Agamaku Kesaksianku

Penyandang Gelar Anak Allah

Posted on: Desember 11, 2006

Katolik mempercayai bahwa Yesus adalah Anak Allah. Lebih lanjut mengenai hal ini telah saya coba bahas di artikel “Tritunggal Mahakudus (2)”. Tentu saja agama lain bisa saja tidak sependapat dengan ajaran Katolik. Bahkan ada yang mengusulkan: jika memang ada gelar “Anak Allah”, maka seharusnya yang berhak menyandang gelar itu adalah Adam.

Adam selama ini dikenal sebagai “manusia pertama” (baca: “Benarkah Adam Manusia Pertama?”). Dia dianggap yang sulung dari semua manusia di dunia. Proses penciptaannya pun khusus dan tercatat di Kitab Suci. Allah sendiri yang membentuknya dari debu tanah dan menghembusnya dengan nafas hidup di hidungnya sehingga menjadi hidup. Tetapi apakah benar Adam berhak menyandang gelar “Anak Allah”?

Manusia Pertama

Untuk mencoba menjawab pertanyaan tersebut, mari coba kita lihat fakta-fakta mengenai Adam ini. Berikut adalah fakta tertulis yang saya gali dari Kitab Suci:

  1. Adam adalah manusia pertama (Kejadian 1:26-27).
  2. Adam diciptakan dari debu tanah dan dihembusi nafas hidup ke hidungnya oleh Allah sehingga menjadi hidup (Kejadian 2:7). [ Note: Allah “menghembuskan nafas hidup” ke hidung Adam sehingga menjadi mahluk yang hidup. Allah bukan berarti menghembuskan “Roh Kudus” atau “Roh Allah” karena memang tidak dituliskan demikian di Kitab Kejadian. ]
  3. Adam hidup di Taman Eden (Kejadian 2:8) [ sebelum akhirnya diusir ke dunia ].
  4. Adam diberi penolong yang sepadan dengannya (Kejadian 2:18) yang dibuat dari tulang rusuknya (Kejadian 2:21), yaitu “perempuan” [ yang kemudian diberi nama Hawa (Eva) oleh Adam yang artinya adalah ibu dari segala yang hidup (Kejadian 3:20) ].
  5. Adam melanggar perintah Allah dengan memakan buah pengetahuan (Kejadian 3:6) setelah diberi istrinya yang telah tergoda oleh godaan iblis (Kejadian 3:4-5).
  6. Adam dikutuk Allah karena pelanggarannya sehingga hidupnya akan susah (Kejadian 3:17-18, 19a). Allah juga mengutuk tanah, iblis dan Hawa. Detail tentang kutukan ini dapat dibaca di: “Kita Harus Menderita Karena Kutukan Allah.”
  7. Adam harus mati (Kejadian 3:19) dan kembali menjadi debu.
  8. Adam & Hawa diusir dari Taman Eden (Kejadian 3:24) dan tidak dapat kembali ke Taman Eden.
  9. Adam & Hawa beranak cucu dan menjadi bapa para bangsa di dunia (Kejadian 5). Tercatat bahwa anak Adam & Hawa tidak hanya Kain, Habel dan Set yang tertulis namanya di Kitab Kejadian tetapi juga: anak-anak lelaki dan perempuan (Kejadian 5:4) yang lain.
  10. Adam hidup selama 930 tahun dan kemudian mati (Kejadian 5:5).

Yesus Kristus

Setelah kita menemukan fakta tentang Adam di atas, maka kita perlu melihat fakta-fakta tentang Yesus Kristus. Berikut adalah fakta-fakta yang tertulis di Kitab Suci:

  1. Kedatangan Yesus telah dijanjikan oleh Allah sejak semula (Kejadian 3:15). Setelah itu para nabi bernubuat mengenai kedatangan Mesias (Yesus) yang akan menyelamatkan manusia.
  2. Yesus dikandung oleh seorang perawan murni tak bernoda yang telah dipersiapkan oleh Allah untuk menjadi bunda Yesus, yaitu Maria. (Lukas 1:27)
  3. Malaikat Gabriel menyampaikan pesan kepada Maria, yaitu: [1] Anaknya diberi nama Yesus (Lukas 1:31). Nama-Nya telah ditentukan oleh Allah; [2] Anak itu disebut Anak Allah Yang Mahatinggi (Lukas 1:32 & 1:35); [3] Allah mengaruniakan kepada-Nya tahta Daud dan menjadi raja selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan (Lukas 1:33); [4] Yesus adalah kudus sejak semula (Lukas 1:35).
  4. Setelah itu Maria mengandung oleh karena Roh Kudus (Lukas 1:35). Yusuf, tunangan Maria, tetap menikahi Maria tetapi tidak menodai Maria (Matius 1:25). Dia menjaga Maria dan Yesus.
  5. Allah juga telah mempersiapkan sebelumnya seseorang nabi besar yang akan mempersiapkan jalan dan karya keselamatan Yesus, yaitu Yohanes Pembaptis dari keluarga Elisabeth dan Nabi Zakaria. Keluarga ini adalah saudara Maria.
  6. Kelahiran Yesus dirayakan oleh para malaikat dan balatentara surgawi (Lukas 2:13) dan juga para gembala (Lukas 2:20).
  7. Kelahiran Yesus ditandai dengan bintang yang menuntun para sarjana dari Timur (Matius 2:2) atau yang disebut juga sebagai orang Majus ke tempat kelahiran Yesus (Matius 2:9). Para sarjana itu menyembah Yesus dan mempersembahkan emas, kemenyan dan mur (Matius 2:11).
  8. Masa bayi-Nya dinantikan, disambut dan diagungkan para saleh (Lukas 2:25) dan nabi (Lukas 2:36).
  9. Yesus bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya (Lukas 2:40). Bahkan sejak kecil Yesus telah mengajar di bait Allah.
  10. Sebelum memulai pengajaran-Nya, Allah telah mengutus Yohanes Pembaptis untuk mewartakan kabar gembira dan membaptis orang banyak demi pengampunan dosa (Lukas 3:3).
  11. Allah sendiri menyatakan pengakuan bahwa Yesus adalah Anak Allah (Matius 3:17) pada saat Yesus dibaptis oleh Yohanes Pembaptis (Matius 3:14). Pada saat pembaptisan ini, Yesus dipenuhi dengan Roh Kudus (Lukas 4:1).
  12. Setelah dibaptis Yesus dibawa oleh Roh Kudus ke padang gurun. Selama 40 hari lamanya Yesus tinggal di gurun dan dicobai Iblis sebanyak 3 kali. Tetapi Yesus tidak tergoda (Lukas 4:3-12).
  13. Tugas Yesus selama di dunia adalah untuk: mewartakan kabar gembira, mengajarkan Kerajaan Allah & kasih sayang, mengampuni dosa manusia, mengusir roh jahat, menyembuhkan orang sakit dan cacat, memberikan banyak sekali mujizat demi kasih sayang-Nya kepada manusia, menguasai alam dan semuanya itu menggenapi semua nubuatan para nabi (Perjanjian Baru).
  14. Yesus tidak bernoda dan tidak berdosa selama hidup-Nya (Perjanjian Baru dan Wahyu).
  15. Yesus mengajarkan kasih sayang dan merelakan hidup-Nya demi kasih sayang-Nya kepada manusia. Bahkan walau pun dianiaya dan dibunuh dengan cara disalib, Yesus tetap mengampuni manusia (Perjanjian Baru).
  16. Yesus bangkit dari mati pada hari ke-3. Dia-lah yang sulung dari manusia yang hidup. Ini adalah bukti bahwa ada kehidupan setelah kematian dan Yesus adalah yang pertama di kehidupan ini (Perjanjian Baru).
  17. Yesus menjadi raja segala raja selama-lamanya. Kerajaan-Nya tidak berkesudahan. Segala kuasa takluk kepada-Nya (Perjanjian Baru dan Wahyu).
  18. Yesus adalah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Allah kalau tidak melalui Yesus (Yohanes 14:6). Yesus adalah kebangkitan dan hidup, barangsiapa percaya kepada-Nya akan memperoleh kehidupan (Yohanes 11:25).

Oh, iya, Yesus tidak menikah dan diperkirakan umur-Nya cuma 33 tahun.

Jadi Siapakah Anak Allah?

Penyebut “Anak Allah” bagi Adam:

  1. Pengarang Injil Lukas saat menyebutkan silsilah (Lukas 3:38).

Berikut ini adalah para penyebut “Anak Allah” bagi Yesus Kristus:

  1. Malaikat Gabriel (Lukas 1:32,35).
  2. Allah sendiri setelah Yesus dibaptis (Lukas 3:22).
  3. Iblis saat mencobai Yesus di padang gurun (Lukas 4:3,9; Matius 4:3,6; Lukas 4:3,9).
  4. Setan saat diusir oleh Yesus (Matis 8:29; Markus 5:7; Lukas 4:41; Lukas 8:28).
  5. Natanael (Yohanes 1:49).
  6. Orang-orang dalam perahu ketika Yesus menghardik angin ribut (Matius 14:33).
  7. Simon Petrus (Matius 16:16).
  8. Marta saudari Maria Magdalena (Yohanes 11:27).
  9. Pontius Pilatus (Lukas 22:70).
  10. Kepala pasukan dan para prajurit saat penyaliban Yesus (Matius 27:54; Markus 15:39).
  11. Para pengarang Injil: Markus (Markus 1:1), Yohanes (Yohanes 1:34).
  12. Para rasul saat pelayanan mereka (Kisah Para Rasul) dan melalui surat-surat (Roma 1, Galatia 2, Efesus 4, Ibrani, Yohanes).
  13. Kitab Wahyu

Mungkin ada yang tertinggal. Kalau ada tolong diberitahu sehingga bisa saya tambahkan.

Karena 2 Orang Saja!

Rasanya sih tidak perlu diperdebatkan lagi. Adam memang istimewa. Tetapi yang sulung di dunia ini menjadi yang terkecil di Kerajaan Allah. Dan Yesus adalah yang terakhir di dunia ini tetapi menjadi yang sulung di Kerajaan Allah. Yesus adalah bungsu di dunia tetapi Dia adalah yang terbesar di Kerajaan Allah.

Karena 1 orang saja, yaitu Adam, maka seluruh manusia berdosa. Itulah dosa asal manusia sehingga manusia harus hidup di dunia dan mati. Tetapi oleh karena 1 orang saja, yaitu Yesus, maka semua orang yang mengimani-Nya akan selamat dan hidup selamanya di Kerajaan Allah.

Salam damai & sejahtera dalam nama Bapa, Putera dan Roh Kudus. Amin.

28 Tanggapan to "Penyandang Gelar Anak Allah"

bagus sekali wawasan tentang anak allah, kalau ada artikel yang bagus lagi bisa saya di email
trims sebelumnya padmo

Dear Pak Padmo,

Iya Pak. Saya sedang mencari ide lagi untuk bahan tulisan berikutnya.

Salam.

Saya hanya menekankan bahwa Tuhan itu Tunggal dan yang tunggal itu hanya Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, yang hidup kekal lagi terus-menerus, yang tidak mempunyai anak dan tidak di per-anak-kan. Tidak layak bagi kita untuk menyekutukan Allah dengan segala ciptaan-Nya seperti batu, mahluk hidup, mahluk ghaib atau lainnya. saya beriman kepada Allah, Malaikat-malaikat Allah, Nabi-nabi Allah, Kitab-kitab Allah, dan Hari Akhir.
Didalam Al-Quran (kitab yang saya yakini tidak ada manipulasi ayat oleh manusia, karena yang tertulis adalah wahyu Allah yang di beritahukan kepada Muhammad melalui Malaikat Jibril) tertulis sbb:

QS 19:35

Tidak layak bagi Allah mempunyai anak, Maha Suci Dia. Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya, “Jadilah”, maka jadilah ia.

Ayat diatas merupakan sepenggal ayat tentang Isa Putra Maryam yang Allah kisahkan melalui Malaikat jibril kepada Muhammad, ayat lengkapnya saya salin dari Al-Quran, yang merupakan komentar dari tulisan “Yesus tidak wafat ?” https://agamaku.wordpress.com/2006/12/23/yesus-tidak-wafat/#more-35

wah susah ya kalau sudah dogma yaa ga bisa diperdebatkan😛

Tetapi kayaknya ALLAH versi punya anak adalah ALLAH yang lemah yaaa sehingga perlu punya anak untuk menyelamatkan manusia.

Lagipula argumenya koq lemah yaaa: tidak berdosa berarti anak ALLAH kalau gitu Maria berdosa dunk secara doi bukan anak ALLAH, atawa memang Maria memiliki dosa asal tetapi yesus tidak ??? lalu dimana bedanya bukankah yesus termasuk anak cucu adam walau dia terlahir tanpa campur tangan pria akan tetapi ibunya maria adalah salah satu anak cucu adam yang juga punya “dosa asal” ???

Kenapa ALLAH kalau mau punya anak harus melalui maria yang memiliki dosa asal ??? mengapa proses penciptaan yesus tidak disamakan saja dengan proses penciptaan Adam kalau memang mau diangkat sebagai anak ALLAH ???

Bukankah akan lebih sukses ceritanya sebagai anak ALLAH kalau lahir tanpa campur tangan seorang manusiapun seperti Adam tetapi tidak memiliki dosa seperti Adam ???

Banyak pertanyaan nehhh…

Salam

Dear Ratdix,
Jawaban saya juga saya ambil dari koment saya di artikel sebelumnya:

Coba kita telaah lagi: “Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka DIA hanya berkata kepadanya, “Jadilah”, maka jadilah ia.”

Tampak bahwa Allah dapat dengan mudah menetapkan bahwa Yesus adalah Anak Allah karena hanya dengan berkata “Jadilah”, maka demikianlah jadinya.

Memang benar bahwa Allah tidak layak mempunyai anak dengan cara manusia, yaitu dengan cara “biologis/sex”, tetapi hanya dengan perkataan, maka “peranakan” Allah dapat terjadi dengan ajaib. Demikianlah kelahiran Yesus (Anak Allah) yang ajaib.

GBU

Wahai ahli kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya al-Masih, ‘isa putra maryam itu adalah utusan Allah dan (yang di ciptakan dengan) kalimat-Nya yang di sampaikan-Nya kepada Maryam dan (dengan tiupan) Roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan “(Tuhan itu) tiga”, berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang dilangit dan dibumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara.
(QS AN-NISA )

Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata, “Sesungguhnya Allah itu ialah al-Masih putra Maryam”. Katakanlah, “Maka siapakah (gerangan) yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah, jika Dia hendak membinasakan al-Masih putra Maryam itu beserta ibunya dan seluruh orang-orang yang berada di bumi semuanya ?” kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya. Dia menciptakan apa yang di kehendaki-Nya. Dan Allah maha kuasa atas segala sesuatu.
(QS AL-MA’IDAH )

Orang-orang yahudi dan nasrani mengatakan, “kami ini adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya”. Katakanlah, “Maka mengapa Allah menyiksa kamu karena dosa-dosamu ? “, (kamu bukan anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya), tetapi kamu adalah manusia (biasa) di antara orang-orang yang di ciptakan-Nya. Dia mengampuni bagi siapa yang di kehendaki-Nya. Dan menyiksa siapa yang di kehendaki-Nya. Dan kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya. Dan kepada Allah-lah kembali (segala sesuatu).
(QS AL-MA’IDAH )

mohon dijawab:
1. mengapa kitab injil harus direnovasi sehingga ada pejanjian baru dan perjanjian lama?apakah anda tidak takut merevisi Kitab Allah?dan apakah itu bukan dosa?dan apakah kitab suci bisa disamakan dengan naskah drama yang bisa diganti2 tergantung kebutuhan atau yang lg trend?
2. kenapa Tuhan Bapak tidak marah atau tidak menolong yesus saat disalib?induk ayam aja marah kalau anaknya diganggu?
3.yang anda jelsakan di atas tentang yesus dan adam, apakah berdasarkan injil asli atau injil new version?kalau berdasrkan injil asli, aku bisa percaya, tapi kalo berdasarkan injil new version iih…lucu banget.

Mungkin kedengaran aneh dan janggal. Hidayah memang bisa datang kapan saja dan pada siapa saja. Selama ini mungkin kita lebih sering mendengar masuk islamnya seorang non muslim kedalam islam di sebabkan hal-hal luar biasa dan penting. Seperti dokter Miller seorang penginjil Kanada yang masuk islam setelah menjumpai I’jaz Qur’an dari berbagai segi.Tapi yang ini benar-benar tidak biasa. Ya,…masuk islam gara-gara pakaian dalam!!

Fakta ini dikisahkan Doktor Sholeh Pengajar di sebuah perguruan Tinggi Islam di Saudi, saat ditugaskan ke Inggris. Ada seorang perempuan tua yang biasa mencuci pakaian para mahasiswa Inggris termasuk pakaian dalam mereka.

Suatu hari wanita tua ini menceritakan keheranannya selama bertugas pada Doktor Sholeh, perihal adanya pakaian dalam yang ‘aneh’. Ada beberapa pakaian dalam yang tidak berbau seperti mahasiswa umumnya, apa sebabnya? Maka ustadz ini menceritakan karena pemiliknya adalah muslim, agama kami mengajarkan bersuci setiap selesai buang air kecil maupun buang air besar, tidak seperti mereka yang tidak perhatian dalam masalah seperti ini.

Betapa terkesan ibu tua ini dan tidak lama kemudian ia mengikrarkan syahadat, masuk islam dengan perantaraan pakaian dalam!!!

Di kutip dari : Majalah Al-Qawwam edisi 15, dzul qa’dah 1427 H Badiah, Riyadh.
jangan2 kalian gak cebo kalo abis buang hajat..hshshshhhhhhhhhehehe

To Abdul Lukas,

Dul .. dul kamu nggak ngerti ttg Injil, Perjanjian Lama, Perjanjian baru … kok ngomong renovasi segala …

Sudah pelajari kasus mushaf2 di qur’an saja atau ayat2 yang dimansukh-kan nanti kamu baru bisa nanya secara benar. Itu baru nanya lho🙂

Mengenai konsep Allah tritunggal sepertinya anda terlalu hijau u/hal ini.

Sungguh lucu membaca pertanyaan ini …

@Ratdix,
Sayangnya ayat2 yg Anda kutip tidak ada di Alkitab. (** Kabur **)

@Abdul Lukas,
Hem… kapan ya ada renovasi?

@Bu Pun Su,
Iya betul. Tapi lebih baik jika yang tahu memberi tahu yang tidak tahu. Sayangnya banyak yang memberi tahu tetapi sebenarnya tidak tahu apa-apa. Tugasnya yang tahulah untuk memberitahu yang tidak tahu dengan cara yang benar & baik. Walau pun begitu, ternyata banyak yang tidak tahu walau pun sudah diberi tahu oleh yang tahu. Atau mereka tidak mau tahu? Ngeyel gitu?

Kok nulisnya jadi belibet ya? Ya sudah, salam damai & sejahtera bagi kita semua.

@ abdul lukas,

Rupanya ada ibu tua maniak, suka cium celana dalam mahasiswa

Hihihi…. emang ada juga yang gak cebok abis pipis??

@ Pipit

capa yang ga cebok abis pipis ??? ayo capa ngakuuuuu… pasti deh orangnya ga sholat😀

@zferry

Cerita di hadits:
Ada suara berteriak memilukan dalam liang kubur, lalu Muhamad mengatakan “Barang siapa kencing kena pakaiannya ia akan disiksa dalam liang kubur”
Mengerikan….kencing kena celana dianggap dosa besar……mendingan kagak sholat, tapi hidup lebih bermakna di hadapa Yang Maha Pengasih.
Cari nyang laen aja………oke?

Dear all ;))
Apa yang kalian argumentasikan sesungguhnya memang bagus, tapi coba ngacak pada urutan sejarah peristiwanya dan liat pada konteks induk kitab sebenarnya yaitu Alkitab (BIBLE). Alkitab nasrani sebenernya mengungkapkan kata-kata Anak Allah bukan maksudnya Allah punya Anak, tapi menjurus kepada hal-hal hakiki maksudnya bahwa Allah memang tidak diperanakan dan tidaklah mempunyai Anak, namun dari konteks aslinya harusnya dimengerti terlebih dahulu doktrin tentang Trinitas baru bisa berkata bahwa Allah itu punya Anak. Karena sesungguhnya Alkitab yang sebagai Firman Tuhan yang murni tidak pernah mengajarkan ajaran bahwa Allah itu beranak dan punya Anak, itu hanya gaya bahasa saja untuk dimengerti. Seperti contoh gamblangnya saja :
1. Allah menciptakan adam dan hawa untuk membangun keluarga dan rumah tangga baca kej. 1 sampai selesai.
2. Allah membangun kerajaan sebagai bentuk pemerintahan sebagai contok pemerintah menagih pajak, dll.

maaf keluar dari kontek or topik pembicaraan.

maksud saya disini adalah Allah memakai kata-kata Anak Allah biar dimengerti semua insan dibumi, sudah jelas kok Alkitab itu kenapa harus diperdebatkan sich.

Halleuya…..

dear abdul lukas >:)
siapa yang merenovasi dan siapa yang direnovasi bung lukas,,,,???
mungkin pertanyaan dan kalimat anda itu akan ditertawakan sejumlah khalayak ramai, mengapa ? karena anda sesungguhnya tidak mengerti dan tidak paham bahkan mungkin anda tidak tahu juga tentang apa itu Alkitab (BIBLE).
“jangan menghakimi” itulah yang dikatakan oleh Nas Kitab Suci (THE BIBLE), kalo seandainya saja saya bisa merubah dan meralat setiap buku-2 yang terbit sudahlah tentu saya melakukan itu, tapi mengapa setiap buku yang diperjualbelikan dimanapun toko, tempat, dll, disampul depannya pasti ada tulisan berisikan DILARANG MENGCOPY ATAU MENAMBAHI ATAU MENYEBERLUASKAN TANPA SEIZIN PEMILIK.Bagaimana mungkin saya berani melakukannya,begitu pula dengan FIRMAN TUHAN bagaimana juga seorang manusia berani merubah kata-2 TUHANNYA diganti dengan dusta.
Mungkin buat anda bung lukas sebagai pesan alangkah baiknya anda membaca kitab dari Wahyu pasal 21 sapmai pasal 22, disitu akan tertulis lebih jelas.
“Jangan menambahi dan mengurangai apa yang telah tertulis, karena apabila kamu mengurangi dan menambahinya maka akan diambil-Nyalah pohon kehidupan darinya. Wahyu pasal 21 – 22 baca semua ok.

semoga sukses

syallom

Dear All,

Tidak ada salahnya untuk lebih menambah pengetahuan kita tentang
Islam dan Kristen, coba click/buka web : http://www.pakdenono.com/

Banyak Artikel yang semoga bermanfaat.

Salam
Nuansa Biru

Ah.. Islam-Kristen lagi.. cape dehh…! My best friend is a Cath,, while the other is a Christian,, me myself is a Muslim.. Kita nda’ pernah ngomongin itu coz’ itu adalah hal yg kurang patut diomongin secara lugas dan eksplisit.

Tentu aja sebagai orang Muslim yang pernah sekolah di sekolah Katolik selama 6 tahun (tarki) aku ngerti ttg konsep agamanya,, meskipun gw gak ngerti ttg Tri Tunggal dan… gak ada manusia yang betul2 paham tentang itu,, bukankah demikian? Atau mohon dijelasin dong kalo ada yg ngerti…

Yang aku tahu…

Qur’an kuyakini sebagai kalimat-kalimat Tuhan (kalam Allah) yang disampaikan langsung lugas terpercaya oleh malaikan Jibril kepada nabi Muhammad, tanpa mengurangi satu huruf pun (dari yg dikatakan Alloh). Sedangkan,

Yang aku nggak tahu…

Siapakah yg menulis Injil (Bible)? Apakah itu kalimat-kalimat Allah…? Via apa? Mu’jizat seperti apa yg menyertai penulisannya… (?) Apakah betul bukan ditulis oleh Sejarawan? Dan kalau dituliskan “kembali” (re-tell) oleh Sejarawan (editor),, bukankah manusia tidak lepas dari kesalahan…? (bahkan MALAIKAT Jibril pun tidak berani mengurangi barang satu huruf pun dari kalam Allah) Apakah Anda betul2 percaya bahwa kitab yang Anda jadikan pegangan hidup-mati itu… betul2 terlepas dari kesalahan editing…?

hatur nuhun….

Penyandang gelar anak allah (sebetulnya, setahu saya, kata “Allah” hanya dipake di Bibel Indonesia dan Bibel Arab, sedang di versi bahasa lain dipake Lord, yahweh, theos, adonay, kurios dll):

1. disebutkan pertama kali di Kej 6:2 “maka anak-anak Allah melihat, bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik-cantik, lalu mereka mengambil isteri dari antara perempuan-perempuan itu, siapa saja yang disukai mereka.

disebut plural, anak-anak allah, jadi waktu itu anak allah tidak cuma satu, cuma sayangnya namanya nggak disebut

2. disebutkan pula di Ayub 1:6, Ayub 2:1, Ayub 38:7, Mazmur 82:6, Hosea 1:10

3. Daud, anak Allah yang sulung, Maz 89:28 “Maka Akupun akan menjadikan dia akan anak sulung, yang mahatinggi di atas segala raja-raja di bumi.”

4. Yakob(Israel), anak Allah yang sulung, Kel 4:22 “Maka engkau harus berkata kepada Firaun: Beginilah firman TUHAN: Israel ialah anak-Ku, anak-Ku yang sulung;”

5. efraim, anak Allah yang sulung, Yeremia 31:9 “Dengan menangis mereka akan datang, dengan hiburan Aku akan membawa mereka; Aku akan memimpin mereka ke sungai-sungai, di jalan yang rata, di mana mereka tidak akan tersandung; sebab Aku telah menjadi bapa Israel, Efraim adalah anak sulung-Ku.”

6. semua orang yang mendamaikan berhak menyandang anak Allah, Mat 5:9 “Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.”

7. dan tentu saja yesus, seperti yang kang dewo critain diatas

Pertanyaan buat kang dewo:
Apakah semua anak Allah yang diatas itu berdosa semuanya?

@Dear Alpha,

1. Tentang anak-anak Allah ini adalah sebutan bagi bangsa pertama yg memanggil nama TUHAN. Anak-anak Allah di sini adalah keturunan Enos. Baca juga Kejadian 4.

2. Anak-anak Allah dalam Ayub adalah para malaikat. Termasuk juga Iblis, sang malaikat pemberontak.

3. Mazmur Daud berisi nubuatan. Mazmur ini menubuatkan Yesus Kristus. Jangan salah sangka karena Mazmur ini bukan menceritakan Daud, tetapi menubuatkan Yesus. Silakan baca Mazmur 89 tersebut dengan teliti karena semuanya itu persis untuk Yesus dan bukan untuk Daud.

4. Saya kutipkan ayat lengkapnya dari Kejadian:

4:22 Maka engkau harus berkata kepada Firaun: Beginilah firman TUHAN: Israel ialah anak-Ku, anak-Ku yang sulung;
4:23 sebab itu Aku berfirman kepadamu: Biarkanlah anak-Ku itu pergi, supaya ia beribadah kepada-Ku; tetapi jika engkau menolak membiarkannya pergi, maka Aku akan membunuh anakmu, anakmu yang sulung.”

Nampak di sini bahwa TUHAN membicarakan Yesus yg akan datang. Sebab jika TUHAN membicarakan “Bangsa Israel”, maka seharusnya kata “anak” menjadi “anak-anak”.

5. Efraim adalah seorang yg sangat terkemuka, saleh & namanya diabadikan sebagai nama kota. Tetapi tokoh terkenal ini sudah meninggal. Konteksnya adalah bahwa akan lahir seseorang yg sangat terkemuka juga, yaitu Yesus Kristus. Silakan baca ayat sebelumnya:

31:7 Sebab beginilah firman TUHAN: Bersorak-sorailah bagi Yakub dengan sukacita, bersukarialah tentang pemimpin bangsa-bangsa! Kabarkanlah, pujilah dan katakanlah: TUHAN telah menyelamatkan umat-Nya, yakni sisa-sisa Israel!
31:8 Sesungguhnya, Aku akan membawa mereka dari tanah utara dan akan mengumpulkan mereka dari ujung bumi; di antara mereka ada orang buta dan lumpuh, ada perempuan yang mengandung bersama-sama dengan perhimpunan yang melahirkan; dalam kumpulan besar mereka akan kembali ke mari!
31:9 Dengan menangis mereka akan datang, dengan hiburan Aku akan membawa mereka; Aku akan memimpin mereka ke sungai-sungai, di jalan yang rata, di mana mereka tidak akan tersandung; sebab Aku telah menjadi bapa Israel, Efraim adalah anak sulung-Ku.

6. Betul sekali. Sejak saat itu, setiap orang yg membawa kedamaian, maka akan disebut sebagai Anak Allah. Kedamaian yg sejati adalah yg dari Yesus. Berbahagialah kita yg membawa kedamaian itu bagi sesama, karena kita berhak menyandang gelar anak Allah.

7. Ya, Yesus memperoleh pengakuan langsung dari Allah bahwa DIA adalah Anak Allah yg sulung.

Jelas bahwa “anak Allah” yg bukan mengacu pada Yesus tentu manusia biasa yg berdosa. Bahkan nabi pun (misal: Musa) harus mengalami penyucian dosa. Tetapi tidak demikian dengan Yesus yg benar2 “ANAK ALLAH”, yg memperoleh pengakuan langsung dari Allah.

Yesus tidak berdosa dan tidak bercela. Hidup-Nya murni. Bahkan di AQ pun disebutkan begitu. Coba cari dosa atau dusta dari Yesus di Alkitab mau pun di AQ. Maka Anda tidak akan menemukannya.

GBU.

Efraim meninggal, yesuspun meninggal, jadi apa bedanya???

kang dewo, numpang nanya, dibaptis gunanya buat apa???

Keseluruhan Nabi, dari mulai Nabi Adam AS sampai dengan Rasulullah Muhammad SAW adalah terpelihara dari berbuat dosa. Dan tiap orang menanggung dosa sebatas dari apa yang diperbuatnya sendiri, seseorang tidak akan menanggung dosa orang lain.

kang dewo salah tuh, orang saya menyebut Keluaran 4: 22 kok kang dewo bilang “saya kutipkan dari Kejadian:”

coba kang dewo baca Kel 1:1
“Inilah nama para anak Israel yang datang ke Mesir bersama-sama dengan Yakub; mereka datang dengan keluarganya masing-masing:”

dan Kel 3:10
“Jadi sekarang, pergilah, Aku mengutus engkau kepada Firaun untuk membawa umat-Ku, orang Israel, keluar dari Mesir.”

Kel 4:21
“Firman TUHAN kepada Musa: “Pada waktu engkau hendak kembali ini ke Mesir, ingatlah, supaya segala mujizat yang telah Kuserahkan ke dalam tanganmu, kauperbuat di depan Firaun. Tetapi Aku akan mengeraskan hatinya, sehingga ia tidak membiarkan bangsa itu pergi.”
Kel 4:22
“Maka engkau harus berkata kepada Firaun: Beginilah firman TUHAN: Israel ialah anak-Ku, anak-Ku yang sulung;”

sudah jelas, bahwa itu adalah “kisah”, bukan “nubuatan”. Walaupun itu dianggap nubuatan, tapi ya nggak sampe ke yesus, hanya nubuatan gimana nanti Musa pas ketemu Firaun:
Kel 5:1-2
Kemudian Musa dan Harun pergi menghadap Firaun, lalu berkata kepadanya: “Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Biarkanlah umat-Ku pergi untuk mengadakan perayaan bagi-Ku di padang gurun.”
Tetapi Firaun berkata: “Siapakah TUHAN itu yang harus kudengarkan firman-Nya untuk membiarkan orang Israel pergi? Tidak kenal aku TUHAN itu dan tidak juga aku akan membiarkan orang Israel pergi.”
lihat juga Kel 7:1
Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Lihat, Aku mengangkat engkau sebagai Allah bagi Firaun, dan Harun, abangmu, akan menjadi nabimu.
(Musa diangkat sebagai Allah, dan Harun sebagai nabinya!!!!, ingat lhoo diangkat sendiri oleh Allah!)

lagian sepertinya terlalu jauh menganggap “anak sulung” di Kel 4:22 tsb ke yesus, soalnya di PB sebutan yesus bukan anak sulung tapi anak tunggal (Yoh 1:14 & 18, Yoh 3: 16 &18, dan 1 Yoh 4:9)

beda kan anak tunggal dengan anak sulung??? seorang anak bisa disebut sulung jika mempunyai adik.

@Dear Alpha,

Efraim & Yesus tentu sangat berbeda. Yg satu terkemuka di dunia, sedangkan Yesus terkemuka di dunia dan surga.

Pembaptisan adalah pernyataan tobat manusia kepada Allah. Pembaptisan juga berarti penyerahan hidup kepada Allah.

Keseluruhan Nabi, dari mulai Nabi Adam AS sampai dengan Rasulullah Muhammad SAW adalah terpelihara dari berbuat dosa. Dan tiap orang menanggung dosa sebatas dari apa yang diperbuatnya sendiri, seseorang tidak akan menanggung dosa orang lain.

Semua nabi berdosa (kecuali Yesus). Sebelum menjadi nabi, mereka harus melalui proses pencucian dosa. Nabi Adam berdosa karena melanggar perintah Allah. Nabi Musa berdosa karena membunuh. Saya yakin Muh SAW lebih banyak lagi dosanya.

Yg perlu dicatat adalah bahwa hampir semua nabi yg diakui Alkitab pernah berdosa. Tetapi berkat kasih Allah sajalah akhirnya mereka disucikan. Silakan cari dosa-dosa dari para nabi tersebut. Anda akan menjumpainya. Tetapi tidak pada Yesus.

Mengenai Kitab Keluaran, iya betul, saya salah tulis. Seharusnya Keluaran, bukan Kejadian.

(Musa diangkat sebagai Allah, dan Harun sebagai nabinya!!!!, ingat lhoo diangkat sendiri oleh Allah!)

Tentu saja Anda tidak terlalu bodoh untuk menyadari bahwa Musa diangkat menjadi Allah bagi Firaun. Harap diperhatikan bahwa “BAGI FIRAUN!” Dan bukan bagi seluruh umat manusia.

lagian sepertinya terlalu jauh menganggap “anak sulung” di Kel 4:22 tsb ke yesus, soalnya di PB sebutan yesus bukan anak sulung tapi anak tunggal (Yoh 1:14 & 18, Yoh 3: 16 &18, dan 1 Yoh 4:9)

Terlalu jauh? Jangan lupa bahwa karya keselamatan Yesus sudah dinubuatkan oleh Allah sendiri sejak dari Kitab Kejadian alias kitab paling pertama. Baca juga kitab Yeremia, Yehezkiel, Mazmur Daud dan kitab lain yg menubuatkan Yesus. Usianya ratusan hingga ribuan tahun sebelum Yesus.

GBU

Menurut Bambang Budijanto (Lihat : Bambang Budijanto, Torah dalam hidup Bangsa Israel, Penerbit Yayasan Andi, Yogyakarta, hal. 85) penggunaan istilah “Anak Tuhan” sendiri terhadap bangsa Israel secara umum telah lama dikenal dan contohnya bisa dijumpai dalam Kitab Perjanjian Lama, misalnya :

Maka engkau harus berkata kepada Firaun : Beginilah firman TUHAN : Israel ialah anak-Ku, anak-Ku yang sulung; sebab itu Aku berfirman kepadamu: Biarkanlah anak-Ku itu pergi, supaya ia beribadah kepada-Ku
– Perjanjian Lama : Kitab Keluaran 4 : 22-23

Aku akan memimpin mereka ke sungai-sungai, di jalan yang rata, di mana mereka tidak akan tersandung; sebab Aku telah menjadi bapa Israel – Perjanjian Lama : Kitab Yeremia 31 : 9

Bila kita pelajari lebih jauh dari alKitab, maka kita akan memperoleh data bahwa Bangsa Israel sama sekali tidak pernah menganggap Tuhan itu merupakan bapak mereka dalam pengertian yang sebenarnya :

Pada waktu itu, demikianlah firman TUHAN, Aku akan menjadi Allah segala kaum keluarga Israel dan mereka akan menjadi umat-Ku
– Perjanjian Lama : Kitab Yeremia 31:1

Hai anakku, janganlah engkau menolak didikan TUHAN, dan janganlah engkau bosan akan peringatan-Nya. Karena TUHAN memberi ajaran kepada yang dikasihi-Nya, seperti seorang ayah kepada anak yang disayangi. – Perjanjian Lama : Kitab Amsal 3:11-12

Oleh karena itu apabila umpamanya memang benar Yesus (Nabi ‘Isa al-Masih) menyebut Tuhan dengan istilah Bapa, maka kita juga harus mengembalikan maksud ucapannya itu sebagaimana yang umum dikenal oleh masyarakat Israel pada jamannya, sebab Nabi ‘Isa sendiri merupakan orang Israel dan agar dakwahnya diterima oleh bangsanya, diapun harus mengikuti kaidah bahasa yang ada dimasyarakat setempat.

Dalam ilmu Psikolinguistik, ada yang disebut dengan istilah Prinsipel Kooperatif, yaitu suatu cara manusia untuk bisa berkomunikasi terhadap manusia lainnya dengan memahami maksud suatu kalimat yang bisa saja artinya tidak sama persis dengan kalimat yang diucapkan oleh sipembicara, dan ini yang ada pada bangsa Israel saat itu.

Meski demikian, Nabi ‘Isa tampaknya sudah mengkhawatirkan kemungkinan terjadinya perubahan makna pada bahasa yang beliau pakai, karenanya seperti yang bisa kita baca dalam Alkitab, pada kesempatan yang berbeda Nabi ‘Isa menerapkan model Psikolinguistik maksim cara (manner) yaitu mengungkapkan pemikirannya secara jelas dengan jalan memberikan penegasan maksud dari pemakaian istilah “anak ALLAH” dalam ayat-ayat berikut :

Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, katanya :… Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. – Perjanjian Baru : Kitab Injil Matius 5: ayat 2 dan 9

Tetapi semua orang yang menerimanya diberinya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam namanya – Perjanjian Baru : Kitab Injil Yohanes 1:12

Dengan demikian istilah “Anak ALLAH” ditujukan bagi orang yang senantiasa membawa perdamaian ditengah masyarakat dan orang yang beriman kepada Tuhan dan Rasul-Nya, lebih jauh dia juga memaknainya bukan dalam arti hubungan darah atau jasmani biologis, akan tetapi hanya sebagai simbol kedekatan Tuhan dengan para hamba-Nya.

Perhatikan kutipan ayat Injil berikut :

Supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam aku dan aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus aku Dan aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan yang Engkau berikan kepadaku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti kita adalah satu Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam aku supaya mereka sempurna menjadi satu agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi aku. – Perjanjian Baru : Kitab Injil Yohanes 17 : 21-23

Ayat-ayat Injil diatas jelas sekali menceritakan kepada kita bahwa Nabi ‘Isa berkeinginan agar para sahabatnya memiliki hubungan yang dekat kepada sang Maha Pencipta sebagaimana kedekatan dirinya terhadap Tuhan dan pada kesempatan lain, beliau juga memberi penegasan bahwa dirinya hanyalah seorang Rasul Tuhan dan bukan Tuhan itu sendiri.

Demikianlah kata Yesus. Lalu Ia menengadah ke langit dan berkata : … Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus. – Perjanjian Baru : Kitab Injil Yohanes 17:3

Jawab Yesus: Hukum yang terutama ialah : Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu Esa. – Perjanjian Baru : Kitab Injil Markus 12:29

Oleh karena itu, kita semua tidak perlu terburu-buru menghakimi pola bahasa yang digunakan oleh ‘Isa al-Masih didalam kitab Perjanjian Baru mengenai pemakaian istilah Bapa untuk Tuhan. Sebab memang telah terbukti kalau ‘Isa al-Masih tidak pernah mengajar diluar konsep Monotheisme (Tauhid).

@ Dear Adhi Trisnanto
Kayaknya bukti, ulasan dan dengan bahasa apapun akan mentah lan njepat krn mas Dewo punya bakat politikus🙂
cuma hidayah yg bisa mencerahkannya…

@Dear Adhi Trisnanto (#24),

Rasanya tidak ada yg bertentangan antara artikel ini dengan pendapat Anda. Hanya memang berbeda sudut pandang. Saya hanya menuliskan tentang penyandang gelar “Anak Allah” yang sudah tertulis di Alkitab. “Anak Allah” yang saya maksud adalah yang ditujukan untuk Yesus dan semuanya sudah tertulis di Alkitab. Ayat2nya dapat dibaca di artikel di atas.

Memang benar bahwa bangsa Israel memiliki hak sebagai “bangsa terpilih” tetapi benar bahwa Israel selalu memberontak terhadap Allah. Allah memang ingin memiliki hubungan yang erat dengan umat-Nya, seperti hubungan seorang ayah dengan anaknya. Sayangnya Israel tidak dapat setia kepada Allah.

Mengenai ayat:

Maka engkau harus berkata kepada Firaun : Beginilah firman TUHAN : Israel ialah anak-Ku, anak-Ku yang sulung; sebab itu Aku berfirman kepadamu: Biarkanlah anak-Ku itu pergi, supaya ia beribadah kepada-Ku
– Perjanjian Lama : Kitab Keluaran 4 : 22-23

Banyak kalangan (termasuk saya) yang mengartikan “anak-Ku” sebagai Yesus yang akan datang (Baca komentar saya sebelumnya). Karena kalau itu dianggap sebagai bangsa Israel saat itu, maka seharusnya TUHAN berkata: “anak-anak-Ku.” Tetapi ini memang masih bisa diperdebatkan lebih lanjut.

Mengenai Perjanjian Baru, Yesus yang bergelar “Anak Allah” dan kepada-Nya Allah telah menyatakannya secara langsung, memang ingin agar kita semua menjadi “anak Allah” juga seturut kehendak Allah, yaitu manusia yang membawa kedamaian dan kasih. Tentu saja “kedamaian” dan “kasih” di sini adalah seturut dengan ajaran Yesus, bukan kedamaian dan kasih yang dipaksakan seperti yang banyak terjadi di dunia ini.

@Dear Soulmate,

Hahaha… saya punya bakat sebagai politikus ya? Masak sih? Sayangnya saya tidak suka dengan politik. Semoga hidayah juga bisa mencerahkan Anda.

GBU.

@Dewo

Ini pertanyaan gampang aja, seperti peringatan natal yg memperingati kelahiran Yesus yg KATANYA tgl 25 Desember, menggunakan pohon natal sebagai peringatan bagi umat Kristen agar memasang dirumahnya masing2.
Pertanyaannya sejak kapan di Yerusalem ada tumbuh POHON NATAL (cemara)??? kalau pohon kurma saya yakin banyak…apalagi ditambah dengan dongeng2 tentang kakek2 berjubah merah dengan rusa terbangnya. Apa ini juga berdasarkan Alkitab? ini Kitab Suci loh mas bukan Cerbung…
Nah atas dasar apa bahwa ini sebuah Firman Tuhan kalo ceritanya aja gak nyambung…!

@Dear Soulmate,

Hihihi… rupanya Anda nggak mudheng ya? Memang benar bahwa pohon cemara tidak ada di Nazaret. Demikian juga dengan lampu natal dan salju. Lebih heboh lagi karena setiap Natal pasti identik dengan Santa Klaus. Mana ada Santa Klaus di jaman Yesus?

Lebih lucu lagi saat Anda mengkaitkan semua hal tersebut dengan Alkitab. Yang terjadi adalah saya mentertawakan Anda! Hahahaha… Jadi yang tidak nyambung itu Anda.

GBU.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Stat

Blog Stats

  • 395,785 hits
%d blogger menyukai ini: