Agamaku Kesaksianku

Mewarisi Kerajaan Allah

Posted on: Maret 24, 2006

Kita pasti sudah tahu bahwa bangsa Israel itu adalah bangsa terpilih dan dianggap sebagai suatu bangsa yang kudus. Tetapi kita tahu juga bahwa sejak jaman dahulu bangsa ini selalu membelot dari Allah hingga akhirnya Yesus sendiri lah yang akhirnya mengatakan bahwa Kerajaan Allah akan diwariskan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah dari Kerajaan Allah.

Berikut adalah sabda Yesus Kristus dari Injil Matius 21:33-43.

“Dengarkanlah suatu perumpamaan yang lain. Adalah seorang tuan tanah membuka kebuh anggur dan menanam pagar sekelilingnya. Ia menggali lobang tempat memeras anggur dan mendirikan menara jaga di dalam kebun itu. Kemudian ia menyewakan kebun itu kepada penggarap-penggarap lalu berangkat ke negeri lain.

Ketika hampir tiba musim petik, ia menyuruh hamba-hambanya kepada penggarap-penggarap itu untuk menerima hasil yang menjadi bagiannya. Tetapi penggarap-penggarap itu menangkap hamba-hambanya itu: mereka memukul yang seorang, membunuh yang lain dan melempari yang lain pula dengan batu. Kemudian tuan itu menyuruh pula hamba-hamba yang lain, lebih banyak dari pada yang semula, tetapi merekapun diperlakukan sama seperti kawan-kawan mereka.

Akhirnya ia menyuruh anaknya kepada mereka, katanya: Anakku akan mereka segani. Tetapi ketika penggarap-penggarap itu melihat anaknya itu, mereka berkata seorang kepada yang lain: Ia adalah ahli waris, mari kita bunuh dia, supaya warisannya menjadi milik kita. Mereka menangkapnya dan melemparkannya ke luar kebun anggur itu, lalu membunuhnya. Maka apabila tuan kebun anggur itu datang, apakah yang dilakukannya dengan penggarap-penggarap itu?”

Kata mereka kepada-Nya: “Ia akan membinasakan orang-orang jahat itu dan kebun anggurnya akan disewakannya kepada penggarap-penggarap lain, yang akan menyerahkan hasilnya kepadanya pada waktunya.”

Kata Yesus kepada mereka: “Belum pernahkah kamu baca dalam Kitab Suci: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita.

Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu.”

Jadi, untuk dapat mewarisi Kerajaan Allah, kita harus berbuah dari Kerajaan Allah.

5 Tanggapan to "Mewarisi Kerajaan Allah"

**Kata Yesus kepada mereka : “Belum pernahkah kamu baca dalam Kitab Suci : Batu yang dibuang oleh tukang tukang bangunan telah menjadi batu penjuru; hak itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita.
Sebab itu, Aku berkata padamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu.”**

Artinya : Jelas ayat tersebut menubuatkan bahwa akan lahir nabi besar (batu penjuru) dari keturunan Nabi Ismail (yang dibuang/diusir oleh Sarah setelah dia melahirkan Iskak)kelembah Bakka) dan Tuhan akan mencabut Kerajaan Allah dari bangsa Israel dan diberikan bangsa lain (batu yang terbuang) kepada keturunan Nabi Ismail yang akan melahirkan Nabi Muhammad. Nubuat tersebut tidak dapat dialamatkan kepada Yesus/Nabi Isa, karena Nabi Isa sendiri adalah bangsa Israel.

Mas Budhi,
Apa yang Anda dan sebagian muslim biasa katakan mengenai Mat 21:43 bukanlah suatu pemahaman yang menyeluruh.
Perlu diketahui, bahwa umat Israel pada jaman nabi Musa, bahkan umat manusia sejak jaman nabi Nuh, selalu tidak setia dan menolak terhadap perintah Tuhan yang dibawa melalui perantaraan nabi-nabi-Nya.
Puncaknya adalah pada saat Tuhan sendiri yang menjelma menjadi manusia datang dan manusia tetap tidak setia, bahkan menolaknya dan membunuhnya.
Nah oleh karena itu, Anda lebih baik baca Matius pasal 21 secara keseluruhan, baru mengartikannya.

Mari kita melihat kebelakang, sejarah Musa hingga Yesus Kristus. Kalau kita cermati ada suatu kesinambungan antara perjalanan Musa hingga Yesus Kristus. Di dalam kitab kejadian, Allah menjanjikan kepada Ishaq anak Abraham, keturunannya akan dijadikan bangsa yang besar. Penggenapan janji itu adalah dengan diutusnya Musa kepada bani Israel (keturunan Ishaq) untuk mengeluarkan bani Israel dari penjajahan Fir’aun. Musa mengeluarkan bani Israel yang mau tunduk patuh dan mengabdikan diri hanya kepada Allah ke gurun sinai (kitab keluaran). Umat yang dibawa keluar oleh Musa ini bukanlah sembarang orang dari Bani Israel. Mereka adalah orang-orang yang telah disucikan dengan ruh qudus (wahyu dari Allah, pemahaman-pemahaman suci yang mengusir pemahaman setan dari otak manusia). Namun, ketika Allah memerintahkan Musa beserta para pengikutnya untuk merebut kota Yerikho, sebagai tanah yang dijanjikan, mereka tidak melakukannya karena takut. akhirnya Allah menunda penggenapan janjiNya hingga masa kepemimpinan Josua. Di bawah kepemimpinan Josua, umat Israel berhasil merebut kota Jerikho dan tergenapilah Janji Allah. Terwujudlah Yerusalem yang pertama. Negeri yang selamat. Umat Allah ini menjadi umat kesayangan Allah. mempelai wanita Allah. bersambung…

Puji Allah, salam sejahtera bagi penggembala-penggembala domba lain yang sedang menuju kerajaan Allah bersama Al Masih yang dijanjikan.

I come back,
Umat kesayangan allah ini menjadi pemimpin dunia. Tidak ada bangsa yang berani menyentuh mempelai wanita Allah ini. Yerusalem menjadi wasit dunia. Tidak ada bangsa yang berani berperang. Kedamaian hadir di muka bumi ini. Manusia kembali selaras dengan alam semesta. Namun sudah menjadi kehendak Allah, bahwa umat ini akan melakukan kerusakan dua kali. Umat kesayangan ini mulai bezina dengan bangsa-bangsa. Mereka mulai mencampuradukkan ajaran Allah dengan ideologi bangsa-bangsa. Siang pun mulai berganti dengan malam. Pengantin allah ini berbuat sundal. akhirnya diruntuhkanlah Yerusalem yang pertama melalui tangan bangsa-bangsa. Semua ini memang sudah sekenario dari Allah. Tidak mungkin siang terus-menerus. Lewat Nabi-nabi, Allah menubuwahkan kedatangan juru selamat, sang mesias yang akan membebaskan keturunan Bani Israel dari perbudakan bangsa-bangsa. Nubuah-nubuah ini digenapi oleh kedatangan Yesus kristus, terang dunia. Yesus bekerja dengan menghidupkan orang mati (orang yang tidak memiliki ruh Allah yang qudus di dalam pikirannya), bukan orang mati di kuburan. Yesus menyembuhkan orang buta (orang yang tidak dapat melihat tanda-tanda dari Allah), orang tuli (orang yang tidak mendengar ajaran-ajaran Allah karena ajaran-ajaran yang dia terima selama ini hanyalah ajaran2 ciptaan manusia yang bertentangan dengan ajaran yang qudus), orang kusta (kusta adalah penyakit yang paling mengerikan, ini merupakan perumpamaan dari orang-orang munafik/menduakan hukum Allah, kusta yang ada di dalam pikirannya). Apa yang dilakukannya sama dengan apa yang dulu dilakukan oleh musa. bersambung…..

Betul Budhi, kerajaan Allah sudah aku temukan dan aku menikmatinya, yakni disini http://ishamerdeka.blogspot.com, dengan titel Kerajaan Allah: impian setiap orang Kristen yang telah dinikmati Muslim.
Thanks

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Stat

Blog Stats

  • 395,785 hits
%d blogger menyukai ini: