Agamaku Kesaksianku

Memulai Penelitian Tentang Lady of Naju

Posted on: Maret 26, 2006

Umat Katolik pasti mengenal Yulia Kim, seorang wanita dari Korea yang mengalami peristiwa-peristiwa mistik dalam hidupnya. Kehidupannya penuh penderitaan. Bahkan setelah menganut Katolik pun hidupnya tetap dalam penderitaan walau pun kali ini penderitaannya dalam tataran yang berbeda, yaitu derita mistik. Sebenarnya siapakah Yulia Kim ini? Bagaimana alur kehidupan jasmani dan rohaninya?

Lady of Naju

Kurang lebih akhir tahun lalu sahabatku memberiku sebuah VCD tentang Lady of Naju ini dengan judul: "The Signs of Love for The Salvation of The Entire Human Race." Saat menonton film ini, tergeraklah hatiku bahwa ada yang salah dengan peristiwa-peristiwa ini. Saat itu aku telah menuliskan beberapa catatan pribadi berkenaan dengan hal ini. Tetapi aku merasa bahwa informasi yang kuperoleh masih sangat kurang. Dan akhirnya usahaku untuk lebih mendalami kasus ini terhenti.

Sampai akhirnya Jumat (24/03/06) secara luar biasa tiba-tiba kakakku menyodorkan buku "Ratu Surga. Tanda-tanda Ajaib Bunda Terberkati di Naju Korea." Aku jadi bersemangat untuk menyelidiki peristiwa ini dengan lebih mendalam. Dan uniknya, aku ke rumah kakakku dalam rangka untuk mengantarkannya kuret keesokan paginya (25/03/06). Puji Tuhan kuret berhasil dengan baik. Seolah peristiwa ini berhubungan dengan cerita Yulia Kim yang seolah merasakan derita bayi-bayi yang digugurkan (aborsi).

Dan pada hari Sabtu (25/03/06) aku memutuskan untuk mulai menyelidiki peristiwa di Naju ini. Sebagai langkah awal, aku banyak berdebat dengan kakakku mengenai kemungkinan-kemungkinan dalam peristiwa ini. Tetapi dalam upaya ini, aku tetap berusaha mencari referensi dari Kitab Suci. Akhirnya sepanjang malam aku mencari semua kemungkinan-kemungkinan dan referensi2 dari Kitab Suci.

Hari Minggu penulisan ini agak tersendat. Ada 1 keberatan yang utama, tetapi aku tidak tahu bagaimana harus menuangkannya. Seolah tidak ada ide sama sekali. Mungkinkah otakku tertutup? Ataukah ada usaha tersembunyi yang berupaya agar supaya itu tidak ditemukan olehku?

Dalam kebuntuan, Minggu sore aku ke Gereja. Banyak ide-ide liar yang berusaha menggagalkan aku untuk pergi ke Gereja, misalnya: godaan untuk menonton acara MotoGP yang ditayangkan oleh TV7 pukul 17:00, padahal Misa Ekaristi jam 17:30. Akhirnya aku membulatkan tekad untuk tetap ke Gereja. Dengan penuh kesadaran aku mengalahkan godaan untuk membolos dan menonton MotoGP.

Dan yang terjadi adalah 2 hal yang istimewa. Yang pertama adalah: mendadak aku memiliki ide pemikiran tentang keberatan yang paling utama dalam peristiwa di Naju, dan yang kedua adalah: balap utama MotoGP mulai belum lama saat aku tiba di rumah. Aku cuma ketinggalan 5 lap.

Tetapi yang paling istimewa adalah karena aku tiba-tiba terilhami tentang keberatan utamaku terhadap peristiwa di Naju. Yaitu saat akan Doa Syukur Agung dan mendadak semua yang tersumbat dalam pikiranku seolah terbuka dengan tiba-tiba.

Yap, peristiwa di Naju yang paling fatal adalah peristiwa hosti yang berubah menjadi darah dan daging manusia. Tadinya aku bingung ketika berusaha mengungkapkan hal ini. Tapi saat Misa itulah pikiran terbuka.

Berikut adalah ilham yang aku peroleh: Perubahan Hosti menjadi darah dan daging manusia adalah tidak mungkin. Yesus Kristus sendiri telah memberikan pengajaran tentang Perjamuan Kudus atau Perjamuan Terakhir, yang sekarang kita sebut sebagai Misa Ekaristi, yaitu dengan menggunakan simbol dalam upacara mengenang Kisah Sengsara Penyelamatan-Nya, yaitu roti yang melambangkan tubuh-Nya dan anggur yang melambangkan darah-Nya.

Pada upacara Ekaristi pertama itu Yesus Kristus tidak pernah mengubah roti dan anggur menjadi tubuh dan darah-Nya secara nyata. Jikalau demikian halnya, maka seharusnya Kitab Suci mencatatnya.

Nah, dengan begitu sangat tidak Alkitabiah jika Yulia Kim mengklaim Hosti dimulutnya itu benar-benar berubah menjadi tubuh dan darah Kristus. Penelitian medis hanya mencatatkan bahwa darah itu adalah benar-benar darah manusia. Tapi manusia yang mana?

Keberatanku yang paling ekstrim adalah dengan menganggap Yulia Kim sebagai kanibal karena dia benar-benar memakan daging dan darah yang secara medis diakui sebagai daging dan darah manusia. Lagipula Yulia Kim mencegah orang lain mengambil daging dalam mulutnya itu walau pun dia memperbolehkan orang untuk mengambil sampel darah dari mulutnya.

Banyak sekali keberatan-keberatanku yang lain. Yang fatal adalah bahwa semuanya itu mengarah ke Lucifer (Iblis). Ya! Seolah semua bukti, pesan-pesan dan peristiwa-peristiwa di Naju yang dialami oleh Yulia Kim mengarah ke Lucifer.

Tapi aku belum berani menyimpulkan sampai sejauh itu. Masih perlu kajian lebih lanjut hingga akhirnya dapat ditarik kesimpulan yang kuat. Coret-coretan awal dari penelitian pribadi ini telah aku kirimkan kepada kedua kakakku dan seorang sahabatku. Aku berharap dapat masukan lebih lanjut dari mereka. Aku akan lebih bersyukur jika mereka mau terlibat dalam penelitian pribadi ini. Dan selanjutnya untuk mendapatkan lebih banyak masukan, aku berencana untuk mengirimkan draft tulisan ini ke beberapa orang yang lebih berkompeten dalam Teologia.

Saat ini aku merasa sangat diberkati oleh Tuhan karena aku, manusia kecil yang penuh dosa ini, tiba-tiba memperoleh ide-ide yang luar biasa. Seolah Tuhan telah merencanakan aku untuk bertemu dengan kasus ini. Dan aku yakin bahwa semua yang melatarbelakangi penelitian ini adalah murni dari Tuhan dalam upaya-Nya untuk memberikan pencerahan di tengah penyesatan yang terjadi di bumi.

Dan dengan pengetahuan akan dorongan Tuhan ini pulalah aku berdoa memohon agar Tuhan Yesus Kristus mengutus Roh Kudus sehingga penelitian ini dapat berjalan dengan lancar. Dan aku mohon juga perlindungan bagi kami semua yang terlibat baik langsung mau pun tidak langsung dalam penulisan ini.

Dan semoga penulisan ini dapat menjadi berkat bagi orang banyak sehingga mereka dapat kembali ke satu-satunya jalan menuju Allah di Surga, yaitu Yesus Kristus, karena hanya Dia-lah: "Jalan, Kebenaran dan Hidup."

Catatan:

  • Tulisanku tentang Lady of Naju ini akan dimuat di blog ini secara berseri.
  • Saat ini aku menunggu masukan dari saudara-saudara dan sahabat-sahabatku tentang tulisan awal tentang penelitian ini.

7 Tanggapan to "Memulai Penelitian Tentang Lady of Naju"

Aku setuju dan mendukung kamu melakukan penelitian ini walaupun secara teori aku gak bisa bantu kamu. Tapi dari awal aku juga tidak percaya dengan tanda-tanda itu (walaupun aku baru membaca sekilas bukunya Mbak Iwik). Menurutku Tuhan tidak akan sevulgar itu dalam menunjukkan karya atau mukjizatnya. Coba telusuri juga motivasi Yulia Kim selain untuk mencari popularitas. Saat ini banyak orang yang krisis iman bahkan mereka sangat membutuhkan visualisasi agar lebih percaya. Padahal Yesus sendiri bersabda “Berbahagialah orang yang tidak melihat namun percaya” (eh, bener gak nih? Dah lama gak baca kitab suci🙂. Yo, wis, teruskan penelitianmu. Semoga Tuhan memberkati, and jangan terlalu larut di sini, ya. Bye…

Ternyata kalian umat Katolik yg sudah “termakan” doktrin Fundamentalis Kristen…Kitab Suci anda tafsirkan sendiri tanpa taat pd MAGISTERIUM…Bodoh benar anda semua ini.

Berhasil “Kuretase” malah memuji Tuhan ?? Hati anda sudah busuk,itu tetap pembunuhan walaupun itu itu Abortus Provocatus Medicinalis yg tidak beda dengan Abortus Provocatus Criminalis,walaupun dgn dalih medis,ya tetap Abortus…Goblok dan Busuk anda ini.

Terima kasih Mbak Pipit. Kutipannya bener kok.
Sebenarnya aku menduga motivasi Yulia Kim itu bukan untuk popularitas, tapi untuk menyesatkan manusia, termasuk orang-orang pilihan.

Hati-hati. GBU.

Aku juga mendukung usahamu untuk penelitian ini. Saranku coba korespondensi dengan Rm. Dibyowoyoto (Dili-Timor Timur) , masih punya alamaty emailnya khan? Mungkin dari beliau bisa didapat banyak bahan untuk menambah data penyelidikkan. And kalau memang mau dibimbing langsung oleh Roh Kudus dalam rangka memperoleh pencerahan, ikutan Seminar Hidup Baru Dalam Roh di Gereja St. Barto deh!! soal dana aku dukung, nanti bareng sama Mas Granto . Okey ??? God bless you and show must go on.

Kecenderungan manusia akan visualisasi sangatlah kuat, banyak dari kita hanya bisa percaya apabila bisa terlihat dan dirasakan, termasuk masalah keyakinan, bagi sebagian dari kita kata “yakin” adalah apabila terlihat dan dapat dirasakan, jadi hal – hal seperti ini sangatlah mudah mempengaruhi dan menyebar luas, semoga keimanan kita tidak diukur dari apa yang bisa dilihat dan dirasakan, sebab kalau seperti itu yang terjadi kesesatan buat kita adalah hal yang dekat dan nyata.😀

Semoga damai Tuhan Yesus selalu beserta kita

Saya alex dari kota malang pada kesempatan ini saya ingin berbagi dengan saudara-saudara dalam Tuhan Yesus

“Bapa kita adalah Kasih, dan Tuhan Yesus ingin supaya kita menjadi sama seperti Bapa yang adalah sempurna dalam Kasih”

kasih itu murah hati, lemah lembut, memaafkan, percaya

Tahun 2001

Saya serombongan dari malang pergi ke kota surabaya
Sampai disana kita bertemu dengan rombongan dari kota lainnya.
Kita mau menyaksikan peristiwa Patung Bunda Maria mengangis madu, karena baru kali itu setelah biasanya patung Bunda Maria menangis darah.
Hal itu dianggap pertanda baik, sebelumnya maaf apabila saya salah dengar akan tetapi menurut Permadi salah seorang tokoh PDIP yang sempat mengetahui peristiwa tersebut, dan mengatakan semoga hal tersebut membawa pertanda baik bagi Bangsa kita Indonesia
Kita semua berdoa………………………….
Pada pukul 23.30 – 00.00
Tanpa sengaja di tengah heningnya suasana doa, saya menengadahkan wajah ke atas. tempat doa kita terbuka di bagian depannya sehingga langit tampak.
Saat itulah saya melihat seberkas cahaya putih bergerak cepat masuk menerobos tirai yang membatasi bagian depan tempat doa dengan taman.
Saya tidak tahu apa yang terjadi karena posisi saya di tengah.
Akan tetapi saya melihat orang-orang di bagian depan berteriak semuanya…dan tak lama kemudian Romo yang memimpin doa kita berjalan sambil membawa Hosti yang telah menjadi daging dan darah
Orang-orang berkomentar ada yang bilang “ilmu apakah ini” ada yang bilang “kebatinannya kuat”
Namun saya hanya bisa terpaku.
Selang beberapa tahun saya terombang-ambing memikirkan hal tersebut tentang apa maksud semua itu…….
Saya baca berulang-ulang kitab suci Injil Yohanes….tentang Roti dari Surga.

Saya sudah mengambil keputusan Bahwa TUHAN YESUS telah mengorbankan Jiwa dan Tubuhnya untuk kita manusia……..

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Stat

Blog Stats

  • 395,785 hits
%d blogger menyukai ini: