Agamaku Kesaksianku

Yesus Mengutuk Pohon Ara. Kurang Kerjaan?

Posted on: Januari 16, 2007

Pada pagi-pagi hari dalam perjalanan-Nya kembali ke kota, Yesus merasa lapar. Dekat jalan Ia melihat pohon ara lalu pergi ke situ, tetapi Ia tidak mendapat apa-apa pada pohon itu selain daun-daun saja. Kata-Nya kepada pohon itu: “Engkau tidak akan berbuah lagi selama-lamanya!” Dan seketika itu juga keringlah pohon ara itu. (Matius 21:18)

Apakah Yesus kesal sehingga harus mengutuk pohon ara itu? Atau hanya karena kurang kerjaan? Atau adakah maksud lain?


Jika Anda berpikir bahwa Yesus itu kesal karena lapar atau karena kurang kerjaan, maka pikiran Anda seperti halnya pikiran para murid Yesus saat itu yang takjub dan malah mempertanyakan bagaimana hal tersebut bisa terjadi. Tetapi Yesus menyimpan makna itu bagi kita. Beliau saat itu hanya menjawab rasa penasaran para murid-Nya dengan berkata:

“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu percaya dan tidak bimbang, kamu bukan saja akan dapat berbuat apa yang Kuperbuat dengan pohon ara itu, tetapi jikalau kamu berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! hal itu akan terjadi. Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya.” (Matius 21:21-22)

Yesus menyatakan bahwa yang diperlukan oleh kita adalah “iman.” Dan oleh karena iman, semua hal yang ajaib dapat dilakukan dengan doa yang sungguh-sungguh. Tentu saja semuanya itu harus murni dilandasi oleh iman. Doa yang dilandasi oleh iman (kepercayaan & kepasrahan yang penuh) akan naik ke Allah dan Allah akan berkenan mengabulkannya.

Buah Dari Iman

Tetapi satu hal lagi yang perlu dicatat dalam fragmen ini, yaitu tuntutan akan buah dari iman. Buah dari iman itu adalah kasih. Kasih itu berarti mengasihi Allah dan sekaligus mengasihi sesama manusia. Orang yang sangat beriman seharusnya juga sangat mengasihi. Dan buah dari kasih ini sangat berlimpah ruah. Laksana pohon yang yang tumbuh di tepi sungai yang jernih dan mengalir tiada henti sehingga pohon dapat tumbuh subur dan memberikan buah yang lebat. Pohon yang sehat dan baik akan menghasilkan buah yang baik. Pohon itu dikenali dari buahnya.

Seperti halnya kita: selama hidup kita ini, kasih Allah selalu mengalir di dalam hati dan kehidupan kita. Laksana air sungai yang jernih yang menghidupi kita. Tetapi apakah kita sadar akan kasih Allah tersebut?

Hidup kita itu laksana pohon. Bersyukurlah jika kita dapat tumbuh di tepi aliran sungai kasih Allah yang airnya selalu mengalir dan tidak pernah kering. Tetapi kita juga dituntut agar dapat berbuah lebat dan ranum. Kita dituntut untuk menghasilkan buah yang baik.

Tetapi apa yang terjadi? Apakah Anda berbuah? Sudahkah Anda berbuah lebat dan baik? Jika buah Anda masih sedikit, hasilkan buah yang lebih banyak dan lebih baik. Atau jika Anda sama sekali tidak berbuah, maka nasib Anda akan seperti pohon ara yang dikutuk oleh Yesus. Hidup Anda akan menjadi kering dan mati.

About these ads

85 Tanggapan to "Yesus Mengutuk Pohon Ara. Kurang Kerjaan?"

hmmmm… sepertinya bapaknya bapak bapaknya saya itu sedang lapar dan jadi murka karena gak dapat apa yang beliau mau..

tahukah anda bahwa salah satu syarat supaya bisa mendalami ilmu sihir itu adalah harus “percaya” total terhadap apapun yang dikatakan sang maha guru.

Kalau sang guru bilang air itu warnanya hitam jangan sekali – kali membantah walau dengan matakepalamu sendiri melihat air itu warnanya jernih sebab dengan begitu anda tidak akan bisa mendalami ilmu sihir yang anda inginkan.

Itulah kekuatan “IMAN” total alias percaya mati, tanpa memperdulikan hati dan akal “Pokoknya” percaya.

Bukanya pohon itu mahkluk ALLAH juga ???

koq gampang sekali main kutuk ???

Kan seharusnya didoakan supaya berbuah banyak, itu baru bisa dibilang anak tuhan. Kalau main kutuk sih gak mencerminkan ke anak tuhannanya masak yang kaya gitu mo dijadikan teladan ???

Seharusnya kalau memang manusia itu kering kerontang bukanya malah dikutuk, tapi diajarkan supaya berbuah, didoakan supaya hatinya bisa terbuka yang pada akhirnya bisa berbuah, itu baru teladan yang hakiki apalagi kalau mau ngaku anak tuhan…

Iman adalah kepercayaan kita terhadap Allah Sang Pencipta, bahwa apapun yang kita perbuat dengan iman percaya kita maka Allah akan mendengar dan mengabulkan doa kita dengan “cara Allah”.

PERCAYA DAN KASIH akan Allah adalah kunci keimanan kita. Betapa besar kasih Allah Maha Mengetahui akan segala keperluan kita. Kita hanya berdoa dengan cara Nya yang Maha Kuasa. Taat sahaja kepada Dia Sang Pencipta. Puji Tuhan.

@Yoshua,
Anda sdg belajar ilmu sihir ya? Hi… serem ah…

@James,
Kan saya sudah menuliskan:

Tetapi apa yang terjadi? Apakah Anda berbuah? Sudahkah Anda berbuah lebat dan baik? Jika buah Anda masih sedikit, hasilkan buah yang lebih banyak dan lebih baik. Atau jika Anda sama sekali tidak berbuah, maka nasib Anda akan seperti pohon ara yang dikutuk oleh Yesus. Hidup Anda akan menjadi kering dan mati.

Artinya apa? Jika manusia tidak berbuah sama sekali, berarti sebenarnya manusia tersebut tidak memiliki iman. So, buat apa manusia tersebut hidup?

@Pipit,
Iya, buah dari iman adalah kasih. Berbahagialah kita yang memiliki kasih karena kita akan diberkati oleh Allah.

@Jovyna,
Setuju.

Salam damai & sejahtera.

Setiap manusia harus berbuat sesuatu yang positf dan berguna bagi orang lain yang dapat kita katakan sebagai buah, Tuhan Yesus sedang mengajari murid – muridnya tentang hal itu dengan memberikan contoh pohon arah tersebut, bahwa apa bila kita tidak berbua berarti kita tidak berguna dan kalau kita tidak berguna ya kita akan sama dengan pohon arah tersebut menjadi kering dan mati. Yesus mmpunyai metode pengajaran yang kongkrit supaya mudah dipahami dengan benar. gambaran kematian disini juga bukan berarti mati secara harafia, kalau kita tidak memiliki iman maka kita tidaka akan berbuah, sehingga kita pasti akan mengalami kematian yang kekal setelah hari penghakiman.

Aku mau kasih masukan..gimana kalau bahasannya cari yang lebih dapat membangun ok..

Oh ya temen temen, aku dan temen 2 aku mau mengadakan misi ke Sulawesi, tepatnya Gorontalo, mohon bantuannya untuk memberi koneksi orang yang disana, supaya kita bisa kirimkan CD dan buku tentang kesembuhan ilahi.

Temen temen dapat mengirimkannya ke email saya : lea_riaambarita@yahoo.co.id
trimakasih buat bantuannya.
Tuhan berkati.

Dear Peron,
Setuju…

Dear Lenny,
Oh… bahasannya kurang membangun ya? Sorry jika otokritik ini dianggap kurang membangun. Justru saya beranggapan bahwa dengan otokritik berarti kita bisa merefleksi diri kita sendiri. Apakah kita sudah berbuah? Jika belum, jadikan itu sebagai motivasi untuk membangun diri kita sendiri.

Salam.

kalo baca cerita secara keseluruhan saat itu pohon ara memang bukan sedang musimnya berbuah, namun disitu Tuhan menuntut pohon ara tersebut untuk menghasilkan buah yang dapat dinikmati. Ada hikmat yang harus kita ambil bahwa saat kita dalam keadaan kaya mungkin memberi adalah sesuatu yang mudah kita lakukan namun apakah dalam kondisi sulit (kekurangan) kita masih dapat berbuat baik terhadap orang lain? Jika itu bisa kita lakukan kita akan menjadi pohon ara yang terus berbuah walaupun tidak pada musimnya.

seharusnya kalau mau otokritik, seharusnya pertanyaan yang muncul adalah:

Dari wacana di atas, seolah pohon ara punya pikiran dan bisa memilih ingin berbuah lebat atau tidak. Pohon sebenarnya tak bisa aktif bergerak seperti hewan ataupun manusia. Geraknya adalah secara taktil. Bila tak ada air dan tanah di sekitarnya maka belum tentu ia hidup. Salahkah bila tak berbuah ?

Nice blog, dan topik yang sangat bagus, tapi belum menjawab pertanyaan terbesarnya. Saya dukung dalam doa, God Bless You

@Ruthy,
Iya betul sekali.

@Tito,
Justru pohon saja yg tidak dapat bergerak aktif dituntut untuk berbuah, apalagi dengan kita manusia yg memiliki pikiran & perasaan serta mampu bergerak aktif? Tentu buah kita manusia harus lebih banyak dari pada pohon.

Salam

Hoho, gitu ya tokoh yg diteladani orang kristen, begitu enggak ketemu yg dimaui lgsg mengutuk.

Begini, kata yang diserang non Nasrani ialah “kutukan”. Tepatnya mereka tak terima ada Tuhan yang mengutuk tumbuhan. Ok, jadi kesimpulannya tumbuhan itu bersalah karena tak punya iman sehingga bisa berbuah.
mmm….*sedang memikirkan jawaban yang lebih baik*

Pohon ara yang dikutuk Yesus itu sebenarnya ditujukan kepada manusia, jadi bukan Yesus mau menunjukkan kuasanya asal kutuk. Kisah pohon ara ini janganlah dilihat dengan pikiran negatif (berpikir semaumu), karena tidak akan ketemu makna sesungguhnya. Hanya bisa dimengerti jika hatimu telah berdiam Roh Kudus, biarlah Roh Kudus yang bekerja. Dia akan mengajarimu makna sesungguhnya, tapi jika hatimu berdiam Jin/Setan pasti dia akan mengajarkanmu piktor. Pikiran Kotor…

Dear lenny,

Aku punya temen digorontalo, sudah coba ku hubungi kamu lewat e-mail tapi failure terus. Gimana ya???

sebenarnya dari respon temen2 yg masuk , sudah ketahuan mana yg lalang dan mana yg gandum , maka kata yg paling tepat : Ya Tuhan ampunilah dosa mereka , krn mereka tidak tahu apa yg mereka katakan , ……kekristenan menuntut buah dalam kehidupan orang percaya , maka Yohanes mencatat , kalau tdk berbuah dipotong dan dibakar serta dibuang, amin

Daud menulis dlm salah satu mazmurnya , apa saja yg aku perbuat akan berhasil.Artinya dimana saja , kapan saja , walaupun kondisi dan situasi tidak menyenangkan, pekerjaan tdk baik, banyaknya pergumulan tetapi tetap exist dan berbuah.Makanya daud berani berkata…daunya tidak layu , dan terus berbuah.Makanya kedewasaan rohani seseorang tidak dilihat dari berapa banyak dia mengalami kesulitan,pergumulan dan tekanan…tetapi dilihat dari REAKSI dia ketika menghadapi masalah , apakah tetap bersukacita dan setia terhadap Tuhan,lihat Habakuk 3:17-19 , salam kasih kristus u temen2 semua , ayo trus berbuah didalam Tuhan

Untuk saudara saudara dalam Tuhan kita Yesus sang Kristus.

Dalam peristiwa Yesus mengutuk pohon ara, terkandung makna tersembunyi. Yesus mengutuk pohon ara, adalah sebuah ilustrasi yang tidak bisa ditelan secara literal. Sebagai contoh:

Yesus mengatakan bahwa barangsiapa yang tidak makan daging dan minum darahNYa tidak dapat masuk kedalam kerajaanNYa. Apakah ini berarti kita harus memakan dagingNYa? Hanya Sumanto yang menganggap hal ini rasional. Ada maksud lain dalam perkataaNya. IA ingin kita hidup dari firmanNYa dan “kebetulan” Yesus adalah FIRMAN ALLAH yang hidup. dan jikalau semua perkataan Yesus kita telan secara literal, maka Kekristenan sama dengan kekonyolan. Masa’ kita harus makan dagingNYa? Apakah Yesus seorang Kanibalis yang mengajarkan Kanibalisme pada murid-muridNya? Tentu tidak!!!!

Kembali ke Laptop!!
Begitu pula yang dilakukan oleh Yesus kepada pohon ara. Yesus bukanya karena lapar Dia mengutuk pohon ara itu, sebab Ia bisa saja mendatangkan 1000 double Chesee Burger+ segelas nutrisari jeruk nipis. ah…. pasti lebih nikmat daripada sekilo buah ara. Yesus mengutuk pohon ara mencerminkan, orang Kristen yang tidak berbuah, dan Ia pun tidak ingin kita hanya berbuah pada waktu tertentu(pelayanan musim2an)Ia ingin kita berbuah setiap saat, dan buah itu harus menjadi dupa yang berbau harum bagi kemuliaan namaNYa
Amin….

Da da
GOD BLESS THE HUMORIST

Ini masukan saja buat kita semua.
Sebenarnya Pohon ara tersebut bkn dikutuk secara realita karena Dia lapar.
Dia aja sanggup puasa 40 haru 40 malam di gurun pasir lagi apa cuma hari itu dia ga tahan?
(Jawab aja di hati kita masing 2)
Kalau membaca Alkitab kita akan mengerti masa Yesus mengutuk tanpa ada alasan.
Sebenarnya Yesus memberi kita suatu pelajaran di mana Yesus mau mengajari kita agar kita hidup di dunia ini haruslah membuat sesuatu yg berguna bagi Tuhan sendiri (pelayanan) ataupun bagi sesama.
Menurut saya demikian karena Yesus Memberi kita Talenta yang berbeda2 dan itu haruslah kita pergunakan dengan sebaiknya karena kalau ga sama sekali ga berguna.
Seperti ada ayat yg menyatakan tentang penabur benih.Benih itu akan tumbuh dan berkembang sesuai dengan tempat benih itu ditabur.
Pada intinya seberapa talenta yg di berikan Tuhan kita kepada kita sudah di pakai buat Tuhan dan sesama.
Thanks

Tuhan Memberkati

capede… buat yg non kristen, kalian gk akan bisa mengerti ajaran YESUS… karena kalian tidak mengenal YESUS… tak kenal maka tak sayang… begitu pula sebaliknya buat yg non islam/non hindu/non budha…

dear robin putra Allah yang paling ganteng sesurga (aku nggak tau surga mana yang dimaksud)
aku mau bilang sama kamu bahwa Yesus selalu mengajarkan anak-anakNya (semua orang percaya) dengan perumpamaan,makan daging-Nya bukan berarti kita harus makan daging dalam arti sebenarnya atau minum darah dalam arti yang sebenarnya pula.Kamu orang kristen nggak seh???kalo kamu orang kristen aku yakin kok kamu ngerti.Aku kira maksd Tuhan bilang kayak gitu adalah kita boleh tinggal diam didalam firmanNya,dan firmanNya tinggal di dalam kita karena firman itu sendiri adalah Yesus (kamu ngertikan???) nah ketika kamu lakukan FirmanNYa berarti firman itu sudah mendarah daging di hidup mu.Dengan kata lain darah dan dagingNya sudah berada di tubuh kita…
soal cheese burger+nutri sari mu itu….Tuhan Yesus datang kedunia bukan untuk foya-foya atau menikmati dunia…tetapi menyelamatkan dunia…termasuk kamu…kan kamu pengen masuk surga jadi orang terganteng (walaupun surga tidak mengenal bentuk wajah atau jenis kelamin ataupun umur)nah sekarang tinggal kamu mau atau nggak!jelas-jelas Yesus telah menawarkan keselamatan (hidup yang kekal di surga) di depan wajah mu masa’ nggak kamu responi malah menganggap itu lelucon…Doktrin alkitab adalah percaya lah pada Firman Tuhan,jika Tuhan berkata demikin lakukan lah!habis perkara!Kita hidup untuk mendengar bukan melihat,yaitu mendengar Firman Tuhan.Kita tuh orang yang paling beruntung tau nggak kita hidup tidak melihat Yesus secara langsung tetapi kita percaya padaNYa,pada masa Yesus di dunia orang2 yang secara langsung liat Dia malah nggak percaya…makanya alkitab mencatat bahwa kita yang hidup sekarang beruntung karena modal kita adalah mendengar yang dapat menumbuhkan iman kita yang pada akhirnya sebagai tiket untuk kesurga.

Happy Valentine GBU

Happy valentine…

GBU

HaPPy vAlEnTine kE SemuA Anak TuhAn

dear mas dewo…
Mas dewo sekali-sekali datang dunk ke kampus kami…di pekan baru POLITEKNIK CALTEX RIAU….
kami rindu pelayanan kampus kami berkembang,masalahnya sekarang kami lagi kekurangan sumberdaya..untuk dipersiapkan menjadi pelayan Tuhan di kampus kami harus di ajar jadi murid Tuhan dalam kelompok kecil…tidak seperti kampus-kampus lain yang sedah bagus pelayanan kampus nya di pkanbaru.Doa kan kami ya merintis pelayanan kampus kami….GBU

Dear Mas Altur Palentinus,

Sebenarnya saya hanya orang awam. Sampai saat ini saya sendiri pun sedang mendalami iman saya. Dan pendalaman iman ini saya tuangkan dalam blog saya ini.

Tetapi saya turut mendoakan bagi pelayanan, pelayan-pelayan dan para umat Kristiani di sana. Semoga sedikit yg ada di blog ini dapat menguatkan iman di sana.

Semoga sukses perintisan pelayanan di Riau. Semoga iman di sana semakin besar & kuat sehingga dapat tumbuh, berkembang dan berbuah.

Tuhan memberkati. Amin.

Thanks ya mas dewo…terus kabar kan injil ya…mas dewo di sana saya di sini yang hanya saya takutu adalh asaya hanya seorang muda yang baru tamat sekolah apakah saya mampu menjadi gembala dan berkat bagi teman-teman dan senior saya…menegmbalakan maksud saya bukan separti pendeta tetapi sebagai pelayan TUHAN
JLU

Iya Mas Altur,

Usia muda bukan halangan untuk menjadi gembala. Di Kitab Suci juga sudah pernah disebutkan bahwa jangan karena usia muda terus diremehkan. Malahan banyak yg dari usia muda yg sudah berprestasi.

Selamat berkarya. Tuhan memberkati.

buat emanuel setio Dewa

Mas dewo mendalami iman harus tapi seandainya lebih bagus melayani juga di luar bukan begitu?

Saya cuma memberi masukan saja
Dulu saya juga ga ada wadah untuk melakukan pelayanan kepada Tuhan.
Mau tau apa yang terjadi?
Iman agak goyah dan seterusnya aku pun jatuh tapi aku percaya DIA mencintai kita dari awal dunia di bentuk.
Jadi DIA selamatkan ku kembali sampai saat ini sekarang.
Maksud aku yg terpenting itu DOA + FIRMAN + PELAYANAN.
Mas dewo udah SHB ?Pastinya udah lah ya ga mas
Aku cuma bilang kalau bisa bantu dalam pelayanan sekalian.Thanks

Tuhan memberkati

Dear Candra,

Iya betul, setuju!!! Melayani sangatlah penting. Seperti Yesus yg sepanjang hidup-Nya selalu melayani kita semua. Dan melayani tidak perlu harus dimulai dengan gerakan yg besar-besaran. Mulailah dari skala yg kecil. Misalnya kepada orang tua, saudara, teman, sahabat, bahkan musuh Anda.

Kita kemudian bisa meningkatkan ke skala yg lebih besar. Bisa dalam komunitas, dan lain-lain.

Saya sendiri sudah beberapa kali mengikuti kegiatan pelayanan. Tetapi saya lebih senang melayani orang-orang di sekitar saya dulu. Sedangkan pendalaman iman tetap saya lakukan, dan juga saya tuliskan. Maksudnya supaya bisa juga menjadi wacana bagi banyak orang.

Terus terang saya punya banyak teman yg sangat rajin melayani, tetapi banyak juga yg tidak paham betul tentang ajaran Yesus sehingga saya tergerak menuliskan banyak hal di blog ini.

Selamat berkarya. Tuhan memberkati.

Dear DEWO

aku mau tulis sedikit tentang pemahaman Yesus Emang Yg di sebut pemahaman ITU apa?|
Sebenarnya menurut aku iman yg mengenai syhadat Para Rasul itu aja da luar biasa.
Kalau di bilang iman tanpa perbuatan sama dengan tiada apa2nya say.
AKu cuma berharap bahwa kalau kita ada talenta saling back up la walaupun hanya and cuma gulung kabel di tempat pelayanan.
Karena aku da pernah coba doa + Firman tanpa ada Pelayanan aku pernah merasa Hampa dan jatuh lagi.
Aku pernah berbicara dengan pewarta seorang dokter di Jakarta.Dia memberi masukan misalnya (kita mulai agak sombong ataupun da agak melenceng) pas di tempat pelayanan kita akan di tegor atau akan di beritahu di sana.Karena ada tertulis kita diciptakan segambaran denganNYA.

Maaf Kalau tulisan aku ada yg salah.Terima Kasih

Tuhan memberkati

Dear Candra,

Ada yg perlu diluruskan. Mengutip pernyataan Anda sebelumnya:

Maksud aku yg terpenting itu DOA + FIRMAN + PELAYANAN.

Di Alkita disebutkan bahwa yg pondasi kita adalah: Iman, Kasih & Pengharapan. Dan yg terpenting dari itu semua adalah: Kasih. Dan “Kasih” inilah muara dari semua pelayanan. Jadi jika kita melayani, hendaknya atas dasar “Kasih”, bukan karena kewajiban atau mengejar prestasi semata.

Jika kita dilandasi “Kasih”, maka seharusnya tidak ada rasa sombong dalam diri kita. Tetapi kita hendaknya tulus dalam memberikan pelayanan.

Dan betul bahwa kita harus saling membantu (“saling backup” seperti istilah Anda). Toh kita punya peran spesifik yg harus saling melengkapi dengan yg lain. Kita itu bagian dari tubuh Gereja (Kristus) dan masing-masing punya tugas. Tapi tidak apa-apa jika seseorang memiliki tugas yg banyak. Dan tidak apa2 pula jika seseorang tugasnya kecil. Jangan saling mengecilkan atau membesarkan diri.

GBU.

Dear Bapak altur palentinus yang terhormat.
mohon dibaca sekali lagi comment saya dengan baik dan teliti. maksud saya bukan seperti yang bapak kira. YA saya aminkan perkataan bapak, karena itu pulalah yang saya imani. Bukan maksud saya untuk meleluconi FIRMAN ALLAH, tetapi itu hanya sedikit ilustrasi yang menggunakan bahasa anak muda. (saya masih 17 tahun) dan mungkin tidak diterima oleh orang2 tertentu. kalau ada salah kata, mohon maafkan saya. GOD BLESS THE HUMORIST…
(Omong2 Tuhan Yesus sering bercanda juga lho)

dear adek robin,
aku bukan bapak2 aku juga masih muda 19 taon…justru 17 taon adalah usia di mana kita belajar untuk tidak bercanda apalagi untuk firman Tuhan,di jadikan lelucon,apa yang kamu imani ya harus murni firman Allah…itu ada doktrin nya…perkataan Allah mutlak…dan sangat sempurna jadi jangan di jadikan lelucon.Puji Tuhan kalu iman mu adalah iman kristen tapi jangan asalan….trus jangan bilang aku bapak dong aku masih anak kuliahan masih smester 3…BTW kalu aku nyinggung maaf ya…..trus salam kenal GBU

Wah,keliatannya asik jg yah diskusinya
Aq baru aja buka website ini
n kebetulan ada Altur
Tur,Pa kabaar??? Gmana PMK PCR??
wah salute deh bwt pelayananmu
oh ya salam kenal ama mas dewo,ama Robin Putra Allah yg paling ganteng seSurga
wah bagus jg ini web site
Pokoke bwt semua…tetep semangat bwt pelayannnya
Amin

Salam kenal jg bwt Akang Candra

HEhehehehe

bwt semuanya deh yg blon tersebutkan

Dear Purba Hendra,

Salam kenal. Senang berkenalan dengan Anda.

GBU.

salam kenal
maaf mau tanya
bukankah pada saat dikutuk, memang bukan musimnya berbuah..?
jadi wajar kan kalau tidak berbuah
bukankah manusia juga diharapkan menghasilkan yang baik sesuai dengan kemampuannya masing-masing.
apakah Tuhan akan marah ketika manusia belum mampu memberikan yang diinginkannya karena dia memang belum mampu???Ataukah justru bersabar terhadap hambanya dan memberikan pengampunan??
(pohonnya memang tidak berbuah karena belum musimnya loh)
ini juga kalo ga salah loh

Dear BAng Hendra Purba,
Ok bang thanks ya…ternyata abang masih ingat ama adik adik di PCR,apalagi PMK,di tengah-tengah bnayak nya anggota PMK yang tidak perduli abang masih perduli,thanks to God!PMK baik2 kok bang,PMK lagi masa perumbuhan seperti bayi2 rohani yang membutuh kan susu yang serba rohani untuk menjadi dewasa di dalam iman kristen yang bisa memakan makanan keras.Kebetulan aku jadi pengurus di PMK pcr jadi wakil ketua,dulu jabatan abang juga wakil ketua kan???
sekarang aku yang gantiin.Kami punya misi untuk menjadikan alumni PMK PCR menjadi berkat bagi masayarakat dalam peekerjaan dan masayarakat separti abang sekarang.Dan PMK PCR memilki motto terlayani terlebih dahulu baru melayani,yap kami punya kelompok kacil yang setiap kali pertemuannya membahas firman TUHAN dan membangun hubungan pribadi dengan Tuhan dan sesama yang berkualitas,aku dan kristin sudah di bina selama 1,5 tahun sekarang kami terpanggil untuk membina adik2 yang baru masuk…ya sulit sih bang selain kami harus ‘Bayar Harga’ kami juga harus terus belajar dan memiliki hati seperti hamba yang mau belajar dan telinga separti murid yang mau mendengar.Terkadang kami berdua ama kristin di bilang kurang kerjaan…tapi kami harus belajar menyangkali diri bahkan merasa tertolak…tapi itu lah pelayanan,Tuhan pasti ingin memurnikan hidup kita,separti emas yang di murnikan dengan apai begitu lah hidup kita TUhan ingin memurnikan iman kita dengan pergumulan,penyangkalan diri ,penderitaan,dan lain-lain.Dan itu banyak terjafi dalam pelayanan….
Gimana kabar pelayanan abang di HKBP pasti masih excited kan???
ya pokoknya doa kan ya bang.Ntar aku kasih tau yang lain lah ternyata abang masih ingat PMK.Kami mau buat kebaktian antar kapus untuk paskah…doa kan ya…dan abang akan selalu dalam doa kami…Syaloom!GBU

aq tetep gabung ama naposo Balikpapan HKBP
mereka asik2 semua, mau nerima anak baru
cuma 3 bulan ini aq jarang aktif
bahkan sebulan ga gereja, soale kelamaan di Offshore
sedih juga ngebayanginnya
orang2 dihari minggu pada gereja nyembah Tuhan
Aq malah kerja, tapi ya tetep harus disyukuri
Aq tetep ingat ama PMK PCR
kan aq jg dibentuk dari sana
yah ga mungkin lah kulupakan
cayo Altur

jgn menyerah

dear bang Purba,
Thanks….tetapsemangat juga ya..muliakannamaTuhan lewat Pekerjaan.Kalau bisa janganlupakan beribadah.GBU

Pasti itu Tur,
Tks bwt motivasinya
Sesekali aq pinigin balik ke Rumbai ngeliat PMK
doain yah

dear bang hendra,

Ok dah bang kedatangan abang kami tunggu ya jangan lupa bawa oleh2 minyak dari sana maklumlah disini kami kekurangan minyak,mahal dan langkah!!
Oya bang pmkpcr juga punya blog http://www.pmkpcr.wordpress.com abang juga buat comments ya di sana supaya di web itu kita bisa saling komunikasi.tapi memnag belum banyak di isi kok
!!!GBU

seandainya yesus, manusia itu tuhan, aku lebih memilih Einstein, dialah yang
menciptakan masa depan, dan bukan meninggalkan dongeng-dongeng boong pengantar tidur

to ambar,
maksud lo, apaan??

itu lho, kalian ngapain sich menyembah manusia dah mati…emang dia bisa ngapain ….
masa tuhan mati >

dear ambar….
Eh u memang asli ndak tau histori nya ya…..siapa bilang Yesus mati kan Dia udah bangkit lagi pada hari yang ketiga…..trus setelah 40 hari Dia bangkit Dia naik ke surga…..makanya mbak atau mas…jangan sembarang nyimpulkan…tau dulu dong historinya baru deh nimbrung…kali kamu diketawain…nah sekarang Dia masih ada…disekitar kta dalam bentuk ROH…yaitu Roh Kudus…itulah yang memilihara hati dan pikiran setiap orang yang mau mengundang Dia masuk dalam kehidupan manusia….

umat kristen benar benar menghina yesus, Tuhan mereka yang selalu diagungkan dan disembah, dengan cerita yang tidak masuk akal

Yesus adalah Tuhan, seharusnya Yesus Maha Tahu , sesuai salah satu sifat Tuhan. Tapi dalam kejadian pohon Ara. Yesus sama sekali tidak mengetahui bahwa pohon ara itu sedang tidak berbuah. Celakanya lagi Yesus sebagai orang yang besar dinegeri itu tidak tahu musim dimana pohon arah berbuah. Apakah masih juga Yesus dapat dianggap Tuhan dan disembah. Yesus sendiri tidak pernah menyatakan dirinya Tuhan, karena dirinya sendiri adalah Rasul utusan Tuhan dan 100% manusia Gitu lho…….

To Altur Palentinus,

Sebenarnya Yesus tidak mati waktu disalib. Dengan umur yang masih belia dan tubuh yang sehat, Yesus belum mati di tiang salib. Bandingkan dengan dua penyamun yang disalib bersamanya belum mati hingga jam 3 petang, sehingga kedua kakinya diremukkan. Sedang kaki Yesus tidak dipatahkan. Karena disangka telah mati. Sebenarnya Yesus waktu itu hanya dipingsankan Allah untuk menjaga dia tidak mati dalam penyaliban tersebut. Kalau benar Yesus mati di tiang salib benarlah dugaan orang Yahudi bahwa nabi Isa (yesus) adalah nabi palsu sebagaimana disuratkan dalam Perjanjian Lama Kitab Ulangan 13: 5,9 – Ulangan 18:20-22 – Yermia 23:14,15 dan Yermia 29:8,9
Kalau Perjanjian Baru mengakui bahwa Yesus telah mati di tiang salib, maka Perjanjian Baru bertentangan dengan Perjanjian Lama.

Hal Isa tidak terbunuh dikatakan dalam surat Annisa 4 : 157

*dan perkataan mereka, “Sesunghnya kami telah membunuh Al Masih. Isa putra Maryam, Rasul Allah. “Mereka tidak membunuhnya dan tidak pula menyalibnya,………………….

Setelah peristiwa penyaliban tersebut, Yesus (Isa) diperintahkan Allah ,meninggalkan Palestina mengembara ketempat lain. Tugas kerasulannya telah dicabut sesuai dengan doanya di Taman Getsemani (Matius 26: 39) yang dikabulkan Tuhan = Ya Bapaku, jikalau boleh biarlah cawan ini lepas daripadaku, tetapi itu pun bukannya atas kehendakku , melainkan kehendak-Mu juga.

Arti doa itu adalah, doa Yesus bila diizinkan akan meninggalkan tugas kenabiannya (Rasul Allah) terhadap bani Israel, karena telah mendapatkan perlawanan yang membahayakan jiwa.

Setelah dia tidak lagi mengemban tugas ke Rasulan (Nabi) beliau mengembara keluar dari tanah Palestina dan meninggal sebagaimana manusia biasa.

Altur mengatakan “Dia masih ada disekitar kita dalam bentuk Roh ”
” Kalau begitu sama dengan mati dong dan ini bertentangan dengan “dia bangkit kembali” (tidak mati, masih hidup) atau dengan kisah Lukas 24: 51 “Maka sambil Ia memberkati mereka itu. Ia bercerai dari mereka itu, lalu terangkat naik ke sorga”

dear budhi,

kalau budi meragukan kenapa Yesus mati terlebih dahulu dari kedua penyamun itu karena Yesus disiksa terlebih dahulu sebelum disalaib,saudara budi bisa membaca gimana Yesus disiksa,sangat berat sekali bahkan dapat membunuh seseorang…..makanya ketika disalib Yesus mati….nah setelah jam 3 Yesus juga di tusuk dengan tombak di bagian lambungNya untuk memastikan Dia sudah mati atau belum.Untuk nubutan tentang nabi palsu yang saudara bagikan itu adalah untuk nabi palsu yang memang akan dihukum karena mengajarkan ajaran sesat……tetapi beda dengan yesus yang mengajarkan kebenaran,tentang Roh Kudus….sebenarnya Roh kudus sudah ada sejak permulaan Terciptanya bumu serta isisnya…setelah Yesus naik ke surga maka Roh Kudud yang merupakan Allah sendiri yang bekerja tiap-tiap hidup seseorang…..bukan berbentuk wujud lagi namun berbentuk Roh….sebaiknya anda harus mempelajari Alkitab terlebih dahulu secara keseluruhan agar mengerti……jangan hanya penggala2 Alkitab yang terkadang membuat kita salah mengerti….Salam Damai.GBU

@Dear Budhi,

Yesus adalah Tuhan, seharusnya Yesus Maha Tahu , sesuai salah satu sifat Tuhan. Tapi dalam kejadian pohon Ara. Yesus sama sekali tidak mengetahui bahwa pohon ara itu sedang tidak berbuah. Celakanya lagi Yesus sebagai orang yang besar dinegeri itu tidak tahu musim dimana pohon arah berbuah. Apakah masih juga Yesus dapat dianggap Tuhan dan disembah. Yesus sendiri tidak pernah menyatakan dirinya Tuhan, karena dirinya sendiri adalah Rasul utusan Tuhan dan 100% manusia Gitu lho…….

Maksud Yesus mengutuk pohon tersebut adalah untuk memberikan teladan bagi para murid-Nya. Semoga Anda dapat memetik hikmah yang terkandung dalam cerita ini.

Salam.

untuk altur paentinus.

percayalah bahwa tubuh Kristus adalah benar-benar makanan, dan darahNya adalah benar-benar minuman (Yesus sendiri loh yang bilang). Itu sudah arti sebenarnya (Alkitabiah). Jadi ketika kita melakukan perjamuan kudus, ketika kita makan hosti dan minum anggur dengan iman kita telah makan daging dan minum darah Kristus. Jadi itu bukan lambang/kiasan/perumpamaan. Inilah yang saya imani.

Mohon maaf bila ada perkataan yang kurang berkenan.
Mohon maaf bila pernyataan saya kurang dilegkapi dengan ayat2 kitab suci (ol dikantor :P)

Dear Dewo,

****Maksud Yesus mengutuk pohon tersebut adalah untuk memberikan teladan bagi para murid-nya. Semoga Anda dapat memetik hikmah yang terkandung dalam cerita ini***

Memberikan teladan dengan mengutuk pohon ara yang siklus kehidupannya diatur dengan hukum Allah yang tetap termasuk masa (musim) berbuahnya, adalah suatu tindakan yang yang tidak mensyukuri karuniah Allah.

Hikmah yang terkandung dalam cerita ini baiknya Mas Dewo ambil dan resapkan, bahwa Yesus yang dianggap sebagai Tuhan adalah manusia seutuhnya, yang bisa juga lupa membaca tanda tanda kebesaran Allah.

Daripada mengutuk, adalah lebih baik bila Yesus menyuruh salah muridnya pergi ke warung dan membeli sesuatu yang dapat dimakan.

Salam.

dear bukan siapa2,
jujur aku nggak ngert maksud anda…..please di jelaskan

Deal altur palentius.

Anda per berkmomentar (no.22 kpd saudara robin) yg isinya sbb:

“makan daging-Nya bukan berarti kita harus makan daging dalam arti sebenarnya atau minum darah dalam arti yang sebenarnya pula”

Jadi saya hanya mengomentari pernyataan anda. Mungkin kita bisa sharing sesuatu.

To bukan siapa2 (03.04.2007)

“…………ketika kita makan hosti dan minum anggur dengan iman kita telah makan daging dan darah Kristus. Jadi itu bukan lambang/kiasan/perumpaman. Inilah yang saya imani…….”

KOK MIRIP SUMANTO. ITU NAMANYA KANIBAL BRUR.

buat mas budhi.
Ini sedikit ayat dari alkitab supaya anda mungkin lebih mengerti, dasar dari iman saya.
Yesus-lah korban penebusan untuk seluruh umat manusia yang berdosa.

buat mas altur.
Sebagai referensi tentang komentar saya buat anda.

Matius 26:26-28

26:26. Dan ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya dan berkata: “Ambillah, makanlah, inilah tubuh-Ku.”
26:27 Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka dan berkata: “Minumlah, kamu semua, dari cawan ini.
26:28 Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa.

@Dear Budhi,

Memberikan teladan dengan mengutuk pohon ara yang siklus kehidupannya diatur dengan hukum Allah yang tetap termasuk masa (musim) berbuahnya, adalah suatu tindakan yang yang tidak mensyukuri karuniah Allah.

Hikmah yang terkandung dalam cerita ini baiknya Mas Dewo ambil dan resapkan, bahwa Yesus yang dianggap sebagai Tuhan adalah manusia seutuhnya, yang bisa juga lupa membaca tanda tanda kebesaran Allah.

Daripada mengutuk, adalah lebih baik bila Yesus menyuruh salah muridnya pergi ke warung dan membeli sesuatu yang dapat dimakan.

Salam.

Hahaha… Anda benar-benar orang yg praktis. Intinya adalah bahwa Anda tidak dapat memetik hal yang tersembunyi di sini. Selama hidupnya, Yesus memang tidak selalu mengajarkan dengan secara gamblang. Tetapi lebih banyak dengan perumpamaan. Kalau jaman modern istilahnya adalah analogi.

Sayangnya, walau pun sudah dijelaskan dalam artikel ini, Anda tidak dapat juga memahami pohon ara yang dikutuk ini. Silakan baca sekali lagi dengan hati-hati dan seksama. Semoga Roh Kudus membantu Anda dalam memahaminya.

GBU.

To Dewo

Hanya analogi?…

Itu nyata bok, buktinya setelah dikutuk pohon itu kering.

Apalagi yang tersembunyi disitu.

Baqarah ayat 4 :

“Sesungguhnya orang orang kafir, sama saja atas mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak akan beriman”

Al Baqarah ayat 21

“Hai sekalian manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dan orang orang sebelum kamu, supaya kamu bertaqwa”

Al Baqarah ayat 29

“Dia-lah Allah yang telah menciptakan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit lalu disempurnakan-Nya tujuh langit. Dan dia Maha mengetahui segala sesuatu”.

Salam

Maaf, cerita tentang Tuhan atau Yesus membuat saya bosan. Sama saja saya membaca kisah biografi Grishnack tokoh Paganism Norway…

kasihan banget pohon gak bersalah apa-apa kok dikutuk
xixixixxixiii….

iya..ya…., kasian deh tuh puun….makdikipe banget ye…, makdirodok banget ye……………

@Dear Budi (#62),

Rupanya Anda tidak terlalu pandai dalam berbahasa. Silakan cari arti kata “analogi.” Sekalian pula cari arti kata “perumpamaan” jika Anda ingin mengetahui kata tersebut dalam bahasa Indonesia.

@Dear Putty Angelica,

Wah, berbeda dengan saya. Kalau Anda bosan dengan cerita tentang Tuhan atau pun Yesus, saya malah tidak pernah bosan. Sayang Anda malah lebih senang membaca buku paganisme.

@Dear Zube,

Iya, demikian juga dengan orang yang tidak memiliki buah dari iman alias kasih. Orang seperti ini cuma akan dikutuk oleh Yesus.

Salam damai & sejahtera.

Wah…ternyata blog tentang “yesus mengutuk pohon ara”,banyak pendapat yang berbeda-beda…

Sangatlah klasik untuk memperdebatkan agama,karena dari dulu juga sudah ada.
Jangankan untuk berdebat dengan pemeluk agama lain dengan pemeluk agama sendiri saja…,untuk mendapatkan sebuah jawaban yang pasti saja memerlukan waktu yang cukup lama,dan sering memunculkan suasana yang panas…

Yach,begitulah jadi manusia…banyak tantangan,jadikan hidup lebih hidup…
JAdi ngelantur……^^

O’ya,ngomong2 tentang orang fasik,orang bebal,orang kafir,orang murtad,dan sejenisnya…
Menurut saya Tuhan/sang pencipta,tidak pernah menciptakannya tuch…
Karena tuhan menciptakan semua orang sama,ga lebih ga kurang…
DEngan sudut pandang seperti itu,niscaya,untuk men sharekan sesuatu,tidak akan adanya percebatan…

JAdi…
Kembali kemasalah Motivasi apa yang yesus pergunakan sewaktu DIA mengutuk pohon ara???Sepertinya untuk mengerti benar-benar motivasinya,kita harus tanyakan langsung…
TApi tidak sesulit itu,untuk mengetahui motifnya,sebenarnya membaca dari awal…walaupun banyak versinya,dengan pikiran dan kepala yang dingin,sepertinya mudah….walaupun sepertinya^^

(Untuk yana suka membaca)Ada sebuah buku referensi untuk memudahkan kita membaca buku2,mis:untuk yang niat baca kitab suci secara seutuhnya…
Judulnya “seven/eight habits of people” Pengarang:stephen covey,
P.S: UNtuk membaca disarankan jangan sebagian,tetapi dari awal-akhir.(bukunya netral tidak ada unsur agama,politik,dan tentunya tidak ada unsur ***).

Saya pikir ini cuma masalah paradigma, dan saya pikir sah2 aja berpendapat sesuai dengan “cara memandang” topik ini.

Cukup menarik karena cukup banyak teman-temen yang ngelurain pendapatnya masing-masing. Namun saya rasa yang paling penting adalah bagaimana kita dapat menghargai pendapat orang lain.

Yesus sering sekali mengajar dengan perumpamaan, karena dengan begitu kita yang mau mendengarkannya dapat bisa lebih cepat mengerti. Namun kadang mendengar / membaca saja tidak cukup untuk membuat kita dapat mengerti. Gak heran banyak tips2 untuk membantu kita agar dapat memahami maksud hati Tuhan (firman Tuhan) seperti berdoa agar Roh Kudus mau membimbing kita, dan yang pastinya hanya memiliki satu arti. Tidak sebanyak jumlah paradigma kita yang bermunculan di forum ini.

Kalo kita orang beriman kita pasti percaya bahwa Tuhan lah yang memiliki kepandaian, kecerdasaan, pengetahuan, kebijaksanaan dan lain sebagainya.
Ada nats dari kitab suci : “Terkutuklah orang yang mengandalkan dirinya sendiri”. Jangan pusing2. kalo butuh minta aja ama Tuhan, pasti Tuhan kasih, seperti misalnya pengetahuan untuk mengeri aka firman Tuhan, karena Dia adalah KASIH.

Semoga sedikit paradigma yang berbeda akan tulisan saya yang bukan apa2 ini.

Peace.

@Dear Hengky dan Bukan Siapa2,

Bagi kita tidak ada masalah dengan pengajaran Yesus yang melalui perumpamaan. Malah kita jadi lebih paham dengan cara ini. Bukankah cara pengajaran lewat perumpamaan lebih mudah diserap?

Tetapi sayang banyak orang yang tidak bisa memahami pelajaran yang seharusnya dapat dipetik dari Yesus. Untuk itu kita perlu menjelaskan apa yang sebenarnya dimaksud oleh pengajaran Yesus.

GBU.

Selamat atas BLOG anda. Saya baru pertama kali ini mengunjungi BLOG anda dan saya dibuat sangat terkesan atas komitmen anda yang besar dalam hidup ini baik di bisnis anda maupun hubungan anda dengan Sang Khalik.
Saya mau sedikit berbagi mengenai perikop mengenai Tuhan Yesus mengutuk pohon ara. Ini semua saya peroleh karena Tuhan Yesus sungguh baik bagi kita semua, Dia berjanji bahwa jika kita minta maka Dia pasti akan memberikan. Saya harap sharing saya ini bisa memberkati anda semua atau menambahkan wawasan anda tentang Tuhan kita yang luar biasa ini.
Saat itu Tuhan Yesus tidak mengutuk pohon tersebut karena pohon tersebut tidak berbuah, akan tetapi pohon itu dikutuk karena pohon ara merupakan simbol dari usaha manusia untuk menutupi/ memperbaiki/ menebus kesalahan dengan usaha sendiri. Adam dan Hawa memetik daun pohon ara untuk menutupi ketelanjangan mereka setelah mereka kehilangan kemuliaan karena jatuh dalam dosa. Kemudian Tuhan Allah membunuh sebuah binatang dan kulit binatang tersebut diberikan pada Adam dan Hawa untuk menutupi ketelanjangan mereka.
Tidak ada satupun usaha manusia yang mampu menebus/ memperbaiki/menutupi kesalahan atau dosanya. Pada perjanjian Lama dulu, jika ada orang yang berdosa maka orang tersebut harus memberikan korban sembelihan karena sebuah dosa hanya bisa ditebus dengan darah.
Tetapi darah binatang tersebut tidak bisa membebaskan kita dari sifat alami kedagingan manusia. Hanya darah Anak Domba Allah, Yesus Kristus, yang dapat melakukan hal tersebut bagi kita. Ketika kita mengakui dosa kita dan percaya bahwa Tuhan Yesus telah mati bagi dosa2 kita dan bangkit, naik ke sorga maka kita diselamatkan. Kita diselamatkan karena kasih karunia Tuhan Allah dan atas iman kita pada Yesus Kristus. Dengan iman itulah tidak ada yang mustahil bagi kita. Amin. Terima kasih. Teruslah menjadi garam dunia.

@Dear T4C,

Terima kasih atas sharing Anda yang mencerahkan. Semoga dapat menjadi berkat bagi banyak orang. Amin.

GBU.

KEMBALI KE LAP TOP!

Jika kita melihat suatu teks, dalam hal ini teks Alkitab, maka kita harus melihatnya dalam konteks sosial, budaya, geografi dll, nah dalam kisah pohon Ara, pertama kita harus melihat dulu apa pohon ara itu dan bagaimana pohon ara itu sebenarnya.

Pohon Ara merupakan pohon yang umum ditemukan di daerah israel dan buah pohon Ara menjadi makanan “wajib” orang pada zaman itu. Pohon Ara juga adalah pohon yang berbuah sepanjang tahun (walaupun bukan musimnya).

Dalam kejadian ini Yesus sama sekali tidak menemukan SATUPUN buah pada pohon Ara tsb, padahal pohon ara adalah pohon yang berbuah sepanjang tahun – jika sedang musimnya maka dia akan berbuah sangat banyak, jika bukan musimnya pohon ara tetap akan menghasilakn buah walaupun sedikit, dalam tradisi Yahudi jika sebuah pohon Ara didapati pada suatu waktu tidak lagi menghasilkan buah maka pohon itu sudah tidak berguna lagi. Pohon itu dianggap sebagai “tidak berguna”

Sekarang kita lihat bahwa pada saat Yesus akan memetik buah Ara (walaupun bukan musimnya) tetapi Dia tidak mendapati buahnya, maka sebagai akibatnya pohon Ara itu sudah tidak layak untuk hidup!, secara alamiah pohon itu pasti akan mati, karena telah berhenti menghasilkan buah.

Inilah yang terjadi, kita lihat bahwa murid-murid tidak meributkan tentang, apakah pohon Ara itu layak hidup atau tidak, atau betapa jahatnya guru mereka “membunuh” pohon yang tidak bersalah tetapi mereka meributkan tentang betapa cepatnya pohon itu mati,

21:20 Melihat kejadian itu tercenganglah murid-murid-Nya, lalu berkata: “Bagaimana mungkin pohon ara itu sekonyong-konyong menjadi kering?

Kejadian ini, jika dilihat dari perspektif orang yahudi adalah biasa – yaitu pohon Ara yang tidak berbuah di “tebang” – yang aneh adalah cara Yesus “menebangnya”

Sisanya adalah aplikasi seperti yang saudara-saudara Kristen katakan.

Tetapi latar belakang kejadian ini adalah hal yang wajar pada masa itu!

Terima kasih.

@Dear TIBE,

Terima kasih atas pencerahan Anda yang luar biasa.
GBU.

To Budhi
Alqur-an menyatakan bahwa Isah-Al Masih Ahli Akherat dan ahli dunia. Kalau mau selamat di dunia dan akhirat ikuti dia ahlinya trims

“Tugas kerasulannya telah dicabut sesuai dengan doanya di Taman Getsemani (Matius 26: 39) yang dikabulkan Tuhan = Ya Bapaku, jikalau boleh biarlah cawan ini lepas daripadaku, tetapi itu pun bukannya atas kehendakku , melainkan kehendak-Mu juga.”

dear budhi

ga salah tuh isi kutipan alkitabnya ????pantesan mereka byk yg ngak mengerti alkitab…tnyata……..

To TIBE

Kalau ada pohon Ara atau pohon apaun yang tidak berbuah anda katakan Pohon itu dianggap sebagai “tidak berguna” tidak masalah.
Kemudian anda katakan “secara alamiah pohon itu pasti akan mati” tepat sekali.
Lantas siapakah yang menciptakan proses secara alamiah terhadap pohon itu ?
Tentu yang menciptakan pohon (Allah Swt Maha Pencipta).
Mari kita kembali ke topik.
Tentu sebelum Yesus melewati pohon Ara itu, pohon itu dalam keadaan hidup kan, walaupun tidak beruah artinya apa? Allah masih memberikan kesempatan kepada pohon itu untuk hidup walaupun orang-orang Yahudi dan anda mengatakan pohon itu tidak berguna. Kenapa ?
Allah Swt Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang.
Ingatlah kawan-kawan kalau sebagian besar kerusakan alam itu diakibatkan oleh ulah manusia.
Maka wajarlah kalau Yesus pun sebagai manusia.
Karena tiba-tiba Yesus melewati pohon itu dan dalam keadaan lapar lalu mengukutuk pohon sampai kering dan mati.
Bagaimana kalau orang dalam keadaan lapar ?
Berapa banyak orang-orang yang lemah imannya diakibatkan oleh lapar ?
Kalau Yesus dianggap Tuhan karena telah mengutuk pohon tidak berbuah menjadi kering dan mati. Banyangkan jika pohon itu adalah manusia yang mandul dan dikutuk seperti pohon itu. Dimanakah letak kasih sayang yang selama ini kalaian jadikan sebagai doktrin.
Bukankah kalian anggap Yesus sebagai Tuhan karena bisa menyembuhkan orang sakit, menghidupkan orang mati. Lalu kenapa pada pohon Ara yang tidak berdosa malah dikutuknya supaya kering dan mati ?
Kalau ia Tuhan kenapa tidak membuat pohon Ara itu menjadi berguna dan dapat berbuah kembali ?

Maaf saudara-saudara bukan saya bermaksud menghilangkan kasih sayang yang diajarkan Yesus.
Saya yakin kalau Yesus (Isa As) itu mengajarkan kasih saya kepada manusia dengan cara menyembuhkan orang sakit, menghidupkan orang mati dan lain-lain.

Tetapi dengan peristiwa pohon Ara itu Yesus (Isa As) mengingatkan kepada kita untuk mengambil hikmah kalau Yesus (Isa As) adalah hanyalah manusia yang Agung yang juga mengajarkan kasih sayang tetapi ada lagi yang Lebih Mengasihi dan Lebih Menyayangi yaitu
Allah Swt Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang.

Lailahailallah,
Allahu Akbar.

Dear All,

Membaca perdebatan di blognya Mas Dewo ini membuat saya merasa terhibur, setidaknya Tuhan/ Allah/ Yahwe/ …. masih diperbincangkan dan tidak disimpan dalam angan-angan. Apalagi diutarakan dalam koridor kejujuran, santun dan saling menghargai.
Juga, sekaligus terkenang kembali ketika saya “merasa ahli” dalam bahasa sebagai copywriter jempolan tapi tidak mengerti “hikmat” yang tersembunyi dalam alkitab (padahal mengaku sebagai murid Yesus sejak usia kelas 1 SD hingga usia 40 tahun).
Ketika Tuhan menjewer kesombongan saya, barulah saya menyadari betapa bodohnya saya di hadapan Tuhan. Terutama, telah menolak ajakan kerjasama Sang Khalik kepada saya untuk hidup seturut kehendakNya.
Seungguhnya, Tuhan lah yang mengasihi manusia dan betapa sulitnya manusia mengasihi Tuhan dengan setia kepada perintah-perintahNya.
Bagaimana saya bisa mengerti FirmanNya, kalau saya mengandalkan kehebatan pikiran dan logika saya dalam membaca alkitab.
Hanya denga kerendahan hati dan mohon pimpinan dan bimbingan Tuhan, sedikit demi sedikit “terbuka” mata hati saya ketika membaca segala rancanganNya yang tertulis dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.

Salam Damai,
Tobat

shallom

Alkitab Injil adalah Firman Allah yang hidup. ketika saya baru belajar samasekali saya inda faham apa yang tersurat/tersirat d dalam Alkitab. setelah saya sungguh2 mencari Tuhan dan kebenaran sejati, saya temui Yesus Kristus secara peribadi lewat firmannya Kol. 1:25-27, sungguh dikuatkan dg FirmanNya Itu sampai semalaman saya segar seperti dipenuhi dg minyak yg baru.Kerunia hikmat bijaksana dan pengetahuan diberikan oleh Tuhan Allah maha Isa. banyak hal dalam alkitab yg sukar difahami jika tanpa pimpinan Roh Tuhan. Malah ada yang biul @ gila kerana roh lain yg memimpin. yah tempat saya banyak terjadi……… begitulah liciknya iblis. Yesus Kristus menggutuk pohon ara adalah salah satu sudut dari berbagai-bagai , beribuh-ribuh malah berjuta-juta cara Tuhan Yesus Kristus menggajar umatNya. Yah.. Kitab Suci nama digelar…..yg baik..yg jahat..yg buruk semua ada. kalau baiknya saja yg ada itu bukannya kitab suci kan…. tapi kita ambil hanya yg baik dari kitab suci dan jahat itu jadi sempadan kerana Mulai dari Kitab Kejadian hingga Wahyu intinya Yesus Kristus kol.1:25-27.

salam damai buat teman2

@Harry
“Alqur-an menyatakan bahwa Isah-Al Masih Ahli Akherat dan ahli dunia. Kalau mau selamat di dunia dan akhirat ikuti dia ahlinya trims”

Yang anda katakan benar sekali bagi kami yang telah mengimani Al Quran ternyata kami termasuk orang-orang yang benar-benar mengikuti Isa-Al Masih. Ketika saya membaca dalam Al-Quran bahwa Isa-Al Masih menyerukan kita untuk menyembah Tuhan/Allah Yang Maha Esa dan ternyata setelah membaca Alkitab saya menemukan Isa-Al Masih menyerukan kita untuk menyembah Tuhan/Allah Yang Maha Esa.
Maka itu keimanan saya makin yakin bahwa islam yang disampaikan oleh Rosulullah Muhammad Saw juga meneruskan ajaran Isa-Al Masih bahkan bukan hanya ajaran Isa-Al Masih tetapi ajaran para Rasul terdahulunya.

Salam

truzzz…
salah gue kalo lu kelaperan???
mau ngutuk gue juga??

TUHANmu, TUHANku, dan TUHAN kita semua;

1. Coba lihat kembali sejarah manusia dlm mencari TUHANnya, mulai dari men-TUHAN-kan Patung, Binatang, Matahari sampai Dewa-2, Bagaimana dan apa sj yg dilakukan dengan TUHANnya ?, Mengapa semua itu terjadi ?

2. Kemudian bagaimana, kapan, dan dimana Agama-agama itu lahir ?

3. Kalau masing-2 agama mempunyai TUHAN sendiri-2, alangkah banyaknya TUHAN ini ! dan kalau betul demikian, bagaimana TUHAN-2 itu bersahabat dan berdebat ! dan mungkin berkelahi kali ! kalau betul TUHAN lebih dari satu ! (logika Manusia, APA IYA ?).

4. Pastikan TUHAN ini Cuma satu dan tdk mungkin banyak (logika kita/ akal rasio, coba renungkan dalam-2).

5. Jadi TUHANnya Orang Budha, Hindu, Kristen, Shinto, Kong Huchu, ISLAM, aliran kepercayaan mungkin SAMA ? dan hanya SATU (maha Esa !) TUHAN.

6. Kalau TUHAN hanya satu, yang mana diantara TUHAN-TUHAN itu yg mrpk TUHAN sesungguhnya dan siapa beliau ini ? (Mr. X itu ?) dan spt apa wujudnya TUHAN itu ? (setiap orang akan berpikir sesuai dg persepsi masing-2 kan ).

7. Bagaimana manusia (ciptaannya) mengetahui bhw Dia adl TUHANnya dan bagaimana TUHAN menyatakan dirinya serta memberitahukan bhw Dirinya adl TUHAN yg sesungguhnya bagi alam semesta beserta isinya (manusia, fauna, & flaura) ?.

8. Silahkan pelajari semua agama (PROTESTAN, KATHOLIK, ADVENT, ISLAM, HINDU, BUDHA, SINTO, KONG HUCHU, Aliran Kepercayaan) berikut kitab-2 sucinya (TAURAT, JABUR, Perjanjian Lama, Perjanjian Baru, INJIL, AL QUR`AN, WEDA, Dll) apa saja isi kitab-kitab suci dan bagaimana proses diturunkan (dibuatnya) ?

9. Jangan pernah berhenti mencari TUHAN yg sesungguhnya, niscaya dan insyaa ALLAH, TUHAN yg sesungguhnya akan menemui kita.

10. SELAMAT MENCARI, semoga TUHAN yg sesungguh akan segera menemui kita, amien.

BISARA SIANTURI bercerita;

Lelaki bernama Bisara Sianturi ini bukannya sembarangan lelaki. Dia ialah anak muda yang fanatik dengan agama Prostestan.
Apa yang menarik mengenai Bisara ini, ialah percubaannya untuk mempengaruhi sebuah keluarga muslim di Medan agar menerima ajaran Kristian Prostestan berkesudahan dengan kegagalan. Namun dari ketewasannya berdialog dengan seorang haji, menjadi penyebab dia mendapat hidayah dari Allah SWT.

Bisara Sianturi dilahirkan di Tapanuli Utara pada 26hb Jun 1949. Dia dibesarkan dalam didikan keluarga yang taat penganut Prostestan.
Pada tahun 1968 Bisara telah merantau ke Kota Medan. Nasibnya agak baik kerana berkesempatan berkenalan dengan keluarga Walikota(Datuk Bandar) Medan ketika itu, Ahmad Syah. Dari kemesraan hubungan itu dia mendapat kesempatan tinggal bersama-sama di rumah keluarga walikota berkenaan.

Bisara mengaku, selama tinggal di rumah keluarga walikota tersebut, dia cuba mendakwah anak-anak walikota itu lagu-lagu gereja. Kebetulan anak-anak walikota dekat dengannya dan suka dengan lagu-lagu yang diajarkannya. Sementara walikota sendiri tidak pernah marah kepadanya. Bahkan dia pernah bertanya kepada walikota tentang agama apa yang baik. Walikota itu menjawab, bahawa semua agama itu baik.

Pemikiran terbuka walikota seperti itulah uyang membuatnya senang dan berani mengajarkan lagu-lagu gereja kepada anak-anaknya. Menurutnya, kalau orang sudah memeliki pemikiran seperti ini, biasanya akan mudah diajak masuk Kristian.”Saya berniat mengkristiankan keluarga ini. Pertama-tama melalui anak-anaknya dulu. Makanya saya ajari mereka lagu-lagu gereja. Anehnya, mereka suka sekali dengan lagui-lagu yang saya ajarkan,” kenang Bisara Sianturi.

Usaha Bisara untuk mengkristiankan keluarga walikota melalui anak-anaknya ternyata tidak boleh berjalan dengan lancar. Di rumah walikota itu tinggal juga bapa mertuanya, Haji Nurdin. Meskipun walikota tidak merasa keberatan anak-anaknya diajarkan lagu-lagu gereja, tetapi Haji Nurdin tidak suka kalau cucu-cucunya diajarkan lagu-lagu gereja oleh Bisara.

Pada suatu petang, di ruang depan rumah walikota, Haji Nurdin mengajak Bisara untuk bercakap masalah serius. Haji Nurdin yang luas pengetahuan agamanya ini mengajaknya berdialog mengenai agama. Bahkan beliau menawarkan diri untuk masuk Kristian jika Bisara mampu menyakinkan Haji Nurdin melalui hujah-hujahnya.

“Kalau kamu boleh menjawab pertanyaan-pertanyaan saya dengan benar, saya berserta keluarga saya seluruhnya dengan ikhlas dan sukarela akan mengikuti kepercayaan kamu,” kata Haji Nurdin waktu itu. Tawaran itu tentu saja menggugat hati Bisara. Dia dengan bersemangat menyanggupinya. Dia mengira akan dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan Haji Nurdin dengan mudah. Ternyata kemudiannya semua pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh Haji Nurdin membuat keyakinnannya terhadap Kristian pula goyah.

“Mana lebih dahulu Tuhan dengan air?” tanya Haji Nurdin.
“Pak Haji ini bercanda. Anak kecil juga bisa menjawab,” ucap Bisara.
“Saya tidak bercanda. Kalau kamu boleh menjawapnya, saya dan keluarga akan masuk agamamu!” tegas Haji Nurdin.
“Tentu lebih dahulu Tuhan, kerana Tuhanlah yang menciptakan air,” jawab Bisara.

“Kalau begitu, bila Tuhan kamu lahir? Bukankan Tuhanmu, Jesus, lahir pada tahun 1 Masehi? Bukankah tarikh Masehi yang kita pakai sekarang ini mengikuti tarikh kelahiran Jesus? Bukankah sebelum Jesus lahir setelah ada air? Kalau begitu air lebih dulu ada sebelum adanya Tuhanmu?” balas Haji Nurdin. Bisara kebingungan sendiri. Tetapi dia dengan mudah menjawabnya kembali.
“Jesus itu’ kan anaknya Tuhan.”
“Bukankah dalam ajaran agamamu dikenal ajaran “Trinitas” yang menganggap tiga tuhan, iaitu Tuhan Bapak, Jesus dan Roh Kudus sebagai satu kesatuan yang tidak boleh dipisahkan? Satu bererti tiga dan tiga bererti satu. Kalau demikian, tidak mungkin kita memisahkan Tuhan Bapak, Jesus dan Roh Kudus.

“Kalau Tuhan Jesus jatuh atau diragukan dengan pertanyaan seperti tadi, bererti yang lain juga ikut jatuh,” kata Haji Nurdin.
Bisara tambah bingung. Ianya tidak boleh membantah lagi.
“Yang kedua. Dalam Injil Matius pasal 27 ayat 46, disebutkan bahawa Jesus meminta tolong ketika sedang disalib. Cuba kamu fikir, bagaimana mungkin Tuhan yang Maha Sempurna minta tolong, Kalau Tuhan minta tolong, bererti dia tidak pantas dianggap Tuhan,” kata Haji Nurdin.

Kali ini Bisara tambah terkejut. Dia tidak menyangka Haji Nurdin mengerti banyak tentang Injil. Oleh itu, dia tidak mampu menjawab lagi.
Bisara kesal, meskipun semua meresap ke dalam hatinya, tetapi ia tidak menerima begitu saja. Dia balik bertanya kepada Haji Nurdin tentang kebiasaan orang islam menyunat anak-laki-lakinya.

Al-Haj Lord Headly Al-Farooq
Seorang Bangsawan, Negarawan dan Pengarang
Mungkin ada kawan-kawan saya yang mengira bahwa saya telah terpengaruh oleh orang-orang Islam. Dugaan itu tidak benar, sebab kepindahan saya kepada agama Islam adalah timbul dari kesadaran saya sendiri, hasil pemikiran saya sendiri.
Saya telah bertukar pikiran dengan orang-orang Islam terpelajar tentang agama hanya terjadi beberapa minggu yang lalu. Dan perlu pula saya kemukakan bahwa saya sangat bergembira setelah ternyata bahwa semua teori dan kesimpulan saya persis seluruhnya cocok dengan Islam.
Kesadaran beragama, sebagaimana yang ditegaskan oleh Al-Qur’an, harus timbul dari kebebasan memilih dan putusan yang spontan, dan tidak boleh ada paksaan. Mengenai hal ini, Jesus Al-Masih menyatakan kepada para pengikutnya:
“Dan orang tidak akan dapat menerima kamu atau memperhatikan kata-kata kamu, apabila kamu meninggalkan dia.” — Injil Markus, VI, 2.
Saya banyak mengetahui tentang aliran Protestan yang fanatik, yang berpendapat bahwa kewajiban mereka ialah mendatangi rumah-rumah orang Katolik Roma untuk mengusahakan supaya kawan-kawan se-“kandang”-nya itu bertaubat. Tidak bisa diragukan lagi bahwa tindakan yarig menyolok ini, adalah suatu tindakan yang tidak jujur, bahkan setiap jiwa yang murni akan mengutuknya, karena hal itu dapat membangkitkan pertentangan-pertentangan yang menodai keluhuran agama. Maaf saya katakan, bahwa kebanyakan misi Nasrani juga telah mengambil langkah-langkah yang sama terhadap saudara-saudaranya yang memeluk agama Islam. Saya tidak habis pikir; mengapa mereka selalu berusaha memurtadkan orang-orang yang pada hakekatnya lebih dekat kepada ajaran Jesus yang sebenarnya dari pada mereka sendiri?! Saya katakan demikian, sebab dalam hal kebaikan, toleransi dan keluasan berpikir dalam akidah Islam lebih dekat kepada ajaran Kristus, dari pada ajaran-ajaran sempit dari Gereja-gereja Kristen sendiri.
Sebagai contoh ialah Kredo Athanasia yang mengecam akidah Trinitas dengan keterangannya yang sangat membingungkan. Aliran ini yang sangat penting dan berperanan menentukan dalam salah satu ajaran pokok dari Gereja, menyatakan dengan tegas bahwa dia mewakili ajaran Katolik, dan kalau kita tidak percaya kepadanya, kita akan celaka selama-lamanya. Tapi kita diharuskan olehnya supaya percaya kepada akidah Trinitas. Dengan kata lain. Kita diwajibkan beriman kepada Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Agung, kemudian pada waktu yang sama kita diharuskan menutupinya dengan kezaliman dan kekejaman, seolah-olah kita menutupi manusia paling jahat. Sedangkan Allah swt. amat jauh dari kemungkinan bisa dibatasi oleh rencana manusia lemah yang mempercayai akidah Trinitas atau Tatslits.
Masilh ada satu contoh lagi tentang kemauan berbuat baik. Saya pernah menerima surat –tentang kecenderungan saya kepada Islam– dimana penulisnya menyatakan bahwa apabila saya tidak percaya kepada ke-Tuhan-an Yesus Kristus, saya tidak akan mendapat keselamatan. Pada hal soal ke-Tuhan-an Yesus itu menurut pendapat saya tidak sepenting soal: “Apakah Yesus Kristus telah menyampaikan Risalah Tuhan kepada manusia atau tidak?” Jika saya meragukan soal ini, pastilah pikiran saya akan tergoncang. Akan tetapi, alhamdulillah, saya tidak ragu-ragu sedikitpun, dan saya harap bahwa kepercayaan saya kepada Yesus dan segala ajarannya tetap kuat seperti keyakinan setiap orang Islam atau setiap pengikut Yesus Kristus. Sebagaimana yang sering saya kemukakan bahwa agama Islam dan agama Kristen yang diajarkan oleh Yesus sendiri, adalah laksana dua saudara sepupu. Antara kedua agama itu hanya berbeda dengan adanya dogma-dogma dan tatacara yang mungkin tidak diperlukan.
Sekarang ini manusia sudah mulai menjurus kepada ketiadaan iman kepada Allah s.w.t. manakala mereka diminta supaya percaya kepada dogma-dogma dan kepercayaan-kepercayaan yang berpandangan sempit, dan dalam waktu yang bersamaan manusia haus kepada suatu agama yang dapat berbicara kepada akal dan athifah (sentiment) kemanusiaan.
Siapakah yang pernah mendengar bahwa seorang Muslim menjadi seorang atheist? Memang mungkin ada beberapa kejadian, tapi saya sangat meragukannya. Saya tahu ada beribu-ribu orang pria dan wanita, yang dalam hatinya adalah Muslim, akan tetapi secara biasa mereka tidak berani mengemukakan isi hatinya secara terang-terangan, dengan maksud supaya bisa menghindari gangguan-gangguan dan kesulitan-kesulitan yang akan dialami kalau mereka menyatakan ke-Islamannya secara terbuka. Justru saya sendiri mengalami yang demikian itu selama 20 tahun dalam keimanan saya secara terang-terangan yang telah menyebabkan hilangnya pikiran baik dari teman-teman saya.
Saya telah menerangkan alasan-alasan saya, mengapa saya menghormati ajaran-ajaran Islam, dan saya umumkan bahwa saya sendiri telah memeluk Islam lebih baik dari pada sewaktu saya masih seorang Kristen. Saya hanya bisa mengharap bahwa kawan-kawan saya mau mengikuti contoh ini yang saya tahu adalah suatu contoh yang baik, yang akan membawa kebahagiaan kepada setiap orang yang memandang langkah hidup saya sebagai suatu kemajuan dan jauh dari bersifat bermusuhan terhadap agama Kristen.
Tentang Pengarang : Lord Headly Al-Farooq
Lord Headly Al-Farooq dilahirkan pada tahun 1855. Beliau adalah seorang bangsawan Inggris, negarawan dan pengarang. Belajar pada Universitas Cambridge dan menjadi seorang bangsawan pada tahun 1877, mengabdikan diri dalam kemiliteran dengan pangkat Kapten, dan terakhir sebagai Letnan Kolonel dalam Batalion IV Infanteri di North Minister Fusilier. Walaupun beliau seorang insinyur, beliau berkecimpung juga dalam bidang kesusastraan. Beliau pernah menjabat sebagai Redaktur s.k. “Salisbury Journal” dan banyak mengarang buku-buku, dan yang paling terkenal ialah “A Western Awakening to Islam”.
Beliau telah menyatakan ke-Islaman-nya pada tanggal 16 Nopember 1913 dan berganti nama menjadi Syaikh Rahmatullah Al-Farooq. Beliau banyak melakukan perjalanan, dan pernah mengunjungi India pada tahun 1928.

Dear Mba Ridhafani Wulandari,

Puji Syukur Anda telah menemukan kedamaian hati dengan bermualaf. Bagaimana pun setiap keyakinan iman akan berbuah jika memberikan kedamaian & kekuatan dalam menghadapi ketidakpastian kehidupan.
Saya pun sangat menghargai pendapat Anda yang menyatakan:
(kutipan dari tulisan Anda) Pada hal soal ke-Tuhan-an Yesus itu menurut pendapat saya tidak sepenting soal: “Apakah Yesus Kristus telah menyampaikan Risalah Tuhan kepada manusia atau tidak?”Sebagaimana yang sering saya kemukakan bahwa agama Islam dan agama Kristen yang diajarkan oleh Yesus sendiri, adalah laksana dua saudara sepupu. Menurut pandangan saya, sekalipun telah menjadi pemeluk agama Islam, tidak menghalangi Anda untuk mempercayai ajaran Yesus. Bagaimana pun, sesungguhnya Anda tetap menjadi murid dan saksi Kristus.
Tetapi setelah membaca cerita Bisara, timbul keraguan di hati saya: Sungguhkah Anda mengenal Yesus ? Karena masih cukup banyak orang mengaku beragama Kristen maupun Katolik seperti saya yang harus belajar banyak untuk mengenal dan menjadi saksi Kristus. Apalagi jika kita berdakwah/ berkotbah bukan untuk memegahkan nama Tuhan melainkan supaya diri kita sendiri dikenal/ dikagumi. Jika memang Saudara Bisara sungguh mengenal Yesus, dia dapat menjawab pertanyaan Bapak Haji Nurdin. Karena di dalam alkitab (Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru) tersedia jawaban untuk pertanyaan beliau.
Akhir kata, saya kutip perkataan Yesus yang intinya menyatakan, bahwa hikmat kebijaksanaan semua firman Allah justru disembunyikan kepada orang yang merasa cerdik pandai, tetapi justru diberikan pengertiannya kepada orang kecil.

Salam damai !

TUHANmu, TUHANku, dan TUHAN kita semua;

1. Coba lihat kembali sejarah manusia dlm mencari TUHANnya, mulai dari men-TUHAN-kan Patung, Binatang, Matahari sampai Dewa-2, Bagaimana dan apa sj yg dilakukan dengan TUHANnya ?, Mengapa semua terjadi spt itu ?

2. Kemudian bagaimana, kapan, dan dimana Agama-agama itu lahir ?

3. Kalau masing-2 Agama mempunyai TUHAN sendiri-2, alangkah banyaknya TUHAN ini ! dan kalau betul demikian, bagaimana TUHAN-2 itu bersahabat dan berdebat ! dan mungkin berkelahi kali ! kalau betul TUHAN lebih dari satu ! (logika Manusia, APA IYA ?).

4. Pastikan TUHAN ini Cuma satu dan tdk mungkin banyak (logika kita/ akal rasio, coba renungkan dalam-2).

5. Jadi TUHANnya Orang Budha, Hindu, Kristen, Shinto, Kong Huchu, ISLAM, aliran kepercayaan mungkin SAMA ? dan hanya SATU (maha Esa !) TUHAN.

6. Kalau TUHAN hanya satu dan Cuma satu-satunya, yang mana diantara TUHAN-TUHAN itu yg mrpk TUHAN sesungguhnya dan siapa beliau ini ? (Mr. X itu ?) dan spt apa wujudnya TUHAN itu ? (setiap orang akan berpikir sesuai dg persepsi masing-2 kan ).

7. Bagaimana manusia (ciptaannya) mengetahui bhw Dia adl TUHANnya dan bagaimana TUHAN menyatakan dirinya serta memberitahukan bhw Dirinya adl TUHAN yg sesungguhnya bagi alam semesta beserta isinya (manusia, fauna, & flaura) ?.

8. Silahkan pelajari semua agama (PROTESTAN, KATHOLIK, ADVENT, ISLAM, HINDU, BUDHA, SINTO, KONG HUCHU, Aliran Kepercayaan) berikut kitab-2 sucinya (TAURAT, JABUR, Perjanjian Lama, Perjanjian Baru, INJIL, AL QUR`AN, WEDA, Dll) apa saja isi kitab-kitab suci dan bagaimana proses diturunkan (dibuatnya) ?

9. Jangan pernah berhenti mencari TUHAN yg sesungguhnya, niscaya dan insyaa ALLAH, TUHAN yg sesungguhnya akan menemui kita.

10. SELAMAT MENCARI, semoga TUHAN yg sesungguh akan segera menemui kita, amien.

BISARA SIANTURI bercerita;

Lelaki bernama Bisara Sianturi ini bukannya sembarangan lelaki. Dia ialah anak muda yang fanatik dengan agama Prostestan.
Apa yang menarik mengenai Bisara ini, ialah percubaannya untuk mempengaruhi sebuah keluarga muslim di Medan agar menerima ajaran Kristian Prostestan berkesudahan dengan kegagalan. Namun dari ketewasannya berdialog dengan seorang haji, menjadi penyebab dia mendapat hidayah dari Allah SWT.

Bisara Sianturi dilahirkan di Tapanuli Utara pada 26hb Jun 1949. Dia dibesarkan dalam didikan keluarga yang taat penganut Prostestan.
Pada tahun 1968 Bisara telah merantau ke Kota Medan. Nasibnya agak baik kerana berkesempatan berkenalan dengan keluarga Walikota(Datuk Bandar) Medan ketika itu, Ahmad Syah. Dari kemesraan hubungan itu dia mendapat kesempatan tinggal bersama-sama di rumah keluarga walikota berkenaan.

Bisara mengaku, selama tinggal di rumah keluarga walikota tersebut, dia cuba mendakwah anak-anak walikota itu lagu-lagu gereja. Kebetulan anak-anak walikota dekat dengannya dan suka dengan lagu-lagu yang diajarkannya. Sementara walikota sendiri tidak pernah marah kepadanya. Bahkan dia pernah bertanya kepada walikota tentang agama apa yang baik. Walikota itu menjawab, bahawa semua agama itu baik.

Pemikiran terbuka walikota seperti itulah uyang membuatnya senang dan berani mengajarkan lagu-lagu gereja kepada anak-anaknya. Menurutnya, kalau orang sudah memeliki pemikiran seperti ini, biasanya akan mudah diajak masuk Kristian.”Saya berniat mengkristiankan keluarga ini. Pertama-tama melalui anak-anaknya dulu. Makanya saya ajari mereka lagu-lagu gereja. Anehnya, mereka suka sekali dengan lagui-lagu yang saya ajarkan,” kenang Bisara Sianturi.

Usaha Bisara untuk mengkristiankan keluarga walikota melalui anak-anaknya ternyata tidak boleh berjalan dengan lancar. Di rumah walikota itu tinggal juga bapa mertuanya, Haji Nurdin. Meskipun walikota tidak merasa keberatan anak-anaknya diajarkan lagu-lagu gereja, tetapi Haji Nurdin tidak suka kalau cucu-cucunya diajarkan lagu-lagu gereja oleh Bisara.

Pada suatu petang, di ruang depan rumah walikota, Haji Nurdin mengajak Bisara untuk bercakap masalah serius. Haji Nurdin yang luas pengetahuan agamanya ini mengajaknya berdialog mengenai agama. Bahkan beliau menawarkan diri untuk masuk Kristian jika Bisara mampu menyakinkan Haji Nurdin melalui hujah-hujahnya.

“Kalau kamu boleh menjawab pertanyaan-pertanyaan saya dengan benar, saya berserta keluarga saya seluruhnya dengan ikhlas dan sukarela akan mengikuti kepercayaan kamu,” kata Haji Nurdin waktu itu. Tawaran itu tentu saja menggugat hati Bisara. Dia dengan bersemangat menyanggupinya. Dia mengira akan dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan Haji Nurdin dengan mudah. Ternyata kemudiannya semua pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh Haji Nurdin membuat keyakinnannya terhadap Kristian pula goyah.

“Mana lebih dahulu Tuhan dengan air?” tanya Haji Nurdin.
“Pak Haji ini bercanda. Anak kecil juga bisa menjawab,” ucap Bisara.
“Saya tidak bercanda. Kalau kamu boleh menjawapnya, saya dan keluarga akan masuk agamamu!” tegas Haji Nurdin.
“Tentu lebih dahulu Tuhan, kerana Tuhanlah yang menciptakan air,” jawab Bisara.

“Kalau begitu, bila Tuhan kamu lahir? Bukankan Tuhanmu, Jesus, lahir pada tahun 1 Masehi? Bukankah tarikh Masehi yang kita pakai sekarang ini mengikuti tarikh kelahiran Jesus? Bukankah sebelum Jesus lahir setelah ada air? Kalau begitu air lebih dulu ada sebelum adanya Tuhanmu?” balas Haji Nurdin. Bisara kebingungan sendiri. Tetapi dia dengan mudah menjawabnya kembali.
“Jesus itu’ kan anaknya Tuhan.”
“Bukankah dalam ajaran agamamu dikenal ajaran “Trinitas” yang menganggap tiga tuhan, iaitu Tuhan Bapak, Jesus dan Roh Kudus sebagai satu kesatuan yang tidak boleh dipisahkan? Satu bererti tiga dan tiga bererti satu. Kalau demikian, tidak mungkin kita memisahkan Tuhan Bapak, Jesus dan Roh Kudus.

“Kalau Tuhan Jesus jatuh atau diragukan dengan pertanyaan seperti tadi, bererti yang lain juga ikut jatuh,” kata Haji Nurdin.
Bisara tambah bingung. Ianya tidak boleh membantah lagi.
“Yang kedua. Dalam Injil Matius pasal 27 ayat 46, disebutkan bahawa Jesus meminta tolong ketika sedang disalib. Cuba kamu fikir, bagaimana mungkin Tuhan yang Maha Sempurna minta tolong, Kalau Tuhan minta tolong, bererti dia tidak pantas dianggap Tuhan,” kata Haji Nurdin.

Kali ini Bisara tambah terkejut. Dia tidak menyangka Haji Nurdin mengerti banyak tentang Injil. Oleh itu, dia tidak mampu menjawab lagi.
Bisara kesal, meskipun semua meresap ke dalam hatinya, tetapi ia tidak menerima begitu saja. Dia balik bertanya kepada Haji Nurdin tentang kebiasaan orang islam menyunat anak-laki-lakinya.

Al-Haj Lord Headly Al-Farooq
Seorang Bangsawan, Negarawan dan Pengarang
Mungkin ada kawan-kawan saya yang mengira bahwa saya telah terpengaruh oleh orang-orang Islam. Dugaan itu tidak benar, sebab kepindahan saya kepada agama Islam adalah timbul dari kesadaran saya sendiri, hasil pemikiran saya sendiri.
Saya telah bertukar pikiran dengan orang-orang Islam terpelajar tentang agama hanya terjadi beberapa minggu yang lalu. Dan perlu pula saya kemukakan bahwa saya sangat bergembira setelah ternyata bahwa semua teori dan kesimpulan saya persis seluruhnya cocok dengan Islam.
Kesadaran beragama, sebagaimana yang ditegaskan oleh Al-Qur’an, harus timbul dari kebebasan memilih dan putusan yang spontan, dan tidak boleh ada paksaan. Mengenai hal ini, Jesus Al-Masih menyatakan kepada para pengikutnya:
“Dan orang tidak akan dapat menerima kamu atau memperhatikan kata-kata kamu, apabila kamu meninggalkan dia.” — Injil Markus, VI, 2.
Saya banyak mengetahui tentang aliran Protestan yang fanatik, yang berpendapat bahwa kewajiban mereka ialah mendatangi rumah-rumah orang Katolik Roma untuk mengusahakan supaya kawan-kawan se-“kandang”-nya itu bertaubat. Tidak bisa diragukan lagi bahwa tindakan yarig menyolok ini, adalah suatu tindakan yang tidak jujur, bahkan setiap jiwa yang murni akan mengutuknya, karena hal itu dapat membangkitkan pertentangan-pertentangan yang menodai keluhuran agama. Maaf saya katakan, bahwa kebanyakan misi Nasrani juga telah mengambil langkah-langkah yang sama terhadap saudara-saudaranya yang memeluk agama Islam. Saya tidak habis pikir; mengapa mereka selalu berusaha memurtadkan orang-orang yang pada hakekatnya lebih dekat kepada ajaran Jesus yang sebenarnya dari pada mereka sendiri?! Saya katakan demikian, sebab dalam hal kebaikan, toleransi dan keluasan berpikir dalam akidah Islam lebih dekat kepada ajaran Kristus, dari pada ajaran-ajaran sempit dari Gereja-gereja Kristen sendiri.
Sebagai contoh ialah Kredo Athanasia yang mengecam akidah Trinitas dengan keterangannya yang sangat membingungkan. Aliran ini yang sangat penting dan berperanan menentukan dalam salah satu ajaran pokok dari Gereja, menyatakan dengan tegas bahwa dia mewakili ajaran Katolik, dan kalau kita tidak percaya kepadanya, kita akan celaka selama-lamanya. Tapi kita diharuskan olehnya supaya percaya kepada akidah Trinitas. Dengan kata lain. Kita diwajibkan beriman kepada Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Agung, kemudian pada waktu yang sama kita diharuskan menutupinya dengan kezaliman dan kekejaman, seolah-olah kita menutupi manusia paling jahat. Sedangkan Allah swt. amat jauh dari kemungkinan bisa dibatasi oleh rencana manusia lemah yang mempercayai akidah Trinitas atau Tatslits.
Masilh ada satu contoh lagi tentang kemauan berbuat baik. Saya pernah menerima surat –tentang kecenderungan saya kepada Islam– dimana penulisnya menyatakan bahwa apabila saya tidak percaya kepada ke-Tuhan-an Yesus Kristus, saya tidak akan mendapat keselamatan. Pada hal soal ke-Tuhan-an Yesus itu menurut pendapat saya tidak sepenting soal: “Apakah Yesus Kristus telah menyampaikan Risalah Tuhan kepada manusia atau tidak?” Jika saya meragukan soal ini, pastilah pikiran saya akan tergoncang. Akan tetapi, alhamdulillah, saya tidak ragu-ragu sedikitpun, dan saya harap bahwa kepercayaan saya kepada Yesus dan segala ajarannya tetap kuat seperti keyakinan setiap orang Islam atau setiap pengikut Yesus Kristus. Sebagaimana yang sering saya kemukakan bahwa agama Islam dan agama Kristen yang diajarkan oleh Yesus sendiri, adalah laksana dua saudara sepupu. Antara kedua agama itu hanya berbeda dengan adanya dogma-dogma dan tatacara yang mungkin tidak diperlukan.
Sekarang ini manusia sudah mulai menjurus kepada ketiadaan iman kepada Allah s.w.t. manakala mereka diminta supaya percaya kepada dogma-dogma dan kepercayaan-kepercayaan yang berpandangan sempit, dan dalam waktu yang bersamaan manusia haus kepada suatu agama yang dapat berbicara kepada akal dan athifah (sentiment) kemanusiaan.
Siapakah yang pernah mendengar bahwa seorang Muslim menjadi seorang atheist? Memang mungkin ada beberapa kejadian, tapi saya sangat meragukannya. Saya tahu ada beribu-ribu orang pria dan wanita, yang dalam hatinya adalah Muslim, akan tetapi secara biasa mereka tidak berani mengemukakan isi hatinya secara terang-terangan, dengan maksud supaya bisa menghindari gangguan-gangguan dan kesulitan-kesulitan yang akan dialami kalau mereka menyatakan ke-Islamannya secara terbuka. Justru saya sendiri mengalami yang demikian itu selama 20 tahun dalam keimanan saya secara terang-terangan yang telah menyebabkan hilangnya pikiran baik dari teman-teman saya.
Saya telah menerangkan alasan-alasan saya, mengapa saya menghormati ajaran-ajaran Islam, dan saya umumkan bahwa saya sendiri telah memeluk Islam lebih baik dari pada sewaktu saya masih seorang Kristen. Saya hanya bisa mengharap bahwa kawan-kawan saya mau mengikuti contoh ini yang saya tahu adalah suatu contoh yang baik, yang akan membawa kebahagiaan kepada setiap orang yang memandang langkah hidup saya sebagai suatu kemajuan dan jauh dari bersifat bermusuhan terhadap agama Kristen.
Tentang Pengarang : Lord Headly Al-Farooq
Lord Headly Al-Farooq dilahirkan pada tahun 1855. Beliau adalah seorang bangsawan Inggris, negarawan dan pengarang. Belajar pada Universitas Cambridge dan menjadi seorang bangsawan pada tahun 1877, mengabdikan diri dalam kemiliteran dengan pangkat Kapten, dan terakhir sebagai Letnan Kolonel dalam Batalion IV Infanteri di North Minister Fusilier. Walaupun beliau seorang insinyur, beliau berkecimpung juga dalam bidang kesusastraan. Beliau pernah menjabat sebagai Redaktur s.k. “Salisbury Journal” dan banyak mengarang buku-buku, dan yang paling terkenal ialah “A Western Awakening to Islam”.
Beliau telah menyatakan ke-Islaman-nya pada tanggal 16 Nopember 1913 dan berganti nama menjadi Syaikh Rahmatullah Al-Farooq. Beliau banyak melakukan perjalanan, dan pernah mengunjungi India pada tahun 1928.

Saya yakin Tuhan maha besar, maha mengetahui dan maha segala-galanya. Tuhan pasti murka melihat makhluk ciptaanya yg menganggap Tuhan lebih dari satu. Manusia diciptakan terdiri dari banyak suku bangsa, maka cara berpikirnyapun berbeda-beda termasuk cara mengenal Tuhannya. Dengan demikian Tuhan maklum dengan cara berpikir dan berpendapat tentang maklhluknya yang bersuku-suku dan berbangsa-bangsa itu. Itulah kekuasaan Tuhan yang maha adil, mengapa tidak marah atau dendam dengan jalan pikiran manusia yang mempunyai keyakinan bermacam-macam itu. Kalau dendam atau jengkel pasti dunia ini sudah diobrak-abrik-Nya dari dulu, percuma menciptakan manusia. Tuhan makhlum dengan semua jalan pikiran dan perbuatan manusia di jagad raya ini namanya juga keanekaragaman makhluk pasti beraneka-ragam pula jalan pikiran dan perbuatannya. Masa suruh seragam semua, ya gak berkembanglah dunia ini. Tuhan maha tahu, maha adil dan maha segalanya.

@muslim

Untuk mengetahui lebih banyak tentang islam.
Silahkan ke:

wwwdotwikiislamdotorg

(ganti dot dengan titik)

salam.

Syalom,

Memang kalo bahas topik yang satu ini ada beda2 pendapat.

Saya ingin memberikan sedikit paparan dari yang sedikit saya pelajari mengenai pohon ara ini. Pohon ara ternyata berbuah 2 kali. Buah yang pertama/buah pendahulu atau kalau nggak salah namanya tasq seperti kuncup2 (tidak semanis yang kedua nantinya. Dan yang dinyatakan belum musim adalah yang buah ke-2 (Buah yang lebih besar dari yang pertama dan lebih manis). Buah pendahulu pada waktu masak akan berguguran dan digantikan dengan buah yang ke-2. Kalau pohon ara berdaun lebat akan selalu diiringi tasq dan kalo tasq ini nggak ada berarti pas nanti musimnya, pohon ara ini nggak akan berbuah. Kenapa Yesus melihat ke pohon ara ini karena Dia ingin tahu apakah ada tasq dari pohon ara ini atau tidak. Nah ini juga disangkutkan dengan kita saat ini apakah kita berbuah tiap saat atau tidak.

Satu hal lagi orang fanatik Kristen tidak mengisyaratkan bahwa dia Kristen sejati. Kristen sejati adalah orang Kristen yang mau melakukan firman Tuhan. Kenapa ya orang2 selalu berpikir bahwa Allah Bapa, Yesus, Allah Roh Kudus padahal yang benar itu Allah Bapa, Allah Anak, Allah Roh Kudus di dalam pribadi Yesus (maaf kalo dianggap sok tahu). Kalo mau berbicara tentang Allah Bapa ya Yesus, Allah Anak ya Yesus, Allah Roh Kudus ya Yesus dan sifat Allah yang tidak terbatas selalu dibatasi oleh manusia sendiri. Buat saudara2ku berusahalah untuk mempelajari Alkitab seluruhnya. Jangan pernah berusaha meninggalkan Yesus karena Yesus bener2 nyata dan Dia yang memerintah di surga dan bumi. Suatu saat saya akan bersaksi hal ini. Dia berikan saya anugrah yang nggak pernah bisa saya lupakan dan Dia selalu berpesan jangan sombong dengan apa yang telah saya alami, karena kesombongan adalah awal kehancuran. Mungkin itu dulu dari sedikit yang saya dapat. Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita semua.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Stat

Blog Stats

  • 338,169 hits
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: