Agamaku Kesaksianku

Manusia Tanpa Dosa

Posted by: agamaku on: Februari 21, 2007

Betulkah janin itu tidak berdosa? Betulkah bayi yg baru lahir itu tidak berdosa? Pasti banyak yg akan mengatakan bahwa janin atau bayi yg baru lahir itu tidak berdosa. Yakinkah Anda jika mereka tidak berdosa?

Tetapi jika mereka tidak berdosa, mengapa mereka harus menyiksa ibunya saat masih di kandungan? Ketika pun mereka lahir, mengapa mereka menimbulkan rasa sakit yg luar biasa bagi ibunya? Bahkan nyawa ibunya pun menjadi taruhan. Bagaimana pula dengan masa bayi mereka? Bukankah mereka sangat merepotkan?


Seandainya saja setiap orang itu seperti Adam. Mereka tidak perlu lahir. Cukup dibentuk oleh Allah dari tanah-debu dan dihembus roh, maka hiduplah kita. Ketika kita hidup, kita sudah cukup besar dan sudah dibekali dengan pengetahuan. Cukup untuk hidup di Taman Eden. Hidup kita pun sudah tercukupi. Makanan dan segala macam keperluan hidup telah tersedia tanpa perlu khawatir kehabisan. Kita dapat bermain dengan segala binatang tanpa perlu takut dimakan atau dibunuh olehnya.

Ah asyiknya romantika Tamah Eden ala Adam dan Hawa. Tapi kita bukanlah mereka yg pernah menikmati hidup di Taman Eden. Kita juga bukan mereka yg “ada” karena Allah yg membuat. Dan lihatlah dimana kita hidup kini. Lihatlah sekitar kita. Adakah gambaran kedamaian dan kesejahteraan ala Taman Eden?

Mungkin hanya orang tertentu yg sangat kaya saja yg mampu menghadirkan kedamaian & kesejahteraan ala Taman Eden di bumi ini. Tengoklah ke dalam hati kita. Bacalah apa yg sudah tertulis ribuan tahun. Mengapa kita harus hidup di bumi ini? Benarkah kita tidak pernah berdosa? Benarkah kita dilahirkan tidak berdosa?

Tanyakan pula kepada ibu kita, bagaimana saat beliau mengandung kita. Tanyakan pula saat melahirkan kita. Tanyakan pula saat membesarkan kita. Bagaimana perasaan dan keadaan tubuh beliau? Sakitkah? Capaikah? Atau apa?

Tahukah Anda bahwa kita terlahir di dunia ini karena dosa? Tahukah Anda bahwa cara kita hadir di dunia ini adalah akibat kutukan? Baca:

Apa & Siapakah Manusia Itu?
- Kita Harus Menderita karena Kutukan Allah
- Benarkah Adam Manusia Pertama

Tetapi tahukah Anda bahwa ada seseorang yang terlahir di dunia ini dalam keadaan tanpa dosa? Dia hadir tanpa perlu birahi dan hubungan seksual. Dia telah dinubuatkan kelahiran-Nya bahkan sejak jaman Adam oleh Allah sendiri. Dan kelahiran-Nya telah dinantikan ribuan tahun. Nubuatan dan tulisan tentang-Nya telah beredar luas dan menjadi pengharapan dan semangat hidup kekal. Karya-Nya telah dinubuatkan oleh para nabi. Kelahiran-Nya membawa kebahagian bagi dunia. Bahkan kelahiran-Nya pun ajaib dengan barometer bintang terang penunjuk jalan. Para bala tentara Surgawi pun bernyanyi dan menyongsong kelahiran-Nya. Para sarjana merayakan kelahiran-Nya dengan sujud dan menghaturkan persembahan.

Kedatangan-Nya di dunia ini merupakan berkat terbesar. Tetapi kedatangan-Nya sekaligus merupakan ancaman bagi para penguasa dunia, terutama iblis. Kedatangan-Nya menjadi tonggak bersejarah bagi seluruh umat di dunia. Baik yg telah mati mau pun yg masih hidup dan yg akan ada. Tonggak pengharapan yg sebelumnya hanya dapat dinantikan oleh manusia. Maka dimulailah kalendar baru perhitungan umur dunia.

Kehidupan-Nya merupakan pertaruhan antara Surga dengan dunia, antara Allah dengan Iblis. Apakah Dia dapat mempertahankan kekudusan, kesucian dan kemuliaan-Nya walau pun dalam wadah seorang manusia? Apakah Dia akan jatuh seperti halnya Adam yg akhirnya jatuh ke dalam dosa? Pertaruhan ini adalah pertarungan paling menentukan antara Surga dengan dunia. Dan setelah itu keputusan akan diambil. Setelah itu hanya akan ada eksekusi.

Puji Tuhan karena Seorang Manusia Tanpa Dosa ini dapat memenuhi janji Allah. Semua nubuatan digenapi. Apa yang telah tertulis ribuan tahun sebelumnya telah dituntaskan. Janji Allah telah dilunasi. Tiada noda dosa sedikit pun ada pada-Nya. Kesucian dan kekudusan-Nya terjaga sampai akhir hayat-Nya. Janji itu dipegang teguh walau pun jutaan godaan bahkan siksaan diderakan kepada-Nya. Akhir hayat-Nya yg sangat hina dan menyedihkan itu tidak membuat Firman yg digenggam-Nya itu batal. Iman-Nya tidak goyah dan Firman-Nya tetap terjaga. Tidak satupun iota yg hilang. Semuanya telah diberitakan dan digenapi.

Kematian-Nya seolah merupakan kemenangan bagi iblis dan dunia, tetapi sebenarnya itulah tonggak kehancuran iblis. Iblis tidak mampu menghancurkan Dia. Hanya tubuh-Nyalah yg hancur dan mati, tetapi tidak dengan Firman yg diemban-Nya. Misi suci yg diamanatkan kepada-Nya telah selesai. Misi-Nya berhasil. Tonggak keselamatan-Nya telah terpancang di bumi ini. Tangan-Nya merentang antara bumi dan langit seolah ingin merangkul semua manusia agar kembali kepada Allah dengan selamat.

Tonggak itulah yang menjembatani manusia dengan Allah. Hanya lewat tonggak itulah kita dapat kembali kepada Allah. Dan Dia yg tak bercela dan bernoda itulah buktinya. Dia yg telah dibangkitkan Allah menjadi yang sulung di Kerajaan Allah. Hanya melalui pembelaan-Nyalah kita dapat diselamatkan. Hanya melalui teladan-Nyalah kita dapat dibenarkan di hadapan Allah.

Dia yg tidak bernoda dosa, Dia yang telah wafat dan bangkit, Dia yang setia pada janji dan memegang teguh Firman Allah, hanya pada Dialah hidup kita dibenarkan. Hanya pada Dialah kita dapat kembali kepada Allah karena hidup kita telah dibela dari segala dosa dunia.

Iblis telah dikalahkan. Pertaruhannya telah dikalahkan. Kini penghakiman sedang dijalankan. Jarum jam terus berputar dan kalendar perhitungan masa itu pun terus berjalan. Inilah masa penantian itu, dan masa panenan itu akan tiba. Jika masa panen itu tiba, maka akan dipisahkan antara gandum dan ilalang. Bagaimanakah nasib ilalang itu? Ilalang itu akan diikat dan dibuang ke dalam bara api menyala-nyala yg tidak akan pernah padam. Dan gandum akan disimpan dalam lumbung Allah, yaitu surga.

Dia, Manusia Tanpa Dosa, yang memenangkan peperangan itu adalah Yesus sang Kristus. Terima kasih Yesus Kristus karena Engkau telah membela dan menebus kami. Ini adalah karunia terbesar bagi kami. Kami tahu bahwa kami tidak berdaya atas apa yg terjadi di dunia ini. Kami selalu dan terus jatuh kedalam jerat dosa dunia. Tetapi karena berkat dan rahmat-Mulah kami dapat diselamatkan dan mengalami kebahagian Surgawi bersama-Mu.

Terima kasih Allah karena telah memberikan Putera Sulung-Mu untuk menjadi karya penebusan-Mu yang paling indah dan yang berlaku kekal, selamanya. Amin.

62 Tanggapan ke "Manusia Tanpa Dosa"

Kejadian 17:18 Dan Abraham berkata kepada Allah: “Ah, sekiranya Ismael diperkenankan hidup di hadapan-Mu!”
17:19 Tetapi Allah berfirman: “Tidak, melainkan isterimu Saralah yang akan melahirkan anak laki-laki bagimu, dan engkau akan menamai dia Ishak, dan Aku akan mengadakan perjanjian-Ku dengan dia menjadi perjanjian yang kekal untuk keturunannya.
17:20 Tentang Ismael, Aku telah mendengarkan permintaanmu; ia akan Kuberkati, Kubuat beranak cucu dan sangat banyak; ia akan memperanakkan dua belas raja, dan Aku akan membuatnya menjadi bangsa yang besar.
17:21 Tetapi perjanjian-Ku akan Kuadakan dengan Ishak,yang akan dilahirkan Sara bagimu tahun yang akan datang pada waktu seperti ini juga.”
Yesaya 11:10. Maka pada waktu itu taruk dari pangkal Isai akan berdiri sebagai panji-panji bagi bangsa-bangsa; dia akan dicari oleh suku-suku bangsa dan tempat kediamannya akan menjadi mulia.
Yesaya 53:1. Siapakah yang percaya kepada berita yang kami dengar, dan kepada siapakah tangan kekuasaan TUHAN dinyatakan?
53:2 Sebagai taruk ia tumbuh di hadapan TUHAN dan sebagai tunas dari tanah kering. Ia tidak tampan dan semaraknyapun tidak ada sehingga kita memandang dia, dan rupapun tidak, sehingga kita menginginkannya.
53:3 Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kitapun dia tidak masuk hitungan.
53:4. Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah.
53:5 Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.
53:6 Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian.
53:7 Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya.
53:8 Sesudah penahanan dan penghukuman ia terambil, dan tentang nasibnya siapakah yang memikirkannya? Sungguh, ia terputus dari negeri orang-orang hidup, dan karena pemberontakan umat-Ku ia kena tulah.
53:9 Orang menempatkan kuburnya di antara orang-orang fasik, dan dalam matinya ia ada di antara penjahat-penjahat, sekalipun ia tidak berbuat kekerasan dan tipu tidak ada dalam mulutnya.

53:10. Tetapi TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, ia akan melihat keturunannya, umurnya akan lanjut, dan kehendak TUHAN akan terlaksana olehnya.
53:11 Sesudah kesusahan jiwanya ia akan melihat terang dan menjadi puas; dan hamba-Ku itu, sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya, dan kejahatan mereka dia pikul.
53:12 Sebab itu Aku akan membagikan kepadanya orang-orang besar sebagai rampasan, dan ia akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan, yaitu sebagai ganti karena ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut dan karena ia terhitung di antara pemberontak-pemberontak, sekalipun ia menanggung dosa banyak orang dan berdoa untuk pemberontak-pemberontak
Yohanes 1:41 Andreas mula-mula bertemu dengan Simon, saudaranya, dan ia berkata kepadanya: “Kami telah menemukan Mesias (artinya: Kristus).”
1:42 Ia membawanya kepada Yesus. Yesus memandang dia dan berkata: “Engkau Simon, anak Yohanes, engkau akan dinamakan Kefas (artinya: Petrus).”

1:43. Pada keesokan harinya Yesus memutuskan untuk berangkat ke Galilea. Ia bertemu dengan Filipus, dan berkata kepadanya: “Ikutlah Aku!”
1:44 Filipus itu berasal dari Betsaida, kota Andreas dan Petrus.
1:45 Filipus bertemu dengan Natanael dan berkata kepadanya: “Kami telah menemukan Dia, yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi, yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nazaret.”
1:46 Kata Natanael kepadanya: “Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?”
1:47 Kata Filipus kepadanya: “Mari dan lihatlah!” Yesus melihat Natanael datang kepada-Nya, lalu berkata tentang dia: “Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!”
1:48 Kata Natanael kepada-Nya: “Bagaimana Engkau mengenal aku?” Jawab Yesus kepadanya: “Sebelum Filipus memanggil engkau, Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara.”
1:49 Kata Natanael kepada-Nya: “Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!”
1:50 Yesus menjawab, kata-Nya: “Karena Aku berkata kepadamu: Aku melihat engkau di bawah pohon ara, maka engkau percaya? Engkau akan melihat hal-hal yang lebih besar dari pada itu.”
1:51 Lalu kata Yesus kepadanya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia.”

PENUTUP:
kita semua tahu bahwa Abraham adalah Bapa Segala Bangsa, dari beliaulah berbagai macam agama lahir. kita tahu bahwa beliau memiliki 2 keturunan, yaitu dari Ishak yang merupakan pegangan dari Agama Yahudi dan Nasrani, dan dari Ismael yang merupakan pegangan dari Agama Islam. Setelah melihat dari keterangan dari kutipan diatas bahwa dari keturunan Ishak lah Sang Juruselamat itu di genapkan, dan dari keturunan Ismael tidak masuk dalam perjanjian dengan “YEHUWA” bukan Allah, karena Tuhan Israel adalah “Yehuwa” sedangkan Tuhan bangsa Arab adalah Allah yang disembah di Kabah. Jelas berbeda sekali. dalam terjemahan Alkitab dalam bahasa Inggris, saya hanya mengetahui God and Lord ,yaitu Tuhan dan Raja bukan Allah yang disembah oleh bangsa Arab.
Yesus Kristus lahir dari garis keturunan Ishak (tunas Isai) anak perjanjian dari Sara (Wanita Merdeka) secara langsung , Beliau adalah Pribadi Yang Terjanjikan sejak Alam Semesta ini diciptakan. sedangkan yang saya tahu Nai Muhammad lahir dari keturunan Ismael secara langsung, dan menurut bacaan diatas bahwa Ismael (anak perhambaan dari Hagar (Hamba dari Mesir) bukanlah yang terjanjikan, tetapi Tuhan tetap menjaga mereka.
Agama Nasrani masih berdasarkan pada kitab bangsa Israel pegang sampai sekarang ini 100% , dan sudah digenapi dalam Pribadi Yesus Kristus 2000 tahun lalu.
Agama Islam sepertinya hampir mirip dengan Injil Barnabas, yang tidak dipakai dalam Alkitab karena alasan ketidakkaitan dengan Alkitab secara keseluruhan.

saran saya: tolong dibaca kembali tafsir Alquran anda hingga TUNTAS.

Syalom
GOD Bless you all

Damai dihati Damai dibumi
Kadang manusia berfikir bahwa dirinya adalah bersih dan suci karna memang Allah mencipkan manusia baik adanya.

Tapi Mas Dewo belzebul setuju dengan apa yang Mas Dewo sharingkan, belzebul banyak belajar dari blog Mas Dewo ini, jadi bolehkan klo belzebul sering mampir ikut sharing …

Dalam KEJADIAN 3 “Manusia jatuh ke dalam dosa” tertulis rangkaian mengapa manusia jatuh kedalam dosa.

12. Manusia itu menjawab ; “Perempuan yang Kau tempatkan disisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan”
13. Kemudian berfirmanlah Tuhan Allah kepada perempuan itu: “Apakah yang kau perbuat ini ?” Jawab perempuan itu; “Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan.”

…dikutuklah ular oleh Tuhan Allah …

16. Firman Nya kepada perempuan itu ; “Susah payahmu waktu mengandung akan Kubuat sangat banyak; dengan kesakitan engkau akan melahirkan anakmu, namun engkau akan birahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu.”

… akibatnya dikutuk tanah sehingga bersusah payah manusia mencari makan dan rejeki dari tanah seumur hidup …

19. dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu.

Mas Dewo …
Bener yang Mas Dewo bilang, ini adalah dosa asal yang harus kita tanggung ! dan dari akibat itu manusia terus dan terus terjerumus kedalam dosa dan semakin dalam.
Salah satunya adalah persetubuhan.
Ya … menurut saya, persetubuhan pada dasarnya adalah perbuatan dosa dan kita lahir akibat perbuatan dosa. Karna kita lahir dari dosa maka kita hidup sudah menanggung dosa.

Dari persetubuhan Adam dan Hawa ini jugalah muncul dosa dosa baru, manusia mulai mengenal dengki, iri hati yang akhirnya melakukan pembunuhan kemudian memunculkan kebohongan yang saya rasa inilah dosa terbesar manusia karna bila kita sekali berbohong akan memunculkan kebohongan kebohongan lain untuk menutupi kebohongan sebelumnya dan manusia akan melakukan apa saja untuk menutupinya termasuk melakukan fitnah dan pembunuhan.
Dari persetubuhan ini juga banyak kutukan dan penyakit yang Allah berikan kepada manusia keturunan Adam … jaman firaun.

Mas Dewo …
Ketika kita lahir dan besar kita akan ditanya oleh manusia sekeliling kita, anak siapa .. Bapak Ibunya siapa, mana, kerja dimana dll.
Begitu kita lahir kita sudah membawa buah perbuatan orang tua, makanya orang jawa leluhur saya begitu konsen akan bibit, bebet dan bobot ketika akan menikahkan anaknya nah … ini dosa asal juga kan.
Mending Bapak Ibunya baik baik
Lah klo …
Ooooooooooooooo dasar anak haram !!!!!
pantas aja kau suka berbohong, jangan maling teriak maling !!!!!
… karna ketika Bpk Ibunya melakukan nnntu curi curi waktu dan kesempatan
… karna Bpk Ibunya melakukan kebohongan untuk menutupi perzinahan
… karna Bpk Ibunya memfitnah untuk menutupi perzinahan
Dan tak Jarang Bapak Ibunya melakukan pembunuhan untuk menutupi perzinahan … ya persetubuhan.

Duh … duh … kasiman bener tuh jabang bayi harus menanggung komulatif dosa bapak ibunya … dimata manusia lain.

Mas Dewo …
Saya sangat sangat setuju dan angkat jempol tangan dan kaki tentang Yesus akan dosa yang Mas Dewo sharingkan.
Anak manusia yang lahir bukan dari perbuatan dosa adalah Yesus karna Dia bukan karna proses persetubuhan tapi dari Roh Allah … terpujilah buah tubuhmu Yesus.
Bunda memang menanggung sakit dan terhina ketika melahirkan anak manusia ini dikandang binatang,
Saya dapat membayangkan betapa sakitnya Bunda kita itu, apa lagi Bunda adalah seorang gadis ya … p e r a w a n … dan ini luar biasa sakitnya.
Yang menanggung dosa asal adalah Bunda karna harus menanggung sakit ketika melahirkan, Bunda tidak meninggalkan kodratnya sebagai manusia dan perempuan, tetapi Bunda sekaligus gadis yang perawan yang kita bilang suci … tak bernoda ya … tak bernoda dari dosa pertama manusia setelah terusir dari taman eden yakni PERSETUBUHAN. Oleh karena Anak Manusia yang bernama Yesus Kristus lahir dari Gadis Suci maka Yesus adalah suci, yang tidak hanya terlahir suci bebas dari dosa asal tetapi juga diutus oleh Allah untuk menghapuskan dosa asal dengan mengorbankan dirinya sendiri.

Tinggalkan Balasan

Anda harus masuk log untuk mengirim sebuah komentar.

Stat

a

Blog Stats

  • 177,372 hits