Agamaku Kesaksianku

Lady of Naju (3): Kajian Kitab Suci

Posted on: April 10, 2006

Dalam menyelidiki dan menyelami peristiwa-peristiwa istimewa yang ajaib, kita perlu bersandar kepada Kitab Suci sampai pada akhirnya menyimpulkan bahwa itu adalah suatu mukjizat. Jika ternyata tidak sejalan atau bahkan bertentangan dengan Kitab Suci, maka kita patut mempertanyakan: dari mana datangnya keajaiban itu?

Dalam mempelajari kasus di Naju, ada beberapa keberatan yang dapat kita utarakan terutama karena dasar dari Kitab Suci, yaitu:

Allah bersabda lewat: para nabi, Malaikat, dan teristimewa lewat Yesus Kristus (Firman Allah yang Hidup). Tidak pernah Allah bersabda melalui benda-benda buatan tangan manusia seperti: patung, gambar, simbol, dll. Tidak pernah juga lewat orang yang telah mati. Belum pernah tertulis dalam Kitab Suci terjadi manifestasi Allah, Yesus atau Roh Kudus ke dalam suatu benda atau merasuki orang dalam memberikan Firman-Nya. Tidak pernah pula tercatat dalam Kitab Suci benda-benda yang memiliki khasiat atau keajaiban yang pernah dipakai Yesus selama hidup-Nya.

“Sebab semua nabi dan kitab Taurat bernubuat hingga tampilnya Yohanes… ” (Matius 11:13)

“Kata Abraham kepadanya: Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati.” (Lukas 16:13)

Pengantara Surga dan bumi hanya satu, yaitu Yesus Kristus. Seharusnya tidak ada pihak lain yang dapat mengklaimnya. Dalam kasus Lady of Naju, disebutkan bahwa Bunda Maria merupakan “tali penghubung Surga dan bumi.” Seharusnya ini tidak boleh terjadi.

Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” (Yohanes 14:6)

Yesus Kristus mengajarkan suatu upacara untuk mengenangkan Kisah Sengsara dalam Karya Penyelamatan-Nya, yaitu dengan upacara perjamuan terakhir, yang kini dirayakan sebagai Misa Ekaristi. Pada upacara itu, Yesus memberkati roti yang disimbolkan sebagai tubuh-Nya dan anggur yang disimbolkan sebagai darah-Nya. Setelah bangkit dari wafat-Nya, Yesus Kristus sempat memimpin perjamuan bersama murid-murid-Nya.

Pada beberapa kali Misa Ekaristi yang langsung dipimpin oleh Yesus Kristus itu tidak ada perubahan roti dan anggur menjadi tubuh dan darah Kristus secara nyata. Jika misalnya benar roti dan anggur itu berubah secara nyata menjadi tubuh dan darah Kristus, seharusnya Kitab Suci akan menuliskannya. Dan sekali lagi, jika itu benar-benar menjadi darah dan tubuh Kristus, pasti Yesus akan kesakitan ketika perubahan itu terjadi karena berarti darah-Nya tercurah dan daging-Nya tercabik-cabik untuk dimakan murid-murid-Nya.

  • Kisah perjamuan terakhir ini dikisahkan dalam: Matius 26:17-30; Markus 14:12-26; Lukas 22:8-38.
  • Perjamuan setelah kebangkitan-Nya: Lukas 24:30-31.

Penghuni atau mahluk Surgawi tidak menangis, baik dengan air mata mau pun air mata darah. Domba-domba Yesus Kristus akan dihapuskan air matanya. Seharusnya tidak ada penampakan-penampakan mahluk Surgawi yang menangis dalam manifestasi apa pun. Sedangkan dalam kasus Lady of Naju, diklaim bahwa patung Bunda Maria menangis dan mengeluarkan air mata dan sering pula air mata darah.

Sebab Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan. Dan Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka. (Wahyu 7:17)

Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu. (Wahyu 21:4)

Di dalam Kitab Suci pun tidak ada tulisan-tulisan tentang air mata darah dari Bunda Maria. Sedangkan Yesus Kristus pun tidak ada tertulis menangis air mata darah. Jadi air mata darah tidak alkitabiah. Yang ada adalah Yesus Kristus yang berpeluh darah di Taman Getsemani saat berdoa sebelum ditangkap.

Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah. (Lukas 22:44)

Dan ketika Yesus telah dekat dan melihat kota itu, Ia menangisinya, … (Lukas 19:41). [Yesus menangis biasa, bukan menangis darah. Jika Dia menangis darah, seharusnya Kitab Suci mencatatnya.]

Karya Penyelamatan Tuhan Yesus Kristus adalah untuk menyembuhkan, mengusir setan, memanggil yang tersesat dan menanggung semua dosa-dosa manusia dengan Karya Penyelamatan-Nya. Bukan untuk memberikan penyakit, derita atau bahkan stigmata pada seseorang. Karena jika demikian halnya, maka itu tidak sesuai dengan misi Yesus Kristus. Jika adanya sakit-penyakit, kebanyakan itu dari setan yang memperoleh ijin dari Allah untuk mencobai manusia. Mungkin saja penderitaan dan stigmata pada Yulia Kim bukan berasal dari Allah atau Yesus Kristus.

Maka firman TUHAN kepada Iblis: “Nah, segala yang dipunyainya ada dalam kuasamu; hanya janganlah engkau mengulurkan tanganmu terhadap dirinya.” Kemudian pergilah Iblis dari hadapan TUHAN. (Ayub 1:12) [Kemudian segala kekayaan Ayub musnah.]

Maka firman TUHAN kepada Iblis: “Nah, ia dalam kuasamu; hanya sayangkan nyawanya.” (Ayub 2:6) [Kemudian Ayub terkena barah busuk di seluruh tubuhnya.]

Yesus menampakkan diri dalam 40 hari setelah kebangkitan-Nya dan setelah itu naik ke Surga. Selanjutnya Yesus Kristus akan mengutus Roh Kudus yang datang dari Allah untuk menolong kita. Jadi setelah itu kita didampingi secara khusus oleh Roh Kudus. Kristus tidak menyebutkan adanya nabi-nabi baru karena semua nubuatan dalam Kitab Suci telah digenapi oleh Yesus Kristus.

“Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran.” (Yohanes 14:16-17a)

“Semuanya itu Kukatakan kepadamu, selagi Aku berada bersama-sama dengan kamu; tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.” (Yohanes 14:25-26)

Dan sesudah berkata demikian, Ia menghembusi mereka dan berkata: “Terimalah Roh Kudus.” (Yohanes 20:22)

Jadi jika ada penampakan-penampakan atau manifestasi yang lain dari Yesus, maka kita patut curiga, karena Yesus Kristus telah mengingatkan kita akan adanya nabi-nabi palsu yang dapat mengadakan mujizat-mujizat dahsyat. Mereka seperti domba, padahal sebenarnya adalah serigala yang buas. Mereka bahkan menyesatkan orang-orang pilihan.

“Lihat, Mesias ada di sini, atau Mesias ada di sana, jangan kamu percaya.” (Matius 24:23; Markus 13:21; Lukas 17:23)

“Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas.” (Matius 7:15)

“Banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak orang.” (Matius 24:11)

“Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga.” (Matius 24:24; Markus 13:22)

“Saudara-saudara yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia.” (I Yohanes 4:1)

Tidak ada karya penyelamatan lain selain Karya Keselamatan yang dari Yesus Kristus. Tidak ada orang lain yang diberkati untuk menanggung derita orang lain. Tuhan Yesus ingin manusia itu sembuh dan lepas dari penderitaannya, termasuk dari dosa dengan Karya Penyelamatan-Nya. Jika ada dalam Injil tertulis: “Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya,” (Yohanes 15:13), Sabda Yesus Kristus ini menubuatkan Karya Penyelamatan-Nya. Lebih jelas lagi jika kita membaca ayat selanjutnya, yaitu ayat 14: “Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu.” Ayat 14 ini menerangkan bahwa jika kita mengimani Yesus, maka kita adalah sahabat-Nya, bukan lagi seorang hamba. Kitalah yang diselamatkan oleh pengorbanan Yesus Kristus.

Tampak bahwa banyak sekali keberatan-keberatan alkitabiah terhadap peristiwa Lady of Naju ini. Dan bagian 4 akan membahas keberatan-keberatan lain secara logika, yaitu dari sudut pandang manusiawi.

12 Tanggapan to "Lady of Naju (3): Kajian Kitab Suci"

Saudaraku yang terkasih dalam Yesus, bertobatlah dan bersihkanlah hatimu dari kuasa kegelapan, kejadian-kejadian di Naju adalah misteri Allah yang tidak terselami dengan kemampuan alam pikiran manusia, pengetahuanmu tentang misteri Yesus hanya sampai pada batas teks alkitab, banyak berdoa agar Tuhan Yesus memberimu penceraha.

Saudaraku yang terkasih dalam Yesus, bertobatlah dan bersihkanlah hatimu dari kuasa kegelapan, kejadian-kejadian di Naju adalah misteri Allah yang tidak terselami dengan kemampuan alam pikiran manusia, pengetahuanmu tentang misteri Yesus hanya sampai pada batas teks alkitab, banyak berdoa agar Tuhan Yesus memberimu pencerahan.

Bapak Abraham, mungkin Bapak memiliki argumentasi yang berbeda dengan saya. Silakan Bapak tuliskan argumen Bapak di forum ini.

Terima kasih atas perhatiannya. Salam.

banyaknya pandangan tentang Kisah-kisah penampakan Bunda Perawan Maria mengharuskan Iman seorang Katholik Dipertanyakan mestikah kita percaya begitu saja tanpa tidak melihat Injil sebagai Pencerah Hati Nurani kita. saya Mengajak semua pembaca yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus bahwa KIta harus Berpegan Pada Injil yang mana Tuhan Berfirman Bahwa Maria Terpilih dari kesekian banyak perawan di bumi karena memang Ia suci dan mengandung Tuhan Yesus sampai waktu melahirkannya ia tetap perawan adanya,ini bukti bahwa Bunda Maria Dipilih Allah karena Ia Tidak mudah jatuh dalam Godaan iblis,setelah Tuhan yesus lahir Maria menjalankan Kewajiban sebagai Seorang istri sebagai manusia biasa.penekanan dari ini semuanya ini adalah Manusia dipilih Tuhan karena ketaatannya.sebagai perawan yang tepilih tentu Ia mempunyai misi yang di embannya. mengenai penampakan Naju sebagai umat beriman saya berfikir ini bisa suatu ajakan untuk betobat dan bisa juga suatu rekayasa tetapi the point is sebagai umat beriman kita jangan hanya terbangun saat adanya tanda-tanda dari Tuhan tetapi kita harus selalu siap karena Hari Tuhan datangnya seperti Pencuri di Malam Hari. siap yang siap dia akan selamat siapa yang tidak akan binasa… Amin.

Saudara/i yang terkasih dalam nama Tuhan Yesus Kristus, pada saat ini kita dihadapkan pada masa yang sulit, dimana telah banyak nabi palsu dan nubuat yang berlandaskan iblis berkeliaran di dunia ini. Yesus Kristus sebelum terangkat kesorga berpesan kepada kita agar umat Kristen tetap bertahan sampai kedatangan Yesus kedua kalinya. Jika kita mampu bertahan sampai akhir, maka kita akan dianugerahi mahkota kehidupan. Janganlah percaya jika ada orang yang mengatakan nabi ada disana, atau nabi ada disini karena semua itu adalah pekerjaan iblis. Namun berdoalah dan minta pencerahan dari Allah Bapa agar tidak terjebak atas tipu muslihat iblis yang menggunakan nama Yesus untuk melakukan nubuat serta menyesatkan banyak orang. Hanya Yesus satu-satunya Mesias dan tidak akan ada lagi Mesias setelah Dia. Jika ada maka semua itu adalah mesias-mesias palsu. Aku mengatakan hal ini agar iman kita tetap kokoh dan dengan iman kita diselamatkan. Berdoalah senantiasa, minta petunjuk Tuhan, dan tetaplah terjaga agar engkau tidak tertidur saat SANGKAKALA KERAJAAN SORGA DIBUNYIKAN DAN YESUS TURUN SEBAGAI RAJA KEATAS DUNIA INI. Maka semua orang yang percaya akan terangkat kesorga, dan aku berada diantara saudara-saudara seiman yang juga diangkat kesorga oleh Dia yang berkuasa. Kasih Allah kiranya menyertai setiap langkah kehidupan kita. AMIN.

Kalian semua menghina Bunda Maria, artinya kalian juga menghina Yesus yang telah mempercayakan kita kepada Bunda dan Bunda kepada kita.
Bacalah Injil. Sebelum Yesus Mati, DIa berkata pada Yohanes, “MURIDKU INI IBUMU” dan kepada BUnda Maria, “IBUKU INI ANAKMU”.
Sadarlah kalian bahwa Yesus mempercayakan kita semua di bawah naungan Bunda Maria.
Semoga Kalian mengerti!!!

saya bersaksi bahwa air dari Naju sudah menyembuhkan saya, domisili di Lombok.
Thanks Jesus and Bundaku Maria

gimana tanggapan kita jika terjadi penampakan?sikap yg harus diambil.. bagaimana kita sebagai kaum awam bisa membedakannya?
pandangan kaum kristiani terhadap setan bagaimana?

kenapa agama nasrani selalu memojokan kita?
saya sempat baca di web nasrani. merekan saling berdialog tentang penampakn bunda maria.. mereka dengan senang hati dan sangat leluasa mencemooh kita dan bunda maria.. saya sangat mengerti klo kita kaum minoritas, tapi apa pantas mereka berperilaku seperti itu?

BAGIAN KEEMPAT : Dialgo antara Ahmad Deedat dan Pendeta Rev. Roberts
(DIREKTUR LEMBAGA AL-KlTAB AFRIKA SELATAN)
Dalam pelajaran nomor dua yang saya berikan (“Who Moved the Stone?”) dulu, saya berjanji akan membahas perbedaan ukuran yang dipakai oleh penganut agama Masehi. Dalam bagian ini kami akan manafsirkan permasalahan yang sedang kita hadapi sekarang, yakni mengenai “Kebangkitan atau Kebangunan”.

Saya tengah merencanakan untuk melakukan perjalanan ke Transvaa di Afrika Selatan dalam rangka mengadakan dakwah keliling. Sebelum itu lebih dahulu saya menelpon rekan saya yang bernamz Hafidh Yusuf Dadu dari Standerton untuk mengabarkan rencana perjalanan keliling yang akan segera saya lakukan itu.

Rekan saya mengatakan bahwa ia sedang mempelajari bahasa Ibrani. Ia berharap supaya saya berusaha memperoleh kitab suci dalam bahasa Ibrani yang disertai tafsir bahasa Inggris.

Saya pergi ke toko buku Lembaga A1 kitab di Durban . Saya berhasil mendapatkan buku itu tanpa menemui kesulitan. Saya menemukan kitab suci yang “authorized version” yang juga dikenal dengan “King James Version”.

Ketika saya sedang mencari kitab yang baik dan yang harganya relatif murah itu, saya melihat seorang ibu yang duduk di belakang meja sedang menelpon seseorang. Tiba-tiba ia bertanya kepada saya, “Maaf Tuan, apakah tuan Ahmed Deedat?” Saya menjawab singkat, “Ya.”

Kemudian ia berkata lagi, “Direktur Lembaga Al kitab ingin berbincang-bincang dengan tuan.” Saya menjawab, “Dengan segala senang hati.” Kemudian ia meneruskan bicaranya. Saya jawab dengan gurauan sambil melepaskan senyum kepadanya, “Saya kira anda sedang memanggil polisi, karena saya telah melihat-lihat kitab suci lama dan banyak sekali.” Ia berkata, “Tidak, pendeta Rev. Roberts, direktur Lembaga Alkitab ini ingin bercakap-cakap dengan tuan.”

Tak lama kemudian, pendeta Roberts datang menghampiri saya dan memperkenalkan dirinya kepada saya. Kemudian ia meminta kitab suci yang ada di tangan saya. Lalu saya berikan kitab itu. Dia kemudian membuka dan membacakan ayat itu untuk saya. Bacanya:

“Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.” (Yohanes 17:3)

Sesudah saya mendengarkan bacaannya dari kitab sucinya itu, saya menjawab, “Saya menerima!” Maksudnya ialah menerima isi risalah yang ingin disampaikan kepada saya. Pada waktu itu saya tidak mengatakan kepadanya bahwa apa yang disaimpaikan kepada saya sama dengan apa yang dibawa A1-Qur’anul Karim kepada umat manusia sejak empat belas abad yang lalu tentang kewajiban semua orang untuk beriman “dengan Allah yang Maha Esa lagi Maha Kuat, dan bahwa Isa Alaihissalam (Yesus Almasih) tak lain hanya seorang rasul dari Allah. Kalimat Al-Qur’an itu berbunyi sebagai berikut:
…Sesungguhnya Al Masih, Isa putra Maryam Itu adalah utusan Allah dan (yang terjadi dengan) kalimatNya yang disampaikanNya kepada Maryam dan (dengan tiupan) roh daripada-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasulNya dan Janganlah kamu mengatakan: (Tuhan Itu) tiga.” (An Nisaa: 171)

Sudah tentu pendeta Roberts senang sekali mendengar jawaban saya. Kemudian ia cepat-cepat membuka kitab sucinya dan mencari ayat lain. Ia mulai membaca kalimat-kalimat yang dikatakan dari Yesus. Bacanya:

“Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-muridKu.” (Yohanes 13: 34-35)

Setelah selesai membaca teks itu, saya menyambutnya dengan berkomentar: “Baik sekali!” Rupanya jawaban dan komentar saya itu makin membuatnya lebih berani. Untuk mendapatkan seorang penginjil baru ia membacakan ayat lagi:

“Jangari kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi. Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.” (matius 7:i-2)

Sebagai komentar atas paragraf itu saya menjawab, “Saya setuju!”

Sebab utama persetujuan dan penerimaan saya terhadap yang dibacakan pendeta itu kepada saya, bukan untuk mendapatkan diskon khusus. Namun karena kutipan-kutipan yang dibacakannya itu pada umumnya memiliki kesamaan dengan risalah dan pikiran yang Allah berikan kepada kita untuk dikumandangkan, diajarkan dan diamalkan. Kalau saya memisahkan segi-segi kebenaran antara kaum Muslimin dan kaum Masehi maka itu
berarti saya akan menjadi seorang pendengki yang tidak punya toleransi.

Misalnya, saya mengatakan tentang sesuatu risalah tertentu dalam kitab kita (Al-Qur’anul Karim) itu sangat baik, tapi mengatakan buruk sekali pada risalah yang sama yang terdapat dalam kitabnya. Itu menandakan saya sudah menjadi juara munafiq dan pekerjaan itu merupakan kepalsuan akhlak.

Apa tujuan yang sebenarnya ingin dicapai pendeta Rev. Roberts dalam membacakan kitab sucinya kepada saya?

Memang benar, saya mendapatkan “diskon khusus” dari semua kitab yang saya beli dari toko buku itu, dan mungkin saya satu-satunya orang non Masehi yang mendapatkan diskon seperti itu. Dari ciri-ciri pakaian dan jenggot saya, dia tentu tahu bahwa saya seorang muslim. Meskipun saya telah diberinya diskon terhadap semua buku-buku yang saya beli tapi tetap saja dia belum bisa merubah saya menjadi seorang Nasrani.

Dengan lemah lembut dan berusaha bijak bestari, sang direktur yarig pendeta itu membacakan beberapa ayat Injil kepada saya untuk mengetahui reaksi saya. Rupanya ia tidak tahu bahwa saya sudah mengetahui semua teks-teks yang indah itu sejak lama. Malah akhirnya ia heran, mengapa hingga kini saya belum juga menganut agama Masehi?

Selama ini pendeta yang sopan itu telah bertindak sebagai guru yang ingin mengajar dan membantu muridnya mengetahui lebih dalam. Oleh karena Nabi Saw kita memerintahkan kepada kita dalam sabdanya: “Tuntutlah ilmu dari buaian hingga liang ke lahad!”

“Tuntutlah ilmu meskipun ke negeri Cina!”

Sebagai umat Muhammad Saw saya amat bersemangat untuk belajar. Maka saya berkata, “Saya sependapat dengan semua yang telah anda bacakan kepada saya. Tetapi saya menemukan problem dengan kitab suci anda.”

Ia bertanya, “Problem apa kiranya yang menyulitkan anda?” Saya menjawab, “Saya harap anda membaca Injil Lukas 3:23!” Maka ia pun melakukannya.

Saya berkata lagi kepadanya, “Tolong anda bacakan kepada saya!” la pun membacanya.

“Ketika Yesus memulai pekerjaannya, la berumur kira-kira tiga puluh tahun dan Dia (menurut anggapan orang) adalah anak Yusuf, anak Eli.” (Lukas 3:231)

Saya perlihatkan kepada pendeta itu kalimat yang diberi kurung: (menurut anggapan orang). Lalu saya bertanya kepadanya, “Apakah anda melihat kalimat yang diberi kurung itu?”

Ia menjawab, “Ya, saya melihatnya!” Lalu saya tanyakan kepadanya, “Kenapa ada kalimat yang berkurung di situ?” Lantas ia mengakui dan berkata, “Saya tidak tahu pasti, tetapi saya akan menanyakannya kepada salah seorang ahli kitab suci.”

Saya heran dengan kerendahan hatinya. Padahal menurut saya, semua direktur Lembaga A1 Kitab di Afrika Selatan berasal dari pensiunan pendeta. Akhirnya saya berkata kepadanya, “Baiklah, kalau anda tidak tahu, ijinkanlah saya yang akan memberitahukan kepada anda mengenai alasan diberinya kalimat yang berkurung itu. Tidak usahlah anda bersusah-susah menanyakannya kepada ahli kitab suci.”

Saya lalu menjelaskan hal itu kepadanya. Dalam “manuskrip” Injil Lukas “yang lebih kuno” tidak terdapat kalimat “(menurut anggapan orang)”. Sebenarnya ini hanya pekerjaan penerjemah Injil yang merasa bahwa tanpa adanya tambahan (penjelasan) yang asing ini, dikhawatirkan “domba-domba kecil”1 yang belum kuat benar imannya; akan tergelincir dalam keyakinannya, bahwa Yusuf si tukang kayu itulah bapak yang sebenarnya dari Yesus. Dengan alasan itulah, mereka memberikan tambahan penjelasan pribadi dan diberi kurung agar jangan sampai terjadi kesalah-pahaman.

Selanjutnya saya menambahkan, “Sebenarnya saya tidak ingin mencari-cari kesalahan dalam cara atau sistem kalian dalam menambah kalimat di antara kurung itu untuk membantu para pembaca yang masih awam.”

“Tetapi yang membuat saya heran ialah karena dalam seluruh penerjemahan kitab suci ke dalam bahasa Afrika dan bahasa Timur lainnya, kalian telah membiarkan kalimat “menurut anggapan orang.” dan telah menghilangkan kedua kurungnya itu. Kalau begitu tidak mungkinkah bangsa-bangsa di seluruh dunia ini (selain Inggris) tidak memahami arti dan tujuan dari kedua kurung itu?”

Saya melanjutkan pembicaraan lagi, “Apa jeleknya orang-orang yang berbicara bahasa Afrikaans? Kenapa kalian menyingkirkan kedua kurung itu dari Injil terjemahan ke bahasa Afrikaan, sedang kalimatnya masih tetap?”‘

Mendengar uraian saya itu, sang Direktur yang pendeta itu langsung memprotes, “Saya, tidak melakukannya.”

Saya lalu menjawab lagi, “Saya tidak menuduh anda. Tetapi kenapa lembaga Al Kitab yang anda wakili dan para ulama kitab suci berani main-main “dengan firman Allah”2 Bila Allah yang Maha Kuat tidak merasa perlu melindungi Lukas dari kesalahan3 lantas apa orang lain mempunyai hak untuk menambah atau menghilangkan suatu kalimat dari “kitab Allah”? Atas dasar hak apa kalian membuat atau memalsukan “kalimat-kalimat Allah”?

Ada kemungkinan kalimat-kalimat tambahan yang diletakkan di antara dua kurung itu, jika kedua kurungnya diangkat, maka akan dikatakan orang sebagai keterangan dari Lukas juga. Karena dalam penyusunan Injilnya, ia mendapat ilham dari Allah. Oleh karena itu pemalsuan yang disusupkan pada teks-teks yang asli itu dengan sendirinya akan menjadi firman Allah juga.

Akhirnya saya sudahi uraian saya dengan kata-kata di bawah ini:

“Sesungguhnya ulama-ulama ketuhanan modern dewasa ini telah berhasil gemilang. Sementara ahli kimia jaman dahulu telah gagal merubah logam yang murah menjadi emas yang berkilau-kilauan.”

Dalam perbincangan ini, sang pendeta mengalihkan pembicaraan, ke luar dari pokok pembicaraan semula. sehingga membuat saya berkata, “Hati-hatilah tuan, tampaknya orang Inggris sudah banyak yang tidak mengetahui bahasanya sendiri.”

Dia membalas perkataan saya dengan tajam dan cepat. Katanya, “Apakah dengan begitu, anda bermaksud mengatakan bahwa anda lebih memahami bahasa saya daripada diri saya sendiri?”

Saya menjawab, “Sungguh tidak tahu malu saya, kalau saya mengatakan kepada orang Inggris, bahwa saya lebih memahami bahasanya.”

Ia bertanya lagi, “Lalu apa yang anda maksud dengan perkataan “tampaknya orang-orang Inggris sudah banyak yang tidak mengetahui bahasanya sendiri”?”

Saya mengulangi peringatan saya sekali lagi, “Hati-hatilah tuan, kalian membaca kitab suci dengan bahasa ibu kalian seperti yang dilakukan semua kaum Masehi yang terdiri dari ribuan bahasa dunia. Meskipun begitu, tampaknya setiap kelompok bahasa Masehi memahami bahwa suatu hakikat bertolak belakang dari apa yang dibacanya.”

Pendeta itu bertanya lagi, “Maksud anda bagaimana?”

Saya melanjutkan pembicaraan, “Apakah anda ingat peristiwa ketika Yesus muncul kembali, sesudah disebarluaskan pengumuman seolah-olah ia telah disalib. la muncul sambil berkata kepada murid-muridnya, “Damai sejahtera bagi kamu!” Mereka terkejut dan takut. Mereka menyangka bahwa mereka melihat hantu.” (Lukas 24:36)

Mendengar perkataan itu, sang direktur Lembaga A1 Kitab itu menyatakan ingat terhadap peristiwa itu.

Lalu saya bertanya, “Apa yang membuat mereka (para murid) takut? Jika seseorang melihat temannya datang, seharusnya ia memberikan reaksi yang wajar dan normal. Menunjukkan rasa bahagianya yang luar biasa. Malah biasanya ada yang menyambutnya dengan peluk cium yang mesra. Tapi mengapa murid-murid Yesus itu malah takut metihat gurunya datang?!”

Sang pendeta menjawab, “Karena mereka (para murid) menyangka bahwa mereka melihat hantu.”

Saya bertanya lagi, “Apakah Yesus menyerupai hantu?” Dia menjawab, “Tidak!”
Saya bertanya lagi, “Kalau begitu, mengapa mereka menyangka melihat hantu, jika selama ini Yesus tidak menyerupai hantu?”

Tampaknya pendeta itu mendapat kesulitan besar. Aku berkata lagi, “Ijinkanlah saya menafsirkan hal itu kepada anda.”

Lantas saya berkata kepadanya, “Hati-hatilah, tuan, sesungguhnya murid-murid Almasih itu bukan saksi mata (eyewitnesses) atau saksi dengar (ear-witnesses) atau saksi peristiwa hakiki yang terjadi selama tiga hari yang lalu seperti yang diuraikan Markus, bahwa dalam situasi yang paling berbahaya dan paling sulit dalam kehidupan Yesus: “Lalu semua murid itu meninggalkan Dia dan melarikan diri.” (Markus 14:50)4

Jadi, semua berita yang diketahui murid-murid itu tentang Yesus diperoleh dari desas-desus5 yang mengatakan, bahwa dia disalib dan mereka mendengar dia sudah menghembuskan napas terakhirnya. Mereka juga mendengar bahwa dia sudah dikubur selama tiga hari. Orang yang dijejali berita semacam ini6 tidak heran kalau mereka berkesimpulan seperti melihat hantu. Maka tidak mengherankan kita bila kesepuluh muridnya yang pemberani itu kaget dan terperanjat ketika melihat Yesus kembali.

“Untuk menghilangkan salah paham dan rasa. takut yang mengganggu mereka, Yesus mengajak mereka menggunakan akal sehat, ucapnya, “Lihatlah tanganKu dan kakiKu: Aku sendirilah ini.” (Lukas 24:39)

Dalam bahasa kita Yesus berkata kepada mereka, “Wahai, kawan-kawan! Kenapa kalian tampak gelisahdan ketakutan. Tidakkah kalian melihat, bahwa aku ini adalah gurumu yang selalu berjalan bersamamu, yang selalu berbincang-bincang denganmu dan memecahkan roti bersamamu. Aku ini orangnya dengan tubuh dan darahnya dari semua. sisinya. Apa yang membuat pikiran kalian berubah dan ragu-ragu?”

“Rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat.” (Lukas 24:39)

Atau dengan kata lain, Yesus seolah-olah berkata kepada mereka, “Kalau aku mempunyai daging dan tulang, maka dengan sendirinya aku bukan hantu, mayat, atau roh!”

Saya bertanya kembali kepada pendeta itu, “Apakah uraian ini benar?”
Ia menjawab, “Ya, benar!”

Selanjutnya aku berkata, “‘Sesungguhnya Yesus memberitahukan kepada kalian seperti yang tertera dalam nasnya dengan jelas dan dengan bahasa yang sangat sederhana, bahwa tubuh yang diminta kepada murid-muridnya untuk diraba dan dilihat itu bukan tubuh yang “diperbaharui”. Juga bukan tubuh yang dirubah dan yang dibangkitkan. Tubuh yang dibangkitkan dari mati ialah tubuh rohani (Spiritualized body). Dia menjelaskan kepada mereka dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami bahwa dia tidak seperti yang mereka duga. Murid-muridnya mengira bahwa dia adalah roh. Bahwa dia adalah tubuh yang dibangkitkan ke dalam kehidupan setelah dari kematian. Tetapi Yesus dengan tegas dan jelas mengatakan bahwa dia tidak demikian.”

Mendengar uraian itu, sang pendeta bergumam. Tiba-tiba ia bertanya, “Namun apa yang membuat anda yakin bahwa tubuh yang dibangkitkan dari mati tidak akan dapat menjelma sebagai tubuh materi (materialize physically), seperti yang dilakukan Yesus dengan jelas?”

Saya menjawab, “Karena Yesus sendiri yang mengatakan bahwa tubuh yang dibangkitkan dari mati berubah ke alam rohaniah.”

Sang pendeta masih bertanya lagi dengan hati yang belum puas, “Kapan Yesus mengatakannya?”

Saya menjawab, “Anda masih ingat peristiwa yang dicatat dalam Injil Lukas 20:17 ketika Yesus didatangi ahli-ahli Taurat yang sudah tua-tua. Mereka mengajukan berbagai pertanyaan sulit dan pelik kepadanya. Antara lain tentang wanita Yahudi yang kawin dengan tujuh orang lelaki silih berganti, sesuai dengan adat Yahudi8. Setelah beberapa lama kemudian, meninggallah ketujuh orang suami dan istrinya itu?”

Sang pendeta mengatakan, “Ya, saya ingat!”

Saya lanjutkan perkataan saya, “Adapun perangkap yang dipasang untuk Yesus oleh ahli-ahli Taurat dan tua-tua itu adalah untuk menggelincirkan Yesus lewat pertanyaan ini:

“Siapakah di antara orang-orang (suami yang tujuh) itu yang menjadi suaminya pada hari kebangkitan?” Mereka sudah menghujah Yesus, bahwa “wanita itu adalah istri dari tujuh orang (semuanya)” Sewaktu mereka menunaikan tugasnya masing-masing untuk mendapatkan anak keturunan dari wanita itu memang tidak menemukan masalah apa-apa, karena mereka semua adalah suaminya. Hal ini dilakukan silih berganti karena mereka masing-masing mengawini wanita itu setelah suaminya meninggal dunia. Namun pada hari kiamat, ketika ketujuh suami itu dihidupkan bersama-sama, akan terjadi persengketaan hebat di langit. Mereka masing-masing ingin memiliki bekas istrinya, apalagi kalau mereka merasa mendapatkan kepuasan yarig mengesankan dari si istri sewaktu mereka hidup bersama dahulu.”

“Yesus berhasil menelanjangi kepalsuan pandangan mereka tentang kiamat dari mati. Dia berkata kepada mereka, bahwa pada hari kiamat dari mati “mereka tidak dapat mati lagi”. (Lukas 20:36) Ini berarti, orang yang dibangkitkan dari mati akan hidup kekal (immortalized). Mereka tidak akan mati lagi. Mereka tidak akan merasa lapar, haus dan letih. Walhasil, semua senjata maut tidak akan mampu menewaskan tubuh yang sudah dibangkitkan dari mati. Selanjutnya Yesus menafsirkan dalam sabdanya,

“Mereka (tubuh yang dibangkitkan dari mati itu) sama seperti malaikat.” Ini berarti pembawaan mereka akan berubah yaitu ke alam malaikat, alam rohaniah. Mereka akan menjadi makhluk rohaniah (artinya roh-roh). “Mereka sama seperti malaikat-malaikat dan mereka adalah anak-anak Allah, karena mereka telah dibangkitkan.” (Lukas 20:36)

Sang pendeta kemudian bertanya lagi dengan pertanyaannya yang menantang, “Namun, apa yang membuat anda begitu yakin…?”

Pertanyaannya telah mengeluarkan saya dari pokok pembicaraan yang tengah saya uraikan. Saya lanjutkan perkataan saya tadi, “Dia tidak demikian, seperti yang mereka sangka. Dia tidak berubah jadi roh, hantu atau mayat. Agar lebih jelas, ia memperlihatkan tangan dan kakinya untuk diteliti dan diamati untuk membuktikan bahwa tubuhnya masih tetap sepeiti yang dulu (material physical body) dan untuk menghilangkan kegelisahan dan keraguan mereka yang tidak beralasan. Setelah itu ia bertanya kepada mereka, “Adakah padamu makanan di sini?” (maksudnya, sesuatu yang bisa dimakan). “lalu mereka memberikan kepadaNya sepotong ikan goreng (dan sarang madu sedikit9). Ia mengambilnya dan memakannya di depan mata mereka10.” (Lukas 24:41-43)

Lantas apa yang ingin dibuktikan Yesus dengan semua yang dilakukannya itu, yaitu dengan memperlihatkan kedua tangan dan kakinya dan menyuruh mereka merabanya. Yesus juga meminta makanan dan mengunyah ikan goreng dan sarang madu yang mereka berikan (di hadapan mereka)?

Apakah kata-kata dan peragaannya itu hanya sekedar sandiwara atau permainan komedi semata?

Untuk lebih jelasnya, baiklah, sekarang kami akan mengetengahkan jawaban yang diberikan oleh F. Schleiermacher11 pada tahun 1819. Ia menjawab, “Tidak!”

Ia mengucapkan jawaban itu seratus tahun yang lalu, sebelum saya dilahirkan. Tuan Albert Schweizer mengabadikan kata-katanya sebagai berikut: “Kalau Yesus hanya makan untuk membuktikan bahwa ia bisa makan, padahal ia tidak benar-benar butuh makanan. Tentu hal itu hanya suatu sandiwara semata dan hanya suatu Docetic12.

Ketika saya berbincang-bincang mengenai masalah ini dengan direktur Lembaga Alkitab, saya belum tahu sedikitpun tentang F. Schleiermacher dan para ulama Masehi lainnya yang juga meragukan kematian Yesus di atas kayu salib. Hal ini juga diabadikan oleh Albert Schweizer dalam bukunya yang berjudul “In Quest of the Historical Jesus”, page.64.

Apa yang membuat umat Masehi ragu-ragu? Bukankah Yesus sudah memberitahukan kepada kalian dengan berbagai gaya bahasa yang jelas. Malah lebih dijelaskan lagi dengan sebuah peragaan, untuk membuktikan bahwa dia adalah manusia seutuhnya, bukan roh dan belum berubah ke alam rohaniah, dan bahwa dia bukan manusia yang dibangkitkan dari kematian. Tapi biarpun begitu, seluruh alam Masehi tetap meyakini bahwa Yesus telah dibangkitkan dari kematian (Yang saya maksud ialah ia telah berubah ke alam rohaniah).

Lalu siapa yang telah berbohong, kalian atau dia?

Bagaimana mungkin kalian (semua umat Masehi) membaca kitab suci kalian dengan bahasa ibu kalian meskipun mereka dan semua kelompok bahasa telah dipersiapkan untuk memahami kebalikan dari yang mereka baca?!

Kalau anda membaca kitab suci anda yang berbahasa Ibrani, misalnya, lalu anda mengatakan kurang paham dengan apa yang anda baca, kemungkinan saya bisa menerima alasan itu. Begitu pula jika anda membacanya dalam bahasa Yunani, lalu anda mengatakan tidak paham benar maksud dan tujuan yang ditulis. Hal itu mungkin bisa saya terima dengan baik. Tetapi tampaknya dalam diri kalian sudah ada perlawanan terhadap kaidah ketika kalian membaca kitab suci sekalipun dengan bahasa ibu kalian.

Kalian juga sudah terlatih dalam memahami kebalikan dari apa yang tertulis. Kalau sudah begitu, bagaimana caranya mencuci otak kalian? Atau seperti yang dikatakan bangsa Amerika: Bagaimana caranya memprogram kalian?

Kalau begitu, saya mohon dengan sangat, supaya kalian memberitahukan kepada saya, siapa yang berbohong, Yesus atau seribu juta umat Masehi di dunia ini?

Yesus mengatakan: “Tidak!”, tentang kebangkitannya dari kematian. Sedangkan kalian semua mengatakan: “Ya!”

Kalau begitu siapa yang patut dipercaya oleh kaum Muslimin, Yesus atau orang-orang yang mengaku muridnya itu?

Kita sebagai kaum Muslimin sudah jelas akan mempercayai gurunya daripada muridnya. Bukankah Yesus sendiri mengatakan, “Seorang murid tidak lebih daripada gurunya.” (Matius 10:24)

Demikianlah perbincangan saya dengan direktur Lembaga Alkitab Durban. Hasilnya ternyata lebih dari yang saya harapkan. Tapi akhirnya pendeta itu mengakhiri percakapan dengan sopan sambil meminta maaf dan meminta ijin untuk berpisah dengan alasan toko bukunya akan segera tutup. Dia berharap dapat bertemu lagi dengan saya, tapi tampaknya ia melarikan diri dari pembicaraan itu walaupun dengan cara yang sopan.

Saya berharap pembaca yang budiman dapat menyingkirkan sarang laba-laba yang direntangkan pada akal anda yang dapat mengacau pikiran anda dalam masalah “penyaliban”. Jika anda dapat memahaminya maka hal ini akan merupakan hadiah besar untuk saya.

“Dan sementara mereka bercakap-cakap tentang hal-hal itu, Yesus tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata kepada mereka: “Damai sejahtera bagi kamu!” Mereka terkejut dan takut dan menyangka bahwa mereka melihat hantu. Tetapi Ia berkata kepada mereka, “Mengapa kamu terkejut dan apa sebabnya timbul keragu-raguan di dalam hati kamu? Lihatlah tanganKu dan kakiKu: Aku sendiri ini; rabahlah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada padaKu.” Sambil berkata demikian, Ia memperlihatkan tangan dan kakiNya kepada mereka. Ketika mereka belum percaya karena girangnya dan masih heran, berkatalah 1a kepada Mereka: “Adakah padamu makanan di sini?” Lalu mereka memberikan kepadaNya sepotong ikan goreng (dan sarang madu sedikit)13.

Ia mengambilnya dan memakannya di depan mata mereka”. (Lukas 24:36-43).

01. Dalam bicaranya. Ahmed Deedat menggunakan kata (little lambs) seperti yang digunakan Yesus dalam mengisyaratkan para pengikutnya. Yesus berkata, “Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala.” (Lukas 10:3) Mungkin yang dimaksud penulis dengan “domba-domba kecil” ialah para pengikut yang baru (penerjemah).

02. Dalam transkript bahasa Arab keluaran Lembaga A1 Kitab di Timur Tengah kalimat “(menurut anggapan orang)” tetap ada, tapi kedua kurungnya sudah dihilangkan. Begitu pula dalam transkript bahasa Indonesia keluaran Lembaga A1 Kitab Indonesia, Jakarta, 1977.

03..Kaum Masehi berkeyakinan bahwa semua Injil yang sah itu ditulis oleh para “murid” dengan wahyu dari Roh Kudus. Namun berdasarkan bukti ilmiah terbukti bahwa keempat injil yang dikatakan sah dewasa ini, tidak satu pun yang ditulis oleh kedua belas murid pilihan Yesus! (Baca Encyclopedia Britanica, V-3, P. 573; V-13, P.83; V-14, P. 911 dan 912).

04. Injil Mateus dalam hal ini lebih jelas. Ujarnya. “Lalu semua murid itu meninggalkan Dia dan melarikan diri.” (Matius 26:56)

05. Lukas meyakinkan hal itu pada pembukaan Injilnya. Ujarnya, “…Seperti yang disampaikan kepada kita oleh mereka yang dari semula adalah saksi mata dan pelayan firman.” (Lukas 1:2)

06. Lukas juga meyakinkan kita bahwa murid-murid itu tidak percaya ketika mendengar desas-desus yang disebarluaskan orang tentang gurunya. Ujarnya, “Tetapi bagi mereka perkataan-perkataan itu seakan-akan omong-kosong dan mereka tidak percaya kepada perempuan-perempuan itu. Sungguhpun demikian Petrus bangun, lalu cepat-cepat pergi ke kubur itu. Ketika ia menjenguk ke dalam, ia melihat hanya kain kafan saja. Lalu ia pergi, dan ia bertanya dalam hatinya apa yang kiranya telah terjadi.” (Lukas 24:11-12)
Memang aneh bin ajaib, bagaimana mungkin mereka merasa heran, padahal Guru mereka sudah meramalkan dan memberitahukan hal yang diherankan oleh mereka itu?!

07. Lihat Lukas 20:1

08. Lihat Ulangan 25:5-10

09. Dalam Lukas 24:43, (dan sarang madu sedikit) terjemahan dalam bahasa lndonesia, keluaran Lembaga Alkitab Indonesia, ]akarta, 1977, ditiadakan!

10. Dalam terjemahan Inggris katolik salinan dari naskah bahasa Vulgar latin, terdapat tambahan sebagai berikut: “And when he had eaten in their presence he took what remained and gave it to them.” Kalimat inipun dalam terjemahan bahasa Indonesia tidak ada!

11. F. Schleirmacher, salah seorang ulama kitab suci dan penemu teori tentang sumber-sumber Injil yang empat. Diketengahkan pada tahun 1832 M. “Dia memperkirakan adanya kumpulan kecil tulisan atau fragmen. Dari sanalah para pengarang lnjil menulis Injilnya. (Fragments hypothesis)

12. Docetic berasal dari Docetism, yaitu suatu paham, bid’ah dalam agama. Paham ini bertentangan dengan aliran yang resmi sejak abad kedua Masehi. Ia mengatakan bahwa tubuh Almasih itu hanya seperti hantu (semblance), maya (phantom) atau benda semacam ether (etheral substance). Kata itu berasal dari bahasa Yunani, “dokesis”, artinya maya, hantu atau dokeein (to seem), berarti: tampaknya. Maksudnya ialah sesuatu yang disebutkan tentang atau yang dinasabkan kepada orang yang berbicara dengan kata-kata bid’ah itu.

13. Kalimat yang diberi dua kurung di atas: (dan sarang madu sedikit), sudah dibuang dari naskah versi standar yang diperbaiki (Revised Standard version) dari Kitab Suci dan dari berbagai terjemahan lain dalam bahasa Afrika. Kenapa? Dalam buku kami yang akan segera diterbitkan: “Apakah Kitab Suci itu Firman Allah?”, akan dijelaskan kepada Anda, kenapa?

Salam KASIH dan DAMAI SEJATERAH dalam nama TUHAN kita YEUS KRISTUS

MOHD HEILMEY BIN JANUDIN
yang trekasih :

1. Ketika Yesus memulai pekerjaannya, la berumur kira-kira tiga puluh tahun dan Dia (menurut anggapan orang) adalah anak Yusuf, anak Eli.” (Lukas 3:231)

Maksudnya : DIA(menurut anggapan orang) dalam kurung……..pandangan orang saat itu memang mengatakan YESUS anak yusuf tukang kayu trus masalahnya di mana?

Walaupun tanda kurung dihilangkan beserta kalimatnya, kamipun tahu bahwa DIA anak dari tukang kayu (YUSUF) dan semua orang katolik gak akan menyangkal hal itu. Dulu semua anak mempunya orang tua tatepi dalam Al’Quran pun diakui bahwa DIA (YESUS) itu lahir tanpa dibuahi atau paling tepat lahir dari kalimat ALLAH ( Al’Imran 45 : “Ingatlah ketika malaikat berkata: Ya, Maryam, sesungguhnya Allah memberi kabar gembira kepada engkau dengan kalimat dari padaNya )

2. Dan sementara mereka bercakap-cakap tentang hal-hal itu, Yesus tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata kepada mereka: “Damai sejahtera bagi kamu!” Mereka terkejut dan takut dan menyangka bahwa mereka melihat hantu. Tetapi Ia berkata kepada mereka, “Mengapa kamu terkejut dan apa sebabnya timbul keragu-raguan di dalam hati kamu? Lihatlah tanganKu dan kakiKu: Aku sendiri ini; rabahlah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada padaKu.” Sambil berkata demikian, Ia memperlihatkan tangan dan kakiNya kepada mereka. Ketika mereka belum percaya karena girangnya dan masih heran, berkatalah 1a kepada Mereka: “Adakah padamu makanan di sini?” Lalu mereka memberikan kepadaNya sepotong ikan goreng (dan sarang madu sedikit)13.

Ia mengambilnya dan memakannya di depan mata mereka”. (Lukas 24:36-43).

Memang benar YESUS memperlihatkan tangan dan kaki bekas tusukan dan makan bersama mereka……………….. apakah karena tubuh yang telah bangkit dari kematian itu tidak dapat makan bersama dengan,……

Anda dan Kitab Anda mengakui bahwa YESUS itu wafat, dibersihkan dan diangkat ke surga? Kalau Anda bilang tidak meninggal, berarti DIA diangkat ke surga dalam TUBUH yang sebenarnya ………. benarkan……. dan mengapa Anda menolah kalau DIA dapat makan setelah bangkit dari kematiannya?………. Padahal Anda meyakini, DIA adalah Kalimat ALLAH………. Jadi kalau DIA lakukanitu setelah kebangkitanNYA itu bisa terjadi karena DIA adalah Kekal jadi kondisi, jasad, body dan bentuk apapun tak mempengaruhi kekekalan DIA…………………….benar bukan?

MOHD HEILMEY BIN JANUDIN
yang trekasih :

1. JALAN KE SYURGA

Agama dengan syariat-syariatnya harus ditaati dan dilaksanakan sepanjang umur hidup manusia. Manusia juga diharuskan untuk selalunya bermurah hati. Hanya apabila manusia dapat menjalankan segala hal-hal tersebut dengan penuh maka manusia dapat mencapai Syurga. Mungkinkah kita hidup kehidupan kita dengan sempurna?

Berapa tekunkah kita sepatutnya menjalankan syariat-syariat agama ataupun berapa banyakkah kita berkemurahan hati agar dapat masuk ke Syurga? Kami semua telha berdosa; bahkan perbuatan kami yang terbaik pun kotor dan najis. Kerana dosa kami, kami akan lenyap seperti daun layu diterbangkan angin.

Adakah tolok ukur yang pasti apabila menjalankan hal-hal tersebut agar kita dapat masuk Syurga? Tidak ada!

Oleh kerana manusia tidak akan past agar dapat masuk ke Syurga maka banyak orang tinggal keragu-raguan, dengan kebimbangan dan kegelisahan. Sepanjang zaman orang selalu berdoa kepada Allah agar ditunjukkan jalan yang harus diikuti manusia agar dapat mencapai Syurga.

Kita semua seperti domba yang sesat, masing-masing mengikut jalan sendiri. Tetapi Allah menjatuhkan hukuman kepadanya, hukuman yang seharusnya dijatuhkan kepada kita.

“Indinash shiraathal mustaqiim”

Tunjukilah kami jalan yang lurus …

(Al Fatihah, 1:6)

“Yaa ayyuhai ladziina aamanut taqullaaha wabtaghuu ilaihi wasiilata …”

Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepadaNya…

(Al Maidah, 5:35)

Sudahkah anda menemui jalan itu?

2. Allah Maha Pengasih, Maha Penyayang

Oleh kerana Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang maka Allah di dalam Al Quran telah menunjukkan jalan dan petunjuk-petunjuk yang diberi jelas patut diikuti agar manusia dapat mencapai Syurga. Marilah kita renungkan Al Quran dan Hadis seperti yang tersebut dibawah ini.

Petunjuk-petunjuk Al Quran dan Hadis agar manusia dapat mencapai Syurga

Isa AS ialah jalan yang lurus yang patut diikuti

“Wa innahu la’ilmu lis saa’ati fa laa tamtarunna bihaa wa tabi’unni haadzaa shiraathum mustaqiim…”

Dan sesungguhnya Isa itu benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat kerana itu janganlah kamu ragu tentang hari kiamat itu dan ikutlah Aku. Inilah jalan yang lurus …

(Az Zukhruf, 43:61)

Isa AS pembawa keterangan dan patut ditaati

“Wa lammaa jaa-a ‘Isa bil bayyinaati qaala qad ji’tukum bil hikmati wa li ubayina lakum ba’dhal ladzii tathtalifuuna fiihi fat taqullaaha wa athii’u…”

Dan tatkala Isa datang membawa keterangan. Dia berkata sesungguhnya Aku datang membawa hikmat dan untuk menjelaskan kepadamu sebagian yang apa kamu perselisihkan tentangnya, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaKu…

(Az Zukhruf, 43:63)

Isa AS mengatakan perkataan yang benar

“Dzaalika ‘isabnu Maryama qaulal haqqil ladzil fiihi yamtaruum…”

Itulah Isa putra Maryam yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenaranNya…

(Maryam, 19:34)

Isa AS itu utusan Allah dan FirmanNya

“Inamal Masihu ‘isabnu Maryama rasullahi wa kalimatuhu …”

Sesungguhnya Isa Al Masih putra Maryam itu utusan Allah dan FirmanNya…

(An Nisa, 4:171)

Isa AS adalah Roh Allah dan KalimatNya
“Isa faa innahu Rohullah wa kalimatuhu…”

Isa itu sesungguhNya Roh Allah dan FirmanNya

(Hadis Anas bin Malik hal.72)

Isa AS adalah Roh Allah yang menjelma menjadi Manusia yang sempurna

“… arsalnaa ilaihaa ruuhanaa fa tamatstsala lahaa basyaran sawiyya.”

…Kami mengutus Roh Kami kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya menjadi Manusia yang sempurna…

(Maryam, 19:17)

Isa AS adalah satu-satunya Imam MAHDI
“Laa mahdia illa isabnu Maryama…”

Tidak ada Imam MAHDI selain Isa putra Maryam…

(Hadis Ibnu Majah)

Isa AS dilahirkan bukan dari bapa Insani, tetapi dari Roh Allah

“Wallatii ahshanat farjahaa fa nafakhnaa fiihaa mir ruuhinaa Wa ja’alnaahaa wabnahaa ayatal lil ‘aalamiin”

Ingatlah kisah seorang perempuan yang memelihara kehormatannya (Maryam) lalu Kami tiupkan kepadanya Roh Kami (Roh Allah) dan Kami jadikan dia dan Anaknya tanda (kuasa Allah) bagi semesta alam.

(Al Anbiyaa, 21:91)

Isa AS lahir, mati dan dihidupkan kembali

“Wa salaamu ‘alayya yauma wulittu, wa yauma amuutu, wa yauma ub’atsu hayaa.”

Dan sejahtera atasNya pada hari Dia dilahirkan, pada hari Dia wafat, dan pada hari Dia dibangkitkan hidup kembali.”

(Maryam, 19:33)

Isa AS mati, diangkat dan pengikutNya dipilih atas orang kafir

“Idz qaalallahu yaa Isa, innii mutawafiika, wa raafi’uka ilayya, wa muthahhiruka minal ladzinaa kafaruu, wa jaa’ilul ladzina tabauka fauqal ladzina kafaruu ilaa yaumil qiyamati.”

Ingatlah tatkala Allah berfirman; Hai Isa, sesungguhnya Aku akan mewafatkanMu, dan mengangkatMu depadaKu, dan akan menyucikan Engkau dari orang-orang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikutiMu diatas mereka yang kafir hingga hari kiamat.”

(Al Imran, 3:55)

Isa AS menyembuhkan orang buta sejak lahir

“Wa ubriul akmaha, wal abrasha, wa uhyil mautaa bi idznillah.”

Dan Aku menyembuhkan orang bita sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak, dan Aku sanggup menghidupkan orang mati dengan seizin Allah.

(Al Imran, 3:49)

Isa As menghidupkan orang mati

“… wa idz tuhuriijul mautaa biidzni…”

… dan diwaktu Kamu mengeluarkan orang mati dari kubur (menjadi hidup) dengan izin Ku…

(Al-Maidah, 5:110)

Isa AS diberi mujizat dan Roh Kudus

“Wa aatainaa ‘isabna Maryam bayyinaati wa ayyadnaahu bi ruuhil qudusi.”

Dan Kami berikan kepada Isa putra Maryam, beberapa mujizat serta Kami perkuat Dia dengan Roh Kudus.

(Al Baqarah, 2:253)

Kafirlah orang yang menolak Isa AS

“Wa bi kufrihim wa qaulihim ‘alaa Maryama buhtaanan ‘azhiimaa.”

Dan kerana kekafiran mereka (terhadap Isa) dan tuduhan mereka terhadap Maryam dengan kedustaan besar (zinah).

(An Nisa, 4:156)

Isa AS akan diimani oleh semua ahli kitab

“Wa im min ahlil kitaabi illa la yu’minanna bihi qabla mauthihiiwa yaumal qiyaamati yakunnu ‘alaihim syahiidaa.”

Dan tidak seorangpun dari ahli kitab melainkan akan beriman kepada Isa sebelum matiNya, dan pada hari kiamat. Dia menjadi Saksi terhadap mereka.

(An Nisa, 4:159)

Tidak menurut Taurat dan Injil, maka tidak dipandang beragama

“Qui yaa ahlal kitaabi lastum ‘alaa syai-in hattaa tukimut tauraata wal injiila wa maa unzila ilaikum mir rabbkum”

Katakanlah: “Hai ahli kitab, kamu tidak dipandang beragama sedikitpun hingga kamu menegakkan ajaran ajaran Taurat, Injil dan apa apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu.

(Al Maidah, 5:68)

Al Quran induk dari Taurat dan Injil

“Wa innahu fii ummil kitaabi ladainaa ia ‘aliyyuna hakiim.”

Dan sesungguhnya Al Quran itu dalam induk Alkitab, di sisi Kami adalah tinggi dan penuh hikmat.

(Az Zukhruf, 43:4)

Isa AS berkuasa/terkemuka di dunia dan di akhirat

“Idz qalatil malaikatu yaa Maryama innallaaha yubasyiruki bi kalimatim minhus muhul masihu ‘isabnu Maryama wajihan fiddun-yaa wal akhirati wa minal muqarrabiin.”

Ketika malaikat berkata, hai Maryam sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan Kalimah daripadaNya namannya Al Masih putra Maryam, terkemuka di dunia dan di akhirat dan orang yang paling dekat pada Allah.

(Al Imran, 3:45)

Hazrat Isa AS yang paling berkuasa dan terkemuka di dunia dan di akhirat. Hasrat Isa AS adalah petunjuk kepada jalan yang lurus. Pengikut-pengikut Hazrat Isa AS dipilih atas orang-orang kafir. Jadi ikutlah Hazrat Isa AS pasti anda akan masuk ke Syurga. Begitu penting Hazrat Isa AS sehingga di dalam Al Quran nama Hazrat Isa AS disebut sebanyak 97 kali.

Jika Yang Berhormat Perdana Menteri menjemput anda ke Istana Negara, sudah pasti anda percaya bahawa anda akan diberi masuk ke istana. Ini kerana Yang Berhormat Perdana Menteri adalah yang paling berkuasa di negara dan berhak bertindak begitu.

Jika jemputan ke Istana ditanda tangan seorang yang berpangkat rendah sahaja, tentu anda akan meragui kebenaran jemputan itu. Jangan-jangan menuju ke Istana hanya dilarang masuk apabila tiba disana. Sedemikian, Hazrat Isa AS diberi hak memerintah atas Syurga. Oleh kerana itu, sudah pasti bahawa kepercayaan akan jemputan Hazrat Isa AS tidak akan diragui lagi. Percayalah akan jemputan Hazrat Isa AS dan anda pasti memasuki Syurga.

——————————————————————————–

TEMAN YANG MAHA TINGGI

Doa Nabi Muhammad SAW sebelum beliau wafat:

Ya Allah! Ampunilah saya! Kasihanilah saya dan hubungkanlah saya dengan Teman Yang Maha Tinggi …

(Hadis Shahih Bukhari 1573)

Lalu beliau mengangkat tangannya sambil mengucapkan:

“Teman Yang Maha Tinggi”

Lalu beliau wafat dan rebahlah tangan beliau.

(Hadits Shahih Bukhari 1574)

Siapakah “Teman Yang Maha Tinggi” itu?

Menurut catatan para Hadis Sahih Bukhari, ialah “Malaikat dan Nabi-nabi”. Malaikat tidak disebut yang Maha Tinggi, jadi “teman” beliau bukan malaikat tetapi seorang nabi. Lalu siapakah diantara nabi yang layak disebut:

“Yang Maha Tinggi”?

Nabi-nabi yang terkenal iaitu:

“Adam Shafiyulah” = Adam AS disucikan Allah

“Nuh Najiyullah” = Nuh AS diselamatkan Allah

“Ibrahim Khalillulah” = Ibrahim AS dikasihi Allah

“Isma’il Dzabiihullah” = Ismail AS dikurbankan Allah

“Musa Kaliimullah” = Musa AS difirmankan Allah

“Dawud Kalifatullah” = Dawud AS dipimpin Allah

(Majmu’ Syarif)

Namun beliau telah bersabda:

“Anaa aulan naasi bi ‘iisabni Maryam fid dun-yaa wal aakhiraati wal anbiyaau ikhwaatul li’allaatin ummahaatuhum syattaa wa diinuhum waahid.”

Saya yang lebih dekat Isa anak Maryam di dunia dan di akhirat. Semua nabi itu bersaudara kerana seketurunan. Ibunya berlainan sedang agamanya satu.

(Hadis Shahih Bukhari 1501)

“…’lisabnu Maryam wajihan fid dun-yaa wal aakhirat…”

… Isa putra Maryam yang terkemuka di dunia dan di akhirat …

(Al Imran, 3:45)

“Wal Iadzii nafsii bi layusyikanna ayyanzila fil kumubnu Maryama hakaman muqsithan”

Demi Allah yang jiwaku di tanganNya, sesungguhnya telah dekat masanya ‘Isa Anak Maryam akan turun di tengah-tengah kamu. Dia akan menjadi Hakim yang Adil …

(Hadis Shahih Muslim 127)

“Laa mahdiya illa isabnu Maryama”

Tidak ada Imam MAHDI selain Isa putra maryam

(Hadis Ibnu Majah)

… Isa itu Rohullah, Rasullah dan Kalimatullah.

(Anas bin Malik hal. 72, An Nisa, 4:171)

Maka “Teman Yang Maha Tinggi” itu adalah Isa Al Masih Anak Maryam.

“… wattabi’unni haadzaa shiraathum mustaqiim.”

…ikutilah Aku, inilah jalan yang lurus.

(Az Zukruf, 43:61)

Sudahkah anda menerimaNya Sebagai Pembuka/Petunjuk jalan yang lurus kepada Allah?

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Stat

Blog Stats

  • 395,785 hits
%d blogger menyukai ini: