan oleh nats A;-Quran s.Al.Maidah 5:73 adalah kaum Polytheisme yaitu orang-orang Arab Jahiliyah, bukan umat Nasrani.

2. Nats Al-Quran s.Al. Maidah 5: 116

“Wa idz qala’llaahu Ya ‘Isa bnu Maryam, a anta quita linnasit takhidzu ni wa ummiya ilaahaini min duni’llahi …” (dan ingatlah) ketika Allah berfirman “Hai Isa putera Maryam , adakah kamu mengatakan kepada manusia : ”Jadikanlah aku dan ibuku dua tuhan (sembahan) selain Allah?”

Penjelasan penulis mengenai ayat ini, hampir sama saja dengan nats Al-Quran s.al. Maidah 5:73. Kata “Ilahaini”, tidak tepat terjemahan “dua Tuhan”, tetapi lebih wajar kalu diterjemahkan “dua ilah, atau dua sembahan”.

Dengan terjemahan yang wajar dapat kita kembali membandingkannya dengan Alkitab, yaitu Keluaran 20:2-3, Ulangan 5:7 serta Lukas 4:8

Sebagaimana halnya nats Quran Al Maidah 5: 73 demikianlah juga Al Maidah 5: 116 tidaklah kena mengena untuk diisyaratkan kepada ajaran Kristen.

3. Nats Al-Quran s.Al. Kahfi 10

“Afachasiba’lladzina kafaru ayat takhidzu ‘ibadi min duni auliyaa’.

‘Maka apakah orang-orang kafir menyangka bahwa mereka (dapat) mengambil hamba-hambaKu menjadi penolong selain Aku?’ Mahmud Yunus menterjemahkan: …. ‘Mengangkat hamba-hambaKu menjadi Tuhan, selain daripada KU?’

Terjemahan yang serupa Mahmud Yunus, terdapat juga pada golongan Ahmadiyah.

Nats ini pada umumnya hendak dijadikan dalil menafikan keilahian Isa .

Dalam Al-Quran ada 3 golongan yang dituduh menjadikan hamba-hamba Allah, menjadi Tuhan, yaitu:

1. Kaum Polytheisme, lihat Quran s.an Najm 53: 1930 tentang al-Lata, al-Uzza dan Manah.

2. Kaum Yahudi; Lihat Quran s.Al Baqarah 9:51 hal anak lembu yang disembah.

3. Kaum Nasrani, seperti tersebut dalam q.s.Al Maidah 5: 116 (ulasan atas nats ini lihat nomor 2 diatas)

Mengenai ayat 102 al Kahfi inipun, jelaslah pula tidak kena mengena dengan ajaran Kristen. Karena ayat ini mengatakan “wa’ibadi min duni auliyaa” (dan menjadikan Tuhan lain dari padaku). Kata “Tuhan …” di dalam ayat ini ditujukan kepada kafir musyrik yang memberhalakan sesuatunya, bukan kepada golongan Nasrani.

Gelar “Tuhan” bagi Isa Al-Masih, adalah dalam bahasa Arab disebut “Rabb”. Misalnya terdapat dalam Kitab Suci Injil, Roma 10:9 dalam bahasa Arab dikatakan:

“Liannaka in a’tarafta bimamika bir Rabbi Yasu’a wa aamanta biqalbika inna’laha aqamahu minal amwati khalashta”.

Uraian khusus mengenai gelar “Tuhan” bagi Isa ini, dapat diperiksa pada halaman lain dibawah judul “keilahian Isa ”, pada sub judulnya :” Ke Tuhanan Isa Al-Masih”.

4. Nats Al-Quran s.Al Kahfi 18:4

“Wa yundzira qalut takhidza’ilahu waladan”, Dan untuk memperingatkan kepada orang yang berkata: “Allah mengmbil seorang anak”.

Nasts lain yang senada adalah Quran s.Al Ikhlas 112:3 “Lam yalid wa lam yulad” (Tidak ia beranak dan tiada pula diperanakkan).

Kedua macam nats Al-Quranini selalu dijadikan daliluntu menolak ajaran Kristen yang menyebutkan Yeus itu “Anak Allah”.

Sebelum saya membahas mengenai dalil tersebut, baiklah juga kita mengenal bahwa ada 3 golongan dalam Al-Quran yang dituduh mengatakan bahwa “Allah mempunyai Anak”, yaitu:

(1) Kaum poytheisme, yang dikenal dengan Quran s.Al. Ikhlas dan Quran s.al.Jin 72:3 “… Dia tidak beristeri dan tidak beranak.

(2) Kaum Yahudi , yang disebutkan dalam Quran s.At Taubah 9:30 “Orang Yahudi berkata: .. ”Uzair itu Putra Allah …)

(3) Kaum Nasrani, yang disebutkan dalam Quran at Taubah 9:30b “…. Dan orang Nasrani berkata ..“Al Masih itu Putra Allah”.

Meskipun dalam ajaran Kristen itu memang dikatakan “Isa Anak Allah”, tetapi tidaklah “Anak”atau Putera dalam pengertian “walad” seperti yang disebutkan dalam Al-Quran itu melainkan “ibn” Isa disebut “Anak Allah”, bukanlah dalam pengertian “Anak” secara biologis/jasmaniah.

Penyebutan :Isa Anak Allah”, dalam bahasa arab dikatakan “Yasu’a ibn’allah’ dan bukan Yasu’a walada’llah.

Jadi mengenai Quran s.Al Kahfi 18:4, dan Quran s.Al. Ikhlas 112:3, tidak tepat untuk diisyaratkan kepada ajaran Kristen, karena:

a. Isa dalam ajaran Kristen, tidak dikatakan”Anak Allah” dalam pengertian “walad”, sebagaimana disebutkan dalam Quran s.Al Kahfi 18:4 itu “Allahu walad”

“Anak Allah”, dalam ajaran Kristenadalah dalam pengertian “Ibnu Allah”. Dalam Alkitabul Muqaddas dikatakan:”…. Aidhan alqudusul mauludi minki yud’a abna’ilahi” (Lukas 1:35)

b. Ayat ini, sebagaimana juga halnya Quran s.Al Ikhlas dan s.Al Jin, menurut sejarahnya, tidaklah ditujukan kepada umat Kristen, tetapi ditujukan kaum polytheisme, yang pada waktu itu Nabi Muhammad sedang berjuang menentang kaum polytheisme, yaitu faham atau agama berdewakan dan berilahkan banyak yang memang sudah lama berurat-berakar dalam suku-suku bangsa Arab Jahiliyah. Dalam Polytheisme mereka beranggapan adanya perjodohan (perkawinan) diantara Dewa-dewa dan Dewi-dewi, perhubungan kelamin serta beranak-pinak, serta pemujaan terhadap anak-anak mereka (lihat Quran s.al Jin 72:3)

c. Kecuali dari itu, Quran s.At Taubat 9: 30b memang ditujukan kepada golongan-golongan penganut agama Kristen.

5. Nats Al-Quran s.Al Baqarah 2:75

“Afatathma’una an yu’minu lakum wa qad kana fariqun miinhum yasma’una kalama’l lahi, syumayuchrifu nahu min ba’dimaa ‘aqaluhu wa hum ya’lamun”

– apakah kamu masih mengharapkan mereka akan percaya kepadamu, padahal segolongan dari mereka mendengar firman Allah, lalu mereka mengubahnya setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui.

Nats Al-Quran s.Al Maidah 5:13

“(tetapi) karena mereka melanggar janjinya, Kami kutuki mereka, dan Kami jadikan hati mereka keas membatu. Mereka suka merobah perkataan (Allah) dari tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya, dan kamu (Muhammad) senantiasa akan melihat kekhianatan dari mereka, kecuali sedikit diantara mereka (yang tidak bekhianat).

Nats al-Quran s.Al Baqarah 2: 106

“Apa saja ayat yang Kami naskhkan (hapuskan) atau Kami jadikan (manusia) lupa kepadanya, Kami datangkan yang lebih baik daripadanya atau yang sebanding dengannya….”

Tiga macam nats Al-Quran diatas, pada umumnya dikemukakan oleh pihak pemimpin-pemimpin Islam, untuk menjadi dalil:

a. Alkitab yang sekarang sudah tidak asli lagi, sudah banyak dirobah oleh tangan jahil.

b. Alkitab sudah dinyatakan oleh Al-Quran, sebagai kitab yang dihapuskan (mansokh).

Masih ada nats-nats lain, tetapi keadaannya hampir senada saja. Sebab itu kita cukupkan saja dengan tiga macam nats diatas untuk kita bahas, apakah nats yang mereka kemukakan itu sudah cukup menjadi dalil yang meyakinka bahwa Alkitab yang ada sekarang ini, benar-enar sudah dirusak kebenarannya.

(1) Kedua-dua Tafsir dan Quran terbitan Dept. Agama R.I, mengenai nats Al-Quran s.Al. Baqarah 75 mengatakan:”Yang dimaksud ialah nenek moyang mereka, diantaranya sifat-sifat Nabi Muhammad s.a.w. yang tersebut didalam Tauratitu: (Tafsir no.65)

Dalam ayat Al Baqarah 75 jelas hanya dikatakan “minhum “ (mereka) . Mereka yang dimaksudkan disini adalah orang yang buta huruf (tidak mengerti alkitab) dan mereka itu adalah suka mendogeng bohong (lihat ayat 78). Maka dari kata “minhum” ini saja sudah tidak mungkin diartikan “ahli kitab”

Diktaakan juga, bahwa mereka itu telah “mendengar/yasma’u”, firman/kalam Allah, lalu merobahnya. Disini jelas juga, bahwa Quran tidak mengatakan mereka telah membaca/qiraaht” lalu merobahnya.

Maka ayat ini dapat diartikan bahwa “mereka mendengan lalu merobahnya: adalah mengenai interpretasi mereka (tahrifi mabawi), bukanlah mengenai isi atau teks naskah Alkitab itu (tahrifi lafzi).

Sebab itu penfsiran Quran Dept.Agama menunjukkan perubahan teks naskah, adalah tidak tepat. Karena Quran itu sendiri tidak mengatakan “minhum”itu adalah pembual (ummi) danpembohong, dan tidak mengerti tentang Alkitab.

(2) Perkataan “mereka” dalam Nats Quran s.Al. maidah 5:13, biasanya mereka tambah dalam tanda kurung (Ahli Kitab) atau (Yahudi/Nasrani). Tetapi dua buku Tafsir Quran, baik Prof. Mahmud Yunus maupun Dep. Agama R.I tidak memberikan komentar.

Nats ini sendiri sebenarnya tidaklah ditujukkan kepada golongan penganut Yahudi maupun Nasrani, tetapi malah ditujukan kepada umat Islam itu sendiri.

Ini dapat kita perhatikan dengan membacanya mulai pada ayat 6 yang jelas ditujukan kepada orang-orang Islam, dengan callingnya:”Ya aiyuhal ladzina amanu” (Hai orang-orang beriman), maksudnya adalah orang-orang Muslim. Quran mengajarkan cara berwudhu, darihal junub, darihal tayamum.

Pada ayat 7, supaya ingat akan nikmat Allah

Pada ayat 8, kembali ditujukan kepada orang-orang Islam agar menjadi saksi dengan adil, bertaqwa, takut keapda Allah.

Pada ayat 9, Allah menjanjikan ampunan dan pahala yang besar bagi mereka (orang Muslim)

Pada ayat 10, diperingatkan bahwa bagi mereka yang tidak percaya akan menjadi isi neraka.

Pada ayat 11, kembali ditujukan kepada orang-orang islam untuk supaya mengingat nikmat Allah.

Pada ayat 12, Allah menceritakan kepada orang-orang Islam , (ayat 11 diatas) akan peristiwa janji-janji anak-anak Israel sebanyak 12 orang yang berjanji mengaku percaya akan Islam, dan dijanjikan kepada mereka sorga, jika mengerjakan sembahyang, membayar zakat, percaya akan rasul-rasul Allah, dan lain-lain.

Pada ayat 13, dikatakan bahwa karena mereka (anak-anak Israel yang sudah mengaku percaya ini) melanggar janji, berani mrobah Firman Allah (dalam hal ini adalah ayat-ayat Quran tentunya), yang dianggap juga ingkar akan janji Taurat (tentu yang dimaksudkan disini adalah hal keRasulan Muhammad), mereka (anak-anakIsrel yang sudah mengaku percaya akan Islam itu) dikutuki Allah.

Dengan penelitian atas nats Al-Quran s.Al Maidah 5:13, nyatalah merupakan suatu kekeliruan, jika nats ini hendak di isyaratkan sebagai dalil untuk menolak kebenaran Alkitab, karena yang dikatakan Firman Allah yang dirobah dalam pengertian ayat ini, justru adalah ayat Quran itu sendiri.

(3) Perkataan “ayat” yang dimansohkkan (dihapuskan) dalam nats Al Baqarah 2: 106 ini, juga pada umumnya hendak diartikan”Alkitab/Bijbel”, sebagaimana ditulis oleh Majalah “Suara Muhammadiyah” Jogyakarta (Penerbitan Oltober 1976, No.20)

Penafsiran Mahmud Yunus dalam buku Tafsirnya mengenai ayat ini, antara lain mengatakan:”Apa-apa ayat (Quran) yang Kami ubah (nasikhkan) atau kami lupakan, maka Kami datangkan yang terlebih baik daripadanya atau seumpamanya ….” Yakni diantara ayat-ayat Quran itu ada yang mansokh (diubah) hukumnya, bacaannya atau keduanya dan diganti denganyang lebih baik dari padanya atau seumpamanya. Menurut pendapat mereka itu, bahwa setengah ayat Quran ada yang mansokh. Tetapi ada juga yang mengartikan mansokh disini adalah mengenai masalah mukjizat, demikian tulis Tafsir Mahmud Yunus. Sementara itu no kaki dari terjemahan Quran penerbitan Departemen Agama R.I. (not kaki no 81) mengatakan, bahwa : “Para mufassirin berlainan pendapat tentang arti “ayat”, ada yang mengartikan ayat Al-Quran , dan ada yang mengartikanmukjizat”.

Yang jelas, bahwa dalam kedua tafsir Quran tersebut (Mahmud Yunus dan Departemen Agama R.I.) tidak ada yang mengatakan bahwa “ayat” itu adalah berarti “Alkitab/Bijbel”)

Sepanjang penelitian penulis, bahwa tidak ada satu ayatpun dari Al-Quranyang menyatakan bahwa Alkitab yang usda waktu keNabi-an Muhammad itu, telah dirobah teks naskahnya, ataupun telah dipalsukan keadaanya.

Begipun alkitab yang ada sekarang, tigak berubah makna isinya sejak semula, hingga sampai saat ini.

At Tajdid fil Islam, halaman 30 mengatakan bahwa sedikitny 5 mungkin sampai 500 ayat dalam Al-Quran yang ayat-ayatnya telah mansokh, antara lain ditunjukan ayat Al-Baqarah 2: 180 terhadap s.An Nisa4: 11,12 s.Al Ahzab 33: 52 terhadap ayat 50. Ayat s.Al Mujadilah 58: 12 terhadap ayat 13 dan lain-lain. Banyak Nats Alkitab, yang menunjukkan bahwa ajaran Kristen itu adalah menganut faham Monotheisme atau Tauhid yang murni.

Nats-nats alkitab yang sufah dikemukakan diatas, cukup meyakinkan untuk menolak tuduhan sebagaian dari orang-orang Islam, yang mengatakan bahwa ajaran agama Kristen itu adalah berAllah-kan Tiga, dengan mendasarkan pada dalil nats Al-Quran s.Almaidah 5: 73, dan lain-lain

Bukan nats Al-Qurannya yang salah, tetapi meletakkan kearah mana dalil itu ditunjukkan sering salah arah, slah pemakaiannya oleh orang-orang Islam yang ingin membahas ajaran Agama Kristen, dalam segi keMahaesaan Allah ini.

Nats-nats Alkitab yang berikut ini lebih meyakinkah lagi akankebenaranTauhid ajaran Kirsten itu, antara lain adalah:

Ulangan 6: 4-5: “Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan itu Allah kita, Tuhan itu Esa. Kasihlah Tuahan, Allahmu dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamua dan dengan segenap kekuatanmu”.

Matius 4:10: “Maka berkatalah Isa kepadanya:”Enyahlah, iblis! Sudah ada tertulis:”Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!”

(bacalah juga Lukas 4:8)

Ulangan 6:13 “Engkau harus takut akan Tuhan, Allahmu. Kepada Dia haruslah engkau beribadah dan demi nama-Nya haruslah engkau bersumpah”

Yohanes 17:3 “Inilah Hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang Benar.

1 Korintus 8:4 “… tidak ada Allah lain dari pada Allah yang Esa”

1 Korintus 8: 6 “…. Namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapak yang dari-padaNya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup……”

Baiklah juga pada kesempatan ini, dikemukan pula pendapat seorang Theolog Kristen, Dr.J. Verkuyl, dalam bukunya “Interpretasi Iman Kristen” halaman 52 mengatakan:”Orang Kristen mengakui percaya dengan seluruh hatinya dan tanpa bimbang bahwa Allah adalah Maha-Esa. Agama Kristen menyangkal setiap bentuk polytheisme. Sama seperti agama Islam. Oleh karena itu maka Agama Kristen juga menentang tiap bentuk Tritheisme (keTiga Ilah-an). Orang Kristen menghargai benar bahwa Agama Islam itu menentang atheisme, pantheisme, polytheisme. Juga Gereja-gereja Kristen bersikap demikian. Mereka mengucapkan amin-nya yang sedalam-dalamnya atas perkataan dari Ulangan 6:4 yang disebut – shema “Israel: Dengarlah olehmu hai Israel sesungguhnya Tuhan.Appah kita Tuhan itu Esa adanya.

Tidak ada kemungkinan barang sekelumitnya bahwa pengakuan Trinitas itu berlawanan dengan keEsa-an Allah.

Pengakuan Kristen tentang keTritunggalan itu, bukan suatu serangan terhadap pengakuan keEsa-an, melainkan suatu ekspresi dari keEsa-an itu dan secara dalam sekali ia membuat keEsa-an itu menjadi terungkap dengan amat jelasnya”, demikian antara lain tulis Dr.J. Verkuyl.

Masalah Syirik dalam ajaran Kristen

Tentang Iman Tauhid Kristiani ini, tidaklah perlu diragukan. Nats-nats Alkitab cukup membuktikan.

Dalam perkembangan iman ini, memang terdapatlah beberapa lah lain yang mewarnai iman itu sendiri, yang sering menimbulkan kekacauan pikiran, yang sebenarnya tidaklah perlu ada atau terjadi, jika masing-masing fikah mau berfikir secara jujur dan wajar.

Kalau kita membicarakan hal “keEsa-an Allah”, atau pengertian “Tauhid” ini, orang akanmelihat pula kearah lain yang berlawanan dengan Tauhid itu, ialah masalah “Syirik”.

Memahami pengertian Syirik ini, adalah merupakan hal yang perlu juga. Karena ia dapat menjadi ukuran pula untuk menentukan apakah seseorang itu atau dolonganitu, memang benar-benar murni memegang keyakinan Tauhid, meng-Esa-kan Allah, ataukah hanya hiasan bibir saja, hanya bicaranya saja.

Orang yang syirik, yaitu meng-Ilahkan orang atau sesuatu barang yang berbentuk apa dan bagaiman disamping Allah, tidaklah mungkin ia itu juga pemegang kebenaran Tauhid ini secara murni. Dengan lain perkataan, bahwa orang yang berpegang kepada ajaran Tauhid pastila ia tidak akan meng-Ilah-kan seseorang atau sesuatu benda atau bangunan apa dan bagaimanapun juga megah dan keramatnya disamping Allh. Karena meng-Ilah-kan sesuatunya disamping Allah, mungkin karena megahnya, mungkin karena keramatnya, mungkin karena sudah menjadi kebiasaan turun-temurun, hingga benda-benda itu telah berfungsi sebagai “berhala” yang diberhalakan.

Bahwa adalah termasuk dosa yang terberat menurut Alkitab, adalah syirik dalam pengertian mensyarikat llah dengan Ilah lain dihadirat-Nya.

Dr.G.C.van Niftrik – B.J. Boland, dalam bukunya “Dogmatika Masakini”, halaman 420 antara lain mengatakan:

“….. adalah Isa Al-Masih menjadi suatu Tuhan yang kedua disamping atau dibawah Allah? Mustahil. Tak mungkin anggapandemikian telah timbul dalam pikiran para rasul dan saksi-saksi Isa ! Slaku seorang Yahudi, tak dapat tiada”pengakuan iman umat Israel”, sungguh telah meresap kedalam hati mereka: “Dengarlah, hal Israel! TUHAN itu ALLAH kita, Tuhan itu Esa adanya”. (Ulangan 6:4). Selain dari “pengakuan iman” itu , tentu mereka hendak berpegang teguh pada Sepuluh Firman, dan justru perintah yang pertama menyatakan bahwa dosa terberat ialah apa yang disebut syirik ataupun “mensyirik-kan (mensyarikatkan) Allah”, artinya mempertuan suatu ilah disamping Allah. (Kel.20: 2-3)”

Demikian telah ditulis Dr. G.C. van Niftrik – BJ Boland.

Banyak hal, yang dapat mendatangkan syirik itu, antara lain adalah sesuatu benda yang diberhalan, dikeramatkan, percaya akan kekuatan ghaib atasnya adalah merupakan unzur berhala, jika seseorang menghadapkna mukanya kepada sesuatu benda yang tertentu, dan terhadapnya kita bersujud, dengan cara bagaimana saja menurut tata cara yang sudah ditentukan itu, sedang dia sendiri termasuk penyembah berhala, diakui maupun tidak diakuinya demikian.

Sebab itu Alkitab memperingatkan dalam 1 Yohanes 5:21 akan bahaya berhala ini demikian:”Anak-anakku, waspadalah terhadap segala berhala”.

Makna berhala, bukanlah setiap patung ukiranitu berhala. Bukanlah pula setiap bangunan bersejarah, seperti Tugu-tugu itu atau Manument-monument itu, berhala.

Juga bukanlah setiap rumah-rumah kebaktian, yaitu tempat orang-orang berkumpul untuk melakukan kebaktian, serti Gereja, Mesjid, Klenteng dan lain-lain itu berhala. Difinisi “berhala”, ialah jika terhadap sesuatu barang, baik berupa patung ukiran berupa makhluk apapun, atau bangunan-bangunan yang terbuat dari apa saja dengan julukan ka’bah atau Bait Allah sekalipun, terhadap benda mana orang wajib melakukan sesuatu tatacara yang tertentu, seperti menghadapkan muka, serta bersembah sujud dibawahnya dengan merapatkan kedua tangannya ataupun berjongkok dan lain-lain, tata cara. Barang atau benda-benda itu telah menjadi “berhala” ia telah diberhalakan, diakui ataupun tidak diakui dengan pelbagai dalih apapun, namun ia adalah tetap berupakan berhala yang diberhalakan.

Perbuatan yang semacam ini adalah syirik. Dalam ajaran Kristen terlarang, bahkan merupakan dosa yang terberat hukumannya.

Alkitab dengan tegas juga sudah memperingatkan sebagai berikut:

“Jangan ada padamu tuhan/sembahan (ilah) lain dihadapanKu. Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun …. Jangan sujud menyembahkepadanya atau beribadah kepadanya …. “ (Keluaran 20:3-5). “Tak seorangpun dapat menabdi kepada dua tuan. Karena jia demikian, ia akan membenci yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon”. (Matius 6:24)

Termasuk syirik-lah hukumnya, yang mempercayai adanya ilmu-ilmu ghaib, dukun-dukun, peramal nasib, penenung-penenung, dengan pelbagai macam mantra dengan alat-alat kemenyan dan pedupaan sebagai sarana pemanggil atau pengantar roh-roh orang mati. Alkitab dengan tegas sekali memperingatkan, agar kita menjauhkan diri dari ilmu pendukunan ini, seperti yang tersurat dalam Kitab Ulangan 18:10-13 yang berbunyi demikian:”Di-antaramu jangalah didapati seorangpun yang mempersembahkan anaknya laki-laki, anaknya perempuan sebagai korban dalam api, ataupun seorang yang menjadi petenung, seorang peramal, seorang penelaah, seorang penyihir, seorang pamatera, ataupun seorang yang bertanya kepada arwah atau kepada roh peramal atau meminta petunjuk kepada orang-orang mati. Sebab setiap orang yang melakukan hal-hal ini adalah kekejian bagi Tuhan, dan oleh karena kekejian-kekejian inilah Tuhan, Allahmu menghalau mereka dari hadapanmu. Haruslah engkau hidup dengan tidak bercela dihadapan Tuhan, Allahmu”

Mengenai masalah syirik ini dapatlah disimpulkan, bahwa:

1. Agama Kristen, mutlak mengakui bahwa Allah itu Esa adanya. Agamanya Kristen menurut pengalaman dan penilaian penulis, adalah pemegang TAUHID atau MONOTHEISME yang terunggul dan murni.

Orang-orang Kristen berAllah-kan Yang Maha-Esa, tunggal. Hanya kepada Allah yang Esa itulah saja setiap orang wajib menyembah dan berbakti, tempat meminta perlindungan dan keselamatan. Berbuat lain daripada itu adalah merupakan dosa yang berat.

2. Dalam merealisasikan keesaan Allah ini, ajaran Tauhid Kristiani tidak membenarkan adanya Ilah-ilah lain dihadirat Allah, berupa apapun juga, seperti patung-patung ukiran dalam sagala bentuk, berhala-berhala berupa bangunan-bangunan atau batu-batu buatan manusia atau alamiyah, meskipun dengan sebutan Ka’bah-baitullah sekalipun, baik berwarna putih, merah ataupun hitam, tidaklah dibenarkan untuk bersembah sujud dihapadan atau dibawahnya sebagai suatu kebaktian.

3. Seorang Kristen yang baik menurut Alkitab, ia akan menjauhkan diri dari berbuat atau mempercayai ramalan-ramalan, mantera-mantera para dukun, jimat-jimat, meskipun terbuat dari Kitab Suci apa saja, pembakaran dupa dan kemenyan sebagai pemanggil dan penolak-penolak roh-roh orang mati dan lain-lain. Ia bebas dari ketakutan pengaruh tahyul.

4. Seorang Kristen tidak usah bahkan tidak akan takut akan pengaruhnya roh-roh jahat atau sesuatu yang dapat dirafsirkan sebagai kekuatan ghaib kuasa gelap. Dalam banyak hal, dalam perjanjian Barudinyatakan bahwa al-Masih menundukkan semua roh-roh jahat itu dan takluk kepada-Nya, maka haruslah juga roh-roh jahat itu takluk kepada orang-orang Kristen, pengikut-pengikut al-Masih pada umumnya.

5. Suatu hal yang tercela dan tidak dapat dibenarkan oleh ajaran Kristen, ialah untuk memberikan “sesajen-sesajen”:, berupa bunga-bunga, makanan-makanan kecil, kemenyan dan lain-lain macam manapun, yang diletakkan disimpang-simpang peralatan jalan atau diatas pohon danlain-lain denganmaksud untuk menenagkan roh-roh seperti yang diperbuat oleh orang-orang yang tidak percaya kepada Allah.

6. Sebagaimana juga pernah diwartakan, bahwa ajaran Islam tidak membenarkan adanya upacara penanaman kepala kerbau atau sebangsanya, sebagai suatu kepercayaan terhadap dimulainya sesuatu usaha pembangunan, begitupun juga dalam ajaran Agama Kristen, hal yang serupa tidaklah dapat dibenarkan, bahwa setiap orang Kristen yang Alkitabiah wajib meninggalkan upacara-upacara yang sedemikian. (Bacalah”Warta Salam” No.12/Th.I-1974) Ds. Herman Setyowardoyo s.Th.)

7. Orang Kristen, tidak boleh memandang benda-benda tertentu, misalnya batu cincin, keris-keris, jimat-jimat dan lain-lain sejenisnya, seolah-olah memiliki keampuhan ghaib istimewa.

keampuhan istimewa bagi ajaran Kristen, hanyalah Rohullah, yaitu Roh Allah Sendiri.

8. Baik ketakutan, rasa gelisah, rasa kuatir, maupun keperluan-keperluan hidup lainnya, bagi setiap Kristen, adalah hal yang perlu dibawa kehadirat Allah dengan doa. Hanyalah Dia yang dapat memahami keperluan kita yang sebenarnya dan memenuhi Doa kita.

Percayalah, bahwa ini TAUHID yang terunggul, Tauhid yang murni. Setiap orang Kristen yang Alkitabiyah, pasti sedikitpun tidak akan meragukannya lagi. Bahkan bagi saudara-saudara kita yang berAgama Islam-pun akan dapatlah memahaminya apa dan bagaimana sebenarnya TAUHID KRISTIANI itu.

Perbandingan Ajaran Islam dan Kristen tentang keMahaesa-an ALLAH, menurut Al-Quran dan Alkitab.

Sesudah kita mengenali makna pengertian “syirik”, baiklah sekarang kita beralih untuk mengenal pengertian keMahaesa-an Allah menurut ajaran Islam dan Kristen, tepatnya menurut Al-Quran dan Alkitab, sebagai suatu Ilmu Perbandingan Agama.

Dalam penguraian sebagai Ilmu Perbandingan Agama ini, penulis berusaha hanya mengemukakan secara wajar, apa adanya saja, dari ajaran-ajaran kedua macam Agama ini tanpa memberikan penilaian. Sekiranya dalam uraian yang berikut ini, ada yang berpendapat lain, harap sukalah memberikan keterangan-keterangan berikut argumentasi-argumenatsi yang lengkap lagi meyakinkan.

keEsa-an menurut ajaran Islam

R.Soedewo P.K. dalam bukunya “keesa-an Ilahi” menulis: “sebagai trjemahan kata ahad atau wahid yang dalam arti aslinya menunjukkan bilangan yang pertama, yaitu satu, dipakai orang kata esa. Akan tetapi bilamana dikenakan pada Allah – Al-Ahad atau Al-wahid – kata-kata itu menyatakan suatu pengertian, yang lingkungan dan isinya (scope and contents) sama sekali tidaklah tepat, jika dikatakan orang, bahwa Allah itu satu.” Demikian Sedewo.

Memang, dalam ajaran Agama Islam, untuk menyatakan Allah itu “Esa”, ada dua buah perkataan yang dapat dipergunakan, yaitu “ahad” dan “wahid”

Misalnya:

(1) Quran s.Al Ikhlas 112:1 “Qul huwa’llhu ahad …” (katakanlah Allah itu Esa).

(2) Quran s.Al. Maidah 5: 73b”…. wa ma min Ilahin ilahin ilahun wahid”. (… dan tidak ada Ilah, hanya Allah yang Esa).

A h a d:

Kata “ahad” atau “al ahad”, berarti satu mutlak, seperti seseorang sesuatu.

Contoh: La tamdachu ahadan (jangan kamu memuji seseorang)

Wa kulla ahadin ilaihi muchtajun. (Tiap sesuatu berhajat kepadanya).

Kata “ahad” yang dikaitkan dengan keIlahi-an , bermakna “Maha satu” dan bersifat mutlak, tidak lebih dan tidak ada bandingan samanya. Dapat dibandingkan dengan bahasa Inggeris dalam kata Unique atau dalam bahasa Ibrani: Yacheed.

W a h i d:

Kata”wahid” atau wahada dalam bahasa Arab, berarti “satu” dalam beberapa pengertian, antara lain:

1. berarti : sendiri atau sendirian (unique, alone)

2. berarti: satu-satunya, Esa, Tunggal. Tidak ada bandingan samanya.

3. berarti: Eka, dalam arti tanpa susunan (simplicity – decomposition).

Kata “Esa atau Tunggal “ yang dikaitkan dnegan keIlahi-an, dalam istilah Ilmu Tauhid ajaran Agama Islam dikatakan “wahdaniyaht”, yaitu keEsa-an zat Allah yang wajib ada dengan sendirinya (zat wajibal wujud), dengan pengertian bahwa Allah tidaklah mungkin mempunyai sekutu-sekutu, dan mustahil tersusun dari bagian-bagian. Sebab itu dalam Ilmu Tauhid Islam, tidak pernah digunakan kata “Kestuan”, asal dari kata “satu”, karena makna “kesatuan” berarti merupakan sesuatu yang terdiri dari beberapa bagian.

Jadi kata “wahid”, dipergunakan untuk menunjukkan dalam keEsa-an.Dapat disbanding dengan bahasa Inggeris dalam kata “One-ness atau Unity”

Perlu diketahui bahwa dalam makna keEsa-an Allah ini, adalah meliputi untuk seluruh Sifat-sifat Allah, sebanyak 20 Sifat menurut Al-Quran itu, antara lain: Qudrat (kuasa), Iradaht (bekehendak); Kalam (berkata-kata); Ilmu (tahu) dan lain-lain, semuanya adalah merupakan satu-satunya Sifat Allah dalam keEsa-an itu yang tidak ada banding persamaannya dengan sifat-sifat makhluk (al hawadist).

Untuk menyatakan keEsa-an Allah ini dipergunakan kata “wahid”, dapat dibandingkan dengan kata “Echad” dalam bahasa Ibrani atau Kitab Perjanjian Lama.

KeMahaesaan Allah Tritunggal dalam Ilmu Tauhid Kristiani.

Dalam bahasa Yahudi, untuk menunjukkan “satu” ada dua macam perkataan, yaitu Yacheed dan Echad.

Yacheed, adalah untuk menunjukkan bilangan, yang berarti”satu” mutlak.Misalnya: satu anak, satu pohon, dan lain-lain.

Echad, adalah menunjukkan “satu” dalam arti keEsa-an. Dengan kata lain, bahwa kata “Echad” adalah menunjukkan “satu majemuk”, misalnya: satu pasang, satu suami-isteri dan lain-lain.

“Satu” dalam melukiskan keEsa-an Allah, dalam perjanjian Lama, selalu dipergunakan kata “Echad”, dan sama sekali tidak pernah dipergunakankata Yacheed.

Misalnya: terdapat dalam Kitab Ulangan 6:4 “Dengarlah olehmu ahi Israel! Sesungguhnya Hua, Allah kita. Hua itu Esa adanya”.

Kata “Esa” disini, dipergunakan kata “Echad”, yang lengkapnya menurut teks aslinya berbunyi demikian:”Sh’ma Yisraeel! Ad’noy El’ochenoe Ad’onay Echad”.

Dalam terjemahan bahasa Arab, kata Echad diterjemahkan “Wahid”. Lengkapnya menurut Alkitabul Muqaddas, berbunyi seperti berikut :

“Isma’Ya Israel! Arbabum Ilahuna rabbum Wahid”

Jadi dengan kata “Echad” atau “Wahid” itu ialah:

(1) Qudrat Allah (al Khalik) dengan kata lain disebut juga “Bapa” atau Allah Bapa.

(2) Firman (al-Kalam) dengan kata lain disebut “Anak” (Kolose 1:15) telah menjadi daging dalam manusia Isa (Yohanes 1: 14). Karenanya Isa disebut juga dengan kata lain: “Firman Yang Hidup atau Firman Hayat” (1 Yohanes 1: 1-3)

Catatan: Pengertian Anak, bukanlah berarti “walad” dalam bahasa Arab (Quran) Firman yang disebut Anak itu, didalam Alkitab bahasa Arab disebut Ibn Allah.

(3) Rohulkudus, yaitu Roh-Allah, dengan kata lain disebut juga Roh Pembimbing atau Roh Kebenaran, yaitu Al Hidayaht.

Bapa, Anak dan Rohulkudus, dapat diucapkan dengan hanya sepatah kata, yaitu “ALLAH”.

Dari ketiga unzur ini (dalam istilah Dogmatika Kristen dimisalkan dengan Tiga Pribadi, sebanding dengan pengertian “Sifat” dalam ajaran Islam), adalah Satu dalam za Allah Yang Maha-Esa itu.

Dengan istilah lain dikatakan Tritunggal :

ALLAH, dikatakan Bapa, ialah sebagai al khalik, pencipta semesta alam.

ALLAH, dikatakan Putera (‘Sang Anak’), ialah kata ganti dari istilah Firman dan Kalimat Allah, ialah untuk menyatakan sesuatu kehendak-Nya.

ALLAH, dikatakan Rohul-Kudus dan Roh Allah Sendiri, ialah sebagai pembimbing (al-Hidayaht) atau penolong (at-Taufiq) bagi umat manusia yang percaya kepada-Nya.

@ Zaini dan Achmadi,

penjelasan anda koq mirip sekali dengan penjelasan beberapa blog liberal ??? apakah saya benar atau salah ? mohon konfirmasi…

Kami juga cinta keragaman tanpa mengubur akidah.

Salam Damai.

Pertanyaan Yang Menuntut Jawaban
(c) 1976

Pada zaman yang serba cepat saat ini, pesawat udara telah membawa benua-benua yang begitu jauh menjadi lebih dekat. Banyak orang dapat bepergian dengan bebas ke negara-negara lainnya. Kita telah menjadi “Desa Sedunia” (Global Village) – Produksi harian dari buku, TV, dan radio telah mempengaruhi pemikiran semua orang, dan kadang kala mengakibatkan orang menjadi bingung dan frustrasi. Dunia ini bising sekali dengan segala macam masalah. Walaupun teknologi telah begitu majunya, tetap saja muncul pertanyaan lama: Apakah kebenaran yang kekal itu? Jika kita saling mendengarkan, kita dapat melebarkan wawasan kita dan akan mendapatkan jawaban dari pertanyaan yang membingungkan ini.

I. SUATU PEMIKIRAN – PERTANYAAN YANG MENGHASUT
Pada suatu saat, seorang hamba Tuhan diperbolehkan untuk sering mengunjungi suatu penjara di negara Arab; di sini ia mengabarkan jalan kebenaran kepada para narapidana. Ia memiliki ijin yang sah untuk mengunjungi siapa saja yang ingin mendengarkan pesan damai dari Kebenaran yang dapat menyucikan hati dan mengubah pikiran. Hamba Tuhan tersebut masuk ke kamar-kamar penjara tanpa satu pengawas pun, dan menolak untuk dikawal. Ia percaya bahwa para narapidana hanya akan membuka diri mereka dengan bebas di dalam suatu diskusi yang jujur jika mereka tidak diawasi. Ia memasuki kamar-kamar mereka dengan berani dan duduk berbicara dengan mereka seorang diri.
Dia juga pernah masuk ke satu ruangan yang penuh dengan narapidana kelas berat yang dipenjarakan untuk waktu yang lebih lama. Mereka telah mengenal dia dari kunjungan-kunjungan dia sebelumnya dan sudah terbiasa untuk mendengar pesan-pesannya. Seusai kunjungannya, mereka berdiskusi pesan-pesan yang disampaikannya selama berhari-hari dengan semangat yang begitu besar.
Kali ini ketika dia mengunjungi mereka, tiba-tiba mereka menutup pintu setelah dia masuk ke ruangan, dan berkata, “Kami tidak akan melepaskan anda sampai anda secara jujur menjawab pertanyaan kami.” Dia menjawab, “Saya datang kepada anda secara sukarela, tanpa pengawal bersenjata. Saya siap untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan anda dari Firman Tuhan menurut apa yang saya ketahui. Saya tidak dapat menjawab apa yang saya tidak ketahui.” Mereka berkata kepada dia, “Kami tidak bertanya tentang rahasia dunia. Kami hanya ingin bertanya kepada anda, sebagai orang yang jujur dan tulus, untuk memberikan kami jawaban yang jelas terhadap perbandingan yang telah mengganggu kami: Siapa yang lebih besar, Muhammad atau Al-Masih?”
Ketika hamba Tuhan tersebut mendengar pertanyaan ini, dia berhenti sejenak untuk menarik nafas, dan berkata kepada dirinya sendiri, ” Jika saya mengatakan ‘Muhammad lebih besar,’ para narapidana yang berpihak pada Al-Masih akan menyerang saya. Dan jika saya mengatakan, ‘Al-Masih lebih besar,’ para narapidana Islam akan mencoba membunuh saya.” Dia tahu bahwa hinaan atau kata yang keras melawan Muhammad dapat dianggap sebagai pelanggaran yang pantas mendapat hukuman mati. Hamba Tuhan tersebut berdoa dalam hatinya, memohon agar Tuhan memberikan jawaban yang bijaksana dan yang meyakinkan kepada para narapidana tersebut. Dan Roh Kudus memimpin hamba Tuhan ini yang berdiri sendirian di antara para narapidana, terkunci di dalam ruangan tersebut, untuk dengan rendah hati menyampaikan jawaban yang jujur dan jelas.
Ketika hamba Tuhan tersebut tidak langsung menjawab, karena dia sedang berdoa dalam hatinya, para narapidana mendesak dia, “Jangan mengelak dari tanggung jawab anda. Jangan menjadi pengecut. Beritahu kebenaran kepada kami. Kami berjanji bahwa anda tidak akan disakiti, apapun yang akan anda katakan. Jangan bohongi kami, dan jangan juga menyembunyikan pemikiran nurani anda tentang hal ini. Beritahu kami kebenaran secara keseluruhan.” Hamba Tuhan itu menjawab, “Saya siap untuk memberitahu kalian fakta-fakta yang sebenarnya. Pertanyaan yang kalian lontarkan kepada saya bukanlah pelajaran yang telah saya siapkan untuk kalian. Walaupun demikian, jika kalian memutuskan untuk mendengarkan perbandingan antara Muhammad dan Al-Masih, saya tidak akan menyembunyikan kebenaran dari kalian. Kalian seharusnya mengetahui bahwa saya tidak bertanggung jawab atas hasil yang negatif karena pelajaran kita hari ini. Kalianlah yang bertanggung jawab, karena kalian yang menuntut agar saya menjawab sebuah pertanyaan yang bukan saja tidak saya lontarkan tetapi juga tidak ingin saya singgung.”
Hamba Tuhan itu meneruskan, “Saya sendiri tidak akan mengatakan siapa yang terbesar. Saya akan membiarkan keputusan ini dibuat oleh Al-Qur’an dan kumpulan Tradisi Islam (Hadits). Mereka telah memberikan jawaban yang tegas dan meyakinkan. Kalian mungkin ingin mengetahui apa yang Al-Qur’an katakan tentang kebenaran yang tersembunyi ini, dan kebenaran ini akan membebaskan kalian.”

II. KELAHIRAN MUHAMMAD DAN AL-MASIH
Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa bapaknya Muhammad adalah Abdullah; dan ibunya, Aminah. Muhammad lahir dari hubungan sepasang ayah dan ibu. Baik Al-Qur’an maupun pakar-pakar Islam tidak menyatakan bahwa Muhammad dilahirkan dengan cara yang supranatural. Kelahirannya tidak diwartakan oleh seorang malaikat, dan juga tidak lahir oleh Kalimat Allah. Dia lahir dengan cara yang biasa, sama seperti kita, yaitu karena hubungan sepasang ayah dan ibu.
Lain halnya dengan Al-Masih, Al-Qur’an menyatakan beberapa kali bahwa Dia tidak dilahirkan secara normal, seperti kita. Dia dikandung oleh Perawan Maryam tanpa hubungan dengan seorang lelaki, karena Allah meniupkan Roh-Nya di dalamnya. Hal ini berarti Isa Al-Masih adalah satu-satunya di seluruh dunia yang dilahirkan dari Kalimat (Firman) Allah dan Roh Allah.
Sesungguhnya, sang Mesias, Isa, Anak Maryam, duta besar Allah, adalah Firman-Nya yang Ia limpahkan kepada Maryam; dan
“Sesungguhnya Al Masih, ‘Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya.” (Surat 4:171).
“Kami tiupkan ke dalam (tubuh)nya ruh dari Kami.” (Surat 21:91).
“Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari ruh (ciptaan) Kami.” (Surat 66:12).
Al-Masih bukanlah manusia biasa, tetapi Roh Tuhan yang berinkarnasi ke dalam tubuh manusia. Jadi, Dia dilahirkan dari Roh Allah dan perawan Maryam. Sebaliknya, Muhammad dilahirkan dari hubungan sepasang ayah dan ibu, sama seperti manusia lainnya. Dia tidak dilahirkan dari Roh Allah.

III. JANJI-JANJI ILAHI TENTANG MUHAMMAD DAN AL-MASIH
Kita akan mengutip Al-Qur’an janji-janji ilahi yang diberikan kepada Maryam tentang Al-Masih yang akan dilahirkan olehnya: “Hai Maryam, seungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih ‘Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah),” (Surat 3:45).
Allah sendiri memberitahukan kepada Maryam tentang kelahiran Al-Masih dengan menyebut Isa “kalimat (yang datang) daripada-Nya.” Semua nabi telah mendengar Firman Allah dan menuliskannya dengan sungguh-sungguh. Bagi Al-Masih, Dia tidak hanya mendengar Firman Allah, tapi diri-Nya sendiri juga adalah merupakan inkarnasi Firman Allah yang agung. Di dalam diri-Nya terdapat kuasa yang penuh atas Firman Allah untuk mencipta, menyembuhkan, mengampuni, menghibur, dan memperbaharui. Mengenai fakta yang unik ini, Allah terlebih dahulu telah memberitahu kelahiran Al-Masih kepada Maryam secara pribadi, mengkonfirmasikan dia kenyataan atas keajaiban yang besar itu.
Dalam Al Qur’an tidak tertulis bahwa Muhammad adalah Kalimat Allah yang berinkarnasi. Dia hanya mendengarkan Firman Allah dari seorang malaikat dan mengulanginya untuk para pendengarnya. Allah tidak memberitahukan kelahiran Muhammad kepada ibunya; dan juga Roh Allah tidak ditiupkan ke dalam Aminah. Di sisi lain, Maryam secara pribadi berhadapan dengan malaikat Jibril, yang dikirim oleh Allah untuk menjelaskan kepada dia pekerjaan Roh Kudus di dalam dirinya. Hanya dia yang dipilih di antara wanita-wanita, sebagaimana dikatakan Al-Qur’an, “Hai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilih kamu, mensucikan kamu dan melebihkan kamu atas segala wanita di dunia (yang semasa dengan kamu).” (Surat 3:42).
Nama Maryam dicatat 34 kali dalam Al Qur’an; tetapi nama ibunya Muhammad tidak dicatat sama sekali. Ketika Muhammad memohon pengampunan atas dosa ibunya setelah ibunya meninggal, Allah menghentikan Muhammad; hal ini membuat Muhammad menangis dengan keras.

IV. KESUCIAN HIDUP MUHAMMAD DAN AL-MASIH

Konon ketika Muhammad masih kanak-kanak, dua malaikat datang dan menyucikan hatinya. Ahli agama Islam mendukung cerita ini:
“Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?, dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu, yang memberatkan punggungmu?” (Surat 94:1-3).
Sejak itu, Muhammad mendapatkan gelar kehormatan al-Mustafa, “Orang Yang Terpilih.” Dia sendiri bukanlah orang yang suci dan benar, karena dua malaikat harus mengambil beban dari hatinya dan menyucikannya. Muhammad membutuhkan “operasi hati” agar dapat disucikan dan menjadi seorang nabi dan pembawa berita Allah.
Di lain pihak, kita membaca dalam Al-Qur’an bahwa Anak Maryam akan menjadi yang “paling suci” sejak saat Dia dilahirkan; malaikat berkata kepadanya:
“Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci” (Surat 19:19).
Ahli-ahli agama Islam al-Tabari, al-Baidawi, dan al-Zamakhshari setuju bahwa julukan “paling suci” berarti tidak bersalah dan tidak berdosa. Sebelum Al-Masih dilahirkan, inspirasi ilahi menyatakan bahwa orang yang akan dilahirkan dari Roh Allah akan selalu hidup suci, tanpa satu dosa pun. Tidak perlu diadakan penyucian hati-Nya, karena diri-Nya sendiri adalah suci. Anak Maryam tidak hanya mendengar Kalimat Allah; diri-Nya sendiri adalah Kalimat Allah. Tidak ada perbedaan antara perbuatan-Nya dan perkataan-Nya. Dia tetap selalu tidak bersalah dan tidak berdosa.
Al-Qur’an bersaksi beberapa kali bahwa nabi-nabi tertentu telah berbuat dosa – kecuali Al-Masih, yang selalu hidup suci. Roh Allah memelihara Dia, sejak Dia lahir, dalam kesucian yang sempurna, walaupun Dia menjadi manusia. Dia tidak jatuh ke dalam pencobaan karena Dia adalah Roh Allah yang berinkarnasi.
Muhammad mengaku secara terbuka tiga kali dalam Al-Qur’an bahwa dia harus meminta pengampunan:
“dan mohonlah ampunan untuk dosamu dan bertasbihlah seraya memuji Tuhanmu pada waktu petang dan pagi.” (Surat 40:55).
“dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mu’min, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat kamu tinggal.” (Surat 47:19).
“Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata, supaya Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosamu yang telah lalu dan yang akan datang,” (Surat 48:1-2).
Beberapa orang Islam menolak untuk menerima ayat-ayat ini yang dengan jelas diungkapkan oleh Al-Qur’an. Orang-orang Islam lainnya mencoba menutupi kebenaran ini.
Muhammad adalah manusia biasa, yang lahir dari hubungan kedua orang tuanya. Dia menjalani kehidupan yang normal dan berdosa sebagaimana kita juga berbuat dosa. Dia meminta pengampunan atas dosanya kepada Allah. Tetapi Al-Masih dilahirkan dari Roh Allah; Dia adalah Firman Allah yang menjelma menjadi manusia, hidup penuh dengan kesucian sejak kelahiran-Nya.

V. INSPIRASI MUHAMMAD DAN AL-MASIH
Muhammad menyatakan bahwa dia menerima inspirasi melalui malaikat Jibril, roh yang setia. Beberapa kumpulan Tradisi (Hadits) menyebutkan bahwa setiap kali Muhammad mendapatkan inspirasi, Muhammad langsung menjadi seperti tidak sadar. Buku al-Rewaya menyebutkan bahwa dia berubah dari keadaan normal menjadi seperti dalam keadaan mabuk, bahkan hampir pingsan. Beberapa pakar Islam mengatakan bahwa dia diangkat dari dunia ini. Abu Huraira mengatakan, “Ketika inspirasi memasuki Muhammad, dia menjadi pucat pasi.” Buku al-Rewaya menulis, “Wajahnya menjadi seperti depresi, dan matanya menjadi cekung. Kadangkala ia menjadi jatuh tertidur pulas sekali.” Omar bin al-Khattab mengatakan, “Ketika dia mendapatkan inspirasi, dia mendengan suara yang bising, seperti suara lebah yang sedang terbang, di seputar wajahnya.” Ketika Muhammad ditanya bagaimana inspirasi tersebut diterima olehnya; dia menjawab, “Kadangkala inspirasi tersebut datang kepada saya seperti bunyi gema bel yang keras sekali, yang merupakan bentuk inspirasi yang terberat bagi saya; dan ketika saya sadar, saya baru ingat apa yang telah disampaikan.”
Pakar-pakar Islam menyetujui bahwa Muhammad “merasa berat setiap kali mendapat inspirasi; keningnya bercucuran keringat dingin; kadangkala dia jatuh tertidur pulas sampai matanya menjadi merah.” Zaid bin Thabit mengatakan, “Ketika Muhammad mendapat inspirasi, badannya menjadi begitu berat. Suatu kali, pahanya jatuh menimpa paha saya, dan saya bersumpah kepada Allah, belum pernah saya menemukan hal yang lebih berat daripada paha Muhammad. Setiap kali dia mendapat inspirasi ketika berada di atas unta, untanya menjadi pincang, kakinya seolah-olah mau patah; dan kadangkala untanya sampai berjongkok”(Mastery in the Quranic Sciences, oleh al-Soyouti; 1:45-46). Menurut ahli agama Islam dan kesaksian-kesaksian mereka, Allah tidak berbicara langsung kepada Muhammad tetapi melalui malaikat Jibril. Allah menjaga jarak dengan dia, bahkan pada saat datangnya inspirasi.
Sebaliknya, Allah tidak pernah mengirim malaikat Jibril kepada Al-Masih, dan Al-Masih tidak pernah menerima inspirasi melalui malaikat Jibril atau pun pihak ketiga. Diri-Nya sendiri adalah kebenaran yang menjelma menjadi manusia (Surat 19:34), Firman Allah yang kekal dan Roh dari Allah, dari diri Allah, penuh dengan pengetahuan akan kehendak-Nya. Jika ada yang ingin mempelajari kehendak Allah secara mendalam, dia harus mempelajari kehidupan Al-Masih dengan seksama, karena Dia adalah inkarnasi dari kehendak Sang Maha Kuasa. Al-Qur’an menyatakan bahwa Allah sendiri yang mengajarkan Al-Masih Al Kitab, kebijaksanaan, Taurat, dan Injil, sebelum Dia berinkarnasi:
“Dan Allah akan mengajarkan kepadanya Al Kitab, Hikmah, Taurat dan Injil.” (Surat 3:48).
Al-Masih tahu segala rahasia di atas surga dan di bumi, karena Allah memberitahu Dia segala sesuatu yang telah ditulis dalam Kitab Surgawi (al-Lauh al-Mahfudh), termasuk seluruh kitab Taurat, Zabur dan Injil. Jadi, Al-Masih dipenuhi oleh Firman Allah. Dia tidak mengucapkan kalimat lain selain kata-kata yang berasal dari Allah. Dia mengucapkan kalimat yang menenangkan dan memberikan petunjuk kepada ibu-Nya, segera setelah Dia dilahirkan.
“Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah: ‘Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu. Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu, maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah: ‘Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusiapun pada hari ini’.” (Surat19:24-26).
Menurut Al-Qur’an, Al-Masih mengatakan kalimat Allah ketika Dia masih bayi. Dia tidak membutuhkan seorang malaikat atau pun perantara, karena diri Dia sendiri adalah Firman Allah dan Roh Allah. Untuk alasan inilah, kuasa Allah bekerja dalam Anak Maryam, untuk mencipta, menyembuhkan, mengampuni, menghibur, dan memperbaharui.
Kesimpulan dari inspirasi kepada Muhammad dalam Al- Qur’an dan dalam kumpulan Tradisi (Hadits) terkumpul dalam Syariat (Hukum Islam), yang memuat segala perintah agung dan larangan-larangan. Wujud akhir dari inspirasi kepada Muhammad berbentuk “buku-buku”: Al-Qur’an and kumpulan Tradisi (Hadits), yang semuanya terkumpul dalam Syariat.
Inspirasi kepada Al-Masih adalah “diri-Nya sendiri.” Injil-Nya bukanlah berbentuk suatu hukum melainkan pewahyuan atas kehidupan-Nya. Juga, Al-Masih memberikan para pengikut-Nya kuasa Ruhul Qudus, sehingga mereka dapat memenuhi perintah-perintah-Nya. Para murid-Nya tidak secara utama percaya pada suatu agama, dan mereka juga tidak hidup di bawah hukum; tetapi lebih dari itu, mereka percaya kepada suatu pribadi. Mereka berpegang erat pada Al-Masih, dan mengikut Dia. Al-Masih itu sendiri adalah inspirasi Allah.

VI. KEAJAIBAN-KEAJAIBAN MUHAMMAD DAN AL-MASIH
Ahli agama Islam mengatakan bahwa keajaiban yang diberikan Allah kepada Muhammad adalah ayat-ayat Al-Qur’an dalam Sura. Dengan demikian, keajaiban dari Muhammad bukan dalam bentuk perbuatan tetapi dalam bentuk firman.
Al-Qur’an bersaksi untuk Isa, menggambarkan karya-karya Al-Masih yang unik dan perbuatan penyembuhan-Nya yang agung. Al-Masih tidak mengutuk musuh-Nya, juga Dia tidak berkelakuan seperti penguasa yang kejam. Dia menunjukkan diri-Nya sebagai sumber kebaikan serta kasih dan rahmat kepada semua manusia. Kuasa Allah keluar dari diri-Nya melalui banyaknya tanda-tanda keajaiban yang dilakukan-Nya.
Tabib Terbesar yang Diberkati
Al-Qur’an membenarkan bahwa Al-Masih menyembuhkan orang buta tanpa prosedur operasi atau pun obat. Dia menyembuhkan mereka hanya dengan melontarkan kata-kata yang penuh kuasa. Perkataan-Nya terbukti memiliki kuasa penyembuhan – dahulu dan sekarang juga. Al-Masih berkata menurut Al-Qur’an:
“dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada” (Surat 19:31).
Dia benar-benar merupakan pancuran berkat bagi semua orang di segala jaman (Surat3:49; Surat 5:110).
Anak Maryam tidak takut terhadap mereka yang terkena penyakit lepra, tetapi bahkan menyentuh kulit mereka yang sakit dan menyembuhkan mereka melalui perkataan-Nya yang mempunyai kuasa menyucikan. Al-Masih adalah Tabib terbesar sepanjang masa. Dia mengasihi orang miskin dan mau menerima mereka yang sakit. Dia menumbuhkan harapan dan iman di dalam hati mereka. Dia menyembuhkan setiap orang sakit yang dibawa ke hadapan-Nya.
Dia Membangkitkan Orang Mati
Salah satu keajaiban yang dilakukan Al-Masih adalah Dia membangkitkan orang mati; hal ini juga dikonfirmasikan baik dalam Al-Qur’an maupun dalam Alkitab. Dia membangkitkan seorang anak perempuan, seorang lelaki muda, dan seorang lelaki dewasa dari kematian. Siapa yang dapat membangkitkan orang mati jika bukan Allah sendiri! Penting sekali bagi kita untuk benar-benar menangkap dan mengerti arti yang mendalam dari beberapa ayat Al-Qur’an yang menyatakan fakta yang tidak dapat dibantah bahwa Al-Masih berulang kali membangkitkan orang mati (Surat 3:49; Surat 5:110).
Beberapa kritikus yang dangkal mengatakan bahwa Anak Maryam tidak dapat melakukan keajaiban-keajaiban seorang diri, tetapi Allah-lah yang memberi-Nya kekuatan melalui Roh Kudus, sehingga Dia dapat melakukan keajaiban-keajaiban yang berbeda-beda. Pernyataan mereka tersebut didasarkan oleh beberapa ayat Al-Qur’an berikut ini:
“dan telah Kami berikan bukti-bukti kebenaran (mu’jizat) kepada Isa putera Maryam dan Kami memperkuatnya dengan Ruhul Qudus.” (Surat 2:87).
“Rasul-rasul itu Kami lebihkan sebagian (dari) mereka atas sebagian yang lain. Di antara mereka ada yang Allah berkata-kata (langsung dengan dia) dan sebagiannya Allah meninggikannya beberapa derajat. Dan Kami berikan kepada ‘Isa putera Maryam beberapa mu’jizat serta Kami perkuat dia dengan Ruhul Qudus.” (Surat 2:253).
“(Ingatlah), ketika Allah mengatakan: “Hai ‘Isa putra Maryam, ingatlah ni’mat-Ku kepadamu dan kepada ibumu di waktu Aku menguatkan kamu dengan ruhul qudus. Kamu dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian dan sesudah dewasa; dan (ingatlah) di waktu Aku mengajar kamu menulis, hikmah, Taurat dan Injil, dan (ingatlah pula) diwaktu kamu membentuk dari tanah (suatu bentuk) yang berupa burung dengan ijin-Ku, kemudian kamu meniup kepadanya, lalu bentuk itu menjadi burung (yang sebenarnya) dengan seizin-Ku. Dan (ingatlah) di waktu kamu menyembuhkan orang yang buta sejak dalam kandungan ibu dan orang yang berpenyakit sopak dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu kamu mengeluarkan orang mati dari kubur (menjadi hidup) dengan seizin-Ku, … lalu orang-orang kafir diantara mereka berkata: ‘Ini tidak lain melainkan sihir yang nyata’.” (Surat 5:110).
Betapa mengherankan! Al-Qur’an bersaksi berulang kali mengenai kerja sama antara Allah, Al-Masih dan Roh Kudus. Mereka bekerja sama dalam kesatuan yang sempurna, melakukan keajaiban-keajaiban dalam Al-Masih secara bersamaan. Para pengikut Al-Masih pun percaya dengan kerja sama yang dilakukan di antara Tritunggal yang Kudus.
Pencipta Muda
Kita dapat membaca di dalam Al-Qur’an – bukan di Alkitab – bahwa Isa, sewaktu masih kecil, membentuk seekor burung dari tanah liat, dan menghembuskan nafas kepadanya; lalu burung tersebut menjadi burung yang hidup, terbang di udara:
“Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa sesuatu tanda (mu’jizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuat untuk kamu dari tanah berbentuk burung; kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan seizin Allah; dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak; dan aku menghidupkan orang mati dengan seizin Allah.” (Surat 3:49).
Dalam ayat ini, kita menemukan kalimat yang unik, “aku membuat untuk kamu,” yang mengindikasikan bahwa Al-Masih adalah seorang Pencipta. Seorang manusia biasa tidak dapat menciptakan sesuatu dari yang tidak ada, juga tidak dapat menghembuskan nafas kehidupan kepada benda mati.
Al-Qur’an bersaksi akan kemampuan Al-Masih untuk memberikan kehidupan melalui tiupan nafas-Nya. Dia menghembuskan nafas-Nya ke burung yang terbuat dari tanah dan burung tersebut menjadi hidup, sama seperti Allah menghembuskan nafas-Nya kepada Adam. Ini berarti Al-Masih memiliki Roh yang dapat memberi kehidupan dalam diri-Nya; Dia mampu menghembuskan hidup ke dalam benda mati (burung yang terbuat dari tanah)
Pemelihara yang Baik
Banyak sekali orang di Palestina yang mengetahui kemampuan Anak Maryam yang tidak terbatas dan mengikuti Dia, bahkan sampai ke gurun pasir, tanpa mengindahkan waktu dan keadaan yang sulit. Mereka mendengarkan Dia sampai petang hari. Al-Qur’an bersaksi bahwa Al-Masih menyiapkan makanan semeja penuh, yang diturunkan-Nya dari surga untuk mengenyangkan orang banyak di padang pasir:
“(Ingatlah), ketika pengikut-pengikut ‘Isa berkata: “Hai ‘Isa putera Maryam, sanggupkah Tuhanmu menurunkan hidangan dari langit kepada kami?”. ‘Isa menjawab: “Bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang yang beriman”. Mereka berkata: “Kami ingin memakan hidangan itu dan supaya tenteram hati kami dan supaya kami yakin bahwa kamu telah berkata benar kepada kami, dan kami menjadi orang-orang yang menyaksikan hidangan itu”. Isa putera Maryam berdo’a: “Ya Tuhan kami turunkanlah kiranya kepada kami suatu hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami yaitu orang-orang yang bersama kami dan yang datang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau; beri rezkilah kami, dan Engkaulah pemberi rezki Yang Paling Utama”. Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku akan menurunkan hidangan itu kepadamu, barangsiapa yang kafir di antaramu sesudah (turun hidangan itu), maka sesungguhnya Aku akan menyiksanya dengan siksaan yang tidak pernah Aku timpakan kepada seorangpun di antara umat manusia”.” (Surat 5:112-115).
Para pakar Islam berdiskusi dari segala macam sudut pandang tentang kuantitas dan kualitas makanan yang disediakan di atas meja di gurun pasir itu, dan bukannya meneliti Siapa yang menyediakan makanan tersebut. Menurut Injil, Al-Masih menggunakan lima potong roti dan dua ikan, mengucap syukur, dan melalui lima potong roti dan dua ikan ini Dia memberi makan kepada lima ribu orang, di samping wanita dan anak-anak. Di sini Dia memperlihatkan kekuasaan-Nya yang tidak terbatas sebagai Sang Pencipta melalui cara yang praktis. Al-Masih tidak pernah mengucapkan kata-kata yang kosong; Dia melakukan apa yang Dia ajarkan dan menunjukkan kehendak serta kasih-Nya melalui keajaiban-keajaiban yang besar dan luar biasa.
Pengungkap Rahasia
Dalam Al-Qur’an, Muhammad menyatakan:
“Aku tidak mengatakan kepadamu, bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan tidak (pula) aku mengetahui yang ghaib.” (Surat 6:50).
Lain halnya dengan Al-Masih. Muhammad mengacu pada Isa Al-Masih dan mengatakan bahwa Al-Masihlah yang mengetahui rahasia manusia dan dapat melihat apa yang tidak terlihat; kemampuan-kemampuan seperti ini hanyalah dimiliki oleh Allah. Muhammad mengutip Al-Masih di dalam Al-Quran:
“…dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu sungguh-sungguh beriman.” (Surat 3:49).
Muhammad menggambarkan kapasitas Al-Masih sebagai Yang Maha Tahu, untuk mencela dan memberi peringatan kepada para pengikutnya yang egois. Dia sangat jijik terhadap beberapa pengikutnya dari Medinah karena mereka menyembunyikan makanan dan harta benda di dalam rumah mereka, dan menolak untuk membagikan seluruh kekayaan mereka dengan para imigran dari Mekah. Jadi dia memberi mereka peringatan bahwa Al-Masih akan segera datang kembali sebagai Hakim, untuk memerintah pada Hari Penghakiman. Muhammad mengakui bahwa Al-Masih akan mengetahui apa yang mereka lakukan secara diam-diam di dalam rumah mereka. Dia akan mengetahui bukan hanya apa yang mereka makan, tetapi juga apa yang mereka sembunyikan. Tidak ada yang dapat lolos dari mata-Nya pada Hari Penghakiman. Tidak ada bukti yang lebih besar lagi dari Muhammad mengenai keilahian Al-Masih selain apa yang dikatakannya di sini. Dia mengakui bahwa Al-Masih mengetahui kebenaran yang tersembunyi dan rahasia-rahasia di dalam hati manusia. Al-Masih mengetahui seluruh rahasia kita secara rinci. Dia mengetahui perbuatan-perbuatan kita, yang baik maupun yang buruk, karena Dia adalah Yang Maha Tahu. Tidak ada yang dapat disembunyikan dari-Nya.
Pembuat UU yang Bijaksana
Kita membaca dalam Al-Qur’an bahwa Al-Masih mengijinkan para pengikut-Nya untuk melakukan apa yang dilarang menurut Hukum Musa. Al-Masih tidak memaksa mereka untuk memenuhi seluruh peraturan Hukum Musa. Dalam Injil, Al-Masih dengan jelas mengatakan bahwa makanan yang masuk ke dalam perut tidak akan menajiskan kita; segala pikiran yang keluar dari hati kitalah yang membuat kita najis, “Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat.” (Matius 15:19). Al-Masih mengungkapkan revolusi legislatif, karena Dia adalah Pemberi Hukum dan Pembuat UU Yang Mulia yang mengambil hak dan otoritas untuk menyempurnakan dan melengkapi Hukum Musa. Al-Qur’an mengkonfirmasikan hak istimewa yang unik dari Al-Masih ini; bahwa Dia tidak tunduk di bawah Hukum, tetapi berkuasa di atasnya dan menyempurnakannya. Musa, semua nabi, dan orang-orang lainnya dalam Perjanjian Lama hidup di bawah Hukum Musa. Mereka diharapkan untuk hidup memenuhi tuntutan Hukum Musa, tetapi Al-Masih memiliki otoritas dan kuasa untuk menyempurnakan dan melengkapinya. Untuk alasan ini, Dia menyatakan dalam Al-Qur’an:
“Dan (aku datang kepadamu) membenarkan Taurat yang datang sebelumku, dan untuk menghalalkan bagimu sebagian yang telah diharamkan untukmu.” (Surat 3:50).
Dalam Injil, Al-Masih mengatakan,
“Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi… Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. (Matius 5:38-44).
Pembaharu Hati dan Pikiran
Diberikatilah orang yang menyadari bahwa Al-Masih bukan hanya sekedar manusia biasa atau seorang nabi belaka, tetapi Seorang Pembuat UU Yang Mulia yang memiliki kuasa Allah. Maka Muhammad diperintahkan malaikat untuk mencari petunjuk dari orang-orang yang membaca Al Kitab, agar dia dapat mengerti arti wahyu yang diberikan kepadanya:
“Maka jika kamu berada dalam keragu-raguan tentang apa yang Kami turunkan kepadamu, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang membaca kitab sebelum kamu.” (Surat 10:94).
Al-Masih tidak perlu untuk bertanya guru-guru pada jaman Perjanjian Lama tentang rahasia dari Hukum Musa, juga dia tidak perlu meminta penjelasan dari pesan Perjanjian Lama, karena Diri Dia sendiri adalah Firman Allah dan Pembuat UU. Sebenarnya Al-Masih adalah Hukum yang berinkarnasi. Dia memiliki hak untuk ditaati semua orang. Al-Qur’an mengutip perkataan Al-Masih:
“Karena itu bertakwalah kepada Allah dan ta’atlah kepadaku.” (Surat 3:50).
Semua manusia, Hindu, Yahudi, Islam, dan para pengikut Al-Masih, harus mempelajari Injil dengan seksama, menyimpannya dalam hati, dan mengikuti Al-Masih di dalam segala bagian kehidupan mereka. Al-Masih memiliki hak dan otoritas untuk menuntut ketaatan dari setiap orang! Al-Masih tidak hanya membimbing murid-murid-Nya kepada Allah, tetapi Dia juga memanggil mereka untuk mengikuti Dia dan untuk menerapkan ajaran-ajaran-Nya. Untuk alasan ini, Al-Qur’an menggambarkan para pengikut Al-Masih dengan gambaran yang terbaik, seperti: Penolong-penolong Allah, orang yang beriman, berserah (Islam), pengikut-pengikut-Nya dan martir (Surat 3:52-53). Kita dapat membaca apa yang dikatakan tentang para pengikut-Nya dalam Al-Qur’an:
“Kemudian Kami iringi di belakang mereka dengan rasul-rasul Kami dan Kami iringi (pula) dengan Isa putra Maryam; dan Kami berikan kepadanya Injil dan Kami jadikan dalam hati orang-orang yang mengikutinya rasa santun dan kasih sayang.” (Surat 57:27).
Dalam Al-Qur’an, Allah mengatakan:
“Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu.” (Surat 3 :55).
Ayat-ayat Al-Qur’an ini menyatakan bahwa para pengikut Isa yang sejati termasuk dalam golongan orang yang memiliki kelas yang lebih tinggi, lebih istimewa, dan lebih terhormat. Mereka adalah orang-orang yang rendah hati, tidak ingin menyombongkan diri atau menjadi tenar. Muhammad menyatakan:
“Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata: ‘Sesungguhnya kami ini orang Nasrani’. Yang demikian itu disebabkan karena di antara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (juga) karena sesungguhnya mereka tidak menyombongkan diri.” (Surat 5:82).
Kesaksian Al-Qur’an menjelaskan keajaiban Al-Masih yang terbesar, yaitu menunjukkan kemampuan-Nya untuk dengan diam-diam mengadakan perubahan politik dan sosial tanpa peperangan ataupun tipu muslihat. Dia memperbaharui dan membuat orang berdosa menjadi bertobat, mengubah mereka dari orang yang egois menjadi orang yang mengasihi, dari pemimpin yang sombong menjadi hamba Tuhan yang rendah hati. Al-Masih sendiri mengakui bahwa Dia datang bukan untuk dilayani tetapi untuk melayani dan untuk memberikan hidup-Nya sebagai tebusan bagi banyak orang (Matius 20:28).
Setiap orang yang membandingkan keajaiban Muhammad dengan keajaiban Al-Masih menemukan bahwa tanda keajaiban dari Muhammad hanyalah berupa firman, di mana tanda keajaiban dari Al-Masih berupa keajaiban-keajaiban yang berbentuk perbuatan yang dilakukan atas dasar kasih dan rahmat.

VII. KEMATIAN MUHAMMAD DAN AL-MASIH
Dalam biografi mengenai sang Nabi, Ibn Hisham menulis bahwa Muhammad wafat setelah sakit karena demam yang tinggi. Sebelum kematiannya, Muhammad mengatakan bahwa racun dari bangsa Yahudi telah mematahkan hatinya. Ketika seorang budak wanita Yahudi memberikan racun kepada makanan Muhammad, seorang tamu yang makan bersamanya meninggal! Muhammad sendiri merasakan racun dalam makanannya dan memuntahkannya sebelum dia telan. Namun demikian, tubuhnya telah menyerap sebagian dari racun tersebut, dan itu yang menyebabkan kematiannya.
Kematian Al-Masih dengan jelas diwartakan dalam Al-Qur’an, menggenapi rencana Allah sebagai berkat bagi segala umat manusia. Dalam Al-Qur’an, Yang Maha Kuasa berkata langsung kepada Isa:
“Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku” (Surat 3:55).
Walaupun kutipan ini tidak tertulis dalam Injil, hal ini membuktikan bahwa Al-Masih bukan dibunuh secara tidak sengaja, tetapi mati secara suka rela sesuai dengan kehendak Allah, dalam kedamaian.
Al-Qur’an tidak membantah kematian bersejarah Al-Masih sebagaimana dikatakan orang-orang yang tidak percaya, karena kita dapat membaca nubuat yang dikatakan oleh Al-Masih tentang kematian-Nya sendiri dalam Surat 19 (Maryam) : 33
“Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali.”
Pengakuan besar dari Al-Qur’an ini mengkonfirmasikan bahwa Al-Masih dilahirkan, mati dan bangkit kembali dari kematian. Dengan pernyataan ini, Muhammad mendukung ajaran Injil. Setiap orang yang percaya kepada urut-urutan kejadian bersejarah ini akan hidup bersama Dia yang hidup sekarang dan selama-lamanya!
Ketika Al-Masih kembali ke dunia lagi, Dia tidak akan pernah mati lagi. Dia tidak mengatakan dalam Sura Maryam bahwa Dia akan mati nun jauh di kemudian hari, tetapi segera setelah kelahiran dan kehidupan-Nya. Al-Qur’an bersaksi bahwa Al-Masih dilahirkan, bahwa Dia mati, dan bahwa Dia bangkit kembali dalam mata rantai kejadian yang berurutan. Para pengikut Al-Masih sangat yakin tentang kematian dan kebangkitan Anak Maryam yang bersejarah.
Al-Masih mati secara sukarela dan dalam kedamaian yang sempurna. Kita dapat membaca hal ini dalam Injil dan dalam Al-Qur’an. Al-Masih mengetahui sebelumnya tentang bagaimana Dia akan mati. Dia bahkan memilih hari dan waktu kematian-Nya sendiri untuk dengan sengaja tepat jatuh pada hari perayaan Paskah, menurut Hukum Musa. Dia mengungkapkan bahwa Dia akan mati sebagai penebus dosa manusia dan menyelamatkan semua orang yang percaya kepada-Nya dari dosa-dosa mereka dan dari api kekal. Semua orang akan mati karena mereka telah berdosa, tetapi Al-Masih tidak pernah berbuat dosa. Al-Qur’an menegaskan hal ini beberapa kali. Al-Masih tidak mati karena dosa-Nya sendiri, tetapi karena memikul dosa kita dan mati bagi kita. Ada kedamaian dan makna yang agung yang menyelubungi kematian-Nya, menurut Surat 19 (Maryam) : 33, karena Dia, Domba Allah, memikul dosa dunia dalam kasih-Nya.

VIII. MUHAMMAD DAN AL-MASIH, SETELAH KEMATIANNYA
Muhammad dikuburkan di Medinah, dan kuburannya masih ada sampai sekarang. Orang Islam percaya bahwa rohnya menjadi perantara bagi mereka yang sudah meninggal (Barzakh), sambil menunggu Hari Penghakiman.
Kita dapat membaca dalam Al-Qur’an bahwa Allah mengangkat Al-Masih kepada diri-Nya, dan menjanjikan Dia:
“Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku” (Surat 3:55).
Janji ini dikonfirmasikan dalam Al-Qur’an sebagai fakta yang telah terpenuhi/terlaksana:
“Allah telah mengangkat ‘Isa kepadaNya.” (Surat 4:158).
Dengan kata lain, Allah memanggil anak Maryam keluar dari kuburan dan mengangkat Isa Al-Masih kepada-Nya. Isa Al-Masih sekarang berdiam dekat Allah, sangat dihormati baik di bumi maupun dalam kekekalan. Al-Qur’an bersaksi:
“Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan Kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih ‘Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah),” (Surat 3:45).
Kuburan Al-Masih telah kosong, karena Dia memang telah dibangkitkan, seperti yang telah dikatakan-Nya sebelumnya. Tetapi jenazah Muhammad masih ada di kuburannya. Al-Masih terus hidup. Muhammad telah mati; dia tidak pernah dibangkitkan dari kuburannya, dan juga tidak pernah naik ke surga. Di sini terdapat perbedaan yang begitu besar antara hidup dan mati. Karena kehidupan lebih besar daripada kematian. Isa berada di dalam kekekalan.

IX. KEDAMAIAN MUHAMMAD DAN AL-MASIH
Setiap kali menyebutkan nama Muhammad, seluruh umat Muslim berdoa:
“Kiranya Tuhan mendoakan dia dan memberi dia damai.”
Doa mereka mengindikasikan bahwa damai Allah belum datang kepada Muhammad, walaupun para pengikutnya telah mendoakan dia selama berabad-abad! Muhammad adalah nabi yang secara terus-menerus membutuhkan campur tangan pengikutnya, bukan sebaliknya. Al-Qur’an menyaksikan bahwa Allah sendiri, seluruh malaikat dan seluruh umat Muslim, harus mendoakan Muhammad dengan tekun untuk menyelamatkan dia pada hari penghakiman:
“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya” (Surat 33:56).
Dalam Surat Maryam, Al-Masih dituliskan berkata:
“Kesejahteraan atas dirinya pada hari ia dilahirkan dan pada hari ia meninggal dan pada hari ia dibangkitkan hidup kembali.” (Surat 19:15).
Putra Maryam adalah Pangeran Kedamaian yang hidup sebagai manusia biasa dalam damai dengan Allah dari mula hingga akhirnya. Tidak ada yang memisahkan Dia dari berkat kekal Allah.
Kelahiran Al-Masih dari perawan Maryam terjadi menurut kehendak dan kuasa Allah. Dia dilahirkan tanpa dosa. Damai Allah yang sejati ada pada diri-Nya sejak permulaan hidup-Nya. Berdasarkan kenyataan ini, langit terbuka dan malaikat-malaikat bernyanyi, “Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.” (Lukas 2:14).
Al-Masih benar-benar mati. Dia tidak mati untuk dosa diri-Nya, tetapi sebagai pengganti bagi dosa-dosa kita. Bahkan dalam kematian-Nya, Isa mengalami damai dengan Allah. Manusia mati karena dosa mereka yang menjijikkan, “upah dosa adalah maut” (Roma 6:23). Tetapi Allah sangat senang ketika Al-Masih mati, karena kematian-Nya telah mendamaikan Dia kembali dengan manusia. Oleh karenanya damai Allah menyelubungi kematian Al-Masih.
Kebangkitan Isa Al-Masih dari kematian adalah bukti terbesar bagi kesucian-Nya. Jika Al-Masih berbuat satu dosa saja selama hidup-Nya, kematian akan memiliki kuasa yang sah atas Dia dan akan terus mencengkeram Dia, sama halnya seperti kematian telah mencengkeram Muhammad. Tetapi Al-Masih tidak pernah berbuat satu dosa pun, besar atau kecil! Oleh karenanya, Dia telah mengalahkan kematian dan telah bangkit sebagai tanda kemenangan atas kuasa kegelapan. Al-Masih masih hidup – Muhammad telah mati! Seluruh umat Islam mengakui kenyataan ini ketika mereka mengucapkan menyebut nama Al-Masih, dengan berkata:
“Damai ada pada-Nya.”
Mereka mengetahui dengan baik dan bersaksi bahwa Dia hidup dengan penuh kedamaian dengan Allah.
Muhammad mengalami siksaan yang begitu berat di Mekah, tetapi ketika dia menjadi berkuasa secara politik dan sosial, dia mengirimkan serangan-serangan yang hebat dan peperangan berdarah melawan musuh-musuhnya. Kadang kala dia menjadi sangat tidak bertoleransi dan tidak mau memaafkan. Dalam Al-Qur’an, Muhammad memerintahkan lebih dari 16 kali untuk membunuh musuh-musuhnya, orang yang tidak percaya, dan orang yang keluar dari Islam:
“Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah); dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidil Haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikianlah balasan bagi orang-orang kafir.” (Surat 2:191).
“Maka janganlah kamu jadikan di antara mereka penolong-penolong(mu), hingga mereka berhijrah pada jalan Allah. Maka jika mereka berpaling, tawan dan bunuhlah mereka di mana saja kamu menemuinya, dan janganlah kamu ambil seorangpun di antara mereka menjadi pelindung, dan jangan (pula) menjadi penolong” (Surat 4:89).
“Dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah.” (Surat 8:39).
“Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu, maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu di mana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah di tempat pengintaian.” (Surat 9:5).
Muhammad tidak membawa damai ke dunia tetapi peperangan. Dia mengutus pasukannya untuk menyerang dan perang suci lebih dari 30 kali. Dia sendiri turut serta dalam penyerangan dan ekspedisi sebanyak 29 kali. Dia memimpin pengikutnya untuk mencucurkan darah musuh-musuhnya. Dia adalah contoh seorang pemimpin politik yang beragama di semenanjung Arab.
Walaupun Orang Yahudi menghukum Dia dengan kejam, tetapi Al-Masih yang rendah hati dan lembut tidak membela diri-Nya dengan pedang. Dia melarang pengikut-Nya untuk mengalirkan darah musuh-musuh-Nya, dengan memerintah Petrus “Masukkan pedang itu kembali ke dalam sarungnya, sebab barangsiapa menggunakan pedang, akan binasa oleh pedang” (Mat 26:52). Setiap orang Kristen yang berperang dengan senjata yang mematikan untuk penyebaran Injil dan menumpahkan darah orang lain berarti memberontak kehendak Tuhan. Dia akan diadili sebagai orang yang tidak taat pada perintah Pangeran Kedamaian. Tetapi setiap orang Islam yang mati dalam perang suci dijanjikan akan langsung diangkat ke surga. Hanya Al-Masih yang membangun kedamaian yang sejati tanpa peperangan dan pembunuhan. Muhammad mewajibkan setiap umatnya untuk berperang melawan musuh-musuhnya (lihat juga Sura 4:95,96; 25:52). Al-Masih lebih suka mencurahkan darah-Nya sendiri yang berharga untuk menyelamatkan musuh-musuh-Nya, sehingga mereka tidak akan binasa. Dia bahkan berdoa untuk mereka: “Bapa ampunilah mereka, karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat” (Lukas 23:34).
Isa adalah satu-satunya Muslim sejati, jika kita menganggap definisi kata “Muslim” berasal dari kata Arab Salam, yang berarti “damai.” Seorang Muslim sejati adalah pendamai yang menyerahkan hidupnya sendiri kepada Allah yang penuh Kasih, dan melayani hanya kepada Allah saja.

X. TANDA DARI ALLAH
Inspirasi Islam menunjuk Isa sebagai “Tanda dari Allah” (Ayatollah). Menurut Islam, Allah telah membuat Isa dan ibu-Nya sebagai tanda yang diberikan Allah kepada manusia:
“Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia” (Surat 19:21).
“Kami tiupkan ke dalam (tubuh)nya ruh dari Kami dan Kami jadikan dia dan anaknya tanda (kekuasaan Allah) yang besar bagi semesta alam.” (Surat 21:91).
Al-Masih tidak menerima sebutan unik ini dari manusia, tetapi langsung dari Allah. Dia tidak menerima sebutan, “Tanda dari Allah,” agar dapat masuk ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi di universitas, tetapi Dia telah menyandang sebutan terhormat ini sejak saat Dia dilahirkan ke dunia. Sebaliknya, tempat tertinggi dalam Islam aliran Shi’ah hanya dapat diberikan kepada pakar-pakar yang telah menerima gelar Ayatollah, yang berarti “tanda dari Allah.” Banyak orang Islam terlalu berlebihan di dalam menghormati Khomeini, karena mereka bukan hanya memanggilnya “Ayatollah” (Tanda dari Allah) tetapi juga Ruhullah (“Roh Allah”). Para pengikut Al-Masih telah mendapat “Tanda dari Allah” selama 1.990 tahun di dalam diri Al-Masih! Para pengikut Shi’ah hanya memiliki Ayatollah mereka yang terkenal tahun-tahun belakangan ini saja. Apa perbedaan antara Khomeini dan Al-Masih? Jurang di antara kedua orang ini mustahil untuk dijembatani. Al-Masih menyembuhkan orang sakit, menyucikan orang kusta, membangkitkan orang mati, memberi makan orang yang kelaparan, menghibur orang yang terkena musibah, memberkati musuh-musuh-Nya, menciptakan damai antara manusia dan Allah, dan menyelamatkan jutaan manusia dari kutukan Hari Penghakiman. Khomeini, sebaliknya, memimpin para pengikutnya kepada dua peperangan yang porak poranda di Irak dan Afghanistan, di mana jutaan orang Islam terbunuh, menjadi cacat, kehilangan rumah dan lingkungan hidup. Dia mengutuk setiap orang yang dia anggap musuh Islam. Perbedaan antara Ayatollah para pengikut Al-Masih dan Ayatollah para pengikut Shi’ah sungguh tidak terkatakan lagi!
Para pakar Islam aliran Sunni merasa dihina oleh Ayatollah Khomeini ketika ia mengijinkan para pengikutnya untuk memanggil dirinya “Roh Allah” (Ruhu-Allah) atau “Roh Kudus” (Ruhul-Qudsi). Bahkan Muhammad pun tidak menerima sebutan tersebut bagi dirinya. Pakar-pakar aliran Sunni dari berbagai negara Arab bertemu di Casablanca (Moroko) dan setuju untuk mengutuk kebiasaan ini. Raja Maroko, Hassan II, mengumumkan di depan masyarakat umum bahwa jika Khomeini tidak menghentikan para pengikutnya untuk memanggil dirinya Ruhullah atau Ruhul-Qudsi, maka dia (Ayatollah Khomeini) harus diusir dari Islam dan tidak dapat lagi dianggap sebagai orang Islam. Pengumuman Raja tersebut didasarkan pada bukti yang terdapat dalam Al-Qur’an bahwa hanya ada satu manusia di dalam sejarah dunia yang memiliki hak untuk menamakan dirinya “Roh Kudus”: Isa, Anak Maryam, karena Dia dilahirkan dari Roh Kudus. Untuk mengutuk para pengikut Shi’ah, para pengikut Sunni mengakui kebenaran bahwa Isa adalah satu-satunya manusia yang pernah dilahirkan oleh Roh Allah.
Khomeini dipilih oleh manusia sebagai tanda dari Allah kepada kaum Shi’ah yang kebanyakan bermukim di Iran. Tetapi Al-Masih adalah “Tanda dari Allah” yang sebenarnya bagi seluruh manusia. Dia bukan hanya “Tanda dari Allah” bagi para pengikut Al-Masih atau bagi bangsa Yahudi, tetapi juga bagi orang Hindu, Budha, atheis, Islam, dan lain-lainnya. Siapa saja yang mempelajari kehidupan Al-Masih secara mendalam akan menemukan bahwa Dia adalah Ayatollah yang sempurna, “Tanda dari Allah” yang sesungguhnya.

XI. RAHMAT ALLAH
Kita dapat membaca di Al-Qur’an apa yang dikatakan Allah tentang Isa:
“Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami” (Surat 19:21).
Muhammad juga dijuluki ‘rahmat’ dalam Al-Qur’an:
“Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (Surat 21:107).
Kita telah mengetahui bahwa inspirasi Muhammad pada dasarnya berbeda dengan Al-Masih; demikian juga, arti dan isi rahmat dari keduanya juga secara fundamental berbeda.
Malaikat Jibril diduga mendiktekan Al-Qur’an kepada Muhammad. Al-Masih tidak memerlukan malaikat sebagai perantara, karena Dia sendiri adalah inkarnasi Firman Allah yang kekal. Perbedaan antara inspirasi Injil dan inspirasi Al-Qur’an sama besarnya dengan perbedaan rahmat Al-Masih dan Muhammad yang tidak dapat dijembatani. Inspirasi kepada Muhammad dapat ditemukan dalam ayat-ayat Al-Qur’an, dalam berpuluh-puluh ribu deklarasi Hadits (kumpulan Tradisi Islam), dan dalam tata cara kehidupan praktis dia sehari-hari (al-Sunna). Sumber-sumber ini disatukan dan dikompilasikan menjadi hukum Islam (Syariat), yang terdiri dari perintah-perintah dan larangan-larangan. Hukum ini mengatur segala aspek kehidupan umat Muslim, termasuk doa lima waktu, dengan keharusan untuk membersihkan tubuh terlebih dahulu, berpuasa di bulan Ramadan, zakat, naik haji, dan bahkan upacara penyunatan dan upacara penguburan. Hukum Syariat juga meliputi tata cara berkeluarga, hukum warisan, kontrak, perang suci dan hukuman-hukuman berat. Kehidupan orang Islam diatur oleh Hukum Islam yang, menurut teologia Islam adalah bukti akhir yang nyata dari rahmat Allah kepada orang Islam.
Injil mengingatkan bahwa tidak ada seorang pun yang dapat dibenarkan karena menjalankan Hukum Taurat, karena tidak seorang pun sanggup untuk melakukannya dengan sempurna. Hukum Islam pun secara terus menerus dilanggar oleh orang Islam. Jutaan dari mereka tidak menjalankan perintah untuk berdoa lima waktu sehari; jutaan lainnya tidak secara konsisten berpuasa pada bulan Ramadan; yang lainnya tidak memberikan jumlah zakat yang seharusnya mereka bayar; dan kebanyakan dari mereka tidak dapat menyelesaikan proses naik haji tanpa melakukan kesalahan. Lebih dari itu, berapa banyakkah seseorang berdosa terhadap isteri dan anak-anaknya, dan berapa seringkah suatu kontrak bisnis harus diakhiri oleh penipuan atau pemaksaan; berapa seringkah mulut seseorang mengucapkan kebohongan? Tidak ada satu orang pun yang tidak ternoda atau terkena polusi karena tinggi hati, balas dendam, kebencian, dan hati nurani yang kotor. Hukum Allah mengutuk setiap orang melalui perbuatan, perkataan, dan niatnya. Tujuan akhir dari Hukum adalah penghakiman atas setiap orang berdosa karena kejatuhannya, kebersalahannya, dan korupsinya. Memang, hukum Muhammad mengatur orang-orang Islam, sama seperti Hukum Musa berpusat pada kehidupan anak-anak Abraham atas Allah dan Firman-Nya. Hukum itu menuntut penyerahan yang penuh dan kepatuhan yang menyeluruh kepada Sang Pencipta. Tetapi tidak ada hukum yang dapat membenarkan orang berdosa, dan tidak ada hukum yang dapat membebaskan orang yang berdosa. Hukum itu diberikan untuk menghakimi orang yang melanggar hukum dan menghancurkan mereka. Karena Hukum, maka setiap orang akan berjalan menuju neraka. Hukum itu adalah hakim yang adil. Tidak ada satu manusia pun yang dapat memenuhi persyaratan Hukum.
Setiap orang yang taat beragama berharap untuk menerima pengampunan dari Allah. Orang Islam berpikir bahwa:
“Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk.” (Surat 11:114; Surat 35:29- 30).
Tetapi menurut Islam, tidak ada satu orang pun yang dapat memastikan bahwa dosa-dosanya akan diampuni sampai tiba Hari Penghakiman. Hukum mereka tidak menawarkan korban pengganti, dan juga tidak memberikan keselamatan yang cuma-cuma kepada mereka. Setiap orang Islam akan menerima upah/ganjaran mereka pada Hari Penghakiman, ketika pelanggaran mereka dan segala kegagalan mereka terbongkar semua. Hukum pada akhirnya akan menghukum para pengikutnya. Muhammad mengakui bahwa seluruh pengikutnya akan pasti masuk neraka:
“Demi Tuhanmu, sesungguhnya akan Kami bangkitkan mereka bersama syaitan, kemudian akan Kami datangkan mereka ke sekeliling Jahannam dengan berlutut… Dan tidak ada seorangpun dari padamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan.” (Surat 19:68,71).
“Dan untuk itulah Allah menciptakan mereka. Kalimat Tuhanmu (keputusan-Nya) telah ditetapkan: sesungguhnya Aku akan memenuhi neraka Jahannam dengan jin dan manusia (yang durhaka) semuanya.” (Surat 11:119).
Kita mengakui bahwa semua pengikut Al-Masih, Hindu, Budha, dan Islam adalah orang-orang yang pada dasarnya sungguh berdosa. Tidak ada satu manusia pun yang baik, “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,” (Roma 3:23).
Hanya Al-Masih sendiri yang hidup menurut Hukum dan menuntut bahwa kita harus mentaati perintah kasih-Nya juga. Tetapi tujuan utama Al-Masih adalah bukan untuk membuat suatu hukum yang menghukum manusia tetapi untuk menyatakan kasih (anugerah) Allah terhadap manusia berdosa dan untuk membenarkan mereka secara cuma-cuma. Al-Masih menjalani kehidupan sesuai dengan apa yang Dia ajarkan, dan diri-Nya sendiri menyelesaikan Hukum, dengan membuktikan bahwa Dia patut menjadi Domba Allah, yang menghapus dosa dunia (Yoh. 1:29).
Tujuh ratus tahun sebelum kelahiran Al-Masih, Nabi Yesaya bernubuat bahwa seseorang akan datang sebagai ganti kita, menderita untuk kita di bawah murka Allah:
“Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian.” (Yes. 53:4-6)
Al-Masih menyelamatkan para pengikut-Nya dari kutukan Hukum Taurat dan membebaskan mereka dari penghakiman Hari Kiamat. Dia membenarkan orang-orang yang menerima Dia dan percaya kepada-Nya. Dia telah mendamaikan Allah dengan manusia dan memberikan manusia damai sejahtera yang kekal. Rasul Paulus mendorong kita untuk menerima hak istimewa rohani ini, dengan menulis:
“berilah dirimu didamaikan dengan Allah. Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.” (2 Kor 5:20, 21).

XII. SIAPAKAH YANG TERBESAR?
Pertanyaan yang serius ini tidak sepatutnya ditujukan kepada Al-Masih dan Muhammad. Menurut ukuran manusia, keduanya telah mencapai standar dukungan yang tidak dapat dicapai oleh pendiri agama lainnya. Islam telah memiliki 1,2 milyar pengikut, 1.370 tahun setelah kematian pendirinya. Orang-orang yang menyatakan dirinya pengikut Al-Masih jumlahnya telah melebihi 1,8 milyar. Tidak ada satu partai politik, filsafat, atau ideologi pun yang dapat mengumpulkan begitu banyak pengikut sebagaimana yang dimiliki oleh Al-Masih dan Muhammad dalam abad-abad ini.
Muhammad memberi peringatan kepada para pengikutnya di Mekah dan mengalami beberapa penyiksaan di Mekah selama duabelas tahun. Tetapi setelah dia berimigrasi ke Medinah pada tahun 622 M, segala sesuatunya menjadi berubah. Dia menjadi pemimpin yang sangat berpengalaman dalam politik, hukum dan peperangan. Dalam mata para pengikutnya, dia adalah kepala (Imam) dari seluruh umat percaya, dan Wakil Allah bagi kaum Muslim (al-Ummah).
Al-Masih sendiri tidak siap untuk menerima pertanyaan, Siapakah yang terbesar? Al-Masih merendahkan diri-Nya dan menyatakan bahwa Dia datang bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani dan memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan banyak orang. Dia berkata kepada para pengikut-Nya, “Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah menjadi hambamu” (Matius 20:26-27). Dia berjanji bahwa hanya orang yang lemah lembut akan memiliki bumi (Matius 5:5). Al-Masih tidak hanya berkhotbah, tetapi Dia juga menjalani kehidupan berdasarkan ajaran-ajaran-Nya. Walaupun Dia memiliki kekuatan yang luar biasa, Dia memilih untuk hidup sederhana, ditolak oleh manusia, dan akhirnya diremukkan oleh tangan-tangan jahat (Yesaya 53:1-3). Ketika Petrus mencoba membela Dia, Dia melarangnya, dan menyuruhnya untuk mengembalikan pedang ke sarungnya serta untuk tidak ikut campur dalam rencana Allah yang telah diputuskan jauh sebelumnya, yang menuntut kematian-Nya untuk keselamatan manusia (Yoh 18:11).
Al-Masih juga membuktikan otoritas-Nya ketika Dia meyakinkan orang-orang yang setia mencari-Nya:
“Dosa kalian telah diampuni.”
Sampai hari ini pun Al-Masih berkata kepada orang berdosa yang bertobat:
“Allah mengasihi engkau; Aku telah mendamaikan engkau dengan-Nya. Pintu telah terbuka lebar bagimu.”
Allah tidak mengirim Al-Masih untuk memberikan satu hukum lagi yang menjadi beban yang begitu berat untuk dilaksanakan oleh manusia. Al-Masih adalah Rahmat Allah yang berinkarnasi. Di dalam Dia, kasih Yang Maha Suci telah diungkapkan. Oleh karenanya, Dia mengasihi orang berdosa, memberkati musuh-musuh-Nya dan memberi dorongan kepada orang-orang yang putus asa. Isa adalah rahmat dari Yang Maha Rahmani, Yang Maha Pengasih. Dia membuktikan bahwa diri-Nya secara esensi adalah sama dengan Allah. Di dalam Al-Masih Roh Allah menjadi daging (Sura 4:171). Tidak ada perbedaan antara rahmat-Nya dan rahmat Allah. Penebusan dosa yang dilakukan-Nya adalah penawaran secara cuma-cuma dari Allah kepada setiap orang berdosa. Siapa pun yang menerima anugerah dan pembenaran-Nya akan selama-lamanya berdamai dengan Allah. Orang yang percaya kepada-Nya akan akhirnya mengetahui dan melihat posisi Al-Masih yang sebenarnya, yaitu duduk di sebelah kanan Yang Maha Kuasa. Rahmat Al-Masih tidak akan berhenti, tidak akan menghukum atau menghancurkan kita, karena Dia telah membenarkan dan menebus kita.
Para pengikut Al-Masih tidak diharuskan untuk menderita baik di bawah Hukum Taurat maupun di bawah Syariat dari Muhammad. Mereka tunduk kepada rahmat dari Allah sebagaimana diungkapkan dalam Injil Al-Masih. Bahkan Al-Qur’an membenarkan hak istimewa yang unik ini kepada para pengikut Al-Masih.
“Dan hendaklah orang-orang pengikut Injil, memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah di dalamnya. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik” (Surat 5:47).
Al-Qur’an secara sah telah membebaskan para pengikut Al-Masih dari Syariat dan mengkonfirmasikannya dalam kasih karunia dari Injil. Rahmat dari Al-Masih memberikan mereka damai yang sempurna di dalam hati dan pikiran mereka. Kekuatan rohani mereka yang berasal dari jaminan keselamatan memimpin mereka untuk melayani dengan kasih, berdasarkan harapan yang kekal.
Al-Masih merendahkan diri-Nya lebih jauh lagi dan memuliakan Bapa-Nya di surga, dengan mengakatan:
“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak.” (Yoh 5:19).
“Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya.” (Yoh 14:10).
Jadi, Al-Masih menyangkal diri-Nya dan memberi segala hormat kepada Allah Bapa-Nya. Dia bahkan mengakui, “Aku dan Bapa adalah satu.” (Yoh 10:30).
Maka siapa saja yang ingin mengerti Al-Masih harus merendahkan dirinya dan bertanya, Siapakah yang paling rendah hati? Al-Masih merendahkan diri-Nya sampai dia membuat diri-Nya sendiri sebagai kutukan yang seharusnya menimpa kita sehingga kita dapat dibenarkan menurut ukuran Allah di dalam Dia. Dia memberikan diri-Nya sebagai tebusan bagi setiap orang jahat, lelaki maupun perempuan – bahkan para pembunuh sekalipun – agar mereka dapat dibebaskan dari hukuman Allah, yang kemudian diubah menjadi orang yang percaya yang dipenuhi dengan kasih-Nya yang kekal.

KESIMPULAN
Para narapidana mendengarkan dengan penuh seksama apa yang dikatakan hamba Tuhan tersebut. Beberapa dari mereka menjadi marah dan memandangi dia dengan penuh kebencian. Yang lainnya menjadi sangat tertarik dan terpukau. Beberapa dari mereka bersukacita secara diam-diam karena mereka dapat mendengar jawaban yang begitu jelas ini. Mereka mendapatkan harapan yang baru dari pesan ini.
Wakil pembicara dari para narapidana menjawab hamba Tuhan ini, “Kami mengakui bahwa anda telah berbicara dengan jelas sekali kepada kami. Anda telah dengan berani mengatakan kepada kami apa yang benar-benar anda percayai. Kami akan terus memikirkan perkataan anda dan mendiskusikan hal-hal yang anda kemukakan, membandingkan mereka dengan hati-hati dengan ayat-ayat Al-Qur’an dan kumpulan Tradisi (Hadits). Beberapa dari kami tidak setuju dengan anda saat ini, tetapi kami telah berjanji untuk melepaskan anda dengan tenang. Kami akan terus mempelajari pokok persoalan ini dengan tekun.

@DEAR ZAINI/ACHMADI

Saya salut dengan perjuangan sdr sdr…mencari pembelaan didalam AQ..yang agung….

Namun sayangnya…kesaksian anda yg didapat dalam AQ dan hadist …bukannya sdr sdr jadikan implementasi didalam kehidupan sehari hari anda.

Seharusnya sdr sdr bisa lebih banyak belajar di islam ketimbang di kristen…kenapa kok ajaran islam lebih sempurna…? bukan kah islam itu agama lain..? kenapa bisa menjelaskan tentang kristen..terutama tentang ISA ALMASIH…

sdr sdr seharusnya banyak bertanya kepada diri sendiri..kenapa sih dari awal jaman sampai akhir kok yang dipermasalahkan agama kristen..?kenapa tidak ada yang mempersoalkan agama islam..?

sdr sdr tentunya lebih tau..bukankah sdr sdr punya injil..meskipun separohnya keburu terbawa oleh ISA ALMASIH..ke surgas..(belum tuntas dalam dakwahnya keburu mati).. yang akhirnya ISA ALMASIH meninggalkan perselisihan diantara umatnya sendiri…sampai sampai harus membuka buka AQ …

Didalam hadist dan AQ..mmg mengetengahkan persoalan KETUHANAN YESUS maka Allah pun berwasiat bahwa kelak umat umat akan berselisih paham karenanya.dan hingga kini terbukti sdh..dan teramat sangat dirasakan oleh pihak kristen sendiri…selalu bingung dan belum layak dibilang calon masuk surga..karena ajaran ajaran yang selama ini ternyata bukan ajaran yesus..tetapi ajaran yang dikembangkan dengan akal pikiran manusia setelah ISA ALMASIH MANGKAT..pada akhirnya aanak cucu cucunya merasa dikucilkan, terasing dalam hidup..karena menyembah TUHAN YESUS.

Dalam keseharian selalu ada pertanyaan…mengapa orang lain selalu bertanya..hei john..agamamu apa ?kristen pak..jawab john..terus apa yang kamu sembah john..? TUHAN YESUS pakkk…!?

sipenanya akan terheran heran ..apa ini yang dajarkan bapak ibunya si john..kenapa tidak menjawab..AKU MENYEMBAH ALLAH pak…!? semua umat kristen kalau ditanya..dalam agamamu apa yang kamu sembah…TUHAN YESUS.. jawabnya..(Tuhan ISA ALMASIH)

Mohon janga sangkut pautkan AQ/hadist dalam persoalan intern anda…

bukankah ini sdh konsekwensi anda mengimani yesus sebagai ANAKAN TUHAN…maka dengan segala macam persoalannya..jangan campur adukan AQ?hadist..

karenma AQ/hadist adalah pedoman agama kami…kalau anda setia dan taqwa kepada Allah dan taat kepada yesus…maka tinggalkanlah ajaran agamamu yang selama ini anda pahami.Kami umat muslim selalu mengikuti ajaran isa sebagai ajaran tauhidnya dengan keasliannya sebelum mati terangkat kesurga…bukan agama ditahun 325M dan setelah 381 M…dan

memang dihari kiamat nanti Isa almasih menjadi hakim dan mengadili semua manusia…tetapi..jgn harap bahwa isa almasih akanmengetahui bahwa andalah pengikutnya…

yang mengetahui hanyalah amal perbuatan dan timbangan anda selama hidup,mulut tak bisa berbicara,hanya panca indra saja yang menjawab persoalan anda nanti di hari kiamat.

SYAHADAT,SHOLAT 5 WAKTU,PUASA ROMADHON,ZAKAT DAN HAJI..

ditambah lagi amal amal kebaikan semasih hidup didunia ini… taat melaksanakan perintaNya dan menajuhi segala larangaNya ..
sebagai penuntunya sunah dan hadist.

Bukankah Allah telah mengetahui sebelum dan sesudah yesus wafat bila saatnya nanti umat umat yesus akan memperselisihkanya hingga akhir jaman…? ya ..mau tak mau andalah yang merasakanya hingga saat ini…karena anda mengikuti jejak pengikut yahudi dan para pendeta pendetanya.(pendeta yang tidak beriman kepada Allah) melainkan pendeta yang beriman kepada pemerintahan Yahudi…

kalau pendeta yang beriman kepada Allah maka hidupnya susah,miskin papa.akan etapi pendeta yang beriman kepada pemerintahan Yahudi maka hidupnya penuh dengan kemewahan…karena Tuhan mereka itu adal;ah Tuhan yang hidup didunia saja..alias HARTA.. karena mereka beranggap harta dapat memebeli segalanya.

Bani isarel dan Yahudi..versi kristen adalahanak anak keayangan Tuhan.

bani israel dan yahudi versi islam adalah anak anak pembangkang dan tidak akan beriman kepada Allah sehingga ada bukti azab dan akhir jaman.

kalau versi kristen beranggapan macam ini,Tuhan yang mana …?kah itu..?tenteunya anda akan menjawab tuhan yesus(ISA ALMASIH) berarti anda tergolong orang orang yang didalamnya…nauzjubillahhiminzaliq…

narrun hawiyyah..tahukan apakah hawiyah itu..?
NERAKA YANG PALING DALAM.

@SDR MALAYSIAN…

Saya harap junjunglah agamamu sendiri..jangan mencari pengacara di luar jalur…Sdr ini tergolong manufik..anda berkata beriman tetapi hati anda kafir…jadi saya mohon…pecahkan masalah intern agama anda sendiri…saya rasa isal sdh cukup memberikan penerangannya segala ajaran tauhid yang diajarklan pula kepada pendahulu pendahulunya.

dalam injil mana ada AL QURAN
dalam taurat mana ada Al quran…
tetapi injil,taurot,zabur,semua ada didalamnya…Quran…

Alquran memang diciptakan dengan keagungan Tuhan…bukan hasil karya tangan tangan manusia lalu dikatakan inilah karya Allah.

susah susah amat

@ NAPITUPULLU…YTH…

terima kasih dengan koreksi anda, ulasan saudara sdh cukup baik, namun masih ada kata disayangkan..sama dengan sdr MALAYSIAN,ACHMADI,ZAINI, Sebagaimana layaknya kita hanyalah manusia yang serba kekurangan..dan banyak kekeliruan..maka sdh sepantas nyalah kita berusaha mencari jalan menuju kebenaran minimal memperoleh hidayah dan innayahNya yaitu pengampunan Allah.atas segala dosa kita.

Saudara Napitulu, didalam ulasan ini sdr mengupas tentang “IRANIS GLOBAL VICTION” saya sarankan sdr tidak seharusnya jauh jauh mengambil contohan diatas.Sebagai muslim saya memahami peristiwa dan perkembangan islam dibelahan negara negara timur tengah,barat ,tenggara,eropa, dan juga perkembangan kristen di belahan dunia yang sama sama sedang berlomba lomba dalam menyebarkan ajaran BERKETUHANAN YANG HAKIKI.

Namun dalam penyebarannya nampak ada perbedaan yang menojol, Bila muslim mengatakan Tuhan yang patut di sembah itu adalah TUHAN SANG PECIPTA ALAM SEMESTA (ALLAH). Sedangkan kristian menyebarkan bahwasanya Tuhan itu bukan hanya satu yang harus disembah yaitu ALLAH,ANAKNYA,DAN ROHNYA.
Ada tiga unsur yang menguatkan sehingga umat kristen harus mau tak mau membaut suatu ketetapan yang membedakan antara agama islam dan agama kristen.Dan memang kristen tidak akan mau dipersamakan dengan agama agama lain, kristen harus lebih hebat.
Kalau islam Tuhannya hanya satu, sedangkan kristen Tuhannya lebih dari satu maka beranggaplah sudah kristen agama yg maha sempurna dan telah dimateraikan bagi umatnya jaminan masuk surga.
Saya dapatkan dalam ulasan sdr diatas terdapat kalimat kalimat yang juga pernah saya baca didalam buku ROBERT MORRY “THE ISLAMIC VICTION”
Yang didalamnya banyak sekali hujatan hujatan terhadap nabi Muhamad saya sdh baca semua..jadi saya tau arah yg sdr maksud..
Namun say sebagai muslim sdh wajib membela dan menyanggahnya…bahkan saya kembalikan bahwa inilah manusia manusia yang penuh dengan “KEDENGKIAN ‘” tergadap kebenaran Muhamad.Sudah wajarlah bagi seorang manusia biasa dberikan mandat dan beban yang terlalu berat,apalagi beban yang dipinggul adalah tugas suci maca ini,bagai mana manusia biasa seperti anda diberi mandat untuk menyimpan uang di Bank ternyata justru anda simpan didalam lemari anda sendiri.Sudah sangatlah wajar bila Muhamad dalam menerima inspirasi(wahyu/pelajaran) yang teramat sanagt meletihkan dengan ribuan ayat ayat yg harus dihapal kemudian di ajarkan terus hingga pada saat harus dijabarkan kedalam mushaf mushaf fiqih,tasawuf,hadiat dan sunnah..bayangkan apakah manusia manusia seperti kita mampu..?
Bukan cuma Muhamad saja yang merasakan beratnya tanggung jawan dari berjuta umat untuk kembali kejalan ang benar..masih ada lagi banyak nabi yang belum pada saat suksesnya menyebarkan agama tauhid dan harus menerima nasib kematian ditangan Yhudi dan bangsa Isarel..
Kalau saja Isa almasih di turunkan kebumi untuk menjadi juru selamat kaum bani israel, itu kehendak Allah semata karena Allah telah menetapkan bahwa bangsa israel dan Yahudi sebagai bangsa pembangkang.Jadi sdr gak perlu mmendiskriditkan Muhamad sebagai manusia biasa dll dll sebagainya.
Saudara dalam mempelajari islam alasanya apa..?kalau saya yg muslim mempelajari kitab injil dan alkitab hanyalah untuk mencari kemantaban dan menyempurnakan iman islam saya sebagai mana yang telah diajarkan bahwa sebelum alquran ada kitab itab yang syah maka pelajarilah sebagai panduan,penghantar saya menuju agama yanglebih sempurna dan VALID yaitu ISLAM DAN ALQURAN YANG AGUNG.
Bukan saya yang harus kembali kepada ajaran kristen atau saya harus patuh kepada Yesus sehingga saya harus menuhankan yesus..itu sama saja saya menciptakan pemisahan antara TUHAN ALLAH dengan Yesus.
Disaat saya memunajad kepada Allah,sementara Yesus juga minta di munajadkan oleh saya bagaimana biasa..?!
Masalah masalah kenabian Muhamad adalah sebuah contoh nyata keberhasilan seseorang manusia biasa dari lahir hingga titik hayat mewarikan kerya karyanya ASLI DAN TIDAK TERNODA.Coba sdr cari nabi nabi mana yang sukses hingga akhir amanahnya ..? sdr akan menemukan paranabi nabi putus ditengah jalan bahkan diantaranya ada yang mati terpenggal kepalanya yaitu PAMAN YESUS SENDIRI NABI YAHYA BIN ZAKARIYA .Sdr terlalu jauh memanuver ke iran,irak,arabquraizhin ,mesir .dan sebagainya dan sebagainya..sdr ulas saja disekeliling sdr..yang dekat dekat saja.
Sudah banyak dan sudah tidak asing lagi ditengah tengah abad modern ini bagaimana cara cara kristen dalam enyebaranya.bermula dengan gaya asli kristen, kemudian merambah ke ideologi pancasila,terus berkembang ke arah islamologi dalam versi keristen, bahkan lebih mendekati sukses dengan cara paduan antara kristen dan islam. wah masih banyak lagi intrik inrik bagaimana agar kristen setara dengan kedudukan Qurannya islam.
Banyak sekali ditambah denga injil berbahasa arab, cuilan cuilan ayat ayat injil yang di shaf kedalam bentuk kumpulan selayaknya kitab alhadist..tentunya dengan menggunakan bahsa arab,tulisan arab,latin dan penerjemahannya..banyakkkk sekali saya dapatkan di pinggir pinggir jalan.
Namun sebagai muslim saya mampu membedakan mana yang asli hadis muslim dengan hadist kristen berbau dakwah(ukuwah dan dakwa).Disini saya berbicara langsung..tanpa konteks dan saya dapat temukan komentar komentar yang hanya implisit saja..bukan komentar spontanitas..ulasan ulasan yg terdahulu munculembali…namun saya tidak macam itu..dimana saatsaya baca saat itulah saya menjawabnya langsung…ini bukti yang nyata bahwasanya UMAT KRISTEN MASIH BERSIKERAS TENTANG IDENTITAS PRIBADI DARI ISA ALMASIH BINTI MARYAM.
Yang paling prinsip pembedaan anata agama kristen dengan agama agama lain yaitu tentang KETUHANAN YESUS(PUTRA MARYAM)
adapun keaksian kesaksian dlam mathius ,markus ,yohanes diatas adalah merupakan kata beda namun harkatnya sama,sehingga hanyalah kata kata saksi murid yang mau tak mau harus sama.Nah kalau sdh sama kenapa tidak satu suratan saja…janganlagi ada banyak surat kalau 5 surat itu harkatnya cma satu.maaf saya contohkan saja dan manusia seperti kita pun mudah memniru nirunya.

“AKU DAN BAPAKKU SATU”
“AKU BESAMA BAPPAKU DAN BBAPAKU BERSAMA AKU”
“YESUS DIDALAM BAPPA DAN BAPPA BERSAMA ROH DALAM YESUS”

ini contoh kalau cuma tulisan tulisan 325M hingga 381 M yang lalu..Kita juga bisa membuat semacam tiu…coba sekarang sdr buat satu contoh saja

“BIMILLAHIROCHMANNIRROHCHIM”

Silahkan sdr membuat kaimat diatas dengan 3 tulisan yg sama.Saya jamin sdr tidak akan bisa karena ini bukan kalimat kesaksian..ini langsung dari Allah kepada malaikat yang diperuntukan kepada nabi muhamad sebagai awal dari pada doa (inilah ajaran yg paling pertama muncul) maka disetiap kali surah bacaan diatas selalu berada di paling atas.

Maaf saudara sudah terlalu jauh dengan membaca ROBERT MORRY berarti anda saya anggap samadengan robert morry dan sdr termasuk orang yang belum dibukakan pintu hati.hati anda membatu hatianda membeku sama dengan yang lainnya.bahkan dalam akhir ulasanini anda mengharapkan agar umat muslim merasa benci dan dengki yg pada akhirnya inilah muslim yg tidak ada pelajaran kasih….nononono..anda kebalik dan anda salah …justru muslim akan menghantarkan sdr menunutun sdr ke surga.Umat mslim saja mengerti tenang ajaran tauhid ia almasih mengapa justru sdr sdr memisahkan diri…

Sdr mengatakan bahwa kelak isa almasih akan menghakimi manusia…kenapa sdr sdr tidak segera adakan perbaikan.

Khas buat ====>@Napitupulu

Anda ini boleh saya tanya, anda belajar agama bagaimana caranya, boleh anda menjawab soalan saya yang ringkas ini?

Boleh jawab soalan Matematik ini?

Mengapa sebarang NOMBOR yang dikuasakan 0 (Kosong) nilainya = 1 ???!

‘Z’ kuasa 0 (kosong) = 1, Mengapa boleh jadi begini?

‘123467’ kuasa 0 (kosong) = 1, Mengapa boleh jadi begini?

‘5’ kuasa 0 (kosong) = 1, Mengapa jadi begini?

Matematik adalah suatu yang Fizik, terlihat dengan mata, tanpa ada pengetahuan matematik, bangunan takkan jadi, Frekuensi takkan wujud.

Daripada yang sekecil ini maka kita akan perlahan-lahan sampai mengenal Allah swt. Cuba dulu dan jangan kata ini tidak berbaloi.

Mohon anda jelaskan, kalau soalan Matematik semudah ini pun anda tak boleh jawab, bagaimana anda nak memperjelaskan isu yang lebih besar.

Kukuhkan pengetahuan dari asas baru betul. Jangan anggap ini soalann bodoh!

Pelik tapi benar,

Saya andaikan otak anda tidak berkembang kerana anda ini umpama manusia yang hanya menurut kemahuan sendiri dan 100% benci Islam, sehingga perlu membanding ‘Siapa Lebih Besar’.

Tiada yang Lebih besar selain orang-orang yang mengikut petunjuk Allah SWT dan Nabi Utusan-Nya (Nabi Muhammad saw) penutup segala nabi dan rahmat seluruh Alam.

Wassalam.

@penambahan

===> Frekuensi, maksud saya tanpa metematik kita takkan dapat mengira gelombang, mengukur tekanan dan banyak lagi.

[...] komentar pembaca. Sharing ini diambil dari komentar Sdr. Malaysian yang aslinya dapat dilihat di: #139. Terima kasih atas sharing dari Sdr. Malaysian. GBU. ** [...]

dear all,
kebetulan ini kali pertama saya ngunjungi web ini, waktu saya baca dari awal comment sampai akhir comment saya cuma senyum-senyum doank…..
kenapa? ada khatolik,kkristen,islam saksi Yehova dll,.,.
saya senang ternyata banyak orang yang tau siapa itu Yesus. saya juga senang karena berarti namaNya udah disebarkan kesegala penjuru… saya juga senang ada begitu banyak orang yang coba mencari tahu tentang trinitatis itu berarti semua tahu apa itu trinitatis..
Then… semua dah di jelaskan diatas sebisa mungkin dengan gamblang dan bahasa yang mudah dipahami, jadi kalau ada yang nolak tentang Yesus Kristus ya gapapa juga terserah iman masing-masing yang penting anda-anda yang menolak telah membaca dan mendengar hanya kalian menutup mata untuk itu, kita gak akan disalahkan dan dimintai pertanggung jawaban atas nyawa anda-anda… kan sekarang zaman penampian.. kita lihat aja deh ntar ketemu ngak disorga ama saya….

See you ya…
Maju terus dalam Tuhan

Thom

@THOM

Saudara baru datang berkunjung ke blog ini…sudah takabur…apakah didalam injil tidak diajarkan bila diketahui oleh kamu sesuatu yang belum pasti terjadi maka hendaklah kamu mengucapkan” BILA TUHAN MENGHENDAKI”.

Masalah Trinitas dan Ketuhanan yesus yang menjadi dasar perselisihan dalam gama kristian..:

Yang berinisiatif menganggkat yesus menjadi anak Tuhan siapa…?

Yang berinisiatif mengangkat Maryam binti imran menjadi ibunda Tuhan siapa..?

Siapa manusia yg pertama kali mencetuskan konsep Trinitas sebagai 3 unsur ketuhanan…dalam agama kristian..?

Pada Tahun keberapa Yesus dilahirkan,bulan berapa dan hari apa, kemudian wafat(diangkat kesurga) pada hari apa..?

Berapa jarak waktu saat wafatnya yesus dikayu salib dengan inisiatif untuk menobatkannya sebagai Tuhan atau minimal Anakan Tuhan..?Dan siapa org pertama yang mendeklarasikan yesus sebgai Tuhan..?

Siapa yang anda ikuti bani israel atau yahudi..? sedangkan yesus seorang yang dimuliakan tidak pantas mati denga cara yang sama untuk menghukum para penjahat(seorang yang mulia kenapa harus disalib)..?
siapa yang mula mula berinisiatif menyalib yesus..?

Kalau ini sejak dilahirkan,diwafatkan adalah sdh rencana dan nubuatan Tuhan Bappa…apakah sekejam itu seorang Tuhan Bappa mengangkat yesus kesurga dengan cara disiksa,dicambuk,disiram dg air keras dan cuka,diarak keliling kota..apakah itu nubuatan Tuhan Bappa..terhadap anaknYa sendiri..?

Adakah yesus mewasiatkan agar segala penyampaianya selama masih hidup dan berdakwah agar murid muridnya membukukan penyampaianya…sdh tuntaskah yesus menjalankan amanah dari seorang ayahandaNya…?samapi pada kalimat apakah wahyu yang disampaikannya..?bukankah wahyu yang disampaikannya tidak sama dengan jumlah kesaksian kesaksian para murid nya sendiri..?

Dipikir dengan akal sehatpun mana ada wahyu dlam dakwanya lebih sedikit dari pada catatan kesaksian kesaksian yang samar samarr.karena disaat itu murid muridnya hanya bisa meminta dan meminta…kalau yesus tidak dapat membuktikan adanya kejaiban atau istilah mukjizat Tuhan bappaNya..maka murid dan seluruh umat disaat itu..tidak akan percaya dengan adanya Tuhan yang patut disembah…

Saat itu yesus hanya mampu dengan pembuktian atas segala ijin BappaNya melalui doanya.. seperti menyembuhkan org buta,kadas,ayan,menghidupkan org mati ,dan menurunkan hidangan makanan dai langit…
sebagai bukti dakwahnya bahwa yang patut disembah hanyalah Yuhan BappaNya saja sedanglkan diri yesus “BUKAN MERENDAH” akan tetapi benar benar “TAKUT KEPADA BAPPAKNYA DAN BUKAN HAKNYA UNTUK MEMINTA kepada manusia AGAR DIRI YESUS DIANAKAN ,DITUHANKAN SELAIN BAPPANYA SAJA’

Kenapa dengan mukjizat nya manusia lalau merencanakan munuhankan Yesus, dengan melihat bukti2 yesus mampu menurunkan makanan dan hidangan dari langit sama seperti waktu nabi musa dimintakan menurunkan makanan dari langit oleh bani israel ditengah perjalananya menuju palestin..? sedangkan disaat Yesus kehausan,kelaparan dia tidak mampu menciptakan makanan..malah memaki maki dan mengutuk pohon KARA..?kenapa tidak yesus laukan dengan hal yg serupa..?spt membuat burung dari tanah,mendatangkan makanan dll…bukankah ini perbedaan yang sangat jauh dari pada arti MUKJIZAT…?

Siapakah yang sebenarnya yang berhak memiliki mukjizat..Tuhan atau yesus..?bagaimana cara yesus menurunkannya…berdoa atau langsung jreng ada..?seharusnya para umat dan murid di saat yesus masih hidup…berinisiatif bertanya begini..

Wahai guruku yang mulia..sudikah kiranya engkau kami jadikan Tuhan ataupun anak tuhan semacamnya..?dengan kepandaian yang engkau miliki sdh pantaslah kami mengangkatmu menjadi Tuhan selain Tuhanmu sendiri..?

Apa jawab yesus..?adakah anda pernah mau belajar dan bertanya ttg itu.?apakah ini hanya bunga bunga hidup saja..?supa ada sebuah kenyataan bahwa tuhan itu harus ada,nyata dan terbukti…lalu kita sembah…seperti patung dll.karena kalau menyembah Tuhan yang tidak real,tidak nampak maka ..sia sia sdh hidup ini.maka itulah agama kristen mengangkat yesus sebagi Tuhan yang berlambang patung dan tiang salib.yang pada akhirnya hingga saat ini HAKIKAT KETUHANAN DALAM KRISTEN MASIH DALAM TAHAP PROSES KEABSAHANYA, entah kapan Hanya yesus yang tau menurut anda..tetapi hanya Allah yang tau menurut kami.Yesus tidak tau apa apa..dan apa yang dikerjakanya tidaklah dengan kehendak diri yesus sendiri malainkan kehendak Dia yang mengutus aku..ada dalam injil kan..?

Jadi meskipun nanti yesus di hari kiamat nanti akan turun menjadi hakim yg seadil adilnya bukan karena kehendak dirinya melainkan kehendak Bappanya(ALLAH) dan yesus pun tidak akan tau kapan hari kiamat itu datang,dan tidak mengenal siapa kamu kamu dan kami kami…jadi gak ada istilah yg kristen dmatereikan masuk surga ..yang islam di pisahkan ke alam yang berbeda…nononono…

dalam injil bilakah sesuatu yang belum pasti terjadi hendaklah kamu berucap jika Allah menghendaki.jadi jangan katakan kepastian..itu namanya mendahului..takdir dan kehendak Allah..atau mendahului kehendak yesus menurut anda..

satu lagi penegasan Yesus bukan Tuhan ataupun anaknya Tuhan.Dan yesus akan datang dihari kiamat nanati menjadi hakim yg seadil adilnya mengadili manusia dan membunuh para babi dan mematahkan salib.

Kenapa demikian..ini pelajaran buat anda anda yang setia kepada agama anda carilah sendiri.
Carilah kebenaran itu dengan cara membedakan anatara haknya Yesus dan hakknya Allah(BappaNya)
Carilah kebenaran itu dengan bertanya pada diri pantaskan saya mengangkatnya sebagai anakan Tuhan dan apa haknya saya mengangkatnya..dan apakah yang akan terjadi pada diri saya nanti..kalau ternyata semua ini hanyalah pemikiran sempit…?nah tanyakan begitu…
Siapakah yang patut saya ikuti..diri saya atau para penulis filsafat,filosofi,dan para pemikir prmikir itu…kenapa saya tidak berpikir sendiri..kenapa saya mengikuti pemikiran orang lain yang pada dasarnya ..juga sama sama sdg mencari kebenaran…dan akhirnya hingga saat ini kenapa masih ada agama setelah Yesus wafat(diangkat kesurga).
Kita harus jeli sebagai ciptaan Tuhan yang sama sama tidak tau…mereka menulis begini..dan begitu apakah kita tau kebenaranya..?dari mana mereka tau dan menulis nulis berita macam itu..?apakah manusia tidak luput dari kesalahan dan kelupaaan..?Seorang utusan itu kalau memang ada amanah dan perintah langsung dari majikannya maka tidaklah salah amanah itu…
dan pastilah kebenaran itu didapat.

Bagaimana cara mempelajari ilmu ketuhanan..?atau ilmu tauhid..dan bagaimana macamnya dengan rujukan runjukan berupa warisan spiritual yang mutlak pada waktu itu..?adakah yesus mengajarkan bagaimana cara menyembah kepada Tuhan..?bagaimana rukun rukun dan sunnatnya..?adakah yesus mengajarkan syariat syariat dalam mempimpin umatnya…belum…waktu itu belum sama sekali diajarkan bagaimana seharusnyayg Allah kehendaki.

Mungkinkah seorang anak Allah bahkan dikatakan sebagai Tuhan tidak mengetahui kapan hari kiamat datang..?
Kapan musim buah kara tiba..?bahkan sebagai Tuhan mengapa yesus tidak mengethaui rencana penangkapanya..?kenapa yesus tidak memiliki pemikiran bahwa jiwanya terancam..sama denga nabi nabi sebelumnya..?terus kenapa tidak sewaktu yesus itu masih hidup tidak langsung dinobvatkan saja sebagai anak Tuhan..
Bagaimana dengan komitment dan pemikiran para pendeta yahudi,majelis sahnhadirun, dan apa perintah raja heradus..?terhadap Yesus..Bukankah berita tentang seorang anak bayi ajaib yang bisa berbicara disaat masih dalam momongan, apakah anda tidak kepikir ker ara sana..?ternyata seorang raja merasakan kecemasan akan datangnya ajaran baru…yang agama terdahulunya sdh tidak lagi dijalankan..hanya sebagai lambang saja agama yahudi.

Kalau saya sebagai seorang kristian..saya harus tau…silisilah mengapa yesus harus dituhankan..kenapa hingga saat ini kepandaiannya tidak diwariskan kepada kita…kenapa berlalu begitu saja tanpa berita lagi.ini tigas anda sebagai seorang kristen yang mau tidak mau mengikuti ajaran org tua ataupun dogma dari gereja.

Agama kresten dilarang menentang dogma karena bila menentang dia akan mendapat dosa…dogma macam apakah itu…”TERIMA SAJA ,TELAN SAJA, DAN JANGAN DIPERTANYAKAN. ini sdh dogma yang harus kita ikuti.

Ini berarti anda sdh dikebiri dan sdh dipaksa sudah diatur sdh diprogram…supaya anda anda tidak tau maka pemerintah romawi pada saat itu engaja menutupi tentang HAKIKAT KETUHANANYA.YAITU MENOBATKAN YESUS SEBAGAI ANAK DEWA MATAHARI bukan anak Tuhan.karena hingga saat ini hari lahirnya yesus ..anda sendiri tidak tau.Yang berati pula seluruh umat kristen..tidak memahami hakekat KETUHANAN.Sebgaja dibuat buat dan diprogram saja.agama ..buatan manusia.bukan agama buatan Allah.

Dari awal Allah belum pernah menambakan sebuah agama..melainkan hanya taurah,zabra dan injil bukan kristen ,katholik….belum. Allah tidak pernah berfirman inilah agama ku.iniliah agamaku…bukan ..tetapi inilah agama keselamatan..agama keselamatan itu apa..bahasa waktu itu apa..? carilah sendiri…

Saya mohon kpd saudara untuk lebih banyak lagi belajar …saya rasa mempelajari alkitab dan injil sangat sangat lah mudah….sedangkan bila anda terjun mempelajari islam..anda harus belajar TK dulu..meskipun saat ini anda sdh menjadi calon pendeta…

Seoang calon pendetapun diajarkan tentang islamologi,namun tidak dari dasar..dan nahwu syarraff nya…melainkan langsung ke pembahasan ayat ayat Alquran..jadi sh pantaslah seorang pendeta tidak mampu memahami kemana arah ayat ayat itu ditujukan.dan masih banyak lagi pelajaran pelajaran yang harus kita ketahui bukan cuma membaca…sementara tak usah anda membayangkan soal islam..bayangkan saja disekitar agamamu sendiri…karena sejak tahun 1 masehi hingga 381 masehi…sebelum islam datang..agama kalian…hingga saat ini masih…meragukan agama terpisahkan dari sendi sendi ketuhanan…karena hasil karya manusia abad ke 4…agama hasil karya penulis penulis yang penulisnya itu sendiri gak tau kemana harus diarahkan…itu tulisannya…kecuali yesus bersabda”: Katakanalah wahai manusia…….?dst
sampaikanlah wahai penerusku…..?dst
-Lihatlah aku sama halnya kamu melihat Allah…!
-Jangan katakan Tuhan bila aku tidak mampu membuat burung ,ataupun memberi makanan dari langit..
-Wahai manusia jadikanlah aku dan ibundaku 2 Tuhan selain Tuhan bappaku…!

belajar belajar belajar belajarlahhhhhhhh tabnya pada dirimu sendiri dulu sebelum bertanya kepada org lain yang juga tidak tau apa apa ttg hal ini.

Sudah patutkah saya beranggapan semacam itu….?
Sudah patutkan Yesus dinobatkan menjadi anak Tuhan…
Sudah patutkan saya mengikuti ajaran ajaran dari tangan tangan manusia..
Sudah patutkan saya mengatakan saya pasti masuk surga sebelum terjadi…apa hasil karya saya selama hidup ini..sesuaikah dengan apa yang diperintahkan yesus..?SELAMAT BELAJAR lagi ya

@petir

hihihi lucu yah anda,dah tulis banyak2 tp tnyata ga ngerti soal kristen.
dan ada mengambil dogma kristen dr AQ dan mungkin ustad ada.
jd sbelum nulis hrs baca dl alkitab dr awal hingga akhir ya.

@HINADINA

TELEKKKKKKKK ………….

Salam,

(Perintah Memakai Tudung dalam Bible)

Hijab atau tudung bukanlah mula diwajibkan ke atas umat Nabi Muhammad s.a.w… Di dalam Bible, terdapat banyak kisah tentang wanita yang bertudung menutup kepala.. Ianya tidak dinafikan, merupakan perintah dalam agama yang dibawa oleh para Nabi sebelum Nabi Muhammad s.a.w..

Contohnya di dalam Old Testament, dalam sebuah buku yang dinamakan Genesis bab 25 ayat 65 ada dinyatakan, “For she had said unto the servant, what man is that walked in the field to meet us? And the servant had said, it is my master: therefore she took a veil, and covered herself.”

Di dalam New Testament juga ada disebutkan perintah memakai tudung, dan kali ini, disertakan dengannya peringatan dan ancaman bagi mereka yang meninggalkannya.. Di dalam 1 Corinthians bab 11 ayat 5 dan 6 dinyatakan, “But every woman that prayed or prophesieth with her head uncovered dishonoured her head. For if a woman is not covered, let her also be shorn. But if it is shameful for a woman to be shorn or shaved, let her be covered.”

Namun kini, hanya umat Islam sahaja yang masih lagi mempraktikkan amalan bertudung ini, seperti mana yang telah diperintahkan di dalam surah Al-Ahzab ayat 59, “Wahai Nabi, suruhlah isteri-isterimu dan anak-anak perempuanmu serta perempuan-perempuan yang beriman supaya melabuhkan pakaiannya bagi menutup seluruh tubuhnya (semasa mereka keluar); cara yang demikian lebih sesuai untuk mereka dikenal (sebagai perempuan yang baik-baik) maka dengan itu mereka tidak diganggu….”

@isma

“Genesis bab 25 ayat 65″???

Dear Isma,

Penjelasan anda membuktikan bahwa kaum muslimin wal muslimat yang mengikuti ajaran nabi Muhammad saw juga lebih menghargai dan menjalankan apa yang telah diperintahkan kepada nabi-nabi/rosul-rosul terdahulu termasuk nabi Isa As seperti yang dijelaskan dalam Al-Quran :
Katakanlah (wahai Muhammad): “Kami beriman kepada Allah, dan kepada apa yang telah diturunkan kepada kami, dan kepada apa yang telah diturunkan kepada Nabi-nabi: Ibrahim, dan lsmail, dan Ishak, dan Yaakub, dan keturunannya, dan kepada apa yang telah diberikan kepada Nabi-nabi: Musa dan Isa, dan sekalian Nabi-nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seseorang pun di antara mereka, dan kepada Allah jualah kami berserah diri (Islam)”. (Surah Ali ‘Imran : 84 )

Saya berkata dalam hati apakah “mereka” yang telah mengangap Yesus (Isa As) itu sebagai Tuhan menaruh cinta kepada Yesus (Isa As) ?
Saya menjawab dalam hati : “mereka” bohong.
Kenapa ?
Saya pernah mendengarkan ceramah-ceramah dari bapak-bapak pendeta/pastur yang mengatakan kalau “Yesus (Isa As) disalib untuk menebus dosa manusia” dan mereka merasa senang kalau Yesus (Isa As) disalib karena dosa-dosa mereka akan diampuni dengan penyaliban Yesus (Isa As). Bagaimana mungkin kita punya rasa cinta dan hormat kepada Yesus (Isa As) kalau seluruh dosa kita di dunia ditimpakan kepada beliau. Kalau seluruh “mereka” menimpakan dosa-dosanya kepada Yesus (Isa As) berarti Yesus (Isa As) akan penuh dengan dosa karena dosa-dosa “mereka”. Betapa kejamnya “mereka” telah menghinakan Yesus (Isa As) seperti itu. “mereka” bohong…..mencintai Yesus (Isa As).

Beruntunglah bagi pengikut nabi Muhammad Saw karena diajarkan untuk menghormati dan mengikuti para nabi dan para rasul terdahulu temasuk nabi Isa As yang kita mulayakan rasul Allah.

@All

Coba baca baik2 diskusi antara Ronald T. Gultom dan Mas Dewo dimulai dari #comment 30 dst,
Dia menjelaskan bahwa sebagai seorang kristen sangat faham dan sangat mengkritisi dan bisa menjelaskan semuanya secara detail apa yg menjadi keraguannya terhadap bible.
Ikuti diskusi Dia dengan Dewo

Salam

“Ilmu Sains” di dalam al-Quran

dan Lain-lain Kejanggalan

Dewasa ini, ramai para Muslimin telah muncul dan mempelopori teori mereka bahawa dalam Quran itu kononnya ada banyak fakta-fakta dan mujizat saintifik. Banyak laman-laman web, buku-buku serta video telah dicipta orang-orang Islam yang cuba menonjolkan Islam itu sebenarnya berpunca dari Allah, kononnya disokong oleh hujah-hujah yang ‘tepat secara saintifik’ dalam al-Quran dan Hadith. Kebanyakan risalah mereka bermula dengan pernyataan seperti berikut :

“Suatu hal yang mengkagumkan ialah bagaimana al-Quran ‘menangani’ ilmu Sains. Quran yang diwahyukan dalam abad ketujuh kepada Muhammad(saw) mengandungi fakta-fakta saintifik ‘yang baru kini ditemui pada abad ini’. Ahli-ahli sains terkagum sahaja apabila mereka ditemukan dengan ketepatan dan kecocokan ayat-ayat al-Quran dengan penemuan sains moden.”

Rencana ini akan meneliti hujah diatas. Ia juga akan mengkaji dengan rapi, ayat-ayat al-Quran yang dipetik orang Muslim sebagai kononnya menyokong ‘mujizat saintifik’ mereka. Kajian ini juga akan meneliti dan membongkar banyak kejanggalan dan kepelikan saintifik yang terkandung di dalam Quran dan Hadis yang disegani dan amat malu disebut-sebut oleh umat Islam – kerana kejanggalannya dan juga kerana amat jauh sekali dari kebenaran!.

Lebih kurang 90 peratus daripada 1 bilion orang Islam pada hari ini terdiri dari kelompok Sunni. Kelompok yang terbesar selepas Sunni ialah puak Shi’ah. Oleh itu, makalah ini akan meneliti dan mengkaji ajaran dan tafsiran kelompok para Sunni, yang merupakan majoriti pengikut-pengikut Islam hari ini. Contohnya, Hadith yang diikuti puak Sunni hari ini adalah hanya diikuti dan diimani oleh ahli Sunni sahaja tetapi ditolak sebulat-bulatnya oleh kebanyakan puak-puak Islam lain yakni ahli Shi’ah, ‘Submitters'(‘Quran only’) dan ahli Sufi. Puak Islam Shi’ah, misalnya, memiliki koleksi-koleksi Hadith sahih mereka sendiri, dan hadith-hadith mereka tidak bersetuju dan menolak secara terus-terang dengan ‘Hadith Sahih Bukhari atau pun Muslim’ dan lain-lain ahadith. Sebenarnya, pada hari ini terdapat lebih daripada 100 JUTA orang yang bergelar Muslim tetapi mereka tidak menerima atau mempercayai koleksi ahadith orang-orang Sunni. Walaupun begitu, kebanyakan perbincangan dalam rencana ini akan menumpukan perhatiannya kepada fahaman dan tafsiran puak Sunni sahaja.

1 ] Ciptaan Bumi

Al-Quran menyebut dalam Surah 50 ayat 38 bahawa:

“Sesungguhnya telah Kami jadikan beberapa langit dan Bumi dan apa-apa yang diantara keduanya dalam enam hari dan Kami tiada merasa payah …”

Adalah satu hakikat sejarah bahawa nabi Muhammad telah bercampur-gaul dengan umat-umat Yahudi dan Kristian. Dan lagi satu hakikat ialah banyak daripada isi kandungan Quran itu diambil (induknya) daripada AlKitab umat Kristian dan Yahudi. Di nas ini kita diberitahu bahawa – sama seperti catatan dalam Buku Kejadian dalam Alkitab al-Mukkadas – Bumi telah dicipta dalam enam hari.

Para Muslim yang mencuba mencocokkan atau menyelaraskan ajaran al-Quran dengan Sains moden, mentafsirkan bahawa ‘Satu hari bagi Allah dan malaikatNya adalah bersamaan dengan 50,000 tahun’. Ini diambil dari surah 70 ayat 4. Jadi, mengikut hitungan matematik, para Muslim cuba menghujah bahawa Bumi telah dicipta dalam 300,000 tahun (6 hari x 50,000 tahun). Teori ini amatlah cetek lojiknya tetapi menarik. Ia menarik kerana perhitungan ini tidak didukung atau disokong oleh kajian Sains Moden! Menurut Sains Moden, ia telah memakan masa selama BEBERAPA BILION TAHUN untuk mencapai keadaan pada hari ini. Berbilion tahun telah berlalu sebelum wujudnya pepohon, dan beribu bilion lagi sebelum wujudnya binatang haiwan!

Surah 70 ayat 4 :

“Malaikat-malaikat dan roh naik kepadaNya dalam SEHARI yang lamanya LIMA PULUH RIBU Tahun.”

Ayat ini membawa lebih banyak masalah lagi bagi al-Quran, kerana ayat ini bertentangan secara langsung dengan ayat-ayat Quran lain. Misalnya Surah 32/5 dan surah 22/47 kedua-dua sebut bahawa :

“Sesungguhnya SEHARI disisi TUHAN-Mu seperti SERIBU Tahun dari apa yang kamu hitung.”

Jadi, jelaslah dapat dilihat percanggahan dan perselisihan dalam Quran – Sehari itu 50,000 tahun ATAU hanya 1,000 tahun?

Juga, untuk menyatakan bahawa Allah telah mengambil masa selama 300,000 tahun untuk mencipta Bumi merupakan satu PENGHINAAN kepada-Nya. Kerana Dia hanya boleh berkata : “Jadilah engkau” lalu jadilah ia (iaitu Bumi).

“Dia yang menciptakan langit dan BUMI; apabila Dia menghendaki mengadakan sesuatu Dia berkata: Jadilah engkau. Lalu jadilah ia.”

Surah 2 ay.117

Bukan sahaja teori Islam di atas ini bercanggah dengan Sains hari ini, malah ia bertentangan dan berselisihan dengan nas-nas Qurannya sendiri!

2 ] “Sains” Embrioloji

Pada tahun 1982, Keith Moore, seorang profesor di Universiti Toronto, telah menulis sebuah buku berjudul : “The Developing Human, edisi ke3″. Di dalamnya Moore ceritakan kehairanannya dengan ‘cerita pertumbuhan embrio di dalam Quran’. Selepas itu, dia telah menulis lagi satu buku yang berjudul “Human Development as described in the Quran and Sunnah” yang amat gemari dipetik oleh ahli-ahli puak Sunni. Mereka ini merujuk kepada ayat Quran tersebut :

“Kemudian Kami jadikan dia air mani (yang disimpan) di dalam tempat yang kukuh. Kemudian mani itu kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan sepotong daging, lalu sepotong daging itu Kami jadikan tulang, lalu tulang itu Kami bungkus dengan daging, kemudian dia Kami ciptakan makhluk yang lain. Maka Maha suci Allah yang sebaik-baik menciptakan.”

Surah 23 ay.13,14

Di permukaannya, pernyataan ini kelihatan ‘ajaib’ untuk dibuat oleh seorang “Arab dari abad ketujuh”. Tetapi, apabila ayatnya dianalisa lebih lanjut dan dengan lebih teliti, terdapat penjelasan dan juga kesilapan yang ketara yang timbul bagi ayat tersebut. Mula-mula, kita boleh bertanya jika ayat itu adalah asli, dan kedua, adakah pernyataan itu tepat atau pun benar.

Ramai orang kagum dengan tersebutnya ‘air mani’ dalam ayat di atas. Tetapi ini bukanlah sesuatu yang istimewa! Jauh lebih lama sebelum timbulnya al-Quran, manusia sudah pun sedar akan wujudnya “Benih” yang keluar daripada buah zakar lelaki, semasa proses persetubuhan. Al-Kitab (Bible), satu Teks yang jauh lebih tua daripada Al-Quran, lebih awal lagi dari Quran telah menyebut tentang seorang lelaki yang dihukumi oleh Tuhan oleh sebab dia “membiarkan air maninya jatuh ke atas bumi”. Kejadian 38 : 9-10.

Seluruh cerita tentang pertumbuhan kehidupan manusia dalam al-Quran bukanlah cerita yang asli. Ahli-ahli Sunni cuba mempelopori teori mereka bahawa Muhammad telah mengajarinya sebelum ditemui ahli-ahli sains. Tetapi ahli-ahli Sunni ini malangnya sudah tersilap! Hujah-hujah mengenai pertumbuhan seorang bayi di dalam rahim seorang ibu sudah pun diajari oleh Aristotle 1,000 Tahun sebelum tercatitnya al-Quran! Sebenarnya, Aristotle telah menceritakan dengan tepatnya mengenai tali pusat (umbilical cord) serta fungsinya -sesuatu yang tidak disebut dalam Quran. Ini menunjukkan hakikat bahawa tokoh-tokoh dan ahli-ahli falsafah bukan Islam sudah mengenal dan menganalisa hal-hal saintifik jauh lebih awal daripada Muhammad dan lebih daripadanya. SETIAP sebutan pertumbuhan seorang manusia di dalam al-Quran mengikut teori-teori Roma dan Yunani yang sudah wujud jauh lebih awal lagi! Contohnya, ayat tersebut tentang air mani :

“Ia dijadikan dari air yang terpancar, yang keluar dari antara tulang punggung lelaki dan tulang dada…”

Surah 86:6,7

Kesilapan ayat ini amat jelas dan ketara! Dan ia juga meniru dan menciplak daripada teori-teori yang lebih awal lagi. Pertama, air mani tidak berasal “dari antara tulang punggung lelaki” jika begitu ertinya air mani berpunca daripada Buah Pinggang lelaki! Kami semua tahu hakikat air mani dibuat di dalam buah zakar (testicle) seorang lelaki. Tetapi orang sezaman dengan Muhammad – termasuk dia sendiri- jahil tentang hakikat tersebut! Sebelas abad sebelum munculnya Muhammad, seorang doktor Yunani bernama Hippocrates, menganjur teorinya bahawa air mani melalui buah pinggang sebelum sampai ke buah zakar lelaki. Teori air mani yang salah ini telah diterima tanpa disoal untuk berabad-abad lamanya.

Ada orang yang kata bahawa Muhammad tidak kenal orang-orang Rum atau Yunani. Tetapi, penduduk-penduduk tanah Arab sebelum kedatangan Islam, sudah pun bergaul dan berurusan dengan jajahan Byzantium, Syam, Mesir, Parsi dan juga Babylon. Terdapat juga ramai umat Yahudi dan Kristian yang telah bermastautin di sana. Umat-umat Yahudi dan Kristian ini sudah tentu kenal dan amat biasa dengan tamadun-tamadun Rum dan Yunani. Pada zaman Muhammad, umat Kristian sudah ada perhubungan dengan Rum. Yahudi pula ada pertalian dengan tamadun-tamadun di Babylon dan Parsi. Tidaklah mustahil, malah amat mudah sekali untuk konsep dan teori-teori tamadun-tamadun tersebut, termasuk teori pertumbuhan embrio yang silap itu, sampai kepada telinga Muhammad.

Akhir kata, mengimbas kembali kepada ayat-ayat Quran yang menyentuh pertumbuhan seorang bayi itu, saya akan akui bahawa itu juga adalah salah dan tidak masuk akal. Nas Quran berkata bahawa ‘segumpal darah itu Kami jadikan sepotong daging, lalu sepotong daging itu Kami jadikan tulang, lalu tulang itu Kami bungkus dengan daging':Surah 23 ayat 13,14. Sebaliknya, hakikat Saintifik yang sebenar adalah tisu-tisu hidup yang bertumbuh terlebih dahulu, kemudian sahaja diikuti dengan pertumbuhan tulang yang akan semakin membesar dengan penambahan Kalsium bertahun-tahun selepas bayi itu dilahirkan. Jadi, ini menunjukkan satu daripada banyak kepelikan dan kesilapan ‘saintifik’ al-Quran.

Kepelikan-kepelikan Saintifik di dalam al-Quran dan Hadith.

Untuk mempercayai al-Quran adalah untuk menjadi tidak rasional dan mengabaikan kewarasan fikiran anda. Terdapat banyak mitos-mitos dan kesilapan-kesilapan Saintifik di dalam Al-Quran. Tetapi kebanyakan penganut Islam menerima ajaran-ajaran ini secara membuta sahaja. Dunia saintifik telah mengorak banyak langkah mencapai tahap pemikiran yang matang serta tinggalkan banyak pantang-larang serta sikap kebutaan dan ketakutan hasil daripada tamadun primitif budaya-budaya yang lalu. Malangnya, kerana nas al-Quran disanjung tinggi secara membuta dan tanpa disoal-siasat, maka terdapatlah banyak perkara di dalamnya yang ketinggalan zaman, amat pelik dan tidak tepat jika dibandingkan dengan kebenaran.

Sebagai permulaan, saya akan mengambil contoh daripada budaya Hindu. Menurut tradisi mereka, suatu hari, dewa Siva telah meninggalkan isterinya di rumahnya, isterinya pula telah mengambil kulit sendiri dan menjadikan seorang anak daripada kulit itu. Anaknya merupakan pelindung baginya dan juga rumahnya. Apabila Siva kembali ke rumahnya, anak itu telah dibunuhnya kerana dia telah menghalang Siva daripada memasuki rumahnya sendiri. Jadi, isteri Siva pun menjadi amat marah, dan Siva telah keluar dan memancung kepala seekor gajah dan mencantumkannya dengan tubuh anak yang telah dibunuhnya itu. Itulah sebabnya kenapa dewa Hindu Ganesh mempunyai tubuh seorang manusia tetapi berkepala gajah!

Adakah mana-mana orang Muslim yang mempercayai cerita ini ? Tentu Tidak! Ini adalah satu mitos, satu cerita dongeng yang tidak masuk akal dan tidak benar. Mitos ini telah direka oleh suatu budaya primitif. Jika amat mudah untuk menanggap mitos ini sebagai satu dongeng, umat Islam sendiri amatlah malang kerana mereka membuta kepada dongeng-dongeng di dalam nas Kitab Suci mereka sendiri. Marilah kita melihat beberapa contoh-contoh kesilapan-kesilapan Sains dan kesilapan fakta-fakta yang terdapat di dalam Al-Quran.

3 ] Cerita Pertuturan yang Sempurna Hazrat Isa Almasih semasa Baginda Seorang Bayi

Dalam Surah 19 ayat 29 -33, Al-Quran memberitahu bahawa Isa sebagai seorang bayi telah berbicara dengan sempurna dengan ibunya Maryam semasa dalam buaian. Kita semua tahu bahawa peristiwa ini tidak terjadi – menurut catatan dan rekod dalam Kitab Injil. Sebaliknya, seorang kanak-kanak seperti Hazrat Isa terlebih dahulu telah belajar bertutur dan berucap dengan betul, sebelum baginda boleh berbicara apa-apa dengan ibu-bapanya. Sebaliknya, catatan Al-Quran itu diambil daripada satu lagenda, satu mitos yang telah diterima oleh nabi Muhammad lalu diletakkannya ke dalam Al-Quran.

Lain-lain Kepelikan Sains di dalam al-Quran dan Hadith

4 ] Pokok dan Batu yang Bercakap

Hadith Sahih Muslim, Kitab 40, Nombor 6985:

Abu Hurairah telah Melapurkan :

Rasulullah (saw) berkata : ‘Hari Kiamat tidak akan tiba sehingga para Muslim berperang dengan umat Yahudi. Umat Muslim akan membunuh orang-orang Yahudi sehingga mereka akan menyembunyikan diri disebalik batu atau pokok. Maka batu atau pokok itu akan berkata-kata : “Hai Muslim atau hamba Allah, ada seorang Yahudi disebalik saya. Marilah dan bunuh dia.” Tetapi Pokok Gharqad tidak akan berkata apa-apa, kerana ia adalah pokok bangsa Yahudi.’

Seorang yang berfikiran waras dengan mudah dapat mengenepikan Hadith ini sebagai karut! Jelaslah ia miliki banyak kesilapan. Mula-mula, cerita pokok dan batu yang bercakap-cakap berpunca daripada sumber cerita dongeng dan mitos. Bagi sepohon pokok atau seketul batu untuk berbicara atau cakap, ia memerlukan otak, paru-paru, kotak suara dan lidah; disamping pemahaman Bahasa yang dituturkannya ! Lebih teruk lagi kekarutannya ialah : sepohon pokok yang bernama ‘Gharqad’ yang akan memihak kepada umat Yahudi !

5 ] Awan yang Bercakap

Tidak mencukupi dengan ide-ide janggal seperti pepohon dan batu-batan bercakap, al-Quran juga mengajari tentang awan yang bercakap. “Allah berkata kepada langit dan bumi : Datanglah kamu berdua, baik dengan patuh atau dengan terpaksa. Sahut keduanya, ‘kami datang dengan patuh’.” Surah 41 ayat 11. Ramai pembaca-pembaca tidak mengindahkan ayat ini, tetapi apabila kita mengkajikanya lebih lanjut, ia menimbulkan banyak lagi soalan yang sukar dijawab. Seperti: Bilakah wap air itu memiliki kesedaran? Adakah molikul air itu benda yang hidup? Dengan dua atom hidrojen dan satu atom oksigen; di manakah letaknya otaknya dan mana pula mulutnya ?

Cerita tentang benda-benda yang tidak hidup, tetapi beraksi seolah-olah organisma hidup, banyak terdapat dalam al-Quran. Ada cerita gunung-ganang yang takut (surah 33:72). Ketakutan, suatu emosi yang terhasil daripada reaksi kimia di dalam otak. Apakah Gunung-ganang, dicipta daripada batu, pasir dan debu mempunyai otak dimana reaksi-reaksi kimia ini berlaku ?

6 ] Tempat Matahari Terbenam “di Bumi”

Al-Quran dengan kata-kata yang jelas menyatakan bahawa seorang hamba Tuhan telah melihat Matahari terbenam ke dalam suatu ‘mata air yang berlumpur hitam’ dan di situ pula dia terjumpa dengan sekumpulan manusia. Ayatnya seperti berikut:

“Sehingga, apabila dia sampai di tempat terbenam Matahari, didapatinya matahari itu terbenam dalam mata air yang berlumpur hitam. Di sana didapatinya satu kaum. Kami berkata : Hai, Zulkarnain, adakalanya engkau siksa (kaum yang kafir itu) atau engkau perlihatkan kepada mereka kebaikan…”

Surah al-Kahfi 18 ayat 86

Adakah Matahari itu sebenarnya terbenam kedalam sebuah mata air yang berlumpur hitam? Menurut nas al-Quran di atas, begitulah hakikatnya.

Ini merupakan satu kesilapan sains dan kekarutan yang besar dalam al-Quran. Seorang manusia berjalan-jalan di bumi sehingga terjumpa dengan tempatnya Matahari terbenam-sebuah mata air yang berlumpur ! Menurut Sains serta ilmiah moden, Bumi yang berputar mengelilingi Matahari. Nas Quran di atas pula mengajar pertentangannya, bahawa matahari yang berputar, sehingga ia terbenam di Bumi! Jikalau Matahari bersentuhan dengan muka bumi ini, segala-galanya di bumi akan hangus terbakar! Juga, semua kehidupan yang ada akan mati serta-merta. Inilah satu lagi contoh jelas di mana terdapat ajaran-ajaran di dalam al-Quran yang tidak benar sama sekali dan tidak memihak kepada kebenaran.

7 ] Jin adalah Pemberita-pemberita Maklumat dari Syurga ! Dan Bintang-bintang boleh melempari mereka…

Satu lagi kepelikan ialah makhluk dalam Quran yang disebut sebagai jin. Umat Islam percaya bahawa jin-jin ini berdiri di atas bahu masing-masing sehingga mencapai menjangkau Syurga. Dari sana, mereka dapat mendengari perbincangan yang sedang diadakan. Ada Hadis yang dikisahkan oleh Aisha (Sahih Bukhari Jilid 9, Kitab 93, Nombor 650) yang mengatakan para dukun dan bomoh menerima sebahagian maklumat mereka dari Jin yang secara sembunyi-sembunyi mendapatkan maklumat mereka dengan memasang telinga mereka di ambang Syurga!

Surah 37 ay.6-8 berkata :
“Sesungguhnya Kami menghiasi langit yang hampir kedunia dengan perhiasan bintang-bintang. Dan untuk memeliharakan daripada tiap-tiap syetan yang durhaka. Mereka tidak dapat mendengar ke alam yang Mahatinggi, dan mereka dilempari dari tiap-tiap penjuru..”

Quran juga mengajari bahawa bintang-bintang diciptakan untuk melempari syetan-syetan supaya mereka tidak dapat mendengar apa yang dibincangkan di syurga. (Surah 67/5).

Pertamanya, jika Jin boleh menjangkau syurgawi dengan berdiri di atas bahu jin-jin lain, ertinya Syurga itu adalah pada jarak yang tetap dari Bumi. Jika ini benar, pada suatu hari nanti kita boleh terbang ke Syurga dengan menduduki pesawat space shuttle, atau melihatkannya melalui teropong teleskop! Lebih teruk lagi adalah kekarutan yang diajari, bahawa bintang dan tahi bintang boleh dijadikan lembing-lembing untuk melempari jin-jin itu! Pada hakikatnya, bintang-bintang tidak boleh bergerak, tetapi orang-orang Arab pada abad ke-7 tahun Masehi buta sains dan juga buta astronomi, dalam kejahilan mereka telah kelirukan tahi bintang dengan bintang-bintang. Penulis-penulis al-Quran dan Hadis telah mengelirukan ‘tahi bintang’ dengan bintang, dan mempelopori ajaran salah itu dalam Surah 37, 67 dsb, walhal mereka adalah dua hakikat yang berlainan.

8 ] Manusia Dapat Memahami Bahasa-bahasa Serangga dan Binatang-binatang

Menurut Quran, seorang manusia telah dapat memahami bahasa binatang-binatang. Kata surah 27/18-19 :

“Sehingga apabila mereka sampai kelembah semut, lalu berkata raja semut: ‘Hai sekalian semut, masuklah kamu kedalam rumahmu, supaya kamu tidak dihancurkan oleh Sulaiman dan tenteranya’…Lalu Sulaiman tersenyum serta tertawa, kerana mendengarkan perkataannya …”

Walaupun pakar-pakar Zooloji telah berusaha mencari kaedah-kaedah serta cara berkomunikasi dengan beruk dan ungka, tidak ada mana-mana manusia yang telah dapat memahami “bahasa” spesies makhluk lain selain daripada spesies manusia. Kebolehan untuk berbicara seperti seorang manusia dicapai oleh pembentukan otak yang unggul dengan corak pemikirannya yang kompleks. Corak pemikiran kompleks ini tidak dimiliki oleh kebanyakan haiwan-haiwan yang lain. Jadi, untuk mengajar bahawa manusia dapat memahami “percakapan makhluk/haiwan spesies lain” adalah amat tidak masuk akal sekali!

Lebih teruk lagi kekarutan yang dianjurkan oleh Qu’ran bila ia kata manusia ini boleh memahami ‘bahasa semut’! Adalah satu hakikat saintifik bahawa semut tidak mempunyai corak percakapan. Mereka berkomunikasi dengan mengesan jejak-jejak kimia, serta cara-cara penghiduan dan pembauan atau penyentuhan yang lain. Jadi semut sebenarnya berkomunikasi melalui penghiduan dan BUKAN gelombang-gelombang bunyi. Di gurun yang gersang tanah Arab pada abad ke-7 Tahun Masehi, kejahilan ini telah menyebabkan ajaran janggal yang tidak masuk akal diatas! Justru itu, kejahilan mengenai dunia haiwan ini juga membuktikan gubahan teks Kitab ini di tangan manusia sebenarnya, dan sekaligus memustahilkan teori sumber ilahi bagi Kitab tersebut. Tuhan Allah, yang Maha mengetahui, sudah tentu tidak akan melakukan kesilapan fakta-fakta seperti di atas ini.

9 ] Bulan dan Bintang adalah Lampu-lampu dan Pelita

Qu’ran menyebutkan bahwa Allah telah menciptakan langit bertingkat-tingkat atau berlapis-lapis. Dia menciptakan tujuh langit, dan menghiasi langit yang terendah dengan pelita (Surah 67:3-5) dan memperindahnya dengan perhiasan bintang-bintang (Surah 37:6). Qur’an juga mengatakan bahwa bulan berada di dalam ketujuh langit ini (Surah 71:15-16). Jika bintang-bintang (lampu-lampu) berada di langit yang terendah, mereka adalah lebih dekat ke bumi berbanding dengan bulan, atau sekurang-kurangnya memiliki jarak yang sama terhadap bumi sebagaimana bulan. Kedua-duanya hujah ini secara ilmiah adalah salah dan tidak benar sama sekali. Adalah suatu kenyataan yang sudah diketahui ilmu Sains bahwa bintang-bintang berada di jarak lebih jauh lagi daripada Bumi, jika berbanding dengan jarak bulan dari Bumi.

10 ] Binatang Seperti Monyet Islam Harus Direjam Seperti Manusia

Hadith berikut ini berbicara tentang para monyet yang kononnya adalah Muslim:

Hadith Sahih Bukhari Jilid 5, Kitab 58, Nombor 188:
Disampaikan oleh ‘Amr bin Maimun:

“Pada zaman jahiliyah sebelum Islam saya menyaksikan seekor monyet betina dikelilingi oleh sejumlah monyet-monyet lain. Mereka semua melemparinya dengan batu, kerana monyet betina itu telah melakukan perzinahan. Saya pun, ikut melempari batu bersama mereka.”

Ini adalah syariat dalam Islam bahwa wanita yang melakukan perzinahan mestilah direjam (dilempari batu). Menurut Hadis Sahih Bukhari di atas para monyet juga dikenai hukum ini. Hukum-hukum syariah apa lagi yang wajib diikuti oleh para monyet? Apakah mereka juga diwajibkan untuk melakukan ziarah ke Mekah? Apakah mereka diwajibkan membaca Qu’ran? Apa yang merupakan perzinahan dalam dunia monyet? Sebenarnya, ini hanyalah cerita dongeng semata-mata. Ia mirip dengan cerita yang terdapat dalam Ramayana, suatu syair dan epik kepahlawanan Hindu kuno, yang berkisah tentang monyet Hanuman, dan bangsanya, bertarung untuk menguasai kerajaan monyet.

11 ] Kebolehan Wanita dan Anjing Untuk Membatalkan Solat

Terdapat Hadith Sahih Bukhari – Jilid 1, Kitab 9, Nombor 490 menyatakan bahawa Jika seorang wanita atau pun seekor anjing berlalu di depan kamu semasa kamu menjalankan doa dan solat anda, doa-doa itu tidak akan sampai ke Syurga! Implikasi Hadis ini berbau dengan chauvinisma terhadap wanita dan binatang. Lebih-lebih lagi, aspek saintifiknya juga cukup janggal dan amat mencurigakan serta tidak benar. Apakah dalam kuasa Wanita atau haiwan seperti Anjing yang boleh membatalkan doa ?? Adakah doa para Muslim dibawa oleh sejenis gelombang sonik yang boleh diganggu dan dibatalkan oleh wanita DAN anjing khususnya ?? Amat jelaslah tiada bukti saintifik langsung bagi mitos dan kekarutan hadith ini! Tidaklah heran, kerana terdapat banyak rujukan hadith lain yang menyatakan anjing itu ‘jahat’ dan harus dibunuh. HSB jilid 4, kitab 54 bernombor 540 berkata “Rasulullah perintahkan supaya anjing-anjing itu harus dibunuh.”

12 ] Arahan-arahan yang Tidak Seimbang bagi Binatang-binatang

Apabila sampai kepada pembunuhan binatang, berlaku hukum-hukum yang macam-macam bagi jenis-jenis haiwan yang berbeda. Anjing harus dibunuh serta-merta, tetapi seekor ular diberikan peringatan kali pertama secara lisan jika datang ke rumah kamu. Jika ular itu datang untuk kedua kalinya, maka bunuhnya(Sunan Abu Dawud Kitab 41,Nombor 5240)! Terdapat hal yang menarik berkenaan dengan Hadith ini. Hari ini, melalui ilmu Sains kita mengetahui HAKIKAT bahwa seekor ular tidak dapat mendengar. Adalah cukup buruk dan janggal untuk menganggap bahwa binatang apapun akan memahami bahasa lisan manusia, tapi menganggap bahwa seekor binatang yang pekak, seperti ULAR akan memahami, adalah tidak masuk akal serta amat karut sekali. Sama saja dengan menulis pesan kepada seekor kelawar, dan meninggalkannya di pintu rumah sehingga si kelawar akan membacakannya kemudian.

13 ] Air Tidak Dapat dicemari oleh Apa-apa Kekotoran

Hadith berikut ini menunjukkan amalan-amalan kebersihan yang buruk Nabi Muhammad dan pengikut-pengikutnya:

Sunan Abu Dawud Kitab 1, Nombor 0067:
Dilapurkankan oleh Abu Sa’id al-Khudri:

“Saya mendengar bahwa orang bertanya Nabi Allah (saw): ‘Air diambilkan untukmu dari perigi Buda’ah. Itu adalah salah satu perigi dimana mayat anjing, kain pembalut haid wanita dan najis manusia dibuang. Nabi Allah (saw) menjawab: Sesungguhnya air adalah murni dan tidak dicemar oleh apa-apa pun.”

Persoalan di sini bukan sahaja kesihatan, namun lebih kepada kurangnya pemahaman ilmiah dan sains kesihatan yang sebenar. Jelas bahawa saranan Islam diatas adalah jahil dan buta tentang hakikat bakteria, virus, dan kuman-kuman lain yang hidup dalam air. Kekotoran serta najis tubuh badan adalah penyebab utama air menjadi tercemar Escherichia coli (E. coli), bakteria yang biasanya terdapat dalam usus besar (kolon) yang boleh membunuh manusia bila termakan. Air yang tercemar mayat anjing atau pun cairan haid juga memudaratkan sama bahayanya.

Kesimpulan

Dalam zaman sains dan teknoloji yang sudah maju hari ini, umat Islam sedang terdesak mencari alasan-alasan menutupi kesilapan-kesilapan dan kejanggalan-kejanggalan saintifik jelas seperti yang terdapat di dalam al-Quran dan Hadis di atas. Para Muslimin cuba menyebutkan mujizat-mujizat ilmiah yang dinyatakan tanpa bukti di dalam Qur’an dan Hadis untuk mencuba buktikan dasar keilahian al-Qu’ran mereka. Dalam kajian singkat mengenai “ilmu Sains” Islam ini, pernyataan-pernyataan ini dengan jelas telah ditolak.Al-Qu’ran sendiri menyangkal sumber keilahiannya jika dapat dijumpai di dalamnya hanya satu perkara yang tidak benar, perselisihan atau kesilapan – Surah 4/82 :

“Tidakkah mereka memperhatikan al-Qu’ran? Kalau sekiranya, ia dari sisi lain Allah, nescaya mereka peroleh di dalamnya perselisihan yang banyak.”

Dari atas, sudah dihurai sekurang-kurangnya tiga-belas kesilapan. Lapan kesilapan daripada al-Quran dan lima daripada Hadith. Lapan daripada al-Quran itu termasuk juga perselisihan dengan ayat-ayat Quran sendiri. Ya, kami sudah memperhatikan dan mengkaji al-Qu’ran dengan berhati-hati, tetapi kami juga telah temui perselisihan diantara nas-nasnya sendiri. Bukan itu saja, malah Quran juga ada perselisihan ketara dengan fakta-fakta sains. Juga terdapat perselisihan nyata diantara al-Quran dengan Sejarah, dan juga perselisihannya dengan kebenaran secara amnya. Jelas tidak ada kekuatan ajaib atau ilahi yang memberikan nabi Muhammad pengetahuan ‘ilmu saintifik’. Malah, maklumat yang ditonjol-tonjolkan sebagai saintifik itu sudah terbukti sebagai sangat jahil, buta sejarah dan buta sains serta tidak memihak kepada kebenaran sama sekali! Sementara kaum Muslim mendebat bahwa pengetahuan ilmiah yang sudah maju dalam Qur’an itu adalah merupakan tanda dari keilahian asal mereka, pemikir-pemikir yang waras serta pakar-pakar sains dan tokoh-tokoh lain mendapati bahwa kesilapan-kesilapan fakta, perselisihan serta kekeliruan ilmiah yang banyak dan nyata itu menunjukkan kepada asalnya yang sesungguhnya daripada tangan dan kata-kata manusia sahaja tetapi mustahil daripada Tuhan.

@Malaysian=====>
Sementara kaum Muslim mendebat bahwa pengetahuan ilmiah yang sudah maju dalam Qur’an itu adalah merupakan tanda dari keilahian asal mereka, pemikir-pemikir yang waras serta pakar-pakar sains dan tokoh-tokoh lain mendapati bahwa kesilapan-kesilapan fakta, perselisihan serta kekeliruan ilmiah yang banyak dan nyata itu menunjukkan kepada asalnya yang sesungguhnya daripada tangan dan kata-kata manusia sahaja tetapi mustahil daripada Tuhan.

Simpati buat Malaysian, saya doakan semoga ko dpt belajar Ilmu Sains, Umat Islam tak pernah terdesak, sebab semuanya akan berlaku seperti yang ditetapkan Allah swt.

Perlukah saya ajak anda berdebat, atau baik saya lupakan, majoriti soalanmu sudah saya bagi jawapannya dlm blog ni.

Salam

@Malysian

Sebut nama Tokoh Sains kebanggaanmu, sebut semuanya sekali

waduh…bakalan ada yang kebakaran jenggot lg nih!!!

kabur ah….

Betulkah Nabi SAW Buta Huruf?

Judul Buku : Nabi Muhammad Buta Hurup atau Genius?
Judul Asli : Khurafatu ‘Ummiyati Muhammad
Penulis : Syekh Al Maqdisi
Kata Pengantar : Prod Dr H Nasaruddin Umar MA
Penerbit : Nun Publisher
Cetakan Pertama : April 2007
Tebal : 130 halaman plus indeks

Dalam pandangan banyak umat Islam –dan itu lebih sering dipaparkan para acara peringatan maulid Nabi Muhammad SAW– Nabi Muhammad SAW adalah seorang yang ummi yakni buta huruf alias tidak mampu membaca dan tidak mampu menulis. Pemahaman ini berdasar dari ungkapan di Alquran pada surat Al Ankabut ayat 48 yang artinya: ”Dan kau tiada (dapat) membaca Kitab sebelum (Alquran) ini (datang) dan tiada pula kau (dapat) menuliskannya dengan tangan kananmu. (Sekiranya kau dapat membaca dan menuliskannya), tentulah ragu-ragu orang yang mengingkarimu.” Tujuannya? Untuk memperkuat klaim bahwa Alquran memang benar-benar kalam Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW secara ajaib, karena ia buta huruf.

Syekh Al Maqdisi, ulama Timur Tengah yang berpengetahuan luas dan dikenal sebagai penulis yang produktif justru membongkar habis pemahaman kebanyakan umat Islam itu. Ia menegaskan, Nabi Muhammad SAW sesungguhnya tidaklah buta huruf dan tidak buta tulisan. Ayat di atas menurut Syekh Al Maqdisi, justru tidak menafikan kemungkinan Nabi SAW mampu baca tulis, tetapi hanya menafikan pembacaan dan penulisan langsung oleh Nabi Muhammad SAW.

”Apa yang dimaksud dengan kata ‘kitab’ dalam ayat itu, apakah itu kitab apa pun secara umum? Bukankah maksudnya adalah kitab suci dari kitab suci samawi sebelumnya? Saya berpendapat makna yang kedua inilah yang paling tepat. Maksudnya, Nabi Muhammad SAW bukanlah seorang dukun dan beliau tidak punya pengetahuan asal tentang agama-agama samawi sebelumnya.” (halaman 52).

Buku ini sangat menarik dibaca terutama buat mereka yang bergerak di bidang dakwah dan taklim, sehingga dapat menyampaikan kebenaran kepada umat. Buku ini pun dilengkapi tulisan pengantar yang disampaikan Prof Dr H Nasaruddin Umar MA, salah seorang tokoh penggiat studi Quran.

6986. (HR: Bukhari)
Dari Ibnu Abbas, dia berkata:”Ketika Nabi saw dikunjungi di dalam rumah itu terdapat beberapa orang lelaki, termasuk Umar bin Al-Khatab, beliau bersabda :”Kemarilah, aku akan menulis untuk kalian sebuah catatan, yang kalian tidak akan tersesat setelah itu selamanya”.

6073. (HR: Bukhari)
Dari Sa`d bin Abi Waqqash ra. ia berkata: “Nabi saw. pernah mengajarkan beberapa kalimat kepada kami sebagaimana diajarkan tulis menulis, yaitu ” “Wahai Allah, sesungguhnya aku memohon perlindungan kepada-Mu dari sifat kikir, aku memohon perlindungan kepada-Mu dari rasa takut, aku memohon perlindungan kepada-Mu dari kembali ke usia renta, dan aku memohon perlindungan kepada-Mu dari cobaan dunia dan siksa kubur” “.

Terbukti sudah bahwa Muhamad bukanlah buta huruf seperti yang diyakini oleh umatnya, Muhamad adalah seorang figur yang cerdik dan terpelajar.

@Malaysian

Saya salut dengan saudara Malaysian, beliau mengambil pemahaman dari ayat-ayat Al Quran dan Hadist yang dihubungkan dengan Ilmu Pengetahuan tetapi sayang Ilmu Pengetahuannya sangat minim. Tapi baiklah mungkin beliau sedang tersesat atau disesatkan :

1. Ciptaan Bumi
Al-Quran menyebut dalam Surah 50 ayat 38 bahawa:
“Sesungguhnya telah Kami jadikan beberapa langit dan Bumi dan apa-apa yang diantara keduanya dalam enam hari dan Kami tiada merasa payah …”

Bantahan :
Tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah jika Allah menghendaki semuanya bisa dijadikan hanya dalam sekejap. Tetapi Allah menciptakanya dalam enam hari tentu ada maksudnya. Sayangnya apabila manusia belum memecahkan teka-teki ini dan belum bisa membuktikan lantas ini dikatakan bertentangan padahal referensi untuk menentang ini pun masih belum bisa dibuktikan. Padahal teori-teori ilmuwan apakah itu teori ”Big Bang” teori-teori lainnya masih tetap diragukan
Surah 70 ayat 4 :
“Malaikat-malaikat dan roh naik kepadaNya dalam SEHARI yang lamanya LIMA PULUH RIBU Tahun.”
Anda mengatakan kalau :
”Ayat ini membawa lebih banyak masalah lagi bagi al-Quran, kerana ayat ini bertentangan secara langsung dengan ayat-ayat Quran lain. Misalnya Surah 32/5 dan surah 22/47 kedua-dua sebut bahawa :”
“Sesungguhnya SEHARI disisi TUHAN-Mu seperti SERIBU Tahun dari apa yang kamu hitung.”
Jadi, jelaslah dapat dilihat percanggahan dan perselisihan dalam Quran – Sehari itu 50,000 tahun ATAU hanya 1,000 tahun?
Sebaiknya anda belajar dulu bahasa indonesia yang baik dan benar :
Dalam ayat pertama ”Malaikat-malaikat dan roh naik kepadaNya…..”
Arti dalam bahasa Indonesia itu dalam perjalanan menuju TUHAN (1 hr : 50.000 th).
Dalam ayat kedua ” Sesungguhnya SEHARI disisi TUHAN-Mu….”
Arti dalam bahasa Indonesia itu sedang berada disisi TUHAN (1 hr : 1.000 th).
Jika anda sedang menuju Jakarta dengan anda sedang berada di Jakarta apakah itu kalimat yang sama ?
Jika anda mengatakan itu Ya, dimanakah otak-mu?

2. Jika anda mengetahui tentang terciptanya mahluk hidup dalam Al Quran maka dalam Al Quran akan dijelaskan sebagai berikut :

Bantahan :
Di surat Al Hijr ayat 28: “Maka setelah Aku (Allah) sempurnakan (bentuknya), lalu Kutiupkan ruh-Ku kepadanya (Ruh daripada-Ku).”
Ketujuh ayat Al-Qur’an yang saya baca ini Allah telah menunjukkan tentang proses kejadiannya Nabi Adam sehingga berbentuk manusia, lalu ditiupkan ruh kepadanya sehingga manusia bernyawa (bertubuh jasmani dan rohani). Sebagaimana disebutkan pada ayat yang keenam tentang kata “turab” (tanah) ialah zat-zat asli yang terdapat didalam tanah yang dinamai zat anorganis. Zat Anorganis ini baru terjadi setelah melalui proses persenyawaan antara “Fakhkhar” yakni Carbonium (zat arang) dengan “shal-shal” yakni Oksigenium (zat pembakar) dan “hamaa-in” yaitu Nitrogenium (zat lemas) dan Thien yakni Hidrogenium (Zat air). Jelasnya adalah persenyawaan antara: Fachchar (Carbonium = zat arang) dalam surat Ar Rahman ayat 14. Shalshal (Oksigenium = zat pembakar) juga dalam surat Ar Rahman ayat 14. Hamaa-in (Nitrogenium = zat lemas) dalam surat Al Hijr ayat 28. Thien (Hidrogenium = Zat Air) dalam surat As Sajadah, ayat 7. Kemudian bersenyawa dengan zat besi (Ferrum), Yodium, Kalium, Silcum dan Mangaan, yang disebut “laazib” (zat-zat anorganis) dalam surat As Shafaat ayat 11. Dalam proses persenyawaan tersebut, lalu terbentuklah zat yang dinamai protein. Inilah yang disebut “Turab” (zat-zat anorganis) dalam surat Ali Imran ayat 59. Salah satu diantara zat-zat anorganis yang terpandang penting ialah “Zat Kalium,” yang banyak terdapat dalam jaringan tubuh, teristimewa di dalam otot-otot. Zat Kalium ini dipandang terpenting oleh karena mempunyai aktivitas dalam proses hayati, yakni dalam pembentukan badan halus. Dengan berlangsungnya “Proteinisasi,” menjelmakan “proses penggantian” yang disebut “Substitusi.” Setelah selesai mengalami substitusi, lalu menggempurlah electron-electron cosmic yang mewujudkan sebab pembentukan (Formasi), dinamai juga “sebab ujud” atau Causa Formatis. Adapun Sinar Cosmic itu ialah suatu sinar mempunyai kemampuan untuk merubah sifat-sifat zat yang berasal dari tanah. Maka dengan mudah sinar cosmic dapat mewujudkan pembentukan tubuh manusia (Adam) berupa badan kasar (jasmaniah), yang terdiri dari badan, kepala, tangan, mata, hidung telinga dan seterusnya. Sampai disinilah ilmu pengetahuan exact dapat menganalisa tentang pembentukan tubuh kasar (jasmaniah, jasmani manusia/Adam). Sedangkan tentang rohani (abstract wetenschap) tentu dibutuhkan ilmu pengetahuan yang serba rohaniah pula, yang sangat erat hubungannya dengan ilmu Metafisika. Cukup jelas tentang ayat-ayat Al-Qur’an yang saudara sangka berselisih antara satu ayat dengan ayat yang lain dalam hal kejadian manusia (Adam), pada hakikatnya bukanlah berselisih, melainkan menunjukkan proses asal kejadian tubuh jasmani Adam (visible), hingga pada badan halusnya (invisible), sampai berujud manusia. Apakah belum jelas penafsiran ayat-ayat Al-Qur’an yang saya sampaikan pada saudara? Kalau ada waktu saya akan terangkan juga proses asal kejadian tubuh rohani dari segi ilmu metafisika.

3. Cerita Pertuturan yang Sempurna Hazrat Isa Almasih semasa Baginda Seorang Bayi
Dalam Surah 19 ayat 29 -33, Al-Quran memberitahu bahawa Isa sebagai seorang bayi telah berbicara dengan sempurna dengan ibunya Maryam semasa dalam buaian.

Bantahan :
Jika dalam Injil tidak diceritakan. Kenapa Ya ? jadi curiga nich jangan-jangan benar kata orang-orang kalau injil itu bukan Firman Tuhan melainkan cerita-cerita dari orang-orang yang melihat Isa As pada masa dewasa dan setelah beliau wafat terlihat dari ayat-ayatnya serta dikatakan menurut Matius, menurut Johanes, menurut Lukas,menurut…,menurut…, dan menurut….. kenapa menurut ?
Lalu siapa yang lebih tahu tentang kelahiran Isa As, ketika Isa As masih bayi dan masih kecil. Tentu hanya Allah dan Mariam yang tahu. Lalu apa salahnya kalau Allah menceritakan tentang masa kecil Nabi Isa As kepada Nabi Muhammad Saw kemudian beliau memasukannya ke dalam Al Quran ?

4. Pokok dan Batu yang Bercakap
5. Awan yang Bercakap
Tidak mencukupi dengan ide-ide janggal seperti pepohon dan batu-batan bercakap, al-Quran juga mengajari tentang awan yang bercakap. “Allah berkata kepada langit dan bumi : Datanglah kamu berdua, baik dengan patuh atau dengan terpaksa. Sahut keduanya, ‘kami datang dengan patuh’.” Surah 41 ayat

Bantahan :
He…he…he saudara Malaysian merasa kebingungan dengan ayat ini.
Baik saya akan beri gambaran tentang sesuatu yang tidak mungkin, mudah mudahan anda tidak bingung dengan yang ini.
Ibrahim (Abraham) berkata kepada api agar supaya api itu menjadi dingin. Maka dinginlah api itu.
Musa(Moses) berkata kepada laut suapaya laut itu terbelah menjadi dua seketika lautan itu terbelah dua
Sulaeman (Solomon) pun berbicara dengan binatang.
Isa(Yesus) berkata kepada pohon Ara agar ia menjadi kering.
Kalau Allah swt yang telah menciptakan Ibrahim (Abraham), Musa(Moses), Sulaeman (Solomon), Isa(Yesus),api,lautan, awan, pohon,batu,mahluk dan benda lainya apakah kira-kira sulit bagi Allah swt untuk bercakap dengan awan, pohon dan batu ?

6. Tempat Matahari Terbenam “di Bumi”
Al-Quran dengan kata-kata yang jelas menyatakan bahawa seorang hamba Tuhan telah melihat Matahari terbenam ke dalam suatu ‘mata air yang berlumpur hitam’ dan di situ pula dia terjumpa dengan sekumpulan manusia. Ayatnya seperti berikut:
“Sehingga, apabila dia sampai di tempat terbenam Matahari, didapatinya matahari itu terbenam dalam mata air yang berlumpur hitam. Di sana didapatinya satu kaum. Kami berkata : Hai, Zulkarnain, adakalanya engkau siksa (kaum yang kafir itu) atau engkau perlihatkan kepada mereka kebaikan…” (Surah al-Kahfi 18 ayat 86)

Bantahan :
Keterangan di atas adalah seseorang hamba Tuhan yang sedang melihat Matahari terbenam dalam mata air yang berlumpur hitam pada masa Zulkarnain. Jika dilihat dari sudut pandang seseorang dari bumi melihat matahari terbenam dan sinar matahari itu terhalang oleh awan hitam maka kita akan melihat matahari seolah-olah masuk ke dalam awan hitam itu. Kemudian para ilmuwan yang menyelidiki tetang ilmu alam telah membuktikan bahwa proses terjadinya awan hitam itu adalah ternyata terbentuk dari uap air yang membentuk kristal dan terjadilah gumpalan awan hitam dan awan hitam inilah yang akan menjadi mata air pada saat terjadinya hujan.

7. Jin adalah Pemberita-pemberita Maklumat dari Syurga ! Dan Bintang-bintang boleh melempari mereka…
Surah 37 ay.6-8 berkata :
“Sesungguhnya Kami menghiasi langit yang hampir kedunia dengan perhiasan bintang-bintang. Dan untuk memeliharakan daripada tiap-tiap syetan yang durhaka. Mereka tidak dapat mendengar ke alam yang Mahatinggi, dan mereka dilempari dari tiap-tiap penjuru..”

Bantahan :
Setan adalah termasuk dalam mahluk yang ghaib yang sesungguhnya manusia tidak tahu dengan hal-hal yang ghaib , kecuali Allah.
Menurut ilmu pengetahuan Astronomi bahwa bintang itu adalah benda yang mengeluarkan cahaya, bumi dan planet lain serta bulan tidak termasuk bintang karena tidak mengeluarkan cahaya. Matahari termasuk jenis bintang karena mengeluarkan cahaya. Dari sudut pandang manusia dari bumi bintang yang terdekat adalah matahari. ”…dan mereka dilempari dari tiap-tiap penjuru…”. Apakah yang dilemparkan oleh bintang (matahri) ? bintang ternyata melemparkan partikel2,elektron2 yang bertekan dan bertemperatur sangat tinggi dan melemparkan cahaya infra merah, sinar ultra violet dll.
Saya memperhatikan semua orang-orang baik dari umat Islam maupun Kristiani dan yang lainya banyak yang mengeksplorasi keberadaan setan itu pada malam hari……kata mereka kalau di siang hari setannya (jurig,kuntil anak, pocong, drakula, kelong wewe, memedi dkk) ga akan nampak soalnya takut dilempari sama sinar matahari.
Tapi saya tidak akan menjadikan ini sebagai dalil untuk pembenaran karena menurut saya yang namanya ghaib tetap ghaib (tidak bisa dibuktikan dengan ilmu Fisika,Kimia, Biologi dll) kecuali hanya dengan iman sebab kita yakin kalau sifat-sifat setan itu seperti menghasut,berzina,mabuk,membunuh dan lain-lainya selalu dibisikan kepada manusia dilakukan nya secara tersembunyi, dan segan secara terang-terangan walupun masih ada yang terang-terangan.

8. Manusia Dapat Memahami Bahasa-bahasa Serangga dan Binatang-binatang
Menurut Quran, seorang manusia telah dapat memahami bahasa binatang-binatang. Kata surah 27/18-19 :
“Sehingga apabila mereka sampai kelembah semut, lalu berkata raja semut: ‘Hai sekalian semut, masuklah kamu kedalam rumahmu, supaya kamu tidak dihancurkan oleh Sulaiman dan tenteranya’…Lalu Sulaiman tersenyum serta tertawa, kerana mendengarkan perkataannya …”

Bantahan :
Sebaiknya anda mempelajari kisah-kisah tentang para Nabi/Rasul termasuk Nabi Sulaeman (Solomon), Musa(Moses), Ibrahim (Abramam), Isa(Yesus) dll. Dalam menyampaikan risalahnya mereka diberikan apa yang namanya Mu,jizat :
Mu,jizat Ibrahim (Abramam) adalah terhindar dari panasnya bara api.
Mu,jizat Musa(Moses) adalah bisa membelah lautan.
Mu,jizat Sulaeman (Solomon) adalah diberikan kemampuan bisa berbicara dengan binatang termasuk semut.
Kalau kita sebagai manusia hanya bisa bahasa semut yaitu : ”oeeeee….oeeeee”

9. Bulan dan Bintang adalah Lampu-lampu dan Pelita
Qu’ran menyebutkan bahwa Allah telah menciptakan langit bertingkat-tingkat atau berlapis-lapis. Dia menciptakan tujuh langit, dan menghiasi langit yang terendah dengan pelita (Surah 67:3-5)dan memperindahnya dengan perhiasan bintang-bintang (Surah 37:6). Qur’an juga mengatakan bahwa bulan berada di dalam ketujuh langit ini (Surah 71:15-16).
”Jika bintang-bintang (lampu-lampu) berada di langit yang terendah, mereka adalah lebih dekat ke bumi berbanding dengan bulan, atau sekurang-kurangnya memiliki jarak yang sama terhadap bumi sebagaimana bulan.” ?

Bantahan :
Saya kasihan sekali kepada anda dengan pengetahuan yang minim lalu mencari-cari kalimat dari ayat2 yang lain lalu dihubungkannya.
”Dia menciptakan tujuh langit, dan menghiasi langit yang terendah dengan pelita” (Surah 67:3-5). Apakah itu benar Terbukti ? Benar.
Menurut ilmu astronomi lapisan udara pada bumi memiliki 7 lapisan salah satu diantaranya lapisan Atmosfer.
Coba anda lihat apakah ada bintang-bintang (lampu-lampu) berada di langit yang terendah ? Tidak ada.
Pada surat yang lainnya :
”…..dan memperindahnya dengan perhiasan bintang-bintang” (Surah 37:6).
Apakah itu benar benar terbukti ? Ya, benar
Tenyata pada malam hari kita dari bumi bisa melihat bintang-bintang yang indah bagaikan perhiasan, kan.
Apkah ayat ini merupakan sambungan dari ayat pertama ? Anda salah
Pada surat yang lainnya :
Qur’an juga mengatakan bahwa bulan berada di dalam ketujuh langit ini (Surah 71:15-16).
Apakah itu benar terbukti ? Ya, Benar
Ilmu pengetahuan juga menjelaskan kalau bulan itu berada pada posisi yang pengaruh gravitasi terhadap buminya itu nol sehingga bulan tidak tertarik ke bumi. Sedangkan pada lapisan ke-7 itu ternyata lapisan yang pengaruh gravitasi buminya nol.
Apkah ayat ini merupakan sambungan dari ayat pertama ? Anda salah

10 Binatang Seperti Monyet Islam Harus Direjam Seperti Manusia
1. Hadith Sahih Bukhari Jilid 5, Kitab 58, Nombor 188:
Disampaikan oleh ‘Amr bin Maimun:
“Pada zaman jahiliyah sebelum Islam saya menyaksikan seekor monyet betina dikelilingi oleh sejumlah monyet-monyet lain. Mereka semua melemparinya dengan batu, kerana monyet betina itu telah melakukan perzinahan. Saya pun, ikut melempari batu bersama mereka.”

Bantahan :
He…he…he saudara Malaysian tentu anda tidak ingin menjadi monyet, kan ?
Maka perhatikanlah hadist itu : “Pada zaman jahiliyah sebelum Islam…..”
Zaman apakah itu ? zaman jahiliyah
Sudah adakah ajaran Islam pada saat itu ? belum ada
Jadi sebelum adanya ajaran islam, zama itu disebut dengan zaman jahiliyah. Jadi sebelum orang-orang pada saat itu memluk islam maka kelakuan orang-orang itu seperti monyet lah, seperti yang dijelaskan dalam hadist tsb. Apakah anda termasuk pemeluk ajaran Islam ?
Kalau bukan, ya kira-kira seperti dalam hadist itulah kalian.

11. Kebolehan Wanita dan Anjing Untuk Membatalkan Solat
Terdapat Hadith Sahih Bukhari – Jilid 1, Kitab 9, Nombor 490 menyatakan bahawa Jika seorang wanita atau pun seekor anjing berlalu di depan kamu semasa kamu menjalankan doa dan solat anda, doa-doa itu tidak akan sampai ke Syurga!

Bantahan :
saudara Malaysian, apakah anda sangat kesulitan membaca dan mengartikan hadist di atas ?
Jangan jangan anda minum alkohol sehingga kalimat yang jelas pun diputarbalikan.
Jika kita sedang menjalankan sholat tiba-tiba ada wanita atau seekor anjing melewati tempat sholat kita maka doa-doa dalam sholat kita itu tidak sampai ke Syurga. Anda tahu seekor anjing itu adalah najis bagi umat islam apalagi kalau terkena kita pada saat sholat. Sedangkan wanita apabila menyetuh lelaki maka lelaki itu sebelum shalat harus wudlu dulu karena kalau langsung shalat tidak sah.

Capeeeee dech !

@Sdr ku Cepot,
Salam

Hanya sharing info saja supaya tidak salah kaprah. Atmosfir adalah lapisan udara yang menyelimuti bumi. Pada umumnya ilmuan membagi atmosfir ke dalam enam lapisan (mulai dari 0 km – kira2 10000 km dari permukaan bumi). Lapisan tsb adalah troposfir, stratosfir, mesosfir, termosfir, ionosir dan exosfir.

Salam,
Peace

@peace

boleh saya nanya,letak bulan ada didalam atau diluar dari atmosfer yg anda sebutkan ?

@cepot

topik :

8. Manusia Dapat Memahami Bahasa-bahasa Serangga dan Binatang-binatang
Menurut Quran, seorang manusia telah dapat memahami bahasa binatang-binatang. Kata surah 27/18-19 :
“Sehingga apabila mereka sampai kelembah semut, lalu berkata raja semut: ‘Hai sekalian semut, masuklah kamu kedalam rumahmu, supaya kamu tidak dihancurkan oleh Sulaiman dan tenteranya’…Lalu Sulaiman tersenyum serta tertawa, kerana mendengarkan perkataannya …”

kalau saya jadi sulaiman sih ga akan bawa pasukan tuk melawan musuh.suruh aja nyamuk dan serangga2 dan hewan2 lainnya tuk melawan musuh,lumayan tuk menghindari banyak jatuh korban

10 Binatang Seperti Monyet Islam Harus Direjam Seperti Manusia

saya mo nanya,kapan mulai jaman islam yang anda maksud?

@98 malaysian
4) Sayap kiri seekor lalat beracun, dan sayap kanannya ada penawarnya!
– Hadith Bukhari jilid 7, nombor 673.
Hadith ini dengan cukup terus-terang sangat janggal dan tidak masuk akal. Lebih-lebih lagi, bertentangan secara
langsung dengan kebenaran dan fakta-fakta saintifik!

8. Sebelah sayap seekor lalat, beracun tetapi sayap di sebelah lainnya pula terdapat mujarab untuk mengubatinya!
Hadith Sahih Bukhari vol. IV, no. 537

(Lalat! Oh lalat…sejak bilakah engkau miliki nilai mujarab? Pakar perubatan sebulat suara mengutuk engkau sebagai penyebar bermacam-macam penyakit dan kekotoran..!)

JAWABNYA
boleh dilihat di
http://www.islamic-knowledge.com/_Understand-Islam_Articles/TheHadeethontheFly.pdf

@Buat Saudara Muslim

Saya ucapkan selamat menyambut Bulan Ramadhan al-Mubarak (beberapa hari lagi), semoga anda terus menggapai kejayaan dalam usaha seharian di samping terus beribadat kepada Allah swt.

wassalam

@Buat Saudara Muslim

Marhaban Ya Ramadhan……..Mohon maaf lahir dan batin

Salam

@Peace

“Hanya sharing info saja supaya tidak salah kaprah. Atmosfir adalah lapisan udara yang menyelimuti bumi. Pada umumnya ilmuan membagi atmosfir ke dalam enam lapisan (mulai dari 0 km – kira2 10000 km dari permukaan bumi). Lapisan tsb adalah troposfir, stratosfir, mesosfir, termosfir, ionosir dan exosfir.”

Terimakasih saudaraku Peace anda telah menjelaskan tentang lapisan udara dengan nama-namanya. Padahal nama-namanya saya juga lupa lagi. Baiklah kalau menurut anda lapiran udara itu ada 6 saya setuju lah. Tapi kan masih ada lapisan terluar (luar angkasa yang luasnya mungkit tak terhingga) dimana berada benda benda angkasa lainya seperti bulan, planet,meteor dll. Seperti dijelaskan dalam Qur’an, bahwa bulan berada di dalam ketujuh langit ini (Surah 71:15-16)

salam

@cepot

Dia menciptakan tujuh langit, dan menghiasi langit yang terendah dengan pelita” (Surah 67:3-5). Apakah itu benar Terbukti ? Benar

coba sebutkan 7 langit menurut anda?
pelita yang dimaksud apa?bintangkah?

@hinadina
“kalau saya jadi sulaiman sih ga akan bawa pasukan tuk melawan musuh.suruh aja nyamuk dan serangga2 dan hewan2 lainnya tuk melawan musuh,lumayan tuk menghindari banyak jatuh korban”.

Semua para nabi/rasul termasuk Isa Al-Masih memperoleh mu’jizat bukan karena kemampuan sendiri melainkan seizin Allah.
Kalau saya bisa bahasa semut seperti nabi Sulaeman saya mau nyanyi “Semut-semut kecil” dalam bahasa semut, he..he..he.

“10 Binatang Seperti Monyet Islam Harus Direjam Seperti Manusia.”

Tolong sebutkan dulu kalimat di atas referensinya dari mana ?
Kadang mulut manusia itu bau tetapi kata-katanya bisa lebih bau dari bau mulutnya dan bau monyet, seperti di atas.

“saya mo nanya,kapan mulai jaman islam yang anda maksud?”

Islam yang benar-banar dan dibawa oleh ajaran nabi Muahhamad saw adalah islam setelah nabi Muahhamad saw menerima wahyu dan menyempaikannya kepada para sahabat dan pengikut-pengikutnya.
Sementara jaman yang bernama “Jaman Jahiliah” adalah suatu jaman pada saat ajaran islam yang dibawa oleh Muahhamad saw itu belum ada, bahkan sebelum lahir nabi Muahhamad saw itu juga disebut “Jaman Jahiliah”.
Kalau anda tidak yakin pelajari dulu sejarah datangnya ajaran islam. Kemudian apa itu “Jaman Jahiliah” supaya anda tidak diketawai oleh umat islam ?

@hinadina
“Dia menciptakan tujuh langit, dan menghiasi langit yang terendah dengan pelita” (Surah 67:3-5). Apakah itu benar Terbukti ? Benar
coba sebutkan 7 langit menurut anda?
pelita yang dimaksud apa?bintangkah?”

6 langit sudah disebutkan oleh saudara Peace, yaitu:
troposfir, stratosfir, mesosfir, termosfir, ionosir dan exosfir.
Saya lengkapi aja dengan 1 langit lagi yaitu lapisan langit paling luar atau disebut juga luar angkasa.

pelita yang dimaksud apa?bintangkah?”
Saya mau tanya juga kenapa langit berwarna biru ?
warna biru langit diakibatkan oleh pantulan cahaya matahari dari bumi, lautan ke lapisan udara paling rendah.
Munkin itulah maksudnya.

Wooooy, giliran gue bertanya dong !
Dalam perdebatan antara Dr Zakir Naik Vs Dr William Cambell. Dr Zakir Naik mengemukakan salah satu ayat dalam Alkitab/Injil menerangkan bahwa bumi perpilar.

Maksudnya perbilar apa, ya ?
Ini makin tidak rasional lagi.

hihihi…lucu juga alasan-alasannya

@hinadina

Ya dong, harus lucu. Biar tidak stressss…

Daripada penjelasan dalam Alkitab bahwa dunia berpilar.
Ha…ha..ha..haaa.
Sebenarnya baru kali ini gue menemukan ayat dalam Alkitab/Injil yang paling garing, yaitu
“Dunia berpilar”
Tapi tidak apa-apa lah barangkali ada artinya.

Wooooy, maksudnya berpilar apa, dong ?
Masa orang-orang yang mengimani Alkitab/injil tidak ada yang tahu satu pun. Ya minimal dengan arti konotasi, kek.

SORGA YANG PENUH NIKMAT DENGAN PERMASALAHAN SEX

Persetubuhan dengan Bidadari ???
HAH?
Gak salah??
‘Lu jangan JELEK2in ISLAM yA”
“Lu jangan Fitnah ya”
‘Dasar KRISTEN SESAT”
‘TOBATLAH kau kristen busuk”

demikianlah kira2 yang terbersit pertama kali sewaktu membaca judul tsb.

Tapi saya beritahu …Wahai teman2..memang begitulah yang tertulis di buku islami ‘Melihat Indahnya Surga’.

Si penulis tidak salah ataupun salah menafsirkan, memang begitulah nantinya muslimin di surga.

Dari 3 buku yang akan kita baca nanti, ketiganya sepakat dan PAHAM betul bahwasanya di surga nanti, muslimin akan ber esek 2 ria dgn BIDADARI + istri(2)nya selama di dunia.

Ini bukan ‘AKAL BULUS ZIONIS’ ataupun ‘TIPUAN MISIONARIS”.ini murni dari 3 buku islam yg terbit di INDONESIA.(Kecuali anda sudah gila dan mengganggap ke 3 buku ini walaupun diterbitkan penerbit muslim,ditulis oleh MUSLIM ARAB, diterjemahkan oleh MUSLIM sendiri,didistribusikan di bagian BUKU islam,TAPI tetap saja menganggap ini buku MISIONARIS)

Wahai muslimers yang tidak setuju. Anda tidak setuju itu hak anda, tapi yang pasti FORUM ini tidak berbuat FITNAH dengan mengatakan di surga islami itu adalah surga esek2 .terbukti dari 3 buku islam sendiri yang MEMBENARKAN NIKMATNYA NGESEX DI SURGA‘

Dalam buku ini juga bilang :
Kurang lebih gini bunyi hadits nya cari ndiri deh….
‘Di surga muslimers akan punya kekuatan berhubungan SEX sebanyak 100 lelaki’

nah persoalannya adalah :
Apakah di surga ada ESEK-esek?
Apakah maksud hadits diatas

Sehingga akan menimbulkan berbagai pertanyaan antara lain :
Apakah surga islami = surga esek2?

Apakah hadits2 yg berbicara ttg surga walaupun kesannya esek2, tapi SESUNGGUHNYA itu hanyalah ‘gambaran doang’ ,Perumpamaan ,,kata Muslim

Untuk mengetahui mana yang benar, marilah kita baca keterangan dari ke 3 buku berikut ini.
1. Buku yang berjudul “INDAHNYA BIDADARI SURGA”
2.Buku yang berjudul ‘SURGA DAN NERAKA”
3.Buku yang berjudul “MELIHAT INDAHNYA SURGA”

Buku pertama :

Indahnya bidadari surga

http://www.robbanipress.co.id/Daftar%20Isi/indahnya%20bidadari.htm

Halaman 111

Quote:

Kekuatan Seorang Muslim dalam Menggauli Istrinya di Surga .
Note: Judul ini bukan karangan gue,tapi emang begitu yang tertulis di bukunya 

Tirmidzi rahimahullah men-takhrij hadits dari Anas radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam; ucap beliau:
“Seorang Mukmin di surga akan diberi kekuatan ini dan itu dalam bersebadan. ” Beliau ditanya, “Apakan dia kuat wahai Rasulullan?” Jawab Rasulullah, “la diberi kekuatan seratus Kali lipat. ” Tirmidzi berkata: Ini adalah hadits hasan shahih. Lihat Shahihul-Jami’ nomor 1627.

Darimi rahimahullah dalam Musnad-nya menyebutkan satu riwayat dari Zaid bin Arqam radhiyallahu ‘anhu; ia menuturkan bahwa Rasu lullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
‘Laki-laki penghuni surga akan diberi kekuatan seratus laki-laki dalam makan, minum, bersebadan, dan memenuhi selera nafsu. ” Seorang pria Yahudi berkata: “Yang makan dan yang minum tentu buang hajat.” Rasulullah bersabda: “Kemudian Keluarlah keringat dari Kulitnya sehingga perutnya mengecil. ” Shahihui-Jamf, nomor 1627.

Al-Bazzar rahimahullah dalam Musnad-nyei men-takhrij hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu; ia bercerita:
“Rasulullah ditanya: wahai Rasulullah, apakah kita akan mendatangi istri kita di surga? Jawab beliau: ‘Ya, demi Dzat Yang jiwaku di tangan-Nya, sesungguhnya seorang laki-laki dalam satu hari mendatanginya hingga seratus gadis’. Silsiiatiil-Ahadits ash-Shiahihah. nomor 367, 375.

Maka Mahasuci Allah Yang Mahakuat, Yang menganugerahi segala apa yang diingini-Nya kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya.

Note: Bagaimana? Masih ada yang menafsirkan maksud hadits tsb bukan hadits esek2?

Buku ke dua:
Surga dan neraka

Quote:

Kecemburuan Bidadari Terhadap Suami Mereka di Dunia

Rasulullah saw. telah menceritakan kepada kita bahwa bidadari itu cemburu terhadap suami mereka di dunia, jika ia disakiti oleh istrinya di dunia. Dalam Musnad Imam Ahmad diriwayatkan dari Mu’adz bahwa Rasulullah saw bersabda, “Tidak ada seorang wanita yang menyakiti suaminya di dunia kecuali istrinya di akhirat, yakni bidadari, akan berkata, “Janganlah kamu menyakitinya, semoga Allah memerangimu, sesungguhnya ia hanyalah tamu di sisimu, sebentar lagi ia akan datang kepada kami dan meninggalkanmu.”

Seorang Mukmin di Surga Diberi Kekuatan Seratus Orang Laki -laki

Diriwayatkan dari Anas r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Seorang mukmin di surga diberi kekuatan jima’ sekian dan sekian.” Dikatakan, “Wahai Rasulullah, apakah ia begitu kuat?” Beliau bersabda, “Ia akan diberi kekuatan seratus orang laki-laki.” (H.r. Tirmidzi).

Ahli Surga Menertawakan Ahli Neraka
Setelah ahli surga memasuki surga, mereka memanggil lawan bertengkar mereka, yakni orang-orang kafir yang tengah mendapatkan penderitaan di neraka. “Dan penghuni-penghuni surga berseru kepada penghuni-penghuni neraka (dengan mengatakan), ‘Sesungguhnya kami dengan sebenarnya telah memperoleh apa yang telah Tuhan kami menjanjikannya kepada kami. Maka apakah kamu telah memperoleh dengan sebenarnya apa (adzab) yang Tuhan kamu menjanjikannya (kepadamu)?” Mereka (penduduk neraka) menjawab, “Betul.” Kemudian seorang penyeru (malaikat) mengumumkan di antara kedua golongan itu, ‘Kutukan Allah ditimpakan ke atas orang orang yang zhalim.'” (Q.s. Al-A’raf: 44). Sungguh, di dunia ini orang-orang kafir suka merendahkan, mengejek, dan menertawakan orang-orang mukmin. Maka pada hari itu Allah memberikan kemenangan kepada orang-orang beriman. Manakala mereka telah berada dalam kenikmatan yang abadi, maka mereka melihat para pendurhaka menertawakan dan mengejek mereka.

Buku ke tiga
Melihat Indahnya Surga :

Sebelum kita membaca buku ke tiga : ‘Melihat Indahnya Surga’
Mungkin kita refreshing dulu membaca sinopsis buku ini:

Dari halaman paling belakang .

Melihat Indahnya Surga .
Gambaran Lengkap tentang Surga dan kenikmatannya

Anda akan dibuat takjub membaca buku ini. Betapa tidak, istana abadi yang merupakan kado terindah yang dianugerahkan oleh Dzat Yang Maha Indah kepada para hamba-Nya yang mampu merealisasikan keindahan taqwa dalam hidupnya, dibeberkan secara detail dalam buku ini. Siapa saja yang diceritakan surga kepadanya, hatinya pasti membuncah, perasaannya menjadi rindu menggebu-gebu ingin segera memasukinya. Sebuah keindahan tiada tara yang belum pernah terlihat oleh mata pandang manusia, belum pernah terdengar oleh telinga, dan belum pernah terbesit dalam hati semua insan di alam semesta ini.
Buku yang ada dihadapan Anda ini mengupas secara gamblang berbagai kenikmatan surga yang akan diberikan Allah kepada para penghuninya. Semuanya dibeberkan oleh penulis buku ini dengan gaya bercerita, sehingga dijamin jiwa Anda pasti tergugah, seakan-akan Anda diajak bertamasya mengelilingi surga dan menikmati keindahan abadi di dalamnya. Pesona surga, memang sungguh luar biasa.
Selamat membaca. Dan dapatkan ‘kepuasan’ ruhiyah bertamasya ke surga melalui buku ini.

Note : ini menunjukkan,baik si PENULIS maupun PENERJEMAH buku. Merasa ASIK2 saja dan merasa WAJAR2 saja dgn cerita esek2 surga di buku ini.malah merasa menggebu-gebu ingin segera memasukinya.

Bagaimana dgn anda? Selamat membaca

dari Halaman 106-

Quote:

5.Persetubuhan dengan Bidadari.Note, Judul ini juga bukan karangan gue,tapi emang begitu adanya di buku tsb

Wahai para wali Allah! Anda akan bertemu dengan seorang wanita yang lebih cantik daripada rembulan. Dikumpulkan untukmu segala faktor yang menyebabkan Anda bergairah untuk bersetubuh. Bersamaan dengan itu pula, Anda akan diberi kekuatan seratus orang laki-laki dalam bersetubuh.

Para bidadari itu adalah wanita yang suci lagi disucikan, dan Anda pun juga laki-laki yang suci lagi disucikan. Tidak pernah tertimpa suatu penyakit, musibah, kelemahan, impoten, meskipun Anda telah menyetubuhinya sebanyak milyaran kali.

Persetubuhan itu sungguh suatu persetubuhan yang nikmat, menyenangkan, memuaskan dan tidak ada efek negatif dari setiap sisi. Ketika itu nafsu syahwat Anda terus meluap-luap, tidak pernah terputus selamanya, tidak ada mani, tidak akan mati, tidak ada dosa dan tidak pula membosankan.

Ini adalah suatu kenikmatan yang membuat si pelakunya merasa disibukkan. Penyaluran syahwat inilah yang menjadi pekerjaan rutin, begitu pula dengan keinginan-keinginan Anda yang lain serta kenikmatan-kenikmatan yang akan selalu tersedia.

“Sesungguhnya para penghuni jannah pada hari itu berada dalam kesibukan, mereka saling bersendau gurau, mereka dan para istri-istri mereka berada dalam naungan yaitu mereka sama bertelekan di atas sofa-sofa. ” Benar! Kesibukan mereka adalah menikmati para perawan.

Bagaimana Anda tidak melupakan segala rasa sedih, duka, bencana, malapetaka, siksa para penduduk neraka dan segala macam azab pedih yang menimpa mereka, jika Anda telah diberi banyak sarana mewah lagi nikmat, dan selamanya Anda akan dijauhkan dari kebinasaan, kekurangan, kemalangan, kebosanan dan keletihan.

Bagaimana pula Anda tidak disibukkan dengan menyetubuhi bidadari, jika di dalam diri Anda selalu terkumpul segala faktor yang mendorong untuk melakukan persetubuhan itu, lapang dada, ketentraman hati, ketenangan pikiran, kekuatan badan, ketinggian postur tubuh, dibarengi dengan kekuatan seratus laki-laki dalam bersetubuh.

Demikian pula nafsu syahwat mengalir di dalam tubuh Anda selama tujuh puluh tahun.
Maka Anda pun akan menyetubuhinya dengan penuh gairah dan terus bergairah. Jika Anda telah selesai melakukannya, maka bidadari itu akan kembali suci dan menjadi perawan.

Bagaimana engkau tidak disibukkan dengan kenikmatan jima’ bersama para bidadari itu, tidakkah Anda menyadari siapa dia yang Anda setubuhi itu? Siapakah dia yang memiliki kecantikan itu? Yang sekiranya telapak tangannya dijulurkan ke dunia, niscaya para makhluk akan terpesona lantaran keelokkannya.

Seandainya permata paling kecil yang ia kenakan ditampakkan ke dunia, niscaya ia akan menyinari ruangan yang ada di antara langit dan bumi. Dan seandainya ia sendiri (bidadari) muncul di dunia, pastilah ia akan memenuhi dunia dengan bau harum. Dan engkau pun dapat melihat putihnya sumsum tulang betisnya dari luar tujuh puluh pakaian. Sesungguhnya mereka itu adalah para bidadari yang sangat cantik, putih dan mempesona.

Bagaimana pula para bidadari tidak tersibukkan dengan Anda, sedangkan Anda adalah laki-laki yang memiliki ketampanan seperti Yusuf, sangat muda dan hitam matanya, kemudaan Anda tidak pernah habis, pakaian Anda tidak pernah usang, memiliki hati nabi Ayyub, berpostur seperti nabi Adam, yaitu enam puluh hasta menjulang ke langit, dan berumur tiga puluh tiga tahun.

Akan kembali kepadamu para bidadari yang suci janabat najis baik yang kecil maupun besar, suci dari kencing dan berak suci dari haid dan nifas, suci dari mani, madzi dan wadi, suci dari ingus, ludah dan dahak, suci dari melihat kepada selainmu, bersih dari perkataan keji, dan kekejian, perkataan kotor, melaknat, mencaci, bersih dari akhlak-akhlak buruk, sifat-sifat yang tercela dan bebas dari segala rasa penyakit dan kotoran.

Demi Dzat yang mengutus nabi-Nya dengan haq, penduduk surga itu lebih mengetahui pasangan dan tempat tinggalnya di surga daripada kalian mengetahui pasangan dan tempat tinggal kalian di dunia. Karena kalian, wahai hamba Allah, akan menyetubuhi tujuh puluh dua istri yang diciptakan Allah secara langsung dan dua istri dari keturunan Adam. Keduanya memiliki kelebihan dibandingkan istri-istri yang langsung diciptakan Allah, karena ibadah mereka kepada-Nya ketika di dunia.
Bila berada di sisinya, Anda takkan merasa bosan dan dia pun takkan merasa bosan kepada Anda. Bila menyetubuhinya, maka dia akan menjadi perawan lagi. Kemaluanmu tidak akan pernah loyo dan vaginanya pun juga tidak akan pernah merasa sakit. (note : ck ck ck ck. Gue ga bisa bayangin klo ada pendeta yg nulis buku seperti ini : )

Dia akan memanggilmu, “Sungguh, kami telah mengetahui bahwa engkau tidak akan merasa bosan dan dibosani”. Tidak mengeluarkan mani dan merasakan mati. Di samping itu, Anda juga memiliki istri-istri lain selain dirinya. Kemudian, Anda akan pergi kepada mereka dan menggilirnya satu per satu. Setiap kali Anda mendatangi seorang dari mereka, dia berkata, “Demi Allah, di surga tidak ada yang lebih tampan daripada dirimu dan tidak ada yang lebih aku cintai selain dirimu”.
Wahai wali Allah, apakah telah datang kepada Anda kabar tentang syahwat yang Anda miliki? Sungguh, syahwat itu akan mengalir di tubuh Anda selama tujuh puluh tahun waktu akhirat. Anda akan mendapatkan kenikmatan tanpa harus mandi janabat; Anda tidak akan merasa lemah, impotensi, letih dan kesusahan.

Bahkan sebaliknya, persetubuhan yang Anda lakukan adalah persetubuhan penuh kelezatan dan kenikmatan tanpa gangguan. Tahukah engkau bahwa syahwat Anda takkan terputus selamanya ketika bertemu dengan kekasih Anda?Anda akan menyetubuhinya dengan kemaluan yang takkan pernah melemah dan syahwat yang takkan pernah berhenti. Anda akan selalu bergairah dan terus bergairah tanpa mengeluarkan mani dan merasakan mati.
Duhai, betapa indah rayuan dan kelembutannya ketika jima’. Duhai, betapa indah kerinduan dan ketaatannya kepada suaminya. Duhai, betapa cantik wajahnya dan betapa indah pergaulannya kepada suaminya. Duhai, betapa manis cinta dan kegenitannya kepada suaminya.

Note: kayak baca Enny Arrow pun jadinya.

=======

Masih dari Buku yang ke tiga : MELIHAT INDAHNYA SURGA
Halaman 81-84

Quote:

Bab 6
Istri Penghuni Surga

Wahai wali Allah! Tidak ada seorang pun yang dimasukkan oleh Allah ke surga kecuali ia pasti memiliki 72 (tujuh puluh dua) istri; yakni 2 (dua) istri dari kalangan bidadari yang bermata jeli dan 70 (tujuh puluh) istri yang diwarisi dari para penghuni neraka (maksud kalimat, “yang diwarisinya dari para penghuni neraka”, yakni para lelaki yang masuk neraka, sehingga para penghuni surga pun mewarisi istri-istri mereka, sebagaimana istri Fir’aun juga akan diwarisi). Note : masya aulohhhhhh..pantesan muslimers selalu ngedoain kafirers masuk neraka, ternyata supaya mereka bisa dapetin istri2 para kafirers..astafiruloh.Aku berlindung dari godaan SETAN ini .

Tahukah Anda tentang bidadari? Ya, mereka adalah para istri yang suci yang akan mendatangi Anda. Mata mereka genit menggoda. Mereka menghiasi dirinya dengan ikat pinggang yang amat menawan. Menyelimuti dirinya dengan minyak wangi kasturi. Bola mata mereka sangat hitam, dan pandangan mata mereka tertunduk malu, dan seluruh bagian tubuh mereka dihiasi dengan mutiara dan permata yakut. Mereka selalu memanggil dengan suara-suara yang genit, merdu lagi enak didengar. Mereka mengatakan :

Kami adalah wanita-wanita yang abadi dan tidak akan pernah mati selama-lamanya.
Kami adalah wanita-wanita yang genit dan tidak akan pernah berbuat jahat selama-lamanya.
Kami adalah wanita-wanita yang bermukim dan tidak akan pernah bepergian selama-lamanya.
Kami adalah wanita-wanita yang selalu ridha dan tidak akan pernah marah selama-lamanya.
Kami adalah bidadari yang jelita bagi para suami dari orang-orang yang mulia.
Kami adalah gadis-gadis yang berakhlak mulia bagi para hamba yang beriman.
Maka berbahagialah bagi siapa saja yang menjadi milik kami dan kami menjadi miliknya.

Allah telah menciptakan mereka (bidadari-bidadari) secara langsung, dan menjadikan mereka gadis-gadis perawan, sangat mencintai suami-suami mereka, sebaya dalam umur, cantik jelita laksana mutiara yang tersimpan baik. Sesungguhnya para bidadari itu seperti mutiara dan marjan, jalannya adalah berlari-lari kecil (harwalah}, simponi (nyanyian tanpa kata-kata)nya amat mengenakkan lagi menawan serta mempesona, sangat mencintai suaminya, hanya terpingit untuk suaminya, dan tertutupi terhadap selainnya, pandangannya tidak terumbar kepada semua laki-laki, sehingga ia pun tidak melihat kepada selain suaminya.

Bidadari tersebut belum pernah disentuh oleh manusia maupun jin sebelumnya. Setiap kali ia selesai digauli oleh suaminya, maka sang suami mendapatinya menjadi gadis perawan kembali. la mengenakan 70 (tujuh puluh) pakaian yang aksesoris dan warnanya bervariasi. Bagi dirinya, membawa semua pakaian tersebut sangatlah mudah dan lebih ringan daripada rambutnya sendiri.

Di antara para istri tersebut, tidak ada satupun melainkan pasti memiliki vagina (qubul) yang begitu menggiurkan, dan ia pun (si penghuni surga itu) juga akan memiliki penis (dzakar) yang tidak akan pernah bengkok (impoten).
Note: ck ck ck ck.. INI yang error siapa? Penulis? Penerjemah? PEMBACA ?? Atau si MUH???

Begitu pula, ia akan diberi kekuatan 100 (seratus) pria terkuat dalam hubungan seksual, sehingga ia mampu melakukan hubungan seksual selama 40 (empat puluh) tahun. Dalam setiap hari, ia akan disediakan 100 (seratus) gadis perawan, dengan penis yang tidak akan pernah bosan dan melemah, serta dengan vagina yang tidak akan pernah menumpahkan lendir dan mengeluarkan mani. Setiap istri tersebut akan mengenakan 70 (tujuh puluh) pakaian, di mana isi betisnya dapat terlihat dari balik pakaian tersebut.

Wahai wali Allah, Anda berhak memilih bidadari yang bermata jeli sekehendak hati Anda. Para bidadari tersebut banyak sekali macamnya. Di antara mereka ada bidadari-bidadari yang disebut “Al-Lu’bah” . Semua bidadari surga merasa terkagum-kagum dengan bidadari Al-Lu’bah ini.

Mereka menepuk-nepukkan tangan mereka di atas pundaknya, seraya mengatakan, “Berbahagialah engkau, wahai Al-Lu’bah. Kalau sekiranya para pencari surga itu mengetahui dirimu, niscaya mereka akan bersungguh-sungguh mendapatkan dirimu.” Di antara kedua mata Al-Lu ‘bah tertulis sebuah kalimat, “Barangsiapa yang berusaha mendapatkan diriku, maka hendaknya ia beramal demi mencari ridha Rabbku.”Sedangkan bidadari-bidadari lain, ada yang keindahannya saling dibanggakan oleh para penghuni surga. Kalau sekiranya Allah tidak menetapkan kepada para penghuni surga untuk tidak mati, niscaya mereka akan mati karena terpesona dengan kecantikannya.
Demikian pula, ada bidadari-bidadari yang disebut “Al-‘Aina’.” Apabila bidadari ini berjalan, maka di samping kanan dan kirinya ada 70.000 (tujuh puluh ribu) pelayan yang berjalan menyertainya. la mengatakan, “Di mana orang-orang yang beramar makrufdan nahi mungkar?”
Oleh karena itu, silahkan engkau pilih sendiri, wahai hamba Awloh, dari bidadari-bidadari tersebut atau bidadari lainnya sesuka hatimu. Lalu bersetubuhlah dengan bidadari itu selama umurmu di dunia, maka tidak akan pernah terputus dan tidak pula terlarang menggaulinya.

@Indahnya Surga Islam

ck…ck….ck….

Trus wanita-wanita muslim NGE-SEX sama siapa di surga ?
atau mungkin memang tidak ada satupun wanita muslim yang masuk surga ?

Berarti betul dong ada firman yang berkata “Bahwa mayoritas penghuni neraka adalah wanita ? ” karena kaum prianya akan ngesex dengan bidadari yang cuantik sekali ? he….he….he…..

@all

1. JANJI MASUK SURGA

Ini ayat-ayat supaya anda semua masuk surga :

QS 3:102
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.

QS 10:25
Allah menyeru (manusia) ke Darussalam (surga), dan menunjuki orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus (Islam).

QS 30:43
Oleh karena itu, hadapkanlah wajahmu kepada agama yang lurus sebelum datang dari Allah suatu hari yang tak dapat ditolak (kedatangannya): pada hari itu mereka terpisah-pisah.

QS 61:7
Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allah sedang dia diajak kepada agama Islam? Dan Allah tiada memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.

QS 72:16
Dan bahwasanya: jikalau mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam), benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezki yang banyak).

QS 2:132
Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya`qub. (Ibrahim berkata): “Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam”.

Apakah janji di atas itu benar?
Tebak sendiri !!!

2. JANJI 72 BIDADARI (NGESEKS DI SURGA)

Di surga nanti setiap pria Muslim akan dihadiahi istri-istri yg senantiasa selalu tetap perawan:

QS 2:25
Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rezki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan: “Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu.” Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada isteri-isteri yang suci dan mereka kekal di dalamnya.

QS 4:57
Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal shaleh, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai; kekal mereka di dalamnya; mereka di dalamnya mempunyai isteri-isteri yang suci, dan Kami masukkan mereka ke tempat yang teduh lagi nyaman.

QS 36:55-56
Sesungguhnya penghuni surga pada hari itu bersenang-senang dalam kesibukan mereka. Mereka dan isteri-isteri mereka berada dalam tempat yang teduh, bertelekan di atas dipan-dipan.

QS 52:17-20
Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam surga dan keni`matan, mereka bersuka ria dengan apa yang diberikan kepada mereka oleh Tuhan mereka; dan Tuhan mereka memelihara mereka dari azab neraka. (Dikatakan kepada mereka): “Makan dan minumlah dengan enak sebagai balasan dari apa yang telah kamu kerjakan”, mereka bertelekan di atas dipan-dipan berderetan dan Kami kawinkan mereka dengan bidadari-bidadari yang cantik bermata jeli.

QS 55:56,58,70,72,74,76-78
Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang sopan menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin. Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan. Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik. (Bidadari-bidadari) yang jelita, putih bersih dipingit dalam rumah. Mereka tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin. Mereka bertelekan pada bantal-bantal yang hijau dan permadani-permadani yang indah. Maka ni`mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? Maha Agung nama Tuhanmu Yang Mempunyai kebesaran dan karunia.

QS 56:22-24
Dan (di dalam surga itu) ada bidadari-bidadari yang bermata jeli, laksana mutiara yang tersimpan baik. Sebagai balasan bagi apa yang telah mereka kerjakan.

QS 56:27-40
Dan golongan kanan, alangkah bahagianya golongan kanan itu. Berada di antara pohon bidara yang tidak berduri, dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya), dan naungan yang terbentang luas, dan air yang tercurah, dan buah-buahan yang banyak, yang tidak berhenti (buahnya) dan tidak terlarang mengambilnya, dan kasur-kasur yang tebal lagi empuk. Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung, dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan, penuh cinta lagi sebaya umurnya, (Kami ciptakan mereka) untuk golongan kanan, (yaitu) segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu, dan segolongan besar pula dari orang yang kemudian.

QS 38:54
Ini adalah kehormatan (bagi mereka). Dan sesungguhnya bagi orang-orang yang bertakwa benar-benar (disediakan) tempat kembali yang baik, (yaitu) surga `Adn yang pintu-pintunya terbuka bagi mereka, di dalamnya mereka bertelekan (di atas dipan-dipan) sambil meminta buah-buahan yang banyak dan minuman di surga itu. Dan pada sisi mereka (ada bidadari-bidadari) yang tidak liar pandangannya dan sebaya umurnya. Inilah apa yang dijanjikan kepadamu pada hari berhisab. Sesungguhnya ini adalah benar-benar rezki dari Kami yang tiada habis-habisnya.

QS 78:39
Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa mendapat kemenangan, (yaitu) kebun-kebun dan buah anggur, dan gadis-gadis remaja yang sebaya, dan gelas-gelas yang penuh (berisi minuman). Di dalamnya mereka tidak mendengar perkataan yang sia-sia dan tidak (pula perkataan) dusta. Sebagai balasan dari Tuhanmu dan pemberian yang cukup banyak, Tuhan Yang memelihara langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya; Yang Maha Pemurah. Mereka tidak dapat berbicara dengan Dia. Pada hari, ketika ruh dan para malaikat berdiri bershaf-shaf, mereka tidak berkata-kata kecuali siapa yang telah diberi izin kepadanya oleh Tuhan Yang Maha Pemurah; dan ia mengucapkan kata yang benar. Itulah hari yang pasti terjadi. Maka barangsiapa yang menghendaki, niscaya ia menempuh jalan kembali kepada Tuhannya.

Tirmidzi rahimahullah men-takhrij hadits dari Anas r.a., dari Nabi SAW; ucap beliau: “Seorang Mukmin di surga akan diberi kekuatan ini dan itu dalam bersebadan. ” Beliau ditanya, “Apakah dia kuat wahai Rasulullah?” Jawab Rasulullah, “la diberi kekuatan seratus Kali lipat. ”

Darimi rahimahullah dalam Musnad-nya menyebutkan satu riwayat dari Zaid bin Arqam r.a.; ia menuturkan bahwa Rasul SAW bersabda :
“Laki-laki penghuni surga akan diberi kekuatan seratus laki-laki dalam makan, minum, bersebadan, dan memenuhi selera nafsu. ” Seorang pria Yahudi berkata: “Yang makan dan yang minum tentu buang hajat.” Rasulullah bersabda: “Kemudian Keluarlah keringat dari Kulitnya sehingga perutnya mengecil.”

Al-Bazzar rahimahullah dalam Musnad-nya men-takhrij hadits Abu Hurairah r.a., ia bercerita: “Rasulullah ditanya: wahai Rasulullah, apakah kita akan mendatangi istri kita di surga? Jawab beliau: ‘Ya, demi Dzat Yang jiwaku di tangan-Nya, sesungguhnya seorang laki-laki dalam satu hari mendatanginya hingga seratus gadis’.

Hadist kutipan Ibn Kathir dalam tafsir Qurannya tentang Surah Al-Rahman (55), ayat 72: “Nabi Muhammad terdengar berkata, “Hadiah balasan terkecil bagi orang-orang di surga adalah tempat tinggal di mana ada 80,000 budak dan 72 istri, beratapkan mutiara, aquamarine dan ruby, selebar jarak antara Al-Jabiyyah [di Damaskus] dan Sana’a [Yemen]’.”

TIRMZI, vol. 2 halaman 138:
Setiap lelaki yang masuk surga akan diberi 72 bidadari; tidak peduli pada umur berapa dia mati, ketika dia masuk surga dia akan menjadi seorang berumur 30 tahun dan tidak akan tambah tua. Lelaki di surga akan diberi keperkasaan yang sama dengan keperkasaan seratus orang lelaki.

Rasulullah saw. telah menceritakan kepada kita bahwa bidadari itu cemburu terhadap suami mereka di dunia, jika ia disakiti oleh istrinya di dunia. Dalam Musnad Imam Ahmad diriwayatkan dari Mu’adz bahwa Rasulullah saw bersabda, “Tidak ada seorang wanita yang menyakiti suaminya di dunia kecuali istrinya di akhirat, yakni bidadari, akan berkata, “Janganlah kamu menyakitinya, semoga Allah memerangimu, sesungguhnya ia hanyalah tamu di sisimu, sebentar lagi ia akan datang kepada kami dan meninggalkanmu.”

Apakah janji setan di atas itu benar?

Tidak, sebab setan sendiri (sambil tertawa terbahak-bahak sampai terkentut-kentut menyaksikan kebodohan para muslim) telah berkata dengan jelas di dalam kitab yg sama:

Syaitan itu memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal syaitan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain dari tipuan belaka. Mereka itu tempatnya Jahannam dan mereka tidak memperoleh tempat lari daripadanya. (QS 4:120-121)
3. JAMINAN MASUK SURGA DENGAN SYARAT

Pencuri dan Pezinah akan Masuk Surga asal Dirinya Hanya Menyembah Allah Saja

Sahih Bukhari
Vol 9, Book 93. Oneness, Uniqueness Of Allah (Tawheed). Hadith 579.
Diriwayatkan oleh Abu Dharr : Nabi berkata, Jibril datang padaku dan memberi aku kabar baik bahwa siapa saja yang mati tanpa menyembah apapun selain Allah akan masuk surga. Aku bertanya (pada Jibril), “Walaupun dia mencuri, walaupun dia berzinah?” Dia menjawab, ” (Ya), “Walaupun dia mencuri, dan walaupun dia berzinah.”

Hafal 99 Asma Allah, akan masuk surga

Sahih Muslim, Book 035, Number 6475:
Abu Huraira melaporkan rasulullah (saw) mengatakan : Ada 99 nama Allah; orang yg setia menghafalnya akan masuk Surga…

Penjahat akan masuk surga berkat doa (tahlil) 40 orang Muslim

‘Abdullah b. Abbas melaporkan bahwa anak laki2nya mati di Qudaid atau Usfan. Dia bilang pada Kuraib utk melihat berapa banyak orang berkumpul pada pemakamannya. Dia (Kuraib) berkata: Jadi saya pergi dan saya beritahukan dia mengenai orang2 yg berkumpul disana. Dia (Ibn Abbas) berkata: Kau pikir ada 40 orang? Dia (Kuraib) berkata: Ya. Ibn Abbas lalu berkata pada mereka: Keluarkan (mayat anaknya) karena kudengar Rasul berkata: Jika seorang muslim meninggal dan 40 orang yg tidak mempersekutukan Allah berdiri mendoakan dia (mendirikan sholat baginya), Allah akan menerima mereka sebagai perantara/penengah bagi dia. (Sahih Muslim, Buku 004, No. 2072).

Setiap Muslim pasti akan masuk surga asal gemar bersholawat untuk Muhammad, karena Muhammad di surga akan menjadi perantara Muslim dengan Allah

QS 33:56
Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.

QS 47:19
“Maka ketahuilah (O Muhammad), bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan (Yang Hak) melainkan Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan. Dan Allah (orang ketiga) mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat tinggalmu.”

QS 63:5
“Dan apabila dikatakan kepada mereka: Marilah (beriman), agar Rasulullah memintakan ampunan bagimu, mereka membuang muka mereka dan kamu lihat mereka berpaling sedang mereka menyombongkan diri.”
(Lihat juga 4:64; 9:103; 24:62; 60:12)

Dijanjikan masuk surga bila mau diajak berperang di jalan Awloh

QS 2:216
Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.

QS 3:146
Dan berapa banyak nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar.

QS 3:156
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu seperti orang-orang kafir (orang-orang munafik) itu, yang mengatakan kepada saudara-saudara mereka apabila mereka mengadakan perjalanan di muka bumi atau mereka berperang: “Kalau mereka tetap bersama-sama kita tentulah mereka tidak mati dan tidak dibunuh.” Akibat (dari perkataan dan keyakinan mereka) yang demikian itu, Allah menimbulkan rasa penyesalan yang sangat di dalam hati mereka. Allah menghidupkan dan mematikan. Dan Allah melihat apa yang kamu kerjakan.

QS 3:167-168
dan supaya Allah mengetahui siapa orang-orang yang munafik. Kepada mereka dikatakan: “Marilah berperang di jalan Allah atau pertahankanlah (dirimu)”. Mereka berkata: “Sekiranya kami mengetahui akan terjadi peperangan, tentulah kami mengikuti kamu”. Mereka pada hari itu lebih dekat kepada kekafiran daripada keimanan. Mereka mengatakan dengan mulutnya apa yang tidak terkandung dalam hatinya. Dan Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan.
Orang-orang yang mengatakan kepada saudara-saudaranya dan mereka tidak turut pergi berperang: “Sekiranya mereka mengikuti kita, tentulah mereka tidak terbunuh”. Katakanlah: “Tolaklah kematian itu dari dirimu, jika kamu orang-orang yang benar.”

QS 4:76-77
Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut, sebab itu perangilah kawan-kawan syaitan itu, karena sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah.
Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang dikatakan kepada mereka: “Tahanlah tanganmu (dari berperang), dirikanlah sembahyang dan tunaikanlah zakat!” Setelah diwajibkan kepada mereka berperang, tiba-tiba sebahagian dari mereka (golongan munafik) takut kepada manusia (musuh), seperti takutnya kepada Allah, bahkan lebih sangat dari itu takutnya. Mereka berkata: “Ya Tuhan kami, mengapa Engkau wajibkan berperang kepada kami? Mengapa tidak Engkau tangguhkan (kewajiban berperang) kepada kami beberapa waktu lagi?” Katakanlah: “Kesenangan di dunia ini hanya sebentar dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertakwa dan kamu tidak akan dianiaya sedikitpun.

QS 4:84
Maka berperanglah kamu pada jalan Allah, tidaklah kamu dibebani melainkan dengan kewajiban kamu sendiri. Kobarkanlah semangat para mu’min (untuk berperang). Mudah-mudahan Allah menolak serangan orang-orang yang kafir itu. Allah amat besar kekuatan dan amat keras siksaan (Nya).

QS 8:60
Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).

QS 8:65
Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mu’min itu untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar di antara kamu, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang (yang sabar) di antaramu, mereka dapat mengalahkan seribu daripada orang-orang kafir, disebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidak mengerti.

QS 9:38-39
Hai orang-orang yang beriman, apakah sebabnya apabila dikatakan kepada kamu: “Berangkatlah (untuk berperang) pada jalan Allah” kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu? Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat? padahal keni`matan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) di akhirat hanyalah sedikit. Jika kamu tidak berangkat untuk berperang, niscaya Allah menyiksa kamu dengan siksa yang pedih dan digantinya (kamu) dengan kaum yang lain, dan kamu tidak akan dapat memberi kemudharatan kepada-Nya sedikitpun. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

QS 9:111
Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Qur’an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.

QS 9:120
Tidaklah sepatutnya bagi penduduk Madinah dan orang-orang Arab Badwi yang berdiam di sekitar mereka, tidak turut menyertai Rasulullah (pergi berperang) dan tidak patut (pula) bagi mereka lebih mencintai diri mereka daripada mencintai diri Rasul. Yang demikian itu ialah karena mereka tidak ditimpa kehausan, kepayahan dan kelaparan pada jalan Allah. dan tidak (pula) menginjak suatu tempat yang membangkitkan amarah orang-orang kafir, dan tidak menimpakan sesuatu bencana kepada musuh, melainkan dituliskanlah bagi mereka dengan yang demikian itu suatu amal saleh. Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik,

QS 3:195
Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman), “Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki atau perempuan, (karena) sebagian kamu adalah turunan dari sebagian yang lain. Maka orang-orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalan-Ku, yang berperang dan yang dibunuh, pastilah akan Ku-hapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan pastilah Aku masukkan mereka ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya sebagai pahala di sisi Allah. Dan Allah pada sisi-Nya pahala yang bak.”

QS 4:74
Karena itu hendaklah orang-orang yang menukar kehidupan dunia dengan kehidupan akhirat berperang di jalan Allah. Barangsiapa yang berperang di jalan Allah, lalu gugur atau memperoleh kemenangan maka kelak akan Kami berikan kepadanya pahala yang besar.

QS 4:95
Tidaklah sama antara mu’min yang duduk (yang tidak turut berperang) yang tidak mempunyai uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk satu derajat. Kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar,

Apakah janji setan di atas itu benar?

Tidak, sebab setan sendiri (sambil tertawa terbahak-bahak sampai terkentut-kentut menyaksikan kebodohan para muslim) telah berkata dengan jelas di dalam kitab yg sama:

Syaitan itu memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal syaitan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain dari tipuan belaka. Mereka itu tempatnya Jahannam dan mereka tidak memperoleh tempat lari daripadanya. (QS 4:120-121)

@Indahnya Surga Islam (pendusta)

He..he..he

Rasanya lucu sekali kalau memperhatikan para misionaris ini.
Pantesan dalam Al Quran kaum muslimin diberikan peringatan untuk hati-hati terhadap ahli Kitab. Dengan segala macam cara rupanya mereka mencoba menyusupkan beberapa ayat-ayat atau firman-firman yang irasional baik terhadap Alkitabnya sendiri maupun terhadap Al Quran dan Hadist.
Terlalu nekad kalian mencari-cari dan menambah-nambah (menyusupkan)pernyataan dalam Al Quran dan Hadist yang sesungguhnya tidak ada dalam Al Quran dan Hadist itu.

Jadi kira-kira dengan cara apalagi kalian mendustakan agama ?
Saya kira para sahabat Nabi Muhammad saja yang bisa mencatat Hadist itu, ternyata para misionaris Kristen juga bisa rupanya.

Cuman bedanya kalau para sahabat Nabi Muhammad mencatat Hadist dari apa yang dilakukan oleh beliau,
Tetapi kalau para misionaris Kristen membuat kebohongan-kebohongan dengan label Hadist.
Tetapi kalau hadist-hadist yang dibuat oleh anda dibaca oleh orang muslim mungkin akan diketawai.

Kawan-kawan ini saran dari saya kalau mau membuat kebohongan itu coba jangan sampai membuat pernyataan yang mencurigakan.

Contohnya dari seorang pendusta :

“Hadist kutipan Ibn Kathir dalam tafsir Qurannya tentang Surah Al-Rahman (55), ayat 72: “Nabi Muhammad terdengar berkata, “Hadiah balasan terkecil bagi orang-orang di surga adalah tempat tinggal di mana ada 80,000 budak dan 72 istri, beratapkan mutiara, aquamarine dan ruby, selebar jarak antara Al-Jabiyyah [di Damaskus] dan Sana’a [Yemen]’.” ”

Ini terjemahan dari Al Quran Surah Al-Rahman ayat 70-75 :

70 : “Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik dan jelita”

71 : “Maka nikmat Tuhan-Mu yang manakah yang kamu dustakan ?”

72 : “Bidadari-bidadari yang dipelihara di dalam kemah-kemah ”

73 : “Maka nikmat Tuhan-Mu yang manakah yang kamu dustakan ?”

Makanya saudarakuu pendusta jangan terlalu banyak nonton film porno. Anda jadi “omes” gitu loch. He..he..he.

Anda mengatakan “hadist…kutipan dari Al Quran…”
inilah yang menjadi kunci kebohongan anda.
Hadist itu bukan kutipan dari Al Quran wooooy.

Al Quran itu wahyu yang disampaikan ke Nabi Muhammad.
Sedangkan Hadist bukan kutipan dari Al Quran tapi hal yang dilihat oleh orang-orang disekeliling Nabi Muhammad.
Dan perlu anda ketahui kalau ada benar dan ada yang sesat. Jadi kebetulan aja atau memang disengaja anda mengambil hadist-hadist yang sesat (Beginilah misionaris sejati).

Tapi saya menghargai atas kenekadan anda.

@Sdr ku Hinadina
Bulan berada di luar atmosfer, dengan jarak dari bumi (pusat ke pusat) kr 384000 km.
Salam sejahtera,
Peace

sdr indahnya masuk islam (soalnya gak ada namanya,sory),
Ini yang anda tuliskan:
QS 3:102
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.

Tanggapan saya: kok surga seperti barang dagangan ya?
Kamu jual gua beli, masuk islam maka masuk surga :)
Kok tangan kiri mengetahui apa yang dilakukan oleh tangan kanan ya?
Apakah perbuatan baik itu masih murni kalau kita tahu bahwa perbuatan baik itu syarat utk masuk surga?
Apakah orang yang melakukan “perbuatan baik supaya masuk surga” itu sungguh2 baik atau hanya jadi robot saja?

GBU
Namo Buddhaya
Wassalam

quiz!

siapa nama pemerkosa yang mendapat gelar nabi?

@cepot

Coba Anda beli buku itu di alamat dibawah ini, dan silahkan baca sendiri. Coba juga di Gramedia atau toko buku lain (terutama toko buku islam) barangkali ada.

1.INDAHNYA Bidadari surga

Judul asli : Imta’us_Sami’in fi Washfil-Huril’in wa Mudza li
Zaujatid-Duniya,
Penulis :Jamal Abdurahman,
Penerbit :Daru Thayyibah,Saudi Arabia,cetakan ke tiga.
Penerjemah ke b.indonesia : Nabhani IDRIS
Penerbit di Indonesia : ROBBANI PRESS ,Jl.raya Condet no
27b,batuampar Jaakrta,
email : ROBBANIPRESS@cbn.net.id

2.Surga dan NERAKA
Judul asliAl-yaumul Akhir:Al-jannatu Wan Nar
Penulis : Umar Sulaeman Asyqari
Penerbit : Maktabah Al Falah.Kuwait 1986
Penerjemah : Ustadz Masrohan Ahmad
Penerbit di indonesia :CITRA MEDIKA
Distributor : Agro Media Pustaka email :
agromedia@cbn.net.id

3. Melihat Indahnya Surga (Gambaran Lengkap tentang
surga dan Kenikmatannya)
Judul Asli : Na’imul Jannah
Penulis : Zuhair Hasan Hamidat
Penterjemah : Mutsana Abdul Qohhar,Fahrur Muis
Penerbit : Insan Kamil
Email : Insankamil@telkom.net

Wassalam

@Christ

ya begitulah kalau Anda ingin masuk surga (pelajari, renungkan, dan lakukan dalam kehidupan sehari-hari) seperti pada posting No. 186. Dijamin kenikmatan sudah menantimu. he…he…he…

tambahan lagi nich (kenikmatan disurga) :

Diberikan istri-istri (al-Baqarah 2:25; Âl ‘Imran 3:15; an-Nisa’ 4:57; Ya Sin 36:56; az-Zukhruf 43:70)
Dianugerahi bidadari-bidadari bermata jeli yang bertelekan diatas dipan (as-Saffat 37:48-49; Sad 38:52; ar-Rahman 55:56,72-74; al-Waqi`ah 56:22,34-36; an-Naba’ 78:33 )

Sabda nabi saw. :
“Bahwa seorang laki-laki penduduk surga itu mengawini 500 wanita, dimana wanita itu sangat putih mata putihnya dan sangat hitam bagian hitamnya(yang disebut “Haura”), 4000 wanita perawan dan 8000 janda saling berpelukan sepanjang umurnya di dunia.”(HR.Imam Abu Asy Syaikh, melalui Abi Aufa’ra)

Disurga juga diberi khamar (minuman keras), tapi anehnya tidak memabukkan.

Didunia minuman keras haram untuk diminum karena merupakan DOSA BESAR (baca surat Al Baqarah 219), tapi disurga malah dihalalkan.

Surat Al Muutaffifin 25
“Mereka diberi minum dari khamar murni (tidak memabukkan) yang (tempatnya) masih dilak (disegel).”

Barangkali untuk menghangatkan badan, supaya tambah hot dalam ngesex di surga.

Wassalam

ooo….ternyata alasan para mualaf itu toh

tp apa ga kopong tuh melayani 500 wanita?

@Indahnya Surga Islam

Ok lah anggap saja itu benar, kan.

Ternyata begitu indah sekali surga yang dijanjikan oleh Allah itu sampai-sampai khamar yang di dunia memabukan ternyata pada saat di surga dijanjikan tidak memabukkan.

Begitu besarnya kenikmatan disurga yang dijanjikan Allah dimana kenikmatan itu tidak akan pernah ditemukan di dunia.

Ternyata banyak sekali orang-orang bodoh yang tidak memperhatikan janji Allah.

Terima kasih saudara (@Indahnya Surga Islam) anda telah membantu kami mengungkapkan janjai-janji Allah dalam AlQuran bagi orang-orang yang bertaqwa kepada-Nya.

Kalau masih ada tolong cariin lagi di Al Quran, ya. Tapi jangan dari buku-buku yang anda sebutkan #191 Indahnya Surga Islam, karena kalau dari buku itu kan dibuat manusia. Kalau manusia lebih banyak berhubungan dengan bisnis.

Oh iya kalau bisa sekalian dengan siksa Neraka yang dijanjikan oleh Allah bagi oran-orang yang menyekutukan-Nya (termasuk orang yang menyembah 3 Tuhan)

salam

—(termasuk orang yang menyembah 3 Tuhan)—-

QS ALMAIDAH 116-117

DAN NGATLAH KETIKA ALLAH BERFIRMAN:
HAI ISA PUTRA MARYAM ADAKAH KAMU MENGATAKAN KEPADA (MANUSIA) JADIKANLAH AKU DAN IBUKU TUHAN SELAIN ALLAH…….

mxdnya ini?

kalau seandainya firman ini di tujukan untuk orang kristen,maka anda yang hrs mempertanyakan AQ anda karena kristen tidak pernah menjadikan bunda maria itu Tuhan

Aku jg penasaran jg nih..
Lalu surga yang dijanjikan Yesus apa ya?
ada apa di surganya orang kristen?
apa kesenangan orang kristen setelah mati?

Tolong dong Mas Dewo, 234, malaysian, indahnya surga islam, dll yang percaya yesus sebagai juru selamat?

Tolong terangkan padaku
Thanks ya..

Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu , dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, ‘Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan roh dari-Nya . Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan : ” tiga”, berhentilah . lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah menjadi Pemelihara. QS 4:171

Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah itu ialah Al Masih putera Maryam”. Katakanlah: “Maka siapakah yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah, jika Dia hendak membinasakan Al Masih putera Maryam itu beserta ibunya dan seluruh orang-orang yang berada di bumi kesemuanya?”. Kepunyaan Allahlah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya; Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. QS 5:17

Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putera Maryam”, padahal Al Masih berkata: “Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu”. Sesungguhnya orang yang mempersekutukan Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun. QS 5:72

Orang-orang Yahudi berkata: “Uzair itu putera Allah” dan orang-orang Nasrani berkata: “Al Masih itu putera Allah”. Demikianlah itu ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah mereka , bagaimana mereka sampai berpaling? QS 9:30

Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah dan Al Masih putera Maryam, padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. QS 9:31

dan karena ucapan mereka : “Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, ‘Isa putra Maryam, Rasul Allah “, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak menyalibnya, tetapi orang yang diserupakan dengan ‘Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang ‘Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah ‘Isa. QS 4:157

@234

Kalau baca Al Quran jangan sepotong-sepotong, Bung.
QS ALMAIDAH 116-117 itu sebenarnya untuk menggetok orang-orang yang menganggap Yesus itu Tuhan.

“Dan (ingatlah) ketika Allah Berfirman : “Wahai Isa putra Maryam! Engkaukah yang mengatakan kepada orang-orang, jadikanlah aku(Isa) ibuku sebagai dua Tuhan selain Allah?” (Isa) menjawab : “Maha Suci Engkau, tidak patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku. Jika aku telah mengatakannya tentulah Engkau telah Mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tida mengetahui apa yang ada pada-Mu. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mengetahui segala yang gaib.”

Pertanyaan dari Allah itu bukan hanya ditujukan kepada bunda Maryam saja tetapi jelas ditujukan kepada nabi Isa dan Ibunya. dan nabi Isa sendiri menjawab dirinya tidak berhak dikatakan sebagai Tuhan atau beliau menolak karena memang beliau bukan Tuhan melainkan hanya seorang utusan Allah.

Jadi saudara 234 tidak melanjutkan Ayat di atas. Kenapa ?
Sebaiknya kita terbuka aja jangan menebarkan kebohongan, karena kebohongan itu lambat laun akan terbongkar.

Salam

–Orang-orang Yahudi berkata: “Uzair itu putera Allah”–

uzair itu siapa????

coba anda selidiki benarkah orang Yahudi menyembah uzair,bila iya baguslah hal itu untuk anda tp bila tidak maka anda harus mempertanyakan lg AQ anda

@cepot

maaf kalau salah persepsi,maksud saya memotongnya agar lebih fokus topik yang saya maksud tentang ibu dr isa(Yesus)

sdr indahnya surga Islam,
Anda pernah ke surga kok tahu bahwa surga seperti itu,kalau belum pernah ya mau ngomang ngalor ngidul ya bisa aja tho.
Trus kalau wanitanya bagaimana, kok yang enak kayaknya kaum laki2nya aja ya?
Semua janji itu hanyalah keyakinan anda, bukan kenyatan, mengenai ntar anda akan mengalaminya atau nggak ya wallahualam khan?
Tidak ada yang bisa menjamin hal ini karena hal itu belum pernah anda alami.

sdr Renny,
Mengenai surga, menurut orang2 itu indahnya bukan main sehingga orang berlomba2 berbuat kebaikan untuk bisa masuk ke surga, jadi karena ingin masuk surga maka orang berbuat baik (termasuk menjalankan ibadahnya masing2). Jadi karena sudah dikasih tau maka ya melakukan, jadi kalau gak dikasih tau ya ngapain, gitu khan? Jadi kebaikan oran itu kebanyakan tidak ada yang murni (termasuk dikasih tau bahwa hanya yang masuk Islam saja yan akan masuk surga).
Perbuatan baik yang terbaik adalah perbuatan baik yang dilakukan tanpa menyadari perbuatan itu baik.Hal itu dilakukan karena tampak wajar dan alamiah (tangan kiri tdk mengetahui apa yang dilakukan oleh tangan kanan)
Orang suci menjadi tdk suci lagi ketika dia menyadari bahwa dirinya orang suci.

GBU
Namo buddhaya
Wassalam

234

–Orang-orang Yahudi berkata: “Uzair itu putera Allah”–

uzair itu siapa????

coba anda selidiki benarkah orang Yahudi menyembah uzair,bila iya baguslah hal itu untuk anda tp bila tidak maka anda harus mempertanyakan lg AQ anda
——-
234, anda memang perlu banyak belajar, sebelum bertanya. juga jangan suka memotong2 ayat agar lebih fokus menurut anda karena malah kelihatan GOBLOKnya. Perkataan siapapun klo dipotong2 seenak udelmu tentu saja akan menjadi tidak sesuai konteksnya.

Coba jawab tuh pertanyaan Renny #196
Gimana nih gambaran surganya “tuhan”mu itu yang katanya terdiri dari 3 pribadi? :P
ada nggak? Jangan2 gak ada surga buat kalian?
yang ada di alkitab loh?

@wode

—-Orang-orang Yahudi berkata: “Uzair itu putera Allah” dan orang-orang Nasrani berkata: “Al Masih itu putera Allah”. Demikianlah itu ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah mereka , bagaimana mereka sampai berpaling? QS 9:30—-

ya udah ini khan yang anda tulis.

tolong skr ajari saya yang maha goblok ini,siapakah uzair itu?
dan benarkah orang yahudi menyembah uzair sebagai putera Allah?

@234

Saudaraku kalau anda batasi ibu dari Isa As(Yesus) itu bukan Tuhan. Saya setuju dengan anda kalau bunda Maryam itu bukan Tuhan tapi kalau anda gunakan
QS ALMAIDAH 116-117 itu tetap saja harus dilengkapi karena ayat itu ditujukan kepada nabi Isa As.
Karena dalam ayat itu yang bertanya adalah Allah dan yang menjawab adalah nabi Isa As.

“Orang-orang Yahudi berkata: “Uzair itu putera Allah”–
uzair itu siapa????”

Kalau anda membaca Alkitab/Injil maka anda akan menemukan banyak putra Allah/Anak Tuhan
Dalam Alkitab/Injil, semua yang mendamaikan akan disebut Anak Tuhan. Para nabi juga disebut Anak Tuhan.
Jadi pengertian Anak Tuhan menurut bahasa Ibrani itu adalah orang-orang yang dipercaya oleh Allah untuk menjadi utusan-Nya

to : cepot
posting no. 194

Klo dari isinya surga saja sudah SANGAT TIDAK LAYAK untuk dipercayai, buat apa mempercayai isi kitab itu. Dan buat apa ngulas ANCAMAN-ANCAMAN hukuman neraka yang dilontarkan Al Quran buat orang yang dituduh musrik dan kafirun, walaupun dulu saya suka ngancam dan bikin susah orang-orang musrik (saya njalanin sebagian kecil perintah Al Quran TERUTAMA yang bikin orang kafir susah, supaya mereka bertobat, karena itu perintah).

Contoh kecil saja : Surat 9 ayat 5 mengarahkan umat Islam bertindak kejam dan zalim seperti berikut:
“Hendaklah (orang-orang Muslim) PERANGI (Bunuhlah) ORANG-ORANG MUSYRIK dimana kamu jumpai mereka dan hendaklah kamu mengambil mereka itu menjadi tawanan, dan kepunglah mereka dan duduklah mengintiplah mereka pada tiap-tiap jalan yang dilaluinya…”
Q.Surah at-Tauba 9/5
Sentimen yang sama terdapat dari surah 9 ayat 29, di mana orang Islam diarahkan oleh Allah dan Muhammad untuk membunuh dan menyerang ahli-ahli Kitab yaitu, umat Kristian dan Yahudi juga! Itu bukanlah hanya dua ayat yang terpencil sahaja, tetapi terdapat banyak lagi ayat-ayat sama yang lain yang dianjurkan oleh al-Quran.Segala saranan dan anjuran untuk melakukan pembunuhan, serang hendap, menawan, mengepung dan lain-lainnya adalah cocok sekali dan sejajar dengan ayat-ayat ‘terror’ (keganasan, ketakutan dan kekerasan) lain yang terdapat dengan banyaknya di dalam al-Quran seperti :
“Akan Kami tumpahkan ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir…”
Q.Surah ali-Imran 3/151
“Hendaklah kamu sediakan untuk melawan mereka, sekadar tenagamu, kekuatan dan kuda yang terpaut, dengan demikian kamu mempertakuti musuh Allah dan musuhmu..”
Q.Surah al-Anfal 8/60
“Allah mengusir orang yang menolong sekutu di antara Ahli Kitab dari benteng mereka, dan memasukkan ketakutan ke dalam hati mereka, satu golongan kamu bunuh dan satu golongan lagi kamu tawan.”
Q.Surah al-Ahzab 33/26
“Allah mendatangkan seksaan kepada mereka dari pihak yang tidak mereka kira-kira (menyangka), dan menjatuhkan ketakutan ke dalam hati mereka, sehingga mereka merobohkan rumah-rumah mereka dengan tangan mereka sendiri…Maka ambillah ibrah (PENGAJARAN), hai orang-orang yang mempunyai penglihatan.”

Tetapi sekarang justru saya yang jadi orang murtadin. anda pasti tahu resikonya jadi murtadin. tidak ada kata lain ‘BUNUH DIA/MEREKA’
INI DASARNYA :
“..Rasulullah (nabi Muhammad) telah menyatakan : ‘Jika seorang Muslim meninggalkan agamanya (Islam), bunuhlah dia. Hadis sahih al-Bukhari 4/260

Jadi percuma saja anda menjelaskan ayat-ayat Al Quran bagi saya. Saya sudah tahu semua yang Anda jelaskan bersama saudara-saudara seiman anda. Itu semua DULU saya percayai, tapi sekarang TIDAK. Maaf, tapi jangan bunuh saya yach h..h…h…

@all

Kalau ingin tahu soal Islam yg sebenarnya :
1. TANGGALKAN dulu kepercayaan agamamu (anggap saja anda orang yang tidak beragama)
2. Berdoa kepada Tuhan Pencipta Semesta (bukan Awloh
supaya Netral) supaya diberi hikmat.
3. Baca dan renungkan Al Quran (semua) dan Hadis-hadis,
dan Sirah.

Dan Anda akan temukan (minimal) :
1. Tuntutan untuk taat dan PEMBELAAN MATI-MATIAN
kepada Awloh dan Nabi Muhammad apabila ada yang
melecehkan.
2. Kebencian, kebengisan dan permusuhan terhadap orang
yang tidak mau masuk islam (tidak percaya bahwa Awloh
adalah Tuhan dan Muhammad adalah Nabi dan Rasulnya)

Sekedar INFO :
Salah satu syarat untuk menjadi ketua FPI adalah punya gelar Habaib (masih ada darah keturunan Muhammad).

Mantan Ketua FPI Jawa Timur dan Ketua Tim Pemburu Hantu di Lat TV (Bp. Muhammad Ali Mahrus) sekarang jadi Murtadin seperti saya, menceritakan kepada kami :
1. Bahwa Hajar Aswad (Batu Hitam) di dalam Ka’abah itu
dihuni oleh 8.888 JIN yang dipimpin oleh Jin yang
namanya Huda Al ….saya lupa. Silahkan Anda buktikan.
Ayat-ayat Qurkan kalau dibaca berulang-ulang kan bisa
digunakan untuk melihat bahkan memerintah jin untuk
melakukan sesuatu yang kita inginkan begitu. Nanti kalau
Anda naik haji bisa dibutikan itu, asalkan anda bukan
sekedar ISLAM.
Bukankah orang naik haji selalu Berusaha dan Ingin
mencium Hajar Aswad, sambil mengatakan “Aku datang
memenuhi panggilanmu ya Awloh”. padahal yang dicium
JIN. nyembah siapakah ini ??
Banyak sekali JIN di arab. Klop dengan posting 105 oleh
Sdr. Achmadi.
2. Misteri Sumur Zam-Zam
Orang yang boleh masuk ke Ka’bah dan dan orang boleh
melihat langsung sumur zam-zam adalah orang yang
punya gelar Syech dan Habaib. Pak Mahrus bilang bahwa
sumur itu kering tidak ada airnya sama sekali. Lalu Air
apa yang sebenarnya dibawa orang setelah dari arab
saudi ? Sebenarnya itu AIR PDAM MADE IN arabia.
Berjuta-juta orang telah dibohongi oleh pemerintah Arab.

@Renny

Kalau ingin tahu sorganya orang Kristen, Anda sebaiknya punya Alkitab dan Konkordansi (Indek Alkitab).
sebagai contoh kecil saja yach :
Sorga itu Kerajaan Allah dan tempat Allah bertahta.
Tempat dimana ditiap hari orang MEMUJI dan MENYEMBAH ALLAH.
Kerajaan Allah bukan soal makanan dan minuman tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.

Tidak ada hal-hal DUNIAWI lagi, apalagi urusan sex tidak ada itu !
Apalagi hal-hal atau perbuatan di dunia yang dilarang trus dihalalkan di sorga. itu tidak ada.

Tuhan berkata “Kuduslah kamu, sebab Aku Kudus, dan tanpa kekudusan tidak seorang pun bisa melihat Allah (masuk surga)”

Oleh sebab itu “Carilah dahulu Kerajaan Allah dan KebenaranNya, maka semuanya akan ditambahkan
kepadamu.”

Mr. cepot
posting no. 194

Klo dari isinya surga saja sudah SANGAT TIDAK LAYAK untuk dipercayai, buat apa mempercayai isi kitab itu. Dan buat apa ngulas ANCAMAN-ANCAMAN hukuman neraka yang dilontarkan Al Quran buat orang yang dituduh musrik dan kafirun, walaupun dulu saya suka ngancam dan bikin susah orang-orang musrik (saya njalanin sebagian kecil perintah Al Quran TERUTAMA yang bikin orang kafir susah, supaya mereka bertobat, karena itu perintah).

Contoh kecil saja : Surat 9 ayat 5 mengarahkan umat Islam bertindak kejam dan zalim seperti berikut:
“Hendaklah (orang-orang Muslim) PERANGI (Bunuhlah) ORANG-ORANG MUSYRIK dimana kamu jumpai mereka dan hendaklah kamu mengambil mereka itu menjadi tawanan, dan kepunglah mereka dan duduklah mengintiplah mereka pada tiap-tiap jalan yang dilaluinya…”
Q.Surah at-Tauba 9/5
Sentimen yang sama terdapat dari surah 9 ayat 29, di mana orang Islam diarahkan oleh Allah dan Muhammad untuk membunuh dan menyerang ahli-ahli Kitab yaitu, umat Kristian dan Yahudi juga! Itu bukanlah hanya dua ayat yang terpencil sahaja, tetapi terdapat banyak lagi ayat-ayat sama yang lain yang dianjurkan oleh al-Quran.Segala saranan dan anjuran untuk melakukan pembunuhan, serang hendap, menawan, mengepung dan lain-lainnya adalah cocok sekali dan sejajar dengan ayat-ayat ‘terror’ (keganasan, ketakutan dan kekerasan) lain yang terdapat dengan banyaknya di dalam al-Quran seperti :
“Akan Kami tumpahkan ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir…”
Q.Surah ali-Imran 3/151
“Hendaklah kamu sediakan untuk melawan mereka, sekadar tenagamu, kekuatan dan kuda yang terpaut, dengan demikian kamu mempertakuti musuh Allah dan musuhmu..”
Q.Surah al-Anfal 8/60
“Allah mengusir orang yang menolong sekutu di antara Ahli Kitab dari benteng mereka, dan memasukkan ketakutan ke dalam hati mereka, satu golongan kamu bunuh dan satu golongan lagi kamu tawan.”
Q.Surah al-Ahzab 33/26
“Allah mendatangkan seksaan kepada mereka dari pihak yang tidak mereka kira-kira (menyangka), dan menjatuhkan ketakutan ke dalam hati mereka, sehingga mereka merobohkan rumah-rumah mereka dengan tangan mereka sendiri…Maka ambillah ibrah (PENGAJARAN), hai orang-orang yang mempunyai penglihatan.”

Tetapi sekarang justru saya yang jadi orang murtadin. anda pasti tahu resikonya jadi murtadin. tidak ada kata lain ‘BUNUH DIA/MEREKA’
INI DASARNYA :
“..Rasulullah (nabi Muhammad) telah menyatakan : ‘Jika seorang Muslim meninggalkan agamanya (Islam), bunuhlah dia. Hadis sahih al-Bukhari 4/260

Jadi percuma saja anda menjelaskan ayat-ayat Al Quran bagi saya. Saya sudah tahu semua yang Anda jelaskan bersama saudara-saudara seiman anda. Itu semua DULU saya percayai, tapi sekarang TIDAK. Maaf, tapi jangan bunuh saya yach h..h…h…

@all

Kalau ingin tahu soal Islam yg sebenarnya :
1. TANGGALKAN dulu kepercayaan agamamu (anggap saja anda orang yang tidak beragama)
2. Berdoa kepada Tuhan Pencipta Semesta (bukan Awloh
supaya Netral) supaya diberi hikmat.
3. Baca dan renungkan Al Quran (semua) dan Hadis-hadis,
dan Sirah.

Dan Anda akan temukan (minimal) :
1. Tuntutan untuk taat dan PEMBELAAN MATI-MATIAN
kepada Awloh dan Nabi Muhammad apabila ada yang
melecehkan.
2. Kebencian, kebengisan dan permusuhan terhadap orang
yang tidak mau masuk islam (tidak percaya bahwa Awloh
adalah Tuhan dan Muhammad adalah Nabi dan Rasulnya)

Sekedar INFO :
Salah satu syarat untuk menjadi ketua FPI adalah punya gelar Habaib (masih ada darah keturunan Muhammad).

Mantan Ketua FPI Jawa Timur dan Ketua Tim Pemburu Hantu di Lat TV (Bp. Muhammad Ali Mahrus) sekarang jadi Murtadin seperti saya, menceritakan kepada kami :
1. Bahwa Hajar Aswad (Batu Hitam) di dalam Ka’abah itu
dihuni oleh 8.888 JIN yang dipimpin oleh Jin yang
namanya Huda Al ….saya lupa. Silahkan Anda buktikan.
Ayat-ayat Qurkan kalau dibaca berulang-ulang kan bisa
digunakan untuk melihat bahkan memerintah jin untuk
melakukan sesuatu yang kita inginkan begitu. Nanti kalau
Anda naik haji bisa dibutikan itu, asalkan anda bukan
sekedar ISLAM.
Bukankah orang naik haji selalu Berusaha dan Ingin
mencium Hajar Aswad, sambil mengatakan “Aku datang
memenuhi panggilanmu ya Awloh”. padahal yang dicium
JIN. nyembah siapakah ini ??
Banyak sekali JIN di arab. Klop dengan posting 105 oleh
Sdr. Achmadi.
2. Misteri Sumur Zam-Zam
Orang yang boleh masuk ke Ka’bah dan dan orang boleh
melihat langsung sumur zam-zam adalah orang yang
punya gelar Syech dan Habaib. Pak Mahrus bilang bahwa
sumur itu kering tidak ada airnya sama sekali. Lalu Air
apa yang sebenarnya dibawa orang setelah dari arab
saudi ? Sebenarnya itu AIR PDAM MADE IN arabia.
Berjuta-juta orang telah dibohongi oleh pemerintah Arab.

@Renny

Kalau ingin tahu sorganya orang Kristen, Anda sebaiknya punya Alkitab dan Konkordansi (Indek Alkitab).
sebagai contoh kecil saja yach :
Sorga itu Kerajaan Allah dan tempat Allah bertahta.
Tempat dimana ditiap hari orang MEMUJI dan MENYEMBAH ALLAH.
Kerajaan Allah bukan soal makanan dan minuman tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.

Tidak ada hal-hal DUNIAWI lagi, apalagi urusan sex tidak ada itu !
Apalagi hal-hal atau perbuatan di dunia yang dilarang trus dihalalkan di sorga. itu tidak ada.

Tuhan berkata “Kuduslah kamu, sebab Aku Kudus, dan tanpa kekudusan tidak seorang pun bisa melihat Allah (masuk surga)”

Oleh sebab itu “Carilah dahulu Kerajaan Allah dan KebenaranNya, maka semuanya akan ditambahkan
kepadamu.”

To. Mr Cepot
posting no. 194

Klo dari isinya surga saja sudah SANGAT TIDAK LAYAK untuk dipercayai, buat apa mempercayai isi kitab itu. Dan buat apa ngulas ANCAMAN-ANCAMAN hukuman neraka yang dilontarkan Al Quran buat orang yang dituduh musrik dan kafirun, walaupun dulu saya suka ngancam dan bikin susah orang-orang musrik (saya njalanin sebagian kecil perintah Al Quran TERUTAMA yang bikin orang kafir susah, supaya mereka bertobat, karena itu perintah).

Contoh kecil saja : Surat 9 ayat 5 mengarahkan umat Islam bertindak kejam dan zalim seperti berikut:
“Hendaklah (orang-orang Muslim) PERANGI (Bunuhlah) ORANG-ORANG MUSYRIK dimana kamu jumpai mereka dan hendaklah kamu mengambil mereka itu menjadi tawanan, dan kepunglah mereka dan duduklah mengintiplah mereka pada tiap-tiap jalan yang dilaluinya…”
Q.Surah at-Tauba 9/5
Sentimen yang sama terdapat dari surah 9 ayat 29, di mana orang Islam diarahkan oleh Allah dan Muhammad untuk membunuh dan menyerang ahli-ahli Kitab yaitu, umat Kristian dan Yahudi juga! Itu bukanlah hanya dua ayat yang terpencil sahaja, tetapi terdapat banyak lagi ayat-ayat sama yang lain yang dianjurkan oleh al-Quran.Segala saranan dan anjuran untuk melakukan pembunuhan, serang hendap, menawan, mengepung dan lain-lainnya adalah cocok sekali dan sejajar dengan ayat-ayat ‘terror’ (keganasan, ketakutan dan kekerasan) lain yang terdapat dengan banyaknya di dalam al-Quran seperti :
“Akan Kami tumpahkan ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir…”
Q.Surah ali-Imran 3/151
“Hendaklah kamu sediakan untuk melawan mereka, sekadar tenagamu, kekuatan dan kuda yang terpaut, dengan demikian kamu mempertakuti musuh Allah dan musuhmu..”
Q.Surah al-Anfal 8/60
“Allah mengusir orang yang menolong sekutu di antara Ahli Kitab dari benteng mereka, dan memasukkan ketakutan ke dalam hati mereka, satu golongan kamu bunuh dan satu golongan lagi kamu tawan.”
Q.Surah al-Ahzab 33/26
“Allah mendatangkan seksaan kepada mereka dari pihak yang tidak mereka kira-kira (menyangka), dan menjatuhkan ketakutan ke dalam hati mereka, sehingga mereka merobohkan rumah-rumah mereka dengan tangan mereka sendiri…Maka ambillah ibrah (PENGAJARAN), hai orang-orang yang mempunyai penglihatan.”

Tetapi sekarang justru saya yang jadi orang murtadin. anda pasti tahu resikonya jadi murtadin. tidak ada kata lain ‘BUNUH DIA/MEREKA’
INI DASARNYA :
“..Rasulullah (nabi Muhammad) telah menyatakan : ‘Jika seorang Muslim meninggalkan agamanya (Islam), bunuhlah dia. Hadis sahih al-Bukhari 4/260

Jadi percuma saja anda menjelaskan ayat-ayat Al Quran bagi saya. Saya sudah tahu semua yang Anda jelaskan bersama saudara-saudara seiman anda. Itu semua DULU saya percayai, tapi sekarang TIDAK. Maaf, tapi jangan bunuh saya yach h..h…h…

@all

Kalau ingin tahu soal Islam yg sebenarnya :
1. TANGGALKAN dulu kepercayaan agamamu (anggap saja anda orang yang tidak beragama)
2. Berdoa kepada Tuhan Pencipta Semesta (bukan Awloh
supaya Netral) supaya diberi hikmat.
3. Baca dan renungkan Al Quran (semua) dan Hadis-hadis,
dan Sirah.

Dan Anda akan temukan (minimal) :
1. Tuntutan untuk taat dan PEMBELAAN MATI-MATIAN
kepada Awloh dan Nabi Muhammad apabila ada yang
melecehkan.
2. Kebencian, kebengisan dan permusuhan terhadap orang
yang tidak mau masuk islam (tidak percaya bahwa Awloh
adalah Tuhan dan Muhammad adalah Nabi dan Rasulnya)

Sekedar INFO :
Salah satu syarat untuk menjadi ketua FPI adalah punya gelar Habaib (masih ada darah keturunan Muhammad).

Mantan Ketua FPI Jawa Timur dan Ketua Tim Pemburu Hantu di Lat TV (Bp. Muhammad Ali Mahrus) sekarang jadi Murtadin seperti saya, menceritakan kepada kami :
1. Bahwa Hajar Aswad (Batu Hitam) di dalam Ka’abah itu
dihuni oleh 8.888 JIN yang dipimpin oleh Jin yang
namanya Huda Al ….saya lupa. Silahkan Anda buktikan.
Ayat-ayat Qurkan kalau dibaca berulang-ulang kan bisa
digunakan untuk melihat bahkan memerintah jin untuk
melakukan sesuatu yang kita inginkan begitu. Nanti kalau
Anda naik haji bisa dibutikan itu, asalkan anda bukan
sekedar ISLAM.
Bukankah orang naik haji selalu Berusaha dan Ingin
mencium Hajar Aswad, sambil mengatakan “Aku datang
memenuhi panggilanmu ya Awloh”. padahal yang dicium
JIN. nyembah siapakah ini ??
Banyak sekali JIN di arab. Klop dengan posting 105 oleh
Sdr. Achmadi.
2. Misteri Sumur Zam-Zam
Orang yang boleh masuk ke Ka’bah dan dan orang boleh
melihat langsung sumur zam-zam adalah orang yang
punya gelar Syech dan Habaib. Pak Mahrus bilang bahwa
sumur itu kering tidak ada airnya sama sekali. Lalu Air
apa yang sebenarnya dibawa orang setelah dari arab
saudi ? Sebenarnya itu AIR PDAM MADE IN arabia.
Berjuta-juta orang telah dibohongi oleh pemerintah Arab.

@Renny

Kalau ingin tahu sorganya orang Kristen, Anda sebaiknya punya Alkitab dan Konkordansi (Indek Alkitab).
sebagai contoh kecil saja yach :
Sorga itu Kerajaan Allah dan tempat Allah bertahta.
Tempat dimana ditiap hari orang MEMUJI dan MENYEMBAH ALLAH.
Kerajaan Allah bukan soal makanan dan minuman tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.

Tidak ada hal-hal DUNIAWI lagi, apalagi urusan sex tidak ada itu !
Apalagi hal-hal atau perbuatan di dunia yang dilarang trus dihalalkan di sorga. itu tidak ada.

Tuhan berkata “Kuduslah kamu, sebab Aku Kudus, dan tanpa kekudusan tidak seorang pun bisa melihat Allah (masuk surga)”

Oleh sebab itu “Carilah dahulu Kerajaan Allah dan KebenaranNya, maka semuanya akan ditambahkan
kepadamu.”

Kisah Shafiyah yang Memilukan
Bukhari 7. 71.58

Di kisah lain, kita baca bahwa “Setelah Muhammad menyerbu benteng2 pertahanan kota Kheibar dan masyarakat tak bersenjata disergap, prajurit2 Muslim membunuh banyak orang sampai mereka menyerah. Muhammad mengijinkan mereka meninggalkan tempat tinggalnya, tapi mereka harus menyerahkan harta benda mereka kepada penakluk. Dengan beberapa orang, datanglah ke muka Kinana, ketua kaum Yahudi di Kheibar dan keponakannya.

Muhammad menuduh mereka berdua melanggar persetujuan, dengan menyembunyikan harta, terutama kekayaan Bani Nadhir, yang dimiliki Kinana sebagai bagian perkawinan dengan istrinya, Safiyah yang adalah anak ketua suku Nadhir. “Di mana bejana2 emas,” tanya Nabi, “yang kau gunakan untuk dipinjamkan pada orang2 Mekah?” Mereka protes dan berkata mereka tidak punya itu lagi. “jika kau menyembunyikan apapun dariku, “ lanjut Muhammad, “dan aku mengetahui akan itu, maka nyawamu dan nyawa keluargamu akan kucabut.” Mereka berkata biarlah begitu. Seorang pengkhianat Yahudi membocorkan rahasia pada Muhammad tentang tempat di mana sebagian harta mereka disimpan. Dia pergi dan mendapatkannya. Setelah usaha penyembunyian harta ini diketahui, Kinana disiksa secara kejam, — “api diletakkan di atas dadanya sampai dia hampir putus nafas, “ – dengan harapan dia mengatakan di mana sisa hartanya disembunyikan. Muhammad lalu memberi perintah, dan kepala dua kepala suku Yahudi dipancung.” [Tabari]

Dikisahkan oleh ‘Abdul ‘Aziz:
Anas berkata, ‘Ketika Rasul Allah menyerang Khaibar, kami melakukan sembahyang subuh ketika hari masih gelap. Sang Nabi berjalan menunggang kuda dan Abu Talha berjalan menunggang kuda pula dan aku menunggang kuda di belakang Abu Talha. Sang Nabi melewati jalan ke Khaibar dengan cepat dan lututku menyentuh paha sang Nabi. Dia lalu menyingkapkan pahanya dan kulihat warna putih di pahanya. Ketika dia memasuki kota, dia berkata, ‘Allahu Akbar! Khaibar telah hancur. Ketika kita mendekati suatu negara maka kemalangan menjadi pagi hari bagi mereka yang telah diperingatkan.’ Dia mengulangi kalimat ini tiga kali. Orang2 ke luar untuk bekerja dan beberapa berkata, ‘Muhammad (telah datang)’ (Beberapa kawan kami berkata, “Dengan tentaranya.”) Kami menaklukkan Khaibar, menangkap para tawanan, dan hartabenda rampasan dikumpulkan. Dihya datang dan berkata, ‘O Nabi Allah! Berikan aku seorang budak wanita dari para tawanan.’ Sang Nabi berkata, ‘Pergilah dan ambil budak mana saja.’ Dia mengambil Safiya bint Huyai. Seorang datang pada sang Nabi dan berkata, ‘O Rasul Allah! Kauberikan Safiya bint Huyai pada Dihya dan dia adalah yang tercantik dari suku2 Quraiza dan An-Nadir dan dia layak bagimu seorang.’ Maka sang Nabi berkata,’Bawa dia (Dihya) beserta Safiya.’ Lalu Dihya datang bersama Safiya dan ketika sang Nabi melihatnya (Safiya), dia berkata pada Dihya,’Ambil budak wanita mana saja lainnya dari para tawanan.’ Anas menambahkan: sang Nabi lalu membebaskannya dan mengawininya.”

Thabit bertanya pada Anas,”O Abu Hamza! Apa yang dibayar sang Nabi sebagai maharnya?” Dia menjawab, “Dirinya sendiri adalah maharnya karena dia telah membebaskannya (dari status budak) dan lalu mengawininya.” Anas menambahkan, “Di perjalanan, Um Sulaim mendandaninya untuk (upacara) pernikahan dan malam ini Um Sulaim mengantar Safiya sebagai pengantin sang Nabi. (Sahih Bukhari 1.367)

Dari Hadis di atas kita mengetahui bahwa penyerangan terhadap Khaibar merupakan serangan mendadak. Orang2 kota tidak diperingatkan lebih dahulu dan mereka tidak siap menghadapi serangan ini. Ini memang kebiasaan sang Nabi untuk tidak membiarkan korbannya membela diri. Dia akan menyerang mereka tidak dengan cara ksatria dan tanpa peringatan. Pada kenyataannya nama Quzvah berarti “serangan mendadak”. Khaibar tidak melanggar perjanjian apapun dengan Nabi, dan tidak ada tanda2 apapun bahwa mereka membahayakan kedudukan orang2 Muslim. Satu2nya alasan sang Nabi menyerang kota ini, membunuh siapa saja yang berdiri di jalannya dan merampas wanita yang tercantik sebagai budak pemuas seks-nya adalah karena dia menginginkan kekayaan masyarakat kota ini.
Sang Nabi menyerang Kheibar, memperbudak Safiyah dan memperkosanya di hari yang sama dia membunuh suami, ayah, dan saudara2 Safiyah. Beginikah seharusnya tingkah laku seorang utusan Tuhan?
Safiyah adalah anak kepala suku orang Yahudi yang dikenal sebagai Bani Nadir. Nama ayahnya adalah Huyah ibn Akhtab. Bani Nadir diusir paksa oleh sang Nabi untuk meninggalkan tanah Arab. Sisa Bani Nadir dan keluarga Huyah ibn Akhtab melarikan diri ke tempat Bani Qurayza. Tapi Muhammad bersama tentaranya datang pula ke sana dan menyerang mereka semua.

Ayah Safiyah, Huyah ibn Akhtab, dipancung kepalanya karena menolak masuk Islam. Suami Safiyah pun dipancung. Pada hari itu sekitar 600-900 orang Yahudi dipancung kepalanya oleh Muhammad and the gang.

Sewaktu Muhammad melihat Safiyah yang cantik luar biasa, dia pun mengambilnya untuk melayani nafsu berahinya malam itu juga.
Dinarasikan oleh ‘Abdul ‘Aziz:
“Kata Anas, ketika nabi menyerbu Khaibar orang2 di kota berseru “Muhamad dan pasukannya datang”. Kami mengalahkan mereka semua, menjadikan mereka tawanan dan harta rampokan dikumpulkan. Nabi membunuh para pria yang melawan, membantai anak-anak keturunan merekan dan mengumpulkan para wanita menjadi tawanan (Sahih Bukhari V.5 B.59 N.512).

“budak” tawanan wanita dibagi2 kepada masing2 anggota geng muhammad, namun karena Safiyah yang tercantik dan seorang anak kepala suku, maka ia dibawa kehadapan Muhammad sebagai kepala geng. Ketua Geng yang kemudian birahi melihat kecantikan Safiyah, kemudian memutuskan untuk menambah koleksi “petutup sarung”-nya, dinikahi tanpa mahar, dan Safiyah digauli malam itu juga. Malam dimana anggota sukunya, keluarga, dan suaminya baru saja terbunuh oleh pasukan muslim Muhammad.

Thabit lalu bertanya pada Anas, “apa mahar yang diberikan sebagai mas kawinnya?” Ia berkata” dirinya sendiri merupakan mahar yang harus dibayar” ketika nabi menikahinya. Di perjalanan Um Sulaim mendandaninya untuk upacara pernikahan, dan malamnya ia langsung diantar sebagai pengantin untuk nabi.” (Sahih Bukhari 1.367)

Kisah yang membuat kita miris mendengarnya pada jaman sekarang, namun lagi2 Muhammad mengejutkan kita dengan ajarannya bahwa dengan menikahi Safiyah dia akan menerima 2 imbalan. Pertama, dengan menghindari mahar karena menikahi gadis budak yang diperbudaknya sendiri dengan sengaja, kedua ia dapat menikahi gadis tercantik yang 40 tahun lebih muda darinya.

Dalam salah satu topik tanya jawab :
Filsufsufi (ini nick name) dan Adheel (ini nick name) BAHU MEMBAHU untuk MEMBENARKAN pernikahan Nabi dan Safiyah . padahal SUAMI safiyah baru saja DIBUNUH di KAMPUNGNYA atas perintah NABI(Ingat bukan mati dalam PERTEMPURAN!!.tapi PENYERANGAN mendadak ke KAMPUNG tsb)

nah…ke dua muslim tsb BERSIKUKUH utk mengatakan..bahwa safiyah itu memang akan DINIKAHIN rasul.berdasarkan bukti berikut :

Kamu tahu setelah pernikahan Beliau dengan Syafiah, beliau melihat tanda bekas Tamparan di pipi Syafiah dan beliau bertanya :”Apa ini”..?
Syafiah menceritakan bahwa dia bermimpi bahwa rembulan telah jatuh di kamarnya, dan kemudian Suaminya menampar pipinya… (mengisyaratkan mimpi bahwa ia akan menikah dengan beliau)

FILSUFSUFI menulis :
Mengenai perkawinan Nabi saw dengan Syafiah; hukum yang berlaku pada masa perang adalah siapa yang kalah dalam berperang maka perempuan dan lelaki menjadi tawanan pihak yang menang, sehingga boleh jadi wanita Syafiah ingin dinikahkan oleh orang2 muslim secara baik2, namun waktu itu para sahabat tidak berani dan merasa tidak pantas untuk menikahkan wanita yang berparas sangat cantiq jelita itu, dan memang sudah menjadi takdir, bahwa sebelum terjadi perang dengan kaum Muslimin, Syafiah bermimpi ‘tertimpa bulan’, setelah diceritakan pada suaminya mimpi itu, ia langsung mendapat tamparan, karena ta’wil yang dipercaya oleh suaminya sendiri “kalau begitu engkau akan menikah dengan Muhammad itu”. Pernikahan Nabi saw dan Syafiah sudah mengikuti rukun2 dan syarat2 dari undang2 yang berlaku pada waktu itu.

Sepintas mungkin ke 2 aLasan2 itu kayaknya MASUK AKAL.tp mari kita baca dulu bagaimana MUHAMMAD menyuruh utk MENYIKSA dan MEMENGGAL kepala dari suami SAIFYAH ini

mari kita baca dari SIRAH NABAWIYAH ibnu HISYAM
SIRAH TERTUA islam,yaitu SIRAH NABAWIYAH IBNU HISYAM/IBNU ISHAQ,

inilah cerita ttg PEMBANTAIAN suami sAFIYAH tsb

PENYIKSAAN DAN PEMBUNUHAN KINANAH BIN AR_RABIAH

Perihal Kinanah bin Ar-Rabi’ah dan Kematiannya

Ibnu Ishaq berkata, “Kinanah bin Ar-Rabi’ didatangkan kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, karena kekayaan Bani An-Nadhir ada padanya. Beliau menanyakan kekayaan tersebut kepada Kinanah bin Ar-Rabi’, namun ia mengaku tidak mengetahui tempatnya. Setelah itu, salah seorang Yahudi didatangkan kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Orang Yahudi tersebut berkata, ‘Aku pernah melihat Kinanah mengelilingi reruntuhan benteng ini setiap pagi.’ Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda kepada Kinanah bin Ar-Rabi’, ‘Bagaimana pendapatmu, kalau kami menemukan kekayaan tersebut kemudian kami membunuhmu?’ Kinanah bin Ar-Rabi’ menjawab, ‘Ya.’ Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam memerintahkan penggalian re-runtuhan benteng tersebut hingga akhimya sebagian kekayaan orang-orang Khaibar dapat dikeluarkan daripadanya. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bertanya kepada Kinanah bin Ar-Rabi’ tentang kekayaan lainnya, namun ia bungkam. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda kepada Az-Zubair bin Al-Awwam, ‘Siksa dia hingga engkau bisa mendapatkan apa yang ada padanya.’ Az-Zubair bin Al-Awwam menyalakan api dengan batang kayu di dada Kinanah bin Ar-Rabi’ hingga ia melihatnya, kemudian Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mendorong Kinanah bin Ar-Rabi’ kepada Muhammad bin Maslamah yang kemudian memenggal kepalanya sebagai pembalasan atas kematian saudaranya yaitu Mahmud bin Maslamah.”

SAFIYAH

Safiyah Bint Huyeiy Ibn Akhtab adalah wanita Yahudi berumur 17 tahun ketika pasukan Muslim menyerang Khaibar dan membawanya pada nabi sebagai bagiannya dalam harta rampasan. Kisah ini termuat dalam buku TABAQAT dan terdapat juga dalam situs Islam yang terpercaya. http://www.prophetmuhammed.org/
(ketika penulisan ini dibuat banyak situs Islam memuat kisah ini, namun sekarang sudah tidak lagi, walaupun demikian kisah ini cukup mudah dicari dalam hadis).

“Safiyah lahir di Medinah, dibesarkan oleh suku Yahudi Banu ‘I-Nadir. Ketika sukunya terusir dari Medinah, A.H. Huyaiy adalah salah seorang yang tinggal bersama-sama di Khaibar dengan Kinana ibn al-Rabi’, pria yang menikahi Safiyah tak lama sebelum Muslim menyerang perkampungan baru tersebut. Ia berumur 17 tahun. Ia sebelumnya adalah istri dari Sallam ibn Mishkam, yang menceraikannya (???). Satu mil jauhnya dari Khaibar, sang nabi menikahi Safiyah. Ia dipersiapkan dan didandani oleh Umm Sulaim, ibu dari Anas ibn Malik. Disana mereka berdua bermalam.

Abu Ayyub al-Ansari menjaga tenda sang nabi semalaman dan ketika fajar, nabi melihatnya terus berjaga-jaga. Nabi bertanya alasanya dan ia menjawab, ”Saya khawatir tentang wanita ini denganmu. Anda telah membunuh suami, ayah dan banyak kerabatnya dan sampai saat ini ia masih kafir. Saya sangat menghawatirkan pembalasan darinya.”

Safiyah dikatakan meminta agar nabi menunggu untuk menikahinya di lokasi yang lebih jauh dari Khaibar dengan alasan masih banyak Yahudi yang berkeliaran di sekitarnya. Alasan sebenarnya Safiyah menolak
sangat jelas. Ia memilih untuk berduka daripada harus naik ranjang pada hari yang sama suami, ayah, dan keluarganya terbunuh oleh orang yang
ingin menyetubuhinya. Sikap nabi Allah, yang berumur 57 tahun ini, yang tak dapat menahan birahi untuk satu hari saja dan mengijinkan gadis muda ini berkabung, menunjukkan cara berpikir dan derajad moralnya.

Sejarawan muslim pun mencatat bahwa perkawinan terjadi satu hari setelah Muhamad menyetubuhinya. Ini bukanlah masalah untuk nabi karena Allah telah mengeluarkan ayat yang memperbolehkan hubungan seksual dengan para budak tanpa perkawinan, meskipun mereka telah menikah. “dan semua wanita yang telah menikah (terlarang untukmu) kecuali (hamba sahaya/babu/budak) yang kamu miliki…(Q. 4:24)

Ayat diatas menunjukkan bahwa nabi tidak mengganggap bahwa budak mempunyai hak apapun. Anda bisa saja wanita yang telah menikah dan berbahagia, namun jika Muhamad dan para pengikutnya menyerang kotamu, kamu akan kehilangan semua hak yang kamu punya dan sementara suamimu dibunuh atau diperbudak, Anda dapat diberikan pada seorang Mujahidin Muslim yang memperkosamu dengan bebas dengan ridho Allah.

Mari kita lanjutkan kisah Safiyah.

Ketika ia dibawa bersama tawanan lainnya, Nabi berkata,”Safiyah, ayahmu selalu memusuhiku, sampai akhirnya Allah sendiri yang menghukumnya.” Dan Safiyah berkata, “Bukankah Allah tidak akan menghukum seseorang karena kesalahan orang lain?”
“Yakni, bahwa tidak ada pendosa yang dapat dibebani oleh beban dosa pendosa lainnya” Q. 53:38

Ini tentu saja bertolak belakang dengan perbuatan Muhamad yang menumpas seluruh Bani Qainuqa dengan dalih mereka membunuh seorang muslim. Dan bukannya Allah yang membunuh ayah Safiyah, melainkan pengikut Muhamad. Hitler saja tidak pernah mengklaim bahwa Tuhanlah yang membantai kaum Yahudi dalam PD II.

“Nabi kemudian memberikannya pilihan : bergabung dng sukunya setelah bebas ATAU menerima Islam dan mengadakan hubungan perkawinan dgn nabi.” (Tabaqat)

Kami harus ingat bahwa Muhamad membantai kebanyakan sukunya dan mengusir sisanya yg masih hidup (mungkin karena mereka wanita peot2). Jadi Safiyah tidak punya banyak ‘plilihan’.

“Ketika Safiyah menikah, ia sangat muda, hampir 17 tahun, sangat cantik. Bukan hanya ia sangat mencintai Muhammad (???) iapun sangat menghormati kenabiannya karena sebelum menikah, ia telah mendengar pembicaraan ayah dan pamannya tentang Muhamad ketika ia baru saja mengungsi ke Medinah. Salah seorang berkata, ”Bagaimana pendapatmu tentang dia?”, jawabnya,”Ia adalah benar nabi yang telah diramalkan oleh kitab kita”, lalu yang lain berkata, ”Lalu apa yang harus dilakukan?” jawabannya adalah mereka harus menentangnya sekuat tenaga. ” (Tabaqat)

(Masuk akalkah cerita ini? Bagaimana mungkin dua orang Yahudi yang mengenali Muhamad sebagai orang yang diramalkan dalam kitab mereka (TAURAT) dan kemudian memutuskan untuk MENENTANGNYA ? LOGISKAH INI ? Bukan hanya itu, dimanakah dalam Taurat disebut tentang Muhamad ? Bagaimanakah caranya paman dan ayah Safiyah dengan mudah menemukan ramalan tersebut dalam kitab mereka sedangkan selama 1400 tahun kaum terpelajar muslim tak mampu menemukannya?)

“Safiyah kemudian sadar akan kebenaran nabi. Dengan suka rela ia merawat, menyediakan kebutuhan dan menyenangkan nabi dengan berbagai cara. Hal ini jelas terlihat pada saat kedatangannya kehadapan nabi saat jatuhnya Khaibar.” (Tabaqat)

Anda tidak melihat pernyataan2 bertentangan sang penulis muslim ? Tadinya ia mengatakan bahwa Safiyah ditawan dan diserahkan pada Muhamad sebagai tawanan. Itu berarti Safiyah tidak datang dengan suka-rela, namun ia dibawa ke hadapan sang nabi karena dia masih muda dan tercantik diantara tawanan lainnya.

Bukhari juga mencatat pertemuan Muhamad dengan Safiyah dan pertempuran Khaibar dalam hadis.

Dinarasikan oleh ‘Abdul ‘Aziz:
“Kata Anas, ketika nabi menyerbu Khaibar orang2 di kota berseru “Muhamad dan pasukannya datang”. Kami mengalahkan mereka semua, menjadikan mereka tawanan dan harta rampokan dikumpulkan. Nabi membunuh para pria yang melawan, membantai anak-anak keturunan merekan dan mengumpulkan para wanita menjadi tawanan (Sahih Bukhari V.5 B.59 N.512).

Kemudian Dihya datang menghadap nabi dan berkata,” Oh Nabi Allah! Berikan aku seorang budak perempuan dari para tawanan.” Nabi berkata, “Pergilah dan ambil budak perempuan yang mana saja.” Ia lalu mengambil Safiya bint Huyai. Namun seorang pria datang pada nabi dan berkata,” Oh nabi Allah, kau memberi Safiya bint Huyai pada Dihya, sedangkan ia adalah istri pemimpin suku Quraiza dan An-Nadir, ia seharusnya adalah milikmu.” Maka nabi berkata, “Bawa dia bersamanya.” Maka Dihya pun datang bersama Safiya, dan nabi berkata, “Carilah budak perempuan lain dari antara para tawanan.” Kemudian nabi mengambil dan mengawini dia.

Thabit lalu bertanya pada Anas, “Apa mahar yang diberikan sebagai mas kawinnya?” Ia berkata “dirinya sendiri merupakan mahar yang harus dibayar ketika nabi menikahinya. Di perjalanan, Um Sulaim mendandaninya untuk upacara pernikahan, dan malamnya ia langsung diantar sebagai pengantin untuk nabi.” (Sahih Bukhari 1.367)

Mahar adalah uang yang diterima pengantin wanita dari pengantin pria saat pernikahan. Muhamad tidak membayar mahar karena ia harus membayarnya pada dirinya sendiri karena menikahi seorang budak. Tentu ironinya adalah ia tidak membeli Safiyah, namun memang memperbudaknya dengan cara menyerbu kota kediamannya. Kisah ini sangat signifikan dalam menilai moral dan etika dari seorag abi Tuhan.

Dan … ceritanya belon selesai … lagi2 Muhammad mengejutkan kita dengan ajarannya bahwa dengan menikahi Safiyah dia akan menerima dua imbalan. Pertama, dengan menghindari mahar karena menikahi gadis budak yang diperbudaknya sendiri dengan sengaja, kedua ia dapat ‘menikahi’ gadis tercantik yang 40 tahun lebih muda darinya.

KESIMPULAN

… Inti permasalahan yang anda lewati adalah bahwa Muhamad mengklaim diri sebagai nabi Tuhan untuk segala zaman dan semua bangsa. Ia memperkenalkan diri sebagai Nabi Terakhir dan Yang Terbaik dari Semuanya. Ia bersikeras bahwa ia mempunyai ”moral yang maha mulia” 68:4, dan ia adalah, “contoh yang harus diikuti” 33:21, ”Maha pengampun semua mahkluk” 21:107 dan ”Nabi yang paling terhormat” 81.19.

Namun berdasarkan apa yang telah kita telusuri, ternyata tidak begitu adanya.

Apakah contoh yang diberikan Muhamad dalam kisah Juwairiyah, Safiyah, dan Aisyah sepatutnya diikuti oleh para muslim?

Jika ada menyetujuinya maka para muslim seharusnya menyerang rumah-rumah non-muslim, membunuh mereka dan memperkosa istri2 mereka. Jika anda berkata TIDAK dan tindakan Muhamad pada jaman tersebut tidak dapat diterapkan pada peradaban sekarang, maka semua ayat yang mengatakan bahwa kita harus mengikuti contoh Muhammad menjadi tidak berarti.

Yang menjadi masalah adalah bahwa orang2 muslim tidak konsisten. Apakah kita harus mengikuti contohnya apa tidak? Apakah ia memberi contoh yang baik untuk kemanusiaan untuk diikuti atau tidak?

Muhamad bukan hanya figur sejarah. Sebelum menjadi Presiden USA, George Washington mungkin meniduri budaknya (dgn alasan bukan penyebaran agama dan tidak mengaku sebagai utusan Tuhan). Pada jaman tersebut mungkin tindakan itu dianggap biasa, namun tidak ada orang yang mengatakan bahwa tindakannya merupakan contoh yang harus diikuti UNTUK SEGALA JAMAN DAN UNTUK SEMUA BANGSA !

@Surga Islam Indah

“Klo dari isinya surga saja sudah SANGAT TIDAK LAYAK untuk dipercayai, buat apa mempercayai isi kitab itu.”

Dari terjemahan ayat-ayat Al Quran yang anda sampaikan itu semuanya ditambah-tambahi dan dikurang kurangi.

Bagaimana anda bisa mempercayai Al Quran kalau Al Quran yang anda baca bukan terjemahan yang sebenarnya.

Bagaimana anda bisa mempercayainya kalau terjemahan anda tida sama dengan terjemahan yang umum dipakau oleh umat islam.

Bagaimana anda bisa mempercayainya kalau anda membaca Al Quran yang diterjemahkan oleh orang-orang yang berniat menjerumuskan Al Quran.

ya sudah tak usah berantem…skr tinggal mas cepot aja benerin menurut versi mas cepot.
ayat n topiknya juga sama,gmana?

@Surga Islam Indah

Saya kasihan sekali sama anda. Mungkin karena anda sudah tidak bisa lagi berargumentasi berdasarkan Alkitab saudara terus anda mencari-cari ayat dalam Al Quran yang bahasanya…ya…bisa sedikit dipelesetkan lalu diambilah walau sepotong. Satu ayat pun tidak tamat padahal ayat yang satu berhubungan dengan ayat sebelumnya dan sesudahnya. Kemudian dicari-cari hadist-hadist yang …ya..bisa dipelesetin juga lalu dengan susah payahnya menghubung-hubungkan dengan Al Quran lau mencari-cari cerita tentang nabi Muhammad saw seperti ceritaan tentang hinaan terhadap nabi Muhammad saw oleh Salman Rurdi. Dari dulu memang beginilah cara orang-orang Yahudi menghina dan memfitnah nabi Muhammad saw dan sudah banyak sekali buku-buku cerita yang anda sampaikan itu. Sebenarnya mereka mengarang ceria tentang nabi Muhammad ini karena mereka sudah tidak bisa lagi berargumentasi untuk mempertahankan agamanya dan tidak bisa menemukan pertentangan2 dalam Al Quran, satu-satunya cara adalah dengan membuat cerita tentang nabi Muhammad yang isinya adalah “fitnah” terhadap beliau. Tapi walau pun nabi Muhammad saw dihina dan difitnah oleh orang-orang Yahudi beliau malah mencatat Yesus (Isa As), Maryam di dalam Al Quran sebagai orang-orang yang Agung padahal beliau-beliau itu sebagai keturunan Yahudi.

Oh iya kalau masih ada lagi tentang tentang cerita nabi Muhammad saw tolong dong tulis lagi, saya pingin tahu
sejauh mana orang-orang munafik itu membual..he..he..he

@hinadina

Ok saya setuju, saya akan benerin ayat-ayat itu menurut Al Quran bukan menurut si Cepot. Tapi karena terlalu banyak ayat-ayatnya yang diselewengkan dan tidak nyambung dengan topik di atas saya tidak bisa jelasin disini. Kalau bisa saya usul kpd pemilik blog ini ditambahin topik yang sesuai dengan ayat-ayat yang diselewengkan oleh saudara “Surga Islam Indah”.
Di situ saya akan jelasin satu per satu apa yang dimaksud saudara “Surga Islam Indah”.

Syalom….

Wahai orang kristen yg beri comment jangan sampai lepas diri y…
ingat hukum kasih….
biarin deh mereka mau komen ngolok2 agama kristen….
yg penting jangan membalas kejahatan dgn kejahatan…ok????

dan u/ yg laen…..
biar lebih enak suasananya…
debat sih ok…
tp jgn ngolok2….
itu aja….apalagi ngatain setan & ngoblok2in orang….
apa kalian nggak takut sama yg namanya dosa??

Untuk smua aja….saya tau kok perasaan kalian semua bila diolok2 dan ada orang lain yg meragukan agama kalian…
saya juga pernah mengalami gitu loh…
meskipun saya masih SMA…

tapi ingat deh apalagi yang kristen…
kan sudah diajarin hukum kasih…
mereka yg lain kan nggak tahu apa yang mereka perbuat….
biar Tuhan yang mengampuni dosa2 mereka…..
jadi kalo mau njelasin y jelasin aja pd mereka….
ingat setiap kita adalah hamba Tuhan…
kita mewakili kebesaran dan nama-Nya…
jadi jangan mencemarkan nama Tuhan kita dengan kita tidak mengasihi yang lain meskipun berbeda agama….
supaya kita menjadi contoh bagi yang lain….
gampangnya jadi garam dan terang dunia aja…

Ok itu aja deh…
Smua yg rukun y…
biar yg laen enak mbacanya….
oke…

GBU
Salam sejahtera dalam kasih Tuhan…
Damai Itu Indah

saya ingin berdiskusi masalah tertentu dengan petinggi agama kristen di indonesia dunk….

ato paling nggak di sini ada nggak yg cukup berpengalaman & taat…
plizzz saya butuh bantuan iman….

hitung2 Saudara bisa menolong anak muda….yang belum berpengalaman…supaya nggak jadi sesat…

KISAH HAFSA PUTRI UMAR
Oleh Ali Sina

Muhammad dalam banyak hal telah melakukan hal2 yg tidak saja bertentangan dg prinsip etika yg diakui secara umum, bahkan dalam masyarakat ketika dia tinggalpun, tapi juga dia bertentangan dg aturan2 yg telah dia tetapkan sendiri. Pada dasarnya dia melakukan apa yg dia suka dan ketika hal itu mengagetkan para pengikutnya, dia keluarkan ayat dari Allah khayalannya utk membenarkan tindakan2nya dan membuat semua kritikan terdiam.Dg ayat2 dikantungnya, siapapun yg membisikan kata2 menentang ketidak sopanan dia, dituduh menyangkal tuhan dan tentu saja, sebagai penyangkal tuhan situasinya sudah jelas. Hal itu menjadi Faslul-khitab (Akhir dari diskusi). Contoh2nya banyak sekali. Ini salah satunya:

Quran membatasi empat istri bagi para pengikutnya. Tapi Muhammad pikir dia tidak perlu mengikuti aturan yg dibuatnya sendiri dan dg begitu dibuatnya Allah menurunkan ayat 33:49-50 yg memberitahunya bahwa dia sebuah perkecualian dan boleh punya wanita sebanyak mungkin sebagai istri, selir, budak atau ‘pemberian’ (Habba) semau dia suka. Lalu ditambahkannya “sebagai pengkhususan bagimu, bukan untuk semua orang mukmin. Sesungguhnya Kami telah mengetahui apa yang Kami wajibkan kepada mereka tentang istri-istri mereka dan hamba sahaya yang mereka miliki supaya tidak menjadi kesempitan/kesulitan bagimu. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Kesulitan/kesempitan apa? Kesulitan mengontrol birahinya, kesulitan karena menjadi manusia yg sopan, yg setia pada satu perempuan! Apa kita harus percaya pada orang yg kesulitan mengontrol birahi dan menyebutnya sebagai “ciptaan terbaik”? Bukankah tindakan berbicara lebih kencang dari perkataan? Disatu pihak dia hidup seperti maaf (binatang buas) dan dilain pihak dia begitu sombong hingga menaruh kalimat2 sanjungan utknya sendiri dan diakuinya sebagai kalimat2 tuhan. Ingat ketika dia masih di Mekah, hidup dari kekayaan istrinya, Muhammad tidak berani membawa wanita lain kerumah Khadijah. Semua tingkah laku seksualnya dimulai ketika dia mulai berkuasa. Apa kita harus percaya bahwa sebagai seorang yg muda dan kuat dia tidak punya kesulitan meniduri wanita yg lebih tua dan kesulitannya muncul pada 10 tahun terakhir dari kehidupannya ketika dia sudah tua dan ditimpa banyak penyakit? Atau haruskah kita tafsirkan ini sebagai tanda lain dari seorang berumur yg jadi liar setelah menemukan kebebasannya setelah Khadijah meninggal dan seperti anak kecil yg dibiarkan bebas ditoko permen, tidak mampu menentukan batas2?

Satu hari Muhammad mengunjungi istrinya Hafsa, anak perempuan dari Umar dan ketika bertemu pembantu Hafsa, Mariyah, dia dilanda birahi terhadapnya (Mariyah). Dia suruh pergi Hafsa dg membohonginya bahwa ayahnya ingin bicara. Ketika Hafsa sudah pergi, dia bawa Mariyah ketempat tidur dan ditindih dan disetubuhi olehnya. Hafsa kembali karena ayahnya bilang tidak minta bertemu dgnya dan mengetahui apa yg sedang terjadi, sadar kenapa Muhammad menipunya agar pergi. Hafsa jadi marah dan mulai mengamuk menarik perhatian orang2 (Ah! Wanita akan tetap selalu seperti wanita!) Untuk menenangkannya, Muhammad berjanji utk melarang Mariyah bagi dirinya. (Dari sinilah penamaan Surat Tahrim Quran bab 6 diambil). Tapi, dia tetap menginginkan Mariyah. Bagaimana caranya orang melanggar sumpahnya sendiri? Well, tidak sulit jika anda punya Allah dikantungmu. Jadi Allah menurunkan surat Tahrim dan bilang bahwa oke-oke saja utk melanggar sumpah dan menyetubuhi budak perempuan yg jadi haknya. Malahan sebenarnya sang Allah pembuat jagat raya ini marah pada Muhammad dan bahkan menegurnya dg pedas karena mengingkari kenikmatan jasmani bagi dirinya sendiri dan karena telah berjanji utk tidak berlaku seperti itu lagi sepanjang hidupnya hanya untuk menyenangkan istrinya.

Al-Tahrim 66.1-5
Hai Nabi, mengapa kamu mengharamkan apa yang Allah menghalalkannya
bagimu; kamu mencari kesenangan hati istri-istrimu? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
[66.2] Sesungguhnya Allah telah mewajibkan kepada kamu sekalian membebaskan diri dari sumpahmu; dan Allah adalah Pelindungmu dan Dia Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
[66.3] Dan ingatlah ketika Nabi membicarakan secara rahasia kepada salah seorang dari istri-istrinya (Hafshah) suatu peristiwa. Maka tatkala (Hafshah)
menceritakan peristiwa itu (kepada Aisyah) dan Allah memberitahukan hal itu (semua pembicaraan antara Hafshah dengan Aisyah) kepada Muhammad lalu Muhammad memberitahukan sebagian (yang diberitakan Allah kepadanya) dan menyembunyikan sebagian yang lain (kepada Hafshah). Maka tatkala (Muhammad) memberitahukan pembicaraan (antara Hafshah dan Aisyah) lalu Hafshah bertanya: “Siapakah yang telah memberitahukan hal ini kepadamu?” Nabi menjawab: “Telah diberitahukan kepadaku oleh Allah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”.
[66.4] Jika kamu berdua bertobat kepada Allah, maka sesungguhnya hati kamu berdua telah condong (untuk menerima kebaikan); dan jika kamu berdua bantu-membantu menyusahkan Nabi, maka sesungguhnya Allah adalah Pelindungnya dan (begitu pula) Jibril dan orang-orang mukmin yang baik; dan selain dari itu malaikat-malaikat adalah penolongnya pula.
[66.5] Jika Nabi menceraikan kamu, boleh jadi Tuhannya akan memberi ganti kepadanya dengan istri-istri yang lebih baik daripada kamu, yang patuh, yang beriman, yang taat, yang bertobat, yang mengerjakan ibadah, yang berpuasa, yang janda dan yang perawan.

Allah telah mewajibkan kepada kamu sekalian membebaskan diri dari sumpahmu. Enak sekaleee!!

Ibnu Sa’d menulis: “Abu Bkr menceritakan bahwa rasul (PBUH) melakukan persetubuhan dg Mariyah dirumah Hafsa. Ketika rasul keluar rumah, Hafsa duduk digerbang (dibelakang pintu yg terkunci). Dia bilang pada nabi, O rasul, apa anda melakukan ini dirumahku dan ketika giliranku? Nabi berkata, kendalikan dirimu dan biarkan aku pergi karena aku telah membuatnya (Mariyah) haram bagiku. Hafsa berkata, Aku tidak terima kecuali kamu bersumpah bagiku. Hazrat (yg mulia) itu berkata, Demi Allah aku tidak akan menyentuhnya lagi.” (Tabaqat volume 8, halaman 223).

Seperti biasa, para muslim membenarkan Muhammad karena melanggar sumpahnya. Tidak jadi masalah apa yg Muhammad lakukan. Para muslim akan selalu membenarkan tindakannya. Mereka telah menyerahkan intelegensia mereka padanya dan telah berhenti berpikir. Ibn Sa’d melanjutkan: “Qasim ibn Muhammad berkata bahwa janji nabi ini yg melarang Mariyah baginya adalah tidak sah – jadi tidak menjadi sebuah pelanggaran. (Tabaqat volume 8, halaman 223).

Pertanyaannya adalah jika sumpah ini tidak sah, kenapa dia melakukan sumpah itu dan jika sumpah itu sah kenapa dia langgar? Terdapat banyak sekali contoh2 bahwa Muhammad melanggar sumpahnya sendiri. Disini, dia bersumpah pada tuhannya dan bahkan itupun tidak jadi halangan baginya. Tuhannya adalah hasil isapan jempoknya, imajinasinya dan dia tidaklah begitu bodoh utk membiarkan sumpah demi hasil imajinasinya menghentikannya menyetubuhi Mariyah yg cantik. Ide utamanya adalah menciptakan tuhan yg menyetujui apapun yg dia inginkan dan bukan utk membuat halangan2 untuknya.

INI SEGELINTIR KISAH HAFSA PUTRI UMAR dan PEMBANTUNYA YG BERNAMA MARIYAH

Oleh Ali Sina

Muhammad dalam banyak hal telah melakukan hal2 yg tidak saja bertentangan dg prinsip etika yg diakui secara umum, bahkan dalam masyarakat ketika dia tinggalpun, tapi juga dia bertentangan dg aturan2 yg telah dia tetapkan sendiri. Pada dasarnya dia melakukan apa yg dia suka dan ketika hal itu mengagetkan para pengikutnya, dia keluarkan ayat dari Allah khayalannya utk membenarkan tindakan2nya dan membuat semua kritikan terdiam.Dg ayat2 dikantungnya, siapapun yg membisikan kata2 menentang ketidak sopanan dia, dituduh menyangkal tuhan dan tentu saja, sebagai penyangkal tuhan situasinya sudah jelas. Hal itu menjadi Faslul-khitab (Akhir dari diskusi). Contoh2nya banyak sekali. Ini salah satunya:

Quran membatasi empat istri bagi para pengikutnya. Tapi Muhammad pikir dia tidak perlu mengikuti aturan yg dibuatnya sendiri dan dg begitu dibuatnya Allah menurunkan ayat 33:49-50 yg memberitahunya bahwa dia sebuah perkecualian dan boleh punya wanita sebanyak mungkin sebagai istri, selir, budak atau ‘pemberian’ (Habba) semau dia suka. Lalu ditambahkannya “sebagai pengkhususan bagimu, bukan untuk semua orang mukmin. Sesungguhnya Kami telah mengetahui apa yang Kami wajibkan kepada mereka tentang istri-istri mereka dan hamba sahaya yang mereka miliki supaya tidak menjadi kesempitan/kesulitan bagimu. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Kesulitan/kesempitan apa? Kesulitan mengontrol birahinya, kesulitan karena menjadi manusia yg sopan, yg setia pada satu perempuan! Apa kita harus percaya pada orang yg kesulitan mengontrol birahinya dan menyebutnya sebagai “ciptaan terbaik”? Bukankah tindakan berbicara lebih kencang dari perkataan? Disatu pihak dia hidup seperti maaf (… buas) dan dilain pihak dia begitu sombong hingga menaruh kalimat2 sanjungan utknya sendiri dan diakuinya sebagai kalimat2 tuhan. Ingat ketika dia masih di Mekah, hidup dari kekayaan istrinya, Muhammad tidak berani membawa wanita lain kerumah Khadijah. Semua tingkah laku seksualnya dimulai ketika dia mulai berkuasa. Apa kita harus percaya bahwa sebagai seorang yg muda dan kuat dia tidak punya kesulitan meniduri wanita yg lebih tua dan kesulitannya muncul pada 10 tahun terakhir dari kehidupannya ketika dia sudah tua dan ditimpa banyak penyakit? Atau haruskah kita tafsirkan ini sebagai tanda lain dari seorang berumur yg jadi liar setelah menemukan kebebasannya setelah Khadijah meninggal dan seperti anak kecil yg dibiarkan bebas ditoko permen, tidak mampu menentukan batas2?

Satu hari Muhammad mengunjungi istrinya Hafsa, anak perempuan dari Umar dan ketika bertemu pembantu Hafsa, Mariyah, dia dilanda birahi terhadapnya (Mariyah). Dia suruh pergi Hafsa dg membohonginya bahwa ayahnya ingin bicara. Ketika Hafsa sudah pergi, dia bawa Mariyah ketempat tidur dan ditindih dan disetubuhi olehnya. Hafsa kembali karena ayahnya bilang tidak minta bertemu dgnya dan mengetahui apa yg sedang terjadi, sadar kenapa Muhammad menipunya agar pergi. Hafsa jadi marah dan mulai mengamuk menarik perhatian orang2 (Ah! Wanita akan tetap selalu seperti wanita!) Untuk menenangkannya, Muhammad berjanji utk melarang Mariyah bagi dirinya. (Dari sinilah penamaan Surat Tahrim Quran bab 6 diambil). Tapi, dia tetap menginginkan Mariyah. Bagaimana caranya orang melanggar sumpahnya sendiri? Well, tidak sulit jika anda punya Allah dikantungmu. Jadi Allah menurunkan surat Tahrim dan bilang bahwa oke-oke saja utk melanggar sumpah dan menyetubuhi budak perempuan yg jadi haknya. Malahan sebenarnya sang Allah pembuat jagat raya ini marah pada Muhammad dan bahkan menegurnya dg pedas karena mengingkari kenikmatan jasmani bagi dirinya sendiri dan karena telah berjanji utk tidak berlaku seperti itu lagi sepanjang hidupnya hanya untuk menyenangkan istrinya.

Al-Tahrim 66.1-5
Hai Nabi, mengapa kamu mengharamkan apa yang Allah menghalalkannya
bagimu; kamu mencari kesenangan hati istri-istrimu? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
[66.2] Sesungguhnya Allah telah mewajibkan kepada kamu sekalian membebaskan diri dari sumpahmu; dan Allah adalah Pelindungmu dan Dia Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
[66.3] Dan ingatlah ketika Nabi membicarakan secara rahasia kepada salah seorang dari istri-istrinya (Hafshah) suatu peristiwa. Maka tatkala (Hafshah)
menceritakan peristiwa itu (kepada Aisyah) dan Allah memberitahukan hal itu (semua pembicaraan antara Hafshah dengan Aisyah) kepada Muhammad lalu Muhammad memberitahukan sebagian (yang diberitakan Allah kepadanya) dan menyembunyikan sebagian yang lain (kepada Hafshah). Maka tatkala (Muhammad) memberitahukan pembicaraan (antara Hafshah dan Aisyah) lalu Hafshah bertanya: “Siapakah yang telah memberitahukan hal ini kepadamu?” Nabi menjawab: “Telah diberitahukan kepadaku oleh Allah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”.
[66.4] Jika kamu berdua bertobat kepada Allah, maka sesungguhnya hati kamu berdua telah condong (untuk menerima kebaikan); dan jika kamu berdua bantu-membantu menyusahkan Nabi, maka sesungguhnya Allah adalah Pelindungnya dan (begitu pula) Jibril dan orang-orang mukmin yang baik; dan selain dari itu malaikat-malaikat adalah penolongnya pula.
[66.5] Jika Nabi menceraikan kamu, boleh jadi Tuhannya akan memberi ganti kepadanya dengan istri-istri yang lebih baik daripada kamu, yang patuh, yang beriman, yang taat, yang bertobat, yang mengerjakan ibadah, yang berpuasa, yang janda dan yang perawan.

Allah telah mewajibkan kepada kamu sekalian membebaskan diri dari sumpahmu. Enak sekaleee!!

Ibnu Sa’d menulis: “Abu Bkr menceritakan bahwa rasul (PBUH) melakukan persetubuhan dg Mariyah dirumah Hafsa. Ketika rasul keluar rumah, Hafsa duduk digerbang (dibelakang pintu yg terkunci). Dia bilang pada nabi, O rasul, apa anda melakukan ini dirumahku dan ketika giliranku? Nabi berkata, kendalikan dirimu dan biarkan aku pergi karena aku telah membuatnya (Mariyah) haram bagiku. Hafsa berkata, Aku tidak terima kecuali kamu bersumpah bagiku. Hazrat (yg mulia) itu berkata, Demi Allah aku tidak akan menyentuhnya lagi.” (Tabaqat volume 8, halaman 223).

Seperti biasa, para muslim membenarkan Muhammad karena melanggar sumpahnya. Tidak jadi masalah apa yg Muhammad lakukan. Para muslim akan selalu membenarkan tindakannya. Mereka telah menyerahkan intelegensia mereka padanya dan telah berhenti berpikir. Ibn Sa’d melanjutkan: “Qasim ibn Muhammad berkata bahwa janji nabi ini yg melarang Mariyah baginya adalah tidak sah – jadi tidak menjadi sebuah pelanggaran. (Tabaqat volume 8, halaman 223).

Pertanyaannya adalah jika sumpah ini tidak sah, kenapa dia melakukan sumpah itu dan jika sumpah itu sah kenapa dia langgar? Terdapat banyak sekali contoh2 bahwa Muhammad melanggar sumpahnya sendiri. Disini, dia bersumpah pada tuhannya dan bahkan itupun tidak jadi halangan baginya. Tuhannya adalah hasil isapan jempoknya, imajinasinya dan dia tidaklah begitu bodoh utk membiarkan sumpah demi hasil imajinasinya menghentikannya menyetubuhi Mariyah yg cantik. Ide utamanya adalah menciptakan tuhan yg menyetujui apapun yg dia inginkan dan bukan utk membuat halangan2 untuknya.

@Surga Islam Indah

>>>Mantan Ketua FPI Jawa Timur dan Ketua Tim Pemburu Hantu di Lat TV (Bp. Muhammad Ali Mahrus) sekarang jadi Murtadin seperti saya, …..

Oh mantan Islam to ceritanya, tapi kalo Umat Islam kalo Nyebut Tuhanna itu “ALLAH” bukan “Awloh”, nulisnya ente aja salah kok bisa2nya anda mengklaim mantan muslim, tolong dong profil anda sebenarnya kalo anda memang seorang “murtadin” bukan “Murtader” dan sekalian ceritakan bagaimana Ali Mahrus menjadi “murtadin”

Salam

@ Dejavu,

santai bro mereka memang “murtadin” merangkap “murtader” dan bayaranya juga gedhe lhoooo, gw aja klo ditawarin jangan – jangan bisa tergoda… banyak bro jumlahnya yang kaya gene dah bozen gw ngeladininya, sebagian besar seleb blog yang dah terkenal bro !

Betapa sangat murahn sekali imannya seorang “murtadin” bisa dibeli dengan rupiah/dolar. Mungkin saya bisa membandingkan imannya seorang murtadin itu lebih hina daripada seorang pelacur.
Saya membandingkan karana seorang pelacur dalam hati kecilnya menjerit karena apa yang dilakukannya itu salah. Tapi seorang “murtadin” apakah menjerit dalam hati kecilnya ?
Kalau dibandingkan dengan “murtader” ya tidak bisa dibandingkan karena “murtader” itu seperti penjelmaan dari “DIABLO”

banyak yang bilang fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan.
dan banyak yang percaya klo fitnah itu dosa.
tp banyak orang suka nuduh tanpa bukti….namanya apa yah?????

P A S A R M A L A M A G A M A

Aku dan temanku pergi ke ‘Pasar malam agama.’ Bukan pasar dagang. Pasar agama. Tetapi persaingannya sama sengitnya, propagandanya pun sama hebatnya.

Di kios Yahudi kami mendapat selebaranyang mengatakan bahwa Tuhan itu Maha Pengasih dan bahwa bangsa Yahudi adalah umat pilihanNya. Ya, bangsa Yahudi. Tidak ada bangsa lain yang terpilih seperti bangsa Yahudi.

Di kios Islam kami mendengar, bahwa Allah itu Maha Penyayang dan Mphammad ialah nabiNya. Keselamatan diperoleh dengan mendengarkan Nabi Tuhan yang satu-satunya itu.

Di kios Kristen kami menemukan, bahwa Tuhan adalah Cinta dan bahwa di luar Gereja tidak ada keselamatan. Silahkan mengikuti Gereja Kudus jika tidak ingin masuk neraka.

Di pintu keluar aku bertanya kepada temanku: ‘Apakah pendapatmu tentang Tuhan?’ Jawabnya:’Rupanya Ia penipu, fanatik dan bengis.’

Sampai di rumah aku berkata kepada Tuhan: ‘Bagaimana ngkau bisa tahan dengan hal seperti ini, Tuhan? Apakah Engkau tidak tahu, bahwa selama berabad-abad mereka telah menjelekkan namaMu?’

Tuhan berkata: ‘Bukan Aku yang mengadakan ‘Pasar malam agama’ itu, Aku bahkan merasa malu untuk mengunjunginya.’

(dari buku ‘Burung Berkicau’ oleh Anthony de Mello,SJ)

GBU
Namo Buddhaya
Wassalam

@christ

Kalau anda merasa kesulitan untuk mengikuti jalan fikiran orang-orang yang beragama maka saya sarankan kepada anda untuk mencari kios peminjaman buku komik. Lalu pinjamlah buku komik entah itu cerita Donald Bebek atau apa lah. Maka setelah anda membacanya saya jamin anda tidak akan sebingung ketika anda memperhatikan orang-orang beragama yang sedang berdebat.

Mungkin itu lebih cocok bagi anda daripada kepala anda berputar-p