Feed on
Tulisan
Komentar

Antara Iman dan Logika

(** Ini adalah sharing pertama yang diambil dari komentar pembaca. Sharing ini diambil dari komentar: Toni #242. Terima kasih atas sharing Anda. GBU. **)

Salut deh buat saudara-saudaraku yang Muslim. Saya mengerti kalau thread tentang “Yesus tidak wafat?” ini banyak di komentari dengan kalian. Seperti juga yang terjadi di thread “Tritunggal Mahakudus”.

Kenapa 2 thread ini sangat banyak di komentari oleh saudara-saudara yang Muslim? Tentu saja sebab 2 keyakinan inilah yang sangat membedakan keyakinan umat Kristen dengan agama lain di dunia ini.

Kalaupun umat Muslim yang sangat “agresif” mempertanyakannya, hal itu tidak lepas karena kedekatan sejarah yang sangat dekatlah yang membuatnya. Tentu saja selain alasan kesamaan agama dakwah seperti yang dikatakan oleh saudara fertobhades. Lepas dari semua itu, saya katakan salut karena mayoritas komentar yang masuk di blog ini disampaikan dalam koridor kesopanan. Hal itu merupakan cermin kedewasaan seseorang dalam memegang imannya.


Buat Mas Dewo, 2 jempol buat Anda yang konsisten menyuarakan keyakinan pada Yesus Kristus, Tuhan dan Juruslamat manusia. Semoga hal yang sama juga berlaku dalam keseharian perilaku dan perbuatan sehari-hari. Tuhan memberkati.

Secara pribadi saya menyatakan iman saya kepada Kristus kurang lebih seperti ini:

Allah menciptakan alam semesta beserta segala isinya termasuk manusia. Diantara seluruh ciptaaNya, manusia mendapat perlakuan yang paling istimewa di mata Allah. Tetapi celakanya manusia (Adam) melakukan kesalahan fatal dengan melanggar perintah Allah. Akibat perbuatannya itu, Allah menjadi murka mengusir Adam dan Hawa keluar dari taman eden dan mengutuk manusia akan bersusah payah untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sedangkan perempuan akan bersusah payah dan kesakitan pada saat melahirkan. Tetapi yang paling menyakitkan adalah manusia tidak dilayakkan lagi untuk bertemu dengan Allah secara langsung, seperti yang terjadi di taman eden. Sebab manusia telah berbuat dosa.

Sejak itu manusia selalu mencari pengampunan Allah atas dosanya itu, yang diwujudkan dengan pembakaran korban persembahan dengan harapan asap dan aroma korban persembahan yang tulus dapat melunakkan hati Allah. Tetapi semuanya itu sia-sia, dosa telah dilakukan…

Akan tetapi Allah yang Maha Kasih berinisiatif membuat perdamaian dengan manusia. Sebelum pendamaian itu dilakukan, Allah mendidik dan memilih sendiri manusia-manusia yang akan dilibatkanNya dalam rencana keselamatan ini. Mulai dari dipilihnya Abraham, Ishak, Yakub, ke-12 suku Israel dipakai Allah untuk mempersiapkan rencana perdamaian ini agar kelak manusia siap.

Inti dari Perjanjian Lama berisi persiapan perdamaian ini. Di situ dengan jelas dan kronologis tercatat segala karya Allah dan nubuatanNya melalui nabi-nabi pilihanNya. Penyelamatan dan pengampunan dosa ini digenapi oleh Allah sendiri melalui Yesus Kristus, yang tidak lain adalah penyataan (bukan pernyataan loh, jangan salah baca) Allah sendiri dengan mengambil wujud sebagai manusia. Allah dengan segala kuasa dan kebesaranNya, merendahkan diri memakai cara manusia yang memakai kurban persembahan untuk mencari pengampunan. Allah rela merendahkan diri turun ke dunia, mengambil rupa seorang hamba (ingat, Yesus adalah anak seorang tukang kayu bukan anak seorang raja…).

Dalam wujud seorang hamba, Allah sendiri yang mengajarkan manusia aturan-aturan dan perintah-perintah yang di kehendaki Allah. Bahkan saat orang-orang Yahudi yang pada masa itu dalam penjajahan romawi sehingga berbunga-bunga hatinya menyangka Yesus yang penuh mujizat akan memimpin bangsa yahudi lepas dari penindasan, sehingga mulai me-mitos kan Yesus dan mengilahinya. Menyikapinya, Yesus mengatakan agar manusia hanya menyembah Allah yang adalah Esa (Renungkan, betapa rendah hatinya Allah….)

Setelah misinya di dunia memberikan pengajaran yang benar telah genap, Allah dalam wujud Yesus menyerahkan diriNya sendiri sebagai kurban sehingga setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal.

Langkah yang ditempuh oleh Allah sangat aneh di mata manusia yang pongah. Tetapi itulah rahasia Allah.

Manusia sendiri yang memilih untuk berdosa, kemudian berpikir bahwa dengan tindakan baiknya dapat membayar lunas kesalahannya. Tetapi di saat Allah sendiri yang mengulurkan tangan untuk mengampuni dosa manusia dengan mengikuti cara yang telah dilakukan oleh manusia sendiri selama beribu-ribu tahun, manusia justru menolaknya!

Saya mengimani bahwa Allah memakai cara yang “aneh” itu, agar manusia yang rendah hatilah yang dapat mengerti dan mendapatkan keselamatan itu. Agar manusia tahu bahwa manusia tidak berdaya apa-apa di mata Allah dan Allah sangat mengasihi manusia.

Allah Tritunggal Mahakudus saya imani sebagai perwujudan penyataan Allah kepada umat manusia dan menggambarkan betapa besarnya Kasih Allah kepada umat ciptaanNya sendiri. Mengenai wujud Allah yang ketiga yaitu Roh Kudus, saya imani seperti ini :
Saat manusia menerima Yesus sebagai Tuhan dan JuruslamatNya, manusia harus meninggalkan kuasa kedagingan atas tubuhnya dan menjadikan rohnya yang dibimbing oleh Roh Kudus menguasai dirinya. Kenapa? Sebab keinginan daging (kekayaan, kekuasaan, pujian, dll) adalah warisan dunia ini yang tidak akan sejalan dengan Allah yang adalah Roh. Ingat bahwa Allah sendiri dalam wujud manusia (Yesus), dimana Rohnya dilingkupi oeh daging pernah digoda oleh Iblis. Tetapi Yesus sudah memberi teladan bahwa agar jauh dari dosa dan godaan Iblis, undanglah Roh Allah dalam hatimu sehingga berkuasa atas diri kedaginganmu.

Iman yang bodoh dan tidak masuk akal manusia?
Saya bangga di sebut bodoh oleh dunia ini karena iman saya kepada Tuhan Yesus Kristus!

Saya bukan orang yang ahli kitab. Tetapi kalau saudara-saudara yang Muslim ingin mencari tahu lebih dalam lagi, silahkan membaca langsung dari sumbernya yaitu Alkitab.

Saya pernah mendengar dan membaca karya Bapak DR. H. Sanihu Munir SKM, MPH seorang ahli kristologi. Menurut saya pribadi, cara Bapak DR. H. Sanihu Munir SKM, MPH menyangkal kebenaran Alkitab dengan berpegang pada fakta sejarah yang dikarang oleh orang-orang yang memang atheis dan membenci Kristus adalah hal yang sangat naif dan dangkal sebab hanya berpedoman pada sumber-sumber sepihak. Maksud saya dari segi keimanannya kepada Islam, sah-sah saja bahkan hak Beliau. Tapi tidak kalau dipandang dari sisi ilmu kristologi. Sebab jalan ilmiah selalu memandang masalah dari banyak sisi. Sebagai seorang doktor seharusnya Beliau tahu.

Kalau teman-teman penasaran bagaimana umat Kristen menjawab tuduhan dan fitnahan Bapak DR. H. Sanihu Munir SKM, MPH, silahkan kunjungi situs berikut: Answering Islam dan Christian Answer.

Trus bagaimana? Apakah perbedaan ini akan terus meruncing? Seperti yang sudah saya katakan di komentar #231, hanya Allah yang mempunyai wewenang dan otoritas tunggal menyatakan benar dan salah.
Daripada ribut memikirkan siapa yang benar, kenapa tidak menjalankan ajaran dan perintah Allah untuk mengasihi seluruh umat manusia? Kalau kita benar percaya dan mengasihi Allah apakah mungkin kita akan merusak dan mengambil nyawa manusia lain yang kita sendiri yakini sebagai ciptaan Allah yang kita sembah?

Kejatuhan keyakinan kepada Allah tidak akan terjadi karena godaan keyakinan Agama lain. Kejatuhan keyakinan seseorang lebih mudah terjadi karena godaan kenikmatan dunia dan pembiaran tiap pribadi menggunakan emosi kedagingan menguasai dirinya.

Contoh yang jelas, bagaimana keimanan umat Kristen di dunia Barat makin terkikis sehingga hanya sekadar cap di KTP, karena kepandaian yang tidak dipimpin kerendahan hati kepada Allah. Penyangkalan atas kuasa Allah atas dunia ini karena kehebatan teknologi yang mereka ciptakan. Sehingga begitu serakah menguasai umat lain di muka bumi ini.
Bagaimana kebencian seorang Osama bin Laden atas Amerika (baca: pengambil kebijakan negara AS) sehingga menjadikan dirinya pencabut nyawa ribuan orang tidak berdosa, bahkan termasuk juga nyawa pengikutnya yang terpengaruh emosi diri yang ditularkannya.
(Alinea di atas adalah pikiran pribadi saya)

God Bless You all…

508 Tanggapan ke “Antara Iman dan Logika”

  1. di/pada April 5, 2007 pada 1:21 pm Dari Kita Untuk Dunia « Agamaku kesaksianku

    [...] pertama yang berhasil dipilih adalah dari Saudara Toni yang dimuat di artikel: “Antara Iman dan Logika.” Terima kasih atas sharing-nya yang [...]


  2. di/pada April 5, 2007 pada 5:07 pm fertobhades

    :-)

    Saya pikir ada pembahasan tentang Iman dan Logika dari perspektif lain. *kecele deh*

    Belief/Faith/Iman itu kebanyakan mempunyai sisi irasional. Tapi manusia juga adalah makhluk yang irasional (sekaligus rasional). Dan pertentangan inilah yang membuat terkadang iman tidak klop dengan logika (akal).

    Ada sebuah pernyataan dari Paus (saya lupa Paus yang mana, tp kalau gak salah Paus Pius… yang sudah jadi Santo) :

    “Iman dan Ilmu Pengetahuan (sebagai perwakilan akal) tidak bertentangan. Ilmu Pengetahuan hanya terlalu muda untuk memahami”

    Tetapi agama (termasuk Kristen) juga terlalu mudah untuk menghakimi.

    *SELAMAT PASKAH*


  3. di/pada April 10, 2007 pada 3:08 pm dewo

    @Dear Fertobhades,

    Selamat Paskah.

    GBU.


  4. di/pada April 22, 2007 pada 7:53 am kebenaran

    Dear All…

    Tuhan menciptakan manusia dengan segala kelengkapannya, termasuk di dalamnya otak (untuk berfikir, untuk membedakan yang benar dan yang salah).
    Jiwa(org indonesia kdg mengartikan sbg NAFSU (bukan hawa nafsu), SOUL (inggris), diri) manusia bersemayam di Jantung (Heart, Kalbu) yg kata orang Indonesia Hati..hehehe salah kaprah ya org Indonesia. Dr jiwa (SOUL) lah segenap hal2 yang berupa perasaan bersumber. Jiwa/Nafsu (SOUL) itulah jatidiri manusia. Jiwa dibekali dgn hal yang baik(nafsu makan, berkembangbiak, kasih sayang dll) dan juga hal2 yg jelek (amarah, benci, iri dengki dll).

    Agar Jiwa/Nafsu/diri/Soul ini secara adil hidup (benar dapat pahala, salah mendapat hukuman) di dunia ini, maka Tuhan memberikan kehendak bebas kepada diri/jiwa/soul kita. Selain dengan Kasih Sayang-Nya Tuhan menambah bekal lain (krn Tuhan tahu manusia masih akan kesulitan) yaitu manusia diberikan Akal, dan para Nabi agar bisa sukses mengarungi dunia ini.
    Mungkin jika kita bicara Nabi2 sudah jelas semua.
    Namun Akal?, mgkn aku bisa jelaskan sedikit.
    Akal adalah tempat bersemayamnya “Ruh”. Ruh inilah yg mengilhami manusia dengan KEBENARAN yg asasi, misal Dunia ini ada yg menciptakan (Tuhan itu ada), ketenangan jika berbuat baik, hukum sebab akibat (akal tdk bs sesuatu akibat tanpa sebab), dll.
    Kenapa akal diciptakan, apa perannya dalam kehidupan beragama??.

    Agama adalah produk dr Iman, kemudian pertanyaannya produk dr manakah Iman itu sendiri?. Apakah Iman boleh hadir begitu saja tanpa sebab??? Apakah boleh Iman itu hadir hanya karena seseorang bercerita sesuatu kepada kita??? Sangatlah naif dan celaka manusia yang begitu… (mudah2an kita tdk termasuk dr mereka).
    Iman sangat menentukan ujung dr kehidupan kita, apakah penghambaan kita kepada Tuhan kita akan diterima atau tidak. Tentunya kita tidak boleh main2 dg berspekulasi atas apa2 yg kita “imani”.
    Disinilah teman2 fungsi dari “AKAL” (logika hanya sebagian dr kerja AKAL). Sekarang kita bertanya2 apakah tugas dr AKAL??.
    Dengan diposisikannya AKAL di tempat paling atas (kepala), dg AKAL terbedakan manusia dg makhluk lainnya. Tentu AKAL punya tugas yg BESAR & MULIA.
    AKAL bertugas utk “MENCARI KEBENARAN”… Aku pikir kita semua setuju bahwa MENCARI KEBENARAN adalah tugas BESAR & MULIA.

    Nah.., konsekuensi dr KEBENARAN yg kita (AKAL) temukan itulah kita harus mengIMANi KEBENARAN2 yg ada.

    Mestinya kita semua bisa melihat relasi AKAL (bukan sekedar LOGIKA) dg IMAN.

    ‘TIDAK SAH IMAN dr SESEORANG JIKA BUKAN HASIL dr KEBENARAN yg DITEMUKAN OLEH AKAL KITA.”

    Muncul pertanyaan baru, KENAPA KITA KEHILANGAN KEPERCAYAAN KITA KEPADA AKAL???

    Manusia salah memilah apa saja yg produk akal, tipu muslihat bukan produk AKAL, Pemikiran2 yg SESAT bukanlah produk AKAL.
    Semua itu adalah hasil dr MANIPULASI Jiwa/Nafsu/Soul atas kerja otak. Tipu muslihat muncul krn keinginan2/ego manusia atas sesuatu/duniawi, pemikiran2 sesat?, hadir dr kesombongan sang Jiwa/Nafsu/Soul.

    Tidak sah kita mengIMANi bhw komputer itu ada yg membuat jika hanya krn yg mengatakan Pendeta, Bill Gates, atau siapapun. Kita mengIMANi komputer itu ada yg membuat krn AKAL kita mengIMANi hukum SEBAB/AKIBAT.

    Jangan mengunderestimate ataupun mendiskreditkan AKAL, skr ini hanya AKAL lah yg bisa menjamin IMAN kita tdk SALAH.


  5. di/pada April 23, 2007 pada 3:48 pm Jeremia

    fides QuaRens iNtellectum!!!


  6. di/pada April 30, 2007 pada 3:27 am Ferry

    Buat saya sebagai muslim (share aja ga pa pa khan…) iman seorang muslim tentang Tuhan adalah bahwa tidak ada Tuhan selain ALLAH. ALLAH tidak membutuhkan tuhan - tuhan lain untuk membantunya, tidak perlu anak, tidak diperanakan, serta tidak perlu turun dan ikut menjadi manusia hanya untuk menyelamatkan manusia.

    Salah satu sifat ALLAH adalah maha berkehendak, Kalau ALLAH berkehendak semua manusia masuk surga dan terselamatkan tinggal bersabda maka semua akan terjadi sebab ALLAH adalah CAUSA PRIMA. Kalau ALLAH berkehandak semua Iblis dan keturunanya mati tidak perlu berperang dengan Iblis cukup dengan bersabda.

    ALLAH berkehendak supaya manusia (juga Jin dan keturunanya) memilih sendiri jalanya, memilih sendiri kebenaran dan kesesatan, memilih sendiri kemudahan dan kesulitan tetapi semua ada konsekuensinya yaitu surga dan neraka. Tapi karena ALLAH maha pengasih maka ALLAH kirimkan petunjukNYA melalui KITAB - KITAB NYA dan NABI - NABINYA agar manusia kelak tidak menyesal setelah masuk neraka dengan alasan tidak diberi petunjuk.

    Kalau kita mengaku menggunakan akal untuk membenarkan keyakinan kita, mana yang kita pilih Tuhan yang lemah sehingga memerlukan penjelmaan menjadi tuhan - tuhan lain atau Tuhan yang berkuasa penuh dan mengizinkan manusia memilih jalanya dengan segala konsekuensinya ???


  7. di/pada Mei 4, 2007 pada 3:15 am rere

    Dear, toni.
    Saya sangat menghargai hatimu yg mau sharing apa yg menjadi keyakinanmu pd siapa saja yg mau baca ketikanmu. Memang sebagai seorang Kristen yaitu pengikut Kristus kita diberi tanggung jawab besar dgn membagi Kabar Baik itu kpd semua orang tak terkecuali,dia itu muslim,hindu,budha,dll.
    @Ferri
    adalah bahwa tidak ada Tuhan selain ALLAH. ALLAH tidak membutuhkan tuhan - tuhan lain untuk membantunya, tidak perlu anak, tidak diperanakan, serta tidak perlu turun dan ikut menjadi manusia hanya untuk menyelamatkan manusia.
    = Menurut saya justru karena Kasih SayangNya yg besar kpd kita Dia memberi contohan yg tepat dgn turun sbg manusia yg tdk berdosa bahkan lahir dr rahim yg Suci semasa hidup Yesus sbg manusia pun memberi contohan teladan yg luar biasa.Dia jd manusia biasa yg berdarah jika luka krn dagingNya nyata.Semua itu Dia lakukan agar manusia punya hub.yg jauh lebih dekat dg ALLAH krn mns sdh jatuh dlm dosa sejak lama jl satu2nya tuk menyelamatkan adalah menebus dosa di atas kayu salib.
    Semuanya itu Ia lalui bukan dgn gampang krn Dia sdh sama spt manusia(yg tdk bercela).
    Dan yg paling penting sejak saat itu ALLAH meletakkan diriNya disebelah Kanan ALLAH,t4 yg paling tinggi dr Rasil2,Nabi2,dan malaikat2Nya.Dan di Kitab Suci tertulis “bahwa tidak ada satupun yg dapat menemui ALLAH selain melalui Aku (YESUS) saya rasa diKitab Suci anda ada jg tertulis krn saya pernah belajar membaca Kitab Suci anda dn ada teman jg yg blg.
    Keyakinan kita boleh berbeda tp TUHAN yg kita sembah itu SATU dan SAMA krn ad byk pemikiran dan doktrin manusia shg byk ajaran.
    Sekarang kita tinggal menjalankan apa yg TUHAN mau dlm hidup kita saja dgn tidak mempengaruhi keyakinan orang lain yg berujung pd Perselisihan shg tdk ada Kedamaian dihati lg.Ok!!!!!!!!
    Tapi aku sangat menghargai kejujuranmu dlm berlogika. Smg sukses tuk apapun yg km mau capai.
    God Bless you.

    Salam kenal buat yg lain….
    tx so MUCH…………


  8. di/pada Mei 4, 2007 pada 4:05 am Ferry

    Dear Rere…

    “Menurut saya justru karena Kasih SayangNya yg besar kpd kita Dia memberi contohan yg tepat dgn turun sbg manusia yg tdk berdosa bahkan lahir dr rahim yg Suci semasa hidup Yesus sbg manusia pun memberi contohan teladan yg luar biasa.Dia jd manusia biasa yg berdarah jika luka krn dagingNya nyata.Semua itu Dia lakukan agar manusia punya hub.yg jauh lebih dekat dg ALLAH krn mns sdh jatuh dlm dosa sejak lama jl satu2nya tuk menyelamatkan adalah menebus dosa di atas kayu salib.
    Semuanya itu Ia lalui bukan dgn gampang krn Dia sdh sama spt manusia(yg tdk bercela).”

    Kalau begitu sebagai ALLAH ga perlu susah - susah tinggal masukan aja semua manusia ke surga, hilangkan sifat jeleknya, buat manusia semua sama seperti yesus bereskan wong sebagai ALLAH kan bisa berbuat semuanya…

    masih ga nyambung nehhh…

    Salam


  9. di/pada Mei 4, 2007 pada 4:14 am Ferry

    2 Rere…

    “bahwa tidak ada satupun yg dapat menemui ALLAH selain melalui Aku (YESUS) saya rasa diKitab Suci anda ada jg tertulis krn saya pernah belajar membaca Kitab Suci anda dn ada teman jg yg blg.

    Jawabanya : “Tidak pernah ada !!!… di AL-Qur’an sendiri posisi nabi ISA AS adalah nabi sebagaimana nabi - nabi lain seperti juga nabi Muhammad SAW dan tidak pernah berkata hanya melalui beliau jalan satu - satunya menemui ALLAH.

    Tetapi disatu sisi saya sendiri jadi bingung kalau yesus itu ALLAH kenapa perlu berkata demikian wong pada dasarnya menurut anda mereka adalah satu ???

    Saya juga baca injil anda coz istri saya juga katolik yang juga kakak dari pemilik blog ini he.. he.. saya rasa jangan suka memfitnah kitab suci saya sebab saya tahu 2 - 2 nya.

    Salam


  10. di/pada Mei 4, 2007 pada 10:39 am martharany

    @Ferry…Salam kenal sebelumnya mas :)
    nanggepin pernyataan :
    kenapa ga langsung dihapusin aja dosanya sekalian?
    atau (in my thought ) waktu manusia jatuh dalam dosa (Adam&Hawa), bikin aja manusia baru lagi yang suci dan ga berdosa..biar ga cape ngurusin manusia yang buandel2 itu :p

    menurutku sih..Tuhan berkuasa melakukan segalanya.Dia dapat berkehendak A jadilah A, B jadilah B,dst…tapi untuk kasus manusia ini..dia ingin manusia itu mengenal pribadiNya..Dia ga mau manusia jadi manusia yang hanya berorientasi hasil dan hanya mau ngejar surga dari Tuhannya…Dia mau manusia mengenal pribadiNya..menjalani proses pembentukan dan pertobatan dariNya dan semakin mengagumi Tuhan karna kasih dan perbuatanNya..sehingga itulah yang menjadi dasar ketaatan kita untuk selalu patuh firmanNya..

    Segitu pendapat dari saya…semoga bisa berbagi :)


  11. di/pada Mei 5, 2007 pada 2:27 pm Sanji

    Urun rembug neh, whatever you say, apapun argumen anda semua, saya hargai. Karena keyakinan adalah hak azasi setiap manusia.
    Namun, menjadi manusia, kita juga menjadi makhluk yang selalu ingin tahu. Benarkah, apa yang kita yakini adalah suatu kebenaran? Atau apa yang kita yakini sekarang ini (agama) cuma sekedar ikut2an or paksaan ortu kita?
    Coba Kenali, selidiki, dan buktikan deh, bener nggak keyakinan kita. Sebagai ilustrasi, saya akan sedikit bercerita:
    Ana mengatakan pada Ani bahwa gula itu manis, sementara si Ani belum pernah mencicipi gula. Pada tahap ini, Ana telah memaksa Ani u/ percaya (wajibul yaqqin)
    Ani akhirnya mencoba u/ mencicipi gula, ternyata benar jika gula itu manis. Maka taraf kepercayaan Ani akhirnya sampai pada tahap pembuktian, “oh.. ternyata gula itu emang manis” Dia meyakini gula emang manis bukan karena paksaan Ana tapi sudah membuktikannya. Maka Keyakinannya menjadi benar2 percaya karena sudah membuktikan (haqqul yaqqin).
    Selain itu ani juga telah mengisbatkan, berpegang teguh pada pengalamannya (ainul yaqqin), sehingga walaupun ada orang lain yang memaksanya u/ berkata “gula rasanya pahit”, dia akan terus berpegang teguh pada pendiriannya, jika gula rasanya manis. Walaupun ani harus dipenggal lehernya, tidak ada seorang pun yang bisa memaksa u/ mengubah keyakinannya.
    Begitu juga dengan agama kita. Jika kita meyakini agama kita tanpa pernah membuktikan kebenarannya, kita adalah orang yang bodoh. Kita bicara berdasarkan emosi, tanpa bukti2, dan apa yang kita yakini belum tentu suatu kebenaran. Maka buktikanlah kebenaran agama kita, baru kita berani bicara secara obyektif.
    Dulu, saya pernah mengalami hal seperti itu. Saya dipaksa u/ mengakui jika Yesus disalib u/ menebus dosa2 manusia. Ketika saya coba membuktikannya, ternyata apa yang dipaksakan pada saya itu sangat bertentangan dengan alkitab. Saya menjadi sanksi, benarkah apa yang saya yakini ini? Berdasarkan logika dan pikiran, saya mencari jawaban akan kebenaran, akhirnya saya menemukan kebenaran dan jawaban atas keraguan saya. saya menjadi semakin Yakin jika Tuhan itu emang cuma SATU, ALLAH SWT. Semua saya temukan dalam Al-Quran, dan dengan logika, berkali2 saya bisa membuktikan kebenaran Firman Allah dalam Al-Quran. Dengan pikiran, logika, rasa ingin tahu, kita bisa menemukan pencerahan. Jangan pernah merasa beragama dan menjadi hamba Tuhan jika hanya sekedar mengikuti keyakinan ortu kita, dan belum pernah membuktikan kebenaran agama. Wassalam

    Abu Yahya Liem Gunawan (Liem Wan Hzien aka sanji)


  12. di/pada Mei 7, 2007 pada 8:58 am jabheul

    @sanji
    sebenarnya kan sudah jelas di QS. 1:7, kita mohon ditunjukkan-Nya jalan orang-orang yang diberi nikmat, bukan jalan orang-orang yang dimurkai-Nya (Yahudi) dan juga bukan jalan orang-orang yang sesat (Nasrani). dan itu minimal kita bacakan 17 kali dalam sehari dalam sholat kita.

    kalo disuruh untuk kembali ke jalan yang benar (al-Islam), akan sulit karena hatinya telah ditutup oleh Alloh. Kita do’akan saja agar Alloh berkenan memberi hidayah seperti kepada Anda. Amin


  13. di/pada Mei 8, 2007 pada 2:16 am martharany

    @Sanji

    Dulu, saya pernah mengalami hal seperti itu. Saya dipaksa u/ mengakui jika Yesus disalib u/ menebus dosa2 manusia. Ketika saya coba membuktikannya, ternyata apa yang dipaksakan pada saya itu sangat bertentangan dengan alkitab.

    ***kl boleh tolong dijelaskan lebih lagi pada bagian ini mas :)

    Mudah2an juga bisa menjadi pencerahan bagi yang lain


  14. di/pada Mei 9, 2007 pada 2:57 pm Sanji

    U/ mbak Martharany dan semua yang pengen tahu ttg kebenaran.
    Selama ini kita dikasih cerita ttg Yesus yang mati di kayu salib dan menebus dosa manusia. Kenapa Yesus dikorbankan? Krn dia adl manusia plg suci, yang tidak mewarisi dosa adam, shg dia seolah2 harus dikorbankan u/ menebus dosa manusia. Yg jelas, kita dipaksa percaya bahwa Yesus Mati di kayu salib, u/ menebus dosa kita. Barang siapa yang tidak mengikuti dia, tidak akan diselamatkan. Ceritanya gitu.
    Tp kalo kita kritis dan berpikiran logis, cerita diatas hanya akan menjadi dongeng belaka. Yesus, setelah “bangkit” dari kuburnya bertemu dg murid2nya. Muridnya bertanya, “guru, benarkah engkau masih hidup? kami minta bukti (mukjizat)”. Yesus bilang dlm injil matius :19 “Akan kutunjukkan mukjizat nabi Yunus” (kurang lebih isinya gitu). Persamaan Yesus dan Yunus adl mereka sama2 tdk MATI. Yunus dibuang ke laut, dimakan ikan, tinggal dalam perut ikan 3 hari 3 malam, dan tetap hidup. Yesus disalib, dikubur 3 hari 3 malam, akhirnya? Kita dipaksa bilang, Yesus Mati. Kalo beliau mati, beliau nggak akan sama dengan Yunus donk. Dan gak sama dg Alkitab. Yesus diutus u/ bangsa Yahudi, sementara saya sendiri adl keturunan cina. Apa perlu saya mengikuti risalah Yesus? Bukan tugas Yesus u/ “mengajar” bangsa selain Yahudi. Namun Tugas itu diberikan pada Muhammad, sbg Rahmat seluruh Alam Semesta.
    Bukti lain, kain kafan Yesus (Kain kafan turin) yang dipakai buat menutupi tubuhnya setelah disalib, membentuk bercak darah gambar dirinya. Dari hasil penelitian, tidak mungkin jika orang mati bisa memancarkan darah segar setelah mati. Bercak darah dari kain kafan itu telah diteliti oleh para kriminolog Jerman, dan hasilnya membuat Vatican berang, karena faktanya pada saat kain kafan itu dipakai u/ menutupi tubuh beliau, beliau belum Mati, atau singkatnya, Yesus tidak mati setelah disalib.
    Satu lagi, penelitian Faber Kaizer menemukan fakta bahwa Yesus hijrah ke Kashmir, dan dimakamkan disana. Di Kashmir terdapat makam para orang penting Yahudi, spt Musa, Maria, dan Yesus sendiri. Beliau hijrah kesana setelah bebas dari penyaliban, sangat mungkin supaya beliau tidak dikejar lagi oleh orang2 Yahudi dan Romawi, dan yang menggemparkan, ternyata beliau memiliki keturunan, spt yg digambarkan dlm The Da Vinci Code. Bukti sejarah ini akurat, anda bisa menyaksikannya sendiri disana.
    Jd intinya, kematian Yesus dikayu salib dapat disangkal dengan logika. Yesus tidak mati disalib dan tidak akan menebus dosa2 kita. Bahkan Alkitab sendiri tidak pernah mengatakan bahwa seluruh anak manusia mewarisi dosa bapaknya (adam). Dosa adalah tanggungan bagi pelakunya, bukan keturunannya. Sederhana saja logikanya. Jika ayah kita korupsi, adilkah jika kita yang dipenjara?
    Percaya atau tidak, itu pilihan anda2 semua. Logika selaras dengan iman. Kita beriman karena telah membuktikan kebenaran dg logika, bukan karena iman lantas menjadikan semua menjadi benar. buktikan Keyakinan anda sekarang. Mohon maaf apabila ada kata2 yang kurang berkenan. Wassalam


  15. di/pada Mei 10, 2007 pada 5:38 am jabheul

    @sanji
    tapi tetep pak sanji, di atas semua itu terlebih dahulu memperoleh hidayah-Nya. dan itu tentu dengan usaha kita untuk mendapatkannya. tanpa hidayah Alloh, membuktikan Islam agama yang hak adalah sulit. Mereka akan keukeuh menyatakan bahwa keyakinannya lah yang hak.

    satu lagi pak sanji, logika memang selaras dengan iman. tapi saya tidak setuju beriman semata karena logika. bagaimana Anda meyakini peristiwa isra’ mi’raj ? dan banyak lagi peristiwa lainnya yang menuntut keyakinan/keimanan semata tanpa embel2 karena logika; seperti tidurnya 7 orang pemuda beriman selama berabad-abad di dalam gua (asbabul kahfi). peristiwa2 itu semua kita yakini sebagai kemaha-kuasaan Alloh SWT.

    terima kasih buat pak dewo pemilik media ini, atas ijinnya berbagi disini.


  16. di/pada Mei 10, 2007 pada 10:20 am zham

    Iman yang benar tidak pernah bertentangan dengan akal dan logika.

    Iman adalah suatu lompatan. Lompatan yang jauh kedepan namun dasarnya selalu jelas. Tanpa memeriksa lebih jauh maka kita bisa terjebak dalam iman buta.

    Adalah bijaksana memeriksa sebelum menyatakan tunduk dan menyerahkan hidup kita kepada yang kita percaya. Kita bisa menggunakan pendekatan sejarah untuk memeriksanya. Sisanya kita tinggal melompat. Itulah iman.

    Dalam Alkitab banyak tertulis kisah-kisah luar biasa yang dilakukan Yesus. Orang pada jaman itu menjadi beriman bukan karena buta dan tidak tau. Mereka mendengar juga melihat, karena itu mereka menjadi percaya. Jaman sekarang modal kita adalah akal dan sejarah. Kecuali ada yang mengalami mujizat.

    Seorang perempuan yang mengalami pendarahan mendengar kisah penyembuhan yang dilakukan oleh Yesus. Tentu saja dia mendengar hal ini buka hanya dari satu sumber. Ketika orang disekitar dia mengatakan telah melihat sendiri dan orang itu bisa dipercaya maka itulah dasar iman si perempuan. Begitu besarnya iman perempuan tersebut sehingga dalam pikirannya sudah tertanam dengan pasti bawa hanya dengan menyentuh jubah Yesus dia bisa sembuh. Dan hal itu terjadi.

    Saya tidak mengerti dengan tuduhan-tuduhan yang senantiasa dilontarkan kepada penganut ajaran Kristus. Cerita palsu-lah, kitabnya sudah diubah-lah, dan lain-lain. Padahal bukti-bukti sejarah sudah membuktikan bahwa hal itu benar-benar ada dan terjadi.

    Naskah asli kitab suci mesih tersimpan dengan rapi di beberapa Museum besar, seperti di London juga Vatican. Test penyinaran, penelahaan huruf-huruf yang digunakan juga sudah dilakukan. Semuanya valid. Belum lagi penemuan terakhir Dead Scroll yang semakin menguatkan bukti-bukti yang sudah ada sebelumnya. Dead scroll sendiri adalah catatan ulang terhadap beberapa kitab dalam perjanjian lama.

    Jujur saya pengetahuan secara sejarah sampai saat ini memang hanya menjadi konsumsi orang-orang tertentu. Saya pikir inilah saatnya untuk membuka dan membagi itu semua kepada umat agar semakin cerdas dan tidak mudah terjebak.

    Khusus untuk tuduhan pemalsuan isi kitab, itu hanya retorika belaka. Maaf saja, jika bisa bilang sesuatu palsu maka tentu bisa mengatakan mana yang asli. Uniknya kitab yang katanya sudah dipalsukan malah dikais-kais untuk mencari pembenaran atas tuduhan-tuduhan terhadap ajaran Kristus. Standar ganda atas kebingungan sendiri.

    Kita dilengkapi dengan akal untuk meneliti sebelum mengambil kesimpulan, bukannya mengambil kesimpulan lalu mencari-cari buktinya, itu namanya akal-akalan.

    Selalu mengasihi dan melayani. Tuhan memberkati.


  17. di/pada Mei 10, 2007 pada 5:06 pm axiva

    dear zham,

    kenapa teori geocentric gereja bertentangan dengan ilmu pengetahuan?

    teori keimanan yg diajarkan gereja atas dasar apa?firman tuhan atau doktrin para pendeta?

    Piisss


  18. di/pada Mei 20, 2007 pada 9:45 pm Rison

    Hallo semua salam damai selalu.

    @Sanji
    =========================================
    Bukti lain, kain kafan Yesus (Kain kafan turin) yang dipakai buat menutupi tubuhnya setelah disalib, membentuk bercak darah gambar dirinya. Dari hasil penelitian, tidak mungkin jika orang mati bisa memancarkan darah segar setelah mati. Bercak darah dari kain kafan itu telah diteliti oleh para kriminolog Jerman, dan hasilnya membuat

    Vatican berang, karena faktanya pada saat kain kafan itu dipakai u/ menutupi tubuh beliau, beliau belum Mati, atau singkatnya, Yesus tidak mati setelah disalib.

    Satu lagi, penelitian Faber Kaizer menemukan fakta bahwa Yesus hijrah ke Kashmir, dan dimakamkan disana.
    Di Kashmir terdapat makam para orang penting Yahudi, spt Musa, Maria, dan Yesus sendiri. Beliau hijrah kesana setelah bebas dari penyaliban, sangat mungkin supaya beliau tidak dikejar lagi oleh orang2 Yahudi dan Romawi, dan yang menggemparkan, ternyata beliau memiliki keturunan, spt yg digambarkan dlm The Da Vinci Code. Bukti sejarah ini akurat, anda bisa menyaksikannya sendiri disana.

    Jd intinya, kematian Yesus dikayu salib dapat disangkal dengan logika. Yesus tidak mati disalib dan tidak akan menebus dosa2 kita
    ==========================================

    Komentar saya:

    Jika kisah tentang terangkatnya yesus setelah peristiwa penyaliban di kayu salib, tenyata tidak benar, maka bukan alkitab / injil saja yang salah.

    Alkitab/injil dan alquran sama-sama mencatat bahwa benar yesus/isa diangkat kesurga.

    Surat Ali,Imran:55
    (Ingatlah), ketika Allah berfirman: “Hai Isa, sesungguhnya aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepadaku, serta membersihkan kamu dari orang-orang kafir dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu diatas orang-orang kafir hingga hari kiamat….”

    Surat An Nisaa:157
    dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya kami telah membunuh Almasih Putra Mariam, rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak pula menyalibkannya, tetapi (orang yang mereka bunuh ialah), orang yang diserupakan dengan Isa (Yesus) bagi mereka. Sesungguhnya, orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) isa, benar-benar dalam keraguan tentang yang dibunuh itu, kecuali mengikuti prasangka belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa,

    Surat An Nisaa:158
    tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya.
    Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Naha Bijaksana.

    Jadi intinya Islam dan nasrani sama-sama mengimani bahwa, benar Yesus terangkat kesorga.

    Jika di Injil diceritakan tentang peristiwa diangkatnya Yesus.
    Maka di Alquran, Alloh sendiri yang berfirman bahwa, intinya, “Akulah yang telah mengangkat Isa”.

    Masih banyak lagi ayat-ayat tentang siapa Isa sebenarnya dalam Alquran dan Hadis.

    Sallom tuhan memberkati


  19. di/pada Mei 20, 2007 pada 10:18 pm Rison

    @axiva
    ===============================
    kenapa teori geocentric gereja bertentangan dengan ilmu pengetahuan?
    ===============================

    dear axiva

    Teori geocentric Alkitab tidak bertentangan dengan ilmu pengetahuan.
    ——————-
    Kitab Yesaya
    40:22a Dia yang bertakhta di atas bulatan bumi yang penduduknya seperti belalang;
    —————

    Sejak kapan ilmu pengetahuan mengesahkan bahwa bentuk bumi adalah bulat?
    Tetapi Alkitab telah menuliskannya ribuan tahun yang lalu.

    ——————–
    Kitab Ayub 26:7
    Allah membentangkan utara di atas kekosongan, dan menggantungkan bumi pada kehampaan
    ——————–

    Siapa yang menyanka ternyata diangkasa luar sana hampa udara?
    Dan bagaimana bumi berputar mengelilingi matahari?

    Bumi berputar bukan karena gaya gravitasi. Karena sifat gravitasi adalah selalu menarik benda kearahnya.
    Makrokosmos dan microkosmos memiliki sistim yang sama. Bumi berputar pada matahari menurut garis edarnya, sama seperti proton dan neutron mengelilingi atom.

    Pada jaman dahulu isi dari ayat ini banyak dipertentangkan oleh para ahli.
    Tetapi akhirnya semua yang tertulis ribuan lalu dalam alkitab dapat dibuktikan.

    Salam hangat.


  20. di/pada Mei 21, 2007 pada 5:52 pm dewo

    @Dear Sanji,

    Kain Kafan Turin memang menyimpan darah Yesus. Kita tidak bisa mengklaim apakah darah itu segar atau tidak. Yang jelas adalah bahwa darah-darah itu keluar dari tubuh Yesus saat Yesus masih hidup.

    Sedangkan gambar yang ada di kain kafan bukan akibat darah Yesus, melainkan karena cahaya kemuliaan Yesus yang memancar dari tubuh-Nya saat Yesus bangkit. Para ahli sepakat bahwa gambar tersebut adalah seperti foto positif, bukan seperti filem negatif seperti filem kamera biasa.

    Dear all,

    Mengenai tanda Yunus, saya sudah menjawabnya di thread lain. Silakan baca jawaban saya di “sini.”

    Tetapi bila Anda malas membacanya, silakan baca kitab Yunus 2:2. Di situ jelas2 bahwa Yunus telah mati saat berada di perut ikan besar.

    @Dear Rison,

    Terima kasih atas pencerahan Anda. GBU.


  21. di/pada Mei 24, 2007 pada 6:39 am Adhi Trisnanto

    Kalangan Kristen mengatakan bahwa ‘Isa al-Masih sudah tersalibkan dan mati untuk menebus dosa-dosa umat manusia yang disebabkan oleh Adam dan istrinya sewaktu mereka masih berada ditaman Eden pada mula penciptaan.
    Adakah benar doktrin penebusan dosa oleh darah al-Masih ini ?
    Apakah penyaliban yang digambarkan kepada ‘Isa putera Maryam adalah sesuatu hal yang logis dan bertujuan ataukah hanya sekedar rekayasa alias sandiwara ketuhanan yang diadakan oleh manusia ?
    Untuk menjawab ini, ada baiknya jika kita mau dan sudi untuk melakukan pengkajian secara seksama melalui sumber-sumber dari dunia Kristen itu sendiri, yaitu The Bible (orang Kristen Indonesia biasa menyebutnya al-Kitab namun saya lebih menyukai ucapan “The Bible”.)

    Dari The Bible kita buka kitab pertamanya yaitu kitab Genesis atau kitab Kejadian, didalamnya Genesis memberikan cerita bahwa pada mula pertama, ditaman Eden Allah telah menempatkan manusia pertama yang diberi nama Adam.
    “And the Lord God formed man of the slime of the earth: and breathed into his face the breath of life, and man became a living soul. And the Lord God had planted a paradise of pleasure from the beginning: wherein he placed man whom he had formed.”
    (Genesis 2:7-8 from Bible Douay [http://www.cybercomm.net/~dcon/OT/genesis.html]).
    “And the Lord God took man, and put him into the paradise for pleasure, to dress it, and keep it. And he commanded him, saying: Of every tree of paradise thou shalt eat: But of the tree of knowledge of good and evil, thou shalt not eat. for in what day soever thou shalt eat of it, thou shalt die the death.”
    (Genesis 2:15-17 dari sumber yang sama).
    Disini diceritakan bahwa Allah telah memberikan peringatan kepada Adam agar tidak memakan buah dari pohon pengetahuan yang mengandung unsur kebaikan dan kejahatan yang berada didalam taman Eden, sebab pada hari manusia memakan buah tersebut, maka dia akan mati, demikian firman Allah kepada Adam.
    Selanjutnya pada pasal ke-3, kitab Genesis memberikan gambaran bahwa istri dari Adam telah terbujuk oleh se-ekor ular untuk memakan buah dari pohon tersebut, disini sang ular menyibak kebohongan Allah.
    Genesis :
    3:1 Now the serpent was more subtil than any beast of the field which Yahweh Elohim had made. And he said unto the woman, Yea, hath Elohim said, Ye shall not eat of every tree of the garden?
    3:2 And the woman said unto the serpent, We may eat of the fruit of the trees of the garden:
    3:3 But of the fruit of the tree which is in the midst of the garden, Elohim hath said, Ye shall not eat of it, neither shall ye touch it, lest ye die.
    3:4 And the serpent said unto the woman, Ye shall not surely die:
    3:5 For Elohim doth know that in the day ye eat thereof, then your eyes shall be opened, and ye shall be like Elohim, knowing good and evil.
    3:6 And when the woman saw that the tree was good for food, and that it was pleasant to the eyes, and a tree to be desired to make one wise, she took of the fruit thereof, and did eat, and gave also unto her husband with her; and he did eat.
    3:7 And the eyes of them both were opened, and they knew that they were naked; and they sewed fig leaves together, and made themselves aprons.(Taken from “The Restored Name King James Version of the Scriptures” http://www.eliyah.com/Scripture)
    Sebagaimana uraian kitab Kejadian diatas, Allah sebelumnya mengatakan bahwa jika manusia memakan buah dari pohon terlarang itu maka hari itu dia akan mati, tetapi sang ular berkata sebaliknya, jika manusia “nekad” memakannya maka manusia tidak akan mati namun malah menjadi pintar, mengetahui hal-hal yang baik dan hal-hal yang buruk seperti keadaan Allah.
    “And Elohim said, Let us make man in our image, after our likeness.”
    (Genesis 1:26 from “The Restored Name King James Version of the Scriptures” http://www.eliyah.com/Scripture)
    “And Elohim saw every thing that he had made, and, behold, it was very good.” (Genesis 1:31 dari sumber yang sama)
    Bila Allah telah menciptakan manusia dengan penuh kesempurnaan menurut rupa Allah seperti ayat-ayat diatas, tentulah pada waktu itu juga manusia sudah mengenal sifat baik dan buruk. Hal ini terangkat dengan adanya ayat dari Kitab Kejadian yang berbunyi :
    “And he said: Behold Adam is become as one of us, knowing good and evil: now, therefore, lest perhaps he put forth his hand, and take also of the tree of life, and eat, and live for ever.”
    (Genesis 3:22 from Bible Douay [http://www.cybercomm.net/~dcon/OT/genesis.html]).
    Jadi dari Kitab Kejadian pasal 3 ayat 22 diatas, Allah itu memiliki pengetahuan mengenai kebaikan dan keburukan, dan apabila Adam diciptakan menurut citra-Nya sebagaimana maksud Kitab Kejadian 1:26 dan Kitab Kejadian 1:31, tentulah unsur pengetahuan itu secara otomatis sudah berada pada diri Adam jauh sebelum Adam melakukan pelanggaran dengan memakan buah dari pohon pengetahuan itu sendiri sebab dia adalah gambaran Allah.
    Pertanyaan yang timbul kemuka apabila doktrin kesempurnaan Adam sebelum dia melanggar tetap dipertahankan, ini berarti Allah sama sekali tidak memberikan kesempurnaan pada Adam. Kenapa ? Sebab Allah belum menciptakan dia secara lengkap dengan gambar-Nya yang asli dan ini berarti Allah telah berbohong didalam Bible !
    Pembahasan berikutnya adalah pernyataan Allah sendiri yang mengatakan akan mematikan manusia jika mereka nekad memakan buah terlarang tersebut. Apakah Allah sama sekali tidak mengetahui bahwa dengan diciptakan-Nya pohon larangan ini maka manusia yang juga ciptaan-Nya itu akan melanggar ? Apakah ini semacam jebakan dari Tuhan untuk manusia biar jatuh dalam dosa ? Lalu jika benar Allah tidak menginginkan manusia itu mati (baik mati hati maupun mati jasad), maka untuk apa Tuhan menciptakan pohon tersebut dan apa pula tujuan Tuhan menjadikan manusia kekal ? Apakah Tuhan sudah bosan dalam kesendirian-Nya sehingga merasa perlu untuk membuat Tuhan-tuhan lainnya ?


  22. di/pada Mei 24, 2007 pada 11:59 am axiva

    dear rison,

    ah,bisa aja…mana mungkin copernicus menyembunyikan teori heliocentric selama 20 tahun (De Revolutionibus Orbium Coelestium) dan galileo dihukum jika memang dipahaminya seperti itu.

    Piisss


  23. di/pada Mei 26, 2007 pada 2:27 pm Sanji

    @Pak Dewo, dan siapa aja,
    Saya sudah membacanya, namun bagi saya hal itu hanyalah bersifat metafora. Mungkin jika kita mengalami apa yang dirasakan yunus, kita juga akan berpendapat seperti beliau, putus asa, pasrah, dan merasa sudah mati. Kalo mau tau Yunus mati atau tidak, kita tanya beliau. Tidak ada satu ayatpun dalam kitab2 Tuhan yang menyatakan Tuhan menghidupkan lagi Yunus yang sudah mati. Begitu juga dengan Yesus, apakah beliau mati? coba cari perkataan Yesus dalam al kitab yang mengatakan Tuhan menghidupkan kembali Yesus (dalam kasus ini menghidupkan sama dengan kasus Lazarus yang dihidupkan kembali). Paling kita cuma akan menemukan kata2 Yesus diangkat, dibangkitkan, dimana disini para ahli bible pun menyikapinya sebagai bentuk ungkapan metafora.
    U/ kain kafan turin, saya membaca dalam buku “Yesus Wafat di Kashmir”. Dalam penelitian secara ilmiah, terbukti alur2 darah memancar saat tubuh masih bernyawa, dimana jantung masih berdetak. Kita semua percaya Yesus mati saat disalib, berarti jika saat dikafani masih memancarkan darah, beliau tidak mati saat disalib, beliau cuma pingsan, atau paling parah sekarat. Maka saat itu Yusuf Arimatea meminyaki dan mengobatinya dengan rempah2. Mengapa orang mati harus diobati? Karena Yesus tidak mati…
    Terjadi konspirasi dalam penyaliban oleh Gubernur Pilatus. Mengapa Pilatus tidak memerintahkan u/ mematahkan kaki Yesus ketika disalib? Mengapa penyaliban hanya 3 jam? Bukannya orang yang disalib menemui ajal setelah 24- 28 jam disalib? Mengapa murid2 Yesus boleh langsung membawa Jenasahnya tanpa perlu diperiksa oleh tentara romawi? Jawabannya mengacu pada 1 fakta, Yesus tidak bersalah, maka Pilatus seharusnya tetap membiarkan hidup. Karena orang Yahudi menuntut Pilatus menghukumnya, maka terjadilah peristiwa yang dinamakan “Crucifiction” (Drama Penyaliban)
    Begitulah keyakinan, kita semua ngotot dengan keyakinan kita. Suatu saat nanti kita pasti akan melihat mana yang benar & yang salah. Wassalam


  24. di/pada Mei 26, 2007 pada 6:17 pm Adhi Trisnanto

    Kisah kekufuran Bani Israil sudah secara gamblang dipaparkan oleh al-Qur’an didalam banyak ayat-ayatnya, sejak dari mulai masa kenabian Musa as dan Harun hingga pada periode ‘Isa al-Masih dan Muhammad Saw bahkan hingga jaman-jaman yang akan datang.

    Kisah penyaliban atas diri Nabi ‘Isa al-Masih putera Maryam telah disepakati oleh semua orang disebabkan karena terjadinya pengkhianatan diantara para sahabatnya yang setia.

    Kisah pengkhianatan ini sebenarnya tidak hanya bisa kita peroleh dari dalam Bible yang diyakini oleh umat Kristen namun juga al-Qur’an sudah menggambarkan akan peristiwa tersebut.

    “Tatkala Hawariyin (sahabat-sahabat setia) berkata : Wahai ‘Isa putera Maryam! Apakah berkuasa Tuhanmu menurunkan kepada kami satu hidangan dari langit ?;

    Maka ‘Isa menjawab : Takutlah kepada Allah jika memang kamu betul-betul orang-orang yang beriman.!” Mereka berkata : Kami ingin agar kami makan darinya dan supaya kami yakin bahwa sesungguhnya engkau sudah berkata yang benar terhadap kami dan jadilah kami ini orang-orang yang menyaksikan.” (Qs. al-Maidah 5:112-113)

    Disini sebenarnya kita sudah melihat adanya bibit-bibit kekurang percayaan orang-orang yang berada disekitar ‘Isa al-Masih terhadap dirinya dan Allah, sama persis seperti yang sudah sering kita baca dan kita bahas mengenai perilaku murid-murid ‘Isa yang sering membangkang terhadapnya didalam Bible.

    Sekian lama mereka menjalani kehidupan bersama, menyebarkan dakwah dibawah bimbingan Nabi ‘Isa kepada masyarakat dan membuktikan sendiri mukjizat-mukjizat kenabian ‘Isa al-Masih, namun mereka masih tetap merasa kurang yakin.

    Kita lihat dalam jawabannya, ‘Isa menegur kelakuan para sahabatnya ini yang seolah tidak beriman kepada Allah dan dirinya selaku Rasul; Ini bukan teguran ‘Isa yang pertama terhadap sikap para sahabatnya semacam ini, kita lihat didalam surah ali-Imran ayat 52 :

    “Ketika ‘Isa merasa akan kekufuran dari mereka, ia bertanya: Siapakah penolong-penolongku kejalan Allah ?; Maka para sahabatnya menjawab : Kami adalah pelayan-pelayan Allah, kami telah beriman kepada Allah dan lihatlah, bahwa sesungguhnya kami orang-orang yang muslimin.”
    (Qs. ali Imran 3:52)

    Atas jawaban para Hawariyin ini, Allah memberikan jawaban yang sangat jelas sekali bagi kita untuk menjadi bukti atas kebenaran ucapan mereka ini didalam ayat selanjutnya :

    “Dan mereka membuat tipu daya, namun Allah (juga) membuat tipu daya; dan sesungguhnya Allah itu sepandai-pandainya menipudaya.”
    (Qs. ali Imran 3:54)

    Disini bisa kita pahami, bahwa ayat ini merupakan tanggapan Allah atas pernyataan Hawariyin yang mengaku telah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya yaitu ‘Isa al-Masih yang dikatakan pada ayat sebelumnya;

    Dan dari sini kita bisa menangkap satu fenomena bahwa diantara para sahabat tersebut tidak semuanya mereka ini benar-benar beriman sebagaimana yang diucapkan oleh mulutnya, sebab menurut Allah, mereka telah mengatur satu rencana yang jahat, membuat satu tipu daya yang ditujukan kepada Rasul-Nya namun rencana tersebut akan dikalahkan oleh Allah dengan tipu daya pula.

    Ingatkah anda akan firman Allah dibawah ini ?

    “Karena kesombongan dibumi dan merencanakan tipu daya yang jahat, padahal rencana yang jahat itu tidak akan menimpa selain kepada orang yang merencanakannya sendiri”.
    (Qs. Faathir 35:43)

    Dari ayat-ayat ini kita bisa mentafsirkan bahwa satu tipu daya yang jahat yang telah diatur oleh sebagian dari Hawariyin untuk ‘Isa akan dibalas oleh Allah dengan tipu daya-Nya pula dengan menjadikan orang yang merencanakan makar ini termakan oleh rencananya sendiri.

    Dan dalam ayat lanjutan ali-Imran 55 , Allah meneruskan firman-Nya :

    “Tatkala Allah berkata: Wahai ‘Isa! Sungguh Aku akan mengambilmu dan akan mengangkatmu kepadaKu, dan akan membersihkanmu dari mereka yang kafir, serta akan menjadikan orang-orang yang mengikutimu diatas mereka yang kafir hingga hari kiamat.”
    (Qs. ali Imran 3:55)

    Ayat ini merupakan lanjutan dari ayat sebelumnya yang mengatakan bahwa Allah akan membalas tipu daya orang-orang yang jahat kepada Rasul-Nya.

    Dari sini kita juga bisa mengambil satu kesimpulan bahwa rencana jahat yang dimaksudkan terhadap diri Nabi ‘Isa tidak akan bisa terjadi terhadap sang Nabi akan tetapi Allah akan mengembalikan rencana jahat tersebut menimpa kepada orang itu sendiri dan Allah akan menyelamatkan Nabi-Nya tersebut dari rencana jahat itu dengan peristiwa “pengangkatan” dan pembersihan nama baiknya.

    Kita baca ayat berikutnya :

    “Maka adapun mereka yang kufur itu, Aku akan menyiksa mereka satu siksaan yang keras didunia dan akhirat; dan mereka tidak akan mendapatkan penolong-penolong.”
    (Qs. ali Imran 3:56)

    Ayat ini kita kembalikan dengan ayat yang juga menceritakan peringatan Allah terhadap kaum Hawariyin didalam surah al-Maaidah :

    “Allah berkata : Sesungguhnya Aku akan menurunkannya untukmu, tetapi barang siapa dari antara kamu yang kufur sesudah itu, maka akan Aku azab dia dengan satu azab yang tidak pernah Aku perbuat terhadap seorangpun daripada makhluk-makhluk.”
    (Qs. al-Maidah 5:115)

    Diayat ini kita juga menemukan isyarat langsung dari Allah, bahwa akan ada yang kufur terhadap Allah dan Rasul-Nya diantara kaum Hawariyin tersebut setelah usainya Hidangan dari langit diturunkan, yaitu sesudah terjadinya jamuan makan malam ketuhanan menurut teologi Nasrani.

    Kita ketahui dari Bible, bahwa dari 12 orang murid utama ‘Isa, ada seorang yang telah berkhianat dengan jalan menjual informasi mengenai keberadaan ‘Isa terhadap para ahli Taurat dan orang-orang Romawi. Murid tersebut diyakini bernama Yahudza al-Askharyuti atau Yudas Iskariot.

    Dan Yudas digambarkan memiliki rencana yang jahat terhadap ‘Isa al-Masih setelah acara jamuan makan malam al-Maidah selesai dengan membocorkan rahasia keberadaan sang Nabi kepada musuh-musuhnya sehingga mereka melakukan penyerbuan terhadap persembunyian ‘Isa al-Masih.

    Namun sesuai dengan janji Allah, bahwa rencana yang jahat tidak akan menimpa selain kepada orang yang sudah membuat rencana itu sendiri, begitu pula halnya dengan diri ‘Isa al-Masih, beliau telah diselamatkan Allah dari tragedi penyaliban dengan mengangkatkan wujud ‘Isa menuju keperwujudan orang lain dan menukarkan jasad jasmani ‘Isa dengan Yahudza Askharyuti yang merupakan otak dari semua rencana jahat itu.

    “Dan perkataan mereka: ‘Bahwa kami telah membunuh ‘Isa al-Masih putera Maryam, utusan Allah’, padahal tidaklah mereka membunuhnya dan tidak pula menyalibnya, tetapi disamarkan kepada mereka. Orang-orang yang berselisihan tentangnya selalu dalam keraguan mengenainya. Tiada pengetahuan mereka kecuali mengikuti dugaan, dan tidaklah mereka membunuhnya dengan yakin. Tetapi Allah telah mengangkat ‘Isa kepada-Nya; karena Allah itu Gagah nan Bijaksana”
    (Qs. An-Nisa’ 4:157-158)


  25. di/pada Juni 13, 2007 pada 4:03 am Ferry

    Dear All, Pada dasarnya Tuhan sudah menetapkan jalan kita, apakah mau lurus atau berbelok, kewajiban kita adalah hanya untuk mencari petunjuk NYA, karenanya ga perlu diperdebatkan lagi mana benar mana salah yang wajib dikerjakan adalah menyampaikan apa yang kita yakini sebagai kebenaran.

    Salam.


  26. di/pada Juni 16, 2007 pada 3:32 pm Sanji

    Buat pak jabheul u/ comment #15, dan siapa aja.
    Sulit u/ menerangkan logika seperti Isra’ Mi’raj dan Ashbabul Kahfi. Namun dengan Ilmu pengetahuan Insya Allah pencerahan bisa muncul. Isra’ Mi’raj adalah perjalanan Rasulullah menuju masjidil Aqsa’ dan Sidratul Munthaha (langit ke-7). Allah memfasilitasi beliau dengan Bouraq (kendaraan super cepat milikNya). Logikanya begini, mungkin nggak sih kita pergi dari 1 tempat ke tempat lain, dari bumi ke bulan, ke matahari, ke galaksi lain, bahkan ke langit ke-7? Sangat mungkin. Syaratnya dengan kendaraan luar angkasa (pesawat, roket, UFO, dll). Karena “yang punya hajat” adl Allah, maka Allah memfasilitasi Muhammad dengan Bouraq. Sehingga Rasulullah bisa menghadap Raja Semesta Alam ini dengan segera, hanya 1 Malam. Mungkin jika dengan pesawat buatan manusia bisa mencapai milyaran tahun cahaya u/ menuju ‘Arsy Allah.
    Lalu u/ Ashbabul kahfi, logikanya kok bisa manusia tidur beratus2 tahun? Sekarang coba bandingkan dengan beruang, tupai, dan hewan2 yang tidur selama musim dingin. Mereka bisa tetap hidup tanpa makan hingga musim semi. Mungkin Allah telah menghibernasikan mereka. Sekarang sedang dikembangkan penelitian hibernasi pada manusia. Jadi secara logika sangat mungkin manusia bisa berhibernasi (tidur panjang).
    Begitu pula dengan kelahiran ajaib Yesus. Rekayasa genetika dan kloning adalah hal yang paling mungkin dilakukan u/ membuktikan bahwa manusia bisa mendapatkan keturunan tanpa persetubuhan. Masih ingat sekitar 10 th lalu ketika kloning pada domba berhasil? Lalu muncul ide u/ mengkloning manusia, namun gereja melarangnya dengan alasan moral. Sekarang pertanyaannya, jika kloning pada manusia berhasil, masih ajaibkah kelahiran Yesus? Masih ajaibkah seorang wanita melahirkan tanpa pernah dihamili laki2? Masih ajaibkah jika seorang anak terlahir tanpa proses persetubuhan laki2 dan wanita? Anda semua bisa menentukan jawabannya dengan bijaksana.
    Kesimpulannya, Mukjizat terbesar zaman modern adalah Ilmu Pengetahuan, dan Allah telah mencatatkanNya pada manusia sejak 1400 tahun lalu. Al-Quran sebagai sumber Ilmu Pengetahuan bagi Manusia. Mohon maaf bila ada kata2 yang kurang berkenan. Wassalam…
    Abu Yahya Liem Gunawan (Liem Wan Hzien alias Sanji)


  27. di/pada Juni 17, 2007 pada 2:03 pm Yoseph Henri

    @Sanji (26)
    Cuplikan…
    Buat pak jabheul u/ comment #15, dan siapa aja.
    Sulit u/ menerangkan logika seperti Isra’ Mi’raj dan Ashbabul Kahfi. Namun dengan Ilmu pengetahuan Insya Allah pencerahan bisa muncul. Isra’ Mi’raj adalah perjalanan Rasulullah menuju masjidil Aqsa’ dan Sidratul Munthaha (langit ke-7).

    ===Sejarah Mujizat para Nabi adalah terjadi karena Allah ‘Berkehendak’ menunjukkan KekuasaanNya serta KeberadaanNya kepada manusia melalui tangan2 para nabi.
    Masalahnya adalah terletak pada “Ada atau tidaknya Saksi2″
    Bagaimana kita bisa percaya Isra Miraj itu benar2 terjadi? siapa saksinya? Musa membuktikan Ten Commandementnya, Tulah2 di mesir, demikian pula Nabi yang lainnya, semuanya disertai dengan saksi2 dan pembuktian yang sebenarnya. Lalu bagaimana dengan Isra Miraj?

    Siapa saksinya?
    Tahun berapa Masjidil Aqsa dibangun? sebelum Miraj?
    Muhamad berbicara dengan Adam dan Musa berbahasa apa?
    Sejak kapan bahasa arab mulai muncul?
    Apakah ritual Sholat dan waktu sholat ada setelah Isra’M?

    Semuanya tidak dijelaskan dengan logika, lucu sekali. mendingan gak perlu muluk2 soal Ufo lah pak. kasih saja bukti.

    ——
    Begitu pula dengan kelahiran ajaib Yesus. Rekayasa genetika dan kloning adalah hal yang paling mungkin dilakukan u/ membuktikan bahwa manusia bisa mendapatkan keturunan tanpa persetubuhan

    Sekarang pertanyaannya, jika kloning pada manusia berhasil, masih ajaibkah kelahiran Yesus? Masih ajaibkah seorang wanita melahirkan tanpa pernah dihamili laki2? Masih ajaibkah jika seorang anak terlahir tanpa proses persetubuhan laki2 dan wanita? Anda semua bisa menentukan jawabannya dengan bijaksana.

    ===Pernyataan anda sebenarnya sudah menuju kepada Kemurtadan diri anda sebagai seorang muslim.
    Bukankah di Quran saudara tertulis bahwa Isa lahir karena Kehendak Allah?
    Mengapa anda sudah mulai meragukan Quran anda?
    Apakah Quran saudara menyebutkan bahwa Isa lahir dari hasil Kloning?

    Sudah selayaknya anda memulai menggunakan akal budi dalam setiap pemikiran saudara, bukan iman yang buta.

    Salam


  28. di/pada Juli 1, 2007 pada 8:35 am ADRIANUS

    Semua berdebat seolah hidup pada jaman itu, seolah hidup saat semua kitab tersebut dalam proses menjadi Kitab masing-masing. Seolah yang paling benar.

    Semua tidak salah, tetapi menjadi salah apabila terbawa dendam, benci dan merendahkan yang lain.

    Sebenarnya semua agama tidak akan dapat memuaskan pikiran dan pertanyaan manusia tentang :
    - Mengapa manusia harus berdosa, sengsara, saling perang, bunuh dan perbuatan keji lainnya.
    - Bukankah Tuhan Maha Tahu, bahwa si A, B atau C sebelum dilahirkan nantinya pada saat hidup akan menjadi atheis, muslim, kristen, kong hu cu dan lainnya. Atau nanti ketika mati si A, B atau C penuh dosa atau langsung masuk surga.
    - Bukankah Tuhan Maha Kuasa, dengan kuasaNya Dia dengan mudah menjadikan semua manusia tidak berdosa, damai, saling mengasihi dan menjadikan setan baik seperti malaikat.
    - Jika begitu, apakah Tuhan sedang menikmati panggung dunia yang Dia ciptakan, yang Dia sutradarai, yang Dia tahu betul cerita seluruh manusia yang memerankan peran masing-masing dari awal manusia ada hingga kiamat dan hari akhir nanti ?
    - Jika begitu, betapa jahatnya Tuhan, yang membiarkan manusia dalam kegelapan, ketidaktahuan, kebodohan dan ketidakberdayaan memilih?
    - Bagiku jelas Tuhan itu ada, karena tidak mungkin awal mula dunia ini ada dengan sendirinya. Jadi aku ngga mau jadi atheis.
    - Bagiku hidup ini misteri, pikiran manusia tidak akan bisa menggapai rencana Tuhan. Aku jadi ingat kisah Santo Antonius yang bertemu anak kecil di pantai.
    - Bagiku Tuhan juga bukan Tuhan yang jahat, egois dan tidak mau tahu kesusahan umat manusia. Bahkan Dia rela sengsara demi umat manusia, bukan Tuhan yang menikmati sandiwara dunia ini.
    - Dia menyayangi semua manusia, baik yang : atheis, Islam, Hindu, Budha, Katolik, Kristen, Kong hu cu dan semuanya. Tapi mengapa kita justru yang memusuhi, membenci, membunuh, menyiksa, merendahkan dan perbuatan jahat lainnya kepada sesama kita.
    - Dia sungguh menyerahkan kepada kita semua, Dia sungguh demokratis.
    - Mungkin malah menjadi seolah-olah Tuhan tidak berdaya, tidak Maha Kuasa dan tidak hebat.

    Aku adalah Adrianus :
    - Yang telah mengembara mencari kebenaran
    - Yang hidup tidak pamrih untuk masuk surga atau neraka, semua kuserahkan kepada Tuhan
    - Yang telah menjatuhkan pilihan terakhir pada Yesus
    - Yang kudapatkan kedamaian dan kepasrahan ketika kuterima tubuh dan darahNya
    - Bukan karena surga yang kuinginkan, tetapi karena ajaran-ajaranNya :
    o Cintailah sesamamu seperti engkau mencintai dirimu sendiri
    o Apabila ditampar pipi kirimu, serahkanlah pipi kananmu
    o Apabila diminta bajumu, serahkanlah jubahmu
    o Ampunilah dan doakanlah musuh-musuhmu
    o Dan ajaran kasih lainnya
    - Surga adalah kedamaian, kasih dan saling membantu

    TUHAN KUSERAHKAN HIDUP DAN MATIKU UNTUKMU, DALAM TANGANMU, DALAM KASIHMU.
    AKU MERINDUKANMU


  29. di/pada Juli 7, 2007 pada 2:41 pm Sanji

    Buat Pak Yoseph Henry (27)
    Saya cuma berusaha menangkap dan menjelaskan rencana Tuhan. Memang semua itu adalah kehendak Tuhan, namun jika manusia tahu lebih tepat apa yang dikehendaki Tuhan, bukannya itu jauh lebih menyejukkan hati dibanding kita hanya sekedar percaya?
    Saya tidak menganggap Yesus adalah produk kloning, yang saya bahas adalah proses penciptaannya. Proses penciptaan Yesus yang tanpa ayah bisa disamakan dengan proses kelahiran individu hasil kloning, karena mereka lahir tanpa proses persetubuhan dan pembuahan individu jantan dengan betina. Sekarang saya tanya anda, jika kloning pada manusia diijinkan, masih ajaibkah seorang manusia yang dilahirkan tanpa proses pembuahan? Mengacu pada pertanyaan itu, Masih ajaibkah kelahiran Yesus yang dilahirkan oleh Bunda Maria yang belum pernah disentuh laki-laki? Jika memang kenyataan bahwa Yesus adalah hasil kloning, lantas kenapa? Saya tetap mengidolakan beliau sebagai salah satu dari 5 nabi besar (ulul azmi), petualang sejati yang menjelajah hingga kaki himalaya, Imam besar bani Israel yang dikhianati umatnya, laki-laki terkuat yang pernah ada dalam sejarah manusia, Laki-laki beruntung yang lolos dari maut, dll
    Perlu diingat, manusia dibekali rasa ingin tahu. Apa salah jika kita ingin tahu bagaimana Tuhan berkarya? Apakah kita puas jika kita hanya mendapat jawaban “ini kehendak Tuhan” dari keingintahuan kita? Bukannya kita justru lebih beriman ketika kita melihat kebenaran yang ditunjukkan Tuhan, daripada hanya percaya dengan apa yang dikatakan Pendeta, Romo, atau kyai? Ingat, mereka juga manusia. Saya yakin mereka juga sama seperti saya, mencari jawaban dari ketidaktahuan mereka. Pemberi jawaban cuma satu, Tuhan, Dia bicara melalui akal dan pikiran kita.
    Pak Yoseph, anda adalah 1 dari sekian banyak orang yang mengatakan saya murtad karena berusaha mencari jawaban untuk pertanyaan saya. Banyak muslim juga yang menganggap saya ateis karena berusaha menggugat agama ini. Dan tiap kali saya bertanya dan menggugat, saya selalu menemukan jawaban masuk akal, rasional yang menyejukkan hati, sehingga saya yakin, tidak sia2 Tuhan menganugerahkan akal dan pikiran pada manusia. Untuk apa akal dan pikiran? Mencari jawaban atas kebenaran dan mencapai iman sejati, kataku. “Aku beriman, maka aku bertanya; Aku menggugat, maka aku kian beriman” (Losing my religion: a call for help, by Dr. Jeffrey Lang)
    Maaf apabila ada kata2 yang kurang berkenan.


  30. di/pada Juli 7, 2007 pada 4:16 pm Yoseph Henri

    @Sanji(29)
    Rasanya saya yang terlebih dulu minta maaf kepada anda.

    Saya cuma berusaha menangkap dan menjelaskan rencana Tuhan. Memang semua itu adalah kehendak Tuhan, namun jika manusia tahu lebih tepat apa yang dikehendaki Tuhan, bukannya itu jauh lebih menyejukkan hati dibanding kita hanya sekedar percaya?

    ==Pendapat anda benar sekali, saya juga sependapat dengan pemikiran sanji.
    —————————-
    @Sanji(29)
    Sekarang saya tanya anda, jika kloning pada manusia diijinkan, masih ajaibkah seorang manusia yang dilahirkan tanpa proses pembuahan?

    ==Bagi saya, masih merupakan suatu keajaiban, yaitu :
    Kapan dokter bisa menghembuskan ‘datangnya’ roh kehidupan, dan bagaimana anda bisa menjelaskannya?
    ——
    @Sanji(29)
    Mengacu pada pertanyaan itu, Masih ajaibkah kelahiran Yesus yang dilahirkan oleh Bunda Maria yang belum pernah disentuh laki-laki? Jika memang kenyataan bahwa Yesus adalah hasil kloning, lantas kenapa?

    ==Pada Titik inilah yang anda belum bisa membedakan antara Logika dengan Khayalan atau Imajinasi. Sah-sah saja anda berpendapat demikian, namun pada akhirnya anda akan terjebak dalam dunia imajinasi, memang berkhayal itu bisa menyejukkan dan menenangkan hati kita, tetapi berkhayal itu adalah dunia fantasi, bukannya realita.
    Untuk itu apabila Sanji masih tetap bersikeras bahwa berkhayal itu sah-sah saja, Mohon dijelaskan apa DASAR PEMBUKTIAN ILMIAH bahwa kloning sudah ada pada jaman Yesus.
    —————————–
    @Sanji(29)
    Saya tetap mengidolakan beliau sebagai salah satu dari 5 nabi besar (ulul azmi), petualang sejati yang menjelajah hingga kaki himalaya, Imam besar bani Israel yang dikhianati umatnya, laki-laki terkuat yang pernah ada dalam sejarah manusia, Laki-laki beruntung yang lolos dari maut, dll

    ==Penjelasan anda masih kurang ilmiah, sepertinya anda suka berfantasi dan mengambil jalan tengah untuk menyelesaikan hal-hal yang buntu.
    —————————-
    @Sanji(29)
    Perlu diingat, manusia dibekali rasa ingin tahu. Apa salah jika kita ingin tahu bagaimana Tuhan berkarya? Apakah kita puas jika kita hanya mendapat jawaban “ini kehendak Tuhan” dari keingintahuan kita? Bukannya kita justru lebih beriman ketika kita melihat kebenaran yang ditunjukkan Tuhan, daripada hanya percaya dengan apa yang dikatakan Pendeta, Romo, atau kyai? Ingat, mereka juga manusia. Saya yakin mereka juga sama seperti saya, mencari jawaban dari ketidaktahuan mereka. Pemberi jawaban cuma satu, Tuhan, Dia bicara melalui akal dan pikiran kita.

    ==Sebagaimana yang saya katakan sebelumnya, fantasi anda masih terlalu tinggi, terlalu cepat anda menganggap rendah pengetahuan orang lain, masih terlalu dini menilai seseorang hanya dari kulitnya saja.
    ——
    @Sanji(29)
    Pemberi jawaban cuma satu, Tuhan, Dia bicara melalui akal dan pikiran kita.

    ==Anda benar sekali, tetapi jawaban yang anda inginkan bukan dari hasil berfantasi, fantasi itu liar, melesat secepat cahaya, bila anda tidak kuasa memegang kendalinya, anda akan terhanyut ditelannya. Sebaiknya anda lebih berhati-hati dalam mendengarkan pikiran, pastikan bahwa kendali pikiran anda ada pada Tuhan saja, bukan Setan yang menyamar jadi tuhan.

    Salam


  31. di/pada Juli 8, 2007 pada 5:57 am Christ

    Saya mau ikut sharing juga ya,sebenarnya tidaklah penting memperdebatkan apakah yesus mati atau tidak. Atau apapun yang ada di alkitab atau alquran yang sudah terjadi beberapa ribu tahun yang lalu baik yang bisa dijelaskan dengan akal sehat maupun yang belum bisa.

    Yang lebih penting adalah ajaran kasihnya yaitu: cintailah Tuhan Allahmu dgn segenap hatimu dan segenap akal budimu dan ajaran lain berikutnya yang tidak kalah pentingnya adalah cintailah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
    Dengan begitu akan tercipta kedamaian di seluruh muka bumi. Atau sekurang2nya lebih banyak kedamaian daripada peperangan yang terjadi.
    Sayang memang,kebanyakan orang punya agama cukup untuk membenci tapi tidak cukup untuk mencintai.
    Dan, seringkali pikiran manusia membuat pemisahan2 yang bodoh yang oleh Sang Kasih dilihat sebagai satu.

    Bukan kemacamragaman dogma melainkan fanatik di bidang dogma, itu yang merusak. Jadi jika kita masing2 melakukan apa yang teguh kita yakini sbg “kehendak Tuhan” hasilnya akan menjadi kekacauan besar. Kepastian itu salahnya. Orang rohani itu tahu akan ketidakpastian - sikap mental yang tidak dikenal oleh orang yang fanatik dengan agamanya.

    Teologi atau “agama” telah menjadi kejahatan karena teologi atau “agama” tidak lagi mencari kebenaran, melainkan sekadar mempertahankan sistem kepercayaan.

    Mrk yang dipenuhi dgn pandangan2nya sendiri akan tuli pada kata2 bijak dari orang lain. Yang sering terjadi dlm diskusi antara 2 orang adalah yang satu mendesakkan pandangannya pada yang lain. Akibatnya, ia tidak belajar apa pun kecuali pandangan2nya sendiri.

    Tuhan Memberkati
    Namo budhaya
    Wassalam


  32. di/pada Juli 8, 2007 pada 6:06 am Christ

    Mungkin cerita ilustrasi di bawah ini bisa sedikit membuka cakrawala kita.

    SETAN DAN TEMANNYA

    Pada suatu hari setan berjln2 dengan seorang temannya. Mereka melihat seseorang membungkuk dan memungut sesuatu dari jalan.

    “Apa yang ditemukan orang itu?”tanya si teman.

    “Sekeping kebenaran,”jawab setan.

    “Itu tidak merisaukanmu?”tanya si teman.

    “Tidak,”jawab setan.”Saya akan membiarkan dia menjadikannya kepercayaan agama.”

    Kepercayaan agama merupakan suatu tanda, yang menunjukkan jalan kepada kebenaran. Orang yang kuat2 berpegang pada penunjuk jalan, tidak dapat berjalan terus menuju kebenaran. Sebab, ia mengira seakan-akan sudah memilikinya.

    (dari buku “Burung Berkicau”,oleh Pater Antony de Mello,SJ)


  33. di/pada Juli 9, 2007 pada 4:49 pm Sanji

    Pak Yoseph Henry (30)
    Pemikiran kita berbeda, biarlah perbedaan ini menjadi pegangan bagi kita masing2 u/ berjalan menuju pada pencerahan. Ketika saya menyamakan penciptaan Yesus, Isa Al Masih dengan penciptaan pada bayi kloning, hal ini telah memberikan jawaban pada pertanyaan saya “bagaimana Tuhan menciptakan Yesus”. Semula saya juga beranggapan bahwa penciptaan manusia tanpa pembuahan jantan & betina itu sangat tidak mungkin, dan hanya kuasa Tuhan yang bisa melakukannya. Namun dengan ilmu pengetahuan, segala hal yang tidak mungkin akhirnya menjadi mungkin. Sebagai contoh, bagaimana David Copperfield bisa berjalan menembus tembok Cina. Ketika kita yang tidak tahu begitu takjub melihatnya, namun ketika kita mengetahui rahasianya, kita semua berkata “ooh… Hanya seperti itu rupanya”. Seperti inilah yang sedang saya cari sekarang, melihat bagaimana Tuhan berkarya. Memang tidak ada bukti bahwa kloning sudah ada sejak jaman Yesus, namun bagi saya, pengetahuan tentang kloning sementara ini telah memberi jawaban atas pertanyaan saya.
    Begitu pula ketika saya ketika masih sebagai Protestan, saya berdiskusi dengan Pendeta dan Romo tentang masalah Penciptaan Yesus, Penyaliban, kenapa harus beribadah di hari minggu, bukan hari sabath (sabtu), dosa asal, dll. Mereka memberi argumen “itu sudah dari sananya, kehendak Tuhan, dll” dimana hal itu tidak memberi pencerahan bagi saya. Bahkan mereka lantas mengatakan “kamu berdosa jika menggugat Tuhan, percayalah pada keselamatan dari Yesus, tidak usah banyak tanya”. Begitu pula dengan Kyai mereka tidak bisa menjawab hal itu, bahkan mengatakan saya murtad, kafir, sesat, dll. Seseorang tidak bisa menentukan kafir atau beriman, hanya Tuhan yang tahu status keimanan kita. Mungkin bagi Pendeta, Romo, atau kyai, beriman bisa saja hanya sekedar percaya pada agama saja, namun bagi saya beriman berarti membuktikan dan percaya pada firman Tuhan. Saya menemukan jawaban yang melegakan hati dan mempertebal iman dengan akal, logika dalam ilmu pengetahuan. karena dengan hal itu, segala yang tidak saya ketahui menjadi jelas dan mungkin.
    Dan saya juga menemukan pengetahuan baru mengenai Yesus yang hijrah ke Kashmir, dan dimakamkan disana. Cukup beralasan jika saya menyebut beliau sebagai petualang sejati, karena riwayat, dan pengalaman beliau penuh dengan hal-hal yang fantastis dan menegangkan. Bukan tanpa alasan saya mengatakan hal ini, karena kitab2 hindu dan Budha menuliskan cerita tentang Yesus yang datang ke daerah Himalaya u/ mencari suku Israel yang hilang, sekaligus menggenapi nubuat dalam Injil yang mengatakan “aku datang bagi domba2 yang hilang dari bani Israel”. Begitu pula mengenai nubuat kedatangan Muhammad dlm kitab Hindu dan Budha. Cukup beralasan jika Yesus hijrah ke Kashmir, karena Bani israel tidak hanya bermukim di Palestina atau Yerusalem saja, namun mereka sebagian juga menetap di kashmir setelah eksodus besar2an dari Mesir pada Jaman Musa dulu. Jika anda mengatakan saya berfantasi dengan cerita ini, silakan baca buku “Yesus wafat di Kashmir”, karangan A. Faber Kaiser. Saya bicara apa adanya, obyektif sebagai ciri ilmu pengetahuan.
    Pak Yoseph, terima kasih u/ diskusinya. Maaf apabila ada kata2 yang kurang berkenan. Tidak bermaksud u/ menyerang iman, namun hanya sekedar berbagi ide dan pengalaman saja. Karena iman ditentukan oleh diri sendiri, bukan pengaruh dan tekanan dari orang lain.
    U/ Pak dewo, maturnuwun udah diijinkan berbagi pendapat disini.


  34. di/pada Juli 10, 2007 pada 12:38 am dewo

    @Dear Sanji (#33),

    Jika anda mengatakan saya berfantasi dengan cerita ini, silakan baca buku “Yesus wafat di Kashmir”, karangan A. Faber Kaiser. Saya bicara apa adanya, obyektif sebagai ciri ilmu pengetahuan.

    Rasanya Anda memang tidak berfantasi, tetapi termakan oleh fantasi A. Faber Kaiser. Saya jadi berpikir, apakah Anda sudah membaca atau menonton Da Vinci Code? Soalnya bisa-bisa Anda akan termakan fantasi Da Vinci Code juga.

    Mohon dibedakan antara fiksi dan realita dalam sejarah. Banyak orang dewasa ini yang mengarang fiksi dengan berlatar belakang sejarah. Misalnya saja serial Indiana Jones (ingat filmnya tentang Cawan Perjamuan Terakhir?), serial The Mummy (dan “Return”), dll. Semuanya adalah fiksi.

    Tetapi akan jadi masalah jika orang yang tidak mengetahui sejarah (dan Alkitab) menjadikannya pegangan dan bahkan mempercayainya di atas sejarah (dan Alkitab) yang sesungguhnya.

    Saya harap Anda lebih bijak dalam menyikapi hal-hal seperti ini. Salam.


  35. di/pada Juli 10, 2007 pada 4:31 am ahmad

    Saudaraku kaum kristiani yang terkasih,
    Alangkah baiknya apabila kita berdiskusi dengan kepala dingin dan membuka matahati kita untuk menelaah kitab suci yang saudaraku imani tersebut.
    Kalau anda benar benar membaca isi dari Alkitab tersebut, dan mengaku sebagai pengikut Yesus, tentunya anda akan melaksanakan apa yang Yesus perintahkan.
    Seperti :
    1. Yesus mengajarkan tauhid (hanya menyembah Tuhan Allah)
    Markus 12:29 Jawab Yesus “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.

    Yohanes 17: 3
    Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus

    Yohanes 13: 16-20
    Aku (Yesus) berkata kepadamu: Sesungguhnya seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya, ataupun seorang utusan dari pada dia yang mengutusnya….Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menerima orang yang Kuutus, ia menerima Aku, dan barangsiapa menerima Aku, ia menerima Dia (Bapa) yang mengutus Aku

    Matius 4:8-10 Dan Iblis membawanya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memper¬lihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya, dan berkata kepada¬Nya: “Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku. ” Maka berkatalah Yesus kepadanya: “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!”

    2.Alkitab melarang pengikutnya memakan babi
    Imamat 11:7-8 Jangan makan babi. Binatang itu haram, karena walaupun kukunya terbelah, ia tidak memamah biak. Dagingnya tak boleh dimakan dan bangkainya pun tak boleh disentuh karena binatang itu haram.(King James Version)

    3.Ajaran Yesus : Laki laki harus di khitan
    Lukas 2 :21 Dan ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya

    Dalam Alkitab juga dikuatkan dalam
    Kejadian 17:12 Anak yang berumur delapan hari haruslah disunat, yakni setiap laki-laki di antara kamu, turun-temurun: baik yang lahir di rumahmu, maupun yang dibeli dengan uang dari salah seorang asing, tetapi tidak termasuk keturunanmu.
    Lanjutkan hingga Kejadian 17:14

    4. Ajaran Yesus : tidak membatalkan hukum Taurat justru meneruskannya
    Matius 5:17 “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku (Yesus) datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.

    5. Ajaran Yesus : Tidak ada dosa waris
    Ketika Yesus melihat hal itu, Ia marah dan berkata kepada mereka: “Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah. (Markus 10:14)
    Orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati. Anak tidak akan turut menanggung kesalahan ayahnya dan ayah tidak akan turut menanggung kesalahan anaknya. Orang benar akan menerima berkat kebenarannya, dan kefasikan orang fasik akan tertanggung atasnya. (Yehezkiel 18:20)

    Itu sekedar beberapa contoh saja yang saya temui dalam Alkitab.

    Tapi dalam keseharian kenapa umat kristiani tidak melaksanakan perintah Yesus tersebut? Kenapa malah melaksanakan perintah dari Paulus?

    1. Ajaran Paulus : Yesus adalah Tuhan
    Namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa,
    yang dari pada-Nya
    berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan
    satu Tuhan saja, yaitu
    Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah
    dijadikan dan yang karena
    Dia kita hidup. (1 Korintus 8:6)

    Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus
    adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah
    telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka
    kamu akan diselamatkan. (Roma 10:9)

    2. Babi tidak diharamkan

    3. Ajaran Paulus : Kristen tidak mewajibkan Khitan.
    Sebab bagi orang-orang yang ada di dalam Kristus Yesus
    hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai sesuatu arti, hanya iman yang bekerja oleh kasih. (Galatia 5:6)

    Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak penting. Yang penting ialah mentaati hukum-hukum Allah. (1 Korintus 7:19)

    4. Ajaran Paulus : Kristen mengutuk hukum Taurat
    Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. Sebab itu kami-pun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab: “tidak ada seorangpun yang dibenarkan” oleh karena melakukan hukum Taurat. (Galatia 2:16), (Galatia 3:24-25), (Galatia 5:4), (Roma 3:27-28) dan (Efesus 2:15).

    5. Ajaran Paulus : Setiap orang mewarisi dosa Adam
    Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang (Adam), dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa. (Roma 5:12)

    Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan
    jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis “Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!” (Galatia 3:13)

    Oleh karena dosa warisan dari Adam tersebut, menurut Paulus, disalibnya Yesus konon untuk menebus dosa-dosa manusia

    Dari beberapa uraian diatas saya kembali mempertanyakan, sebenarnya Umat Kristiani ini pengikut Yesus atau Paulus? Kenapa pada kenyataannya Umat Kristiani tidak menjalankan perintah yang jelas jelas berasal dari Yesus sendiri?
    Cobalah kembali telaah dengan hati yang jernih dari isi Alkitab itu , karena saya dalam hal ini tidak membawa dalil dari luar Alkitab untuk membandingkan pemahaman Umat Kristen atas keyakinannya selama ini.


  36. di/pada Juli 10, 2007 pada 2:57 pm christ

    Sdr Ahmad,
    Soal ajaran siapa yang dianut,segalanya dikembalikan ke diri kita, ketika kita diberi sebuah ajaran, kita akan mencerna ajaran itu. Ajaran utk harus bersunat jelas tidak masuk akal, tujuannya apa?Kalo ajaran jangan membunuh, hal itu bisa dipertanggungjawabkan karena hal itu jelas merugikan orang lain maka dilarang, dan juga mengenai jangan makan babi, apa alasannya?Gak jelas juga khan?Jadi kita diberi akal budi mesti dipergunakan juga dalam menerima ajaran2 itu, jangan asal telan mentah2.Tapi walaupun begitu saya tetap menghormati orang2 yang mematuhi ajaran itu, itu hak mereka.
    Seperti ajaran dalam ZEN. Apakah itu ZEN?Org jg boleh bertanya hidup itu apa?Dan hidup adalah utk dijalani dlm tingkatannya yang setinggi mungkin—bukannya utk dibikin menjadi teori tentang apa yang boleh dan yang tidak boleh.

    Dan utk sanji,
    kenapa mesti pindah agama? tapi itu tetap hak anda, tapi menurut saya kok mestinya gak perlu, karena yang penting bagi kita adalah imannya, bukan agamanya.Lebih baik menjadi orang yang beriman daripada orang beragama.Orang beragama itu belum tentu beriman tapi kalau orang beriman justru tidak akan perduli apakah dia beragama atau tidak, sebab itu tidaklah penting bagi dia.
    Saya seorang katolik, tapi banyak hal di katolik yang tidak saya mengerti atau bahkan tidak saya setujui, tapi saya tidak perlu utk pindah agama, karena dagi saya adalah yang penting imannya bukan keyakinannya, bukan agamanya.Mengenai pengertian iman, ini penjelasan saya:

    Iman itu seperti kita menyaksikan satu keajaiban dunia, itulah iman!Suatu keterbukaan pada kebenaran, apapun konsekuensinya,apapun akibatnya,tdk peduli kemana iman itu akan membawa kita. Bukan keyakinan tapi iman. Keyakinan kita akan memberi kita perasaan aman, sedangkan iman sebaliknya.
    Kita tdk mengetahui dengan pasti.Kita mempunyai kesediaan utk mengikuti, kita membukakan diri, kita begitu luas terbuka. Kita mempunyai kesediaan utk mendengarkan. Dan ingat, membukakan diri tdk berarti kita mudah TERPESONA


  37. di/pada Juli 10, 2007 pada 3:42 pm christ

    Sdr Ahmad,
    Soal ajaran siapa yang dianut,segalanya dikembalikan ke diri kita, ketika kita diberi sebuah ajaran, kita akan mencerna ajaran itu. Ajaran utk harus bersunat jelas tidak masuk akal, tujuannya apa?Kalo ajaran jangan membunuh, hal itu bisa dipertanggungjawabkan karena hal itu jelas merugikan orang lain maka dilarang, dan juga mengenai jangan makan babi, apa alasannya?Gak jelas juga khan?Jadi kita diberi akal budi mesti dipergunakan juga dalam menerima ajaran2 itu, jangan asal telan mentah2.Tapi walaupun begitu saya tetap menghormati orang2 yang mematuhi ajaran itu, itu hak mereka.
    Seperti ajaran dalam ZEN. Apakah itu ZEN?Org jg boleh bertanya hidup itu apa?Dan hidup adalah utk dijalani dlm tingkatannya yang setinggi mungkin—bukannya utk dibikin menjadi teori tentang apa yang boleh dan yang tidak boleh.

    Dan utk sanji,
    kenapa mesti pindah agama? tapi itu tetap hak anda, tapi menurut saya kok mestinya gak perlu, karena yang penting bagi kita adalah imannya, bukan agamanya.Lebih baik menjadi orang yang beriman daripada orang beragama tapi tdk beriman.Orang beragama itu belum tentu beriman tapi kalau orang beriman justru tidak akan perduli apakah dia beragama atau tidak, sebab itu tidaklah penting bagi dia.
    Saya seorang katolik, tapi banyak hal di katolik yang belum saya mengerti atau bahkan tidak saya setujui, tapi saya tidak perlu utk pindah agama, karena bagi saya adalah yang penting imannya, bukan agamanya.
    Mengenai pengertian iman, ini penjelasan saya karena bagi saya iman itu beda dengan keyakinan:

    Iman itu seperti kita menyaksikan satu keajaiban dunia, itulah iman!Suatu keterbukaan pada kebenaran, apapun konsekuensinya,apapun akibatnya,tdk peduli kemana iman itu akan membawa kita. Bukan keyakinan tapi iman. Keyakinan kita akan memberi kita perasaan aman, sedangkan iman sebaliknya.
    Kita tdk mengetahui dengan pasti.Kita mempunyai kesediaan utk mengikuti, kita membukakan diri, kita begitu luas terbuka. Kita mempunyai kesediaan utk mendengarkan. Dan ingat, membukakan diri tdk berarti kita mudah TERPESONA, membukakan diri tidak berarti kita menerima dan MENELAN semua yang disampaikan.
    Kita harus mempertanyakan,memunculkan tantangan thd segala sesuatu yang disampaikan.Tp pertanyakanlah dengan sikap terbuka, bukan dengan sikap membandel.Tantanglah segala sesuatu spt nasehat dari Buddha,”Pendeta & sarjana seharusnya tdk menerima kata2 saya krn rasa hormat, tp hrs menganalisis kata2 saya spt seorang pandai besi menganalisis emas dgn cara memotong,mengikis,menggosok,& melebur.”

    Penjelasan di atas diambil dari buku: “Butir-butir Mutiara Pencerahan”, oleh Anthony de Mello, SJ

    Tapi pada dasarnya saya setuju dengan beberapa penjelasan yang ditulis oleh sdr sanji walaupun tdk semuanya.

    Saya pun banyak membaca buku2 buddha,Zen,Kong hu cu, termasuk islam utk menambah wawasan saya. Walaupun mungkin pengetahuan saya mengenai ajaran2 tsb masih dangkal.Dan sebenarnya bagi saya ajaran yang paling bagus bagi saya adalah Buddha tapi saya tidak berniat utk berpindah agama menjadi Buddha, karena pindah agama bagi saya tidaklah penting, karena yang menentukan kualitas hidup kita bukanlah agama tapi iman kita. Mungkin kalau anda dulu membaca buku2nya pater Anthony de Mello, SJ mungkin anda tidak perlu pindah agama. Maaf jika saya lancang dan salah mengenai hal ini.Ini hanya perkiraan saya, tapi yang lebih tahu soal itu tentu anda sendiri.

    Sebab dulu pun saya bingung dengan banyaknya agama dan kepercayaan di bumi ini. Dan dalam beberapa hal ternyata bertentangan antara satu dengan yang lain entah karena kesalahan persepsi pemeluk2nya atau memang spt itu.
    Tapi setelah saya banyak membaca buku2 Pater Anthony de Mello, SJ, hal ini membuka pikiran saya sehingga saya bisa berusaha utk memahami kenapa orang bisa mempunyai pandangan yang berbeda2 dan ternyata ada juga seorang pastur katolik yang berwawasan dan berpandangan yang lain dari yang selama ini saya ketahui. Dimana sampai akhir hayatnya pun dia tetap menjadi seorang pastur, walaupun banyak juga dari kalangan katolik/kristen yang tidak setuju dengan pandangan2nya.

    Saya tidak akan bercerita banyak tentang dia, silahkan anda coba baca sendiri buku2nya. Atau mungkin buku2nya sudah pernah anda baca, saya juga tidak tahu.

    Cukup segitu dulu uraian saya, saya senang bisa berdiskusi dengan anda semua yang ada di mailist ini.

    Mohon maaf jika ada yang tidak berkenan.

    GBU
    Namo Budhaya
    Wassalam


  38. di/pada Juli 11, 2007 pada 12:57 am ahmad

    saudaraku Christ terkasih,
    saya hendak meluruskan kembali statement anda yang mengatakan ajaran untuk bersunat tidak masuk akal. saya ingin menyampaikan bahwa hasil penelitian di kenya dan Uganda oleh Dr. Anthony Fauci, pakar AIDS dari National Health Institute yang menyatakan “Khitan pada pria dapat menurunkan risiko tiap orang terkena infeksi dan semoga juga tingkat penyebaran HIV di masyarakat”.
    saya tidak ingin berpanjang lebar dengan penelitian beliau yang mungkin bagi yang penasaran dapat mengunjungi situs situs yang menjelaskan hal tersebut.
    Intinya saya hanya menyampaikan, Tidak mungkin Tuhan memberi perintah yang sia-sia.Tidak mungkin Tuhan memberi perintah yang tidak memiliki makna.
    dalam hal ini bagi siapapun yang mengimani Yesus sebagai Tuhan, kenapa tidak melaksanakan perintahNya? malah membantahnya dengan alasan alasan yang sederhana, sehingga sangat mudah dipatahkan dengan terus ditemukannya penemuan penemuan yang membenarkan perintah Tuhan tersebut seperti pada contoh diatas?
    saya hanya ingin mengajak bagi kaum kristiani untuk melaksanakan seluruh perintah Yesus. Menjadi pengikut Yesus yang setia adalah dengan melaksanakan perintahNya dan menjauhi apa yang dilarangNya.


  39. di/pada Juli 12, 2007 pada 8:01 am ahmad

    Tadi pagi saya membuka buka kembali Alkitab, dan saya menemukan sesuatu yang dapat kita renungkan bersama, yaitu Yakobus 2:10
    Sebab barangsiapa menuruti seluruh hukum itu, tetapi mengabaikan satu bagian dari padanya, ia bersalah terhadap seluruhnya.

    disitu nyata nyata tercantum bahwa pengikut Yesus harus menuruti seluruh hukum yang terdapat dalam Alkitab tersebut, tanpa perlu memikirkan berguna tidaknya hukum yang diberikan oleh Tuhan. Tidak pada tempatnya, akal budi di tonjolkan sdr Christ dalam memilah hukum yang diberikan Tuhan.
    Dalam uraian tersebut anda juga menyinggung soal iman. bahwa dengan beriman saja sudah cukup dan beragama itu tidak penting.begitu kira kira maksud anda kan?

    dalam ayat berikut coba anda renungkan baik baik,

    Yakobus 2:14
    Apakah gunanya, saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan? Dapatkah iman itu menyelamatkan dia?

    Dan dalam Yakobus 2:17 dikatakan :
    2:17
    Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.

    Nah, menurut ayat-ayat diatas sudah jelas dipaparkan bahwa ada hukum yang anda langgar,(tidak melakukan perbuatan yang diperintahkah oleh Tuhan), maka sia-sialah iman anda, atau iman anda telah dinyatakan mati oleh Tuhan.

    Dalil dalil diatas saya jumpai di dalam Alkitab juga, bukan dari kitab-kitab agama lain.
    kalau anda yakin dan setia sebagai pengikut Yesus tentunya anda harus mengikuti ajarannya bukan?

    Coba anda renungkan ucapan Yesus dibawah ini,

    Yohanes :
    14:15
    “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.

    15:10
    Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya.

    Saya kira ucapan Yesus pada dua ayat tersebut sudah jelas maksudnya.yakni jika ingin mencintai dan menjadi pengikutnya yang setia, ikutilah segala perintahnya, agar anda berada dalam kasihnya. Jika anda tidak mengikuti perintahnya, berarti anda tidak mencintai dia.
    Semoga dapat menambah khazanah dan wawasan kita dalam mengimani suatu keyakinan.


  40. di/pada Juli 13, 2007 pada 2:42 pm Yoseph Henri

    @Sanji (33)
    Pak Yoseph Henry (30)
    Pemikiran kita berbeda, biarlah perbedaan ini menjadi pegangan bagi kita masing2 u/ berjalan menuju pada pencerahan.

    ==Anda benar sekali, kalau boleh saya menyimpulkan dari tulisan-tulisan anda apakah anda adalah anggota dari gerakan Raelian?

    Salam Damai


  41. di/pada Juli 13, 2007 pada 3:23 pm christ

    Ahmad yang saya cintai,

    Kalo alasannya karena kesehatan itu gak relevan. Kalo ada orang yg tdk disunat tdk melakukan hubungan intim dgn orang lain berarti tdk ada masalah khan?Mjd masalah jika dia dengan sengaja menularkan penyakitnya dgn melakukan hub intim.Lagian kalo sama2 tidak punya penyakit ya gak jadi masalah toh berhubungan intim.
    Kalo Tuhan memang sudah tahu bahwa tdk disunat itu dosa atau tidak layak masuk surga, kenapa bayi2 laki2 tdk dilahirkan dlm keadaan sdh disunat saja, Tuhan pasti bisa khan?

    Perintah Tuhan yang benar menurut saya mestinya sesuai dengan hal di bawah:

    Tdk mungkin membantu orang lain tanpa membantu diri sendiri atau merugikan orang lain tanpa merugikan dirinya sendiri.

    Jadi semua itu akhirnya kembali ke diri kita masing2.

    Coba anda baca sekali lagi pengertian iman,dan juga saya tidak mengatakan bahwa perbuatan itu tdk penting, saya hanya mengatakan orang yang benar2 beriman sdh tdk mempedulikan apakah dia seorang yang beragama atau tdk.Karena hal itu buat dia sdh tdk penting lagi.

    Sdr. Ahmad, Tuhan mengaruniakan kita akal budi khan, jadi kita gunakan akal budi itu sepanjang tidak merugikan orang lain.Hal ini juga kita gunakan dalam memahami ‘perintah Tuhan’ apakah perintah itu merugikan orang lain atau tidak.Karena mungkin saja sebuah perintah itu bisa saja terjadi karena kesalahan persepsi dari umat terdahulu sehingga terbawa sampai sekarang sehingga dianggap sebuah kebenaran.

    Dan memang seringkali, kebenaran akan sesuatu kerap kali dikalahkan oleh keyakinan akan sesuatu.

    Kitab suci itu bagaikan sebuah jari yang menunjuk ke bulan, jadi jangan melihat jarinya tetapi lihatlah apa yang ditunjuk,terkadang kita malah mengisap2 jari kita, bahkan mencungkil mata kita dengan jari itu.

    Ada satu cerita ilustrasi yang menurut saya menggambarkan keadaan dunia dari dulu hingga kini:

    P A S A R M A L A M A G A M A

    Aku dan temanku pergi ke ‘Pasar malam agama.’ Bukan pasar dagang. Pasar agama. Tetapi persaingannya sama sengitnya, propagandanya pun sama hebatnya.

    Di kios Yahudi kami mendapat selebaranyang mengatakan bahwa Tuhan itu Maha Pengasih dan bahwa bangsa Yahudi adalah umat pilihanNya. Ya, bangsa Yahudi. Tidak ada bangsa lain yang terpilih seperti bangsa Yahudi.

    Di kios Islam kami mendengar, bahwa Allah itu Maha Penyayang dan Mphammad ialah nabiNya. Keselamatan diperoleh dengan mendengarkan Nabi Tuhan yang satu-satunya itu.

    Di kios Kristen kami menemukan, bahwa Tuhan adalah Cinta dan bahwa di luar Gereja tidak ada keselamatan. Silahkan mengikuti Gereja Kudus jika tidak ingin masuk neraka.

    Di pintu keluar aku bertanya kepada temanku: ‘Apakah pendapatmu tentang Tuhan?’ Jawabnya:’Rupanya Ia penipu, fanatik dan bengis.’

    Sampai di rumah aku berkata kepada Tuhan: ‘Bagaimana ngkau bisa tahan dengan hal seperti ini, Tuhan? Apakah Engkau tidak tahu, bahwa selama berabad-abad mereka telah menjelekkan namaMu?’

    Tuhan berkata: ‘Bukan Aku yang mengadakan ‘Pasar malam agama’ itu, Aku bahkan merasa malu untuk mengunjunginya.’

    (dari buku ‘Burung Berkicau’ oleh Anthony de Mello,SJ)

    Tak terbedakan antara tulang belulang manusia yang beragama X dengan yang beragama Y, atau dengan yang beragama Z, orang yang sudah mengalami penerangan bathin tidak melihat perbedaannya, bahkan ketika tulang-tulang itu masih ada daging dan kulitnya karena mereka sanggup melihat dengan mata hati bukan dengan mata duniawi.

    cukup segini dulu, maaf kalo tulisannya panjang, semoga berguna bagi kita semua, sehingga kita makin tercerahkan.

    GBU
    Namo Buddhaya
    Wassalam


  42. di/pada Juli 15, 2007 pada 4:12 am christ

    Ahmad yang terkasih,
    Kitab suci itu bagi saya adalah petunjuk jalan menuju Tuhan, gak lebih dari itu, jadi segala yang tertulis di dalamnya hanyalah utk menunjukkan jalan kepada Tuhan, tapi tentu saja segalanya perlu dipahami dengan sikap iman yang benar, pengertian sikap iman yang benar silakan baca lagi dari uraian saya sebelumnya.

    Dalam ilustrasi crita di bawah ini, mungkin bisa menjelaskan hal di atas.

    Ubahlah Kitab Suci

    Seorang terpelajar menqhadap Buddha dan berkata:

    ‘Hal-hal yang Tuan ajarkan tidak terdapat dalam Kitab Suci!’

    ‘Kalau begitu, masukkanlah dalam Kitab Suci,’ kata Buddha.

    Orang itu malu sejenak, lalu berkata lagi: ‘Bolehkah saya memberanikan diri mengemukakan, bahwa dari hal-hal yang Tuan ajarkan ada yang jelas-jelas bertentangan dengan Kitab Suci?’

    ‘Kalau begitu, ubahlah Kitab Suci,’kata Buddha.

    Sebuah usul diajukan kepada Perserikatan Bangsa Bangsa, agar semua Kitab Suci dari semua agama d seluruh dunia ditinjau kembali. Semua ayat yang mengarah kepada intoleransi, kekejaman atau fanatisme harus dihapus. Segala sesuatu yang mengurangi martabat dan kesejahteraan manusia, harus dihilangkan.

    Ketika diketahui, bahwa usul itu diajukan oleh Jesus Kristus sendiri, para wartawan bergegas menyerbu tempat kediamannya untuk minta penjelasan lebih lanjut.

    PenjelasanNya sederhana dan singkat saja: ‘Kitab Suci seperti hari Sabat, adalah untuk manusia. Bukan manusia untuk Kitab Suci.’

    (Burung Berkicau, Anthony de Mello SJ, Yayasan Cipta Loka Caraka)

    Buku-buku Pater Anthony de Mello, SJ ditulis dalam konteks keanekaragaman agama untuk membantu para penganut agama-agama yang lain, para agnostik, dan para ateis dalam upaya mereka mencari nilai-nilai rohani; dan buku-buku itu tidak dimaksudkan pengarangnya sebagai pegangan untuk mengajarkan doktrin atau dogma Kristen kepada umat beriman Katolik.

    Buku-buku tersebut dikarang untuk orang yang dengan pandangan keagamaan atau duniawi yang berbeda-beda. Cerita-cerita ini dikumpulkan dari lingkungan keagamaan Buddha, Hindu dan Kristen, dari aliran Zen dan Sufi serta dari daerah Hasidi (Yaman Utara), Rusia dan Tiongkok.

    Di bawah ini ada website yang berisi cerita2 kebijaksanaan dari “Burung Berkicau” yang yang menurut saya bagus utk dijadikan renungan, semoga berguna bagi kita semua dan semakin tercerahkan.

    http://media.isnet.org/sufi/Mello/Burung/index.html

    GBU
    Namo Buddhaya
    Hom swanti wastu (maaf kalo nulisnya salah)
    Wassalam


  43. di/pada Juli 15, 2007 pada 5:17 am dewo

    @Dear Christ (Namo Buddhaya),

    Terima kasih atas pencerahannya. Saya akan baca tulisan Anthony De Mello, SJ yang mencerahkan tersebut.

    Salam.


  44. di/pada Juli 16, 2007 pada 2:01 am ahmad

    saudara Christ,
    sepengetahuan saya yang bodoh ini, kitab suci adalah perkataan atau sabda Tuhan.
    kenapa begitu gampangnya anda mengganti isi dari kitab suci tersebut? baik menambah atau menguranginya?
    tidakkah itu tindakan yang bertentangan dengan esensi beragama itu sendiri?
    berarti pemahaman kita tentang agama dan kitab suci sudah jelas berbeda.
    anda lebih banyak menggunakan nalar dan asumsi anda sendiri dengan acuan dan dalil diluar konteks beragama.
    atau disini anda sedang mengaburkan permasalahan?
    karena Tuhan berfirman dalam:

    Mazmur

    89:34
    (89-35) Aku tidak akan melanggar perjanjian-Ku, dan apa yang keluar dari bibir-Ku tidak akan Kuubah.

    sudah jelas Tuhan tidak menghendaki apa yg diucapkannya diubah. Kok anda yang hanya manusia dengan akal yang sangat terbatas merasa punya wewenang untuk mengacak acak isi Kitab Suci agar sesuai dengan jalan pikiran anda?

    kan sudah jelas jelas di posting saya terdahulu ada ayat yang saya jumpai dalam Alkitab mengenai hukum hukum didalamnya, dan akan saya lengkapi kembali dan semoga kita semua dapat membacanya baik-baik dan merenungkannya.

    Yesaya

    8:20
    “Carilah pengajaran dan kesaksian!” Siapa yang tidak berbicara sesuai dengan perkataan itu, maka baginya tidak terbit fajar.

    Yakobus

    2:10
    Sebab barangsiapa menuruti seluruh hukum itu, tetapi mengabaikan satu bagian dari padanya, ia bersalah terhadap seluruhnya.

    2:14
    Apakah gunanya, saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan? Dapatkah iman itu menyelamatkan dia?

    2:17
    Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.

    dan juga ayat dibawah ini harus juga anda renungkan.

    Yohanes :
    14:15
    “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.

    15:10
    Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya.

    kalau sudah dibaca tentunya anda tau, anda itu masih pengikut Yesus yang setia atau tidak?


  45. di/pada Juli 17, 2007 pada 12:30 pm christ

    Ahmad, yang terkasih,

    Siapa yang membuat KS (kitab suci)?Tuhan?Atau manusia dengan bimbingan Tuhan?KS adalah sebuah refleksi manusia terhadap penciptanya, apakah ada standar baku yang benar2 menurut ajaran TUHAN dalam memahami KS dengan benar?
    KS ditulis dengan kata2, sedangkan kata2 adalah buatan manusia, bagaimana mengungkapkan yang ilahi yang tidak terbatas dengan kata2 yang terbatas?Sebuah KS yang ditulis dengan kata2 buatan manusia tidak akan pernah bisa mengungkapkan yang ilahi secara utuh.Jadi KS bukanlah satu2nta sumber kebenaran, banyak sumber2 kebenaran yang lain selain KS, misalnya SUARA HATI kita. Cerita di bawah ini sedikit banyak bisa menjelaskan maksud saya:

    IDEOLOGI

    Sungguh pedih membaca tentang kebengisan manusia terhadap sesamanya. Inilah sebuah laporan surat kabar tentang peyiksaan yang dilakukan dalam kamp konsentrasi moderen.

    Korban diikat pada kursi besi. Arus listrik dialirkan dalam tubuhnya, semakin lama semakin kuat sampai akhirnya mengaku.

    Algojo mengepalkan tinjunya dan menghantam telinga si kurban bertubi-tubi, sampai gendang telinganya pecah.

    Seorang tahanan didudukan di kursi dokter gigi. Kemudian dokter mengebor giginya sampai menyentuh saraf. Pengeboran berjalan terus, sampai akhirnya si korban menyerah.

    Manusia pada hakekatnya bukan makhluk yang bengis. Ia menjadi bengis, kalau ia merasa tidak bahagia atau – kalau ia menganut suatu deologi. Satu ideologi melawan ideologi yang lain; satu system melawan system yang lain; satu AGAMA melawan AGAMA yang lain. Dan manusia terhimpit di antaranya

    Orang-orang yang menyalibkan Yesus itu barangkali bukan orang yang kejam. Mungkin sekali mereka itu suami yang penuh pengertian dan ayah yang mencintai anak-anaknya. Mereka bisa menjadi kejam demi mempertahankan siatu sistem, ideologi atau agama.

    Seandainya orang2 beragama itu selalu lebih mengikuti suara hati mereka daripada logika agamanya, kita tidak perlu menyaksikan pengikut-pengikut bidaah dibakar, janda-janda terjun dalam api pembakaran jenasah suaminya dan jutaan manusia yang tidak berdosa dibantai dalam peperangan-peperangan yang dilancarkan atas nama agama dan Allah.

    Kesimpulannya:Jika engkau harus memilih antara suara hati yang penuh belas kasih dan tuntutan ideologi, tolaklah ideologi tanpa ragu2. Belas kasih tidak bersifat ideologis.

    (dari “Burung Berkicau” oleh Anthony de Mello, SJ)

    Next time saya akan coba menjelaskan maksud dan pola pikir saya mengenai KEBENARAN atau TUHAN atau whatever we say about that.

    Thanks

    Tuhan memberkati
    Namo buddhaya
    Wassalam


  46. di/pada Juli 18, 2007 pada 2:11 am ahmad

    sdr Christ terkasih,
    emang benar sih kitab suci itu ditulis oleh tangan manusia, namun sebagai seorang yg beragama dan beriman, kita harus yakin bahwa isi kitab suci adalah firman Tuhan, yang merupakan perintah, hukum dan aturan dari Tuhan, yang menciptakan manusia dan alam semesta ini.
    Kebesaran Tuhan itu tidak mungkin hanya tertuang dalam kitab suci itu saja, namun itulah aturan yang diberikan TUhan kepada manusia.bagaimana kita mau mengenal dan dekat dengan Tuhan kalau kita sudah membangkangnya dari aturan yang Dia berikan kepada kita?
    kalau kita manusia yang terbatas dalam pemikiran terlalu mengandalkan akal budi dan suara hati, apa anda tidak takut tersesat? kita tetap butuh bimbinganNya kan? bimbingannya ya terdapat dalam kitab suci itu lho…kan itu firman Tuhan.

    siapa tau anda saat ini menemukan kontradiksi pada agama yang anda anut , sesuatu yang tidak masuk akal dan tidak sesuai dengan suara hati anda…
    mungkin anda perlu input pengetahuan tentang ajaran agama lain? namun harus secara benar anda mempelajarinya.
    Jangan hanya mendengar dari orang lain, temukan ayat2 atau dalil-dalil didalam kitab suci tsb, pelajari dulu baru anda buat kesimpulan dan gunakan kembali akal budi dan suara hati anda.(saya bisa mengambil kesimpulan setelah mempelajari dan terus belajar).
    baiklah, saya tunggu konsep ketuhanan yang akan anda sampaikan menurut pola pikir anda tersebut.
    atau bisa anda beri saya pencerahan tentang konsep ketuhanan menurut ajaran Buddha? saya sangat ingin mempelajarinya.karena saya blm ada jalan dan kesempatan utk mempelajari ajaran tsb, beda dengan ajaran kristen karena saya 6 thn smp-sma sekolah di perguruan kristen.

    wasalam


  47. di/pada Juli 18, 2007 pada 2:02 pm christ

    Sdr Ahmad,
    Saya memang menggunakan akal budi untuk mencoba memahami Tuhan, tapi sebenarnya malah mungkin kita tidak memerlukannya lagi ketika kita sudah berhadapan langsung dgn Tuhan.Hal ini susah untuk dijelaskan, dan kita harus mengalaminya sendiri. Seperti ketika saya ingin menjelaskan rasa buah apel, apakah saya harus mengunyahkan dulu untuk anda?Gak khan, anda harus memakannya sendiri utk mengetahui rasa buah apel itu.
    Anda juga mengatakan “saya bisa mengambil kesimpulan setelah mempelajari dan terus belajar” hal ini menunjukkan bahwa anda pun tetap menggunakan akal budi anda bukan?
    Di bawah ini ada ilustrasi yang bisa menjelaskan bagaimana menemukan Allah, saya memang sengaja memakai cerita2 dari buku seseorang yang menurut saya sudah lebih memahami Tuhan/kebenaran, karena bahasa yang paling mudah diterima adalah dengan cerita, dan Yesus pun melakukannya bukan?

    MENEMUKAN ALLAH

    Waktu itu waktu ceramah. Sang Guru berkata, “Kehebatan
    seorang komponis diketahui lewat nada-nada musiknya, tetapi
    menganalisis nada-nada saja tidak akan mengungkapkan
    kehebatannya. Keagungan penyair termuat dalam kata-katanya,
    namun mempelajari kata-katanya tidak akan mengungkapkan
    inspirasi. Tuhan mewahyukan diri-Nya dalam ciptaan, tetapi
    dengan meneliti ciptaan secermat apa pun kamu tidak akan
    menemukan Allah; demikian juga bila kamu ingin menemukan
    jiwa melalui pemeriksaan cermat terhadap tubuhmu.”

    Pada waktu tanya jawab, seseorang bertanya, “Kalau begitu,
    bagaimana kami akan menemukan Allah?”

    “Dengan melihat ciptaan, tapi bukan dengan menganalisisnya.”

    “Dan bagaimana seseorang harus melihat?”

    “Seorang petani keluar untuk melihat keindahan pada waktu
    matahari terbenam, tetapi yang ia saksikan hanyalah
    matahari, awan, langit, dan cakrawala - sampai ia memahami
    bahwa keindahan bukan ’sesuatu,’ melainkan cara khusus
    melihat.

    Kamu akan sia-sia mencari Allah sampai kamu memahami bahwa
    Allah tidak bisa dilihat sebagai sesuatu. Yang diperlukan
    ialah cara khusus untuk melihat - mirip seperti cara seorang
    anak kecil yang pandangannya tidak diganggu oleh pelbagai
    ajaran dan keyakinan yang telah dibentuk sebelumnya.”

    (Berbasa-basi Sejenak, Anthony de Mello,
    Penerbit Kanisius, Cetakan 1, 1997)

    Next time saya akan mencoba utk menjelaskan lebih jauh lagi.

    GBU
    Namo Buddhaya
    Wassalam


  48. di/pada Juli 20, 2007 pada 1:39 am