Agamaku Kesaksianku

Kita dan Salib

Posted on: April 1, 2007

Kita semua berdosa. Kita mewarisi kutuk itu. Dan oleh karenanya, kita telah kehilangan rahmat Allah yang melimpah itu. Kita juga harus memanggul salib kita di dunia ini. Kita harus menderita dalam memanggul salib itu. Semuanya harus kita lalui demi mendapatkan kembali kesempatan bertemu dengan Allah.

Tetapi kita harus mencermati, seperti apakah kita ketika sedang memanggul salib kita? Drama penyaliban Yesus sungguh tepat menggambarkan tipe manusia saat memanggul salibnya. Apakah kita seperti orang di sebelah kanan Yesus? Atau seperti yang di sebelah kiri Yesus?


Kita semua tahu bahwa Yesus memberikan teladan bagi kita semua. Seharusnya Yesus tidak perlu disalib. Tetapi Yesus disalib demi menyelamatkan kita dan memberikan teladan bagi kita: bagaimana seharusnya sikap hati kita ketika memanggul salib dan disalib.

Kalau kita harus memanggul salib dan disalib, itu wajar karena kita semua berdosa dan mewarisi kutukan dosa. Dan upah dari dosa adalah maut. Tetapi puji Tuhan, karena Allah telah memberikan Putra Sulung-Nya untuk menebus kita dan memberikan teladan paling mulia di saat kita harus memanggul salib dan disalib.

Anda Termasuk Yang Mana?

Ketika kita harus memanggul dan disalib, kita dihadapkan kepada 2 pilihan sikap. Pilihan kita ini telah digambarkan oleh kedua penjahat yang disalib di sisi kanan dan kiri Yesus.

(1) Sikap pertama adalah menolak Yesus dan bahkan mengolok-olok Yesus. Sikap pertama ini tidak mengakui Yesus bahkan mencela Yesus. Padahal jelas-jelas penjahat ini berdosa dan disalib, yang sudah pasti menjelang maut. Di depannya telah jelas terlihat Yesus yang sama sekali tidak berdosa tetapi disalibkan demi menanggung dosa kejahatan manusia, tetapi penjahat yang satu ini justru mencelanya.

(2) Sikap kedua adalah mengakui Yesus itu Kristus dan total berserah diri kepadanya. Penjahat tipe kedua ini mengakui bahwa dirinya bersalah dan mengakui bahwa dia patut dihukum. Dengan segala kerendahan hatinya, penjahat ini memohon belas kasih Yesus. Perjalanan salib yang memang sudah harus ditempuhnya merupakan refleksi perjalanan hidupnya yang selama ini berdosa. Tetapi iman telah menyelamatkannya. Yesus tidak tinggal diam. Yesus pun berkata bahwa penjahat ini akan masuk Firdaus. Sungguh, Yesus telah menyelamatkan penjahat ini hingga dapat tinggal bersama Yesus di Firdaus.

Manakah Pilihan Anda?

Lalu sikap mana yang akan kita pilih? Apakah kita akan terus menolak Yesus dan karya keselamatannya? Apakah kita akan memperolok-olok Yesus yang juga disalib, bukan karena dosa-Nya, tetapi justru karena dosa umat manusia?

Atau kita memilih seperti penjahat kedua yang dengan rendah hati mengakui seluruh dosanya? Apakah kita mau dengan rendah hati menerima keselamatan yang datang dari Allah, yaitu Yesus Kristus? Apakah kita mau dengan rendah hati meneladani Yesus Kristus dan berserah diri secara total kepada Yesus?

Dalam Pekan Suci ini kita diharapkan dapat menentukan pilihan kita: mencela dan menolak Yesus atau mengakui segala dosa kita dan berserah diri secara total kepada Yesus? Pilihan ini akan menentukan kemana arah hidup kita nanti. Apakah kita ingin tinggal bersama Yesus Kristus di Firdaus? Atau tidak?

Mengakui segala dosa kita dan secara total menyerahkan diri kita kepada Yesus selama kita masih hidup di dunia ini adalah suatu pilihan yang bijaksana. Biarlah hidup kita ini penuh dengan penderitaan dan menanggung segala kutuk Allah. Dan ini telah dipenuhi oleh Yesus yang dengan rela hadir di dunia ini dan disalib demi menanggung segala dosa dan kutuk yang menimpa kita. Kehadiran Yesus telah mewakili salib kita.

Tetapi walau pun Yesus telah menanggung salib kita, pilihan tetap harus kita pilih! Apakah kita menolak salib Yesus? Ataukah kita memilih salib Yesus dengan segenap kerendahan hati? Jika kita menolak salib Yesus, maka kita akah disalib dengan segala dosa dan kutuk yang dibebankan kepada kita. Tidak ada keselamatan, hanya maut yang menanti kita.

Tetapi jika kita menerima salib Yesus, maka Yesus yang telah mewakili kita di salib Suci-Nya akan membebaskan kita dari salib dan menerima kita di Kerajaan Allah. Suatu pilihan yang mudah? Bagi kita yang mengimani Yesus, pilihan ini tidak sulit. Tetapi bagi orang yang tidak mengimani Yesus, pilihan ini menjadi amat-sangat berat.

Pilihan ini bisa saja menjadi berat karena keegoisan manusia, ketinggi-hatian manusia, kecongkakan dan kesombongan manusia terlalu tinggi untuk dapat mengakui segala dosanya. Semuanya menjadi sangat berat untuk dengan rendah hati memohon bantuan keselamatan Yesus Kristus. Bukannya memohon bantuan Yesus, tetapi malah mencela-Nya.

Tentukan pilihan Anda! Pilihlah dengan bijaksana. Semuanya menentukan masa depan Anda. Pilihan yang bijaksana akan melepaskan Anda dari belenggu dosa dan kutuk. Pilihan yang bijaksana akan membebaskan Anda dari salib. Bukankah salib Anda sudah ditanggung oleh Yesus? Bukankah salib Anda sudah diwakilkan oleh Yesus?

Sumber Bacaan: Lukas 23:32-43.

About these ads

112 Tanggapan to "Kita dan Salib"

To all,

***Kita semua berdosa. Kita mewarisi kutuk itu* Dan oleh karenanya kita telah kehilangan rahmat Allah yang melimpah itu…….***

Inti dari kalimat tersebut diatas adalah pengejawantahan dari ajaran Dosa Asal/Dosa Warisan Adam.

Karena Allah adalah Allah Yang Maha Pengampun, maka Adam telah diberikan maaf Oleh Allah Yang Esa sebagaimana terdapat dalam Surat Al Baqarah Ayat 17,18 :

“Maka Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, lalu Allah memberi ampun kepadanya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang”

Kami berfirman.”Turunlah kamu semuanya dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada ketakutan atas mereka, dan tidak (pula) mereka berduka cita”

Banyak ayat ayat dalam Perjanjian Baru yang menyatakan bahwa setiap orang akan menanggung amal perbuatan dan dosa yang dilakukannya, dan bukan orang lain.

Salam

Menurut ku memang benar Allah menawarkan maaf kepada semua orang,tetapi aku percaya tidak semua orang yang meresponi maaf yang diberikan Allah melalui Yesus.Dan secara pribadi aku menerima sikap ke-2…nah memang Allah memberikan kepada semua orang untuk selamat,tetapi tidak semua yang di tentukan Allah untuk menerima keselamatan itu (doktrin Predestinasi=doktrin pilihan Allah),karena Allah memberikan kehendak bebas kepada manusia seperti 2 pilihan yang diatas yang di tuliskan oleh mas dewo……kehendak bebas tersebutlah yang membuat manusia yang memilih tidak mengikut Yesus tidak menerima keselamatan…..manusia sebenarnya diberikan anugrah untuk tidak menanggung dosanya…tetapi Allah yang menanggung dosa manusia tersebut….ya silahkan menaggung dosa sendiri…aku secara pribadi tidak sanggup menanggung dosaku…kalau ada orang yang tidak mau menyerahkan dosanya untuk diampuni dan di tanggung oleh Yesus ya tanggung aja ndiri…heheheheh kasihan banget orang yang seperti itu jelas-jelas di tawarkan ‘anugrah keselamatan’ tapi malah isepelehkan …kasihan deh orang yang kayak gitu.J L U

@Dear Budhi,

Setiap manusia mewarisi dosa asal (dari Adam). Jika manusia tidak mewarisinya, maka manusia akan tetap hidup di Taman Eden dan memperoleh berkat Allah sepanjang hidupnya.

@Dear Altur,

Sudah selayaknya jika kita memberitakan kabar suka cita keselamatan yang dari Allah ini sehingga semakin banyak orang yg diselamatkan.

Salam damai & sejahtera.

To Dewo, altur

Tolong dapat ditunjukkan ayat2 baik yang ada di Perjanjian Lama atau Perjanjian Baru yang mensyiratkan adanya Dosa Asal atau Dosa Warisan ?

Salam

Terima kasih mas Dewo, artikelnya membawa berkat.
Ttg ayat yg menyiratkan dosa asal, di Perjanjian Lama :
Kejadian 3:1-24 (cukup panjang, apa mas Budhi berkenan membaca di Injil ?)
Di Perjanjian Baru, a.l. di Roma 3 : 23-25
“Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan
Allah, dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena
penebusan dalam Kristus Yesus. Kristus Yesus telah ditentukan Allah
menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya”
Lalu mengapa manusia perlu diperdamaikan dengan Allah melalui
Yesus Kristus ?
“Sebab tidak seorangpun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena
melakukan Hukum Taurat ..” (Roma 3:20) sehingga “manusia dibenarkan
karena iman, bukan karena ia melakukan Hukum Taurat (Roma 3:28)

Selamat Paskah !

@Dear Larasati,

Terima kasih atas dukungannya. Iya, sebenarnya banyak sekali ayat pendukung dosa asal ini, baik di PL mau pun di PB.

Selamat Paskah untuk Anda dan keluarga. Semoga berkat Tuhan beserta kita. Amin.

Dear Mbak Larasati,

Saya sudah baca Kitab Kejadian 3:1-25.

Dosa yang dibuat adalah memang dosa yang dibuat oleh Adam atas bujukan Hawa yang dihasut oleh setan (ular), tapi dimana ayat yang menyebutkan bahwa dosa tersebut diwariskan kepada anak cucunya sampai kepada manusia sekarang ini. Sehingga Tuhan memerlukan pengorbanan Yesus untuk menebusnya.

Dikatakan bahwa Tuhan mengutuk ular akan berjalan dengan perutnya, Hawa akan berahi terhadap Adam, akan sakit waktu melahirkan, dan Adam akan berpeluh dalam mencari nafkah.

Itu semua adalah ketentuan dari Allah Yang Maha Esa dan bukan merupakan kutukan. Apakah dengan pengorbananan Yesus, setelah itu ular akan tidak berjalan dengan tubuhnya?, Hawa akan tidak mempunyai birahi dan kesakitan waktu melahirkan? dan Adam akan terus goyang kaki karena dibebaskan dari kewajiban mencari nafkah.

Mengenai Roma 3: 23 – 25 dan 3:20, itu bukan ucapan Yesus tapi adalah ajaran yang di ada adakan oleh Rasul Paulus yang sangat bertentangan dengan ajaran Yesus.

Untuk Dewo, coba berikan lagi contoh yang mendukung dosa asal ini dan ayat yang menekankan bahwa dosa tersebut diwariskan (dibebankan) kepada anak cucu Adam baik yang dikatakan oleh nabi2 sebelum Yesus atau oleh Yesus sendiri.

Salam

@Dear Budhi,

Silakan baca: “Dosa Asal” yang akan menjelaskan doktrin Dosa Asal tersebut.

Itu semua adalah ketentuan dari Allah Yang Maha Esa dan bukan merupakan kutukan.

Itu semua adalah kutukan. Semua harus dilalui sebagai konsekuensi dari dosa. Anda harus ingat bahwa Adam & Hawa tidak dilahirkan, jadi tidak ada yang menderita karena hamil dan melahirkan. Saat di Taman Eden Adam tidak perlu bekerja keras membanting tulang karena semua yang diperlukan sudah disediakan Allah di sana.

Kalau Anda tidak menanggung dosa asal ini, maka Anda seharusnya hidup di Taman Eden. Seharusnya Anda tidak perlu dilahirkan oleh ibu Anda. Anda seharusnya tidak perlu bersusah payah mencari nafkah. Seharusnya semuanya itu telah disediakan oleh Allah bagi Anda. Tetapi bagaimana kenyataannya?

GBU.

[...] Dewo dan keluarga mengucapkan “Selamat Paskah 2007.” Jangan lupa kunjungi renungan Paskah di: “Kita dan Salib.” [...]

Dear Dewo,

Okelah kalau itu “bisa” disebut sebagai dosa asal.

Kalau dosa tersebut telah ditebus oleh Yesus di tiang salib, mengapa “kutukan” itu tetap masih berlaku. Anak perempuan setelah dibaptis seharusnya tidak lagi menanggung kutukan tersebut. kenyataannya perempuan waktu melahirkan tetap mengalami kesakitan.

Manusia diberikan kemampuan berpikir, berusaha untuk dapat memenuhi keperluannya dimuka bumi ini. Kita tidak memilih untuk dilahirkan atau tidak, kita tidak dapat memilih untuk dilahirkan sebagai raja atau pengemis. Semua itu adalah Kehendak dan Hak Allah semata.

Kalau dosa anda dan umat Yesus telah ditebus oleh pengorbanan mengapa anda anda tidak berada di taman Eden.

Adam telah diberi maaf oleh Tuhan waktu diperintahkan turun ke bumi. Dosa dan perbuatan saya adalah tanggung jawab saya sendiri dan tidak akan menjadi tanggung jawab orang lain untuk menebusnya.

Sekali lagi mana itu ayat ayat yang menekankan/mendukung doktrin dosa asal tersebut telah diwariskan kepada anak cucu Adam. baik yang diucapkan oleh nabi nabi tau Yesus sendiri.

Salam sejahtera.

@Dear Budhi,

Maaf baru bisa membalas sekarang karena saya mudik beberapa hari dan baru pulang hari ini.

Kalau dosa anda dan umat Yesus telah ditebus oleh pengorbanan mengapa anda anda tidak berada di taman Eden.

Saya rasa Anda masih kurang jeli menanggapi hal ini. Untuk berusaha memahaminya, maka kita harus dengan rendah hati dalam berpikir.

Kita harus mengakui bahwa kita memang berdosa. Dan oleh karena dosa kita, maka kita harus tetap menanggung dosa tersebut. Allah yang Maha Pengampun dan Pengasih memang telah menyelamatkan dan mengampuni dosa kita. Tapi kita tetap harus menanggung akibat dari dosa.

Seperti misalnya seorang penjahat yang kemudian tertangkap. Korban dari kejahatan tersebut bisa saja telah mengampuni si penjahat tadi. Tapi penjahat tersebut tetap harus menjalani masa hukumannya sampai masa hukumannya selesai.

Selama kita hidup di dunia ini, sebenarnya kita adalah dalam rangka memanggul salib kita akibat dari dosa asal dan dosa kita. Tetapi pilihan yang bijaksana akan menyelamatkan kita dari kematian kekal dan oleh karenanya kita beroleh kehidupan kekal.

Keselamatan Allah (oleh Yesus) ini berarti bahwa kita diselamatkan dari segala dosa dan kemudian kelak kita dapat kembali berkumpul bersama Allah di surga. Kembalinya kita di surga tidak dapat dilakukan selama kita masih hidup di dunia. Kita harus mati bersama Yesus dalam salib (mengimani Yesus) sehingga kita dapat diselamatkan oleh Yesus dan memperoleh kehidupan abadi dan berkumpul kembali bersama Allah.

Aduh, mungkin jawaban ini terlalu tinggi dan tidak masuk akal manusia. Tetapi semoga Anda dapat memahaminya.

GBU.

Dewo,

Jawababan anda mengenai penjahat tertangkap diadili kemudian bebas, adalah jawaba yang biasa biasa saja. Mala ada yang dihukum seumur hidup atau dihukum mati.

Baru pada kalimat selanjutnya adalah yang tidak masuk akal manusia (seperti anda bilang sendiri).

Kematian adalah kekal (memang demikian adanya)
Kehidupan yang kekal? Apakah memang ada kehidupan yang kekal. Yang hidup mesti mengalami kematian.

Memang semua yang mati akan kembali kepada-Nya, tempatnya adalah sesuai dengan amal perbuatannya selama di dunia. Dan bukan oleh karena pengorbanan seseorang seperti dogma yang anda yakini.

Anda belum menghadirkan adanya ayat ayat mengenai dosa asal yang diwariskan kepada anak cucu Adam, baik yang diucapkan nabi nabi sebelum Yesus atau oleh Yesus sendiri.

Salam

@Dear Budhi (#12),

Maaf kalau jawabannya tidak masuk akal manusia. Akal manusia memang sangat terbatas. Mengenai kehidupan kekal sesudah kematian, silakan baca: “Yesus Tidak Wafat?

Salam.

kenapa banyak sekali orang pinternya kristen ( pendeta, pastor, biarawati dll) masuk islam
sementara sedikit sekali -saya blm pernah dengar- orang pinternya islam ( pak haji ) masuk kristen?
tanya kenapa?

demikian juga sangat banyak orang awamnya islam yang masuk kristen, seringnya karena faktor ekonomi dan beberapa faktor lain.
Sementara sangat sedikit sekali-saya jarang denger- orang awamnya kristen masuk islam, biasanya karena faktor pencarian mereka tentang kebenaran ajaran dalam kristus.

jadi BERSUNGGUH-SUNGUHLAH kalian dalam mempelajari iman kristen, Janganlah kalian jadi orang AWAM yang MENERIMA begitu saja SEMUA KATA pastor, romo, pendeta. Carilah dengan segenap kemampuan, hati nurani, akal dan kecerdasan yang telah diberikan oleh Tuhan Allah kepadamu.
siapkan dan BERANIKAN diri bila dikucilkan teman, keluarga, komunitas dan siapapun juga.

Anda Termasuk Yang Mana?

(1) Sikap pertama adalah menolak Yesus dan bahkan mengolok-olok Yesus.

(2) Sikap kedua adalah mengakui Yesus itu Kristus dan total berserah diri kepadanya.

Sikap saya adalah: Menempatkan Yesus, sebagai orang yang mulia.
dan saya total berserah diri hanya kepada Pencipta Yesus.

@ Suharyato…

Sama deh Pak sikap saya juga sama persis :

Menempatkan Yesus, sebagai orang yang mulia.
dan saya total berserah diri hanya kepada Pencipta Yesus.

Plus

Hanya ada satu tuhan ALLAH semesta alam..

Salam….

@Blasius Ananta Kurniawan

Wah, klaim bapak sangat saya ragukan kebenarannya…. setahu saya banyak kok orang muslim yang menjadi kristen karena mencari kebenaran dan bukan faktor duniawi.

Terlebih lagi di Indonesia, dimana kekristenan masih mendapatkan diskriminasi, untuk menjadi seorang kristen perlu suatu pengorbanan dan keberanian ekstra.

“jadi BERSUNGGUH-SUNGUHLAH kalian dalam mempelajari iman kristen, Janganlah kalian jadi orang AWAM yang MENERIMA begitu saja SEMUA KATA pastor, romo, pendeta. Carilah dengan segenap kemampuan, hati nurani, akal dan kecerdasan yang telah diberikan oleh Tuhan Allah kepadamu.
siapkan dan BERANIKAN diri bila dikucilkan teman, keluarga, komunitas dan siapapun juga.”

–> Menurut saya hal yang sama harus dilakukan oleh orang muslim dan pemeluk kepercayaan/agama apapun…

Dear Budhi

Sangat menarik sekali membaca komentar-komentar Anda tentang mencari kebenaran dosa asal/warisan. Saya hanya punya satu bukti dalam Alkitab, meskipun saya percaya ada banyak bukti Alkitab yang mengatakan secara tersurat maupun tersirat tentang adanya dosa asal. Kalau Anda tidak keberatan, baca Kitab Kejadian pasal 5 ayat 1 s/d 3. Anda dapat membandingkan bagaimana penciptaan Adam pada mulanya,”Dibuat menurut gambar Allah” (ayat1). namun kemudian, ketika Adam telah berdosa, ayat 3 mengatakan bahwa Adam memperanakan seorang laki-laki menurut “rupa dan Gambarnya”. Lihatlah sangat kontras akan apa yang telah tercipta. Diciptakan menurut Gambar Allah menunjukan kesucian atau kekudusan dan ketidak berdosaan. Diciptakan menurut gambar Adamn terciptada dalam keadaan yang seperti Adam setelah berdosa. Memang tidak tertulis dosa asal, namun sangat jelas tersirat adanya dosa yang telah diwariskan Adam pada keturunannya.
Menurut saya dosa asal/warisan adalah suatu keadaan dalam diri manusia yang punya potensi untuk melakukan dosa sejak dia dilahirkan.
Terimaksih

Peryataan: Yesus mati di salib

orang kristen berpendapat:
jika BENAR (Yesus mati di salib): Ya Yesus memang mati di salib untuk menebus dosa manusia.
Jika SALAH (Yesus tidak mati di salib): Ya, Yesus HARUS mati, karena Dia di plot untuk menebus dosa manusia.

orang selain kristen.
Jika BENAR (Yesus mati di salib): Ya tentu saja, di salib itukan banyak mengeluarkan darah, pastilah mati.
Jika SALAH (Yesus tidak mati di salib): Wah ini miracle!!… ajaib…mukjizat…!!

@ #17 anthonysteven
“…Wah, klaim bapak sangat saya ragukan kebenarannya…. setahu saya banyak kok orang muslim yang menjadi kristen karena mencari kebenaran dan bukan faktor duniawi….”

Ragu ya? yang mana?
tolong carikan profile haji yang masuk kristen.
nanti saya bawakan profile mantan pastor, pendeta, biarawati dll yang masuk islam.
banyak memang orang muslim yang masuk kristen, coba diantara mereka kamu teliti lagi berapa% yang miskin (masuk standar penerima JPS) dan yang bukan. Gitu aja kok repot

“…Terlebih lagi di Indonesia, dimana kekristenan masih mendapatkan diskriminasi, untuk menjadi seorang kristen perlu suatu pengorbanan dan keberanian ekstra….”

Deskriminasi? hahaha..yang anda maksud paling SKB tiga menteri tentang pembangunan tempat ibadah itu kan? Itu yang kamu maksud deskriminasi? bener gak?
atau ada yang lain? dimana kekristenan masih mendapatkan deskriminasi?

Gabung lagi ah.

Bung Edy CN (18)

Terima kasih Bung sudah berusaha menampilkan ayat yang “membuktikan” secara tersirat tentang dosa asal/warisan yang tidak juga ditampilkan oleh Bung Dewo. Bung Edy katakan masih banyak ayat ayat lain yang tersurat dan tersyirat tentang dosa asal/warisan itu. Mungkin lain kali Bung juga dapat menampilkannya.

Bung Dewo Cs,

Sebelum saya mengomentari apa yang ditulis oleh Bung Edy CN, saya mau koment Bung, apakah ayat Kejadian 5:3 itu dapat dikatakan sebagai ayat yang menyiratkan dosa asal/warisan ?

LBU

@Dear Budhi (#21),

Jawaban Pak Edy CN (#18) memang mendukung bukti adanya dosa asal, yaitu bahwa manusia keturunan Adam mewarisi “kemanusiaan” Adam. Tetapi seharusnya Anda dapat memahami proses kelahiran manusia setelah Adam & Hawa. Kalau Adam & Hawa diciptakan oleh Allah secara langsung sesuai dengan rupa Allah, maka manusia selanjutnya “dilahirkan” oleh bapak-ibunya dan memiliki rupa dan gambar orang tuanya (Adam-Hawa).

Sayangnya Anda sulit sekali dapat menerima kenyataan ini. Saya merekomendasikan bacaan berikut ini kepada Anda:

Apa & Siapakah Manusia Itu?
Kita Harus Menderita karena Kutukan Allah
Benarkah Adam Manusia Pertama

GBU

Bung Dewo,

Sebelum Seth dilahirkan, Adam telah mempunyai anak Kain dan Habel (Kejadian 4:1) dan kelahiran Set juga terdapat dalam Kejadian 4:25. Setelah Set, Adam mempunyai anak laki laki dan perempuan (Kejadian 5:4)

Pada waktu kelahiran Habel dan Set (Kejadian 4:1) dan kelahiran Set (Kejadian 4:25) serta kejadian anak anak yang lain (Kejadian 5:4) tidak terdapat kata2 seperti menurut rupanya, mirip dengannya, menurut teladannya dll. seperti apa yang terdapat dalam Kejadian 5:3.

Kejadian 5:3 diceritakan menurut beberapa versi Alkitab

Alkitab Terjemahan baru dikatakan “Menurut rupa dan gambarnya.

Alkitab Kabar Baik (BIS) dikatakan : Mirip dengannya”

Alkitab Firman Allah Yang Hidup dikatakan : Mirip dengan dirinya.

Alkitab Terjemahan Lama dikatakan : Mirip dengan dirinya

Alkitab Shebear (draft) dikatakan : Atas teladannya sendiri dan rupanya sendiri.

Ada beberapa versi lain atas Kejadian 5:3 ini, itu dapat anda lihat lihat pada beberapa versi Alkitab yang ada.
(Rupanya Alkitab selalu direvisi, ya)

Bila anda katakan bahwa yang dikatakan oleh Edy CN merupakan arti tersirat dari dosa asal/warisan, maka seharusnya apa yang dikatakan oleh Kejadian 5:3 itu juga terdapat dalam kelahiran Set (Kejadian 4:25) dan kelahiran anak anak Adam yang lain.

Andaikata itu benar apa yang dikatakan oleh Kejadian 5:3 itu, maka hanya pada Set seoranglah yang diwarisi dosa Adam dan tidak kepada anak anak yang lain. Dan ini bertolak belakang dengan dogma yang mengatakan bahwa keturunan Adam (manusia) menanggung dosa Adam.

Menilik versi versi Kejadian 5:3 tersebut di atas tidak ada sesuatu yang istimewa. Ayat itu hanya menyatakan bahwa Set mirip dengan dirinya dan anak anak yang lain tidak. Kemiripan anak dengan orang tuanya bukanlah sesuatu yang khusus, banyak anak anak yang sangat mirip dengan orang tuanya baik rupa atau cara dia berbicara atau yang lainnya. Dapat juga terjadi kemiripan itu dengan orang yang sama sekali tidak mempunyai pertalian darah, ini dapat anda lihat pada acara di TV “ASAL” yang dipandu oleh Taufik Savalas atau pada Republik Mimpinya Efendi Gazali.

Menurut Edy CN : Manusia dilahirkan mempunyai potensi untuk melakukan “dosa” asal sejak dia dilahirkan.
Dapat saya katakan bahwa kecendrungan untuk melakukan perbuatan dosa atau kebaikan itu tergantung dengan pendidikan, pengalaman, lingkungan dari manusia itu sendiri. Dan bukan oleh warisan dosa/perbuatan dari moyangnya.

LBU

@Dear Budhi (#23),

Anda paham kan jawaban saya di #22? Tapi kalau tidak paham, saya akan tuliskan kembali jawaban saya:

Jawaban Pak Edy CN (#18) memang mendukung bukti adanya dosa asal, yaitu bahwa manusia keturunan Adam mewarisi “kemanusiaan” Adam. Tetapi seharusnya Anda dapat memahami proses kelahiran manusia setelah Adam & Hawa. Kalau Adam & Hawa diciptakan oleh Allah secara langsung sesuai dengan rupa Allah, maka manusia selanjutnya “dilahirkan” oleh bapak-ibunya dan memiliki rupa dan gambar orang tuanya (Adam-Hawa).

Jadi, artinya apa hayo? Artinya bahwa saya mengatakan bahwa ayat yang disebutkan Pak Edy CN itu “mendukung bukti adanya dosa asal”. Ini adalah salah satu ayat pendukung, tetapi bukan sebagai titik tolak yang menyatakan adanya “dosa asal.”

Sedangkan saya sudah menyertakan artikel saya yang mengulas tentang “dosa asal” di komentar nomer #22. Hayo, tidak dibaca ya?

Salam.

Dear Dewo, (24)

Lalu bagaimana dengan versi ayat Kejadian 5:3 yang ada di Alkitab lain. Dan bagaimana dengan nasib ayat Kejadian 4:1, 25 Kejadian 5:4.

Saya tidak mengatakan bahwa itu adalah awal dosa asal.
Yang saya maksud adalah ayat tersebut adalah menyatakan bahwa Set tersebut mirip dengan Adam dan kemiripan itu tidak terdapat pada anak Adam yang lain. Hayo, anda tidak mengerti maksud ayat itu beserta versi versinya dibanding dengan ayat ayat yang lain.

Cobalah sekali lagi anda baca versi versi ayat Kejadian 5:3 itu.
Apa yang tersirat disitu.

Anda bersikukuh mempertahankan adanya dosa asal/warisan, itu cukup saya maklumi. Karena kalau tidak maka akan runtuhlah seluruh bangunan kepercayaan anda yang melawan akal budi itu.

LBU

@Dear Budhi (#25),

Lalu bagaimana dengan versi ayat Kejadian 5:3 yang ada di Alkitab lain. Dan bagaimana dengan nasib ayat Kejadian 4:1, 25 Kejadian 5:4.

Hihihi… kok saya jadi bingung sih? Ya ayat2 tersebut tidak bagaimana-bagaimana. Lha wong tidak ada yang salah dengan ayat2 tersebut.

Saya tidak mengatakan bahwa itu adalah awal dosa asal.
Yang saya maksud adalah ayat tersebut adalah menyatakan bahwa Set tersebut mirip dengan Adam dan kemiripan itu tidak terdapat pada anak Adam yang lain. Hayo, anda tidak mengerti maksud ayat itu beserta versi versinya dibanding dengan ayat ayat yang lain.

Oh, masalah mirip-miripan ya? Karena dianggap mirip, maka Anda menganggap bahwa hanya Set sajalah yang mewarisi dosa Adam? Oh ya, saya kutipkan kembali pernyataan Anda di #23:

Andaikata itu benar apa yang dikatakan oleh Kejadian 5:3 itu, maka hanya pada Set seoranglah yang diwarisi dosa Adam dan tidak kepada anak anak yang lain. Dan ini bertolak belakang dengan dogma yang mengatakan bahwa keturunan Adam (manusia) menanggung dosa Adam.

Kan sudah saya jelaskan bahwa konsep dosa asal itu bukan karena mirip-miripan? Pasti belum dibaca artikel yang saya rekomendasikan di #22 ya? Makanya dibaca dulu. Karena di setiap artikel tersebut saya tidak mendasarkan dosa warisan (asal) itu hanya karena mirip (seturut rupa dan gambar Adam). Memang Kejadian 5:3 itu memang saya katakan: “mendukung” tetapi jangan lantas dianggap landasan dogma “dosa asal.”

Semoga jawaban ini dapat membuat Anda paham. GBU.

Dear Dewo,

Lebih dari 1 bulan saya minta anda untuk dapat menampilkan ayat yang mendukung adanya dosa asal yang diwariskan, baik yang diucapkan oleh Nabi2 sebelum Yesus atau oleh Yesus sendiri. Selama itu anda tidak berhasil menemukannya. Kemudian Edy CN menunjukkan ayat Kejadian 5:3 yang dikatakan sebagai ayat yang mendukung adanya dosa asal yang diwariskan. Anda serta menyambutnya seperti mendapatkan ladang emas dan tidak akan melepaskannya, karena inilah satu satunya ayat yang anda anggap sebagai penguatan adanya dosa asal.

Seperti anda bersikukuh menganggap itu adalah bukti yang mendukung dosa asal, saya juga tetap pada pandangan saya bahwa ayat itu adalah hanya menjelaskan bahwa Set memang mirip dengan Adam dan itu tidak terjadi pada anak yang lain. Suatu hal yang biasa biasa saja. Mungkin karena ini adalah peristiwa pertama dimana seorang anak dilahirkan mirip dengan orang tuanya, maka Kejadian ayat 5:3 itu layak diceritakan dalam Alkitab.

Karena kita berseberangan dalam mensikapi ayat tersebut, saya tidak akan kembali mengomentarinya lagi. Biarlah mungkin ada rekan rekan lain yang dapat memberi pandangannya.

LBU

Bener Mas Budi, yang anda tanyakan :

-Ayat yang mendukung adanya dosa asal yang diwariskan, baik yang diucapkan oleh Nabi2 sebelum Yesus atau oleh Yesus sendiri-

adalah termasuk salah satu pertanyaan SANGAT BESAR yang membuat saya SANGAT YAKIN bahwa paham DOSA ASAL adalah BATAL DEMI HUKUM. karena memang tidak ada ucapan langsung dari Yesus.

Sepengetahuan saya, TIDAK ada pasal-pasal yang prinsipil misal dalam perjanjian, surat ketetapan, surat keputusan dan semacamnya yang hanya tersirat.

Apalagi ini dalam hukum agama, haruslah sebuah ajaran berasal dari ucapan Tuhan atau ucapan nabi secara terang dan gamblang.

Hal itulah yang menjadikan saya merekonstruksi keyakinan saya.
Saya yakin bahwa bung DEWO juga TIDAK akan menemukannya.
Dosa asal hanya TERSIRAT dalam pikiran orang-orang yang sudah didogma seperti saya dulu.

Sedangkan yang tersurat saja banyak sekali versinya apalagi yang sekedar tersirat.

Ok?
thats enough

@Dear Budhi (#27),

Oh, maaf karena Anda sudah menunggu lebih dari 1 bulan untuk kemunculan ayat2 pendukung dosa asal yang diwariskan. Hampir saja terlewatkan kalau tidak Anda ingatkan.

Sebenarnya saya sudah mengoper Anda ke thread pendukung tetapi rupanya Anda tidak juga membacanya. Padahal di artikel saya yang lain itu saya sudah menyertakan banyak sekali ayat pendukungnya. Sebentar, saya tuliskan lagi artikel saya yang lain tersebut. Semoga Anda punya waktu untuk membacanya.

Apa & Siapakah Manusia Itu?
Kita Harus Menderita karena Kutukan Allah
Benarkah Adam Manusia Pertama

Konsep dosa di Katolik memang berbeda dengan agama lain. Umumnya agama lain itu menganggap bahwa dosa itu adalah suatu tindakan negatif, sedangkan tindakan positif dapat mengurangi dosa (tindakan negatif). Wah, matematis sekali ya?

Tetapi konsep dosa di Katolik itu berbeda. Konsep dosa di Katolik adalah suatu bentuk keterpisahan manusia dengan Allah. Karena dosa pertama (dosa asal), maka manusia diusir oleh Allah dan akhirnya berpisah dengan Allah. Dan akhirnya semua manusia keturunan ikut menjadi terpisah dengan Allah. Dan rupanya dosa asal ini diwariskan kepada keturunan sehingga setiap keturunan manusia terpisah dari Allah. Dan rupanya setiap keturunan manusia selalu berbuat dosa.

Oh iya, akibat dari dosa asal itu adalah kematian alias maut. Hihihi… serem ya? Puji Tuhan karena kita bisa minta ampunan kepada Allah sehingga kita dapat memiliki pengharapan untuk kembali berkumpul bersama Allah karena murni ampunan-Nya.

Bacaan tambahan yang asyik untuk direnungkan: “Manusia Berdosa dan Membutuhkan Penolong.

Kembali ke… Alkitab!
Nah, supaya Anda tidak penasaran dengan dosa asal, saya langsung saja berikan ayat-ayat yang Anda tuntut tersebut:

Roma 5
5:12 Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa.

Roma 5
5:15 Tetapi karunia Allah tidaklah sama dengan pelanggaran Adam. Sebab, jika karena pelanggaran satu orang semua orang telah jatuh di dalam kuasa maut, jauh lebih besar lagi kasih karunia Allah dan karunia-Nya, yang dilimpahkan-Nya atas semua orang karena satu orang, yaitu Yesus Kristus.

Ini juga mendukung adanya dosa asal:

Roma 5
5:17 Sebab, jika oleh dosa satu orang, maut telah berkuasa oleh satu orang itu, maka lebih benar lagi mereka, yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran, akan hidup dan berkuasa oleh karena satu orang itu, yaitu Yesus Kristus.

Ayat-ayat lain yang sejalan:

I Korintus 15
15:21 Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia.

Masih ada lagi:

I Korintus 15
15:22 Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus.

Kalau yang I Korintus 15:22 ini adalah konsep penebusan manusia oleh Yesus Kristus.

Semoga dapat membantu. GBU.

@Dear Blasius (#28),

-Ayat yang mendukung adanya dosa asal yang diwariskan, baik yang diucapkan oleh Nabi2 sebelum Yesus atau oleh Yesus sendiri-

adalah termasuk salah satu pertanyaan SANGAT BESAR yang membuat saya SANGAT YAKIN bahwa paham DOSA ASAL adalah BATAL DEMI HUKUM. karena memang tidak ada ucapan langsung dari Yesus.

Wah, Anda belum baca artikel yang saya rekomendasikan ya? Ini nih artikel yang saya rekomendasikan.

Apa & Siapakah Manusia Itu?
Kita Harus Menderita karena Kutukan Allah
Benarkah Adam Manusia Pertama

Setelah paham, maka kita dapat menyimpulkan adanya “dosa asal” ini. Umat Katolik/Kristen memang menyebutnya sebagai “dosa asal.” Tetapi Anda bisa pula menyebutnya sebagai “dosa Adam.” Tetapi rupanya dosa Adam/asal ini diturunkan kepada umat manusia.

Ya sudah, baca dulu URL yang saya rekomendasikan. Baru setelah itu Anda bisa mempertajam pertanyaan Anda.

GBU.

@Dear Budhi (#27),

Anda serta menyambutnya seperti mendapatkan ladang emas dan tidak akan melepaskannya, karena inilah satu satunya ayat yang anda anggap sebagai penguatan adanya dosa asal.

Hihihi… Masak sih? Biasa saja kok. Ayat tersebut sudah saya baca sejak lama. Bahkan sejak SD. Tetapi saya memang tidak membuat ayat tersebut sebagai landasan untuk adanya “dosa asal.” Toh saya sudah menuliskan semuanya di artikel saya di:

Apa & Siapakah Manusia Itu?
Kita Harus Menderita Karena Kutukan Allah
Benarkah Adam Manusia Pertama?”

Eh, Anda sudah membacanya kan? Semoga punya kesempatan untuk membacanya. Asyik kok dibacanya. Hihihi… ge-er ya?

Salam.

Mas Agamaku,

Mas mengutip surat2 Paulus untuk menyatakan adanya ayat pendukung dosa asal. Apakah ucapan Paulus lebih berharga dari ucapan Yesus. Yesus tidak pernah mengucapkan dan tidak ada ucapannya mengenai adanya dosa asal dan lebih lebih lagi tidak ada ucapannya bahwa dosa sesorang dapat di alihkan kepada orang lain. Begitu juga dengan ayat ayat yang ada di Perjanjian Lama.

Bila Mas menyandarkan keyakinan kepada apa yang dikatakan oleh Paulus : Yesus anak Allah, Trinitas, Penebusan Dosa, Dosa Asal, Pengakuan Dosa dll. benarlah apa yang dikatakan orang bahwa sendi sendi agama Kristen adalah bukan ajaran Yesus tapi ajaran Paulus.
Dogma Penebusan dosa adalah suatu dogma yang menghilangkan hak Allah untuk mengadili setiap orang.

Satu lagi Mas, cobalah buka Roma 2:5,6 dan 11.

(5) Tetapi oleh kekerasan hatimu yang tidak mau bertobat, engkau menimbun murka Allah atas ditrimu sendiri, pada hari mana murka Allah dan hukuman Allah akan dinyatakan.
(Baca juga versinya dari beberapa alkitab)

(6) Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya.

(11) Perjanjian Baru (WPTC) Allah menghakimi orang dengan tidak membeda bedakannya

(11) Terjemahan Baru. Sebab Allah tidak memandang bulu.

(11) Alkitab Kabar Baik (BIS) Sebab Allah memperlakukan semua orang sama.

Bukti bahwa Pauluspun tidak mempunyai ketetapan mengenai adanya dosa asal/dosa warisan.

Salam

Wah Bung Dewo ini gimana ya, saya dah baca SEMUA ARTIKEL yang Bung Dewo banggakan.
dan semua tulisan bung dewo sudah TERPATAHKAN oleh koment2 dibawahnya.
SEBAGIAN BESAR Anda HANYA reply pada hal2 yang bukan prinsip, anda hanya komen pada hal2 remeh. dan ujung2nya kalau sudah terpojok anda akan beralasan bahwa “saya berpikir sesuai Alkitab”

-ya sesuai menurut siratan anda sendiri, Bung :P-

Anda TIDAK MAMPU membalas pertanyaan2 INTI. atau mengaku belum sempat membalas? sedang cari2 bahan? atau lagi sibuk? atau memang gak bisa jawab?

coba lihat di beberapa artikel anda banyak PERTANYAAN INTI yang tak terjawab oleh Bung Dewo. Nunggu temen katolik yang mo mbantu jawab ?

ada nih yang katolik..

tapi dulu… :D

@Dear Pandora,

Mas mengutip surat2 Paulus untuk menyatakan adanya ayat pendukung dosa asal. Apakah ucapan Paulus lebih berharga dari ucapan Yesus.

Lho-lho-lho… Dosa asal itu sendiri sudah saya jelaskan di komentar nomer #29. Perjanjian lama sudah mencatatkan dosa asal itu. Memang di PL dosa asal tidak diberi nama, tetapi merupakan dosa Adam yang diwariskan. Sedangkan Paulus itu menjelaskan secara gamblang supaya kita semua ngerti maksudnya.

Yesus tidak pernah mengucapkan dan tidak ada ucapannya mengenai adanya dosa asal dan lebih lebih lagi tidak ada ucapannya bahwa dosa sesorang dapat di alihkan kepada orang lain. Begitu juga dengan ayat ayat yang ada di Perjanjian Lama.

Nah ini, sejak jaman purbakala Allah telah menjanjikan penebus dosa manusia sehingga manusia dapat kembali kepada Allah. Para nabi pun menubuatkan Mesias (Yesus Kristus) yang akan menebus dosa manusia. Banyak sekali kok ayat yang menyatakan penebusan ini di PL. Sudah pernah saya bahas di artikel lain.

Tetapi supaya Anda yakin, maka saya kutipkan kata-kata dari PB dan Yesus sendiri:

Matius 1
1:21 Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.”

Yang ngomong pada ayat di atas adalah Malaikat Gabriel yang diutus oleh Allah.

Matius 26
26:28 Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa.
Markus 14
14:24 Dan Ia berkata kepada mereka: “Inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang.

Nah, ayat yang di atas diucapkan sendiri oleh Yesus saat perjamuan kudus terakhir di kehidupan Yesus sebagai manusia.

Bila Mas menyandarkan keyakinan kepada apa yang dikatakan oleh Paulus : Yesus anak Allah, Trinitas, Penebusan Dosa, Dosa Asal, Pengakuan Dosa dll. benarlah apa yang dikatakan orang bahwa sendi sendi agama Kristen adalah bukan ajaran Yesus tapi ajaran Paulus.
Dogma Penebusan dosa adalah suatu dogma yang menghilangkan hak Allah untuk mengadili setiap orang.

Ajaran Paulus itu dari Yesus kok. Semuanya telah dikatakan Yesus. Paulus itu cuma menjelaskan secara gamblang dan detail supaya kita semua paham ajaran Yesus.

Tentang Trinitas: Coba baca artikel saya di:
“Tri Tunggal Mahakudus”
“Tritunggal Mahakudus (2)”
Tentang Penebusan dosa sudah banyak dituliskan di PL dan PB. Tapi akan saya cuplikkan beberapa dari PL:

Mazmur 72
72:14 Ia akan menebus nyawa mereka dari penindasan dan kekerasan, darah mereka mahal di matanya.
Mazmur 77
77:15 Engkaulah Allah yang melakukan keajaiban; Engkau telah menyatakan kuasa-Mu di antara bangsa-bangsa.
77:16 Dengan lengan-Mu Engkau telah menebus umat-Mu, bani Yakub dan bani Yusuf.

Mazmur 103
103:3 Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu,
103:4 Dia yang menebus hidupmu dari lobang kubur, yang memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat,

Yesaya 11
11:11 Pada waktu itu Tuhan akan mengangkat pula tangan-Nya untuk menebus sisa-sisa umat-Nya yang tertinggal di Asyur dan di Mesir, di Patros, di Etiopia dan di Elam, di Sinear, di Hamat dan di pulau-pulau di laut.
11:12 Ia akan menaikkan suatu panji-panji bagi bangsa-bangsa, akan mengumpulkan orang-orang Israel yang terbuang, dan akan menghimpunkan orang-orang Yehuda yang terserak dari keempat penjuru bumi.

Hosea 7
7:13 Celakalah mereka, sebab mereka melarikan diri dari pada-Ku! Binasalah mereka, sebab mereka memberontak terhadap Aku! Aku ini mau menebus mereka, tetapi mereka berdusta terhadap Aku.

Sedangkan penebusan di PB sudah dikatakan Yesus secara langsung. Oh iya, Yesus juga punya kuasa mengampuni dosa. Ini adalah hak istimewa Yesus sebagai Anak Allah. Berbahagialah kita yang mengimani karena kita akan mendapatkan ampunan dari Yesus.

Matius 9
9:2 Maka dibawa oranglah kepada-Nya seorang lumpuh yang terbaring di tempat tidurnya. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: “Percayalah, hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni.”

Matius 9
9:6 Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa” — lalu berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu –: “Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!”

Markus 2
2:5 Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: “Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!”
Markus 2
2:10 Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa” — berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu –:

Lukas 5
5:20 Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia: “Hai saudara, dosamu sudah diampuni.”

Lukas 5
5:24 Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa” — berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu –: “Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!”

Lukas 7
7:48 Lalu Ia berkata kepada perempuan itu: “Dosamu telah diampuni.”

Lukas 23
23:34 Yesus berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” Dan mereka membuang undi untuk membagi pakaian-Nya.

Tentang pengakuan dosa juga sudah dikatakan Yesus sendiri. Bahkan Yesus mengajarkan doa “Bapa Kami” yang menganjurkan kita untuk memohon ampun dan juga mengampuni sesama (Matius 6:12).

Matius 6
6:14 Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga.

Matius 6
6:15 Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.”

Matius 12
12:31 Sebab itu Aku berkata kepadamu: Segala dosa dan hujat manusia akan diampuni, tetapi hujat terhadap Roh Kudus tidak akan diampuni.

Matius 18
18:35 Maka Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu.”

Markus 1
1:4 demikianlah Yohanes Pembaptis tampil di padang gurun dan menyerukan: “Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu.”

Markus 3
3:28 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya semua dosa dan hujat anak-anak manusia akan diampuni, ya, semua hujat yang mereka ucapkan.

Markus 11
11:25 Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu.”

Lukas 3
3:3 Maka datanglah Yohanes ke seluruh daerah Yordan dan menyerukan: “Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu,

Lukas 6
6:37 “Janganlah kamu menghakimi, maka kamu pun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamu pun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni.

Lukas 7
7:47 Sebab itu Aku berkata kepadamu: Dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah banyak berbuat kasih. Tetapi orang yang sedikit diampuni, sedikit juga ia berbuat kasih.”

Lukas 17
17:3 Jagalah dirimu! Jikalau saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia, dan jikalau ia menyesal, ampunilah dia.
17:4 Bahkan jikalau ia berbuat dosa terhadap engkau tujuh kali sehari dan tujuh kali ia kembali kepadamu dan berkata: Aku menyesal, engkau harus mengampuni dia.”

Yohanes 20
20:23 Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada.”

Hehehe… rupanya kata-kata Yesus tentang dosa dan pengampunan dosa itu banyak sekali ya?

benarlah apa yang dikatakan orang bahwa sendi sendi agama Kristen adalah bukan ajaran Yesus tapi ajaran Paulus.
Dogma Penebusan dosa adalah suatu dogma yang menghilangkan hak Allah untuk mengadili setiap orang.

Hihihi… ini klaim yang ngaco. Memang benar jika Paulus itu memberikan banyak sekali penjelasan tentang Teologi, tetapi sebenarnya dia menjelaskan saja tentang apa yang telah diajarkan Yesus Kristus.

Dogma penebusan dosa itu tetap hal Allah melalui Yesus Kristus. Lewat iman kita kepada Yesus, maka kita ditebusnya. Sedangkan Yesus akan datang yang kedua kalinya untuk menghakimi manusia. Manusia akan dipilah antara yang jahat dan benar. Puji Tuhan, berbahagialah kita yang telah ditebusnya.

Satu lagi Mas, cobalah buka Roma 2:5,6 dan 11.

Ya jelaslah, di ayat itu pun sudah disebutkan jika: “Tetapi oleh kekerasan hatimu yang tidak mau bertobat…”, menyebutkan jika “TIDAK MAU BERTOBAT” maka tentu saja tidak akan diampuni. Intinya adalah “pertobatan” yang akan mendatangkan “pengampunan.”

Begitulah jawaban dari saya. Semoga dapat membantu.

@Dear Blasius (#33),

Wah Bung Dewo ini gimana ya, saya dah baca SEMUA ARTIKEL yang Bung Dewo banggakan.
dan semua tulisan bung dewo sudah TERPATAHKAN oleh koment2 dibawahnya.
SEBAGIAN BESAR Anda HANYA reply pada hal2 yang bukan prinsip, anda hanya komen pada hal2 remeh. dan ujung2nya kalau sudah terpojok anda akan beralasan bahwa “saya berpikir sesuai Alkitab”

-ya sesuai menurut siratan anda sendiri, Bung :P-

Hihihi… Biasa aja atuh, saya tidak membanggakan, cuma menunjukkan pada Anda apa yang harus dibaca. Cape kalau setiap komen harus menjelaskan hal-hal yang telah dijawab, makanya saya silakan saja Anda menuju ke artikel yang tepat.

Tulisanku “TERPATAHKAN?” Hahaha… tidak apa-apa. Toh saya bukan ahli agama. Toh saya tidak perlu membela Yesus. Justru Yesus lah yang membela saya.

Jadi, kalau Anda menganggap tulisan saya “TERPATAHKAN”, maka saya tidak keberatan. Tetapi walau pun tulisan saya “TERPATAHKAN”, iman saya “TIDAK PATAH” kok. Saya sangat mengimani Tritunggal, penebusan dan pengampunan dosa.

Anda TIDAK MAMPU membalas pertanyaan2 INTI. atau mengaku belum sempat membalas? sedang cari2 bahan? atau lagi sibuk? atau memang gak bisa jawab?

coba lihat di beberapa artikel anda banyak PERTANYAAN INTI yang tak terjawab oleh Bung Dewo. Nunggu temen katolik yang mo mbantu jawab ?

Kadang-kadang saya memang TIDAK MAMPU, tetapi Alkitab MAMPU! Maklumlah, saya kan cuma manusia biasa. Kalau pun otak saya mentok, silakan membaca Alkitab dengan bimbingan Roh Kudus, maka Anda akan menemukan jawabannya.

Oh iya, saya memang “sibuk” kok. Mungkin tidak sesibuk Anda, tetapi cukup sibuk. Akhir-akhir ini saya memang sering ke luar kota. Tetapi di setiap waktu dan di mana pun, saya selalu menyempatkan diri menjawab semua pertanyaan. Maaf kalau terlambat, mungkin karena saya tidak punya akses internet karena saya ada di luar kota.

Mengenai “nunggu temen Katolik”, kadang saya memang menunggu. Tetapi rupanya teman Katolik punya Visi dan Misi lebih hebat dan lebih mulia dari saya. Misalnya mereka lebih banyak terjun di pelayanan dan lapangan. Mereka banyak berkecimpung di bidang sosial. Sedangkan saya? Ah, saya hanya bisa lewat internet. Itu pun terjebak dalam diskusi berkepanjangan…

Tetapi saya tidak keberatan kok melakukan apa yang saya lakukan selama ini. Karena saya bekerja untuk Tuhan. Eh, kok saya malah jadi curhat ya? Hehehe…

GBU.

“…Tulisanku “TERPATAHKAN?” Hahaha… tidak apa-apa. Toh saya bukan ahli agama. Toh saya tidak perlu membela Yesus. Justru Yesus lah yang membela saya…..”

Memang tidak perlu anda membela Yesus kok, karena juga anda belum tentu mampu.

“…Saya sangat mengimani Tritunggal, penebusan dan pengampunan dosa….”

Silakan bung, daripada anda perlu repot berpikir ulang, lebih baik pake aja apa yang udah diajarkan pada anda dari semenjak anda kecil.

“…Kadang-kadang saya memang TIDAK MAMPU, tetapi Alkitab MAMPU! Maklumlah, saya kan cuma manusia biasa. Kalau pun otak saya mentok, silakan membaca Alkitab dengan bimbingan Roh Kudus, maka Anda akan menemukan jawabannya….”

Apakah yang dimaksud bimbingan Roh Kudus itu adalah saya tidak perlu menggunakan logika yang telah diberikan Tuhan pada saya?
memang enaknya membaca Alkitab dan tidak perlu pakai logika, iya-iyakan saja apa kata pastor dan romo

Mas Dewo (34)

Cobalah cermati *Dia* dengan huruf D besar pada Matius 1:25
Dia yang pertama jelas menunjukkan Yesus, tapi pada Dia yang kedua dapat juga berarti Allah Yang Maha Esa. Ketidak jelasan Ayat ayat yang seperti inilah menggiring keyakinan anda menuhankan Yesus.

Matius 9:2 :…. percayalah, hai anakku, dosamu telah diampuni

Markus 2:5 :… Hai anakkku, dosamu telah diampuni.

Lukas 5:20:…Hai saudaraku, dosamu telah diampuni

Ayat tersebut di atas tidak dapat diartikan bahwa Yesus memberi ampunan pada mereka, tapi Yesus hanya sebagai orang menyampaikan bahwa Allah Yang Maha Esa telah memberi ampun bagi mereka. Bila ampunan itu datangnya dari Yesus tentu redaksinya akan seperti ini : Hai anakku, dosamu telah kuampuni*

Lukas 5:24 dapat dipertentangkan dengan Lukas 23:24
Yesus berkata “Ya Bapa, ampunilah mereka sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.

Lukas 5:24 mengatakan bahwa anak manusia mempunyai kuasa untuk memberi ampun, bila ya, tidak perlu lagi Yesus berseru pada Bapa untuk memberi ampun bagi mereka yang tidak tahu apa yang mereka perbuat (Lukas 23:24) Dan tidak perlu Allah mengorbankan Yesus di tiang Salib. Cukuplah hanya Yesus memberi ampunan bagi anak cucu Adam yang berdosa. Gamblang bukan.

Salam

@Dear Pandora #37,
Mari kita simak Matius 9:2

9:2 Maka dibawa oranglah kepada-Nya seorang lumpuh yang terbaring di tempat tidurnya. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: “Percayalah, hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni.”

Ini benar-benar Yesus Kristus yang mengatakan karena Yesus memang berkuasa mengampuni dosa. Baca saja ayat selanjutnya:

9:3 Maka berkatalah beberapa orang ahli Taurat dalam hatinya: “Ia menghujat Allah.”
9:4 Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata: “Mengapa kamu memikirkan hal-hal yang jahat di dalam hatimu?
9:5 Manakah lebih mudah, mengatakan: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah dan berjalanlah?
9:6 Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa” — lalu berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu –: “Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!”
9:7 Dan orang itu pun bangun lalu pulang.

Jelaskan?

Lukas 5:24 mengatakan bahwa anak manusia mempunyai kuasa untuk memberi ampun, bila ya, tidak perlu lagi Yesus berseru pada Bapa untuk memberi ampun bagi mereka yang tidak tahu apa yang mereka perbuat (Lukas 23:24) Dan tidak perlu Allah mengorbankan Yesus di tiang Salib. Cukuplah hanya Yesus memberi ampunan bagi anak cucu Adam yang berdosa. Gamblang bukan.

Pada saat Lukas 23:24, Yesus memang memohonkan ampun kepada Allah Bapa demi manusia. Justru di sinilah konsep penebusan Yesus yang menggenapi Alkitab Perjanjian Lama. Di sini Yesus bertindak sebagai Imam Agung Abadi yang memohonkan ampun kepada Allah.

Tetapi bagi orang yang tidak mengimaninya, hal ini memang tampak tidak masuk akal. Terutama mengapa Allah harus mengorbankan Yesus di salib? Yesus memang punya kuasa pengampunan dosa, tetapi Yesus harus menggantikan mekanisme kurban pengampunan dosa, yaitu dengan diri-Nya sendiri yang kekal sehingga kita tidak perlu membuat upacara kurban setiap tahun.

Dengan dipimpin oleh Yesus yang kekal, yang telah mengalahkan maut, kita dapat mengikuti upacara surgawi kelak. Mengenai penyaliban Yesus sendiri sudah dinubuatkan oleh para nabi sejak dahulu kala. Dan kehadiran-Nya telah menggenapi semuanya.

Salam.

DW:”..Pada saat Lukas 23:24, Yesus memang memohonkan ampun kepada Allah Bapa demi manusia. Justru di sinilah konsep penebusan Yesus yang menggenapi Alkitab Perjanjian Lama. Di sini Yesus bertindak sebagai Imam Agung Abadi yang memohonkan ampun kepada Allah….”

Ya, Yesus sebagai “mediator” antara Allah Bapa dan Manusia.
Kenapa akhirnya yang anda sembah adalah sang Mediator?

DW: “..Tetapi bagi orang yang tidak mengimaninya, hal ini memang tampak tidak masuk akal. Terutama mengapa Allah harus mengorbankan Yesus di salib? Yesus memang punya kuasa pengampunan dosa, tetapi Yesus harus menggantikan mekanisme kurban pengampunan dosa, yaitu dengan diri-Nya sendiri yang kekal sehingga kita tidak perlu membuat upacara kurban setiap tahun…”

Masuk akal bung, hanya saya ingin tanya dimana bung Dewo menemukan dalil bahwa Yesus HARUS menggantikan mekanisme kurban pengampunan dosa? saya minta yang TERSURAT yah?

Kalau banyak hal sekedar tersirat, apa bedanya Agama anda dengan Mitos?

Mas Dewo (34),

Roma 5:12,15 dan 17 serta Korintius 1:17,22
**Ajaran itu dari Yesus kok. Semuanya telah dikatakan Yesus. Paulus itu cuma menjelaskan secara gambang dan detail supaya kita semua paham ajaran Yesus.**

Kalau boleh kiranya Dewo dapat menunjukkan ayat yang dikatakan oleh Yesus itu dan bukan yang tersirat. Karena kalau tersirat dapat memberikan beberapa tafsir.

Dewo hanya mengemomentari ayat Roma 2:5 dan tidak melihat ayat 2:6 dan 2:11.

Roma 2:6 = Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya.
Roma 2:11 = Allah menghakimi semua orang dengan tidak membeda-bedakannya

Kalau Dewo katakan bahwa Paulus hanya menjelaskan apa yang dikatakan oleh Yesus secara gamblang, maka Dewo juga hendaknya juga meyakini bahwa apa yang dikatakan oleh Paulus tersebut adalah apa yang dikatakan oleh Yesus. Bahwa setiap orang akan diadili menurut perbuatannya sendiri dan bukan oleh perbuatan yang diwarisi dari orang lain. Allah tidak akan membeda-bedakan mereka menurut keyakinannya.

Isi kedua ayat tersebut jauh panggang dari api dengan ayat Roma 5:12,15,17 dan Korintius 1:17,22.

Salam

Dewo (38)

** Ini benar benar Yesus yang mengatakan kerena Yesus memang berkuasa mengampuni dosa. Baca selanjutnya.**

Saya tidak mengatakan bahwa itu adalah bukan ucapan Yesus (tidak dibaca dengan baik, Ya). Yang saya katakan bahwa Yesus hanya sebagai penyampai.

Akhli Taurat yang kelihatannya marah akan perkataan Yesus tersebut karena mereka juga mengartikan ucapan itu sama seperti Dewo mengartikannya dan mereka akan lebih marah lagi bila Yesus mengatakan “dosamu telah kuampuni”, karena menurut mereka yang kuasa mengampuni adalah Allah.

**Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka** Yang mengetahui pikiran Yesus itu siapa? Kok, seperti penulis Biografi saja. Adalah cukup bila kalimat itu DITIADAKAN dan cukup mengatakan **mengapa kamu memikirkan hal hal yang jahat dalam hatimu** . Mungkin itu lebih masuk akal.

Salam

To Blasius ananta Kurniawan:

Jikalau garam menjadi tawar dengan apakah dia diasinkan? Tidak ada gunanya lagi selain dibuang dan diinjak2 orang.

To Dewo:

Matius 7:6

“Jangan kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injaknya dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak kamu.”

@Dear Yadi (#42),

Terima kasih atas nasehatnya. Terima kasih telah mengingatkan dengan Matius 7:6. Seharusnya saya tidak boleh memberikan barang kudus secara sembarangan.

Saya cuma memberitakan Kabar Baik dan Keselamatan dari Allah. Semoga semakin banyak orang yang diselamatkan.

GBU.

@Pandora (41)
**Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka** Yang mengetahui pikiran Yesus itu siapa? Kok, seperti penulis Biografi saja. Adalah cukup bila kalimat itu DITIADAKAN dan cukup mengatakan **mengapa kamu memikirkan hal hal yang jahat dalam hatimu** . Mungkin itu lebih masuk akal.

==Pandangan anda terhadap Mat 9:4 diatas bisa juga dibenarkan, itulah yang saya katakan sebagaimana di salib katholik bahwa Injil Matius adalah hal kesaksian mengenai Yesus Sang Injil (Khabar sukacita), Biografi terhadap Yesus.
Anda tentunya sudah mulai paham mengenai ‘Gaya Bahasa’ penulisan Alkitab, kalimat “Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka” bisa dianalisa sebagai gaya bahasa pribadi ataupun kesaksian penulis sebagai penegasan terhadap ucapan Yesus “Mengapa kamu memikirkan hal-hal yang jahat dalam hatimu”.

Sebagaimana anda, kita beruntung sekali diberikan akal budi, yang berupa fikiran dan Naluri, anda mungkin sering bertatap muka dengan lawan bicara anda, anda bisa ‘menilai’ kata-kata lawan bicara anda yang tersirat dari gerak tubuh entah raut muka, gerak bibir ataupun alis mata, bernilai tulus atau tidak, dan tentunya kita tidak boleh terlalu paranoid berpikir negatif, tetapi setidaknya kita bisa tetap bersikap positif.
Kalimat “Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka” bisa Merupakan kesaksian atas aksi-reaksi hal peristiwa tsb, yang dituliskan dalam bentuk ‘komentar penulis/saksi’. dan bisa juga sebagai Comment atas ucapan Yesus yang tiba2 berucap “Mengapa kamu memikirkan hal-hal yang jahat dalam hatimu”

Pada masa Yesus, banyak sekali ahli2 Taurat yang “Menguji dan Menjebak Yesus”, namun semuanya bisa dipatahkan dengan mengembalikan .

salam

Henri,

***Pandangan anda terhadap Mat 9:4 diatas bisa juga dibenarkan,itulah yang saya katakan sebagaimana di salib Katolik bahwa injil Matius adalah hal kesaksian mengenai sang injil (Kabar sukacita), Biografi terhadap Yesus***

Terima kasih atas penjelasan anda, bahwa Injil tersebut adalah suatu biografi dari Yesus tak lebih dan tak kurang yang ditulis oleh 4 orang menulis, disamping anda sebutkan bahwa injil adalah sejajar dengan hadits.

Tidak ada komentar lain dari saya hal mengenai hal tersebut, barangkali rekan lain dapat menambahkannya.

Mengenai ayat Roma 2:5 di bandingkan dengan Roma 2:6 dan 2:11, kiranya Henri dapat memberikan tanggapan, karena sampai sekarang tidak ada komentar dari Dewo (selalu).

Salam

Henri,

Maaf yang saya maksud dalam no.45 adalah Roma 5:12,15, 17 serta Korintius 1:17,22 dibanding dengan Roma 2:5,6 dan 11.
sebagaimana posting saya no.40.

@Pandora (37)
Matius 9:2 :…. percayalah, hai anakku, dosamu telah diampuni
Markus 2:5 :… Hai anakkku, dosamu telah diampuni.
Lukas 5:20:…Hai saudaraku, dosamu telah diampuni

Ayat tersebut di atas tidak dapat diartikan bahwa Yesus memberi ampunan pada mereka, tapi Yesus hanya sebagai orang menyampaikan bahwa Allah Yang Maha Esa telah memberi ampun bagi mereka. Bila ampunan itu datangnya dari Yesus tentu redaksinya akan seperti ini : Hai anakku, dosamu telah kuampuni*
————————-
Pandora, saya coba berikan gambaran sebatas pengetahuan saya hal pengampunan, posting anda (37)sbb:
*1)Hai anakku, dosamu telah diampuni
*2)Hai anakku, dosamu telah kuampuni

Menilik kata2 Yesus *1) dibandingkan dengan pernyataan anda *2) adalah suatu perbedaan yang besar, sayang sekali pembahasan kita mengenai kekekalan dan Firman terputus, karena rentetannya besar sekali sebagai dasar pemahaman Alkitab, namun apa salahnya saya tegaskan lagi hal yang telah berlalu di halaman ini.
Pada masa nabi2 terdahulu Allah menyatakan diriNya melalui keajaiban2 dan penampakan awan dsb spt kepada Musa, Abraham.
Sebagaimana yang dijanjikanNya, Allah ‘menyatakan’ diriNya hadir dalam Manusia Yesus sebagaimana, tentunya sebagai manusia itu harus melalui proses lahir, hidup dan mati. Saya memahami maksud pertanyaan pandora, namun sedikit saya sampaikan lagi bahwa Yesus adalah 100% Manusia yang memiliki sifat manusiawi seperti kita, dan Yesus adalah juga 100% Allah dalam arti bahwa Yesus adalah ‘Manifestasi’ dari Kalam Allah itu sendiri, oleh karenanya Yesus memiliki Kuasa Ilahi.

*1)..Hai anakku, dosamu telah diampuni, dalam hal ini dalam pandangan saya bukanlah berarti bahwa Yesus hanyalah sebagai penyampai, apabila hanya sebagai penyampai saja semestinya redaksinya spt ini.
=Hai anakku, dosamu telah diampuniNya

Sebagaimana yg umat kristiani mengetahui, Pribadi Yesus yang rendah hatilah yang menjadikan kalimat yang menurut anda seharusnya ‘kuampuni’ berakhir menjadi ‘diampuni’, anda juga membaca alkitab, Yesus sering melakukan keajaiban yang tersembunyi, yang hanya diketahui oleh murid2nya saja. kalimat ‘kuampuni’ bisa menjadikan suatu cermin kesombongan, namun anda juga melihat bahwa hanya dengan mengatakan ‘diampuni’ saja, banyak orang2 yang heran terhadap pribadi Yesus.

salam

Henri,

Terima kasih atas penjelasan anda bahwa Yesus adalah manusia 100% dan Allah 100%. Penjelasan itu menyatakan bahwa disamping Allah Bapa ada Allah yang lain. Tak ada komentar saya mengenai hal ini.

Cuma saya akan meminta (maaf) kiranya anda juga melihat

Lukas 11:1-2;
“Ketika murid muridku meminta kepadaku untuk mengajarkan mereka berdoa, apakah aku ada mengajarkan kepada mereka untuk berdoa kepadaku atau kepada oknum lain kecuali Bapa?
“Pernahkah aku menamakan diriku Tuhan atau mengatakan kepadamu bahwa aku adalah pencipta dunia dan yang harus disembah.

Johanes 5:30; Markus 12:29-30; Ulangan 4:35,39; Ulangan 32:39; 1 Raja Raja 8:60; Raja Raja 19:15; Yesaya 44:9; Yesaya 45:5,21,22; Yesaya 46:9 (sengaja tidak saya tuliskan, anda dan rekan lain dapat membacanya di alkitab online.

Disini saya akan menambahkan satu ayat dari dari Al Qur’an

Surat Saba’ ayat 22
Katakanlah, “Serulah mereka yang kamu anggap selain Allah, mereka tidak memiliki seberat zarrah pun di langit dan tidak (pula) di bumi, dan tiada bagi mereka pada keduanya sekutu, dan tidak seorangpun ada bagi-Nya dari mereka suatu penolong.

Salam

@Pandora (48)
Terima kasih atas penjelasan anda bahwa Yesus adalah manusia 100% dan Allah 100%. Penjelasan itu menyatakan bahwa disamping Allah Bapa ada Allah yang lain. Tak ada komentar saya mengenai hal ini.

==Maaf, anda terlalu cepat mengambil kesimpulan mengenai Ketuhanan Yesus dalam iman Kristiani.
Anggaplah contoh sederhana sebagai misal pandora mungkin pernah mendengar istilah “Manunggaling Kawulo Gusti” dalam kepercayaan jawa, atau dalam filsafat islam saya pernah mendengar pandangan oleh Al Hallaj, ataupun Syech Siti Jenar (yg pemahamannya ditentang oleh islam, mirip seperti itulah, namun sebenarnya juga bisa dikatakan memiliki perbedaan yang sangat besar, Yesus bukan hanya “Manunggal” dengan Allah, tetapi lebih jauh lagi adalah sebagai “Manifestasi/Penjelmaan” dari Kalam Allah.

——————
@Pandora (48)
Cuma saya akan meminta (maaf) kiranya anda juga melihat

Lukas 11:1-2;
“Ketika murid muridku meminta kepadaku untuk mengajarkan mereka berdoa, apakah aku ada mengajarkan kepada mereka untuk berdoa kepadaku atau kepada oknum lain kecuali Bapa?
“Pernahkah aku menamakan diriku Tuhan atau mengatakan kepadamu bahwa aku adalah pencipta dunia dan yang harus disembah

==Mungkin pandora bisa menjelaskan lagi asal usul injil lukas yang pandora kutipkan diatas, apakah sumber Lukas 11:1-2 pandora ambil dari injil barnabas ataukah dari sumber lain.

Salam

Lukas 11: 1-2;
1. Pada suatu kali Yesus sedang berdoa di salah satu tempat. Ketika Ia berhenti berdoa, berkatalah seorang dari murid-muridNya kepadaNya : “Tuhan, ajarlah kami berdoa, sama seperti yang diajarkan Yohanes kepada murid-muridnya.”
2. Jawab Yesus kepada mereka : “Apabila kamu berdoa, katakanlah: Bapa, dikuduskanlah namaMu; datanglah KerajaanMu.

salam

Henri,

Bahwa terjemahan alkitab selalu diperbaharui (direvisi) sudah bukan rahasia lagi. Mungkin sumber yang saya kutip itu di ambil itu dari beberapa revisi tersebut atau itu langsung dari akarnya.
Ayat yang saya kutip dapat anda sandingkan dengan yang ada di Alkitab Bahasa Indonesia Sehari hari (BIS). Nafasnya sendiri sama dengan yang ada pada Lukas 11:1-2 yang anda kutip. Bahwa doa hanya ditujukan kepada Allah Bapa dan tidak kepada yang lain.

Dalam posting anda di Salib Katolik anda katakan bahwa *MENURUT KABAR BURUNG PELAN PELAN TERJEMAHAN ALKITAB AKAN DIKEMBALIKAN KE AKARNYA*

Pertanyaannya “Apakah itu dapat dikatakan bahwa terjemahan yang sekarang ini sudah tercerabut dari akarnya?”

Apakah anda sudah juga membaca pada ayat ayat lain yang saya berikan pada posting No. 48

Salam

Dear Pandora,

Mungkin ada baiknya jika anda mengutip alkitab disebutkan sumbernya (*sekedar saran *), saya juga sedang belajar alkitab tp yang hanya diakui ummat nasrani pada umumnya. Dimanakah saya bisa kunjungi alkitab versi barnabas yang online ?

@ Yoseph Henri,

“Manunggaling Kawulo Gusti” adalah contoh kesombongan manusia, Dalam konsep ISLAM sendiri penyaliban yang terjadi bukan terhadap Nabi ISA , mungkin saudara Pandora bisa mencukilkan ayatnya.

==> Konsep trinitas menurut hemat saya dimulai pasca penyaliban (yang diakui sebagai) Yesus, sebelum Yesus disalib bisakah saudara Yosep Henri memberikan saya beberapa cukilan ayat yang mengarah pada konsep Trinitas ? terima kasih atas pencerahannya.

Salam Damai.

@Pandora (51)
Bahwa terjemahan alkitab selalu diperbaharui (direvisi) sudah bukan rahasia lagi. Mungkin sumber yang saya kutip itu di ambil itu dari beberapa revisi tersebut atau itu langsung dari akarnya.

==Pembaharuan alkitab memang senantiasa dilakukan dalam konteks pemahaman terhadap perkembangan bahasa, namun itu bukan berarti mengubah nafas isi alkitab.
Alkitab yang sahih yang iman kristiani pegang adalah yang dicetak oleh Lembaga Alkitab Indonesia (LAI), bukan yang lain, rasanya pandora sendiri akan keberatan bila saya pribadi menekankan pada pandora hal alquran dan hadits yang tidak sahih sebagai suatu kebenaran sejati bagi umat islam.

Perlu pandora juga ketahui kalau tidak salah saksi Yehova juga menerbitkan cetakan sendiri yang intinya menolak ketuhanan Yesus. Namun sampai saat ini saya belum pernah memegangnya, barangkali kalau tidak salah tebak injil yang pandora pegang adalah salah satunya.

Untuk itu rujukan yang pandora sampaikan belum bisa sepenuhnya saya terima sebagai bahan diskusi.

salam

@Ferry (52)
Injil Yudas online sy belum tahu, namun sdr Ferry bisa mendapatkannya di Gramedia diantara bagian buku2 islam.

Apologi terhadap ketidak sahihnya injil barnabas dapat di klik:

http://www.iscs.or.id/do/index.php?option=com_content&task=view&id=20&Itemid=2
——–

salam

@Ferry(52)
“Manunggaling Kawulo Gusti” adalah contoh kesombongan manusia, Dalam konsep ISLAM sendiri penyaliban yang terjadi bukan terhadap Nabi ISA.

==Adalah hak anda memiliki pandangan demikian, dan adalah menjadi hak pribadi saya bilamana saya memberikan pernyataan atas kekaguman saya dengan para sufi maupun para bhiksu yang telah ‘melampaui’ keduniawian mereka dalam perjalanan spiritual dan pengalaman pribadi mengenal Sang Khalik.
——–

@Ferry(52)
Konsep trinitas menurut hemat saya dimulai pasca penyaliban (yang diakui sebagai) Yesus, sebelum Yesus disalib bisakah saudara Yosep Henri memberikan saya beberapa cukilan ayat yang mengarah pada konsep Trinitas ? terima kasih atas pencerahannya.

==saya sampaikan beberapa ayat saja:
ALLAH BERFIRMAN DENGAN DIRINYA
Kej 1: 26 Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.”

Kej 3:22 Berfirmanlah TUHAN Allah: “Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya.”

JANJI ALLAH
Ul. 18:18 seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya.

PERNYATAAN YESUS
Yoh 14:7 Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia.”

Yoh 14 :10 Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya. (11) Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri.

Yoh 5:18 Sebab itu orang-orang Yahudi lebih berusaha lagi untuk membunuh-Nya, bukan saja karena Ia meniadakan hari Sabat, tetapi juga karena Ia mengatakan bahwa Allah adalah Bapa-Nya sendiri dan dengan demikian menyamakan diri-Nya dengan Allah.

(19) Maka Yesus menjawab mereka, kata-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak.

(21) Sebab sama seperti Bapa membangkitkan orang-orang mati dan menghidupkannya, demikian juga Anak menghidupkan barangsiapa yang dikehendaki-Nya.
(22) Bapa tidak menghakimi siapapun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak,

(26) Sebab sama seperti Bapa mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri, demikian juga diberikan-Nya Anak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri.
(27) Dan Ia telah memberikan kuasa kepada-Nya untuk menghakimi, karena Ia adalah Anak Manusia.

salam.

Dear Yoseph Henri,

Terima Kasih.

Salam Damai.

@Dear Bro Ferry (#52),

Konsep trinitas menurut hemat saya dimulai pasca penyaliban (yang diakui sebagai) Yesus, sebelum Yesus disalib bisakah saudara Yosep Henri memberikan saya beberapa cukilan ayat yang mengarah pada konsep Trinitas ? terima kasih atas pencerahannya.

Sayangnya Bro Ferry melewatkan artikel sebelumnya, yaitu:
Tri Tunggal Mahakudus
Tritunggal Mahakudus (2)

Silakan dibaca dulu. Semoga dapat mencerahkan. GBU.

@ Yoseph Henri,

==> Sebelumnya, terima kasih atas pencerahannya mengenai cukilan injil.

Yoseph Henri (# 55) -> “Adalah hak anda memiliki pandangan demikian, dan adalah menjadi hak pribadi saya bilamana saya memberikan pernyataan atas kekaguman saya dengan para sufi maupun para bhiksu yang telah ‘melampaui’ keduniawian mereka dalam perjalanan spiritual dan pengalaman pribadi mengenal Sang Khalik.”

==> Tampaknya anda adalah penggemar faham Ibnu Arabi si orang spanyol, sekedar informasi Ibnu Arabi bukan orang ISLAM (sebagai rujukan -> http://www.eramuslim.com/ustadz/aqd/7522070723-ibnu-arabi-dan-islam-liberal.htm) jadi buah pikirnya tidak bisa dianggap buah pikir filsuf ISLAM, tetapi sekali lagi adalah hak anda atas pandangan anda.

Salam Damai.

Henri,

Maaf bila Lukas 11:1-2 yang saya tampilkan membuat anda merasa tidak nyaman, saya minta kiranya apa yang saya tampilkan itu tidak pernah ada. Sekali lagi saya mohon maaf.

Ferri,

Karena saya tidak terlahir dari kultur Jawa, saya tidak mengerti apa yang dimaksud dengan *Manunggaling Kawulo Gusti*, tapi mengenai penyaliban Yesus (Isa) menurut Islam dapat dilihat dalam surat An Nisa 157-158. Ayat ini sudah sering ditampilkan disini dan tidak ada salahnya kembali akan saya tampilkan.
_______________________
An Nisa 156-158
Dan karena kekafiran mereka (terhadap Isa) dan tuduhan mereka terhadap Maryam dengan kedustaan besar (zina),

dan perkataan mereka ,”sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih Putra Maryam, Rasul Alllah. “Mereka tidak membunuhnya dan tidak pula menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Dan sesungguhnya orang orang yang berselisih (paham) tentang Isa, benar benar dalam keraguan padanya. Mereka tidak mempunyai pengetahuan tentang itu kecuali mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak membunuhnya dengan yakin.

tetapi Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan Allah adalah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
_________________

Kalimat *ma taqaluhu wa ma shalabuhu* dalam ayat tersebut di atas berarti bahwa mereka tidak membunuh Isa dengan jalan apa saja (secara umum) atau mebunuhnya dengan cara disalib.

Dari salah satu buku bekas yang saya perdagangkan ada kesimpulan atas ayat di atas.
*Nabi Isa tidak mati oleh sebab terbunuh dan juga tidak mati oleh sebab tersalib.
* Nabi Isa dituntun (di angkat) Tuhan ketempat lain yang telah ditentukan oleh-Nya, sesuai dengan doa Nabi Isa waktu berada di taman Getsemani.

Al Qur’an tidak memceritakan bagaimana penyelamatan Nabi Isa secara rinci; banyak para ulama menafsirkan ayat ayat itu dengan berbagai tafsir.

Sebagian berpendapat bahwa kelepasan Nabi Isa dari penyaliban terjadi pada waktu dia dibawa dari istana Pilatus ke bukit Golgota. Ditengah jalan dia ditukar oleh orang lain yang bernama Simon Kirene. Dan Simon inilah yang disalib sampai mati.

Sebagian lagi lagi berpendapat bahwa Nabi Isa telah diselamatkan Allah ketika mau ditangkap di taman Getsemani. Dia telah menyelinap tersembunyi dari penglihatan orang orang yang akan menangkapnya. Yudas murid yang berhianat dijadikan Allah terserupa dengan Isa dan Yudas inilah yang ditangkap, dibawa kehadapan Pilatus dan disalibkan di bukit Golgota.

Pendapat terakhir ini terdapat juga dan diceritakan secara rinci di dalam Injil Barnabas (salah satu dari injil yang tidak diakui oleh umat Kristiani). Maaf, saya bukan bermaksud menampilkan sesuatu yang bertentangan dengan injil injil yang empat, tetapi saya cuma ingin menampilkan adanya sumber lain berhubungan dengan Surat An Nisa tersebut di atas.

Salam

Nukilan ayat yang terdapat dalam posting No. 55, terutama Ulangan 18:18 mendorong keingin tahuan saya apa yang sebenarnya yang dimaksud oleh ayat tersebut.

Ulangan 18:18
**Seorang Nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka , seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya**

Ayat itu merupakan janji Allah kepada Musa akan datangnya seorang Nabi.
Pertanyaannya adalah :
= Siapa yang dimaksudkan Nabi yang seperti engkau (Musa) ini
= Siapa yang dimaksud bagi *mereka*
= Siapa yang dimaksud *dari antara saudara mereka*

Semoga ada yang dapat memberikan pencerahan.

Salam

@Pandora (61)
Saya lengkapi :
Ulangan 18: 15-18
(15) Seorang nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku, akan dibangkitkan bagimu oleh TUHAN, Allahmu; dialah yang harus kamu dengarkan.

(16) Tepat seperti yang kamu minta dahulu kepada TUHAN, Allahmu, di gunung Horeb, pada hari perkumpulan, dengan berkata: Tidak mau aku mendengar lagi suara TUHAN, Allahku, dan api yang besar ini tidak mau aku melihatnya lagi, supaya jangan aku mati.

(17) Lalu berkatalah TUHAN kepadaku: Apa yang dikatakan mereka itu baik;

(18)Seorang Nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka , seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya

Ayat itu merupakan janji Allah kepada Musa akan datangnya seorang Nabi.
Pertanyaannya adalah :
= Siapa yang dimaksudkan Nabi yang seperti engkau (Musa) ini
= Siapa yang dimaksud bagi *mereka*
= Siapa yang dimaksud *dari antara saudara mereka*

==Kata2 tersebut merujuk pada pribadi Yesus, Firman Allah diatas hanya sebagai awal dari serentetan penjelasan yang di Firmankan Allah melalui wahyu2 berikutnya kepada para nabi sebelum Yesus.
kata2 “Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya” adalah merujuk ke pribadi Yesus, Kata-kata Yesus adalah kata-kata Allah sendiri dan penegasan ayat (16) Musa berbicara kepada pengikutnya yang minta “Kehadiran Allah” tidak lagi melalui suaraNya atau dalam wujud Api.

==’mereka’ yang dimaksud adalah pengikut Musa, umat Israel

==’dari antara saudara mereka’ adalah saudara-saudara maupun dari anak keturunan dari pengikut-pengikut Musa sendiri, umat Israel, anak-istri maupun keturunan pengikut Musa yang satu adalah merupakan ‘saudara’ dengan anak-istri maupun keturunan pengikut Musa yang lain.

salam

Henri (62),

Terima kasih atas pencerahannya. Tapi ada satu yang belum anda jelaskan yaitu :

= Siapa yang dimaksud dengan Nabi yang seperti Engkau (Musa)

Mungkin Henri dapat memberikan landasan mengapa sampai dikatakan bahwa Nabi yang dimaksud itu adalah seperti Musa.

Salam

@Pandora(63)
Siapa yang dimaksud dengan Nabi yang seperti Engkau (Musa)

Mungkin Henri dapat memberikan landasan mengapa sampai dikatakan bahwa Nabi yang dimaksud itu adalah seperti Musa.

==Ulangan 18:18
Seorang Nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka , seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya.

Kata2 tersebut merujuk pada pribadi Yesus, Firman Allah diatas hanya sebagai awal dari serentetan penjelasan yang di Firmankan Allah melalui wahyu2 berikutnya kepada para nabi sebelum Yesus.
kata2 “Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya” adalah merujuk ke “Kehadiran Allah” dalam pribadi Yesus, Kata-kata Yesus adalah kata-kata Allah sendiri sebagai jawaban dan penegasan ayat (16) Musa berbicara kepada pengikutnya yang minta “Kehadiran Allah” tidak lagi melalui suaraNya atau dalam wujud Api.

Yesaya 7:14
Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel.

Yesaya 9:5
Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.

Yesaya 11:1-2
Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah.
Roh TUHAN akan ada padanya, roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan TUHAN;

Apakah landasan2 diatas cukup mewakili sebagai jawaban atas pertanyaan pandora?

salam

Dear Henri (64),

Kelihatannya ayat ayat yang anda kutip adalah menjurus kepada nubuatan untuk Yesus. Tapi dibagian mana ayat ayat itu dapat dihubungkan dengan Musa?.

Yang saya minta adalah siapa Nabi yang dimaksud seperti Musa tersebut? dan mungkin lebih pas apabila saya mintakan anda memberikan beberapa kesamaan antara Musa dan Nabi yang dimaksud oleh ayat Ulangan 18:18

Sekali lagi saya ucapkan terima kasih atas usaha anda menampilkan ayat ayat pada posting 64. Itu akan menjadi catatan tersendiri bagi saya.

Salam

@Dear Pandora (#65),

Yang saya minta adalah siapa Nabi yang dimaksud seperti Musa tersebut? dan mungkin lebih pas apabila saya mintakan anda memberikan beberapa kesamaan antara Musa dan Nabi yang dimaksud oleh ayat Ulangan 18:18

Rupanya Anda tidak memahami (atau tidak menerima?) jawaban Sdr Henri. Tetapi menurut Anda, siapakah yang dimaksud oleh ayat tersebut?

Salam.

Dewo (66),

Tentu saja saya memahami jawaban yang Henri berikan, beliau memberikan jawaban itu atas pertanyan Ferri mengenai cukilan ayat yang mengarah kepada konsep trinitas. (Sebaiknya Dewo kembali membaca posting saya sebelumnya)

Justru karena kurang jelasnya bagi saya sendiri (mungkin pada blooger lain) atas kontek ayat ayat itu dengan konsep trinitas , maka saya coba menggali ketidak tahuan saya dengan mengajukan pertanyaan itu.

Jangan kembalikan pertanyaan itu kepada saya. Karena Henri yang pada mulanya mengkaitkan itu dengan konsep trinitas, sepatutnya pertanyan itu anda ajukan kepada Henri.

Salam

@ Pandora
Saya kutip lagi Ulangan 18:10-22
(10) Di antaramu janganlah didapati seorangpun yang mempersembahkan anaknya laki-laki atau anaknya perempuan sebagai korban dalam api, ataupun seorang yang menjadi petenung, seorang peramal, seorang penelaah, seorang penyihir,
(11) seorang pemantera, ataupun seorang yang bertanya kepada arwah atau kepada roh peramal atau yang meminta petunjuk kepada orang-orang mati.
(12) Sebab setiap orang yang melakukan hal-hal ini adalah kekejian bagi TUHAN, dan oleh karena kekejian-kekejian inilah TUHAN, Allahmu, menghalau mereka dari hadapanmu.
(13) Haruslah engkau hidup dengan tidak bercela di hadapan TUHAN, Allahmu.
(14) Sebab bangsa-bangsa yang daerahnya akan kaududuki ini mendengarkan kepada peramal atau petenung, tetapi engkau ini tidak diizinkan TUHAN, Allahmu, melakukan yang demikian.
(15) Seorang nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku, akan dibangkitkan bagimu oleh TUHAN, Allahmu; dialah yang harus kamu dengarkan.
(16) Tepat seperti yang kamu minta dahulu kepada TUHAN, Allahmu, di gunung Horeb, pada hari perkumpulan, dengan berkata: Tidak mau aku mendengar lagi suara TUHAN, Allahku, dan api yang besar ini tidak mau aku melihatnya lagi, supaya jangan aku mati.
(17) Lalu berkatalah TUHAN kepadaku: Apa yang dikatakan mereka itu baik;
(18) seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya.
(19) Orang yang tidak mendengarkan segala firman-Ku yang akan diucapkan nabi itu demi nama-Ku, dari padanya akan Kutuntut pertanggungjawaban.
(20) Tetapi seorang nabi, yang terlalu berani untuk mengucapkan demi nama-Ku perkataan yang tidak Kuperintahkan untuk dikatakan olehnya, atau yang berkata demi nama allah lain, nabi itu harus mati.
(21) Jika sekiranya kamu berkata dalam hatimu: Bagaimanakah kami mengetahui perkataan yang tidak difirmankan TUHAN? —
(22) apabila seorang nabi berkata demi nama TUHAN dan perkataannya itu tidak terjadi dan tidak sampai, maka itulah perkataan yang tidak difirmankan TUHAN; dengan terlalu berani nabi itu telah mengatakannya, maka janganlah gentar kepadanya.”

Yang dimaksud seperti musa adalah khas sifat para nabi seperti di atas, seperti ayat yang saya tuliskan, dan dalam penggenapan janji Allah, Allah juga memberikan petunjuk kepada nabi-nabi lain akan kehadiran Allah sendiri secara lebih gamblang, dari kesemuanya itulah maka kita mengambilnya sebagai suatu dasar yang merujuk kepada kehadiran Yesus, yang khas diawali dengan pemberitaan khabar gembira kepada Maria, Bintang timur yang cemerlang, pembabtisan sampai kepada kebangkitan.

==Yang dijanjikan sebagai Nabi diatas adalah Yesus, hingga kemudian pengikut Kristus disebut Yesus.

==Yahudi sampai sekarang masih menunggu (sudah 4000 thn) kedatangan Nabi yang dijanjikan.

==Islam mengaku Nabi yang dijanjikan adalah muhamad.

apakah sekiranya jawaban ini cukup mewakili pertanyaan pandora?

salam

Henri,

Terima kasih atas penjelasannya.

Kalau boleh saya katakan bahwa ayat itu adalah janji Allah mengenai akan dibangkitkannya itu adalah HANYA SEORANG NABI sekali lagi HANYA SEORANG NABI yang seperti Musa (anda belum menyebutkan kesamaannya yang khas) dan tidak lebih dari itu. Sifat Nabi Nabi yang anda berikan adalah sifat umum yang di emban oleh para Nabi.

Tidak ada dalam ayat ayat tersebut di atas yang menyiratkan bahwa Nabi tersebut akan dianggap sebagai Tuhan dan tidak ada sedikitpun ada yang tersirat mengenai bahwa Nabi tersebut akan menjadi korban bagi penyelamatan dosa umatnya dan secara khusus tidak ada yang tersirat adanya konsep Trinitas disitu seperti yang diminta oleh sdr. Ferri.

Ada baiknya juga anda beranjak ke Ulangan 18:20 mengatakan bahwa apabila ada nabi ang mengucapkan apa yang tidak diperintahkan-Nya, maka Nabi itu harus mati.

Walaupun tidak menyebutkan secara spesifik siapa yang disebut dengan nabi itu, saya akan melihat pada peristiwa penyaliban Yesus.

Yesus walaupun menurut paham anda hanya mati terbunuh di tiang salib selama 3 hari, tetaplah dia telah mati terbunuh. Kalau memang itu maksud dari ayat 20, maka terasa ada yang salah dalam ajaran yang disampaikan oleh Yesus sehingga Allah menetapkan *maka Nabi itu harus mati*

Bagi saya dan umat Islam menganggap ajaran Yesus/Isa adalah ajaran moral yang putih bersih, yang mengajarkan tentang Keesaan Tuhan seperti nabi nabi terdahulu. Dan oleh karena itulah Allah telah menyelamatkannya dari rencana pembunuhan oleh Akhli Taurat sebagaimana dinyatakan dalam surat An Nisa 157.

Salam

@Pandora (69)
Kalau boleh saya katakan bahwa ayat itu adalah janji Allah mengenai akan dibangkitkannya itu adalah HANYA SEORANG NABI sekali lagi HANYA SEORANG NABI yang seperti Musa (anda belum menyebutkan kesamaannya yang khas) dan tidak lebih dari itu. Sifat Nabi Nabi yang anda berikan adalah sifat umum yang di emban oleh para Nabi.

==Saya coba meraba-raba lagi maksud pertanyaan pandora, barangkali jawaban ini bisa diterima.
Saya kutip lagi Ulangan 18:18
seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya.

HANYA SEORANG NABI ‘Yang seperti Musa’, rasanya saya hanya menemukan kalimat ‘seperti engkau ini’ saja yang bukan berarti ‘Yang seperti Musa atau yang sama persis seperti Musa’, bukan seperti itu maksud yang terkandung dalam firman Allah tersebut.
Untuk memahami potongan ayat tersebut sepertinya kita juga harus memahami Sifat Allah, Kehendak Allah, dan Pribadi yang bagaimanakah Allah itu agar bisa menangkap makna Perkataan Allah, sebagaimana anda memahami karakter saya, dewo, Ferry maupun netter lainnya yang menuliskan komentarnya, setidaknya kita bisa menangkap pribadi penulis walaupun cuma sedikit, namun semakin sering kita baca tulisan-tulisannya, bertambah pula kita ‘Mengenali’ lebih dalam karakternya.
Didalam Pengenalan mengenai Pribadi Allah seperti yang tertulis didalam alkitab, seperti yang dipahami oleh umat Kristiani maupun Yahudi pada hakekatnya sama, karena berdasar pada sumber ketetapan yang sama. Barangkali ini yang sedikit menjadi kendala bagi Pandora untuk memahami tiap-tiap kata yang difirmankanNya.
Namun begitu saya mencoba menjelaskan lagi semampu saya.
Firman yang disampaikan pada Musa hal janji Allah mengenai nabi ‘seperti engkau ini’ bukanlah merujuk kepada Jalan Hidup Musa, tetapi lebih merujuk kepada sifat-sifat umum ‘Nabi’ Allah.
Adalah suatu ‘kebetulan saja’ (Bukan sebagai suatu hal kebetulan bagi Allah karena merupakan rancanganNya) Janji Allah ‘tepat’ disampaikan kepada Musa, kalimat tersebut bisa juga disampaikan kepada Abraham ataupun Nabi-nabi yg lain.
Rancangan Allah perihal kenabian tersebut hanyalah sebagai ‘Awal/Pembuka’ akan Janji Allah sendiri yang bersifat umum. Penegasan Janji Allah tersebut berturut-turut mulai ‘Dibuka’ kepada Nabi-nabi berikutnya seperti kutipan ayat yang telah saya kutipkan sebelumnya, yang mana Gambaran yang menuju ke hal yang lebih ‘Khusus’ nyatanya telah menuju kepada Pribadi Yesus. Tuhan dan Nabi Allah seperti yang dijanjikanNya sendiri.
—–
@Pandora (69)
Tidak ada dalam ayat ayat tersebut di atas yang menyiratkan bahwa Nabi tersebut akan dianggap sebagai Tuhan dan tidak ada sedikitpun ada yang tersirat mengenai bahwa Nabi tersebut akan menjadi korban bagi penyelamatan dosa umatnya dan secara khusus tidak ada yang tersirat adanya konsep Trinitas disitu seperti yang diminta oleh sdr. Ferri.

==Anda menilai benar, namun ada point yang perlu ditekankan yaitu pada kalimat “…..Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya” yang berarti ‘nantinya’ Allah tidak lagi berfirman melalui suara-suara yang Ghaib lagi, namun Allah akan menaruh firmanNya kedalam diri sang Nabi yang dijanjikanNya melalui Perkataan Nabi tersebut. Firman Allah berikutnya kepada para Nabi sesudah Musa lebih gamblang lagi (Yesaya).
——-
@Pandora (69)
Ada baiknya juga anda beranjak ke Ulangan 18:20 mengatakan bahwa apabila ada nabi ang mengucapkan apa yang tidak diperintahkan-Nya, maka Nabi itu harus mati.

==Yang dimaksudkan “mati” dalam ayat tersebut bukannya mati secara fisik namun lebih menekankan kepada kematian dakwahnya.

Harapan saya mengenai penjelasan saya ini Pandora bisa memahami Pribadi Allah yang diimani oleh umat Kristen.

Saya memahami adanya penolakan anda dan rekan muslim lainnya perihal ‘Yesus yang di Tuhankan’ oleh umat kristen. namun apa salahnya apabila pandora memiliki keinginan untuk Memahami Siapakah Allah dan Pribadi Allah yang bagaimanakah yang diimani oleh Umat Kristen melalui Perkataan Allah, serta Pribadi Sang Nabi, Yesus Kristus yang tertulis di dalam alkitab dengan terbuka, dengan mengambil sisi positifnya bagi Pembentukan Pribadi kita sendiri.
Pandora bebas menganggapnya seumpama buku komik Koo Ping Hoo, tanpa beban, dan bebas pula mengkritiknya.
Pandora akan menemukan perbedaannya.

Semoga bermanfaat

Salam

@Dear Pandora (#69),

Saya akan sedikit menambahkan jawaban dari Sdr Yoseph Henri. Terutama komentar dari Sdr Pandora (#69):

Yesus walaupun menurut paham anda hanya mati terbunuh di tiang salib selama 3 hari, tetaplah dia telah mati terbunuh. Kalau memang itu maksud dari ayat 20, maka terasa ada yang salah dalam ajaran yang disampaikan oleh Yesus sehingga Allah menetapkan *maka Nabi itu harus mati*

Sdr Pandora mungkin akan lebih memahami bahwa Yesus memang dibunuh oleh MANUSIA di kayu Salib. Tetapi 3 hari kemudian ALLAH MEMBANGKITKAN Yesus dan memberikan kepada-Nya segala kemuliaan dan kuasa.

Memang tidak mudah memahami semua misteri karya keselamatan Allah ini jika hanya membaca Alkitab sepotong-sepotong. Semoga Tuhan membuka mata hati dan pikiran kita semua sehingga kita dapat merasakan Kasih Sayang-Nya. Amin.

Henri ,

Sampai sat ini saya tidak juga menemukan kaitan antara ayat ayat yang anda telah kemukakan dengan konsep trinitas yang anda janjikan kepada sdr. Ferri. Saya yang bodoh atau bahasa anda terlalu tinggi.

Terima kasih bahwa Anda telah membenarkan pendapat saya bahwa ayat ayat yang ditampilkan tidak mensiratkan adanya kepercayaan bahwa nabi itu akan di Tuhankan atau dia akan menjadi penyelamat dosa bagi umatnya atau ada siratan mengenai konsep trinitas. Pembenaran itu sudah cukup bagi saya. Sedang kalimat selanutnya dapat saya setujui, karena itu memang adalah sudah sepatutnya dilakukan oleh para nabi.

Henri juga mengatakan bahwa mati menurut Ulangan 18:20 adalah kematian pada dakwanya. Dan patut Henri ingat bahwa menurut ayat (Ulangan 18) yang anda kutip tersebut merujuk kepada Yesus. Mohon kiranya dapat diberikan pencerahan.

Salam

@Pandora(72)
Sampai sat ini saya tidak juga menemukan kaitan antara ayat ayat yang anda telah kemukakan dengan konsep trinitas yang anda janjikan kepada sdr. Ferri. Saya yang bodoh atau bahasa anda terlalu tinggi.

==Andai pemamparan saya masih dirasa belum terkait dengan maksud yang pandora harapkan, barangkali pandora bisa membantu saya untuk memberikan gambarannya seperti apa yang semestinya yang harus saya sampaikan.
——————
Terima kasih bahwa Anda telah membenarkan pendapat saya bahwa ayat ayat yang ditampilkan tidak mensiratkan adanya kepercayaan bahwa nabi itu akan di Tuhankan atau dia akan menjadi penyelamat dosa bagi umatnya atau ada siratan mengenai konsep trinitas. Pembenaran itu sudah cukup bagi saya. Sedang kalimat selanutnya dapat saya setujui, karena itu memang adalah sudah sepatutnya dilakukan oleh para nabi.

==Menurut hemat saya, apa yang saya paparkan sebelumnya telah merujuk juga pada Yesus sebagai Nabi, Guru, dan Tuhan, sepertinya demikian, apakah pandora menangkap tulisan saya tersebut seperti yang pandora maksudkan diatas?
—————–
Henri juga mengatakan bahwa mati menurut Ulangan 18:20 adalah kematian pada dakwanya. Dan patut Henri ingat bahwa menurut ayat (Ulangan 18) yang anda kutip tersebut merujuk kepada Yesus. Mohon kiranya dapat diberikan pencerahan.

==Sekiranya anda memiliki pandangan yang berbeda mengenai hal tersebut diatas, saya menunggu pemaparannya.

salam

Henri,

Maaf baru sekarang lagi saya dapat kembali ke halaman ini, sepulang dari kampung.

Sampai saat ini saya tidak juga dapat melihat/menemukan yang tersirat dalam Ulangan 18:17-22 yang mengataan bahwa Yesus itu adalah TUhan. Tapi kalau dia sebagai nabi atau guru itu sudah sewajarnya.

Anda meminta saya memberikan gambaran mengenai ayat ayat tersebut. Dari buku buku bekas yang saya jual belikan, kiranya saya dapat memberikan gambaran yang lain dari apa yang anda maksudkan.

Ulangan 18 :18
Seperti apa yang anda berikan dalam komentar no.62 bahwa yang dimaksud dengan *mereka* adalah pengikut Musa yaitu bani Israel.

**dari antara saudara mereka (israel)** menunjukkan bawa nabi yang akan dibangkitkan adalah berasal dari saudara bani Israel dan bukan dari bani Israel sendiri. Adapun saudara bani Israel adalah bani Ismael, sebab Ismail adalah saudara tua dari Ishak bapak dari israel (Yakub). Jadi nabi yang dinubuatkan disana adalah nabi yang berasal dari Bani Ismail.

**Yang seperti engkau Musa** Maksudnya Nabi yang akan dibangkitkan itu adakan membawa syariat/agama baru seperti Musa dengan syariat Tauratnya.

Ayat ini dapat dihubungkan dengan pada Ulangan 34:10 yang mengatakan bahwa diantara orang Israel tidak dibangkit lagi seorang nabi seperti Musa dan dikenal oleh Tuhan muka dengan muka.

Ayat ayat tersebut tidak dan bukan dinubuatkan kepada Yesus, karena Yesus adalah bani Israel demikian juga dengan nabi Elisa dan Yahya Pembabtis. Semuanya membenarkan syariat Taurat dan tidak bermaksud menggantinya.

Mengenai apa yang anda maksudkan yang *yang mati adalah dakwanya* (dalam hal ini anda berbicara mengenai diri Yesus) dapat saya paparkan sebagai berikut :

Kalau anda mengatakan bahwa mati disitu bukanlah mati secara phisik tapi mati adalah dakwanya, maka anda secara tidak langsung telah mengakui bahwa memang benar Yesus tidak mati ditiang salib.

Seperti doa yang diucapkan pleh Yesus di taman Getsemani sebelum beliau ditangkap, diantaranya yang diucapkan adalah *kalaulah boleh cawan ini akan kulepaskan* Itu menandakan bahwa Yesus ingin melepaskan tugas dakwa kerasulannya terhadap bani Israel, karena akan membahayakan jiwanya, seperti yang dialami oleh Zakaria dan Yahya. Doa yang berulang kali diucapkan dengan disertai keringat yang seperti darah.

Doa tersebut dikabulkan Tuhan. Tugas kerasulannya dihentikan sampai disitu dan Tuhan telah menyelamatkan dari kematian di tiang Salib. Mengenai hal ini sudah banyak diceritakan di blog ini. Cuma saya ingin menambahkan peranan Yusuf Arimatea.

Yusuflah yang meminta agar tubuh Yesus disemayamkan di pekeburan miliknya dan baru keesokan harinya kuburan tersebut dijaga oleh perajurit Romawi. Itu tidak mereka periksa kedalam kuburan, mereka hanya mamaterikannya.
Jedah waktu antara tubuh Yesus disemayamkan dikuburan dan waktu datangnya penjaga makam, dapat dipergunakan oleh YUsuf untuk memindahkan dan merawat Yesus (ada baiknya anda kembali melihat *kain kafan Turin*). Menilik bahwa penjaga itu dapat disuap oleh Imam Yahudi tidak tertutup kemungkinan bahwa penjaga itupun dapat disuap oleh Yusuf, karena Yusuf Arematea adalah seorang kaya.

Setelah itu di bukit zaitun Yesus yang tidak mati ditiang salib berpisah dengan murid muridnya pergi meninggalkan tanah Palestina kesuatu tempat yang telah ditetapkan oleh Allah (mungkin menggunakan kereta dengan ditemani oleh Yusuf Arematea yang duduk disampingnya). Sampai hilang dikaki langit dari pandangan murid muridnya. Kemana beliau pergi itu tidak menjadi persoalan, karena tugas/dakwa beliau sebagai rasul /nabi untuk bani israel telah dicabut oleh Allah. Dan itu sesuai dengan dengan pendapat anda, bahwa *yang mati adalah dakwanya.*

Salam

Assalamualaikum wbt dan salam sejahtera

Dewo saya masih tanya keyakinan anda tentang Yesus 3 hari 3 malam berdasarkan nubuatan Yesus sendiri

Tanda Yesus sama seperti tanda Yunus (Jonah), sebagaimana Yunus 3 hari 3 malam di perut ikan begitu juga Anak Manusia (Yesus) berada di rahim bumi 3 hari 3 malam!

Anda sudah rujuk Gospel anda Matius, Markus, Yohanes dan Lukas?

Buka lagi dan fahami, Yesus di salib HARI JUMAAT dan kemudian HILANG pada pagi HARI AHAD, Yesus dah tiada!?

Saya tak perlu ulang cerita dari Bible sebab sudah saya ketengahkan sebelum ni.. cuma ingin penjelasan saudara Dewo sebagai orang yang teguh iman terhadap Ketuhanan Yesus.

JUMAAT – Malam
SABTU – Siang
SABTU – Malam
AHAD – Yesus tiada di pemakaman

Soalnya BERAPA HARI dan BERAPA MALAM?

Saya sendiri cuba mengira dan semua orang Islam juga mengira dan setuju jawapannya 1 HARI dan 2 MALAM
(Saya rasa pelik dengan sambutan GOOD FRIDAY???)

Dalam Injil Yesus tegaskan bahawa dia berada di rahim bumi 3 hari 3 malam tapi berdasarkan anda dan kami kira HANYA 1 HARI 2 MALAM!

Siapa yang menipu sepanjang 2 ribu tahun ni adakah Yesus atau seluruh penganut Kristian.

Saya mohon anda jelaskan pada saya tentang hal ini, memandangkan anda penganut Kristian dan boleh jadi anda lebih memahami.

Wassalam

Dewoooooooooooo!!!!!!!!!!emangnya kamu pernah liat rupanya Allah???????? rupanya yesus saja kamu liat di miniatur patung………….alkitabmu itu tulisanmu atau tulisan Allah?????????/ ceritamu tambah gak terarah dah gak karuan lagi…katanya Allah kasih manusia…Allah bersama manusia atau aku dan bapaku satu… wah itu alhalaj jawa dipake pake…..
dewo kamu tau gak sih orang atau manusia yang meyakini bahwa badanya menyatu dengan Allah hukumanya di tebas lehernya….ngawur kamu bicara…kamu alhalaj jawa ya?????????seik siti jenar tau gak??? itu islam sejati saking sejatinya dia menyatakan dirinya telah menyatu bersama Allah yang pada akhirnya di tidak lagi menjalankan syariay sayriat agama untuk umat manusia…karena keyakinanya bahwa manusia menyatu pada Allah maka gak usah sholat,gak usah ke gereja gak usah ke tempat ibadat yang penting iling doang…itu lah amalan kresten sekarang.
Dah di form ini ucapan,petikan apapun yang di kirim mas dewo itu ayat ayat siti jenar semuaaaaaaaa.gak masuk akal logis..semuanya semrawut dewo dewooo bergaulah dengan yang lainnya jangan seputar kamarmu dan komputermu.TAU BUKAN BERARTI MENGERTI.MEMBACA BUKAN BERATI MENELITI MBACA DOANG.kalau udah pada ngerti masak sih ayat ayat di persoalkan?di diskusikan? itu namanya ayat ayat yang salah…kalau ayatnya bener ngapain di tampilkan…percumaaaa dewooooooo..cari ayat tu yang salah atau yang kamu kagak ngerti dan tanyakn pada diri dulu baru gurumu..kalau masih kurang tanyakan sama orang Phaulus jones phaulus..bukankah dia yang memimpin umat kresten terhebat.. malah bentar lagi mau diangkat nabi…katanya…wah jangan jangan ada nabi baru nih…

Tambahan ajaran dan faham seik siti jenar itu adalah sesat dan akhirnya sidang wali menghukumnya dengan qhisas(lehernya di tebas pake pedang,,,eh bukan pake lidi ajalah..biar dikit rasa sakitanya biar gak bangkit lagi mengajarkan paham yang gak bener.

@Pandora (74)
Mana oleh olehnya, kok saya tidak kebagian? pandora berasal dari mana? keluarga ada di kampung ya?
——————————
Ulangan 18 :18
Seperti apa yang anda berikan dalam komentar no.62 bahwa yang dimaksud dengan *mereka* adalah pengikut Musa yaitu bani Israel.

**dari antara saudara mereka (israel)** menunjukkan bawa nabi yang akan dibangkitkan adalah berasal dari saudara bani Israel dan bukan dari bani Israel sendiri. Adapun saudara bani Israel adalah bani Ismael, sebab Ismail adalah saudara tua dari Ishak bapak dari israel (Yakub). Jadi nabi yang dinubuatkan disana adalah nabi yang berasal dari Bani Ismail.

**Yang seperti engkau Musa** Maksudnya Nabi yang akan dibangkitkan itu adakan membawa syariat/agama baru seperti Musa dengan syariat Tauratnya.

Ayat ini dapat dihubungkan dengan pada Ulangan 34:10 yang mengatakan bahwa diantara orang Israel tidak dibangkit lagi seorang nabi seperti Musa dan dikenal oleh Tuhan muka dengan muka.

Ayat ayat tersebut tidak dan bukan dinubuatkan kepada Yesus, karena Yesus adalah bani Israel demikian juga dengan nabi Elisa dan Yahya Pembabtis. Semuanya membenarkan syariat Taurat dan tidak bermaksud menggantinya.
———————————-

==Sebelumnya saya ingin menanyakan terlebih dahulu pada pandora, apakah pandora sudah yakin bahwa alkitab tidak pernah mengalami perubahan atau revisi? sehingga pandora mengambil bagian alkitab sebagai dasar ramalan datangnya muhammad.

————————————
Seperti doa yang diucapkan pleh Yesus di taman Getsemani sebelum beliau ditangkap, diantaranya yang diucapkan adalah *kalaulah boleh cawan ini akan kulepaskan* Itu
menandakan bahwa Yesus ingin melepaskan tugas dakwa kerasulannya terhadap bani Israel, karena akan membahayakan jiwanya, seperti yang dialami oleh Zakaria dan Yahya. Doa yang berulang kali diucapkan dengan disertai keringat yang seperti darah.

== Yang saya sampaikan adalah pendapat saya pribadi terhadap penelaahan alkitab, kalaupun pandora meyakini bahwa Allah adalah MahaKuasa, bukanlah suatu hal yang sulit bagiNya untuk ‘mematikan’ nabi palsu tersebut. Itulah pada akhirnya saya memahaminya demikian itu, kalaupun pandora memiliki pandangan yang berbeda itu sah-sah saja, akan tetapi sebagaimana pendapat pandora bahwa hal tsb menuju kepada Yesus rasanya tidak demikian maksud ‘kematian dakwah’ yang merupakan kata sifat, dan tidak ada hubungannya dengan fisik. Kematian dakwah yang saya maksud adalah suatu peristiwa berhentinya ajaran-ajaran yang disebarkannya karena manusia mengetahui adanya ketidakbenaran yang terkandung dalam ajaran-ajarannya.

==MATIUS 20:23 Yesus berkata kepada mereka: “Cawan-Ku memang akan kamu minum, tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa Bapa-Ku telah menyediakannya.”

Matius 26: 27 Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka dan berkata: “Minumlah, kamu semua, dari cawan ini.

(28) Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa.

Matius 26 : 39 Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.”

Menurut pandangan saya Cawan yang dimaksudkan oleh Yesus bukanlah dakwah, bukan sama sekali, pada saat-saat seperti itu tema yang dibicarakan bukanlah mengenai dakwah, tetapi mengenai penggenapan yang harus dilalui yaitu proses penyaliban.
Sebagaimana yang pernah saya sampaikan beberapa waktu yang lalu bahwa Yesus adalah 100% Allah dan 100% Manusia. Bukan berarti total 200%, barangkali pandora makin bingung dengan iman kristiani, belum lagi konsep Tritunggal Mahakudus selesai, kini harus berhadapan lagi dengan 100% + 100%% = 100%.
Yesus dalam pribadinya sebagai manusia juga memiliki rasa ketakutan seperti kita, tetapi ketakutan itu berubah menjadi kepatuhan manakala menyadari bahwa kelahirannya di dunia ini adalah sebagai suatu tugas yang harus diembannya.

Barangkali pandora selama ini masih belum terbiasa dengan bahasa kristen, saya memahaminya, saya memahami pandangan rekan2 muslim yang berbeda mengenai Pribadi Yesus, kebanyakan rekan2 muslim memandang Yesus adalah Nabi, manusia dan bukan Tuhan, karena banyak juga terbaca di alkitab yang menyatakan Yesus Berdoa, Yesus sempat memiliki rasa takut saat akan ditangkap, Yesus Wafat, kok Tuhan mati?
Memang pandangan tersebut tidak bisa saya salahkan, bukankah saya telah menyebutkan bahwa Yesus adalah manusia juga, sama seperti kita, tubuhnya dari daging, tulang dan darah, dan memiliki pribadi kemanusiaan sama dengan kita, Namun yang membuatnya beda adalah bahwa Yesus adalah merupakan perwujudan dari Firman Allah, Manifestasi Allah dalam perwujudannya sebagai manusia agar manusia tidak perlu lagi Takut bertemu dengan Allah yang begitu Dahsyat (hal ini juga telah saya uraikan sebelumnya).

kembali pada permasalahan cawan, Alangkah baiknya apabila pandora membacanya lebih seksama bukan hanya bertumpu pada suatu kata, tetapi memahami konteks secara keseluruhan serta korelasinya dengan nubuat para nabi.

Dalam hal ini barangkali sdr Dewo atau yang lainnya memiliki pandangan yang berbeda dari pandangan saya juga berkenan untuk menuliskan tanggapannya.
———————————————————-

Doa tersebut dikabulkan Tuhan. Tugas kerasulannya dihentikan sampai disitu dan Tuhan telah menyelamatkan dari kematian di tiang Salib. Mengenai hal ini sudah banyak diceritakan di blog ini. Cuma saya ingin menambahkan peranan Yusuf Arimatea.

Yusuflah yang meminta agar tubuh Yesus disemayamkan di pekeburan miliknya dan baru keesokan harinya kuburan tersebut dijaga oleh perajurit Romawi. Itu tidak mereka periksa kedalam kuburan, mereka hanya mamaterikannya.
Jedah waktu antara tubuh Yesus disemayamkan dikuburan dan waktu datangnya penjaga makam, dapat dipergunakan oleh YUsuf untuk memindahkan dan merawat Yesus (ada baiknya anda kembali melihat *kain kafan Turin*). Menilik bahwa penjaga itu dapat disuap oleh Imam Yahudi tidak tertutup kemungkinan bahwa penjaga itupun dapat disuap oleh Yusuf, karena Yusuf Arematea adalah seorang kaya.

Setelah itu di bukit zaitun Yesus yang tidak mati ditiang salib berpisah dengan murid muridnya pergi meninggalkan tanah Palestina kesuatu tempat yang telah ditetapkan oleh Allah (mungkin menggunakan kereta dengan ditemani oleh Yusuf Arematea yang duduk disampingnya). Sampai hilang dikaki langit dari pandangan murid muridnya. Kemana beliau pergi itu tidak menjadi persoalan, karena tugas/dakwa beliau sebagai rasul /nabi untuk bani israel telah dicabut oleh Allah. Dan itu sesuai dengan dengan pendapat anda, bahwa *yang mati adalah dakwanya.*

==Pandora, memang hak pandora untuk memahami kisah diatas, namun kita semestinya juga tidak begitu saja mengabaikan adanya fakta seperti yang tertulis didalam alkitab bahwa :
1. Penyaliban terhadap Yesus memang benar terjadi
2. Yesus Wafat di Kayu Salib, dibuktikan dengan ditusuknya lambung yesus oleh salah seorang prajurit, dan Yesus tidak bergerak sama sekali.
3. Thomas ingin membuktikan bahwa Yesus benar-benar telah bangkit, dan terbukti dia memasukkan jarinya pada lobang tanganNya.
4. Paulus bertemu dengan Yesus : (Kis 9)

Masih banyak kesaksian-kesaksian mengenai Kehadiran Yesus dalam pribadi manusia saat ini yang berujung kepada Pertobatan.

Alangkah baiknya bagi kita dalam memahami segala sesuatu adalah dengan disertai bukti-bukti yang cukup akurat, dan bukan hanya mempercayai hal-hal yang masih merupakan perkiraan saja, bukankah demikian pandora?

salam

kalu YESUS saja bersujud sambil berdoa,,,iitu adalah salah satu gerakan dalam sholat didalam islam..kenapa umat kristen tak pernah bersujud dan berdoa tapi malah berdiri tegak dan berdoa dan ber nyanyi nyanyi…emang ada lomba tarik suara ya dalam berdoanya umat kristen………kayak KDI aja yaaaa….eh iya aku pernah baca di argumen ini bahwa paulus,johanes adalah rosul emang ada firman yang menerangkan tentang kerosulan mereka apa karena dongen saja..atau pengangkatan sepihak sehingga mereka berhak mencampurkan kesaksian mereka yang belum tentu benar atau enggak di dalam injil dan bibel karena suatu kitab suci itu sendiri berisi tentang FIRMAN FIRMAN ALLAH….kalu YESUS mati di tiang salib maka terkutuklan dia..sebagai mana yang di ucapkan YESUS,,,maka terkutuklah orang yang mati di tiang salib..ada dalam injil coba baca

Henri (78),

**Sebelumnya saya ingin menanyakan terlebih dahulu kepada pandora, apakah pandora sudah yakin bahwa alkitab tidak pernah mengalami perubahan atau revisi? sehingga pandora mengambil bagian alkitab sebagai dasar ramalan datangnya Muhammad**

Mungkin Henri dapat memberikan jawaban, apakah ayat Ulangan 18:17-22 adalah ayat asli atau ayat yang sudah mengalami perubahan atau revisi. Saya menukil ayat tersebut tanpa memikirkan apakah ayat tersebut adalah asli atau hasil revisi.

Sedikit informasi yang pernah saya baca bahwa Perjanjian Lama tersebut sebelum terbentuk sebagaimana sekarang, ditulis selama lebih dari 9 abad dalam beberapa bahasa dan dimulai dengan tradisi lisan dan nyanyian. Banyak pasal pasal yang telah dikoreksi dan dilengkapkan sesuai dengan kejadian atau kebutuhan kebutuhan tertentu, pada waktu waktu yang berjauhan jaraknya antara satu dengan lainnya

Terima kasih anda sudah peduli menanyakan asal saya, yang jelas telah saya katakan bahwa saya bukan berasal dari kultur Jawa, sehinga saya tidak tahu apa yang dimaksud dengan *Manunggal kawulo gusti (?) dan memang benar keluarga besar saya masih berada di kampung. Bila Henri dapat memberikan alamat, kapan kapan kalau saya pulang kampung, saya tidak akan lupa membawakan oleh oleh buat Henri. Itupun kalau Henri sudi.

Salam

@Pandora (80)
Sedikit informasi yang pernah saya baca bahwa Perjanjian Lama tersebut sebelum terbentuk sebagaimana sekarang, ditulis selama lebih dari 9 abad dalam beberapa bahasa dan dimulai dengan tradisi lisan dan nyanyian. Banyak pasal pasal yang telah dikoreksi dan dilengkapkan sesuai dengan kejadian atau kebutuhan kebutuhan tertentu, pada waktu waktu yang berjauhan jaraknya antara satu dengan lainnya

==Memang benar bahwa PL disusun lebih dari periode seribu tahun yang kira2 dimulai sekitar pertengahan milenium kedua sampai pertengahan milenium pertama sebelum masehi.
Banyak buku2 yang mengupas mengenai Survey Perjanjian lama, saya sempat membuka di bagian blog bung dewo ini ada link singkat mengenai berbagai hal, kalau sempat bisa pandora buka, rasanya jawaban atas pertanyaan pandora sudah ada disana :

http://answering-islam.org/Bahasa/index.html

—————–
Saya asli surabaya, ‘jowo asli’, sedikit gambaran mendekati ‘Manungaling Kawula Gusti’ ,
Manunggal (bhs jawa) berarti Bersatu
Manunggaling (bhs jawa) artinya Bersatunya
Kawula (bhs jawa) artinya Saya atau Hamba
Gusti (bhs jawa) artinya Sang Pencipta.

Manunggaling Kawula Gusti berarti Bersatunya Manusia dengan Sang Khalik.

Pahamnya adalah keyakinan bahwa manusia dapat bersatu dengan Tuhan. yaitu dengan meninggalkan segala hal keduniawian dan berkonsentrasi penuh kepada pendekatan diri kepada Sang Pencipta. pandora bisa buka wikipedia berikut ini:

http://id.wikipedia.org/wiki/Sufisme
http://id.wikipedia.org/wiki/Al-Hallaj

salam

Assalamualaikum wbt dan salam sejahtera

Khas buat Yoseph Henri, manusia tidak bersatu dengan Tuhan kecuali anda tidak mengimani Al-Quran.

TIDAK ada BEZANYA Ilmu Dunia atau Ilmu Akhirat kerana kedua-duanya pun Ilmu Allah swt.

Dunia adalah Jambatan Akhirat, apa saja Ilmu Dunia adalah milik Allah, ini di tegaskan dengan cara Islam dimana ilmu Kewajipan Islam terpecah kepada 2 bahagian iaitu :

(1) Fardhu Kifayah
(2) Fardhu Ain

Baik ilmu ibadat solat, matematik, fizik, kimia, biologi, pentadbiran negara atau apa saja semuanya adalah milik Allah, dan yang paling penting Islam hidup bermasyarakat bukan sendiri-sendiri.

Jangan di sempitkan erti beriman kepada Allah swt, yang pasti anda kena fahami Al-Quran kerana Kitab Suci Al-Quran adalah untuk semua aspek kehidupan (tatacara hidup)

Wassalam

Si dewoo mana tolong itu pertanyaan ki kommentari agar orang awam ini bisa sedikit tau..injil kan termasuk kitab islam juga yang di wahyukan kepada nabi isa….makasih atas waktunya

Salam sejahtera buat semua

PERHATIAN :

answering-islam tidak membawa MANFAAT kepada ORANG ISLAM kerana misi dalam answering-islam adalah untuk MENGKAFIRKAN umat Islam dengan memutarbalikkan maksud-maksud dari ayat Al-Quran.

Berikut adalah beberapa ketegasan dari Al-Quran untuk tatapan dan untuk renungan bersama

Al-Quran Surah Ali’Imran : 7-9

[7]
Dia lah yang menurunkan kepadamu (wahai Muhammad) Kitab Suci Al-Quran. Sebahagian besar dari Al-Quran itu ialah ayat-ayat “Muhkamaat” (yang tetap, tegas dan nyata maknanya serta jelas maksudnya); ayat-ayat Muhkamaat itu ialah ibu (atau pokok) isi Al-Quran. Dan yang lain lagi ialah ayat-ayat “Mutasyaabihaat” (yang samar-samar, tidak terang maksudnya). Oleh sebab itu (timbulah faham yang berlainan menurut kandungan hati masing-masing) – adapun orang-orang yang ada dalam hatinya kecenderungan ke arah kesesatan, maka mereka selalu menurut apa yang samar-samar dari Al-Quran untuk mencari fitnah dan mencari-cari Takwilnya (memutarkan maksudnya menurut yang disukainya). Padahal tidak ada yang mengetahui Takwilnya (tafsir maksudnya yang sebenar) melainkan Allah. Dan orang-orang yang tetap teguh serta mendalam pengetahuannya dalam ilmu-ilmu ugama, berkata:” Kami beriman kepadanya, semuanya itu datangnya dari sisi Tuhan kami” Dan tiadalah yang mengambil pelajaran dan peringatan melainkan orang-orang yang berfikiran.
[8]
(Mereka berdoa dengan berkata): “Wahai Tuhan kami! Janganlah Engkau memesongkan hati kami sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan kurniakanlah kepada kami limpah rahmat dari sisiMu; sesungguhnya Engkau jualah Tuhan Yang melimpah-limpah pemberianNya.
[9]
“Wahai Tuhan kami! Sesungguhnya Engkaulah yang akan menghimpunkan sekalian manusia, untuk (menerima balasan pada) suatu hari (hari kiamat) yang tidak ada syak padanya”. Sesungguhnya Allah tidak memungkiri janjiNya.

Al-Quran dengan TEGAS menyangkal cara berfikir bagi sesetengah manusia. Ketegasan Allah swt terhadap golongan Yahudi dan Nasrani.

Al-Quran Surah Ali-Imran :18-20

[18]
Allah menerangkan (kepada sekalian makhlukNya dengan dalil-dalil dan bukti), bahawasanya tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang sentiasa mentadbirkan (seluruh alam) dengan keadilan, dan malaikat-malaikat serta orang-orang yang berilmu (mengakui dan menegaskan juga yang demikian); tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia; Yang Maha Kuasa, lagi Maha Bijaksana.
[19]
Sesungguhnya ugama (yang benar dan diredai) di sisi Allah ialah Islam. Dan orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberikan Kitab itu tidak berselisih (mengenai ugama Islam dan enggan menerimanya) melainkan setelah sampai kepada mereka pengetahuan yang sah tentang kebenarannya; (perselisihan itu pula) semata-mata kerana hasad dengki yang ada dalam kalangan mereka. Dan (ingatlah), sesiapa yang kufur ingkar akan ayat-ayat keterangan Allah, maka sesungguhnya Allah Amat segera hitungan hisabNya.
[20]
Oleh sebab itu jika mereka berhujah (menyangkal dan) membantahmu (Wahai Muhammad), maka katakanlah: “Aku telah berserah diriku kepada Allah dan demikian juga orang-orang yang mengikutku”. Dan bertanyalah (Wahai Muhammad) kepada orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Kitab, dan orang-orang yang “Ummi” (orang-orang musyrik Arab): “Sudahkah kamu mematuhi dan menurut (ugama Islam yang aku bawa itu)?” Kemudian jika mereka memeluk Islam, maka sebenarnya mereka telah memperoleh petunjuk; dan jika mereka berpaling (tidak mahu menerima Islam), maka sesungguhnya kewajipanmu hanyalah menyampaikan (dakwah Islam itu). Dan (ingatlah), Allah sentiasa Melihat (tingkah laku) sekalian hambaNya.

Buat umat KRISTIAN janganlah hanya bergantung pada answering -islam KERANA rasanya anda sendiri TIDAK MEMBACA answering-islam sepenuhnya!

Siapa yang buat answering islam tu?! dia KRISTIAN KATOLIK? atau SDA? atau SIB? atau apa lagi KRISTIAN yang ada dimuka bumini?

Setahu saya sepanjang saya berbual dengan orang KRISTIAN, kamu orang KRISTIAN sebenarnya berlainan FAHAMAN! MAsing-masing berkata GEREJA kami lah yang BENAR! tapi mana satu yang benar?

ROMAN KHATOLIK memiliki 73 KITAB manakala PROTESTAN memiliki 66 Kitab. Mana satu yang betul antara kedua-dua ni? Saya buka cerita tentang JUMLAH Kitab sudah RAGU-RAGU! Bagaimana lagi isinya?!

Eem lepastu BERAPA BANYAK VERSI Bible yang ada dimuka BUMI ni? RASA-RASA anda umat KRISTIAN Allah swt menurunkan BERAPA BANYAK BIBLE? 1? atau 10? atau 50? atau 100? atau TIDAK TAHU?

Kemudian KRISTIAN hari ni banyak yang menolak VERSI KING JAMES! macam mana orang-orang terdahulu yang beriman dengan KITAB tu MATI KAFIR KAH semuanya?

Masa saya berbual dengan orang Kristian mereka ketawakan saya bila saya sebut KING JAMES VERSION! Apa sudah jadi?

Mohon renungan semua, BAIK YAHUDI mahupun NASRANI kedua-dunya INGIN YESUS MATI! tahukah krena apa?

KERANA YAHUDI ingin PEMBERSIHAN JIWA dan NASRANI pula terlalu OBSESI.

Mohon anda mengkaji terlebih dahulu sebelum menggunakan answering islam yang tidak bermanfaat.

MOGA kita DIJAUHKAN dari ILMU yang TIDAK BERMANFAAT dan NAFSU yang TIDAK PERNAH KENYANG! ini di antara doa Nabi Muhammad saw.

Wassalam

Buat Dewo cs,

Bagaimana kiranya menjelaskan peristiwa yang diberitakan oleh Matius 2:13-15 dan berita yang ada pada Lukas 2:21:42.

Matius 2:13-15 memberitakan dilarikannya Yesus oleh kedua orang tuanya ke Mesir.
*Setelah orang Majusi itu pergi. Yusuf dalam mimpinya melihat malaikat Tuhan dan berkata “Bangunlah, ambillah anak itu beserta ibunya, larilah ke Mesir dan tingallah disana sampai aku berfirman kepadamu, karena Herodes akan mencari anak itu untuk membunuh Dia.” Maka Yusuf pun bangunlah, diambilnya anak itu seta ibunya malam itu juga, lalu menyingkir ke Mesir dan tinggal di sana hingga Herodes mati*

Lukas 2:210-42 memberitakan Yesus setelah dilahirkan seperti ini
*Ketika genap delapan hari dan ia harus disunatkan. Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut Malaikat sebelum ia dikandung ibunya. Dan ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa ia ke Yerusalem dan menyerahkannya kepada Tuhan. Dan setelah selesai semua yang harus dilakukan menurut hukum Tuhan, kembalilah mereka ke kota kediamannya, yaitu kota Nazaret di Galilea. maka anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada padanya. Tiap tiap tahun orang tuanya pergi ke Yerusalem pada hari Paskah*

Dari kedua Injil Matius dan Lukas terdapat dua berita yang sama sekali berlainan dan mustahil untuk dapat dipertemukan.
Matius mengatakan bahwa Yesuis dilarikan ke Mesir sedang Lukas mengatakan bahwa ia pergi ke Yerusalem, kemudian tinggal menetap di Nazaret dan sama sekali tidak menyebutkan peranan Herodes di sana.

Apakah Yesus dilarikan ke Mesir setelah lahir atau Yesus dibawa ke Yerusalem (dalam umur 8 hari) untuk disunatkan sesuai hukum Taurat.

Dan satu lagi tanggapan atas persamaan nabi Yunus yang berada dalam perut ikan dan Yesus berada didalam kuburan, seperti yang diposting oleh Mohd Heilmey.

Salam

@Bulzuz
Dari kedua Injil Matius dan Lukas terdapat dua berita yang sama sekali berlainan dan mustahil untuk dapat dipertemukan.
Matius mengatakan bahwa Yesuis dilarikan ke Mesir sedang Lukas mengatakan bahwa ia pergi ke Yerusalem, kemudian tinggal menetap di Nazaret dan sama sekali tidak menyebutkan peranan Herodes di sana.

==Selamat datang sdr bolzuz, sedikit gambaran yang bisa saya sampaikan adalah bahwa keduanya walaupun berlainan tetapi bukan berarti sebagai suatu pertentangan, mengapa demikian?
Matius menjabarkan masa kecil Yesus dari sudut pandang peristiwa pengejaran raja herodes, tanpa menceriterakan peristiwa Yesus di sunat, sedangkan Lukas menceritakan masa kecil Yesus dari sudut pandang peristiwa Yesus disunat sampai dewasa.

Hal ini seperti ceritera dua teman anda yang satu teman sekolah, yang satunya lagi teman kampung anda, masing-masing menceriterakan diri anda sesuai dengan yang diketahuinya, teman kampung anda tidak akan mengetahui kehidupan anda di sekolah, demikian juga teman sekolah anda, tidak akan mengetahui kehidupan anda di rumah.

Demikianlah gambaran singkat saya, semoga anda bisa memahaminya.

Salam

Makanya kesaksian dari manusia biasa itu jangan di taruh pada kitab suci doong….kan bertentangan tu jadinya..masih banyak banyak lagi ayat ayat yang bertentanganh seperti itu,,satu sisi mengatakan iya satu sisi mengatakan bukan jadi mana yang benar…pusing jadinya kalau manusia ikut ikutan dalam kesaksian suatu kitab suci…apa tujuan mereka mereka itu mencampur adukkan kesaksian mereka dalam suatu kitab suci…apakah untuk mencari sensasi atau ketenaran yang pastinya kesaksian mereka simpang siur dengan kesaksian yang lainya

dear yoseb….

markus;2;5…Hai anakku,dosamu telah di
ampuni
lukas;5;20…Hai anakku,dosamu telah di
ampuni

Menurut anda kata kata itu kesaksian atau pengakuan…
#Kalau kesaksian itu artinya Yesus telah menyatakan bahwa dosa dosa itu telah di ampuni oleh ALLAH…makanya di berkata ,,,dosamu telah di ampuni…
#Kalau pengakuan itu artinya Yesus telah mengampuni dosa dosa itu.kalau begitu bunyi menjadi,,,,dosamu telah KUAMPUNI..artinya KU di sini diri yesus…
Kalau pernyataan diatas mengambarkarkan atau karena gaya bahasa…tak mengapa..karena yang mengucabkan yesus tuhan semesta alam…tapi sebagai contoh
ada seorang saksi melaporkan kejadian pembunuhan dan saksi mengatakan di kantor polisi…pak polisi di desa sebelah kepala RW telah dibunuh…
Lalu secara cepat polisi menangkab si pelapor dengan mengatakan bahwa dia yang membunuh kepala RW itu..itu bisa terjadi kalau gaya bahasa sama pada surat di atas..
itu berarti yang doglok yang polisinya karna tak bisa membedakan antara kesaksian dan pengakuan atau karena si pelapor nya yang salah dalam menyampaikan laporan kejadian….

Kalau Yesus sendiri bisa menghapus atau mengampuni dosa umat manusia kenapa dia sendiri memohon pada ..BAPANYA….
lukas..23;24
Yesus berkata ,,,,ya bapa ampunilah mereka sebab mereka tidak tau dengan apa yang mereka perbuat….
kalau di jabarkan itu artinya yesus sendiri tak kuasa memberi ampunan dosa umatnya makanya dia memmintakan ampunan dosa pada Tuhannya….
Kalaupun yesus bisa mengampuni dosa manusia lalu apa pentinya penyalipan yang dongengnya sebagai misi penebusan dosa itu karna yesus sendiri bisa mengampuni dosa mereka….

Yang menggangu pikiran saya
Menurut anda sendiri dalam kesaksian umat kristen manusia di bumi ini siapa yang mencibtakan TUHAN atau siapa ….
kalau Tuhan,Tuhan yang mana yang mencibtakan apakah Tuhan yesus atau Tuhan yang mencibtakan yesus…
Karna umat kristen mengatakan bahwa Yesus adalah Tuhan semesta alam,berarti manusia itu yang mencibtakan Yesus,,karena dia sebagai Tuhan pencibta alam semesta..tapi bila yesus yang mencibtakan lalu pada waktu yesus dalam kandungan Mariam dan di lahirkan sampek dewasa pertanyaannya siapa yang mencibtakan manusia dan meniubtan Rooh pada manusia itu karna Yesus sendirikan masih dalam ayunan
menurut logika apakah itu mungkin tolong jelaskan dengan jelas dan jangan pakkek bahasa kriten karna kitab kitab injil sendiri membingungkan…

makasih sebelumnya
Salam damai selalu aja yaaaaaaaa

@Saprol 2010 (87)
Makanya kesaksian dari manusia biasa itu jangan di taruh pada kitab suci doong….kan bertentangan tu jadinya..masih banyak banyak lagi ayat ayat yang bertentanganh seperti itu,,satu sisi mengatakan iya satu sisi mengatakan bukan jadi mana yang benar…pusing jadinya kalau manusia ikut ikutan dalam kesaksian suatu kitab suci…apa tujuan mereka mereka itu mencampur adukkan kesaksian mereka dalam suatu kitab suci…apakah untuk mencari sensasi atau ketenaran yang pastinya kesaksian mereka simpang siur dengan kesaksian yang lainya

==Umat kristen bisa membedakan mana-mana pendapat kesaksian dan mana-mana Firman Allah, semuanya gamblang.
Kedudukan Kitab Suci umat kristen tidak seperti pemahaman anda yang harus 100% Firman Allah, karena didalamnya mencakup Kronologis Pewahyuan, juga menjelaskan berbagai aspek penyebab mengapa Allah berfirman.
Pertentangan yang anda pahami bukanlah sesuatu yang mutlak, karena penulis kesaksian menuliskan sejarah atau peristiwa dari sudut kesaksiannya sendiri, dengan demikian tidak mengurangi maksud dan tujuan Pewahyuan.
Dengan demikian Alkitab bisa berdiri sendiri dan saling menjelaskan, dan tidak harus bergantung kepada kitab-kitab yang lain di luar Alkitab.

Pertanyaan saprol (88) saya tunda jawabannya, karena untuk menjelaskan pertanyaan anda haruslah berangkat dari pemahaman siapa Pribadi Yesus, dan telah saya sampaikan di halaman ‘Bagi yang tidak mengimani’

Salam

Yoseph Henri, (86)

Kalau dua orang yang bercerita bahwa pada waktu yang sama (seperti Yesus dalam Matius 2:13-15 dan Lukas 2:21-42) tapi diceritakan dengan cerita yang sama sekali berbeda. Keduanya cerita itu tidak dapat dianggap benar semua, salah satu dari keduanya salah atau berbohong.

Atau sebagai contoh Si A mencerirtakan kepada saya bahwa kemaren Jam 12.30 si A melihat Yoseph Henri sedang berjalan jalan di Pasar Baru. Dan si B menceritakan bahwa kemaren pada jam 12.30 dia melihat Yoseph Henri sedang makan bakso di bilangan Bintaro.

Apakah kedua cerita dari si A dan Si B dapat dibenarkan semua?. Salah satu pasti telah berbohong atau keduanya telah membohongi saya.

Berita seperti itu dapat ditemui dalam PL atau PB dan juga pada surat surat Paulus.

Salam

@Bolzuz (90)
Kalau dua orang yang bercerita bahwa pada waktu yang sama (seperti Yesus dalam Matius 2:13-15 dan Lukas 2:21-42) tapi diceritakan dengan cerita yang sama sekali berbeda. Keduanya cerita itu tidak dapat dianggap benar semua, salah satu dari keduanya salah atau berbohong.

==Anda benar sdr bolzuz, tetapi dalam hali ini yang diceritakan adalah waktu secara umum, bukan detail secara khusus sebagaimana penjelasan yang anda maksudkan, kalaupun kejadiannya detail seperti yang anda contohkan pastilah harus ada salah satu yang benar.
Kasus pengulasan masa kecil Yesus seperti yang telah saya sampaikan diatas adalah secara umum, bukan bersifat kesaksian langsung, tetapi hanyalah merupakan prolog saja, dan kedua-duanya memang benar terjadi, hanya saja penulis tidak menceriterakan secara detail waktunya, andaikata penulis menjelaskan secara detail waktu kejadiannya, pastilah ada kesalahan salah satunya. dan itu bisa disebut sebagai suatu hal yang bertentangan.

Salam

Yoseph Henri (91),

Apa yang sdr. maksudkan waktu diceritakan secara umum dan kejadian secara detail dihubungkan dengan kedua ayat Matius dan Lukas tersebut.

Apakah kedua penulis menceritakan kejadian tersebut secara umum adalah untuk menghindarkan adanya pertentangan pertentangan kedua ayat dimaksud atau kedua penulis tidak berani menceritakan hal tersebut secara detail yang dapat menampakkan adanya pertentangan. Melihat posting Sdr. di atas kelihatannya ada kesepakatan dari kedua penulis untuk menceritakan hal tersebut tidak secara detail atau sudah terdapat campur tangan penulis naskah Injil sesudahnya.

Sampai berumur 8 hari Yesus masih berada ditanah Palestina dan bukan berada di Mesir. Baru sesudah itu dia dibawa pindah ke Nazaret. Apakah kedua berita itu dapat anda artikan seolah olah melihat kucing hitam didalam malam yang pekat atau melihat kucing hitam disiang hari dengan matahari yang bersinar terang?

Hanya Matius yang menceritakan Yesus dilarikan ke Mesir untuk menghindari pembunuhan oleh Herodes. Apakah Matius ada menceritakan kembalinya Yesus dari Mesir dan matinya Herodes?.

Hennri (91) **Kasus pengulasan masa kecil Yesus seperti yang telah saya sampaikan di atas adalah secara umum, BUKAN BERSIFAT KESAKSIAN LANGSUNG, tetapi hanyalah prolog saja, dan kedua-duanya memang terjadi.**

Jadi pada waktu yang bersamaan terjadi dua peristiwa.
Ada Yesus yang dibawa lari ke Mesir dan ada Yesus yang satu lagi disunatkan pada waktu 8 hari di Yerusalem.
Benar-benar hebat. Anda memang benar benar hebat Sdr. Yosep Henri.

Kalimat yang saya tulis dengan huruf kapital kiranya dapat juga Sdr. Y. Henri jelaskan sehubungan dengan keyakinan bahwa bahwa penulis injil adalah saksi mata langsung.

Salam

@Bolzuz (92)
Apakah kedua penulis menceritakan kejadian tersebut secara umum adalah untuk menghindarkan adanya pertentangan pertentangan kedua ayat dimaksud atau kedua penulis tidak berani menceritakan hal tersebut secara detail yang dapat menampakkan adanya pertentangan. Melihat posting Sdr. di atas kelihatannya ada kesepakatan dari kedua penulis untuk menceritakan hal tersebut tidak secara detail atau sudah terdapat campur tangan penulis naskah Injil sesudahnya.

==Terserah anda yang menilainya, mereka berkomplot untuk menghindari pertentangan ataupun apalah pendapat anda.
Yang perlu saya sampaikan dari apa yang saya ketahui adalah bahwa Pada masa itu tradisi lisan yang mendominasi pengkhabaran Injil, Oleh sebab itulah seperti yang telah saya sampaikan sebelumnya bahwa kemungkinan penulis injil adalah BUKAN SAKSIMATA peristiwa tersebut, mereka bisa jadi mendapatkan informasi dari saksi-saksi sebelumnya.
Justru yang menurut anda :

“Jadi pada waktu yang bersamaan terjadi dua peristiwa”

adalah menunjukkan keduanya tidak saling berkomplot.

Penulisan Injil sendiri dalam bentuk tulisan saya masih belum mendapatkan data2 yang lengkap, sepengetahuan saya, Naskah Laut Mati diperkirakan mendekati masa2 pertengahan abad pertama, dan untuk hal yang satu ini saya mesti harus belajar lebih banyak lagi.

Yang menjadi pertanyaan saya kepada anda adalah untuk tujuan apakah menurut anda Injil-injil ini harus dipalsukan?

Salam

Yoseph Henri,

**Terserah anda yang menilainya, mereka berkomplot untuk menghindari pertentangan atau apalah pendapat anda**

Ini adalah bukan hanya sekedar penilaian saya pribadi, tapi itu adalah fakta yang dapat terbaca jelas dalam Kitab Suci anda. Atau saya juga dapat mengatakan bahwa apa yang anda tulis adalah penilaian anda terhadap apa yang yang ada pada ayat Matius dan Lukas tersebut. Bagaimana reaksi Dewo dan rekan lainnya, waktu anda mengatakan bahwa “kemungkinan penulis adalah BUKAN SAKSI MATA peristiwa tersebut*

Hari mulai siang, saya harus menyiapkan untuk mencari nafkah buat keluarga.

Salam

@Bolzuz
Ini adalah bukan hanya sekedar penilaian saya pribadi, tapi itu adalah fakta yang dapat terbaca jelas dalam Kitab Suci anda. Atau saya juga dapat mengatakan bahwa apa yang anda tulis adalah penilaian anda terhadap apa yang yang ada pada ayat Matius dan Lukas tersebut

==Saya tidak melarang anda berpendapat demikian, memang benar fakta yang ada adalah demikian juga, makanya saya bilang terserah penilaian anda, itulah sebabnya saya juga mengatakan kemungkinan-kemungkinan yang lain, yaitu kemungkinan juga tidak ada korelasi antara satu dengan yang lain pada saat penulisan yaitu seperti yang anda sampaikan yaitu ada ‘dua peristiwa berlainan yang terjadi pada saat yang sama’, tetapi sebenarnya dapat ditelusuri lagi yaitu adanya Jeda waktu yang tidak mengikat, dalam arti Ada beda waktu yang memungkinkan kedua peristiwa tersebut terjadi.
Kedua peristiwa tersebut adalah :
1. Yesus disunat di Yerusalem umur 8 hari
(menurut latar belakang tradisi Yahudi yang ketat, hal ini adalah ketentuan Wajib).
Jadi hal ini dapat dipakai sebagai acuan bahwa pada masa itu Bayi Yesus memang benar-benar masih berada di Yerusalem. (Apakah anda bisa menerima point ini?)

Coba kita pelajari dengan seksama kata-kata penulis injil Lukas 1 ini :
(1) Teofilus yang mulia, Banyak orang telah berusaha menyusun suatu berita tentang peristiwa-peristiwa yang telah terjadi di antara kita,
(2) seperti yang disampaikan kepada kita oleh mereka, yang dari semula adalah saksi mata dan pelayan Firman.
(3) Karena itu, setelah aku menyelidiki segala peristiwa itu dengan seksama dari asal mulanya, aku mengambil keputusan untuk membukukannya dengan teratur bagimu,
(4) supaya engkau dapat mengetahui, bahwa segala sesuatu yang diajarkan kepadamu sungguh benar.

Dari kata-kata tersebut diatas dapat kita tarik kesimpulan bahwa penulis injil Lukas ini memulai membukukan kesaksian dari tradisi lisan kepada bentuk tulisan yang didapat dari para saksi mata dan pelayan Firman (imam), dari sini dapat di tarik lagi kesimpulan bahwa penulis injil tidak berbeda generasi (tidak terputus generasinya) antara generasi saksi peristiwa dengan generasi penulis Injil.

2. Yusuf, Maria dan Bayi Yesus mengungsi ke Mesir.
Coba kita simak masa Herodes berkuasa berdasarkan sejarah Romawi adalah sekitar tahun 37 – 4 SM, sebagaimana kesaksian penulis Injil telah menyatakan bahwa pada saat Yesus lahir, pemerintahan masa itu dipegang oleh Herodes.

Kembali lagi kepada teks Injil Mateus menyebutkan :
Mateus 2:1
Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem
(2)dan bertanya-tanya: “Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia.”
(3)Ketika raja Herodes mendengar hal itu terkejutlah ia beserta seluruh Yerusalem.
(4)Maka dikumpulkannya semua imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi, lalu dimintanya keterangan dari mereka, di mana Mesias akan dilahirkan.
(7)Lalu dengan diam-diam Herodes memanggil orang-orang majus itu dan dengan teliti bertanya kepada mereka, bilamana bintang itu nampak.
(8) Kemudian ia menyuruh mereka ke Betlehem, katanya: “Pergi dan selidikilah dengan seksama hal-hal mengenai Anak itu dan segera sesudah kamu menemukan Dia, kabarkanlah kepadaku supaya akupun datang menyembah Dia.”
(11) Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Merekapun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur.
(12) Dan karena diperingatkan dalam mimpi, supaya jangan kembali kepada Herodes, maka pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain.
(13) Setelah orang-orang majus itu berangkat, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi dan berkata: “Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya, larilah ke Mesir dan tinggallah di sana sampai Aku berfirman kepadamu, karena Herodes akan mencari Anak itu untuk membunuh Dia.”
(14) Maka Yusufpun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibu-Nya malam itu juga, lalu menyingkir ke Mesir,
(15) dan tinggal di sana hingga Herodes mati. Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: “Dari Mesir Kupanggil Anak-Ku.”

Dari mateus 1 : dapat anda pelajari tenggang waktu antara :

1. Berita lahirnya Yesus sampai kedatangan orang-orang majus ke Yerusalem.
2. Tenggang waktu berikutnya adalah khabar kelahiran Yesus yang ramai dibicarakan sampai ke telinga Herodes.
3. Tenggang waktu lainnya adalah peristiwa dari hal tersebut di atas sampai dikumpulnya ahli-ahli taurat.
4. Tenggang waktu berikutnya adalah waktu yang senggang antara peristiwa di atas sampai saat bertemunya orang majus dengan Herodes.
5. Tenggang waktu perjalanan orang majus sampai ke Betlehem.
6. Tenggang waktu ini bisa lebih lama lagi, yaitu tenggang waktu antara Kembalinya orang-orang majus yang melalui jalan lain sampai waktu Herodes menyadari dirinya merasa telah diabaikan oleh orang majus yang tidak kembali kepadanya untuk memberitahukan peristiwa kelahiran Yesus.
7. Tenggang waktu perintah pembunuhan bayi laki-laki atas perintah Herodes.

Ada pentingnya memahami kondisi 2000 tahun yang lalu jauh berbeda dengan kondisi saat ini. Jakarta-Surabaya hanya memerlukan waktu perjalanan 1 jam dengan pesawat, 14 Jam dengan kereta cepat.

Sistim informasi 2000 tahun yang lalu adalah dari mulut ke mulut, berita tidak akan tersebar dengan cepat secepat masa ini yang hanya perlu hitungan detik penyebaran berita dari negara satu ke negara lainnya.

Dari uraian saya diatas anda bisa mengambil kesimpulan sendiri mengenai Kepentingan para penulis injil, status kesaksian penulis injil, apakah mereka memiliki niat membuat cerita bohong atau tidak, semuanya saya kembalikan kepada anda.

Satu hal yang belum anda jawab atas pertanyaan yang pernah saya ajukan adalah (Mohon dijawab) :

“Untuk tujuan apakah para penulis Injil ini yang menurut anda telah membuat cerita bohong dan saling berkomplot atas kesaksian yang mereka terima?”

salam

Yoseph Henri,

Yang mengatakan bahwa mereka berkomplot atau tidak berkomplot adalah dari anda sendiri. Saya hanya mengatakan bahwa kelihatannya adanya kesepakatan antara penulis untuk tidak menuliskan peristiwa itu secara detail atau ada campur tangan dari penulis naskah sesudahnya. Itupun adalah komentar saya atas pendapat anda bahwa yang diceritakan adalah waktu yang umum dan bukan detail secara khusus. Kalau diceritakan secara detail tentulah akan ada pertentangan (ini kira kira apa yang tulis pada posting No.91).

Menjawab pertanyaan anda bahwa penulis injil Khususnya Matius dan Lukas yang kita bicarakan adalah berita bohong, adalah dikarenakan tidak mungkin kedua berita itu dapat dibenarkan semua, salah satu berita pasti salah.

Untuk apa tujuannya ? Kita harus melihat seluruh isi kitab PL dan PB. Sebelum adanya teknis percetakan seperti sekarang, kitab injil sudah ditulis tangan setelah Yesus tidak ada didunia. Sementara itu pengumpulan dan injil secara resmi baru terjadi 300 tahun setelah Yesus tiada. Dari masa penulisan sampai disyahkan secara resmi injil bersebar secara leluasa dan disalin dan dipetik menyebar ke mana mana. Dalam penyalinan dengan tangan oleh berbagai orang dapat terjadi pemalsuan/kesalahan atau ditulis menurut mashab yang dianutnya.

Ada Tulisan dari JR Dummelow dalam bukunya Commentary on Holy Bible sebagai berikut :

**Seorang penyalin kadang kadang memasukkan bukan apa yang ada pada teks asalnya, tetapi apa yang dianggapnya harus ada pada teks itu. Ia akan membuat teks itu menjadi sesuai dengan faham faham dan aliran dimana dia termasuk. Di samping versi versi dan kutipan kutipan Bapa-Bapa Gereja terdapat hampit empat ribu manuskrip Kitab Perjanjian Baru yang diketahui adanya. Sebagai akibatnya maka variasi teks teks ini cukup besar**

Ijil injil yang kemudian ditulis orang itu bertujuan memenuhi kebutuhan praktis masa itu. Dengan sendirinya isi injil diwarnai oleh paham paham dan tujuan penulis. Seperti kata TG Tucker dalam bukunya “The History of the Christians in the Light of Modern Knowledge” sebagai berikut :

**Jadi, injil injil ditulis dengan jelas jelas memantulkan konsepsi kebutuhan praktis dari komunitas untuk siapa injil itu ditulis. Didalamnya dipergunakan bahan bahan tradisional, tetapi tidak ada keragu-raguan dalam hal mengubahnya atau membuat tambahan tambahan ataupun meninggalkan apa yang tidak sesuai dengan tujuan sipenulis**

Atau Dr. JC Caldoux dalam “The life Of Yesus” menulis :

*Ketelitian dan kejujuran dalam penulisan pada zaman dahulu tidak melarang memasukkan ucapan ucapan yang di ada adakan pada tokoh yang historis; yang terbaik dari sejarawan dulupun melakukan praktek memberikan kata kata palsu secara ini **

Masih banyak sinyalemen bahwa injil injli ditulis dan dirobah dan ditambah untuk disesuaikan dengan paham paham dari sipenulis. Apa yang saya tampilkan itu adalah semuanya dari sarjana barat. Saya hanya memaparkan hanya yang tiga itu.

Salam

@Bolzuz
Saya memahami pemikiran anda yang turut memperhatikan kritik terhadap alkitab ini.
Yang perlu diperhatikan dalam hal ini adalah :
1. Umat kristen dalam upaya memahami kebenaran informasi yang diterima melalui media alkitab, diberi kebebasan untuk menyelidiki kebenaran dan keabsahan alkitab itu sendiri, dan tidak ada konskwensi dosa.
2. Injil (mateus, markus, lukas dan yohanes) adalah tulisan para rasul, bukan merupakan suatu kitab yang turun dari langit.
Para rasul menuliskan kesaksiannya, sampai sejauh mana keotentikan dari alkitab yang kita pegang sekarang ini dapat dirunut dalam berbagai aspek keilmuan termasuk didalamnya adalah sosial budaya masa-masa penulisan alkitab.
3. Masalah yang diungkapkan oleh para kritikus yang anda sebutkan, bagi umat kristiani bukan menjadi persoalan yang luar biasa, pendapat mereka adalah seperti pendapat kita yang menduga-duga kemungkinan apa saja yang bisa terjadi pada saat injil ditulis, sebagian bisa jadi benar, sebagian lagi bisa jadi salah.
4. Yang terpenting bagi kritikus sendiri adalah pola pandang para kritikus dan tujuan para kritikus sendiri yang perlu dipahami, kritikus melakukan kritik teks untuk tujuan apa? banyak kemungkinan yang juga perlu dipertimbangkan, antara lain keinginan kritikus untuk dikenal dan laku bukunya, keinginan untuk mendapatkan gelar doktoral, keinginan untuk memperoleh keuntungan bagi dirinya dan kelompoknya dsb, yang akan menghasilkan kesimpulan yang berbeda pula. Bukankah demikian?
5. Mengapa hanya ada empat injil di alkitab? hanya keempat injil itulah yang cukup akurat, bukan akurat dari segi keuntungan umat kristen maka keempatnya dipilih, tetapi melalui proses yang cukup panjang melalui tinjauan dari berbagai aspek, termasuk salah satunya adalah membuang mitos-mitos yang melebih2kan mujizat yesus yaitu mitos penciptaan burung dari tanah liat, jauh sebelum islam muncul, injil yang memuat mitos penciptaan burung tersebut disingkirkan karena tidak memenuhi kriteria kemurnian ajaran kristus. (entah mengapa 300 tahun kemudian mitos seperti ini bisa muncul di arab).

Sekedar informasi yang saya dengar bahwa katholik orthodox menerima injil langsung dari para rasul.
Methode pengajaran masa lampau kebanyakan adalah dengan tradisi lisan, dari tradisi lisan inilah pada akhirnya dicatatkan kedalam bentuk tulisan sebagaimana yang bisa anda baca dari injil lukas pasal 1 yang saya sampaikan diatas.

Akan tetapi setelah ditemukannya sekumpulan Naskah umat kristen menjadi lega karena alkitab yang kita pegang sampai saat ini sama dengan yang diketemukan di Qumran.

http://www.sttip.com/latar%20belakang%20sejarah%20kritik%20alkitab.htm

http://id.wikipedia.org/wiki/Naskah_Laut_Mati

salam

KALAU BEGITU TERBUKTI SDH DAN NYATALAH SDH BAHWA INJIL DAN KUMPULAN KUMPULANNYA TERSUSUN TIDAJ DARI AWAL NEALAAINKAN DARI TENGAH ATAU DARI PINGGIR… ITULAH YANG MENJADIKAN AJARAN AJARAN KALIAN MNJADI AJARAN YANG TIDAK ADA KEPUTUSAN HUKUM AKHERAT.

KARENA SEPANJANG JALAN KITAB ITAB ITUPUN AKAN MENJADI BANYAK JUMLAHNYA…KARENA SENAKIN BANYAK KRITIKUS DAN PENULIS..ITULAH YANG DISEBUT AHLI KITAB(PERUSAK KITAB)

AJARAN KITAB PENUH DENGAN KEJUJURAN,TETAPI MANUSIANYA BERBOHONG…YAH BEGITULAH PARA PENDETA PENDETA…SDH KADUNG ..MENUTUPI SEJAK DAHULU KALA,,DENGAN KEDENGKIAN AKAN KEBENARAN QURAN..

@ Yoseph Henri,

Sekedar info, vatikan sudah menutup sementara perpustakaanya sampai tahun 2010, apakah pertanda ada injil revisi baru ?

@ Ferry ZK

Jangan2 nama Yesus namanya mau diganti dengan Rasul Isa Al-Masih

@Ferry(99)
erinsky
“KALAU BEGITU TERBUKTI SDH DAN NYATALAH SDH BAHWA INJIL DAN KUMPULAN KUMPULANNYA TERSUSUN TIDAJ DARI AWAL NEALAAINKAN DARI TENGAH ATAU DARI PINGGIR… ITULAH YANG MENJADIKAN AJARAN AJARAN KALIAN MNJADI AJARAN YANG TIDAK ADA KEPUTUSAN HUKUM AKHERAT”

==Nah kan, anda tau sendiri apa yang ada di fikiran erinsky mengenai alkitab? coba tanyakan pada sdr erinsky mengenai turunnya taurat, zabur dan injil.

==Ternyata memang benar dugaan saya bahwa kehidupan anda dipenuhi dengan kecurigaan dan prasangka buruk.

salam

@Leito (100)
Sebutan Sayidinna Isa Almasih sudah dilakukan di awal-awal masa kekristenan jauh sebelum islam muncul oleh umat kristen orthodox.

salam

@ Yoseph Henri,

Yoseph Henri –> “Sebutan Sayidinna Isa Almasih sudah dilakukan di awal-awal masa kekristenan jauh sebelum islam muncul oleh umat kristen orthodox”

Nahhh klo sebutan ini lebih tepat, tp bukanya Isa itu eja’an arab ?

Salam Damai

@ Yoseph Henri
Nah loh kenapa sejarah suci ini menjadi tdk konsisten begini

@ Dewo
Bagaimana mas menerangkan konsistensi dan inkonsistensi atas pembelokan2 seperti ini

Kayaknya perlu dikaji lagi Kalau ada yg membabi buta bernada sumir ttg arab khususnya. dan timur tengah pada umumnya.

Waduh jadi ikutan gak jelas pertanyaan dan pernyataanku mau kemana arahnya…nanti belok lagi deh.

Buat temen kristen, tolong kasih penjelasan napa kalo kalian dah yakin selamat karena dosanya dah ditebus oleh yesus kok masih pada rajin ke gereja ? kalo aku jdi kalian trus dosa2 ku dah langsung di ampuni / di tebus ma TUHANKU yg ku lakukan adalah hidup dengan gelimpangan dosa kan enak di dunia senang2 di akhirat dapet sorga gratis lagi ga susah payah pake ibadah segala, soalnya berdosa ga berdosa tetap ja di tebus tetep ja masuk sorga.
lagian aneh juga ya org berdosa trus buat pengakuan di gereja sama pendetanya di sebuah bilik trus pendetanya ngomong kamu telah diampuni Waaaaah Ueeeenak tenan ya, kalo gitu mah tambah gampang ja masuk sorga, soalnya kalo abis nyolong trus buat pengakuan lalu diampuni ya trus nyolong lagi he..he.. soalnya gampang sih ngapus dosanya.
pantes ja org2 kristen terutama di barat banyak yang mabok2, sek bebas dll yng bikin dosa, soalnya mereka tu lebih pinter dari org2 kristen indonesia mereka ngerti kalo dosanya dah di tebus jadi mending hura2 gitu ya ?

Di alkitab tidak pernah menyuruh membalaskan dendam kepada musuh, tapi dikitab agama lain kok ada sih? Wah pantasan aja, kitabnya mengajarkan pembalasan. Makanya pengikutnya banyak yang suka main hakim sendiri. Terbukti bukan rekayasa hehehe…

Damai dihati Damai dibumi

Oh …….. Yesus yang disalibkan
Engkau …. pada Tiang Salib, lebih mulia dan bermatabat daripada seribu raja diatas seribu singgasana di dalam seribu kerajaan.
Engkau …. didalam kesedihan kematia, lebih kuat dari pada seribu jendral dalam seribu perang.
Bersama dukacita Mu, Engkau …. lebih menantang kesunyian ketimbang ratapan para bidadari dari surga.
Dihadapan pecambuk-pecambuk Mu, Engkau …. lebih kokoh daripada gunung batu karang.
Rangkaian onak duri Mu lebih cemerlang dan agung ketimbang mahkota manapun.
Paku paku Mu yang menusuk lengan Mu lebih indah daripada tongkat lambang kekuasaan siapapun.
Percik percik darah pada kakimu lebih gemerlap daripada kalung intan berlian.
Ampunilah si lemah yang menghina Mu hari ini.
Karena mereka tidak tau bagaimana menghina diri mereka sendiri.
Ampunilah mereka karena tidak tau bahwa Engkau mengatasi kematian dengan kematian dan memberkati hidup di atas kematian.
Ampunilah mereka karena tidak tau kekuatan Mu tetap menantikan mereka
Ampunilah mereka karena tidak tau bahwa setiap hari adalah hari Mu

(pandora)

Injil Barnabas (salah satu injil yang disembunyikan) juga mengisahkan mengenai Yesus disunat dalam usia 8 hari dan kemudian dilarikan ke Mesir. Kisah yang terdapat disana tidak bertentangan, karena kedatangan tiga orang raja tersebut terjadi setelah Yesus disunat. Setelah kepergian ketiga orang tersebut, Yusuf, sesuai dengan mimpinya membawa Yesus pergi ke Mesir dan tingal disana untuk beberapa tahun dan kemudian kembali ke Palestina untuk seterusnya menetap di Nazaret. Dan kisah yang terdapat dalam Injil Barnabas jauh dari pertentangan seperti apa yang dikisahkan dalam ayat Lukas dan Matius tersebut.

Mengenai Isa/Yesus menciptakan burung dari tanah yang katanya telah dibuang dari Injil karena tidak memenuhi kriteria ajaran Kristus. Barangkali ada yang dapat memberikan penjelasan mengenai *tidak memenuhi kriteria ajaran Kristus*

Mujizat menghidupkan orang mati mengobati oarng sakit dan membentut burung dari tanah yang dimiliki oleh Isa/Yesus adalah atas perkenan/izin Allah. Demikian juga mijizat yang ada pada Ibrahim, Musa dan Nabi nabi yang lainnya tidak akan berkalu bila Allah tidak berkenan.

Terima kasih.

@dorapan

sejauh pengetahuan saya dr referensi2 yang ada injil barnabas banyak kesalahan-kesalahan goegrafis dan budaya yang biasa berlaku di yahudi,itu yang membuat injil barnabas dianggap injil palsu.

kalau soal mujizat2 yang Tuhan lakukan,menurut pendapat pribadi saya Tuhan melakukan mujizat ada maksud dan tujuan yang berguna buat manusia bukan hanya sekedar iseng atau pamer kekuatan.

(pandora)

Yth. Hinadina,

kalau anda katakan bahwa injil barnabas palsu karena terdapat kesalahan geografis dan budaya yang berlaku di Yahudi, cobalah anda jabarkan itu. Bagaimana pendapat anda mengenai adanya ketidak cocokan yang ada pada injil yang empat.

Saya setuju pendapat anda mengenai mujizat2 yang Tuhan (Yang Maha Esa) lakukan ada maksud dan tujuannya yang berguna buat manusia dan bukan sekedar iseng dan pamer kekuatan.

Dan oleh karenanya janganlah mujizat yang dilakukan oleh para nabi membuat kita kemudian menuhankannya.

Saya akan tidak setuju sekali bila *Tuhan* yang anda katakan itu bukanlah Allah Yang Esa.

Terima kasih

RAHASIA KAUM MISSIONARIS (PARA PENDETA & PASTOR) YANG TAKUT DIKETAHUI OLEH UMATNYA SENDIRI

BERIKUT INI ADALAH SEBAGIAN INFORMASI YANG SELAMA INI DISEMBUNYIKAN OLEH GEREJA AGAR UMAT KRISTEN / KATHOLIK TIDAK MEMPELAJARI ALKITAB MEREKA SENDIRI SECARA MENDALAM, APALAGI SAMPAI DENGAN MEMBANDINGKAN ANTAR SATU KITAB DENGAN KITAB LAIN, SANGAT DILARANG KERAS.

————————————————————————————–

INDEKS AL-KITAB

Kitab agama ini adalah milik umat Kristiani, dikenal dengan sebutan Alkitab atau Bibel (Inggris : Bible, Jerman : Bijbel), terdiri dari dua bagian kitab, yaitu Kitab Perjanjian Lama (PL) dan Kitab Perjanjian Baru (PB). Di dalam Perjaniian Lama Tuhan pernah berfirman bahwa orang-oran Israel itu sangat durhaka dan hobi merubah-rubah kitab suci (baca: Kitab Mikha 3:1 – 12 dan Ulangan 31:27). Akibatnya, kitab suci ini menjadi bercampur-baur antara kebenaran ilahi dan kesalahan-kesalahan manusiawi yang ditulis oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Maka Alkitab tidak boleh dibaca dengan doktrin yang harus diterima apa adanya bahwa Alkitab itu pasti baik dan benar, karena Tuhan telah mengaruniakan akal budi kepada setiap manusia. Akal budi inilah yang mendatangkan karunia (Amsal 13:15). Tanpa akal budi mengakibatkan kebodohan dan kebinasaan (Amsal 10:21). Gunakanlah akal untuk menguji dan menyaring Alkitab antara ayat-ayat firman Tuhan dan ayat-ayat buatan manusia. Sesuai dengan perintah berikut : “Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik” (I Tesalonika 5: 2 1).

AYAT-AYAT ILLAHI :

Tuhan itu Esa (monotheisme), bukan Trinitas
1. Tauhid Nabi Musa (Ulangan 4:35, Ulangan 6:4, Ulangan 32:39).
2. Tauhid Nabi Daud (II Samuel 7:22, Mazmur 86:8).
3. Tauhid Nabi Sulaiman (I Raja-raja 8:23).
4. Tauhid Nabi Yesaya (Yesaya 43: 10-11, Yesaya 44:6,Yesaya 45:5-6, Yesaya 46:9).
5. Tauhid Yesus (Markus 12:29, Yohanes 5:30, Yohanes 17:3).

Yesus bukan Tuhan dan tidak sama dengan Tuhan
1. Yesus lebih kecil daripada Tuhan (Yohanes 10:29).
2. Tuhan lebih besar dari pada Yesus (Yohanes 14:28).
3. Yesus duduk di sebelah kanan Tuhan (Markus 16:19, Roma 8:4).
4. Yesus berdiri di sebelah kanan Tuhan (Kisah Para Rasul 7:56).
5. Allah tahu kapan datangnya kiamat, sedang Yesus tidak tahu (Matius 24:36).
6. Yesus bersyukur kepada Tuhan (Matius ll:25, Lukas 10:21).
7. Yesus berteriak memanggil Tuhan (Matius 27:46, Markus 15:34).
8. Yesus menyerahkan nyawanya kepada Tuhan (Lukas 23:44-46, Yohanes 19:30).
9. Yesus disetir oleh Tuhan (Yohanes 5:30).

Yesus adalah utusan Tuhan (Rasul Allah)
Dalil : Markus 9:37, Yohanes 5:24, 30,7:29,33,8:16,18,26,9:4,10:36,II:42,13:20,16:5, 17:3,8,23,25.

Tidak ada dosa waris dan Penebusan dosa
Para nabi Allah tidak ada yang mengajarkan Dosa Waris dan Penebusan Dosa. Risalah Allah yang dibawa oleh semua nabi-Nya itu pada hakekatnya sama saja, yaitu Tauhid dan amal shalih. Semua nabi menekankan adanya tanggung jawab individu atas segala perbuatan setiap manusia (Yehezkiel 18:20, Ulangan 24:16, Matius 16:27, Yeremia 31:29-30, II Tawarikh 25:4).

Nubuat akan datangnya seorang nabi akhir setelah Yesus
Dalam Alkitab masih dapat ditemukan nubuat-nubuat para nabi yang memberikan sinyalemen akan datangnya seorang nabi terakhir yang menutup keberadaan para nabi sebelumnya. Keberadaan nabi terakhir yang pamungkas ini sangat penting artinya untuk kesempurnaan ajaran Tuhan kepada manusia di muka bumi.

Namun, nubuat itu disampaikan dalam bentuk sandi-sandi bahasa yang dapat dipahami dengan penafsiran yang membutuhkan pemikiran akal yang tinggi.

Ayat-ayat yang dimaksud adalah :
1. Ulangan 18:18-20, tentang nabi diluar bani Israel dengan ciri-ciri: nabi seperti musa, tidak mati terbunuh dan semua perkatannya terjadi.
2. Habakuk 3:3 jo. Ulangan 33;1-3, tentang nabi yang berhasil menegakkan syariat agama di tanah Arab.
3. Yesaya 29:12, nabi yang tidak bisa membaca.
4. Yesaya 41:1-4, nabi yang bisa perang, punya keturunan dan sudah lama ditunggu-tunggu oleh bangsa yang tertindas sebagai pembebas dan penyelamat dari penindasan kaum yang zalim.
5. Yesaya 42:1-4, nabi yang menegakkan hukum kepada bangsa-bangsa lain dan tidak pernah berteriak dengan suara nyaring.
6. Yeremia 28:9, tentang nabi yang membawa damai.
7. Kejadian 49: 1, 10 dan Matius 21: 42-43, nabi tersebut keturunan nabi Ismail.
8. Yohanes 1: 19-25, datangnya setelah zaman Yahya dan Yesus.
9. Yohanes 16:7-1 5, nabi yang mendapat julukan “Penolong yang lain” dengan ciri-ciri: manusia biasa, memiliki gelar ‘penghibur’ dan ‘al-amin/orang benar jujur terpercaya’, tidak berkata-kata dari dirinya sendiri dan memuliakan nabi Isa dengan alaihisalam.
10. Dan lain-lain.

AYAT-AYAT BUATAN MANUSIA :

Ayat-ayat Porno (cabul)
1 Yehezkiel 23: 1-21, ayat-ayat jorok tentang seksual.
Diceritakan di dalamnya penyimpangan seksual yang sangat berbahaya bagi perkembangan psikologis bila dibaca oleh anak-anak di bawah umur. Ada kalimat-kalimat yang sangat cabul dengan menyebut buah dada, buah zakar, menjamah-jamah, memegang-megang, birahi, dan lainlain.

2. Yehezkiel 16: 22-38, ayat porno yang bugil-bugil.
“….Waktu engkau telanjang bugil sambil menendang nendang dengan kakimu …. (ay.22). “…dan menjual kecantikanmu menjadi kekejian dengan meregangkan kedua pahamu bagi setiap orang yang lewat, sehingga persundalanmu bertambah-tambah” (ay.25.”Engkau bersundal dengan orang Mesir, tetanggamu, si aurat besar itu…..”(ay.26). “engkau bersundal juga dengan orang Asyur, oleh karena engkau belum merasa puas ya, engkau bersundal dengan mereka, tetapi masih belum puas” (ay.28). “Betapa besar hawa nafsumu itu, demikianlah firman Tuhan ALLAH” (ay. 30). “….engkau yang memberi hadiah 1 umpan kepada semua yang mecintai engkau sebagai bujukan, supaya mereka dari sekitarmu datang kepadamu untuk bersundal” (ay. 33). Aku akan menyingkap auratmu di hadapan mereka, sehingga mereka melihatseluruh kemaluanmu: (ay.37).

3. Ulangan 23: 1-2, Tuhan menyebut “Buah Pelir”.

4. Hosa 3: 1, nabi Hosea disuruh Tuhan untuk mencintai perempuan yang suka bersundal (pelacur) dan berzinah. Jika benar bahwa Tuhan pernah menyuruh nabi-Nya untuk mencintai pelacur, semua laki-laki akan rebutan menjadi nabi. Dan, semua wanita akan rebutan untuk menjadi pelacur, supaya dicintai oleh nabi Allah.

5. Kidung agung 4:1-7, puisi rayuan yang memuji kecantikan dengan menyebut buah dada dan susu.

6. Kejadian 38:8-9, kisah asal-usul onani (masturbasi) oleh leluhur Yesus.

7. Kidung Agung 7:6-13. Puisi Kenikmatan Cinta yang memuji kecantikan dan cinta yang memakai kata-kata seksual, yakni keindahan buah dada dan keinginan untuk memegang-megang buah dada. “Sosok tubuhmu seumpama pohon korma dan buah dada gugusannya. Aku ingin memanjat pohon korma itu dan memegang gugusan gugusannya.Kiranya buah dadamu seperti gugusan anggur.

Pelecehan Alkitab (Bibel) kepada Tuhan
1. Tuhan menyesal dan pilu hati? (Kejadian 6:5-6, Keluaran 32:14).
2. Tuhan mengah-mengah, megap-megap, dan mengerang seperti perempuan yang melahirkan? (Yesaya 42:13).
3. Roh Tuhan melayang-layang (terapung-apung) di atas permukaan air? (Kejadian 1:1-2).
4. Tuhan jorok, menyuruh makan tahi? (Yehezkiel 4:12-1 5).
5. Tuhan kelihatan alas kaki-Nya? (Keluaran 24:10).
6. Tuhan merasa jenuh/jemu/bosan? (Yeremia 15:6).
7. Tuhan petak umpet dengan Adam? ( Kejadian 3:8-10).
8. Tuhan besanan dengan manusia? (Kejadian 6:2).
9. Tuhan kalah dalam duel melawan Yakub? (Kejadian 32:28).
10. Tuhan bersiul memanggil manusia? (Zakharia 10: 8).
11. Tuhan bersuit? (Yesaya 7: 18, Yesaya 5: 26).
12. Tuhan menengking? (Yeremia 25: 30)
13. Tuhan lelah kepayahan dan kecapaian? (Keluaran 31: 17).
14. Tuhan menyuruh mencintai pelacur? (Hosea 3:1).
15. Tuhan kelihatan punggungnya-Nya? (Keluaran 3 3: 23).

Pelecahan Alkitab (Bibel) kepada Para Nabi Allah
1 . Nabi Nuh mabuk-mabukan sampai teler dan telanjang bugil (Kejadian 9: 18-27).

2. Nabi Luth menghamili kedua putri kandungnya sendiri dalam dua malam secara bergiliran (Kejadian 19:30-38). Heboh … !!! Skandal seks ayah dan anak kandung oleh nabi??

3. Nabi Daud melakukan skandal seks dengan Batsyeba, istri anak buahnya sendiri. Setelah Batsyeba mengandung suaminya dibunuh oleh Daud, kemudian Batsyeba dinikahi Daud diboyong ke istana (II Samuel l l: 2-27).

4. Ketika sudah tua, Nabi Daud tidur dengan perawan yang masih muda (I Raja-raja 1: 1-3).

5. Nabi Yakub bekerja sama dengan ibu kandungnya untuk membohongi dan menipu ayah kandungnya, supaya Israel diberkati (Kejadian 27: 1-46).

6. Yehuda (putra Nabi Yakub) menghamili menantunya sendiri (Kejadian 38: 13-19). Skandal seksa ayah dan menantu dalam kitab suci!?

7. Absalom (putra Nabi Daud) memperkosa gundik ayahnya sendiri (11 Samuel 16: 21-23). Perselingkuhan anak dengan ibu (gundik ayah) dalam Kitab Suci?!

8. Amnon (putra Daud) memperkosa saudara perempuannya (II Samuel 13: 7-14). Incest antara anak nabi dengan saudaranya sendiri ?!?

9. Ruben (putra tertua Nabi Yakub) melakukan hubungan seks dengan Bilha, gundik ayahnya (Kejadian 35:22). Gundik ayah diperkosa anaknya sendiri ?!?

10. Nabi Sulaiman (Salomo) tidak taat kepada Tuhan karena lebih mencintai 700 istri dan menyimpan 300 gundik (I Raja-raja 11:3) Mustahil ada nabi yang rakus wanita..

11. Nabi Harun membuat dan menyembah patung emas (Keluaran 32:2-4).

12. Nabi Isa (Yesus) orang bodoh, idiot, dan emosional. Pada waktu bukan musim buah ara, Yesus mengutuk pohon ara yang tidak berbuah (Markus ll: 12-14; bandingkan: Yohanes 2:4 dan Yohanes 7:8-10).

Catatan : Nama-nama pezinah tersebut ada dalam silsilah yesus (Matius 1:1-17 dan Lukas 3:23-38).

Ayat-ayat yang tidak masuk akal (irasional)
1. Anak lebih tua 2 tahun daripada ayahnya pada waktu II Tawarikh 21:5,20, Yoram berusia 32 tahun jadi raja dan memerintah Yerusalem selama 8 tahun lalu meninggal (pada usia 40 tahun). II Tawarikh 22: 1-2, Setelah Yoram meninggal, dia digantikan Ahazia, anaknya pada usia 42 tahun. Jadi, Ahazia lebih tua 2 tahun daripada ayahnya.

2. Usia 11 tahun sudah tidak punya anak
Ahas berumur 20 tahun ketika naik dan memerintah kerajaan selama 16 tahun (II Raja-raja 16:2). Sepeninggal Ahas, tahta kerajaan diganti oleh Hizkia, anaknya (II Rajaraja 16: 20). Hizkia berusia 25 tahun waktu naik tahta menjadi raja (II Raja-raja 18: 2).
Jadi, dalam usia 11 tahun Ahaz sudah punya anak ??!!

3. Tuhan salah hitung
Kejadian 46: 8-1 5, disebutkan daftar nama-nama bani Israel yang datang ke Mesir berjumlah 34 nama. Padahal pada ayat 1 5 disebutkan “Jadi seluruhnya, laki-laki dan perempuan, berjumlah 33 jiwa”. Pakai Tuhan tidak pandai berhitung ??

Ayat-ayat yang mustahil dipraktekkan

1. Hukum Sabat
Hari Sabat (Sabtu) adalah hari Tuhan yang harus dikuduskan. Pada hari itu setiap orang dilarang bekerja, dilarang memasang api di rumah (lampu, kompor, dan lain-lain) karena Sabat adalah hari perhentian penuh. Orang yang bekerja pada hari Sabtu harus dihukum mati (Keluaran 20:8-11,31:15,35:2-3).
Ayat ini mustahil dipraktekan di jaman modem. Siapa yang sanggup mengamalkan ? Siapa yang mau dibunuh apabila melanggar hukum Sabat ?

2. Bunuh orang kafir dan musyrik!! (Ulangan 13: 6-9)
Ayat ini memeiintahkan kewajiban membunuh orang yang mengajak menyembah tuhan selain Allah. Ayat ini tidak bisa diterapkan. Buktinya umat Yahudi dan Kristen tidak pernah membunuh umat Hindu, Budha, Kong Hu Chu, dan lain-lain.

3. Dilarang memakai pakaian yang dibuat dari pada dua jenis bahan (Imamat 19: 19).
Bila ayat ini diamalkan, maka manusia akan kembali kepada jaman primitif, ketinggalan jaman, ketinggalan gaya dan tidak modernis.

4. Cungkil mata yang menyesatkan orang untuk berbuat dosa (Matius 5:29).
Secara Letterlijk maupun Figuurlijk, ayat ini mustahil dipakai. Bila diterapkan, maka banyak orang Kristen menjadi buta.

5. Potong kaki dan tangan orang yang menyesatkan ke arah dosa (Matiusl8:8-9)
Secara Letterlijk maupun Figuurlijk, ayat ini mustahi dipakai. Bila diterapkan, maka banyak orang kristen menjadi pincang dan buntung.

6. Dilarang melawan penjahat (Matius 5: 39-44)
Ayat ini mustahil dipraktekkan di masyarakat manapun. Bila ajaran ini diterapkan, maka menghancurkan tatanan sosial dan keamanan masyarakat. Apa jadinya di masyarakat apabila suatu kejahatan tidak dilawan ? Tidak melawan kejahatan berarti mendukung kejahatan. Bila kejahatan tidak dilawan, berarti mendukung kejahatan.
Bila kejahatan tidak dilawan, maka kriminalitas akan meningkat dan subur berkembang.

7. Kasihilah musuhmu (Lukas 6: 27-29). Ajaran ini sangat menguntungkan penjajah.

8. Dilarang membawa perbekalan, dilarang membawa dua helai baju dan dilarang membawa kasur dalam pedalanan (Matius 10:9-10). Kenyataannya, umat Kristen sendiri tak ada yang bisa mengamalkan ayat ini.

Ayat-ayat takhayul (mistis)
Simson (Inggris: Samson) adalah utusan Tuhan yang sakti mandraguna selama rambutnya tidak dicukur. (Hakim-hakim 16:1-22).

Diceritakan dalam kitab Hakim-hakim 16:1-22 bahwa Samson adalah utusan Tuhan yang sakti mandraguna. Dia bisa mencabut kedua daun pintu gerbang kota beserta kedua tiang dan semua palangnya, Ialu semuanya diletakkan di atas kedua bahunya dan dipindahkan ke puncak gunung (ay. 3). Tapi sayangnya dia jatuh cinta kepada seorang pelacur (wanita sundal) yang bernama Delila. Mala Delila disewa oleh raja Filistin dengan bayaran 1100 uang perak untuk mencari rahasia Samson (ay. 5).

Di atas pangkuan pelacur Delila, akhimya Samson tergoda rayuan dan bujukan sehingga membuka rahasia kesaktiannya. Bahwa selama rambut kepalanya tidak dicukur, maka seluruh kekuatannya akan musnah dan dia menjadi orang lemah (ay. 17). Maka setelah nabi Samson tertidur di atas pangkuan pelacur Delila, rambutnya dicukur. Lalu musnahlah seluruh kesaktiaan dan kekuatan Samson. (ay.19). Kemudian kedua mata Samson dicungkil sehingga jadilah Samson buta mata akibat rahasia kesaktiannya dicukur (ay. 21).

Cerita ini adalah cerita takhayul (mistik) yang biasanya berkembang di masyarakat primitif.

Ayat-ayat Diskrimatif
Perbuatan riba (rente) dilarang dilakukan kepada Israel, tapi boleh dilakukan kepada non Israel (Ulangan 23: 19-20).
Ayat ini jelas buatan orang Yahudi, sebab tidak mungkin Tuhan berlaku diskiiminatif dengan melarang mengambil bunga uang kepada bangsa Yahudi, sementara mengambil bunga kepada orang selain Yahudi diperbolehkan. Dan sangat bertentangan dengan kitab Keluaran 22: 25: “Jika engkau meminjamkan uang kepada salah seorang umat-Ku, orang miskin diantaramu, maka janganlah engkau berlaku sebagai penagih hutang terhadap dia: janganlah kamu bebankan bunga kepadanya”.

Ayat-ayat Ramalan Bibel yang meleset tak terpenuhi

1. Ramalan Paulus tentang kedatangan Yesus (I Tesalonika 4: 16-17).
Dalam ayat ini Paulus meramalkan bahwa setelah kebangkitan Yesus dari kubur, dia dan seluruh pengikutnya yang masih hidup itu akan diangkat bersama-sama dengan Yesus dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Ramalan ini tidak terpenuhi bukan Yesus yang menjemput Paulus, tapi pedang kaisar Nero yang memenggal leher Paulus di Roma tahun 64 M.
Ramalan Paulus ini tidak akan terjadi, meski dia diberi waktu 2000 tahun lagi untuk menunggu kegenapan nubuatnya.

2. Ramalan kedatangan Yesus (Matius 10:23, 16:28, Markus 9:1 dan Lukas 9:27).
Yesus menubuatkan bahwa dia dan kerajaan Allah akan datang sebelum para muridnya selesai mengunjungi kotakota Israel. Ramalan ini meleset jauh, sebab sampai saat ini Yesus belum juga turun datang kembali ke dunia. Padahal para murid Yesus sudah mati semua 2000 tahun yang Ialu.

3. Hak keturunan Abraham (Kejadian 21: 12).
Dalam ayat ini Tuhan menubuatkan bahwa yang disebut keturunan Abraham adalah berasal dari Ishak. Nubuat ini meleset jauh besar, Sebab dalam I Tawarikh 1:28-30 Ismail juga disebut sebagai anak keturunan Abraham.

4. Ramalan Tuhan Meleset (Yeremia 34:4-5)
Dalam ayat Tuhan berfirman bahwa Zedekia, raja Yehuda tidak akan mati oleh pedang, melainkan akan mati dengan damai. Nubuat ini meleset jauh, dalam kitab Yeremia 52: 10-11 diceritakan bahwa pada dalam akhir hayatnya Zedekia tewas ditangan raja Babel. Sebelum meninggal, mata Zedekia dibutakan, lalu dibelenggu dengan rantai tembaga. Kemudian ditaruh dalam rumah hukuman sampai meninggal.

5. Nubuat Tuhan tidak terjadi (Yeremia 36: 30).
Dalam kitab Yeremia 36:30 Tuhan berfirman bahwa keturunan Yoyakim tidak ada yang naik tahta kerajaan Daud. Nubuat ini tenyata meleset. Diceritakan dalam kitab II Rajaraja 24: 6 bahwa sepeninggal Yoyakim, yang naik tahta menggantikannya adalah Yoyakin, anaknya.

AYAT-AYAT KONTRADIKSI :

Kontradiksi Perjanjian Lama
1. Siapakah anak Daud yang kedua ?
a. Kileab (II Samuel 3: 2-3).
b. Daniel (I Tawarikh 3: 1)

2. Di Yerusalem, Daud mengambil beberapa gundik atau tidak ?
a. Ya! Daud mengambil beberapa gundik dan istrei (11 Samuel 5: 13-16).
b. Tidak! Daud hanya mengambil beberapa isteri saja (I Tawarikh 14: 3-7).

3. Berapa anak-anak Daud dari gundik di Yerusalem ?
a. 11 orang (Samuel 5: 13-16).
b. 13 orang (I Tawarikh 14 3-7).

4. Di Kota mana Daud mengambil tembaga ?
a. Betah dan Berotai (II Samuel 8: 8).
b. Tibhat dan dari Kun (I Tawarikh 18: 8)

5. Siapa anak Tou yang diutus untuk mengucapkan selamatkepada Daud ?
a. Yoram (II Samuel 8: 10).
b. Hadoram (1 Tawarikh 18: 9- 1 0)

6. Dari orang bangsa saja Daud mengambil perak dan emas untuk Tuhan ?
a. Aram (II Samuel 8: 11-12).
b. Edom (I Tawarikh 18: 14-16).

7. Siapakah panitera (sekretaris) Daud ?
a. Seraya (II Samuel 8: 15-17).
b. Sausa (I Tawarikh 18: 14-16).

8. Berapakah tentara berkuda tawanan Daud ?
a. 1.700 orang (II Samuel 8: 4).
b. 7.000 orang (I Tawarikh 18: 4).

9. Berapa ekor kuda kereta yang dibunuh Daud ?
a. 700 ekor (II Samuel 10: 18).
b. 7.000 ekor (I Tawarikh 19:18).

10. Yang dibunuh Daud, pasukan berkuda atau pasukan jalan kaki ?
a. 40.000 pasukan berkuda (II Samuel 10:8).
b. 40.000 pasukan berjalan kaki (I Tawarikh 19: 18).

11. Siapakah panglima musuh yang tewas di tangan Daud?
a. Sobakh (II Samuel 10: 18).
b. Sofakh (I Tawarikh 19: 18).

12. Daud memerangi Israel atas hasutan Tuhan atau atas bujukan iblis ?
a. Tuhan murka Ialu menghasut Daud (II Samuel 24: 1).
b. Setan bangkit Ialu membujuk Daud (I Tawarikh 21:1)

13. Siapakah kepala Triwira pengiring Yahudi ?
a. Isyabaal, orang Hakhmoni (II Samuel 23: 8).
b. Yasobam bin Hakhmoni (I Tawarikh 11:11).

14. Kepala Triwira Daud membunuh berapa orang ?
a. 800 orang (II Samuel 23:8).
b. 300 orang (I Tawarikh 11:11).

15. Berapakah angkatan perang Daud dari orang Israel ?
a. 800 orang (II Samuel 24: 9).
b. 1.100.000 orang (I Tawarikh 21:5).

16. Berapakah angkatan perang Daud dari orang Yehuda ?
a. 500.000 orang (11 Samuel 24:9).
b. 470.000 orang (I Tawarikh 21:5).

17. Berapakah kandang kuda milik Salomo (Sulaiman ?
a. 40.000 kandang (I Raja-raja 4:26).
b. 4.000 kandang (II Tawarikh 2:2).

18. Berapa mandor pengawas kerajaan Salomo (Sulaiman)?
a. 3.300 mandor (1 Raja-raja 5:16).
b. 3.600 mandor (II Tawarikh 2:2).

19. Berapa bat air di Bait Suci buatan Salomo ?
a. 2.000 bat air (I Raja-raja 7:26).
b. 3.000 bat air (II Tawarikh 4:5).

20. Berapakah jumlah keturunan Yakub seluruhnya ?
a. 66 jiwa (Kejadian 46:26).
b. jiwa (Keluaran 1:5).

21. Yang diharamkan, kelinci ataukah kelinci hutan ?
a. Kelinci (Imamat ll: 6).
b. Kelinci hutan (Ulangan 14: 6).

22. Yang haramkan, babi ataukah babi hutan ?
a. Babi hutan (Ulangan 14: 8, Imamat ll: 7).
b. Babi (Yesaya 66: 17).

23. Berapa lama Yoyakhim menjadi raja di Yerusalem ?
a. 3 bulan (11 Raja-raja 24: 8).
b. 3 bulan 10 hari (11 Tawarikh 36: 9).

24. Berapa lama Yesua dan Yoab yang pulang kembali ke Yerusalem dan Yehuda dari pembuangan Nebukadnezar ?
a. 2.812 orang (Ezra 2:6).
b. 2.818 orang (Nehemia 7:11).

25. Berapa anak-anak Benyamin ?
a. 10 orang (Kejadian 46:21).
b. 5 orang (Bilangan 26:38-39).
c. 3 orang (I Tawarikh 7:6).
d. 5 orang (1 Tawarikh 8:1-5).
Komentar Silsilah anak Benyamin itu, semuanya tidak sama baik nama maupun jumlahnya.

26. Berapa cucu Benyamin (anak-anak Bela) ?
a. 5 orang (I Tawarikh 7:7).
b. 9 orang (I Tawarikh 8:3-5).
c. 2 orang (Bilangan 26:40).
Buka dan bacalah ayat yang dimaksud. Terlihat jelas bahwa semua nama dan jumlah cucu Benyamin tidak ada yang sama.

27. Tuhan salah dalam batasan usia ?
a. Tuhan membatasi umur manusia hanya 120 tahun saja “Berfirman Tuhan: “Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja” (Kejadian 6:3). “Maka berkatalah TUHAN,’Aku tidak memperkenankan manusia hidup selama-lamanya; mereka mahluk fana, yang harus mati. Mulai sekarang umur mereka tidak akan melebihi 120 tahun” (Kejadian 6:3, Alkitab Bahasa Indonesia Sehari-hari).
b. Batasan usia dari Tuhan itu salah besar, karena banyak orang yang usianya melebihi 120 tahun. Adam hidup selama 930 tahun (Kej. 5:3-5), Set hidup selama 912 tahun (Kej. 5:6-8), Enos hidup selama 905 tahun (Kej.9-11), Keenam hidup selama 9 1 0 tahun (Kej. 5:12-14), Mahalaleel hidup selama 895 tahun (Kej. 5:15-17), Yared hidup selama 962 tahun (Kej. 5:18-20), Henokh hidup selama 365 tahun (Kej. 5:21-23), Metusalah hidup selama 969 tahun (Kej. 5:25-27), Lamekh hidup selama 777 tahun (Kej. 5:28-32), Nuh hidup selama 950 tahun (Kej. 9:29), Sem hidup selama 600 tahun (Kej. 11: 10-11), Arpakhsad hidup selama 438 tahun (Kej. 11:12-13), Selah hidup selama 433 tahun (Kej. ll: 14-15), Eber hidup selama 464 tahun (Kej. ll:16-17). Peleg hidup selama 239 tahun (Kej. ll:18-19), Rehu hidup selama 239 tahun (Kej.11: 22-21), Serug hidup selama 230 tahun (Kej. 11: 24-25), Sara hidup selama 127 tahun (Kej. 23: 1-2), Ismael hidup selama 137 tahun (Kej. 25:17), Nahor hidup selama 148 tahun (Kej. ll: 24-25), Yakub hidup selama 147 tahun (Kej. 47: 28), Lewi hidup selama 137 tahun (Kej. 6:15), Kehat hidup selama 133 tahun (Kej. 6:19), Harun hidup selama 123 tahun (BH 33:39), Ayub hidup selama 140 tahun (Ayub. 42: 16-17).

28. Tuhan menyesal atau tidak ?
a. Tuhan tidak punya sifat menyesal (I Samuel 15:29, Bilangan 23:19).
b. Tuhan menyesal dan pilu hati karena telah menciptakan manusia yang akhimya cenderung berbuatjahat di muka bumi (Kejadian 6:5-6). Tuhan menyesal karena telah Saul sabagai raja di Israel (I Samuel IS: 10-11, 35). Tuhan menyesal setelah mengacungkan tangan ke Yerusalem (II Samuel 24:16).Tuhan menyesal karena telah merancang malapetaka (Yeremia, 26:3, Yeremia 42:10, Keluaran 32: 14).

29. Tuhan bisa dilihat atau tidak ?
a. Tuhan tidak bisa dilihat dan didengar (Yohanes 5: 37,I Timotius 1:17, I Timotius 6:16, Keluaran 33: 20, I Yohanes 4:12).
b. Tuhan bisa dihhat dengan mata kepala (Keluaran 33:11), Kejadian 18:1, Yohanes 5:37), Keluaran 33:20; I Timotius 6:16, I Timotius 1: 17,I Yohanes 4:12, Kejadian 26:24).
c. Tuhan kelihatan kaki-Nya (Keluaran 24:9-10).
d. Tuhan kelihatan sedang duduk (Yesaya 6:1).
e. Tuhan bias dilihat dari jauh(Yeremia 31:3).

Sebenarnya masih ada ratusan lagi daftar kontradiksi dalam Perjanjian Lama. Tapi karena keterbatasan ruang muat, maka dalam indeks ini dicukupkan sampai disini daftar ayat kontradiksi dalam Perjanjian Lama. Untuk selengkapnya baca buku “Fakta Dan Data Kepalsuan Alkitab (Bibel)” yang akan segera terbit.

Kontradiksi Perjanjian Baru :

Silsilah Yesus dalam Alkitab bisa dilihat di dua kitab Injil yaitu Injil Matius 1:1-17 dan Injil Lukas 3: 23-38. sementara injil Markus dan Injil Yohanes diam seribu bahasa tak tahu menahu tentang silsilah Yesus.

1. Siapakah leluhur Yesus dari Adam sampai dengan Abraham?
a. Lukas menuliskan 21 nama dalam silsilah dari Adam sampai dengan Abraham.
b. Matius tidak menuliskan satu nama pun dalam silsilah dari Adam sampai dengan Abraham. Apakah Tuhan tidak memberikan inspirasi Yesus kepada Matius ? Apakah Tuhan pilih kasih terhadap Lukas ? Padahal Lukas termasuk dalam daftar murid Yesus di Injil Matius 10:2-4.

2. Berapa nama silsilah dari Abraham sampai dengan Daud ?
a. Lukas mencatat 15 nama dari Daud sampai dengan Yesus.
b. Matius hanya mencatat 14 nama dari Daud sampai dengan Yesus.

3. Dalam silsilah dari Abraham sampai dengan Daud, siapakah anak Hezron?
a. Anak Hezron adalah Arni (Lukas 3: 33).
b. Anak Hezron adalah Ram (Matius 1: 3).

4. Berapa nama silsilah Daud sampai dengan Yesus ?
a. Lukas mencatat 43 nama dari Daud sampai dengan Yesus.
b. Matius hanya mencatat 28 nama dari Daud sampai dengan Yesus.

5. Siapakah kakek Yesus ?
a. Yakub (Matius 1:6).
b. Eli (Lukas 3:31).

6. Siapakah anak daud yang menurunkan Yesus ?
a. Salomo (Matius 1: 6).
b. Natan (Lukas 3:31).

7. Yesus memasuki Yerusalem naik apa ?
a. Seekor keledai (Markus ll:7; Lukas 19:35).
b. Seekor keledai betina dan seekor keledai (Matius 21:7).

8. Ketika Yesus bertemu Yalrus, apakah anak perempuan Yairus sudah mati?
a. Ya! Sudah mati! (Matius 9:18).
b. Belum mati! Masih sakit dan hampir! (Markus 5: 23).

9. Bolehkah membawa tongkat dan kasut dalam pedalanan ?
a. Ya, boleh ! (Markus 6: 7-9).
b. Tidak, tidak boleh!! (Matius 10: 9- 1 0, Lukas 9: 1-3).

10. Kesaksian Yesus tentang dirinya, benar atau salah ?
a. Tidak benar (Yohanes 5: 31).
b. Benar (Yohanes 8:14).

11. Berapa jumlah orang buta yang bertemu Yesus di Yerikho?
a. Dua orang buta (Matius 20:29-30).
b. Hanya satu orang buta saja (Markus 10:46).

12. Dimana Yesus menemui orang kerasukan setan ?
a. Di Gedara (Matius 8:28).
b. Di Gerasa (Markus 5:1-2).

13. Berapa jumlah orang kerasukan setan yang ditemui Yesus ?
a. Ada 2 orang (Matius 8:28).
b. Hanya 1 orang saja (Markus 5: 1-2).

14. Apa yang diucapkan Yudas di hadapan Yesus ?
a. Salam Rabi (Matius 26: 49).
b. Rabi (Markus 14: 45),
c. Yudas tidak mengucapkan apa-apa/diam (Lukas 22:47).

15. Ketika Yesus berjalan di atas air, bagaimana respon para muridnya ?
a. Mereka menyembah Yesus (Matius 14:33).
b. Mereka tercengang dan bingung (Markus 6:51-52).

16. Jam berapa Yesus disalibkan ?
a. Jam sembilan (Markus 15:25).
b. Jam 12 Yesus belum disalibkan (Yohanes 19:14).

17. Yesus membawa damai dan keselematan atau onar ?
a. Yesus menyelamatkan dunia (Matius 5:9, Yohanes 3:17, Yohanes 10:34-36).
b. Yesus membawa onar, pedang dan kekacauan keluarga (Matius 10: 34-36).

18. Apa hukumnya bersunat ?
a. Sunat itu wajib (Kejadian 17:10-14, 17:14, Kejadian 21:4). Yesus tidak membatalkan sunat, (Matius 5: 17-20, Lirkas 2:21). Yesusjuga disunat (lukas 2: 21). Dan orang yang tidak disunat, tidak dapat diselamatkan (Kisah Para Rasul IS: 1-2).
b. Kata Paulus, sunat tidak wajib, tidak berguna dan tidak penting (Galatia 5:6, I Korintus 7:18-19).
19. Bolehkah makan babi ?
a. Babi haram dimakan (Ulangan 14:8, Imamat 11:7, Yesaya 66:17).
b. Kata Paulus, semua daging binatang halal dimakan, tidak ada yang haram (I Korintus 6: 12, I Korintus 10:25, Kolose 2:16, I Timotius 4-5, Roma 14:17).

20. Selain Yesus, adakah yang naik ke sorga ?
a. Tidak ada! Hanya Yesus saja yang pemah naik ke sorga (Yohanes 3: 13).
b. Henokh dan Elia telah naik ke sorga (Kejadian 5: 24, II Raja-raja 2. 1 1).

AYAT-AYAT TUHAN YANG RAGU-RAGU :

Tuhan ragu-ragu dalam ispirasi wahyu-Nya, sehingga memakai kata dugaan “kira-kira”.

Kira-kira jam 3 malam (Matius 14:25, Markus 6:48), kira-kira jam 3 (Matius 27:46), Kira-kira jam 3 petang (Kisah Para Rasul 10: 3) . Kira-kira jam 4 (Yohanes 1:39), Kira-kira jam 5 petang (Matius 20:6), Kira-kira jam 5 (Matius 20:9), Kirakira jam 9 (Kisah Para Rasul 23:23),

Kira-kira jam 9 pagi (Matius 20:3), Kira-kira jam 12 (Lukas 23:44, Yohanes 19:14), (irakira pukul 12 (Matius 20:5, Yohanes 4: 6, Kisah Para Rasul 10:9), Kira-kira 2 jam (Kisah Para Rasul 19:34), Kira-kira 3 jam (Kisah Para Rasul 5:7).

Kira-kira 12 orang (Kisah Para Rasul 19:7), Kira kira 20 orang (I Samuel 14:14), 1 Samuel 25:13, I Raja-raja 22:6, Kisah Para Rasul 5:36), kira-kira 600 orang (1 Samuel 14: 2,1 Samuel 23:13).

Kira-kira 1000 orang (Yudas 9:49), kira-kira dua atau tiga ribu orang (Yosua 7:3), kira-kira 3000 orang (Yosua 7: 4, Yudas 16:27), kira-kira 3000 jiwa (Kisah Para Rasul 2: 41), kira-kira 4000 orang (1 Samuel 4:2, Markus 8:9), kira-kira 5000 orang (Yosua 8:12), kira-kira 5000 laki-laki (Matius 14:21, Lukas 9:14, Yohanes 6:10, Kisah Para Rasul 4: 4).

Kira-kira 10.000 orang (Yudas 3:29), kira-kira lima belas ribu orang (Yudas 8:10), kira-kira 40.000 orang (Yosua 4:13).

Kira-kira 8 hari (Lukas 9: 28), kira-kira 10 hari (1 Samuel 25: 38), Kira-kira 3 bulan (Kejadian 38: 24. Lukas 1: 56), kirakira 12 tahun (Lukas 8: 42), kira-kira 30 tahun (Lukas 3: 23), kira-kira 100 tahun (Roma 4: 19), kira-kira 450 tahun (Kisah Para Rasul 13: 20).

Kira-kira 50 kati (Yohanes 19: 39), kira-kira 200 hasta (Yohanes 21: 8), kira-kira 2000 ekor babi (Markus 5: 13), kirakira 2 mil (Yohanes 11: 18).

KESAKSIAN PARA TEOLOG KRISTEN :

1. Dr.G.C Van Niftrik dan Dr. B.J Bolland :
“Kita tidak usah malu-malu, bahwa terdapat berbagai kekhilafan di dalam Alkitab; kekhilafan-kekhilafan tentang angka-angka perhitungan; tahun dan fakta. Dan tak perlu kita pertanggungjawabkan kekhilafan-kekhilafan itu pada caranya, isi Alkitab telah disampaikan kepada kita, sehingga kita akan dapat berkata: “Dalam naskah aslinya tentu tidak terdapat kesalahan-kesalahan, tetapi kekhilafan itu barulah kemudian terjadi di dalam turunan naskah itu. Isi Alkitab juga dalam bentuknya yang asli, telah datang kepada kita dengan perantaraan manusia” (Dogmatika Masa Kini, BPK Jakarta,1967, hal 298).

2. Dr. Mr D.C Mulder:
“Jadi benarlah Daud itu pengarang Mazmur yang 73 jumlahnya ? Hal itu belum tentu. Sudah beberapa kali kita suci menjumpai gejala bahasa orang Israel suka menggolongkan karangan-karangan di bawah nama orang yang termasyhur ……. Oleh karena itu tentu tidak mustahil pengumpulan-pengumpulan mazmur-mazmur itu (atau orang-orang yang hidup lebih kemudian) memakai nama Daud, karena raja itu termasyhur sebagai pengarang mazmur-mazmur. Dengan kata lain perkataan, pemakaian nama Daud, Musa, Salomo itu merupakan tradisi kuno, yang patut diperhatikan, tetapi tradisi itu tidak mengikat” (Pembimbing ke Dalam Perjanjian Lama, BPK Jakarta, 1963 hal. 205).

3. Dr. Welter Lempp;
“Susunan semesta alam diuraikan dalam Kitab Kejadian I tidak dapat dibenarkan lagi oleh ilmu pengetahuan modern” (Tafsiran Kejadian, hal 58). “Pandangan Kejadian I dan seluruh Alkitab tentang susunan semesta alam adalah berdasarkan ilmu kosmografi bangsa Babel. Pandangan itu sudah ketinggalan jaman” (Tafsiran Kejadian, hal, 65).

4. Dr. R. Soedarmo:
“Dengan pandangan bahwa Kitab Suci hanya catatan saja dari orang, maka diakui juga bahwa di dalam Kitab Suci mungkin sekali ada kesalahan. Oleh karena itu Kitab Suci mungkin sekali ada kesalahan. Oleh karena itu Kitab Suci denganbentuk sekarang masih dapat diperbaiki” (Ikhtisar Dogamtika, BPK Jakarta, 1965 hal. 47). “Di dalam Perjanjian Baru pun ada kitab-kitab yang diragukan antara lain Surat Wahyu dan Yakobus yang disebut surat Jeram” (Ikhtisar Dogmatika, BPK Jakarta, 1965 hal. 49).

SOLUSI AKHIR

Karena Alkitab (Bibel) sudah terbukti kepalsuannya, maka seharusnya kita berpaling dari Alkitab (Bibel). Carilah kitab suci yang sudah teruji keasliannya sepanjang zaman. Ciri-ciri kitab suci tersebut adalah:

1. Keotentikannya dijamin langsung oleh Tuhan.
2. Masih ada bahasa ashnya sesuai dengan sewaktu kitab suci tersebut diturunkan kepada nabi yang menerimanya.
3. Mudah dihafal karena Tuhan memberikan kemudahan bagi umat-Nya untuk menghafalkan wahyunya.
4. Umat yang meyakininya banyak yang hafal kitab suci tersebut diluar kepala.
5. Tidak mengandung pornografi.
6. Tidak ada kontradiksi antar ayat.
7. Relevan sepanjang zaman.

25 DESEMBER (MISTERI NATAL)

1.SEJARAH NATAL.

Kata Christmas (Natal) yang artinya Mass of Christ atau disingkat Christ-Mass, diartikan sebagai hari untuk merayakan kelahiran “Yesus”. Perayaan yang diselenggarakan oleh non-Kristen dan semua orang Kristen ini berasal dari ajaran Gereja Kristen Katolik Roma. Tetapi, dari manakah mereka mendapatkan ajaran itu? Sebab Natal itu bukan ajaran Bible (Alkitab), dan Yesus pun tidak pernah memerintah para muridnya untuk menyelenggarakannya. Perayaan yang masuk dalam ajaran Kristen Katolik Roma pada abad ke empat ini adalah berasal dari upacara adat masyarakat penyembah berhala.

Karena perayaan Natal yang diselenggarakan di seluruh dunia ini berasal dari Katolik Roma, dan tidak memiliki dasar dari kitab suci, maka marilah kita dengarkan penjelasan dari Katolik Roma dalam Catholic Encyclopedia, edisi 1911, dengan judul “Christmas”, anda akan menemukan kalimat yang berbunyi sebagai berikut:

Christmas was not among the earliest festivals of Church … the first evidence of the feast is from Egypt. Pagan customs centering around the January calends gravitated to christmas.”

Dalam Ensiklopedi itu pula, dengan judul “Natal Day,” Bapak Katolik pertama, mengakui bahwa:

“In the Scriptures, no one is recorded to have kept a feast or held a great banquet on his birthday. It is only sinners (like Paraoh and Herod) who make great rejoicings over the day in which they were born into this world.”

Encyclopedia Britannica, yang terbit tahun 1946, menjelaskan sebagai berikut:

“Christmas was not among the earliest festivals of the church… It was not instituted by Christ or the apostles, or by Bible authority. It was picked up of afterward from paganism.”

Encyclopedia Americana terbitan tahun 1944 juga menyatakan sebagai berikut:

“Christmas…It was, according to many authorities, not celebrated in the first centuries of the Christian church, as the Christian usage in general was to celebrate the death of remarkable persons rather than their birth…” (The “Communion,” which is instituted by New Testament Bible authority, is a memorial of the death of Christ.) “…A feast was established in memory of this event (Christ’s birth) in the fourth century. In the fifth century the Western Church ordered it to be celebrated forever on the day of the old Roman feast of the birth of Sol, as no certain knowledge of the day of Christ’s birth existed.”

Sekarang perhatikan! Fakta sejarah telah membeberkan kepada kita bahwa mulai lahirnya gereja Kristen pertama sampai dua ratus atau tiga ratus tahun kemudian – jarak waktu yang lebih lama dari umur negara Amerika Serikat – upacara Natal tidak pernah dilakukan oleh umat Kristen. Baru setelah abad keempat, perayaan ini mulai diselenggarakan oleh orang-orang Barat, Roma dan Gereja. Menjelang abad kelima, Gereja Roma memerintahkan untuk merayakannya sebagai hari raya umat Kristen yang resmi.

2. YESUS TIDAK LAHIR PADA TANGGAL 25 DESEMBER.

Sungguh amat mustahil jika Yesus dilahirkan pada musim dingin! (Di wilayah Yudea, setiap bulan Desember adalah musim salju dan hawanya sangat dingin) Sebab Injil Lukas 2:11 menceritakan suasana di saat kelahiran Yesus sebagai berikut:

“Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam. Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan.. Lalu kata malaikat itu kepada mereka: “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, di kota Daud.”

Tidak mungkin para penggembala ternak itu berada di padang Yudea pada bulan Desember. Biasanya mereka melepas ternak ke padang dan lereng-lereng gunung. Paling lambat tanggal 15 Oktober, ternak tersebut sudah dimasukkan ke kandangnya untuk menghindari hujan dan hawa dingin yang menggigil. Bibel sendiri dalam Perjanjian Lama, kita Kidung Agung 2: dan Ezra 10:9, 13 menjelaskan bahwa bila musim dingin tiba, tidak mungkin pada gembala dan ternaknya berada di padang terbuka di malam hari.

Adam Clarke mengatakan:
“It was an ancient custom among Jews of those days to send out their sheep to the field and desert about the Passover (early spring), and bring them home at commencement of the first rain.” (Adam Clarke Commentary, Vol.5, page 370, New York).
“Adalah kebiasaan lama bagi orang-orang Yahudi untuk menggiring domba-domba mereka ke padang menjelang Paskah (yang jatuh awal musim semi), dan membawanya pulang pada permulaan hujan pertama).”

Adam Clarke melanjutkan:
“During the time they were out, the sepherds watch them night and day. As…the first rain began early in the month of Marchesvan, which answers to part of our October and November (begins sometime in october), we find that the sheep were kept out in the open country during the whole summer. And, as these sepherds had not yet brought home their flocks, it is a presumptive argument that october had not yet commenced, and that, consequently, our Lord was not born on the 25th of December, when no flock were out in the fields; nor could He have been born later than September, as the flocks were still in the fields by night. On this very ground, the Nativity in December should be given up. The feeding of the flocks by night in the fields is a chronological fact…See the quotation from the Talmudists in Lightfoot.”

“Selama domba-domba berada di luar, para penggembala mengawasinya siang dan malam. Bila…hujan pertama mulai turun pada bulan Marchesvan, atau antara bulan Oktober dan November, ternak-ternak itu mulai dimasukkan ke kandangnya. Kita pun mengetahui bahwa domba-domba itu dilepas di padang terbuka selama musim panas. Karena para penggembala belum membawa pulang domba-dombanya, berarti bulan Oktober belum tiba. Dengan demikian dapatlah diambil kesimpulan bahwa Yesus tidak lahir pada tanggal 25 Desember, ketika tidak ada domba-domba berkeliaran di padang terbuka di malam hari. Juga tidak mungkin dia lahir setelah bulan September, karena di bulan inilah domba-domba masih berada di padang waktu malam. Dari berbagai bukti inilah, kemungkinan lahir di bulan Desember itu harus disingkirkan. Memberi makan ternak di malam hari, adalah fakta sejarah…sebagaimana yang diungkapkan oleh Talmud (kitab suci Yahudi) dalam bab “Ringan Kaki”.

Di ensiklopedi mana pun atau juga di kitab suci Kristen sendiri akan mengatakan kepada kita bahwa Yesus tidak lahir pada tanggal 25 Desember. Catholic Encyclopedia sendiri secara tegas dan terang-terangan mengakui fakta ini.

Tidak seorang pun yang mengetahui, kapan hari kelahiran Yesus yang sebenarnya. Jika kita meneliti dari bukti-bukti sejarah dan kitab suci Kristen sendiri, saya bisa mengambil kesimpulan bahwa Yesus lahir pada awal musim gugur – yang diperkirakan jatuh pada bulan September – atau sekitar 6 bulan setelah hari Paskah.

Jika Tuhan menghendaki kita untuk mengingat-ingat dan merayakan hari kelahiran Yesus, niscaya dia tidak akan menyembunyikan hari kelahirannya.

3. PROSES NATAL MASUK GEREJA.

New Schaff-Herzog Encyclopedia of Religious Knowledge dalam artikelnya yang berjudul “Christmas” menguraikan dengan jelas sebagai berikut:

“How much the date of the festival depended upon the pagan Brumalia (Dec.25) following the Saturnalia (Dec.17-24), and celebrating the shortest day of the year and the ‘new sun’… can not be accurately determined. The pagan Saturnalia and Brumalia were too deeply entrenched in popular custom to be set aside by Christian influence…The pagan festival with its riot and merrymaking was so popular that Christians were glad of an excuse to continue its celebration with little change in spirit and in manner. Christian preachers of the West and the Near East protested against the unseemly frivolity with which Christ’s birthday was celebrated, while Christians of Mesopotamia accused their Western brethren of idolatry and sun worship for adopting as Christian this pagan festival.”

Perlu diingat! Menjelang abad pertama sampai pada abad keempat Masehi, dunia dikuasai oleh imperium Romawi yang paganis politeisme. Sejak agama Kristen masih kecil sampai berkembang pesat, para pemeluknya dikejar-kejar dan disiksa oleh penguasa Romawi. Setelah Konstantin naik tahta menjadi kaisar, kemudian memeluk agama Kristen pada abad ke-4 M. dan menempatkan agama sejajar dengan agama kafir Roma, banyak rakyat yang berbondong-bondong memeluk agama Kristen.

Tetapi karena mereka sudah terbiasa merayakan hari kelahiran dewa-dewanya pada tanggal 25 Desember, mengakibatkan adat tersebut sulit dihilangkan. Perayaan ini adalah pesta-pora dengan penuh kemeriahan, dan sangat disenangi oleh rakyat. Mereka tidak ingin kehilangan hari kegembiraan seperti itu. Oleh karena itu, meskipun sudah memeluk agama Kristen, mereka tetap melestarikan upacara adat itu. Di dalam artikel yang sama, New Schaff-Herzog Encyclopedia of Religious Knowledge menjelaskan bagaimana kaisar Konstantin tetap merayakan hari “Sunday” sebagai hari kelahiran Dewa Matahari. (Sun = Matahari, Day = Hari – dalam bahasa Indonesia disebut hari Minggu — pen.) Dan bagaimana pengaruh kepercayaan kafir Manichaeisme yang menyamakan Anak Tuhan (Yesus) identik dengan Matahari, yang kemudian pada abad ke-4 Masehi kepercayaan itu masuk dalam agama Kristen. Sehingga perayaan hari kelahiran Sun-god (Dewa Matahari) yang jatuh pada tanggal 25 Desember, diresmikan menjadi hari kelahiran Son of God (Anak Tuhan – Yesus).

Marilah kita kembali membaca Encyclopaedia Britannica yang mengatakan sebagai berikut:

“Certain Latins, as early as 354, may have transferred the birthday from January 6th to December, which was then a Mithraic feas … or birthday of the unconquered SUN … The Syrians and Armenians, who clung to January 6th, accused the Romans of sun worship and idolatry, contending… that the feast of December 25th, had been invented by disciples of Cerinthus…”

4. ASAL USUL NATAL

Kita mewarisi Natal berasal dari Gereja Katolik Roma, dan gereja itu mendapatkannya dari kepercayaan pagan (kafir) Politeisme, lalu dari manakah agama kafir itu mendapatkan ajaran itu? Dimana, kapan, dan bagaimana bentuk asli ajaran itu?

Bila kita telusuri mulai dari ayat-ayat Bible (Alkitab) sampai pada sejarah kepercayaan bangsa Babilonia kuno, niscaya akan ditemukan bahwa ajaran itu berasal dari kepercayaan berhala yang dianut oleh masyarakat Babilonia di bawah raja Nimrod (Namrud – di masa inilah nabi Ibrahim lahir). Jelasnya, akar kepercayaan ini tumbuh setelah terjadi banjir besar di masa nabi Nuh.

Nimrod, cucu Ham, anak nabi Nuh, adalah pendiri sistem kehidupan masyarakat Babilonia. Sejak itulah terdapat dasar-dasar pemerintahan dan negara, dan sistem ekonomi dengan cara bersaing untuk meraih keuntungan. Nimrod inilah mendirikan menara Babel, membangun kota Babilonia, Nineweh dan kota-kota lainnya. Dia pula yang pertama membangun kerajan di dunia. Nama “Nimrod” dalam bahasa Hebrew (Ibrani) berasal dari kata “Marad” yang artinya “dia membangkang atau murtad” (Karena bahasa Ibrani serumpun dengan bahasa Arab, silahkan anda membandingkan kata “Marad” dengan kata Arab “Ridda” atau “murtad”. Pen)

Dari catatan-catatan kuno, kita mengetahui perjalanan Nimrod ini, yang mengawali pemurtadan terhadap Tuhan dan menjadi biang manusia pembangkang di dunia sampai saat ini. Jumlah kejahatannya amat banyak, diantaranya, dia mengawini ibu kandungnya sendiri yang bernama Semiramis. Setelah Nimrod meninggal dunia, ibu yang merangkap sebagai istri tersebut menyebarkan ajaran bahwa Roh Nimrod tetap hidup selamanya, walaupun jasadnya telah mati. Dia membuktikan ajarannya dengan adanya pohon Evergreen yang tumbuh dari sebatang kayu yang mati, yang ditafsirkan oleh Semiramis sebagai bukti kehidupan baru bagi Nimrod yang sudah mati. Untuk mengenang hari kelahirannya, Nimrod selalu hadir di pohon evergreen ini dan meninggalkan bingkisan yang digantungkan di ranting-ranting pohon itu. 25 Desember itulah hari kelahiran Nimrod. Dan inilah asal usul pohon Natal.

Melalui pengaruh dan pemujaannya kepada Nimrod, Semiramis dianggap sebagai “Ratu Langit” oleh rakyat Babilonia. Dengan berbagai julukan, akhirnya Nimrod dipuja sebagai “Anak Suci dari Sorga”. Melalui perjalanan sejarah dan pergantian generasi dari masa ke masa, dari satu bangsa ke bangsa lainnya, penyembahan berhala versi Babilonia ini berubah menjadi Mesiah Palsu yang berupa dewa Baal, anak dewa Matahari. Dalam sistem kepercayaan Babilonia ini, “Ibu dan anak” (Semiramis dan Nimrod yang lahir kembali) menjadi obyek penyembahan. Ajaran penyembahan kepada ibu dan anak ini menyebar luas sampai di luar Babilonia dengan bentuk dan nama yang berbeda-beda, sesuai dengan bahasa negara-negara yang ditempatinya. Di Mesir dewa-dewi itu bernama Isis dan Osiris. Di Asia bernama Cybele dan Deoius. Dalam agama Pagan Roma disebut Fortuna dan Yupiter. Bahkan di Yunani, China, Jepang, Tibet bisa ditemukan adat pemujaan terhadap dewi Madonna, jauh sebelum Yesus lahir!

Sampai pada abad ke-4 dan ke-5 Masehi, ketika dunia pagan (penyembah banyak dewa) Romawi menerima agama baru yang disebut “Kristen,” dengan membawa adat dan kepercayaan pagan mereka yang lama. Akibatnya kepercayaan kepada Dewi Madonna, Ibu dan Anak juga menjadi populer, terutama di waktu hari Natal. Di setiap musim Natal kita selalu mendengar lagu-lagu atau hymne: “Silent Night” atau “Holy Night” yang sangat akrab dengan tema pemujaan terhadap Ibu dan Anak.

Kita yang sejak lahir diwarnai oleh alam budaya Babilonia, telah diajarkan untuk mengagungkan dan memuliakan semua tradisi yang berasal dari jaman jahiliyah kuno itu. Kita tidak pernah bertanya untuk mengetahui dari manakah asal usul adat seperti itu – Apakah ia berasal dari ajaran Bible (Alkitab), ataukah ia berasal dari kepercayaan penyembah berhala yang sesat?

Kita terperangah seakan-akan tidak mau menerima kebenaran ini, karena seluruh dunia terlanjur telah melakukannya. Lebih aneh lagi, sebagian besar meremehkan dan mencemooh kebenaran ini. Namun Tuhan telah berfirman kepada para utusannya yang setia:

“Katakan dengan lantang,
dan jangan menghiraukan penghinaan mereka!
Kumandangkan suaramu seperti terompet!
Dan tunjukkan di depan umatKu tentang kesesatan mereka!”
Memang kenyataan ini sungguh sangat mengejutkan bagi mereka, meskipun ini adalah fakta sejarah dan berdasarkan kebenaran dari Bibel (Alkitab).

Natal adalah acara ritual yang berasal dari masa Babilonia kuno yang belum mengenal agama yang benar. Tradisi ini diwariskan puluhan abad yang lampau sampai kepada kita.

Di Mesir, ia dipercayai bahwa Dewi Isis (Dewi Langit) melahirkan anaknya yang tunggal pada tanggal 25 Desember. Hampir semua orang-orang penyembah berhala (paganis) di dunia waktu itu, merayakan ulang tahun (Natal) anak dewi Isis ini jauh sebelum kelahiran Yesus.

Dengan demikian, sudah jelas bagi kita bahwa 25 Desember itu bukanlah hari kelahiran Yesus Kristus. Para murid Yesus dan orang-orang Kristen abad pertama tidak pernah menyelenggarakan Natal, meskipun hanya sekali. Tidak ada ajaran atau pun perintah perayaan Natal di dalam Bibel. Sekali lagi, perayaan Natal atau Christmas itu adalah ulang tahun anak dewa yang dianut oleh para paganis, dan bukan dari ajaran Kristen. Percaya atau tidak, terserah anda!

Upacara ini berasal dari cara-cara pemujaan yang dikenal dengan “Chaldean Mysteries” (Misteri Kaldea) berasal dari ajaran Semiramis, isteri Nimrod. Kemudian adat ini dilestarikan oleh para penyembah berhala secara turun-temurun hingga sekarang dengan wajah baru yang disebut Kristen.

5. ASAL USUL POHON NATAL

Sekarang dari manakah kita mendapatkan kebiasaan memasang pohon Natal itu? Di antara para penganut agama Pagan kuno, pohon itu disebut “Mistletoe” yang dipakai pada saat perayaan musim panas, karena mereka harus memberikan persembahan suci kepada matahari, yang telah memberikan mukjizat penyembuhan. Kebiasaan berciuman di bawah pohon itu merupakan awal acara di malam hari, yang dilanjutkan dengan pesta makan dan minum sepuas-puasnya, sebagai perayaan yang diselenggarakan untuk memperingati kematian “Matahari Tua” dan kelahiran “Matahari Baru” di musim panas.

Rangkaian bunga suci yang disebut “Holly Berries” juga dipersembahkan kepada dewa Matahari. Sedangkan batang pohon Yule dianggap sebagai wujud dari dewa matahari. Begitu pula menyalakan lilin yang terdapat dalam upayara Kristen hanyalah kelanjutan dari kebiasaan kafir, sebagai tanda penghormatan terhadap dewa matahari yang bergeser menempati angkasa sebelah selatan.

Encyclopedia Americana menjelaskan sebagai berikut:

“The Holly, the Mistletoe, the Yule log …are relics of pre-Christian times.”

“Rangkaian bunga Holly, pohon Mistletoe dan batang pohon Yule…yang dipakai sebagai penghias malam Natal adalah warisan dari zaman sebelum Kristen.”

Sedangkan buku Answer to Question yang ditulis oleh Frederick J. Haskins menyebutkan bahwa:

“The use of Christmas wreath is believed by authorities to be traceable to the pagan customs of decorating buildings and places of worship at the feast which took place at the same time as Christmas. The Christmas tree is from Egypt, and its origin date from a period long anterior to the Christian Era.”

“Hiasan yang dipakai pada upacara Natal adalah warisan dari adat agama penyembah berhala (paganisme), yang menghiasi rumah dan tempat peribadatan mereka yang waktunya bertepatan dengan malam Natal sekarang. Sedangkan pohon Natal berasal dari kebiasaan Mesir Kuno, yang masanya lama sekali sebelum lahirnya agama Kristen.”

6. SIAPA SANTA CLAUS

Santa Claus bukan ajaran yang berasal dari paganisme, tetapi juga bukan ajaran Kristen. Sinterklas ini adalah ciptaan seorang pastur yang bernama “Santo Nicolas” yang hidup pada abad ke empat Masehi. Hal ini dijelaskan oleh Encyclopedia Britannica, volume 19 halaman 648-649, edisi kesebelas, yang berbunyi sebagai berikut:

“St. Nicholas, bishop of Myra, a saint honored by the Greek and Latins on the 6th of December… A Legent of his surreptitious bestowal of dowries on the three daughters of an improverrished citizen… is said to have originated the old custom of giving presents in secret on the Eve of St. Nicholas (Dec.6), subsequently transferred to Christmas day. Hence the association of Christmas with Santa Claus…”

“St. Nicholas, adalah seorang pastur di Myra yang amat diagung-agungkan oleh orang-orang Yunani dan Latin setiap tanggal 6 Desember…Legenda ini berawal dari kebiasaannya yang suka memberikan hadiah secara sembunyi-sembunyi kepada tiga anak wanita miskin… untuk melestarikan kebiasaan lama dengan memberikan hadiah secara tersembunyi itu digabungkan ke dalam malam Natal. Akhirnya tarkaitlah antara hari Natal dan Santa Claus…”

Sungguh merupakan kejanggalan! Orang tua menghukum anaknya yang berkata bohong. Tetapi di saat menjelang Natal, mereka membohongi anak-anak dengan cerita Sinterklas yang memberikan hadiah di saat mereka tidur. Bukankah ini suatu keanehan, ketika anak-anak menginjak dewasa dan mengenal kebenaran, pasti akan beranggapan bahwa Tuhan hanyalah mitos atau dongeng belaka?

Dengan cara ini tidak sedikit orang yang merasa tertipu, dan mereka pun mengatakan:

“Ya, saya akan membongkar pula tentang mitos Yesus Kristus!”
Inikah ajaran Kristen yang mengajarkan mitos dan kebohongan kepada anak-anak? Padahal Tuhan sudah mengatakan:

“Janganlah menjadi saksi palsu. Dan ada cara yang menurut manusia betul, tetapi sebenarnya itu adalah ke jalan kematian dan kesesatan.”
Oleh karena itu, upacara “Si Santa Tua” itu juga merupakan Setan.

Di dalam kitab suci telah dijelaskan sebagai berikut:

“Hal itu tidak usah mengherankan, sebab Iblis pun menyamar sebagai malaikat terang. Jadi itu bukanlah hal yang ganjil, jika pelayan-pelayannya menyamar sebagai pelayan-pelayan kebenaran. Kesudahan mereka akan setimpal dengan perbuatan mereka.” (II Korintus 11:14)

Dari bukti-bukti nyata yang telah kita ungkap tadi dapatlah diambil kesimpulan, bahwa perayaan Natal atau Christmas itu bukanlah ajaran Kristen yang sebenarnya, melainkan kebiasaan para penyembah berhala (Paganis). Ia warisan dari kepercayaan kuno Babilonia ribuan tahun yang lampau.

7. KATA BIBLE TENTANG POHON NATAL

Bagaimana Bibel berbicara tentang Natal, atau mencatat pandangan para murid Yesus atau bapak-bapak geraja awal. Jawabannya sungguh sangat mengejutkan bagi kalangan Kristen sendiri. Sebagaimana yang dikatakan Bibel (Alkitab) pada kitab Yeremia 10:2-4 yang berbunyi sebagai berikut:

“Janganlah biasakan dirimu dengan tingkah langkah bangsa-bangsa, janganlah gentar terhadap tanda-tanda di langit, sekalipun bangsa-bangsa gentar terhadapnya. Sebab yang disegani bangsa-bangsa adalah kesia-siaan.”

“Bukankah berhala itu pohon yang ditebang orang dari hutan, yang dikerjakan dengan pahat oleh tangan tukang kayu?

Orang memperindahnya dengan emas dan perak; orang memperkuatnya dengan paku dan palu, supaya jangan goyang.”

Itulah keterangan yang jelas dari Bibel tentang pohon Natal. Kita dilarang mengikuti kebiasaan bangsa-bangsa penyembah berhala. Sebab hal itu merupakan perbuatan yang sesat menyekutukan Tuhan. Pada ayat kelima dijelaskan bahwa:

“Pohon itu tidak bisa berbicara, dan orang harus mengangkatnya, karena ia tidak bisa berjalan sendiri.”
“Janganlah takut kepadanya, sebab ia tidak dapat berbuat jahat, juga tidak dapat berbuat baik.”

Sebab mereka bukanlah dewa yang harus ditakuti. Bagi mereka yang tidak pernah membaca atau yang melupakan ayat ini, beranggapan bahwa tidak ada larangan untuk membuat pohon Natal. Tetapi jika telah membacanya, apa yang harus dikatakan?

8. HADIAH NATAL

Acara yang paling penting dari seluruh kegiatan Natal adalah “The Christmas Shopping Season – Musim Belanja Natal” yang dilakukan dengan cara membeli dan tukar menukar hadiah. Mungkin banyak orang yang mengecam kami sambil berkata:

“Bukankah Bibel (Alkitab) telah menceritakan kepada kita untuk ditiru? Lupakah kita kisah 3 orang dari timur yang datang ke Betelhem untuk memberikan hadiah ketika Yesus lahir?”

Memang, kami mengetahui cerita itu di dalam Alkitab. Tetapi, silahkan anda melihat keterangan kami yang mengejutkan ini. Marilah menengok sejarah asal usul tukar menukar hadiah itu, kemudian kita bandingkan dengan ayat Alkitab.

Pada Bibliothica Sacra, volume 12, halaman 153-155, kita dapat membaca sebagai berikut:

“The interchange of presents between friends is alike characteristic of Christmas and the Saturnalia, and must have been adopted by Christians from the Pagan, as the admonition of Tertullian plainly shows.”
“Tukar menukar hadiah antar teman di hari Natal serupa dengan adat agama Saturnalia. Kemungkinan besar, kebiasaan ini diadopsi oleh orang-orang Kristen dari agama Pagan, sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang Tertulianus.”

Dari bukti yang jelas ini, ternyata kebiasaan pertukaran hadian sesama teman dan famili pada hari Natal itu sama sekali tidak ada kaitannya dengan kisah dalam Alkitab tersebut. Acara Natal bukanlah merayakan ulang tahun Yesus Kristus, juga bukan untuk menghormatinya.

Sebagai contoh, seorang teman yang sangat anda cintai sedang merayakan ulang tahunnya. Bila ingin membahagiakannya di hari kelahirannya itu, apakah anda membeli hadiah untuk teman yang lain? Membeli lagi dan tukar menukar hadiah dengan teman-teman dan kekasih anda, tetapi tidak memberi hadiah apa pun kepada teman yang anda cintai, yang sedang anda rayakan hari ulang tahunnya? Tidakkah disadari keganjilan seperti itu?

Sebuah kenyataan yang tidak bisa dipungkiri yang selalu dilakukan oleh hampir semua orang di seluruh dunia. Mereka menghormati “sebuah hari” – yang sebenarnya bukan hari kelahiran Yesus Kristus – dengan berbelanja dan membeli hadiah sebanyak-banyaknya untuk ditukarkan kepada teman-teman dan kerabatnya. Dari pengalaman saya selama bertahun-tahun, begitu pula pengalaman para pastur dan pendeta; Apabila bulan Desember tiba, hampir semua orang yang mengaku Kristen lupa memberi hadiah kepada Yesus Kristus yang mereka cintai.

Desember adalah bulan yang paling sulit untuk menghidupkan ajaran Yesus. Sebab semua orang terlalu disibukkan untuk membeli dan menukar hadiah daripada mengingat Yesus dan menghidupkan ajarannya. Peristiwa melupakan Yesus ini terus berlangsung sampai bulan Januari bahkan Pebruari. Sebab mereka harus melunasi biaya pengeluaran yang dibelanjakan pada waktu Natal. Sehingga mereka sulit mengabdi kepada Yesus kembali sebelum bulan Maret.

Sekarang, perhatikan apa kata Bibel tentang tiga orang dari timur yang memberikan hadiah kepada Yesus, yang berbunyi sebagai berikut:

“Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang Majus dari Timur ke Yerusalem dan bertanya-tanya: “Di manakah dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-bintang di timur dan kami datang untuk menyembah dia.” Ketika raja Herodes mendengar tentang hal itu terkejutlah ia beserta seluruh Yerusalem. Maka dikumpulkannya semua imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi, lalu dimintanya keterangan dari mereka, di mana Mesias akan dilahirkan. Mereka berkata kepadanya: “Di Betlehem di tanah Yudea, karena demikianlah ada tertulis dalam kitab nabi: Dan engkau Betlehem, tanah Yudea, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yudea, karena daripadamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umatKu Israel. Lalu dengan diam-diam Herodes memanggil orang-orang Majus itu dan dengan teliti bertanya kepada mereka, bilamana bintang itu nampak. Kemudian ia menyuruh mereka ke Betlehem, katanya: “Pergi dan selidikilah dengan seksama hal-hal mengenai anak itu dan segera sesudah kamu menemukan dia, kabarkanlah kepadaku supaya aku pun datang menyembah dia.” Setelah mendengar kata-kata raja itu, berangkatlah mereka. Dan lihatlah, bintang yang mereka lihat di timur itu mendahului mereka hingga tiba dan berhenti di atas tempat, di mana anak itu berada. Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersukacitalah mereka. Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat anak itu bersama Maria, ibunya, lalu sujud menyembah dia. Mereka pun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepadanya, yaitu emas, kemenyan dan mur. Dan karena diperingatkan dalam mimpi, supaya jangan kembali kepada Herodes, maka pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain.”

9. HADIAH UNTUK YESUS

Perhatikanlah dengan teliti. Ayat bibel tersebut menceritakan bahwa pada mulanya orang-orang Majus tersebut menanyakan tentang Bayi Yesus yang lahir sebagai Raja Yahudi. Lalu, mengapa mereka memberi hadiah kepadanya? Apakah karena hari kelahirannya?

Jawabannya adalah “Tidak.” Sebab mereka memberi hadiah beberapa hari bahkan beberapa minggu setelah hari kelahirannya.

Bisakah peristiwa ini dipakai pedoman bagi kita untuk melakukan kebiasaan memberi atau saling menukar hadiah di antara kita? Jelas tidak bisa. Sebab orang-orang Majus tersebut tidak saling menukar hadiahnya, tetapi mereka memberi hadiah kepada Yesus. Bukan tukar menukar hadiah sesama teman atau kerabatnya.

Mengapa? Silahkan anda membaca buku Adam Clarke Commentary, volume 5, halaman 46 yang berbunyi sebagai berikut:

“Verse 11. (They presented unto him gifts.) The people of the east never approach the presence of kings and great personages, without a present in their hands. The custom is often noticed in the Old Testament, and still prevails in the east, and in some of the newly discored South Sea Islands.”

“Ayat 11. (Mereka memberi hadiah kepadanya.) Adalah kebiasaan orang-orang timur, apabila menghadap raja atau orang-orang terkemuka, mereka selalu membawa hadiah. Kebiasaan seperti ini juga tercantum dalam kitab Perjanjian Lama, dan masih berlaku di timur, juga dapat ditemuka di South Sea Islands (Kepulauan Laut Selatan).”

Dari keterangan Adam Clarke ini, jelaslah bagi kita, bahwa peristiwa tersebut tidak bisa dipakai pedoman atau dikaitkan dengan kebiasaan Kristen baru dengan menukar hadiah kepada temannya untuk menghormati ulang tahun Yesus. Sebaliknya, mereka mengikuti adat orang-orang timur kuno yang memberi hadiah ketika mengharap raja. Mereka mendatangi Yesus, yang lahir sebagai Raja Yahudi. Sebagaimana ratu Sheba (Balqis) membawa hadiah kepada raja Salomo (Sulaiman). Bahkan seperti sekarang ini, para tamu negara pasti membawa hadiah atau cindera mata apabila datang ke White House (Gedung Putih) untuk menemui presiden.

Jadi kebiasaan menukar hadiah ini bukanlah dari ajaran Kristen, melainkan hanya merupakan pelestarian tradisi lama yang dilakukan oleh orang-orang pagan (penyembah berhala). Di saat menjelang Natal atau Christmas yang katanya untuk menghormati Kristus dan menghidupkan ajarannya, justru orang-orang Kristen bertambah set back (jauh) dari ajaran Yesus.

10. NATAL MEMULIAKAN TUHAN?

Ada dua alasan yang dipakai dasar oleh orang-orang yang menyelenggarakan Natal, sebagai cara untuk menghormati Yesus Kristus, meskipun mereka mengetahui bahwa perayaan itu warisan kepercayaan Paganisme:

1. Banyak yang mengajukan alasan: “Walaupun kita tidak mengetahui secara tepat hari kelahiran Yesus, apa salahnya kita memilih hari untuk merayakan ulang tahunnya.”

Kami akan menjawab dengan pasti “Tidak bisa”. Sebab dalam Catholic Encyclopedia (Eksiklopedi Katolik) telah dijelaskan:

“Sinners alone, not saints, celebrate their birthday = Hanya orang kafir, bukan orang-orang suci, yang merayakan hari ulang tahun mereka.”

Perayaan ulang tahun bukan berasal dari agama Kristen, melainkan dari ajaran agama kafir.

2. Ada pula yang beralasan: “Walaupun Natal itu kebiasaan orang-orang kafir (pagan) yang menyembah dewa matahari, tetapi kita tidak menyembah dewa tersebut, melainkan untuk menghormati Yesus Kristus.”

Tetapi sudahkah kita mendengarkan jawaban Tuhan melalui firmannya yang berbunyi sebagai berikut:

“Maka hati-hatilah, supaya jangan engkau kena jerat dan mengikuti mereka, setelah mereka dipunahkan dari hadapanmu, dan supaya jangan engkau menanya-nanya tentang tuhan mereka dengan berkata: “Bagaimana bangsa-bangsa ini beribadah kepada tuhan mereka? Aku pun mau berlaku begitu.” Jangan engkau berbuat seperti itu terhadap Tuhanmu. Sebab segala yang menjadi kekejian bagi Tuhan, apa yang dibenciNya, itulah yang dilakukan mereka bagi tuhan mereka; bahkan anak-anaknya lelaki dan anak-anaknya perempuan dibakar mereka dengan api bagi tuhan mereka.” (Ulangan 12:30-31)

Tuhan berfirman dengan jelas dalam kitab suciNya, bahwa Dia tidak mau menerima dalam bentuk penyembahan yang menyerupai atau meniru cara penyembahan orang-orang kafir kepada tuhannya. Cara penyembahan seperti itu sangat menjijikkan bagi Tuhan. BagiNya, pemujaan yang demikian itu tidak layak untukNya, melainkan hanya pantas untuk memuja berhala. Sebagaimana yang sering kita dengar, Tuhan melarang kita menyembahNya hanya dengan “menurut kata hati kita sendiri.” Yesus telah bersabda:

“Allah itu Roh, dan barang siapa yang menyembah Dia, harus menyembahNya dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.” (Yohanes 4:24)

Dan apa yang dimaksud dengan kebenaran itu? Firman Tuhan atau Kitab suci Bibel itulah kebenaran. Sebagainya sabda Yesus yang berbunyi sebagai berikut:

“Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; FirmanMu adalah kebenaran.” (Yohanes 17:17)

Di Dalam Bibel sendiri, secara jelas Tuhan berfirman bahwa Dia tidak mau menerima penyembahan kepadaNya, dengan meniru cara penyembahan para penyembah berhala. Begitu pula cara yang dipakai untuk mengagungkan dan memuliakan Yesus Kristus.

Ingatlah sekali lagi, peringatan Yesus yang berbunyi:

“Percuma mereka beribadah kepadaku, sedangkan ajaran yang mereja ajarkan ialah perintah manusia.”

Natal atau Christmas adalah tradisi dan ajaran manusia, sedangkan ajaran Tuhan telah melarangnya. Selanjutnya Yesus bersabda lagi:

“Sungguh kamu telah menolak ajaran Tuhan, tetapi kamu mengikuti ajaran tradisimu sendiri.”

Alangkah tepat firman-firman Tuhan yang dilontarkan kepada berjuta-juta orang yang melakukan Natal itu. Mereka mengabaikan ajaran Tuhan. Tuhan melarang pemujaan yang meniru adat kaum kafir penyembah berhala, tetapi dengan senang hati kita melanggarnya. Tuhan berfirman:

“Janganlah kamu berbuat demikian terhadap Tuhanmu.”

Ternyata hampir semua orang menganggap ringan larangan itu. Atau karena tidak memiliki dasar agama yang kuat, akhirnya mereka mengikuti tradisi kebanyakan orang-orang untuk merayakan Natal.

Jangan salah! Tuhan membiarkan anda untuk berbuat semaunya dan tidak mengikuti petunjukNya. Tuhan membiarkan kita tenggelam dalam keramaian dan mengikuti tradisi orang-orang. Bahkan Dia akan membiarkan kita berlumuran dosa. Tetapi, Tuhan juga telah memerintahkan kita tentang datangnya hari perhitungan atau pembalasan. Jika kamu menanam, niscaya kamu akan memetik hasilnya. Yesus adalah firman Tuhan yang hidup, sedangkan Bibel adalah firman Tuhan yang tertulis. Dan kita akan diadili sesuai dengan ketetapan yang telah digariskan dalam firman tersebut. Kita pun tidak bisa mengelak dan mengabaikannya.

11. TANPA DI SADARI KITA KEMBALI KE MASA BABILONIA

Christmas atau Natal telah menjadi musim panen para pedagang. Ia menjadi sponsor yang terus dilestarikan oleh perusahaan advertising setiap tahun. Anda selalu melihat Santa Claus yang dipajang di setiap toko. Iklan-iklan menyambut dan mengajak kita untuk merayakan “Beautiful Christmas Spirit”. Koran yang selalu menjual iklan, ikut menyemarakkan musim kaum kafir tersebut di tajuk rencananya. Orang yang mudah terbius oleh tradisi ini, akan marah bila ditunjukkan kebenaran dari Tuhan. Padahal “Christmas Spirit = Semangat Natal” yang diselenggarakan setiap tahun itu, bukanlah untuk mengangungkan Kristus, melainkan hanya untuk promosi barang-barang dagangan. Sebagaimana rayuan setan lainnya, ia dikemas sedemikian rupa sehingga tampak seperti “Malaikat Pembawa Terang” yang amat indah. Setiap tahun jutaan dolar dihabiskan begitu saja, sementara ajaran Yesus diterlantarkan. Itulah bagian dari sistem perekonomian Babilonia.

Sebagaimana yang telah diramalkan oleh Bibel (Alkitab), kita merasa berada di negara Kristen, padahal kita di Babilonia, tetapi kita tidak menyadarinya. Ingatlah pesan Alkitab yang berbunyi sebagai berikut:

“Pergilah kamu hai umatKu, pergilah dari padanya, supaya kamu jangan mengambil bagian dalam dosa-dosanya, dan supaya kamu jangan turut ditimpa malapetaka-malapetakanya.” (Wahyu 18:4)

Oleh karena itu, di tahun ini, daripada jutaan uang tersebut dihambur-hamburkan begitu saja, lebih baik dibelanjakan untuk menunjang pekerjaan Tuhan.

http://mcb.swaramuslim.com/index.php?section=15&page=-1

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Stat

Blog Stats

  • 338,223 hits
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: