Agamaku Kesaksianku

Manusia Berdosa dan Membutuhkan Penolong

Posted on: Mei 11, 2007

(** Ini adalah sharing kedua yang diambil dari komentar pembaca. Sharing ini diambil dari komentar Sdr. Zham #28. Terima kasih atas sharing dari Sdr. Zham. GBU. **)

Istilah dosa dikenal hampir pada setiap agama. Pembahasan ini (khususnya dosal asal) tidak akan pernah mencapai kesimpulan jika makna dari term ini belum disepakati.

Agama diluar Kristen memperlakukan dosa seperti nilai/point negatif yang kita kumpulkan jika melakukan kesalahan/pelanggaran. Inilah biang permasalahannya. Pemaksaan arti dosa coba dimasukkan dalam ajaran Kristen yang jelas-jelas berbeda.

Dosa dalam ajaran Kristen adalah suatu bentuk keterpisahan antara manusia dan Allah. Keterpisahan ini bisa terjadi karena manusia melakukan pelanggaran. Efeknya berkelanjutan. Manusia cenderung melakukan kesalahan-kesalahan dan lebih suka menjauh dari Allah. Usaha manusia mengembalikan hubungan ini adalah sia-sia. Bagaikan seseorang yang jatuh ke dalam sumur, maka untuk bisa naik kembali maka dia butuh bantuan dari atas.

Apakah seorang bayi yang baru lahir lepas dari dosa? Pertanyaan sederhana yang bisa membuat kening berkerut.


Ketika Adam dan Hawa diciptakan, Allah juga memberikan pilihan kepada mereka. Mereka boleh makan semua buah yang ada di taman eden, namun JANGAN makan buah dari pohon pengetahuan.

Adam dan Hawa melanggar. Seketika mereka sadar mereka telanjang. Mereka kemudian bersembunyi dari hadapan Allah karena merasa takut dan merasa bersalah. Mereka telah memutuskan hubungan suci dari Allah.

Seorang bayi tentu belum bisa berbuat apa-apa. Namun sejalan perkembangan usianya maka diapun mulai belajar dan bertindak sesuai keinginannya. Pertanyaan besar: dari mana bayi yang ketika mulai bisa berbicara ini belajar berbohong? Well, inilah bawaan sikap dari dosa tadi. Efek samping Adam dan Hawa makan buah pengetahuan turun/terwarisi secara otomatis kepada keturunan mereka.

Jadi seorang bayi tidaklah suci, melainkan karena belum bisa berbuat apa-apa. Tidak mungkin bayi bisa berbohong, karena berbicara saja dia belum bisa. Pengetahuan yang didapatkan Adam dan Hawa diteruskan kepada turunannya.

Penelitian sampai sekarang belum bisa membuktikan apakah pengetahuan yang kita miliki masuk secara perlahan-lahan dan disimpan dalam otak seiring pelajaran yang kita dapatkan. Apalagi kalau berbicara mekanisme penyimpanan data di dalam otak. Tetapi seorang filsuf bernama Plato berpendapat bahwa ilmu pengetahuan sudah ada dalam otak. Apa yang manusia lakukan hanyalah menuliskan kembali dan terus memperbarui daftar isinya. Isinya sudah ada namun masih banyak yang belum ditemukan. Itulah kenapa jika ada hal baru disebut penemuan, bukan penciptaan.

Dari apa yang saya paparkan diatas semoga bisa menjadi jembatan untuk mengerti konsep dosa dari kacamata iman Kristen. Sehingga tidak ada lagi perdebatan kusir yang tidak ada habisnya.

Sebagai tambahan, dalam Kristen tidak mengenal dosa besar dan dosa kecil. Seperti sudah saya paparkan diatas bahwa dosa adalah keterpisahan. Jika manusia tenggelam di lautan, entah itu dalamnya 5 m, 10 m, dll, maka hal itu sudah cukup untuk membuat manusia bisa mati, kecuali ditolong. Artinya, 1 saja dosa sudah cukup untuk membuat manusia dilemparkan dalam api neraka.

Salam damai, Yesus beserta kita.

71 Tanggapan to "Manusia Berdosa dan Membutuhkan Penolong"

Dewo:”..Pertanyaan besar: dari mana bayi yang ketika mulai bisa berbicara ini belajar berbohong? Well, inilah bawaan sikap dari dosa tadi…”

Bung Dewo, anak saya usia 3 tahun. Sudah bisa ngomong banyak.
Seingat saya anak saya tidak pernah bohong. dia hanya belum tahu maksud pertanyaan kita saja.
contohnya: ketika ditanya “sudah makan apa belum?” dia jawab “belum”, tetapi ketika ditanya “adik sudah makan?” jawabnya “sudah”
demikian pula jika ditanya hal lain tentunya akan banyak salahnya dan meskipun juga kadang ada benarnya, dan apakah bila anak yang demikian disebut sudah pinter berbohong?
saya jawab “TIDAK!!”

Seorang anak mulai belajar berbohong (mungkin) ketika usia 5 tahunan, ketika dia sudah terampil berkomunikasi dan intensif dalam pergaulan dengan orang lain.
Bohong ini juga karena kalau ada contoh dari orang tua, ataupun dari teman-temannya.
yang memaksanya untuk berbohong. Misal, kalau tidak bohong akan dimarahi, atau dikucilkan teman dan hal-hal lain yang menurut pengalamannya dibutuhkan bohong untuk menyelamatkan dirinya. istilahnya dulu pernah jujur tetapi malah dihukum/punya pengalaman tidak menyenangkan saat mengungkapkan kejujuran.

Jadi menurut saya bohong itu karena pengaruh lingkungan, bukan bawaan.

“….Jadi apakah karena bayi yang mulai belajar berbohong itu bisa menjadi jembatan untuk mengerti konsep dosa dari kacamata iman Kristen?…”

Silakan saja bagi yang percaya.

“…Sehingga tidak ada lagi perdebatan kusir yang tidak ada habisnya….”

Benar Bung.. silakan percaya bagi yang percaya. Sebelumnya gunakan pikiran dan hati yang jernih…

Dewo:”…Sebagai tambahan, dalam Kristen tidak mengenal dosa besar dan dosa kecil. Seperti sudah saya paparkan diatas bahwa dosa adalah keterpisahan…”

Kalau saya menganggap dosa adalah suatu kesalahan/pelanggaran dari suatu aturan yang sudah dibuat. Kalau peraturan itu dari manusia itu namanya pelanggaran. Kalau peraturan dari Tuhan itu namanya dosa.

Pelanggaran kecil, misalnya dalam aturan lalu lintas adalah tidak memakai helm, atau melanggar rambu. dan contoh Pelanggaran besar misalnya mengemudikan kendaraan ugal-ugalan sehingga terjadi kecelakaan yang menimbulkan korban jiwa.

Nah, dosa juga begitu… ada dosa kecil dan dosa besar
di dalam agama kami contoh dosa kecil dan besar adalah hehehe…
pelajari sendiri ya? :D

Dewo: “….Jika manusia tenggelam di lautan, entah itu dalamnya 5 m, 10 m, dll, maka hal itu sudah cukup untuk membuat manusia bisa mati, kecuali ditolong…..”

Tidak Bung, jika manusia yang tenggelam itu masih sadar dan mampu berenang, saya pikir dia belum perlu ditolong.

Kecuali jika yang tenggelam itu tidak sadar dan tidak bisa berenang memang perlu sekali ditolong

Jadi manusia yang perlu ditolong (biar tidak mati tenggelam) bila manusia itu yang tidak sadar dan yang tidak bisa berenang.

agama kami memang sederhana Bung.
KISS: Keep It Simple Silly Stupid :D

CMIIW
GBU all….!!!

@Dear Blasius Ananta Kurinawan,

agama kami memang sederhana Bung.
KISS: Keep It Simple Silly Stupid :D

CMIIW
GBU all….!!!

Iya, sayangnya agama kamu sederhana. Saya tidak akan menjawab pertanyaan Anda, nanti malah membuat kamu tambah bingung :D

GBU.

Sejak kecil aku lahir dan dibesarkan dalam lingkungan keluarga Katholik yang taat. Soal pendidikan pun aku di sekolahkan di lembaga pendidikan Katholik. Pendidikan dasar di SD Theresiana Semarang. SMP Dominico Savio Semarang, SMA Loyola Semarang. kemudian lanjutkan studi ke Universitas Katholik Atmajaya Jakarta di Fakultas Teknik jurusan Arsitektur.

Sejak remaja aku tercatat sebagai aktivis gereja, iktu aktif di organisasi Pemuda Katholik, menjadi anggota Presidium Mahasiswa Katholik Republik Indonesia(PMKRI). Pernah aktif menjadi pengurus di Paroki, Keuskupan, dan Kerasulan Awam. Aku juga penah menjadi pembina di Pimpinan Pusat Pemuda Katholik. Juga pernah menjadi ketua panitia pembangunan Gedung Bintang yang digunakan sebagai tempat perkumpulan Umat Katholik Semarang.

Disamping aktif di organisasi keagamaan, aku juga aktif di KNPI Jawa Tengah dan Badan Komunikasi Penghayatan Kesatuan Bangsa (Bakom PKB) Kodya Semarang. Sedang ketika masih pelajar dulu aku aktif di Kesatuan Aksi Pelajar Indonesia (KNPI), dan juga ikut dalma organisasi Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI).

Semula, pandanganku tentang Islam sangat negatif, diataranya terbentuk opini publik bahwa umat Islam itu suka berperang. Misalnya, perang Iran-Irak. Pemeluk (umat) nya banyak yang tidak disiplin, terlibat KKN, dan prilaku buruk lainnya.

Tetapi, entah mengapa, pada tahun 1996 aku mulai mempelajari berbagai buku-buku keagamaan umat lain termasuk buku-buku Islam.

Semakin banyak membaca literatur keislaman, pengetahuanku tentang Islam makin bertambah. Setelah kurasa cukup, aku kemudian bertukar pikiran dengan seorang ustadz, namanya Habib Ahmad Syakur di Semarang. Pada pertemuan itu aku dijelaskan banyak hal tentang Islam. Penjelasan habib tentang Islam sangat rasional dan humnistik. Ternyata, nabi penyebar agama Islam, yaitu Nabi Muhammad SAW adalah seorang yang jujur, rendah hati, dapat dipercaya dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

Hal-hal yang kurang kuketahui dari agama Islam, kutanyakan langsung pada Habib Ahmad Syakur. Bahkan konsep ketuhanan dalam Islam dapat dijelaskan dengan rasional. Tidak dogmatis. Sejak itu Habib Ahmad Syakur kujadian sebagai guru pembimbing.

Mati dan Hidup adalah satu sifat yang alamiah dan suatu kodrat bagi makhluk yang bernyawa.
“There is no man that hath power over the spirit to retain the spirit; neither hath he power in the day of death.” (Ecclesiastes 8:8 from “The Restored Name King James Version of the Scriptures” http://www.eliyah.com/Scripture)
“What man is he that liveth, and shall not see death? shall he deliver his soul from the hand of the grave? Selah.”
(Psalm 89:48 dengan referensi yang sama)
Allah tidak pernah menginginkan untuk menciptakan manusia dalam keabadian, begitupun makhluk-makhluk yang lainnya, sebab dengan demikian akan mengingkari sifat alpha dan omega dari Tuhan itu sendiri bahwa hanya Allah yang kekal dan abadi
“But Yahweh is the true Elohim, he is the living Elohim, and an everlasting king: at his wrath the earth shall tremble, and the nations shall not be able to abide his indignation.”
(Jeremiah 10:10 dengan referensi yang sama)
“I am Yahweh: that is my name: and my glory will I not give to another, neither my praise to graven images.”
(Isaiah 42:8)
“I am Alpha and Omega, the beginning and the ending, saith Yahweh, which is, and which was, and which is to come, the Almighty.”
(Revelation/The Apocalypse 1:8)
“And he said unto me, It is done. I am Alpha and Omega, the beginning and the end. I will give unto him that is athirst of the fountain of the water of life freely.”
(Rev 21:6)
“I am Alpha and Omega, the first and the last, the beginning and the end.”
(Rev 22:13)
Karenanya, Allah menciptakan kehidupan makhluk menuruti kehendak-Nya dan Dia juga yang menentukan waktu bagi makhluk tersebut untuk mengakhiri aktivitasnya melalui kematian. Ini bukan satu upah dari dosa tetapi suatu kewajaran alamiah.
Hal ini juga sangat bersesuaian sekali dengan pemaparan Bible pada ayatnya yang lain dalam satu kilas balik menuju Kitab Genesis 3:22.
“And Yahweh Elohim said, Behold, the man is become as one of us, to know good and evil: and now, lest he put forth his hand, and take also of the tree of life, and eat, and live for ever.”
Terlepas dari kontekstual teks yang mungkin bisa berkembang menjadi satu perdiskusian baru namun yang jelas pada ayat diatas, Allah tidak menginginkan kekekalan ataupun juga keabadian terjadi pada diri manusia karena itu Allah mewanti-wanti (jika tidak ingin dikatakan cemas) agar jangan sampai manusia akhirnya mengambil pohon kehidupan sehingga bisa hidup immortal.
Dengan demikian maka apa yang dinyatakan dengan tersalibnya ‘Isa al-Masih untuk menebus dosa manusia warisan Adam agar mereka bisa hidup abadi adalah tidak memiliki kesinambungan dengan apa yang digambarkan oleh The Bible sendiri, karena itu doktrin ini hanyalah sandiwara yang dipaksakan

Sebenarnya Mas Dewo sudah tahu kalau keyakinannya telah membuatnya ragu, tetapi bagaimana lagi… Hanya Mas Dewo yang dapat menjawab berbagai pertanyaan yang berkecamuk dipikirannya serta selanjutnya mengambil keputusan.

Saya berharap Mas Dewo diberikan kekuatan untuk melihat kebenaran, tidak tertutup oleh emosi semata.

@Dear Kristian Wibowo,

Sebenarnya Mas Dewo sudah tahu kalau keyakinannya telah membuatnya ragu, tetapi bagaimana lagi… Hanya Mas Dewo yang dapat menjawab berbagai pertanyaan yang berkecamuk dipikirannya serta selanjutnya mengambil keputusan.

Jujur-sejujur-jujurnya: saya tidak ragu kok. Keputusan saya tetap satu, dari dulu hingga sekarang.

Saya berharap Mas Dewo diberikan kekuatan untuk melihat kebenaran, tidak tertutup oleh emosi semata.

Amin. Semoga Anda juga diberi kekuatan untuk melihat kebenaran, tidak tertutup oleh emosi semata.

GBU.

Mas Dewo,
Kalau dlm agamaku, kan setelah kematian ada perhitungan dosa dan pahala. Kalau lebih banyak amal baiknya maka akan masuk surga, kalau banyak kejelekannya bisa masuk neraka.

Kalau dalam Katolik gimana mas?
Maksud saya, Bagaimana dengan orang katolik yang taat dan yang tidak taat? apa ada surga neraka bagi mereka?
Terimakasih mas

“..Jujur-sejujur-jujurnya: saya tidak ragu kok. Keputusan saya tetap satu, dari dulu hingga sekarang…”

Summum bukmun umyun fahum laa yarjiun

@8 Dewo:
Jujur-sejujur-jujurnya: saya tidak ragu kok. Keputusan saya tetap satu, dari dulu hingga sekarang.

Iya lah.. kenapa harus repot2 mikir tentang siapa Tuhanku lagi?
tinggal menurut apa kata bapakku, ibuku, guruku, pastor dan romoku.
Ini kan sudah diajarkan pada ku dari dulu waktu aku masih kecil, sampai sekarang aku punya anak kecil lagi?
Nanti juga anakku akan aku ajarkan demikian.

Ikutan menanggapi ah….

Pertama soal konsep dosa, saya percaya kalau seorang sedang dalam keadaan berdosa berarti dia sedang ada dalam kondisi keterpisahan dengan Allah.

Bagaimana dengan bayi? Ya, karena manusia sudah jatuh dalam dosa, maka bayipun ada dalam kondisi berdosa.

Adakah dosa besar atau dosa kecil? Menurut saya sederhana saja, dosa ya dosa. Ada dosa berarti keterpisahan dengan Tuhan, karena itu manusia tidak dapat menolong dirinya sendiri untuk lepas dari dosa dan kembali mempunyai hubungan dengan Tuhan.

Dosa harus dibayar, seperti hutang yang harus ditanggung, siapa yang bisa membayar dosa manusia? Disinilah Kristus hadir menjadi juruselamat.

Yoh 1:1

Pada mulanya adalah Firman, Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.

Yesus Kristus adalah Firman, dan dia juga adalah Allah. Pengorbanannya di kayu salib membayar dosa manusia, sehingga manusia bisa kembali kepada Allah.

Memang natur Allah untuk selalu bersikap adil bahkan pada manusia yang dia kasihi, karena itu pada Yoh 3:16

“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini sehingga Ia mengaruniakan anaknya yang tunggal sehingga setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal”

Apakah Allah seperti manusia? bisa married dan punya anak? Bukan! pengertiannya bukan begitu. Trinitas adalah Allah yang esa dengan tiga pribadi.

Apakah konsep trinitas ini tidak masuk akal?

Sebenarnya bukan tidak masuk akal, hanya saja melampaui akal manusia. Tapi sebenarnya konsep trinitas ini cukup logis.

Coba kita pikirkan:
1. Allah adalah kasih, dia maha penyayang.
2. Allah itu kekal, artinya dia ada sebelum waktu, sebelum para malaikat, sebelum ada apa-apa.

Yang namanya kasih adalah tindakan aktif, karena itu kalau Allah adalah kasih, Dia mengasihi siapa kalau belum ada apa-apa selain diriNya?

Jawabnya: ketiga pribadi dari Allah tersebut saling mengasihi.

Apakah saya menjadi Kristen hanya karena didikan orang tua, pendeta, dan cuci otak gereja?

Tidak, saya berani katakan tidak. Saya memang punya agama Kristen sejak lahir, tetapi saya betul-betul menjadi Kristen yang sesungguhnya waktu saya merasakan kasih Kristus dalam hidup saya.

Kasih yang membuat saya tidak dendam kepada orang yang memaki-maki iman dan kepercayaan saya, meskipun itu sangat mengesalkan saya.

Kasih yang membuat hidup ini jadi berarti.

Satu hal yang ingin saya katakan. Saya sudah melihat dan bahkan ngobrol langsung dengan orang yang langsung menuduh bahwa iman saya adalah hasil indoktrinasi dan kebodohan saya.

Saya mengajak kita semua dalam membaca tulisan diatas ataupun komentar saya, mari membaca tanpa prejudice, tanpa langsung menuduh.

Karena saya tidak akan beriman kalau tidak mengalami.

Terima kasih dan Tuhan memberkati.

@Dear Watie Djogjakarta Hadiningrat (#9),

Kalau dlm agamaku, kan setelah kematian ada perhitungan dosa dan pahala. Kalau lebih banyak amal baiknya maka akan masuk surga, kalau banyak kejelekannya bisa masuk neraka.

Kristus mengajarkan pertobatan dan pengampunan dosa. Segala dosa dapat diampuni oleh Allah sepanjang kita bertobat secara sungguh-sungguh. Tetapi sekali lagi bahwa Allah yang begitu Maha Pengasih dan Penyayang yang akan memberikan ampunan-Nya.

Masalah dosa dan pahala tidak merupakan hubungan langsung di Kristen. Tidak seperti agama lain yang mengajarkan bahwa dosa adalah memiliki poin negatif dan pahala memiliki poin positif sehingga ketika Anda banyak memiliki pahala dari pada dosa, maka dosa-dosa Anda akan dihapus.

Umat Kristen murni berharapkan kasih dan ampunan Allah dari segala dosa. Jadi: imanlah yang menyelamatkan. Tentu saja orang beriman harus berbuat baik (atau yang sering disebut sebagai berbuat pahala). Inilah yang sering disebut sebagai buah dari iman.

Jadi kalau orang Kristen berbuat baik, itu karena buah dari iman, bukan dari menabung pahala untuk mengurangi dosa.

Kalau dalam Katolik gimana mas?
Maksud saya, Bagaimana dengan orang katolik yang taat dan yang tidak taat? apa ada surga neraka bagi mereka?
Terimakasih mas

Neraka tetap ada. Di sanalah tempat orang-orang jahat. Orang Kristen pun bisa saja berakhir di sana. Tetapi tentu saja orang Kristen KTP.

Tetapi setiap orang Kristen yang mengikuti ajaran Kristus dan mengimaninya dengan sungguh-sungguh dan berbuah dari imannya, dia pasti diberkati oleh Allah dan beroleh kehidupan kekal di surga.

Semoga dapat menjawab Mbak Watie. GBU.

@Dear Anthonysteven (#12),

Kasih yang membuat saya tidak dendam kepada orang yang memaki-maki iman dan kepercayaan saya, meskipun itu sangat mengesalkan saya.

Betapa saya harus belajar banyak mengasihi sesama seperti Anda. Setiap hari saya dihujat dan dicaci lewat blog ini. Setiap kali pula saya belajar untuk tidak kesal, melainkan harus tetap sabar dalam kasih. Bahkan saya selalu menahan diri untuk tidak terjebak dalam hujatan dan caci makian tersebut dengan tidak membalas menghujat dan memaki orang lain.

Setiap kali dihujat dan dicaci, saya langsung teringat Yesus Kristus yang dulu banyak sekali dihujat dan dicaci, tetapi Yesus malah tetap mengajarkan dan mengabarkan berita suka cita dari Allah.

Terima kasih Pak AnthonySteven yang memberi motivasi baru. Selamat berkarya. GBU.

@anthonysteven
Dosa harus dibayar, seperti hutang yang harus ditanggung, siapa yang bisa membayar dosa manusia? Disinilah Kristus hadir menjadi juruselamat.

Ya, saya juga mengerti bahwa dosanya orang kristen sudah dilunasi oleh Yesus.
Cuma saya mendapatkan bahwa hal itu bertentangan dengan banyak sekali hukum2 yang berlaku di dunia ini.

bahkan dengan pepatah saja bertentangan.
contohnya:
Siapa menabur akan menuai.
manusia yang menabur dosa, Yesus yang menuai penebusan.

Coba kita pikirkan:
1. Allah adalah kasih, dia maha penyayang.
2. Allah itu kekal, artinya dia ada sebelum waktu, sebelum para malaikat, sebelum ada apa-apa.

Yang namanya kasih adalah tindakan aktif, karena itu kalau Allah adalah kasih, Dia mengasihi siapa kalau belum ada apa-apa selain diriNya?

Jawabnya: ketiga pribadi dari Allah tersebut saling mengasihi.

Logika NGAWUR saja!!!
kasih itu kata sifat. Jadi nggak perlu objek.
ada tidaknya objek tidak berpengaruh pada sifatNya
sekolah SD mu dulu dimana?

Lagian sifat Allah yang Esa jadi gimana kalo gitu?
pernah diajari apa itu Maha Esa?
Emang Allah hasil kloning? pakai 3 pribadi yang berlainan tetapi tetap satu.
ESA itu adalah selain tunggal (tidak bisa dibagi2 lagi) juga tidak ada sesuatupun yang menyamainya.

“..Satu hal yang ingin saya katakan. Saya sudah melihat dan bahkan ngobrol langsung dengan orang yang langsung menuduh bahwa iman saya adalah hasil indoktrinasi dan kebodohan saya…”

Ya, saya juga sudah membacanya lewat blog anda. Memang itu bukan obrolan kok,

Betapa saya harus belajar banyak mengasihi sesama seperti Anda. Setiap hari saya dihujat dan dicaci lewat blog ini. Setiap kali pula saya belajar untuk tidak kesal, melainkan harus tetap sabar dalam kasih. Bahkan saya selalu menahan diri untuk tidak terjebak dalam hujatan dan caci makian tersebut dengan tidak membalas menghujat dan memaki orang lain.

Bung Dewo, maaf kalau anda merasa dihujat dan dicaci lewat blog ini. Bukan maksud saya begitu.

Seperti halnya ada sales yang menawarkan barang dagangan, dan kebetulan ada yang tahu bahwa dagangannya adalah barang busuk
maka kewajiban orang itu yang membuktikan bahwa dagangannya itu tidak layak diperjualbelikan.
dan selayaknyalah sales itu berhenti dan berganti dengan menawarkan hanya dengan barang yang berkualitas baik dan bermutu.

Jadi saya ingin anda MEMBUKTIKAN kalau klaim2 anda tentang Tuhan adalah benar,

karena setahu saya
Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa.
Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu
Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan
dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia

“..Setiap kali dihujat dan dicaci, saya langsung teringat Yesus Kristus yang dulu banyak sekali dihujat dan dicaci, tetapi Yesus malah tetap mengajarkan dan mengabarkan berita suka cita dari Allah….”

Benar Bung, yang membawa kebaikan dengan mengajarkan dan mengabarkan berita suka cita dari Allah pasti akan dicaci dan dimusuhi. Terutama oleh orang2 yang ingkar kepada Allah.
Nabi Ibrahim dan Nabi Musa dulu juga demikian.

Akan tetapi bung Dewo belumlah dicaci dan dihujat dalam blog ini. Anda bisa melihat dengan membandingkan pada blog ataupun forum lain yang kata2nya lebih menyakitkan, baik untuk agama A maupun agama B.

Jadi marilah kita baca ataupun mengomentari semua postingan disini dengan kepala dan hati yang dingin.

GBU

@Dear Adhi Trisnanto (#16),

Bung Dewo, maaf kalau anda merasa dihujat dan dicaci lewat blog ini. Bukan maksud saya begitu.

Anda tidak menghujat, tetapi banyak sekali komentator lain yang menghujat saya.

Seperti halnya ada sales yang menawarkan barang dagangan, dan kebetulan ada yang tahu bahwa dagangannya adalah barang busuk
maka kewajiban orang itu yang membuktikan bahwa dagangannya itu tidak layak diperjualbelikan.
dan selayaknyalah sales itu berhenti dan berganti dengan menawarkan hanya dengan barang yang berkualitas baik dan bermutu.

Maaf, saya tidak jualan. Bahkan saya tidak menawarkan apa pun di artikel saya.

Jadi saya ingin anda MEMBUKTIKAN kalau klaim2 anda tentang Tuhan adalah benar,

karena setahu saya
Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa.
Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu
Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan
dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia

Iman kita memang berbeda. Bahkan kitab suci kita pun berbeda. Sah-sah saja jika ada perbedaan imani di antara kita. Jadikan ajang diskusi ini menjadi hal yang positif. Bukan mempersatukan pikiran atau pun memaksakan pikiran, tetapi justru untuk memperkaya wawasan kita.

——

@Dear Adhi Trisnanto (#17),

Benar Bung, yang membawa kebaikan dengan mengajarkan dan mengabarkan berita suka cita dari Allah pasti akan dicaci dan dimusuhi. Terutama oleh orang2 yang ingkar kepada Allah.
Nabi Ibrahim dan Nabi Musa dulu juga demikian.

Tidak ada nabi yang dihujat oleh ajarannya selain Yesus Kristus. Nabi Ibrahim dan Musa pun tidak pernah dihujat. Mereka memang berperang tetapi bukan karena ajaran mereka melainkan karena memang musuh-musuhnya.

Akan tetapi bung Dewo belumlah dicaci dan dihujat dalam blog ini. Anda bisa melihat dengan membandingkan pada blog ataupun forum lain yang kata2nya lebih menyakitkan, baik untuk agama A maupun agama B.

Anda memang tidak menghujat dan mencaci maki, tetapi banyak komentar dari orang lain yang mencaci dan menghujat. Biasanya saya tidak menanggapi hujatan dan cacian. Jangan kuatir, saya tidak mendendam dan membenci orang yang menghujat dan mencaci saya.

Jadi marilah kita baca ataupun mengomentari semua postingan disini dengan kepala dan hati yang dingin.

Setuju sekali.

GBU.

@blasius ananta kurniawan
Jadi menurut saya bohong itu karena pengaruh lingkungan, bukan bawaan.
———————–
Coba anda jawab dengan jujur bagaimana anak-anak diajari berbohong pertama kali? Mungkin anda lupa ketika anda masih kecil ada suatu keadaan dimana anda harus mengatakan hal yang bertentangan dengan apa yang harus anda jawab karena takut dimarahi. Siapa yang mengajarkan hal ini?

Term bohong atau menipu-pun biasanya mulai kita ketahui setelah kita melakukannya dan dijelaskan oleh orang tua kita. Setelah ketahuan oleh orang tua bahwa kita tidak berkata jujur maka mereka akan “marah” namun dengan kasih sayangnya mereka juga akan menjelaskan bahwa apa yang kita lakukan adalah berbohong. So, dimana orang tua memberi contoh? Bahasa sederhannya kita telah belajar dan mengerti dari pengalaman, bukan dari teori.

Pertanyaanya, darimana kita (ketika masih kecil) mendapatkan ide (yang pertama kali) untuk mengatakan sesuatu yang tidak benar?

=======================

@blasius ananta kurniawan
Tidak Bung, jika manusia yang tenggelam itu masih sadar dan mampu berenang, saya pikir dia belum perlu ditolong.
———————–
Mungkin anda bisa menjelaskan secara detail atau memberikan referensi biar semua pembaca sepakat dengan pendapat anda bahwa orang yang yang tenggelam masih bisa berenang dan selamat.

Tolong dibaca kembali redaksi diatas. Tenggelam sendiri berarti sudah tidak ada yang dapat kita lakukan untuk menyelamatkan diri, kecuali ada yang menolong.

Lain hal jika redaksi diatas dikatakan tercebur atau tercemplung atau apalah. Dalam kondisi tersebut orang masih bisa berenang dan tidak tenggelam.

Satu hal yang harus anda pahami bahwa orang yang bisa berenang pun bisa tenggelam. Mudah-mudahan ini bisa menjadi penjelasan yang bisa dipahami.

=======================

@blasius ananta kurniawan
agama kami memang sederhana Bung.
KISS: Keep It Simple Silly Stupid
———————–
Saya bingung, anda tidak menjelaskan simple yang anda maksud. Terlalu luas dan abstrak.

=======================

@Adhi Trisnanto
Tetapi, entah mengapa, pada tahun 1996 aku mulai mempelajari berbagai buku-buku keagamaan umat lain termasuk buku-buku Islam.
———————–
Syukurlah jika demikian. Namun silahkan jawab dengan jujur, sampai sejauh mana anda mengerti apa yang anda baca dan se-valid apa bacaan anda? Sudahkah anda membaca sumber-sumber tertuanya? Maksud saya adalah sumber-sumber yang bukan sumber sekunder atau tertier dan seterusnya.

=======================

@Adhi Trisnanto
Karenanya, Allah menciptakan kehidupan makhluk menuruti kehendak-Nya dan Dia juga yang menentukan waktu bagi makhluk tersebut untuk mengakhiri aktivitasnya melalui kematian. Ini bukan satu upah dari dosa tetapi suatu kewajaran alamiah.
———————–
Lantas kenapa ada akal? Oh ternyata Allah gagal menciptakan manusia agar menurut kehendaknya. Manusia ternyata lebih bisa menciptakan robot yang akan menuruti kehendak manusia. Jadi lebih hebat mana?

Saya tidak mengerti kenapa Allah begitu gila hormat dan butuh disembah-sembah. Allah model seperti itu adalah Allah palsu yang tidak percaya diri. Apalah dengan tidak menghormati Allah maka kemuliaannya akan berkurang?
Tindakan model seperti ini lebih tepat dikatakan sebagai tindakan diktator.

Secara pribadi saya justru mengganggap bahwa manusia diciptakan agar bisa belajar dan menikmati apa itu arti kasih yang sebenarnya. Saya yakin Allah tidak akan sewot dan ngamuk-ngamuk jika manusia hidup dalam kedamaian, saling mengasihi, saling menyayangi.

Penyembahan yang kita lakukan bukanlah suatu bentuk kewajiban, tetapi suatu bentuk kepantasan. Sudah sepantasnya kita bersyukur kepada yang menciptakan kita. Kalau kita paham akan hal itu maka kita akan melakukannya dengan tulus, bukan karena mengharap imbalan masuk surga. Kalau model ginian lebih tepat dikatakan hubungan bisnis dengan Allah.

=======================

@Watie Djogjakarta Hadiningrat
Kalau dalam Katolik gimana mas?
Maksud saya, Bagaimana dengan orang katolik yang taat dan yang tidak taat? apa ada surga neraka bagi mereka?
———————–
Saya akan bantu menjawab meski saya bukan Katolik.
Kristen Protestan dan Katolik adalah salah satu bentuk dari keimanan yang dilembagakan. Hasilnya adalah muncul berbagai tata cara dalam beribadah (Liturgi). Namun secara konsep ajaran tidak ada perbedaan, yaitu kasih dan penebusan.

Dalam ajaran Kristus, semua manusia sudah jatuh dalam dosa dan harus diselamatkan. Manusia tercemar, sedang Allah adalah suci. Sesuatu yang tidak mungkin bersatu. Untuk itu manusia harus diangkat kembali, disucikan dari dosa

Seseorang yang sudah terbukti salah dan dijatuhi hukuman maka harus menjalani hukuman itu. Tidak perduli apakah dia mau berbuat baik seperti apa, itu tidak akan melepaskannya dari hukuman yang sudah ditetapkan. Karena jika sampai dia dilepas, maka itu tidak adil.

Tidak mungkin seseorang yang sudah dinyatakan bersalah dan harus menjalani hukuman bisa datang ke pengadilan dan mencoba melakukan pembelaan atau jaminan kepada orang lain. Penjaminnya haruslah bersih dari kesalahan dan tidak dinyatakan sebagai seseorang yang harus menjalani hukuman.

Katakanlah sdr. Watie punya saudara yang dibunuh. Pembunuh tersebut terbukti dan diyatakan untuk menjalani hukuman mati. Namun ternyata sebelum hukuman dilaksanakan, si pembunuh banyak berbuat amal. Akhirnya dia dilepaskan dari hukuman. Adilkah itu? Mungkin sdr. Watie bisa menerima dengan ikhlas, namun dimana keadilan buat saudara anda yang sudah dibunuh?

Allah adalah adil. Allah juga mengampuni yang bertobat. Namun Allah tidak semata-mata membatalkan hukuman hanya karena Allah maha pengampun. Itu tidak adil buat korban ketidakadilan. Allah yang demikian tidaklah konsisten. Lantas bagaimana? Disinilah Allah menunjukkan maha kasihNya. Allah menjamin dan memberikan diri-Nya sebagai pengganti hukuman yang harus dijalani manusia berdosa.

Inilah ajaran pokok dalam agama Kristen. Sehingga nantinya pada saat penghakiman, apakah kita mau menerima Dia sebagai penjamin dan pengganti kita dari hukuman yang akan kita jalani atau tidak. Semua kembali kepada kita.
Jika kita menerima maka Dia-lah penjamin kita, jika tidak maka kita sendiri yang harus menanggung hukuman kita. Apa hukuman kita? MATI. Kita tidak dapat kembali bersama-sama dengan Allah.

NB: Kematian disini bukanlah kematian fisik, tetapi kematian rohani, yaitu suatu bentuk keterpisahan abadi dari Pencipta kita.

=======================

@anthonysteven
Kasih yang membuat hidup ini jadi berarti.
———————–
Setuju. Sayapun sudah merasakan hal tersebut. Hidup sangat indah karena kita bisa menjadi berarti bagi orang lain. Bukan karena aku pingin masuk surga, tetapi karena aku pingin melihat orang-orang disekitarku bisa hidup dan merasakan keindahan dalam kasih. Lepas dari siapa dan apa agamanya. Itu saja.

Damai selalu dalam kasih. Tuhan memberkati.

=======================

@Adhi Trisnanto
Ya, saya juga mengerti bahwa dosanya orang kristen sudah dilunasi oleh Yesus.
Cuma saya mendapatkan bahwa hal itu bertentangan dengan banyak sekali hukum2 yang berlaku di dunia ini.
———————–
Waduh, kata-kata anda penuh dengan emosi dan kebencian. Tapi tidak mengapa, karena jawaban apapun yang akan diberikan tidak akan pernah anda cerna dan pikirkan.

Seperti yang sudah-sudah, seorang ayah yang baik dan mencintai anak-anaknya akan selalu mencintai anak-anaknya dengan tulus. Ayah yang baik tidak akan membeda-bedakan anak-anaknya. Demikian juga Allah akan tetap setia dan mengasihi semua manusia.

Allah bukanlah tipikal penguasa yang tidak percaya diri sampai harus membakar ciptaanya yang tidak menyembah Dia. Allah tetap mulia, dengan dan tanpa manusia.

Allah senantiasa memberikan petunjuk. Petunjuk yang jelas, bukan yang membingungkan, karena yang membingungkan itu biasanya teka-teki atau jebakan hingga harus menyesatkan manusia.

Allah juga tidak butuh manusia untuk membela agamanya. Allah demikian adalah Allah yang impoten, tidak punya kuasa sama sekali. Jika Allah mau mempertahankan agamanya maka siapakah manusia yang sanggup melawan-Nya? Dengam mengatakan membela agama Allah justru manusia sudah merendahkan Allah dan memperlakukan Allah sebagai Allah yang tidak bisa berbuat apa-apa.

Tuhan memberkati.

“…Pertanyaanya, darimana kita (ketika masih kecil) mendapatkan ide (yang pertama kali) untuk mengatakan sesuatu yang tidak benar?…”

Seperti yang saya katakan, Seorang anak mulai belajar berbohong (mungkin) ketika usia 5 tahunan, ketika dia sudah terampil berkomunikasi dan intensif dalam pergaulan dengan orang lain.
Bohong ini juga karena kalau ada contoh dari orang tua ataupun dari teman-temannya.

Seingat saya anak saya tidak pernah bohong. dia hanya belum tahu maksud pertanyaan kita saja.
contohnya: ketika ditanya “adik sudah makan apa belum?” dia jawab “belum”, tetapi ketika ditanya “adik sudah makan?” jawabnya “sudah”
demikian pula jika ditanya hal lain tentunya akan banyak salahnya dan meskipun juga kadang ada benarnya, dan apakah bila anak yang demikian disebut sudah pinter berbohong?
saya jawab “TIDAK!!”

“…Saya bingung, anda tidak menjelaskan simple yang anda maksud. Terlalu luas dan abstrak….”
Ya, sederhana bung dibandingkan kepercayaan saya sebelumnya.
Maaf kalau membuat anda bingung karena menurut anda terlalu luas dan abstrak.

@Adhi Trisnanto

SDnya Di Tunas Karya Pak :-)

Soal dosa,
manusia menabur dosa, manusia menuai maut. Intinya maut tetap harus dituai, karena itu Tuhan Yesus membayar dosa manusia dengan menanggung maut di kayu salib.

Bukan ngawur, saya rasa cuma berbeda saja pengertian kita tentang kasih. Kalau menurut saya kalau ada orang bilang saya ini orang yang pengasih, maka saya harus mengasihi. Makanya butuh suatu objek.

Mengenai keesaan Allah, ini memang topik yang mudah membuat orang emosi, jadi saya minta maaf kalau bapak merasa tersinggung karena hal ini.

Yang pasti Tuhan gak dikloning, dia satu tapi ada tiga pribadi karena itu disebut tritunggal, setidaknya menurut iman saya.

@dewo
“..Tidak ada nabi yang dihujat oleh ajarannya selain Yesus Kristus. Nabi Ibrahim dan Musa pun tidak pernah dihujat. Mereka memang berperang tetapi bukan karena ajaran mereka melainkan karena memang musuh-musuhnya…”

Wah kalau yang ini “Tidak ada nabi yang dihujat oleh ajarannya selain Yesus Kristus.” Saya baru tahu, bisa diterangkan lebih lanjut?

@zham

“…Namun silahkan jawab dengan jujur, sampai sejauh mana anda mengerti apa yang anda baca dan se-valid apa bacaan anda? Sudahkah anda membaca sumber-sumber tertuanya? Maksud saya adalah sumber-sumber yang bukan sumber sekunder atau tertier dan seterusnya….”

Kalau valid mungkin bung, karena saya tidak hanya membaca tetapi juga bertanya pada SEJUMLAH orang yang sudah lebih mengetahui daripada saya. Dan hasilnya sama seperti yang saya baca.
dan itu tidak saya dapatkan pada kepercayaan saya sebelumnya yang jawabannya kadang tidak tidak pas dengan pertanyaan saya, bahkan sampai melarang saya menanyakan lebih lanjut.

“…Lantas kenapa ada akal? Oh ternyata Allah gagal menciptakan manusia agar menurut kehendaknya….”

Anda salah mengerti. kehendak-Nya disini adalah untuk selalu menetapi kebenaran yang ada di Al Qur’an dan Hadist, dan itu tidak hanya dosa dan pahala an sich.

Sehingga persepsi anda tentang Allah begitu gila hormat dan butuh disembah-sembah. Allah palsu yang tidak percaya diri. Hubungan bisnis dengan Allah. Adalah persepsi keliru.

‘…Waduh, kata-kata anda penuh dengan emosi dan kebencian. Tapi tidak mengapa, karena jawaban apapun yang akan diberikan tidak akan pernah anda cerna dan pikirkan….”

Ooops.. maaf kalau kata-kata saya terkesan demikian pak. Tapi saya tetap mencerna dan pikirkan semua jawaban anda. Bagaimana saya bisa menjawab kalau saya tidak mencerna dan memikirkan jawaban anda?.

Saya hanya mengomentari “Dosa harus dibayar, seperti hutang yang harus ditanggung”
Setahu saya barang siapa yang berhutang maka wajib mengembalikan/membayar.

dan saya belum pernah melihat peraturan yang kurang lebih begini “Barang siapa yang tidak hutang/tidak menikmati hutang harus wajib membayar/mengembalikan”

Dimana ada peraturan yang sedemikian bung?
apakah Yesus ikut menikmati dosa manusia sehingga Beliau yang membayar dosa manusia?

“…Seperti yang sudah-sudah, seorang ayah yang baik dan mencintai anak-anaknya akan selalu mencintai anak-anaknya dengan tulus. Ayah yang baik tidak akan membeda-bedakan anak-anaknya. Demikian juga Allah akan tetap setia dan mengasihi semua manusia….

Ya, Tapi Allah adalah Tuhan. Bukan Ayahnya manusia. Terlalu menyederhanakan sekali kalau hubungan Tuhan-Manusia seperti Ayah-Anak.

“..Allah bukanlah tipikal penguasa yang tidak percaya diri sampai harus membakar ciptaanya yang tidak menyembah Dia….”

Saya pikir juga demikian, Allah membakar ciptaannya yang tidak menyembah Dia, bukan karena Dia tidak percaya diri.

“…Allah senantiasa memberikan petunjuk. Petunjuk yang jelas, bukan yang membingungkan…”

Benar Bung, Petunjuk Allah sangat jelas dan tidak membingungkan.

@Adhi Trisnanto

“Dimana ada peraturan yang sedemikian bung?
apakah Yesus ikut menikmati dosa manusia sehingga Beliau yang membayar dosa manusia?”

Karena itu disebut pengorbanan. Ibaratnya anda yang hutang saya yang bayar. Itulah wujud kasih Allah

BTW, anda boleh kok bertanya terus, saya tidak akan melarang anda menanyakan lebih lanjut.

@Dear Adhi Trisnanto (#22),

Wah kalau yang ini “Tidak ada nabi yang dihujat oleh ajarannya selain Yesus Kristus.” Saya baru tahu, bisa diterangkan lebih lanjut?

Wah, Anda ketinggalan jaman kalau begitu. Silakan baca Alkitab.

Salam.

shalom bung dewo,
Sebenarnya manusia yang BUTUH Pertolongan Allah atau ALlah yang berinisiatif menolong manusia???
Tolong mas yah,

Shalom Bro Dewo,

Selamat beragama buat semua, masih beragama masih untung dari pada atheis kan :D, masalah sapa yang benar dan sapa yang salah kita serahkan saja sama pengadil kita nanti setelah mati oke, bagi saudara seiman kewajiban kita hanya menyampaikan, diterima atau tidak kembalikan saja kepada ALLAH, yang penting jangan menghujat coz AL-QUR’AN sendiri melarang untuk menghujat.

Buat Bro Dewo, saya ga setuju kalo dibilang bayi bisa berbohong karena dosa asal, buat saya bayi adalah suci, tidak ada dosa melekat padanya coz bayi kan lom tau mana benar mana salah, Anda jadi katolik sebagian besar karena faktor dibesarkan dalam keluarga katolik, saya jadi muslim sebagian besar karena faktor dibesarkan dari keluarga muslim. Begitulah bayi, berdosa atau tidak tergantung dari orang disekitarnya, nanti setelah berakal (AQIL BALIG) baru bisa dibilang nanggung dosa. Anda jadi katolik adalah pilihan anda coz anda dah dewasa walaupun sebagian adalah pengaruh keluarga anda, saya jadi muslim adalah pilihan saya sebab saya dah bisa memilih mana benar mana salah walaupun tidak dipungkiri ada juga pengaruh dari keluarga.

Justru Tantangan buat saya adalah bagaimana anak saya kelak coz saya dan ibunya anak – anak berbeda dan saya harus mempertanggung jawabkan hal ini dunia akhirat.

Syalom.

Dear All,

ALLAH mampu dan bisa membuat semua manusia jadi baik, tidak pendosa, semua sama dan seragam, ALLAH mampu dan pasti mampu tanpa perlu misi penyelamatan apapun, hanya manusia yang perlu melakukan misi apabila sesuatu tidak sesuai kehendaknya sebab manusia berkehendak ALLAH yang menentukan, sementara ALLAH bila berkehendak pasti terjadi sebab ALLAH juga yang menentukan jadi ga perlu misi – misian.

ALLAH berkehendak manusia menentukan sendiri jalanya, mau jadi baik dan beriman bisa, mau jadi jahat tanpa iman juga bisa, apalagi cuma mau milih iman mana yang diyakini juga bisa dan dipersilahkan. Tentu ada konsekwensi nantinya dari apa yang kita pilih. ALLAH juga berkehendak manusia berbeda – beda, baik secara RAS, Keyakinan, juga isi kepala, begitu pula JIN dan keturunanya seperti iblis, setan, dll. jadi ALLAH ga perlu perang sama mereka, wong ALLAH yang menciptakan mereka dan membiarkan mereka memilih sendiri apa yang mau mereka lakukan. Kecuali nanti ketika dunia ini sudah selesai, Kiamat sudah datang maka semua makhluk ALLAH sudah tidak dibiarkan lagi memilih dan melakukan, saat itu adalah saat pembalasan dari apa yang dipilih dan dilakukan.

Salam.

@Sdr. Adhi Trisnanto:
Kalau valid mungkin bung, karena saya tidak hanya membaca tetapi juga bertanya pada SEJUMLAH orang yang sudah lebih mengetahui daripada saya. Dan hasilnya sama seperti yang saya baca.
dan itu tidak saya dapatkan pada kepercayaan saya sebelumnya yang jawabannya kadang tidak tidak pas dengan pertanyaan saya, bahkan sampai melarang saya menanyakan lebih lanjut.
———–
Tanggapan saya:
Mungkin valid? Anda bertanya kepada orang-orang yang lebih tau dari anda tentang apa yang anda baca. Apakah mereka yang menulisnya? Paling tidak, sedekat apa hubungan mereka dengan referensi primer yang anda baca?

Kita semua diberi akal, gunakanlah karunia itu. Lagipula apa dasar pembuktian mereka? Kita akan melompat ke tingkat yang lebih jauh di atas akal kalau tingkatan akal (logis) itu sendiri sudah terpenuhi. Ini bukan irational, melainkan arational. Itulah iman.

Irene Handono pernah mengeluarkan statement bahwa dia pernah dilarang bertanya lebih lanjut. Sekarang anda juga mengatakan hal yang sama. Saya jadi curiga anda bertanya pada orang yang sama.

Tapi tidak mengapa, anda lebih baik dari Irene Handono yang terus menerus menghujat agama lain secara terang-terangan tapi anehnya tidak pernah ditangkap.
Saya anggap anda masih menyimpan gaya/style ketimuran kita yang penuh sopan santun dan toleransi.
———–
@Sdr. Adhi Trisnanto:
Anda salah mengerti. kehendak-Nya disini adalah untuk selalu menetapi kebenaran yang ada di Al Qur’an dan Hadist, dan itu tidak hanya dosa dan pahala an sich.

Sehingga persepsi anda tentang Allah begitu gila hormat dan butuh disembah-sembah. Allah palsu yang tidak percaya diri. Hubungan bisnis dengan Allah. Adalah persepsi keliru.
———–
Tanggapan saya:
Justru itu saya katakan, petunjuk yang dibuat oleh manusia saja sebisa mungkin tidak membingungkan, apalagi dari Tuhan?
Sekarang anda mengatakan saya salah mengerti dan anda yang benar. Apa standar ukuran kebenarannya?

Saya yakin kita sama-sama sudah mengenyam pendidikan, dan paling tidak ada satu bidang yang sangat kita kuasai.
Untuk mencapai tataran pemahaman pada bidang tersebut, kita juga telah belajar tahapan bagaimana melakukan hipotesa, analisis, lalu mengambil kesimpulan.
Sayangnya untuk urusan agama, banyak yang mengambil kesimpulan dahulu, lantas mencari-cari buktinya. Ini namanya ilmu gatak-gatik-gatuk.

Kembali ke topik kita, dengan melihat perbedaan pemahaman dari hasil membaca, apakah masih layak itu disebut petunjuk? apalagi dikatakan dari petunjuk dari Tuhan?

Jangan menutup mata, siapa yang dari dulu sampai sekarang masih berperang hanya untuk menyatakan pendapatnya paling benar? Itukah petunjuk?

Bagaimana dengan tindakan-tindakan yang menggunakan dalil agama untuk mengatakan bahwa orang lain lebih rendah bahkan sampai melakukan tindakan penindasan secara fisik?
———–
@Sdr. Adhi Trisnanto:
Ooops.. maaf kalau kata-kata saya terkesan demikian pak. Tapi saya tetap mencerna dan pikirkan semua jawaban anda. Bagaimana saya bisa menjawab kalau saya tidak mencerna dan memikirkan jawaban anda?.
———–
Tanggapan saya:
Tidak apa-apa. Saya yakin anda berpikiran maju dan berwawasan luas. Yang saya takutkan, segala tulisan kita bisa menjadi bahan provokasi bagi orang-orang yang pikirannya terlalu sempit.
———–
@Sdr. Adhi Trisnanto:
Saya hanya mengomentari “Dosa harus dibayar, seperti hutang yang harus ditanggung”
Setahu saya barang siapa yang berhutang maka wajib mengembalikan/membayar.

dan saya belum pernah melihat peraturan yang kurang lebih begini “Barang siapa yang tidak hutang/tidak menikmati hutang harus wajib membayar/mengembalikan”

Dimana ada peraturan yang sedemikian bung?
apakah Yesus ikut menikmati dosa manusia sehingga Beliau yang membayar dosa manusia?
———–
Tanggapan saya:
Hutang harus dibayar/dilunasi. Saya sepakat. Masalahnya, ada orang yang tidak sanggup melunasi hutang-hutangnya. Itu bisa terjadi karena berbagai latar belakang.

Anda tidak perlu melihat peraturan orang yang mau membantu melunasi hutang orang yang tidak mampu. Justru itu adalah suatu bentuk pemaksaan. Tapi meski aturannya tidak ada, kenyataannya banyak para dermawan yang secara tulus mau membantu sesama mereka yang berkekurangan, apalagi dilanda hutang. Jadi kenapa anda heran? Apa perlu dibuatkan aturannya?

Tindakan yang baik, sebaiknya dilandasi dengan niat yang benar.
Anda boleh pilih dari pernyataan berikut, karena dua-duanya adalah baik, tapi mana yang benar? Kembali kepada anda.
1. Saya membantu orang miskin karena saya sedih melihat mereka menderita. Lagipula sudah sepantasnya sebagai manusia kita saling membantu.
ATAU
2. Saya membantu orang miskin, karena dalam ajaran agama saya dianjurkan demikian. Nantinya saya akan dapat pahala agar bisa masuk surga.

Kedua pernyataan diatas memiliki motivasi yang berbeda. Yang pertama adalah rasa iba dan sayang kepada sesama, sedangkan yang kedua adalah karena takut tidak bisa masuk surga.

Kalau bahasa pasarnya:
1. I will die for what I believe
OR
2. You will die for what I believe

Saya rasa anda bisa menangkap pesan dari pernyataan-pernyataan di atas.
—————
@Sdr. Adhi Trisnanto:
Ya, Tapi Allah adalah Tuhan. Bukan Ayahnya manusia. Terlalu menyederhanakan sekali kalau hubungan Tuhan-Manusia seperti Ayah-Anak.
—————
Tanggapan saya:
Inilah yang disebut bahasa kiasan, yang menunjukkan bahwa manusia dan Allah, ciptaan dan Pencipta, memiliki hubungan yang sangat dekat dan mesra. Cobalah untuk melihat dari sudut pandang yang berbeda, jangan terpaku pada satu tempat.

Alkitab, khususnya kitab Mazmur dan Amsal banyak menggunakan bahasa kiasan. Dan akan sangat menggelikan jika konteks kiasan kita bawa kedalam konteks realita.

Pandangan batin (spiritual/rohani) akan berbeda dengan pikiran kedagingan. Saya sering memanggil wanita tua yang seumuran ibu saya dengan sebutan ibu. Ini menunjukkan rasa hormat, kagum, dan sayang pada mereka. Perasaan saya akan lebih nyaman dan dekat dengan orang tersebut. Batas-batas kekauan akan tertembus, sehingga kami bisa berbicara lebih menggunakan hati dan perasaan.

Kalau mengadopsi pikiran anda maka coba anda tanyakan pada diri sendiri kenapa ada istilah anak kunci, anak sungai, ibu pertiwi, dan lain-lain.
—————
@Sdr. Adhi Trisnanto:
Benar Bung, Petunjuk Allah sangat jelas dan tidak membingungkan
—————
Tanggapan saya:
Sepakat. Tapi,
Anda setuju poligami?
Anda setuju perempuan harus “dibungkus” karena merupakan sumber tindakan perkosaan?
Anda setuju dengan penyebaran agama menggunakan kekerasan?
Anda setuju dengan PLURALITAS?

Silahkan dijawab, dan jawaban anda akan saya forward ke rekan-rekan saya yang punya pandangan berbeda dengan anda. Jangan lupa, mereka menggunakan petunjuk/referensi yang sama dengan yang anda gunakan.

Semoga anda siap beradu argumen dengan mereka mengenai petunjuk yang jelas. Kita akan lihat siapa yang bingung, anda atau rekan-rekan saya.

Tuhan memberkati anda sekeluarga.

%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Mas Dewo, maaf kepanjangan.
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%

@Dear Salu (#25),

Maaf baru bisa membalas.

Sebenarnya manusia yang BUTUH Pertolongan Allah atau ALlah yang berinisiatif menolong manusia???

Manusia itu telah jatuh ke dalam dosa dan memiliki kecenderungan berbuat dosa yang berakibat MAUT. Jelas bahwa manusia BUTUH pertolongan. Tetapi Allah dengan penuh kasih BERINISIATIF menolong manusia. Dahulu Allah selalu mengirim nabi & malaikat-Nya untuk menolong manusia, tetapi manusia tetap selalu jatuh ke dalam dosa. Oleh karena itu Allah berkenan mengutus Putra Tunggal-Nya untuk memperbaharui Janji-Nya sehingga manusia dapat kembali kepada Allah.

GBU.

@Dear Bro Ferry (#26),

Di sinilah beda iman kita. Ajaran Kristiani berbeda dengan Islam. Jika Islam memandang dosa itu adalah perbuatan negatif sedangkan perbuatan baik memberikan pahala dan dianggap positif sehingga jika umat muslim banyak berpahala sehingga nilai positifnya lebih banyak sehingga dosanya bisa dihapus, maka berbeda dengan umat Kristiani yang memiliki ajaran bahwa dosa itu adalah bentuk dari keterpisahan manusia dari Allah. Dan pengampunan dosa di Kristen bukan karena dihapus oleh perbuatan baik, tetapi karena kerahiman Allah semata. Untuk memperoleh kerahiman Allah dalam pengampunan dosa, kita perlu beriman (berserah total), bertobat dengan sungguh-sungguh dan berjalan di jalan Allah.

Selama konsep Kristen tentang dosa ini tidak bisa dipahami oleh umat muslim, maka debat tentang dosa akan selalu berkepanjangan.

GBU.

Yup, seperti Iit bilang perbedaan kan bisa jadi indah… coba kalo pelangi satu warna ga asyik lagi dilihat, pelangi justru enak dilihat karena berbeda – beda warnanya :P

Tp sekedar meluruskan Bro Dewo, di ISLAM sendiri tidak benar bahwa perbuatan dosa bisa dihapus oleh perbuatan baik atawa pahala, sekali berbuat dosa seribukali berbuat pahala belum tentu menghapus dosa yang sekali tadi, semua kembali kepada ALLAH nanti yang menentukan setelah hari berbangkit.

Sekedar hanya bertanya nehhh, menurut iman katolik kan klo kita lagi berbuat dosa kan kita terpisah dengan Allah jd klo lagi tidak berbuat baik apakah kita menyatu dengan Allah ? klo kita menyatu dengan Allah apakah itu berarti kita Allah juga ?

@ zham

-> ” Anda setuju poligami? ”

Kalau anda tidak setuju poligami maka itu lebih baik buat anda coz ngurus satu bini aja susah apalagi dua, tapi boleh bukan berarti harus, anda bisa jadi muslim tanpa harus poligami, gus dur bilang gitu aja koq repot :P

-> “Anda setuju perempuan harus “dibungkus” karena merupakan sumber tindakan perkosaan? ”

Anda setuju klub bugil ??? atawa anda penikmat rok mini and baju u can see ??? saya akui kalau saya iya :D tapi saya sadar itu dosa dan dalam ISLAM saya dibantu dengan memerintahkan perempuan menutupi pembangkit nafsu laki – laki, kalo ga dosa saya juga sukaaaaaaaaaaa berhubung saya masih normal je he… he…

-> “Anda setuju dengan penyebaran agama menggunakan kekerasan?”

Sejak kapan ISLAM menganjurkan penyebaran agama dengan kekerasan ? anda harus belajar banyak dari sejarah lama bung, coba sering – sering ke perpus, jangan hanya dengerin ocehan profokatif dari orang saja, pada dasarnya dalam ISLAM kewajiban hanya selesai pada menyampaikan kebenaran selebihnya adalah kehendak ALLAH semata. Apakah anda pernah mendengar bahwa Paus Yohanes Paulus II pernah meminta maaf kepada umat muslim atas perang salib yang pernah terjadi ?

-> “Anda setuju dengan PLURALITAS?”

Kenapa tidak setuju ??? kalau tidak setuju trus mo apa ? aneh ! bukankah ALLAH sudah berkehendak bahwa manusia itu berbeda – beda baik dari suku, ras, agama, dll. Tapi bung Pluralitas bukan pluralisme coz maknanya dah beda.

Salam Damai

@ Zham

Tentang poligami mungkin anda perlu membaca postingan bor Dewo terdahulu… silahkan, monggo…

Salam

@Dear Zham (#28),

Mas Dewo, maaf kepanjangan.

Tidak apa-apa Pak Zham. Tulisan Anda sangat mencerahkan. Terima kasih telah berpartisipasi dalam diskusi ini. Selamat menjadi garam & terang dunia.

Salam.

@Dear Bro Ferry (#33),

Postingku yang dimana? Di blog-ku http://dewo.wordpress.com? Hihihi… ya sudah, kalau begitu aku sertakan link2nya sekalian di sini. Tapi bukan untuk ajang debat di thread ini ya?

Mengapa Anda Menikah?
Poligami Menjadi Senjata Para Suamin?
Fong Saik Yuk Pun Poligami
Aa Paradoks
Dewo Pun Berpoligami

Hihihi… Sekali lagi: jangan untuk debat di thread ini.

Salam.

@Dewo And Zam

Maaf nimpali
Kenapa KASIH kalian begitu membutakan mata dan hati anda2 dengan terus menuduh bahwa kami umat Islam banyak berbuat kekerasan!!! sekali lagi betul apa yg dikatakan ferry lihat dong SEJARAH dulu hingga SAAT INI, kejahatan kemanusiaan bukanlah dari kalangan umat Islam, Umat Islam terus terus diadu domba, difitnah, dibunuh hingga dirayu untuk dikuras kekayaan alamnya. Pemimpin Umat tertinggi kalian aja mengakui kesalahan2 terhadap apa yg telah dilakukan umat Islam, saya tidak habis pikir apakah iman kalian melebihi pemimpin umat tertinggi kalian sehingga kalian begitu sombong. Kenapa kita melihat suatu permasalahan kemanusiaan dengan dogma buta….bukan dgn mata hati kita..Heraaaan deeeh.

@Dewo And Zam

Maaf nimpali
Kenapa KASIH kalian begitu membutakan mata dan hati anda2 dengan terus menuduh bahwa kami umat Islam banyak berbuat kekerasan!!! sekali lagi betul apa yg dikatakan ferry lihat dong SEJARAH dulu hingga SAAT INI, kejahatan kemanusiaan bukanlah dari kalangan umat Islam, Umat Islam terus terus diadu domba, difitnah, dibunuh hingga dirayu untuk dikuras kekayaan alamnya. Pemimpin Umat tertinggi kalian aja mengakui kesalahan2 umat KRISTIANI (sorry) terhadap apa yg telah dilakukan kepada umat Islam, saya tidak habis pikir apakah iman kalian melebihi pemimpin umat tertinggi kalian sehingga kalian begitu sombong. Kenapa kita melihat suatu permasalahan kemanusiaan dengan dogma buta….bukan dgn mata hati kita..Heraaaan deeeh.

@Dear Dejavu (#36),

Perasaan saya tidak pernah menuduh umat Islam banyak berbuat kekerasan! Mohon dikutipkan tuduhan saya. Kalau pun saya menuduh “umat Islam” banyak berbuat kekerasan, saya mohon maaf sebesar-besarnya.

Salam.

Bro Dewo, koreksi ini bukan anda tp si zham # 28

@Dear Ferry (#38),

Bukankah Dejavu di #36 jelas2 menujukan komennya ke Zham dan saya? Piye tho?

Salam

oh iya hihihi sorry deh :D

halo sahabat semua……..

ehm,sy cm mau tanya sm yg punya blog ini…..

“Tujuan Anda membuat blog ini untuk apa??”

– klo tujuan Anda untuk menciptakan forum perdebatan,
maka Anda BERHASIL!!

– tp klo tujuan Anda untuk menciptakan forum diskusi dengan harapan menambah pengetahuan dan bisa menjadi berkat bagi pembacanya,
saya kok blom liat tujuan itu tercapai…..

sy sdh baca 2 artikel di blog ini, yg 1 tentang Tri Tunggal Maha Kudus dan yg ke 2 adlh artikel ini….

dari 2 artikel tsb,sy dapati akhirnya kok selalu debat antara pihak kristen dgn pihak islam, dimana masing2 pihak tidak berdiskusi tp malah mengeluarkan pendapat masing2 yg saling menyerang dan dgn pengetahuan yg kurang cukup..

sy tdk memihak siapa2 disini, sy hny mau memberi masukan
pada pemilik blog ini, utk lebih mengarahkan coment2 yg masuk, spy blog ini bisa menjadi berkat bagi org bnyk…..

blog ini isinya bagus, hanya saja coment2 nya itu lho….
tidak saling membangun, tp malah saling membandingkan dan menjatuhkan……

– bagi penanya : boleh aja bertanya, tp klo udah dijawab, mbok ya dihargai… klo merasa blm jelas, silakan nanya lagi, tp jangan membantah jwbn yg uda dikasi dgn cara membandingkan dgn kepercayaan laen yg sdh Anda pegang teguh…. nanti jadinya malah debat kyk diatas itu……
klo ini memang forum debat, ya berarti Anda benar, dan monggo dilanjutkan debatnya…..
tp ini forum diskusi to?!?!

-bye-

@Dear Konda,

Blog ini saya tulis dalam rangka pertumbuhan, perkembangan dan berbuahnya iman. Semuanya merupakan berkat yang melimpah dari Allah.

Saya ingin pengetahuan dan pengalaman pribadi tentang Allah ini juga menjadi berkat bagi orang lain. Namun sayang tidak semua orang mampu dan mau menerimanya.

Mohon maaf jika banyak komentar yang keras dan kasar. Tetapi saya selalu berusaha menanggapi semuanya itu dengan baik dan sopan. Namun maaf jika kadang kala saya pun kehilangan kendali.

Memang benar jika iman dan kepercayaan itu sulit untuk dibandingkan secara langsung. Oleh karena itu, tulisan di blog ini tidak hendak membandingkan dengan iman/kepercayaan lain. Melainkan hanya dari kaca mata iman dan kepercayaan Katolik, terutama dari kacamata pengalaman dan pengetahuan pribadi saya.

Tetapi forum ini tidak tertutup terhadap pandangan dan pendapat orang lain dengan maksud memperkaya wawasan kita semua. Bahwa memang benar bahwa betapa kayanya pemikiran manusia itu.

Silakan berbagi wawasan dengan koridor kesopanan dan kasih. Salam & GBU.

Semua berdebat seolah hidup pada jaman itu, seolah hidup saat semua kitab tersebut dalam proses menjadi Kitab masing-masing. Seolah yang paling benar.

Semua tidak salah, tetapi menjadi salah apabila terbawa dendam, benci dan merendahkan yang lain.

Sebenarnya semua agama tidak akan dapat memuaskan pikiran dan pertanyaan manusia tentang :
– Mengapa manusia harus berdosa, sengsara, saling perang, bunuh dan perbuatan keji lainnya.
– Bukankah Tuhan Maha Tahu, bahwa si A, B atau C sebelum dilahirkan nantinya pada saat hidup akan menjadi atheis, muslim, kristen, kong hu cu dan lainnya. Atau nanti ketika mati si A, B atau C penuh dosa atau langsung masuk surga.
– Bukankah Tuhan Maha Kuasa, dengan kuasaNya Dia dengan mudah menjadikan semua manusia tidak berdosa, damai, saling mengasihi dan menjadikan setan baik seperti malaikat.
– Jika begitu, apakah Tuhan sedang menikmati panggung dunia yang Dia ciptakan, yang Dia sutradarai, yang Dia tahu betul cerita seluruh manusia yang memerankan peran masing-masing dari awal manusia ada hingga kiamat dan hari akhir nanti ?
– Jika begitu, betapa jahatnya Tuhan, yang membiarkan manusia dalam kegelapan, ketidaktahuan, kebodohan dan ketidakberdayaan memilih?
– Bagiku jelas Tuhan itu ada, karena tidak mungkin awal mula dunia ini ada dengan sendirinya. Jadi aku ngga mau jadi atheis.
– Bagiku hidup ini misteri, pikiran manusia tidak akan bisa menggapai rencana Tuhan. Aku jadi ingat kisah Santo Antonius yang bertemu anak kecil di pantai.
– Bagiku Tuhan juga bukan Tuhan yang jahat, egois dan tidak mau tahu kesusahan umat manusia. Bahkan Dia rela sengsara demi umat manusia, bukan Tuhan yang menikmati sandiwara dunia ini.
– Dia menyayangi semua manusia, baik yang : atheis, Islam, Hindu, Budha, Katolik, Kristen, Kong hu cu dan semuanya. Tapi mengapa kita justru yang memusuhi, membenci, membunuh, menyiksa, merendahkan dan perbuatan jahat lainnya kepada sesama kita.
– Dia sungguh menyerahkan kepada kita semua, Dia sungguh demokratis.
– Mungkin malah menjadi seolah-olah Tuhan tidak berdaya, tidak Maha Kuasa dan tidak hebat.

Aku adalah Adrianus :
– Yang telah mengembara mencari kebenaran
– Yang hidup tidak pamrih untuk masuk surga atau neraka, semua kuserahkan kepada Tuhan
– Yang telah menjatuhkan pilihan terakhir pada Yesus
– Yang kudapatkan kedamaian dan kepasrahan ketika kuterima tubuh dan darahNya
– Bukan karena surga yang kuinginkan, tetapi karena ajaran-ajaranNya :
o Cintailah sesamamu seperti engkau mencintai dirimu sendiri
o Apabila ditampar pipi kirimu, serahkanlah pipi kananmu
o Apabila diminta bajumu, serahkanlah jubahmu
o Ampunilah dan doakanlah musuh-musuhmu
o Dan ajaran kasih lainnya
– Surga adalah kedamaian, kasih dan saling membantu

TUHAN KUSERAHKAN HIDUP DAN MATIKU UNTUKMU, DALAM TANGANMU, DALAM KASIHMU.
AKU MERINDUKANMU

Hmmm…..
Debat kusir Diskusi yang menarik…

Sebenarnya gampang aja…
Kalau mau mencari informasi ya silahkan bertanya, tapi kalo dijawab jangan malah nentang.
Kalau kurang jelas tanyakan yang kurang jelas apa. Tapi jangan maksakan pendapat.
Tanya ya tanya saja, berpendapat ya berpendapat saja, jangan dicampur-campur. Gitu aja kok repot…
*niru gaya Gus Pur*

Nah sekarang saya berpendapat:
1. Iman itu masalah kepercayaan. Saya termasuk orang yang cukup beruntung lahir di keluarga Kristen yang baik.

Tapi seperti umumnya orang Kristen lainnya, saya harus lahir baru untuk benar-benar menghayati arti kekristenan.
Artinya, Kekristenan adalah suatu pencarian akan Kebenaran, kawan. Maka wajar saja jika kami terus mencari Kebenaran yang sejati itu. Belum ketemu? Kami percaya bahwa kami telah menemukan Sumbernya, tapi Kebenaran itu selalu memancar dan kami selalu haus untuk belajar.

2. Memang benar bahwa banyak umat Kristen yang bersalah dalam penyiksaan kaum Islam. Contohnya Inkuisisi. Tapi yang dibahas di sini kan ajaran, bukan perilaku individu2 pelaku ataupun metode penyebaran.

Kalau mau fair, gara-gara penyebaran agama Protestan itu sempat perang di Eropa selama 30 tahun, orang2 Puritan di Inggris harus lari ke Amerika karena di Inggris mereka dimusuhi oleh kaum Anglikan. Sama-sama Kristennya tapi beda keyakinan bisa perang sendiri. Tapi itu kan manusianya, bukan ajarannya. Bedakan dong….

3. Setahuku di toleransi masih merupakan nilai universal. Jika seseorang tidak berpikir seperti cara anda berpikir, maka tidaklah bijak memaksakan cara pikir anda pada orang lain atau memaksa orang lain untuk menggunakan cara pikir anda.

Misal, A yang menganggap Tuhan itu satu tapi kok B bilang Trinitas itu Esa, 3 kok dibilang satu? Lalu A memaksakan itung2an logikanya ke B, padahal B melihat dari prespektif yang berbeda dengan A, wah nggak baik ini…. Artinya berusahalah memahami prespektif seseorang sebelum berusaha untuk dipahami. Maka diskusi akan lebih enak.

Just a little thought!

Btw, salam kenal buat Mas Dewo, yang punya blog ini…. Saking asyiknya ngikutin diskusi sampai lupa kenalan…

*kenalan*

@Dear Dnial,

Salam kenal juga. Terima kasih atas pencerahannya. Semoga dapat menjadi penerang bagi semua.

GBU.

MOHD HEILMEY BIN JANUDIN
(KinG_7petala@yahoo.com)

(BACA DISKUSI ISLAM KRISTIAN INI DISAMPING ANDA SEDIA SEMUA JENIS BIBLE JIKA ANDA MEMILIKI BERBAGAI VERSI)

Dosa Waris

B: Saya ingin menerima penjelasan dari Bapak kyai, tentang kepercayaan kepada dosa waris yang disebabkan karena dosa Adam dan Hawa.

A: Baiklah, saya akan berikan jawabannya, tetapi sebelumnya saya ajukan pertanyaan: Betulkah menurut kepercayaan Kristen bahwa anak cucu Adam dan Hawa dari sejak dilahirkan sudah membawa dosa?

B: Betul begitu, karena Adam dan Hawa berdosa, maka cucunya menerima warisan dosa dari keduanya.

A: Mengapa dosa Adam dan Hawa diwariskan kepada cucunya? Mestinya setiap manusia memikul dosa dari perbuatannya sendiri, bukan memikul dosa orang lain.

B: Tetapi menurut ajaran Kristen, setiap manusia pada sejak waktu dilahirkan sudah memikul dosa, atau menerima warisan dosa dari dosa Adam dan Hawa. Oleh karena kedatangan Yesus itu adalah untuk menebus dosa-dosa manusia dari warisan Adam dan Hawa tersebut.

A: Kalau keterangan Saudara benar pada ajaran Kristen, silahkan Saudara periksa kitab Nabi Yehezkiel pasal 18 ayat 20.

B: Pasal dan ayat tersebut menyebutkan: “orang berbuat dosa, ia itu juga akan mati; maka anak tiada akan menanggung kesalahan bapaknya, dan bapak pun tiada akan menanggung kesalahan anak-anaknya; kebenaran orang yang benar akan tergantung atasnya dan kejahatan orang fasik pun akan tergantung atasnya”.

A: Jelas Bibel sendiri menyebutkan bahwa setiap manusia akan menanggung sendiri perbuatan baik maupun buruk, tidak boleh dibebankan atau diwariskan kepada orang lain. Berdasarkan ayat tersebut, maka dosa Adam dan Hawa harus ditanggung sendiri oleh keduanya. Tetapi mengapa dosa Adam dan Hawa harus diwariskan atas anak cucunya, sehingga anak cucunya ikut serta menanggung dosanya? Padahal Kitab Injil sendiri tegas menyebutkan bahwa setiap perbuatan baik atau buruk yang dikerjakan oleh seseorang tidak dapat dibebankan atas orang lain. Baiklah, saya teruskan pertanyaan saya pada Saudara; sejak umur berapa Saudara dibaptis?

B: Kata orang tua saya, sejak umur tiga bulan dibawa ke gereja dan di sana dibaptis, oleh karena setiap manusia sejak dilahirkan sudah membawa dosa Adam dan Hawa yang disebut Dosa Waris, jadi sejak bayi pun sudah membawa dosa; oleh karenanya saya dibaptis waktu masih kecil.

A: Apakah perbuatan demikian itu berdasarkan Kitab Bibel?

B: Saya berkeyakinan demikian. Sebagaimana saya terangkan bahwa bayi yang baru dilahirkan itu tidak suci, yakni sudah membawa dosa Adam dan Hawa.

A: Kalau begitu, bayi yang belum dibaptis sekiranya ia meninggal dunia (mati) tentu tidak akan masuk surga, sebab matinya ada membawa dosa Adam dan Hawa.

B: Ya, mestinya demikian.

A: Silahkan periksa Matius pasal 19 ayat 14.

B: Di pasal dan ayat ini menyebutkan: “Tetapi kata Yesus. “Biarkanlah kanak-kanak itu, jangan dilarangkan mereka itu datang kepadaku, karena orang yang sama seperti inilah yang empunya kerajaan surga”.

A: Nah, perhatikanlah di ayat itu nyata-nyata Yesus sendiri yang berkata ia mengakui kesuciannya kanak-kanak. Sedangkan mereka belum mengakui kesalibannya Yesus dan juga belum dibaptiskan, tetapi mempunyai kerajaan surga. Jadi berdasarkan pengakuan Yesus sendiri bahwa kanak-kanak itu tidak membawa dosa waris dari Adam dan Hawa, oleh karena itulah Yesus berkata: Mereka adalah suci dari dosa dan dengan sendirinya masuk surga. Saya ingin bertanya lagi, Saudara waktu umur tiga bulan itu sudah membawa dosakah atau belum?

B: Kalau berdasarkan perkataan Yesus yang Bapak katakan tadi, tentu tidak.

A: Jadi masih suci dari dosa walaupun tanpa dibaptiskan?

B: Ya, betul demikian.

A: Kalau begitu, apakah gunanya Saudara dibaptis pada waktu umur tiga bulan itu?

B: Waktu umur tiga bulan tentu saya tidak tahu apa-apa.

A: Saya bertanya sekarang, bukan bertanya kepada Saudara di waktu Saudara berumur tiga bulan, Jadi apakah sekarang Saudara sudah menyadari tentang tidak adanya dosa waris?

B: Seperti Bapak terangkan tadi, berdasarkan pengakuan Yesus sendiri tentu saya menyadarinya. Karena, Yesus sendiri yang mengatakan bahwa anak-anak itu suci pada waktu dilahirkan.

A: Nah, bagaimanakah sekarang, masih adakah pandangan Saudara terhadap dosa waris?

B: Tentu saja harus menyadari berdasarkan perkataan Yesus sendiri bahwa anak-anak yang baru dilahirkan itu suci tidak membawa dosa sedikit pun.

A: Tidak membawa dosa yang bagaimana?

B: Ya, tidak membawa warisan dosa dari Adam dan Hawa.

A: Kalau begitu Saudara telah mengakui bahwa dosa waris itu tidak ada?

B: Ya, demikianlah harus saya akui berdasarkan Kitab Bibel sendiri.

A: Syukur Saudara telah mengakui tidak adanya dosa waris, kalau dosa waris itu turun-temurun, maka anak yang baru lahir yang belum tahu apa-apa belum bisa memisahkan antara yang baik dan buruk, kalau bayi itu mati ia membawa dosa dan masuk neraka, dan di manakah letak keadilan Tuhan kalau demikian?

B: Ya, saya bisa terima keterangan Bapak.

A: Nah, coba pikirkan dengan penuh kesadaran. Kalau ada seorang tua dari beberapa orang anak, dan orang tua itu menjadi penipu, pencuri, penghianat, berbuat aniaya, kejam, dan bermacam-macam dosa ia kerjakan, lalu ia dihukum masuk penjara, apakah anak-anaknya juga diharuskan menanggung dosa orang tuanya, lalu anak-anak itu harus dihukum juga masuk penjara dengan alasan dosa waris. Apakah pengadilan semacam itu akan dikatakan penegak keadilan?

B: Terima kasih, saya sudah menyadari, bahwa dosa itu tidak bisa diwariskan atau dioperkan kepada orang lain.

A: Syukur kalau begitu.

B: Akan tetapi kalau dosa itu tidak bisa diwariskan mestinya pahala juga tidak diwariskan. Bagaimanakah menurut ajaran agama Islam dalam hal itu?

A: Tidak bisa, malah tidak boleh, baik pahala maupun dosa dioperkan pada orang lain.

B: Jawaban “tidak boleh” itu apakah menurut pendapat Bapak sendirikah atau menurut ajaran Islam?

A: Menurut ajaran Islam, pahala seseorang tidak boleh diwariskan atau dioper kepada orang lain, begitu juga dosanya seseorang tidak boleh diwariskan kepada orang lain. Setiap orang menanggung sendiri pahala dan dosanya atas perbuatannya sendiri.

B: Akan tetapi saya pernah membaca sebuah buku agama Islam yang menerangkan bahwa Nabi Muhammad pernah berkorban seekor kambing buat umatnya sekalian dan buat familinya. Ini berarti bahwa Nabi Muhammad mewariskan atau mengoperkan pahala kepada orang lain, yakni kepada umatnya dan familinya. Yang demikian itu bukan dosa waris, tetapi jelas pahala waris. Jadi di dalam ajaran Islam ada juga pahala waris, maka saya kira Bapak tidak perlu urus tentang dosa-dosa waris dalam ajaran Kristen, kalau di dalam ajaran Islam terdapat ajaran pahala waris atau ajaran oper pahala.

A: Kalau buku agama Islam yang Saudara baca mau dijadikan pokok tentang bolehnya warisan pahala, mestinya orang Islam boleh sembahyang dan berpuasa, lalu diwariskan pahalanya buat sekalian umat Islam yang masih hidup dan yang mati, tetapi tidak ada umat Islam yang berbuat demikian, kalaupun ada, mungkin karena mereka tidak tahu, bahwa perbuatan yang demikian itu, bertentangan dengan kitab sucinya: Al Qur’an. Jadi bukan kitab sucinya yang salah, tetapi penganutnya sendiri, dan berbeda dengan Kitab Bibel yang mengandung banyak perselisihan antara satu ayat dengan yang lain. Di dalam kitab suci Al Qur’an, tidak terdapat ajaran pahala waris maupun dosa waris. Akan tetapi dalam kitab Bibel (Kristen) antara satu ayat dengan ayat yang lain bersimpang siur.

B: Saya pernah membaca kitab terjemahan Al Qur’an bahasa Indonesia, kalau tidak keliru di dalam surat Ath Thurr ayat 21 ada menyebutkan yang maksudnya bahwa anak-anak orang mukmin akan dimasukkan surga lantaran ibu bapaknya. Jadi lantaran amalan ibu bapaknya anak-anak itu masuk surga. Kalau yang demikian itu bukan pahala waris, lalu apakah namanya?

A: Ayat Al Qur’an yang Saudara maksudkan itu bunyinya akan saya bacakan sebagai berikut: Yang artinya: “Dan mereka yang beriman dan diikuti oleh anak-anak cucunya (keturunannya) dengan keimanan pula. Kami (Allah) kumpulkan anak cucu itu dengan mereka dan tiadalah kami kurangi pahala amalan mereka sedikit jua pun” (Surat Ath Thurr ayat 21). Di ayat ini jelas menyebutkan tidak adanya pahala waris, malah tanggungan mengenai pahala waris pun tidak ada. Yang masuk surga bersama ibu bapaknya itu adalah anak-anak yang belum baligh, karena yang sudah baligh tentu bertanggung jawab sendiri. Oleh karenanya dalam ayat tersebut ada sambungannya. Yang artinya: “Setiap orang bertanggung jawab (terikat) oleh amalannya sendiri-sendiri (masing-masing)”. Jadi setiap orang menanggung dosa dan pahala atas perbuatannya masing-masing bukan warisan dari orang lain.

B: Apakah di dalam Kitab Al Qur’an ada yang lebih tegas menyebutkan bahwa dosa dan pahala itu tidak dapat diwariskan atau dihadiahkan pada orang lain?

A: Ada, cukup banyak.

B: Maafkan, kami ingin mengetahui di surat apa, dan di ayat berapa, kami akan cocokkan di rumah, karena kami ada mempunyai kitab terjemahan Al Qur’an bahasa Indonesia. Mungkin juga Saudara-Saudara yang hadir di sini juga memerlukan juga.

HADIRIN: Perlu diterangkan, karena memang penting diterangkan.

A: Apakah tidak sebaiknya kita bersama-sama memeriksa di sini saja, kalau Saudara menyetujui saya suruh ambilkan Al Qur’an lalu saya tunjukkan surat dan ayatnya sekali. Bagaimana, apakah sekarang juga?

B: Kalau Bapak hafal lebih baik sebutkan sekarang saja ayat-ayatnya, akan kami catat: lalu akan kami cocokkan di rumah dengan Al Qur’an kami. Tapi kalau Bapak tidak hafal kami minta besok malam untuk menghemat waktu.

A: Insya Allah saya hafal ayat-ayatnya.

B: Baik, silahkan Bapak sebutkan, kami akan catat.

A: Saya akan sebutkan nama-nama surat dan nomor ayatnya, lalu saya akan beri keterangan dan Saudara catat nama surat dan nomor ayatnya yang sebut, lalu cocokkan lagi di rumah.

B: Baik, kami setuju.

A: Surat Al Baqarah, ayat 286. “Kepada dirinya apa yang ia kerjakan, dan atas dirinya apa yang dia lakukan”. Maksudnya, baik dan buruknya suatu perbuatan harus ditanggung sendiri oleh yang mengerjakannya, tidak boleh dibebankan atas orang lain.
Surat Al Baqarah, ayat 123. “Dan Hendaknya kamu takut pada suatu hari (kiamat) tidak berkuasa seorang membebaskan sesuatu atas orang lain”. Maksudnya, kelak di hari kiamat, seseorang tidak berkuasa menebus dosanya orang lain, dan pahala tidak diperbolehkan atas orang lain. Masing-masing harus menanggung sendiri perbuatannya baik maupun jahat.

Surat Al Ankabut, ayat 6 “Siapa yang giat berusaha maka usahanya itu untuk dirinya sendiri”.

Surat Yaasiin, ayat 54 “Maka pada hari kiamat, tidak seorang pun akan teraniaya, dan kamu tidak akan dibalas, melainkan apa yang kamu sendiri telah kerjakan”.

Surat Al Isra’, ayat 15 “Dan seseorang tidak berkuasa memikul dosanya orang lain”.

Surat An Najm, ayat 38 dan 39 “Bahwa seseorang tidak berkuasa menanggung dosanya orang lain dan sesungguhnya seorang pun tidak akan menerima pahala melainkan daripada perbuatannya sendiri”.

Surat Luqman, ayat 33. “Hai Manusia hendaklah kamu takut kepada suatu hari (kiamat) seorang Bapak tidak berkuasa membebaskan anaknya (dari perbuatan anaknya), seorang anak tak akan berkuasa membebaskan perbuatan bapaknya”.

Ayat-ayat yang saya sebutkan di atas tadi jelas sekali menunjukkan bahwa seseorang tidak berkuasa menebus dosanya atau mengambil oper pahala orang lain. Jadi dalam Islam, tidak ada manusia yang berkuasa menebus dosa, atau seorang pejabat menebus dosa, perbuatan baik atau jahat harus ditanggung sendiri oleh yang mengerjakannya. Saya kira sudah cukup ayat-ayat yang saya sebutkan, tetapi kalau Saudara masih memerlukan, saya akan sebutkan lagi ayat-ayat yang lain.

Hadits Sahih Bukhary-Muslim yang Bertentangan Dengan Al-Quran?
B: Sudah cukup, dan kami sudah mengerti, akan tetapi kami pernah membaca sebuah kitab yang menyebutkan sebuah Hadits Nabi Muhammad, yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim yang menerangkan bahwa: “Mayit itu disiksa lantaran ditangisi oleh familinya”. Berdasarkan Hadist tersebut berarti bahwa siksaan atas mayit itu disebabkan perbuatan orang lain, bukan dari perbuatan dirinya sendiri. Mayit itu disiksa lantaran “perbuatan” tangisnya orang lain. Kami telah tanyakan kepada beberapa orang yang kami pandang mengerti tentang agama Islam, dan salah seorang guru agama Islam mengenal susunan Hadist tersebut memberikan jawaban bahwa hadist itu benar (sahih), oleh karena yang meriwayatkan adalah Imam Bukhari dan Imam Muslim.

A: Hadist Nabi yang Saudara bawakan itu susunannya demikian: “Telah berkata Umar dan Ibnu Umar: Bersabda Nabi Muhammad SAW sesungguhnya mayit itu disiksa lantaran ditangisi oleh keluarganya (riwayat Bukhari dan Muslim)”. Akan tetapi hakekatnya Hadist itu tidak sahih, oleh karena berlawanan dengan ayat-ayat Al Qur’an. Walaupun oleh karena Saudara yang beragama Kristen, mungkin belum mengetahui tentang hadist-hadist sahih dan hadist-hadist palsu, maka agar Saudara yang hadir di pertemuan ini dapat mengikuti juga, merasa perlu saya terangkan bahwa menurut kitab-kitab Ushul Fiqih dan kitab Musthalahul Hadist, yang disebut Hadist Nabi, bukan saja mesti sah riwayatnya malah mesti beres susunannya dan arti daripada hadist itu HARUS tidak berlawanan dengan kitab Al Qur’an. Dalam riwayat Bukhari dan Muslim jelas diterangkan demikian. Maksud Hadist tersebut, tatkala hadist yang menerangkan bahwa mayit itu disiksa lantaran ditangisi oleh familinya didengar oleh Siti Aisyah (Istri Nabi), maka Siti Aisyah menolak kebenaran Hadist tersebut. Aisyah berkata: “Cukuplah buat kamu Ayat Al Qur’an; Dan tidak berkuasa seseorang menanggung dosa orang lain.”

B: Nah, kalau begitu Pak Kyai, sekarang kami telah mengerti bahwa berdasarkan Kitab Bibel sendiri dan Kitab Al Qur’an pada hakekatnya dosa waris dan pahala waris itu tidak ada. Yakni setiap manusia menanggung sendiri dosanya, dan pahalanya menurut perbuatannya masing-masing. Ini adil namanya.

A: Ya, seharusnya begitu, sebagaimana tersebut dalam Kitab Bibel dan Al Qur’an yang telah kita baca tadi. Akan tetapi supaya lebih jelas dan tambah meyakinkan Saudara, silahkan Saudara periksa di Injil: “Surat kiriman Rasul Paulus kepada orang Rum Pasal 2 ayat 5 dan 6.

B: Baik, surat dan ayat ini menyebutkan sebagai berikut: “Tetapi menurut degilmu dan hati yang tiada mau bertobat, engkau menghimpunkan kemurkaan ke atas dirimu untuk hari murka dan kenyataan hukum Allah yang adil, yang akan membalas ke atas tiap-tiap orang menurut perbuatan masing-masing”.

A: Apakah di ayat ini Bibel menerangkan Dosa Waris?

B: Tidak, malah sebaliknya setiap orang akan dibalas menurut amalnya masing-masing.

A: Periksa lagi Matius pasal 16 ayat 27.

B: Ayat ini menerangkan/menyebutkan: “Karena anak manusia akan datang dengan kemuliaan Bapanya beserta dengan segala malaikatnya, pada masa itu Ia akan membalas kepada tiap orang menurut perbuatannya.”

A: Apakah di ayat ini Bibel menerangkan Dosa Waris?

B: Tidak ada, menurut ayat ini perbuatan dosa dan perbuatan baik akan ditanggung sendiri, tidak boleh dibebankan atau diwariskan pada orang lain.

A: Jadi di Kitab Injil sendiri yang menyebutkan tidak adanya dosa waris.

B: Ya, dari mana asalnya ada sebutan dosa waris itu?

A: Apakah Saudara masih memerlukan penjelasan lebih lanjut?

B: Sudah sangat jelas sekali.

A: Kalau begitu, baiklah kita lanjutkan. Di ayat Saudara bacakan tadi ada sebutan “Anak manusia”. Bapanya silahkan Saudara bacakan sekali lagi.

[kemungkinan ada kesalahan ketik pada paragraph di atas?, red]

B: Baik, awal ayat tersebut menyebutkan: “Karena Anak Manusia akan datang dengan kemuliaan Bapanya … “.

A: Bagaimana menurut pengertian Saudara yang dimaksudkan dengan “Anak Manusia dan Bapanya”?

B: Anak manusia itu tentulah Yesus, sedang Bapa ialah Tuhan.

A: Periksa lagi: “Surat kiriman yang kedua kepada orang Kristen” pasal 5 ayat 10.

B: Baik ayat ini menyebutkan: “Karena tak dapat tiada kita sekalian akan jadi nyata di hadapan kursi pengadilan Kristus, supaya tiap-tiap orang menerima balasan, sebagaimana yang telah dilakukan oleh tubuh itu, baik atau jahat”.

A: Ayat Injil sendiri yang menyebutkan, bahwa setiap orang harus bertanggung jawab atas perbuatannya masing-masing, baik maupun jelek, tidak boleh dibebankan atau diwariskan kepada orang lain.

B: Berdasarkan ayat-ayat Bibel yang Bapak tunjukkan bahwa perbuatan baik atau jelek seseorang tidak dapat diwariskan kepada orang lain. Oleh karenanya, kepercayaan saya kepada dosa waris itu mulai luntur.

A: Kalau begitu lantas bagaimana dosa Adam dan Hawa, apakah dapat diwariskan kepada orang lain, tegasnya kepada anak cucunya?

B: Berdasarkan ayat Bibel tersebut di atas tentu tidak. Jadi dosa yang dilakukan oleh Adam dan Hawa, seharusnya ditanggung sendiri oleh keduanya, tidak bisa diwariskan kepada anak cucunya.

Pengakuan Dosa = Membeli Ampunan dari Rahib?
A: Dalam sejarah agama Kristen kita kenal yang disebut: “biechten” ialah orang yang berbuat dosa, dan “de biechtafleggen” ialah orang yang meminta ampun atas kesalahannya, dan “Biecht-vader” ialah orang-orang yang diberi wewenang memberi ampun. Setiap orang merasa menyesal atas kesalahannya dapat menerima ampunan dengan jalan membeli selembar surat yang menyebutkan bahwa orang yang berdosa sudah diberi ampun atas dosanya. Surat ampunan itu disebut “Aflaat-brieven” atau “Indul gences”, yang artinya kemurahan Tuhan.

B: Ya, saya menyadari soal itu, keterangan Bapak memuaskan saya.

A: Bukan hanya demikian, akan tetapi Aflaat-brieven itu pada zaman dulu dipropaganda (gepredicht) di Negara Jerman oleh seorang rahib (nonnik) bernama “Tetzel” dalam tahun 1517 atas perintah Paus Leo, yang menjadi Paus pada tahun 1513-1521. Sebagian daripada hasil penjualan Aflaat-brieven itu digunakan untuk pendirian bangunan gereja “Saint Pieter Kerk” di kota Roma. Terlalu panjang kalau saya uraikan sejarah pemerintahan gereja di Eropa pada permulaan abad pertengahan.

B: Terima kasih, kita lanjutkan saja soal yang lain, sekarang sudah larut malam, lain kali kami akan datang lagi.

salam kenal..!

pertama tama saya akan membedakan antara Dosa waarisan dan orang berdosa, dosa warisan maksudnya adalah tabiat dosa adam dan hawa yang di wariskan bukan hasil pernuatan mereka, jd semenjak adam dan hawa berdosa mereka diusir dari taman eden, dikutuk dan putus hubungan dengan Allah, sedangkan berdosa dah jelas anda2 ketahui..! gak perlu saya terangkan….!

so..seorang bayi yang baru lahir betuuullllllll sekali tidak berdosa alias succciiiiii..! tp TTAABBIIIAATTTT dosa akan selalu dibawa oleh manusia sekalipun bayi yang gak mengerti, tp satu hal bayi gak berdosa..!

jd bila bayi baru lahir meninggal, itu mah bukan urusan kita apa dia masuk neraka apa surga..itu hak Tuhan.
makanya dalam kristen bayi yang meninggal pasti di doain..!

Pembabtisan bukan penhapusan dosa, itu adalah bukti perjanjian manusia kepada ALLAH…!

jadi tolong dibedakan antara dosa warisan dengan berdosa..jadi dosa warisan itu adalah sifat/tabiat dasa yang kekal diwariskan adam, sedangkan berdosa adalah hasil perbuatan kita,…!

so kalo mengartikan alkitab itu bo ya jangan separoh2, seperti wawancara diatas dengan kiya..!

aturannya kalian yang mencari kesalahan pada ayat2 alkitap, berkaca, kenapa kalian mencari kesalahan agama orang lain untuk membenarkan agama kalian, apa alquran gak bisa ngebuktiin atau gak cukup bukti untuk membenarkan alquran itu sendiri, atau harus beberapa banyak hadist lg gak cukup untuk membuktikan alquran benar, sehingga kalian mencari kesalahan dari alkitap, padahal kesalahan itu kalian anggap salah karena pemahaman kalian yang kurang..! lg kalian gak percaya ama alkitap, tp kalian pakai untuk membenarkan alquran, berarti alquran lebih gak benar lg dong, tp dah apalah itu hak anda, kami gak perlu mencari kesalahan alquran demi membenarkan alkitap..!

lg kalian lucu lebih mengerti isi alkitap dari alquran, oh..ya..ya kalian kan haram mengartikan alquran…gimana kalian dapat mengatakan alquran benar, ngartiaja gak bisa, taroh lah kalian ngarti tp kalian ngarti tafsirannya aja,

kalian bilang alkitap kontrakdiksi, teliti dulu dong, alquran
saya rasa lebih kontradiksi, turunnya ayat gak jeas, mana ayat pertama yang diterima pertama oleh MOH. coba teliti dong surat pertama, itu firma tuhan apa omongan ustaman,

terus kita penutupnya jg gak ada, tp aku rasa sih kalian gak bisa menemukan itu, karena kalian jg gak bisa tau, alias buta..!
coba tanyakan uastak kalian yang paliang jago dah..!

isa almasih dibunuh allow atau diangkat..! pasti bingung dah..!

huahahaah lucu ya kalo orang ga tau tapi sok tau :D
utk # jali-jali (jj..11) anda keliatan sekali kurang banyak baca sumber2 yg begitu banyak di Gramedia.

Untuk semuanya, percaya ga Tuhan Maha Adil?
percaya ga Tuhan Maha Adil? tahu ga arti Adil yg seadil2nya?

Kalo Tuhan Maha Adil, apa mungkin dia menimpakan kesalahan si A ke si B?
Adil ga kalo bayi yg gatahu apa2 di tanggungin dosa?

jadi kalo ada org bilang Bayi mewarisi dosa itu ngawur?
jadi kalo ada org bilang manusia mewarisi dosa itu Adam & Hawa, itu ngawur?

Dosa Adam ditanggung Adam, dosa loe ya ditanggung loe sendiri, ga ada orang menanggung dosa org lain. Karena Tuhan Maha Adil. Dia tidak menimpakan dosa seseorg ke org lain. Itu hanya pikiran kalian yg dipengaruhi pikiran org lain yg sama2 ngawur.

Yg namanya Kitab Suci itu bukannya kumpulan cuplikan catatan sekumpulan orang, jadi Kitab2 suci itu perlu diuji asal-asal kutipannya. Dan itu sudah ada ilmunya yg disebut Hermeneutika utk kitab2 suci, cari aja di Gramedia.

sebelum loe2 pada ngomong baca dulu yg banyak, jangan cuma kitab loe doang, karena kecap ga ada yg no2.

ciao,
sam kusir (elo kudanya) :D

@sambodjo (yg katanya kusir) “kasihan amat yah”

baca baik2 postingan anda, anda sudah meng”kotak-kotakkan
tuhan yg anda sembah,

drmn anda tahu, tuhan yg anda sembah tidak akan menimpakan kesalahan orang lain ke orang lain?

anda sudah meng”kotak-kotakkan eksistensi tuhan yg anda sembah,

drmn anda tahu mengenai adil? hanya yg berbuat adil-lah tahu mengenai adil,

karena manusia berdosa, maka ia mengetahui ttg dosa,

aduh.. repot2 ngomong sama kusir,

ps:
ternyata anda hanya membaca di gramedia saja, pantesan!

@XY

“Dosa anak tidak bisa ditimpakan kepada orang tua begitupun dosa orang tua tidak bisa ditimpakan kepada anaknya”

Keterangan di atas ada baik di dalam Al Quran maupun di dalam Injil

Nongol lagi ahhhh disini….
Kali ini baca dari awal sampai akhir….

Dan dari sekian banyak pertanyaan dari saudara non Kristen, banyak yg tidak terjawab dan yg terjawabpun seringkali ngelantur.

Seperti jawaban/pernyataan saudara yg terhormat “jj..11″. Namanya sendiri saja disembunyikan …!!!!
Ngomong ngalor ngidul gak karuan juntrungane ..!!!. Ma’af kalo saya agak kasar, sekali lagi ma’af.

DEWO : Pertanyaan besar: dari mana bayi yang ketika mulai bisa berbicara ini belajar berbohong?

Coba saja bayi anda yg pertama anda titipkan ke pencopet/perampok untuk dididik, dan bayi anda yg kedua anda titipkan ke seorang alim ulama.

Pertanyaannya, besar manakah kemungkinan bayi pertama dan kedua untuk menjadi orang baik ????

Cangkir tidak akan berisi susu jika anda menuangkan kopi kedalamnya ???

Salam damai,
Edi

saya mo nanya di dlm AQ sebelum adam memakan buah terlarang itu (membuat adam jatuh kedalam dosa) apakah adam dianggap suci atau tidak?

Saudara ku Edi,

Saya sering lihat bayi-bayi akan saling berebut sesuatu (makanan, mainan) kalau tidak dinasehati. Kesimpulannya memang sudah ada naluri untuk saling menguasai apabila tidak ada aturan.

Salam,
Peace

Dear Peace,

Klo gitu kambing juga seperti itu, apa itu berarti kambing punya dosa asal/dosa turunan ???

Tingkah laku / perbuatan kita yang bikin kita berdosa, dan bukan sebaliknya, dosa yg menentukan tingkah laku kita. Bukannya begitu ????

Sekarang mana yg benar ??? (1 atau 2)
1. Karena kita mencuri, maka kita berdosa
2. Karena kita berdosa, maka kita mencuri

Salam damai,
Edi

kesimpulan: dosa waris ajarannya Paulus bukan Yesus…
*gitu aja koq refot*

Edi muncul lagi ….

Mohon ma’af lahir dan batin untuk semuanya yaaaaa…!!!

Lama gak muncul, lho kok masih belum ada balesan ya!?!
Apa emang seperti yg dikatakan ama saudara affcell

Salam damai
Edi

Dear 55 @56.

Dosa Warisan ajaran Alkitab (alkitabiah) dari kejadian hingga Wahyu, cuma anda kena pakai terupung rohani baru anda melihatnya jelas.

salam damai.

Dear Lurus ….

Oooooooo jadi emang gitu yaaaaaaaa
Diyakini dulu baru dipelajari ????

Jadi diminum dulu, baru dipelajari itu racun apa sirup ….
Mati duluan lah …..

Apa perlu membakar diri klo ingin tau bahwa api itu panas atau terbakar itu sakit ???? gak kan ???
————————

Btw pertanyaan yg #54 jgn dislimurkan yaa !!! (gak tau bhs indonesianya dislimurno)

Salam damai,
Edi

58

Yah anda harus berdoa mohon bimbingan Tuhan pasti Tuhan beri jalan yang Lurus. Syaratnya dengan hati yang iklas dan sungguh cari kebenaran, kalau hanya ingin tahu aja tak payah kerana menyusahkan diri sendiri saja.

Doanya.

Allah Bapa di Syorga yang saya kenal dalam nama Yesus Kristus Juru Selamat Saya. Saya mohon supaya segala Keangkuhan, keegohan, kesombongan dan dosa dosa saya yang saya tidak ingat dan yang diingat diampuni. Segala kuasa Iblis, syaitan, roh roh kegalapan yang mengintai intai dalam hidup saya disingkigkan dan tidak berkuasa lagi dalam hidup saya.

Terima kasih Bapa dalam nama Yesus Kristus Juruselamat saya. saya sudah berdoa. AMEN

Dear Lurus …..

Ma’af boleh saya ketawa dulu … ha ha ha

Lha kalau doanya saja arahnya kesitu (ke-yesus), beartikan mesti percaya dulu bahwa yesus itu tuhan …..
Trus klo udah percaya … hilang dah logika …

Klo gini bahasa inggrisnya “podo wae” ….. he he he

Trus pasti ntar jawabannya “emang logika dan otak manusia bisa … bla bla bla ….”
—————–
Jadi orang jangan berbelit-belit ….
Jawab saja pertanyaan yg #54 ……..!!!!

Klo gak mau jawab juga gpp kok…. soale biasanya juga gitu kok …..

Masak untuk pertanyaan sepele seperti itu mesti pake iman lah… percaya ini itu lah … berdoalah … perlu bimbinganlah … ntar ikut kursus dulu lah … atau kuliah dulu lah … CAPEK DEHHHH …….

Ntar klo udah merasa terdesak, pasti jawabannya : (tak kasih bocoran yaa …!!! biar gak pusing semua … tapi jangan bilang sapa-2 …. )
“Dua-duanya benar …. Karena kita berdosa, maka kita mencuri dan karena kita mencuri, maka kita berdosa”
Dobel deh dosanya ….!!!!

HAYOOOOOO CEPETAN RAME-2 NYONTEK ….

Salam damai,
Edi

Puyeng dah…..

edoel72 tuh edi juga lhooooo…

Pas login pake nama edi kok gak bisa masuk … eee ternyata keliru passwordnya ….

(&!(&@#(!(#@ !*#@&!(*&#@*(!&*(&#(!&@#

Salama damai,
Edi

dear Edi
salam damai

Pertanyaan anda itu sama dengan ” Yang mana dulu ayam atau telur”.

kalau ayam dulu baru telur!!!!!!
Kalau tiada telur bagaimana?????
Begitulah sampai memutih rambut dikepala kita kan!!!!!
Hukum alamnya bagaimana?????

Jawaban saya bagi pertanyaan #54 rujuk di Alkitab Kej. 3-24

Firman itu Ia dan amin. Tuhan tetap memperhatikan hati Edi dan bukan fikiran atau otak. Tuhan Allah itu dekat saja iaitu di hati anda dan dimulut anda. Dalam Alkitab saya Tuhan Allah yang dicari itu Allah bapa di Syorga yang saya kenal dalam namaTuhan Yesus Kristus juruselamat manusia.

Jika kita mencari lojikanya sampai rambut memutih di kepala pun kita tidak menemui Allah Pencipta.

Salam buat Edi yang saya kasihi dalam kristus, Amen

Dear lurus….

Wah klo pertanyaan yg sepele gitu saja mesti seperti ini rumitnya, lha gimana dgn pertanyaan yg lain ….

Tahu kenapa jadi rumit ????? Karena :
1. Yang mudah dipersulit … yang sulit dibikin berbelit-belit
2. Yang tersurat dibikin samar …. yang tersirat diartikan lalu dianggap suatu kebenaran yg mutlak

Apa emang kebiasaan yaaa …….

AAAAAAAAAAAHHHHHHHHHHHHHHHHH
Akhirnya juga begitu-2 saja jawabannya ….

Salam damai,
Edi

Damai dihati Damai dibumi
dear agamaku
bener … bener …

“Tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu”
Yesaya 59:2

Dosa yang terkecil tetap adalah dosa dimata Allah! Makanya Alkitab mengajarkan bahwa dosa yang terkecil bisa memisahkan manusia dari Allah. Allah tidak dapat mengizinkan dosa di hadapanNya. Begitulah Adam dan Hawa diusir oleh Allah hanya gara-gara makan buah. yah … makan buah dalam ukuran manusia itu dosa kecil .. kecil … banget tapi bagi Allah itu suatu dasa besar karna TIDAK SETIA kepada Allah.

“Janganlah kamu disesatkan orang dengan kata-kata yang hampa, karena hal-hal yang demikian mendatangkan murka Allah atas orang-orang durhaka.” Efesus 5:6
“Sebab murka Allah nyata dari sorga atas segala kefasikan dan kelaliman manusia, yang menindas kebenaran dengan kelaliman.” Roma 1:18
Begitulah Allah, meski menghukum Adam dan Hawa, Allah begitu mengasihi umatnya dengan memberikan firman sebagai peringatan agar tidak terjerumus oleh hasutan, bujukan manis seperti Adam yang akhirnya terusir. Manusia harus menangung DOSA ASAL yang dibuat Adam sehingga manusia jauh dari Allah.

Adam selalu berusaha mencari jalan untuk melewati rintangan yang memisahkannya dari Allah. Begitu juga manusia yang sudah mencoba untuk menerobos rintangan itu dengan babtisan, perbuatan baik, mengasihi sesama, sakramen-sakramen, menggabungkan diri dalam gereja atau denominasi tertentu, dan lain-lain.
Tetapi Alkitab mengajarkan bahwa TIDAK ADA USAHA MANUSIA BERDOSA YANG DAPAT MERUNTUHKAN RINTANGAN DOSA yang memisahkan Allah yang Suci dari manusia yang berdosa.

“Dan sekarang, saudara-saudara, aku mau mengingatkan kamu kepada Injil… bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari ketiga, sesuai dengan Kitab Suci.”
1 Korintus 15:1-4

INJIL ADALAH KRISTUS YANG MATI UNTUK MENEBUS DOSA-DOSA KITA DAN BANGKIT KEMBALI DARI KEMATIAN.

YESUS MERUNTUHKAN RINTANGAN DOSA DENGAN MATI UNTUK MENEBUS DOSA-DOSA KITA, DAN BANGKIT KEMBALI DARI KEMATIAN.

begitulah Allah, penghapusan dosa bukan usaha manusia tetapi pengampunan adalah anugrah dari Allah

Allah begitu setia kepada manusia dengan mengorbankan putranya yang kudus mati dikayu salit untuk kebangkitan manusia akan dosa

Dear belzebul 64#.

salam,
terima kasih pencerahannya. Saya tambah dikuatkan dan diteguhkan.

Amen.

RAHASIA KAUM MISSIONARIS (PARA PENDETA & PASTOR) YANG TAKUT DIKETAHUI OLEH UMATNYA SENDIRI

BERIKUT INI ADALAH SEBAGIAN INFORMASI YANG SELAMA INI DISEMBUNYIKAN OLEH GEREJA AGAR UMAT KRISTEN / KATHOLIK TIDAK MEMPELAJARI ALKITAB MEREKA SENDIRI SECARA MENDALAM, APALAGI SAMPAI DENGAN MEMBANDINGKAN ANTAR SATU KITAB DENGAN KITAB LAIN, SANGAT DILARANG KERAS.

————————————————————————————–

INDEKS AL-KITAB

Kitab agama ini adalah milik umat Kristiani, dikenal dengan sebutan Alkitab atau Bibel (Inggris : Bible, Jerman : Bijbel), terdiri dari dua bagian kitab, yaitu Kitab Perjanjian Lama (PL) dan Kitab Perjanjian Baru (PB). Di dalam Perjaniian Lama Tuhan pernah berfirman bahwa orang-oran Israel itu sangat durhaka dan hobi merubah-rubah kitab suci (baca: Kitab Mikha 3:1 – 12 dan Ulangan 31:27). Akibatnya, kitab suci ini menjadi bercampur-baur antara kebenaran ilahi dan kesalahan-kesalahan manusiawi yang ditulis oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Maka Alkitab tidak boleh dibaca dengan doktrin yang harus diterima apa adanya bahwa Alkitab itu pasti baik dan benar, karena Tuhan telah mengaruniakan akal budi kepada setiap manusia. Akal budi inilah yang mendatangkan karunia (Amsal 13:15). Tanpa akal budi mengakibatkan kebodohan dan kebinasaan (Amsal 10:21). Gunakanlah akal untuk menguji dan menyaring Alkitab antara ayat-ayat firman Tuhan dan ayat-ayat buatan manusia. Sesuai dengan perintah berikut : “Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik” (I Tesalonika 5: 2 1).

AYAT-AYAT ILLAHI :

Tuhan itu Esa (monotheisme), bukan Trinitas
1. Tauhid Nabi Musa (Ulangan 4:35, Ulangan 6:4, Ulangan 32:39).
2. Tauhid Nabi Daud (II Samuel 7:22, Mazmur 86:8).
3. Tauhid Nabi Sulaiman (I Raja-raja 8:23).
4. Tauhid Nabi Yesaya (Yesaya 43: 10-11, Yesaya 44:6,Yesaya 45:5-6, Yesaya 46:9).
5. Tauhid Yesus (Markus 12:29, Yohanes 5:30, Yohanes 17:3).

Yesus bukan Tuhan dan tidak sama dengan Tuhan
1. Yesus lebih kecil daripada Tuhan (Yohanes 10:29).
2. Tuhan lebih besar dari pada Yesus (Yohanes 14:28).
3. Yesus duduk di sebelah kanan Tuhan (Markus 16:19, Roma 8:4).
4. Yesus berdiri di sebelah kanan Tuhan (Kisah Para Rasul 7:56).
5. Allah tahu kapan datangnya kiamat, sedang Yesus tidak tahu (Matius 24:36).
6. Yesus bersyukur kepada Tuhan (Matius ll:25, Lukas 10:21).
7. Yesus berteriak memanggil Tuhan (Matius 27:46, Markus 15:34).
8. Yesus menyerahkan nyawanya kepada Tuhan (Lukas 23:44-46, Yohanes 19:30).
9. Yesus disetir oleh Tuhan (Yohanes 5:30).

Yesus adalah utusan Tuhan (Rasul Allah)
Dalil : Markus 9:37, Yohanes 5:24, 30,7:29,33,8:16,18,26,9:4,10:36,II:42,13:20,16:5, 17:3,8,23,25.

Tidak ada dosa waris dan Penebusan dosa
Para nabi Allah tidak ada yang mengajarkan Dosa Waris dan Penebusan Dosa. Risalah Allah yang dibawa oleh semua nabi-Nya itu pada hakekatnya sama saja, yaitu Tauhid dan amal shalih. Semua nabi menekankan adanya tanggung jawab individu atas segala perbuatan setiap manusia (Yehezkiel 18:20, Ulangan 24:16, Matius 16:27, Yeremia 31:29-30, II Tawarikh 25:4).

Nubuat akan datangnya seorang nabi akhir setelah Yesus
Dalam Alkitab masih dapat ditemukan nubuat-nubuat para nabi yang memberikan sinyalemen akan datangnya seorang nabi terakhir yang menutup keberadaan para nabi sebelumnya. Keberadaan nabi terakhir yang pamungkas ini sangat penting artinya untuk kesempurnaan ajaran Tuhan kepada manusia di muka bumi.

Namun, nubuat itu disampaikan dalam bentuk sandi-sandi bahasa yang dapat dipahami dengan penafsiran yang membutuhkan pemikiran akal yang tinggi.

Ayat-ayat yang dimaksud adalah :
1. Ulangan 18:18-20, tentang nabi diluar bani Israel dengan ciri-ciri: nabi seperti musa, tidak mati terbunuh dan semua perkatannya terjadi.
2. Habakuk 3:3 jo. Ulangan 33;1-3, tentang nabi yang berhasil menegakkan syariat agama di tanah Arab.
3. Yesaya 29:12, nabi yang tidak bisa membaca.
4. Yesaya 41:1-4, nabi yang bisa perang, punya keturunan dan sudah lama ditunggu-tunggu oleh bangsa yang tertindas sebagai pembebas dan penyelamat dari penindasan kaum yang zalim.
5. Yesaya 42:1-4, nabi yang menegakkan hukum kepada bangsa-bangsa lain dan tidak pernah berteriak dengan suara nyaring.
6. Yeremia 28:9, tentang nabi yang membawa damai.
7. Kejadian 49: 1, 10 dan Matius 21: 42-43, nabi tersebut keturunan nabi Ismail.
8. Yohanes 1: 19-25, datangnya setelah zaman Yahya dan Yesus.
9. Yohanes 16:7-1 5, nabi yang mendapat julukan “Penolong yang lain” dengan ciri-ciri: manusia biasa, memiliki gelar ‘penghibur’ dan ‘al-amin/orang benar jujur terpercaya’, tidak berkata-kata dari dirinya sendiri dan memuliakan nabi Isa dengan alaihisalam.
10. Dan lain-lain.

AYAT-AYAT BUATAN MANUSIA :

Ayat-ayat Porno (cabul)
1 Yehezkiel 23: 1-21, ayat-ayat jorok tentang seksual.
Diceritakan di dalamnya penyimpangan seksual yang sangat berbahaya bagi perkembangan psikologis bila dibaca oleh anak-anak di bawah umur. Ada kalimat-kalimat yang sangat cabul dengan menyebut buah dada, buah zakar, menjamah-jamah, memegang-megang, birahi, dan lainlain.

2. Yehezkiel 16: 22-38, ayat porno yang bugil-bugil.
“….Waktu engkau telanjang bugil sambil menendang nendang dengan kakimu …. (ay.22). “…dan menjual kecantikanmu menjadi kekejian dengan meregangkan kedua pahamu bagi setiap orang yang lewat, sehingga persundalanmu bertambah-tambah” (ay.25.”Engkau bersundal dengan orang Mesir, tetanggamu, si aurat besar itu…..”(ay.26). “engkau bersundal juga dengan orang Asyur, oleh karena engkau belum merasa puas ya, engkau bersundal dengan mereka, tetapi masih belum puas” (ay.28). “Betapa besar hawa nafsumu itu, demikianlah firman Tuhan ALLAH” (ay. 30). “….engkau yang memberi hadiah 1 umpan kepada semua yang mecintai engkau sebagai bujukan, supaya mereka dari sekitarmu datang kepadamu untuk bersundal” (ay. 33). Aku akan menyingkap auratmu di hadapan mereka, sehingga mereka melihatseluruh kemaluanmu: (ay.37).

3. Ulangan 23: 1-2, Tuhan menyebut “Buah Pelir”.

4. Hosa 3: 1, nabi Hosea disuruh Tuhan untuk mencintai perempuan yang suka bersundal (pelacur) dan berzinah. Jika benar bahwa Tuhan pernah menyuruh nabi-Nya untuk mencintai pelacur, semua laki-laki akan rebutan menjadi nabi. Dan, semua wanita akan rebutan untuk menjadi pelacur, supaya dicintai oleh nabi Allah.

5. Kidung agung 4:1-7, puisi rayuan yang memuji kecantikan dengan menyebut buah dada dan susu.

6. Kejadian 38:8-9, kisah asal-usul onani (masturbasi) oleh leluhur Yesus.

7. Kidung Agung 7:6-13. Puisi Kenikmatan Cinta yang memuji kecantikan dan cinta yang memakai kata-kata seksual, yakni keindahan buah dada dan keinginan untuk memegang-megang buah dada. “Sosok tubuhmu seumpama pohon korma dan buah dada gugusannya. Aku ingin memanjat pohon korma itu dan memegang gugusan gugusannya.Kiranya buah dadamu seperti gugusan anggur.

Pelecehan Alkitab (Bibel) kepada Tuhan
1. Tuhan menyesal dan pilu hati? (Kejadian 6:5-6, Keluaran 32:14).
2. Tuhan mengah-mengah, megap-megap, dan mengerang seperti perempuan yang melahirkan? (Yesaya 42:13).
3. Roh Tuhan melayang-layang (terapung-apung) di atas permukaan air? (Kejadian 1:1-2).
4. Tuhan jorok, menyuruh makan tahi? (Yehezkiel 4:12-1 5).
5. Tuhan kelihatan alas kaki-Nya? (Keluaran 24:10).
6. Tuhan merasa jenuh/jemu/bosan? (Yeremia 15:6).
7. Tuhan petak umpet dengan Adam? ( Kejadian 3:8-10).
8. Tuhan besanan dengan manusia? (Kejadian 6:2).
9. Tuhan kalah dalam duel melawan Yakub? (Kejadian 32:28).
10. Tuhan bersiul memanggil manusia? (Zakharia 10: 8).
11. Tuhan bersuit? (Yesaya 7: 18, Yesaya 5: 26).
12. Tuhan menengking? (Yeremia 25: 30)
13. Tuhan lelah kepayahan dan kecapaian? (Keluaran 31: 17).
14. Tuhan menyuruh mencintai pelacur? (Hosea 3:1).
15. Tuhan kelihatan punggungnya-Nya? (Keluaran 3 3: 23).

Pelecahan Alkitab (Bibel) kepada Para Nabi Allah
1 . Nabi Nuh mabuk-mabukan sampai teler dan telanjang bugil (Kejadian 9: 18-27).

2. Nabi Luth menghamili kedua putri kandungnya sendiri dalam dua malam secara bergiliran (Kejadian 19:30-38). Heboh … !!! Skandal seks ayah dan anak kandung oleh nabi??

3. Nabi Daud melakukan skandal seks dengan Batsyeba, istri anak buahnya sendiri. Setelah Batsyeba mengandung suaminya dibunuh oleh Daud, kemudian Batsyeba dinikahi Daud diboyong ke istana (II Samuel l l: 2-27).

4. Ketika sudah tua, Nabi Daud tidur dengan perawan yang masih muda (I Raja-raja 1: 1-3).

5. Nabi Yakub bekerja sama dengan ibu kandungnya untuk membohongi dan menipu ayah kandungnya, supaya Israel diberkati (Kejadian 27: 1-46).

6. Yehuda (putra Nabi Yakub) menghamili menantunya sendiri (Kejadian 38: 13-19). Skandal seksa ayah dan menantu dalam kitab suci!?

7. Absalom (putra Nabi Daud) memperkosa gundik ayahnya sendiri (11 Samuel 16: 21-23). Perselingkuhan anak dengan ibu (gundik ayah) dalam Kitab Suci?!

8. Amnon (putra Daud) memperkosa saudara perempuannya (II Samuel 13: 7-14). Incest antara anak nabi dengan saudaranya sendiri ?!?

9. Ruben (putra tertua Nabi Yakub) melakukan hubungan seks dengan Bilha, gundik ayahnya (Kejadian 35:22). Gundik ayah diperkosa anaknya sendiri ?!?

10. Nabi Sulaiman (Salomo) tidak taat kepada Tuhan karena lebih mencintai 700 istri dan menyimpan 300 gundik (I Raja-raja 11:3) Mustahil ada nabi yang rakus wanita..

11. Nabi Harun membuat dan menyembah patung emas (Keluaran 32:2-4).

12. Nabi Isa (Yesus) orang bodoh, idiot, dan emosional. Pada waktu bukan musim buah ara, Yesus mengutuk pohon ara yang tidak berbuah (Markus ll: 12-14; bandingkan: Yohanes 2:4 dan Yohanes 7:8-10).

Catatan : Nama-nama pezinah tersebut ada dalam silsilah yesus (Matius 1:1-17 dan Lukas 3:23-38).

Ayat-ayat yang tidak masuk akal (irasional)
1. Anak lebih tua 2 tahun daripada ayahnya pada waktu II Tawarikh 21:5,20, Yoram berusia 32 tahun jadi raja dan memerintah Yerusalem selama 8 tahun lalu meninggal (pada usia 40 tahun). II Tawarikh 22: 1-2, Setelah Yoram meninggal, dia digantikan Ahazia, anaknya pada usia 42 tahun. Jadi, Ahazia lebih tua 2 tahun daripada ayahnya.

2. Usia 11 tahun sudah tidak punya anak
Ahas berumur 20 tahun ketika naik dan memerintah kerajaan selama 16 tahun (II Raja-raja 16:2). Sepeninggal Ahas, tahta kerajaan diganti oleh Hizkia, anaknya (II Rajaraja 16: 20). Hizkia berusia 25 tahun waktu naik tahta menjadi raja (II Raja-raja 18: 2).
Jadi, dalam usia 11 tahun Ahaz sudah punya anak ??!!

3. Tuhan salah hitung
Kejadian 46: 8-1 5, disebutkan daftar nama-nama bani Israel yang datang ke Mesir berjumlah 34 nama. Padahal pada ayat 1 5 disebutkan “Jadi seluruhnya, laki-laki dan perempuan, berjumlah 33 jiwa”. Pakai Tuhan tidak pandai berhitung ??

Ayat-ayat yang mustahil dipraktekkan

1. Hukum Sabat
Hari Sabat (Sabtu) adalah hari Tuhan yang harus dikuduskan. Pada hari itu setiap orang dilarang bekerja, dilarang memasang api di rumah (lampu, kompor, dan lain-lain) karena Sabat adalah hari perhentian penuh. Orang yang bekerja pada hari Sabtu harus dihukum mati (Keluaran 20:8-11,31:15,35:2-3).
Ayat ini mustahil dipraktekan di jaman modem. Siapa yang sanggup mengamalkan ? Siapa yang mau dibunuh apabila melanggar hukum Sabat ?

2. Bunuh orang kafir dan musyrik!! (Ulangan 13: 6-9)
Ayat ini memeiintahkan kewajiban membunuh orang yang mengajak menyembah tuhan selain Allah. Ayat ini tidak bisa diterapkan. Buktinya umat Yahudi dan Kristen tidak pernah membunuh umat Hindu, Budha, Kong Hu Chu, dan lain-lain.

3. Dilarang memakai pakaian yang dibuat dari pada dua jenis bahan (Imamat 19: 19).
Bila ayat ini diamalkan, maka manusia akan kembali kepada jaman primitif, ketinggalan jaman, ketinggalan gaya dan tidak modernis.

4. Cungkil mata yang menyesatkan orang untuk berbuat dosa (Matius 5:29).
Secara Letterlijk maupun Figuurlijk, ayat ini mustahil dipakai. Bila diterapkan, maka banyak orang Kristen menjadi buta.

5. Potong kaki dan tangan orang yang menyesatkan ke arah dosa (Matiusl8:8-9)
Secara Letterlijk maupun Figuurlijk, ayat ini mustahi dipakai. Bila diterapkan, maka banyak orang kristen menjadi pincang dan buntung.

6. Dilarang melawan penjahat (Matius 5: 39-44)
Ayat ini mustahil dipraktekkan di masyarakat manapun. Bila ajaran ini diterapkan, maka menghancurkan tatanan sosial dan keamanan masyarakat. Apa jadinya di masyarakat apabila suatu kejahatan tidak dilawan ? Tidak melawan kejahatan berarti mendukung kejahatan. Bila kejahatan tidak dilawan, berarti mendukung kejahatan.
Bila kejahatan tidak dilawan, maka kriminalitas akan meningkat dan subur berkembang.

7. Kasihilah musuhmu (Lukas 6: 27-29). Ajaran ini sangat menguntungkan penjajah.

8. Dilarang membawa perbekalan, dilarang membawa dua helai baju dan dilarang membawa kasur dalam pedalanan (Matius 10:9-10). Kenyataannya, umat Kristen sendiri tak ada yang bisa mengamalkan ayat ini.

Ayat-ayat takhayul (mistis)
Simson (Inggris: Samson) adalah utusan Tuhan yang sakti mandraguna selama rambutnya tidak dicukur. (Hakim-hakim 16:1-22).

Diceritakan dalam kitab Hakim-hakim 16:1-22 bahwa Samson adalah utusan Tuhan yang sakti mandraguna. Dia bisa mencabut kedua daun pintu gerbang kota beserta kedua tiang dan semua palangnya, Ialu semuanya diletakkan di atas kedua bahunya dan dipindahkan ke puncak gunung (ay. 3). Tapi sayangnya dia jatuh cinta kepada seorang pelacur (wanita sundal) yang bernama Delila. Mala Delila disewa oleh raja Filistin dengan bayaran 1100 uang perak untuk mencari rahasia Samson (ay. 5).

Di atas pangkuan pelacur Delila, akhimya Samson tergoda rayuan dan bujukan sehingga membuka rahasia kesaktiannya. Bahwa selama rambut kepalanya tidak dicukur, maka seluruh kekuatannya akan musnah dan dia menjadi orang lemah (ay. 17). Maka setelah nabi Samson tertidur di atas pangkuan pelacur Delila, rambutnya dicukur. Lalu musnahlah seluruh kesaktiaan dan kekuatan Samson. (ay.19). Kemudian kedua mata Samson dicungkil sehingga jadilah Samson buta mata akibat rahasia kesaktiannya dicukur (ay. 21).

Cerita ini adalah cerita takhayul (mistik) yang biasanya berkembang di masyarakat primitif.

Ayat-ayat Diskrimatif
Perbuatan riba (rente) dilarang dilakukan kepada Israel, tapi boleh dilakukan kepada non Israel (Ulangan 23: 19-20).
Ayat ini jelas buatan orang Yahudi, sebab tidak mungkin Tuhan berlaku diskiiminatif dengan melarang mengambil bunga uang kepada bangsa Yahudi, sementara mengambil bunga kepada orang selain Yahudi diperbolehkan. Dan sangat bertentangan dengan kitab Keluaran 22: 25: “Jika engkau meminjamkan uang kepada salah seorang umat-Ku, orang miskin diantaramu, maka janganlah engkau berlaku sebagai penagih hutang terhadap dia: janganlah kamu bebankan bunga kepadanya”.

Ayat-ayat Ramalan Bibel yang meleset tak terpenuhi

1. Ramalan Paulus tentang kedatangan Yesus (I Tesalonika 4: 16-17).
Dalam ayat ini Paulus meramalkan bahwa setelah kebangkitan Yesus dari kubur, dia dan seluruh pengikutnya yang masih hidup itu akan diangkat bersama-sama dengan Yesus dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Ramalan ini tidak terpenuhi bukan Yesus yang menjemput Paulus, tapi pedang kaisar Nero yang memenggal leher Paulus di Roma tahun 64 M.
Ramalan Paulus ini tidak akan terjadi, meski dia diberi waktu 2000 tahun lagi untuk menunggu kegenapan nubuatnya.

2. Ramalan kedatangan Yesus (Matius 10:23, 16:28, Markus 9:1 dan Lukas 9:27).
Yesus menubuatkan bahwa dia dan kerajaan Allah akan datang sebelum para muridnya selesai mengunjungi kotakota Israel. Ramalan ini meleset jauh, sebab sampai saat ini Yesus belum juga turun datang kembali ke dunia. Padahal para murid Yesus sudah mati semua 2000 tahun yang Ialu.

3. Hak keturunan Abraham (Kejadian 21: 12).
Dalam ayat ini Tuhan menubuatkan bahwa yang disebut keturunan Abraham adalah berasal dari Ishak. Nubuat ini meleset jauh besar, Sebab dalam I Tawarikh 1:28-30 Ismail juga disebut sebagai anak keturunan Abraham.

4. Ramalan Tuhan Meleset (Yeremia 34:4-5)
Dalam ayat Tuhan berfirman bahwa Zedekia, raja Yehuda tidak akan mati oleh pedang, melainkan akan mati dengan damai. Nubuat ini meleset jauh, dalam kitab Yeremia 52: 10-11 diceritakan bahwa pada dalam akhir hayatnya Zedekia tewas ditangan raja Babel. Sebelum meninggal, mata Zedekia dibutakan, lalu dibelenggu dengan rantai tembaga. Kemudian ditaruh dalam rumah hukuman sampai meninggal.

5. Nubuat Tuhan tidak terjadi (Yeremia 36: 30).
Dalam kitab Yeremia 36:30 Tuhan berfirman bahwa keturunan Yoyakim tidak ada yang naik tahta kerajaan Daud. Nubuat ini tenyata meleset. Diceritakan dalam kitab II Rajaraja 24: 6 bahwa sepeninggal Yoyakim, yang naik tahta menggantikannya adalah Yoyakin, anaknya.

AYAT-AYAT KONTRADIKSI :

Kontradiksi Perjanjian Lama
1. Siapakah anak Daud yang kedua ?
a. Kileab (II Samuel 3: 2-3).
b. Daniel (I Tawarikh 3: 1)

2. Di Yerusalem, Daud mengambil beberapa gundik atau tidak ?
a. Ya! Daud mengambil beberapa gundik dan istrei (11 Samuel 5: 13-16).
b. Tidak! Daud hanya mengambil beberapa isteri saja (I Tawarikh 14: 3-7).

3. Berapa anak-anak Daud dari gundik di Yerusalem ?
a. 11 orang (Samuel 5: 13-16).
b. 13 orang (I Tawarikh 14 3-7).

4. Di Kota mana Daud mengambil tembaga ?
a. Betah dan Berotai (II Samuel 8: 8).
b. Tibhat dan dari Kun (I Tawarikh 18: 8)

5. Siapa anak Tou yang diutus untuk mengucapkan selamatkepada Daud ?
a. Yoram (II Samuel 8: 10).
b. Hadoram (1 Tawarikh 18: 9- 1 0)

6. Dari orang bangsa saja Daud mengambil perak dan emas untuk Tuhan ?
a. Aram (II Samuel 8: 11-12).
b. Edom (I Tawarikh 18: 14-16).

7. Siapakah panitera (sekretaris) Daud ?
a. Seraya (II Samuel 8: 15-17).
b. Sausa (I Tawarikh 18: 14-16).

8. Berapakah tentara berkuda tawanan Daud ?
a. 1.700 orang (II Samuel 8: 4).
b. 7.000 orang (I Tawarikh 18: 4).

9. Berapa ekor kuda kereta yang dibunuh Daud ?
a. 700 ekor (II Samuel 10: 18).
b. 7.000 ekor (I Tawarikh 19:18).

10. Yang dibunuh Daud, pasukan berkuda atau pasukan jalan kaki ?
a. 40.000 pasukan berkuda (II Samuel 10:8).
b. 40.000 pasukan berjalan kaki (I Tawarikh 19: 18).

11. Siapakah panglima musuh yang tewas di tangan Daud?
a. Sobakh (II Samuel 10: 18).
b. Sofakh (I Tawarikh 19: 18).

12. Daud memerangi Israel atas hasutan Tuhan atau atas bujukan iblis ?
a. Tuhan murka Ialu menghasut Daud (II Samuel 24: 1).
b. Setan bangkit Ialu membujuk Daud (I Tawarikh 21:1)

13. Siapakah kepala Triwira pengiring Yahudi ?
a. Isyabaal, orang Hakhmoni (II Samuel 23: 8).
b. Yasobam bin Hakhmoni (I Tawarikh 11:11).

14. Kepala Triwira Daud membunuh berapa orang ?
a. 800 orang (II Samuel 23:8).
b. 300 orang (I Tawarikh 11:11).

15. Berapakah angkatan perang Daud dari orang Israel ?
a. 800 orang (II Samuel 24: 9).
b. 1.100.000 orang (I Tawarikh 21:5).

16. Berapakah angkatan perang Daud dari orang Yehuda ?
a. 500.000 orang (11 Samuel 24:9).
b. 470.000 orang (I Tawarikh 21:5).

17. Berapakah kandang kuda milik Salomo (Sulaiman ?
a. 40.000 kandang (I Raja-raja 4:26).
b. 4.000 kandang (II Tawarikh 2:2).

18. Berapa mandor pengawas kerajaan Salomo (Sulaiman)?
a. 3.300 mandor (1 Raja-raja 5:16).
b. 3.600 mandor (II Tawarikh 2:2).

19. Berapa bat air di Bait Suci buatan Salomo ?
a. 2.000 bat air (I Raja-raja 7:26).
b. 3.000 bat air (II Tawarikh 4:5).

20. Berapakah jumlah keturunan Yakub seluruhnya ?
a. 66 jiwa (Kejadian 46:26).
b. jiwa (Keluaran 1:5).

21. Yang diharamkan, kelinci ataukah kelinci hutan ?
a. Kelinci (Imamat ll: 6).
b. Kelinci hutan (Ulangan 14: 6).

22. Yang haramkan, babi ataukah babi hutan ?
a. Babi hutan (Ulangan 14: 8, Imamat ll: 7).
b. Babi (Yesaya 66: 17).

23. Berapa lama Yoyakhim menjadi raja di Yerusalem ?
a. 3 bulan (11 Raja-raja 24: 8).
b. 3 bulan 10 hari (11 Tawarikh 36: 9).

24. Berapa lama Yesua dan Yoab yang pulang kembali ke Yerusalem dan Yehuda dari pembuangan Nebukadnezar ?
a. 2.812 orang (Ezra 2:6).
b. 2.818 orang (Nehemia 7:11).

25. Berapa anak-anak Benyamin ?
a. 10 orang (Kejadian 46:21).
b. 5 orang (Bilangan 26:38-39).
c. 3 orang (I Tawarikh 7:6).
d. 5 orang (1 Tawarikh 8:1-5).
Komentar Silsilah anak Benyamin itu, semuanya tidak sama baik nama maupun jumlahnya.

26. Berapa cucu Benyamin (anak-anak Bela) ?
a. 5 orang (I Tawarikh 7:7).
b. 9 orang (I Tawarikh 8:3-5).
c. 2 orang (Bilangan 26:40).
Buka dan bacalah ayat yang dimaksud. Terlihat jelas bahwa semua nama dan jumlah cucu Benyamin tidak ada yang sama.

27. Tuhan salah dalam batasan usia ?
a. Tuhan membatasi umur manusia hanya 120 tahun saja “Berfirman Tuhan: “Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja” (Kejadian 6:3). “Maka berkatalah TUHAN,’Aku tidak memperkenankan manusia hidup selama-lamanya; mereka mahluk fana, yang harus mati. Mulai sekarang umur mereka tidak akan melebihi 120 tahun” (Kejadian 6:3, Alkitab Bahasa Indonesia Sehari-hari).
b. Batasan usia dari Tuhan itu salah besar, karena banyak orang yang usianya melebihi 120 tahun. Adam hidup selama 930 tahun (Kej. 5:3-5), Set hidup selama 912 tahun (Kej. 5:6-8), Enos hidup selama 905 tahun (Kej.9-11), Keenam hidup selama 9 1 0 tahun (Kej. 5:12-14), Mahalaleel hidup selama 895 tahun (Kej. 5:15-17), Yared hidup selama 962 tahun (Kej. 5:18-20), Henokh hidup selama 365 tahun (Kej. 5:21-23), Metusalah hidup selama 969 tahun (Kej. 5:25-27), Lamekh hidup selama 777 tahun (Kej. 5:28-32), Nuh hidup selama 950 tahun (Kej. 9:29), Sem hidup selama 600 tahun (Kej. 11: 10-11), Arpakhsad hidup selama 438 tahun (Kej. 11:12-13), Selah hidup selama 433 tahun (Kej. ll: 14-15), Eber hidup selama 464 tahun (Kej. ll:16-17). Peleg hidup selama 239 tahun (Kej. ll:18-19), Rehu hidup selama 239 tahun (Kej.11: 22-21), Serug hidup selama 230 tahun (Kej. 11: 24-25), Sara hidup selama 127 tahun (Kej. 23: 1-2), Ismael hidup selama 137 tahun (Kej. 25:17), Nahor hidup selama 148 tahun (Kej. ll: 24-25), Yakub hidup selama 147 tahun (Kej. 47: 28), Lewi hidup selama 137 tahun (Kej. 6:15), Kehat hidup selama 133 tahun (Kej. 6:19), Harun hidup selama 123 tahun (BH 33:39), Ayub hidup selama 140 tahun (Ayub. 42: 16-17).

28. Tuhan menyesal atau tidak ?
a. Tuhan tidak punya sifat menyesal (I Samuel 15:29, Bilangan 23:19).
b. Tuhan menyesal dan pilu hati karena telah menciptakan manusia yang akhimya cenderung berbuatjahat di muka bumi (Kejadian 6:5-6). Tuhan menyesal karena telah Saul sabagai raja di Israel (I Samuel IS: 10-11, 35). Tuhan menyesal setelah mengacungkan tangan ke Yerusalem (II Samuel 24:16).Tuhan menyesal karena telah merancang malapetaka (Yeremia, 26:3, Yeremia 42:10, Keluaran 32: 14).

29. Tuhan bisa dilihat atau tidak ?
a. Tuhan tidak bisa dilihat dan didengar (Yohanes 5: 37,I Timotius 1:17, I Timotius 6:16, Keluaran 33: 20, I Yohanes 4:12).
b. Tuhan bisa dihhat dengan mata kepala (Keluaran 33:11), Kejadian 18:1, Yohanes 5:37), Keluaran 33:20; I Timotius 6:16, I Timotius 1: 17,I Yohanes 4:12, Kejadian 26:24).
c. Tuhan kelihatan kaki-Nya (Keluaran 24:9-10).
d. Tuhan kelihatan sedang duduk (Yesaya 6:1).
e. Tuhan bias dilihat dari jauh(Yeremia 31:3).

Sebenarnya masih ada ratusan lagi daftar kontradiksi dalam Perjanjian Lama. Tapi karena keterbatasan ruang muat, maka dalam indeks ini dicukupkan sampai disini daftar ayat kontradiksi dalam Perjanjian Lama. Untuk selengkapnya baca buku “Fakta Dan Data Kepalsuan Alkitab (Bibel)” yang akan segera terbit.

Kontradiksi Perjanjian Baru :

Silsilah Yesus dalam Alkitab bisa dilihat di dua kitab Injil yaitu Injil Matius 1:1-17 dan Injil Lukas 3: 23-38. sementara injil Markus dan Injil Yohanes diam seribu bahasa tak tahu menahu tentang silsilah Yesus.

1. Siapakah leluhur Yesus dari Adam sampai dengan Abraham?
a. Lukas menuliskan 21 nama dalam silsilah dari Adam sampai dengan Abraham.
b. Matius tidak menuliskan satu nama pun dalam silsilah dari Adam sampai dengan Abraham. Apakah Tuhan tidak memberikan inspirasi Yesus kepada Matius ? Apakah Tuhan pilih kasih terhadap Lukas ? Padahal Lukas termasuk dalam daftar murid Yesus di Injil Matius 10:2-4.

2. Berapa nama silsilah dari Abraham sampai dengan Daud ?
a. Lukas mencatat 15 nama dari Daud sampai dengan Yesus.
b. Matius hanya mencatat 14 nama dari Daud sampai dengan Yesus.

3. Dalam silsilah dari Abraham sampai dengan Daud, siapakah anak Hezron?
a. Anak Hezron adalah Arni (Lukas 3: 33).
b. Anak Hezron adalah Ram (Matius 1: 3).

4. Berapa nama silsilah Daud sampai dengan Yesus ?
a. Lukas mencatat 43 nama dari Daud sampai dengan Yesus.
b. Matius hanya mencatat 28 nama dari Daud sampai dengan Yesus.

5. Siapakah kakek Yesus ?
a. Yakub (Matius 1:6).
b. Eli (Lukas 3:31).

6. Siapakah anak daud yang menurunkan Yesus ?
a. Salomo (Matius 1: 6).
b. Natan (Lukas 3:31).

7. Yesus memasuki Yerusalem naik apa ?
a. Seekor keledai (Markus ll:7; Lukas 19:35).
b. Seekor keledai betina dan seekor keledai (Matius 21:7).

8. Ketika Yesus bertemu Yalrus, apakah anak perempuan Yairus sudah mati?
a. Ya! Sudah mati! (Matius 9:18).
b. Belum mati! Masih sakit dan hampir! (Markus 5: 23).

9. Bolehkah membawa tongkat dan kasut dalam pedalanan ?
a. Ya, boleh ! (Markus 6: 7-9).
b. Tidak, tidak boleh!! (Matius 10: 9- 1 0, Lukas 9: 1-3).

10. Kesaksian Yesus tentang dirinya, benar atau salah ?
a. Tidak benar (Yohanes 5: 31).
b. Benar (Yohanes 8:14).

11. Berapa jumlah orang buta yang bertemu Yesus di Yerikho?
a. Dua orang buta (Matius 20:29-30).
b. Hanya satu orang buta saja (Markus 10:46).

12. Dimana Yesus menemui orang kerasukan setan ?
a. Di Gedara (Matius 8:28).
b. Di Gerasa (Markus 5:1-2).

13. Berapa jumlah orang kerasukan setan yang ditemui Yesus ?
a. Ada 2 orang (Matius 8:28).
b. Hanya 1 orang saja (Markus 5: 1-2).

14. Apa yang diucapkan Yudas di hadapan Yesus ?
a. Salam Rabi (Matius 26: 49).
b. Rabi (Markus 14: 45),
c. Yudas tidak mengucapkan apa-apa/diam (Lukas 22:47).

15. Ketika Yesus berjalan di atas air, bagaimana respon para muridnya ?
a. Mereka menyembah Yesus (Matius 14:33).
b. Mereka tercengang dan bingung (Markus 6:51-52).

16. Jam berapa Yesus disalibkan ?
a. Jam sembilan (Markus 15:25).
b. Jam 12 Yesus belum disalibkan (Yohanes 19:14).

17. Yesus membawa damai dan keselematan atau onar ?
a. Yesus menyelamatkan dunia (Matius 5:9, Yohanes 3:17, Yohanes 10:34-36).
b. Yesus membawa onar, pedang dan kekacauan keluarga (Matius 10: 34-36).

18. Apa hukumnya bersunat ?
a. Sunat itu wajib (Kejadian 17:10-14, 17:14, Kejadian 21:4). Yesus tidak membatalkan sunat, (Matius 5: 17-20, Lirkas 2:21). Yesusjuga disunat (lukas 2: 21). Dan orang yang tidak disunat, tidak dapat diselamatkan (Kisah Para Rasul IS: 1-2).
b. Kata Paulus, sunat tidak wajib, tidak berguna dan tidak penting (Galatia 5:6, I Korintus 7:18-19).
19. Bolehkah makan babi ?
a. Babi haram dimakan (Ulangan 14:8, Imamat 11:7, Yesaya 66:17).
b. Kata Paulus, semua daging binatang halal dimakan, tidak ada yang haram (I Korintus 6: 12, I Korintus 10:25, Kolose 2:16, I Timotius 4-5, Roma 14:17).

20. Selain Yesus, adakah yang naik ke sorga ?
a. Tidak ada! Hanya Yesus saja yang pemah naik ke sorga (Yohanes 3: 13).
b. Henokh dan Elia telah naik ke sorga (Kejadian 5: 24, II Raja-raja 2. 1 1).

AYAT-AYAT TUHAN YANG RAGU-RAGU :

Tuhan ragu-ragu dalam ispirasi wahyu-Nya, sehingga memakai kata dugaan “kira-kira”.

Kira-kira jam 3 malam (Matius 14:25, Markus 6:48), kira-kira jam 3 (Matius 27:46), Kira-kira jam 3 petang (Kisah Para Rasul 10: 3) . Kira-kira jam 4 (Yohanes 1:39), Kira-kira jam 5 petang (Matius 20:6), Kira-kira jam 5 (Matius 20:9), Kirakira jam 9 (Kisah Para Rasul 23:23),

Kira-kira jam 9 pagi (Matius 20:3), Kira-kira jam 12 (Lukas 23:44, Yohanes 19:14), (irakira pukul 12 (Matius 20:5, Yohanes 4: 6, Kisah Para Rasul 10:9), Kira-kira 2 jam (Kisah Para Rasul 19:34), Kira-kira 3 jam (Kisah Para Rasul 5:7).

Kira-kira 12 orang (Kisah Para Rasul 19:7), Kira kira 20 orang (I Samuel 14:14), 1 Samuel 25:13, I Raja-raja 22:6, Kisah Para Rasul 5:36), kira-kira 600 orang (1 Samuel 14: 2,1 Samuel 23:13).

Kira-kira 1000 orang (Yudas 9:49), kira-kira dua atau tiga ribu orang (Yosua 7:3), kira-kira 3000 orang (Yosua 7: 4, Yudas 16:27), kira-kira 3000 jiwa (Kisah Para Rasul 2: 41), kira-kira 4000 orang (1 Samuel 4:2, Markus 8:9), kira-kira 5000 orang (Yosua 8:12), kira-kira 5000 laki-laki (Matius 14:21, Lukas 9:14, Yohanes 6:10, Kisah Para Rasul 4: 4).

Kira-kira 10.000 orang (Yudas 3:29), kira-kira lima belas ribu orang (Yudas 8:10), kira-kira 40.000 orang (Yosua 4:13).

Kira-kira 8 hari (Lukas 9: 28), kira-kira 10 hari (1 Samuel 25: 38), Kira-kira 3 bulan (Kejadian 38: 24. Lukas 1: 56), kirakira 12 tahun (Lukas 8: 42), kira-kira 30 tahun (Lukas 3: 23), kira-kira 100 tahun (Roma 4: 19), kira-kira 450 tahun (Kisah Para Rasul 13: 20).

Kira-kira 50 kati (Yohanes 19: 39), kira-kira 200 hasta (Yohanes 21: 8), kira-kira 2000 ekor babi (Markus 5: 13), kirakira 2 mil (Yohanes 11: 18).

KESAKSIAN PARA TEOLOG KRISTEN :

1. Dr.G.C Van Niftrik dan Dr. B.J Bolland :
“Kita tidak usah malu-malu, bahwa terdapat berbagai kekhilafan di dalam Alkitab; kekhilafan-kekhilafan tentang angka-angka perhitungan; tahun dan fakta. Dan tak perlu kita pertanggungjawabkan kekhilafan-kekhilafan itu pada caranya, isi Alkitab telah disampaikan kepada kita, sehingga kita akan dapat berkata: “Dalam naskah aslinya tentu tidak terdapat kesalahan-kesalahan, tetapi kekhilafan itu barulah kemudian terjadi di dalam turunan naskah itu. Isi Alkitab juga dalam bentuknya yang asli, telah datang kepada kita dengan perantaraan manusia” (Dogmatika Masa Kini, BPK Jakarta,1967, hal 298).

2. Dr. Mr D.C Mulder:
“Jadi benarlah Daud itu pengarang Mazmur yang 73 jumlahnya ? Hal itu belum tentu. Sudah beberapa kali kita suci menjumpai gejala bahasa orang Israel suka menggolongkan karangan-karangan di bawah nama orang yang termasyhur ……. Oleh karena itu tentu tidak mustahil pengumpulan-pengumpulan mazmur-mazmur itu (atau orang-orang yang hidup lebih kemudian) memakai nama Daud, karena raja itu termasyhur sebagai pengarang mazmur-mazmur. Dengan kata lain perkataan, pemakaian nama Daud, Musa, Salomo itu merupakan tradisi kuno, yang patut diperhatikan, tetapi tradisi itu tidak mengikat” (Pembimbing ke Dalam Perjanjian Lama, BPK Jakarta, 1963 hal. 205).

3. Dr. Welter Lempp;
“Susunan semesta alam diuraikan dalam Kitab Kejadian I tidak dapat dibenarkan lagi oleh ilmu pengetahuan modern” (Tafsiran Kejadian, hal 58). “Pandangan Kejadian I dan seluruh Alkitab tentang susunan semesta alam adalah berdasarkan ilmu kosmografi bangsa Babel. Pandangan itu sudah ketinggalan jaman” (Tafsiran Kejadian, hal, 65).

4. Dr. R. Soedarmo:
“Dengan pandangan bahwa Kitab Suci hanya catatan saja dari orang, maka diakui juga bahwa di dalam Kitab Suci mungkin sekali ada kesalahan. Oleh karena itu Kitab Suci mungkin sekali ada kesalahan. Oleh karena itu Kitab Suci denganbentuk sekarang masih dapat diperbaiki” (Ikhtisar Dogamtika, BPK Jakarta, 1965 hal. 47). “Di dalam Perjanjian Baru pun ada kitab-kitab yang diragukan antara lain Surat Wahyu dan Yakobus yang disebut surat Jeram” (Ikhtisar Dogmatika, BPK Jakarta, 1965 hal. 49).

SOLUSI AKHIR

Karena Alkitab (Bibel) sudah terbukti kepalsuannya, maka seharusnya kita berpaling dari Alkitab (Bibel). Carilah kitab suci yang sudah teruji keasliannya sepanjang zaman. Ciri-ciri kitab suci tersebut adalah:

1. Keotentikannya dijamin langsung oleh Tuhan.
2. Masih ada bahasa ashnya sesuai dengan sewaktu kitab suci tersebut diturunkan kepada nabi yang menerimanya.
3. Mudah dihafal karena Tuhan memberikan kemudahan bagi umat-Nya untuk menghafalkan wahyunya.
4. Umat yang meyakininya banyak yang hafal kitab suci tersebut diluar kepala.
5. Tidak mengandung pornografi.
6. Tidak ada kontradiksi antar ayat.
7. Relevan sepanjang zaman.

@jesusjustman:

Saya akan mengutib point no1 saja sbb:

KESAKSIAN PARA TEOLOG KRISTEN :

1. Dr.G.C Van Niftrik dan Dr. B.J Bolland :
“Kita tidak usah malu-malu, bahwa terdapat berbagai kekhilafan di dalam Alkitab; kekhilafan-kekhilafan tentang angka-angka perhitungan; tahun dan fakta. Dan tak perlu kita pertanggungjawabkan kekhilafan-kekhilafan itu pada caranya, isi Alkitab telah disampaikan kepada kita, sehingga kita akan dapat berkata: “Dalam naskah aslinya tentu tidak terdapat kesalahan-kesalahan, tetapi kekhilafan itu barulah kemudian terjadi di dalam turunan naskah itu. Isi Alkitab juga dalam bentuknya yang asli, telah datang kepada kita dengan perantaraan manusia” (Dogmatika Masa Kini, BPK Jakarta,1967, hal 298).

Saya sependapat dengan para teolog.
(Pfff, bahkan saya saja yang orang awam bisa melihat kemana arah pembicaraan para teolog tsb)

Mungkin yang dimaksud para teolog kristen itu sbb:

KARENA yang MENULIS isi dari alkitab adalah MANUSIA BIASA (bukan seperti klaim muslim yg bilang quran ditulis langsung oleh G@d, maka sangatlah mungkin telah terjadi pemahaman yg berbeda. Dan itu sah2 saja.
Tidak seperti quran yg kalian bilang hebat, tak bercela dan tak bercacat, TAK BERUBAH dan yang turun langsung dari langit dan tanpa kontradiksi SATU PUN!
SATUPUN TAK ADA kontradiksi di quran, karena quran adalah hasil buatan dari SONO.
Jadi tak boleh dipersalahkan, dikritik, diselidiki kebenarannya.

Jadi kalau shahih hadis Bukhari, shahih hadis Muslim, hadis-hadis yang lain dan juga para Islam Liberal, membawa bukti2 otentik mengenai proses turunnya Quran, yang jelas2 berasal hanya dari muhamaddd,,,,,,,
maka pendapat mereka(hadis2) lah yang harus dipersalahkan.
KAREEENAAA. quran turun dari langit.
TIDAK ADA yang salah dan tidak ada yang kontradiktif.

Untuk Jesusjustman,

Silahkan temukan kontradiksi di quran di sini;

http://answering-islam.org/Quran/Contra/

Juga asal-usul “turunnya” quran ada di sini :

http://www.indonesia.faithfreedom.org/forum/viewtopic.php?t=2278

juga asal usul muhamad dan aisya, ada di sini:

http://www.faithfreedom.org/Articles/sina/ayesha.htm

untuk sekedar hiburan, silahkan lihat :

Salam Damai.

==================================
Pelecehan Alkitab kepada para nabi
==================================
Kesemua ayat2 yang kamu kutib memang benar terjadi. Jadi itu cerita mengenai kelakuan mereka. Bukan pelecehan terhadap nabi. Itu memang kejadiannya.
Karena kesalahan Daud ke Betseba, maka terciptalah Mazmur Daud.

Tentang raja solomo yang punya 700 gundik. Itulah cerita yang sebenarnya. Kisah Raja Solomo itu, ya begitu itu. Itulah kesalahan2 yang dilakukan Solomo. Hal itu tertulis dalam alkitab agar supaya kita tahu mana yang salah dan mana yang benar. Supaya kita tidak mengikutinya. Dan bukannya penghinaan kepada nabi.

Aneh. cerita kok dibilang penghinaan. Itu cerita yang sesuai
sejarah. Memang begitu kelakuan solomon. Dia juga manusia sama seperti anda dan saya.

Point penting, Kalau yang ditulis di alkitab cuman point2 baiknya saja (seperti quran) ceritanya bakalan gak masuk akal.

Yaahhh setidaknya Alkitab mengakui hal tersebut. Tidak seperti quran, yang menutup-nutupi kelakuan muhamad yang “mengkonsumsi” anak gadis 9 tahun dengan alih2 ” itu kehendak allah” (allah yang mana? Walahualam).

Di alkitab jelas dibilang, Solomo salah karena beristri 700, nuh salah, daud pernah bersalah karena merebut Batseba. Solomo tidak pernah bilang: ” hey karena kemauan allah sajalah aku beristri 700″. Juga Daud tak pernah bilang : karena kemauan allah, maka saya sikat Betseba”
Semua tulisan itu menggambarkan betapa kita manusia masih memiliki sifat yg lemah terhadap godaan dunia.
(tidak seperti muhamad yang benar2 suci). Saking sucinya
muhahahamad, sampai2 dia bilang “itu kemauan allah” pada waktu dia mau “mengkonsumsi” aisya yang pada saat itu berumur 9 tahun.
kalau anda mau sedikit saja adil terhadap diri sendiri, silahkan cari di yahoo ketik : “muhamad dan aisya”.

anda bilang :
“Nabi Isa (Yesus) orang bodoh, idiot, dan emosional. Pada waktu bukan musim buah ara, Yesus mengutuk pohon ara yang tidak berbuah (Markus ll: 12-14; bandingkan: Yohanes 2:4 dan Yohanes 7:8-10)”

Dia mencontohkan sekaligus membuktikan bahwa kalau kamu memiliki iman, maka kamu akan bisa berkata seperti itu ke pohon ara. Bahkan tidak saja ke pohon, ke gunung pun anda bisa memerintah untuk pindah!
Kalau kamu baca ayat keseluruhan, maka kalian akan temukan bahwa pohon ara yg dikutuk yesus telah mati pada keesokan harinya.
Makanya BAcA-BACA-BACA jangan mengutip sepotong2.

==================================
Ayat-ayat yang tidah masuk akal.
===================================
1. Anak Lebih tua dari anaknya.
Di akhir dari II Tawarikh 21, tidak pernah disebutkan sampai usia berapa yoram hidup. Kalau yoram hidup cuma 40 tahun, maka anda benar. Tapi nyata2 tidak disebutkan yoram hidup HANYA sampai 40 tahun. Mungkin Ahazia lahir waktu yoram berumur 32. Dan waktu Yoram mati umur 84 maka usia Ahzia jelas 42. Jadi Karena tidak disebutkan
berapa usia Yoram pada saat kematiannya, bukan berarti anda dapat mengambil kesimpulan seperti itu.

Makanya saya bilang, silahkan perdalam ilmu tafsir terlebih dahulu sebelum membaca injil. Jangan anda mengemukakan pendapat hanya untuk ditertawakan pembacanya.

Untuk no 2 dan 3 saya rasa tidak perlu dibahas karena nomor satu diatas saya sudah membuktikan kepada pembaca bahwa otak kalian sedang melenceng saat menafsirkan ayat ayat tersebut.

===================================
Ayat-ayat yang mustahil dipraktekan
===================================

Inilah mengapa Yesus lahir ke dunia! yaitu untuk menggenapi dan memperbaharui hukum-hukum yang mustahil tsb.
Hukum yang lama berkata bahwa seluruh manusia haruslah melaksanakan hukum2 yang mustahil tersebut sementara kita sendiri menganggap mustahil. Itulah alasan Jesus datang ke dunia. Ngga Jelas kan?

===========
Ayat tahyul
===========
Anda bilang : “Cerita ini adalah cerita takhayul (mistik) yang
biasanya berkembang di masyarakat primitif”

Maafkan pertanyaan saya yg bodoh ini. Dari mana anda tahu bahwa itu hanyalah cerita tahyul. Adakah ini cuma pendapat anda atau ada penelitian yg dapat membuktikan.

Apa kamu sudah lahir waktu cerita itu dibuat?
(sori yg ini pertanyaan bodoh sekali dari saya, he he)

Disini dapat dengan mudah, diketahui apa tujuan sebenarnya dari penulisan artikel ini. Tak lain dan tak bukan hanyalah untuk menyerang, mengadili dan menyalahkan. Bukan mencari kebenaran.

==============================
Kontradiksi Perjanjian Baru/Lama
==============================

Injil sendiri adalah kisah kehidupan Yesus pada saat itu. Yang ditulis oleh 4 orang berbeda.
(sama dengan quran yang dituliskan oleh 40 0rang sahabat muhamad). Tentu saja hikmat yang didapat berbeda. Satu sama lainnya saling melengkapi.

Berdasarkan ayat2 yg anda tampilkan, saya yakin, anda membaca alkitab secara sepotong2, sama seperti si Deedat.
Anehnya, tidakkah kalian pernah berpikir kami bisa juga melakukan hal yang sama terhadap quran anda.

Saya yakinkan anda sekalian untuk memperdalam ilmu tafsir kalian. Bacalah injil jangan sepotong2.
membaca injil bukan membaca buku matematika. Diperlukan suasana damai di hati anda sekalian sebelum membacanya. Kalau anda mengkutib ayat2 injil hanya untuk menyerang, maka yang akan membatasi kalian hanyalah DAYA IMAGINASI anda. (kita tahu daya imaginasi
manusia adalah tak terbatas!).
Jadi kalau menurut anda semua isi dari injil adalah SUDAH salah, SUDAH kontradiksi satu sama lain, SUDAH jelek, tidak sah, dll dll, maka jadilah semua BENARLAH semua pendapat anda tsb.
Tapi kalau kalian benar2 mencari kebenaran, hal seperti ini
tidaklah terjadi.

Semua fakta2 yang anda tunjukkan adalah sesuatu hal yg saya hanya bisa menjawab dengan tertawa (sambil menutup mulut saya dan mengelus-elus dada).
Rasa sok tahu kalian telah menutup hati dan pikiran kalian, sehingga dengan mudahnya dan tanpa
berfikir jernih dan secara membabi-buta, telah mentafsirkan ayat2 tersebut secara sembarangan.
(bahkan saya yg tidak belajar injil secara mendalam pun bisa merasakan hal ini)

===============
Ayat ragu-ragu.
===============
Injil memang ditulis oleh manusia. Yaitu oleh Matius, Markus, Lukas, Yohanes. Apa yg ada di Matius, melengkapi apa yg ada di injil lainnya. Injil sendiri artinya Kabar Gembira, adalah kisah kehidupan Yesus Kristus di dunia.

*digunakannya kata kira-kira karena saat itu seiko dan Quartz belum ada. Bandingkan dengan : “kira-kira sepenanakan nasi” atau kira-kira sepeminuman kopi” . Itulah sistem waktu yang digunakan pada saat wiro sableng masih hidup. He he he

*digunakan kata kira-kira untuk menghitung 1000, karena sang penulis memang tidak tahu pasti ada berapa orang di suatu kerumunan. Lagipula, apakah ini suatu hal penting?
Itu kan cerita sejarah (bukan seperti quran yg SANGAT TEPAT dalam memperhitungkan sesuatu, karena berasal LANGSUNG dari .. ehem… atas)

================
KESIMPULAN SAYA
================

Alkitab nyata ditulis oleh manusia. Tidak seperti quran yang turun dari langit.
Alkitab terbuka untuk diperdebatkan, sedang quran sangat tertutup dan tak adil.
Kalian bisa bilang : Di injil, ayat A berbeda dengan ayat B.
tapi di quran, kalian bilang : “mana mungkin quran salah, karena diturunkan langsung dari langit.

Pertanyaan saya, Apa benar quran diturunkan dari langit?
Siapa yang melihat? Bagaimana proses turunnya. Siapa yang melihat pada saat malaikat berbicara ke muhamad.
Adakah saksi sejarah.

Saya akan posting sejarah turunnya quran di kesempatan lain.

Tapi saya yakin kalian muslim dengan enteng akan menjawab: “quran dari langit, jadi apapun sah dan benar”
itulah yang membuat orang2 seperti saya selalu saja tertawa melihat kelakuan kalian. JELAS NGGAK?

Sebagai bahan kajian. Terutama untuk, Jesustjustman, Penghibur, Moh.

Kontradiksi quran :

http://answering-islam.org/Quran/Contra/

http://www.carm.org/islam/Koran_contradictions.htm

Asal-usul “turunnya” quran yang Hebat ini ada di sini :

http://www.indonesia.faithfreedom.org/forum/viewtopic.php?t=2278

Muhamad dan Aisya :

http://www.faithfreedom.org/Articles/sina/ayesha.htm

Silahkan di cek kebenarannya.

Salam.

==================================
Pelecehan Alkitab kepada para nabi
==================================
Kesemua ayat2 yang kamu kutib memang benar terjadi. Jadi itu cerita mengenai kelakuan mereka. Bukan pelecehan terhadap nabi. Itu memang kejadiannya.
Karena kesalahan Daud ke Betseba, maka terciptalah Mazmur Daud.

Tentang raja solomo yang punya 700 gundik. Itulah cerita yang sebenarnya. Kisah Raja Solomo itu, ya begitu itu. Itulah kesalahan2 yang dilakukan Solomo. Hal itu tertulis dalam alkitab agar supaya kita tahu mana yang salah dan mana yang benar. Supaya kita tidak mengikutinya. Dan bukannya penghinaan kepada nabi.

Aneh. cerita kok dibilang penghinaan. Itu cerita yang sesuai
sejarah. Memang begitu kelakuan solomon. Dia juga manusia sama seperti anda dan saya.

Point penting, Kalau yang ditulis di alkitab cuman point2 baiknya saja (seperti quran) ceritanya bakalan gak masuk akal.

Yaahhh setidaknya Alkitab mengakui hal tersebut. Tidak seperti quran, yang menutup-nutupi kelakuan muhamad yang “mengkonsumsi” anak gadis 9 tahun dengan alih2 ” itu kehendak allah” (allah yang mana? Walahualam).

Di alkitab jelas dibilang, Solomo salah karena beristri 700, nuh salah, daud pernah bersalah karena merebut Batseba. Solomo tidak pernah bilang: ” hey karena kemauan allah sajalah aku beristri 700″. Juga Daud tak pernah bilang : karena kemauan allah, maka saya sikat Betseba”
Semua tulisan itu menggambarkan betapa kita manusia masih memiliki sifat yg lemah terhadap godaan dunia.
(tidak seperti muhamad yang benar2 suci). Saking sucinya
muhahahamad, sampai2 dia bilang “itu kemauan allah” pada waktu dia mau “mengkonsumsi” aisya yang pada saat itu berumur 9 tahun.
kalau anda mau sedikit saja adil terhadap diri sendiri, silahkan cari di yahoo ketik : “muhamad dan aisya”.

anda bilang :
“Nabi Isa (Yesus) orang bodoh, idiot, dan emosional. Pada waktu bukan musim buah ara, Yesus mengutuk pohon ara yang tidak berbuah (Markus ll: 12-14; bandingkan: Yohanes 2:4 dan Yohanes 7:8-10)”

Dia mencontohkan sekaligus membuktikan bahwa kalau kamu memiliki iman, maka kamu akan bisa berkata seperti itu ke pohon ara. Bahkan tidak saja ke pohon, ke gunung pun anda bisa memerintah untuk pindah!
Kalau kamu baca ayat keseluruhan, maka kalian akan temukan bahwa pohon ara yg dikutuk yesus telah mati pada keesokan harinya.
Makanya BAcA-BACA-BACA jangan mengutip sepotong2.

==================================
Ayat-ayat yang tidah masuk akal.
===================================
1. Anak Lebih tua dari anaknya.
Di akhir dari II Tawarikh 21, tidak pernah disebutkan sampai usia berapa yoram hidup. Kalau yoram hidup cuma 40 tahun, maka anda benar. Tapi nyata2 tidak disebutkan yoram hidup HANYA sampai 40 tahun. Mungkin Ahazia lahir waktu yoram berumur 32. Dan waktu Yoram mati umur 84 maka usia Ahzia jelas 42. Jadi Karena tidak disebutkan
berapa usia Yoram pada saat kematiannya, bukan berarti anda dapat mengambil kesimpulan seperti itu.

Makanya saya bilang, silahkan perdalam ilmu tafsir terlebih dahulu sebelum membaca injil. Jangan anda mengemukakan pendapat hanya untuk ditertawakan pembacanya.

Untuk no 2 dan 3 saya rasa tidak perlu dibahas karena nomor satu diatas saya sudah membuktikan kepada pembaca bahwa otak kalian sedang melenceng saat menafsirkan ayat ayat tersebut.

===================================
Ayat-ayat yang mustahil dipraktekan
===================================

Inilah mengapa Yesus lahir ke dunia! yaitu untuk menggenapi dan memperbaharui hukum-hukum yang mustahil tsb.
Hukum yang lama berkata bahwa seluruh manusia haruslah melaksanakan hukum2 yang mustahil tersebut sementara kita sendiri menganggap mustahil. Itulah alasan Jesus datang ke dunia. Ngga Jelas kan?

===========
Ayat tahyul
===========
Anda bilang : “Cerita ini adalah cerita takhayul (mistik) yang
biasanya berkembang di masyarakat primitif”

Maafkan pertanyaan saya yg bodoh ini. Dari mana anda tahu bahwa itu hanyalah cerita tahyul. Adakah ini cuma pendapat anda atau ada penelitian yg dapat membuktikan.

Apa kamu sudah lahir waktu cerita itu dibuat?
(sori yg ini pertanyaan bodoh sekali dari saya, he he)

Disini dapat dengan mudah, diketahui apa tujuan sebenarnya dari penulisan artikel ini. Tak lain dan tak bukan hanyalah untuk menyerang, mengadili dan menyalahkan. Bukan mencari kebenaran.

==============================
Kontradiksi Perjanjian Baru/Lama
==============================

Injil sendiri adalah kisah kehidupan Yesus pada saat itu. Yang ditulis oleh 4 orang berbeda.
(sama dengan quran yang dituliskan oleh 40 0rang sahabat muhamad). Tentu saja hikmat yang didapat berbeda. Satu sama lainnya saling melengkapi.

Berdasarkan ayat2 yg anda tampilkan, saya yakin, anda membaca alkitab secara sepotong2, sama seperti si Deedat.
Anehnya, tidakkah kalian pernah berpikir kami bisa juga melakukan hal yang sama terhadap quran anda.

Saya yakinkan anda sekalian untuk memperdalam ilmu tafsir kalian. Bacalah injil jangan sepotong2.
membaca injil bukan membaca buku matematika. Diperlukan suasana damai di hati anda sekalian sebelum membacanya. Kalau anda mengkutib ayat2 injil hanya untuk menyerang, maka yang akan membatasi kalian hanyalah DAYA IMAGINASI anda. (kita tahu daya imaginasi
manusia adalah tak terbatas!).
Jadi kalau menurut anda semua isi dari injil adalah SUDAH salah, SUDAH kontradiksi satu sama lain, SUDAH jelek, tidak sah, dll dll, maka jadilah semua BENARLAH semua pendapat anda tsb.
Tapi kalau kalian benar2 mencari kebenaran, hal seperti ini
tidaklah terjadi.

Semua fakta2 yang anda tunjukkan adalah sesuatu hal yg saya hanya bisa menjawab dengan tertawa (sambil menutup mulut saya dan mengelus-elus dada).
Rasa sok tahu kalian telah menutup hati dan pikiran kalian, sehingga dengan mudahnya dan tanpa
berfikir jernih dan secara membabi-buta, telah mentafsirkan ayat2 tersebut secara sembarangan.
(bahkan saya yg tidak belajar injil secara mendalam pun bisa merasakan hal ini)

===============
Ayat ragu-ragu.
===============
Injil memang ditulis oleh manusia. Yaitu oleh Matius, Markus, Lukas, Yohanes. Apa yg ada di Matius, melengkapi apa yg ada di injil lainnya. Injil sendiri artinya Kabar Gembira, adalah kisah kehidupan Yesus Kristus di dunia.

*digunakannya kata kira-kira karena saat itu seiko dan Quartz belum ada. Bandingkan dengan : “kira-kira sepenanakan nasi” atau kira-kira sepeminuman kopi” . Itulah sistem waktu yang digunakan pada saat wiro sableng masih hidup. He he he

*digunakan kata kira-kira untuk menghitung 1000, karena sang penulis memang tidak tahu pasti ada berapa orang di suatu kerumunan. Lagipula, apakah ini suatu hal penting?
Itu kan cerita sejarah. (tidak seperti quran yg segala sesuatunya sangatlah Tepat, karena yg buat adalah ehem..
)

================
KESIMPULAN SAYA
================

Alkitab nyata ditulis oleh manusia. Tidak seperti quran yang turun dari langit.
Alkitab terbuka untuk diperdebatkan, sedang quran sangat tertutup dan tak adil.
Kalian bisa bilang : Di injil, ayat A berbeda dengan ayat B.
tapi di quran, kalian bilang : “mana mungkin quran salah, karena diturunkan langsung dari langit.

Pertanyaan saya, Apa benar quran diturunkan dari langit?
Siapa yang melihat? Bagaimana proses turunnya. Siapa yang melihat pada saat malaikat berbicara ke muhamad.
Adakah saksi sejarah.

Saya akan posting sejarah turunnya quran di kesempatan lain.

Tapi saya yakin kalian muslim dengan enteng akan menjawab: “quran dari langit, jadi apapun sah dan benar”
itulah yang membuat orang2 seperti saya selalu saja tertawa melihat kelakuan kalian. JELAS NGGAK?

Sebagai bahan kajian. Terutama untuk, Jesustjustman, Penghibur, Moh.

Kontradiksi quran :

http://answering-islam.org/Quran/Contra/

http://www.carm.org/islam/Koran_contradictions.htm

Asal-usul “turunnya” quran yang Hebat ini ada di sini :

http://www.indonesia.faithfreedom.org/forum/viewtopic.php?t=2278

Muhamad dan Aisya :

http://www.faithfreedom.org/Articles/sina/ayesha.htm

Silahkan di cek kebenarannya.

Salam.

ya iyalah….

manusia berdosa butuh penolong..

ya itu..

satu..

Yesus yang bisa menolong..
JBU

Nubuat di dalam Yesaya 42 menceritakan tentang Ahmad, ‘Hamba Allah’ yang akan berperang dan mebawa keadilan pada agama Allah. Dia juga akan membebaskan Arabia dari amalan penyembahan berhala. Gurun, desa-desa dan kota-kota Arabia akan memuliakan dan memuji Allah. Ini adalah apa yang terjadi sehingga ke hari ini. Seluruh Arabia memuji dan mengagungkan Allah, menyanyikan kalimat Allah setiap hari.

Dan seterusnya kita membaca Yesaya 42:18 – 25; perihal Bani Israel akan tetap tuli dan buta karena mereka mengabaikan perintah Allah yang dibawa oleh ‘Hamba Allah’ ini.
~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~

Dalam Yesaya 42:1, ianya bukanlah kebetulan jika kita melihat pada penulisan אתמך (Atmc) אחמד (Ahmd). Dan kalimat sebelum אתמך (Atmc), adalah עבדי (Abedi ~ Hamba Ku). Nubuat ini tidak lain; hanya merujuk pada Ahmad, Abedallah (Ahmad, Hamba Allah).

Istimewanya penulisan אתמך (Atmc), ia satu kalimat yang meperihalkan nubuat akan datangnya Hamba Allah serta ditulis sekali sahaja dalam Alkitab. [Apakah pena yang menulis salah menyalin atau ianya kesalahan yang disengaja?]

Bani Israel telah menerima nubuat kedatangan Ahmad namun malang, hanya sedikit yang menerima.

Berikan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Stat

Blog Stats

  • 345,931 hits
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: