Feed on
Tulisan
Komentar

Manusia Tanpa Dosa

Betulkah janin itu tidak berdosa? Betulkah bayi yg baru lahir itu tidak berdosa? Pasti banyak yg akan mengatakan bahwa janin atau bayi yg baru lahir itu tidak berdosa. Yakinkah Anda jika mereka tidak berdosa?

Tetapi jika mereka tidak berdosa, mengapa mereka harus menyiksa ibunya saat masih di kandungan? Ketika pun mereka lahir, mengapa mereka menimbulkan rasa sakit yg luar biasa bagi ibunya? Bahkan nyawa ibunya pun menjadi taruhan. Bagaimana pula dengan masa bayi mereka? Bukankah mereka sangat merepotkan?


Seandainya saja setiap orang itu seperti Adam. Mereka tidak perlu lahir. Cukup dibentuk oleh Allah dari tanah-debu dan dihembus roh, maka hiduplah kita. Ketika kita hidup, kita sudah cukup besar dan sudah dibekali dengan pengetahuan. Cukup untuk hidup di Taman Eden. Hidup kita pun sudah tercukupi. Makanan dan segala macam keperluan hidup telah tersedia tanpa perlu khawatir kehabisan. Kita dapat bermain dengan segala binatang tanpa perlu takut dimakan atau dibunuh olehnya.

Ah asyiknya romantika Tamah Eden ala Adam dan Hawa. Tapi kita bukanlah mereka yg pernah menikmati hidup di Taman Eden. Kita juga bukan mereka yg “ada” karena Allah yg membuat. Dan lihatlah dimana kita hidup kini. Lihatlah sekitar kita. Adakah gambaran kedamaian dan kesejahteraan ala Taman Eden?

Mungkin hanya orang tertentu yg sangat kaya saja yg mampu menghadirkan kedamaian & kesejahteraan ala Taman Eden di bumi ini. Tengoklah ke dalam hati kita. Bacalah apa yg sudah tertulis ribuan tahun. Mengapa kita harus hidup di bumi ini? Benarkah kita tidak pernah berdosa? Benarkah kita dilahirkan tidak berdosa?

Tanyakan pula kepada ibu kita, bagaimana saat beliau mengandung kita. Tanyakan pula saat melahirkan kita. Tanyakan pula saat membesarkan kita. Bagaimana perasaan dan keadaan tubuh beliau? Sakitkah? Capaikah? Atau apa?

Tahukah Anda bahwa kita terlahir di dunia ini karena dosa? Tahukah Anda bahwa cara kita hadir di dunia ini adalah akibat kutukan? Baca:

- Apa & Siapakah Manusia Itu?
- Kita Harus Menderita karena Kutukan Allah
- Benarkah Adam Manusia Pertama

Tetapi tahukah Anda bahwa ada seseorang yang terlahir di dunia ini dalam keadaan tanpa dosa? Dia hadir tanpa perlu birahi dan hubungan seksual. Dia telah dinubuatkan kelahiran-Nya bahkan sejak jaman Adam oleh Allah sendiri. Dan kelahiran-Nya telah dinantikan ribuan tahun. Nubuatan dan tulisan tentang-Nya telah beredar luas dan menjadi pengharapan dan semangat hidup kekal. Karya-Nya telah dinubuatkan oleh para nabi. Kelahiran-Nya membawa kebahagian bagi dunia. Bahkan kelahiran-Nya pun ajaib dengan barometer bintang terang penunjuk jalan. Para bala tentara Surgawi pun bernyanyi dan menyongsong kelahiran-Nya. Para sarjana merayakan kelahiran-Nya dengan sujud dan menghaturkan persembahan.

Kedatangan-Nya di dunia ini merupakan berkat terbesar. Tetapi kedatangan-Nya sekaligus merupakan ancaman bagi para penguasa dunia, terutama iblis. Kedatangan-Nya menjadi tonggak bersejarah bagi seluruh umat di dunia. Baik yg telah mati mau pun yg masih hidup dan yg akan ada. Tonggak pengharapan yg sebelumnya hanya dapat dinantikan oleh manusia. Maka dimulailah kalendar baru perhitungan umur dunia.

Kehidupan-Nya merupakan pertaruhan antara Surga dengan dunia, antara Allah dengan Iblis. Apakah Dia dapat mempertahankan kekudusan, kesucian dan kemuliaan-Nya walau pun dalam wadah seorang manusia? Apakah Dia akan jatuh seperti halnya Adam yg akhirnya jatuh ke dalam dosa? Pertaruhan ini adalah pertarungan paling menentukan antara Surga dengan dunia. Dan setelah itu keputusan akan diambil. Setelah itu hanya akan ada eksekusi.

Puji Tuhan karena Seorang Manusia Tanpa Dosa ini dapat memenuhi janji Allah. Semua nubuatan digenapi. Apa yang telah tertulis ribuan tahun sebelumnya telah dituntaskan. Janji Allah telah dilunasi. Tiada noda dosa sedikit pun ada pada-Nya. Kesucian dan kekudusan-Nya terjaga sampai akhir hayat-Nya. Janji itu dipegang teguh walau pun jutaan godaan bahkan siksaan diderakan kepada-Nya. Akhir hayat-Nya yg sangat hina dan menyedihkan itu tidak membuat Firman yg digenggam-Nya itu batal. Iman-Nya tidak goyah dan Firman-Nya tetap terjaga. Tidak satupun iota yg hilang. Semuanya telah diberitakan dan digenapi.

Kematian-Nya seolah merupakan kemenangan bagi iblis dan dunia, tetapi sebenarnya itulah tonggak kehancuran iblis. Iblis tidak mampu menghancurkan Dia. Hanya tubuh-Nyalah yg hancur dan mati, tetapi tidak dengan Firman yg diemban-Nya. Misi suci yg diamanatkan kepada-Nya telah selesai. Misi-Nya berhasil. Tonggak keselamatan-Nya telah terpancang di bumi ini. Tangan-Nya merentang antara bumi dan langit seolah ingin merangkul semua manusia agar kembali kepada Allah dengan selamat.

Tonggak itulah yang menjembatani manusia dengan Allah. Hanya lewat tonggak itulah kita dapat kembali kepada Allah. Dan Dia yg tak bercela dan bernoda itulah buktinya. Dia yg telah dibangkitkan Allah menjadi yang sulung di Kerajaan Allah. Hanya melalui pembelaan-Nyalah kita dapat diselamatkan. Hanya melalui teladan-Nyalah kita dapat dibenarkan di hadapan Allah.

Dia yg tidak bernoda dosa, Dia yang telah wafat dan bangkit, Dia yang setia pada janji dan memegang teguh Firman Allah, hanya pada Dialah hidup kita dibenarkan. Hanya pada Dialah kita dapat kembali kepada Allah karena hidup kita telah dibela dari segala dosa dunia.

Iblis telah dikalahkan. Pertaruhannya telah dikalahkan. Kini penghakiman sedang dijalankan. Jarum jam terus berputar dan kalendar perhitungan masa itu pun terus berjalan. Inilah masa penantian itu, dan masa panenan itu akan tiba. Jika masa panen itu tiba, maka akan dipisahkan antara gandum dan ilalang. Bagaimanakah nasib ilalang itu? Ilalang itu akan diikat dan dibuang ke dalam bara api menyala-nyala yg tidak akan pernah padam. Dan gandum akan disimpan dalam lumbung Allah, yaitu surga.

Dia, Manusia Tanpa Dosa, yang memenangkan peperangan itu adalah Yesus sang Kristus. Terima kasih Yesus Kristus karena Engkau telah membela dan menebus kami. Ini adalah karunia terbesar bagi kami. Kami tahu bahwa kami tidak berdaya atas apa yg terjadi di dunia ini. Kami selalu dan terus jatuh kedalam jerat dosa dunia. Tetapi karena berkat dan rahmat-Mulah kami dapat diselamatkan dan mengalami kebahagian Surgawi bersama-Mu.

Terima kasih Allah karena telah memberikan Putera Sulung-Mu untuk menjadi karya penebusan-Mu yang paling indah dan yang berlaku kekal, selamanya. Amin.

62 Tanggapan ke “Manusia Tanpa Dosa”

  1. di/pada Maret 1, 2007 pada 2:22 am altur palentinus

    Yups aku sangat setuju dngan artikel ini memang tidak ada manusia yang tidak berdosa,non sense orang mengatakan bahwa bayi yang baru lahir adalah diibarat kan separti kertas putih yang masih putuh dan suci,padahal setiap manusia adalah berdosa ketika pun dia masih bayi,karena setiap manusia membawa dosa keturunan,dan kutukan dari Tuhan akibat pelanggaran manusia terhadap perintah Nya oleh Adam dan Hawa…..dan setiap manusia di kutuk untuk berbuat dosa,sekarang tinngal kita nya bagaimana kita meresponi hal ini,terlebih-lebih meresponi karya penyelamatan Yesus di kayu salib,yang menawarkan kepada kita hidup yang kekal sekalipun kita dalam belenggu dosa,hanya Dia satu-satuNya manusia yang tidak berdosa karena memang Dia adalah 100 % manusia dan 100% Allah,namun kita semua yang membuat Dia menjadi berdosa (seperti orang yang terhukum) karena dosa dan pelanggaran kita.Luar biasa Karya penyelamatanNYA di dunia,mana ada sich Tuhan YAng mau cape’2 ke dunia sampe menawarkan surga segala!!!kalau kita pikir2 kok Allah mau ya???tapi itulah kuasaNYA luar biasa kasih anugrah yang tak ternilai.Mari kita responi karya NYa kita tinggal katakan YA atau Tidak untuk penawaran keselamatan itu.Keselamatan itu di berikan gratis tapi bukan gratisan!!!Amin


  2. di/pada Maret 16, 2007 pada 5:25 pm johan

    perdebatan mengenai dosa bagi gw sih absurd …. apalagi mengotak-atik apakah bayi yg baru lahir itu berdosa atau tidak ….

    inti dosa bagi gw sih apakah ada perbuatan kita yang memang merugikan orang lain (termasuk diri sendiri) apa tidak ….

    btw, linknya tnx ya … loe katolik jg? gw link balik ya!


  3. di/pada Maret 19, 2007 pada 8:07 am axiva

    Dear Altur,

    Jadi kalo ada bayi non kristen (atau kristen) yg terlahir dan sebelum tumbuh besar (bisa berpikir) lalu mati itu masuk neraka dong…?

    Memangnya seorang bayi atau anda sekalipun pernah “pesen” (minta) ama Tuhan untuk dilahirkan dan hidup didunia…?

    Kalaupun ada seorang ibu yg merasa tersiksa karena sedang mengandung atau mengurus bayi saya rasa itu bukan karena kemauan sibayi.

    Kalo anda merasa seorang bayi itu menyiksa ibunya (istri anda) saat dikandung, coba deh gugurkan (bunuh) saja bayi yg ada didalam kandungan istri anda agar istri anda tidak tersiksa. Kalo sibayi anak anda itu menyusahkan saat dia dibesarkan, coba deh buang aja ke tong sampah.

    Bayi itu gak pernah minta dilahirkan dan minta diurus oleh anda, tapi anda yg menginginkannya bukan…??

    Logikanya dimana….??

    Piisss


  4. di/pada Maret 20, 2007 pada 9:19 am agamaku

    @Dear Altur,

    Setuju. Halleluya.

    @Dear Johan,

    Saya Katolik. Saya percaya dosa asal.

    @Dear Axiva,

    Kalo anda merasa seorang bayi itu menyiksa ibunya (istri anda) saat dikandung, coba deh gugurkan (bunuh) saja bayi yg ada didalam kandungan istri anda agar istri anda tidak tersiksa. Kalo sibayi anak anda itu menyusahkan saat dia dibesarkan, coba deh buang aja ke tong sampah.

    Bayi itu gak pernah minta dilahirkan dan minta diurus oleh anda, tapi anda yg menginginkannya bukan…??

    Logikanya dimana….??

    Hahaha… rupanya Anda golongan yg sadis.

    GBU


  5. di/pada Maret 20, 2007 pada 10:38 am axiva

    Dear Dewo,

    hihihi…Iya bener…anda juga sadis, bayi gak tau apa2x dibilang berdosa…kesian bener.

    Untung aja ente masih hidup sampe sekarang.


  6. di/pada Maret 20, 2007 pada 12:31 pm alpha

    Kang Dewo bilang:

    “Betulkah janin itu tidak berdosa? Betulkah bayi yg baru lahir itu tidak berdosa? Pasti banyak yg akan mengatakan bahwa janin atau bayi yg baru lahir itu tidak berdosa. Yakinkah Anda jika mereka tidak berdosa?

    Tetapi jika mereka tidak berdosa, mengapa mereka harus menyiksa ibunya saat masih di kandungan? Ketika pun mereka lahir, mengapa mereka menimbulkan rasa sakit yg luar biasa bagi ibunya? Bahkan nyawa ibunya pun menjadi taruhan. Bagaimana pula dengan masa bayi mereka? Bukankah mereka sangat merepotkan?”

    Kita lihat dari sisi yesus, ok?

    Yesus pun dikandung oleh Maria, apakah Maria tersiksa?
    Sakit yang diderita oleh Maria waktu melahirkan yesus apakah pertanda yesus sejak bayi juga telah berdosa?
    Apakah maria tidak merasa direpotkan waktu masih mengurus bayi yesus?
    Apakah bayi yesus bisa cebok sendiri?
    Apakah bayi yesus bisa mandi sendiri?
    Apakah bayi yesus nggak perlu netek?
    Apakah bayi yesus bisa nyuci popoknya sendiri?
    Apakah bayi yesus nggak perlu disuapin?
    Apakah bayi yesus kalo mo pipis bilang-bilang dulu?
    Apakah bayi yesus nggak pernah ngompol ati eek di celana?


  7. di/pada Maret 20, 2007 pada 12:44 pm dewo

    @Dear Alpha,

    Justru referensi terbaik dari masalah ini ada di Alquran yg mencatat kehidupan bayi dan masa kanak-kanak Yesus. Di AQ malah tercatat bahwa Yesus bisa berbicara walau pun masih bayi untuk memberikan pengajaran bagi orang-orang.

    Artinya kehadiran Yesus sangat luar biasa. Masa Yesus dalam kandungan pun tidak ada keluhan yg tercatat di Alkitab mau pun AQ. Ingat bahwa Maria mengandung tanpa proses seks, tetapi oleh peranan Roh Kudus. Kandungan Elisabeth (saudari Maria) pun bergembira saat dikunjungi Maria yg sedang mengandung Yesus.

    Kelahiran-Nya tanpa kesulitan, malah disambut oleh Bala Tentara Surgawi dan gembala. Para sarjana dari Timur pun menyongsongnya setelah dituntun bintang dan mempersembahkan persembahan yg luar biasa yang mampu menghidupi keluarga-Nya.

    Silakan baca AQ secara detail. GBU.


  8. di/pada Maret 21, 2007 pada 1:10 pm alpha

    Mau merujuk ke Al-quran?? boleh saja…
    Alquran mnyebutkan proses kelahiran Nabi Isa ‘alaihissalam dalam Suroh Maryam ayat 22 dan 23:
    A’udzubillahiminasysyaithonirrajiim
    Bismillahirahmanirahim
    22. Maka Maryam mengandungnya, lalu ia menyisihkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh.
    23. Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (bersandar) pada pangkal pohon kurma, dia berkata: “Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi barang yang tidak berarti, lagi dilupakan.”
    24. Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah: “Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu.
    25. Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu,
    26. maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah: “Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusiapun pada hari ini.”
    27. Maka Maryam membawa anak itu kepada kaumnya dengan menggendongnya. Kaumnya berkata: “Hai Maryam, sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang amat mungkar.
    28. Hai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina”,
    29. maka Maryam menunjuk kepada anaknya. Mereka berkata: “Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih di dalam ayunan?”
    30. Berkata Isa: “Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi,
    31. dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup;
    32. dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka.
    33. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali.”
    Shodaqallahal’adzim

    Seperti permintaan kang dewo, kita merujuk Alquran, yang kata kang dewo sebagai referensi terbaik. Dan seperti kang dewo bisa baca diatas, terutama ayat 23, disana sangat jelas disebutkan bahwa Maryam merasakan sakit pada waktu akan melahirkan.

    ingat kan bahwa kang dewo bilang begini:

    “Tetapi jika mereka tidak berdosa, mengapa mereka harus menyiksa ibunya saat masih di kandungan? Ketika pun mereka lahir, mengapa mereka menimbulkan rasa sakit yg luar biasa bagi ibunya? Bahkan nyawa ibunya pun menjadi taruhan.”

    Di Bibel, hanya matius dan lukas yang menyebutkan kelahiran yesus. markus dan yohanes tidak menyebutkan sama sekali. markus dan yohanes langsung menceritakan kisah pertemuan yesus dengan yohanes anak elisabet itu.
    coba kang dewo referensikan dimana di dalam bibel yang menyebut bahwa kelahiran yesus tanpa kesulitan/kesakitan?
    paling-paling kang dewo bilang bibel juga tidak bilang bahwa maria kesakitan waktu melahirkan….

    mengapa setiap bayi yang dilahirkan “dianggap” telah berdosa (karena rasa sakit yang ditimbulkannya????).
    mengapa setiap melahirkan perempuan merasakan sakit yang amat sangat?
    Jawabannya ada di alkitab, ini semua salah Hawa yang terbujuk rayuan ular.
    baca kitab Kejadian 3
    6 Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya.
    ……
    11 Firman-Nya: “Siapakah yang memberitahukan kepadamu, bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu?”
    12 Manusia itu menjawab: “Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan.”
    ……..
    16 Firman-Nya kepada perempuan itu: “Susah payahmu waktu mengandung akan Kubuat sangat banyak; dengan kesakitan engkau akan melahirkan anakmu; namun engkau akan berahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu.”
    17 Lalu firman-Nya kepada manusia itu: “Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu:
    …….
    20 Manusia itu memberi nama Hawa kepada isterinya, sebab dialah yang menjadi ibu semua yang hidup.

    Lihat kan kang dewo, menurut Bibel susah payah waktu mengandung dan kesakitan waktu melahirkan memang telah “diberikan” oleh “Jehovah God” kepada perempuan.
    Jadi kalo mereferensi apa yang disebut alkitab, maka sudah pasti setiap perempuan yang mengandung pasti banyak susah payahnya, kalo melahirkan pasti kesakitan. tidak terkecuali maria, karena dia juga seorang perempuan, maka tak terhindar dari susah payah mengandung dan kesakitan melahirkan.

    kalo melihat cerita di kitab kejadian diatas, bukankah yang menyebabkan susah payah waktu hamil dan kesakitan waktu melahirkan itu akibat perbuatan Hawa yang terbujuk ular memakan buag terlarang, bukan akibat dari bayi yang dikandungnya telah berdosa.
    Orang yang makan buahnya ibunya, kok yang jadi berdosa bayinya sih???


  9. di/pada Maret 22, 2007 pada 4:11 am Emanuel Setio Dewo

    @Dear Alpha,

    Anda benar bahwa kesakitan saat melahirkan itu menjadi kodrat bagi wanita yg akan melahirkan. Ini adalah salah satu kutukan Allah itu. Itulah akibat dari dosa asal. Kejadiannya akan menjadi siklus turun temurun.

    Sedangkan bayi turut menerima “dosa asal” karena merupakan keturunan Adam. Bayi tersebut akan mengalami konsekuensi dari dosa asal, yaitu: hidup di dunia (bukan di Taman Eden), hidupnya akan susah, harus berhubungan sex untuk meneruskan keturunan, kesakitan saat melahirkan (jika perempuan), dst. Silakan baca: Kita Harus Menderita Karena Kutukan Allah.

    Sedangkan Yesus adalah pengecualian. Dia memang harus hadir di dunia ini untuk memberikan teladan, pengajaran, keselamatan bagi umat manusia. Dia dikandung tanpa dosa asal karena Yesus adalah dari Roh Kudus, bukan hasil hubungan sex manusiawi yg biologis.

    GBU


  10. di/pada Maret 22, 2007 pada 4:13 am Emanuel Setio Dewo

    @Dear Alpha,

    Untuk penjelasan lebih detail mengenai “Dosa Asal”, silakan kunjungi website berikut ini: Dosa Asal. Semoga situs tersebut dapat menjawab semua pertanyaan Anda. Tetapi saya tidak memaksa Anda untuk dapat menerima atau mempercayai atau bahkan mengimaninya. Toh Anda tidak seiman dengan kami.

    Salam.


  11. di/pada Maret 24, 2007 pada 11:18 pm alpha

    Dosa asal manusia akibat perbuatan Adam??? Sepertinya kalo kita kaji kembali ayat-ayat dalam kitab Kejadian seperti yang saya tulis diatas, dosa asal bukan karena perbuatan Adam, tetapi Hawa. Kalo kita kaji lebih jauh lagi, Adam bersalah karena menerima begitu saja buah yang diberikan Hawa, dan Hawa bersalah karena terkena bujuk rayu ular. Sehingga yang paling bersalah disini adalah ular yang menyebabkan semua itu terjadi.
    Kej 3:1-5
    Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: “Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?”
    Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: “Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan,
    tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati.”
    Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: “Sekali-kali kamu tidak akan mati,
    tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat.”

    Jehovah God sendiri masih “menyelidiki” kejadian tersebut, dengan bertanya ke Adam, lalu ke Hawa kemudian tahu penyebab semua ini adalah si ular, kemudian menghukumi mereka bertiga:
    Lalu berfirmanlah TUHAN Allah kepada ular itu: “Karena engkau berbuat demikian, terkutuklah engkau di antara segala ternak dan di antara segala binatang hutan; dengan perutmulah engkau akan menjalar dan debu tanahlah akan kaumakan seumur hidupmu. Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.” (kej 3:14-15)
    Firman-Nya kepada perempuan itu: “Susah payahmu waktu mengandung akan Kubuat sangat banyak; dengan kesakitan engkau akan melahirkan anakmu; namun engkau akan berahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu.”(Kej 3:16)
    Lalu firman-Nya kepada manusia itu: “Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu: semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu; dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu.” (Kej 3:17-19)

    Sebenarnya kalo kita teliti ayat2 diatas, Jehovah God telah menghukumi ketiga oknum diatas (ular, Hawa dan Adam) dengan hukuman masing-masing dan disana sama sekali tidak disebutkan bahwa kutukan itu berlaku turun temurun dan harus dibebaskan oleh seseorang kelak. yang berlaku turun-temurun hanyalah permusuhan antara anak keturunan ular dan anak keturunan perempuan itu.

    harap diingat, anak keturunan perempuan! jadi setiap yang dilahirkan oleh perempuan, termasuk juga yesus tentunya.

    Dosa asal, menurut kitab kejadian, bukan karena perbuatan Adam, karena Adam tidak tahu bahwa buah yang diberikan Hawa itu dilarang (adam tidak tahu buah itu berasal dari pohon yang mana), tetapi karena perbuatan Hawa. Dan Jehovah God sudah menghukumi bahwa setiap yang dilahirkan perempuan (anak keturunannya) akan saling bermusuhan dengan ular.

    Kalo melihat secara adil, karena di kitab kejadian tidak disebutkan secara eksplisit mengenai dosa asal ini, maka harus disebutkan karena salah Hawa bukan Adam, sehingga dapat disimpulkan karena yang manusia paling bersalah adalah perempuan itu (Hawa), dan setiap yang dilahirkan oleh perempuan adalah berdosa, dan tentunya yesus juga.


  12. di/pada Maret 26, 2007 pada 2:47 am altur palentinus

    Dear Axiva,

    kamu bilang :
    “Bayi itu gak pernah minta dilahirkan dan minta diurus oleh anda, tapi anda yg menginginkannya bukan…??”

    apa dasar anda mengatakan kalau bayi itu tidak mau dilahirkan?
    Dan bukan manusia yang berhak menentukan bayi harus lahir atau tidak,manusia hanya jalan supaya bayi-bayi lahir dan itu sudah kehendak Tuhan.Memang kalau di pikr-pikir kok bayi yang baru lahir sudah dianggap berdosa,tetapi kamu lupa satu hal,walaupun manusia sejak lahirnya sudah di ‘kutuk’ menjadi pendosa dan akan selalu berbuat dosa,Allah sudah menyediakan dan menawarkan PENGAMPUNAN sehingga ketika meresponi penawaran-Nya (penagampunan & keselamatan.red) maka status kita bukan lagi pendosa atau hamba dosa melainkan sudah di materaikan sebagai penerima anugrah kekal yaitu keselamatan di surga,aku yakin kok saat ini kamu tidak bisa menerima,tapi itulah kenyataannya…..tapi aku akan berdoa semoga kamu menerimanya sehingga mudah-mudahan kita ketemuan di surga,kamu harus mengenal dulu siapa Yesus dan apa perkara yang sudah Dia lakukan barulah hatimu dapat terbuka menerima anugrahNYa…kalu nggak ya…say good bye…terima aja neraka yang kekal,karena neraka dan surga itu kekal adanya….bukan seperti yang kamu kira bahwa kita mampir dulu keneraka baru deh nyaplok di sura……o ya soal gugurkan bayi saya setuju dengan mas dewo…kamu sadis apa hak kamu bunuh bayi…dasar nggak punya rasa kemanusianan ,tapi jikalau ka u minta ampunan aku yakin kok kamu di ampuni.


  13. di/pada Maret 26, 2007 pada 2:57 am altur palentinus

    dear alpa,

    Ya tentulah hukuman itu sampai keturunannya……memang tidak tersurat tapi kan tersirat buktinya sampai sekarang seorang wanita sma seperti hukuman hawa,begitu juga ular dan adam,kalua nggak sampe ke keturunannya kenapa sesudah anak mereka lahir mereka tidak di kembalikan ke taman firdaus?ya kan?ya dong?benar kan?benar dong?jadi kita tidak harus selalu melihat yang hanya tertulis,kita kan diberi akal budi pekerti dan kemuliaann jadi kita bisa berpikir.Masalah Yesus…..kan ada di alkitab Dia yang tidak mengenal dosa di jadikan berdosa!itulah mengapa Yesus mau cape2 mengenal dosa karena Dia ingin selamatin kamu,aku dan semua orang yang mau menerima Nya….dan status dosa turunan yang kita sandang di hapus deh,,,,,,,!gitu simple kok,Dia berkarya sekali tapi sangat sempurna


  14. di/pada Maret 26, 2007 pada 3:38 am dewo

    @Dear Alpha,

    Dosa asal manusia akibat perbuatan Adam???

    Tentu saja Adam berdosa karena menerima & memakan buah itu dari Hawa. Adam tahu bahwa buah itu adalah buah pengetahuan dan sudah dilarang oleh Allah untuk dimakan. Tetapi Adam memilih untuk memakannya karena Hawa juga telah memakannya.

    Adam “MENGETAHUI” bahwa itu adalah buah pengetahuan tetapi “MEMILIH” untuk memakannya walau pun sudah dilarang. Jangan lupa bahwa Adam memiliki pengetahuan yang luar biasa. Bukankah Adam yg memberi nama segala hewan dan tumbuhan?

    Itulah dosa mula-mula Adam yang menjadi “dosa asal.”

    Jehovah God sendiri masih “menyelidiki” kejadian tersebut, dengan bertanya ke Adam, lalu ke Hawa kemudian tahu penyebab semua ini adalah si ular, kemudian menghukumi mereka bertiga:

    Allah tidak “menyelidiki” tetapi menguji Adam & Hawa. Allah sudah tahu, tetapi Allah ingin mendengarkan secara langsung dari Adam, Hawa dan ular (iblis).

    Sebenarnya kalo kita teliti ayat2 diatas, Jehovah God telah menghukumi ketiga oknum diatas (ular, Hawa dan Adam) dengan hukuman masing-masing dan disana sama sekali tidak disebutkan bahwa kutukan itu berlaku turun temurun dan harus dibebaskan oleh seseorang kelak. yang berlaku turun-temurun hanyalah permusuhan antara anak keturunan ular dan anak keturunan perempuan itu.

    Rupanya Anda belum mengerti juga arti “KUTUKAN” Allah tersebut. Kutukan itu berlaku bagi semua keturunan Adam & Hawa. Kalau tidak, maka Anda seharusnya masih hidup di Taman Eden.

    Silakan baca: “Dosa Asal” untuk lebih memahami Dosa Asal tersebut. Link ini sudah saya berikan di komentar saya sebelumnya. Saya yakin Anda belum membacanya.

    Kalo melihat secara adil, karena di kitab kejadian tidak disebutkan secara eksplisit mengenai dosa asal ini, maka harus disebutkan karena salah Hawa bukan Adam, sehingga dapat disimpulkan karena yang manusia paling bersalah adalah perempuan itu (Hawa), dan setiap yang dilahirkan oleh perempuan adalah berdosa, dan tentunya yesus juga.

    Jika mencari “KAMBING HITAM”, maka yg salah bukan Adam, Hawa atau pun ular, tetapi Allah sendiri yg menciptakan dan meletakkan pohon pengetahuan dan juga pohon kehidupan di Taman Eden yang notabene bisa diakses oleh manusia. Pencarian “KAMBING HITAM” ini pernah dilontarkan oleh seorang komentator di thread artikel yg lain.

    Saya kira Anda tidak cukup bodoh untuk “MENGAMBINGHITAMKAN” Allah bukan?

    GBU


  15. di/pada Maret 26, 2007 pada 9:21 am altur palentinus

    Dear mas dewo,
    chayo mas!!aku setuju banget,JLU.


  16. di/pada Maret 26, 2007 pada 10:09 am Emanuel Setio Dewo

    @Dear Altur,

    Terima kasih atas dukungannya. Sayang Pak Sugiarto sudah lama tidak aktif dalam dukungannya.

    JLU2


  17. di/pada April 7, 2007 pada 2:42 pm Jenny

    Saya secara kebetulan membaca posting ini. Sangat menyakitkan kalau disebutkan bahwa bayi yang baru dilahirkan berdosa karena menyebabkan rasa sakit untuk ibunya.
    Anak yang saya tunggu-tunggu selama 3 tahun lebih akhirnya datang dalam kehidupan saya, dan meninggal beberapa hari setelah dilahirkan.
    Walaupun dikatakan bahwa proses kehamilannya juga tidak mudah, tidak terbersit dalam pikiran saya sedikitpun bahwa bayi itu menyusahkan saya. Sebaliknya, saya sangat gembira untuk setiap kesakitan yang saya rasakan (muntah-muntah, kaki bengkak, dsb.)
    Yang membuat saya bisa bertahan sampai saat ini setelah kematian anak saya, adalah karena berpikiran bahwa dia lahir tanpa dosa, dan akan diterima di tangan Tuhan. Itu saja. Kalau tidak berpikiran seperti itu, saya bisa mati karena penderitaan.
    Jadi, tolong, jangan katakan bahwa bayi-bayi itu berdosa. Mereka akan diterima di sisi Tuhan. Karena bukankah Yesus yang mengatakan bahwa anak-anak adalah yang empunya surga?


  18. di/pada April 9, 2007 pada 7:55 am budhi

    Buat Alpha,

    Sampai mata ini jadi putih, tidak akan ditemukan ada ayat di “Kejadian” tersebut yang menyebutkan itu adalah dosa Adam sendiri, itu dosa kolektif, di situ ada Ular, Hawa dan Adam.
    Dan tidak juga ada isyarat yang menyatakan bahwa “dosa asal” tersebut diwariskan kepada anak cucu Adam.

    Teruslah memberikan komentar yang benar benar masuk akal.
    Karena Agama tanpa akal adalah sesat dan menyesatkan.

    Buat Dewo,

    Yang menyatakan *mencari KAMBING HITAM* itu adalah sangkaan Dewo (mungkin dihati kecil sendiri memang begitu) dan itu bukan komentar Alpha.

    Apakan ada ayat yang diucapkan oleh Nabi Nabi dan juga Yesus ataupun sabda Tuhan melalui Nabi Nabi-Nya mengenai dosa yang diwariskan.

    Selamat pada Dewo, karena harus diakui bahwa komentar komentar yang dimuat disini baik dari Umat Kristen ataupun non Kristen masih terjaga bahasanya(tidak jorok, tidak penuh makian, tidak vulgar). dibanding dengan situs lain yang pernah saya buka.


  19. di/pada April 9, 2007 pada 4:40 pm dewo

    @Dear Jenny (#17),

    Maaf jika Anda bersedih hati. Yang benar adalah bahwa para bayi tersebut mewarisi “dosa asal.” Dosa pribadi mungkin belum ada di kehidupan para bayi tersebut. Untuk itu Gereja Katolik percaya bahwa ada perhitungan khusus mengenai hal ini sehingga para bayi yang meninggal ini tidak masuk neraka, melainkan masuk ke suatu tempat khusus untuk diselamatkan oleh Yesus secara khusus. Ada beberapa ayat pendukung hal ini yang sayangnya saya lupa.

    Janganlah khawatir karena semasa hidup-Nya dan sampai kini dan selamanya Yesus selalu berupaya menyelamatkan umat manusia.

    @Dear Budhi (#18),

    Sekali lagi Anda belum sepakat dengan “dosa asal” ini. Memang banyak pihak yang menyatakan bahwa “dosa asal” ini adalah “dosa kolektif.” Dan itu tentu berbeda dengan ajaran Gereja yang menyatakan bahwa itu adalah “dosa Adam.”

    Jawaban tentang “dosa Adam” ini telah saya tuliskan di komentar no 14 yang menjawab pertanyaan Alpha. Sampai sekarang Anda belum bisa memahaminya. Sayang karena keterbatasan waktu dan tempat, saya belum bisa menunjukkan ayat-ayat pendukung semua itu. Tetapi seandainya saja Anda berkenan mencarinya di Alkitab, maka Anda akan banyak sekali menemukan referensi yang sesuai.

    Silakan cari Alkitab dengan keyword: “Adam”, maka Anda akan banyak mendapatkan referensi tentang dosa asal mula yang mengakibatkan terusirnya dan dikutuknya manusia oleh Allah.

    Tentu saja jangan lupa baca surat-surat dari Rasul Paulus.

    Selamat pada Dewo, karena harus diakui bahwa komentar komentar yang dimuat disini baik dari Umat Kristen ataupun non Kristen masih terjaga bahasanya(tidak jorok, tidak penuh makian, tidak vulgar). dibanding dengan situs lain yang pernah saya buka.

    Terima kasih atas pujiannya. Semoga yang turut berdiskusi di sini dapat turut menjaga etika berdebat.

    Selamat berkarya. GBU.


  20. di/pada April 11, 2007 pada 6:04 am john

    BUAT BUNG DEWO

    saya punya pertanyaan :
    1. Taruhlah kalaupun Adam masih hidup di surga apakah kita akan dilahirkan ? Apakah ada pernyataan bahwa Surga ada lalu Adam diciptakan untuk menempatinya dan disusul oleh Hawa dan Hanya mereka berdua yang menempatinya?


  21. di/pada April 11, 2007 pada 7:12 am budhi

    Buat Dewo,

    “”……..sehingga para bayi yang meninggal ini tidak masuk neraka, melainkan masuk kesatu tempat khusus untuk diselamatkan oleh Yesus secara khusus. Ada beberapa ayat yang mendukung hal ini sayang saya lupa.”"

    Barangkali lain kali Dewo dapat menunjukkan ayat yang mendukung itu, sehingga dapat membuat Ibu Yenny tidak bersedih.

    Buat Ibu Yenny

    Lukas 18:16

    **Biarkanlah anak anak itu datang kepadaku, dan jangan kamu menghalang halangi mereka, sebab orang orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah.**

    Disini Yesus mengatakan bahwa kanak kanak itu termasuk bilangan orang yang tidak berdosa dan tidak mewarisi dosa. Sesuai dengan ajaran Islam yang juga mengatakan bahwa bayi dilahirkan tanpa mempunyai dosa.

    Salam


  22. di/pada April 11, 2007 pada 7:42 am budhi

    To all,

    Ajaran mengenai Dosa Asal yang diwariskan bukanlah ajaran Yesus tapi adalah ajaran dari Paulus. Mana yang lebih berharga, ucapan Yesus atau Paul.

    Banyak ajaran Paulus yang sama sekali berseberangan dengan apa yang diajarkan oleh Yesus dalam keempat injilnya.

    Umat yang percaya tentang hal tersebut sebaiknya menyebut diri mereka sebagai pengikut Paulus dan bukan pengikut Yesus.
    Lalu apakah umat seperti itu masih dapat disebut pengikut Yesus (Kristen).

    Kami umat Islam, mengakui bahwa Yesus/Isa adalah Rasul Allah dan Beliau mendapat tempat yang tinggi di sisi Allah.


  23. di/pada April 11, 2007 pada 8:55 am john

    Menurut Saya sie dosa itu akibat dari sebab - akibat dari perbuatan kita kalau dosa adalah warisan mungkin seperti ajaran agama Budha tentang reinkarnasi itu kali ya, dimana dicontohkan ada yang di kehidupan yang akan datang tercipta lagi dalam bentuk lain.


  24. di/pada April 12, 2007 pada 4:29 pm dewo

    @Dear John (#20),

    BUAT BUNG DEWO

    saya punya pertanyaan :
    1. Taruhlah kalaupun Adam masih hidup di surga apakah kita akan dilahirkan ? Apakah ada pernyataan bahwa Surga ada lalu Adam diciptakan untuk menempatinya dan disusul oleh Hawa dan Hanya mereka berdua yang menempatinya?

    Saya tidak bisa menjawabnya.

    @Dear Budhi (#21),

    Sekali lagi Anda membuat saya kecewa karena hanya mengutip ayat Alkitab sepotong-potong. Mari saya kutipkan kalimat Yesus selengkapnya:

    18:15 Maka datanglah orang-orang membawa anak-anaknya yang kecil kepada Yesus, supaya Ia menjamah mereka. Melihat itu murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu.
    18:16 Tetapi Yesus memanggil mereka dan berkata: “Biarkanlah anak-anak itu datang kepada-Ku, dan jangan kamu menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah.
    18:17 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya.”

    Artinya bahwa orang-orang yg dengan tulus menyambut Kerajaan Allah seperti anak-anak kecillah yang “empunya” Kerajaan Allah. Tetapi jika tidak seperti itu, maka ia tidak akan masuk ke dalamnya. Sudahkah Anda menyambut Allah seperti anak kecil yang berhati tulus?

    Tetapi sekali lagi (dan saya sudah bosan mengatakannya), setiap orang yang dilahirkan di dunia ini MEWARISI DOSA ASAL. Tergantung dari Anda: apakah mau menerima Kerajaan Allah dengan hati yang tulus seperti anak kecil atau tidak? Atau malah ngeyel?

    @Dear Budhi (#22),

    Dari pada Anda berkoar-koar mencela dogma dosa asal, apalagi sampai membandingkan dan menantang ajaran Yesus dan Paulus, apakah tidak lebih baik jika Anda mempelajari Alkitab dengan serius dan baik untuk menemukan dalil (ayat) yang mendukung pendapat Anda atau malahan dalil (ayat) yang mendukung dosa asal?

    @Dear John (#23),

    Katolik mempercayai dosa asal dan dosa manusia. Dosa asal adalah dosa warisan dari Adam sehingga manusia kehilangan berkat Allah. Sedangkan dosa manusia adalah dosa yang kita lakukan dalam mengarungi kehidupan ini.

    Semoga dapat memberikan pencerahan. GBU.


  25. di/pada April 13, 2007 pada 2:05 am budhi

    Dewo,

    Dosa asal adalah dosa manusia (Adam) yang pertama, itu saya akui, tapi kalau dosa tersebut dapat diwariskan itu yang tidak dapat saya setujui. Saya belum menemukan ayat yang mendukung ajaran tersebut (sampai sekarang Dewo belum juga menampilkannya).

    Ayat yang menolak adanya dosa yang diwariskan dapat kita temui dalam Alkitab yang Dewo jadikan pegangan.

    Yeremia 31:29-30

    “Pada waktu itu orang tidak akan berkata lagi: Ayah ayah makan buah mentah dan gigi anak anaknya sendiri menjadi ngilu, melainkan : Setiap orang akan mati karena kesalahannya sendiri; setiap manusia yang makan buah mentah, giginya sendiri menjadi ngilu”

    Yehezkiel 18:1-4
    “Ada apa dengan kamu, sehingga kamu mengucapkan sindiran ini ditanah Israel : Ayah ayah makan buah mentah dari gigi anak anaknya sendiri ngilu? Demi Aku yang hidup, demikianlah firman Tuhan, Kamu tidak akan mengucapkan kata sindiran itu lagi di Israel. Sunguh semua jiwa itu Aku punya! Baik jiwa ayah maupun jiwa anak Aku punya! Dan orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati.

    Yehezkiel 18:20-21
    Anak tidak akan menanggung kesalahan ayahnya dan ayah tidak akan menanggung kesalahan anaknya. Orang benar akan menerima berkat kebenarannya, dan kefasikan orang fasik akan tertanggung atasnya.
    Tetapi jikalau orang fasik bertobat dari segala dosa yang dilakukannya dan berpegang pada segala ketetapan-Ku serta melakukan keadilan dan kebenaran, ia pasti hidup, ia tidak akan mati.

    Lukas 18:17 Lebih menguatkan menekankan maksud ayat ayat sebelumnya bahwa anak kecil tersebut tidak mempunyai dosa. Karena mereka dapat menyambut Kerajaan Allah. Kalau ia berdosa ia tidak patut untuk menyambut Kerajaan Allah.

    Anda belum menampilkan ayat ayat yang dapat menghilangkan kesedihan ibu Yenni.

    Sekian, semoga anda tidak kebakaran jenggot.


  26. di/pada Mei 3, 2007 pada 8:57 am Ferry

    hmmmm… kembali lagi mau menang sendiri semua sama kecuali y**** he… he… he…

    Peace 4 All


  27. di/pada Mei 3, 2007 pada 11:57 am budi

    masa sih janin itu berdosa..??
    bukannya rasa sakit itu memang karena struktur tulang manusia yang memang tempat keluarnya bayi kecil, hewan saja melahirkan juga sakit..

    tidak adil bilang bahwa bayi itu sudah berdosa…


  28. di/pada Mei 10, 2007 pada 9:41 am zham

    Istilah dosa dikenal hampir pada setiap agama. Pembahasan ini (khususnya dosal asal) tidak akan pernah mencapai kesimpulan jika makna dari term ini belum disepakati.

    Agama diluar Kristen memperlakukan dosa seperti nilai/point negatif yang kita kumpulkan jika melakukan kesalahan/pelanggaran. Inilah biang permasalahannya. Pemaksaan arti dosa coba dimasukkan dalam ajaran Kristen yang jelas-jelas berbeda.

    Dosa dalam ajaran Kristen adalah suatu bentuk keterpisahan antara manusia dan Allah. Keterpisahan ini bisa terjadi karena manusia melakukan pelanggaran. Efeknya berkelanjutan. Manusia cenderung melakukan kesalahan-kesalahan dan lebih suka menjauh dari Allah. Usaha manusia mengembalikan hubungan ini adalah sia-sia. Bagaikan seseorang yang jatuh kedalam sumur, maka untuk bisa naik kembali maka dia butuh bantuan dari atas.

    Apakah seorang bayi yang baru lahir lepas dari dosa? Pertanyaan sederhana yang bisa membuat kening berkerut.

    Ketika Adam dan Hawa diciptakan, Allah juga memberikan pilihan kepada mereka. Mereka boleh makan semua buah yang ada di taman eden, namun JANGAN makan buah dari pohon pengetahuan.

    Adam dan Hawa melanggar. Seketika mereka sadar mereka telanjang. Mereka kemudian bersembunyi dari hadapan Allah karena merasa takut dan merasa bersalah. Mereka telah memutuskan hubungan suci dari Allah.

    Seorang bayi tentu belum bisa berbuat apa-apa. Namun sejalan perkembangan usianya maka diapun mulai belajar dan bertindak sesuai keinginannya. Pertanyaan besar: dari mana bayi yang ketika mulai bisa berbicara ini belajar berbohong? Well, inilah bawaan sikap dari dosa tadi. Efek samping Adam dan Hawa makan buah pengetahuan turun/terwarisi secara otomatis kepada keturunan mereka.

    Jadi seorang bayi tidaklah suci, melainkan karena belum bisa berbuat apa-apa. Tidak mungkin bayi bisa berbohong, karena berbicara saja dia belum bisa. Pengetahuan yang didapatkan Adam dan Hawa diteruskan kepada turunannya.

    Penelitian sampai sekarang belum bisa membuktikan apakah pengetahuan yang kita miliki masuk secara perlahan-lahan dan disimpan dalam otak seiring pelajaran yang kita dapatkan. Apalagi kalau berbicara mekanisme penyimpanan data di dalam otak. Tetapi seorang filsuf bernama Plato berpendapat bahwa ilmu pengetahuan sudah ada dalam otak. Apa yang manusia lakukan hanyalah menuliskan kembali dan terus memperbarui daftar isinya. Isinya sudah ada namun masih banyak yang belum ditemukan. Itulah kenapa jika ada hal baru disebut penemuan, bukan penciptaan.

    Dari apa yang saya paparkan diatas semoga bisa menjadi jembatan untuk mengerti konsep dosa dari kacamata iman Kristen. Sehingga tidak ada lagi perdebatan kusir yang tidak ada habisnya.

    Sebagai tambahan, dalam Kristen tidak mengenal dosa besar dan dosa kecil. Seperti sudah saya paparkan diatas bahwa dosa adalah keterpisahan. Jika manusia tenggelam di lautan, entah itu dalamnya 5 m, 10 m, dll maka hal itu sudah cukup untuk membuat manusia bisa mati, kecuali ditolong. Artinya, 1 saja dosa sudah cukup untuk membuat manusia dilemparkan dalam api neraka.

    Salam damai, Yesus beserta kita.


  29. di/pada Mei 14, 2007 pada 2:35 pm knowledgeless

    KATA - KATA PAULUS YANG DOKTRINNYA SELALU ANDA PAKAI TERMASUK DOSA ASAL.

    Menggunakan kesempatan dengan licik dan tidak jujur:
    “Baiklah, aku sendiri bukan merupakan suatu beban bagi kamu, tetapi kamu katakan dalam kelicikanku aku telah menjerat kamu dengan tipu daya.” (Injil - 2 Korintus 12: 16).


  30. di/pada Mei 14, 2007 pada 2:46 pm knowledgeless

    MELKISEDEK (dari semua teori anda yang sudah anda uraikan, ada satu orang/manusia yang tidak berdosa)

    Pangeran Salem ini kehebatannya melebihi Yesus.
    “Ia tidak berbapa, tidak beribu; tidak bersilsilah, harinya tidak berawal dan hidupnya tidak berkesudahan, …. ” (Injil - Ibrani 7: 3).
    (Sifat-sifat ini hanya dimiliki Tuhan!)


  31. di/pada Mei 15, 2007 pada 1:12 pm dewo

    @Dear Knowledgeless (#29),

    Mari kita baca dengan hati-hati ayat yang Anda kutip:

    12:16 Baiklah, aku sendiri tidak merupakan suatu beban bagi kamu, tetapi — kamu katakan — dalam kelicikanku aku telah menjerat kamu dengan tipu daya.
    12:17 Jadi pernahkah aku mengambil untung dari pada kamu oleh seorang dari antara mereka, yang kuutus kepada kamu?

    Anda seharusnya jeli dengan kata-kata yang saya tebalkan. Jadi, justru orang banyak (apakah Anda termasuk?) yang menuduh Paulus licik, padahal TIDAK!
    Anda dapat membaca bab ini secara lengkap di: “2 Korintus 12″.

    @Dear Knowledgeless (#30),

    Silakan baca kembali bab Ibrani 7 dengan teliti dan jelas. Benarkah ada disebutkan bahwa Melkisedek itu manusia tidak berdosa (tanpa salah)? Benarkah ayat 26 ditujukan untuk Melkisedek? Saya rasa Anda dapat menyimpulkannya sendiri dengan benar jika Anda membacanya sampai tuntas dan mampu memahaminya dengan benar.

    Benarkah Melkisedek melebihi Yesus? Benarkah semua sifat-sifat Tuhan dimiliki oleh Melkisedek? Saya rasa Anda akan lebih mudah menemukan sifat-sifat Allah pada Yesus dari pada yang Anda temukan dari Melkisedek. Tetapi tolong dijawab. Jika perlu, berikan ayat-ayat pendukung jawaban Anda.

    Anda dapat membaca bab ini secara lengkap di: “Ibrani 7″.


  32. di/pada Mei 17, 2007 pada 11:15 am Knowledgeless

    Menurut anda sendiri bahwa setiap manusia berdosa atau menanggung dosa karena Adam dan Hawa (dosa asal) artinya setiap orang yang nota bene lahir dari keturunan Adam dan Hawa pasti berdosa, ini artinya kalau ada manusia yang tidak/bukan dari keturunan Adam dan Hawa dia tidak membawa dosa asal (begitu kan seharusnya??)

    Melkisedek tidak dan bukan keturunan Adam dan Hawa karena dia tidak beribu dan tidak berbapa, dia tidak mempunyai silsilah dan dia kekal abadi karena dia adalah (alpha dan omega) atau tidak berawal dan tidak berakhir.

    Benar Melkisedek lebih tinggi dari yesus dan itu diatur dan di undang - undangkan di Alkitab di Ibrani 7 sendiri:

    Ibrani 7: 7 Memang tidak dapat disangkal, bahwa yang lebih rendah diberkati oleh yang lebih tinggi. (JANGAN DISANGKAL)

    Ibrani 7: 15 - 17 (15) Dan hal itu jauh lebih nyata lagi, jikalau ditetapkan seorang imam lain menurut cara Melkisedek. (16) yang menjadi imam bukan berdasarkan peraturan - peraturan manusia, tetapi berdasarkan hidup yang tidak dapat binasa. (ingat Melkisedek tidak binasa juga). (17) Sebab tentang Dia diberi kesaksian: ” Engkau adalah Imam untuk selama - lamanya, menurut peraturan Melkisedek.” (ingat lagi, MENURUT PERATURAN MELKISEDEK)


  33. di/pada Mei 17, 2007 pada 12:41 pm knowledgeless

    Mas dewo

    kata - kata yang anda tebalkan, sudahkah anda teliti lebih lanjut ….???? Apakah itu memang kata - kata asli alkitab atau hanya sekedar tambahan yang memang sengaja ditambahkan oleh penerjemah indonesia untuk membuat maknanya jadi berubah. Di situ sebelum kata ” kamu katakan” ada tanda garis hubung (-) demikian juga sesudah kata - kata itu, apa maksudnya ?????

    Saya tidak menemukan kata - kata itu di Bibel versi bahasa inggris.


  34. di/pada Mei 17, 2007 pada 3:01 pm Emanuel Setio Dewo

    @Dear Knowledgeless (#32),

    Menurut anda sendiri bahwa setiap manusia berdosa atau menanggung dosa karena Adam dan Hawa (dosa asal) artinya setiap orang yang nota bene lahir dari keturunan Adam dan Hawa pasti berdosa, ini artinya kalau ada manusia yang tidak/bukan dari keturunan Adam dan Hawa dia tidak membawa dosa asal (begitu kan seharusnya??)

    Tidak membawa dosa asal bukan berarti tidak berdosa. Anda kenal Iblis kan? Bukankah dia bukan keturunan Adam? Bukankah dia juga berdosa?

    Ibrani 7: 7 Memang tidak dapat disangkal, bahwa yang lebih rendah diberkati oleh yang lebih tinggi. (JANGAN DISANGKAL)

    Saya tidak meyangkalnya! Anda harus pahami bahwa yg diberkati oleh Melkisedek adalah: ABRAHAM!!! Bukan Yesus.

    Ibrani 7:15-17 adalah ayat yang mengacu pada Yesus. Bahwa Yesus itu adalah Imam Besar menurut aturan Melkisedek karena Yesus bukan keturunan imam. Menurut ajaran Yahudi, seorang imam itu harus keturunan Lewi. Tetapi Yesus keturunan Yehuda. Silakan baca Ibrani 7 dengan lebih baik lagi. Coba pahami artinya.

    Anda dapat membaca bab tersebut di: “Ibrani 7″.

    GBU


  35. di/pada Mei 17, 2007 pada 3:06 pm Emanuel Setio Dewo

    @Dear Knowledgeless (#33),

    kata - kata yang anda tebalkan, sudahkah anda teliti lebih lanjut ….???? Apakah itu memang kata - kata asli alkitab atau hanya sekedar tambahan yang memang sengaja ditambahkan oleh penerjemah indonesia untuk membuat maknanya jadi berubah. Di situ sebelum kata ” kamu katakan” ada tanda garis hubung (-) demikian juga sesudah kata - kata itu, apa maksudnya ?????

    Saya tidak menemukan kata - kata itu di Bibel versi bahasa inggris.

    Saya mengambilnya dari Alkitab Terjemahan Baru Lembaga Alkitab Indonesia (LAI). Secara online Anda dapat membacanya di: “2 Korintus 12.” Tentu saja Anda tidak menemuinya di versi bahasa Inggris karena di sana bahasanya Inggris semua yang aturan dan pemahamannya berbeda dengan bhs Indonesia. Satu kalimat bahasa Indonesia saja bisa diartikan macam-macam. Dan kita memerlukan tambahan tanda baca sebagai alat bantu dalam memahami arti kalimat tersebut, jangan sampai orang mengartikannya lain.

    Silakan copy-paste versi bahasa Inggrisnya. Sekalian terjemahkan menurut versi Anda. Apakah artinya sama dengan yg versi LAI?

    Tetapi sebagai catatan, versi LAI itu langsung ditermahkan dari Alkitab bahasa Yunani. Salam.


  36. di/pada Mei 17, 2007 pada 6:50 pm wagino solo

    Kembali ke laaaptopppp…

    “Betulkah janin itu tidak berdosa? Betulkah bayi yg baru lahir itu tidak berdosa? Pasti banyak yg akan mengatakan bahwa janin atau bayi yg baru lahir itu tidak berdosa. Yakinkah Anda jika mereka tidak berdosa?”

    Bung Dewo saya YAKIN 100% BAYI TIDAK BAWA DOSA.

    “Tetapi jika mereka tidak berdosa,

    mengapa mereka harus menyiksa ibunya saat masih di kandungan? ”
    BUNG DEWO, IBU YANG WARAS TIDAK MERASA TERSIKSA DENGAN KANDUNGANNYA, JUSTRU BAHAGIA, DAN PENUH PENGHARAPAN AKAN KESELAMATAN BAYI YANG DIKANDUNGNYA.

    “Ketika pun mereka lahir, mengapa mereka menimbulkan rasa sakit yg luar biasa bagi ibunya? ”
    BUNG DEWO, PERNAH DENGAR TENTANG HYPNOBIRTHING?
    COBA CARI DI GUGEL, DAN SAKIT YANG LUAR BIASA ITU HANYA MITOS, sakit dikit mungkin iya, kalo sakit luar biasa? itu hanya dibesar2kan saja. Pakai logika, kenapa seorang ibu bisa melahirkan sampai berkali-kali? kalo melahirkan itu menimbulkan rasa sakit yang LUAR BIASA? tentunya semua ibu akan kapok/tidak mengulangi lagi untuk melahirkan.
    dan tidak rasional juga kalau rasa sakit itu dikarenakan DOSA SI BAYI.

    “Bahkan nyawa ibunya pun menjadi taruhan.
    Bagaimana pula dengan masa bayi mereka? Bukankah mereka sangat merepotkan?”
    BUNG DEWO, BESAR MANA RASA REPOT DENGAN RASA BAHAGIA? Ketika sepasang suami istri mendapat bayi?

    REPOT MANA? ketika pasangan suami istri yang telah bertahun2 menikah dan BELUM DIBERI BAYI dibandingkan dengan repotnya mengasuh bayi antara yang usianya 0-1 tahun?
    artinya bayi itu TIDAK MEREPOTKAN BUNG!!!

    Bung Dewo, Maaf nih saya ingin tahu, Siapa sih yang mengajari anda kalau bayi yang baru lahir itu sudah membawa dosa?

    Hati-hati loh Bung siapa tau mereka penipu?

    Terimakasih…. GBU…all


  37. di/pada Mei 18, 2007 pada 2:43 am pandora

    Dewo (35)

    Anda katakan bahwa Yesus adalah keturunan Yehuda ? Ah yang bener. Kata siapa ? Wong dia lahir tanpa Bapak. Coba anda paparkan ?


  38. di/pada Mei 18, 2007 pada 10:35 am Knowledgeless

    #Mas Dewo

    Lalu apakah Injil versi bahasa inggris itu diterjemahkan berdasarkan injil bahasa Indonesia……???? Saya yakin tidak.

    Justru pemahaman yang keliru itu (atau sengaja dikelirukan) yang membuat injil jadi tidak berarti, seharusnya kalau anda memang menganggap Injil itu suci dari dari Tuhan, maka tidak akan terjadi pemahaman yang sangat berbeda. kata - kata “kamu katakan” sudah membuat arti yang sangat jauh berbeda dibanding kalau kata- kata itu tidak ada.

    Corinthians 12:16. But granted that I myself did not burden you, yet I was crafty and got the better of you by deceit. (www.usccb.org) SILAHKAN DIARTIKAN

    kalau di versi bahasa indonesia ada kata “kamu katakan” dalam ayat itu berarti ada orang lain atau pihak kedua atau ketiga yang berbicara tentang kelicikan Paulus, tapi dalam versi bahasa Inggris (yang tidak ada tambahan “you said” atau apalah yang sejenis itu) mempunyai arti yang sangat berbeda, ARTINYA, Paulus sendiri yang berbicara (bukan orang lain) bahwa dia telah berlaku licik (deceit).


  39. di/pada Mei 18, 2007 pada 1:09 pm Knowledgeless

    # Mas Dewo

    Anda sendiri yang mengatakan dan juga kitab anda (kata anda) bahwa semua manusia membawa dosa asal (semua manusia penekanan pada kata semua).
    Bukan manusia dan iblis (lagian iblis bukan manusia).Melkisedek menurut kitab anda adalah manusia berarti dia seharusnya membawa dosa asal dengan teori anda yang berdasarkan silsilah, tapi karena Melkisedek tidak mempunyai silsilah maka dengan sendirinya teori dosa asal anda tidak berlaku bagi dia, padahal dia juga manusia.

    Coba anda baca Ibrani 7:15 - 17….di situ dijelaskan bahwa Melkisedek yang membuat peraturan tentang Imam besar yang menurut anda adalah Yesus.

    Apakah ada yang membuat peraturan lebih rendah derajatnya dengan yang melaksanakan atau diberi peraturan???

    Kita kembali ke Ibrani 7:6
    Di dalam Ibrani 7:6 dijelaskan bahwa Abraham adalah pemegang janji, menurut apakah yang dijanjikan Tuhan kepada Abraham…..???? Apakah benar Yesus yang dijanjikan Tuhan kepada Abraham?? Kalau benar demikian adanya berarti Melkisedek lebih tinggi dari Yesus karena ada di dalam diri Abraham (kalau memang Yesus keturunan Abraham).
    Dan kalau bukan Yesus yang dijanjikan Tuhan kepada Abraham lalu siapa???? Apakah penolong/penyelamat yang lain?


  40. di/pada Mei 18, 2007 pada 1:54 pm wagino solo

    nambah dikit,
    Bung dewo nulis kalau
    bayi lahir dah bawa dosa

    karena:
    1.Menyiksa ibunya saat masih di kandungan.
    2. menimbulkan rasa sakit yang luar biasa bagi ibunya.
    3. nyawa ibunya menjadi taruhan.
    4. Masa bayi sangat merepotkan.

    1. alasan menyiksa ibunya jelas tidak benar, coba baca sendiri reply dari ibu Jenny #17

    2. alasan rasa sakit yang luar biasa juga tidak benar, karena proses persalinan adalah proses alamiah.
    Sebagaimana proses Makan, Minum, Bernafas, BAB dan BAK.

    3. alasan nyawa ibu sebagai taruhan jg tidak benar.
    karena dengan teknologi yang maju dan pemahaman yang lebih baik tentang kesehatan ibu hamil dan persalinan. telah
    menurunkan tingkat Angka Kematian Ibu secara signifikan.
    lihat angka AKI di negara maju.

    4. alasan bahwa bayi itu merepotkan jg tidak benar.
    karena REPOT mana antara punya bayi dan TIDAK punya
    bayi? ternyata Pasangan yang tidak PUNYA BAYI LEBIH REPOT.

    Jadi kalau Bung Dewo masih percaya bahwa Bayi Membawa
    Dosa JANGAN pakai alasan diatas.
    Tolong cari alasan lain.
    Terimakasih


  41. di/pada Mei 30, 2007 pada 4:35 pm budhi

    Dear Dewo,

    Tidak dapatnya Dewo menampilkan ayat yang mengatakan bahwa ada tempat khusus yang disediakan Yesus bagi bayi guna menghibur Ibu Yenny (17), dapat diartikan bahwa Dewo telah melakukan hiburan dan harapan palsu.

    Hiburan yang pantas kiranya adalah Matius 18:15-17
    Anak anak itu adalah yang empunya kerajaan sorga, berarti bayi dan anak kecil dilahirkan tanpa membawa dosa dan belum mempunyai dosa.

    Ada baiknya Dewo merenungkan apa yang dikatakan oleh Pak Wagino Solo (40)

    LBU


  42. di/pada Mei 31, 2007 pada 5:03 pm dewo

    @Dear all,

    Waduh, rupanya pertanyaan dan pernyataan untuk saya sudah menumpuk di sini. Semoga saya dapat menjawabnya.

    @Dear Budhi (#41),

    Iya, saya belum menemukannya. Sebenarnya saya belum sempat mencarinya. Mengenai pernyataan Anda bahwa:

    Anak anak itu adalah yang empunya kerajaan sorga, berarti bayi dan anak kecil dilahirkan tanpa membawa dosa dan belum mempunyai dosa.

    Saya tidak dapat menyetujuinya. Karena konsep dosa di Katolik berbeda dengan Anda. Silakan baca artikel: “Manusia Berdosa dan Membutuhkan Penolong.”

    Mengenai bayi yang meninggal, saya yakin bahwa Yesus Kristus memiliki kasih yang sangat besar dan memiliki kuasa untuk mengampuni dosa asal secara khusus. Misalnya pada bayi yang sudah memiliki dosa asal tetapi belum memiliki dosa pribadi. Karena kuasa inilah sehingga Yesus dapat memasukkan orang-orang secara khusus ke surga. Ingatkan pada 2 orang penjahat yang disalibkan bersama Yesus? Salah seorang dari penjahat ini langsung masuk surga karena imannya.

    Lukas 23:43. Kata Yesus kepadanya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.”

    Sekaligus menjawab komentar Wagino Solo (#40): tampaknya saya juga tidak setuju. Karena proses kelahiran itu adalah akibat dari kutukan Allah akibat dosa Adam & Hawa. Silakan baca kembali artikel saya di: “Kita Harus Menderita Karena Kutukan Allah”.

    Jadi proses kelahiran manusia berikutnya itu tidak seperti proses penciptaan Adam dan Hawa yang langsung diciptakan oleh Allah sendiri tetapi harus lewat proses biologis. Tahukan yang saya maksud dengan “proses biologis?”

    Selama Anda lahir secara biologis, maka itu sudah merupakan bukti bahwa Anda mewarisi dosa Adam & Hawa. Lain halnya jika Anda langsung diciptakan oleh Allah.

    GBU.


  43. di/pada Juni 1, 2007 pada 8:00 am wagino solo

    “….Karena proses kelahiran itu adalah akibat dari kutukan Allah akibat dosa Adam & Hawa. Silakan baca kembali artikel saya di: “Kita Harus Menderita Karena Kutukan Allah”….”

    “…Selama Anda lahir secara biologis, maka itu sudah merupakan bukti bahwa Anda mewarisi dosa Adam & Hawa. Lain halnya jika Anda langsung diciptakan oleh Allah….”

    Wah anda semakin melantur Bung Dewo
    Itu Kambing, Sapi, Kerbau yang lahir secara biologis dan tidak langsung diciptakan oleh Allah juga punya kutukan Allah dan dosa asal dong?
    emang siapa Adam dan Hawanya mereka?

    Bener-bener ketawa saya membaca tulisan anda.
    jadi inget cerita waktu kecil bahwa kalo makan jeruk trus kemakan bijinya ntar bisa tumbuh jeruk di kepala/keluar lewat telinga, hidung dsb.. hahaha… semacam itulah cerita anda. Tidak masuk di akal!!!

    Apakah memang perlu masuk akal suatu cerita?
    Apalagi cerita yang besar akibatnya yang berkaitan dengan kepercayaan kita? Way of life kita?

    Udah ah, kalo untuk dongeng pengantar nina bobo boleh lah, tapi untuk yang lain, meskipun ada beberapa hal dalam keyakinan yang memang akal tak mampu mencapai, masih begitu banyak hal lain yang masuk akal dalam keyakinan sehingga kita tidak seperti kerbau yang dicocok hidungnya dalam melihat keberadaan Tuhan Pencipta Semesta.

    Cobalah merenung di malam hari, tinggalkan semua dogma. Berkelana lah dengan hati anda..


  44. di/pada Juni 1, 2007 pada 9:37 am Emanuel Setio Dewo

    @Dear Wagino Solo (#43),

    Wah anda semakin melantur Bung Dewo
    Itu Kambing, Sapi, Kerbau yang lahir secara biologis dan tidak langsung diciptakan oleh Allah juga punya kutukan Allah dan dosa asal dong?
    emang siapa Adam dan Hawanya mereka?

    Hahaha… Iya ya, rupanya saya semakin melantur. Kasihan juga sapi, kerbau dan teman2nya yg juga lahir secara biologis dan tidak langsung diciptakan oleh Allah.

    Tapi ngomong-ngomong, bukankah pada saat penciptaan hewan dan tumbuhan itu Allah langsung “menciptakan”? Dari “tidak ada” menjadi “ada”? Kok sekarang tidak begitu ya? Kok sekarang binatang harus “kawin” sehingga bisa punya anak ya?

    Tetapi kalau pun sekarang tiba-tiba ada singa di depan Anda karena tiba-tiba Allah menciptakannya di depan Anda, kira-kira apa yang terjadi ya?

    Bener-bener ketawa saya membaca tulisan anda.

    Hahaha… saya juga ketawa jadinya.

    Cobalah merenung di malam hari, tinggalkan semua dogma. Berkelana lah dengan hati anda..

    Ah, saya tidak perlu berkelana. Saya sudah menemukan keyakinan saya.

    Salam.


  45. di/pada Juni 2, 2007 pada 1:48 am wagino solo

    “..Sekaligus menjawab komentar Wagino Solo (#40): tampaknya saya juga tidak setuju. Karena proses kelahiran itu adalah akibat dari kutukan Allah akibat dosa Adam & Hawa. Silakan baca kembali artikel saya di: “Kita Harus Menderita Karena Kutukan Allah”.

    Jadi proses kelahiran manusia berikutnya itu tidak seperti proses penciptaan Adam dan Hawa yang langsung diciptakan oleh Allah sendiri tetapi harus lewat proses biologis. Tahukan yang saya maksud dengan “proses biologis?”

    Selama Anda lahir secara biologis, maka itu sudah merupakan bukti bahwa Anda mewarisi dosa Adam & Hawa. Lain halnya jika Anda langsung diciptakan oleh Allah….”

    Bung Dewo,
    diatas anda nulis bahwa proses kelahiran itu akibat dari kutukan Allah akibat dosa adam dan hawa.

    Menurut saya TIDAK
    karena manusia termasuk golongan mamalia dan fisiologis kita ada sperma, ovum, rahim, dll sehingga kita lahir secara proses biologis
    sebagaimana golongan mamalia lain seperti sapi, kerbau dan temen2nya juga melahirkan.

    Dan itu bukan karena kutukan Allah dan warisan dosa Adam dan Hawa.

    Alasan anda kalo proses kelahiran karena adanya kutukan Allah berarti berlaku juga bagi hewan dong? karena mereka juga punya proses kelahiran.

    apa karena nenek moyangnya sapi, kerbau dan temen2nya punya dosa sama Tuhan kemudian anak keturunannya punya dosa?

    atau oh kalau binatang gak punya dosa keturunan. meskipun mereka juga punya proses kelahiran biologis?

    jadi tolong garsibawahi bahwa : “…Karena proses kelahiran itu adalah akibat dari kutukan Allah akibat dosa Adam & Hawa….”
    adalah SAMA SEKALI TIDAK BENAR.


  46. di/pada Juni 3, 2007 pada 5:00 am agamaku

    @Dear Wagino Solo (#45),

    Menurut saya TIDAK
    karena manusia termasuk golongan mamalia dan fisiologis kita ada sperma, ovum, rahim, dll sehingga kita lahir secara proses biologis
    sebagaimana golongan mamalia lain seperti sapi, kerbau dan temen2nya juga melahirkan.

    Dan itu bukan karena kutukan Allah dan warisan dosa Adam dan Hawa.

    Sewaktu Adam dan Hawa di surga, mereka termasuk golongan apa ya? Golongan manusia atau mamalia? Primata kali ya? Atau segolongan dengan malaikat? Atau golongan lain ya?

    Benarkah dulu Adam & Hawa sudah memiliki sperma, ovum, rahim dan onderdil-onderdil manusia yang lain? Sewaktu mereka di Surga, benarkah mereka bisa memiliki anak dari organ-organ reproduksinya?

    Wah-wah-wah, kayaknya kita harus tanya pada Tuhan nih. Jangan tanya saya, soalnya saya ngga tahu pasti.

    Alasan anda kalo proses kelahiran karena adanya kutukan Allah berarti berlaku juga bagi hewan dong? karena mereka juga punya proses kelahiran.

    apa karena nenek moyangnya sapi, kerbau dan temen2nya punya dosa sama Tuhan kemudian anak keturunannya punya dosa?

    atau oh kalau binatang gak punya dosa keturunan. meskipun mereka juga punya proses kelahiran biologis?

    Ini juga rumit. Apakah dulu nenek moyangnya sapi, kerbau dan temen2nya juga punya dosa sehingga harus diusir dari surga dan harus berkembang biak? Mereka dosa apa ya? Bicara pun tidak bisa.

    Memang tidak masuk akal ya? Tetapi bukan berarti Alkitab itu “SAMA SEKALI TIDAK BENAR.”

    Kita memang tidak tahu seperti apa hakekat manusia (dan juga binatang) pada saat di Taman Eden. Kayaknya mereka hidup bahagia di sana. Tidak ada penyakit, kesedihan, perkembangbiakan (terutama perkembangbiakan Adam & Hawa), dan tidak ada cerita mangsa-memangsa antara manusia dan hewan atau pun hewan dan hewan yang lain.

    Pasti asyik sekali hidup di Taman Eden ya?

    Yang jelas, Adam & Hawa itu “diciptakan” bukan “dilahirkan.” Karena dosa mereka, maka keturunan mereka harus “dilahirkan”, bukan lagi “diciptakan.” Baca deh artikel saya di:

    Kita Harus Menderita Karena Kutukan Allah.”

    GBU


  47. di/pada Juni 3, 2007 pada 5:23 pm wagino solo

    DW: “…Wah-wah-wah, kayaknya kita harus tanya pada Tuhan nih. Jangan tanya saya, soalnya saya ngga tahu pasti…..”

    DW: “…Ini juga rumit. Apakah dulu nenek moyangnya sapi, kerbau dan temen2nya juga punya dosa sehingga harus diusir dari surga dan harus berkembang biak? Mereka dosa apa ya? Bicara pun tidak bisa….”

    DW: “…Memang tidak masuk akal ya? Tetapi bukan berarti Alkitab itu “SAMA SEKALI TIDAK BENAR.”….”

    NAH IT’S THE POINT BUNG

    saya hanya mau menunjukkan bahwa proses kelahiran itu akibat dari kutukan Allah akibat dosa adam dan hawa.
    ADALAH TIDAK BENAR !!!.

    Karena akan menimbulkan kerancuan berpikir, tidak masuk akal dan kebingungan sendiri, anda sudah membuktikannya.

    jadi proses kelahiran itu adalah PROSES ALAMIAH, SUDAH SURATAN TUHAN YANG MAHA ESA.
    BUKAN KUTUKAN TUHAN

    DW:”….Yang jelas, Adam & Hawa itu “diciptakan” bukan “dilahirkan.” ….”
    BENAR BUNG YANG INI KITA SEPAKAT

    Karena dosa mereka, maka keturunan mereka harus “dilahirkan”, bukan lagi “diciptakan.
    NAH INI YANG KITA TIDAK SEPAKAT

    Bung, Tuhan itu Maha Kuasa.
    Pernah lihat motor? untuk jalan pertama kali perlu di starter atau didorong, setelah jalan karena ada mekanisme tertentu, motor itu bisa jalan sendri dan tak perlu didorong lagi.

    juga suatu program komputer, ada saatnya di inisialisasi di awal program, kemudian berproses sesuai dengan flowchart yang kita tulis sehingga program itu akan terus berjalan tanpa campur tangan kita lagi.

    Demikian juga manusia Bung, pertama kali Tuhan menginisialisasi manusia yang berwujud adam, untuk kemudian Tuhan tentu saja tidak “sebodoh itu” dengan menganggap Tuhan akan menciptakan adam-adam lain dengan proses yang sama.
    Lalu bagaimana dengan Sapi, Kerbau, dan sebagainya?

    Disitulah bung, asumsi bahwa Tuhan mengutuk manusia akibat dosa adam dan hawa sehingga kemudian terjadi proses kelahiran.

    Akan menimbulkan kerancuan berpikir, tidak masuk akal dan kebingungan sendiri, dan anda sudah membuktikannya.
    bahkan anda perlu bertanya pada Tuhan.

    Tentang artikel2 kebanggaan anda? saya sudah baca bung..


  48. di/pada Juni 3, 2007 pada 6:44 pm wagino solo

    saya tambahkan sedikit,
    bahwa Tuhan pertama kali ‘membuat’ Adam tentu saja dengan diciptakan.
    juga pertama kali ‘membuat’ sapi, kerbau, semut, nanas, apel dll juga dengan diciptakan, yang kemudian tentu saja Tuhan sudah melengkapinya dengan kemampuan berkembang biak, seperti halnya kita merancang sebuah program ataupun suatu mekanisme duplikasi yg lain agar bisa sustainable.

    Jadi Tuhan lah aktor penyebab. aktor perancang yang sedemikian canggih. sehingga kita tinggal melihat bagaimana benih bertumbuh, janin berkembang, dan alam semesta menjadi sedemikian teraturnya.
    karena Tuhan Maha Pengasih

    Kita tidak mengetahui bagaimana proses awal terjadinya sapi, ayam, kerbau, nanas, apel, semut karena terjadinya kita tidak lebih dulu dari mereka.

    Tuhan Maha Mengetahui, Maha Pencipta
    dan itu adalah Tuhan Yang Maha Esa.

    Bukan Tuhan yang suka mengutuk semua manusia yang baru lahir.
    bukan Tuhan yang punya anak, bukan Tuhan yang menyamar jadi manusia. ataupun Tuhan-Tuhan yang disifatkan seperti manusia


  49. di/pada Juni 4, 2007 pada 2:42 am agamaku

    @Dear Wagino (#47),

    saya hanya mau menunjukkan bahwa proses kelahiran itu akibat dari kutukan Allah akibat dosa adam dan hawa.
    ADALAH TIDAK BENAR !!!.

    Hahaha… Anda yakin bahwa kutukan itu tidak benar? Coba baca: “Kita Harus Menderita Karena Kutukan Allah”. Di sana jelas-jelas bahwa “melahirkan” itu merupakan kutukan dari Allah. Alkitab sendiri tidak menyebutkan bagaimana proses reproduksi manusia “SEBELUM” manusia jatuh ke dalam dosa. Bukankah mereka tidak berkembang biak saat masih di Taman Eden?

    Bung, Tuhan itu Maha Kuasa.
    Pernah lihat motor? untuk jalan pertama kali perlu di starter atau didorong, setelah jalan karena ada mekanisme tertentu, motor itu bisa jalan sendri dan tak perlu didorong lagi.

    Hihihi… Manusia itu perlu distarter ya? Tentang perkembangbiakan cuma diceritakan untuk makhluk yang hidup, ternak dan binatang melata dan segala jenis binatang liar (Kejadian 1:24-25). Dan ini sebelum diciptakannya Adam dan Hawa.

    Cerita perkembangbiakan manusia baru terjadi setelah manusia terusir dari taman Eden dan hidup di dunia. Jadi saya tidak mau berspekulasi mengenai bisa-tidaknya manusia bereproduksi di Taman Eden.

    Disitulah bung, asumsi bahwa Tuhan mengutuk manusia akibat dosa adam dan hawa sehingga kemudian terjadi proses kelahiran.

    Akan menimbulkan kerancuan berpikir, tidak masuk akal dan kebingungan sendiri, dan anda sudah membuktikannya.
    bahkan anda perlu bertanya pada Tuhan.

    Emang rancu kalau berpikirnya seperti Anda. Kalau saya sih menerima apa yang tertulis di Alkitab, tetapi rupanya tidak dengan Anda. Pembuktian secara detail memang harus tanya kepada Tuhan karena DIA-lah yang menciptakan dan memiliki semuanya.

    @Dear Wagino (#48),

    saya tambahkan sedikit,
    bahwa Tuhan pertama kali ‘membuat’ Adam tentu saja dengan diciptakan.
    juga pertama kali ‘membuat’ sapi, kerbau, semut, nanas, apel dll juga dengan diciptakan, yang kemudian tentu saja Tuhan sudah melengkapinya dengan kemampuan berkembang biak, seperti halnya kita merancang sebuah program ataupun suatu mekanisme duplikasi yg lain agar bisa sustainable.

    Perintah untuk berkembang biak pertama kali adalah untuk segala jenis makhluk hidup, ternak dan binatang hidup, dll. Tapi perintah berkembang biak dari Allah dikeluarkan sebelum manusia diciptakan. Cerita tentang perkembangbiakan manusia juga tidak diceritakan saat manusia di Taman Eden, tetapi justru setelah mereka diusir keluar. Sekali lagi, saya tidak mau berspekulasi. Lebih baik Anda tanya langsung pada Tuhan. Setelah dijawab, saya diberitahu ya?

    Tuhan Maha Mengetahui, Maha Pencipta
    dan itu adalah Tuhan Yang Maha Esa.

    Bukan Tuhan yang suka mengutuk semua manusia yang baru lahir.
    bukan Tuhan yang punya anak, bukan Tuhan yang menyamar jadi manusia. ataupun Tuhan-Tuhan yang disifatkan seperti manusia

    Silakan langsung menghujat Tuhan, jangan saya. Kenyataannya yang saya imani adalah Tuhan yang tertulis di Alkitab.

    Salam.


  50. di/pada Juni 4, 2007 pada 4:05 am wagino solo

    @dewo#40

    “…Hahaha… Anda yakin bahwa kutukan itu tidak benar? Coba baca: “Kita Harus Menderita Karena Kutukan Allah”. Di sana jelas-jelas bahwa “melahirkan” itu merupakan kutukan dari Allah. Alkitab sendiri tidak menyebutkan bagaimana proses reproduksi manusia “SEBELUM” manusia jatuh ke dalam dosa. Bukankah mereka tidak berkembang biak saat masih di Taman Eden?…”

    Benar bung, Wagino Solo yakin sekali kutukan itu tidak benar,
    sehingga menurut saya yang benar adalah “Dewo Harus Menderita Karena Kutukan Allah”
    Dan dalam Alkitab juga banyak sekali hal yang belum disebutkan selain proses reproduksi manusia.

    “…Hihihi… Manusia itu perlu distarter ya?…”
    tolong kritik saya mengenai esensi pikiran saya bung, bukan kulitnya

    “…Tentang perkembangbiakan cuma diceritakan untuk makhluk yang hidup, ternak dan binatang melata dan segala jenis binatang liar (Kejadian 1:24-25). Dan ini sebelum diciptakannya Adam dan Hawa….”

    Kan perkembangbiakan emang cuma ada di mahluk yang hidup? emang mahluk mati bisa berkembang biak?

    “…Sekali lagi, saya tidak mau berspekulasi. Lebih baik Anda tanya langsung pada Tuhan. Setelah dijawab, saya diberitahu ya?…”
    anda bukan tidak mau berspekulasi, tetapi memang pemahaman anda yang membuat anda bingung sendiri.
    sehingga menyuruh saya tanya langsung pada Tuhan.

    “…Silakan langsung menghujat Tuhan, jangan saya. Kenyataannya yang saya imani adalah Tuhan yang tertulis di Alkitab…..”

    Saya tidak pernah berani menghujat Tuhan.
    Saya hanya berpendapat seharusnya
    Tuhan Yang Maha Pengasih, bukanlah Tuhan yang suka mengutuk semua manusia yang baru lahir.
    Tuhan yang Maha Esa, bukannya Tuhan yang punya anak,
    dan juga bukan Tuhan yang menyamar jadi manusia. ataupun Tuhan-Tuhan yang disifatkan seperti manusia


  51. di/pada Juni 4, 2007 pada 4:22 am dewo

    @Dear Wagino (#50),

    Benar bung, Wagino Solo yakin sekali kutukan itu tidak benar,
    sehingga menurut saya yang benar adalah “Dewo Harus Menderita Karena Kutukan Allah”
    Dan dalam Alkitab juga banyak sekali hal yang belum disebutkan selain proses reproduksi manusia.

    Iya, saya dan orang lain juga harus menderita. Mungkin Anda tidak. Tapi kok Anda masih hidup di dunia ya? Kalau tidak mau menderita karena kutukan Allah, seharusnya Anda hidup di surga.

    “…Hihihi… Manusia itu perlu distarter ya?…”
    tolong kritik saya mengenai esensi pikiran saya bung, bukan kulitnya

    Jelas saya tidak setuju dengan konsep starter-starteran. Tapi saya tidak perlu mengkritik lebih lanjut karena saya mengharga pikiran Anda.

    Kan perkembangbiakan emang cuma ada di mahluk yang hidup? emang mahluk mati bisa berkembang biak?

    Malaikat dan setan itu bisa disebut sebagai mahluk hidup ga ya?

    anda bukan tidak mau berspekulasi, tetapi memang pemahaman anda yang membuat anda bingung sendiri.
    sehingga menyuruh saya tanya langsung pada Tuhan.

    Saya tidak bingung kok. Justru saya menggiring Anda untuk menjelaskan pemikiran Anda. Karena jika tidak tertulis di Alkitab, maka saya tidak akan menyetujuinya. Tetapi Anda toh tidak mendukung pendapat Anda dengan ayat di Alkitab. Padahal saya sudah menggiring untuk mendasarkan semuanya pada Alkitab.

    Saya tidak pernah berani menghujat Tuhan.
    Saya hanya berpendapat seharusnya
    Tuhan Yang Maha Pengasih, bukanlah Tuhan yang suka mengutuk semua manusia yang baru lahir.
    Tuhan yang Maha Esa, bukannya Tuhan yang punya anak,
    dan juga bukan Tuhan yang menyamar jadi manusia. ataupun Tuhan-Tuhan yang disifatkan seperti manusia

    Tuhan kita beda ya?

    Salam.


  52. di/pada Juni 4, 2007 pada 5:17 am wagino solo

    @51 Dewo:

    “…Iya, saya dan orang lain juga harus menderita. Mungkin Anda tidak. Tapi kok Anda masih hidup di dunia ya? Kalau tidak mau menderita karena kutukan Allah, seharusnya Anda hidup di surga….”

    Hidup di dunia ini menurut saya bukan kutukan Allah, tetapi agar Allah melihat amal2 baik kita dan mengabdi kepada hanya kepada Allah.

    “….Tuhan kita beda ya?…”

    Tuhan kita sama bung, bedanya di pemahaman.
    anda memahami Tuhan itu suka mengutuk semua manusia yang baru lahir.
    anda memahami Tuhan bisa punya anak
    anda memahami Tuhan bisa menyamar jadi manusia. dan anda memahami Tuhan bisa disifatkan seperti manusia


  53. di/pada Juni 4, 2007 pada 6:09 am dewo

    @Dear Wagino (#52),

    Hidup di dunia ini menurut saya bukan kutukan Allah

    Oh berarti lain dengan yg ada di Alkitab.

    Tuhan kita sama bung, bedanya di pemahaman.

    Oh sama ya? Berarti cuma beda di pemahaman? Kok Kitab Sucinya beda ya?

    Salam.


  54. di/pada Juni 4, 2007 pada 6:54 am wagino solo

    “…Oh berarti lain dengan yg ada di Alkitab….”

    Benar bung, buka mata dan pikiran anda banyak arti lain dari Alkitab anda.

    “..Oh sama ya? Berarti cuma beda di pemahaman? Kok Kitab Sucinya beda ya?….”

    Benar Bung Tuhan kita sama, yang menciptakan langit bumi dan semesta seisinya.
    Kitab suci anda memang beda bung, karena menganggap Tuhan itu ada tiga.
    alkitab anda menganggap Tuhan itu suka mengutuk semua manusia yang baru lahir.
    alkitab anda menganggap Tuhan bisa punya anak
    alkitab anda menganggap Tuhan bisa menyamar jadi manusia. dan alkitab anda menganggap Tuhan bisa disifatkan seperti manusia

    Salam.


  55. di/pada Juni 6, 2007 pada 6:43 am budhi

    Dear Dewo (41),

    Anda belum menemuinya. Akui saja bahwa memang tidak ada ayat yang diucapkan Yesus ada tempat khusus bagi bayi yang meninggal. Lain halnya kalau Dewo akan menambahkannya kedalam PB.
    Tak apa apa bukan?, karena memang PB selalu ditulis ulang dan direvisi menurut bukan apa yamg ada disana tapi menurut apa yang seharus ada disana sesuai dengan keyakinan dari siapa yang menulisnya.

    LBU


  56. di/pada Juli 20, 2007 pada 7:00 am MOHD HEILMEY BIN JANUDIN

    MOHD HEILMEY BIN JANUDIN
    (KinG_7petala@yahoo.com)

    Salam sejahtera buat anda semua,

    Buat yang beragama Islam jangan mudah terpengaruh dengan ulasan pemilik blog ni..

    Jauh mana juga dia punya pengetahuan tentang kitabnya?!!!
    Kalau sekadar ulasan peribadi anda saja simpan saja teman..

    Didalam Bible juga ditegaskan bahawa “..anak murid tidak akan melebihi Gurunya(Jesus)..”

    KATAKANLAH Level TERTINGGI PENGETAHUAN manusia adalah Level 15..dengan jelas kita dapat tahu pemilik ILMU PENGETAHUAN LEVEL 15 mesti dimiliki oleh PARA RASUL-RASUL Allah swt dan para NABI.

    Anda berani jamin anda capai LEVEL 15? Kesemua murid Jesus amat me3ngecewakan Jesus sendiri kerana mereka kurang percaya apa yang di katakan Jesus.

    sebab itu “..sekalipun mereka nampakl mereka tidak percaya dan sekalipun mereka mendengar mereka juga tidak percaya…” (Saya tak hafal ayat-ayat Bible dengan baik tapi ulasan ni berdasarkan Bible)

    Jadi apa lagi yang dikatakan Jesus pada muridnya, “..banyak yang ingin ku katakan padamu tetapi kamu tidak mampu memikulnya..tunggulah sehingga roh kebenaran datang ia akan memberitakan pada kamu tentang hal-hal yang AKAN DATANG..”

    Saya tak hafal ayat-ayat Bible mohon anda Buka GOSPEL anda sebagai rujukan… tak kira versi apapun.

    Jadi anda pemilik Blog hanya membuat kesimpulan yang TERGANTUNG! Jika anda jujur dan beriman dengan sungguh-sungguh cuba baca dan fahami sebetul-betulnya, dan yang paling penting cari lagi Paderi atau Pendeta yang lebih baik.

    Supaya perbincangan lebih hebat saya akan kongsi anda satu lagi MISI yang paling TINGGI untukdikongsi.

    Baca dan Kaji…

    Wassalam


  57. di/pada Juli 20, 2007 pada 7:05 am MOHD HEILMEY BIN JANUDIN

    MOHD HEILMEY BIN JANUDIN
    (KinG_7petala@yahoo.com)

    Apa Yang Dikatakan Injil Tentang Muhammad SAW

    BAB 1-1-1 :

    PERTEMUAN BESAR PERTAMAKU

    “Katakanlah, ‘Terangkanlah kepadaku, bagaimana-kah pendapatmu jika A1-Qur’an itu datang dari sisi Allah, padahal kamu mengingkarinya dan seorang saksi dari Bani lsrail mengakui (kebenaran) yang seru-pa dengan (yang disebut dalam) Al-Qur’an…’ “(QS. Al-Ahqaaf: 10).

    Saudara ketua, ibu-ibu dan bapak-bapak,

    Tema pembicaraan sore ini “Apa Yang Dikatakan In-jil Tentang Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam-tiada keraguan hal ini tentu mengejutkan kebanyakan Anda kare-na pembicara adalah seorang Muslim. Bagaimana bisa ter-jadi seorang Muslim menjelaskan secara terperinci ramalan kitab orang Yahudi dan Kristen?

    Sebagai anak muda, sekitar 30 tahun yang lalu, saya menghadiri serangkaian ceramah keagamaan oleh seorang ahli ilmu agama kristen, yang terhormat Pendeta Hiten, pada “Theatre Royal”, Durban.

    Paus atau Kissinger?
    Pendeta yang terhormat ini, menjelaskan secara terpe-rinci ramalan-ramalan Injil. Ia terus membuktikan bahwa kitab Injil meramalkan kebangkitan Sovyet Rusia dan hari akhir. Pada satu tahap ia melanjutkan pembuktian lebih luas bahwa kitab sucinya tidak menghilangkan Paus dari ramalan-nya. Dengan penuh semangat ia berbicara panjang lebar untuk meyakinkan pendengarnya bahwa “Beast 666″ yang disebutkan dalam kitab wahyu tersebut -kitab terakhir dari Perjanjian Baru- adalah Paus, pendeta Kristus dibumi. Tidak pantas bagi kita umat Islam untuk ikut dalam pertentangan anfara Katholik Roma dan Protestan ini. Tetapi, penjelasan terakhir orang Kristen mengatakan bahwa “Beast 666″ pada kitab Injil adalah Dr. Henry Kissinger.

    Sarjana-sarjana Kristen berlakujujur dan tak kenal le-lah dalam usahanya membuktikan kasus mereka.

    Ceramah Pendeta Hiten membuat saya bertanya jika kitab Injil meramalkan banyak hal -bahkan termasuk “Paus” dan “Israel”- maka tentunya harus ada sesuatu yang menga-takan tentang kedermawanan terbesar dari umat manusia-Nabi suci Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam-.

    Sebagai pemuda saya mulai mencari jawabannya: Saya menemui banyak pendeta, menghadiri ceramah dan membaca segala sesuatu yang dapat saya hubungkan dengan ramalan Injil. Malam ini saya akan menceritakan kepada Anda satu dari tanya jawab-tanya jawab ini dengan seorang dominee dari Gereja Reformasi Belanda.

    Angka Keberuntungan 13
    Saya diundang ke Transvaal untuk berbicara pada pe-ringatan Maulid Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam. Saya mengetahui bahwa di propinsi tersebut bahasa Afrika digunakan secara umum, bahkan oleh bangsa saya sendiri, saya merasa harus sedikit belajar bahasa ini, sehingga dapat merasa sedikit seperti di rumah sendiri dengan masya-rakat tersebut. Saya membuka buku petunjuk telepon dan mulai menelpon para pembicara gereja Afrika. Saya menya-takan maksud saya kepada para pendeta bahwa saya tertarik berdialog dengan mereka, tetapi mereka semua menolak per-mintaan saya dengan permohonan maaf yang dapat diteri-ma. Angka 13 adalah angka keberuntungan saya. Telepon ke 13 membuat saya merasa senang dan lega. Van Heerden, seorang dominee, setuju untuk bertemu saya di rumahnya pada Sabtu siang, sehingga saya harus pergi ke Transvaal.

    Dominee menerima saya di Beranda dengan sambutan yang bersahabat, dan berkata jika saya tidak keberatan, ia akan senang jika ayah mertuanya yang berasal dari Free State (seorang pria tua berumur 70-an) bergabung dengan kami dalam diskusi. Saya tidak keberatan. Kami bertiga duduk di perpustakaannya. .

    Mengapa Tidak Ada?
    Saya mengajukan pertanyaan, “Apakah yang dikata-kan Injil tentang Muhammad?”

    Tanpa ragu-ragu ia menjawab, “Tidak ada!”

    Saya bertanya, “Mengapa tidak ada? Berdasarkan penafsiran Anda Injil mengatakan banyak hal tentang ke-bangkitan Soviet Rusia dan tentang hari akhir, bahkan ten-tang Paus dari Katholik Roma?”

    Dia berkata, “Ya, tetapi tidak ada tentang Muham-mad!”

    Saya bertanya lagi, “Mengapa tidak ada? Muhammad seorang yang bertanggungjawab membawa jutaan pengikut-nya menjadi sebuah komunitas yang mendunia, yang dengan pengaruhnya, percaya pada:
    1. Keajaiban kelahiran Yesus,
    2. Bahwa Yesus adalah Mesias,
    3. Bahwa dengan izin Tuhan, Ia dapat menghidupkan orang mati, menyembuhkan orang buta sejak lahir dan penderita kusta.

    Tentunya kitab tersebut (Injil) mengatakan sesuatu ten-tang pemimpin besar manusia ini, yang berkata sangat baik tentang Yesus dan ibunya Maryam?” (Kesejahteraan untuk mereka berdua).

    Orang tua dari Free State menjawab, “Anakku, saya telah membaca Injil selama 50 tahun lebih danjika terdapat sesuatu yang menyinggung tentang Muhammad, saya akan mengetahuinya.”

    Tidak Ada Nama Itu
    Saya bertanya, “Menurut Anda, bukankah di dalam Perjanjian Lama terdapat ratusan ramalan sehubungan de-ngan kedatangan Yesus”.

    Dominee menyela, “Bukan ratusan, bahkan ribuan!”

    Saya berkata, “Saya tidak akan memperdebatkan 1001 ramalan di Perjanjian Lama sehubungan dengan kedatangan Yesus Kristus, karena umat Islam di seluruh dunia telah me-nerimanya tanpa perlu pembuktian dari ramalan Injil mana pun. Kami umat Islam secara defacto telah menerima Yesus dengan pengaruh Muhammad saja, dan saat ini di dunia ter-dapat tidak kurang dari 900.000.000 pengikut Muhammad yang mencintai, memuliakan dan menghormati utusan Tu-han yang besar ini -Yesus Kristus-tanpa perlu diyakinkan oleh umat Kristen melalui arti Injil dalam dialek bahasa mereka. Dari ribuan ramalan tersebut, dapatkah Anda menunjukkan satu saja ramaian yang menyebutkan nama Yesus? Istilah Mesias yang diterjemahkan Kristus adalah bukan nama teta-pi sebuah sebutan. Adakah sebuah ramalan yang mengata-kan bahwa nama Mesias akan menjadi Yesus dan nama ibunya akan menjadi Maria; bahwa yang seharusnya menjadi ayahnya adalah Yusuf si tukang kayu; bahwa ia akan lahir pada masa pemerintahan raja Hero dan lain-lain?

    “Tidak! Tidak ada perincian seperti itu!” jawab Do-minee.

    Saya bertanya, “Lalu bagaimana Anda menyimpulkan bahwa ribuan ramalan tersebut mengacu kepada Yesus?”

    Apakah Ramalan Tersebut?
    Dominee menjawab, “Perhatikan, ramalan adalah ka-ta-kata yang menggambarkan sesuatu yang akan terjadi pada masa yang akan datang. Ketika hal itu terjadi, kita lihat secara nyata pemenuhan atas apa yang telah diperkirakan di masa lalu dalam ramalan-ramalan tersebut.”

    Saya berkata, “Apa yang sebenarnya Anda lakukan adalah bahwa Anda menyimpulkan, mencari alasan, me-nempatkan dua dan dua bersama-sama.”

    Dia berkata, “Ya.”

    Saya berkata, “Jika ini yang Anda lakukan dengan ribuan ramalan untuk membenarkan pendapat Anda tentang keaslian Yesus, mengapa kita tidak melakukan sistem yang sama untuk Muhammad? Dominee setuju hal tersebut adalah argumen yang adil, alasan yang dapat diterima dalam memperlakukan masalah tersebut.

    Saya memintanya untuk membuka Ulangan, pasal 18, ayat 18 (kitab kelima dari kitab Yahudi dan Kristen). Saya membaca ayat tersebut berdasarkan ingatan dalam versi Afrika, dengan tujuan sedikit berlatih bahasa yang digunakan bangsa di Afrika Selatan tersebut.

    ‘N Profeet Sal Ek Vir Hulle
    Verwek Uit Die Midde Van Hulle Broers,
    Soos Jy Is,
    En Ek Sal My Woorde In Sy Mond Le,
    En Hy Sal Aan Hulle Se
    Alles Wat Ek Hom Beveel
    Deut. 18:18

    Terjemahannya sebagai berikut:
    “Seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan mena-ruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya.” (In-jil-Ulangan 18: 18)

    Nabi Seperti Musa
    Saya meminta maaf karena pelafalan yang tidak jelas dalam membacakan versi tersebut dalam bahasa Afrika. Do-minee meyakinkan saya bahwa saya melakukannya dengan baik. Saya bertanya, “Kepada siapa ramalan tersebut dituju-kan?”

    Tanpa keraguan sedikit pun dia menjawab, “Yesus!”

    Saya bertanya, “Mengapa Yesus, namanya tidak dise-but di sini?”

    Dominee menjawab, “Karena ramalan adalah kata-ka-ta yang menggambarkan sesuatu yang akan terjadi pada masa yang akan datang, kita temukan kata-kata dalam ayat ini cukup melukiskannya. Anda lihat, kata yang paling pen-ting dari ramalan ini adalah Soos Jy Is (like unto thee), -seperti kamu- seperti Musa, dan Yesus seperti Musa.

    Saya bertanya, “Dalam hal apa Yesus seperti Musa?”

    Jawabannya adalah; “Pertama, Musa adalah seorang Yahudi dan Yesus juga seorang Yahudi; Kedua, Musa adalah seorang nabi dan Yesus juga seorang nabi -karena itu Yesus seperti Musa dan itu tepat sekali seperti yang dikatakan Tu-han kepada Musa- Soos Jy Is.

    “Dapatkah Anda pikirkan persamaan-persamaan lain antara Musa dan Yesus?” tanya saya.

    Dominee mengatakan ia tidak dapat memikirkan yang lain. Saya membalas, “Jika hanya dua kriteria ini saja untuk menentukan calon dalam ramalan pada Ulangan 18: 18, ma-ka untuk kasus ini kriteria dapat dipenuhi oleh setiap tokoh setelah Musa pada kitab Injil: -Solomon, Yesaya, Ezekiel, Daniel, Hosea, Yoel, Malachi, Yohanes Pembaptis dan lain–lain, karena mereka semua juga seorang “Yahudi” dan “Na-bi”. Mengapa tidak menerapkan ramalan tersebut kepada salah satu nabi-nabi ini, dan mengapa harus Yesus? Mengapa kita harus menganggap yang satu ikan sementara yang lainnya unggas?” Dominee tidak menjawab.
    Saya meneruskan, “Perhatikan, kesimpulan saya adalah Yesus hampir tidak seperti Musa, dan jika salah, saya akan senang jika Anda meluruskan saya.”

    Tiga Ketidaksamaan
    Sambil berkata, saya memberi alasan kepadanya:

    Pertama , Yesus tidak seperti Musa, karena, menurut Anda “Yesus adalah Tuhan”, tetapi Musa bukanlah Tuhan. “Apakah hal ini benar?” saya bertanya kepada Dominee.

    Dominee menjawab, “Ya.”

    Saya berkata, “Karena itu Yesus tidak seperti Musa!”

    Kedua , menurut Anda “Yesus Mati Untuk Dosa-dosa Dunia”, tetapi Musa tidak mati untuk hal tersebut. “Apakah hal ini benar?” saya bertanya kepada Dominee.

    Dia menjawab lagi, “Ya.”

    Saya berkata, “Karena itu Yesus tidak seperti Musa!”

    Ketiga , menurut Anda “Yesus Pergi Ke Neraka Selama Tiga Hari”, tetapi Musa tidak masuk ke sana. “Apakah hal ini benar?” saya bertanya kepada Dominee.

    Dia menjawab tanpa perlawanan, “Ya.”

    Saya menyimpulkan, “Karena itu Yesus tidak seperti Musat”

    “Tetapi.:.,” kata Dominee menyela.

    Saya lanjutkan dulu, kataku, “ini semua bukanlah fakta yang sukar, kokoh dan nyata. Hal ini adalah persoalan keyakinan belaka di mana seorang awam dapat tersandung dan jatuh. Marilah kita diskusikan sesuatu yang sangat seder-hana, sangat mudah, yang jika orang awam diundang untuk mendengar diskusi tersebut mereka tidak akan kesulitan mengikutinya, bagaimana?” Dominee sangat senang dengan usulan tersebut.


  58. di/pada Juli 20, 2007 pada 7:10 am MOHD HEILMEY BIN JANUDIN

    MOHD HEILMEY BIN JANUDIN
    (KinG_7petala@yahoo.com)

    Muhammad Pengganti Alamiah Kristus

    BAB 1-2-1 :

    UTUSAN TERAKHIR

    “… dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang rasul yang akan datang sesudahku, yang nama-nya Ahmad (Muhammad). (QS. Ash-Shaff:6).

    Berbagai Segi Suksesi
    Suksesi mempunyai banyak bentuk seperti hak asasi dari anak pertama dalam hukum Yahudi. Atau pengangkat-an putra atau putri tertua ke tahta kerajaan atau dengan pemi-lihan, untuk memilih calon dengan pengumpulan suara terbanyak. Atau secara keagamaan, sebuah penunjukkan dengan ketetapan dari utusan yang dipilih Tuhan. Seperti pemanggilan Ibrahim, Musa, Yesus atau Muhammad Sa1lallahu Alaihi wa Sallam (semoga kesejahteraan dan keber-kahan diberikan Allah atas mereka). Yang “ditunjuk” dalam pengabdian terhadap jabatan mereka.

    Berbagai segi penggantian Yesus oleh Muhammad.
    1. Secara kronologis, dalam sejarah sebagai urutan kejadian dalam satu waktu
    2. Dipilih oleh Tuhan
    3. Sebagai pemenuhan ramalan pendahulunya, dan yang terakhir tetapi bukan yang paling tidak berarti adalah…
    4. Dengan membawa petunjuk Tuhan untuk penyempurnaan. “Karena Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran” Kata Yesus Kristus.

    Menurut Sejarah
    Nabi Musa mendahului Yesus Kristus kira-kira 1300 tahun dan Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam meng-gantikan kekosongan setelah Yesus kira-kira 6 abad kemu-dian.

    Tanggal 12 Rabi’ul ‘Awwal tahun Gajah, atau 29 Agus-tus 570 Masehi, Muhammad yang patut dipuji, lahir di kota suci Makkah, Arab, di daerah penyembah berhala. Masyara-katnya, yaitu orang-orang Quraisy mengingat tahun kela-hirannya sebagai “Tahun Gajah”, karena 2 bulan sebelum kelahiran beliau, Abraha Al-Ashram, Raja muda Abesinia, dari Yaman, memimpin pasukannya dengan mengendarai seekor gajah Afrika yang besar, menyerang tempat perlin-dungan suci tersebut. Kilasan ketakutan tak pernah terhapus dari ingatan mereka dan masih terdapat goncangan akibat serbuan tersebut. Kerusakan yang mengerikan oleh Abraha dan tentaranya dicatat dalam Surat Al-Fiil atau Gajah:

    “Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Rabb-mu telah bertindak terhadap tentara bergajah? Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Ka’bah) itu sia-sla? Dan, Dia mengirim mereka burung yang berbondong-bondong, yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar, lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat). (QS. Al-Fiil: 1-5)

    Standar Allah
    Allah Yang Maha Kuasa memilih sendiri utusan-Nya. Dia menggunakan standar-Nya meskipun kita mungkin tidak selalu mengerti hikmahnya. Paulus menyerukan kegan-jilan ini:

    “Orang-orang Yahudi menghendaki tanda, dan orang orang Yunani mencari hikmat.” (Injil Korintus 1:22).

    Tetapi orang sebijaksana Paulus, menemukan bahwa kebijaksanaannya adalah penghalang bagi orang-orang Ya-hudi dan kebodohan bagi orang-orang Yunani. Allah memi-lih Musa Alaihis-salam, seorang yang gagap dan buronan pe-ngadilan. Kitab Suci Injil menyebutnya sebagai seorang yang tidak petah lidahnya (Keluaran 6: 11).

    Menyadari kekurangannya ketika bertugas mengha-dapi Fir’aun, raja dzalim terbesar pada abad itu, Musa Alaihis-salam memohon kepada Allah Yang Penyayang:

    “Berkata Musa, ‘Ya Rabbku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku, dan jadikanlah untukku seorang pembantu dari keluargaku; (yaitu) Harun, saudaraku, teguhkanlah dengan dia kekuatanku, dan jadikanlah dia sekutu dalam urusanku, supaya kami banyak bertasbih kepada Engkau, dan banyak meng ingat Engkau. Sesungguhnya Engkau adalah Maha Melihat (keadaan) kami. Allah berfrman, ‘Sesungguh-nya telah drperkenankan permintaanmu, hai Musa’.” (QS. Thahaa: 25-36).

    Mengapa “Menurut Anggapan”?
    Kemudian datang Yesus yang telah dipilih oleh Tuhan. Berdasarkan ajaran Kristen, dia adalah seorang tukang kayu dan anak seorang tukang kayu, dengan sebuah keraguan sil-silah sebagaimana tercatat dalam Injil:

    “Dan, Yesus berumur kira-kira 30 tahun dan (menurut anggapan orang) ia adalah anak Yusuf …. ” (Injil - Lukas 3:23).

    Yesus saat ini dikenal oleh satu milyar umat Islam lahir secara ajaib -tanpa campur tangan seorang pria-. Pengikut–pengikut Kristus membuat 2 silsilah terpisah untuk seorang manusia yang tidak mempunyai silsilah. Di antara Kitab Matius dan Lukas mereka memberi utusan Tuhan yang hebat ini 66 ayah dan kakek. Dan dari kedua daftar yang terpisah ini hanya satu nama yang sama yaitu Yoseph si tukang kayu, yang tak cocok di manapun karena seperti yang tercatat da-lam Lukas di atas, dia hanya ayah Yesus menurut anggapan orang.

    Bahkan Para Uskup Ragu
    Dalam sebuah “Survey para uskup Anglican yang me-ngejutkan” pada bulan Juni 1984 mengungkapkan bahwa 31 dari 39 uskup berfikir bahwa. “Keajaiban Kristus, kelahir-an perawan dan kebangkitan, mungkin tidaklah terjadi persis seperti yang dilukiskan di dalam Injil”.

    Berbeda dengan para uskup gereja Inggris (”Angli-can”), gereja Scotlandia dengan sangat hormat menghilang-kan setiap referensi untuk “kelahiran perawan” dari penerbit-an terbaru Sebuah Pernyataan tentang Keyakinan (A State-ment of Faith). Topik tentang keajaiban Yesus semakin me-manas di kalangan Kristen Barat untuk menanganinya seperti Anda lihat di sini:

    The Daily News
    Durban, Selasa, 22 Mei 1990
    Kelahiran Perawan Dihilangkan
    oleh Gereja Scotlandia

    LONDON: Surat referensi langsung untuk kelahiran perawan telah dihilangkan dari penerbitan baru gereja Scot-landia, Sebuah Pernyataan tentang Keyakinan, untuk “menghindari perpecahan yang mungkin terjadi di antara anggota gereja”.

    Pendeta David Beckett, sekretaris partai pekerja khu-sus yang menerbitkan pengumuman tersebut, berkata bahwa penghilangan tersebut akan memindahkan gereja Scotlandia dari teologi Katholik Anglican yang tradisional menjadi go-longan gereja Inggris yang lebih liberal, yang diperjuangkan oleh uskup Durham, David J Jenkins.

    Dokumen baru tersebut didebat oleh Sidang Umum Tahunan Gereja Scotlandia di Edinburg: Dirancang untuk menyampaikan pengakuan Westminster, ditulis tahun 1640, dalam bahasa yang lebih baru, panel gereja dalam doktrinnya juga mengambil kesempatan untuk menyesuaikan teks pada kelahiran perawan.

    Tuan Beckett berkata, “Kami ingin datang dengan se-buah pernyataan yang menyatukan dari pada memecah be-Iah. Seseorang yang akan disambut oleh seluruh gereja, tidak hanya yang menerima kelahiran perawan sebagai fakta seja-rah, tetapi juga oleh orang-orang yang menganggapnya lebih sebagai teologi bergambar

    Klaim para pemimpin gereja bahwa pengakuan West-minster belum diganti, hanya merupakan ringkasan dan pembaharuan.
    -Dinas Urusan LuarNegeri–

    Tuhan Memilih Yesus
    Meskipun secara spirituil Yesus Kristus sangat kaya akan kebijaksanaan, cahaya dan kebenaran; hatinya senang berfilsafat tentang peminta-minta di dunia, ketika dia ber-kata,
    “Datanglah seorang perempuan kepadanya (Yesus) membawa sebuah buli-buli pualam yang berisi minyak wangi yang mahal. Minyak itu dicurahkannya ke atas kepala Yesus…”

    Melibat itu murid murid gusar dan berkata: “Untuk apa pemborosan ini?

    Sebab minyak itu dapat dijual dengan mahal dan uangnya dapat diberikan kepada orang-orang miskin.

    … Yesus berkata kepada mereka …. Karena orang-orang miskin selalu ada padamu, tetapi Aku tidak akan selalu bersama sama kamu.” (Injil - Matius 26:7-11)

    Tetapi ketika kemiskinan tampak di wajahnya, ketika kemelaratan, kekurangan dan kebutuhan menimpanya, ia menangis kesedihan:

    “Dan, Yesus berkata kepadanya, ‘Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi anak manusia (mengacu kepada dirinya sendiri) t