Agamaku Kesaksianku

Yesus Memang Manusia, Tetapi Bukan Manusia Biasa

Posted by: agamaku on: September 20, 2008

Maafkan saya karena sudah lama tidak mengisi blog ini. Itu semua murni karena kesibukan saya yang belakangan ini serasa semakin banyak saja tugas, wewenang dan tanggung jawabnya. Absennya saya ini sekaligus merupakan upaya untuk menghindari banyaknya diskusi debat yang semakin lama kesannya semakin ngalor-ngidul tanpa arah. Saya tidak akan menyalahkan siapa-siapa mengenai hal itu. Tetapi saya mengurangi keterlibatan saya di diskusi tersebut.

Oleh karena itu, tulisan-tulisan saya berikutnya akan banyak mengalami perubahan gaya. Berusaha tidak menyerang siapa pun (apa pun agamanya) sekaligus berupaya dengan santun menuliskan pemikiran saya berdasarkan religi yang saya anut.

Kali ini saya akan sharing mengenai pekerjaan saya. Jika pembaca merasa tulisan ini tidak menarik dan membosankan, maka saya menyarankan untuk menghentikan membaca tulisan ini. Maklum, pekerjaan yang akan saya tuliskan berkutat di bidang TIK (teknologi informasi & komunikasi) yang mungkin bagi sebagian besar orang akan sangat membosankan. Tetapi jika pembaca merasa bahwa membaca tulisan ini penting terutama untuk menarik kesimpulan akhir dengan pikiran terbuka, saya akan sangat menyarankan meneruskan membaca tulisan ini sampai akhir.


Kalau di kata pengantar saya telah menuliskan sedikit tentang kesibukan saya, pasti banyak pembaca akan bertanya-tanya: “Apa sih pekerjaan kamu?”

Saat ini jabatan saya adalah sebagai CIO (chief information officer) atau jika di-Indonesiakan berarti direktur TIK. Tugasnya adalah bertanggung jawab atas seluruh kinerja divisi di bawah departemen TIK. Di perusahaan kami memiliki beberapa divisi di bawah departemen TIK. Selain beberapa divisi permanen, juga ada divisi temporary yang kerjanya berbasis proyek.

“Wah asyik dong pekerjaannya? Pasti punya banyak anak buah!”

Sebagian besar orang tentu akan berkata seperti itu. Tetapi saya akan berkata jujur bahwa pekerjaan ini sangat berat. Bahkan menghabiskan seluruh tenaga, pikiran dan waktu saya. Kadang saya berpikir bahwa saya tidak mampu mengemban tugas ini dan sudah beberapa kali saya berpikir untuk resign. Atau minimal saya mengundurkan diri dari jabatan ini.

“Kok bisa begitu? Bukankah itu puncak karir yang sangat diimpi-impikan oleh banyak orang TIK?”

Benar. Jabatan ini sangat diimpi-impikan hampir seluruh orang TIK di mana pun. Tetapi jika mereka telah merasakan menduduki jabatan ini, saya yakin mereka akan berpikir ulang tentang hal itu. Bahkan suatu penelitian mengungkapkan bahwa jabatan CIO ini paling banyak berpindah tangan dibandingkan dengan jabatan puncak yang lain.

Oke, saya akan langsung saja. Saya akan menceritakan sekilas tentang apa yang saya kerjakan dan rasakan.

Seperti sudah saya katakan, memimpin divisi ini sungguh sangat sulit. Selain pekerjaan yang menuntut penguasaan teknologi tinggi yang selalu berkembang, juga karena sangat sulitnya mengelola orang-orang pintar. Boleh dikata sebagian besar pekerja di divisi TIK memiliki kecerdasan yang tinggi. Sayangnya kecerdasan yang tinggi ini tidak selalu dibarengi dengan attitude yang baik. Pekerja TIK memiliki stereotype sebagai pekerja yang egois, sombong, sulit bersosialisasi, dan masih banyak cap-cap yang lain. Tidak bisa dipungkiri bahwa memang sebagian besar pekerja TIK seperti itu.

Sedikit banyak attitude ini menyumbangkan berhasil tidaknya sebuah proyek. Tentu saja di samping faktor-faktor lain seperti keterampilan dan pengetahuan dasar mereka.

Walau pun saya mengetahui semua hal itu, saya sering kali tidak bisa berbuat banyak ketika harus mempertanggungjawabkan progres proyek di hadapan para BOD (board of director). Hampir semua proyek molor. Sebagian bahkan melenceng jauh dari rencana semula.

“Apa konsekuensi dari proyek-proyek molor tersebut?”

Tentu saja perusahaan akan rugi. Jika saja perusahaan masih mentolerir kemoloran ini, bagaimana dengan klien? Tidak semua klien dapat menerima kemoloran ini. Apalagi jika hasilnya tidak sesuai harapan.

Mungkin saya perlu sedikit membuat analogi dengan contoh di bisnis yang berbeda.

Misalnya saja saya pengusaha restoran terkenal cepat-saji, sebut saja MacDewo Fried Chicken. Suatu saat seorang tamu datang dan memesan ini dan itu. Makanan & minuman yang seharusnya tersedia maksimal 10 menit ternyata baru bisa tersaji 30 menit. Sudah begitu rasanya tidak enak karena tidak sesuai standar. Apa yang terjadi?

Saya yakin tamu tersebut akan sangat tidak puas. Selain sewot karena harus menunggu lama, juga karena mendapati bahwa pesanannya tidak enak. Sebagian besar orang akan marah-marah jika mengalami hal serupa. Apalagi jika si tamu memperpanjang masalah, misalnya dengan menemui manajer restoran atau bahkan menuntut restoran.

Bagaimana dengan pihak restoran? Kerugiannya berlipat. Pekerja yang seharusnya bisa melayani 2 tamu lain ternyata masih terjebak melayani 1 tamu selama lewat 20 menit dari seharusnya.

Belum lagi jika harus mengatasi keluhan tamu tersebut. Dan efek berantainya lebih dahsyat, yaitu jika tamu tadi menyebarluaskan ketidakpuasannya kepada orang lain. Semakin banyak orang yang mengetahui masalah ini, restoran saya berpotensi sepi karena kehilangan pelanggan. Lama-lama restoran saya akan rugi.

Demikian juga dengan bidang TIK. Kehilangan waktu karena proyek yang molor juga akan merugikan perusahaan secara langsung mau pun tidak langsung. Baik finansial mau pun non-finansial. Terutama jika dikaitkan juga dengan opportunity cost.

Apalagi jika proyeknya gagal! Ibarat kata, sudah jatuh tertimpa tangga. Bisa-bisa perusahaan gulung tikar.

Dan saya adalah orang yang bertanggung jawab atas semua hal itu.

Apa Yang Harus Saya Lakukan?

Tentu saja saya harus menjamin bahwa tidak ada kegagalan proyek. Saya harus bisa mengatasi semua masalah. Saya harus mengumpulkan semua data/fakta di lapangan. Menganalisisnya dengan cermat dan mengambil tindakan yang perlu

Tetapi bagaimana dengan kenyataan di lapangan? Saya harus bisa menganalisisnya dari segenap sudut pandang dari seluruh aspek, tidak hanya teknikal tapi juga non-teknis. Tidak hanya kinerja tetapi juga ke kepribadian para individu yang terlibat. Ya, sering kali saya juga harus menilai kepribadian anggota tim.

Setelah itu saya harus bertindak langsung. Saya harus terjun langsung ke lapangan dan bekerja bersama mereka di situs klien. Tidak hanya sebagai pemantau atau pun penganalisis, saya juga harus membantu mereka menyelesaikan semua tugas.

Saya sempat menyatakan cuti di depan para BOD untuk dapat bekerja langsung bersama para pekerja di daerah-daerah klien. Maklum, klien kami ada di mana-mana, tidak hanya di pulau Jawa, tetapi juga di luar pulau Jawa.

Jadilah saya bekerja langsung dengan para programer dari beberapa divisi. Saya pun harus bepergian ke klien-klien bersama dengan tim. Saya juga harus memberikan nasehat teknis dan juga non teknis berkaitan dengan proyek. Kerap kali saya harus memberikan contoh pemrograman secara langsung kepada tim. Tidak jarang saya harus mengambil alih beberapa tugas supaya bisa memberikan contoh nyata kepada tim.

Saya harus meninggalkan kursi empuk dan ruang kerja yang nyaman di Jakarta. Saya harus meninggalkan semua fasilitas yang lengkap di Jakarta. Di beberapa daerah mengharuskan saya tidur di tempat yang kurang nyaman. Sekedar bisa meletakkan kepala sudah merupakan kemewahan. Apalagi minimnya fasilitas yang diperoleh.

Sudah beberapa kali saya jatuh sakit. Belum lagi penolakan yang timbul dari beberapa pemimpin tim yang sudah sangat senior. Sering kali penolakan ini tidak secara langsung, tetapi lewat belakang. Seringkali saya mendengar suara-suara sumbang berkenaan dengan hal itu. Bahkan penolakan ini berkembang lebih jauh ke arah penjatuhan. Ya, saya sudah beberapa kali berusaha dijatuhkan oleh orang-orang yang saya hormati yang justru ingin saya tolong pekerjaannya.

Kalau memikirkan semua hal itu semakin membuat saya ingin resign atau minimal mengundurkan diri dari jabatan CIO. Kalau dipikir dan dipandang dari kacamata saya yang dangkal ini, rasanya tidak sepadan antara apa yang telah saya korbankan dengan apa yang saya terima. Tidak hanya fisik saya yang seringkali jatuh, tetapi juga perasaan saya. Betapa sakitnya hati ini.

Penguatan Yesus

Di tengah jatuh bangun, saya seringkali menguatkan diri sehingga saya bisa terus bertahan dan semakin bersemangat. Saya harus mampu melewati semuanya ini. Tentu dengan sukses.

“Apa yang bisa menguatkan Anda?”

Pertanyaan yang bagus. Simple saja dan bahkan sudah sering menjadi slogan umat Kristen, yaitu: “memanggul salib.”

Ternyata apa yang saya alami saat ini sudah dilakukan oleh Yesus Kristus. Dalam kasus saya, ini benar-benar mirip. Memang sih tidak mungkin menyamai tugas Yesus 2000 tahun yang lalu. Saya sadar bahwa apa yang saya alami benar-benar tiada apa-apanya dibanding dengan kebesaran tugas Yesus Kristus. Tetapi setiap saya berpikir ke belakang, saya semakin sadar bahwa saya sudah berhasil menarik benang merah. Saya harus melalui semuanya ini sesuai ajaran Yesus. Saya harus memanggul salib saya dengan setia dan tulus sampai selesai.

Jika sebelumnya saya merasa cukup senang duduk di kursi CIO, saya juga harus dapat terjun langsung sebagai programmer dan bekerja di daerah-daerah klien. Karena hanya dengan cara itulah saya dapat menyelamatkan kelangsungan proyek dan tim, sekaligus menyelamatkan perusahaan dari kebangkrutan.

Jika tim gagal, maka proyek akan gagal. Kemanakah kembalinya para pekerja itu jika pekerjaannya gagal dan perusahaan menilai kinerjanya buruk? Kadang saya harus sangat tegas dalam hal ini. Hanya pekerja yang dipertimbangkan masih berpotensi saja yang tetap dapat kembali ke perusahaan. Sementara yang benar-benar gagal, baik teknis mau pun non-teknis tidak akan diterima kembali ke perusahaan.

Tetapi sebelum semuanya gagal, saya harus memastikan semuanya berjalan dengan baik. Saya harus bisa memastikan semua pekerja dapat bekerja dengan baik. Tim harus menyusun rencana kerja yang baik dan akurat. Harus lengkap dan terarah, karena semuanya menjadi petunjuk dalam mengerjakan proyek.

Saya harus dapat menyiapkan tim-tim yang solid yang mampu bekerja dengan baik. Saya harus melengkapi mereka dengan piranti yang baik untuk menunjang pekerjaan mereka. Juga panduan-panduan yang dapat membantu mereka dalam bekerja. Mereka harus menjadi pemimpin di divisi masing-masing dan juga harus memiliki dedikasi yang baik.

Jika semuanya sudah terlaksana dengan baik, dan mereka dapat bekerja mandiri dan sukses, maka saya dapat kembali ke kursi CIO yang nyaman dengan fasilitas yang lengkap itu.

Oh, tentu saja tidak lupa saya memberi mereka seorang penasehat yang akan menolong mereka dalam pekerjaan mereka sehari-hari. Kebetulan penolong bagi mereka itu cantik, rajin dan berdedikasi tinggi, tapi sangat tegas. Ah, tidak usah saya ceritakan lebih detail mengenai penolong ini. Hehehe…

Penutup

Tentu saja saya tidak mengada-ada tentang cerita ini. Ini benar-benar terjadi. Tugas saya belum selesai dan saya masih harus berjuang turun sebagai programmer, consultant, system analyst, business analyst, dll, ke mana-mana.

Tentu saja saya tidak hendak menyamakan diri seperti Tuhan Yesus Kristus, karena saya hanyalah manusia biasa. Saya hanyalah seorang CIO yang harus turun juga sebagai programmer. Tentu saja saat turun sebagai programmer saya “tidak sekedar seorang programmer biasa.” Saya mengemban tugas yang besar dan berat. Itulah salib saya.

Seperti hal Yesus saat turun langsung ke dunia ini sebagai manusia. Yesus memang benar-benar turun sebagai manusia. Tetapi Yesus “bukanlah sekedar manusia biasa”. Beliau mengemban tugas yang Mahabesar dan Mahaberat, karena selain suka-duka sebagai manusia, Yesus juga adalah Allah yang tidak mau para pekerjanya gagal.

Yesus suka rela, tulus dan setia dalam tugasnya sebagai manusia. Dan saya harus meneladani-Nya. Saya juga harus bisa rela, tulus dan setia dalam bekerja.

104 Tanggapan ke "Yesus Memang Manusia, Tetapi Bukan Manusia Biasa"

@Harizal #97

Kata kamu.

yach betul sekali klo kitab anda tu da bnyk d rubah oleh org yg tak bertanggung jwb….

tapi sebagian dr kitab anda msh ada ayat yg d anggap atau blm di rubah…

Lho..?

ini gimana sih…?

Pertama kamu bilang ALKITAB SUDAH DIRUBAH.
Tapi kemudian kamu bilang lagi sebagian dari alkitab dianggap belum berubah.

ha ha ha…

Gini lho.

Kalau kamu sudah berkata ALKITAB SUDAH DIRUBAH.

Berarti SELURUH ISI ALKITAB TIDAK LAYAK UNTUK DIPERGUNAKAN sebagai bahan referensi.

Anehnya,

Untuk masalah ishak atau ismail kau bilang alkitab di rubah.
Tapi.
untuk masalah Muhamad ada di alkitab atau tidak, kamu bilang, alkitab belum dirubah.

Yang bener yang mana..?

Ngga bisa ambil setengah-setengah gitu.

Kalau seorang saksi di pengadilan udah ketahuan BOHONG, maka SELURUH UCAPAN dari saksi itu PATUT DIPERTANYAKAN.

Sama dengan alkitab.

Kalau kamu bilang ALKITAB SUDAH DIRUBAH-RUBAH, MAKA SELURUH ALKITAB PATUT DIPERTANYAKAN (termasuk mengenai muhamad itu)

Jadi orang jangan mau menang sendiri.. he he he

ngga baik itu.

salam

hehe…..
ternyata artikel2 dari room sebelah pada ga dibaca2 yah….
udah banyak kali di jawab, ditanya lagi ditanya lagi
itu ituuuuuuuu…… mlulu.
ujung2nya nanti OOT n bosen, sampe pada males ngeladenin kayak di room “Sirah” itu.

hihi…
salut sama oom Jel, Kasih777, mas Dewo, n Otonesia yg masih mau ngeladenin kalian (muslim, kecuali oom Nitt yg ngga mbulet). :p
ngga bosen2nya ngeladenin bolak balik, di room “kafir”, “salib”, “lahir”, dll
yg di bahas tentang christian itu2 mlulu.
masalah natal lah, alkitab palsu vs nubuat muhammad lah, pernyataan yesus “aku ini Tuhan loh…” – lah, apa lagi??
ngga bosen tah kalian udah dijawab nanya mlulu??
lama2 blog ini penuh bukannya kelar mbahas malah ngulang semua isinya :D

peace ah….

@udahjelas

> hehe…..
ternyata artikel2 dari room sebelah pada ga dibaca2 yah….
udah banyak kali di jawab, ditanya lagi ditanya lagi
itu ituuuuuuuu…… mlulu.
ujung2nya nanti OOT n bosen, sampe pada males ngeladenin kayak di room “Sirah” itu.

ya begitu lah. kadang kesabaran anak-anak Tuhan harus lebih digedein lagi levelnya. kita harus sabar ya mas/mbak semua :-)

> hihi…
salut sama oom Jel, Kasih777, mas Dewo, n Otonesia yg masih mau ngeladenin kalian (muslim, kecuali oom Nitt yg ngga mbulet). :p
ngga bosen2nya ngeladenin bolak balik, di room “kafir”, “salib”, “lahir”, dll

saya juga salut sama semua anak2 Tuhan yg lain. Termasuk mas Dewo (sebagai pemilik blog) & rekan2 veteran lain yang udah dari dulu2 bersaksi melalui blog ini. :-) saya masih baru (dan belum ada apa2nya) :-)

> yg di bahas tentang christian itu2 mlulu.
masalah natal lah, alkitab palsu vs nubuat muhammad lah, pernyataan yesus “aku ini Tuhan loh…” – lah, apa lagi??
ngga bosen tah kalian udah dijawab nanya mlulu??
lama2 blog ini penuh bukannya kelar mbahas malah ngulang semua isinya :D

ada yang udah kelar sebenarnya. tetapi ada juga beberapa orang yg suka nyamar jadi orang lain & suka menimbulkan kebingungan dan perpecahan (tidak jadi diri sendiri). Perlu strategi khusus buat menyibak ini semua. hendaklah yang berotak menggunakan otaknya.

> peace ah….

btw, semoga kita sebagai anak2 Tuhan tidak mudah dipecah belah sama setan :-)

God bless

Yesus adalah nabi yang Agung, kekasih Allah
”Shema, o israelu Yhwesu ikhad ”
Dengar wahai orang Israel, Allah kita itu Esa.

Tinggalkan Balasan

Anda harus masuk log untuk mengirim sebuah komentar.

Stat

a

Blog Stats

  • 165,111 hits