Agamaku Kesaksianku

Benarkah Adam Manusia Pertama?

Posted by: agamaku on: Juni 29, 2006

Bagaimana pandangan ilmuwan terhadap Adam? Seperti kita tahu, di Kitab Suci disebutkan bahwa Adam adalah manusia pertama yang diciptakan oleh Allah. Tetapi rupanya banyak sekali ilmuwan yang menyanggahnya dengan berbagai bukti yang mereka duga sebagai dasar proses penciptaan alam semesta. Demikian pula dengan Teori Darwin yang menganggap bahwa manusia itu merupakan evolusi dari sejenis kera. Bagaimana menanggapi hal ini?

Kebetulah aku sudah menulis sedikit tentang topik ini di: Benarkah Adam Manusia Pertama? Di sana dibahas tentang upaya para ilmuwan untuk menjelaskan proses penciptaan alam semesta (termasuk manusia). Dan penjelasan dari para ilmuwan ini sangat berseberangan dengan apa yang telah ditulis di Kitab Suci.

Ada pula seseorang yang berusaha mengkompromikan antara teori para ilmuwan dengan Kitab Suci. Kompromi ini berusaha menyatukan proses penciptaan alam semesta dengan proses penciptaan yang dari Allah dengan interpretasi pribadi. Tetapi bagaimana pun juga, aku menemukan banyak kejanggalan dengan teori kompromi ini.

Akhirnya sekali lagi Kitab Suci lah yang seharusnya menjadi panutan. Kita tidak perlu lagi bimbang dengan kebenaran Kitab Suci. Berikut adalah keberatan-keberatan yang dapat dijawab oleh Kitab Suci:

  • Pernikahan sedarah/sekandung.
  • Jika Adam adalah manusia pertama bersama dengan Hawa, maka seharusnya ada pernikahan sedarah sehingga manusia menjadi bangsa yang besar. Benar! Pada awalnya manusia itu secitra dengan Allah. Manusia generasi pertama masih memiliki kesempurnaan sebagai manusia sehingga tidak ada penyakit atau pun masalah kesehatan. Jadi mereka masih dapat melakukan perkawinan sedarah/sekandung tanpa ada kerusakan genetis yang besar.

  • Hukum di Kitab Suci yang melarang perkawinan sedarah/sekandung.
  • Yap, pada jaman Musa dikeluarkan hukum yang melarang perkawinan sedarah/sekandung. Pada dasarnya karena manusia (Adam) telah berdosa sehingga manusia kehilangan kemuliaan dan juga karena telah dikutuk oleh Allah, maka melekatlah “dosa asal” ini pada manusia. Kutukan Allah ini bahkan sampai ke tingkat genetis manusia. Secara perlahan manusia rusak gen-nya masa demi masa. Tidak heran jika dewasa ini semakin banyak penyakit yang mendera manusia. Tidak terbilang penyakit baru yang timbul. Kerusakan secara genetis ini semakin diperparah dengan adanya perkawinan sedarah/sekandung.

    Masalah genetis ini ternyata telah timbul pada masa-masa awal sehingga perlu bagi Musa untuk menerapkan hukum ini sehingga kerusakan genetis tidak menjadi parah dan meluas. Jadi tidak ada yang bertentangan antara perilaku perkawinan sedarah yang dilakukan oleh manusia mula-mula dengan larangan pernikahan sedarah pada generasi selanjutnya.

  • Usia Bumi.
  • Ini juga menjadi masalah dengan banyaknya teori para ilmuwan yang menyatakan bahwa bumi ini telah berusia 4,5 milyar tahun. Ini tentu bertentangan dengan usia perkiraan bumi dari proses penciptaan dari Kitab Suci yang berkisar hanya beberapa ribu tahun saja (kurang lebih 6.000 tahun). Sedangkan para ilmuwan mendasarkan pendapatnya pada pengukuran material dalam bumi. Para ilmuwan sangat teguh berpendapat tentang usia bumi ini terutama dengan metode pengukuran usia dengan radio aktif atau karbon.

    Tetapi walau pun pengukuran dengan radio aktif atau pun dengan karbon menunjukkan angka milyaran tahun, sebenarnya kita tidak bisa yakin 100% bahwa bahan/material yang kita ukur benar-benar telah berumur milyaran tahun. Kita hanya tahu bahwa alat ukur menunjukkan usianya milyaran tahun. Kenyataannya proses penuaan sesuatu dapat berlangsung dengan lebih cepat dengan adanya tekanan yang tinggi atau pun pada panas yang sangat tinggi.

    Ilmuwan beranggapan bahwa berlian adalah proses tekanan yang sangat tinggi yang terjadi pada karbon yang berlangsung selama ribuan tahun. Tetapi tahukah Anda bahwa proses itu mungkin tidak berlangsung selama ribuan tahun? Mungkin hanya 1 hari saja! Proses tekanan yang tinggi dan suhu yang sangat tinggi dapat mempercepat proses kristalisasi. Misalnya saja pada kristalisasi pasir menjadi kaca yang dapat kita lakukan dalam beberapa jam dengan suhu dan tekanan yang tinggi.

    Proses yang melibatkan suhu dan tekanan sangat tinggi ini pernah beberapa kali terjadi di bumi dan sudah tertulis dalam Kitab Suci dengan adanya hujan meteor di bumi kita ini (seperti peristiwa Sodom & Gomorah). Hujan meteor ini dapat menciptakan kondisi tekanan yang sangat kuat dan panas yang sangat tinggi sehingga dapat mempercepat proses penuaan secara sekejap. Sedangkan kita menganggapnya terjadi ribuan tahun.

Itulah sekedar gambaran tentang pertentangan teori ilmiah yang dapat dijawab oleh Kitab Suci. Penjelasan lebih lanjut dapat ditemukan di tulisanku sebelumnya. Ada pendapat lain?

96 Tanggapan ke "Benarkah Adam Manusia Pertama?"

@Dewo, posting #79

Pada saya, saya tak menganggap kamu menyerang Islam. Kalau nak kata serang saya rasa manusia seperti Goerge Sale, Leo III (Saya miliki sekurang-kurangnya 10 Pakar Teologi Kristian dalam melemahkan Al-Quran yang Maha Sempurna), dan kajian mereka tentang Al-quran jauh lebih dasyhat dalam mengulas isu Kitab umat Islam.

Saya memiliki ulasan mereka tentang Islam, mereka membuka lembaran Al-Quran dan mentafsir secara membuta tuli.

Namun, hari ini segalanya sudah menjadi cerah untuk seluruh manusia. Untuk umat Islam sendiri, perlu banyak menimba ilmu pengetahuan.

Pada saya Topik “Ternyata Tuhan Kita Memang Berbeda”, memang tidak membawa manfaat kepada misi dakwah Kristian.

Sekiranya saya membuat satu Blog Muslim, saya takkan buat, topik sedemikian. Ini kerana bertentangan dengan “Ajaran Agama”. Lagi untuk pengetahuan KHUSUS saudara DEWO, Islam untuk seluruh umat manusia. Tiada Kompromi, sejak saudara membuka Topik tersebut, saya yakin ramai yang akan rasa pelik dengan cara berfikir saudara Dewo. Pada saya “Up to you”, saya berpendapat saudara terlalu “Liberal”.

——————————————————————————–

Boleh saya tahu Saudara Dewo ini orang Jakarta atau dimana? Saudara tak perlu hairan mengapa saya bertanya, saya tak membenci saudara kerana kita sama-sama dari keturunan Nabi Adam a.s (selawat dan salam keatasnya)

Cuma yang berbeza cara kita beriman kepada Allah swt. Nabi Muhammad saw semasa pemerintahannya sebagai Kepala Negara di Madinah, sentiasa melindungi hak-hak bukan Islam dan tidak pernah memaksa supaya umat bukan Islam untuk menerima Islam.

Nabi Muhammad saw menegaskan bahawa umat Islam harus menjaga atau melindungi (Kafir Zimmi yang hidup dalam Daulah Islamiah),

——————————————————————————

Berdasarkan Al-Quran Allah swt menegaskan bahawa umat bukan Islam (Kafir Zimmi bermaksud Kafir yang hidup dalam Pemerintahan Islam) harus mengikut peraturan Al-Quran dan tidak terlepas dari hukuman cara Islam.

Sebagai contoh jika umat Kristian, Yahudi, Buddha atau Hindu dan lain-lain, melakukan kesalahan (Kafir Zimmi), harus di hukum mengikut perundangan Allah swt.

Sebab itu Islam untuk seluruh Alam, dan Tuhan umat Islam bukan hanya untuk Islam, tetapi untuk seluruh Alam.

————————————————————————————

Isu lain

(1) Kafir Zimmi – Kafir yang mendapat perlindungan oleh umat Islam atas perintah Allah swt, dan umat bukan Islam seperti ini perlu membayar Jizyah kepada Islam.

(2) Kafir Harbi – Kafir yang wajib di perangi oleh umat Islam atas perintah Allah swt.

————————————————————————————-

KESIMPULAN

(1) Semasa Pemerintahan Nabi Muhammad saw atas petunjuk Allah swt di Madinah, Nabi Muhammad saw melindungi orang Yahudi dan Nasrani, tetapi bersyarat (selagi mereka patuh). Juga harus menjaga Negara bersama-sama, sekiranya di serang musuh dari luar.

(2) Mereka bebas mengamalkan kepercayaan mereka, tetapi bukan bermaksud mereka terlepas dari Hukuman Al-Quran.

(3) Semasa Kepimpinan Nabi Muhammad saw, Nabi Muhammad saw tidak pernah belot atau mengingkari Perjanjian dari Tuhan terhadap Hak-Hak orang bukan Islam.

(4) Mereka hidup harmoni dengan penuh “Cemerlang, Gemilang dan Terbilang”

(5) Sesuatu masalah timbul di Madinah semasa pemerintahan Nabi Muhammad saw, Kafir Zimmi adalah manusia-manusia yang selalu mengingkari syarat-syarat dalam negara.

(6) Apabila Madinah di serang dari Luar, kebanyakan Kafir Zimmi tidak membantu menjaga kepentingan Negara, malah mereka (Kafir Zimmi turut belot terhadap nabi Muhammad saw)

(7) Hakikatnya Nabi Muhammad saw adalah utusan Allah swt dan dia (Rasulullah saw) di menangkan Allah swt. Mereka (Kafir Zimmi) dihukum berdasarkan perintah Allah swt.

Sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu, kerana Inilah Jalan yang Lurus.

Salam.

Dear all,
Kayak nya setuju sama #80..
Salam,

salam buat semua makhluk tuhan ahli fikir d blog ini…especially 2 dewo; owner blog ini…

sy nemu blog ini saat baca2 tt manusia pertama…
dan sy hanya ingin berkomentar…bahwa manusia yg survive sekarang adalah keturunan anak adam yg tidak menikah sedarah…

tidak semua anak adam menikah dengan saudara perempuannya…

bila saudara dewo ragu…silahkan surfing…d internet…d toko buku muslim…bahkan dalam agama yahudi (bila bisa dibilang seniornya islam dan nasrani) pun ada kisahnya

tentu yg berharga itu adalah proses pencariannya…lebih dari sekedar pembuktian Ilmiah seperti misalnya tt apakah bumi lebih muda dari y diperkirakan…tt y berharga adalah proses keilmuan yg mempelajarinya…

oleh karena itu sy sangat tertarik untuk terus mengikuti blog ini…bila d ijinkan =)

blog seseorang dan orang-orang yg mau terus belajar tt sesuatu sxpun hasilnya dia sudah teguhkan…

sesungguhnya para pemikir dan ahli kitab pun mendapat tempat di syorga seketika setelah ber Syahadat, ber Tauhid…
sexpun sexber ahli sihir y melawan Musa as…sexpun sexber sampah masyarakat yg meninggal d tiang salib y bersebelahan dgn tiang salib Isa as…sexpun sexber ayah yg mengubur anaknya hidup-hidup….sxpun sexber panglima perang y telah memenggal ratusan muslimin y berjihad bersama Rasulullah SAW…

dan bila tanpa Syahadat dan Tauhid, hal sebaliknya pun dapat terjadi, sexpun sexber Abu Thalib y telah ikut membesarkan Rasul dan Islam pada masa-masa sempit…

Allah merahmati Manusia dgn Akal dan Qalbu…

terima kasih atas waktu dan kebesaran jiwa y d berikan pada sy

sy akan sangat senang bila saudara Dewo dkk mau berkunjung k blog sy: abouedipoo.wordpress.com

cu in the future

[...] Manusia memiliki ilmu pengetahuan dan memiliki kemampuan berkembang yang luar biasa karena buah dari Pohon Pengetahuan ini. Berbekal pengetahuan ini pulalah yang menyebabkan manusia ingin menyamai Allah dan bahkan tidak mengakui Allah dan penciptaan-Nya (Kej 3:22). Ingat teori Darwin yang menolak proses penciptaan Allah dalam 6 hari? Kalau tidak ingat, silakan baca teori Evolusi Darwin atau di “Benarkah Adam Manusia Pertama?“ [...]

Yang aku tahu soal Adam :
Nabi Adam adalah setinggi 87 kaki (60 CUBITS) (30 meter) ! – Hadith Sahih Bukhari IV,no.543.

wah, ternyata rame jg ya, diskusinya. sy ketinggalan banyak sdh 3 bln ini tidak ada yg mengisi lagi.
salam sejahtera selalu terlimpah kepada segenap anak-anak Allah yang menggenapi firmannya, bukan dia yang hanya menyebut-nyebutnya.
sedikit menanggapi,
mari kita membuka diri untuk membaca-memahami- kembali apa isi ruh dari ayat-ayat Allah tentang Adam(manusia), benarkah itu tentang penciptaan manusia?
mari kita lihat ayat-ayat dalam kitab itu dari kacamata kitab itu sendiri, bukan dari nafs pribadi manusia sehingga menimbulkan perbedaan pendapat.

Saudaraku seiman.

Kita jangan menganggap Kitab Suci adalah Sejarah Dunia dan Manusia, tetapi hendaklah kita memperlakukan Kitab Suci sebagai Sejarah Keselamatan yang datang dari Allah.

Jadi, untuk bisa mengetahui soal apakah Adam dan Hawa adalah manusia pertama?

Ada beberapa pertanyaan yang harus kita jawab, yaitu :

Pertanyaan :

1. Kita harus mengetahui dulu dalam kitab mana cerita itu ditulis?
2. Siapa yang menulis kitab itu?
3. Kitab itu ditulis pada zaman apa?
4. Kitab itu ditulis untuk siapa?

Jawaban :

1. Kita sepaham bahwa cerita itu ditulis dalam Kitab Kejadian.

2. Ada 4 versi penulis yang menulis Kitab Kejadian sehingga menjadi bentuknya seperti sekarang ini, yaitu YAHWISTA, ELOHISTA, IMAM dan DEUTERONOMI.

Perbedaan versi YAHWISTA dan ELOHISTA, dapat dengan mudah kita lihat melalui bentuk penulisan Nama Tuhan.
YAHWIS sering menulis nama Tuhan dengan YAHWEH, sedangkan ELOHIS menulisnya dengan ELOHIM.
Dari segi usia penulisan YAHWISTA-lah yang tertua.

Dalam Alkitab terjemahan versi Lembaga Alkitab Indonesia, YAHWEH diterjemahkan TUHAN Allah sedangkan ELOHIM diterjemahkan Allah.
Ini menerangkan mengapa kisah Penciptaan ada dua dalam Kitab Kejadian 1:1-2:3 (ELOHISTA) dan Kejadian 2:4-9 (YAHWISTA).

Penulis ELOHIS menulis kisah ini pada saat Pembuangan Bangsa Israel di negeri Babel, sehingga tulisan-tulisannya dipengaruhi oleh budaya dan agama bangsa Babel.

Dalam penciptaan manusia versi ELOHIS, kelihatannya Allah berunding dengan Roh lain selain Allah ini terlihat Allah mengatakan: “Baiklah Kita menjadikan manusia…” kata “Kita” dalam ayat ini jangan diasumsikan dengan “Trinitas” karena hal ini sangat keliru. Pada masa itu konsep Trinitas belum diketahui dan dimengerti oleh penulis dan para pembacanya.
Lebih tepat kita mengatakan bahwa kata “Kita” dalam ayat itu dipengaruhi oleh kebudayaan Babel pada waktu itu, di mana dalam versi penciptaan manusia menurut budaya Babel, Dewa tertinggi berkonsultasi dengan para Dewa yang menjadi anggota Dewan Para Dewa untuk menciptakan manusia.

Jadi, pada jaman dahulu pun sudah ada kisah penciptaan manusia di luar Kitab Kejadian, yang ceritanya mirip dengan apa yang ditulis oleh penulis ELOHISTA yaitu penciptaan versi Babel.

Makanya dalam kisah yang ditulis ELOHIS terdapat istilah Anak-anak Allah yang didentikkan dengan orang-orang perkasa jaman purba. Cerita ini mirip dengan cerita negeri Babel yaitu Anak-anak Dewa yang kawin dengan Anak-anak manusia.

Kita harusnya mengambil segi rohaninya kisah penciptaan Adam dan Hawa, bukan segi sejarahnya.

3. Seperti yang sudah saya tulis di atas, kitab ini ditulis pada masa Pembuangan Bangsa Israel di negeri Babel untuk menegaskan bahwa Bangsa Israel adalah bangsa pilihan dan berbeda dengan Bangsa Babel di sini ditekankan untuk menjaga kemurnian dan mencegah perkawinan campur yang sangat tidak disukai Allah.

4. Cerita ini bisa dikatakan mitos zaman dahulu, yang ditumukan untuk pembaca dari Suku Israel untuk menegaskan garis keturunan bangsa Israel dan bukan sejarah bangsa Israel.

Dari sini kita dapat mengambil kesimpulan, bahwa Cerita Adam dan Hawa hanyalah mitos belaka. Tetapi dari segi kerohanian cerita ini kaya akan teologis di mana kekuasaan Allah yang agung melebihi segala sesuatu.

Demikian kesimpulan saya, bagi anda yang ingin bertukar pikiran dengan saya, silahkan ke http://mykatolik.wordpress.com

Terima kasih,
Salam Sejahtera.

Smoga ini bisa menjadi pemikiran bagi kita semua ….
Dulu waktu saya sekolah di SD Katolik guru agama mengajarkan kalau Adam pertama diciptakan berada di surga bersama Tuhan, malaikat dan Iblis. kemudian dari tulang rusuk adam dicipta hawa yg kemudian akibat bujuk rayu setan hawa membawa adam kepada pohon terlarang yaitu pohon kuldi. setelah memakan buah kuldi (buah terlarang) Tuhan mengirim Adam ke bumi (dunia fana). disitu adam malu karena telanjang, mungkin dalam arti yang sesungguhnya telanjang secara fisik. timbul pemikiran saya apakah waktu adam di surga adam juga telanjang secara fisik? apakah di surga juga berlaku hukum fisika kimia biologi seperti di dunia maksudnya di surga juga mirip di dunia namun lebih segala-galanya? bagaimana Tuhan mengirim Adam bersama Hawa dari surga ke bumi ? sementara melewati ruang angkasa saja manusia biasa pasti sulit untuk bernafas. apakah surga Adam & Hawa juga fana seperti yang kita pahami selama ini ? kalau surga tidak fana bagaimana transisi Adam dari alam tidak fana (surga) ke alam fana (dunia) secara wujud (tubuh)? ini yg selama ini jadi pemikiran saya …. Memang semua mungkin bagi Tuhan, tapi apakah Tuhan juga suka menggunakan KeMahaanya untuk melakukan apa saja termasuk mengirim Adam dan Hawa dari surga ke bumi sedangkan di awal penciptaan alam semesta ini Tuhan sudah menciptakan hukum dalil dan rumus yang tetap dan masih terjaga sampai saat ini sebagai bukti KeMaha Sempurnaannya ?
Saya termasuk orang yang percaya pada teori Darwin tentang evolusi manusia. masuk akal kalau manusia mengalami proses evolusi tetapi bagi saya tidak masuk akal kalau Adam dan Hawa datang dari surga seperti cerita guru agama saya. Kalau kita perhatikan saat kita masih baby baby bala bala kita semua tidak pernah berfikir macam2, ingin ini ingin itu, stres, kecewa, dan sebagainya. bukankah itu surga?saat dimana kita berada dalam ketenangan, bukankah itu Adam yg diceritakan saat di surga sblm melanggar perintah Tuhan ? lalu hari demi hari kita tumbuh berkembang, orang tua kita memberi tahu ini itu yang belum tentu benar dan masuk akal, kita berbicara jorok, berfikir macam2, takut, kecewa, berkelakuan buruk, menyimpang, berdusta, berbohong, menipu, bukankah itu neraka?

@h2204

jangan suka menjadi orang lain bung. saya tahu ANDA BUKAN SEORANG KATOLIK. Konsep bahwa taman eden itu ada disurga adalah konsep islam. btw, apa pula itu pohon kuldi? and fyi, konsep bahwa Kidung Agung adalah berisi puji2an Salomo ada pada konsep Protestan juga (Pendeta jg berkata seperti ini). anda jgn suka bermain politik adu domba deh.

btw, meskipun saya seorang Protestan, dulu ada sekitar 10 tahun saya sekolah si sekolah Katolik (Frater, Bruder & Suster adalah guru2 agama saya waktu itu). pada saat saya SMA, guru agama saya adalah seorang gembala jemaat Protestan. ketika saya berkata guru2 agama saya dulu, saya sedang berkata: “Suster, Frater dan Bruder”. tambahkan informasi ini sebagai pegangan anda dalam berdebat dengan saya selanjutnya.

Dengan tegas saya simpulkan bahwa ANDA SEORANG MUSLIM. sebagai tantangan dari saya, coba anda tulis dalam tanggapan anda berikutnya kalimat berikut ini:

“Yesus adalah TUHAN, dan muhammad bukanlah utusanNYA.”

Terima kasih & God bless.

@ pasdequoi

Wow, saya terkejut membaca tanggapan Anda. Saya tidak suka menjadi orang lain walaupun terkadang saya iri pada kelebihan orang lain,tp itu wajar kan, wong kita ini manusia biasa. Kebetulan saya membaca forum ini dan ingin sharing pemikiran bukan membangkitkan perdebatan panas dengan Anda ato tmn2 yg lain. Saya bukan seorang Katolik tp saya pernah sekolah di sekolah Katholik (SD &SMP) dan itu bukan suatu masalah bagi saya saat itu dan sekarang. Anda blm kenal dg saya sudah beranggapan saya melakukan fitnah, but it’s OK. Saya blm menyerah utk berdiskusi ttg Tuhan umat manusia yg seharusnya sama. Sebelum saya menanggapi kalimat Anda, saya ingin tau pemikiran Anda ttg Yesus = Tuhan dan kemudian Yesus adalah anak Tuhan. Kalimat kedua Muhammad bukanlah utusanNya, menurut Anda apa hubungan Tuhan dengan Muhammad ? Lalu keterkaitan Yesus = Tuhan dengan Muhammad ?

@h2204

> Saya bukan seorang Katolik tp saya pernah sekolah di sekolah Katholik (SD &SMP) dan itu bukan suatu masalah bagi saya saat itu dan sekarang.

okay.

> Anda blm kenal dg saya sudah beranggapan saya melakukan fitnah, but it’s OK.

saya minta maaf kalau gitu.

> Saya blm menyerah utk berdiskusi ttg Tuhan umat manusia yg seharusnya sama.

Semua orang yg beragama menganggap tuhan mereka itu sama, padahal tidak demikian. masalahnya, masing2 agama tidak memiliki konsep yg sama tentang tuhan itu yg sebenarnya. Anda bisa baca konsep tuhan dalam Hindu itu beda dengan konsep tuhan dalam Buddha, dalam Kristen, dalam Islam, dalam “put your favourite religion here”.

> Sebelum saya menanggapi kalimat Anda, saya ingin tau pemikiran Anda ttg Yesus = Tuhan dan kemudian Yesus adalah anak Tuhan.

saya sudah pernah jelaskan panjang lebar masalah ini sebelumnya. Anda bisa berguru pada teman anda Harizal Prima. Mungkin dia udah lulus dalam poelajaran tentang keTUHANan YESUS. kalau sudah baca komentar saya sebelumnya, mari kita berdebat lagi kiranya masih ada yg belum jelas bagi anda.

> Kalimat kedua Muhammad bukanlah utusanNya, menurut Anda apa hubungan Tuhan dengan Muhammad ? Lalu keterkaitan Yesus = Tuhan dengan Muhammad ?

Well, saya yakin TUHAN kita tidak sama. Soalnya saya berpikir, sepreti kaya YESUS juga, kalau anda mengenal BAPA, tentu anda mengenal YESUS juga. dalam hal ini, agama anda selalu berpikir YESUS itu hanya seorang nabi utusan TUHAN. sedangkan pemikiran kami para Kristiani beda. Mengenai YESUS sendiri pun masih sering islam plesetin dalam qur’an, seperti: “Yesus tidak disalib, yg disalib itu Yudas Iskariot”, “Yesus itu bukan TUHAN”, and so on…

Hal-hal seperti itu menghapus anggapan kalau muhammad & agama anda menghormati YESUS sebagaimana seorang Kristiani menghormati YESUS. Agama anda sering melancarkan fitnah yg menyerang YESUS & hal itu secara pribadi tidak dapat saya terima.

Trus mengenai hubungan TUHAN dan muhammad, karena saya menganggap TUHAN kita tidak sama, sebagai konsekuensinya, saya tidak menganggap muhammad itu utusan TUHAN saya.

God bless.

@pasdequoi
We meet again, mari kita berbincang lagi ….
Kita berdua dan manusia yang lainnya sblm menjadi
manusia yg hidup di muka bumi mengalami proses
reproduksi dan kelahiran terlebih dahulu, untuk semua
manusia prosesnya sama. Membaca tulisan Anda bahwa Tuhan
kita berbeda saya jadi berpikir trus antara saya dengan Anda dan
juga umat manusia yang lainnya Tuhannya berbeda-beda sesuai dengan agama yang dianut? Mengapa proses reproduksi dan kelahirannya sama ?
bahkan menurut umat Nasrani Yesus walaupun tidak mengalami proses reproduksi namun tetap mengalami proses kelahiran.
Ada berapa Tuhan yang exist ? Tuhan untuk umat Nasrani, untuk Muslim, Hindu, Budha beda ?
Indonesia menganut KeTuhanan Yang Maha Esa (Sila I Pancasila), apakah Anda
pernah mengucapkannya ? Pernah mendalami maksud dari sila tersebut ? Sekarang
kalau Anda pernah mengucapkan dan mendalami sila I adakah relevansi konsep Pancasila dengan
konsep Anda bahwa Tuhan kita berbeda ? Apakah ada yang salah dengan sila I ?
kalau ada yg salah mengapa dijadikan dasar negara Indonesia ? pendiri negara ini cendekiawan dari
berbagai suku ras dan golongan juga agama lho Bung…,menurut Anda Tuhan Daud kemudian Tuhan Musa dan
Tuhan Ibrahim berbeda juga ? Tuhannya Muhammad berbeda juga ?
Pada bagian akhir tulisan Anda mengatakan Muhammad bukan utusan Tuhan Anda (Yesus), menurut saya itu 100% benar.
Mengapa? Lha wong Muhammad itu utusan Allah bukan utusan Yesus. lalu siapakah Allah dan siapakah Bapa ? Tuhan yang berbeda ?
Topik pada forum ini adalah Adam, kalau semua manusia berasal dari Adam dan Hawa
menurut Anda Tuhan kita sekarang ini juga berbeda ?…menurut saya Tuhan kita sama namun perbedaannya adalah
pada cara kita memandang Tuhan kita (Tuhan memandang manusia dengan cara yang sama dan pasti menghendaki manusia
memandang-Nya dengan cara yang sama pula)

@h2204

> Membaca tulisan Anda bahwa Tuhan
> kita berbeda saya jadi berpikir trus antara saya dengan Anda dan
> juga umat manusia yang lainnya Tuhannya berbeda-beda sesuai > dengan agama yang dianut? Mengapa proses reproduksi dan kelahirannya sama ?
> bahkan menurut umat Nasrani Yesus walaupun tidak mengalami proses reproduksi namun tetap mengalami proses kelahiran.

pertanyaan anda ngaco. saya katakan, setiap agama memiliki konsep yg berbeda tentang tuhan itu. saya tidak mengatakan dan memperdebatkan: “karena saya mengaku YESUS sebagai TUHAN (trinitas) maka saya “beda asal” atau “beda penciptaan” dengan anda.”

Yang menjadi pemikiran saya adalah biarpun kita manusia yg sama, antara pemeluk agama yg satu dengan yang lain “beda konsep” siapa/apa & bagaimana pencipta mereka yg sebenarnya.

> Ada berapa Tuhan yang exist ?

Hanya ada satu yang benar2 TUHAN. sisanya adalah buatan manusia. tak peduli apakah agama anda (islam) mengaku kalau anda menyembah satu tuhan. seperti Alkitab katakan:


Yakobus 2
2:19 Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Allah saja? Itu baik! Tetapi setan-setanpun juga percaya akan hal itu dan mereka gemetar.

Bukan karena konsep islam mengatakan mereka hanya menyembah 1 tuhan (tauhid), bukan berarti mereka (muslim) menyembah TUHAN yang sama dengan TUHAN saya (atau kasarnya TUHAN yang sebenarnya).

Yang menarik, seperti “allah”, misalnya, dulunya merupakan salah satu dari ratusan dewa pagan arab jahilliyah. dan perlu kita ketahui, allah ini memiliki putra dan putri seperti: al-ʻUzzá, Manāt and al-Lāt. Apakah anda tahu, ini adalah salah satu ayat2 setan yg pernah dikatakan muhammad tapi kemudian direvisi karena menurut muhammad, awloh sedang menguji iman para muslim saat itu? menurut saya alasan muhammad ini bullshit.

> Indonesia menganut KeTuhanan Yang Maha Esa (Sila I Pancasila), apakah Anda pernah mengucapkannya ? Pernah mendalami maksud dari sila tersebut ?

Kalau anda jeli, anda tahu kalimat tersebut hanya merupakan sebuah abstraksi tentang tuhan yg esa (tunggal). Kristen juga menganggap TUHAN mereka itu satu sebagaimana islam menganggap awloh mereka itu satu. Dan dalam padanannya dengan bahasa indonesia, “tuhan” merupakan sang pencipta.

Tidak ada dikatakan TUHAN YANG ESA yg bagaimana yg harus disembah bukan? apakah anda merasa terbebani untuk menyembah “tuhan yg esa” versi konsep agama tertentu? saya kira tidak.

Apakah anda merasa kalimat itu berbunyi: “KetUHANan Yang Maha Esa, yaitu tuhannya agama ini”? Sepanjang masing-masing agama menganggap tuhan mereka itu ESA, tidak bakalan ada ditemukan kontradiksi dan keberatan dengan kalimat (sila) ini. saya kira anda cukup cerdas mengerti argumen saya ini.

> Sekarang kalau Anda pernah mengucapkan dan mendalami sila I adakah relevansi konsep Pancasila dengan konsep Anda bahwa Tuhan kita berbeda ? Apakah ada yang salah dengan sila I ?

kalau anda cerdas, anda sendiri bisa menjawab pertanyaan ini bermodal jawaban saya di point sebelumnya. Tidak ada yang salah, selama anda tidak beranggapan kalau kami Kristiani bertuhan 3. btw, saya baru tahu ada pandangan umat islam yg menganggap Kristiani bertuhan Maria ibu Yesus. mereka ini lah orang yg sok tahu & cenderung untuk melakukan fitnah itu.

> kalau ada yg salah mengapa dijadikan dasar negara Indonesia ?

saya tidak pernah berkata sila I itu salah bung. jangan ngarang.

> pendiri negara ini cendekiawan dari berbagai suku ras dan golongan juga agama lho Bung…,

saya tahu itu.

> menurut Anda Tuhan Daud kemudian Tuhan Musa dan Tuhan Ibrahim berbeda juga ? Tuhannya Muhammad berbeda juga ?

Tuhan Daud, Tuhan Musa & Tuhan Abraham itu sama, yaitu YAHWE. tuhannya muhammad itu beda. Mengapa? Karena berpatokan pada tuhannya ismael. ismael (bapak bangsa arab) dan hagar (ibunya, gundik Abraham) setelah diusir oleh Abraham, tidak terikat pada tuhannya Abraham lagi. Makanya kita tahu, pada arab masa sebelum muhammad itu, ada ratusan lebih dewa2 sesembahan bani arab. allah adalah satu dari ratusan lebih dewa sesembahan itu yg dijadikan muhammad sebagai tuhannya. Bangsa Israel sendiri juga kita ketahui pada masa2 PL sering terjerumus dalam penyembahan berhala sebelum akhirnya tetap kembali pada YAHWE.

> Pada bagian akhir tulisan Anda mengatakan Muhammad bukan utusan Tuhan Anda (Yesus), menurut saya itu 100% benar.

Saya kira anda perlu baca lagi konsep trinitas yg pernah saya sebutkan jauh-jauh hari. ya, saya tidak percaya muhammad itu utusan TUHAN saya.

> Mengapa? Lha wong Muhammad itu utusan Allah bukan utusan Yesus. lalu siapakah Allah dan siapakah Bapa ? Tuhan yang berbeda ?

Saya tidak peduli akan iman & anggapan anda yg percaya kalau muhammad itu utusan awloh anda. YESUS itu adalah anak dalam trinitas (ah, baca dulu lah bung. jangan suka mutar2). BAPA itu adalah YAHWE. Tuhan yg berbeda dengan awloh anda.

> Topik pada forum ini adalah Adam, kalau semua manusia berasal dari Adam dan Hawa
> menurut Anda Tuhan kita sekarang ini juga berbeda ?…menurut saya Tuhan kita sama namun perbedaannya adalah
> pada cara kita memandang Tuhan kita (Tuhan memandang manusia dengan cara yang sama dan pasti menghendaki manusia memandang-Nya dengan cara yang sama pula)

Ya, kalau menilik penciptaan, kita sama2 berasal dari adam dan hawa. Saya percaya kita dari Sang Pencipta yang sama. Tapi yang membedakan kita adalah, konsep TUHAN itu sendiri. Perbedaan konsep melahirkan perbedaan pandangan and so on. Jadi kesimpulannya, TUHAN saya bukanlah tuhan seperti apa yang anda sembah dan apa yang anda anggap selama ini.

God bless.

@pakdequoi

eh

@pasdequoi

Silahkan gunakan konsep Anda untuk menyembah Sang Pencipta …..

saya ingin sedikit memberikan wawasan baru tentang history Adam yang termaktub dalam kitab-kitab Allah, sepertinya kita terjebak pada paradigma, siapakah manusia pertama dimuka bumi ini?
apa yang telah kita dapatkan dari diskusi yang panjang untuk manusia pertama ini?
mari kita lihat sama-sama dari dimensi lain, yang akan dapat menambah keimanan kita kepada kitab-kitab Allah.
dikisahkannya sebuah perjalanan Adam merupakan amsal atau perumpamaan yang diberikan Allah, didalam mewujudkan kehendak Nya untuk membentuk manusia yang sesuai dengan gambaran Nya.
dalam cerita Adam ada cerita yang tersirat sehingga harus dijadikan pelajaran bagi kita semua didalam menjalankan hidup dan kehidupan ini.
kisah Adam kalau didalam Al-Kitab Perjanjian lama(Kejadian), diawali dengan kejadian penciptaan alam semesta, apa makna yang tersirat dalam penciptaan alam semesta ini? ini bukan hanya menceritakan tentang bagaimana bumi dan langit ini diciptakan, karena ini adalah firman Allah, bukan perkataan seorang profesor astronomi, geologi dsb. ini merupakan pengkabaran, nubuatan, warta yang berlaku baik itu kemarin, hari ini maupun yang akan datang.
penciptaan alam semesta dari hari pertama sampai hari keenam dan yang ketujuh Allah istirahat dalam penciptaan, merupakan sebuah perjalanan, periodesasi dalam mewujudkan terbentuknya kerajaan Allah

aduh sampai sini dl

…nanti tak lanjut…

”dengarlah hukum yg pertama : sembahlah Dia, Allah kita itu Esa ”
”aku akan kembali pada Allah mu dan Allah ku, Bapamu dan Bapaku ”

Tinggalkan Balasan

Anda harus masuk log untuk mengirim sebuah komentar.

Stat

a

Blog Stats

  • 165,111 hits