Agamaku Kesaksianku

Tritunggal Mahakudus (2)

Posted on: November 13, 2006

Artikel saya yang lalu yang berjudul Tri Tunggal Mahakudus telah berusaha membuktikan bahwa Allah itu memiliki 3 pribadi, yaitu Bapa, Putera dan Roh Kudus. Walau pun demikian, ketiga pribadi itu adalah satu. Inilah prinsip dasar dari Tritunggal atau Trinitas. Artikel tersebut juga telah mencuplik ayat pendukung bahwa Alkitab menyebutkan kata ganti untuk penyebutan Allah sebagai jamak, yaitu menggunakan kata “Kami”.

Tetapi titik sasaran pembuktian kesatuan Allah ini membutuhkan argumen yang lebih lengkap, terutama masih sulitnya orang untuk memahami Keallahan Yesus dan Keallahan Roh Kudus. Bagi banyak orang yang terpelajar yang menyelidiki Kitab Suci, ternyata misteri ini tetap tersimpan bagi mereka. Tidak berlebihan jika Yesus pernah mengatakan bahwa:

Pada waktu itu berkatalah Yesus: “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil.” (Matius 11:25; bdk: Lukas 10:21)

Memandang hal ini, seperti yang pernah saya tulis sebelumnya, harus dengan hati yang rendah hati sekaligus membukakan pintu hati dan pikiran dengan penuh kerelaan. Dalam memahami Kitab Suci yang berfungsi sebagai pedoman juga harus dengan bimbingan Roh Kudus agar Roh Kudus membimbing dan menuntun ke pengetahuan dan iman yang sejati.

Yesus itu Allah?

Dari Kitab Kejadian (Genesis) telah disebutkan bahwa Allah menciptakan segala sesuatu dengan cara “Berfirman” (Kejadian 1:3, 6, 9, 11, 14, 20, 22, 24, 26, 28, 29). Tentu saja Firman Allah ini asli dari Allah. Oleh karena dari Allah, maka kita dapat menyebutnya sebagai Firman Allah.

Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada satupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. (Yohanes 1:1-3)

Dan demi menyelamatkan umat manusia, Allah berkenan untuk mengajarkan segalanya secara langsung kepada manusia. Maklum, selama ini kehadiran para nabi saja tidak cukup. Untuk itulah Allah berkenan berfirman secara langsung kepada manusia. Firman ini pun menjadi manusia.

Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

Firman itu telah menjadi manusia dan tinggal di antara kita, umat manusia. Allah berkenan menyebut Firman-Nya yang menjadi manusia itu sebagai Anak Tunggal Bapa. Dan tentu saja Firman Allah ini adalah Allah dengan segenap kemuliaan-Nya.

Dalam kemanusiaan-Nya, Yesus benar adalah manusia seperti halnya kita. Dia memiliki bentuk manusia dan memiliki sifat seperti manusia, hanya saja Yesus tetap memiliki kemuliaan, kekudusan dan kuasa Allah. Karena memiliki kemuliaan Allah inilah Yesus memiliki segenap pengetahuan, kemampuan dan mujizat ilahi. Tetapi apa yang dilakukan dan dikatakan oleh Yesus adalah langsung merupakan apa yang dilakukan dan dikatakan oleh Allah.

“Aku dan Bapa adalah satu.” (Yohanes 10)

“… bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa.” (Yohanes 10:38)

“… Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dia-lah yang melakukan pekerjaan-Nya.” (Yohanes 14:10)

“Jikalau Aku tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan Bapa-Ku, janganlah percaya kepada-Ku, tetapi jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak mau percaya kepada-Ku, percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa.” (Yohanes 10:37-38)

Tetapi Allah Bapa tetap masih ada di Sorga walaupun Firman-Nya telah menjadi manusia di dunia. Dan Firman-Nya yang telah menjadi manusia ini tetap memiliki kemuliaan. Hanya saja kemuliaan itu tersembunyi untuk sementara waktu. Tetapi pada beberapa kejadian, kemuliaan itu tampak dari Yesus walau pun hanya untuk sementara waktu.

Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka; wajah-Nya bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang. (Matius 17:2)

Kemuliaan Allah yang ada pada Yesus memberikan damai sejahtera bagi umat manusia yang berkenan kepada-Nya.

Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara sorga yang memuji Allah, katanya: “Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.” (Lukas 2:13-14)

Walau pun dalam wujud manusia, yang artinya Yesus setingkat di bawah malaikat, tetapi para malaikat tetap masih tunduk kepada Yesus.

Tetapi Dia, yang untuk waktu yang singkat dibuat sedikit lebih rendah dari pada malaikat-malaikat, yaitu Yesus, kita lihat, yang oleh karena penderitaan maut, dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat, supaya oleh kasih karunia Allah Ia mengalami maut bagi semua manusia. (Ibrani 2:9)

Lalu Iblis meninggalkan Dia, dan lihatlah, malaikat-malaikat datang melayani Yesus. (Matius 4:11, bdk: Markus 1:13)

Dan ketika Ia membawa pula Anak-Nya yang sulung ke dunia, Ia berkata: “Semua malaikat Allah harus menyembah Dia.” (Ibrani 1:6)

… yang duduk di sebelah kanan Allah, setelah Ia naik ke sorga sesudah segala malaikat, kuasa dan kekuatan ditaklukkan kepada-Nya. (I Petrus 3:22)

Bahkan setan pun mengakui Yesus sebagai Anak Allah:

Dan mereka itu pun berteriak, katanya: “Apa urusan-Mu dengan kami, hai Anak Allah? Adakah Engkau ke mari untuk menyiksa kami sebelum waktunya?” (Matius 8:29, bdk: Markus 5:7, Lukas 8:28).

Bilamana roh-roh jahat melihat Dia, mereka jatuh tersungkur di hadapan-Nya dan berteriak: “Engkaulah Anak Allah.” (Markus 3:11)

Dari banyak orang keluar juga setan-setan sambil berteriak: “Engkau adalah Anak Allah.” … (Lukas 4:41)

Jangan lupa bahwa Yesus akan kembali ke dunia ini untuk kedua kalinya dengan membawa kemuliaan Allah.

Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya. (Matius 16:27)

“Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya.” (Matius 25:31)

Sebab barangsiapa malu karena Aku dan karena perkataan-Ku di tengah-tengah angkatan yang tidak setia dan berdosa ini, Anak manusia pun akan malu karena orang itu apabila Ia datang kelak dalam kemuliaan Bapa-Nya, diiringi malaikat-malaikat kudus.” (Markus 8:38)

Kekudusan Yesus

Tidak hanya kemuliaan Allah yang menetap dalam Yesus tetapi juga kekudusan Allah tetap ada dalam Yesus. Yesus yang adalah juga manusia tidak memiliki dosa apa pun. Semua yang dikatakan dan dilakukan Yesus adalah kehendak dari Allah Bapa. Justru dosa kita semualah yang ditanggung oleh Yesus. Dengan demikian Yesus telah menebus segala dosa kita.

Jawab malaikat itu kepadanya: “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.” (Lukas 1:35)

Sebagai taruk ia tumbuh di hadapan TUHAN dan sebagai tunas dari tanah kering. Ia tidak tampan dan semaraknya pun tidak ada sehingga kita memandang dia, dan rupa pun tidak, sehingga kita menginginkannya. Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kita pun dia tidak masuk hitungan. Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.” (Yesaya 53:2-5)

“Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa.” (Matius 26:28)

Kuasa Yesus

Walau pun menjadi manusia, Yesus tetap memiliki kuasa Allah seperti menyembuhkan, mengusir setan, menghidupkan orang mati, mengampuni dosa dan banyak mujizat-mujizat lain. Jangan heran jika Yesus banyak sekali melakukan mujizat dan pengajaran yang luar biasa sehingga mampu menarik ribuan orang untuk bertobat dan dibaptis. Tentu saja perkataan dan pekerjaan Yesus itu langsung dari Allah karena Allah Bapa dan Yesus adalah satu. Apa yang dilakukan dan dikatakan Yesus adalah apa yang dilakukan dan dikatakan Allah. Suatu hubungan yang menyatu antara Allah Bapa dan Putera.

Berikut adalah kuasa-kuasa dan mujizat Yesus: mengajar manusia, menyembuhkan, mengusir setan, memberi makan ribuan orang, mengampuni dosa manusia, menghidupkan kembali orang yang sudah mati, mengatur alam, memimpin manusia, berjalan di atas air, mengubah air menjadi anggur, dan mujizat-mujizat lain. (Silakan mencari sendiri referensi dari Kitab Suci mau pun Alquran).

Kuasa Yesus untuk sementara waktu saat menjadi manusia memang tidak terlalu sehebat kuasa Allah Bapa. Tetapi itu karena saat itu Yesus dalam wadah manusia yang tentu saja terbatas sekali. Tetapi saat Yesus telah wafat dan bangkit dan naik ke Surga, semua kuasa Allah kembali kepada-Nya.

… yang duduk di sebelah kanan Allah, setelah Ia naik ke sorga sesudah segala malaikat, kuasa dan kekuatan ditaklukkan kepada-Nya. (I Petrus 3:22)

Dan jang lupa bahwa kuasa Yesus di akhir jaman, yaitu untuk mengadili orang hidup dan mati.

Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya. (Matius 16:27; Lebih detail pada Kitab Wahyu)

Kehadiran Anak Allah, yaitu Yesus Kristus di dunia ini sudah tertulis di Kitab Suci dan tidak terbantahkan. Kitab agama lain pun menyebutkan kehadiran Yesus yang sangat luar biasa. Tentu saja demikian karena Yesus memiliki kemulian, kekudusan dan kuasa dari Allah yang walau pun lebih terbatas karena wadah manusia Yesus. Tidak ada dalam sejarah orang yang mampu menyamai atau pun menandingi manusia Yesus. Dari kenyataan ini seharusnya kita sudah mampu menangkap esensi manusia Yesus, yaitu manusia Allah, Allah yang menjelma menjadi manusia.

Kedatangan-Nya di dunia ini selain untuk menyatakan kemulian, kekudusan dan kuasa Allah, juga untuk mengungkap rahasia Kerajaan Allah dan Kasih Allah, yang sejak dunia dijadikan masih tersembunyi.

supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi: “Aku mau membuka mulut-Ku mengatakan perumpamaan, Aku mau mengucapkan hal yang tersembunyi sejak dunia dijadikan.” (Matius 13:35)

Roh Kudus Allah

Memahami Roh Kudus, seperti halnya memahami Yesus, untuk itu kita harus mulai merunut dari Kitab Kejadian alias kitab pertama dari Kitab Suci.

Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. (Kejadian 1:2)

Di sini nampak bahwa Roh Allah (Roh Kudus) itu ada dan terlibat dalam penciptaan alam semesta. Kehadiran Allah adalah dalam wujud Roh Kudus.

Roh Kudus berperan dalam kehadiran Yesus Kristus (Putera Allah) di dunia ini. Dan Maria mengandung Yesus oleh karena Roh Kudus Allah:

Jawab malaikat itu kepadanya: “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.” (Lukas 1:35)

Roh Allah langsung turun kepada Maria dan kuasa-Nya menaungi Maria sehingga Maria pun hamil mengandung Anak Allah, yaitu Yesus yang kudus. Kekudusan Yesus sudah ada sejak awal mula dikandung Maria. Dan kekudusan ini tetap sampai tugas-Nya sebagai manusia selesai. Karena Putera Allah dan kekudusan Allah itu kekal adanya.

Kehadiran Roh Kudus

Roh Kudus yang menjadikan manusia Yesus hadir dalam kemanusiaan Yesus saat Yesus dibaptis.

Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya, lalu terdengarlah suara dari sorga mengatakan: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.” (Matius 3:16-17; bdk: Matius 17:5, Markus 4:26, Lukas 9:35)

Dan karena kerahiman Allah, maka Allah berkenan mengutus Roh-Nya bagi manusia yang berkenan kepada-Nya dalam nama Yesus Kristus. Kehadiran Roh Kudus ini akan mengajarkan segala sesuatu kepada manusia dan mengingatkan semua yang telah diajarkan Yesus kepada kita.

… tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.” (Yoh 14:26)

Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku. (Yohanes 15:26)

Kehadiran Roh Kudus ini selain mengajarkan dan mengingatkan manusia akan ajaran Allah, juga untuk mendampingi kehidupan manusia setelah Yesus naik ke sorga.

Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu. (Yohanes 16:7)

Para murid Yesus juga telah menerima Roh Kudus langsung dari Yesus. Peristiwa pencurahan Roh Kudus oleh Yesus ini terjadi saat Yesus menampakkan diri setelah kebangkitan-Nya dan sebelum kenaikan-Nya ke sorga.

Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: “Terimalah Roh Kudus. Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada.” (Yohanes 20:22-23)

Sedangkan pencurahan Roh Kudus yang diutus oleh Allah terjadi saat hari Pentakosta, yaitu hari ke-10 setelah naiknya Yesus Kristus ke Sorga. Cerita pencurahan itu dapat dibaca pada Kitab Kisah Para Rasul bab 2.

Kehadiran Roh Kudus dalam diri manusia menjadikan manusia memiliki kuasa yang datang dari Allah. Kuasa itu berupa karunia-karunia yang biasa disebut karunia-karunia Roh Kudus. Karunia ini adalah: kuasa untuk mengampuni, menyembuhkan, bernubuat, mengusir setan, menghidupkan orang mati, hikmat/kebijaksanaan untuk mengajar, kebal bisa/racun maut, dll.

Mengingkari Roh Kudus

Sungguh bahwa Roh Kudus itu adalah Roh Allah sendiri. Dan mengingkari Roh Kudus berarti mengingkari Allah. Dan dosa ini adalah fatal karena tidak akan terampuni. Yesus (Firman Allah) sendiri yang mengatakannya:

“Sebab itu Aku berkata kepadamu: Segala dosa dan hujat manusia akan diampuni, tetapi hujat terhadap Roh Kudus tidak akan diampuni.” (Matius 12:31)

“Apabila seorang mengucapkan sesuatu menentang Anak Manusia, ia akan diampuni, tetapi jika ia menentang Roh Kudus, ia tidak akan diampuni, di dunia ini tidak, dan di dunia yang akan datang pun tidak.” (Matius 12:32, bdk: Lukas 12:10)

Dibaptis

Manusia itu perlu bertobat dan memberikan diri sepenuhnya kepada Allah. Pernyataan tobat dan penyerahan diri ini perlu dilakukan dengan pembaptisan. Dengan pembaptisan berarti kita telah menanggalkan kemanusiaan kita yang lama, yaitu kehidupan dalam daging, dan beralih ke hidup yang baru, yaitu hidup dalam persekutuan dengan Allah.

Pembaptisan ini telah menjadi tradisi untuk menyatakan pertobatan manusia dan sudah dimulai sejak karya nabiah Yohanes Pembaptis. Pembaptisan yang dilakukan oleh Yohanes Pembaptis adalah baptisan air yang mengajak manusia untuk bertobat dan untuk menyiapkan diri menerima Allah dalam kehidupan manusia. Yohanes Pembaptis hadir untuk mendahului Yesus dan mempersiapkan jalan bagi-Nya.

Tetapi Yesus hadir untuk membaptis manusia dengan Roh Kudus. Inilah kepenuhan hidup manusia karena dengan menerima Roh Kudus, maka manusia hidup dalam persekutuan dengan Allah. Pembaptisan Yesus adalah pembaptisan dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus. Suatu pembaptisan yang lengkap yang menyatakan persekutuan manusia dengan Allah, yaitu Bapa, Anak dan Roh Kudus. Ini adalah suatu suasana yang luar biasa bagi manusia yang belum pernah terjadi sebelumnya. Puji syukur bagi Allah Bapa, Putera dan Roh Kudus.

Penutup

Tidak terasa ternyata saya telah menuliskan panjang lebar mengenai masalah Tritunggal ini. Jika dalam tulisan yang lalu saya mencoba beranalogi untuk menggambarkan Tritunggal yang terdiri dari Allah Bapa, Putera dan Roh Kudus yang adalah satu dan esa, kali ini saya menulis lebih dalam mengenai ketiga entitas Allah. Walau pun demikian, ketiganya adalah satu dan esa. Masing-masing entitas adalah satu esensi (esa) dan saling terkait. Dari mana antara satu dan yang lain bermula. Semuanya telah ada sejak awal dan sampai selamanya.

Firman Allah yang oleh karena-Nya semuanya dijadikan telah menjadi manusia, yaitu Yesus Kristus. Dan oleh karena Yesus, maka kita mendapat karunia pencurahan Roh Kudus yang berasal dari Allah Bapa. Roh Kudus itu adalah Roh Allah sendiri yang dalam kehadiran-Nya bagi manusia disebut sebagai Roh Kudus.

Bagi kebanyakan orang, bahkan bagi orang-orang yang cerdik cendikia, yang bahkan setiap harinya bergelut dengan Kitab Suci dan tekun menyelidikinya, ternyata kenyataan ini sangat sulit diterima. Mengapa? Memang Yesus sendiri telah menyatakan bahwa menerima kenyataan ilahi ini tidak dapat hanya dengan mengandalkan akal pikiran manusia, tetapi harus dengan kerendahan hati dan iman. Justru banyak orang sederhana yang dengan mudah memahami kenyataan ilahi ini.

Pada waktu itu berkatalah Yesus: “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil.” (Matius 11:25; bdk: Lukas 10:21)

Kuncinya hanya satu, yaitu dalam mempelajari Kitab Suci, berserahlah dan mohon bimbingan kepada Roh Kudus. Bentuknya dapat dengan berdoa yang dilakukan sebelum mempelajari Kitab Suci. Yesus Kristus telah mengutus Roh Kudus untuk menghibur, mengajarkan dan mengingatkan kita akan ajaran ilahi. Jadi mengapa masih harus mengandalkan pikiran kita sendiri yang sangat manusiawi dalam mempelajari Allah? Ingat bahwa pikiran manusiawi kita ini sangat terbatas. Mustahil memahami Allah yang adalah pencipta manusia ini dalam kapasitas kita sebagai manusia.

“… tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.” (Yoh 14:26)

Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku. (Yohanes 15:26)

Tanpa bimbingan Roh Kudus, mempelajari Kitab Suci menjadi membingungkan dan mengantarkan kepada pemahaman yang salah dan bahkan sesat.

Yesus menjawab mereka: “Kamu sesat, sebab kamu tidak mengerti Kitab Suci mau pun kuasa Allah!” (Matius 22:29; Markus 12:24)

Dan ingat bahwa persekutuan kita dengan Allah Bapa dan Putera dinyatakan dalam Roh Kudus. Sangat fatal jika kita mengingkari dan menghujat Roh Kudus karena dosa kita tidak akan diampuni baik di dunia mau pun di kehidupan nanti.

Satu lagi pesan dari saya, yaitu bahwa agar dapat merumuskan Trinitas, kita tidak dapat serta merta mencari 1 atau 2 ayat yang secara tegas menyatakannya. Tetapi merumuskan Trinitas hanya dapat dilakukan dengan memahami keseluruhan konteks dari Kitab Suci, baik dari Kitab Penjanjian Lama mau pun Perjanjian Baru. Untuk itulah diperlukan Konsili Nicea (dan konsili-konsili selanjutnya) yang salah satunya bertujuan untuk mempersatukan perbedaan pandangan dan pikiran berdasarkan Kitab Suci dan Tradisi Suci dalam bentuk suatu dogma. Dogma inilah yang menjembatani pemahaman antara yang satu dengan yang lain dan sekaligus menjadi panduan dalam memahami Kitab Suci.

Semoga tulisan saya yang sederhana ini dapat menjadi pembuka wawasan untuk menerima kehadiran Allah dalam diri kita. Amin.

140 Tanggapan to "Tritunggal Mahakudus (2)"

Penjelasannya sangat banyak tetapi sangat mudah dimengerti.
Sedikit info,banyak yang meragukan tentang tritunggal karena banyak sanggahan-sanggahan yang cukup masuk akal seperti diayat-ayat alkitab maupun kitab yang lain menyatakan yesus adalah putra Allah (ciptaan Allah)dan bukan Allah sendiri(dengan berbagai bukti).
Dan juga ada banyak gurauan-gurauan tentang yesus sendiri,bila Allah menjelma jadi manusia disurga siapa yang mendiamiNYA?.
(Ganti topik)Dan ironisnya ada sebagian orang karena terlalu bingung memilih agama yang terlalu banyak,mengambil keputusan untuk tidak menganut agama manapun (atheis),walaupun samar-samar mereka menilai agama sebagai formalitas saja,sebuah tempat untuk menjalin relasi(silahturahmi).
Dan yang lebih parah,ada yang meyikapinya dengan ekstrim,dengan berbuat yang terlalu berlebihan,meneror pemeluk agama yang lain yang berakhir dengan penganiayaan,perusakan,dsb…

FYI :
KONSILI / MUKTAMAR GEREJA KATOLIK SEDUNIA
.
1.Konsili Nicea Pertama (325 M),
YESUS “diangkat menjadi TUHAN” 2.Konsili Konstantinopel yang Pertama (381 M), ROH KUDUS diangkat sebagai TUHAN 3. Konsili Efesus (431 M), BUNDA MARIA diangkat sebagai BUNDA ALLAH (Theotokos). 4. Konsili Chalcedon (451 M), YESUS adalah 100 persen ALLAH dan 100 persen MANUSIA. 5. Konsili Konstantinopel yang Kedua (553 M), doktrin yang menganggap NESTORIANISME sebagai ajaran yang keliru karena menolak istilah Theotokos
6. Konsili Konstantinopel yang Ketiga (680 M), YESUS memiliki dua karakter dan dua kehendak. Kehendak ILAHI dan kehendak MANUSIA. 7. Konsili Nicea yang Kedua (787 M), Penggunaan GAMBAR GAMBAR kudus dan PATUNG PATUNG (icon) dalam kekristenan. 8. Konsili Konstantinopel yang Keempat (869 M) KRISTEN di seluruh DUNIA harus TUNDUK kepada keputusan pemimpin gereja ROMA 9. Konsili Lateran I (1123 M) Meng-hapus ikut campur para pangeran dalam urusan gereja dan membahas pengembalian Tanah Suci (Palestina) dari kaum Kafir (yang mereka maksud ‘kafir’ adalah umat Islam) 10. Konsili Lateran II (1139 M) Konsili ini tak lebih dari perebutan kekuasaan antara Kerajaan dan gereja. Dengan menghadirkan Kaisar Conrad, konsili ini menghakimi Arnold dari Brescia. 11. Konsili Lateran III (1179 M) Konsili ini menetapkan aturan proses pemilihan Paus. Konsili ini memutuskan perselisihan antara PAUS dan Frederick Barbarious. Aliran Albigensian dan Wal-dansian yang berani menentang keradikalan para pendeta Katolik dinyatakan sebagai aliran bidah/sesat dan HARUS DIBUNUH.
12. Konsili Lateran IV (1215 M) Konsili ini melanjutkan pembasmian terhadap aliran-aliran sesat oleh gereja. Di konsili ini juga ditetapkan makna ‘kurban’, makna roti beragi dan wine (khamr)nya menjadi daging dan darah Yesus. Di konsili ini juga diber-lakukan konsep ‘PENGAKUAN DOSA’ yang HARUS dilakukan secara berkala dan ‘PERJAMUAN SUCI’ 13. Konsili Lyons I (1245 M) . Konsili menghimpun para uskup dan raja-raja untuk mengucilkan dan menurunkan tahta Kaisar Frederick II dan membentuk PERANG SALIB baru di bawah kepemimpinan St. Louis (Raja Prancis) melawan Muslim yang mereka sebut Sarekan. 14. Konsili Lyons II (1274 M) Konsili menuntut agar Perang SALIB terus dilanjutkan melawan MUSLIM di Palestina dengan mencari taktik baru untuk mendapatkan kembali Palestina dari Turki. 15. Konsili Vienne (1311-1313 M) Konsili membahas kriminalitas dan kesalahan Satria Templars, Fracetelli, Beghard dan Beguines, dengan proyeksi untuk Perang SALIB baru. 16. Konsili Constance (1414-1418 M) Konsili ini diadakan pada saat ter-jadinya Skisma Barat, dengan tujuan untuk mengakhiri perpecahan di gereja. Paus Roma diberhentikan karena keterlibatan mereka dalam skandal ‘cek pengampunan dosa’. John Hus dan Wyclif mengkritik ini dan akhirnya dihukum BAKAR HIDUP HIDUP. 17. Konsili Basle/Ferrara/Florence (1431-1439 M)
Konsili membahas tentang reformasi Gereja.
18. Konsili Lateran V (1512-1517) Perang salib yang baru terhadap TURKI direncanakan, tapi tidak berhasil karena gejolak di Jerman yang ditimbulkan oleh MARTIN LUTHER .
19. Konsili Trent (1545-1563 M) Konsili membahas masalah perbedaan dogma yang menggiring pada perpecahan paling parah di tubuh gereja-gereja. Di konsili ini dimunculkan penambahan definisi baru untuk konsep Pengorbanan dan Penebusan bagi kematian Yesus, dll.
20. Konsili Vatikan I (1869-1870 M) Konsili memutus kan in-fallibilitas Paus (kemustahilan Paus berbuat salah) saat berbicara secara excathedra, 21. Konsili Vatikan II (1962-1965 M)
Ini konsili pertama yang mengambil sikap menyerang kesalahan seluruh level dan mengambil keputusan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Poinnya antara lain:
• Memaksa akidah Katolik ke seluruh dunia.
• Membasmi sistem pemerintahan komunis karena dianggap atheis.
• Membasmi Islam dan kaum Muslim di bawah slogan ‘berdialog dengan agama-agama selain Kristen’.
• Meminta bantuan orang-orang sekuler sebagai alat spionase bagi tokoh-tokoh pendeta dan sekaligus sebagai penginjil.
• Aktivitas penginjilan untuk orang-orang non-Kristen.

Dear Hengky Dermawan,
Hihihi… gurauan tentang Yesus sudah terjawabkan dong?

Dan juga ada banyak gurauan-gurauan tentang yesus sendiri,bila Allah menjelma jadi manusia disurga siapa yang mendiamiNYA?.

Wah… karena agamanya samar-samar, tidak heran kalau banyak penganiayaan & perusakan ya? Oh, iya, tentang hal ini sudah kutuliskan di: “Cara Mengasihi Allah.”

Salam.

Samuel,

Iman kepada Tritunggal: Bapa,Putra dan Roh Kudus
seringkali dipandang sebagai iman monoteisme yang inkonsistens, karena berwajah ganda (monoteisme tapi sekaligus politeisme).Selain itu Tritunggal sendiri tidak pernah secara eksplisit difimankan Yesus kepada kita. Dengan kata lain, Tritunggal hanyalah konsep akal2-an orang Katolik Roma yang menyesatkan. Benarkah itu?

Saya mencoba menerangkan kebenaran Tritunggal melalui aksioma sederhana dalam logika murni mathematik klasik yang pernah kita pelajari di SD:
“1 pangkat berapapun atau apapun hasilnya tetap 1”

Bila “Allah” dilambangkan dengan angka 1, maka dapat diturunkan pengertian2 berikut ini:

1 Esa
Allah Esa: 1 = 1

Bapa Esa
Allah Bapa: 1 = 1

Putra Esa
Allah Putra: 1 = 1

Roh Kudus Esa
Allah Roh Kudus: 1 = 1

Allah Bapa,Putra dan Roh Kudus:

(Bapa, Putra dan Roh Kudus) Esa 1 = 1

3 Esa
Tritunggal = 1 = 1

0 Esa
Allah Yang Tak berwujud: 1 = 1

Maha Kuasa Esa
Allah Yang Maha Kuasa : 1 = 1

Kesimpulan:

TRITUNGGAL = ALLAH YANG TIGA = ALLAH BAPA,PUTRA dan ROH KUDUS = ALLAH YANG ESA.

Saya sendiri menghayati Allah Tritunggal sebagai Allah SUMBER KASIH KEHIDUPAN.

Bagi yang beragama Islam mungkin dapat mendekati pengertian iman Tritunggal agama Kristen melalui kaca mata “Bismillahir rahmanir rahim”.

“Atas nama Bapa, Putra dan Rohkudus”

Richard, ANDA jangan memanipulasi TRINITAS anda dengan Bismillahir Romaanir Rohiim yg artinya Dengan Nama ALLAH yang maha pengasih dan penyayang dan sam sekali TIDAK identik dengan trinitas anda yg berbunyi “Atas nama bapa DAN putra DAN roh kudus ….. 1DAN1DAN1 ato 1+1+1=3 BUKAN =1 …….. kata trinitas ternyata dibuat oleh manusia juga dan DALIL trinitas itu tidak dijumpai didalam bible anda …………. Yesus itu TIDAK pernah berkata soal trinitas kepada kedua belas muridnya …. apalagi kepada para pengikutnya yg lain waktu itu ……

Samuel,

Saya perlu mengulangi uraian tentang Tritunggal melalui aksioma logika murni mathematik klasik, karena apa yang tertulis dengan yang terekam ternyata berbeda:

Aksiomanya:

“1 pangkat berapapun atau apapun hasilnya tetap 1”

Bila Allah dilambangkan dengan angka “1” dan pangkat saya lambangkan dengan simbul”^”, maka dapat diturunkan pengertian2 berikut:

Allah Esa= 1^(1) = 1^(Esa) = 1

Allah Bapa,Putra dan Roh Kudus=
1^(Bapa,Putra dan Roh Kudus)= 1^(Esa) = 1

Tritunggal=Allah Yang Tiga=
1^(3) = 1^Esa = 1

Kesimpulan:

ALLAH ESA=TRITUNGGAL=ALLAH YANG TIGA=
ALLAH (BAPA, PUTRA dan ROH KUDUS)

Dear Nelwan,
Saya kok jadi tambah bingung dengan penjelasan Anda. Bukan di matematisnya, tetapi di tulisan Anda yg bertolak belakang.

Pada pendahuluan Anda menulis:

Iman kepada Tritunggal: Bapa,Putra dan Roh Kudus
seringkali dipandang sebagai iman monoteisme yang inkonsistens, karena berwajah ganda (monoteisme tapi sekaligus politeisme).Selain itu Tritunggal sendiri tidak pernah secara eksplisit difimankan Yesus kepada kita. Dengan kata lain, Tritunggal hanyalah konsep akal2-an orang Katolik Roma yang menyesatkan. Benarkah itu?

Tetapi di kesimpulan Anda menulis:

Kesimpulan:

ALLAH ESA=TRITUNGGAL=ALLAH YANG TIGA=
ALLAH (BAPA, PUTRA dan ROH KUDUS)

Maaf karena pemahaman saya yang sederhana, mohon dijelaskan hubungan premis dengan kesimpulan Anda. Apakah dengan kesimpulan dari penjelasan Anda itu berarti bahwa konsep akal-akalan Katolik itu benar? Atau malah menyesatkan?

Salam.

http://www.toilet-kecil.tk

hahaha,,, susah juga ya,,, dulu pas masih di sma gw pernah bikin juga nih sebuah karya tulis “Tri Tunggal” buat syarat kelulusan…

sayangnya, satu hal yang dulu blum gw mengerti adalah ada argumen tunggal yang selalu mempertahankan konsep tritunggal,,,

argumennya yaitu = asumsi bahwa Tuhan adalah maha kuasa.

Ketika kita sudah mengasumsikan Tuhan adalah maha kuasa,,, maka konsep tritunggal yg diluar rasionalitas manusia adalah suatu hal yang wajar dan tidak debatable lagi,,,

hehe,,

http://www.toilet-kecil.tk

Emanuel,

Gereja Katholik mengakui, pengalaman seseorang dengan pribadi Yesus itu unik sifatnya. Bila memang demikian, maka pengalaman seseorang dengan Allah Tritunggal juga unik. Saya menghayati ALLAH TRITUNGGAL yaitu ALLAH SUMBER KASIH HIDUP KEKAL.Bapa adalah Allah Sumber, Yesus adalah Kasih dan Roh Kudus adalah Hidup Kekal….

Allah Bapa, adalah Allah Pencipta segala sesuatu. Tetapi dalam proses penciptaan langit dan bumi beserta isinya (termasuk kita) saya menolak konsep ex nihilo (menciptakan alam dari ketiadaan), karena saya meyakini kematian Yesus di kayu salib hingga kebangkitan dan kenaikanNya ke surga berisi makna selain menghapus dosa asal kita, tetapi juga sekaligus ingin mengabarkan kita bahwa rahmat kehidupan yang kita nikmati telah diberikan Allah melalui pengorbanan dan penderitaan yang luar biasa atas diriNya sendiri saat awal penciptaan. Pribadi Allah Sumber bergoncang hebat saat menyadari bahwa kehendakNya untuk meninggalkan kehidupanNya yang sendirian (egoisme) dan memihak pada “Kasih kehidupan kepada yang lain” mengandung konsekwensi-konsekwensi dan risiko yang tak terelakkan. KesadaranNya (Roh dan JiwaNya)akan terbelah dua dan jasad airNya yang semula netral akan berubah menjadi api yang sebagiannya akan perlahan membeku. Roh Allah yang semula netral berubah menjadi 2 bagian yaitu Roh Kudus Allah dan Roh setan. JiwaNya terbelah 2 bagian yaitu Roh Cinta Kasih dan Roh Cinta diri (egoisme).PribadiNya yang bergoncang hebat menandai kesadaranNya yang terbelah (schizophreni) saat Allah Sumber menghadapi 2 pilihan: akan Hidup sendiri terus dalam kesejahteraan berkelimpahan sepanjang segala abad, atau akan mengorbankan Diri demi memberikan hidup kekal juga kepada yang lain. Keadaan schizophreni ini serupa dengan yang dialami Yesus ketika berdoa di Taman Geitsemani.
Pilihan yang ke-2 memberikan arti sesungguhnya pada Existensi Allah, justru karena Ia sendiri rela berkorban demi kasih kehidupan kepada kita.
Yesus datang kedunia untuk mengenalkan Allah Bapa kepada kita yang sesungguhnya, yaitu Allah Sumber yang telah berkorban begitu besar bagi kita. Dengan demikian kita dapat mengerti, mengapa kutukan bertubi-tubi jatuh terhadap Adam dan Hawa hanya karena keduanya makan buah larangan. Bukan karena berbagai fasilitas di Taman Firdaus yang telah diberikan, bukan karena hanya satu satunya larangan saja yang tidak dipatuhi, bukan hanya karena hadiah kehidupan kepada keduanya, bukan juga karena lucifer tertawa terbahak-bahak atas ciptaan Allah yang katanya sempurna itu ternyata rapuh sekali ( terbukti baru digoda sedikit sudah lupa daratan).tetapi dibalik itu semua, manusia tidak mengerti bahwa semua fasilitas dan kehidupan bagi kita itu telah dimungkinkan karena Allah telah mengorbankan diriNya bagi kita. Allah yang Maha Pengasih tidak berkuasa membinasakan lucifer, karena lucifer adalah diriNya sendiri yang kini hidup dalam kekurangan kasih dan terpisah dari Allah, cerminan cinta diri yang berlebihan, yang merasakan derajatnya telah direndahkan (sejak Allah berpihak pada Cinta Kasih),dan karenanya ia akan selalu berusaha mengganggu, membuat keonaran dimana-mana dan menawarkan maut kepada manusia.
Yesus Kristus dan Roh Kudus telah hadir dengan sendirinya dalam jiwa dan batin Allah Sumber sejak Allah Sumber mulai berpikir untuk memberikan hidup kepada yang lain, termasuk kita……………..

Dear Richard,

Sayangnya saya tidak sependapat dengan pendapat Anda. Yang jelas jangan disamakan dengan manusia yg bisa schizophrenia.

Salam.

hmm, setelah membaca artikel Anda beserta komentar2 yang ada, saya dapat menarik kesimpulan bahwa orang2 kristen/katolik masih ada kerancuan berpikir. Yang satu berpendapat demikian, yang lainnya menyanggahnya… Bagaimana ini? Agama ini bagaikan tidak punya landasan yang kuat yang seragam diakui oleh penganutnya. Dan dalam memberikan pendapat tidak disertai dukungan yang kuat, seperti ayat dalam kitab suci, atau pemikiran kaum intelektual. Melainkan hanya berdasarkan pemikiran2 pribadi. Apakah dengan ini agama kristen/dibangun? Kalau iya, hukum dan aturan yang dihasilkan akan disesuaikan dengan kehendak masing2 orang, bukan berdasarkan kehendak Tuhan.
Memang kalau mau jujur agama kristen/katolik ini memang agama yang paling kontroversial di dunia. Baik dari sisi sejarah kemunculannya, dasar ajarannya (mis. ketidakpastian Yesus sebagai Tuhan), bahkan kitab sucinya. Salah satunya barangkali bisa dilihat di alamat: http://id.wikipedia.org/wiki/Glossolalia#Kontroversi (barangkali ini situs yang cukup objektif)
Kemudian munculnya novel karya Dan Brown yang berjudul DaVinci Code, juga cukup membuat “gemas” penganut agama Kristen/Katolik. Padahal keilmiahan novel ini membuat karyanya tidak sekedar disebut sebagai sebuah novel, namun bisa juga sampai taraf karya ilmiah. Terlepas dari itu, novel ini membuktikan bahwa di dalam tubuh agama ini, masih ada pertentangan di sana-sini.
Saran saya, dalam beragama tidak cukup hanya meyakini apa yang sudah diperoleh, tetapi coba bersifat terbuka, dan bandingkan dengan pendapat orang2 dengan sudut pandang berbeda. Coba cek lagi tentang sejarah agama ini secara objektif, Anda akan menemukan hal2 yang baru di sana, dan itu akan mampu menyelamatkan Anda, dan berpikir jernih dalam menilai mana yang pantas disebut agama (dalam pengertian yang sebenarnya, mis. ilmu petunjuk hidup, dsb). Jangan hanya karena Anda mendapatkan agama ini dari Ayah-Ibu Anda, lantas kemudian, menganggap agama Kristen/Katolik benar! Belum tentu! Banyak yang belum Anda ketahui tentang agama ini. Karena ini menyangkut keselamatan per individu, bukan kelompok lagi.
Setelah Anda mampu berpikir jernih, coba Anda bandingkan dengan ajaran Islam yang benar. Agama Islam dalam sejarahnya juga mengalami goncangan2 yang bisa dikatakan serupa dengan agama2 lainnya. Dihujat sana-sini. Namun, akan kelihatan siapa yang benar di sini. Bantahan terhadap hujatannya tidak secara membabi-buta dan tidak didasarkan pemikiran sembarang orang, namun disertai kutipan ayat dari kitab suci (dalam hal ini Al-Quran).
Bagi Anda yang barangkali hanya mendengar Islam dari media massa, yang kemungkinan bisa salah, bisa benar, saran saya coba secara objektif, carilah informasi tentang Islam. Barangkali saya sarankan, untuk pembuka, kunjungi situs Harun Yahya di alamat: http://harunyahya.com/indo/index.php
atau lihat pengalaman orang2 dalam pencarian agama di situs: http://www.mualaf.com/
Anda akan melihat sesuatu yang berbeda di sana, yang selain bisa diterima akal, juga ada dasarnya. Tidak berdasarkan prasangka dan pemikiran sempit semata.
Saya sendiri sebenarnya juga masih bisa dikatakan awam dalam beragama. Namun, saya mencoba melihat agama dari berbagai sudut pandang. Dan, sebaiknya memang kita banding2kan antara agama yang satu dengan yang lainnya, dalam kapasitas sebagai individu, untuk kebaikan diri kita. Di sini saya tidak berusaha berpromosi, apalagi memaksa, untuk masuk ke agama Islam. Pilihan sepenuhnya saya serahkan kepada Anda. Tugas saya hanya menyampaikan.
Saya juga sempat “sight seeing” (melihat-lihat) ajaran agama Kristen/Katolik ini, dan saya banyak menemukan keganjilan2 yang pada akhirnya saya hanya memperoleh jawaban berupa doktrin semata, dengan ciri diawali dengan kata2: “Pokoknya…”. Apakah ini bisa disebut agama? Sebab menurut saya, sebuah manual (alias buku petunjuk) dibuat tidak untuk membuat bingung orang yang membacanya. Tetapi dibuat agar si pembaca paham dan bisa melakukan apa yang tertulis dengan mudah dan tidak ada kerancuan di dalamnya.
Dan sebagai tambahan, saya masuk ke situs ini tanpa sengaja. Kebetulan saya searching artikel tertentu via Google, situs ini yang muncul. Situs yang cukup menarik sebenarnya. Pemilik situs ini bukan orang yang beragama secara sembarangan. Bisa dikatakan, dari artikel2nya, orang yang serius dalam beragama. Namun, dalam beragama tidak cukup hanya keseriusan. Tetapi juga dibutuhkan pemikiran yang benar, dan jujur.
Barangkali kunjungan saya yang pertama sekaligus terakhir.
Sekian dari saya. Terima kasih.

Dear Tommy adalah keliru kalau anda artikan perbedaan pendapat antara sesama penganut berarti agama tersebut belum memiliki landasan yang kuat, sesama umat muslim pun kita juga sering berselisih, coba tengok dampak pernyataan uli absar abdala dengan KIUK nya. Adalah tidak wise kalau kita menyudutkan mereka seperti mereka menyudutkan kita, keimanan kita bisa kita perteguh dengan jalan yang lebih baik tanpa harus menyudutkan kepercayaan orang lain.

Salam

Lagi pula keyakinan bukanlah untuk diperdebatkan, tetapi untuk dijalankan dengan baik. Dalam Islam kita tetap mempunyai kewajiban untuk menyampaikan kebenaran tetapi tentu dengan cara yang lebih baik sehingga tidak malah menjadi hujatan terhadap Islam. Bukankah dalam salah satu AL-Qur’an di firmankan lebih kurang berbunyi “Janganlah kamu menghujat Tuhan – Tuhan mereka karena mereka akan menghujat Tuhanmu dengan melampaui batas dan tanpa ilmu”. Juga dinyatakan bahwa siapa yang ALLAH kehendaki untuk berpaling dalam kesesatan maka tidak ada seorangpun yang bisa menyelamatkanya.

Salam

Dear Tommy, terus terang saya tertawa sewaktu membaca komentar Anda karena Anda percaya mentah-mentah sebuah novel dan mengklaimnya sebagai karya ilmiah tanpa mempelajari dan menyelidikinya terlebih dahulu.

Kemudian munculnya novel karya Dan Brown yang berjudul DaVinci Code, juga cukup membuat “gemas” penganut agama Kristen/Katolik. Padahal keilmiahan novel ini membuat karyanya tidak sekedar disebut sebagai sebuah novel, namun bisa juga sampai taraf karya ilmiah. Terlepas dari itu, novel ini membuktikan bahwa di dalam tubuh agama ini, masih ada pertentangan di sana-sini.

Lagi pula pertentangan2 tersebut justru terjadi dari orang-orang yang tidak mengerti Katolik dengan benar.

Lagipula Katolik sangat terbuka terhadap kritik tidak seperti yang terjadi di Indonesia yang langsung melakukan jihad dan kekerasan hanya karena kritik.

Salam.

Dear Ferry,
Terima kasih atas wawasan yang menyejukkan.

Salam.

Sekedar Info uli absar abdala dan KIUK nya bukanlah contoh penganut muslim sebenarnya karena banyak pemikiran yang disampaikan bertentangan dengan AL-Qur’an

Dear Dewo,

Selamat Natal dan Tahun Baru. Mudah2an Anda menjadi lebih bijak, setia dan Tuhan lebih menyertai Anda di tahun berikut ………..

Mengenai istilah schizophrenia yang saya pinjam dari Siegmund Freud lupakan saja, karena terminologi psikologi ini tidak terdapat dalam Al’Kitab. Mungkin istilah yang lebih cocok yaitu “pergumulan” (dalam diri sendiri karena kesadaran yang terbelah).

Saya pernah melakukan cross check pada seorang mahasiswa Teologi mengenai “Proses Penciptaan”
seperti yang saya uraikan 3 minggu lalu itu. Menurutnya, dulu pemikiran semacam itu pernah muncul dalam wacana teologi, tetapi Gereja Katolik menolak pemikiran tersebut……………………

Dear Ferry,

bila Anda seorang Haji, Selamat merayakan Idul Adha. Saya bisa membaca pikiran terang Anda tentang larangan saling menghujat seperti yang tertulis dalam Al’Quran. Apakah Al’Quran itu sendiri berarti “Pikiran Terang”? …………

Ada sedikit pertanyaan dalam diri saya: Apakah
Allah terkadang juga menghendaki kita jadi sesat?
Bahkan hingga kita tidak bisa diselamatkan lagi? Dalam situasi apa misalnya?

Dear Richard A Nelwan

Salam kenal…

Saya bukan haji dan idul adha bukan hari raya para haji tetapi terima kasih atas ucapannya. Idul adha diperingati karena kerelaan yang luar biasa dari ayah dan anak untuk ALLAH yang mereka cintai dan menunaikan ibadah haji pada pelaksanaanya hampir meniru apa yang mereka lakukan dahulu kala.

Dalam teologi ISLAM memang “sepertinya” terkadang ALLAH menghendaki orang – orang tertentu tersesat. Ini dituangkan dalam beberapa ayat AL-Qur’an, tetapi tentu bukan berarti jika orang tersebut tersesat semata – mata karena ALLAH menghendakinya demikian, sebab jika orang tersebut berkehendak di jalan yang lurus tentu ALLAH akan meridhai.

Ungkapan tersebut kebanyakan ditujukan kepada Muhammad dan juga nabi – nabi lainnya karena begitu gundah dan sedihnya mereka melihat umatnya tetap melakukan apa – apa yang sudah diwahyukan untuk dilarang.

Ayat – ayat tersebut juga sebagai landasan berfikir dalam ISLAM bahwa pada hakekatnya keimanan itu tidak bisa dipaksakan, sehingga kewajiban yang ada hanya sebatas menyampaikan.

wah seru nih..tapi mudah2xan kita semua tetap proporsional dan bijaksana dalam perbedaan ini.

Dear all,
Anyway tritunggal itu rumit juga ya (bagi saya) dari sisi logika maupun keyakinan, bukankah logika itu hadir karena ada keyakinan?
Pemaknaan sederhana Richard seperti matematika tritunggal itu sah saja tapi terlalu klise untuk menggambarkan Zat Tuhan. Pemaknaan bisa saja kita buat tentang hal-hal yang kita yakini, ya nggak?
Asumsi Lawrence tentang ke MahaKuasaan Tuhan itu pasti.. (dari pada pusing mikir 1 atau 3, 3 atau 1, so what gitu loh..!tak ada yg tak mungkin bagi Tuhan). Belum lagi adanya lucifer yang menurut Richard pribadi lain dari Allah (mungkinkah Allah yg Maha Kuasa bingung/tak mampu?kekuasannya dimana dong kalo gitu..).
Jika Allah, Yesus, Roh Kudus yang notabene satu pribadi bisa selaras kenapa dengan lucifer tidak selaras?(apa ini cuma pendapat bung Richard saja?iya kali’ ya bung Dewo?)
Mengenai gurauan tentang Yesus saya menanggapinya sebagai pertanyaan serius, tolong dijawab bagi yang memahami.

Demikian dulu uneg-uneg saya..mudah2xan saya gak salah nanya orang.
Hal2x yg saya ungkapkan diatas bukan gurauan/sindiran, mohon maaf jika ada hal yg menyinggung.

Dear Richard,
Terima kasih atas doanya. Semoga Tuhan memberkati Anda dan keluarga.

Tentang “Pergumulan”, saya juga masih kesulitan memahaminya.

GBU.

@ axiva

Kalau ALLAH masih bingung jika kebumi surga sapa yang tunggu berarti ALLAH bukan Tuhan dunk, coz masih terikat dengan ruang dan waktu…

Satahuku sih menurut penganut katolik lucifer itu tadinya malaikat bukan pribadi lain dari ALLAH…

kalau dalam ISLAM roh kudus (Ruhul Qudus) adalah malaikat yang menyampaikan firman ALLAH kepada para nabi (kecuali nabi musa), itulah kenapa dalam AL-QUR’AN pada firman ALLAH ada kata kami (jamak), tetapi bukan berarti Tuhan itu jamak (lebih dari satu), dan kalau ALLAH hendak membuat manusia itu semua beriman tentu juga bukan perkara sulit buat ALLAH tanpa perlu upaya penyelamatan dan turun ke bumi(ALLAH masih terikat ruang dan waktu ?) lagi pula ALLAH perlu menyelamatkan manusia dari siapa/apa ? bukankan ALLAH adalah penguasa alam semesta ? bukankah dosa dan neraka adalah kekuasaaNYA ?

Anyway semua tentu tergantung dari keyakinan masing – masing dan tentu pula tidak akan bisa dicari siapa yang benar kalau masing – masing memang memiliki perbedaan keyakinan.

Yang pentingkan menjalani apa yang kita yakini sehingga kita bisa beribadah kepada ALLAH sekaligus berdampingan dan berguna buat sesama.

Salam

Dalam Quran, Allah menyebut dirinya KAMI (jamak).
Topik lain, Kekristenen percaya kepada (ROH)ALLAH yang hidup bukan Zat (benda mati), ini yang menjadi dasar dari Iman Kristen

@Ferry
Saya cuma agak bingung kerendahan hati macam mana untuk bisa mengenal Tuhan dengan pola Tritunggal, kerendahan hati atau doktrin?

Ketika suku Quraisy menyembah berhala Latta dan Uzza bila ditanya siapa Tuhan mereka maka akan mereka jawab Allah, tapi ketika ditanya kenapa menyembah Latta dan Uzza jawab mereka berhala itu adalah medium untuk mendekatkan diri dengan Allah dan mereka memerlakukan berhala itu setara secara sifat dan kedudukannya dengan Allah. Demikian pula dengan raja Namrudz pada masa Ibrahim.

Dari beberapa pandangan diatas saya berkesimpulan sebenarnya tidak ada orang atheis, tidak ada orang yg tidak percaya Tuhan. Tuhan terlalu nyata untuk disanggah keberadaanNya. Saya melihat pola trinitas kurang lebih sama dengan kaum quraisy hanya dengan kemasan yg berbeda tapi esensinya sama yaitu syirik/menyekutukan Allah.

Dalam hal ini saya tanggalkan baju islam saya, saya singkirkan AlQuran dan Hadits dalam argumen saya, coba kita renungkan diri kita sebagai manusia dan hubungan kita dengan Tuhan sang Maha Pencipta. Mungkinkah Tuhan bermutasi?mungkinkah Tuhan turun kebumi untuk dihina dihadapan manusia ciptaanNya?begitu pentingkah manusia dimata Tuhan sehingga Dia harus mati untuk menebus dosa?(memangnya manusia bisa apa?)sesempurna itukah bentuk manusia sehingga Tuhan memilih itu sebagai bentuk perwujudannya?

Misalkan anda memiliki kucing peliharaan kemudian anda rawat, diberi makan, dan anda sangat sayang sekali, tapi ketika orang lain mengatakan bahwa anda seperti kucing peliharaan anda apakah mau?(Jacko aja kali’ ya yg mau disamain ama monyetnya, itupun monyetnya yg mau disamain ama muka siJacko bukan siJacko yg mukanya disamain ama monyet). Secanggih-canggihnya robot, pasti sipenciptanya gak mau dibilang kayak robot. Dan robot yg paling canggih adalah robot yg makin mirip dengan karakter penciptanya bukan sebaliknya sipenciptanya yg dimiripin kayak asimo.

Apalagi Allah Tuhan alam semesta, yg bumi cuma bagai debu dijagatraya…mungkinkah???

@Sugiarto
kata “Kami” dalam ALQuran biasanya digunakan untuk hal-hal yang pada actionnya tidak melalui Allah langsung biasanya melalui malaikat atau alam semesta. Misalnya “Kami berikan rizki…” atau “Kami turunkan hujan…”, artinya ketika memberikan rizki yg melakukan adalah malaikat atas izin Allah, demikian pula dengan hujan ada proses alam semesta yg bergerak atas izin Allah. Itu hanya artikulasi bahasa saja bukan esensinya (masa’ boss turun tangan sendiri).

Sedangkan kata “Zat” saya gunakan hanya sebagai perumpamaan unsur bentuk, sebab Allah tidak mungkin sama dengan ciptaannya dan tidak ada definisinya.

Allah adalah jabatan, sama dengan presiden atau raja, tapi Yesus adalah oknumnya. Baca Injil Yohanes 17, Allah sudah menyatakan dirinya yaitu Yesus. Bagi saya (mungkin ekstrim) Yesus adalah Allah, sudah banyak kesaksian tentang ini. Orang yang belum percaya hanya bersaksi dari kitabnya masing2 (tidak mengalami sendiri). Tanggal 7 Sep 2006 anak saya yang kedua, yang berumur 5 tahun, diajak Yesus ke surga ( lihat juga kesaksian di seri buku rohani Kristen). Kalau iman didebatkan tidak ada selesainya tapi percaya dan alami sendiri, kalau anda tidak pernah mengalami buat apa percaya Allah Yang Hidup. Dan saya percaya tesis yang sdr.Emanuel jabarkan dapau membantu setiap orang percaya kepada Allah Yang Hidup yaitu Yesus atau Isa yang terkemuka di dunia dan akhirat.

@Sugiarto
Saya kan gak ngajak anda berdalil sebab saya juga gak pake dalil. Kalo kita harus belajar macem2x dulu untuk mengetahui esensi Tuhan jadi gak sederhana dong pemahamannya.

Dear Axiva,
Jika Allah sendiri berkata “Kami”, maka itu memang benar artinya jamak. Silakan baca artikel sebelumnya yang berjudul: Tri Tunggal Mahakudus.

Dear Sugiarto,
Wah, pasti cerita tentang anak Anda sangat luar biasa. Mungkin bisa disharingkan?

GBU.

@Dewo
iih…maksa

kan saya ngajak merenung jadi gak usah pake dalil. lupakan alquran, lupakan alkitab, saya gak ingin membahas artikulasi didalam alquran atau alkitab yg mungkin gak sederhana untuk dijabarkan.

coba kita lihat Tuhan dengan matahati kita, mungkinkah seperti itu??

kalo masih menggunakan dalil dalam argumen anda, berarti anda mengenal Tuhan dari kacamata doktrin.

@ Dewo & Sugiarto

Dalam AL-QUR’AN ALLAH tidak pernah memakai kata “KAMI” sebab AL-QUR’AN adalah firman yang diwahyukan melalui malaikat, malaikatlah yang menggunakan kata “KAMI”.

@ Sugiarto

Masa sih ALLAH adalah jabatan ??? berarti suatu saat bisa turun jabatan dunk or dikudeta ???

tetapi sudah barang tentu untukmu agamamu dan untukku agamaku, mungkin disini axiva cuma mau share diluar dalil – dalil dan juga diluar “pokoknya”🙂 tetapi dicoba ditelaah secara rasional. Kalau memang tidak mungkin secara rasional berarti tidak ada diskusi ini dunk…

@ Sugiarto

Kata “Zat” untuk mendefinisikan ALLAH bukan berarti benda mati maupun benda hidup, sebab benda mati maupun benda hidup adalah ciptaan ALLAH, mana mungkin ALLAH serupa dengan ciptaanya. Kata “Zat” digunakan karena kita tidak ingin dan tidak mungkin menggambarkan wujud ALLAH tetapi kita juga yakin ALLAH itu ada, jadi dicoba diambil sebutan sebagai “Zat’.

Salam

Dear Ferry & Sugiarto,
Yang merupakan jabatan itu adalah tuhan.

Salam.

all,

menurut logika saya Allah hanya sebutan dan pasti ada oknumnya. Memang kita mengenal kata Allah karena serapan dari bahasa Arab, orang barat menyebut God, orang Israel menyebut Elohim ( Indonesia dalam teks Pancasila menyebut Tuhan, seharusnya TUHAN). Jadi mana yang benar? Benar apabila Allah yang dimaksud allah “Yang Awal dan yang Akhir”, tak berkesudahan, kekal. Teks ini terdapat dalam Alkitab (maaf kembali lagi). Dalam sejarah tercatat paling lengkap mulai dari penciptaan sampai akhir jaman (pertmpuran antara Isa dg Dajal, dan Isa menang (kenapa harus Isa yang melawan, tidak Allah ?))(…sorry kembali lagi pada teks).
Karena memang logika tidak dapat jalan kalau kita tidak punya dasar (misal teks dari Alkitab atau Quran).
Lebih oke Allah adalah Roh, tidak terbatas ruang dan waktu, Allah punya kedudukan yaitu di surga.
Menurut anda Allah dimana?

dear Ferry,

Lihat Pada Surat 16 An Nahl ayat 44: ” Dan Kami menurunkan Al Quran kepadamu supaya engkau menjelaskan kepada manusia apa-apa yang diturunkan kepada mereka, supaya mereka berpikir”

Jadi “Kami=jamak” ini siapa ? Allah apa malaikat?
karena orang Muslim mempercayai Quran diterima langsung oleh Muhammad.
Ligikanya :
~Kalau Allah kenapa Kami(jamak) ?
~Kalau malaikat berarti Muhammad tidak pernah ketemu Allah

@Sugiarto
Allah ada di Arsy (sidhratul muntaha) kedudukannya lebih tinggi dari surga, bukan dimedia ciptaannya untuk manusia seperti bumi atau surga/neraka.

@Sugiarto
Anda berpikir gak tentang siapa Tuhan?

Dear Axiva,

Kalo gitu nanti disurga juga tidak bertemu Sang Pencipta. Sudah jelas bagi saya siapa Tuhanku, Dia Oknum dari Allah/God/Elohim Yang Benar. Sudahkah anda mengenal Tuhanmu? apalagi saya lebih bingung katanya tiada Tuhan selain Allah.

dear axiva,

Quran mencatat Muhammad bertemu Allah di surga tingkat 7, dengan naik buraq (menurut teman muslim saya)

all,

Kalau saya nenggunakan bahasa saya mungkin sulit dimengerti, jadi saya coba menggunakan bahasa anda

Topiknya kan Tritunggal, jadi ada Allah Bapa, Allah Putra, Allah Roh Kudus.

Allah Bapa/Allah? oke
Roh Kudus/Ruhul Qudus? oke
Allah Putra/…..? ini sebetulnya yang dipermasalahkan kenapa Yesus???

Coba baca: Surat 39 Az Zumar ayat 4 ” sekiranya Allah hendak mengambil anak, niscaya Dia memilih diantara apa yang Dia ciptakan mana yang Dia kehendaki. Maha Suci Dia, Dialah Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa”

Kalau Allah punya anak bukan menurut apa yang manusia tahu yaitu melalui hubungan biologis antara suami istri, tapi melalui tiupan RohNya melalui perawan Maria.

Surat 4 An Nisaa ayat 171 ( dikutip sebagian): “Hanya sesungguhnya Al Masih, Isa putra Maryami tu adalah utusan Allah dan dijadikan dengan kalimatNya yang disampaikanNya kepada Maryam, dan dengan tiupan Ruh daripadaNya”

Surat 21 Al Anbiyaa ayat 19: ” Dan (ingatlah berita Maryam) yang memelihara kehormatan, maka Kami tiupkan kepadanya dari Ruh Kami, dan Kami jadikan di bersama putraNya sebagai bukti (kekuasaan Allah) bagi semesta alam”

maka Isa juga berpredikat “Isa Rohulullah” artinya Isa rohNya Allah sendiri, jadi salahkah kalau Isa ibnu Maryam ( Yesus) diesbut Tuhan??? INI LHO Tuhanmu dan Tuhanku, Tuhannya bagi yang percaya !!!!!!!!!!!!!

Dear Dewo,

Ada banyak orang menjelaskan tentang Tritunggal, seperti Robert Liardon, Benny Hinn, Reinhard Bonke, Erastus Sabdono,dll. Penjelasannya ada yang mengumpamakan seperti telur ada cangkang, kuning, putih telur. Ada yang seperti matahari yang diatas (Bapa), panasnya (Roh Kudus), sinarnya (Putra) ketiganya ada pada matahari tidak dapat dipisahkan.
Dalam Kejadian 1:26 Allah berfirman: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita,….”. Ayat tersebut lebih tepat sebagai penjelasan tentang Tritunggal yaitu manusia (gambaran Allah): punya tubuh, jiwa dan roh. Ketiganya tidak mungkin berdiri sendiri2. Kalau orang menyebut saya Sugiarto berarti tiga oknum yaitu :Sugiarto-tubuh,Sugiarto-jiwa,Sugiarto-roh.

GBU

@Sugiarto
Kalo anda melihat matahari, apakah anda pikir matahari ada dibumi?

Kalo anda bilang kepacar anda tidak wanita lain selain dirimu maksudnya apa?

Muhammad memang melihat surga dan neraka, tapi bertemu Allah di Arsy (sidhratul muntaha) bukan disurga ketika isra’ mi’raj dan mendapat perintah shalat.

Anda banyak membaca tapi anda tidak pernah berpikir, anda membaca bukan untuk mencari kebenaran tapi mencari pembenaran.

Saya gak mau berdalil anda maksa pake dalil, dan dalil AlQuran yg anda sadur tidak ada justifikasi Isa anak Allah, kata “putraNya” atau “Rahululloh” itukan bisa2xan anda saja ngerubah huruf “N” dan “h”. Coba bongkar surat Al-Ikhlas kalo berani!

Sudah jelas pada Surat 16 An Nahl ayat 44 yg anda sadur sendiri adalah ditujukan untuk anda sendiri, ayat itu tidak menjustifikasi apapun/siapapun tapi menuntut anda untuk berpikir.

Sekarang apakah anda sudah berpikir?

Apa itu yg anda sebut rendah hati sekaligus membukakan pintu hati dan pikiran dengan penuh kerelaan..??

Dear Sugiarto

Pertama – tama yang saya perlu tekankan dalam iman ISLAM ALLAH itu bukan Tuhan tetapi sang maha pencipta dan maha kuasa dan dalam iman kami tidak mengenal Tuhan melainkan ALLAH, jadi kata Tuhan hanya untuk pendekatan dalam berbahasa saja.

Yang kedua adalah ALLAH kami tidak terbatas ruang dan waktu, beliau bisa saja menemui makhluk terpilihnya dimana saja dan kapan saja, dan hanya disebutkan bersemayam di Arsy bukan di surga.

Nabi Muhammad mendapat firman melalui malaikat Jibril dan malaikat Jibril menggunakan kata “Kami…”

Betul Muhammad ketika firman turun belum pernah bertemu dengan ALLAH, ketika melakukan perjalanan ISRA MI’RAJ pun beliau hanya melihat cahaya sebagai wujud ALLAH bukan melihat wujud asliNYA. Oleh karena itu wujud ALLAH tidak ada satupun
yang bisa menggambarkan bentuknya.

Ruhul Qudus (Qudus = Suci) dalam muslim adalah sebutan untuk malaikat Jibril yang menyampaikan firman ALLAH kepada para Nabi.

Rasullulah = Rasul ALLAH tetapi tidak pernah ada rohullulah saya rasa itu karangan anda saja. Tetapi kalau anda berpendapat dalam Isa ada Ruh ALLAH anda tidak salah sebab siapapun manusia pasti dadalamnya ada Ruh ALLAH yang ditiupkan kepada tiap – tiap manusia dan dengan Ruh itulah manusia bisa bernyawa.

Salam

Dear Sugiarto,
Terima kasih atas analogi Tritunggal yang bagus.

Dear Ferry,

Pertama – tama yang saya perlu tekankan dalam iman ISLAM ALLAH itu bukan Tuhan tetapi sang maha pencipta dan maha kuasa dan dalam iman kami tidak mengenal Tuhan melainkan ALLAH, jadi kata Tuhan hanya untuk pendekatan dalam berbahasa saja.

Tampak nyata bahwa Anda tidak memiliki Tuhan. Berbeda dengan kami yang sangat mengenal Tuhan kami.

Salam.

Dear Dewo saudaraku,

Betul sekali saya hanya mengenal ALLAH sang pencipta dan yang MAHA KUASA.

GBU

Dear Ferry,

Yang kedua adalah ALLAH kami tidak terbatas ruang dan waktu, beliau bisa saja menemui makhluk terpilihnya dimana saja dan kapan saja, dan hanya disebutkan bersemayam di Arsy bukan di surga.

Memang benar bahwa Allah bukan ZAT seperti yang banyak disebutkan oleh kalangan non-Kristen.

Nabi Muhammad mendapat firman melalui malaikat Jibril dan malaikat Jibril menggunakan kata “Kami…”

Malaikat Jibril kurang ajar ya? Dia merasa pesan yg disampaikan itu dari dia.

Ruhul Qudus (Qudus = Suci) dalam muslim adalah sebutan untuk malaikat Jibril yang menyampaikan firman ALLAH kepada para Nabi.

Itulah bedanya dengan Kristen. Roh Kudus dalam Kristen adalah Roh Allah. Sedangkan malaikat itu bukan roh Allah. Kalau menurut Anda Jibril/Gabriel itu disebut roh kudus, maka Lucifer disebut roh apa ya?

Salam.

Dear Axiva,

Anda banyak membaca tapi anda tidak pernah berpikir, anda membaca bukan untuk mencari kebenaran tapi mencari pembenaran.

Saya gak mau berdalil anda maksa pake dalil, dan dalil AlQuran yg anda sadur tidak ada justifikasi Isa anak Allah, kata “putraNya” atau “Rahululloh” itukan bisa2xan anda saja ngerubah huruf “N” dan “h”. Coba bongkar surat Al-Ikhlas kalo berani!

Mohon kami dibantu memahaminya. Semoga kita mendapatkan kebenaran yang sejati.

GBU.

Dewo Saudaraku,

Malaikat jibril menyampaikan firman tentulah atas perintah penguasanya ALLAH yang Maha Besar, Jibril disebut Ruhul Qudus adalah untuk menetapkan penerima firman ALLAH bahwasanaya Jibril adalah suci.

Kami tidak mengenal lucifer.

@ Sugiarto

Apakah anda mengenal ALLAH dari serapan bahasa arab seperti yang anda sebutkan ??? berarti ALLAH dalam injil disebut apa ??? bukankan injil difirmankan pada bani israil yang berbahasa ibrani ??? kenapa injil sekarang ada serapan dalam bahasa arab ??? (seperti kata ALLAH dalam persepsi anda).

Salam

Dear Ferry saudaraku,
Kalau di Kristen ada 3 malaikat yang besar, yaitu Mikael, Gabriel dan Rafael. Sedangkan si Lucifer itu Iblis alias malaikat pembangkang. Tetapi yang perlu aku tekankan di sini adalah bahwa mereka itu bukan roh, tapi malaikat. Jadi mereka tidak bisa disebut sebagai roh, apalagi disebut sebagai roh kudus.

Salam.

Dear Dewo saudaraku,

Anda benar sekali malaikat bukanlah Roh, sebab Roh adalah bagian dari ALLAH yang ditiupkan kepada tiap – tiap makhluknya sehingga makhluk tersebut bernyawa termasuk pada malaikat juga pada diri kita.

Salam

Dear Dewo Saudaraku,

Dalam ISLAM: manusia diciptakan dari tanah, malaikat dari cahaya dan jin dari api. IBLIS adalah dari golongan jin begitu juga dengan syaitan yang berarti mereka diciptakan dari api sedangkan malaikat dari “NUR” atau cahaya.

Salam

Dear agamaku,
Sebelum saya lanjutkan penjelasannya, coba saudaraku jawab secara sederhana pertanyaan saya sebelumnya tentang Tuhan, mungkinkah seperti itu?

kalau “Ya” berikan penjelasannya tapi sekali lagi saya tidak mau berdebat tentang dalil atau hal lain dari bacaan (nanti saja). Kita netral saja oke…

Dear Axiva,
Mohon maaf, pertanyaan yang mana ya? Tapi sebelumnya maaf, tidak semua pertanyaan akan saya jawab.

Terima kasih.

Dear Ferry,

Alkitab ditulis dengan berbagai bahasa jadi bisa ditulis Allah, God, Elohim. Apakah kata Allah pertama diucapkan Muhammad? Jawabnya pasti tidak, sebelum Muhammad sudah ada kata Allah. Misal nama Abdullah artinya abdi allah(??). Orang barat tidak mengenal Allah bukan berarti kafir, tapi mereka menyebut God.
Bahasa kita banyak kiblat ke bahasa Arab jadi ya kita gunakan kata Allah. Hanya mengikuti berbahasa yang baik dan benar.

dear axiva,
Kalau anda sembahyang kenapa mengarah ke Ka’bah?
Kenapa anda minat menjadi tamu Allah?

Anda mendudukkan Allah di suatu tempat, kalau anda bertamu di suatu tempat pasti si BOS ada disana.
Katanya BOS di Arsy kok ada di negri Arab????

Dear Ferry,
Kalau Muhammad sendiri tidak pernah ketemu dengan Allah, gagaimana umatnya?

Dear bung Dewo,
biasanya anda rajin menukil komentar, tapi tumben sekarang minta diulang. tapi ya gak papa lah, saya kan cuma mau sharing…begini ceritanya:

Dalam hal ini saya tanggalkan baju islam saya, saya singkirkan AlQuran dan Hadits dalam argumen saya, coba kita renungkan diri kita sebagai manusia dan hubungan kita dengan Tuhan sang Maha Pencipta. Mungkinkah Tuhan bermutasi?mungkinkah Tuhan turun kebumi untuk dihina dihadapan manusia ciptaanNya?begitu pentingkah manusia dimata Tuhan sehingga Dia harus mati untuk menebus dosa?(memangnya manusia bisa apa?)sesempurna itukah bentuk manusia sehingga Tuhan memilih itu sebagai bentuk perwujudannya?

Misalkan anda memiliki kucing peliharaan kemudian anda rawat, diberi makan, dan anda sangat sayang sekali, tapi ketika orang lain mengatakan bahwa anda seperti kucing peliharaan anda apakah mau?(Jacko aja kali’ ya yg mau disamain ama monyetnya, itupun monyetnya yg mau disamain ama muka siJacko bukan siJacko yg mukanya disamain ama monyet). Secanggih-canggihnya robot, pasti sipenciptanya gak mau dibilang kayak robot. Dan robot yg paling canggih adalah robot yg makin mirip dengan karakter penciptanya bukan sebaliknya sipenciptanya yg dimiripin kayak asimo.

Apalagi Allah Tuhan alam semesta, yg bumi cuma bagai debu dijagatraya…mungkinkah???

Dear Sugiarto,
Maaf ya kalo komentar saya kemarin agak berapi-api (don’t take it personally).

Kalo masalah kenapa sholat menghadap ka’bah itukan syariat/tatacara yg sudah ditentukan oleh Nabi Muhammad setelah mendapat perintah dari Allah.

Ya Allah, yg anda korek itu mengada-ada sich? kalo sekarang anda tamu didalam blog-nya Dewo apakah anda pikir Dewo ada didalam komputer anda? (pikir….!!), Allah lebih Maha Kuasa daripada bung Dewo, mau sekarang Dia diarab, diArsy, atau dirumah anda sekalipun ya suka-suka Dia, lha wong Dia Penguasa langit dan bumi.

GBU

dear axiva,
Justru itu saya menggunakan logika tsb supaya anda berpikir, kalau saya mau diskusi dengan Mr. Dewo masak saya gunaka blog orang lain, gak ketemu …… Logikanya bertamu ya cari tuan rumah, mau ketemu Mr.Dewo di dunia maya ya di blognya Mr.Dewo

Hidup-mati (keselamatan) orang kristen tidak tergantung syariat atau tarekat, tetapi ditentukan oleh iman percaya.
Keselamatan anda sangat ditentukan oleh syariat/tatacara, itu mustahil dilakukan semua orang termasuk nabi sekalipun. Juga ada sebagian orang keselamatan ditentukan oleh tarekat….mustahil juga.
Tapi Kekristenan lebih dari sekedar agama, yaitu percaya dan mengalami sendiri kasih Tuhan yang nyata. Bukan syariat/tarekat tapi kebenaran firman Tuhan.

Banyak yang menyangka syariat kalau dilanggar tapi karena tidak tau ya tidak apa-apa. Coba bayangkan kalau kita minum ternyata beracun masak tidak apa-apa walaupun tidak tau, pasti celaka.

Dear Axiva,
Benarkah Anda mempertanyakan hal itu dari lubuk hati Anda sendiri? Atau hanya untuk memperolok saja? Jawaban saya singkat saja:

Allah itu Mahakuasa dan merupakan pencipta alam semesta ini. Allah itu juga Maha Pengasih. Bersyukur dan berterima kasihlah karena Allah begitu mencintai dan mengasihi manusia.

Silakan baca: “Apa & Siapakah Manusia Itu?” atau “Kita Harus Menderita Karena Kutukan Allah” yang telah dengan gamblang mencoba menjelaskan hal tersebut.

GBU.

dear axiva,
Mengapa Allah dianggap penghinaan turun menjadi manusia ?
1. Bukankah manusia mahluk yg paling mulia ?
2. Bukankah manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah ?
3. Bukankah Allah Maha Kuasa, sanggup menjadi apapun, apalagi hanya sekedar turun menjadi manusia ?
Tritunggal Allah : Allah Bapa, Roh Allah(Roh Kudus), Firman Allah (Yesus). Dalam Yohanes 1 : 1; 14, Firman itu Allah sendiri, dan Firman itu menjelma menjadi manusia. Jadi mustahil Allah tidak punya Roh Allah dan MUSTAHIL tidak punya Firman ! Mengapa dikatakan Tritunggal ? Karena Allah Bapa, Roh Kudus, Yesus adalah SATU. Yesus sudah ada sebelum dunia dijadikan.
Mengapa Yesus harus menjelma menjadi manusia ? Saya percaya anda sudah tahu, kalau Allah menciptakan Adam dan Hawa dan menempatkannya di Taman Firdaus. Allah berfirman kepada manusia :
“Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya !”
Tetapi kita semua tahu ceritanya, manusia memilih taat terhadap bujukan iblis untuk memakan “BUAH” itu. Jatuhlah manusia ke dalam dosa. Upah dosa, maut/kebinasaan. Mulai saat itu manusia dan keturunannya ada dalam kuasa dosa. Allah sangat mengasihi manusia. Allah tidak pernah merencanakan manusia masuk neraka. Untuk itulah Allah mengutus Nabi-NabiNya untuk menyatakan hukum-hukmNya. Ada banyak janji, perintah dan larangan, termasuk tidak boleh : berzinah, berdusta, mencuri, membunuh, mengingini milik orang lain. Tapi rupanya tidak ada satu manusiapun yang sanggup melakukan seluruhnya, termasuk nabi-nabiNya. Kemudian ada perintah untuk menyembelih korban untuk menghapus dosa. Mengapa terus dilakukan setiap tahun ? Karena manusia selalu berbuat dosa. Hari ini korban disembelih, besoknya sudah berbuat dosa lagi. Orang berdosa tidak bisa masuk surga, untuk itulah harus ada Karya Penyelamatan.
Tidak ada jalan lain, Firman itu sendiri yg harus turun menjadi manusia untuk melakukan semua perintah Allah. Yesus ketika melakukan semua perintah Allah, bukan sebagai Allah, tapi sebagai manusia, karena harus manusia yang menggenapinya.
Mungkin anda bertanya, kok harus repot-repot menjadi manusia, langsung dihapuskan dosanya kan bisa ? Itulah Allah, tidak dapat melanggar FirmanNya sendiri, apa yg sudah diperintahkan harus dilakukan. Kalau tidak, ketika Hawa mau memakan “BUAH” yg dilarang itu, Allah kan bisa mencegahnya. Mengapa Allah tidak mencegahnya ? Karena Allah sudah menetapkan hukumNya, melarang manusia untuk memakan “BUAH” itu. Kalau manusia memilih untuk tidak taat kepada Allah, dan memilih taat kepada iblis dan akhirnya memakan “BUAH” itu, itu PILIHAN manusia. Itulah yg disebut KEHENDAK BEBAS. Termasuk kehendak bebas untuk percaya atau tidak kepada Yesus sebagai Allah dan Juru Selamat Manusia. Kehendak bebas untuk melakukan perintah Allah atau menolaknya. Juga kehendak bebas untuk menerima KEBENARAN atau tidak. Inilah menurut saya jawaban, “jangan keraskan hatimu!” Semuanya terserah kita, kita bebas memilih.

dear Dewo dan Grace
“Jangan keraskan hatimu” artinya segera sadar dan berpaling kepada Yesus.
Inilah Jalan, Kebenaran dan Hidup, tidak seorangpun datang kepada Bapa (Allah/God/Elohim) kalau tidak melalui Yesus. Trimalah Yesus sebagai Tuhan dan Juru selamat pribadi, Ia Imam Mahdi atau Hakim Yang Adil.

GBU

Dear Dewo
Pertanyaan saya sangat serius (buat saya yakin!) bukan untuk memperolok, tapi jika anda merasa diperolok saya mohon maaf.

Terimakasih atas penjelasannya dilink anda, tapi masih banyak dalilnya.

Dear Grace,
Terimakasih atas penjelasannya, saya menghargai kehendak bebas anda, dan saya harap anda juga bisa mengerti kehendak bebas saya.

Maka dari itu saya tidak ingin berdalil karena saya tidak ingin mentertentangkan dalil yg diyakini masing-masing yg mungkin berbeda/berseberangan.

Dear Sugiarto,
Jangan menilai isi rumah kalo anda masih ada diluar rumah.

Dear Axiva,
Jika Anda menghendaki jawaban tanpa dalil, saya tidak bisa menjawabnya. Lebih baik saya diam dari pada menjawab yg tidak masuk akal, asal bunyi, atau ngarang. Apa yg saya katakan atau tulis selalu ada dasarnya.

Terima kasih.

Dear Ferry saudaraku,

Kata Anda sebelumnya:

Malaikat jibril menyampaikan firman tentulah atas perintah penguasanya ALLAH yang Maha Besar, Jibril disebut Ruhul Qudus adalah untuk menetapkan penerima firman ALLAH bahwasanaya Jibril adalah suci.

Kemudian sesudahnya:

Anda benar sekali malaikat bukanlah Roh, sebab Roh adalah bagian dari ALLAH yang ditiupkan kepada tiap – tiap makhluknya sehingga makhluk tersebut bernyawa termasuk pada malaikat juga pada diri kita.

Kesimpulannya jelas bahwa Gabriel/Jibril itu bukan Roh Kudus.

GBU.

dear axiva,

tapi tidak mungkin membeli kucing dalam karung

Dear All,

Saya cuman mau bersikap netral aja. Hehe perdebatan semacam ini sebetulnya tidak akan bertemu pada satu titik. Kenapa? Karena masing masing keyakinan memiliki pandangan tersendiri terhadap keyakinan yg mereka yakini sekali. Masing masing tidak akan mengakui misalnya agama A ada benarnya atau tidak. B ada benarnya atau tidak atau ada kekurangannya atau tidak. Menurut saya, semua akan berbalik kepada iman si pemilik agama. Karena pada hakekatnya agama adalah individual sifatnya. Anda yang akan menanggung sendiri akibat positif atau negatif dari yang anda perbuat kepada Tuhan. Masalah benar atau tidaknya kita tidak akan mengetahui secara pasti mana yg benar dan mana yg salah. Kita semua tidak berhak menilai satu sama lain. Kenapa saya bilang bagitu? Karena menurut saya Tuhan itu Maha Baik bukan? Kalo Beliau Maha Baik maka Beliau tidak akan mengizinkan kita untuk menyalahkan satu sama lain karena itu merupakan hak Dia sebagai Tuhan. Biarlah semua masalah duniawi ini kita kembalikan kepadaNYA. Kita cuman manusia yang sangat terbatas kemampuannya. Sehingga apa apa yg kita tidak mampu selesaikan di dunia ini kita kembalikan perkara kita kepadaNYA. Berfikirlah bahwa Tuhan itu adalah Master dari segala hal hal yang baik dan bijaksana. Tuhan itu Kasih, Maha Penyayang. Ya gak? Jangan berfikir bahwa Tuhan itu berfikiran sempit seperti kita semua. Jika Tuhan berkehendak maka apapun yg akan terjadi terjadilah. So, Kita manusia biasa. Marilah kita mendalami kayakinan kita sendiri sendiri dengan baik dan benar dan dengan fikiran dan hati yg bersih serta kasih sayang kita terhadap Tuhan. Jangan bandingkan dengan Agama A atau B atau C atau D. Tidak akan pernah berhasil. Percaya sama saya. Cukup fahami dan imani keyakinan milik kita sendiri. Yang terpenting dari hidup ini jika kita ingin hidup tenang dan nikmat dlm menjalaninya adalah perasaan kasih sayang. Bukan berarti kita banci dg berlebihnya kasih sayang. Kalo ada Tuhan yg tidak mengerti kata kasih sayang atau maha mencintai maka saya pribadi gak akan megikuti ajaran Tuhan itu🙂. Masa ada Tuhan adalah Maha Pemarah atau Maha Pengamuk dan Maha memberi Petaka? Hehe saya rasa tidak ada. Ingat Tuhan bekerja secara Misterius tak satupun nabi di dunia ini pun entah itu nabi Muhammad ataupun Yesus sendiri yg mengerti akan rahasia Tuhan sendiri. Ok? Contoh? kalo gak salah ada kata kata dlm islam gini ,” Janganlah Engkau memikirkan tentang Dzat Tuhanmu karena engkau tidak akan sampai memikirkannya”, dan contoh dari kristen pada saat Yesus Kristus disalibkan ada kalimat yg sempat diucapkan ,” Eloi, Eloi lamma sabakhtani” yang artinya ” Tuhan , Tuhan kenapa engkau meninggalkan Aku ?”. Namun kalimat ini masih menjadi kontroversi. Ada yg menyebutkan bahwa Yesus memanggil nabi Elia. tapi saya percaya dia meneriakkan nama Tuhan. So, marilah kita saling menghargai satu sama lain. Kembali lagi saya coba ingatkan agama adalah bersifat individual. Kita tidak tahu rahasia Tuhan. Biarlah Tuhan sendiri nanti yg memberitahu kita sesungguhnya apa yg sebenarnya terjadi. Kita cukup percaya,pahami dan imani yg kita miliki tanpa membandingkan milik kita dengan milik orang lain. Karena senetral apapun itu akan bercermin kepada keyakinan kita sendiri apapun kata mulut. Alam bawah sadar akan membawa kembali ke keyakinan kita. Percaya sama saya deh. OK? Wassallam + Shaloom. Intinya Cinta dan Kasih itu aja dulu yg lain belakangan.

Dear Sugiarto

Dalam ISLAM tuhan, god, Elohim adalah sekedar kata penyebut (mengutip kata anda) “jabatan” tetapi ALLAH adalah si empunya jabatan dan “ALLAH” bukan bahasa arab yang ada terjemahanya, jadi tidak bisa diterjemahkan sebagai tuhan, god atau Elohim kalau anda penasaran coba cari kamus bahasa arab.

“Bertemu” dalam arti bertatap muka memang “belum”, karena dalam ISLAM itu hanya terjadi setelah semua manusia dibangkitkan setelah tiupan kedua sangkakala, apakah anda sudah pernah bertatap muka langsung ???

Salam

@ Dewo

Maksudnya adalah dalam diri malaikat pun ada “Roh” ALLAH dan “Ruhul Qudus” bukanlah pribadi tersendiri.

Salam

Dear Sugiarto

“Syariat” dalam ISLAM bukan berarti hanya “tata cara” mungkin anda perlu mendalami ISLAM lebih jauh.

Salam

Dear Ferry

Maksudnya adalah dalam diri malaikat pun ada “Roh” ALLAH dan “Ruhul Qudus” bukanlah pribadi tersendiri.

Manusia sewaktu diciptakan Allah itu dihembusi nafas kehidupan (Kej 2:7). Bukan dihembusi Roh Allah. Sedangkan manusia menerima Roh Kudus itu setelah menerima sakramen baptis & Krisma. “Mungkin” demikian juga dengan malaikat.

Walau pun begitu, walau pun manusia & malaikat telah menerima Roh Kudus, bukan berarti manusia & malaikat tersebut bisa disebut Roh Kudus.

Salam.

Dear Ferry,

Dalam ISLAM tuhan, god, Elohim adalah sekedar kata penyebut (mengutip kata anda) “jabatan” tetapi ALLAH adalah si empunya jabatan dan “ALLAH” bukan bahasa arab yang ada terjemahanya, jadi tidak bisa diterjemahkan sebagai tuhan, god atau Elohim kalau anda penasaran coba cari kamus bahasa arab.

Bahkan Allah itu pun gelar (alias “jabatan”). Banyak yg menyebut para dewa sebagai ilah-ilah. Karunianya sebagai karunia Ilahi.

Dulu pada saat Perjanjian Lama Allah memperkenalkan diri sebagai: Allah Israel yang hidup; Allah Abraham; Allah Yakub; dll. Sekarang di Perjanjian Baru Allah mempunyai nama yang baru. Guess what…

Salam.

dear ferry,

kalau orang arab membaca teks bahasa inggris dan menemukan kata GOD pasti dia menterjemahkan dengan kata Allah (lihat kamus arab-inggris)

@ Dewo & @ Sugiarto

Karena buat mereka hanya ada satu GOD yaitu ALLAH bukan berarti kata “GOD” = kata “ALLAH” sebab ALLAH bukan kata yang bisa diterjemahkan. Dalam bahasa arab tuhan biasanya disebut “Rabb” atau “Illah” tetapi ALLAH adalah nama sang pencipta bukan sebutan untuk jabatan.

ALLAH Ibrahim, ALLAH Yakub, ALLAH Israel adalah sama yaitu ALLAH swt. sang pencpita. Apakah ALLAH perjanjian baru berbeda ??? apakah ALLAH = Yesus ??? kalau sama kenapa dibedakan menjadi anak dan bapak ???

Salam

Dear Sugiarto,
Ya tergantung anda mau beli apa enggak….

ini apa sich, koq jadi berbalas pantun…hahaha

Dear Aura,
Ya namanya juga diskusi, mau diterima ya syukur gak diterima ya coba dijelaskan. Intinya saya mau mengetahui hakikat Yesus dengan Trinitasnya itu apa?bagaimana cara meyakininya…tanpa perlu menghujat dalil.

Saya juga bisa merasakan kalo dalil yg dimuliakan oleh masing2x pemeluknya itu dihujat atau dinistakan pasti gak akan senang.

Terimakasih

Dear Dewo,
Pernahkah anda berpikir kenapa anda senang dengan keindahan atau benci dengan kerusakan?
Pernahkah anda berpikir kenapa anda lebih tertarik dan punya hasrat seksual dengan wanita, bukan dengan pria atau kambing misalnya (ini bukan gurauan)?
Pernahkan anda berpikir kenapa seorang ibu begitu kasih/sayang dengan anaknya?bahkan rela mati demi anaknya..
Pernahkan anda berpikir bagaimana seekor binatang bisa mengetahui lawan jenisnya dan bisa kawin?, padahal satu jenis binatang itu bentuknya sama dan binatang gak pernah belajar anatomi tubuh.
Pernahkan anda berpikir bagaimana seorang bayi yg baru lahir bisa tahu kemana dia harus mencari makan?coba anda lihat bayi yg baru lahir, gak perlu diajari cukup ditempel saja didada ibunya dia sudah faseh netek ama ibunya, begitu juga binatang.

Sejak lahir manusia oleh Sang Pencipta sudah diberikan apa yg disebut naluri/insting/matahati/fitrah sebagai bekal dasar untuk hidupnya didunia.

Kalo untuk mendapatkan keinginan/hasrat/kebutuhan manusia itu sendiri saja Sang Pencipta sudah berikan bekal naluri, apalagi naluri/insting untuk mengenal Sang Pencipta…?

Anda tidak perlu belajar apapun untuk mengenal Sang Pencipta dengan satu syarat…jangan tutup matahati anda.

Dear Dewo,
Kalo saya bilang duren monthong itu enak, itu karena memang saya bilang memang enak dan bukan kata orang, kata majalah atau kitab suci sekalipun, dan saya mengerti citarasa duren monthong sesungguhnya (tidak tertipu duren lokal),dan perasaan mengerti itu memang tidak ada wujudnya tapi saya bisa membedakan.

Kalo saya bilang duren atau pisang itu manis, walaupun sama-sama manis tapi pasti beda rasa manisnya, dan pengertian/perasaan manis itu tak akan pernah bisa diwujudkan.

Tapi kita gak usah ngebahas duren monthong ya bung Sugiarto eh bung Dewo(hehehe..), ini cuma perumpamaan originalitas pemikiran.

Terimakasih

Dear Axiva,

Kalo untuk mendapatkan keinginan/hasrat/kebutuhan manusia itu sendiri saja Sang Pencipta sudah berikan bekal naluri, apalagi naluri/insting untuk mengenal Sang Pencipta…?

Anda tidak perlu belajar apapun untuk mengenal Sang Pencipta dengan satu syarat…jangan tutup matahati anda.

Maunya Tuhan juga begitu. Tetapi ternyata banyak orang yang tersesat dan jadi jahat. Sudah pernah masuk ke daerah pedalaman dan terpencil? Sampai sekarang masih ada suku yang kanibal alias memakan orang. Padahal menurut Anda naluri/insting mengenal Sang Pencipta itu sudah ditanam di diri manusia, tetapi mengapa sampai sekarang masih ada klenik dan lain-lain?

Itulah gunanya agama. Kita bisa belajar tentang Pencipta kita dan panduan untuk kehidupan supaya kita bisa kembali dengan selamat kepada Tuhan.

Kalo saya bilang duren monthong itu enak, itu karena memang saya bilang memang enak dan bukan kata orang, kata majalah atau kitab suci sekalipun, dan saya mengerti citarasa duren monthong sesungguhnya (tidak tertipu duren lokal),dan perasaan mengerti itu memang tidak ada wujudnya tapi saya bisa membedakan.

Anda pernah ke Surga atau neraka belum? Kalau belum, sesuai dengan dalil Anda, Anda tidak boleh ngomongin Surga & neraka. Anda sudah bertemu dengan Tuhan? Kalau belum, berarti Anda hanya omong kosong belaka.

Salam.

Dear Ferry,

ALLAH Ibrahim, ALLAH Yakub, ALLAH Israel adalah sama yaitu ALLAH swt. sang pencpita. Apakah ALLAH perjanjian baru berbeda ??? apakah ALLAH = Yesus ??? kalau sama kenapa dibedakan menjadi anak dan bapak ???

Silakan baca sekali lagi artikel ini. Rasanya sudah menjawab pertanyaan Anda.

Salam.

Dear Dewo,
Saya memang belum pernah melihat surga atau neraka dan saya yakin anda juga belum pernah. Saya juga tidak ngebahas masalah surga/neraka, meski begitu ada orang yg pernah melihatnya dan menggambarkannya dan saya percaya dengan orang itu yaitu Muhammad yg bergelar Al-Amin (yg dapat dipercaya). Kalo anda atas dasar apa meyakini adanya surga dan neraka?

Saya juga gak yakin kalo anda pernah bertemu Tuhan, yg anda lihat sekarang itu kan cuma patung.

Dear Dewo,
Saya setuju dengan pendapat anda mengenai fungsi agama, maka dari itu tolong jelas logika Yesus dengan Trinitasnya itu apa?logikanya dimana?bagaimana cara meyakininya?

“Jika Anda menghendaki jawaban tanpa dalil, saya tidak bisa menjawabnya. Lebih baik saya diam dari pada menjawab yg tidak masuk akal, asal bunyi, atau ngarang. Apa yg saya katakan atau tulis selalu ada dasarnya.”

Ilmu fisika yg ruwet aja masih ada penjelasannya, koq untuk ini anda tidak bisa…?btw dasarnya apa..dalil?gak orisinil dong pemikiran anda.

dear ferry,

>ALLAH Ibrahim, ALLAH Yakub, ALLAH Israel adalah sama yaitu ALLAH swt. sang pencpita.

Alkitab (sebelum Quran ada) menulis:
Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub, Ishak kenapa dilewti? (jangan diganti Ismail), Yakub=Israel

dear ferry,

Anak dan Bapa disini bukan hubungan jasmani. Orang yang dipimpin Roh Allah disebut anak Allah, Yesus disebut Anak Tunggal Allah karena Allah sendiri bersamanya. Alkitab juga mencatat Yesus keluar dari Bapa/Allah bukan ciptaan Allah, “Aku (Yesus) dan Bapa adalah satu”.

dear axiva,

dari mana anda tahu muhammad alamin? jawabnya dari dalil quran.

dear ferry & axiva
Islam pada dasarnya suka menggunakan/menyukai bahasa asli/ tidak mau diterjemahkan, saya punya cerita:
Ketika orang muslim ditanya “Kamu menyembah Batu Hitam, Ya?”, orang muslim itu marah2.
Si penanya lalu meralat “Maaf, apakah kamu menyembah Hajar Azhwat?”, si muslim berkata “Ya.. ya..ya” (sambil manggut-manggut)

padahal Hajar Azhwat=batu hitam, yang jelas artinya bukan patung.
**Hajar Azhwat adalah batu hitam yang ada di kabah.

Dear Sugiarto,
Kalo ada yg mengatakan christoper colombus yg penemu benua amerika apakah itu dalil?

Anyway okelah, surga/neraka itu sudah termasuk isi rumah karena sosok Muhammad mungkin bagian dari yg anda tidak yakini.

Btw, yg anda tanya itu orang islam yg mana?(anda ini banyak ngarangnya ya..). Kalo ada orang islam seperti itu jelas salah!!(gak ada kompromi/keraguan), karena ke Esa-an (Tauhid) dalam islam jelas tidak memanifestasikan Tuhan dalam bentuk apapun.

Dear Sugiarto,
Seandainya ada orang yg sangat anda cintai, dihormati dan dimuliakan misalkan seorang suster (biarawati) tiba2x ada yg menyatakan berperilaku dan bergaya seperti pelacur, apa yg akan anda katakan? atau misalkan pastur yg sangat anda hormati dan dimuliakan tiba2x ada yg menyatakan pernah melakukan sodomi, apa yg akan anda katakan?

Pasti anda akan mengatakan TIDAK MUNGKIN, dia terlalu terhormat/mulia untuk melakukan perbuatan serendah itu.

Apalagi Allah Sang Pencipta, jangankan melihatNya melihat matahari ciptaannya kita tidak mampu, sepenting itukah manusia sehingga Allah perlu merendahkan diri diantara ciptaanNya yg lain…mungkinkah?

btw, don’t take it personally cerita diatas cuma perumpamaan bukan olok-olok, dan saya sangat serius.

dear axiva,

anda salah dan ini serius: manusia bisa jatuh kedalam dosa, jangankan suster/pastur/pendeta, nabi sekalipun bisa jatuh dalam dosa. Hukum dosa adalah maut/mati/binasa, oleh sebab itu diperlukan pendamaian antara manusia dengan Allah, Yesus (Anak Allah) sudah disalib sebagai pengganti korban.
Dulu orang Israel mengadakan korban untuk menutupi dosa, juga yang orang Islam lakukan sampai sekarang. Lalu bagaimana orang yang tidak mampu membeli hewan kurban?

menyimpang sedikit ya…: anda begitu menentang bahwa 2007 th yang lalu Allah pernah turun ke dunia sebagai penyelamat dan kembali terangkat (tercatat dlm Quran), lalau yang saya heran kenapa anda sujud menyembah ke arah Kabah, apa fungsi dan peranan Kabah?

**sujud sampai ke tanah = menyembah

dear axiva,

bukankah hanya Allah yang patut disembah? kenapa ada yang lain?
Ini bukti yang jelas bagimu sulit sekali mendefinisikan Allah, mungkin terlalu abstrak. Digambarkan Dzat Suci, yang bagaimana? Anda hanya mampu mendefinisikan Allah sang pencipta lewat ciptanNya saja (tahunya beres, semua ada karenaNya).
Allah tidak di suatu tempat, buktinya menngarah ke suatu tempat.
Allah tidak dapat digambarkan, tapi disebut Maha Dzat/Dzat Suci, anda menentang Dzat sebagai benda mati, saya mengatakan Allah adalah Roh tapi anda tanpa komentar.
Anda menjuluki Allah hanya sebagai Allah, tanpa melakukan apa-apa (pasif), tapi Allah Bapa sangat peduli umatnya, tidak hanya duduk ditahkta, Dia bisa turun sebagai penyelamat umatNya. Jadi Allahku Oke banget!

Dear Dewo,

Saya sangat percaya akan Allah Tritunggal, kenapa?
~Allah Bapa, tanpa Dia segala sesuatu tidak ada, termasuk diri saya. Dia El-Shadday atau Allah Maha Kuasa.
~Allah Anak, tanpa Dia manusia tidak akan selamat (datang pada Bapa), termasuk diriku yang berdosa telah ditebus, Dia Imanuel, Allah turun ke dunia menyertai kita.
~Allah Roh Kudus, tanpa Dia manusia tidak mampu memahami kehendak Bapa, termasuk diri saya dimampukan, Dia adalah Penolong kita.

Oleh karena itu saya ada, saya diselamatkan, saya mampu memahami kehendakNya.

Kita tidak dapat memisahkan ketiganya sebagai Allah kita, inilah yang aku percaya sebagai Allah Tritunggal atau Allah Maha Esa bukan Allah yang berdiri sendiri-sendiri tapi Allah kita satu. Itulah pemahaman saya tentang Tritunggal Mahakudus, tanpa ketiganya tidaklah sempurna!
AMIN.

Dear Sugiarto,

Saya pun percaya akan Tritunggal Mahakudus. Saya juga mengimaninya walau pun saya tidak pernah bisa 100% menjelaskan kepada semua penanya mengenai hal itu.

Itulah mengapa setiap berdoa saya membuat tanda salib dan berkata: “Demi nama Bapa, Putera dan Roh Kudus. Amin.”

GBU.

Dear Sugiarto,
Jangan menilai isi rumah kalo anda masih diluar pagar!

Saya juga gak akan nanya kenapa anda dikepret air kalo lagi dibaptis, itu sudah masuk isi rumah. Saya juga menghormati anda dan tidak mau mendefinisikan arti tata cara seenak perutnya sendiri.

Dalam Islam tidak ada istilah menebus dosa, yg ada yaitu bertobat dengan harapan Allah mengampuni dosa kita. Qurban itu hanyalah bagian dari syariat yg sifatnya tidak wajib.

Menghadap Ka’bah juga syariat, tapi kalo anda tanya orang islam seantero dunia itu gak ada gerakan sholat itu dilakukan untuk menyembah Ka’bah. Kalo ada yg mengakui seperti itu jelas SALAH! dan tidak ada keraguan.

Saya juga tidak menentang apa yg anda yakini, bagi saya Allah mau datang 2007 tahun yg lalu, kemaren atau besok ya suka2x Dia, lha wong Dia penguasa langit dan bumi.

Anda sendiri yg membatasi ke Maha Kuasaan Tuhan bahwa Dia cuma muncul 2007 tahun yg lalu. KekuasaanNya dimana sekarang kalo 2007 tahun yg lalu Dia sudah mati?

Yang saya yakini 2007 tahun yg lalu Allah mengutus seorang manusia bernama Isa binti Maryam kedunia untuk menjelaskan kepada manusia bahwa hanya Allah-lah yg patut disembah, karena Dia adalah Sang Pencipta, tempat segala sesuatu yg ada dilangit dan dibumi bergantung padaNya, dan tidak ada yg serupa dengan ciptaanNya, dan tidak ada yg setara sifat dan kedudukan dengan Dia.

revisi

Yang saya yakini 2007 tahun yg lalu Allah mengutus seorang manusia bernama Isa binti Maryam kedunia untuk menjelaskan kepada manusia bahwa hanya Allah-lah yg patut disembah, karena Dia adalah Sang Pencipta, tempat segala sesuatu yg ada dilangit dan dibumi bergantung padaNya, dan Dia tidak serupa dengan ciptaanNya, dan tidak ada yg setara sifat dan kedudukan dengan Dia.

Dear axiva,

>>Anda sendiri yg membatasi ke Maha Kuasaan Tuhan bahwa Dia cuma muncul 2007 tahun yg lalu. KekuasaanNya dimana sekarang kalo 2007 tahun yg lalu Dia sudah mati?

Saya sudah menjelaskan, Allah Maha Kuasa, Penyelamat dan Penolong (Bapa,Putra,Roh Kudus).
KekuasaanNya tetap dari dulu, sekarang dan selamanya. Dia sudah mati? Ya, dan sudah bangkit tercatat dalam kitab anda dan saya.

>>Saya juga tidak menentang apa yg anda yakini, bagi saya Allah mau datang 2007 tahun yg lalu, kemaren atau besok ya suka2x Dia, lha wong Dia penguasa langit dan bumi.

AMIN!! Jadi tidak ada yang mustahil bagi Allah datang ke dunia sebagai Penyelamat manusia, bukan?

Dear Sugiarto,
Anyway, as you wish laahh…

Dear Dewo,
Dalam tema Yesus dan Trinitas ini yg sebenarnya ingin saya tanyakan dari awal adalah :
1. Bagaimana bisa Tuhan diserupakan dengan ciptaanNya yaitu manusia? karena seperti pernah saya ungkapkan diawal bahwa hal seperti itu merendahkan derajat Sang Pencipta.
2. Bagaimana memahami Trinitas? karena tidak mungkin satu kapal dua nakhoda.

2 hal yg itu yg bertentangan dengan kaidah2x yg saya yakini. Kalaupun saya mengenyampingkan dalil, itu karena saya ingin mendapatkan pemahaman orisinil dari anda. Sedangkan masalah tata cara adalah hal yg mengikuti setelah itu, dan saya tidak ingin membahasnya.

Terimakasih.

Dear Sugiarto,
Tapi itu bukan berarti saya setuju dengan pendapat anda.

Terimakasih.

orang yang tak mamahami Trinitas memang akan bingung.Kita sebagai orang Kristen sangat bersyukur tentang itu. Pengalaman rohani akan membuat kita semakin memahaminya. Jika orang lain(yang beda agama) tak mengimaninya atau tak mempercayainya wajar saja.

dear lorent,

Ya, tugas kita memberitakan selanjutnya Roh Kudus yang memampukan untuk memahami. Sangat disayangkan jika orang menolak kasih karunia Allah,kita hidup pada jaman kasih karunia.
Ladang telah menguning tapi pengerja sedikit, ini tugas orang kristen.

GBU

Saya adalah penganut agama katolik. Saya memahami katolik bukanlah sebagai sesuatu yang eksklusif. Disini saya cuma ingin menekankan bahwa katolik adalah suatu agama yang mengandung nilai2 universal. Melalui rubrik ini saya ingin “share” dengan anda tentang pengalaman iman saya tentang konsep keTuhanan “Allah TriTunggal MahaKudus”.
Panggilan iman pertama saya dimulai pada saat saya berumur 16 tahun, kehidupan iman saya waktu itu diiringi dengan ketidakpercayaan pada Tuhan. Panggilan iman itu saya alami saat saya ikut ret-ret. Tuhan menjamah jiwa saya, waktu itu iman saya lemah, saya menanggung beban berat. Tapi Romo (pastur) menguatkan saya dengan berkat “Allah TriTunggal MahaKudus”, saya bahagia sekali, damai dan tenang rasanya. Sejak saat itu, iman saya terbentuk sedikit demi sedikit tentang adanya “Allah TriTunggal MahaKudus” lewat pengalaman iman dan perenungan saya yang amat mendalam mengalahkan pertanyaan2 kritis ” akal dan logika” saya sebagai manusia. Melalui kerendahan diri dan sikap pasrah saya menerima kehadiran “Allah TriTunggal MahaKudus” saya menemukan sisi lain yang tidak pernah saya rasakan sebelumnya. Saya sekarang menjadi pribadi yang memahami karya Allah di dunia ini sebagai suatu yang indah, termasuk dengan adanya perbedaan. Hidup saya menjadi bermakna. Saya mengimani Yesus secara sederhana, Dia Teladan yang baik bagi saya Pribadi: melalui Dia saya mengenal kebaikan Bapa sehingga saya tergerak untuk terus berbuat baik untuk memuliakan Allah Bapa di Surga. Kehadiran Roh kudus menerangi langkah hidup saya. Allah Bapa merupakan pribadi ilahi yang menjadi kekuatan saya. Mengenai pertanyaan2 yang selalu ada dari dulu sampai sekarang tentang konsep keTuhanan, saya hanya ingin menyampaikan bahwa “Allah itu misteri dan Allah itu ilahi.” Saya sangat bersyukur dengan Anugerah “Allah TriTunggal MahaKudus” yang telah saya terima. Itu panggilan rahmat, saya begitu sedih melihat saudara-saudara saya berselisih tentang itu sampai ada yang menghujat karya Allah. Inti dari hidup adalah CintaKasih. Allah Bapa tidak menhendaki adanya ketidakdamaian, mari kita membangun relasi pribadi kudus bersama Allah Bapa tanpa memandang baju dan cara apa yang kita pakai. Tuhan senang melihat kita sebagai pribadi yang suci hati. “Allah TriTunggal MahaKudus” telah menyatu dalam pengharapan iman saya. Tiap orang mempunyai panggilan rahmat yang berbeda-beda, mari kita ciptakan kedamaian…
Salam Damai…

@Axiva,
Hallo, maaf terlambar meresponse.

1. Bagaimana bisa Tuhan diserupakan dengan ciptaanNya yaitu manusia? karena seperti pernah saya ungkapkan diawal bahwa hal seperti itu merendahkan derajat Sang Pencipta.

Anda percaya Allah itu Mahakasih? Anda percaya Allah itu Mahapenyayang? Anda percaya Allah itu Mahakuasa? Jika jawabannya: “YA”, berarti seharusnya Anda percaya bahwa Karya Allah itu memang terjadi.

2. Bagaimana memahami Trinitas? karena tidak mungkin satu kapal dua nakhoda.

Karena Bapa di dalam Yesus dan Yesus di dalam Bapa. Jelaskan tentang 1 nahkoda?

2 hal yg itu yg bertentangan dengan kaidah2x yg saya yakini. Kalaupun saya mengenyampingkan dalil, itu karena saya ingin mendapatkan pemahaman orisinil dari anda. Sedangkan masalah tata cara adalah hal yg mengikuti setelah itu, dan saya tidak ingin membahasnya.

Terus terang, saya tidak memiliki pemahaman orisinal. Apa yg saya tuliskan itu sumbernya dari Alkitab. Sebenarnya Alkitab itu mudah dipahami, cuma karena kekerasan hati kitalah yang membuatnya menjadi sulit. Kalau masa Perjanjian Lama, orang-orang yg keras hati ini disebut sebagai orang yang tegar tengkuk.

Salam damai.

@Chika,
Sungguh luar biasa pengalaman hidup & rohani Anda. Betapa besar kasih karunia yang telah diberikan Allah kepada Anda.

Semoga semakin banyak orang yang dapat mengalami pengalaman dan memperoleh hikmat seperti Anda.

Salam damai & sejahtera.

Surat Al Maa’idah 68
Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, kamu tidak dipandang beragama sedikitpun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil, dan Al Qur’an yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu”. Sesungguhnya apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu akan menambah kedurhakaan dan kekafiran kepada kebanyakan dari mereka; maka janganlah kamu bersedih hati terhadap orang-orang yang kafir itu.

Buat yg belum perSurat Al Maa’idah 68
Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, kamu tidak dipandang beragama sedikitpun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil, dan Al Qur’an yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu”. Sesungguhnya apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu akan menambah kedurhakaan dan kekafiran kepada kebanyakan dari mereka; maka janganlah kamu bersedih hati terhadap orang-orang yang kafir itu.

@ Gorky,

Surat Al Maa’idah 68 tsb ditujukan kepada siapa?

Buat Anda2 yg lagi sibuk seperti paling benar, sebab kebenaran adalah milik Sang Pencipta

Semua agama sudah dikotori ajaran manusia jadi tidak usah saling merasa benar karena kita sudah pasti salah…

Bentuk sebuah kesaksian adalah mengalami..bukan mempelajari..trus bilang org lain salah….

(Maaf ini hanya utk org yg serius..bukan yg cari2 kesalahan org lain )

hmmmmmm sudah lah mendingan baca postingan ku aja yah… yah… ini nih

http://afez.wordpress.com/2007/01/24/antara-keyakinan-doktrinisasi-dan-ego/

* manggut – manggut sembari ngeloyor *

@ axiva
eh axiva mana seh blog anda.. saya jadi tertarik nehhh…

Dear Dewo,

Bahasa asal Injil itu bahasa apa ya?
atau Injil diturunkan menggunakan bahasa apa?

Terimakasih

Dear zferry,
saya gak punya blog..

* sembari rebahan menatap bintang dilangit *

mengenai kebingungan dan “misteri” tritunggal ini, menurut saya dalam agama konsep ketuhanan itu adalah hal fundamental dan saya rasa tidak bisa ditekankan lebih jauh lagi betapa pentingnya memahami konsep ketuhanan ini, sebagai pijakan awal dalam menjalani lebih jauh lagi agama tersebut.

lalu bagaimanakah kita dapat menjalani dan mengamalkan agama tanpa dasar yang kuat dan “asal percaya”..

dari pengalaman saya berdiskusi masalah trinitas ini, akhirnya akan berujung pada ‘hanya bisa di imani’….

alkahfi:1
Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hamba-Nya Al Kitab (Al-Qur`an) dan Dia tidak mengadakan penyimpangan (makna) di dalamnya

alkahfi:2
sebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan siksaan yang sangat pedih dari sisi Allah dan memberi berita gembira kepada orang-orang yang beriman, yang mengerjakan amal saleh, bahwa mereka akan mendapat pembalasan yang baik,

alkahfi:3
mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya.

alkahfi:4
Dan untuk memperingatkan kepada orang-orang yang berkata: “Allah mengambil seorang anak.”

alkahfi:5
Mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang hal itu, begitu pula nenek moyang mereka. Alangkah buruknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka; mereka tidak mengatakan (sesuatu) kecuali dusta.

Maha benar Allah dengan segala firmanNya. (no offense)

Piisss

Ini memang blog yang canggih!!
Teruskan usaha anda…

http://cahayanusantara.blogspot.com

@Dear Hedonese,

Terima kasih. GBU.

Wah susah klo ngebahas yesus dari sudut pandang agama….., pasti ujung2x nya akal kita jadi mati, kayak digigit ular bludak! permasalahan trinitas didalam Taurat dan Al-Quran juga disebutkan: Secara konseptual trinitas berbicara tentang peranan Allah, Yakni Allah Sebagai Pengatur, Penguasa, dan satu2xnya yang ditaati. cuma didalam Ijnjil peranan tersebut disimbolkan sebagai Allah Bapa, Allah Anak dan Allah Roh kudus kenapa demikian?.. karena ketiga Kitab tersebut sama2x bersumber dari ajaran yang sama yakni Ajaran Ibrahim… maka daripada itu pemahamannyapun gak ada bedanya!!, yang berbeda cuma pelakunya saja……, karena ketiga nabi spt Musa, Isa dan Muhamad hidup didalam era yang berbeda dan ketiganya saling menggenapi nubuah satu sama lainya!!

“Maka sekarang ketahuilah olehmu dan perhatikanlah ini baik-baik, bahwa Tuhan itulah Allah, baik di langit yang di atas, baik di bumi yang di bawah, dan kecuali Ia tiadalah lain lagi.”

“Aku dan Bapa adalah satu.” (Yoh 10)

“tetapi jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak mau percaya kepada-Ku, percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa.” (Yoh 10:38)

So, yesus dan bapa merupakan satu kesatuan, sehingga yesus sama dengan bapa (tuhan)…. tetapi…

“supaya “mereka” semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar “mereka” juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.” (Yoh 17:21)

“Aku di dalam “mereka” dan Engkau di dalam Aku supaya “mereka” sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku.” (Yoh 17:23)

loh, kok yang jadi satu nggak cuman yesus sama bapa saja, tapi “mereka” juga menjadi satu. jadi kalo begitu “mereka” juga bisa disebut “tuhan” juga dong.

Kok jadi nggak “trinitas” lagi nih, jadi “multi-nitas”…

yesus, tuhan atau utusan tuhan?

“Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar, bahwa Aku datang dari pada-Mu, dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah “mengutus” Aku.” (Yoh 17:8)

@Dear Alpha,

Trinitas tetaplah Trinitas. Tetapi barang siapa menerima Trinitas di dalam hatinya, maka kita akan mengalami Kasih Allah yg luar biasa dalam hidup kita.

Yesus Manusia memang seorang utusan Allah yg menggenapi seluruh pesan dan nubuatan. Misi Ilahi telah berhasil diemban-Nya. Tetapi Manusia Yesus tetap Allah yg dibuktikan dengan penyatuan Yesus dengan Allah Bapa. Yesus memancarkan Kasih Allah secara nyata lewat: mujizat, penyembuhan, pengajaran Kasih, penguasaan alam dan mengalahkan roh jahat/setan/iblis, dll. Tiada manusia lain yg sanggup melakukannya selain Yesus yg 100% manusia 100% Allah.

Semoga tidak bingung. GBU

kenapa ada dosa keturunan yah?

@Dear Gama,

Lebih tepat “Dosa Asal”, bukan “dosa keturunan”. Walau pun demikian memang benar bahwa Dosa Asal ini turun temurun sejak Adam berdosa.

Jangan lupa membaca: Manusia Tanpa Dosa.

GBU

to Sugiarto (03/01.2007)

Anda merujuk Surat 39 Az Zumar ayat 4 :
*Sekiranya Allah hendak mengambil anak, niscaya Dia memilih di antara apa yang Dia ciptakan mana yang Dia kehendaki. Dialah Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa*

Kata SEKIRA berarti kalau :
1. Kalau mau saya akan beri kamu uang, pengertiannya saya tidak sama sekali tidak mau memberi kamu uang.
2. Kalau saya kuat saya angkat batu besar itu, artinya saya sama sekali tidak kuat.

Jadi artinya bahwa sama sekali tudak akan bermaksud mengambil anak.

Surat 4 Annisa ayat 171 (anda hanya mengutip sebagian)

*Hai Ahli Kitab, janganlah kamu berlebih lebihan dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah, kecuali yang benar. Hanya sesungguhnya Al Masih, Isa putra Maryam itu adalah utusan Allah, dan dia (dijadikan) dengan kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) ruh dari pada-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, dan janganlah kamu mengatakan “Tuhan itu tiga”. Berhentilah kamu (dari pengakuan itu), itu lebih baik bagimu, Hanya sesungguhnya Allah adalah Tuhan Yang Esa. Maha Suci Dia dari mempunyai anak. Milik-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Dan cukuplah Allah menjadi Pelindung”

Surat 21 Al Ambiyaa ayat 19, bukan sebagaimana yang anda situr, tapi seharusnya adalah sebagai berikut :

*Dan bagi-Nya apa apa yang ada di langit dan di bumi, dan siapa yang ada di sisi=Nya (malaikat), tidak sombong untuk beribadat kepadanya dan tidak merasa lelah*

Tolong dapat diinformasikan dari mana ayat tersebut anda comot.

Kalu merujuk ayat jangan separoh separoh. Agar tidak menyesatkan, gitu lho….

@Dewo at (69) 08 Jan 2007 at 8:57

>>Dulu pada saat Perjanjian Lama Allah memperkenalkan diri sebagai: Allah Israel yang hidup; Allah Abraham; Allah Yakub; dll. Sekarang di Perjanjian Baru Allah mempunyai nama yang baru. Guess what…

Yg lebih orisinil yang mana ya???? Maaf ya mas nyeletuk dikit ini “Alkitab apa Cerbung”🙂 (lariiiiiii….)

Dear…Axiva,,,,

Dari sudut pandangan @ kefahaman memang engko lebih suka meliat lojika terus menerus….Itulah kekuatan Yesus Sang Juru Selamat yakni Allah yang Esa…jika ingin membongkar kebenaran firman menurut kekuatan akal manusiawi memang takkan dapat jawabnya malahan akan jadi rumit dan kontroversi…..tetapi jika dengan kerendahan hati dan membuka mata rohani sejati serta Iman percaya yang kukuh….barulah dapat melihat betapa karya Yesus dalam Misi dan VisiNya jelas bagi setiap jiwa-jiwa…

Tetapi …Kedatangan Yesus kedunia ini bukannya untuk mencari orang-orang yang benar…tetapi orang-orang yang sakit…

Dan….Segala sesuatunya disembunyikan kepada orang yang bijaksana,,,tetapi diperlihatkan kepada orang kecil.

KERANA………..?

Walaupun mereka melihat tetapi mereka tidak menemukanNYA…
Walaupun mereka mendengar tetapi mereka tidak memahamiNYA..

Oleh itu jangan keraskan hatimu….saat engkau mendengar panggilanNYa…

Kerana tidak ada satu namapun di bawah kolong langit ini yang dapat menyelamatkan jiwa dan roh melainkan Yesus Kristus.. Yesuslah jawapan bagi dunia ini…Amin

Dear Axiva…jika anda sudi, kunjungi E mail saya…kita boleh bertukar fikiran seputar keagamaan masing-masing…
jehezkiel71@yahoo.com

MOHD HEILMEY BIN JANUDIN

“Kerana tidak ada satu namapun di bawah kolong langit ini yang dapat menyelamatkan jiwa dan roh melainkan Yesus Kristus.. Yesuslah jawapan bagi dunia ini…Amin”

Kenyataan di atas ni adalah PALSU.. sebelum anda berkata demikian anda kena memahami banyak aspek..belajar lagi Bible jika perlu anda mestilah Cari lagi Paderi atau Pendeta yang lebih Tinggi untuk Kenyataan anda.

KHAS BUAT ORAJA

keyakinan mu tentang Yesus tak menguntungkanmu kerana maksud ayat “Walaupun mereka melihat tetapi mereka tidak menemukanNYA…
Walaupun mereka mendengar tetapi mereka tidak memahamiNYA..” adalah merujuk kepada umat yahudi yang degil!

Kenapa anda hanya melihat ayat itu saja?
Ayat itu menegaskan bahawa Jika Nabi Muhammad datang membawa pengajaran yang seperti di janjikan Yesus namun orang tdk akan mahu mendengar apa yang di ajar Yesus

PERHATIKAN:
Yesus berkata : ada banyak perkara yang ingin ku katakan padamu….apabila ia roh kebenaran datang ia akan memimpin kamu kepada SELURUH kebenaran.

Lagi Jesus pernah bersaksi rujuk Gospel Utama anda.. Jesus berkata “Jika aku pergi Roh Kebenaran(Holy Spirit) akan bersaksi tentang diriKu..” Adakah anda faham ini?

Lagi ramalan ini semuanya terpenuh setelah kedatangan Nabi Muhammad saw kerana Nabi Muhammad saw adalah rahmat bagi seluruh alam..dimana Nabi Muhammad membela dan membersihkan Nama Nabi Isa dan Ibunya Maryam dari persangkaan negatif serta membersihkan Nama Nabi Isa(Yesus) daripada di pertuhankan!

Apa yang dilakukan Nabi Muhammad?!!!
PERHATIKAN;

Nabi Muhammad melalui petunjuk Allah swt Al-Quran menegaskan bahawa Nabi Isa a.s (Yesus) adalah seorang

1.As-Solehin (Orang yang soleh)

2.Al-Masih (Juru selamat Allah) bermaksud membebaskan manusia daripada dosa dengan cara tdk mensyirikkan Allah, menjahui berhala, dan melakukan perbuatan yang baik TAPI BUKAN MENEBUS DI TIANG SALIB.

3.Isa ibnu Maryam (Anak kepada Maryam) Bermaksud Nabi Isa adalah anak perawan Maryam yang Suci. Maryam adalah wanita yang taat kepada Allah, dan bukannya wanita yang tdk bermaruah atau penzina menurut Yahudi dalam Kitab Talmud yang tak berguna untuk manusia.

4.Ruhullah (Roh Allah) bernaksud memiliki roh suci tapi dia bukan tuhan berdasarkan Bible juga anda tentu akan setuju bahawa Jesus TIDAK PERNAh mengaku TUHAN, melainkan ia mengaku sebagai utusan Allah swt. (Rasul Allah yang Ulul Azmi)

Rujuk lagi Bible anda..rasanya tak perlu saya tunjuk kerana anda tentu jumpa ayat tersebut.

Anda percaya bahawa Roh Kudus akan masuk kedalam jiwa anda untuk memimpin anda!

TAPI APA SUDAH JADI?!!

PADERI mahupun PENDETA tdk pernah dapat menyelesai masalah

1. Kelebihan wanita di dunia
2. Alkohol
3 Perzinaan
4. Hak wanita

Biar saya perjelaskan di sini.

Tentang KELEBIHAN JUMLAH WANITA
Amerika sebagai contoh, di Amerika apabila lelaki dan wanita berkahwin, terdapat 7.8 juta wanita yang tidak akan bersuami!!! apa akan jadi pada wanita ni?!!!

Pada masa yang sama 25 juta lelaki adalah pelaku Homoseksual (sodomi) lagi 98% penghuni penjara adalah lelaki!! Anda faham situasi ini?!! Apa jawaban Bible anda? Apa penyelesaian Dunia Kristian tentang hal ni?

Dengan petunjuk Allah swt, Nabi Muhammad saw diberi petunjuk melalui Firman Allah swt di dalam alquran ‘..kahwinilah 2,3 atau 4 jika kamu ada kemampuan, dan jika kamu takut tidak berlaku adil maka kahwinilah satu sahaja.

Kenapa dunia Kristian alergi tentang Hukum kahwin 4 sedangkan itu adalah halal!!?

Mana LEBIH BAIK Berkahwin ATAU Berzina?
Sesungguhnya Allah swt lebih mengetahui tentang sifat manusia! dan bukan Manusia itu sendiri.

Mohon perhatian saudara, rujuk Bible anda dan buka depan Paderi atau Pendeta anda, kerana anda berhak mengetahui yang HAK (Kebenaran).

Tentang ALKOHOL
Berkata Paulus kepada anak muridnya Timotius “janganlah minum air saja melainkan tambahlah sedikit arak (Khamar) berhubung dengan ??? aku tak ingat..dah lama tak baca Bible!
Maklumlah aku sibuk sikit.

Harini dunia Kristian bersungguh dan meyakini bahawa arak boleh diminum dalam kuantiti sedikit..KRISTIAN menganggap itu adalah SUNNAH!

PERHATIKAN
Harini berapa RAMAI PADERI atau PENDETA jadi KAKI BOTOL?!! Anda boleh dengar berita sebegitu dengan mudah dan berlambak.

Bermula dengan minum sedikit-sedikit lama-loama jadi bukit.. katakan bermula minum segelas lama-kelamaan jadi SATU TEMPAYAN, itupun masih tak puas!!? Kenapa Begitu? Diman Roh Kudus yang Dunia Kristian mengakui bahawa Roh Kudus akan datang memimpin anda?

Nabi Muhammad saw bersabda: Ya Allah jauhkanlah aku dari ILMU yang TIDAK BERMANFAAT dan NAFSU yang TIDAK pernah KENYANG.

Siapa berani jamin nafsu ni boleh puas? NAFSU tidak akan puas melainkan orang-orang yang beriman dan mengikut syariat yang ditetapkan Allah swt.

Banyak lagi saya boleh kongsi dengan anda tapi, saya akan kongsi dengan anda kemudian, semoga anda merenung dengan hati NURANI yang TULUS.

Jesus BUKAN Tuhan Kerana Allah swt (tuhan yang Esa dan tiada sekutu) yang mencipta langit dan bumi dan apa-apa yang diantaranya dan apa yang tdk diketahui manusia.

Renungkan!

Wassalam
(Medan dakwah Islam)

MOHD HEILMEY BIN JANUDIN
(KinG_7petala@yahoo.com)

Ulasan Bible dari Da’i Islam Syeikh Ahmed Deedat

BAGIAN PERTAMA : Hari Milad Allah

1. (Allah) Diciptakan dari Keturunan Daud
“Tentang anakNya, yang menurut daging diperanakkan dari keturunan Daud.” (Surat Paulus kepada Jemaat di Roma 1:3)

2. (Allah) dari Buah Sulbi Daud
“Tetapi ia adalah seorang nabi dan ia tahu, bahwa Allah telah berjanji kepadanya dengan mengangkat sumpah, bahwa Ia akan mendudukkan seorang dari keturunan Daud sendiri di atas takhta-Nya.” (Kisah para Rasul 2:30)

3. Nenek moyang (Allah) Berdasarkan silsilah Isa Almasih
“Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham…” (Matius 1:1 )

4. Jenis Kelamin (Allah)
“Dan ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, Ia diberi nama Yesus.” (Lukas 2:21)

5. Bagian Maria Mengandung dan Melahirkan (Allah)
“Ketika mereka di situ tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin, dan ia melahirkan seorang anak laki-laki.” (Lukas 2:6- 7)

“Ia sedang mengandung dan dalam keluhan dan penderitaannya hendak melahirkan ia berteriak kesakitan.” (Wahyu kepada Yohanes 12:2)

6. (Allah) Menetek pada Seorang Perempuan
“Ketika Yesus masih berbicara, berserulah seorang perempuan dari antara orang banyak dan berkata kepadaNya: “Berbahagialah ibu yang telah mengandung Engkau dan susu yang telah menyusui Engkau.” (Lukas 11:27)

7. Tumpah Darah (Allah)
“Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada jaman raja Herodes.” (Matius 2: i )

8. Profesi (Allah)
” Bukan Ia ini anak tukang kayu.” (Matius 13:55) ” Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria?” (Markus 6:3)

9. Kendaraan (Allah)
“Lihat, Rajamu datang kepadamu, Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda.” (Matius 21:5)

“Yesus menemukan seekor keledai muda lalu ia naik ke atasnya.” (Yohanes 12:14)

10. (Allah) Minum Arak dan Makan
“Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan mereka berkata, ” Lihatlah , Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa.” (Matius 11:19)

“Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan kamu berkata, “Lihatlah, ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa.” (Lukas 7:34)

11. Kemiskinan (Allah)
“Yesus berkata kepadanya: “Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi anak manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepalaNya.” (Matius 8:24)

12. Milik (Allah) yang Remeh
“Aku membabtis kamu dengan air, tetapi Ia yang lebih berkuasa daripadaku akan datang dan membuka tali kasutNya pun aku tidak layak.” (Lukas 3:16)

“Sesudah prajurit-prajurit itu menyalibkan Yesus, mereka mengambil pakaianNya lalu membaginya menjadi empat bagian untuk tiap-tiap prajurit satu bagian dan jubahNya juga mereka ambil. JubahNya itu tidak berjahit, dari atas ke bawah hanya satu tenunan saja.” (Yohanes 19:23)

13. (Allah) Berkehangsaan Yahudi yang Taat
“Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana .” (Markus 1:35)

14. (Allah) Loyal kepada Pemerintah Kaisar Roma
“Berikan kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.” (Matius 22:21 dan Matius 17:24-27)

I5. (Allah) Anak Yusuf
“Filipus bertemu dengan Natanael dan berkata kepadanya: “Kami telah menemukan Dia yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan para nabi, yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nazaret.” (Yohanes 1:45)

16. Ibu dan Saudara-saudara (Allah)
“Setibanya di tempat asalNya, Yesus mengajar orang-orang di situ di rumah ibadat mereka. Maka takjublah mereka dan berkata: “Dari mana diperolehNya hikmah itu dan kuasa untuk mengadakan mukjizat- mukjizat itu? Bukankah Ia ini anak tukang kayu? Bukankah ibuNya bernama Maria dan saudara-saudaraNya perempuan semuanya ada bersama kita? ]adi dari mana diperolehNya semuanya itu?” (Matius 13:5456)

17. Perkembangan Hidup (Allah)
“Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat dan kasih karunia Allah ada padaNya.” (Lukas 2:40)

18. Perkembangan Akal dan Hikmat (Allah)
“Dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmatNya dan besarNya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia.” (Lukas 2:52)

19. Dalam Usia 12 Tahun (Allah) Dibawa ke Yerusalem
“Tiap-tiap tahun orangtua Yesus pergi ke Yerusalem pada hari raya Paskah. Ketika Yesus telah berusia 12 tahun, pergilah mereka ke Yerusalem seperti yang lazim pada hari raya itu.” (Lukas 2:41-42)

20. (Allah) Tidak berdaya
“Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diriKu sendiri.” (Yohanes 5:30)

21. (Allah) Tidak Mengetahui Waktu
“Tetapi tentang hari atau saat itu tidak seorangpun yang tahu, Malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anak pun tidak, hanya Bapak saja.” (Markus 13:32)

22. (Allah) Tidak Mengetahui Musim
“Keesokan harinya sesudah Yesus dan kedua belas muridNya meninggalkan Betania, Yesus merasa lapar. Dan dari jauh Ia melihat pohon ara yang sudah berdaun. Ia mendekatinya untuk melihat kalau-kalau la mendapat apa-apa pada pohon itu. Tetapi waktu Ia tiba di situ, Ia tidak mendapat apa-apa selain daun-daunan saja, sebab memang bukan musim buah ara.” (Markus 11:12-13)

23. (Allah) Tidak Terpelajar
“Waktu pesta itu sedang berlangsung, Yesus masuk ke Bait Allah lalu mengajar di situ. Maka heranlah orang-orang Yahudi dan berkata: “Bagaimanakah orang ini mempunyai pengetahuan demikian tanpa belajar! (Yohanes 7:14-15)

24. (Allah) Belajar dari Pengalaman
“Dan sekalipun la adalah Anak, la telah belajar menjadi taat dari apa yang telah dideritaNya.” ( Surat kepada Orang Ibrani 5:8)

25. (Allah) Diuji oleh Iblis
“Segera sesudah itu Roh memimpin Dia ke padang gurun. Di padang gurun itu Ia ditinggal empat puluh hari lamanya dicoba oleh lblis.” (Markus 1:12-13)

26. Iblis Berulang kali Menguji (Allah)
“Sesudah iblis mengakhiri semua percobaan itu, ia mundur dari padaNya dan menunggu waktu yang baik.” (Lukas 4:13)

27. (Allah) Sama dengan Orang Awam, Diuji Juga
“Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.” (Ibrani 4:151

28. (Allah) Yang Benar, Tidak Dicobai oleh Yang~ahat
“Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang fahat, dan la sendiri tidak mencobai siapapun.” ( Surat Yakobus 1:13)

29. Selain (Allah ) Diuji dengan Kejahatan
“Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya.” ( Surat Yakobus 1:14)

30. (Allah) Mengakui dan Bertobat
“Maka datanglah Yesus dari Galilea ke Yordan kepada Yohanes untuk dibabtis olehnya.” (Matius 3:13) Ini menunjukkan pengakuan atas dosa (Matius 3:6), bertobat daripadanya (Matius 3:11 ) ,

31. (Allah) Tidak Datang untuk Menolong Orang-orang Berdosa
” Ketika Ia sendirian, pengikut-pengikutNya dan kedua belas murid itu menanyakan Dia tentang perumpamaan itu. JawabNya: Kepadamu telah diberikan rahasia kerajaan Allah, tetapi kepada orang-orang luar segala sesuatu disampaikan dalam perumpamaan, supaya:
“Sekalipun melihat, mereka tidak menanggap, sekalipum mendengar, mereka tidak mengerti, supaya mereka jangan berbalik dan mendapat ampun.” (Markus 4:10-12)

32. (Allah) yang Rasialis
“Sesungguhnya, singa dari suku Yehuda, yaitu tunas Daud.” (Wahyu 5:5)

33. (Allah) Datang Hanya untuk Bangsa Yahudi Saja
“Jawab Yesus: “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel .” (Matius 15:24)

34. (Allah) Memecah-belah dan Berat Sebelah
“Keduabelas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: “Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria melainkan pergilah ke domba-domba yang hilang dari umat Israel .” (Matius 10:5-6)

35. Selain dari Yahudi, Hanyalah Anjing di Mata (Allah)
“Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.” (matius 15:26)

36. Kerajaan (Allah)
“Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan kerajaannya tidak akan berkesudahan.” (Lukas 1:33)

37. Gelar Kebesaran (Allah)
“Raja orang Yahudi” (matius 2:2) “Engkau raja orang Israel ” (Yohanes 1:49 dan 12:13)

38. (Allah) yang T`idak Menyerupai Tuhan
“Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus.” (Matius 4:2)

“Pada pagi-pagi hari dalam perjalananNya kembali ke kota , Yesus merasa lapar.” (Matius 21:18)

“Keesokan harinya sesudah Yesus dan kedua belas muridNya meninggalkan Betania, Yesus merasa lapar.” (Markus 11:12)

39. (Allah) Haus
“Aku haus!” (Yohanes 19:28)

40. (Allah) Tidur
“Tetapi Yesus tidur.” (Matius 8:24)
“Dan ketika mereka sedang berlayar, Yesus tertidur.” (Lukas 8:23)
“Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam.” (Markus 4:38)

41. (Allah) Letih
“Yesus sangat letih oleh perjalanan, karena itu Ia duduk di pinggir sumur itu.” (Yohanes 4:6)

42. (Allah) Masygul Hatinya dan Terharu
“Maka masygullah hatiNya. Ia sangat terharu.” (Yohanes 1 1:35)

43. (Allah) Menangis
“Maka menangislah Yesus.” (Yohanes 11:35)

44. (Allah) Sedih dan Gentar
“Maka mulailah la merasa sedih dan gentar, lalu kataNya kepada mereka: “HatiKu sangat sedih, seperti mau mati rasanya.” (Matius 26:37-38)

45. (Allah) Takut dan Gentar
“Ia sangat takut dan gentar, lalu kataNya kepada mereka: “Hatiku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah.” (Markus 14:34)

46. (Allah) Lemah
“Maka seorang malaikat dari langit menampakkan diri kepada-Nya untuk memberi kekuatan kepada-Nya. Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa.” (Lukas 22:43-44)

47. (Allah) MengusirPedagang dengan Kekerasan dan Cambuk
“Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mulailah Ia mengusir semua pedagang di situ.” (Lukas 19:45)

“Ketika hari raya Paskah orang Yahudi sudah dekat, Yesus berangkat ke Yerusalem. Dalam hati suci didapatiNya pedagang-pedagang lembu, kambing, domba, dan merpati, dan penukar-penukar uang duduk di situ. Ia membuat cambuk dari tali lalu mengusir mereka semua dari Bait suci dengan semua kambing domba dan lembu mereka; uang penukar-penukar itu dihamburkanNya ke tanah dan meja-meja mereka dibalikkanNya.” (Yohanes 2:13-i5)

48. (Allah) Dewa Peperangan
“]angan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai di atas bumi, melainkan pedang. Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya, dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya.” (Matius 10:34-36)

“KataNya kepada mereka: “Tetapi sekarang ini, siapa yang mempunyai pundi-pundi, hendaklah ia membawanya, demikian juga yang mempunyai bekal; dan siapa yang tidak mempunyainya hendaklah ia menjual jubahnya dan mernbeli pedang.” (Lukas 22:36)

49. (Allah) Yang Lari
“Sesudah itu Yesus berjalan keliling Galilea, sebab Ia tidak mau tetap tinggal di Yudea, karena di sana orang-orang Yahudi berusaha untuk membunuhNya.” (Yohanes 7:1)

50. (Allah) Tidak Berani Tampil Di Depan Yahudi
“Mulai dari hari itu mereka sepakat untuk membunuh Dia. Karena itu Yesus tidak tampil lagi di muka umum di antara orang-orang Yahudi.” (Yohanes 11:53-54)

51. (Allah) Lari dari Hadapan Mereka
“Sekali lagi mereka mencoba menangkap Dia, tetapi Ia lompat dari tangan mereka.” (Yohanes 10:39)

52. (Allah) Dilempari Batu dan Lari
“Lalu mereka mengambil batu melempari Dia; tetapi Yesus menghilang dan meninggalkan Bait Allah.” (Yohanes 8:59)

53. (Allah) Dikhianati Muridnya
“Yudas, yang mengkhianati Yesus, tahu juga tempat itu, karena Yesus sering berkumpul di situ dengan murid-muridNya. Maka datanglah Yudas ke situ dengan sepasukan prajurit dan penjaga-penjaga Bait Allah yang disuruh oleh imam-imam kepala dan orang-orang Farisi lengkap dengan lentera, suluh dan senjata.” (Yohanes 18: 2-3)

54. (Allah) Ditangkap dan Dihina
“Dan orang-orang.yang menahan Yesus, mengolok-olok Dia dan memukuliNya. Mereka menutupi mukaNya dan bertanya: “Cobalah katakan siapakah yang memukul Engkau?” (Matius 26:67-68)

55. Muka (Allah) Ditampar Seorang Penjaga
” Ketika Ia mengatakan hal itu, seorang penjaga yang berdiri di situ, menampar mukaNya sambil berkata: “Begitukah jawabmu kepada Imam besar? Jawab Yesus kepadanya.

“Jikalau kataKu itu salah, tunjukkanlah salahnya, tetapi jikalau kataKu itu benar, mengapakah engkau menampar Aku?” (Yohanes 18:22-23)

56. (Allah) Dijatuhi Hukuman Mati
“Lalu dengan suara bulat mereka memutuskan, bahwa Dia harus dihukum mati.” (Markus 14:64)

“Mereka menjawab dan berkata: “Ia harus dihukum mati! (Matius 26:66)

57. (Allah) Seperti Seekor Domba yang Dibawa ke Pembantaian

“Seperti seekor domba Ia dibawa ke pembantaian; dan Ia tidak membuka mulutNya. Dalam kehinaanNya berlangsunglah hukumanNya.” (Kisah para rasul 8:32-33)

58.Akhir Kesudahan (Allah)

a. (Allah) Mati
“Lalu bersuaralah Yesus dengan suara nyaring dan menyerahkan nyawaNya.” (Markus 15:37)

b. Kematian (Allah) Sudah Ditentukan
“Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka pada waktu yang ditentukan oleh Allah.” (Roma 5:6)

“Tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa Ia telah mati.” (Yohanes 19:33)

c. Minta Mayat (Allah)
“Ia pergi menghadap Pilatus dan meminta mayat Yesus. Pilatus memerintahkan untuk menyerahkannya kepadanya. Dan Yusuf pun mengambil mayat itu.” (Matius 27:58-59)

d. Kain Kafan (Allah)
“Dan Yusuf pun mengambil mayat itu, mengafaninya dengan kain lenen yang putih bersih, lalu membaringkanNya di dalam kuburNya yang baru, yang digalinya di dalam bukit batu, dan sesudah menggulingkan sebuah batu besar ke pintu kubur itu, pergilah ia.” (Matius 27:59-60)

e. Pernyataan Berkabung dengan Kematian (Allah) “Ketika kepala pasukan melihat apa yang terjadi, ia memuliakan Allah, katanya: “Sesungguhnya, orang ini adalah orang benar.” (Lukas 23:47)

Berdasarkan kutipan-kutipan dari kitab suci yang telah kami paparkan di atas, kami tidak menemukan adanya kekuatan dan kebenaran alasan yang dikemukakan oleh si advokat itu mengenai bersekutunya Isa Alaihissalam dengan Allah baik dalam tabiatnya maupun dalam kemiripannya dari segala sisi. Karena itulah kami berkesimpulan bahwa Isa Almasih itu bukan Allah.

Walaupun si advokat itu telah berusaha dengan segala daya hendak memutar-balikkan fakta, tapi pasti ia tidak mungkin dapat membuktikan bahwa Isa As itu adalah Allah.

Dia dan para penginjil lainnya yang mengatas-namakan Yesus Almasih mustahil dapat meyakinkan kaum muslimin tentang pernyataan mereka mengenai Isa Alaihissalam yang dikatakannya lebih dari seorang lelaki biasa.

MOHD HEILMEY BIN JANUDIN
(KinG_7petala@yahoo.com)

BAGIAN KEDUA : Almasih bukan Nama
Dewasa ini lebih dari semilyar kaum Masehi beriman pada pernyataan “Yesus (Isa Alaihissalam) yang berasal dari Nazaret adalah Almasih”. Mereka mengimaninya tanpa meneliti secara mendalam. Mereka mengemukakan “seribu satu” ramalan dari kitab suci bangsa Yahudi (Perjanjian Lama) untuk membuktikan pengakuannya tentang “Yesus adalah Almasih yang dijanjikan oleh bangsa Yahudi”.

Marilah kita tinggalkan “seribu” ramalan itu dan kita teliti satu kebenaran saja, yang telah diramalkan sendiri oleh Yesus. Itu merupakan satu-satunya ramalan Yesus yang tidak diragukan lagi dalam Injil. Untuk itu marilah kita teliti kembali, apakah ia sudah menepati janjinya kepada bangsa Yahudi.

Pertama-tama, kita harus menerima kebenaran kata “Almasih” sebagai gelar, bukan nama.

Almasih terjemahan dari kata Ibrani “Mesias”, yang artinya “seorang yang diurap dengan minyak kudus”. Persamaan katanya dalam bahasa Yunani ialah “Christos”, yang dalam bahasa Inggris disebut dengan “Christ”.

Pada masa itu para alim ulama dan raja-raja yang hendak dilantik untuk menduduki suatu jabatan tertentu “diurap” dengan minyak kudus. Kitab suci memberikan gelar ini meskipun kepada Raja Cyrus (dari Parsi) yang menyembah berhala, seperti dalam bunyi ayatnya:

“Beginilah firman Tuhan: “inilah firmanKu kepada orang yang kuurapi, kepada Koresy yang tangan kanannya Kupegang, supaya Aku menundukkan bangsa-bangsa di depannya dan melucuti raja-raja, supaya Aku membuka pintu-pintu di depannya dan supaya pintu-pintu gerbang tidak tinggal tertutup.” (Yesaya 45:1 )

“Lukas mengisahkan kepada kita, ujarnya:

“Dan ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum ia dikandung ibuNya.” (Lukas 2:21 )

Nama yang diberikan kepada Maryam untuk anaknya sebelum dilahirkan adalah Yesus (Isa), bukan Almasih. Ia mengaku dirinya “Almasih”, sesudah dibaptis oleh Yohanes Pembabtis (Yahya Alaihissalam). Terhadap gelar ini, bangsa Yahudi tidak sepenuhnya menerima. Oleh karena itu mereka meminta suatu tanda!

Dalam Injilnya, Matius meugutarakan tentang ahli Taurat dan orang Farisi yang datang kepada Yesus untuk meminta tanda itu. Mereka berkata, “Guru, kami ingin melihat suatu tanda dari pada-Mu.” (Matius 12:38)

Mereka menuntut hakikat dari kebenaran yang dibawanya itu. Yang mereka minta bukan hanya suatu permainan “sulap” atau “kecepatan permainan tangan”, seperti mengeluarkan kelinci dari dalam topi, atau menginjak bara api. Mereka menganggap mukjizat seperti itu hanya semacam permainan sihir dari para peramal atau dukun pembuat jampi-jampi.

Tapi apakah Yesus sudah membuktikan kebenaran janji yang pernah diucapkannya itu? Secara aklamasi umat Nasrani mengatakan “Ya!” Mereka beraklamasi tanpa memperdulikan nasihat-nasihat kitab sucinya sendiri, yang mengatakan kepada mereka: “Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik.” (I Tesalonika 5:21 )

MOHD HEILMEY BIN JANUDIN
(KinG_7petala@yahoo.com)

BAGIAN KETIGA : Masalah Kebangkitan Al-Masih
A. Tidak Ada “Tanda”
Hanya Satu Tanda Untuk Yahudi!

Namun Yesus menjawab permintaan orang Yahudi itu dengan keras dan kasar. Ia berucap, “Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus. Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam.” (Matius 12:339-40).

Dari perkataan di atas terlihat, Yesus tidak berusaha bersikap baik dan lemah lembut kepada orang Yahudi dengan menunjukkan bukti-bukti yang pernah diberikan selama itu, misalnya:

a. Mukjizat memulihkan penglihatan seorang pengemis buta yang bernama Bartimeus. (Markus 10:46-52) dan (Lukas 18:35-43)

b. Mukjizat menyembuhkan penyakit pendarahan wanita yang dideritanya selama dua belas tahun, sehingga sampai menghabiskan semua miliknya. Yesus melakukan itu hanya dengan menjamah jubahnya. (Markus 5:25-34)

c. Mukjizat mengeluarkan roh jahat ke dalam tubuh kawanan babi yang berjumlah lebih dari dua ribu ekor. (Markus 5:1-20) d. Mukjizat memberi makan kepada lima ribu orang yang mengikutinya. (b:l-15)

Namun sayang, terhadap orang Yahudi Yesus tidak mengingatkan mereka. Yesus tidak berusaha mengingatkan orang Yahudi agar tidak menuntut hal-hal baru dan mengajak mereka merenungi kembali tanda dan mukjizat yang sudah pernah ia berikan. Di sini Yesus malah menyatakan dengan keras dan kasar kepada mereka: “Tidak akan diberikan tanda, (kecuali satu tanda), seperti tanda nabi Yunus!”

B. Yunus Melarikan Diri Dari Tugas Da’wah.
Lantas apa sebenarnya ayat (mukjizat) Yunus Alaihissalam itu?

Untuk menemukan jawabannya terlebih dulu kita harus membaca surat Yunus dalam Perjanjian Lama. Menurut kitab itu, Allah telah memerintahkan kepada Yunus agar pergi ke kota Niniwe untuk memperingatkan penduduk kota itu agar segera bertobat dan insaf dari segala tingkah lakunya yang jahat. (Yunus 3:8)

Namun ternyata Yunus enggan pergi ke Niniwe. Ia malah melarikan diri ke Yafo. Di sana ketika ia melihat sebuah perahu yang akan berlayar, dengan cepat ia naik untuk melarikan diri dari perintah Allah.

Ketika perahu berada di tengah laut, tiba-tiba datang angin topan dan gelombang besar yang menakutkan. Melihat kejadian ini si nakhkoda berkeyakinan bahwa di antara penumpangnya pasti ada salah seorang yang telah berbuat durhaka. Si nakhkoda kemudian berembuk dengan para penumpangnya untuk mengatasi masalah ini. Kemudian mereka berkata, “Marilah kita undi, supaya kita mengetahui, karena siapa kita ditimpa oleh malapetaka ini.” (Yunus 1:7)

Meskipun Yunus merasa enggan memenuhi perintah Allah untuk pergi berdakwah, tapi setelah kalah dalam undian, dengan gagah berani ia menawarkan diri untuk melaksanakan hukuman itu. Katanya, “Angkatlah aku, campakkanlah aku ke dalam laut, maka laut akan menjadi reda dan tidak menyerang kamu lagi. Sebab aku tahu, bahwa karena akulah badai besar ini menyerang kamu.” (Yunus 1:12)

C. Hidup Atau Matikah, Yunus?
Dengan gagah berani nabi Yunus Alaihissalam menyerahkan dirinya untuk dijadikan tumbal dan korban. Dengan sendirinya, sebelum dilemparkan ke dalam laut, ia tidak usah dipenggal atau ditikam terlebih dahulu. Dengan sukarela ia sudah menyatakan kesiapannya untuk dilempar ke dalam laut. Seraya berkata, “Campakkanlah aku ke dalam laut! ”

Kini timbul pertanyaan, “Apakah ketika dilemparkan ke dalam laut Yunus Alaihissalam dalam keadaan mati atau hidup?”

Semua anak-anak Nasrani yang mengikuti pelajaran hari Minggu akan menjawab tanpa pikir panjang lagi: “Dalam keadaan hidup! Setelah itu barulah gelombang laut dan angin ribut reda!”

Apakah hanya secara kebetulan saja ia ditelan ikan? Di dalam perut ikan itu, apakah Yunus dalam keadaan hidup atau mati?

Dengan serentak anak-anak Nasrani pasti akan menjawab, “Dalam keadaan hidup!”

Kalau begitu apa buktinya?

Mereka akan menjawab dengan serentak, “Yunus berdoa kepada Tuhan Allahnya di dalam perut ikan itu. Katanya, “Dalam kesusahan aku berdoa kepada Tuhan dan Ia menjawab aku.” (Yunus 2:1-2) Selanjutnya anak-anak itu akan menjawab lagi, “Yang jelas di dalam perut ikan itu Yunus hidup, karena orang mati tidak berseru dan berdoa!”

Lantas apakah selama tiga hari ikan itu membawanya mengarungi lautan, Yunus dalam keadaan mati atau hidup?

Jawaban mereka pasti tidak akan berubah: “Hidup!”

Apakah Yunus mati atau hidup, ketika ikan itu memuntahkannya ke pantai (setelah tiga hari)?

]awaban mereka tetap tidak berubah: “Hidup!”

Jawaban anak-anak Nasrani itu bisa diterima oleh semua golongan agama, baik Yahudi, Nasrani, maupun Islam.

D. Persepsi Kaum Masehi
Terhadap Yesus, Bertentangan Dengan Peristiwa Yunus

Jika dikatakan Yunus hidup selama tiga hari tiga malam, maka seharusnya Yesus juga hidup di dalam kuburnya, seperti yang diramalkannya sendiri.

Kaum Nasrani bergantung kepada benang lapuk. Mereka menyatakan “Yesus mati”. Sebenarnya hal ini dilakukan demi untuk mengabdikan pada “idee” juru selamat. Karena itulah, tidak bisa tidak; harus dijawab bahwa Yesus mati selama tiga hari tiga malam dalam kuburnya. Pernyataan ini jelas amat berbeda dengan apa yang diucapkan Yesus dalam ramalannya. Yunus tetap hidup selama tiga hari tiga malam, tetapi Yesus telah mati selama tiga hari tiga malam. Pernyataan ini juga dikemukakan oleh kaum Masehi.

Pernyataam kaum Nasrani ini amat berbeda dengan peristiwa yang telah terjadi terhadap Yunus padahal Yesus telah berkata: “Seperti Yunus”. Ia tidak berkata: “Berbeda dengan Yunus!” Pernyataan kebenaran ini merupakan kebenaran ukuran Yesus yang diberikan kepada dirinya sendiri. Yesus juga mengatakan bahwa ia bukan Mesias bangsa Yahudi yang sebenarnya.

Bila yang ditulis dalam Injil yang asli itu benar demikian, maka kenapa kita mencela penolakan bangsa Yahudi terhadap “Almasih”?

Tiga hari + tiga malam = 72 jam?!

Seorang doktor ketuhanan dan profesor dalam ilmu theologi berbicara tentang masalah paragraf (Matius 12:40) yang diperselisihkan itu. la mengatakan bahwa penekanannya lebih dititik-beratkan pada masalah faktor waktu: “Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga anak manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam.”

Profesor ini juga menambahkan. Katanya, “Saya meminta perhatian anda pada kata “tiga” yang diulang-ulang sebanyak empat kali untuk membuktikan bahwa Yesus merealisasikan ramalannya yang berkenaan dengan “lamanya waktu” yang akan dilaluinya di dalam kubur. lni bukan “seperti Yunus” yang berkenaan dengan keadaan hidup atau mati selama masa itu.”

Bila yang ditekankan Yesus di sini hanya fakxor waktunya saja, baiklah kita bertanya kepada sang profesor itu, “Apakah Yesus sudah merealisasikan janjinya kepada orang Yahudi? Maka si Nasrani yang dogmatis akan menjawab dengan lantang: “Sudah!”

E. Kapan Yesus Disalib?
Kini timbul pertanyaan: “Kapan Almasih disalib? Seluruh dunia Masehi akan mengatakan: “Pada hari jumat!”

Peristiwa inilah yang menyebabkan timbulnya pesta peringatan yang disebut “Good Friday” (hari jumat yang baik). Seluruh umat Masehi di Amerika hingga ke Zambia , di Afrika Selatan, dari Ethiopia sampai ke Zaire semua mengadakan hari besar resmi pada hari “jumat” yang mendahului hari raya Paskah.

Timbul pertanyaan, “Apa yang membuat “Good Friday” mempunyai tempat yang begitu terhormat di kalangan kaum Nasrani?”
Seluruh umat Masehi akan serempak mengatakan: “Karena kematian Almasih di atas kayu salib pada hari ini untuk membersihkan dosa-dosa kita.”

Tapi benarkah Yesus telah dibunuh di atas kayu salib pada hari jumat 1950 tahun yang lalu? Umat Masehi akan serentak menjawab: “Benar!”

Berdasarkan keterangan singkat yang ada di Injil, kami berkesimpulan kaum Yahudi sudah kegerahan benar ingin cepat-cepat membersihkan negerinya dari Yesus. Oleh karena itu, begitu Yesus tertangkap, ia langsung diadili secara kilat di tengah malam buta. Di pagi buta, pengadilan langsung mengirimkan Yesus dan menyerahkannya kepada Pilatus , wali negara itu.

Kami juga berkesimpulan, orang yang menangkap Yesus sebenarnya merasa takut, karena mereka tahu Yesus bukan saja dipandang sebagai pahlawan, tapi juga dipandang sebagai orang yang baik dan benar. Tapi sebaliknya, musuh-musuhnya sangat muak dan ingin cepat-cepat membunuhnya.

Musuh-musuhnya berhasil memaksa penguasa setempat untuk menyalibnya. Mereka jugalah yang ingin cepat-cepat menurunkan Yesus dari kayu salib sebelum matahari Jumat terbenam. Ini dilakukan demi menghormati hari Sabtu yang kudus bagi mereka (orang Yahudi). Bagi mereka hari Sabtu yang kudus dimulai sekitar pukul enam sore hari Jumat.

Untuk ini bangsa Yahudi sudah diperingatkan dalam Kitab surat Ulangan 21:23. Mereka dilarang menggantung mayat orang yang disalib yang dikutuk Allah (semalam suntuk) di atas kayu salibnya. Mayat itu harus segera dikuburkan pada hari itu juga supaya bumi Allah-tidak terkena najis.

Begitu besar perhatian mereka pada hari Sabtu. Demi mensucikan hari Sabtu maka mayat Yesus segera diturunkan dari atas kayu salibnya.

Demikianlah yang telah dilakukan oleh murid-murid rahasia Yesus kepada Pilatus . Mereka meminta agar diperbolehkan menurunkan mayat Yesus dan menguburkannya menurut adat bangsa Yahudi. Mereka memandikannya, mengafaninya dengan kain lenen dan membubuhinya dengan rempah-rempah sesuai tradisi bangsa Yahudi (Yohanes 19:39). Setelah itu mereka memasukkan mayat yang sudah dikafani itu ke dalam tanah galian kuburan menjelang malam.

Di antara berbagai golongan dan mazhab yang beraneka ragam dalam agama Masehi terdapat banyak perselisihan dan perbedaan. Namun untuk mengatasi perselisihan itu mereka telah bersepakat untuk menduga bahwa Yesus berada dalam kubur pada Jumat malam, seperti dugaan mereka Yesus masih berada di dalam kuburnya pada pagi hari Sabtu. Mereka juga menduga Yesus masih di dalam kuburnya pada Sabtu malam. Mengenai dugaan ini umat Masehi telah bersepakat dengan sepenuh hati.

Kami sengaja mengulang-ulang kata “menduga atau dugaan” hingga tiga kali, karena terhadap kejadian ini semua Injil hanya berdiam diri terutama dalam menetapkan kepastian waktu Yesus ke luar dari kuburnya.

Ada kemungkinan Yesus telah dibawa pergi oleh “murid-murid rahasianya” pada malam Jumat ke suatu tempat yang lebih aman. Tapi dalam hal ini kami tidak mempunyai hak untuk berprasangka terhadap para pengarang Injil. Oleh karena itulah saya sengaja mengulang kata “menduga dan dugaan” sampai tiga kali.

Sekarang marilah kita melihat pemecahan terakhir tentang kebenaran Yesus (telah tinggal) dalam kuburnya selama tiga hari tiga malam.

Dalam kitab suci umat Nasrani sendiri dikatakan bahwa Yesus dikubur sore hari jumat menjelang matahari terbenam, dan sudah tidak diketemukan lagi mayatnya dalam kubur pada pagi hari Ahad sebelum matahari terbit (lihat uraian dalam tabel). Dengan demikian jelaslah, Yesus tinggal di dalam kuburannya bukan tiga hari tiga malam (seperti yang dikatakan para penginjil), tetapi hanya sehari dua malam!

Dari pengamatan terhadap keterangan kitab suci kaum Masehi itu kita melihat untuk kedua kalinya Yesus telah gagal “membuktikan janjinya”. Pertama, ketika Yesus berbeda dengan Yunus. Yunus berada dalam perut ikan selama tiga hari tiga malam dalam keadaan hidup. Tapi Yesus sebaliknya. la mati kemudian bangkit dari tengah-tengah orang mati itu.

Kedua, ketika terungkap bahwa tiga hari tiga malam yang dinyatakan dengan tegas oleh semua Injil itu setelah diselidiki ternyata hanya sehari dua malam. Maria Magdalena pergi ke kuburannya menjelang fajar menyingsing pagi hari ahad, tetapi Yesus sudah tidak ada lagi di kuburannya.

Keluarga Armstrong telah mengeksploitasi seluruh dunia Masehi. Tampaknya keluarga itu telah mempelajari ilmu hitung dengan baik.

Dalam majalah “Plain Truth”, Mr. Robert Fahey menguraikan ceramahnya sewaktu di hotel Holiday inn di Durban . Dalam ceramahnya itu Mr. Robert Fahey berusaha meyakinkan para pendengarnya yang kristen, bahwa Yesus disalib pada hari Rabu bukan hari jumat, seperti yang diduga kaum Masehi Orthodoks selama dua ribu tahun yang lalu.

Berdasarkan pengamatan dan anggapannya itu, ia mengemukakan bahwa kalau seseorang menghitung mundur dari pagi hari Ahad, maka akan ditemukan tiga hari tiga malam. Karena itu, penyaliban harus ditetapkan hari Rabu bukan Jumat.

Saya mengucapkan selamat kepada Mr. Robert Fahey atas kemahirannya. Lantas saya bertanya kepadanya, “Bagaimana dengan upacara “Good Friday” yang telah dirayakan kaum Masehi sejak dua ribu tahun yang lampau, apakah akan ditukar dengan “Good Wednesday”? Tapi bagaimana mungkin. Dewasa ini hampir di seluruh dunia kaum Masehi yang berjumlah lebih dari 2,2 milyar tidak mengetahui waktu yang sebenarnya Yesus disalib. Ini berarti gereja kaum Katolik yang mengaku memiliki rangkaian tidak terputus dalam kepausan sejak Petrus sampai hari ini berdasarkan pengakuan atau penemuan Mr. Fahey semuanya telah tersesat.

F. Siapa Yang Menyesatkan Kaum Maselii?
Timbul lagi pertanyaan: “Siapa yang telah menyesatkan kaum Masehi selama dua ribu tahun yang lalu, Allah atau Setan?

Mr. Robert Fahey menjawab dengan tegas: “Setan!”

Lantas saya berkata lagi kepada Mr. Fahey, “Begitu mudahnya setan mengaburkan hal-hal yang prinsip dalam akidah mereka. Perayaan yang sudah beribu tahun mereka namakan “Good Friday” dengan segera dapat diganti dengan “Good Wednesday. Kalau begitu, sudah sejauh mana upaya penyesatan terhadap kaum Masehi di sekitar hakikat keesaan Allah, baik ketuhananNya maupun kekuasaanNya, yang tampaknya jauh lebih mudah dilakukan?

Mendengar pertanyaan saya ini, Mr. Robert Fahey tidak memberi komentar apa-apa. Ia malah berlalu dan pergi.

Kalau demikian rupa keimanan guru akidah Masehi dunia dewasa ini, apakah tidak pada tempatnya bila kita mengajukan pertanyaan lagi: “Apakah ini bukan suatu tipu daya. terbesar dalam sejarah?”

MOHD HEILMEY BIN JANUDIN
(KinG_7petala@yahoo.com)

BAGIAN KEEMPAT : Dialgo antara Ahmad Deedat dan Pendeta Rev. Roberts
(DIREKTUR LEMBAGA AL-KlTAB AFRIKA SELATAN)

Dalam pelajaran nomor dua yang saya berikan (“Who Moved the Stone?”) dulu, saya berjanji akan membahas perbedaan ukuran yang dipakai oleh penganut agama Masehi. Dalam bagian ini kami akan manafsirkan permasalahan yang sedang kita hadapi sekarang, yakni mengenai “Kebangkitan atau Kebangunan”.

Saya tengah merencanakan untuk melakukan perjalanan ke Transvaa di Afrika Selatan dalam rangka mengadakan dakwah keliling. Sebelum itu lebih dahulu saya menelpon rekan saya yang bernamz Hafidh Yusuf Dadu dari Standerton untuk mengabarkan rencana perjalanan keliling yang akan segera saya lakukan itu.

Rekan saya mengatakan bahwa ia sedang mempelajari bahasa Ibrani. Ia berharap supaya saya berusaha memperoleh kitab suci dalam bahasa Ibrani yang disertai tafsir bahasa Inggris.

Saya pergi ke toko buku Lembaga A1 kitab di Durban . Saya berhasil mendapatkan buku itu tanpa menemui kesulitan. Saya menemukan kitab suci yang “authorized version” yang juga dikenal dengan “King James Version”.

Ketika saya sedang mencari kitab yang baik dan yang harganya relatif murah itu, saya melihat seorang ibu yang duduk di belakang meja sedang menelpon seseorang. Tiba-tiba ia bertanya kepada saya, “Maaf Tuan, apakah tuan Ahmed Deedat?” Saya menjawab singkat, “Ya.”

Kemudian ia berkata lagi, “Direktur Lembaga Al kitab ingin berbincang-bincang dengan tuan.” Saya menjawab, “Dengan segala senang hati.” Kemudian ia meneruskan bicaranya. Saya jawab dengan gurauan sambil melepaskan senyum kepadanya, “Saya kira anda sedang memanggil polisi, karena saya telah melihat-lihat kitab suci lama dan banyak sekali.” Ia berkata, “Tidak, pendeta Rev. Roberts, direktur Lembaga Alkitab ini ingin bercakap-cakap dengan tuan.”

Tak lama kemudian, pendeta Roberts datang menghampiri saya dan memperkenalkan dirinya kepada saya. Kemudian ia meminta kitab suci yang ada di tangan saya. Lalu saya berikan kitab itu. Dia kemudian membuka dan membacakan ayat itu untuk saya. Bacanya:

“Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.” (Yohanes 17:3)

Sesudah saya mendengarkan bacaannya dari kitab sucinya itu, saya menjawab, “Saya menerima!” Maksudnya ialah menerima isi risalah yang ingin disampaikan kepada saya. Pada waktu itu saya tidak mengatakan kepadanya bahwa apa yang disaimpaikan kepada saya sama dengan apa yang dibawa A1-Qur’anul Karim kepada umat manusia sejak empat belas abad yang lalu tentang kewajiban semua orang untuk beriman “dengan Allah yang Maha Esa lagi Maha Kuat, dan bahwa Isa Alaihissalam (Yesus Almasih) tak lain hanya seorang rasul dari Allah. Kalimat Al-Qur’an itu berbunyi sebagai berikut:
…Sesungguhnya Al Masih, Isa putra Maryam Itu adalah utusan Allah dan (yang terjadi dengan) kalimatNya yang disampaikanNya kepada Maryam dan (dengan tiupan) roh daripada-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasulNya dan Janganlah kamu mengatakan: (Tuhan Itu) tiga.” (An Nisaa: 171)

Sudah tentu pendeta Roberts senang sekali mendengar jawaban saya. Kemudian ia cepat-cepat membuka kitab sucinya dan mencari ayat lain. Ia mulai membaca kalimat-kalimat yang dikatakan dari Yesus. Bacanya:

“Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-muridKu.” (Yohanes 13: 34-35)

Setelah selesai membaca teks itu, saya menyambutnya dengan berkomentar: “Baik sekali!” Rupanya jawaban dan komentar saya itu makin membuatnya lebih berani. Untuk mendapatkan seorang penginjil baru ia membacakan ayat lagi:

“Jangari kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi. Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.” (matius 7:i-2)

Sebagai komentar atas paragraf itu saya menjawab, “Saya setuju!”

Sebab utama persetujuan dan penerimaan saya terhadap yang dibacakan pendeta itu kepada saya, bukan untuk mendapatkan diskon khusus. Namun karena kutipan-kutipan yang dibacakannya itu pada umumnya memiliki kesamaan dengan risalah dan pikiran yang Allah berikan kepada kita untuk dikumandangkan, diajarkan dan diamalkan. Kalau saya memisahkan segi-segi kebenaran antara kaum Muslimin dan kaum Masehi maka itu
berarti saya akan menjadi seorang pendengki yang tidak punya toleransi.

Misalnya, saya mengatakan tentang sesuatu risalah tertentu dalam kitab kita (Al-Qur’anul Karim) itu sangat baik, tapi mengatakan buruk sekali pada risalah yang sama yang terdapat dalam kitabnya. Itu menandakan saya sudah menjadi juara munafiq dan pekerjaan itu merupakan kepalsuan akhlak.

Apa tujuan yang sebenarnya ingin dicapai pendeta Rev. Roberts dalam membacakan kitab sucinya kepada saya?

Memang benar, saya mendapatkan “diskon khusus” dari semua kitab yang saya beli dari toko buku itu, dan mungkin saya satu-satunya orang non Masehi yang mendapatkan diskon seperti itu. Dari ciri-ciri pakaian dan jenggot saya, dia tentu tahu bahwa saya seorang muslim. Meskipun saya telah diberinya diskon terhadap semua buku-buku yang saya beli tapi tetap saja dia belum bisa merubah saya menjadi seorang Nasrani.

Dengan lemah lembut dan berusaha bijak bestari, sang direktur yarig pendeta itu membacakan beberapa ayat Injil kepada saya untuk mengetahui reaksi saya. Rupanya ia tidak tahu bahwa saya sudah mengetahui semua teks-teks yang indah itu sejak lama. Malah akhirnya ia heran, mengapa hingga kini saya belum juga menganut agama Masehi?

Selama ini pendeta yang sopan itu telah bertindak sebagai guru yang ingin mengajar dan membantu muridnya mengetahui lebih dalam. Oleh karena Nabi Saw kita memerintahkan kepada kita dalam sabdanya: “Tuntutlah ilmu dari buaian hingga liang ke lahad!”

“Tuntutlah ilmu meskipun ke negeri Cina!”

Sebagai umat Muhammad Saw saya amat bersemangat untuk belajar. Maka saya berkata, “Saya sependapat dengan semua yang telah anda bacakan kepada saya. Tetapi saya menemukan problem dengan kitab suci anda.”

Ia bertanya, “Problem apa kiranya yang menyulitkan anda?” Saya menjawab, “Saya harap anda membaca Injil Lukas 3:23!” Maka ia pun melakukannya.

Saya berkata lagi kepadanya, “Tolong anda bacakan kepada saya!” la pun membacanya.

“Ketika Yesus memulai pekerjaannya, la berumur kira-kira tiga puluh tahun dan Dia (menurut anggapan orang) adalah anak Yusuf, anak Eli.” (Lukas 3:231)

Saya perlihatkan kepada pendeta itu kalimat yang diberi kurung: (menurut anggapan orang). Lalu saya bertanya kepadanya, “Apakah anda melihat kalimat yang diberi kurung itu?”

Ia menjawab, “Ya, saya melihatnya!” Lalu saya tanyakan kepadanya, “Kenapa ada kalimat yang berkurung di situ?” Lantas ia mengakui dan berkata, “Saya tidak tahu pasti, tetapi saya akan menanyakannya kepada salah seorang ahli kitab suci.”

Saya heran dengan kerendahan hatinya. Padahal menurut saya, semua direktur Lembaga A1 Kitab di Afrika Selatan berasal dari pensiunan pendeta. Akhirnya saya berkata kepadanya, “Baiklah, kalau anda tidak tahu, ijinkanlah saya yang akan memberitahukan kepada anda mengenai alasan diberinya kalimat yang berkurung itu. Tidak usahlah anda bersusah-susah menanyakannya kepada ahli kitab suci.”

Saya lalu menjelaskan hal itu kepadanya. Dalam “manuskrip” Injil Lukas “yang lebih kuno” tidak terdapat kalimat “(menurut anggapan orang)”. Sebenarnya ini hanya pekerjaan penerjemah Injil yang merasa bahwa tanpa adanya tambahan (penjelasan) yang asing ini, dikhawatirkan “domba-domba kecil”1 yang belum kuat benar imannya; akan tergelincir dalam keyakinannya, bahwa Yusuf si tukang kayu itulah bapak yang sebenarnya dari Yesus. Dengan alasan itulah, mereka memberikan tambahan penjelasan pribadi dan diberi kurung agar jangan sampai terjadi kesalah-pahaman.

Selanjutnya saya menambahkan, “Sebenarnya saya tidak ingin mencari-cari kesalahan dalam cara atau sistem kalian dalam menambah kalimat di antara kurung itu untuk membantu para pembaca yang masih awam.”

“Tetapi yang membuat saya heran ialah karena dalam seluruh penerjemahan kitab suci ke dalam bahasa Afrika dan bahasa Timur lainnya, kalian telah membiarkan kalimat “menurut anggapan orang.” dan telah menghilangkan kedua kurungnya itu. Kalau begitu tidak mungkinkah bangsa-bangsa di seluruh dunia ini (selain Inggris) tidak memahami arti dan tujuan dari kedua kurung itu?”

Saya melanjutkan pembicaraan lagi, “Apa jeleknya orang-orang yang berbicara bahasa Afrikaans? Kenapa kalian menyingkirkan kedua kurung itu dari Injil terjemahan ke bahasa Afrikaan, sedang kalimatnya masih tetap?”‘

Mendengar uraian saya itu, sang Direktur yang pendeta itu langsung memprotes, “Saya, tidak melakukannya.”

Saya lalu menjawab lagi, “Saya tidak menuduh anda. Tetapi kenapa lembaga Al Kitab yang anda wakili dan para ulama kitab suci berani main-main “dengan firman Allah”2 Bila Allah yang Maha Kuat tidak merasa perlu melindungi Lukas dari kesalahan3 lantas apa orang lain mempunyai hak untuk menambah atau menghilangkan suatu kalimat dari “kitab Allah”? Atas dasar hak apa kalian membuat atau memalsukan “kalimat-kalimat Allah”?

Ada kemungkinan kalimat-kalimat tambahan yang diletakkan di antara dua kurung itu, jika kedua kurungnya diangkat, maka akan dikatakan orang sebagai keterangan dari Lukas juga. Karena dalam penyusunan Injilnya, ia mendapat ilham dari Allah. Oleh karena itu pemalsuan yang disusupkan pada teks-teks yang asli itu dengan sendirinya akan menjadi firman Allah juga.

Akhirnya saya sudahi uraian saya dengan kata-kata di bawah ini:

“Sesungguhnya ulama-ulama ketuhanan modern dewasa ini telah berhasil gemilang. Sementara ahli kimia jaman dahulu telah gagal merubah logam yang murah menjadi emas yang berkilau-kilauan.”

Dalam perbincangan ini, sang pendeta mengalihkan pembicaraan, ke luar dari pokok pembicaraan semula. sehingga membuat saya berkata, “Hati-hatilah tuan, tampaknya orang Inggris sudah banyak yang tidak mengetahui bahasanya sendiri.”

Dia membalas perkataan saya dengan tajam dan cepat. Katanya, “Apakah dengan begitu, anda bermaksud mengatakan bahwa anda lebih memahami bahasa saya daripada diri saya sendiri?”

Saya menjawab, “Sungguh tidak tahu malu saya, kalau saya mengatakan kepada orang Inggris, bahwa saya lebih memahami bahasanya.”

Ia bertanya lagi, “Lalu apa yang anda maksud dengan perkataan “tampaknya orang-orang Inggris sudah banyak yang tidak mengetahui bahasanya sendiri”?”

Saya mengulangi peringatan saya sekali lagi, “Hati-hatilah tuan, kalian membaca kitab suci dengan bahasa ibu kalian seperti yang dilakukan semua kaum Masehi yang terdiri dari ribuan bahasa dunia. Meskipun begitu, tampaknya setiap kelompok bahasa Masehi memahami bahwa suatu hakikat bertolak belakang dari apa yang dibacanya.”

Pendeta itu bertanya lagi, “Maksud anda bagaimana?”

Saya melanjutkan pembicaraan, “Apakah anda ingat peristiwa ketika Yesus muncul kembali, sesudah disebarluaskan pengumuman seolah-olah ia telah disalib. la muncul sambil berkata kepada murid-muridnya, “Damai sejahtera bagi kamu!” Mereka terkejut dan takut. Mereka menyangka bahwa mereka melihat hantu.” (Lukas 24:36)

Mendengar perkataan itu, sang direktur Lembaga A1 Kitab itu menyatakan ingat terhadap peristiwa itu.

Lalu saya bertanya, “Apa yang membuat mereka (para murid) takut? Jika seseorang melihat temannya datang, seharusnya ia memberikan reaksi yang wajar dan normal. Menunjukkan rasa bahagianya yang luar biasa. Malah biasanya ada yang menyambutnya dengan peluk cium yang mesra. Tapi mengapa murid-murid Yesus itu malah takut metihat gurunya datang?!”

Sang pendeta menjawab, “Karena mereka (para murid) menyangka bahwa mereka melihat hantu.”

Saya bertanya lagi, “Apakah Yesus menyerupai hantu?” Dia menjawab, “Tidak!”
Saya bertanya lagi, “Kalau begitu, mengapa mereka menyangka melihat hantu, jika selama ini Yesus tidak menyerupai hantu?”

Tampaknya pendeta itu mendapat kesulitan besar. Aku berkata lagi, “Ijinkanlah saya menafsirkan hal itu kepada anda.”

Lantas saya berkata kepadanya, “Hati-hatilah, tuan, sesungguhnya murid-murid Almasih itu bukan saksi mata (eyewitnesses) atau saksi dengar (ear-witnesses) atau saksi peristiwa hakiki yang terjadi selama tiga hari yang lalu seperti yang diuraikan Markus, bahwa dalam situasi yang paling berbahaya dan paling sulit dalam kehidupan Yesus: “Lalu semua murid itu meninggalkan Dia dan melarikan diri.” (Markus 14:50)4

Jadi, semua berita yang diketahui murid-murid itu tentang Yesus diperoleh dari desas-desus5 yang mengatakan, bahwa dia disalib dan mereka mendengar dia sudah menghembuskan napas terakhirnya. Mereka juga mendengar bahwa dia sudah dikubur selama tiga hari. Orang yang dijejali berita semacam ini6 tidak heran kalau mereka berkesimpulan seperti melihat hantu. Maka tidak mengherankan kita bila kesepuluh muridnya yang pemberani itu kaget dan terperanjat ketika melihat Yesus kembali.

“Untuk menghilangkan salah paham dan rasa. takut yang mengganggu mereka, Yesus mengajak mereka menggunakan akal sehat, ucapnya, “Lihatlah tanganKu dan kakiKu: Aku sendirilah ini.” (Lukas 24:39)

Dalam bahasa kita Yesus berkata kepada mereka, “Wahai, kawan-kawan! Kenapa kalian tampak gelisahdan ketakutan. Tidakkah kalian melihat, bahwa aku ini adalah gurumu yang selalu berjalan bersamamu, yang selalu berbincang-bincang denganmu dan memecahkan roti bersamamu. Aku ini orangnya dengan tubuh dan darahnya dari semua. sisinya. Apa yang membuat pikiran kalian berubah dan ragu-ragu?”

“Rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat.” (Lukas 24:39)

Atau dengan kata lain, Yesus seolah-olah berkata kepada mereka, “Kalau aku mempunyai daging dan tulang, maka dengan sendirinya aku bukan hantu, mayat, atau roh!”

Saya bertanya kembali kepada pendeta itu, “Apakah uraian ini benar?”
Ia menjawab, “Ya, benar!”

Selanjutnya aku berkata, “‘Sesungguhnya Yesus memberitahukan kepada kalian seperti yang tertera dalam nasnya dengan jelas dan dengan bahasa yang sangat sederhana, bahwa tubuh yang diminta kepada murid-muridnya untuk diraba dan dilihat itu bukan tubuh yang “diperbaharui”. Juga bukan tubuh yang dirubah dan yang dibangkitkan. Tubuh yang dibangkitkan dari mati ialah tubuh rohani (Spiritualized body). Dia menjelaskan kepada mereka dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami bahwa dia tidak seperti yang mereka duga. Murid-muridnya mengira bahwa dia adalah roh. Bahwa dia adalah tubuh yang dibangkitkan ke dalam kehidupan setelah dari kematian. Tetapi Yesus dengan tegas dan jelas mengatakan bahwa dia tidak demikian.”

Mendengar uraian itu, sang pendeta bergumam. Tiba-tiba ia bertanya, “Namun apa yang membuat anda yakin bahwa tubuh yang dibangkitkan dari mati tidak akan dapat menjelma sebagai tubuh materi (materialize physically), seperti yang dilakukan Yesus dengan jelas?”

Saya menjawab, “Karena Yesus sendiri yang mengatakan bahwa tubuh yang dibangkitkan dari mati berubah ke alam rohaniah.”

Sang pendeta masih bertanya lagi dengan hati yang belum puas, “Kapan Yesus mengatakannya?”

Saya menjawab, “Anda masih ingat peristiwa yang dicatat dalam Injil Lukas 20:17 ketika Yesus didatangi ahli-ahli Taurat yang sudah tua-tua. Mereka mengajukan berbagai pertanyaan sulit dan pelik kepadanya. Antara lain tentang wanita Yahudi yang kawin dengan tujuh orang lelaki silih berganti, sesuai dengan adat Yahudi8. Setelah beberapa lama kemudian, meninggallah ketujuh orang suami dan istrinya itu?”

Sang pendeta mengatakan, “Ya, saya ingat!”

Saya lanjutkan perkataan saya, “Adapun perangkap yang dipasang untuk Yesus oleh ahli-ahli Taurat dan tua-tua itu adalah untuk menggelincirkan Yesus lewat pertanyaan ini:

“Siapakah di antara orang-orang (suami yang tujuh) itu yang menjadi suaminya pada hari kebangkitan?” Mereka sudah menghujah Yesus, bahwa “wanita itu adalah istri dari tujuh orang (semuanya)” Sewaktu mereka menunaikan tugasnya masing-masing untuk mendapatkan anak keturunan dari wanita itu memang tidak menemukan masalah apa-apa, karena mereka semua adalah suaminya. Hal ini dilakukan silih berganti karena mereka masing-masing mengawini wanita itu setelah suaminya meninggal dunia. Namun pada hari kiamat, ketika ketujuh suami itu dihidupkan bersama-sama, akan terjadi persengketaan hebat di langit. Mereka masing-masing ingin memiliki bekas istrinya, apalagi kalau mereka merasa mendapatkan kepuasan yarig mengesankan dari si istri sewaktu mereka hidup bersama dahulu.”

“Yesus berhasil menelanjangi kepalsuan pandangan mereka tentang kiamat dari mati. Dia berkata kepada mereka, bahwa pada hari kiamat dari mati “mereka tidak dapat mati lagi”. (Lukas 20:36) Ini berarti, orang yang dibangkitkan dari mati akan hidup kekal (immortalized). Mereka tidak akan mati lagi. Mereka tidak akan merasa lapar, haus dan letih. Walhasil, semua senjata maut tidak akan mampu menewaskan tubuh yang sudah dibangkitkan dari mati. Selanjutnya Yesus menafsirkan dalam sabdanya,

“Mereka (tubuh yang dibangkitkan dari mati itu) sama seperti malaikat.” Ini berarti pembawaan mereka akan berubah yaitu ke alam malaikat, alam rohaniah. Mereka akan menjadi makhluk rohaniah (artinya roh-roh). “Mereka sama seperti malaikat-malaikat dan mereka adalah anak-anak Allah, karena mereka telah dibangkitkan.” (Lukas 20:36)

Sang pendeta kemudian bertanya lagi dengan pertanyaannya yang menantang, “Namun, apa yang membuat anda begitu yakin…?”

Pertanyaannya telah mengeluarkan saya dari pokok pembicaraan yang tengah saya uraikan. Saya lanjutkan perkataan saya tadi, “Dia tidak demikian, seperti yang mereka sangka. Dia tidak berubah jadi roh, hantu atau mayat. Agar lebih jelas, ia memperlihatkan tangan dan kakinya untuk diteliti dan diamati untuk membuktikan bahwa tubuhnya masih tetap sepeiti yang dulu (material physical body) dan untuk menghilangkan kegelisahan dan keraguan mereka yang tidak beralasan. Setelah itu ia bertanya kepada mereka, “Adakah padamu makanan di sini?” (maksudnya, sesuatu yang bisa dimakan). “lalu mereka memberikan kepadaNya sepotong ikan goreng (dan sarang madu sedikit9). Ia mengambilnya dan memakannya di depan mata mereka10.” (Lukas 24:41-43)

Lantas apa yang ingin dibuktikan Yesus dengan semua yang dilakukannya itu, yaitu dengan memperlihatkan kedua tangan dan kakinya dan menyuruh mereka merabanya. Yesus juga meminta makanan dan mengunyah ikan goreng dan sarang madu yang mereka berikan (di hadapan mereka)?

Apakah kata-kata dan peragaannya itu hanya sekedar sandiwara atau permainan komedi semata?

Untuk lebih jelasnya, baiklah, sekarang kami akan mengetengahkan jawaban yang diberikan oleh F. Schleiermacher11 pada tahun 1819. Ia menjawab, “Tidak!”

Ia mengucapkan jawaban itu seratus tahun yang lalu, sebelum saya dilahirkan. Tuan Albert Schweizer mengabadikan kata-katanya sebagai berikut: “Kalau Yesus hanya makan untuk membuktikan bahwa ia bisa makan, padahal ia tidak benar-benar butuh makanan. Tentu hal itu hanya suatu sandiwara semata dan hanya suatu Docetic12.

Ketika saya berbincang-bincang mengenai masalah ini dengan direktur Lembaga Alkitab, saya belum tahu sedikitpun tentang F. Schleiermacher dan para ulama Masehi lainnya yang juga meragukan kematian Yesus di atas kayu salib. Hal ini juga diabadikan oleh Albert Schweizer dalam bukunya yang berjudul “In Quest of the Historical Jesus”, page.64.

Apa yang membuat umat Masehi ragu-ragu? Bukankah Yesus sudah memberitahukan kepada kalian dengan berbagai gaya bahasa yang jelas. Malah lebih dijelaskan lagi dengan sebuah peragaan, untuk membuktikan bahwa dia adalah manusia seutuhnya, bukan roh dan belum berubah ke alam rohaniah, dan bahwa dia bukan manusia yang dibangkitkan dari kematian. Tapi biarpun begitu, seluruh alam Masehi tetap meyakini bahwa Yesus telah dibangkitkan dari kematian (Yang saya maksud ialah ia telah berubah ke alam rohaniah).

Lalu siapa yang telah berbohong, kalian atau dia?

Bagaimana mungkin kalian (semua umat Masehi) membaca kitab suci kalian dengan bahasa ibu kalian meskipun mereka dan semua kelompok bahasa telah dipersiapkan untuk memahami kebalikan dari yang mereka baca?!

Kalau anda membaca kitab suci anda yang berbahasa Ibrani, misalnya, lalu anda mengatakan kurang paham dengan apa yang anda baca, kemungkinan saya bisa menerima alasan itu. Begitu pula jika anda membacanya dalam bahasa Yunani, lalu anda mengatakan tidak paham benar maksud dan tujuan yang ditulis. Hal itu mungkin bisa saya terima dengan baik. Tetapi tampaknya dalam diri kalian sudah ada perlawanan terhadap kaidah ketika kalian membaca kitab suci sekalipun dengan bahasa ibu kalian.

Kalian juga sudah terlatih dalam memahami kebalikan dari apa yang tertulis. Kalau sudah begitu, bagaimana caranya mencuci otak kalian? Atau seperti yang dikatakan bangsa Amerika: Bagaimana caranya memprogram kalian?

Kalau begitu, saya mohon dengan sangat, supaya kalian memberitahukan kepada saya, siapa yang berbohong, Yesus atau seribu juta umat Masehi di dunia ini?

Yesus mengatakan: “Tidak!”, tentang kebangkitannya dari kematian. Sedangkan kalian semua mengatakan: “Ya!”

Kalau begitu siapa yang patut dipercaya oleh kaum Muslimin, Yesus atau orang-orang yang mengaku muridnya itu?

Kita sebagai kaum Muslimin sudah jelas akan mempercayai gurunya daripada muridnya. Bukankah Yesus sendiri mengatakan, “Seorang murid tidak lebih daripada gurunya.” (Matius 10:24)

Demikianlah perbincangan saya dengan direktur Lembaga Alkitab Durban. Hasilnya ternyata lebih dari yang saya harapkan. Tapi akhirnya pendeta itu mengakhiri percakapan dengan sopan sambil meminta maaf dan meminta ijin untuk berpisah dengan alasan toko bukunya akan segera tutup. Dia berharap dapat bertemu lagi dengan saya, tapi tampaknya ia melarikan diri dari pembicaraan itu walaupun dengan cara yang sopan.

Saya berharap pembaca yang budiman dapat menyingkirkan sarang laba-laba yang direntangkan pada akal anda yang dapat mengacau pikiran anda dalam masalah “penyaliban”. Jika anda dapat memahaminya maka hal ini akan merupakan hadiah besar untuk saya.

“Dan sementara mereka bercakap-cakap tentang hal-hal itu, Yesus tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata kepada mereka: “Damai sejahtera bagi kamu!” Mereka terkejut dan takut dan menyangka bahwa mereka melihat hantu. Tetapi Ia berkata kepada mereka, “Mengapa kamu terkejut dan apa sebabnya timbul keragu-raguan di dalam hati kamu? Lihatlah tanganKu dan kakiKu: Aku sendiri ini; rabahlah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada padaKu.” Sambil berkata demikian, Ia memperlihatkan tangan dan kakiNya kepada mereka. Ketika mereka belum percaya karena girangnya dan masih heran, berkatalah 1a kepada Mereka: “Adakah padamu makanan di sini?” Lalu mereka memberikan kepadaNya sepotong ikan goreng (dan sarang madu sedikit)13.

Ia mengambilnya dan memakannya di depan mata mereka”. (Lukas 24:36-43).

01. Dalam bicaranya. Ahmed Deedat menggunakan kata (little lambs) seperti yang digunakan Yesus dalam mengisyaratkan para pengikutnya. Yesus berkata, “Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala.” (Lukas 10:3) Mungkin yang dimaksud penulis dengan “domba-domba kecil” ialah para pengikut yang baru (penerjemah).

02. Dalam transkript bahasa Arab keluaran Lembaga A1 Kitab di Timur Tengah kalimat “(menurut anggapan orang)” tetap ada, tapi kedua kurungnya sudah dihilangkan. Begitu pula dalam transkript bahasa Indonesia keluaran Lembaga A1 Kitab Indonesia, Jakarta, 1977.

03..Kaum Masehi berkeyakinan bahwa semua Injil yang sah itu ditulis oleh para “murid” dengan wahyu dari Roh Kudus. Namun berdasarkan bukti ilmiah terbukti bahwa keempat injil yang dikatakan sah dewasa ini, tidak satu pun yang ditulis oleh kedua belas murid pilihan Yesus! (Baca Encyclopedia Britanica, V-3, P. 573; V-13, P.83; V-14, P. 911 dan 912).

04. Injil Mateus dalam hal ini lebih jelas. Ujarnya. “Lalu semua murid itu meninggalkan Dia dan melarikan diri.” (Matius 26:56)

05. Lukas meyakinkan hal itu pada pembukaan Injilnya. Ujarnya, “…Seperti yang disampaikan kepada kita oleh mereka yang dari semula adalah saksi mata dan pelayan firman.” (Lukas 1:2)

06. Lukas juga meyakinkan kita bahwa murid-murid itu tidak percaya ketika mendengar desas-desus yang disebarluaskan orang tentang gurunya. Ujarnya, “Tetapi bagi mereka perkataan-perkataan itu seakan-akan omong-kosong dan mereka tidak percaya kepada perempuan-perempuan itu. Sungguhpun demikian Petrus bangun, lalu cepat-cepat pergi ke kubur itu. Ketika ia menjenguk ke dalam, ia melihat hanya kain kafan saja. Lalu ia pergi, dan ia bertanya dalam hatinya apa yang kiranya telah terjadi.” (Lukas 24:11-12)
Memang aneh bin ajaib, bagaimana mungkin mereka merasa heran, padahal Guru mereka sudah meramalkan dan memberitahukan hal yang diherankan oleh mereka itu?!

07. Lihat Lukas 20:1

08. Lihat Ulangan 25:5-10

09. Dalam Lukas 24:43, (dan sarang madu sedikit) terjemahan dalam bahasa lndonesia, keluaran Lembaga Alkitab Indonesia, ]akarta, 1977, ditiadakan!

10. Dalam terjemahan Inggris katolik salinan dari naskah bahasa Vulgar latin, terdapat tambahan sebagai berikut: “And when he had eaten in their presence he took what remained and gave it to them.” Kalimat inipun dalam terjemahan bahasa Indonesia tidak ada!

11. F. Schleirmacher, salah seorang ulama kitab suci dan penemu teori tentang sumber-sumber Injil yang empat. Diketengahkan pada tahun 1832 M. “Dia memperkirakan adanya kumpulan kecil tulisan atau fragmen. Dari sanalah para pengarang lnjil menulis Injilnya. (Fragments hypothesis)

12. Docetic berasal dari Docetism, yaitu suatu paham, bid’ah dalam agama. Paham ini bertentangan dengan aliran yang resmi sejak abad kedua Masehi. Ia mengatakan bahwa tubuh Almasih itu hanya seperti hantu (semblance), maya (phantom) atau benda semacam ether (etheral substance). Kata itu berasal dari bahasa Yunani, “dokesis”, artinya maya, hantu atau dokeein (to seem), berarti: tampaknya. Maksudnya ialah sesuatu yang disebutkan tentang atau yang dinasabkan kepada orang yang berbicara dengan kata-kata bid’ah itu.

13. Kalimat yang diberi dua kurung di atas: (dan sarang madu sedikit), sudah dibuang dari naskah versi standar yang diperbaiki (Revised Standard version) dari Kitab Suci dan dari berbagai terjemahan lain dalam bahasa Afrika. Kenapa? Dalam buku kami yang akan segera diterbitkan: “Apakah Kitab Suci itu Firman Allah?”, akan dijelaskan kepada Anda, kenapa?

MOHD HEILMEY BIN JANUDIN
(KinG_7petala@yahoo.com)

Ketuhanan Yesus

A: Sejak kapan Saudara beragama Kristen?

B: Sejak saya dilahirkan.

A: Apakah Saudara benar-benar mempelajari bahwa agama Kristen itu suatu agama yang paling benar?

B: Ya, memang saya menyadari.

A: Apakah Saudara berkeyakinan bahwa Kitab Injil itu suci?

B: Ya, saya yakin sekali.

A: Dari siapakah pengertian Saudara bahwa Bibel itu dari Tuhan Yang Maha Suci?

B: Guru saya menerangkan bahwa Bibel adalah Kitab Suci berisi pengajaran Tuhan Yesus, yang dicatat oleh Rasul-Rasul Matius, Lukas, Yohanes dan Rasul Markus.

A: Apakah yang dimaksud suci pada Bibel itu mempunyai arti bahwa Bibel bersih daripada kesalahan-kesalahan?

B: Betul demikian. Tetapi kesalahan yang bagaimana yang Bapak maksudkan?

A: Misalnya pada suatu saat ada orang mengabarkan pada Saudara si A sakit, sedangkan orang lain memberitahukan bahwa pada saat itu si A tidak sakit. Kedua berita itu apakah benar semuanya atau salah semuanya, atau salah satunya yang benar?

B: Diantara keduanya itu tentu salah satu yang benar atau keduanya salah dan mustahil kedua-duanya benar.

A: Satu misal lain, si A mempunyai 3 orang anak dan orang lain mengatakan si A mempunyai 10 anak. Apakah dua perkataan itu benar semuanya atau salah semuanya atau salah satu yang benar?

B: Tidak mungkin benar semuanya, melainkan salah satunya yang benar atau salah semuanya.

A: Kalau saya mengatakan benar semuanya, bagaimana pendapat saudara?

B: Itu adalah mustahil, karena ternyata ada perselisihan di antara keduanya.

A: Andaikata ada suatu kitab suci, akan tetapi ayat-ayat di dalamnya di antara yang satu dengan yang lain terdapat perselisihan, apakah kitab itu akan dinamakan kitab suci?

B: Tentu bukan kitab suci, karena yang dinamakan kitab suci itu adalah ilham (wahyu) dari Tuhan, yang mustahil terdapat kesalahan atau perselisihan.

A: Jadi kalau begitu bukan kitab suci lagi?

B: Betul, kesuciannya telah batal.

A: Kalau demikian, tentu isinya tidak dapat dipercaya, kesuciannya atau kebenarannya, karena di antara ayat-ayatnya terdapat perselisihan.

B: Yang jelas di antara ayat-ayatnya pasti bukan dari Tuhan, atau sudah dicampuradukkan dengan karangan manusia, sehingga kesuciannya ternoda. Ringkasnya sudah tidak suci lagi.

A: Kalau misalnya Bibel terdapat selisih antara satu ayat dengan ayat lain apakah Saudara masih berkeyakinan Bibel itu kitab suci?

B: Saya tidak yakin kalau Kitab Bibel tidak suci. Terkecuali kalau ada bukti-bukti nyata yang menunjukkan ayat-ayatnya berselisih antara yang satu dengan yang lain, yang dapat menimbulkan keraguan saya tentang kesuciannya. Menurut penelitian Bapak, apakah ayat-ayat Bibel ada yang berselisih?

A: Ya, banyak yang berselisih.

B: Di Perjanjian Lama atau Perjanjian Baru?

A: Dua-duanya terdapat beberapa perselisihan antara satu ayat dengan ayat yang lain.

B: Di bab apa dan pasal serta ayat berapa?

A: Supaya berurutan saya atur dalam beberapa pasal:
Pertama soal Ketuhanan Yesus, karena soal Ketuhanan adalah termasuk kepercayaan pokok pada tiap-tiap agama. Jadi soal ini perlu sekali didahulukan. Sesudah itu kita berpindah kepada soal yang lain yang berhubungan dengan soal agama Kristen yang termaktub dalam Kitab Bibel. Bagaimana pendapat Saudara?

B: Baik, saya menyetujui pendapat Bapak.

Siapa Sajakah “Anak Allah” Itu?
A: Sekarang saya ingin bertanya, apakah alasan Saudara bahwa Yesus menjadi anak Tuhan?

B: Dalam “Matius” pasal 3 ayat 17 menyebutkan demikian : “Maka suatu suara dari langit mengatakan: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi. KepadaNya Aku berkenan”. Juga di Lukas pasal 4 ayat 41, bahwa “Yesus itu Anak Allah.”

A: Kalau begitu silahkan buka “Matius” pasal 5 ayat 9.

B: Baik, Dalam pasal dan ayat itu menyebutkan: “Berbahagialah segala orang yang mendamaikan orang, karena mereka itu akan disebut anak-anak Allah”.

A: Berdasarkan ayat tersebut, yang dimaksudkan “Anak Allah” itu ialah orang yang dihormati seperti Nabi. Kalau Yesus dianggap anak Allah, maka semua orang yang mendamaikan manusia pun menjadi anak-anak Allah juga. Jadi bukan Yesus saja Anak Allah tetapi ada terlalu banyak.

B: Dalam “Yohanes” pasal 14 ayat 9 disebutkan: “Siapa yang sudah nampak Aku, ia sudah nampak Bapa”, dan di ayat 10 disebutkan: “Tiadakah engkau percaya bahwa Aku ini di dalam Bapa, dan Bapa pun di dalam Aku? Segala perkataan yang Aku ini katakan kepadamu, bukanlah Aku katakan dengan kehendak sendiri, melainkan Bapa itu yang tinggal di dalam Aku. Ia mengadakan segala perbuatan itu.”

Tritunggal atau 15Tunggal?
A: Baiklah. Silahkan Saudara periksa “Yohanes” pasal 17 ayat 23.

B: Baik, di pasal ini disebutkan bahwa: “Aku di dalam mereka itu, dan Engkau di dalam Aku, supaya mereka itu sempurna di dalam persekutuan.”

A: Perhatikan di ayat ini ada tersusun kata “Aku di dalam mereka”. Kata “mereka” di ayat ini ialah sahabat Yesus. Sedang yang dimaksudkan dengan “Aku” ialah Yesus. Jadi kata “Aku” beserta mereka artinya Yesus beserta sahabat-sahabatnya. Jadi Tuhan itu beserta Yesus dan para sahabatnya. Kalau Saudara percaya hal kesatuan Yesus dengan Bapa maka Saudara pun harus percaya tentang kesatuan Bapa itu dengan semua sahabat Yesus yang berjumlah 12 orang itu. Jadi bukan Yesus dan Roh Suci saja yang menjadi satu dengan Tuhan, melainkan harus ditambah 12 orang lagi. Ini namanya persatuan Tuhan atau Tuhan persatuan bukan hanya Tritunggal tetapi 15tunggal. Jadi berdasarkan perselisihan ayat-ayat tersebut, yang manakah yang benar? Tiga menjadi Tunggal atau 15 menjadi Tunggal? Ayat manakah yang akan Saudara yakini, yang tiga menjadi tunggal ataukah yang 15 itu?

Allah itu Esa (Tunggal)
B: Tunggu dulu Pak, ini agak membingungkan saya.

A: Tentu akan lebih membingungkan Saudara kalau saya tunjukkan ayat yang lain. Silahkan periksa “Yohanes” pasal 17 ayat 3.

B: Baik, di sini menyebutkan “Inilah hidup yang kekal, yaitu supaya mereka mengenal Engkau, Allah yang Esa dan Yesus kristus yang telah Engkau suruhkan itu”.

A: Di ayat ini menyebutkan Tuhan adalah Esa. Dalam Kamus bahasa Indonesia oleh E. St. Harahap, cetakan ke II disebutkan bahwa Esa itu berarti satu, pertama (tunggal) dan di ayat itu juga disebutkan bahwa Yesus Kristus adalah Pesuruh Allah (Utusan/Rasul). Kalau demikian, manakah yang benar? Di satu ayat menyebutkan Tuhan dengan Yesus menjadi satu, di lain ayat 15 menjadi satu dan yang lain lagi Tuhan itu Tunggal, sedangkan di ayat itu pula menyebutkan bahwa Yesus itu pesuruh Allah, bukan Tuhan. Menurut pengakuan Saudara suatu kitab suci yang kandungan ayat-ayatnya bertentangan antara yang satu dengan yang lain tentu sulit sekali dipercaya kesuciannya, karena yang disebut suci itu bersih dari kekeliruan dan perselisihan.

B: Masih adakah ayat yang menyebutkan demikian?

A: Ayat yang bagaimana yang Saudara maksudkan?

B: Ayat yang menyebutkan bahwa Tuhan itu Esa (Tunggal), bukan tiga menjadi satu.

A: Silahkan buka di “Ulangan” pasal 4 ayat 35.

B: Baik, di pasal dan ayat ini menyebutkan: “Maka kepadamulah ia itu ditunjuk, supaya diketahui olehmu bahwa Tuhan itulah Allah, dan kecuali Tuhan yang Esa tiadalah yang lain lagi”.

A: Jelas di dalam Bibel sendiri menerangkan bahwa Tuhan itu Esa, Tunggal.

B: Tetapi itu di dalam Kitab Perjanjian Lama. Apakah terdapat juga di Perjanjian Baru?

A: Saudara minta di Perjanjian Baru, baiklah. Silahkan Saudara buka Markus pasal 12 ayat 29.

B: Baik, di pasal dan ayat tersebut menyebutkan “Maka jawab Yesus kepadanya, hukum yang terutama ialah: Dengarlah olehmu hai Israel, adapun Allah Tuhan kita ialah Tuhan yang Esa.”

A: Periksa lagi di Perjanjian Lama di “Ulangan” pasal 6 ayat 4.

B: Baik, di sini disebutkan: “Dengarlah olehmu hai Israel, sesungguhnya Hua Allah kita, Hua itu Esa adanya.”

A: Apakah belum jelas bahwa Bibel sendiri yang menjadi kitab sucinya orang Kristen menyebutkan seterang-terangnya bahwa Tuhan itu tunggal, bukan tiga menjadi satu atau satu menjadi tiga. Taruh kata di Bibel ada ayat yang menyebutkan Tuhan itu tiga menjadi satu, saya ingin bertanya yang manakah di antara kedua ayat itu yang benar, yang Tunggalkah atau yang tiga menjadi Tunggal? Jadi salah satu dari dua ayat tersebut pasti ada yang benar, karena sudah jelas dua ayat itu tidak sama. Kalau salah satu atau dua-duanya salah, maka kandungan kitab suci itu ada yang salah, jadi bukan kitab suci namanya.

B: Betul, salah satu pasti salah atau kedua-duanya salah.

A: Kalau demikian apakah dapat diyakini kebenarannya sebagai kitab suci, kalau kitab suci itu mengandung kesalahan atau tidak benar isinya?

B: Ya, yang disebut kitab suci itu harus bersih dari kesalahan-kesalahan kalau tidak demikian maka batallah kesucian kitab suci itu.

Apakah Yesus Bersatu dengan Allah?
A: Menurut kepercayaan Saudara, apakah Yesus bersatu dengan Allah?

B: Ya demikian.

A: Kalau demikian tentu Yesus adalah selalu bersama Allah dan Allah selalu bersama Yesus.

B: Betul demikian sebagaimana tersebut dalam “Yohanes” 10, 30 yang bunyinya sebagai berikut: “Aku dan Bapa itu satu adanya”. Demikian juga Roh Suci, sebab Roh Suci itu menjadi satu dengan Yesus, sebagaimana tersebut dalam Injil, ialah setelah Yesus berumur 30 tahun turun Roh Suci kepadanya dan dibaptiskan oleh pembaptis yaitu Yohanes. Jadi jelas bahwa Yesus, Roh Suci, Tuhan adalah Tunggal.

Eli, Eli, Lama Sabakhtani … (Ya Tuhan, Ya Tuhan, Mengapa Engkau Meninggalkan Aku?)
A: Kalau begitu silahkan buka “Matius” pasal 27 ayat 46.

B: Baik, di pasal dan ayat tersebut menyebutkan: “Maka sekira-kira pukul tiga itu berserulah Yesus dengan suara yang nyaring katanya: “Eli, Eli, lama sabakhtani”, artinya: “Ya Tuhan, apakah sebabnya Engkau meninggalkan Aku.”

A: Berdasarkan seruan Yesus di ayat itu, jelas bahwa Yesus tidak bersatu dengan Tuhan, yakni Tuhan meninggalkan Yesus, waktu akan disalibkan. Mestinya kalau Tuhan menjadi satu dengan Yesus, di saat itulah saat tepat untuk menolong Yesus, tetapi kenyataannya Tuhan tidak bersatu dengan Yesus sehingga Yesus sendiri minta tolong.

B: Tetapi Yesus itu hidupnya memang untuk disalib guna menebus dosa manusia.

A: Kalau hidupnya Yesus memang untuk disalib, mengapa Yesus tidak bersedia dan menolak untuk disalib? Buktinya ia berseru dengan suara nyaring minta tolong pada Tuhan agar ia terlepas dari disalibkan. Dengan kata lain Yesus tidak bersedia selaku penebus dosa.

B: Betul, saya lantas tidak mengerti mengapa ayat-ayat Bibel ada yang simpang siur.

Apakah Manusia-Manusia yang Menyalibkan Yesus Itu Dilaknat atau Mendapat Pahala?
A: Dari sebab itulah mengapa Saudara menyembah Yesus selaku Tuhan yang tidak berkuasa menyelamatkan dirinya sendiri, malah minta tolong. Pantaskah ada Tuhan demikian? Dan saya lanjutkan pertanyaan, apakah manusia-manusia yang menyalibkan Yesus itu dilaknat?

B: Pasti dilaknat.

A: Mestinya tidak dilaknat, malah Yesus harus berterima kasih kepada mereka yang menyalibkan dia, bahkan mereka itu seharusnya mendapatkan ganjaran, karena menurut keterangan Saudara, kehidupan Yesus itu harus disalib untuk menebus dosa-dosa. Jika tidak ada manusia yang bersedia menyalibkan Yesus, maka dosa-dosa manusia tentu tidak ada yang menebusnya. Jadi manusia-manusia yang telah menyalib Yesus itu berjasa kepada Yesus dan penganut-penganut Kristen. Akan tetapi mereka yang sudah terbukti berjasa itu malah dilaknat. Mestinya mereka itu masuk surga dan dipuji-puji atas jasanya.

B: Ini memang tidak masuk akal atau sekurang-kurangnya memang sulit dimengerti, akan tetapi Roh Tuhan bersatu dengan Yesus itu tidak mustahil sebagaimana banyak manusia yang kesurupan hantu, jin, malaikat atau makhluk-makhluk halus lainnya sehingga tindakan tindakan dan perbuatannya menurut kehendak makhluk halus tersebut. Demikian juga ada yang kemasukan Roh Suci seperti roh malaikat sehingga tindakan-tindakan dan perbuatannya adalah suci.

A: Kalau demikian baiklah saya bikin pertanyaan: Manusia yang bersatu (kesurupan) jin itu apakah dia disebut jin?

B: Tidak.

A: Yesus yang bersatu (menerima) Roh Tuhan itu apakah ia disebut Tuhan?

B: Mestinya tidak juga.

A: Seharusnya begitu. Jadi jelas bahwa Yesus yang menerima Roh Ketuhanan tentunya bukan Tuhan. Manusia yang menerima wahyu Tuhan itu bukan Tuhan melainkan adalah utusan (pesuruh) Tuhan. Sesuai dengan pengakuan Yesus sendiri sebagaimana tersebut dalam “Yohanes” pasal 17 ayat 3 yang berbunyi: “Supaya mereka itu mengenal Engkau. Allah Yang Maha Esa dan Benar, dan Yesus Kristus yang telah Engkau suruhkan itu”.

B: Saya lantas tambah tidak mengerti tentang Ketuhanan Yesus itu.

A: Menurut keterangan Saudara tadi, bahwa manusia yang bersatu dengan (kesurupan) makhluk halus seperti roh-roh, jin dan malaikat, maka tindakan dan perbuatannya pasti menurut kehendak atau menyerupai perbuatan makhluk-makhluk halus itu.

B: Benar begitu.

A: Kalau demikian maka Yesus yang Saudara akui bersatu dengan Tuhan mestinya tindakan-tindakan dan perbuatannya menyerupai perbuatan Tuhan.

B: Mestinya begitu.

A: Akan tetapi kenyataannya tidak demikian. Tuhan tidak tidur tetapi Yesus tidur, Tuhan tidak makan tetapi Yesus makan, Tuhan tidak sakit tetapi Yesus sakit, Tuhan tidak menyembah kepada siapa pun tetapi Yesus menyembah Tuhan. Tuhan tidak mati tetapi Yesus mati, walaupun menurut i’tikat Kristen hidup kembali, tetapi ia mati.

Yesus Tidak Mengetahui Yang Gaib
B: Menurut anggapan orang Kristen salah satu yang mneyebabkan Yesus bersatu dengan Tuhan, karena ia mengetahui yang gaib.

A: Kalau begitu silahkan buka “Markus” pasal 13 ayat 31, 32.

B: Baik, ayat itu menyebutkan: “Sesungguhnya langit dan bumi akan lenyap tetapi perkataan-Ku kekal. Tetapi akan harinya atau ketikanya itu tidak diketahui oleh seorang jua pun, baik segala malaikat yang di sorga pun tidak, Anak itu pun tidak, hanyalah Bapa saja.”

A: Jelas di Bibel sendiri tertulis, Yesus sendiri mengaku tidak ada yang tahu kapan hari kiamat, melainkan hanya Tuhan sendiri. Jadi tegas Yesus sendiri tidak mengetahui waktunya hari kiamat, yang termasuk suatu yang gaib. Yang tidak tahu itu pasti bukan Tuhan.

Siapa Anak Sulung Allah?
B: Tetapi Yesus menyebutkan dirinya di ayat ini dengan kata: “Anak”, yang berarti ia anak Tuhan.

A: Silahkan buka “Matius” pasal 1 ayat 16.

B: Baik, di situ disebutkan: “dan Yakub memperanakkan Yusuf, yaitu suami Maria, ialah yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus.”

A: Jelas bahwa yang diperanakkan itu pasti bukan Tuhan sebagaimana tersebut dalam ayat tersebut. Silahkan periksa lagi “Keluaran” pasal 4 ayat 22.

B: Baik, di situ disebutkan: “Maka pada masa itu hendaklah katamu kepada Fir’aun demikian: “Inilah firman Tuhan: Bahwa Israil itulah anak-Ku laki-laki, yaitu anak-Ku yang sulung”.

A: Di ayat ini disebutkan bahwa Israil adalah anak Tuhan yang sulung, sedangkan Yesus tidak disebutkan anak yang ke berapa. Silahkan buka lagi “Yeremia” pasal 31 ayat 9.

B: Ayat ini menyebutkan, “Akulah Bapak bagi Israil, dan Afraim itulah anak yang sulung.”

A: Jelas sekali bahwa berdasarkan Bibel sendiri anak Tuhan itu banyak, bukan Yesus saja, padahal sebenarnya yang dimaksudkan dengan “Anak” dalam ayat itu ialah mereka yang dikasihi oleh Tuhan, termasuk Yesus jadi bukan anak yang sebenarnya.

B: Tetapi dalam “Matius” pasal 1 ayat 18, menyebutkan sebagai berikut: “Adapun kelahiran Yesus Kristus demikian adanya: Tatkala Maria, yaitu ibunya, bertunangan dengan Yusuf, sebelum keduanya bersetubuh, maka nyatalah Maria itu hamil daripada Roh Kudus. Roh Kudus artinya Roh Tuhan. Oleh karenanya maka Yesus itu adalah anak Tuhan, sebagaimana juga di “Matius” pasal 1 ayat 20 menyebutkan: “Yusuf bermimpi seorang malaikat, Tuhan berkata: “Hai Yusuf, anak Daud, janganlah engkau kuatir menerima Maria itu menjadi istrimu karena kandungan itu terbitnya daripada Roh Kudus.”

Apa Maksud Roh Kudus dalam Bible?
A: Kalau begitu silahkan buka: “Kisah Rasul” pasal 6 ayat 5.

B: Baik, ayat itu menyebutkan: “Maka perkataan ini diperkenankan oleh sekalian orang banyak itu, lalu memilih Stephanus, yaitu seorang yang penuh dengan iman, dan Roh Kudus, dan lagi Philippus, dan Prokhorus dan Nikanor dan Simion dan Parmenas dan Nikolaus yaitu mualaf asalnya dari negeri Antiochia.

A: Jadi berdasarkan ayat Bibel sendiri menunjukkan bahwa Roh Kudus itu bukan pada Yesus saja. Ini menunjukkan bahwa Roh Kudus itu Roh Suci, atau Roh Kesucian yang maksudnya roh yang bersih dari roh-roh kotor, bukan seperti roh setan atau hantu. Sebagaimana halnya para Nabi lainnya dengan roh sucinya. Menurut Al Qur’an, Roh Kudus (roh suci) itu berarti “Jibril”. Di Bibel sendiri menyebutkan bahwa para nabi yang terdahulu adalah Kudus.

B: Di Bibel pasal berapa menyebutkan demikian?

A: Silahlan periksa surat Petrus yang kedua pasal 3 ayat 2.

B: Baik, pasal dan ayat ini menyebutkan: “Supaya kamu ingat perkataan yang sudah disabdakan dahulu oleh nabi yang kudus dan akan hukum Tuhan lagi juru selamat, dengan jalan rasul-rasul yang disuruhkan kepadamu”.

A: Jelas di Bibel sendiri menyebutkan bahwa Roh Kudus itu bukan Tuhan dengan kata lain bahwa Yesus dalam kandungan Maria itu bukan Tuhan atau Roh Tuhan, melainkan adalah roh bersih, suci, dengan izin atau perintah Allah yang dikaruniakan kepada hamba yang dikehendakinya. Lebih jelas harap Saudara periksa dalam “Kisah Rasul”, pasal 5 ayat 32.

B: Ayat tersebut menyebutkan: “Dan kami inilah saksi atas segala perkara itu, ” demikian juga Roh Kudus yang dikaruniakan Allah kepada sekalian orang yang menurut Dia.”

A: Silahkan periksa lagi dalam “Lukas” pasal 1 ayat 41.

B: Pasal ini menyebutkan bahwa: “Maka berlakulah tatkala Elisabet mendengar salam Maria itu, meloncatlah kanak-kanak yang di dalam rahimnya itu dan Elisabet penuh Roh Kudus.

A: Sudah jelas sekali bahwa arti Roh Kudus adalah Roh Suci yang dikaruniakan oleh Allah kepada siapa pun yang dikehendakinya. Kalau sekiranya Roh Kudus itu diartikan dengan Allah atau Roh Allah maka bukan Yesus saja menjadi Tuhan atau anak Tuhan, melainkan segala orang yang taat kepada Tuhan, para Nabi dan Elisabet (istri Zakaria) pun mestinya Tuhan juga.

Kesamaan Yesus dan Elisa (Ilyas):
Bisa Menghidupkan Orang Mati (Atas Kehendak Allah)
B: Yesus dianggap Tuhan oleh karena ia mempunyai Roh Ketuhanan, terbukti dengan pangkat Ketuhanannya sehingga ia dapat menghidupkan orang mati. Inilah kesamaan Allah dengan Yesus.

A: Kalau begitu, silahkan periksa di “Kitab Raja-raja yang kedua” pasal 13 ayat 21.

B: Baik, di sini ada menyebutkan: “Maka sekali peristiwa apabila dikuburkannya seorang Anu, tiba-tiba terlihat mereka itu suatu pasukan lalu dicampakkannya orang mati itu ke dalam kubur Elisa, maka baru orang mati itu dimasukkan ke dalamnya dan kena mayat Elisa itu, maka hiduplah orang itu pula, lalu bangun berdiri”.

[Elisa = Ilyas, dalam Islam, pent.]

A: Di sini menyebutkan malah tulang-tulang Elisa dapat menghidupkan orang mati. Jadi bukan Yesus saja dapat menghidupkan orang mati bahkan tulang-tulang Elisa dapat menghidupkan orang mati. Yang berarti tulang-tulang Elisa adalah tulang-tulang ketuhanan. Kalau Yesus di waktu hidupnya dapat menghidupkan orang mati, akan tetapi Elisa di waktu tak bernyawa, malah hanya dengan tulang-tulangnya, yang di dalam kubur dapat menghidupkan orang mati. Kalau perbuatan Yesus dikatakan ajaib maka Elisa lebih ajaib dari pada Yesus. Jadi seharusnya Elisa pun dianggap Tuhan juga. Periksa lagi di “Kitab Raja-Raja yang pertama” pasal 17 ayat 22.

B: Ya, di sini menyebutkan: “Maka didengar akan Do’a Elisa itu, lalu kembalilah nyata kanak-kanak itu ke dalamnya sehingga hiduplah ia pula”.

A: Kalau secara adil, seharusnya Elisa dianggap Tuhan juga.

Kesamaan Yesus dan Elisa (Ilyas):
Bisa Menyembuhkan Orang Buta (Atas Kehendak Allah)
B: Tetapi Yesus dapat menyembuhkan orang buta sehingga melihat.

A: Kalau begitu periksa “Kitab Raja-Raja yang kedua” pasal 6 ayat 17 dan 30.

B: Ya di pasal itu menyebutkan yang maksudnya bahwa Elisa dapat menyembuhkan orang buta, sehingga dapat melihat.

A: Kalau begitu, Elisa pun harus dianggap Tuhan juga, karena menyamai Yesus dan menyamai sifat Tuhan.

Kesamaan Yesus dan Elisa (Ilyas):
Bisa Menyembuhkan Penyakit Lepra (Atas Kehendak Allah)
B: Sekali lagi Yesus dapat menyembuhkan penyakit lepra (penyakit kusta)

A: Silahkan periksa kitab “Raja-Raja yang kedua” pasal 5 ayat 10 dan 11.

B: Baik, di pasal dan ayat itu menyebutkan yang maksudnya bahwa Elisa dapat menyembuhkan orang sakit kusta bernama Naaman.

A: Jadi Elisa pun dapat menyembuhkan orang buta dan penyakit kusta malah dapat menghidupkan orang mati. Mengapa tidak diangkat juga menjadi Tuhan?

B: Akan tetapi pasal kejadian Yesus tanpa pencampuran laki-laki dengan istrinya. Inilah kelebihan rohnya Yesus daripada rohnya Elisa.

A: Asal kejadian Nabi Adam tanpa bapak dan ibu. Mengapa Adam tidak dianggap Tuhan? Juga Hawa asal kejadiannya tanpa ibu, ia pun bisa dianggap juga Tuhan Wanita.

B: Tetapi Adam dan Hawa kedua-duanya berdosa.

A: Kalau begitu Yesus pun berdosa, karena Yesus keturunan Maria, sedang Maria keturunan Adam dan Hawa. Yesus sendiri pernah dibawa oleh Iblis ke puncak gunung. Pantaskah Tuhan dibawa oleh Iblis?

B: Di mana cerita itu disebutkan?

Yesus Dibawa Iblis ke Puncak Gunung
A: Di Bibel. Silahkan Saudara periksa “Lukas” pasal 4 ayat 5.

B: Baik, di situ menyebutkan: “Maka Iblis pun membawa dia ke puncak gunung.”

A: Nah, suatu kejadian aneh, Tuhan dibawa iblis yang berarti ia tunduk kepada kemauan iblis.

B: Walaupun demikian Yesus tetap suci daripada dosa.

A: Para Nabi lainnya pun suci daripada dosa. Akan tetapi mereka tidak menganggap dirinya selaku Tuhan, malah Yesus sendiri pun tidak juga mengaku Tuhan, sedangkan pengikut-pengikutnya mempertuhankan dia.

B: Tidak demikian, nabi-nabi berbuat dosa, tetapi Yesus tidak.

A: Nabi-nabi yang berbuat dosa atau kesalahan itu telah bertobat, lalu diberi ampun oleh Tuhan, sebagaimana juga Yesus pernah minta ampun dan diberi ampun oleh Tuhan. Mereka para Nabi diberi ampun, artinya dosanya telah habis karenanya, lalu mereka disebut bersih dari dosa dan kesalahan-kesalahan.

Yesus pun Berdosa
B: Di manakah menyebutkan bahwa Yesus merasa ia minta ampun kepada Tuhan?

A: Silahkan Saudara periksa sendiri di “Matius” pasal 6 ayat 12.

B: Baik, di pasal dan ayat tersebut menyebutkan: “Dan ampunilah kiranya kami segala kesalahan kami, seperti kami ini sudah mengampuni orang yang berkesalahan kepada kami.

A: Jelas Yesus sendiri meminta ampun akan kesalahannya. Jadi dia pernah berbuat kesalahan.

B: Tetapi di ayat ini juga ada menyebutkan bahwa Yesus suka memberikan ampun semua kesalahan orang kepadanya.

A: Kalau hanya begitu, kitapun bisa. Kitapun bersedia memberikan ampun kepada orang-orang yang berbuat kesalahan kepada kita.

Misteri Malkisedik
B: Tetapi tidak ada manusia selain Adam yang dilahirkan ke dunia ini tanpa bapak, melainkan Yesus saja. Jadi masih dapat dibenarkan kalau Yesus disebut “Putera Tuhan” atau “Tuhan Anak”.

A: Kalau misalnya ada seorang manusia yang dilahirkan tanpa bapak dan ibu, maka orang itu pasti akan diakui oleh Saudara bahwa ia lebih berhak menduduki jabatan Tuhan daripada Yesus dilahirkan tanpa bapak saja.

B: Tetapi dalam sejarah manusia belum pernah ada, dan mustahil adanya.

A: Kalau kiranya ada, maka yang manakah di antara keduanya yang lebih tinggi derajat Ketuhanannya antara Yesus yang dilahirkan hanya tanpa bapak saja dengan manusia yang dilahirkan tanpa bapak dan ibu?

B: Menurut akal tentunya manusia yang dilahirkan tanpa bapak dan ibu itu lebih tinggi derajat ketuhanannya. Oleh karena ia dilahirkan lebih ajaib keadaannya daripada kelahiran Yesus.

A: Benarkah demikian pendapat Saudara?

B: Ya, saya akui, manusia yang demikian lebih ajaib daripada Yesus, akan tetapi saya minta supaya Bapak tunjukkan di Kitab, dan Bapak harus mengambil dari Kitab yang terkenal, bukan dari buku-buku dongengan atau ceritera-ceritera khayalan saja.

A: Supaya lekas beres urusan ini, silahkan Saudara periksa di Kitab Bibel atau Injil, Kitab Suci Saudara sendiri.

B: Di Bab dan pasal berapakah ada menyebutkan?

A: Silahkan Saudara periksa di “Ibrani” pasal 7 ayat 1, 2 dan 3.

B: Baik, di pasal dan ayat ini menyebutkan seperti berikut: “Adapun Malkisedik itu, yaitu raja di Salem dan Imam Allah taala, yang sudah berjumpa dengan Ibrahim tatkala Ibrahim kembali daripada menewaskan raja-raja, lalu diberkatinya Ibrahim”. “Kepadanya juga Ibrahim sudah memberi bahagian sepuluh Esa. Makna Malkisedik itu kalau diterjemahkan, pertama-tama artinya raja keadilan, kemudian pula raja di Salem, yaitu raja damai”. Yang tiada berbapak dan tiada beribu dan tiada bersilsilah, dan tiada berawal…”.

A: Cukup, Saudara telah membaca di kitab suci Saudara sendiri, bahwa Malkisedik seorang raja di Salem tanpa bapak dan ibu, malah tiada silsilahnya. Sesuai dengan pendapat Saudara, apakah cerita yang disebutkan dalam kitab suci Saudara ini berupa dongengan atau cerita-cerita khayalan? Kalau dikatakan dongeng atau cerita khayalan, maka apakah Saudara akan terima kalau ada yang mengatakan bahwa kitab suci Saudara ada mengandung cerita-cerita khayalan atau dongengan yang dibuat-buat? Dan kalau Saudara masih mempertahankan kesucian kitab Saudara itu mengapakah Saudara tidak mengangkat Malkisedik menjabat Tuhan juga, malah jabatan ketuhanannya tentunya lebih tinggi daripada Yesus. Dan berpegang dengan pendirian Saudara sendiri bahwa kelahiran Malkisedik itu lebih ajaib dari Yesus, oleh karena Yesus dilahirkan tanpa bapak sedangkan Malkisedik dilahirkan tanpa bapak dan ibu. Selain itu Malkisedik masih mempunyai kelebihan lagi daripada Yesus, oleh karena Yesus dilahirkan dengan bersilsilah, yaitu dari Maria, sedangkan menurut Bibel sendiri Malkisedik dilahirkan tanpa silsilah sama sekali. Apakah Saudara masih akan mempertahankan ketuhanan Yesus…?

B: Saya lantas tidak mengerti dan menjadi bingung!

A: Tidak mengerti itu tidak apa-apa, dan bingung sebenarnya tidak apa-apa, karena kalau sudah mengerti rasa bingung akan lenyap dengan sendirinya.

B: Ya, saya membenarkan keterangan Bapak. Tetapi dalam Kitab Injil Johanes pasal 1 ayat 1 dan 2 menyebutkan: “Maka pada mulanya ada itu Kalam, maka Kalam itu serta dengan Allah, dan Kalam itu Allah. Ia itu pada mulanya serta dengan Allah. Kata “Ia” di ayat ini maksudnya ialah “Yesus”. Jadi Yesus beserta dengan Allah.

A: Dalam susunan ayat tersebut di atas ada kata penghubung ialah: “serta” atau beserta. Kalau ada orang berkata “Si Salim dengan si Amin”, maka susunan kalimat ini semua orang dapat mengerti bahwa si Salim tetap si Salim bukan si Amin jadi berdasarkan ayat Bibel yang Saudara baca dengan susunan “Ia” (Yesus) beserta Allah, langsung dapat dimengerti bahwa Yesus bukan Allah, dan Allah bukan Yesus. Jelaslah bahwa Yesus tidak sama dengan Allah, dengan kata lain kata Yesus bukan Tuhan. Dan di ayat itu juga disebutkan bahwa Kalam itu Allah. Padahal Kalam itu bukan Allah dan Allah bukan Kalam. Jadi Allah dan Kalam pun lain.

B: Bagaimana kalau Yesus disebut saja anak Tuhan?

A: Saya sudah jelaskan tentang itu pada Saudara dalam pembicaraan kita yang lalu. Dan Saudara telah mengakui kebenaran keterangan saya. Sekarang saya tambah, Kalau Tuhan itu beranak, baik anaknya berupa manusia seperti Yesus atau lainnya, maka ke-Esa-an Tuhan sudah ternoda karenanya. Sedang kita pun tidak mungkin menodai ke-Esa-an Tuhan.

B: Tetapi dalam kitab: “Wahyu” pasal 22 ayat 13 menyebutkan: “Maka Aku inilah Alif dan Ya, yang terdahulu dan yang kemudian. Yang Awal dan Yang Akhir”.

A: Rangkaian perkataan itu bukan perkataan Yesus sendiri, melainkan firman Allah kepada Yesus. Bukti kebenaran perkataan saya ini silahkan Saudara periksa di Kitab “Wahyu” tersebut pasal 21 ayat 6.

B: Baik, pasal dan ayat ini menyebutkan: “Maka firmannya kepadaku: “Sudahlah genap; Aku inilah Alif dan Ya, yaitu Yang Awal dan Yang Akhir”.

A: Jelas di ayat itu menyebutkan: “Maka firmannya kepadaku” Siapakah yang berfirman kepadaku (kepada Yesus) di ayat ini?

B: Tentu Allah yang berfirman.

A: Jadi yang berfirman Aku inilah Alif dan Ya, Yang Awal dan Yang Akhir, bukan perkataan Yesus sendiri, tetapi firman Allah kepada Yesus.

B: Di Johanes pasal 8 ayat 58 Yesus berkata: “Sebelumnya Ibrahim aku sudah ada”. Jadi bisa dianggap Yesus itu permulaan.

A: Kalau Yesus dikatakan “Permulaan”, maka diapun tidak benar. Karena pada mulanya Yesus itu tidak ada, lalu diperanakkan oleh Maria dan sesudah itu Yesus mati. Walaupun ia dikatakan hidup lagi. Dan orang sudah mati itu tidak bisa dikatakan: “seorang yang terkemudian” dan kalau Yesus itu hidup lagi, tidak bisa dikatakan: “Permulaan” bukan pula “Yang Terkemudian” bukan “Yang Awal” maupun “Yang Akhir”.

B: Saya lantas makin tidak mengerti, malah tambah membingungkan saya karena pada mulanya Yesus itu tidak ada, lalu diperanakkan oleh Maria dan sesudah itu Yesus mati. Yang pada mulanya tidak ada, tidak bisa disebut: “Permulaan”. Kalau Yesus diperanakkan, mustahil bisa disebut “Permulaan”. dan kalau Yesus pernah mati, mustahil bisa disebut “Yang Terkemudian”

A: Supaya lebih jelas kepada Saudara maka saya hadapkan pertanyaan: Andaikata Yesus itu disebut “Permulaan” maka apa dengan dasar inikah Saudara mengakui Yesus itu Tuhan?

B: Ya, betul begitu.

A: Kalau demikian, bagaimanakah anggapan Saudara, kalau sekiranya dalam kitab suci Saudara ada menyebutkan bahwa ada seseorang manusia Yesus, yang tidak ada permulaannya dan tidak ada kesudahannya. Apakah manusia itu akan diakui Tuhan juga oleh Saudara?

B: Di pasal manakah menyebutkan demikian.

A: Sebelum saya tunjukkan, apakah Saudara masih tetap berpendirian akan mengakui Tuhan kepada seorang yang tidak ada permulaan dan kesudahannya, sebagaimana Saudara bertuhan kepada Yesus?

B: Kalau betul ada, tentu saya bimbang atau sekurang-kurangnya meragukan saya atas kebenaran Yesus selaku Tuhan.

A: Mestinya Saudara mengakui Tuhan dua-duanya, dengan lain kata disamping Yesus ada lagi Tuhan Tambahan.

B: Ya, bisa juga begitu. Akan tetapi tentu saja keyakinan saya lantas tambah tidak karuan. Di pasal manakah ada menyebutkan ada seorang manusia yang tidak ada permulaan dan kesudahannya.

A: Saya telah katakan di kitab suci Saudara sendiri. Silahkan buka Ibrani pasal 7 ayat 2 dan 3.

B: Baik, seperti tadi sudah saya bacakan sampai baris pertama ayat ketiga dari pasal tersebut sebagai berikut: “Malkisedik yang tiada berbapa dan tiada beribu dan tiada bersilsilah dan tiada berawal dan berkesudahan hidupnya, melainkan ia diserupakan Anak Allah, maka kekallah ia selama-salamanya”.

A: Bagaimana perasaan Saudara dengan susunan ayat ini. Berdasarkan ayat ini bukan Yesus saja yang menjadi permulaan tetapi juga Malkisedik.

B: Keyakinan saya memang jadi bimbang terhadap Ketuhanan Yesus.

A: Bimbang atau tidaknya terserah Saudara, yang jelas tidak ada niat sama sekali untuk mengajak Saudara meninggalkan agama Kristen. Yang penting adalah rembukan dan penelitian semata-mata. Meneliti dan menganalisa terhadap sesuatu adalah hak semua orang, asalkan penelitian itu benar-benar tidak mengganggu ketentraman umum.

B: Terimakasih, dan saya masih akan bertanya lagi pada Bapak, maklumlah saya ini sedang mencari kepuasan yang dapat menimbulkan keyakinan saya dalam memeluk agama.

A: Silahkan Saudara bertanya, keyakinan itu timbul setelah menyelidiki dan meneliti dengan kepuasan. Di dalam agama Islam tidak ada paksaan. Yang penting menyampaikan (da’wah), tidak lebih dari itu. Teruskanlah pertanyaan Saudara.

B: Setelah kita bersoal jawab tentang Ketuhanan Yesus timbullah keraguan dalam hati saya, namun apakah Bapak masih bersedia menunjukkan ayat-ayat Bibel yang menyatakan bahwa Yesus itu bukan anak Tuhan?

A: Walau telah saya tunjukkan ayat-ayat Bibel sendiri, tentang pengakuan Yesus sendiri bahwa Tuhan itu Tunggal, namun demi pengharapan Saudara akan saya penuhi juga. Akan tetapi apakah tidak sebaiknya kita lanjutkan besok malam saja oleh karena waktu sudah malam (Jam 12.25).

B: Ya, terima kasih, besok malam saja kita lanjutkan.

BACA SEMUA SUB TOPIC DALAM BLOG NI KERANA SAYA KONGSI KHAS UNTUK ANDA MENILAI KITAB INJIL ANDA.

Wassalam

Tuhan Tritunggal?
menurut saya, konsep itu silakan dipakai jika itu akan memudahkan orang untuk mengenal Tuhan (Bapa, Putra dan Roh Kudus)
tetapi bagi yang kesulitan memahami Trinitas, ya tidak usah memaksakan diri memahami doktrin Trinitas, karena Tuhan itu ESA. Doktrin Tritunggal dibuat oleh tokoh gereja, tidak ada dalam Alkitab.

Saya ada VCD yang bisa dipakai untuk referensi memahami Tuhan yang ESA ini, yang tidak harus dipahami dengan doktrin Trinitas. silakan kunjungi http://www.gkmin.net, bagian “literatur”

tks

Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada satupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan… Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita. (Yohanes 1:1-3)

Pada mulanya adalah terigu; terigu itu bersama-sama dengan gandum dan terigu itu adalah gandum. ia (terigu) pada mulanya bersama-sama dengan gandum. segala jenis kue dijadikan oleh gandum dan tanpa gandum tidak ada satupun kue yang telah jadi dari segala kue yang telah dijadikan…. Terigu itu telah menjadi kue, dan diam diantara kue-kue

pertanyaannya adalah :

apakah manusia itu disebut Allah juga ?
apakah kue itu disebut gandum juga ?

jawabannya :

TIDAK… …
karena sebagaimana dalam kitab Kejadian pasal 1 ayat 1 : “semua alam ini dijadikan dengan Firman Allah.” dan sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an surat Yasiin ayat 82 : “Jika Allah menghendaki sesuatu Dia cukup berfirman dengan firmannya : “Jadilah”.

kesimpulannya adalah :

jadi… alam semesta ini beserta seluruh isinya dijadikan dengan firman Allah… tapi bukan berarti alam ini disebut sebagai Allah juga. sama halnya dengan Yesus, ia hanyalah salah satu ciptaan Allah yang diciptakan dengan Firman-Nya, dan bukan berarti Yesus itu disebut sebagai Allah juga. jika Yesus disebut sebagai Allah, maka seharusnya semua yang ada disekitar kita ini disebut Allah juga. bukan hanya Yesus saja.

Komentar I :

1. jika Yesus dan Allah = satu, lalu kenapa Stefanus melihat Yesus di samping kanan Allah? BUKANKAH YESUS = ALLAH ?
ARTINYA : Yesus dan Allah berbeda sosok dan bukan satu.

2. jika Yesus dan Allah = satu, lalu kenapa dalam hidupnya Yesus hanya mengaku sebagai utusan (rasul/nabi)? dan kurang lebih ada 30 ayat dalam kitab Matius, Markus, Yohanes dan Lukas, yang menyatakan pengakuan Yesus, bahwa dirinya hanyalah seorang utusan/rasul/nabi.

3. jika Yesus dan Allah = satu, lalu kenapa selama hidupnya Yesus selalu berdo’a? BUKANKAH YESUS = ALLAH ? untuk apa lagi dia berdo’a, kalu dirinya adalah Tuhan ?
ARTINYA : Yesus dan Allah bukan satu. dan kurang lebih ada 15 ayat dalam kitab Matius, Markus, Yohanes dan Lukas, yang menyatakan bahwa Yesus berdo’a kepada Allah, yaitu Tuhannya dia dan Tuhan kita semua, Yoh, 20:17

4. jika Yesus dan Allah = satu, lalu kenapa selama hidupnya Yesus selalu mengatakan bahwa segala sesuatu yang dia lakukan hanyalah kehendak Allah, bukan kehendak dirinya.
ARTINYA : Yesus dan Allah berbeda dan tidak sama. dan kurang lebih ada 20 ayat dalam kitab Matius, Markus, Yohanes dan Lukas, yang menyatakan ucapan Yesus langsung bahwa dirinya tidak berkuasa apa-apa, tapi hanya Allah sajalah yang berkuasa, yaitu Tuhannya dia dan Tuhan kita semua.

5. jika Yesus dan Allah = satu, lalu kenapa selama hidupnya Yesus selalu membantah dan mengatakan bahwa dirinya bukan Tuhan, dan Yesus hanya mengatakan bahwa hanya Allah Tuhan yang Esa. dan kurang lebih ada 30 ayat dalam kitab Matius, Markus, Yohanes dan Lukas, yang menyatakan bantahan Yesus tersebut, baik secara langsung maupun tidak langsung.

6. anehnya lagi selama hidupnya Yesus tidak mengenal Tuhan Yesus, tapi Yesus hanya mengenal Tuhan Allah… lalu dari manakah nama Tuhan Yesus itu …? jawabnya : Tuhan Yesus diada-adakan sendiri oleh nabi palsu “Paulus” yang sampai saat ini ajarannya disembah dan ditaati oleh Kristiani dari semua aliran. dan anehnya lagi ajaran Paulus sang rasul palsu dipatuhi, tapi ajaran Yesus justeru dihapus dan ditiadakan. PELECEHAN TERHADAP NABI DAN ALLAH.

komentar II :

kalimat “Kami” di dalam Al-Qur’an menunjukkan kekuasaan Allah, bahwa Allah Maha Berkuasa untuk menciptakan malaikat-malaikat-Nya dan Rasul-Rasul-Nya untuk menebarkan Firman di alam semesta ini. oleh karena itu Allah menggunakan kalimat “Kami” di dalam Al-Qur’an. namun bukan berarti Allah tidak mampu, tapi hanya menunjukkan bahwa Dia Maha Kuasa dan Maha Berkehendak.

contoh : pemilik modal perusahaan beras terbesar di dunia, tidak mungkin dia sendiri yang menanam padi dan menuai padi, sudah pasti dengan kepemimpinannya dia akan menyuruh dan mambayar orang lain untuk menanam dan menuai padi.

PENUTUP :

“KATAKANLAH : DIALAH (ALLAH) TUHAN YANG MAHA SATU. ALLAH TEMPAT BERGANTUNG SEGALA SESUATU. DIA TIDAK BERANAK DAN TIDAK PULA DILAHIRKAN. DAN DIA TIDAK SAMA (TIDAK MIRIP)DENGAN SEGALA SESUATU APAPUN CIPTAAN-NYA.” AL-QUR’AN SURAT AL-IKHLAS AYAT 1-3

Pada saatnya nanti kita semua akan melihat mata dengan mata, muka dengan muka. kita semua akan menatap siapakah “Dia” (Kebenaran itu. mengapa kita semua bertentangan soal yang tidak bisa kita lihat selama ini (Atheisme) namun kemiskinan, kebodohan, dan sebagainya di depan batang hidung anda sendiri dan tidak terlihat sampai anda bertentangan lewat blog ini. apakah ini yang namanya “praktek dari iman” itu sendiri, bertentangan. bukankah Iblis itu mengharapkan manusia untuk berperang hingga roh kita melukai sang Pencipta. lebih baik orang desa yang masih polos mengenal toleransi dibandingkan kita semua yang sudah mengenal akan kemajuan teknologi itu. =)
LEKASLAH CEPAT BERCERMIN

@ Dear Delonmanik (#130),

Saya justru akan bertanya kepada Anda:

“Apakah Anda sudah melihat bagaimana kehidupan orang-orang miskin, bodoh, dan sebagainya?”

“Benarkah Anda sudah melihat bagaimana kehidupan orang-orang desa yang Anda nilai sebagai polos karena tidak mengenal kemajuan teknologi?”

Dan yang terpenting: “Sudahkah Anda bertindak membantu mereka untuk lepas dari semuanya itu?”

Praktek keimanan itu bisa dijalankan dengan berbagai cara, baik dengan tindakan pengajaran langsung (mau pun online), pengobatan & bantuan jasmani-rohani, dan lain-lain.

Kita semua berkewajiban mengasihi dan membantu sesama walau pun tidak semua jalan dilalui. Mulailah dari yang terkecil dan termudah seperti ketika blog ini dibangun, yaitu untuk memberikan kesaksian akan kasih Allah. Dari kesaksian inilah diharapkan iman itu tumbuh, berkembang dan berbuah.

BTW, orang desa yang Anda sebut “polos” itu mungkin benar-benar polos. Tetapi sadarkah Anda kalau ternyata “kepolosan” mereka itu menyimpan banyak sekali potensi “ledakan?” Mereka seakan menyimpan bom waktu yang sekalinya dipicu, mereka dapat saja bertindak anarkis. Seperti yang sudah Anda tuliskan, “iblis itu mengharapkan manusia untuk berperang…”. Orang-orang polos itu sangat mudah dihasut oleh provokator untuk berperang (bertindak anarkis bahkan pembunuhan).

Tetapi yang lebih parah dari pada itu justru orang-orang yang “mengenal kemajuan teknolog.” Ingatkah pembom Bali yang memanfaatkan segala kemajuan teknologi? Mereka pintar, tetapi mereka lebih jahat karena merekalah otak dari tindakan-tindakan anarkis/brutal.

Semoga blog ini dapat menjadi kesaksian akan kasih Allah yang begitu besar sehingga dapat menumbuhkan dan mengembangkan iman sehingga dapat berbuah lebat.

GBU.

@Dewo,
Klo yang ini gimana ? Silahkan dilihat sendiri : INKUISISI kejahatan gereja dibawah PAUS dengan mengatas namakan YESUS merupakan sejarah hitam selama beberapa abad……..
.
http://www.sarapanpagi.org/inkuisisi-dalam-sejarah-gereja-vt1554.html

Halo Rofiudin
Saya ingin menanggapi statement anda. Boleh ??

Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama
dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada
mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu
dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada satupun yang
telah jadi dari segala yang telah dijadikan… Firman itu
telah menjadi manusia, dan diam di antara kita.
(Yohanes 1:1-3)

Pada mulanya adalah terigu; terigu itu bersama-sama
dengan gandum dan terigu itu adalah gandum. ia
(terigu) pada mulanya bersama-sama dengan gandum.
segala jenis kue dijadikan oleh gandum dan tanpa
gandum tidak ada satupun kue yang telah jadi dari
segala kue yang telah dijadikan…. Terigu itu telah
menjadi kue, dan diam diantara kue-kue

Apakah anda tidak tahu bahwa antara terigu dan gandum yang lebih dahulu adalah gandum???? Seharusnya anda membuat seperti ini :

Pada mulanya adalah gandum; gandum itu bersama-sama dengan gandum dan gandum itu adalah gandum. ia (gandum) pada mulanya bersama-sama dengan gandum. Segala jenis kuweh dijadikan melalui gandum, dan tanpa gandum tidak satu kuwehpun yang dapat dijadikan. Gandum itu telah menjadi terigu dan diam didalam adonan kuweh.

Pertanyaan anda :
apakah manusia itu disebut Allah juga ?
apakah kue itu disebut gandum juga ?

Manusia jelas bukan Allah, tetapi Allah bisa menjadi manusia bukan??? Bukankah IA MAHAKUASA ???!! Anda sendiri mengatakannya :

82 : “Jika Allah menghendaki sesuatu Dia cukup
berfirman dengan firmannya : “Jadilah”.

Untuk Komentar I anda, dengan 6 point yang sudah anda sebutkan, saya ingin membawa anda seperti ini :

Misalkan anda adalah seorang Raja, dan anda ingin mengetahui keadaan sebenarnya dari rakyat yang anda pimpin. Sekiranya anda datang dengan segala kebesaran anda, maka anda tidak akan pernah dapat melihat dengan jelas keadaan yang sebenarnya dari masyarakat anda. Rakyat anda akan ketakutan melihat segala kemuliaan ada, pasukan militer anda dan kereta kemuliaan anda, dan mereka tidak akan berani mendekat kepada anda. Tetapi ketika anda menjelma dan menyamar sebagai rakyat jelata maka kehidupan yang sesungguhnya dari rakyat anda dapat anda lihat.

Nah sebagai raja, anda tahu bahwa rakyat anda sebenarnya ditawan oleh beberapa rentenir sehingga mereka hidup dalam kemiskinan. Anda adalah raja yang adil, jadi anda tidak mungkin menghukum rentenir itu karena rentenir itu mempunyai hak untuk memungut bunga uang yang dipinjamkannya, karena tidak ada undang-undang yang dapat menjeratnya. Nah supaya rakyat anda bisa dibebaskan sebebas-bebasnya dan untuk mencegah anda dari berbuat sekehendak anda dan salah menggunakan otoritas anda, anda memilih untuk hidup bersama dengan rakyat, menjadi sama seperti mereka dan menunjukkan teladan hidup yang baik sehingga semua rakyat anda dapat terbebas dari rentenir tersebut. Nah kalau anda sudah menjadi rakyat biasa, MASA ANDA HARUS MENUNJUKKAN JATI DIRI ANDA, OTORITAS ANDA DAN KEBESARAN ANDA? Anda masih memiliki kuasa sebagai RAJA sekalipun anda sekarang adalah rakyat biasa dan anda masih bisa mengerahkan segala kekuatan militer anda sekiranya anda mau. Tetapi karena ada tujuan yang lain yang lebih besar, ada missi lain yang lebih besar yang sedang anda pikul, maka anda memilih untuk tidak menunjukkan kebesaran anda. Tetapi kuasa sebagai raja masih anda jalankan, artinya negeri yang anda pimpin tidak sedang berada dalam kekosongan.

Nah apakah anda sebagai rakyat biasa, dan anda sebagai raja adalah pribadi yang berbeda??? TIDAK Anda adalah SATU, hanya manusia, rakyat anda, melihat anda sebagai rakyat biasa yang lemah seperti mereka, ketika anda berada bersama dengan mereka.

“KATAKANLAH : DIALAH (ALLAH) TUHAN YANG MAHA SATU. ALLAH TEMPAT BERGANTUNG SEGALA SESUATU. DIA TIDAK BERANAK DAN TELAH DILAHIRKAN SEBAGAI MANUSIA. DAN DIA TIDAK SAMA (TIDAK MIRIP)DENGAN SEGALA SESUATU APAPUN CIPTAAN-NYA.”

AMIN AMIN YA ROBBAL ALAMIN
Semoga TUHAN mencerahkan Roh anda untuk melihat kebenaran yang sejati.

Wasssalam

@ dinov

>> “KATAKANLAH : DIALAH (ALLAH) TUHAN YANG MAHA SATU. ALLAH TEMPAT BERGANTUNG SEGALA SESUATU. DIA TIDAK BERANAK DAN TELAH DILAHIRKAN SEBAGAI MANUSIA. DAN DIA TIDAK SAMA (TIDAK MIRIP)DENGAN SEGALA SESUATU APAPUN CIPTAAN-NYA.”

Plesetan lagi…..mengubah lagi…….yg laen mencuplik utuh dan apa adanya ayat2 di injil anda malah memulai pleset2an lage….
Kok ya gak beda jauh ente dengan para pembunuh2 dan pemleset ajaran2 Yesus yg gak suka dgn kebenaran.

“Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama
dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada
mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu
dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada satupun yang
telah jadi dari segala yang telah dijadikan… Firman itu
telah menjadi manusia, dan diam di antara kita.
(Yohanes 1:1-3)” Inilah jalannya Lurus yang di cari 5x sehari

“Pada mulanya adalah terigu; terigu itu bersama-sama
dengan gandum dan terigu itu adalah gandum. ia
(terigu) pada mulanya bersama-sama dengan gandum.
segala jenis kue dijadikan oleh gandum dan tanpa
gandum tidak ada satupun kue yang telah jadi dari
segala kue yang telah dijadikan…. Terigu itu telah
menjadi kue, dan diam diantara kue-kue” Yang ini ajaran sesat, kalau untuk jalan kaya harta dunia dan sakit penyakit pas benar.

Yesus kristus adalah kuatku. amen

Dear Donleito

Saya minta maaf kalau tulisan saya menyinggung anda. Bukan maksud saya memplesetkan ayat Al-Quran.

Janganlah kita saling menjelekkan dengan menyebut pembunuh (????) dan lain-lain. MAri kita berdiskusi dengan tenang agar kita bisa sama-sama melihat kebenaran dan dapat memahami iman sesama kita

Wass

Dear Rofiudin

Saya menunggu respon anda

Sebagai kesaksian saya secara pribadi mengenai Kebenaran Trinitas bukan doktrin Trinitas saya tulis diwebsite, silahkan lebih detail di download di website paling atas ketik: kebenaran-trinitas.com
Disini saya mencoba secara garis besar menerangkan Trinitas dan saya berdoa supaya Roh Kudus menerangi Bapak Ibu dalam membaca buku mengenai kebenaran akan Trinitas bukan doktrin Trinitas karena semuanya ada ditulis dalam Alkitab, Tuhan Yesus menerangi dan memberkati para pembaca
Hormat Saya

Ir. Johanes Sudarsiman

Penjelasan mengenai Trinitas secara singkat yaitu kesatuan antara BAPA (Tuhan YAHWEH), Putra (Yesus) dan Roh Kudus, Kalau kita berbicara mengenai Tuhan tidak lepas dari pengertian kuasa yang dimiliki, kalau Tuhan tidak punya kuasa tidak perlu dibicarakan.
Wujud Tuhan YAHWEH (dalam Alkitab ditulis TUHAN) adalah Roh (bisa di baca dalam P. Lama: Kejadian: 1:2-5), yang menciptakan dunia beserta isinya adalah Roh Tuhan YAHWEH, tanda ketuhanan adalah adanya kuasa dan mujizat yang bisa dilihat oleh ciptaannya.
Sedangkan manusia terdiri dari tubuh (daging), jiwa (rasa sedih, senang dll) dan roh, karena manusia mempunyai roh maka manusia bisa berfikir dan berbudaya, sedangkan binatang tidak mempunyai roh, inilah yang membedakan manusia bisa berfikir dan berbudaya sedangkan binatang tidak bisa berfikir dan berbudaya (Ayub 32:8, Yakobus 2:26, Yohanes 6:63-65, Daniel 5:12, Yesaya 11:2, 1 Tarawikh 22:12).
Tuhan Yesus adalah Roh Tuhan YAHWEH (BAPA) yang dimasukan kedalam kandungan perawan Maria dalam bentuk Roh Kudus (Matius1:18), karena kesamaan Roh Yesus yang berasal dari Roh BAPA maka Yesus 100% Tuhan, sebab Roh yang mempunyai kuasa mujizat, kesembuhan, kebangkitan, pengampunan dosa dan masuk kerajaan sorga, jadi Yesus adalah Tuhan pertama karena kesamaan Roh Yesus dan Bapa, kedua karena Rohnya sama dengan BAPA maka otomatis mempunyai kuasa yang sama(Matius 28:18) , hanya kuasa tentang hari kiamat terjadi tidak diberikan Tuhan Yesus yang tahu hanya BAPA (P. Baru: Matius: 24:34-36), dan Tuhan Yesus 100% manusia karena mempunyai tubuh yang sama dengan manusia yang bisa merasakan lapar, sedih dll (P. Baru: Matius: 4:1-4).
Kuasa sampai kepada BAPA, tidak ada seorangpun bisa sampai kepada BAPA tanpa melewati Yesus (Yohanes 14:6; Yohanes 10:25-30; Yohanes 14:9-10 ), berdasarkan kuasa ini merupakan suatu bukti kebenaran akan Trinitas, karena sampai ke BAPA harus melewati Yesus, maka kuasa Yesus sama dengan kuasa BAPA, dengan demikian Yesus dan BAPA adalah satu.
Yesus mempunyai kuasa pengampunan dosa ( Kisah para rasul 13:39; Matius 9:6 Lukas 5:24-25; Yohanes 8:24) dengan kuasa pengampunan dosa menunjukan bahwa Yesus adalah Tuhan, bagaimana Yesus bisa mengampuni dosa kalau Dia bukan Tuhan? Tentu saja Dia Tuhan karena Rohnya yang sama maka Yesus bisa mengampuni dosa, kuasa pengampunan dosa ini merupaka bukti Trinitas, bahwa kuasa BAPA sama dengan kuasa Putra.
Yesus mempunyai kuasa Penghakiman, pada akhir jaman yang mengadili orang hidup dan mati adalah Yesus (Yohanes 5:22; Yohanes 5:27; P. Baru: Ibrani: 4:15; Yohanes 9:39; Matius 19:28; Lukas 22:30; Kisah para rasul 10:42; II Timotius 4:1; Yohanes 12:48 ) berdasarkan kuasa penghakiman ini membuktikan bahwa Yesus adalah Tuhan yang menyatu dengan BAPAnya karena BAPA tidak ikut mengadili.
Banyak kuasa yang membuktikan bahwa Yesus adalah Tuhan tapi penulis hanya menyajikan 3 kuasa yaitu Kuasa sampai kepada BAPA, Kusa pengampunan dosa dan Kuasa penghakiman pada hari kiamat, berdasarkan kuasa inilah Yesus adalah Tuhan dan kuasa Yesus sama dengan kuasa BAPAnya maka Trinitas dibangun berdasarkan kesamaan Roh dan Kuasa yang diberikan BAPA kepada PutraNYA yang tunggal, HalleluYah amin.
Akhir kata penulis menyampaikan: siapa yang mengetuk, pintu akan dibukakan, siapa yang mencari kebenaran dia akan mendapatkan dan siapa yang mendapatkan dia harus bersaksi tentang kebenaran.
Yang terhormat Bapak-Bapak silahkan mendownload di website paling atas ketik: kebenaran-trinitas.com

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Stat

Blog Stats

  • 395,785 hits
%d blogger menyukai ini: