Agamaku Kesaksianku

Lady of Naju (4): Sudut Pandang Manusia

Posted on: April 10, 2006

Benarkah peristiwa di Naju masuk di akal? Sering kali orang berkata bahwa: justru karena tidak masuk akal maka peristiwa itu adalah mujizat. Tetapi seharusnya kita tahu bahwa peristiwa ajaib yang tidak masuk akal itu boleh dikatakan sebagai mujizat jika mendatangkan keselamatan bagi umat manusia dan datangnya dari Allah. Sedangkan jika tidak, kita boleh mengatakannya sebagai upaya pamer keajaiban saja. Atau kita boleh menyebutnya sebagai sihir, seperti yang dahulu sering dilakukan oleh orang-orang sesat.

Tetapi dalam mengutarakan keberatan, kita harus yakin bahwa logika yang kita pakai adalah logika yang paling baik dan masuk akal. Dan juga harus dilandasi oleh dukungan iman dan Kitab Suci. Berikut adalah beberapa keberatan logika terhadap peristiwa di Naju:

  1. Manifestasi darah dan daging Yesus Kristus dari Hosti adalah tidak logis. Jika demikian halnya, maka darah dan daging Yesus Kristus akan habis. Karena manifestasi Hosti ini adalah menjadi tubuh dan darah manusiawi, maka tubuh dan darah manusiawi Yesus juga akan berkurang. Yang ekstrim adalah bahwa tidak mungkin tubuh dan darah Yesus Kristus dijadikan komoditas seperti di Naju.
  2. Jika point 1 di atas benar-benar darah dan daging Yesus Kristus, maka betapa menderitanya Yesus Kristus karena darah dan dagingnya terus menerus diberikan kepada Yulia Kim dan dipamer-pamerkan kepada khalayak ramai. Sedangkan saat ini Yesus Kristus telah berada di sebelah kanan Allah Bapa dan akan kembali untuk yang kedua kalinya saat hari penghakiman.
  3. Pandangan yang lebih tidak lazim lagi adalah jika point 1 di atas benar-benar darah dan daging Yesus Kristus, maka kita dapat melakkukan rekayasa genetik terhadap spesimen darah dan daging itu sehingga memungkinkan untuk dilakukan kloning. Seharusnya Allah menutup kemungkinan yang mundkin saja dapat dilakukan oleh manusia ini.
  4. Yang jelas, terlepas dari benar-tidaknya point 1 di atas, peristiwa di Naju menunjukkan bahwa Yulia Kim adalah seorang kanibal yang memakan darah dan daging manusia. Yulia Kim sendiri tidak memperkenankan orang lain yang memakan darah dan daging manusia itu sendiri dan juga menentang saat daging itu akan diambil. Sangat jelas bahwa ini adalah ajaran yang tidak lazim (sesat?) karena secara nyata dan disaksikan oleh banyak orang, Yulia Kim memakan darah daging manusia tersebut.
  5. Pada peristiwa di Naju tampak tidak logis karena seolah tidak ada penghormatan kepada Hosti Suci karena Hosti tiba-tiba jatuh dan tergeletak di meja, atau tiba-tiba melayang dan masuk ke mulut Yulia Kim. Pada awal peristiwa, Hosti ini berbentuk hosti biasa seperti yang diberikan saat Misa Ekaristi di Gereja Katolik. Tetapi pada perkembangannya Hosti ini diklaim berubah menjadi darah dan daging saat berada di mulut Yulia Kim. Suatu perkembangan? Atau suatu bentuk kreativitas baru yang dilakukan Yulia Kim?
  6. Luka paku salib Yesus Kristus ada di pergelangan tangan di antara nadi, bukan pada telapak tangan. Ini telah dibuktikan oleh kain kafan pembungkus jasad Yesus yang mengabadikan postur tubuh Yesus Kristus dalam bentuk gambar film positif. Sedangkan stigmata pada Yulia Kim luka paku terletak di telapak tangan.
  7. Ajaran-ajaran yang aneh dari Yulia Kim yang diklaim datangnya dari Yesus Kristus dan Bunda Maria. Berikut adalah pesan-pesan yang diklaim datang dari Yesus Kristus:
    • “Aku-lah ‘Transfuser’, yang menghapus dosa-dosa kalian.”
      [Menganggap bahwa darah yang hadir di peristiwa di Naju sebagai darah untuk transfusi yang dapat menghapus dosa-dosa manusia. Agak aneh istilah: transfusi/transfuser. Bukan begitu cara kerjanya. Yang benar adalah bahwa dari dahulu kurban kepada Allah untuk menebus dosa selalu dilakukan dengan darah. Dalam Perjanjian Lama adalah dengan darah dari domba atau hewan lain. Sedangkan dalam Perjanjian Baru adalah dengan Darah Yesus Kristus.]
    • “Ubahlah hidupmu menjadi doa, yang akan menjadi catut yang mencabut duri-duri serta paku yang ditancapkan dalam-dalam di Hati-Ku Yang Mahakudus dan di Hati Bunda-Ku, jadilah juga jarum yang menambal Hati-Ku Yang Mahakudus dan pakaian yang terkoyak.”
      [Sangat aneh jika Yesus memerlukan bantuan kita untuk mencatut duri-duri & paku. Yang lebih aneh lagi adalah bahwa duri-duri dan paku itu tertancap dalam-dalam di Hati Yesus, bukan pada tubuh-Nya. Seharusnya kitalah yang memohon pada Yesus Kristus agar diberi kelegaan, bukan sebaliknya.]
    • “Jalan pintas menuju kekudusan dan mencapai persatuan adalah dengan mengubah hidupmu menjadi doa.”
      [Ajaran yang aneh. Tidak ada jalan pintas menuju Surga!]
    • “Harta pusaka terbesar dalam Gereja-Ku adalah Bunda-Ku Maria yang tersuci.”
      [Jika benar demikian halnya, seharusnya Yesus Kristus menyatakan secara langsung saat masih hidup. Dan dengan demikian pasti akan tercatat dalam Kitab Suci. Tetapi kenyataannya tidak pernah ada tercatat hal ini di Kitab Suci mau pun di Tradisi Suci.]
    • “Mentaati Bunda-Ku merupakan jalan pintas yang sempurna kepada-Ku, tanpa bahaya akan tergelincir.”
      [Hanya ada 1 jalan, dan itu bukan jalan pintas, yaitu jalan kebenaran Yesus Kristus, karena Dia adalah “Jalan, Kebenaran dan Hidup.” Seharusnya tidak ada jalan lain, apalagi jalan pintas!]
    • “Tak pernah ada seorang kudus pun yang tidak mentaati Bunda-Ku Maria.”
      [Yang benar adalah “menghormati”, seharusnya kalimatnya adalah: “Tak pernah ada seorang kudus pun yang tidak menghormati Bunda Maria.” Sepanjang masa hidupnya, Maria tidak pernah mengajarkan sesuatu kepada khalayak ramai kecuali memberikan teladan yang luar biasa. Tercatat hanya 1 inisiatif yang dilakukan Maria terhadap Yesus, yaitu saat mujizat pertama Yesus di Kana. Tetapi itu bukan perintah:

      Ketika mereka kekurangan anggur, ibu Yesus berkata kepada-Nya: “Mereka kehabisan anggur.”
      Kata Yesus kepadanya: “Mau apakah engkau dari pada-Ku, Ibu? Saat-Ku belum tiba.” Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan: “Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!” (Yohanes 2:3-5)

      ]

    • “Segeralah bertobat dan naiklah ke atas Bahtera Keselamatan Maria.”
      [Tidak ada dalam Kitab Suci penggunaan bahtera sebagai kendaraan ke Surga. Yang ada adalah kereta saat pengangkatan Elia.]

      Sedang mereka berjalan terus sambil berkata-kata, tiba-tiba datanglah kereta berapi dengan kuda berapi memisahkan keduanya, lalu naiklah Elia ke Sorga dalam angin badai. (II Raja-raja 2)

    • “Apabila kalian datang kepada-Ku, senantiasa melalui Bunda-Ku Maria, kalian akan menerima terang rahmat.”
      [Seharusnya tidak ada perantara lagi. Hanya ada 1 perantara, yaitu Yesus Kristus yang mengantarkan kita kepada Allah Bapa.]
    • “Bunda-Ku Maria adalah jalan pintas kepada-Ku, suatu fajar cemerlang dari Gereja-Ku yang diperbaharui, dan Tabut Perjanjian Baru.”
      [Bintang Timur atau Putera Fajar adalah sebutan untuk Lucifer. Sedangkan Yesus memiliki sebutan: Tunas Daud (Wahyu 22:16), Anak Domba atau Anak Manusia, Terang yang besar (Matius 4:16)]
  8. Sedangkan diklaim pula pesan-pesan dari Bunda Maria kepada Yulia Kim di Naju. Berikut adalah keberatan-keberatan atas beberapa pesan yang diklaim dari Bunda Maria tersebut:
    • “Masih belum terlambat. Segeralah datang kepadaku.”
      [Seharusnya kita datang hanya kepada Yesus Kristus. Walau pun begitu, kita seharusnya juga mohon didoakan oleh Bunda Maria.]
    • “Kalian akan diselamatkan, jika kalian tidak hidup menurut daging, melainkan dengan Roti dari Surga, dan taat padaku, bundamu.”
      [Seharusnya kita hanya taat pada Allah dan Injil ajaran Yesus Kristus.]
    • “Bahtera keselamatan Maria — inilah pelukan kasihku, yang lebih besar dari alam semesta, yang akan membawa anak-anak dari seluruh penjuru dunia ke pelabuhan surgawi.”
      [Memberikan pemikiran yang sesat, karena menganggap “bahtera keselamatan Maria” lebih besar dari alam semesta, berarti mengecilkan ciptaan Allah, yaitu alam semesta dan isinya. Ajaran yang aneh, bukan? Selain itu bahtera itu hanya mengantar kita sampai pelabuhan surgawi saja, tetapi tidak masuk ke surga.]
    • “Tolonglah jiwa-jiwa, yang berkeliaran dalam kegelapan dan lekat pada berbagai macam hal duniawi, agar naik ke atas bahtera keselamatan Maria.”
      [Jelas tidak alkitabiah.]
    • “Praktekkan devosi Jam Suci setiap hari Kamis dengan sungguh-sungguh, yang akan menjadi silih bagi dosa dan bagi rasa tak tahu terima kasih yang melawan Martabat Luhur Allah.”
      [Ajaran yang aneh. Sepanjang sejarah dunia, tidak ada istilah Martabat Allah. Jika kita membuat perhitungan “martabat” dengan Allah, maka apalah artinya martabat manusia itu? Yang terjadi adalah, Allah yang menentukan martabat dari manusia.

      Lalu tahulah Daud, bahwa TUHAN telah menegakkan dia sebagai raja atas Israel dan telah mengangkat martabat pemerintahannya oleh karena Israel umat-Nya. (II Samuel 5:12; bdk. I Tawarikh 14:2)

      Ia tidak mengalihkan pandangan mata-Nya dari orang benar tetapi menempatkan mereka untuk selama-lamanya di samping raja-raja di atas takhta, sehingga mereka tinggi martabatnya. (Ayub 36:7)

      ]

    • “Jika engkau terus mempraktekkan devosi Sabtu Pertama dengan baik dan melaksanakan apa yang aku minta kepada kalian, Bunda ini, yang adalah Mediatrix, akan memperolehkan bagimu segala rahmat yang engkau minta, akan melindungimu secara istimewa dan menganugerahkan rahmat yang dibutuhkan bagi keselamatan kekal pada saat ajalmu, membawamu ke Pelabuhan Surgawi dalam Bahtera Keselamatan Maria, serta mempersembahkan engkau kepada Tuhan.”
      [Suatu bentuk pengalihan dari devosi Jumat Pertama yang merupakan penghormatan terhadap Salib Suci ke hari Sabtu Pertama yang tidak diketahui artinya.]
  9. Sebenarnya banyak sekali pesan-pesan lain yang diklaim diberikan oleh Yesus Kristus dan Bunda Maria yang terasa sangat menyimpang dan tidak Alkitabiah. Tampak adanya usaha untuk menyimpangkan ajaran atau dogma Kristiani seperti adanya ideologi keselamatan oleh Bunda Maria dengan Bahtera Keselamatan Maria untuk menuju Pelabuhan Surgawi; penggunaan hari-hari lain sebagai devosi, misalnya Jam Suci setiap hari Kami atau pun devosi Sabtu Pertama.
  10. Yang lebih tidak masuk akal adalah karena pesan-pesan yang diklaim diberikan oleh Bunda Maria dan Yesus Kristus ini diterima Yulia Kim dalam keadaan entrance atau ekstasi atau dalam keadaan seolah kerasukan. Suatu hal yang tidak pernah dilakukan oleh Allah dalam memberitakan Firman-Nya kepada manusia. Justru Yulia Kim seperti kerasukan setan. Suatu pertanda bahwa ini bukan pesan dari Yesus Kristus yang sesungguhnya? Lalu dari mana? Yang jelas, secara logika menunjukkan bahwa pesan bukan dari Yesus Kristus, baik dikaji secara Alkitabiah, mau pun secara logika manusia.

Tampak bahwa secara logis banyak ajaran dan keajaiban yang dilakukan Yulia Kim tidak masuk akal dan tidak Alkitabiah. Justru seolah ajaran-ajarannya lebih mengarah ke Lucifer dari pada ajaran Yesus Kristus. Bagaimana menurut pandangan Anda?

3 Tanggapan to "Lady of Naju (4): Sudut Pandang Manusia"

Menurut saya, apa yang dialami oleh Ibu Julia Kim adalah suatu kebenaran yang nyata bahwa memang “Bunda Maria yang diberkati” ingin menyelamatkan semua umat manusia melalui tangan Anak-Nya. Mungkin kita semua secara tidak sadar telah melakukan perbuatan dosa, hanya saja dengan pemikiran dan perkembangan jaman sekarang ini, banyak orang-orang yang menilai suatu mujizat dengan pandangan yang negatif.Ibu Julia Kim telah mendapat suatu anugrah yang luar biasa yang membuat kita menjadi sadar akan kehidupan duniawi yang selalu kita kejar setiap harinya. Beliau ingin mengingatkan kita untuk selalu tidak lupa bersyukur atas hikmat dan rahmat yang telah diberikan-Nya kepada kita. Semua penderitaan yang dialami oleh Ibu Julia Kim, mewakili dosa-dosa seluruh umat manusia. Dia dapat merasakan sakit yang dialami oleh Yesus kristus pada saat disalibkan. Semua itu adalah kehendak dari Yesus Kristus dan Bunda Maria yang memilih dia untuk menyadarkan kita, umat manusia. Kalau kita telusuri dari kehidupan Ibu Julia Kim sebelum dia mendapatkan tanda-tanda tersebut, dia hanyalah seorang wanita biasa yang sama seperti kita semua hanya saja Dia-lah yang dipilih untuk mengalami semua penderitaan dan mujizat. Kita harusnya bersyukur, karena melalui Ibu Julia Kim kita bisa mengetahui betapa menderita dan terlukanya Tuhan Kita Yesus Kristus dan Bunda kita Bunda Maria. Melalui Ibu Julia Kim banyak sekali pesan-pesan yang selama ini tidak pernah kita taati. Sebenarnya pesan-pesan tersebut intinya Tuhan Yesus Kristus dan Bunda Maria tidak ingin anak-anak-Nya masuk ke dalam lubang neraka, Yesus ingin kita semua terselamatkan, karena hanya dengan berjalan di jalan-Nya maka kita semua akan memperoleh keselamatn yang kekal. Mudah-mudah pendapat saya ini bisa diterima. Amin.

Dear Ling Ling,

Yulia Kim kan kanibal. Dia makan darah & daging manusia. Coba deh dibaca point 4 dari tulisan saya di atas. Masak Anda yakin kalau itu mujizat?

Salam.

yah..memang kalo dilogika banyak yang ganjil dari peristiwa itu. saya jd ragu pada saat masa ekstasi, julia menyampaikan sabda Yesus. kenapa dia harus mengalami masa itu? apakah Yesus tidak bisa menyampaikan kepada julia pada saat normal? yang jelas saya percaya bahwa Yesus telah menderita bagi kita umatnya dan pasti kelak akan memberikan kita jawaban akan semua ini. Amin

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Stat

Blog Stats

  • 395,785 hits
%d blogger menyukai ini: