Agamaku Kesaksianku

Apa & Siapakah Manusia Itu?

Posted by: agamaku on: Agustus 15, 2006

Mengapa kita harus hidup di dunia ini? Untuk apa? Toh kita hanya mendapat penderitaan? Untuk apa kita hidup jika akhirnya kita mati? Ah… pertanyaan yang sulit karena mempertanyakan hakekat kita sebagai manusia. Setiap orang akan menjawab berbeda. Saya yakin Anda pun akan bingung menjawabnya. Jika ingin tahu jawabannya, tanyakan langsung pada Allah. Mari kita tanyakan bersama-sama.

Pada mulanya Tuhan Allah menciptakan alam semesta. Pada hari keenam Allah menciptakan manusia. Manusia yang seperti apa yang diciptakan Allah pada awal mulanya? Bagaimana kehidupannya? Dan apa saja tugasnya?

Hakekat Manusia Pertama

  1. Allah menciptakan manusia menurut gambar-Nya (Kej 1:27). Ya, Allah menciptakan manusia pertama itu secitra dengan Allah.
  2. Allah menghembuskan nafas hidup kepada manusia (Kej 2:7) sehingga manusia memiliki roh. Inilah yang membuat manusia menjadi ciptaan yang paling unik dan superior di dunia.
  3. Allah memberkati manusia (Kej 1:28). Manusia akan menjadi bangsa besar yang terberkati dengan kemampuan hidup dan berpikir yang luar biasa.
  4. Allah memberikan segala tumbuh-tumbuhan & pohon-pohonan untuk menjadi makanan manusia (Kej 1:3). Manusia diberikan hak atas segala tumbuh-tumbuhan & pohon-pohonan. Demikian juga halnya dengan binatang yang lain, Allah juga memberikan tumbuh-tumbuhan untuk menjadi makanan mereka (Kej 1:30). Bisa jadi pada masa awal manusia dan binatang itu vegetarian. Manusia dan binatang dapat hidup berdampingan tanpa perlu saling memangsa.
  5. Pada awalnya Allah menugaskan manusia pertama untuk mengusahakan dan memelihara taman Eden (2:15). Manusia boleh memakan buah dari pohon apapun yang baik bagi hidupnya kecuali buah dari sebuah pohon yang terletak di tengah Taman Eden, yaitu Pohon Pengetahuan. Karena jika manusia memakannya, maka manusia akan kehilangan kemuliaan (=mati) (Kej 2:17). Sebenarnya ada lagi pohon penting lainnya, yaitu Pohon Kehidupan, tetapi sepertinya pada awal masa itu tidak dilarang oleh Allah. Baru setelah manusia pertama jatuh dan diusir dari Taman Eden barulah Pohon Kehidupan dijaga ketat oleh Kerub sehingga manusia tidak dapat lagi mencapainya (Kej 3:22 & 23).
  6. Allah juga menugaskan manusia untuk memberi nama bagi semua binatang di dunia (Kej 2:19).
  7. Walau pun pada mulanya sepasang manusia pertama ini telanjang, tetapi mereka tidak merasa malu (Kej 2:25). Ya jelas tidak malu dong. Kan, sepasang suami istri. Lagi pula baru ada 2 orang manusia di Taman Eden.

Dosa Asal

Sayang beribu sayang, manusia pertama jatuh ke dalam dosa karena telah melanggar larangan Allah, yaitu untuk tidak memakan buah dari Pohon Pengetahuan. Perihal kejatuhan manusia ini dan konsekuensinya dapat dibaca di: “Kita Harus Menderita Karena Kutukan Allah.” Apa yang terjadi setelah manusia jatuh ke dalam dosa dan diusir dari Taman Eden oleh Allah?

  1. Manusia kehilangan kemuliaannya dan tidak dapat bertatap muka lagi dengan Allah. Ini disimbolkan dengan pengusiran manusia dari Taman Eden (Kej 3:23). Hubungan Allah dengan manusia tidak dapat lagi dilakukan secara langsung. Manusia juga tidak dapat lagi secara langsung mencari dan berjumpa dengan Allah. Ya, itu karena manusia telah kehilangan kemuliaannya. Sudah ada penjaga dengan pedang menyala-nyala menjaga hadirat Allah dari manusia (3:24). Manusia sama sekali tidak dapat melewati gerbang ini.
  2. Manusia memiliki ilmu pengetahuan dan memiliki kemampuan berkembang yang luar biasa karena buah dari Pohon Pengetahuan ini. Berbekal pengetahuan ini pulalah yang menyebabkan manusia ingin menyamai Allah dan bahkan tidak mengakui Allah dan penciptaan-Nya (Kej 3:22). Ingat teori Darwin yang menolak proses penciptaan Allah dalam 6 hari? Kalau tidak ingat, silakan baca teori Evolusi Darwin atau di “Benarkah Adam Manusia Pertama?
  3. Manusia akan dilahirkan. Dan proses ini akan memberikan rasa sakit yang luar biasa bagi ibunya (Kej 3:16). Tidak ada lagi proses penciptaan manusia oleh Allah, semuanya harus melalui perkembangbiakan.
  4. Manusia akan mengalami kesulitan dan harus bersusah payah dalam mencari kehidupan di dunia ini. Kesulitan ini karena Allah telah mengutuk dunia dengan semak duri dan rumput duri. Banyak sekali penggoda dan penjahat. Dengan itu pula manusia tidak akan merasakan enaknya hasil yang dia peroleh.
  5. Manusia akan mati dan kembali menjadi debu (Kej 3:19). Manusia adalah debu dan akan kembali menjadi debu.
  6. Iblis akan selalu menyesatkan manusia sehingga iblis dapat mengambil roh manusia (Kej 3:14). Manusia yang berhasil disesatkan akan menjadi pengikut iblis.
  7. Adanya permusuhan abadi antara iblis dengan keturunan perempuan pertama. Permusuhan ini membuat keturunan perempuan (Yesus Kristus) sangat menderita dan wafat di dunia ini, tetapi sebenarnya iblislah yang dihancurkan kuasanya atas dunia ini (Kej 3:15). Dan iblis dan segala kekuatannya akan dihancurkan oleh Yesus Kristus pada akhir jaman (baca Kitab Wahyu).
  8. Manusia telah kehilangan kemuliaannya dan telah terlepas dari Allah sehingga manusia harus hidup sendiri tanpa bimbingan langsung dari Allah. Syukurlah bahwa Allah tetap memberikan kasih-Nya bagi manusia. Allah telah membekali manusia dengan perlengkapan untuk hidup di dunia ini (Kej 3:21). Sepasang manusia pertama itu, yaitu Adam dan Hawa, termasuk sukses dalam kehidupannya di dunia ini. Mereka dapat hidup dan mencari makan dengan baik. Mereka dapat memiliki anak yang cukup banyak sehingga dapat membuat suatu bangsa yang cukup besar.
  9. Sayangnya manusia selalu cenderung berbuat dosa (Kej 6:5). Bahkan keturunan pertama Adam telah melakukan pembunuhan (Kej 4:8). Banyak sekali kejahatan yang dilakukan oleh manusia generasi awal ini. Bahkan kejahatan yang mereka perbuat semakin jahat di Mata Allah yang mengakibatkan Allah sangat murka. Sampai akhirnya Allah harus menghapuskan generasi pertama manusia ini dengan air bah dan menyelamatkan Nuh dan menjadikannya bangsa baru (Kej 7-8). Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sejamannya dan dia bergaul dengan Allah (Kej 6:9). Sebelum Nuh ada seorang yang juga hidup bergaul dengan Allah, yaitu Henokh. Pada umurnya yang ke 365 tahun Henok diangkat Allah.
  10. Walau pun demikian ternyata manusia tetap saja berdosa sehingga Allah menetapkan umur manusia maksimal 120 tahun saja (Kej 6:3). Sebagai catatan, Adam mati pada umur ke 930 tahun. Sedangkan Set, anak Adam yang lain mati saat berumur 912 tahun. Henokh diangkat Allah pada umur 365 tahun. Nuh mati saat berumur 950 tahun. Kebayangkan mengapa dari 1 orang bisa tercipta suatu bangsa yang besar? Dahulu setiap anak dari manusia generasi pertama akan menjadi suatu bangsa yang besar dan tersebar. Sayangnya bangsa yang besar ini selalu berbuat dosa.

Kasih Allah Kepada Manusia

Walau pun Allah telah mengusir manusia, tetapi Allah tetap menunjukkan kasih-Nya bagi orang-orang yang benar. Perjanjian-Nya pada manusia selalu dibuat atas dasar kasih. Syaratnya adalah setia kepada Allah dan berbuat kasih. Allah sejak dulu telah mengutus para nabi untuk mengembalikan manusia kepada jalan yang benar, yaitu jalan Allah. Tetapi sayangnya para nabipun tidak digubris, bahkan banyak yang dibunuh. Hingga akhirnya hadirlah Yesus Kristus ke dunia ini. Yesus Kristus telah merombak perjanjian Allah dengan suatu Perjanjian Baru yang kekal. Dan kasih Allah dituliskan langsung ke dalam sanubari manusia (Maz 37:31; Rom 2:15; Rom 5:5).

“Aku akan menaruh hukum-Ku dalam akal budi mereka dan menuliskannya dalam hati mereka, maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.” (Ibrani 8:10b; bdk Ibrani 10:16-15)

Disclaimer:
Tafsiran Kitab Suci dalam artikel ini adalah murni dari pemikiran pribadi. Mungkin akan berbeda dengan tafsiran dari pihak lain. Berkenaan dengan hal tersebut, Anda dapat mengutarakan pendapat dengan memberikan komentar pada artikel ini.

Bacaan Pelengkap:
Kita Harus Menderita Karena Kutukan Allah.
Saat Menderita di Dunia Ini.
Memilih Sikap Ketika Menghadapi Kesukaran.
Benarkah Adam Manusia Pertama?
Benarkah Adam Manusia Pertama? (2)

27 Tanggapan ke "Apa & Siapakah Manusia Itu?"

@MOHD HEILMEY BIN JANUDIN

Bang Heilmy, kalau ngga salah yang abang ceritakan di atas itu saya pernah baca yaitu dialognya antara Pendeta Antonius Widuri dan Kiyai Bahaudin Mudhary tgl 9 Maret 1970 dalam waktu 9 hari (dialog yang panjang) dengan tema :
Kerasulan Yesus
Yesus Penebus Dosa
Dosa Waris
Kitab Al-Qur’an dan Kitab Bibel
Mengakui Nabi Muhammad SAW Utusan Allah
Perselisihan Ayat-ayat Dalam Bibel

Kutifan dari kata pengantarnya :
“Yang memegang peranan penting dalam dialog itu ialah rasio dan logika yang keluar dari akal yang sehat, sentimen dan dogma tidak mendapat tempat. Karenanya, Saudara Antonius Widuri melihat adanya kebenaran pada Islam, dan melihat dengan terang pula kelemahan-kelemahan pada kitab-kitab Injil. Akhirnya Saudara yang memperoleh hidayah Allah s.w.t. melepaskan agamanya (Kristen), dan memeluk agama Islam.”

Kalau saya amati dari dialog di atas orang-orang yang menganggap Yesus sebagai rasul, ternyata lebih beretika dan lebih menghormati Yesus daripada orang-orang yang menganggap Yesus sebagai Tuhan.
Coba kita lepaskan dulu dogma-dogma itu, tapi kita coba berpikir lebih realistis.
Bagaimana kita menghormati Yesus sementara kita menimpakan dosa-dosa kita kepada Yesus. Atau dengan contoh lain lah, misalnya orang yang kita hormati itu adalah orang tua kita. Kita menghormati orang tua sementara dosa-dosa kita ditimpakan kepada orang tua kita, tidak mungkin kan walau pun orang tua kita itu sudah dijamin masuk sorga.
Satu lagi mengenai dosa waris. Seandainya anak kecil yang baru lahir kemudian meninggal sebelum dibaptis maka anak kecil itu tidak akan masuk sorga (masuk neraka) karena mempunyai dosa. Kira-kita kapan si anak itu melakukan kesalahan dan kapan dia dikasih kesempatan untuk menebus dosa ?
Contoh lain jika ada soarang laki-laki dan perempuan melakukan perzinahan sampai perempuan itu melahirkan seorang anak.
Apakah anak itu yang haram atau perbuatan orang tua-nya yang haram ?
Seandainya pernyataan dosa waris itu berasal dari Tuhan maka Tuhan itu tidak adil. Terus di manakah keadilan Tuhan itu ?.

@MOHD HEILMEY BIN JANUDIN

Eeeh maaf, bang. Petanyaan saya di atas bukan untuk abang tapi untuk orang-orang yang mengimani dosa waris

ada apa.. ada apa nih.. oh itu? hah… si cepot salah posting? busyet deh kamu, malu-maluin guru aja (guru kamu, bukan aku) hehehehe

Aduh itu (si MOHD HEILMEY BIN JANUDIN) yang posting satu buku… Kasih footnote kek, gue pikir sih tetap aja persepsi n asumsi krn ga ada footnotenya. hehehe lagi..sori yah

Kembali ke topik, kalo saya ga percaya dosa asal bagaimana? kan ga semua terus berdosa melulu.. “Kain & Habel’ contohnya, emang Habel jahat (berdosa)? belum tentu atuh.. bantuin dong, tambah bingung nih. thanks yee..

Salam Damai, peace..

@etus07

He..he..he. Salam pertemuan (ikut nimbrung)
Sorry man, si Cepot ngomongnya terlalu extrim sehingga pemilik blog ini mungkin atau barangkali membatasi orang-orang yang masuk ke sini secara ilegal dengan, termasuk si Cepot yang tidak punya password. Kasihan dia tidak bisa Login. Tapi tenang saja si Cepot sekarang berubah menjadi Domba yang legal.

etus07, si cepot salah posting aja kok kamu malah yang repot.

“.. bantuin dong, tambah bingung nih. thanks yee..”

Saya mau bantuin anda, tapi dengan saran aja, anda minum obat lalu istirahat, biar ngga tambah bingung.
He..he..he ….sorry ya, bercanda.

Salam

he he ….. bener bener
Mengapa kita harus hidup di dunia ini?
Untuk apa ?
coba tanya dan cari dulu siapa penciptanya
nah …. dah ketemu !
tanya dong ama Tuhan Allah sendiri pasti Tuhan Allah kasih jawaban ….. soalnya gimana mo nyampe klo orang buta menuntun orang buta

Jawaban kepada Sdr Moh, Cepot, domba, atus07.

*** Mengenai matius 19:14****

Matius 19:14 memiliki berkaitan erat dengan Matius 19:13.
(jadi mengutip ayat harus melihat konteksnya, janganlah main kutib sepotong-sepotong )
Bailah saya kutip kedua ayat ini :

Matius 19:13.
Lalu orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia meletakkan tangan-Nya atas mereka dan mendoakan mereka; akan tetapi murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu.

Matius 19:14
“Tetapi Yesus berkata: Biarkanlah anak-anak itu, janganlah
menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab orang-orang YANG SEPERTI ITULAH yang empunya Kerajaan Sorga.”

Kalau Kita renungkan kedua ayat ini secara lebih mendalam , bisa disimpulkan URUTAN PERISTIWA yg terjadi di saat itu. Yaitu:

ayat 13
peristiwa 1:Orang membawa anak2 kepada yesus untuk diberkati.
peristiwa 2:Tetapi murid2 melarangnya.

ayat 14
peristiwa 3:Yesus berkata : biarkanlah anak-anak datang kepadaKU
peristiwa 4:Yesus berkata : Sebab orang-orang YANG SEPERTI ITULAH yang punya kerajaan Surga.

Nah, di dalam markus 19:14 jinilah elas-jelas yesus mengatakan 2 hal yang berbeda. Kalimat ” biarkanlah anak-anak datang kepadaKu” adalah untuk melanjutkan kalimat di ayat sebelumnya yaitu ” Tetapi murid2 melarangnya”.

Dan kemudian, kalimat ” Sebab orang-orang YANG SEPERTI ITULAH yang punya kerajaan Surga.” adalah suatu kalimat yang berbeda konteksnya dengan kalimat sebelumnya, yaitu “biarkanlah anak-anak datang kepadaKU”

Peristiwa 4 adalah suatu perumpamaan yang menggunakan ayat sebelumnya.
Perumpamaan apakah? Perhatikan dengan seksama kalimat ini :
“orang-orang YANG SEPERTI ITULAH….” artinya,
Hanya orang2 yang bisa bertingkah laku seperti anak kecil lah yang akan memiliki kerajaan surga. sifat anak kecil adalah polos, jujur, tak marah, tak berprasangka dll. Kalau manusia dewasa bisa bertingkah laku seperti itu selama hidup kita, maka manusia seperti itu yang memiliki surga.

Kata kuncinya adalah “YANG SEPERTI ITULAH” . Yang berarti
PERUMPAMAAN.

Jadi disini jelas, Jesus TIDAK BILANG/MENGAKU : “anak-anak kecil tidak punya dosa, oleh karena itu mereka yg mempunyai kerajaan surga”.

Dosa warisan adalah Hilangnya sifat mulia manusia dihadapan All@h, seperti dijelaskan dalam tulisan mas dewo diatas. Untuk masuk dalam kerajaan Surga Manusia haruslah Tak berdosa, dan mulia. Sifat Mulia itulah yg tidak dimiliki oleh bayi.
Menurut saya, semua bayi yg baru lahir adalah tak berdosa, tapi tetap tak pantas masuk surga. Karena bayi adalah keturunan adam.

Semua manusia tak pantas masuk surga, tak terkecuali bayi. Justru inilah Keadilan Tuh@n yang seadil-adilnya. Dia adil terhadap semua mahluknya, termasuk iblis. Si setan akan bilang Tuh@n tidak adil karena memasukan bayi ke dalam surga(meski bayi tapi keturunan adam). Masih ingat kan kisah nabi Ayub?

Saya lanjut lagi.
Kalau setiap manusia menanggung dosanya masing2 seperti konsep dalam islam. Kenapa manusia ada di bumi?, bukan di surga. Kenapa anak kamu dan anak saya pada waktu lahir ada di dunia? bukan di surga?
Bukankan bayi yang lahir adalah Tidak berdosa? seharusnya mereka ada disurga bukan di bumi. sampai mereka besar dan berbuat dosa, barulah mereka akan dilemparkan ke dunia. Bukan begitu?

kalau kalian bilang bukan itu alasan mengapa manusia di bumi, lalu apa alasan mengapa manusia ada di bumi? Tidakkah diceritakan kisah nabi Adam didalam Quran. Tidakkah quran berkata alasan Tuh@n menurunkan adam adalah karena pelanggarannya memakan buah terlarang?

Quran Al baqarah ayat 36 berbunyi:
“Lalu keduanya digelincirkan oleh syaitan dari surga itu [38] dan dikeluarkan dari keadaan semula [39= kemuliaan hidup dalam surga] dan Kami berfirman: “Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan.”

Hanya butuh sedikit logika untuk mengerti Q 7:36 tersebut.
Yaitu : Adam dan keturunannya diusir dari surga karena ketidakpatuhannya!.

Pertanyaan kepada kaum muslim.
Dimana ayat quran yang menyebutkan adam dan hawa diampuni?
Meskipun sudah diampuni, dimana ayat yang menyatakan Adam dan hawa boleh masuk kembali ke surga setelah diampuni. Dimana ayat quran yg berkata, anak2 adam akan masuk surga? Mengapa kain dan habil ikut
berada di bumi? bukan di surga? Kain dan habil adalah anak-anak adam dan waktu dilahirkan mereka adalah tak berdosa (menurut konsep islam)

***Mengenai Surat kiriman Rasul Paulus kepada orang Roma Pasal 2 ayat 5 dan 6.***

Baiklah saya bacakan Kedua ayat tsb.
Roma 2:5-6
“Tetapi oleh kekerasan hatimu yang tidak mau bertobat, engkau menimbun murka atas dirimu sendiri pada hari waktu mana murka dan hukuman Allah yang adil akan dinyatakan.”

Roma 2:6
“Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya,”

Semua yang dikatakan dalam surat Roma adalah perkataan yang keluar dari mulut Paulus bukan Yesus.( Kecuali paulus berkata ” kata Yesus…”)

Hal ini tercantum di Roma 1:1 (ayat permulaan dari surat Roma) saya bacakan:

Roma 1:1
DARI PAULUS, hamba Kristus Yesus, yang dipanggil menjadi rasul dan dikuduskan untuk memberitakan Injil Allah.

Saudara2 muslim kan percaya bahwa Paulus itu penyebar ajaran sesat. Tidak sejalan dengan ajaran Yesus
Saudara muslim tidak welcome dengan Paulus, Karena kalian bilang ajaran paulus bertentangan dengan ajaran Yesus.
Pertanyaan penting saya sekarang adalah, KENAPA menggunakan ayat-ayat perkataan Paulus padahal anda tidak setuju dengan paulus.
Kalau saudara muslim bisa menjawab pertanyaan saya tersebut, maka dengan senang hati saya akan menjeleskan arti dan keterkaitan ayat2 Roma tersebut.
Kalau tak bisa jawab pertanyaan saya, mendingan ditunda aja jawabnya yaa. Karena lucu dan percuma.
Kalian Menyalahkan ayat yang Menurut kalian adalah salah.

***Mengenai matius 16:27***
Baiklah saya kutip terlebih dahulu .

Matius 16:27
“Karena anak manusia akan datang dengan kemuliaan Bapanya beserta dengan segala malaikatnya, pada masa itu Ia akan membalas kepada tiap orang menurut perbuatannya.”

Kalau anda membaca dari ayat 21 sampai dengan 28.
Anda akan mengerti bahwa keseluruhan ayat tersebut bukanlah menerangkan tentang dosa warisan, tetapi tentang pemberitahuan penderitaan yesus dan sarat-sarat mengikuti dia.

Jadi memang tidak ada sangkut pautnya dengan dosa warisan.

*** Mengenai Surat kiriman yang kedua kepada orang Kristen pasal 5

ayat 10 (mungkin maksud pak kyai adalah 2 Korintus 5:10)

Sekali lagi, ini adalah perkataan Paulus.
Karena kalian tidak welcome dengan ajaran paulus. Berarti Kalian mengutip dari sesuatu yang salah untuk membenarkan pendapat kalian.
Ini kan sesuatu hal yang lucu.

Kesimpulan saya, Kalian para muslim janganlah selalu membaca ayat injil dengan tujuan mencari kesalahan umat kristen dan pembenaran diri sendiri. Carilah kebenaran yang benar. Kalau kalian membaca injil dengan tulus hati, pastilah Tuh@n akan membukakan akal fikiran saudara untuk mengerti arti ayat2 tersebut.

Kalau kalian kurang puas dengan jawaban saya, silahkan research sendiri di internet. Ketik ” Konsep dosa warisan menurut umat kristen”. Disitu kalian akan membaca banyak hal yang berkaitan dengan dosa warisan.

Sekian dulu pembahasan dari saya mengenai dosa warisan. Saya harap bapak moh, cepot, etus07. dapat mengerti.

Salam damai dalam Jesus Kristus.

@jelasenggak

“Pertanyaan penting saya sekarang adalah, KENAPA menggunakan ayat-ayat perkataan Paulus padahal anda tidak setuju dengan paulus.”

—————————————————————————————-

———–>

Karena :

“emang ada injil selain dr paulus, matius, yohanes dan lukas yang diikuti oleh mayoritas umat nasrani”??

kalo ngga ngutip dr injil yang ada, ya mau ngutip dari mana lagi? gimana mau diskusi sama kalian?

Gimana mau nunjukin pemikiran tentang ayat2 yang kalian ikuti selama ini?

“tiada rotan, akarpun jadi” =)

ps.: pertanyaannya menurut gw ngga penting2 amat sih karena udah jelas jawabannya. =)

Salam. =)

Tinggalkan Balasan

Anda harus masuk log untuk mengirim sebuah komentar.

Stat

a

Blog Stats

  • 165,003 hits