<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Agamaku Kesaksianku</title>
	<atom:link href="http://agamaku.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://agamaku.wordpress.com</link>
	<description>Tumbuh, Berkembang dan Berbuah</description>
	<lastBuildDate>Thu, 29 Dec 2011 15:13:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='agamaku.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Agamaku Kesaksianku</title>
		<link>http://agamaku.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://agamaku.wordpress.com/osd.xml" title="Agamaku Kesaksianku" />
	<atom:link rel='hub' href='http://agamaku.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Kata Orang Saya Kafir</title>
		<link>http://agamaku.wordpress.com/2008/11/22/kata-orang-saya-kafir/</link>
		<comments>http://agamaku.wordpress.com/2008/11/22/kata-orang-saya-kafir/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 Nov 2008 18:38:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agamaku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keseharian]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Sharing]]></category>
		<category><![CDATA[Hati Nurani]]></category>
		<category><![CDATA[Kafir]]></category>
		<category><![CDATA[KUHP Pelecehan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agamaku.wordpress.com/2008/11/22/kata-orang-saya-kafir/</guid>
		<description><![CDATA[Saya sangat tertarik ketika ada seorang blogger menulis topik bertema &#8220;KUHP Tentang Pelecehan Terhadap Segolongan Masyarat (Di Antaranya Agama).&#8221; Saya tidak akan mempermasalahkan isi dari tulisan tersebut karena isinya sebagian berupa kutipan dari KUHP pasal 156. Sebagai informasi, blog tersebut banyak berisi tulisan-tulisan religius. Kemudian saya tertarik untuk melemparkan sebuah diskusi. Saya melemparkan pertanyaan sederhana [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamaku.wordpress.com&amp;blog=147101&amp;post=73&amp;subd=agamaku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya sangat tertarik ketika ada seorang blogger menulis topik bertema &#8220;KUHP Tentang Pelecehan Terhadap Segolongan Masyarat (Di Antaranya Agama).&#8221; Saya tidak akan mempermasalahkan isi dari tulisan tersebut karena isinya sebagian berupa kutipan dari KUHP pasal 156. Sebagai informasi, blog tersebut banyak berisi tulisan-tulisan religius.</p>
<p>Kemudian saya tertarik untuk melemparkan sebuah diskusi. Saya melemparkan pertanyaan sederhana saja:</p>
<blockquote><p>Kalau ada sebuah kaum kemudian menyebut <strong>&#8220;kafir&#8221;</strong> kaum lain, itu sudah merupakan pelecehan belum?</p></blockquote>
<p>Saya cukup terkesan karena akhirnya penulis blog meluangkan waktunya untuk membuat sebuah artikel terpisah untuk membahas istilah &#8220;kafir&#8221; dengan panjang lebar. Judulnya cukup menggugah dengan 3 tanda tanya: &#8220;Kafir???&#8221; Sayangnya saya tidak dapat memperoleh kesimpulan tegas antara &#8220;pengkafiran&#8221; dengan &#8220;KUHP tentang Pelecehan&#8230;&#8221; di artikel yang ditulisnya.</p>
<p>Saya pun tertarik untuk berdiskusi lebih lanjut dengan penulis blog tersebut. Saya menduga jika penulisnya, yang rajin menuliskan hal-hal religius, maka paling tidak memiliki kedewasaan yang cukup dalam berdiskusi.</p>
<p><span id="more-73"></span>Karena saya tidak bisa narik benang merah &#8220;pengkafiran&#8221; dan &#8220;KUHP tentang Pelecehan&#8230;&#8221; dalam artikel tersebut, maka saya memberanikan diri lebih lanjut berdiskusi dengannya. Pada jawaban pertama rupanya beliau masih terpaku pada ayat-ayat sucinya. Ya, saya tahu, itu memang pondasi baginya, tapi saya ingin mendobrak cara berpikirnya dengan lebih mengedepankan hati nuraninya. Maka saya pun mengambil contoh yang cukup menguras perasaan, yaitu dengan perumpamaan anak autis. Kebetulan putera beliau dan saya sama-sama autis.</p>
<p>Saya:</p>
<blockquote><p>Hehehe… penjelasan yang panjang lebar tetapi tetap tidak kena esensinya karena seolah “membela diri.” Pertanyaan saya yang lalu adalah berkenaan dengan “KUHP Tentang Pelecehan Terhadap Segolongan Masyarakat (Di Antaranya Agama)”</p>
<p>Sedangkan di artikel ini tidak disebutkan sama sekali kaitan penyebutan “kafir” bagi kaum lain dengan KUHP tersebut. Bagi kaum lain yang disebut sebagai “kafir” tentu akan “terlecehkan.”</p>
<p>Oh iya, mungkin Anda bisa menukilkan ayat2 AQ yang lain yang terkait dengan kafir. Siapa tahu masih ada ayat-ayat lain (yang belum dinukil) berkenaan dengannya.</p>
<p>Tetapi dari ayat2 yang Anda nukil pun, di situ sudah jelas bahwa agama Anda telah mengkotak-kotakkan manusia ke dalam agamanya dan memperlakukan kaum lain dengan berbeda, bahkan cenderung lebih kejam.</p>
<p>Seandainya saja tidak perlu ada pengkotak-kotakkan seperti itu, alangkah indahnya hidup di dunia ini dalam hidup berdampingan, apa pun warna bajunya (warna baju = kiasan).</p>
<p>Tuhan memberkati.</p></blockquote>
<p>Beliau:</p>
<blockquote><p>He he he (sambil nyengir) mohon maaf jika ditafsirkan demikian.</p>
<p>Sebetulnya komentar anda telah saya jawab… memang kesannya saya “samarkan”.. agar tidak terlalu vulgar. Yah.. kalau anda ingin jawaban saya yang jujur.. adalah “Bisa jadi Ya..” (melecehkan dan terkena pasal dalam KUHP tersebut) jika niatannya memang untuk tujuan pelecehan… dan ini harus dibuktikan dengan proses peradilan dengan dukungan data maupun saksi.dan “bisa jadi tidak…” jika memang hal ini diucapkan sebagai penegasan atas keadaan dari orang yang dikenai ucapan tersebut.. bukan untuk maksud pelecehan. Oleh karena itu.. dalam penjelasan yang panjang lebar… saya ingin mengajak sahabat-sahabat disini memahami dulu.. istilah kafir..(murni berdasarkan petunjukNYA.. DIA Yang Maha Mengetahui) dan sekaligus bagaimana bersikap menghadapi kaum kafir.. menurut Islam agar tidak ada sikap atau pemikiran yang hanya semata-mata berdasarkan nafsu manusia.. dan nafsu iblis.</p>
<p>Kalo masi boleh sy bicara, saya tambahkan disini ‘Bukankah tidak ada 1 agamapun yg tidak mengkotakkan diri. Untuk itulah Islam mendirikan dakwah. Untuk itu ada istilah zending juga misionaris. Ya jujur tujuan kegiatan-kegiatan tersebut untuk mengajak masuk ’ke dalam kotak’.</p>
<p>sedangkan ‘kotak’ yg lain dlm Islam sendiri , yaitu fasis, munafik dsb, sungguh hanya org tsb dan Allah yg tahu, sehingga tidak mungkin manusia bisa ‘melabel’ org lain, menyatakan orang lain tersebut dalam kotak-kotak yang mana, apalagi sampai melakukan pelecehkan, (jujur, jangan pernah ada yg berani memberikan label-label tersebut.. Sungguh berat sangsi Allah.. )</p>
<p>Mohon dapat dipahami… Sebelumnya terima kasih untuk kesediaan anda berkomentar disini.</p></blockquote>
<p>Lalu saya pun mulai mencoba menguras hati nuraninya dengan perumpamaan anak autis:</p>
<blockquote><p>Terima kasih telah memberikan penjelasan dengan jujur. Saya berharap Anda sudah dapat sedikit membuka mata hati &amp; pikiran mengenai agama Anda sendiri. Suatu saat Anda akan mengerti apa maksud saya.</p>
<p>Pengalaman adalah guru yang baik. Perkenankanlah saya memberikan Anda sebuah contoh kasus. Tetapi jika Anda tidak berkenan, Anda dapat menghapus komentar saya ini. Contoh kasus yang ingin saya angkat yaitu berkenaan dengan anak autis.</p>
<p>Apakah Anda rela jika seorang anak autis dikucilkan, dilecehkan dan diperlakukan dengan sewenang-wenang oleh anak lain yang normal? Apakah Anda rela jika anak autis diperlakukan dengan kasar/kekerasan oleh anak-anak normal?</p>
<p>Misalnya saja anak-anak (kaum) normal kemudian menyebut anak-anak autis sebagai “kaum goblokin”, apakah Anda rela?</p>
<p>Mohon maaf jika contoh saya ini terlalu vulgar. Tetapi dengan contoh ini, yang mungkin dapat menyentuh hati Anda, paling tidak dapat membangkitkan empati pada hati Anda.</p>
<p>Sekali lagi mohon maaf jika komentar saya ini sangat tidak layak untuk dimuat. Jika demikian halnya, Anda dapat menghapus komentar saya ini.</p>
<p>Tuhan memberkati Anda dan keluarga.</p></blockquote>
<p>Saya senang ketika beliau sependapat dengan saya. Berikut jawaban beliau:</p>
<blockquote><p>Subhanallah… Sayapun demikian adanya, dalam hal ini sepakat dengan pendapat anda.. dan sesungguhnya prinsip dalam Islampun demikian adanya. Tidak akan pernah rela Allah sebagai pemilik Islam.. jika ada hamba-hambaNYA.. baik itu yang “mengaku” Islam maupun yang tidak.. saling mendzholimi sebagaimana saya kutipkan diatas…</p>
<p>“Doa seorang yang teraniaya (diperlakukan tidak adil), meskipun ia orang kafir, tidak ada tirai yang menutupinya (untuk dikabulkan).” (HR. Ahmad dalam “musnad”nya).</p>
<p>Ini adalah sebuah kutipan yang nyata… bagaimana azas keadilan itu akan diterapkan. yah.. azas keadilan.. sangat-sangat dijunjung tinggi dalam Islam.</p>
<p>Sebaliknya… dengan pengetahuan yang anda milikipun… saya yakin anda cukup paham.. gejolak-gejolak yang timbul dibanyak bagian dunia saat ini.. karena tuntutan.. kaum muslim untuk mendapat keadilan… seperti dalam postingan “Surat dari seorang sahabat bernama Fatimah”<br />
Yah.. Fatimah tidak hanya menanggung tudingan kata-kata tapi… jauh jauh lebih berat dari itu.</p>
<p>Mudah-mudahan anda.. dengan kemampuan analisa dan pengetahuan yang anda miliki dapat lebih bersikap arif… bersama menjalin hubungan keagamaan yang baik.. dengan saling menyadari.. bahwa ada tengang rasa.. ada saling menghargai.. ada saatnya untuk memberikan ruang pada sebuah golongan untuk melakukan ritualnya… dan tidak saling “usil” satu sama lain… tidak saling memaksakan kehendak.. dsb-dsbnya.. baik untuk hal yang sangat kecil..(seperti memanggil dengan sebutan tertentu seperti yang anda tuliskan) hingga yang sangat krusial.. (pertumpahan darah maupun antar negara)… Jujur… didepan maupun dibelakang.. dihati maupun disikap…</p>
<p>Semoga Allah akan memberikan Hidayah pada kita semua.</p></blockquote>
<p>Beliau memang sepakat dengan saya, tetapi beliau belum memahami apa yang sebenarnya ingin saya ungkapkan. Maka kemudian saya pun dengan hati-hati mulai membuka maksud saya tersebut:</p>
<blockquote><p>Syukurlah bahwa Anda telah memahami maksud saya dalam kasus yang saya angkat. Tapi ada satu lagi hal yang harus saya utarakan berkenaan dengan contoh kasus Anda.</p>
<p>Ada beberapa hal yang kita sepakat, yaitu bahwa melihat kasus tersebut, Anda tidak akan pernah setuju bahwa anak autis diperlakukan seperti itu.</p>
<p>Mari kita berandai-andai sesuai analogi anak autis di atas. Seandainya Anda adalah Allah, apakah Anda rela jika anak-anak Anda (yang autis itu) dizolimi oleh anak-anak Anda yang lain (yang normal)? Relakah Anda jika anak-anak Anda yang Autis disebut sebagai “KAUM GOBLOKIN” oleh anak-anak Anda yang normal?</p>
<p>Nah, jika Anda sudah mulai dapat merasakan “PERASAAN ALLAH”, maka Anda akan mulai bisa berpikir bahwa kata “KAFIR” seharusnya bukan berasal dari TUHAN. Dan seharusnya bukan menjadi pembenaran bagi tindakan kesewenang-wenangan bagi orang lain.</p>
<p>Yakinlah bahwa TUHAN itu Maha Penyayang, Mahaadil, Mahabaik dan Mahakuasa yang tidak mungkin memberikan “celah” yang memungkin orang lain berlaku sewenang-wenang terhadap orang lain. Mohon jangan terlalu terpaku kepada kitab, tetapi gunakanlah hati nurani Anda dapat memahami hal ini.</p>
<p>Semoga sedikit komentar saya ini dapat memicu pola berpikir Anda ke sisi yang lebih baik. Mohon maaf jika komentar saya ini terlalu vulgar dan terlalu berseberangan dengan ajaran Anda. Dan jika dirasa tidak berkenan, Anda dapat menghapusnya.</p>
<p>Terima kasih atas diskusi yang jujur dan baik.</p>
<p>Tuhan memberkati.</p></blockquote>
<p>Sayangnya beliau mulai menutup diri dan menyatakan dengan tegas bahwa beliau tidak sependapat dengan saya. Jawaban beliau:</p>
<blockquote><p>Dgn sangat menyesal sy tidak dpt sependapat dgn anda untuk soal ini. Karena kata dan arti kafir tidak dr manusia. Tp langsung dr Allah, (tidak mungkin ada manusia yg lebih tahu daripadaNYA) bagian pemahaman atas Islam yg dijadikan ‘way of life’ dan ‘life style’ seorang muslim. Maaf sekali lg.</p>
<p>Dan sy sungguh tidak berani berandai andai sebagai Allah. Sy tak berarti dibandingkan DIA yg Maha Agung. Ilmuku tak sebanding dgn ilmuNYA, bagaikan setetes air dgn seluruh samudra di dunia. Ada hak preogratif Allah yg tidak pernah dpt sy uraikan dgn analisaku. Jadi jelas label kekafiran adalah label darINYA, DIA pasti tidak salah sungguh kesalahan ada pada umat manusia dlm hal ini adalah dgn mengekploitasi menjadi komoditas perpecahan.</p></blockquote>
<p>Masalahnya bukanlah &#8220;hati nurani&#8221;-nya tetapi ada pintu yang tertutup dan jendela yang tertutup yang tidak memungkinkan saya menggugah hati nuraninya lebih lanjut. Walau pun demikian saya tetap mencoba lebih memperjelas maksud saya, tentu dengan pemilihan kata-kata yang lebih hati-hati.</p>
<p>Saya:</p>
<blockquote><p>Iya, tidak mengapa jika Anda tidak sependapat dengan saya. Dan juga tidak mengapa jika Anda tidak berani berandai-andai sebagai Allah. Lagi pula saya tidak berupaya membandingkan saya atau Anda dengan DIA yg Maha Agung. Dan tentu saja ilmu kita tidak ada apa2nya.</p>
<p>Namun saya mengajak Anda berempati kepada Allah. Tidak lebih dan tidak kurang dari itu. Seperti kita juga bisa turut merasakan rasa suka/duka dari para sahabat kita. Rasa empati itu bisa terbentuk jika kita juga turut merasakan apa yang dirasakan orang lain. Saya pun mengajak Anda melakukan proses empati kepada Allah.</p>
<p>Mungkin bahasan saya ini terlalu sulit bagi Anda, atau Anda tidak berani “berempati” kepada Allah. Tetapi tidak mengapa. Komentar saya ini sekedar mendobrak pola pikir Anda saja. Saya hanya berharap Anda dapat mulai memahami apa yang saya maksud. Itu dulu saja.</p>
<p>Terima kasih atas diskusi yang baik &amp; jujur.</p>
<p>Tuhan memberkati.</p></blockquote>
<p>Dan saya pun kecewa karena tanggapan beliau yang kemudian menuduh saya &#8220;TOO MUCH&#8221; dan menuduh saya &#8220;melecehkan secara halus.&#8221; Hiks&#8230;</p>
<p>Beliau:</p>
<blockquote><p>Saya kira anda sudah mulai memasuki area “TOO MUCH”… 3 komentar terakhir anda mulai bernada pelecehan dengan cara yang halus…</p>
<p>Sekali lagi saya sampaikan bahwa :</p>
<p>1. Sebagai seorang beragama.. kita punya keyakinan yang berbeda baik dari cara kita memahami, menjalankan dan menjadikan itu sebagai jalan hidup kita. (Ini sebuah kenyataan yang jelas dan jujur…)</p>
<p>2. Sebagai seorang warga negara dari sebuah negara.. yang sama dimana saling toleransi terhadap setiap pemeluk agama dinegara Indonesia ini sangat dijunjung. Dengan sikap anda yang…..(gituuuu) yaitu berusaha menyampaikan pendapat dengan “pemaksaan” dari berbagai macam sudut kepada pemeluk agama lain.. dan sikap anda yang…. (gituuu) walaupun saya sudah coba jelaskan dengan sangat hati-hati dan penuh penghargaan kepada anda sebagai “sesama manusia” bahwa pemikiran anda “TIDAK AKAN PERNAH MASUK” kepada saya (Insya Allah.. karena hanya kepada DIA aku bergantung) telah anda abaikan.</p>
<p>3. Postingan yang saya tulis.. adalah jawaban pertanyaan anda tentang kafir.. cukup jelas adanya dari sudut pandang saya. Siapapun dia orangnya pasti akan jelas memahami tulisan saya.. bahkan telah diperjelas lagi dalam jawaban atas komentar anda.(Yang anda tuntut.. adalah jawaban saya berdasarkan pandangan saya ataukah jawaban berdasarkan pandangan anda???)</p>
<p>Maaf kalau akhirnya saya menilai anda sebagai orang yang ternyata… tidak mampu bersikap dewasa dan mampu menghargai pendapat orang lain.. bahkan cenderung memancing emosi pembaca…</p>
<p>Oleh karena itu.. mempertimbangkan ini adalah forum terbuka.. dimana berbagai macam tingkat pemahaman dan kedewasaan terlibat didalam sini.. saya akan menutup seluruh komentar yang berkaitan dengan ini.. (kecuali komentar-komentar yang tahu unggah-ungguh… tata krama.. tepa slira… sebagai manusia yang bermasyarakat, warga negara Indonesia yang baik juga sebagai umat agama..) Agar.. postingan ini tidak digunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab… sebagai alat untuk mencapai tujuan tertentu.</p>
<p>Jika anda tetap merasa tidak terpuaskan dengan apa yang telah saya tulis… dan masiiihhh saja penasaran. tolong baca tulisan saya dibawah ini, begitulah pandangan saya terhadap agama dan pola pikir anda.:</p>
<p>1. Bagimu adalah agamamu dan bagiku adalah agamaku.</p>
<p>2. Kebenaran hanya dapat dibuktikan nanti… Sebaiknya kita bersabar dan menunggu hari pengadilan itu tiba untuk membuktikan sesungguhnya kebenaran itu.</p>
<p>3. Ada sebuah kaum.. yang bagaimanapun engkau berikan pengertian kepada mereka.. itu tidak berarti apa-apa.. karena Allah telah tutupkan mata. telinga dan hati mereka dari kebenaran… Bahkan mereka dengan sewenang-wenang akan merubah kebenaran itu sesuka hati mereka.<br />
Sungguh siksa Allah sangat lah pedih.</p>
<p>Semoga.. setiap muslim.. akan selalu dijaga dan berada dalam jalan illahi</p></blockquote>
<p>Yah, saya sebenarnya sudah tahu, pintu dan jendelanya telah tertutup bagiku. Apa pun yang saya coba jelaskan tidak akan beliau dengarkan. Bahkan di artikel beliau selanjutnya malah menuduhkan pemutarbalikan ayat-ayat yang padahal saya pun tidak mengutipnya satu pun, dari kitab suci mana pun.</p>
<p>Rupanya beliau telah membanting pintu dan lebih senang mengunci diri dalam kubusnya yang dirasanya lebih nyaman selama hidupnya.</p>
<p>Saya rasa pandangan beliau yang seperti ini sangatlah keliru. Saya telah mencoba mendobrak cara berpikirnya dengan mengajaknya keluar dari kubusnya. Tapi apa daya karena beliau telah mengurung dan mengunci dirinya dalam kubus.</p>
<p>Saya pun dalam berdiskusi dengannya tidak bisa terlalu berharap banyak. Saya tetap &#8220;kafir&#8221; baginya. Dan apa pun yang saya utarakan selalu saja dianggap &#8220;melecehkan&#8221; bagi beliau. Padahal tidak ada maksud saya melecehkan beliau sedikitpun. Kata-kata saya pun saya rasa cukup santun.</p>
<p>Ini bukan yang pertama bagi saya. Saya banyak menghadapi diskusi-diskusi sejenis yang berakhir mentok. Tetapi saya rasa diskusi seperti ini bukanlah yang terakhir bagi saya.</p>
<p>Suatu ketika saya pernah berhasil membuka hati nurani seseorang. Dan saya ingin itu bisa terjadi lebih banyak lagi. Bukan berarti saya melakukan Kristenisasi, sekali lagi BUKAN. Toh saya tidak mengajak siapa pun untuk murtad dan memeluk agama saya. Saya hanya ingin membuka hati nurani setiap orang supaya dari sana KASIH itu hadir dan dapat dirasakan setiap orang.</p>
<p>Tuhan telah memberikan KASIH-NYA kepada setiap manusia. Tetapi apakah setiap orang dapat merasakannya? Apakah setiap orang sadar bahwa KASIH Tuhan juga diberikan kepada setiap orang? Apapun agamanya. Apapun atributnya. Dimana pun mereka tinggal.</p>
<p>Kalau KASIH Tuhan telah diberikan dengan cuma-cuma kepada setiap manusia, lalu kita pun perlu membagikan KASIH itu kepada orang lain yang KEKURANGAN KASIH. Saya rasa setiap orang yang masih memperlakukan orang lain dengan semena-mena adalah orang-orang yang KEKURANGAN KASIH. Demikian juga setiap orang yang mengamini tindakan semena-mena kepada orang lain juga orang yang KEKURANGAN KASIH.</p>
<p>Orang yang TIDAK MEMILIKI bagaimana DAPAT MEMBERIKAN kepada orang lain? Tetapi orang yang MEMILIKI DENGAN BERKELIMPAHAN akan dengan suka cita MEMBERIKANNYA kepada setiap orang. Kita harus MEMILIKI KASIH untuk dapat MEMBERIKAN KASIH kepada orang lain. Mintalah kepada TUHAN karena TUHAN ITU KASIH.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agamaku.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agamaku.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agamaku.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agamaku.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agamaku.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agamaku.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agamaku.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agamaku.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agamaku.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agamaku.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agamaku.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agamaku.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agamaku.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agamaku.wordpress.com/73/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamaku.wordpress.com&amp;blog=147101&amp;post=73&amp;subd=agamaku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agamaku.wordpress.com/2008/11/22/kata-orang-saya-kafir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>213</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">agamaku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Yesus Memang Manusia, Tetapi Bukan Manusia Biasa</title>
		<link>http://agamaku.wordpress.com/2008/09/20/yesus-memang-manusia-tetapi-bukan-manusia-biasa/</link>
		<comments>http://agamaku.wordpress.com/2008/09/20/yesus-memang-manusia-tetapi-bukan-manusia-biasa/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Sep 2008 05:25:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agamaku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Sang Guru]]></category>
		<category><![CDATA[Sharing]]></category>
		<category><![CDATA[CIO]]></category>
		<category><![CDATA[Manusia]]></category>
		<category><![CDATA[Yesus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agamaku.wordpress.com/2008/09/20/yesus-memang-manusia-tetapi-bukan-manusia-biasa/</guid>
		<description><![CDATA[Maafkan saya karena sudah lama tidak mengisi blog ini. Itu semua murni karena kesibukan saya yang belakangan ini serasa semakin banyak saja tugas, wewenang dan tanggung jawabnya. Absennya saya ini sekaligus merupakan upaya untuk menghindari banyaknya diskusi debat yang semakin lama kesannya semakin ngalor-ngidul tanpa arah. Saya tidak akan menyalahkan siapa-siapa mengenai hal itu. Tetapi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamaku.wordpress.com&amp;blog=147101&amp;post=69&amp;subd=agamaku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Maafkan saya karena sudah lama tidak mengisi blog ini. Itu semua murni karena kesibukan saya yang belakangan ini serasa semakin banyak saja tugas, wewenang dan tanggung jawabnya. Absennya saya ini sekaligus merupakan upaya untuk menghindari banyaknya <span style="text-decoration:line-through;">diskusi</span> debat yang semakin lama kesannya semakin <em>ngalor-ngidul</em> tanpa arah. Saya tidak akan menyalahkan siapa-siapa mengenai hal itu. Tetapi saya mengurangi keterlibatan saya di diskusi tersebut.</p>
<p>Oleh karena itu, tulisan-tulisan saya berikutnya akan banyak mengalami perubahan gaya. Berusaha tidak menyerang siapa pun (apa pun agamanya) sekaligus berupaya dengan santun menuliskan pemikiran saya berdasarkan religi yang saya anut.</p>
<p>Kali ini saya akan <em>sharing</em> mengenai pekerjaan saya. Jika pembaca merasa tulisan ini tidak menarik dan membosankan, maka saya menyarankan untuk menghentikan membaca tulisan ini. Maklum, pekerjaan yang akan saya tuliskan berkutat di bidang TIK (teknologi informasi &amp; komunikasi) yang mungkin bagi sebagian besar orang akan sangat membosankan. Tetapi jika pembaca merasa bahwa membaca tulisan ini penting terutama untuk menarik kesimpulan akhir dengan pikiran terbuka, saya akan sangat menyarankan meneruskan membaca tulisan ini sampai akhir.</p>
<p><span id="more-69"></span><br />
Kalau di kata pengantar saya telah menuliskan sedikit tentang kesibukan saya, pasti banyak pembaca akan bertanya-tanya: <em>&#8220;Apa sih pekerjaan kamu?&#8221;</em></p>
<p>Saat ini jabatan saya adalah sebagai CIO <em>(chief information officer)</em> atau jika di-Indonesiakan berarti direktur TIK. Tugasnya adalah bertanggung jawab atas seluruh kinerja divisi di bawah departemen TIK. Di perusahaan kami memiliki beberapa divisi di bawah departemen TIK. Selain beberapa divisi permanen, juga ada divisi temporary yang kerjanya berbasis proyek.</p>
<blockquote><p>&#8220;Wah asyik dong pekerjaannya? Pasti punya banyak anak buah!&#8221;</p></blockquote>
<p>Sebagian besar orang tentu akan berkata seperti itu. Tetapi saya akan berkata jujur bahwa pekerjaan ini sangat berat. Bahkan menghabiskan seluruh tenaga, pikiran dan waktu saya. Kadang saya berpikir bahwa saya tidak mampu mengemban tugas ini dan sudah beberapa kali saya berpikir untuk <em>resign</em>. Atau minimal saya mengundurkan diri dari jabatan ini.</p>
<blockquote><p>&#8220;Kok bisa begitu? Bukankah itu puncak karir yang sangat diimpi-impikan oleh banyak orang TIK?&#8221;</p></blockquote>
<p>Benar. Jabatan ini sangat diimpi-impikan hampir seluruh orang TIK di mana pun. Tetapi jika mereka telah merasakan menduduki jabatan ini, saya yakin mereka akan berpikir ulang tentang hal itu. Bahkan suatu penelitian mengungkapkan bahwa jabatan CIO ini paling banyak berpindah tangan dibandingkan dengan jabatan puncak yang lain.</p>
<p>Oke, saya akan langsung saja. Saya akan menceritakan sekilas tentang apa yang saya kerjakan dan rasakan.</p>
<p>Seperti sudah saya katakan, memimpin divisi ini sungguh sangat sulit. Selain pekerjaan yang menuntut penguasaan teknologi tinggi yang selalu berkembang, juga karena sangat sulitnya mengelola orang-orang pintar. Boleh dikata sebagian besar pekerja di divisi TIK memiliki kecerdasan yang tinggi. Sayangnya kecerdasan yang tinggi ini tidak selalu dibarengi dengan <em>attitude</em> yang baik. Pekerja TIK memiliki stereotype sebagai pekerja yang egois, sombong, sulit bersosialisasi, dan masih banyak cap-cap yang lain. Tidak bisa dipungkiri bahwa memang sebagian besar pekerja TIK seperti itu.</p>
<p>Sedikit banyak attitude ini menyumbangkan berhasil tidaknya sebuah proyek. Tentu saja di samping faktor-faktor lain seperti keterampilan dan pengetahuan dasar mereka.</p>
<p>Walau pun saya mengetahui semua hal itu, saya sering kali tidak bisa berbuat banyak ketika harus mempertanggungjawabkan progres proyek di hadapan para BOD <em>(board of director)</em>. Hampir semua proyek molor. Sebagian bahkan melenceng jauh dari rencana semula.</p>
<blockquote><p>&#8220;Apa konsekuensi dari proyek-proyek molor tersebut?&#8221;</p></blockquote>
<p>Tentu saja perusahaan akan rugi. Jika saja perusahaan masih mentolerir kemoloran ini, bagaimana dengan klien? Tidak semua klien dapat menerima kemoloran ini. Apalagi jika hasilnya tidak sesuai harapan.</p>
<p>Mungkin saya perlu sedikit membuat analogi dengan contoh di bisnis yang berbeda.</p>
<p>Misalnya saja saya pengusaha restoran terkenal cepat-saji, sebut saja MacDewo Fried Chicken. Suatu saat seorang tamu datang dan memesan ini dan itu. Makanan &amp; minuman yang seharusnya tersedia maksimal 10 menit ternyata baru bisa tersaji 30 menit. Sudah begitu rasanya tidak enak karena tidak sesuai standar. Apa yang terjadi?</p>
<p>Saya yakin tamu tersebut akan sangat tidak puas. Selain sewot karena harus menunggu lama, juga karena mendapati bahwa pesanannya tidak enak. Sebagian besar orang akan marah-marah jika mengalami hal serupa. Apalagi jika si tamu memperpanjang masalah, misalnya dengan menemui manajer restoran atau bahkan menuntut restoran.</p>
<p>Bagaimana dengan pihak restoran? Kerugiannya berlipat. Pekerja yang seharusnya bisa melayani 2 tamu lain ternyata masih terjebak melayani 1 tamu selama lewat 20 menit dari seharusnya.</p>
<p>Belum lagi jika harus mengatasi keluhan tamu tersebut. Dan efek berantainya lebih dahsyat, yaitu jika tamu tadi menyebarluaskan ketidakpuasannya kepada orang lain. Semakin banyak orang yang mengetahui masalah ini, restoran saya berpotensi sepi karena kehilangan pelanggan. Lama-lama restoran saya akan rugi.</p>
<p>Demikian juga dengan bidang TIK. Kehilangan waktu karena proyek yang molor juga akan merugikan perusahaan secara langsung mau pun tidak langsung. Baik finansial mau pun non-finansial. Terutama jika dikaitkan juga dengan <em>opportunity cost</em>.</p>
<p>Apalagi jika proyeknya gagal! Ibarat kata, sudah jatuh tertimpa tangga. Bisa-bisa perusahaan gulung tikar.</p>
<p><strong>Dan saya adalah orang yang bertanggung jawab atas semua hal itu.</strong></p>
<h2>Apa Yang Harus Saya Lakukan?</h2>
<p>Tentu saja saya harus menjamin bahwa tidak ada kegagalan proyek. Saya harus bisa mengatasi semua masalah. Saya harus mengumpulkan semua data/fakta di lapangan. Menganalisisnya dengan cermat dan mengambil tindakan yang perlu</p>
<p>Tetapi bagaimana dengan kenyataan di lapangan? Saya harus bisa menganalisisnya dari segenap sudut pandang dari seluruh aspek, tidak hanya teknikal tapi juga non-teknis. Tidak hanya kinerja tetapi juga ke kepribadian para individu yang terlibat. Ya, sering kali saya juga harus menilai kepribadian anggota tim.</p>
<p>Setelah itu saya harus bertindak langsung. Saya harus terjun langsung ke lapangan dan bekerja bersama mereka di situs klien. Tidak hanya sebagai pemantau atau pun penganalisis, saya juga harus membantu mereka menyelesaikan semua tugas.</p>
<p>Saya sempat menyatakan cuti di depan para BOD untuk dapat bekerja langsung bersama para pekerja di daerah-daerah klien. Maklum, klien kami ada di mana-mana, tidak hanya di pulau Jawa, tetapi juga di luar pulau Jawa.</p>
<p>Jadilah saya bekerja langsung dengan para programer dari beberapa divisi. Saya pun harus bepergian ke klien-klien bersama dengan tim. Saya juga harus memberikan nasehat teknis dan juga non teknis berkaitan dengan proyek. Kerap kali saya harus memberikan contoh pemrograman secara langsung kepada tim. Tidak jarang saya harus mengambil alih beberapa tugas supaya bisa memberikan contoh nyata kepada tim.</p>
<p>Saya harus meninggalkan kursi empuk dan ruang kerja yang nyaman di Jakarta. Saya harus meninggalkan semua fasilitas yang lengkap di Jakarta. Di beberapa daerah mengharuskan saya tidur di tempat yang kurang nyaman. Sekedar bisa meletakkan kepala sudah merupakan kemewahan. Apalagi minimnya fasilitas yang diperoleh.</p>
<p>Sudah beberapa kali saya jatuh sakit. Belum lagi penolakan yang timbul dari beberapa pemimpin tim yang sudah sangat senior. Sering kali penolakan ini tidak secara langsung, tetapi lewat belakang. Seringkali saya mendengar suara-suara sumbang berkenaan dengan hal itu. Bahkan penolakan ini berkembang lebih jauh ke arah penjatuhan. Ya, saya sudah beberapa kali berusaha dijatuhkan oleh orang-orang yang saya hormati yang justru ingin saya tolong pekerjaannya.</p>
<p>Kalau memikirkan semua hal itu semakin membuat saya ingin <em>resign</em> atau minimal mengundurkan diri dari jabatan CIO. Kalau dipikir dan dipandang dari kacamata saya yang dangkal ini, rasanya tidak sepadan antara apa yang telah saya korbankan dengan apa yang saya terima. Tidak hanya fisik saya yang seringkali jatuh, tetapi juga perasaan saya. Betapa sakitnya hati ini.</p>
<h2>Penguatan Yesus</h2>
<p>Di tengah jatuh bangun, saya seringkali menguatkan diri sehingga saya bisa terus bertahan dan semakin bersemangat. Saya harus mampu melewati semuanya ini. Tentu dengan sukses.</p>
<blockquote><p>&#8220;Apa yang bisa menguatkan Anda?&#8221;</p></blockquote>
<p>Pertanyaan yang bagus. Simple saja dan bahkan sudah sering menjadi slogan umat Kristen, yaitu: <strong>&#8220;memanggul salib.&#8221;</strong></p>
<p>Ternyata apa yang saya alami saat ini sudah dilakukan oleh Yesus Kristus. Dalam kasus saya, ini benar-benar mirip. Memang sih tidak mungkin menyamai tugas Yesus 2000 tahun yang lalu. Saya sadar bahwa apa yang saya alami benar-benar tiada apa-apanya dibanding dengan kebesaran tugas Yesus Kristus. Tetapi setiap saya berpikir ke belakang, saya semakin sadar bahwa saya sudah berhasil menarik benang merah. Saya harus melalui semuanya ini sesuai ajaran Yesus. Saya harus memanggul salib saya dengan setia dan tulus sampai selesai.</p>
<p>Jika sebelumnya saya merasa cukup senang duduk di kursi CIO, saya juga harus dapat terjun langsung sebagai programmer dan bekerja di daerah-daerah klien. Karena hanya dengan cara itulah saya dapat menyelamatkan kelangsungan proyek dan tim, sekaligus menyelamatkan perusahaan dari kebangkrutan.</p>
<p>Jika tim gagal, maka proyek akan gagal. Kemanakah kembalinya para pekerja itu jika pekerjaannya gagal dan perusahaan menilai kinerjanya buruk? Kadang saya harus sangat tegas dalam hal ini. Hanya pekerja yang dipertimbangkan masih berpotensi saja yang tetap dapat kembali ke perusahaan. Sementara yang benar-benar gagal, baik teknis mau pun non-teknis tidak akan diterima kembali ke perusahaan.</p>
<p>Tetapi sebelum semuanya gagal, saya harus memastikan semuanya berjalan dengan baik. Saya harus bisa memastikan semua pekerja dapat bekerja dengan baik. Tim harus menyusun rencana kerja yang baik dan akurat. Harus lengkap dan terarah, karena semuanya menjadi petunjuk dalam mengerjakan proyek.</p>
<p>Saya harus dapat menyiapkan tim-tim yang solid yang mampu bekerja dengan baik. Saya harus melengkapi mereka dengan piranti yang baik untuk menunjang pekerjaan mereka. Juga panduan-panduan yang dapat membantu mereka dalam bekerja. Mereka harus menjadi pemimpin di divisi masing-masing dan juga harus memiliki dedikasi yang baik.</p>
<p>Jika semuanya sudah terlaksana dengan baik, dan mereka dapat bekerja mandiri dan sukses, maka saya dapat kembali ke kursi CIO yang nyaman dengan fasilitas yang lengkap itu.</p>
<p>Oh, tentu saja tidak lupa saya memberi mereka seorang penasehat yang akan menolong mereka dalam pekerjaan mereka sehari-hari. Kebetulan penolong bagi mereka itu cantik, rajin dan berdedikasi tinggi, tapi sangat tegas. Ah, tidak usah saya ceritakan lebih detail mengenai penolong ini. Hehehe&#8230;</p>
<h2>Penutup</h2>
<p>Tentu saja saya tidak mengada-ada tentang cerita ini. Ini benar-benar terjadi. Tugas saya belum selesai dan saya masih harus berjuang turun sebagai programmer, consultant, system analyst, business analyst, dll, ke mana-mana.</p>
<p>Tentu saja saya tidak hendak menyamakan diri seperti Tuhan Yesus Kristus, karena saya hanyalah manusia biasa. Saya hanyalah seorang CIO yang harus turun juga sebagai programmer. Tentu saja saat turun sebagai programmer saya &#8220;tidak sekedar seorang programmer biasa.&#8221; Saya mengemban tugas yang besar dan berat. Itulah salib saya.</p>
<p>Seperti hal Yesus saat turun langsung ke dunia ini sebagai manusia. Yesus memang benar-benar turun sebagai manusia. Tetapi Yesus <strong>&#8220;bukanlah sekedar manusia biasa&#8221;</strong>. Beliau mengemban tugas yang Mahabesar dan Mahaberat, karena selain suka-duka sebagai manusia, Yesus juga adalah Allah yang tidak mau para pekerjanya gagal.</p>
<p>Yesus suka rela, tulus dan setia dalam tugasnya sebagai manusia. Dan saya harus meneladani-Nya. Saya juga harus bisa rela, tulus dan setia dalam bekerja.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agamaku.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agamaku.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agamaku.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agamaku.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agamaku.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agamaku.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agamaku.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agamaku.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agamaku.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agamaku.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agamaku.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agamaku.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agamaku.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agamaku.wordpress.com/69/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamaku.wordpress.com&amp;blog=147101&amp;post=69&amp;subd=agamaku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agamaku.wordpress.com/2008/09/20/yesus-memang-manusia-tetapi-bukan-manusia-biasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>108</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">agamaku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Belajar Dari Sirah Nabawiyah</title>
		<link>http://agamaku.wordpress.com/2008/04/21/belajar-dari-sirah-nabawiyah/</link>
		<comments>http://agamaku.wordpress.com/2008/04/21/belajar-dari-sirah-nabawiyah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Apr 2008 00:27:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agamaku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agamaku.wordpress.com/2008/04/21/belajar-dari-sirah-nabawiyah/</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa rekan diskusi di blog ini dan juga di dunia nyata menyarankan agar saya belajar mengenai Islam &#38; mengenal lebih dekat Nabi Muhammad. Setiap kali membaca/mendengar saran ini, setiap kali itu pula saya tersenyum. Bukan karena saya menyepelekan saran ini, bukan pula karena saya tidak mau, tetapi karena sebenarnya itu sudah saya lakukan sejak dulu, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamaku.wordpress.com&amp;blog=147101&amp;post=66&amp;subd=agamaku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://agamaku.files.wordpress.com/2008/04/pic_0392.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-67 alignright" style="float:right;" src="http://agamaku.files.wordpress.com/2008/04/pic_0392.jpg?w=68&#038;h=96" alt="" width="68" height="96" /></a>Beberapa rekan diskusi di blog ini dan juga di dunia nyata menyarankan agar saya belajar mengenai Islam &amp; mengenal lebih dekat Nabi Muhammad. Setiap kali membaca/mendengar saran ini, setiap kali itu pula saya tersenyum. Bukan karena saya menyepelekan saran ini, bukan pula karena saya tidak mau, tetapi karena sebenarnya itu sudah saya lakukan sejak dulu, bahkan sejak masa remaja saya. Semakin saya mempelajarinya, semakin tebal iman saya kepada Yesus. Alasannya cuma satu, karena saya semakin memahami kasih Tuhan yang begitu besar lewat karya keselamatan Yesus Kristus.</p>
<p>Tetapi alasan saya di atas mungkin dianggap klise bagi sebagian besar pembaca. Saya tidak perlu membuktikan dan memberikan alasan apa pun karena itu bukan porsi saya lagi karena saya telah melakukannya sejak dulu, termasuk semua yang telah saya tulis di blog ini. Tetapi ketika banyak orang yang semakin gencar mempertanyakannya, saya justru mengajak kita semua membuktikannya sendiri sekaligus mencari alasannya. Mengapa begitu? Karena kebenaran itu sudah dinyatakan&#8230; sepanjang usia dunia, dari awal sampai di akhir jaman nanti.</p>
<p>Lalu bagaimana saya mengajak kita semua membuktikannya? Satu-satunya cara adalah dengan mempelajarinya.</p>
<p><span id="more-66"></span>Tertarik dengan <a href="http://agamaku.wordpress.com/2008/02/23/diskusi-perbedaan-tuhan-ditutup/#comment-8643">komentar Sdr Kasih777</a> yang merekomendasikan buku <strong>&#8220;Sirah Nabawiyah. Biography of The Noble Prophet&#8221;</strong> (Mutiara Abadi Sejarah Hidup Nabi Muhammad Saw) membawa saya untuk membeli buku tersebut. Seperti kata Sdr Kasih777, buku ini dijual di Gramedia di area Islam. Saya membelinya di Gramedia Metropolitan Mall Bekasi. Ada 2 jenis, satu yang cover biasa dengan warna gelap dan yang hard cover dengan warna kuning terang. Saya membeli yang hard cover karena saya lebih senang warna terangnya walau pun harganya lebih mahal 15 ribu. Semoga tidak ada perbedaan isinya. Dan semoga buku ini sama seperti yang direkomendasikan oleh Sdr Kasih777.</p>
<p>Buku <em>Best Seller</em> ini karangan <strong>Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfury</strong> seorang ulama kontemporer dari Benares, India. Karangannya ini memenangkan juara pertama lomba penulisan sejarah Nabi Muhammad yang diadakan oleh Rabithah al-&#8217;Alam al-Islami atau Liga Dunia Islam pada tahun 1976. Dengan demikian karyanya ini diakui oleh dunia Islam sedunia. Paling tidak, karangannya dapat menjadi acuan bagi pembelajaran sosok Muhammad dan sejarah awal mula agama Islam. Berdasarkan hal ini pulalah yang menguatkan saya untuk membeli buku ini. Saya harap pembaca sekalian pun sepakat dengan keputusan saya ini, yaitu mengacu pada buku ini untuk mempelajari Islam dan sosok Muhammad.</p>
<p>Dan dengan ini pula saya mengajak pembaca sekalian belajar bersama dengan saya tentang Islam dan sosok Muhammad yang sesungguhnya, tidak peduli apakah Anda sudah memeluk Islam sejak lahir atau dari agama lain. Karena dengan belajar dari sejarah dan otobiografinya, merupakan titik tolak pembelajaran yang terbaik bagi siapa pun sebelum benar-benar menyelami dan dan pada akhirnya mengimaninya.</p>
<p>Dalam pembelajaran ini saya tidak akan berusaha menyimpulkan apa pun. Biarlah setiap hati yang terbuka yang dengan rendah hati rela belajar tentang kebenaran yang akan menyuarakan kesimpulan sejati. Biarkanlah Roh Kudus bekerja menuntun Anda kepada pemahaman yang hakiki.</p>
<p>Selamat belajar. Semoga dapat menemukan <a href="http://agamamanusia.wordpress.com">kebenaran sejati itu</a>. Amin.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/agamaku.wordpress.com/66/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/agamaku.wordpress.com/66/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agamaku.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agamaku.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agamaku.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agamaku.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agamaku.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agamaku.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agamaku.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agamaku.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agamaku.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agamaku.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agamaku.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agamaku.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agamaku.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agamaku.wordpress.com/66/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamaku.wordpress.com&amp;blog=147101&amp;post=66&amp;subd=agamaku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agamaku.wordpress.com/2008/04/21/belajar-dari-sirah-nabawiyah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1602</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">agamaku</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://agamaku.files.wordpress.com/2008/04/pic_0392.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Selamat Hari Raya Paskah 2008</title>
		<link>http://agamaku.wordpress.com/2008/03/24/selamat-hari-raya-paskah-2008/</link>
		<comments>http://agamaku.wordpress.com/2008/03/24/selamat-hari-raya-paskah-2008/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Mar 2008 17:02:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agamaku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keseharian]]></category>
		<category><![CDATA[Kita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agamaku.wordpress.com/2008/03/24/selamat-hari-raya-paskah-2008/</guid>
		<description><![CDATA[Kami sekeluarga mengucapkan Selamat Hari Raya Paskah 2008. Berbahagialah kita semua yang telah ditebus-NYA. Salam damai sejahtera bagi kita semua. Gambar diambil dari “The Passion of The Christ” (Wikipedia). Ucapan ini juga dimuat di: &#8220;Selamat Hari Raya Paskah 2008&#8243;<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamaku.wordpress.com&amp;blog=147101&amp;post=65&amp;subd=agamaku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'>
<p align="center">Kami sekeluarga mengucapkan Selamat Hari Raya Paskah 2008.<br />
Berbahagialah kita semua yang telah ditebus-NYA.<br />
Salam damai sejahtera bagi kita semua.</p>
<div style="text-align:center;"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/thumb/6/61/Thepassionposterface-1-.jpg/200px-Thepassionposterface-1-.jpg" /></div>
<div align="center"> Gambar diambil dari <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Passion_of_the_christ">“The Passion of The Christ” (Wikipedia)</a>.<br />
Ucapan ini juga dimuat di: <a href="http://dewo.wordpress.com/2008/03/23/selamat-hari-raya-paskah-2008/">&#8220;Selamat Hari Raya Paskah 2008&#8243;</a></div>
</div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/agamaku.wordpress.com/65/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/agamaku.wordpress.com/65/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agamaku.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agamaku.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agamaku.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agamaku.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agamaku.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agamaku.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agamaku.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agamaku.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agamaku.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agamaku.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agamaku.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agamaku.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agamaku.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agamaku.wordpress.com/65/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamaku.wordpress.com&amp;blog=147101&amp;post=65&amp;subd=agamaku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agamaku.wordpress.com/2008/03/24/selamat-hari-raya-paskah-2008/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">agamaku</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/thumb/6/61/Thepassionposterface-1-.jpg/200px-Thepassionposterface-1-.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Diskusi Perbedaan Tuhan Ditutup</title>
		<link>http://agamaku.wordpress.com/2008/02/23/diskusi-perbedaan-tuhan-ditutup/</link>
		<comments>http://agamaku.wordpress.com/2008/02/23/diskusi-perbedaan-tuhan-ditutup/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Feb 2008 17:00:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agamaku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengumuman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agamaku.wordpress.com/2008/02/23/diskusi-perbedaan-tuhan-ditutup/</guid>
		<description><![CDATA[Saya melihat bahwa diskusi di artikel &#8220;Ternyata Tuhan Kita Memang Berbeda&#8221; rupanya membuahkan akibat yang buruk. Oleh karenanya saya memproteksi artikel tersebut sehingga tidak bisa dibaca tanpa kata sandi. Dengan demikian perdebatan mengenai hal tersebut ditutup. Saya mohon maaf jika sekiranya para pembaca tersinggung atau marah karena artikel tersebut. Tuhan memberkati. Salam.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamaku.wordpress.com&amp;blog=147101&amp;post=64&amp;subd=agamaku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya melihat bahwa diskusi di artikel &#8220;Ternyata Tuhan Kita Memang Berbeda&#8221; rupanya membuahkan akibat yang buruk. Oleh karenanya saya memproteksi artikel tersebut sehingga tidak bisa dibaca tanpa kata sandi. Dengan demikian perdebatan mengenai hal tersebut ditutup.</p>
<p>Saya mohon maaf jika sekiranya para pembaca tersinggung atau marah karena artikel tersebut. Tuhan memberkati. Salam.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/agamaku.wordpress.com/64/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/agamaku.wordpress.com/64/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agamaku.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agamaku.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agamaku.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agamaku.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agamaku.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agamaku.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agamaku.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agamaku.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agamaku.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agamaku.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agamaku.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agamaku.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agamaku.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agamaku.wordpress.com/64/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamaku.wordpress.com&amp;blog=147101&amp;post=64&amp;subd=agamaku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agamaku.wordpress.com/2008/02/23/diskusi-perbedaan-tuhan-ditutup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>391</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">agamaku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Diproteksi: Ternyata Tuhan Kita Memang Berbeda</title>
		<link>http://agamaku.wordpress.com/2008/02/16/ternyata-tuhan-kita-memang-berbeda/</link>
		<comments>http://agamaku.wordpress.com/2008/02/16/ternyata-tuhan-kita-memang-berbeda/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Feb 2008 18:02:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agamaku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kristiani]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agamaku.wordpress.com/2008/02/16/ternyata-tuhan-kita-memang-berbeda/</guid>
		<description><![CDATA[Tidak ada ringkasan karena ini adalah tulisan yang dilindungi.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamaku.wordpress.com&amp;blog=147101&amp;post=62&amp;subd=agamaku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tulisan ini terlindungi oleh kata sandi. Anda harus mengunjungi situs tersebut dan memasukkan kata sandinya untuk melanjutkan membaca.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/agamaku.wordpress.com/62/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/agamaku.wordpress.com/62/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agamaku.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agamaku.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agamaku.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agamaku.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agamaku.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agamaku.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agamaku.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agamaku.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agamaku.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agamaku.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agamaku.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agamaku.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agamaku.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agamaku.wordpress.com/62/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamaku.wordpress.com&amp;blog=147101&amp;post=62&amp;subd=agamaku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agamaku.wordpress.com/2008/02/16/ternyata-tuhan-kita-memang-berbeda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>86</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">agamaku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Yesus Sang Pemimpin Sejati</title>
		<link>http://agamaku.wordpress.com/2008/01/20/yesus-sang-pemimpin-sejati/</link>
		<comments>http://agamaku.wordpress.com/2008/01/20/yesus-sang-pemimpin-sejati/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Jan 2008 04:37:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agamaku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kristiani]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Sang Guru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agamaku.wordpress.com/2008/01/20/yesus-sang-pemimpin-sejati/</guid>
		<description><![CDATA[Saat saya membaca buku The 21 Irrefutable Laws of Leadership&#8221; (Indonesia: &#8220;21 Hukum Kepemimpinan&#8221;) karangan John C. Maxwell, saya lantas membandingkannya dengan sosok yang amat-sangat saya kagumi, yaitu Yesus Kristus. Mengapa? Rupanya semua hukum kepemimpinan yang dituliskan oleh John C. Maxwell dipenuhi oleh Yesus. Tidak hanya dipenuhi bahkan dilampaui oleh Yesus Kristus. Walau di bukunya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamaku.wordpress.com&amp;blog=147101&amp;post=61&amp;subd=agamaku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saat saya membaca buku <a href="http://setiodewo.com/2008/01/13/the-21-irrefutable-laws-of-leadership/">The 21 Irrefutable Laws of Leadership&#8221; (Indonesia: &#8220;21 Hukum Kepemimpinan&#8221;)</a> karangan John C. Maxwell, saya lantas membandingkannya dengan sosok yang amat-sangat saya kagumi, yaitu Yesus Kristus. Mengapa? Rupanya semua hukum kepemimpinan yang dituliskan oleh John C. Maxwell dipenuhi oleh Yesus. Tidak hanya dipenuhi bahkan dilampaui oleh Yesus Kristus.</p>
<p>Walau di bukunya tersebut semua contoh diambil dari pengalaman hidup para pemimpin besar manusia, tetapi karena Maxwell adalah seorang pendeta, menjadikan saya semakin yakin kalau Maxwell menyarikan semua hukum tersebut dari kepemimpinan Yesus Kristus.</p>
<p><span id="more-61"></span>Maxwell menyarikan semua hukum tersebut ke dalam 21 hukum, yaitu meliputi:</p>
<h2>1) Hukum Katup</h2>
<p>Kemampuan memimpin adalah katup yang menentukan tingkat keefektifan seseorang. Dan Yesus adalah seorang pemimpin yang sempurna dengan tingkat keefektifan yang sempurna pula. Dalam kurun waktu pelayanan-Nya yang diperkirakan hanya 3 sampai 3,5 tahun, Yesus telah memimpin ribuan orang. Tidak hanya menjadikan mereka pengikut, tetapi Yesus menjadikan para pengikut-Nya sebagai pemimpin umat manusia.</p>
<p>Dampaknya sangat luar biasa. Walau kepemimpinan-Nya sangat singkat, jumlah pengikut-Nya terus bertambah. Bahkan perkembangannya jauh melampaui masa-Nya. Sampai kini tidak terbilang berapa jumlah pengikut-Nya. Kita hanya bisa menyebutkannya sebagai yang terbesar dari seluruh kelompok di dunia.</p>
<h2>2) Hukum Pengaruh</h2>
<p>Tidak ada seorang pun di muka bumi ini yang memiliki pengaruh sebesar Yesus Kristus. Baik semasa hidup-Nya, mau pun setelah Dia naik ke surga. Pengaruh-Nya tidak hanya bagi pemeluk agama Kristen, tetapi juga bagi agama-agama lain.</p>
<p>Pengaruh Yesus yang besar inilah yang membuat pengikut-Nya menjadi besar dan semakin besar. Dan saya yakin bahwa pengaruh Yesus ini tidak akan pernah pudar, malahan akan semakin kuat dan besar sejalan dengan perkembangan jaman.</p>
<p>Dan yang luar biasa adalah bahwa Yesus memperoleh pengaruh-Nya bukan dengan jalan kekerasan, melainkan dengan kasih. Yesus sangat mengasihi manusia bahkan sampai rela menyerahkan seluruh hidup-Nya. Pelayanan kasih-Nya sungguh luar biasa. Pengajaran-Nya yang melampaui pemikiran manusia juga salah satu faktor yang membuat pengaruh-Nya menjadi sangat besar dan terus membesar.</p>
<h2>3) Hukum Proses</h2>
<p>Seorang pemimpin membutuhkan waktu proses untuk perkembangan jiwa kepemimpinannya. Demikian juga dengan Yesus.</p>
<p>Dalam kitab suci tercatat bahwa pada masa kanak-kanak Yesus sudah mengajar di Bait Allah. Para ahli kitab memperkirakan waktu itu Yesus berusia 12 atau 14 tahun. Suatu proses kepemimpinan yang sangat pesat. Yesus belajar semua yang diperlukannya dalam waktu yang sangat cepat, jauh melebihi kemampuan manusia modern saat ini sekalipun.</p>
<p>Proses pembelajaran yang sangat cepat ini tentu didukung oleh kemampuan adi kodrati yang dimiliki Yesus. Dan ini pulalah yang membuat Yesus menjadi seorang pemimpin yang sangat efektif dan paling berpengaruh.</p>
<h2>4) Hukum Navigasi</h2>
<p>Siapapun nahkodanya, pemimpinlah yang menentukan arahnya. Dan Yesus dengan sangat akurat menentukan arah kehidupan kepemimpinan-Nya. Yesus mengajarkan bahwa setiap manusia harus menuju ke Kerajaan Allah yang kekal. Dan untuk tujuan ini, Yesus mengajarkan banyak hal agar manusia tidak tersesat, melainkan dengan sangat tepat mencapai tujuan.</p>
<p>Untuk dapat mencapai Kerajaan Allah, Yesus tidak hanya memberikan banyak pelajaran, tetapi juga memperlengkapi manusia (= pengikut-Nya) dengan kesiapan rohani dan jasmani. Meskipun demikian Yesus tidak hanya memberikan kesembuhan rohani dan jasmani, tetapi juga menguatkan iman dan pengharapan. Untuk mendukung itu semua, Yesus mengajarkan doa yang sangat efektif dan berlaku sepanjang masa, yaitu Doa Bapa Kami.</p>
<p>Tetapi yang terbesar dari itu semua, Yesus telah menurunkan Roh Kudus sebagai cahaya penerang yang selain sebagai penerang jalan kehidupan, juga sebagai penunjuk jalan. Roh Kudus juga akan menghibur kita di perjalanan hidup ketika kita mengalami pencobaan.</p>
<p>Selanjutnya, sebagai pembuktian dari efektivitas jalan yang diajarkan-Nya, Yesus membuktikan diri di hadapan ratusan murid dengan pengangkatan diri-Nya ke surga. Sebuah perjalanan hidup yang singkat tetapi membahagiakan. Semuanya karena efektivitas dari jalan dan konsistensi dari arah. Tidak berlebihan jika banyak agama pun menyebutkan bahwa Yesus adalah <b>&#8220;Jalan dan Kebenaran dan Hidup.&#8221;</b></p>
<h2>5) Hukum E. F. Hutton</h2>
<p>Makna dari hukum ke-5 tulisan Maxwell ini adalah bahwa: Jika pemimpin sejati berbicara, orang akan mendengarkannya.</p>
<p>Dan Yesus adalah contoh yang paling tepat untuk itu. Di dalam kitab suci tercatat bahwa ribuan orang hening dan dengan taat mendengarkan pengajaran Yesus. Pengajaran-Nya dinantikan setiap orang. Bahkan semua orang tetap mengikuti-Nya walau pun pengajaran-Nya telah usai.</p>
<p>Peristiwa yang sungguh luar biasa adalah saat Yesus sampai harus mengajar di perahu sementara banyak orang yang haus akan pengajaran-Nya mendengarkan dari tepian pantai. Demikian pula saat Yesus terus didesak untuk memberikan pengajaran walau Yesus telah sangat lelah.</p>
<p>Dan peristiwa-peristiwa pengajaran yang melibatkan banyak orang ini (diperkirakan lebih dari 5.000 orang laki-laki. Belum termasuk para wanita dan anak-anak) terjadi tanpa kerusuhan. Sungguh sangat luar biasa.</p>
<p>Di sisi lain, jauh melebihi hukum ini, Yesus menunjukkan kasih-Nya dengan memperhatikan kebutuhan orang-orang, yaitu dengan memberi mereka makan. Semua orang terjamin. Pengajaran, kesembuhan dan kebutuhan makan mereka dipenuhi oleh Yesus.</p>
<h2>6) Hukum Landasan Yang Mantap</h2>
<p>Inti dari hukum ini adalah kepercayaan. Kepercayaan adalah sebuah landasan yang kuat dari kepemimpinan. Dan Yesus mampu membangun kepercayaan yang besar bagi para pengikut-Nya.</p>
<p>Semua murid dan pengikut sangat mempercayai Yesus hingga mereka rela meninggalkan hidup mereka dan mengikuti Yesus. Selain para murid yang ditunjuk, Yesus juga memiliki banyak sekali pengikut setia. Para murid dan pengikut ini rela meninggalkan harta benda dan keluarga demi mengikuti Yesus. Tidak lain dan tidak bukan adalah karena mereka mempercayai Yesus 100%.</p>
<p>Mengapa Yesus dapat meraih kepercayaan sedemikian besar? Semuanya adalah karena hikmat-Nya. Kebijaksanaan Yesus jauh melampaui para ahli-ahli Taurat dan bahkan para raja. Tidak heran jika sejak usia kanak-kanak Yesus telah memimpin di Bait Allah.</p>
<p>Selain pengajaran tentang kebijaksanaan, Yesus juga banyak memberikan mujizat. Misalnya adalah dengan menyembuhkan orang-orang yang sakit dan kerasukan setan, menghidupkan orang mati, memberi makan banyak orang, berjalan di atas air, meredakan badai, dan masih banyak mujizat yang dibuat-Nya.</p>
<p>Semua orang percaya bahwa Yesus adalah Mesias, Yang Diurapi, Raja Segala Raja yang akan menyelamatkan umat manusia sekaligus mengantarkan kita kembali ke Kerajaan Allah. Semua percaya bahwa Yesus membawa janji baru Allah atas kehidupan umat manusia.</p>
<h2>7) Hukum Kehormatan</h2>
<p>Dengan sendirinya orang-orang akan mengikuti pemimpin yang kuat. Dan Yesus adalah pemimpin yang sangat kuat. Yesus memiliki kehormatan yang luar biasa. Yesus mampu menarik pengikut jauh melampaui pemimpin-pemimpin terkemuka baik semasa hidup-Nya, sebelum masa hidup-Nya, bahkan di masa setelah kehidupan-Nya di bumi ini.</p>
<p>Tidak heran jika para pemuka agama, politik dan negara pada saat itu sangat mencemburui Yesus. Tak terbilang upaya-upaya kotor dari para pemimpin yang iri hati  dan dendam terhadap kehormatan kepemimpinan Yesus. Banyak yang merasa terancam dengan pertumbuhan dan perkembangan kepemimpinan Yesus.</p>
<p>Tidak dapat dipungkiri bahwa itu semua adalah karena kehormatan kepemimpinan Yesus yang sangat besar. Semua murid dan pengikut amat-sangat menghormati-Nya. Bahkan lebih jauh dari pada menghormati, yaitu mengasihi. Ya, Yesus telah memberikan penghormatan dan kasih terbesar bagi umat manusia dan Yesus memperoleh penghormatan dan kasih dari umat manusia.</p>
<h2>8 ) Hukum Intuisi</h2>
<p>Dikatakan bahwa pemimpin memiliki intuisi yang sangat baik. Tetapi menurut saya, Yesus jauh melebihi semua hal itu. Yesus memiliki pengetahuan jauh melampaui pengetahuan manusia. Yesus bahkan memiliki kemampuan mengetahui hal-hal di masa depan, sebelum semuanya itu terjadi.</p>
<p>Yesus jauh melampaui hukum intuisi pemimpin ini.</p>
<h2>9) Hukum Daya Tarik</h2>
<p>Saya sangat suka ketika mengaitkan hukum daya tarik ini dengan sosok Yesus. Daya tarik Yesus sungguh luar biasa.</p>
<p>Pada saat kelahiran-Nya, Yesus telah menarik orang-orang Majus, para Malaikat, dan para gembala (terkait: <a href="http://agamaku.wordpress.com/2007/12/16/telah-lahir-sang-juru-selamat/">&#8220;Telah Lahir Sang Juru Selamat&#8221;</a>). Pada masa hidup-Nya, Yesus bahkan menarik orang lebih banyak lagi. Dan terus bertambah sampai masa kini.</p>
<p>Sang nabi pendahulu, yaitu Yohanes Pembaptis pun sangat mengagumi Yesus. Pengikut Yohanes Pembaptis pun mengikuti Yesus dan bahkan kelak menjadi murid-murid-Nya yang setia sampai akhir hidupnya.</p>
<p>Yesus menarik begitu banyak orang tidak dengan kekerasan, melainkan dengan pengajaran-Nya yang sungguh luar biasa. Para murid-Nya pun menjadi pemimpin-pemimpin besar. Catat saja nama-nama pengikut-Nya yang menjadi pemimpin besar, misalnya Petrus, Yohanes, Paulus, dan lain-lain. Catat pula pemimpin-pemimpin sukses masa kini yang merupakan pengikut Yesus. Jangan lupa bahwa John C. Maxwell pun (yang sering didaulat sebagai pemimpinnya pemimpin) merupakan pengikut Yesus.</p>
<p>Tapi yang unik dari penjabaran hukum daya tarik ini, selain banyaknya orang yang tertarik kepada Yesus dan kemudian mengikuti-Nya, tidak kalah banyak pula jumlah orang yang ditarik oleh Yesus. Kita tentu ingat ketika Saulus yang merupakan seorang penganiaya jemaat yang hebat yang setelah dipanggil Yesus kemudian menjadi salah satu pemimpin besar kekristenan. Ketika Saulus dipanggil Yesus, namanya pun berubah menjadi Paulus. Dia adalah salah satu peletak pondasi gereja purba.</p>
<h2>10) Hukum Hubungan yang Baik</h2>
<p>Pemimpin yang baik memiliki hubungan yang baik dengan pengikutnya. Hubungan baik ini terjalin atas dasar hubungan batin yang baik.</p>
<p>Yesus memiliki hubungan yang sangat baik dengan para murid dan pengikut-Nya. Yesus sangat mengasihi mereka. Yesus sangat memperhatikan kebutuhan rohani dan jasmani para murid-Nya (dahulu dan kini). Dan imbalannya adalah bahwa para murid dan pengikut-Nya pun dengan setia mengikuti-Nya. Tidak ada hubungan yang sedemikian kuat antara Pemimpin dengan pengikutnya selain dari hubungan Yesus dengan para murid-Nya.</p>
<p>Seperti halnya yang ditulis oleh Maxwell, hubungan pemimpin dengan pengikutnya terjalin atas hubungan antar individu. Demikian juga antara Yesus dengan murid-murid-Nya. Yesus sangat mengenal para murid-Nya. Tidak hanya karena mereka adalah murid-Nya tetapi Yesus juga mengenal segenap latar belakang dan masa depan para murid-Nya.</p>
<h2>11) Hukum Lingkungan Sepergaulan</h2>
<p>Inti dari hukum kepemimpinan yang ditulis oleh Maxwell ini adalah bahwa potensi seorang pemimpin ditentukan oleh orang-orang terdekatnya. Demikian pula dengan Yesus. Bahkan demi lingkungan yang baik ini pulalah yang mengakibatkan Allah mempersiapkan segala sesuatunya demi Yesus.</p>
<p>Allah telah memilih Maria sebagai ibunda Yesus. Maria adalah seorang gadis yang sangat taat kepada Allah. Sepanjang hidupnya dihabiskan untuk mengabdi kepada Allah. Hidupnya tanpa noda dosa. Budi pekerti Maria pun sungguh luar biasa. Sejak dari kandungan Maria telah dipersiapkan untuk menjadi ibunda Yesus.</p>
<p>Allah juga telah mempersiapkan Yohanes sebagai nabi pembuka. Yohanes yang merupakan anak dari Nabi Zakaria ini lahir dari keluarga yang juga sangat taat kepada Allah.</p>
<p>Di masa kanak-kanak, Yesus banyak bergaul dengan Maria yang lebih banyak membentuk budi pekerti Yesus. Dan kemudian ketika remaja Yesus banyak bergaul dengan Yohanes yang banyak mempengaruhi misi-Nya.</p>
<p>Dalam masa kanak-kanak-Nya pun tercatat bahwa Allah menentukan lingkungan pertumbuhan dan perkembangan Yesus. Mulai dari pelarian ke Mesir, kembali ke Nazareth, dan lain-lain. Saya yakin bahwa Allah telah memberikan lingkungan yang terbaik bagi Yesus sehingga Yesus dapat tumbuh dan berkembang sedemikian hebatnya.</p>
<p>Tetapi semasa pelayanan-Nya, Yesus tidak memandang status atau pun derajat manusia. Yesus dengan mudah berbaur dengan segala bangsa manusia. Baik Yahudi, Samaria, Romawi dan lain-lain. Yesus dengan mudah bergaul dengan para pendosa dan pengidap penyakit yang diasingkan oleh masyarakat. Yesus merangkul setiap orang dan sangat menyayangi kanak-kanak.</p>
<p>Semuanya itu berkat kasih-Nya yang sungguh luar biasa. Hanya kasih yang sedemikian besarlah yang dapat membuat semua hal itu terjadi.</p>
<p>Saya mengimani bahwa bukan karena lingkungan Yesuslah yang membentuk Yesus, tetapi justru Yesuslah yang membangun lingkungan yang baik bagi para murid-Nya. Dengan demikian justru Yesuslah yang membentuk para pemimpin besar tersebut. Sungguh luar biasa jika kita mau mempelajari kehidupan fantastis Yesus dan mau tinggal dalam teladan-Nya.</p>
<h2>12) Hukum Pemberdayaan</h2>
<p>Semasa hidup-Nya, Yesus telah banyak memberdayakan orang. Tidak hanya kedua belas murid-Nya, tetapi juga kepada 70 pengikut pilihan-Nya. Kesemuanya menjadi pemimpin besar dan berpengaruh.</p>
<p>Tidak hanya mempersiapkan mereka menjadi pemimpin, Yesus juga meningkatkan pengetahuan dan kepercayaan mereka. Tetapi yang juga penting adalah bahwa Yesus menyembuhkan segenap penyakit jasmani, rohani dan duniawi. Semuanya tidak lain dan tidak bukan adalah demi pemberdayaan hidup manusia.</p>
<h2>13) Hukum Reproduksi</h2>
<p>Rasanya hukum ini melekat kepada Yesus dengan tidak terbantahkan. Yesus telah merekrut orang-orang pilihan yang kelak akan menjadi pemimpin-pemimpin besar. Yesus telah mempersiapkan para murid-Nya dengan bekal pengetahuan dan kebijaksanaan. Mental para murid pun dibangun dengan baik sehingga kelak mereka dapat memimpin dengan penuh konsistensi dan kepercayaan dan pengharapan yang besar dan mantap.</p>
<p>Alkitab pun mencatat hal yang sangat luar biasa dari perkembangan gereja purba. Tidak lain dan tidak bukan adalah karena Yesus menghasilkan banyak pemimpin besar. Dan pemimpin-pemimpin besar ini pun kemudian menghasilkan pemimpin-pemimpin besar lainnya. Sehingga jumlah pengikut Kristus pun meledak jumlahnya.</p>
<h2>14) Hukum Kepercayaan</h2>
<p>Para pengikut sangat mempercayai pemimpinnya, baru kemudian visinya. Dalam kasus kepemimpinan Yesus, reputasi Yesus telah melampaui masa kehidupan-Nya. Orang-orang telah mempercayai kehadiran seorang Mesias yang akan menyelamatkan kaum Israel. Dan banyak orang mempercayai bahwa Yesus adalah Mesias yang dijanjikan itu. Orang telah lebih dahulu mempercayai Mesias. Dan kemudian orang percaya bahwa Yesuslah Mesias itu.</p>
<p>Berangkat dari kepercayaan masyarakat yang demikian besar, Yesus kemudian memberikan pengajaran-Nya yang lebih banyak mendobrak hukum dan norma dan tradisi yang berlaku saat itu. Banyak yang tidak menyetujui ajaran-Nya. Bahkan banyak yang tidak segan menentang-Nya.</p>
<p>Tetapi lebih banyak orang yang mempercayai bahwa Yesus adalah Mesias sehingga ajaran-Nya dengan mudah dapat diterima oleh orang-orang dari golongan yang percaya.</p>
<h2>15) Hukum Kemenangan</h2>
<p>Bahkan Yesus yang mengajarkan untuk mengasihi musuh pun berorientasi pada kemenangan. Tetapi kemenangan Yesus bukan atas dasar kompetisi dengan manusia lain, tetapi kemenangan surgawi dimana kita akan menang ketika kita beroleh keselamatan.</p>
<p>Yesus lebih mengajarkan kepada kemenangan terhadap iblis alias penguasa dunia ketimbang kemenangan terhadap sesama manusia. Oleh karena itu Yesus mengajak kita untuk mengasihi musuh-musuh kita dan mendoakan mereka. Sungguh benar-benar jauh melampaui nalar manusia biasa.</p>
<h2>16) Hukum Momentum Besar</h2>
<p>Yesus memilih waktu yang tepat dan terjadilah momentum besar. Tentu kita ingat saat Yesus memasuki kota Yerusalem (Minggu Palem). Saat itu terjadilah gegap gempita yang sungguh luar biasa. Yesus dielu-elukan sebagai seorang raja walau pun hanya mengendarai keledai muda.</p>
<p>Yesus telah menggabungkan tradisi setempat untuk mengambil momen yang pas demi kedatangan-Nya di Yerusalem. Dan itu sangat tepat sehingga momen besar terjadi. Yesus memiliki lebih banyak lagi orang yang percaya dan pengikut. Yesus telah merebut banyak perhatian masyarakat dan menjadikan-Nya lebih besar lagi.</p>
<h2>17) Hukum Prioritas</h2>
<p>Hukum prioritas telah tercatat dengan sangat baik di Alkitab. Pertama kali pernyataan penekanan prioritas oleh Yesus adalah saat Yesus lebih memprioritaskan Rumah Bapa (Bait Suci) ketimbang pulang ke rumah. Akibatnya kedua orang tua Yesus harus berputar balik mencari Yesus. Padahal upaya kedua orang tua Yesus ini memerlukan waktu beberapa hari. Tentu saja kedua orang tua Yesus khawatir karena saat itu Yesus masih kanak-kanak.</p>
<p>Tetapi rupanya jawaban Yesus tidak menyerupai jawaban kanak-kanak biasa. Yesus dengan kepenuhan otoritas menjawab bahwa Dia lebih memprioritaskan Rumah Bapa (Bait Suci).</p>
<p>Selanjutnya Yesus juga menyatakan prioritas-Nya secara lebih gamblang, yaitu dengan memanggil orang-orang yang tersesat. Dia hadir bukan untuk orang benar, tetapi justru untuk orang-orang berdosa. Yesus banyak membuat orang berdosa tobat dan membuat orang sakit dan kerasukan menjadi sembuh.</p>
<p>Tidak luput dari daftar prioritas, Yesus juga mengangkat para pemimpin (murid) dan kemudian melatih mereka menjadi pemimpin prajurit rohani. Ketika semuanya telah tercukupi dan terpenuhi, maka berakhirlah karya-Nya di dunia.</p>
<h2>18) Hukum Pengorbanan</h2>
<p>Rasanya hukum pengorbanan ini lebih mudah digambarkan dengan pengorbanan Yesus. Suatu saat Yesus berkata bahwa lebih baik jika Yesus diambil dari dunia sehingga hadirlah Roh Kudus. Karena dengan demikian pertumbuhan rohani manusia menjadi sangat meningkat karena segenap nubuatan terhadap janji keselamatan itu telah terpenuhi.</p>
<p>Dan Yesus menunjukkan dengan cara yang sangat dramatis. Yesus rela berkorban dengan cara yang paling menyakitkan. Bagaimana tidak? Pengorbanan Yesus sungguh sangat menyakitkan. Tidak hanya menyakitkan fisik-Nya tetapi juga hati-Nya. Dan yang terpenting dari itu semua adalah kebesaran hati Yesus yang berkenan mengampuni semuanya itu walau pun telah hancur raga-Nya.</p>
<p>Terlepas dari pengorbanan-Nya sendiri, Yesus juga mengajarkan kepada para murid bahwa setiap murid harus siap dan rela berkorban. Tiada kasih yang lebih besar dari pada kasih seseorang yang merelakan hidupnya demi sesamanya. Pengorbanan adalah bagian dari kasih. Dan oleh karena itulah seorang pemimpin besar harus memiliki kasih yang besar pula yang memampukan dia untuk dengan rela mengorbankan dirinya sendiri demi sesamanya.</p>
<h2>19) Hukum Waktu Yang Tepat</h2>
<p>Sungguh luar biasa kalau Yesus mengetahui kapan waktu yang paling tepat bagi segala hal. Tercatat di Alkitab bahwa beberapa kali Yesus mengatakan <i>&#8220;Waktunya belum tiba&#8230;&#8221;</i>, <i>&#8220;Waktunya akan segera tiba&#8230;&#8221;</i>, <i>&#8220;Waktunya telah tiba&#8230;&#8221;</i> dan <i>&#8220;Nubuatan telah digenapi&#8230;&#8221;</i></p>
<p>Yesus sungguh-sungguh tahu akan waktu yang tepat. Apa yang harus dipersiapkan telah disiapkan. Apa yang harus digenapi telah digenapi dengan tepat, baik waktu mau pun peristiwanya.</p>
<p>Dengan pengetahuan waktu yang presisi inilah yang mengakibatkan segalanya berjalan dengan lancar sesuai dengan nubuatan yang telah tertulis ribuan tahun sebelumnya. Dan karenanya, misi-Nya berhasil dan menjadi tonggak keselamatan sepanjang masa.</p>
<h2>20) Hukum Pertumbuhan Yang Eksplosif</h2>
<p>Yesus tahu bahwa karya-Nya di dunia akan berakhir sehingga Yesus harus segera membangun pemimpin-pemimpin-Nya untuk meneruskan misi-Nya di dunia, yaitu untuk menyelamatkan umat manusia.</p>
<p>Bermula dari 12 murid kemudian berkembang menjadi 70 murid di masa hidup Yesus hingga akhirnya menjadi ribuan bahkan jutaan pemimpin besar lahir dari kepemimpinan Yesus setelah masa kehidupan Yesus di dunia.</p>
<p>Dari para pemimpin besar inilah berkembang lebih banyak lagi pengikut Yesus. Di masa sekarang, gereja Katolik merupakan gereja yang terbesar pengikutnya di dunia jauh melampaui agama-agama lain di dunia. Pengaruh dan kekayaannya sungguh luar biasa. Dan itu tidak mungkin terwujud tanpa hadirnya pemimpin-pemimpin besar yang lahir berkat kepemimpinan Yesus Kristus.</p>
<h2>21) Hukum Warisan</h2>
<p>Rasanya tidak terbantahkan bahwa Yesus mewariskan nilai-nilai kepemimpinan dan pengajaran-Nya yang kuat dan terus berlaku hingga saat ini. Pemimpin besar duniawi yang memiliki nilai historis tinggi hanya akan menjadi sejarah dan hanya dikenang sampai kini. Tetapi kepemimpinan Yesus yang luar biasa menjadikan lebih banyak lagi manusia menjadi pengikut Yesus Kristus.</p>
<p>Kita sekarang telah mewarisi segenap pengajaran dan kepemimpinan Yesus. Dan berbahagialah kita yang hidup oleh karena-Nya. Karena dengan demikian kita akan menjadi pemimpin besar yang akan memerintah di Kerajaan Allah dengan Yesus sebagai raja segala raja.</p>
<h2>Penutup</h2>
<p>Tidak terasa bahwa tulisan ini sudah cukup panjang. Dan saya dengan rendah hati menyatakan bahwa segenap hukum ini telah dapat dipetik dari kehidupan Yesus. Bukan tidak mungkin jika ke-21 hukum kepemimpinan yang dituliskan oleh Maxwell adalah inti sari dari kepemimpinan Yesus.</p>
<p>Tetapi di beberapa hukum saya menilai bahwa nilai kepemimpinan Yesus jauh lebih besar dari pada ke-21 hukum yang disarikan oleh Maxwell ini. Saya yakin bahwa Roh Kudus sangat berperan penting dalam masa kehidupan Yesus Kristus. Dan saya yakin bahwa Roh Kudus tetap berkarya sampai saat ini atas kehidupan kita.</p>
<p>Terimalah Roh Kudus dan biarkanlah diri Anda dibimbing oleh Roh Kudus. Sebab hanya dengan demikianlah hidup kita dapat berjalan dengan baik hingga sampai kepada Kerajaan Allah. Dan dengan Roh Kuduslah para pemimpin besar dibangun.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/agamaku.wordpress.com/61/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/agamaku.wordpress.com/61/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agamaku.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agamaku.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agamaku.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agamaku.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agamaku.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agamaku.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agamaku.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agamaku.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agamaku.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agamaku.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agamaku.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agamaku.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agamaku.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agamaku.wordpress.com/61/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamaku.wordpress.com&amp;blog=147101&amp;post=61&amp;subd=agamaku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agamaku.wordpress.com/2008/01/20/yesus-sang-pemimpin-sejati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>61</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">agamaku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Telah Lahir Sang Juru Selamat</title>
		<link>http://agamaku.wordpress.com/2007/12/16/telah-lahir-sang-juru-selamat/</link>
		<comments>http://agamaku.wordpress.com/2007/12/16/telah-lahir-sang-juru-selamat/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Dec 2007 01:52:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agamaku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kita]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agamaku.wordpress.com/2007/12/16/telah-lahir-sang-juru-selamat/</guid>
		<description><![CDATA[Kedatangan-Nya telah dinubuatkan oleh para nabi berabad-abad sebelumnya. Kedatangan-Nya sudah dinantikan selama masa kehidupan bumi. Kelahiran-Nya membawa suka cita abadi bagi seluruh umat manusia. Dia disambut dengan penuh kegembiraan surgawi. Kehadiran-Nya merupakan perwujudan kasih sayang Allah kepada umat manusia. Natal, kelahiran Yesus Kristus, mengetuk setiap hati manusia. Apakah engkau seperti orang-orang dari Majus yang mencari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamaku.wordpress.com&amp;blog=147101&amp;post=60&amp;subd=agamaku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://farm3.static.flickr.com/2344/2112148973_a4dda08c84_o.png" alt="Selamat Natal 2007" align="right" height="104" width="151" />Kedatangan-Nya telah dinubuatkan oleh para nabi berabad-abad sebelumnya. Kedatangan-Nya sudah dinantikan selama masa kehidupan bumi.</p>
<p>Kelahiran-Nya membawa suka cita abadi bagi seluruh umat manusia. Dia disambut dengan penuh kegembiraan surgawi. Kehadiran-Nya merupakan perwujudan kasih sayang Allah kepada umat manusia.</p>
<p>Natal, kelahiran Yesus Kristus, mengetuk setiap hati manusia. Apakah engkau seperti orang-orang dari Majus yang mencari kanak-kanak Yesus dengan segenap hatimu? Atau apakah engkau seperti para gembala yang bersuka cita memperoleh undangan dari para balatentara malaikat untuk menghadiri pesta surgawi untuk menyambut kelahiran Yesus?</p>
<p>Atau apakah Engkau seperti Herodes yang cemburu dengan kelahiran Yesus sehingga perlu untuk membunuhi semua anak sulung dengan harapan dapat membunuh Yesus?</p>
<p><strong>Pilihan ada di tangan Anda:</strong></p>
<ol>
<li>Anda mencari Yesus dan menemukan-Nya. (Orang-orang Majus)</li>
<li>Anda mendapat undangan surgawi dan berkenan untuk hadir dalam suka citanya. (Para Gembala)</li>
<li>Walau pun Anda percaya Yesus, tapi Anda menolak Yesus dan bahkan berusaha untuk membunuh-Nya di dalam hati Anda. (Raja Herodes)</li>
</ol>
<p>Bersuka citalah kita semua yang menerima Yesus karena kita akan beroleh kebahagiaan abadi dalam Kerajaan Allah. Selamat Natal bagi Anda dan keluarga semua yang menerima Yesus Kristus sebagai Raja segala raja. Semoga Natal tahun ini menjadi kebahagiaan dan berkat bagi kita semua.</p>
<p><em>(Dari Emanuel Setio Dewo dan keluarga)</em></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/agamaku.wordpress.com/60/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/agamaku.wordpress.com/60/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agamaku.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agamaku.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agamaku.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agamaku.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agamaku.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agamaku.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agamaku.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agamaku.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agamaku.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agamaku.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agamaku.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agamaku.wordpress.com/60/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agamaku.wordpress.com/60/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agamaku.wordpress.com/60/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamaku.wordpress.com&amp;blog=147101&amp;post=60&amp;subd=agamaku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agamaku.wordpress.com/2007/12/16/telah-lahir-sang-juru-selamat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>25</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">agamaku</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farm3.static.flickr.com/2344/2112148973_a4dda08c84_o.png" medium="image">
			<media:title type="html">Selamat Natal 2007</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Salib Lambang Keselamatan</title>
		<link>http://agamaku.wordpress.com/2007/11/29/salib-lambang-keselamatan/</link>
		<comments>http://agamaku.wordpress.com/2007/11/29/salib-lambang-keselamatan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Nov 2007 15:19:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agamaku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kristiani]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agamaku.wordpress.com/2007/11/29/salib-lambang-keselamatan/</guid>
		<description><![CDATA[Dua ribu tahun yang lalu, Yesus tergantung di kayu salib. Tangan dan kakinya terpaku di kayu salib. Salib hina menopang tubuh-Nya yang lemah setelah siksaan dan deraan sepanjang akhir hidup-Nya. Apakah salib itu menjadi saksi betapa hinanya akhir kehidupan Yesus? Betapa tragisnya akhir suatu kehidupan seorang Anak Manusia yang disebut &#8220;Guru&#8221; dan &#8220;Tuhan&#8221; oleh para [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamaku.wordpress.com&amp;blog=147101&amp;post=59&amp;subd=agamaku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dua ribu tahun yang lalu, Yesus tergantung di kayu salib. Tangan dan kakinya terpaku di kayu salib. Salib hina menopang tubuh-Nya yang lemah setelah siksaan dan deraan sepanjang akhir hidup-Nya.</p>
<p>Apakah salib itu menjadi saksi betapa hinanya akhir kehidupan Yesus? Betapa tragisnya akhir suatu kehidupan seorang Anak Manusia yang disebut &#8220;Guru&#8221; dan &#8220;Tuhan&#8221; oleh para murid-Nya. Apakah salib itu menjadi sebuah simbol kesia-siaan?</p>
<p>Ribuan generasi menghujat Yesus dan menolak-Nya. Tak terbilang yang mencemooh dan menghina karya agung keselamatan Yesus. Hampir semua menolak kenyataan pahit akhir kehidupan Yesus dan meninggalkan dan berusaha melupakan tragedi sejarah sepanjang usia bumi ini.</p>
<p><span id="more-59"></span><br />
<h2>Telah Terbentang Lengan Kasih Allah</h2>
<p>Tetapi di balik kehinaan itu, di balik kesengsaraan dan tragedi itu, terbentanglah jalan keselamatan. Yesus, Sang Anak Allah, telah membentangkan tangan-Nya, terentang antara langit dan bumi, seolah merentang menyambut seluruh umat manusia untuk kembali ke dalam dekapan kasih Allah.</p>
<p>Seruan-Nya yang memaafkan segenap kesalahan  dan dosa manusia menjadi panggilan untuk setiap hati yang mendengarkan-Nya. Datanglah ke dalam rengkuhan pelukan kasih Allah yang telah terentang antara langit dan bumi. Yang menjadi saksi dan bukti bagi kasih Allah yang begitu besar bagi umat manusia.</p>
<p>Salib menjadi saksi bahwa manusia telah dipanggil Allah. Salib itu telah menjadi simbol pengingat bagi manusia akan kasih Allah yang begitu besar dan tidak terjangkau akal-budi manusia. Allah telah merentangkan lengan kasih-Nya untuk menyambut umat manusia yang terpanggil dan datang kembali ke kerajaan Allah.</p>
<p>Bagi manusia skeptis, salib adalah simbol siksaan dan hinaan bagi Yesus. Tetapi bagi manusia terpanggil, salib adalah simbol nyata kasih Allah.</p>
<p><H2>Hukum Allah Dituliskan Dalam Hati Manusia</H2><br />
Salib telah digenapi. Kabar Baik telah dinyatakan. Umat manusia telah mendengar kabar bahagia itu.</p>
<p>Hukum Allah telah dituliskan dalam hati manusia. Simbol salib telah terpatri di setiap hidup manusia. Semua orang telah menerimanya. Tidak memandang bangsa dan bahasa. Semuanya telah menerima kasih Allah yang disuarakan dengan bahasa kasih. Saliblah bahasa kasih Allah itu.</p>
<p>Kayu salib tegak menyatakan hubungan manusia dengan Allah:</p>
<blockquote><p>&#8220;Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.&#8221;<br />
<em>(Matius 22:37, Markus 12:30)</em></p></blockquote>
<p>Kayu salib mendatar menyatakah hubungan manusia dengan sesamanya:</p>
<blockquote><p>&#8220;Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.&#8221;<br />
<em>(Matius 22:39b, Markus 12:31a)</em></p></blockquote>
<p><H2>Anda Telah Dipanggil</H2><br />
Kita semua telah dipanggil. Dengarkan seruan kasih abadi Allah. Lihatlah rentangan tangan penuh kasih itu. kembalilah kepada Allah.</p>
<p>Jangan abaikan seruan kasih abadi Allah. Hidup kita sangat berarti. Allah telah menjembatani bumi dengan langit melalui karya keselamatan abadi yang telah digenapi oleh Yesus Kristus, Putera-Nya yang setia. Betapa besarnya kasih Allah.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/agamaku.wordpress.com/59/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/agamaku.wordpress.com/59/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agamaku.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agamaku.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agamaku.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agamaku.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agamaku.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agamaku.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agamaku.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agamaku.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agamaku.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agamaku.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agamaku.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agamaku.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agamaku.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agamaku.wordpress.com/59/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamaku.wordpress.com&amp;blog=147101&amp;post=59&amp;subd=agamaku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agamaku.wordpress.com/2007/11/29/salib-lambang-keselamatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>251</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">agamaku</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Yesus Nabi Terakhir Dan Selama-lamanya</title>
		<link>http://agamaku.wordpress.com/2007/10/27/yesus-nabi-terakhir-dan-selama-lamanya/</link>
		<comments>http://agamaku.wordpress.com/2007/10/27/yesus-nabi-terakhir-dan-selama-lamanya/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Oct 2007 13:41:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agamaku</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kristiani]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agamaku.wordpress.com/2007/10/27/yesus-nabi-terakhir-dan-selama-lamanya/</guid>
		<description><![CDATA[Siapa sih nabi terakhir itu? Umat muslim tentu akan menjawabnya dengan menyebut Muhammad sebagai nabi terakhir. Benarkah demikian? Saya tidak hendak mendebat Al-Quran. Dan oleh karenanya saya tidak akan mengutip ayat-ayatnya. Tetapi saya hendak mengutip kepercayaan umat Islam mengenai Yesus yang dipercaya oleh umat Kristiani sebagai Tuhan. Mari kita bermain dengan logika. Islam percaya bahwa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamaku.wordpress.com&amp;blog=147101&amp;post=57&amp;subd=agamaku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><b><i>Siapa sih nabi terakhir itu? Umat muslim tentu akan menjawabnya dengan menyebut Muhammad sebagai nabi terakhir. Benarkah demikian?</i></b></p>
<p>Saya tidak hendak mendebat Al-Quran. Dan oleh karenanya saya tidak akan mengutip ayat-ayatnya. Tetapi saya hendak mengutip kepercayaan umat Islam mengenai Yesus yang dipercaya oleh umat Kristiani sebagai Tuhan.</p>
<p>Mari kita bermain dengan logika. Islam percaya bahwa Yesus adalah seorang nabi alias utusan Allah. Dan Islam juga percaya bahwa Yesus tidak mati di kayu salib, melainkan diangkat ke surga oleh Allah. Dengan kedua kepercayaan tersebut, maka nabi terakhir adalah Yesus karena gelar nabi itu masih disandang oleh Yesus.</p>
<p><span id="more-57"></span>Yang lebih menguatkan adalah kepercayaan umat muslim bahwa Yesus akan datang kedua kalinya saat kiamat. Kiamat adalah suatu peristiwa penghabisan atas kehidupan di dunia ini. Dunia ini akan lenyap. Dan Yesus akan datang pada saat itu.</p>
<p>Dari sini dapat diartikan bahwa Yesus benar-benar nabi paling akhir di muka bumi ini. Yesuslah nabi penutup yang akan menutup kehidupan manusia di dunia ini. Setelah itu pun Yesus masih akan tetap ada selama-lamanya. Dengan demikian Yesus adalah nabi yang terakhir dan selama-lamanya.</p>
<p>Haleluya&#8230;</p>
<p>~~~</p>
<p>Catatan: Komentar ditutup karena telah terbit artikel baru bertajuk: &#8220;<a href="http://agamaku.wordpress.com/2008/02/16/ternyata-tuhan-kita-memang-berbeda/">Ternyata Tuhan Kita Memang Berbeda</a>.&#8221; Artikel baru ini menutup perdebatan tentang nabi terakhir yang dibahas di artikel ini. Harap para komentator memaklumi  penutupan ini. Terima kasih.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/agamaku.wordpress.com/57/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/agamaku.wordpress.com/57/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agamaku.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agamaku.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agamaku.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agamaku.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agamaku.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agamaku.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agamaku.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agamaku.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agamaku.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agamaku.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agamaku.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agamaku.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agamaku.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agamaku.wordpress.com/57/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agamaku.wordpress.com&amp;blog=147101&amp;post=57&amp;subd=agamaku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agamaku.wordpress.com/2007/10/27/yesus-nabi-terakhir-dan-selama-lamanya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>397</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">agamaku</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
