Agamaku Kesaksianku

Pengakuan Iman Katolik

Posted on: September 25, 2006

Mengaku sebagai orang Katolik (Kristiani) adalah hal yang sulit. Kebanyakan umat Katolik sendiri bingung dengan dogma/ajaran Kristiani, misalnya tentang Tri Tunggal Mahakudus, Kitab Suci dan Tradisi Suci yg dituduh telah diubah atau diselewengkan, dll. Terutama bagi orang Katolik yg telah dibaptis sejak lahir!

Nah, seperti tulisan-tulisanku yg lalu, yg mengajak kita percaya dan mengimani Ajaran Allah ini dengan kasih dan rendah hati, dan tidak mengandalkan logika manusia dan kekuatan manusia, maka aku kutipkan Kredo (Credo) atau pernyataan iman Kristiani, yaitu:

Doa Syahadat Singkat

Aku percaya akan Allah,
Bapa yang Mahakuasa,
Pencipta langit dan bumi.
Dan akan Yesus Kristus,
Putera-Nya yang tunggal, Tuhan kita.
Yang dikandung dari Roh Kudus,
dilahirkan oleh Perawan Maria;
Yang menderita sengsara dalam pemerintahan Ponsius Pilatus, disalibkan, wafat dan dimakamkan; Yang turun ke tempat penantian, pada hari ketiga bangkit dari antara orang mati;
Yang naik ke Sorga, duduk di sebelah kanan Allah Bapa Yang Mahakuasa,
dari situ Ia akan datang mengadili orang hidup dan mati.
Aku percaya akan Roh Kudus,
Gereja Katolik yang kudus,
Persekutuan para kudus,
Pengampunan dosa,
Kebangkitan badan,
Kehidupan kekal.
Amin.

Bagi umat lain, Pengakuan Iman Katolik ini pasti mengundang perdebatan sehingga mereka menganggap umat Kristiani sebagai “kafir” karena menyekutukan Allah. Tetapi memang inilah iman Katolik dan itu semua terkandung dalam Credo.

Link eksternal tentang Credo beserta ceritanya ini dapat dibaca di:

About these ads

150 Tanggapan to "Pengakuan Iman Katolik"

Tau ah !!

@Arif Zoel,

Terima kasih telah membaca dan meninggalkan komentar.

GBU.

Hai orang2 yg mengaku penuh cinta kasih, perhatikanlah bagaimana umat Islam menaklukkan Eropa/Barat !!! apakah umat Islam melakukannya dgn cara2 seperti yg kalian lakukan dlm menyebarkan agama kristen ke seluruh penjuru dunia? seperti Inggris, Portugis dan Belanda antara lain: 1.MEMBANTAI 2.MENJAJAH 3.BERPERANG 4.ADU DOMBA (devide et impera) 5.BERBOHONG 6.MEMFITNAH 7.MENJARAH KEKAYAAN ALAM 8.PERBUDAKAN atau berbuat seperti yg kalian lakukan di dengan memporakporandakan Iraq sekarang? TIDAK…! agama mana yg disebarkan dg kekerasan, ISLAM atau …. ketika dgn teriakan para pejuang kemerdekaan dgn pekik ALLAH MAHA BESAR utk menumpas penjajah agar kita BISA MERDEKA seperti skrg ini dibalik itu banyak juga penghianat di republik ini, mereka tentara Inggris, Belanda dan Portugis dkk memberi roti, keju buat mereka yg mau berhianat dan dgn manisnya memberi suatu keyakinan kpd org yg mereka rekrut bahwa mereka pemberi khabar agama baru yg “PENUH KASIH” agar mereka terbuai dan akhirnya dibantai dengan sadis seperti salah satu kasus Pembantaian Westerling di Sulawesi. INGATLAH SEJARAH YG PANJANG TERSEBUT DAN CAMKAN….DAN ITUPUN TDK SAJA TERJADI DI REPUBLIK INI SAJA…!!!

Hanya orang bodoh yang tidak bisa membedakan mana kepentingan agama dan mana kepentingan politik

Tidak sesuai dengan masalah yang di paparkan… kacian deh…

agama itu bukan hanya sebagai tanda pengenal yang mampang di ktp
kalau emang seseorang tiu beragama
dapat diketahui dari tingkah lakunya
seperti yang diajarkan oleh yesus
bahwa hukum yang paling utama dan terutama adalah cinta kasih

jadi kita ga perlu menghujat
jangan sulumbar dimata sesamu kamu lihat,
tetapi balok dimatamu tidak kamu lihat

Kepada Pejuang kemerdekaan,

biarpun pendapat Anda tidak langsung berhubungan dengan tema, terima kasih atas perhatian Anda dan usaha Anda menanggapinya.

Sayangnya banyak orang Islam yang belum mengerti perbedaan antara “das Sein” (apa yang terjadi) dengan “das Sollen”(apa yang seharusnya dilakukan) menurut ajaran agama. Kita sedang berbicara mengenai “das Sollen” dan bukan “das Sein”.

Kalau dari segi ajaran (das Sollen), Yesus Kristus sejak awal melarang pengikutnya untuk berpolitik dan berekonomi secara berlebihan (imperialisme, kolonialisme, kapitalisme, berperang dan saling membunuh) justru karena Dia mengajarkan Hukum Cinta Kasih. Jadi bila Anda berbicara mengenai orang Inggris, Portugis dan Belanda yang menjajah, itu kita tidak berbicara di bidang Agama tetapi dibidang politik dan ekonomi kenegaraan. Kedua bidang ini harus dipisahkan, sama halnya seperti Anda memisahkan suara hati Anda (yang selalu membisikkan akhlak/kebaikan) dengan otak Anda (yang kadang2 atau sering berisi siasat kotor).

Apakah Anda pernah baca sejarah expansi Islam ke Eropah dan India dari kaca mata orang Eropah dan India sendiri?…Mungkin Anda dapat hikmahnya….

Bila Anda Pejuang Kemerdekaan yang mau berdiskusi berdasarkan suara hati yang baik dan pikiran yang jernih tentang Pengakuan Iman Katolik untuk menambah wawasan pengetahuan Anda, silahkan. Mudah-mudahan melalui diskusi dan studi banding ini Anda dapat mengerti Agama Katolik dan akhirnya dapat lebih menghayati ajaran Islam/ Al Qur’an….

Dear redaksi,
Makna kafir itu bukan menyekutukan Allah, orang yg menyekutukan Allah adalah musyrik (subyeknya), perbuatan orang musyrik adalah syirik yg artinya menyekutukan/mempersekutukan/menduakan atau lebih/menganggap ada zat lain selain dari zat yg utama yg setara sifat dan kedudukannya.
Sedangkan kafir asal katanya dari kufur yg artinya kurang lebih adalah melupakan/menyembunyikan padahal mengetahuinya, sedangkan kafir adalah orang yg melupakan (subyeknya). Contohnya si A diberikan amanat untuk diberikan ke si B, tapi dalam prosesnya si A tidak menyampaikan amanat itu ke si B karena ada kepentingan tertentu yg ingin diambil oleh si A dari amanat tersebut. Maka si A bisa dibilang kafir karena perbuatannya yg kufur. Seperti halnya orang yg korupsi, amanat yg seharusnya diberikan keorang lain tapi tidak disampaikan karena yg bersangkutan punya kepentingan untuk menggunakannya padahal dia tahu tujuannya tidak seperti itu.
Credo yg mengandung makna tritunggal dalam islam definisinya jelas adalah musyrik. Definisi kafir yg disandangkan umat islam terhadap kristen lebih kepada penyanggahan kristen terhadap kenabian Muhammad, yg sosoknya sebagai nabi terakhir sengaja disembunyikan karena satu dan lain hal.
Demikian sekedar meluruskan.

@ Redaksi

Dulu juga ketika pasca renaisance (CMIIW) dan lahirnya protestan, pihak katolik menganggap protestan sebagai “kafir”.

@ Pejuang Kemerdekaan

Bagaimana kebenaran bisa sampai pada tujuanya kalau penyampaianya kurang elegan :)

@ Redaksi

Definisi ALLAH dan Yesus dalam kredo iman katolik agak membingungkan saya sebab posisi ALLAH adalah Bapa yang maha kuasa pencipta langit dan bumi tetapi tidak disebut sebagai Tuhan sedangkan Yesus kristus puteranya yang tunggal adalah Tuhan tetapi bukan yang maha kuasa dan bukan pencipta langit dan bumi ?

Pengampunan dosa apakah yang dilakukan Bapa atau Yesus atau manusia yang di imani ?

mohon pencerahan…

Dari literatur yg beredar seringnya arti kafir diidentikan dengan makna hujatan, penistaan, kutukan, penghinaan, yg sama sekali gak nyambung dengan arti sesungguhnya. Seperti halnya ketika ada orang yg mengatakan “anjing” pada orang lain, mungkin orang lain akan tersinggung karena kata “anjing” sudah bukan digunakan sebagai arti sesungguhnya lagi tapi sudah sebagai alat untuk menghina. Orang yg sudah dikaruniai kenikmatan dari Tuhan kemudian justru menggunakannya untuk hal-hal yg merusak itu juga disebut kafir dalam artian kufur nikmat, meskipun dia orang islam walaupun belum sampai taraf syirik. Jadi arti “memerangi orang kafir” lebih dimaknai untuk saling mengingatkan agar manusia itu tidak lupa diri, tidak lupa bahwa dia tidak hidup sendiri, dan yg terutama tidak lupa kepada Tuhan yg sesungguhnya yg sejatinya adalah pemberi karunia.

cara kamu untuk menarik lebih ramai orang menganut agama kamu.. boleh dikatakan strategi yang baik..menjadi medan ini sebagai media perantaraan..tetapi bagi mereka yang benar-benar berfikir pasti dapat menyakal yang mana baik dan buruk.. yang mana betul dan salah.. mecari alasan dan bukti dengan menggunakan bahasa yang lembut.. adalah taktik bagi influence pembaca supaya berfikir sejenak.. tapi bukan berfikir panjang..

@masnah
emang kejar setoran…:)

Banyak bulu-buku islam yg beredar di indonesia yang mencerminkan kebencian kpd orang/agama kristen. Bagaimana bisa terpupuk kerukunan umat beragama?

@lorent

Saya juga geli kalo jalan ke toko2 buku, sepertinya mereka menulis buku tanpa perasaan, ya inilah era baru dunia penulis mereka, siapa berani dianggap hebat, masuk surga……(surga mereka tidak sama dengan surga kita lho)
Bagaimana jadinya kalo buku2 kristen yang beredar mencerminkan kebencian kpd orang/agama islam?

Untung ajaran kristen berdasarkan kasih.

GBU

sebetulnya umat kristen itu harus mengaca lebih dalam di dlm dogmanya sendiri tentang satu hal yang berkaitan dengan perdamaian. dalam hal ini saya ingin bertanya adakah dalam dogma kristen yg mengajarkan perdamaian? kalau ada. lantas mengapa ada ayat yang termaktub dlm bible surat markus ayat 10, 11, 12, 13, 14 yang menyatakan sebagai berikut”Yesus berkata: aku diturunkan kedunia ini bukan untuk mempersatukan tapi untuk memecah belah umat” dan juga ayat-ayat lain yang senada dengan itu. tolong di jawab. hal ini berbeda dengan islam karena islam menyuruh umatnya untuk toleransi terhadap agama lain tapi dalam batas-batas selama mereka tidak memerangi islam.dan hal itu juga banyak di bicarakan dalam hadits bahwa islam memang mengajarkan perdamaian, salah satunya adalah “As Sulhu Khoirun” yang artinya bahwa perbaikan itu baik. coba bandingkan dengan ajaran kristen yang mengajarkan kekerasan, dengan demikian siapakah yang layak di sebut teroris kalau bukan agama yang mengajarkan kekerasan seperti itu? he.

sebetulnya umat kristen itu harus mengaca lebih dalam di dlm dogmanya sendiri tentang satu hal yang berkaitan dengan perdamaian. dalam hal ini saya ingin bertanya adakah dalam dogma kristen yg mengajarkan perdamaian? kalau ada. lantas mengapa ada ayat yang termaktub dlm bible surat markus ayat 10, 11, 12, 13, 14 yang menyatakan sebagai berikut”Yesus berkata: aku diturunkan kedunia ini bukan untuk mempersatukan tapi untuk memecah belah umat” dan juga ayat-ayat lain yang senada dengan itu. tolong di jawab. hal ini berbeda dengan islam karena islam menyuruh umatnya untuk toleransi terhadap agama lain tapi dalam batas-batas selama mereka tidak memerangi islam.dan hal itu juga banyak di bicarakan dalam hadits bahwa islam memang mengajarkan perdamaian, salah satunya adalah “As Sulhu Khoirun” yang artinya bahwa perdamaian itu baik. coba bandingkan dengan ajaran kristen yang mengajarkan kekerasan, dengan demikian siapakah yang layak di sebut teroris kalau bukan agama yang mengajarkan kekerasan seperti itu? he.

salam

mengapa kita saling berdebat? bukankah ALLAH tidak menciptakan segala sesuatu dengan sia-sia? jika ada islam, kristen (yang dianggap menyimpang), kristen murni, katolik.. pasti ALLAH sudah membuat semuanya dengan perhitungan yang tepat? bukankah islam adalah rohmatal lil’alamin, dan kristen ataupun katolik adalah agama cinta kasih? jika hidup hanya untuk saling mencari pembenaran personal dan untuk menunjuk siapa yang benar siapa yang salah.. tidak akan bisa kita mencapai KEBENARAN SEJATI. makhlumi saja berbedaan… dan marilah hidup berdampingan.. kasih itu tidak bersuka cita karena ketidakadilan, tapi karena kebenaran.. dan ALLAH menciptakan manusia bersuku-suku berbangsa-bangsa untuk saling mengenal dan menjalin kasih sayang. apakah salah ketika berbeda? ibaratnya ALLAH mengirimkan surat cinta-NYA pada seluruh manusia. dan kita membandingkan surat cinta yang kita terima dengan milik orang lain. untuk apa? surga itu Luas. menampung seluruh manusia yang mau membaca dan mengamalkan surat cinta ALLAH. ALLAH mencintai orang-orang yang beriman dan bertakwa. ALLAH tidak membedakan derajat manusia, keculai berdasarkan tingkat takwanya. bukan dari surat cintanya, tapi respon yang dilakukan oleh manusia atas surat cinta-NYA.

salam

@mahbub,

Dalam Alkitab tidak ada Surat Markus dan ayat yang anda maksudkan, anda cuma dengar dari teman dan teman anda dari temnannya……dst…..dst….ini namanya ngawur, tidak tahu tapi sok tahu.
Kalau orang kristen berlaku tidak benar, dan pasti tidak mengatasnamakan Allah. Tapi coba anda lihat dimana-mana orang orang melakukan kekerasan sambil berteriak Allah Hu Akbar…..dan sambil merusak/membakar/memukul dll, saya tidak jelas apa agama mereka. Mungkin anda tahu????
Kalau agama mereka tidak mengajarkan kekerasan tapi kenapa terjadi dimana-mana????? Thailan, Phillipina, Indonesia, India, China, Singapura, Amerika, Eropa,Timur Tengah dll. Kesimpulan saya bukan orangnya yang salah menafsirkan ajarannya tapi memang ajaranya yang penuh kekerasan.(Anda pasti pernah belajar statistik, bukan?)
Mereka mengajarkan : “DARAH ORANG KAFIR HALAL”, bahkan sesama mereka sendiri jika terjadi salah paham juga berlaku demikian. Saya pernah baca bahwa tokoh Jaringan Islam Liberal yaitu Sdr.Ulil mengatakan jlibab bukan simbol agama tapi budaya dari sono.
Anda pasti pernah belajar ilmu statistik, bukan? Kalau muncul berkali-kali dan dimana-mana berarti besar kemungkinan adalah BENAR MENGAJARAKN KEKERASAN.
Mohon penjelasan, boleh dengan teori apa saja, statistik, matematik, kimia, fisika dll!!! he…..he…..he…..Maaf jaga hati ya………….

Salam damai,

@ Dewo,

Coba baca Mazmur 120:1-7, terutama ayat 5-7. Itulah karakter bani Kedar, jadi kita jangan heran kalau mereka berwatak seperti kuda liar, raja Daud pun mengalami hal yang sama.

Salam

@mahbub,

Silahkan bandingkan kedua catatan sbb:
>Alkitab mencatat:
Waktu Yesus akan ditangkap tentara Romawi dan Petrus (murid Yesus) kemudian menebas telinga salah satu tentara Romawi hingga putus. Melihat itu kemudian Yesus menempelkan kembali telinga yang putus tsb, selanjutnya Yesus menasihati atau berpesan “….barangsiapa menggunakan pedang, akan binasa oleh pedang”
Jadi Yesus tidak membiarkan ada kekerasan dan mencegahnya (ada tindakan).

>Quran mencatat:
Suatu saat ada seorang pencuri kuda dan para sahabat nabi membawa si pencuri kehadapan nabi Muhammad. Dan dihadapan Muhammad si pencuri di cukil kedua matanya.
Jadi Muhammad sengaja membiarkan terjadi kekerasan dan penyiksaan ( tidak ada tindakan).

Menurut anda mana yang suka terhadap kekerasa? Catatan diatas hanya salah satu kebaikan yang dilakukan Yesus dan masih banyak lagi yang tercatat dlm Alkitab. Juga kekejaman Muhammad dan pengikutnya masih banyak yang tercatat dalam Quran dan Hadits.

Salam damai.

Dear mahbub,

Anda tidak jelas dalam menuliskan ayat2 yang tercantum dlm Bible, seharusnya Markus pasal…..ayat…..
Silahkan anda baca Alkitab, anda akan tahu akan kebenaran yang sesungguhnya. Atau mungkin agama anda melarang anda membaca karena takut akan mengetahui kebenaran sejati. Keputusan ada di tangan anda.

salam

@Ninik,
Setuju…

@Mahbub & Mualaf Batal,
Ayat itu memang ada kok. Cuma tolong dibaca konteksnya. Silakan pelajari Alkitab lagi. Jangan baca sepotong-sepotong.

@Sugiarto,

@ Dewo,

Coba baca Mazmur 120:1-7, terutama ayat 5-7. Itulah karakter bani Kedar, jadi kita jangan heran kalau mereka berwatak seperti kuda liar, raja Daud pun mengalami hal yang sama.

Salam

Oh… Anda sebenarnya mengomentari siapa ya?

@ Dewo

Untuk anda, supaya kalau ada yang mengomentari artikel anda secara tidak sopan anda tidak kaget …….he……he

GBU

@Sugiarto,

Oh… Aku sih sdh terbiasa :D

Terima kasih & GBU.

tuhan itu satu..ALLAH yang MAHA esa..Muhammad itu pesuruh ALLAH..Nabi isa itu juga utusan ALLAH..tidak ade kebenaran dan agama yang dredhai ALLAH selain islam…

yang mengajarkan kebencian dan menyebut orang yang tidak kafir adalah sebuah kebodohan. Itu bukan agama tapi paham kebencian.
Sesudah Yesus, Tuhan tidak pernah mengutus nabi, kalo ada yang mengaku berati dia nabi palsu dan sesat, apalagi hadirnya ratusan tahun sesudah Yesus…wah nggak banget deh..

@hamka,

Orang muslim percaya agama Yahudi, Kristen dan Islam adalah agama samawi, anda termasuk muslim yang mana?
Dimana pokok kebenaran ajaran agama Islam? mohon penjelasan.

salam

Salam Damai dalam Nama Yesus Kristus Penyelamat Agung kita… GBU.

Wuih bagus banget aku suka!!!!!!!!!!!!
=)

Waw hebat kan udah dekat valentine day!!!!! jesus bless you

Maaf kalau aku salah

Ada yg tertulis siapa yg menghakimi seberapa besar penghakiman dia akan dihakimi sepeti yg dilakukannya.Jadi ku harap kita jgn saling menghakimi.
Intinya bisakah kita semua menolong org seperti yg terjadi belakangan ini terutama dalam hal bencana alam yg terjadi.Tidak melihat agama,ras,bangsa,ataupun yg di sebut martabat dan level atau apapun aja.
apa saja tetapi saling membantu saling memberi saling mengasihi.
dari sana kita di ajarkan untuk membantu Sesama.

Aku cuma mau ngomong bahwa sebenarnya itu masalah kecil yg tidak terlalu patut di pertentangkan lebih dari dan lebih dari.

Menurut aku sudah kah anda semua melakukan segala perintah dan ajarannya bukan cuma tdk mencuri, tdk berbuat cabul, tidak bezinah dan sebagainya.
Tetapi seberapa kita mengasihi sesama kita dengan kasih yg diajarkan oleh Yesus sendiri pada kita.

Contoh kecil :Bisa kita berbagi 1 permen buat org laen tapi anda cuma ada 1 sehingga tidak menikmati permen tersebut?
Ada yang tertulis ;Kasihilah sesamamu seperti Aku mengasihimu.
Ajaran sebenarnya yg terutama buat kita adalah KASIH.

Terima kasih

kita itu berbeda agama. tapi agama kita mengajarkan kita harus menghargai agama lain. kenapa tidak damai saja? jangan menganggap baik agama kita sendiri. semua agama itu baik (yang tidak sesat tentunya). Muhammad atau Yesus, mereka sama saja orang yang harus kita contoh. kalau anda mempertentangkan ajaran agama orang lain, ANDA SENDIRILAH YANG BERDOSA DAN SESAT!!!

lagipula, suatu saat nanti ketika anda sudah mati, anda akan tahu mana yang baik. Salam Damai Kristus!!!

banyak hal yang membingungkan dalam memahami agama
hal yang saya bingung dari umat cristiane tenteng konseli nizea
tolong jelaskan ttg hal itu bagi yang tau

@cendani,

kenapa anda menghakimi kami (“SESAT”)?
Yesus mengajarkan “beritakan inijil sampai ke ujung bumi dan jadikan semua bangsa muridKu”, berarti anda tidak setuju dengan Dia.

GBU

yakin yesus yg ngomong?, bukankah yesus diutus kepada bani israil saja?,

Saya tambahkan sedikit biar lengkap satu ayat “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus”

Kanca-kanca pada sing rukun…Berkah Dalem…

agama baru saya, ajarannya lebih mengagungkan diri sendiri.namanya agama percaya diri.ada yang mau jadi pengikut.

yesus nama pemain bola amerika latin.apa dalam bahasa aslinya atau pertama kali lahir agama kristen nama yesus sudah ada atau pelesetan dari nama yusuf bapaknya yesus. sebenarnya injil yang asli itu bahasanya apa ya.konsep trinitas tuhan bapak. tuhan anak. tuhan yesus. tuhan ibu. tuhan adik. atau tuhan sepupu. tuhan paman. tuhan pak lik. tuhan bu lik.

manusia agung di awal abad. ” yesus kristus” kebesarannya dan keagungannya pudar dan rusak karena pengikutnya. ini semua salah para pengikut-pengikut taklid buta. dan tak punya ilmu.manusia agung di awal abad ” YESUS KRISTUS ” biarka saya si pencipta agama baru memberi hormat dan mengheningkan cipta.” Tranktadema “

I LOVE You all Ya walaupun mau dari agama,suku apapun anda asal anda melakukan Kasih.TOLONG la sesama kita dengan yg terindah.Thanks

@Tranktadema,

Kitabmu namanya apa? hari besarnya kapan? Apa bisa saya beli di pasar loak hahaha……..
Satu yang aku tangkap darimu: tuhanmu adalah kesombongan diri!

Salam

ha.ha.ha.ha.ha.aha.ha.ha……………….ha.ha.ha.ha.ha.ha.ha. memang betul ha.ha.ha.ha.ha……..
esmua ngaku beragama tapi penerapan di kehidupan sehari-hari nol besar. kesolehan bukan hanya terletak pada saling berani koreksi terhadap ajaran suatu agama saja.buktinya di forum ini semua saling hujat ats nama agama. agama kesombongan kata teman saya ini mungkin lebih mengena karena masih terus mencari jati diri tanpa perlu menghujat ajaran orang lain. dan tak perlu mengkalim diri paling soleh dan benar.anda mungkin tertarik mengikuti agama kesombongan, karena tuhan kamu dan tuhan umat yang lain tidak pernah mersa rugi atau dirugikan dengan agama kesombongan yang saya anut. buktinya eksistensi sebagai tuhan tidaklah berkurang karena ajaran agama kesonmbongan yang saya anut.tnaskkuppikonimoustares bilokgdincormveus vallaireswouin.semua tuhan yang saya kenal adalah kesombongan dan memang pantas untuk sombong termasuk ajaran saya ini.

tuhan juga bisa sedih ya toh..
dan merasa ditinglakan tuhan yang lain ya toh..toh

pusing ya semua. makanya agama jangan dibuat pusing.ha.ha.ha.ha.ha.ha.ha.ha…………..debat ini gak ada manfaat you semua jadi pada kesetanan nah kalau begitu apa bedanya you semua ama setan.jadi gak usah ngomong tuhan segala dasar sok suci.

bolehkah saya tau akan arti JIHAD dlm Islam sesungguhnya..terimakasih…

tafsiran saya doank. melawan segala bentuk penindasan.

Itulah beda dengan ajaran Yesus Kristus, dimana Yesus mengajarkan cinta kasih. Apapun yang orang perbuat padamu (siksaan), janganlah kamu membalasnya. Karena hanya Allah lah yang berhak membalasnya. Sering kali manusia merasa ditindas, dihina, disiksa apalagi sampai dibunuh dan mereka berseru kepada Tuhan agar menghukum orang itu. Tetapi Tuhan masih sabar melihat perbuatan manusia, dan karena kecerobohan manusia sering mengambil tindakan semena-mena kepada sesamanya. Membalas kejahatan dengan kejahatan, itulah sifat ketololan manusia. Mungkin dia berpikir bahwa Tuhan menutup mata atas segala perbuatan manusia dibumi, jadi dia berani mengambil tindakan brutal/membabi buta untuk membalaskan dendam. Ataukah mungkin dia merasa lebih berkuasa atas sesamanya ketimbang Tuhan sendiri. Atau mungkin dia merasa diri paling benar dan orang yang dianggap salah harus dimusnahkan, sungguh picik otak manusia bagaikan seekor ular.

Ternyata masih ada ajaran yang mengajarkan gigi ganti gigi, dimanakah letak kasih sayang? Saya sangat sedih kalau melihat tayangan di televisi, dimana terjadi kekerasan, ayah menghamili anak kandung, kakak menghamili adik kandung, ibu mengaborsi kandungannya, suami membunuh istri, istri membunuh suami, bom bunuh diri, kanibal mayat bayi, dll. Ini nampak sekali bahwa iblis sekarang tidak lagi gentayangan (mungkin takut ditangkap) malah sudah merasuki manusia. Semuanya itu tidak terlepas dari iman seseorang akan Tuhannya akan Kitab suci yang dianggapnya benar. Apakah isi kitab suci sudah dijalankan dengan benar?? Kalu sudah benar, jadi dimana letak kesalahannya?? Ada orang yang kelihatan luarnya bersih tetapi hatinya busuk banyak ulatnya… Tetapi masih ada orang yang kelihatan luarnya dekil/kotor tetapi hatinya putih bagaikan salju. Manakah yang kamu suka??? Pikiiir?? Bersih lahiriah karena tradisi atau bersih Rohaniah? Yesus datang ke dunia bukan karena hubungan intim manusia (suami istri) tetapi karena firman Allah. Dan DIA datang bukan untuk orang-orang baik melainkan untuk orang-orang berdosa. DIA datang bukan menghapus hukum taurat tetapi menyempurnakan. Jadi tradisi gigi ganti gigi, Yesus menyempurnakan menjadi Cinta kasih.

mendengar penjelasan teman kita ini saya jadi sadar dan mau mengikuti ajaran teman ini. terima kasih.saya yang jahat ini akan selalu diampuni dan ditebus dosa-dosa saya ini oleh juru selamat. dan ajarannya gampang lagi, walaupun saya banyak dosa tapi saya ditebus dosa saya dan saya tidak akan masuk neraka. terima kasih kepada yang membawa ajaran ini. kenapa saya mesti capek-capek cari ajaran baru dan buat ajaran baru kalau ada ajaran yang gampang. dan dijamin masuk surga.mulai dari sekarang saya tidak kuatir lagi dengan hidup sayayang terus melakukan dosa.perlu saya sampaikan disini bahwa setiasp hari saya berzina.tuak-tuak.karena harta yang banyak ini membuat saya jadi lupa diri. tapi sekarang jadi tenag degan adana ajaran baru ini. kalauun mati ada yang menjadi juru selamat. JURU SELAMAT YANG MATI KARENA MENYELAMATKAN YANG HIDUP PENUH DOSA.LUAR BIASA.WALAUPUN DIA TIDAK SELAMAT.NAMUN PENGORBANANNNYA TIDAK SIS-SIA.TERIMA KASIH JURU SELAMAT, DOSA-DOSA SAYA AKAN SEMAKIN BESAR TIAP HARI KARENA ADA ENGKAU YANG AKAN MENJADI JURU SELAMATKU.

so what’s wrong with us????
mengapa harus memperdebatkan sesuatu yang tidak sama sudut pandangnya.
sebagai manusia yang sama2 bercita2 masuk surga ,ayo kita hidup berdampingan bersama tanpa memikirkan keyakinan dan iman yang asalnya dari hati nurani kita sendiri toh???
agama itu jalan untuk kita bisa sampai kehidupan surga, benar gak??
lalu mau jalannya itu lurus naik turun kek berbatu2 yang penting sampai kan???
Tuhan itu memberi kita alternatif jalan, lalu kita disuruh milih yang mana yang sesuai dengan hati nurani kita.
lha gitu aza kok repot.
Gimana Indonesia mau maju?!!!orang yang katanya pinter agama kok ya menggiring orang yang kurang ilmu pada pandangan2 yang menyudutkan kaum minoritas, la tanggungjawab ilmunya dimana???
Dari dulu didengung2kan toleransi tapi rakyatnya masih pada picik mikirin persamaan&perbedaan ajaran agama.ya gak akan sama mas, mbak,pa’de,bude, pa’lik, bulik,mbah dll.
semoga iman masing2 bertumbuh dan lebih bertoleransi, demi menciptakan hidup yang lebih baex.
terimakasih

windiani
salam kenal gitu loh.setuju banget gitu loh,so dari saya mari kita berteman dalam cinta kasih yang agung.dan penuh toleransi dan rasa damai.saloom.

tiada yang paling indah selain “kasih”..
hinaan, hujatan tak terbayarkan dengan kasih murni..
siapa yang menabur, dia akan menuai..
silakan anda berpegang dalanm ajaran agama masing-masing.
namun kekerasan sangat tidak sebanding dengan kasih..

kasihilah sesama mu..
bukankah Yesus atau nabi Isa demikian.

betul banget kawan. saloom.

@ 51

Saudara kita yang satu ini lutju deh… hihihi…

Eniwe, dalam diskusi dari awal sampai akhir ini, ada satu hal terpenting yang nyaris terlupakan oleh kita semua: “ucapan syukur terhadap berkat Tuhan kemarin, hari ini, dan besok”.

Daripada memperdebatkan “agama”–yang memang tidak akan bisa disatukan secara harfiah karena ada perbedaan hakiki satu sama lainnya–lebih baik Anda saling bertanya, “Apa berkat Tuhan untukmu pagi ini?….blablabla… Wah, asyik ya, kalau aku sendiri…. blablabla”

Lebih sejuk toh.

“agama untuk manusia; bukan manusia untuk agama”
-de Mello

betul banget kawan. saloom

to tranktadema
salam kenal juga duonk!!!!
kok komentnya cuma betul banget kawan melulu.he3x
kayak anggota DPR aza betal-betul3x.aksinya donk.
sebagai manusia yang puluhan tahun hidup dalam lingkungan yang ‘berbeda’ udah biasa tuh disudutkan dan dipojokkan tapi emangnye gua pikirin?!?!!!
surga dan neraka yang menentukan bukan agama tapi bagaimana kita mengimani dan mewujudkan iman dalam hidup kita sehari2 toh?!!?
“La qum di nuqum waliadin” bagimu agamamu bagiku agamaku.
yuk kita sebarin semangat toleransi dalam segala hal, ya agama, ya pendapat, ya sudut pandang, ya budaya dll.
banyak kan kayak itu lho semboyan yang sering diajarin sama guru sd kita ‘Bhineka tunggal ika’ biar Indonesia lebih maju pola pikir dan aksinya.SETUJU????!!!!
tanks ya.

to : Windiani

ini darah kita satu saudara anak manusia
ini darah kita satu tuhan
ini darah kita satu alam
ini darah kita satu bumi
ini darah kita satu tujuan ” kerajaan surga “,kerajaan damai”
kenapa nafas kita penuh caci maki
kenapa hasrat kita saling melucuti
tak bisakah kita saling mencintai

kejayaan batin yang kita raih ada ujung yang tak pernah tersentuh siapa-siapa.
hanya kita bisa rasakan dan hanya
tuhan yang tahu.

ini batinku
ini darahku hanya untuk
hanya untuk dunia
hanya untuk ku atau hanya untuk mu kawan.

vilirius monetus vigorolavteus ” kerajaan damai “

to:tranktadema
apa itu??!!!
aku gak bisa mengekspresikan seperti yang kau katakan he2x.
nyontek dikit ya:
“kejayaan batin yang kita raih ada ujung yang tak pernah tersentuh siapa-siapa.
hanya kita bisa rasakan dan hanya
tuhan yang tahu”

betul banget kan?!?!
baju dan aroma tubuh kita bisa dan boleh tampak sangat agamis.
Tapi kedalaman hati kita dalam mencintai Tuhan hanya Dia dan hati kita yang tahu.

Btw pinter banget sih ngomomg2in nilai “universalisme” pernah sekolah dimana???
ikutan sih.
tanx.Gusti paring Berkah.

sekolah olah batin

referensi : dari semua kitab suci
empiris : dari segenap masa yang dilalui

Jika suatu saat engkau dapati segala sesuatu yang engkau pandang menjadi indah, menjadi meneduhkan,lalu terbersit di dalam qalbu bukan hati ” aku sudah tak mampu dan tak punya lagi rasa benci maafkanlah aku tuhan “: tanda apakah ini.?????????????

langit itu….

REALITA HISTORY:
bagiiiiii yg bingung ama yang dibingungkan:
suatu hari st.agustinus(org kudus)bingung juga ama misteri allah khusunya…………… tritunggal……………..n then ia berjln2 ke pesisiir pantai utk mencr ilham ttg itu.tp toh ia tidak tahu.tyuz…….,ia melihat seorang ank kecil yg sdg mencoba mengisi air laut ke dlam sbuah botol kecil.melihat itu santo yang bingung itu mkn bingung melihat ank kecil yg tdk bingung utk memskkan air tsb ke dlm botol tsb….uuppssss pst kita bingung juga kan???…………santo itu tak mau ttp bingung mlht ank itu n ia beeerteeekad menanyakannya;”apa adik tdk bingung dan berpkr kalo air tsbt takkan bisa msk smuanya ke dlm botol tsb”Anak yg tak jelas status itu menjwb:”nah………………………….begitulah misteri allah ttg tritunggal takkan bisa km masukkan ke dlm pikiranmu yg kecil itu.”
TANPA perhitungan ank tsb menghilang dngn sdikit jejak.
barulah santo itu mengerti jawaban ank itu
nah kl kita ttp bingung brarti kita memiliki sifat sperti santo agustinus tp kl anda mengerti so “no time”bingung.
1 lg anda bingung so pst tuhan senang krn km memiliki akal budi yg mrupakan citra allah bukan?…………………..JLU

UNTUK KITA RENUNGKAN:
Sadarkah kita kl sekarang ini kita yg bergama sedang ditertawai oleh mereka yang tak beragama. Diketewai krn senang it’s oke tp krn hidup dlam kebingungan maka saya juga ikt2an tertawa dgn mreka.
saya katolik yang ingin damai tanpa sepanjang umur hidup dan tdk mau mempersoalkan ttg doktrin agama.

bhinneka tunggal ikatanhana mangrwa

@ Dewo

Dari kata2 mas dewo yg mencuplik dari umat Islam seperti syahadat atau ada yg nyuruh ngelink yg merubah nama Yesus menjadi Isa Al masih tampaknya akan ada revisi lagi pada Bibel nih.

peace

lewat@.nimbrung.com (60)

Dari kata2 mas dewo yg mencuplik dari umat Islam seperti syahadat atau ada yg nyuruh ngelink yg merubah nama Yesus menjadi Isa Al masih tampaknya akan ada revisi lagi pada Bibel nih.

==Mengapa anda yang jadi risau, umat kristen tidak risau hal penyebutan maupun bahasa, apa mau memanggil Yesus, Jesus, Jasu ataupun Sayyidina Isa Almasih, intinya tetap menuju ke satu pribadi saja.
Ataukah anda justru yang memiliki klaim yang terlalu sempit menganggap yang berbau arab adalah islam? sekedar anda ketahui bahwa penyebutan kata Sayyidina Isa Almasih sudah lebih dulu dipergunakan Kristen arab pra islam (jauh sebelum islam muncul).

semoga bermanfaat,

Wassalam

lewat@.nimbrung.com (60)

Dari kata2 mas dewo yg mencuplik dari umat Islam seperti syahadat atau ada yg nyuruh ngelink yg merubah nama Yesus menjadi Isa Al masih tampaknya akan ada revisi lagi pada Bibel nih.

==Mengapa anda yang jadi risau, umat kristen tidak risau hal penyebutan maupun bahasa, apa mau memanggil Yesus, Jesus, Jasu ataupun Sayyidina Isa Almasih, intinya tetap menuju ke satu pribadi saja.
Ataukah anda justru yang memiliki klaim yang terlalu sempit menganggap yang berbau arab adalah islam? sekedar anda ketahui bahwa penyebutan kata Sayyidina Isa Almasih sudah lebih dulu dipergunakan Kristen arab pra islam (jauh sebelum islam muncul).

semoga bermanfaat,.

Wassalam

Dear All,

Jika memang Tritunggal itu berarti Yesus, Allah Bapa, dan Roh Kudus adalah satu, maka coba deh :

Semua posting dan tanggapannya ubahlah ketiga unsur itu menjadi satu saja (contoh : kata yg menyebut semua unsur Tritunggal diubah menjadi “Yesus” saja, atau “Roh Kudus” saja atau “Allah Bapa” saja). Toh mereka katanya sebenarnya kan satu.

Kira-2 gimana jadinya ya ????
Jadi penasaran nih …!!!!

“Gimana bisa ya Yesus duduk disebelah kanan Yesus”

Salam,
Edi

@Dear lewat@.nimbrung.com (#60),

Dari kata2 mas dewo yg mencuplik dari umat Islam seperti syahadat atau ada yg nyuruh ngelink yg merubah nama Yesus menjadi Isa Al masih tampaknya akan ada revisi lagi pada Bibel nih.

Hihihi… perasaan saya tidak mencuplik apa pun deh. Apalagi syahadat dan mengubah nama Yesus. Salah alamat nih…

@Dear Edi (#63),

Semua posting dan tanggapannya ubahlah ketiga unsur itu menjadi satu saja (contoh : kata yg menyebut semua unsur Tritunggal diubah menjadi “Yesus” saja, atau “Roh Kudus” saja atau “Allah Bapa” saja). Toh mereka katanya sebenarnya kan satu.

Hahaha… Simplifikasi?

Salam.

Ikut gabung dari WASHINGTON DC.TUHAN ATAU ALLAH ITU SAMA. Hanya satu semua agama ajarannya sama.bukan hanya Islam,Yahudi,Kristen atau yang lain.Agama itu suci janganlah kalian berdebat tidak akan ada habisnya.Sebagai manusia kita amalkan dan jauhi larangan apa yang tertulis dalam Kitab2 YANG TUHAN OR ALLAH TULIS.janganlah bermusuhan.karena yang pertama masuk surga adalah orang yang tidak mencela,menghakimi,berkata jelek,menghina,membanggakan diri sendiri,beribadah,beriman dekat sama TUHAN ATAU ALLAH,tidak berzina,tidak minum,tidak memperkosa,tidak mengganggu ketentraman orang lain,puasa,sembahyang,dan banyak lagi yang TUHAN ATAU ALLAH perintahkan dan sebagai manusia kita harus sadar bahwa kita adalah hamba yang hina.kita tidak sempurna hanya ALLAH.dan ketahuilah hamba yang patuh itulah yang ALLAH ATAU TUHAN pilih.apakah diantara kita sudah melakukan semua itu? tolong berdamai dan jangan bertengkar.kalo kalian tahu aku adalah orang INDONESIA yang merantau dan melihat dengan mata sendiri apa itu hidup.jangankan kita TUHAN ATAU ALLLAH SAYANG DAN MAHA PENGASIH,tidak ada duanya.hanya jika waktunya kita dipanggil kepadaNYA, itu yang kita pikirkan.Orang bodoh perumpa’an,.. dan dia hidup sendiri didalam hutan apakah kita bilang golongan orang berdosa sedangkan dia tidak kenal siapa2 tidak mnyakiti insan tapi mungkin dia membunuh hewan untuk dimakan karena dia lapar,apakah dia berdosa sedangkan dia tidak pernah melihat KITAB,AL QUR’AN atau yang lainnya.bukankah TUHAN menciptakan dunia dan isinya ini buat kita semua makhluk hidup.Hanya kita yang tahu agama dan berpendidikan yang berdosa jika kau sudah mengetahui yang dilarang dan yang dihalalkan.Bukan Islam saja yang tidak boleh makan Babi tapi semua Agama,tapi karena manusianya saja yang tidak mau tahu atau memeng dia tidak pernah tahu.semua Agama itu sama banyak orang2 Islam di AMERIKA kerja sama orang2 Yahudi kalian saja yang tidak tahu tapi boss mereka tidak melakukan kejahatan apapun karena AMERIKA negara hukum yang di jalankan.Tapi kalo kau mau tahu bahwa banyak pula orang2 Islam kerja sama orang2 ARAB,yang artinya ARAB itu lebar,tapi mereka diperkosa,dibunuh, dianiaya,aku lihat sendri dengan kedua mataku.Hanya TUHAN YANG MAHA TAHU.Dan DIA YANG AKAN MENGADILI JADI dengan kata ma’af sebagai insan yang tidak sempurna saya mohon diri hanya untuk mempersatukan HAMBA2 TUHAN.Sedangkan NABI MUSA AS saja dia mengakui bahwa dia bukan makluk sempurna walaupun bangkai aja dia menganggap bahwa NABI MUSALAH yang paling tidak sempurna. kenapa kita berdebat setiap hari,please tolong jalin persabatan dan KASIH SAYANG.TUHAN MAHA TAHU DAN MAHA MELIHAT.Saya hanya mngingatkan janganlah berdebat.Semua Agama itu betul dan benar jika anda membenarkannya dan pastinya semua umat beragama mereka atau kita tidak akan membenarkan agama orang lain camkan ini dengan baik Mudah2han anda sadar AMIN. Dan semua agama dalam penutupan do’a patilah AMIN.enggak ENGRIS ATAU APA AJA PASTI AMIN. PEACE.

Wahai teman teman ku kaum nasrani dan kaum muslimin kenapa sih kok cuma dua kaum ini aja yang suka mempeributkan soal agama di dunia ini? apa tidak ada hal lain yang lebih penting ? eh dengar baik baik ya, agama itu tidak bisa menjamin anda semua masuk surga apapun agama anda peluang kita semua untuk masuk surga sama besar dan sama gawatnya tergantung bagaimana sikap kita selama hidup di dunia ini menurut saya kita tidak usah dulu bicara soal perbedaan dan kehebatan satu agama terhadap yang lainnya itu terlalu canggih lebih baik kita kuasai dulu hal hal yang basic misalnya yaitu sikap kita “eh anda anda yang ribut soal agama aku mau tanya neh berapa di antara kalian yang kalau minjem duit pasti dikembaliin? saya jamin deh tidak sampai 10% diantara kalian itu adalah salah satu hal yang basic you know? dan didunia ini tidak banyak lagi manusia yang bisa fair dalam hal pinjam meminjam dan ingat baik baik Yesus dan Muhammad tidak pernah minjam duit lalu pura pura lupa lho? Yesus dan Muhammad tidak pernah duduk dan bergosip,Yesus Dan Muhammad tidak pernah iri hati pada kesuksesan orang lain,Yesus dan Muhammad selalu rendah hati,Yesus dan Muhammad tidak pernah malas malasan,Yesus dan Muhammad tidak pernah menyalahkan orang lain jika mengalami kegagalan DLL DLL apakah sikap sikap dasar seperti ini sudah bisa anda terapkan dalam hidup anda 100%? jika sudah baru anda boleh mempersoalkan dan berdebat soal agama satu sama lain GBU

bhinneka tunggak ika tan hana mangrwa

“Dan janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan,atau caci maki dengan caci maki,tetapi sebaliknya,hendaklah kamu memberkati,karena untuk itulah kamu dipanggil,yaitu untuk memperoleh berkat.sebab:siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik,ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat dan bibirnya terhadap ucapan-ucapan menipu.ia harus menjauhi yang jahat dan melakukun yang baik,ia harus mencari perdamaian dan berusaha mendapatkannya.sebab mata TUHAN tertuju kepada orang-orang benar,dan telinga-Nya kepada permohonan mereka yang minta tolong,tetapi wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat.(1 petrus 3:9-12)
sudahkah anda mencermin diri anda sebelum menilai orang?
Ditelinga orang katolic udah biasa dengar hinaan dan cemoohan,yang katanya kafirlah apa aja yang merendahkan.
jadi jangan takut!taburlah kasih….senantiasa….sebab akan datang hakim yang adil..di pengadilan surgawi bukan di dunia ini.
saudaraku dalam Kristus,berdoalah bagi mereka yang telah merendahkan kita.GBU

@Dear Navia dari Washington DC (#65),

Terima kasih atas pencerahannya. Semoga berkat Tuhan melimpahi Anda sekeluarga. Amin.

~~~

@Dear Mago (#66),

Iya, mengapa harus berdebat? Tidak lain dan tidak bukan karena manusia itu sedang bertumbuh dalam iman. Seperti anak kecil yang bertengkar, seperti itulah manusia yang sedang tumbuh imannya. Semoga iman umat manusia semakin tumbuh, berkembang, dan berbuah lebat. Amin.

~~~

@Dear Tranktadema (#67),

Setuju.

~~~

@Dear Dhisty (#68),

Terima kasih atas pencerahannya. Iya, saya (kami) sudah sering sekali dihina, dicemooh bahkan dihujat. Terima kasih karena telah mengingatkan saya dengan ayat suci.

Benar, kita harus terus mendoakan mereka. Dan juga berupaya menjadi berkat Tuhan bagi sesama manusia dengan menebarkan kasih.

GBU.

to
dear Dewo

bersabarlah dan terimalah hinaan,biarlah kamu dihina karena Dia.berdoala agar Tuhan Yesus sang juru slamat kita memberimu pengetahuan yg lebih mendalam tentang Dia.
sebab Tuhan pasti membuat sesuatu indah pada waktunya.

janganlah goyah imanmu.sebab kita bukan lagi hamba tetapi anak.Tuhan Yesus saja dihina bahkan rela wafat di salib untuk memerdakakan kita maka biarlah kita dihina.ga apa2 kok….

sabah@malaysia
saya baru lihat blog ini.
shallom, ingin kepastian ya, “pas meninggal dunia masuk dlm apipencucian dulu kemudian pelan-pelan masuk syurga. apakah itu ajaran gerjah(doktren) apipencucian dengan kematian Yesus Kristus/kangkitan/kasihkerunia anugarah (doktren Alkitab) bertentangan/bercanggah.
Yesus Kristus adalah kuatku, amen.

shallom semua rakan-rakan di nusantara.

sabah@malaysia
saya baru lihat blog ini.
shallom, ingin kepastian ya, “pas meninggal dunia masuk dlm apipencucian dulu kemudian pelan-pelan masuk syurga. apakah itu ajaran gerjah(doktren) apipencucian dengan kematian Yesus Kristus/kebangkitan/kasihkerunia anugarah (doktren Alkitab) bertentangan/bercanggah.
Yesus Kristus adalah kuatku, amen.

shallom semua rakan-rakan di nusantara.

hai kalo ga ngerti jangan bicara,kita kalau mau masuk surga dan berjumpa dengan Allah harus dalam keadaan suci,kalau hati kita kotor dan banyak dosa maka harus di bersihkan yaitu di api pencucian.siapa yang tidak punya dosa ,maka dia tidak perlu di bersihkan di api pencucian.Barangkali kamu umat muslim 100% tidak berdosa ya???? makanya tidak perlu api pencucian

@christine

Bu christine, dalam umat islam yang hidup di dunia itu tidak ada yang 100% tidak berdosa, kecuali orang-orang yang telah dipilih oleh Allah Swt dan bayi-bayi yang baru lahir serta anak-anak kecil yang belum mengenal dosa yang diibaratkan dengan kertas putih yang polos belum ditulisi dengan pena.
Tapi setelah kami tumbuh besar dan tentu sudah bisa membedakan mana yang baik dan yang buruk dan mungkin kita melakukan kedua-duanya barulah kertas putih yang polos itu ditulisi dengan pena. Siapakah yang mencatatnya ?
Dalam islam dikenal dua malaikat yang satu mencatat kebaikan dan satu lagi mencatat keburukan kami.
Lalu setelah kami meninggalkan dunia, catatan itu lah yang akan menjadi saksi apakah kami masuk Surga atau Neraka.
Orang tua dan leluhur kami tidak akan bisa menanggung dosa-dosa kami begitupun anak-anak dan keturunan juga tidak bisa menanggung dosa-dosa kami dan juga sebaliknya. Karena hanya amal perbuatan kamilah yang bisa menyelamatkan kami.
Dan hanya Allah lah yang berkuasa menentukan nasib kami baik di dunia maupun di akhirat nanti.

Mengenai api pencucian ?
Buat kami “Wallahu Alam” haya Allah lah yang tahu.
Tapi kalau anda ingin tahu, maka silahkan aja anda mati dulu.
Eeeh maaf ya, Bu. Bukan saya menyuruh anda untuk mati tapi nanti aja setelah maut menjemput anda, maka anda akan tahu, Insya Allah.

Salam.

@cepot

—Lalu setelah kami meninggalkan dunia, catatan itu lah yang akan menjadi saksi apakah kami masuk Surga atau Neraka—

lalu yang jadi hakimnya siapa?

sodara cepot, pertanyaan itu hanya teka-teki atau anda memang benar-benar tidak tahu?karena menurut saya SANG HAKIM YANG ADIL HANYA SATUYAITU ALLAH…

@666

He…he…he !

Pertanyaan anda sama seperti api pencucian.
Jadi baik, jika anda diadili dipengadilan negri misalnya, kemudian anda ingin tahu siapakah nama hakimnya maka anda harus diadili dulu kan.
Manusia diadili di akhirat tentu setelah melewati kematian jika anda ingin tahu siapa hakimnya, coba aja anda lewati kematian dulu.
Yang saya katakan :
“Dan hanya Allah lah yang berkuasa menentukan nasib kami baik di dunia maupun di akhirat nanti.”

Silahkan simpulkan aja sendiri.

jadinya Allah yg jadi hakim ato ngak tau ?

suatu malam,ketika saya setengah sadar.saya merasa menjadi seorang guru.lalu saya menyuruh murid-murid itu “bukalah lukas 2:3.di sana terdapat suatu kejadian yang sangat besar yang akan menentukan nasib kita pada akhir jaman”lalu saya tertidur pulas.beberapa hari kemudian saya teringat kejadian itu,lalu saya membuka di alkitab dan ternyata berbunyi “lalu pergilah semua orang untuk mendaftarkan diri mereka masing-masing ke tempat kelahiran mereka masing-masing”
pertanyaan untuk siapa saja yang membaca blok ini : apa maksud dari kejadian itu? baik terhadap diri sendiri maupun untuk semua orang di muka bumi ini?

hallow….

@666

Kalau anda bertanya “jadinya Allah yg jadi hakim ato ngak tau ?”

Sebelum saya menjawabnya saya akan jelaskan tentang sifat dari kematian, akhirat, pengadilan akhirat, surga, neraka semuanya adalah ghaib.
Siapa Yang Maha Tahu tentang hal-hal di atas ?
Bagi saya hanya Allah, karena dijelaskan juga dalam Al Quran bahwa Allahlah yang mengetahui hal-hal yang ghaib
Apakah saya tahu tentang hal-hal di atas termasuk siapa yang menjadi hakim nati?
Saya jawab : “saya tidak tahu”, karena saya belum pernah pernah ngalamin hal-hal di atas.
Jika anda bertanya apakah saya ngak tau ?
Saya jawab : “ya…,saya tidak tahu”
Kalaupun anda bertanya : “Allah yang jadi hakim ?”
Saya jawab berdasarkan iman dan keyakinan saya : “ya”
dan bahkan saya beriman Allah itu Maha Adil dan Maha Bijaksana.

@christine

hallow…, juga

Mungkin anda sedang membayangkan menjadi seorang guru.
Waaah sulit juga sih menjelaskan bayangan orang lain.
Saya juga punya teman dia bermimpi dikejar-kejar hantu terus bertanya kepada saya kira-kira hantu siapa ya?
Mana saya tahu.. kalau saya masuk kedalam mimpinya waktu itu mungkin saya mengenalnya ..kali.

Kalau “lukas 2:3.di sana terdapat suatu kejadian yang sangat besar yang akan menentukan nasib kita pada akhir jaman”
Menurut imanku itu adalah “Qiamat”.
Menurut keimanan dalam Islam Qiamat itu dibagi menjadi 2 :
Qiamat Kubro(besar) : Akhir jaman
Qiamat Sugro(kecil) : Kematian, bencana alam.

Kalau
“lalu pergilah semua orang untuk mendaftarkan diri mereka masing-masing ke tempat kelahiran mereka masing-masing”

Menurut iman kami begini :
Sebelum kita dilahirkan kita itu adalah ruh.
Dalam Al Quran dijelaskan mengenai manusia ketika di dalam rahim ibu kita. Allah meniupkan ruh kedalam bayi ketika di dalam rahim ibu kita. Kemudian setelah melewati kematian maka ruh kita akan (mendaftarkan) kembali kepada sebelum kita dilahirkan. Apakah kita akan kembali ke sisi Allah ?
Wallahu Alam.

apa arti sami Allah humma kamidah?
knp kok wktu bunyi itu jemaat tdk ikut??
sapa yg mlawan dajal??jwb km malaikat jibril kan tp kalah.sampai 3x mlawan apakah bs menag? lalu sapa yg brhasil mengalahkan dajal?? nabi Isa almasih berarti Dialah Pemenangnya ,mengapa kamu tidak mau mengakui kalau Isa almasihlah pemenangnya atas iblis seperti dajal

mengapa klo naik haji tdk bleh liat ka’bah??

soalnya api pencucian itukan tidak Alkitabiah, kerana menurut pemahaman saya orang mati yang berdosa tidak ada pertaubatan.org hidup saja yang dapat menyambah memulia dan memuji Allah. kalau pas mati jawabnya antara dua; narka atau syurga, bukan gitu? @ saya salah keee?

@mualaf balik lagi ke xten
“apa arti sami Allah humma kamidah?
knp kok wktu bunyi itu jemaat tdk ikut??”

Baiklah saudara xten saya mungkin akan menjawab sedikit. Tapi saya mau koreksi dulu karena saya tidak pernah mendengar kalimat yang saudara katakan itu.

Tapi kalu yang dimaksud saudara itu adalah kalimat yang dibacakan setelah ruku (dalam shalat) dan berdiri sambil membacakan ” Sami’Allahu liman ha midah” (artinya “Tuhan mendengar pujian orang yang memujiNya”).

Perlu anda ketahu dulu kalau dalam shalat berjamaah itu ada yang namanya :
Imam (yang memimpin shalat)
dan Ma’mum (yang dipimpin)

Jadi pada saat Imam membacakan ” Sami’Allahu Liman Ha Midah”
Maka setelah itu Ma’mum membacakan :
“Rabbanaalakal hamdu mil-ussamawaati wamil ulardli wamil-u maa syita min syai’in ba du”
(Artinya : “Ya Allah kepadamu saya panjatkan puji sepenuh langit dan bumi dan sepenuh kehendakmu, dari sejak dulu”). Jika anda bertanya lagi mengapa harus demikian karena itulah shalat yang dicontohkan oleh Rosulullah Muhammad Saw yang harus diikuti oleh umat Islam.

Kemudian,
Yang anda ceritakan tentang :
“sapa yg mlawan dajal??jwb km malaikat jibril kan tp kalah.sampai 3x mlawan apakah bs menag? lalu sapa yg brhasil mengalahkan dajal?? nabi Isa almasih berarti Dialah Pemenangnya ,mengapa kamu tidak mau mengakui kalau Isa almasihlah pemenangnya atas iblis seperti dajal”

Tunjukan kepada kami jika ada dalam Al Quran, surat berapa dan ayat berapa ?
Jika ada dalam Injil/Alkitab surat berapa dan ayat berapa?
Jika ada dalam dongeng, siapa pengarang dan penerbitnya ?

@mualaf balik lagi ke xten
“mengapa klo naik haji tdk bleh liat ka’bah??”

Tunjukan dulu kepada kami syarat-syarat rukun dalam menunaikan ibadah haji ?
Dan hal-hal yang tidak perbolehkan dalam menunaikan ibadah haji ?

Apakah yang anda tanyakan itu ada dalam ketentuan di atas ?

@cepot

“Wal ladzil nafsi biyadihi layusyikanna ay yanzila fikumubnu maryama hakaman muqsithan….”
“Dan demi Allah yang jiwaku di tangan-Nya, sesungguhnya telah dekat masanya Isa anak Maryam akan turun di tengah tengah kamu. Dia akan menjadi HAKIM yang adil….” (Hadis Shahih Muslim 127)

maksudnya apaan?

@hinadina

Saudara hinadina, anda percaya pada keterangan/sabda Nabi Muhammad saw tapi tidak sempurna.

Bagaimana jika saya katakan Nabi Muhammad saw juga bersabda bahawa Nabi Isa a.s akan wafat dan dikubur di Masjid al-Nabawi bersama nabi Muhammad saw dan 2 khalifah al-rasydin iaitu Khalifah Abu Bakar dan Khalifah Umar.

Lagi Nabi Muhammad saw juga menegaskan bahawa nabi Isa a.s akan menjalankan pemerintahan dengan Al-Quran dan juga sebagai umat Nabi Muhammad saw.

Kemudian Nabi Muhammad saw menegaskan melalui firman Allah swt, bahawa mana-mana manusia mengatakan Allah adalah Isa Ibni Maryam maka kafirlah manusia itu.

Nabi Isa a.s berdasarkan sabda Nabi Muhammas saw akan datang menghapuskan Babi dan meruntuhkan salib.

Inilah maksud Nabi Muhammad saw, bahawa Nabi Isa Ibni Maryam sebagai HAKIM yang ADIL, dimana tidak ada seorang ahli Kitab pun melainkan semuanya akan meng-Esakan Allah dan menerima Islam.

Saya tahu ini adalah kenyataan yang berat bagi saudara non-Muslim, tapi anda juga harus faham bahawa setiap sabda Nabi Muhammad saw tidak boleh anda terima macam tu tanpa usul periksa kesahihan hadith.

Mana-mana Hadith yang bertentangan dengan al-quran akan ditolak sekalipun periwatnya Hadith adalah Imam Bukhari atau mana-mana Imam.

Nabi Muhammad tdk akan mengeluarkan ucapan yang bertentangan dengan al-Quran, terdapat ribuan hadith palsu masa kini.

Namun masih boleh Detect, virus macam ni.

Tak perlulah saya hurai ilmu hadith sebab saya sendiri masih belajar, sekalipun saya boleh jadi ulama ilmu takan habis untuk dibelajar.

Salam

MUhamad bukan nabi

Nabi Isa a.s berdasarkan sabda Nabi Muhammas saw akan datang menghapuskan Babi dan meruntuhkan salib.

maksudnya apa?

@hinadina

“maksudnya apaan?”

Sebelum saya menjawab.
Apakah dalam (Hadis Shahih Muslim 127) itu sudah selesai di situ ?
Kenapa anda tidak meneruskannya, apakah anda merasa malu mengatakannya yang ada pada titik-titik?

Karena terusannya :
“…..ia akan mematahkan salib dan membunuh babi-babi….”

Jelaskan ?
Kenapa tidak diteruskan, anda malu ?

He..he..he…
Mau pake hadist kok malah jadi bumerang !

maksud “dengan membunuh babi-babi dan mematahkan salib” apa?

@hinadina

Menurut seorang mualaf bpk Ihsan Mokoginta dalam suatu acara debat menjelaskan artinya “membunuh babi-babi dan mematahkan salib” itu
bukan berarti Yesus turus turun ke dunia membunuh babi satu persatu tetapi kalau seluruh manusia sudah menyatakan kalau babi itu haram dan semua orang tidak memakan babi itu maksudnya membunuh babi-babi.
Lalu maksudnya mematahkan salib itu menurut beliau kalau Nabi Isa As memberikan kesaksian kalau ajaran islam itu jalan yang lurus lalu pengikut gereja sudah mengosongkan gereja dan meninggalkan ajarannya baru itulah baru namanya mematahkan salib.

Kebenaran Tuhan

Semua yang menulis di sini tentu tertarik dengan hal yang religius, kehidupan, hubungan manusia dengan Tuhan, jadi jangan tanggung-tanggung bila ingin kebenaran yang bisa dibuktikan sampai sekarang.

Hanya nama Allah, Allouh, Kristus, Tuhan, God, Yahwe, Isa, Allah Bapa, Allah Roh Kudus, Yesus setan yang kuat dapat di usir.
Kecuali setan kecil dapat diusir oleh setan yang besar.
Oleh karena bagi yang bimbang buktikanlah itu, panggil paranormal dari agama apa saja surulah dia memanggil setan, usirlah setan itu dengan mengucapkan nama selain di atas.
Kemudian usirlah juga dengan mengunakan nama di atas.
Buktikan.
Dari nama-nama di atas nama Yesuslah yang tentu lebih akrab. Apakah anda sangsi bahwa Yesus jugalah yang mempunyai nama itu.
Kalau sudah tidak sangsi, apakah juga tidak percaya dengan ajaranNya selama di dunia.

demikian

@cepot

–Menurut seorang mualaf bpk Ihsan Mokoginta dalam suatu acara debat menjelaskan artinya “membunuh babi-babi dan mematahkan salib” itu
bukan berarti Yesus turus turun ke dunia membunuh babi satu persatu tetapi kalau seluruh manusia sudah menyatakan kalau babi itu haram dan semua orang tidak memakan babi itu maksudnya membunuh babi-babi.
Lalu maksudnya mematahkan salib itu menurut beliau kalau Nabi Isa As memberikan kesaksian kalau ajaran islam itu jalan yang lurus lalu pengikut gereja sudah mengosongkan gereja dan meninggalkan ajarannya baru itulah baru namanya mematahkan salib.—

bukannya saat Yesus datang kedunia untuk yg kedua kali adalah saat kiamat?

dan yang saya bingung bukankah ihsan mokoginta adalah bekas seorang pendeta or pastur tp kok dia tidak mengerti arti gereja itu sendiri.

@imaculata

Kalau begitu anda bacakan aja itu di rumah sakit, barangkali mereka banyak membutuhkan itu. Siapa tahu setelah anda bacakan semua penginap di rumah sakit mendadak sembuh.

@hinadina

“bukannya saat Yesus datang kedunia untuk yg kedua kali adalah saat kiamat?”

Mana gue tahu, bukankah Yesus sendiri dalam Alkitab/Injil menjelaskan kalau dia sendiri sesungguhnya tidak tahu kapan itu Kiamat, padahal menurut anda dia itu kan Tuhan.

“dan yang saya bingung bukankah ihsan mokoginta adalah bekas seorang pendeta or pastur tp kok dia tidak mengerti arti gereja itu sendiri.”

Gue juga bingung kenapa pak Ihsan bisa ngga percaya sama gereja padah dia itu hapal betul dan sangat memahami Alkitab/Injil. Atau mungkin gerejanya tidak bisa menjelaskan kepada pak Ihsan.
Atau mungkin juga memang harus hapal dan memahami dulu Alkitab baru akan menemukan jalan yang benar. Soalnya dari pengakuan pak Ihsan, dia masuk islam itu karena dituntun oleh Alkitab/Injil itu sendiri. Kalau anda ngga percaya ya silahkan tanyakan aja sendiri.

teman2
saya bagi kesaksian, itu allah Tapikong pun kenal Yesus Kristus, itu allah histeria yang merasuk orang dunia pun kenal Yesus Kristus, itu Setan si ulartua pun juga kenal Yesus Kristus. semua ini saya saksikan sendiri sepanjang perjalanan kehidupan lalu sampai saat ini. yah… kitab mana pun semua menggatakan / bersaksikan bahawa Yesus Kristus itu adalah Tuhan yang Esa.

shallom, Tuhan memberkati anda kalian.

@MAYA
teman2
“…. yah… kitab mana pun semua menggatakan / bersaksikan bahawa Yesus Kristus itu adalah Tuhan yang Esa.”

He..he..he..
Kitab manpun..!
Ini adalah pertanyaan saya yang ke sekian kalinya yang mempertanyakan ttg Ketuhanan Yesus :
Sebutkan Kitabnya ?
Sebutkan Suratnya ?
Sebutkan Ayatnya ?
Sayangnya tidak ada jawaban yang pasti.

@cepot
salam damai.

bukankah Kitab alquran mengatakan gitu?

Yesus bukan mati tapi naik ke Sorga / bukan ke Nerka.
Yesus adalah kalimah Allah/Firman Allah
Yesus adalah hakim akhir zaman
maaf yah.. apakah saya silap…….?????

Yesus Kristus memberkati anda.

@MAYA
salam damai.

“bukankah Kitab alquran mengatakan gitu?”

Kalau saudari Maya baca semuanya di Blog ini, saya dan saudara-saudariku yang muslim sudah banyak sekali menjelaskan tentang kerasulan Yesus yang dibuktikan dengan ayat-ayat suci baik yang ada dalam Al Quran maupun yang ada dalam Alkitab/Injil. Bahkan dalam Al Quran juga dijelaskan kalau Yesus sendiri menolak disebut Tuhan melainkan sebagai utusan Allah.

“Yesus bukan mati tapi naik ke Sorga / bukan ke Neraka.”

Dalam Al Quran juga dijelaskan kalau Yesus itu roh nya di angkat dan masuk surga. Perlu anda ketahui kalau yang akan masuk ke surga itu bukan dalam bentuk jasad melainkan roh.

“Yesus adalah kalimah Allah/Firman Allah”

Dalam Al Quran juga dijelaskan kalau Yesus itu terlahir ke dunia tidak berdasarkan hubungan antara lelaki dan perempuan seperti manusia yang lain. Tetapi Yesus itu terlahir dari kalimah Allah. Allah hanya mengucapkan “Kun Faya kun” (Jadilah). Kalimah ini ditujukan kepada seorang wanita saleh bernama Maryam. Tapi ini bukan berarti Allah berhubungan secara biologis dengan manusia dan bukan berarti Yesus itu adalah anak Allah (secara biologis).

“Yesus adalah hakim akhir zaman”

Pernyataan ini juga sudah dibahas, yaitu di dalam hadist bukan Al Quran. Tetapi dalam hadist ini diceritakan Yesus itu turun ke dunia untuk membunuh babi dan mematahkan salib dll. (Maaf ya saudari Maya ini bukan pernyataan saya tapi dari hadist itu sendiri).

“maaf yah.. apakah saya silap…….?????”

Barangkali bukan silap…mungkin membaca dan memahami ayat-ayat sucinya yang belum lengkap. Barangkali anda berminat membaca ayat-ayat suci yang kami imani. Atau paling tidak anda baca aja ayat-ayat suci yang ada dalam Alkitab/Injil anda semuanya, lalu coba perhatikan ayat-ayat dalam Alkitab/Injil anda itu.

Semoga Allah memberkati kita semua.

@cepot

salam damai.

Disitulah perbezannya.

Apa yang saya imani, itulah catatan Alkitab Kristian. Tentunya terjadi dalam kehidupan saya sehingga saya percaya.

Saya percaya juga sdr pun mengemukakan iman sdr sendiri seperti yang sdr imani menurut kepercayaan sdr sendiri.

kita sama2 mengimani dan percaya apa yang ada pada kita masing2 ya..

kristian parcaya Isa Al-Masih adalah Allah itu sendiri. Dinubuatkan dlm Alkitab mulai dari Kitab Kejadian hingga Kitab Wahyu dlm Injil seperti mata ranatai saling berkait. kalau ditafsirkan berlainan ianya bercanggahan dan kacau seperti yang anda fahami.

Saya tidak mahu menghakimi, kerana kita hanya beriman apa yang kita imani. kebenaran itu sukar dibuktikan melalui kepercayaan pengakuan iman kita. Tuduhan itu palsu dan ini palsu pun berat bagi ku kerana kita akan dipertanggung-jawab semua itu di hari pengadilan.

Kesimpulan saya ialah jadilah kehendakNya (Tuhan yg Maha Esa) menurut iman kepercayaan kita sendiri.

salam damai

@MAYA

“kristian parcaya Isa Al-Masih adalah Allah itu sendiri. Dinubuatkan dlm Alkitab mulai dari Kitab Kejadian hingga Kitab Wahyu dlm Injil seperti mata ranatai saling berkait.”

Kalu boleh tahu di Alkitab, surat berapa dan ayat berapa ya, Mbak ?
Supaya tidak terjadi salah penafsiran, gitu loch.
Soalnya menurut para pakar Alkitab dan Kristolog, mereka menyebutkan tidak ada satu ayat pun yang menyatakan ketuhanan Yesus dalam Alkitab.
Siapa tahu kalau mbak punya buktinya dalam Alkitab yang menyatakan kalau Yesus itu Tuhan berarti mereka itu bohong, kan ?

kapling surga sudah di bagi-bagikan kepada semua orang yang ada di sini sehingga semua berhak caci maki kepada yang lain.semua sudah soleh sehingga bebas mencap kepada yang lain kafir. padahal yang saya lihat dan ketahui tuhan masing-masing mengajarkan kepada kebaikan. tapi umat semua saling memusuhi. padahal musuh yang nyata adalah lingkungan kita sendiri( Narkoba.kemiskinan.kekerasan dalam rumah tangga atas nama agama.kekerasan atau satu kaum atas nama agama. anak-anak terlantar. orang -orang yang terpinggirkan.0ada seiorang teman saya yang atheis yang saya lihat karya nya lebih nyata mengajarkan tentang anti penindasan padahal penindasan tersebut dilakukan oleh yang mengaku soleh dan beragama.carut -marut kalian disini tidak menutaskan masalah malah menambah masalah. silahkan ambil kavling surga milik saya kalau kalian mau.saya ikhlas kalau itu memang bisa membuat kalian bisa lebih damai dan saling bisa menjaga dan dapat memberikan kayra yang lebih nyata.sesunguhnya hidup bagi saya bukan surga yang dicari tapi bagaimana karya hidup dapat manfaant agi semua makhluk.( ingat menginjak rumput adalah Dzolim. penindasan terhadap makhluk lain) coba renungkan itu

[...] sangat bangga dengan mujizat Yesus ini karena apa yang akan saya tulis di bawah ini adalah landasan utama iman Kristiani. Berikut adalah mujizat terbesar Yesus [...]

Baru pengakuan seorang Katolik, sudah orang-orang yang tdk seiman yang error.. entah kenapa. Mungkin mereka diajarkan demikian.

Saya pro penulis.

Terpujilah Tuhan Yesus yang memberikan contoh yang baik pada anak-anakNya..

“Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya”.

Salam Damai dalam Kristus.

@ Dear Etus07,

Terima kasih atas dukungannya.
GBU

Pejuang Kemerdekaan
Hai orang2 yg mengaku penuh cinta kasih, perhatikanlah bagaimana umat Islam menaklukkan Eropa/Barat !!! apakah umat Islam melakukannya dgn cara2 seperti yg kalian lakukan dlm menyebarkan agama kristen ke seluruh penjuru dunia? seperti Inggris, Portugis dan Belanda antara lain: 1.MEMBANTAI 2.MENJAJAH 3.BERPERANG 4.ADU DOMBA (devide et impera) 5.BERBOHONG 6.MEMFITNAH 7.MENJARAH KEKAYAAN ALAM 8.PERBUDAKAN atau berbuat seperti yg kalian lakukan di dengan memporakporandakan Iraq sekarang? TIDAK…! agama mana yg disebarkan dg kekerasan, ISLAM atau …. ketika dgn teriakan para pejuang kemerdekaan dgn pekik ALLAH MAHA BESAR utk menumpas penjajah agar kita BISA MERDEKA seperti skrg ini dibalik itu banyak juga penghianat di republik ini, mereka tentara Inggris, Belanda dan Portugis dkk memberi roti, keju buat mereka yg mau berhianat dan dgn manisnya memberi suatu keyakinan kpd org yg mereka rekrut bahwa mereka pemberi khabar agama baru yg “PENUH KASIH” agar mereka terbuai dan akhirnya dibantai dengan sadis seperti salah satu kasus Pembantaian Westerling di Sulawesi. INGATLAH SEJARAH YG PANJANG TERSEBUT DAN CAMKAN….DAN ITUPUN TDK SAJA TERJADI DI REPUBLIK INI SAJA…!!!

salam kenal…

kalo menurut gw sih menjajah dll itu udah hobi orang eropa untuk menaklukan musuh2 nya dan bukan untuk menyebarkan agama. setahu gw sih agama Kristen di sebarkan oleh hamba2 Tuhan yang ikut dalam perjalanan bangsa eropa ke Indonesia, masalah menjajah bukan urusan hamba Tuhan.
jadi eropa ke Indonesia inti nya bukan nyebarin agama.
Nah coba liat negara kita sekarang ini yang berjuang melawan penjajah dan akhir nya merdeka, bandingkan dengan negara2 laen yang di beri kemerdekaan dari penjajah? apakah lebih baek????
malah jaoh lebih bobrok… melek donk..
yang di kasi roti dan keju itu yang nurut, dan ga bandel, yang bandel ya di tabok.

dan kalo mau tau Islam sebener nya baca dari ensiklopedia, jangan kata pak ustad yang kadang punya emosi dan napsu terpendam.. kata orang kan bisa beda2 tergantung mute nya aja.
liat aja sekarang indonesia mayoritas islam dan liat hasil nya, korupsi, nepotisme, politik agama, wah ga bener deh poko nya semwrawut.
kalo mau tau dunia tanpa islam lihat lah kota jakarta di saat lebaran tiba, damai sekali, ngga ada orang2 semwrawut ngga ada supir angkot pada bikin macet, ngga ada orang2 ngelanggar traffic lite, pokok nya bener2
tenang deh jakarta. asli enak tenan.

INGATLAH SEJARAH YG PANJANG TERSEBUT DAN CAMKAN….DAN ITUPUN TDK SAJA TERJADI DI REPUBLIK INI SAJA…!!!
emank harus di inget betapa bandel nya dulu bangsa Indonesia sehingga jadi bangsa yang begini.

Dear Cepot,

Yah kalo ngmg kitab suci ma beda2 bro..
yang ini ngmg gini yang ini ngmg gitu,
kaya nya anda harus cari tau lebih pasti lagi bagaimana kitab suci di buat. Injil, Quran, dll
semua nya tulisan tangan manusia bro..
jadi ya susah sih ngebuktiin kalo itu tergantung iman masing2.

Kalo buat gw sih Yesus itu emank Tuhan, dan dia mengatakan tidak ada jalan laen ke surga selaen melalui dia. nah ente ngmg ke surga lewat jalan yang laen, kan susah. tergantung iman aja.

ini logika aja:
kalo di surga boleh ga orang berdosa masuk?
kalo di timbang pasti semua orang lebih berat dosa nya.
karena kita ini penuh napsu dan daging yang butuh di enakan.
nah kalo gitu berarti ga ada donk yang masuk surga.
sepi donk…
kasian Tuhan ga ada yang nemenin…
contoh dosa : baru mikir kotor aja udah di catet disana.
nah apa lagi kita yang hidup 80 tahun lebih… apa ngga makin banyak tuh dosanya…
susah kali kalo kita ga bikin dosa dalam sehari aja. Ga mungkin.
yang mungkin kita bisa masuk surga itu ya karena kebaikan Tuhan saja ga ada yang laen.

Nah sekarang masuk akal ngga kalo Tuhan ngmg “kamu manusia bisa masuk surga asal kamu mau terima Tuhan Yesus yang udah MATI di kayu salib itu bener2 menebus semua dan menghapus dosa2 mu sampe bersih”

kalo ini baru masuk akal orang bisa masuk surga.
ga usah pake agama logic aja.

Contoh di dunia :
Loe punya rumah, udah di pel bersih, mengkilap trus ada temen mu yang baru bikin kesel abis ama loe boleh masuk ngga? kaki nya kotor lagi.
pasti ngga boleh kan.. apa lagi badan nya berpanu, kudis, kurap dll.
nah kalo orang itu udah cuci kaki panu nya sembuh segala macem boleh masuk ngga? mana boleh dia udah bikin kesel loe abis2 an.
nah kalo dia udah minta maaf dan kamu maafin boleh masuk ngga.. ya silahkan..
catat: yang bisa maafin dan punya rumah itu kamu, jadi kamu yang bisa ngijinin dia masuk donk, bukan dia sendiri yang menyimpulkan bahwa dia udah di maafin..

Nah kalo di surga bikin kesel, kotoran, panu, dll itu ibarat dosa kita yang cuma bisa di bersih kan sama Tuhan sendiri. ga bisa manusia ngapus dosa nya sendiri.. gitu lho bro..

Logic aja, karena kitab suci kalo di bandingin semua bertentangan.

Cepot
@MAYA
teman2
“…. yah… kitab mana pun semua menggatakan / bersaksikan bahawa Yesus Kristus itu adalah Tuhan yang Esa.”

He..he..he..
Kitab manpun..!
Ini adalah pertanyaan saya yang ke sekian kalinya yang mempertanyakan ttg Ketuhanan Yesus :
Sebutkan Kitabnya ?
Sebutkan Suratnya ?
Sebutkan Ayatnya ?
Sayangnya tidak ada jawaban yang pasti.
>>
jawaban nya sih udah pasti dan di akui dunia yah tinggal orang mau terima apa ngga..
deal..?

Damai dihati damai dibumi

Tomas menjawab Dia: “Ya Tuhanku dan Allahku!” Kata Yesus kepadanya: “Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.”
Yohanes 20:28-29

Mereka yang menyangkal keilahian Yesus akan menerima penghukuman yang kekal.

Yesus berkata:
“Lalu Ia berkata kepada mereka:”Kamu berasal dari bawah, Aku dari atas; kamu dari dunia ini, Aku bukan dari dunia ini. Karena itu tadi Aku berkata kepadamu, bahwa kamu akan mati dalam dosamu; sebab jikalau kamu tidak percaya, bahwa Akulah Dia, kamu akan mati dalam dosamu.” Yohanes 8:23-24

benar ga sih cerita ini? mohon diskusi dan pencerahannya

gbu

DIALOG MASALAH KETUHANAN YESUS

ASAL MULA TERJADINYA PERTEMUAN

Pada malam Selasa tanggal 9 Maret 1970, salah seorang Santri (Pelajar) dari Pesantren Sumenep (Sdr. Marzuki mengadakan sekedar selamatan tahun baru Islam (1 Muharram tahun Hijriah) yang dihadiri oleh beberapa santri lainnya. Beberapa saat
kemudian datang dua orang saudara bernama Markam dan Antonius Widuri (keduanya adalah tim Akuntan) yang sementara oleh Kantor Akuntan Jakarta ditugaskan di P.N.Garam di Kalianget. Saudara Markam berasal dari Padang beragama Islam, dan saudara Antonius Widuri berasal dari Yogyakarta beragama Kristen sejak kecil dan memang dari keluarga Kristen Katolik Roma.

Kedatangan saudara Markam dan Antonius Widuri pada selamatan tersebut ingin menemui Kyai Bahaudin Mudhary yang memang sudah dikenal sebelumnya. Oleh kawan-kawan, terutama oleh saudara Marzuki selaku tuan rumah kedatangan dua
saudara ini disambut dengan ramah dan rasa gembira.

Kemudian saudara Markam menerangkan kedatangannya dari Kalianget ke Sumenep menyertai saudara Antonius Widuri, sengaja untuk menemui Kyai Bahaudin Mudhary, berhubung dengan keinginannya yang sudah lama terkandung untuk
membandingkan tentang masalah Ketuhanan dalam Agama Kristen dan Islam. Juga soal yang berhubungan dengan i’tikad, kepercayaan diantara kedua agama tersebut.

Menurut saudara Markam, karena Bapak Kyai sedang berada disini, kalau bisa dilain waktu untuk menemui beliau, diberi waktu cukup. Akan tetapi sekiranya bapak Kyai dan Tuan Rumah serta saudara-saudara di sini tidak keberatan, minta supaya
diperkenankan untuk menguraikan isi hatinya, agar saudara-saudara tidak salah faham, karena hal tersebut, hanya dari hati ke hati saja, yakni hanya soal keyakinan pribadi semata-mata.

Kawan-kawan tidak keberatan asalkan berkisar dalam soal agama saja, dan tidak ada kata-kata singgungan terhadap siapapun. Jadi hanya merupakan soal jawab antara pribadi dengan pribadi saja.

Bapak Kyai Bahaudin menerangkan, sekiranya soal jawab antar pribadi ini tidak selesai malam ini juga, apakah akan dilanjutkan pada malam yang lain. Oleh saudara Markam dan saudara Antonius dijawab, bahwa yang penting adalah kepuasan,
walaupun memerlukan waktu lama baik siang maupun malam. Kalau begitu menurut Kyai Bahaudin Mudhary, kita dapat menamakan pertemuan ini adalah pertemuan pertama. Dengan catatan pertemuan pribadi semata-mata bukan pertemuan dengan undangan.

Perlu diterangkan dalam soal-jawab ini nama-namanya disingkatkan Huruf: “A” singkatan untuk Bapak Kyai Bahaudin Mudhary dan huruf “B” singkatan dari Antonius atau saudara Markam. Karena Saudara Markam sering ikut menjelaskan keterangan saudara Antonius.

PERSETUJUAN BERSAMA

A: Sebelum diadakan pertemuan, saya pandang perlu menentukan sesuatu yang di rasa penting yang patut kita atur terlebih dulu.

B: Hal itu kita serahkan saja kepada bapak Kyai bagaimana baiknya pertemuan kita nanti.

A: Apakah tidak sebaiknya pertemuan kita ini dicatat saja dan bila dirasa perlu kita gunakan tape recorder untuk dijadikan kenang-kenangan.

B: Baiklah, kita setuju pendapat Bapak Kyai.

A: Kalau begitu saya akan minta bantuan kepada seorang saudara untuk mencatat pembicaraan kita masing-masing. Dan apakah saudara tidak keberatan hasil pembicaraan kita nanti sekiranya panjang perlu untuk diketahui umum juga, sebaiknya kita jadikan buku (dibukukan)

B: Buat saya tidak keberatan, asal membawa manfaaat untuk umum.

A: Jadi saudara setuju

B: Ya, sangat setuju.

A: Terima kasih, sekarang saya ingin menanyakan, maksud saudara menemui saya. Dan tadi saudara menyebut tentang agama Kristen dan Islam.

B: Begini Pak Kyai, secara terus terang dengan hati ikhlas saya sampaikan bahwa saya adalah seorang yang beragama Kristen Katolik. Seringkali juga membaca buku-buku agama Islam, dan majalah-majalah Islam, terutama majalah Kiblat yang terbit di
Jakarta. Dengan membaca buku-buku dan majalah-majalah tersebut, lalu timbul keinginan saya untuk mempelajari dan meneliti agama Islam. Akan tetapi keinginan itu selalu saya sembunyikan saja.

A: Dimanakah saudara mendapat buku-buku Islam dan Majalah Kiblat.

B: Secara tidak disengaja, saya sering menemukan di meja kawan. Mula-mula saya tidak menghiraukan, karena buku dan majalah tersebut berkelainan dengan keyakinan saya. Pada suatu malam saya tidak bisa tidur, padahal saya ingin beristirahat,
lalu saya mondar-mandir di kamar tidur, keluar masuk kamar, lalu saya lihat majalah Kiblat di atas meja, mungkin kepunyaan kawan yang ketinggalan waktu bertamu ketempat saya secara tidak sengaja, saya ambil majalah tersebut, tanpa kesadaran
saya bawa ketempat tidur, lalu saya buka-buka lembaran, mungkin ada bacaan atau cerita-cerita yang dapat mendorong saya supaya tidur. Kemudian pada suatu halaman, saya menjadi terkejut melihat suatu artikel tentang kristen, tanpa pikir saya membaca. Mula-mula hati saya selaku orang kristen merasa tersinggung, akan tetapi seolah-olah ada daya tarik yang memerintahkan saya supaya terus membacanya, pada saat itulah secara tiba-tiba muncul dorongan hati saya untuk berpikir dan meneliti kebenaran keyakinan saya. Entah karena apa saya lantas ingin membaca buku-buku Islam dan Majalah-majalah Islam.
Malah sering saya cari-cari pinjaman majalah Kiblat pada kawan-kawan yang berlangganan. Makin lama, bertambah timbul dorongan hati saya untuk meneliti ajaran Islam dan Kristen, dan ingin membandingkan tentang ketuhanan antara dua agama tersebut. Secara diam-diam saya terus membaca buku Islam disamping membaca kitab Injil yang menjadi keharusan saya selaku pemeluk agama Kristen.

A: Apakah saudara telah mempelajari kitab Injil Cukup Mendalam

B: Menurut perasaan saya, Kitab Injil itu telah saya pelajari dan saya anggap cukup mendalam. Ini hanya menurut ukuran kemampuan yang ada pada saya saja. Entah lagi dalam penilaian orang lain.

A: Kemudian Bagaimana Kelanjutan keinginan saudara.

B: Setelah saya meneliti buku-buku Islam dan Kristen yang saya temui, maka dorongan hati saya untuk melepaskan keinginan saya tak dapat saya tahan. Lalu saya mulai tanya-tanya tentang agama Islam pada beberapa orang yang saya temui, tetapi
keterangannya itu belum ada yang memuaskan hati saya.

A: Kepada siapa saja saudara bertanya tentang ajaran Islam.

B: Kepada siapa saja yang saya temui, disamping pembicaraan yang lain.
Jadi saya bertanya-tanya merupakan selingan-selingan saja dari pada yang menjadi pokok pembicaraan. Jadi tidak secara langsung.

A: Setelah itu adakah suatu pengaruh pada saudara

B: Ya, anehnya saya mulai tidak rajin lagi pergi ke gereja, mungkin inilah pengaruhnya.

A: Kemudian bagaimana

B: Oleh Karena saya tidak merasa puas dari orang-orang yang memberikan keterangan tentang Islam, lalu saya bicarakan kepada saudara Markam. Oleh saudara Markam saya diajak kerumah Bapak Kyai Baha. Maka saya perlukan datang kemari
diantar oleh saudara Markam.

A: Mungkin saudara belum mendalam mempelajari kitab Injil. Apakah tidak sebaiknya saudara meneliti kembali ajaran-ajaran agama Kristen sebelum diadakan pertemuan.

B: Kalau begitu apakah orang yang bukan pemeluk Islam tidak dibolehkan mempelajari agama Islam

A: Bukan begitu, maksud saya ialah bahwa agama Islam itu bersikap toleransi terhadap semua agama dan pemeluknya. Walaupun ajaran Islam tidak dibolehkan memaksa siapapaun untuk memeluk agama Islam. Pemeluk-pemeluk Islam hanya
diharuskan melakukan da’wah terhadap siapapun yang sudi menerimanya.

B: Akan tetapi, sayapun memeluk agama Kristen bukan karena ikut-ikut. Pendirian saya setiap orang bebas memilih agama menurut keyakinannya dan berpindah agama menurut keyakinannya pula, yang tentu sebelumnya didahului oleh penelitian dan
pertimbangan-pertimbangan yang mendalam sesuai dengan kemampuannya, baik dengan perantaraan buku-buku, Kitab-kitab, maupun dengan soal jawab (diskusi) atau lainnya.

A: Betul, akan tetapi asalkan dengan cara yang wajar, sehingga tidak menimbulkan salah penafsiran antara pemeluk suatu agama dan penganut agama yang lain.

B: Itulah yang saya maksudkan agar kedatangan saya kepada Bapak Kyai tidak sampai timbul sangka-sangka dan dugaan-dugaan yang tidak wajar, melainkan dengan tujuan mencari kebenaran dalam memeluk suatu agama. Ringkasnya saya memeluk suatu agama di atas dasar penelitian dari segi rasio maupun dengan ilmu jiwa, dari segi ilmiah, sehingga menimbulkan keyakinan yang kokoh dalam jiwa saya. Keyakinan yang teguh dan kokoh tentunya tidak mungkin menjadi orang yang
ikut-ikutan.

A: Memang seharusnya demikian

B: Ada saya jumpai, penganut suatu agama disebabkan karena keturunan, karena ayah dan ibunya menganut suatu agama, karena pengaruh pergaulan, lingkungan, pengaruh keadaan atau bisa jadi maksud untuk berlindung atau lainnya. Oleh karenanya saya berani bersumpah bahwa saya tidak termasuk pada orang-orang yang saya sebutkan itu.

A: Saya hargai pendirian saudara itu.

B: Oleh karena itulah saya menemui bapak kyai untuk menguraikan isi hati saya yang telah lama saya kandung. Akan tetapi apakah tidak sebaiknya Bapak kyai memberikan waktu kepada saya; terserah menurut kesempatan Bapak kyai karena sekarang sudah tengah malam. Akan tetapi sebisa-bisanya secepat mungkin.

A: Baik, Besok malam saja saudara datang lagi, dengan catatan tidak usah beritahukan dulu pada orang lain. Saya usahakan tempatnya.

B: Akan tetapi bagaimana kalau ada orang yang datang ingin mendengarkan saja.

A: Pokoknya pertemuan kita di usahakan supaya tidak sampai diketahui orang lain, tetapi kalau dipandang perlu saya kira boleh saja, daripada hasil pertemuan kita diberitahukan. Sekiranya besok malam ada orang datang hanya ingin mendengarkan,
hal itu terserah kepada mereka sendiri, pokoknya kita tidak mengundang mereka dan mereka tidak mengganggu ketertiban dan kelancaran dalam pertemuan kita.

B: Baiklah, Semoga pertemuan kita dapat diatur antara pribadi dengan pribadi, bukan untuk umum.

A: Memang demikianlah rencana saya dan supaya saudara-saudara yang ada disini tahu.

B: Saya setuju dengan pendapat Bapak Kyai

A: Adakah Saudara mempunyai Kitab Injil

B: Ya, Saya mempunyai kitab: Perjanjian Lama, Perjanjian Baru dan yang berbahasa Inggris: “The Holy Bible” dan ada juga kitab bahasa Belanda “Bijbellezingen voor het Huisgezin dan ada juga “Al Kitab” terbitan tahun 1968, dan yang terbitan tahun
1970 dan Kitab Zabur.

A: Saya harap kitab-kitab yang saudara sebutkan itu dibawa semuanya besok malam.

B: Ya, saya akan bawa semuanya. Apakah Bapak Kyai mempunyai juga kitab tersebut

A: Dulu pernah mempelajarinya, tetapi dipinjam oleh kawan yang sampai sekarang belum dikembalikan, namun saya telah membacanya .

B: Kalau begitu saya akan bawa semua Kitab-kitab Kristen yang ada pada saya.

A: Harapan saya memang demikian ……

MALAM KEDUA

A: Sejak Kapankah saudara beragama atau masuk Kristen

B: Sejak saya dilahirkan

A: Apakah saudara benar-benar mempelajari bahwa agama Kristen itu suatu agama yang paling benar

B: Ya, memang saya menyadari

A: Apakah saudara berkeyakinan bahwa Kitab Injil itu suci

B: Guru saya menerangkan bahwa Bibel adalah Kitab Suci berisi pengajaran Tuhan Yesus, yang dicatat oleh Rasul-rasul Matius, Lukas, Johanes dan Rasul Markus

A: Apakah yang dimaksud suci pada Bibel itu mempunyai arti bahwa Bibel bersih daripada kesalahan-kesalahan

B: Betul demikian. Tetapi kesalahan yang bagaimana yang Bapak maksudkan

A: Misalnya: Pada suatu saat ada orang mengabarkan pada saudara si A sakit, sedangkan orang lain memberitahukan bahwa pada saat itu si A tidak sakit. Kedua berita itu apakah benar semuanya atau salah semuanya, atau salah satunya yang benar

B: Diantara keduanya itu tentu salah satu yang benar, atau keduanya salah dan MUSTAHIL kedua-duanya benar.

A: Satu misal lain; ada orang berkata si A mempunyai tiga orang anak dan seorang lain mengatakan si A mempunyai sepuluh orang anak. Apakah dua perkataan itu benar semuanya atau salah semuanya, atau salah satu saja yang benar

B: Tidak mungkin benar semuanya, melainkan salah satunya yang benar atau salah semuanya

A: Kalau saya mengatakan benar semuanya, bagaimana pendapat saudara

B: Itu adalah mustahil, karena ternyata ada perselisihan diantara keduanya

A: Andaikata ada suatu kitab suci, akan tetapi ayat-ayat didalamnya diantara yang satu dengan yang lain terdapat perselisihan, apakah kitab itu dinamakan Kitab Suci

B: Tentu bukan kitab suci, karena yang dinamakan kitab suci itu adalah Ilham (wahyu) dari Tuhan, yang mustahil terdapat kesalahan atau perselisihan

A: Jadi kalau begitu bukan Kitab Suci lagi

B: Betul Kesuciannya telah batal

A: Kalau demikian, tentu isinya tidak dapat dipercaya kesuciannya atau kebenarannya, karena diantara ayat-ayatnya terdapat perselisihan

B: Yang jelas diantara ayat-ayatnya pasti bukan dari Tuhan, atau sudah dicampur adukkan dengan karangan manusia, sehingga kesuciannya ternoda, Ringkasnya sudah tidak suci lagi.

A: Kalau misalnya Bibel terdapat selisih antara satu ayat dengan ayat lain, apakah saudara masih berkeyakinan Bibel itu Kitab Suci

B: Saya tidak yakin kalau Kitab Bibel tidak suci, Terkecuali kalau ada bukti-bukti nyata yang menunjukkan ayat-ayatnya berselisih antara yang satu dengan yang lain, yang dapat menimbulkan keraguan saya tentang kesuciannya. Menurut penelitian
Bapak, apakah ayat-ayat Bibel ada yang berselisih

A: Ya BANYAK yang berselisih

B: Di Perjanjian Lama atau Perjanjian Baru

A: Dua-duanya terdapat beberapa perselisihan antara satu ayat dengan ayat yang lain

B: Di bab apa dan pasal serta ayat berapa

A: Supaya berurutan saya atur dalam beberapa pasal: PERTAMA soal Ketuhanan Yesus, karena soal ketuhanan adalah termasuk kepercayaan pokok pada tiap-tiap agama. Jadi soal ini perlu sekali didahulukan. Sesudah itu kita berpindah kepada
soal yang lain yang berhubungan dengan soal agama Kristen yang termaktub dalam kitab Bibel. Bagaimana pendapat saudara

B: Baik, saya menyetujui pendapat Bapak

A: Sekarang saya ingin bertanya, apakah alasan saudara bahwa Yesus menjadi ANAK TUHAN

B: Dalam Matius Pasal 3 ayat 17 menyebutkan demikian: “Maka suatu suara dari langit mengatakan: “Inilah anakku yang kukasihi. Kepadanya Aku berkenan”. Juga di Lukas pasal 4 ayat 41, menyebutkan bahwa Yesus itu anak Allah”.

A: Kalau begitu silahkan buka Matius pasal 5 ayat 9

B: Baik, Dalam pasal dan ayat itu menyebutkan :”Berbahagialah segala orang yang mendamaikan orang, karena mereka itu akan disebut Anak-anak Allah”.

A: Berdasarkan ayat tersebut yang dimaksudkan “ANAK ALLAH” itu ialah orang yang dihormati seperti Nabi. Kalau Yesus dianggap Anak Allah, maka semua orang mendamaikan manusiapun menjadi ANAK-ANAK ALLAH. Jadi bukan Yesus saja
Anak Allah, tetapi ada terlalu banyak.

B: Dalam Yahya pasal 14 ayat 9 disebutkan: “Siapa yang sudah nampak Aku, ia sudah nampak Bapa”, dan di Ayat 10 disebutkan: “Tiadakah engkau percaya bahwa aku ini di dalam Bapa, dan Bapa pun di dalam Aku? Segala perkataan yang Aku
ini katakan kepadamu, bukanlah Aku katakan dengan kehendak sendiri, melainkan Bapa itu yang tinggal di dalam Aku. Ia mengadakan segala perbuatan itu”.

A: Baiklah, silahkan saudara periksa Yahya pasal 17 ayat 23

B: Baik, di pasal ini disebutkan bahwa: “Aku di dalam mereka itu, dan engkau di dalam Aku; Supaya mereka itu sempurna di dalam persekutuan”.

A: Perhatikan di ayat ini ada tersusun kata “Aku didalam mereka”. Kata mereka di ayat ini adalah sahabat Yesus. Sedang yang dimaksudkan dengan “Aku” ialah Tuhan. Jadi kata “Aku” beserta “mereka” artinya Tuhan beserta sahabat-sahabat Yesus.
Kalau saudara percaya hal kesatuan Yesus dengan Bapa, maka saudarapun harus percaya tentang kesatuan Bapa itu dengan sekalian sahabat Yesus 12 orang jumlahnya. Jadi bukan Yesus dan Roh suci saja yang menjadi satu dengan Tuhan, melainkan harus ditambah 12 orang lagi. Ini namanya persatuan Tuhan atau Tuhan Persatuan bukan hanya Tri Tunggal tetapi 15 tunggal. Jadi berdasarkan perselisihan ayat-ayat tersebut yang manakah yang benar. Tiga menjadi tunggal atau 15 menjadi Tunggal. Ayat yang manakah yang akan saudara yakinkan, yang tiga menjadi tunggalkah atau yang 15 itu?

B: Tunggu dulu Pak, ini agak membingungkan saya

A: Tentu akan lebih membingungkan Saudara kalau saya tunjukkan ayat yang lain. Silahkan periksa Yahya pasal 17 ayat 3

B: Baik, di sini menyebutkan: “Inilah hidup yang kekal, yaitu supaya mereka mengenal engkau, Allah yang Esa, dan Yesus Kristus yang telah engkau suruhkan itu”

A: Di ayat ini menyebutkan Tuhan adalah Esa. Dalam Kamus bahasa Indonesia oleh E. St. Harahap cetakan ke II, disebutkan bahwa Esa itu berarti satu, pertama (tunggal), dan di ayat itu juga disebutkan bahwa Yesus Kristus adalah pesuruh Allah (Utusan/Rasul). Kalau demikian manakah yang benar. Bibel yang diakui kitab suci oleh saudara, tetapi isinya bertentangan antara yang satu dengan yang lain. Disatu ayat menyebutkan Tuhan dan Yesus menjadi satu, dilain ayat lima belas menjadi satu
dan yang lain lagi Tuhan itu tunggal, sedangkan di ayat itu pula menyebutkan bahwa Yesus itu Pesuruh Allah bukan Tuhan. Menurut pengakuan saudara suatu kitab suci yang kandungan ayat-ayatnya bertentangan antara yang satu dengan yang lain
tentu sulit sekali dipercaya kesuciannya, karena yang disebut suci itu bersih dari kekeliruan dan perselisihan.

B: Masih adakah ayat yang menyebutkan demikian

A: Ayat yang bagaimana yang saudara maksudkan ?

B: Ayat yang mengatakan bahwa Tuhan itu Esa (tunggal), bukan tiga menjadi satu.

A: Silahkan buka di Ulangan pasal 4 ayat 35

B: Baik, di pasal dan ayat ini menyebutkan: “Maka kepadamulah ia itu ditunjuk, supaya diketahui olehmu bahwa Tuhan itulah Allah, dan kecuali Tuhan yang Esa tiadalah yang lain lagi”.

A: Jelas di dalam Bibel sendiri menerangkan bahwa Tuhan itu Esa, Tunggal

B: Tetapi itu di dalam Kitab Perjanjian Lama, apakah terdapat juga di Perjanjian Baru.

A: Saudara minta di Perjanjian Baru, baiklah, Silahkan saudara buka Markus, pasal 12 ayat 29

B: Baik, di pasal dan ayat tersebut menyebutkan: “Maka jawab Yesus kepadanya. Hukum yang terutama ialah: Dengarlah olehmu hai Israil, adapun Allah Tuhan kita ialah Tuhan yang Esa”.

A: Periksa lagi di Perjanjian Lama di Ulangan pasal 6 ayat 4

B: Baik, di sini disebutkan :” Dengarlah olehmu hai Israil, sesungguhnya Hua Allah kita, Hua itu Esa adanya”.

A: Adakah belum jelas bahwa Bibel sendiri yang menjadi kitab sucinya orang Kristen menyebutkan seterang-terangnya bahwa Tuhan itu Tunggal, bukan tiga menjadi satu atau satu menjadi tiga. Taruh kata di Bibel ada ayat yang menyebutkan Tuhan itu
Tiga menjadi satu, saya ingin bertanya yang manakah di antara kedua ayat itu yang benar, yang tunggalkah atau yang tiga menjadi tunggal. Jadi salah satu dari dua ayat tersebut pasti ada yang benar, karena sudah jelas dua ayat itu tidak sama, Kalau
salah satu atau dua-duanya salah, maka kandungan kitab suci yang salah; jadi bukan kitab suci namanya.

B: Betul, salah satu Pasti salah atau kedua-keduanya salah

A: Kalau demikian apakah dapat diyakinkan kebenarannya suatu Kitab Suci, kalau kitab suci itu mengandung kesalahan atau tidak benar isinya.

B: Ya, yang disebut kitab suci itu harus bersih dari kesalahan-kesalahan, kalau tidak demikian maka batallah kesucian kitab itu

A: Menurut kepercayaan saudara apakah Yesus bersatu dengan Allah..??

B: Ya, demikian

A: Kalau demikian tentu Yesus adalah selalu bersama Allah dan Allah selalu bersama Yesus

B: Betul demikian sebagaimana tersebut dalam Yahya 10, 30, yang bunyinya sebagai berikut: “Aku dan Bapa itu satu adanya”. demikian juga Roh Suci sebab Roh Suci itu menjadi satu dengan Yesus, sebagaimana tersebut dalam Injil, ialah setelah Yesus
berumur 30 tahun turun Roh Suci kepadanya dan dibaptiskan oleh Pembaptis yaitu Yahya. Jadi jelas bahwa Yesus, Roh Suci, Tuhan adalah tunggal

A: Kalau begitu silahkan buka Matius pasal 27 ayat 46

B: Baik, di pasal dan ayat tersebut menyebutkan:” Maka sekira-kira pukul tiga itu berserulah Yesus dengan suara yang Nyaring katanya: “Eli, eli lama sabaktani” artinya: “Ya Tuhan, apakah sebabnya Engkau meninggalkan aku”.

A: Berdasarkan seruan Yesus di ayat itu, jelas bahwa Yesus tidak bersatu dengan Tuhan, yakni Tuhan meninggalkan Yesus, waktu akan disalibkan. Mestinya kalau Tuhan menjadi satu dengan Yesus, disaat itulah saat tepat untuk menolong Yesus, tetapi kenyataannya Tuhan tidak bersatu dengan Yesus sehinga Yesus sendiri minta tolong.

B: Tetapi Yesus itu hidupnya memang untuk disalib guna menebus dosa manusia.

A: Kalau hidupnya Yesus memang untuk di salib, mengapa Yesus tidak bersedia dan menolak untuk di salib. Buktinya ia berseru dengan suara nyaring minta tolong pada Tuhan agar ia terlepas dari disalibkan. Dengan lain kata Yesus tidak bersedia
selaku penebus dosa

B: Betul, saya lantas tidak mengerti mengapa ayat-ayat Bible itu ada yang simpang siur

A: Dari sebab itu mengapa saudara menyembah Yesus selaku Tuhan yang tidak berkuasa menyelamatkan dirinya sendiri, malah minta tolong. Pantaskah ada tuhan demikian. Dan saya lanjutkan bertanya apakah manusia-manusia yang menyalibkan Yesus itu dilaknat

B: Pasti dilaknat

A: Mestinya tidak dilaknat, malah Yesus harus berterima kasih kepada mereka yang menyalibkan dia, bahkan mereka itu seharusnya mendapat ganjaran., oleh karena menurut keterangan saudara, hidupnya Yesus itu harus disalib untuk menebus
dosa-dosa manusia. Andaikan tidak ada manusia yang bersedia menyalibkan Yesus maka dosa-dosa manusia tentu tidak ada yang menebusnya. Jadi manusia-manusia yang telah menyalibkan Yesus itu berjasa kepada Yesus dan penganut-penganut
Kristen. Akan tetapi mereka yang sudah terbukti berjasa itu malah dilaknat. Mestinya mereka itu masuk Sorga dan dipuji-puji atas jasanya.

B: Ini memang tidak masuk di akal atau sekurang-kurangnya memang sulit dimengerti; akan tetapi Roh Tuhan bersatu dengan Yesus itu tidak mustahil. Sebagaimana banyak manusia yang kesurupan hantu, jin, malaikat atau makhluk-makhluk halus lainnya, sehingga tindakan-tindakan dan perbuatannya menurut kehendak makhluk halus tersebut. Demikian juga ada yang kemasukan Roh Suci seperti Roh malaikat, sehingga tindakan-tindakan dan perbuatannya adalah suci.

A: Kalau demikian baiklah saya bikin pertanyaan; Manusia bersatu (kesurupan) jin itu, apakah dia disebut jin

B: tidak

A: Yesus yang bersatu (menerima) Roh Tuhan itu apakah ia disebut Tuhan?

B: Mestinya tidak juga

A: Seharusnya begitu. Jadi jelas bahwa Yesus yang menerima Roh Ketuhanan tentunya bukan Tuhan. Manusia yang menerima wahyu Tuhan itu bukan Tuhan melainkan adalah utusannya (pesuruh)Tuhan. Sesuai dengan pengakuan Yesus sendiri
sebagaimana tersebut dalam Yahya pasal 17 ayat 3 yang berbunyi: “supaya mereka mengenal Engkau, Allah Yang Maha Esa dan Benar, dan Yesus Kristus yang telah Engkau suruhkan itu”

B: Saya lantas tambah tidak mengerti tentang Ketuhanan Yesus itu.

A: Menurut keterangan saudara tadi, bahwa manusia yang bersatu dengan (kesurupan) makhluk halus seperti roh-roh, jin dan malaikat maka tindakan dan perbuatannya pasti menurut kehendak atau menyerupai perbuatan makhluk-makhluk halus itu.

B: Benar Begitu

A: Kalau demikian maka Yesus yang saudara akui bersatu dengan Tuhan mestinya tindakan-tindakan dan perbuatannya menyerupai perbuatan Tuhan.

B: Mestinya begitu

A: Akan tetapi kenyataannya tidak demikian. Tuhan tidak tidur tetapi Yesus Tidur, Tuhan tidak makan tetapi Yesus Makan, Tuhan tidak Sakit tetapi Yesus Sakit, Tuhan tidak menyembah kepada siapapun tetapi Yesus Menyembah Tuhan, Tuhan tidak
mati tetapi Yesus Mati, walaupun menurut i’tikad Kristen hidup kembali tetapi ia mati.

B: Menurut anggapan orang Kristen salah satu yang menyebabkan Yesus bersatu dengan Tuhan, karena ia mengetahui yang gaib.

A: Kalau begitu silahkan buka Markus pasal 13 ayat 31, 32.

B: Baik, ayat itu menyebutkan: “Sesungguhnya langit dan Bumi akan lenyap, tetapi perkataanku kekal. Tetapi akan harinya atau ketikanya itu ada diketahui oleh seorang jua pun, baik segala malaikat yang disurgapun tidak, anak itupun tidak, hanyalah Bapa saja.

A: Jelas di Bibel sendiri tertulis, Yesus sendiri mengaku tidak ada yang tahu kapan hari kiamat, melainkan hanya Tuhan sendiri. Jadi tegas Yesus sendiri tidak mengetahui waktunya kiamat, yang termasuk sesuatu yang gaib. yang tidak tahu itu pasti bukan tuhan.

B: Tetapi Yesus menyebutkan dirinya diayat ini dengan kata “Anak” yang berarti ia anak tuhan.

A: Silahkan buka Matius pasal 1 ayat 16

B: Baik, di situ disebutkan: “dan Yakub memperanakkan Yusuf, yaitu suami Maria; ialah yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus”

A: Jelas bahwa yang diperanakkan itu pasti bukan Tuhan sebagaimana tersebut dalam ayat tersebut. Silahkan periksa lagi Keluaran pasal 4 ayat 22.

B: Baik, di situ disebutkan: “Maka pada masa itu hendaklah katamu kepada Fir’aun demikian: “Inilah Firman Tuhan: Bahwa Israil itulah anakKu laki-laki, yaitu anakKu yang sulung”

A: Di ayat ini disebutkan bahwa Israil adalah anak Tuhan yang sulung, sedangkan Yesus tidak disebutkan anak keberapa, silahkan buka lagi Yeremia pasal 31 ayat 9.

B: Ayat ini menyebutkan; “Akulah Bapak bagi Israil; dan Afraim itulah anak yang sulung”

A: Jelas sekali bahwa berdasarkan Bibel sendiri Anak tuhan itu banyak bukan Yesus saja, padahal sebenarnya yang dimaksudkan dengan Anak dalam itu ialah mereka yang dikasihi oleh Tuhan, termasuk Yesus jadi bukan anak yang sebenarnya.

B: tetapi dalam Matius pasal 1 ayat 18 menyebutkan sebagai berikut: “Adapun kelahiran Yesus Kristus demikian adanya: Tatkala Maria, yaitu ibunya, bertunangan dengan Yusuf, sebelum keduanya bersetubuh, maka nyatalah Maria itu hamil dari
pada Rohulkudus”. Roh Kudus artinya Roh Tuhan. Oleh karenanya maka Yesus itu adalah anak tuhan, sebagaimana juga di Matius pasal 1 ayat 20 menyebutkan: “Yusuf bermimpi seorang Malaikat, Tuhan berkata: “Hai Yusuf, anak Daud janganlah
engkau kuatir menerima Maria itu menjadi istrimu karena kandungannya itu terbitnya dari pada Rohulkudus”

A: Kalau Begitu silahkan buka: Kisah Rasul pasal 6 ayat 5

B: Baik, ayat itu menyebutkan: “Maka perkataan ini diperkenankan oleh sekalian orang banyak itu, lalu memilih Stepanus, yaitu seorang yang penuh dengan iman, dan Rohulkudus, dan lagi Philipus, dan Prokhorus, dan Nikanor, dan Simon, dan Parmenas, dan Nikolaus yaitu mualaf asalnya dari negeri Antiochia.

A: Jadi berdasarkan ayat Bibel sendiri menunjukkan bahwa Rohulkudus itu bukan pada Yesus saja. Ini menunjukkan bahwa Rohulkudus itu Roh Suci, atau Roh Kesucian yang maksudnya roh yang bersih dari roh-roh kotor, bukan seperti roh setan atau hantu. Sebagaimana halnya pada Nabi lainnya dengan roh sucinya. Menurut Al Qur’an Rohulkudus (Roh Suci) itu berarti Jibril. Di Bibel sendiri menyebutkan bahwa para Nabi yang terdahulu adalah Kudus.

B: Di Bibel pasal berapa menyebutkan demikian

A: Silahkan Periksa surat Petrus yang kedua pasal 3 ayat 2

B: Baik, Pasal dan ayat ini menyebutkan: “Supaya kamu ingat perkataan yang sudah disabdakan, dahulu oleh Nabi yang kudus dan akan hukum Tuhan lagi juru Selamat, dengan jalan Rasul-rasul yang disuruhkan kepadamu”

A: Jelas di Bibel Sendiri menyebutkan bahwa Rohulkudus itu bukan Tuhan; dengan lain kata bahwa Yesus dalam kandungan Maria itu bukan Tuhan atau Roh Tuhan, melainkan adalah roh bersih, suci, dengan izin atau perintah Allah yang dikaruniakan
kepada hamba yang dikehendakinya. Lebih jelas harap saudara periksa dalam Kisah Rasul pasal 5 ayat 32

B: Ayat tersebut menyebutkan: “Dalam kami inilah saksi atas segala perkara itu, demikian juga Rohulkudus yang dikaruniakan Allah kepada sekalian orang yang menurut Dia”

A: Silahkan periksa lagi dalam Lukas pasal 1 ayat 41

B: Pasal ini menyebutkan bahwa: “Maka berlakulah tatkala Elisabeth mendengar salam Maria itu, meloncatlah kanak-kanak yang di dalam rahimnya itu dan Elisabeth penuh dengan Rohulkudus”.

A: Sudah jelas sekali bahwa arti Rohulkudus adalah Roh Suci yang dikaruniakan oleh Allah kepada siapapun yang dikehendakinya. Kalau sekiranya Rohulkudus itu diartikan dengan Allah atau Roh Allah, maka bukan Yesus saja menjadi Tuhan atau anak tuhan, melainkan segala orang yang taat kepada Tuhan, para Nabi dan Elisabeth (Istri Zakaria)pun mestinya Tuhan juga.

B: Yesus dianggap tuhan oleh karena ia mempunyai Roh Ketuhanan, terbukti dengan pangkat Ketuhanannya sehingga ia dapat menghidupkan orang mati, Inilah kesamaan Allah dengan Yesus.

A: Kalau begitu, periksa di Kitab raja-raja yang kedua pasal 13 ayat 21.

B: Baik, di sini ada menyebutkan: “Maka sekali peristiwa apabila dikuburkannya seorang Anu, tiba-tiba terlihat mereka itu suatu pasukan, lalu dicampakkannya orang mati itu kedalam kubur Elisa, maka baru orang mati itu dimasukkan kedalamnya
dan kena mayat Elisa itu, maka hiduplah orang itu pula, lalu bangun berdiri.

A: Di sini menyebutkan malah tulang-tulang Ilyas (Elisa) dapat menghidupkan orang mati. Jadi bukan Yesus saja dapat menghidupkan orang mati, bahkan tulang-tulang Ilyas dapat menghidupkan orang mati. Yang berarti Tulang-tulang Ilyas adalah
tulang-tulang Ketuhanan. Kalau Yesus diwaktu hidupnya dapat menghidupkan orang mati, akan tetapi Elisa diwaktu tidak bernyawa, malah hanya dengan tulang-tulangnya yang didalam kubur dapat menghidupkan orang mati. Kalau perbuatan Yesus dikatakan ajaib, maka Elisa lebih ajaib dari pada Yesus. Jadi seharusnya Ilyas-pun dianggap Tuhan juga. Periksa lagi di Kitab raja-raja yang pertama pasal 17 ayat 22.

B: Ya, disini menyebutkan: ” Maka di dengar akan Do’a Elisa itu, lalu kembalilah nyata kanak-kanak itu kedalamnya sehingga hiduplah ia pula.

A: Kalau secara adil, seharusnya Elisa dianggap tuhan juga.

B: Tapi Yesus dapat menyembuhkan orang buta sehingga melihat

A: Kalau begitu periksa Kitab raja-Raja yang kedua pasal 6 ayat 17 dan ayat 30

B: Ya, di pasal itu menyebutkan yang maksudnya bahwa Elisa dapat menyembuhkan orang buta, sehingga dapat melihat.

A: Kalau begitu Elisapun harus dianggap Tuhan juga, karena menyamai Yesus dan menyamai sifatnya Tuhan.

B: Sekali lagi, Tuhan Yesus dapat menyembuhkan penyakit Lepra (penyakit kusta)

A: Silahkan periksa Kitab Raja-Raja yang kedua pasal 3 ayat 10 dan ayat 11

B: Baik. Di pasal dan ayat itu menyebutkan yang maksudnya bahwa Elisa dapat menyembuhkan orang sakit kusta bernama Naaman.

A: Jadi Elisapun dapat menyembuhkan orang buta dan penyakit kusta, malah dapat menghidupkan orang mati. Mengapa tidak diangkat juga menjadi Tuhan.

B: Akan tetapi pasal kejadian Yesus tanpa percampuran laki-laki dengan istrinya. Inilah kelebihan rohnya Yesus daripada rohnya Elisa.

A: Asal kejadian Nabi Adam tanpa Bapa dan Ibu. Mengapa Adam tidak dianggap Tuhan. Juga Hawa (eve) asal kejadiannya tanpa ibu, iapun bisa dianggap juga Tuhan wanita

B: Tapi Adam dan Hawa kedua-duanya berdosa

A: Kalau begitu Yesuspun berdosa, Karena Yesus keturunan Maria, sedangkan Maria Keturunan Adam dan Hawa. Yesus sendiri pernah dibawa oleh Iblis ke puncak gunung. Pantaskah Tuhan dibawa Iblis.

B: Dimana ceritera itu disebutkan

A: Di Bibel. Silahkan saudara periksa Lukas, pasal 4 ayat 5

B: Baik, di situ menyebutkan: “Maka iblispun membawa dia kepuncak gunung ……”

A: Nah, suatu kejadian aneh, Tuhan dibawa iblis yang berarti ia tunduk kepada kemauan iblis.

B: Walaupun demikian Yesus tetap suci daripada dosa.

A: Para Nabi lainnya pun suci dari pada dosa. Akan tetapi mereka tidak menganggap dirinya selaku Tuhan, malah Yesus sendiripun tidak juga mengaku Tuhan, sedangkan pengikut-pengikutnya mempertuhankan dia.

B: Tidak demikian, Nabi-nabi berbuat dosa tetapi Yesus tidak.

A: Nabi-nabi yang berbuat dosa atau kesalahan itu telah bertobat, lalu diberi ampun oleh Tuhan, sebagaimana juga Yesus pernah minta ampun dan diberi ampun oleh Tuhan. Mereka para Nabi diberi ampun, artinya dosanya telah habis karenanya,
lalu mereka disebut bersih dari dosa dan kesalahan-kesalahan.

B: Dimanakah menyebutkan bahwa Yesus merasa ia minta ampun kepada Tuhan.

A: Silahkan saudara periksa sendiri di “Matius” pasal 6 ayat 12.

B: Baik, di pasal dan ayat tersebut menyebutkan: “Dan ampunilah kiranya kami segala kesalahan kami, seperti kami ini sudah mengampuni orang yang berkesalahan kepada kami.

A: Jelas Yesus sendiri meminta ampun akan kesalahannya. Jadi dia pernah berbuat kesalahan.

B: Tetapi di ayat ini juga ada menyebutkan bahwa Yesus suka memberikan ampun semua kesalahan orang kepadanya.

A: Kalau hanya begitu, kitapun bisa. Kitapun bersedia memberikan ampun kepada orang-orang yang berbuat kesalahan kepada kita.

B: Tetapi tidak ada manusia selain Adam yang dilahirkan kedunia ini tanpa Bapak, melainkan Yesus saja. Jafi masih dapat dibenarkan kalau Yesus disebut “Putera Tuhan” atau “Tuhan Anak”.

A: Kalau misalnya ada seorang manusia yang dilahirkan tanpa Bapak dan Ibu, maka orang itu pasti akan diakui oleh saudara bahwa ia lebih berhak menduduki jabatan Tuhan daripada Yesus dilahirkan tanpa Bapak saja.

B: Tetapi dalam sejarah manusia belum pernah ada, dan mustahil adanya.

A: Kalau kiranya ada, maka yang manakah diantara keduanya yang lebih tinggi derajat Ketuhanannya antara Yesus yang dilahirkan hanya tanpa bapak saja dengan manusia yang dilahirkan tanpa Bapak dan Ibu.

B: Menurut akal tentunya manusia yang dilahirkan tanpa Bapak dan Ibu itu lebih tinggi derajat ketuhanannya. Oleh karena ia dilahirkan lebih ajaib keadaannya dari pada kelahiran Yesus.

A: Benarkah demikian pendapat Saudara..?

B: Ya, saya akui, manusia yang demikian lebih ajaib dari pada Yesus; akan tetapi saya minta supaya Bapak tunjukkan di Kitab; dan Bapak harus mengambil dari Kitab yang terkenal, bukan dari buku-buku dongengan atau ceritera-ceritera khayalan saja.

A: Supaya Lekas beres urusan ini, silahkan saudara periksa di Kitab Bibel atau Injil, Kitab Suci saudara sendiri.

B: di Bab dan pasal berapakah ada menyebutkan.>?

A: Silahkan saudara periksa di “Ibrani” pasal 7 ayat 1, 2 dan 3

B: Baik, di pasal dan ayat ini menyebutkan seperti berikut: “Adapun Malkisedik itu, yaitu raja di Salem dan Imam Allah taala, yang sudah berjumpa dengan Ibrahim tatkala Ibrahim kembali daripada menewaskan raja-raja, lalu diberkatinya Ibrahim”.
“Kepadanya juga Ibrahim sudah memberi bahagian sepuluh Esa. Makna Malkisedik itu kalau diterjemahkan, pertama-tama artinya raja keadilan, kemudian pula raja di Salem, yaitu raja damai”. Yang tiada berbapak dan tiada beribu dan tiada
bersilsilah, dan tiada berawal..”.

A: Cukup, saudara telah membaca di kitab suci saudara sendiri, bahwa Malkisedik seorang raja di Salem tanpa Bapak dan Ibu, malah tiada silsilahnya. Sesuai dengan pendapat saudara, apakah cerita yang disebutkan dalam kitab suci saudara ini
berupa dongengan atau cerita-cerita khayalan. Kalau dikatakan dongeng atau cerita khayalan, maka apakah saudara akan terima kalau ada yang mengatakan bahwa kitab suci saudara ada mengandung cerita-cerita khayalan atau dongengan yang dibuat-buat. Dan kalau saudara masih mempertahankan kesucian kitab saudara itu mengapakah saudara tidak mengangkat Malkisedik menjabat tuhan juga, malah jabatan ketuhanannya tentunya lebih tinggi daripada Yesus. Dan berpegang dengan
pendirian saudara sendiri bahwa kelahiran Malkisedik itu lebih ajaib dari Yesus, oleh karena Yesus dilahirkan tanpa Bapak sedangkan Malkisedik dilahirkan tanpa Bapak dan Ibu. Selain itu Malkisedik masih mempunyai kelebihan lagi daripada Yesus,
oleh karena Yesus dilahirkan dengan bersilsilah, yaitu dari Maria, sedangkan menurut Bibel sendiri Malkisedik dilahirkan tanpa silsilah sama sekali. Apakah saudara masih akan mempertahankan ketuhanan Yesus…?

B: Saya lantas tidak mengerti dan menjadi bingung!!

A: Tidak mengerti itu tidak apa-apa, dan bingung sebenarnya tidak apa-apa, karena kalau sudah mengerti rasa bingung akan lenyap dengan sendirinya.

B: Ya, saya membenarkan keterangan Bapak. Tetapi dalam kitab Injil Johanes pasal 1 ayat 1 dan 2 menyebutkan: “Maka pada mulanya ada itu Kalam maka Kalam itu, serta dengan Allah, dan Kalam itu Allah, dan kalau itu Allah . Ia itu pada mulanya serta
dengan Allah. Kata “Ia” di ayat ini maksudnya ialah “Yesus”. Jadi Yesus beserta dengan Allah.

A: Dalam susunan ayat tersebut di atas ada kata penghubung ialah : “Serta” atau beserta. Kalau ada orang berkata “Si Salim dengan si Amin” maka susunan kalimat ini semua orang dapat mengerti bahwa si Salim tetap si Salim bukan si Amin jadi berdasarkan ayat Bibel yang Saudara baca dengan susunan “Ia” (Yesus) beserta Allah, langsung dapat dimengerti bahwa Yesus bukan Allah, dan Allah bukan Yesus. Jelaslah bahwa Yesus tidak sama dengan Allah: dengan kata lain kata Yesus bukan Tuhan. Dan di ayat itu juga disebutkan bahwa Kalam itu Allah. Padahal Kalam itu bukan Allah dan Allah bukan Kalam. Jadi Allah dan Kalam-pun lain.

B: Bagaimana kalau Yesus disebut saja Anak Tuhan.

A: Saya sudah jelaskan tentang itu pada saudara dalam pembicaraan kita yang lalu. Dan saudara telah mengakui kebenaran keterangan saya. Sekarang saya tambah, Kalau Tuhan itu beranak, baik anaknya berupa manusia seperti Yesus atau lainnya,
maka ke Esa-an Tuhan sudah ternoda karenanya. Sedang kita-pun tidak mungkin menodai ke Esa-an Tuhan.

B: Tetapi dalam kitab: “Wahyu”, pasal 22 ayat 13 menyebutkan: “Maka Aku inilah Alif dan Ya, yang terdahulu dan yang kemudian. Yang Awal dan Yang Akhir”.

A: Rangkaian perkataan itu bukan perkataan Yesus sendiri, melainkan firman Allah kepada Yesus. Bukti kebenaran perkataan saya ini silahkan saudara periksa di Kitab “Wahyu” tersebut pasal 21 ayat 6.

B: Baik, pasal dan ayat ini menyebutkan: “Maka firmannya kepadaku: “Sudahlah genap; Aku inilah Alif dan Ya, yaitu yang awal dan yang Akhir”.

A: Jelas di ayat itu menyebutkan: “Maka firmannya kepadaku”, Siapakah yang berfirman kepadaku (kepada Yesus) di ayat ini..???

B: Tentu Allah yang berfirman.

A: Jadi yang berfirman Aku inilah Alif dan Ya, yang Awal dan Yang Akhir, bukan perkataan Yesus sendiri, tetapi firman Allah kepada Yesus.

B: Di Johanes pasal 8 ayat 58 Yesus berkata: “Sebelumnya Ibrahim aku sudah ada”. Jadi bisa dianggap Yesus itu permulaan.

A: Kalau Yesus dikatakan “Permulaan”. maka diapun tidak benar. Karena pada mulanya Yesus itu tidak ada, lalu diperanakkan oleh Maria dan sesudah itu Yesus mati. Walaupun ia dikatakan hidup lagi. Dan orang sudah mati itu tidak bisa
dikatakan: “seorang yang terkemudian”, dan kalau Yesus itu hidup lagi, tidak bisa dikatakan: “Permulaan”, bukan pula “yang terkemudian”, bukan yang “awal”, maupaun: “yang akhir”.

B: Saya lantas makin tidak mengerti, malah tambah membingungkan saya karena pada mulanya Yesus itu tidak ada, lalu diperanakkan oleh Maria dan sesudah itu Yesus mati. Yang pada mulanya tidak ada, tidak bisa disebut: “permulaan”. Kalau
Yesus diperanakkan, mustahil bisa disebut “Permulaan”. dan kalau Yesus pernah mati, mustahil bisa disebut “yang terkemudian”

A: Supaya lebih jelas kepada saudara maka saya hadapkan pertanyaan: Andaikata Yesus itu disebut “permulaan”, maka apa dengan dasar inikah saudara mengakui Yesus itu Tuhan.

B: Ya, betul begitu.

A: Kalau demikian, bagaimanakah anggapan saudara, kalau sekiranya dalam kitab suci saudara ada menyebutkan bahwa ada seseorang manusia Yesus, yang tidak ada permulaannya dan tidak ada kesudahannya. Apakah manusia itu akan diakui tuhan
juga oleh saudara.

B: di pasal manakah menyebutkan demikian.

A: Sebelum saya tunjukkan, apakah saudara masih tetap berpendirian akan mengakui Tuhan kepada seorang yang tidak ada permulaan dan kesudahannya, sebagaimana saudara bertuhan kepada Yesus.

B: Kalau betul ada, tentu saya bimbang atau sekurang-kurangnya meragukan saya atas kebenaran Yesus selaku Tuhan.

A: Mestinya saudara mengakui Tuhan dua-duanya, dengan lain kata disamping Yesus ada lagi Tuhan Tambahan.

B: Ya, bisa juga begitu. Akan tetapi tentu saja keyakinan saya lantas tambah tidak karuan. Di pasal manakah ada menyebutkan ada seorang manusia yang tidak ada permulaan dan kesudahannya.

A: Saya telah katakan dikitab suci saudara sendiri. Silahkan buka Ibrani pasal 7 ayat 2 dan 3.

B: Baik, seperti tadi sudah saya bacakan sampai baris pertama ayat ketiga dari pasal tersebut sebagai berikut:
“Malkisedik yang tiada berbapa dan tiada beribu dan tiada bersilsilah dan tiada berawal dan berkesudahan hidupnya, melainkan ia diserupakan Anak Allah. maka kekallah ia selama-salamanya”.

A: Bagaimana perasaan saudara dengan susunan ayat ini. Berdasarkan ayat ini bukan Yesus saja yang menjadi permulaan tetapi juga Malkisedik.

B: Keyakinan saya memang jadi bimbang terhadap Ketuhanan Yesus.

A: Bimbang atau tidaknya terserah saudara, yang jelas tidak ada niat sama-sekali untuk mengajak saudara meninggalkan Agama Kristen. Yang penting adalah rembukan dan penelitian semata-mata. Meneliti dan menganalisa terhadap sesuatu adalah hak semua orang, asalkan penelitian itu benar-benar tidak mengganggu ketentraman umum.

B: Terimakasih, dan saya masih akan bertanya lagi pada Bapak; maklumlah saya ini sedang mencari kepuasan yang dapat menimbulkan keyakinan saya dalam memeluk agama.

A: Silahkan saudara bertanya, keyakinan itu timbul setelah menyelidiki dan meneliti dengan kepuasan. Di dalam Agama Islam tidak ada paksaan. Yang penting menyampaikan (da’wah), tidak lebih dari itu. Teruskanlah pertanyaan saudara.

B: Setelah kita bersoal jawab tentang Ketuhanan Yesus timbullah keraguan dalam hati saya, namun apakah bapak masih bersedia menunjukkan ayat-ayat Bibel yang menyatakan bahwa Yesus itu bukan Anak Tuhan.

A: Walau telah saya tunjukkan ayat-ayat Bibel sendiri, tentang pengakuan Yesus sendiri bahwa Tuhan itu Tunggal, namun demi pengharapan saudara akan saya penuhi juga. Akan tetapi apakah tidak sebaiknya kita lanjutkan besok malam saja oleh karena
waktu sudah malam (Jam 12.25).

B: Ya, terima kasih, besok malam saja kita lanjutkan

PERTEMUAN YANG KETIGA

A: Sebagaimana kita telah rembuk kemarin malam, apakah akan dilanjutkan juga musyawarah kita ini

B: Memang demikian, karena kedatangan kami kemari khususnya untuk melanjutkan pertemuan kita kemarin malam

A: Kalau tidak khilaf, pembicaraan kita masih berkisar dalam soal ketuhanan Yesus dalam Bibel.

B: Betul begitu. Kemarin malam saya mengharapkan agar bapak menunjukkan ayat-ayat dalam Kitab Injil; apakah Yesus itu Tuhan atau bukan.

A: Kemarin malam, telah saya tunjukkan. Agar berurutan sebaiknya kita ulangi lagi ayat-ayat Injil tersebut, lalu akan saya tunjukkan lagi ayat-ayatnya yang lain; setujukah saudara pendapat saya ini.

B: Memang sebaiknya begitu, agar berurutan dan bertambah jelas baiklah diulangi lagi.

A: Silahkan Buka Matius pasal 1 ayat 16

B: Baik, dalam pasal dan ayat tersebut menyebutkan: “Dan Yakub memperanakkan Yusuf, yaitu suami Maria ialah yang melahirkan Yesus, yang disebut Kristus”.

A: Di sini jelas , ayat ini menyebutkan sendiri, bahwa Yesus diperanakkan oleh Maria. Jadi Yesus adalah anak manusia, bukan anak Tuhan, sebagaimana telah saya terangkan dalam pertemuan pertama.

B: Ya, pada pertemuan pertama bapak telah terangkan dan saya telah mengerti. Menurut pendapat bapak, apakah sebenarnya yang dimaksudkan dengan kata: “Yesus dan Kristus”.

A: Apakah saudara belum mengetahui arti daripada dua buah kata tersebut..?

B: Saya mengerti. Tetapi hanya untuk mencocokkan saja dengan penafsiran bapak.

A: Baik, Yesus adalah bahasa Yunani, yang berarti: “Melepaskan”, melepaskan manusia daripada dosa.

B: Darimanakah adanya keterangan bahwa Yesus itu berarti melepaskan dosa.

A: Sebetulnya susunan pertanyaan itu timbul dari saya. Tetapi saya mengerti mungkin saudara akan menguji saya tentang Injil, walaupun begitu saya penuhi juga pengharapan saudara. silahkan periksa di Matius pasal 1 ayat 21

B: Di pasal dan ayat ini menyebutkan : “Maka ia akan beranakkan seorang anak laki-laki, dan hendaklah engkau namakan Dia, Yesus, karena ialah yang akan melepaskan kaumnya dari pada segala dosanya”.

A: Itulah ayatnya, Arti Kristus ialah Almasih, Sang Sabda, Adil, Ratu Salem dan ada beberapa lagi artinya yang lain: Kata Almasih dalam Injil bahasa Inggris disebut: “Christ the Lord”, didalam Injil bahasa Arab disebut: “Almasih Ar-Robb”. Kata
“Lord dan Robb” artinya tuanku, paduka tuan, dan ada juga dengan arti Tuhan, dan lain-lain lagi. Akan tetapi karena Yesus sendiri mengaku bahwa ia bukan Tuhan melainkan utusanNya bagaimana tersebut dalam kitab Injil Johanes pasal 17 ayat 23,
dan ia diperanakkan oleh manusia, sebagaimana tersebut dalam Injil Matius pasal 1 ayat 16 dan 21, malah ia sendiri yang berkata dan mengakui bahwa Tuhan itu Esa (Tunggal), sebagaimana disebutkan dalam Injil Markus, pasal 12 ayat 29 dan
diayat-ayat Injil yang lain-lain, maka berdasarkan pengakuan Yesus itu, jelas Yesus itu bukan Tuhan dan bukan anak Tuhan.

B: Benar yang bapak maksudkan itu.

A: Selanjutnya harap periksa lagi di Markus pasal 12 ayat 29

B: Di sini menyebutkan : “Maka jawab Yesus kepadanya: “Hukum yang terutama inilah: dengarlah olehmu hai Israil, adapun Allah Tuhan Kita, ialah Tuhan Yang Esa””

A: Jelas bahwa Tuhan itu Esa, artinya satu, Tunggal, jadi Yesus bukan Tuhan sebagaimana telah saya terangkan.

B: Ya, sudah bapak terangkan kemarin malam.

A: Periksa lagi Ulangan pasal 4 ayat 35

B: Di sini menyebutkan: “Maka kepadamulah Ia itu ditunjuk, supaya diketahui olehmu bahwa Tuhan itu Allah, dan kecuali Tuhan yang Esa tiadalah yang lain lagi”.

A: Kitab Injil saudara sendiri yang menyebutkan dan Yesus sendiri yang menyampaikan bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah yang Esa. Jadi tegas sekali Yesus sendiri tidak mengaku menjadi Tuhan. Inipun telah saya terangkan pada pertemuan kita kemarin malam.

B: Ya, saya sudah mengerti dan menerimanya.

A: Periksa lagi di Ulangan pasal 6 ayat 4

B: Di Ulangan pasal dan ayat tersebut menyebutkan demikian: “Dengarlah olehmu hai Israil! Sesungguhnya Hua Allah kita, Hua itu Esa adanya”.

A: Jelas di kitab Injil sendiri menyebutkan Allah itu Esa, Tunggal. Yesus telah mengakui sendiri bahwa dia bukan Tuhan. Bagaimana pendapat saudara. Kaum Kristen mengatakan Yesus itu tuhan, sedangkan Yesus sendiri menolak disebut dirinya Tuhan.

B: Ya, saya tidak mengerti dan tambah bingung.

A: Biarlah tidak apa-apa. Marilah kita teruskan lagi. Periksa di Matius pasal 27 ayat 1.

B: Baik, di sini menyebutkan: “Setelah hari siang, maka segala kepala iman dan orang tua-tua kaumpun berundinglah atas hal Yesus, supaya dibunuh Dia”.

A: Kalau betul Yesus itu Tuhan, mustahil ada manusia merencanakan untuk membunuh Dia. Silahkan buka lagi di Matius pasal 26 ayat 38

B: Di ayat ini ada menyebutkan: “Kemudian kata Yesus kepada mereka itu: “Hatiku amat sangat berdukacita, hampir mati rasaku; tinggallah kamu disini dan berjagalah sertaku””

A: Di ayat ini menyebutkan bahwa Yesus amat sangat berduka cita pantaskah ada tuhan berduka cita. Ini menunjukkan bahwa Yesus bukan Tuhan.Periksa lagi di Lukas pasal 2 ayat 11

B: Baik diayat ini menyebutkan: “Sebab pada hari ini sudah lahir bagimu Juru Selamat, yaitu Kristus Tuhan itu di dalam negeri Daud”.

A: Wajarkah tuhan dilahirkan oleh manusia (Maria). Terus periksa di Johanes pasal 5 ayat 30

B: Baik, di sini menyebutkan : “Maka aku tidak boleh berbuat satu apa dari mauku sendiri, Seperti aku dengar begitu aku hukumkan, dan hukumku itu adil adanya, karena tidak aku coba turut mauku sendiri, melainkan maunya Bapa yang sudah
mengutus aku”

A: Ayat itu Yesus sendiri yang berkata bahwa ia tidak berkuasa berbuat sekehendaknya. Wajarkah tuhan tidak berkuasa berbuat sekehendaknya. Di ayat itupun Yesus mengaku sendiri bahwa kehendaknya itu menurut kehendak Tuhan yang
mengutus dia. Kalau Yesus betul Tuhan, tentu tidak dapat diperintah oleh siapapun. Di ayat ini juga Yesus mengaku, bahwa dia bukan Tuhan melainkan diutus oleh tuhan. Yang diutus itu tentu bukan Tuhan.

B: Kalau berdasarkan ayat tersebut, memang benar keterangan Bapak.

A: Kalau begitu jelas bahwa:
1. Yesus Datang kedunia ini bukan kemauannya sendiri tetapi utusan Tuhan atas kehendak Tuhan, sebagaimana juga Tuhan telah mengutus Nabi-nabi dan rasul-rasul yang lain.
2. Yesus menghidupkan orang mati bukan maunya sendiri melainkan atas kehendak Tuhan, sebagaimana juga Ilyas dapat menghidupkan orang mati.
3. Yesus dapat menyembuhkan penyekit kusta (lepra), bukan kehendaknya sendiri, melainkan atas kehendak Tuhan sebagaimana Ilyas dapat menyembuhkan penyakit lepra.

Keterangan saya ini berdasarkan pengakuan Yesus sendiri di ayat tadi bahwa “tidak aku coba mauku sendiri, melainkan maunya Bapa yang sudah mengutus Aku”

Apakah Saudara memerlukan lagi ayat-ayat Bibel yang menerangkan pengakuan Yesus sendiri bahwa Ia bukan Tuhan.

B: Buat saya masih memerlukan lagi, bukankah telah saya sampaikan kepada bapak, bahwa saya ingin mencari kepuasan dalam meneliti ajaran-ajaran agama, terutama dalam hal Ketuhanan yang hakiki. Tetapi saya ingin bertanya, dan maaf sebelumnya, bagaimanakah bapak bisa hafal diluar kepala tentang ayat-ayat Bibel, dan Keistimewaan bapak ini saya merasa kagum.

A: Itu adalah petunjuk Tuhan. Alhamdulillah saya memang mempelajari bermacam agama, akhirnya saya bertambah yakin akan kebenaran Agama Islam. Kalau saudara merasa kagum kepada saya, maka sayapun lebih merasa kagum lagi kepada saudara
selaku pemeluk agama Kristen berhasrat meneliti ajaran-ajaran agamanya. Juga dengan bantuan bapak Markam ini. Baiklah kita lanjutkan, periksa lagi di Ulangan pasal 4 ayat 39.

B: Baik, dipasal dan ayat ini disebutkan sebagai berikut: “Maka sekarang ketahuilah olehmu dan perhatikanlah ini baik-baik, bahwa Tuhan itulah Allah, baik di langit yang di atas, baik di bumi yang di bawah, dan kecuali ia tiadalah lain lagi.”

A: Tegas sekali, dikitab Injil sendiri yang menyebutkan bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah, dan Yesus sendiri pula yang berkata bahwa tiada tuhan melainkan Allah. Jadi Yesuspun bukan Tuhan. Ayat ini tentu tidak dapat diputar-putar lagi. Kalau ada penganut agama Kristen mengakui Yesus itu Tuhan, maka pengakuannya bertentangan dengan kitab sucinya sendiri, dan bertentangan pula dengan ajaran Yesus.

B: Tetapi dalam Injil Johanes pasal 10 ayat 38 ada menyebutkan: “Supaya kamu dapat tahu dan percaya, yang Bapa ada di dalam aku, dan aku ada di dalam Bapa”.
Ayat ini menunjukkan bahwa Yesus di dalam Tuhan dan Tuhan di dalam Yesus, maksudnya Tuhan dan Yesus itu satu adanya atau singkatnya bahwa Yesuspun Tuhan. Juga dalam Johanes pasal 14 ayat 11 ada menyebutkan: “Percayalah yang aku ini
dalam Bapa, dan Bapa dalam aku”.

A: Kalau saudara berpegang dengan ayat tersebut, bahwa Yesus itu Tuhan, maka saudara harus mengakui juga bahwa Tuhan itu Yesus dan Yesus itu Tuhan.

B: Tidak demikian, tetapi Yesus dan Tuhan itu satu.

A: Kalau begitu, saya ingin bertanya: “Di ayat itu ada dua rangkaian kata ialah “Yesus dan Tuhan”. Siapakah yang lebih berkuasa di antara keduanya. Tuhan Bapakah atau Yesus.

B: Tentu Tuhan Bapa.

A: Kalau masih ada yang lebih berkuasa dari Yesus, maka Yesus tentu bukan Tuhan, lebih jelas periksa di Injil Johanes pasal 14 ayat 28.

B: Baik, di ayat ini ada menyebutkan: “Kamu sudah dengar aku bilang, yang aku pergi serta datang kembali sama kamu. Coba kamu cinta sama aku, hati, sebab aku sudah bilang: “Yang aku pergi sama Bapa, karena bapaku itu lebih dari aku”

A: Di ayat ini Yesus sendiri mengatakan: “Bapaku itu lebih dari aku”, ini menunjukkan bahwa, kalau Yesus itu Tuhan, maka ialah tuhan yang tidak sempurna, oleh karena masih ada yang melebihi tingkatnya. Yang tidak sempurna itu tentu bukan Tuhan. Harap saudara periksa lagi di Injil Johanes pasal 12 ayat 45.

B: Baik, di pasal dan ayat tersebut menyebutkan sebagai berikut: “Dan barang siapa yang melihat aku, dia melihat sama Dia yang mengutus aku”

A: Pantaskah tuhan diutus. Kalau Yesus itu Tuhan, mengapa ada Tuhan yang di utus. Maksud ayat tersebut siapa yang melihat Yesus, seolah-olah ia melihat Tuhan yang mengutus Yesus. Jadi perkataan Yesus diatas menunjukkan bahwa ia bukan Tuhan,
melainkan utusan Tuhan.

B: Saya belum meneliti maksud ayat di Johanes pasal 10 ayat 38 dan pasal 14 ayat 11 yang menyebutkan bahwa “Bapa dalam aku dan aku dalam Bapa”, seperti yang telah saya bacakan tadi. Akan tetapi dalam ayat ini saya berpendapat ada dua macam
penafsiran :
1. Yesus adalah Tuhan.
2. Berdasarkan Injil Johanes pasal 12 ayat 45 yang kita baca itu menyebutkan, Yesus itu adalah utusan Tuhan. Utusan disini maksudnya selaku Tuhan ia menyampaikan sendiri ajarannya kepada manusia.

A: Ayat itu bukan berarti mempunyai dua macam penafsiran, tetapi diantara dua ayat tersebut yakni di Johanes pasal 10 ayat 38, dan pasal 14 ayat 11 dan Johanes pasal 12 ayat 45 itu adalah bertentangan. Disatu ayat ditafsirkan Yesus itu Tuhan, dan di
ayat lain disebutkan bahwa Yesus itu utusan Tuhan. Jadi di dalam Injil sendiri terdapat ayat-ayatnya antara yang satu dengan yang lain bertentangan. Kita perlu ingat kembali pada pembicaraan kita semula kalau ada kitab suci yang isinya berselisih antara satu ayat dengan ayat yang lain, maka apakah kitab suci itu masih akan dipertahankan kesuciannya..?.

B: Betul, kita telah bicarakan hal itu pada pertemuan yang lalu.

A: Andaikan saudara masih juga mempertahankan ketuhanan Yesus dengan berdasarkan ayat Bibel yang menyebutkan: “Yesus dalam Bapa dan Bapa dalam Yesus” sebagaimana tersebut dalam Johanes pasal 10 ayat 38 dan pasal 14 ayat 11 itu maka saudarapun akan dijawab oleh kitab Injil saudara sendiri, bahwa penafsiran saudara itu tidak benar.

B: Dimanakah menyebutkan demikian?

A: Silahkan saudara periksa di Injil Johanes pasal 17 ayat 21.

B: Di pasal dan ayat ini menyebutkan: “Supaya semua jadi satu, ia Bapa! seperti Bapa dalam saya dan saya dalam Bapa dan supaya dia orang jadi satu dalam kita, biar dunia percaya Bapa sudah mengutus saya”.

A: Jelas di ayat ini kalau Yesus sendiri berkata bahwa Yesus dalam Bapa dan Bapa dalam Yesus dan muridnya pun ada dalam Bapa. Kalau begitu harus saudara akui bahwa murid-murid Yesuspun Tuhan juga.

B: Kalau begitu bagaimana arti yang sebenarnya ayat itu menurut Bapak.

A: Kalimat, “Bapa dalam saya”, dan muridnya jadi satu dengan kita (Allah dan Yesus) di ayat tersebut maksudnya, supaya Yesus senantiasa tidak melupakan Allah (Bapa) demikian juga muridnya tidak melupakan Yesus dan Allah (Bapa). Dan di
akhir ayat tersebut Yesus berkata “biar dunia percaya yang Bapa mengutus saya”. Rangkaian kata-kata ini tegas sekali Yesus mengakui bahwa ia bukan anak Allah, melainkan utusannya, dan teruskan saudara baca di Johanes pasal 17 ayat 23

B: Baik, ayat tersebut menyebutkan: “Saya dalam dia orang, dan Bapa dalam saya, supaya dunia boleh tahu yang Bapa sudah mengutus saya”

A: Apakah susunan ayat tersebut belum jelas bahwa Yesus sendiri yang berkata dan mengaku bahwa ia bukan Tuhan, melainkan utusan Tuhan. Apakah saudara masih belum puas tentang ayat-ayat Injil yang menunjukkan bahwa Yesus bukan
Tuhan, karena saya anggap telah cukup banyak tunjukkan kepada saudara.

B: Sebagaimana telah saya sampaikan kepada bapak, saya ingin kepuasan. Sebetulnya keterangan-keterangan bapak telah memuaskan saya, namun demikian kalau masih ada ayat-ayatnya lagi harap bapak tunjukkan.

A: Baik saya penuhi pengharapan saudara silahkan saudara periksa di kitab Samuel yang kedua pasal 7 ayat 22.

B: Pasal dan ayat tersebut menyebutkan sebagai berikut: “Maka sebab itu besarlah Engkau, ya Tuhan Allah karena tiada yang dapat disamakan dengan dikau dan tiada Allah melainkan Engkau sekedar yang telah kami dengar dari telinga kami”

A: Di ayat ini jelas bahwa Yesus sendiri menghadapkan kata-katanya kepada Allah, bahwa tiada yang dapat disamakan dengan Allah. Jadi Yesus sendiri mengakui bahwa dirinya tidak sama dengan Tuhan, dengan kata lain ia bukan Tuhan dan ditengah-tengah ayat itu Yesus sendiri berkata: “Tiada Allah melainkan engkau”. Jadi Yesus termasuk yang lain, yakni ia bukan Tuhan Allah. Rangkaian ayat tersebut, Yesus sendiri yang berkata bahwa, “tiada Tuhan melainkan Allah” mengapa kaum kristen
mengangkat Yesus selaku Tuhan. Silahkan periksa lagi Injil Yahya pasal 17 ayat 8.

B: Baik, sebutan ayat tersebut adalah sebagai berikut: “Karena segala firman yang telah Engkau firmankan kepadaku, itulah Aku sampaikan kepada mereka itu, dan mereka itu sudah menerima dia, dan mengetahui dengan sesungguhnya bahwa Aku
datang dari Ada-Mu, dan lagi mereka itu percaya bahwa Engkau yang menyuruh aku.

A: Di ayat ini Yesus sendiri berkata bahwa ia menerima firman dari Allah. Kalau Yesus Tuhan, tentunya tidak membutuhkan firman dari siapapun juga. Di akhir ayat itu juga Yesus sendiri berkata bahwa “Engkaulah yang menyuruh aku”. Jadi Yesus itu
bukan tuhan, melainkan pesuruh Tuhan, sebagaimana Nabi-nabi dan utusan-utusan Allah yang lain-lain juga. Teruskan saudara periksa Injil Matius pasal 26 ayat 2.

B: Baik, disini menyebutkan : “Kamu memang mengetahui bahwa dua hari lagi akan ada hari raya Paskah, dan Anak manusia akan diserahkan supaya ia disalibkan”

A: Yang dimaksud dengan anak manusia di ayat itu ialah Yesus sendiri. Jadi jelas Yesus mengakui bahwa ia bukan anak Tuhan, melainkan anak manusia. Lanjutkan periksa Injil Matius pasal 5 ayat 45.

B: Baik, ayat ini menyebutkan: “Supaya kamu menjadi anak-anak Bapamu yang disurga…”

A: Cukup sampai disitu. Di ayat ini saudara saksikan sendiri, bahwa Yesus sendiri yang berkata kepada murid-muridnya, supaya kamu menjadi anak-anak bapamu yang di surga; yakni apabila murid-muridnya taat atas perintah-perintah Tuhan, menurut Yesus mereka akan jadi anak Tuhan juga. Berdasarkan ayat Bibel tersebut tentunya anak tuhan akan menjadi banyak
jumlahnya, bukan Yesus saja.

B: Tetapi di Injil Johanes pasal 1 ayat 34 menyebutkan : “Maka aku sudah melihat itu, serta bersaksi yang dia inilah anak Allah”.
Juga di Injil Matius pasal 3 ayat 17 menyebutkan: “Maka suatu suara dari langit mengatakan:” Inilah Anakku yang kukasihi, kepadanya aku berkenan”
Di Injil Lukas pasal 1 ayat 32 juga menyebutkan: “Maka ia akan menjadi besar, dan Ia akan dikatakan anak Allah yang Maha Tinggi, maka Allah, Tuhan kita akan mengaruniakan kepadanya takhta Daud, nenek moyangnya itu”.
Di Ibrani pasal 4 ayat 14 menyebutkan: “Sedangkan ada kepada kita seorang Imam Mahabesar yang sudah melintas segala langit, yaitu Yesus Anak Allah, maka hendaklah kita memegang pengakuan itu”.
Dan masih banyak lagi ayat-ayat Bibel yang menerangkan bahwa Yesus Anak Allah. Kalau Bapak memerlukan akan saya tunjukkan ayat-ayatnya.

A: Saya mengerti, bahwa ayat-ayat Bibel yang menyebutkan Yesus Anak Allah sebagaimana tersebut di:

Matius : Pasal 3 ayat 17, pasal 4 ayat 3, pasal 14 ayat 33, pasal 26 ayat 63 dan Pasal 16 ayat 17

Johanes : Pasal 3 ayat 16, pasal 1 ayat 34 dan 40, pasal 17 ayat 1, pasal 19 ayat 7, pasal 16 ayat 27 dan ayat 30, pasal 15 ayat 23 dan beberapa ayat lainnya di Johanes.

Rum : Pasal 1 ayat 9, pasal 5 ayat 10, pasal 8 ayat 3, pasal 29 ayat 32.

Galitiah : Pasal 1 ayat 16, pasal 4 ayat 4 dan 6.

Lukas : Pasal 1 ayat 32 dan 35, pasal 3 ayat 22, pasal 4 ayat 3 dan 9, pasal 4 ayat 43 dan 41.

Ibrani : Pasal 1 ayat 2,5 dan 8, pasal 3 ayat 6, pasal 4 ayat 14, pasal 5 ayat 5 dan 8.

Matius : pasal 2 ayat 15, pasal 3 ayat 17, pasal 4 ayat 3 dan ayat 6, pasal 14 ayat 33, pasal 26 ayat 63, pasal 16 ayat 17.

Korintus : Pasal 1 ayat 9

Dan masih ada beberapa ayat lain di kitab Injil yang menyebutkan Yesus itu Anak Allah tetapi maksudnya bukan anak Allah yang sebenarnya, karena Yesus sendiri mengaku dikitab Injil bahwa ia adalah utusan Allah, bukan Anak Allah. Dan ia sendiri
berkata: “anak manusia” bukan anak Tuhan, Jadi jumlah ayat-ayat di kitab Injil yang menyebutkan Yesus itu anak Allah tidak menjamin kebenarannya bahwa ia anak Allah betul-betul, sebagaimana kita sering mendengar ucapan-ucapan “Anak Kapal”,
“Anak Sekolah”, tidak berarti bahwa kapal dan sekolah itu beranak, melainkan mempunyai arti bahwa orang itu selalu terikat oleh peraturan-peraturan kapal dan pelajaran-pelajaran di sekolah. Periksa lagi Yahya pasal 5 ayat 30.

B: Ayat tersebut demikian bunyinya : “Suatu pun tidak aku dapat berbuat menurut kehendakku sendiri melainkan aku menjalankan hukum sebagaimana yang aku dengar, dan hukumku itu adil adanya, karena bukannya aku mencari kehendak
diriku, melainkan kehendak Dia yang menyuruhkan aku.

A: Di sini jelas sekiranya Yesus itu Tuhan, tentu dapat berbuat sekehendaknya sendiri. Tetapi di Bibel sendiri menyebutkan bahwa perbuatan Yesus itu adalah kehendak Tuhan. Dan sekiranya Yesus itu Tuhan, tentunya tidak ada yang mengutus.
Mustahil Tuhan menjadi utusan Tuhan, atau dengan lain kata “Utusan Tuhan itu adalah Tuhan”, bisakah terjadi demikian.

B: Sudah jelas dan terima kasih.

A: Silahkan periksa lagi di Yahya pasal 3 ayat 13.

B: Baik, disini menyebutkan: “Seorang pun tiada naik kesurga, kecuali ia yang sudah turun dari surga, yaitu anak manusia”.

A: Jelas di Bibel sendiri menyebutkan bahwa Yesus sendiri adalah anak manusia bukan anak Tuhan.

B: Betul berdasarkan ayat tersebut Yesus adalah anak manusia.

A: Periksa lagi di Matius pasal 27 ayat 30

B: Baik, disini menyebutkan : ” Maka mereka itupun meludahi Dia, serta mengambil buluh itu memalu kepalanya”.

A: Kalau Yesus itu betul Tuhan, bagaimana Tuhan bisa diludahi dan diperolok-olokkan. Mengapa ada Tuhan yang begitu lemah. Sesuai dengan pengharapan saudara supaya puas dengan soal ketuhanan Yesus menurut Bibel dan perkataan Yesus
sendiri ada menyebutkan Ia bukan Tuhan, sekali lagi periksa di Matius pasal 21 ayat 18 dan 19.

B: Baik, di sini menyebutkan: ” Pada pagi-pagi harinya, apabila Ia kembali kenegeri itu, ia merasa lapar”. Serta dipandangnya sepohon ara di sisi jalan, pergilah ia kesitu dan didapatinya suatu apapun tiada dipohon itu, melainkan daun sahaja. Lalu
berkatalah Ia kepadanya: Janganlah jadi buah dari padamu lagi selama-lamanya. Maka dengan seketika itu juga layulah pohon ara itu”.

A: Kalau Yesus itu Tuhan tentu ia tidak akan mengutuk pohon itu supaya tidak berbuah melainkan ia akan menciptakan buah pada pohon itu dengan kekuasaannya selaku Tuhan. Akan tetapi pohon yang tidak berbuat kesalahan apa-apa kepada Yesus
dan pohon yang tidak tahu apa-apa itu malah dikutuk oleh Yesus. Wajarkah Tuhan mengutuk makhluk yang tidak bersalah. Padahal kalau betul Yesus itu Tuhan tentu Ia berkuasa menciptakan pohon itu supaya mengeluarkan buahnya seketika itu juga,
tidak lalu mengutuknya.

B: Bapak hafal betul tentang ayat-ayat di Kitab Injil, jadi sudah jelas berdasarkan ayat-ayat Injil yang bapak sebutkan dan dikuatkan lagi dengan beberapa ayat lainnya, nyatalah bahwa Yesus itu bukan anak Tuhan.

A: Persoalan Yesus anak Tuhan itu telah kita bicarakan pada pertemuan pertama, dan sudah dibereskan oleh Injil sendiri yang menyebutkan bahwa selain Yesus masih banyak lagi beberapa manusia yang harus diakui Anak Tuhan, dan seharusnya mereka
itu diakui juga oleh golongan Kristen, menjabat anak tuhan, bukan Yesus saja, karena berdasarkan Kitab Injil sendiri anak Tuhan itu banyak.

B: Ya betul kita telah bicarakan tentang itu.

A: Supaya lebih Jelas, baiklah saya ulangi, di Injil ada menyebutkan bahwa:
1. Daud anak Allah yang sulung (Mazmur, pasal 89 ayat 27)
2. Yakub (Israil) adalah anak Allah yang Sulung (Keluaran pasal 4 ayat 22 dan 23)
3. Afraim adalah anak Allah yang Sulung (Yeremia pasal 31 ayat 9)
Jadi Daud anak Allah yang sulung, Yakub anak Allah yang sulung, dan Afraim juga anak Allah yang sulung. Ketiga-tiganya atau kesemuanya adalah anak sulung. Yang manakah yang betul-betul sulung. Apakah ayat ini benar semuanya atau salah semuanya.

Karena itu saya jelaskan bahwa Anak Allah yang tersebut dalam Bibel itu, tidak berarti anak Allah yang sebenarnya melainkan maksudnya ialah kekasih Allah, atau mereka yang taat kepada perintah-perintah tuhan.

B: Saya sudah mengerti terima kasih.

A: Tetapi saudara mungkin belum mengerti betul tentang arti “Anak dan Bapa” dalam bahasa Ibrani, atau susunan bahasa yang terpakai dalam Bibel.

B: Kalau begitu bagaimanakah arti yang sebenarnya.

A: Dalam bahasa Ibrani kata “Bapa” itu dipakai buat Tuhan, sedangkan kata “anak” dipakai buat mereka yang dihormati, seperti para Nabi dan para Rasul.

B: Dasar apakah yang dipergunakan oleh bapak tentang keterangan itu.

A: Saya sudah sebutkan pada pertemuan yang pertama ialah tersebut dalam Injil Matius

B: Saya tidak ingat, di pasal dan ayat berapa.

A: Silahkan buka Matius, pasal 5 ayat 9.

B: Baik, di sini disebutkan: “Berbahagialah segala orang yang mendamaikan orang karena mereka itu akan disebut anak Allah”.

A: Jelas siapa saja mendamaikan manusia akan disebut akan menjabat “Anak Allah”, kalau begitu anak Allah itu ratusan, ribuan malah mungkin jutaan orang, jadi bukan Yesus saja.

B: Apakah tidak sebaiknya kita lanjutkan besok malam saja, karena sudah larut malam.

A: Terserah saudara, tetapi baiklah besok malam saja kita lanjutkan.

PERTEMUAN YANG KE EMPAT
Ye

PERTEMUAN YANG KE EMPAT
Yesus Penebus Dosa

A: Betulkah Kepercayaan Kristen bahwa datangnya Yesus adalah untuk menebus Dosa.

B: Memang demikian.

A: Dimanakah menyebutkan

B: Dalam kitab Perbuatan Rasul-rasul pasal 5 ayat 31

A: Tolong bacakanlah

B: Baik, di sini ada menyebutkan: “Ia inilah ditinggalkan oleh tangan kanan Allah menjadi Raja dan Juru Selamat akan mengaruniakan tobat kepada Bani Israil dan jalan keampunan dosa”.

A: Susunan kata ini diucapkan oleh Petrus, bukan perkataan Yesus dan bukan wahyu dari Tuhan

B: Tetapi dalam Injil Lukas pasal 2 ayat 10 dan 11 juga ada menyebutkan.

A: Bacakanlah

B: Disini menyebutkan: “Maka kata malaikat itu kepada mereka itu: “Jangan takut, karena sesungguhnya Aku memberikan kepadamu suatu kesukaan besar yang akan jadi bagi segenap kaum. Sebab pada hari ini sudah lahir bagimu Juru Selamat, yaitu
Kristus Tuhan itu, di dalam negeri Daud”.

A: Malaikat itu berkata kepada siapa menurut ayat itu

B: Di Lukas pasal 2 ayat 8 dan 9 menyebutkan bahwa malaikat berkata kepada orang gembala yang tinggal di padang, menjaga kawan binatangnya pada waktu malam.

A: Tidak ada keterangan bahwa yang berkata itu malaikat, dan tidak ada pernyataan dari orang gembala sendiri mengenai peristiwa tersebut.

B: Buat saya tidak perlu memeriksa lebih mendalam lagi, karena di Injil menyebutkan Yesus adalah Juru Selamat dan penebus dosa, itu sudah cukup.

A: Baik, kalau saudara tidak perlu memeriksa kembali ayat tersebut tidak apa, saya ikuti kemauan saudara, namun saya ingin memberitahukan kepada saudara, bahwa dalam kitab Kisah Rasul pasal 5 ayat 31 yang saudara baca tadi ada menyebutkan
bahwa Yesus, hanya penebus dosa bagi Bani Israil saja, bukan untuk semua manusia. Dan saudara sendiri selaku penganut agama Kristen tentunya tidak tertebus dosanya oleh Yesus, oleh karena saudara bukan turunan Bani Israil. Demikianlah kalau
saudara betul-betul berpegang pada Kitab Suci saudara kitab Injil saudara, yang telah saudara baca sendiri.

B: Diwaktu itu mungkin hanya Bani Israil saja yang ada. Karena itulah Yesus berkata begitu, tetapi pada hakekatnya untuk semua manusia.

A: Kalau benar sanggahan saudara, silahkan saudara buka di Matius pasal 1 ayat 21.

B: Baik, di Matius pasal 1 ayat 21 menyebutkan: “Maka Ia akan beranakkan seorang anak laki-laki, dan hendaklah engkau menamakan Ia Yesus, karena Ia-lah yang akan melepaskan kaumnya dari pada segala dosanya”.

A: Apakah belum Jelas, Bibel sendiri yang menerangkan bahwa kedatangan Yesus hanya untuk melepaskan dosa kaumnya saja bukan untuk semua manusia, sebagaimana kita telah bicarakan.

B: Akan tetapi dapat juga saya artikan: “Kaum” itu dengan “Bangsa”, ialah bangsa manusia. Jadi yang dimaksudkan ialah untuk semua bangsa.

A: Dengan dasar apa saudara memberi arti begitu. Di Bibel sendiri nyata-nyata menyebutkan dengan kata “Kaumnya”. Taruh kata saudara alihkan kata: “Kaum” dengan arti “Bangsa”, maka yang demikianpun tidak dapat diartikan lain, kecuali hanya bangsanya Yesus sendiri saja ialah bangsa Ibrani (Israil).

B: Saya masih belum yakin keterangan bapak selama di Bibel sendiri tidak menyebutkan dengan tegas, bahwa kedatangan Yesus untuk Bani Israil saja.

A: Sekiranya di Bibel ada menyebutkan, betulkah saudara akan menjadi yakin, bahwa kedatangan Yesus itu bukan untuk semua bangsa.

B: Ya, saya yakin, dan demikianlah pendapat saya.

A: Apakah saudara sudah periksa di Bibel.

B: Saya sudah periksa, tetapi saya tidak hafal ayat-ayat Bibel yang ratusan malah mungkin ribuan ayat itu.

A: Kalau begitu, silahkan periksa Injil Matius pasal 15 ayat 24.

B: Baik, disini menyebutkan: “Maka jawab Yesus, katanya “Tiadalah aku disuruhkan yang lain hanya kepada segala domba yang sesat diantara Bani Israil””.

A: Bukankah ayat ini sudah jelas, dan tidak bisa diputar-putar lagi, Yesus sendiri mengakui bahwa ia di Utus untuk Bani Israil saja, bukan untuk semua manusia atau lain. Jadi kalau penganut Yesus (umat kristen) yang bukan golongan Bani Israil, tentunya tidak termasuk umatnya Yesus, dan dosanya tidak bisa ditebus/tertebus, karena Yesus hanya menjadi Juru Selamat untuk Bani Israil saja, sedangkan saudara sendiripun bukan dari golongan Bani Israil.

B: Ya, kalau demikian bagi saya agak repot. Entah bagaimana ini semestinya.

A: Nah, kalau begitu orang bisa berpendapat apakah faedahnya orang-orang Kristen menyebarkan agamanya kepada manusia yang bukan Bani Israil. Sedangkan Yesus sendiri tidak berbuat demikian. Apakah cara yang demikian tidak bisa dinamakan
melangkahi ajaran Yesus.

Dan di Injil Matius yang saudara baca baru-baru ini ada menyebutkan juga susunan kata Yesus sendiri “Tiadalah aku disuruhkan kepada yang lain”. Jelas disini Yesus sendiri ia mengakui ia disuruh. Kalau Yesus itu dikatakan Tuhan, maka pantaskah Tuhan itu jadi pesuruh. Jadi Yesus itu bukan Tuhan, melainkan pesuruh Tuhan sesuai dengan pengakuan Yesus sendiri, yang menyebutkan dalam Kitab Injil saudara sendiri.

B: Betul begitu, akan tetapi maaf terlebih dulu apakah misalnya tidak mungkin ayat itu ada salah cetak. Ini hanya kira-kiraan saya sendiri saja, tetapi sekali lagi saya minta maaf.

A: Tidak apa saudara bersikap ragu-ragu, tetapi untuk menghilangkan keragu-raguan baiklah kita periksa kitab yang berbahasa Belanda ini yang kebetulan saudara bawa. Kitab ini berjudul : “Bijbellezingen voor het Huisgezin”. Setujukah saudara.

B: Baiklah, dan memang demikian maksud kami sebelumnya, agar dapat kita periksa bersama-sama apakah ayat Bibel yang berbahasa Indonesia, ada bersamaan maksudnya dengan yang berbahasa belanda.

A: Silahkan saudara periksa di bab: “De onderdanen van het koningrijk” halaman 834, ayat 12 apakah sudah diketemukan ayatnya.

B: Sudah ini dia.

A: Nah mari kita periksa, di ayat ini menyebutkan: “Toen de vrouw van Kanaan tot Christus kwan, Hem om smehende haar dochter te genezen, wat zei Hijtoen?. Maar Hij antwoordende, zeide : “Ik ben niet gezenden dan tot de verloren schapen van
huis israel””

Kalau kita salin kedalam bahasa Indonesia: “Ketika seorang perempuan dari Kanaan datang di hadapan Kristus mengemis-mengemis padanya supaya mengobati (menyembuhkan) anaknya, lalu apakah katanya ?. Maka jawab Yesus, katanya : “Tiadalah aku disuruhkan yang lain, hanya kepada segala domba yang sesat dari antara Bani Israil””

B: Yah terus terang saja, tampaknya pendirian saya sudah mulai condong kepada keterangan-keterangan bapak.

A: Alhamdulillah, saya bersyukur, karena saudara sudah tambah bimbang dalam keyakinan saudara. Pada pertemuan yang lalu, kita sudah membaca susunan ayat di Injil Matius pasal 26 ayat 1 dan 2.

B: Betul saya ingat, saya akan menjelaskan ayat tersebut

A: Baik, kalau saudara masih merasa perlu memberikan penjelasan.

B: Saya akan bacakan lagi bunyi ayat tersebut.

A: Baik, pada pertemuan yang lalu telah saya terangkan. Mungkin saudara masih perlu membantah (membantah keterangan saya tersebut). Silahkan saudara membacanya.

B: Ayat tersebut berbunyi sebagai berikut: “Setelah Yesus menyudahi ucapan itu, maka bertuturlah pula ia kepada murid-muridnya: “Kamu memang mengetahui bahwa dua hari lagi akan ada hari raya Paskah, dan Anak manusia akan diserahkan supaya ia disalibkan”.

Jadi kedatangan Yesus memang untuk disalib. Berdasarkan ayat ini.

A: Mengapa Yesus berteriak minta tolong kepada Tuhan di waktu akan disalib, kalau memang benar kedatangan Yesus untuk disalib.

Mestinya dia bersedia untuk disalib. Seruan Yesus minta-minta tolong itu, sebagaimana saya telah sebutkan pada pertemuan kita yang pertama, ialah di Matius pasal 27 ayat 46: yang bunyinya sebagai berikut: “Maka sekira-kira pukul tiga itu,
berserulah Yesus dengan suara yang nyaring, katanya: “Eli, Eli, lama sabachtani”, artinya “Ya Tuhanku, Ya Tuhanku, apakah sebabnya Engkau meninggalkan Aku”.

B: Di ayat yang dibacakan tadi menunjukkan badan ketuhanan Yesus sudah mengetahui lebih dahulu bahwa badan kemanusiaannya akan di salib. Jadi yang berteriak itu bukan anak Tuhan , melainkan badan kemanusiaannya Yesus , oleh
karenanya itu ia menyerah untuk disalib.

A: Kalau begitu, diwaktu Yesus di Salib ada dimanakah badan ketuhanannya Yesus itu. Kalau saudara menjawab terpisah, maka hal itu menunjukkan bahwa tidak selamanya Yesus menjadi satu dengan Tuhan. Tetapi kalau saudara menjawab tetap
disitu, mengapa badan ketuhanannya tidak dapat menolong Yesus, sehingga ia berteriak-teriak minta tolong.

B: Saya tidak mengerti bagaimana soal ini sebenarnya.

A: Bukan itu saja, malah kita masih bisa meneruskan lagi di Matius pasal 26 ayat 38 yang menyebutkan: “Kemudian kata Yesus kepada mereka itu: Hatiku amat sangat berduka cita hampir mati rasaku; tinggallah kamu di sini dan berjagalah sertaku”
Mengapa badan Ketuhanan Yesus tidak berkuasa menghilangkan duka cita yang dirasakan olehnya. Malah ia berkata kepada muridnya minta berjaga bersama dia. Pantaskah Tuhan minta-minta kepada manusia.

B: Kalau saya berpegang pada ayat Injil tersebut, bahwa kedatangan Yesus untuk bani Israil saja, maka apakah salahnya kalau kita mengajak manusia diluar bani Israil supaya percaya kepada Yesus.

A: Kalau saudara konsekwen berpegang pada ayat Injil itu mestinya tidak demikian pendapat saudara. Kalau saudara telah menyimpang dari langkah Yesus oleh karena Yesus sendiri mengatakan bahwa kedatangannya hanya untuk menebus dosa bani
Israil semata-mata, bukan manusia lainnya.

B: Taruh kata kedatangan Yesus itu hanya untuk bani Israil saja, dan andaikata ada orang dari luar Bani Israil yang masuk Kristen, maka hal tersebut tidak berarti ayat Injil dan ajaran Kristen itu ada kesalahan.

A: Kalau begitu apakah orang Bani Israil yang menyalibkan Yesus itu sudah tertebus dosanya

B: Entahlah

A: Mengapa dalam kitab Injil tersebut Yesus berkata bahwa kedatangannya untuk menebus dosanya bani Israil, Dengan demikian maka orang bani Israil yang menyalibkan Yesus mestinya sudah tertebus dosanya. Terlebih lagi berdasarkan
keterangan saudara mestinya manusia yang menyalibkan Yesus itu tidak berdosa, malah menerima pahala besar, kalau kedatangannya Yesus memang untuk disalib.

Andaikata tidak ada orang yang bersedia menyalibkan Yesus, tentu tidak terlepas dosanya bani Israil dan kedatangannya Yesus tidak dapat lagi disebut selaku penebus dosa.

Mestinya orang yang menyalibkan Yesus itu menerima pahala besar, tidak dilaknat, karena mereka telah berjasa menyalibkan Yesus, karena perbuatan mereka itulah, dosa-dosa bani Israil tertebus semuanya. Jawaban ini sebagian telah saya sampaikan pada pertemuan kita yang lalu.

B: Dalam hal ini saya belum bisa menjawab sekarang, tetapi mungkin dilain waktu.

A: Saya akan ulangi lagi pertanyaan saya: Betulkah lantaran Yesus di Salib dosa bisa terhapus.

B: Ya, betul begitu menurut ayat Injil.

A: Alat apakah digunakan untuk menyalibkan Yesus.

B: Kalau saya tidak salah, ialah kayu yang disebut: “Kayu Salib”

A: Kalau begitu Yesus tergantung pada kayu pada waktu disalibkan.

B: Ya, demikian, sebagaimana kita sering melihat gambar Yesus disalib.

A: Silahkan saudara periksa di Galatia pasal 3 ayat 13

B: Baik, disini disebutkan: “Maka Kristus sudah menebus kita dari pada kutuk Torat itu dengan menjadi satu kutuk karena kita, karena ada tersurat: “Bahwa terkutuklah tiap-tiap orang yang tergantung pada kayu””

A: Menurut keterangan saudara, Yesus rela untuk di salib, sedangkan menurut Galatia yang saudara baca menyebutkan:
Terkutuklah tiap-tiap orang yang tergantung pada kayu, dan kalau begitu apakah bisa menebus dosa manusia.

B: Terima kasih , saya sudah menyadari. Apakah tidak sebaiknya kita pindah kepada pasal-pasal yang lain. Tetapi di lain malam, karena sekarang waktunya sudah terlalu larut malam.

A: Baiklah terserah saudara

MALAM YANG KELIMA
Dosa Waris

B: Saya ingin menerima penjelasan dari bapak kyai, tentang kepercayaan kepada dosa waris yang disebabkan karena dosanya Adam dan Hawa.

A: Baiklah, saya akan berikan jawabannya, tetapi sebelumnya saya ajukan pertanyaan: Betulkah menurut kepercayaan Kristen bahwa anak cucu Adam dan Hawa dari sejak dilahirkan sudah membawa dosa.

B: Betul begitu, karena Adam dan Hawa berdosa, maka cucunya menerima warisan dosa dari keduanya.

A: Mengapa dosa Adam dan Hawa diwariskan kepada cucunya, mestinya setiap manusia memikul dosanya dari perbuatannya sendiri, bukan memikul dosanya orang lain.

B: Tetapi menurut ajaran Kristen, setiap manusia pada sejak waktu dilahirkan sudah memikul dosa, atau menerima warisan dosa dari dosanya Adam dan Hawa. Oleh karena kedatangan Yesus itu adalah untuk menebus dosa-dosa manusia dari
warisan Adam dan Hawa tersebut.

A: Kalau keterangan saudara benar pada ajaran Kristen, silahkan saudara periksa kitab Nabi Yehezkiel pasal 18 ayat 20.

B: Pasal dan ayat tersebut menyebutkan: “orang berbuat dosa, ia itu juga akan mati; maka anak tiada akan menanggung kesalahan bapaknya, dan Bapa pun tiada akan menanggung kesalahan anak-anaknya; kebenaran orang yang benar akan
tergantung atasnya dan kejahatan orang fasik pun akan tergantung atasnya”.

A: Jelas Bibel sendiri menyebutkan bahwa setiap manusia akan menanggung sendiri perbuatan baik maupun buruk, tidak boleh dibebankan atau diwariskan kepada orang lain. Berdasarkan ayat tersebut, maka dosa Adam dan Hawa harus ditanggung
sendiri oleh keduanya. Tetapi mengapa dosa Adam dan Hawa harus diwariskan atas anak cucunya, sehingga anak cucunya ikut serta menanggung dosanya; padahal kitab Injil sendiri tegas menyebutkan bahwa setiap perbuatan baik atau buruk yang
dikerjakan oleh seseorang tidak dapat dibebankan atas orang lain. Baiklah, saya teruskan pertanyaan saya pada saudara; sejak umur berapa saudara di baptis.

B: Kata orang tua saya, sejak umur tiga bulan dibawa ke gereja dan disana dibaptis, oleh karena setiap manusia sejak dilahirkan sudah membawa dosanya Adam dan Hawa yang disebut Dosa Waris, jadi sejak bayipun sudah membawa dosa;
oleh karenanya saya dibaptis waktu masih kecil.

A: Apakah perbuatan demikian itu berdasarkan kitab Bibel

B: Saya berkeyakinan demikian. Sebagaimana saya terangkan bahwa bayi yang baru dilahirkan itu tidak suci, yakni sudah
membawa dosanya Adam dan Hawa.

A: Kalau begitu, bayi yang belum dibaptis sekiranya ia meninggal dunia (mati) tentu tidak akan masuk surga, sebab matinya ada
membawa dosanya Adam dan Hawa.

B: Ya, mestinya demikian.

A: Silahkan periksa Matius pasal 19 ayat 14.

B: dipasal dan ayat ini menyebutkan: “Tetapi kata Yesus. “Biarkanlah kanak-kanak itu, jangan dilarangkan mereka itu datang kepadaku, karena orang yang sama seperti inilah yang empunya kerajaan surga””

A: Nah,…perhatikanlah di ayat itu nyata-nyata Yesus sendiri yang berkata ia mengakui kesuciannya kanak-kanak. Sedangkan mereka belum mengakui kesalibannya Yesus dan juga belum dibaptiskan, tetapi mempunyai kerajaan surga. Jadi berdasarkan pengakuan Yesus sendiri bahwa kanak-kanak itu tidak membawa dosa waris dari Adam dan Hawa, oleh karena itulah Yesus berkata : Mereka adalah suci dari dosa dan dengan sendirinya masuk surga. Saya ingin bertanya lagi, Saudara waktu umur tiga bulan itu sudah membawa dosakah atau belum.

B: Kalau berdasarkan perkataan Yesus yang bapak katakan tadi, tentu tidak.

A: Jadi masih suci dari dosa walaupun tanpa dibaptiskan.

B: Ya betul demikian.

A: Kalau begitu, apakah gunanya saudara dibaptis pada waktu umur tiga bulan itu.

B: Waktu umur tiga bulan tentu saya tidak tahu apa-apa

A: Saya bertanya sekarang, bukan bertanya kepada saudara diwaktu saudara berumur tiga bulan, Jadi apakah sekarang saudara sudah menyadari tentang tidak adanya dosa waris.

B: Seperti bapak terangkan tadi, berdasarkan pengakuan Yesus sendiri tentu saya menyadarinya. Karena, Yesus sendiri yang mengatakan bahwa anak-anak itu suci pada waktu dilahirkan.

A: Nah, bagaimanakah sekarang, masih adakah pandangan saudara terhadap dosa waris

B: Tentu saja harus menyadari berdasarkan perkataan Yesus sendiri bahwa aman-anak yang baru dilahirkan itu suci tidak membawa dosa sedikitpun.

A: tidak membawa dosa yang bagaimana.

B: Ya, tidak membawa warisan dosa dari Adam dan Hawa.

A: Kalau begitu saudara telah mengakui bahwa dosa waris itu tidak ada

B: Ya, demikianlah harus saya akui berdasarkan Kitab Bibel sendiri.

A: Syukur saudara telah mengakui tidak adanya dosa waris, kalau dosa waris itu turun-temurun, maka anak yang baru lahir yang belum tahu apa-apa belum bisa memisahkan antara yang baik dan buruk, kalau bayi itu mati ia membawa dosa dan
masuk neraka, dan dimanakah letaknya keadilan Tuhan kalau demikian.

B: Ya, saya bisa terima keterangan Bapak.

A: Nah, coba pikirkan dengan penuh kesadaran. Kalau ada seorang tua dari beberapa orang anak, dan orang tua itu menjadi penipu, pencuri, penghianat, berbuat aniaya, kejam, dan bermacam-macam dosa ia kerjakan, lalu ia dihukum masuk penjara,
apakah anak-anaknya juga diharuskan menanggung dosa orang-orang tuanya, lalu anak-anak itu harus dihukum juga masuk penjara dengan alasan dosa waris. Apakah pengadilan semacam itu akan dikatakan penegak keadilan.

B: Terima kasih, saya sudah menyadari, bahwa dosa itu tidak bisa diwariskan atau dioperkan kepada orang lain.

A: Syukur kalau begitu.

B: Akan tetapi kalau dosa itu tidak bisa diwariskan mestinya pahala juga tidak diwariskan. Bagaimanakah menurut ajaran agama Islam dalam hal itu.

A: Tidak bisa, malah tidak boleh; baik pahala maupun dosa dioperkan pada orang lain.

B: Jawaban “tidak boleh” itu apakah menurut pendapat bapak sendirikah atau menurut ajaran Islam.

A: Menurut ajaran Islam, pahala seseorang tidak boleh diwariskan atau dioper kepada orang lain, begitu juga dosanya seseorang tidak boleh diwariskan kepada orang lain. Setiap orang menanggung sendiri pahala dan dosanya atas perbuatannya sendiri.

B: Akan tetapi saya pernah membaca sebuah buku agama Islam yang menerangkan bahwa Nabi Muhammad pernah berkorban seekor kambing buat umatnya sekalian dan buat familinya. Ini berarti bahwa Nabi Muhammad mewariskan atau mengoperkan pahala kepada orang lain, yakni kepada umatnya dan familinya. Yang demikian itu bukan dosa waris, tetapi jelas pahala waris.

Jadi di dalam ajaran Islam ada juga pahala waris, maka saya kira bapak tidak perlu urus tentang dosa-dosa waris dalam ajaran Kristen, kalau di dalam ajaran Islam terdapat ajaran pahala waris atau ajaran oper pahala.

A: kalau buku agama Islam yang saudara baca mau dijadikan pokok tentang bolehnya warisan pahala, mestinya orang Islam boleh sembahyang dan berpuasa, lalu diwariskan pahalanya buat sekalian umat Islam yang masih hidup dan yang mati, tetapi tidak ada umat Islam yang berbuat demikian, kalaupun ada, mungkin karena mereka tidak tahu, bahwa perbuatan yang demikian itu, bertentangan dengan kitab sucinya Al Qur’an. Jadi bukan kitab sucinya yang salah, tetapi penganutnya sendiri,
dan berbeda dengan kitab Bibel yang mengandung banyak perselisihan antara satu ayat dengan yang lain. Di dalam kitab suci Al Qur’an, tidak terdapat ajaran pahala waris maupun dosa waris. Akan tetapi dalam kitab Bibel (Kristen) antara satu ayat
dengan ayat yang lain bersimpang siur.

B: Saya pernah membaca kitab terjemahan Al Qur’an bahasa Indonesia, kalau tidak keliru di dalam surat Ath Thurr ayat 21 ada menyebutkan yang maksudnya bahwa anak-anak orang mukmin akan dimasukkan surga lantaran ibu bapaknya. Jadi
lantaran amalan ibu bapaknya anak-anak itu masuk surga. Kalau yang demikian itu bukan pahala waris, lalu apakah namanya.

A: Ayat Al Qur’an yang saudara maksudkan itu bunyinya akan saya bacakan sebagai berikut: Yang artinya: “Dan mereka yang beriman dan diikuti oleh anak-anak cucunya (keturunannya) dengan keimanan pula. Kami (Allah) kumpulkan anak cucu itu
dengan mereka dan tiadalah kami kurangi pahala amalan mereka sedikit juapun” (Surat Ath Thurr ayat 21). Diayat ini jelas menyebutkan tidak adanya pahala waris, malah tanggungan pun mengenai pahala warispun tidak ada. Yang masuk surga
bersama Ibu bapaknya itu adalah anak-anak yang belum baligh, karena yang sudah baligh tentu bertanggung jawab sendiri.

Oleh karenanya dalam ayat tersebut ada sambungannya. Yang artinya: “Setiap orang bertanggung jawab (terikat) oleh amalannya sendiri-sendiri (masing-masing)”. Jadi setiap orang menanggung dosa dan pahala atas perbuatannya masing-masing
bukan warisan dari orang lain.

B: Apakah di dalam Kitab Al Qur’an ada yang lebih tegas menyebutkan bahwa dosa dan pahala itu tidak dapat diwariskan atau dihadiahkan pada orang lain.

A: Ada, cukup banyak.

B: Maafkan, kami ingin mengetahui di surat apa, dan di ayat berapa, kami akan cocokkan dirumah, karena kami ada mempunyai kitab terjemahan Al Qur’an Bahasa Indonesia. Mungkin juga saudara-saudara yang hadir di sini juga memerlukan juga.

HADIRIN: Perlu diterangkan, karena memang penting diterangkan.

A: Apakah tidak sebaiknya kita bersama-sama memeriksa di sini saja, kalau saudara menyetujui saya suruh ambilkan Al Qur’an lalu saya tunjukkan surat dan ayatnya sekali. Bagaimana, apakah sekarang juga.

B: Kalau Bapak hafal lebih baik sebutkan sekarang saja ayat-ayatnya , akan kami catat: lalu akan kami cocokkan dirumah dengan Al Qur’an kami. Tapi kalau bapak tidak hafal kami minta besok malam untuk menghemat waktu.

A: Insya Allah saya hafal ayat-ayatnya.

B: Baik, silahkan bapak sebutkan, kami akan catat.

A: Saya akan sebutkan nama-nama surat dan nomor ayatnya, lalu saya akan beri keterangan dan saudara catat nama Surat dan nomor ayatnya yang sebut, lalu cocokkan lagi dirumah.

B: baik, kami setuju.

A:
1 . Surat Al Baqarah, ayat 286.
“Kepada dirinya apa yang ia kerjakan, dan atas dirinya apa yang dia lakukan” Maksudnya, baik dan buruknya suatu perbuatan, harus ditanggung sendiri oleh yang mengerjakannya, tidak boleh dibebankan atas orang lain.

2 . Surat Al Baqarah, ayat 123.
“Dan Hendaknya kamu takut pada suatu hari (kiamat) tidak berkuasa seorang membebaskan sesuatu atas orang lain”.

Maksudnya, kelak dihari kiamat, seseorang tidak berkuasa menebus dosanya orang lain, dan pahala tidak diperbolehkan atas orang lain. Masing-masing harus menanggung sendiri perbuatannya baik maupun jahat.

3 . Surat Al Ankabut, ayat 6
“Siapa yang giat berusaha maka usahanya itu untuk dirinya sendiri”.

4 . Surat Yaasiin, ayat 54
“Maka pada hari kiamat, tidak seorangpun akan teraniaya, dan kamu tidak akan dibalas, melainkan apa yang kamu sendiri telah kerjakan”.

5 . Surat Al Isra’ , ayat 15
“Dan seseorang tidak berkuasa memikul dosanya orang lain “.

6 . Surat An Najm, ayat 38 dan 39
“Bahwa seseorang tidak berkuasa menanggung dosanya orang lain dan sesungguhnya seorangpun tidak akan menerima pahala melainkan daripada perbuatannya sendiri”.

7 . Surat Luqman, ayat 33.
“Hai Manusia hendaklah kamu takut kepada suatu hari (kiamat) seorang bapak tidak berkuasa membebaskan anaknya (dari perbuatan anaknya), seorang anak tak akan berkuasa membebaskan perbuatan bapaknya”.

Ayat-ayat yang saya sebutkan di atas tadi jelas sekali menunjukkan bahwa seseorang tidak berkuasa menebus dosanya atau mengambil oper pahala orang lain. Jadi dalam Islam, tidak ada manusia yang berkuasa menebus dosa, atau seorang pejabat
menebus dosa, perbuatan baik atau jahat harus ditanggung sendiri oleh yang mengerjakannya.

Saya kira sudah cukup ayat-ayat yang saya sebutkan, tetapi kalau saudara masih memerlukan, saya akan sebutkan lagi ayat-ayat yang lain.

B: Sudah cukup, dan kami sudah mengerti, akan tetapi kami pernah membaca sebuah kitab yang menyebutkan sebuah Hadist Nabi Muhammad, yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim yang menerangkan bahwa: “Mayit itu disiksa lantaran ditangisi
oleh familinya”. Berdasarkan Hadist tersebut berarti bahwa siksaan atas mayit itu, disebabkan perbuatan orang lain, bukan dari perbuatan dirinya sendiri. Mayit itu disiksa lantaran “perbuatan” tangisnya orang lain. Kami telah tanyakan kepada beberapa orang yang kami pandang mengerti tentang agama Islam, dan salah seorang guru agama Islam mengenal susunan Hadist tersebut memberikan jawaban bahwa hadist itu benar (sahih), oleh karena yang meriwayatkan adalah Imam Bukhari dan Imam Muslim.

A: Hadist Nabi yang saudara bawakan itu susunannya demikian:

“Telah berkata Umar dan Ibnu Umar: Bersabda Nabi Muhammad SAW sesungguhnya mayit itu disiksa lantaran ditangisi oleh keluarganya (riwayat Bukhari dan Muslim)”. Akan tetapi hakekatnya Hadist itu Tidak Sahih, oleh karena berlawanan dengan ayat-ayat Al Qur’an. Walaupun oleh karena saudara yang beragama Kristen, mungkin belum mengetahui tentang Hadist-hadist Sahih dan Hadist-hadist Palsu, maka agar saudara yang hadir dipertemuan ini dapat mengikuti juga, merasa perlu saya terangkan bahwa menurut kitab-kitab Ushul Fiqih dan kitab Musthalahul Hadist, yang disebut Hadist Nabi, bukan saja mesti sah riwayatnya malah mesti beres susunannya dan arti dari pada hadist itu HARUS tidak berlawanan dengan kitab Al Qur’an.

Dalam riwayat Bukhari dan Muslim jelas diterangkan demikian. Maksud Hadist tersebut , tatkala hadist yang menerangkan bahwa mayit itu disiksa lantaran ditangisi oleh familinya, di dengar oleh Siti Aisyah (Istri Nabi), maka Siti Aisyah menolak kebenaran Hadist tersebut. Aisyah berkata: “Cukuplah buat kamu Ayat Al Qur’an; Dan tidak berkuasa seseorang menanggung dosa orang lain.

B: Nah, kalau begitu pak kyai, sekarang kami telah mengerti bahwa berdasarkan Kitab Bibel sendiri dan Kitab Al Qur’an pada hakekatnya dosa waris dan pahala waris itu tidak ada. Yakni setiap manusia menanggung sendiri dosanya, dan pahalanya
menurut perbuatannya masing-masing. Ini adil namanya.

A: Ya, seharusnya begitu; sebagaimana tersebut dalam kitab Bibel dan Al Qur’an yang telah kita baca tadi. Akan tetapi supaya lebih jelas dan tambah meyakinkan saudara, silahkan saudara periksa di Injil: “Surat kiriman Rasul Paulus kepada orang Rum Pasal 2 ayat 5 dan 6.

B: Baik, surat dan ayat ini menyebutkan sebagai berikut: “Tetapi menurut degilmu dan hati yang tiada mau bertobat, engkau menghimpunkan kemurkaan keatas dirimu untuk hari murka dan kenyataan hukum Allah yang adil”. ” yang akan membalas ke
atas tiap-tiap orang menurut perbuatan masing-masing”

A: Apakah di ayat ini Bibel menerangkan Dosa Waris.

B: Tidak, malah sebaliknya setiap orang akan dibalas menurut amalnya masing-masing.

A: Periksa lagi Matius pasal 16 ayat 27

B: Ayat ini menerangkan /menyebutkan: “Karena anak manusia akan datang dengan kemuliaan Bapanya beserta dengan segala malaikatnya; pada masa itu Ia akan membalas kepada tiap orang menurut perbuatannya:

A: Apakah di ayat ini Bibel menerangkan Dosa Waris.

B: Tidak ada, menurut ayat ini perbuatan dosa dan perbuatan baik akan ditanggung sendiri, tidak boleh dibebankan atau diwariskan pada orang lain.

A: Jadi di Kitab Injil sendiri yang menyebutkan tidak adanya dosa waris.

B: Ya, dari mana asalnya ada sebutan dosa waris itu.

A: Apakah saudara masih memerlukan penjelasan lebih lanjut.

B: Sudah sangat jelas sekali.

A: Kalau begitu baiklah kita lanjutkan. Diayat saudara bacakan tadi ada sebutan “Anak manusia”. Bapanya silahkan saudara bacakan sekali lagi.

B: Baik, awal ayat tersebut menyebutkan: “Karena Anak Manusia akan datang dengan kemuliaan Bapanya…”

A: bagaimana menurut pengertian saudara yang dimaksudkan dengan “Anak Manusia dan Bapanya”

B: Anak manusia itu tentulah Yesus, sedang Bapa ialah Tuhan.

A: Periksa lagi: “Surat kiriman yang kedua kepada orang Kristen ” pasal 5 ayat 10

B: Baik ayat ini menyebutkan: ” Karena tak dapat tiada kita sekalian akan jadi nyata dihadapan kursi pengadilan Kristus,
supaya tiap-tiap orang menerima balasan, sebagaimana yang telah dilakukan oleh tubuh itu, baik atau jahat”

A: Ayat Injil sendiri yang menyebutkan, bahwa setiap orang harus bertanggung jawab atas perbuatannya masing-masing, baik maupun jelek, tidak boleh dibebankan atau diwariskan kepada orang lain.

B: Berdasarkan ayat-ayat Bibel yang bapak tunjukkan bahwa perbuatan baik atau jelek seseorang tidak dapat diwariskan kepada orang lain. Oleh karenanya, kepercayaan saya kepada dosa waris itu mulai luntur.

A: Kalau begitu lantas bagaimana dosanya Adam dan Hawa, apakah dapat diwariskan kepada orang lain, tegasnya kepada anak cucunya.

B: Berdasarkan ayat Bibel tersebut di atas tentu tidak. Jadi dosa yang dilakukan oleh Adam dan Hawa, seharusnya ditanggung sendiri oleh keduanya, tidak bisa diwariskan kepada anak cucunya.

A: Dalam sejarah Agama Kristen kita kenal yang disebut: “biechten”, ialah orang yang berbuat dosa, dan “de biechtafleggen”, ialah orang yang meminta ampun atas kesalahannya , dan “Biecht-vader”, ialah orang-orang yang diberi wewenang memberi
ampun. Setiap orang merasa menyesal atas kesalahannya dapat menerima ampunan dengan jalan membeli selembar surat yang menyebutkan bahwa orang yang berdosa sudah diberi ampun atas dosanya. Surat ampunan itu disebut “Aflaat-brieven” atau
Indul gences, yang artinya kemurahan Tuhan.

B: Ya, saya menyadari soal itu, keterangan bapak memuaskan saya.

A: Bukan hanya demikian, akan tetapi Aflaat-brieven itu pada zaman dulu dipropaganda (gepredicht) di Negara Jerman oleh seorang rabib (nonnik) bernama “Tetzel” dalam tahun 1517 atas perintah Paus Leo, yang menjadi Paus pada tahun 1513-1521. Sebahagian dari pada hasil penjualan Aflaat-brieven itu digunakan untuk pendirian bangunan gereja “Saint Pieter Kerk” di kota Roma. Terlalu panjang kalau saya uraikan sejarah pemerintahan gereja di Eropa pada permulaan abad pertengahan.

B: Terima kasih, kita lanjutkan saja soal yang lain, sekarang sudah larut malam, lain kali kami akan datang lagi.

MALAM YANG KE ENAM
Kitab Al Qur’an dan Kitab Bibel

A: Pembicaraan kita yang berkenaan dengan dosa waris, saya rasa telah cukup.

B: Sudah cukup jelas uraian bapak pada pertemuan yang terdahulu. Dan saya telah mencocokkan ayat-ayat Al Qur’an yang disebutkan bapak kemarin malam lalu dengan kitab terjemahan Al Qur’an bahasa Indonesia kepunyaan saya, semuanya cocok
baik tentang surat-suratnya maupun ayat-ayatnya. Semua yang bapak sebutkan cocok dan tepat serta kami pikir-pikir di rumah tentang ayat Bibel dan Al Qur’an yang bapak tunjukkan ayat-ayatnya ternyata dosa waris dan oper pahala dan oper dosa itu
tidak mungkin ada malah tidak masuk di akal.

A: Syukur kalau saudara telah mengakuinya, sekarang kita bicarakan soal-soal lainnya, dan saya serahkan kepada saudara saja mengenai acaranya. Terserah saudara soal yang akan diajukan.

B: Baiklah kami mulai; kami pernah membaca ayat-ayat Al Qur’an yang tampaknya pada kami ada juga perselisihan antara satu ayat dengan ayat lainnya, sehinga menimbulkan keragu-raguan; apakah mungkin Nabi Muhammad sendiri yang keliru
menyampaikan wahyu dari Allah. Kalau betul beliau seorang Nabi, tentu tidak mungkin beliau salah menerimanya atau menyampaikannya, ataukah memang ayat-ayat Al Qur’an nya yang berselisihan.

A: Baiklah saudara terangkan saja ayat-ayat Al Qur’an yang saudara maksudkan itu.

B: Kami telah membaca ayat-ayat Al Qur’an mengenai asal kejadian manusia dalam kitab terjemahan Al Qur’an bahasa Indonesia, dalam sebuah surat yang nampaknya antara satu ayat dengan ayat yang lain ada berselisihan sehingga timbul dalam
pikiran saya bukan Bibel saja yang berselisih ayat-ayatnya, tetapi kitab Al Qur’an demikian juga.

A: Silahkan saudara sebutkan ayat-ayat Al Qur’an yang akan ditanyakan, Insya Allah yang diragukan oleh saudara itu akan terhapus.

B: Baiklah, Saya mencatat ayat-ayatnya, saya akan baca.
1 . Dikitab Al Qur’an surat Ar Rahman ayat 14 menyebutkan bahwa Allah menjadikan manusia berasal dari tanah yang dibakar.
2 . Di surat Al Hijr ayat 28 menyebutkan: “Dan ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Malaikat; sesungguhnya Aku (Allah) hendak menciptakan seorang manusia (Adam) dari tanah kering dan lumpur hitam yang berbentuk (berupa).
3 . Disurat As Sajadah ayat 7 menyebutkan: “dan Tuhan menciptakan manusia dari Tanah”
4 . Di Surat Ash Shafaat ayat 11 menyebutkan: “Sesungguhnya Aku (Allah) menciptakan manusia berasal dari tanah liat”
5 . Disurat Ali Imran ayat 59 menyebutkan: “Sesungguhnya Aku menciptakan manusia daripada tanah”

Lima ayat yang saya sebutkan ini antara satu dengan ayat yang lain terdapat perselisihan. Cobalah kita teliti. Di ayat ketiga menyebutkan dari “tanah”, diayat ke empat menyebutkan daripada “tanah liat”. Di ayat kelima menyebutkan dari pada “tanah”.

Bukankah ayat-ayat Al Qur’an nyata-nyata berselisihan antara yang satu dengan yang lain.

A: Ya, nampaknya memang demikian. Saya tidak akan mengecewakan saudara. Teruskan pertanyaan saudara.

B: Kami ingin bertanya; yang manakah yang benar tentang asal kejadian manusia itu. Apakah dari tanah yang dibakar, apakah dari tanah kering dan lumpur, atau dari pada tanah biasa, atau dari tanah liatkah ?. Jadi menurut pendapat saya, ayat-ayat Al
Qur’an terdapat perselisihan antara satu ayat dengan ayat yang lain. Bukan ayat-ayat Injil atau di Bibel saja terdapat perselisihan. Kiranya Bapak bisa menerangkan dengan jelas dan tepat.

A: Di kitab Al Qur’an ada menyebutkan bahwa asal kejadian manusia terdiri dari 7 (tujuh) macam kejadian. Agar diketahui juga oleh saudara-saudara yang hadir disini, saya sebutkan susunan ayat-ayatnya satu demi satu, sebagaimana yang saudara
bacakan artinya tadi.

Pertama : Di surat Ar Rahman ayat 14: “Dia (Allah) menjadikan manusia seperti tembikar, (tanah yang dibakar)”. Yang dimaksudkan dengan kata “Shal-shal” di ayat ini ialah : Tanah kering atau setengah kering yakni “Zat pembakar” atau Oksigen.
Kedua: Di ayat itu disebutkan juga kata “Fakhkhar”, yang maksudnya ialah “Zat Arang” atau Carbonium.

Ketiga: Di surat Al Hijr, ayat 28: “dan ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat; sesungguhnya Aku (Allah) hendak menciptakan seorang manusia (Adam) dari tanah kering dan lumpur hitam yang berbentuk (berupa)” . Di ayat ini. Tersebut
juga “shal-shal”, telah saya terangkan, sedangkan kata “Hamaa-in” di ayat tersebut ialah “Zat Lemas” atau Nitrogenium.

Keempat : Di surat As Sajadah ayat 7: “Dan (Allah) membuat manusia berasal dari pada “tanah””. Yang dimaksud dengan kata “thien” (tanah) di ayat ini ialah “Atom zat air” atau Hidrogenium.

Kelima: Di Surat Ash Shaffaat ayat 11: “Sesungguhnya Aku (Allah) menjadikan manusia dari pada Tanah Liat”. Yang dimaksud dengan kata “lazib” (tanah liat) di ayat ini ialah “Zat besi” atau ferrum.

Keenam: Di Surat Ali Imran ayat 59: ” Dia (Allah) menjadikan Adam daripada tanah kemudian Allah berfirman kepadanya “jadilah engkau, lalu berbentuk manusia”. Yang dimaksud dengan kata “turab” (tanah) di ayat ini ialah: “Unsur-unsur zat asli
yang terdapat di dalam tanah” yang dinamai “zat-zat anorganis”.

Ketujuh: Di surat Al Hijr ayat 28: “Maka setelah Aku (Allah) sempurnakan (bentuknya), lalu Kutiupkan ruh-Ku kepadanya (Ruh daripada-Ku)”

Ketujuh ayat Al Qur’an yang saya baca ini Allah telah menunjukkan tentang proses kejadiannya Nabi Adam sehingga berbentuk manusia, lalu ditiupkan ruh kepadanya sehingga manusia bernyawa (bertubuh jasmani dan rohani). Sebagaimana
disebutkan pada ayat yang keenam tentang kata “turab” (tanah) ialah zat-zat asli yang terdapat didalam tanah yang dinamai zat anorganis. Zat Anorganis ini baru terjadi setelah melalui proses persenyawaan antara “Fakhkhar” yakni Carbonium (zat arang)
dengan “shal-shal” yakni Oksigenium (zat pembakar) dan “hamaa-in” yaitu Nitrogenium (zat lemas) dan Thien yakni Hidrogenium (Zat air).

Jelasnya adalah persenyawaan antara:
1 . Fachchar (Carbonium = zat arang) dalam surat Ar Rahman ayat 14.
2 . Shalshal (Oksigenium = zat pembakar) juga dalam surat Ar Rahman ayat 14.
3 . Hamaa-in (Nitrogenium = zat lemas) dalam surat Al Hijr ayat 28
4 . Thien (Hidrogenium = Zat Air) dalam surat As Sajadah, ayat 7.
Kemudian bersenyawa dengan zat besi (Ferrum), Yodium, Kalium, Silcum dan mangaan, yang disebut “laazib” (zat-zat anorganis) dalam surat As Shafaat ayat 11. Dalam proses persenyawaan tersebut, lalu terbentuklah zat yang dinamai protein.
Inilah yang disebut “Turab” (zat-zat anorganis) dalam surat Ali Imran ayat 59. Salah satu diantara zat-zat anorganis yang terpandang penting ialah “Zat Kalium”, yang banyak terdapat dalam jaringan tubuh, teristimewa di dalam otot-otot. Zat Kalium
ini dipandang terpenting oleh karena mempunyai aktivitas dalam proses hayati, yakni dalam pembentukan badan halus. Dengan berlangsungnya “Proteinisasi”, menjelmakan “proses penggantian” yang disebut “Substitusi”. Setelah selesai mengalami substitusi, lalu menggempurlah electron-electron cosmic yang mewujudkan sebab pembentukan (Formasi), dinamai juga “sebab ujud” atau
Causa Formatis.

Adapun Sinar Cosmic itu ialah suatu sinar mempunyai kemampuan untuk merubah sifat-sifat zat yang berasal dari tanah. Maka dengan mudah sinar cosmic dapat mewujudkan pembentukan tubuh manusia (Adam) berupa badan kasar (jasmaniah), yang terdiri dari badan, kepala, tangan, mata, hidung telinga dan seterusnya. Sampai disinilah ilmu pengetahuan exact dapat menganalisa tentang pembentukan tubuh kasar (jasmaniah, jasmani manusia/Adam). Sedangkan tentang rohani (abstract wetenschap) tentu dibutuhkan ilmu pengetahuan yang serba rohaniah pula, yang sangat erat hubungannya dengan ilmu Metafisika.

Cukup jelas tentang ayat-ayat Al Qur’an yang saudara sangka berselisih antara satu ayat dengan ayat yang lain dalam hal kejadian manusia (Adam), pada hakikatnya bukanlah berselisih, melainkan menunjukkan proses asal kejadian tubuh jasmani
Adam (visible), hingga pada badan halusnya (invisible), sampai berujud manusia. Apakah belum jelas penafsiran ayat-ayat Al Qur’an yang saya sampaikan pada saudara? Kalau ada waktu saya akan terangkan juga proses asal kejadian tubuh rohani dari segi ilmu metafisika.

B: Sangat jelas, malah betul-betul ilmiah dan saya tidak mengira sekali bahwa ayat-ayat Al Qur’an itu mengandung ilmu pengetahuan yang tinggi. Mengenai kesanggupan bapak yang akan menerangkan atau menguraikan proses asal kejadian tubuh rohani manusia itu, betul-betul menarik. Tetapi saya mohon di beri waktu yang khusus.

A: Baiklah sekarang kita lanjutkan: Tentunya saudara pernah membaca biografi Nabi Muhammad. Beliau tidak tahu tulis baca, tidak pernah belajar ilmu kepada siapapun, tidak pernah berguru dan belum pernah sama sekali bergaul dengan orang pandai.

B: Ya, saya pernah membaca biografi Nabi Muhammad. Nah, kalau Nabi Muhammad seorang yang buta huruf, tidak pernah belajar ilmu, maka dari siapakah atau dari manakah beliau mengetahui tentang kejadian manusia secara ilmiah yang pada zaman
ini dibenarkan oleh ilmu pengetahuan. Nabi Muhammad SAW menerangkan tentang asal kejadian manusia dari segi ilmu urai (Anatomi), Ilmu Kimia, Ilmu hayat (biologi), dan dari segi ilmu alam sampai kepada rohaniahnya.

A: Maka dari manakah beliau belajar ilmu urai, kepada siapakah beliau belajar ilmu kimia, ilmu hayat, ilmu alam dan soal-soal kerohanian, kalau bukan wahyu dari tuhan Allah SWT. Dan tidak mungkin beliau menerima wahyu dari Allah sekiranya beliau
bukan seorang Nabi dan Rasul.

B: Tetapi ada juga orang yang tidak pernah belajar dan bersekolah, buta huruf, tetapi menjadi orang-orang besar.

A: Coba saudara sebutkan nama-nama orang yang tidak pernah belajar (buta huruf), lalu mengaku jadi Nabi dan menerima wahyu, dan berhasil membentuk suatu masyarakat dan negara yang mengagumkan para ahli sejarah dan mempunyai pengikut beratus juta manusia setiap masa dan zaman. Sebutkan nama orang yang saudara maksudkan itu.

B: Ya, tidak ada.

A: Memang tidak ada, baiklah saya tanyakan, kalau saudara berpegang dengan keterangan saudara bahwa Nabi Muhammad itu bukan Nabi dan Rasul, karena ada juga orang yang buta huruf menjadi orang besar, maka kalau Yesus itu anak Tuhan,
karena dapat menyembuhkan penyakit kusta, menghidupkan orang mati, dilahirkan tanpa Ayah dan dipenuhi juga dengan ruhul kudus, maka selain Yesus terdapat juga orang lahir tanpa Bapak, dapat menyembuhkan penyakit kusta, menghidupkan orang
mati sebagaimana tersebut dalam kitab Injil. Kisah Rasul pasal 6 ayat 5, pasal 5 ayat 31; Kitab Raja-raja kedua pasal 13 ayat 21; Matius pasal 5 ayat 9; Kitab Raja-raja kedua pasal 5 ayat 10 mengapa mereka itu tidak Tuhan juga, mengapa kepada
Nabi Muhammad saudara berkeberatan untuk mengakui beliau sebagai seorang Nabi dan Rasul, sedangkan kepada Yesus saudara tidak Berkeberatan mengakuinya sebagai Tuhan, padahal kewajiban-kewajiban yang dilakukan oleh Yesus, orang lain dapat juga melakukannya.

B: Baiklah kalau begitu.

A: Baik yang bagaimana yang saudara maksudkan.

B: Keterangan-keterangan bapak adalah baik dan memuaskan saya dan saya diberi waktu untuk menentukan keputusan saya sampai besok malam atau malam pertemuan berikutnya.

A: Baiklah saya serahkan sepenuhnya atas pertimbangan saudara, Kami tidak berhak memaksa saudara, atau mempengaruhi saudara. Kita hanya bermusyawarah dan bersoal jawab tentang hasilnya terserah atas pertimbangan masing-masing.

B: Baiklah kita lanjutkan Besok Malam

MALAM KETUJUH
Mengakui Nabi Muhammad SAW Utusan Allah

A: Sesudah saya terangkan pada saudara tentang ayat-ayat Al Qur’an yang menerangkan tentang proses asal kejadian manusia yang saudara tanyakan ayat-ayatnya kemarin malam itu, apakah terdapat pertentangan? Apakah Nabi Muhammad ada kekeliruan menyampaikan sebagaimana saudara sangka semula?

B: Tidak ada, Bapak telah menerangkan dari segi Ilmiah yang seharusnya secara jujur saya mempercayainya.

A: Jadi Nabi Muhammad Benar, tidak kelirukah penyampaiannya

B: Tidak keliru, malah benar.

A: Jadi saudara mengakui bahwa Nabi Muhammad benar sebagai Rasul Allah.

B: Saya mengakui, karena beliau benar.

A: Terima kasih , Saudara-saudara yang hadir menyaksikan sendiri pengakuan saudara Antonius sendiri atas ke Rasulannya Nabi Muhammad SAW, tanpa paksaan, melainkan dengan kesadarannya sendiri setelah berlangsung dengan diskusi. Betulkah
saudara mengakui kerasulannya Nabi Muhammad dan mengakui Nabi Muhammad itu utusan Allah.

B: Betul, dengan saksi Tuhan saya mengakuinya.

A: Alhamdulillah, saudara Antonius sudah 50 % Islam. Saya katakan 50% Islam oleh karena hanya mengerti dan mempercayai atas kerasulan Nabi Muhammad, jadi masih tinggal 50% lagi, oleh karena Saudara belum meyakinkan atas ke Esaan Tuhan
yang Maha Tunggal .

B: Ya, betul begitu. Keyakinan saya terhadap Trinitas (Tuhan Bapak, Tuhan Anak dan Ruhul Kudus) masih belum lenyap sama sekali, walaupun Bapak telah menerangkan Kitab Bibel yang tak dapat saya membantahnya. Akan tetapi dengan
keterangan-keterangan bapak saya mulai ragu-ragu terhadap Trinitas itu. Sungguhpun begitu, apakah bapak masih bersedia lagi memberikan keterangan-keterangan (alasan-alasan) dalam kitab Bibel yang menyebutkan bahwa Yesus itu bukan Tuhan.

A: Sebetulnya pada pertemuan kita yang pertama telah saya sebutkan berdasarkan kitab Injil sendiri bahwa Yesus bukan Tuhan seperti telah Saudara Periksa sendiri dalam Matius pasal 1 ayat 16; Markus pasal 13 ayat 32; Ulangan pasal 4 ayat 33;
Ulangan pasal 6 ayat 4; Markus pasal 12 ayat 29. Kesemuanya itu telah kita baca. Tetapi demi untuk memenuhi pengharapan saudara agar lebih meyakinkan, saya lanjutkan lagi. Silahkan baca Lukas pasal 4 ayat 1 dan 2.

B: Baik, di sini disebutkan : “Maka Yesuspun penuhlah dengan Rohul Kudus, balik dari Yarden, lalu Roh itu membawa Dia ke padang belantara. Empat puluh hari lamanya dicobai Iblis. Selama itu suatu apapun tiada dimakannya. Setelah genap hari itu ia merasa lapar.

A: 1. Diayat ini menyebutkan bahwa Rohul Kudus membawa Yesus ke padang belantara. Kalau Yesus itu tuhan, mustahil akan dapat dibawa oleh siapapun juga.
2 . Diayat ini menyebutkan bahwa Yesus dicobai oleh Iblis. Pantaskah Tuhan dicobai oleh Iblis atau wajarkah Iblis berani mencobai Tuhan.
3 . Di ayat inipun ada menyebutkan bahwa Yesus merasa lapar. Wajarkah Tuhan itu lapar? Kalau begitu sifat-sifat Yesus itu sama saja dengan sifat manusia biasa; bisa dibawa, bisa dicobai iblis dan merasa lapar.

Periksa lagi Matius pasal 4 ayat 5

B: Baik , di situ menyebutkan: “Kemudian dari pada itu Iblis itupun membawa Yesus ke negeri suci, lalu ditaruhnya Dia di atas bumbung bait Allah”

A: Di ayat ini ada menyebutkan bahwa Yesus dibawa oleh Iblis. Pantaskah Tuhan dibawa oleh Iblis. Wajarkah Tuhan tunduk kepada kemauan Iblis sehingga dibawa kemana-mana, kesuatu tempat. pantaskah Iblis begitu berani kepada Tuhan.
Periksa lagi Matius pasal 27 ayat 1 dan 2

B: Baik, di situ menyebutkan : “Setelah hari siang, maka segala kepala Imam dan orang tua-tua kaum pun berundinglah atas hal Yesus supaya dibunuhkan Dia. Maka diikatnya Dia serta dibawa pergi, lalu diserahkan kepada Pilatus, yaitu wakil pemerintah”

A: DI ayat ini menyebutkan bahwa Yesus diikat; pantaskah Tuhan dapat diikat oleh manusia. Kalau begitu dimanakah kekuatan Tuhan, sehingga dengan rela menyerahkan dirinya kepada manusia? Periksa lagi Lukas pasal 2 ayat 21.

B: Baik, di situ menyebutkan: “Apabila genap delapan hari, Ia bersunat, lalu disebut namanya Yesus..”

A: Wajarkah Tuhan itu disunat? Perlu apakah Tuhan itu disunat?

B: Apakah ada keterangan yang lebih tegas bahwa Yesus itu benar-benar anak manusia bukan anak Tuhan?.

A: Silahkan buka Matius pasal 26 ayat 2

B: Baik, disitu menyebutkan bahwa: Anak manusia akan diserahkan supaya disalibkan.

A: Yang dimaksud anak manusia di situ Yesus. Jadi jelaslah bahwa Yesus itu bukan anak Tuhan, melainkan anak manusia. Silahkan periksa di Matius pasal 5 ayat 45.

B: Baik, di situ menyebutkan bahwa: Supaya kamu menjadi anak Bapamu ….. dan seterusnya.

A: Di sini menyebutkan bahwa orang-orang yang taat kepada Tuhan, menurut Yesus akan menjadi anak Tuhan. Jadi bukan saya yang mengatakan bahwa Yesus itu bukan anak Tuhan yang Tunggal, melainkan anak-anak tuhan itu akan bertambah lagi
jumlahnya, berdasarkan kitab Bibel sendiri di Matius pasal 5 ayat 45 yang kita baca tadi ialah: “Supaya kamu menjadi anak-anak Bapamu…” Silahkan buka Matius pasal 7 ayat 21.

B: Disitu menyebutkan: “Bukannya tiap-tiap orang yang menyeru aku Tuhan, Tuhan, akan masuk ke dalam kerajaan sorga, hanyalah orang-orang yang melakukan kehendak Bapaku yang di sorga.

A: Di Bibel sendiri jelas, bahwa Yesus menyangkal malah menolak kepada orang yang menyerukan: “Tuhan, Tuhan”
kepadanya, malah orang itu tidak dapat masuk ke dalam kerajaan sorga. Apakah belum cukup bukti-bukti yang telah saya
tunjukkan kepada saudara.

B: Sudah Cukup. Terima kasih; tetapi kalau masih ada, saya minta, demi kepuasan saya

A: Minta yang mana lagi yang saudara maksudkan.

B: Yang menyebutkan di kitab Injil bahwa Yesus anak manusia “bukan anak tuhan”

A: Baik, akan saya penuhi harapan saudara, silahkan saudara periksa di Matius pasal 16 ayat 27.

B: Di pasal dan ayat ini ada menyebutkan: “Karena anak manusia datang dengan kemuliaan Bapanya beserta dengan
malaikatnya; pada masa itu Ia akan membalas kepada tiap-tiap orang menurut perbuatannya”

A: Di ayat ini ada menyebutkan anak manusia, menurut tafsiran saudara, siapakah yang dimaksudkan dengan anak manusia di
ayat ini.

B: Ya, tentu Yesus.

A: Jadi dikitab Injil sendiri ada menyebutkan bahwa Yesus itu adalah “anak manusia”; bukan anak Tuhan, betulkah atau tidak.

B: Ya, betul.

A: Nah, kalau betul, mengapa saudara menyebutkan Yesus anak Tuhan?

B: Yesus itu Tuhan tapi diserupakan dengan manusia.

A: Kalau Yesus itu Tuhan, mengapa diperanakkan oleh manusia (Maria). Yesus berupa manusia karena diperanakkan oleh
manusia (Maria). Terlalu janggal kalau manusia (Maria) memperanakkan Tuhan. Bisakah ilmu pengetahuan lahir maupun ilmu
pengetahuan bathin (Kerohanian) menerima bahwa ada Tuhan yang diperanakkan oleh manusia? Bisakah ilmu pengetahuan
exact maupun yang abstract (Exact abstract Wetenschap) menerimanya?

B: Ya, memang mustahil ada Tuhan yang diperanakkan oleh manusia.

A: Bukan itu saja, malah di kitab Injil saudara Yesus sendiri yang berkata bahwa ia bukan anak Tuhan, melainkan Utusan
Tuhan. Sebagaimana telah saya tunjukkan ayatnya pada pertemuan kita yang lalu.

B: Betul, telah bapak sebutkan. Tetapi saya minta di ulangi lagi ayatnya, oleh karena saya agak lupa susunannya.

A: Silahkan periksa di Yahya pasal 5 ayat 30

B: Di pasal dan ayat ini menyebutkan: “Suatupun tiada aku dapat berbuat menurut kehendak sendiri, melainkan aku
menjalankan hukum sebagaimana aku dengar, dan hukuman itu adil adanya; karenanya bukannya aku mencari kehendak diriku,
melainkan kehendak Dia yang menyuruhkan aku”.

A: Ayat ini tegas sekali, jelas menunjukkan bahwa Yesus sendiri mengaku bahwa ia bukan Tuhan, melainkan pesuruh Tuhan. Di
ayat ini Yesus memberitahukan bahwa ia tidak berbuat menurut kehendak Tuhan, maka wajarkah Tuhan tidak dapat berbuat
sekehendaknya, dan pantaskah ada Tuhan disuruh (diutus) menjadi utusan.

B: Ya, saya mengaku; Yesus sendiri mengaku bukan anak Tuhan.

A: Demi kepuasan saudara silahkan periksa lagi di Yahya pasal 3 ayat 13

B: Baik, di pasal dan ayat ini menyebutkan: “Seorangpun tidak naik ke surga, kecuali Ia yang sudah turun dari surga, yaitu anak
manusia”

A: Berdasarkan ayat-ayat Bibel yang saya tunjukkan dan saudara sendiri yang memeriksa dan membacanya itu, maka sekali
lagi saya bertanya: “Anak manusiakah Yesus itu atau anak tuhan”?.

B: Ya, berdasarkan ayat-ayat tersebut saya berkata: “Yesus adalah anak manusia”

A: Di ayat yang saudara baca tapi, Matius pasal 16 ayat 27, selain menyebutkan bahwa Yesus itu anak manusia, juga
menyebutkan bahwa akan membalas tiap-tiap orang menurut perbuatannya. Betulkah begitu? silahkan periksa kembali.

B: Ya, betul di ayat itu ada menyebutkan.

A: Menurut susunan ayat tersebut, jelas: “Menolak adanya dosa waris”, berdasarkan ayat tersebut setiap orang akan dibalas
menurut perbuatannya masing-masing, jadi tidak ada penebus dosa.

B: YA, tentang dosa waris telah selesai kita bicarakan dan memang saya telah mengakui “tidak ada dosa waris”.

A: Betul, sudah kita bicarakan, saya hanya menambah saja, untuk lebih menguatkan lagi keterangan yang lalu.

B: Sudah cukup jelas keterangan Bapak.

A: Jelas bagaimana?

B: Berdasarkan ayat-ayat Injil sendiri bahwa Yesus itu bukan anak tuhan melainkan anak manusia. Dan berdasarkan kitab Injil
menyebutkan bahwa Yesus sendiri mengakui ia bukan anak Tuhan, melainkan “pesuruh (Utusan) Tuhan”

A: Syukurlah kalau begitu. Jadi bagaimanakah kepercayaan saudara sekarang terhadap “Trinitas” (Tuhan Bapa, Tuhan Anak
dan Ruhul Kudus).

B: Dengan sendirinya kepercayaan saya terhadap Trinitas terhapus.

A: Alhamdulillah, jadi saudara mengakui bahwa Tuhan itu TUNGGAL.

B:Sebelum itu saya ingin menyampaikan pertanyaan

A: Baik, tetapi saudara telah mengakui pada pertemuan yang lalu dan saudara-saudara yang hadir juga telah ikut menyaksikan
bahwa: Pertama, Saudara telah membenarkan kitab Al Qur’an. Beberapa ayat Al Qur’an yang saudara kemukakan yang pada
mulanya oleh saudara dianggap berselisih antara satu ayat dengan ayat yang lain, setelah saya terangkan dan saya tafsirkan, lalu
saudara akui bahwa ayat-ayat tersebut pada hakikatnya tidak ada perselisihannya antara yang satu dengan yang lain.
Bukankah begitu pengakuan saudara.

B: Ya, betul begitu

A: Kedua, Pada pertemuan yang lalu saudara telah mengakui kebenaran nabi Muhammad SAW selaku Utusan Tuhan, betulkah
demikian

B: Ya, betul saya telah mengakuinya.

A: Ketiga, Saudara telah membenarkan bahwa ayat-ayat di kitab Injil (Bibel) terdapat beberapa ayat yang berselisih antara
yang satu dengan yang lain. Sebagaimana telah saya tunjukkan ayat-ayatnya pada pertemuan yang lalu, benarkah pengakuan
saudara itu.

B: Ya, saya mengakui. Akan tetapi saya masih memerlukan bukti-bukti yang lain tentang ayat-ayat Injil yang ada
perselisihannya antara yang satu dengan yang lain, demi kepuasan bagi saya, walaupun sebenarnya keterangan bapak saya
pandang cukup memuaskan. Tetapi mungkin ada lagi ayat-ayat yang lain untuk meresapnya ke perasaan saya.

A: Baiklah, saya penuhi pengharapan saudara, silahkan saudara periksa kitab Yahya pasal 8 ayat 14

B: Baik, dipasal dan ayat ini menyebutkan: “Jikalau Aku menyaksikan dari hal diriku sendiripun, benar juga kesaksian itu”

A: Silahkan periksa lagi Yahya 5 ayat 31.

B: Baik, di pasal dan ayat ini menyebutkan: “Jikalau Aku menyaksikan dari hal diriku, maka kesaksianku tidak benar”

A: Nah, saudara membuktikan sendiri perselisihan di dua ayat ini. Di satu ayat menyebutkan: “Kesaksianku benar”, sedangkan
di ayat lain menyebutkan “Kesaksianku tidak benar”. Dua ayat yang berselisih itu, tersebut di kitab suci. Dan yang berbicara
adalah seorang. Manakah yang benar antara dua ayat ini. Wajarkah di dalam kitab suci mengandung ayat-ayat yang
berlawanan antara yang satu dengan yang lain.

B: Ya, saya akui memang tidak cocok.

A: Bukan saja tidak cocok, tetapi adalah satu selisih yang menyolok.

B: Tetapi mungkin salah satu dari ayat tersebut salah cetak.

A: Sekiranya salah cetak, tentunya ada ralat; tetapi di kitab ini tidak disebutkan apa-apa.

B: Bibel ini berbahasa Indonesia, permisi sebentar, saya akan memeriksa Bibel yang berbahasa Inggris.

A: Itu lebih baik, sayakah yang akan memeriksa ataukah saudara?

B: Oleh karena bapak banyak hafal ayat-ayat Bibel maka saya serahkan agar bapak saja memeriksanya, sepaya lebih cepat.

A: Baiklah; harap saudara memperhatikan juga saudara-saudara yang hadir, kitab yang saya pegang ini adalah Bibel berbahasa
Inggris ialah “The Holy Bible”, “Containing the Old and New Testaments (American Bible Society)”. Saya serahkan kitab ini
kepada saudara Antonius dan saya akan menunjukkan pasal dan ayatnya untuk diteliti bersama.

B: Baik, saya terima kitab Bibel yang berbahasa Inggris.

A: Silahkan saudara periksa di Yahya pasal 8 ayat 14 pada halaman 104

B: Baik, dihalaman 104 kitab Yahya pasal 8 ayat 14 disini ada menyebutkan: “THOUGH I BEAR RECORD OF MY SELF,
YET MY RECORD IS TRUE”

A: Kalau susunan ayat ini kita salin kedalam bahasa Indonesia, adalah demikian: “Jikalau aku menyaksikan dari hal diriku
sendiripun, benar juga kesaksianku itu” Betulkah begitu artinya?

B: Ya, betul begitu

A: Jadi sama artinya dengan Injil yang berbahasa Indonesia di Yahya pasal 8 ayat 14, harap saudara cocokkan dulu.

B: Betul, artinya sama kuatnya

A: Sekarang silahkan periksa di Yahya pasal 5 ayat 31.

B: Disini menyebutkan : “IF BEAR WITNES OF MYSELF, MY WITNES IS NOT TRUE”

A: Ayat ini kalau kita salin kedalam bahasa Indonesia akan demikian: “Jikalau aku menyaksikan dari hal diriku, maka
kesaksianku itu tiada benar”. Betulkah begitu?.

B: Ya, benar

A: Silahkan saudara periksa lebih teliti lagi di kitab Bibel yang berbahasa Inggris ini. Di satu ayat menyebutkan “IS TRUE”,
adalah benar, sedangkan di ayat lain menyebutkan “IS NOT TRUE”, adalah tidak benar.

B: Ya, memang berbeda

A: Kalau begitu, di Injil yang berbahasa Indonesia maupun yang berbahasa Inggris tidak ada perbedaan arti dan maksudnya.

B: Betul Demikian

A: Jadi tidak salah cetak, yang salah ialah yang mengisi kitab suci itu. Kalau betul kitab suci (Injil) itu wahyu dari Tuhan,
mustahil ayat-ayatnya akan berselisih antara yang satu dengan yang lain. Jadi kitab itu telah dicampuri oleh tangan manusia.

B: Menurut pendapat saya, dua ayat itu bukan berlawanan, mungkin ayat yang satu dicabut, lalu kemudian diganti dengan ayat
yang lain. Jelasnya , ayat yang satu di hapus diganti dengan ayat yang lain (yang baru). Setahu saya dalam ayat-ayat Al Qur’an
terdapat apa yang disebut “Nasich dan Mansuch” ialah satu ayat terhapus hukumnya, lalu diganti dengan ayat yang lain (hukum
yang baru).

A: Di dalam Al Qur’an terdapat “Nasich dan Mansuch” ada disebutkan ayatnya tetapi di kitab Injil sama sekali tidak
disebutkan.

B: Dimanakah di dalam Al Qur’an yang menyebutkan ayat tentang Nasich dan Mansuch itu

A: Sebetulnya sayalah yang harus bertanya kepada saudara, oleh karena dari saudaralah timbulnya ucapan Nasich-Mansuch
itu. Akan tetapi sekalipun demikian saya tunjukkan, ialah di surat Al Baqarah ayat 106. Susunan ayat itu ada ulama yang
menafsirkan tentang adanya “Nasich dan Mansuch”. Sebagian lagi ada yang menafsirkan bahwa susunan ayat tersebut tidak
menunjukkan adanya Nasich-Mansuch. Kalau saudara memerlukan , akan saya terangkan tafsirnya ayat tersebut.

B: Hal itu, baiklah kita tangguhkan dulu. Tetapi sehubungan dengan dua ayat di Bibel yang tadi, saya berpendapat bukan
berlawanan, melainkan satu ayat digantikan dengan ayat lain, sehingga nampaknya ada berlawanan. Bolehkah saya berikan
misal.

A: Silahkan, saudara berhak penuh berbicara dengan saya dalam pertemuan kita ini.

B: Saya sebutkan misal: Dikeluarkan suatu peraturan, setiap pengendara sepeda diwaktu malam diharuskan memakai lampu.
Kemudian datang lagi peraturan tidak boleh pakai lampu, karena ada peperangan misalnya. Disini ada dua peraturan, yang
pertama: “Diharuskan memakai lampu” sedang yang kedua “Dilarang”. Dua perintah itu, yang terpakai adalah yang kemudian.
Demikian juga dua ayat di Bibel tadi tidak berlawanan, melainkan salah satu diantaranya sudah tidak berlaku lagi (dicabut). Ini
menurut pendapat saya.

A: Baiklah, tetapi tentunya saudara mengerti, apabila suatu peraturan yang diganti, mestinya harus diikuti penjelasan, bahwa
artikel nomer sekian ayat sekian, tahun sekian dicabut, diganti dengan artikel nomer sekian dan selanjutnya. Akan tetapi dua
ayat di Bibel itu, tidak ada sebutan ayat yang satu diganti , dengan lain kata dua ayat tetap berlawanan antara yang satu dengan
yang lain. Tidak ada penjelasan bahwa salah satu telah dicabut, atau diganti.

PERTEMUAN YANG KEDELAPAN
Perselisihan Ayat-ayat Dalam Bibel

A: Pada pertemuan kemarin malam saya telah terangkan ayat yang berlawanan dalam Bibel. Pada pertemuan sekarang apakah
masih ada pertanyaan saudara yang akan disampaikan kepada saya.

B: Kalau masih ada ayat-ayat dalam Bibel yang berlawanan antara satu ayat dengan yang lain, saya minta diterangkan untuk
menambah keyakinan saya sampai dimanakah kesucian kitab Bibel itu ada dicampuri oleh tangan manusia.

A: Kemarin malam saudara mengakui sudah puas. Apakah tidak lebih baik, kita bicarakan saja pasal-pasal yang saudara
pandang terpenting.

B: Ya, tetapi keterangan bapak mengenai ayat-ayat yang berlawanan di kitab Bibel itu baru sedikit membuka hati saya. Karena
itulah saya bawa lagi kitab Bibel ini.

A: baiklah, saya akan tunjukkan, demi kepuasan saudara

B: Terima kasih. Harapan, Bapak sudi tunjukkan lagi bukti-bukti ayat-ayat yang berlawanan. Saya ingin mengetahui lebih
banyak lagi.

A: Silahkan saudara periksa di Yahya pasal 1 ayat 18

B: Dipasal dan ayat ini menyebutkan: “Maka Allah belum pernah dilihat oleh seorang juapun, tetapi Anak yang tunggal yang
diatas pengakuan Bapa, ialah yang sudah menyatakan Dia”.

A: Bagaimanakah menurut tafsiran saudara susunan ayat ini.

B: Ayat ini menunjukkan bahwa Tuhan tidak pernah dilihat oleh siapapun juga, melainkan hanya Yesus saja yang pernah
melihatnya.

A: Kalau begitu silahkan saudara periksa di kitab Kejadian pasal 18 ayat 1

B: Disini menyebutkan: “Hatta, maka kemudian dari pada itu kelihatanlah Tuhan kepada Ibrahim hampir dengan pohon jati
mamre tatkala duduklah di pintu kemahnya ketika hari panas”.

A: Nah, disini saudara membuktikan sendiri perselisihan di dua ayat ini, disatu ayat menyebutkan Tuhan hanya dinyatakan oleh
Yesus saja, tidak seorang juapun melihatnya. Sedang di ayat yang lain ada menyebutkan bahwa Ibrahim juga melihat Tuhan.
Bukankah dua ayat ini berlawanan. Yang manakah yang benar di dua ayat ini.

B: Ya, saya mengakui memang tidak cocok.

A: Saya lanjutkan. Silahkan periksa lagi di kitab: “Kejadian pasal 32 ayat 30″

B: Ya, di sini menyebutkan: “Maka dinamai oleh Yakub akan tempat itu peniel karena katanya: “Sudah kulihat Allah muka
dengan muka, maka nyawaku selamatlah”.

A: Perhatikan: disatu ayat menyebutkan, tidak seorangpun melihat Tuhan, melainkan Yesus. Di ayat yang lain menyebutkan
bahwa Ibrahim melihat Tuhan. Di ayat yang lain lagi ada menyebutkan Yakub melihat Tuhan malah bertemu muka dengan
muka. Yang manakah yang benar diantara tiga ayat tersebut? Mustahillah benar semuanya, karena jelas sekali susunan ayatnya
yang nyata-nyata mengandung ayat yang berselisih antara yang baru dengan yang lain. Kalau dikatakan salah satu dari pada
ayat-ayat itu yang benar, maka yang dua ayat tentunya salah semuanya. Pantaskah suatu kitab suci mengandung ayat yang
salah? Dan kalau dikatakan salah semuanya, maka apakah kitab itu dapat dipertahankan kesuciannya, kalau ayat-ayatnya
terdapat berlawanan.

B: Ya, saya mengakui ayat-ayat tersebut tidak cocok antara yang satu dengan yang lain.

A: Pengakuan saudara itu memang penting, tetapi lebih utama kalau diikuti dengan kesadaran.

B: Saya harap tunjukkan lagi ayat-ayat di kitab Injil yang berselisih

A: Baiklah, silahkan periksa di kitab Samuel yang ke-II pasal 8 ayat 9, 10.

B: Di pasal dan ayat ini menyebutkan: “Bermula, maka setelah kedengaranlah kabar kepada TOI, raja Hamat, mengatakan
Daud sudah mengalahkan segenap balatentara Hadar Ezar, disuruhkan TOI akan YORAM anaknya menghadap raja Daud
akan bertanyakan selamat baginda dan menyampaikan berkat selamat kepada baginda……”.

A: Cukup dibaca sampai disitu, bagaimana menurut pendapat saudara maksud ayat itu, siapakah nama raja Hamat?

B: Menurut ayat ini, raja Hamat bernama “Toi”

A: Sekarang silahkan periksa kitab: “Tawarikh yang pertama”, pasal 18 ayat 9

B: Di sini menyebutkan: “Hatta apabila kedengaranlah kabar kepada TOHU, raja Hamat, mengatakan Daud sudah
mengalahkan segenap balatentara Hadar Ezar raja Zoba itu”

A: Di ayat ini siapakah nama raja Hamat

B: Menurut ayat ini, nama raja Hamat ialah “Tohu”

A: Nah, perhatikanlah : disuatu ayat menyebutkan nama Raja Hamat ialah “Toi” sedangkan di ayat lain menyebutkan “Tohu”.
Yang manakah namanya benar Tohukah atau Toi.

B: Ya, namanya memang berselisih. Akan tetapi hanya selisih tentang nama saja. Jadi hanya perselisihan yang kecil saja.

A: Kalau kesalahan dari manusia biasa, tentu kita tidak keberatan, akan tetapi ini adalah kesalahan “Wahyu” atau “Ilham”.

B: Betul juga pendapat bapak, Ini adalah kesalahan wahyu atau ilham. Mustahil wahyu atau ilham dari Tuhan terdapat
kesalahan walaupun kesalahan yang sedikit dan sekecil-kecilnya.

>(pada halaman ini terdapat footnote: Al Kitab edisi 1994, kata Tohu diganti Tou. Mungkin pada
>tahun berikutnya kata Tou akan diganti dengan Toi)

A: Bukan itu saja, Silahkan periksa lagi kitab Samuel yang kedua pasal 8 ayat 9 dan 10

B: Di sini menyebutkan: “Bermula, maka setelah kedengaranlah kabar kepada TOI, raja Hamat, mengatakan Daud sudah
mengalahkan segenap balatentara Hadar Ezar, disuruhkan TOI akan YORAM anaknya menghadap raja Daud ……”

A: Cukup dibaca sampai disitu dulu, di ayat itu ada tersebut seseorang bernama Yoram, siapakah Yoram menurut ayat
tersebut?

B: Menurut ayat tersebut Yoram itu anaknya Toi, raja Hamat.

A: Betul, sekarang lanjutkan periksa di kitab: Tawarikh yang pertama pasal 18 ayat 9 dan 10.

B: Di sini ada menyebutkan : “Hatta apabila kedengaranlah kabar kepada TOHU, raja Hamat, mengatakan Daud sudah
mengalahkan segenap balatentara Hadar Ezar raja Zoba itu”. “Disuruhnyalah Hadoram puteranya pergi menghadap baginda
raja Daud……”

A: Cukup dibaca sampai disitu. Diayat itu ada disebutkan seorang bernama Hadoram, Siapakah Hadoram itu menurut susunan
ayat tersebut?.

B: Menurut susunan ayat tersebut orang yang bernama Hadoram itu adalah anak Tohu, raja hamat

A: Buktikan, disatu ayat menyebutkan bahwa Yoram itu anaknya Toi, sedangkan di ayat lain menyebutkan anaknya Toi itu
bukan Yoram, melainkan Hadoram.

B: Saya tidak tahu

A: Saya bertanya bukan tentang tahu atau tidaknya, melainkan tentang kebenaran di dua ayat itu.

B: Saya tidak tahu yang mana yang benar.

A: Bukan saudara saja yang tidak mengetahui kebenarannya, malah yang menulis ayat itupun tidak bisa menunjukkan yang
tepat tentang kebenarannya nama anaknya Toi itu; padahal yang dinamakan kitab suci pasti benar isinya, bersih dari segala
macam kesalahan, sampai kepada kesalahan yang sekecil-kecilnya, sesuai dengan pengakuan saudara tadi.

B: Mestinya begitu.

A: Tetapi kenyataannya tidak begitu. Buktinya, silahkan saudara periksa lagi di kitab Samuel ke II pasal 8 ayat 8.

B: Baik, di pasal dan ayat ini menyebutkan: “Maka dari dalam Betach dan dari dalam Berotai, dua buah negeri Hadar Ezar,
diambil raja Daud akan banyak Tembaga.

A: Bagaimana maksud ayat ini menurut tafsiran saudara.

B: Maksudnya ialah raja Daud mengambil banyak tembaga dari dua tempat bernama Betach dan Berotai.

A: Silahkan periksa di Kitab Tawarich yang pertama pasal 18 ayat 8

B: B

A: Silahkan periksa di Kitab Tawarich yang pertama pasal 18 ayat 8

B: Baik disini ada menyebutkan: “Maka dari dalam Tibchat dan dari dalam Chun, negeri Hadar Ezar itu diambil Daud amat
banyak tembaga.

A: Buktikan disatu ayat menyebutkan dua tempat yang diambil tembaganya oleh Daud ialah Betach dan Berotai, sedangkan di
ayat lain menyebutkan dua tempat itu ialah Tibchat dan Chun. Di dua ayat itu tempat manakah yang sebenarnya diambil
tembaganya oleh Daud. Kalau betul kitab Injil itu mestinya suci dari pada kesalahan dan perselisihan atau berlawanan tentang
ayat-ayatnya.

B: Betul, dua ayat ini memang tidak cocok, yang satu dengan yang lain bertentangan.

A: Apakah saudara masih memerlukan lagi ayat-ayat yang berlawanan didalam Bibel.

B Saya merasa beruntung kalau bapak masih bersedia menunjukkan demi untuk meningkatkan kesadaran saya.

A: Baiklah saya ikuti kehendak saudara. Silahkan periksa lagi di Kitab Raja-raja kedua pasal 8 ayat 26.

B: Baik, dipasal dan ayat ini menyebutkan: “Adapun umur raja Ahazia pada masa ia naik raja itu dua puluh dua tahun, maka
kerajaanlah ia Jerusalem setahun lamanya, adapun nama bunda-bunda baginda itu Atalia anak Omri raja orang Israil”.

A: Menurut susunan ayat ini, berapakah umur raja Ahazia pada waktu ia menjadi raja.

B: Berdasarkan ayat ini diwaktu umur 22 tahun.

A: Silahkan saudara periksa lagi di kitab: Tawarikh ke II pasal 22 ayat 2

B: Di pasal dan ayat ini menyebutkan: “Adapun pada masa ia naik raja itu empat puluh dua tahun, dan kerajaanlah ia di
Jerusalem setahun lamanya, maka nama bunda baginda itu Atalia anak Omri”

A: Di ayat ini menyebutkan berapakah umur Ahazia diwaktu menjadi raja.

B: Di ayat ini menyebutkan diwaktu berumur 42 tahun.

A: Nah Di dua ayat ini yang manakah yang benar, diwaktu berumur 22 tahunkah atau berumur 42 tahun. Di satu ayat
menyebutkan Ahazia menjadi raja di waktu berumur 22 tahun, dan di ayat yang lain menyebutkan pada waktu berumur 42
tahun. Bukankah ini menunjukkan perselisihan yang menyolok sekali di kitab Injil yang dikatakan suci itu.

B: Ya, perselisihan di dua ayat ini tak dapat dipungkiri lagi.

A: Supaya makin bertambah tak dapat dipungkiri lagi oleh saudara tentang ayat-ayat yang berlawanan di kitab Bibel itu.
Silahkan saudara periksa lagi di kitab Raja-raja II pasal 24 ayat 8.

B: Baik, disini ada menyebutkan : “Jojachin pada masa ia naik raja itu delapan belas tahun, maka kerajaanlah ia di Jerusalem
tiga tahun lamanya dan nama bunda baginda itu Nehusta anak Elmatan dari Jerusalem”

A: Siapakah nama raja di ayat ini

B: Namanya Jojachin

A: Silahkan saudara periksa di kitab: Tawarikh yang kedua pasal 36 ayat 9

B: Di sini ada menyebutkan: “Adapun umur Jehojachin pada masa ia naik raja itu delapan belas tahun, maka kerajaanlah ia di
Jerusalem tiga bulan dan sepuluh hari lamanya, maka diperbuatnya barang yang jahat kepada pemandangan Tuhan”.

A: Buktikan perselisihan yang menyolok pada dua ayat ini; di satu ayat menyebutkan Jojachin dan di ayat yang lain
menyebutkan Jehojachin. Selanjutnya di satu ayat menyebutkan kerajaan Jojachin di Jerusalem tiga tahun lamanya dan diayat
yang lain menyebutkan 3 bulan 10 hari. Yang manakah yang benar di dua ayat ini, Jojachinkah atau Jehojachin, dan kerajaan
Jerusalem selama 3 tahunkah atau 3 bulan 10 hari? Harap saudara periksa lagi dengan teliti susunan dua ayat yang saudara
baca tadi.

B: Betul, memang tidak cocok antara dua ayat ini.

>Catatan kaki: Al Kitab yang diterbitkan tahun 1994, Kata “Yehoyakhin” diganti dengan “Yoyakhin”
>dan di Alkitab edisi tahun 1994, kata “tiga tahun” diganti “tiga bulan”.

A: Aneh, lagi-lagi tidak cocok dan memang tidak cocok.

B: Memang mustahil dikitab suci mengandung ayat-ayat yang berlawanan antara yang satu dengan yang lain.

A: Supaya lebih nyata kemustahilannya, teruskan saudara periksa di kitab Saul yang kedua pasal 23 ayat 8

B: Di ayat ini tersusun sebagai berikut: “Bermula, maka inikah nama segala pahlawan yang mengiringi Daud, Josech Basjebet
bin Tachkemoni, kepala segala penghulu iapun bergelar penyucuk dan penikam lembing, sebab ditikamnya akan kedelapan
ratus orang dalam sekali saja berperang”.

A: Berdasarkan ayat ini saya ingin bertanya pada saudara: “Siapakah nama pahlawan yang mengiringi Daud menurut ayat ini

B: Namanya Josech Basjebet bin Tachkemoni

A: Menjabat apakah ia

B: Kepala segala penghulu

A: Berapa orangkah yang ditikamnya dalam sekali berperang.

B: Delapan ratus orang

A: Kalau begitu, silahkan saudara periksa di Kitab Tawarikh yang pertama pasal 11 ayat 11

B: Di ayat ini susunan kalimatnya seperti berikut: “Maka inilah bilangan segala pahlawan yang mengiringi Daud, Yasobam bin
Hachmoni, kepala orang tiga puluh, yang melayangkan lembingnya kepada orang tiga ratus, ditikamnya akan mereka itu
sekalian dalam sekali berperang”.

A: Berdasarkan ayat ini saya ingin bertanya pada saudara: “Siapakah nama pahlawan yang mengiringi Daud menurut ayat ini

B: Namanya Yasobam bin Hachmoni

A: Menjabat apakah ia

B: Kepala dari orang tiga puluh

A: Berapa orangkah yang ditikamnya dalam sekali berperang.

B: Sebanyak Tiga ratus orang

A: Cocokkan dua ayat ini antara yang satu dengan yang lain.

B: Terlalu tidak cocok malah dalam dua ayat ini terdapat 3 macam selisih yang jelas sekali.

A: Memang. Di satu ayat menyebutkan pahlawan yang mengiringi Daud bernama Josech Basjebet bin Tachkemoni dan di ayat
yang lain bernama Yasobam bin Hachmoni. Di ayat inipun menyebutkan Kepala orang tiga puluh. Di ayat itupun ada
menyebutkan lagi Menikam 800 (delapan ratus) orang dalam sekali berperang dan di ayat yang lain menyebutkan menikam 300
(tiga ratus) orang dalam sekali berperang.

B: Intermezzo sedikit pak Kyai.

A: Ya, boleh intermezzo jenis apa

B: Saya merasa sungguh kagum, karena Bapak Kyai hapal diluar kepala tentang ayat-ayat Bibel. Padahal kalau tidak salah
ayat-ayat dikitab Bibel itu ada ribuan. Dengan cara bagaimana Bapak menghafalnya.

A: Lain waktu saya bisa terangkan pada saudara.

B: Menghafalkannya saja tentu amat berat, Yang betul-betul mengherankan saya, dapat bapak menunjukkan dengan tepat
letaknya ayat-ayat di Bibel dan tambah mengherankan lagi hafalnya ayat-ayat Bibel yang berlawanan antara satu dengan yang
lain. Baik tentang nama-nama suratnya, pasalnya, maupun ayat-ayatnya, kesemuanya dengan tepat sekali bapak
menunjukkannya. Betul saya bertanya; malah diantara saudara-saudara yang hadir kemarin malam ada yang membisikkan pada
telinga saya, memberikan dorongan supaya menanyakan kepada bapak.

A: Supaya tidak banyak makan waktu, saya jawab dengan singkat saja, saya kalau menghafalkan sesuatu tidak hanya
menggunakan alat pancaindera lahir (sensus exterior) semata-mata, akan tetapi juga alat-alat pancaindera bathin (sensus
interior). Keterangan mengenai soal ini cukup panjang, membutuhkan antara dan waktu tersendiri. Kalau saudara ada hasrat,
lain waktu akan saya jelaskan.

B: Baiklah kalu begitu, sekarang kita lanjutkan

A: Sebagai bukti, bahwa alat pancaindera bathin itu dapat menembus, maka saya tembuskan pandangan bathin saya ke dalam
kitab Bibel, untuk saya tunjukkan lagi pada saudara ayat-ayat di Bibel yang berlawanan.

B: Terima kasih

A: Silahkan saudara periksa lagi di kitab Samuel yang kedua pasal 24 ayat 1

B: Di pasal dan ayat ini ada menyebutkan: “Bermula maka kembali pula bangkitlah murka Tuhan akan orang Israil, diajaknya
Daud akan lawan mereka itu katanya: Bilangkanlah olehmu akan orang Israil dan akan orang Jehuda””

A: Menurut ayat ini, siapakah yang mengajak Daud membilang dan melawan orang Israil.

B: Menurut susunan ayat ini yang mengajak Daud ialah Tuhan.

A: Betul, sekarang silahkan saudara periksa di kitab Tawarikh yang pertama pasal 21 ayat 1.

B: Baik, dipasal dan ayat ini ada menyebutkan: “Sebermula, maka pada masa itu, berbangkitlah syetan akan celaka orang Israil,
diajaknya Daud supaya dia membilang banyak orang Israil”

A: Menurut ayat ini siapakah yang mengajak Daud membilang orang Israil.

B: Berdasarkan ayat ini yang mengajak Daud, ialah Syetan.

A: Nah, perhatikan; disatu ayat menyebutkan yang mengajak Daud adalah Tuhan. Kemudian di satu ayat yang lain
menyebutkan, yang mengajak Daud adalah Syetan. Yang manakah yang benar diantara dua ayat ini, Tuhankah atau syetan.

B: Ya, betul; ini adalah suatu perselisihan yang menyolok sekali.

A: Kalau demikian tentunya saudara dapat membayangkan, apakah Bibel yang sekarang ini masih tetap dikatakan sucikah atau
sudah dicampuri oleh tangan manusia.

B: Kalau sudah terang-terangan begini, tentunya sulit untuk dipertahankan kesuciannya.

A: Apakah saudara masih belum merasa puas bukti-bukti yang saya tunjukkan tentang ayat-ayat Bibel yang berlawanan antara
yang satu dengan yang lain itu.

B: Sudah cukup jelas.

A: Jangankan di kitab suci itu sampai terdapat beberapa ayat yang berlawanan malah satu ayat saja terdapat ayat yang
berselisih dengan ayat lain, sudah cukup alasan untuk tidak dapatnya dipertahankan dan diyakinkan tentang kesuciannya.

B: Kalau begitu kitab Bibel yang dianggap suci oleh penganutnya itu lantas bagaimana.

A: Sebetulnya pertanyaan saudara itu harus dijawab oleh saudara sendiri karena saudara saudara sendiri masih mempunyai
kitab itu. Tetapi saya tolong menjawabnya. Setiap agama mempunyai kitab suci. Akan tetapi kalau di kitab sucinya itu ternyata
terdapat beberapa ayatnya yang berselisih atau berlawanan dan tidak cocok antara yang satu denganyang lain, apakah
penganut-penganut agama itu masih berkeyakinan bahwa kitab sucinya itu tetap suci. Padahal yang dinamai kitab suci adalah
wahyu, ilham dari tuhan. Mustahil sekali kalau wahyu Tuhan itu tidak cocok. Di satu ayat Tuhan berkata YA lalu diayat yang
lain lagi menyatakan TIDAK. Di satu ayat Tuhan berkata “A” lalu diayat lain Tuhan berkata lagi bukan “A” tetapi “B”. Kalau
sampai terjadi demikian, tidak mustahil bahwa tangan manusia sudah ikut campur di dalamnya.

B: Betul begitu, Tetapi maaf. Kalau Bapak tidak berkeberatan, saya minta lagi.

A: Minta yang mana lagi yang dimaksudkan oleh saudara.

B: Minta satu ayat lagi yang berselisih di Bibel

A: Agaknya saudara akan menguji saya tentang Bibel.

B: Tidak, betul-betul tidak. Hanya minta satu saja. Betul-betul saya hanya minta satu ayat saja lagi.

A: Saudara minta satu ayat lagi atau lebih, saya bisa tunjukkan. Tetapi waktunya sudah jauh malah. Kecuali kalau saudara suka
menerima sampai pagi.

B: Tidak, betul-betul hanya minta satu ayat lagi. Setelah itu kita lanjutkan pasal-pasal yang lain.

YANG HADIR: Teruskan sampai waktu subuh, kita setuju dan akan tetap tenang.

A: Baiklah saya penuhi pengharapan saudara Antonius. Silahkan saudara periksa di kitab Samuel yang kedua pasal 10 ayat 18.

B: Baik, di pasal dan ayat ini ada menyebutkan: “Tetapi kemudian, larilah segala orang syam itu dari hadapan orang Israil, maka
daripada orang Syam itu dibinasakan Daud tujuh ratus ekor kuda kereta dan empat puluh ribu orang berkuda, tambahan pula
dikalahkannya Sobach, panglima perang mereka itu, sehingga matilah ia disana…..”

A: Cukup dibaca sampai disitu dulu, saya akan bertanya pada saudara, diayat ini ada berapakah jumlahnya kuda kereta yang
dibinasakan oleh Daud.

B: Di ayat ini menyebutkan 700 (tujuh ratus) banyaknya yang dibinasakan oleh Daud.

A: Di ayat itu juga ada berapakah jumlahnya orang berkuda yang dibinasakan oleh Daud.

B: Menurut ayat ini ada 40.000 (empat puluh ribu) orang berkuda yang dibinasakan oleh Daud.

A: Dan di ayat itu juga, siapakah namanya panglima perang yang dibunuh

B: Menurut ayat ini panglima perang yang dibunuh bernama Sobach

A: Betulkah semuanya itu, silahkan periksa lagi.

B: Betul demikian jawaban-jawaban saya berdasarkan ayat ini.

A: Kalau begitu silahkan saudara periksa di Kitab Tawarikh yang pertama pasal 19 ayat 18.

B: Di sini ada menyebutkan: “Maka larilah segala orang Syam dari hadapan orang Israil, maka dibinasakan Daud daripada
orang Syam itu tujuh ribu ekor kuda kereta, dan empat puluh ribu orang yang berjalan kaki, tambahan pula dibunuhnya Sofach
panglima perang itu…”

A: Saya akan bertanya; Ada berapakah jumlah kuda kereta yang dibinasakan oleh Daud menurut ayat ini

B: Menurut ayat ini, menyebutkan ada 7000 (tujuh ribu).

A: Di ayat ini juga yang dibinasakan oleh Daud apakah 40.000 orang yang berkuda atau 40.000 orang yang berjalan kaki

B: Di ayat ini yang dibinasakan oleh Daud ada menyebutkan 40.000 yang berjalan kaki, bukan orang berkuda.

A: Pun di ayat ini juga, disebutkan siapakah namanya panglima perang, apakah bernama Sobach-kah atau Sofach

B: Di ayat ini disebutkan bernama Sofach.

A: Coba saudara perhatikan dengan seksama perselisihan di dua ayat ini. Satu ayat saja sudah terdapat 3 macam selisih. Di
kitab Samuel yang kedua pasal 10 ayat 18 menyebutkan; yang dibinasakan oleh Daud sebanyak 700 (tujuh ratus) kuda kereta,
sedangkan di kitab Tawarikh yang pertama pasal 19 ayat 18 menyebutkan 7.000 (tujuh ribu) kuda kereta. Yang manakah yang
benar di dua ayat itu. Di kitab Samuel yang kedua itu juga ada menyebutkan 40.000 (empat puluh ribu) orang berkuda,
sedangkan di kitab Tawarikh I, 40.000 orang berjalan kaki. Yang manakah yang benar, 40.000 orang berkudakah yang
dibinasakan oleh Daud atau 40.000 orang berjalan kaki. Di kitab Samuel yang kedua itu juga ada menyebutkan panglima
perangnya bernama Sobach sedangkan dikitab Tawarikh yang pertama menyebutkan panglimanya bernama Sofach. Yang
manakah yang benar, Sobach-kah atau bernama Sofach.

B: Sudah cukup puas; saya sudah menyadari dan saya sudah mulai insyaf

A: Mulai sadar dan insyaf yang bagaimana yang saudara maksudkan

B: Jiwa dan kesadaran saya mulai terbuka. Besok malam saya akan lukiskan kandungan hati saya, setelah saya menerima
jawaban-jawaban pertanyaan-pertanyaan saya yang lain pada Bapak.

A: Baiklah saya persilahkan

B: Apakah sebabnya orang-orang pandai (sarjana) dinegeri Barat banyak yang memeluk agama Kristen? Kalau agama Islam
suatu agama yang benar dan ajran-ajarannya sesuai dengan Ilmu pengetahuan dan modern, tentunya mereka masuk Islam.

A: Sebelumnya saya memberikan jawaban, saya akan bertanya, saudara sendiri termasuk sarjana. Mengapa saudara memeluk
(tertarik pada, red) agama Islam.

B: Ya, karena hasil diskusi ini yang membawa saya lebih menyelami dan memilih ajaran-ajaran agama Islam.

A: Sekiranya tanpa diskusi yang menghasilkan tambahnya meneliti ajaran-ajaran Islam, apakah mungkin saudara menjadi
pemeluk agama Islam yang sadar.

B: Menurut pikiran saya tidak mungkin.

A: Orang-orang di negeri barat yang saudara sebut itu sekiranya seperti saudara pula dalam menganut suatu agama.

B: Ya, betul

A: Memang betul, Karena di zaman ini dari mereka ada banyak yang sudah memeluk agama Islam atas hasil penyelidikan dan
penelitian yang mendalam.

B: Akan tetapi ada orang-orang Islam yang berpindah agama menjadi pemeluk agama Kristen.

A: Dari manakah saudara ketahui.

B: Di negeri kita sendiri. Buktinya dengan bertambahnya pembangunan Gereja, sekolah Kristen nampaknya sementara
senantiasa bertambah jumlahnya.

A: Apakah orang-orang Islam yang masuk agama Kristen itu terdiri dari sarjana-sarjana Islam.

B: Saya tidak mengetahuinya, hanya dari kata-kata saja. Akan tetapi saya sendiri sampai saat ini belum menemukan malah
belum mendengar sarjana-sarjana Islam masuk Kristen.

A: Kalau begitu orang-orang Islam di Indonesia yang berpindah agama bukan dari hasil penelitian; jadi masuknya bukan karena
keyakinannya.

B: Mengapa bapak berpendapat demikian

A: Saudara membuktikan sendiri bahwa orang-orang Islam di Indonesia ada banyak sekali, yang miskin, melarat dan menderita
dalam hidupnya. Mereka butuh uang, makan, pakaian dan obat-obatan, Kesempatan ini dipergunakan oleh beberapa orang
penganut Kristen untuk mempengaruhi mereka dengan jalan membagi-bagikan makanan, pakaian, obat-obatan dan lainnya
kalau tidak keliru.

B: Ya, saya pernah baca di majalah Kiblat.

A: Di zaman ini ada beberapa orang dinegeri barat yang mulanya beragama Kristen setelah menyelidiki dan meneliti
ajaran-ajaran Islam, yang menunjukkan kebenaran ajaran Islam mereka berterusterang berpindah menjadi penganut Islam;
mereka itu golongan sarjana, malah diantaranya terdapat pendeta Kristen yang menjadi pemeluk agama Islam.

B: Betul, saya sendiri pernah membaca di Majalah Kiblat.

A: Jadi sudah jelas, bahwa orang-orang di negeri yang beragama Kristen lalu berpindah menjadi pemeluk Islam disebabkan
dari hasil penelitiannya tentang kebenaran ajaran-ajaran Islam, umumnya orang-orang yang di negeri barat kalau melakukan
sesuatu penelitian dan penyelidikan menggunakan kecerdasan otaknya secara ilmiah. Mereka menjadi penganut Islam dengan
kesadaran dan keyakinannya.

B: saya menerima keterangan bapak.

A: Sedangkan orang-orang Islam di Indonesia yang berpindah agama menjadi pemeluk agama Kristen umumnya bukan dari
hasil penyelidikan dan penelitiannya yang tentunya bukan di atas dasar kesadaran dan keyakinannya, melainkan karena perut
lapar, karena hidupnya yang Senin Kamis, butuh makan, uang, pakaian, maupun obat-obatan. Dengan keterangan saya ini
Saudara bia bandingkan sendiri sebab musababnya orang-orang Kristen di negeri Barat yang masuk Islam dan orang-orang
Islam di Indonesia yang masuk agama Kristen.

B: tetapi tentu ada juga orang-orang Indonesia yang tidak miskin masuk agama Kristen

A: Tetapi tentu itu umumnya bukan berasal dari penganut agama Islam, mungkin dari agama yang lain lagi. Jadi masih ada yang
akan ditanyakan lagi.

B: Ya, sedikit, besok malam saja. Sekarang sudah jauh malam.

A: Baiklah, besok malam, agar lebih sempurna.

PERTEMUAN YANG KESEMBILAN
MASUK ISLAM

A: Pertemuan kita sudah berlangsung beberapa kali dan berjalan lancar. Pada pertemuan yang sekarang ini, apakah masih ada
pertanyaan-pertanyaan saudara yang akan diajukan

B: Sejak siang tadi, saya telah pikirkan dan pertimbangkan secara mendalam tentang hasil-hasil pertemuan kita yang
menimbulkan kesadaran saya untuk menentukan pendirian saya agar memilih agama yang mana yang harus saya ikuti.

A: Alhamdulillah, kalau saudara sudah dapat menentukan sendiri. Jadi bagaimana kepercayaan saudara sekarang ini terhadap
Trinitas (Tuhan Bapak, tuhan Anak dan Ruhul Kudus).

B: Memang soal inilah yang sedang saya renungkan sejak tadi siang, oleh karena saya masih merasa terikat oleh satu “Patokan”
yang hingga saat ini belum dapat saya pecahkan. Padahal keterangan bapak sangat memuaskan sejak semula kita bertemu.

A: Sekiranya saudara tidak berkeberatan, cobalah saudara terangkan. Mungkin saya dapat membantu saudara.

B: Ialah soal Trinitas. Soal ini masih berbekas dalam jiwa saya.

A: Baiklah, saudara terangkan saja.

B: Tuhan Bapak, Tuhan Anak dan Rohul Kudus itu walaupun tersusun dari tiga oknum, tetapi tetap pada hakekatnya Tunggal
juga. Karena yang satu tidak dapat terpisah dengan yang lain.
Persoalan inilah yang masih berbekas dalam keyakinan saya. Sedangkan soal-soal lain, mengenai ayat-ayat di Bibel, dosa
waris, kebenaran Al Qur’an, Kebenaran Nabi Muhammad selaku utusan tuhan, teristimewa perselisihan ayat-ayat di Bibel dan
keterangan-keterangan serta penjelasan-penjelasan bapak yang berdasarkan fakta objektif dan interesant itu bagi saya sudah
beres dan saya menyerah.

A: Baiklah, lanjutkan.

B: Tetapi soal Trinitas itu masih terlukis saja dalam keyakinan saya. Sehingga belum dapat secara bulat (ikhlas) bagi saya untuk
mengorbankan keyakinan saya begitu saja tanpa penjelasan-penjelasan yang cukup luas yang sungguh mengatasi keyakinan
saya.

A: Jadi yang tiga oknum itu, saudara masih mempercayai bahwa ketiga-tiganya itu adalah Tuhan semuanya.

B: Ya, begitulah, tetapi sudah mulai tipis.

A: Jadi Tuhan Bapak itu Tuhan

B: Ya.

A: Tuhan Anak, Yesus, apakah Tuhan

B: Ya.

A: Apakah Rohul Kudus juga Tuhan

B: YA, semuanya tiga tetapi tetap satu (tunggal), seperti telah saya terangkan tadi. Supaya lebih jelas, saya buatkan misal.

A: Baiklah, silahkan saudara buatkan misal.

B: Bapak sekarang sedang menghisap rokok

A: Ya sekarang sedang merokok. Saudara-saudara yang hadir melihat juga. Saya sekarang sedang merokok.

B: Rokok yang bapak isap itu, terdiri dari tiga susunan ialah:
1 . Batang Rokoknya
2 . Apinya
3 . Merah api pada rokok

A: Ya betul, teruskan.

B: Batang rokok, apinya dan merahnya itu menjadi satu juga walaupun terdiri dari pada 3 susunan, akan tetapi pada
hakekatnya satu juga, ialah rokok, ketiganya tidak dapat terpisah, melainkan berpadu menjadi satu (tunggal). Demikian juga
halnya dengan Trinitas itu.

A: Misal atau perumpamaan yang saudara berikan walaupun dianggap benar, tetapi tidak tepat.

B: Jadi bagaimana, saya minta dibantah kalau tidak tepat.

A: Saya tidak akan membantah, malah saya hargai pendapat saudara itu. Saya hanya ingin bertanya mengenai perumpamaan
yang saudara kemukakan tadi. Tetapi pertanyaan saya ini, minta diberi jawaban yang tepat.

B: Baik, semoga saya bisa menjawabnya.

A: Tadi saudara memberikan perumpamaan tentang rokok dalam hal persamaan dengan Trinitas.

B: ya, betul begitu.

A: Saya ingin bertanya, dan saya sekarang sedang merokok. Apakah batang rokok ini, rokok-kah atau bukan.

B: Ya. Betul batang rokok

A: Apakah apinya rokok ini, rokok-kah atau bukan.

B: Bukan

A: Apakah merahnya api pada rokok ini rokok-kah atau bukan.

B: bukan

A: Nah, sekarang saya tanyakan lagi: Apakah Tuhan Bapak itu Tuhan atau Bukan

B: Ya, betul Tuhan

A: Apakah Anak Tuhan (Yesus) itu Tuhankah (tuhan bapak) atau bukan

B: Bukan

A: Apakah Rohul Kudus itu Tuhankah atau bukan

B: Mestinya bukan juga.

A: Kalau saudara mengatapak apinya rokok itu bukannya Rokok dan merahnya rokok ini bukan rokoknya, maka jelaslah
bahwa Yesus itu bukan Tuhan dan rohul kuduspun bukan Tuhan.

B: Ya,

A: Kecuali sekiranya saudara ada menyebutkan: Apinya rokok ini adalah rokok, maka adalah saudara berkata : Yesus itu
adalah Tuhan dan Rohul Kudus itu pun tuhan juga.

B: Ya, betul tepat sekali jawaban bapak.

A: Sekarang bagaimana kepercayaan saudara, apakah Yesus itu Tuhan atau bukan.

B: Bukan!

A: Apakah Rohul Kudus itu Tuhankah atau bukan.

B: Terang bukan Tuhan!

A: Kalau begitu masihkah saudara berkeyakinan terhadap Trinitas.

B: Sudah Lenyap!

A: Kalau sudah lenyap, lantas bagaimana.

B: ya, keyakinan saya sekarang, hanya ada SATU TUHAN

A: Jadi saudara mempercayai bahwa TUHAN TUNGGAL

B: Seharusnya demikian; saya percaya bahwa Tuhan itu Tunggal, Tidak ada Tuhan yang lain lagi.

A: Yang dimaksudkan Tuhan oleh saudara, apakah Tuhan Allah atau bagaimana.

B: Tentu saja Tuhan ALLAH

A: Pada pertemuan yang lalu, saudara telah mengaku kebenaran Nabi Muhammad SAW selaku utusan Allah.

B: Ya, saya tidak berdusta

A: kalau begitu saudara telah mengakui bahwa: “Tidak ada Tuhan melainkan Allah, dan Muhammad adalah Utusan Allah”

B: Betul, saya mulai saat ini masuk Islam, menjadi penganut Agama Islam, dan termasuk ummatnya Nabi muhammad SAW.

HADIRIN DENGAN SUARA SERENTAK: Alhamdulillah, Alhamdulillah, saudara Antonius sekarang menjadi saudara kita.

A: Saudara yang hadir ikut menyaksikan sendiri, bahwa pada malam ini tangal 18 Maret 1970 jam 10.15 menit malam, saudara
Antonius telah masuk Islam.

HADIRIN : Kami telah menyaksikan.

A: Saya minta saudara Antonius membacakan “Kalimah Syahadah”, saya bacakan dulu lalu saudara diharap mengikutinya
menyebutkan pengakuan.

“Asyhadu Anlaa ilaa ha Illallah Wa Asyhadu Anna Muhammadan Rasulullah”
Tahukah saudara artinya.

B: Ya, tetapi sebaiknya saya minta dituntun membacanya, pertama-tama bapak, supaya tidak keliru. “Saya menyaksikan
bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan melainkan Allah dan saya mengaku sesungguhnya Nabi Muhammad adalah Pesuruh
Allah”.

A: Betulkah saudara-saudara yang hadir

HADIRIN: Betul. Cukup, sudah sah Islamnya.

A: Marilah kita bersama-sama berdo’a dan memanjatkan syukur kehadirat Allah SWT dan diharap saudara Antonius dan
saudara-saudara yang hadir semuanya mengucapkan Amien.

Setelah doa dibacakan, saya harap saudara-saudara yang hadir berjabatan tangan dengan saudara Antonius selaku saudara
kita yang baru. Apakah nama saudara Antonius masih ada lanjutannya.

B: Nama saya yang sebenarnya “Antonius Widuri”

A: Bolehkah saya tambah tanpa mengubah nama yang asal (aslinya)

B: Ya, saya setuju

A: Saya tetapkan nama saudara sekarang “Antonius Muslim Widuri”. Jadi ditambah dengan kata Muslim.

B: Saya terima namanya menjadi namanya dan cocok buat saya.

A: Saudara-saudara yang hadir tentu sudah mendengar juga tambahan nama ini.

HADIRIN: Nama itu wajar dan cocok, bagus.

A: Bersediakah saudara melakukan Shalat, Puasa, Zakat dan ajaran-ajaran Islam lainnya.

B: Selaku seorang islam, saya wajib mentaati ajaran-ajaran Islam menurut kemampuan (kemampuan saya).

A: Terima kasih. Apakah saudara ingin memberikan sekedar sambutan atau menyampaikan beberapa buah kata besok malam,
karena ada kawan yang akan mengadakan sekedar selamatan.

B: Baiklah, saya penuhi besok malam.

Mari kita cek sama2 biar jelas semua

gbu

DEAR DOMBA SESAT

bisa saya tebak dari cerita anda diatas bersumber dari

1. buku 101 kontradiksi di bible karangan Shabir Ali
2. buku kombat kit karya ahmad dedat

dan tulisan dialog diatas sekedar propagnda, orang orang islam aja ATAU MAJALAH ISLAM ,yah kualitas ILMIAH NYA ga jauh dari INjil palsu barnabas (karangan mustafa de aranda seorang islam spanyol )

majalah islam sering memuat karya karya ini

jawaban saya :

1. kalu ada orang kristen menjawab tritunggal ALLAh dengan jawaban analogi seperti ROKOK ==== saya pikir ini orang kristen yang ga pernah ikut kateksasi atau waktu katekisasi ga pernah masuk

2. buku 101 kontradiksi udah dijawab tuntas lihat aja di
http://www.sarapanpagi.org

3.buku kombat kit karya dedat , udah terjawab lihat aja di
http://www.answering-islam.org cari topik menjawab buku koimbat kit ahmad deedat

4.kalu mau ngerti TRITUNGGAL searc aja di GOOGLE ,” ketik “bambang noosena” pilih dialog islam-kristen AND BACA SEMUA NYA

5. trus saran saya ORANG islam itu belajar FILOLOGI dan penggunaan Term term dalam yunani dan ibrani

6.kalu mo ngajak diskusi jangan pake terjemahan dunk karena keterbatasan “bahasa ” pakai naskah YUnani dunk or ibrani

7.YAH propaganda seperti yang anda tulis ,dikalangan Protestan ,dan Kristen Ortodok Syiria udah barang lama
UDAH TERJAWAB TUNTAS

8. silah kan baca di link link yang saya berikan tadi

9. HATI HATI AJA SEKEDAR MEMBERITAHU … AHMAD DEEDAT
SEORAng POLEMIKUS MUSLIM YANG SERING MENGHUJAT BIBLE DAN YESUS DAN YANG BUKUNYA DIGUNAKAN OLEH KALANGAN ISLAM UNTUK MENGHINA KEKRISTENAN

PADA 03MEI 1996 TERKENA STROKE DAN MULUTNYA BENAR BENAR DIBUNGKAM OLEH ALLAH hingga kematiannya pada 8 AGUSTUS 2005

NB. BUKU DEDAT SANGAT LAKU DI NEGARA NEGARA ISLAM SEPERTI INDONESIA DAN SERING DIBUAT RUJUKAN OLEH PARA USTAD DAN MAJALAH MAJALAH ISLAM

TAPI DI NEGARA YANG HUBUNGAN ISLAM – KRISTEN BERJALAN BAIK MACAM LIBANON ,MESIR, SYIRIA, ALHAMDULLILAH TIDAK LAKU , KARENA SEKEDAR MAEN COMOT AYAT DAN PROVOKATIF

YANG TERAKHIR SILAHKAN SAUDARAKU (ORANG ISLAM ) BELAJAR DI WEB WEB KRISTEN ORTHODOK SYIRIA ======= SUPAYA ANDA BISA MENCERNA KETERBATASAN KETERBASAN PENGGUNAAN BAHASA ( KARENA ORTHODOK SYIRIA JUGA PAKAI BAHASA ARAB )

SEHINGGA SAUDARAKU UMAT ISLAM TIDAK MIS INTERPRESTASI

SALAM

Untuk saudara -saudara ku umat muslim yang ada di sini janganlah kita bermusuhan dan ber beda pendapat. lebih baik kita bersama-sama menciptakan perdamaian di negri kita ini.
saya yakin apa bila saudara- saudara ku umat muslim mau membuka pikiran mereka, tidak terprovokasi mereka akan mengerti arti Tritunggal dengan benar. Karena banyak dari teolog2 Islam yang mengakui Tritunggal. Untuk lebih jelas kita lihat artikel berikut:

KESAKSIAN AL QUR’AN ATAS
KESATUAN DARI KETRITUNGGALAN KUDUS

Kesaksian Al Qur’an tentang kepercayaan Kristen kepada satu Allah saja.
Kesaksian Al Qur’an tentang Ketritunggalan Kudus Kristen.
Kesaksian Al Qur’an bahwa Al-Masih adalah Firman Allah.
Kesaksian Al Qur’an tentang Roh Kudus.

KESAKSIAN Al QUR’AN TENTANG KEPERCAYAAN KRISTEN KEPADA SATU ALLAH SAJA.

Al Qur’an menyaksikan bahwa umat Kristen percaya pada satu Allah (Monoteistik) dan bukan kafir. Berikut adalah beberapa contoh dari kesaksian ini.

1. Surat Al “Ankabut 46 – “Janganlah kamu berdebat (berbantah) dengan ahli kitab (Yahudi, Nasrani dan seumpamanya), melainkan dengan (jalan) yang terbaik,….. dan katakanlah: Kami percaya kepada (Kitab) yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepadamu, sedangkan Tuhan kami dan Tuhan kamu hanya satu, dan kami patuh kepadaNya”. Demikianlah Al Qur’an menyaksikan bahwa kami umat Kristen, “ahli kitab”, menyembah satu Allah.

2. Surat Ali Imran 113-114, ” Mereka itu tiada sama. Di antara ahli kitab, ada segolongan yang lurus, mereka membaca ayat-ayat Allah waktu malam sedang mereka sujud. Mereka beriman kepada Allah dan hari kemudian dan menyuruh ma”ruf dan melarang dari yang mungkar, lagi bersegera mengerjakan kebaikan dan mereka itu termasuk orang-orang yang salih”. Ayat ini secara jelas menegaskan bahwa umat Kristen, “ahli kitab”, percaya pada satu Allah: mereka membaca ayat-ayat Allah yang ada di tangan mereka pada masa Muhammad, dan mereka menyembah Allah yang satu dalam ibadah dan doa-doa mereka.

3. Surat Al Maidah 82 – “Demi, sesungguhnya engkau peroleh manusia yang sangat memusuhi orang-orang beriman, ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Demi sesungguhnya engkau peroleh orang-orang yang lebih dekat kasih sayangnya kepada orang-orang beriman, ialah orang-orang yang berkata: Sesungguhnya kami orang Nasrani. Demikian itu karena di antara mereka ada alim ulama dan pendeta-pendeta sedang mereka itu tiada sombong.” Disini jelas bahwa umat Nasrani tidak menyembah banyak tuhan (politeistik), karena umat yang menyembah banyak allah dan umat Yahudi adalah musuh keras kaum Muslim, sedangkan umat Nasrani adalah sahabat dekat mereka.

4. Surat Al Imran 55, “(Ingatlah) ketika Allah berkata: Ya, Isa, sesungguhnya Aku mewafatkan engkau dan meninggikan (derajat) engkau kepada-Ku dan menyucikan engkau dari orang-orang kafir dan menjadikan orang-orang yang mengikut engkau di atas dari mereka yang kafir, sampai hari kiamat.” Jelaslah bagi anda bahwa pengikut-pengikut Al-Masih, atau umat Kristen, bukanlah orang kafir. Sebaliknya, Allah membedakan umat Kristen dari orang kafir dan mengangkat mereka di atas orang kafir.
Kesaksian Al Qur’an tentang umat Kristen telah membuktikan dengan pasti bahwa mereka menyembah satu Allah dan mereka bukan penyembah banyak tuhan.
KESAKSIAN AL QUR’AN TENTANG KETRITUNGGALAN KUDUS KRISTEN

Sahabatku yang budiman, barangkali saja anda heran, bahwa Al- Qur’an menyebutkan Tritunggal dari satu Allah persis sama seperti yang diyakini umat Kristen. Kita telah lihat bersama bahwa Tritunggal Kekristenan itu adalah sifat Allah, FirmanNya dan RohNya. Ini adalah Ketritunggalan yang sama seperti disebutkan Al Qur’an, “Sesungguhnya Al- Masih, “Isa anak Maryam, hanya rasul Allah dan
kalimat-Nya, disampaikan-Nya kalimat itu kepada Maryam beserta roh dari pada-Nya” (Surat An-Nisa” 171). Dalam ayat ini jelas bahwa Allah mempunyai: satu pribadi – “rasul Allah”, satu firman – “kalimat-Nya”, satu roh – “beserta roh dari pada-Nya”

Kesaksian Al Qur’an tentang pengakuan iman menyangkut Ketritunggalan tidak lebih dan tidak kurang sama seperti apa yang kami umat Kristen beritakan. Tidak menyiarkan politeisme, tetapi menyatakan bahwa tidak ada Allah kecuali Dia.

KESAKSIAN QUR’AN AL-MASIH ADALAH FIRMAN ALLAH

Al Qur’an menyaksikan dengan jelas sekali bahwa Al-Masih adalah Firman Allah. Berikut ini adalah beberapa ayat Al Qur’an sebagai contoh:

1. Surat An-Nisa” 171, “Sesungguhnya Almasih, “Isa anak Maryam, hanya rasul Allah dan kalimat-Nya.”

2. Surat Al Imran, Keluarga Imran: 39 “Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan melahirkan seorang puteramu Yahya, yang membenarkan kalimat dari Allah…”

3. Surat Al Imran 45, “Ingatlah ketika malaikat berkata: Ya, Maryam, sesungguhnya Allah memberi kabar gembira kepada engkau dengan kalimat dari padaNya (yakni seorang anak), namanya Almasih “Isa anak Maryam.”

Terjemahan bahasa Inggeris menggunakan kata ganti “whose” menunjukkan kata ganti orang lelaki dalam bahasa aslinya Arab. Terjemahan bahasa Indonesia lebih mengena dengan menggunakan “yakni seorang anak” (whose) untuk “kalimat” (a word). Hal ini menunjukkan satu kenyataan bahwa “kalimat” yang digunakan di sini, bukan berarti kalimat dalam bahasa sehari-hari tetapi menyatakan seorang pribadi.

Anda juga akan menemukan hal ini diterangkan dalam perkataan dari salah seorang sarjana Muslim (Al Shaikh Muhyi Al Din al “Arabi), yang berkata:” Kalimat adalah Allah dalam hakekatnya…dan Ia adalah tidak lain dari satu pribadi ilahi” ( dalam buku “Fusus al Hukm”, bagian II, hal.35). Dia juga berkata bahwa “kalimat” adalah pribadi ilahi (hal.13).

Bukankah hal ini sama benar dengan apa yang dikatakan mengenai Al-Masih dalam Injil Yohanes? “Pada mulanya adalah Firman (kalimat); Firman (kalimat) itu bersama-sama dengan Allah dan Firman (kalimat) itu adalah allah…Firman (kalimat) itu telah menjadi manusia” (Yohanes 1:1,14). Terjemahan bahasa Arab dari ayat ini dalam kecocokannya dengan tulisan asli dalam bahasa Yunani) menggunakan istilah yang sama, “kalimat” dengan kata ganti orang ketiga yang menunjuk padanya. Kalimat menunjuk pada satu pribadi. Hal ini jelas dari perincian-perincian Yohanes: “Firman (kalimat) itu adalah Allah” dan Firman (kalimat) itu telah menjadi manusia.”

KESAKSIAN AL QUR’AN TENTANG ROH KUDUS

Ada banyak ayat Al Qur’an yang menyebutkan bahwa Roh Kudus adalah Roh Allah dan hal itu menyokong keterlibatan Al-Masih dalamnya. Hal tersebut nampak jelas seperti berikut ini: Surat Al Maidah 110, “Hai “Isa anak Maryam, ingatlah akan nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu, ketika Aku menguatkan engkau dengan roh suci…., Engkau bercakap-cakap dengan manusia dalam buaian (masih bayi) dan ketika dewasa.”

Sarjana theologia Al Shaikh Muhammad al Hariri al Bayyuni berkata, “Roh Kudus, adalah Roh Allah” (”Kitab al Ruh wa Mahiyyatuha,” hal.53).

Saudaraku, dari apa yang telah dipaparkan itu, baik dari kesaksian Al-Qur’an maupun teolog-teolog Islam tentang pengakuan iman Ketritunggalan yang kepadanya kami umat Kristen percaya, sesungguhnya telah menjadi jelas.

Semoga artikel diatas bermanfaat, sehingga tidak ada lagi perselisihan diantara kita.
Karena damai itu indah, mari kita bersama menciptakan perdamain di negara kita.

salam sejahterah untuk kita semua.

Umat Islam selalu menuduh keristen melakukan kekerasan dalm penyebarannya, mereka yang ber kata demikian adalah orang2 yang tidak tau sejarah penyebaran islam yang sebenarnya. untuk membuka mata para islam yang kurang pengetahuan. saya akan memberikan sedikit bukti TERROR yg dilakukan oleh muhammad.

Teror Satu
Serangan atas Kafilah Quraysh di al-Is, atau Ekspedisi Sif al-Bahr oleh Hamzah ibn al-Muttalib–March, 623CE

Ekspedisi / Perampokan pertama terhadap kafilah Quraysh terjadi sekitar tujuh atau sembilan bulan setelah Hijrah. Ekspedisi ini dipimpin oleh Hamzah ibn ‘Abd al-Muttalib (paman Muhammad), dengan 30 atau 40 orang emigran (yang pindah dari Mekah ke Medina). Tujuan ekspedisi, seperti yang telah diterangkan sebelumnya, adalah untuk merampok kafilah Quraysh. Gerombolan perampok yang dipimpin Hamzah ini berkumpul di tepi pantai deka al-Is, diantara Mekah dan Medina, di mana pemimpin kafilah Abu Jahl ibn Hashim berkemah bersama 300 orang Mekah.

Teror Dua
Serangan atas Kafilah Mekkah di Buwat oleh Ubaydah b. al-Harith—April, 623CE

Serangan ini terjadi sembilan bulan setelah hijrah, beberapa minggu setelah serangan pertama di al-Is gagal.

Kira2 sebulan setelah kegagalan Hamzah untuk merampok, Muhammad mengirim 60 Jihadis dipimpin oleh Ubaydah b. al-Harith (saudara sepupunya) untuk melakukan operasi teror terhadap kafilah Quraysh yang kembali dari Syria dan dikawal oleh 200 pasukan keamanan bersenjata

Teror Tiga
Serangan atas Kafilah Mekah di Kharar, oleh Sa’d ibn Waqqas — April, 623CE

Usaha berani Sa’d ibn Waqqas yang menembakkan panah2 pada orang2 Quraysh (lihat Teror Dua) tentunya telah membuat Muhammad kagum. Saat itu Sa’d berusia 20 – 25 tahun. Meskipun begitu, usia mudanya tidak jadi penghalang bagi Muhammad untuk menunjuknya sebagai ketua gerombolan perampok yang berjumlah 20 orang (sumber lain mengatakan 8 orang saja) terhadap kafilah Mekkah. Semuanya adalah kaum Muhajir. Jadi satu bulan kemudian, operasi teroris ketiga dilaksanakan di bawah pimpinan Sa’d yang masih muda.

Teror Empat
Penyerangan terhadap Kafilah Mekah dan terhadap B. Damrah di al-Abwa/ Waddan oleh Muhammad—August, 623CE

Muhammad jadi sangat frustasi dengan kegagalan2 tiga usaha penyerangan untuk menggarong kafilah2 pedagang Quaish. Waktunya semakin mendesak, dan dia merasakan tekanan untuk mengahasilkan duit/harta benda bagi para pengikutnya. Dengan beban tekanan ini dalam pikirannya, dia sendiri lalu memimpin para pengikutnya untuk merampok.

Teror Lima
Penyerangan terhadap Kafilah Mekah yang Banyak Harta di Bawat oleh Muhammad—October, 623 M

Sebulan setelah dia menyerang al-Abwa, Muhammad sendiri memimpin dua ratu orang termasuk beberapa penduduk Medina menuju Bawat, tempat dalam jalur perjalanan kafilah pedagang Quraish. Waktu itu kafilah Quraish berjumlah 1.500 sampai 2.500 unta, dijaga oleh 100 pengawal, di bawah pimpinan Umayyah ibn Khalaf, yang juga orang Quraish. Tujuan penyerangan ini sudah jelas, yakni untuk merampok kafilah Quraish yang memuat sangat banyak harta ini.

Teror Enam
Penyerangan terhadap Kafilah Mekah di al-Ushayrah, di daerah Yanbo oleh Muhammad—November, 623M

Ini adalah usaha perampokan ketiga yang dipimpin Muhammad sendiri. Sekitar 150 sampai 200 orang (perhatikan jumlah Jihadis yang bertambah dalam usaha perampokan) ikut dalam operasi teror ini.

Teror Tujuh
Penyerangan terhadap Unta2 Perah Muhammad di Badr (Badr I) oleh Kurz ibn Jabir al-Fihri—December, 623M

Teror Delapan
Penyerangan Kafilah Mekah di Nakhla oleh Abd Allah ibn Jahsh, Perampokan Pertama yang Berhasil —December, 623M

Setealh dia kembali dari Badr, Muhammad mengirim Abd Allah b. Jahsh di Rajab dengan delapan orang emigran (yang ikut hijrah) dan tanpa orang2 Ansar untuk melakukan operasi teror lagi
ayat Q 2:217 tentang perang di bulan suci pun muncul.

Q 2:217
Mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan Haram. Katakanlah: “Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar; tetapi menghalangi (manusia) dari jalan Allah, kafir kepada Allah, (menghalangi masuk) Masjidilharam dan mengusir penduduknya dari sekitarnya, lebih besar (dosanya) di sisi Allah. Dan berbuat fitnah lebih besar (dosanya) daripada membunuh. Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.

Ayat ini mengijinkan Muhammad untuk melaksanakan perang selama bulan2 suci.

Teror Sembilan
Perang Badr II Dipimpin oleh Muhammad—March, 624M

Muhammad meminta orang2nya untuk terus maju. Dia menjanjikan pembantaian para musuh. Untuk menyenangkan hati para Jihadis yang haus barang jarahan, dia mengatkan bahwa Allah telah menjanjikan mereka tentara Quraish atau kafilah seperti tercantum di Q 8:7.

Teror Sepuluh
Pembunuhan atas Asma bt. Marwan di Medina oleh Umayr b. Adiy al-Khatmi —March, 624M

Seketika setelah dia mendapat kemenangan di Badr, Muhammad merasa cukup kuat untuk menutup mulut para pengritiknya yang tidak suka akan kehadirannya di Medina, dan juga gerombolan perampoknya yang menakutkan bagi penduduk Medina dan memecah belah mereka semua. Banyak orang Yahudi yang merasa khawatir akan kekuatan tentara Muslim dan merasa takut kalau mereka jadi korban Muhammad yang berikutnya karena para Yahudi itu kaya raya.

Teror Sebelas
Pembunuhan Abu Afak di Medina oleh Salim b. ‘Umayr—April, 624M

Teror Dua Belas
Peristiwa al-Sawiq di Qarkarat al-Qudr oleh Muhammad—April, 624M

Terror Tiga Belas
Penyerangan di Qarkarat al-Qudr Melawan orang2 Ghatafan dan Banu Sulaym dipimpin oleh Muhammad—May, 624M

Teror Empat Belas
Pembersihan Ras Yahudi Banu Quaynuqa dari Medina oleh Muhammad—July, 624M

Teror Lima Belas
Penyerangan atas Suku Ghatafan di Dhu Amarr daerah Nejd oleh Muhammad—June, 624M

Teror Enam Belas
Penyerangan Kedua terhadap Banu Sulaym di al-Qudr daerah Buhran oleh Muhammad—July, 624M

Teror Tujuh Belas
Pembunuhan atas Ka’b b. Ashraf di Medina oleh Muhammad b. Maslama—August, 624M

Teror Delapan Belas
Pembunuhan atas Ibn Sunaynah di Medina oleh Muhayyish b. Masud —July, 624M

Ibn Sunaynah adalah pedagang Yahudi yang ramah dan suka menolong orang2 Muslim. Tapi keramahan Ibn Sunaynah tidak menghalangi Jihadis2 fanatik untuk membunuhnya, hanya karena dia itu orang Yahudi

Teror Sembilan Belas
Perampokan Kafilah Quraish di Nejd oleh Zayd b. Haritha—September, 624M

Teror Dua Puluh
Pembunuhan atas Abu Rafi di Khaybar oleh Abd Allah b. Unays—December, 624M

Teror Dua Puluh Satu
Pertempuran Uhud, Dipimpin oleh Muhammad—March, 625M

Teror Dua Puluh Tiga
Perampokan atas B. Asad ibn Khuzaymah di Katan daerah Nejd oleh Abu Salma b. Abd al Asad al-Makhzumi —April, 625M

Teror Dua Puluh Empat
Pembunuhan atas Sufyan ibn Khalid, ketua Banu Lihyan di Urana (serangan pertama atas Banu Lihyan) oleh Abd Allah b. Unays—April, 625 M

Teror Dua Puluh Lima
Pembunuhan di al-Rajii—May atau July, 625 M

Teror Dua Puluh enam
Usaha Pembunuhan atas Abu Sufyan b. Harb oleh ‘Amr b. Umayyah al-Damri—July, 625M

Teror Dua Puluh Tujuh
Pembunuhan di Bir Maunah—July, 625M

Teror Dua Puluh Delapan
Pembersihan Etnis Yahudi Banu Nadir dari Medina oleh Muhammad — July, 625 M

Teror Dua Puluh Sembilan
Penyerangan terhadap B. Ghatafan di Dhat al-Riqa oleh Muhammad—October, 625M

Teror Tiga Puluh
Penyerangan Badr III oleh Muhammad—January, 626M

Teror Tiga Puluh Satu
Serangan Pertama atas Dumat al-Jandal oleh Muhammad—July, 626M

Teror Tiga Puluh Dua
Pertempuran Parit Dipimpin oleh Muhammad—February, 627M

Teror Tiga Puluh Tiga
Pembantaian rasial atas kaum Yahudi Bani Qurayzah oleh Muhammad—February-March, 627

Teror Tiga Puluh Empat
Perampokan Atas al-Qurata di Dariyaah oleh Muhammad ibn Maslama–July, 627 M

Teror Tiga Puluh Lima
Serangan Pertama Atas B. Thalabah di Dhu al-Qassah oleh Muhammad ibn Maslama—July, 627 M

Teror Tiga Puluh Enam
Serangan Kedua Atas B. Thalabah di Dhu al-Qassah oleh Ubayda b. al-Jarrah—August, 627M

Teror Tiga Puluh Tujuh
Perampokan Atas B. Asad di al-Ghamr oleh Ukkash b. Mihsan—August, 627M

Teror Tiga Puluh Delapan
Penyerangan Kedua Atas Banu Lihyan di Ghiran by Muhammad —September, 627M

Teror Tiga Puluh Sembilan
Perampokan Atas Unta Perah Milik Muhammad di al-Ghabah oleh Uyana b. Hisn—September, 627M

Teror Empat Puluh
Penyerangan Kedua Atas Ghatafan di Dhu Qarad oleh Sa’d b. Zayd/Muhammad—September, 627M

Teror Empat Puluh Satu
Perampokan Atas B. Sulaym di Nakhl oleh Zayd ibn Haritha—September, 627M

Teror Empat Puluh Dua
Perampokan atas Kaum Quraysh di al-Is oleh Zayd ibn Haritha—September, 627M

Teror Empat Puluh Tiga
Serangan Ketiga Atas B. Thalabah di al-Taraf oleh Zayd b. Haritha—October, 627M

Teror Empat Puluh Empat
Penyerangan Atas B. Judham di Hisma oleh Zayd b Haritha—October, 627M

Teror Empat Puluh Lima
Penyerangan Pertama di Wadi al-Qura oleh Zayd b. Haritha—November, 627M

Teror Empat Puluh Enam
Perampokan atas Bani al-Mustaliq oleh Muhammad—December, 627M

Teror Empat Puluh Tujuh
Penyerangan Kedua di Dumat al-Jandal oleh Abd al-Rahman b. Awf—December, 627M

Teror Empat Puluh Delapan
Penyerangan di Fadak terhadap B. Sad oleh Ali ibn Talib—December, 627M

Teror Empat Puluh Sembilan
Penyerangan Terhadap Umm Qirfa dari B. Fazarah oleh Zayd b. Haritha/ Abu Bakr—January, 628M

Teror Lima Puluh
Pembunuhan Biadab Atas Perampok2 Uraynah Robbers oleh Muhammad—February, 628M

Dan masih ada kurang lebih 50 terror lagi yang dilakukan oleh muhammad.
Apakah ini nabi yg sempurna itu yg hanya mengajarkan membunuh, merampok, berperang.
Coba umat muslim menyebutkan 1 saja perang/ perampokan yg di pimpin yesus. kalo anda dapat menjawab????

Umat muslim sering sekali menuduh injil telah di palsukan. al-quran sejak dari dulu sama. orang yg berpendapat seperti ini adalah orang2 yg tidak tau sejarah perkembangan al-quran hingga saat ini. ini sedikit bukti.

JEJAK SIDIK JARI TANGAN MUHAMMAD DALAM ALQURAN
Umat muslim menyatakan bahwa alquran “diturunkan” dari surga dan Muhammad tidak dapat dipandang sebagai manusia penyusunnya. Tapi menurut Concise Encyclopedia of Islam, bahasa arab yang dipakai dalam alquran itu merupakan suatu dialek dan kosakata dari salah seorang anggota suku Quraisy yang tinggal dikota Mekah. Jadi sidik jari Muhammad tercecer diseluruh alquran.

Jika alquran ditulis dalam BAHASA ARAB SURGAWI yang sempurna, mengapa sampai terungkap dengan telak bahwa bahasa itu adalah logatnya seorang Quraisy yang bertempat tinggal dikota Mekah? (alias bahasa arab Quraisy)

Argumentasi umat muslim yang menyatakan bahwa alquran ditulis dalam bahasa arab dari surga sungguh tidak berdasar sama sekali. dialek, kosakata, dan isi alquran mencerminkan gaya bahasa dari penulisnya, yaitu Muhammad dan bukan Allah dari surga.

Kesimpulannya, sejarah faktual mengenai pengumpulan dan penggandaan ttg alquran yang benar menunjukan bahwa klaim Muslim tersebut diatas (bahwa alquran itu 100% unsur surgawi) adalah fiktif dan tidak sesuai dengan kenyataan yang ada.

contohnya:
Allah SWT sempat menyatakan bahwa Alquran itu adalah perkataan rasul belaka: “Innahuu qaulu rasuulin karim – sesungguhnya alquran benar2 perkataan rasul yang mulia”
(surat 69:40, dan 81:19, terjemahan alquran oleh yayasan pembinaan masyarakat Isalm “Al hikmah Jakarta).

Bandingkan dengan terjemahan alquran lainnya, yang menerjemahkannya berturut2 sebagai “wahyu Allah yang diturunkan kepada rasul yg mulia” dan”firman Allah yang dibawa Jibril”.

Memang ada ayat2 yang tidak sejalan dengan surat ini seperti surat 6:155, 10:37, 11:17 dll. Namun hal itulah yang menunjukan pertentangan internal dimana alquran yang dipercaya diimlakan secara maha sempurna.

“Apakah mereka tidak mendalami Alquran, kalau sekiranya itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mereka dapati banyak pertentangan didalamnya (Surat 4:82)

Dengan perkataan lain bahwa jika di dalam isi Al-Quran itu banyak terdapat pertentangan maka Al-Quran itu sendri bukan wahyu Allah, oleh kerana itu marilah kita baca beberapa ayat di dalam Al-Quran dengan teliti dan hati hati sehingga dapat menyimpulkan apakah isi Al-Quran itu banyak pertentangan dan percanggahan-percanggahan atau tidak: Di bawah ini beberapa contoh isi Al-Quran yang bertentangan antara ayat yang satu dengan ayat yang lainnya:
1. Tentang zina

“Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk” (QS. 17 Al Israa -perjalanan malam hari- 32)

“Perempuan perempuan yang berzina dan laki laki yang berzina deralah masing masing seratus kali. Dan janganlah kamu belas kasihan kepada keduanya….” (QS. 24 An Nuur -cahaya- 2)

Laki laki yang berzina tidak nikah melainkan dengan perempuan yang berzina atau perempuan yang musyrik. Dan perempuan yang berzina tidak menikahinya melainkan laki laki yang berzina atau laki laki yang musyrik. Dan demikian diharamkan atas orang orang mukmin. (QS. 24 An Nuur-cahaya- 3)
Ayat diatas bertentangan dengan:
a.

“Dan orang orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri isteri mereka atau budak budak yang mereka miliki sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela” (QS. 23 Al Mukminun – orang yang beriman- 5,6)
b.

“Dan orang orang yang memlihara kemaluannya kecuali terhadap isteri isteri mereka dan budak budak yang mereka miliki maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tidak tercela” (QS. 70 Al Ma’ariij -tempat naik- 29-30)
c.

” … Kawinilah wanita wanita yang kamu senangi, dua, tiga atau empat, jika kemudian kamu tidak dapat berlaku adil, maka kawinilah seorang saja, atau budak budak yang mereka miliki.” (QS. 4 An Nisaa -wanita- 3)
d.
“Kamu boleh mengganti siapa saja yang kamu kehendaki, juga boleh menggauli perempuan yang telah kamu cerai, maka tidak ada dosa bagimu.” (QS. 33 Al Ahzaab -golongan yang bersekutu- 51)
Juga disokong oleh hadits:
Abu Dzar mengatakan bahwa Rasulullah saw. Bersabda: “Seseorang datang kepadaku dari Tuhanku membawa berita (mungkin katanya: membawa berita gembira):”Sesungguhnya barang siapa diantara umatku yang mati sedangkan dia tidak mempersekutukan Allah dengan sesuatu apapun orang itu masuk surga.” Aku bertanya: “Sekalipun orang itu berzina dan mencuri?” Jawab nabi: “ya, sekalipun dia berzina dan mencuri.” (Hadits Shohih Bukhori 647)

2. Kadar hari Tuhan

Para Malaikat dan ruh-ruh menghadap kepada Tuhan dalam sehari kadarnya 50 ribu tahun. (QS. 70 Al Ma’arij – tempat naik- 4)
Bertentangan dengan:
a.

“Dan mereka meminta kepadamu disegerakan azab, dan Allah sekali kali tidak menyalahi janjiNya. Dan sesungguhnya satu hari disisi Tuhanmu adalah seperti 1000 tahun dari apa yang kamu hitung.” (QS. 22 Al Hajj – haji- 47)
b.

Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian naik lagi kepadaNya dalam satu hari yang kadarnya seribu tahun. (QS. 32 As Sajdah -sujud- 5)

3. Tentang membunuh

“. Bunuhlah dirimu!Hal itu lebih baik bagimu pada sisi Tuhan yang menjadikan kamu,maka Tuhan akan menerima taubat.” (QS. 2 Al Baqarah -sapi betina- 54)
Bertentangan dengan:

“…. Janganlah kamu membunuh dirimu sendiri, sesungguhnya Allah maha penyayang kepadamu.” (QS 4 An Nisaa – wanita – 29)

4. Tidak ada paksaan dalam Islam

“Tidak ada paksaan untuk memasuki agama (Islam)”. (QS. 2 Al Baqarah-sapi betina- 256)
Bertentangan dengan:
a.
“Maka hendaklah berperang di jalan Allah orang orang yang menukar kehidupan dunia dengan kehidupan akhirat ….” (QS. 4 An Nisaa -wanita- 74)
b.
“Orang orang beriman berperanglah di jalan Allah dan orang orang kafir berperanglah di jalan thoghut (setan), Sebab itu perangilah pengikut pengikut setan…..” (QS. 4 An Nisaa -wanita- 76)
c.
Maka perangilah di jalan Allah, tidaklah engkau dibebani melainkan kewajiban atas dirimu sendiri. (QS. 4 An Nisaa -wanita- 54)
d.
” ….. Maka tawanlah mereka dan bunuhlah mereka dimana saja kamu dapati.: (QS. 4 An Nisaa -wanita- 91)

5. Tentang pembunuhan Isa

Isa tidak dibunuh melainkan diangkat (QS. 4 An Nisaa -wanita- 157-158)
Bertentangan dengan:
Isa lahir, telah wafat, dan bangkit hidup kembali (QS. 19 Maryam 33)

6. Orang Kristian kafir

Orang kristen kafir; karena berkata: “Allah mempunyai anak.”…. (QS. 2 Al Baqarah -sapi betina- 116)
Bertentangan dengan:
Orang Kristen di atas orang kafir sampai hari kiamat (QS. 3 Ali Imraan -keluarga Imraan- 55)

7. Tentang anak Nuh

Anak Nuh, berenang ke gunung waktu air bah dan tenggelam ….” (QS. 11 Huud 42-43)
Bertentangan dengan:
Nuh berdoa, doanya berkenan kepada Allah, maka diselamatkan beserta keluarganya. (QS. 21 Al Anbiyaa -nabi nabi- 76)

8. Orang dapat diselamatkan dari neraka

Orang dapat diselamatkan dari neraka…. (QS. 19 Maryam 72)
Bertentangan dengan:
Orang kafir penghuni neraka kekal di dalamnya. (QS. 2 Al Baqarah -sapi betina-:39)

9. Tentang minuman keras

Minum khamar dan minuman keras atau arak adalah dosa besar (QS. 2Al Baqarah -sapi betina- 219)
Bertentangan dengan:
Di syurga akan diberi minum khamar dan arak secukup-cukupnya, (QS. 83 Al Muthafifiin -orang yang curang-: 25)
Apakah amalan-amalan yang diharamkan di dunia ini adalah halal di akhirat ??? Dimanakah konsisten and kesahihannya Firman Tuhan ini?

10. Al-Quran itu bukanlah perkataan setan

Al-Quran itu bukanlah perkataan setan yang terkutuk…. (QS. 81 At Takwiir -menggulung- :25)
Bertentangan dengan:
Jin jin berkata -di dalam Al-Quran Surah Jin.. (QS 72 Al Jin 14)

Pengkajian sejarah Alquran bukan hanya dimaksudkan untuk mengungkap dimensi-dimensi tersembunyi yang selama ini tak terpikirkan oleh umat Islam, tapi juga merupakan modal intelektual untuk memahami kitab suci yang hingga hari ini terus menjadi sumber inspirasi hukum dan moral kaum Muslim.

Sebagian besar kaum Muslim meyakini bahwa Alquran dari halaman pertama hingga terakhir merupakan kata-kata Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad secara verbatim, baik kata-katanya (lafdhan) maupun maknanya (ma’nan). Kaum Muslim juga meyakini bahwa Alquran yang mereka lihat dan baca hari ini adalah persis seperti yang ada pada masa Nabi lebih dari seribu empat ratus tahun silam.

Keyakinan semacam itu sesungguhnya lebih merupakan formulasi dan angan-angan teologis (al-khayal al-dini) yang dibuat oleh para ulama sebagai bagian dari formalisasi doktrin-doktrin Islam. Hakikat dan sejarah penulisan Alquran sendiri sesungguhnya penuh dengan berbagai nuansa yang delicate (rumit), dan tidak sunyi dari perdebatan, pertentangan, intrik, dan rekayasa.

Alquran dalam bentuknya yang kita kenal sekarang sebetulnya adalah sebuah inovasi yang usianya tak lebih dari 79 tahun. Usia ini didasarkan pada upaya pertama kali kitab suci ini dicetak dengan percetakan modern dan menggunakan standar Edisi Mesir pada tahun 1924. Sebelum itu, Alquran ditulis dalam beragam bentuk tulisan tangan (rasm) dengan teknik penandaan bacaan (diacritical marks) dan otografi yang bervariasi.

Hadirnya mesin cetak dan teknik penandaan bukan saja membuat Alquran menjadi lebih mudah dibaca dan dipelajari, tapi juga telah membakukan beragam versi Alquran yang sebelumnya beredar menjadi satu standar bacaan resmi seperti yang kita kenal sekarang.

Pencetakan Edisi Mesir itu bukanlah yang pertamakali dalam upaya standarisasi versi-versi Alquran. Sebelumnya, para khalifah dan penguasa Muslim juga turun-tangan melakukan hal yang sama, kerap didorong oleh keinginan untuk menyelesaikan konflik-konflik bacaan yang muncul akibat beragamanya versi Alquran yang beredar.

Tapi pencetakan tahun 1924 itu adalah ikhtiyar yang luar biasa, karena upaya ini merupakan yang paling berhasil dalam sejarah kodifikasi dan pembakuan Alquran sepanjang masa. Terbukti kemudian, Alquran Edisi Mesir itu merupakan versi Alquran yang paling banyak beredar dan digunakan oleh kaum Muslim.

Keberhasilan penyebarluasan Alquran Edisi Mesir tak terlepas dari unsur kekuasaan. Seperti juga pada masa-masa sebelumnya, kodifikasi dan standarisasi Alquran adalah karya institusi yang didukung oleh –dan menjadi bagian dari proyek– penguasa politik. Alasannya sederhana, sebagai proyek amal (non-profit), publikasi dan penyebaran Alquran tak akan efektif jika tidak didukung oleh lembaga yang memiliki dana yang besar.

Apa yang telah dilakukan oleh pemerintah Saudi Arabia mencetak ratusan ribu kopi Alquran sejak tahun 1970-an merupakan bagian dari proyek amal yang sekaligus juga merupakan upaya penyuksesan standarisasi kitab suci. Kendati tidak seperti Uthman bin Affan yang secara terang-terangan memerintahkan membakar seluruh versi (mushaf) Alquran yang bukan miliknya (kendati tidak benar-benar berhasil), tindakan penguasa Saudi membanjiri pasar Alquran hanya dengan satu edisi, menutupi dan perlahan-lahan menyisihkan edisi lain yang diam-diam masih beredar (khususnya di wilayah Maroko dan sekitarnya).

Agaknya, tak lama lagi, di dunia ini hanya ada satu versi Alquran, yakni versi yang kita kenal sekarang ini. Dan jika ini benar-benar terwujud (entah kapan), maka itulah pertama kali kaum Muslim (baru) boleh mendeklarasikan bahwa mereka memiliki satu Alquran yang utuh dan seragam.

Saya tambahin mas mengenai kesaksian Tritunggal Tuhan dalam Al-Quran, kayaknya mas berbakat sekali jadi pengupas keyakinan ….

An Nisaa’ : 171-172
171. Wahai Ahli Kitab! janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putra Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: “(Tuhan itu) tiga”, berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara.

172. Isa Al Masih sekali-kali tidak enggan menjadi hamba Allah, dan begitu pula malaikat-malaikat yang terdekat (kepada Allah). Barang siapa yang enggan dari menyembah-Nya dan menyombongkan diri, maka Allah akan mengumpulkan mereka semua kepada-Nya.

Al Maaidah : 73
72. Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah adalah Isa Al Masih putra Maryam”, padahal Al Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israel, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu” Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang lalim itu seorang penolong pun.

73. Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: “Bahwasanya Allah salah satu dari yang tiga”, padahal sekali-kali tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih.

Maryam : 86-91
86. dan Kami akan menggiring orang-orang yang durhaka ke neraka Jahanam dalam keadaan dahaga.

87. Mereka tidak berhak mendapat syafaat kecuali orang yang telah mengadakan perjanjian di sisi Tuhan Yang Maha Pemurah.

88. Dan mereka berkata: “Allah Yang Maha Pengasih mempunyai anak”.

89. Sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat mungkar,

90. hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi terbelah, dan gunung-gunung runtuh,

91. karena mereka menganggap Allah Yang Maha Pengasih mempunyai anak.

92. Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi, kecuali akan datang kepada Tuhan Yang Maha Pemurah selaku seorang hamba.

@marchel07

Anda perlu belajar Al Qur’an dari MUSLIM.

..

Salam. =)

@All

Ingin membandingkan / mengetahui secara lengkap Ayat Al Qur’an yang dikutip oleh marchel07?

..

Silahkan ke :

http://www.quranexplorer.com/quran

..

Ada arti dalam bahasa indonesianya juga kok.. =)

..

Salam. =)

@All

Atau hanya sekedar ingin Mendengarkan pembacaan ayat-ayat suci Al Qur’an?

Bisa juga di situs itu.

http://www.quranexplorer.com/quran

..

Salam. =)

@izzathar #120

Nice.

Salam. =)

ya aku ini katolik ya mas dan mbak.
sanak saudaraku banyak yang islam
mereka baik
kami hidup rukun
kami masing-masing yakin bahwa agama kami benar
aku yakin ISLAM BAIK tidak perlu dibela-belain dengan
mengutip segala Alquran dan Alkitab untuk mencari pertentangannya. aku dah percaya 1000% ISLAM BAIK.
Demikian juga aku Katolik tidak membela orang katolik
yang hanya katolik KTP. Aku sendiri tidak suka dengan
orang yang membela Katolik dengan menyusun pembelaan
dengan mendiskreditkan pemeluk agama lain.
Katolik 100% baik.
coba sekarang tugas kita baik yang Islam maupun yang Katolik
ayo laksanakan apa yang baik itu dan konkretkan dalam tindakan.
AYO KITA SAMA-SAMA JUJUR MENGATAKAN
SEKARANG INI KITA MASIH HARUS KOREKSI DIRI
SEBENARNYA KALAU KITA MASIH BERSITEGANG MEMBELA
KEBENARAN AGAMA KITA ARTINYA KITA BELUM BERIMAN
KITA BARU SEBATAS MEMBACA DAN BELUM MELAKSANAKAN

SEKARANG SAYA BERTANYA?
KEPADA TEMAN-TEMAN SEMUA. SEMUA ARTINYA BUKAN HANYA KATOLIK TETAPI JUGA SIAPA PUN.

SIAPA YANG MAU BERSAMA-SAMA DENGAN MEMEGANG KEYAKINAN IMAN MASING-MASING MEMBANGUN PERSAUDARAAN SEJATI DENGAN MELAKUKAN PEMBERSIHAN SELOKAN YANG KOTOR, MEMBERSIHKAN SUNGAI YANG PENUH SAMPAH.

HAI SAUDARAKU….SIAPA PUN ENGKAU

AKU BUTUH ENGKAU UNTUK MEMBANGUN GEDUNG GEREJAKU
DAN AKU MENYEDIAKAN DIRIKU UNTUK MEMBANGUN MASJIDMU

AKU BERSEDIA TINGGAL DI SAMPING RUMAHMU DENGAN MELIHATMU MELAKUKAN SHALAT 5 WAktu.

maukah engkau membelikan ALKITAB UNTUK KU?
SIAPA PUN YANG INGIN
SEHATI SEJIWA MEMBANGUN PERSAUDARAAN MARI BERGABUNG! AKU MAU, APA KALIAN MAU?

AYOLAH

YAKINLAH KALAU HANYA BERDEBAT KUSIR
SOAL KEUNGGULAN AGAMA

kAPAN SELESAI?

KAPAN BERAKHIR?

TIDAK AKAN SAHABATKU.
TIDAK ADA AKHIRNYA

APA MANFAATNYA?

TIDAK ADA, KARENA ALASANNYA 1

ISLAM 100% BENAR
KATOLIK 100% BENAR

YANG MEMBUAT KESAN TIDAK BAIK ADALAH MANUSIA
MANUSIA, MANUSIA, MANUSIA
SEPERTI KITA.

JADI KITA MANUSIA HARUS RENDAH HATI DAN MEROBEK
KEDANGKALAN BERPIKIR DAN EMOSI KITA.

BAGAIMANA MUNGKIN MEWUJUDKAN CITA-CITA YANG BAIK
DALAM AGAMA ISLAM KALAU YANG KITA BUAT DAN KITA TUNJUKKAN MALAH PERTENTANGAN DAN PERDEBATANNYA
YANG MENIMBULKAN PERPECAHAN?

BAGAIMANA MUNGKIN MEWUJUDKAN CITA-CITA YANG BAIK DALAM KATOLIK KALAU YANG DITAMPILKAN HANYA KEKERASAN DAN MENANG SENDIRI?

SIAPA YANG SALAH?

YANG SALAH ADALAH KITA SEMUA YANG MENGAKU ISLAM DAN YANG MENGAKU KATOLIK TETAPI BELUM BISA MEMBUKTIKAN BAHWA DENGAN IMAN KITA DUNIA AKAN DAMAI.

@Marchello07 #118,119

Tanya nih

Sulaiman/Solomon punya pasukan perang, menurut Alkitab Dia Nabi bukan……..???

Musa membunuh Fira’un dan pengikutnya, menurut Alkitab Dia Nabi Bukan……???

Ibrahim BAPAK dari MARIA BERPOLIGAMI, Apakah menurut Alkitab dia seorang Nabi…..???

Apakah NUH yg seorang NABI begitu TEGA dan Tidak KASIH yg begitu tega meninggalkan pengikutnya utk ditenggelamkan.
Apakah menurut Alkitab dia seorang NABI (utusan Allah)….???

Dan begitu juga LUTH yg meninggalkan UmatNya yg HOLEBI untuk diporak-porandakan sehingga musnah…???

Apakah Nabi2 diatas tidak diakui di dalam ALKITAB sebagai utusan Allah karena mereka Tidak KASIH…….???

APAKAH TUHAN AKAN MENGANULIR SIKAP KERASNYA KETIKA UMATNYA SELALU BERBUAT APA YG TELAH DILARANGNYA….???

APAKAH CONTOH2 “SIKAP TUHAN” YG SUDAH DISIKSAKAN KEPADA UMAT MANUSIA DAHULU MENJADI MENTAH DAN TIDAK BERLAKU KARENA YESUS….???

DI KERAJAAN MANA ADA PUTRA MAHKOTA MEMENTAHKAN HUKUM RAJANYA…..???

Masak ada TUHAN di KUDETA…….HEHEHEEE

@irlander #127

Sulaiman/Solomon punya pasukan perang, menurut Alkitab Dia Nabi bukan……..???

==>Setahu saya, solomon itu RAJA.

Udah baca kisahnya di alkitab (PL)?

Musa membunuh Fira’un dan pengikutnya, menurut Alkitab Dia Nabi Bukan……???

==> Setahu saya memang dia nabi. Yang membunuh Firaun itu bukan musa.
Udah baca belum sih alkitabnya..?

Ibrahim BAPAK dari MARIA BERPOLIGAMI, Apakah menurut Alkitab dia seorang Nabi…..???

==>Ibrahim berpoligami sebelum detetapkannya hukum kawin dan hukum lainnya.

Apakah NUH yg seorang NABI begitu TEGA dan Tidak KASIH yg begitu tega meninggalkan pengikutnya utk ditenggelamkan.
Apakah menurut Alkitab dia seorang NABI (utusan Allah)….???

==> walahh..

Udah baca belum sih kisah Nuh di alkitab..?
Nuh sudah ngajak2 semua orang untuk bertobat dan memperingati bahaya air bah, tapi orang2 itu ngga percaya. Jadi, tentu saja Nuh sudah mengasihi mereka, lah wong udah diperingati kok..

Makanya baca alkitab(kisah nuh itu) nanti kamu akan mengerti, kenapa nuh tidak bisa menolong mereka pada saat banjir datang.

Dan begitu juga LUTH yg meninggalkan UmatNya yg HOLEBI untuk diporak-porandakan sehingga musnah…???

Luth bukan meninggalkan umatnya, tapi DIPERINTAH TUH@N untuk berlari..

Untuk keselamatan dirinya. Kalau mau selamat ya ikutin perintah untuk berlari itu

Memangnya Luth harus melawan perintah gitu?

Makanya baca dulu alkitabnya,.. baru ngomong.. gitu..ya?

APAKAH TUHAN AKAN MENGANULIR SIKAP KERASNYA KETIKA UMATNYA SELALU BERBUAT APA YG TELAH DILARANGNYA….???

APAKAH CONTOH2 “SIKAP TUHAN” YG SUDAH DISIKSAKAN KEPADA UMAT MANUSIA DAHULU MENJADI MENTAH DAN TIDAK BERLAKU KARENA YESUS….???

DI KERAJAAN MANA ADA PUTRA MAHKOTA MEMENTAHKAN HUKUM RAJANYA…..???

Masak ada TUHAN di KUDETA…….HEHEHEEE

===> berarti kamu belum mengerti yang mana daripada misteri daripada penyelamatan Tuh@n lewat penyaliban Yesus.

salam.
ps. Baca alkitab biar ngerti mau ngomong apa.

@Jelasnggak

==>Setahu saya, solomon itu RAJA.
—————————————————
Sorry mungkin dalam hal ini kita berbeda
..
==> Setahu saya memang dia nabi. Yang membunuh Firaun itu bukan musa.
————————————————–
Maksud lo yg membunuh tangan Tuhan ya……..???

..

Udah baca belum sih alkitabnya..?
——————————————
udah udaaaaah…..

..

==>Ibrahim berpoligami sebelum ditetapkannya hukum kawin dan hukum lainnya.
——————————————-
Kalo belum ditetapkan terus kawinnya gak sah…??? Haram..??? gimana keturunannya dong bro….???

Gak jelas…….

..

Nuh sudah ngajak2 semua orang untuk bertobat dan memperingati bahaya air bah, tapi orang2 itu ngga percaya. Jadi, tentu saja Nuh sudah mengasihi mereka, lah wong udah diperingati kok..
———————————————
Berarti semua sama…..bahwa seorang Nabi adalah manusia biasa walaupun berbeda karena masing-masing diberi keistimewaan sedikit….

ingat……..seediikiiit.

..

===> berarti kamu belum mengerti yang mana daripada misteri daripada penyelamatan Tuh@n lewat penyaliban Yesus.
———————————————-
OOOOO……..berarti sampe sekarang masih misteri ya jel……

@irlander.

Maksud lo yg membunuh tangan Tuhan ya……..???

Ya baca aja di alkitab. Jelas sekali jawabannya disana.
——————————-

Kalo belum ditetapkan terus kawinnya gak sah…??? Haram..??? gimana keturunannya dong bro….???

Gak jelas…….

===> Gimana nih kamu. ?

Udah dibilang, hukumnya belum ada pada saat itu.
Coba renungkan sedikit. Pasti kamu dapet.

———————

Berarti semua sama…..bahwa seorang Nabi adalah manusia biasa walaupun berbeda karena masing-masing diberi keistimewaan sedikit….

ingat……..seediikiiit.

===> maksudnya apa nih? ngga nyambung saya ,.,. he he he

——————–

OOOOO……..berarti sampe sekarang masih misteri ya jel……

===> lho…?

salam.

@All

Kristiani disini pernah ngga sih masuk Masjid saat waktu Sholat Subuh atau Maghrib??

Saya sih belum pernah masuk Gereja.

Pengeeeeeen banget sih…. =)

Tapi (maaf) jujur nih ya..

Saya sedikit ngga nyaman dekat sama orang2 yg ke gereja..(tapi anehnya nyaman2 aja kl dekat orang yg ke gereja di Eropa / Amerika Utara)

Kenapa ya..?

Mungkin ada yg bisa bantu agar saya bisa dengerin Misa di gereja?? =)

..

Salam kasih dalam ketenangan hati yang Jujur.

Saya orang katolik, kakek nenek saya Muslim tulen sampai wafat. waktu kecil saya suka dititipkan di rumah kakek. Ketika masa kanak-kanak seusia SD, saya suka sekali main bedug di surau pada bulan puasa. saya juga sering diajak paman saya tarawih di surau dekat rumah nenek saya, walaupun yang menarik waktu itu adalah makanan kecil yang dihidangkan sesudah sholat tarawih.
Saya sudah terbiasa hidup bersama dengan keluarga saya orang-orang muslim yang baik. jadi keluarga kami sudah biasa hidup bersama dalam perbedaan yang saling menghormati.
Saya nyaman-nyaman aja ke Masjid, dan berada dekat orang muslim yang baik. Tetapi saya tetap tidak nyaman dengan siapapun yang kelihatan tidak baik, entah apa agamanya.

Anda mau coba-coba masuk ke gereja? di situ pasti banyak orang baiknya.

saudara nittenichiryu yang mempunyai ketenangan hati yang jujur….

aku yusep orang katolik….
trimakasih atas kejujuran anda saya senang

mungkin saya akan nimbrung untuk memberikan jawaban
atas pertanyaan anda. Ya apa yang saya berikan tentu
tidak tuntas menjawabi kebutuhan anda, dan jelas tidak sempurna

namun karena pertanyaan anda berangkat dari hati yang jujur dan tulus saya pun berani menyampaikan meski dengan segala kekurangan

saya memang belum pernah mengikuti sholat magrib atau subuh tapi saya pernah melihat saudara saya melakukan itu di rumah…..

saya senang melihat mereka karena mereka betul-betul memiliki hati yang damai. saya merasakan ini karena setelah sholat mereka pun tersenyum lembut pada saya. TANPA MEREKA MELIHAT BAHWA SAYA ORANG YANG TIDAK SEIMAN DENGAN MEREKA jadi saya berkesimpulan:ISLAM DENGAN SHALATNYA ADALAH BAIK 100%.

apabila saudara merasa nggak nyaman deket dengan orang kristen…..coba cari dalam diri anda masalahnya apa?
sebab saudaraku yang baik,….biasanya rasa tidak senang bukan karena perbedaan agama tetapi karena sikap-sikap dan kecenderungan manusiawi yang melekat pada manusia. misalnya mungkin anda merasa tidak nyaman karena orang itu sombong, angkuh, mukanya cemberut, tidak ramah, dlll. tapi saya rasa anda tidak membenci agama kristen.

kalau mau ikut misa iku aja….tidak ada yang melarang…..jangan takut, saya juga sering dulu main di masjid dengan teman-teman karena halaman masjid luas jadi saya bermain bersama mereka.

tapi lagi-lagi saran saya untuk anda ikut misa jangan dianggap kritenisasi lho ya….saya tidak sedang kristenisasi kok.
saya menghargai anda dan menghendaki anda menjadi seorang yang 100% islami.

tapi yang perlu kita bersama jaga adalah jangan sampai tindakan anda ikut misa menyinggung siapa pun baik pihak ISLAM maupun pihak Kristen. maksud saya begini…
kita harus bijak sebab kalau anda ikut misa ada kemungkinan orang islam curiga anda masuk kristen, nanti bahanyanya orang kristen tidak tahu bahwa anda orang islam kok ikut misa dikira menghina orang kristen….

jadi sebaiknya anda pikir baik-baik….kalau anda ingin tetap ikut misa coba cari kenalan anda yang kristen dan anda ungkapkan keinginan anda ini! demi kebaikan kita semua….

Trimakasih saudaraku yang jujur semoga anda selalu dilindungi Allah!

@nitt.

Ha ha ha..

nha….Apa saya bilang..

tanda-tanda kamu akan murtad..

Sekarang minta-minta masuk gereja..

—————-

Dulu waktu kecil saya pernah masuk mesjid.

tapi sekarang ngga pernah lagi.

….

soalnya sepatu saya mereknya Timberland.

BOWA ha ha ha ha…

ha ha ha h

ha ha ha ha

ha ha ha ha

salam.
ps. jangan gembeng. soalnya saya cuman bercanda.

@Yusepagun

tapi lagi-lagi saran saya untuk anda ikut misa jangan dianggap kritenisasi lho ya….saya tidak sedang kristenisasi kok.

lha wong ngasih indomie aja dibilang kristenisasi kok..

Padahal yang ngasih indomie itu cuman kasihan ngeliat orang kelaperan ngga ada yang bantuin.

nah saudara seagamanya sendiri sibuk berjihad membela afganistan…

dan berperang membela agama..

hah?

agama dibela..?

Buat apa ya…

kan yang jaga TUh@n…

ngga perlu dibela sampai perang dan mati…

ngga usah pake acara bunuh orang lain atuh..

ha ha ha…

ada-ada saja

..
..
..

semoga mereka dibukakan hati agar tidak jadi orang yang penuh curiga…
(dan melihat shirotol mustakim itu)

..
..

salam

Agamaku adalah agamaku, agamamu adalah agamamu hiduplah rukun berdampingan, Agama hanyalah cara untuk mencapai tujuan yang sama, yaitu Allah..

untuk Pejuang Kemerdekaan:
Anda mengatakan: Inggris, Portugis dan Belanda antara lain: 1.MEMBANTAI 2.MENJAJAH 3.BERPERANG 4.ADU DOMBA (devide et impera) 5.BERBOHONG 6.MEMFITNAH 7.MENJARAH KEKAYAAN ALAM 8.PERBUDAKAN. itu benar, tetapi Inggris /belanda tidak sama dengan agama Katolik. sama halnya Indonesia tidak sama dengan agama Islam, atau agama Islam tidak sama dengan Indonesia, walaupun Indonesia mayoritas Muslim. Terlalu luhur agama kok disamakan dengan Negara. Kita diberi logika untuk berpikir, bukan hanya beriman saja. Logika juga dipakai dalam beriman.Mari saya ajak anda memahami ini:

Kalau Negara Indonesia yang notabene muslim terbanyak pernah melakukan invasi ke Timor-Timur yang notabene banyak penganut katolik, itu jangan dibaca: ISLAM MELAKUKAN INVASI KE TIMOR-TIMUR. Kalau ada Tentara Indonesia (Islam) yang menembaki rakyat Timor-timur (Katolik) jangan dibaca ISLAM MEMBANTAI ORANG TIMOR TIMUR. Sebaliknya kalau dulu Belanda menjajah, memeras, adu domba Indonesia; jangan dibaca KATOLIK/KRISTEN menjajah orang INDONESIA, Apalagi dibaca ORANG KATOLIK/KRISTEN MENJAJAH ORANG ISLAM.

Jadi, logika anda tidak nyambung, cethek, dangkal. Anda dapat dimasukkan sebagai penyebar fitnah karena bertentangan dengan kerukunan, kedamaian hidup bersama hanya karena kebodohan, tidak tahu sejarah. Banyak belajar sejarah dan agama lain secara lebih mendalam ya Bung Pejuang Kemerdekaan.

PEACE TO YOU.

yen udur ki entuke opo? logika manusia tu gak kan pernah bisa mendeteksi cara kerja TUHAN, sekarang siapa yg berani bicara “akulah jalan dan kebenaran dan hidup”? ya harusnya itu yg patut kita ikuti, asal kita percaya sungguh2 niscaya hidup kita dijamin didunia dan dialam kelanggengan. gitu aja kok repot!!!!!! mbok sing damai to…….!!!!!!!!

Katolik itu baik
Protestan itu baik
Islam itu baik
Buddha itu baik
Hindu itu baik
yg tidak baik itu jika anda seorg beragama, yg suka mengkritik, apalagi menghina agama / kepercayaan org lain. Pakai pikiran sebelum berbuat

1 kalimat dari saya, jgn pernah anda mengutip, apalagi mengkritik/mengomentari ayat” alkitab sebelum anda mengerti apa sebenarnya makna dari ayat itu

bertobatlah anda sebelum anda ditobatkan !

GBU

Apakah yang percaya Allah hanya orang kristen indonesia? soale saya belum pernah denger orang kristen barat bilang Allah, mohon penjelasanya…

@annas mz soleman…

mmaaannn…..maaann…

aq q wes wong goblok kowe kok malah nemen nyandang jeneng annas gk sekolah po yooo…yyooo….?????
tutok tutookkk noo kono…?????

tkoe ki wis goblok pekok tur ramutu, aku sekolah duwur rak koyok koe tk we rak lulus, modharo!!!

heh,,, kalian itu bodoh ssemua!!!
semua agama baik adanya,, tujuan dari agama itu adalah menuju e atas sana.. PERCUMA KALIAN BERDEBAT jika implementasi anda sebagai umat beragama di kehidupan sehari-hari itu NOL…!!! seperti kalian para fanatik..

HALLELUYA.. PUJI TUHAN.. ASALLAM MUALAIKUM Wrbb..

MA’AF JK TULISAN AQ BANYAK YG MELOMPAT KEDEPAN;
KARENA AQ SEDANG BERADA DIANTARA KALIAN DAN YG
SEDANG KALIAN PERDEBATKAN..
DENGAR DAN CAMKANLAH PADA DIRI KALIAN…
KENAPA WAHAI SEGENAP MAHLUK ALLAH YG TERHORMAT..
MENELAAH SEGALA PERDEBATAN SEMUA INI
PADA AKIRNYA TIDAK ADA YG AKAN MENCAPAI
“INTI SARI SURGA” KESESATANLAH YG KALIAN DAPAT
BAHKAN ADANYA ADALAH NERAKA.
KALIAN SEMUA DANGKAL SEKALI TP PADA
SOK KENAL SOK DEKAT SOK TAU…

YANG KALIAN TAU HANYA SEBATAS KULIT DURUAN DAN KULI MANGGIS…

GK TAU RASA DURIANNYA DAN MANGGISNY YG SEBENARNYA…
SATUNYA MERASAKAN SAKITNYA JK KENA DURINYA YANG LAIN TERASA PAHITNYA DAN AQ KATAKAN RAHASIA YG
SEBENARNYA SEMUA RASA NIKMAT.

SEPERTINYA JUGA KALIAN TIDAK TAU
CARA MENGATAKANNYA DAN MENGGAMBARKAN
SECARA MANUSIAWI BAHWA
BUNGA MAWAR YG BERWARNA MERAH DAN
B.MELATI YG BERWARNA PUTIH TSB
>>>> BUKANKAH SEMUA MANUSIA YG PERFICT INDERANYA
BARU BISA MENGATAKAN DARI PENCIUMANNYA
>>KEDUANYA BERBAU WANGI<<
HANYA SEBATAS ITULAH MANUSIA DAN SAMPAI MATI KALIAN TIDAK AKAN BISA MENJELASKAN WANGI ITU PAS SESUAI DENGAN YG KALIAN JELASKAN KE MAHLUK LAIN JIKA MAHLIK ITU TIDAK PUNYA INDERA PENCIUMAN DAN
MENCIUMNYA SENDIRI SHG PAHAM PERCAYA BENAR,
BAHWASANYA
BERBEDA ANTARA
B.MAWAR ATAU MELATI.

WARNA DAN WANGI ITU INDERA TELINGA KALIAN BISAKAH MENDETEKSI MENGATAKAN BEDANYA WANGI & WARNA ANTARA MELATI & MAWAR LEWAT PENDENGARAN????
SEDANG INDERA SATU SAMA LAIN MAHLUK PUN SDH BERBEDA KEPEKAANNYA….

MAKANYA KESEGENAP KALIAN SEMUA ITU,
AQ BILANG KALIAN MAHLUK HINA SANGAT MENYEDIHKAN DAN MENJIJIKKAN SEMUA BAGI YG SEDANG KALIAN PERDEBATKAN DAN HINAKAN…???

AQ PUNYA KEYAKINAN SENDIRI YG TIDAK SAMA DENGAN KALIAN SEMUA YANG NGAKU2 PUNYA AGAMA-PADAHAL
SADARLAH LIHAT DIRI KALIAN ;
SEDANG AQ PAHAMI
KALIAN SEMUA ITU SIAPA DAN YG KALIAN BICARAKAN ITU APA ATAU BUKAN IDENTIK SIAPA.
DAN SEMUA YG SEDANG KALIAN BELA APA???
SADAR DIANTARA KALIAN SEMUA
TAUKAH / KENALKAH DENGAN DIRI KALIAN SENDIRI
CAMKAN KATA2 AQ;
REFLEXI DIRI KALIAN
YG SEHARUSNYA KALIAN SEMUA MALU MERASA MEMILIKI AGAMA DAN KELIHATAN SANGAT HINA DIHADAPAN YG KALIAN BICARAKAN.
SEJAK KAPAN KALIAN MEMILIKI AQ YG SEDANG KALIAN BELA…???

JIKA KALIAN TIDAK TAU CARANYA MEREFLEXI DIRI KALIAN….

AQ MAU KASIH TAU CARANYA MUMPUNG MASIH ADA WAKTU SEBELUM KALIAN MATI & BICARA PANJANG LEBAR DISINI:
1. PERGI KETEMPAT GELAP GULITA & SANGAT LAPANG
BERATAPKAN – LANGIT JERNIH TERLIHAT
BINTANG2 DILANGIT.
2. TIDURLAH TERLENTANG MENENGADAH TATAP KELANGIT
YG BER BINTANG TADI LIHAT CAKRAWALA SEKITAR KALIAN.
3. LIHAT CAMKAN PERHATIKAN BINTANG DILANGIT DAN
KELOMPOK2NYA-RASAKAN DIRI KALIAN
TERLETAK DIATAS TANAH YG LAPANG.
4.BANDINGKAN DIRI KALIAN DIANTRA KEDUA SISI BETAPA MAHA LUWASNYA LANGIT DAN BINTANG2 BER MILYAR2 JUMLAH YG TAK TERBILANG…. DAN DIRI KALIAN DENGAN SISI YG DEKAT TERHADAP
KALIAN CAKRAWALA YG MAHA LUWAS PULA…
SEKARANG
TANYAKAN DIRI KALIAN SENDIRI
“KENALKAH KAU PADA DIRI KALIAN SENDIRI”??
SIAPA DIRI KALIAN SEBERAPA DIRI KALIAN
YG NGOTOT MEMBELA DAN MEMPERDEBATKANNYA.
BETAPA KECILNYA KALIAN & HINANYA PENGETAHUAN KALIAN
TENTANG APA YG ADA DISEKITAR KALIAN..
APALAGI DENGAN APA YG SEDANG KALIAN DEBAT DAN BELA
YG SANGAT KETRLALUAN DAN HINGGA MENYAKITI HATI DIRI KALIAN MASING2.
5. MENANGISLAH KALIAN ; TANGISILAH DIRI KALIAN &
SESALILAH SEGALA PERBUTAN DAN KATA2 KALIAN YG KETERLALUAN MEMPERDEBATKAN DAN MENGOLOK MENCACI.
MAKA KENALKANLAH DIRI KALIAN YG SEBENARNYA DENGAN KALIAN SENDIRI;
BAHWA ITULAH DIRI KALIAN YG SEBENARNYA BETAPA HINA DAN MENJIJIKAN DAN TIDAK PANTAS BERADA DIDEPAN APA YG SOK KALIAN BELA YANG MANA KALIAN BELUM TAU ISI DURIAN DAN MANGGIS TADI..
BARU MELIHAT KULIT LUWARNYA SAJA
SDH SOK TAU ISI DALAMNYA
PADAHAL KALIAN MEMAHAMI BUNGA MELATI PUTIH DAN BUNGA MAWAR MERAH SAJA TAK BECUS/ PANCA INDERA DAN DAYA KEPAHAMAN KALIAN SALING BERBEDA KEPEKAANNYA.
BAHKAN KALIAN DIBOHONGIPUN KALIAN TIDAK PAHAM SAMA SEKALI….

)catatan:
Ma’afkanlah diri AQ karena tutur kataku jk ada yg tersinggung.
AQ TIDAK MEMBELA SIAPA-SIAPA AQ PAHAM DENGAN DIRI AQ;
AQ PAHAM SETIAP NABI MEMBAWA MISI & KEPENTINGANNYA
SENDIRI UNTUK MENCARI SEBANYAK2NYA PENGIKUT GUNA
SEBAGAI PENBENARAN KEPAHAMMANNYA SENDIRI-
JD AQ ADALAH AQ TIDAK MENCARI PENGIKUT KECUALI DIRI AQ SENDIRI / NO SAY TO FOLLOWED
PEMAHAMANKU SENDIRI DAN TALENTA YG ADA PADA DIRI AQ GUNA MEMBACA SEMUA DAN INSPIRASI ALAM…

(SELANJUTNYA “PEMAHAMAN IMANKU” EPISODE II TUNGGU BERIKUTNYA..)

SEMOGA
KALIAN DAPAT PAHAMI DAN KENALI DIRI KALIAN SENDIRI…

SALOOM WASALAM MWrbb
RAHAYU…X3
GBU
BERKAH DALEM
By
YOSEPH M4Z3SOLO
ANO MARC-2014c.

Berikan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Stat

Blog Stats

  • 346,663 hits
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: