Agamaku Kesaksianku

Lady of Naju (Updated): Paskah 2006

Posted on: April 30, 2006

Rupanya peristiwa di Naju masih berlanjut. Kali ini Yulia Kim mengklaim menerima stigmata luka-luka Yesus Kristus. Seperti biasa, seperti yang telah saya tulis sebelumnya, peristiwa ini mengandung banyak kejanggalan. Selain itu yang dijumpainya adalah Maria dengan pesan-pesannya yang janggal, terutama karena adanya JALAN PINTAS yang aneh. Silakan baca detail dari peristiwa yang terjadi pada Jumat Agung ini. Terima kasih pada Mbak Dewi yang telah memberikan informasinya.

Stigmata

Gambar-gambar heboh tentang Jumat Agung di Naju ini dapat dilihat di: Good Friday 2006.

Berikut adalah cerita tentang Yulia Kim yang terjadi pada Jumat Agung 2006:

[sumber : http://www.marys-touch.com/messages/2006/0304.htm]

Pada tanggal 4/Mar/2006, Sabtu Pertama, sekitar pukul 19.30 ketika kami memasuki lantai kapel di Bukit Bunda Terberkati, kami memanggul patung Bunda Maria yg tengah mengeluarkan minyak harum, tiba2 darah menyembur dari mulutnya. Kami segera meletakkan patung Bunda di atas altar dan mulai berdoa. Ketika berdoa, Bunda Terberkati menampakkan diri dari patung, mengenakan baju putih, mantel biru, bermahkota dengan 12 bintang di kepalanya, Bunda memegang rosario di tangan kanan dan skapulir di tangan kiri, dan mengucurkan darah. Dia mulai berkata dengan penuh kasih namun bersemangat.

Bunda terberkati:

Puteriku yg terkasih yg telah menerima seluruh penghinaan dan penyiksaan ketika melayani Puteraku Yesus dan aku!

Aku menderita kesakitan dari hatiku yg terkoyak-koyak karena banyak anak2 yg memalingkan muka dari pesan2 kasihku dan terobsesi dengan khayalan melalui penyalah-gunaan kehendak bebas dan oleh karena itu mengikuti mimpi2 mereka, pengajaran salah dan pesan2 untuk kenikmatan sendiri.

Dengan dalih untuk melayani Allah dan pesanku, mereka mencari kekayaan pribadi dan kedudukan duniawi, membelot dengan hati nuraninya karena kegoisan dan pembenaran diri sendiri, oleh karena itu mereka bergabung dengan kekuatan iblis. Mereka ingin diperlakukan dengan hormat lebih dari yg lain, mereka membawa dan membuka kitab suci dengan kemunafikan dan dipenuhi tipu muslihat dan ambisi untuk mencurangi kawanan domba yg bodoh, mereka menghasut untuk melakukan dosa dan berjalan bersama-sama menuju neraka. Hal ini membuat hatiku terbakar sampai akhirnya berdarah. Inilah mengapa pada awalnya kukatakan bahwa tinggi hati dan keangkuhan akan menghancurkan bukan saja seseorang tetapi juga seluruh dunia.

Puteriku yg kukasihi !

Aku ingin engkau menjadi satu dengan hatiku, sebagaimana kau ketahui bahwa penghinaan yg memalukan yg telah kau alami di dunia ini bukanlah bagianmu, melainkan bagianku, dan persembahkanlah syukurmu dari kesakitan yg berdarah dengan hati yg berkorban dan pemulihan agar supaya anak2 yg jiwanya buta dan tuli akan sungguh2 bertobat dan tidak terjatuh dalam api dan belerang, melainkan beroleh keselamatan.

Aku akan melindungi dan membimbingmu dari setiap mara-bahaya serta melindungi dan mengawal jiwa2 kecil yg bekerja membantumu, beserta keluarga mereka juga, sebagaimana membantumu adalah juga melayani aku. Dan sampaikanlah bahwa aku juga selalu melindungi dan menyertai anak2 yg menjawab amin terhadap panggilanku dan mengikuti aku sepenuh hati.

Jika engkau menjadi satu sebagaimana Allah Bapa dengan Putera dan Roh Kudus adalah Satu dan mengalahkan iblis pemecah-belah sehingga para pendosa akan bertobat dan diselamatkan melalui doa2 dan pengorbanan dengan cintakasih dan devosi oleh kalian yg telah dipanggil. Persembahkanlah seturut permintaan Bundamu ini yg tidak menginginkan satu jiwapun (bahkan yg terjahat) untuk dibinasakan. Setan yg telah mencoba untuk menguasai dunia ini akan lari dan Hati Tak Bernodaku akan jaya.

Anak2ku terkasih yg telah dipanggil!

Sebagaimana aku, bersama dengan jiwa kecilku (Julia) yg adalah rasul dari Hati Kudus Yesus dan Hati Tak Bernodaku yg juga merupakan rasul dari Ekaristi Kudus – Bunda ini yg adalah jalan pintas ke surga – akan selalu mempersembahkan putera-puteri terkasihku yg datang ke sini dengan keluarga mereka ke atas altar Hati Kudus Yesus. Lakukanlah usaha yg sungguh sekarang untuk menyerahkan diri kalian seutuhnya dan menjadi larut dalam Hati Tak Bernodaku supaya kalian bersatu dengan kasihku dan menyatu serta hidup dalam kebangkitan yg diberkati dengan cinta, damai sejahtera dalam sukacita membentuk harmoni bersama Para Kudus.

Sekarang, saat kemenangan dari Hati Tak Bernodaku telah mendekat. Karena saat ini adalah masa yg penting untuk memisahkan jelai yg bernas dengan yg kosong, tidak ada lagi waktu untuk ragu2 atau menunda. Aku ingin kalian bersegera mempraktekkan pesan2 kasih ini yg adalah jalan singkat ke surga, untuk menjalankan hidup yg dipersenjatai dengan doa2 kehidupan disetiap saat dan setiap hari. Dan melalui kehidupan ini mencapai kemenangan atas setan yg memenuhi langit dan bumi sehingga pada hari akhir dapat memiliki pohon kehidupan kekal yg dahulu diambil dari Adam dan Hawa.

Ketika Bunda Terberkati selesai berbicara, beliau menghilang. Aku hanya melihat patungnya yg mengeluarkan minyak harum.

Translated at Mary's Touch By Mail
Gresham, Oregon, U.S.A.
March 5, 2006

CATATAN: Jangan lupa bahwa luka paku itu tembus, sedangkan pada Yulia Kim tidak! Sedangkan luka paku yang sebenarnya (hasil foto positive kain kafan Yesus Kristus) adalah di pergelangan tangan, bukan pada telapak tangan.

Baca tulisan saya sebelumnya tentang Lady of Naju ini.

21 Tanggapan to "Lady of Naju (Updated): Paskah 2006"

CATATAN: Jangan lupa bahwa luka paku itu tembus, sedangkan pada Yulia Kim tidak! Sedangkan luka paku yang sebenarnya (hasil foto positive kain kafan Yesus Kristus) adalah di pergelangan tangan, bukan pada telapak tangan.

Dear “Herbal Alternative”,
Iya betul, dari kain kafan yang tergambabr image positif memang luka paku ada di pergelangan, bukan di telapak. Saya sudah menuliskannya pada artikel sebelumnya.

GBU

Sebenarnya yg kita imani itu bukan hanya sekedar itu saja bukan?

aku hanya mau ngomong 1 hal ada tertulis :berbahagialah kita yg percaya namun kita tidak melihat.
Jadi iman timbul bukan hanya melihat saja.
Terima kasih

Tuhan memberkati

Dear Candra,

Kita harus menguji apa yg kita imani. Kita harus menguji bgmn buahnya. Apakah buahnya baik atau buruk? Seperti pohon yg dikenali dari buahnya. Demikian juga dengan kita.

Jadi jangan membutakan diri hanya karena ayat: “Berbahagialah kita yang percaya walau kita tidak melihat.” Konteks ayat ini adalah untuk kebangkitan Yesus.

Tuhan memberkati.

Dear Dewo

Aku mau tambahin dikit saja bukan karena aku dari kalian.Aku cuma mau belajar.
Sekarang aku cuma mau tanya
Kamu bilang menguji iman ?
Apakah kamu percaya mujijat?(jawab aja di ilustrasi anda)
Apakah anda yg membuat mujijat? (jawab aja di ilustrasi anda juga)
Sebenarnya ada yg tertulis Jika iman anda sebesar biji sawi maka anda dapat memindahkan gunung dari daratan ke lautan.
Jadi sebesar itu iman kita?
Bukan kita menguji iman tapi seberapa kita mengimani kepada Yesus dengan ajaran KASIHNYA.
Saya tanya cuma hal terkecil Seberapa kita membahagiakan Yesus kita?
Jadi kalau semua harus dimasukan dalam iman seberapa besar iman kita?
Tujuan utama kita kan sebenarnya KASIH
Thanks Tuhan memberkati

Dear Candra,

Betul. Kita memang harus mengimani Yesus Kristus. Dan itu sudah tidak dapat diragukan. Tetapi dalam konteks artikel ini, kita perlu menguji apakah benar peristiwa di Naju ini. Terus terang banyak sekali orang yang menjadi tersesat karena mempercayai peristiwa Naju ini dan bahkan menjadi pengikut Yulia Kim. Dan seperti yg sudah saya tuliskan diartikel sebelumnya, sebelum kita mengklaim itu sebagai mujizat, kita perlu mengujinya dengan seksama. Bahkan gereja Katolik Indonesia pun tidak mengakui peristiwa Naju ini.

Lebih lanjut, ternyata banyak sekali kejanggalan yg dapat saya temukan dalam peristiwa Naju ini jika kita menggali lebih lanjut dan mengacu pada Kitab Suci. Lagi-lagi saya harus menganjurkan Anda untuk membaca artikel saya sebelumnya. Jangan sampai iman Anda tercemar dengan peristiwa Naju tersebut walau pun dalam peristiwa tersebut membawa-bawa nama Yesus Kristus & Bunda Maria. Tetapi Anda harus mengujinya dengan kritis. Saran saya, kita harus berpatokan pada Kitab Suci (Injil).

Jadi besar-kecilnya iman, hanya Tuhan lah yg bisa mengukurnya. Mungkin kita menganggap iman kita besar tetapi ternyata sesat.

Tuhan memberkati.

Dear Dewo

aku setuju, emang ada tulisan yg tertulis ga setuju ?

Di situ saya ga bilang saya setuju dengan apa yg ada pada peristiwa Naju.Cuma pada intinya kenapa harus terlalu pusing dengan yg ada tanpa ada penjelasan yg terlalu lebih.
Tapi kan aku bilang mendingan kita menebar kasih dan cerminkan diri kita
Kecuali ada yg setuju ataupun ada yg merasa peristiwa itu membuat dia keluar jalur.
intinya aku bilang mendingan permasalahan yg terbesar adalah kasih.cuma mau mempertegas saja tentang Kasih.Kalau aku sendiri sudah merasakan mujijat yg luar biasa tetapi harus kah kita membanggakan diri kita?
Kemulian Hanya pada Yesus.Kenapa demikian Tuhan menyembuhkan org aja ga mau di sebar luaskan.Kalau di sebar luarkan lewat sendiri berarti kita yg sombong bukan ?
SOMBONG DARI TUHAN ?????????????

Thanks Tuhan memberkati

Dear Candra,

Iya betul, kita tidak boleh sombong. Tapi bukankah kita harus bersaksi bagi Allah? Jadi apa pun yg kita peroleh, memang bukan untuk bahan menyombongkan diri, tetapi untuk bekal kita bersaksi.

Lalu jika semuanya hanya Anda pendam begitu saja, untuk apakah semua yg telah Anda peroleh? Bukankah berkat & rahmat dari Allah itu juga harus disebarkan?

Yesus memang pernah mencegah orang yang baru disembuhkan-Nya untuk tidak menyebarkan kepada orang lain. Tetapi tahukah Anda apa maksud Yesus? Itu karena “waktunya belum genap.” Masih banyak yg harus DIA kerjakan sampai pada saat DIA harus diserahkan & disalib. Silakan baca ayat-ayat lengkapnya.

Tuhan memberkati.

Ya yaaaa .,.,.,.,.,.,
Semua itu ga ada salah

Aku cuma mau mengutip Ayat Aku lah jalan Kebenaran.Jadi menurut aku kita bisa beragumen tapi Yesus lah jalan Kebenaran yg hidup.
Aku mengerti tentang itu.Tapi cuma 1 hal saat kita kesaksian sudah anda uji semua itu hanya buat Kemuliaan Tuhan???atas kesombongan kita sendiri??
Aku cuma mau mengatakan 1 hal yg menurut aku patut di tiru.
aku cuma lebih melihat keindahan yg menurut aku yg setelah aku baca 2 yg paling mulia adalah Santa Theresia sedikit berbicara banyak melakukan kebaikan yg luar biasa.
Tapi Terima kasih Artikel2 yg memuat di sini indah2 dan juga banyak memberiku lebih mengerti dan mengerti lagi
Tetap menyala dan layani Tuhan
Tuhan membrkati Kita semua HAPPY VALENTINE

Dear Candra,

Maksud kamu Mother Theresa? Kalau beliau sih sudah tidak diragukan.

Tetapi seharusnya kita juga harus berkarya (=berbuah) juga tho? (Baca: Yesus Mengutuk Pohon Ara). Dan karya2 (dan pelayanan) kita itu bisa bermacam2. Bisa dalam bentuk mengajar, menyembuhkan, memimpin, berdoa, dan karya-karya yg lain. Bahkan dalam bentuk karya2 seni, misalnya Leonardo Da Vinci, dll. Kalau Anda bisa menulis, tuangkan pengajaran Anda dalam bentuk tulisan. Atau lebih baik jika dalam bentuk pengajaran langsung.

Anda sendiri dapat menilai apakah orang2 yg berkarya (melayani) tersebut adalah karena kesombongan atau benar2 dari kasih yg timbul dalam dirinya. Anda dapat mengujinya dari buahnya.

Terima kasih atas pujian untuk artikel2 di blog ini. Semoga tidak menjadikan saya sombong.

Happy valentine. Tuhan mengasihi kita semua.

Intinya aku kurang suka terlalu berdebat karena menurut aku pelayanan yg kita lakukan hanya bisa di selidiki oleh DIA.
Jadi mendingan kita banyak melakukan yg kamu sebut karya itu dengan tindak nyata dan sesama kita mungkin bisa datang ke rumah sakit jenguk org yg kita sakit dari yg kita kenal sampai org yg kita ga kenal baik ras atau suku maupun agama yg berbeda.
Itu hanya salah satu contoh bisa juga seperti ini.Kita menulis buat org demi KemulianNYa.
Tapi menurut saya harus ada penasehat seperti minta tolong ama ROMO Desi atau sapa yg menurut anda jelas dengan tulisan yg di baca org seluruh dunia.Itu masukan saja dari saya.thanks.
Jadi kita tidak memprediksi dengan harafiah2 kita sendiri.

Menurut aku itu KASIH yg terindah dari YESUS.

Thank
Tuhan memberkati

Dear Candra,

Mungkin Anda bisa mengkonsultasikannya ke Romo Deshi. Yg jelas, dalam situs ini, saya sama sekali tidak mendukung peristiwa Naju ini sebagai peristiwa Kristiani karena tidak alkitabiah. Banyak orang menganggapnya sebagai mujizat, tetapi saya menganggapnya sebagai sihir.

Jika Anda tidak setuju dgn apa yg saya tulis, silakan berikan kritikan, komentar, usulan, terutama supaya saya dapat masukan dari Anda. Bisa saja pendapat saya ini salah, tetapi mohon diberitahukan kepada saya apa-apa saja yg salah.

Berikut ini beberapa tulisan saya tentang Lady of Naju:
Lady of Naju (1): Latar Belakang
Lady of Naju (2): Kisah Yulia Kim dan Lady of Naju
Lady of Naju (3): Kajian Kitab Suci
Lady of Naju (4): Sudut Pandang Manusia
Lady of Naju (Updated): Paskah 2006

Silakan dibaca dengan teliti. Semoga Roh Kudus menerangi kita semua. Amin.

Dear Dewo

Jika Anda tidak setuju dgn apa yg saya tulis, silakan berikan kritikan, komentar, usulan, terutama supaya saya dapat masukan dari Anda. Bisa saja pendapat saya ini salah, tetapi mohon diberitahukan kepada saya apa-apa saja yg salah
Maksudnya?????? Emang ada tulisan aku di atas mengatakan bahwa aku ga setuju ???
Maksud aku tentang ada ROMO Deshy agar ada moderator yg membuat kita menjadi 1 kesatuan gitu lo say hehhehehe.

Sepenggalan Kitab suci yang aku dapat tadi pagi.
Matius 7
7:1. “Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi.
7:2 Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.
7:3 Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?
7:4 Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu.
7:5 Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu.”
7:6 “Jangan kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injaknya dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak kamu.”

7:7. “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.

Markus 8
8:1. Pada waktu itu ada pula orang banyak di situ yang besar jumlahnya, dan karena mereka tidak mempunyai makanan, Yesus memanggil murid-murid-Nya dan berkata:
8:2 “Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak ini. Sudah tiga hari mereka mengikuti Aku dan mereka tidak mempunyai makanan.

Maksud aku kamu itu ga salah emang kapan bilang salah mas dewo ^ ^.Maksud aku lebih seru aja kalau ada moderator terima kasih.

Tuhan Memberkati

Dear Candra,

Rupanya Anda setuju ya? Soalnya saya menanggapi beberapa komentar Anda seperti:

Kenapa demikian Tuhan menyembuhkan org aja ga mau di sebar luaskan.Kalau di sebar luarkan lewat sendiri berarti kita yg sombong bukan ?
SOMBONG DARI TUHAN ?????????????

Atau kutipan Anda:

7:1. “Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi.
7:2 Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.
7:3 Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?
7:4 Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu.
7:5 Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu.”

Apakah itu ditujukan untuk saya? Atau untuk semua pembaca secara general? Soalnya jika itu semua ditujukan kepada saya, maka tidak ada salahnya jika sikap saya defensif/ofensif terhadap komentar Anda. Soalnya saya hanya ingin menjelaskan kepada Anda apa maksud saya membuat blog/artikel ini.

Demikian jawaban dari saya. Maaf jika salah pengertian. GBU.

Dear Dewo

Maaf kalau salah pengertian.
Aku tidak suka berdebat semua Tulisan yang aku tulis pada umumnya buat Semua pembaca bkn buat kamu saja.
kata sombong itu aku tarik dari alkitab di mana Yesus ga suka dipersebar luaskan dengan ke sombongan.Tetapi di sebarluaskan secara mulut seperti di lakukan Yesus.
Cuma mau Sampaikan itu saja
Kalau Mas Dewo Ga bisa terima maaf ya hehehhehe

Thanks\

Tuhna memberkati

Dear Candra,

Hihihi… saya tuh pemaaf kok. Ya sudah, kita saling memaafkan. Maaf ya.

GBU.

Damai sejahtera,

Pak Candra dan Pak Emmanuel, janganlah kita berdebat tentang masalah iman. Iman itu hubungan individu dengan Tuhan. Dan pemikiran Tuhan itu sangat tidak terbatas dan tidak terselami oleh manusia manapun. Hubungan yang seperti ini sifatnya sangat dalam sekali, sehingga individu satu dengan yang lainnya akan berbeda penafsirannya. Saya rasa kesaksian manapun, yang sedaras dengan pesan – pesan dari Bunda Maria, khususnya tentang kasih dan pertobatan adalah tidak perlu diragukan. Kadang, Tuhan melakukan berbagai tanda dan pesan dengan cara yang berbeda pula namun mempunyai makna khusus, yang bahkan kita sendiri kurang memahami. Alangkah indahnya, kalo kesaksian yang seperti ini, memperdalam keimanan kita pada Tuhan dan jangan diperdebatkan. Masing – masing individu bertanggung jawab atas setiap iman, perbuatan yang dilakukannya sendiri langsung kepada Tuhan. Ingat satu hal, seorang yang mengerti karya Tuhan hendaklah lebih bijaksana dan penuh kasih..

Shallom.

@Dear Catherinanur,

Iman memang hubungan antara individu dengan Tuhan. Tetapi iman manusia itu harus tumbuh, berkembang dan berbuah. Seperti amanat Yesus yang menginginkan agar kita selalu berbuah.

Tentang kesaksian Lady of Naju, saya tidak sependapat bahwa kesaksian (dan mujijat?) ini dianggap sebagai tanda dan pesan dari Tuhan. Saya sudah menuliskan secara lengkap segala keberatan saya.

Saya menyelidiki hal ini dan menuliskannya adalah supaya orang tidak tersesat dan salah jalan. Jangan sampai orang-orang terjerumus kepada ajaran Yulia Kim. Paling tidak saya sudah memperingatkan orang-orang (dan Anda) bahwa ada banyak hal yang tidak alkitabiah dalam peristiwa Naju ini.

GBU.

Dear Mr. Dewo,

Saya mengerti kecemasan juga maksud baik anda. Alkitab ditangan orang baik, akan mengembangkan iman..namun sebaliknya di tangan yang salah, juga bisa menjadi senjata. Teman saya, seorang theologi dan mantan frater pun mengakui, banyak dari isi kitab yang memang sengaja tidak di terjemahkan ke Indonesia, karena ketakutan yang sama seperti anda…orang dapat menjadi salah pengertian, kemudian tersesat.
Belajar dari pesan Bunda pada saya, bahwa segala sesuatu janganlah diputuskan menurut hati dan pemikiran kita saja, tapi..bawalah ALLAH..karena ALLAH adalah kebenaran.Kebenaran, yang kadang akan sangat sulit diterima oleh ratio kita..
Terus terang, saya sendiri tidak mengetahui apakah Lady of Naju ini benar atau tidak. Yulia Kim…saya tidak mengenalnya. Tapi ada perkataan yang harus digarisbawahi, bahwa manusia perlu pertobatan. Dan itu bagi saya adalah kebenaran. Jika anda terus berusaha mencari kebenarannya, yang anda temukan adalah kesia – sia an. Sekali lagi, kesaksian Yulia kim, adalah pertanggung jawaban individu ( Yulia Kim ) dengan Tuhan. Kehadiran Bunda di tengah – tengah kita, adalah sebagai pembawa pesan. Sama seperti Nabi-nabi dahulu datang mendahului sebelum Yesus Kristus datang lagi, dan kali ini untuk penghakimannya. Karena Piala Tuhan telah tumpah.
Pak Dewo yang saya kasihi, saya sama sekali tidak menilai atau menyalahkan argumen anda. Tapi kita perlu melihat kedalam hati kita masing – masing…apakah argumen tersebut adalah 100% benar???. Atau lebih baikkah, argumen tersebut merupakan hubungan pribadi saja antar individu dengan Tuhannya. Saya rasa, Anda yang paling tepat menjawab.
Mengenai zaman akhir ini, memang akan banyak nabi – nabi palsu yang bermunculan, dan kita memang harus hati – hati mengenai hal tersebut. Itu memang harus terjadi, karena untuk menggenapi firman Tuhan dan sebagai tanda – tandanya.
Saya senang, anda mempunyai misi menyelamatkan jiwa dari api penyucian, semoga Tuhan membimbing saudara dalam pelaksanaan tersebut..saya mohon jangan mengeraskan hati.

Tuhan memberkati.

Iya bener… mas dewo
Saya juga menyaranken agar mas dewo jangan mengeraskan hati..

Rasulullah dan Pengemis

Di sudut pasar Madinah ada seorang pengemis Yahudi buta yang setiap harinya
selalu berkata kepada setiap orang yang mendekatinya, “Wahai saudaraku,
jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu
tukang sihir, apabila kalian mendekatinya maka kalian akan dipengaruhinya”.
Namun, setiap pagi Muhammad Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawakan
makanan, dan tanpa berucap sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapkan
makanan yang dibawanya kepada pengemis itu sedangkan pengemis itu tidak
mengetahui bahwa yang menyuapinya itu adalah Rasulullah SAW. Rasulullah SAW
melakukan hal ini setiap hari sampai beliau wafat.

Setelah wafatnya Rasulullah SAW praktis tidak ada lagi orang yang
membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu. Suatu hari
sahabat terdekat Rasulullah SAW yakni Abubakar RA berkunjung ke rumah
anaknya Aisyah RA yang tidak lain tidak bukan merupakan istri Rasulullah
SAW dan beliau bertanya kepada anaknya itu, “Anakku, adakah kebiasaan
kekasihku yang belum aku kerjakan?”. Aisyah RA menjawab, “Wahai ayah,
engkau adalah seorang ahli sunnah dan hampir tidak ada satu kebiasaannya
pun yang belum ayah lakukan kecuali satu saja”. Apakah Itu?”, tanya
Abubakar RA. “Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi keujung pasar dengan
membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang ada di sana”,
kata Aisyah RA.

Keesokan harinya Abubakar RA pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk
diberikan kepada pengemis itu. Abubakar RA mendatangi pengemis itu lalu
memberikan makanan itu kepadanya. Ketika Abubakar RA mulai menyuapinya, si
pengemis marah sambil menghardik, “Siapakah kamu ?”. Abubakar RA menjawab,
“Aku orang yang biasa.” “Bukan! Engkau bukan orang yang biasa
mendatangiku”, bantah si pengemis buta itu. “Apabila ia datang kepadaku
tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang
yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu
dihaluskannya makanan tersebut setelah itu ia berikan padaku”, pengemis itu
melanjutkan perkataannya.

Abubakar RA tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata
kepada pengemis itu, “Aku memang bukan orang yang biasa datang padamu. Aku
adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia
adalah Muhammad Rasulullah SAW”. Seketika itu juga pengemis itu pun
menangis mendengar penjelasan Abubakar RA, dan kemudian berkata, “Benarkah
demikian? Selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah
memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi,
ia begitu mulia…. Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat di
hadapan Abubakar RA, dan saat itu juga dan sejak hari itu menjadi muslim.
Nah, wahai saudaraku, bisakah kita meneladani kemuliaan akhlaq Rasulullah
SAW? Atau adakah setidaknya niatan untuk meneladani beliau? Beliau adalah
ahsanul akhlaq, semulia-mulia akhlaq. Kalaupun tidak bisa kita meneladani
beliau seratus persen, alangkah baiknya kita berusaha meneladani sedikit
demi sedikit, kita mulai dari apa yang kita sanggup melakukannya.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Stat

Blog Stats

  • 395,785 hits
%d blogger menyukai ini: