Agamaku Kesaksianku

Benarkah Adam Manusia Pertama?

Posted by: agamaku on: Juni 29, 2006

Bagaimana pandangan ilmuwan terhadap Adam? Seperti kita tahu, di Kitab Suci disebutkan bahwa Adam adalah manusia pertama yang diciptakan oleh Allah. Tetapi rupanya banyak sekali ilmuwan yang menyanggahnya dengan berbagai bukti yang mereka duga sebagai dasar proses penciptaan alam semesta. Demikian pula dengan Teori Darwin yang menganggap bahwa manusia itu merupakan evolusi dari sejenis kera. Bagaimana menanggapi hal ini?

Kebetulah aku sudah menulis sedikit tentang topik ini di: Benarkah Adam Manusia Pertama? Di sana dibahas tentang upaya para ilmuwan untuk menjelaskan proses penciptaan alam semesta (termasuk manusia). Dan penjelasan dari para ilmuwan ini sangat berseberangan dengan apa yang telah ditulis di Kitab Suci.

Ada pula seseorang yang berusaha mengkompromikan antara teori para ilmuwan dengan Kitab Suci. Kompromi ini berusaha menyatukan proses penciptaan alam semesta dengan proses penciptaan yang dari Allah dengan interpretasi pribadi. Tetapi bagaimana pun juga, aku menemukan banyak kejanggalan dengan teori kompromi ini.

Akhirnya sekali lagi Kitab Suci lah yang seharusnya menjadi panutan. Kita tidak perlu lagi bimbang dengan kebenaran Kitab Suci. Berikut adalah keberatan-keberatan yang dapat dijawab oleh Kitab Suci:

  • Pernikahan sedarah/sekandung.
  • Jika Adam adalah manusia pertama bersama dengan Hawa, maka seharusnya ada pernikahan sedarah sehingga manusia menjadi bangsa yang besar. Benar! Pada awalnya manusia itu secitra dengan Allah. Manusia generasi pertama masih memiliki kesempurnaan sebagai manusia sehingga tidak ada penyakit atau pun masalah kesehatan. Jadi mereka masih dapat melakukan perkawinan sedarah/sekandung tanpa ada kerusakan genetis yang besar.

  • Hukum di Kitab Suci yang melarang perkawinan sedarah/sekandung.
  • Yap, pada jaman Musa dikeluarkan hukum yang melarang perkawinan sedarah/sekandung. Pada dasarnya karena manusia (Adam) telah berdosa sehingga manusia kehilangan kemuliaan dan juga karena telah dikutuk oleh Allah, maka melekatlah “dosa asal” ini pada manusia. Kutukan Allah ini bahkan sampai ke tingkat genetis manusia. Secara perlahan manusia rusak gen-nya masa demi masa. Tidak heran jika dewasa ini semakin banyak penyakit yang mendera manusia. Tidak terbilang penyakit baru yang timbul. Kerusakan secara genetis ini semakin diperparah dengan adanya perkawinan sedarah/sekandung.

    Masalah genetis ini ternyata telah timbul pada masa-masa awal sehingga perlu bagi Musa untuk menerapkan hukum ini sehingga kerusakan genetis tidak menjadi parah dan meluas. Jadi tidak ada yang bertentangan antara perilaku perkawinan sedarah yang dilakukan oleh manusia mula-mula dengan larangan pernikahan sedarah pada generasi selanjutnya.

  • Usia Bumi.
  • Ini juga menjadi masalah dengan banyaknya teori para ilmuwan yang menyatakan bahwa bumi ini telah berusia 4,5 milyar tahun. Ini tentu bertentangan dengan usia perkiraan bumi dari proses penciptaan dari Kitab Suci yang berkisar hanya beberapa ribu tahun saja (kurang lebih 6.000 tahun). Sedangkan para ilmuwan mendasarkan pendapatnya pada pengukuran material dalam bumi. Para ilmuwan sangat teguh berpendapat tentang usia bumi ini terutama dengan metode pengukuran usia dengan radio aktif atau karbon.

    Tetapi walau pun pengukuran dengan radio aktif atau pun dengan karbon menunjukkan angka milyaran tahun, sebenarnya kita tidak bisa yakin 100% bahwa bahan/material yang kita ukur benar-benar telah berumur milyaran tahun. Kita hanya tahu bahwa alat ukur menunjukkan usianya milyaran tahun. Kenyataannya proses penuaan sesuatu dapat berlangsung dengan lebih cepat dengan adanya tekanan yang tinggi atau pun pada panas yang sangat tinggi.

    Ilmuwan beranggapan bahwa berlian adalah proses tekanan yang sangat tinggi yang terjadi pada karbon yang berlangsung selama ribuan tahun. Tetapi tahukah Anda bahwa proses itu mungkin tidak berlangsung selama ribuan tahun? Mungkin hanya 1 hari saja! Proses tekanan yang tinggi dan suhu yang sangat tinggi dapat mempercepat proses kristalisasi. Misalnya saja pada kristalisasi pasir menjadi kaca yang dapat kita lakukan dalam beberapa jam dengan suhu dan tekanan yang tinggi.

    Proses yang melibatkan suhu dan tekanan sangat tinggi ini pernah beberapa kali terjadi di bumi dan sudah tertulis dalam Kitab Suci dengan adanya hujan meteor di bumi kita ini (seperti peristiwa Sodom & Gomorah). Hujan meteor ini dapat menciptakan kondisi tekanan yang sangat kuat dan panas yang sangat tinggi sehingga dapat mempercepat proses penuaan secara sekejap. Sedangkan kita menganggapnya terjadi ribuan tahun.

Itulah sekedar gambaran tentang pertentangan teori ilmiah yang dapat dijawab oleh Kitab Suci. Penjelasan lebih lanjut dapat ditemukan di tulisanku sebelumnya. Ada pendapat lain?

97 Tanggapan ke "Benarkah Adam Manusia Pertama?"

Frens, membaca banyak komens diatas, banyak menimbulkan perenungan dan visi berpikir semakin luas, yang dapat dirasakan dari opini-opini yang masuk membuat pembaca lebih mengerti banyaknya manusia, khususnya kita-kita yang terlibat dalam hal ini, semakin menjawab ketidakpastian dalam penciptaan ini
Apakah kita masih mencoba dengan merujuk acuan dari mitologi, teologi, ilmiah, maupun kimiawi menjawab kebenaran Manusia pertama itu adalah Adam?
Frens, yang dapat mengetahui segala kebenarannya bukan masalah penciptaan tsb tetapi apakah kita dapat mengerem kekuatan kita yang berlebihan yang bisa saja mengakibatkan kerugian pada yang lain, baik moril, ataupun materiil?!
Semakin diperdebatkan, konsep penciptaan manusia pertama, semakin kita jauh dari kemuliaanNya, apakah itu tolak ukur bagi kita untuk memperdebatkan sebuah paparan yang membuka perenungan akan pentingnya diri kita masing-masing sebagai insan, baik pribadi maupun bermasyarakat, serta berbudi kasih, dan pekerti
p/misi ya……
Peace Men

Damai dihati damai dibumi

Saya pernah membaca tentang kehidupan Agustinus. Suatu hari ketika ia berjalan menyusuri pantai, ia melihat seorang anak kecil yang menggali pasir membuat cekungan.
Ia berjalan menghampiri anak itu dan bertanya kepada dia tentang apa yang sedang ia lakukan, anak itu menjawab “Tuan saya sedang membuat kolam.” Kata Agustinus “mengapa kamu lakukan itu?” anak kecil itu menjawab: “Saya akan mengosongkan laut dengan mengalirkan airnya ke kolam saya ini.” Agustinus adalah seorang pemikir besar. Dia adalah seorang bapa gereja Latin yang sangat terkenal. Setelah percakapannya dengan anak kecil itu, ia melanjutkan perjalanannya dan berpikir, “Jadi anak itu berpikir bahwa ia akan mengosongkan air laut dan mengalirkannya ke dalam kolamnya yang kecil yang telah ia buat dengan menggali pasir itu. Kadang-kadang kita menjadi seperti anak kecil ini, kita kadang ingin memahami Allah yang tidak terbatas dengan pikiran kita yang sangat-sangat terbatas.”

Saya dapat memastikan bahwa ini tidak mungkin ya … kita tidak mungkin dapat memahami dan menjelaskan misteri ini. Kita bahkan tidak dapat memahami atau menjelaskan tentang pekerjaan-pekerjaan Allah. Darimana matahari itu berasal? Siapa yang membuatnya? Bagaimana kita berada di sini? Siapa yang menjadikan kita? Bagaiman kita dijadikan? Kita bahkan tidak dapat memahami tentang fenomena yang Allah kerjakan di sekitar kita. Bagaimana bunga mengeluarkan kuncupnya dan kemudian mekar dan nampak begitu indah. Jika kita tidak dapat memahami apa yang terjadi di sekitar kita yang merupakan pekerjaan Allah, bagaimana mungkin kita dapat memahami misteri agung tentang Allah itu sendiri …Trims Mas Eddy

Kembali ke topic
“Tidakkah kamu baca, bahwa Ia yang menciptakan manusia sejak semula menjadikan mereka laki-laki dan perempuan? Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia” (Matius 19:4-6).
Di sini Tuhan Yesus Kristus mengacu kepada Kejadian 1:27, “laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka,” dan mengutip Kejadian 2:24,

Nah …..
KRISTUS MEMBUKTIKAN KEOTENTIKAN KITAB KEJADIAN

Sekarang, mungkin kita bertanya, “Bagaimana Musa mengetahui apa yang harus dituliskan?”

“Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri, sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah” (II Petrus 1:20-21).

Orang-orang yang menulis Kitab Suci Perjanjian Lama, termasuk Musa ketika ia menulis Kitab Kejadian, “oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara.” Pikiran mereka dikendalikan oleh Roh Kudus untuk menuliskan Kitab Suci.

“Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran” (II Timotius 3:16).

Jadi … begitulah manusia diciptakan, Adam adalah manusia pertama yang diciptakan Allah dan Adam bukan Nabi … ya … hanya seorang manusia seperti kita.

Tapi … Mas Dewo amerika dah nginjek nginjek bulan, tapi koq sebagian dari kita malah masih riiiiiiiebuuut soal ngintip bulan yah ……… nggak nyambung kaheleeeeeeeeee

orang mencari perbedaan itu sudah biasa…..
tetapi mencari persamaan adalah luar biasa…

karena semua berjalan menuju-NYA….

Damai di hati….damai Di Bumi….

Salam,

Menyatukan kitab suci dengan sains, khususnya tentang manusia pertama, parameter “kemanusiaan”nya harus disamakan dulu. Kalau tidak, maka yang terjadi hanya polemik berkepanjangan.

Kalau manusia purba dianggap sebagai manusia sebagaimana kita-kita ini, jelas Adam bukan manusia pertama. Dalam hal ini kitab suci dan sains sama sekali tidak bertentangan.

Tapi kalau manusia purba dianggap bukan sebagai manusia, maka sains tidak akan bisa membuktikan siapa manusia pertama. Dalam hal ini kitab suci dan sains tidak bisa dikatakan bertentangan, karena kitab suci memandang manusia dari sudut ruhaninya, sedang sains hanya bisa memandang manusia dari sudut fisiknya saja.

Salam……

[...] Terkait: – Benarkah Adam Manusia Pertama? (2) – Apa dan Siapakah Manusia [...]

Dear all,

satu aja pertanyaan saya,

Jika manusia pertama adalah Adam, maka bukankah seharusnya semua manusia di dunia yg ada sekarang ini memiliki perawakan dan bentuk fisik yang serupa dengan beliau, yang dilukiskan sebagai makhluk yg sempurna dan bentuk fisik yg sangat indah.Kenapa? Jelas karena waktu itu yg ada hanya Adam, Hawa, dan anak2nya yang diceritakan mengalami pernikahan sedarah, dengan pembenaran bahwa saat itu keturunan mereka masih murni. Lalu bagaimana dengan manusia yang berada di pedalaman?Di afrika selatan? Di papua? Kenapa mereka tidak mewariskan bentuk fisik dari Adam yang digambarkan di kitab2 suci?Pengaruh lingkungan dan gen kah? Jika itu jawaban Anda, maka secara tidak langsung Anda menganut faham evolusi juga, bahwa bentuk fisik mengikuti jaman dan lingkungan?Ataukah bentuk fisik Adam seperti manusia2 pedalaman itu?Lalu bagaimana dengan bangsa eropa yang tinggi2 dan putih2?

Mohon penjelasannya..Dan mohon tidak dengan emosi menanggapinya, hehehehe…

FYI, buat saya yg bodoh ini, Adam bukanlah manusia pertama di bumi, melainkan KHALIFAH pertama di bumi yang mengajarkan tentang peri kehidupan dan konsep ke-TUHAN-an.

Terima kasih!!

Nabi Adam adalah setinggi 87 kaki (60 CUBITS) RAKSASA ! – Hadith Sahih Bukhari IV,no.543.

Dewo,

Ternyata Halaman *Tuhan kita memang beda* telah diproteksi oleh Dewo. Saya telah berkali kali memasukkan kata sandi tapi tetap tidak bisa terbuka yang berarti juga saya tidak dapat mengirim komentar disana. Ini adalah kali kedua Dewo berbuat yang serupa. Pertama pada *Yesus nabi terakhir* yang sama sekali ditutup, padahal disitu terdapat diskusi mengenai kisah Ibrahim, Ismail dan Ishak yang selama ini menjadi polemik bagi umat Islam dan Kristen. Saya tidak tahu alasan Dewo melakukan sesuatu yang khusus pada kedua halaman tersebut.

@ Dear Dorapan,

Diskusi “Yesus Nabi Terakhir” memang ditutup setelah terbit “Ternyata Tuhan Kita Memang Berbeda.” Tetapi rupanya diskusi di “Ternyata Tuhan Kita Memang Berbeda” banyak membawa perdebatan negatif dan tidak sehat sehingga perlu saya tutup.

Perdebatan mengenai kisah “Ibrahim, Ismael dan Ishak” memang membawa perdebatan tidak berkesudahan karena sumber kita berbeda. Toh, saya sudah menuliskan jawaban di sana.

Mohon maaf jika penutupan ini membuat ketidaknyamanan bagi para pembaca. Dan mohon maaf jika artikel dan komentar saya membuat pembaca tersinggung dan marah. Saya menyadari bahwa tidak semua tulisan bisa diterima dengan baik oleh pembacanya.

Salam.

@dorapan

seingat saya, kronologi beberapa comment terakhir secara garis besar adalah seperti ini (maaf kalau ada yang salah, mohon dikoreksi)

1. Saudara @jesusmanusia mengirim komentar:

isinya kurang lebih Ia mengatakan bahwa Ia tidak dapat percaya 100% pada injil, meskipun juga tidak 100% tidak percaya, karena dengan masa rentang yang lumayan jauh antara masa karya Yesus dan penulisan Injil markus saja sudah cukup jauh, sekitar 20 tahun

2. Kemudian saudara @dewo menulis beberapa comment untuk menanggapi tulisan – tulisan lain disini, yang kurang lebih:

- menyarankan saudara @jesusmanusia untuk membaca alkitab, dan merekomendasikan injil sebagai bacaan yang inspiratif(kalau tidak salah begitu deh Ia menyebutnya)
- menanyakan pada saudara @nitt apakah Ia mengerti cara mengasihi Tuhan
- menegaskan pada saudara @nitt bahwa Ia telah memperkuat konklusi atas kesimpulan yang diambilnya dari sumber – sumber external yang dikutipnya

(maaf, saya lupa sisanya -_-”)

3. selanjutnya saudara @nitt menulis beberapa comment untuk menjawab saudara @dewo, antara lain isinya:

- menanyakan dan menyarankan bagi saudara @dewo untuk bertanya dengan benar pada seorang rekannya yang mungkin mengerti muslim
- menjelaskan mengenai pernyataannya yang diaanggap saudara @dewo memperkuat kesimpulannya
- meminta maaf pada saudara @pyoak karena membuat post yang seolah ditujukan padanya padahal seharusnya untuk semua

4. post terakhir dari @constantine21, menuliskan beberapa pertanyaan kepada mas @dewo:

- apakah beliau memang mengerti sumber external yang diberikan atau sekedar meletakkan link tanpa membacanya dulu
- apakah beliau memang berpikir bahwa Islam memang seperti yang digambarkan di sumber external tersebut
- apakah beliau sudah membaca sumber – sumber external yang berpandangan lain seperti yang diberikan @nitt
- apakah beliau sudah membaca Quran

5. case closed, mas @dewo menutup artikel tersebut :)

yah, begitulah seingat saya bung, sebetulnya kembali ke mas @dewo mungkin yang lebih berhak menjawab mengapa Ia melakukan hal itu :)

Salam.

@dewo

Dewo :

“Tetapi rupanya diskusi di “Ternyata Tuhan Kita Memang Berbeda” banyak membawa perdebatan negatif dan tidak sehat sehingga perlu saya tutup.”

————————————————————-

Hmm.. perdebatan yang “negatif dan tidak sehat” ya?

“sayang ya people yang ke forum ini ngga bisa melihat Negatif Dan Tidak Sehat yang seperti apa disana sebenarnya..”

Sayang people ngga bisa tau, seperti apa diskusi (saya prefer istilah diskusi dibanding debat) seperti apa disana sebenarnya..argumen2 dari masing2 pihak disana..dan tanggapan2 yang ada disana..dan menilai sendiri mana argumen yg kuat dan mana argumen yg lemah.

Yang mana argumen yang Negatif Dan Tidak Sehat. Dan (kalo buat mau tau aja) “siapa” yang posting seperti itu. =)

Sayang ya people ngga bisa mengetahui apa yang dimaksudkan oleh sdr. Dewo dengan mengatakan “Ternyata Tuhan Kita Memang Berbeda” disana.

Yah, tapi itulah.

Salam. =)

PS: kok banyak argumen2 dr saya tidak ada tanggapan dari Dewo ya?

misalnya :

“Dewo menanyakan kalo benar Islam menghormati Yesus (seperti postingan salahsatu muslim disitu), mau ngga mengganti nama Isa di Qur’an dengan Yesus? dan saya menanggapi dgn pertanyaan apakah muslim di Amerika, Inggris, Prancis dll menyebut nama Isa dengan Isa juga sama dengan di Indonesia atau dengan nama yang lain?”

dan juga pertanyaan :

“Apakah Dewo mempunyai teman2 Muslim yang baik dan pintar dalam pergaulannya sehari2? karena saya katakan bahwa saya punya dan itu membuat saya tidak antipati kepada Kristiani, jadi saya sarankan agar Dewo juga mencoba melakukan hal yg sama”.

dan juga..

“Tujuan dan arti sholat bagi muslim”

“Bahwa tanggapan Dewo untuk salahsatu (yg terdiri dr beberapa poin) argumen saya mirip dengan posting2 di situs faithfreedom (bagi yg belum tau situs itu, silahkan menilai seperti apa situs itu di http://www.indonesia.faithfreedom.org.

Sayang ngga dijawab semua (But can I take that as a No than bro?) =)

Sayang people ngga bisa tau postingan2 yang ada disana.

Sayang people ngga bisa tau “Negatif dan Tidak Sehat” yang seperti apa sebenarnya yang dimaksudkan oleh sdr. Dewo.

Salam. =)

@dewo

“Mohon maaf jika penutupan ini membuat ketidaknyamanan bagi para pembaca. Dan mohon maaf jika artikel dan komentar saya membuat pembaca tersinggung dan marah. Saya menyadari bahwa tidak semua tulisan bisa diterima dengan baik oleh pembacanya.”

————————————————————–

–>

Sekali lagi :

“sayang people tidak dapat menilai sendiri, seperti apa argumen2 disana. Dan siapa peserta diskusi (saya tidak katakan pihak, karena ngga semua, sepertinya cuman satu orang deh) yang postingannya terkesan bahwa ia terusik (marah?) sehingga dapat menuliskan postingan (saya ngga katakan argumen) yang sedikit -maaf- tidak intelek seperi postingan2 di salahstu situs lain.”

Sayang people ngga bisa tau “Negatif dan Tidak Sehat” yang seperti apa sebenarnya yang dimaksudkan oleh sdr. Dewo.

Sehingga ia menutup topik itu untuk umum.

Sehingga people ngga bisa tau dan menilai.

Salam. =)

@contantine

Hehe..daya ingat kamu oke juga kayanya tuh..kalo ujian dapet nilai bagus terus ya?? =)

Hmm, kayanya kurang lebih memang seperti itu postingan2 akhir topik itu ya.. =) tau deh, saya rada lemah nih kalo soal hapal menghapal, hehe =)

Salam. =)

@dewo

Menanggapi postingan dewo kepada @dorapan yaitu :

“Perdebatan mengenai kisah “Ibrahim, Ismael dan Ishak” memang membawa perdebatan tidak berkesudahan karena sumber kita berbeda. Toh, saya sudah menuliskan jawaban di sana.”

————————————————————————————–

Again with istilah “perdebatan”. Bukannya “diskusi” ya? =) ..

Anyway..

Menanggapi tanggapan Dewo ke Dorapan diatas :

“Sayang people ngga bisa menilai sendiri, argumen mana yang lebih kuat”.

Salam. =)

@Dewo

Ok. Sepertinya saya untuk beberapa lama akan tidak aktif di blog ini, karena harus melakukan perjalanan dinas yang cukup menyita waktu.

Untuk itu incase saya lupa nanti, saya hendak mengucapkan terimakasih dan meminta maaf kepada semua perserta diskusi di forum ini bila ada kata2 saya yang menyinggung, mungkin erutama kepada sdr. Jelasenggak (temen diskusi saya sedari Youtube) dan Mas Dewo (blog owner). =)

No hard feeling ya guys, kita semua temenan kan?? =), jadi nanti suatu ketika bila kita bertemu di jalan, semoga kita dapat saling menyapa dan menjalin silaturahmi. =)

Makasih Mas Dewo, salam buat keluarga (kalo udah berkeluarga) semoga selalu dalam lindungan dan bimbinganNya. Amin. =)

Makasih semuanya.. =)

Salam. =)

bye guys. =)

((Nittenichiryu signing out)) .

Dewo yang terkasih,

Seperti juga Nitt yang tidak mengerti apa yang anda katakan dengan *perdebatan yang yang negatif dan tidak sehat* saya juga jadi seperti orang bingung dengan statement tsb.

Negatifnya dimana dan tidak sehatnya dimana.

Selama diskusi mengenai Ibrahim, Ismail dan Ishak saya mengambil sumber yang berasal dari Al Kitab.

Begitu juga mengenai *Tuhan kita memang berbeda*. Sumber ayat ayatnya saya ambil dari PL dan PB.

Terima kasih.

@nitt

udah, lo pergi ya pergi aja sono… tapi ntar balik dinas bawa oleh – oleh ya… hehehe…. :D

anyway, jaman masih kuliah juga ujian gw gitu – gitu aja tuh, hahaha… :D

~peace =)

@dewo

so, gmana mas konklusinya? mau bikin thread buat diskusi baru lagi? atau mau coba lanjutin diskusi lama tapi dengan pemikiran dan arah baru?

anyway, saya sih sebetulnya suka banget sama topik terakhir kalau mas @dewo emang niat bikin diskusi, menurut saya adanya topik tersebut memberi warna baru bagi diskusi kita karena akan terjadi arah topik diskusi yang berbeda dilihat dari sisi penanya dan penjawabnya dan menurut saya justru akan memberi warna diskusi di blog ini dan lebih memberikan wawasan secara positif…

namun, yah tetap saja menurut saya pemikiran para peserta diskusi yang terbuka dan bertanggung jawab memang suatu hal yang sangat indah dalam suatu diskusi, bukan begitu, bukan? ;)

Salam.

@Muslim dan Kristian

Setiap manusia yang hidup dimuka bumi ini, ia tetap bergelar seorang “Pelajar”, termasuk para Nabi.

Para Nabi juga “Tidak Sempurna”, namun Allah swt “Menyempurnakan” setiap langkah dan ilmu yang di wahyukan kepada mereka “Para Nabi dan Rasul”.

Yang sempurna hanyalah Allah swt Tuhan Yang Maha Pemurah, Lagi Maha Pengasih, Maha Penyayang, Maha Esa.

Saya hairan “pendekatan dakwah dalam Blog ni, baik yang Muslim mahupun Kristian, tidak mempunyai sumber dan kebanyakan membuka lembaran Al-Kitab secara “Personal”.

Berbeza dengan para Ilmuan, bila saya membaca buku-buku seperti Harun Yahya, beliau mempunyai catatan kaki sehingga 200 sumber rujukan dari pelbagai buku dan Ilmuan-Ilmuan terkenal.

Begitu juga dengan Dr.Danial, saya tidak pernah mendengar beliau mengucapkan di dalam bukunya secara peribadinya sendiri melainkan menyediakan satu sumber rujukan, di muka surat terakhir setiap bukunya.

Bagi umat Kristian juga baik untuk umat Islam, saudara kena fahami kalimat

“Seorang murid tidak lebih dari Gurunya” saya yakin saudara sekalian akan faham.

Khusus kepada yang muslim, Tuan Guru Syeikh Ahmed Deedat, sekalipun seorang Guru Genius, namun di dalam bukunya “The Choice” beliau menyebut sumber rujukannya.

Nabi Muhammad saw, jika dia tidak mengetahui sesuatu perkara, dia (Rasulullah saw) merujuk kepada Allah swt.

Saudara kena memegang konsep bahawa saudara “hanyalah umat biasa dalam Islam” dan pengetahuan saudara juga terbatas.

KESIMPULAN :

Inilah di antara petunjuk yang saya ikuti supaya saya tidak membangga diri dengan ilmu yang saya kuasai.

Saya tidak sekali-kali mengeluarkan pernyataan tanpa sebarang rujukan, kerana “Au adlah Manusia, dan selai aku bergelar manusia di muka bumi ini, maka aku tetap seorang pelajar sehingga ke akhir hayat ku”

Semoga bermanfaat, ikutilah doa nabi Muhammad saw selaku ikon kepada seluruh umat manusia:-

“Jauhkanlah aku ya Allah dari ilmu yang tidak bermanfaat dan nafsu yang tidak pernah kenyang”

Salam

@ Dear All,

Sekedar menjelaskan apa yang terjadi dan mengapa saya menutup diskusi kita di artikel “Ternyata Tuhan Kita Memang Berbeda”, yaitu bahwa saya telah dituduh melakukan serangan terhadap agama Islam. Padahal sebenarnya itu tidak benar. Memang dalam beberapa komentar saya terdengar (terbaca) sangat keras, tetapi sebenarnya saya menanggapi komentar dari para komentator. Dan komentar saya dikutip secara sepotong-potong tanpa memperhatikan konteks diskusi yang runut sehingga kesannya saya menyerang agama Islam.

Nah, dari pada opini publik terhadap saya (dan Kristiani) semakin buruk, lebih baik saya tutup diskusi tersebut. Mohon maaf jika para pembaca dan komentator yang selama ini telah berdiskusi merasa terputuskan diskusinya. Dan saya juga mohon maaf jika Anda semua tersinggung atau pun marah karena artikel dan komentar saya.

GBU

Damai dihati Damai dibumi

Mas Dewo, sebenarnya topik “Teryata Tuhan Kita Memang Berbeda” sangat unik dan sangat menarik untuk dibahas dan di diskusikan karna saya melihat ada kedalaman iman disana.

Memang kesannya seh mempertanyakan keberadaan Tuhan, tapi klo itu berhubungan dengan pendalaman iman kristiani ya …. saya pikir itu syah syah aja koq. lah wong Blog ini setahu saya kan memang membahas tentang semua yang ada menurut cara pandang orang Kristen.

Ketika orang boleh bilang tentang Tuhan tidak diperanakan, kenapa ketika kita menyimpulkan “Teryata Tuhan Kita memang beda” harus diributin.

Soal iman kristen rujukannya ya … Kitab Suci, Alkitab bukan buku sain atau cerita 1001 atau malah Alquran.

Dan Mas Dewo,
saya justru melihat topik “Teryata Tuhan Kita memang Beda” sangat_sangat positip, Hubungan antara Tuhan dengan Manusia adalah sangat_sangat pribadi, dan setiap orang punya hak akan Tuhannya dan itu sebuah pilihan jadi ketika melihat Tuhan dengan hati kita, belum tentu sama dengan orang melihat Tuhan dengan hatinya

Tinggalkan Balasan

Anda harus masuk log untuk mengirim sebuah komentar.

Stat

a

Blog Stats

  • 177,372 hits