Agamaku Kesaksianku

Kata Orang Saya Kafir

Posted by: agamaku on: November 22, 2008

Saya sangat tertarik ketika ada seorang blogger menulis topik bertema “KUHP Tentang Pelecehan Terhadap Segolongan Masyarat (Di Antaranya Agama).” Saya tidak akan mempermasalahkan isi dari tulisan tersebut karena isinya sebagian berupa kutipan dari KUHP pasal 156. Sebagai informasi, blog tersebut banyak berisi tulisan-tulisan religius.

Kemudian saya tertarik untuk melemparkan sebuah diskusi. Saya melemparkan pertanyaan sederhana saja:

Kalau ada sebuah kaum kemudian menyebut “kafir” kaum lain, itu sudah merupakan pelecehan belum?

Saya cukup terkesan karena akhirnya penulis blog meluangkan waktunya untuk membuat sebuah artikel terpisah untuk membahas istilah “kafir” dengan panjang lebar. Judulnya cukup menggugah dengan 3 tanda tanya: “Kafir???” Sayangnya saya tidak dapat memperoleh kesimpulan tegas antara “pengkafiran” dengan “KUHP tentang Pelecehan…” di artikel yang ditulisnya.

Saya pun tertarik untuk berdiskusi lebih lanjut dengan penulis blog tersebut. Saya menduga jika penulisnya, yang rajin menuliskan hal-hal religius, maka paling tidak memiliki kedewasaan yang cukup dalam berdiskusi.

Karena saya tidak bisa narik benang merah “pengkafiran” dan “KUHP tentang Pelecehan…” dalam artikel tersebut, maka saya memberanikan diri lebih lanjut berdiskusi dengannya. Pada jawaban pertama rupanya beliau masih terpaku pada ayat-ayat sucinya. Ya, saya tahu, itu memang pondasi baginya, tapi saya ingin mendobrak cara berpikirnya dengan lebih mengedepankan hati nuraninya. Maka saya pun mengambil contoh yang cukup menguras perasaan, yaitu dengan perumpamaan anak autis. Kebetulan putera beliau dan saya sama-sama autis.

Saya:

Hehehe… penjelasan yang panjang lebar tetapi tetap tidak kena esensinya karena seolah “membela diri.” Pertanyaan saya yang lalu adalah berkenaan dengan “KUHP Tentang Pelecehan Terhadap Segolongan Masyarakat (Di Antaranya Agama)”

Sedangkan di artikel ini tidak disebutkan sama sekali kaitan penyebutan “kafir” bagi kaum lain dengan KUHP tersebut. Bagi kaum lain yang disebut sebagai “kafir” tentu akan “terlecehkan.”

Oh iya, mungkin Anda bisa menukilkan ayat2 AQ yang lain yang terkait dengan kafir. Siapa tahu masih ada ayat-ayat lain (yang belum dinukil) berkenaan dengannya.

Tetapi dari ayat2 yang Anda nukil pun, di situ sudah jelas bahwa agama Anda telah mengkotak-kotakkan manusia ke dalam agamanya dan memperlakukan kaum lain dengan berbeda, bahkan cenderung lebih kejam.

Seandainya saja tidak perlu ada pengkotak-kotakkan seperti itu, alangkah indahnya hidup di dunia ini dalam hidup berdampingan, apa pun warna bajunya (warna baju = kiasan).

Tuhan memberkati.

Beliau:

He he he (sambil nyengir) mohon maaf jika ditafsirkan demikian.

Sebetulnya komentar anda telah saya jawab… memang kesannya saya “samarkan”.. agar tidak terlalu vulgar. Yah.. kalau anda ingin jawaban saya yang jujur.. adalah “Bisa jadi Ya..” (melecehkan dan terkena pasal dalam KUHP tersebut) jika niatannya memang untuk tujuan pelecehan… dan ini harus dibuktikan dengan proses peradilan dengan dukungan data maupun saksi.dan “bisa jadi tidak…” jika memang hal ini diucapkan sebagai penegasan atas keadaan dari orang yang dikenai ucapan tersebut.. bukan untuk maksud pelecehan. Oleh karena itu.. dalam penjelasan yang panjang lebar… saya ingin mengajak sahabat-sahabat disini memahami dulu.. istilah kafir..(murni berdasarkan petunjukNYA.. DIA Yang Maha Mengetahui) dan sekaligus bagaimana bersikap menghadapi kaum kafir.. menurut Islam agar tidak ada sikap atau pemikiran yang hanya semata-mata berdasarkan nafsu manusia.. dan nafsu iblis.

Kalo masi boleh sy bicara, saya tambahkan disini ‘Bukankah tidak ada 1 agamapun yg tidak mengkotakkan diri. Untuk itulah Islam mendirikan dakwah. Untuk itu ada istilah zending juga misionaris. Ya jujur tujuan kegiatan-kegiatan tersebut untuk mengajak masuk ’ke dalam kotak’.

sedangkan ‘kotak’ yg lain dlm Islam sendiri , yaitu fasis, munafik dsb, sungguh hanya org tsb dan Allah yg tahu, sehingga tidak mungkin manusia bisa ‘melabel’ org lain, menyatakan orang lain tersebut dalam kotak-kotak yang mana, apalagi sampai melakukan pelecehkan, (jujur, jangan pernah ada yg berani memberikan label-label tersebut.. Sungguh berat sangsi Allah.. )

Mohon dapat dipahami… Sebelumnya terima kasih untuk kesediaan anda berkomentar disini.

Lalu saya pun mulai mencoba menguras hati nuraninya dengan perumpamaan anak autis:

Terima kasih telah memberikan penjelasan dengan jujur. Saya berharap Anda sudah dapat sedikit membuka mata hati & pikiran mengenai agama Anda sendiri. Suatu saat Anda akan mengerti apa maksud saya.

Pengalaman adalah guru yang baik. Perkenankanlah saya memberikan Anda sebuah contoh kasus. Tetapi jika Anda tidak berkenan, Anda dapat menghapus komentar saya ini. Contoh kasus yang ingin saya angkat yaitu berkenaan dengan anak autis.

Apakah Anda rela jika seorang anak autis dikucilkan, dilecehkan dan diperlakukan dengan sewenang-wenang oleh anak lain yang normal? Apakah Anda rela jika anak autis diperlakukan dengan kasar/kekerasan oleh anak-anak normal?

Misalnya saja anak-anak (kaum) normal kemudian menyebut anak-anak autis sebagai “kaum goblokin”, apakah Anda rela?

Mohon maaf jika contoh saya ini terlalu vulgar. Tetapi dengan contoh ini, yang mungkin dapat menyentuh hati Anda, paling tidak dapat membangkitkan empati pada hati Anda.

Sekali lagi mohon maaf jika komentar saya ini sangat tidak layak untuk dimuat. Jika demikian halnya, Anda dapat menghapus komentar saya ini.

Tuhan memberkati Anda dan keluarga.

Saya senang ketika beliau sependapat dengan saya. Berikut jawaban beliau:

Subhanallah… Sayapun demikian adanya, dalam hal ini sepakat dengan pendapat anda.. dan sesungguhnya prinsip dalam Islampun demikian adanya. Tidak akan pernah rela Allah sebagai pemilik Islam.. jika ada hamba-hambaNYA.. baik itu yang “mengaku” Islam maupun yang tidak.. saling mendzholimi sebagaimana saya kutipkan diatas…

“Doa seorang yang teraniaya (diperlakukan tidak adil), meskipun ia orang kafir, tidak ada tirai yang menutupinya (untuk dikabulkan).” (HR. Ahmad dalam “musnad”nya).

Ini adalah sebuah kutipan yang nyata… bagaimana azas keadilan itu akan diterapkan. yah.. azas keadilan.. sangat-sangat dijunjung tinggi dalam Islam.

Sebaliknya… dengan pengetahuan yang anda milikipun… saya yakin anda cukup paham.. gejolak-gejolak yang timbul dibanyak bagian dunia saat ini.. karena tuntutan.. kaum muslim untuk mendapat keadilan… seperti dalam postingan “Surat dari seorang sahabat bernama Fatimah”
Yah.. Fatimah tidak hanya menanggung tudingan kata-kata tapi… jauh jauh lebih berat dari itu.

Mudah-mudahan anda.. dengan kemampuan analisa dan pengetahuan yang anda miliki dapat lebih bersikap arif… bersama menjalin hubungan keagamaan yang baik.. dengan saling menyadari.. bahwa ada tengang rasa.. ada saling menghargai.. ada saatnya untuk memberikan ruang pada sebuah golongan untuk melakukan ritualnya… dan tidak saling “usil” satu sama lain… tidak saling memaksakan kehendak.. dsb-dsbnya.. baik untuk hal yang sangat kecil..(seperti memanggil dengan sebutan tertentu seperti yang anda tuliskan) hingga yang sangat krusial.. (pertumpahan darah maupun antar negara)… Jujur… didepan maupun dibelakang.. dihati maupun disikap…

Semoga Allah akan memberikan Hidayah pada kita semua.

Beliau memang sepakat dengan saya, tetapi beliau belum memahami apa yang sebenarnya ingin saya ungkapkan. Maka kemudian saya pun dengan hati-hati mulai membuka maksud saya tersebut:

Syukurlah bahwa Anda telah memahami maksud saya dalam kasus yang saya angkat. Tapi ada satu lagi hal yang harus saya utarakan berkenaan dengan contoh kasus Anda.

Ada beberapa hal yang kita sepakat, yaitu bahwa melihat kasus tersebut, Anda tidak akan pernah setuju bahwa anak autis diperlakukan seperti itu.

Mari kita berandai-andai sesuai analogi anak autis di atas. Seandainya Anda adalah Allah, apakah Anda rela jika anak-anak Anda (yang autis itu) dizolimi oleh anak-anak Anda yang lain (yang normal)? Relakah Anda jika anak-anak Anda yang Autis disebut sebagai “KAUM GOBLOKIN” oleh anak-anak Anda yang normal?

Nah, jika Anda sudah mulai dapat merasakan “PERASAAN ALLAH”, maka Anda akan mulai bisa berpikir bahwa kata “KAFIR” seharusnya bukan berasal dari TUHAN. Dan seharusnya bukan menjadi pembenaran bagi tindakan kesewenang-wenangan bagi orang lain.

Yakinlah bahwa TUHAN itu Maha Penyayang, Mahaadil, Mahabaik dan Mahakuasa yang tidak mungkin memberikan “celah” yang memungkin orang lain berlaku sewenang-wenang terhadap orang lain. Mohon jangan terlalu terpaku kepada kitab, tetapi gunakanlah hati nurani Anda dapat memahami hal ini.

Semoga sedikit komentar saya ini dapat memicu pola berpikir Anda ke sisi yang lebih baik. Mohon maaf jika komentar saya ini terlalu vulgar dan terlalu berseberangan dengan ajaran Anda. Dan jika dirasa tidak berkenan, Anda dapat menghapusnya.

Terima kasih atas diskusi yang jujur dan baik.

Tuhan memberkati.

Sayangnya beliau mulai menutup diri dan menyatakan dengan tegas bahwa beliau tidak sependapat dengan saya. Jawaban beliau:

Dgn sangat menyesal sy tidak dpt sependapat dgn anda untuk soal ini. Karena kata dan arti kafir tidak dr manusia. Tp langsung dr Allah, (tidak mungkin ada manusia yg lebih tahu daripadaNYA) bagian pemahaman atas Islam yg dijadikan ‘way of life’ dan ‘life style’ seorang muslim. Maaf sekali lg.

Dan sy sungguh tidak berani berandai andai sebagai Allah. Sy tak berarti dibandingkan DIA yg Maha Agung. Ilmuku tak sebanding dgn ilmuNYA, bagaikan setetes air dgn seluruh samudra di dunia. Ada hak preogratif Allah yg tidak pernah dpt sy uraikan dgn analisaku. Jadi jelas label kekafiran adalah label darINYA, DIA pasti tidak salah sungguh kesalahan ada pada umat manusia dlm hal ini adalah dgn mengekploitasi menjadi komoditas perpecahan.

Masalahnya bukanlah “hati nurani”-nya tetapi ada pintu yang tertutup dan jendela yang tertutup yang tidak memungkinkan saya menggugah hati nuraninya lebih lanjut. Walau pun demikian saya tetap mencoba lebih memperjelas maksud saya, tentu dengan pemilihan kata-kata yang lebih hati-hati.

Saya:

Iya, tidak mengapa jika Anda tidak sependapat dengan saya. Dan juga tidak mengapa jika Anda tidak berani berandai-andai sebagai Allah. Lagi pula saya tidak berupaya membandingkan saya atau Anda dengan DIA yg Maha Agung. Dan tentu saja ilmu kita tidak ada apa2nya.

Namun saya mengajak Anda berempati kepada Allah. Tidak lebih dan tidak kurang dari itu. Seperti kita juga bisa turut merasakan rasa suka/duka dari para sahabat kita. Rasa empati itu bisa terbentuk jika kita juga turut merasakan apa yang dirasakan orang lain. Saya pun mengajak Anda melakukan proses empati kepada Allah.

Mungkin bahasan saya ini terlalu sulit bagi Anda, atau Anda tidak berani “berempati” kepada Allah. Tetapi tidak mengapa. Komentar saya ini sekedar mendobrak pola pikir Anda saja. Saya hanya berharap Anda dapat mulai memahami apa yang saya maksud. Itu dulu saja.

Terima kasih atas diskusi yang baik & jujur.

Tuhan memberkati.

Dan saya pun kecewa karena tanggapan beliau yang kemudian menuduh saya “TOO MUCH” dan menuduh saya “melecehkan secara halus.” Hiks…

Beliau:

Saya kira anda sudah mulai memasuki area “TOO MUCH”… 3 komentar terakhir anda mulai bernada pelecehan dengan cara yang halus…

Sekali lagi saya sampaikan bahwa :

1. Sebagai seorang beragama.. kita punya keyakinan yang berbeda baik dari cara kita memahami, menjalankan dan menjadikan itu sebagai jalan hidup kita. (Ini sebuah kenyataan yang jelas dan jujur…)

2. Sebagai seorang warga negara dari sebuah negara.. yang sama dimana saling toleransi terhadap setiap pemeluk agama dinegara Indonesia ini sangat dijunjung. Dengan sikap anda yang…..(gituuuu) yaitu berusaha menyampaikan pendapat dengan “pemaksaan” dari berbagai macam sudut kepada pemeluk agama lain.. dan sikap anda yang…. (gituuu) walaupun saya sudah coba jelaskan dengan sangat hati-hati dan penuh penghargaan kepada anda sebagai “sesama manusia” bahwa pemikiran anda “TIDAK AKAN PERNAH MASUK” kepada saya (Insya Allah.. karena hanya kepada DIA aku bergantung) telah anda abaikan.

3. Postingan yang saya tulis.. adalah jawaban pertanyaan anda tentang kafir.. cukup jelas adanya dari sudut pandang saya. Siapapun dia orangnya pasti akan jelas memahami tulisan saya.. bahkan telah diperjelas lagi dalam jawaban atas komentar anda.(Yang anda tuntut.. adalah jawaban saya berdasarkan pandangan saya ataukah jawaban berdasarkan pandangan anda???)

Maaf kalau akhirnya saya menilai anda sebagai orang yang ternyata… tidak mampu bersikap dewasa dan mampu menghargai pendapat orang lain.. bahkan cenderung memancing emosi pembaca…

Oleh karena itu.. mempertimbangkan ini adalah forum terbuka.. dimana berbagai macam tingkat pemahaman dan kedewasaan terlibat didalam sini.. saya akan menutup seluruh komentar yang berkaitan dengan ini.. (kecuali komentar-komentar yang tahu unggah-ungguh… tata krama.. tepa slira… sebagai manusia yang bermasyarakat, warga negara Indonesia yang baik juga sebagai umat agama..) Agar.. postingan ini tidak digunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab… sebagai alat untuk mencapai tujuan tertentu.

Jika anda tetap merasa tidak terpuaskan dengan apa yang telah saya tulis… dan masiiihhh saja penasaran. tolong baca tulisan saya dibawah ini, begitulah pandangan saya terhadap agama dan pola pikir anda.:

1. Bagimu adalah agamamu dan bagiku adalah agamaku.

2. Kebenaran hanya dapat dibuktikan nanti… Sebaiknya kita bersabar dan menunggu hari pengadilan itu tiba untuk membuktikan sesungguhnya kebenaran itu.

3. Ada sebuah kaum.. yang bagaimanapun engkau berikan pengertian kepada mereka.. itu tidak berarti apa-apa.. karena Allah telah tutupkan mata. telinga dan hati mereka dari kebenaran… Bahkan mereka dengan sewenang-wenang akan merubah kebenaran itu sesuka hati mereka.
Sungguh siksa Allah sangat lah pedih.

Semoga.. setiap muslim.. akan selalu dijaga dan berada dalam jalan illahi

Yah, saya sebenarnya sudah tahu, pintu dan jendelanya telah tertutup bagiku. Apa pun yang saya coba jelaskan tidak akan beliau dengarkan. Bahkan di artikel beliau selanjutnya malah menuduhkan pemutarbalikan ayat-ayat yang padahal saya pun tidak mengutipnya satu pun, dari kitab suci mana pun.

Rupanya beliau telah membanting pintu dan lebih senang mengunci diri dalam kubusnya yang dirasanya lebih nyaman selama hidupnya.

Saya rasa pandangan beliau yang seperti ini sangatlah keliru. Saya telah mencoba mendobrak cara berpikirnya dengan mengajaknya keluar dari kubusnya. Tapi apa daya karena beliau telah mengurung dan mengunci dirinya dalam kubus.

Saya pun dalam berdiskusi dengannya tidak bisa terlalu berharap banyak. Saya tetap “kafir” baginya. Dan apa pun yang saya utarakan selalu saja dianggap “melecehkan” bagi beliau. Padahal tidak ada maksud saya melecehkan beliau sedikitpun. Kata-kata saya pun saya rasa cukup santun.

Ini bukan yang pertama bagi saya. Saya banyak menghadapi diskusi-diskusi sejenis yang berakhir mentok. Tetapi saya rasa diskusi seperti ini bukanlah yang terakhir bagi saya.

Suatu ketika saya pernah berhasil membuka hati nurani seseorang. Dan saya ingin itu bisa terjadi lebih banyak lagi. Bukan berarti saya melakukan Kristenisasi, sekali lagi BUKAN. Toh saya tidak mengajak siapa pun untuk murtad dan memeluk agama saya. Saya hanya ingin membuka hati nurani setiap orang supaya dari sana KASIH itu hadir dan dapat dirasakan setiap orang.

Tuhan telah memberikan KASIH-NYA kepada setiap manusia. Tetapi apakah setiap orang dapat merasakannya? Apakah setiap orang sadar bahwa KASIH Tuhan juga diberikan kepada setiap orang? Apapun agamanya. Apapun atributnya. Dimana pun mereka tinggal.

Kalau KASIH Tuhan telah diberikan dengan cuma-cuma kepada setiap manusia, lalu kita pun perlu membagikan KASIH itu kepada orang lain yang KEKURANGAN KASIH. Saya rasa setiap orang yang masih memperlakukan orang lain dengan semena-mena adalah orang-orang yang KEKURANGAN KASIH. Demikian juga setiap orang yang mengamini tindakan semena-mena kepada orang lain juga orang yang KEKURANGAN KASIH.

Orang yang TIDAK MEMILIKI bagaimana DAPAT MEMBERIKAN kepada orang lain? Tetapi orang yang MEMILIKI DENGAN BERKELIMPAHAN akan dengan suka cita MEMBERIKANNYA kepada setiap orang. Kita harus MEMILIKI KASIH untuk dapat MEMBERIKAN KASIH kepada orang lain. Mintalah kepada TUHAN karena TUHAN ITU KASIH.

174 Tanggapan ke "Kata Orang Saya Kafir"

@irlander

Saya katakan pada h2204:

ANDA ini seorang muslim. jadilah diri anda sendiri & marilah berdebat. jangan suka curang dalam berdebat, kekalahan anda akan semakin datang bertubi-tubi nantinya (mark my words!!!).

God bless.

> ngomong opo to iki bocah…….

kalau anda tidak mengerti, tidak usah anda tanggapin bung. anda hanya akan saya anggap orang tolol yg tidak punya kerjaan. Kalau bisa debat, debat yg baik dengan saya. jangan suka ngejunk. atau saya akan generalisasi kalau muslim kelas kampung kayak anda ini hanya bisa teriak bermodal dengkul.

God bless.

@h2204

> Bung, bagaimana Anda tahu saya sudah tidak menjadi diri sendiri ? trus dimana letak kecurangan saya ? bagaimana saya akan kalah bertubi-tubi ? Apakah sudah sangat berpengalamannya Anda dalam berdebat sehingga Anda sudah bisa memperkirakan apa yg akan terjadi pada saya ?

Anda suka mengangkat topik2 yang tidak perlu. Selain itu, apa hubungan antara fakta (versi anda) kalau anda itu pernah sekolah di Katolik dengan pendapat anda mengenai penciptaan yg cenderung asal ngomong & sok tau itu? Anda mengangkat konsep penciptaan versi agama anda (islam) sambil berkata anda itu pernah sekolah pada sekolah katolik? kalau anda mau ngomong sesuatu pandangan, jangan membawa institusi2 lain sebagai latar belakang. apalagi kalau pendapat anda itu asal ngomong & cenderung sok tahu. btw, saya sudah minta maaf sebelumnya. itu belum cukup buat anda?

> Bung, bagaimana Anda tahu saya sudah tidak menjadi diri sendiri ? trus dimana letak kecurangan saya ?

saya beranggapan demikian karena anda mengangkat fakta anda sekolah pada sekolah Katolik seakan-akan anda mau menciptakan opini publik kalau anda itu seorang Katolik. lagian saya tidak menemukan relevansi pendapat anda dengan fakta kalau anda pernah sekolah pada sekolah Katolik. Saya yang pernah sekolah pada sekolah Katolik selama 10 tahun aja tidak punya pendapat tolol semacam itu. anda masih belum ngerti?

> bagaimana saya akan kalah bertubi-tubi ? Apakah sudah sangat berpengalamannya Anda dalam berdebat sehingga Anda sudah bisa memperkirakan apa yg akan terjadi pada saya ?

Bukan pengalaman saya yang akan mengalahkan anda, tapi setiap kecurangan yang anda lakukan. saya tidak pernah berkata saya akan mengalahkan anda karena saya hebat atau semacamnya.

> Jangan sok tau Bung ttg saya muslim ato tidak …. ingat ajaran Yesus Anda ….. saat ini Anda telah menampar pipi kiri saya dengan kata2 Anda, apakah Yesus mengajarkan apa yg harus Anda lakukan jika Anda menampar pipi kiri lawan bicara Anda ????

sudah saya katakan pada point diatas apa penyebab itu semua. ya, saya tahu tentang ajaran YESUS. Tapi apakah ajaran YESUS itu bisa anda jadikan patokan & pegangan untuk bisa seenaknya menganiaya kami para Kristiani? Seperti yg saya katakan, bagi anda2 yg suka melakukan hal2 itu karena iman kami pada Kristus akan anda bayar kelak.

> Jawab …..

Jangan suka memerintah orang bung. anda bukan atasan saya. saya akan jawab kalau saya anggap perlu untuk dijawab.

God bless.

@pasdequoi

Saya akui Anda hebat dalam berdebat dan mempertahankan iman Anda kepada Yesus, sebagai informasi nama sekolah katolik saya dahulu SD Don Bosko & SMP Domenico Savio (saya sangat mencintai sekolah tersebut) dan maaf saya tidak ingin memberi informasi lebih ttg sekolah saya tsb dan kapan saya pernah bersekolah disana.

Well Bung pasdequoi Anda belum menjawab satu pertanyaan saya yaitu Apa yang Yesus ajarkan saat Anda menampar pipi kiri lawan bicara Anda ? Dan sekali lagi Bung, saya telah mencatat dalam mempertahankan debat Anda banyak sekali fitnah yang Anda lemparkan pada saya, Apakah saya membalasnya ? Dalam debat saya hanya bertanya kepada Anda …. mengapa begini mengapa begitu saat Anda menghakimi saya. Saya telah berusaha mengamalkan ajaran Yesus Anda (dalam hal ini Nabi Isa Manusia Yang Mulia di mata Allah menurut saya) saat Anda menampar saya…

Bukan niat saya untuk membenarkan pendapat saya kemudian melecehkan ajaran Kristiani atau Nasrani, kl kita berdua bukan Nasrani dan Muslim atau Hindi atau Budha, lalu ke titik mana kita akan memulai semua ini ? Itu saja Bung, kita ini manusia biasa dari Pencipta yang sama, itu sudah cukup bagi saya, bukan terus Anda mengatakan saya melecehkan Ke-Kristianian Anda dan muter2 ga keruan….

Saya menghargai umat Nasrani juga Kristiani karena saya pernah lama berada di lingkungan Kristiani, dan bukan berarti saya tadinya seorang Nasrani, saya terlahir dengan status keagamaan yang dianut orang tua saya, bukankah Anda juga tentunya ? Maaf kalo tidak…..

Silahkan amalkan ajaran Nasrani Anda, karena itu sudah mendarah daging dalam nadi Anda…dan saya tidak ingin mengubah pendirian Anda…

Saya tidak merasa melecehkan umat Kristiani, Anda yang merasa seperti itu …… saya hanya mengajak Anda berfikir…..

Jawab …. apakah di belakang kata tsb ada tanda ini “!!!”

Apakah saya memerintah Anda dengan keras …. ????? Anda itu dalam penilaian saya orang yang mudah panas Bung, mana ajaran Yesus Anda tentang kasih sayang ????? Tidak memfitnah (10 perintah Allah atau 10 perintah Bapa & Putra & Roh Kudus), tidak menilai buruk sebelum mengetahui yg sebenarnya, tidak menghakimi, tidak berkata keras, pilihan kata yang baik bukankah itu bagian dari kasih sayang ? Bagian itu kelihatannya tidak ada pada output Anda ….. Maaf saya tampar balik Anda …..

@h2204

> Well Bung pasdequoi Anda belum menjawab satu pertanyaan saya yaitu Apa yang Yesus ajarkan saat Anda menampar pipi kiri lawan bicara Anda ?

anda ini nanya apaan? mana begitu bunyinya. yg ada itu adalah ajaran YESUS mengenai apa yg akan saya lakukan jika orang menampar pipi kiri saya. mana pernah YESUS ngajar untuk “nampar pipi” sesama saya manusia. kalau maksud anda apa yg telah saya katakan sebelumnya, anda tidak perlu lah bertanya pertanyaan retoris macam ini. kalau anda sudah tahu jawabannya, anda tidak perlu memaksa orang untuk menjawabnya.

> Dan sekali lagi Bung, saya telah mencatat dalam mempertahankan debat Anda banyak sekali fitnah yang Anda lemparkan pada saya,

Sudahlah bung. coba anda jabarkan dulu disini fitnah2 apa saja itu gerangan. bukti untuk pernyataan saya yg mana yg anda inginkan (yg anda anggap fitnah)?

> Apakah saya membalasnya ?

ah, sudahlah. anda ingin cari simpati publik saja. kalo pengen simpati publik, tunjukkan dalam sikap & perbuatan anda yg tidak dibuat-buat & jgn suka membangun opini publik seenak anda. saya kira cukup pembaca aja yg nilai. anda tidak perlu “tebar pesona” & berharap saya merasa bersalah atas apa yg tidak saya lakukan. Bisa saja anda gunain account lain untuk menyerang saya & tetap berusaha agar account anda yg ini tetap mulia sepanjang masa. perlu anda ketahui, saya bukan tipe orang seperti itu (saya cuman punya 1 account).

> Dalam debat saya hanya bertanya kepada Anda …. mengapa begini mengapa begitu saat Anda menghakimi saya. Saya telah berusaha mengamalkan ajaran Yesus Anda (dalam hal ini Nabi Isa Manusia Yang Mulia di mata Allah menurut saya) saat Anda menampar saya…

lagi-lagi.

> Bukan niat saya untuk membenarkan pendapat saya kemudian melecehkan ajaran Kristiani atau Nasrani,

qur’an anda itu cenderung melecehkan agama lain. please, do me a favor. coba anda mampir ke toko2 buku & hampirilah stan2 yg menawarkan buku2 & majalah2 islam. Pasti akan anda temui banyak fitnah2an islam terhadap Kristen (khususnya). terlalu banyak kebencian dalam media2 buatan muslim terhadap kami (khusunya) & orang yg anda anggap “kafir” pada umumnya. tidak percaya? anda bisa buktikan sendiri.

> kl kita berdua bukan Nasrani dan Muslim atau Hindi atau Budha, lalu ke titik mana kita akan memulai semua ini ? Itu saja Bung, kita ini manusia biasa dari Pencipta yang sama, itu sudah cukup bagi saya, bukan terus Anda mengatakan saya melecehkan Ke-Kristianian Anda dan muter2 ga keruan….

anda yg muter2 & cenderung ngaco dalam bertanya. coba tanggapi balik argumen saya yg kemarin2. atau anda sudah kehabisan akal dlm ber-taqqiya?

> Saya menghargai umat Nasrani juga Kristiani karena saya pernah lama berada di lingkungan Kristiani, dan bukan berarti saya tadinya seorang Nasrani, saya terlahir dengan status keagamaan yang dianut orang tua saya, bukankah Anda juga tentunya ? Maaf kalo tidak…..

kalau orang2 seprti anda menghargai kami (Kristiani), tidak bakalan ditemukan hal2 yg melanggar hak asasi kami seperti yg sudah saya sebut jauh2 hari.

> Silahkan amalkan ajaran Nasrani Anda, karena itu sudah mendarah daging dalam nadi Anda…dan saya tidak ingin mengubah pendirian Anda…

bukankah itu salah satu tujuan anda datang ke blog2 semacam ini? Salah satu misi saya disini adalah untuk mencoba mempertahankan iman saya sebagai seorang Kristiani dengan memberi jawaban2 atas pertanyaan2 orang2 seperti anda yg mudah2an bisa anda mengerti & pahami (tanpa perlu puter2 tdk jelas).

> Saya tidak merasa melecehkan umat Kristiani, Anda yang merasa seperti itu …… saya hanya mengajak Anda berfikir…..

itu kan cuman perkataan anda. pendapat saya sendiri beda mengenai niat & sikap anda. btw, anda sendiri udah berpikir tidak selama ini? atau masih suka dibohongi sama ajaran agama anda?

> apakah di belakang kata tsb ada tanda ini “!!!”

kalau anda emang butuh jawaban, kenapa tidak anda sertakan aja kata “tolong”? emang ada keharusan buat saya untuk menjawab pertanyaan2 anda? jawaban saya rata2 & kebanyakan karena emang ada niat dari saya untuk menjawabnya. tidak perlu maen perintah, saya akan coba jawab kalau emang saya rasa perlu untuk dijawab (perlu anda ketahui, saya tidak memiliki jawaban atas segalanya).

> Apakah saya memerintah Anda dengan keras …. ?????

sudah lah bung. jangan suka nyari simpati publik deh. orang akan salut pada anda, kalau anda baik dalam berdebat. bukan sekedar melakukan gaya ngeles tingkat tinggi seperti ini. tolong jgn bersikap seakan2 anda telah menjadi korban atau semacamnya. saya lebih suka kata2 perintah yg disetai kata “tolong” atau “please”. itulah ciri2 orang yg memiliki niat tulus.

> Anda itu dalam penilaian saya orang yang mudah panas Bung,

kalau anda baik dalam berdebat & tidak melakukan fitnah atau kecurangan dalam debat, anda pasti akan baik2 saja.

> mana ajaran Yesus Anda tentang kasih sayang ????? Tidak memfitnah (10 perintah Allah atau 10 perintah Bapa & Putra & Roh Kudus), tidak menilai buruk sebelum mengetahui yg sebenarnya, tidak menghakimi, tidak berkata keras, pilihan kata yang baik bukankah itu bagian dari kasih sayang ? Bagian itu kelihatannya tidak ada pada output Anda ….. Maaf saya tampar balik Anda …..

kita sedang dalam kondisi debat bung. hal2 seperti ini lumrah terjadi. sudah lah, jangan bersikap seakan-akan anda telah jadi korban atau semacamnya. saya muak liat orang2 semacam ini. kalau anda tidak bisa melayani debat saya, ya udah ngaku aja terus terang. jgn bersikap cengeng kayak ini. btw, anda sudah instrospeksi diri belum? apakah sikap2 anda terhadap pemeluk agama lain sudah menunjukkan “standard yg mulia” versi anda itu?

God bless.

@pasdequoi

Tatap perkataan Anda yang mengatakan saya begini dan begitu (negatif), pilihan kata yang buruk Bung …. catat sendiri aja fitnah Anda kepada saya dan Muslim, kl ga merasa berarti terbukti bahwa mata hati anda itu perlu dipasang kacamata …..

Dalam berdebat Anda suka sekali menjelek-jelekkan saya, sedangkan saya (tidak mencari simpati tapi kenyataan) kebalikannya…

Mana Anda pernah mengatakan Allah (Muslim) itu tadinya salah satu dari berhala sesembahan bangsa Arab, hati2 Bung …. Allah itulah Dzat Nur Illahi yang padaNya terdapat semua kesempurnaan, tidak berada diatas maupun dibawah tetapi ada di urat nadi alam semesta, mana mungkin Allah berhala ???? Anda baca dari buku yg penuh dusta tuh ….

Saya mengajak Anda berpikir pake otak Anda bukan mensarikan dari buku2 Anda…makanya jangan ngatain saya ini dan itu Bung … jelas saya akan bereaksi (tp tidak seperti Anda dalam memilih kata, buruk sekali pilihannya)

Saya tidak bertanya apakah Yesus mengajarkan manusia utk menampar sesamanya ?gitu …. pake otak Anda Bung ….. saya bertanya Apa yg Yesus ajarkan saat Anda menampar orang lain ??? kurang jelas pertanyaannya?? kl kurang jelas itu karena otak Anda terselubungi emosi Anda sendiri, jadi susah berpikir jernih …. hati boleh panas Bung tp kepala tetap dingin ….. Anda tidak begitu kan ? mana kasih sayang ajaran Nasrani ? Anda pintar berdebat tp ajaran agama Anda sendiri tidak mampu Anda jalankan ….. Anda itu bullshit bukan Muhammad.

@h2204

> Mana Anda pernah mengatakan Allah (Muslim) itu tadinya salah satu dari berhala sesembahan bangsa Arab

itu benar. dulunya sebelum islam, paman muhammad – abdullah menyembah allah. makanya namanya itu “abdi allah” = “hamba allah”.

ketika muhammad menguasai makkah, hal “utama” pertama yg dilakukannya adalah membasmi semua dewa2 dalam kabah yg sering disembah orang2 arab (sambil keliling kabah) & menyisakan allah untuk disembah.

> Saya mengajak Anda berpikir pake otak Anda bukan mensarikan dari buku2 Anda

Emang anda tidak pake otak untuk baca & memahami sebuah buku? buku yg mana yg anda maksud? saya bukan tipe orang yg sembarangan copy paste. Setiap orang punya hak akses yg sama ke sebuah buku (asumsi kalau dia memilikinya juga). Tapi pertanyaan saya, apakah anda yakin mereka bisa memiliki pengetahuan & pemahaman yg sama?

> Saya tidak bertanya apakah Yesus mengajarkan manusia utk menampar sesamanya ?gitu …. pake otak Anda Bung ….. saya bertanya Apa yg Yesus ajarkan saat Anda menampar orang lain ???

jawaban saya sebelumya:

anda ini nanya apaan? mana begitu bunyinya. yg ada itu adalah ajaran YESUS mengenai apa yg akan saya lakukan jika orang menampar pipi kiri saya. mana pernah YESUS ngajar untuk “nampar pipi” sesama saya manusia. kalau maksud anda apa yg telah saya katakan sebelumnya, anda tidak perlu lah bertanya pertanyaan retoris macam ini. kalau anda sudah tahu jawabannya, anda tidak perlu memaksa orang untuk menjawabnya.

sudahlah bung. anda semakin ngaco aja. Jawab aja sendiri (baca lagi Alkitab). biarlah orang yg menentukan siapa yg tidak pakai otak disini.

> hati boleh panas Bung tp kepala tetap dingin

anda sendiri udah gitu belum? Biasanya orang yg hatinya panas tidak mungkin bisa konsentrasi dalam berdebat. Nah, anda sendiri udah merasa debat dengan baik belum? JUSTRU HATI ANDA YANG PANAS & PENUH DENGAN AMARAH. instrospeksi diri dulu bung.

> ajaran agama Anda sendiri tidak mampu Anda jalankan ….. Anda itu bullshit bukan Muhammad.

Mungkin saya bukan tipe orang yg “lembut” dalam memberikan pelajaran kepada orang “seperti anda”. Tapi saya tidak pernah membenci & berniat untuk menganiaya anda. Siapapun bisa saja marah. Tapi saya tahu, saya mungkin menggunakan kata2 yg tidak pantas diucapkan kepada orang yg “sensitif” seperti anda.

Anda mungkin tipe orang yg maunya dibelai-belai sambil didongengin & diberi pelajaran ketika tidur. Anda tidak suka kalau guru anda berkata “bodoh!” kepada anda ketika dia kesal atas pemahaman anda. Ya, mungkin anda masih anak usia sekolah. kalau begitu, itu mungkin kesalahan saya.

btw, udah lakuin belum permintaan saya kemarin tentang buku2 dan majalah2 islami yg penuh dengan kebencian itu? atau anda lebih suka tebar pesona?

> Anda itu bullshit bukan Muhammad.

muhammad itu PENUH DENGAN BULLSHIT. Anda bisa cari & lihat sendiri buktinya.

God bless.

@pakdequoi

kata2 Anda yg panas itu saja sudah cukup bagi saya untuk menggambarkan diri Anda, bukan saya cengeng atau pengin dibelai-belai, sedikit pancingan saja sudah cukup bagi saya untuk mengetahui diri Anda.

Saya ga keberatan Anda bilang Muhammad penuh bullshit atau Allah itu berhala. Anda menjelek2kan Islam pun saya ga keberatan, karena apa ? Kemurnian dan Kebenaran itu tetap akan murni, suci dan bersih walaupun dikotori orang2 yg bermulut jorok seperti Anda, jadi ga perlu berat hati kan ?.

Sekarang saya tantang Anda Bung, kalau Anda menganggap Allah yang umat muslim sembah itu berhala ciptaan orang Arab, tolong nyatakan sekali lagi dengan keras di forum ini bahwa Anda tidak takut akibat perkataan dan perbuatan Anda sendiri yang sudah mengatakan Allah umat muslim itu berhala dan Muhammad itu penuh bullshit…mari kita semua dengar keberanian pasdequoi dalam menyatakannya….

Saya akui Anda hebat dalam mencari buku2 yang menyatakan Allah itu berhala dan Muhammad mengajarkan untuk menyembah Allah yang berhala itu. Saya jadi ingin tahu apa buku yang anda baca Bung …. coba cari tau siapa pengarang buku itu dan cari tau pula darimana Ia mendapat sumber bahwa Muhammad itu mengajarkan Allah itu berhala …..

Muslim mengakui bahwa Allah adalah sumber dari segala sumber kehidupan, Maha Segala-galanya, Dzat Nur Ilahi yang Maha Suci, yang menciptakan hukum dalil dan rumus alam semesta. Sementara berhala apa sih yg bisa dilakukannya ? Saya tanya lagi apa itu berhala dan apa pula itu Tuhan ? Lalu sekarang ciri2 Tuhan dan ciri2 berhala ? Lalu ciri2 Allah (yg kata Anda berhala)?

…..

@h2204

maaf, agak telat membalas. akhir-akhir ini ada banyak kesibukan (kegiatan) yg harus saya prioritaskan terlebih dahulu.

> Sekarang saya tantang Anda Bung, kalau Anda menganggap Allah yang umat muslim sembah itu berhala ciptaan orang Arab, tolong nyatakan sekali lagi dengan keras di forum ini bahwa Anda tidak takut akibat perkataan dan perbuatan Anda sendiri yang sudah mengatakan Allah umat muslim itu berhala dan Muhammad itu penuh bullshit…mari kita semua dengar keberanian pasdequoi dalam menyatakannya….

well, cara anda ini sangat kekanak-kanakan (tipikal orang yg udah putus asa dalam berdebat untuk membuktikan sebuah kebenaran). Tapi ya udah, mungkin ini dia yang anda mau? Ini dia saya tulis tebal:

Allah umat muslim itu berhala dan Muhammad itu penuh bullshit & saya sendiri tidak takut akibat perkataan dan perbuatan saya sendiri dalam menghina mereka (mereka ini adalah allah anda & muhammad, termasuk islam, qur’an dan bullshit2 islam lainnya).

> Saya akui Anda hebat dalam mencari buku2 yang menyatakan Allah itu berhala dan Muhammad mengajarkan untuk menyembah Allah yang berhala itu. Saya jadi ingin tahu apa buku yang anda baca Bung ….

Saya tidak pernah menganggap saya ini hebat dalam mencari apapun. kemajuan teknologi memungkinkan ini semua. mungkin dulu, anda tidak mungkin untuk memiliki & mengakses buku2 & informasi2 sebanyak isi perpustakaan alexandria (misalnya). tapi sekarang? hal itu mungkin. anda tinggal mencarinya di internet. kalau anda lebih suka buku, ada banyak bertebaran (baik bekas maupun buku baru). kalau anda memiliki jiwa debat, coba ikuti debat2 yang ada di internet (mungkin anda sudah tahu ini).

> coba cari tau siapa pengarang buku itu dan cari tau pula darimana Ia mendapat sumber bahwa Muhammad itu mengajarkan Allah itu berhala …..

praktek keliling kabah itu sudah ada dari zaman arab jahilliyah & barbar (begitu juga dengan kabah sudah ada dari dulu). muhammad hanya meminimalkan jumlah anda berkeliling menjadi 7. meminimalkan jumlah dewa sesembahan orang arab yg ada didalam kabah dari 300-an menjadi cuman allah seorang. saya pertama membaca ini dari buku Anish Shorrosh ketika debat dengan ahmed deedat. anda bisa mencari info2 seperti ini di internet. saya tidak mengatakan kalau muhammad mengajarkan kalau allah itu berhala. tapi saya bilang, dia mengangkat salah satu dewa orang arab yg notabene pernah jadi berhala sembahan ayahnya (abdullah. maaf kemarin saya bilang dia ini pamannya muhammad) menjadi tuhannya (dengan catatan, nama putra-putri allah dihapuskan, jadi tinggal allah seorang). dengan demikian, bagaimanapun allah itu tetap adalah berhala.

> Muslim mengakui bahwa Allah adalah sumber dari segala sumber kehidupan, Maha Segala-galanya, Dzat Nur Ilahi yang Maha Suci, yang menciptakan hukum dalil dan rumus alam semesta.

anda kan hanya mengakui. sekarang saya tanya, apakah anda yakin semua apa yg anda akui selama ini adalah kebenaran? pernahkan anda berupaya untuk membuktikannya?

> Sementara berhala apa sih yg bisa dilakukannya ? Saya tanya lagi apa itu berhala dan apa pula itu Tuhan ?

apa yang anda akui tidak ada hubungannya dengan keberadaan dunia & isinya. bukan karena anda mengakui sebuah berhala sebagai tuhan maka lantas bumi ini ada atau tiada bukan? pertanyaan anda aneh. yang menjadi pertanyaan saya, apakah anda yakin allah anda & allah muhammad yg menciptakan itu semua? kalau iya, coba anda buktikan!

> Lalu sekarang ciri2 Tuhan dan ciri2 berhala ? Lalu ciri2 Allah (yg kata Anda berhala)?

Segala sesuatu yang baik itu BERASAL DARI TUHAN. Dari setanlah segala sesuatu yang buruk itu. setan melakukan hal2 yg buruk (anti dari kebaikan), mencobai anda dengan masalah & cobaan hidup, dan hal2 buruk lainnya (yang bisa terpikirkan oleh anda). setan (lucifer) memberontak kepada TUHAN & memilih untuk menjadi pemimpin di neraka ketimbang melayani TUHAN di surga & tugasnya adalah, mengumpulkan sebanyak mungkin jiwa2 orang bodoh yang sesat untuk menjadi pengikutnya. anda bisa baca kisah Ayub yang dicobai oleh setan (cobaan itu bukan berasal dari TUHAN) setelah meminta izin terlebih dahulu pada TUHAN. mungkin dengan membaca cerita itu, anda bisa membedakan TUHAN dan setan.

btw, untuk membuktikan allah itu berhala, anda bisa melakukannya sendiri. anda bisa baca sejarah kabah & dewa2 orang arab terdahulu.

God bless.

@h2204

maaf, agak telat membalas. akhir-akhir ini ada banyak kesibukan (kegiatan) yg harus saya prioritaskan terlebih dahulu.

> Sekarang saya tantang Anda Bung, kalau Anda menganggap Allah yang umat muslim sembah itu berhala ciptaan orang Arab, tolong nyatakan sekali lagi dengan keras di forum ini bahwa Anda tidak takut akibat perkataan dan perbuatan Anda sendiri yang sudah mengatakan Allah umat muslim itu berhala dan Muhammad itu penuh bullshit…mari kita semua dengar keberanian pasdequoi dalam menyatakannya….

well, cara anda ini sangat kekanak-kanakan (tipikal orang yg udah putus asa dalam berdebat untuk membuktikan sebuah kebenaran). Tapi ya udah, mungkin ini dia yang anda mau? Ini dia saya tulis tebal:

Allah umat muslim itu berhala dan Muhammad itu penuh bullshit & saya sendiri tidak takut akibat perkataan dan perbuatan saya sendiri dalam menghina mereka (mereka ini adalah allah anda & muhammad, termasuk islam, qur’an dan bullshit2 islam lainnya).

> Saya akui Anda hebat dalam mencari buku2 yang menyatakan Allah itu berhala dan Muhammad mengajarkan untuk menyembah Allah yang berhala itu. Saya jadi ingin tahu apa buku yang anda baca Bung ….

Saya tidak pernah menganggap saya ini hebat dalam mencari apapun. kemajuan teknologi memungkinkan ini semua. mungkin dulu, anda tidak mungkin untuk memiliki & mengakses buku2 & informasi2 sebanyak isi perpustakaan alexandria (misalnya). tapi sekarang? hal itu mungkin. anda tinggal mencarinya di internet. kalau anda lebih suka buku, ada banyak bertebaran (baik bekas maupun buku baru). kalau anda memiliki jiwa debat, coba ikuti debat2 yang ada di internet (mungkin anda sudah tahu ini).

> coba cari tau siapa pengarang buku itu dan cari tau pula darimana Ia mendapat sumber bahwa Muhammad itu mengajarkan Allah itu berhala …..

praktek keliling kabah itu sudah ada dari zaman arab jahilliyah & barbar (begitu juga dengan kabah sudah ada dari dulu). muhammad hanya meminimalkan jumlah anda berkeliling menjadi 7. meminimalkan jumlah dewa sesembahan orang arab yg ada didalam kabah dari 300-an menjadi cuman allah seorang. saya pertama membaca ini dari buku Anish Shorrosh ketika debat dengan ahmed deedat. anda bisa mencari info2 seperti ini di internet. saya tidak mengatakan kalau muhammad mengajarkan kalau allah itu berhala. tapi saya bilang, dia mengangkat salah satu dewa orang arab yg notabene pernah jadi berhala sembahan ayahnya (abdullah. maaf kemarin saya bilang dia ini pamannya muhammad) menjadi tuhannya (dengan catatan, nama putra-putri allah dihapuskan, jadi tinggal allah seorang). dengan demikian, bagaimanapun allah itu tetap adalah berhala.

> Muslim mengakui bahwa Allah adalah sumber dari segala sumber kehidupan, Maha Segala-galanya, Dzat Nur Ilahi yang Maha Suci, yang menciptakan hukum dalil dan rumus alam semesta.

anda kan hanya mengakui. sekarang saya tanya, apakah anda yakin semua apa yg anda akui selama ini adalah kebenaran? pernahkan anda berupaya untuk membuktikannya?

> Sementara berhala apa sih yg bisa dilakukannya ? Saya tanya lagi apa itu berhala dan apa pula itu Tuhan ?

apa yang anda akui tidak ada hubungannya dengan keberadaan dunia & isinya. bukan karena anda mengakui sebuah berhala sebagai tuhan maka lantas bumi ini ada atau tiada bukan? pertanyaan anda aneh. yang menjadi pertanyaan saya, apakah anda yakin allah anda & allah muhammad yg menciptakan itu semua? kalau iya, coba anda buktikan!

> Lalu sekarang ciri2 Tuhan dan ciri2 berhala ? Lalu ciri2 Allah (yg kata Anda berhala)?

Segala sesuatu yang baik itu BERASAL DARI TUHAN. Dari setanlah segala sesuatu yang buruk itu. setan melakukan hal2 yg buruk (anti dari kebaikan), mencobai anda dengan masalah & cobaan hidup, dan hal2 buruk lainnya (yang bisa terpikirkan oleh anda). setan (lucifer) memberontak kepada TUHAN & memilih untuk menjadi pemimpin di neraka ketimbang melayani TUHAN di surga & tugasnya adalah, mengumpulkan sebanyak mungkin jiwa2 orang bodoh yang sesat untuk menjadi pengikutnya. anda bisa baca kisah Ayub yang dicobai oleh setan (cobaan itu bukan berasal dari TUHAN) setelah meminta izin terlebih dahulu pada TUHAN. mungkin dengan membaca cerita itu, anda bisa membedakan TUHAN dan setan.

btw, untuk membuktikan allah itu berhala, anda bisa melakukannya sendiri. anda bisa baca sejarah kabah & dewa2 orang arab terdahulu.

God bless.

@all

maaf, double post. ada kesalahan pada postingan saya.

God bless.

@penulis artikel :

saya pikir analogi yang anda pakai menggunakan anak autis sangat tidak tepat, terutama karena seorang anak TIDAK BISA MEMILIH apakah dia akan terlahir autis atau tidak, sedangkan setiap kita BEBAS MEMILIH sikap kita terhadap Tuhan, tentunya dengan setiap konsekuensinya masing2.

Saya adalah seorang muslim, dan saya tidak serta merta melabeli mereka yang non-muslim (seperti anda) sebagai kafir, juga tidak serta merta melabeli mereka yang muslim sebagai beriman.

Saya pribadi cenderung membedakan antara label agama seseorang dengan statusnya sebagai kafir / beriman. Di antara orang yang mengaku muslim banyak yang ternyata kafir, dan mereka disebut kaum munafik. Sebaliknya juga, di antara kaum Nasrani, Yahudi, dsbnya juga ada bertebaran orang2 beriman. Paling tidak inilah yang dapat saya tangkap dari ajaran kitab suci saya Al Qur’an.

Yang ingin saya sampaikan adalah Islam tidak serta merta menganggap mereka yang agamanya non-Islam sebagai kafir sehingga pasti masuk neraka. Ya, Al-Qur’an banyak menyebut ciri2 orang munafik dan kafir, tetapi setahu saya tidak pernah menuduh orang2 Nasrani atau Yahudi sebagai 100% kafir semua. Al-Qur’an hanya menyebutkan sebagian di antara mereka ada yang kafir, dan sebagian ada yang beriman, demikian juga keadannya pada orang2 yang mengaku Islam.

Sudahkah Anda meminta izin memposting diskusi Anda sebelum memuat di sini?
Jika ia, jauh etika dari “Suci”.
Debat yang saling menganggap dirinya paling benar hanyalah debat kusir yang tidak ada ujungnya. Yang menang merasa senang (sementara),sedangkan yang kalah timbul kebencian (karena kita, orang lain memiliki sifat membenci /dosa). Hanya berapa persen yang mau mengikutin kemauan kita?

Sudahkah Anda meminta izin memposting diskusi Anda sebelum memuat di sini?
Jika ia, jauh etika dari “Suci”.
Debat yang saling menganggap dirinya paling benar hanyalah debat kusir yang tidak ada ujungnya. Yang menang merasa senang (sementara),sedangkan yang kalah timbul kebencian (karena kita, orang lain memiliki sifat membenci /dosa). Hanya berapa persen yang mau mengikutin kemauan kita?
Semoga dalam menulis, kita tetap menggunakan hati nurani yang bijak.

@ iyudh :

Betul. Kafir hanyalah label yang biasanya timbul dari kebencian akan keyakinan orang lain. Label ini tidak membawa kemajuan apa-apa bagi dialog antar umat beragama.

Tinggalkan Balasan

Anda harus masuk log untuk mengirim sebuah komentar.

Stat

a

Blog Stats

  • 177,946 hits