Agamaku Kesaksianku

Injil Yudas

Posted by: agamaku on: September 6, 2006

Anda pernah membaca (atau paling tidak: mendengar) tentang Injil Yudas? Injil Yudas memang sangat menggemparkan setelah gempar sebelumnya pada novel Da Vinci Code. Injil ini juga sangat menyesatkan dan memutarbalikkan fakta sejarah dan agama. Ironisnya buku ini banyak sekali dijual dengan bebas, bahkan tersedia di Gramedia! Bagaimana kita menyikapi dan menelaah Injil Yudas?

Berikut adalah sanggahan yang saya kutip dari bulletin Mana Surgawi (Renungan untuk pribadi, keluarga dan kelompok) bulan Agustus 2006 (No 101 Tahun IX) yang saya pinjam dari Pak Sofian:


Aku Bukan Pengkhianat!

Belakangan ini ada berita yang menghebohkan, yaitu ditemukannya kembali naskah “Injil Yudas”. Di dalam Injil Yudas itu dikatakan bahwa Yudas mengkhianati Yesus karena memang diminta oleh Tuhan Yesus karena murid-murid yang lain tidak mau melakukannya. Bagi yang mengerti kebenaran Firman Tuhan, kitab Injil Yudas ini adalah kitab yang berisi cerita isapan jempol murahan. Kitab ini berisi pemutarbalikan kebenaran!

Siapa yang Anda mau percayai, Yesus atau Yudas? Yesus yang tidak pernah ada kebohongan di mulut-Nya (1 Ptr 2:22) mengatakan, “Tetapi di antara kamu ada yang tidak percaya. Sebab Yesus tahu dari semula, siapa yang tidak percaya dan siapa yang akan menyerahkan Dia.” (Yoh 6:64). Ini alasan pertama Yudas mengkhianati Yesus, ia memang tidak percaya kepada Gurunya!

Siapa yang Anda mau percaya: Matius, Markus dan Lukas yang rela mati syahid demi Injil atau Yudas yang rela mengkhianati demi uang? Mereka bertiga justru menyebut Yudas sebagai pengkhianat! (Mat 10:4; Mrk 3:19; Luk 6:16).

Siapa yang Anda mau pecayai: Yohanes yang mendapatkan wahyu tentang kejadian-kejadian akhir zaman atau Yudas si pencuri uang kas? (Yoh 12:6). Cinta akan uang adalah alasan kedua Yudas mengkhianati Yesus.

Pemikiran bahwa Yesus meminta murid-Nya yang bernama Yudas untuk mengkhianati diri-Nya agar Ia dapat segera melepaskan nyawa-Nya dari badan-Nya adalah sangat tidak masuk akal. Tanpa meminta dari Yudas pun, sudah banyak orang yang menginginkan nyawa Yesus. Kenapa Ia harus “memaksa” murid-Nya untuk mengkhianati-Nya? “Lalu keluarlah orang-orang Farisi itu dan bersekongkol untuk membunuh Dia.” (Mat 12:14).

Jika kita percaya kepada Injil Yudas, maka berarti kita tidak percaya kepada:

  • Raja Daud dan Kitab Mazmur yang telah menubuatkan pengkhianatan Yudas (Mzm 41:10 dan Yoh 13:18). Raja Daud juga menubuatkan bagaimana akhir hidup Yudas (Mzm 69:26; 109:8 dan Kis 1:20).
  • Nabi Yeremia dan Nabi Zhakaria yang telah menubuatkan pengkhianatan Yudas (Zak 11:12-13 dan Mat 27:9-10).

Terlalu banyak bagian dari Kitab Suci yang harus dibuang demik sebuah Injil Yudas yang isinya tidak masuk di akal. Terlalu banyak orang berhati mulia yang akhirnya tidak dipercayai jika kita memilih untuk mempercayai cerita isapan jempol Injil Yudas!

Jika memang Yudas adalah seorang pahlawan, mengapa ia menggantung dirinya? Tidakkah seharusnya ia bangga? Jika memang ia tidak mati, adakah murid-muridnya yang bisa kita jumpai sekarang ini? Kalau Yudas benar, pasti ajarannya akan tetap ada sampai sekarang!

Doa
Tuhan, aku tahu bahwa penyesatan terus bekerja. Terangi hati dan pikiranku agar dapat membedakan ajaran yang benar dan yang sesat. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.

Kata-kata Bijak
Kebenaran selalu dapat dilihat dari buah-buahnya yang membangun.

79 Tanggapan ke "Injil Yudas"

@adolfus

(Yes 9 : 1 – 6)

TIPS dalam mencari TUHAN yang sesungguhnya;

1.Coba pelajari sejarah manusia dlm mencari TUHANnya, mulai menTUHANkan Patung, Matahari sampai Dewa-2, Bagaimana dang Mengapa dengan TUHANnya ?.

2.Kalau masing-2 agama mempunyai TUHAN sendiri-2, alangkah banyaknya TUHAN ini dan kalau betul demikian, bagaimana TUHAN-2 itu bersahabat dan berdebat ! dan mungkin berkelahi kali ! kalau betul TUHAN lebih dari satu ! (logika Manusia, APA IYA ?.

3.Pastikan TUHAN ini Cuma satu dan tdk mungkin banyak (logika kita/ akal rasio, coba renungkan dalam-2).

4.Jadi TUHANnya Orang Budha, Hindu, Kristen, Shinto, Kong Huchu, ISLAM, aliran kepercayaan mungkin SAMA ?.

5.Kalau TUHAN hanya satu, yang mana dan siapa beliau ini ? (Mr. X itu ?).

6.Bagaimana manusia (ciptaannya) mengetahui bhw Dia adl TUHANnya dan bagaimana TUHAN menyatakan dirinya serta memberitahukan bhw Dirinya adl TUHAN yg sesungguhnya bagi alam semesta beserta isinya (manusia, fauna, & flaura).

7.Silahkan pelajari semua agama (PROTESTAN, KATHOLIK, ADVENT, ISLAM, HINDU, BUDHA, SINTO, KONG HUCHU, Aliran Kepercayaan) berikut kitab-2 sucinya (TAURAT, JABUR, Perjanjian Lama, Perjanjian Baru, INJIL, AL QUR`AN, WEDA, Dll) apa saja isinya dan bagaimana proses diturunkan (dibuatnya) ?

8.Jangan pernah berhenti mencari TUHAN yg sesungguhnya, insyaa ALLAH, TUHAN yg sesungguhnya akan menemui kita.

9.SELAMAT MENCARI, semoga TUHAN yg sesungguh akan segera menemui kita, amien.

@ All Kristiani

Ada pertanyaan besar saya tolong dijawab rekan2 kristiani:

Ketika bangkit dan membuktikan bahwa dia bukanlah hantu atau menurut pendapat rekan2 kita dia bangkit, kemana Yesus selama setelah kebangkitan itu? ngapain aja? kapan DIA mati? sakitkah, lenyap begitu sajakah, atau berkelana kemana? Siapa saksi yg melihat atau kegiatan apa yg Yesus lakukan setelah kebangkitan?
Pertanyaan mendasar saya ini belum pernah saya dengar dalam forum2 diskusi ini atau yang lain. ada yg bisa menjawab? monggo….

Salam

@don leito

tanggung amat pertanyaannya?
skalian donk nanya apa hobby Yesus,warna kesukaan,makanan kesukaan,n baju kesukaanNya.

duhhh…. cape deeehh

dimana2 juga Tuhan gw yang lebih Dasyat

just

JESUS !!!!!

bertobatlah sebab kerajaan TUHAN sudah dekat. penyesatan memang harus ada tetapi celakalah/terkutuklah orang yang mengatakannya. bagaimana pun juga tidak akan ada yang dapat menandingi TUHAN YESUS KRISTUS. injil yudas adalah orang yang sangat bodoh / guoooblooook…..

bertobatlah sebab kerajaan TUHAN sudah dekat. penyesatan memang harus ada tetapi celakalah/terkutuklah orang yang mengadakannya. bagaimana pun juga tidak akan ada yang dapat menandingi TUHAN YESUS KRISTUS. injil yudas adalah orang yang sangat bodoh / guoooblooook….. saya mengajak bagi pengikut injil yudas, mari kita sama2 ikut TUHAN YESUS maka kita akan menikmati surga yang kekal. aku mengasihi kalian. hub aku di email: sywphw2712@yahoo.co.id

yudas itu ya..yesus gitu aja kok repot dan yesus itu bukan Tuhan tapi manusia biasa, yang mengidam-idamkan diakui diseluruh dunia..tapi..nyatanya…ya…mbelgedes………..

hidup aja kagak beres mikir macam-2 kapan anda punya toleransi terhadap yang lain…ya..semua injil..sudah lenyap yang ada hanya komik murahan (Matius 22 : 12)

Ephesians 4:14-15

“in order that we should no longer be babes, tossed about as by waves and carried hither and thither by every wind of teaching by means of the trickery of men, by means of cunning in contriving error. But speaking the truth, let us by love grow up in all things into him who is the head, Christ.”

Jangan mudah diombang-ambingkan ya saudara2ku. Ingat iblis tahu waktunya tinggal sedikit lagi, Tuhan akan membinasakan dia. Dia ingin engkau juga binasa!!!

Hawa dulu ditipu oleh setan. Kita tahu setan pandai sekali menipu. Dia menggunakan berbagai cara, bahkan yang kelihatannya benar. Dia ingin kita tersesat dan mati bersamanya. Tidak saudaraku2ku, jangan mau ditipu olehnya. Yohanes 8:44 mengatakan bahwa dia adalah pembunuh dan penipu.

Boleh titip salam ga ya??? Salam buat K’ REKHA (alumni Unimed, mhs PPl di SMK 1 L PAKAM 03), dia seorang kakak dan teman yang baik buatku. ‘kak kirim email ke aku ya…’ putra_albert@yahoo.com

Jika Tuhan sudah berfirman itu pasti akan terjadi.
menurut Alkitab Tuhan tidak pernah menetapkan si ‘Yudas’ sebelumnya sebagai penghianat.

Yakobus 1:18 “Atas kehendak-Nya sendiri Ia telah menjadikan kita oleh firman kebenaran, supaya kita pada tingkat yang tertentu menjadi anak sulung…” orang yang dipanggil yesus menjadi murid, bukan untuk menjadi seorang penghianat.

Tetapi ternyata Yudas Iskaryot, sang ‘pencinta uang’, menginginkan 30 keping itu untuk kantongnya. Ia terus memikirkan dan mencari kesempatan yang tepat. seperti Yakobus 1:14,15 “Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.”

Sebernarnya banyak ‘Yudas’ lain yang bisa menggenapi nubuat alkitab. tetapi setan senang menggunakan Yudas Iskaryot, karena dia juga memiliki keinginan akan uang, dan dia sering menjadi penipu.

Tetapi setelah dia melakukan itu dia sepertinya menyesal, namun tidak bertobat, malah dia bunuh diri. maka Allah tidak akan pernah menerima dia lagi.

Padahal Jika dosa menentang atau menghujah anak manusia [YesusKristus]masih bisa diampuni……

Sekali lagi Tuhan tidak pernah menetapkan Yudas Iskaryot untuk menghianati Yesus.

Damai dihati Damai Dibumi

… injil barnabas !!!!
…. injil yudas !!!!
intinya uma atu koq ….
mereka membuat itu dengan tujuan supaya orang percaya klo Muhammad itu “seakan akan” dan “bener bener” sebagai utusan Allah.
“jangan jangan alquran sebuah tesis hasil study literatur dari Muhammad dengan dosen pembimbing I nya adalah waraqah”
maaf …… maaf lahir batin ya

Dear Dewo,

Jika anda berkenan, tolong kasih penjelasan tentang dua tulisan anda ini :

1 : Doa
Tuhan, aku tahu bahwa penyesatan terus bekerja. Terangi hati dan pikiranku agar dapat membedakan ajaran yang benar dan yang sesat. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.

2: http://agamaku.wordpress.com/2007/03/05/eloi-eloi-lama-sabakhtani/#comment-4886

Terima kasih dan Salam damai,
Edi

@ Dear Edi (#73),

Jika anda berkenan, tolong kasih penjelasan tentang dua tulisan anda ini :

Dijelaskan apanya ya? Bukankah apa yang saya tulis menggunakan bahasa Indonesia yang lugas?

Salam.

Dear Dewo,

- Pada Point-1, anda menyebut Yesus dengan “Tuhan Yesus”
- Pada Point-2, anda mengingkari untuk penyebutan Yesus sebagai Tuhan.

Bahasa anda memang lugas… sangat lugas bahkan… apalagi untuk orang awam macam saya, tulisan anda sangat bagus.
Akan tetapi … kenapa dua tulisan anda tersebut bertentangan … ???
Kapan dan dalam situasi apakah anda menyebut Yesus sebagai Tuhan dan sebaliknya ??

Terima kasih dan salam damai,
Edi

@ Dear Edi (#75),

Hahaha… saya kini tahu kebingungan Anda dalam membaca komentar saya di [#65]. Silakan Anda kunjungi komentar saya tersebut. Tapi demi kejelasannya, saya kutip di sini juga:

================================
@Dear Edi,

- Jika anda menyembah (menuhankan) Yesus maka berarti anda telah menghambat tugasnya untuk mengembalikan kita pada Allah.

Kami menyembah Allah. Dan Yesus adalah Putera Allah. Dialah raja di raja. Raja segala masa, sekarang dan selamanya.

GBU.
================================

Komentar saya tersebut menjawab pernyataan Anda. Pernyataan Anda tersebut saya kutip dalam quote/kutipan dengan tag BlockQuote. Berikut pernyataan Anda yang saya kutip di BlockQuote:

- Jika anda menyembah (menuhankan) Yesus maka berarti anda telah menghambat tugasnya untuk mengembalikan kita pada Allah.

Dan itu jelas-jelas BUKAN pernyataan saya, tapi pernyataan Anda yang saya kutip kemudian SAYA TANGGAPI.

Sedangkan sikap saya sendiri terhadap Yesus adalah sudah jelas. Jadi supaya Anda bisa lebih jelas lagi, silakan runut komentar tersebut.

Semoga Anda semakin jelas oleh karenanya.

Salam.

Dear Dewo,

Berikut saya kutip dialog kita :

Edi 64 : Jika anda menyembah (menuhankan) Yesus maka berarti anda telah menghambat tugasnya untuk mengembalikan kita pada Allah.

Dewo 65 : Kami menyembah Allah. Dan Yesus adalah Putera Allah. Dialah raja di raja. Raja segala masa, sekarang dan selamanya.

Edi 67 : Dari beberapa kali perjamuan/pertemuan umat Kristen yg saya lihat dan dengarkan, tidak pernah bahkan sekalipun dalam pertemuan itu menyebut dan meng-agung-kan nama Allah. Tetapi selalu menyebut, mengagungkan, dan menyembah Yesus dengan menyebut “Ya Tuhan Yesus”.

Dewo 69 : Gereja mana ya? Coba berkunjung ke Gereja Katolik di mana pun. Anda akan mengalami hal yang berbeda.

Edi 70 : Justru saya tahu hal itu dari Gereja Katolik, dan pertemuan/perjamuan yg diadakan bergiliran dari rumah-kerumah oleh pemeluk jemaat Gereja tsb di Desa saya.

Dewo 73 : Lebih baik jika Anda mengikuti Misa di Gereja Katolik yang dipimpin oleh Pastor.

Dari dialog diatas saya tarik kesimpulan bahwa anda menolak sebutan Tuhan untuk Yesus… apa saya salah ???
Ma’af kalau saya salah …

Terima kasih dan salam damai,
Edi

Dear Edi (#77),

Hahaha…
Iya, rupanya ada kesalahpahaman di sini. Dalam sebuah Misa, yang terjadi adalah puji syukur kepada Allah dengan mengenangkan wafat dan kebangkitan Putera Tunggal-Nya, yaitu Yesus Kristus. Ya betul, kami menyembah Allah dan menyebut Yesus sebagai Tuhan. Itu betul sekali.

Dengan demikian saya menjawab pertanyaan dan keraguan Anda, yaitu saya memang menyebut Yesus sebagai Tuhan. Bahkan kerap kali saya menuliskannya sebagai “Tuhan Yesus.” Saya rasa jawaban saya ini dapat memperjelas dan menuntaskan kesalahpahaman kita.

Salam.

@ Dear Edi (#77),

Oh ya, sekedar untuk lebih memperjelas. Intinya ada pada pernyataan Anda yang sedang saya coba klarifikasikan, yaitu:

Edi 67 : Dari beberapa kali perjamuan/pertemuan umat Kristen yg saya lihat dan dengarkan, tidak pernah bahkan sekalipun dalam pertemuan itu menyebut dan meng-agung-kan nama Allah. Tetapi selalu menyebut, mengagungkan, dan menyembah Yesus dengan menyebut “Ya Tuhan Yesus”.

Kata-kata yang saya tulis tebal adalah fokus yang ingin saya tanggapi. Karena dalam Misa, kami menyebut dan mengagungkan Allah Bapa.

Salam.

Tinggalkan Balasan

Anda harus masuk log untuk mengirim sebuah komentar.

Stat

a

Blog Stats

  • 178,991 hits