Agamaku Kesaksianku

Salib Katolik

Posted by: agamaku on: Oktober 2, 2006

Salib Katholik“Mengapa kamu banyak sekali menggantung Salib? Hampir setiap kamar ada Salib. Seakan kamu menyalibkan Yesus dimana-mana.” Kata Andi kepada Beti ketika Andi berkunjung ke rumah Beti sahabat karibnya. Kebetulan Beti adalah seorang Katolik.

“Anehnya adalah mengapa Salib orang Katolik masih menggantungkan tubuh Yesus di Salib? Bukankah DIA sudah bangkit dan naik ke Surga dan duduk di sebelah kanan Allah Bapa?” Andi melontarkan pertanyaan retoris kepada Beti. Sebenarnya Andi tahu bahwa Beti pun percaya hal yang sama.

“Orang Kristen percaya bahwa Yesus Kristus telah bangkit dan naik ke Surga. Itulah mengapa Salib orang Kristen tidak menggantungkan tubuh Yesus Kristus. Lagi pula kami tidak menggantung Salib di setiap kamar.” Lanjut Andi lagi seolah tidak memberi waktu kepada Beti untuk menjawab.

“Lihatlah, Salib-salib itu banyak sekali bentuknya. Ada yang terbuat dari kayu, ada yang dari besi, bahkan ada yang dari aluminium. Bukankah Salib Yesus itu terbuat dari kayu?” Celoteh Andi lagi sambil memegang Salib aluminium besar yang berdiri kokoh di sebuah meja sudut di ruang tamu. Kali ini Beti hanya tersenyum simpul menanggapi sahabatnya yang seorang Kristen itu.

Seminggu kemudian Beti berkunjung ke rumah Andi.

“Hai, ini foto pacar kamu?” tanya Beti ketika memandang sebuah foto seorang wanita cantik berukuran besar yang diberi bingkai kayu ukiran yang mewah.

“Hus… Ini ibuku!” bisik Andi sambil meletakkan telunjuknya di depan bibirnya seolah menyuruh Beti untuk tidak berbicara keras-keras. Maklum Beti tadi bertanya dengan nada cukup tinggi.

“Ibu kamu cantik ya?” kata Beti lagi dengan suara lebih pelan.

“Hmm… Ya jelas dong. Ibu siapa dulu? Itu foto ibu ketika masih muda, mungkin waktu itu umurnya 25 tahun.” Kata Andi dengan bangga sambil membetulkan kerah bajunya yang sebenarnya tidak perlu dibetulkan baik lipatan maupun bentuknya.

“Sekarang umurnya berapa? Sekarang ibu kamu ada dimana?” Berondong Beti.

“Sekarang umurnya sudah 60 tahun. Kebetulan saat ini ibu sedang pergi belanja bersama ayah.” Jawab Andi dengan sabar menghadapi pertanyaan-pertanyaan sahabatnya itu.

“Lho, kok masih dipajang? Bukankah sekarang ibu sudah berumur 60 tahun? Bukankah sekarang ibu sedang pergi belanja? Kok kamu masih memajang fotonya ketika usianya masih 25 tahun?” Kali ini Beti lebih memberondong Andi dengan berbagai pertanyaannya.

“Emang kenapa? Apa yang salah dengan itu?” Andi bertanya balik sambil heran mengapa sahabatnya bertanya hal-hal yang demikian.

“Lho, kamu sendiri kan yang pernah tanya padaku? Waktu itu kamu bertanya: Mengapa Salib orang Katolik masih menggantung tubuh Yesus padahal Yesus telah bangkit dan naik ke Surga?” Beti menjawab dengan nada halus seolah berusaha mengingatkan Andi akan peristiwa 1 minggu sebelumnya di rumah Beti.

“Kalau begitu boleh dong aku sekarang bertanya hal yang sama tentang ibu kamu?” Beti bertanya lagi dengan nada lebih lembut. Kali ini Andi telah ingat beberapa pertanyaan yang dia lontarkan kepada Beti seminggu yang lalu.

“Iya ya?” Jawab Andi. “Kamu hebat Beti. Aku sekarang mengerti.” Andi lalu memeluk Beti sahabatnya.

Salib orang Katolik memang menggantungkan tubuh Yesus Kristus. Salib orang Katolik memang beragam bentuknya. Bahkan tidak hanya dari kayu, tetapi juga dari bahan lain seperti aluminium, besi, dan ada juga yang dari baja. Patungnya pun beragam bentuk dan posisi. Tetapi bukan itu esensinya. Salib bagi orang Katolik adalah sebuah media untuk mengingat kisah sengsara Yesus dalam karya keselamatan-Nya bagi umat manusia.

Justru Salib orang Katolik digantung tubuh Yesus Kristus agar kita tahu bahwa Salib itu memang benar Salib Yesus Kristus. Kita benar-benar menghormati kisah sengsara dan wafat Yesus di Salib itu. Di sanalah terbentang misteri keselamatan Allah.

Umat Katolik tidak menghormati kayu salib yang berupa 2 bilah kayu yang disusun bersilangan. Tetapi umat Katolik sangat menghormati kisah sengsara dan wafat Yesus di Salib. Itulah mengapa dalam memvisualisasikan salib, orang Katolik menggantungkan tubuh Yesus di sana. Justru formasi 2 bilah kayu pembentuk salib itu tidak akan ada artinya tanpa Yesus Kristus yang rela mati untuk menebus dosa manusia dengan disalib. Ingatkan bahwa Yesus disalib bersama 2 orang penjahat yang juga disalib di sisi kanan dan kiri-Nya? Jadi kalau ada orang yang hanya percaya kepada 2 bilah kayu bersilangan itu, kita patut bertanya padanya: “Ini salib siapa? Jangan-jangan salah satu salib dari 2 penjahat itu.”

Kalau ada orang yang ngotot berargumentasi dengan bertanya pada orang Katolik: “Bukankah Yesus telah bangkit dan naik ke Surga? Kita tidak perlu menggantungkan tubuh Yesus di Salib.”

Kita patut bertanya balik kepadanya: “Bukankah Yesus telah bangkit dan naik ke Surga? Tetapi mengapa kamu masih merayakan Natal (kelahiran Yesus)? Atau mengapa kamu masih merayakan Paskah (kisah sengsara Yesus)?”

Jadi jangan berpikiran sempit ya? Juga jangan berpikiran bahwa umat Katolik hanya menghormati kisah sengsara Yesus Kristus. Kami sangat menjunjung tinggi Yesus, Sang Sabda, Sang Putra Allah. Kami juga sangat menghormati setiap bagian hidupnya sebagai manusia: sejak dikandung, dilahirkan, hidup sebagai guru, hidup untuk memberitakan Kabar Baik sambil memberikan keselamatan (jasmani dan rohani), sampai saat Dia harus menderita, wafat di kayu Salib, bangkit dan naik ke Surga. Kami juga sangat mengharapkan kedatangan-Nya yang kedua kali untuk menjadi hakim atas dunia ini.

Salib dengan tubuh Yesus itu adalah media paling ampuh bagi kami untuk mengenangkan kisah sengsara Yesus dalam karya keselamatan-Nya. Salib itu juga mengingatkan kami agar kami mampu memikul salib kami yang sebenarnya sangat ringan dan enak. Salib kami tiada artinya jika dibandingkan dengan Salib Yesus Kristus.

“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab Kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan.” (Matius 11:28-30).

“Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku.” (Matius 10:38. Bandingkan: Matius 16:24, Markus 8:34, Lukas 9:23, Lukas 14:27)

Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Olah bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh. (I Petrus 2:24)

339 Tanggapan ke "Salib Katolik"

@dewo #316.

Iya deehh..

Yang ramai blognya (btw, apa hubungannya ya..?).. =)

..

Oh iya, kamu SERING disumpah-serapahi?

Kenapa?

Sepertinya sih kamu akan menulis semacam : “karena mereka tidak mau menerima kebenaran (saya) nitt..” =)

..

Atau akibat Cara kamu Menanggapi Respon mereka?

..

Lagipula bukannya kamu kan seorang yang Damai dan Penuh Cinta Kasih sesama manusia? =)

..

Pengetahuan adalah Sumberdaya.

Bukan Kekuatan.

..

Sebagai Pemikiran. =)

..

Salam.

@izzathar6.

Salam kenal.

Saya selalu menggunakan einjil.com.
Atau sabda.org
sepertinya itu cukup.
Jadi bagaimana kalau kamu juga menggunakannya. Biar sama.

Ok?

Terus terang saya paham kenapa kamu menganalisa injil seperti itu.
Menurut pengalaman saya, umat muslim sudah terbiasa dalam menganalisa kitabnya (quran) secara parsial. Seperti nitt pernah menjelaskannya di bloq ’sirah nabawiyah”.
Tapi sebenarnya, dalam membaca alkitab, kita tidak boleh membacanya seperti itu, tidak boleh mengambil ayat sepotong-sepotong.
Itu cara yang kurang tepat dalam memabaca alkitab.

Kalau kamu melihat kebabawah sedikit, siapa yang dimaksud Yesus oleh “penghibur” itu, maka kamu akan mengerti.

Yohanes 16:13

Tetapi apabila Ia datang, yaitu ROH KEBENARAN, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.

Lagipula, coba perhatikan kata2 berhuruf tebal dibawah ini:

(Yohanes 14:16)

“Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang penolong yang lain, supaya IA MENYERTAI KAMU SELAMA-LAMANYA”.

Apakah menurut kamu muhamad menyertai kamu sampai sekarang?

Salam.

Mengenai Mathius 27: 46-47,

“Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: “Eli, Eli, lama sabakhtani?” Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?, Mendengar itu, beberapa orang yang berdiri di situ berkata: “Ia memanggil Elia.”

Justru dengan adanya ayat tsb, telah terbukti bahwa yesus dalam kapasitasnya sebagai manusia, telah disalib.

Kenapa Yesus berseru seperti itu, seolah dia tidak rela?
Karena pada saat itu, Roh Tuh@n TIDAK ADA dalam diri Yesus. Yesus berada dalam kapasitasnya sebagai manusia yang merasakan sakit, dan takut.

Kalau Yesus tetap memiliki Roh Tuh@n, Yesus tidak akan merasakan sakit dan mati di tiang salib.

Kalau Roh Tuh@n masih ada saat Yesus di salib dan mati, maka BENARLAH apa yang dituduhkan umat muslim yang senang sekali berkata seperti ini:

“Katanya TUh@n,…. kok mati disalib sih?…”

Sama seperti perkataan orang tidak percaya yang melihat yesus di salib dan berkata seperti itu.
(baca kisah penyaliban yesus)

Orang-orang disekitar tempat penyaliban boleh mengenyek Yesus, karena ketidaktahuan mereka. Kalimat yang diucapkan cukup pedih sama seperti orang muslim sekarang ini

Baca Matius 27:42-43:

“Orang lain Ia selamatkan, tetapi diri-Nya sendiri tidak dapat Ia selamatkan! Ia Raja Israel, baiklah Ia turun dari salib itu dan kami akan percaya kepadaNya. Ia menaruh harapan Nya pada Allah; baik;lah Allah menyelamatkan Dia, jikalau Allah berkenan kepadaNya! Karena Ia telah berkata Aku adalah Anak Allah.”

—-

Mungkin waraqah bin naufal, atau siapa saja orang kristen dari bangsa arab pada zaman itu, tidak senang karena perlakuan yahudi terhadap Yesus. Jadi mereka berusaha untuk “mengangkat” citra/image Yesus junjungan mereka dengan berkata bahwa Yesus tidak disalib. Sampai sekarang ini.

Itu adalah Maksud yang baik.
Tapi agaknya mereka tidak sadar bahwa dengan begitu mereka telah menyesatkan banyak orang.

Mungkin inilah yang terjadi pada saat muhamad belajar tentang kekristenan dari waraqah bin naufal.
Muhamad tidak mengerti arti dari penyaliban Yesus.

Makanya kamu sekarang berkata2 seperti itu.

Sekarang coba berpikir.

Kalau Yesus tidak pernah MATI di kayu salib, maka yesus TIDAK AKAN Pernah BANGKIT dari kematian.

Bangkitnya Yesus dari mati membuktikan bahwa Yesus telah berkuasa atas kematian.

Yesus telah mengalahkan alam kematian.
Dengan kebangkitan Yesus dari mati, Kemahakuasaan TUh@n telah dinyatakan.

HAnya Tuh@n yang bisa bangkit dari alam kubur.

Dengan bangkitnya Yesus dari alam kematian, Pertanyaan kalian yang seperti ini:

“Katanya TUh@n,…. kok bisa mati disalib sih?…”

Sudah Dijawab Yesus dengan ini:

“Nih…. Maut aja udah gue kalahin….sekarang loe tahu siapa gue sebenarnya kan…”

Salam

Sory mas Dewo ini agak OOT.

@nitt.

Gini loh nit.

Saya cuman mau kasih tau..
bahwa menurut tangkepan saya,

Kamu itu orang yang meminta orang lain berbuat sesuatu sesuai standard kamu, tetapiiii kamu sendiri ngga melakukannya…

itu maksud saya dengan biasa dong ….

saya rendah diri dan inferior?

Yaahhh begitulah..Kadang merasa inferior, kadang superior, kadang juga diantaranya

Saya pikir ngga ada salahnya merasa inferior, daripada kita selalu berfikir superior terhadap orang lain. (seperti….ehem..)

tapi…yang pokok,… saya juga rendah hati..

:)

salam.

@ Dear Izzathar6 #319,

Jawaban dari Sdr JelasNggak kepada Anda di #322 dan #323 sudah sangat baik sekali menjawab semua pertanyaan Anda. Saya sendiri sudah menulis beberapa artikel mengenai hal tersebut. Silakan klik artikel berikut untuk dipelajari:
- “Salib Lambang Keselamatan”
- “Kita dan Salib”
- “Eloi, Eloi, lama sabakhtani?”
- “Yesus Tidak Wafat?”
- “Allah yang Menjadi Manusia”

Kurang lebih demikian. Semoga artikel2 di atas dapat bermanfaat bagi Anda.

Salam.

~~~

@ Dear Nitt #321,

Iya, saya sering disumpah-serapahi. Tetapi jawaban saya bukan seperti tebakan kamu:

Sepertinya sih kamu akan menulis semacam : “karena mereka tidak mau menerima kebenaran (saya) nitt..” =)

Jawaban saya bukan seperti itu Nitt. Jika saya disumpah-serapahi dan dibenci, itu bagian dari Kristianitas. Jawaban saya adalah:

“Dunia membenci kami karena dunia membenci Yesus. Dunia membenci Yesus karena DIA bersaksi atas semua perbuatan jahat iblis.”

Salam.

@dewo #325

Kamu belum jawab pertanyaan saya.

..

Kenapa kamu sering disumpah-serapahi?

..

Kalau bisa jawab seperti ini :

“Demi Tuhan, saya sering disumpah-serapahi karena …..”

..

Berani?

..

Salam.

@ Dear Nitt #326,

“Kenapa?”
Hahaha… apakah saya harus menjawabnya? Mengapa saya harus memperjelasnya? Apakah Anda tidak mengerti? Atau Anda membutakan diri terhadap hal itu? Coba baca kembali peristiwa Monas kemarin. Saya rasa Anda akan mengerti tanpa perlu dijelaskan. Saya menganggap pertanyaan Anda adalah retoris.

Nitt:
Kalau bisa jawab seperti ini :
“Demi Tuhan, saya sering disumpah-serapahi karena …..”

Maaf Nitt, saya tidak akan menjawab dengan sumpah seperti yang Anda sarankan. Saya tidak seperti tuh@n Anda yang sering bersumpah demi bintang, binatang, atau benda-benda ciptaan yang lain.

Jadi, Anda harus paham bahwa ini bukan masalah “berani” atau “tidak-berani.” Dan lagi, jawaban saya selalu berbeda dengan saran Anda. Anda harus lebih cerdas lagi dalam bertanya dan menjawab. Atau saya harus meragukan IQ Anda yg 142?

Salam.

@Mas Dewo.

Kayaknya teman kita Nitt ini sudah mulai “membuka” diri..
artinya, kedoknya udah mulai dibuka.
Yang asli udah ketahuan sekarang..

salam.

Dengan meragukan keaslian Injil, kaum terpelajar berpendapat, bahwa dogma Tritunggal dan skemanya, seperti penebusan dosa dengan darah Yesus (atonement) yang tidak dapat diterima oleh akal, bukanlah ajaran Yesus. Kaum terpelajar berpendapat bahwa ajaran Tuhan Bapa telah masuk kedalam ajaran Kristen dari paham Yunani. Mitos Yunani mengenai istilah Zeus-Pater atau Yupiter sebagai Tuhan Bapa.
Demikian pula tentang penjelmaan Tuhan kedalam tubuh manusia yang merupakan ajaran Yunani, telah masuk pula kedalam ajara agama Kristen. Dalam ajaran agama Kristen, meskipun ibu Yesus yang bernama Maria bersuamikan Yusuf situkang kayu, tetapi sebelum Maria kawin dengan Yusuf, yaitu sejak mereka bertunangan, Maria telah mengandung dan melahirkan Yesus. Dan Yesus adalah anak Tuhan. Menurut sarjana-sarjana, cerita ini sama dengan cerita Herkules sebagai anak dari Tuhan Bapa yang bernama Zeus-Pater.
Ibu Herkules, Alkmene, telah mengandung dan melahirkan anak (dengan Tuhan Bapa) yang bernama Herkules. Jadi kedua-duanya, Yesus dan Herkules, beribu manusia tetapi berayahkan Tuhan Bapa. Kedua-duanya adalah Anak-Tuhan, keduanya adalah Tuhan.
Anehnya kedua cerita ini bersamaan pula dengan dongeng atau cerita agama hindu. Krishna, juga beribukan manusia, yaitu Devanaki, penjelmaan dari Wishnu sebagai anak Tuhan dan ayahnya adalah juga Tuhan Bapa atau Zupitri, yaitu Brahma. Krishna adalah Tuhan atau anak Tuhan, tepat seperti Kristus. Para ahli sejarah agama Jerman, seperti Bruno Freydank, Prof. Rudolf Seydel, Dr. Hubbe-Scheiden, Th. Schultze, K.E. Neumann membuktikan pula bahwa sebenarnya agama Kristen mempunyai hubungan erat dengan Hinduisme.
Mereka memastikan bahwa agama Kristen tumbuh dari Hinduisme dan Budhisme.
Ini dapat diterangkan menurut persamaan dengan apa yang kita temui dalam cerita Herkules; Bapanya bernama Zeus, namun ayahnya-manusianya adalah Amphitryon. Demikian pula Yesus, menurut Matius, disamping Anak Tuhan juga disebut anak Yusuf. Dongeng Herkules tertua menyebut Amphitryon disebut tunangan Alkmene. Demikian pula yang dikhotbahkan dalam Injil Matius.
Persamaan ajaran-ajaran dan dongeng-dongeng Yunani dengan ajaran-ajaran Gereja begitu banyaknya, sehinggga sebagian besar sarjana berpendapat bahwa cerita-cerita dalam Injil-injil itu pada hakikatnya adalah mitos-mitos yang dibuat-buat manusia.

@dewo

Sulit dibayangkan anda adalah seorang yang berusia diatas 30 Tahun.

..

Tapi yah mungkin saja sih bila anda termasuk mereka yang bersikap Bitter dalam memandang dunia ini.

..

Maksud saya..

Bila dengan usia segitu masih saja bersikap seperti anda..

..

Apa ngga cape ya..??

..

Semoga saya dapat belajar dari anda.

..

Salam.

@dewo

Kamu katakan :

“Dunia membenci kami karena dunia membenci Yesus. Dunia membenci Yesus karena DIA bersaksi atas semua perbuatan jahat iblis.”

..

Masa sih?

..

Yang jelas sih setau saya Muslim ngga boleh benci sama Jesus, karena Jesus adalah Nabi Tuhan.

..

Jadi Pikir dulu sebelum mengatakan sesuatu yang Ngga Ada dasarnya.

..

Dunia benci Kristen?

Dunia benci Jesus?

..

Apa sih?

..

Salam.

@nitt.

Kalau orang sering berbohong…
Pasti orang tersebut ngga percaya omongan orang lain..
Makanya mereka menuntut supaya orang lain tsb bersumpah.

@nitt #330

Sebaliknya,

Yang cape itu adalah orang yang terobsesi untuk selalu berusaha agar opini orang tentang dirinya adalah yang hebat, dewasa, tua, dll. dll..

gitu lah.. kamu pasti tau maksud saya kan… he he he ..

salam.

Gereja “Pertama” Ditemukan
Sumber : http://www.ourchurch.com/member/m/mukjizat/index.php?news&nid=44

Arkeolog yang melakukan penggalian di Yordania menemukan apa yang mereka percayai sebagai gereja pertama di dunia, menurut sebuah laporan Senin lalu.

“Kami sudah membuka tentang apa yang kami percaya menjadi gereja pertama di dunia, tertanggal 33 M. sampai 70 M.,” kata sejak Abdul Qader al Hussan, ketua Jordan Rihab Center for Archaeological Studies, kepada The Jordan Times.

Dia menambahkan bahwa penemuan tersebut sangat “menakjubkan.”

Gereja yang ditemukan di bawah tanah gereja Saint Georgeous di Rihab, Mafraq, di Yordania utara dekat perbatasan Suriah itu diperkirakan berusia hampir 2.000 tahun . St Georgeous didirikan pada 230 M., dan dianggap sebagai gereja “yang sesungguhnya” tertua di dunia.

Hussan mengatakan timnya mempunyai bukti yang dapat dipercaya bahwa gereja ini menjadi tempat perlindungan orang Kriste- 70 murid Yesus Kristus itu.

Ke-70 orang Kristen mula-mula ini sepertinya telah melarikan diri dari penganiayaan di Yerusalem, khususnya terhadap Rihab, dan gereja tersebut didirikan di Yordania utara. Sumber-sumber sejarah, menurut Hussan, mengisyaratkan ke-70 umat Kristiani pertama hidup dan menjalankan kepercayaan mereka di gereja bawah tanah dan hanya pergi ketika agama Kristen dipeluk oleh penguasa Roma. “Masa itulah St Georgeous dibangun, “kata Hussan mengamati.

Gereja bawah tanah digambarkan sebagai gua dengan beberapa tempat duduk batu yang dipercaya digunakan bagi pastoral dan sebuah bidang di sekelilingnya, diperkirakan sebagai apse-sebuah tempat yang biasanya altar diletakkan.

“Sebuah tembok dengan sebuah pintu masuk adalah satu-satunya sekat yang memisahkan altar dengan tempat tinggal,” lapor Hussan. Ada juga sebuah terowongan dalam gua yang diperkirakan menuju ke mata air, katanya.

Uskup Deputi dari Greek Orthodox Archdiocese Archimandrite Nektarious menggambarkan penemuan tersebut sebagai tonggak bersejarah penting bagi orang Kristiani di seluruh dunia.

“Satu-satunya gua lain di dunia yang bentuk dan tujuannya mirip ada di Thessalonika, Yunani,” kata uskup, menurut The Jordan Times.

Pejabat di Kementerian Pariwisata Yordania mengatakan mereka bermaksud mempergunakan penemuan tersebut untuk memajukan kepariwisataan di daerah tersebut dalam waktu dekat.

Sekitar 30 gereja sudah ditemukan di Rihab, menurut Hussan, dan Yesus dan Maria diperkirakan pernah melewati tempat tersebut.(ChristianPost-Mujizat)


Salamun ‘ala manittaba al Huda
Khud al hikmah walau min lisani al kafir

Analisa Doktrin Penebusan Dosa
Oleh : Armansyah

Dengan Nama Allah yang Pengasih, Penyayang.
Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.
Semoga ahli Kitab mendapatkan petunjuk Allah kepada Islam.

‘Isa al-Masih merupakan Nabi terakhir yang diutus Allah kepada Bani Israel dalam teologi Islam, untuk kemudian hikmah kenabian atas Bani Israel pupus dan berganti kepada Bani Ismail melalui turunnya wahyu Allah untuk Muhammad al-Amin ditanah Mekkah al-Mukarromah sekitar 600 tahun sesudah dakwah al-Masih putera Maryam di Yerusalem.

Kalangan Kristen mengatakan bahwa ‘Isa al-Masih sudah tersalibkan dan mati untuk menebus dosa-dosa umat manusia yang disebabkan oleh Adam dan istrinya sewaktu mereka masih berada ditaman Eden pada mula penciptaan.

Adakah benar doktrin penebusan dosa oleh darah al-Masih ini ?

Apakah penyaliban yang digambarkan kepada ‘Isa putera Maryam adalah sesuatu hal yang logis dan bertujuan ataukah hanya sekedar rekayasa alias sandiwara ketuhanan yang diadakan oleh manusia ?

Untuk menjawab ini, ada baiknya jika kita mau dan sudi untuk melakukan pengkajian secara seksama melalui sumber-sumber dari dunia Kristen itu sendiri, yaitu The Bible (orang Kristen Indonesia biasa menyebutnya al-Kitab namun saya lebih menyukai ucapan “The Bible”.).

Dari The Bible kita buka kitab pertamanya yaitu kitab Genesis atau kitab Kejadian, didalamnya Genesis memberikan cerita bahwa pada mula pertama, ditaman Eden Allah telah menempatkan manusia pertama yang diberi nama Adam.

“And the Lord God formed man of the slime of the earth: and breathed into his face the breath of life, and man became a living soul. And the Lord God had planted a paradise of pleasure from the beginning: wherein he placed man whom he had formed.” (Genesis 2:7-8 from Bible Douay [http://www.cybercomm.net/~dcon/OT/genesis.html ]).

“And the Lord God took man, and put him into the paradise for pleasure, to dress it, and keep it. And he commanded him, saying: Of every tree of paradise thou shalt eat: But of the tree of knowledge of good and evil, thou shalt not eat. for in what day soever thou shalt eat of it, thou shalt die the death.”
(Genesis 2:15-17 dari sumber yang sama).

Disini diceritakan bahwa Allah telah memberikan peringatan kepada Adam agar tidak memakan buah dari pohon pengetahuan yang mengandung unsur kebaikan dan kejahatan yang berada didalam taman Eden, sebab pada hari manusia memakan buah tersebut, maka dia akan mati, demikian firman Allah kepada Adam.

Selanjutnya pada pasal ke-3, kitab Genesis memberikan gambaran bahwa istri dari Adam telah terbujuk oleh se-ekor ular untuk memakan buah dari pohon tersebut, disini sang ular menyibak kebohongan Allah.

Genesis :

Gen 3:1 Now the serpent was more subtle than any, beast of the field which the LORD God had made. And he said unto the woman, Yea, hath God said, Ye shall not eat of every, tree of the garden?

Gen 3:2 And the woman said unto the serpent, We may eat of the fruit, of the trees of the garden:

Gen 3:3 But of the fruit, of the tree which is in the midst of the garden, God hath said, Ye shall not eat of it, neither shall ye touch it, lest ye die.

Gen 3:4 And the serpent said unto the woman, Ye shall not surely die:

Gen 3:5 For God doth know that in the day ye eat thereof, then your eyes shall be opened, and ye shall be as gods, knowing good and evil.

Gen 3:6 And when the woman saw that the tree was good for food, and that it was pleasant to the eyes, and a tree to be desired to make one wise, she took of the fruit, thereof, and did eat, and gave also unto her husband with her; and he did eat.

Gen 3:7 And the eyes of them both were opened, and they knew that they were naked; and they sewed fig leaves together, and made themselves aprons.

Sebagaimana uraian kitab Kejadian diatas, Allah sebelumnya mengatakan bahwa jika manusia memakan buah dari pohon terlarang itu maka hari itu dia akan mati, tetapi sang ular berkata sebaliknya, jika manusia “nekad” memakannya maka manusia tidak akan mati namun malah menjadi pintar, mengetahui hal-hal yang baik dan hal-hal yang buruk seperti keadaan Allah.

Disini terjadi keanehan, bukankah pada Genesis 1 ayat 26 junto Genesis 1 ayat 31 dikatakan bahwa Allah telah menciptakan manusia dengan penuh kesempurnaan ?

Gen 1:26 And God said, Let us make man in our image, after our likeness

Gen 1:31 And God saw every thing that he had made, and, behold, it was very good

Bila Allah telah menciptakan manusia dengan penuh kesempurnaan menurut rupa Allah seperti ayat-ayat diatas, tentulah pada waktu itu juga manusia sudah mengenal sifat baik dan buruk. Hal ini terangkat dengan adanya ayat dari Kitab Kejadian yang berbunyi :

Gen 3:22 And the LORD God said, Behold, the man is become as one of us, to know good and evil: and now, lest he put forth his hand, and take also of the tree, of life, and eat, and live forever:

Jadi dari Kitab Kejadian pasal 3 ayat 22 diatas, Allah itu memiliki pengetahuan mengenai kebaikan dan keburukan, dan apabila Adam diciptakan menurut citra-Nya sebagaimana maksud Kitab Kejadian 1:26 dan Kitab Kejadian 1:31, tentulah unsur pengetahuan itu secara otomatis sudah berada pada diri Adam jauh sebelum Adam melakukan pelanggaran dengan memakan buah dari pohon pengetahuan itu sendiri sebab dia adalah gambaran Allah.

Pertanyaan yang timbul kemuka apabila doktrin kesempurnaan Adam sebelum dia melanggar tetap dipertahankan, ini berarti Allah sama sekali tidak memberikan kesempurnaan pada Adam. Kenapa ? Sebab Allah belum menciptakan dia secara lengkap dengan gambar-Nya yang asli dan ini berarti Allah telah berbohong didalam Bible ! Dan parahnya kebohongan Allah itu dibongkar oleh Iblis yang menyamar menjadi ular !

Pembahasan berikutnya adalah pernyataan Allah sendiri yang mengatakan akan mematikan manusia jika mereka nekad memakan buah terlarang tersebut. Apakah Allah sama sekali tidak mengetahui bahwa dengan diciptakan-Nya pohon larangan ini maka manusia yang juga ciptaan-Nya itu akan melanggar ? Apakah ini semacam jebakan dari Tuhan untuk manusia biar jatuh dalam dosa ? Lalu jika benar Allah tidak menginginkan manusia itu mati (baik mati hati maupun mati jasad), maka untuk apa Tuhan menciptakan pohon tersebut dan apa pula tujuan Tuhan menjadikan manusia kekal ? Apakah Tuhan sudah bosan dalam kesendirian-Nya sehingga merasa perlu untuk membuat Tuhan-tuhan lainnya ? (Tuhan disini dalam arti person-person yang juga memiliki sifat kekekalan). ; Lalu untuk apapula diciptakan-Nya Iblis yang jahat sementara Dia menginginkan manusia itu sendiri berada dalam kebaikan ?

Saya rasa pembahasan dari sisi The Bible justru mengantar kita untuk lebih berpikir kritis terhadap cerita yang ada didalamnya dan sekaligus untuk menentukan keabsahan cerita tersebut untuk bisa lebih diyakini selaku kitab suci dari Tuhan.

Cerita terus bergulir sampai pada kisah sepak terjang anak-anak keturunan Adam dibumi yang penuh dengan tema kesedihan, kebahagiaan, kemungkaran, kebatilan, kebenaran serta keadilan juga kehidupan dan kematian.

Sepanjang masanya, romansa kehidupan manusia didunia selalu diikuti dengan turunnya orang-orang pilihan Allah selaku Nabi dan Rasul-Nya demi mengangkat martabat manusia kepada jenjang yang lebih tinggi, kepada peradaban, pencerahan, kesejahteraan serta lain sebagainya sebagai langkah pengabdian diri kepada Allah yang Maha Esa.

Allah telah mengutus Nuh, Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya’kub, hingga terus kepada Musa dan sejumlah tokoh-tokoh surgawi lainnya demi menuntun manusia kepada jalan-Nya, indikasi ini sama sekali membuktikan bahwa Allah tidak pernah membuat jarak terhadap manusia pasca Adam, sebaliknya Allah telah memuliakan mereka dan tidak ada dendam antara Tuhan dengan manusia walau sebelumnya Adam telah melakukan pelanggaran atas perintah-Nya.

al-Masih, ‘Isa putera Maryam sendiri bersabda :

Mat 18:1 At the same time came the disciples unto Jesus, saying, Who is the greatest in the kingdom of heaven?

Mat 18:2 And Jesus called a little child unto him, and set him in the midst of them,

Mat 18:3 And said, Verily I say unto you, Except ye be converted, and become as little children, ye shall not enter into the kingdom of heaven.

Selaras dengan sabda sang Messias tersebut diatas, dalam kitab Nabi Musa yang bernama Ulangan dan juga kitab Yehezkiel didapati pula pernyataan :

Deu 24:16 The fathers shall not be put to death for the children, neither shall the children be put to death for the fathers: every man shall be put to death for his own sin.

Eze 18:20 The soul that sinneth, it shall die. The son shall not bear the iniquity of the father, neither shall the father bear the iniquity of the son: the righteousness of the righteous shall be upon him, and the wickedness of the wicked shall be upon him.

Ini adalah ungkapan yang jelas sekali dan sangat rasional, kesalahan yang dilakukan seorang manusia, tidaklah bisa dibebankan kepada manusia lainnya meskipun itu antara Bapak dan Anak, Adam dan keturunannya, karena masing-masing manusia harus menanggung apa yang telah mereka kerjakan masing-masing dalam kehidupannya, anak tidak akan disiksa karena bapaknya melanggar, begitupun sebaliknya. Inilah keadilan yang sejati.

Lalu kemudian jika munculnya ‘Isa al-Masih ditengah-tengah umat Bani Israel digambarkan sebagai sosok Allah yang menjelma dengan tubuh manusia demi menebus dosa semua manusia akibat pelanggaran Adam, maka sudah sewajarnya dipertanyakan kaitan doktrin ini dengan ayat-ayat tersebut diatas sebagai suatu asas keadilan.

Tidak akan pernah Allah menjadi plin-plan dalam bertindak, jelas bila ada pertentangan pemahaman, maka itu berasal dari pikiran manusia sendiri alias direkayasa sedemikian rupa sehingga menjadi berbenturan dengan hukum-hukum Allah.

Allah adalah Tuhan yang Maha Kuasa dan Maha Agung, untuk mengampuni dosa manusia, Dia tidak perlu untuk menjelmakan diri-Nya sebagai makhluk yang dimulai dengan 9 bulan lamanya dalam perut ciptaan-Nya sendiri. Tidak adakah tugas-tugas atau pekerjaan lain yang lebih berarti daripada Dia harus melakukan pekerjaan seperti itu ?

Jika kemudian ada penyebutan Bapak dan Anak, maka ini juga satu tanda tanya besar, bahwa Allah dikatakan menjelma maka Dia tidak bisa disebut Anak sebab mereka adalah satu, dan jika istilah Anak-Bapa tetap diterapkan maka berarti Allah bukan satu, sebab Allah sudah terbagi menjadi 2 bagian, Allah Bapa dan Allah anak yang berarti Allah itu bukan lagi Esa melainkan Poly (banyak), dan ini bertentangan dengan doktrin gereja serta banyak ayat-ayat Bible itu sendiri mengenai identitas Tuhan yang esa.

Lebih lanjut disebutkan bahwa semua manusia telah berdosa/berontak kepada Allah (Roma 3: 23). Upah dosa ialah MAUT/kematian selama-lamanya (Roma 6:23). Itu berarti hal keberdosaan manusia itu menyangkut nyawa. Dan tidak ada yang mampu selamat dari hukuman kematian itu selain yesus, demikian menurut klaim Kristen.

Dari sini kita dapati pemikiran baru yang sebenarnya bertentangan, bahwa manusia itu setelah Adam melanggar, dia dibebani oleh dosa waris sehingga manusia harus menanggung maut karena dosanya itu (maut sebagai upah dosa menurut Paulus).

Benarkah teori baru ini dan otentik-kah dengan pandangan The Bible sendiri ?
Ternyata pendapat ini sangat tidak bersesuaian dengan ayat-ayat Bible. Mati dan Hidup adalah satu sifat yang alamiah dan suatu kodrat bagi makhluk yang bernyawa.

Ecc 8:8 There is no man that hath power over the spirit to retain the spirit; neither hath he power in the day of death: and there is no discharge in that war; neither shall wickedness deliver those that are given to it.

Allah tidak pernah menginginkan untuk menciptakan manusia dalam keabadian, begitupun makhluk-makhluk yang lainnya, sebab dengan demikian akan mengingkari sifat alpha dan omega dari Tuhan itu sendiri bahwa hanya Allah yang kekal dan abadi

Jer 10:10 But the LORD is the true God, he is the living God, and an everlasting king: at his wrath the earth shall tremble, and the nations shall not be able to abide his indignation.

Isa 42:8 I am the LORD: that is my name: and my glory will I not give to another, neither my praise to graven images.

Rev 1:8 I am Alpha and Omega, the beginning and the ending, saith the Lord, which is, and which was, and which is to come, the Almighty.

Rev 21:6 And he said unto me, It is done. I am Alpha and Omega, the beginning and the end. I will give unto him that is athirst of the fountain of the water of life freely.

Rev 22:13 I am Alpha and Omega, the beginning and the end, the first and the last.

Karenanya, Allah menciptakan kehidupan makhluk menuruti kehendak-Nya dan Dia juga yang menentukan waktu bagi makhluk tersebut untuk mengakhiri aktivitasnya melalui kematian. Ini bukan satu upah dari dosa tetapi suatu kewajaran alamiah.

Hal ini juga sangat bersesuaian sekali dengan pemaparan Bible pada ayatnya yang lain dalam satu kilas balik menuju Kitab Genesis 3:22.

Gen 3:22 And the LORD God said, Behold, the man is become as one of us, to know good and evil: and now, lest he put forth his hand, and take also of the tree, of life, and eat, and live forever:

Terlepas dari kontekstual teks yang mungkin bisa berkembang menjadi satu perdiskusian baru namun yang jelas pada ayat diatas, Allah tidak menginginkan kekekalan ataupun juga keabadian terjadi pada diri manusia karena itu Allah mewanti-wanti (jika tidak ingin dikatakan cemas) agar jangan sampai manusia akhirnya mengambil pohon kehidupan sehingga bisa hidup immortal.

Dengan demikian maka apa yang dinyatakan dengan tersalibnya ‘Isa al-Masih untuk menebus dosa manusia warisan Adam agar mereka bisa hidup abadi adalah tidak memiliki kesinambungan dengan apa yang digambarkan oleh The Bible sendiri, karena itu doktrin ini hanyalah sandiwara yang dipaksakan, khususnya oleh Paulus sebagai orang pertama pencetus ajaran yang menyimpang dari hukum para Nabi Allah.

Paulus juga terbukti sudah meruntuhkan hukum Taurat yang diberikan kepada Nabi Musa dan tidak pernah dibatalkan oleh ‘Isa anak Maryam sendiri.

Akhir kata, seluruh Hidayah itu hanya berasal dari Allah, manusia cuma bisa berencana namun Allah adalah sebagai penentu akhir, semoga dengan sekian banyaknya perdiskusian agama antara Islam-Kristen yang telah terjadi bisa semakin menambah khasanah pengetahuan umat Islam khususnya yang dibarengi dengan semakin kokohnya kepercayaan kepada Allah dan Rasul-Nya.

Bagaimana menurut versi Islam sendiri tentang keberadaan manusia, dosa dan maut ?

Awal penjadian homo sapiens bernama Adam :

“Ketika Tuhan-mu berkata kepada Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak jadikan seorang khalifah dibumi !”. Mereka bertanya: “Apakah Engkau mau menjadikan padanya makhluk yang akan membuat bencana padanya dan akan menumpahkan darah, padahal kami bertasbih dengan memuji Engkau dan memuliakan Engkau ?” Dia menjawab: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui !”. -Qs. al-Baqarah 2:30

“Hai Adam ! tinggallah engkau dan istrimu di Jannah serta makanlah oleh kamu berdua apa-apa yang disukai, tetapi janganlah kamu mendekati Syajaratu, karena kamu akan termasuk golongan mereka yang zhalim”. -Qs. 7 al-A’raaf :19

Point utama disini :

# Adam dijadikan oleh Allah MEMANG untuk menjadi khalifah dibumi ( tujuan awal sudah ditetapkan )
# Dan sementara itu Adam tinggal di jannah/kebun yang subur disebuah tempat (entah itu disalah satu planet atau juga salah satu lokasi dibumi kita ini)

Berikutnya :

“Dan ingatlah, ketika Kami memerintah kepada malaikat: “Sujudlah kepada Adam !”, lalu mereka sujud kecuali iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia durhaka kepada perintah Tuhannya !” -Qs. 18 al-Kahfi :50

Selanjutnya Iblis berkata :

Kemudian akan aku datangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau (wahai Allah) tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur. -Qs. 7 al-A’raaf :17

(Allah berfirman :) Maka bujuklah siapa yang kamu sanggupi di antara mereka dengan ajakanmu, dan perlihatkanlah terhadap mereka pasukanmu yang berkendaraan dan yang berjalan kaki dan bekerjasamalah dengan mereka pada harta dan anak-anaknya dan beri janjilah mereka… -Qs. 17 al-Israa : 64

“Dan demikianlah Kami jadikan bagi setiap Nabi itu musuh, setan-setan /dari/ manusia dan jin, sebahagian mereka membisikkan kebohongan kepada sebahagian yang lain sebagai tipu daya.” -Qs. 6 al-An’aam :112

Sesungguhnya hamba-hamba-Ku tidak ada kekuasaan bagimu terhadap mereka, kecuali orang-orang yang mengikutimu, yaitu orang-orang yang sesat. -Qs. 15 al-Hijr : 42

Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara totalitas, dan jangan kamu ikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu. -Qs. 2 al-Baqarah: 208

“Lalu keduanya digelincirkan oleh syaitan dari Jannah itu dan dikeluarkan dari keadaan semula dan Kami berfirman: “Turunlah kamu ! Sebahagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kelengkapan hidup sampai waktu yang ditentukan”. -Qs. 2 al-Baqarah :36

“Kemudian Tuhannya memilihnya maka Dia menerima taubatnya dan memberinya petunjuk. Allah berfirman:Turunlah kamu berdua dari Jannah bersama-sama, sebagian kamu menjadi musuh sebahagian yang lain. Maka jika datang kepadamu petunjuk daripada-Ku, lalu barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan ia tidak akan celaka.” -Qs. 20 Thahaa :122-123

Point utama disini :

# Iblis membuat perjanjian dengan Allah untuk menjadi oposisi dan rival manusia dengan segala caranya

# Allah mempersilahkan dengan catatan-catatan-Nya sendiri

# MOU antara Allah dan Iblis disepakati

# Iblis berhasil membuat Adam dan istrinya melanggar perintah Allah dengan sebab dan akibatnya sendiri

# Allah menerima taubat Adam, tidak ada jarak maupun dendam antara Allah dengan manusia
# Adam dan istrinya dipindahkan atau diturunkan dari Jannah itu menuju kedunia sebagaimana yang sudah dikehendaki oleh Allah semula dalam tujuan awal, perpindahan ini sekali lagi bukan atas dasar dendam atau berjarak, namun karena memang begitulah tujuan awal penciptaan Adam selaku homo sapiens

# Jika memang mau dilihat dari sisi kepecundangan, maka bukan Allah yang dipecundangi oleh Iblis (sebagaimana tertera dalam Bible) tetapi justru Allah-lah yang mempecundangi Iblis karena melalui dirinyalah rencana Allah bisa berjalan secara sunnatullah (kausalitas -sebab dan akibat) atas diri Adam tanpa harus ada pemaksaan kehendak

Demikianlah secara singkat perjanjian antara Allah dan Iblis pada suatu waktu dimasa yang lalu menyangkut langkah penyesatan Iblis yang sombong atas diri manusia berikut tantangan balik dari Allah agar Iblis benar-benar mengerahkan segala daya kemampuan dan strateginya untuk itu sekaligus disisi lain, Allah menjamin untuk orang-orang yang beriman kedalam penjagaan-Nya.

Dan perjanjian tersebut diatas selanjutnya menjadi titik awal dari pertempuran sengit antara manusia sebagai khalifah Allah melawan Iblis dan kaki tangannya dalam semua dimensi, semua situasi, semua cara dan semua masa.

Berkata iblis: Wahai Tuhanku,maka beri tangguhlah kepadaku sampai hari kebangkitan. -Qs. 15 al-Hijr :36

Allah berfirman: Maka sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi kesempatan. -Qs. 15 al-Hijr : 37

Sesuai janjinya, maka tidak ada celah yang disisakan oleh Iblis untuk menjerumuskan hamba-hamba Allah yang berusaha untuk berperilaku benar dijalan Tuhan agar masuk kedalam perangkap setaniahnya.; Seiring perputaran waktu dan peradaban, selama itupula propaganda-propaganda dari sang Iblis itu senantiasa mewarnai perjalanan hidup manusia.

Ada kalanya manusia dibayangi oleh rasa kesombongan tersebab dirinya yang serba berkecukupan, hartanya berlimpah, anak-anak yang tampan dan cantik, status sosialnya yang tinggi dimana semua orang menunduk berjalan dihadapannya, tetapi adakalanya juga manusia dibayangi oleh rasa ketakutan terhadap sesuatu yang sebenarnya tidak harus terjadi, ketakutan akan turunnya jabatan, hilangnya harta benda, meninggalnya orang-orang yang disayangi, ketakutan terhadap sebuah mitos maupun hal-hal takhayul yang beredar dimasyarakat, takut akan hal-hal buruk yang bisa terjadi, takut panen gagal dan sebagainya.

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang bersabar -Qs. 2 al-Baqarah: 155

Manusia juga seperti janji Iblis, akan dibuai oleh fatamorgana yang menyesatkan, dimana sesuatu yang sebenarnya buruk akan tampak baik dan mulia, kita bisa saksikan bersama-sama sekarang ini umpamanya dimana wanita yang berbaju terbuka, bergoyang pantat dimuka penonton, mendesah-desah lirih dalam tayangan iklan produk tertentu ditelevisi justru dianggap wanita yang terhormat, ikut trend, terkenal, dibayar mahal dan pelarangan atas hal-hal demikian akan dianggap sebagai pelanggaran hak asasi yang harus dikecam bahkan kalau perlu disikapi secara frontal sampai kepada peperangan.

Dilihat dari sisi tujuan penciptaan manusia melalui perbandingan cerita antara al-Qur’anul karim dengan The Bible … jelas cerita al-Qur’an-lah yang paling realible dan rasional, ada makna dan tujuan yang jelas sejak awalnya bukan malah menjadi ajang sandiwara ketuhanan apalagi tanpa tujuan yang jelas.

Tentang dosa, bagaimana menurut al-Qur’an ?

Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa. -Qs. 2 al-Baqarah: 276

Dan tolong-menolonglah kamu dalam kebajikan dan taqwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. -Qs. al-Ma’idah 5:2

Barangsiapa yang kafir maka dia sendirilah yang menanggung kekafirannya itu; dan barangsiapa yang beramal saleh maka untuk diri mereka sendirilah mereka menyiapkan (maqamnya disisi Allah) -Qs. 30 ar-Ruum :44

Katakanlah: “Kamu tidak akan ditanya (bertanggung jawab) tentang dosa yang kami perbuat dan kami tidak akan ditanya (pula) tentang apa yang kamu perbuat”. -Qs. 34 Sabaa’ :25

Tentang maut, bagaimana menurut al-Qur’an ?

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. -Qs. 3 ali Imran : 185

Dialah yang menciptakan kamu dari tanah, sesudah itu ditentukan ajal(mu) -Qs. 6 al-An’am 6:2

Tiap-tiap umat mempunyai ajal. Apabila telah datang ajal mereka, maka mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak (pula) mendahulukan(nya). -Qs. 10 Yuunus :49

Akhirnya, kebenaran Allah sajalah yang menang dan bisa diterima dengan lapang dada dan rasional … batillah hal-hal selain kebenaran ilahiah.

Pendistribusian ulang tulisan ini dibebaskan untuk kepentingan dan kemaslahatan Islam dengan tetap mencantumkan sumber aslinya untuk mempermudah rujukan bagi yang memerlukan.


Salamun ‘ala manittaba al Huda
Khud al hikmah walau min lisani al kafir

-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=–=-=-=-=-=-=-=–=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=–=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125

Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa’ : 63

that article published by

ARMANSYAH
http://arsiparmansyah.wordpress.com
–~–~———~–~—-~————~——-~–~—-~

kenapa ya semua harus menjelekan agama orang lain?
sorry ya,g seorang Khatolik,tapi g mengakui agama paling baik di dunia ini Muslim,tapi yang g sayangin agama Muslim di indonesia tidak sukup baik,bukan karena agamanya yang tidak baik atau jelek,tapi manusia2nya yang kurang baik.ga cuma Muslim aja tapi juga agama2 yang lain seperti Khatolik atau Kristen.kenapa mereka harus menjelekan agama orang lain dan saling menjatuhkan?g yakin kok di semua KITAB SUCI ga ada kata2 yang ngajarin manusia harus saling menjelekan agama orang lain dan saling menjatuhkan.klo masalah beda pendapat..itu wajar,tapi utk apa sich di tanggapin dengan hati yang panas?kalo emang mereka ga terima dgn pendapat kita dan menyindir atau menjelekan kita,ya udah biarin aja,toh orang itu yang dosa kok.dan setau g blog ini di buat kayakna utk tukar pendapat d,bukannya untuk ribut atau nge-jelek2in agama lain.smua sama aja,smua agama punya 1 TUHAN,yaitu ALLAH Yang Maha Segalanya.Tuhan yang ada di Muslim di panggil ALLAH,di Katolik dan Kristenpun di panggil TUHAN ALLAH..So…utk apa di perdebatkan?TUHAN ALLAH kita sama dan cuma 1,cuma caranya aja yang beda tapi intinya sama.jadi g pikir utk apa kita saling menjelekan agama2 lain?
Cobalah untuk berpendapat dengan damai tanpa kata2 yang menyindir atau menjelekan,klo mereka ga isa terima pendapat kita ya udah cuekin aja.
G bener2 minta maaf ama smuanya,g baru liat blog ini dan terus terang g kagum dan juga kaget sama isi2nya.tapi g seneng isa tau blog ini jadi g isa belajar lebih banyak lagi tentang karakter2 dan sifat2 manusia.tapi klo utk menjelekan agama lain lebih baik di pikir dulu d,ga bae.dosa…
Salam damai selalu utk smuanya…
Oia g cuma mau kasih tau aja klo g ini seorang Khatolik dan g punya papa angkat seorang Muslim.
Kalau utk memuat isi2 Alkitab dan Al-Qur’an g seneng banget jadi g isa tau lebih banyak lagi.
Thanks ya….inget jangan panas2,nanti gosong lagi….huehehehe….
GBU all….

SALIB?

TIDAK GAMPANG MEMAHAMI MAKNA MEMANGGUL SALIB HIDUP
BERATNYA HIDUP TIDAK SEBANDING DENGAN SALIB YANG TERIMA YESUS. KE DUANYA SANGAT MEMBERI MAKNA YANG BAIK UNTUK PERKEMBANGAN SPIRITUAL KITA.

SELAMAT MEMAKNAI DARI MEMANGGUL SALIB HIDUP
KALAU ADA WAKTU SILAHKAN MENGUNJUNGI BLOG-KU DAN BERI KOMENTAR YA, CUKUP KLIK NAMAKU PASTI TERHUBUNG. ATAU KALAU TIDAK BISA KUNJUNGI DI

HTTP://TEDDYWIRAWAN.WORDPRESS.COM

INGAT !
PAKAI HURUF KECIL, YA
MAAF NI NULISNYA HURUF BESAR. CAPS LOCK-NYA MATI

SALAM DAN DOA

@teddy..

BLOG kamu di suspended… kenapa ya…?

Tinggalkan Balasan

Anda harus masuk log untuk mengirim sebuah komentar.

Stat

a

Blog Stats

  • 165,111 hits