Agamaku Kesaksianku

Injil Yudas

Posted on: September 6, 2006

Anda pernah membaca (atau paling tidak: mendengar) tentang Injil Yudas? Injil Yudas memang sangat menggemparkan setelah gempar sebelumnya pada novel Da Vinci Code. Injil ini juga sangat menyesatkan dan memutarbalikkan fakta sejarah dan agama. Ironisnya buku ini banyak sekali dijual dengan bebas, bahkan tersedia di Gramedia! Bagaimana kita menyikapi dan menelaah Injil Yudas?

Berikut adalah sanggahan yang saya kutip dari bulletin Mana Surgawi (Renungan untuk pribadi, keluarga dan kelompok) bulan Agustus 2006 (No 101 Tahun IX) yang saya pinjam dari Pak Sofian:


Aku Bukan Pengkhianat!

Belakangan ini ada berita yang menghebohkan, yaitu ditemukannya kembali naskah “Injil Yudas”. Di dalam Injil Yudas itu dikatakan bahwa Yudas mengkhianati Yesus karena memang diminta oleh Tuhan Yesus karena murid-murid yang lain tidak mau melakukannya. Bagi yang mengerti kebenaran Firman Tuhan, kitab Injil Yudas ini adalah kitab yang berisi cerita isapan jempol murahan. Kitab ini berisi pemutarbalikan kebenaran!

Siapa yang Anda mau percayai, Yesus atau Yudas? Yesus yang tidak pernah ada kebohongan di mulut-Nya (1 Ptr 2:22) mengatakan, “Tetapi di antara kamu ada yang tidak percaya. Sebab Yesus tahu dari semula, siapa yang tidak percaya dan siapa yang akan menyerahkan Dia.” (Yoh 6:64). Ini alasan pertama Yudas mengkhianati Yesus, ia memang tidak percaya kepada Gurunya!

Siapa yang Anda mau percaya: Matius, Markus dan Lukas yang rela mati syahid demi Injil atau Yudas yang rela mengkhianati demi uang? Mereka bertiga justru menyebut Yudas sebagai pengkhianat! (Mat 10:4; Mrk 3:19; Luk 6:16).

Siapa yang Anda mau pecayai: Yohanes yang mendapatkan wahyu tentang kejadian-kejadian akhir zaman atau Yudas si pencuri uang kas? (Yoh 12:6). Cinta akan uang adalah alasan kedua Yudas mengkhianati Yesus.

Pemikiran bahwa Yesus meminta murid-Nya yang bernama Yudas untuk mengkhianati diri-Nya agar Ia dapat segera melepaskan nyawa-Nya dari badan-Nya adalah sangat tidak masuk akal. Tanpa meminta dari Yudas pun, sudah banyak orang yang menginginkan nyawa Yesus. Kenapa Ia harus “memaksa” murid-Nya untuk mengkhianati-Nya? “Lalu keluarlah orang-orang Farisi itu dan bersekongkol untuk membunuh Dia.” (Mat 12:14).

Jika kita percaya kepada Injil Yudas, maka berarti kita tidak percaya kepada:

  • Raja Daud dan Kitab Mazmur yang telah menubuatkan pengkhianatan Yudas (Mzm 41:10 dan Yoh 13:18). Raja Daud juga menubuatkan bagaimana akhir hidup Yudas (Mzm 69:26; 109:8 dan Kis 1:20).
  • Nabi Yeremia dan Nabi Zhakaria yang telah menubuatkan pengkhianatan Yudas (Zak 11:12-13 dan Mat 27:9-10).

Terlalu banyak bagian dari Kitab Suci yang harus dibuang demik sebuah Injil Yudas yang isinya tidak masuk di akal. Terlalu banyak orang berhati mulia yang akhirnya tidak dipercayai jika kita memilih untuk mempercayai cerita isapan jempol Injil Yudas!

Jika memang Yudas adalah seorang pahlawan, mengapa ia menggantung dirinya? Tidakkah seharusnya ia bangga? Jika memang ia tidak mati, adakah murid-muridnya yang bisa kita jumpai sekarang ini? Kalau Yudas benar, pasti ajarannya akan tetap ada sampai sekarang!

Doa
Tuhan, aku tahu bahwa penyesatan terus bekerja. Terangi hati dan pikiranku agar dapat membedakan ajaran yang benar dan yang sesat. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.

Kata-kata Bijak
Kebenaran selalu dapat dilihat dari buah-buahnya yang membangun.

91 Tanggapan to "Injil Yudas"

berbahagialah orang yang percaya namun tidak melihat.

kitab Yudas adalah sebagian dari kemunculan-kemunculan “Anti Christ” yang dapat mempengaruhi, melemahkan bahkan menaklukkan keyakinan seseorang.

setelah Da Vinci Code, Judas, apakah lagi yg bikin heboh? Bagaimana kalau soal Injil Barnabas? Punya? Tolong diteliti dong.

yudas,bagian dari kontekstualisasi manusia modern saat ini, manusia yang mulai bergulat dengan absurditasnya. bagi manusia modern yang goblok pasti akan menelan mentah2 kitab injil yudas tersebut. sebuah kontroversi lahir dari berbagai multiversion atau berbagai pemahaman. Berbahagialah orang yang goyah imannya ketika memabaca kitab yudas dengan begitu anda tak lain adalah manusia modern dengan kapasitas iman kristen yang begitu dangkal dan pecundang dihadapan Yesus, haleluya Amin.

Injil Yudas adalah salah satu upaya mendompleng kebenaran YESUS KRISTUS.

Kenapa? Jika presiden suatu negara melakukan sesuatu yang luar biasa, yang sangat membuat seluruh warganegara takjub, pastilah para mentri bahkan anak si presiden akan membuat sesuatu yang kira-kira bisa menyamai kegemparan (bahkan lebih) yang dilakukan sang presiden.

Iblis tidak pernah mau berbuat sesuatu yang kurang fenomenal dibanding Karya Tuhan yang Adi Kodrati.

Salam Sejahtera Dalam Nama TUHAN YESUS KRISTUS.

Aku Percaya akan Allah Bapa yang Maha Kuasa Pencipta Langit dan Bumi…
Dan Akan Yesus Kristus PutraNya yang Tunggal Tuhan kita…yang dikandung oleh Roh Kudus, dilahirkan oleh Perawan Maria, yang menderita sengsara dalam pemerintahan pontius pillatus, yang wafat dan dimakamkan, pada hari ketiga bangkit dari antara orang mati, yang naik ke surga, duduk disebelah kanan Allah Bapa Yang Maha Kuasa, dari situ Dia akan datang mengadili orang hidup dan mati…
Aku Percaya akan Yesus Kristus…

Kalau kamu mengaku Katolik,Kristen, Pernyataan Iman tadi adalah kunci dan Jawaban dari segala keraguanmu…Inti Iman Dari Kristen adalah tidak lain tidak bukan hanya : AKU PERCAYA!!!!

Hallo Handy,
Iya “Aku Percaya”. Itu adalah pernyataan “Iman Kristiani”.

Tapi ngutipnya masih kurang tuh. Diterusin dong Credo-nya.

Mau baca ulasan injil yudas dan da vinci code kunjungi http://www.iscs.or.id

@Abdel Masih
Saya sudah berkunjung ke webiste tersebut. Sungguh menarik. Sayangnya masih banyak artikel yg bersambung ya?

Salam.

Syaloom Aleikhem,…

Biarlah Injil Gnostik itu bermunculan dan iman kita harus tetap diuji, iman tanpa ujian tidak ada artinya Ingat tidak kata-kata Paulus ??…

Wong malah bertambah dong iman kita, kan Paulus sudah membuktikan dalam tulisannya akan adanya Penulis2 injil palsu ini didalam Perjanjian Baru (injil).

Syaloom

Yasser Feivel
LOVE U

Kalo aku tetap percaya, bahwa yudas itu memang penghianat yesus.

Aku mengasihi yesus senantiasa sampai selama-lamanya. dan akan tetap percaya dan menyerahkan semua kepada-NYA.

hanya Yesus yang dapat di percaya dari apapun itu juga.
untuk injil yudas atau semacam nya, saya tidak percaya. bahkan dengan ada nya itu saya malah makin memperkuat iman ku dan dekat dengan Tuhan. mohon Tuhan memberikn saya kekuatan agar tidak tergoda atau jatuh dengan hal-hal yng tidak berkenan di hati Tuhan. Amien.

Dear all,

Kehadiran Injil Yudas sedikit sekali kemungkinannya menggoyahkan iman kita. Tetapi justru kehadirannya membuat para musuh Kristus menghasut orang lain agar semakin membenci Kristus.

Hendaknya lebih banyak artikel, buku atau dengan media lain yang benar-benar merupakan pengajaran Kristus sehingga orang yang tidak mengenal Kristus menjadi mengenal Kristus. Dan supaya mereka menyadari bahwa ajaran Kristus adalah ajaran Kasih Allah yang kekal.

GBU.

Tapi menurut saya justru Yudas itu pahlawan,karena tanpa adanya Yudas ini maka tidak ada penyaliban,dan dengan itu maka tidak ada pengampunan dosa.

kalo menurut gw sebagai anak2 apostolic “asia”…. sudah saatnya “mata” kita anak2 Nasaraniah melihat bahwa sejarah itu memang diselimuti kabut misteri bagaikan peristiwa 30september65, soeharto bagaikan para Rasul, sdangkan PKI itu Yudas,… sekarang Yesus alias Pancasila itu dari sudut pandang manapun tetaplah bisa dipakai baik mereka moeslem atau kejawen , bukan milik suharto atau alias gerja2 barat…ingat gereja barat !!! jgn dipertentangkan keKekalan Yesus Kristus nya tapi bagaimana kita mengimani Dia yg menyelamatkan kita …..

soebeben

“”Tapi menurut saya justru Yudas itu pahlawan,karena tanpa adanya Yudas ini maka tidak ada penyaliban,dan dengan itu maka tidak ada pengampunan dosa.”” ( ade supriadi)

gimana yah, kalau menurut saya seh, saya gak sependapat dengan mas ade kalau yudas itu pahlawan. apalagi mengatakan bahwa tidak ada penyaliban atau pengampunan, kalau yudas tidak berbuat begitu. itu menurut saya kesan nya terlalu gimanaa.. gitu. berarti semua orang2 yang bersalah di zaman itu semua benar donk? karena tanpa mereka juga Tuhan tidak akan mengorbankan diri nya hanya untuk menyelamtkan manusia gitu??

maaf kalau ada kata2 yang salah. tapi intinya saya tidak setuju dengan yudas itu di katakan sebagai pahlawan.

makasih.

Shalom semua…
Menurutku Yudas bukanlah Pahlawan coz Sejak awal Yesus dilahirkan sbagai Juruselamat manusia dan tentang pengkhianatan Yudas itu adl penggenapan Firman Tuhan.
Dalam alkitab(perjanjian baru)sdh dituliskan akan ada nabi2 dan penulis injil palsu,semua tergantung pada kt mau pilih Tuhan Yesus ato lbh memilih nabi2 palsu, Tuhan membebaskan kita untuk memilih tentunya dengan konsekuensinya.

ingat, biar bagaimanapun judas itu tetap murid jesus sampai selesainya. dan ingat, otoritas gereja katholikpun masih memiliki dan menyembunyikan naskah-naskah/hal-hal lain yang dikatakan dapat mengganggu jalannya keimanan kristiani. jangan takut kalau iman kita semua goyah, kalau goyah…. yah memang kitanya aja yang payah. kebenaran yang hakiki sudah jelas kita miliki. tetapi sebagai umat katholik, kitapun harus kritis, karena tidak menutup kemungkinan datang dan hadirnya kepalsuan bisa jadi dari biarawan dan biarawati.

gramedia isinya orang katolik yang tuhannya mamon.

mmmmmm
aduh boooo……..
berapa lagi muncul oarang-bodoh yang tidak tau apa yang dia perbuat????
ya iyalah namanya orang bodoh……….
…………
setelah munculnya davinci code sekarang injil yudas mmmmmm………..
besok apalagi ya?????????
uda lah…………..
ga akan adadech yang bisa nandingin yang namanya ALKITAP
……………
GOD BLESS YOU ALL………..
ingat ini pertanda
YESUS akan datnag untuk kedua kalinya………

Well my friends… thats the reality…….

pleezzzz ingatX10000000000….. untuk bisa menerima Jesus memang sangat berat namun betapa indahnya dengan kemuliaan dan kejadian2 yang terjadi dikehidupan kita kalau dapat menerima Jesus Christ dengan kasih yang begitu bezarrrrr!!!

saya belum baca injil yudas tapi memang sekarang ini muncul judas,judas yang lain seperti yudas iskariot, mas tolong juga di buat artikel injil, petrus, injil thomas, injil andreas, mungkin injil-injil yang lain yang belum semua orang tau n saya pernah dengar katanya injil tuh banyak banget

kalangan gereja sekarang harus banyak membekali umatnya tentang ajaran gnostik ini, lebih baik umatnya (kususnya kaum muda) mendapatkan pengetahuan tentang gnostik langsung dari gereja dari pada mereka mendapatkannya dari luar.

Hai, Dewo. Ralat dikit. Yang dijual di Gramedia itu bukan Injil Yudas, tapi buku TENTANG Injil Yudas. Injil Yudas sendiri masih berupa serpihan-serpihan kertas yang banyak bolong-bolongnya.

quote: timotheus
saya belum baca injil yudas tapi memang sekarang ini muncul judas,judas yang lain seperti yudas iskariot, mas tolong juga di buat artikel injil, petrus, injil thomas, injil andreas, mungkin injil-injil yang lain yang belum semua orang tau n saya pernah dengar katanya injil tuh banyak banget

wahh.. bnyk bener injilny tuhh.. hehehe..
tp mnrt pakar yg gw baca bbrp mnt yg lalu injil tuh cuman 1 ya… ALKITAB!!
soalny injil itu artiny = kabar baik
jd inti alkitab adl. kabar baik bg semua org bhw mrk dpt selamat dan memperoleh hdp kekal di surga dg jl percaya kpd Yesus Kristus sbg satu2ny JURUSELAMAT umat mns yg telah mati di kayu salib di bukit golgota u/ menebus dosa umat mns

pointny ijil yudas ato injil apapun diluar pengertian Alkitab adl SALAH!!!

ok deh segini aj komenny, hehe..
God bless!! ^^

Yudas…

adalah dikaji dari segi kemanusiaannya bukan…
keistimewaan nya di hadapan Allah

we shall believe that the crufication is “real” if the isn’t, why we should believe there is Judas the betrayed ones? So Every man is belong him self to the history. But existing of Elohim is the real thing beside its (like gospel of Judas). Why we asks about the Judas? Look at yourself…..

gnostik, yudas, davinci code dsb.adalah bentuk karya fiksi kekonyolan manusia. nalar dan ego yang ingin melampaui pikiran Tuhan. dengan kedunguan manusia mencoba melampaui zat yang menggerakkan jagat ini yaitu Allah Bapa. Seluruh pengikut Yesus yang cerdas seharusnya punya tafsir dari sudut pandang yang bersandar pada pengertian Allah bukan pengertiannya sendiri, haleluya, Amin.selamat merenung dan binasalah kamu jika kamu menjadi pengkianat Yesus ketiga kalinya. menjadi murtad siap-siaplah mendapat hadiah dari Yesus yaitu maut atau mati konyol (mati yang tak bermakna)


perjalanan terjadinya peristiwa
setidaknya tak pernah ingkar
bukan karena kebetulan
hanya dominasi nalar manusia
terkadang terlalu berlebihan
penyelesaiannya pun selalu berujung pada kekonyolan
saat itulah dimanakah peranan Tuhan dicari ?
+
Tuhan adalah peristiwa,
Tuhan adalah perjalanan,
Tuhan tak pernah ingkar,
Tuhan jauh diluar nalar manusia,
Tuhan memang penyelesaian,
Tuhan terkadang kekonyolan itu sendiri,
Tuhan selalu campur tangan dalam pencarianmu !
Dan tentu saja pencarianmu terhadapNya!

(Membaca Pemilihan Pendeta di GKJ Sawokembar Gondokusuman Jogjakarta)
“Kandang Domba yang Sibuk Mencari Gembala”

Menjadi pendeta (rohaniawan) memang profesi yang relatif jauh dari nilai kemapanan, kecuali manusia mempunyai talenta untuk korupsi secara profesional. Pendeta bukanlah pilihan “profesi” tetapi lebih kepada keputusan dan tujuan hidup atas panggilan dalam karya Allah. Tentunya kita semua sebagai jemaat tetap menghargai sepenuhnya ketetapan seorang calon untuk memutuskan tujuan hidupnya sebagai pendeta. Keputusan yang tidak mudah sebab dibutuhkan proses panjang yang sifatnya kontemplatif dan tidak bisa ditawar lagi. Siapapun yang dicalonkan sebagai pendeta GKJ Sawokembar tentu saja bukan berdasar kriteria konvensional misalnya penguasaan Alkitab yang sudah khatam, bukan juga karena mempunyai kroni/kerabat yang mempunyai “kebijakan politik” diyayasan gereja, bukan pula prestasi akademik yang menjadikan seseorang (sarjana, profesor atau super hero), atau bahkan seorang insinyur teologi yang canggih merancang konstruksi bangunan iman kristen tahan gempa. Bukan juga karena menjadi kontraktor pada proyek-proyek spiritual dalam kehidupan. Kita semua menghargai lebih daripada pengalaman estetis yang melahirkan situasi katarsis sehingga muncul kemauan ikhlas dan kerinduan untuk menjadi saksi karya Allah kepada sesama dan berani menjadi pembawa berita sukacita pada dunia, meskipun harus berbekal nyawa sekalipun sebagai taruhannya. Keputusan dan panggilan yang belum tentu bisa diamini setiap orang (jemaat gereja).
Diusulkan dan mengusulkan calon pendeta adalah sebuah berkat kesempatan dari Tuhan, jika ini memang kesempatan kan tidak haram diamini bersama. Meski nantinya siapa yang terpilih itu berdasar seberapa banyak jemaat yang mengusulkan calon. Tapi tolong ini sekedar sambung rasa saja buat GKJ Sawokembar. Pertama, jangan dijadikan seperti ajang pencari bakat seperti di layar televisi yang sedang “ngePOP” saat ini. Siapa yang banyak mendapatkan SMS paling banyak dia yang akan menang. Itu salah besar!! Pendeta tidak membutuhkan bakat kapitalis serta popularitas. Tetapi lebih kepada kualitas pelayanan terhadap jemaat gereja, untuk bisa membangun stabilitas dan dinamika kehidupan rohani para jemaat. Kedua, bagaimana dengan warga jemaat wilayah yang mempunyai latar belakang pendidikan teologi? Adakah kesempatan mengikuti casting menjadi calon pendeta? Mungkinkah ada “ruang” bagi mereka untuk mengabdi kepada gerejanya sendiri? Ironis jika tidak ada kesempatan bagi mereka, apalagi mereka adalah “putra daerah” jemaat wilayah GKJ Sawokembar. Haruskah birokrasi gereja memaksakan untuk membuat satu prioritas bagi mereka atau lebih ekstrimnya semacam konspirasi? Meskipun calon pendeta dari wilayah diluar non GKJ Sawokembar sebenarnya kurang tahu betul iklim/atmosfir bahkan progress kegiatan peribadahan di masing-masing wilayah. Kalau mereka lebih mudah mendapatkan prioritas berarti memalukan sekali. Sikap nasionalisme dan niat ingsun lulusan Teologi dari jemaat wilayah untuk mengabdi menjadi gembala di kandangnya sendiri hanya mimpi yang tak terbeli. Haruskah mencari gereja tetangga atau menunggu datangnya gereja tiban sementara dikandangnya sendiri sangat membutuhkan seorang gembala.
Entah setiap formulir usulan dalam warta jemaat akan menjadi sekedar formalitas birokrasi GKJ Sawokembar, atau mungkin sekedar trick dalam skenario yang sudah disiapkan oleh sutradara karena kebutuhan pementasan jika memang iya itu terserah dan whatever. Tetapi kita yang merupakan bagian kecil dari sekian juta jemaat GKJ Sawokembar mengucapkan terima kasih, seandainya diajak urun rembug duduk bersama dalam sebuah lingkaran kekeluargaan (dibaca konon katanya keluarga Kristen) untuk berdiskusi bersama membahasnya, why not?
Akhirnya selamat memilih dan memutuskan kepada kawan karibku yang bernama GKJ Sawokembar. Pilihlah berdasar suara dan tanda dari Allah, keputusan dan kehendak Allah. Semua jemaat tahu bahwa birokrasi GKJ Sawokembar mempunyai otoritas tetapi “demokrasi sosial kejemaatan” kan lebih humanis. Hilangkan pemilihan dengan “sistem politik” yang berlaku digereja. Tetapi perlu digaris bawahi, pilihan Allah bisa saja tergantikan oleh manusia (nabi-nabi palsu) yang mabuk kesucian untuk bertindak curang dan licik seperti seekor ular yang membujuk Hawa di Taman Eden.
Barangsiapa calon yang terpilih kiranya akan menjadi gembala dengan tidak membiarkan dombanya tersesat masuk jurang, sementara berhasil ditemukan sudah menjadi domba yang murtad. Bahkan menjadi domba yang berani menjual gembalanya sendiri dengan harga 30 keping perak, kemudian domba tersebut mengakhiri hidup dengan bunuh diri. Karena menyesal dengan reputasinya sebagai domba yang bergulat dengan eksistensi absruditasnya. Domba itu kalau tidak salah namanya Yudas Iskariot.

To AbdulMasih
Bagaimana kalo Novelnya Salman Rusdi,”Ayat-Ayat Setan” juga dimuat. Reaksi umat islam di seluruh atas novel tersebut jauh lebih besar dari reaksi umat kristiani atas novel Da Vinci Code. Pengarangnya sampai dapat ancaman hukuman mati. Artinya Umat kristiani lebih dewasa dan matang menghadapi hal-hal yang kontroversial.

Syaloom! menurutku kehadiran injil-injil yang baru harus dimaknai dengan positif juga! Wawasan alkitabiah kita kan jadi bertambah dan kita jadi lebih interest lagi untuk mengenal Alkitab lebih dalam. Aku tahu banyak banget yang kaget,tapi ini kan cuma sementara, apapun yang terjadi gak akan ada yang mampu menngoyahkan otoritas Alkitab karena itu adalah hasil dari kesaksian banyak orang percaya di mana roh kudus memainkan peranan penting di dalamnya, God bless us!

Semoga umat kristiani terbuka hatinya utk melihat kebenaran. Kalo injil Yudas mau di buang, silahkan saja… Tapi injil-injil sinoptik pun mestinya tidak dipercaya, karena penuh dgn kebohongan yang sama parahnya dengan injil Yudas.
Wahai saudara… setelah 2000 tahun kalian tersesat, tenggelam dalam pemberhalaan terbesar sepanjang sejarah manusia, maka sekarang kembalilah kepada jalan yang benar. Akui bahwa Tidak ada Tuhan selain Allah, dan Yesus adalah UtusanNya.
Kita, Umat Nasrani dan Umat Islam, sedang menunggu kedatangan Yesus yang kedua, yaitu untuk memperbaiki pen-citra-an diri Yesus yang salah, dan akan membawa seluruh manusia kepada penyembahan SATU TUHAN…
Al-Quran mengisyaratkan hal tersebut.
Met kenal yah teman-teman…

kalo semisal Yudas ga’ ada…gemana coba?
apakah akan ada penyaliban yang bakal selamatin kita??????????????????
jangan mencemooh Yudas, coz justru Yudas itu hidup buat menggenapi rencana Tuhan
eitsss…dibaca sambil direnungin, jangan terlalu cepat kasi judgment

Anda tidak tahu rencana keselamatan yang sudah direncanakan Tuhan atas umat manusia. Jadi semua itu sudah diatur, baca alkitab dong… Kebanyakan orang sengaja mencari-cari kelemahan orang (agama)lain yang dibencinya. Tetapi Kristus Tuhan sudah menyatakan dirinya, barang siapa yang percaya pasti diselamatkan. Jika tidak percaya ya terserah dia, itukan imannya…

Oke??

Semoga umat kristiani terbuka hatinya utk melihat kebenaran. Kalo injil Yudas mau di buang, silahkan saja… Tapi injil-injil sinoptik pun mestinya tidak dipercaya, karena penuh dgn kebohongan yang sama parahnya dengan injil Yudas.
Wahai saudara… setelah 2000 tahun kalian tersesat, tenggelam dalam pemberhalaan terbesar sepanjang sejarah manusia, maka sekarang kembalilah kepada jalan yang benar. Akui bahwa Tidak ada Tuhan selain Allah, dan Yesus adalah UtusanNya.
Kita, Umat Nasrani dan Umat Islam, sedang menunggu kedatangan Yesus yang kedua, yaitu untuk memperbaiki pen-citra-an diri Yesus yang salah, dan akan membawa seluruh manusia kepada penyembahan SATU TUHAN…
Al-Quran mengisyaratkan hal tersebut.
Met kenal yah teman-teman…

>>mas, mas, Alquran tu kan datangnya belakangan gimana bisa ngebatalin sesuatu yang telah ada, yang ada, dan yang akan datang yaitu Yesus sebagai Tuhan???
Kalo Yesus cuman utusan yang anda maksud, masak Tuhan rencanain HambaNya mati dengan ga terhormat gt? Kalo dibilang Yesus, diluputkan ganti Yudas, ngapain dunk Dia harus genapi ratusan nubuatan nabi2 yahudi ttg kedatangan The Savior, Mesaiah,,,
Yesus tetap jadi TIGA yang ESA biarpun cuma satu manusia yang nyembah Dia.
Kita mikir logis aja deh tentang kelahiran Dia
Dia lahir di tanah Betlehem, bukan di tempat ga jelas dimana ibuNya kudu megang pohon buat ngelahirin Dia ..
anyway biarin dah kalo tetep nyangkalin,,
YHWH emang dah netapin orang2 bebal buat menuhin neraka karena ga mengetahui Jalan yang Benar,Kebenaran yang Hidup n Hidup yang sejati.
(“Akulah jalan,kebenaran, dan hidup,,”)

soal Yudas, Jc emang dah kasih dia kesempatan supaya ga jatuh dalam dosa. Mangkanya Dia bilang akan ada orang yang nyerahin Anak Manusia. Yesus mengasihi Yudas kok, malah kalo bisa jangan mpe Yudas deh yang ngehianatin Dia. Tapi ya, Yudas nya aja yang ga berjaga-jaga, jadi ya dia jadi alat gitu. Nah, kesalahan fatal yang Yudas buat bukan saat dia berkhianat, tapi saat dia memilih bunuh diri,,,. Pengampunan akan selalu ada asal dia mau bertobat,tul ga pren,,,
Lebih lengkap baca majalah GFresh! bulan Desember deh,,,

Havenu Shallom Allecchim

Yohanes 21:25 Ada lagi banyak perkara lain-lain yang diperbuat oleh Yesus, maka jikalau segala perkara itu satu-satu disuratkan, pada sangkaku dunia ini pun tiada termuat kitab-kitab yang disuratkan itu.

Kalau semua tertulis tanpa di seleksi oleh Gereja kita di Roma pasti ada tulisan yg ngelantur.
Saya cuma sarankan Kemarin ada seminar di katedral tentang Injil Yudas,moderatornya Romo Desi.Mungkin akan dilaksanakan untuk ke2 kalinya semoga yang mau jelas lagi silakan menghadiri seminar tersebut.Terima Kasih
Dari kutipan Injil Yohanes ini seharusnya kita lebih mengerti apa yg tersurat dan tersirat dalam injil ini.Yang terutama Itu kembali lagi seberapa KASIH kita Ke sesama kita.

Tuhan memberkati

Dear Candra,

Pengumuman tentang seminar Romo Desi sudah saya muat. Berikut pengumumannya: Seminar: Yesus Menurut Injil-injil Sesat.

Dear Dewo

Thanks atas informasinya.

jika kita berkutat pada benar tidaknya injil yudas (yang saya sendiri belum baca, cuma dengar dari cerita teman2) atau kebenaran dan ke absahan alkitab sendiri, sebenarnya semua perdebatan kita hanyalah sebuah wacana. pada dasarnya di vatikan sendiri, terdapat banyak misteri-misteri atau bahkan (mungkin) tulisan-tulisan yang tidak dimasukkan dalam alkitab. ini dimaksudkan demi menjaga “perasaan” umat kristiani seperti kita. jika semua nya diungkapkan oleh vatikan, maka akan menjatuhkan mental dan iman kita. Hal ini tidak alihnya seperi sebuah “praktik politik terselubung.”
Beberapa dari kita berpendapat bahwa alkitab itu mutlak, dan beberapa dari kita juga berpendapat bahwa alkitab itu tidak mutlak. Tapi terlepas dari itu semua sebenarnya ada satu hal yang mutlak dan sangat amat di benarkan. yaitu “ajaran Yesus sendiri.” percuma saja kita berdebat yang benar ini, yang salah itu, tapi melupakan esensi dari alkitab sendiri, “cinta kasih.”
kesimpulan saya, tidak peduli bagaimana yang terjadi di masa lampau, apakah Yudas itu sang pengkhianat yang terhormat, atau pengkhianat yang hina. atau saya bahkan tidak peduli bahwa masih ada misteri2 yang tersimpan. tapi ajaran Yesus tentang “cinta kasih” itu menurut saya sebenarnya sudah menjelaskan isi dari seluruh alkitab tersebut, beserta seluruh misterinya. (sebenarnya kebangkitan Yesus pada hari ke 3 juga memperkuat iman saya)

Bagiku Tuhan lebih dari seonggok dokumen dan bukti sejarah, Bagaiman saya bisa mengingkari Tuhan yang selalu ada, yang selalu menjawab doa-doa saya, yang selalu memegang tangan saya dan membimbing saya melewati berbagai kesukaran hidup.

Kasih, berkat, teguran dan penyertaan-Nya adalah bukti yang cukup bagi saya untuk terus percaya. Saya tidak keberatan dikatakan bodoh atau tolol karena pernyataan saya ini.

Bukan Yudas Yang Kita Kenal (The Judas We Never Knew)

Menurut Injil Yudas yang baru diterbitkan, Yesus telah bersubahat dengan pengikut yang membelotnya. Haruskah kita mempercayai Injil Yudas?

Oleh Collin Hansen : 6 April 2006 4.30 petang
Diterjemahkan Oleh “10Sen”

Terjemahan artikel Christianity Today

Injil Yudas itu muncul kembali ke dunia moden buat kali pertamanya pada hari Khamis di Washington D.C. Apakah kandungan Injil Yudas itu? Pertama sekali, ianya jelas bukan sebuah Injil. Ia juga bukan dikarang oleh Yudas. Tetapi ia memang penting, malah ia merupakan penemuan teks luar-alkitabiah yang terpenting dalam 60 tahun yang belakang ini, sepertimana seorang eksekutif National Geographic Society telah memberitahu The New York Times

Teks ini, iaitu satu salinan dokumen yang tertulis semasa kurun kedua selepas Masihi, menampakkan beberapa berita yang besar. Rupa-rupanya, Yudas bukanlah pengikut jahat yang mengkhianati Yesus dan telah membunuh diri kerana kesal. Tidak, Yudas ini hanya menurut kehendak Yesus. Kononnya, Yesus telah menerangkan kepada Yudas bahawa dia akan “melebihi semua [pengikut-pengikut Yesus]” sekiranya dia menyebabkan Yesus disalib.

Ini tentu akan mengubah beberapa perkara, sekiranya benar. Tetapi “berita” ini bukanlah sebab Injil Yudas itu bernilai. Sebaliknya, kerana teks ini, kita dapat mengesahkan dengan lanjut apa yang telahpun diketahui umum mengenai kaum Gnostik – orang yang mempunyai kefahaman menyeleweng yang dikutuk oleh ketua-ketua gereja awal seperti Irenaeus. Jangan keliru dengan kemunculan nama Yesus dan Yudas. Ini bukan teks Kristian. Injil Yudas tidak tersebar sehingga 150 tahun selepas Yesus mangkat. Dalam erti kata lain: Teks baru ini tidak memberi maklumat baru mengenai hubungan Yesus dengan Yudas lebih daripada wayang “Jesus Christ Superstar”.

Sehingga penerbitan Injil Yudas dan teks kaum Gnostik yang ditemui beberapa dekad dulu berhampiran Nag Hammadi di Mesir, kita banyak mempelajari mengenai fahaman Gnostik melalui penulisan apologis Kristian. Kerana Injil Yudas, kita sekarang dapat menentusahkan dua ajaran Gnostik yang utama. Menurut ramai tokoh ajaran Gnostik, Yesus tidak menjelma dalam tubuh manusia, atau dia mahu meninggalkan tubuh jasmaniahnya secepat mungkin. Yesus amat mahu kembali ke dunia roh. Dan Yudas telah menolong dalam pencapaian hasrat itu.

(“Engkau akan mengorbankan manusia yang menjadi jubah aku”, Yesus yang “rohaniah” memberitahu Yudas di dalam dokumen ini). Tambahan, kaum Gnostik percaya bahawa hanya segelintir yang terpilih sahaja yang akan benar-benar menghayati pengetahuan khas mengenai syurga. Injil Yudas mengandungi ajaran bahawa hanya Yudas, pengikut kesayangan Yesus, memahami sepenuhnya.

Kepercayaan Kristian jauh berbeza dengan ajaran Gnostik. Yesus, sebenarnya Tuhan dan sebenarnya manusia, telah mengalami kelahiran di bangsal dan kematian pada salib. Dia telah berkongsi dalam kemanusiaan kita, “supaya dengan kematiannya, ia dapat menghancurkan Iblis yang menguasai kematian” (Ibrani 2:24). Khabar ini bukan terbatas kepada segolongan kecil yang akan mencapai gnosis (pengetahuan khas) sahaja. Injil itu adalah “… kekuatan Allah untuk menyelamatkan semua orang yang percaya; pertamanya orang Yahudi, dan bangsa lain juga.” (Rom 1:16)

Walau bagaimanapun, ada yang mendakwa bahawa Injil Yudas dan teks-teks Gnostik yang lain membawa kesangsian terhadap kefahaman Kristian ortodoks. “Apabila penemuan-penemuan ini beransur-ansur tersebar ke gereja-gereja dan universiti-universiti,” pemberita New York Times John Noble Wilford dan Laurie Goodstein menulis, “terbentuklah generasi Kristian baru yang menganggap kitab Bible bukan Firman Tuhan, tetapi adalah hasil ciptaan angkatan kuasa politik dan sejarah yang telah memutuskan apakah teks yang sepatutnya dikanonkan, [1] dan mana yang patut disunting keluar. Kerana sebab ini, penemuan-penemuan tersebut telah terbukti amat merisaukan kepada ramai penganut Kristian.”

Siapakah penganut-penganut agama Kristian yang amat risau itu? Kita kurang pasti kerana nampaknya, Wilford dan Goodstein tidak menemubual seseorang daripada mereka pun. Karen King dan Elaine Pagels membangkitkan kembali lakonan Gnostik mereka. Kita juga bertemu dengan James Robinson, seorang cendekiawan tersisih yang telah mengarang sebuah buku tentang Injil Yudas tanpa melihat sendiri teks tersebut. Namun, Akhbar New York Times tidak menyebut bahawa Robinson percaya Injil Yudas itu tidak memberi maklumat apa-apa pun mengenai sejarah Yudas atau Yesus.

Saya telah berbincang dengan Darrell Bock daripada Dallas Theological Seminary beberapa jam sebelum beliau dijadualkan untuk bersyarah di Princeton, iaitu majikan Pagels. Dia menerangkan beberapa kepelikan mengenai kumpulan yang telah memberi kita Injil Yudas itu. Nampaknya, kumpulan “Cainite Gnostics” memperoleh nama julukan mereka daripada usaha mereka cuba ‘memulihkan’ orang yang aib dalam kitab Bible seperti Kain, orang Sodom dan Yudas.

Bock juga menunjukkan bahawa Al-kitab (kitab Bible) memang mengandungi pelbagai perspektif yang menarik berkenaan Yudas. Markus menggambarkan Yudas sebagai seorang yang terhuyung-hayang, sama seperti pengikut-pengikut Yesus yang menyalahfahami ajarannya. Yohanes yang menulis selepas Markus, menerangkan Yudas dengan cara lain. Yudas mengeksploitasikan kedudukannya sebagai bendahari untuk mencuri dari laci duit, dan Yesus memanggilnya “syaitan”. (Yohanes 6:70)

Menurut Bock, ajaran kitab Bible menunjukkan bahawa Yudas telah mengharapkan Al-Masih yang berlainan. Dengan perasaan yang hampa, dia telah menyerahkan Yesus yang dianggapnya sebagai ancaman kepada negara Yahudi. “Yudas mencerminkan seseorang yang telah menolak Yesus pada akhirnya,” kata Bock. “Ia adalah satu kisah yang tragik – bukannya sesuatu yang dikutuk semata-mata, tetapi kita harus berasa kesal dan sedih mengenainya.”

Ianya lebih tragik dan sedih daripada perolahan semula pendebatan lama mengenai kesahihan kepercayaan Kristian yang ortodoks.

[1] “Kanon” dalam agama Kristian ialah daftar kitab rasmi yang diterima sebagai sebahagian Alkitab, dianggap ilham dari Tuhan. (Sumber: Karya.net )

Dear all,

Sudahlah cukup dengan 4 ijil saja, ngebahasnya tidak akan habis sampai tujuh turunan. Apalgi ditambah dengan Injil Injil yang lain.

Kontradiksi antara ajaran Yesus dan Paulus a.l. :

*****Yesus tetap mengakui hukum Taurat berlaku bagi pengkut2nya. (Matius 5:17,18). Ajaran Paulus mengganti Hukum Taurat dengan mengaku iman pada penyaliban Yesus guna menebus dosa manusia (Rum 3:21-28) Syariat Taurat digantikan dengan penebusan dosa (Rum 7:4-6)

***** Yesus mengajarkan injil pada lingkungan Yahudi (Matius 10:5-6) Paulus mengabarkan injil keluar lingkungan Yahudi (Kisah 13:14 Kisah 14:27)

***** Yesus mewajibkan bersunat sesuai syariat Nabi Ibrahim pada pengikutnya. Paulus tidak mewajibkan bersunat (Rum 3 : 30)

***** Yesus tidak pernah mengajarkan tentang dosa warisan. Paulus mengajarkan dosa warisan (Rum 5 : 12)

***** Tentang Paulus menerima wahyu dari Yesus diceritakan oleh Paulus secara berbeda dapat dibaca pada = Kisah 9:7, Kisah 22:9, Kisah 9:4, Kisah 22:7, Kisah 26,14.
Satu berita diceritakan dengan sangat berbedah, menunjukkan orang tersebut pelupa, bohong, tidak jujur, atau tolooool..

To all,

Matius 5:17,18 berseberangan dengan Rum 3:21-28

Matius 10-:5-6 berseberangan dengan Kisah 1:14 dan KIsah 14:27

Kewajiban bersunat sesuai syariat Ibrahim (Taurat) kepada pengikutnya berseberangan dengan Rum 3:30

Yesus tidak pernah mengajarkan mengenai dosa warisan berseberangan dengan Rum 5:12

Lalu mana yang benar, tidak mungkin semuanya benar. Salah satu mesti salah. Kalau Yesus salah, maka yang benar adalah Rasul Paulus.
Kalau Yesus yang benar, maka yang salah adalah Paulus.

Eh mana yang dulu telor atau ayam?

Puuuusiiiing

Menurut saya…
Tuhan punya rencana yang terbaik untuk kita, anak-anakNya.
dalam Alkitab pun sudah mencatat bahwa akan terjadi banyak ajaran sesat yang malemahkan iman percaya kita.
tapi kita harus tetap semangat, sebab tidak mungkin Allah memanggil kita ke dunia ini tanpa pimpinan,dan penyertaan Dia!!!
sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak tak takut sebab Ia besertaku.

Gospel of Judas hanya salah satu penyesat,
jadi, jangan percaya ya !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

TUHAN BINGUNG DAN MENYESAL.

Kejadian 6: 5-6

**Ketika dilihat Tuhan, bahwa kejahatan manusiadi bumi dan bahwa segala kecenderungan hidup selalu membuahkan kejahatan semata mata**.

**Maka menyesallah Tuhan, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hatinya**

Rupanya Tuhan merasa menyesal dan bingung setelah mengusir Adam dari taman Eden. Akhirnya setelah beribu tahun kemudian barulah didapatkan keputusan Dia sendiri datang kedunia dalam penjelmaan sebagai Anaknya.

TUhan kok bisa bingung dan menyesal. Tidak seperti yang terdapat dalam Qur’an. Setelah Adam meminta maaf, seketika itu juga Allah memberi maaf dan memerintahkan Adam untuk turun ke bumi.

Kedatangan nabi seperti Nabi Nuh, Ibrahim, Musa Isa dan Muhammad dan nabi nabi yang lain, bukanlah untuk menebus dosa itu (dosa Adam). Tetapi sebagai janji Allah bahwa Dia akan mengirim utusannya (Rasul/Nabi) buat memberi petunjuk kepada jalan yang benar dan yang diridhoi Allah.

Salam Sejahtera

@Dear Budhi (#45) yang sedang pusing:

Mari kita seberangi satu-per-satu, karena sebenarnya tidak ada yg berseberangan antara satu dan yang berikutnya.

Matius 5:17-18 dan Roma 3:21-28? Rupanya Anda membacanya sepenggal demi sepenggal. Mari kita perluas bacaan per bab-nya:

Matius 5:17-19
5:17 “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.

5:18 Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.

5:19 Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.

Roma 3:19-27:
3:19 Tetapi kita tahu, bahwa segala sesuatu yang tercantum dalam Kitab Taurat ditujukan kepada mereka yang hidup di bawah hukum Taurat, supaya tersumbat setiap mulut dan seluruh dunia jatuh ke bawah hukuman Allah.

3:20 Sebab tidak seorang pun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat, karena justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa.

3:21 Tetapi sekarang, tanpa hukum Taurat kebenaran Allah telah dinyatakan, seperti yang disaksikan dalam Kitab Taurat dan Kitab-kitab para nabi,

3:22 yaitu kebenaran Allah karena iman dalam Yesus Kristus bagi semua orang yang percaya. Sebab tidak ada perbedaan.

3:23 Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,

3:24 dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.

3:25 Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya.

3:26 Maksud-Nya ialah untuk menunjukkan keadilan-Nya pada masa ini, supaya nyata, bahwa Ia benar dan juga membenarkan orang yang percaya kepada Yesus.

3:27 Jika demikian, apakah dasarnya untuk bermegah? Tidak ada! Berdasarkan apa? Berdasarkan perbuatan? Tidak, melainkan berdasarkan iman!

Ini baru 1 kasus yang rupanya sudah membuat Anda pusing. Jawabannya sederhana: Anda memenggalnya dan tidak memahami konteksnya. Silakan baca bab per bab untuk memahami konteks yg sebenarnya. Dari situ Anda akan tahu bahwa kitab PL-PB adalah satu rangkaian yang luar biasa. Hanya Allahlah yang memampukan semua kitab-kitab itu menjadi Alkitab.

Semoga tidak pusing lagi. Dan temukan sendiri jawaban untuk kasus-kasus berikutnya yg membuat Anda pusing.

Salam.

@Dear Theoff (#46),

Setuju. Kita harus meminta pertolongan Roh Kudus dalam mempelajari Alkitab (dan bahkan kitab sesat).

GBU.

@Dear Budi (#47),

Tuhan memang menyesal, tetapi tidak bingung! Anda saja yg bingung. Hahaha…

Tuhan tidak bingung. Tuhan sudah mewartakan karya keselamatan Yesus Kristus sejak Kejadian 3:15

Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.”

Jadi kata-kata Anda, yaitu:

Rupanya Tuhan merasa menyesal dan bingung setelah mengusir Adam dari taman Eden. Akhirnya setelah beribu tahun kemudian barulah didapatkan keputusan Dia sendiri datang kedunia dalam penjelmaan sebagai Anaknya.

TIDAK BERDASAR SAMA SEKALI!

Allah tidak pernah BINGUNG. Memang Allah memang menyesal alias sedih karena manusia selalu memiliki kecenderungan berbuat dosa. Allah itu Mahakasih dan Penyayang sehingga Allah ingin manusia kembali ke jalan yang benar. Untuk itulah, maka Allah selalu “mengutus” para nabi untuk mengajak umat manusia bertobat dan kembali kepada Allah.

Tetapi Allah selalu sedih mengetahui bahwa para nabi-Nya tidak ada yg berhasil. Untuk itu Allah berkenan mengutus Putera Tunggal-Nya ke dunia ini. Silakan baca perumpamaan seorang tuan tanah yang membuka kebun anggur di Matius 21:33-43.

Tentu Yesus berbeda dengan para nabi karena Yesus adalah Putera Allah. Tidak hanya memberikan teladan, mujizat dan kesembuhan jasmani-rohani, tetapi Yesus juga memberikan JALAN dan KEBENARAN dan HIDUP KEKAL.

Semoga Anda tidak bingung dan pusing. GBU.

Dear Dewo,

MENYESAL artinya melakukan atau tidak melakukan sesuatu tetapi
hasilnya adalah sesuatu yang tidak seperti yang diharapkan. Allah yang salah satu sifatnya adalah Maha Mengetahui tentu sudah mengetahui apa akibat yang akan diperbuat manusia selama di dunia.

Karena memang Manusia telah dibekali oleh sifat baik dan buruk. Tinggal manusia memilih apakah menjalani jalan kebaikan atau jalan keburukan. Untuk itulah TUhan mengirim Rasul/Nabinya buat memberi petunjuk kepada jalan yang benar. Akibat perbuatannya manusia akan menanggungnya sendiri di hadapan Allah.

Anda mengatakan bahwa Nabi2 tersebut tidak berhasil.
Yesus sendiri dalam Matius 26:39 =
Ya, Bapaku kalaulah boleh biarlah cawan ini lepas dariku, tetapi di dalam itupun bukannya kehendakku, melainkan kehendakmu juga.=

Ayat tersebut menyiratkan doa Yesus = Bila dibolehkan dia akan melepaskan tugas kerasulannya kepada Bani Israel, karena akan membahayakan jiwanya, seperti terbunuhnya Zakharia dan Yahya.
Tugasnya belum selesai dan juga belum berhasil.

Yesus memberikan JALAN dan KEBENARAN, setuju banget itu sama dengan apa yang diajarkan oleh nabi rasul Allah.
HIDUP KEKAL ? Tiada yang kekal di dunia ini selain Allah.

Apakah dengan kedatangan Yesus, kejahatan kerusakan di muka bumi sudah hilang?. Kerusakan/kejahatan masih berlangsung sampai sekarang baik yang dilakukan oleh orang yang non Kristen maupun oleh yang Kristen.

Apakah anda lagi lagi akan mengatakan “nanti setelah kita mati”.
Hari akhirat adalah pengetahuan Allah semata. Tidak seorangpun mengetahuinya selain mengira-ngira.

Salam

@Dear Budhi (#50),

Sekali lagi: Allah memang menyesal. Allah sudah memberikan kesempatan bagi manusia, tetapi manusia tetap saja berbuat dosa. Allah juga selalu mengutus para nabi dan malaikat untuk memperbaiki manusia, tetapi manusia tetap saja berdosa.

Allah memang Mahatahu. Allah tahu bahwa manusia memiliki kecenderungan untuk berbuat dosa.

Tetapi Allah juga Maha Pengasih dan Penyayang sehingga selalu memberikan teguran, pengajaran, teladan dan juga Alkitab bagi manusia. Semuanya itu Allah lakukan lewat perantaraan para nabi dan malaikat. Tetapi manusia tetap saja berdosa.

Para nabi MEMANG GAGAL. Tetapi Yesus bukan nabi. Yesus adalah Firman Allah. Firman Allah tidak gagal!

Yesaya 55
55:7 Baiklah orang fasik meninggalkan jalannya, dan orang jahat meninggalkan rancangannya; baiklah ia kembali kepada TUHAN, maka Dia akan mengasihaninya, dan kepada Allah kita, sebab Ia memberi pengampunan dengan limpahnya.
55:8 Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN.
55:9 Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.
55:10 Sebab seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke situ, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan,
55:11 demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.
55:12 Sungguh, kamu akan berangkat dengan sukacita dan akan dihantarkan dengan damai; gunung-gunung serta bukit-bukit akan bergembira dan bersorak-sorai di depanmu, dan segala pohon-pohonan di padang akan bertepuk tangan.
55:13 Sebagai ganti semak duri akan tumbuh pohon sanobar, dan sebagai ganti kecubung akan tumbuh pohon murad, dan itu akan terjadi sebagai kemasyhuran bagi TUHAN, sebagai tanda abadi yang tidak akan lenyap.

Tampaklah bahwa Yesus (Sang Firman Allah) tidak gagal. IA telah melaksanakan semua yang dikehendaki Allah dan telah berhasil melakukan semuanya.

Pak Budhi,

Mengenai ayat Matius 26:39, lagi-lagi Anda membuat saya kecewa karena hanya mengutip sepotong-potong dan nampak sekali bahwa Anda tidak memahami konteksnya. Berikut ayat-ayat yang menceritakan hal ini:

26:36 Maka sampailah Yesus bersama-sama murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsemani. Lalu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: “Duduklah di sini, sementara Aku pergi ke sana untuk berdoa.”
26:37 Dan Ia membawa Petrus dan kedua anak Zebedeus serta-Nya. Maka mulailah Ia merasa sedih dan gentar,
26:38 lalu kata-Nya kepada mereka: “Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku.”
26:39 Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.”

Pada saat berdoa di Taman Getsemani, Yesus mengetahui bahwa tugas yang diembannya amat-sangat berat. Siksaan fisik dan mental yang akan diterima-Nya sungguh luar biasa berat dan meyakitkan. Pada saat itu Yesus sampai mengeluarkan keringat darah karena sedih dan gentar (Lukas 22:44).

Tetapi walau pun demikian, Yesus tetap mengambil cawan murka Allah itu dan menjalani semuanya. Semuanya dilakukan Yesus demi menanggung dosa manusia dan menyelamatkan umat manusia.

Silakan baca kisah selanjutnya dari ayat-ayat tersebut, betapa besar kasih sayang Yesus kepada manusia. Bahkan Beliau mendoakan dan mengampuni manusia saat tergantung di salib Suci-Nya.

Yesus memberikan JALAN dan KEBENARAN, setuju banget itu sama dengan apa yang diajarkan oleh nabi rasul Allah.
HIDUP KEKAL ? Tiada yang kekal di dunia ini selain Allah.

Tentu saja “TIADA YANG KEKAL DI DUNIA.” Bahkan “DUNIA ITU SENDIRI TIDAK KEKAL.”

Yang kekal adalah Allah. Tetapi maukah Anda menjadi umat pilihan Allah? Maukah Anda menjadi penghuni Kerajaan Allah yang kekal? Jika mau, maka Anda harus mau diselamatkan sehingga dapat HIDUP KEKAL di KERAJAAN ALLAH!

Apakah dengan kedatangan Yesus, kejahatan kerusakan di muka bumi sudah hilang?. Kerusakan/kejahatan masih berlangsung sampai sekarang baik yang dilakukan oleh orang yang non Kristen maupun oleh yang Kristen.

Tanyakan pada diri Anda sendiri. Apakah Anda termasuk yang jahat? Apakah Anda termasuk yang perusak? Apakah Anda termasuk pembenci?

Atau apakah Anda termasuk yang baik? Apakah Anda termasuk pemelihara bumi? Apakah Anda seorang pengasih?

Apakah Anda menerima Allah? Atau apakah Anda menolak Allah? Apakah Anda memiliki IMAN, KASIH dan PENGHARAPAN?

Pertanyaan itu seharusnya dijawab oleh Anda dan semua manusia. Jika Anda telah berhasil menjawabnya, maka Anda dapat menentukan apakah Anda termasuk salah satu yang mengambil bagian di Kerajaan Allah atau bukan.

Karena setiap orang yang memiliki iman, kasih dan pengharapan, maka dia adalah murid Yesus. Dan murid Yesus sudah pasti akan memelihara hukum cinta kasih, yaitu mencintai Allah dan juga sesama manusia. Silakan baca: “Cara Mengasihi Allah.

Apakah anda lagi lagi akan mengatakan “nanti setelah kita mati”.
Hari akhirat adalah pengetahuan Allah semata. Tidak seorangpun mengetahuinya selain mengira-ngira.

Silakan baca: “Yesus Tidak Wafat?.”

Dewo,

Saya tidak tahu alasan Dewo hanya mengiutip ayat Yesaya 55 sepenggal sepenggal. Cobalah anda bergerak keatas sedikit, disitu akan dijumpat ayat 3,4,5. Ayat ayat itu tidak terlepas dari ayat yang anda kutip.

Yesaya 55 merupakan perjanjian tuhan dengan Daud mengenai keturunannya. Tuhan menjanjikan bahwa keturunan Daud akan menjadi Raja bagi bangsa bangsa dan bangsa lain yang tidak dikenal. Janji itu telah digenapi Tuhan, ketika Sulaiman , anak Daud menjadi raja bagi bangsa bangsa (Israel dan Yehuda) serta bangsa lain yang tidak dikenal yaitu bagsa dari Ratu Balqis, jin, binatang. Bukankah Sulaiman dapat berbicara bahasa binatang dan Sulaiman dapat memerintahkan jin untuk memindahkan tahta Ratu Balqis ke istana Sulaiman dalam waktu kejapan mata. Disitu tidak ada satupun nubuat yang dapat ditukukan kepada Yesus.

Ayat Yesaya 55.11 yang mungkin anda alamatkan kepada Yesus (anda buat dengan huruf tebal) adalah ayat untuk mendukung Johanes 1:1,14 yang bercerita tentang firman. yang masih dapat diperdebatkan logikanya seperti tanggapan Sdr. Gultom waktu memberi tanggapan mengenai Trinitas, .Ayat 55 yang anda kutip dan ayat yang tidak anda kutip (3,4,5) adalah usaha untuk mengkaitkan dengan Ayat Johanes 1:1,14 dan Lukas 1: 32,33 serta silsilah Yesus menurut Lukas dan Matius.

Lukas 1:32,33
“Maka ia akan menjadi besar ia akan dikatakan anak Allah Tuhan kita akan mengkaruniakan kepadanya tahta Daud, nenek moyangnya”

“Maka ia pun akan menjadi raja atas benih Yakub selama lamanya dan kejayaan yang tidak berkesudahan”

Hal ini tidak dapat diterima. Mana itu benih Yakub (Bani Israel) yang mengikuti ajaran Yesus. Sampai saat ini mereka tetap melakukan syariat Taurat.

Ada lagi ayat dalam Perjanjian Lama seperti Samuel II 7:2,13 Samuel 13:113 Tawarikh I 17:11,12 yang menyebutkan bahwa keturunan Daud tersebut akan membangunkan bagiKu sebuah rumah. Janji itu telah digenapi oleh Sulaiman, Sulaimanlah yang membangun Baith Allah. Sampai sekarang sisa tembok dari bangunan itu menjadi Dinding Ratapan bagi umat Yahudi.

Sebelum ke empat injil dalam Perjanjian Baru dianggap kanonik (150 M)telah beredar injil yang ditulis untuk keperluan peribadatan bagi sekte/aliran dalam agama Kristen. Setelah terjadinya pemberontakan Yahudi pada Tahun 70 M. Pengikut Paulus dapat mendesak ajaran ajaran pengikut (murid murid Yesus). Pada masa itu injil injil belum mempunyai otoritas sehingga dapat diubah ubah sesuai keperluan sendiri sendiri. Dalam penyalinannya yang dilakukan oleh banyak orang, telah terjadi bebarapa pemalsuan. Seperti ditulis oleh J.R. Dummlow yang saya kutib dari buku “Darah dan Penebusan Dosa” M.Hashem hal 217-218 cetakan pertama Tahun 1990 sebagai berikut :

J,R. Dummelow : Commentary on the Holy Bibel, page 16 :

“Acopiyist would sometimes put in not what was in the text, but what he thought ought to be in it. He would trust a fickle memory, or he would make the text accord with the view of the school ti which he belonged. in addition to the version and quotation from Christian fathers, nearly four thousand Greek MMS of the testament, were known to exist. Ad a result the variety of reading is considerable”

“Seorang penyalin kadang kadang memasukkkan bukan apa yang ada pada teks asalnya, tetapi apa yang dianggap harus ada pada teks itu. Ia akan mempercayai inngatan yang ber ubah ubah, atau ia akan membuat teks itu menjadi sesuai dengan faham faham dari aliran dimana ia termasuk. Disamping versi versi dan kutipan Bapa bapa gereja, terdapat hampir empat ribu manuskrip kitab Perjanjian (Baru) yang diketahui adanya. SEbagai akibatnya maka variasi isi teks itu cukup besar”

Injil yang empat itu tidak semuanya salah atau benar semua. Ada sebagian memang adalah ucapan Yesus tapi juga ada sebagian adalah ayat ayat tambahan yang dikaitkan atau dicocok cocokkan untuk keperluan peribadatan aliran aliran sebagaimana dikatakan oleh Dummelow tersebut di atas.

Pengikut pengikut (murid murid) Yesus tidak mengajarkan ajaran Yesus kepada bangsa diluar Bani Israel, Kalaupun memang mengenai bangsa bangsa itu adalah suruhan Yesus, tentu murid murid yang setia itu akan melaksanakannya.

Tidak ada ayat dalam Al Qur’an yang mencela Yesus (Isa Putra Maryam), Beliau mendapat tempat yang mulia disisi Allah. Saya pribadi menghormati ajaran ajaran moralnya yang tinggi diluar dogma Kebangkitan, Trinitas, Dosa asal/Warisan, Penebusan.

LBU

Diskusi ini cuman sampai disini ya, kok tulisan Budhi gak ada yg reply?

Berikut adalah ayat2 dalam Al-Kitab yang mencela Yesus, adakah didalam Al-Qur’an ayat2 yg mencela Yesus (Isa Putra Maryam?

1. Yesus menuduh semua orang termasuk para nabi Allah yang datang sebelum dia adalah pencuri dan perampok.

YOHANES:
10:8 Semua orang yang datang sebelum Aku, adalah pencuri dan perampok, dan domba-domba itu tidak mendengarkan mereka.

2. Yesus merasa kesal dan mengutuk pohon ara yang tidak bersalah lantaran tidak berbuah.

MARKUS:
11:12. Keesokan harinya sesudah Yesus dan kedua belas murid-Nya meninggalkan Betania, Yesus merasa lapar.
11:13 Dan dari jauh Ia melihat pohon ara yang sudah berdaun. Ia mendekatinya untuk melihat kalau-kalau Ia mendapat apa-apa pada pohon itu. Tetapi waktu
Ia tiba di situ, Ia tidak mendapat apa-apa selain daun-daun saja, sebab memang bukan musim buah ara.
11:14 Maka kata-Nya kepada pohon itu: “Jangan lagi seorangpun makan buahmu selama-lamanya!” Dan murid-murid-Nyapun mendengarnya.

3. Yesus tidak menghormati dan berkata kasar terhadap ibunya dan saudara-saudaranya di depan orang banyak.

MATIUS:
12:46. Ketika Yesus masih berbicara dengan orang banyak itu, ibu-Nya dan saudara-saudara-Nya berdiri di luar dan berusaha menemui Dia.
12:47 Maka seorang berkata kepada-Nya: “Lihatlah, ibu-Mu dan saudara-saudara-Mu ada di luar dan berusaha menemui Engkau.”
12:48 Tetapi jawab Yesus kepada orang yang menyampaikan berita itu
kepada-Nya: “Siapa ibu-Ku? Dan siapa saudara-saudara-Ku?” 12:49 Lalu kata-Nya, sambil menunjuk ke arah murid-murid-Nya: “Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku!
12:50 Sebab siapapun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku.”

4. Yesus menyebut ibunya dengan sebutan perempuan, seperti ketika menyebut pelacur.

YOHANES:
2:4 Kata Yesus kepadanya (ibunya): “Mau apakah engkau dari pada-Ku, perempuan? Saat-Ku belum tiba.” (al. KJV, Douay-Rheims Bible).
8:10 Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya (pelacur): “Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?”

5. Dasar keimanan Yesus adalah rasa benci.

LUKAS:
14:26 “Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau
perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.

6. Yesus datang bukan untuk membawa damai melainkan pedang dan pertentangan.

MATIUS:
10:34 “Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang.

LUKAS:
12:51 Kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi? Bukan, kata-Ku kepadamu, bukan damai, melainkan pertentangan.
7. Yesus berbohong kepada para hadirin bahwa di antara mereka ada yang tidak akan mati sebelum melihat Yesus menjadi raja di Israel. Ternyata, sebelum Yesus kembali jadi raja, semua hadirin sudah mati semua.

MATIUS:
16:28 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat Anak Manusia datang sebagai Raja dalam Kerajaan-Nya.”
8. Yesus juga berbohong kepada para pengikutnya bahwa di antara mereka akan ada orang yang bersama-sama dengan Yesus memerintah dan menghakimi kedua belas suku Israel. Ternyata, baik Yesus maupun pengikutnya, tidak pernah memerintah dan menghakimi kedua belas suku Israel.

MATIUS:

19:28 Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaan-Nya, kamu, yang telah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel.
9. Yesus berbohong kepada umat Israel bahwa ia akan tinggal di dalam bumi selama 3 hari 3 malam lamanya seperti nabi Yunus yang dulu tinggal di perut ikan selama 3 hari 3 malam. Ternyata, Yesus hanya tinggal di dalam bumi hanya 1 hari 2 malam saja (Yesus mati Jumat sore dan mayatnya pada Minggu
pagi sudah tidak ada).

MATIUS:
12:39 Tetapi jawab-Nya kepada mereka: “Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus.
12:40 Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam.
10. Yesus juga berbohong tentang kedatangannya yang kedua yang tidak pernah terwujud. Murid-murid Yesus melarikan diri dan mereka menghilang, dan telah binasa selama kira-kira 2.000 tahun, dengan tidak ada tanda-tanda kembalinya Yesus.

MATIUS:
10:23 Apabila mereka menganiaya kamu dalam kota yang satu, larilah ke kota yang lain; karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sebelum kamu selesai mengunjungi kota-kota Israel, Anak Manusia sudah datang.

@Dear Budhi & Gokil,

Oh iya. Bukannya saya tidak mau me-reply, tetapi saya menunggu pembaca lain yang menanggapi. Saya sendiri memiliki keterbatasan waktu. Akhirnya saya hanya akan menanggapi yang sekiranya bisa saya tanggapi dan tentu saja yang penting-penting.

Seperti keberatan Anda dalam ayat-ayat Alkitab yang Anda tuduh sebagai:

Berikut adalah ayat2 dalam Al-Kitab yang mencela Yesus, adakah didalam Al-Qur’an ayat2 yg mencela Yesus (Isa Putra Maryam?

Tentu saja tidak akan saya tanggapi. Ini karena Anda tidak mengerti konteks dari ayat itu. Silakan pelajari Alkitab dengan hati yang tulus. Mohon bimbingan Allah untuk dapat memahaminya dengan baik.

Salam.

Bukan Yudas Yang Kita Kenal

Menurut Injil Yudas yang baru diterbitkan, Yesus telah bersubahat dengan pengikut yang membelotnya. Haruskah kita mempercayai Injil Yudas?

Injil Yudas itu muncul kembali ke dunia moden buat kali pertamanya pada hari Khamis di Washington D.C. Apakah kandungan Injil Yudas itu? Pertama sekali, ianya jelas bukan sebuah Injil. Ia juga bukan dikarang oleh Yudas. Tetapi ia memang penting, malah ia merupakan penemuan teks luar-alkitabiah yang terpenting dalam 60 tahun yang belakang ini, sepertimana seorang eksekutif National Geographic Society telah memberitahu The New York Times

Teks ini, iaitu satu salinan dokumen yang tertulis semasa kurun kedua selepas Masihi, menampakkan beberapa berita yang besar. Rupa-rupanya, Yudas bukanlah pengikut jahat yang mengkhianati Yesus dan telah membunuh diri kerana kesal. Tidak, Yudas ini hanya menurut kehendak Yesus. Kononnya, Yesus telah menerangkan kepada Yudas bahawa dia akan “melebihi semua [pengikut-pengikut Yesus]” sekiranya dia menyebabkan Yesus disalib.

Ini tentu akan mengubah beberapa perkara, sekiranya benar. Tetapi “berita” ini bukanlah sebab Injil Yudas itu bernilai. Sebaliknya, kerana teks ini, kita dapat mengesahkan dengan lanjut apa yang telahpun diketahui umum mengenai kaum Gnostik – orang yang mempunyai kefahaman menyeleweng yang dikutuk oleh ketua-ketua gereja awal seperti Irenaeus. Jangan keliru dengan kemunculan nama Yesus dan Yudas. Ini bukan teks Kristian. Injil Yudas tidak tersebar sehingga 150 tahun selepas Yesus mangkat. Dalam erti kata lain: Teks baru ini tidak memberi maklumat baru mengenai hubungan Yesus dengan Yudas lebih daripada wayang “Jesus Christ Superstar”.

Sehingga penerbitan Injil Yudas dan teks kaum Gnostik yang ditemui beberapa dekad dulu berhampiran Nag Hammadi di Mesir, kita banyak mempelajari mengenai fahaman Gnostik melalui penulisan apologis Kristian. Kerana Injil Yudas, kita sekarang dapat menentusahkan dua ajaran Gnostik yang utama. Menurut ramai tokoh ajaran Gnostik, Yesus tidak menjelma dalam tubuh manusia, atau dia mahu meninggalkan tubuh jasmaniahnya secepat mungkin. Yesus amat mahu kembali ke dunia roh. Dan Yudas telah menolong dalam pencapaian hasrat itu.

(“Engkau akan mengorbankan manusia yang menjadi jubah aku”, Yesus yang “rohaniah” memberitahu Yudas di dalam dokumen ini). Tambahan, kaum Gnostik percaya bahawa hanya segelintir yang terpilih sahaja yang akan benar-benar menghayati pengetahuan khas mengenai syurga. Injil Yudas mengandungi ajaran bahawa hanya Yudas, pengikut kesayangan Yesus, memahami sepenuhnya.

Kepercayaan Kristian jauh berbeza dengan ajaran Gnostik. Yesus, sebenarnya Tuhan dan sebenarnya manusia, telah mengalami kelahiran di bangsal dan kematian pada salib. Dia telah berkongsi dalam kemanusiaan kita, “supaya dengan kematiannya, ia dapat menghancurkan Iblis yang menguasai kematian” (Ibrani 2:24). Khabar ini bukan terbatas kepada segolongan kecil yang akan mencapai gnosis (pengetahuan khas) sahaja. Injil itu adalah “… kekuatan Allah untuk menyelamatkan semua orang yang percaya; pertamanya orang Yahudi, dan bangsa lain juga.” (Rom 1:16)

Walau bagaimanapun, ada yang mendakwa bahawa Injil Yudas dan teks-teks Gnostik yang lain membawa kesangsian terhadap kefahaman Kristian ortodoks. “Apabila penemuan-penemuan ini beransur-ansur tersebar ke gereja-gereja dan universiti-universiti,” pemberita New York Times John Noble Wilford dan Laurie Goodstein menulis, “terbentuklah generasi Kristian baru yang menganggap kitab Bible bukan Firman Tuhan, tetapi adalah hasil ciptaan angkatan kuasa politik dan sejarah yang telah memutuskan apakah teks yang sepatutnya dikanonkan, [1] dan mana yang patut disunting keluar. Kerana sebab ini, penemuan-penemuan tersebut telah terbukti amat merisaukan kepada ramai penganut Kristian.”

Siapakah penganut-penganut agama Kristian yang amat risau itu? Kita kurang pasti kerana nampaknya, Wilford dan Goodstein tidak menemubual seseorang daripada mereka pun. Karen King dan Elaine Pagels membangkitkan kembali lakonan Gnostik mereka. Kita juga bertemu dengan James Robinson, seorang cendekiawan tersisih yang telah mengarang sebuah buku tentang Injil Yudas tanpa melihat sendiri teks tersebut. Namun, Akhbar New York Times tidak menyebut bahawa Robinson percaya Injil Yudas itu tidak memberi maklumat apa-apa pun mengenai sejarah Yudas atau Yesus.

Saya telah berbincang dengan Darrell Bock daripada Dallas Theological Seminary beberapa jam sebelum beliau dijadualkan untuk bersyarah di Princeton, iaitu majikan Pagels. Dia menerangkan beberapa kepelikan mengenai kumpulan yang telah memberi kita Injil Yudas itu. Nampaknya, kumpulan “Cainite Gnostics” memperoleh nama julukan mereka daripada usaha mereka cuba ‘memulihkan’ orang yang aib dalam kitab Bible seperti Kain, orang Sodom dan Yudas.

Bock juga menunjukkan bahawa Al-kitab (kitab Bible) memang mengandungi pelbagai perspektif yang menarik berkenaan Yudas. Markus menggambarkan Yudas sebagai seorang yang terhuyung-hayang, sama seperti pengikut-pengikut Yesus yang menyalahfahami ajarannya. Yohanes yang menulis selepas Markus, menerangkan Yudas dengan cara lain. Yudas mengeksploitasikan kedudukannya sebagai bendahari untuk mencuri dari laci duit, dan Yesus memanggilnya “syaitan”. (Yohanes 6:70)

Menurut Bock, ajaran kitab Bible menunjukkan bahawa Yudas telah mengharapkan Al-Masih yang berlainan. Dengan perasaan yang hampa, dia telah menyerahkan Yesus yang dianggapnya sebagai ancaman kepada negara Yahudi. “Yudas mencerminkan seseorang yang telah menolak Yesus pada akhirnya,” kata Bock. “Ia adalah satu kisah yang tragik – bukannya sesuatu yang dikutuk semata-mata, tetapi kita harus berasa kesal dan sedih mengenainya.”

Ianya lebih tragik dan sedih daripada perolahan semula pendebatan lama mengenai kesahihan kepercayaan Kristian yang ortodoks.

[1] “Kanon” dalam agama Kristian ialah daftar kitab rasmi yang diterima sebagai sebahagian Alkitab, dianggap ilham dari Tuhan. (Sumber: Karya.net )

Oleh Collin Hansen : 6 April 2006 4.30 petang
Diterjemahkan Oleh “10Sen”

Terjemahan artikel Christianity Today

http://www.geocities.com/injilyudas/Probe1.htm

Berikut adalah terjemahan bebas dari artikel tentang Injil Yudas yang ditulis oleh Patrick Zukeran, seorang Research Associate dari Probe Ministries (1990-present), author, teacher, national and international speaker on apologetics, cults, world religions, Bible, theology, and current issues.

Headline surat kabar di seluruh dunia melaporkan Injil Yudas yang hilang telah ditemukan dan diterjemahkan. Injil ini melahirkan pandangan baru tentang kehidupan Kristus dan hubungan-Nya dengan Yudas yang berbeda dengan apa yang digambarkan dalam Perjanjian Baru. Dia adalah seorang pahlawan! Dan sebagai murid Yesus yang paling dipercaya, Yesus memerintahkan Yudas untuk menyerahkan-Nya kepada prajurit Romawi, dan bukan pengaruh setan!. Akankah Injil Yudas melahirkan kisah baru? Akankah umat Kristiani menjadi bimbang tentang sejarah baru ini?

Injil Yudas ditemukan pada tahun 1978 oleh seorang petani di sebuah gua dekat El Minya Mesir Tengah. Peneliti memperkirakan penulis-an teks Coptic ini antara 300 M dan 400 M. Mereka percaya teks ini ditulis dalam bahasa Yunani dan manuskrip aslinya ditulis di perteng-ahan abad kedua.

Walaupun penulisnya tidak diketahui, namun sepertinya bukan Yudas atau pengikut Yesus yang menulisnya. Ini mencerminkan ajaran Gnostik yang mulai berkembang pada zaman tersebut. Irenaeus (Uskup Lyon)yang pertama kali pada tahun 180 M menulis dan menganggap ajaran ini adalah sesat (bidah).

Injil Yudas sama dengan literatur Gnostik yang ditemukan di sepanjang Nil termasuk Nag Hammadi yang mengandung 45 teks Gnostik yaitu Injil Maria, Injil Petrus dan teks lain.

Apakah ajaran Gnostik ini?

Gnostik berkembang dari abad kedua hingga abad keempat. Gnostik berasal dari bahasa Yunani yaitu gnosis yang berarti pengetahuan dan merujuk kepada pengetahuan mistis atau rahasia dari Allah dan penyatuan diri dengan Allah. Berikut ringkasan filosofi Gnostik.

Pertama, Gnostik mengajar pengetahuan rahasia tentang dualisme yaitu dunia (baca:daging)adalah jahat dan alam roh adalah baik. Kedua, Allah tidak berbeda dari manusia namun manusia memiliki sifat ke-allah-an. Allah adalah semangat dan cahaya dalam setiap individu. Bila seseorang mengerti dirinya, dia akan mengerti semuanya. Ketiga, masalah fundamental dalam Gnostik bukanlah dosa tetapi ketidakmengertian. Cara untuk menyatukan diri dengan ke-allah-an ialah mencapai pengetahuan mistis. Keempat, keselamatan dicapai dengan memperoleh pengetahuan atau gnosis dari alam semesta dan dari diri sendiri. Kelima, tujuan Gnostik ialah unity dengan Allah. Ini dicapai dengan membebaskan diri dari tubuh yang tidak suci ini supaya jiwa dapat pergi melewati udara dan menghindar dari yang jahat dan menyatukan diri dengan Allah.

Gnostik mengajar Yesus tidak berbeda dari para pengikut-Nya. Mereka yang telah mencapai Gnostik akan menjadi seorang Kristus seperti Yesus. Profesor agama dari Universitas Princeton, Dr. Elaine Pagels menulis, ‘Siapa yang mencapai gnosis bukan lagi seorang Kristen tetapi Kristus”. Jadi Yesus bukanlah Anak Allah dan penyelamat yang mati untuk menebus dosa dunia tetapi hanyalah seorang guru yang memberikan pengetahuan rahasia kepada para pengikutnya.

Filosofi Gnostik bertentangan dengan pengajaran Perjanjian Lama dan Baru. Alkitab menentang ajaran Gnostik tentang sifat Allah, Kristus, materi dunia (kedagingan), dosa, keselamatan dan kehidupan akhir. Agama Yahudi dan Kristen menentang ajaran Gnostik dan menganggapnya ajaran sesat begitu juga sebaliknya Gnostik yang menentang ajaran Kristen. Filosofi Gnostik yang dikisahkan pada keseluruhan Injil Yudas, seperti literatur Gnostik yang lain, hanya terdapat sedikit sekali persamaan dengan Perjanjian Baru. Injil Yudas ini bahkan bertentangan sama sekali dengan Perjanjian Baru.

Isi Injil Yudas

Filosofi Gnostik bertentangan dengan Kristen yang alkitabiah dan Injil Yudas menggambarkan Gnostik dan bukan teologi alkitabiah. Contohnya, filosofi Gnostik yang menggambarkan misi Yesus sebagaimana digambarkan dalam Injil ini.

Dr. Marvin Meyer, seorang professor Alkitab dari Chapman College, merumuskan misi utama Yesus berdasarkan injil ini. “Kematian Yesus dalam Injil Yudas bukanlah suatu tragedi atau pun penebusan. Kematian adalah jalan keluar dari wujud fisik yang absurd dan tidak menakutkan. Jauh dari kesedihan dan kematian Yesus membebaskannya dari tubuh dan kembali ke rumahnya di surga. Dan deng-an mengkhianati Yesus, Yudas membantu kawannya tersebut (Yesus) untuk melepaskan diri dari tubuhnya.”

Misi Yesus dalam Perjanjian Baru adalah sangat jelas. Dia datang untuk mati bagi penebusan dosa dunia dan mengalahkan kubur dengan kebangkitan tubuh-Nya. Sangat kontradiksi dengan Injil Yudas yang mengajarkan Yesus yang ingin mati untuk membebaskan diri-Nya dari penjara tubuh-Nya.

Selain itu, Gnostik mengajarkan bahwa masalah manusia bukanlah dosa tetapi ketidakmengertian. Yesus bukanlah penyelamat tetapi hanyalah seorang guru yang memberikan pengetahuan rahasia kepada orang yang layak menerimanya. Yudaslah yang dianggap layak menerima pengetahuan tersebut. Dr Meyer menulis, “Bagi Gnostik, masalah fundamental bagi hidup manusia bukanlah dosa tetapi ketidakmengertian dan jalan yang terbaik untuk mengatasi masalah ini bukanlah melalui iman tetapi melalui pengetahuan. Dalam Injil Yudas, Yesus menyampaikan kepada Yudas – dan kepada pembaca injil ini – pengetahuan yang dapat menghapuskan ketidaktahuan dan membawa kesadaran pada diri sendiri dan Allah”

Gnostik juga mengajarkan bahwa dunia nyata ini adalah jahat. Allah tidak menciptakan dunia nyata ini, tetapi Dia menciptakan ion-ion dan malaikat yang kemudian akan menciptakan, mengatur dan menguasai dunia ini. Karena hal tersebut tidak suci, maka Allah tidak secara langsung menciptakannya. Dalam Injil Yudas, Yesus bertanya kepada pengikutnya, “Bagaimanakah kalian mengenal saya” Mereka tidak dapat menjawabnya dengan benar. Sebaliknya Yudas menjawab, “Aku tahu siapa Engkau dan dari mana Engkau datang. Engkau datang dari alam kekal Barbelo”

Barbelo dalam ajaran Gnostik ialah pencurahan Allah yang pertama, sering digambarkan sebagai figur ibu-ayah. Sebab Allah tidak memasuki dunia yang tidak suci ini, Barbelo adalah alam perantara dari mana dunia ini diciptakan tanpa mencemarkan Allah.

Jelasnya, Barbelo adalah istilah Gnostik dan asing dalam ajaran Kristen. Yesus menyatakan dalam Yohanes 3:13 bahwa Dia datang dari sorga. Ayat Yunaninya ialah houranos. Penulis Perjanjian Baru melihat Yesus duduk di sebelah kanan Bapa. Yesus berasal dari sorga dan akan tinggal selamanya dengan Bapa-Nya.

Alasan Bahwa Injil Yudas Bukan Bagian Dari Perjanjian Baru

Terdapat banyak bukti untuk tidak memasukkan Injil Yudas dalam kitab injil yang diwahyukan. Pertama, ditulis terlalu terlambat untuk memiliki hubungan apostolik. Rasul Kristus diberi kekuasaan untuk menulis injil. Satu syarat untuk dapat masuk dalam kanon Perjanjian Baru adalah bahwa buku tersebut harus ditulis oleh seorang rasul atau yang memiliki hubungan dekat. Karena hubungan kerasulan ini sangat penting, haruslah ditulis pada abad pertama. Injil Yudas ditulis pada pertengahan abad kedua terlalu terlambat untuk dihubungkan dengan para rasul.

Kedua, literatur yang diwahyukan itu haruslah konsisten dengan wahyu Allah yang terdahulu. Allah bukanlah allah yang salah namun yang adalah Allah yang benar, dan firman-Nya tidak kontradiktif dengan kebenaran. Filosofi Gnostik dalam Yudas ini tidak konsisten dengan ajaran Perjanjian Lama dan Baru.

Perjanjian Lama mengajarkan Allah menciptakan alam semesta dan Adam Hawa (Kejadian 1-3). Kejadian mengisahkan semua ciptaan Allah adalah baik. Ini bertentangan dengan ajaran Gnostik, Allah menciptakan dunia ini dan menyatakan semuanya baik.

Ajaran Gnostik mengajarkan Allah tidak menciptakan dunia ini sebab materi dunia ini tidak suci, maka Tuhan menciptakan ion-ion dan malaikat. Makhluk inilah yang kemudian menciptakan alam semesta. Dalam Injil Yudas, Yesus menceritakan tentang penciptaan dunia, manusia dan para ion dan malaikat. Para malaikat ini yang mengatur ketidakteraturan. Salah satunya adalah malaikat Saklas yang menciptakan Adam dan Hawa. Injil ini menceritakan: “Biarlah 12 malaikat datang untuk mengatur ketidakteraturan. Dan lihatlah, dari awan datang malaikat yang wajahnya bercahaya api dan penampakannya dipenuhi dengan darah. Namanya Nebro yang artinya pemberontak atau sering disebut dengan Yaldabaoth. Saklas, malaikat yang lain itu juga datang dari awan. Nebro menciptakan enam malaikat – dan begitu juga dengan Saklas – untuk membantunya, dan terciptalah kedua belas malaikat tersebut yang masing-masing mempunyai bagian dalam sorga.

Ia juga mengatakan, “Saklas memberitahu malaikat-malaikatnya, ‘Marilah kita menciptakan manusia yang menyerupai kita’. Mereka menciptakan Adam dan isterinya Hawa, yang disebut, dalam awan, Zoe”

Ini sangat bertentangan dengan Perjanjian Lama di mana Allah-lah yang menciptakan alam semesta. Kemudian Allah menciptakan Adam dari tanah, dan istrinya Hawa dari Adam.

Injil Yudas juga bertentangan dengan ajaran Perjanjian Baru. Injil ini mengajarkan bahwa tubuh itu jahat dan Yesus ingin membebaskan diri-Nya dari tubuh fisik-Nya. Yesus mengarahkan Yudas, “Tetapi engkau (Yudas) akan melebihi mereka semua. Karena engkau akan mengorbankan orang yang menjadi pakaian-ku”. Yesus mati dengan bantuan Yudas dan akan membebaskan roh-Nya untuk bersatu dengan Allah.

Sebaliknya, Perjanjian Baru mengajarkan bahwa Yesus tidak pernah ingin membebaskan diri-Nya dari tubuh-Nya. Faktanya, Yesus mengajar bahwa kebangkitanNya adalah kebangkitan fisik (Yohanes 2:19-22). Dalam Lukas 24:39, Yesus menjelaskan kepada para pengikut-Nya bahwa Dia mempunyai tubuh fisik-Nya. “Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku.” Dalam Yohanes 20 dan 21, Yesus menyatakan bahwa tubuh-Nya yang disalibkan itu yang dibangkit-kan. Dia mengundang Thomas dalam pasal 20 untuk menyentuh parut-Nya. Jika Yesus bangkit sebagai roh, Dia bersalah kerana menipu para pengikut-Nya.

Paulus mengajar dalam 1 Korintus 15 tentang kebangkitan tubuh. Dia menerangkan bahwa Yesus bangkit dari maut dan lebih dari 500 orang bersaksi terhadap fakta ini. Dia juga menerangkan bahwa kebangkitan tubuh itu ialah tubuh fisik tetapi berlainan dengan tubuh kita di dunia ini. Pada saat kebangkitan, tubuh umat Kristiani akan memperoleh tubuh kemuliaan. Ini jelas bertentangan dengan ajaran Gnostik yang berusaha membebaskan diri dari tubuh yang tidak suci. Paulus tidak mengajar umat Kristiani untuk membebaskan diri dari tubuh, namun menantikan kebangkitan tubuh (1 Tesalonika 4:13-18).

Kesimpulan

Meskipun adanya sensasi media, Injil Yudas sama sekali tidak mempengaruhi kebenaran sejarah atas Injil-Injil dan bukan ancaman bagi ketuhanan Kristus. Injil ini tidak dapat dianggap sebagai injil yang diwahyukan seperti buku-buku dalam Perjanjian Baru. Ia ditulis pada akhir abad kedua dan apalagi, tidak ditulis oleh Rasul Kristus atau orang yang dekat dengan rasul. Ajarannya bertentangan dengan Perjanjian Lama dan Baru. Dan menjelaskan informasi yang sangat sedikit sehingga dapat dianggap sebagai sejarah. Injil Yudas memberikan kita gambaran yang lebih kepada permulaan Gnostik. Dan tentu saja injil ini tidak menjelaskan fakta sejarah baru dari Yesus yang akan mempengaruhi Perjanjian Baru.

Patrick Zukeran

by: Anton-Oey, Bekasi, 23 Juni 2006

Walah, kalau dilihat dari uraian diatas, injil Yudas juga tidak dapat diterima akidah ISLAM (yang menyebut ALLAH juga sebagai Tuhan tapi satu – satunya Tuhan).

Salam Damai.

Makanya cari Tuhan yang sesesungguhnya, jangan bertuhan yang hasil pemikiran manusia, karena manusia itu bisa salah.

DEAR ALL..

Saudar/saudari ..percaya gak..ORDE LAMA MENGOREKSI ORDE BARU….BUKANKAH INI JUGA SEBUAH TEOLOGI”TEORI DAN LOGIKA?
Mungkinkah ORDE BARU YANG MENGOREKSI ORDE LAMA?
APA ALASANNYA YANG PALING HAKIKI KITA KITA MENGaNGKAT,MENUBUATKAN,MENGANGGAP YESUS ITU SEBAGAI TUHAN? SEMENTARA YESUS ITU SENDIRI MENGATAKAN BERKALI KALI BAHWA DIRINYA HANYALAH SEBAGAI UTUSAN ALLAH/BAPANYA DI SURGA,SEBAGAINYA FIRMANNYA YANG MAHA BERKEHENDAK BERWUJUD APAPUN CIPTAANYA.
MENGAPA DAN APA ALASANYA KITA MENGAMBIL KONSEP TRINITAS ITU ATAU TRITUNGGAL ITU ATAU SEDERHANANYA THREE IN ONE..?SEJAK KAPANKAH YESUS ITU MENJADI TUHAN? KITA HARUS BISA MENYAKINI DIA SEBAGAI SOSOK KARYA FIRMAT TUAH YANG HARUS DI CONTOH DAN DI TIRU BUKAN BERARTI KITA TERLALU MENGAGUNGKAN SEPERTI HALNYA TUHAN./BAPPANYA.
ADAKAH KITA MENGAMBIL KONSEP BAHWA MAKNA KEJADIAN ITU,MUKZIZAT ITU,PERKATAAN DAN PERBUATANNYA ITU ADALAH UJUD DARI AJARAN ALLAH/BAPA BERUPA INJIL YANG PENUH RAHMAT.?
PERNAHKAH KITA MEMBAYANGKAN MAKSUD DAN TUJUAN ALLAH/BAPA YESUS MENGUTUSNYA MELALUI FIRMANYA DALAM BENTUK PERKATAAN RUHUL KUDUS YANG DITIUPKAN KEDALAM RAHIM WANITA PERAWAN MARYAM,AGAR TIDAK TERJADI PANDANGAN YANG BERBANTAHAN.”PENYEKUTUAN”
PERNAHKAN KITA BERPIKIR RESIKONYA APA BILA HINGGA SAAT INI KITA MENGANGGAP YESUS ITU SEBAGAI ANAK TUHAN,DAN SEKALIGUS MANIFESTASI UJUD TUHAN 50%DAN UJUD TUHAN 50% JANGAN KATAKAN YESUS ITU 100% MANUSIA DAN 100% TUHAN..
PERNAHKAH KITA BAYANGKAN KALAU TUHAN KITA YESUS ITU JUGA PUNYA TUHAN…?TUHANYA ADA DUA YANG SATU ANAKAN TUHAN DAN YANG SATU LAGI TUHAN ASLI YANG MEMBUAT YESUS ITU “TUHAN KITA ITU”
PERNAHKAN KITA BAYANGKAN KALAU NANTI TERNYATA YESUS TIDAK BISA BERBUAT BANYAK .KARENA APA YANG DIKERJAKANYA BUKANLAH ATAS KEHENDAK PRIBADI YESUS ITU SENDIRI MELAINKAN KEHENDAK DIA YANG TELAH MENCIPTKAN YESUS…SIAPA DIA..BAPA/ALLAH?
TERUS MANA YANG LEBIH PANTAS KITA AGUNG AGUNGKAN,KITA PUJI PUJI,DAN KITA SANJUNGI DIANTARA KEDUANYA.
SUDAHKAH KITA MELAKSANAKAN PERINTAH PEKERJAAN PEKERJAAN YANG DIANJURKAN KEPADA YESUS ITU?SESUAI DENGAN INJIL YANG DIMILIKINYA?
PEKERJAAN APA SAJAKAH YANG DIPERINTAHKAN YESUS?APAKAH YESUS PERNAH BERKATA AKU ADALAH TUHANMU?
PERNAHKAH KITA MEMIKIRKAN DENGAN CERMAT MAKNA KATA DALAM FIRMAN YESUS AKU DAN BAPAPAKU SATU YANG ARTINYA ADALAH TUJUANKU ,PEKERJAANKU,SERTA HIDUPKU ADALAH AJARAN BAPPAKU..YANG HARUS AKU SAMPAIKAN KEPADA KAMU KAMU..SUPAYA KAMU BISA MENGGAPAI KERAJAAN SURGA DENGAN CARA CARANYA MELALUI AKU…?
BILAKAH WAKTUNYA DATANG”KIAMAT MANUSIA AKAN DIBANGKITKAN”APA YANG DAPAT KUPERBUAT UNTUK KAMU SEDANGKAN AJARAN AJARANKU TIDAK KAMU LAKSANAKAN,SUNNAHKU TIDAK KAU KERJAKAN.MELAINKAN KAMU KAMU BERPALING DARI AJARAN INJILKU..AKU DI TURUNKAN UNTUK MENGGENAPI AJARAN AJARAN YANG TERDAHULUKU JADI TIADALAH SEKALIAN DIANTAR KAMU AMU SALING BERLEBIHAN.
APAKAH KITA TIDAK BERPIKIR BAHWA AKU TIDAK BISA BERBUAT APA APA KECUALI KEHENDAK BAPPAKU…TERMASUK KELAK DIDALAM HARI KEBANGKITANKU…BAGAIMANA AKU BISA MENYELAMATKAMU BILA KAMU TIDAK MELAKSANAKAN PEKERJAANKU SESUAI INJIL YANG DIPRUNTUKAN PADAMU MELALUI AKU.
BAGAIMANA NANTI BILA BERBALIK BAHWA SELAMA INI MEMANG KITA TIDAK MENJALANKAN PERINTAH YESUS.KARENA SELAMA INI BENAR BENAR KITA TELAH BERPALING DARI AJARANYA,SELAMA HIDUPNYA YESUS SELALU BERIBADAT DIHARI SHABAT.SAMPAI TUTUP DAKWANYA ,HARI SABHAT SELALU YESUS PERTAHANKAN.SUCIKAN KENAPA KITA MENGGANTINYA DENGAN HARI HARI SEMAU KITA SENDIRI..BUKANKAH BAPPAKU TELAH BERI PERATURANNYA?
SELAMA INI KITA MEMAKAN MAKANAN YANG TIDAK DIANJURKAN KECUALI DENGAN MEMOHONKAN ATAS NAMA BAPPAKU YANG TELAH DIPERTEGAS DALAM ALKITAB..BABI DILARANG KITA MAKAN.TETAPI JUSTRU SEKARANG KITA JADIKAN MAKANAN KHAS KITA.

KEPADA SIAPAKAH KITA NANTI MENGADU..YESUSKAH?PHAULUSKAH?ATAU NABI NABI YANG BISA BANTU BANTU..KITA?
LEBIH BAIK TERPAKSA AKU MENJADI MUSLIM DARI PADA SEBELUM DIIKLHASKAN HARUS MENJADI CALON CALON PENHUNI NERAKA.KARENA HANYA KERPADA TUHAN YANG MAHA BERKEHENDAK,MAHA MENGTAHUI RENCANA,MAHA PENGASIH DAN PENYAYANG,MAHA PENGAMPUN LAGI MAHA PENCIPTA.
SESUNGGUHNYA TUHAN MAHA PENGAMPUN BAGI HAMBA HAMBANYA YANG SEGERA BERTAUBAT.TIADA AJARAN YANG PALING SEMPURNA KECUALI AJARANYA”TUHAN YANG MAHA ESA”TIADA SEKUTU DAN TIADA SAMANYA.
TIADA SATUPUN YANG DAPAT MENOLONG KITA DARI API BALASAN MEKIOUN TLAH DIHADIRKAN YESUS ATAUPUN YANG LAINYA.TERKECUALI BAGI KITA YANG MENJALANKAN PERINTAHNYA.TANPA HARUS MENGHADIRKAN PEMBERI PEMBERI JALAN ITU.KATRENA SESUNGGUHNYA TUHAN MAH MENGETAHUI DAN MAHA MELIHAT APA YANG TELAH KITA KITA KERJAKAN.HATI HATILAH DALAM HIDUP INI.

@adolfus

(Yes 9 : 1 – 6)

TIPS dalam mencari TUHAN yang sesungguhnya;

1.Coba pelajari sejarah manusia dlm mencari TUHANnya, mulai menTUHANkan Patung, Matahari sampai Dewa-2, Bagaimana dang Mengapa dengan TUHANnya ?.

2.Kalau masing-2 agama mempunyai TUHAN sendiri-2, alangkah banyaknya TUHAN ini dan kalau betul demikian, bagaimana TUHAN-2 itu bersahabat dan berdebat ! dan mungkin berkelahi kali ! kalau betul TUHAN lebih dari satu ! (logika Manusia, APA IYA ?.

3.Pastikan TUHAN ini Cuma satu dan tdk mungkin banyak (logika kita/ akal rasio, coba renungkan dalam-2).

4.Jadi TUHANnya Orang Budha, Hindu, Kristen, Shinto, Kong Huchu, ISLAM, aliran kepercayaan mungkin SAMA ?.

5.Kalau TUHAN hanya satu, yang mana dan siapa beliau ini ? (Mr. X itu ?).

6.Bagaimana manusia (ciptaannya) mengetahui bhw Dia adl TUHANnya dan bagaimana TUHAN menyatakan dirinya serta memberitahukan bhw Dirinya adl TUHAN yg sesungguhnya bagi alam semesta beserta isinya (manusia, fauna, & flaura).

7.Silahkan pelajari semua agama (PROTESTAN, KATHOLIK, ADVENT, ISLAM, HINDU, BUDHA, SINTO, KONG HUCHU, Aliran Kepercayaan) berikut kitab-2 sucinya (TAURAT, JABUR, Perjanjian Lama, Perjanjian Baru, INJIL, AL QUR`AN, WEDA, Dll) apa saja isinya dan bagaimana proses diturunkan (dibuatnya) ?

8.Jangan pernah berhenti mencari TUHAN yg sesungguhnya, insyaa ALLAH, TUHAN yg sesungguhnya akan menemui kita.

9.SELAMAT MENCARI, semoga TUHAN yg sesungguh akan segera menemui kita, amien.

@ All Kristiani

Ada pertanyaan besar saya tolong dijawab rekan2 kristiani:

Ketika bangkit dan membuktikan bahwa dia bukanlah hantu atau menurut pendapat rekan2 kita dia bangkit, kemana Yesus selama setelah kebangkitan itu? ngapain aja? kapan DIA mati? sakitkah, lenyap begitu sajakah, atau berkelana kemana? Siapa saksi yg melihat atau kegiatan apa yg Yesus lakukan setelah kebangkitan?
Pertanyaan mendasar saya ini belum pernah saya dengar dalam forum2 diskusi ini atau yang lain. ada yg bisa menjawab? monggo….

Salam

@don leito

tanggung amat pertanyaannya?
skalian donk nanya apa hobby Yesus,warna kesukaan,makanan kesukaan,n baju kesukaanNya.

duhhh…. cape deeehh

dimana2 juga Tuhan gw yang lebih Dasyat

just

JESUS !!!!!

bertobatlah sebab kerajaan TUHAN sudah dekat. penyesatan memang harus ada tetapi celakalah/terkutuklah orang yang mengatakannya. bagaimana pun juga tidak akan ada yang dapat menandingi TUHAN YESUS KRISTUS. injil yudas adalah orang yang sangat bodoh / guoooblooook…..

bertobatlah sebab kerajaan TUHAN sudah dekat. penyesatan memang harus ada tetapi celakalah/terkutuklah orang yang mengadakannya. bagaimana pun juga tidak akan ada yang dapat menandingi TUHAN YESUS KRISTUS. injil yudas adalah orang yang sangat bodoh / guoooblooook….. saya mengajak bagi pengikut injil yudas, mari kita sama2 ikut TUHAN YESUS maka kita akan menikmati surga yang kekal. aku mengasihi kalian. hub aku di email: sywphw2712@yahoo.co.id

yudas itu ya..yesus gitu aja kok repot dan yesus itu bukan Tuhan tapi manusia biasa, yang mengidam-idamkan diakui diseluruh dunia..tapi..nyatanya…ya…mbelgedes………..

hidup aja kagak beres mikir macam-2 kapan anda punya toleransi terhadap yang lain…ya..semua injil..sudah lenyap yang ada hanya komik murahan (Matius 22 : 12)

Ephesians 4:14-15

“in order that we should no longer be babes, tossed about as by waves and carried hither and thither by every wind of teaching by means of the trickery of men, by means of cunning in contriving error. But speaking the truth, let us by love grow up in all things into him who is the head, Christ.”

Jangan mudah diombang-ambingkan ya saudara2ku. Ingat iblis tahu waktunya tinggal sedikit lagi, Tuhan akan membinasakan dia. Dia ingin engkau juga binasa!!!

Hawa dulu ditipu oleh setan. Kita tahu setan pandai sekali menipu. Dia menggunakan berbagai cara, bahkan yang kelihatannya benar. Dia ingin kita tersesat dan mati bersamanya. Tidak saudaraku2ku, jangan mau ditipu olehnya. Yohanes 8:44 mengatakan bahwa dia adalah pembunuh dan penipu.

Boleh titip salam ga ya??? Salam buat K’ REKHA (alumni Unimed, mhs PPl di SMK 1 L PAKAM 03), dia seorang kakak dan teman yang baik buatku. ‘kak kirim email ke aku ya…’ putra_albert@yahoo.com

Jika Tuhan sudah berfirman itu pasti akan terjadi.
menurut Alkitab Tuhan tidak pernah menetapkan si ‘Yudas’ sebelumnya sebagai penghianat.

Yakobus 1:18 “Atas kehendak-Nya sendiri Ia telah menjadikan kita oleh firman kebenaran, supaya kita pada tingkat yang tertentu menjadi anak sulung…” orang yang dipanggil yesus menjadi murid, bukan untuk menjadi seorang penghianat.

Tetapi ternyata Yudas Iskaryot, sang ‘pencinta uang’, menginginkan 30 keping itu untuk kantongnya. Ia terus memikirkan dan mencari kesempatan yang tepat. seperti Yakobus 1:14,15 “Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.”

Sebernarnya banyak ‘Yudas’ lain yang bisa menggenapi nubuat alkitab. tetapi setan senang menggunakan Yudas Iskaryot, karena dia juga memiliki keinginan akan uang, dan dia sering menjadi penipu.

Tetapi setelah dia melakukan itu dia sepertinya menyesal, namun tidak bertobat, malah dia bunuh diri. maka Allah tidak akan pernah menerima dia lagi.

Padahal Jika dosa menentang atau menghujah anak manusia [YesusKristus]masih bisa diampuni……

Sekali lagi Tuhan tidak pernah menetapkan Yudas Iskaryot untuk menghianati Yesus.

Damai dihati Damai Dibumi

… injil barnabas !!!!
…. injil yudas !!!!
intinya uma atu koq ….
mereka membuat itu dengan tujuan supaya orang percaya klo Muhammad itu “seakan akan” dan “bener bener” sebagai utusan Allah.
“jangan jangan alquran sebuah tesis hasil study literatur dari Muhammad dengan dosen pembimbing I nya adalah waraqah”
maaf …… maaf lahir batin ya

Dear Dewo,

Jika anda berkenan, tolong kasih penjelasan tentang dua tulisan anda ini :

1 : Doa
Tuhan, aku tahu bahwa penyesatan terus bekerja. Terangi hati dan pikiranku agar dapat membedakan ajaran yang benar dan yang sesat. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.

2: https://agamaku.wordpress.com/2007/03/05/eloi-eloi-lama-sabakhtani/#comment-4886

Terima kasih dan Salam damai,
Edi

@ Dear Edi (#73),

Jika anda berkenan, tolong kasih penjelasan tentang dua tulisan anda ini :

Dijelaskan apanya ya? Bukankah apa yang saya tulis menggunakan bahasa Indonesia yang lugas?

Salam.

Dear Dewo,

– Pada Point-1, anda menyebut Yesus dengan “Tuhan Yesus”
– Pada Point-2, anda mengingkari untuk penyebutan Yesus sebagai Tuhan.

Bahasa anda memang lugas… sangat lugas bahkan… apalagi untuk orang awam macam saya, tulisan anda sangat bagus.
Akan tetapi … kenapa dua tulisan anda tersebut bertentangan … ???
Kapan dan dalam situasi apakah anda menyebut Yesus sebagai Tuhan dan sebaliknya ??

Terima kasih dan salam damai,
Edi

@ Dear Edi (#75),

Hahaha… saya kini tahu kebingungan Anda dalam membaca komentar saya di [#65]. Silakan Anda kunjungi komentar saya tersebut. Tapi demi kejelasannya, saya kutip di sini juga:

================================
@Dear Edi,

– Jika anda menyembah (menuhankan) Yesus maka berarti anda telah menghambat tugasnya untuk mengembalikan kita pada Allah.

Kami menyembah Allah. Dan Yesus adalah Putera Allah. Dialah raja di raja. Raja segala masa, sekarang dan selamanya.

GBU.
================================

Komentar saya tersebut menjawab pernyataan Anda. Pernyataan Anda tersebut saya kutip dalam quote/kutipan dengan tag BlockQuote. Berikut pernyataan Anda yang saya kutip di BlockQuote:

– Jika anda menyembah (menuhankan) Yesus maka berarti anda telah menghambat tugasnya untuk mengembalikan kita pada Allah.

Dan itu jelas-jelas BUKAN pernyataan saya, tapi pernyataan Anda yang saya kutip kemudian SAYA TANGGAPI.

Sedangkan sikap saya sendiri terhadap Yesus adalah sudah jelas. Jadi supaya Anda bisa lebih jelas lagi, silakan runut komentar tersebut.

Semoga Anda semakin jelas oleh karenanya.

Salam.

Dear Dewo,

Berikut saya kutip dialog kita :

Edi 64 : Jika anda menyembah (menuhankan) Yesus maka berarti anda telah menghambat tugasnya untuk mengembalikan kita pada Allah.

Dewo 65 : Kami menyembah Allah. Dan Yesus adalah Putera Allah. Dialah raja di raja. Raja segala masa, sekarang dan selamanya.

Edi 67 : Dari beberapa kali perjamuan/pertemuan umat Kristen yg saya lihat dan dengarkan, tidak pernah bahkan sekalipun dalam pertemuan itu menyebut dan meng-agung-kan nama Allah. Tetapi selalu menyebut, mengagungkan, dan menyembah Yesus dengan menyebut “Ya Tuhan Yesus”.

Dewo 69 : Gereja mana ya? Coba berkunjung ke Gereja Katolik di mana pun. Anda akan mengalami hal yang berbeda.

Edi 70 : Justru saya tahu hal itu dari Gereja Katolik, dan pertemuan/perjamuan yg diadakan bergiliran dari rumah-kerumah oleh pemeluk jemaat Gereja tsb di Desa saya.

Dewo 73 : Lebih baik jika Anda mengikuti Misa di Gereja Katolik yang dipimpin oleh Pastor.

Dari dialog diatas saya tarik kesimpulan bahwa anda menolak sebutan Tuhan untuk Yesus… apa saya salah ???
Ma’af kalau saya salah …

Terima kasih dan salam damai,
Edi

Dear Edi (#77),

Hahaha…
Iya, rupanya ada kesalahpahaman di sini. Dalam sebuah Misa, yang terjadi adalah puji syukur kepada Allah dengan mengenangkan wafat dan kebangkitan Putera Tunggal-Nya, yaitu Yesus Kristus. Ya betul, kami menyembah Allah dan menyebut Yesus sebagai Tuhan. Itu betul sekali.

Dengan demikian saya menjawab pertanyaan dan keraguan Anda, yaitu saya memang menyebut Yesus sebagai Tuhan. Bahkan kerap kali saya menuliskannya sebagai “Tuhan Yesus.” Saya rasa jawaban saya ini dapat memperjelas dan menuntaskan kesalahpahaman kita.

Salam.

@ Dear Edi (#77),

Oh ya, sekedar untuk lebih memperjelas. Intinya ada pada pernyataan Anda yang sedang saya coba klarifikasikan, yaitu:

Edi 67 : Dari beberapa kali perjamuan/pertemuan umat Kristen yg saya lihat dan dengarkan, tidak pernah bahkan sekalipun dalam pertemuan itu menyebut dan meng-agung-kan nama Allah. Tetapi selalu menyebut, mengagungkan, dan menyembah Yesus dengan menyebut “Ya Tuhan Yesus”.

Kata-kata yang saya tulis tebal adalah fokus yang ingin saya tanggapi. Karena dalam Misa, kami menyebut dan mengagungkan Allah Bapa.

Salam.

orang kristen dan katolik itu ngefans banget sama yesus karena katanya ia bisa menghidupkan orang yang telah mati. Nabi isa memang begitu tetapi nabi isa bukan yesus. yesus yang mereka katakan itu sebenarnya adalah yudas sang pecundang, jadi mereka sebenarnya menyembah yudas…kasihan mereka…
kalau menghidupkan orang yang sudah mati mah..itu hala kecil…wali-wali Allah di agama islam banyak yang bisa menghidupkan orang yang telah mati..tetapi itu hal yang biasa nggak terlalu di agung-agungkan

Masa Allah bisa beranak, lalu kawinnya sama siapa…dasar orang-orang bodoh

yang saya tahu, orang-orang yang masuk kristen itu biasanya orang-orang yang bodoh, mlarat sehingga mereka masuk kristen karena kurang makan bukan karena kesadaran. tetapi lihatlah orang kristen yang masuk islam, biasnya mereka berangkat dari kesadaran, baik dari kalangan selebritis, kaum intelektual dll.

orang masuk kristen biasanya tertarik oleh iklan yang disampaikan para pendeta yang kalao bicara selalu teriak-teriak seperti orang kesetanan, bukan karena hidayah yang didapat dari langit

Mustahil Yesus yang dikenal sangat hebat dalam berbicara dan kemampuan mengajar yang luas biasa ternyata punya murid yang berhianat. Sama sekali tidak mungkin, sedangkan di Islam Yesus dikenal mempunyai 12 murid yang sangat setia, loyal dan bahkan berani mengorbankan dirinya, pastinya tidak terbetik dalam hatinya setitikpun untuk menghianati Allah (makanya Islam menamai Kristen dengan Nashara yang berarti penolong karena keberanian para murid2 Yesus ini). Karena mereka sangat pasti kalau mereka matipun akan masuk sorga sehingga apa lagi yang ditakutkan. Apalagi hanya diiming-imingi beberapa uang perak, sangat mustahil, orang kristen saja sekarang yang jauh dari bimbingan Yesus saja kalau ditawari milyaran uang tidak akan mungkin keluar dari agama kristen, apalagi mereka yang langsung dari bimbingan Yesus dan melihat semua keajaiban. Pikirkan sekali lagi wahai orang kristen..

Apakah murid2 Yesus tahu bahwa gurunya adalah Tuhan yang akan menebus dosa manusia melalui penyaliban ?
Jika sudah tahu, kenapa Yudas sangat menyesal sampai bunuh diri ?
Mestinya dia santai saja, sebab setelah itu dosanya akan ditebus ?

Atau kemungkinan lain : Yudas sangat menyesal sampai bunuh diri, sebab tidak menyangka penghianatannya sampai menyebabkan gurunya yang baik sampai harus dibunuh dengan disalib ? perkiraannya gurunya hanya dipenjara saja, atau mungkin membuat keajaiban lagi, sehingga tidak mungkin sampai disalib ?

@primadisetiawan:
Aku baru baca mulai baca bukunya, menurutku bagus karena penulis menceritakan bagaimana dia menemukan naskah/papirus tersebut dan tidak bermaksud u/ menjatuhkan iman kristiani, hanya saja cara pandang Injil Yudas yg berbeda dng kita dan menurut gw itu sah2 saja. Justru aku semakin yakin kalo Yesus memang BENAR2 mati dikayu salib karena Injil Yudas menyatakan demikian jg.

Ref yg bagus: http://www.gki.or.id/content/doc.php?doctype=A&id=144

Untuk tmn2 semua apapun agamanya, gak akan ada habisnya kalo kita mencari-cari kelemahan atau kejelekan agama masing-masing. Agama hanya sarana dan juga usaha untuk mendekatkan diri kita dengan Sang Pencipta. Gimana bangsa Indonesia mau maju kalo rakyatnya aja gak mengamalkan sila-sila Pancasila, saling menghormati perbedaan masing-masing.

Maaf kalau tdk berkenan terimakasih.

yang ane liat ini semua tentang bagaimana dinilai dari segi dialektika material dan harus ada unsur logika,, bertumpu pada ilmu pengetahuan yang harus bisa di jelaskan dengan nalar,,,
ketika ditanya adakah unsur lain yang bekerja untuk masing – masing kepercayaan..????

itu lah yang susah di jelaskan dengan nalar,,, kumpulan energipun masi tidak mungkin dicerna oleh sekumpulan logika yang bekerja,,
namun itu semua tinggal bagaimana kita menjalani,, apakah unsur logika dan penalaran yang dikedepankan,, ataukah ada unsur yang diluar nalarpun ikut ambil bagian dalam penilaian…..

air mengalir sampai jaaauuuhhhh,,, akhirnya keee laauuutttt…

hehheee…
maaf masi bocah saya….
🙂

siapa yang dapat buktikan yesus pernah mengistiharkan agamanya kristian? setahu belum ada di temui di mana-mana kitab agama yang aku bawa ini agama kristian

Yesus tidak pernah menyebutkan Dia membawa atau memberikan sebuah nama untuk ajaran yang Dia berikan kpd murid2Nya. Tetapi Dia mengatakan semua yang beriman kepadaNya adalah anak anak Allah
Yohanes 1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;

Dan Kristen (berasal dari kata kris = kristus dan en = orang) kristen adalah orang yang mengikuti atau menerima ajaran kristus yesus.
Kisah Para Rasul 11:26 Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen.

Dengan Senang hati saya jelaskan mengapa Yesus disebut Anak Allah…menjawab pertanyaan diatas.

Yesus atau dalam islam dikenal sebagai Isa dilahirkan secara mujizat ( tanpa ) perkawinan dan tanpa hubungan badan. Melainkan karena kuasa Roh Kudus yang mengantarkan Yesus untuk lahir ke dunia melalui rahim Maria atau Siti Maryam dalam islam.

surah / surat : Ali Imran Ayat : 39
fanaadat-hu almalaa-ikatu wahuwa qaa-imun yushallii fii almihraabi anna allaaha yubasysyiruka biyahyaa mushaddiqan bikalimatin mina allaahi wasayyidan wahashuuran wanabiyyan mina alshshaalihiina

39. Kemudian Malaikat (Jibril) memanggil Zakariya, sedang ia tengah berdiri melakukan shalat di mihrab (katanya): “Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kelahiran (seorang puteramu) Yahya, yang membenarkan kalimat [193] (yang datang) dari Allah, menjadi ikutan, menahan diri (dari hawa nafsu) dan seorang Nabi termasuk keturunan orang-orang saleh”.

[193] Maksudnya: membenarkan kedatangan seorang nabi yang diciptakan dengan kalimat “kun” (jadilah) tanpa bapak yaitu nabi ‘Isa a.s.

surah / surat : Ali Imran Ayat : 42
wa-idz qaalati almalaa-ikatu yaa maryamu inna allaaha isthafaaki wathahharaki waisthafaaki ‘alaa nisaa-i al’aalamiina

42. Dan (ingatlah) ketika Malaikat (Jibril) berkata: “Hai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilih kamu, mensucikan kamu dan melebihkan kamu atas segala wanita di dunia (yang semasa dengan kamu).

surah / surat : Ali Imran Ayat : 45
idz qaalati almalaa-ikatu yaa maryamu inna allaaha yubasysyiruki bikalimatin minhu ismuhu almasiihu ‘iisaa ibnu maryama wajiihan fii alddunyaa waal-aakhirati wamina almuqarrabiina

45. (Ingatlah), ketika Malaikat berkata: “Hai Maryam, seungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan kalimat [195] (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih ‘Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah),

surah / surat : Ali Imran Ayat : 47
qaalat rabbi annaa yakuunu lii waladun walam yamsasnii basyarun qaala kadzaaliki allaahu yakhluqu maa yasyaau idzaa qadaa amran fa-innamaa yaquulu lahu kun fayakuunu

47. Maryam berkata: “Ya Tuhanku, betapa mungkin aku mempunyai anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh seorang laki-lakipun.” Allah berfirman (dengan perantaraan Jibril): “Demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya: “Jadilah”, lalu jadilah dia.

surah / surat : Ali Imran Ayat : 48
wayu’allimuhu alkitaaba waalhikmata waalttawraata waal-injiila

48. Dan Allah akan mengajarkan kepadanya Al Kitab [196], Hikmah, Taurat dan Injil.

[196] Al Kitab di sini ada yang menafsirkan dengan pelajaran menulis, dan ada pula yang menafsirkannya dengan kitab-kitab yang diturunkan Allah sebelumnya selain Taurat dan Injil.

surah / surat : Ali Imran Ayat : 50
wamushaddiqan limaa bayna yadayya mina alttawraati wali-uhilla lakum ba’dha alladzii hurrima ‘alaykum waji/tukum bi-aayatin min rabbikum faittaquu allaaha wa-athii’uuni

50. Dan (aku datang kepadamu) membenarkan Taurat yang datang sebelumku, dan untuk menghalalkan bagimu sebagian yang telah diharamkan untukmu, dan aku datang kepadamu dengan membawa suatu tanda (mu’jizat) daripada Tuhanmu. Karena itu bertakwalah kepada Allah dan ta’atlah kepadaku.

Dan didalam kitab Injil

Yohanes 1
(1) Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
(3) Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.
(14) Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

Lukas 1
(26) Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret,
(27) kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria.
(30) Kata malaikat itu kepadanya: “Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah.
(31) Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.
(32) Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya,
(33) dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.”
(34) Kata Maria kepada malaikat itu: “Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?”
(35) Jawab malaikat itu kepadanya: “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.
(37) Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.”
(38) Kata Maria: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia.

Semoga berkenan dan menjadi berkat bagi semua orang, Amin.

Apa yang bisa kita perbuat? Semua hal tersebut datang dari masa lalu yang tentu saja sangat jauh dari peradaban kita yang sekarang. Dan Puji Tuhan, oleh karena kasih karunia-Nya Saya masih diberi ‘kesempatan’ untuk memperjuangkan iman saya. Dalam Alkitab, umat Percaya sudah diperingatkan tentang Nabi-nabi palsu, Tuhan Yesus tahu tentang si jahat yang akan melakukan Segala Cara untuk menyesatkan kita yang percaya. Untuk itu, jangan mau diombang-ambingkan! Tetap teguhkan iman kita, karena hanya oleh iman kita bisa bertahan. Tuhan Yesus tidak pernah berkata bahwa jalan kita tidak akan berbatu, tapi kita juga tahu bahwa Dia akan menyertai kita sampai kepada akhir zaman, dan saya percaya itu!

Tuhan Yesus, saya mau berdoa bagi saya dan teman-teman dalam forum ini, kiranya anugerah dari ketukan-Mu menghampiri kami semua. Amin

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Stat

Blog Stats

  • 395,785 hits
%d blogger menyukai ini: