Posted by: agamaku on: Juni 29, 2006
Bagaimana pandangan ilmuwan terhadap Adam? Seperti kita tahu, di Kitab Suci disebutkan bahwa Adam adalah manusia pertama yang diciptakan oleh Allah. Tetapi rupanya banyak sekali ilmuwan yang menyanggahnya dengan berbagai bukti yang mereka duga sebagai dasar proses penciptaan alam semesta. Demikian pula dengan Teori Darwin yang menganggap bahwa manusia itu merupakan evolusi dari sejenis kera. Bagaimana menanggapi hal ini?
Kebetulah aku sudah menulis sedikit tentang topik ini di: Benarkah Adam Manusia Pertama? Di sana dibahas tentang upaya para ilmuwan untuk menjelaskan proses penciptaan alam semesta (termasuk manusia). Dan penjelasan dari para ilmuwan ini sangat berseberangan dengan apa yang telah ditulis di Kitab Suci.
Ada pula seseorang yang berusaha mengkompromikan antara teori para ilmuwan dengan Kitab Suci. Kompromi ini berusaha menyatukan proses penciptaan alam semesta dengan proses penciptaan yang dari Allah dengan interpretasi pribadi. Tetapi bagaimana pun juga, aku menemukan banyak kejanggalan dengan teori kompromi ini.
Akhirnya sekali lagi Kitab Suci lah yang seharusnya menjadi panutan. Kita tidak perlu lagi bimbang dengan kebenaran Kitab Suci. Berikut adalah keberatan-keberatan yang dapat dijawab oleh Kitab Suci:
Jika Adam adalah manusia pertama bersama dengan Hawa, maka seharusnya ada pernikahan sedarah sehingga manusia menjadi bangsa yang besar. Benar! Pada awalnya manusia itu secitra dengan Allah. Manusia generasi pertama masih memiliki kesempurnaan sebagai manusia sehingga tidak ada penyakit atau pun masalah kesehatan. Jadi mereka masih dapat melakukan perkawinan sedarah/sekandung tanpa ada kerusakan genetis yang besar.
Yap, pada jaman Musa dikeluarkan hukum yang melarang perkawinan sedarah/sekandung. Pada dasarnya karena manusia (Adam) telah berdosa sehingga manusia kehilangan kemuliaan dan juga karena telah dikutuk oleh Allah, maka melekatlah “dosa asal” ini pada manusia. Kutukan Allah ini bahkan sampai ke tingkat genetis manusia. Secara perlahan manusia rusak gen-nya masa demi masa. Tidak heran jika dewasa ini semakin banyak penyakit yang mendera manusia. Tidak terbilang penyakit baru yang timbul. Kerusakan secara genetis ini semakin diperparah dengan adanya perkawinan sedarah/sekandung.
Masalah genetis ini ternyata telah timbul pada masa-masa awal sehingga perlu bagi Musa untuk menerapkan hukum ini sehingga kerusakan genetis tidak menjadi parah dan meluas. Jadi tidak ada yang bertentangan antara perilaku perkawinan sedarah yang dilakukan oleh manusia mula-mula dengan larangan pernikahan sedarah pada generasi selanjutnya.
Ini juga menjadi masalah dengan banyaknya teori para ilmuwan yang menyatakan bahwa bumi ini telah berusia 4,5 milyar tahun. Ini tentu bertentangan dengan usia perkiraan bumi dari proses penciptaan dari Kitab Suci yang berkisar hanya beberapa ribu tahun saja (kurang lebih 6.000 tahun). Sedangkan para ilmuwan mendasarkan pendapatnya pada pengukuran material dalam bumi. Para ilmuwan sangat teguh berpendapat tentang usia bumi ini terutama dengan metode pengukuran usia dengan radio aktif atau karbon.
Tetapi walau pun pengukuran dengan radio aktif atau pun dengan karbon menunjukkan angka milyaran tahun, sebenarnya kita tidak bisa yakin 100% bahwa bahan/material yang kita ukur benar-benar telah berumur milyaran tahun. Kita hanya tahu bahwa alat ukur menunjukkan usianya milyaran tahun. Kenyataannya proses penuaan sesuatu dapat berlangsung dengan lebih cepat dengan adanya tekanan yang tinggi atau pun pada panas yang sangat tinggi.
Ilmuwan beranggapan bahwa berlian adalah proses tekanan yang sangat tinggi yang terjadi pada karbon yang berlangsung selama ribuan tahun. Tetapi tahukah Anda bahwa proses itu mungkin tidak berlangsung selama ribuan tahun? Mungkin hanya 1 hari saja! Proses tekanan yang tinggi dan suhu yang sangat tinggi dapat mempercepat proses kristalisasi. Misalnya saja pada kristalisasi pasir menjadi kaca yang dapat kita lakukan dalam beberapa jam dengan suhu dan tekanan yang tinggi.
Proses yang melibatkan suhu dan tekanan sangat tinggi ini pernah beberapa kali terjadi di bumi dan sudah tertulis dalam Kitab Suci dengan adanya hujan meteor di bumi kita ini (seperti peristiwa Sodom & Gomorah). Hujan meteor ini dapat menciptakan kondisi tekanan yang sangat kuat dan panas yang sangat tinggi sehingga dapat mempercepat proses penuaan secara sekejap. Sedangkan kita menganggapnya terjadi ribuan tahun.
Itulah sekedar gambaran tentang pertentangan teori ilmiah yang dapat dijawab oleh Kitab Suci. Penjelasan lebih lanjut dapat ditemukan di tulisanku sebelumnya. Ada pendapat lain?
[...] Manusia memiliki ilmu pengetahuan dan memiliki kemampuan berkembang yang luar biasa karena buah dari Pohon Pengetahuan ini. Berbekal pengetahuan ini pulalah yang menyebabkan manusia ingin menyamai Allah dan bahkan tidak mengakui Allah dan penciptaan-Nya (Kej 3:22). Ingat teori Darwin yang menolak proses penciptaan Allah dalam 6 hari? Kalau tidak ingat, silakan baca teori Evolusi Darwin atau di “Benarkah Adam Manusia Pertama?“ [...]
[...] Manusia memiliki ilmu pengetahuan dan memiliki kemampuan berkembang yang luar biasa karena buah dari Pohon Pengetahuan ini. Berbekal pengetahuan ini pulalah yang menyebabkan manusia ingin menyamai Allah dan bahkan tidak mengakui Allah dan penciptaan-Nya (Kej 3:22). Ingat teori Darwin yang menolak proses penciptaan Allah dalam 6 hari? Kalau tidak ingat, silakan baca teori Evolusi Darwin atau di “Benarkah Adam Manusia Pertama?“ [...]
1 | penghibur
Februari 28, 2008 pada 12:32 am
@Dewo, posting #79
Pada saya, saya tak menganggap kamu menyerang Islam. Kalau nak kata serang saya rasa manusia seperti Goerge Sale, Leo III (Saya miliki sekurang-kurangnya 10 Pakar Teologi Kristian dalam melemahkan Al-Quran yang Maha Sempurna), dan kajian mereka tentang Al-quran jauh lebih dasyhat dalam mengulas isu Kitab umat Islam.
Saya memiliki ulasan mereka tentang Islam, mereka membuka lembaran Al-Quran dan mentafsir secara membuta tuli.
Namun, hari ini segalanya sudah menjadi cerah untuk seluruh manusia. Untuk umat Islam sendiri, perlu banyak menimba ilmu pengetahuan.
Pada saya Topik “Ternyata Tuhan Kita Memang Berbeda”, memang tidak membawa manfaat kepada misi dakwah Kristian.
Sekiranya saya membuat satu Blog Muslim, saya takkan buat, topik sedemikian. Ini kerana bertentangan dengan “Ajaran Agama”. Lagi untuk pengetahuan KHUSUS saudara DEWO, Islam untuk seluruh umat manusia. Tiada Kompromi, sejak saudara membuka Topik tersebut, saya yakin ramai yang akan rasa pelik dengan cara berfikir saudara Dewo. Pada saya “Up to you”, saya berpendapat saudara terlalu “Liberal”.
——————————————————————————–
Boleh saya tahu Saudara Dewo ini orang Jakarta atau dimana? Saudara tak perlu hairan mengapa saya bertanya, saya tak membenci saudara kerana kita sama-sama dari keturunan Nabi Adam a.s (selawat dan salam keatasnya)
Cuma yang berbeza cara kita beriman kepada Allah swt. Nabi Muhammad saw semasa pemerintahannya sebagai Kepala Negara di Madinah, sentiasa melindungi hak-hak bukan Islam dan tidak pernah memaksa supaya umat bukan Islam untuk menerima Islam.
Nabi Muhammad saw menegaskan bahawa umat Islam harus menjaga atau melindungi (Kafir Zimmi yang hidup dalam Daulah Islamiah),
——————————————————————————
Berdasarkan Al-Quran Allah swt menegaskan bahawa umat bukan Islam (Kafir Zimmi bermaksud Kafir yang hidup dalam Pemerintahan Islam) harus mengikut peraturan Al-Quran dan tidak terlepas dari hukuman cara Islam.
Sebagai contoh jika umat Kristian, Yahudi, Buddha atau Hindu dan lain-lain, melakukan kesalahan (Kafir Zimmi), harus di hukum mengikut perundangan Allah swt.
Sebab itu Islam untuk seluruh Alam, dan Tuhan umat Islam bukan hanya untuk Islam, tetapi untuk seluruh Alam.
————————————————————————————
Isu lain
(1) Kafir Zimmi – Kafir yang mendapat perlindungan oleh umat Islam atas perintah Allah swt, dan umat bukan Islam seperti ini perlu membayar Jizyah kepada Islam.
(2) Kafir Harbi – Kafir yang wajib di perangi oleh umat Islam atas perintah Allah swt.
————————————————————————————-
KESIMPULAN
(1) Semasa Pemerintahan Nabi Muhammad saw atas petunjuk Allah swt di Madinah, Nabi Muhammad saw melindungi orang Yahudi dan Nasrani, tetapi bersyarat (selagi mereka patuh). Juga harus menjaga Negara bersama-sama, sekiranya di serang musuh dari luar.
(2) Mereka bebas mengamalkan kepercayaan mereka, tetapi bukan bermaksud mereka terlepas dari Hukuman Al-Quran.
(3) Semasa Kepimpinan Nabi Muhammad saw, Nabi Muhammad saw tidak pernah belot atau mengingkari Perjanjian dari Tuhan terhadap Hak-Hak orang bukan Islam.
(4) Mereka hidup harmoni dengan penuh “Cemerlang, Gemilang dan Terbilang”
(5) Sesuatu masalah timbul di Madinah semasa pemerintahan Nabi Muhammad saw, Kafir Zimmi adalah manusia-manusia yang selalu mengingkari syarat-syarat dalam negara.
(6) Apabila Madinah di serang dari Luar, kebanyakan Kafir Zimmi tidak membantu menjaga kepentingan Negara, malah mereka (Kafir Zimmi turut belot terhadap nabi Muhammad saw)
(7) Hakikatnya Nabi Muhammad saw adalah utusan Allah swt dan dia (Rasulullah saw) di menangkan Allah swt. Mereka (Kafir Zimmi) dihukum berdasarkan perintah Allah swt.
Sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu, kerana Inilah Jalan yang Lurus.
Salam.