Agamaku Kesaksianku

Salib Katolik

Posted by: agamaku on: Oktober 2, 2006

Salib Katholik“Mengapa kamu banyak sekali menggantung Salib? Hampir setiap kamar ada Salib. Seakan kamu menyalibkan Yesus dimana-mana.” Kata Andi kepada Beti ketika Andi berkunjung ke rumah Beti sahabat karibnya. Kebetulan Beti adalah seorang Katolik.

“Anehnya adalah mengapa Salib orang Katolik masih menggantungkan tubuh Yesus di Salib? Bukankah DIA sudah bangkit dan naik ke Surga dan duduk di sebelah kanan Allah Bapa?” Andi melontarkan pertanyaan retoris kepada Beti. Sebenarnya Andi tahu bahwa Beti pun percaya hal yang sama.

“Orang Kristen percaya bahwa Yesus Kristus telah bangkit dan naik ke Surga. Itulah mengapa Salib orang Kristen tidak menggantungkan tubuh Yesus Kristus. Lagi pula kami tidak menggantung Salib di setiap kamar.” Lanjut Andi lagi seolah tidak memberi waktu kepada Beti untuk menjawab.

“Lihatlah, Salib-salib itu banyak sekali bentuknya. Ada yang terbuat dari kayu, ada yang dari besi, bahkan ada yang dari aluminium. Bukankah Salib Yesus itu terbuat dari kayu?” Celoteh Andi lagi sambil memegang Salib aluminium besar yang berdiri kokoh di sebuah meja sudut di ruang tamu. Kali ini Beti hanya tersenyum simpul menanggapi sahabatnya yang seorang Kristen itu.

Seminggu kemudian Beti berkunjung ke rumah Andi.

“Hai, ini foto pacar kamu?” tanya Beti ketika memandang sebuah foto seorang wanita cantik berukuran besar yang diberi bingkai kayu ukiran yang mewah.

“Hus… Ini ibuku!” bisik Andi sambil meletakkan telunjuknya di depan bibirnya seolah menyuruh Beti untuk tidak berbicara keras-keras. Maklum Beti tadi bertanya dengan nada cukup tinggi.

“Ibu kamu cantik ya?” kata Beti lagi dengan suara lebih pelan.

“Hmm… Ya jelas dong. Ibu siapa dulu? Itu foto ibu ketika masih muda, mungkin waktu itu umurnya 25 tahun.” Kata Andi dengan bangga sambil membetulkan kerah bajunya yang sebenarnya tidak perlu dibetulkan baik lipatan maupun bentuknya.

“Sekarang umurnya berapa? Sekarang ibu kamu ada dimana?” Berondong Beti.

“Sekarang umurnya sudah 60 tahun. Kebetulan saat ini ibu sedang pergi belanja bersama ayah.” Jawab Andi dengan sabar menghadapi pertanyaan-pertanyaan sahabatnya itu.

“Lho, kok masih dipajang? Bukankah sekarang ibu sudah berumur 60 tahun? Bukankah sekarang ibu sedang pergi belanja? Kok kamu masih memajang fotonya ketika usianya masih 25 tahun?” Kali ini Beti lebih memberondong Andi dengan berbagai pertanyaannya.

“Emang kenapa? Apa yang salah dengan itu?” Andi bertanya balik sambil heran mengapa sahabatnya bertanya hal-hal yang demikian.

“Lho, kamu sendiri kan yang pernah tanya padaku? Waktu itu kamu bertanya: Mengapa Salib orang Katolik masih menggantung tubuh Yesus padahal Yesus telah bangkit dan naik ke Surga?” Beti menjawab dengan nada halus seolah berusaha mengingatkan Andi akan peristiwa 1 minggu sebelumnya di rumah Beti.

“Kalau begitu boleh dong aku sekarang bertanya hal yang sama tentang ibu kamu?” Beti bertanya lagi dengan nada lebih lembut. Kali ini Andi telah ingat beberapa pertanyaan yang dia lontarkan kepada Beti seminggu yang lalu.

“Iya ya?” Jawab Andi. “Kamu hebat Beti. Aku sekarang mengerti.” Andi lalu memeluk Beti sahabatnya.

Salib orang Katolik memang menggantungkan tubuh Yesus Kristus. Salib orang Katolik memang beragam bentuknya. Bahkan tidak hanya dari kayu, tetapi juga dari bahan lain seperti aluminium, besi, dan ada juga yang dari baja. Patungnya pun beragam bentuk dan posisi. Tetapi bukan itu esensinya. Salib bagi orang Katolik adalah sebuah media untuk mengingat kisah sengsara Yesus dalam karya keselamatan-Nya bagi umat manusia.

Justru Salib orang Katolik digantung tubuh Yesus Kristus agar kita tahu bahwa Salib itu memang benar Salib Yesus Kristus. Kita benar-benar menghormati kisah sengsara dan wafat Yesus di Salib itu. Di sanalah terbentang misteri keselamatan Allah.

Umat Katolik tidak menghormati kayu salib yang berupa 2 bilah kayu yang disusun bersilangan. Tetapi umat Katolik sangat menghormati kisah sengsara dan wafat Yesus di Salib. Itulah mengapa dalam memvisualisasikan salib, orang Katolik menggantungkan tubuh Yesus di sana. Justru formasi 2 bilah kayu pembentuk salib itu tidak akan ada artinya tanpa Yesus Kristus yang rela mati untuk menebus dosa manusia dengan disalib. Ingatkan bahwa Yesus disalib bersama 2 orang penjahat yang juga disalib di sisi kanan dan kiri-Nya? Jadi kalau ada orang yang hanya percaya kepada 2 bilah kayu bersilangan itu, kita patut bertanya padanya: “Ini salib siapa? Jangan-jangan salah satu salib dari 2 penjahat itu.”

Kalau ada orang yang ngotot berargumentasi dengan bertanya pada orang Katolik: “Bukankah Yesus telah bangkit dan naik ke Surga? Kita tidak perlu menggantungkan tubuh Yesus di Salib.”

Kita patut bertanya balik kepadanya: “Bukankah Yesus telah bangkit dan naik ke Surga? Tetapi mengapa kamu masih merayakan Natal (kelahiran Yesus)? Atau mengapa kamu masih merayakan Paskah (kisah sengsara Yesus)?”

Jadi jangan berpikiran sempit ya? Juga jangan berpikiran bahwa umat Katolik hanya menghormati kisah sengsara Yesus Kristus. Kami sangat menjunjung tinggi Yesus, Sang Sabda, Sang Putra Allah. Kami juga sangat menghormati setiap bagian hidupnya sebagai manusia: sejak dikandung, dilahirkan, hidup sebagai guru, hidup untuk memberitakan Kabar Baik sambil memberikan keselamatan (jasmani dan rohani), sampai saat Dia harus menderita, wafat di kayu Salib, bangkit dan naik ke Surga. Kami juga sangat mengharapkan kedatangan-Nya yang kedua kali untuk menjadi hakim atas dunia ini.

Salib dengan tubuh Yesus itu adalah media paling ampuh bagi kami untuk mengenangkan kisah sengsara Yesus dalam karya keselamatan-Nya. Salib itu juga mengingatkan kami agar kami mampu memikul salib kami yang sebenarnya sangat ringan dan enak. Salib kami tiada artinya jika dibandingkan dengan Salib Yesus Kristus.

“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab Kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan.” (Matius 11:28-30).

“Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku.” (Matius 10:38. Bandingkan: Matius 16:24, Markus 8:34, Lukas 9:23, Lukas 14:27)

Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Olah bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh. (I Petrus 2:24)

339 Tanggapan ke "Salib Katolik"

@DEWO

Terima Kasih Saudara DEWO, kerana memahami maksud saya. Semoga saudara DEWO cemerlang dan di Redhai Allah swt.

Salam

@penghibur

Ada baiknya juga ko sebagai muslim yg bertindak berani kerana benar kasih nasehat sama pemerintah ko, jangan suka mengambil hak milik orang lain, sipadan dan ligidan itu dikembalikanlah jgn malah mau tambah yg lain lagi, mengambil hak dan tanah org laen tu tak baiklah.

Otak perampok (rebut pulau) yg ada dibenai saudara2mu di malaysia harus kamu basmi habis, kamu juga ngapain capek2 berbual di blog ini kalo kamu sendiri tak senang lihat org senang berbual-bual, blog ini disediakan untuk berbual-bual juga to…???
Banyak masalah di negaramu sendiri tak perlulah capek2 urusin negara org lain

@waja dan kawan2

Ayo cepatlah orang Indonesia disana butuh pertolongan, merekakan disana bantu malaysia jadi maju juga, tapi banyak yg disia-siakan (tak digaji malah dikejar-kejar)…cepatlah kalian bertindak jgn cuma teriak2 di blog ini, banyak pahalanya bantu orang tertindas….

@freddykrueger

So kalau rasa tertindas bekerja di Malaysia, seharusnya saudara menyarankan supaya kerajaan Indonesia membatalkan semua kontrak kerja dengan Malaysia.

Jangan bagi rakyat Indonesia bekerja di Malaysia, tapi Alhamdulillah orang Indonesia di Malaysia mendapat layanan baik.

Soal majikan masing-masing, kerajaan Malaysia banyak mengambil tindakan terhadap semua agensi-agensi yang berkaitan.

“Jika Kamu Mengharap Kesempurnaan Dari Manusia Maka Kamu Sekali-kali Tidak Akan Dapat! Tapi Mintalah Kepada Allah swt”

Semoga doa anda termakbul dan negara Saudara juga akan terus maju, Cemerlang, Gemilang dan Terbilang.

Soal Hak tanah yang Saudara rasa di ambil Kerajaan Malaysia, mungkin perkara itu kita serahkan kepada Pemimpin negara masing-masing.

Jika mereka mengambil suatu yang bukan Hak maka Allah swt maha melihat, dan setiap perbuatan ada balasannya. Saudara perlu yakin!

Banyakkan berhajat kepada Allah swt, manusia tidak akan kemana-mana juga, akhirnya akan bertemu Allah dan perlu membayar segala perbuatan yang salah.

Mudah-mudahan Saudara dapat memahami ini. saya tak nak memburuk-buruk rakyat Saudara, kerana tiada untung sama sekali untuk saya.

Semua patut dapat layanan yang baik.

wassalam

Eh kamu semua orang2 beragama ISLAM yang tolol bertobatlah wahai engkau yang kafir (ISLAM) engkau adalah orang yang najis bibir.ISLAM penuh kekerasan , terorisme.TEntang comment no 89 berjudul agamaku saya sangat setuju!!! ISLAM kalau berdoa teriak2 rasanya saya ingin menghancurkan semua masjid di dunia . demikianlah sabda saya terhadap orang yang telah menghina bangsa Yahudi dan Nasrani,alleluya terpujilah TUHAN disepanjang masa ,dan terkutuklah WAHAI ENGKAU ISLAM KAFIR kutuklah mereka agar bertobat dan menerima ajaranMU ya TUHAN .Amen Shalom semuanya

salam,

PERWAKILAN SELURUH UMAT YAHUDI DAN NASRANI

Damai dihati Damai dibumi,
Salib Katolik …. adalah Paskah
Makna PASKAH dalam renunganku adalah sebuah kumulatif dari persoalan yang bermuara pada CINTA.
di dalam cinta ada ketakutan
di dalam cinta ada pengkianatan
di dalam cinta ada kebencian
banyak orang begitu mencintai kekuasaan dan kekayaan tetapi dari rasa cintanya itu justru muncul KETAKUTAN akan kehilangan pengaruh, kekuasaan seta kekayaan seperti PARA IMAM, AHLI TAURAT, PILATUS dan HERODES.
yang kemudian memunculkan PENGHIANATAN dan hasutan untuk mempertahankan semuanya itu dengan memanfatkan kemiskinan seperti dialami YUDAS.

Akhirnya mereka MENYALIBKAN YESUS dengan KEBENCIAN.
Bagi Allah melindungi ANAKNYA dan memusnahkan musuh ANAK ALLAH adalah hal yang mudah seperti ketika Allah memusnahkan musuh umat israel dan menuntunya ketanah perjanjian.
Tetapi tidak demikian dengan Allah, Allah justru mengorbankan ANAK NYA untuk disalibkan demi KESELAMATAN MANUSIA.
Begitu besar CINTA ALLAH kepada manusia dan begitu setia Allah akan janjinya untuk menyelamatkan manusia sehingga begitu rela dan iklas mengorbankan Anak Nya sendiri Yesus Kristus.
Begitu juga dengan YESUS memberi tauladan sebagai manusia untuk selalu SETIA AKAN PERINTAH ALLAH BAPANYA.
Kesetiaan Yesus akan cintanya kepada domba-dombanya dan kerelaan mengorbankan dirinya untuk keselamatan domba-dombanya, membuat kemanusian memandang Yesus Orang Nazaret sebagai orang yang dilahirkan miskin, menderita kesengsaraan dan penghinaan beserta semua kelemahan.
Dia dikasihani, karena kemanusiaan percaya Dia telah menyalibkan penderitaan, semua tawaran sebagai manusia bagiNya adalah tangisan, raungan dan keluhan.
Selama berabad abad kemanusiaan telah membisiki kelemahan didalam di Sang Penyelamat.
Orang Nazaret itu tidak lemah !
Dia kuat !
namun orang-orang menolak memperhatikan makna hakiki dari kekuatan.
Yesus tidak pernah hidup dalam ketakutan atau Dia mati menderita dan mengeluh.
Dia hidup sebagai seorang pemimpin
Dia disalibkan sebagai pengikut “Perang Salib”
Dia mangkat dengan suatu heroisme yang menakuti para pembunuh dan penyiksa Nya.
Yesus justru membuat mereka menggigil dihadapan badai kehidupan serta mengira bahwa mereka itu hidup.
Sesungguhnya mereka sudah mati sejak lahir hanya saja mereka belum menemukan orang yang akan mengubur mereka, sehingga mereka bergelimpangan di atas tanah dengan bau busuk yang selalu tercium dari tubuh tubuh mereka ….
ingat … !
Yesusu tidak mati dalam kemiskinan, Ia juga tidak hidup dalam ketakutan
Yesus tidak perna mati dalam keadaan menderita.
Ia hidup kaya raya
Ia disalib sebagai pelopor perlawanan
Ia mati sebagai sebagai seorang perwira
dan wafatnya dikayu salib membangkitkan KEMATIAN SEBUAH BANGSA
Yesus bukan seekor burung dengan sayap sayap patah
Dia adalah sebuah prahara yang mengamuk mematahkan semua sayap sayap bengkok
Dia tak gentar terhadap penganiayaan dan musuh musuhNya
Dia tak menderita didepan para pembunuh Nya
Dia ebas dan berani menantang, menentang semua orang kejam dan para penindas
Dia melihat jerawat jerawat menular dan memotong Nya
Dia bungkan kejahatan
Dia cekik penghianatan.
Yesus tidak datang dari jantung lingkaran cahaya untuk merusakl rumah rumah dan menderikan diatasnya reruntuhan biara biara
Dia tak membujuk orang kuat untuk menjadi rahib atau pastur
Tapi Dia datang untuk mengeluarkan semangat baru di muka bumi ini, dengan kekuatan menghancurkan pondasi dari monarki apapun yang dibangun diatas tulang belulang dan tengkorak manusia
Dia datang untuk membongkar istana istana megah, membangn diatasnya kuburan kuburan si lemah dan menghancurkan berhala berhala diatas tubh si miskin.
Yesus diutus bukan untuk mengajar orang orang mendirikan gereja gereja dan kuil kuil bagus ditengah gubuk gubuk dingin dan pondok pondok suram orang malang
Dia datang untuk membuat hati manusia sebuah kuil
jiwa sebuah altar
dan pikiran seorang pastur.
inilah misi Yesus Orang Nazaret
inilah ajaran ajaran untuk apa Dia disalibkan
dan jika kemanusiaan bijaksana adanya
Kemanusiaan akan berdiri hari ini da menyanyi keras lagu penaklukan dan himne kemenangan

@ahmadsarwat:

Cita-cita saya tidak semulia cita-cita sodara. Mimpi saya pun tidak setinggi mimpi sodara. Akan tetapi saya berharap, suatu waktu nanti semua orang di dunia dapat mendengar tentang kabar gembira yang coba disampaikan oleh sodara Dewo – cs.

Saya bukan orang pintar. Jika anda menanyakan segala sesuatu yang berhubungan dengan kitab-suci yang diakui orang-orang Kristen, saya pun tidak akan dapat menjawabnya. Yang saya rasa, yang saya tahu, DIA mencintai saya.

Oleh sebab itu, kalau sodara ahmadsarwat yakin dengan sangat apa yang ada di dalam Qur’an, bahwa alloh maha mengetahui, maha kuasa, maha…., dst, sehingga bisa memberikan kebahagiaan sejati bagi kami, doakanlah kami yang bodoh ini (itu kalau sodara punya keinginan yang tulus untuk membahagiakan semua insan di dunia ini, dan tidak sekedar memikirkan isi celana sodara sendiri) sehingga kami dapat melihat juga cahaya islami yang sodara iklankan. Kalau cuma bisa bawa kekerasan, tidak perlu kami menerima islam, preman di pasar pun bisa melakukannya.

Akhir kata, bagi siapapun yang meragukan Ketuhanan dari pada Yesus yang disebut Kristus, dan merasa lebih tahu serta memiliki tuhan yang lebih berkuasa, saya punya satu (1/one/un/une/siji/hiji) tantangan: pisahkanlah saya dari Yesus. Kalau tidak bisa, pergi sajalah dan berhenti bercuap-cuap.

Tuhan memberkati kita semua.

Saya menulis artikel ini untuk orang2 yang belum memahami dengan benar arti Tritungal. semooga berguna.

MAKSUDNYA TRITUNGGAL

Pengenalan

Lambat-laun sesiapa sahaja yang terdedah kepada agama Kristian akan berdepan dengan perkataan ini: Triniti. Ini adalah satu perkataan yang sering kali di salah-fahami, disalah-sampaikan dan disalah-pakai. Untuk ramai orang, ianya batu sandungan yang menghalang mereka memeluk agama Kristian. Kepada yang lain ianya ajaran sesat mana kala untuk yang lain ianya satu kebodohan. Untuk mendapat idea yang betul tentang apakah sebenarnya intipati akidah ini, seseorang itu perlu kembali kepada kuasa mutlak akidah ini, iaitu Alkitab. Adalah dari sini saya akan berusaha

1. menyampaikan satu asas Alkitabiah untuk kepercayaan ini

2. menunjukkan apa maksudnya dan

3. implikasinya atas mesej agama Kristian dan orang Kristian secara individu.

Sebelum saya lakukan ini, saya ingin memberi beberapa pendapat dan definisi akidah ini supaya kita memiliki satu pandangan yang luas akan hal ini.
Definisi
Perkataan ‘Triniti’ membawa maksud satu Tuhan tetapi yang mengandungi tiga peribadi yang berbeza, bukan dalam sifat atau ‘bahan ilahi’ tetapi dalam jawatan dan perhubungan. Allah satu walaupun tiga. Ryrie menulis: Hanya ada satu Tuhan, tetapi di dalam kesatuan Allah ada tiga peribadi yang kekal dan sama, sama dalam kandungan tetapi berbeza dalam saraan hidup. Ketiga peribadi ini dalam Alkitab diperkenalkan sebagai Bapa, Anak dan Roh Kudus. Jadi, ada tiga peribadi dalam Allah dan ketiga ini adalah Allah yang sama dalam kandungan, kuasa dan kemuliaan. Adalah perlu dinyatakan di sini bahawa perkataan ‘Triniti’ tidak ada di dalam Alkitab walaupun konsep Allah dalam kesatuan-tiga sangat jelas tampak. Perkataan ‘Triniti’ ialah satu istilah falsafah Yunani yang dipakai untuk Allah seperti mana yang didedahkan dalam Alkitab. Ianya bukan satu istilah yang dipakai Isa Al-Masih mahupun rasul-rasulnya.
Akidah ini sangat kompleks dan membingungkan-minda tetapi tidak boleh ditolak oleh sesiapa yang mengkaji Alkitab dengan serius. Apabila ini dilakukan maka akan jelas bahawa Alkitab mengajar bahawa adanya satu Tuhan, dan bahawa adanya tiga peribadi, setiap satu adalah Allah. Jadi akidah Triniti ini membuat tiga pengesahan:
1. hanya ada satu Allah

2. Bapa, Anak dan Roh Kudus setiap satu adalah Allah

3. Bapa, Anak dan Roh Kudus adalah tiga peribadi berbeza.

Saya percaya bahawa dari beberapa definisi ini, minda kita sukar untuk menangkap maksudnya; sesungguhnya ia satu misteri. Kita perlu sedar bahawa konsep ini melebihi keupayaan kuasa pemahaman manusia (dari segi mempunyai fahaman yang penuh) dan tidak ada persamaan yang sempurna di dunia ini. Konsep Triniti bukannya tiga tuhan yang bekerjasama atau satu Tuhan yang menampakkan diriNya dalam tiga modus yang berbeza. Seterusnya, perlu kita tahu bahawa Alkitab tidak berusaha menerangkan misteri ini; ia hanya mengisytiharkannya!
Tidak seorang pun dapat menafikan betapa mulianya rahsia kepercayaan kita: Isa Al-Masih menampakkan diri dengan rupa manusia, dan dinyatakan benar oleh Roh Allah, serta dilihat oleh para malaikat. Dia diisytiharkan antara bangsa-bangsa, dan Dia dipercayai di seluruh dunia, dan telah diangkat ke syurga. (1 Timotius 3:16)
Allah Alkitab ialah Dia yang selalu didedahkan sebagai satu triniti. Marilah kita ke sana untuk memerhatikan kebenaran ini bahawa Allah satu dan Allah tiga.
Triniti dalam Alkitab
Adalah dianggap kita percaya akan kewujudan Allah dan kesempurnaan Alkitab apabila kita memeriksa Firman Allah untuk memerhatikan penyampaian akidah ini. Penyelidikan ini adalah untuk menyesuaikan logik kita kepada kepastian Alkitab dan untuk melihat serta bertindak sesuai dengan penemuan kita. Alkitab mempersembahkan dengan jelas fakta-faktanya dan terpulanglah dengan minda manusia untuk berusaha memahaminya (walaupun ini satu perkara yang sukar untuk difahami). Kita akan sekarang melihat empat fakta yang dinyatakan oleh Alkitab; empat fakta yang menjadi tiang-tiang utama akidah ini. Kita juga akan memberi perhatian kepada beberapa contoh dalam Alkitab di mana fakta-fakta ini dinyatakan bersama.

Fakta Pertama: ALLAH ITU ESA

Perjanjian Lama dengan tegas menyatakan bahawa Allah itu esa dan tidak ada Allah lain yang benar. Walaupun dikelilingi bangsa-bangsa yang percaya dalam banyak tuhan, orang Israel berdiri teguh mengisytiharkan kewujudan Allah yang esa. Setiap orang Yahudi memulakan doanya dengan melafazkan Ulangan 6:4, yang berbunyi: Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa! Orang Yahudi menyembah Allah yang esa dan kebenaran ini nampak dalam ayat-ayat lain Alkitab: Ulangan 4:35, Yesaya 44:6 dan Mazmur 86:10. Hanya ada satu Allah dan iman orang Yahudi serta ajaran Perjanjian Lama bersandar atas kebenaran ini.
Begitu juga dalam Perjanjian Baru. Apabila menjawab satu pertanyaan mengenai perintah manakah yang paling utama, Isa Al-Masih memulakan jawapannya dengan berkata, “Inilah perintah yang paling utama, ‘Dengarlah, hai bangsa Israel! Tuhan Allah kita, Dialah Tuhan Yang Esa.” (Markus 12:29). Rasul Paulus meneruskan idea ini, bahawa Allah itu esa dalam jawapannya kepada jemaat Kristian di bandaraya Korintus. Dia menulis: Kita juga tahu bahawa Allah hanya satu; tidak ada yang lain. Sekalipun banyak yang disebut dewa dan tuhan, baik yang di syurga mahupun yang di bumi, tetapi bagi kita Allah hanya satu (1 Korintus 8:4-6). Yakobus dalam suratnya pula membuat kenyataan menarik ini: Kamu percaya bahawa Allah hanya satu. Bagus! Roh-roh jahat pun percaya akan hal itu dan gementar kerana takut (Yakobus 2:19).
Jadi jelas Alkitab menyatakan Allah itu esa.

Fakta Kedua: BAPA ITU ALLAH

Nabi Yesaya dalam Yesaya 63:16 berkata bahawa Bapa itu Allah: Engkaulah Bapa kami. Nenek moyang kami Abraham dan Yakub tidak mengenal kami, tetapi Engkaulah Bapa kami, ya TUHAN! Engkaulah Penyelamat kami sejak dahulu kala. Allah dipanggil Bapa kerana Dialah yang menciptakan kita semua. Allah yang menciptakan kita dipanggil Bapa: Bukankah kita semua mempunyai bapa yang sama? Bukankah kita semua diciptakan oleh Allah yang sama? (Maleakhi 2:10). Kadangkala ada yang berkata Perjanjian Lama tidak mengenal Allah sebagai Bapa. Ini tidak benar. Ayat-ayat yang baru sahaja dibaca membuktikan ini.
Idea Allah sebagai Bapa ditemukan dalam Perjanjian Lama dan adalah lebih ketara dalam Perjanjian Baru khususnya dalam ajaran-ajaran dan doa-doa Isa Al-Masih. Doa yang Isa Al-Masih memperkenalkan kepada murid-muridnya bermula dengan kata-kata ini: “Ya Bapa, Engkaulah Allah yang Esa.”. (Lukas 11:2). Rumah sembahyang Allah dipanggil “rumah Bapaku” oleh Isa Al-Masih (Lukas 2:49). Dalam Yohanes 8:42, Isa Al-Masih dengan jelas menyatakan Allah ialah Bapa: “Seandainya Allah benar-benar Bapa kamu, tentu kamu akan mengasihi Aku, kerana Aku datang daripada Allah.” Terdapat banyak lagi ayat-ayat dalam Alkitab yang memperakui peribadi yang dipanggil Bapa sebagai Allah. Keilahian Bapa biasanya tidak diperdebatkan. Tetapi bagaimana dengan Isa Al-Masih?

Fakta Ketiga: ANAK ITU ALLAH

Walaupun ini satu fakta yang sentiasa diperdebatkan dengan hangat, ianya jelas dinyatakan dalam Alkitab: Isa Al-Masih sepenuhnya ilahi. Isa Al-Masih seringkali mengelar dirinya ‘Anak Allah’ dan kerana itu orang Yahudi berusaha membunuhnya, kerana dia menyamakan dirinya dengan Allah. Contohnya dalam Yohanes 5:18 ada tertulis: Kata-kata-Nya ini membuat para penguasa Yahudi semakin bertekad untuk membunuh Dia. Bukan sahaja Dia telah melanggar hukum Sabat, tetapi Dia berkata bahawa Allah itu Bapa-Nya. Hal ini bererti Dia menyamakan diri dengan Allah. Apabila Yohanes dan Yakobus dipanggil “Anak-anak Guruh” dalam Markus 3:17, Isa Al-Masih tidak bermaksud untuk menyatakan bahawa sama ada ibu atau bapa mereka itu guruh, tetapi bahawa sifat dan tindakan mereka seperti guruh. Apabila Isa Al-Masih dipanggil ‘Anak Allah’ ianya TIDAK bermaksud Allah Bapa telah bersetubuh dengan Maryam, yang telah melahirkan Isa Al-Masih. Apa yang dimaksudkan dengan frasa ini ialah bahawa Isa Al-Masih memiliki sifat dan bertindak seperti Allah. Tidak ada manusia yang boleh memiliki sifat-sifat Allah apalagi melakukan kerja-kerja yang khusus bagi Allah kecuali jika dia adalah Allah; dan itulah identiti sebenar Isa Al-Masih!
Dalam penggunaan orang Yahudi, frasa ‘Anak Allah’ bermaksud sesuatu yang mempunyai kesamaan tahap dan identiti dengan Allah. Jadi, apabila Isa Al-Masih berkata dia ‘Anak Allah’, mereka yang mendengarnya faham maksud penyataannya: dia mengaitkan dirinya dengan Allah dan menyamakan dirinya dengan Allah. Dakwaannya itu disokong dengan berbagai cara: autoritinya, sifatnya, perhubungannya dengan Allah, kekekalannya (Yohanes 8:57-58) dan kuasanya atas maut dan neraka (Matius 12:38-40).
Sesiapa yang membaca Perjanjian Baru dengan minda terbuka akan mencapai satu kesimpulan yang jelas: penulis-penulis Perjanjian Baru mengisytiharkan Isa Al-Masih sebagai Allah dalam bentuk manusia.

Fakta Empat: ROH KUDUS ITU ALLAH

Apabila dua ahli gereja di Yerusalem berbohong kepada Roh Kudus, Rasul Petrus mengingatkan mereka bahawa mereka telah berbohong kepada Allah: Oleh itu Petrus berkata kepadanya, “Ananias, mengapa kamu membiarkan Iblis menguasai hatimu, sehingga kamu berdusta terhadap Roh Allah . . . Kamu tidak berdusta terhadap manusia, tetapi terhadap Allah!” (Kisah Rasul-Rasul 5:3-4). Ini ialah satu daripada kisah paling jelas di mana Roh Kudus dipanggil Allah dan hukuman yang dikenakan atas Ananias (hukuman maut) adalah hukuman yang biasa untuk dosa terhadap Allah. Roh Kudus BUKAN satu kuasa atau pengaruh tetapi satu peribadi yang boleh dilukai dan juga yang membawa kasih, sukacita dan damai. Dia memiliki personaliti dan diperkenalkan sebagai satu peribadi. Yesus memperkenalkan dia sebagai satu peribadi dan menyamakannya dengan Allah bapa dalam doanya: Aku akan mengutus Penolong yang berasal daripada Bapa kepada kamu. Dia Roh yang akan menunjukkan apa yang benar tentang Allah (Yohanes 15:26).
Jadi, kita sekarang telah sampai kepada satu dilema. Bagaimana Allah boleh SATU tetapi Dia Bapa, Anak dan Roh Kudus? Apakah penjelasan yang paling sesuai untuk menjelaskan empat fakta ini tanpa membingungkan atau menyesatkan seseorang yang ingin memahami kenyataan Alkitab tentang diri Allah? Sememangnya ia satu misteri walaupun ada banyak contoh dilema ini dalam Alkitab. Seterusnya kita akan memberi perhatian kepada beberapa contoh Allah Triniti dalam Alkitab.

Contoh-Contoh Triniti

1. Penglibatan Triniti dalam penciptaan dunia

• Allah Bapa
Dalam masa enam hari Aku, TUHAN, telah menciptakan bumi, langit, laut, dan semua yang ada di dalam segalanya itu, tetapi pada hari ketujuh Aku berehat. (Keluaran 20:11)

• Allah Anak
Allah menjadikan segala sesuatu melalui Dia (Isa Al-Masih). Tiada sesuatu pun di semesta alam ini yang dijadikan tanpa Dia. (Yohanes 1:3)

• Allah Roh Kudus
Roh Allah telah menciptakan aku, dan nafas Yang Maha Kuasa memberi hidup kepadaku. (Ayub 33:4)

1. Penglibatan Triniti dalam pembaptisan Isa Al-Masih dalam air
Setelah Isa dibaptis, Dia keluar dari air sungai itu. Tiba-tiba langit terbuka dan Isa nampak Roh Allah turun seperti burung merpati ke atas-Nya. Kemudian terdengar suara Allah berfirman, “Inilah Anak-Ku yang Aku kasihi. Dia menyenangkan hati-Ku.” (Matius 3:16,17)
• Terdengar suara Allah Bapa.
• Isa dipanggil oleh Allah “Anak-Ku”.
• Roh Allah turun ke atas Isa Al-Masih.
1. Triniti dalam formula baptisan air
Baptislah mereka dengan menyebut nama
• Bapa
• Anak, dan
• Roh Allah (Matius 28:19)

1. Triniti dalam contoh yang diberi Rasul Paulus dalam Efesus 4
• Roh Kudus
Hanya ada satu tubuh dan satu Roh . . . (ayat 4)
• Anak (perkataan ‘Tuhan’ atau ‘Lord’ sering dipakai untuk Isa Al-Masih)
Hanya ada satu Tuhan, satu iman, satu baptisan . . . (ayat 5)
• Allah Bapa
. . . dan satu Allah, Bapa semua orang. Dialah Tuhan semua orang, yang bekerja melalui orang, dan tinggal di dalam semua orang. (ayat 6)
1. Triniti dalam doa pemberkatan
• Tuhan Yesus Kristus memberkati kamu,
• Allah mengasihi kamu, dan
• Roh Allah menyertai kamu semua. (2 Korintus 13:13)
Ini hanya beberapa contoh di mana ketiga-tiga peribadi Allah dilihat bersama, setaraf dan sama-kekal (Kisah Para Rasul 2:33). Contoh-contoh kewujudan Allah yang bersifat esa tetapi tiga yang banyak dalam Alkitab menjadikan akidah ini satu akidah utama iman Kristian. Setakat ini kita sudah melihat bahawa Allah esa dan adalah tiga peribadi. Ketiga peribadi ini bukan tiga Allah yang berasingan mahupun satu Tuhan yang menyatakan (atau menjelma) diriNya dalam tiga rupa atau oknum. Yang pasti, ada perbezaan di antara ketiga peribadi Allah khususnya dalam perhubungan dan kerja mereka. Seringkali para Muslimin dan muslimat telah membuat salah tanggapan bahawa umat Kristian itu menyembah ‘tiga Tuhan’ iaitu “Tri-theisma” dan ini adalah jauh sekali dari hakikatnya yang sebenar! Umat Kristian mempunyai pegangan yang teguh kepada KEESAAN ILAHI sepertimana yang telah diajar oleh Hazrat ‘Isa serta hawarii dan pengikut2-Nya sendiri.

Untuk saudara -saudara ku umat muslim yang ada di sini janganlah kita bermusuhan dan ber beda pendapat. lebih baik kita bersama-sama menciptakan perdamaian di negri kita ini.
saya yakin apa bila saudara- saudara ku umat muslim mau membuka pikiran mereka, tidak terprovokasi mereka akan mengerti arti Tritunggal dengan benar. Karena banyak dari teolog2 Islam yang mengakui Tritunggal. Untuk lebih jelas kita lihat artikel berikut:

KESAKSIAN AL QUR’AN ATAS
KESATUAN DARI KETRITUNGGALAN KUDUS

Kesaksian Al Qur’an tentang kepercayaan Kristen kepada satu Allah saja.
Kesaksian Al Qur’an tentang Ketritunggalan Kudus Kristen.
Kesaksian Al Qur’an bahwa Al-Masih adalah Firman Allah.
Kesaksian Al Qur’an tentang Roh Kudus.

KESAKSIAN Al QUR’AN TENTANG KEPERCAYAAN KRISTEN KEPADA SATU ALLAH SAJA.

Al Qur’an menyaksikan bahwa umat Kristen percaya pada satu Allah (Monoteistik) dan bukan kafir. Berikut adalah beberapa contoh dari kesaksian ini.

1. Surat Al “Ankabut 46 – “Janganlah kamu berdebat (berbantah) dengan ahli kitab (Yahudi, Nasrani dan seumpamanya), melainkan dengan (jalan) yang terbaik,….. dan katakanlah: Kami percaya kepada (Kitab) yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepadamu, sedangkan Tuhan kami dan Tuhan kamu hanya satu, dan kami patuh kepadaNya”. Demikianlah Al Qur’an menyaksikan bahwa kami umat Kristen, “ahli kitab”, menyembah satu Allah.

2. Surat Ali Imran 113-114, ” Mereka itu tiada sama. Di antara ahli kitab, ada segolongan yang lurus, mereka membaca ayat-ayat Allah waktu malam sedang mereka sujud. Mereka beriman kepada Allah dan hari kemudian dan menyuruh ma”ruf dan melarang dari yang mungkar, lagi bersegera mengerjakan kebaikan dan mereka itu termasuk orang-orang yang salih”. Ayat ini secara jelas menegaskan bahwa umat Kristen, “ahli kitab”, percaya pada satu Allah: mereka membaca ayat-ayat Allah yang ada di tangan mereka pada masa Muhammad, dan mereka menyembah Allah yang satu dalam ibadah dan doa-doa mereka.

3. Surat Al Maidah 82 – “Demi, sesungguhnya engkau peroleh manusia yang sangat memusuhi orang-orang beriman, ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Demi sesungguhnya engkau peroleh orang-orang yang lebih dekat kasih sayangnya kepada orang-orang beriman, ialah orang-orang yang berkata: Sesungguhnya kami orang Nasrani. Demikian itu karena di antara mereka ada alim ulama dan pendeta-pendeta sedang mereka itu tiada sombong.” Disini jelas bahwa umat Nasrani tidak menyembah banyak tuhan (politeistik), karena umat yang menyembah banyak allah dan umat Yahudi adalah musuh keras kaum Muslim, sedangkan umat Nasrani adalah sahabat dekat mereka.

4. Surat Al Imran 55, “(Ingatlah) ketika Allah berkata: Ya, Isa, sesungguhnya Aku mewafatkan engkau dan meninggikan (derajat) engkau kepada-Ku dan menyucikan engkau dari orang-orang kafir dan menjadikan orang-orang yang mengikut engkau di atas dari mereka yang kafir, sampai hari kiamat.” Jelaslah bagi anda bahwa pengikut-pengikut Al-Masih, atau umat Kristen, bukanlah orang kafir. Sebaliknya, Allah membedakan umat Kristen dari orang kafir dan mengangkat mereka di atas orang kafir.
Kesaksian Al Qur’an tentang umat Kristen telah membuktikan dengan pasti bahwa mereka menyembah satu Allah dan mereka bukan penyembah banyak tuhan.
KESAKSIAN AL QUR’AN TENTANG KETRITUNGGALAN KUDUS KRISTEN

Sahabatku yang budiman, barangkali saja anda heran, bahwa Al- Qur’an menyebutkan Tritunggal dari satu Allah persis sama seperti yang diyakini umat Kristen. Kita telah lihat bersama bahwa Tritunggal Kekristenan itu adalah sifat Allah, FirmanNya dan RohNya. Ini adalah Ketritunggalan yang sama seperti disebutkan Al Qur’an, “Sesungguhnya Al- Masih, “Isa anak Maryam, hanya rasul Allah dan
kalimat-Nya, disampaikan-Nya kalimat itu kepada Maryam beserta roh dari pada-Nya” (Surat An-Nisa” 171). Dalam ayat ini jelas bahwa Allah mempunyai: satu pribadi – “rasul Allah”, satu firman – “kalimat-Nya”, satu roh – “beserta roh dari pada-Nya”

Kesaksian Al Qur’an tentang pengakuan iman menyangkut Ketritunggalan tidak lebih dan tidak kurang sama seperti apa yang kami umat Kristen beritakan. Tidak menyiarkan politeisme, tetapi menyatakan bahwa tidak ada Allah kecuali Dia.

KESAKSIAN QUR’AN AL-MASIH ADALAH FIRMAN ALLAH

Al Qur’an menyaksikan dengan jelas sekali bahwa Al-Masih adalah Firman Allah. Berikut ini adalah beberapa ayat Al Qur’an sebagai contoh:

1. Surat An-Nisa” 171, “Sesungguhnya Almasih, “Isa anak Maryam, hanya rasul Allah dan kalimat-Nya.”

2. Surat Al Imran, Keluarga Imran: 39 “Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan melahirkan seorang puteramu Yahya, yang membenarkan kalimat dari Allah…”

3. Surat Al Imran 45, “Ingatlah ketika malaikat berkata: Ya, Maryam, sesungguhnya Allah memberi kabar gembira kepada engkau dengan kalimat dari padaNya (yakni seorang anak), namanya Almasih “Isa anak Maryam.”

Terjemahan bahasa Inggeris menggunakan kata ganti “whose” menunjukkan kata ganti orang lelaki dalam bahasa aslinya Arab. Terjemahan bahasa Indonesia lebih mengena dengan menggunakan “yakni seorang anak” (whose) untuk “kalimat” (a word). Hal ini menunjukkan satu kenyataan bahwa “kalimat” yang digunakan di sini, bukan berarti kalimat dalam bahasa sehari-hari tetapi menyatakan seorang pribadi.

Anda juga akan menemukan hal ini diterangkan dalam perkataan dari salah seorang sarjana Muslim (Al Shaikh Muhyi Al Din al “Arabi), yang berkata:” Kalimat adalah Allah dalam hakekatnya…dan Ia adalah tidak lain dari satu pribadi ilahi” ( dalam buku “Fusus al Hukm”, bagian II, hal.35). Dia juga berkata bahwa “kalimat” adalah pribadi ilahi (hal.13).

Bukankah hal ini sama benar dengan apa yang dikatakan mengenai Al-Masih dalam Injil Yohanes? “Pada mulanya adalah Firman (kalimat); Firman (kalimat) itu bersama-sama dengan Allah dan Firman (kalimat) itu adalah allah…Firman (kalimat) itu telah menjadi manusia” (Yohanes 1:1,14). Terjemahan bahasa Arab dari ayat ini dalam kecocokannya dengan tulisan asli dalam bahasa Yunani) menggunakan istilah yang sama, “kalimat” dengan kata ganti orang ketiga yang menunjuk padanya. Kalimat menunjuk pada satu pribadi. Hal ini jelas dari perincian-perincian Yohanes: “Firman (kalimat) itu adalah Allah” dan Firman (kalimat) itu telah menjadi manusia.”

KESAKSIAN AL QUR’AN TENTANG ROH KUDUS

Ada banyak ayat Al Qur’an yang menyebutkan bahwa Roh Kudus adalah Roh Allah dan hal itu menyokong keterlibatan Al-Masih dalamnya. Hal tersebut nampak jelas seperti berikut ini: Surat Al Maidah 110, “Hai “Isa anak Maryam, ingatlah akan nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu, ketika Aku menguatkan engkau dengan roh suci…., Engkau bercakap-cakap dengan manusia dalam buaian (masih bayi) dan ketika dewasa.”

Sarjana theologia Al Shaikh Muhammad al Hariri al Bayyuni berkata, “Roh Kudus, adalah Roh Allah” (“Kitab al Ruh wa Mahiyyatuha,” hal.53).

Saudaraku, dari apa yang telah dipaparkan itu, baik dari kesaksian Al-Qur’an maupun teolog-teolog Islam tentang pengakuan iman Ketritunggalan yang kepadanya kami umat Kristen percaya, sesungguhnya telah menjadi jelas.

Semoga artikel diatas bermanfaat, sehingga tidak ada lagi perselisihan diantara kita.
Karena damai itu indah, mari kita bersama menciptakan perdamain di negara kita.

salam sejahterah untuk kita semua.

um i think u r catholic heehee

anyway aku sangat berterima kasih aku menemukan blog ini

yang penuh dengan kebenaran

dan u sangat sabar..

Dear All,

Saya jadi terpancing untuk sedikit untuk berkomentar nih…

Apa yang saudara “Marchel07″ paparkan mengenai ayat-ayat Al Qur’an yang berbicara mengenai Isa A.S. (bahasa arab dari Yesus, seperti halnya Ibrahim untuk Abraham, Yahya untuk Yohannes pembaptis, dll) tersebut di atas, merupakan bentuk penghargaan Allah SWT kepada salah satu dari sekian banyak manusia biasa yang dianugerahi gelar mulia, yaitu nabi/rasul oleh Allah SWT.

Bahwa Isa A.S. adalah salah seorang manusia yang mulia di sisi Allah SWT, dan penghargaan Allah SWT terhadap seorang manusia tersebut adalah seperti Allah SWT berbicara mengenai keutamaan & kemuliaan nabi-nabi/rasul-rasul lainnya yang pernah diutusnya ke muka bumi ini untuk menunjukkan seluruh manusia jalan yang lurus, bukan jalan yang sesat dan atau zalim.

Dan Allah SWT dalam ayat-ayat tersebut di atas samasekali tidak pernah berbicara (ditafsirkan) mengenai pengangkatan Isa A.S. (maupun manusia lainnya) menjadi “Anak Tuhan”.

Dan Allah SWT menegaskan hal tersebut dalam ayat-ayat Al Qur’an lainnya yang sangat mudah untuk dimengerti, tidak perlu nalar berlebih, tidak memusingkan pikiran, tidak perlu membolak-balik hati, serta tidak diperlukan pemaksaan & pemerkosaan logika ataupun hati nurani, untuk dipahami secara utuh, yaitu surat Al Ikhlas, ayat 1–4 (Q.S. 112:1–4) :

“MEMURNIKAN KEESAAN* ALLAH”

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, (1)
Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. (2)
Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, (3)
dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia”. (4)

(terjemahan diambil dari http://www.quranexplorer.com/Quran/Default.aspx )

* Keesaan = ke-Mahatunggal-an

Demikianlah informasi yang dapat saya sampaikan, apabila ada kata-kata saya yang salah/provokatif, mohon dimaafkan.

Regards,

boymuh

Mas Dewo nulis nih..

1. “Mari kita bermain dengan logika. Islam percaya bahwa Yesus adalah seorang nabi alias utusan Allah. Dan Islam juga percaya bahwa Yesus tidak mati di kayu salib, melainkan diangkat ke surga oleh Allah. Dengan kedua kepercayaan tersebut, maka nabi terakhir adalah Yesus karena gelar nabi itu masih disandang oleh Yesus.”

dan..

2. “Yang lebih menguatkan adalah kepercayaan umat muslim bahwa Yesus akan datang kedua kalinya saat kiamat. Kiamat adalah suatu peristiwa penghabisan atas kehidupan di dunia ini. Dunia ini akan lenyap. Dan Yesus akan datang pada saat itu.”

OK? ok.

Menanggapi pendapat mas Dewo yang pinter tapi tidak paham agamanya sendiri,

1. Coba sampeyan buka Injil sampeyan dan buka dari awal sampai akhir. Jelas-jelas Yesus mengatakan bahwa akan ada seorang penggantinya sepeninggalnya, artinya itu masih ada Nabi lagi seperti dia. Tinggal sampeyan cari Nabi yang mana yang benar. Bukannya Paulus atau Paus yang mati terbunuh.
Makanya kalau tidak ngerti isi kitab sendiri jangan asal ngomong, malu niye …

2. Yesus akan datang sebelum kiamat sebagai tanda akan terjadi kiamat, bukannya pas kiamat. lagi-lagi disini mas Dewo tidak membaca detail Yesus datangnya kapan, makanya kalau tidak mengerti agama orang lain jangan asal ngomong jeplak ..gitu mas pissss deh .

Kalau ingin membuka debat bebas, tidak usah dibuat kata sandi. itu artinya anda bukan orang fair. kecuali kalau tulisan anda tidak membuka perdebatan.
Bagaimana seorang yang punya kasih mengumbar kedengkian terhadap agama lain tanpa dasar.

@Ws #310

Kamu katakan Dewo sangat Sabar?

Sudah baca Posting-posting dia di Topik “Ternyata Tuhan Kita Berbeda” ?

Kamu sepertinya anak baik.

Jangan ambil Panutan yang salah.

..

Kenapa dewo diam saja membiarkan kita semua disini berdiskusi ramai begini?

..

Saya pikir ya karena :

“Agar Blog Dia Ramai”.

..

Tapi kalau dia disentil sedikit (menyangkut Pribadi dia) ..

..

Dia Langsung Posting juga sih..

(Baca posting-posting di Sirah Nabawiyah, kamu akan termukan beberapa posting dia disana..)

..

Saya hanya berharap kamu tidak mengambil panutan (sosok yang dikagumi) yang salah.

..

Salam. =)

PS.: Hehe..saya pikir dewo sedikit bingung setelah membaca posting ini, mau Respon nanti membuktikan pemikiran saya tentang dia benar..mau tidak posting nanti gondok sendiri. =). Yah kita liat saja dia bagaimana nanti. =)

@nitt.

PS.: Hehe..saya pikir dewo sedikit bingung setelah membaca posting ini, mau Respon nanti membuktikan pemikiran saya tentang dia benar..mau tidak posting nanti gondok sendiri. =). Yah kita liat saja dia bagaimana nanti. =)

Apaan nih nitt…

Jawaban/pemikiran yang TULUS…?

Berpikir banyak tapi tak perlu?

Bersikap ksatria?

Muslim yang baik dan selalu terhubung dengan tuhannya?

atauuuu….

Kedewasaan..?

Gitu lho?

salam.

ps.
Makanya,
Jadi orang mbok ya yang biasa aja…
Ngga usah lah berusaha buat nampilin apa kamu gitu..
heh he he..

@ Dear Izzathar6 (#312),

Hallo. Wah, Anda kok menghakimi saya dengan menyatakan bahwa saya “tidak paham agamanya sendiri”? Padahal Anda mengamini pendapat saya di poin 1 & 2. Walau pun saya “tidak paham agamanya sendiri” (menurut Anda), saya akan mencoba menanggapi pendapat Anda. Mari kita mulai.

1. Jangan salah, saya sudah membuka Injil saya dari awal sampai akhir. Sekarang saya yang bertanya kepada Anda: “Sudahkah Anda membuka Injil dari awal sampai akhir?” Jika belum, lebih baik Anda tidak usah komentar. Soalnya komentar Anda jadi tampak merendahkan diri Anda sendiri. Hehehe…

2. Tampak bahwa Anda belum membaca Injil dari awal sampai akhir. Buktinya komentar Anda nomer 2 tampak njeplak. Hayo… ngaku saja kalau Anda belum membaca Injil dari awal sampai akhir. Tidak usah punya kitabnya kok, Anda bisa membaca Injil secara online di http://www.sabda.org. Gratis-tis-tis.

Oh iya, artikel saya sebelumnya memang saya tutup. Mengapa?
Saya menutupnya justru karena reaksi muslim yang berlebihan di sana. Tidak hanya di blog ini, tapi di blog lain & bahkan via japri (jalur pribadi).

Salam.

@ Dear Nitt #313,

Iya, Nitt. Saya bukan tipe orang yang sabar, terutama bila menghadapi orang-orang tertentu. Benar, saya setuju 100% dengan pendapat Anda, yaitu jangan ambil panutan yang salah. Jangan pula menganut nabi yang salah.

Saya tidak diam kok. Sebenarnya saya selalu mengikuti perkembangan blog ini via RSS. Tetapi saya diam bukan berarti agar diskusi ramai dan blog ini tambah ramai. Agar Anda tahu, blog saya yang lain 10 kali lipat ramainya dari pada blog ini.

Kalau saya diam dan tidak memoderasi, itu karena saya ingin diskusi ini berlangsung dengan lancar dan jujur dan terbuka.

Intinya begini, saya akan ikut berkomentar jika diskusinya berbobot. Atau jika ada seseorang yang bertanya langsung kepada saya. Saya tidak akan menanggapi sumpah-serapah atau diskusi yang kontra-produktif.

Oh iya, saya tidak gondok kok. Saya sudah sering di-sumpah-serapah-i. Cuma, saya tidak akan menanggapi sumpah-serapah tersebut. Hehehe…

Salam.

Agamaku (315),

Karena reaksi umat Islam berlebihan, maka halaman *Ternyata Tuhan Kita berbeda* anda tutup. Tolong dapat dijelaskan dibagian mana reaksi tersebut berlebihan. Atau anda buka kembali halaman tersebut dan kita lihat bersama apa sebenarnya yang ada disana.

Terima kasih.

@ Dear Dorapan #317,

Saya tidak perlu membukanya kembali. Saya rasa Anda dapat membayangkan apa saja yang terjadi di sana dan di blog2 lain menanggapi tulisan saya tersebut.

Salam.

Saya mau nanggapi apa ya..? sepertinya di sini mas Dewo sosok yang dikagumi terutama oleh dear Nitt, hati-hati lho, sosok panutan bisa lama-lama jadi Tuhan juga.
Dear Nitt yang terkasih, tidak ada dalam kamus saya gentar kepada manusia selain Allah SWT. Jadi anda tidak usaha berkomentar sental-sentil segala.

Buat mas Dewo, entah apa benar “agamaku”. sebelumnya saya minta maaf juga pakai kata “jeplak”, terus terang itu bukan cerminan Islam, dan wajar jika anda membalas ..fair men .. dan kita mulai diskusi secara sehat.

Komentar untuk anda (#315)
Coba kita perjelas lagi satu per satu.

1. Anda bilang NABI TERAKHIR ADALAH YESUS (menurut kesimpulan anda. Jika anda merujuk Al-Quran, jelas-jelas anda salah, entah pakai cara logika, apalagi ayat yang jelas-jelas menerangkan Yesus bukan nabi terakhir (lihat paparan ayat saya di Sirah Nabawiyah). Jika anda masih berpedoman pada logika anda sendiri, jelas salah besar, karena logika manusia bisa berbeda-beda, misalnya logika saya “Tuhan tidak beranak manusia”, logika anda mungkin berbeda, saya hormati. Sekarang mari kita ke Bibel anda. Baca di :
a. (Yohanes 14:16) “Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya”.
b. (Yohanes 14 : 26) “tetapi penghibur, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.”
c. (Yohanes 16 : 7) Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.

Artinya : “YESUS BUKANLAH YANG TERAKHIR..”

2. Dear Agamaku teman sebangsa,
sekarang kita menginjak topik ke-2. Mari kita refresh lagi pada kalimat awal anda “Kiamat adalah suatu peristiwa penghabisan atas kehidupan di dunia ini. Dunia ini akan lenyap. Dan Yesus akan datang pada saat itu. ???” dan anda dengan pintarnya membubuhi tanda tanya di belakang OK.
Maksudnya bagaimana? kalau tidak salah tangkap, maksud anda adalah bagaimana Yesus datang sedangkan kondisi dunia sudah hancur?? dan lagi-lagi logika Muslim salah benarkah? tolong yang transparan kalau berdiskusi.
Kalau memang perkiraan saya benar, maka kembali ke jawaban saya di (#312) point 2. Atau kalau ingin lengkapnya baca di “Umur Umat Islam” Amin Jamaluddin, sederetan peristiwa menjelang kiamat. Tapi kalau perkiraan saya ttg jawaban anda salah, ya monggo diperjelas.

Menegnai Injil yang anda tunjukkan di blog, terima kasih, tidak usah repot-repot saya sudah punya bukunya. Hanya saja saya tetap bingung, Injil yang anda tunjukkan itu versi yang mana, soalnya ada banyak versi Inji, hampir 70-an lebih, kalau saya salah buka, bisa-bisa saya kepeleset dan diskusi kita tidak nyambung dong, anda kalimatnya begitu, saya begini.

Wah mas Dewo, saya sudah lapar nih, mau ijin makan malam dulu.
Oh ya mas, ini ada satu lagi logika saya, tapi mungkin beda dg logika sampeyan jadi tidak usah diikuti ndak apa-apa.

Yesus kan rela berkorban demi kasih dan keselamatan manusia seluruhnya, tapi mengapa ya waktu di tiang salib berteriak memanggil Allah ..
“Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: “Eli, Eli, lama sabakhtani?” Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?, Mendengar itu, beberapa orang yang berdiri di situ berkata: “Ia memanggil Elia.” (Mathius 27: 46-47)
Haruslah beliau rela ..kan. Kita sebagai umat Muslim sekali lagi tidak terima perlakuan Yahudi terhadap Yesus seperti itu, dan kita bangga Allah telah menunjukkan … ya cara Jawanya kayak gini …”mbok ya tenang kalian, Yesus tidak disalib kok, nabi junjungan kalian diangkat ke langit, dia tidak menderita dera sama sekali” … Alhamdulillah, Puji dumateng Gusti Allah Tuhan Semesta Alam Raya Jagat Seisinya Yang Tidak Ada Serupa Dengan Dzat-Nya.

La Haula WaLa Kuwwataillah billah …

@jelasenggak #314

Apa siihh..?

Biasa apa siihh..?? =)

Ini udah biasa nieehh.. =)

Ngomong-ngomong biasa..kok temen kamu si biasadongah ngga dateng-dateng juga?

..

Takut ya dia? =)

..

Btw, penasaran aja, kamu seneng banget sepertinya menyuruh orang Biasa Aja. Kamu termasuk orang-orang yang kalau ngeliat orang lain mengerjakan urusannya sendiri (misalnya bicara dengan HP secara keras2, di meja sebelah ngomong bisnis sampai kedengeran orang sekitar, disapa orang ngga bales, selalu aktif kasih pendapat di setiap rapat, cerita-cerita ke semua orang bagaimana liburan mahalnya kemarin, dll) suka ngerasa : “Ya elah, kenapa sih loe pake kaya gitu? Biasa Aja napa..” ya??

Kalau iya.

Sekedar saran.

Berarti ada 2 Kemungkinan :

1. Kamu Mudah Terusik oleh hal-hal kecil / ngga penting.

2. Kamu rendah diri / menganggap diri kamu relatif inferior dibandingkan orang lain.

..

Saya pikir kamu Harus perbaiki ini.

..

Kalau bener.

..

Kalau ngga / salah, ya udah, aman berarti kamu.

..

Maaf dewo, kalau ini Benar-benar ngga ada hubungan dengan bahasan.

Tapi bantu orang lain untuk memperbaiki diri kan ngga salah dong. =)

..

Bisa bantu saya juga jel untuk memperbaiki diri mungkin?

..

Saya harus rendah hati atau apa gitu? =)

..

Salam. =)

Tinggalkan Balasan

Anda harus masuk log untuk mengirim sebuah komentar.

Stat

a

Blog Stats

  • 177,372 hits