Agamaku Kesaksianku

Yesus Sang Pemimpin Sejati

Posted by: agamaku on: Januari 20, 2008

Saat saya membaca buku The 21 Irrefutable Laws of Leadership” (Indonesia: “21 Hukum Kepemimpinan”) karangan John C. Maxwell, saya lantas membandingkannya dengan sosok yang amat-sangat saya kagumi, yaitu Yesus Kristus. Mengapa? Rupanya semua hukum kepemimpinan yang dituliskan oleh John C. Maxwell dipenuhi oleh Yesus. Tidak hanya dipenuhi bahkan dilampaui oleh Yesus Kristus.

Walau di bukunya tersebut semua contoh diambil dari pengalaman hidup para pemimpin besar manusia, tetapi karena Maxwell adalah seorang pendeta, menjadikan saya semakin yakin kalau Maxwell menyarikan semua hukum tersebut dari kepemimpinan Yesus Kristus.

Maxwell menyarikan semua hukum tersebut ke dalam 21 hukum, yaitu meliputi:

1) Hukum Katup

Kemampuan memimpin adalah katup yang menentukan tingkat keefektifan seseorang. Dan Yesus adalah seorang pemimpin yang sempurna dengan tingkat keefektifan yang sempurna pula. Dalam kurun waktu pelayanan-Nya yang diperkirakan hanya 3 sampai 3,5 tahun, Yesus telah memimpin ribuan orang. Tidak hanya menjadikan mereka pengikut, tetapi Yesus menjadikan para pengikut-Nya sebagai pemimpin umat manusia.

Dampaknya sangat luar biasa. Walau kepemimpinan-Nya sangat singkat, jumlah pengikut-Nya terus bertambah. Bahkan perkembangannya jauh melampaui masa-Nya. Sampai kini tidak terbilang berapa jumlah pengikut-Nya. Kita hanya bisa menyebutkannya sebagai yang terbesar dari seluruh kelompok di dunia.

2) Hukum Pengaruh

Tidak ada seorang pun di muka bumi ini yang memiliki pengaruh sebesar Yesus Kristus. Baik semasa hidup-Nya, mau pun setelah Dia naik ke surga. Pengaruh-Nya tidak hanya bagi pemeluk agama Kristen, tetapi juga bagi agama-agama lain.

Pengaruh Yesus yang besar inilah yang membuat pengikut-Nya menjadi besar dan semakin besar. Dan saya yakin bahwa pengaruh Yesus ini tidak akan pernah pudar, malahan akan semakin kuat dan besar sejalan dengan perkembangan jaman.

Dan yang luar biasa adalah bahwa Yesus memperoleh pengaruh-Nya bukan dengan jalan kekerasan, melainkan dengan kasih. Yesus sangat mengasihi manusia bahkan sampai rela menyerahkan seluruh hidup-Nya. Pelayanan kasih-Nya sungguh luar biasa. Pengajaran-Nya yang melampaui pemikiran manusia juga salah satu faktor yang membuat pengaruh-Nya menjadi sangat besar dan terus membesar.

3) Hukum Proses

Seorang pemimpin membutuhkan waktu proses untuk perkembangan jiwa kepemimpinannya. Demikian juga dengan Yesus.

Dalam kitab suci tercatat bahwa pada masa kanak-kanak Yesus sudah mengajar di Bait Allah. Para ahli kitab memperkirakan waktu itu Yesus berusia 12 atau 14 tahun. Suatu proses kepemimpinan yang sangat pesat. Yesus belajar semua yang diperlukannya dalam waktu yang sangat cepat, jauh melebihi kemampuan manusia modern saat ini sekalipun.

Proses pembelajaran yang sangat cepat ini tentu didukung oleh kemampuan adi kodrati yang dimiliki Yesus. Dan ini pulalah yang membuat Yesus menjadi seorang pemimpin yang sangat efektif dan paling berpengaruh.

4) Hukum Navigasi

Siapapun nahkodanya, pemimpinlah yang menentukan arahnya. Dan Yesus dengan sangat akurat menentukan arah kehidupan kepemimpinan-Nya. Yesus mengajarkan bahwa setiap manusia harus menuju ke Kerajaan Allah yang kekal. Dan untuk tujuan ini, Yesus mengajarkan banyak hal agar manusia tidak tersesat, melainkan dengan sangat tepat mencapai tujuan.

Untuk dapat mencapai Kerajaan Allah, Yesus tidak hanya memberikan banyak pelajaran, tetapi juga memperlengkapi manusia (= pengikut-Nya) dengan kesiapan rohani dan jasmani. Meskipun demikian Yesus tidak hanya memberikan kesembuhan rohani dan jasmani, tetapi juga menguatkan iman dan pengharapan. Untuk mendukung itu semua, Yesus mengajarkan doa yang sangat efektif dan berlaku sepanjang masa, yaitu Doa Bapa Kami.

Tetapi yang terbesar dari itu semua, Yesus telah menurunkan Roh Kudus sebagai cahaya penerang yang selain sebagai penerang jalan kehidupan, juga sebagai penunjuk jalan. Roh Kudus juga akan menghibur kita di perjalanan hidup ketika kita mengalami pencobaan.

Selanjutnya, sebagai pembuktian dari efektivitas jalan yang diajarkan-Nya, Yesus membuktikan diri di hadapan ratusan murid dengan pengangkatan diri-Nya ke surga. Sebuah perjalanan hidup yang singkat tetapi membahagiakan. Semuanya karena efektivitas dari jalan dan konsistensi dari arah. Tidak berlebihan jika banyak agama pun menyebutkan bahwa Yesus adalah “Jalan dan Kebenaran dan Hidup.”

5) Hukum E. F. Hutton

Makna dari hukum ke-5 tulisan Maxwell ini adalah bahwa: Jika pemimpin sejati berbicara, orang akan mendengarkannya.

Dan Yesus adalah contoh yang paling tepat untuk itu. Di dalam kitab suci tercatat bahwa ribuan orang hening dan dengan taat mendengarkan pengajaran Yesus. Pengajaran-Nya dinantikan setiap orang. Bahkan semua orang tetap mengikuti-Nya walau pun pengajaran-Nya telah usai.

Peristiwa yang sungguh luar biasa adalah saat Yesus sampai harus mengajar di perahu sementara banyak orang yang haus akan pengajaran-Nya mendengarkan dari tepian pantai. Demikian pula saat Yesus terus didesak untuk memberikan pengajaran walau Yesus telah sangat lelah.

Dan peristiwa-peristiwa pengajaran yang melibatkan banyak orang ini (diperkirakan lebih dari 5.000 orang laki-laki. Belum termasuk para wanita dan anak-anak) terjadi tanpa kerusuhan. Sungguh sangat luar biasa.

Di sisi lain, jauh melebihi hukum ini, Yesus menunjukkan kasih-Nya dengan memperhatikan kebutuhan orang-orang, yaitu dengan memberi mereka makan. Semua orang terjamin. Pengajaran, kesembuhan dan kebutuhan makan mereka dipenuhi oleh Yesus.

6) Hukum Landasan Yang Mantap

Inti dari hukum ini adalah kepercayaan. Kepercayaan adalah sebuah landasan yang kuat dari kepemimpinan. Dan Yesus mampu membangun kepercayaan yang besar bagi para pengikut-Nya.

Semua murid dan pengikut sangat mempercayai Yesus hingga mereka rela meninggalkan hidup mereka dan mengikuti Yesus. Selain para murid yang ditunjuk, Yesus juga memiliki banyak sekali pengikut setia. Para murid dan pengikut ini rela meninggalkan harta benda dan keluarga demi mengikuti Yesus. Tidak lain dan tidak bukan adalah karena mereka mempercayai Yesus 100%.

Mengapa Yesus dapat meraih kepercayaan sedemikian besar? Semuanya adalah karena hikmat-Nya. Kebijaksanaan Yesus jauh melampaui para ahli-ahli Taurat dan bahkan para raja. Tidak heran jika sejak usia kanak-kanak Yesus telah memimpin di Bait Allah.

Selain pengajaran tentang kebijaksanaan, Yesus juga banyak memberikan mujizat. Misalnya adalah dengan menyembuhkan orang-orang yang sakit dan kerasukan setan, menghidupkan orang mati, memberi makan banyak orang, berjalan di atas air, meredakan badai, dan masih banyak mujizat yang dibuat-Nya.

Semua orang percaya bahwa Yesus adalah Mesias, Yang Diurapi, Raja Segala Raja yang akan menyelamatkan umat manusia sekaligus mengantarkan kita kembali ke Kerajaan Allah. Semua percaya bahwa Yesus membawa janji baru Allah atas kehidupan umat manusia.

7) Hukum Kehormatan

Dengan sendirinya orang-orang akan mengikuti pemimpin yang kuat. Dan Yesus adalah pemimpin yang sangat kuat. Yesus memiliki kehormatan yang luar biasa. Yesus mampu menarik pengikut jauh melampaui pemimpin-pemimpin terkemuka baik semasa hidup-Nya, sebelum masa hidup-Nya, bahkan di masa setelah kehidupan-Nya di bumi ini.

Tidak heran jika para pemuka agama, politik dan negara pada saat itu sangat mencemburui Yesus. Tak terbilang upaya-upaya kotor dari para pemimpin yang iri hati dan dendam terhadap kehormatan kepemimpinan Yesus. Banyak yang merasa terancam dengan pertumbuhan dan perkembangan kepemimpinan Yesus.

Tidak dapat dipungkiri bahwa itu semua adalah karena kehormatan kepemimpinan Yesus yang sangat besar. Semua murid dan pengikut amat-sangat menghormati-Nya. Bahkan lebih jauh dari pada menghormati, yaitu mengasihi. Ya, Yesus telah memberikan penghormatan dan kasih terbesar bagi umat manusia dan Yesus memperoleh penghormatan dan kasih dari umat manusia.

8 ) Hukum Intuisi

Dikatakan bahwa pemimpin memiliki intuisi yang sangat baik. Tetapi menurut saya, Yesus jauh melebihi semua hal itu. Yesus memiliki pengetahuan jauh melampaui pengetahuan manusia. Yesus bahkan memiliki kemampuan mengetahui hal-hal di masa depan, sebelum semuanya itu terjadi.

Yesus jauh melampaui hukum intuisi pemimpin ini.

9) Hukum Daya Tarik

Saya sangat suka ketika mengaitkan hukum daya tarik ini dengan sosok Yesus. Daya tarik Yesus sungguh luar biasa.

Pada saat kelahiran-Nya, Yesus telah menarik orang-orang Majus, para Malaikat, dan para gembala (terkait: “Telah Lahir Sang Juru Selamat”). Pada masa hidup-Nya, Yesus bahkan menarik orang lebih banyak lagi. Dan terus bertambah sampai masa kini.

Sang nabi pendahulu, yaitu Yohanes Pembaptis pun sangat mengagumi Yesus. Pengikut Yohanes Pembaptis pun mengikuti Yesus dan bahkan kelak menjadi murid-murid-Nya yang setia sampai akhir hidupnya.

Yesus menarik begitu banyak orang tidak dengan kekerasan, melainkan dengan pengajaran-Nya yang sungguh luar biasa. Para murid-Nya pun menjadi pemimpin-pemimpin besar. Catat saja nama-nama pengikut-Nya yang menjadi pemimpin besar, misalnya Petrus, Yohanes, Paulus, dan lain-lain. Catat pula pemimpin-pemimpin sukses masa kini yang merupakan pengikut Yesus. Jangan lupa bahwa John C. Maxwell pun (yang sering didaulat sebagai pemimpinnya pemimpin) merupakan pengikut Yesus.

Tapi yang unik dari penjabaran hukum daya tarik ini, selain banyaknya orang yang tertarik kepada Yesus dan kemudian mengikuti-Nya, tidak kalah banyak pula jumlah orang yang ditarik oleh Yesus. Kita tentu ingat ketika Saulus yang merupakan seorang penganiaya jemaat yang hebat yang setelah dipanggil Yesus kemudian menjadi salah satu pemimpin besar kekristenan. Ketika Saulus dipanggil Yesus, namanya pun berubah menjadi Paulus. Dia adalah salah satu peletak pondasi gereja purba.

10) Hukum Hubungan yang Baik

Pemimpin yang baik memiliki hubungan yang baik dengan pengikutnya. Hubungan baik ini terjalin atas dasar hubungan batin yang baik.

Yesus memiliki hubungan yang sangat baik dengan para murid dan pengikut-Nya. Yesus sangat mengasihi mereka. Yesus sangat memperhatikan kebutuhan rohani dan jasmani para murid-Nya (dahulu dan kini). Dan imbalannya adalah bahwa para murid dan pengikut-Nya pun dengan setia mengikuti-Nya. Tidak ada hubungan yang sedemikian kuat antara Pemimpin dengan pengikutnya selain dari hubungan Yesus dengan para murid-Nya.

Seperti halnya yang ditulis oleh Maxwell, hubungan pemimpin dengan pengikutnya terjalin atas hubungan antar individu. Demikian juga antara Yesus dengan murid-murid-Nya. Yesus sangat mengenal para murid-Nya. Tidak hanya karena mereka adalah murid-Nya tetapi Yesus juga mengenal segenap latar belakang dan masa depan para murid-Nya.

11) Hukum Lingkungan Sepergaulan

Inti dari hukum kepemimpinan yang ditulis oleh Maxwell ini adalah bahwa potensi seorang pemimpin ditentukan oleh orang-orang terdekatnya. Demikian pula dengan Yesus. Bahkan demi lingkungan yang baik ini pulalah yang mengakibatkan Allah mempersiapkan segala sesuatunya demi Yesus.

Allah telah memilih Maria sebagai ibunda Yesus. Maria adalah seorang gadis yang sangat taat kepada Allah. Sepanjang hidupnya dihabiskan untuk mengabdi kepada Allah. Hidupnya tanpa noda dosa. Budi pekerti Maria pun sungguh luar biasa. Sejak dari kandungan Maria telah dipersiapkan untuk menjadi ibunda Yesus.

Allah juga telah mempersiapkan Yohanes sebagai nabi pembuka. Yohanes yang merupakan anak dari Nabi Zakaria ini lahir dari keluarga yang juga sangat taat kepada Allah.

Di masa kanak-kanak, Yesus banyak bergaul dengan Maria yang lebih banyak membentuk budi pekerti Yesus. Dan kemudian ketika remaja Yesus banyak bergaul dengan Yohanes yang banyak mempengaruhi misi-Nya.

Dalam masa kanak-kanak-Nya pun tercatat bahwa Allah menentukan lingkungan pertumbuhan dan perkembangan Yesus. Mulai dari pelarian ke Mesir, kembali ke Nazareth, dan lain-lain. Saya yakin bahwa Allah telah memberikan lingkungan yang terbaik bagi Yesus sehingga Yesus dapat tumbuh dan berkembang sedemikian hebatnya.

Tetapi semasa pelayanan-Nya, Yesus tidak memandang status atau pun derajat manusia. Yesus dengan mudah berbaur dengan segala bangsa manusia. Baik Yahudi, Samaria, Romawi dan lain-lain. Yesus dengan mudah bergaul dengan para pendosa dan pengidap penyakit yang diasingkan oleh masyarakat. Yesus merangkul setiap orang dan sangat menyayangi kanak-kanak.

Semuanya itu berkat kasih-Nya yang sungguh luar biasa. Hanya kasih yang sedemikian besarlah yang dapat membuat semua hal itu terjadi.

Saya mengimani bahwa bukan karena lingkungan Yesuslah yang membentuk Yesus, tetapi justru Yesuslah yang membangun lingkungan yang baik bagi para murid-Nya. Dengan demikian justru Yesuslah yang membentuk para pemimpin besar tersebut. Sungguh luar biasa jika kita mau mempelajari kehidupan fantastis Yesus dan mau tinggal dalam teladan-Nya.

12) Hukum Pemberdayaan

Semasa hidup-Nya, Yesus telah banyak memberdayakan orang. Tidak hanya kedua belas murid-Nya, tetapi juga kepada 70 pengikut pilihan-Nya. Kesemuanya menjadi pemimpin besar dan berpengaruh.

Tidak hanya mempersiapkan mereka menjadi pemimpin, Yesus juga meningkatkan pengetahuan dan kepercayaan mereka. Tetapi yang juga penting adalah bahwa Yesus menyembuhkan segenap penyakit jasmani, rohani dan duniawi. Semuanya tidak lain dan tidak bukan adalah demi pemberdayaan hidup manusia.

13) Hukum Reproduksi

Rasanya hukum ini melekat kepada Yesus dengan tidak terbantahkan. Yesus telah merekrut orang-orang pilihan yang kelak akan menjadi pemimpin-pemimpin besar. Yesus telah mempersiapkan para murid-Nya dengan bekal pengetahuan dan kebijaksanaan. Mental para murid pun dibangun dengan baik sehingga kelak mereka dapat memimpin dengan penuh konsistensi dan kepercayaan dan pengharapan yang besar dan mantap.

Alkitab pun mencatat hal yang sangat luar biasa dari perkembangan gereja purba. Tidak lain dan tidak bukan adalah karena Yesus menghasilkan banyak pemimpin besar. Dan pemimpin-pemimpin besar ini pun kemudian menghasilkan pemimpin-pemimpin besar lainnya. Sehingga jumlah pengikut Kristus pun meledak jumlahnya.

14) Hukum Kepercayaan

Para pengikut sangat mempercayai pemimpinnya, baru kemudian visinya. Dalam kasus kepemimpinan Yesus, reputasi Yesus telah melampaui masa kehidupan-Nya. Orang-orang telah mempercayai kehadiran seorang Mesias yang akan menyelamatkan kaum Israel. Dan banyak orang mempercayai bahwa Yesus adalah Mesias yang dijanjikan itu. Orang telah lebih dahulu mempercayai Mesias. Dan kemudian orang percaya bahwa Yesuslah Mesias itu.

Berangkat dari kepercayaan masyarakat yang demikian besar, Yesus kemudian memberikan pengajaran-Nya yang lebih banyak mendobrak hukum dan norma dan tradisi yang berlaku saat itu. Banyak yang tidak menyetujui ajaran-Nya. Bahkan banyak yang tidak segan menentang-Nya.

Tetapi lebih banyak orang yang mempercayai bahwa Yesus adalah Mesias sehingga ajaran-Nya dengan mudah dapat diterima oleh orang-orang dari golongan yang percaya.

15) Hukum Kemenangan

Bahkan Yesus yang mengajarkan untuk mengasihi musuh pun berorientasi pada kemenangan. Tetapi kemenangan Yesus bukan atas dasar kompetisi dengan manusia lain, tetapi kemenangan surgawi dimana kita akan menang ketika kita beroleh keselamatan.

Yesus lebih mengajarkan kepada kemenangan terhadap iblis alias penguasa dunia ketimbang kemenangan terhadap sesama manusia. Oleh karena itu Yesus mengajak kita untuk mengasihi musuh-musuh kita dan mendoakan mereka. Sungguh benar-benar jauh melampaui nalar manusia biasa.

16) Hukum Momentum Besar

Yesus memilih waktu yang tepat dan terjadilah momentum besar. Tentu kita ingat saat Yesus memasuki kota Yerusalem (Minggu Palem). Saat itu terjadilah gegap gempita yang sungguh luar biasa. Yesus dielu-elukan sebagai seorang raja walau pun hanya mengendarai keledai muda.

Yesus telah menggabungkan tradisi setempat untuk mengambil momen yang pas demi kedatangan-Nya di Yerusalem. Dan itu sangat tepat sehingga momen besar terjadi. Yesus memiliki lebih banyak lagi orang yang percaya dan pengikut. Yesus telah merebut banyak perhatian masyarakat dan menjadikan-Nya lebih besar lagi.

17) Hukum Prioritas

Hukum prioritas telah tercatat dengan sangat baik di Alkitab. Pertama kali pernyataan penekanan prioritas oleh Yesus adalah saat Yesus lebih memprioritaskan Rumah Bapa (Bait Suci) ketimbang pulang ke rumah. Akibatnya kedua orang tua Yesus harus berputar balik mencari Yesus. Padahal upaya kedua orang tua Yesus ini memerlukan waktu beberapa hari. Tentu saja kedua orang tua Yesus khawatir karena saat itu Yesus masih kanak-kanak.

Tetapi rupanya jawaban Yesus tidak menyerupai jawaban kanak-kanak biasa. Yesus dengan kepenuhan otoritas menjawab bahwa Dia lebih memprioritaskan Rumah Bapa (Bait Suci).

Selanjutnya Yesus juga menyatakan prioritas-Nya secara lebih gamblang, yaitu dengan memanggil orang-orang yang tersesat. Dia hadir bukan untuk orang benar, tetapi justru untuk orang-orang berdosa. Yesus banyak membuat orang berdosa tobat dan membuat orang sakit dan kerasukan menjadi sembuh.

Tidak luput dari daftar prioritas, Yesus juga mengangkat para pemimpin (murid) dan kemudian melatih mereka menjadi pemimpin prajurit rohani. Ketika semuanya telah tercukupi dan terpenuhi, maka berakhirlah karya-Nya di dunia.

18) Hukum Pengorbanan

Rasanya hukum pengorbanan ini lebih mudah digambarkan dengan pengorbanan Yesus. Suatu saat Yesus berkata bahwa lebih baik jika Yesus diambil dari dunia sehingga hadirlah Roh Kudus. Karena dengan demikian pertumbuhan rohani manusia menjadi sangat meningkat karena segenap nubuatan terhadap janji keselamatan itu telah terpenuhi.

Dan Yesus menunjukkan dengan cara yang sangat dramatis. Yesus rela berkorban dengan cara yang paling menyakitkan. Bagaimana tidak? Pengorbanan Yesus sungguh sangat menyakitkan. Tidak hanya menyakitkan fisik-Nya tetapi juga hati-Nya. Dan yang terpenting dari itu semua adalah kebesaran hati Yesus yang berkenan mengampuni semuanya itu walau pun telah hancur raga-Nya.

Terlepas dari pengorbanan-Nya sendiri, Yesus juga mengajarkan kepada para murid bahwa setiap murid harus siap dan rela berkorban. Tiada kasih yang lebih besar dari pada kasih seseorang yang merelakan hidupnya demi sesamanya. Pengorbanan adalah bagian dari kasih. Dan oleh karena itulah seorang pemimpin besar harus memiliki kasih yang besar pula yang memampukan dia untuk dengan rela mengorbankan dirinya sendiri demi sesamanya.

19) Hukum Waktu Yang Tepat

Sungguh luar biasa kalau Yesus mengetahui kapan waktu yang paling tepat bagi segala hal. Tercatat di Alkitab bahwa beberapa kali Yesus mengatakan “Waktunya belum tiba…”, “Waktunya akan segera tiba…”, “Waktunya telah tiba…” dan “Nubuatan telah digenapi…”

Yesus sungguh-sungguh tahu akan waktu yang tepat. Apa yang harus dipersiapkan telah disiapkan. Apa yang harus digenapi telah digenapi dengan tepat, baik waktu mau pun peristiwanya.

Dengan pengetahuan waktu yang presisi inilah yang mengakibatkan segalanya berjalan dengan lancar sesuai dengan nubuatan yang telah tertulis ribuan tahun sebelumnya. Dan karenanya, misi-Nya berhasil dan menjadi tonggak keselamatan sepanjang masa.

20) Hukum Pertumbuhan Yang Eksplosif

Yesus tahu bahwa karya-Nya di dunia akan berakhir sehingga Yesus harus segera membangun pemimpin-pemimpin-Nya untuk meneruskan misi-Nya di dunia, yaitu untuk menyelamatkan umat manusia.

Bermula dari 12 murid kemudian berkembang menjadi 70 murid di masa hidup Yesus hingga akhirnya menjadi ribuan bahkan jutaan pemimpin besar lahir dari kepemimpinan Yesus setelah masa kehidupan Yesus di dunia.

Dari para pemimpin besar inilah berkembang lebih banyak lagi pengikut Yesus. Di masa sekarang, gereja Katolik merupakan gereja yang terbesar pengikutnya di dunia jauh melampaui agama-agama lain di dunia. Pengaruh dan kekayaannya sungguh luar biasa. Dan itu tidak mungkin terwujud tanpa hadirnya pemimpin-pemimpin besar yang lahir berkat kepemimpinan Yesus Kristus.

21) Hukum Warisan

Rasanya tidak terbantahkan bahwa Yesus mewariskan nilai-nilai kepemimpinan dan pengajaran-Nya yang kuat dan terus berlaku hingga saat ini. Pemimpin besar duniawi yang memiliki nilai historis tinggi hanya akan menjadi sejarah dan hanya dikenang sampai kini. Tetapi kepemimpinan Yesus yang luar biasa menjadikan lebih banyak lagi manusia menjadi pengikut Yesus Kristus.

Kita sekarang telah mewarisi segenap pengajaran dan kepemimpinan Yesus. Dan berbahagialah kita yang hidup oleh karena-Nya. Karena dengan demikian kita akan menjadi pemimpin besar yang akan memerintah di Kerajaan Allah dengan Yesus sebagai raja segala raja.

Penutup

Tidak terasa bahwa tulisan ini sudah cukup panjang. Dan saya dengan rendah hati menyatakan bahwa segenap hukum ini telah dapat dipetik dari kehidupan Yesus. Bukan tidak mungkin jika ke-21 hukum kepemimpinan yang dituliskan oleh Maxwell adalah inti sari dari kepemimpinan Yesus.

Tetapi di beberapa hukum saya menilai bahwa nilai kepemimpinan Yesus jauh lebih besar dari pada ke-21 hukum yang disarikan oleh Maxwell ini. Saya yakin bahwa Roh Kudus sangat berperan penting dalam masa kehidupan Yesus Kristus. Dan saya yakin bahwa Roh Kudus tetap berkarya sampai saat ini atas kehidupan kita.

Terimalah Roh Kudus dan biarkanlah diri Anda dibimbing oleh Roh Kudus. Sebab hanya dengan demikianlah hidup kita dapat berjalan dengan baik hingga sampai kepada Kerajaan Allah. Dan dengan Roh Kuduslah para pemimpin besar dibangun.

61 Tanggapan ke "Yesus Sang Pemimpin Sejati"

blh kan gabung……..?

mengapa anda ingin tau tentang ahmaddiyah…….?

pa da mksd yg terselubung……..? =)

Tinggalkan Balasan

Anda harus masuk log untuk mengirim sebuah komentar.

Stat

a

Blog Stats

  • 165,003 hits