Agamaku Kesaksianku

Yesus Tidak Wafat?

Posted on: Desember 23, 2006

Banyak orang percaya bahwa Yesus tidak wafat di kayu salib. Tetapi orang banyak tersebut percaya bahwa ada kehidupan setelah kematian. Mereka percaya bahwa setelah orang mati, orang akan ditentukan untuk masuk surga atau neraka. Dan saya akan mengatakan kepada mereka secara gamblang bahwa:

Jika mereka tidak percaya bahwa Yesus telah hidup, wafat dan bangkit dari kematian, iman mereka adalah sia-sia belaka!

Kenapa?


Sejarah kehidupan, kematian dan kebangkitan Yesus itu nyata dan benar-benar telah terjadi. Dalam hal ini Yesus telah memberikan bukti nyata bahwa memang benar ada kehidupan setelah kematian. Dan Beliau telah menunjukkan bahwa surga dan neraka itu benar-benar ada. Di sanalah kehidupan kita setelah kematian.

Jika hal ini tidak terjadi dan tidak tercatat, maka runtuhlah ajaran yang selama ini telah diajarkan oleh agama. Dan Yesus adalah yang sulung dari semuanya. Dialah yang pertama bangkit dan naik ke Surga. Di sana Yesus telah menyiapkan tempat di Kerajaan Allah bagi para umat-Nya. Di sanalah Kerajaan Allah itu akan tetap selama-lamanya. Pemerintahaan Yesus tidak akan berkesudahan.

Itulah pengantar singkat dari tesis saya. Sedikit menjawab dari penolakan akan kematian Yesus Kristus. Yang jika orang banyak itu tetap menolak kematian Yesus, maka iman mereka adalah sia-sia belaka. Jika orang banyak itu tetap tidak mempercayainya, maka apa yang telah mereka imani itu hanyalah omong kosong tanpa bukti.

Semoga Roh Kudus hadir dalam hati kita sehingga kita memperoleh terang dari Allah. Amin.

404 Tanggapan to "Yesus Tidak Wafat?"

Hai Dewo. Blogmu bagus-bagus. Pasti memberkati banyak yang membacanya. Ngomong-ngomong kalo saya publikasikan di majalah saya boleh nggak? Hehehe. Ijin dulu. Kalo keberatan sih, nggak apaapa. Tengs sebelumnya.

Ohya, saya pemred majalah GFRESH!
http://www.gfresh-online.com
redaksi@gfresh-online.com

kalo di agamaku, Isa memang nggak mati, kok🙂

saya makin bingung, terlepas dari wafat atau tidaknya Yesus yang jelas posisi Yesus didunia ini sebagai apa? Tuhan atau hanya manusia yang mulia. Kalau Dia Tuhan kenapa menjadi “saksi” adanya surga dan neraka, tapi jika Dia manusia kenapa ketika anda bersyukur atas karunia yang anda terima saat ini mengatasnamakan Yesus (apakah yg memberi karunia itu Yesus?, bagaimana mungkin Dia bisa menciptakan karunia kepada anda jika disisilain justru Dia sebagai “hanya” sebagai saksi dari terciptanya surga dan neraka?)

maaf ya saya tidak bermaksud menjustifikasi agama anda, bagi saya agama bukan masalah logika tapi masalah keyakinan dan saya menghormati apa yang anda yakini, yang saya ungkapkan hanya uneg-uneg yang aneh tapi nyata. Terimakasih atas pengertiannya.

Menurut Al Quran Isa (Yesus) Mati, lihat pada Surat 3 Ali Imraan ayat 55 (dikutip sebagian):
..(ingatlah) tatkala Allah berfirman, ” Hai Isa, sesungguhnya Aku akan mewafatkanmu, dan mengakkatmu kepadaKu dan akan mensucikanmu dari orang-orang kafir”

TAFSIR
55. (Ingatlah) ketika Allah berfirman: “Wahai Isa! Sesungguhnya Aku akan mengambilmu dengan sempurna, dan akan mengangkatmu ke sisiKu, dan akan membersihkanmu dari orang-orang kafir, dan juga akan menjadikan orang-orang yang mengikutmu mengatasi orang-orang kafir (yang tidak beriman kepadamu), hingga ke hari kiamat. Kemudian kepada Akulah tempat kembalinya kamu, lalu Aku menghukum (memberi keputusan) tentang apa yang kamu perselisihkan”.
TERJEMAHAN
55. (Ingatlah), ketika Allah berfirman: “Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku memutuskan diantaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya”.

Dear Joesatch,
Sayangnya Anda termasuk yang tidak mempercayai bahwa Yesus telah wafat.

Dear Axiva,
Silakan baca artikel saya sebelumnya yg membahas tentang Tritunggal: Tritunggal Mahakudus (2)

Dear Sugiarto,
Puji Tuhan bahwa Anda membaca Al Quran dengan arif. Soalnya banyak yang menafsirkan dan memutarbalikkan arti “mewafatkanmu” itu sebagai “menidurkanmu” alias dianggap tidak benar-benar mati. Dan mereka tidak percaya bahwa Yesus Kristus telah benar-benar wafat.

Salam damai.

Menurut Al Quran Isa (Yesus) Mati, lihat juga di Surat 19 Maryam ayat 33: ” Dan keselamatan atasku pada hari aku dilahirkan dan pada hari aku wafat dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali”

Surat 3 Ali Imraan ayat 45:
“Ingatlah ketika malaikat berkata,” Hai Maryam, sesungguhnya ALLah memberi khabar gembira kepada engkau dengan perkataan(perintah) dari Allah namanya Almasih putra Maryam seorang yang terkemuka di dunia dan akhirat…….”

terkemuka berarti paling berkuasa, baik di dunia maupun akhirat (salahkah kalau ini jabatan TUHAN?)jadi kalau Isa memberi karunia bukan aneh, tapi benar-benar nyata (utk sdr.Axiva)

saya nanya apa dijawab apa…

dari awal kan saya tidak ingin mempermasalahkan Yesus (Isa) itu mati atau tidak. Lagipula sejak kapan Tuhan jadi jabatan.

dear axiva
(apakah yg memberi karunia itu Yesus?, bagaimana mungkin Dia bisa menciptakan karunia kepada anda jika disisilain justru Dia sebagai “hanya” sebagai saksi dari terciptanya surga dan neraka?)an

Jawabnya:
Karena Yesus berkuasa atas bumi dan surga, berarti Yesus adalah TUHAN dan Ia memberi karunia kepada manusia. Jadi tidak aneh tapi memang nyata.

Dear axiva,
(apakah yg memberi karunia itu Yesus?, bagaimana mungkin Dia bisa menciptakan karunia kepada anda jika disisilain justru Dia sebagai “hanya” sebagai saksi dari terciptanya surga dan neraka?)

Jawabnya:
Karena Yesus berkuasa di dunia dan akhirat,jadi Yesus adalah TUHAN, oleh sebab itu Yesus dapat memberi karunia kepada manusia, termasuk karunia keselamatan bagi yang percaya kepadaNya (Isa adalah jalan yang lurus)

yup.. sebenarnya itulah yang saya percayai, bahwa Yesus itu 100% Allah dan 100% manusia. Inilah… paradoks inkarnasi (paradoks tak sama dengan kontradiksi). Saya setuju dengan axiva yang mengatakan kalau ini aneh tapi nyata. Sampai kapanpun saya tidak akan mengerti secara sepenuhnya fakta ini, karena itu sungguh tepat kalau Dewo menutup dengan “Semoga Roh Kudus hadir dalam hati kita sehingga kita memperoleh terang dari Allah. Amin.” Tanpa pekerjaan Roh Kudus di dalam hati saya dan saudara, kita tidak mungkin percaya untuk kemudian mengerti tentang hal ini.

maaf keluar dari topik tulisannya ^^

Gue pernah nanya ma teman gue yang beragama Kristen, Da Vinci Code kok menghebohkan banget? Dia jawab karena emang isinya gak bener? Kalo mau tau yang bener, loe tonton deh Passion of The Christ.

Biz gue nonton, gue nanya lagi. Yesus itu Tuhan ga sih? Dia jawab, Ya Tuhan lah. Trus kok waktu dia disalib kok nanya, Tuhanku kenapa kau tidak menolongku? Gue jadi bingung..

Saya beriman kepada kitab-kitab (wahyu) Allah yang benar. di dalam Al-Qur’an Allah mewahyukan melalui malaikat Jibril yang memceriterakan kepada Muhammad (Rosul Allah) sepenggal kisah tentang Isa Putra maryam.

Tuduhan terhadap Maryam dan pembelaan Nabi Isa a.s kepada Ibunya. QS 19:27-36

27. Maka maryam membawa anak itu kepada kaumnya dengan menggendongnya. Kaumnya berkata, “Hai Maryam, sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang amat mungkar.
28. Hai saudara perempuan Harun * , ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina”,
29. maka Maryam menunjuk kepada anaknya. Mereka berkata, “Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih dalam ayunan?”
30. Berkata ‘Isa, “Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku al-kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi,
31. dan Dia menjadikan aku seorang yang di berkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup;
32. dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka.
33. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali.”
34. Itulah ‘Isa putra maryam, yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya.
35. Tidak layak bagi Allah mempunyai anak, Maha Suci Dia. Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya, “Jadilah”, maka jadilahia.
36. Sesungguhnya Allah adalah Tuhan-Ku dan Tuhanmu, maka sembahlah Dia oleh kamu sekalian. Ini adalah jalan yang lurus.

Catatan :
(*) Maryam dipanggil saudara perempuan Harun, karena ia seorang wanita yang shaleh seperti seshalehan Nabi Harun a.s..

Anda dapat melihat perkataan Nabi Isa pada ayat 30-33 lalu lihat penekanan perkataan Nabi Isa pada ayat 36.

Seperti kata rekan axiva, saya juga tidak bermaksud menjustifikasi agama anda, saya menampilkan Al-Quran karena benar-benar wahyu Allah melalui Jibril yang di tulis tanpa adanya manupulasi dari manusia (Muhammad sekalipun)

Sedikit Tambahan dari komen ratdix, seperti dalam kutipan QS 19:33 kita percaya bahwa Isa wafat tetapi bukan disalibkan, dan Isa dibangkitkan kembali nanti menjelang kedatangan hari Kiamat salah satunya untuk meluruskan fitnah Tuhan memiliki anak.

Salam

@Sugiarto & Ali
argumen anda terlalu maksain, penuh doktrin.

dear ratdix,

memang tercatat dalam Quran, ” ….Maryam ibu Isa saudara Harun……” ini FATAL!!!!

tercatat juga dalam Alkitab : Mariam, Harun, Musa adalah kakak berdik, tapi kenapa Quran salah mengutip (Maryam ibu Isa saudara Harun, jeda waktu jaman Musa dengan Isa ratusan tahun) padahal turun dari “surga”. Mana yang benar Alkitab atau Quran, logikanya yang baru mengutip yang lama (yang lama Alkitab). Dan Quran diberikan pada Muhammad untuk membenarkan kitab yang telah ada yaitu Taurat dan Injil.
Baca Surat 3 Aali Imraan ayat 3: ” Dia menurunkan Kitab (Al Quran) kepadamu (Muhammad) dengan sebenarny, membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya(Taurat dan Injil)”

Jadi diragukan turunnya dari surga.

menurut anda: …saudara Harun berarti yang soleh… Ini hanya tafsiran saja (menutupi kesalahan fatal). Coba buktikan di ayat mana dalam Al Quran yang mengatakan umat yang soleh dikatakan “saudara Imam Harun”

Topiknya Yesus Wafat yaitu disalib, sesuai dengan nubuatan kitab para nabi sebelum Yesus. Sesuai rencana Allah dalam karya penebusan.
Muhammad wafat diracun (tercatat dlm Hadits), tidak memberikan dampak apapun, tanpa pengorbanan bagi sesama manusia, wafat utk dirinya sendiri.

Dear Ferry,
Berarti memang benar bahwa Anda menolak Alkitab karena Anda tidak mempercayai Alkitab. Memang ini dapat dimaklumi karena ada perbedaan yang mencolok antara Alkitab dengan Al Quran. Tidak salah jika Anda berpatokan pada Al Quran. Dan jangan salahkan kami jika kami berpatokan pada Alkitab.

Dear Sugiarto,
Memang ada kerancuan yang dapat ditangkap dari Al Quran. Yaitu tentang Maria yang dianggap sebagai saudara Harun. Dalam Kitab Matius 1 tidak ada Harun dalam silsilah Maria & Yesus. Yang ada justru pada Elisabeth (ibunda Yohanes Pembaptis) yang merupakan keturunan dari Imam Harun.

Jika yg disebut dalam AQ adalah benar2 “saudara” dan bukan “keturunan”, maka yang benar adalah “Mariam” bukan “Maria” ibunda Yesus. Memang benar bahwa Mariam, Harun dan Musa adalah saudara sekandung. Jadi kita tidak tahu pasti Maria/Mariam yang mana yang dituliskan dalam AQ.

Sebagai catatan, AQ sendiri tidak ditulis langsung saat Muhammad hidup. Kemungkinan setelah Muhammad mati baru dituliskan. CMIIW (Correct Me If I’m Wrong).

GBU.

Dear Ratdix

Catatan :
(*) Maryam dipanggil saudara perempuan Harun, karena ia seorang wanita yang shaleh seperti seshalehan Nabi Harun a.s..

Sangat disayangkan jika Maria dipanggil sebagai saudara perempuan Harun karena dianggap sesaleh Nabi Harun. Coba Anda pelajari Alkitab dan di sana akan dijumpai bahwa Harun itu tidak soleh. Bahkan dia yang membuat Israel murtad. Silakan baca Kitab Keluaran 32. Karena Harun membuatkan patung lembu emas untuk sesembahan Israel, maka Musa marah dan memecahkan loh batu perintah Allah. Akibatnya fatal, 3.000 orang dibinasakan oleh pedang dan Allah menulahi bangsa Israel.

Jadi premis pengaitan Maria dengan Harun berdasarkan kesalehan tidak bisa diterima.

Salam.

Dear Ratdix,

35. Tidak layak bagi Allah mempunyai anak, Maha Suci Dia. Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya, “Jadilah”, maka jadilahia.
36. Sesungguhnya Allah adalah Tuhan-Ku dan Tuhanmu, maka sembahlah Dia oleh kamu sekalian. Ini adalah jalan yang lurus.

Coba kita telaah lagi: “Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka DIA hanya berkata kepadanya, “Jadilah”, maka jadilah ia.”

Tampak bahwa Allah dapat dengan mudah menetapkan bahwa Yesus adalah Anak Allah karena hanya dengan berkata “Jadilah”, maka demikianlah jadinya.

Memang benar bahwa Allah tidak layak mempunyai anak dengan cara manusia, yaitu dengan cara “biologis/sex”, tetapi hanya dengan perkataan, maka “peranakan” Allah dapat terjadi dengan ajaib. Demikianlah kelahiran Yesus yang ajaib.

Terima kasih Pak Sugiarto yang telah memberikan wawasan dari sudut pandang Alquran.

Salam.

Dear ALL,

Seyogyanya memang keimanan itu bukan untuk diperdebatkan tetapi dijalani dengan baik, sebab masing – masing memiliki pegangan yang berbeda, lebih baik kita jalankan saja keyakinan kita dengan sebaik – baiknya.

Dear Dewo,

Mungkin buatmu lebih mengena apabila AL-QUR’AN dijabarkan oleh orang sejenismu dan kelihatan sekali bahwa kamu menerima isi AL-QUR’AN apabila dijabarkan oleh orang yang tidak mempercayai isi AL-QUR’AN, apakah kamu tidak merasa aneh ???

Salam

Tak banyak diketahui siapa nenek moyang maria. namun kenyataan menunjukkan, berdasarkan cerita tungal tentang beliau, maria telah dipersembahkan kepada rumah suci semenjak berumur tiga sampai duabelas tahun. ini menunjukkan bahwa beliau termasuk golongan pendeta (beliau keturunan kaum lewi, mengingat ada hubungannya dengan elizabeth).

Di tempat lain dalam Al Quran beliau disebut saudara perempuan harun; dan tidak disebut saudara perempuan musa, karena pendeta adalah hak istimewa bagi keturunan nabi harun. dalam bahasa semit, kata ab (ayah), umm (ibu), akh (saudara laki2) dan ukht (saudara perempuan) acapkali digunakan dalam arti yang luas, dan tak selalu berarti ayah, ibu, saudara laki2, dan saudara perempuan yang sesungguhnya. oleh sebab itu, nabi isa pernah menyebut dirinya putra nabi dawud. dan nabi muhammad menyebut nabi ibrahim ayahnya.

coba Anda baca http://www.bozz.com/SABDA-Web/Mat/T_Mat12.htm

jadi, bagaimana mengartikannya mat 12:50 kalau yg disebut ibu itu adalah ibu dalam konteks yang sebenarnya?

Dan Perlu ditekankan bahwa yang di sebut kitab Allah adalah kitab yang tidak di ragukan lagi kebenarannya dan berisi wahyu, dan bukan gambaran/cerita yang di kisahkan/diriwayatkan oleh manusia.

Kita kembali ke topik, saya kutip lagi dari QS 19:30 & 36
30. Berkata ‘Isa, “Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku al-kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi.
36. Sesungguhnya Allah adalah Tuhan-Ku dan Tuhanmu, maka sembahlah Dia oleh kamu sekalian. Ini adalah jalan yang lurus.

Mari kita fikirkan dan telaah kembali kedua ayat diatas, karena Allah menyukai orang-orang yang berfikir.
Dari ayat di atas terlihat bahwa nabi Isa merupakan hamba Allah yang di muliakan derajatnya menjadi seorang nabi. Jadi harus dapat dibedakan antara pencipta dan yang di ciptakan, tidak akan mungkin Meja yang manusia ciptakan akhirnya menjadi anak-nya manusia yang menciptakan tersebut.

(QS. An Nisaa’ : 48)
“…..Barangsiapa mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar”

Dear Ratdix,
Yesus memang keturunan Daud. Silakan lihat silsilahnya. Silsilah Maria & Yesus ada di Alkitab. Silakan dibaca.

jadi, bagaimana mengartikannya mat 12:50 kalau yg disebut ibu itu adalah ibu dalam konteks yang sebenarnya?

Anda lucu juga. Jika saya menyebut anda “Bapak Ratdix”, apakah berarti Anda itu bapak saya?

Salam.

Dear Ferry,

Mungkin buatmu lebih mengena apabila AL-QUR’AN dijabarkan oleh orang sejenismu dan kelihatan sekali bahwa kamu menerima isi AL-QUR’AN apabila dijabarkan oleh orang yang tidak mempercayai isi AL-QUR’AN, apakah kamu tidak merasa aneh ???

Hahaha… soalnya banyak kata-kata dalam AQ yg diputar balik justru oleh penganutnya. Misalnya tentang “mewafatkan” yang tidak dipercaya bahwa Yesus memang sudah “wafat”. Juga masalah “Kami”, dll. So… bagaimana dunks…

Salam.

@ Dewo

wahhh bro itu kan menurut penganut non muslim kalau menurut kita yang muslim kan gicuuuu…

btw keep ur faith & let the Lord dicide it ok

hihihi sorry salah ketik😛

Hmmmm…. apakah berarti AL-QUR’AN sudah diakui keberadaanya nehhh…

jadi tambah binun…

dear ratdix,
Al Quran tidak mencatat prosesi kematian Yesus, bukan berarti Yesus tidak mati disalib. Kaum Muslim tidak akan mampu menjabarkan kematian Yesus di kayu salib sebagai karya penebusan karena mereka tidak pernah mentaati Al Quran. Muslim hanya ngotot tidak percaya tanpa mau baca apalagi memahami Alkitab, bahkan tabu. Seharusnya mereka memahami:

Surat 43 Az Zukhruf ayat 4: “Dan sesungguhnya Al Quran dalam induk Alkitab disisi Kami adalah tinggi dan penuh hikmah”

Surat 5 Al Maaidah ayat 48:(dikutip sebagian) “Dan Kami telah menurunkan kepadamu (muhamad) Kitab(Al Quran)dengan (membawa) kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya dari Al Kitab dan menjadi kesaksian atasnya”

Surat 4 An Nisaa ayat 136: “Wahai orang-orang yang beriman tetaplah beriman kepada Allah dan RasulNya, dan (beriman kepada) kitab (Injil) yang diturunkan kepada RasulNya dan kitab (Taurat) yang diturunkan sebelumnya. Dan barang siapa yang ingkar kepada Allah, Malaikat-malaikatNya, Kitab-kitabNya, dan Hari kemudian maka sungguh dia sesat dengan kesesatan yang jauh”

Ingat!!!
Al Quran dalam induk Alkitab
Muslim harus bersaksi untuk Alkitab
Barang siapa inkar kepada Kitab-kitabNya ……SESAT!!!!!!

dear Ferry,

tidaklah aneh!!!!
Siapapun boleh mempelajari Alkitab, supaya orang dapat mengerti tentang Tuhan. Juga tidak aneh kalau saya mempelajari kitab anda, kemudian menanyakan (mendiskusikan) yang saya tahu tentang ajaran kitab anda, kalau orang lain tidak diperkenankan mempelajari itu lebih aneh.
Saya lebih senang bahasa Arab digalakkan supaya orang yang membaca mengerti arti yang sesungguhnya tentang isi Al Quran, bukan hanya dari guru agama anda dan guru anda darigurunya…dst..dst
Supaya apa ? orang yang mempelajari jadi makin mempercayai? jawabnya adalah JANGAN KERASKAN HATIMU!!!
Artinya apa? coba tanya pemilik blog ini Mr.Dewo (sorry merepotkan)

Dear Sugiarto,

Artinya apa? coba tanya pemilik blog ini Mr.Dewo (sorry merepotkan)

Waduh… seharusnya saya yg bertanya kepada Anda. Terus terang pemahaman Anda tentang theologi sangat bagus sekali. Jangan-jangan Anda pastor/pendeta?

Dear Ferry saudaraku,
Keep searching the truth…

GBU.

Dear Dewo,

Saya bukan pendeta/pastor tapi jemaat biasa, tidak punya jabatan atau kepengurusan ditempat aku berjemaat.
Wawasan mengenai ketuhanan kan tidak harus jadi pendeta/pastor, yang terpenting jadi pelaku firman. Banyak referensi juga forum seperti ini, tapi kalau anda atau siapapun tidak ada salahnya mau jadi pendeta/pastor, dan lebih efektif dalam menyampaikan kebenaran firman Tuhan.

Aku Civil Enginner (bingung kan?)

Dear Sugiarto,
Luar biasa, Anda sangat diberkati Tuhan.

Aku Civil Enginner (bingung kan?)

Aku Electronic Engineer (lebih bingung kan?)

GBU.

bagi saya yang muslim saya tak akan pernah mempersalahkan apapun yang dipercaya saudara saudara di agama kristen atau yang lain.kita semua bebas memiliki kepercayaan.dalam islam ada ayat yang artinya “bagimu agamamu dan bagiku agamaku” itu sudah cukup buat saya buat menjadi dasar bahwa sesama pemeluk agama itu harus toleran.apapun yang dipercaya pemeluk agama kristen silakan saja mereka jalani dan mereka juga tidak berhak mengungkit suatu hal yang dipercaya oleh pemeluk agama lain sebagai sebuah kesalahan kpd umum.seperti halnya seorang muslim tak berhak menyinggung kepercayaan yg dimiliki orang lain.itu hanya akan menjadi api yang terus membesar.apakah setelah api seperti ini telah membesar dan kemudian menjadi konflik besar hingga memakan korban anda mau bertanggung jawab?sepertinya tidak..anda pasti akan ngumpet dan melepaskan diri dari tanggung jawab.di setiap agama memang ada sebagian orang orang garis keras yg super egois hingga akan berkorban buat egonya(bukan buat agama sebenarnya).itu adalah orang orang yang tidak bisa hidup bersama dalam lingkungan yang heterogen.bagi saya seorang muslim yang toleran.saya menjalankan agama saya sebaik baiknya.tak pernah sekalipun ada keinginan hendak menyakiti teman teman di agama lain.saya sangat berharap muslim spt ini terus berkembang.hingga menjadi bukti bahwa islam sangat mencintai perdamaian.dan bagi mereka yang sangat menyukai perselisihan,itu akan menjadi bukti.rendahnya kualitas dan adab dari agama mereka.

Dear Dewo,

Sungguh kita sangat beruntung punya Tuhan yang hanya sejau doa, nyata kasihNya. Terbukti Dia sudah merelakan anakNya sebagai korban yang sempurna untuk menebus dosa kita, dengan darah yang mahal tanpa noda dan cela. Iman kita tidak hanya percaya pada kematian/pengorbanan Yesus saja, tapi lebih apa yang telah menjadi Karya Roh Kudus. Yesus lahir, mati, bangkit pada hari ke-3 dan terangkat kesorga dan akan datang untuk yang kedua untuk menghakimi. Untung kita sudah ditebus, jadi kita harus memelihara iman.

Ide anda sangat brilian mengangkat topik ini, supaya semua orang yang percaya diselamatkan dan dapat merasakan kasihNya yang nyata dan kita dapat karunia Roh Kudus dalam hati kita, Allah begitu dekat.

Saya jadi ingat guarauan Gus Dur di TV:
” Sedekat apa Allah orang beragama ?”
” Orang Hindu memanggil Om, Om Shangti Shangti Om”
” Orang Kristen memanggil Bapa, Bapa kami yang disurga….”
” Orang Islam? berteriak-teriak dimenara pakai pengeras lagi…”

Dari acar TV yang dipandu Jaya Suprana

Hari gini masih ngeributin Tuhan….

yah gini deh hasil doktrin para pemuka agama….
cm nganggap agamanya aja yg paling bener, agama lain dibilang agama para kafir….

Gak usah ributin Tuhan mana yg paling bener, yg pasti tuhan tuh Cm 1, tunggal, soalnya klo banyak pasti tuhan jg pada ribut merebutin umat…

Skr sih ngaca ma diri sendiri aja, dah bener apa blm kelakuan lo semua….

(weks gw dah lama ga jalanin ibadah…)
berdo’a dulu, mo nyogok para malaikat biar bs masuk surga

*khusyu berdo’a*

dear redwar,
tidak usah nyogok….sudah ada penebusNya.
Agama tidak menyelamatkan lho…..tapi Juru Selamat/Kristus/Almasihu

Ayo semangat lagi beribadah!!!!…disana ada pengharapan, habis hujan tampak pelangi, semangat yang pudar keringkan tulang tapi hati yang gembira adalah obat.

GBU

Dear Sugiarto,

Saya jadi ingat guarauan Gus Dur di TV:
” Sedekat apa Allah orang beragama ?”
” Orang Hindu memanggil Om, Om Shangti Shangti Om”
” Orang Kristen memanggil Bapa, Bapa kami yang disurga….”
” Orang Islam? berteriak-teriak dimenara pakai pengeras lagi…”

Untung yang ngomong Gus Dur. Kalau yang ngomong orang lain bisa bagaimana jadinya?

GBU

” Orang Kristen memanggil Bapa, Bapa kami yang disurga….”
Tuhannya jauuuuuuuuuuhhhhhhhhhhh banget !

” Orang Islam? berteriak-teriak dimenara pakai pengeras lagi…”
Gu**ur Salah tuh, ini kan tuk manggil org2 utk shalat

Buat yang CapeDehhhh,

Orang percaya Yesus disebut anak-anak Allah. jadi panggil Allahku ya pasti panggil Bapa.
Anak presiden pangil presidennya pasti bapak.

Dekat disini hubungan pribadinya bukan tempat, kalo hubungan pribadimu dengan Allahmu bagaimana? paling juga hanya sebagai tamu Allah.

Kalo Gus Dur salah ya suruh beliau meralat, gitu aja kok repot.

dear Dewo,
Sama-sama bingung, tapi Allah kita tidak membingungkan, bukan?

dear Ivan,

Saya salut pada anda, thanks atas teladannya.
Nanti kalau ada saudara nashrani buat tempat ibadah, tolong ikut tanda tangan menyetujui.

Salam

Dear Sugiarto,

Sama-sama bingung, tapi Allah kita tidak membingungkan, bukan?

Tidak bingung lah… DIA sudah pasti. Yang bingung itu yang tidak mengimani-NYA.

GBU

thanks sdr sugiarto…
kita persilakan teman2 lain agama utk saling bertukar pendapat.tapi tolong gak usah singgung hal hal prinsip yang bikin sebuah perpecahan diantara kita.itu seandainya agama anda memang mengajarkan untuk saling mengasihi bukan saling membenci.pada ahirnya kita harus akui bahwa kita hanya seorang manusia yang tak tau apa yg akan terjadi besok,bahkan semenit kedepanpun kita gak tau apa yg akan terjadi.sama dengan tidak tau pastinya apakah kita memang dipihak yang benar? lalu mengapa kita berani mengatakan bahwa orang lain salah.bagiku,jalani saja agamaku.silakan rekan rekan jalani agama anda.hanya orang salah yang merasa bahwa dia benar.seperti halnya; hanya orang pelit yang mengumumkan bahwa dia telah memberi.rekan rekan seharusnya hati hati memberikan komentar.dari komentar2 yang orang baca akan terlihat bagaimana agama anda membentuk pemikiran anda,apakah menjadi seorang yang toleran atau menjadi orang yang egois.tak perlu menjadi dominan untuk menjadi benar.sedikit tidak selalu berarti salah kan?begitu kalo kita meyakini kebenaran.tak usah memaksakan keyakinan.biar semua orang memilih sendiri.. yang dominan pun tak usah merasa menang.karena anda tidak punya kemutlakkan bahwa anda benar.(emang udah pasti gitu?).hanya tuhan yang mampu mengadili.hanya tuhan yang tau kebenaran.seperti halnya hanya tuhan yang tau bahwa apakah saat ini kita sedang berbuat licik dan serakah(bahkan kita sendiri gak tau apakah pikiran kita licik dan serakah karena ego kita selalu menciptakan pembenaran).agama adalah sebuah jalan.pemeluk agama itu sendiri yang akan merusak atau menjaga agama mereka.ada yang merusaknya dengan provokasi.ada yang merusaknya dengan superioritas.itu adalah ulah dari ego pemeluk2 agama tsb.bukan agama yg berbicara.kalo agama kita memang benar,tunjukkan sejelas jelasnya dengan sikap.mengasihi,menghormati,saling menolong.dan saling berbuat baik.peace buat semua pemeluk agama yang toleran.buat anda yang suka perselisihan,gak usah beragama aja deh! jadi jelek nih citra agama anda.thank you.

dear ivan,
ya memang perlu toleransi antar pemeluk agama itu sangat penting, topik kali ini “Yesus wafat?” dan banyak argumen tentang yang pro dan kontra dan saya menjabarkan dengan mencantumkan referensi yang jelas misal dalam ayat-ayat Al Quran, Alkitab, mass media (tamu Allah, Gus Dur). Agar semua dapat menerima argumen saya dengan bijak dan tidak ada yang tersinggung dan selalu berkepala dingin, tidak ego yang berbicara tapi fakta yang kita bicarakan.
Sedikit saya koreksi, ada yang mengatakan Yesus wafat dan ada yang tidak wafat. Dari dua pernyataan yang berbeda pasti ada yang benar, dalam hal ini saya tidak dapat menerima usulan anda.
mohon bisa diterima tentang diskusi ini.
Thanks

Sepanjang pengetahuan saya, data yang mengungkap tentang kematian Yesus di salib HANYA berasal dari kitab suci (Alkitab). Ketika di AS ramai memperdebatkan tentang Yesus Sejarah, perdebatan ini tidak berujungpangkal.

Jadi keimanan seorang Kristen yang membenarkan peristiwa itu. Jadi pengakuan keimanan seorang Kristen yang membenarkan bahwa Yesus itu wafat di kayu salib dengan tujuan penebusan dosa. It’s believe…

thanks sdr sugiarto
saya tak bermaksud menentang adanya diskusi seperti ini.oke saja kok selama semua orang menanggapi dengan dingin.tapi ini kan website yang dengan mudah di akses oleh orang banyak.dan tentunya macam macam tingkat penerimaan orang akan sebuah komentar yang di ungkapkan terlebih yang menyalahkan atau membenarkan.sebenarnya itu jg tdk masalah SELAMA:bahasa anda santun,halus,dan terkontrol,gak sedikitpun ada unsur emosi,hinaan,atau mengungkit ungkit sebuah komentar orang lain yang belum tentu ia benar(apakah anda akan berlindung dengan mengatakan komentar gus dur: orang islam? berteriak teriak,makai pengeras lagi.kenapa tidak anda sampaikan sendiri pertanyaan: kenapa orang islam berteriak teriak make pengeras,kok aneh yah? di agama kami ada banyak kok orang2 bijak yang akan menjawab dengan arif,meski sebagian lain mungkin ada yang gak terima).bagi kami muslim yang damai,kami menerima teman,tetangga,rekan bisnis dan saudara saudara kita kristen yang damai.kami tak menerima komunitas kristen radikal,sebagaimana kami sendiri tidak menerima muslim yang radikal.kami di indonesia sedang merintis berdirinya sebuah negara multi etnis,agama,ras yang damai,kami tidak menyetujui untuk memaksakan negara ini menjadi homogen,muslim semua atau kristen semua,jawa semua atau china semua(mau gimana tuh).jika anda benar,sukurlah anda benar.demikian juga bagi kami.imani agamamu.jalani ibadahnya.itu pastinya adalah sebuah kebenaran.apabila ada misi dari agama anda untuk membawa orang kedalam agama anda,itu adalah sah saja.di agama kami juga ada kok.tapi kembali lagi kepada cara anda menyampaikan.untuk itu saya menyarankan:mari kita jaga komentar untuk selalu pintar,santun,dan damai.setuju gak?

dear ivan,
thank pendapatnya dan saya setuju kita memang tidak mungkin menjadi masyarakat yang homogen, demikian saya punya banyak rekan, relasi dan tetangga beragam.
Saya tidak berlindung, tapi menyebut narasumber tidaklah salah, bukan? daripada pernyataan orang lain tapi saya pakai seolah pernyataan saya dan ternyata seperti asumsi anda “belum tentu benar”.

Salam

Apakah Al Qur’an yang pertama kali datang melalui wahyu dengan Al Qur’an yang sekarang isi-nya benar2 sama dan identik?

Apakah Injil yang pertama kali datang melalui wahyu dengan Injil yang sekarang isi-nya benar2 sama dan identik?

Injil yang kita baca dan kita mengerti sudah dalam bahasa Indonesia,
begitu juga dengan Al Qur’an

Ditulis dalam bahasa apakah Injil pertama?
Ditulis dalam bahasa apakah Al Qur’an pertama?

Beda bahasa bisa jadi akan sangat beda arti dalam penafsirannya

Di antara kedua kitab suci tersebut sepertinya ada semacam missing link

Manusia sendirikah yang sengaja menghilangkannya?

Quote dari saudara Sugiarto :

>Ingat!!!
>Al Quran dalam induk Alkitab
>Muslim harus bersaksi untuk Alkitab
>Barang siapa inkar kepada Kitab-kitabNya ……>SESAT!!!!!!

Alkitab yang mana dulu? Al Qur’an yang mana dulu?
Di mana Alkitab yang asli? Di mana Al Qur’an yang asli?
Masih ada atau sudah musnah? Kalau musnah atau berubah, siapa yang mengubah atau memusnahkan? kenapa diubah atau dimusnahkan?

Quote dari saudara Dewo :

>Hahaha… soalnya banyak kata-kata dalam AQ yg >diputar balik justru oleh penganutnya. Misalnya >tentang “mewafatkan” yang tidak dipercaya bahwa >Yesus memang sudah “wafat”. Juga masalah “Kami”, >dll. So… bagaimana dunks…

Sekali lagi masalah bahasa, seandainya ada mesin waktu seandainya bisa ada pembuktian dengan bisa memegang dan membaca kedua kitab suci yang masih asli….

Dear tambourine
>> Injil yang kita baca dan kita mengerti sudah dalam bahasa Indonesia,
begitu juga dengan Al Qur’an
>> Ditulis dalam bahasa apakah Al Qur’an pertama?

Karena ayat Al-quran juga di bacakan pada waktu sholat, sehingga banyak para sahabat yang menghapalnya dengan baik. Selain itu setiap ada wahyu yang turun melalui jibril langsung di tuliskan oleh seorang sahabat nabi yang memang bertugas untuk itu. jadi Al-Quran memang sudah di tulis ketika rosullulah masih hidup, dan di tuliskannya-pun sesuai dengan yang di wahyukan tanpa ada penambahan atau perubahan sama sekali. Al-Quran di jadikan menjadi sebuah kitab (buku) pada masa khalifah abu bakar.

Coba anda cek di toko-toko buku (di belahan dunia manapun), tidak ada al-quran yang di jual menggunakan bahasa indonesia saja (selain bahasa arab), pasti ada bahasa aslinya (menggunakan hurup arab).

Nah sedangkan hadist biasanya merupakan suatu kisah yang di riwayatkan oleh seseorang (bisa sahabat, istri, imam yang dekat dengan rosullulah, dll). Dalam hadis masih ada kemungkinan termanipulasi oleh manusia. oleh sebab itu hadist di kelompokkan shahih atau tidaknya. Sedangkan di belahan dunia manapun setiap muslim akan sepakat, apabila ia membaca away Al-Quran, maka ia sedang mengucapkan wahyu yang sama persis diucapkan malaikat jibril kepada muhammad.

Dear All,

Sudahlah sekali lagi masalah keyakinan tidak bisa diperdebatkan dan dicari siapa yang benar menurut siapa, tentu saudara sugiarto sudah paham isi AL-QUR’AN tentu pula saudara tahu bahwa di AL-QUR’AN sendiri sudah dijelaskan bahwa kalau sudah ditutup pintu hatinya oleh ALLAH maka tidak ada yang bisa merubahnya, kenapa masih diributkan.

Yang pentingkan gimana kita bersosial dan bermasyarakat, masalah keimanan biarkan jadi urusan pribadi kita dengan sang pencipta yang resikonya kita tanggung sendiri…

Peace 4 All.

Aku Brain Engineer *- mabok bingung kan he… he… -*

dear ferry,
ok aku setuju, dulu pendahulu kita ada kiayi, kristen, katolik, dan berbagai suku. Itu semua bajunya tapi semua pakai mantel “MERAH PUTIH”.
Nasionalisme lebih penting dari pada internasionalisme.

dear tambourin,
Setelah Taurat diberikan dan digenapi Injil, kemudian turun Quran ceritanya sudah tidak sejalan (dg Taurat & Injil), tiba-tiba 2000 tahun kemudian anda datang sebagai hakim.

salam

@ all :

Ketika kita berbicara tentang suatu doktrin tertentu dlm suatu agama, kita memakai standar agama kita sendiri. Karena kita (mungkin) menguasainya. Agama diturunkan oleh Tuhan untuk manusia dengan segala doktrin, dogma, dan ajarannya. Yang terpenting bukanlah AGAMA-nya tetapi TUHAN yang telah memberikan kita kehidupan.

Agama hanya seperti suatu alat yang kita pakai untuk mengenal Sang Pencipta. Dan yang terpenting dari meyakini ajaran agama adalah apakah Tuhan sudah menyentuh hidup kita, dan bukan hanya sekedar doktrin yg memuaskan nalar kita. Tuhanlah yg harus dicari dlm agama oleh manusia, dan bukan yang lain.

Perbincangan/diskusi tentang doktrin dlm agama pada umumnya mempunyai 2 tujuan :
1. Menguatkan kedalam (mempertebal keimanan kita kepada Tuhan menurut keyakinan kita)
2. Menguatkan keluar (memahami pemeluk agama lain dan bertoleransi dengan mereka).

Jadi perdebatan/perbincangan masalah doktrin yg tidak bertujuan pada dua hal itu, menurut saya bullshit :-)(sorry) dan buang-buang waktu karena tak ada ujung pangkalnya.

dear fertobhades,
bullshit anda selalu berfilosofi, sorry juga hehehe…..

dear tambourin

>”Beda bahasa bisa jadi akan sangat beda arti dalam penafsirannya”.

menurut saya: apapun bahasanya arti/maksudnya sama, jangan salahkan bahasanya tapi salah mengartikannya, (ing)one jangan diartikan (ind)dua

Sugiarto on January 8th, 2007
dear tambourin,
Setelah Taurat diberikan dan digenapi Injil, kemudian turun Quran ceritanya sudah tidak sejalan (dg Taurat & Injil), tiba-tiba 2000 tahun kemudian anda datang sebagai hakim.

salam

Wedew…. pernyataan anda menghujat sekali
Saya cuma ingin memuaskan rasa keingin tahuan saya, seandainya bisa benar2 berada pada jaman di mana kitab2 tersebut diturunkan, no offense

Sugiarto on January 8th, 2007
dear tambourin

>”Beda bahasa bisa jadi akan sangat beda arti dalam penafsirannya”.

menurut saya: apapun bahasanya arti/maksudnya sama, jangan salahkan bahasanya tapi salah mengartikannya, (ing)one jangan diartikan (ind)dua

Salut kepada anda yang ahli bahasa Pak
Maka-nya pak saya takut ngomong, karena saya manusia biasa bukan Tuhan yang bebas dari kesalahan, mari bersama2 kita kembalikan kepada asli-nya dan asal-nya
Kembali ke hati nurani masing2, pada akhirnya akan terjawab dgn sendirinya

katakanlah, “wahai ahli kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu. Bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak pula kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai Tuhan selain Allah”. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka, “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah).”
(QS ALI IMRAN )

Semoga dengan adanya diskusi ini, makin membuka pemahaman dan iman kita terhadap Allah.

lihat ayat lain yang saya salin disini :
https://agamaku.wordpress.com/2006/12/11/penyandang-gelar-anak-allah/

katakanlah, “wahai ahli kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu. Bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak pula kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai Tuhan selain Allah”. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka, “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah).”
(QS ALI IMRAN )

Semoga dengan adanya diskusi ini, makin membuka pemahaman dan iman kita terhadap Allah.

lihat ayat lain yang saya salin disini :
https://agamaku.wordpress.com/2006/12/11/penyandang-gelar-anak-allah/

ayat di atas ada pada Al-Quran surah ALI IMRAN ayat 64

@ Sugiarto :
Saya suka berfilosofi. Pada dasarnya setiap orang adalah filsuf koq…🙂

dear fertobhades,

jangan-jangan anda PhD?!

maaf Mas Dewo, blog-comment dijadiin ajang chat🙂

@ Sugiarto :
apalah artinya gelar ? Walaupun gelar sudah berderet-deret, tapi belajar tetap perlu, seperti blejara dari dunia blog ini.

ikutan..

saya percaya bahwa yesus akan bangkit kembali dan akan membawa kerajaan tuhan diatas bumi.. dya akan membawa kemakmuran untuk samawati wal ard. kita tunggu saja….

Dear Sugiarto & Fertobhades,

maaf Mas Dewo, blog-comment dijadiin ajang chat🙂

Silakan manfaatkan fasilitas ini untuk berdiskusi. Saya senang mengikuti diskusi ini.

Dear Yasza,

Bukankah Yesus sudah bangkit? Yang saya imani justru kedatangan Yesus untuk kedua kalinya. Dalam kepimpinan-Nya kelak sebagai Raja Diraja, Raja Segala Raja.

Salam.

oh sudah bangkit yah.. dimana…
yesusnya di bumi or di surga
kalau di bumi dibelahan mana
yang saya maksud… bukan sosok yesus yang dulu.. tapi yesus akan datang lagi sebagai pemahaman yang sama persis waktu dulu.. sama ga ma aku.. apakah dya dari bani Israil lagi..?

saloom

Kalo kubaca tulisan kalian, seolah2 masing2 pihak itu yang benar. Seolah2 masing2 pihak mengerti tentang yang lain. Si A membahas agama si B tapi dia sendiri sangat menentang agama B, begitu sebaliknya. Jadi seolah2 adu kebenaran. Gak usah ribut deh! Kalo anda percaya agama A, silakan. Bagi yang percaya agama B, silakan. Gak usah deh sok ngerti, agama A tuh ga bener, agama B ga bener, sampe bawa2 isi kitab agama yg lain. Jadi masing2 pelajari aja agamanya, mudah2an Tuhan kalian masing2 membawa kalian ke SurgaNya. Lakukan aja apa yang diperintahkan TuhanMu dan jangan lakukan apa yang dilarangNya. Sok pinter tuh namanya kalo ngurusin agama orang lain, sedangkan dia sendiri gak percaya ma agama itu.
Masih mau ribut juga? Gak usah deh loe percaya ama Tuhan, wong Tuhan aja ga suka ngeliat orang yang ngeributin hal2 yang dipercayai orang lain, namanya MAKSA tauu!!!

Sorry buat semua kalo ada yang tersinggung. Gue cuma kesel liat loe semua SOK PINTER, SOK BENER, SOK NGERTI, padahal loe semua GAK ADA APA2NYA!!!

buat ferry, Yesus itu bukan ‘Anak’ Allah secara biologis, jadi statement ‘Allah tidak memperanakan dan diperanakan’ masih valid dan tidak terlanggar dengan statement Yesus ‘Anak’ Allah. ungkapan Anak itu memang yang paling cocok untuk menunjukkan menyatunya Allah dalam Yesus.
Dan statement ini bukan fitnah.

buat numpanglewat,
kenapa kami mengimani bahwa Yesus adalah Allah? ‘adalah’ disini bukan menunjukkan ‘sama dengan’ tetapi ‘kesatuan’. Yesus pernah berkata “Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa” (betapa menyatunya).
Memang Yesus selalu berdoa dan mengucap syukur kepada Bapa dan ketika disalib berkata “Bapa mengapa Engkau tinggalkan Aku”.
Tetapi Yesus hidup melakukan Kehendak Allah dan bukan Kehendak Sendiri sebagai manusia. Yesus tidak menikah, tidak berperang, tidak (menyuruh) membunuh, bahkan tidak melakukan keinginan dasar manusia yaitu ‘menyelamatkan nyawa’ pada saat disalib, tetapi melakukan Kehendak Allah (Firman Allah).
Hidup Yesus sepenuhnya adalah untuk Firman Allah. Karena itu kami imani Yesus menyatu dengan Allah.
Yesus juga berkata “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup, Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa (Allah) jika tidak melalui Aku”.
Karena itu kami imani Yesus adalah Allah.

Saya melihat bahwa saudara – saudara yang muslim selalu mengatakan bahwa kitab injil yang dimiliki oleh orang kristen itu bukan asli karena sudah dipalsukan, sehingga orang kristen telah tersesat, pertanyaan saya kepada saudara yang muslim adalah
1. Menurut saudara Injil asli itu isinya seperti apa? dan ditulis dalam bahasa apa serta bentunya seperti apa ya?
2. Saudara percaya bahwa Alquraan adalah wahyu dari Alla atas dasar apa? apa kah saudara beriman bahwa memang itu wahyu atau kah saudara melihat dengan mata kepala sendiri bahwa wahyu itu turun kepada Muhamad langsung dari Allah.
3. Kalau saudar mengatakan bahwa Injil sudah dipalsukan maka saya juga boleh dong mengatakan bahwa Alquraan itu hanyalah hayalan saja, Allah tidak pernah memberikan wahyu kepada Muhamad

Maaf jangan mara ya tolong Anda telaah saja ya

Saya melihat bahwa saudara – saudara yang muslim selalu mengatakan bahwa kitab injil yang dimiliki oleh orang kristen itu bukan asli karena sudah dipalsukan, sehingga orang kristen telah tersesat, pertanyaan saya kepada saudara yang muslim adalah
1. Menurut saudara Injil asli itu isinya seperti apa? dan ditulis dalam bahasa apa serta bentunya seperti apa ya?
2. Saudara percaya bahwa Alquraan adalah wahyu dari Alla atas dasar apa? apa kah saudara beriman bahwa memang itu wahyu atau kah saudara melihat dengan mata kepala sendiri bahwa wahyu itu turun kepada Muhamad langsung dari Allah.
3. Kalau saudar mengatakan bahwa Injil sudah dipalsukan maka saya juga boleh dong mengatakan bahwa Alquraan itu hanyalah hayalan saja, Allah tidak pernah memberikan wahyu kepada Muhamad karena pada waktu wahyu turun didalam gua seperti yang dipercayaoleh saudara yang muslim, tidak ada satu orang pun yang menyaksikan!!!

Maaf jangan mara ya tolong Anda telaah saja ya

Let the truth speaks for itself🙂

Syaloom.

Dah….dari pada berdebat…lebih baik…kita semua dengan kepala dingin…yang terpenting adalah hati nurani yang murni dan percaya kepada Tuhan yang di dalam Yesus Kristus..

Oh ya..aku mau tanya..ada yang punya relasi di daerah sulawesi tidak…soalnya aku dan temen teman punya rencana akan melakukan suatu misi…mohon teman membantu..dimana sebelum misi itu berlangsung maka kami akan mengirimkan dahulu CD dan buku kesembuhan..

Terima kasih

Oh ya saya belum informasikan bahwa..kalau memang ada, temen temen aku harap dapat mengirimkan ke email saya, yaitu : lea_riaambarita@yahoo.co.id.

Trimakasih Tuhan memberkati…

for all,

situs ini emang buat orang kristen, jadi wajar kalo isinya membenarkan doktrin kristen (meskipun aneh dan tidak masuk akal dan tidak memiliki bukti yang otentik) dan wajar juga kalo menyalahkan agama lain (islam). Bagi yang kristen, saran saya bagaimanapun kalian mengimanai doktrin, akan lebih kuat dalam keimanan jiak didukung oleh pemikiran yang jernih. Bagi yang muslim, percuma berdebat dgn orang kristen, lha wong dasarnya gak sama. Lebih baik lo semua pada ngaji, semoga jadi orang yang soleh. Yang jelas tuhan ada, hari pembalasan juga ada, kita dibekali akal fikiran untuk memilih jalan dan agam yang benar, jadi kalo salah pilih atau mengarahkan orang untuk memilih yang salah pasti akan medapat azab di akhirat kelak. oleh karen itu kalian (kristiani, muslim dll) bersiaplah menghadapi pengadilan Tuhan yang maha adil dan maha megetahui

syaloom and horas!!!
AKU PERCAYAAA KEPADAA ALLAH BAPA,YESUS KRISTUS DAN ROH KUDUS.(PENGAKUAN IMAN RASSULI)

Banyak orang tidak mempercayai akan wafat Yesus Kristus disalib, termasuk ada yang mengatakan bukan yesus yang disalib tetapi yudas dan masih banyak lagi sanggahan terhadap Injil Kristus. Tetapi itu semua tidak akan membuat goyah sedikitpun iman kita akan Yesus Kristus, orang tidak puas hanya dengan Injil mereka pingin kenyataan yang lebih konkrit. Sama seperti Thomas yang tidak percaya jika belum melihat, namun sabda Yesus: “Berbahagialah mereka yang tidak melihat namun percaya”.

Salam damai Kristus selalu berserta kita sekalian.

Oh ya kepada teman-teman muslim, saya pingin tahu gimana sih ceritanya muhhamad mati? mungkin bisa diseringkan kepada kami, buat tambah wawasan kami. Mohon maaf sebelumnya, saya cuman pingin tau doang..

thank’s sebelumnya…

Mahatma Gandhi dalam Young India, 1922 memberikan komentarnya tentang Islam sebagai berikut :

“Saya ingin mengetahui tentang manusia paling berpengaruh dalam hati jutaan umat manusia … Saya semakin bertambah yakin bahkan kemenangan yang didapat oleh Islam pada masa-masa itu bukanlah dari ayunan pedang.

Kemenangan itu buah dari kesederhanaan Nabi yang gigih, keikhlasan Nabi yang telah mencapai puncaknya, kehati-hatian terhadap semua amanat yang diembannya, pengabdian yang mendalam terhadap para sahabat dan pengikutnya, keberaniannya, ketidaktakutannya, keyakinan yang sempurna terhadap Tuhan dan misinya.

Inilah semua dan bukanlah jalan pedang yang mengatasi semua halangan-halangan itu. Ketika saya menyelesaikan Bab ke-dua dari biografi sang Nabi, saya menyesal: sudah tidak ada lagi kehidupan agung lain yang bisa saya pelajari.

Untuk Saudara2ku yg penuh kasih

Maaf kata pengantar saya agak keluar jalur tapi dari pernyataan2 teman2 diatas dan propaganda barat yg menguasai media di dunia selalu memojokkan Islam, kalian tahu kalo Isa lahir ditanah arab, kenapa semua nabi diturunkan ditanah arab bukan di Roma, bukan di Amerika bukan di Jerman and dll, dari nama saja dari Isa yang diganti yesus yg jelas bukan nama asalnya Ibrahim diganti Abraham, Sulaiman diganti Solomon, Musa diganti Moses, bung Dewo kalo dipanggil dewi apa noleh, atau mau tanda tangan di KTPnya kalo namanya diganti darwis, apalagi mungkin gak terima kalo titel kesarjanaannya gak dicantumkan. Berawal dari situ maka untuk selanjutnya adalah plesetan2 untuk kalimat2 lainnya akan berlanjut begitukan bung dewo. Islam mempertahankan bahasa ibunya dengan tujuan kemurnian dari bahasa tersebut, dan kalo ada yg merasa tahu kalo ada pertentangan di dlmnya coba sebutkan nanti saya jelaskan.

@No_Nick,

Saya tertarik dengan pembukaan anda yang menuliskan “ketidaktakutannya”, tolong jelaskna kenapa Muhammad sembunyi di gua Hira saat dikejar-kejar musuhnya?
Menurut saya, anda seperti yang lainnya yaitu yang lama dipaksa menyesuaikan yang baru. Alkitab sudah ada sebelum Quran, jadi nama yang ada dalam Quran merubah yang sudah ada sebelumnya yaitu nama-nama nabi dalam Alkitab.
Siapa bilang Isa dan nabi-nabi lain lahir di tanah Arab, yang jelas nabi-nabi lahir menurut garis keturunan Abraham-Iskak-Yakub(Israel). Coba baca baik-baik Quran, Musa diutus TUHAN membebaskan bangsa Israel dari tanah Mesir, bukti Tuhan membela umatNya yaitu bangsa Israel. Dari cerita tersebut diketahui Musa lahir di Mesir, mesir bukan di Arab. Saya yakin anda mengira Timur Tengah juga adalah Arab, ……..tolong jelaskan dan buktikan argumen anda yang sudah saya pertentangkan.

Salam kasih.

Napoleon di akhir hidupnya berkata” Aku mendirikan kerajaanku dengan kekuatanku (peperangan) dan sekarang kerajaanku hancur, tetapi Kristus (Yesus) mendirikan kerajaanNya dengan Kasih dan sekarang kerajaaNya kekal slama-selamanya”

Luar biasa, kasih mengalahkan segalanya.

Salam kasih.

Bung Giarto Yerusalem itu dimana sih? di Italia atau Amerika!!! Mesir itu dimana sih? liat peta dong… dan ini yg lebih anda tidak mengerti sejarah kenapa Muhammad selalu dikejar-kejar dan sering dilakukan percobaan pembunuhan terhadapNya..karena dia membawa ajaran yg mengekang ajaran2 sesat, bangsa yg dulu seneng mabok2an, free sex dll. Wahyu2 yang dia dapat, disampaikan dgn tegas dan jelas, seperti halnya ada sebagian umat Islam di negara kita yg terus menyuarakan bentuk perjudian, prostitusi,Pornografi, minuman2 ber alkohol yg skrg membuat negara barat atau orang kita yg sok kebarat2baratan adalah penyumbang terbesar kecelakaan di jalan juga pembunuhan dan keributan krn hal tsb. Tapi ada sebagian umat yg berdiam diri seakan gak mau tahu atas merasuknya budaya dari luar yg pelan2 menghancurkan moral, adat istiadat luhur dan budaya bangsa ini, tapi saya gak menuduh apakah bung giarto atau bung dewo merasa seiman dgn mereka sehingga ikut bungkam. minimal di forum ini. Anda mengibaratkan seorang Napoleon yg kesana-kemari hanya untuk berperang, itu tdk membuat saya heran..! krn negara kitapun pernah mengalami peperangan dan penjajahan oleh bangsa portugis, belanda, inggris dll. Dan bung giarto pasti tahu bagaimana sejarah masuknya agama yg bung giarto anut dan kita semua tahu….
Belum lagi bicara HITLER yg berkoar bahwa dia murid dari Yesus, MUSSOLINI, Slobodan Milosevic, Dan George W. Bush yg dtg sehingga ratusan ribu anak2, wanita dan rakyat sipil TERBUNUH..
Bayangkan kalo itu terjadi sekarang di negara ini apakah bung giarto ikut membela negara ini atau mau menjadi mata2 krn merasa saudara seiman. Atau kita cukup memberi pipi kiri setelah ditempeleng pipi kanan. Berapa juta rakyat Indonesia yg dibantai krn mereka pendudukan mereka, sadar bung..
Yang ironis justru lewat merekalah ajaran itu masuk.
Nabi Muhammad terus dihina dan dijelek-jelekkan sejak dari dulu, hingga hinaannya banyak ditempel disekolah2 misionaris barat sejak dulu, tapi kami umat Islam belum pernah memulai keributan dengan menghina nabi Isa Al Masih (atau Yesus di injil) yg kami junjung tinggi dan kami hormati. Kami bahasakan dia dgn kalimat dan panggilan yg cantik di dlm Al QUr’an.
Gambaran seperti itu dan hingga kinilah yg terjadi mengapa kami terus dihina, diburu, diekspansi negaranya, hanya karena mereka tdk senang dgn ajaran kami, karena dibalik itu semua karena akan berakibat terganggunya mrka dgn dagangan2 yg mrka jual yg lambat tapi pasti merusak moral umat yg taat, juga penguasaan atas kekayaan negara yg dikuasai.
Contohlah seorang Mahatma Gandhi yg agamanya berbeda dan yg dulu juga berjuang agar lepas dari penjajahan Inggris.
Maaf bung Dewo atas penguasaan tulisan diblog ini hingga banya makan tempat, o ya saya juga org TI bukan kyai.

O ya dapat saya simpulkan bahwa semua dosa adalah kita yg akan menanggungnya nanti kelak, Isa atau Yesus mengampuni dosa karena iman kalian, tapi kalian pengikutnya mengartikan bahwa iman bahwa Yesus itu anak Tuhan sudah cukup menghapuskan dosa kalian di dunia, segampang itukah? apakah ini yg menjadi pegangan hingga kita mau berbuat seenaknya di dunia karena toh nanti dosa kita akan dihapuskan kelak. Apakah sedangkal itu menjabarkan arti dari sebuah IMAN, maaf sekali lagi kami belum pernah sekalipun menghina Dia sebagai pembawa wahyu (cukup Rasul kami saja yg dihina, karena menghina bukan ajaran kasih) tapi pengikutnyalah yg banyak menyelewengkan makna dari ajarannya, Isa adalah juga bagian dari kami yang diperlakukan sebagai manusia yg berbeda karena dia adalah salah satu dari Si pembawa wahyu yg diturunkan ALLAH di muka bumi ini. Begitukan bung Dewo….

O ya bung giarto soal ketidaktakutannya itu bukan saya yg nulis tapi MAHATMA GANDHI yg berkomentar.

@No_Nick,

Kenapa anda menanyakan Yerusalem/Mesir di mana, yang jelas bukan di Italy/Amerika tapi Yerusalem di Israel. Anda mengatakan nabi-nabi lahir di tanah Arab, saya bantah pernyataan anda. Dan saya menjelaskan nabi Musa lahir di Mesir dan Mesir bukan termasuk Arab tapi Afrika, jadi anda yang harus lihat peta.
Anda belum menjelaskan sanggahan saya, tolong jelalaskan soal ganti-mengganti nama-nama nabi, nabi-nabi lahir di tanah Arab.
Sayang anda sudah membuat argumen baru, yaitu seolah-olah orang yang mabuk-mabukan, free sex, adalah orang Nasarani padahal menurut sejarah Muhammad berperang melawan orang Arab sendiri.
Orang boleh mengaku murid atau pengikut Yesus tapi melakukan kejahatan, padahal Yesus tidak mengajarkan kejahatan. Jadi harus dilihat dari buahnya apakah ada kasih? kalau tidak ada kasih berarti bukan ajaran dari Yesus.
Lalu bagaimana orang menilai, orang-orang yang melakukan bom bunuh diri, kekerasan, perusakan tempat maksiat dan mengatasnamakan Islam?
Asal tahu aja, orang kristen tidak diperbolehkan kawin lebih dari satu, mabuk, tindak kekerasan, tapi harus melakukan kasih.
Kalau anda tidak tahu maksud pernyataan Mahatma Gandhi kenapa anda gunakan sebagai referensi?????Lalu anda lepas tangan begitu saja.
Kalau umat Kristen ada yang menghapus/mengampuni/menebus dosanya itu adalah rahmat/anugrah terbesar dalam hidup, lalu bagaimana dengan ajaran lain yang tidak punya penebus? Artinya dosanya tetap ada, bagaimana mungkin surga menampung orang berdosa, sama saja di surga ada dosa lagi.
Maaf bukan bermaksud menyinggung tapi supaya orang tahu bahwa nanti Isa sebagai Imam Mahdi dan yang percaya diselamatkan.

Salam kasih.

@No_Nick,

Isa di mata anda cuma pembawa wahyu saja, padahal lebih dari itu. Mau tahu ayat-ayat dalam Quran yang menjelaskan tentang keberadaan Isa Almasih?
Kalau mau akan saya tuliskan.

Salam kasih.

@Dear all,

Alkitab menuliskan dalam Roma 3:1-3,” Apa kelebihan orang Yahudi? yaitu dalam segala hal. Pertama-tama dipercayakan firman Allah”.
Inilah ayat yang nenyatakan bahwa Nabi-nabi berasal dari bangsa Yahudi. Kalau ada orang mengatakan nabi-nabi dari bangsa tertentu selain Yahudi, saya belum menemukan dalam kitab-kitab agama manapun.

Bagaimana pendapat anda bung Dewo?

GBU

Wah anda berbelit-belit, ttg keberadaan Nabi Isa dgn penjelasan diatas semua umat Islam udah tahu, tapi yg jelas Dia bukan seorang diri yg dianggap anak Allah apalagi Allah, karena Allah tidak beranak apalagi diperanakkan, karena kalau Allah ingin apapun yg mustahil dan tdk mungkin akan menjadi sebaliknya, kalau di ayat Al-Quran ada Dia mengaku sebagai Allah coba tampilkan disini sekomplit-komplitnya, wong di Kitab Injil aja gak pernah dia mengklaim sebagai Allah, coba deh anda cari lalu tampilkan disini juga dengan komplit.

Oya kita pindah terus lanjutkan ke artikel lain di blog bung Dewo yg lebih cocok bukan di artikel ini, yg artikelnya berjudul dihina oleh kartun (anda tahukan), karena ini menggelitik saya sebab kesan yg dibuat seakan mempunishment org yg bereaksi terhadap penghinaan seorang Nabi tapi tidak membuat artikel yg berkomentar bagaimana menjaga hati dan mulut dengan kasih untuk tidak menghina seseorang apalagi Rasul tanpa dasar yg jelas.

dear no_nick,
heloo kamu siapa pun kamu (masalah nya nggak ada namanya???) jangan mengartikan kata selalu dengan makna denotatif…Yesus selalu mengajarkan murid-murid-Nya dengan perumpamaan supaya jelas.Kenapa orang-orang islam selalu mengartikan sesuatu dengan tidak kritis,dan tidak meluas…Anak di situ bukan lah anak yang di hasilkan dari setetes air mani yang selalu kamu artikan…tetapi adalah..konsep kesatuan bahwa Allah adalah Yesus..di mana peran ‘Mereka’ berbeda tetapi mereka tetap satu…jangan terlalu berpikiran pendek bung….coba denagan perumpamaan ‘anak kunci’…berarti kamu mengartikan bahwa kunci itu beranak????nggak kan!anak kunci ya kunci itu sendiri!!!!!jadi jangan pikiran sempit tetapi dengan makna yang luas….key…aku harap kamu ngerti

dear no_dick,
Anda bilang semudah itu kah ajaran kristen dalam pengampunan dosa???
memang benar kedengarannya cukup sederhana tapi sulit di lakukan…..ada ayat dalam Alkitab:
“..Jika kamu mengaku dengan mulut mu ,bahwa Yesus adalah Tuhan,dan percaya dalam hatimu,bahwa Allah telah membangkitkan.Dia di antara orang mati,maka kamu akan di selamatkan.”Roma 10:9
Bayangkan dengan mengaku saja kita diselamatkan…
kita di selamatkan karena Iman kita….
“Sebab karena kasih karunia kamu di selamatkan karena iman:itu bukan hasil usahamu,tetapi pemberian ALLah,itu bukan hasil pekrjaanmu:jangan ada orang yang memegahkan diri”.(Efesus 2:8_9).
nah iman itu sendiri adalah…dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita liahat (Ibrani 11:1).Nah iman berarti kita percaya pada Yesus sebagai Tuhan.Itu yang tidak di miliki oleh Agama lain yaitu Hidup yang kekal karena Percaya samaTuhannya.Perbuatan baik yang selalu kalian katakan sebagai modal nanti di surga tidak menyelamatkan (keselamatan itu sendiri adalah hidup yang kekal di surga),karena berbuat baik bukan berarti berbuat benar…kalau kita berbuat baik anda bilang itu yang mendatangkan pahala(keselamatan),bagaimana kalu misalnya aku membantu pencuri melarikan diri berarti aku berbuat baik kan???apa itu menyelamatkan??(berpahala??)tetapi kita harus berbuat benar.Nah menurut ku ketika kita memiliki iman (seperti yang tertulis dalam roma 10:9 dan efesus 2:8-9)berrti kita udah di materaikan sebagai penerima keselamatan(hidup kekal di surga)maka kita berbuat baik dan benar agar lebih sempurna lagi.sederhana tetapi sulit di lakukan ya kan???

@Sugiarto,
Pendapat saya? Ah… saya maklum saja jika banyak orang yg berpikiran sempit seperti itu. Seolah mereka saja yg benar. Dan mereka hanya bertolak dari 1 sisi saja, yaitu sisi mereka sendiri padahal belum tentu itu benar. Yg lebih menggelikan adalah karena mereka menafikan sejarah yg telah berlangsung sebelum itu.

Bangsa Arab? Bangsa Arab itu adalah keturunan Ismael, yaitu dari Abraham dengan budaknya yg bernama Hagar. Sayangnya Hagar & Ismael diusir oleh Abraham karena Allah hanya berkenan keturunan asli dari Abraham dengan istrinya Sara, yaitu Ishak, leluhur Israel (Yakub). Semua nabi setelah itu berasal dari keturunan Abraham-Ishak-Yakub. Bukan dari Abraham-Ismael-dst…

@Althur,
Saya sangat setuju dengan Anda & Injil.

Salam.

@ Dewo,
Kejadian 17:18-19,” Ah, sekiranya Ismael diperkenankan hidup di hadapanMu!”.Tetapi Allah berfirman :”Tidak,……….”
Ayat diatas adalah permohonan Abraham kepada Allah agar Ismael berkenan di hadapan Allah, tetapi Allah menolak!!!!
Kalau tidak berkenan di hadapan Allah berarti berkenan dihadapan siapa?
Padahal hanya ada dua kuasa yaitu Allah dan Iblis, Jadi?

@No_Nick,
Anda orang TI kenapa informasi yang anda tangkap hanya minim sekali?
Perekutuan gereja-gereja baik Katolik maupun Protestan di Amerika dan Kepausan di Roma juga gereja-gereja di seluruh dunia dan tidak ketinggalan sebagian besar rakyat Amerika menentang invasi Bush ke Irak. Tapi anda menutup mata dan telinga seolah olah tindakan agresi Bush identik dengan ajaran Yesus….wah…wah…wah, keterlaulan.

Salam kasih

@No_Nick,

Kalau anda orang TI pasti paham akan dasar-dasar digital, orang meniru ajaran Yesus sebagai ide dasar digital yang luar biasa tsb.
Yesus berkata” Hendaklah engkau kataka YA bila ya dan Tidak bila tidak”, inilah ucapan Yesus yang menjadi ide digital. Ya=1, tidak=0 jadi hanya ada dua 1 atau 0, ya atau tidak, hitam atau putih. Alkitab mengajarkan kejujuran dan kepastian “ya” atau “tidak” , “hitam” atau “putih” tidak boleh “abu-abu”, jadi tidak mengandung tafsir tapi ada kepastian/kebenaran.
Kalau saya sedang jalan ke toko2 buku banyak sekali buku yang menulis tafsiran surat2 dalam Quran, seolah siapa saja boleh menafsirkan Quran, kalau semua menafsirkan lalu dimana letak kebenarannya?
Tidaklah heran banyak ayat yang menjadi pro-kontra, misal tentang tafsiran kata jihad, poligami, dll. Banyak jawaban yang diterima umatnya adalah “abu-abu”, misal orang tidak boleh bercerai kecuali………., orang tidak boleh mencuri kecuali………….., orang tidak bolek membalas kecuali ………, orang menuaikan ibadah haji kecuali tidak mampu, dll. Semuanya menjadi “abu-abu” alias tidak ada kepastian.

Ada yang aneh dalam diskusi antara Mas Sugiarto & No-Nick diatas : Keduanya berdiskusi dengan landasan yang berbeda.

Dalam Islam, penghormatan terhadap Isa (Yesus/Yeshua) adalah sesuatu yang layak dan pantas, karena Islam mengakui nabi-nabi terdahulu. Jadi kalau ada seorang Muslim yang menghina Isa, maka pantaslah dipertanyakan keIslamannya.

Dalam Kristen, pengakuan terhadap ke-Nabi-an Muhammad adalah suatu dilema. Jika mereka mengakui Muhammad maka otomatis hilang juga Kekristenannya. Oleh karena itu, Kristen TIDAK PERNAH mengakui bahwa Muhammad adalah seorang Nabi. Bahkan pendapat Bapa-bapa Gereja yang paling moderat sekalipun hanya mengatakan “Muhammad adalah seorang Nabi khusus untuk bangsa Arab”.

Seluruh agama Wahyu berasal dari 1 orang (Ibrahim/Abraham). Beliau mempunyai 2 anak yaitu Ishak dan Ismael. Bangsa Yahudi/Kristen berasal dari Ishak sementara Arab berasal dari Ismael.

@ Mas Sugiarto :
Nabi-nabi memang KEBANYAKAN berasal dari bangsa Yahudi. Tetapi Abraham BUKAN orang Yahudi. Adam bukan orang Yahudi. Yahudi/Israel ada sejak Yakub bergumul dengan malaikat dan diberi nama Israel. Dan keturunan Yakub yaitu Yehuda yang akhirnya dipakai sebagai penanda bangsa yang bermukim di Timur Tengah itu. Hal itu juga tidak berarti hanya bangsa Yahudi-lah yang BERHAK memperoleh keselamatan, tetapi sejak Yesus, keselamatan adalah milik bangsa-bangsa di seluruh dunia.

@ No_Nick :
-Mengenai penamaan Nabi, tahukah anda nama nabi-nabi yang asli ? Setiap nabi dinamai menurut bahasa setempat dalam memahaminya. Yesus aslinya BUKAN bernama ISA, tetapi YESHUA/YEHUSUA dalam bahasa Ibrani/Aramaik, karena dia adalah orang Yahudi yang berkomunikasi dengan bahasa itu. Yesus adalah bahasa Yunani sementara Isa adalah bahasa Arab yang dipakai untuk menamai Yeshua itu. Solomon/Sulaiman juga nama aslinya bukan itu, tetapi Shalomo/Shlomo, karena itulah bahasa aslinya. Kenapa masih mempersoalkan nama karena itu ?

-Anda menyamakan Kristen dengan Barat, dan oleh karena itu anda SALAH🙂 Sama seperti saya SALAH jika menyamakan Islam dengan Arab.

-Penghinaan terhadap Muhammad (sebagai Nabi) bukanlah pekerjaan Kekristenan. Itu adalah pekerjaan segelintir orang yang menghina siapapun yang tidak klop dalam pemikirannya yg menjadi dasar berpikir Eropa selama berabad-abad. Bukan hanya Muhammad saja yang dihina, jika anda membuka kembali koran-koran Eropa (Jyland Posten, dll) banyak sekali tokoh-tokoh agama yang diejek dalam bentuk karikatur/cerita seperti Yesus, Paus, dll.

Seperti komen saya terdahulu, berdiskusi soal agama seharunya mempunyai 2 manfaat :
1. Menguatkan kedalam (mempertebal keimanan kita kepada Tuhan menurut keyakinan kita)
2. Menguatkan keluar (memahami pemeluk agama lain dan bertoleransi dengan mereka).

Jika diluar itu, maaf saya angkat kaki🙂 (atau angkat tangan ?)

@Dear Fertobhades,

Memang ada perbedaan latar belakang (iman) dalam diskusi ini. Tapi bukan berarti itu dilarang. Dan bukan berarti salah satu memaksakan pendapatnya kepada pihak lain. Justru dalam ajang ini kita gali lebih dalam landasan masing-masing pihak. Tetapi memang benar, jika salah satu pihak sudah cenderung ngawur (asal ngeyel), maka lebih baik tidak usah ditanggapi.

Saya sendiri tidak menanggapi beberapa pertanyaan ngaco. Selebihnya saya setuju dengan komentar Anda di atas.

@fertob

Menurut saya tidaklah aneh, namanya diskusi bisa dari landasan manapun juga. Justru saya merasa aneh dari sumber yang sama (Quran dalam induk Alkitab) tapi timbul pemahaman yang bertolak belakang, maka dengan keterbatasan pengetahuan tentang theologi saya mencoba mencari dimana asal mula bertolak belakang.
Kalau kristen tidak mengakui Muhammad sebagai nabi, karena memang alkitab tidak pernah menyebutkan atau menubuatkan. Seperti nubuatan tentang Yesus dalam Taurat dan Zabur.

GBU

@No-Nick

Menurut saya bukan penggantian nama-nama nabi tapi oleh karen dialek tiap-tiap suku mempengaruhi penulisan, seperti yang disinggung mr.fertob.
Kecuali dalam penulisan Allah(arab), God(inggris) atau Elohim(ibrani) adalah penyebutan kepada Yang Khalik.

Salam

sampe botak… buat yg non kristen gak akan pernah yakin dgn ajaran kristen… mengapa islam tidak percaya Yesus mati di kayu salib??? karena “mudah2an gk salah…” islam mengambil rujukan dari kitab barnabas… orang yahudi yg membenci Yesus… jadi isi kitabnya menolak/mematahkan bahwa Yesus juru selamat yg sudah diramalkan oleh para nabi sebelum Yesus… I LOVE YESUS…

Bung Dewo,

Kalau anda berpikir bahwa ada orang yg berpikiran sempit, tolong jawab pertanyaan2 saya diatas seperti anda mendiskreditkan orang yg marah krn Nabinya dikartunkan, tapi kenapa anda tdk membahas bagaimana artikel anda berkomentar ttg bgmana menjaga iman kita sehingga kata2 yg keluar dari mulut maupun tindakan kita penuh kasih, seperti halnya anda menanggapi ttg poligami, mungkin lebih pas kalo artikel anda berisi ttg bagaimana agar kita tidak menjadi orang yg munafik. atau mungkin persamaan bunda maria yg berkerudung atau suster katolik yg berkerudung dgn umat Islam. Kami umat muslim toleran dgn ajaran lain, misal PM Irak yg seorang Kristen apalagi pejabat2 tinggi di negeri kita yg tdk semuanya muslim, tapi selama ini yg terjadi ketika seorang Sadam Husein yg berbuat jahat (walaupun itu urusan dalam negerinya sendiri) lalu George Bush Berteriak Crusader, apalagi ditambah misionaris2 yg datang dari rumah ke rumah seakan dia yg paling benar. paling umat muslim di seluruh dunia hitungannya milyar bukan jutaan itu kadang membuat kami gerah dan terus merasa di usik, untuk yg sabar dia akan “defence” tapi untuk yg tidak mungkin ada “counter attack” kita2 ini cuma manusia biasa begitukan bung fertob.

@Bung Fertob dan Bung Giarto
Soal dialek untuk suku kata sehari-hari bisa kita pahami tapi untuk sebuah nama apalagi alamat kalo salah yang terjadi justeru kita tersesat, secara lisan orang boleh menyebut salah tapi kalau tulisan apalagi dalam Al-kitab bagaimana pendapat anda???

@bung Fertob
Saya cuma berdikusi disini untuk membahas masalah apa yg bisa diterima akal atau logika secara umum. Kalo masalah keajaiban cuma Allah yg tahu dan saya percaya itu. Kalo saya mengaku seorang TI karena saya cuma ikut2an sombong dgn yg bertitel Civil Engineer dan Electronic Engineer yg mengaku paling tahu juga soal agama.

Bung Giarto
Soal bilangan binary yang anda umpakan dengan ngaco, saya juga bisa umpamakan bila RAM atau Power Supply apalagi Processor anda rusak maka bilangan binary itu gak berarti apa-apa. Umat Islam toleran dgn hal2 tertentu dan sangat tegas dan intoleran dgn hal2 yg mengarah kerusakan.
Bung Giarto anda gak tdk perlu menutup mata dan bangga dgn orang Israel atau yahudi karena mereka jugalah yg membunuh Yesus, di palestina mereka juga membunuh baik pendeta maupun umat muslim disana. Yang saya heran kalo umat muslim yg dibumihanguskan seolah dgn iman anda sangat menikmatinya dan mungkin sama bung Dewo juga ikutan diam di artikel ini . Coba anda renungkan ini apa, siapa dan mengapa bila suatu saat bangsa kita hancur dan rusak karena intoleran dan diamnya kita.

@dear all
sorry rada kecepetan mbalesnya jadi ada titik and koma yg kurang.

Dear No_Nick,

Maaf jika tulisan saya membuat Anda tersinggung. Oh iya, satu lagi pernyataan Anda yg salah, yaitu tentang kerudung. Jaman dulu memang wanita (dan bahkan pria) pakai kerudung. Jaman dulu yg saya sebutkan ini adalah jaman di mana belum ada agama Kristen/Katolik, apalagi Islam.

Kerudung ini dipakai untuk melindungi kita dari panas matahari sekaligus debu. Sedangkan malam hari kerudung ini digunakan untuk menghangatkan tubuh. Kerudung ini umum dipakai di daerah yg berpadang pasir.

Jadi kerudung ini jangan lantas diklaim sebagai milik Islam. Mohon dipahami dengan benar. Jangan dibalik-balik dan jangan mencoba mengklaim sejarah menjadi milik Anda sendiri.

Untuk pernyataan Anda yang lain tidak akan saya jawab karena malah akan membuat Anda tambah marah. Mungkin pembaca yg lain yg akan menjawab Anda.

Salam.

@No_Nick,

Angka binary yang saya sebutkan menggambarkan ada kepastian dalam iman kristen, umat mendapat jawaban yang pasti. Saya tidak menyinggun soal pembelaan terhadap Israel dalam masalah perang dengan Palestina. Ini adalah perang suku yang terjadi sejak dulu kala. Lihat perang nabi/raja Daud (Israel) berperang melawan Goliat(Filistin/Palestina) dan Daud menang, mana menurut anda yang diridohi Allah, Israel atau Palestina? Satu lagi, Abraham/Ibrahim memperanakkan Ismael dan Ishak, dan Ishak yang menjadi garis keturunan para nabi, tetapi Ismael diusir dan kawin dengan orang mesir, mana yang diridohi Allah?
Iman anda selalu kontra dengan yang Allah pilih/tentukan. Sekali lagi saya tidak membela negara Israel yang sombong (bahasa alkitab: tegar tengkuk), tapi saya hanya ingin tahu kenapa anda memilih dari garis keturunan Ismael?
Ini baru masalah agama, dalam hal budaya lokal saja iman anda sengaja menganggap lebih baik budaya Arab. Sebagai contoh orang jawa dulu mengcapkan salam “kulo nuwun // monggo”, orang sunda mengucapkan salam “sampurasun // rampes”, tapi sekarang nyaris tak terdengar, orang muslim lebih suka ” asalammualaikum // walaikum salam”.
Bagaimana menurut anda?

Salam

@No_Nick,

Mengapa anda menuduh keterpurukan bangsa kita karena umat kristen. Bangsa kita pernah mengalami “gemah ripah loh jinawi”, tapi itu dulu masa kerajaan Hindu/Budha yang juga menjunjung tinggi nilai-nilai moral. Setelah mayoritas berubah bangsa menjadi terpuruk, kenapa menyalahkan orang lain? Siapa yang menentukan kebijakan2 negara?
Iman anda yang membumihanguskan budaya lokal kita. Alkitab ditulis dalam berbagai bahasa daerah (Jawa, sunda, batak, madura, bali, dll) jadi iman kristen dapat menerima semua bangsa. Apakah keterpurukan bangsa tercinta ini oleh karena Israel berperang dg Palestina?
Silahkan jawab arumen saya!

Salam

@No_Nick,

Kalau RAM/Power Suply/Prosesor mati, bilangan binarynya sudah pasti dan yakin ditulis “0”, dan kalau hidup dituliskan “1”

Salam

@dear dewo

He he he bung Dewo saya tuh gak marah cuma semangat aja, temen saya akrab juga seorang katolik taat hingga saat ini kami sering chatting di ym di share pict dia pake gambar Yesus saya Tulisan Allah, kami biasa melontarkan joke2 dan debat kecil. Soal kerudung saya hanya menganjurkan bagiamana mencari persamaan bukan perbedaan,

@Giarto
Saya gak mau berpolemik dgn bilangan binary, buang waktu aja
kerusakan yg saya maksud diatas adalah kerusakan moral bangsa kita, dan anda salah besar lagi kalo Islam tidak bisa menerima semua bangsa, sekarang banyak yg muallaf justeru dari kalangan intelektual2 atau barat.

@Dewo
Saya tambahkan lagi soal kerudung, tampaknya bung Dewo juga lagi emosi, saya garis bawahi lagi yg diatas saya tulis “persamaan”, kenapa malah menuduh saya mengklaim..? dan di jaman sekarang toh suster juga masih pake kerudung, malahan di negerinya sendiri gak ada padang pasir, malah bersalju! jaman dulu manusia purba berpakaian minim..sekarang bukan hanya banyak yg pake minim tapi malah ada kelompok Nudis alias suka telanjang bulat to bung..! toh itu didiamkan saja gak ada fatwa kalangan agama disana.
Untuk bung Giarto contoh2 dan hal2 seperti itulah yg tidak bisa ditoleran. Kalo mau bertoleransi dgn cara seperti itu silahkan mendaftar aja.

@No_NIck,

Rupanya anda tidak siap berdiskusi, karena anda berusaha menghindar dari fakta-fakta yang saya cantumkan berikut contoh konkrit. Oke tidak apa-apa saya akan gunakan bahasan anda saja, barangkali anda dapat menerima logikanya.

Salam.

@ No_Nick,

Quran untuk siapa?
Surat 12 Yuusuf ayat 2: “Sesungguhnya kami telah menurunkan berupa Al Quran berbahasa Arab agar kamu memahaminya”.
Surat 41 Fushshilat ayat 3: “Kitab yang dijelaskan ayat-ayatnya (yaitu) Al Quran berbahasa Arab bagi kaum yang mengetahui”.

Dari contoh dua surat tsb (masih banyak lagi) dapat diketahui bahwa Quran hanya untuk orang Arab. Dan Quran tidak boleh ditulis dalam bahasa lain karena orang Arab tidak akan mengerti dan sia-sia, sebab Quran hanya untuk orang Arab.

Coba renungkan ayat tersebut di atas dan gunakan logika, maka anda dapat menyimpulkan. Apakah Islam untuk semua bangsa?

Salam

@ No_Nick :
Ini tentang nama. Penamaan adalah pemaknaan suatu tradisi setempat terhadap suatu tokoh (dlm kitab suci) dengan menggunakan bahasa yg dipahami mereka. Alkitab menuliskan Yesus, karena Alkitab Perjanjian Baru aslinya ditulis dalam bahasa Yunani. Sementara Perjanjian Lama ditulis menggunakan bahasa Aram/Ibrani Kuno. Dan nama-nama Nabi/Tokoh yang ada dlm kitab itu mengikuti pemaknaan tradisi tulisan itu terhadap tokohnya.

Al Quran sendiri menulis Yeshua/Yehusua sebagai Isa, karena Yeshua/Yehususa dlm bahasa Arab dinamakan Isa. Apakah berarti Alquran salah menuliskannya ? Tidak, begitu juga dengan Alkitab. Alquran juga menulis Shalomo/Shlomo dengan nama Sulaiman, dan Alkitab versi Inggris (KJV) menulisnya dengan Solomon. Apakah mereka salah ? Tidak. Itulah tradisi dalam penulisan nama menurut bahasa setempat yg digunakan.

Tentang pemakaian Logika & Nalar. Apakah anda pernah membaca buku Immanuel Kant ? Dia berusaha menjelaskan iman menurut bahasa nalar. Mendamaikannya dlm suatu pemahaman tertentu. Apakah anda pernah membaca buku Jalaludin Rumi ? Dia menuliskan pemahaman iman dlm bahasa Spiritual, yang saya yakin tak semua orang memahaminya.

Ketika kita menggunakan akal dan berusaha menjelaskan apa itu Iman. maka saya yakin kita akan kecewa. Karena nalar kita tidak mampu menjangkau Iman (dan segala manifestasi, keajaiban, supranaturalitas didalamnya). Bisa saja itu karena ketidakmampuan nalar kita, tetapi bisa juga karena memang nalar tidak mampu menjelaskan iman.

Tentang Moral. Saya menerima relativisme moral, dalam pengertian bahwa ada hal-hal tertentu yang bisa dianggap baik di suatu tempat tetapi bisa menjadi buruk di tempat lain. Tetapi kita harus sepakat bahwa Moral juga universal, seperti keuniversalan slogan jangan Membunuh.

Moralitas bukan hanya milik orang beragama. Jika anda beranggapan seperti itu, Anda salah. Agama adalah SALAH SATU penuntun agar seseorang bertingkah laku sesuai dengan moral. Dan banyak juga jalan lain selain agama yg bisa menuntun kita mengikuti etika dan moralitas.

Pendapat ini pernah diucapkan oleh Fyodor Dostoyevski : “Jika Allah (baca : Agama) tidak ada, maka semuanya diperbolehkan”. Dan hal ini jugasudah ditentang oleh tokoh-tokoh lain dengan menggunakan argumen rasional. Kalau ada waktu bisa saya jelaskan nantinya. Lanjut🙂

Salam….

@No-Nick,

Mungkin Surat dlm Quran ini dapat lebih jelas lagi:
Surat 6 Al An Aam ayat 92:(Dikutip sebagian) ” Dan inilah Kitab (Al Quran) yang telah Kami turunkan lagi berkahi, membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya (Taurat dan Injil) agar engkau memberi peringatan kepada Ummul Quraa (kota Mekah)”.
Surat 42 Asy Syuuraa ayat 7: ” Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu Al Quran berbahasa Arab supaya engkau memberi peringatan kepada (penduduk) ibu negri (Mekah) dan orang sekitarnya, ……..dst”

Dari dua Surat tsb dapat dilihat lebih spesifik lagi bahwa Al Quran hanya untuk orang Mekah.

Masihkah anda meragukan? atau dapatkan anda membatalkan Quran?

Salam.

@ bung Giarto
Apakah Anda tidak paham kalau ayat Al-Qur’an diturunkan di tanah arab yg tentunya bahasanya menggunakan bahasa arab seperti halnya injil pertama diturunkan, dan kami saat ini sudah mengerti artinya, sekarang paham maksud saya..? bila kami mempertahankan bahasa pengantar shalat dll itu saya ulangi lagi untuk mempertahankan kemurnian bahasanya. Sekarang sdh ada terjemahannya seperti yg kamu kutip pada ayat2 tsb. Pada diskusi diatas saya mencoba membuka pada hal2 yg umum dan kalau pada session ini saya akan mengeluarkan ayat2 anda sendiri dan tolong jelaskan :
“Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria.”

“Melainkan pergilah kepada domba-domba yang hi-lang dari umat Israel (hanya kepada bangsa Yahudi).” (Injil – Matius 10: 5-6)

“Jawab Yesus, ‘Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel’ (hanya kepada bangsa Yahudi).”

“Kemudian perempuan itu (perempuan Kanaan) mendekat dan menyembah Dia sambil berkata, ‘Tuhan, tolonglah aku’.”

“Tetapi Yesus menjawab, ‘Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.’ (non Yahudi).” (Injil-Matius 15:24-26)

Maaf soal bilangan binary itu bukan saya gak siap berdikusi tapi gak mau meladeni anda karena pengandaian seperti itu akan panjang ceritanya, sudah sy terangkan diatas sebagian ayat bertoleransi=1 sebagian lagi intoleransi=0 (ini saja sdh menjelaskan) ok bung giarto…!

@dear ferthobes
masalah moralitas memang tidak mutlak bagi orang beragama, tapi paling tidak itu akan menjadi pegangan untuk orang yg beradab di tengah kemajuan zaman sekarang ini karena mau tidak mau kita akan berhadapan dengan keragaman pemahaman yg semakin luas dan berkembang juga antisipasi terhadap hal2 yg buruk yg diakibatkan juga oleh perubahan zaman. Untuk keragaman budaya yg tidak tersentuh oleh pengaruh dari luar ada tanggung jawab moral bagi pemimpin umat bila itu mendatangkan keburukan bagi mereka sendiri. Raut muka saya tidak berubah dgn referensi2 bacaan anda, karena itu pendapat pribadi seseorang yg belum tentu benar buat orang lain, seperti halnya pemahaman umat katolik dan protestan, atau komunis di Rusia dan Cina.

Bahasannya koq jadi melebar keluar dari tema-nya…sebagai pemirsa jadi gak jelas fokusnya.

..ngeembalii ke laap..toop…

Piisss

@No_Nick,

Matius 28:19 ” Karena itu, jadikanlah semua bangsa murid-Ku, dan……………”
Kisah Para Rasul 1: 8 ” Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan diseluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi”.

Dua ayat tersebut menjaskan bahwa Injil harus diberitakan pada semua bangsa sampai ke ujung bumi.

Salam

@No_Nick,

Bukankah akhirnya permohonan perempuan Kanaan dikabulkan Yesus? Ini sudah menjawab bahwa keselamatan juga dapat diterima bangsa lain, dalam konteks ini Yesus menguji iman seseorang bukan dari golongan/bangsa mana.
Pada mulanya keselamatan ditujukan Allah untuk umat Israel, tapi karena bangsa Yahudi menolak maka keselamatan dapat diterima semua orang.
Sejak dulu Allah selalu membela Israel, seperti contoh saya sebelumnya: Daud (Israel) melawan Goliat(Palestina) dan Allah membela Israel. Saya bertanya ulang kepada anda, kenapa Islam selalu kontra dengan yang dikehendaki Allah?
Bagaimana ayat2 Quran yang menjelaskan bahwa Quran hanya untuk penduduk Mekah? Anda belum menjawab! (Ini yang saya maksudkan : tidak siap berdiskusi )

Salam

@No_Nick,

Quran pertama-tama mengakui nabi2 dari kaum Yahudi dari garis keturuna Iskak : Abraham, Iskak, Yakub, Yusuf, Musa, Harun, Dawud, Zakaria, Yahya, Isa, dll. Tapi tiba-tiba berubah menurut garis keturunan Abraham lalu Ismael lalu tidak jelas lalu muncul Muhammad.
Apakah anda tidak merasa heran? saya yakin oleh karena kendala bahasanya (Arab). Terbukti bahwa Quran hanya untuk (kaumnya) orang Arab, anda bukan kaumnya maka tidak akan mengerti.

Salam.

@No_Nick,

Saya sudah menjawab ayat Alkitab yang anda tanyakan dan anda belum menjelaskan ayat2 Quran yang saya tanyakan.

@Dewo,
maaf makan tempat.

@axiva,
Menurut Al Quran Isa (Yesus) Mati.
Surat 19 Maryam ayat 33: ” Dan keselamatan atasku pada hari aku dilahirkan dan pada hari aku wafat dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali”

Sudah kembali lagi ke topik “Yesus Wafat?” he…he…he…

Salam

Dear Sugiarto,

@Dewo,
maaf makan tempat.

Tidak apa2 Pak. Saya sangat senang Anda banyak menjawab & menjelaskan pada kami-kami yg awam ini. Terus berkarya bagi Tuhan.

GBU.

Dear Sugiarto,

Ya nggak gitu dong, Alquran diturunkan dalam bahasa arab karena Muhammad adalah orang arab (sory ikut nyeleneh…hehehe). Kalo Muhammad lahir dichina pasti firmanNya juga pake cina atau bahasa yg dimengerti oleh utusan yg membawa seruanNya.

Dalam firmanNya Allah selalu berfirman…”wahai manusia”…atau…”hai orang yg beriman”…bahkan kepada makhluk gaib sekalipun, seperti ayat…”Tidak Kuciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaKu”…gak pernah berfirman,”wahai orang arab”…atau…”Tidak Kuciptakan orang arab kecuali untuk beribadah kepadaKu”. Jadi meskipun diturunkan dalam bahasa arab tapi maknanya tetap universal.

Sekarang saya tanya, Yesus berbicara pake bahasa apa?atau injil diturunkan dalam bahasa apa?

yang jelas bukan dipurwokerto-kan…jadi gak mungkin pake bahasa jawa. (no offense)

Piisss

@axiva,

Walaupun ditulis dalam bahasa arab tapi seharusnya bermakna universal, tapi tertulis ditujukan hanya utk Ummul Quraa.
Taurat ditulis pertama dalam bahasa Aram (Ibrani Kuno) dan Injil ditulis dalam bahasa Yunanai, yang saya miliki berbahasa Indonesia, tapi namanya tetap Taurat dan Injil.
Kalau seandainya Quran ditulis dalam bahasa Indonesia tanpa bahasa Arabnya walaupun punya arti yang sama orang tidak akan mengakui bahwa itu Quran, berarti menolak/tidak-diakui sebagai Wahyu Allah.

Orang purwokwerto ditanya bahasa Arab ya pasti “ora teyeng” he………he……..he

Salam

@Sugiarto

ayat itu kan ada lanjutannya…”Dan ini (Al Quraan) adalah kitab yang telah Kami turunkan yang diberkahi; membenarkan kitab-kitab yang (diturunkan) sebelumnya dan agar kamu memberi peringatan kepada (penduduk) Ummul Qura (Mekah) DAN ORANG-ORANG YANG DILUAR LINGKUNGANNYA. Orang-orang yang beriman kepada adanya kehidupan akhirat tentu beriman kepadanya (Al Quraan) dan mereka selalu memelihara sembahyangnya.”

jadi tidak cuma untuk orang mekah saja. adapun ayat lain yg menunjukkan universalitas alquran adalah surat 2:185

“bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur`an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.”

btw, ngambil ayat jangan setengah2x mas.

@bung
Wah sorry terputus habis cari nafkah sih

Al An’Aam(6:92)
Dan ini (Al Quran) adalah kitab yang telah Kami turunkan yang diberkahi; membenarkan kitab-kitab yang (diturunkan) sebelumnya [seluruh kitab] dan agar kamu memberi peringatan kepada (penduduk) Ummul Qura (Mekah) dan orang-orang yang di “luar lingkungannya”. Orang-orang yang beriman kepada adanya kehidupan akhirat tentu beriman kepadanya (Al-Qur’an) dan mereka selalu memelihara sembahyangnya.

(42:7)
Demikianlah Kami wahyukan kepadamu Al Qur’an dalam bahasa Arab, supaya kamu memberi peringatan kepada ummul Qura (penduduk Mekah) dan “penduduk (negeri-negeri) sekelilingnya” serta memberi peringatan (pula) tentang hari berkumpul (kiamat) yang tidak ada keraguan padanya. Segolongan masuk surga, dan segolongan masuk Jahannam.

Perhatikan yg saya beri tanda petik

Betapa curangnya anda dalam memotong ayat tersebut diatas padahal lanjutannyalah yg menerangkan bahwa itu untuk seluruh umat..!

….lanjutan lain
(42:8)
Dan kalau Allah menghendaki niscaya Allah menjadikan mereka satu umat (saja), tetapi Dia memasukkan orang-orang yang dikehendaki-Nya ke dalam rahmat-Nya. Dan orang-orang yang zalim tidak ada bagi mereka seorang pelindungpun dan tidak pula seorang penolong.

(42:9)
Atau patutkah mereka mengambil pelindung-pelindung selain Allah? Maka Allah, Dialah pelindung (yang sebenarnya) dan Dia menghidupkan orang-orang yang mati, dan Dia adalah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Jelas bung Giarto…harap kalo mencuplik ayat jgn setengah2. Coba bandingkan dgn ayat yg saya pertanyakan diatas bila anda menerangkan dgn ayat lain itu jelas pertentangannya, dan terbuktilah kalo itu banyak campur tangan manusia..

@bung Giarto

jelas anda disini tidak fair dan menyesatkan…

@Sugiarto

>>Kalau seandainya Quran ditulis dalam bahasa Indonesia tanpa bahasa Arabnya walaupun punya arti yang sama orang tidak akan mengakui bahwa itu Quran, berarti menolak/tidak-diakui sebagai Wahyu Allah.

Mas, anda mau gak diberi 100 ribu dollar tapi cuma diberi kertas polos A4 tulisan USD 100.000 atau uang dolar palsu. atau coba anda buat perjanjian kerjasama perusahaan tanpa ada tandatangan yg sah dari anda atau atasan, apakah bisa diterima? Tulisan tidak mencerminkan makna sesungguhnya bila tidak ada pengesahan dari sumbernya.

disitulah kemurnian/keaslian alquran terjaga karena akan selalu ada sumber aslinya, dan gak akan pernah sah sebuah alquran tanpa ada referensi sumber aslinya yaitu firman Allah dalam bahasa arab. karena translasi bahasa tidak selalu punya padanan makna yang sama antar bangsa, atau meskipun sama tapi mungkin punya penekanan yg berbeda. jadi bila ada kalimat yg dalam bahasa terjemahannya tidak dimengerti tetap masih ada acuan orisinalnya.

Translasi bahasa itu gak sesederhana yg anda gambarkan seperti one(ing) = satu(ind), bahasa itu terpengaruh oleh peradaban, teknologi, budaya, karakter, dlsb suatu bangsa. Anda mungkin lebih paham kata “hacker” daripada “peretas”, mungkin gak ada terjemahan “nasi aking” dalam bahasa inggris.

Translasi bahasa juga mengandung unsur penerjemahan dan penafsiran. Kenapa kata dalam bahasa inggris:
good morning…
happy birthday..
congratulation..
diartikan dalam bahasa indonesia:
selamat..
selamat..
selamat..
karena memang maknanya sepadan dengan itu dalam budaya indonesia, tapi coba kalo anda terjemahkan secara harfiah…dijamin civil engineering anda dicabut..hehehe

dalam surat alhijr:9:
“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur`an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya”

kata “Kami” dalam alquran bukan bermakna “kami” seperti bahasa indonesia (majemuk), tapi bermakna “Aku yang agung”. sama seperti makna arti “kata”,”sabda”,”firman” meskipun sama2x punya arti “berkata” tapi itu sudah menjelaskan subjek yang berbeda.

Alquran berbahasa arab bukan hasil dari intepretasi Muhammad yang berbicara dalam bahasa arab, tapi memang Allah melalui jibril mengucapkan wahyunya dalam bahasa arab agar Muhammad mengerti. Dan alquran tidak akan pernah berubah satu hurufpun mulai dari ketika diturunkan hingga hari kiamat karena Allah sendiri yg menggaransinya. bahasa indonesia atau manapun ejaannya boleh berubah tapi alquran gak akan pernah berubah, anda boleh cek alquran yg usianya ratusan tahun atau ribuan tahun (mungkin) gak akan berbeda dgn yg sekarang.

@bung Giarto
Sekarang saya kembali ke pokok masalah, seperti ayat yg disebutkan diatas oleh bung Giarto komplitnya dan arti sebenarnya :

Ali Imran(3:55)
(Ingatlah), ketika Allah berfirman: “Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku memutuskan diantaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya”.

dear bung Giarto, jelas anda mengartikan ayat diatas dengan seenak udelnya. Pernyataan saya pertama ttg penyaliban Isa (Yesus) bahwa dia bukan sebenarnya Yesus, karena bagi umat Islam tdk pantas seorang yg dikasihi Allah di siksa dan dibunuh tetapi justeru dilindungi dari musuh2nya. Pertanyaan, apakah manusia-manusia yang menyalibkan Yesus itu dilaknat, pasti semua setuju kalo mereka dilaknat. Mestinya tidak dilaknat, malah Yesus harus berterima kasih kepada mereka yang menyalibkan dia, bahkan mereka itu seharusnya mendapatkan ganjaran, menurut keterangan kehidupan Yesus itu harus disalib untuk menebus dosa-dosa. Jika tidak ada manusia yang bersedia menyalibkan Yesus, maka dosa-dosa manusia tentu tidak ada yang menebusnya. Jadi manusia-manusia yang telah menyalib Yesus itu berjasa kepada Yesus dan penganut-penganut kristen. Akan tetapi mereka yang sudah terbukti berjasa itu malah dilaknat. Mestinya mereka itu masuk surga dan dipuji-puji atas jasanya. Kami percaya bahwa Yesus belum mati tapi diangkat langsung ke surga. Tapi bukan berarti Dia menjadi Allah. Cuma Fir’aun yg mengaku dirinya Tuhan tapi dia dan pengikutnya dimusnahkan dgn tidak terhormat..

Bung Giarto catat ini : kami mempercayai kitab2 sebelumnya tapi versi yg asli bukan yg lama dijadikan baru atau sebaliknya.

Peace for All

@bung Giarto
Sekarang saya kembali ke pokok masalah, seperti ayat yg disebutkan diatas oleh bung Giarto komplitnya dan arti sebenarnya :

Ali Imran(3:55)
(Ingatlah), ketika Allah berfirman: “Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku memutuskan diantaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya”.

dear bung Giarto, jelas anda mengartikan ayat diatas dengan seenak udelnya. Pernyataan saya pertama ttg penyaliban Isa (Yesus) bahwa dia bukan sebenarnya Yesus, karena bagi umat Islam tdk pantas seorang yg dikasihi Allah di siksa dan dibunuh tetapi justeru dilindungi dari musuh2nya. Pertanyaan, apakah manusia-manusia yang menyalibkan Yesus itu dilaknat, pasti semua setuju kalo mereka dilaknat. Mestinya tidak dilaknat, malah Yesus harus berterima kasih kepada mereka yang menyalibkan dia, bahkan mereka itu seharusnya mendapatkan ganjaran, menurut keterangan kehidupan Yesus itu harus disalib untuk menebus dosa-dosa. Jika tidak ada manusia yang bersedia menyalibkan Yesus, maka dosa-dosa manusia tentu tidak ada yang menebusnya. Jadi manusia-manusia yang telah menyalib Yesus itu berjasa kepada Yesus dan penganut-penganut kristen. Akan tetapi mereka yang sudah terbukti berjasa itu malah dilaknat. Mestinya mereka itu masuk surga dan dipuji-puji atas jasanya. Kami percaya bahwa Yesus mati dan diangkat langsung ke surga tapi bukan berarti dia menjadi Allah. Cuma Fir’aun yg mengaku diri Allah tapi dia dibinasakan dgn pengikutnya

Bung Giarto
Ayat sebelumnya cuma Kitab2 yg asli bukan yg lama terus dijadikan baru atau sebaliknya, atau dibolak-balik.

Wassalam Peace

@bung Giarto

Dari pemotongan2 cuplikan ayat Al Quran anda sudah seenak udelnya sendiri dan anda sekali lagi sudah tidak fair

@Sugiarto

>>Taurat ditulis pertama dalam bahasa Aram (Ibrani Kuno) dan Injil ditulis dalam bahasa Yunanai, yang saya miliki berbahasa Indonesia, tapi namanya tetap Taurat dan Injil.

Yunanai atau Yunani?anyway, itu kata siapa atau info dari mana…?

@Axiva,

Tanks koreksinya, yang benar Yunani. Bukti ditemukan gulungan kitab dalam bahasa yang saya sebutkan.
Tentunya anda juga percaya bahwa Quran ditulis dalam bahasa Arab berdasarkan bukti sejarah.

Salam,

@No_nick,

Maaf saya harus mulai dari yang mana nich…..
Anda membuat saya bingung:
Pertama anda katakan “Kami percaya bahwa YESUS BELUM MATI tapi diangkat langsung ke surga”.
Kedua anda mengatakan “Kami percaya bahwa YESUS M
ATI dan diangkat langsung ke surga….”
Mana yang anda percayai?????

Injil mencata Yesus disalib dan mati, disaksikan seluruh penduduk kota Yersalem. Tiba-tiba 600 tahun kemudian muncul Quran mencatat Yesus tidak mati (kontradiktif) padahal tidak melihat langsung prosesinya. Logikanya mana yang benar, Injil atau Quran????

>>Bung Giarto catat ini : kami mempercayai kitab2 sebelumnya tapi versi yg asli bukan yg lama dijadikan baru atau sebaliknya.

@No_nick,
Maaf koneksi terputus, saya ulangi:

Maaf saya harus mulai dari yang mana nich…..
Anda membuat saya bingung:
Pertama anda katakan “Kami percaya bahwa YESUS BELUM MATI tapi diangkat langsung ke surga”.
Kedua anda mengatakan “Kami percaya bahwa YESUS MATI dan diangkat langsung ke surga….”
Mana yang anda percayai?????

Injil mencata Yesus disalib dan mati, disaksikan seluruh penduduk kota Yersalem. Tiba-tiba 600 tahun kemudian muncul Quran mencatat Yesus tidak mati (kontradiktif) padahal tidak melihat langsung prosesinya. Logikanya mana yang benar, Injil atau Quran????

>>Bung Giarto catat ini : kami mempercayai kitab2 sebelumnya tapi versi yg asli bukan yg lama dijadikan baru atau sebaliknya

@No_nick,
Maaf koneksi terputus, saya ulangi:

Maaf saya harus mulai dari yang mana nich…..
Anda membuat saya bingung:
Pertama anda katakan “Kami percaya bahwa YESUS BELUM MATI tapi diangkat langsung ke surga”.
Kedua anda mengatakan “Kami percaya bahwa YESUS MATI dan diangkat langsung ke surga….”
Mana yang anda percayai?????

Injil mencata Yesus disalib dan mati, disaksikan seluruh penduduk kota Yerusalem. Tiba-tiba 600 tahun kemudian muncul Quran mencatat Yesus tidak mati (kontradiktif) padahal tidak melihat langsung prosesinya. Logikanya mana yang benar, Injil atau Quran????

>>Bung Giarto catat ini : kami mempercayai kitab2 sebelumnya tapi versi yg asli bukan yg lama dijadikan baru atau sebaliknya

@No_nick,

Dikatakan bahwa Quran untuk penduduk kota Mekah dan penduduk sekelilingnya. Menunjukkan spesifik untuk orang Mekah dan orang Arab umumnya (sekeliling Mekah). Diturunkan dalam bahasa Arab kalau bukan untuk orang Arab siapa lagi????

Salam.

@Sugiarto

>>Tanks koreksinya, yang benar Yunani. Bukti ditemukan gulungan kitab dalam bahasa yang saya sebutkan.
Tentunya anda juga percaya bahwa Quran ditulis dalam bahasa Arab berdasarkan bukti sejarah.

Setahu saya Yesus/Isa lahir dijerusalem dan bahasa yg digunakan juga bukan bahasa yunani (jauh bo’ jerusalem ama yunani), jadi manuskrip yg ditemukan itu pasti sudah dalam bentuk translasi bukan bahasa asli atau cara yesus berkomunikasi.

Alquran berbahasa arab bukan karena bukti sejarah, tapi memang ada statement dari Allah seperti ayat yang anda sadur sendiri:

Surat 42 Asy Syuuraa ayat 7: ” Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu Al Quran berbahasa Arab supaya engkau memberi peringatan kepada (penduduk) ibu negri (Mekah) dan orang sekitarnya, ……..dst”

dan masih banyak ayat lain yg menyatakan hal itu, salah satunya surat Az-Zukhruf:003:
“Sesungguhnya Kami menjadikan Al Qur`an dalam bahasa Arab supaya kamu memahami(nya).”

Saya mengimani injil dan kitab2x lain sebelumnya karena Allah memerintahkan dalam alquran demikian, tapi jika anda klaim alkitab yg anda baca sekarang itu adalah injil, atas dasar apa saya harus percaya bahwa itu adalah seperti injil yang pernah Allah turunkan.

Bagaimana mungkin anda klaim alkitab yang anda jadikan referensi itu adalah firman Tuhan kalo anda saja tidak tahu bagaimana caranya Tuhan berfirman.

Coba yakinkan saya!!!

Piisss

@Sugiarto

>>Dikatakan bahwa Quran untuk penduduk kota Mekah dan penduduk sekelilingnya. Menunjukkan spesifik untuk orang Mekah dan orang Arab umumnya (sekeliling Mekah). Diturunkan dalam bahasa Arab kalau bukan untuk orang Arab siapa lagi????

kata “…waman hawlahaaa…” dalam surat 6:92 yang diterjemahkan “…orang-orang diluar dilingkungannya…” dalam bahasa arab bermakna luas (accross nation), karena mekah pada waktu itu adalah tempat persinggahan para saudagar dari berbagai negara. Jadi ayat itu memerintahkan kepada Muhammad agar menyampaikan pesan Allah kepada penduduk mekah (secara spesifik,karena banyak orang yg menentang dari kalangan quraisy dimekah) dan bangsa2x yang lain.

Inilah pentingnya bahasa asli agar tetap bisa menjadi rujukan bila ada kesimpangsiuran. Translasi bahasa dalam alquran dibagi dalam “penerjemahan”, terjemahan langsung;
“penafsiran”, makna sesungguhnya dari bahasa asal;
“sebab-sebab turunnya ayat”, dasar Allah mewahyukan hal tsb

Jadi gak cuma diterjemahkan kemudian ditafsirkan sendiri. Itulah kenapa saya tanya bahasa asal injil itu apa? karena saya yakin Yesus/Isa pasti mengatakan sebuah kebenaran tapi saya gak yakin jika maknanya seperti apa yang anda atau teman2x anda katakan dalam blog ini. Pasti ada ucapan Yesus/Isa yang disembunyikan atau disimpangkan artinya.

Piisss

Singkat saja deh, saya mau tanya sama orang2 Muslim, adakah ayat di dalam al-Quran yang diclaim isinya Firman Allah yang di sampaikan oleh Nabi Muhammad yang mungkin isinya seputar kehidupan Muhammand sendiri. mungkin kira2 seperti ayat berikut dalam injil. “Pada pagi-pagi hari dalam perjalanan-Nya kembali ke kota, Yesus merasa lapar. Dekat jalan Ia melihat pohon ara lalu pergi ke situ, tetapi Ia tidak mendapat apa-apa pada pohon itu selain daun-daun saja. Kata-Nya kepada pohon itu: “Engkau tidak akan berbuah lagi selama-lamanya!” Dan seketika itu juga keringlah pohon ara itu. (Matius 21:18)”

Seandainya ada ayat seperti itu di Al-Qur’an jelas sekali bahwa itu bukan Wahyu Allah tetapi mungkin sebuah cerita yang di kisahkan oleh orang yang langsung melihatnya (Sekelas Hadist).

Apakah anda yakin kalau Tuhan itu menuliskan diary
lalu di jadikan Kitab Suci….?

Lalu perumpamaan lain ayat yang dituliskan Tuhan di diary-Nya sbb: “Pada siang-siang hari yang panas dalam perjalanan Tuhan kembali ke kota, Tuhan merasa haus. Di ujung jalan Tuhan melihat Sungai lalu pergi ke situ, tetapi Tuhan tidak mendapat apa-apa pada Sungai itu selain kekeringan saja karena memang kemarau dan tidak ada hujan. Kata-Nya kepada Hujan: “Engkau tidak akan boleh Turun lagi kebumi selama-lamanya!”

Coba anda bayangkan bila ada Tuhan yang marah karena haus atau kurang kerjaan seperti itu yang jelas tidak untuk memperkuat iman karena yang di katakan-Nya menjadi kenyataan, kira-kira apakah masih ada lagi mahluk yang hidup di bumi….?

Tapi untungnya ayat yang saya tulis diatas hanya merupan AYAT PALSU yang ditulis oleh manusia sebagai perumpamaan saja, dan tanpa ada maksud untuk menyinggung yang lain.

@Sugiarto

>>Injil mencata Yesus disalib dan mati, disaksikan seluruh penduduk kota Yerusalem. Tiba-tiba 600 tahun kemudian muncul Quran mencatat Yesus tidak mati (kontradiktif) padahal tidak melihat langsung prosesinya. Logikanya mana yang benar, Injil atau Quran????

yang bikin injil siapa ?…(ini PR anda)
yang bikin alquran siapa ?…sudah pasti Allah yg Maha Mengetahui

@dear all,

Sebelum saya menjawab semua argumen anda, saya mau tanya: Quran diturunkan dari surga maksudnya berupa buku melayang dari surga? dan apa arti Quran?

@axiva,
>>yang bikin injil siapa ?…(ini PR anda)
Orang Islam selalu mengatakan Alkitab yang ada sekarang palsu, dengan demikian sudah selesai. Makanya anda sulit memahami tentang Isa, padahal dalam Quran tertulis nama Isa Almasih yang artinya Isa JURU SELAMAT tapi anda tutup mata.
Agama tidak dapat menyelamatkan manusia, tapi perlu juru selamat yaitu Isa, kalau anda masih ragu kenapa ditulis Isa Almasih?

@ratdix,
saya akan tampilkan hadits tentang junjungan anda yang sangat aneh dan tidak masuk di akal, maaf minta ijin dulu hahaha………………….

@No_nick,
>>Bung Giarto catat ini : kami mempercayai kitab2 sebelumnya tapi versi yg asli bukan yg lama dijadikan baru atau sebaliknya.

Anda sama dengan sdr.axiva, katakan saja palsu maka beres.
Bagaimana anda dapat mempercayai dua kitab (Quran dan Injil) yang saling kontradiktif?????

salam

@Dewo,
Maaf diskusi menjauh dari topik. Tapi saya berharap penganut agama bungsu ini dapat lebih jelas siapa Isa.
Saya mengikuti blog anda hanya ingin tahu mengapa terjadi penyimpangan terhadap agama Yahudi dan Kristen yang mereka percayai sebagai agama samawi.
Saya sudah mendapat beberapa kesimpulan dan kalau sudah cukup maka saya akan undur dari blog anda.

GBU

@Sugiarto

>>Sebelum saya menjawab semua argumen anda, saya mau tanya: Quran diturunkan dari surga maksudnya berupa buku melayang dari surga? dan apa arti Quran?

An-Nahl:102
“Katakanlah: “Jibril menurunkan Al Qur`an itu dari Tuhanmu dengan benar, untuk meneguhkan (hati) orang-orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”.”

Al-Mu`min:015
“(Dialah) Yang Maha Tinggi derajat-Nya, Yang mempunyai `Arsy, Yang mengutus Jibril dengan (membawa) perintah-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya, supaya dia memperingatkan (manusia) tentang hari pertemuan (hari kiamat).”

Al-Ma`aarij:004
“sesungguhnya Al Qur`aan itu benar-benar firman (Allah yang dibawa oleh) utusan yang mulia (Jibril)”

Sekarang saya tanya, injil diturunkan oleh siapa?

arti alquran adalah “BACAAN”.

Sekarang saya tanya, injil artinya apa?

@Sugiarto

>>Anda sama dengan sdr.axiva, katakan saja palsu maka beres.
Bagaimana anda dapat mempercayai dua kitab (Quran dan Injil) yang saling kontradiktif?????

Saya gak pernah bilang injil anda palsu, justru saya (sebagai orang yg diluar pagar) ingin bertanya kepada anda, injil yg anda baca itu apa?asalnya dari mana?

Sekarang saya tanya, anda menyimpulkan alquran itu menyimpang apakah sudah bertanya dulu kepada orang yg baca alquran?

disini yg kurang ajar saya atau anda? (no offense)

Piisss

@Sugiarto

>>Maaf diskusi menjauh dari topik. Tapi saya berharap penganut agama bungsu ini dapat lebih jelas siapa Isa.
Saya mengikuti blog anda hanya ingin tahu mengapa terjadi penyimpangan terhadap agama Yahudi dan Kristen yang mereka percayai sebagai agama samawi.
Saya sudah mendapat beberapa kesimpulan dan kalau sudah cukup maka saya akan undur dari blog anda.

anda tidak siap berdiskusi?

Piisss

@Sugiarto, @Dewo

>>Maaf diskusi menjauh dari topik. Tapi saya berharap penganut agama bungsu ini dapat lebih jelas siapa Isa….

Saya dan anda tidak pernah menyaksikan secara langsung kejadian 2007 tahun yg lalu, semua berdasarkan referensi. Sekarang masalahnya referensi mana yang paling absolut, injil yg anda baca atau alquran?

Selama definisi itu tidak terungkap, maka diskusi ini tidak pernah berujungpangkal, karena masing-masing bersandar pada jalurnya sendiri. Jadi saya menganggap pertanyaan saya masih relevan dengan tema ini.

Piisss

@Sugiarto

>>…Makanya anda sulit memahami tentang Isa, padahal dalam Quran tertulis nama Isa Almasih yang artinya Isa JURU SELAMAT tapi anda tutup mata.
Agama tidak dapat menyelamatkan manusia, tapi perlu juru selamat yaitu Isa, kalau anda masih ragu kenapa ditulis Isa Almasih?

At-Taubah:030
“Orang-orang Yahudi berkata: “Uzair itu putera Allah” dan orang-orang Nasrani berkata: “Al Masih itu putera Allah”. Demikianlah itu ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah mereka , bagaimana mereka sampai berpaling?”

Anda sendiri yg bilang Isa JURU SELAMAT meniru perkataan orang2x terdahulu, bukan alquran. Dan andalah yg menutup mata…(itu bukan kata saya, kata Allah)

Piisss

Dear Sugiarto,

@Dewo,
Maaf diskusi menjauh dari topik. Tapi saya berharap penganut agama bungsu ini dapat lebih jelas siapa Isa.
Saya mengikuti blog anda hanya ingin tahu mengapa terjadi penyimpangan terhadap agama Yahudi dan Kristen yang mereka percayai sebagai agama samawi.
Saya sudah mendapat beberapa kesimpulan dan kalau sudah cukup maka saya akan undur dari blog anda.

GBU

Mengapa harus undur diri? Anda memiliki wawasan dan pengetahuan yang luar biasa. Mohon dibagikan kepada kami semua. Memang kita harus maklum jika banyak yg menolak kebenaran sejati, termasuk orang Yahudi yg menolak Yesus Kristus. Tetapi bukan berarti Anda harus mengundurkan diri.

Mohon menjadi pengajar Kerajaan Allah bagi kami. Seperti Amanat Agung yg diamanatkan oleh Yesus Kristus, yaitu untuk mengabarkan Kerajaan Allah.

Tetapi saya tidak dapat memaksa Anda untuk tetap tinggal dalam pelayanan ini.

Terima kasih atas dukungan Anda. Tuhan memberkarti.

Salam.

Dear Axiva,

arti alquran adalah “BACAAN”.
Sekarang saya tanya, injil artinya apa?

Rupanya AQ itu artinya “Bacaan.” Sampai sejauh mana arti sebuah “bacaan” itu dapat menjadi bahan acuan hidup? Maaf, karena saat ini banyak sekali “bacaan” tetapi tidak ada satu pun yg dapat menjadi acuan hidup. “Bacaan” lain yg saya maksud itu misalnya: Novel, komik, dll.

Untuk Anda ketahui, Injil itu artinya “Kabar Gembira” atau “Kabar Baik.” Dan memang isi dari Injil adalah kabar baik tentang keselamatan umat manusia yg dilakukan oleh Yesus Kristus.

Silakan baca: Injil

Dear Axiva,

At-Taubah:030
“Orang-orang Yahudi berkata: “Uzair itu putera Allah” dan orang-orang Nasrani berkata: “Al Masih itu putera Allah”. Demikianlah itu ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah mereka, bagaimana mereka sampai berpaling?”

Hihihi… jangan bingung ya? Soalnya saya akan mengutip sedikit dari apa yg telah Anda tuliskan.

“Uzair itu putera Allah”

Ini hanya perkataan orang Yahudi atau tertulis di Kitab Yahudi? Jangan lupa bahwa Kitab Taurat itu kitabnya orang Yahudi. Tetapi jika tidak tertulis dalam Alkitab, saya pun tidak akan mempercayainya. Tetapi jika tertuang dalam Alkitab, maka mau tidak mau Anda harus mempercayai. Kenapa? Bukankah AQ datang untuk membenarkan Alkitab?

Al Masih itu putera Allah

Ini harus Anda percaya karena ada banyak ayat dalam Alkitab yg menyatakan bahwa Yesus Kristus itu Putera Allah. Tetapi jika Anda tidak mempercayai, maka batallah ayat AQ yg menuliskan tentang kehadiran AQ untuk membenarkan kitab sebelumnya, yaitu Alkitab.

Salam.

Dear Dewo,

>>Ini harus Anda percaya karena ada banyak ayat dalam Alkitab yg menyatakan bahwa Yesus Kristus itu Putera Allah. Tetapi jika Anda tidak mempercayai, maka batallah ayat AQ yg menuliskan tentang kehadiran AQ untuk membenarkan kitab sebelumnya, yaitu Alkitab.

atas dasar apa anda percaya bahwa alkitab yang anda baca itu adalah firman tuhan? anda belum menjawab pertanyaan saya sebelumnya.

Dear Axiva,

atas dasar apa anda percaya bahwa alkitab yang anda baca itu adalah firman tuhan? anda belum menjawab pertanyaan saya sebelumnya.

Ya jelas percaya lah. Lha AQ saja diturunkan untuk membenarkan Alkitab.

Sedangkan mengenai Yesus adalah Anak Allah, berikut adalah sedikit yg dapat saya kutib dari Alkitab:

Yohanes 1:14 Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

Matius 3:17 lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.”

Matius 17:5 Dan tiba-tiba sedang ia berkata-kata turunlah awan yang terang menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara yang berkata: “Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia.”

Markus 9:7 Maka datanglah awan menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara: “Inilah Anak yang Kukasihi, dengarkanlah Dia.”

Lukas 9:35 Maka terdengarlah suara dari dalam awan itu, yang berkata: “Inilah Anak-Ku yang Kupilih, dengarkanlah Dia.”

II Petrus 1:17 Kami menyaksikan, bagaimana Ia menerima kehormatan dan kemuliaan dari Allah Bapa, ketika datang kepada-Nya suara dari Yang Mahamulia, yang mengatakan: “Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.”

I Yohanes 3:8 barangsiapa yang tetap berbuat dosa, berasal dari Iblis, sebab Iblis berbuat dosa dari mulanya. Untuk inilah Anak Allah menyatakan diri-Nya, yaitu supaya Ia membinasakan perbuatan-perbuatan Iblis itu.

Dear Dewo,

>>Rupanya AQ itu artinya “Bacaan.” Sampai sejauh mana arti sebuah “bacaan” itu dapat menjadi bahan acuan hidup? Maaf, karena saat ini banyak sekali “bacaan” tetapi tidak ada satu pun yg dapat menjadi acuan hidup. “Bacaan” lain yg saya maksud itu misalnya: Novel, komik, dll.

hihihi…anda ini koq lucu, kalo anda baca novel, komik, dll, jangankan untuk menjadi acuan hidup, untuk menjadi acuan meraih gelar civil engineering aja juga kagak bisa…hahaha

Piisss

Dear Axiva,

Iya jelas betul itu. Hahaha… Berarti “bacaan” memang tidak bisa menjadi acuan hidup ya?

hihihi…anda ini koq lucu, kalo anda baca novel, komik, dll, jangankan untuk menjadi acuan hidup, untuk menjadi acuan meraih gelar civil engineering aja juga kagak bisa…hahaha

Salam.

Dear Dewo,

Terimakasih atas penjelasan ayatnya dan saya bisa mengerti. Tapi sebenarnya yg ingin saya tanyakan adalah tulisan2x atau kata2x itu berawal dari mana? karena itu kan sifatnya sudah berupa translasi ke bahasa indonesia. Yang pasti yesus itu tidak berbicara dalam bahasa indonesia atau inggris.

Anda sebagai intelektual bisa mengerti kan pernak-pernik translasi bahasa seperti yg pernah saya utarakan…

Piisss

Dear Dewo,

>>Iya jelas betul itu. Hahaha… Berarti “bacaan” memang tidak bisa menjadi acuan hidup ya?

Iya betul sekali, hanya alquran (bukan sekedar bacaan) yg bisa jadi acuan hidup dan memberi petunjuk menuju jalan yg benar, bukan dengan “kabar gembira” saja.

Piisss

Dear Axiva,

Saat hidup Yesus berkomunikasi menggunakan bahasa Aram. Beberapa tahun kemudian ketika Yerusalem dikuasai Yunani/Romawi, akhirnya bahasa sehari-hari di sana menggunakan bahasa Yunani sehingga akhirnya semua dokumentasi dan Injil berbahasa Yunani.

Alkitab Indonesia langsung diterjemahkan dari bahasa Yunani aslinya, bukan dari Alkitab versi Inggris atau dari bahasa lain. Demikian juga Alkitab dari bahasa lain langsung menerjemahkan dari bahasa Yunani. Tahukan maksudnya? Jadi translasi Alkitab berbagai bahasa langsung dikerjakan dari Alkitab aslinya.

Saya sendiri sebenarnya cukup tertegun ketika Anda dan sebagian besar manusia lain mempermasalahkan bahasa Alkitab yg memang sengaja diterjemahkan sesuai dengan bahasa lokal. Tetapi di lain pihak Anda mengutip ayat2 AQ dengan bahasa Indonesia (silakan Anda baca komentar2 Anda sendiri yg mengutip ayat2 AQ).

Mengertikah apa yg saya maksud? Anda sendiri menerjemahkan AQ. Tetapi Anda mencela Alkitab berbahasa Indonesia dan “mempertanyakan” keabsahannya.

GBU

Dear All,

Sedikit tambahan mengenai bahasa: para Rasul mendapatkan karunia bahasa Roh dan mampu berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain. Padahal mereka sebelumnya tidak mengerti bahasa lain. Tetapi semenjak menerima Roh Kudus, mereka dapat berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain.

Berikut kutipan dari Alkitab:

Markus 16:15-19

Lalu Yesus berkata kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.”
Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah.

Kisah Para Rasul 2:4-11

Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.
Waktu itu di Yerusalem diam orang-orang Yahudi yang saleh dari segala bangsa di bawah kolong langit.
Ketika turun bunyi itu, berkerumunlah orang banyak. Mereka bingung karena mereka masing-masing mendengar rasul-rasul itu berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri.
Mereka semua tercengang-cengang dan heran, lalu berkata: “Bukankah mereka semua yang berkata-kata itu orang Galilea?
Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri, yaitu bahasa yang kita pakai di negeri asal kita:
kita orang Partia, Media, Elam, penduduk Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia,
Frigia dan Pamfilia, Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene, pendatang-pendatang dari Roma, baik orang Yahudi maupun penganut agama Yahudi, orang Kreta dan orang Arab, kita mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah.”

Semoga dapat menjadi wacana dalam persoalan “bahasa” seperti yg banyak diperdebatkan.

Salam.

Dear Dewo,

Terimakasih atas penjelasan anda.

Piisss

Al-Ma`aarij:004
“sesungguhnya Al Qur`aan itu benar-benar firman (Allah yang dibawa oleh) utusan yang mulia (Jibril)”

Sebelum Nabi muhammad wafat ada firman Allah yang turun sbb :

Al-Maaidah:003
“..Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah KU-SEMPURNAKAN untuk kamu agamamu, dan telah Ku-CUKUPKAN kepadamu ni`mat-Ku, dan telah Ku-RIDHAI ISLAM itu jadi AGAMA bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”

Lalu setelah Nabi Muhammad wafat, maka tidak ada lagi firman Allah yang turun melalui Jibril, dan kesucian Al-Quran dari manipulasi Manusia tetap terjaga dan di jaga Allah sehingga tidak terjadi manipulasi Ayat/Kitab Allah seperti kitab-kitab sebelumnya.

@Sugiarto
Yang saya tanyakan adalah :

>>Injil mencatat Yesus disalib dan mati, disaksikan seluruh penduduk kota Yerusalem. Tiba-tiba 600 tahun kemudian muncul Quran mencatat Yesus tidak mati (kontradiktif) padahal tidak melihat langsung prosesinya. Logikanya mana yang benar, Injil atau Quran????

Ya jelas Al-Quran yang benar donk, Anda yakin injil yang anda kutip diatas merupakan firman Tuhan, lalu ayat diatas di turunkan kesiapa sehingga bisa tertulis di injil yang anda baca…
PIKIR DONK…PIKIR….

Saya sendiri Sangat beriman pada kitab2 Allah, termasik injil dan taurat YANG ASLI/BENAR.
lha kalo kitabnya saja sudah terubah seperti itu gimana bisa di imankan, lha wong jelas2 ada Al-Quran yang diturunkan sebagai penyempurnakan kitab2 sebelumnya kok.

Dear Ratdix,

Saya sendiri Sangat beriman pada kitab2 Allah, termasik injil dan taurat YANG ASLI/BENAR.

Pinjam Injil & Taurat YANG ASLI/BENAR dong…

Salam

kalau anda ingin pinjam nanti saya akan pinjamkan kitab Al-Quran sebagai penyempurna dari kitab injil dan taurat. lha wong anda penganutnya aja masih bingung Injil yang asli itu yang mana karena memang ke asliannya tidak terjaga seperti Al-Quran. dan tahukan anda bahwa Nabi isa juga diperintahkan untuk mengerjakan sholat kok di Al-Quran, nah karena cara sholatnya sudah mulai buram entah karena memang telah di manipulasi oleh pengikut yang fanatik atau oleh musuh2 nasrani, hanya Allah yang tau, makanya di turunkan Al-Quran dan tata caranya di jelaskan di Al-Hadist seperti tata cara sholat yang di lakukan Nabi Muhammad.
Coba deh, anda baca Al-quran yang telah di terjemahkan ke bahasa indonesia (tafsir) dan anda bedakan antara FIRMAN ALLAH dan CERITA YANG DITULIS MANUSIA.

haloo… gimana caranya kalo gua mau posh karya artikel/ karya tulis untuk Majalah GFresh!…
harus di email ke mana?
Thx Tuhan Memberkati

MIMPI DIBALIK PERJUANGAN HIDUP

Ada saatnya dimana kita merasa bahwa hidup ini adalah Suatu Perjuangan.. Saat dimana segala

keputusan ada ditangan kita sendiri. Tanpa keluarga, tanpa seorang yang kita cintai, dan tanpa

dukungan dari orang-orang yang selama ini dekat dengan kita…

sekalipun ada Slogan yang mengatakan bahwa, “Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, dan

hari esok harus lebih baik dari hari ini…”Tapi Perjuangan hidup akan membawa kita melihat pada

satu sisi Realitas Kehidupan yang sebenarnya, dimana hari ini tidak lebih baik dari hari kemarin

dan hari esok tidak akan lebih baik dari hari ini…

Seorang Pemenang tidak akan menjadi pemenang jika tidak melewati suatu Perjuangan dan

Seorang Pemimpin tidak akan menjadi Pemimpin jika tidak memiliki Mimpi untuk menjadi

Seorang Pemimpin…
Ada waktu dimana Tuhan akan membawa kita pada satu proses dimana kita sedang menuju pada

Mimpi itu, yang juga merupakan Impian Tuhan atas hidup kita, bahwa kita akan menjadi Kepala,

bukan Ekor!!! Masalahnya hanya Waktu…

Kecenderungan Manusia adalah bagaimana bisa meraih impian dalam waktu yang singkat…

tanpa ingin melalui suatu proses yang juga merupakan Pembelajaran untuk memiliki Mentalitas

Seorang Pemimpin…
Sehingga akan menonjolkan karakter alamiah yang ada pada diri manusia… “Munafik !!!”
Saat berada dalam lingkungan dimana dia berharap untuk bisa diterima didalamnya, manusia

akan menampilkan sisi terbaik yang dia miliki.. tapi saat berada dalam lingkungan yang

merupakan kesehariannya atau lingkungan keluarganya, sosok ‘manusia ego’ yang akan

mendominasi hidupnya.

Masalahnya bukan dimana kita memilih lingkungan yang akan kita tempati, melainkan lingkungan

mana yang akan membawa kita bisa meraih Mimpi kita…

Adalah baik jikalau kita diperhadapkan pada satu lingkungan ke lingkungan yang lainnya.. “Harga

suatu Pengalaman sangat Mahal, karena itu jauh lebih baik jika kita mau belajar dari pengalaman

orang lain.”
Pengalaman hidup akan membawa kita pada tingkat kedewasaan lebih tinggi. Kita akan

dipertemukan dengan berbagai macam karakter yang ada pada diri manusia… mulai dari Karakter

Seorang Pemimpin Sejati, Mental Seorang Pemenang, bahkan sampai Kepribadian Seorang

Pecundang…

Kepasrahan Total kepada Sanga Pencipta adalah Harga Mati bagi Seorang Pejuang Sejati.. Saat

ini kita mungkin merasa telah berada pada lingkungan yang tepat, dimana kita selalu

diperhadapkan dengan orang-orang yang memiliki karakter Seorang Pemimpin Sejati… Tapi hal

itu bukan berarti kita telah memiliki Mental Seorang Pemenang… mungkin ada saatnya kita akan

mengalami masa dimana tekanan pekerjaan semakin berat yang akhirnya membuat kita

mencoba untuk menyerah, sehingga kita tidak lebih ndari seorang Pecundang !!!

Akhir kata… Tidak ada hal yang kebetulan dalam hidup ini, semua merupakan Rancangan dari

Sang Sutradara Kehidupan… Karena itu, Saat ini, Dimanapun kita berada.. Profesi apapun yang

sedang kita lakukan.. Marilah untuk selalu melakukan Yang Terbaik, jangan pernah menoleh

kebelakang apalagi mencoba untuk Menyerah… Karena kita hanyalah sebagai Aktor Kehidupan..

Jika kita keluar gari Skenario Kehidupan yang telah dirancang OlehNya… KEBERHASILAN hanya

akan menjadi sebuah Impian dan untuk selamanya hanya akan menjadi …SEBUAH MIMPI…

Terinspirasi oleh Perjuangan Hidup dari Seorang Idealis Sejati…
written by. a’chionk (feb’07)

Kaum Muslim selalu mengatakan bahwa Injil yang dipunyai umat Kristen sekarang ini adalah Injil yang PALSU, tetapi kaum Muslim TIDAK PERNAH menunjukkan mana Injil yang ASLI itu. Juga dengan pernyataan : Injil sekarang ini sudah diubah oleh manusia, tetapi tidak tahu bagian mana yang diubah.

Ada juga yang menunjukkan “Injil yang Asli” seperti misalnya Injil Barnabas, karena injil itu menulis sesuatu yg bertentangan dgn Kisah Yesus dalam Injil. Tetapi banyak yang tidak tahu kalau Injil Barnabas ditulis dlm Bahasa Italia, dan muncul sekitar 1000 tahun sesudah peristiwa Yesus.

Tapi,

Kalau ingin membandingkan, jangan bandingkan AlQuran dengan Alkitab (Injil). Tetapi bandingkanlah Alquran dengan Yesus. Dalam pemahaman Islam Alquran adalah Firman Allah, sementara dlm pemahaman Kristen, Yesus adalah Firman Allah.

gitu dulu…🙂

@axiva,

Saya siap berdiskusi sampai Injil diberitakan sampai ujung bumi.

>>Anda sendiri yg bilang Isa JURU SELAMAT meniru perkataan orang2x terdahulu, bukan alquran. Dan andalah yg menutup mata…(itu bukan kata saya, kata Allah.

Tapi Quran menulis “Isa Almasih

Saya yakin anda belum pernah baca Injil karena menurut tradisi anda adalah haram.
Yesus dinubuatkan dalam Taurat dan Zabur baik kelahirannya,kematiannya dan kebangkitannya tertulis dengan tepat.
Justru Quran yang keliru, Taurat-Zabur-Injil sejalan dan seiring. Quran menyimpang dari Induknya yaitu Alkitab.
Saya yakin Quran 1000% memang ASLI, yaitu soal penyimpangannya terhadap Injil. Jadi buat apa asli seasli-aslinya kalau menyesatkan.

salam

@axiva, ratdix

Quran mencatat “Tidak ada seorangpun yang tahu hari kiamat kecuali Allah”.
Quran juga mencatat” Tapi Isa putra Maryam mengetahui hari kiamat”.
Jadi logikanya: Isa adalah Allah
Pikir…pikir…ayo pikir…pikirrrrrrrr!!!

Anda akan bertanya-tanya,”jangan-janga Quran saya ini palsu”. Tidak! Quranmu ASLI!
Saya jamin malam ini anda tidak bisa tidur, hahaha……………..

Salam dalam kasih Kristus Yesus

@Ratdix,

kalau anda ingin pinjam nanti saya akan pinjamkan kitab Al-Quran sebagai penyempurna dari kitab injil dan taurat.

Perasaan saya minta pinjamnya Alkitab yg ASLI/BENAR deh. Kok dipinjaminnya AQ? Hayo ngaku! Tidak punya Alkitab yg ASLI/BENAR ya? Tapi kok Anda bisa mengimaninya?

Saya sendiri Sangat beriman pada kitab2 Allah, termasik injil dan taurat YANG ASLI/BENAR.

@Fertobhades,
Injil Barnabas memang ada yg asli dan ada yg palsu. Kalau yg asli adalah dari Barnabas jaman Paulus. Barnabas itu rekan pelayanan Paulus dan membuat surat kepada jemaat di Ibrani. Sedangkan Barnabas yg datang belakangan adalah seperti yg Anda sebutkan, yaitu dari Italia.

@Sugiarto,

Saya siap berdiskusi sampai Injil diberitakan sampai ujung bumi.

Anda adalah salah satu prajurit Allah. Selamat berkarya & berjuang.

Salam.

@Dewo,

Saya hanya membagikan apa yang saya tahu, selebihnya Roh Kudus yang berkarya, saya hanyalah seorang hamba dan mengerjakan apa yang Tuanku perintahkan: “Beritakan Injil sampai ujung bumi”.

GBU

@sugiarto
Quran mencatat “Tidak ada seorangpun yang tahu hari kiamat kecuali Allah”.
Quran juga mencatat” Tapi Isa putra Maryam mengetahui hari kiamat”.

Tidak ada di Al-Quran tertulis manusia mengetahui kapan kiamat akan datang. kalau maksud anda adalah ayat berikut :

Az-Zukhruf:061
“Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat. Karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus.”

Kalau hal itu yang dimaksud, maka semua rosul dan Nabi pun memberikan pengetahuan & peringatan tentang kiamat itu benar, tapi untuk mengetahui kapan terjadinya tidak ada seorang manusiapun yang tahu.

Coba deh anda buka sedikit hati anda dan mulai untuk memahami Al-Quran
http://quran.islamdotnet.com

Semoga Allah memberikan hidayah-Nya kepada kalian, dan apabila ada pertanyaan ketika anda mencoba memahami islam, saya akan coba bantu anda, dan apabila saya tidak bisa menjawab pertanyaan anda karena memang keterbatasan ilmu, mungkin rekan-rekan lain bisa menjawab.

Tuhan Yesus adalah Gembalaku dengan dia aku tidak akan tersesat tidak ada keraguan sedikitpun akan kematian dan kebangkitan Tuhan Yesusu ke surga Yang Bangkit dari Kuasa Maut/kegelapan sebab sebelum penderitaan sampai pada penyaliban di Golgota sudah dengan jelas Tuhan Yesus sendiri berfirman Bahwa Anak Manusia harus Mati dan akan Bangkit pada hari ketiga guna penebusan dosa umat manusia bukan hanya untuk umat israel atau pengikut kristus saja tetapi bagi semua umat Allah yang percaya akan penebusan putra Allah maka ia akan selamat.ketuklah maka pintu akan dibukakan bagimu…. dan ayah mana yang jika anaknya meminta makanan kepadanya diberikan ular firman Tuhan Yesus ini mengisyaratkan bahwa manusia telah sejak lama menantikan sang Juru selamat maka Allah berkenang mengutus putranya Tuhan Yesus kristus dan kepada siapa mencari keselamatan maka ia pasti akan mendapatkannya.tidak ada keselamatan selain dari percaya bahwa Tuhan Yesus datang di dunia adalah untuk menebusdi dosa manusia dari kuasa iblis akan dosa,mengenai ajaran lain seperti sesamaku muslim saya tidak bisa memaksa anda untuk percaya tapi saya percaya akan satu hal bahwa sebelum Tuhan Yesus wafat di salib Yesus pernah memperingatkan murid-muridnya bahwa akan ada seorang yang Lain yang akan datang setelah kepergiannya tetapi dia (nabi) ini akan banyak menyesatkan orang karena dia membelokan kebenaran dan menyangkal bahwa dia Yesus bukan Tuhan. ini sangat jelas tertulis dalam injil sebelum yesus di tangkap dan siksa di kayu salib tentang siapa nabi itu saya tidak tahu apakah sudah pernah ada atau belum datang saya mengajak saudaraku yang muslim sebelum berargumen baca dulu injil…salam damai Kristus

@ratdix
Quran mencatat “Tidak ada seorangpun yang tahu hari kiamat kecuali Allah”.
Quran juga mencatat” Tapi Isa putra Maryam mengetahui hari kiamat”.

Tidak ada di Al-Quran tertulis manusia mengetahui kapan kiamat akan datang. kalau maksud anda adalah ayat berikut :

Sudah jelas…. Jadi sesungguhnya Isa putra Maryam bukan tergolong manusia seperti yang diklaim banyak orang non kristen. Apa yang kau sebut Isa putra Maryam adalah Tuhan sang juru selamat…

Coba deh anda buka sedikit hati anda dan mulai untuk memahami Al-Quran
http://quran.islamdotnet.com

Memahami kitab suci tidak cukup dengan hati, karena banyak sekali orang yang diluar baik tetapi hatinya busuk. Kalau memahami kitab suci harus dengan kehadiran roh kudus didalam hati, biar DIA yang mengajar kita tentang firman yang akan kita renungkan.

@Ratdix

Emang bung Sugiarto itu gak ngerti kata2 “pengetahuan tentang kiamat” dengan “kapan” terjadi hari kiamat. Anda berbusa kalau menjelaskan sama bung Giarto.

o ya saya belum sempat menjelaskan soal kematian Yesus, yg saya maksud yaitu Yesus memang wafat tapi dia tidak mati ditiang salib, dia disembunyikan dari kejaran musuhnya2 sampai dia wafat yg Allah saja cuma maha tahu, dan yg disalib adalah salah satu murid Yesus yg menyeleweng dari ajarannya dgn berdasarkan pemikiran bahwa Kekasih Allah tdk akan mati dgn terhina seperti itu.

Sekarang pertanyaan untuk semua, semasa Yesus masih hidup tidak mengenal adanya salib (atau cara sembahyang dengan menyilangkan tanda salib) dan ketika Yesus membimbing muridnya siapa yg dia suruh sembah dan bagaimana cara menyembah-Nya..apakah dia menyuruh menyembah dirinya (tolong sebutkan ayatnya),dan bagaimana cara menyembahnya, ketika matipun dia tidak pernah menyuruh cara beribadah dgn tanda salib yang menyiksanya..(mana ayatnya).
Islam jelas ada perintah shalat dan sejarah terjadinya. Kesimpulan diatas bahwa cara menyembahpun cuma rekayasa saja. Saya sudah berulangkali bertanya diatas dimana ayat yang menyuruhnya disembah dan dgn cara bagaimana???
Disitulah letak kepalsuannya..carilah sendiri kalau mau minta akan saya carikan tapi tunggu di session berikutnya.
Ketika seorang “Pendeta Gereja Advent” (mantan teatangga saya di palembang dan menginap) datang lalu bercerita kepada saya bahwa ajarannya seperti Islam : Bahwa ajarannya tidak boleh makan babi, anjing apalagi minuman keras saya jadi bingung ayat mana yg dia pergunakan (tapi saya tdk mau mencelanya krn dia teman ibu saya), saya berpikir kembali bahwa inilah salah satu cara men”distorsi” agama Islam yg memang dari dulu terus diserang dgn cara halus maupun kasar dan itu itu fakta hingga sekarang.
Coba kalian bandingkan bagaimana Islam dan Katolik menyebarkan agamanya yg mana banyak dgn cara damai atau kasih, coba kalian hitung.
Dan kalaupun itu ada teroris itu bukan cara penyebaran agama Islam tapi “akumulasi” kebencian terhadap negara yg memperlakukan dgn tidak adil dan terus memporak-porandakan kebudayaan yg mereka pegang teguh.

Tolong jawab pertanyaan saya ini dulu, Gimana bung Dewo tolong jelaskan dgn tidak separo-separo

Rukun Iman dalam Islam ada 5
* Beriman Kepada Allah
Dengan Iman, kita membulatkan keyakinan dan menundukkan diri serta hati kita hanya kepada-Nya.Secara positifnya kita menuju Tauhid yang semurni-murninya dan secara negatif kita menolak segala bentuk pemujaan kepada selain Allah s.w.t.
* Beriman Kepada Malaikat-Malaikat
Dengan Iman kita mempercayai bahawa adanya makhluk ghaib yang bernama Malaikat yang menjalankan tugasnya mengikut perintah Allah.Secara positif kita percaya kepada alam ghaib yang ditegaskan oleh Allah dan secara negatif kita menolak segala bentuk ghaib yang tidak dinyatakan Allah.
* Beriman Kepada Rasul-Rasul
Dengan beriman kepada Rasul-Rasul, kita mempercayai adanya pesuruh-pesuruh Allah di muka bumi ini untuk dijadikan petunjuk dan teladan.
* Beriman Kepada Kitab-Kitab
Dengan beriman kepada kitab-kitab suci, kita mempercayai adanya kitab-kitab Allah yang memimpin manusia, yang di akhiri oleh Kitab Al-Quran.
* Beriman Kepada Hari Kiamat
Dengan Iman, kita mempercayai bahwa di sebalik kehidupan di dunia yang fana ini masih ada lagi kehidupan yang abadi dan kekal yaitu suatu tempat penentuan kedudukan manusia sama ada di syurga atau neraka.(Bkn Kapan kiamat. !!)

* Beriman Kepada Qada’ dan Qadar (takdir)
Dengan beriman kepada qada’ dan qadar, kita mempercayai bahwa di samping kita berusaha dan merancang akan kehidupan di dunia ini, Allah telah menentukan segala sesuatu itu dan terletak di dalam kekuasaan-Nya.
See you

Sebaiknya kita tidak perlu saling menyalahkan agama orang lain dan membenarkan agama kita sendiri, kita sebagai anak-anak Tuhan cukup memberitakan injil bagi mereka yang belum percaya dan sampaikanlah injil itu dengan kata-kata yang baik dan santun tanpa harus menyindir atau menghina dan memaksakan iman kita, karena Tuhan Yesus selalu mengajarkan untuk Mengasihi Sesama Manusia, bagaimana kita dapat mengajak orang lain untuk percaya kalau dalam diri kita sendiri penuh nafsu/emosi (bukan Kasih Kristus), biarkanlah Roh Kudus yang bekerja dalam hati mereka masing-masing, karena tidak ada seorangpun yang dapat mengaku bahwa Tuhan Yesus itu adalah Tuhan kalau bukan karena Roh Kudus.

@Timoteo_inlove

Coba anda sebutkan ayat yang mana dalam Al-Kitab yg menyiratkan ramalan tentang nabi sesat tersebut???
Saya tantang anda untuk membaca uraian dari ayat injil anda sendiri yg mengungkap fakta apakah Yesus Tuhan dan dan Apakah Dia yg akan menebus dosa? dan bila anda menyangkal ayat tersebut dgn ayat lain dalam Alkitab anda sendiri maka kepercayaan anda saya nyatakan “gugur” karena saling bertentangan.
Maaf bung Dewo memang kata2 saya agak keras tapi itulah cerita dan fakta yang terjadi yg saya sendiri alami.
Siap tidak siap saya akan kemukakan mengenai tantangan bahwa Yesus bukan Tuhan dan hanya Tuhanlah yg berkuasa atas segala-galanya, Surga bukan Kerajaan yg mengenal putra mahkota hanya “Bapaklah” sebagai pengatur kepala rumah tangga yg berhak menentukan dan mengatur semua, bukan anaknya!!! Pertanyaan sederhana lagi sebelum saya kemukakan fakta yg lebih detail, rasul atau nabi sebelumnya yg belum mengenal Yesus apakah masuk neraka karena mereka sudah di alam baka sebelum Yesus lahir padahal merekalah orang2 terpilih dan dilindungi dari perbuatan2 jahat dan dosa.

See you

Apakah Almasih adalah Tuhan dan Anak Allah karena dia dilahirkan tanpa bapak.

* Hadhrat Adam dilahirkan tanpa ibu dan bapak. Apakah ini berarti dia lebih besar, baik dari Tuhan sendiri maupun anak-Nya? Begitu pula mengenai Melkisedek, raja Salem, kita baca dalam Bibel: “Ia tidak berbapak, tidak beribu, tidak bersilsilah, harinya tidak berawal dan hidupnya tidak berkesudahan, karena ia dijadikan sama dengan Anak Allah, ia tetap menjadi imam sampai selama-lamanya” (Ibrani 7:3).

Dalam Injil kata Anak Tuhan tidak dapat kita artikan secara harfiah, melainkan harus diartikan sebagai kata-kata kiasan. Ada dua alasan tentang ini:
1. Yesus sendiri menafsirkan istilah “Anak Tuhan”. Dalam rangka tafsirnya ini tingkat kedudukannya tidak melebihi nabi-nabi lainnya, malahan tampak lebih rendah dibanding dengan beberapa nabi yang lain. Dikatakan: “Aku dan Bapa adalah satu.” Sekali lagi orang-orang Yahudi mengambil batu untuk melempari Yesus. Kata Yesus kepada mereka: “Banyak pekerjaan baik yang berasal dari Bapaku yang kuperlihatkan kepadamu; pekerjaan manakah di antaranya yang menyebabkan kamu mau melemparkan Aku?” Jawab orang-orang Yahudi itu: “Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diriMu dengan Allah.” Kata Yesus kepada mereka: “Tidakkah ada tertulis dalam kitab Taurat kamu: Aku telah berfirman: Kamu adalah Allah? Jikalau mereka, kepada siapa firman itu disampaikan, disebut Allah – sedang Kitab Suci tidak dapat dibatalkan, masihkah kamu berkata kepada Dia yang telah dikuduskan oleh Bapa dan yang telah diutusNya ke dalam dunia: Engkau menghujat Allah! Karena Aku telah berkata: Aku Anak Allah?” (Yohanes 10:30-36). Adalah jelas bahwa orang Yahudi memandang Yesus sebagai seorang manusia yang berbohong karena mengaku dirinya sebagai Tuhan. Sekiranya dia sebenarnya Tuhan, dia tentunya mengaku terus terang bahwa dia memang Tuhan. Namun, dia menjawab bahwa tentang para nabi-nabi dan orang-orang suci di masa lalu dikatakan: Kamu tuhan.” Karena itu apa salahnya kalau dia mengatakan dia “Anak Tuhan” dalam artian, sebagaimana halnya nabi-nabi masa lalu disebut Tuhan. Dalam artian seperti itulah Yesus juga disebut anak tuhan, secara kiasan, bukan harfiah, bukan dalam arti hakiki.

2. Kata “Anak Tuhan” banyak sekali digunakan oleh Bibel untuk orang-orang lain. Kita cantumkan di sini:

“Maka engkau harus berkata kepada Firaun: Beginilah firman TUHAN: Israel ialah anakku, anakKu yang sulung” (Keluaran 4:22).

“Kamulah anak-anak TUHAN, Allahmu” (Ulangan 14:1).

“Bapa bagi anak yatim dan Pelindung bagi para janda, itulah Allah di kediamanNya yang kudus” (Mazmur 68:6).

“Dialah yang akan mendirikan rumah bagi namaKu dan dialah yang akan menjadi anakKu dan Aku akan menjadi bapaNya; Aku akan mengokohkan takhta kerajaannya atas Israel sampai selama-lamanya”. (II Samuel 7:13,14).

“Aku telah memilih dia menjadi anakKu dan Aku akan menjadi bapanya” (I Tawarikh 28:6 dan 22:10).

“Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.” (Matius 5:19).

“Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.” (Matius 5:45).

“Dan janganlah kamu menyebut siapa pun bapa di bumi ini, karena hanya satu Bapa, yaitu Dia yang di sorga.” (Matius 23:9).

“Setiap orang yang percaya, bahwa Yesus adalah Kristus, lahir dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi Dia yang melahirkan, mengasihi juga Dia yang lahir dari padaNya” (I Yohanes 5:1).

“Anak Enos, anak Set, anak Adam, anak Allah.” (Lukas 3:38).

“Kita ini dari keturunan Allah juga” (Kisah Rasul-Rasul 17:28).

“Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah” (Roma 8:14).

“Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah” (Roma 8:14)

“Dan bukan untuk bangsa itu saja, tetapi juga untuk mengumpulkan dan mempersatukan anak-anak Allah yang tercerai berai” (Yohanes 11:52)

“Sebab semua orang yang dipilihNya dari semula, mereka juga ditentukannya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran AnakNya, supaya ia, Anaknya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara” (Roma 8:29)

“Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?” (I Korintus 3:16)

“Dan Aku akan menjadi Bapamu, dan kamu akan menjadi anak-anakKu laki-laki dan anak-anakKu perempuan” (II Korintus 6:18)

“Anak-anak Allah yang hidup” (Hosea 1:10)

“Aku telah menjadi bapa Israel, Efrain adalah anak sulungKu” (Yeremia 31:9)

Dari kutipan di atas adalah jelas bahwa Bibel menyebutkan kata “Anak” dalam artian kasih dan sayang semata. Dan tidak diragukan bahwa status Hadhrat Almasih atau Yesus adalah seorang nabi yang dikasihi Tuhan.

Di Perjanjian Lama tafsir Injil Matius yang diterbitkan oleh “The Nile Publishing House”, halaman 178, di sana ditulis: “LAM YULIN ‘AN NAFSIHI MAN HUWA WALAM TAKUN NUBUWAAT AL’AHDIL QADIMI MUWADDHIHAH LAHUTAHU JALIYAN.” Artinya: Tentang diri sendiri Almasih tidak mengemukakan siapa, begitu pula nubuatan-nubuatan Perjanjian Lama tidak menunjukkan secara jelas tentang ketuhanannya…’

Kita lanjutkan nanti see you..

@Dear No_Nick,

Adalah jelas bahwa orang Yahudi memandang Yesus sebagai seorang manusia yang berbohong karena mengaku dirinya sebagai Tuhan. Sekiranya dia sebenarnya Tuhan, dia tentunya mengaku terus terang bahwa dia memang Tuhan. Namun, dia menjawab bahwa tentang para nabi-nabi dan orang-orang suci di masa lalu dikatakan: Kamu tuhan.” Karena itu apa salahnya kalau dia mengatakan dia “Anak Tuhan” dalam artian, sebagaimana halnya nabi-nabi masa lalu disebut Tuhan. Dalam artian seperti itulah Yesus juga disebut anak tuhan, secara kiasan, bukan harfiah, bukan dalam arti hakiki.

1) Silakan dibuka AQ mau pun Injil. Cari pula di Kitab Perjanjian Lama. Carilah suatu ayat yg menyebutkan bahwa Yesus pernah berkata bohong/dusta. Anda hanya akan menemukan bahwa Yesus “Tidak pernah berdosa.” Tidak pernah berdosa berarti tidak berbuat dosa sama sekali walau pun dosa yg kecil seperti “berbohong.” Bahkan di AQ, Anda disuruh menuruti dan mempercayai kata-kata Yesus.

Jika Anda sudah menemukan fakta ini, maka seharusnya Anda bisa menarik kesimpulan bahwa “SEMUA KATA-KATA YESUS ADALAH BENAR.” Dan karena semua kata-kata-Nya dikuatkan oleh Allah sendiri, maka kebenaran-Nya adalah sejati. Tetapi mengapa Anda masih berpolemik? Mengapa Anda masih mencoba memutar balikkan fakta?

2) Tahukah Anda bahwa sebagian dari ayat2 yg Anda kutip itu adalah menubuatkan YESUS? Silakan simak ayat2 lengkapnya. Dan silakan cari semua nabi atau tokoh agama lain yg sesuai dengan ayat tersebut. Anda hanya akan mendapati bahwa semuanya DIGENAPI oleh YESUS.

Silakan baca beberpa artikel saya yg lain yg menunjukkan pembuktian penggenapan nubuatan dari Kitab Perjanjian Lama oleh Yesus Kristus. Artikel yg paling baru adalah: “Apakah Tuhan Berolok-olok?”

Semoga Roh Kudus menerangi hati Anda. GBU.

@No_Nick,

>>Emang bung Sugiarto itu gak ngerti kata2 “pengetahuan tentang kiamat” dengan “kapan” terjadi hari kiamat. Anda berbusa kalau menjelaskan sama bung Giarto.

Hahaha………aku nonton dulu saja, lagi sibuk!
Kenapa anda melarang orang lain menjelaskan?!

Ini ada PR lagi: ” Isa terkemuka di dunia dan akhirat”
bukankah hanya Allah yang terkemuka??????
logikanya Isa=Allah
(ketawa lagi ah, hahaha………..)

Salam damai

sngkat aja yaa,,,
kalau yang namanya yesus itu sebagai ‘Tuhan’,,,dipikir sampai bertanduk juga nggak akan pernah masuk akal,,,

ambil contoh gampangnya begini,,,kalau anda membuat sebuah meja dari kayu, atau dari bahan apalah,,,setelah meja tsb selesai dibuat,,apa anda akan menyebut meja tersebut dengan ‘MANUSIA’…anda akan menyamakan derajat dan kedudukan meja tersebut sama dengan ‘MANUSIA’…
MANUSIA AJA GA AKAN PERNAH MAU DISAMAKAN DERAJATNYA SAMA BINATANG ATAU SETAN,,,APALAGI TUHAN,,,Isa A.S diciptakan Allah SWT dari tanah liat ,,sama seperti manusia,,,
hanya saja, Allah SWT mewahyukan kepada Beliau,,dengan Mukjizat,,,masa gitu aja sampai disebut Tuhan
sadar mas,,
mo ampe kapan ngeracunin orang,,,

mo tanya dong,,,kenapa sih injil tu ko ditulis dengan bahasa negaranya masing2,,,
contoh di Indonesia,,,pake bahasa indonesia,,,
emang ga pernah kepikiran ya,,kalo sewaktu2 anda bisa aja diboongin ama pencetaknya…

ko tau yesus itu Anak Tuhan,,,berarti ‘Maryam’ itu ibunya Tuhan,,,berarti ada om nya Tuhan,,,neneknya Tuhan,,,buyutnya Tuhan,,,berarti Nabi Adam Moyangnya Tuhan,,,terus yg menciptakan Manusia Pertama tsb, itu siapanya Tuhan,,,,,,
ASTAGFIRULLAH HAL ADZIM 99x,,,

@Bung Dewo
Sebelum saya lanjutkan ada baiknya membaca apa yg telah diungkapkan para sarjana2 bibel tentang Bibel (berita ini bukan dari umat Islam). Bacalah dgn kasih dan perasaanmu yg terbaik.
“Sejak awal penulisannya pada tahun 1946 . Sebanyak 75 sarjana Bibel dari perguruan tinggi terkemuka di Amerika dan Eropa telah berupaya -seperti yang diinginkan Dr. Robert Morey¬ untuk meneliti Bibel selama 6 tahun. Dan hasilnya, sebanyak 82 % dari ayat-ayat Bibel adalah bukan perkataan Yesus, sedang sisanya yang 18% dianggap asli. Hal yang sama telah dilakukan oleh kalangan Muslim sejak berabad-abad yang lalu, dalam upaya pembersihan ajaran yang teracuni cerita-cerita Israihyat dari Yahudi dan Kristen.”

Dr. G.C. Van Niftrik dan Dr. B.J. Bolland :

“Kita tidak usah malu-malu, bahwa terdapat berbagai kekhilafan di dalam Bibel; kehilafan-kekhilafan tentang angka-angka perhitungan; tahun dan fakta. Dan tak perlu kita pertanggungkan kekhilafan-kekhilafan itu pada caranya, isi Bibel telah disampaikan kepada kita, sehingga kita akan dapat berkata: “Dalam naskah aslinya tentu tidak terdapat kesalahan-kesalahan, tetapi kekhilafan itu barulah kemudian terjadi di dalam turunan naskah itu. Isi Bibel juga dalam bentuknya yang asli, telah datang kepada kita dengan perantaraan manusia”.19

Dr.R. Soedarmo

“Dengan pandangan bahwa Kitab Suci hanya catatan saja dari orang, maka diakui juga bahwa di dalam Kitab Suci mungkin sekali ada kesalahan. Oleh karena itu Kitab Suci mungkin sekali ada kesalahan. Oleh karena itu Kitab dengan bentuk sekarang masih dapat diperbaiki”.

Dan ini tanggapan ttg Islam :
Sesungguhnya lebih setengah abad yang lalu telah ada orang yang meramalkan bahwa Islam bakal diterima oleh masyarakat Eropa. Siapakah orang itu ? Dia adalah George Bernard Shaw (1856 – 1950), pujangga dan ahli sosialisme di Inggris. Inilah yang dia katakan

“Seperti Napoleon, sayapun lebih suka akan ajaran Muhammad. Saya yakin bahwa seluruh emperium Inggris akan berakhir abad ini. Pribadi Muhammad sangat agung. Saya kagumi dia dan saya menganut Muhammad dalam pandangan hidupnya. Selain saya menjunjung agama yang dibawa Muhammad setinggi-¬tingginya karena gaya hidup yang mengagumkan dari agama itu.

Itulah satu-satunya agama yang nampak memiliki kesanggupan yang sertai dengan fase – fase yang berubah – ubah yang dapat menempatkan dirinya pada setiap masa.
Tidak ragu lagi bahwa dunia akan memberikan penilaian tinggi tentang ramalan orang besar seperti saya. Saya telah meramalkan bahwa agama yang dibawa Muhammad patut diterima oleh Eropa sekarang.
Gereja – gereja Kristen pada zaman abad pertengahan, karena kejahilan dan kebodohannya, menggambarkan Islam dalam warna yang paling gelap. Memang mereka dilatih untuk membenci Muhammad dan agamanya. Bagi mereka, Muhammad adalah dajjal. Saya telah mempelajari dia (Muhammad), dia adalah seorang laki-laki yang menakjubkan, jauh daripada dajjal. Dia yang seharusnya disebut juruselamat umat manusia yang terbesar.
Saya yakin bahwa apabila orang seperti dia memegang pucuk pimpinan dunia modern sekarang ini, dia akan membawa kedamaian dan kebahagiaan yang sangat dihajatkan.”
Namun demikian kenaikan dan penurunan angka pemeluk suatu agama, khususnya dalam Islam, bukan suatu hal yang harus dibanggakan, apalagi dipaksakan. Kekuasaan dan Kemulyaan Allah tidak bergantung kepada banyak dan tidaknya orang yang beriman, sebab keimanan akan kembali kepada manusia itu sendiri. Iman itulah yang akan menyelamatkan manusia, baik di dunia maupun di akhirat.

Semoga menjadi acuan sebagai kerukunan antar umat beragama

Untuk mendukung pendapat tersebut saya tampilkan data hasil penelitian perkembangan agama-agama di dunia selama 50 tahun yaitu dari tahun 1934 sampai dengan tahun 1984, yang dilakukan oleh Keith W Stump sebagai berikut:

A. Agama-agama yang grafik pekembangannya naik, adalah:
1. Protestan, naik 57%
2. Budha, naik 63%
3. Katholik, naik 70%
4. Hindu, naik 117%
5. Sinto, naik 152%
6. Islam, naik 235%

B. Agama-agama yang grafik perkembangannya turun, adalah :
1. Yahudi, turun 4%
2. Kong Hu Chu, turun 13%
3. Kristen Ortodox, turun 36%

Pendapat diatas sekali lagi justeru bkn dari kalangan Muslim, saya menyampaikan ini diluar dari Umat Islam agar lebih obyektif.

See you

@Bung Dewo
Tuhan memberikan akal kepada kita. Melalui akal itu kita dapat membedakan antara barang tiruan dan asli, yang dusta dari yang benar. Bibel sendiri penuh dengan petunjuk yang membantah tuduhan-tuduhan terhadap Daud a.s. Cerita Bibel ini pasti dibuat-buat. Tak akan ada orang terhormat melakukan perbuatan rendah seperti ini. Apalagi satu wujud mulia, seorang nabi besar. Sebenarnya dalam Injil terdapat banyak keterangan yang menerangkan Yesus seorang berdosa. Sebagai misal:

“Demikianlah Yohanes pembaptis tampil di padang gurun dan menyerukan: “Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu” (Markus 1:4).

“Yesus memberikan minuman keras kepada orang lain” (Yohanes 2:8). Padahal dikatakan tentang minuman keras; “Anggur dan air anggur menghilangkan daya pikir” (Hosea, 4:1).

Menurut Injil, Yesus juga mengatakan yang dusta, karena pada Id Khayam dia menjawab kepada saudara-saudaranya: “Pergilah kamu ke pesta itu. Aku belum pergi ke situ, karena waktuKu belum genap”. Demikianlah kataNya kepada mereka, dan Iapun tinggal di Galilea. Tetapi sesudah saudara-saudara Yesus berangkat ke pesta itu, Iapun pergi juga ke situ, tidak terang-terangan tetapi diam-diam”. (Yohanes 7:8-10). (Dia sudah berbohong)

Dari Injil juga jelas tampak Yesus menghardik dan dengan nada menghina ibunya berkata: “Mau apakah engkau daripadaKu, Ibu? SaatKu belum tiba” (Yohanes 2:4).

Selanjutnya dalam Injil banyak cerita yang merendahkan keluhuran dan kemuliaan Yesus. Jalan keluar yang terbaik dari pelbagai tuduhan ialah harus menolak cerita-cerita itu dan kita harus mengatakan bahwa keterangan-keterangan tersebut dibuat-buat. Kita harus percaya bahwa Hadhrat Daud dan Hadhrat Isa Almasih a.s. adalah nabi-nabi yang maksum (suci dan bersih dari dosa) seperti diyakini oleh umat Islam.

Bung Dewo gak perlu khawatir, sampai kapanpun Isa Al-Masih (Yesus) mendapat tempat di hati kami. Di dalam Al Qur’an Bung Dewo akan mendapatkan jawaban apapun yg Bung Dewo inginkan tentang makna hidup.

Peace for all, See You…

@Bung Giarto and all
Melalui perdebatan ini saya mencari-cari dan baru mengetahui kalau di akhir perjalanan panjang seorang Napoleon dia mengakui bahwa Islam adalah Agama yg Agung seperti yg diungkapkan oleh George Bernard Shaw.

Peace for all

@Bung Dewo

Kalau pernyataan atau perbuatan Yesus yang ada di ayat2 tersebut salah apakah Bibel bisa dikatakan Kitab Suci..???

@No_Nick,

>>Saya telah mempelajari dia (Muhammad), dia adalah seorang laki-laki yang menakjubkan, jauh daripada dajjal. Dia yang seharusnya disebut juruselamat umat manusia yang terbesar.

Sayangnya Al Quran mencatat Isa yang dijuluki Al Masih artinya JURU SELAMAT.

Orang Islam tiap hari sholat lima waktu, hanya mendoakan Muhammad dan keluarganya supaya selamat. Kamu ini sadar apa tidak sih!!!!!!!
Bagaimana pengikutnya mau selamat, kalau bosnya saja tidak selamat!

Salam damai

@No_Nick,

Saya tidak heran kalau anda menulis panjang lebar seperti itu, saya juga punya buku yang anda jiplak tsb.
Buku tsb jawaban dari “Islamic Invantion” karangan Dr. Robert Morey. Saya sudah membaca keduanya (lebih obyektif), saya yakin anda belum membaca “Islamic Invation”.
Buku yang anda pakai utk acuan sangat dangkal, yang ditulis mantan biarawati yang menjadi mualaf hanya karena sang dosen tidak dapat memberi jawaban yang memuaskan.

Sebaiknya anda menuliskan sumber/narasumber, supaya tidak dikatakan plagiator/penjiplak!!!
Padahal anda tidak tahu apa-apa! apalagi membaca langsung Injil, seolah-olah anda mengerti Injil.

Maaf jangan tersinggung atau malu-malu.

Salam damai

@No_Nick,

Saya tidak heran kalau anda menulis panjang lebar seperti itu, saya juga punya buku yang anda jiplak tsb.
Buku tsb jawaban dari “Islamic Invantion” karangan Dr. Robert Morey. Saya sudah membaca keduanya (lebih obyektif), saya yakin anda belum membaca “Islamic Invation”.
Buku yang anda pakai utk acuan sangat dangkal, yang ditulis mantan biarawati yang menjadi mualaf hanya karena sang dosen tidak dapat memberi jawaban yang memuaskan.

Sebaiknya anda menuliskan sumber/narasumber, supaya tidak dikatakan plagiator/penjiplak!!!
Padahal anda tidak tahu apa-apa! apalagi membaca langsung Injil, seolah-olah anda mengerti Injil.

Maaf jangan tersinggung dan malu-malu.

Salam damai

@Dear jev Al-Hikmah,

Tuhan Yesus memang bukan untuk pintar (di dunia) tetapi bodoh (di surga). Tuhan Yesus juga bukan untuk orang kaya (di dunia) tapi miskin (di surga).

Tuhan Yesus untuk orang yg sederhana (di dunia) tetapi pintar (di surga). Dia hadir untuk orang sederhana (di dunia) tetapi kaya (di surga).

Jika Anda bingung, silakan baca Injil. Di sana banyak pengajaran yg sangat mulia dan kudus. Karena yg terkecil di dunia akan menjadi terbesar di Surga.

@Dear No_Nick,

Terus terang saya agak tidak enak bila harus menanggapi segala pernyataan Anda. Syukurlah Mas Sugiarto dapat menjawab dengan baik.

Tetapi yg perlu saya katakan pada Anda, lebih baik Anda membaca Injil itu sendiri. Dari pada Anda mengutip Injil tetapi salah, lebih baik Anda membaca Injil sendiri dengan baik. Karena pendapat Anda tentang Injil tersebut itu salah sama sekali.

Saya tidak tahu dari mana Anda mendapatkannya, tetapi silakan pelajari Injil dengan hati Anda sendiri. Siapa tahu penulis yg tulisannya Anda jiplak itu seorang provokator. Atau malah Dajjal atau Anti-Kristus itu sendiri.

Salam.

@Bung Giarto
Saya gak habis pikir dan bingung dgn pengartian arti tentang makna “obyektif” dan “subjektif” apalagi anda mengklaim punya gelar kesarjanaan. Bagaimana anda bisa dibilang objektif kalau anda mendukung pernyataan Robert Morey yg dari kalangan anda sendiri. Saya mencuplik pernyataan Mahatma Gandhi, Dr. G.C. Van Niftrik dan Dr. B.J. Bolland, George Bernard Shaw, dan para sarjana Bibel yg semua berasal dari kalangan non-Islam itu namanya “obyektif”, semua itupun disampaikan juga dari orang lain hingga ke mantan biarawati.
>>Napoleon di akhir hidupnya berkata” Aku mendirikan kerajaanku dengan kekuatanku (peperangan) dan sekarang kerajaanku hancur, tetapi Kristus (Yesus) mendirikan kerajaanNya dengan Kasih dan sekarang kerajaaNya kekal slama-selamanya”
Anda mencuplik dari mana??? kok gak disebutkan juga, jgn maling teriak maling begitu dong…
Kita ini lagi diskusi bukan lagi buat skripsi yg semuanya harus mencantumkan daftar pustaka!!! Kalau bahasa yg ada di Injil itu gak perlu gelar kesarjanaan, cukup anak SMP atau SMA tahu maksudnya. Apalagi dibandingkan dengan Sarjana Bibel.
Kalau ada pendapat George Bernard Shaw yg mengatakan Muhammad SAW sebagai Juru Selamat itu hak dia tapi yg jelas, Muhammad memberikan wahyu yg mulia dan agung ttg Kekuasaan Allah maka dari itu kami wajib berterimakasih kepada Dia melalui doa2. Tapi bagi kami Allah tetap nomor satu, karena Dialah yg menciptakan alam semesta beserta isinya. Kalau Bung Giarto bisa mendapat gelar kesarjanaan krn jasa Orang Tua bung, tentunya bung ikut mendoakan orang tua dong krn telah berjasa hingga bung jadi sarjana, masak bung serahkan doanya sama pendeta/pastur wong yg mendidik orang tua bung..
>>>”Orang Islam tiap hari sholat lima waktu, hanya mendoakan Muhammad dan keluarganya (sesama umat kali..!) supaya selamat. Kamu ini sadar apa tidak sih!!!!!!!” (ini salah satu penyudutan oleh Robert Morey, akui dong gak usah malu2).
Saya menulis ini ya lagi sadar lah yaa, gak lagi kondisi seperti di (Hosea, 4:1)kalau artinya ini benar kalau salah terus isi ayatnya apa?
“Eloi, Eloi, lama sabakhtani” gak perlu sarjana bibel buat ngartikan ayat yg ini. Jelas2 disini Yesus membutuhkan pertolongan tapi gak dikabulkan, kalau dia sendiri butuh pertolongan apalagi gak dikabulkan bagaimana umatnya bisa selamat.
Mengenai sumber2 gak cuma satu bung tp buanyak, kalau masih penasaran dgn salah satu sumber yg lain, coba anda mampir ke Jogja saya antar anda ke Sebuah Pesantren di Kalibawang yg pimpinannya seorang mantan Pendeta namanya Atanasius Priharsoyo. Saya pernah berkunjung kesana.

@Bung Dewo
Saya juga gak habis pikir dgn bung, masak bung tidak tahu maksud dari ayat ini hingga ngikut2 bung Giarto, padahal ini dicuplik dari Injil terjemahan Indonesia, terus ayat dan pasal yang saya sebutkan itu bunyinya gimana? artinya gimana? kalau bung merasa lebih okey dari sarjana bibel coba terangkan semua dgn gamblang artian ayat diatas.

Wassalam

Dear No_Nick,

Silakan baca: Yohanes 4. Dari bab yg lengkap ini Anda akan tahu mengapa Yesus pergi ke pesta itu dengan diam-diam. Berikut adalah beberapa ayat pendukungnya:

1. Saat itu (dan sebelumnya) Yesus memang mengajar dalam lingkup yg terbatas alias tidak terang-terangan. Itu karena “waktunya belum tiba.” Setelah dibaptis, Yesus mengajar dengan cara terang-terangan. (Ayat 3-4)

2. Yesus memang pergi ke pesta itu, dan karena “waktunya belum genap”, maka Yesus berangkat dengan diam-diam. Tidak bersama dengan saudara-saudaranya, tetapi seorang diri. (Ayat 10-11)

3. Di sanalah Yesus mengajarkan segala sesuatu. Banyak orang yg membenci Dia. Tetapi mereka tidak dapat menjamah dan menangkap DIA karena “waktunya belum genap.” (Ayat 30)

4. Hanya Yesuslah yg mampu memberikan pengetahuan dan mujizat luar biasa. Tidak ada yg mampu menandinginya. (Ayat 31)

5. Penggenapan waktunya sudah dekat. Yesus sendiri menubuatkannya pada ayat 33-34.

Silakan baca dan pahami keseluruhan ceritanya. Mohon penerangan dari Allah supaya hati Anda diterangi.

@No_Nick,

Hosea 4:1 yang anda maksud apa? Betul kata bung Dewo, anda salah jiplak, wong anda tidak baca sendiri!!!!(saya sengaja tidak kutipkan ayatnya, biar anda baca sendiri).

Quran juga mencatat Isa/Yesus terangkat ke surga, ini lho yang dikatakan selamat!!! Selidiki Quran apakah junjungan anda selamat?

>>Sebuah Pesantren di Kalibawang yg pimpinannya seorang mantan Pendeta namanya Atanasius Priharsoyo. Saya pernah berkunjung kesana

@No_Nick,

>>Sebuah Pesantren di Kalibawang yg pimpinannya seorang mantan Pendeta namanya Atanasius Priharsoyo. Saya pernah berkunjung kesana

@No_Nick,

>>Sebuah Pesantren di Kalibawang yg pimpinannya seorang mantan Pendeta namanya Atanasius Priharsoyo. Saya pernah berkunjung kesana

Saya pernah baca sekilas tentang dia menjadi mualaf, lagi-lagi ada kesalahan dalam pemahaman akan Ketuhanan Yesus. Ini hananya pilihan hidup pribadi dia, bukan berdasarkan pengertian oleh Roh Kudus dan Kebenaran , jauh dari pemahaman theologinya sebagai seorang pastur. Dia mantan pastur yang sekarang mendirikan ponpes dan mengganti nama menjadi KH. Anas Umar Kholid Priharsoyo Al Islami (maaf kalau salah tulis, habis panjang sekali).
Coba bandingkan orang yang tadinya anti-kris yang sekarang menjadi percaya Kristus (saya tidak sebutkan nama-namanya, ada banyak), mereka mengalami sendiri akan perjumpaan iman dengan Juru Selamatnya (Yesus). Bukan berdasarkan apa kata pikiran manusia tapi mengalami sendiri dan bukan kata orang lain.

Salam damai.

dear Jev AlHikmah,

Anda memang benar-benar tidak menegrti tentang kekristenan saya memaklumi karena anda memang bukan orang kristen,Anda memahaminya dari unsur manusiawi,semuanya anda bandingkan denagan manusiawi.Yesus tidak diciptakan,tetapi menciptakan,Dia sudah ada sejak permulaan Jaman,dan Dia sendiri adalah pribadi Tuhan Allah yang dengan senang hati menyatakan diri sama seperti manusia.Memang banyak manusia yang tidak memahami arti kedatangan nya termasuk anda,Itulh karya terbesar yang diberikan Yesus kepada manusia,turun kedunia mati disalibkan untuk menyelamatkan manusia,kemudian Dia menunjukkan kuasa keilahiannya dengan bangkit pada hari ketiga dan naik kesurga untuk kemudian kembali lagi menghakimi manusia yang tidak mau menerima anugrahNya.Bagaimana mungkin anda mengatakan meja yang kita buat sendiri di sma kan dengan manusia.Anda sangat miskin dengan perumpamaan.Jelas2 meja nggak punya citra diri bagaimana mungkin disamakan denagn manusia.Menurutku manusia terkadang sama dengan binatang seprti keledai yang selalu jatuh pada lubang yang sama,begitulah manusia yang jatuh pada dosa itu2 saja.Anda juga kan???masalah Injil di tulis dengan bahasa masing2 negara adalah kaerna kristen sangat kaya bahasa seolah2 olah tidak pilih kasih dengan bangsa tertentu,dan menurtut ku Tuhan tidak memandang bahasa,kekayaan,kebaikan,amal,bahkan agama sekalipun,apalagi kita harus ke negara tertentu baru selamat,itu semua sia-sia.Justru Tuhan memandang hati umat2 Nya,denagn Iman manusia bisa selamat!masalah kata ‘anak’,’Anak’ Allah bukan berarti Allah memilki anak secara biologis,tetapi Allah menyatakan Kesamaan.Seperti anda dengan ayah anda pasti banyak kesamaan seprti gen,gol.darah,dll,tetapi anda memilki peran berbeda.Begitulah anak dalam penggunaan kata ‘Anak’.Jangan-jangan anda mengartikan ‘anak kunci’ berarti kunci beranak???jangan berpikiran begitu dong,’anak panah’ berti panah beranak!!!coba di renungkan lagi kalau anda tidak mengerti anda baca saja Injil,kalau saya baca al-quran saya nggak ngerti karena saya tidak paham bahasanya,percumakan saya komat-kamit tapi nggak tau arti sebenarnya,terjemahannya juga sulit dipahami karena bahasa indonesia yang agak berbelit-belit,maaf bukan saya mau mengejek tapi dari SD sampai Sma saya di ajari agama islam karena sekolah di sekolah negeri.

Dear All,

“Bukan kamu yg memilih AKU, tapi AKUlah yg memilih kamu.”

Kita, sebagai orang biasa, hanya mampu menyampaikan kabar baik dari Allah. Tetapi banyak sekali orang yg menafikannya. Tidak hanya cuek, bahkan banyak orang berlaku kejam terhadap pengabar. Jangankan manusia biasa seperti kami, para nabi pun dibunuh.

Syukurlah bahwa kita punya Yesus Kristus yg telah menebus kita. Dia telah memilih kita untuk diselamatkan. Tetapi apakah kita mau dipilih oleh-Nya?

Jika Anda memilih untuk tidak menerima karya keselamatan Allah, maka sudah pasti Anda tidak akan selamat. Yang pasti, Yesus telah hadir dan memenuhi segalanya. Dia telah memberikan keselamatan bagi kita semua. Semuanya telah dilunasi oleh-Nya bagi Anda. Anda hanya perlu menerima-Nya saja.

Tuhan memberkati.

@Bung Dewo

>> Karena itu apa salahnya kalau dia mengatakan dia “Anak Tuhan” dalam artian, “sebagaimana halnya nabi-nabi masa lalu disebut Tuhan”. Dalam artian seperti itulah Yesus juga disebut anak tuhan, secara kiasan, bukan harfiah, bukan dalam arti hakiki.
Maaf nanggapi keliwatan “tanda petik” : berarti jelas bahwa nabi2 sebelumnya disebut Tuhan terus ada berapa Tuhannya hingga sekarang.

Al-Qur’an (17:111)
Dan katakanlah: “Segala puji bagi Allah Yang tidak mempunyai anak dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan Dia bukan pula hina yang memerlukan penolong dan agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebesar-besarnya.

>>Silakan baca dan pahami keseluruhan ceritanya. Mohon penerangan dari “Allah” supaya hati Anda diterangi.
Allah atau Anaknya bung Dewo..??? karena kita diajarkan memohon langsung kepada Allah (Bapa) bukan lewat perantara

>>Saya tidak tahu dari mana Anda mendapatkannya, tetapi silakan pelajari Injil dengan hati Anda sendiri. Siapa tahu penulis yg tulisannya Anda jiplak itu seorang provokator. Atau malah Dajjal atau Anti-Kristus itu sendiri.
Berarti Sarjana Bibel yg disuruh untuk mengkaji Bibel seperti yg diinginkan Robert Morey itu Dajjal semua dong kok bisa2nya bilang 82% Bibel bkn perkataan Yesus..! Robert Morey bosnya dajjal dong.

Diatas saya sudah minta cuplikan terjemahan ayatnya kalau saya salah, seperti saya menjelaskan terjemahan Al-Qur’an yg dipotong sana-sini kepada semua yg ada di blog ini. Tolong Beri Terjemahan versi anda dan jelaskan itu Injil perjanjian Lama, Baru, Protestan, Kristen Advent, Science? itu revisi tahun berapa atau mungkin ada versi Bibel yg lain mungkin?

@Bung Giarto
Hasil Penelitian Keith W Stump bahwa kenaikan 235% grafik perkembangan agama Islam itu fakta nyata, umat yg Muallaf yg bukan hanya mantan kalangan misionaris, biarawati, pendeta, ataupun pastur tapi juga kalangan orang berpendidikan tinggi, bukan mereka muallaf karena perlakuan “invasi” atau “barter” dgn kondisi kemiskinan mereka. Kalau mau tahu buka http://www.muallaf.com. Dan merekapun muallaf testimoninya bermacam-macam termasuk dgn kejaiban (ada yg bisa hafal/baca ayat lewat mimpi, ada yg bertemu Rasul dll). Neil Amstrong ketika di luar angkasa bahkan mendengar azan.
Kalau anda mengklaim banyak!!! sebutkan situs atau buku yg menyebutkan hal tersebut, atau cerita dikit siapa dimana terjadinya..???
Mengenai Keajaiban/mukjijat semua Nabi dan Rasul punya..! jadi anda jgn berlebih-lebihan dgn hal ini.

Al-Qur’an sendiri merupakan suatu keajaiban yg sejak dari dulu hingga sekarang terjaga tanpa satu hurufpun berubah bahkan bisa dihafalkan oleh banyak anak kecil sekalipun (itulah Kuasa Allah), karena kata2 dan susunannya yg indah, mudah dipahami dan tak terbantahkan.

AL-Qur’an (3:7)
Dia-lah yang menurunkan Al Kitab (Al Qur’an) kepada kamu. Di antara (isi) nya ada ayat-ayat yang muhkamaat (terang dan tegas, dan dapat dipahami dgn mudah)……dst

Peace for all

@No_Nick,

>>Al-Qur’an sendiri merupakan suatu keajaiban yg sejak dari dulu hingga sekarang terjaga tanpa satu hurufpun berubah bahkan bisa dihafalkan oleh banyak anak kecil sekalipun (itulah Kuasa Allah), karena kata2 dan susunannya yg indah, mudah dipahami dan tak terbantahkan.

Sejarah Islam juga mencatat bahwa Quran ada banyak versi, dan salah satunya milik koleksi Utsman. Utsman membakar setiap versi Quran yang tidak sesuai dengan koleksinya, apakah anda yakin Quran koleksi Utsman yang anda gunakan adalah yang asli? bukankah yang ada sekarang juga anda hanya mewarisi? tolong buktikan Quran koleksi Utsman yang asli?

Maaf saya tidak akan mencantumkan nama-nama mereka, pertobatan mereka bukan untuk popularitas.
Kabar Neil Amstrong mendengar suara azan belum tentu benar mungkin propaganda politik agar dunia arab (islam) dapat menerima bahwa manusia dapat mencapai bulan, berita terbaru pendaratan manusia kebulan pertama adalah rekayasa dan mungkin juga setingnya di timur tengah yang banyak pasir (mirip permukaan bulan) sehingga terdengar suara azan.

Apakah anda hafal Quran yang mudah dipahami? indah kata2nya, dll?
Menurut saya kitab suci tidak semata dihafalkan tapi dilaksanakan, ini yang beda dari keyakinan iman Kristen yaitu iman tanpa perbuatan adalah sia-sia.
Apakah anda sudah melaksanakan isi Quran???????

Salam damai

Dear No_Nix,

Allah atau Anaknya bung Dewo..??? karena kita diajarkan memohon langsung kepada Allah (Bapa) bukan lewat perantara

Tidak akan saya jawab karena Anda tidak mempercayai Yesus.

Berarti Sarjana Bibel yg disuruh untuk mengkaji Bibel seperti yg diinginkan Robert Morey itu Dajjal semua dong kok bisa2nya bilang 82% Bibel bkn perkataan Yesus..! Robert Morey bosnya dajjal dong.

Setiap orang/mahluk yg membenci dan memerangi Yesus, maka dia adalah Anti-Kristus.

Hasil Penelitian Keith W Stump bahwa kenaikan 235% grafik perkembangan agama Islam itu fakta nyata, umat yg Muallaf yg bukan hanya mantan kalangan misionaris, biarawati, pendeta, ataupun pastur tapi juga kalangan orang berpendidikan tinggi, bukan mereka muallaf karena perlakuan “invasi” atau “barter” dgn kondisi kemiskinan mereka.

Memang benar dan tidak perlu risau. Tidak perlu bangga juga. Kenapa? Karena itu sudah dinubuatkan sejak dulu & jaman purbakala. Pada akhir dunia, banyak orang yg disesatkan, bahkan para pemimpin gereja pun berbalik arah dan murtad. Tetapi hanya kepada orang-orang yg teguh pada imanlah Allah berkenan.

Dan merekapun muallaf testimoninya bermacam-macam termasuk dgn kejaiban (ada yg bisa hafal/baca ayat lewat mimpi, ada yg bertemu Rasul dll). Neil Amstrong ketika di luar angkasa bahkan mendengar azan.

Luar biasa. Pekerjaan s*t*n dalam menyesatkan bisa sampai bulan. Ya jelas bisalah…

Oke deh. Begitu dulu jawaban saya. Yg jelas, nabi-nabi palsu dan penyesatannya dengan tanda-tanda ajaib (mujizat palsu) memang sudah dinubuatkan oleh Yesus sendiri. Tidak perlu bangga. Justru harus khawatir. Itu adalah cermin bagi kita. Apakah kita akan tersesat? Atau menjadi lebih taat?

Syaloom.

AKu mau tekankan sekali lagi disini bukan seberapa besar iman kita semua di sini.Tapi seberapa besarnya Kasih kita terhadap sesama kita.
Terima kasih semua
Tuhan memberkati

@No_Nick,

Secara umum orang bisa masuk surga, apabila orang tersebut dapat melakukan tepat persis apa yang diyakini menurut kitab suci masing-masing. Jika tidak dapat melaksanakan isi kitab suci maka orang tsb mempunyai hutang atau berdosa akibatnya akan masuk neraka. Bisakah anda (orang islam) melakukan seperti yang Quran ajarkan?? Kalau tidak maka berhutang/berdosa dan akan dicampakkan ke neraka.
Quran juga mencatat bahwa untuk ke surga harus meniti diatas rambut dibelah tujuh………oh betapa sulitnya, ini artinya sangat-sangat tidak mungkin!!!!! Tolong dicermati dalam membaca Quran dan bukan dilihat ayat mana yang memojokkan orang Yahudi, Nasharani, kafir, dll, tapi ajarannya apakah mampu anda terjemahkan dalam hidupmu?

Salam damai.

@No_Nick,

Ini saya kuti dari posting:

Added to the confusion is that Armstrong’s official mailing address is in Lebanon, Ohio. Armstrong has several times respectfully but firmly attempted to correct the impression that he has converted to Islam.

Ini menepis isu bahwa Amstrong tidak pernah masuk Islam, jadi saya yakin suara azan yang didengar hanya propaganda penguasa. Terbukti pernyataan anda salah.

Oh iya bagaimana dengan Hosea 4:1 ? Sudah baca apa belum?
Bagaimana dengan Isa terkemuka di dunia dan akhirat? (Isa=Allah)
Bagaimana Isa bergelar Al Masih? (Isa=Tuhan)
Bagaimana Isa berpengetahuan tentang kiamat, padahal hanya disisi Allah saja pengetahuan tentang kiamat itu? (Isa=Allah)

Salam damai

Dear Sugiarto,

Ya gak gitu dong, meskipun Allah memberikan aturan (perintah/larangan) tapi Allah memiliki sifat arrahman dan arrahim yaitu maha pengasih dan maha penyayang, selama manusia memohon ampun kepada Allah dan berusaha kembali kejalan yang benar dosanya bisa diampuni.

Memang menurut anda ajaran islam yg mana yg tidak bisa diikuti?

Piisss

@Dewo
Anda selalu berbicara nubuat2 dan nubuat tanpa mau menyebut ayat mana yg menubuatkan, kalau mau jujur pembelaan tentang Nabi Isa (Yesus) terhadap kejahatan kaum Yahudi dan bangsa Romawi sangat banyak di Al-Qur’an dan anda mendukungnya, ketika Bung Giarto menganjurkan membaca karya tulis Robert Morey anda mengamininya ketika Robert Morey dan Para Sarjana Injil saya simpulkan Dajjal anda bilang anti krsitus memang seperti itu “menyetujuinya” (mana pegangan anda) jangan membuat orang bingung Bung Dewo. Pertanyaan saya banyak yg belum anda jawab soal siapa yg menganjurkan cara anda melakukan sembahyang dan ketika Yesus hidup ayat mana yg menyuruhnya disembah dll. Waktu saya bertanya Injil perjanjian Lama, Baru, Protestan, Kristen Advent atau Science atau revisi tahun berapa yg bisa saya jadikan acuan, anda diam…!!! dalam Azan ada pujian tentang ALLAH Maha Besar anda bilang pekerjaan setan. Saya dari awal diskusi selalu menggunakan kata2 yg hormat untuk Isa Al-Masih, kalau ada kata emosional itu saya tujukan buat umat yg mengaku paling kasih tapi sebenarnya fakta menunjukan bahwa tindakan mereka biadab. Waktu saya menanggapi ttg Yesus meminta pertolongan saya hanya menanggapi pernyataan ttg Muhammad SAW didoakan tapi itu sudah saya jawab (Salam kasih buat Nabi Isa), cuma umatmulah yg menyesatkamu…

@Bung Giarto
jangan emosi gitu bung saya bilang mendengar azan anda bilang masuk Islam (jauh amat), apa memang ini ciri ente yg ngomong and nanya asal bunyi doang. Tapi saya jadi bertanda tanya dgn anda kenapa anda sangat begitu banyak membenarkan Kitab Al-Qur’an, jgn2 anda muslim..!!! syukurlah kalau anda begitu percayanya dengan Kitab Suci Al-Qur’an karena Robert Morey dan Sarjana Bibel dan fakta2 lainnya sudah tersirat dgn pernyataan Bung Dewo bahwa mereka anti kristus….o ya sobat saya cuma “counter attack” aja dgn pernyataan dgn artikel Bung Dewo, krn artikelnya banyak bernada sumir tentang Islam.

@dear Candra
saya memang dari pertama sudah menjelaskan dgn sejelas-jelasnya di blog ini bahwa anda bisa melihat fakta bahwa “kasih” mana yg justeru banyak ditebarkan pada bangsa ini yg mayoritas Muslim maupun diseluruh dunia yg menjelaskan bagaimana ajaran Islam disebarkan dan bagaimana Umat Islamlah yg terus diberi maut yg ditebarkan oleh kalangan non Islam.

Salam Kasih

@axiva,

>>Memang menurut anda ajaran islam yg mana yg tidak bisa diikuti?

Ajaran dalam Islam banyak yang abu-abu, jika terbentur dengan kenyataan dibilang sunah artinya boleh dilakukan boleh tidak. Nampaknya gampang dilakukan tapi justru sangat sulit, mau dilakukan tapi bertentangan dengan hati nurani yang paling dalam, tidak dilakukan tapi diperbolehkan. Mungkin anda mengalami sendiri.

@No_Nick,
Saya bukan Muslim, saya tampilkan ayat-ayat Quran sebagai bahan diskusi. Justru yang saya tanyakan kenapa anda Muslim tidak mempercayai Quran sepenuhnya? Seperti yang pernah saya tampilkan sebelumnya :
1. Mengapa Isa bergelar Al Masih (Juru Selamat)?
2. Mengapa Isa berpengetahuan tentang kiamat?
3. Mengapa Isa terkemuka di akhirat (penguasa surga)?
4. Mengapa Isa sebagai Imam Mahdi (hakim yang adil)?
5. Mengapa Isa melawan Dajal (dan menang)?
Mungkin anda belum terpikir akan hal-hal tersebut diatas, dan anda boleh bertanya pada diri sendiri “Salahkah kalau Isa disebut Tuhan ?”

(Masih banyak ayat yang mengindikasikan Isa adalah Tuhan)

Salam damai

Adakah kesimpulan sejauh ini ?🙂

@Giarto
Bung tak ada keraguan dihati saya sedikitpun ttg ajaran Islam dan Al-Qur’an, nurani sayapun belum pernah mengalaminya seperti yg anda nubuatkan, berbicara sunah, toleransi dan intoleransi yg diajarkan nabi Muhammad SAW menjelaskan bahwa kita ini cuma seorang manusia, kita bukan Malaikat apalagi Tuhan dan kita tidak akan bisa menyamai “MEREKA”. Dalam Islam Harus ada keseimbangan hubungan antara Allah (Hablumminallah) dan antar manusia (Hablumminannas), Jangan timpang karena Allah tidak meminta 1×24 jam agar dia terus disembah tapi dia menganjurkan agas sebagian waktu manusia juga dipakai untuk mencari nafkah dan berkomunikasi antar manusia (silahturahmi)….abu-abu tapi logis dan masuk akal..!!!
Coba anda pahami kalau ini “TIDAK ABU-ABU” apa jadinya Contoh : Sholatlah dengan sikap yg baik kalau anda tdk bisa berdiri (karena sakit) anda bisa duduk kalau anda tdk bisa duduk anda boleh tidur dan berdoa cukup di dalam hati, wajib naik haji bila anda mampu (fisik dan finansial), makan babi boleh bila di suatu tempat adanya cuma itu. Islam itu mudah, kalaupun sukar cuma manusianya saja yg mempersulit, bayangkan kalau contoh saya diatas adalah harga mati, gak tahan lah ya…> ini contoh mudah…(this low level languanges not high and you know this!!!).

Bung SEMUA Nabi dan Rasul JURU SELAMAT, PEMBAWA KABAR BAIK DAN SUCI di jamannya masing2 dan MEREKA DIJAMIN MASUK SURGA…di Taurat, Zabur, Injil dan Al-Qur’an semua memberi pengetahuan tentang adanya kiamat (hari akhir dunia) “SEMUA RASUL MEMBERI PENGETAHUAN TENTANG ITU”.

Pengetahuan Kiamat yg disampaikan ALLAH Kepada Muhammad :
* Shaad (45-48) : “Dan ingatlah hamba-hamba Kami: Ibrahim, Ishaq dan Ya’qub yang mempunyai perbuatan-perbuatan yang besar dan ilmu-ilmu yang tinggi. Sesungguhnya Kami telah mensucikan mereka dengan (menganugerahkan kepada mereka) akhlak yang tinggi yaitu selalu mengingatkan (manusia) kepada NEGERI AKHIRAT. Dan sesungguhnya mereka pada sisi Kami benar-benar termasuk orang-orang pilihan yang paling baik. Dan ingatlah akan Ismail, Ilyasa’ dan Zulkifli. Semuanya termasuk orang-orang yang paling baik.”
* Al Waaqi’ah (1-6) : “Apabila terjadi hari kiamat, tidak seorangpun dapat berdusta tentang kejadiannya. (Kejadian itu) merendahkan (satu golongan) dan meninggikan (golongan yang lain), apabila bumi digoncangkan sedahsyat-dahsyatnya, dan gunung-gunung dihancur luluhkan seluluh-luluhnya, maka jadilah ia debu yang beterbangan,” (nubuat dalam Al-Qur’an)
* Al A’Raaf ayat 187. Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: “Bilakah terjadinya?” Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. kiamat itu amat berat (huru haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba”. mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang bari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak Mengetahui”.

Kiamat : “hari akhir kehidupan dunia, ada pemisahan amalan utk orang beriman dan tidak beriman, ada surga dan neraka (anda percaya neraka?), ada tanda-tanda tapi kita tidak tahu kapan terjadinya”
Imam Mahdi = Isa (sumber darimana ini?)

Secara keseluruhan justru Muhammad SAW lah yg menjelaskan dan menubuatkan semua tanda-tanda tsb :
Rasulullah bersabda, ‘Hari kiamat tidak akan tiba sebelum kalian semua melihat tanda-tandanya sebelum itu.’ Rasulullah lalu menyebutkan tanda-tanda kiamat itu berupa asap, Dajjal, binatang melata (daabbah), terbitnya matahari dari sebelah barat, turunnya Isa bin Maryam ke bumi, Ya’juj dan Ma’juj, dan terjadinya gerhana di tiga tempat (satu gerhana di sebelah timur, satu lagi di barat, dan satu lagi tanah Arab), dan akhirnya adalah keluarnya api dari Yaman dan menggiring manusia pada tempat berkumpul mereka .'” (HR Muslim) “gak ada Imam Mahdi disebutkan!!!”
Inilah pengetahuan Allah yg di wahyukan kepada Muhammad SAW komplet ttg kiamat. Nabi Isa adalah bagian dari tanda kiamat untuk membuktikan pada Bani Israel bahwa mereka selama ini salah. (dengan peristiwa soal kematianNya dan apa sesungguhnya agama yg Dia turunkan) karena selama hidup dia sekalipun tidak pernah menyebutkan bahwa dia katolik, prostestan dll, di “INJIL” yg Dia sarankan untuk disembah cuma Tuhan Bapa yg Esa (Ajaran Tauhid) bukan Dia.
“Maka tatkala putra Maryam (Isa) dijadikan perumpamaan tiba-tiba kaumnya (Quraisy) bersorak karenanya. Dan mereka berkata, “Manakah yang lebih baik tuhan-tuhan kami atau dia (Isa)?” Mereka tidak memberikan perumpamaan itu kepadamu melainkan dengan maksud membantah saja, sebenarnya mereka adalah kaum yang suka bertengkar.
Isa tidak lain hanyalah seorang hamba yang Kami berikan kepadanya nikmat (kenabian) dan Kami jadikan dia sebagai tanda bukti (kekuasaan Allah) untuk Bani Israel.
Dan kalau Kami kehendaki benar-benar, Kami jadikan sebagai gantimu di muka bumi malaikat-malaikat yang turun-temurun.” (Surat az-Zukhruf: 57-60)

Dear Sugiarto,

Misalnya apa?

Sulit atau mudah itu bagi saya masalah ikhlas atau tidak saja. Apapun kalau kita tulus ikhlas menjalaninya tidak ada yg sulit.

Menurut anda dalam hal apa ajaran islam bertentangan dengan hati nurani..?..(bertentangan dengan hati nurani atau bertentangan dengan hawa nafsu?)

Piisss

@Dear All

Badiuzzaman :
Hanya “pengikut Yesus yang sebenarnya” yang akan membunuh kepribadian kolektif raksasa materialisme dan anti-agama yang akan dibentuk oleh Dajjal —di mana Dajjal akan dibunuh oleh pedang Yesus— dan akan menghancurkan ide-idenya serta kekafirannya yang semuanya sarat dengan dengan ateisme. Hanya orang yang benar-benar Kristen yang akan mampu mencampur esensi ajaran Kristen dengan ajaran Islam dan akan mampu menghancurkan Dajjal dengan kombinasi yang sangat kuat, sehingga mampu membunuh Dajjal.
Dalam sebuah hadits disebutkan, ‘Yesus akan datang dan dia akan melakukan shalat wajib di belakang AL-MAHDI dan dia akan mengikuti al-Mahdi,’ maka sebutkan dengan singkat tentang kesatuan ini, dan keagungan Al-Qur’an di mana dia telah diikuti.

Penegasan Isa Al-Masih Adalah Manusia biasa yg diberi Wahyu :
Fushshilat 6 : Katakanlah: “Bahwasanya aku hanyalah seorang manusia seperti kamu, diwahyukan kepadaku bahwasanya Tuhan kamu adalah Tuhan yang Maha Esa, maka tetaplah pada jalan yang lurus menuju kepadaNya dan mohonlah ampun kepadaNya. Dan kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang mempersekutukan-Nya.

Perhatikan tiap kata perkata

Salam

Dear Sugiarto,

Ya gak gitu dong….kalo badan meteorologi memiliki “pengetahuan” tentang kapan datangnya hujan apakah kemudian berarti badan meteorologi “menentukan” kapan terjadinya hujan…?

Piisss

@Dear Axiva

>>To Giarto : Menurut anda dalam hal apa ajaran islam bertentangan dengan hati nurani..?..(bertentangan dengan hati nurani atau bertentangan dengan hawa nafsu?)

Memang betul itu, umat di negeri kita terus dihadapkan dengan “budaya2 luar” yg sengaja ditanamkan dan disebarkan untuk menggoda dan merusak akidah kita, kalau kita gak kuat maka terjerumuslah kita ke dalam kubangan tersebut.

Doktor Mustafa Khaledi dan Doktor A. Farukh, penulis buku “Misionaris dan Imperialisme” Alasan-alasan pengiriman misionaris ke berbagai negara muslim bahwa tujuan para misionaris itu bukanlah perbaikan kehidupan maknawi penduduk pribumi, melainkan merusak dan menjadikan kaum muslimin berada di bawah kekuasaan mereka

@Dear Giarto and Dewo
Inilah “Sebagian” fakta yg akan saya ungkapkan kepada kalian dan pembaca, dgn melihat kalian begitu ngototnya utk mempertahankan pendapat anda, dan pelaku ini bukan cuma hanya satu bangsa tapi ini merupakan kerjasama kolektif misionaris utk memusnahkan Umat Islam dengan cara yg tidak KASIH :

Menurut buku “Century of Christiating in Uganda” : “Para misionaris itu, dengan menggunakan prinsip psikologis dan ilmu-ilmu lainnya, berusaha menancapkan pengaruh mereka di hati orang-orang pribumi dan dengan cara itu, mereka menyebarkan ajaran Kristen. Bahkan, di negara-negara muslim, para misionaris berusaha mempelajari ajaran Islam demi menarik perhatian penduduk pribumi. Salah satu contoh dalam hal ini adalah penggunaan ayat Al-Quran berkenaan dengan Isa Al-Masih oleh para misionaris sebagai alat untuk memperkenalkan ajaran Kristen kepada penduduk pribumi negara-negara muslim. Al-Quran menyebut Al-Masih sebagai Ruhullah atau RuhTuhan. Para misionaris dengan menunjukkan ayat ini dan menyebut nama Quran berusaha untuk menarik perhatian penduduk pribumi. Kemudian, mereka menyampaikan pandangan Kristiani mereka berkenaan tentang Isa Al-Masih dan syafaat Al-Masih terhadap para pengikutnya.“
“Doktor John L. Esposito, dosen universitas George Town Amerika menulis: Sebagian besar masyarakat Barat mengakui adanya kenyataan tertentu yang berhubungan dengan Perang Salib, tetapi banyak di antara mereka yang tidak mengetahui bahwa Perang Salib yang mengakibatkan korban yang amat besar ini adalah atas perintah Paus. Bagi umat Islam, kenangan atas Perang Salib merupakan satu contoh nyata dari militerisasi kristen ekstrim, sebuah kenangan yang membawa pesan bagi serangan dan imperialisme Kristen barat.”

Roise di Tarablus barat pernah berkata, “Penyebaran ajaran Kristen di Tarablus sangatlah sulit. Setelah lima belas tahun berusaha, baru saya memahami bahwa satu-satunya cara untuk mengkristenkan bangsa ini adalah dengan mempengaruhi mereka dan mengubah kehidupan pribadi dan perilaku khusus mereka sehingga dengan cara ini kami bisa mencapai tujuan kami.”

Napoleon :
“Delegasi misionaris agama bisa memberikan keuntungan buatku di Asia, Afrika, dan Amerika karena aku akan memaksa mereka untuk memberikan informasi tentang semua negara yang telah mereka kunjungi. Kemuliaan pakaian mereka tidak saja melindungi mereka, bahkan juga memberi mereka kesempatan untuk menjadi mata-mataku di bidang politik dan perdagangan tanpa sepengetahuan rakyat.”

Patrice Lumumba, ketua Gerakan Nasional Kongo, yang pernah belajar di sebuah sekolah misionaris, dalam bukunya “Hidup dan Peperanganku” menulis:
“Tidak pernah bisa kupahami mengapa di sekolah-sekolah selalu diajarkan kepada kami agar menjaga dasar perdamaian dan kesucian Al-Masih, sementara di luar sekolah orang-orang Eropa melakukan penindasan kepada kami.”
“FAKTA INI BARU SEBAGIAN”

Sadarlah dan lihatlah dengan jernih dengan mata hati kalian bahwa secara langsung maupun tidak langsung kalian adalah bagian dari “suksesi komunal” yg dibentuk sejak dulu oleh kekuatan imperialis…!!!

No_Nick :

Kristen tidak sama dengan Barat. Sama seperti Islam tidak sama dengan Arab. Jika dunia Islam tidak bersimpati terhadap Barat (USA & Eropa), jangan jadikan itu sebagai generalisasi bahwa Barat adalah Kristen. Bagaimana dengan kaum Muslim yg bermukim di Barat ? Bagaimana juga dengan Umat Kristiani yang bermukim di Indonesia/Timur Tengah.

Sama seperti kaum Muslim menolak label Teroris pada Islam, demikian juga kaum Kristiani menolak label Imperialis pada Kristen. Lihat ajarannya, jangan perilaku orang/negara yang mengatasnamakan agama. Atau kita sudah tidak bisa melihat lagi mana ajaran agama yg benar dan mana perilaku orang/negara yang brengsek ?

Dalam setiap penyebarannya, setiap agama PASTI berhadapan dengan kemungkinan utk menggunakan cara-cara kekerasan/kekuasaan. Itu tidak bisa dihindari.

@No_Nick,

>>Memang betul itu, umat di negeri kita terus dihadapkan dengan “budaya2 luar” yg sengaja ditanamkan dan disebarkan untuk menggoda dan merusak akidah kita, kalau kita gak kuat maka terjerumuslah kita ke dalam kubangan tersebut.

@No_Nick,

>>Memang betul itu, umat di negeri kita terus dihadapkan dengan “budaya2 luar” yg sengaja ditanamkan dan disebarkan untuk menggoda dan merusak akidah kita, kalau kita gak kuat maka terjerumuslah kita ke dalam kubangan tersebut

@No_Nick,

>>Memang betul itu, umat di negeri kita terus dihadapkan dengan “budaya2 luar” yg sengaja ditanamkan dan disebarkan untuk menggoda dan merusak akidah kita, kalau kita gak kuat maka terjerumuslah kita ke dalam kubangan tersebut.

Ya saya sangat setuju, maksud anda budaya Arab Kan? Anda tanpa sadar terbuai budaya Arab: berpoligami, berbahasa Arab, berbusana Arab, bersalam Arab, dll. Budaya lokal anda bumihanguskan!!!
Kalau anda minum tolak angin (maksud saya orang pintar…..hehehe), secara ilmu statisti kekerasan yang sering terjadi dilakukan orang Islam dan mengatasnamakan Allah, istilahnya statistiknta “modus” kekerasan dilakukan orang Islam. Berarti memang ada ajaran tentang kekerasan dalam Islam. Misal di: Thailan, Philipina, India, Eropa, Afrika, Amerika ( menara WTC),Indonesia, dll.
“INI BARU FAKTA”

Salam damai

@Axiva,

>>Ya gak gitu dong….kalo badan meteorologi memiliki “pengetahuan” tentang kapan datangnya hujan apakah kemudian berarti badan meteorologi “menentukan” kapan terjadinya hujan…?

Bandingkan denga ayat sbb:
* Al A’Raaf ayat 187. Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: “Bilakah terjadinya?” Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. kiamat itu amat berat (huru haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba”. mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang bari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak Mengetahui”.

Jadi Allah juga tidak tahu akan terjadinya hari kiamat???
Namanya berpengetahuan ya pasti tahu dong!!!
Ngaku berpengetahuan tapi tidak tahu namanya bohong!!! Masak Allah bohong???

Salam damai

@No_Nick,

Tidak usah sejarah bangsa lain, ini sejarah bangsa kita:

1. Salah satu wali mengatakan, bahwa Allah di dalam diriku dan wali lain menganggap sesat kemudian wali yang dianggap sesat dibunuh pada saat dibunuh jasadnya berubah wujud menjadi kuning kemasan, dialah wali yang bernama Seikh Siti Jenar dan siapakah yang membunuh? tidal lain adalah wali songo. Waduh sejak dulu memang suka kekerasan!!!!!!

2. Prabu Siliwangi mempunyai anak yang kemudian memeluk Islam dan akan berperang melawan dirinya. Karena Prabu Siliwangi tidak mau ada pertumpahan darah denag anaknya maka Prabu Siliwangi beserta rakyatnya memilih pergi ke dalam dunia roh. Siapakah anak Prabu Siliwangi tsb? yaitu Raja Sultan Agung yang kemudian mendirikan kerajaan Islam pertama di Jawa. (Sampai sekarang tidak ditemukan lagi situs peninggalan Siliwangi).
Anaknya setelah memeluk Islam menjadi seperti bangsa barbar, rela membunuh ayahnya. Anak durhaka!

3. Prabu Jayabaya, ditinggalkan para penasihatnya karena salah satu anak Prabu Jayabaya masuk Islam karena tidak sesuai dengan nurani orang jawa, dan akhirnya Jayabaya juga menghilang. Setelah itu cerita wayang yang menceritakan tentang citra luhur bangsa Jawa mulai diganti dengan cerita-cerita dari Arab. Disini mulai ada pembumihangusan budaya Jawa yang adi luhung, sedikit demi sedikit bumi jawa yang gemah ripah loh jinawi menjadi kenangan belaka.
(Prabu Jayabaya dianggap nabinya orang Jawa/nabi agama Kejawen dengan kitabnya Jayabaya).

“INI BARU FAKTA”, anda belajar sejarah bangsa dong, jangan budaya Arab saja yang anda pelajari. Tahunya kristen itu imperialis, setelah anda tahu cerita di atas, mana yang imperialis budaya???

Salam damai

@No_Nick,

Orang India datang ke Indonesia dengan membawa modal dan keahlian bidang tekstil, Orang Cina datang ke Indonesia dengan tujuan berdagang, Orang Jepang dan Amerika datang ke Indonesia dengan membawa segudang teknologi. Maka masuklah devisa ke Indonesia.
Orang Arab datang ke Indonesia membawa Quran, setelah itu orang Indonesia berbondong-bondong ke Arab untuk menjadi tamu Allah, maka habislah devisa kita.

Inilah imperialis ekonomi paling dhasyat sepanjang sejarah kita!!!
(Orang Arab memang lihai memperdaya orang bodoh, maaf anda jangan tersinggung)

Salam damai

ikut gabung nich.
menurut saya masalah agama kalau di bicarakan tidak akan ada habisnya. pasti masing-masing mempunyai bukti2 yang mendukung akan teori masing masing.
tapi kalau mau di lihat, misalkan saya ini orang yang netral dan mau memilih agama mana yang mau dipilih maka saya pasti akan pusing, karena melihat kedua2nya merasa benar dan malah saling menjelek2kan yang tidak di percayainya. maka lebih baik menurut saya apa tidak lebih baik dari ketidak samaan itu marilah kita ambil yang benar dan buang yang tdk benar dan saling melengkapi sehingga tidak ada lagi pertentangan tetapi saling menghargai dan juga saling toleransi. sedangkan Tuhannya saja tidak ikut campur dalam pembicaraan ini. untuk apa kita malah saling berargumen tidak ada habisnya. atau bagaimana kalau Tuhan yang sedang kita bicarakan ini kita minta post pada forum ini!!!!
peace !!!

@No_Nick,

Bagaimana anda dapat mempercayai Quran dan Alkitab (Taurat dan Injil) yang isinya saling bertentangan??? (abu-abu juga kan?)
“Quran dalam induk Alkitab”, ini bahasa yang sangat mudah dipahami.

Salam damai

Sering terjadi penganutan agama yang kuat dan pandai secara lahiriah, tidak diikuti dengan perbuatan. Orang bisa rajin membaca Kitab Suci dan tahu banyak tentang isi Kitab Suci, tetapi di dalam keluarga misalnya membenci bahkan memusuhi saudaranya dan di luar keluarga ia memfitnah dan memusuhi sahabat. Boleh jadi orang gigih menganut suatu agama dan memperjuangkan suatu agama dengan motivasi tertentu. Orang yang militan dalam kegiatan organisasi keagamaan, namun mengobarkan kebencian dan permusuhan, tidak peduli dengan kesulitan orang lain, tidak jujur dan tidak adil, dan hanya mencari keuntungan pribadi, tentunya orang seperti itu tidak agamis. Sebaliknya orang yang tidak begitu rajin dalam membaca dan menghafal suatu kitab, namun cinta pada kebenaran, lurus, tidak munafik, tidak egois, tidak serakah, suka menolong, ramah tamah dalam pergaulan, tidak kikir, dan memahami kesulitan orang lain, maka dapat disebut sebagai orang yang agamis.

@No_Nick,

>>Imam Mahdi = Isa (sumber darimana ini?)

Kalau anda percaya Muhammad adalah al amin, maka baca Hadits Shahih Bukhari No.1090, sbb:
Dari Abu Hurairah RA, katanya Rasulullah SAW bersabda, “Demi Allah yang diriku dalam genggamannya! Sesungguhnya akan turun kepadamu Ibnu Maryam (Yesus) menjadi hakim yang adil”.

Makanya pahami Quran dan Hadits secara menyeluruh, jangan sepotong-sepotong!! Nanti anda akan tahu siapakah Yesus yang disamarkan namanya menjadi Isa.

Salam damai

@Bung Ferthobhades
Pemimpin Tertinggi Paus ikut berperan dalam kekerasan diatas jelas gak bung, saya bisa mengerti kalau itu tanpa campur tangannya..!!!

@Giarto
Bagaimana anda dapat mempercayai Quran dan Alkitab (Taurat dan Injil) yang isinya saling bertentangan??? (abu-abu juga kan?)
“Quran dalam induk Alkitab”, ini bahasa yang sangat mudah dipahami.
Injil aja buanyak sekali versi kok anda bisa2nya membandingkan dengan Al-Qur’an, samakan dulu dong Injil2nya baru ente membandingkan…!!!

Cara ente menerjemahkan Al A’Raaf ayat 187 gimana bung ??? Allah memang tidak mau memberitahu kapan terjadinya kiamat anda bilang Allah gak tahu, saya bilang mendengar azan anda bilang masuk Islam, konsisten dikit dong kalo ngomong, perhatikan dan baca dulu baik2 baru ngomong, gak heran kalo sumber “Century of Christiating in Uganda” menyiratkan persis seperti anda.
Udah saya tanya dan beri fakta juga sebelumnya gimana sih cara penyebaran DI DALAM NEGERI KITA kalo memang BENAR syeh siti jenar yg menyelewengkan ajaran lalu menyesatkan umat karena mengaku Tuhan (manusia mengaku Tuhan..!!!) kalau anda katolik mendengar ini sure ngakaklah, kalau dia mendirikan agama dgn nama diluar Islam that’s OK, Hindu OK, Budha OK, Konghucu OK, Prostestan OK, Katolik silahkan, tapi asal CARA2NYA jgn mengganggu antar umat yg SUDAH BERAGAMA…!!! ini gak sebanding dengan JUTAAN RAKYAT INDONESIA yg mati setelah pendudukan PORTUGIS, BELANDA, INGGRIS DAN JEPANG. Jepang malah tahu diri dan jujur kalo “Shinto” gak perlu disebarkan karena kelakuan mereka…!

YANG SEBELUM DAN JUGA YG INI SUMBERNYA NON ISLAM (biar obyektif) kalo tulisan Bung Giarto cuma celetukan2 entah darimana yg buat bingung mbacanya.
HENRY JESP seorang propagandis AS, menyebut kaum muslimin tidak berperadaban, menulis : Islam telah memberikan pukulan yang telak terhadap kebudayaan dan peradaban manusia. Tidak bisa dilupakan bahwa dalam periode kegelapan Abad Pertengahan, dimana saat itu Eropa berada dibawah kekuasaan Gereja, sehingga tak seorang pun dapat berkata dengan Ilmu, namun kaum muslimin telah berpengalaman dan menjadi bukti sejarah, betapa mereka yang senantiasa dibawah ajaran-ajaran Islam, telah tampil menjadi pelopor pada salah satu periode berkembangnya Ilmu dan Peradaban Sejarah Umat Manusia.
Baca baik2 kalau Islam disini diterangkan bahwa ilmu dan Peradabannya yg tinggi sebenarnya lebih mendahului dari Eropa..!!!

Ya saya sangat setuju, maksud anda budaya Arab Kan? Anda tanpa sadar terbuai budaya Arab: berpoligami, berbahasa Arab, berbusana Arab, bersalam Arab, dll. Budaya lokal anda bumihanguskan!!! (pura-pura gak ngerti ya..!!! jgn malu2) Ini Loh NAK maksudnya Lokalisasi Terlengkap, Perjudian (ada taipan yg ngajuin kayak Las Vegas), Minuman keras yg eksklusif didukung Bar2, Club2 (maaf anda penggemar juga gak?) tarian telanjang, kelompok Nudis, seks masal (Jakarta Undercouver), pesta melepas lajang,
Bunda Maria dan suster pake kerudung ikut gak?
Ucapan salam yg mendoakan orang sehat dan sejahtera jeleknya dimana??? nalar dong…!!!

>>Berarti memang ada ajaran tentang kekerasan dalam Islam. Misal di: Thailan, Philipina, India, Eropa, Afrika, Amerika ( menara WTC),Indonesia, dll.
“INI BARU FAKTA”, anda belajar sejarah bangsa dong, jangan budaya Arab saja yang anda pelajari. Tahunya kristen itu imperialis, setelah anda tahu cerita di atas, mana yang imperialis budaya???

Skripsi anda ada halaman LATAR BELAKANGNYA GAK..???anda langsung masuk ke BAB III Bung Giarto ..??? kan sekarang anda udah lulus..! terangkan dong biar semua yg disini ngerti apa to latar belakang permasalahannya yg sudah anda sebutkan diatas. Fakta dari kalangan kalian sendiri udah bercerita masih gak ngerti juga

>>>Kalau anda percaya Muhammad adalah al amin, maka baca Hadits Shahih Bukhari No.1090
AL-AMIN (dapat dipercaya) sudah terjawab dgn anda banyak mencuplik ayat Al-Qur’an yg bercerita ttg Nabi Dari kelahiran hingga kematian yg diceritakan Allah melalui Nabi Muhammad SAW dengan Al-Qur’annya.

>>>Makanya pahami Quran dan Hadits secara menyeluruh, jangan sepotong-sepotong!! Nanti anda akan tahu siapakah Yesus yang disamarkan namanya menjadi Isa.
Dari awal justeru anda yg paling getol motong-memotong, kalau saya komplit. Tapi Yesus tetap Rasul (manusia) punya kulit, punya daging, tulang, sedih, gembira, suka dan duka dan kematiannya masih menjadi teka-teki dan perdebatan di kalangan umat kristen sendiri.

Bung Giarto anda banyak nanya tapi udah saya jawab, sekarang pertanyaan saya yg banyak gak bisa dijawab Bung Dewo tolong dibantuin, aku pengen denger penjelasannya, tapi yg nalar ngasih penjelasannya juga bukti siapa yg ngomong kalau bisa ada sumber yg dari kalangan muslim, siapa? penulis apa wartawan? ahli sejarawan? jawab ya…!!!

Dear Sugiarto,

>>Jadi Allah juga tidak tahu akan terjadinya hari kiamat???
Namanya berpengetahuan ya pasti tahu dong!!!
Ngaku berpengetahuan tapi tidak tahu namanya bohong!!! Masak Allah bohong???

Subyek yg mengetahui “belum tentu” menentukan, tapi subyek yg menentukan sudah “pasti” mengetahui.

Shaad:078
Sesungguhnya kutukan-Ku tetap atasmu sampai hari pembalasan”.

Shaad:079
Iblis berkata: “Ya Tuhanku, beri tangguhlah aku sampai hari mereka dibangkitkan”.

Shaad:080
Allah berfirman: “Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh,

Shaad:081
sampai kepada hari yang telah ditentukan waktunya (hari Kiamat)”.

Isa/Yesus “hanya diberi pengetahuan” bukan “menentukan” tentang hari kiamat seperti halnya Muhammad dan rasul-rasul lainnya untuk memberi peringatan kepada umat.

Jadi definisi Isa/Yesus adalah tuhan otomatis batal, karena Yesus hanya mengetahui dan tidak menentukan.

Piisss

@ No_Nick :

Anda bicara Paus Urbanus II ?
🙂 Kalau itu maksud anda, saya anjurkan anda membaca kembali Sejarah Abad Pertengahan, khususnya tentang Perang Salib. Terutama lagi konteks kekuasaan agama & politik saat itu. Bahkan Gereja Katolik sudah mengatakan bahwa keterlibatan Gereja dalam peperangan masa lalu adalah sebuah kesalahan.

Ketika saya menyebutkan nama Immanuel Kant, Jalaludin Rumi, dan Fyodor Dotoyevski dalam referensi saya (comment #108), anda malah tidak terkesan dengan hal itu (comment #110). Tetapi pada comment selanjutnya anda malah mengutip banyak pendapat tokoh-tokoh tertentu.🙂

Apakah saya berhak berkata : Hal itu belum tentu BENAR ? Karena mereka hanya menuliskan pendapat pribadi mereka.

Dalam diskusi, tidak ada yang lepas begitu saja dari referensi bacaa. Dan bacaan yang sering kita pakai adalah yang mendukung pendapat kita (salah satunya).

@Bung Fertobhades
Kalau bung mengatakan bahwa SEJAK ABAD PERTENGAHAN adalah suatu kesalahan, bagaimana seorang PAUS PAULUS menghimbau jangan menghukum mati seorang agen MOSSAD yg memberikan informasi rahasia pertahanan militer Syria di dataran tinggi Golan yg akhirnya saat direbut dan dikuasai Israel..??? atau yg lagi hangat campur tangan Pemimpin tertinggi Katolik ttg KASUS TIBO CS yg membantai orang2 disebuah pesantren di Poso , sebaliknya dilain pihak pandangan umat Islam terhadap Pelaku peledakan bom yang diberi hukuman mati SETUJU2 SAJA. Apakah cara perlakuan pemimpin umat seperti itu adil…??? kenapa himbauan itu tidak diberlakukan sama dengan pelaku peledakan bom Bali.
Disinilah yg saya tidak mengerti dengan tujuan dibalik himbauan yg TIDAK ADIL tersebut.

Kalau konsep “Ke-Tuhanan” saya sudah jelas dan tidak diragukan lagi, tapi kalau itu hanya KARYA SENI dan hasil konsep OLAH BATIN dan hasil dari cara berpikir KEARIFAN LOKAL suatu masyarakat semua bisa dijadikan acuan, rumput yg bergoyangpun bisa. Saya berbicara pada koridor seputar kandungan ayat Al’Qur’an dan fakta sejarah yg menyertainya.

Kalau bung Fertobhades mau baca banyak juga yg bisa dijadikan acuan seperti karya tulisan Mohammad Sobari “WOLO-WOLO KUATO” yg bercerita ttg kesederhanaan cara berpikir orang desa yang lugu (kearifan lokal) dgn Sang Pencipta (dan banyak lagi).

Bung saya bukan seorang Sufi apalagi KAUM ABANGAN..!!! KONSEP SAYA JELAS tapi saya juga manusia beragama yg butuh interaksi dengan manusia lain yg lumayan intensif. Kalaupun ada ketidakseimbangan antara saya dengan Sang Pencipta itu berarti saya yang LALAI bukan ALLAH.

Kenyataan bahwa bung hidup di Indonesia yg mayoritas penduduknya beragama Islam mau tdk mau akan bung hadapi, bila Umat beragama lain seperti Hindu, Budha, Konghucu bahkan Penyembah Pohon bisa hidup tenang tanpa banyak terusik, saya yakin andapun bisa. Tapi bila salah satu atau KOMUNAL suatu umat cara PEMBENARANNYA banyak yang mengusik ketenangan orang yg sudah beragama lain, mau tidak mau siapapun juga gak bisa hidup tenang (sekalipun itu dinegeri tetangga). Jalankan ajaran kalian dengan KASIH dengan sebenar-benarnya KASIH, bukan hanya JARGON2 dan YEL2 yg gak ada artinya. Kalau anda gak bisa mengamalkan harta…cukup mulut, mata dan hati kalian saja itu sudah cukup. Dan gak perlu merasa gelisah karena ada domba2 yg menghilang, karena kita manusia bukan domba.

Peace to All

@Bung Fertobhades
Kalau bung mengatakan bahwa SEJAK ABAD PERTENGAHAN adalah suatu kesalahan, bagaimana seorang PAUS PAULUS menghimbau jangan menghukum mati seorang agen MOSSAD yg memberikan informasi rahasia pertahanan militer Syria di dataran tinggi Golan yg akhirnya saat ini direbut dan dikuasai Israel..??? atau yg lagi hangat campur tangan Pemimpin tertinggi Katolik ttg KASUS TIBO CS yg membantai orang2 disebuah pesantren di Poso , sebaliknya dilain pihak pandangan umat Islam terhadap Pelaku peledakan bom yang diberi hukuman mati SETUJU2 SAJA. Apakah cara perlakuan pemimpin umat seperti itu adil…??? kenapa himbauan itu tidak diberlakukan sama dengan pelaku peledakan bom Bali.
Disinilah yg saya tidak mengerti dengan tujuan dibalik himbauan yg TIDAK ADIL tersebut.

Kalau konsep “Ke-Tuhanan” saya sudah jelas dan tidak diragukan lagi, tapi kalau itu hanya KARYA SENI dan hasil konsep OLAH BATIN dan hasil dari cara berpikir KEARIFAN LOKAL suatu masyarakat semua bisa dijadikan acuan, rumput yg bergoyangpun bisa. Saya berbicara pada koridor seputar kandungan ayat Al’Qur’an dan fakta sejarah yg menyertainya.

Kalau bung Fertobhades mau baca banyak juga yg bisa dijadikan acuan seperti karya tulisan Mohammad Sobari “WOLO-WOLO KUATO” yg bercerita ttg kesederhanaan cara berpikir orang desa yang lugu (kearifan lokal) dgn Sang Pencipta (dan banyak lagi).

Bung saya bukan seorang Sufi apalagi KAUM ABANGAN..!!! KONSEP SAYA JELAS tapi saya juga manusia beragama yg butuh interaksi dengan manusia lain yg lumayan intensif. Kalaupun ada ketidakseimbangan antara saya dengan Sang Pencipta itu berarti saya yang LALAI bukan ALLAH.

Kenyataan bahwa bung hidup di Indonesia yg mayoritas penduduknya beragama Islam mau tdk mau akan bung hadapi, bila Umat beragama lain seperti Hindu, Budha, Konghucu bahkan Penyembah Pohon bisa hidup tenang tanpa banyak terusik, saya yakin andapun bisa. Tapi bila salah satu atau KOMUNAL suatu umat cara PEMBENARANNYA banyak yang mengusik ketenangan orang yg sudah beragama lain, mau tidak mau siapapun juga gak bisa hidup tenang (sekalipun itu dinegeri tetangga). Jalankan ajaran kalian dengan KASIH dengan sebenar-benarnya KASIH, bukan hanya JARGON2 dan YEL2 yg gak ada artinya. Kalau anda gak bisa mengamalkan harta…cukup mulut, mata dan hati kalian saja itu sudah cukup. Dan gak perlu merasa gelisah karena ada domba2 yg menghilang, karena kita manusia bukan domba.

Peace to All

@ No-Nick :

Saya bersyukur hidup di Indonesia yang mayoritas Muslim tapi bertoleransi sangat besar terhadap saya. Saya juga bersyukur dengan kaum Muslim di Inggris (ada di Kompas) yang hidup dgn multikulturalisme gaya Inggris juga dengan toleransi besar. Mengapa hal itu dipermasalahkan ? Bukankah itu sudah menjadi sebuah “keharusan” ?

Konteks Paus dalam cerita anda diatas adalah dalam konteks : HUKUMAN MATI. Kekristenan pada dasarnya menolak hukuman mati sebagai bentuk hukuman, apapun kesalahan dan kejahatan yang diperbuat oleh orang itu. Mungkin banyak yang mendebatnya tapi itulah prinsip utamanya.
Dan mereka (pertama kali) tentu bersuara terutama kepada umatnya.

Sekali lagi : Dalam agama banyak ajaran-ajaran tertentu yang dominan. Misalnya dalam Kristen ada ajaran KASIH. Jika ada orang Kristen yang tidak menunjukkan KASIH, jangan salahkan agamanya, tapi salahkan dia sebagai seorang manusia yang tidak melakukan ajaran agamanya. Begitu juga dengan Muslim yang tidak menjalankan ajaran agamanya, jangan salahkan Islamnya, tetapi orangnya yang bertanggung jawab.

Dan kesalahan/kejahatan yang hanya terbatas pada kategori : AGAMA adalah penyederhanaan masalah.

Contohnya gini : Jika ada seorang Tibo yang membantai santri pesantren, maka timbul prasangka SEMUA orang KRISTEN itu seperti Tibo, cs. Apakah itu benar ? Atau seorang Imam Samudera membom Bali berarti semua kaum MUSLIM adalah TERORIS. Apa itu benar. Jawabannya TENTU TIDAK, tetapi masalah yang tersulit adalah : MENGHILANGKAN PRASANGKA ITU DARI DIRI MASING-MASING.

Sudahkan kita memulainya ? Jangan tunjuk orang lain, tunjuklah diri sendiri.

Saya pribadi tidak pernah menyalahkan/memprasangkakan AGAMA dibalik tindakan pemeluknya. Agama dan Tuhan hanyalah sesuatu yang bisa diseret-seret oleh siapapun menurut kepentingannya. Dan berprasangka karena Agama Sang Pelaku bukanlah penyelesaian masalah yang benar. Itu hanya seperti sebuah lingkaran setan bom waktu yang siap-siap meledak.

Saya pernah menyaksikannya di Ambon dan Poso, sebagai seorang psikolog konseling trauma anak-anak korban konflik. Apakah kita lebih butuh PERANG dan SENJATA daripada TEMAN dan SAHABAT ?

Silakan memulainya, dan silakan menyaksikan kehancuran umat manusia hanya demi nama PERANG atas nama IDENTITAS. Sesuatu yang absurd menurut saya.

@semuanya
agama adalah jalan hidup bukan untuk didebatkan

@axiva n ratdix
ingat Al-Baqarah: 5-6 dan anda tak perlu berdebat lagi

barakallahulii wa lakum

Dear roodee71

Saya cuma mau klarifikasi bahwa tidak ada ayat yg tersurat atau tersirat didalam alquran yg membenarkan ketuhanan isa/yesus.

Piisss

Dear Axiva,

Silakan membaca Alkitab, karena di sana banyak sekali tersurat & tersirat.

GBU

@ fertobhades

Im very agree with you.
Memang harus kita kembalikan semua prasangka yg berlebihan terhadap suatu penganut agama dengan penganut yg lain, tapi bila seseorang telah menghakimi tanpa dasar yg jelas atau berkomentar tanpa menggali lebih dalam apa yg mendasari TUDUHAN-nya , padahal dia punya aturan yg berbeda…ya mau gak mau kita meluruskan dong. Dan di forum seperti ini saya kira sah2 saja, asal jgn menjurus ke hal2 yg lebih ekstrim (fisik misalnya).
Bung ferthobes sebagai seorang konselorpun saya juga berharap punya NIAT yg TULUS dan tujuan yg mulia..kalo gak “pilih kasih” dan “pilih2 umat” loh (wah jadi saya yg berprasangka nih) ketika keahliannya di sumbangkan untuk orang2 yg membutuhkan (refleksi ajaran kasih sesungguhnya). Dan sudah saya jelaskan sebelumnya bahwa “pengikut Yesus yang sebenarnyalah” (yesus dan 12 muridnya yg merupakan inti kebenaran dari ajaran kristen) atau “yg benar-benar Kristen” dengan esensi ajaran Islam yang akan mampu membunuh kepribadian kolektif raksasa materialisme dan anti-agama yang akan dibentuk oleh Dajjal (raja fitnah).

Dear Dewo,

Ya kalo itu seeh ga usah ditanya, lha wong doktrin-nya emang dari situ.

Piisss

Komentar saya 1 saja tapi menurut saya esensial.
Alkitab ditulis oleh bani Israel, isinya tentang sejarah penciptaan dunia dan manusia oleh Allah, kejatuhan manusia ke dalam dosa, rencana dan karya penyelamatan manusia oleh Allah sendiri melalui darah Yesus Kristus.
Al Quran diturunkan kepada bani Arab, isinya sori saya gak pernah baca secara utuh dari halaman pertama sampai akhir; tapi dari komentar teman-teman di atas saya jadi tau kalau banyak juga yang menyinggung tentang kehidupan bani Israel dan Yesus (Isa).
Bani Israel dan Bani Arab awalnya adalah satu yaitu dari Abraham (versi Israel) atau Nabi Ibrahim (versi Arab). Abraham (Nabi Ibrahim) sangat saleh dan taat akan Allah sehingga Allah menjanjikan Abraham (Nabi Ibrahim) akan beranak dan bercucu sangat banyak dan bumi akan diberkati Allah melalui keturunan Abraham (Nabi Ibrahim). Abraham (Nabi Ibrahim) memiliki istri yang bernama Sarai (versi Israel) atau Sitti Sarah (versi Arab). Sampai usia lanjut Sarai (Sitti Sarah) tidak juga hamil karena mandul. Versi Alkitab: Akhirnya Sarai meminta Abraham (Nabi Ibrahim) untuk memperistri Hagar, pelayan Sarai, agar Abraham (Nabi Ibrahim) bisa memperoleh keturunan dari Hagar. Dari Hagar, Abraham (Nabi Ibrahim) memiliki seorang putra yang bernama Ismail. Setelah Ismail tumbuh menjadi kanak-kanak, Sarai juga mengandung dan melahirkan seorang putra yang diberi nama Ishak. Detil mengenai hal ini menurut versi Arab (Al Quran) saya tidak begitu mengerti. Tapi dari komik-komik rohani Islam milik teman saya, intinya sama : Istri Nabi Ibrahim adalah Sitti Sarah, dari dia Nabi Ibrahim memiliki anak bernama Ishak; dari Sitti Hagar (pelayan Sitti Sarah), yang diperistri oleh Nabi Ibrahim karena Sitti Sarai tidak juga mengandung, Nabi Ibrahim memiliki anak bernama Ishak.
Setelah kisah diatas, terjadi perbedaan antara versi Alkitab / Israel dengan versi Al Quran / Arab.
Versi Israel: Setelah Ishak tumbuh menjadi kanak-kanak, Ismail mulai cemburu dengan saudaranya tersebut sehingga sering “memusuhi”nya. Hal ini dilihat oleh Sarai. Kemudian Sarai meminta Abraham memulangkan Hagar beserta Ismail untuk kembali ke kaumnya. Abraham bimbang dan bertanya kepada Allah. Allah menjawab agar Abraham jangan bimbang untuk memulangkan Hagar dan Ismail karena Allah akan tetap melindungi mereka. Dalam perjalanan pulang ke kaumnya, Ismail hampir meninggal kehausan di tengah padang gurun. Ditengah kesedihannya Hagar berdoa kepada Allah sehingga Allah menciptakan mata air di padang gurun tersebut yang kemudian dikenal dengan mata air zam zam. Di sisi lain, suatu malam Allah melalui malaikatnya mendatangi Abraham dan memberi perintah agar besok, Abraham beserta Ishak menuju sebuah bukit untuk membakar kurban persembahan kepada Allah. Yang menjadi kurbannya adalah Ishak. Abraham sangat sedih, tetapi ketaatannya pada Allah mengalahkan kesedihannya. Besoknya Abraham membawa Ishak ke bukit untuk mempersembahkan kurban kepada Allah. Ishak yang tidak tau akan dikurbankan dengan gembira menemani ayahnya. Saat Ishak akan disembelih oleh Abraham, Allah segera berseru agar Abraham menghentikan tindakannya. Cukup sudah ujian Allah akan kesetiaan Abraham. Kemudian Allah sendiri yang memberikan seekor domba muda kepada Abraham untuk dikurbankan. Kisah selanjutnya : sebelum Abraham wafat dia memberkati Ishak dengan mengatakan agar Ishak selalu mencintai dan menaati Allah yang Abraham sembah agar keturunannya seperti bintang dilangit dan pasir di pantai serta hidupnya selalu diberkati. Ishak memperanakkan Esau dan Yakub. Berkat dari Ishak turun kepada Yakub. Yakub memperanakkan ke-12 suku Israel. Berkat dari Yakub turun ke seluruh 12 anaknya. Dari ke 12 anak Yakub inilah kisah Nabi-nabi tercatat. Allah memakai ke Nabi-nabi dari bangsa Israel untuk menyelamatkan manusia dari kutuk dosa yang telah diperbuat oleh manusia sejak jaman Adam. Mulai dari Yusuf, Musa, Daud, Salomo (versi Arab :Sulaiman) sampai kepada Yesus Kristus. Di dalam perjalanan kisah nabi-nabi ini, Allah selalu menjanjikan seorang Juru Selamat yang akan menebus umat manusia yang akhirnya digenapi oleh kelahiran, kematian dan kebangkitan Yesus Kristus. Buat saudaraku non-Kristen silahkan membaca Alkita perjanjian lama. Santai saja teman, pakai bahasa Indonesia kok. Bacanya juga kayak baca buku cerita kok, hehehehehe….
Sekarang yang versi Al Quran / Arab: Setelah Ismail tumbuh menjadi kanak-kanak, Allah menyuruh Nabi Ibrahim mempersembahkan Ismail sebagai kurban kepada Allah. Mirip dengan kisah Ishak di Alkitab (tapi kali ini tokohnya adalah Ismail), Allah menahan Nabi Ibrahim agar tidak meneruskan tindakannya. Kemudian dikisahkan juga Nabi Ibrahim mengusir (?) Sitti Hagar dan Ismail (Saya tidak tau penyebabnya, tolong teman-teman Muslim menerangkannya). Kisah terbitnya air mata Zam Zam juga kurang lebih sama. Dari komik tersebut juga disebutkan berkat Allah pada Nabi Ibrahim diturunkan kepada Ismail. Al Quran / bani Arab juga mencatat kisah Nabi Yusuf, Nabi Musa, Nabi Daud, Nabi Sulaiman sampai Nabi Isa. Bahkan kisah Nabi Isa waktu masih kanak-kanak lengkap dengan mujizat-mujizat yang dibuatnya lebih detail diceritakan oleh bani Arab dibanding yang tertulis di Alkitab sekalipun.
Sampai sekarang saya tidak begitu yakin apakah menurut Al Quran: Nabi Yusuf, Nabi Musa, Nabi Daud, Nabi Sulaiman sampai Nabi Isa itu adalah bani Israel atau bani Arab. Sekali lagi buat teman-teman yang Muslim tolong pencerahannya. Sampai sekarang saya berasumsi menurut Al Quran, Nabi-nabi tersebut adalah bangsa Israel. Kalau benar demikian, kenapa Al Quran tidak mencatat kisah Ismail selanjutnya dan keturunan-keturunannya? Kalau benar berkat Allah turun atas Ismail, seharusnya kisah-kisah mujizat Allah melalui Nabi-nabinya turun melalu Ismail dan keturunannya.
Saya seorang sarjana teknik sehingga terbiasa dengan pemikiran sebab akibat. Inilah mengapa sehingga hal-hal diatas saya katakan sangat esensial. Sebelum kita membahas lebih jauh mengenai inti sebuah ajaran, menurut saya kalau awalnya saja ada ketidakcocokan (distorsi) bagaimana saya bisa mempercayai inti ajarannya? Teman-teman yang lain yang tidak terbiasa dengan pemikiran sebab akibat mungkin tidak menganggap hal ini penting. Saya mengajak teman-teman agar dewasa dalam beragama. Statement saya diatas bukan ditujukan untuk menyerang agama lain, tapi saya ingin menggambarkan bahwa tiap individu memiliki sudut pandang dan keyakinan yang berbeda-beda. Tidak ada gunanya kita saling mengadu pendapat tentang apa yang tertulis di kitab suci agama orang lain kalau kita sendiri tidak mendalami ajaran kitab suci yang kita yakini dengan tulus. Mengenai benar atau salah itu bukan wilayah kuasa kita, Allah sendirilah yang punya hak tunggal menentukan mana yang benar dan salah. Memang benar, tiap agama mengajak setiap umatnya untuk menyebarkan ajaran keselamatnnya ke seluruh umat manusia. Tapi ingat, semangat siar agama harus berlandaskan kerinduan agar umat manusia lainnya juga bisa diselamatkan seperti kita. Kalau siar agama kita lakukan dengan maksud agar pahala kita dicatat di sorga atau agar umat kita semakin banyak (sebab kecenderungan manusia, yang banyaklah yang benar), yang terjadi adalah seperti yang sudah-sudah, konflik antar umat beragama dan debat-debat agama yang tidak ada habisnya. Kita cukup menyatakan yang benar menurut ajaran yang kita yakini. That’s all !!!!! Masalah yang mendengarkan menjadi percaya, itu adalah pekerjaan Allah sebab hanya Dia lah yang bisa berbicara ke dalam hati tiap manusia. Yang tidak kalah penting, kedewasaan beragama. Hampir semua manusia sangat sulit dewasa dalam beragama. Contohnya bangsa Barat yang notabene beragama Kristen. Dalam penginjilan mereka mengajarkan tentang kasih tapi karena sebagian dari bangsa barat melakukan penjajahan di belahan dunia lain, Agama Kristen di cap suka menjajah dan menindas. WTC di hancurkan oleh bangsa Arab yang beragama Islam, akibatnya Agama Islam di cap oleh adalah teroris dan mengajarkan kekerasan. Cap-cap tersebut bukannya membuat kita sadar tapi sebagian besar malah merapatkan barisan dan membuat jurang yang lebar dengan komunitas lain diseberang pihaknya. Pikirkan dengan nurani, yang saya yakin adalah bagian tersuci dari tubuh manusia, kalau kita benar-benar yakin dengan apa yang kita yakini bukankan segala fitnah, argumen-argumen yang “menyerang” keyakinan kita seharusnya disikapi dengan senyum dan tenang sebab kita tau Siapa yang kita percayai. Tapi kalau kita bereaksi negatif, sebenarnya secara tidak sadar kita sudah menyenangkan Iblis. Sebab itulah pekerjaan dan tujuan Iblis di dunia agar setiap manusia saling membenci dan sibuk membenci sehingga melupakan warisan Allah pada manusia yaitu nurani/kata hati untuk mengasihi sesamanya manusia.

Salam Damai

@ No_Nick :

Walaupun saya punya sedikit kemampuan sedikit mengenai tafsir kitab suci (hermeneutik) dan perbandingan agama (di beberapa IAIN/UIN juga ada fakultas/jurusan perbandingan agama), tapi saya sangat menghindari debat tentang keimanan dengan orang yang berbeda keyakinan.

Mengapa ? Karena biasanya yang timbul adalah debat kusir dan lingkaran setan yang tak kunjung selesai. Akhirnya endingnya ketahuan : Bagiku agamaku, bagimu agamamu (maaf, saya memakai terminologi Islam).

Tentang pilih kasih,🙂 saya orang yang paling tidak pilih kasih. Ketika kami masuk ke Poso, semua pelosok poso (baik yg komunitas muslim dan kristen kami jalani). Profesi tidak mengenal apa identitas dibalik seseorang, tapi manusia apa adanya.

Ketika masuk ke Tentena (yg mayoritas Kristen), saya bersama rekan wanita muslim yang berjilbab. Dan apa pandangan orang sana terhadapnya ? SINIS dan PENUH PRASANGKA. Seakan-akan melihat hantu disiang bolong. Itulah hasil konflik yg terjadi.

Ketika saya masuk ke Poso Kota (yg mayoritas Islam), dan ada diantara mereka yg tahu bahwa saya seorang Kristen. Apa pandangan mereka ? Saya ditolak disitu. Itulah hasil konflik yg terjadi.

Itulah hasil konflik “antar peradaban” yang akhirnya menjadikan manusia seperti itu.

*maaf Bung Dewo, jadi curhat nih….*🙂

@Bung Fetobhades

Ya terserah bung fertob deh yg jelas pokoknya hingga abad ini dan saat ini di setiap gereja2 amerika dan eropa masih masih ada papan2 yg bertuliskan anti Islam dan jelas2 terpampang dan menghina islam, kalau mau jujur teman2 bung fertobhadespun atau MUNGKIN bung sendiri dari kecil sudah di dogma yg mengajarkan kebencian2 terhadap islam, sumber inipun bukan hanya karangan saya, bahkan secara tidak langsung bahkan dari teman saya sendiri.
Yah buat bung fertob mungkin ini suatu

@Bung Toni
>>Sampai sekarang saya tidak begitu yakin apakah menurut Al Quran: Nabi Yusuf, Nabi Musa, Nabi Daud, Nabi Sulaiman sampai Nabi Isa itu adalah bani Israel atau bani Arab.

Yang anda sebutkan memang dari bani israel,

Setelah Yesus (as) yg sebelumnya hanya meneruskan kitab taurat, Allah mengutus seorang rasul lain yang berasal dari suatu SUKU yang berbeda (arab) agar melalui rasul-Nya ini, Allah dapat menurunkan wahyu berupa agama yang asli ke dunia (ajaran pelengkap baru) dan Dia membekalinya dengan sebuah kitab suci. Rasul itu adalah Nabi Muhammad (saw) dan kitab tersebut adalah Al-Qur’an, satu-satunya wahyu yang tidak diubah.

Salah satu dari kelompok masyarakat yang tersesat dari agama yang benar adalah Bani Israel. Sebagaimana yang diinformasikan dalam Al-Qur’an, Allah telah mengutus banyak rasul kepada Bani Israel; mereka telah menyampaikan agama yang benar. Akan tetapi, setiap masa mereka menentang seorang rasul atau setelah kematian rasul tersebut, mereka mentransformasikan agama yang benar tersebut menjadi suatu ajaran yang sesat. Selain itu, dari Al-Qur’an, kita mengetahui bahwa bahkan saat Musa (as) masih hidup pun, Bani Israel menyembah sapi betina yang terbuat dari emas selama masa ketidakhadirannya yang sebentar saja (lihat surat Thaahaa: 83-94). Setelah Nabi Musa (as) tiada, Allah mengutus beberapa nabi lainnya kepada Bani Israel untuk memberikan peringatan kepada mereka dan yang terakhir dari para nabi yang diutus itu adalah Yesus (Isa) (as).

Penyembahan berhala hingga kelakuan yg rusak pada masa sesudah Isa (Yesus) diturunkan masih banyak terjadi, maka harus ada aturan yg jelas dan tegas tentang kesalahan perilaku yg terjadi pada masa tersebut melalui Muhammad SAW.

Kenapa Muhammad SAW bisa menceritakan dengan detail padahal masa ketika Isa Al Masih lahir dan selama hidupnya itu terjadi ribuan tahun sebelum DIA atau bagaimana bagaimana hal2 yg kecil contoh : jgn berkata “ah” (menghardik) ibumu, cara membagi warisan yg adil, jgn membentak anak yatim bahkan menyantuninya, keutaman bersedekah (memberi kelebihan harta), buruknya saksi palsu dll (cuma wahyu ALLAH yg bisa bercerita).

Soal jawaban Ismail dan Ishak komplit lihat di
http://swaramuslim.net/comments.php?id=255_0_1_0_C
habis banyak makan tempat, gak enak sama yg punya blog..he3x

salam damai

@Dear Toni

Oya ada sedikit catatan :
Antara Isa dan Muhammad kelahiran dan penyebaran ajaran pertamanya gak jauh2 dari yerusalem or arab or timur tengah, cuma beda suku kok….!
Mungkin anda tahu soal pertanyaan2 dan jawaban diatas, tapi mungkin ini buat sedikit tambahan wawasan teman2 kita aukey..

🙂

@Dear Fertobhades
Sebenarnya sudah putus asa saya menceritakan semua ttg ada apa dibalik dgn ketulusan2 dan kasih yg diberikan pada umat muslim di negeri kita coba silahkan baca karya2 kasih dibalik misal gempa di aceh. Ketika Bung menetralisir dgn pernyataan bung dilain pihak KAMI terus dihadapkan hal2 yg tidak mengenakkan tersebut. Coba deh browse website ini..

http://swaramuslim.net/ACEH/more.php?id=1571_0_13_0_M

I Love You All

@ No_Nick & callback :

Saya didoktrin sejak kecil ? Oleh orangtua ?🙂 mungkin anda TIDAK akan percaya kalau saya mengatakan TIDAK. Apa saya orang yang aneh kalau tidak ikut pada prasangka dan kebencian itu ?

Apa yang dikerjakan oleh orang2 Eropa adalah hasil beribu-ribu tahun mereka melihat Islam. Sejarah mereka adalah sejarah kelam hubungannya dengan Islam, yang mencapai klimaks pada Perang Salib. Saya, sekali lagi, TIDAK SETUJU dengan mereka dalam mempersepsikan Islam. Bagi saya, semua agama berguna untuk membawa pencerahan bagi umatnya dan bukan membawa kebencian.

Ketika bom Natal & Kasus Situbondo lalu yang menjadikan umat Kristen sebagai target, apakah anda pernah mendengar kami akan membalas ? Tidak pernah. Itulah konsekuensi toleransi, bahwa ada pergesekan di kalangan bawah.

Kalau mengenai misi Kristen di Aceh, saya tidak punya pembelaan karena saya tidak mengetahuinya. Tapi memang cara beberapa aliran dalam Kristen dalam memberitakan Injil terkadang keterlaluan. Door to door, berlindung di balik bantuan, dan lain-lain.

Tapi anda tidak boleh mengingkari bahwa itulah konsekuensi sebagai agama dakwah (misi). Kristen, Islam, dan Yahudi adalah agama dakwah. Dan CARA mereka dalam menyampaikan agamanya bisa dalam bentuk yang lunak sampai yang keras. Itu terjadi di semua agama dakwah. Hindu dan Buddha yang bukan agama dakwah yang berbeda.

Dear All,

Sekedar input, saya rasa kita tidak perlu men-generalisir seluruh masalah yg berkaitan dengan konflik sosial dan politik. Mungkin hal itu benar atau mungkin juga tidak, saya harap kita bisa tetap proporsional dalam menyikapi dan lebih mengutamakan “indahnya kebersamaan”…:)

Karena dalam beberapa hal sering saya melihat friksi dalam fanatisme beragama dijadikan alat untuk mengalihkan perhatian sebagian pihak yg punya tujuan tertentu, seperti halnya politik devide et impera zaman belanda atau konflik hamas dan fatah dipalestina. (CMIIW)

Saya berharap permasalahan sosial/politik semacam itu bisa membuat kita lebih dewasa dan mawas diri dan tetap mengutamakan amal dengan akhlakul karimah.

Tapi beramal saja tidak cukup harus dibarengi dengan ilmu dan keimanan yg benar.

Beramal tanpa ilmu bisa sesat, berilmu tanpa amal itu cacat.

Piisss

@Fertobhades
Syukurlah kalau bung Fertob tidak seperti yg saya bayangkan🙂.
Maaf bung Umat Islam yg ada dimana bahwa penyebarannya melalui cara2 kekerasan, toh sudah saya ceritakan bahwa adanya kasus Bom2 hanyalah sakit hati yg salah sasaran bukan penyebaran Agama.

@Axiva
Persoalan kerukunan hingga perpecahan umat beragama juga sangat erat dengan persoalan politik dan juga jadi komoditas politik.

dear ALL teman-teman seiman,

tetap semangat memberitakan kebenaran firman TUHAN…

To Bang Sugiarto (02/01.2007)
Yesus menurut Ali Imron ayat 55

Anda benar

Ilim Imron ayat 55
“Hai Isa, sesungguhnya Aku akan mewafatkanmu dan mengangkatmu kepada-Ku ……………………….

Mati disini adalah mati sebagaimana manusia biasa dan Allah mengangkatmu kepadaku (kembali keRachmatullah) dekat dengannya. Dekat disini bukan secara fisik tapi menggambarkan pengertian secara rohani : orang shaleh dan selalu mengerjakan amal kebaikan dan menjauhi larangannya di alam roh adalah disamping Allah.

Salut deh buat saudara-saudaraku yang Muslim…
Saya mengerti kalau thread tentang “Yesus tidak wafat?” ini banyak di komentari dengan kalian. Seperti juga yang terjadi di thread “Tritunggal Mahakudus”.

Kenapa 2 thread ini sangat banyak di komentari oleh saudara-saudara yang Muslim? Tentu saja sebab 2 keyakinan inilah yang sangat membedakan keyakinan umat Kristen dengan agama lain di dunia ini.

Kalaupun umat Muslim yang sangat “agresif” mempertanyakannya, hal itu tidak lepas karena kedekatan sejarah yang sangat dekatlah yang membuatnya. Tentu saja selain alasan kesamaan agama dakwah seperti yang dikatakan oleh saudara fertobhades. Lepas dari semua itu, saya katakan salut karena mayoritas komentar yang masuk di blog ini disampaikan dalam koridor kesopanan. Hal itu merupakan cermin kedewasaan seseorang dalam memegang imannya.

Buat Mas Dewo, 2 jempol buat Anda yang konsisten menyuarakan keyakinan pada Yesus Kristus, Tuhan dan Juruslamat manusia. Semoga hal yang sama juga berlaku dalam keseharian perilaku dan perbuatan sehari-hari. Tuhan memberkati.

Secara pribadi saya menyatakan iman saya kepada Kristus kurang lebih seperti ini:

Allah menciptakan alam semesta beserta segala isinya termasuk manusia. Diantara seluruh ciptaaNya, manusia mendapat perlakuan yang paling istimewa di mata Allah. Tetapi celakanya manusia (Adam) melakukan kesalahan fatal dengan melanggar perintah Allah. Akibat perbuatannya itu, Allah menjadi murka mengusir Adam dan Hawa keluar dari taman eden dan mengutuk manusia akan bersusah payah untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sedangkan perempuan akan bersusah payah dan kesakitan pada saat melahirkan. Tetapi yang paling menyakitkan adalah manusia tidak dilayakkan lagi untuk bertemu dengan Allah secara langsung, seperti yang terjadi di taman eden. Sebab manusia telah berbuat dosa.

Sejak itu manusia selalu mencari pengampunan Allah atas dosanya itu, yang diwujudkan dengan pembakaran korban persembahan dengan harapan asap dan aroma korban persembahan yang tulus dapat melunakkan hati Allah. Tetapi semuanya itu sia-sia, dosa telah dilakukan….

Akan tetapi Allah yang Maha Kasih berinisiatif membuat perdamaian dengan manusia. Sebelum pendamaian itu dilakukan, Allah mendidik dan memilih sendiri manusia-manusia yang akan dilibatkanNya dalam rencana keselamatan ini. Mulai dari dipilihnya Abraham, Ishak, Yakub, ke-12 suku Israel dipakai Allah untuk mempersiapkan rencana perdamaian ini agar kelak manusia siap.

Inti dari Perjanjian Lama berisi persiapan perdamaian ini. Di situ dengan jelas dan kronologis tercatat segala karya Allah dan nubuatanNya melalui nabi-nabi pilihanNya. Penyelamatan dan pengampunan dosa ini digenapi oleh Allah sendiri melalui Yesus Kristus, yang tidak lain adalah penyataan (bukan pernyataan loh, jangan salah baca) Allah sendiri dengan mengambil wujud sebagai manusia. Allah dengan segala kuasa dan kebesaranNya, merendahkan diri memakai cara manusia yang memakai kurban persembahan untuk mencari pengampunan. Allah rela merendahkan diri turun ke dunia, mengambil rupa seorang hamba (ingat, Yesus adalah anak seorang tukang kayu bukan anak seorang raja…).

Dalam wujud seorang hamba, Allah sendiri yang mengajarkan manusia aturan-aturan dan perintah-perintah yang di kehendaki Allah. Bahkan saat orang-orang Yahudi yang pada masa itu dalam penjajahan romawi sehingga berbunga-bunga hatinya menyangka Yesus yang penuh mujizat akan memimpin bangsa yahudi lepas dari penindasan, sehingga mulai me-mitos kan Yesus dan mengilahinya. Menyikapinya, Yesus mengatakan agar manusia hanya menyembah Allah yang adalah Esa (Renungkan, betapa rendah hatinya Allah….)

Setelah misinya di dunia memberikan pengajaran yang benar telah genap, Allah dalam wujud Yesus menyerahkan diriNya sendiri sebagai kurban sehingga setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal.

Langkah yang ditempuh oleh Allah sangat aneh di mata manusia yang pongah. Tetapi itulah rahasia Allah.

Manusia sendiri yang memilih untuk berdosa, kemudian berpikir bahwa dengan tindakan baiknya dapat membayar lunas kesalahannya. Tetapi di saat Allah sendiri yang mengulurkan tangan untuk mengampuni dosa manusia dengan mengikuti cara yang telah dilakukan oleh manusia sendiri selama beribu-ribu tahun, manusia justru menolaknya!

Saya mengimani bahwa Allah memakai cara yang “aneh” itu, agar manusia yang rendah hatilah yang dapat mengerti dan mendapatkan keselamatan itu. Agar manusia tahu bahwa manusia tidak berdaya apa-apa di mata Allah dan Allah sangat mengasihi manusia.

Allah Tritunggal Mahakudus saya imani sebagai perwujudan penyataan Allah kepada umat manusia dan menggambarkan betapa besarnya Kasih Allah kepada umat ciptaanNya sendiri. Mengenai wujud Allah yang ketiga yaitu Roh Kudus, saya imani seperti ini :
Saat manusia menerima Yesus sebagai Tuhan dan JuruslamatNya, manusia harus meninggalkan kuasa kedagingan atas tubuhnya dan menjadikan rohnya yang dibimbing oleh Roh Kudus menguasai dirinya. Kenapa? Sebab keinginan daging (kekayaan, kekuasaan, pujian, dll) adalah warisan dunia ini yang tidak akan sejalan dengan Allah yang adalah Roh. Ingat bahwa Allah sendiri dalam wujud manusia (Yesus), dimana Rohnya dilingkupi oeh daging pernah digoda oleh Iblis. Tetapi Yesus sudah memberi teladan bahwa agar jauh dari dosa dan godaan Iblis, undanglah Roh Allah dalam hatimu sehingga berkuasa atas diri kedaginganmu.

Iman yang bodoh dan tidak masuk akal manusia?
Saya bangga di sebut bodoh oleh dunia ini karena iman saya kepada Tuhan Yesus Kristus!

Saya bukan orang yang ahli kitab. Tetapi kalau saudara-saudara yang Muslim ingin mencari tahu lebih dalam lagi, silahkan membaca langsung dari sumbernya yaitu Alkitab.

Saya pernah mendengar dan membaca karya Bapak DR. H. Sanihu Munir SKM, MPH seorang ahli kristologi. Menurut saya pribadi, cara Bapak DR. H. Sanihu Munir SKM, MPH menyangkal kebenaran Alkitab dengan berpegang pada fakta sejarah yang dikarang oleh orang-orang yang memang atheis dan membenci Kristus adalah hal yang sangat naif dan dangkal sebab hanya berpedoman pada sumber-sumber sepihak. Maksud saya dari segi keimanannya kepada Islam, sah-sah saja bahkan hak Beliau. Tapi tidak kalau dipandang dari sisi ilmu kristologi. Sebab jalan ilmiah selalu memandang masalah dari banyak sisi. Sebagai seorang doktor seharusnya Beliau tahu.
Kalau teman-teman penasaran bagaimana umat Kristen menjawab tuduhan dan fitnahan Bapak DR. H. Sanihu Munir SKM, MPH, silahkan kunjungi situs berikut: http://answering-islam.org/Bahasa/index.html dan http://www.christiananswers.net/indonesian/.

Trus bagaimana? Apakah perbedaan ini akan terus meruncing? Seperti yang sudah saya katakan di komentar #231, hanya Allah yang mempunyai wewenang dan otoritas tunggal menyatakan benar dan salah.
Daripada ribut memikirkan siapa yang benar, kenapa tidak menjalankan ajaran dan perintah Allah untuk mengasihi seluruh umat manusia? Kalau kita benar percaya dan mengasihi Allah apakah mungkin kita akan merusak dan mengambil nyawa manusia lain yang kita sendiri yakini sebagai ciptaan Allah yang kita sembah?

Kejatuhan keyakinan kepada Allah tidak akan terjadi karena godaan keyakinan Agama lain. Kejatuhan keyakinan seseorang lebih mudah terjadi karena godaan kenikmatan dunia dan pembiaran tiap pribadi menggunakan emosi kedagingan menguasai dirinya.

Contoh yang jelas, bagaimana keimanan umat Kristen di dunia Barat makin terkikis sehingga hanya sekadar cap di KTP, karena kepandaian yang tidak dipimpin kerendahan hati kepada Allah. Penyangkalan atas kuasa Allah atas dunia ini karena kehebatan teknologi yang mereka ciptakan. Sehingga begitu serakah menguasai umat lain di muka bumi ini.
Bagaimana kebencian seorang Osama bin Laden atas Amerika (baca: pengambil kebijakan negara AS) sehingga menjadikan dirinya pencabut nyawa ribuan orang tidak berdosa, bahkan termasuk juga nyawa pengikutnya yang terpengaruh emosi diri yang ditularkannya.
(Alinea di atas adalah pikiran pribadi saya)

God Bless You all…..

hai lam kenal semuanya
kalo menurutku seorang yang mencari Yesus secara fisik dengan segala bukti bukti sejarah yang mereka temukan, itu adalah sia sia belaka……karna Allah itu Roh
jika seorang yang belum mengenal siapa Yesus dan menentang kebenarannya itu wajar, dan saya ga peduli mo percaya apa ga kalo tujuannya hanya u/ melecehkan sebuah agama, dan sebaiknya kita kalo liat orang yang belum menerima Yesus dalam Roh, lebih baik kita kenalkan Yesus yang telah bangkit dalam hati kita melalui sikap dan perbuatan kita
sadar ga sadar Yesus telah bangkit dalam hati kita semua manusia didunia, baik yang beragama maupun yang tidak beragama, yang jahat maupun yang baik, dan semua tinggal seberapa dalam kita mendengarkan intuisi kita dan berkomunikasi dengan Allah dalam bahasa Roh
JLU all

Sir Isaac Newton, seorang ilmuwan terkemuka yang sulit dicari tandingannya dalam bidangnya, dan kontribusinya pada sains tidak diragukan lagi nilainya (bahkan dalam buku 100 Manusia paling terkemuka dalam sejarah Michael H.Hart,newton menduduki peringkat ke 2 dibawah Nabi Muhammad SAW dan satu peringkat di atas Yesus),ternyata pada tahun 1690 menulis sebuah manuskrip yang mengenai korupsi dan manipulasi teks dalam injil perjanjian baru yohanes 5:7 dan Ttimotius 3:16, Newton berkesimpulan bahwa telah terjadi penyisipan teks yang menciptakan dogma trinitas dan penuhanan yesus pada abad ke 4 dimana sedang terjdai pergolakan hebat dalam gereja,dan salah seorang yang telah melakukan manipulasi tersebut adalah Athanasius,penyisipan dan manipulasi teks tersebut menyebabkan munculnya dogma trinitas dan penuhanan yesus yang ditentang keras oleh newton,karena newton menganggap penuhanan manusia adalah salah satu bentuk penyembahan kepada berhala. Manuskrip di atas ditulis Newton setelah usaha penyelidikan yang mendalam dimana newton sendiri mempelajari bahasa ibrani dan menerjemahkan injil dari teks bahasa aslinya. mengingat situasi gereja di Inggris yang sangat tidak kondusif terhadap segala bentuk kritik pada injil dimasa itu, newton urung mempublikasikan manuskrip tersebut, kemudian ia menyerahkannya pada John Locke dan memintanya untuk menerjemahkan naskah tersebut ke dalam bahasa perancis dan mempublikasikannya disana.
Selain Newton, sangat banyak tokoh2 yang terang2an menentang paham Trinitarian/trinitas diantaranya:Milton (1608-1674), John Locke (1632-1704), John Biddle (1615-1662), Michael Servetus (1511-1553), Francis David (1510-1579), Lelio Francesco Maria Sozini (1525-1562), Fausto Paolo Sozini (Socianus, 1539-1604), Thomas Emlyn (1663-1741), Theophilus Lindsey (1723-1808), Joseph Priestly (1733-1804), and William Ellery Channing (1780-1842)sementara itu para unitarian pada sejarah awal kristen diantaranya: Arius (250-336 A.D.), Iranaeus (130-200), Tertullian (160-220), Origen (185-254), Diodorus, dan Lucian (d. 312).
Michael servetus adalah salah satu penentang dogma trinitas terkemuka, beberapa karyanya yang penting al:The errors of trinity(1531)two dialogues of trinity(1531)dan the restoration of christianity.pemikirannya membuat martin luther mengutuknya pada tahun 1539. servetus juga berkorespondensi secara pribadi dengan calvin selama lebih dari 20 tahun,sampai akhirnya terjadi konflik diantara mereka yang mendorong calvin untuk menangkap servetus di milan,italia,dan setelah pengadilan yang singkat,servetus dijatuhi hukuman bakar.(sebuah bukti kesadisan gereja dan oknum2nya masa itu terhadap siapa saja yang dianggap menentang dogma gereja)
sejarah mencatat bahwa gereja memang mempunyai hubungan yang tidak harmonis dengan,terutama,para cendekiawan dan ilmuwan yang penemuan2nya dianggap membahayakan keyakinan terhadap injil dan hegemoni gereja. misalnya konflik antara gereja katolik dengan copernicus dan galileo galilei yang mempublikasikan hipotesa bahwa bumi bukanlah pusat alam semesta sebagaimana yang diyakini dan diimani gereja dan umatnya pada masa itu,melainkan bumi hanyalah salah satu dari sekian planet yang berputar pada porosnya dan mengelilingi bintang lain.hidup galileo berakhir tragis dalam kurungan penjara atas otoritas gereja katolik.

Tulisan ini saya maksudkan untuk memberi gambaran bahwa, di dalam lingkungan barat/eropa sendiri yang notabene memeluk katolik,ternyata penyelidikan mereka menyimpulkan bahwa injil(dalam hal ini perjanjian baru) telah dinodai oleh manipulasi dan penyisipan teks yang sangat penting sehingga membelokan keesaan Tuhan menjadi paham trinitarian dan penuhanan terhadap yesus yang akhirnya berevolusi menjadi iman yang diyakini umat katolik.
Tidakkah kalian juga berhasrat untuk mengkaji ulang dogma trinitas,ketuhanan yesus dan dosa warisan yang telah diturunkankan selama berabad-abad pada kalian dengan represi dan tekanan yang sangat kuat dari gereja untuk tidak lagi mempertanyakan asal dogma tersebut ?

Nyuwun Sewu …..

Halah…melihat dari sudut pandang berbeda kapan ketemunya? Seperti melihat sebuah bola yang warnanya hitam dan putih…dari sisi satu hitam dari sisi yang lain putih…berdebat kayak gini sampai akhir jaman juga ga bakal nemu jawabannya…
Vertikal Horizontal, Bujur dan Lintang, bisa ketemu dalam satu titik tapi tak pernah bisa berjalan beriringan…
Yang penting adalah perilaku kita terhadap manusia dan Tuhannya. Amin

@Masindra
Yah itu udah resiko kenapa mas Dewo membuat artikel disini dan minta tanggapan, kalo gak mau diskusi bilang sama mas dewo kalo artikelnya ditutup dan gak usah ditanggapi, Mereka2 yang diskusi memberi penjelasan nya juga berdasarkan fakta2 sejarah dari kalangan umat Yesus sendiri juga kok. Kalo mau ketemu jawabannya ya banyak2 telaah alkitab toh ada sekolahnya, kalo buntutnya cuma masalah perilaku ya gak usah ngeblog pasti beres dah…

@Dear Cak Oto,

Benarkah demikian? Kok meragukan?

@Dear MasIndra,

Iya betul, sulit sekali menyatukan perbedaan iman tersebut. Semua artikel dalam blog di sini tidak berupaya atau pun memaksakan pemahaman Kristiani. Semua artikel di sini cuma berupaya untuk memberikan pencerahan terhadap pandangan yang keliru tentang Kristiani.

@Dear Jerry,

Sebenarnya artikel yang dibuat di sini sekedar untuk memberi pencerahan bagi banyak orang yang salah memandang Yesus Kristus. Tetapi banyak dari mereka yang sama sekali tidak mau menerima penjelasan. Ya sudah, keep blogging. Keep the pray. Tetap memberitakan kabar baik bagi umat manusia.

GBU.

Dear Dewo,

Maaf saya absennya kelamaan, ikutan lagi dong…….

GBU

To Bang Ratdix dan Bang Sugiarto,

Mengenai Maryam dikatakan Istri Imran dan saudara Harun penjelasannya dapat ditemukan dalam Surat Aku Imran ayat 33, 35 dan 36:

(33) Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga Imran melebihi segala bangsa (pada waktu itu)

*Adam adalah Bapak seluruh manusia.
*Nuh adalah Bapak kedua dari seluruh manusia setelah peristiwa banjir.
*Keluarga Ibrahim, dari Ibrahim banyak dilahirkan nabi nabi yang membawa agama besar didunia (Nabi Musa, Nabi Isa dan Nabi Muhammad)
*Keluarga Imran, Imran adalah bapak dari Musa dan Harun (sehingga anak keturunan Imran adalah juga saudara Harun).

Keluarga Imran adalah keluarga yang mulia dari bani Israel (Levi), karena dari suku inilah banyak dipilih imam imam bani Israel.

Ali Imran ayat 35, 36 dan 37 :

(35) Ingatlah ketika perempuan (istri) Imran berkata “Ya Tuhanku, sesunggunya aku menazarkan anak yang dalam kandunganku ini kepada Engkau, menjadi hamba yang taat (kepada-Mu), maka terimalah (nazar) daripadaku, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar Lagi Maha Mengetahui.

(36) Maka takkala dia melahirkan dia berkata “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku melahirkan seorang anak perempuan; dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkan itu; dan laki laki itu tiada sama dengan perempuan. Sesungguhnya aku telah menamakannya Maryam dan aku memohon perlindungannya dan keturunannya kepada Engkau dari setan yang terkutuk.

(37) Menceritakan bahwa Maryam dalam pemeliharaan Nabi Zakaria.

Kalau dikatakan istri Imran dan saudara Harun jangan diartikan secara harfiah. Karena yang dimaksud istri Imran adalah istri dari seorang keturunan keluarga Imran, dan dikatakan saudara Harun karena Imran adalah bapak Nabi Musa dan Harun. Sehingga seluruh keluarga Imran adalah juga saudara Harun.

Sebutan tersebut adalah umum bagi keturunan Semit (Arab dan Israel) . Dalam Kitab Keluaran II berbunyi : “Sebermula seorang laki laki dari isi rumah Lewi pergi mengambil seorang anak perempuan Lewi menjadi bininya”

Maksudnya bukanlah ayah sianak perempuan itu Lewi namanya. Maksudnya anak perempuan itu keturunan keluarga Lewi. Dalam Qur’an sama maksudnya dengan seorang istri Imran.

Dalam Matius 1:20 ada sebutan : Hai Yusuf anal Daud…….
Bukan berarti ayah Yusuf itu bernama Daud. Yang dimaksud adalah bahwa Yusuf keturunan Daud.

Jadi tidak benar bahwa Qur’an salah kutip seperti dugaan Bang Sugiarto.

Salam

@Dewo

Kayaknya perlu banyak membaca info dan referensi buku2 lagi karena ragu sama pernyataan cak oto.

@Dear Sugiarto (#248),

Selamat datang kembali. Selamat berjuang kembali dalam Yesus Kristus.

@Dear Budhi (#249),

Rupanya memang ada perbedaan silsilah Bunda Maria di Alkitab dengan di Alquran. Yang jelas, saya (dan tentunya umat Kristiani) lebih meyakini silsilah dari Alkitab.

Sedikit menjawab tentang “Lewi”, memang “Lewi” adalah salah satu bani Israel. “Lewi” adalah salah satu dari ke-12 suku Israel. Ini sama saja jika saya menyebut diri saya sebagai “bangsa Indonesia.”

Saya yang “bangsa Indonesia” ini menikah seorang wanita dari “bangsa Indonesia” juga. Dan ini adalah suatu kalimat yang benar dan sah.

Anda benar bahwa penyebutan bangsa tidak tepat langsung dikatakan sebagai keturunan langsung alias hubungan kekerabatan dekat. Tetapi Anda tidak tepat jika mengaitkannya langsung dalam silsilah yang harusnya memiliki akurasi yg tinggi. Jadi tidak benar jika saya menyebutkan bahwa Anda adalah anak dari istri Imran. Tentu selain hubungannya terlalu jauh, dalam menyebutkan silsilah harus lebih detail.

Semoga dapat membantu.

@Dear Jerry (#250),

Hahaha… malas ah membaca buku2 yang “tidak jelas.” Kalau buku2 yg disebutkan Cak Oto benar, seharusnya Alkitab dan Gereja sudah runtuh sejak dulu. Tetapi ternyata kebenaran tetaplah kebenaran.

Salam.

shalom kak dewo..
boleh mnta almatnya kak dewo ga??
saya mao share lbih lgi dngan anda..
thanx..
GBu

Buat Dewo,

Lukas 1:5
Pada zaman Herodes, raja Yudea, adalah seorang imam yang bernama Zakharia dari rombongan Abia, istrinya juga berasal dari keturunan Harun, namanya Elizabeth.

Kemudian Dewo baca ayat ayat seterusnya dan sampai pada ayat 36

Lukas 1:36
Dan sesungguhnya Elizabeth, saudaramu itu pada hari ini sedang mengandung seorang anak laki laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia yang disebut mandul itu.

Apakah Dewo menafikan Ayat ayat tersebut di atas yang menurut kepercyaan anda adalah benar firman Tuhan?

@Dear Budhi (#253),

Hahaha… rupanya Anda masih bingung sendiri.

Lukas 1:5
Pada zaman Herodes, raja Yudea, adalah seorang imam yang bernama Zakharia dari rombongan Abia, istrinya juga berasal dari keturunan Harun, namanya Elizabeth.

Ini terbukti bahwa Alkitab adalah akurat karena dengan akuratnya menyebutkan bahwa Elisabeth adalah “keturunan Harun.”

Lukas 1:36
Dan sesungguhnya Elizabeth, saudaramu itu pada hari ini sedang mengandung seorang anak laki laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia yang disebut mandul itu.

Memang benar bahwa Elizabeth dengan Maria itu “bersaudara.”

Penggunaan kata “keturunan” dan “saudara” dalam Alkitab itu akurat dan benar. Ini berlainan dengan konteks Anda yg menyebutkan “istri” padahal bukan istri yang sebenarnya.

Semoga dapat membantu. GBU.

Buat Dewo,

Jadi Dewo membenarkan kata “keturunan” dan “saudara” kalau begitu mengakui bahwa Maria adalah Keturunan Harun.
Sedang Imran adalah Bapak dari Musa dan Harun, maka semua keturunan Imran dapat juga dikatakan saudara Keturunan Harun.

“”””Ini berlainan dengan konteks Anda yang menyebutkan “istri” padahal bukan istri yang sebenarnya””””

Apakah Dewo mau mengatakan bahwa Elizabeth itu cuma peliharaan Zakharia ?

Salam

Maaf, maksud saya Maria bukanlah keturunan Harun (salah ketik), tetapi Keturunan Imran.

@Budhi,

Penjelasan anda masuk akal ketika menjelaskan bahwa Yusuf anak Daud, karena kata anak berati garis keturunan (Matius 1:1-17).
Tapi dalam konteks Quran mencatat : Maryam ibu Isa saudara Harun, sulit ditarik benang merah. Karena Harun tidak dalam silsilah dari Adam sampai Isa, atau mungkin ada sumber lain selain Alkitab mengenai silsilah Adam sampai Isa.
Pada diskusi sebelumnya teman kita berpendapat “saudara Harun” adalah sebutan orang saleh, tapi ini sebatas tafsir saja. Saya tidak tahu apakah Quran menyebut secara eksplisit bahwa orang saleh disebut “saudara Harun”.

Salam

@Dear Budhi (#256) dan Sugiarto (#257),

Tetap saja saya tidak setuju dengan: (dari #249)

Kalau dikatakan istri Imran dan saudara Harun jangan diartikan secara harfiah. Karena yang dimaksud istri Imran adalah istri dari seorang keturunan keluarga Imran, dan dikatakan saudara Harun karena Imran adalah bapak Nabi Musa dan Harun. Sehingga seluruh keluarga Imran adalah juga saudara Harun.

Karena ini jelas tidak akurat. Penjelasannya sudah saya utarakan di atas.

Dear Sugiarto,

Kalau Yusuf anak Daud masuk akal, mengapa “Saudara Harun” tidak masuk akal?

Kalau tidak salah apa yang saudara tanyakan mengenai “saudara Harun” orang saleh, adalah komentar dari saudara Ratdix mengenai Mariam (Maria).

Ayat di bawah ini adalah mengenai Maria (Mariam) yang terdapat dalam Al Qur’an :

Ali Imran 3 : 37

Maka Tuhan menerimanya dengan baik dan mendidiknya dengan pendidikan yang baik, dan Allah menjadikan Zakharia pemeliharanya. Setiap Zakaria masuk menemui (Maryam) di mihrab, dia dapati makanan disisinya. Zakaria berkata :”Hai Mariam, dari mana engkau memeprolehnya? Maryam menjawab :Itu dari Allah” Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya dengan tiada terhitung.

Ali Imran 3 : 42

Dan (ingatlah) ketika malaikat berkata:”Hai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilih engkau, mensucikan dan melebihkan engkau atas sekalian perempuan yang ada di dalam alam (pada masa itu)

Ali Imran 3 :43

Hai Maryam, patuhlah engkau pada Tuhannmu, sujud dan ruku’lah bersama orang yang ruku’

Anda katakan bahwa Harun tidak ada dalam silsilah Adam sampai Isa. Memang benar nama Harun tidak ada dalam silsilah itu, karena silsilah tersebut bukanlah silsilah Yesus. Ada baiknya saudara
kembali membaca Lukas 3:23-28 :

“Yesus pada permulaannya berumur kira kira 30 tahun. Ia anak Yoseph, anak heli anak matthat……………………….. anak Seth, anak Adam, anak Allah.

Dalilnya adalah :
Yoseph (Yusuf) tidak bersetubuh dengan Maria sampai Yesus lahir.
Yesus lahir tanpa persintuhan Maria dengan laki laki.

Bila anda percaya atas apa yang dituliskan disitu adalah benar silsilah Yesus, maka anda mengakui Yesus adalah itu adalah anak Yosepf (Yusuf).

Mengenai silsilah Yesus dapat ditemui pada Injil Matius atau pun pada Injil Markus. Silsilah keduanya masih bersilang selisih. Nanti pada kesempatan lain, akan saya coba jabarkan.

Salam

capeee deh…. ga ada ujungnya tau… mending kita saling mengasihi saja.. kan kita saudara…

@budhi,

Secara adat pada saat itu kelahiran Yesus adalah sebagai anak Yusuf, walaupun Alkitab mencatat kelahiranNya tanpa sentuhan laki-laki (Yusuf) tapi oleh karena tiupan Roh Allah.
Tapi tetap satu garis keturunan dari Adam….Abraham, Ishak, Yakub…..Yusuf. Dan ini merupakan penggenapan nubuat para nabi terjadi.
Jadi di sini tidak ada sesuatu yang perlu diragukan dalam silsilah Yesus, semua tercatat dengan jelas.

Salam

@Dear Budhi,

Betul kata Pak Sugiarto. Kitab Matius menjabarkan silsilah Yesus menurut garis Yusuf (ayah-Nya). Ini adalah ketentuan yang berlaku (budaya) pada saat itu untuk membuat silsilah, yaitu dari pihak ayah.

Budhi on #259,
Mengenai silsilah Yesus dapat ditemui pada Injil Matius atau pun pada Injil Markus. Silsilah keduanya masih bersilang selisih. Nanti pada kesempatan lain, akan saya coba jabarkan.

Oh iya, sebagai koreksi, Injil Markus tidak membahas silsilah Yesus. Atau saya yg salah ya? Yang jelas, sepengetahuan saya, yg membahas silsilah Yesus adalah Injil Matius dan Lukas.

Tetapi rasanya kami harus menunggu ulasan Anda tentang silsilah Yesus yang Anda janjikan. Semoga hati dan pikiran Anda diterangi oleh Roh Kudus. Amin.

Dear Sugiarto,

Syukurlah kalau anda hanya mengakui Yesus secara adat adalah anak Yusuf. TETAPI secara biologis tetap Yesus bukan anak Yusuf. Karena silsilah tersebut bukanlah silsilah Yesus atau Maria.

Garis keturunan Adam, bla bla bla sampai Yusuf anda katakan sebagai penggenapan nubuat nabi. Tolong anda berikan alasannya.

Anda katakan tidak ada yang perlu diragukan dalam silsilah itu. akan saya berikan jawabannya sekali gus memenuhi permintaan Dewo.

Saya mohon maaf karena salah ketik, memang Markus tidak menulis silsilah Yesus, tetapi Matius dan Lukas.

Lukas membuat silsilah tersebut mulai dari Adam sampai Ibrahim, Matius memulainya dari Ibrahim, maka tidak ada pembanding dari kedua silsilah tersebut.

Silsilah Lukas dan Matius yang dimulai dari Ibrahim sampai Daud dapat dibilang sama, hanya pada pada Lukas jumlahnya lebih satu dibanding Matius.

Dari Daud sampai Yesus di samping jumlah , juga nama yang dituliskan sama sekali tidak sama. Sebagai contoh, Anak Daud menurut Matius adalah Sulaiman, tapi menurut Lukas, anak Daud adalah Natham.

Ayah Yusuf menurut adalah Yakub tapi menurut Lukas ayah Yusuf adalah Heli.

Untuk memudahkan cobalah jejerkan kedua silsilah tersebut sebagai berikut :

Matius Lukas

Ibrahim Ibrahim
Ishak Ishak
Jakub Yakub

Sampai kepada Daud

Dari Daud sampai Yesus

Daud Daud
Sulaiman Natham
Roboam Mattatha

Sampai

Yakub Heli
Yusuf Yusuf
Yesus Yesus

Apakah semua telah tercatat dengan jelas?
Semoga anda dapat memeriksanya dalam injil yang anda pegang.

Dewo dan Sugiarto, saya juga menunggu kapan anda dapat menampilkan ayat ayat yang mendukung tentang dosa asal yang diwariskan kepada anak cucu Adam.

Dan kapan anda dapat juga menampilkan ayat yang mengatakan ada tempat khusus yang disediakan oleh Yesus untuk bayi bayi.

Dewo,

“”Kitab Matius menjabarkan silsilah Yesus menurut garis Yusuf (ayah_nya), bla bla bla…….,””

Kalimat tersebut menguatkan bahwa anda menganggap Yesus itu adalah anak Yusuf dan bukan anak Tuhan seperti yang anda imani.

Boleh saya tanya apa arti GBU seperti yang sering saya temui di forum ini. Kalau ini singkatan tolong saya diberitahu.

Salam

boleh ikut nimbrung ga?
sori kalo saya belum baca semua komen diatas, abisnya banyak banget..🙂

saya udah baca Al-Quran dan Alkitab, ga peduli apa kata orang bahwa kitab ini korup, kitab itu udah diubah, dsb dsb..

pertama kali, saya coba membaca sambil menganggap bahwa kedua kitab itu sama-sama ga korup, karena dengan cara itulah saya bisa memahami dan menerima isi dari kedua kitab itu.
setelah itu, saya tertarik dengan sikap dan kehidupan Yesus (Isa AS) dan sangat tersentuh dengan ajaranNya didalam Al-Quran maupun didalam Alkitab, dan saya tidak menemukan sedikitpun cacat cela, sikap dan ajaran yang negatif pada diri Yesus.
Mengenai kehidupan Muhammad, memang ada beberapa hal dari sikap Muhammad yang patut kita jadikan panutan, tetapi ada juga beberapa ajarannya yang tidak saya setujui.

Kemudian, saya mencoba memikirkan kemungkinan terburuknya: bagaimana kalau kedua kitab itu sudah korup? Dengan kata lain, sudah diubah oleh masing-masing ‘oknum penganutnya’? Kita ga tahu kan, hanya Allah yang tahu..

Yang penting dari agama itu bukanlah kitab, tata cara ibadah, doktrinasi, larangan-larangan, dan anjuran-anjuran.

Ada beberapa orang yang rela mati demi agama, mati membela Tuhan, mati di jalan Tuhan, membunuh orang kafir demi agama, dll.
Menurut saya itu konyol. Kenapa? Karena Allah yang kita sembah tidak membutuhkan pembelaan kita ataupun nyawa kita.
Kalau DIA memang membutuhkan nyawa kita, DIA dengan gampang bisa saja mengambilnya.

Saya nyoba mikir, untuk apa saya ditaruh di dunia oleh Allah?
apa untuk membunuh diri membela Allah?
untuk membunuhi orang lain demi Allah?
untuk mencari-cari kesalahan agama lain?
untuk mencari pembenaran atas kitab saya sendiri?
untuk mencari-cari kesalahan orang lain?
bukan kan..

ato cuma untuk beribadah tiap hari, tiap jam, tiap menit?
berdoa, solat, atau nyanyi2 sampe bibir dower?
bukan juga kan..

“Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu dan dengan segenap akal budimu.”
“Kasihilah sesamamu manusia seperti kamu mengasihi dirimu sendiri.”
“Kasihilah musuh-musuhmu.”

Perkataan2 diataslah yang membuat saya merasa kagum kepada sosok yang bernama Yesus. Dan akhirnya saya menyadari bahwa iniah yang harus saya lakukan di dunia. MENGASIHI SEMUA tanpa KECUALI.

Bottom line, saya ga brani bilang: “Agama saya Islam”, “Agama saya Kristen”, Budha, Hindu, dll.
Satu hal yang saya berani bilang adalah: “Saya pengikut Yesus dan saya akan mencoba meneladani semua perbuatan dan ajaranNya”.

Allah, Jesus, God, love you all, so much, without any reason.

Dear all,

Agama adalah kepercayaan. Agama artinya tidak kacau. Kalau agama bikin umatnya “kacau” lebih baik nggak punya agama. Sebenarnya agama tidak kacau. Yang bikin kacau orang itu sendiri. Tinggal baca, tinggal ikutin aja kok repot. Make acara ribut segala.

Intinya agama adalah hak asasi tiap manusia. Nggak perlu membahas yang negativ tentang agama orang lain. Agama sendiri yang kita percaya 100% aja belum habis dibahas. Ngapain repot bahas agama orang yang malahan jadi bikin ribut.

Mau kitabnya di corupt, di rubah atau dihancurin sekalipun itu urusan orang tersebut dengan penciptanya. Ngapain kita yang ngurusin.

Iti dari semua agama cuma 1.
“Hidup yang benar dan benar-benar hidup”.

Mungkin itu pendapat saya. Jika ada yang tersinggung atau yang tidak enak saya mohon maaf.

Terimakasih.

@Dear Budhi (#263),

Ayah Yusuf (1) menurut adalah Yakub tapi menurut Lukas ayah Yusuf (2) adalah Heli.

Rasanya Anda salah karena Yusuf (1) dengan Yusuf (2) adalah 2 orang yang berbeda. Silakan Anda pelajari lagi dengan lebih teliti.

Dewo dan Sugiarto, saya juga menunggu kapan anda dapat menampilkan ayat ayat yang mendukung tentang dosa asal yang diwariskan kepada anak cucu Adam.

Bukankah saya sudah berikan referensinya? Silakan baca situs yg saya referensikan.

Dan kapan anda dapat juga menampilkan ayat yang mengatakan ada tempat khusus yang disediakan oleh Yesus untuk bayi bayi.

Iya betul. Saya malah lupa. Terima kasih diingatkan. Akan segera aku cari referensi ayatnya.

Kalimat tersebut menguatkan bahwa anda menganggap Yesus itu adalah anak Yusuf dan bukan anak Tuhan seperti yang anda imani.

Lho? Kok jadi mbulet? Intinya, saya mengimani bahwa Yesus itu Anak Allah. Bukankah Allah sendiri yang mengatakannya? Secara silsilah Yesus memang dinubuatkan sebagai keturunan Daud. Silakan dibaca Alkitab dengan lebih teliti lagi.

GBU.

@Dear Indra (#264),

Puji Tuhan Anda telah mengambil inti sari dari ajaran Yesus (Sang Sabda Allah). Silakan diamalkan. Semoga berhasil. GBU.

@Dear Synchronizers (#265),

Betul. Silakan mengamalkan ajaran agama masing-masing. Tentu saja ajaran yg tidak baik dari agama lebih baik tidak usah diamalkan.

Salam.

Dear Agamaku,

Anda katakan “Yusuf (1) dengan Yusuf (2) adalah 2 orang yang berbeda”

Jadi ada 2 orang Yusuf yang behubungan dengan Maria. Apakah anda ingin menyatakan bahwa Maria telah melakukan Poliandri?

Yang saya minta ditampilkan adalah ayat ayat yang mendukung dosa asal yang diwariskan, bukan referensinya.

Mengenai tempat khusus bagi bayi yang saya minta adalah ayat yang mendukungnya dan bukan referensinya. Kalau referensi saya juga punya. Thomas Aquinas serorang Bapa Gereja yang bergelar Santo menyatakan “Bayi yang mati sebelum dibaptis, tempatnya adalah di neraka”

Referensi hanya sebuah acuan, itu dapat dipakai atau ditolak, sesuai keperluan.

Cobalah anda tampilkan ayat yang menyatakan bahwa Yesus itu adalah keturunan Daud. Saya jsudah menunjukkan ayat yang menyatakan Yesus adalah bukan keturunan Daud yaitu yang terdapat dalam silsilah Yesus.

Kalau intinya hanya “pokoknya” mengimani, kiranya itu telah menutup pintu adanya diskusi ini.

Sekian

tnang smuaa diskusi ini gabakal abis2slama kita masih berbeda pandangan..heuheueueu.. the funny thing is this..we are arguing over something that’s uncertainty..no right or wrong, no evidence to be proven, ie no original transcript.. and all we had is notes from the old age, used frm ruler all over in a certain time for their own benefit, controlling the ppl by changing the meaning or even content throughout, and in the end, it gets to us.. so u all think its still reliable? well for me, yes..ha2 i know its confusing but i guess that’s faith.. im not judging.. so for all ya guys who wanna argue..please continue.. its entertaining..and for me, watchin is fun..hahaaaaa
Gbu all
ps:maap pake ingris

and1more thing..if say any of ya win this argument then what? u think the loser will back off and admit that?hahaa..not if its me..I’ll learn more and pointed more stuff for the argument..in the end nobody wins and this blog just a waste of time.. but thats ok i’ve plenty of time to be spared not for arguin but readin…gud input..i’ll pray for ya’ll, pls pray4me2..thx ya’ll

oiya darimanapun referensi yang anda2dapati..baik dari yg bergelar dr, phD, presiden, pemimpin agama trknal lah ini itu lah, it’s still not the original..we can’t even explain how brown cow, eat green grass produce white milk..and that we see everyday with today’s science, still no explanation.. and now ya’ll tryin to prove history? history is history and no reall evidence..so for for ya guys who found what r u lookin for, well done but remember that may not be the truth aniway.. so please have a 2nd thought or follow ur heart..but for me.. that’s a secret i’m gonna ask Him later..don’t care what u guys think, but i know what i believe in..Gbu all..btw im not arguin cos i knew too little, infact, im askin if any1 can tell me da reason this argument..Gbu all..;)

@Dear Budhi (#268),

Iya betul, saya salah mengira, saya kira Yusuf dari Yakub dari Ishak dari Ibrahim. Mengenai hal ini, Anda dapat mengacu pada referensi berikut:

Mengapa terdapat perbedaan silsilah Yesus antara Matius 1 dan Lukas 3?

Sedangkan di referensi yang saya berikan, bukankah sudah ada kutipan ayatnya? Hayo… tidak dibaca ya? Demikian juga dengan referensi tentang Dosa Asal. Bukankah di sana juga mengacu Alkitab?

Thomas Aquinas serorang Bapa Gereja yang bergelar Santo menyatakan “Bayi yang mati sebelum dibaptis, tempatnya adalah di neraka”

Thoman Aquinas tidak pernah mengajarkan hal yang seperti Anda utarakan. Mohon diberikan referensi yang mendukung pernyataan Anda. Dan referensi yg sah adalah jika referensi tersebut dikeluarkan oleh Gereja, bukan dari pihak Anda atau pun agama lain. Jika tidak, maka Anda dapat saya kategorikan sebagai tukang fitnah.

Referensi hanya sebuah acuan, itu dapat dipakai atau ditolak, sesuai keperluan.

Lho? Bukankah dari sumber yang saya referensikan juga telah mengacu dari Alkitab? Dari pada saya tulis ulang (karena panjang), lebih baik saya persilakan Anda membaca langsung dari situs yang dimaksud.

Kalau intinya hanya “pokoknya” mengimani, kiranya itu telah menutup pintu adanya diskusi ini.

Bukankah saya tidak pernah menggunakan kata “pokoknya?” Jangan-jangan “pokoknya” ini sudah sering Anda gunakan? Yang jelas saya tidak pernah menggunakan kata “pokoknya.”

Salam.

@Dear Andrew,

History yg ini menyangkut keselamatan yang datang dari Allah. Memang semuanya sudah tercantum dalam Alkitab. Tetapi ternyata banyak pihak yang meragukannya. Tidak hanya meragukan, mereka juga mencela dan menuduh macam-macam.

Memang tidak ada keharusan bagi saya untuk membuktikannya. Silakan saja pihak lain tersebut pusing dengan fakta historis. Tetapi saya tidak sedang berusaha membuktikan. Toh saya tidak bisa membuktikannya dengan cara saya kecuali hanya berdasarkan Alkitab?

Tetapi saya hanya berusaha menjelaskan dari bukti satu-satunya yang dianggap suci oleh umat Kristiani, yaitu Alkitab. Tapi dimana Alkitab sudah tidak diakui oleh umat lain, maka saya tidak dapat menjelaskan mereka lagi.

Tetapi ini bukan alasan bagi saya untuk keluar dari diskusi atau pun perdebatan. Karena jika mereka dapat dijelaskan dengan baik dan jika mereka dapat menerima Trinitas, maka itu berarti keselamatan bagi mereka. Bukan keselamatan bagi saya, tetapi justru keselamatan bagi mereka.

Rasanya akan membahagiakan bila ada yang diselamatkan. Bukankah seluruh surga akan bersorak-sorai jika ada 1 orang diselamatkan?

GBU.

Lakum dinnukum waliyadin…untukmulah agamu dan untukkulah agamaku….ok….peace all.Capeeeee deh…..

Dewo, (272)

Ucapan Thomas Aquinas ada hubungannya dengan Ajaran Pelagius(yang hidup sekitar Tahun 400) seorang rahib Inggris dan kawan2 yang berpendapat bahwa setiap manusia mempunyai kebebasan dan tanggung jawab sendiri sendiri. Dosa Adam hanya melibatkan dirinya sendiri saja. Mereka menolak ajaran tentang dosa Pusaka. Menurut mereka keampunan dapat diperoleh dengan rahmat Tuhan. Manusia mempunyai sifat sifat baik yang merupakan pembawaan. Melalui usaha manusia dengan sifat sifat baik yang dikaruniakan Tuhan kepadanya, manusia dapat membersihkan diri dari dosa.

Ajaran tersebut bertentangan dengan ajaran Agustinus (354-430) dan kawannya serta Tertulianus (155-222) yang berpendapat Dosa Adam karena memakan buah larangan, yang menyebabkan dia dibuang kebumi, terus diwarisi anak cucunya, sehingga diperlukan adanya Sang Penebus Dosa. Dosa Adam telah merusak manusia sama sekali, bahwa dosa dan hukuman kepada Adam menurun kepada anak cucunya, bahwa manusa dilahirkan dalam keadaan berdosa.

Dalam kaitan itulah Thomas Aquinas mengajarkan bahwa bayi yang tidak dibaptiskan dengan air Gereja adalah terkutuk, dan apabila mereka mati, akan langsung masuk neraka.

Itu saya kutip dari buku “Darah Dan Penebusan Dosa” karangan M.Hashem. Hal. 27-28 Cetakan Pertama Tahun 1990.

Mengenai kekeliruan anda terhadap Yusuf, apakah itu berarti bahwa silsilah Matius dan Lukas telah bersilang selisih.

Terhadap adanya perselisihan antara silsilah tersebut, referensinya tolong dapat anda berikan. Sekalian ayat pendukungnya.

Sampai hari ini anda belum juga menampilkan ayat mengenai dosa asal yang diwariskan dan ayat mengenai adanya tempat khusus bagi bayi bayi.

LBU

@Dear Budi (#275),

Thomas Aquinas tidak mengajarkan hal yg Anda sebutkan. Dia mengajarkan teori “Limbus Infantium.” Saat ini saya sedang mencari banyak referensi tentang hal itu.

Tetapi saya tidak tahu apakah buku yang Anda baca itu akurat atau tidak, soalnya itu bukan dari gereja. Sedangkan Thomas Aquinas dengan teori “Limbus Infantium”-nya dimuat dalam buku

“Sacramentum Mundi. An Encyclopedia of Theology”, London: Burns & Oates Ltd, 1969. Karangan K. Rahner – C. Ernst – K. Smith.

Saya sendiri tidak membaca buku tersebut, tetapi saya memperoleh referensi ini dari buku:

“Mempertanggungjawabkan Iman Katolik. Buku Keempat”, “Analekta Keuskupan Malang Thn XI No. 2, Juli 1993”, Penerbit Dioma, 1993. Buku ini karangan Dr. H. Pidyarto, O. Carm.

Jelas saya tidak bisa mengacu pada buku yang Anda referensikan karena bukan dari Gereja.

Mengenai silsilah, bukankah saya sudah memberikan referensinya pada Anda di jawaban saya sebelumnya? Tapi akan saya kutipkan lagi, yaitu di:

“Mengapa terdapat perbedaan silsilah Yesus antara Matius 1 dan Lukas 3?”

Semoga dapat membantu. Salam.

Dewo,

Menilik pendapat Agustinus dan Tertulianus bahwa dosa Adam telah merusak manusia sama sekali, bahwa dosa dan hukuman kepada Adam menurun kepada anak cucunya, bahwa manusia dilahirkan dalam keadaan berdosa. Dan itu sesuai dengan keyakinan yang anda pegang.

Pertanyaannya, apakah bayi itu bukan merupakan anak cucu Adam? atau kalau merupakan anak cucu (keturunan) Adam mengapa di istimewakan sehingga anda dapat mengatakan Yesus telah menyediakan tempat khusus buat mereka.

Dalam dogma yang anda pegang bahwa semua manusia dilahirkan dalam keadaan berdosa (mewarisi dosa asal) tentu itu juga termasuk bayi yang baru lahir yang nantinya akan menjadi dewasa.

LBU

Ikutan lagi ya bung Dewo

@Dewo
>> Jelas saya tidak bisa mengacu pada buku yang Anda referensikan karena bukan dari Gereja.

Referensi2 Budhi diatas itu mungkin menerangkan sumbernya berasal dari orang2 Gereja juga, kalo pertanyaan bung Dewo itu bukan berasal dari gereja, maksud bung Dewo bukan berasal dari gereja Katolik? karena banyak gereja2 lain juga punya Al-Kitab2 yg agak lain yang jemaat2nya juga lain2, sementara Al-Kitab gereja Katolik sendiri ada tahun2 revisinya. Nah apalagi hanya karangan seperti Dr. H. Pidyarto, O. Carm. Apakah hasil revisi Al-Kitab sekarang yg berasal dari Keuskupan di Roma belum cukup?

@Budhi
Go a head untuk pencerahanmu
GBU

Peace for All

IDEOLOGI ISLAM

Hakikat Ideologi
Secara harfiah, kata idelogi bukan berasal dari islam. Istilah ini berasal dari bahasa Yunani, idea dan logos; Idea berarti gagasan, sedangkan logos berarti pengetahuan. Dalam istilah politik, ideologi adalah sistem ide yang menyangkut filsafat, ekonomi, politik, kepercayaan sosial dan ide-ide. Atau dalam ungkapan yang lebih sederhana bisa didefinisikan dengan pemikiran yang mendasar, yang tidak dibangun berdasarkan pemikiran lain. Pemikiran mendasar seperti ini adalah pemikiran dasar (ushûl), bukan cabang (furû’), sekalipun kadang ada pemikiran cabang yang bisa menghasilkan pemikiran lain, seperti Patriotisme, Nasionalisme dan sebagainya. Pemikiran cabang seperti ini, memang bisa menghasilkan pemikiran lain, tetapi tidak otomatis akan menjadikannya sebagai ideologi, karena pemikiran tersebut bukan pemikiran dasar. Pemikiran ini hanya layak disebut kaidah (qâ’idah), bukan ideologi (mabda’).
Adapun pemikiran ushûl, dalam pandangan ulama’ Usuludîn adalah akidah; pemikiran yang menyeluruh tentang alam, manusia dan kehidupan, serta apa yang ada sebelum kehidupan (Allah), dan apa yang ada setelahnya (Hari Kiamat), berikut semuanya hubungan dengan sebelum dan sesudah kehidupan (syariat dan hisâb/perhitungan amal). Karena pemikiran ushul ini merupakan asas kehidupan; jika manusia melihat pada dirinya, misalnya, dia akan menemukan, bahwa dia hidup di alam, maka selama dia tidak mempunyai pemikiran mengenai dirinya, kehidupan dan alam yang ada di sekelilingnya, dari aspek ada dan penciptaannya, maka dia tidak akan mampu memunculkan pemikiran yang layak untuk dijadikan asas kehidupannya.
Hanya saja tidak semua pemikiran akidah bisa menjadi ideologi, kecuali pemikiran akidah yang rasional; akidah yang lahir dari pembahasan rasional. Jika akidah tersebut merupakan dogmatis atau doktriner, maka ia tidak akan pernah menjadi pemikiran, karena tidak mempunyai realitas, dan karena itu tidak disebut pemikiran yang menyeluruh, sekalipun disebut akidah. Contohnya, pemikiran mengenai eksistensi tiga oknum Tuhan, Bapak, Anak dan Roh Kudus, diyakini sama dengan satu, adalah pemikiran yang tidak bisa dibuktikan realitasnya. Sebab, secara logis satu berbeda dengan tiga, dan terbukti secara riil, satu adalah satu, dan tiga adalah tiga, dimana masing-masing adalah realitas yang berbeda. Maka, menyatakan ide trinitas sebagai ide ketuhanan yang maha esa, jelas bertentangan dengan realitas. Karena itu, akidah seperti ini hanya diterima sebagai dogma dan doktrin kebenaran, bukan sebagai hasil pembahasan rasional, yang terbukti realitasnya. Dengan demikian, akidah seperti ini tidak layak menjadi ideologi.
Selain definisi di atas, ideologi juga bisa didefinisikan dengan akidah rasional yang mampu memancarkan sistem. Maka, bisa disimpulkan bahwa Islam adalah ideologi, karena akidahnya merupakan akidah rasional yang mampu memancarkan sistem, yaitu akumulasi hukum syara’ untuk menyelesaikan permasalahan hidup. Masalah hubungan manusia dengan tuhannya, dirinya sendiri dan juga sesamanya. Dengan demikian, Islam bukan hanya agama, tetapi juga ideologi. Berbeda dengan Kristen, Yahudi, maupun yang lain, atau Kapitalisme dan Sosialisme. Kristen dan Yahudi hanyalah agama; masing-masing hanya mengajarkan spiritualisme, tanpa sistem yang mampu menyelesaikan seluruh permasalahan hidup manusia. Sementara Kapitalisme dan Sosialisme adalah ideologi, bukan agama, karena tidak mampu menyelesaikan masalah spiritualitas manusia yang muncul dari naluri beragama mereka.
Maka, menyatakan ideologi sebagai ciptaan akal manusia, semata karena melihat Kapitalisme dan Sosialisme, kemudian digeneralisir untuk menyebut semua ideologi adalah produk akal jelas merupakan kesalahan logis. Ideologi memang pemikiran yang bersemayam pada benak manusia, tapi sumber pemikiran itu bisa dari kejeniusan akal, dan bisa pula dari wahyu Allah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Islam sebagai ideologi yang terbukti ketangguhannya sepanjang zaman, baik ketika diemban oleh negara maupun tidak, adalah ideologi yang bukan merupakan produk akal manusia, melainkan dari wahyu Allah SWT semata (lihat QS. Al Baqarah 32, QS. Al Mukmin 2, dan QS. An Najm 3-4, QS. An Nahl 44).
Demikian juga menyamakan Islam dengan Kristen dan Yahudi, karena masing-masing sama-sama merupakan agama yang mengajarkan spiritualitas juga jelas merupakan kesalahan analitis. Sebab, Kristen dan Yahudi tidak mempunyai konsepsi kehidupan, selain konsepsi keakhiratan, dan masing-masing agama ini tidak mempunyai sistem untuk menyelesaikan seluruh permasalahan kehidupan. Lebih-lebih kemudian menyamakan Islam dengan Kristen dan Yahudi sebagai sumber konflik, karena itu Islam harus dijauhkan dari wilayah politik, dan dikembalikan pada relnya sebagai ajaran spiritual yang berfungsi mencerahkan jiwa, jelas merupakan kesalahan logika yang sangat fatal. Semuanya ini merupakan kesalahan berfikir yang sengaja ditanamkan oleh para pengemban ideologi Kapitalis dan Sosialis, alias orang-orang kafir imperialis, dengan tujuan licik agar umat Islam tidak bisa bangkit membebaskan diri dari cengkeraman penjajahan mereka.

Realitas Akidah Islam sebagai Ideologi

Sebagai ideologi, akidah Islam adalah akidah rasional yang mampu memancarkan sistem. Rasionalitas akidah Islam ini, bisa dibuktikan dengan tidak adanya kontradiksi antara apa yang diyakini dengan realitasnya, dan bisa dibuktikan. Keyakinan mengenai adanya Allah sebagai pencipta alam, manusia dan kehidupan, misalnya, sesuai dengan realitas alam, manusia dan kehidupan itu sendiri yang terbatas. Dengan keterbatasannya, masing-masing membutuhkan kepada yang lain. Tentu, yang dibutuhkan adalah zat yang tidak terbatas, baik waktu, tempat maupun yang lain. Maka, yang dibutuhkan pasti zat yang azali (azaliyu al-wujûd), yang ada dengan sendirinya (wâjib al-wujûd) dan tidak didahului yang lain. Dia bukan makhluk (makhlûq), bukan pencipta dirinya sendirinya sendiri (khâliq li nafshi), tetapi azali (azaliyu al-wujûd). Dialah Allah SWT. zat yang Maha Esa, tidak beranak, dan tidak diperanakkan. Allah berfirman:

قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ  اللهُ الصَّمَدُ  لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ  وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ
“Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya, segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia”. (Q.s. al-Ikhlâs [112]: 1-4).

Dia juga berfirman:

هُوَ اْلأَوَّلُ وَاْلآخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
“Dialah Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Zhahir dan Yang Bathin, dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.” (Q.s. al-Hadîd [57]: 3)

Sedangkan keyakinan mengenai al-Qur’an sebagai firman Allah, sesuai dengan realitas al-Qur’an yang merupakan kitab suci berbahasa Arab. Sebagai kitab suci yang berbahasa Arab, ada tiga kemungkinan bagi al-Qur’an: Pertama, al-Qur’an adalah kata-kata orang Arab (kalâm al-‘Arab), dan kemungkinan ini jelas batil, karena terbukti sejak diturunkannya al-Qur’an hingga sekarang, atau sekitar 14 abad, tidak ada satu orang Arab pun yang bisa membuatnya, atau membuat satu surat sepertinya, padahal tantangan al-Qur’an kepada mereka sejak turunnya tetap berlanjut sepanjang masa. Kedua, al-Qur’an adalah sabda Muhammad saw. (kalâm Muhammad), dan kemungkinan ini juga batil, karena dua alasan: Pertama, Muhammad saw. adalah orang Arab, sehingga kepadanya berlaku tantangan terhadap bangsa Arab pada kemungkinan pertama tersebut, dan jika semua orang Arab terbukti tidak mampu, maka demikian juga dengan Muhammad saw. Sebab, beliau merupakan bagian dari orang Arab. Kedua, dari mulut Rasul telah keluar dua nash yang berbeda, yaitu al-Qur’an dan as-Sunnah, sementara masing-masing mempunyai gaya bahasa yang berbeda. Jika keduanya keluar dari mulut yang sama, dan sabda atau kata orang yang sama, tentu keduanya pasti sama, dari sisi gaya bahasa dan ungkapannya. Ternyata, masing-masing sangat jauh perbedaannya. Maka, jelas al-Qur’an bukan merupakan sabda atau kata-kata Muhammad saw. Ketiga, al-Qur’an adalah firman Allah SWT. dan inilah realitas al-Qur’an, setelah dibuktikan dengan dua kemungkinan sebelumnya. Allah juga berfirman:

وَلَقَدْ نَعْلَمُ أَنَّهُمْ يَقُولُونَ إِنَّمَا يُعَلِّمُهُ بَشَرٌ لِسَانُ الَّذِي يُلْحِدُونَ إِلَيْهِ أَعْجَمِيٌّ وَهَذَا لِسَانٌ عَرَبِيٌّ مُبِينٌ
“Dan sesungguhnya Kami mengetahui bahwa mereka berkata: “Sesungguhnya al-Qur’an itu diajarkan oleh seorang manusia kepadanya (Muhammad)”. Padahal bahasa orang yang mereka tuduhkan (bahwa) Muhammad belajar kepadanya bahasa ‘Ajam (bahasa non-Arab), sedangkan al-Qur’an adalah dalam bahasa Arab yang terang.” (Q.s. an-Nahl [16]: 103).

Adapun keyakinan mengenai Muhammad saw. sebagai Nabi dan Rasul Allah adalah keyakinan yang dibangun berdasarkan realitas, bahwa beliaulah yang menyampaikan al-Qur’an, yang merupakan firman Allah SWT. Sementara tidak seorang manusiapun yang diberi tugas untuk menyampaikan kitab suci yang diturunkan Allah SWT, kecuali dia adalah seorang nabi dan Rasul yang diutus oleh-Nya. Allah SWT. berfirman:

 وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الذِّكْرَ لِتُبَيِّنَ لِلنَّاسِ مَا نُزِّلَ إِلَيْهِمْ وَلَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ
“Dan kami turunkan kepadamu (Muhammad) Al-Qur’an, agar kamu menerangkan kepda umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan.” (Q.s. an-Nahl [16]: 44)

Keyakinan terhadap perkara di atas terbukti tidak bertentangan dengan realitas yang ada; ketiganya juga bisa dijangkau indra manusia. Sementara keyakinan terhadap malaikat, kitab-kitab terdahulu, rasul-rasul lain selain Muhammad saw. dan Hari Kiamat, adalah keyakinan yang juga tidak bertentangan dengan realitas yang diyakini. Karena keempat realitas tersebut dinyatakan keberadaannya oleh nash yang qath’i dan pasti benar, baik al-Qur’an dan as-Sunnah. Hal ini dinyatakan oleh Allah SWT. dalam firman-Nya:

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا ءَامِنُوا بِاللهِ وَرَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي نَزَّلَ عَلَى رَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي أَنْزَلَ مِنْ قَبْلُ وَمَنْ يَكْفُرْ بِاللهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلاَلاً بَعِيدًا
“Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya, serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya.” (Q.s. an-Nisâ [4]: 136)

ini jelas berbeda dengan kepercayaan pada hantu, misalnya, yang sama sekali tidak terbukti realitasnya, baik secara indrawi maupun penukilan yang dinyatakan oleh nash yang qath’i.
Adapun keyakinan terhadap qadhâ’ dan qadar, sebagaimana yang dibahas oleh Mutakallimin, sebagai perbuatan yang memaksa manusia, baik yang berasal darinya maupun yang menimpa dirinya, serta khasiyyât benda diciptakan Allah; dimana baik dan buruknya semata-mata dari Allah adalah keyakinan yang sesuai dengan realitas, baik perbuatan maupun benda.
Semuanya ini membuktikan rasionalitas akidah Islam sebagai keyakinan yang bulat, tidak bertentangan dengan realitas dan bersumber dari dalil. Dengan keyakinan yang rasional mengenai adanya Allah sebagai pencita alam, manusia dan kehidupan, serta keyakinan yang rasional mengenai al-Qur’an sebagai syariat yang diturunkan oleh Allah kepada Muhammad agar disampaikan kepada seluruh umat manusia, sebagai standar akuntabilitas di hadapan Allah, serta Muhammad sebagai Rasul, sang pembawa dan penjelas syariat, dan Hari Kiamat yang menjadi hari pembalasan dan perhitungan (hisâb), maka gambaran tersebut akan mempengaruhi tingkah lakunya dalam kehidupan, yang akan menempatkannya pada jalur yang benar dan konsisten. Pada saat itulah, visi dan misi hidupnya sebagai pengemban risalah yang agung dan mulia di muka bumi akan terwujud. Kemudian, sistem yang terpancar dari risalah tersebut akan ditegakkan di muka bumi dengan dorongan keyakinan yang bulat serta ketakwaan yang tinggi kepada Allah SWT. Inilah hakikat akidah rasional Islam, yang memancarkan sistem dalam kehidupan.
Dengan demikian, akidah Islam merupakan akidah yang dibangun berdasarkan akal. Sebab, setiap muslim dituntut agar mengimani semua perkara yang diyakininya dengan akal, baik secara langsung dengan akal maupun secara tidak langsung bila memang tidak bisa dijangkau oleh akal; yaitu dengan memahami realitas yang dinyatakan oleh dalil-dalil dari nash qath’I (Al Quran dan As Sunnah) yang telah dibuktikan kebenarannya dengan akal. Disamping itu akidah Islam juga sesuai dengan fitrah manusia. Sebab, akidah Islam mengakui kebutuhan manusia kepada Allah Sang Pencipta, bukan hanya untuk mengatur hubungan manusia dengan Allah, tapi juga hubungan manusia dengan sesamanya, dan dengan dirinya sendiri.

Lahirnya Sistem Islam dari Akidah Islam

Sebagai akidah rasional yang memancarkan sistem, ideologi Islam mempunyai proses yang berbeda dengan Kapitalisme maupun Sosialisme. Jika realitas kehidupan dan akal manusia merupakan satu-satunya sumber bagi Kapitalisme untuk melahirkan sistemnya, sementara faktor produksi dan akal manusia merupakan satu-satunya sumber bagi Sosialisme untuk melahirkan sistemnya, maka Islam berbeda dengan keduanya. Sistem Islam lahir dari sumber yang tetap, yaitu nash-nash syara’ yang tetap, Al Quran dan As Sunnah, serta apa yang ditunjukkan oleh keduanya sebagai sumber sistem yang layak, yakni Ijma’ Sahabat Rasulullah saw. dan Qiyas; dengan cara memahami nash-nash tersebut, memahami realitas yang terjadi dalam kehidupan, dan mengkompatibelkan realitas dengan nash. Jika realitas itu kompatibel dengan nash, berarti hukum yang terdapat dalam nash tersebut merupakan hukum atas realitas itu. Dan demikian sebaliknya. Dengan mekanisme ini, sistem Islam tidak akan mengalami perubahan sepanjang waktu dan tempat. Pada waktu yang sama, di setiap waktu dan tempat akan lahir para ahli hukum Islam (fuqaha/mujathid) yang akan mampu menggali hukum (ijtihad) dari nash-nash tersebut untuk menyelesaikan berbagai persoalan baru yang berkembang di tengah-tengah masyarakat.
Adapun sistem yang lahir dari akidah Islam adalah sistem yang mengatur hubungan antara manusia dengan Tuhannya, manusia dengan sesamanya dan manusia dengan dirinya sendiri. Sistem tersebut meliputi dua aspek: Pertama, penyelesaian masalah (mu’âlajah li masyâkil al-insân), yang meliputi: ‘ibadâh, seperti shalat, puasa, zakat, haji dan jihad; mu’âmalah seperti sistem pemerintahan, ekonomi, sosial, pendidikan, dan politik luar negeri; serta akhlâq. Kedua, metode (tharîqah), baik untuk menerapkan Islam, seperti Khilafah Islam, atau menjaga Islam, seperti sanksi hukum (‘uqûbât) yang dterapkan oleh Khilafah Islam, ataupun menyebarluaskan Islam, seperti dakwah dan jihad yang diemban oleh Khilafah Islam.
Maka, dengan adanya Khilafah Islam, seluruh penyelesaian masalah yang lahir dari akidah Islam tersebut bisa diterapkan dan dijaga, sehingga tidak ada satupun hukum Islam yang diabaikan, atau bahkan ditinggalkan. Dalam hal ini, al-Ghazâli menyatakan:

“Agama adalah asas, sedangkan sulthan (imam atau khalifah) adalah penjaga; Apa saja yang (tegak) tanpa asas, pasti akan runtuh, sedangkan apa saja yang (ada) tanpa penjaga, pasti juga akan hilang.”

Khilafah Islam akan mengadopsi hukum Islam untuk menjadi UUD dan perundang-undangan negara. Dengan cara itulah, hukum-hukum Islam tersebut bisa diterapkan. Ini didukung dengan ketakwaan rakyat, dan kontrol masyarakat yang tinggi terhadap setiap bentuk penyimpangan atau penyelewengan dari hukum tersebut.
Sementara untuk menjaga Islam, sistem sanksi (nizhâm al-‘uqûbat) yang dilaksanakan oleh khalifah sebagai bagian dari hukum Islam, benar-benar terbukti mampu menjaga keutuhan ajaran Islam. Mengingat sanksi ini berfungsi sebaga zawâjir (preventif) dan jawâbir (kuratif); preventif bagi orang lain, supaya tidak melakukan kesalahan yang sama, sebagamana firman Allah:

وَلَكُمْ فِي الْقِصَاصِ حَيَاةٌ يَاأُولِي اْلأَلْبَابِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Dan dalam qishaas itu ada (jaminan kelangsungan) hidup bagimu, hai orang-orang yang berakal, supaya kamu bertakwa.” (Q.s. al-Baqarah: 179)

Dan kuratif bagi orang-orang yang dijatuhi sanksi, sehingga di akhirat tidak akan dijatuhi lagi hukuman oleh Allah, sebagaimana hadits Nabi yang menyatakan:

«وَمَنْ أَصَابَ مِنْ ذَلِكَ شَيْئًا فَعُوْقِبَ فِي الدُّنْيَا فَهُوَ كَفَّارَةٌ لَهُ»
“Dan siapa saja yang melakukan sesuatu dari perbuatan (dosa) itu, kemudian dikenakan sanksi di dunia, maka itu merupakan tebusan baginya (di akhirat).” (H.r. al-Bukhâri).

Maka, dengan diterapkannya sanksi tersebut, bukan hanya Islam saja yang terjaga, tetapi juga kemaslahatan vital (al-mashlahah ad-dharûriyyah) ummat manusiapun akan terjaga, baik berkaitan dengan agama, keturunan, akal, jiwa, harta, kehormatan, keamanan maupun negara.
Sementara untuk menyebarluaskan Islam, Khilafah Islam akan melakukan dakwah secara praktis (dalam istilah orang Indonesia dakwah bil hal) di tengah masyarakat, baik muslim maupun non-muslim, dengan menerapkan Islam secara utuh. Dengan begitu cahaya Islam akan bersinar kembali, dan orang-orang non-muslim akan masuk Islam secara berbondong-bondong. Sementara keluar, Khilafah Islam akan melakukan propaganda tentang Islam, dengan berbagai sarana yang memungkinkan, serta melaksanakan jihad sebagai langkah terakhir untuk menghancurkan tembok penghalang, yang menghalangi sampainya Islam kepada seluruh umat manusia. Firman Allah SWT.:

وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّى لاَ تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ ِللهِ 
“Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah.” (Q.s. al-Baqarah [2]: 193).

Dengan pemahaman Islam yang utuh seperti inilah para sahabat Rasulullah saw. berhasil melanjutkan dakwah dan kehidupan Islam yang dibangun Rasulullah saw. sehingga Islam di masa mereka tersebar luas dan berdaulat sampai ke hampir 2/3 belahan dunia. Panji-panji tauhid pun berkibar, hukum-hukum Allah yang sempurna ditegakkan, keadilan dan kesejahteraan ditebarkan. Kalau hari ini umat ini ingin mengulangi sukses Rasul dan para sahabatnya serta para pelanjut kejayaan Islam berikutnya, pertama kali yang harus ditempuh adalah melakukan rekonstruksi pemikiran mereka tentang Islam yang utuh, yakni menanamkan kembali pemahaman Islam sebagai mabda atau ideologi. Tidak ada jalan lain. Wallahu’alam!

dear All..

pusing gw denger perdebatan kalian…

ap Yesus bener-bener wafat…?
siapa Yesus..?Manusia ato Tuhan…?

1 hal yang akan menjawab pertanyaan itu…

kalo Yesus ga lahir,mati,bangkit,n naik kesurga dan duduk disebelah kanan Allah,maka Dunia ga akan bisa seperti ini,manusia ga akan ngenal yg namanya kebaikan n kasih…

yg mau gw tulis abis ini nilainya MUTLAK :

Ga ada jalan menuju surga selain melalui Yesus!!!!!

Gbu All…

Yth. No_Nick dan Attack

Terima kasih atas dukungannya

Buat Anantha,

Berdiskusilah dengan dasar dasar yang jelas, bukan dengan hanya kalo.

Dewo,

Menyambung mengenai ucapan Thomas Aquinas mengenai bayi, berikut adalah comment Th.J.Plange (Yesus ein Inder?) dan Ferdinad Esserman, seorang Pendeta Yahudi. Yang juga saya ambil dari bukunya Bapak M.Hashem “Darah dan Penebusan Dosa hal. 29-30

Th.J.Plange :
“ist es denkbar, dasz Gott. der alles liebende ein Kind von soch stoszt, dasz ohne iegene Schuld ungetauft stierb? Man ziehe doch den sich seibst ergegeben Schulsz aus einer solche underkbar ist. Und doch halt die Kirche sie aufrecht”

“Dapatkah dipikirkan secara sehat bahwa Tuhan Yang Maha Pengasih mengutuk seorang anak yang tidak berdosa yang mati dengan tidak dibatiskan? Orang tidak dapat menerima pandangan tentang Tuhan semacam ini, dan orang akan mendapatkan bahwa hal itu tidak dapat diterima akal. Namun Gereja menganggapnya benar”

Ferdinad Esserman :

“Yudaism rejects unevoquivably the belief that individuals can transfer their sin to others and that the stoning sacrifice of one individual can relive mankind of the burden of sin”

“Agama Yahudi dengan tegas menolak kepercayaan bahwa satu individu dapat memindahkan dosanya kepada orang lain, dan bahwa pengorbanan penebusan dosa sesorang dapat membebaskan unat manusia dari beban dosa”

Ada ayat dari Paulus kepada orang Roma (Roma 5 :12) yang berbicara mengenai dosa warisan, tapi dalam Roma 2:5-6 telah dibantahnya sendiri. Dalam Timothius 11:14 dikatakan Paulus “bahwa bukan Adam yang tergoda, melainkan perempuan itulah yang tergoda dan jatuh ke dalam dosa”

Mas Dewo dan Mas Sugiarto,

Apa yang kita diskusikan ini bukanlah untuk mencari siapa yang salah atau yang benar, juga bukan mencari siapa yang kalah atau siapa yang menang. Tapi menyatakan bahwa ada pendapat, keyakinan lain disamping pendapat dan keyakinan yang ada pada kita. Hendaknya ini tidak membuat atau merasa diri ini dilecehkan.
Saya tidak mendesakkan bahwa apa yang saya yakini harus Mas2 terima dan sayapun tidak dapat dipaksa untuk menerima pendapat dan keyakinan Mas2 berdua. Saya merasa berterima kasih telah diberi tempat untuk sumbang pendapat di blog ini. kalau ada kata2 yang tidak berkenan,mohon dimaafkan.

Sebenarnya saya masih ingin memberikan tanggapan mengenai penjelasan adanya perbedaan antara injil Lukas dan Matius, tapi itu biarlah kawan kawan yang lain akan memberikan tanggapan tersebut.

Berhubung tugas perusahaan mewajibkan saya berangkat kepedalaman Sumatera, disana kabarnya hubungan selularpun sulit, mungkin juga dengan akses internetnya. Saya muhon undur dulu.

Terima kasih.

@Dear Budhi,

Rupanya referensi Anda bertolak belakang dengan referensi saya. Akhirnya saya tidak bisa berdebat lagi dengan Anda karena referensi yg seharusnya sama ternyata berbeda. Dan tentu saja berbeda karena acuan yg saya anut adalah dokumen yg dikeluarkan dari Gereja, sedangkan Anda tidak. Jadi untuk apa berdebat mengenai sesuatu yang tidak nyambung?

@Dear No_Nick,

Hahaha… rupanya Anda menyepelekan karya tulis Romo Pid, padahal beliau adalah seorang teologis S3 yang tentu ilmunya tidak diragukan. Saya bangga dengan Romo Pidyarto yg adalah seorang Indonesia yg sangat cerdas. Tulisannya banyak sekali mencerahkan umat Katolik.

Justru kalau Anda menyepelekan Romo Pidyarto, maka seharusnya Anda tidak usah membaca tulisan2 saya di blog ini karena saya tidak ada artinya dibandingkan Romo Pidyarto. Kalau Anda menyepelekan beliau, apalah arti saya di mata Anda?

@Dear Budhi,

Ya betul, dalam berdiskusi ini saya selalu menjaga agar bukan pembenaran diri semata, tetapi dalam rangka menyumbangkan sisi dimana kita berpikir dan memahami dan juga mengimani Allah kita. Anda sendiri dapat menilai bagaimana saya menanggapi dan menjawab semua pertanyaan, komentar bahkan hujatan dari pengunjung. Dan saya sebisa mungkin menanggapinya dengan sabar dan arif.

Tetapi mengenai perdebatan kita yang tidak nyambung (terutama di referensi), saya harap kita dapat menemukan sumber referensi yg betul-betul benar ditulis oleh sumbernya. Jika Anda mengkritisi ajaran/dogma Kristiani, maka lebih baik jika acuan Anda adalah dari dokumen Gereja Katolik.

Karena Anda akan tugas ke Sumatera, saya di sini mendoakan Anda supaya perjalanan dan misi Anda di sana dapat berjalan dengan baik. Dan semoga dapat kembali denga selamat.

Semoga sukses. GBU.

Dewo,

Maaf saya masuk lagi sebelum keberangkatan saya.

>>> karena referensi yang seharusya sama ternyata berbeda>>karena yang saya anut adalah dokumen yang dikeluarkan Gereja (Katolik)

Kok terpotong.
Oke saya sambung, saya tulis kembali.

>>>KARENA REFERENSI YANG SEHARUSNYA SAMA TERNYATA BERBEDA>>KARENA YANG SAYA ANUT ADALAH DOKUMEN YANG DIKELUARKAN GEREJA

Dewo, saya tidak tahu mengapa tanggapan saya mengenai (282) selalu terpotong.

@Dear Budhi,

Kok bisa terpotong ya? Oh iya, sebaiknya tidak menggunakan karakter “>>>” dan karakter yg arahnya kebalikannya. Ini adalah tag khusus untuk PHP. Mungkin itu masalahnya.

Silakan diposting lagi dengan tanpa tanda tersebut.

Salam.

@Dear Ananta
>>>kalo Yesus ga lahir,mati,bangkit,n naik kesurga dan duduk disebelah kanan Allah,maka Dunia ga akan bisa seperti ini,manusia ga akan ngenal yg namanya kebaikan n kasih…

Kayaknya sekarang masih ada deh drama di dunia ini yg masih dramatis akibat keserakahan umat manusia terhadap umat lain dan suatu negara terhadap negara lain…!!! (Allah lah yg Maha tahu)

@Dear Dewo
>>>Hahaha… rupanya Anda menyepelekan karya tulis Romo Pid, padahal beliau adalah seorang teologis S3 yang tentu ilmunya tidak diragukan. Saya bangga dengan Romo Pidyarto yg adalah seorang Indonesia yg sangat cerdas. Tulisannya banyak sekali mencerahkan umat Katolik.

Gimana sarjana teologis2 lain yg tak kalah pandai yg berasal dari lain negara bahkan sarjana dari keuskupan roma yang bergelut untuk mengkaji Alkitab bukan cuma hitungan hari tapi tahun??? anda anggap sepi dong🙂
Yang disampaikan oleh Bung Budhi saya kira juga bukan sumber dari orang yang sekolah dasarnya aja gak lulus atau bahkan dari orang2 jalanan ya toh? tapi itu juga bukan berarti saya memandang sebelah mata kpd mereka bahkan tingkat pendalaman rohani dan kebatinan suatu pemahaman yg suci kadang muncul justru didapat dari orang2 yg lugu bahkan buta huruf seperti halnya nabi Muhammad yg juga buta huruf tapi ayat2 yg disampaikan berisi tatanan bahasa yg indah dan arti yg dalam tentang Ke-Esaan dan Kekuasaan Allah…!!!

@Dear Budhi
>>> karena referensi yang seharusnya sama ternyata berbeda>>karena yang saya anut adalah dokumen yang dikeluarkan Gereja (Katolik)

Jangan diulang-ulang gitu ah sekali aja saya kira udah cukup…. GBU

Peace for All

@Dear No_Nick,

Saya tidak pernah menyepelekan pemikiran dan karya tulis orang lain seperti halnya Anda. Saya cuma mengatakan bahwa sumber referensi dari Sdr Budhi tidak dapat dipakai karena tidak nyambung.

Kalau ada 2 referensi mengutip pemikiran seseorang tetapi ternyata tulisan keduanya berbeda, maka ada yang tidak beres. Dan saya menyarankan agar menggunakan referensi yg dikeluarkan oleh Gereja Katolik. Bukankah kita sedang ngomong masalah agama Katolik?

Kalau ngomongin agama Katolik tetapi Anda memakai referensi dari agama lain, maka itu sama saja tidak nyambung.

Jangan diulang-ulang gitu ah sekali aja saya kira udah cukup… GBU

Selama pemberi komentar keluar dari jalur (memakain referensi lain yg tidak nyambung), maka tidak segan saya akan mengatakan hal yang sama. Jangan bosen membaca jawaban saya yg berulang-ulang. Toh bukan saya yang ndablek.

GBU.

kenapa banyak sekali orang pinternya kristen/katolik ( pendeta, pastor, biarawati dll) masuk islam
sementara sedikit sekali -saya blm pernah dengar- orang pinternya islam ( pak haji ) masuk kristen?
tanya kenapa?

demikian juga sangat banyak orang awamnya islam yang masuk kristen, seringnya karena faktor ekonomi dan beberapa faktor lain.
Sementara sangat sedikit sekali-saya jarang denger- orang awamnya kristen masuk islam, biasanya karena faktor pencarian mereka tentang kebenaran ajaran dalam kristus.

jadi BERSUNGGUH-SUNGUHLAH kalian dalam mempelajari iman kristen, Janganlah kalian jadi orang AWAM yang MENERIMA begitu saja SEMUA KATA pastor, romo, pendeta. Carilah dengan segenap kemampuan, hati nurani, akal dan kecerdasan yang telah diberikan oleh Tuhan Allah kepadamu.
siapkan dan BERANIKAN diri bila dikucilkan teman, keluarga, komunitas dan siapapun juga.

Blasius Ananta Kurniawan

Blasius ananta kurniawan.
BERJUANGLAH TERUS. AKU DUKUNG DENGAN DOA. TRIMS..

Urun rembug neh, aku mewakili mereka yang setuju jika Yesus memang tidak wafat. Yesus tidaklah wafat, dalam artian setelah beliau “main drama” penyaliban (crucifiction, cerita fiksi tentang penyaliban). Beliau wafat lama setelah itu. Ketika beliau muncul didepan murid2nya (yang diyakini bangkit dari kematian), muridnya ragu2 apakah sang guru ini bangkit dari kubur atau belum mati. Mereka meminta bukti. Yesus berkata jika beliau memiliki mukjizat sama seperti nabi Yunus.

“… generasi yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda (mukjizat). Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda (mukjizat) selain tanda (mukjizat) Nabi Yunus” (Injil-Matius 12: 39)

Yesus mengatakan bahwa apa yang dia alami sama seperti mukjizat nabi Yunus. Ayat itu diperkuat dengan sambungannya:

“Seperti nabi Yunus tiga hari dan tiga malam dalam perut ikan paus, demikian juga anak manusia akan tinggal dalam rahim bumi dalam tiga hari tiga malam (Injil- Matius 12: 40)

Cerita Yunus, Yunus dibuang kelaut, ditelan ikan paus, akhirnya? Kita semua umat muslim, kristiani, dan yahudi akan setuju mengatakan tetap HIDUP! Sedangkan Yesus, beliau disalib, dikuburkan, akhirnya? Sekitar lebih dari 2 milyar umat kristiani akan mengatakan MATI!!! Kita yang berpikiran logis tentu berpendapat, ini nggak masuk akal, Mukjizat Yesus sangat tidak sama dengan Mukjizat Yunus! Jadi kesimpulannya, siapa yang berbohong? Yesus atau umatnya? silakan anda sendiri yang menentukan jawabannya.

Kami sebagai umat muslim gak akan ambil pusing dengan hal ini. Tapi anda semua para kristiani nggak akan menerima kenyataan dan kebenaran ini. Hal ini wajar, karena keselamatan anda semua ada dalam penyaliban Yesus. Jadi kalo Yesus nggak mati di kayu salib, siapa yang akan menebus dosa kalian semua?

Kami sih enjoy2 aja. Keselamatan kami ada ditangan kami sendiri, bukan ditangan Yesus atau Muhammad. Jadi mau masuk surga, atau neraka besok tergantung gimana usaha dan perbuatan kita didunia ini. Allah Maha adil, setiap manusia diminta pertanggungjawabannya besok. Gak ada orang lain yang nanggung dosa kita, kita sendiri yang bertanggung jawab terhadap perbuatan kita. Kalo emang bener dosa kita ditanggung oleh Yesus, aku berani bilang : Allah nggak adil!!!

Believe or not, it’s your problem. Keyakinan emang musuh yang paling berbahaya bagi kebenaran. Sesempurna dan sebenar apapun sesuatu, jika itu bertentangan dengan keyakinan, maka kebenaran itu akan dianggap salah. Sebagai sharing, komentar saya ini adalah salah satu dari 40 argumen yang pada akhirnya membuat saya meninggalkan kristen menjadi muallaf (masuk islam).

Crucifixion just a fairy tale like Robin Hood, Cinderella, etc. I called now Crucifiction (Penyaliban hanyalah sebuah dongeng seperti Robin Hood, Cinderela, dll. Aku menyebutnya sekarang sebagai dongeng/ fiksi penyaliban)

@Dear Sanji,

Wah, rupanya Anda akan mengarang kitab suci sendiri? Boleh tuh. Kalau sudah selesai, kirimi satu ya?

Salam.

hehe.. aq numpang lewat bentar yow..

@sanji
aq baruw taw yesus nyebut2 nama yunus d kitab injil..
ajaib bgt siy.. kmu t’inspirasi dr mana??

aku percaya bgt skeras apapun aku berusaha berbuat baik, aku ga akan bisa masuk surga karena aku ga akan pernah bersih dr dosa. ketika tawaran keselamatan kekal datang secara cuma-cuma oleh karena kasih Allah, bodoh bgt kalau aku ga mau terima.

yg namanya berbuat kasih/ baik kepada sesama buat aku bukan biar dapetin keselamatan lagi, tapi kita mengasihi karena Allah udah lebih dulu mengasihi kita.

siapa bilang kita ga tanggung jawab ketika kita berbuat dosa?? upah dosa adalah maut. kita semua ya bakalan mati toh.. tapi orang-orang yang percaya bahwa Yesus dah mati dan bangkit baginya akan dibangkitkan kembali dan hidup kekal. dan kisah ini jelas jauh lebih indah dari kisah cinderella!!

btw, diskusi ini koq emosional banget siy..

Tuhan memberkati kita semua

Buat siapa aja, yang punya pikiran kritis, u/ mengetahui kebenaran ayat yang menceritakan bahwa Yesus menunjukkan mukjizat seperti Yunus, monggo buka Alkitab terjemahan dari KJV (King James Revised). Kalo mas Dewo ngomong saya mau bikin kitab sendiri, saya sangat keberatan. Saya menemukannya dalam Alkitab diatas, saya membacanya, dan saya menganalisisnya. Kalo dalam Alkitab saya, ayat itu masih ada, dan saya lingkari. Nggak tau ya kalo dalam alkitab milik njenengan mungkin ayat itu udah nggak ada. Kita memaklumi, dulu waktu saya masih kristen saya juga berpikir, kenapa kok alkitab isinya selalu berubah dari waktu ke waktu.

Buat “mas gak penting” inspirasi saya ya baca alkitab. Saya secara obyektif nemuin hal ini, maka saya lalu mempelajarinya. Kalo anda nggak percaya, coba silakan buka alkitab terjemahan dari KJV (King James Revised). Kalo nggak coba deh, cari literatur2 kristen awal seperti apokrif. Anda akan terkejut, ‘coz isinya lebih menekankan tauhid, jauh dari konsep kristen sekarang. Terlebih mengenai kematian yang anda tuliskan. Bahwa kematian adalah keadaan kodrati manusia, bukan imbas dari dosa.

Whatever you say, Faith is the biggest hostile for truth. We should know, but we try to deny. Keyakinan adalah musuh yang paling berbahaya bagi kebenaran. Kita seharusnya tahu dan telah membuktikan kebenaran itu, namun karena hal itu mengancam iman kita, maka kita mengingkarinya.

Terserah apapun pendapat anda, inilah kenyataan hidup. Saya hanya meyakini kebenaran, logika, dan pengetahuan. Saya menjadi yakin karena kebenaran telah terbukti, bukan karena telah diyakini, maka segala sesuatu dianggap benar.Bukan dogma2, dan doktrin2 yang selama ini telah mencuci otak kita melalui misa, kebaktian, sekolah minggu, KKR, dll.

Maaf, apabila kata2 saya menyinggung perasaan anda semua, wassalam.

Abu Yahya Liem Gunawan (Liem wan Hzien, aka Sanji)

@Dear Sanji,

Kata Yesus tentang mujizat pada Yunus memang ada. Saya tidak mengingkarinya. Yang saya sebut sebagai:

Wah, rupanya Anda akan mengarang kitab suci sendiri?

Adalah karena Anda menolak ayat2 yang lain yang menyatakan bahwa Yesus sudah wafat. Dan Anda hanya berpegang pada perkataan Yesus tentang Yunus. Aneh kan? Padahal perkataan Yesus tersebut ada di kitab yang sama dengan ayat-ayat tentang kematian Yesus.

Paling parah adalah karena Anda menganggapnya sebagai dongeng. Sejarah umat manusia Anda sebut sebagai dongeng?

Bingung? Coba baca kembali Alkitab dengan bantuan Roh Kudus, karena setelah itu Anda akan memahami perkataan Yesus dan wafat Yesus. Jangan lupa perkataan Yesus tentang merombak bait Allah dalam 3 hari. Ini juga terkait.

Semoga Anda dapat memahaminya kemudian. GBU.

Iya2 deh… Maksud saya gini, beliau menunjukkan mukjizat Yunus, karena beliau emang saat itu tidak meninggal, tidak seperti yang diduga oleh murid2nya. Dan saya meyakini benar dengan logika, beliau mengalami keadaan seperti nabi Yunus.

Yunus dibuang kelaut, dimakan ikan paus, berada dalam perut ikan paus selama 3 hari 3 malam, dan akhirnya tetap hidup. Kalo Yesus gini: disalib, dimakamkan selama 3 hari 3 malam, dan tetap hidup. Kalo beliau mati, mukjizat beliau gak akan sama dengan Yunus.

Saya nggak menolak kebenaran Yesus wafat, cuma saya menolak jika Yesus wafat waktu disalib. Itu aja. Bukti2 sejarah kematian Yesus sudah banyak. Seperti makamnya yang ditemukan di kashmir, dan terakhir kemaren ini penemuan sarkofagusnya yang sempet bikin geger media massa. Kalo emang bener bukti2 sejarah itu, berarti beliau emang wafat secara wajar, tidak mati disalib, lalu diangkat ke langit, seperti yang kita dengar ceritanya sejak kita kecil dulu, mas dewo.

Kenapa saya bilang cruci-fiction (dongeng penyaliban), bukan crucifixion (peristiwa penyaliban)? Ya karena hal itu, sejarah yang diyakini para kristiani seperti anda tidak sesuai dengan apa yang dituliskan dalam Alkitab. Atau secara tegas saya menyebutkan: Jesus, the deviance History (Yesus, sejarah yang menyimpang). Para kristianilah yang membuat distorsi dalam sejarah dan firman Allah. sehingga apa yang diajarkan Allah melalui Yesus tidak lagi sesuai dengan tujuan Allah. Hal ini juga yang mungkin pada akhirnya membuat Allah mengutus Nabi terakhirNya, Muhammad SAW, u/ menggenapi dan meluruskan ajaran Rasul2 sebelumnya, sebagai hikmah seluruh umat manusia.

Sekali lagi ini keyakinan saya sbg muslim, dan para muslim lainnya. Saya menulis ini berdasarkan logika, obyektivitas, dan apa adanya (bukti). Karena 3 hal itulah yang menjadi dasar kebenaran. Lakum dinukum waliyadin (untukmulah agamamu, dan untukkulah agamaku). Mohon maaf apabila ada kata2 yang kurang berkenan.

Salam sejahtera

Gila….
salah satu perang argumen tanpa hasil akhir terpanjang di internet.
Masing2 pihak dengan formasi pikiran yang kuat.
Untungnya otak tidak pernah terluka, cuma formasi pikiran yang terkacaukan sedikit.
Nurani tidak pernah terluka, cuma ego yang melukai dan dilukai.

Kembali ke topik utama:
Yesus Tidak Wafat?
Bagian mana dulu dari Jesus yang tidak wafat?
Tubuh fisiknya, pernah mati, dihidupkan kembali, dan kembali ke surga, bosen mendengarkan pertengkaran manusia tentang dia.
Jiwa dan Rohnya sih, memang dari waktu penciptaan sudah di desain tidak bisa mati.
Apakah saya bisa dipercaya? Nggak juga, saya tidak berada di tkp kematian jesus, tidak ditemui waktu hidup kembali, juga tidak dipamiti ketika dia balik ke surga, jadi ya.. saya nggak tahu. Tapi jujurlah, siapa sih di thread ini yang menyaksikan dengan mata fisik, atau setidak-tidaknya mata batin lah, bahwa apa yang anda semua katakan itu benar.
Siapa yang punya pengalaman eksistensial tentang saat terjadi kejadian ini? (Masalah anda ketemu Jesus, atau Muhammad di mimpi, atau di angkot, atau di manalah, nggak relevan, karena anda lupa bertanya langsung kepada yang berkepentingan mengenai hal penting ini atau yang lainnya!)
Siapa yang punya pengalaman intelektual tentang kejadian ini? …. wah saya kira setelah pertempuran dogma di thread ini semuanya jadi punya pengalaman intelektual yang sama, dan komentar saya, tidak indah.

Apakah warga kristiani di thread ini manusia? saya kira ya.
Apakah warga islam di thread ini manusia? saya kira ya juga.

Kalau saling menyerang dengan formasi pikiran masing2, ya nggak bakal ketemu lah.. batu ketemu batu, paling batunya yang pecah.
Mendingan “nyerang” batu pakai air, setetes, demi setetes.

Sebetulnya esensi ajaran Jesus apa sih? Apa sih pesan utama yang dibawa pembawa kabar baik dari Tuhan ini?
Kalo tidak salah mengajarkan tentang cinta kasih yang tulus.
Sebetulnya esensi ajaran Muhammad apa sih? Apa sih pesan utama yang dibawa pembawa berita dari Tuhan ini?
Kalo tidak salah meningkatkan ahlak (budi pekerti) manusia.
Kedua hal di atas-lah airnya untuk “nyerang” batu.

Analogi:
proses membersihkan pakaian kita (tradisional):
1. Direndam dulu,
2. Di ucek-ucek,
3. Di peras,
4. Di jemur.
Proses no.1 memasukkan air ke pori-pori baju. Proses no.3 mengeluarkan air dari pori-pori baju.
Bukankah dua hal ini sangat bertentangan? tapi memang begitulah prinsip membersihkan baju.

Sama juga dengan Tuhan yang ingin “membersihkan” manusia (entah istilah apapun yang anda pakai),
Dia mengirim pengirim pesan (terserah apakah anda mau menganggapnya Tuhan, anak Tuhan) dan mengirim pengirim pesan yang tampaknya bertentangan.
Jika anda lihat secara keseluruhan proses membersihkan baju di atas, sebetulnya proses no. 1 dan no. 3 adalah komplementer, saling mendukung dan tidak bertentangan.
Cuma pikiran anda saja yang terdidik untuk melihat dunia hanya dalam dua warna, hitam atau putih, temanku atau musuhku.

Jika ingin mencari perbedaan antara pria dan wanita….
Wah …. sebanyak gudang yang tenggelam di sidoarjo.
Jika ingin mencari perbedaan antara islam dan kristen….
Siap2 beli harddisk beberapa terrabyte deh… tiap orang punya daftar panjang sendiri.

Jika ingin mencari persamaan:
pria dan wanita dapat jatuh cinta dan hidup bersama…
Cinta kasih yang tulus kepada sesama manusia adalah contoh sikap ahlak mulia.
Tampaknya Indonesia masih agak lama berkubang di krisis (jika ada yang mengatakan Indonesia sudah keluar krisis, kira2 orang itu tahu hutang Indonesia atau tidak ya?)
Kaum intelektual masih lebih suka menggunakan ilmunya (ilmu dunia & setelah dunia) untuk berdebat.

Masing2 kita punya otak, punya formasi pikiran yang berbeda-beda, persamaannya…
kita semua manusia… punya hati… punya nurani…. walaupun jarang di asah.

Agama itu artinya tidak ada kekacauan. Tidak ada friksi. Tidak ada saling menyerang.
Agama itu melembutkan hati bagi orang lain tanpa memperdulikan pemikiran atau sikapnya.
Agama itu demokratis.
Tapi thread ini berhasil dengan sukses membuktikan bahwa yang ada cuma kekacauan antar manusia.
Thread ini berhasil membuktikan bahwa yang berjiwa tenang, tetap tenang, yang berjiwa kacau, ya… berusaha mati-matian membela formasi pikirannya.
Manusia yang bahagia males menyerang manusia lainnya.
Manusia yang bahagia males memerangi orang lain.

Internal & External Truth
Manusia memiliki pola pikir sendiri, ketika ada informasi, ia akan menggunakan otaknya untuk menganalisa (beberapa orang menganalisa dengan indera tambahan), ketika informasi tersebut sesuai dengan formasi pikirannya, maka informasi itu diserap menjadi pengetahuan. Pengetahuan memberikan motif untuk tindakan, aksi. Tapi pengetahuan tidak memberi kebijaksanaan. Ketika akhirnya pengetahuan dipahami secara eksistensial (bukan pemahaman intelektual) maka pengetahuan berubah menjadi internal truth, kebijaksanaan. Jika ada informasi lain yang berasal dari pihak eksternal (selain diri pribadi), maka proses filtering tadi dimulai lagi (walaupun informasi ini adalah internal truth dari orang lain), ini yang disebut eksternal truth. Semua proses butuh waktu & energi.

Apa beda pemahaman eksistensial dgn pemahaman intelektual? Pemahaman eksistensial tidak perlu dibuktikan lagi kebenarannya kepada pihak lain (pihak eksternal), pemahaman eksistensial bersifat “as is”….. apa adanya. Pemahaman eksistensial dibuktikan sendiri oleh alam semesta, melalui hukum2 alam, tingkah laku mendasar yang ada di setiap manusia, pola-pola alam, nggak perlu dipaksa-paksakan ke orang lain untuk menerimanya sebagai kebenaran, karena seiring waktu intelektualitas orang tersebut akan berkembang dan menerima kebenaran tersebut tanpa paksaan, tanpa usaha apapun dari anda.
Contoh pemahaman eksistensial: Pengalaman, atau De Ja Vu (Kejadian yang seakan2 pernah dialami).
Siapa di antara anda yang pernah masuk surga? Siapa di antara pemuka agama anda yang pernah masuk surga? Jika tidak ada yang pernah, lalu dari mana deskripsi surga? dari mimpinya waktu tidur? orang ngelindur dipercaya.

Pemahaman intelektual, contoh dan definisinya dalam bentuk yang nggak indah dapat anda baca di sepanjang thread ini, dimana manusia saling membenturkan formasi pikirannya. Menganggap dirinya, agamanya yang penting dan yang benar. Masing2 ingin berjalan sendiri dan berusaha mem-ban pihak yang bertentangan formasi pikiran dengan pihaknya dari surga…. sejak kapan surga diklaim kepemilikannya? Dengan menjatuhkan penilaian kesesatan orang lain, berarti pihak tersebut sudah menganggap dirinya lebih mulia dari Tuhan, karena mengambil-alih tugas “final judgement” Tuhan.

Pemahaman intelektual, contoh dan definisinya dalam bentuk yang indah dapat anda lihat dan diikuti diberbagai macam kegiatan sosial dan profesional di sekeliling anda yang dilakukan dengan semangat kebersamaan, dan ingin mencapai pemecahan solusi bersama.

Fungsi utama otak dan pikiran adalah untuk menunjang kesejahteraan spiritual manusia. Penyerangan intelektual bisa menurunkan kesejahteraan spiritual seseorang, kalau orang itu belum terlatih.

Bagi mereka yang punya agenda tersembunyi untuk mengubah agama atau keyakinan orang lain… udahlah… nggak bisa dipaksain.

Bagi yang tidak setuju dengan pendapat saya, silahkan berdiskusi atau ngirim e-mail ancaman ke e-mail saya di thread lain.
Saya mau check-out selamanya dari blog ini. Terlalu banyak energi negatif yang dilontarkan, secara intelektual menarik,
tapi secara spiritual….. nggak banyak memberi manfaat untuk saya.

semuanya itu klo diterusin ya gak bakalan selesai. ok

dear dewo,
saya punya pacar beda agama nih critanya jadi aku butuh bantuan saran dan jawaban atas pertanyaan.. boleh yah…
1. apa sih agama yesus? plus ayatnya yah..
2. kenapa di bible poligami juga sudah ada dari dulunya… di Ulangan 21:15-16, Keluaran 21:10,Kejadian 4:19, 11:29-31,25:1,2 tawarikh 11:21, hakim-hakim 14:10, 16:1-4 banyak lagi, dan dikaitkan pada Matius 5:17….
3. lebihbesar mana Tuhan (Allah) dengan Tuhan Yesus mengingat Allah yang menciptakan Yesus,dunia dan isinya… Kalo lebih besar dan tinggi Allah jawabannya kenapa kita sembah Tuhan Yesus kalo ada yang lebih Tinggi Derajatnya..
4. kenapa banyak disebutkan ayat-ayat yang kurang enek dibaca apalagi oleh ayat keci ex. Yehezkiel 16:22-38, 23:1-21, Ulangan 23:1-2, Hosa 3:1, Kejadian 38:8-9 dll
5. Siapakah anak daud yg ke2 (II Samuel 3:2-3 dan I Tawarikh 3:1)siapa panglima yang musuh yang tewas di tangan daud?( II Samuel 10:18 dan I Tawarikh 19:18) berapa tentara berkuda tawanan daud(II sam 8:4 dan I taw 18:4) dan masih banyak lagi… kenapa beda? salah tulis? coba kitab berbahasa lain.. kok sama, salah tulis juga tha..?…
sebenarnya masih banyak lagi yang mau kutanyakan… tapi mohon bantuannya dijawab dulu.. terimakasi
salam, jewel

@Dear Jewel,
Saya akan mencoba sedikit mengemukakan pendapat saya:
1. Yesus Kristus menganut agama Yahudi sesuai dengan tradisi turun temurun. Kehidupan Yesus menggenapi apa yang telah dinubuatkan dalam kitab para Nabi.

2. Poligami ada karena kekerasan hati manusia. Demikian juga dengan kawin cerai. Itu adalah kehendak manusia. Tetapi sebenarnya Allah menciptakan sepasang pria dan wanita.

3. Ayat yang Anda tulis semuanya mengenai poligami. Dan tentang poligami, Yesus mengaitkan dengan budaya kawin cerai yang sangat sering dilakukan di sana. Coba Anda baca Matius 19, Markus 10, Lukas 16. Di sana Yesus mengatakan bahwa:

“Barang siapa menceraikan isterinya, kecuali kaena zinah, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah.” (Matius 19:9 dan ayat paralelnya)

Lalu kalau pun di Taurat itu Musa menulis bahwa manusia boleh menceraikan isterinya dengan surat cerai itu karena:

“Karena ketegaran hatimu Musa mengizinkan kamu menceraikan isterimu, tetapi sejak semula tidaklah demikian” (Matius 19:8 dan ayat paralelnya).

Lalu bagaimana awal mulanya? Mengenai hal ini Yesus juga sudah mengatakannya, yaitu:

“Tidakkah kamu baca, bahwa Ia yang menciptakan manusia sejak semula menjadikan mereka laki-laki dan perempuan? Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikanlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.” (Matius 19:4-6)

4. Mana yang lebih besar? Silakan baca artikel2 lain di blog ini yang membahas Tritunggal Mahakudus. Ada 2 artikel yang membahas mengenai hal ini.

5. Sayangnya saya tidak berkompeten untuk menjawab perbedaan yang ada di Alkitab. Tetapi selalu ada penjelasan yang masuk akal mengenai hal itu. Saya akan cari dulu referensi mengenai hal itu dan akan saya jawab kemudian.

Sementara ini dulu jawaban dari saya. Salam.

@Dear Sanji (#290),

Maaf karena hampir kelupaan menjawab komentar Anda. Berikut adalah tanggapan dari saya:

Sebenarnya Yunus itu sudah mati saat ditelan ikan selama 3 hari. Silakan baca kitab Yunus 2:2,

2:1 Berdoalah Yunus kepada TUHAN, Allahnya, dari dalam perut ikan itu,
2:2 katanya: “Dalam kesusahanku aku berseru kepada TUHAN, dan Ia menjawab aku, dari tengah-tengah dunia orang mati aku berteriak, dan Kaudengarkan suaraku.
2:3 Telah Kaulemparkan aku ke tempat yang dalam, ke pusat lautan, lalu aku terangkum oleh arus air; segala gelora dan gelombang-Mu melingkupi aku.
2:4 Dan aku berkata: telah terusir aku dari hadapan mata-Mu. Mungkinkah aku memandang lagi bait-Mu yang kudus?
2:5 Segala air telah mengepung aku, mengancam nyawaku; samudera raya merangkum aku; lumut lautan membelit kepalaku
2:6 di dasar gunung-gunung. Aku tenggelam ke dasar bumi; pintunya terpalang di belakangku untuk selama-lamanya. Ketika itulah Engkau naikkan nyawaku dari dalam liang kubur, ya TUHAN, Allahku.
2:7 Ketika jiwaku letih lesu di dalam aku, teringatlah aku kepada TUHAN, dan sampailah doaku kepada-Mu, ke dalam bait-Mu yang kudus.
2:8 Mereka yang berpegang teguh pada berhala kesia-siaan, merekalah yang meninggalkan Dia, yang mengasihi mereka dengan setia.
2:9 Tetapi aku, dengan ucapan syukur akan kupersembahkan korban kepada-Mu; apa yang kunazarkan akan kubayar. Keselamatan adalah dari TUHAN!”
2:10 Lalu berfirmanlah TUHAN kepada ikan itu, dan ikan itu pun memuntahkan Yunus ke darat.

Jadi tanda Yunus itu memang terjadi pada Yesus yang wafat ditelan bumi 3 hari 3 malam. Semoga dapat menjawab Anda. GBU.

dear dewo,
kalo memang yesus beragama yahudi, mana ayatnya.Dan kenapa anda juga tidak beragama yahudi?
cara yesus wafat, pemakamannya dengan cara di kafan, lalu kenapa umatnya semua tidak mengikutinya….
menyambung email sebelumnya, berarti

@Dear Jewel #302,

kalo memang yesus beragama yahudi, mana ayatnya.

Yesus memang “beragama” Yahudi. Beliau telah disunat (mengikuti tradisi Abraham dan Yahudi) sejak usia 8 hari. Ini adalah bukti bahwa Yesus mengikuti tradisi Yahudi.

Yesus memiliki pemahaman akan Alkitab dengan sangat luar biasa. Dan sejak kecil Yesus telah mengajar di Bait Allah.

Silakan baca Alkitab dan temukan ayat dimana Yesus disunat dan mengajar di usia-Nya yang masih belia.

Dan kenapa anda juga tidak beragama yahudi?

Agama/Tradisi Yahudi telah dirombak Yesus. Semua nubuatan sudah digenapi dan penebusan telah dilaksanakan. Yesus telah merombak Bait Allah saat wafat-Nya di salib. Silakan temukan ayat di mana Bait Allah terbelah menjadi dua saat wafat-Nya.

cara yesus wafat, pemakamannya dengan cara di kafan, lalu kenapa umatnya semua tidak mengikutinya…

Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Biarlah orang mati menguburkan orang mati; tetapi engkau, pergilah dan beritakanlah Kerajaan Allh di mana-mana.” (Lukas 9:60).

Cara penguburan itu tidak penting. GBU.

Apa benar yesus datang sebagai rasul terakhir, lalu kenapa datang rasul2 yang lain setelah yesus wafat?
Selayaknya arti “kitab suci” adalah suci dan tidak ada campur tangan manusia, kenapa banyak “salah tulis” ex email sebelumnya.. dan banyak ayat yg tidak mendukung 1 sama lain ex… babi haram dimakan 11: 7 dll vs I korintus 6:12 dll
Anda tau,kelahiran yesus di yerussalem bukan? disana menggunakan bahasa apa?
kenapa bible masih juga didebatkan oleh para ahli bible sendiri? kenapa banyak salah tulis?? aku tau jawabnya… Tuhan pernah berfirman bahwa orang2 israel sangat durhaka dan hobi merubah-rubah kitab suci (Mikha 3:1-12, Ulangan 31:27)… what do u think…
Kak, kmu pernah baca kesaksian jehovah, mungkin jawaban lebih besar mana Antara Allah dan Yesus? , Allah bapa+ Allah putra+ Allah roh kudus = ” ALLAH”.. berarti yang kita sembah adalah Allah, mengingat Allah adalah yang menciptakan Yesus,Bumi dan isinya. “Nikmat apa yang tak kuberikan padamu, hingga engkau mengingkariku” (Ayat??)

sorry, salah tulis.. babi haram dimakan imamat 11:7, Ulangan 14:8, dan kalo dihubungkan Matius 5:17
besar harapanku bisa bertatap muka dengan Dewo.
Thanks

dear dewo,
kok, pertanyaanku gak di balas…
kasi masukan dong…
thanks

@Dewo
>>Agama/Tradisi Yahudi telah dirombak Yesus. Semua nubuatan sudah digenapi dan penebusan telah dilaksanakan. Yesus telah merombak Bait Allah saat wafat-Nya di salib. Silakan temukan ayat di mana Bait Allah terbelah menjadi dua saat wafat-Nya.

Loh mengenai masalah Yesus sudah terlanjur disunat gimana? kok umatnya malah tdk mengikuti tradisi yg menurut para dokterpun baik agar maaf “anu” nya laki2 selalu terjaga kebersihannya.. karena selama ini tradisi sunat diidentikan dengan umat Islam. Apakah Yesus yg sudah terlanjut di sunat itu salah sehingga harus dirombak, jelaskan dengan logika fatalnya dimana kalo orang bersunat???
Kalau Yesus adalah juga merupakan Firman Tuhan kenapa Dia bisa salah membuat keputusan sehingga Dia terlanjur disunat..???🙂

@Dear Jewel (#304),

Oh iya, kelewatan belum membalas komentar kamu. Nih sedikit jawaban dariku.

Apa benar yesus datang sebagai rasul terakhir, lalu kenapa datang rasul2 yang lain setelah yesus wafat?

Yesus itu Anak Allah. Rasul-rasul yang datang adalah rasul Yesus Kristus.

Selayaknya arti “kitab suci” adalah suci dan tidak ada campur tangan manusia, kenapa banyak “salah tulis” ex email sebelumnya.. dan banyak ayat yg tidak mendukung 1 sama lain ex… babi haram dimakan 11: 7 dll vs I korintus 6:12 dll

Ada beberapa pembaharuan yang dilakukan oleh Yesus sehubungan dengan aturan Yahudi kuno. Makanan memang tidak lagi diharamkan karena yang haram itu bukan yang masuk ke dalam mulut manusia, tetapi justru yang keluar dari mulut manusia. Karena yang keluar dari mulut manusia keluar dari hatinya. Baca Matius 15:11 (Markus 7)

15:11 “Dengar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang.”
15:12 Maka datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya: “Engkau tahu bahwa perkataan-Mu itu telah menjadi batu sandungan bagi orang-orang Farisi?”
15:13 Jawab Yesus: “Setiap tanaman yang tidak ditanam oleh Bapa-Ku yang di sorga akan dicabut dengan akar-akarnya.
15:14 Biarkanlah mereka itu. Mereka orang buta yang menuntun orang buta. Jika orang buta menuntun orang buta, pasti keduanya jatuh ke dalam lobang.”
15:15 Lalu Petrus berkata kepada-Nya: “Jelaskanlah perumpamaan itu kepada kami.”
15:16 Jawab Yesus: “Kamu pun masih belum dapat memahaminya?
15:17 Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu yang masuk ke dalam mulut turun ke dalam perut lalu dibuang di jamban?
15:18 Tetapi apa yang keluar dari mulut berasal dari hati dan itulah yang menajiskan orang.
15:19 Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat.
15:20 Itulah yang menajiskan orang. Tetapi makan dengan tangan yang tidak dibasuh tidak menajiskan orang.”

Anda tau,kelahiran yesus di yerussalem bukan? disana menggunakan bahasa apa?

Bahasa yang dipergunakan saat itu adalah bahasa Aram. Tetapi bahasa nasional pada saat penjajahan Romawi adalah bahasa Yunani.

kenapa bible masih juga didebatkan oleh para ahli bible sendiri? kenapa banyak salah tulis?? aku tau jawabnya… Tuhan pernah berfirman bahwa orang2 israel sangat durhaka dan hobi merubah-rubah kitab suci (Mikha 3:1-12, Ulangan 31:27)… what do u think…

Masak sih? Ada yang salah tulis ya? Orang2 Israel memang durhaka dan hobi mengubah-ubah kitab suci, tetapi kitab suci yang mana dulu ya?

Kak, kmu pernah baca kesaksian jehovah, mungkin jawaban lebih besar mana Antara Allah dan Yesus? , Allah bapa+ Allah putra+ Allah roh kudus = ” ALLAH”.. berarti yang kita sembah adalah Allah, mengingat Allah adalah yang menciptakan Yesus,Bumi dan isinya. “Nikmat apa yang tak kuberikan padamu, hingga engkau mengingkariku” (Ayat??)

Besar mana ya? Sayang saya belum pernah mengukurnya. Maklum, saya bukan tukang jahit baju untuk Allah. Hihihi…

Jawaban yang serius adalah: memang saya tidak tahu mana yang terbesar. Semuanya besar kok. Semuanya saya imani. Saya tidak pernah pusing sampai harus mengukur Allah. Karena saya tahu bahwa saya tidak pernah bisa mengukur Allah.

GBU.

@Dear Jewel (#305),

sorry, salah tulis.. babi haram dimakan imamat 11:7, Ulangan 14:8, dan kalo dihubungkan Matius 5:17
besar harapanku bisa bertatap muka dengan Dewo.
Thanks

Iya, banyak pembaharuan yang dilakukan Yesus. Tidak hanya masalah makanan yang haram, tetapi juga masalah korban untuk mohon ampunan dosa yang setiap tahun diadakan oleh orang Yahudi.

Sebenarnya masih banyak sekali pembaharuan itu, tetapi yang terpenting adalah ajaran kasih Yesus, yaitu:

“Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.” (Matius 22:37, bdk: Matius 5:43, 5:44, 19:19, Markus 12:30-31, Lukas 6:27, 6:35, 10:27, Yohanes 15:17)

Jangan lupa baca artikelku di: “Cara Mengasihi Allah.”

GBU.

@Dear Jewel (#306),

dear dewo,
kok, pertanyaanku gak di balas…
kasi masukan dong…
thanks

Hihihi… Maaf karena terlambat membalas. Tapi saya sudah menjawab semua pertanyaan Mas/Mbak Jewel di komentar #308 & #309.

Semoga dapat bermanfaat. GBU.

@Dear Dejavu (#307),

Loh mengenai masalah Yesus sudah terlanjur disunat gimana? kok umatnya malah tdk mengikuti tradisi yg menurut para dokterpun baik agar maaf “anu” nya laki2 selalu terjaga kebersihannya.. karena selama ini tradisi sunat diidentikan dengan umat Islam. Apakah Yesus yg sudah terlanjut di sunat itu salah sehingga harus dirombak, jelaskan dengan logika fatalnya dimana kalo orang bersunat???

Hihihi… hayo bagaimana? Kan ngga mungkin disambung lagi. Anda bersunat juga kan? Sama dong. Hehehe… Bingung kalau harus disambung lagi.

Oh iya, Anda tahu arti sunat ga? Dulu Abraham dan semua lelaki harus sunat untuk menerima “Janji Allah.” Sunat adalah tanda perjanjian antara Abraham (umat manusia) dengan Allah. Makanya semua keturunan Abraham harus sunat untuk menerima janji Allah. Termasuk Yesus Kristus.

Salam.

aku lahir belum lama ini, baru 32 tahun, lalu dibaptis di gereja. sejak delapan tahun lalu aku menjadi muslim. dan mungkin besok, atau bulan depan, atau tahun depan, TUHAN sudah akan mencabut nyawaku kembali dan aku pun menjadi makanan cacing dalam kubur.

“ibu nasrani, ibu juga benar,” itu adalah salah satu tulisan di blog pribadiku.

secara umum aku melihat tulisan-tulisan saudara dewo di blog ini maupun di “blog agama”-nya yang lain cukup bagus. tidak ada yang perlu diresahkan. tidak pula perlu merasa waswas bahwa dewo sedang melakukan kristenisasi. blog ini tidak seperti situs dan milis lain yang secara vulgar mempertentangkan agama, bahkan sampai memaki-maki Yesus, Muhammad, Alkitab, Alquran, dll.

tapi aku ingin mengatakan bahwa aku lebih suka orang yang BERBUAT kebajikan [membantu tetangga dan orang-orang susah, dan tidak korupsi di kantornya] daripada orang yang hanya doyan dan pintar BERBICARA tentang ayat-ayat kitab suci.

bagiku, BERBUAT baik adalah jauh lebih penting daripada cuma BERBICARA [mengupas] isi kitab suci. apakah karena menghafal isi kitab lantas kita akan masuk surga? sungguh menyedihkan bila ada yang menjawab ya.

sebab itulah, kembali pada judul tulisan di atas, “Yesus tidak wafat?” maka aku tidak tertarik menanggapinya walaupun aku tahu jawabannya sesuai ajaran agamaku, Islam. karena hal itu bagiku tidak penting diperdebatkan. aku mengagumi Yesus [Isa] sebagaimana aku juga mengagumi nabi-nabi lain spt Muhammad, Musa, Daud, dll. mereka sungguh benar-benar utusan TUHAN.

di blogku terpasang simbol berbagai agama. mulai gambar Yesus, kaligrafi ALLAH MAHABESAR, patung Buddha, nabi agama Zoroaster, simbol Yahudi, Tao, hingga Konfusius.

aku berharap, semoga saja tidak bertambah banyak manusia di republik ini yang gemar MEMBAHAS isi kitab suci.

salam penuh cinta untuk semuanya. tabik penuh hormat untuk saudara dewo.

jarar siahaan
http://www.blogberita.com
http://www.batak.in

maaf, atas dasar apakah umat islam yakin akan kebenaran qurannya,jika kita kita tinjau lebih baik , umat islam banyak tidak sadar akan kekerasan dalam quran, salah satu pembanding yang paling jelas adalah quran selalu mengatakan selain agama islam adalah kafir dan pantas untuk di bunuh,sangat berbeda akan alkitab yang selalu mengatakan akan cinta kasih bahkan pada musuhmu,kedua jika dilihat dari sejarah apakah benar quran yang diturunkan langsung dari surga,dibandingkan alkitab maka quran tentu kalah jauh,misalnya dari kestruturan alkitab dan alquran,alkitab langsung dari awal dan akhir,tapi alquran sama sekali kacau balau teksnya(bahkan ilmuwan islam mengakui),yang paling berbeda antara allah tritunggal dan allahnya orang islam adalah ,allah orang kristen adalah allah yang penuh cinta kasih,yang rela turun ke dunia dan mau menjadi penebus kita, orang berdosa,tapi orang islam menggangap allah itu adalah hanya allah yang hanya menjalankan kewajiban-kewajibannya.

Beberapa ilmuwan menggatakan , bahwa alquran diambil kebenarannya dari agama yahudi,makanya haramnya akan babi masih diperdengarkan, hal ini dikarenakan pada waktu
Muhammad melakukan penyerangan ke kamp yahudi, dia sadar ketika melihat orang yahudi maka sadar begitu tinggilah agama yahudi

Masih banyak lagi mengenai agama islam dan kristen dalam perbedaan ini, ada teman2 saya yang bilang mengatakan begini ‘ Jika iman kristen mulai diserang yang keluar untuk membelanya adalah ilmuwan,orang-orang pintar,yang bergelar phd dan gelar lainnya,Namun jika iman islam yang diserang yang keluar untuk membela adalah orang-orang yang penuh kekerasan dan siap untuk menghabisi orang tersebut.

Maaf kan saya, saya bukan bermaksud untuk memprovokasi pihak manapun, tapi jujur saya juga pernah kehilangan pengangan mengenai allah tri tunggal, dan sempat ingin pindah agama ke islam,namun saya coba membandingkan dan hasilnya adalah demikian. Terima kasih

Mas Batak news
emang kita ngak langsung masuk surga ketika membaca kitab suci,namun yang paling ditekankan adalah pengertian kita mengenai cinta kristus, dan bagaimana kristus mengorbankan dirinya untuk kita dan sadar kita masih bisa ditebus karena itu,selain itu kitab suci dijadikan pegangan kita untuk berkaca untuk dari kesalahan kita sendiri

SEBAB PELAJARAN YANG TERBESAR DALAM SEJARAH ADALAH MANUSIA TIDAK PERNAH BELAJAR DARI SEJARAH

@ grek,

grek (# 313) -> “maaf, atas dasar apakah umat islam yakin akan kebenaran qurannya,jika kita kita tinjau lebih baik , umat islam banyak tidak sadar akan kekerasan dalam quran, salah satu pembanding yang paling jelas adalah quran selalu mengatakan selain agama islam adalah kafir dan pantas untuk di bunuh…”

Bisakah yang mulia grek menunjukan ayat mana dalam AL-QUR’AN yang mengatakan demikian, semoga bukan hanya didasari atas kebencian semata.

Adalah fitnah yang cenderung provokatif bila anda bicara tanpa fakta, kalau mengatakan kafir barangkali anda benar, tapi pantas dibunuh ??? anda coba pelajari lagi dengan baik.

Salam Damai.

Saya agak bingung coba jelaskan,tentang kelahiran yesus itu.menurut AL’QURAN nabi isa lahir pada musim panas di bawah pohon kurma dan di sekelilingnya banyak para pengembala kambing.menurut fersi kristen yesus lahir bulan 12 tgl 25.kalau menurut itungan bulan itu kan udah ter masuk musim dingin .bagai mana bisa itu terjadi.mengembala kambing di malam hari itu karena di siang hari terlalu panas untuk mengembala ternak makanya itu di lakukan malam hari tapi kalau bulan 12 kan malah sebaliknya siang aja dingin apalagi malam.coba pikir dengan otak dan keadaan nya bagaimana mungkin mengembala kambing di malam hari di waktu mendekati musim dingin……Prelu di ketahui bahwa bulan 12 tgl 25 adalah peringatan kelahiran dewa MATAHARI,coba tanyakan pada pendeta GREJA tentang kelahiran YESUS yang sebenarnya dan kenapa di peringati tgl 25 bulan 12….Menurut injil umat kristen di haruskan bersembahyang pada hari SABAT yaitu hari sabtu bila melanggar hukumannya mati itu ada dalam injil itu.mengapa mereka melakukannya pada hari minggu……Injil yang dulu dengan sekarang sekarang udah jauh beda.Injil sekarang keasliaanya hanya 15% yang lainya adalah tambahan.bagai mana bisa kitab ALLAH di tambah dan dikurangi..Sebenarnya masih banyak lagi yang mau tanyakan tentang KRISTEN.coba itu aja dulu tolong jawab karna hanya umat kristen yang taat yang bisa menjawabnya kalau gak bisa tanya PENDETA GREJA .TERIMA KASIH MAAF KALAU KATA KATA SAYA TERLALU KERAS

GREK ….di AL’QURAN dijelaskan bahwa orang muslim dilarang keras untuk melakukan kekerasan,kezoliman dan juga permusuhan,,di AL’QURAN dijelaskan bila kaum muslim berperang di jalan kebenaran dan di jalan agama [di jalan ALLAH]di haramkan atas kamu untuk melarikan diri dari peperangan.itu sebabnya umat islam tidah pernah mencari permusuhan karna IS;LAM itu damai tapi kami muslim tidak akan pernah lari bila ada musih yang datang untuk menzolimi kami.

Assalamualaikum dan salam sejahtera buat semua saudara-saudara sekalian.

Saya ingin berkongsi dengan anda tentang Nabi Isa a.s (Jesus Christ menurut Kristian).

Pemilik blog ni dan seluruh umat kristian begitu yakin tentang Jesus SUDAH MATI? tapi yang ternyata Jesus tidak Mati sekalipun anda merujuk pada BIBLE (tak kira versi apapun) sama ada BIBLE yang dulu2 atau terkini.

Yang Pelik tentang kristian BIBLE anda terlalu banyak versi dan semuanya berlainan tidak sama. Sekejap cakap lain pastu kitab lain cakap lain lagi.

KATOLIK memiliki 73kitab dalam bible, kemudian protestan pula cuma 66 kitab. KITA BARU cerita JUMLAH KITAB ja sudah rasa sangsii tentang Bible! apalagi nak cerita tentang Jesus menurut Versi Bible yang Tunggang Langgang!

Mari KIta perhatikan Sambutah GOOD FRIDAY orang KRISTIAN, SEMUANYA DANGKAL.

PERHATIAN :

Jesus di salib pada hari Jumaat, dan mati (menurut Kristian) kemudian orang2 yahudi memohon supaya Jesus ditirunkan dari tiang Salib untuk disemadikan(dikubur).

Kerana menurut HUKUM TAURAT hari SABBATH adalah hari beristirehat dan mereka tdk boleh melakukan upacara sedemikian. rujuk Kitab Perjanjian Baru anda (Gospel Utama Markus, Matius, Yohanes dan Lukas..Bab Penyaliban).

Sebelum Jesus di Salib, Jesus pernah diminta sebuah tanda tentang dirinya… Jawab Jesus kepada mereka: mereka orang yang tidak patuh ini meminta sebuah tanda dariku, namun mereka tidak akan diberi tanda melainkan tanda Yunus(Jonah menurut Bible). iaitu 3 hari 3 malam di perut ikan. (Saya tambah penekanan memandangkan saya tidak hafal bible dengan baik).

Selanjutnya Jesus berkata : Begitulah Anak Manusia akan berada di rahim bumi selama 3 hari 3 malam.

TAPI APA SUDAH JADI?!!!!

PERHATIKAN : Jesus dimakam pada JUMAAT MALAM dan hilang pada AHAD SIANG, pada pagi ahad siang JESUS sudah tiada di permakaman!

Cuba anda kira bilangan Hari dan malam ADAKAH SAMA 3 HARI 3 MALAM?! Saya Mohon Orang Kristian sendiri mengira dan menghitung! Kalau tak mampu cuba anda jumpa PAKAR MATEMATIK!

Jesus Di Pemakaman :

Jumaat -MALAM
Sabtu -SIANG
Sabtu -Malam
Ahad -JESUS sudah tiada di pemakaman

Berapa hari berapa malam? Tanya Pendeta Anda! Tanya Paderi Anda, Selongkar Bible Anda dan anda berhak mendapat pengetahuan secukupnya dan mampu menjadi insan yang betul-betul faham yang mana benar dan mana salah!

Jawapan pengiraan saya dan seluruh UMAT ISLAM ialah 1 HARI 2 MALAM!

adakah tepat seperti yang di sabdakan Jesus?Rujuk Kitab Perjanjian Baru Markus Fasal !@ tak silap saya tentang 3 hari 3 malam!

Sekarang siapa yang berbohong? ADAKAH JESUS atau UMAT KRISTIAN sedunia? GOOD FRIDAY???

Umat Kristian sepanjang dunia berlangsung tdk pernah beriman kepada Jesus? anda beriman kepada Paulus Pendiri Keimanan Kristian.

Jesus cakap 3 hari 3 malam BUKAN 1 HARI 2 MALAM!
dan ada banyak hal lagi yang perlu dikongsi untuk anda?

Jesus tidak rela Di salib adakah anda faham perasaan Jesus? dia sedih rasa seperti hampir mahu MATI katanya, sehingga dia minta anak didiknya supaya berjaga-jaga bersamanya.

Lagi semasa di tiang salib(menurut Bible) Jesus sedih dan takut serta teriak “Eli,Eli lamasabakhtani ” Maksudnya Ya Allah, Ya Allah mengapa tinggalkan Aku?..

Jesus tidak datang menebus dosa manusia seperti yang anda bayangkan(tiang Salib)..tapi memberi pengajaran, adab dan tatacara hidup dan cara beriman kepada Allah.
Berlambak di dalam Bible Allah adalah Tuhan Yang Esa!

Adakah anda sedar semua ni?

Di dalam Kitab Markus Fasal 12: ? (cari sendiri)
Inilah Hukum yang terutama : Sesungguhnya TUHAN Allah kita adalah Tuhan Yang Esa!

Baik Kitab Perjanjian Lama Mahupun Yang Baru Ada berlambak tentang Ke Esaan Allah (Subhanallah) Maha Suci Allah dari apa yang mereka ucapkan.

Lagi Kalau Jesus datang untuk menebus dosa manusia seluruhnya kenapa para PADERI mahu MENGAMPUN orang lagi. Dah Jesus datang untuk menebus dosa anda(Kristian) di tiang salib kenapa masih ada Paderi mau mengampun Orang.. SUNGGUH TAK LOGIK!

Kalau saya nak kongsi maklumat kepada anda(Kristian) memang sekarang saya tak cukup masa, tapi yang penting anda adalah Hamba Allah swt.. JESUS bukan Tuhan.

“Katakanlah ; Dialah Allah Tuhan yang Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepadaNya segala sesuatu, Dia tidak beranak dan tidak juga diperanakkan dan dia tidak ada sesuatupun yang setara denganNya” Surah Al-Ikhlas 144:1-4

Anda mungkin berkata JESUS itu Tuhan di sebabkan berikut:

(1) Jesus memiliki Roh Kudus (Roh Suci), dan Bapa(Allah) menurut Kristian adalah satu! TAPI katakan kalau anda KERASUKAN JIN! adakah kita menyebut anda atau menamakan anda JIN? tentu saja tidak! sebab itu Jesus yang menerima Roh Kudus bukanlah bermaksud Jesus adalah Tuhan melainkan Jesus hanya tetap sebagai Manusia.

(2) JESUS boleh menghidupkan orang MATI! tapi menurut Bible anda Elisa(Nabi Ilyas dalam Islam) menghidupkan orang mati dengan tulangnya sendiri. cubalah fikir sejenak. Elisa yang sudah MATI boleh menghidupkan orang..bukankan lebih ajaib dari Jesus semuanya kerana Perintah Allah swt

(3) JESUS unik kerana dilahirkan tanpa Bapa… cuba rujuk Bible ANDA..yang paling mudah adalah Nabi Adam tak beribubapa.. lagi yang terdasyat ialah MALKISEDIK dimana Malkisidek ini tidak beribubapa dan tidak bersalahsilah dan tidak berawal dan berakhir! macam mana tu?

Cukuplah sedikit sebanyak yang saya sebut di atas..dan anda mesti buka bible anda depan pendeta , paderi anda untuk semakan.

Jesus adalah LEMAH jika anda berkata dia adalah TUHAN! sebab Jesus

1.tak mengenal musim
2.jesus tidak terlepasdari sifat manusia seperti makan minum, berak, kencing, haus, sakit,dilahrkan, mati, apa saja sifat manusia.
3.Jesus juga memohon keampunan dari Allah swt menurut Bible..semua ini boleh dibuktikan.

Allah swt bebas daripada sifat-sifat diatas. Maha Suci Allah

Jika anda bertanya saya adakah saya percaya pada Bible? saya cuma mampu jawab Bible yang mana satu? kemudian Iman saya Tentang Injil ialah berdasarkan Al-Quran.

AlQuran adalah sebuh kitab Teknologi Abad ke 20-21 jika anda belajar dengan ketulusan hati nurani anda.

Wassalam.

KinG_7petala@yahoo.com
(013-5585880)

Jesus berkata: apa yang Ku katakan pada mu adalah benar.. jika aku tidak pergi maka dia Roh Kebenaran(Nabi Muhammad) tidak akan datang.

Jesus berkata : apa yang ku ucapkan ku sampaikan semuanya adalah adil kerana apa yang ku sampaikan bukanlah atas kemahuan ku sendiri melainkan atas perintah Allah swt(Bapa)

JELAS apa yang dilakukan JESUS bukan atas kemahuannya tapi adalah atas Perintah Allah swt.

MenurutIslam Jesus a.s akan mati di akhir zaman dan di makan bersebelah dengan makan Nabi Muhammad saw di msjid Al-Nabawi.

Tidak ada seorang pun Ahli Kitab yang bila nabi Isa datang tidak akan beriman kepada Nabi Isa dalam menjalankan misi Islam.

Anda kena faham apa itu Islam sebelum anda melabel Islam itu dengan perkataan atau ucapan kesat.

Sebagaimana Orang Kristian ada juga yang Jahat begitu juga Islam.. yang bersalah bukan Agama Islam tetapi Umat yang tdk lagi mahu mengikut langkah yang diserap oleh Nabi Muhammad.

Sebelum juga anda mengecam Nabi Terpuji (Al-Amin) Muhammad saw. anda juga perlu menilai dan menimbang tara banyak aspek. Keputusannya anda tidak akan membenci Muhammad saw melainkan anda set otak anda tdk menerima Islam.

Bersama Kiyai Dialog Muslim – Kristen
KH. Bahaudin Mudhary – Antonius Widuri

MALAM KEDUA

Ketuhanan Yesus
A: Sejak kapan Saudara beragama Kristen?

B: Sejak saya dilahirkan.

A: Apakah Saudara benar-benar mempelajari bahwa agama Kristen itu suatu agama yang paling benar?

B: Ya, memang saya menyadari.

A: Apakah Saudara berkeyakinan bahwa Kitab Injil itu suci?

B: Ya, saya yakin sekali.

A: Dari siapakah pengertian Saudara bahwa Bibel itu dari Tuhan Yang Maha Suci?

B: Guru saya menerangkan bahwa Bibel adalah Kitab Suci berisi pengajaran Tuhan Yesus, yang dicatat oleh Rasul-Rasul Matius, Lukas, Yohanes dan Rasul Markus.

A: Apakah yang dimaksud suci pada Bibel itu mempunyai arti bahwa Bibel bersih daripada kesalahan-kesalahan?

B: Betul demikian. Tetapi kesalahan yang bagaimana yang Bapak maksudkan?

A: Misalnya pada suatu saat ada orang mengabarkan pada Saudara si A sakit, sedangkan orang lain memberitahukan bahwa pada saat itu si A tidak sakit. Kedua berita itu apakah benar semuanya atau salah semuanya, atau salah satunya yang benar?

B: Diantara keduanya itu tentu salah satu yang benar atau keduanya salah dan mustahil kedua-duanya benar.

A: Satu misal lain, si A mempunyai 3 orang anak dan orang lain mengatakan si A mempunyai 10 anak. Apakah dua perkataan itu benar semuanya atau salah semuanya atau salah satu yang benar?

B: Tidak mungkin benar semuanya, melainkan salah satunya yang benar atau salah semuanya.

A: Kalau saya mengatakan benar semuanya, bagaimana pendapat saudara?

B: Itu adalah mustahil, karena ternyata ada perselisihan di antara keduanya.

A: Andaikata ada suatu kitab suci, akan tetapi ayat-ayat di dalamnya di antara yang satu dengan yang lain terdapat perselisihan, apakah kitab itu akan dinamakan kitab suci?

B: Tentu bukan kitab suci, karena yang dinamakan kitab suci itu adalah ilham (wahyu) dari Tuhan, yang mustahil terdapat kesalahan atau perselisihan.

A: Jadi kalau begitu bukan kitab suci lagi?

B: Betul, kesuciannya telah batal.

A: Kalau demikian, tentu isinya tidak dapat dipercaya, kesuciannya atau kebenarannya, karena di antara ayat-ayatnya terdapat perselisihan.

B: Yang jelas di antara ayat-ayatnya pasti bukan dari Tuhan, atau sudah dicampuradukkan dengan karangan manusia, sehingga kesuciannya ternoda. Ringkasnya sudah tidak suci lagi.

A: Kalau misalnya Bibel terdapat selisih antara satu ayat dengan ayat lain apakah Saudara masih berkeyakinan Bibel itu kitab suci?

B: Saya tidak yakin kalau Kitab Bibel tidak suci. Terkecuali kalau ada bukti-bukti nyata yang menunjukkan ayat-ayatnya berselisih antara yang satu dengan yang lain, yang dapat menimbulkan keraguan saya tentang kesuciannya. Menurut penelitian Bapak, apakah ayat-ayat Bibel ada yang berselisih?

A: Ya, banyak yang berselisih.

B: Di Perjanjian Lama atau Perjanjian Baru?

A: Dua-duanya terdapat beberapa perselisihan antara satu ayat dengan ayat yang lain.

B: Di bab apa dan pasal serta ayat berapa?

A: Supaya berurutan saya atur dalam beberapa pasal:
Pertama soal Ketuhanan Yesus, karena soal Ketuhanan adalah termasuk kepercayaan pokok pada tiap-tiap agama. Jadi soal ini perlu sekali didahulukan. Sesudah itu kita berpindah kepada soal yang lain yang berhubungan dengan soal agama Kristen yang termaktub dalam Kitab Bibel. Bagaimana pendapat Saudara?

B: Baik, saya menyetujui pendapat Bapak.

Siapa Sajakah “Anak Allah” Itu?
A: Sekarang saya ingin bertanya, apakah alasan Saudara bahwa Yesus menjadi anak Tuhan?

B: Dalam “Matius” pasal 3 ayat 17 menyebutkan demikian : “Maka suatu suara dari langit mengatakan: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi. KepadaNya Aku berkenan”. Juga di Lukas pasal 4 ayat 41, bahwa “Yesus itu Anak Allah.”

A: Kalau begitu silahkan buka “Matius” pasal 5 ayat 9.

B: Baik, Dalam pasal dan ayat itu menyebutkan: “Berbahagialah segala orang yang mendamaikan orang, karena mereka itu akan disebut anak-anak Allah”.

A: Berdasarkan ayat tersebut, yang dimaksudkan “Anak Allah” itu ialah orang yang dihormati seperti Nabi. Kalau Yesus dianggap anak Allah, maka semua orang yang mendamaikan manusia pun menjadi anak-anak Allah juga. Jadi bukan Yesus saja Anak Allah tetapi ada terlalu banyak.

B: Dalam “Yohanes” pasal 14 ayat 9 disebutkan: “Siapa yang sudah nampak Aku, ia sudah nampak Bapa”, dan di ayat 10 disebutkan: “Tiadakah engkau percaya bahwa Aku ini di dalam Bapa, dan Bapa pun di dalam Aku? Segala perkataan yang Aku ini katakan kepadamu, bukanlah Aku katakan dengan kehendak sendiri, melainkan Bapa itu yang tinggal di dalam Aku. Ia mengadakan segala perbuatan itu.”

Tritunggal atau 15Tunggal?
A: Baiklah. Silahkan Saudara periksa “Yohanes” pasal 17 ayat 23.

B: Baik, di pasal ini disebutkan bahwa: “Aku di dalam mereka itu, dan Engkau di dalam Aku, supaya mereka itu sempurna di dalam persekutuan.”

A: Perhatikan di ayat ini ada tersusun kata “Aku di dalam mereka”. Kata “mereka” di ayat ini ialah sahabat Yesus. Sedang yang dimaksudkan dengan “Aku” ialah Yesus. Jadi kata “Aku” beserta mereka artinya Yesus beserta sahabat-sahabatnya. Jadi Tuhan itu beserta Yesus dan para sahabatnya. Kalau Saudara percaya hal kesatuan Yesus dengan Bapa maka Saudara pun harus percaya tentang kesatuan Bapa itu dengan semua sahabat Yesus yang berjumlah 12 orang itu. Jadi bukan Yesus dan Roh Suci saja yang menjadi satu dengan Tuhan, melainkan harus ditambah 12 orang lagi. Ini namanya persatuan Tuhan atau Tuhan persatuan bukan hanya Tritunggal tetapi 15tunggal. Jadi berdasarkan perselisihan ayat-ayat tersebut, yang manakah yang benar? Tiga menjadi Tunggal atau 15 menjadi Tunggal? Ayat manakah yang akan Saudara yakini, yang tiga menjadi tunggal ataukah yang 15 itu?

Allah itu Esa (Tunggal)
B: Tunggu dulu Pak, ini agak membingungkan saya.

A: Tentu akan lebih membingungkan Saudara kalau saya tunjukkan ayat yang lain. Silahkan periksa “Yohanes” pasal 17 ayat 3.

B: Baik, di sini menyebutkan “Inilah hidup yang kekal, yaitu supaya mereka mengenal Engkau, Allah yang Esa dan Yesus kristus yang telah Engkau suruhkan itu”.

A: Di ayat ini menyebutkan Tuhan adalah Esa. Dalam Kamus bahasa Indonesia oleh E. St. Harahap, cetakan ke II disebutkan bahwa Esa itu berarti satu, pertama (tunggal) dan di ayat itu juga disebutkan bahwa Yesus Kristus adalah Pesuruh Allah (Utusan/Rasul). Kalau demikian, manakah yang benar? Di satu ayat menyebutkan Tuhan dengan Yesus menjadi satu, di lain ayat 15 menjadi satu dan yang lain lagi Tuhan itu Tunggal, sedangkan di ayat itu pula menyebutkan bahwa Yesus itu pesuruh Allah, bukan Tuhan. Menurut pengakuan Saudara suatu kitab suci yang kandungan ayat-ayatnya bertentangan antara yang satu dengan yang lain tentu sulit sekali dipercaya kesuciannya, karena yang disebut suci itu bersih dari kekeliruan dan perselisihan.

B: Masih adakah ayat yang menyebutkan demikian?

A: Ayat yang bagaimana yang Saudara maksudkan?

B: Ayat yang menyebutkan bahwa Tuhan itu Esa (Tunggal), bukan tiga menjadi satu.

A: Silahkan buka di “Ulangan” pasal 4 ayat 35.

B: Baik, di pasal dan ayat ini menyebutkan: “Maka kepadamulah ia itu ditunjuk, supaya diketahui olehmu bahwa Tuhan itulah Allah, dan kecuali Tuhan yang Esa tiadalah yang lain lagi”.

A: Jelas di dalam Bibel sendiri menerangkan bahwa Tuhan itu Esa, Tunggal.

B: Tetapi itu di dalam Kitab Perjanjian Lama. Apakah terdapat juga di Perjanjian Baru?

A: Saudara minta di Perjanjian Baru, baiklah. Silahkan Saudara buka Markus pasal 12 ayat 29.

B: Baik, di pasal dan ayat tersebut menyebutkan “Maka jawab Yesus kepadanya, hukum yang terutama ialah: Dengarlah olehmu hai Israel, adapun Allah Tuhan kita ialah Tuhan yang Esa.”

A: Periksa lagi di Perjanjian Lama di “Ulangan” pasal 6 ayat 4.

B: Baik, di sini disebutkan: “Dengarlah olehmu hai Israel, sesungguhnya Hua Allah kita, Hua itu Esa adanya.”

A: Apakah belum jelas bahwa Bibel sendiri yang menjadi kitab sucinya orang Kristen menyebutkan seterang-terangnya bahwa Tuhan itu tunggal, bukan tiga menjadi satu atau satu menjadi tiga. Taruh kata di Bibel ada ayat yang menyebutkan Tuhan itu tiga menjadi satu, saya ingin bertanya yang manakah di antara kedua ayat itu yang benar, yang Tunggalkah atau yang tiga menjadi Tunggal? Jadi salah satu dari dua ayat tersebut pasti ada yang benar, karena sudah jelas dua ayat itu tidak sama. Kalau salah satu atau dua-duanya salah, maka kandungan kitab suci itu ada yang salah, jadi bukan kitab suci namanya.

B: Betul, salah satu pasti salah atau kedua-duanya salah.

A: Kalau demikian apakah dapat diyakini kebenarannya sebagai kitab suci, kalau kitab suci itu mengandung kesalahan atau tidak benar isinya?

B: Ya, yang disebut kitab suci itu harus bersih dari kesalahan-kesalahan kalau tidak demikian maka batallah kesucian kitab suci itu.

Apakah Yesus Bersatu dengan Allah?
A: Menurut kepercayaan Saudara, apakah Yesus bersatu dengan Allah?

B: Ya demikian.

A: Kalau demikian tentu Yesus adalah selalu bersama Allah dan Allah selalu bersama Yesus.

B: Betul demikian sebagaimana tersebut dalam “Yohanes” 10, 30 yang bunyinya sebagai berikut: “Aku dan Bapa itu satu adanya”. Demikian juga Roh Suci, sebab Roh Suci itu menjadi satu dengan Yesus, sebagaimana tersebut dalam Injil, ialah setelah Yesus berumur 30 tahun turun Roh Suci kepadanya dan dibaptiskan oleh pembaptis yaitu Yohanes. Jadi jelas bahwa Yesus, Roh Suci, Tuhan adalah Tunggal.

Eli, Eli, Lama Sabakhtani … (Ya Tuhan, Ya Tuhan, Mengapa Engkau Meninggalkan Aku?)
A: Kalau begitu silahkan buka “Matius” pasal 27 ayat 46.

B: Baik, di pasal dan ayat tersebut menyebutkan: “Maka sekira-kira pukul tiga itu berserulah Yesus dengan suara yang nyaring katanya: “Eli, Eli, lama sabakhtani”, artinya: “Ya Tuhan, apakah sebabnya Engkau meninggalkan Aku.”

A: Berdasarkan seruan Yesus di ayat itu, jelas bahwa Yesus tidak bersatu dengan Tuhan, yakni Tuhan meninggalkan Yesus, waktu akan disalibkan. Mestinya kalau Tuhan menjadi satu dengan Yesus, di saat itulah saat tepat untuk menolong Yesus, tetapi kenyataannya Tuhan tidak bersatu dengan Yesus sehingga Yesus sendiri minta tolong.

B: Tetapi Yesus itu hidupnya memang untuk disalib guna menebus dosa manusia.

A: Kalau hidupnya Yesus memang untuk disalib, mengapa Yesus tidak bersedia dan menolak untuk disalib? Buktinya ia berseru dengan suara nyaring minta tolong pada Tuhan agar ia terlepas dari disalibkan. Dengan kata lain Yesus tidak bersedia selaku penebus dosa.

B: Betul, saya lantas tidak mengerti mengapa ayat-ayat Bibel ada yang simpang siur.

Apakah Manusia-Manusia yang Menyalibkan Yesus Itu Dilaknat atau Mendapat Pahala?
A: Dari sebab itulah mengapa Saudara menyembah Yesus selaku Tuhan yang tidak berkuasa menyelamatkan dirinya sendiri, malah minta tolong. Pantaskah ada Tuhan demikian? Dan saya lanjutkan pertanyaan, apakah manusia-manusia yang menyalibkan Yesus itu dilaknat?

B: Pasti dilaknat.

A: Mestinya tidak dilaknat, malah Yesus harus berterima kasih kepada mereka yang menyalibkan dia, bahkan mereka itu seharusnya mendapatkan ganjaran, karena menurut keterangan Saudara, kehidupan Yesus itu harus disalib untuk menebus dosa-dosa. Jika tidak ada manusia yang bersedia menyalibkan Yesus, maka dosa-dosa manusia tentu tidak ada yang menebusnya. Jadi manusia-manusia yang telah menyalib Yesus itu berjasa kepada Yesus dan penganut-penganut Kristen. Akan tetapi mereka yang sudah terbukti berjasa itu malah dilaknat. Mestinya mereka itu masuk surga dan dipuji-puji atas jasanya.

B: Ini memang tidak masuk akal atau sekurang-kurangnya memang sulit dimengerti, akan tetapi Roh Tuhan bersatu dengan Yesus itu tidak mustahil sebagaimana banyak manusia yang kesurupan hantu, jin, malaikat atau makhluk-makhluk halus lainnya sehingga tindakan tindakan dan perbuatannya menurut kehendak makhluk halus tersebut. Demikian juga ada yang kemasukan Roh Suci seperti roh malaikat sehingga tindakan-tindakan dan perbuatannya adalah suci.

A: Kalau demikian baiklah saya bikin pertanyaan: Manusia yang bersatu (kesurupan) jin itu apakah dia disebut jin?

B: Tidak.

A: Yesus yang bersatu (menerima) Roh Tuhan itu apakah ia disebut Tuhan?

B: Mestinya tidak juga.

A: Seharusnya begitu. Jadi jelas bahwa Yesus yang menerima Roh Ketuhanan tentunya bukan Tuhan. Manusia yang menerima wahyu Tuhan itu bukan Tuhan melainkan adalah utusan (pesuruh) Tuhan. Sesuai dengan pengakuan Yesus sendiri sebagaimana tersebut dalam “Yohanes” pasal 17 ayat 3 yang berbunyi: “Supaya mereka itu mengenal Engkau. Allah Yang Maha Esa dan Benar, dan Yesus Kristus yang telah Engkau suruhkan itu”.

B: Saya lantas tambah tidak mengerti tentang Ketuhanan Yesus itu.

A: Menurut keterangan Saudara tadi, bahwa manusia yang bersatu dengan (kesurupan) makhluk halus seperti roh-roh, jin dan malaikat, maka tindakan dan perbuatannya pasti menurut kehendak atau menyerupai perbuatan makhluk-makhluk halus itu.

B: Benar begitu.

A: Kalau demikian maka Yesus yang Saudara akui bersatu dengan Tuhan mestinya tindakan-tindakan dan perbuatannya menyerupai perbuatan Tuhan.

B: Mestinya begitu.

A: Akan tetapi kenyataannya tidak demikian. Tuhan tidak tidur tetapi Yesus tidur, Tuhan tidak makan tetapi Yesus makan, Tuhan tidak sakit tetapi Yesus sakit, Tuhan tidak menyembah kepada siapa pun tetapi Yesus menyembah Tuhan. Tuhan tidak mati tetapi Yesus mati, walaupun menurut i’tikat Kristen hidup kembali, tetapi ia mati.

Yesus Tidak Mengetahui Yang Gaib
B: Menurut anggapan orang Kristen salah satu yang mneyebabkan Yesus bersatu dengan Tuhan, karena ia mengetahui yang gaib.

A: Kalau begitu silahkan buka “Markus” pasal 13 ayat 31, 32.

B: Baik, ayat itu menyebutkan: “Sesungguhnya langit dan bumi akan lenyap tetapi perkataan-Ku kekal. Tetapi akan harinya atau ketikanya itu tidak diketahui oleh seorang jua pun, baik segala malaikat yang di sorga pun tidak, Anak itu pun tidak, hanyalah Bapa saja.”

A: Jelas di Bibel sendiri tertulis, Yesus sendiri mengaku tidak ada yang tahu kapan hari kiamat, melainkan hanya Tuhan sendiri. Jadi tegas Yesus sendiri tidak mengetahui waktunya hari kiamat, yang termasuk suatu yang gaib. Yang tidak tahu itu pasti bukan Tuhan.

Siapa Anak Sulung Allah?
B: Tetapi Yesus menyebutkan dirinya di ayat ini dengan kata: “Anak”, yang berarti ia anak Tuhan.

A: Silahkan buka “Matius” pasal 1 ayat 16.

B: Baik, di situ disebutkan: “dan Yakub memperanakkan Yusuf, yaitu suami Maria, ialah yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus.”

A: Jelas bahwa yang diperanakkan itu pasti bukan Tuhan sebagaimana tersebut dalam ayat tersebut. Silahkan periksa lagi “Keluaran” pasal 4 ayat 22.

B: Baik, di situ disebutkan: “Maka pada masa itu hendaklah katamu kepada Fir’aun demikian: “Inilah firman Tuhan: Bahwa Israil itulah anak-Ku laki-laki, yaitu anak-Ku yang sulung”.

A: Di ayat ini disebutkan bahwa Israil adalah anak Tuhan yang sulung, sedangkan Yesus tidak disebutkan anak yang ke berapa. Silahkan buka lagi “Yeremia” pasal 31 ayat 9.

B: Ayat ini menyebutkan, “Akulah Bapak bagi Israil, dan Afraim itulah anak yang sulung.”

A: Jelas sekali bahwa berdasarkan Bibel sendiri anak Tuhan itu banyak, bukan Yesus saja, padahal sebenarnya yang dimaksudkan dengan “Anak” dalam ayat itu ialah mereka yang dikasihi oleh Tuhan, termasuk Yesus jadi bukan anak yang sebenarnya.

B: Tetapi dalam “Matius” pasal 1 ayat 18, menyebutkan sebagai berikut: “Adapun kelahiran Yesus Kristus demikian adanya: Tatkala Maria, yaitu ibunya, bertunangan dengan Yusuf, sebelum keduanya bersetubuh, maka nyatalah Maria itu hamil daripada Roh Kudus. Roh Kudus artinya Roh Tuhan. Oleh karenanya maka Yesus itu adalah anak Tuhan, sebagaimana juga di “Matius” pasal 1 ayat 20 menyebutkan: “Yusuf bermimpi seorang malaikat, Tuhan berkata: “Hai Yusuf, anak Daud, janganlah engkau kuatir menerima Maria itu menjadi istrimu karena kandungan itu terbitnya daripada Roh Kudus.”

Apa Maksud Roh Kudus dalam Bible?
A: Kalau begitu silahkan buka: “Kisah Rasul” pasal 6 ayat 5.

B: Baik, ayat itu menyebutkan: “Maka perkataan ini diperkenankan oleh sekalian orang banyak itu, lalu memilih Stephanus, yaitu seorang yang penuh dengan iman, dan Roh Kudus, dan lagi Philippus, dan Prokhorus dan Nikanor dan Simion dan Parmenas dan Nikolaus yaitu mualaf asalnya dari negeri Antiochia.

A: Jadi berdasarkan ayat Bibel sendiri menunjukkan bahwa Roh Kudus itu bukan pada Yesus saja. Ini menunjukkan bahwa Roh Kudus itu Roh Suci, atau Roh Kesucian yang maksudnya roh yang bersih dari roh-roh kotor, bukan seperti roh setan atau hantu. Sebagaimana halnya para Nabi lainnya dengan roh sucinya. Menurut Al Qur’an, Roh Kudus (roh suci) itu berarti “Jibril”. Di Bibel sendiri menyebutkan bahwa para nabi yang terdahulu adalah Kudus.

B: Di Bibel pasal berapa menyebutkan demikian?

A: Silahlan periksa surat Petrus yang kedua pasal 3 ayat 2.

B: Baik, pasal dan ayat ini menyebutkan: “Supaya kamu ingat perkataan yang sudah disabdakan dahulu oleh nabi yang kudus dan akan hukum Tuhan lagi juru selamat, dengan jalan rasul-rasul yang disuruhkan kepadamu”.

A: Jelas di Bibel sendiri menyebutkan bahwa Roh Kudus itu bukan Tuhan dengan kata lain bahwa Yesus dalam kandungan Maria itu bukan Tuhan atau Roh Tuhan, melainkan adalah roh bersih, suci, dengan izin atau perintah Allah yang dikaruniakan kepada hamba yang dikehendakinya. Lebih jelas harap Saudara periksa dalam “Kisah Rasul”, pasal 5 ayat 32.

B: Ayat tersebut menyebutkan: “Dan kami inilah saksi atas segala perkara itu, ” demikian juga Roh Kudus yang dikaruniakan Allah kepada sekalian orang yang menurut Dia.”

A: Silahkan periksa lagi dalam “Lukas” pasal 1 ayat 41.

B: Pasal ini menyebutkan bahwa: “Maka berlakulah tatkala Elisabet mendengar salam Maria itu, meloncatlah kanak-kanak yang di dalam rahimnya itu dan Elisabet penuh Roh Kudus.

A: Sudah jelas sekali bahwa arti Roh Kudus adalah Roh Suci yang dikaruniakan oleh Allah kepada siapa pun yang dikehendakinya. Kalau sekiranya Roh Kudus itu diartikan dengan Allah atau Roh Allah maka bukan Yesus saja menjadi Tuhan atau anak Tuhan, melainkan segala orang yang taat kepada Tuhan, para Nabi dan Elisabet (istri Zakaria) pun mestinya Tuhan juga.

Kesamaan Yesus dan Elisa (Ilyas):
Bisa Menghidupkan Orang Mati (Atas Kehendak Allah)
B: Yesus dianggap Tuhan oleh karena ia mempunyai Roh Ketuhanan, terbukti dengan pangkat Ketuhanannya sehingga ia dapat menghidupkan orang mati. Inilah kesamaan Allah dengan Yesus.

A: Kalau begitu, silahkan periksa di “Kitab Raja-raja yang kedua” pasal 13 ayat 21.

B: Baik, di sini ada menyebutkan: “Maka sekali peristiwa apabila dikuburkannya seorang Anu, tiba-tiba terlihat mereka itu suatu pasukan lalu dicampakkannya orang mati itu ke dalam kubur Elisa, maka baru orang mati itu dimasukkan ke dalamnya dan kena mayat Elisa itu, maka hiduplah orang itu pula, lalu bangun berdiri”.

[Elisa = Ilyas, dalam Islam, pent.]

A: Di sini menyebutkan malah tulang-tulang Elisa dapat menghidupkan orang mati. Jadi bukan Yesus saja dapat menghidupkan orang mati bahkan tulang-tulang Elisa dapat menghidupkan orang mati. Yang berarti tulang-tulang Elisa adalah tulang-tulang ketuhanan. Kalau Yesus di waktu hidupnya dapat menghidupkan orang mati, akan tetapi Elisa di waktu tak bernyawa, malah hanya dengan tulang-tulangnya, yang di dalam kubur dapat menghidupkan orang mati. Kalau perbuatan Yesus dikatakan ajaib maka Elisa lebih ajaib dari pada Yesus. Jadi seharusnya Elisa pun dianggap Tuhan juga. Periksa lagi di “Kitab Raja-Raja yang pertama” pasal 17 ayat 22.

B: Ya, di sini menyebutkan: “Maka didengar akan Do’a Elisa itu, lalu kembalilah nyata kanak-kanak itu ke dalamnya sehingga hiduplah ia pula”.

A: Kalau secara adil, seharusnya Elisa dianggap Tuhan juga.

Kesamaan Yesus dan Elisa (Ilyas):
Bisa Menyembuhkan Orang Buta (Atas Kehendak Allah)
B: Tetapi Yesus dapat menyembuhkan orang buta sehingga melihat.

A: Kalau begitu periksa “Kitab Raja-Raja yang kedua” pasal 6 ayat 17 dan 30.

B: Ya di pasal itu menyebutkan yang maksudnya bahwa Elisa dapat menyembuhkan orang buta, sehingga dapat melihat.

A: Kalau begitu, Elisa pun harus dianggap Tuhan juga, karena menyamai Yesus dan menyamai sifat Tuhan.

Kesamaan Yesus dan Elisa (Ilyas):
Bisa Menyembuhkan Penyakit Lepra (Atas Kehendak Allah)
B: Sekali lagi Yesus dapat menyembuhkan penyakit lepra (penyakit kusta)

A: Silahkan periksa kitab “Raja-Raja yang kedua” pasal 5 ayat 10 dan 11.

B: Baik, di pasal dan ayat itu menyebutkan yang maksudnya bahwa Elisa dapat menyembuhkan orang sakit kusta bernama Naaman.

A: Jadi Elisa pun dapat menyembuhkan orang buta dan penyakit kusta malah dapat menghidupkan orang mati. Mengapa tidak diangkat juga menjadi Tuhan?

B: Akan tetapi pasal kejadian Yesus tanpa pencampuran laki-laki dengan istrinya. Inilah kelebihan rohnya Yesus daripada rohnya Elisa.

A: Asal kejadian Nabi Adam tanpa bapak dan ibu. Mengapa Adam tidak dianggap Tuhan? Juga Hawa asal kejadiannya tanpa ibu, ia pun bisa dianggap juga Tuhan Wanita.

B: Tetapi Adam dan Hawa kedua-duanya berdosa.

A: Kalau begitu Yesus pun berdosa, karena Yesus keturunan Maria, sedang Maria keturunan Adam dan Hawa. Yesus sendiri pernah dibawa oleh Iblis ke puncak gunung. Pantaskah Tuhan dibawa oleh Iblis?

B: Di mana cerita itu disebutkan?

Yesus Dibawa Iblis ke Puncak Gunung
A: Di Bibel. Silahkan Saudara periksa “Lukas” pasal 4 ayat 5.

B: Baik, di situ menyebutkan: “Maka Iblis pun membawa dia ke puncak gunung.”

A: Nah, suatu kejadian aneh, Tuhan dibawa iblis yang berarti ia tunduk kepada kemauan iblis.

B: Walaupun demikian Yesus tetap suci daripada dosa.

A: Para Nabi lainnya pun suci daripada dosa. Akan tetapi mereka tidak menganggap dirinya selaku Tuhan, malah Yesus sendiri pun tidak juga mengaku Tuhan, sedangkan pengikut-pengikutnya mempertuhankan dia.

B: Tidak demikian, nabi-nabi berbuat dosa, tetapi Yesus tidak.

A: Nabi-nabi yang berbuat dosa atau kesalahan itu telah bertobat, lalu diberi ampun oleh Tuhan, sebagaimana juga Yesus pernah minta ampun dan diberi ampun oleh Tuhan. Mereka para Nabi diberi ampun, artinya dosanya telah habis karenanya, lalu mereka disebut bersih dari dosa dan kesalahan-kesalahan.

Yesus pun Berdosa
B: Di manakah menyebutkan bahwa Yesus merasa ia minta ampun kepada Tuhan?

A: Silahkan Saudara periksa sendiri di “Matius” pasal 6 ayat 12.

B: Baik, di pasal dan ayat tersebut menyebutkan: “Dan ampunilah kiranya kami segala kesalahan kami, seperti kami ini sudah mengampuni orang yang berkesalahan kepada kami.

A: Jelas Yesus sendiri meminta ampun akan kesalahannya. Jadi dia pernah berbuat kesalahan.

B: Tetapi di ayat ini juga ada menyebutkan bahwa Yesus suka memberikan ampun semua kesalahan orang kepadanya.

A: Kalau hanya begitu, kitapun bisa. Kitapun bersedia memberikan ampun kepada orang-orang yang berbuat kesalahan kepada kita.

Misteri Malkisedik
B: Tetapi tidak ada manusia selain Adam yang dilahirkan ke dunia ini tanpa bapak, melainkan Yesus saja. Jadi masih dapat dibenarkan kalau Yesus disebut “Putera Tuhan” atau “Tuhan Anak”.

A: Kalau misalnya ada seorang manusia yang dilahirkan tanpa bapak dan ibu, maka orang itu pasti akan diakui oleh Saudara bahwa ia lebih berhak menduduki jabatan Tuhan daripada Yesus dilahirkan tanpa bapak saja.

B: Tetapi dalam sejarah manusia belum pernah ada, dan mustahil adanya.

A: Kalau kiranya ada, maka yang manakah di antara keduanya yang lebih tinggi derajat Ketuhanannya antara Yesus yang dilahirkan hanya tanpa bapak saja dengan manusia yang dilahirkan tanpa bapak dan ibu?

B: Menurut akal tentunya manusia yang dilahirkan tanpa bapak dan ibu itu lebih tinggi derajat ketuhanannya. Oleh karena ia dilahirkan lebih ajaib keadaannya daripada kelahiran Yesus.

A: Benarkah demikian pendapat Saudara?

B: Ya, saya akui, manusia yang demikian lebih ajaib daripada Yesus, akan tetapi saya minta supaya Bapak tunjukkan di Kitab, dan Bapak harus mengambil dari Kitab yang terkenal, bukan dari buku-buku dongengan atau ceritera-ceritera khayalan saja.

A: Supaya lekas beres urusan ini, silahkan Saudara periksa di Kitab Bibel atau Injil, Kitab Suci Saudara sendiri.

B: Di Bab dan pasal berapakah ada menyebutkan?

A: Silahkan Saudara periksa di “Ibrani” pasal 7 ayat 1, 2 dan 3.

B: Baik, di pasal dan ayat ini menyebutkan seperti berikut: “Adapun Malkisedik itu, yaitu raja di Salem dan Imam Allah taala, yang sudah berjumpa dengan Ibrahim tatkala Ibrahim kembali daripada menewaskan raja-raja, lalu diberkatinya Ibrahim”. “Kepadanya juga Ibrahim sudah memberi bahagian sepuluh Esa. Makna Malkisedik itu kalau diterjemahkan, pertama-tama artinya raja keadilan, kemudian pula raja di Salem, yaitu raja damai”. Yang tiada berbapak dan tiada beribu dan tiada bersilsilah, dan tiada berawal…”.

A: Cukup, Saudara telah membaca di kitab suci Saudara sendiri, bahwa Malkisedik seorang raja di Salem tanpa bapak dan ibu, malah tiada silsilahnya. Sesuai dengan pendapat Saudara, apakah cerita yang disebutkan dalam kitab suci Saudara ini berupa dongengan atau cerita-cerita khayalan? Kalau dikatakan dongeng atau cerita khayalan, maka apakah Saudara akan terima kalau ada yang mengatakan bahwa kitab suci Saudara ada mengandung cerita-cerita khayalan atau dongengan yang dibuat-buat? Dan kalau Saudara masih mempertahankan kesucian kitab Saudara itu mengapakah Saudara tidak mengangkat Malkisedik menjabat Tuhan juga, malah jabatan ketuhanannya tentunya lebih tinggi daripada Yesus. Dan berpegang dengan pendirian Saudara sendiri bahwa kelahiran Malkisedik itu lebih ajaib dari Yesus, oleh karena Yesus dilahirkan tanpa bapak sedangkan Malkisedik dilahirkan tanpa bapak dan ibu. Selain itu Malkisedik masih mempunyai kelebihan lagi daripada Yesus, oleh karena Yesus dilahirkan dengan bersilsilah, yaitu dari Maria, sedangkan menurut Bibel sendiri Malkisedik dilahirkan tanpa silsilah sama sekali. Apakah Saudara masih akan mempertahankan ketuhanan Yesus…?

B: Saya lantas tidak mengerti dan menjadi bingung!

A: Tidak mengerti itu tidak apa-apa, dan bingung sebenarnya tidak apa-apa, karena kalau sudah mengerti rasa bingung akan lenyap dengan sendirinya.

B: Ya, saya membenarkan keterangan Bapak. Tetapi dalam Kitab Injil Johanes pasal 1 ayat 1 dan 2 menyebutkan: “Maka pada mulanya ada itu Kalam, maka Kalam itu serta dengan Allah, dan Kalam itu Allah. Ia itu pada mulanya serta dengan Allah. Kata “Ia” di ayat ini maksudnya ialah “Yesus”. Jadi Yesus beserta dengan Allah.

A: Dalam susunan ayat tersebut di atas ada kata penghubung ialah: “serta” atau beserta. Kalau ada orang berkata “Si Salim dengan si Amin”, maka susunan kalimat ini semua orang dapat mengerti bahwa si Salim tetap si Salim bukan si Amin jadi berdasarkan ayat Bibel yang Saudara baca dengan susunan “Ia” (Yesus) beserta Allah, langsung dapat dimengerti bahwa Yesus bukan Allah, dan Allah bukan Yesus. Jelaslah bahwa Yesus tidak sama dengan Allah, dengan kata lain kata Yesus bukan Tuhan. Dan di ayat itu juga disebutkan bahwa Kalam itu Allah. Padahal Kalam itu bukan Allah dan Allah bukan Kalam. Jadi Allah dan Kalam pun lain.

B: Bagaimana kalau Yesus disebut saja anak Tuhan?

A: Saya sudah jelaskan tentang itu pada Saudara dalam pembicaraan kita yang lalu. Dan Saudara telah mengakui kebenaran keterangan saya. Sekarang saya tambah, Kalau Tuhan itu beranak, baik anaknya berupa manusia seperti Yesus atau lainnya, maka ke-Esa-an Tuhan sudah ternoda karenanya. Sedang kita pun tidak mungkin menodai ke-Esa-an Tuhan.

B: Tetapi dalam kitab: “Wahyu” pasal 22 ayat 13 menyebutkan: “Maka Aku inilah Alif dan Ya, yang terdahulu dan yang kemudian. Yang Awal dan Yang Akhir”.

A: Rangkaian perkataan itu bukan perkataan Yesus sendiri, melainkan firman Allah kepada Yesus. Bukti kebenaran perkataan saya ini silahkan Saudara periksa di Kitab “Wahyu” tersebut pasal 21 ayat 6.

B: Baik, pasal dan ayat ini menyebutkan: “Maka firmannya kepadaku: “Sudahlah genap; Aku inilah Alif dan Ya, yaitu Yang Awal dan Yang Akhir”.

A: Jelas di ayat itu menyebutkan: “Maka firmannya kepadaku” Siapakah yang berfirman kepadaku (kepada Yesus) di ayat ini?

B: Tentu Allah yang berfirman.

A: Jadi yang berfirman Aku inilah Alif dan Ya, Yang Awal dan Yang Akhir, bukan perkataan Yesus sendiri, tetapi firman Allah kepada Yesus.

B: Di Johanes pasal 8 ayat 58 Yesus berkata: “Sebelumnya Ibrahim aku sudah ada”. Jadi bisa dianggap Yesus itu permulaan.

A: Kalau Yesus dikatakan “Permulaan”, maka diapun tidak benar. Karena pada mulanya Yesus itu tidak ada, lalu diperanakkan oleh Maria dan sesudah itu Yesus mati. Walaupun ia dikatakan hidup lagi. Dan orang sudah mati itu tidak bisa dikatakan: “seorang yang terkemudian” dan kalau Yesus itu hidup lagi, tidak bisa dikatakan: “Permulaan” bukan pula “Yang Terkemudian” bukan “Yang Awal” maupun “Yang Akhir”.

B: Saya lantas makin tidak mengerti, malah tambah membingungkan saya karena pada mulanya Yesus itu tidak ada, lalu diperanakkan oleh Maria dan sesudah itu Yesus mati. Yang pada mulanya tidak ada, tidak bisa disebut: “Permulaan”. Kalau Yesus diperanakkan, mustahil bisa disebut “Permulaan”. dan kalau Yesus pernah mati, mustahil bisa disebut “Yang Terkemudian”

A: Supaya lebih jelas kepada Saudara maka saya hadapkan pertanyaan: Andaikata Yesus itu disebut “Permulaan” maka apa dengan dasar inikah Saudara mengakui Yesus itu Tuhan?

B: Ya, betul begitu.

A: Kalau demikian, bagaimanakah anggapan Saudara, kalau sekiranya dalam kitab suci Saudara ada menyebutkan bahwa ada seseorang manusia Yesus, yang tidak ada permulaannya dan tidak ada kesudahannya. Apakah manusia itu akan diakui Tuhan juga oleh Saudara?

B: Di pasal manakah menyebutkan demikian.

A: Sebelum saya tunjukkan, apakah Saudara masih tetap berpendirian akan mengakui Tuhan kepada seorang yang tidak ada permulaan dan kesudahannya, sebagaimana Saudara bertuhan kepada Yesus?

B: Kalau betul ada, tentu saya bimbang atau sekurang-kurangnya meragukan saya atas kebenaran Yesus selaku Tuhan.

A: Mestinya Saudara mengakui Tuhan dua-duanya, dengan lain kata disamping Yesus ada lagi Tuhan Tambahan.

B: Ya, bisa juga begitu. Akan tetapi tentu saja keyakinan saya lantas tambah tidak karuan. Di pasal manakah ada menyebutkan ada seorang manusia yang tidak ada permulaan dan kesudahannya.

A: Saya telah katakan di kitab suci Saudara sendiri. Silahkan buka Ibrani pasal 7 ayat 2 dan 3.

B: Baik, seperti tadi sudah saya bacakan sampai baris pertama ayat ketiga dari pasal tersebut sebagai berikut: “Malkisedik yang tiada berbapa dan tiada beribu dan tiada bersilsilah dan tiada berawal dan berkesudahan hidupnya, melainkan ia diserupakan Anak Allah, maka kekallah ia selama-salamanya”.

A: Bagaimana perasaan Saudara dengan susunan ayat ini. Berdasarkan ayat ini bukan Yesus saja yang menjadi permulaan tetapi juga Malkisedik.

B: Keyakinan saya memang jadi bimbang terhadap Ketuhanan Yesus.

A: Bimbang atau tidaknya terserah Saudara, yang jelas tidak ada niat sama sekali untuk mengajak Saudara meninggalkan agama Kristen. Yang penting adalah rembukan dan penelitian semata-mata. Meneliti dan menganalisa terhadap sesuatu adalah hak semua orang, asalkan penelitian itu benar-benar tidak mengganggu ketentraman umum.

B: Terimakasih, dan saya masih akan bertanya lagi pada Bapak, maklumlah saya ini sedang mencari kepuasan yang dapat menimbulkan keyakinan saya dalam memeluk agama.

A: Silahkan Saudara bertanya, keyakinan itu timbul setelah menyelidiki dan meneliti dengan kepuasan. Di dalam agama Islam tidak ada paksaan. Yang penting menyampaikan (da’wah), tidak lebih dari itu. Teruskanlah pertanyaan Saudara.

B: Setelah kita bersoal jawab tentang Ketuhanan Yesus timbullah keraguan dalam hati saya, namun apakah Bapak masih bersedia menunjukkan ayat-ayat Bibel yang menyatakan bahwa Yesus itu bukan anak Tuhan?

A: Walau telah saya tunjukkan ayat-ayat Bibel sendiri, tentang pengakuan Yesus sendiri bahwa Tuhan itu Tunggal, namun demi pengharapan Saudara akan saya penuhi juga. Akan tetapi apakah tidak sebaiknya kita lanjutkan besok malam saja oleh karena waktu sudah malam (Jam 12.25).

B: Ya, terima kasih, besok malam saja kita lanjutkan.

MALAM KETIGA

Yesus Adalah Utusan (Rasul) Tuhan
A: Sebagaimana kita telah rembuk kemarin malam, apakah akan dilanjutkan juga musyawarah kita ini?

B: Memang demikian, karena kedatangan kami kemari khususnya untuk melanjutkan pertemuan kita kemarin malam.

A: Kalau tidak khilaf, pembicaraan kita masih berkisar dalam soal ketuhanan Yesus dalam Bibel.

B: Betul begitu. Kemarin malam saya mengharapkan agar Bapak menunjukkan ayat-ayat dalam Kitab Injil apakah Yesus itu Tuhan atau bukan.

A: Kemarin malam telah saya tunjukkan. Agar berurutan sebaiknya kita ulangi lagi ayat-ayat Injil tersebut, lalu akan saya tunjukkan lagi ayat-ayatnya yang lain, setujukah Saudara pendapat saya ini?

B: Memang sebaiknya begitu, agar berurutan dan bertambah jelas, baiklah diulangi lagi.

A: Silahkan Buka Matius pasal 1 ayat 16.

B: Baik, dalam pasal dan ayat tersebut menyebutkan: “Dan Yakub memperanakkan Yusuf, yaitu suami Maria ialah yang melahirkan Yesus, yang disebut Kristus”.

A: Di sini jelas, ayat ini menyebutkan sendiri, bahwa Yesus diperanakkan oleh Maria. Jadi Yesus adalah anak manusia, bukan anak Tuhan, sebagaimana telah saya terangkan dalam pertemuan pertama.

Makna: “Yesus” dan “Kristus”
B: Ya, pada pertemuan pertama Bapak telah terangkan dan saya telah mengerti. Menurut pendapat Bapak, apakah sebenarnya yang dimaksudkan dengan kata: “Yesus dan Kristus”.

A: Apakah Saudara belum mengetahui arti daripada dua buah kata tersebut?

B: Saya mengerti. Tetapi hanya untuk mencocokkan saja dengan penafsiran Bapak.

A: Baik, Yesus adalah bahasa Yunani, yang berarti: “Melepaskan”, melepaskan manusia daripada dosa.

B: Dari manakah adanya keterangan bahwa Yesus itu berarti melepaskan dosa?

A: Sebetulnya susunan pertanyaan itu timbul dari saya. Tetapi saya mengerti mungkin Saudara akan menguji saya tentang Injil, walaupun begitu saya penuhi juga pengharapan Saudara. Silahkan periksa di Matius pasal 1 ayat 21.

B: Di pasal dan ayat ini menyebutkan: “Maka ia akan beranakkan seorang anak laki-laki, dan hendaklah engkau namakan Dia, Yesus, karena ialah yang akan melepaskan kaumnya daripada segala dosanya”.

A: Itulah ayatnya, Arti Kristus ialah Almasih, Sang Sabda, Adil, Ratu Salem dan ada beberapa lagi artinya yang lain: Kata Almasih dalam Injil bahasa Inggris disebut: “Christ the Lord” di dalam Injil bahasa Arab disebut: “Almasih Ar-Robb”. Kata “Lord dan Robb” artinya tuanku, paduka tuan, dan ada juga dengan arti Tuhan, dan lain-lain lagi. Akan tetapi karena Yesus sendiri mengaku bahwa ia bukan Tuhan melainkan utusanNya bagaimana tersebut dalam Kitab Injil Johanes pasal 17 ayat 23, dan ia diperanakkan oleh manusia, sebagaimana tersebut dalam Injil Matius pasal 1 ayat 16 dan 21, malah ia sendiri yang berkata dan mengakui bahwa Tuhan itu Esa (Tunggal), sebagaimana disebutkan dalam Injil Markus, pasal 12 ayat 29 dan di ayat-ayat Injil yang lain-lain, maka berdasarkan pengakuan Yesus itu, jelas Yesus itu bukan Tuhan dan bukan anak Tuhan.

B: Benar yang Bapak maksudkan itu.

Sekali lagi: Tuhan itu Esa (Tunggal)
A: Selanjutnya harap periksa lagi di Markus pasal 12 ayat 29.

B: Di sini menyebutkan: “Maka jawab Yesus kepadanya: “Hukum yang terutama inilah: dengarlah olehmu hai Israil, adapun Allah Tuhan Kita, ialah Tuhan Yang Esa”.

A: Jelas bahwa Tuhan itu Esa, artinya satu, Tunggal, jadi Yesus bukan Tuhan sebagaimana telah saya terangkan.

B: Ya, sudah Bapak terangkan kemarin malam.

A: Periksa lagi Ulangan pasal 4 ayat 35.

B: Di sini menyebutkan: “Maka kepadamulah Ia itu ditunjuk, supaya diketahui olehmu bahwa Tuhan itu Allah, dan kecuali Tuhan yang Esa tiadalah yang lain lagi”.

A: Kitab Injil Saudara sendiri yang menyebutkan dan Yesus sendiri yang menyampaikan bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah yang Esa. Jadi tegas sekali Yesus sendiri tidak mengaku menjadi Tuhan. Ini pun telah saya terangkan pada pertemuan kita kemarin malam.

B: Ya, saya sudah mengerti dan menerimanya.

A: Periksa lagi di Ulangan pasal 6 ayat 4.

B: Di Ulangan pasal dan ayat tersebut menyebutkan demikian: “Dengarlah olehmu hai Israil! Sesungguhnya Hua Allah kita, Hua itu Esa adanya”.

A: Jelas di Kitab Injil sendiri menyebutkan Allah itu Esa, Tunggal. Yesus telah mengakui sendiri bahwa dia bukan Tuhan. Bagaimana pendapat Saudara? Kaum Kristen mengatakan Yesus itu Tuhan, sedangkan Yesus sendiri menolak disebut dirinya Tuhan.

B: Ya, saya tidak mengerti dan tambah bingung.

A: Biarlah tidak apa-apa. Marilah kita teruskan lagi. Periksa di Matius pasal 27 ayat 1.

B: Baik, di sini menyebutkan: “Setelah hari siang, maka segala kepala iman dan orang tua-tua kaumpun berundinglah atas hal Yesus, supaya dibunuh Dia”.

A: Kalau betul Yesus itu Tuhan, mustahil ada manusia merencanakan untuk membunuh Dia. Silahkan buka lagi di Matius pasal 26 ayat 38.

B: Di ayat ini ada menyebutkan: “Kemudian kata Yesus kepada mereka itu: “Hatiku amat sangat berdukacita, hampir mati rasaku; tinggallah kamu di sini dan berjagalah sertaku”.

A: Di ayat ini menyebutkan bahwa Yesus amat sangat berduka cita pantaskah ada Tuhan berduka cita? Ini menunjukkan bahwa Yesus bukan Tuhan. Periksa lagi di Lukas pasal 2 ayat 11.

B: Baik di ayat ini menyebutkan: “Sebab pada hari ini sudah lahir bagimu Juru Selamat, yaitu Kristus Tuhan itu di dalam negeri Daud”.

A: Wajarkah Tuhan dilahirkan oleh manusia (Maria)? Terus periksa di Johanes pasal 5 ayat 30.

Tuhan Tidak Berkuasa Berbuat Sekehendaknya?
B: Baik, di sini menyebutkan: “Maka aku tidak boleh berbuat satu apa dari mauku sendiri, seperti aku dengar begitu aku hukumkan, dan hukumku itu adil adanya, karena tidak aku coba turut mauku sendiri, melainkan maunya Bapa yang sudah mengutus aku”.

A: Ayat itu Yesus sendiri yang berkata bahwa ia tidak berkuasa berbuat sekehendaknya. Wajarkah Tuhan tidak berkuasa berbuat sekehendaknya? Di ayat itu pun Yesus mengaku sendiri bahwa kehendaknya itu menurut kehendak Tuhan yang mengutus dia. Kalau Yesus betul Tuhan, tentu tidak dapat diperintah oleh siapa pun. Di ayat ini juga Yesus mengaku, bahwa dia bukan Tuhan melainkan diutus oleh Tuhan. Yang diutus itu tentu bukan Tuhan.

B: Kalau berdasarkan ayat tersebut, memang benar keterangan Bapak.

A: Kalau begitu jelas bahwa:
Yesus datang ke dunia ini bukan kemauannya sendiri tetapi utusan Tuhan atas kehendak Tuhan, sebagaimana juga Tuhan telah mengutus nabi-nabi dan rasul-rasul yang lain.
Yesus menghidupkan orang mati bukan maunya sendiri melainkan atas kehendak Tuhan, sebagaimana juga Ilyas [Ilyas = Elisa, pent.] dapat menghidupkan orang mati.
Yesus dapat menyembuhkan penyakit kusta (lepra), bukan kehendaknya sendiri, melainkan atas kehendak Tuhan sebagaimana Ilyas dapat menyembuhkan penyakit lepra.
Keterangan saya ini berdasarkan pengakuan Yesus sendiri di ayat tadi bahwa “tidak aku coba mauku sendiri, melainkan maunya Bapa yang sudah mengutus Aku”.

Apakah Saudara memerlukan lagi ayat-ayat Bibel yang menerangkan pengakuan Yesus sendiri bahwa Ia bukan Tuhan?

B: Buat saya masih memerlukan lagi, bukankah telah saya sampaikan kepada Bapak, bahwa saya ingin mencari kepuasan dalam meneliti ajaran-ajaran agama, terutama dalam hal Ketuhanan yang hakiki. Tetapi saya ingin bertanya, dan maaf sebelumnya, bagaimanakah Bapak bisa hafal di luar kepala tentang ayat-ayat Bibel, dan keistimewaan Bapak ini saya merasa kagum.

A: Itu adalah petunjuk Tuhan. Alhamdulillah saya memang mempelajari bermacam agama, akhirnya saya bertambah yakin akan kebenaran agama Islam. Kalau Saudara merasa kagum kepada saya, maka saya pun lebih merasa kagum lagi kepada Saudara selaku pemeluk agama Kristen berhasrat meneliti ajaran-ajaran agamanya. Juga dengan bantuan Bapak Markam ini. Baiklah kita lanjutkan, periksa lagi di Ulangan pasal 4 ayat 39.

“Laa ilaaha illa Allaah” = “Tidak ada Tuhan melainkan Allah” dalam Bible
B: Baik, di pasal dan ayat ini disebutkan sebagai berikut: “Maka sekarang ketahuilah olehmu dan perhatikanlah ini baik-baik, bahwa Tuhan itulah Allah, baik di langit yang di atas, baik di bumi yang di bawah, dan kecuali Ia tiadalah lain lagi.”

A: Tegas sekali, di Kitab Injil sendiri yang menyebutkan bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah, dan Yesus sendiri pula yang berkata bahwa tiada Tuhan melainkan Allah. Jadi Yesus pun bukan Tuhan. Ayat ini tentu tidak dapat diputar-putar lagi. Kalau ada penganut agama Kristen mengakui Yesus itu Tuhan, maka pengakuannya bertentangan dengan kitab sucinya sendiri, dan bertentangan pula dengan ajaran Yesus.

B: Tetapi dalam Injil Johanes pasal 10 ayat 38 ada menyebutkan: “Supaya kamu dapat tahu dan percaya, yang Bapa ada di dalam aku, dan aku ada di dalam Bapa”. Ayat ini menunjukkan bahwa Yesus di dalam Tuhan dan Tuhan di dalam Yesus, maksudnya Tuhan dan Yesus itu satu adanya atau singkatnya bahwa Yesus pun Tuhan. Juga dalam Johanes pasal 14 ayat 11 ada menyebutkan: “Percayalah yang aku ini dalam Bapa, dan Bapa dalam aku”.

A: Kalau Saudara berpegang dengan ayat tersebut, bahwa Yesus itu Tuhan, maka Saudara harus mengakui juga bahwa Tuhan itu Yesus dan Yesus itu Tuhan.

B: Tidak demikian, tetapi Yesus dan Tuhan itu satu.

A: Kalau begitu, saya ingin bertanya: “Di ayat itu ada dua rangkaian kata ialah “Yesus dan Tuhan”. Siapakah yang lebih berkuasa di antara keduanya. Tuhan Bapakah atau Yesus?

B: Tentu Tuhan Bapa.

“Bapaku itu lebih dari aku … “, ” … Dia yang MENGUTUS aku”
Yesus adalah UTUSAN (RASUL) Allah
A: Kalau masih ada yang lebih berkuasa dari Yesus, maka Yesus tentu bukan Tuhan, lebih jelas periksa di Injil Johanes pasal 14 ayat 28.

B: Baik, di ayat ini ada menyebutkan: “Kamu sudah dengar aku bilang, yang aku pergi serta datang kembali sama kamu. Coba kamu cinta sama aku, hati, sebab aku sudah bilang: “Yang aku pergi sama Bapa, karena Bapaku itu lebih dari aku”.

[Karena kalimat di atas agak membingungkan, berikut adalah kutipan dari “Al-Kitab Terjemahan Baru”, pent.]
[“Kamu telah mendengar, bahwa Aku telah berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapaku, sebab Bapa lebih besar dari pada Aku.”]

[dan versi “Al-Kitab Terjemahan Bahasa Indonesia Sehari-hari”, pent.: Kalian sudah mendengar Aku berkata, ‘Aku akan pergi, tetapi Aku akan datang kembali kepadamu’. Kalau kalian mengasihi Aku, kalian akan senang Aku pergi kepada Bapa, sebab Bapa lebih besar daripadaku.]

A: Di ayat ini Yesus sendiri mengatakan: “Bapaku itu lebih dari aku”, ini menunjukkan bahwa, kalau Yesus itu Tuhan, maka ialah Tuhan yang tidak sempurna, oleh karena masih ada yang melebihi tingkatnya. Yang tidak sempurna itu tentu bukan Tuhan. Harap Saudara periksa lagi di Injil Johanes pasal 12 ayat 45.

B: Baik, di pasal dan ayat tersebut menyebutkan sebagai berikut: “Dan barang siapa yang melihat aku, dia melihat sama Dia yang mengutus aku”.

A: Pantaskah Tuhan diutus? Kalau Yesus itu Tuhan, mengapa ada Tuhan yang di utus? Maksud ayat tersebut siapa yang melihat Yesus, seolah-olah ia melihat Tuhan yang mengutus Yesus. Jadi perkataan Yesus di atas menunjukkan bahwa ia bukan Tuhan, melainkan utusan Tuhan.

Makna: “Bapa dalam aku dan aku dalam Bapa”
B: Saya belum meneliti maksud ayat di Johanes pasal 10 ayat 38 dan pasal 14 ayat 11 yang menyebutkan bahwa “Bapa dalam aku dan aku dalam Bapa” seperti yang telah saya bacakan tadi. Akan tetapi dalam ayat ini saya berpendapat ada dua macam penafsiran: 1. Yesus adalah Tuhan. 2. Berdasarkan Injil Johanes pasal 12 ayat 45 yang kita baca itu menyebutkan, Yesus itu adalah utusan Tuhan. Utusan di sini maksudnya selaku Tuhan ia menyampaikan sendiri ajarannya kepada manusia.

A: Ayat itu bukan berarti mempunyai dua macam penafsiran, tetapi di antara dua ayat tersebut yakni di Johanes pasal 10 ayat 38, dan pasal 14 ayat 11 dan Johanes pasal 12 ayat 45 itu adalah bertentangan. Di satu ayat ditafsirkan Yesus itu Tuhan, dan di ayat lain disebutkan bahwa Yesus itu utusan Tuhan. Jadi di dalam Injil sendiri terdapat ayat-ayatnya antara yang satu dengan yang lain bertentangan. Kita perlu ingat kembali pada pembicaraan kita semula kalau ada kitab suci yang isinya berselisih antara satu ayat dengan ayat yang lain, maka apakah kitab suci itu masih akan dipertahankan kesuciannya…?

B: Betul, kita telah bicarakan hal itu pada pertemuan yang lalu.

A: Andaikan Saudara masih juga mempertahankan ketuhanan Yesus dengan berdasarkan ayat Bibel yang menyebutkan: “Yesus dalam Bapa dan Bapa dalam Yesus” sebagaimana tersebut dalam Johanes pasal 10 ayat 38 dan pasal 14 ayat 11 itu, maka Saudara pun akan dijawab oleh Kitab Injil Saudara sendiri, bahwa penafsiran Saudara itu tidak benar.

B: Di manakah menyebutkan demikian?

A: Silahkan Saudara periksa di Injil Johanes pasal 17 ayat 21.

Sekali lagi: Yesus hanyalah UTUSAN (RASUL) Tuhan
B: Di pasal dan ayat ini menyebutkan: “Supaya semua jadi satu, ia Bapa! seperti Bapa dalam saya dan saya dalam Bapa dan supaya dia orang jadi satu dalam kita, biar dunia percaya Bapa sudah mengutus saya”.

A: Jelas di ayat ini kalau Yesus sendiri berkata bahwa Yesus dalam Bapa dan Bapa dalam Yesus dan muridnya pun ada dalam Bapa. Kalau begitu harus Saudara akui bahwa murid-murid Yesus pun Tuhan juga.

B: Kalau begitu bagaimana arti yang sebenarnya ayat itu menurut Bapak?

A: Kalimat: “Bapa dalam saya” dan muridnya jadi satu dengan kita (Allah dan Yesus) di ayat tersebut maksudnya, supaya Yesus senantiasa tidak melupakan Allah (Bapa) demikian juga muridnya tidak melupakan Yesus dan Allah (Bapa). Dan di akhir ayat tersebut Yesus berkata “biar dunia percaya yang Bapa mengutus saya”. Rangkaian kata-kata ini tegas sekali Yesus mengakui bahwa ia bukan Anak Allah, melainkan utusannya, dan teruskan Saudara baca di Johanes pasal 17 ayat 23.

B: Baik, ayat tersebut menyebutkan: “Saya dalam dia orang, dan Bapa dalam saya, supaya dunia boleh tahu yang Bapa sudah mengutus saya”.

A: Apakah susunan ayat tersebut belum jelas bahwa Yesus sendiri yang berkata dan mengaku bahwa ia bukan Tuhan, melainkan utusan Tuhan. Apakah Saudara masih belum puas tentang ayat-ayat Injil yang menunjukkan bahwa Yesus bukan Tuhan, karena saya anggap telah cukup banyak tunjukkan kepada Saudara.

B: Sebagaimana telah saya sampaikan kepada Bapak, saya ingin kepuasan. Sebetulnya keterangan-keterangan Bapak telah memuaskan saya, namun demikian kalau masih ada ayat-ayatnya lagi harap Bapak tunjukkan.

Sekali lagi: “Laa ilaaha illa Allaah” dalam Bible
A: Baik saya penuhi pengharapan Saudara silahkan Saudara periksa di kitab Samuel yang kedua pasal 7 ayat 22.

B: Pasal dan ayat tersebut menyebutkan sebagai berikut: “Maka sebab itu besarlah Engkau, ya Tuhan Allah karena tiada yang dapat disamakan dengan dikau dan tiada Allah melainkan Engkau sekedar yang telah kami dengar dari telinga kami”.

A: Di ayat ini jelas bahwa Yesus sendiri menghadapkan kata-katanya kepada Allah, bahwa tiada yang dapat disamakan dengan Allah. Jadi Yesus sendiri mengakui bahwa dirinya tidak sama dengan Tuhan, dengan kata lain ia bukan Tuhan dan di tengah-tengah ayat itu Yesus sendiri berkata: “Tiada Allah melainkan engkau”. Jadi Yesus termasuk yang lain, yakni ia bukan Tuhan Allah. Rangkaian ayat tersebut, Yesus sendiri yang berkata bahwa, “tiada Tuhan melainkan Allah”. Mengapa kaum Kristen mengangkat Yesus selaku Tuhan? Silahkan periksa lagi Injil Yahya pasal 17 ayat 8.

B: Baik, sebutan ayat tersebut adalah sebagai berikut: “Karena segala firman yang telah Engkau firmankan kepadaku, itulah aku sampaikan kepada mereka itu, dan mereka itu sudah menerima dia, dan mengetahui dengan sesungguhnya bahwa aku datang dari ada-Mu, dan lagi mereka itu percaya bahwa Engkau yang menyuruh aku.

A: Di ayat ini Yesus sendiri berkata bahwa ia menerima firman dari Allah. Kalau Yesus Tuhan, tentunya tidak membutuhkan firman dari siapa pun juga. Di akhir ayat itu juga Yesus sendiri berkata bahwa “Engkaulah yang menyuruh aku”. Jadi Yesus itu bukan Tuhan, melainkan pesuruh Tuhan, sebagaimana nabi-nabi dan utusan-utusan Allah yang lain-lain juga. Teruskan Saudara periksa Injil Matius pasal 26 ayat 2.

B: Baik, di sini menyebutkan: “Kamu memang mengetahui bahwa dua hari lagi akan ada hari raya Paskah, dan Anak manusia akan diserahkan supaya ia disalibkan”.

A: Yang dimaksud dengan anak manusia di ayat itu ialah Yesus sendiri. Jadi jelas Yesus mengakui bahwa ia bukan anak Tuhan, melainkan anak manusia. Lanjutkan periksa Injil Matius pasal 5 ayat 45.

Sekali lagi: makna “Anak Allah” dalam Bible
B: Baik, ayat ini menyebutkan: “Supaya kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di surga…”

A: Cukup sampai di situ. Di ayat ini Saudara saksikan sendiri, bahwa Yesus sendiri yang berkata kepada murid-muridnya, supaya kamu menjadi anak-anak bapamu yang di surga; yakni apabila murid-muridnya taat atas perintah-perintah Tuhan, menurut Yesus mereka akan jadi anak Tuhan juga. Berdasarkan ayat Bibel tersebut tentunya Anak Tuhan akan menjadi banyak jumlahnya, bukan Yesus saja.

B: Tetapi di Injil Johanes pasal 1 ayat 34 menyebutkan: “Maka aku sudah melihat itu, serta bersaksi yang dia inilah Anak Allah”. Juga di Injil Matius pasal 3 ayat 17 menyebutkan: “Maka suatu suara dari langit mengatakan: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepadanya Aku berkenan” Di Injil Lukas pasal 1 ayat 32 juga menyebutkan: “Maka ia akan menjadi besar, dan ia akan dikatakan Anak Allah Yang Maha Tinggi, maka Allah, Tuhan kita akan mengaruniakan kepadanya takhta Daud, nenek moyangnya itu”. Di Ibrani pasal 4 ayat 14 menyebutkan: “Sedangkan ada kepada kita seorang Imam Maha Besar yang sudah melintas segala langit, yaitu Yesus Anak Allah, maka hendaklah kita memegang pengakuan itu”. Dan masih banyak lagi ayat-ayat Bibel yang menerangkan bahwa Yesus Anak Allah. Kalau Bapak memerlukan akan saya tunjukkan ayat-ayatnya.

A: Saya mengerti, bahwa ayat-ayat Bibel yang menyebutkan Yesus Anak Allah sebagaimana tersebut di:
Matius: Pasal 3 ayat 17, pasal 4 ayat 3, pasal 14 ayat 33, pasal 26 ayat 63 dan Pasal 16 ayat 17.

Johanes: Pasal 3 ayat 16, pasal 1 ayat 34 dan 40, pasal 17 ayat 1, pasal 19 ayat 7, pasal 16 ayat 27 dan ayat 30, pasal 15 ayat 23 dan beberapa ayat lainnya di Johanes.

Rum: Pasal 1 ayat 9, pasal 5 ayat 10, pasal 8 ayat 3, pasal 29 ayat 32.

Galitiah: Pasal 1 ayat 16, pasal 4 ayat 4 dan 6.

Lukas: Pasal 1 ayat 32 dan 35, pasal 3 ayat 22, pasal 4 ayat 3 dan 9, pasal 4 ayat 43 dan 41.

Ibrani: Pasal 1 ayat 2, 5 dan 8, pasal 3 ayat 6, pasal 4 ayat 14, pasal 5 ayat 5 dan 8.

Matius: pasal 2 ayat 15, pasal 3 ayat 17, pasal 4 ayat 3 dan ayat 6, pasal 14 ayat 33, pasal 26 ayat 63, pasal 16 ayat 17.

Korintus: Pasal 1 ayat 9.

Dan masih ada beberapa ayat lain di Kitab Injil yang menyebutkan Yesus itu Anak Allah tetapi maksudnya bukan Anak Allah yang sebenarnya, karena Yesus sendiri mengaku di Kitab Injil bahwa ia adalah utusan Allah, bukan Anak Allah. Dan ia sendiri berkata: “anak manusia” bukan anak Tuhan, Jadi jumlah ayat-ayat di Kitab Injil yang menyebutkan Yesus itu Anak Allah tidak menjamin kebenarannya bahwa ia Anak Allah betul-betul, sebagaimana kita sering mendengar ucapan-ucapan “Anak Kapal” “Anak Sekolah” tidak berarti bahwa kapal dan sekolah itu beranak, melainkan mempunyai arti bahwa orang itu selalu terikat oleh peraturan-peraturan kapal dan pelajaran-pelajaran di sekolah. Periksa lagi Yahya pasal 5 ayat 30.

B: Ayat tersebut demikian bunyinya: “Suatu pun tidak aku dapat berbuat menurut kehendakku sendiri melainkan aku menjalankan hukum sebagaimana yang aku dengar, dan hukumku itu adil adanya, karena bukannya aku mencari kehendak diriku, melainkan kehendak Dia yang menyuruhkan aku.

A: Di sini jelas sekiranya Yesus itu Tuhan, tentu dapat berbuat sekehendaknya sendiri. Tetapi di Bibel sendiri menyebutkan bahwa perbuatan Yesus itu adalah kehendak Tuhan. Dan sekiranya Yesus itu Tuhan, tentunya tidak ada yang mengutus. Mustahil Tuhan menjadi utusan Tuhan, atau dengan lain kata “Utusan Tuhan itu adalah Tuhan”. Bisakah terjadi demikian?

B: Sudah jelas dan terima kasih.

A: Silahkan periksa lagi di Yahya pasal 3 ayat 13.

B: Baik, di sini menyebutkan: “Seorang pun tiada naik ke surga, kecuali ia yang sudah turun dari surga, yaitu anak manusia”.

A: Jelas di Bibel sendiri menyebutkan bahwa Yesus sendiri adalah anak manusia, bukan anak Tuhan.

B: Betul berdasarkan ayat tersebut Yesus adalah anak manusia.

A: Periksa lagi di Matius pasal 27 ayat 30.

B: Baik, di sini menyebutkan: “Maka mereka itupun meludahi dia, serta mengambil buluh itu memalu kepalanya”.

A: Kalau Yesus itu betul Tuhan, bagaimana Tuhan bisa diludahi dan diperolok-olokkan? Mengapa ada Tuhan yang begitu lemah? Sesuai dengan pengharapan Saudara supaya puas dengan soal ketuhanan Yesus menurut Bibel dan perkataan Yesus sendiri ada menyebutkan Ia bukan Tuhan, sekali lagi periksa di Matius pasal 21 ayat 18 dan 19.

B: Baik, di sini menyebutkan: “Pada pagi-pagi harinya, apabila Ia kembali ke negeri itu, ia merasa lapar”. Serta dipandangnya sepohon ara di sisi jalan, pergilah ia ke situ dan didapatinya suatu apa pun tiada di pohon itu, melainkan daun sahaja. Lalu berkatalah ia kepadanya: Janganlah jadi buah daripadamu lagi selama-lamanya. Maka dengan seketika itu juga layulah pohon ara itu”.

A: Kalau Yesus itu Tuhan tentu ia tidak akan mengutuk pohon itu supaya tidak berbuah melainkan ia akan menciptakan buah pada pohon itu dengan kekuasaannya selaku Tuhan. Akan tetapi pohon yang tidak berbuat kesalahan apa-apa kepada Yesus dan pohon yang tidak tahu apa-apa itu malah dikutuk oleh Yesus. Wajarkah Tuhan mengutuk makhluk yang tidak bersalah? Padahal kalau betul Yesus itu Tuhan tentu ia berkuasa menciptakan pohon itu supaya mengeluarkan buahnya seketika itu juga, tidak lalu mengutuknya.

B: Bapak hafal betul tentang ayat-ayat di Kitab Injil, jadi sudah jelas berdasarkan ayat-ayat Injil yang Bapak sebutkan dan dikuatkan lagi dengan beberapa ayat lainnya, nyatalah bahwa Yesus itu bukan anak Tuhan.

A: Persoalan Yesus anak Tuhan itu telah kita bicarakan pada pertemuan pertama, dan sudah dibereskan oleh Injil sendiri yang menyebutkan bahwa selain Yesus masih banyak lagi beberapa manusia yang harus diakui anak Tuhan, dan seharusnya mereka itu diakui juga oleh golongan Kristen, menjabat anak tuhan, bukan Yesus saja, karena berdasarkan Kitab Injil sendiri anak Tuhan itu banyak.

B: Ya betul kita telah bicarakan tentang itu.

Siapakah “Anak SULUNG Allah” yang sebenarnya
dari “Anak SULUNG”-“Anak SULUNG” yang disebutkan dalam Bible?

A: Supaya lebih Jelas, baiklah saya ulangi, di Injil ada menyebutkan bahwa:
Daud anak Allah yang sulung (Mazmur, pasal 89 ayat 27)
Yakub (Israil) adalah anak Allah yang Sulung (Keluaran pasal 4 ayat 22 dan 23)
Afraim adalah anak Allah yang Sulung (Yeremia pasal 31 ayat 9)
Jadi Daud anak Allah yang sulung, Yakub anak Allah yang sulung, dan Afraim juga anak Allah yang sulung. Ketiga-tiganya atau kesemuanya adalah anak sulung. Yang manakah yang betul-betul sulung? Apakah ayat ini benar semuanya atau salah semuanya? Karena itu saya jelaskan bahwa anak Allah yang tersebut dalam Bibel itu, tidak berarti anak Allah yang sebenarnya melainkan maksudnya ialah kekasih Allah, atau mereka yang taat kepada perintah-perintah tuhan.
B: Saya sudah mengerti, terima kasih.

Makna: “Anak” dan “Bapa” dalam Bible
A: Tetapi Saudara mungkin belum mengerti betul tentang arti “Anak dan Bapa” dalam bahasa Ibrani, atau susunan bahasa yang terpakai dalam Bibel.

B: Kalau begitu bagaimanakah arti yang sebenarnya?

A: Dalam bahasa Ibrani kata “Bapa” itu dipakai buat Tuhan, sedangkan kata “anak” dipakai buat mereka yang dihormati, seperti para Nabi dan para Rasul.

B: Dasar apakah yang dipergunakan oleh Bapak tentang keterangan itu?

A: Saya sudah sebutkan pada pertemuan yang pertama ialah tersebut dalam Injil Matius.

B: Saya tidak ingat, di pasal dan ayat berapa?

A: Silahkan buka Matius, pasal 5 ayat 9.

B: Baik, di sini disebutkan: “Berbahagialah segala orang yang mendamaikan orang karena mereka itu akan disebut anak Allah”.

A: Jelas siapa saja mendamaikan manusia akan disebut akan menjabat “anak Allah” kalau begitu anak Allah itu ratusan, ribuan malah mungkin jutaan orang, jadi bukan Yesus saja.

B: Apakah tidak sebaiknya kita lanjutkan besok malam saja, karena sudah larut malam …

A: Terserah Saudara, tetapi baiklah besok malam saja kita lanjutkan.

MALAM KE EMPAT

Yesus Penebus Dosa
A: Betulkah Kepercayaan Kristen bahwa datangnya Yesus adalah untuk menebus Dosa?

B: Memang demikian.

A: Di manakah menyebutkan?

B: Dalam kitab Perbuatan Rasul-rasul pasal 5 ayat 31.

A: Tolong bacakanlah.

B: Baik, di sini ada menyebutkan: “Ia inilah ditinggalkan oleh tangan kanan Allah menjadi Raja dan Juru Selamat akan mengaruniakan tobat kepada Bani Israil dan jalan keampunan dosa”.

A: Susunan kata ini diucapkan oleh Petrus, bukan perkataan Yesus dan bukan wahyu dari Tuhan.

B: Tetapi dalam Injil Lukas pasal 2 ayat 10 dan 11 juga ada menyebutkan.

A: Bacakanlah.

B: Di sini menyebutkan: “Maka kata malaikat itu kepada mereka itu: “Jangan takut, karena sesungguhnya aku memberikan kepadamu suatu kesukaan besar yang akan jadi bagi segenap kaum. Sebab pada hari ini sudah lahir bagimu Juru Selamat, yaitu Kristus Tuhan itu, di dalam negeri Daud”.

A: Malaikat itu berkata kepada siapa menurut ayat itu?

B: Di Lukas pasal 2 ayat 8 dan 9 menyebutkan bahwa malaikat berkata kepada orang gembala yang tinggal di padang, menjaga kawan binatangnya pada waktu malam.

A: Tidak ada keterangan bahwa yang berkata itu malaikat, dan tidak ada pernyataan dari orang gembala sendiri mengenai peristiwa tersebut.

B: Buat saya tidak perlu memeriksa lebih mendalam lagi, karena di Injil menyebutkan Yesus adalah Juru Selamat dan penebus dosa, itu sudah cukup.

Yesus Diutus HANYA Untuk Bani Israel Saja
(Tidak Untuk Semua Ummat Manusia)
A: Baik, kalau Saudara tidak perlu memeriksa kembali ayat tersebut tidak apa, saya ikuti kemauan Saudara, namun saya ingin memberitahukan kepada Saudara, bahwa dalam kitab Kisah Rasul pasal 5 ayat 31 yang Saudara baca tadi ada menyebutkan bahwa Yesus, hanya penebus dosa bagi Bani Israil saja, bukan untuk semua manusia. Dan Saudara sendiri selaku penganut agama Kristen tentunya tidak tertebus dosanya oleh Yesus, oleh karena Saudara bukan turunan Bani Israil. Demikianlah kalau Saudara betul-betul berpegang pada Kitab Suci Saudara Kitab Injil Saudara, yang telah Saudara baca sendiri.

B: Di waktu itu mungkin hanya Bani Israil saja yang ada. Karena itulah Yesus berkata begitu, tetapi pada hakekatnya untuk semua manusia.

A: Kalau benar sanggahan Saudara, silahkan Saudara buka di Matius pasal 1 ayat 21.

B: Baik, di Matius pasal 1 ayat 21 menyebutkan: “Maka ia akan beranakkan seorang anak laki-laki, dan hendaklah engkau menamakan ia Yesus, karena ia-lah yang akan melepaskan kaumnya daripada segala dosanya”.

A: Apakah belum Jelas, Bibel sendiri yang menerangkan bahwa kedatangan Yesus hanya untuk melepaskan dosa kaumnya saja bukan untuk semua manusia, sebagaimana kita telah bicarakan?

B: Akan tetapi dapat juga saya artikan: “Kaum” itu dengan “Bangsa” ialah bangsa manusia. Jadi yang dimaksudkan ialah untuk semua bangsa.

A: Dengan dasar apa Saudara memberi arti begitu? Di Bibel sendiri nyata-nyata menyebutkan dengan kata “Kaumnya”. Taruh kata Saudara alihkan kata: “Kaum” dengan arti “Bangsa” maka yang demikian pun tidak dapat diartikan lain, kecuali hanya bangsanya Yesus sendiri saja ialah bangsa Ibrani (Israil).

B: Saya masih belum yakin keterangan Bapak selama di Bibel sendiri tidak menyebutkan dengan tegas, bahwa kedatangan Yesus untuk Bani Israil saja.

A: Sekiranya di Bibel ada menyebutkan, betulkah Saudara akan menjadi yakin, bahwa kedatangan Yesus itu bukan untuk semua bangsa?

B: Ya, saya yakin, dan demikianlah pendapat saya.

A: Apakah Saudara sudah periksa di Bibel?

B: Saya sudah periksa, tetapi saya tidak hafal ayat-ayat Bibel yang ratusan malah mungkin ribuan ayat itu.

A: Kalau begitu, silahkan periksa Injil Matius pasal 15 ayat 24.

B: Baik, di sini menyebutkan: “Maka jawab Yesus, katanya “Tiadalah aku disuruhkan yang lain hanya kepada segala domba yang sesat di antara Bani Israil”.

A: Bukankah ayat ini sudah jelas, dan tidak bisa diputar-putar lagi, Yesus sendiri mengakui bahwa ia diutus untuk Bani Israil saja, bukan untuk semua manusia atau lain. Jadi kalau penganut Yesus (umat Kristen) yang bukan golongan Bani Israil, tentunya tidak termasuk umatnya Yesus, dan dosanya tidak bisa ditebus/tertebus, karena Yesus hanya menjadi Juru Selamat untuk Bani Israil saja, sedangkan Saudara sendiri pun bukan dari golongan Bani Israil.

B: Ya, kalau demikian bagi saya agak repot. Entah bagaimana ini semestinya.

A: Nah, kalau begitu orang bisa berpendapat apakah faedahnya orang-orang Kristen menyebarkan agamanya kepada manusia yang bukan Bani Israil, sedangkan Yesus sendiri tidak berbuat demikian. Apakah cara yang demikian tidak bisa dinamakan melangkahi ajaran Yesus? Dan di Injil Matius yang Saudara baca baru-baru ini ada menyebutkan juga susunan kata Yesus sendiri “Tiadalah aku disuruhkan kepada yang lain”. Jelas di sini Yesus sendiri mengakui ia disuruh. Kalau Yesus itu dikatakan Tuhan, maka pantaskah Tuhan itu jadi pesuruh? Jadi Yesus itu bukan Tuhan, melainkan pesuruh Tuhan sesuai dengan pengakuan Yesus sendiri, yang menyebutkan dalam Kitab Injil Saudara sendiri.

B: Betul begitu, akan tetapi maaf terlebih dulu apakah misalnya tidak mungkin ayat itu ada salah cetak? Ini hanya kira-kiraan saya sendiri saja, tetapi sekali lagi saya minta maaf.

A: Tidak apa Saudara bersikap ragu-ragu, tetapi untuk menghilangkan keragu-raguan baiklah kita periksa kitab yang berbahasa Belanda ini yang kebetulan Saudara bawa. Kitab ini berjudul: “Bijbellezingen voor het Huisgezin”. Setujukah saudara?

B: Baiklah, dan memang demikian maksud kami sebelumnya, agar dapat kita periksa bersama-sama apakah ayat Bibel yang berbahasa Indonesia, ada bersamaan maksudnya dengan yang berbahasa Belanda.

A: Silahkan Saudara periksa di bab: “De onderdanen van het koningrijk” halaman 834, ayat 12 apakah sudah diketemukan ayatnya?

B: Sudah ini dia.

A: Nah mari kita periksa, di ayat ini menyebutkan: “Toen de vrouw van Kanaan tot Christus kwan, Hem om smehende haar dochter te genezen, wat zei Hijtoen?. Maar Hij antwoordende, zeide: “Ik ben niet gezenden dan tot de verloren schapen van huis israel” Kalau kita salin ke dalam bahasa Indonesia: “Ketika seorang perempuan dari Kanaan datang di hadapan Kristus mengemis-mengemis padanya supaya mengobati (menyembuhkan) anaknya, lalu apakah katanya?. Maka jawab Yesus, katanya: “Tiadalah aku disuruhkan yang lain, hanya kepada segala domba yang sesat dari antara Bani Israil”.

B: Yah terus terang saja, tampaknya pendirian saya sudah mulai condong kepada keterangan-keterangan Bapak.

A: Alhamdulillah, saya bersyukur, karena Saudara sudah tambah bimbang dalam keyakinan Saudara. Pada pertemuan yang lalu, kita sudah membaca susunan ayat di Injil Matius pasal 26 ayat 1 dan 2.

B: Betul saya ingat, saya akan menjelaskan ayat tersebut.

A: Baik, kalau Saudara masih merasa perlu memberikan penjelasan.

B: Saya akan bacakan lagi bunyi ayat tersebut.

A: Baik, pada pertemuan yang lalu telah saya terangkan. Mungkin Saudara masih perlu membantah (membantah keterangan saya tersebut). Silahkan Saudara membacanya.

Yesus Berteriak Dengan Suara Nyaring: “Eli, Eli, Lama Sabakhtani”
B: Ayat tersebut berbunyi sebagai berikut: “Setelah Yesus menyudahi ucapan itu, maka bertuturlah pula ia kepada murid-muridnya: “Kamu memang mengetahui bahwa dua hari lagi akan ada hari raya Paskah, dan Anak manusia akan diserahkan supaya ia disalibkan”. Jadi kedatangan Yesus memang untuk disalib. Berdasarkan ayat ini.

A: Mengapa Yesus berteriak minta tolong kepada Tuhan di waktu akan disalib, kalau memang benar kedatangan Yesus untuk disalib? Mestinya dia bersedia untuk disalib. Seruan Yesus minta-minta tolong itu, sebagaimana saya telah sebutkan pada pertemuan kita yang pertama, ialah di Matius pasal 27 ayat 46: yang bunyinya sebagai berikut: “Maka sekira-kira pukul tiga itu, berserulah Yesus dengan suara yang nyaring, katanya: “Eli, Eli, lama sabachtani” artinya “Ya Tuhanku, Ya Tuhanku, apakah sebabnya Engkau meninggalkan Aku”.

B: Di ayat yang dibacakan tadi menunjukkan badan ketuhanan Yesus sudah mengetahui lebih dahulu bahwa badan kemanusiaannya akan disalib. Jadi yang berteriak itu bukan anak Tuhan, melainkan badan kemanusiaannya Yesus, oleh karenanya itu ia menyerah untuk disalib.

A: Kalau begitu, di waktu Yesus disalib ada di manakah badan ketuhanannya Yesus itu? Kalau Saudara menjawab terpisah, maka hal itu menunjukkan bahwa tidak selamanya Yesus menjadi satu dengan Tuhan. Tetapi kalau Saudara menjawab tetap di situ, mengapa badan ketuhanannya tidak dapat menolong Yesus, sehingga ia berteriak-teriak minta tolong … ?

B: Saya tidak mengerti bagaimana soal ini sebenarnya.

A: Bukan itu saja, malah kita masih bisa meneruskan lagi di Matius pasal 26 ayat 38 yang menyebutkan: “Kemudian kata Yesus kepada mereka itu: Hatiku amat sangat berduka cita hampir mati rasaku; tinggallah kamu di sini dan berjagalah sertaku”. Mengapa badan Ketuhanan Yesus tidak berkuasa menghilangkan duka cita yang dirasakan olehnya? Malah ia berkata kepada muridnya minta berjaga bersama dia. Pantaskah Tuhan minta-minta kepada manusia?

B: Kalau saya berpegang pada ayat Injil tersebut, bahwa kedatangan Yesus untuk Bani Israil saja, maka apakah salahnya kalau kita mengajak manusia di luar Bani Israil supaya percaya kepada Yesus?

A: Kalau Saudara konsekwen berpegang pada ayat Injil itu mestinya tidak demikian pendapat Saudara. Kalau Saudara telah menyimpang dari langkah Yesus oleh karena Yesus sendiri mengatakan bahwa kedatangannya hanya untuk menebus dosa Bani Israil semata-mata, bukan manusia lainnya.

B: Taruh kata kedatangan Yesus itu hanya untuk Bani Israil saja, dan andaikata ada orang dari luar Bani Israil yang masuk Kristen, maka hal tersebut tidak berarti ayat Injil dan ajaran Kristen itu ada kesalahan.

A: Kalau begitu apakah orang Bani Israil yang menyalibkan Yesus itu sudah tertebus dosanya?

B: Entahlah.

A: Mengapa dalam Kitab Injil tersebut Yesus berkata bahwa kedatangannya untuk menebus dosanya Bani Israil? Dengan demikian maka orang Bani Israil yang menyalibkan Yesus mestinya sudah tertebus dosanya. Terlebih lagi berdasarkan keterangan Saudara mestinya manusia yang menyalibkan Yesus itu tidak berdosa, malah menerima pahala besar, kalau kedatangan Yesus memang untuk disalib. Andaikata tidak ada orang yang bersedia menyalibkan Yesus, tentu tidak terlepas dosanya Bani Israil dan kedatangan Yesus tidak dapat lagi disebut selaku penebus dosa. Mestinya orang yang menyalibkan Yesus itu menerima pahala besar, tidak dilaknat, karena mereka telah berjasa menyalibkan Yesus, karena perbuatan mereka itulah, dosa-dosa Bani Israil tertebus semuanya. Jawaban ini sebagian telah saya sampaikan pada pertemuan kita yang lalu.

B: Dalam hal ini saya belum bisa menjawab sekarang, tetapi mungkin di lain waktu.

Terkutuklah Tiap-Tiap Orang Yang Tergantung Pada Kayu
A: Saya akan ulangi lagi pertanyaan saya: Betulkah lantaran Yesus disalib dosa bisa terhapus?

B: Ya, betul begitu menurut ayat Injil.

A: Alat apakah digunakan untuk menyalibkan Yesus?

B: Kalau saya tidak salah, ialah kayu yang disebut: “Kayu Salib”.

A: Kalau begitu Yesus tergantung pada kayu pada waktu disalibkan?

B: Ya, demikian, sebagaimana kita sering melihat gambar Yesus disalib.

A: Silahkan Saudara periksa di Galatia pasal 3 ayat 13.

B: Baik, di sini disebutkan: “Maka Kristus sudah menebus kita daripada kutuk Torat itu dengan menjadi satu kutuk karena kita, karena ada tersurat: “Bahwa terkutuklah tiap-tiap orang yang tergantung pada kayu”.

A: Menurut keterangan Saudara, Yesus rela untuk disalib, sedangkan menurut Galatia yang Saudara baca menyebutkan: Terkutuklah tiap-tiap orang yang tergantung pada kayu, dan kalau begitu apakah bisa menebus dosa manusia?

B: Terima kasih, saya sudah menyadari. Apakah tidak sebaiknya kita pindah kepada pasal-pasal yang lain? Tetapi di lain malam, karena sekarang waktunya sudah terlalu larut malam.

A: Baiklah terserah Saudara.

MOHD HEILMEY BIN JANUDIN
(KinG_7petala@yahoo.com)

MALAM YANG KELIMA

Dosa Waris
B: Saya ingin menerima penjelasan dari Bapak kyai, tentang kepercayaan kepada dosa waris yang disebabkan karena dosa Adam dan Hawa.

A: Baiklah, saya akan berikan jawabannya, tetapi sebelumnya saya ajukan pertanyaan: Betulkah menurut kepercayaan Kristen bahwa anak cucu Adam dan Hawa dari sejak dilahirkan sudah membawa dosa?

B: Betul begitu, karena Adam dan Hawa berdosa, maka cucunya menerima warisan dosa dari keduanya.

A: Mengapa dosa Adam dan Hawa diwariskan kepada cucunya? Mestinya setiap manusia memikul dosa dari perbuatannya sendiri, bukan memikul dosa orang lain.

B: Tetapi menurut ajaran Kristen, setiap manusia pada sejak waktu dilahirkan sudah memikul dosa, atau menerima warisan dosa dari dosa Adam dan Hawa. Oleh karena kedatangan Yesus itu adalah untuk menebus dosa-dosa manusia dari warisan Adam dan Hawa tersebut.

A: Kalau keterangan Saudara benar pada ajaran Kristen, silahkan Saudara periksa kitab Nabi Yehezkiel pasal 18 ayat 20.

B: Pasal dan ayat tersebut menyebutkan: “orang berbuat dosa, ia itu juga akan mati; maka anak tiada akan menanggung kesalahan bapaknya, dan bapak pun tiada akan menanggung kesalahan anak-anaknya; kebenaran orang yang benar akan tergantung atasnya dan kejahatan orang fasik pun akan tergantung atasnya”.

A: Jelas Bibel sendiri menyebutkan bahwa setiap manusia akan menanggung sendiri perbuatan baik maupun buruk, tidak boleh dibebankan atau diwariskan kepada orang lain. Berdasarkan ayat tersebut, maka dosa Adam dan Hawa harus ditanggung sendiri oleh keduanya. Tetapi mengapa dosa Adam dan Hawa harus diwariskan atas anak cucunya, sehingga anak cucunya ikut serta menanggung dosanya? Padahal Kitab Injil sendiri tegas menyebutkan bahwa setiap perbuatan baik atau buruk yang dikerjakan oleh seseorang tidak dapat dibebankan atas orang lain. Baiklah, saya teruskan pertanyaan saya pada Saudara; sejak umur berapa Saudara dibaptis?

B: Kata orang tua saya, sejak umur tiga bulan dibawa ke gereja dan di sana dibaptis, oleh karena setiap manusia sejak dilahirkan sudah membawa dosa Adam dan Hawa yang disebut Dosa Waris, jadi sejak bayi pun sudah membawa dosa; oleh karenanya saya dibaptis waktu masih kecil.

A: Apakah perbuatan demikian itu berdasarkan Kitab Bibel?

B: Saya berkeyakinan demikian. Sebagaimana saya terangkan bahwa bayi yang baru dilahirkan itu tidak suci, yakni sudah membawa dosa Adam dan Hawa.

A: Kalau begitu, bayi yang belum dibaptis sekiranya ia meninggal dunia (mati) tentu tidak akan masuk surga, sebab matinya ada membawa dosa Adam dan Hawa.

B: Ya, mestinya demikian.

A: Silahkan periksa Matius pasal 19 ayat 14.

B: Di pasal dan ayat ini menyebutkan: “Tetapi kata Yesus. “Biarkanlah kanak-kanak itu, jangan dilarangkan mereka itu datang kepadaku, karena orang yang sama seperti inilah yang empunya kerajaan surga”.

A: Nah, perhatikanlah di ayat itu nyata-nyata Yesus sendiri yang berkata ia mengakui kesuciannya kanak-kanak. Sedangkan mereka belum mengakui kesalibannya Yesus dan juga belum dibaptiskan, tetapi mempunyai kerajaan surga. Jadi berdasarkan pengakuan Yesus sendiri bahwa kanak-kanak itu tidak membawa dosa waris dari Adam dan Hawa, oleh karena itulah Yesus berkata: Mereka adalah suci dari dosa dan dengan sendirinya masuk surga. Saya ingin bertanya lagi, Saudara waktu umur tiga bulan itu sudah membawa dosakah atau belum?

B: Kalau berdasarkan perkataan Yesus yang Bapak katakan tadi, tentu tidak.

A: Jadi masih suci dari dosa walaupun tanpa dibaptiskan?

B: Ya, betul demikian.

A: Kalau begitu, apakah gunanya Saudara dibaptis pada waktu umur tiga bulan itu?

B: Waktu umur tiga bulan tentu saya tidak tahu apa-apa.

A: Saya bertanya sekarang, bukan bertanya kepada Saudara di waktu Saudara berumur tiga bulan, Jadi apakah sekarang Saudara sudah menyadari tentang tidak adanya dosa waris?

B: Seperti Bapak terangkan tadi, berdasarkan pengakuan Yesus sendiri tentu saya menyadarinya. Karena, Yesus sendiri yang mengatakan bahwa anak-anak itu suci pada waktu dilahirkan.

A: Nah, bagaimanakah sekarang, masih adakah pandangan Saudara terhadap dosa waris?

B: Tentu saja harus menyadari berdasarkan perkataan Yesus sendiri bahwa anak-anak yang baru dilahirkan itu suci tidak membawa dosa sedikit pun.

A: Tidak membawa dosa yang bagaimana?

B: Ya, tidak membawa warisan dosa dari Adam dan Hawa.

A: Kalau begitu Saudara telah mengakui bahwa dosa waris itu tidak ada?

B: Ya, demikianlah harus saya akui berdasarkan Kitab Bibel sendiri.

A: Syukur Saudara telah mengakui tidak adanya dosa waris, kalau dosa waris itu turun-temurun, maka anak yang baru lahir yang belum tahu apa-apa belum bisa memisahkan antara yang baik dan buruk, kalau bayi itu mati ia membawa dosa dan masuk neraka, dan di manakah letak keadilan Tuhan kalau demikian?

B: Ya, saya bisa terima keterangan Bapak.

A: Nah, coba pikirkan dengan penuh kesadaran. Kalau ada seorang tua dari beberapa orang anak, dan orang tua itu menjadi penipu, pencuri, penghianat, berbuat aniaya, kejam, dan bermacam-macam dosa ia kerjakan, lalu ia dihukum masuk penjara, apakah anak-anaknya juga diharuskan menanggung dosa orang tuanya, lalu anak-anak itu harus dihukum juga masuk penjara dengan alasan dosa waris. Apakah pengadilan semacam itu akan dikatakan penegak keadilan?

B: Terima kasih, saya sudah menyadari, bahwa dosa itu tidak bisa diwariskan atau dioperkan kepada orang lain.

A: Syukur kalau begitu.

B: Akan tetapi kalau dosa itu tidak bisa diwariskan mestinya pahala juga tidak diwariskan. Bagaimanakah menurut ajaran agama Islam dalam hal itu?

A: Tidak bisa, malah tidak boleh, baik pahala maupun dosa dioperkan pada orang lain.

B: Jawaban “tidak boleh” itu apakah menurut pendapat Bapak sendirikah atau menurut ajaran Islam?

A: Menurut ajaran Islam, pahala seseorang tidak boleh diwariskan atau dioper kepada orang lain, begitu juga dosanya seseorang tidak boleh diwariskan kepada orang lain. Setiap orang menanggung sendiri pahala dan dosanya atas perbuatannya sendiri.

B: Akan tetapi saya pernah membaca sebuah buku agama Islam yang menerangkan bahwa Nabi Muhammad pernah berkorban seekor kambing buat umatnya sekalian dan buat familinya. Ini berarti bahwa Nabi Muhammad mewariskan atau mengoperkan pahala kepada orang lain, yakni kepada umatnya dan familinya. Yang demikian itu bukan dosa waris, tetapi jelas pahala waris. Jadi di dalam ajaran Islam ada juga pahala waris, maka saya kira Bapak tidak perlu urus tentang dosa-dosa waris dalam ajaran Kristen, kalau di dalam ajaran Islam terdapat ajaran pahala waris atau ajaran oper pahala.

A: Kalau buku agama Islam yang Saudara baca mau dijadikan pokok tentang bolehnya warisan pahala, mestinya orang Islam boleh sembahyang dan berpuasa, lalu diwariskan pahalanya buat sekalian umat Islam yang masih hidup dan yang mati, tetapi tidak ada umat Islam yang berbuat demikian, kalaupun ada, mungkin karena mereka tidak tahu, bahwa perbuatan yang demikian itu, bertentangan dengan kitab sucinya: Al Qur’an. Jadi bukan kitab sucinya yang salah, tetapi penganutnya sendiri, dan berbeda dengan Kitab Bibel yang mengandung banyak perselisihan antara satu ayat dengan yang lain. Di dalam kitab suci Al Qur’an, tidak terdapat ajaran pahala waris maupun dosa waris. Akan tetapi dalam kitab Bibel (Kristen) antara satu ayat dengan ayat yang lain bersimpang siur.

B: Saya pernah membaca kitab terjemahan Al Qur’an bahasa Indonesia, kalau tidak keliru di dalam surat Ath Thurr ayat 21 ada menyebutkan yang maksudnya bahwa anak-anak orang mukmin akan dimasukkan surga lantaran ibu bapaknya. Jadi lantaran amalan ibu bapaknya anak-anak itu masuk surga. Kalau yang demikian itu bukan pahala waris, lalu apakah namanya?

A: Ayat Al Qur’an yang Saudara maksudkan itu bunyinya akan saya bacakan sebagai berikut: Yang artinya: “Dan mereka yang beriman dan diikuti oleh anak-anak cucunya (keturunannya) dengan keimanan pula. Kami (Allah) kumpulkan anak cucu itu dengan mereka dan tiadalah kami kurangi pahala amalan mereka sedikit jua pun” (Surat Ath Thurr ayat 21). Di ayat ini jelas menyebutkan tidak adanya pahala waris, malah tanggungan mengenai pahala waris pun tidak ada. Yang masuk surga bersama ibu bapaknya itu adalah anak-anak yang belum baligh, karena yang sudah baligh tentu bertanggung jawab sendiri. Oleh karenanya dalam ayat tersebut ada sambungannya. Yang artinya: “Setiap orang bertanggung jawab (terikat) oleh amalannya sendiri-sendiri (masing-masing)”. Jadi setiap orang menanggung dosa dan pahala atas perbuatannya masing-masing bukan warisan dari orang lain.

B: Apakah di dalam Kitab Al Qur’an ada yang lebih tegas menyebutkan bahwa dosa dan pahala itu tidak dapat diwariskan atau dihadiahkan pada orang lain?

A: Ada, cukup banyak.

B: Maafkan, kami ingin mengetahui di surat apa, dan di ayat berapa, kami akan cocokkan di rumah, karena kami ada mempunyai kitab terjemahan Al Qur’an bahasa Indonesia. Mungkin juga Saudara-Saudara yang hadir di sini juga memerlukan juga.

HADIRIN: Perlu diterangkan, karena memang penting diterangkan.

A: Apakah tidak sebaiknya kita bersama-sama memeriksa di sini saja, kalau Saudara menyetujui saya suruh ambilkan Al Qur’an lalu saya tunjukkan surat dan ayatnya sekali. Bagaimana, apakah sekarang juga?

B: Kalau Bapak hafal lebih baik sebutkan sekarang saja ayat-ayatnya, akan kami catat: lalu akan kami cocokkan di rumah dengan Al Qur’an kami. Tapi kalau Bapak tidak hafal kami minta besok malam untuk menghemat waktu.

A: Insya Allah saya hafal ayat-ayatnya.

B: Baik, silahkan Bapak sebutkan, kami akan catat.

A: Saya akan sebutkan nama-nama surat dan nomor ayatnya, lalu saya akan beri keterangan dan Saudara catat nama surat dan nomor ayatnya yang sebut, lalu cocokkan lagi di rumah.

B: Baik, kami setuju.

A: Surat Al Baqarah, ayat 286. “Kepada dirinya apa yang ia kerjakan, dan atas dirinya apa yang dia lakukan”. Maksudnya, baik dan buruknya suatu perbuatan harus ditanggung sendiri oleh yang mengerjakannya, tidak boleh dibebankan atas orang lain.
Surat Al Baqarah, ayat 123. “Dan Hendaknya kamu takut pada suatu hari (kiamat) tidak berkuasa seorang membebaskan sesuatu atas orang lain”. Maksudnya, kelak di hari kiamat, seseorang tidak berkuasa menebus dosanya orang lain, dan pahala tidak diperbolehkan atas orang lain. Masing-masing harus menanggung sendiri perbuatannya baik maupun jahat.

Surat Al Ankabut, ayat 6 “Siapa yang giat berusaha maka usahanya itu untuk dirinya sendiri”.

Surat Yaasiin, ayat 54 “Maka pada hari kiamat, tidak seorang pun akan teraniaya, dan kamu tidak akan dibalas, melainkan apa yang kamu sendiri telah kerjakan”.

Surat Al Isra’, ayat 15 “Dan seseorang tidak berkuasa memikul dosanya orang lain”.

Surat An Najm, ayat 38 dan 39 “Bahwa seseorang tidak berkuasa menanggung dosanya orang lain dan sesungguhnya seorang pun tidak akan menerima pahala melainkan daripada perbuatannya sendiri”.

Surat Luqman, ayat 33. “Hai Manusia hendaklah kamu takut kepada suatu hari (kiamat) seorang Bapak tidak berkuasa membebaskan anaknya (dari perbuatan anaknya), seorang anak tak akan berkuasa membebaskan perbuatan bapaknya”.

Ayat-ayat yang saya sebutkan di atas tadi jelas sekali menunjukkan bahwa seseorang tidak berkuasa menebus dosanya atau mengambil oper pahala orang lain. Jadi dalam Islam, tidak ada manusia yang berkuasa menebus dosa, atau seorang pejabat menebus dosa, perbuatan baik atau jahat harus ditanggung sendiri oleh yang mengerjakannya. Saya kira sudah cukup ayat-ayat yang saya sebutkan, tetapi kalau Saudara masih memerlukan, saya akan sebutkan lagi ayat-ayat yang lain.

Hadits Sahih Bukhary-Muslim yang Bertentangan Dengan Al-Quran?
B: Sudah cukup, dan kami sudah mengerti, akan tetapi kami pernah membaca sebuah kitab yang menyebutkan sebuah Hadits Nabi Muhammad, yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim yang menerangkan bahwa: “Mayit itu disiksa lantaran ditangisi oleh familinya”. Berdasarkan Hadist tersebut berarti bahwa siksaan atas mayit itu disebabkan perbuatan orang lain, bukan dari perbuatan dirinya sendiri. Mayit itu disiksa lantaran “perbuatan” tangisnya orang lain. Kami telah tanyakan kepada beberapa orang yang kami pandang mengerti tentang agama Islam, dan salah seorang guru agama Islam mengenal susunan Hadist tersebut memberikan jawaban bahwa hadist itu benar (sahih), oleh karena yang meriwayatkan adalah Imam Bukhari dan Imam Muslim.

A: Hadist Nabi yang Saudara bawakan itu susunannya demikian: “Telah berkata Umar dan Ibnu Umar: Bersabda Nabi Muhammad SAW sesungguhnya mayit itu disiksa lantaran ditangisi oleh keluarganya (riwayat Bukhari dan Muslim)”. Akan tetapi hakekatnya Hadist itu tidak sahih, oleh karena berlawanan dengan ayat-ayat Al Qur’an. Walaupun oleh karena Saudara yang beragama Kristen, mungkin belum mengetahui tentang hadist-hadist sahih dan hadist-hadist palsu, maka agar Saudara yang hadir di pertemuan ini dapat mengikuti juga, merasa perlu saya terangkan bahwa menurut kitab-kitab Ushul Fiqih dan kitab Musthalahul Hadist, yang disebut Hadist Nabi, bukan saja mesti sah riwayatnya malah mesti beres susunannya dan arti daripada hadist itu HARUS tidak berlawanan dengan kitab Al Qur’an. Dalam riwayat Bukhari dan Muslim jelas diterangkan demikian. Maksud Hadist tersebut, tatkala hadist yang menerangkan bahwa mayit itu disiksa lantaran ditangisi oleh familinya didengar oleh Siti Aisyah (Istri Nabi), maka Siti Aisyah menolak kebenaran Hadist tersebut. Aisyah berkata: “Cukuplah buat kamu Ayat Al Qur’an; Dan tidak berkuasa seseorang menanggung dosa orang lain.”

B: Nah, kalau begitu Pak Kyai, sekarang kami telah mengerti bahwa berdasarkan Kitab Bibel sendiri dan Kitab Al Qur’an pada hakekatnya dosa waris dan pahala waris itu tidak ada. Yakni setiap manusia menanggung sendiri dosanya, dan pahalanya menurut perbuatannya masing-masing. Ini adil namanya.

A: Ya, seharusnya begitu, sebagaimana tersebut dalam Kitab Bibel dan Al Qur’an yang telah kita baca tadi. Akan tetapi supaya lebih jelas dan tambah meyakinkan Saudara, silahkan Saudara periksa di Injil: “Surat kiriman Rasul Paulus kepada orang Rum Pasal 2 ayat 5 dan 6.

B: Baik, surat dan ayat ini menyebutkan sebagai berikut: “Tetapi menurut degilmu dan hati yang tiada mau bertobat, engkau menghimpunkan kemurkaan ke atas dirimu untuk hari murka dan kenyataan hukum Allah yang adil, yang akan membalas ke atas tiap-tiap orang menurut perbuatan masing-masing”.

A: Apakah di ayat ini Bibel menerangkan Dosa Waris?

B: Tidak, malah sebaliknya setiap orang akan dibalas menurut amalnya masing-masing.

A: Periksa lagi Matius pasal 16 ayat 27.

B: Ayat ini menerangkan/menyebutkan: “Karena anak manusia akan datang dengan kemuliaan Bapanya beserta dengan segala malaikatnya, pada masa itu Ia akan membalas kepada tiap orang menurut perbuatannya.”

A: Apakah di ayat ini Bibel menerangkan Dosa Waris?

B: Tidak ada, menurut ayat ini perbuatan dosa dan perbuatan baik akan ditanggung sendiri, tidak boleh dibebankan atau diwariskan pada orang lain.

A: Jadi di Kitab Injil sendiri yang menyebutkan tidak adanya dosa waris.

B: Ya, dari mana asalnya ada sebutan dosa waris itu?

A: Apakah Saudara masih memerlukan penjelasan lebih lanjut?

B: Sudah sangat jelas sekali.

A: Kalau begitu, baiklah kita lanjutkan. Di ayat Saudara bacakan tadi ada sebutan “Anak manusia”. Bapanya silahkan Saudara bacakan sekali lagi.

[kemungkinan ada kesalahan ketik pada paragraph di atas?, red]

B: Baik, awal ayat tersebut menyebutkan: “Karena Anak Manusia akan datang dengan kemuliaan Bapanya … “.

A: Bagaimana menurut pengertian Saudara yang dimaksudkan dengan “Anak Manusia dan Bapanya”?

B: Anak manusia itu tentulah Yesus, sedang Bapa ialah Tuhan.

A: Periksa lagi: “Surat kiriman yang kedua kepada orang Kristen” pasal 5 ayat 10.

B: Baik ayat ini menyebutkan: “Karena tak dapat tiada kita sekalian akan jadi nyata di hadapan kursi pengadilan Kristus, supaya tiap-tiap orang menerima balasan, sebagaimana yang telah dilakukan oleh tubuh itu, baik atau jahat”.

A: Ayat Injil sendiri yang menyebutkan, bahwa setiap orang harus bertanggung jawab atas perbuatannya masing-masing, baik maupun jelek, tidak boleh dibebankan atau diwariskan kepada orang lain.

B: Berdasarkan ayat-ayat Bibel yang Bapak tunjukkan bahwa perbuatan baik atau jelek seseorang tidak dapat diwariskan kepada orang lain. Oleh karenanya, kepercayaan saya kepada dosa waris itu mulai luntur.

A: Kalau begitu lantas bagaimana dosa Adam dan Hawa, apakah dapat diwariskan kepada orang lain, tegasnya kepada anak cucunya?

B: Berdasarkan ayat Bibel tersebut di atas tentu tidak. Jadi dosa yang dilakukan oleh Adam dan Hawa, seharusnya ditanggung sendiri oleh keduanya, tidak bisa diwariskan kepada anak cucunya.

Pengakuan Dosa = Membeli Ampunan dari Rahib?
A: Dalam sejarah agama Kristen kita kenal yang disebut: “biechten” ialah orang yang berbuat dosa, dan “de biechtafleggen” ialah orang yang meminta ampun atas kesalahannya, dan “Biecht-vader” ialah orang-orang yang diberi wewenang memberi ampun. Setiap orang merasa menyesal atas kesalahannya dapat menerima ampunan dengan jalan membeli selembar surat yang menyebutkan bahwa orang yang berdosa sudah diberi ampun atas dosanya. Surat ampunan itu disebut “Aflaat-brieven” atau “Indul gences”, yang artinya kemurahan Tuhan.

B: Ya, saya menyadari soal itu, keterangan Bapak memuaskan saya.

A: Bukan hanya demikian, akan tetapi Aflaat-brieven itu pada zaman dulu dipropaganda (gepredicht) di Negara Jerman oleh seorang rahib (nonnik) bernama “Tetzel” dalam tahun 1517 atas perintah Paus Leo, yang menjadi Paus pada tahun 1513-1521. Sebagian daripada hasil penjualan Aflaat-brieven itu digunakan untuk pendirian bangunan gereja “Saint Pieter Kerk” di kota Roma. Terlalu panjang kalau saya uraikan sejarah pemerintahan gereja di Eropa pada permulaan abad pertengahan.

B: Terima kasih, kita lanjutkan saja soal yang lain, sekarang sudah larut malam, lain kali kami akan datang lagi.

MOHD HEILMEY BIN JANUDIN
(KinG_7petala@yahoo.com)

MALAM YANG KEENAM
Kitab Al-Qur’an dan Kitab Bibel
A: Pembicaraan kita yang berkenaan dengan dosa waris, saya rasa telah cukup.

B: Sudah cukup jelas uraian Bapak pada pertemuan yang terdahulu. Dan saya telah mencocokkan ayat-ayat Al Qur’an yang disebutkan Bapak kemarin malam lalu dengan kitab terjemahan Al Qur’an bahasa Indonesia kepunyaan saya, semuanya cocok, baik tentang surat-suratnya maupun ayat-ayatnya. Semua yang Bapak sebutkan cocok dan tepat serta kami pikir-pikir di rumah tentang ayat Bibel dan Al Qur’an yang Bapak tunjukkan ayat-ayatnya ternyata dosa waris dan oper pahala dan oper dosa itu tidak mungkin ada, malah tidak masuk di akal.

A: Syukur kalau Saudara telah mengakuinya, sekarang kita bicarakan soal-soal lainnya, dan saya serahkan kepada Saudara saja mengenai acaranya. Terserah Saudara soal yang akan diajukan.

Ada Perselisihan dalam Al-Qur’an Tentang Asal Kejadian Manusia?
B: Baiklah kami mulai. Kami pernah membaca ayat-ayat Al Qur’an yang tampaknya pada kami ada juga perselisihan antara satu ayat dengan ayat lainnya, sehingga menimbulkan keragu-raguan. Apakah mungkin Nabi Muhammad sendiri yang keliru menyampaikan wahyu dari Allah? Kalau betul beliau seorang Nabi, tentu tidak mungkin beliau salah menerimanya atau menyampaikannya, ataukah memang ayat-ayat Al Qur’annya yang berselisihan?

A: Baiklah Saudara terangkan saja ayat-ayat Al Qur’an yang Saudara maksudkan itu.

B: Kami telah membaca ayat-ayat Al Qur’an mengenai asal kejadian manusia dalam kitab terjemahan Al Qur’an bahasa Indonesia, dalam sebuah surat yang nampaknya antara satu ayat dengan ayat yang lain ada berselisihan sehingga timbul dalam pikiran saya bukan Bibel saja yang berselisih ayat-ayatnya, tetapi kitab Al Qur’an demikian juga.

A: Silahkan Saudara sebutkan ayat-ayat Al Qur’an yang akan ditanyakan, Insya Allah yang diragukan oleh Saudara itu akan terhapus.

B: Baiklah, Saya mencatat ayat-ayatnya, saya akan baca.
Di kitab Al Qur’an surat Ar Rahman ayat 14 menyebutkan bahwa Allah menjadikan manusia berasal dari tanah yang dibakar,
di surat Al Hijr ayat 28 menyebutkan: “Dan ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Malaikat: sesungguhnya Aku (Allah) hendak menciptakan seorang manusia (Adam) dari tanah kering dan lumpur hitam yang berbentuk (berupa),
di surat As Sajadah ayat 7 menyebutkan: “dan Tuhan menciptakan manusia dari tanah”,
di Surat Ash Shafaat ayat 11 menyebutkan: “Sesungguhnya Aku (Allah) menciptakan manusia berasal dari tanah liat”,
di surat Ali Imran ayat 59 menyebutkan: “Sesungguhnya Aku menciptakan manusia daripada tanah”.

Lima ayat yang saya sebutkan ini antara satu dengan ayat yang lain terdapat perselisihan. Cobalah kita teliti. Di ayat ketiga menyebutkan dari “tanah”, di ayat ke empat menyebutkan daripada “tanah liat”, di ayat kelima menyebutkan daripada “tanah”. Bukankah ayat-ayat Al Qur’an nyata-nyata berselisihan antara yang satu dengan yang lain?

A: Ya, nampaknya memang demikian. Saya tidak akan mengecewakan Saudara. Teruskan pertanyaan Saudara.

B: Kami ingin bertanya, yang manakah yang benar tentang asal kejadian manusia itu? Apakah dari tanah yang dibakar, apakah dari tanah kering dan lumpur, atau daripada tanah biasa, atau dari tanah liatkah? Jadi menurut pendapat saya, ayat-ayat Al Qur’an terdapat perselisihan antara satu ayat dengan ayat yang lain. Bukan ayat-ayat Injil atau di Bibel saja terdapat perselisihan. Kiranya Bapak bisa menerangkan dengan jelas dan tepat.

“Tujuh Macam Unsur Pembentuk” dalam “Asal Kejadian Manusia”
dalam Terang Al-Qur’an

A: Di kitab Al Qur’an ada menyebutkan bahwa asal kejadian manusia terdiri dari 7 (tujuh) macam kejadian. Agar diketahui juga oleh Saudara-Saudara yang hadir di sini, saya sebutkan susunan ayat-ayatnya satu demi satu, sebagaimana yang Saudara bacakan artinya tadi.
Pertama: Di surat Ar Rahman ayat 14: “Dia (Allah) menjadikan manusia seperti tembikar, (tanah yang dibakar)”. Yang dimaksudkan dengan kata “Shal-shal” di ayat ini ialah: Tanah kering atau setengah kering yakni “Zat pembakar” atau Oksigen.
Kedua: Di ayat itu disebutkan juga kata “Fakhkhar” yang maksudnya ialah “Zat Arang” atau Carbonium.
Ketiga: Di surat Al Hijr, ayat 28: ” dan ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat: Sesungguhnya Aku (Allah) hendak menciptakan seorang manusia (Adam) dari tanah kering dan lumpur hitam yang berbentuk (berupa)”. Di ayat ini, tersebut juga “shal-shal” telah saya terangkan, sedangkan kata “Hamaa-in” di ayat tersebut ialah “Zat Lemas” atau Nitrogenium.
Keempat: Di surat As Sajadah ayat 7: “Dan (Allah) membuat manusia berasal daripada “tanah”. Yang dimaksud dengan kata “thien” (tanah) di ayat ini ialah “Atom zat air” atau Hidrogenium.
Kelima: Di Surat Ash Shaffaat ayat 11: “Sesungguhnya Aku (Allah) menjadikan manusia daripada Tanah Liat”. Yang dimaksud dengan kata “lazib” (tanah liat) di ayat ini ialah “Zat besi” atau ferrum.
Keenam: Di Surat Ali Imran ayat 59: “Dia (Allah) menjadikan Adam daripada tanah kemudian Allah berfirman kepadanya “jadilah engkau, lalu berbentuk manusia”. Yang dimaksud dengan kata “turab” (tanah) di ayat ini ialah: “Unsur-unsur zat asli yang terdapat di dalam tanah” yang dinamai “zat-zat anorganis”.
Ketujuh: Di surat Al Hijr ayat 28: “Maka setelah Aku (Allah) sempurnakan (bentuknya), lalu Kutiupkan ruh-Ku kepadanya”
Ketujuh ayat Al Qur’an yang saya baca ini Allah telah menunjukkan tentang proses kejadian Nabi Adam sehingga berbentuk manusia, lalu ditiupkan ruh kepadanya sehingga manusia bernyawa (bertubuh jasmani dan rohani). Sebagaimana disebutkan pada ayat yang keenam tentang kata “turab” (tanah) ialah zat-zat asli yang terdapat di dalam tanah yang dinamai zat anorganis. Zat Anorganis ini baru terjadi setelah melalui proses persenyawaan antara “Fakhkhar” yakni Carbonium (zat arang) dengan “shal-shal” yakni Oksigenium (zat pembakar) dan “hamaa-in” yaitu Nitrogenium (zat lemas) dan Thien yakni Hidrogenium (Zat air). Jelasnya adalah persenyawaan antara: Fachchar (Carbonium = zat arang) dalam surat Ar Rahman ayat 14. Shalshal (Oksigenium = zat pembakar) juga dalam surat Ar Rahman ayat 14. Hamaa-in (Nitrogenium = zat lemas) dalam surat Al Hijr ayat 28 Thien (Hidrogenium = Zat Air) dalam surat As Sajadah, ayat 7. Kemudian bersenyawa dengan zat besi (Ferrum), Yodium, Kalium, Silcum dan mangaan, yang disebut “laazib” (zat-zat anorganis) dalam surat As Shafaat ayat 11. Dalam proses persenyawaan tersebut, lalu terbentuklah zat yang dinamai protein. Inilah yang disebut “Turab” (zat-zat anorganis) dalam surat Ali Imran ayat 59. Salah satu di antara zat-zat anorganis yang terpandang penting ialah “Zat Kalium” yang banyak terdapat dalam jaringan tubuh, teristimewa di dalam otot-otot. Zat Kalium ini dipandang terpenting oleh karena mempunyai aktivitas dalam proses hayati, yakni dalam pembentukan badan halus. Dengan berlangsungnya “Proteinisasi” menjelmakan “proses penggantian” yang disebut “Substitusi”. Setelah selesai mengalami substitusi, lalu menggempurlah electron-electron cosmic yang mewujudkan sebab pembentukan (Formasi), dinamai juga “sebab ujud” atau Causa Formatis. Adapun Sinar Cosmic itu ialah suatu sinar mempunyai kemampuan untuk merubah sifat-sifat zat yang berasal dari tanah. Maka dengan mudah sinar cosmic dapat mewujudkan pembentukan tubuh manusia (Adam) berupa badan kasar (jasmaniah), yang terdiri dari badan, kepala, tangan, mata, hidung telinga dan seterusnya. Sampai di sinilah ilmu pengetahuan exact dapat menganalisa tentang pembentukan tubuh kasar (jasmaniah, jasmani manusia/Adam). Sedangkan tentang rohani (abstract wetenschap) tentu dibutuhkan ilmu pengetahuan yang serba rohaniah pula, yang sangat erat hubungannya dengan ilmu Metafisika. Cukup jelas tentang ayat-ayat Al Qur’an yang Saudara sangka berselisih antara satu ayat dengan ayat yang lain dalam hal kejadian manusia (Adam), pada hakikatnya bukanlah berselisih, melainkan menunjukkan proses asal kejadian tubuh jasmani Adam (visible), hingga pada badan halusnya (invisible), sampai berujud manusia. Apakah belum jelas penafsiran ayat-ayat Al Qur’an yang saya sampaikan pada Saudara? Kalau ada waktu saya akan terangkan juga proses asal kejadian tubuh rohani dari segi ilmu metafisika.

B: Sangat jelas, malah betul-betul ilmiah dan saya tidak mengira sekali bahwa ayat-ayat Al Qur’an itu mengandung ilmu pengetahuan yang tinggi. Mengenai kesanggupan Bapak yang akan menerangkan atau menguraikan proses asal kejadian tubuh rohani manusia itu, betul-betul menarik. Tetapi saya mohon di beri waktu yang khusus.

A: Baiklah sekarang kita lanjutkan: Tentunya Saudara pernah membaca biografi Nabi Muhammad. Beliau tidak tahu tulis baca, tidak pernah belajar ilmu kepada siapa pun, tidak pernah berguru dan belum pernah sama sekali bergaul dengan orang pandai.

Nabi Muhammad SAW adalah Seorang yang UMMIY
(Tidak Mengetahui Kitab yang Sebelumnya/Buta Huruf)
B: Ya, saya pernah membaca biografi Nabi Muhammad. Nah, kalau Nabi Muhammad seorang yang buta huruf, tidak pernah belajar ilmu, maka dari siapakah atau dari manakah beliau mengetahui tentang kejadian manusia secara ilmiah yang pada zaman ini dibenarkan oleh ilmu pengetahuan? Nabi Muhammad SAW menerangkan tentang asal kejadian manusia dari segi ilmu urai (Anatomi), Ilmu Kimia, Ilmu hayat (biologi), dan dari segi ilmu alam sampai kepada rohaniahnya.

A: Maka dari manakah beliau belajar ilmu urai, kepada siapakah beliau belajar ilmu kimia, ilmu hayat, ilmu alam dan soal-soal kerohanian, kalau bukan wahyu dari Tuhan Allah SWT. Dan tidak mungkin beliau menerima wahyu dari Allah sekiranya beliau bukan seorang Nabi dan Rasul.

B: Tetapi ada juga orang yang tidak pernah belajar dan bersekolah, buta huruf, tetapi menjadi orang-orang besar.

A: Coba Saudara sebutkan nama-nama orang yang tidak pernah belajar (buta huruf), lalu mengaku jadi Nabi dan menerima wahyu, dan berhasil membentuk suatu masyarakat dan negara yang mengagumkan para ahli sejarah dan mempunyai pengikut beratus juta manusia setiap masa dan zaman. Sebutkan nama orang yang Saudara maksudkan itu.

B: Ya, tidak ada.

A: Memang tidak ada, baiklah saya tanyakan, kalau Saudara berpegang dengan keterangan Saudara bahwa Nabi Muhammad itu bukan Nabi dan Rasul, karena ada juga orang yang buta huruf menjadi orang besar, maka kalau Yesus itu anak Tuhan, karena dapat menyembuhkan penyakit kusta, menghidupkan orang mati, dilahirkan tanpa ayah dan dipenuhi juga dengan ruhul kudus, maka selain Yesus terdapat juga orang lahir tanpa Bapak, dapat menyembuhkan penyakit kusta, menghidupkan orang mati sebagaimana tersebut dalam kitab Injil. Kisah Rasul pasal 6 ayat 5, pasal 5 ayat 31; Kitab Raja-raja kedua pasal 13 ayat 21; Matius pasal 5 ayat 9; Kitab Raja-raja kedua pasal 5 ayat 10 mengapa mereka itu tidak Tuhan juga, mengapa kepada Nabi Muhammad Saudara berkeberatan untuk mengakui beliau sebagai seorang Nabi dan Rasul, sedangkan kepada Yesus Saudara tidak berkeberatan mengakuinya sebagai Tuhan, padahal kewajiban-kewajiban yang dilakukan oleh Yesus, orang lain dapat juga melakukannya?

B: Baiklah kalau begitu.

A: Baik yang bagaimana yang Saudara maksudkan?

B: Keterangan-keterangan Bapak adalah baik dan memuaskan saya dan saya diberi waktu untuk menentukan keputusan saya sampai besok malam atau malam pertemuan berikutnya.

A: Baiklah saya serahkan sepenuhnya atas pertimbangan Saudara, Kami tidak berhak memaksa Saudara, atau mempengaruhi Saudara. Kita hanya bermusyawarah dan bersoal jawab tentang hasilnya terserah atas pertimbangan masing-masing.

B: Baiklah kita lanjutkan besok malam.

MOHD HEILMEY BIN JANUDIN
(KinG_7petala@yahoo.com)

MALAM KETUJUH

Mengakui Nabi Muhammad SAW Utusan Allah
A: Sesudah saya terangkan pada Saudara tentang ayat-ayat Al Qur’an yang menerangkan tentang proses asal kejadian manusia yang Saudara tanyakan ayat-ayatnya kemarin malam itu, apakah terdapat pertentangan? Apakah Nabi Muhammad ada kekeliruan menyampaikan sebagaimana Saudara sangka semula?

B: Tidak ada, Bapak telah menerangkan dari segi Ilmiah yang seharusnya secara jujur saya mempercayainya.

A: Jadi Nabi Muhammad benar, tidak kelirukah penyampaiannya?

B: Tidak keliru, malah benar.

A: Jadi Saudara mengakui bahwa Nabi Muhammad benar sebagai Rasul Allah?

B: Saya mengakui, karena beliau benar.

A: Terima kasih, saudara-saudara yang hadir menyaksikan sendiri pengakuan Saudara Antonius sendiri atas kerasulan Nabi Muhammad SAW, tanpa paksaan, melainkan dengan kesadarannya sendiri setelah berlangsung dengan diskusi. Betulkah Saudara mengakui kerasulan Nabi Muhammad dan mengakui Nabi Muhammad itu utusan Allah?

B: Betul, dengan saksi Tuhan saya mengakuinya.

A: Alhamdulillah, Saudara Antonius sudah 50 % Islam. Saya katakan 50% Islam oleh karena hanya mengerti dan mempercayai atas kerasulan Nabi Muhammad, jadi masih tinggal 50% lagi, oleh karena Saudara belum meyakinkan atas ke-Esa-an Tuhan yang Maha Tunggal .

B: Ya, betul begitu. Keyakinan saya terhadap Trinitas (Tuhan Bapak, Tuhan Anak dan Ruhul Kudus) masih belum lenyap sama sekali, walaupun Bapak telah menerangkan Kitab Bibel yang tak dapat saya membantahnya. Akan tetapi dengan keterangan-keterangan Bapak saya mulai ragu-ragu terhadap Trinitas itu. Sungguhpun begitu, apakah Bapak masih bersedia lagi memberikan keterangan-keterangan (alasan-alasan) dalam Kitab Bibel yang menyebutkan bahwa Yesus itu bukan Tuhan?

A: Sebetulnya pada pertemuan kita yang pertama telah saya sebutkan berdasarkan Kitab Injil sendiri bahwa Yesus bukan Tuhan seperti telah Saudara Periksa sendiri dalam Matius pasal 1 ayat 16; Markus pasal 13 ayat 32; Ulangan pasal 4 ayat 33; Ulangan pasal 6 ayat 4; Markus pasal 12 ayat 29. Kesemuanya itu telah kita baca. Tetapi demi untuk memenuhi pengharapan Saudara agar lebih meyakinkan, saya lanjutkan lagi. Silahkan baca Lukas pasal 4 ayat 1 dan 2.

B: Baik, di sini disebutkan: “Maka Yesus pun penuhlah dengan Rohul Kudus, balik dari Yarden, lalu Roh itu membawa dia ke padang belantara. Empat puluh hari lamanya dicobai Iblis. Selama itu suatu apa pun tiada dimakannya. Setelah genap hari itu ia merasa lapar.

A: Di ayat ini menyebutkan bahwa Rohul Kudus membawa Yesus ke padang belantara. Kalau Yesus itu Tuhan, mustahil akan dapat dibawa oleh siapa pun juga. Di ayat ini menyebutkan bahwa Yesus dicobai oleh Iblis. Pantaskah Tuhan dicobai oleh Iblis atau wajarkah Iblis berani mencobai Tuhan? Di ayat ini pun ada menyebutkan bahwa Yesus merasa lapar. Wajarkah Tuhan itu lapar? Kalau begitu sifat-sifat Yesus itu sama saja dengan sifat manusia biasa; bisa dibawa, bisa dicobai iblis dan merasa lapar. Periksa lagi Matius pasal 4 ayat 5.

B: Baik, di situ menyebutkan: “Kemudian daripada itu Iblis itu pun membawa Yesus ke negeri suci, lalu ditaruhnya dia di atas bumbung bait Allah”.

A: Di ayat ini ada menyebutkan bahwa Yesus dibawa oleh Iblis. Pantaskah Tuhan dibawa oleh Iblis? Wajarkah Tuhan tunduk kepada kemauan Iblis sehingga dibawa kemana-mana, ke suatu tempat? Pantaskah Iblis begitu berani kepada Tuhan? Periksa lagi Matius pasal 27 ayat 1 dan 2.

B: Baik, di situ menyebutkan: “Setelah hari siang, maka segala kepala Imam dan orang tua-tua kaum pun berundinglah atas hal Yesus supaya dibunuhkan dia. Maka diikatnya dia serta dibawa pergi, lalu diserahkan kepada Pilatus, yaitu wakil pemerintah”.

A: Di ayat ini menyebutkan bahwa Yesus diikat; pantaskah Tuhan dapat diikat oleh manusia? Kalau begitu dimanakah kekuatan Tuhan, sehingga dengan rela menyerahkan dirinya kepada manusia? Periksa lagi Lukas pasal 2 ayat 21.

B: Baik, di situ menyebutkan: “Apabila genap delapan hari, ia bersunat, lalu disebut namanya Yesus … ”

A: Wajarkah Tuhan itu disunat? Perlu apakah Tuhan itu disunat?

Terang yang Menyebutkan bahwa Yesus adalah Anak Manusia, Bukan Anak Tuhan
B: Apakah ada keterangan yang lebih tegas bahwa Yesus itu benar-benar anak manusia bukan anak Tuhan?

A: Silahkan buka Matius pasal 26 ayat 2.

B: Baik, disitu menyebutkan bahwa: “Anak manusia akan diserahkan supaya disalibkan.”

A: Yang dimaksud anak manusia di situ Yesus. Jadi jelaslah bahwa Yesus itu bukan anak Tuhan, melainkan anak manusia. Silahkan periksa di Matius pasal 5 ayat 45.

B: Baik, di situ menyebutkan bahwa: “Supaya kamu menjadi anak Bapamu … dan seterusnya.”

A: Di sini menyebutkan bahwa orang-orang yang taat kepada Tuhan, menurut Yesus akan menjadi anak Tuhan. Jadi bukan saya yang mengatakan bahwa Yesus itu bukan anak Tuhan yang Tunggal, melainkan anak-anak Tuhan itu akan bertambah lagi jumlahnya, berdasarkan Kitab Bibel sendiri di Matius pasal 5 ayat 45 yang kita baca tadi ialah: “Supaya kamu menjadi anak-anak Bapamu … ” Silahkan buka Matius pasal 7 ayat 21.

B: Di situ menyebutkan: “Bukannya tiap-tiap orang yang menyeru aku: Tuhan, Tuhan, akan masuk ke dalam kerajaan sorga, hanyalah orang-orang yang melakukan kehendak Bapaku yang di sorga.”

A: Di Bibel sendiri jelas, bahwa Yesus menyangkal malah menolak kepada orang yang menyerukan: “Tuhan, Tuhan” kepadanya, malah orang itu tidak dapat masuk ke dalam kerajaan sorga. Apakah belum cukup bukti-bukti yang telah saya tunjukkan kepada Saudara?

B: Sudah Cukup. Terima kasih; tetapi kalau masih ada, saya minta, demi kepuasan saya.

A: Minta yang mana lagi yang Saudara maksudkan?

B: Yang menyebutkan di Kitab Injil bahwa Yesus anak manusia bukan “anak Tuhan”.

A: Baik, akan saya penuhi harapan Saudara, silahkan Saudara periksa di Matius pasal 16 ayat 27.

B: Di pasal dan ayat ini ada menyebutkan: “Karena anak manusia datang dengan kemuliaan Bapanya beserta dengan malaikatnya; pada masa itu Ia akan membalas kepada tiap-tiap orang menurut perbuatannya”.

A: Di ayat ini ada menyebutkan anak manusia, menurut tafsiran Saudara, siapakah yang dimaksudkan dengan anak manusia di ayat ini?

B: Ya, tentu Yesus.

A: Jadi di Kitab Injil sendiri ada menyebutkan bahwa Yesus itu adalah “anak manusia”; bukan anak Tuhan, betulkah atau tidak?

B: Ya, betul.

A: Nah, kalau betul, mengapa Saudara menyebutkan Yesus anak Tuhan?

B: Yesus itu Tuhan tapi diserupakan dengan manusia.

A: Kalau Yesus itu Tuhan, mengapa diperanakkan oleh manusia (Maria). Yesus berupa manusia karena diperanakkan oleh manusia (Maria). Terlalu janggal kalau manusia (Maria) memperanakkan Tuhan. Bisakah ilmu pengetahuan lahir maupun ilmu pengetahuan bathin (Kerohanian) menerima bahwa ada Tuhan yang diperanakkan oleh manusia? Bisakah ilmu pengetahuan exact maupun yang abstract (Exact abstract Wetenschap) menerimanya?

B: Ya, memang mustahil ada Tuhan yang diperanakkan oleh manusia.

A: Bukan itu saja, malah di Kitab Injil Saudara Yesus sendiri yang berkata bahwa ia bukan anak Tuhan, melainkan utusan Tuhan. Sebagaimana telah saya tunjukkan ayatnya pada pertemuan kita yang lalu.

B: Betul, telah Bapak sebutkan. Tetapi saya minta diulangi lagi ayatnya, oleh karena saya agak lupa susunannya.

A: Silahkan periksa di Yahya pasal 5 ayat 30.

B: Di pasal dan ayat ini menyebutkan: “Suatupun tiada aku dapat berbuat menurut kehendak sendiri, melainkan aku menjalankan hukum sebagaimana aku dengar, dan hukuman itu adil adanya; karenanya bukannya aku mencari kehendak diriku, melainkan kehendak Dia yang menyuruhkan aku”.

A: Ayat ini tegas sekali, jelas menunjukkan bahwa Yesus sendiri mengaku bahwa ia bukan Tuhan, melainkan pesuruh Tuhan. Di ayat ini Yesus memberitahukan bahwa ia tidak berbuat menurut kehendak Tuhan, maka wajarkah Tuhan tidak dapat berbuat sekehendaknya, dan pantaskah ada Tuhan disuruh (diutus) menjadi utusan?

B: Ya, saya mengaku; Yesus sendiri mengaku bukan anak Tuhan.

A: Demi kepuasan Saudara, silahkan periksa lagi di Yahya pasal 3 ayat 13.

B: Baik, di pasal dan ayat ini menyebutkan: “Seorang pun tidak naik ke surga, kecuali Ia yang sudah turun dari surga, yaitu anak manusia”.

A: Berdasarkan ayat-ayat Bibel yang saya tunjukkan dan Saudara sendiri yang memeriksa dan membacanya itu, maka sekali lagi saya bertanya: “Anak manusiakah Yesus itu atau anak Tuhan”?

B: Ya, berdasarkan ayat-ayat tersebut saya berkata: “Yesus adalah anak manusia”.

A: Di ayat yang Saudara baca tapi, Matius pasal 16 ayat 27, selain menyebutkan bahwa Yesus itu anak manusia, juga menyebutkan bahwa akan membalas tiap-tiap orang menurut perbuatannya. Betulkah begitu? silahkan periksa kembali.

B: Ya, betul di ayat itu ada menyebutkan.

A: Menurut susunan ayat tersebut, jelas: “Menolak adanya dosa waris” berdasarkan ayat tersebut setiap orang akan dibalas menurut perbuatannya masing-masing, jadi tidak ada penebus dosa.

B: Ya, tentang dosa waris telah selesai kita bicarakan dan memang saya telah mengakui “tidak ada dosa waris”.

A: Betul, sudah kita bicarakan, saya hanya menambah saja, untuk lebih menguatkan lagi keterangan yang lalu.

B: Sudah cukup jelas keterangan Bapak.

A: Jelas bagaimana?

B: Berdasarkan ayat-ayat Injil sendiri bahwa Yesus itu bukan anak tuhan melainkan anak manusia. Dan berdasarkan Kitab Injil menyebutkan bahwa Yesus sendiri mengakui ia bukan anak Tuhan, melainkan “pesuruh (Utusan) Tuhan”.

A: Syukurlah kalau begitu. Jadi bagaimanakah kepercayaan Saudara sekarang terhadap “Trinitas” (Tuhan Bapa, Tuhan Anak dan Ruhul Kudus)?

B: Dengan sendirinya kepercayaan saya terhadap Trinitas terhapus.

A: Alhamdulillah, jadi Saudara mengakui bahwa Tuhan itu TUNGGAL?

B: Sebelum itu saya ingin menyampaikan pertanyaan.

A: Baik, tetapi Saudara telah mengakui pada pertemuan yang lalu dan saudara-saudara yang hadir juga telah ikut menyaksikan bahwa: Pertama, Saudara telah membenarkan kitab Al Qur’an. Beberapa ayat Al Qur’an yang Saudara kemukakan yang pada mulanya oleh Saudara dianggap berselisih antara satu ayat dengan ayat yang lain, setelah saya terangkan dan saya tafsirkan, lalu Saudara akui bahwa ayat-ayat tersebut pada hakikatnya tidak ada perselisihan antara yang satu dengan yang lain. Bukankah begitu pengakuan Saudara?

B: Ya, betul begitu.

A: Kedua, Pada pertemuan yang lalu Saudara telah mengakui kebenaran Nabi Muhammad SAW selaku Utusan Tuhan, betulkah demikian?

B: Ya, betul saya telah mengakuinya.

A: Ketiga, Saudara telah membenarkan bahwa ayat-ayat di Kitab Injil (Bibel) terdapat beberapa ayat yang berselisih antara yang satu dengan yang lain. Sebagaimana telah saya tunjukkan ayat-ayatnya pada pertemuan yang lalu, benarkah pengakuan Saudara itu?

B: Ya, saya mengakui. Akan tetapi saya masih memerlukan bukti-bukti yang lain tentang ayat-ayat Injil yang ada perselisihannya antara yang satu dengan yang lain, demi kepuasan bagi saya, walaupun sebenarnya keterangan Bapak saya pandang cukup memuaskan. Tetapi mungkin ada lagi ayat-ayat yang lain untuk meresapnya ke perasaan saya.

A: Baiklah, saya penuhi pengharapan Saudara, silahkan Saudara periksa kitab Yahya pasal 8 ayat 14.

B: Baik, di pasal dan ayat ini menyebutkan: “Jikalau Aku menyaksikan dari hal diriku sendiripun, benar juga kesaksian itu”.

Kesaksian
A: Silahkan periksa lagi Yahya 5 ayat 31.

B: Baik, di pasal dan ayat ini menyebutkan: “Jikalau Aku menyaksikan dari hal diriku, maka kesaksianku tidak benar”.

A: Nah, Saudara membuktikan sendiri perselisihan di dua ayat ini. Di satu ayat menyebutkan: “Kesaksianku benar”, sedangkan di ayat lain menyebutkan “Kesaksianku tidak benar”. Dua ayat yang berselisih itu, tersebut di kitab suci. Dan yang berbicara adalah seorang. Manakah yang benar antara dua ayat ini? Wajarkah di dalam kitab suci mengandung ayat-ayat yang berlawanan antara yang satu dengan yang lain?

B: Ya, saya akui memang tidak cocok.

A: Bukan saja tidak cocok, tetapi adalah satu selisih yang menyolok.

B: Tetapi mungkin salah satu dari ayat tersebut salah cetak.

A: Sekiranya salah cetak, tentunya ada ralat; tetapi di kitab ini tidak disebutkan apa-apa.

B: Bibel ini berbahasa Indonesia, permisi sebentar, saya akan memeriksa Bibel yang berbahasa Inggris.

A: Itu lebih baik, sayakah yang akan memeriksa ataukah Saudara?

B: Oleh karena Bapak banyak hafal ayat-ayat Bibel maka saya serahkan agar Bapak saja memeriksanya, sepaya lebih cepat.

A: Baiklah; harap Saudara memperhatikan juga saudara-saudara yang hadir, kitab yang saya pegang ini adalah Bibel berbahasa Inggris ialah “The Holy Bible” “Containing the Old and New Testaments (American Bible Society)”. Saya serahkan kitab ini kepada Saudara Antonius dan saya akan menunjukkan pasal dan ayatnya untuk diteliti bersama.

B: Baik, saya terima Kitab Bibel yang berbahasa Inggris.

A: Silahkan Saudara periksa di Yahya pasal 8 ayat 14 pada halaman 104.

B: Baik, di halaman 104 kitab Yahya pasal 8 ayat 14 di sini ada menyebutkan: “THOUGH I BEAR RECORD OF MY SELF, YET MY RECORD IS TRUE”

A: Kalau susunan ayat ini kita salin ke dalam bahasa Indonesia, adalah demikian: “Jikalau aku menyaksikan dari hal diriku sendiripun, benar juga kesaksianku itu” Betulkah begitu artinya?

B: Ya, betul begitu.

A: Jadi sama artinya dengan Injil yang berbahasa Indonesia di Yahya pasal 8 ayat 14, harap Saudara cocokkan dulu.

B: Betul, artinya sama kuatnya.

A: Sekarang silahkan periksa di Yahya pasal 5 ayat 31.

B: di sini menyebutkan: “IF BEAR WITNES OF MYSELF, MY WITNES IS NOT TRUE”.

A: Ayat ini kalau kita salin ke dalam bahasa Indonesia akan demikian: “Jikalau aku menyaksikan dari hal diriku, maka kesaksianku itu tiada benar”. Betulkah begitu?

B: Ya, benar.

A: Silahkan Saudara periksa lebih teliti lagi di Kitab Bibel yang berbahasa Inggris ini. Di satu ayat menyebutkan “IS TRUE” adalah benar, sedangkan di ayat lain menyebutkan “IS NOT TRUE” adalah tidak benar.

B: Ya, memang berbeda.

A: Kalau begitu, di Injil yang berbahasa Indonesia maupun yang berbahasa Inggris tidak ada perbedaan arti dan maksudnya.

B: Betul Demikian.

A: Jadi tidak salah cetak, yang salah ialah yang mengisi kitab suci itu. Kalau betul kitab suci (Injil) itu wahyu dari Tuhan, mustahil ayat-ayatnya akan berselisih antara yang satu dengan yang lain. Jadi kitab itu telah dicampuri oleh tangan manusia.

B: Menurut pendapat saya, dua ayat itu bukan berlawanan, mungkin ayat yang satu dicabut, lalu kemudian diganti dengan ayat yang lain. Jelasnya, ayat yang satu di hapus diganti dengan ayat yang lain (yang baru). Setahu saya dalam ayat-ayat Al Qur’an terdapat apa yang disebut “Nasich dan Mansuch” ialah satu ayat terhapus hukumnya, lalu diganti dengan ayat yang lain (hukum yang baru).

A: Di dalam Al Qur’an terdapat “Nasich dan Mansuch”, ada disebutkan ayatnya, tetapi di Kitab Injil sama sekali tidak disebutkan.

B: Di manakah di dalam Al Qur’an yang menyebutkan ayat tentang Nasich dan Mansuch itu?

A: Sebetulnya sayalah yang harus bertanya kepada Saudara, oleh karena dari Saudaralah timbulnya ucapan Nasich-Mansuch itu. Akan tetapi sekalipun demikian, akan saya tunjukkan; ialah di surat Al Baqarah ayat 106. Susunan ayat itu ada ulama yang menafsirkan tentang adanya “Nasich dan Mansuch”. Sebagian lagi ada yang menafsirkan bahwa susunan ayat tersebut tidak menunjukkan adanya Nasich-Mansuch. Kalau Saudara memerlukan, akan saya terangkan tafsirnya ayat tersebut.

B: Hal itu, baiklah kita tangguhkan dulu. Tetapi sehubungan dengan dua ayat di Bibel yang tadi, saya berpendapat bukan berlawanan, melainkan satu ayat digantikan dengan ayat lain, sehingga nampaknya ada berlawanan. Bolehkah saya berikan misal?

A: Silahkan, Saudara berhak penuh berbicara dengan saya dalam pertemuan kita ini.

B: Saya sebutkan misal: Dikeluarkan suatu peraturan, setiap pengendara sepeda di waktu malam diharuskan memakai lampu. Kemudian datang lagi peraturan tidak boleh pakai lampu, karena ada peperangan misalnya. Di sini ada dua peraturan, yang pertama: “Diharuskan memakai lampu” sedang yang kedua “Dilarang”. Dua perintah itu, yang terpakai adalah yang kemudian. Demikian juga dua ayat di Bibel tadi tidak berlawanan, melainkan salah satu di antaranya sudah tidak berlaku lagi (dicabut). Ini menurut pendapat saya.

A: Baiklah, tetapi tentunya Saudara mengerti, apabila suatu peraturan yang diganti, mestinya harus diikuti penjelasan, bahwa artikel nomer sekian ayat sekian, tahun sekian dicabut, diganti dengan artikel nomer sekian dan selanjutnya. Akan tetapi dua ayat di Bibel itu, tidak ada sebutan ayat yang satu diganti, dengan lain kata dua ayat tetap berlawanan antara yang satu dengan yang lain. Tidak ada penjelasan bahwa salah satu telah dicabut, atau diganti.

MOHD HEILMEY BIN JANUDIN
(KinG_7petala@yahoo.com)

MALAM KEDELAPAN

Perselisihan Ayat-ayat Dalam Bibel (2)

A: Pada pertemuan kemarin malam saya telah terangkan ayat yang berlawanan dalam Bibel. Pada pertemuan sekarang apakah masih ada pertanyaan Saudara yang akan disampaikan kepada saya?

B: Kalau masih ada ayat-ayat dalam Bibel yang berlawanan antara satu ayat dengan yang lain, saya minta diterangkan untuk menambah keyakinan saya sampai dimanakah kesucian Kitab Bibel itu ada dicampuri oleh tangan manusia.

A: Kemarin malam Saudara mengakui sudah puas. Apakah tidak lebih baik kita bicarakan saja pasal-pasal yang Saudara pandang terpenting?

B: Ya, tetapi keterangan Bapak mengenai ayat-ayat yang berlawanan di Kitab Bibel itu baru sedikit membuka hati saya. Karena itulah saya bawa lagi Kitab Bibel ini.

A: Baiklah, saya akan tunjukkan, demi kepuasan Saudara

B: Terima kasih. Harapan saya, Bapak sudi tunjukkan lagi bukti-bukti ayat-ayat yang berlawanan. Saya ingin mengetahui lebih banyak lagi.

Siapa yang Pernah Melihat Allah?
A: Silahkan Saudara periksa di Yahya pasal 1 ayat 18.

B: Di pasal dan ayat ini menyebutkan: “Maka Allah belum pernah dilihat oleh seorang jua pun, tetapi anak yang tunggal yang di atas pengakuan Bapa, ialah yang sudah menyatakan Dia”.

A: Bagaimanakah menurut tafsiran Saudara susunan ayat ini?

B: Ayat ini menunjukkan bahwa Tuhan tidak pernah dilihat oleh siapa pun juga, melainkan hanya Yesus saja yang pernah melihatnya.

A: Kalau begitu silahkan Saudara periksa di kitab Kejadian pasal 18 ayat 1.

B: Di sini menyebutkan: “Hatta, maka kemudian daripada itu kelihatanlah Tuhan kepada Ibrahim hampir dengan pohon jati mamre tatkala duduklah di pintu kemahnya ketika hari panas”.

A: Nah, di sini Saudara membuktikan sendiri perselisihan di dua ayat ini, di satu ayat menyebutkan Tuhan hanya dinyatakan oleh Yesus saja, tidak seorang jua pun melihatnya. Sedang di ayat yang lain ada menyebutkan bahwa Ibrahim juga melihat Tuhan. Bukankah dua ayat ini berlawanan? Yang manakah yang benar di dua ayat ini?

B: Ya, saya mengakui memang tidak cocok.

A: Saya lanjutkan. Silahkan periksa lagi di kitab: “Kejadian pasal 32 ayat 30”.

B: Ya, di sini menyebutkan: “Maka dinamai oleh Yakub akan tempat itu peniel karena katanya: “Sudah kulihat Allah muka dengan muka, maka nyawaku selamatlah”.

A: Perhatikan: Di satu ayat menyebutkan, tidak seorang pun melihat Tuhan, melainkan Yesus. Di ayat yang lain menyebutkan bahwa Ibrahim melihat Tuhan. Di ayat yang lain lagi ada menyebutkan Yakub melihat Tuhan, malah bertemu muka dengan muka. Yang manakah yang benar di antara tiga ayat tersebut? Mustahillah benar semuanya, karena jelas sekali susunan ayatnya yang nyata-nyata mengandung ayat yang berselisih antara yang baru dengan yang lain. Kalau dikatakan salah satu daripada ayat-ayat itu yang benar, maka yang dua ayat tentunya salah semuanya. Pantaskah suatu kitab suci mengandung ayat yang salah? Dan kalau dikatakan salah semuanya, maka apakah kitab itu dapat dipertahankan kesuciannya, kalau ayat-ayatnya terdapat berlawanan?

B: Ya, saya mengakui ayat-ayat tersebut tidak cocok antara yang satu dengan yang lain.

A: Pengakuan Saudara itu memang penting, tetapi lebih utama kalau diikuti dengan kesadaran.

B: Saya harap tunjukkan lagi ayat-ayat di Kitab Injil yang berselisih.

Siapa Raja Hamat? Toi, Tohu atau Tou?
A: Baiklah, silahkan periksa di kitab Samuel yang ke-II pasal 8 ayat 9, 10.

B: Di pasal dan ayat ini menyebutkan: “Bermula, maka setelah kedengaranlah kabar kepada TOI, raja Hamat, mengatakan Daud sudah mengalahkan segenap balatentara Hadar Ezar, disuruhkan TOI akan YORAM anaknya menghadap raja Daud akan bertanyakan selamat baginda dan menyampaikan berkat selamat kepada baginda … “.

A: Cukup dibaca sampai di situ, bagaimana menurut pendapat Saudara maksud ayat itu, siapakah nama raja Hamat?

B: Menurut ayat ini, raja Hamat bernama “Toi”

A: Sekarang silahkan periksa kitab: “Tawarikh yang pertama” pasal 18 ayat 9.

B: Di sini menyebutkan: “Hatta apabila kedengaranlah kabar kepada TOHU, raja Hamat, mengatakan Daud sudah mengalahkan segenap balatentara Hadar Ezar raja Zoba itu”.

A: Di ayat ini, siapakah nama raja Hamat?

B: Menurut ayat ini, nama raja Hamat ialah “Tohu”.

A: Nah, perhatikanlah: Di suatu ayat menyebutkan nama Raja Hamat ialah “Toi” sedangkan di ayat lain menyebutkan “Tohu”. Yang manakah namanya benar Tohukah atau Toi?

B: Ya, namanya memang berselisih. Akan tetapi hanya selisih tentang nama saja. Jadi hanya perselisihan yang kecil saja.

A: Kalau kesalahan dari manusia biasa, tentu kita tidak keberatan, akan tetapi ini adalah kesalahan “Wahyu” atau “Ilham”.

B: Betul juga pendapat Bapak, Ini adalah kesalahan wahyu atau ilham. Mustahil wahyu atau ilham dari Tuhan terdapat kesalahan walaupun kesalahan yang sedikit dan sekecil-kecilnya.

(pada halaman ini terdapat footnote: Al Kitab edisi 1994, kata Tohu diganti Tou. Mungkin pada tahun berikutnya kata Tou akan diganti dengan Toi)

Siapa Anak Raja Hamat? Yoram atau Hadoram?
A: Bukan itu saja, Silahkan periksa lagi kitab Samuel yang kedua pasal 8 ayat 9 dan 10.

B: Di sini menyebutkan: “Bermula, maka setelah kedengaranlah kabar kepada TOI, raja Hamat, mengatakan Daud sudah mengalahkan segenap balatentara Hadar Ezar, disuruhkan TOI akan YORAM anaknya menghadap raja Daud …”

A: Cukup dibaca sampai di situ dulu, di ayat itu ada tersebut seseorang bernama Yoram, siapakah Yoram menurut ayat tersebut?

B: Menurut ayat tersebut Yoram itu anaknya Toi, raja Hamat.

A: Betul, sekarang lanjutkan periksa di kitab: Tawarikh yang pertama pasal 18 ayat 9 dan 10.

B: Di sini ada menyebutkan: “Hatta apabila kedengaranlah kabar kepada TOHU, raja Hamat, mengatakan Daud sudah mengalahkan segenap balatentara Hadar Ezar raja Zoba itu. Disuruhnyalah Hadoram puteranya pergi menghadap baginda raja Daud … “.

A: Cukup dibaca sampai di situ. Di ayat itu ada disebutkan seorang bernama Hadoram, Siapakah Hadoram itu menurut susunan ayat tersebut?

B: Menurut susunan ayat tersebut, orang yang bernama Hadoram itu adalah anak Tohu, raja Hamat.

A: Buktikan, di satu ayat menyebutkan bahwa Yoram itu anaknya Toi, sedangkan di ayat lain menyebutkan anaknya Toi itu bukan Yoram, melainkan Hadoram.

B: Saya tidak tahu.

A: Saya bertanya bukan tentang tahu atau tidaknya, melainkan tentang kebenaran di dua ayat itu.

B: Saya tidak tahu yang mana yang benar.

A: Bukan Saudara saja yang tidak mengetahui kebenarannya, malah yang menulis ayat itu pun tidak bisa menunjukkan yang tepat tentang kebenaran nama anaknya Toi itu; padahal yang dinamakan kitab suci pasti benar isinya, bersih dari segala macam kesalahan, sampai kepada kesalahan yang sekecil-kecilnya, sesuai dengan pengakuan Saudara tadi.

B: Mestinya begitu.

Negeri Mana yang Banyak Tembaganya?
“Betach dan Berotai” atau “Tibchat dan Chun”?
A: Tetapi kenyataannya tidak begitu. Buktinya, silahkan Saudara periksa lagi di kitab Samuel ke II pasal 8 ayat 8.

B: Baik, di pasal dan ayat ini menyebutkan: “Maka dari dalam Betach dan dari dalam Berotai, dua buah negeri Hadar Ezar, diambil raja Daud akan banyak Tembaga.

A: Bagaimana maksud ayat ini menurut tafsiran Saudara?

B: Maksudnya ialah raja Daud mengambil banyak tembaga dari dua tempat bernama Betach dan Berotai.

A: Silahkan periksa di Kitab Tawarich yang pertama pasal 18 ayat 8.

B: Baik di sini ada menyebutkan: “Maka dari dalam Tibchat dan dari dalam Chun, negeri Hadar Ezar itu diambil Daud amat banyak tembaga.

A: Buktikan di satu ayat menyebutkan dua tempat yang diambil tembaganya oleh Daud ialah Betach dan Berotai, sedangkan di ayat lain menyebutkan dua tempat itu ialah Tibchat dan Chun. Di dua ayat itu tempat manakah yang sebenarnya diambil tembaganya oleh Daud? Kalau betul Kitab Injil itu mestinya suci daripada kesalahan dan perselisihan atau berlawanan tentang ayat-ayatnya.

B: Betul, dua ayat ini memang tidak cocok, yang satu dengan yang lain bertentangan.

A: Apakah Saudara masih memerlukan lagi ayat-ayat yang berlawanan di dalam Bibel?

B: Saya merasa beruntung kalau Bapak masih bersedia menunjukkan demi untuk meningkatkan kesadaran saya.

Berapa Umur Raja Ahazia Pada Masa Ia Naik Tahta?
22 tahun atau 42 tahun?
A: Baiklah saya ikuti kehendak saudara. Silahkan periksa lagi di Kitab Raja-raja kedua pasal 8 ayat 26.

B: Baik, di pasal dan ayat ini menyebutkan: “Adapun umur raja Ahazia pada masa ia naik raja itu dua puluh dua tahun, maka kerajaanlah ia Jerusalem setahun lamanya, adapun nama bunda-bunda baginda itu Atalia anak Omri raja orang Israil”.

A: Menurut susunan ayat ini, berapakah umur raja Ahazia pada waktu ia menjadi raja?

B: Berdasarkan ayat ini diwaktu umur 22 tahun.

A: Silahkan Saudara periksa lagi di kitab: Tawarikh ke II pasal 22 ayat 2.

B: Di pasal dan ayat ini menyebutkan: “Adapun pada masa ia naik raja itu empat puluh dua tahun, dan kerajaanlah ia di Jerusalem setahun lamanya, maka nama bunda baginda itu Atalia anak Omri”.

A: Di ayat ini menyebutkan berapakah umur Ahazia diwaktu menjadi raja?

B: Di ayat ini menyebutkan diwaktu berumur 42 tahun.

A: Nah, di dua ayat ini yang manakah yang benar? di waktu berumur 22 tahunkah atau berumur 42 tahun? Di satu ayat menyebutkan Ahazia menjadi raja di waktu berumur 22 tahun, dan di ayat yang lain menyebutkan pada waktu berumur 42 tahun. Bukankah ini menunjukkan perselisihan yang menyolok sekali di Kitab Injil yang dikatakan suci itu?

B: Ya, perselisihan di dua ayat ini tak dapat dipungkiri lagi.

Raja Jerusalem: Jehojachin atau Jojachin?
Memerintah selama 3 bulan 10 hari atau 3 tahun?
Lihat juga Catatan Kaki di Al-Kitab
A: Supaya makin bertambah tak dapat dipungkiri lagi oleh Saudara tentang ayat-ayat yang berlawanan di Kitab Bibel itu. Silahkan Saudara periksa lagi di kitab Raja-raja II pasal 24 ayat 8.

B: Baik, di sini ada menyebutkan: “Jojachin pada masa ia naik raja itu delapan belas tahun, maka kerajaanlah ia di Jerusalem tiga tahun lamanya dan nama bunda baginda itu Nehusta anak Elmatan dari Jerusalem”.

A: Siapakah nama raja di ayat ini?

B: Namanya Jojachin.

A: Silahkan Saudara periksa di kitab: Tawarikh yang kedua pasal 36 ayat 9.

B: Di sini ada menyebutkan: “Adapun umur Jehojachin pada masa ia naik raja itu delapan belas tahun, maka kerajaanlah ia di Jerusalem tiga bulan dan sepuluh hari lamanya, maka diperbuatnya barang yang jahat kepada pemandangan Tuhan”.

A: Buktikan perselisihan yang menyolok pada dua ayat ini; di satu ayat menyebutkan Jojachin dan di ayat yang lain menyebutkan Jehojachin. Selanjutnya di satu ayat menyebutkan kerajaan Jojachin di Jerusalem tiga tahun lamanya dan di ayat yang lain menyebutkan 3 bulan 10 hari. Yang manakah yang benar di dua ayat ini, Jojachinkah atau Jehojachin, dan kerajaan Jerusalem selama 3 tahunkah atau 3 bulan 10 hari? Harap Saudara periksa lagi dengan teliti susunan dua ayat yang Saudara baca tadi.

B: Betul, memang tidak cocok antara dua ayat ini.

Catatan kaki: Al Kitab yang diterbitkan tahun 1994, Kata “Yehoyakhin” diganti dengan “Yoyakhin” dan di Alkitab edisi tahun 1994, kata “tiga tahun” diganti “tiga bulan”.

A: Aneh, lagi-lagi tidak cocok dan memang tidak cocok.

B: Memang mustahil di kitab suci mengandung ayat-ayat yang berlawanan antara yang satu dengan yang lain.

Pahlawan yang Mengiringi Daud:
Nama: Josech Basjebet bin Tachkemoni atau Yasobam bin Hachmoni?
Jabatan: Kepala Segala Penghulu atau Kepala dari Orang Tiga Puluh?
Jumlah Orang yang Ditikamnya dalam Sekali Berperang: 800 atau 300 orang?
A: Supaya lebih nyata kemustahilannya, teruskan Saudara periksa di kitab Saul yang kedua pasal 23 ayat 8.

B: Di ayat ini tersusun sebagai berikut: “Bermula, maka inikah nama segala pahlawan yang mengiringi Daud, Josech Basjebet bin Tachkemoni, kepala segala penghulu iapun bergelar penyucuk dan penikam lembing, sebab ditikamnya akan kedelapan ratus orang dalam sekali saja berperang”.

A: Berdasarkan ayat ini saya ingin bertanya pada Saudara: “Siapakah nama pahlawan yang mengiringi Daud menurut ayat ini?

B: Namanya Josech Basjebet bin Tachkemoni.

A: Menjabat apakah ia?

B: Kepala segala penghulu.

A: Berapa orangkah yang ditikamnya dalam sekali berperang?

B: Delapan ratus orang.

A: Kalau begitu, silahkan Saudara periksa di Kitab Tawarikh yang pertama pasal 11 ayat 11.

B: Di ayat ini susunan kalimatnya seperti berikut: “Maka inilah bilangan segala pahlawan yang mengiringi Daud, Yasobam bin Hachmoni, kepala orang tiga puluh, yang melayangkan lembingnya kepada orang tiga ratus, ditikamnya akan mereka itu sekalian dalam sekali berperang”.

A: Berdasarkan ayat ini saya ingin bertanya pada Saudara: “Siapakah nama pahlawan yang mengiringi Daud menurut ayat ini?

B: Namanya Yasobam bin Hachmoni.

A: Menjabat apakah ia?

B: Kepala dari orang tiga puluh.

A: Berapa orangkah yang ditikamnya dalam sekali berperang?

B: Sebanyak Tiga ratus orang.

A: Cocokkan dua ayat ini antara yang satu dengan yang lain?

B: Terlalu tidak cocok malah dalam dua ayat ini terdapat 3 macam selisih yang jelas sekali.

A: Memang. Di satu ayat menyebutkan pahlawan yang mengiringi Daud bernama Josech Basjebet bin Tachkemoni dan di ayat yang lain bernama Yasobam bin Hachmoni. Di ayat ini pun menyebutkan kepala orang tiga puluh. Di ayat itu pun ada menyebutkan lagi Menikam 800 (delapan ratus) orang dalam sekali berperang dan di ayat yang lain menyebutkan menikam 300 (tiga ratus) orang dalam sekali berperang.

B: Intermezzo sedikit pak Kyai.

A: Ya, boleh intermezzo jenis apa?

B: Saya merasa sungguh kagum, karena Bapak Kyai hapal di luar kepala tentang ayat-ayat Bibel. Padahal kalau tidak salah ayat-ayat di Kitab Bibel itu ada ribuan. Dengan cara bagaimana Bapak menghafalnya?

A: Lain waktu saya bisa terangkan pada Saudara.

B: Menghafalkannya saja tentu amat berat, yang betul-betul mengherankan saya, dapat Bapak menunjukkan dengan tepat letaknya ayat-ayat di Bibel dan tambah mengherankan lagi hafalnya ayat-ayat Bibel yang berlawanan antara satu dengan yang lain. Baik tentang nama-nama suratnya, pasalnya, maupun ayat-ayatnya, kesemuanya dengan tepat sekali Bapak menunjukkannya. Betul saya bertanya; malah di antara saudara-saudara yang hadir kemarin malam ada yang membisikkan pada telinga saya, memberikan dorongan supaya menanyakan kepada Bapak.

A: Supaya tidak banyak makan waktu, saya jawab dengan singkat saja, saya kalau menghafalkan sesuatu tidak hanya menggunakan alat pancaindera lahir (sensus exterior) semata-mata, akan tetapi juga alat-alat pancaindera bathin (sensus interior). Keterangan mengenai soal ini cukup panjang, membutuhkan antara dan waktu tersendiri. Kalau Saudara ada hasrat, lain waktu akan saya jelaskan.

B: Baiklah kalu begitu, sekarang kita lanjutkan.

A: Sebagai bukti, bahwa alat pancaindera bathin itu dapat menembus, maka saya tembuskan pandangan bathin saya ke dalam Kitab Bibel, untuk saya tunjukkan lagi pada Saudara ayat-ayat di Bibel yang berlawanan.

B: Terima kasih.

Siapakah yang Mengajak Daud Membilang dan Melawan Orang Israil?
Tuhan atau Syetan?
A: Silahkan Saudara periksa lagi di kitab Samuel yang kedua pasal 24 ayat 1.

B: Di pasal dan ayat ini ada menyebutkan: “Bermula maka kembali pula bangkitlah murka Tuhan akan orang Israil, diajaknya Daud akan lawan mereka itu katanya: Bilangkanlah olehmu akan orang Israil dan akan orang Jehuda”.

A: Menurut ayat ini, siapakah yang mengajak Daud membilang dan melawan orang Israil?

B: Menurut susunan ayat ini yang mengajak Daud ialah Tuhan.

A: Betul, sekarang silahkan Saudara periksa di kitab Tawarikh yang pertama pasal 21 ayat 1.

B: Baik, di pasal dan ayat ini ada menyebutkan: “Sebermula, maka pada masa itu, berbangkitlah syetan akan celaka orang Israil, diajaknya Daud supaya dia membilang banyak orang Israil”.

A: Menurut ayat ini siapakah yang mengajak Daud membilang orang Israil?

B: Berdasarkan ayat ini yang mengajak Daud, ialah Syetan.

A: Nah, perhatikan; di satu ayat menyebutkan yang mengajak Daud adalah Tuhan. Kemudian di satu ayat yang lain menyebutkan, yang mengajak Daud adalah Syetan. Yang manakah yang benar di antara dua ayat ini, Tuhankah atau syetan?

B: Ya, betul; ini adalah suatu perselisihan yang menyolok sekali.

A: Kalau demikian tentunya Saudara dapat membayangkan, apakah Bibel yang sekarang ini masih tetap dikatakan sucikah atau sudah dicampuri oleh tangan manusia?

B: Kalau sudah terang-terangan begini, tentunya sulit untuk dipertahankan kesuciannya.

A: Apakah Saudara masih belum merasa puas bukti-bukti yang saya tunjukkan tentang ayat-ayat Bibel yang berlawanan antara yang satu dengan yang lain itu?

B: Sudah cukup jelas.

A: Jangankan di kitab suci itu sampai terdapat beberapa ayat yang berlawanan malah satu ayat saja terdapat ayat yang berselisih dengan ayat lain, sudah cukup alasan untuk tidak dapatnya dipertahankan dan diyakinkan tentang kesuciannya.

B: Kalau begitu Kitab Bibel yang dianggap suci oleh penganutnya itu lantas bagaimana?

A: Sebetulnya pertanyaan Saudara itu harus dijawab oleh Saudara sendiri karena Saudara sendiri masih mempunyai kitab itu. Tetapi saya tolong menjawabnya. Setiap agama mempunyai kitab suci. Akan tetapi kalau di kitab sucinya itu ternyata terdapat beberapa ayatnya yang berselisih atau berlawanan dan tidak cocok antara yang satu dengan yang lain, apakah penganut-penganut agama itu masih berkeyakinan bahwa kitab sucinya itu tetap suci? Padahal yang dinamai kitab suci adalah wahyu, ilham dari Tuhan. Mustahil sekali kalau wahyu Tuhan itu tidak cocok. Di satu ayat Tuhan berkata YA lalu di ayat yang lain lagi menyatakan TIDAK. Di satu ayat Tuhan berkata “A” lalu di ayat lain Tuhan berkata lagi bukan “A” tetapi “B”. Kalau sampai terjadi demikian, tidak mustahil bahwa tangan manusia sudah ikut campur di dalamnya.

B: Betul begitu, tetapi maaf, kalau Bapak tidak berkeberatan, saya minta lagi.

A: Minta yang mana lagi yang dimaksudkan oleh Saudara?

B: Minta satu ayat lagi yang berselisih di Bibel.

A: Agaknya Saudara akan menguji saya tentang Bibel?

B: Tidak, betul-betul tidak. Hanya minta satu saja. Betul-betul saya hanya minta satu ayat saja lagi.

A: Saudara minta satu ayat lagi atau lebih, saya bisa tunjukkan. Tetapi waktunya sudah jauh malah. Kecuali kalau Saudara suka menerima sampai pagi.

B: Tidak, betul-betul hanya minta satu ayat lagi. Setelah itu kita lanjutkan pasal-pasal yang lain.

YANG HADIR: Teruskan sampai waktu subuh, kita setuju dan akan tetap tenang.

Peperangan Daud:
Berapa Kereta Kuda yang Dibinasakan? 700 (tujuh ratus) atau 7.000 (tujuh ribu)?
Jumlah 40.000 yang Dibinasakan: Orang Berkuda atau Orang Berjalan Kaki?
Siapa Nama Panglima yang Dibunuh Daud? Sobach atau Sofach?
A: Baiklah saya penuhi pengharapan Saudara Antonius. Silahkan Saudara periksa di kitab Samuel yang kedua pasal 10 ayat 18.

B: Baik, di pasal dan ayat ini ada menyebutkan: “Tetapi kemudian, larilah segala orang syam itu dari hadapan orang Israil, maka daripada orang Syam itu dibinasakan Daud tujuh ratus ekor kuda kereta dan empat puluh ribu orang berkuda, tambahan pula dikalahkannya Sobach, panglima perang mereka itu, sehingga matilah ia di sana … ”

A: Cukup dibaca sampai di situ dulu, saya akan bertanya pada Saudara, di ayat ini ada berapakah jumlahnya kuda kereta yang dibinasakan oleh Daud?

B: Di ayat ini menyebutkan 700 (tujuh ratus) banyaknya yang dibinasakan oleh Daud.

A: Di ayat itu juga ada berapakah jumlahnya orang berkuda yang dibinasakan oleh Daud?

B: Menurut ayat ini ada 40.000 (empat puluh ribu) orang berkuda yang dibinasakan oleh Daud.

A: Dan di ayat itu juga, siapakah namanya panglima perang yang dibunuh?

B: Menurut ayat ini panglima perang yang dibunuh bernama Sobach.

A: Betulkah semuanya itu? Silahkan periksa lagi.

B: Betul demikian jawaban-jawaban saya berdasarkan ayat ini.

A: Kalau begitu silahkan Saudara periksa di Kitab Tawarikh yang pertama pasal 19 ayat 18.

B: Di sini ada menyebutkan: “Maka larilah segala orang Syam dari hadapan orang Israil, maka dibinasakan Daud daripada orang Syam itu tujuh ribu ekor kuda kereta, dan empat puluh ribu orang yang berjalan kaki, tambahan pula dibunuhnya Sofach panglima perang itu … ”

A: Saya akan bertanya; Ada berapakah jumlah kuda kereta yang dibinasakan oleh Daud menurut ayat ini?

B: Menurut ayat ini, menyebutkan ada 7000 (tujuh ribu).

A: Di ayat ini juga yang dibinasakan oleh Daud apakah 40.000 orang yang berkuda atau 40.000 orang yang berjalan kaki?

B: Di ayat ini yang dibinasakan oleh Daud ada menyebutkan 40.000 yang berjalan kaki, bukan orang berkuda.

A: Pun di ayat ini juga, disebutkan siapakah namanya panglima perang, apakah bernama Sobach-kah atau Sofach?

B: Di ayat ini disebutkan bernama Sofach.

A: Coba Saudara perhatikan dengan seksama perselisihan di dua ayat ini. Satu ayat saja sudah terdapat 3 macam selisih.
Di kitab Samuel yang kedua pasal 10 ayat 18 menyebutkan; yang dibinasakan oleh Daud sebanyak 700 (tujuh ratus) kuda kereta, sedangkan di kitab Tawarikh yang pertama pasal 19 ayat 18 menyebutkan 7.000 (tujuh ribu) kuda kereta. Yang manakah yang benar di dua ayat itu?
Di kitab Samuel yang kedua itu juga ada menyebutkan 40.000 (empat puluh ribu) orang berkuda, sedangkan di kitab Tawarikh I, 40.000 orang berjalan kaki. Yang manakah yang benar, 40.000 orang berkudakah yang dibinasakan oleh Daud atau 40.000 orang berjalan kaki?
Di kitab Samuel yang kedua itu juga ada menyebutkan panglima perangnya bernama Sobach sedangkan di Kitab Tawarikh yang pertama menyebutkan panglimanya bernama Sofach. Yang manakah yang benar, Sobach-kah atau bernama Sofach?

B: Sudah cukup puas; saya sudah menyadari dan saya sudah mulai insyaf.

A: Mulai sadar dan insyaf yang bagaimana yang Saudara maksudkan?

B: Jiwa dan kesadaran saya mulai terbuka. Besok malam saya akan lukiskan kandungan hati saya, setelah saya menerima jawaban-jawaban pertanyaan-pertanyaan saya yang lain pada Bapak.

A: Baiklah saya persilahkan.

B: Apakah sebabnya orang-orang pandai (sarjana) di negeri Barat banyak yang memeluk agama Kristen? Kalau agama Islam suatu agama yang benar dan ajaran-ajarannya sesuai dengan Ilmu pengetahuan modern, tentunya mereka masuk Islam.

A: Sebelum saya memberikan jawaban, saya akan bertanya, Saudara sendiri termasuk sarjana. Mengapa Saudara memeluk (tertarik pada, red) agama Islam?

B: Ya, karena hasil diskusi ini yang membawa saya lebih menyelami dan memilih ajaran-ajaran agama Islam.

A: Sekiranya tanpa diskusi yang menghasilkan tambahnya meneliti ajaran-ajaran Islam, apakah mungkin Saudara menjadi pemeluk agama Islam yang sadar?

B: Menurut pikiran saya tidak mungkin.

A: Orang-orang di negeri barat yang Saudara sebut itu sekiranya seperti Saudara pula dalam menganut suatu agama.

B: Ya, betul.

A: Memang betul, karena di zaman ini dari mereka ada banyak yang sudah memeluk agama Islam atas hasil penyelidikan dan penelitian yang mendalam.

B: Akan tetapi ada orang-orang Islam yang berpindah agama menjadi pemeluk agama Kristen.

A: Dari manakah Saudara ketahui?

B: Di negeri kita sendiri. Buktinya dengan bertambahnya pembangunan Gereja, sekolah Kristen nampaknya sementara senantiasa bertambah jumlahnya.

A: Apakah orang-orang Islam yang masuk agama Kristen itu terdiri dari sarjana-sarjana Islam?

B: Saya tidak mengetahuinya, hanya dari kata-kata saja. Akan tetapi saya sendiri sampai saat ini belum menemukan malah belum mendengar sarjana-sarjana Islam masuk Kristen.

A: Kalau begitu orang-orang Islam di Indonesia yang berpindah agama bukan dari hasil penelitian; jadi masuknya bukan karena keyakinannya.

B: Mengapa Bapak berpendapat demikian?

A: Saudara membuktikan sendiri bahwa orang-orang Islam di Indonesia ada banyak sekali, yang miskin, melarat dan menderita dalam hidupnya. Mereka butuh uang, makan, pakaian dan obat-obatan, Kesempatan ini dipergunakan oleh beberapa orang penganut Kristen untuk mempengaruhi mereka dengan jalan membagi-bagikan makanan, pakaian, obat-obatan dan lainnya kalau tidak keliru.

B: Ya, saya pernah baca di majalah Kiblat.

A: Di zaman ini ada beberapa orang di negeri barat yang mulanya beragama Kristen setelah menyelidiki dan meneliti ajaran-ajaran Islam, yang menunjukkan kebenaran ajaran Islam mereka berterusterang berpindah menjadi penganut Islam; mereka itu golongan sarjana, malah di antaranya terdapat pendeta Kristen yang menjadi pemeluk agama Islam.

B: Betul, saya sendiri pernah membaca di Majalah Kiblat.

A: Jadi sudah jelas, bahwa orang-orang di negeri yang beragama Kristen lalu berpindah menjadi pemeluk Islam disebabkan dari hasil penelitiannya tentang kebenaran ajaran-ajaran Islam, umumnya orang-orang yang di negeri barat kalau melakukan sesuatu penelitian dan penyelidikan menggunakan kecerdasan otaknya secara ilmiah. Mereka menjadi penganut Islam dengan kesadaran dan keyakinannya.

B: saya menerima keterangan Bapak.

A: Sedangkan orang-orang Islam di Indonesia yang berpindah agama menjadi pemeluk agama Kristen umumnya bukan dari hasil penyelidikan dan penelitiannya yang tentunya bukan di atas dasar kesadaran dan keyakinannya, melainkan karena perut lapar, karena hidupnya yang Senin Kamis, butuh makan, uang, pakaian, maupun obat-obatan. Dengan keterangan saya ini Saudara bia bandingkan sendiri sebab musababnya orang-orang Kristen di negeri Barat yang masuk Islam dan orang-orang Islam di Indonesia yang masuk agama Kristen.

B: Tetapi tentu ada juga orang-orang Indonesia yang tidak miskin masuk agama Kristen.

A: Tetapi tentu itu umumnya bukan berasal dari penganut agama Islam, mungkin dari agama yang lain lagi. Jadi masih ada yang akan ditanyakan lagi.

B: Ya, sedikit, besok malam saja. Sekarang sudah jauh malam.

A: Baiklah, besok malam, agar lebih sempurna.

MOHD HEILMEY BIN JANUDIN
(KinG_7petala@yahoo.com)

MALAM KESEMBILAN
Masuk Islam
A: Pertemuan kita sudah berlangsung beberapa kali dan berjalan lancar. Pada pertemuan yang sekarang ini, apakah masih ada pertanyaan-pertanyaan Saudara yang akan diajukan?

B: Sejak siang tadi, saya telah pikirkan dan pertimbangkan secara mendalam tentang hasil-hasil pertemuan kita yang menimbulkan kesadaran saya untuk menentukan pendirian saya agar memilih agama yang mana yang harus saya ikuti.

A: Alhamdulillah, kalau Saudara sudah dapat menentukan sendiri. Jadi bagaimana kepercayaan Saudara sekarang ini terhadap Trinitas (Tuhan Bapak, tuhan Anak dan Ruhul Kudus)?

B: Memang soal inilah yang sedang saya renungkan sejak tadi siang, oleh karena saya masih merasa terikat oleh satu “Patokan” yang hingga saat ini belum dapat saya pecahkan. Padahal keterangan Bapak sangat memuaskan sejak semula kita bertemu.

A: Sekiranya Saudara tidak berkeberatan, cobalah Saudara terangkan, mungkin saya dapat membantu Saudara.

B: Ialah soal Trinitas. Soal ini masih berbekas dalam jiwa saya.

A: Baiklah, Saudara terangkan saja.

B: Tuhan Bapak, Tuhan Anak dan Rohul Kudus itu walaupun tersusun dari tiga oknum, tetapi tetap pada hakekatnya Tunggal juga. Karena yang satu tidak dapat terpisah dengan yang lain. Persoalan inilah yang masih berbekas dalam keyakinan saya. Sedangkan soal-soal lain, mengenai ayat-ayat di Bibel, dosa waris, kebenaran Al Qur’an, Kebenaran Nabi Muhammad selaku utusan Tuhan, teristimewa perselisihan ayat-ayat di Bibel dan keterangan-keterangan serta penjelasan-penjelasan Bapak yang berdasarkan fakta objektif dan interesant itu bagi saya sudah beres dan saya menyerah.

A: Baiklah, lanjutkan.

B: Tetapi soal Trinitas itu masih terlukis saja dalam keyakinan saya. Sehingga belum dapat secara bulat (ikhlas) bagi saya untuk mengorbankan keyakinan saya begitu saja tanpa penjelasan-penjelasan yang cukup luas yang sungguh mengatasi keyakinan saya.

A: Jadi yang tiga oknum itu, Saudara masih mempercayai bahwa ketiga-tiganya itu adalah Tuhan semuanya?

B: Ya, begitulah, tetapi sudah mulai tipis.

A: Jadi Tuhan Bapak itu Tuhan?

B: Ya.

A: Tuhan Anak, Yesus, apakah Tuhan?

B: Ya.

A: Apakah Rohul Kudus juga Tuhan?

B: Ya, semuanya tiga tetapi tetap satu (tunggal), seperti telah saya terangkan tadi. Supaya lebih jelas, saya buatkan misal.

A: Baiklah, silahkan Saudara buatkan misal.

B: Bapak sekarang sedang menghisap rokok.

A: Ya, sekarang sedang merokok. Saudara-Saudara yang hadir melihat juga. Saya sekarang sedang merokok.

B: Rokok yang Bapak isap itu, terdiri dari tiga susunan ialah: batang rokoknya, apinya, dan merah api pada rokok.

A: Ya betul, teruskan.

B: Batang rokok, apinya dan merahnya itu menjadi satu juga walaupun terdiri daripada 3 susunan, akan tetapi pada hakekatnya satu juga, ialah rokok, ketiganya tidak dapat terpisah, melainkan berpadu menjadi satu (tunggal). Demikian juga halnya dengan Trinitas itu.

A: Misal atau perumpamaan yang Saudara berikan walaupun dianggap benar, tetapi tidak tepat.

B: Jadi bagaimana, saya minta dibantah kalau tidak tepat.

A: Saya tidak akan membantah, malah saya hargai pendapat Saudara itu. Saya hanya ingin bertanya mengenai perumpamaan yang Saudara kemukakan tadi. Tetapi pertanyaan saya ini, minta diberi jawaban yang tepat.

B: Baik, semoga saya bisa menjawabnya.

A: Tadi Saudara memberikan perumpamaan tentang rokok dalam hal persamaan dengan Trinitas.

B: Ya, betul begitu.

A: Saya ingin bertanya, dan saya sekarang sedang merokok. Apakah batang rokok ini, rokok-kah atau bukan?

B: Ya. Betul batang rokok.

A: Apakah apinya rokok ini, rokok-kah atau bukan?

B: Bukan.

A: Apakah merahnya api pada rokok ini rokok-kah atau bukan?

B: Bukan.

A: Nah, sekarang saya tanyakan lagi: Apakah Tuhan Bapak itu Tuhan atau Bukan?

B: Ya, betul Tuhan.

A: Apakah anak Tuhan (Yesus) itu Tuhankah (tuhan Bapak) atau bukan?

B: Bukan.

A: Apakah Rohul Kudus itu Tuhankah atau bukan?

B: Mestinya bukan juga.

A: Kalau Saudara mengatakan apinya rokok itu bukannya rokok dan merahnya rokok ini bukan rokoknya, maka jelaslah bahwa Yesus itu bukan Tuhan dan rohul kuduspun bukan Tuhan.

B: Ya,

A: Kecuali sekiranya Saudara ada menyebutkan: Apinya rokok ini adalah rokok, maka adalah Saudara berkata: Yesus itu adalah Tuhan dan Rohul Kudus itu pun Tuhan juga.

B: Ya, betul tepat sekali jawaban Bapak.

A: Sekarang bagaimana kepercayaan Saudara, apakah Yesus itu Tuhan atau bukan?

B: Bukan!

A: Apakah Rohul Kudus itu Tuhankah atau bukan?

B: Terang bukan Tuhan!

A: Kalau begitu masihkah Saudara berkeyakinan terhadap Trinitas?

B: Sudah Lenyap!

A: Kalau sudah lenyap, lantas bagaimana?

B: Ya, keyakinan saya sekarang, hanya ada SATU TUHAN.

A: Jadi Saudara mempercayai bahwa TUHAN TUNGGAL?

B: Seharusnya demikian; saya percaya bahwa Tuhan itu Tunggal, Tidak ada Tuhan yang lain lagi.

A: Yang dimaksudkan Tuhan oleh Saudara, apakah Tuhan Allah atau bagaimana?

B: Tentu saja Tuhan ALLAH.

A: Pada pertemuan yang lalu, Saudara telah mengaku kebenaran Nabi Muhammad SAW selaku utusan Allah.

B: Ya, saya tidak berdusta.

A: Kalau begitu Saudara telah mengakui bahwa: “Tidak ada Tuhan melainkan Allah, dan Muhammad adalah Utusan Allah”.

B: Betul, saya mulai saat ini masuk Islam, menjadi penganut agama Islam, dan termasuk ummatnya Nabi muhammad SAW.

HADIRIN DENGAN SUARA SERENTAK: Alhamdulillah, Alhamdulillah, Saudara Antonius sekarang menjadi Saudara kita.

A: Saudara yang hadir ikut menyaksikan sendiri, bahwa pada malam ini tanggal 18 Maret 1970 jam 10.15 menit malam, Saudara Antonius telah masuk Islam.

HADIRIN: Kami telah menyaksikan.

A: Saya minta Saudara Antonius membacakan “Kalimah Syahadah” saya bacakan dulu lalu Saudara diharap mengikutinya menyebutkan pengakuan.
“Asyhadu Anlaa ilaa ha Illallah Wa Asyhadu Anna Muhammadan Rasulullah” Tahukah Saudara artinya?

B: Ya, tetapi sebaiknya saya minta dituntun membacanya, pertama-tama Bapak, supaya tidak keliru. “Saya menyaksikan bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan melainkan Allah dan saya mengaku sesungguhnya Nabi Muhammad adalah Pesuruh Allah”.

A: Betulkah Saudara-Saudara yang hadir?

HADIRIN: Betul. Cukup, sudah sah Islamnya.

A: Marilah kita bersama-sama berdo’a dan memanjatkan syukur kehadirat Allah SWT dan diharap Saudara Antonius dan Saudara-Saudara yang hadir semuanya mengucapkan Amien.
Setelah doa dibacakan, saya harap saudara-saudara yang hadir berjabatan tangan dengan Saudara Antonius selaku Saudara kita yang baru. Apakah nama Saudara Antonius masih ada lanjutannya?

B: Nama saya yang sebenarnya “Antonius Widuri”.

A: Bolehkah saya tambah tanpa mengubah nama yang asal (aslinya)?

B: Ya, saya setuju.

A: Saya tetapkan nama Saudara sekarang “Antonius Muslim Widuri”. Jadi ditambah dengan kata Muslim.

B: Saya terima namanya menjadi namanya dan cocok buat saya.

A: Saudara-saudara yang hadir tentu sudah mendengar juga tambahan nama ini.

HADIRIN: Nama itu wajar dan cocok, bagus.

A: Bersediakah Saudara melakukan Shalat, Puasa, Zakat dan ajaran-ajaran Islam lainnya?

B: Selaku seorang Islam, saya wajib mentaati ajaran-ajaran Islam menurut kemampuan (kemampuan saya).

A: Terima kasih. Apakah Saudara ingin memberikan sekedar sambutan atau menyampaikan beberapa buah kata besok malam, karena ada kawan yang akan mengadakan sekedar selamatan?

B: Baiklah, saya penuhi besok malam.

SAMBUTAN PADA MALAM SELAMATAN SDR. ANTONIUS MUSLIM WIDURI.
Assalaamu’alaikum Wr. Wb.

Bapak Kyai Bahaudin Mudhary dan saudara-saudara yang kami muliakan, saudara-saudara yang telah ikut serta menyaksikan pertemuan (diskusi) antara Bapak Kyai Bahaudin Mudhary dengan kami, antara seorang Islam dan Kristen Roma Katolik yang telah berlangsung selama beberapa malam yang diakhiri masuknya saya dalam agama Islam, ajaran agama Allah SWT. Yang Maha Tunggal, menjadi penganut ajaran Nabi Muhammad SAW, maka dengan ini kami menyatakan syukur kehadirat Allah SWT dan terima kasih yang sebesar-besarnya kami haturkan kepada Bapak Kyai Bahaudin Mudhary yang memberikan waktunya selama beberapa malam, yang membawa manfaat kepada kita bersama.

Di samping itu kami harus mengakui pula, selama diskusi berlangsung dengan tertib dan lancar, kami merasa kagum atas keterangan-keterangan dan penjelasan-penjelasan dari Bapak Kyai Bahaudin Mudhary.

Kagum kami rasakan oleh karena beliau hafal di luar kepala tentang ayat-ayat Bibel dan logika yang digunakan oleh beliau adalah logika debat, jujur dan obyektif dan diikuti pula penjelasan-penjelasan ilmiah yang kesemuanya itu tak mungkin ditolak oleh akal dan jiwa yang sadar untuk membuktikan kesadaran lahir dan batin, mengetuk dan membuka jiwa kami dan akhirnya membawa keyakinan kami kepada agama Islam.

Saudara-saudara menyaksikan sendiri, bahwa kami menjadi pemeluk dan penganut agama Islam, adalah bukan karena paksaan, bukan karena pengaruh dari siapapun, bukan karena tekanan, bukan karena keadaan, bukan karena ada maksud yang lain dan bukan karena ajakan, diminta atau meminta, melainkan adalah dari hasil pertemuan, pertumbuhan dari hasil diskusi dengan tujuan mencari kebenaran dan keyakinan beragama.

Kebenaran dan keyakinan beragama yang kami miliki sekarang ini, adalah hasil dari penelitian dan penyelidikan serta pertimbangan-pertimbangan dari hasil diskusi yang menggunakan waktu tidak sedikit berlangsung beberapa malam lamanya. Dan disamping itu pula kami menggunakan kitab-kitab agama maupun kitab-kitab lainnya dan majalah-majalah yang senantiasa memuat artikel-artikel tentang agama Kristen, yang ikut membantu kami dalam meneliti ajaran ajaran agama Islam, bukan karena ikut-ikutan melainkan dengan penyelidikan, penelitian dan pertimbangan-pertimbangan dengan mempergunakan waktu yang tidak sedikit sebagaimana saudara-saudara telah menyaksikan sendiri. Malah bagi saudara-saudara yang mengikuti “diskusi” dari mulai sampai pada malam ini, saudara-saudara menyaksikan sendiri betapa gigihnya kami mempertahankan keyakinan kami selaku pemeluk agama Kristen Roma Katolik dalam pertemuan itu. Namun kegigihan kami itu lama-lama menjadi pudar setelah dikikis sedikit demi sedikit oleh Bapak Kyai Bahaudin Mudhary. Beliau hanya menggunakan Kitab Bibel untuk menghadapi sanggahan-sanggahan kami. Namun akhirnya kami sendiri yang menyerah. Tidak salah kalau beliau pernah menyinggung dengan ucapan “senjata makan tuan”. Kami akhiri sampai di sini saja dan selanjutnya kami mohon dengan hormat, sudi bapak-bapak dan saudara-saudara memberikan bimbingan kepada kami yang masih hijau dalam ajaran-ajaran Islam.

Dengan bimbingan bapak-bapak dan saudara-saudara itu pasti akan membawa kami menjadi pemeluk agama Islam yang setia, taat, taqwa sehingga kelak dihadapkan Alloh SWT.

Sekali lagi kami menghaturkan terima kasih.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

SAMBUTAN KH. BAHAUDIN MUDHARY
Assalaamu’alaikum Wr. Wb. saudara-saudara,

Kami bersyukur kehadirat Alloh SWT. diikuti panjatan do’a semoga Saudara Antonius Muslim Widuri selaku pemeluk Islam menambah ilmu pengetahuan tentang keislaman sehingga dapat juga ikut serta melakukan da’wah Islamiyah di kemudian hari.

Kami menyatakan terima kasih kepada:

Saudara Markan dengan keikhlasannya mendampingi Saudara Antonius Muslim Widuri memberikan penjelasan-penjelasan selam diskusi berlangsung. Dan disamping itu, Saudara Markan dengan foto tustelnya telah mengabadikan diskusi ini selaku kenang-kenangan.
Saudara Abd. Latif, Stenograf berijazah, yang telah mencatat, membuat weslag, naskah, sejak dari mula pertama kali hingga diskusi ini berakhir.
Saudara Suroto yang memberikan bantuannya berupa tape recorder.
Saudara-saudara pengurus Yayasan Pesantren Sumenep dan saudara-saudara yang telah menyaksikan walaupun diskusi ini sengaja kami tidak dengan undangan malah oleh kami direncanakan dengan cara bersembunyi (tertutup), hanya pertemuan biasa pribadi dengan pribadi saja, akan tetapi oleh karena saudara-saudara mungkin mendengar selentingan kabar lalu ingin menyaksikan.
Syukur diskusi ini berlangsung dengan lancar dan tertib, disebabkan bantuan saudara-saudara.
Saudara A. Zainudin dengan ikhlas telah menyediakan tempat dan sekedar penawar haus.
Saudara A. Rofiq dan Saudara Muhd. Nawir Rasyidi dengan ikhlas pula telah menyediakan santapan sekedar selamatan. Semoga amal-amal Saudara yang kami sebutkan, dikaruniai ganti lipat ganda dari Alloh SWT. Amin.
Saudara-saudara, perasaan kami sulit dilukiskan dengan kata-kata, namun perasaan itu tetap tingal di dalam badan rasa (gevoelslichaam) tak mungkin lenyap dan dilenyapkan.

Saudara-saudara, merubah kepercayaan, merubah keyakinan hidup seseorang bukan pekerjaan enteng. Akan tetapi bukan pekerjaan mustahil untuk diusahakan. Karena yang mustahil itu tidak mesti mustahil untuk mencapai hasil yang diinginkan. Akan tetapi usaha semacam itu membutuhkan tidak sedikit ketabahan dan kesabaran, tidak sedikit energi, tidak sedikit pengorbanan.perasaan dan waktu. Sebab usaha dalam hal itu Alloh melarang paksaan, namun Alloh SWT. selalu menganugerahkan karunia dan petunjukNya atas hamba yang dikehendakiNya.

Selanjutnya kita harus selalu menyadari untuk memupuk toleransi agama. Kita tidak mempersoalkan “mayoritas” atau “minoritas” di bidang agama, melainkan peranan kita ialah di bidang “dakwah” dengan segala macam corak dan bentuk yang dibenarkan oleh hukum yang berlaku.

Setiap individu masyarakat, bangsa yang memperuncing perbedaan agama dalam lingkungan maupun di dalam negara, akan senantiasa mengalami kesulitan di dalam seluruh bangsa itu sendiri.

Dulu pemerintah kolonial Belanda sangat meperhatikan toleransi, sehingga ke daerah yang kuat keislamannya, pemerintah kolonial tidak memberikan izin masuk agama Kristen baik Katolik maupun Protestan, padahal Ratu Belanda adalah Protestan dan Pemerintah Belanda kerap kali dipegang oleh orang Katolik. Presiden Soeharto (ketika masih menjabat Presiden) dalam pidato kenegaraan pada tgl 17 Agustus 1967 antara lain beliau berkata: “Bangsa Indonesia sungguh-sungguh merasa bahagia, bahwa kita mempunyai tradisi yang baik mengenai toleransi agama ini”. Semoga dicukupkan sekedar sambutan kami ini.

Wasssalaamu’alaikum. Wr. Wb.

SURAT PENGAKUAN
Kami pembuat surat pengakuan ini,

Bernama: Antonius Widuri
Kelahiran: Yogja
Umur: 30 tahun (1970)
Agama: Kristen

Sejak tanggal 9 Maret 1970 sampai dengan 18 Maret 1970 (selama waktu 9 malam) terus-menerus, atas kemauan sendiri kami telah bersoal-jawab (berdiskusi) dengan Bapak Kyai Bahaudin Mudhary, guru pesantren di Sumenep (Madura), maka dengan ini kami menyatakan dengan ikhlas, mulai tanggal 18 Maret 1970, kami telah berpindah agama dari penganut agama Kristen Roma Katolik menjadi penganut agama Islam dengan mengucapkan kalimat Syahadat:

“Asyhadu Alla Ilaaha Illallahu, Wa Asyhadu Anna Muhammadar Rasulullah” (Saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan melainkan Alloh, dan saya mengakui bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Alloh).

Pengakuan, dan kepindahan kami dari penganut agama Kristen Roma Katolik menjadi pemeluk agama Islam kami nyatakan sebenarmya dengan rasa penuh keikhlasan dan kesadaran lahir batin, tanpa ada paksaan maupun pengaruh dari siapa pun, melainkan dari hasil penelitian dan pertimbangan yang menimbulkan keikhlasan, setelah bersoal-jawab yang cukup memuaskan, di samping menelaah buku-buku agama Islam dan majalah Islam. Semoga Alloh SWT. memberikan taufik dan petunjuknya atas kami dalam mengamalkan perintah-perintah dan ajaran-ajaran agama Islam.

Sumenep, tgl 18 Maret 1970

Yang meng-Islam-kan Kami yang membuat pengakuan

( Kyai Bahaudin Mudhary ) ( Antonius Muslim Widuri )

Saksi: 1. A. Marzuki 2. Muh. Nawir Rasyidi 3. Abd. Latif 4. M. Ahya 5. Muh. Hatta 6. M. Markan 7. R.H. Abd. Azis 8. A. Zainuddin.

PERJALANAN ROHANI ANTONIUS MUSLIM WIDURI
Sebagaimana yang dia tuturkan pada Editor (waktu tidak disebutkan dalam buku)
Setelah kesaksianku bahwa tiada Tuhan yang haq disembah selain Alloh, dan Muhammad adalah RasulNya, kesan yang teramat dalam menyapa rohaniku. Saya semakin yakin akan kebenaran Islam. Semakin pasrah tiada tugas yang dapat terselesaikan selain atas ridhoNya jua.

Sebelum menjadi muslim, saya sering dihantui perasaan ragu, kurang puas dan bimbang, sehingga membuatku mengambang dan kecewa. Tak ada target yang terarah apalagi kokoh. Ibarat orang mandi yang tidak merata airnya, hingga tidak mendapatkan kesegaran.

Siraman rohani keislaman menjadikan saya dan keluarga benar-benar merasakan kenikmatan dan kemantapan hidup. Segala persoalan dan ganjalan kehidupan yang dulunya tidak teratasi, seakan lenyap dan mudah, lantaran mendapat ridho Alloh SWT. Saya selalu teringat pesan Bapak Kyai Bahaudin (Alm.) yang menganjurkan padaku untuk terus meningkatkan ilmu keislaman sekaligus berdakwah dengannya, agar amal-amalku senantiasa meningkat pula. Beliau nasihatkan itu kepadaku dengan penuh kasih sayang hingga membuatku begitu terharu dan merasakan kehangatannya, seakan saya sebagai anaknya. Oleh karena itu, betapa saya merasa sangat kehilangan sepeninggal beliau. Rasanya tidak ada lagi tempat untuk bertanya, yang mampu memberikan jawaban yang teduh dan pas.

Ada banyak nasehat dan pesan-pesan yang disampaikan oleh Bapak Kyai Bahaudin kepadaku yang hingga kini masih terngiang-ngiang di telingaku. Akan tetapi ada satu pesan dari Kyai Bahaudin yang hingga kini masih saya amalkan yaitu sholat tahajjud di malam hari. Setelah saya benar-benar istiqomah (selalu) denganNya, rasanya amaliah yang satu ini tumbuh menjadi kebutuhan yang tak dapat ditunda. Alhasil, semua itu ikut membekali ketenangan dan kedamaian hidup saya.

Sungguh kedamaian itu saya terima dan saya nikmati sebagai karunia yang begitu agung dalam kehidupanku. Tanpa terasa, kiranya saya telah membuktikan janji Alloh dalam firmanNya: “Dan pada sebagian malam hari, bersembahyang tahajjudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.” (QS, Al-Isra:79)

Semakin dalam agama Islam saya masuki, semakin meyakinkan padaku bahwa Islam agama yang maha sempurna, tidak satu pun agama lain yang memiliki hal serupa. Contoh kecil, dengan hadirnya doa-doa dalam detik-detik kehidupan, sesederhana apa pun, semua dibahas dan diajarkan. Dari doa berkumpul (suami istri), saat bangun tidur, hingga pada setiap aktifitas kerja lainnya.

Akhirnya, saya sikapi hidup ini dengan ikhlas dan berpasrah dengan ridhoNya. Tugas sehari-hari kami di kantor yang cukup melelahkan pun bisa terselesaikan dengan sukses dan memuaskan.

Sungguh, saya telah mencermati Islam dan merasakan adanya perpautan kental antara akal dengan kedalaman rasa di hati, perpaduan usaha dengan takdir dan keserasian antara fikir dengan zikir. Alhamdulillah.

MOHD HEILMEY BIN JANUDIN
(KinG_7petala@yahoo.com)

PORNOGRAFI

Misionaris Kristen sangat gemar mengulang ayat beri-kut dari tulisan Paulus. Karya Paulus paling banyak diban-ding semua penulis Injil lainnya. Paulus menulis lebih dari 50% kitab dan surat-surat Perjanjian Baru. Tepatnya 14 dari 17! Dalam wahyu yang diakuinya sendiri dia berkata,

“Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalah-an, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.” (Injil – 2 Timotius 3: 16-17).

Karena ayat 16 yang sedang didiskusikan ini diguna-kan dengan luas oleh para misionaris Kristen untuk membuk-tikan kebenaran Injil secara keseluruhan, kita akan menggu-nakannya sebagai sebuah uji kasus.

Ayat tersebut secara tidak langsung menyatakan bah-wa jika setiap tulisan berasal dari Tuhan, dia akan beimanfaat untuk:
1. Doktrin: Pengajaran
2. Teguran: Untuk menghukum, memarahi, untuk menun-jukkan kepada umat apa yang salah dalam hidup mereka.
3. Koreksi: Berguna untuk memperbaiki kesalahan.
4. Instruksi kepada kebenaran: untuk melatih dan mengajar-kan kita bagaimana hidup secara benar.

Menurut saya, empat judul katagori Firman Tuhan di atas adalah sangat beralasan. Saya telah menanyakan umat Kristen apakah mereka dapat menemukan judul kelima un-tuk katagori Firman Tuhan, dan berdasarkan pengalaman tidak pernah saya peroleh judul yang sesuai. Kita akan biar-kan seperti itu. Sekarang marilah kita kembali ke pasal 38 dari kitab kejadian yang terkenal itu untuk menganalisanya. Sangat penting untuk membaca dengan teliti keseluruhan pasal tersebut sehingga tidak seorang Misionaris pun pernah dapat menuduh Anda membaca Injil di luar konteks.

Apakah konteksnya? Lima ayat yang pertama berbica-ra tentang Yehuda dan tiga orang saudara kandungnya. Ye-huda adalah ayah bangsa Yahudi yang darinya kita turunkan kata “Judea” dan “Judaism.” Juga Juda (bahasa Ibrani: Huda; juga bahasa Arab). Huda menjadi Hudi dan Yahudi, berarti bangsa Yahudi.

Yehuda mempunyai tiga anak laki-laki, yaitu Er, Onan dan Syela. Anak yang pertama menikah dengan seorang wanita yang bernama Tamar. Tetapi ayat tujuh menulis ke-matian Er yang terlalu cepat.

“Tetapi Er, anak sulung Yehuda itu, adalah jahat di ma-ta Tuhan, maka Tuhan membunuh dia.” (Injil – Keja-dian 38: 7)

Semua Referensi ini Berasal dari Kitab Suci Injil
l. Hubungan Seks Antara Ayah dan Dua Orang Anak Perempuannya: Malam-malam kedua anak perempuan Nabi Lot menggoda ayah mereka yang mabuk dan men-dapatkan anak darinya. (Injil – Kejadian 19: 30-36).

2. Anaklaki laki Berhubungan Dengan Ibunya: Ruben anak laki-laki tertua dari Yakub, pada saat ayahnya tidak ada, berhubungan seksual dengan istri ayahnya dan Israel (na-ma lain Yakub) mendengarnya. Adegan ini dilaporkan kepadanya, tetapi dia tidak memarahi atau memukul anaknya atas kelakuan tersebut. Tuhan juga tidak membe-rikan sebuah kata celaan pun kepadanya. (Injil-Kejadian 35: 22).

3. Yehuda Melakukan Perzinahan Dengan Menantu Perem-puannya: Dia dengan segera menjadi hamil dan memberi-kan anak haram yang kembar yang kemudian menjadi nenek moyang Yesus Kristus. Ini berarti Tuhan memberi penghargaan kepada Yehuda dan keturunannya. (Injil -Kejadian 38: 15-30).

4. Amnon, Salah Seorang Putra Nabi Daud Memperkosa Saudara Perempuannya: “Seorang anak laki-laki yang mulia dari seorang ayah yang mulia” berdasarkan Injil yang “Suci”, Amnon dengan sebuah tipu daya yang hebat memperkosa saudara perempuannya Tamar dan Tuhan tidak menghukum atau menegurnya. (Injil – 2 Samuel 13: 5-14)

5. Putra Daud Yang Lain Memperkosa Ibunya (10 kali berurutan). Absalom membentangkan sebuah kemah di atas Sotoh dan membaringkan 10 istri (gundik) ayahnya dan memperkosa mereka semuanya satu per satu, ‘di depan mata seluruh Bani Israel.’ (Injil – 2 Samuel 16: 21-23).

6. Yerusalem (Orang Yahudi) Pelacur Yang Tidak Pernah Puas Tidak bangsa Asyur, Babylonia atau Mesir pernah dapat memuaskan pelacur Yahudi tersebut. Pelacur-pelacur lain dibayar oleh klien mereka atas pelayanan yang diberikan tetapi pelacur ini membayar klien mereka agar dilayani. “Dia membentangkan kakinya untuk setiap orang yang lewat!” (Injil – Yehezkiel 16: 23-24).

7. Dua Orang Perempuan Bersaudara Berkompetisi Satu Sa-ma Lain Dalam Prostitusi. “Bagi kegemarannya terhadap kekasih-kekasihnya yang auratnya seperti aurat keledai dan emisinya seperti emisi kuda.” (Injil – Yehezkiel 23: 1-35)

Jika cuplikan kecil ini tidak rriemuaskan Anda, maka bukalah pasal-pasal dan ayat-yat Injil berikut ini di rumah. Jangan lupa untuk menandainya dengan warna merah agar mudah dijadikan referensi.
(a) “Dia memegang dan menciumnya ….
“Marilah kita memuaskan birahi hingga pagi hari, dan bersama-sama menikmati asmara. Karena suamiku tidak di rumah, ….” (Injil – Amsal 7: 7-22)

(b) Berkata wanita tersebut: “Rajaku sedang berbaring di dipannya…. ”
‘Kekasihku mempunyai penciuman dari Myrrh sewak-tu dia berbaring pada buah dadaku “. ( Injil – Kidung Agung 1: 12-13).

(c) Di atas ranjangku pada malam hari kucari jantung hatiku.
“… ketika saya menemuinya … Kupegang dan tak kule-paskan dia, sampai kubawa dia kerumah ibuku, ke ka-mar di mana aku lahir.” (Injil – Kidung Agung 3: 1-4)

(d) “Lihatlah, cantik engkau, manisku
bibirmu bagaikan seutas pita kirmizi .. ..
buah dadamu seperti anak rusa ….
Lingkar pahamu seperti permata ….
… Saya berkata, ‘Saya akan memanjat pohon palem …
Oh, buah dadamu seperti sekelompok anggur’. “(Injil – Kidung Agung 4: 1-7).

(e) “Dan Simson pergi ke Gaza, dilihatnya di sana seorang perempuan sundal (seorang Wanita Tuna Susila), dan dia menghampirinya (melakukan hubungan seksual dengan-nya). “(Injil – Hakim-hakim 16: 1).

Berdasarkan standar yang ditetapkan dalam 2 Timo-tius 3: 16 untuk menguji apakah tulisan tersebut berasal dari Tuhan, tanyakanlah teman misionaris kita: dalam judul apa ayat ini akan ditempatkan? Di bawah
1. Doktrin,
2. Teguran,.
3. Koreksi,
4. Instruksi kepada kebenaran(?).

Jika kita tidak dapat memasukkan cerita mesum ini di bawah 4 judul tersebut dalam sebuah kitab Tuhan, maka kita terpaksa membuat judul kelima. Judul kelima yang tepat ada-lah – Pornografi.

George Bernard Shaw, pemikir dan dramawan besar Inggris, sewaktu membaca Kitab Suci Injil dengan teliti me-ngatakan bahwa kitab tersebut adalah “Kitab yang paling berbahaya di bumi. Jaga kitab tersebut dalam keadaan ter-kunci: larang anak-anak Anda membacanya.”

Dan majalah The Plain Truth, sebuah terbitan “World Church of Tomorrow,” dalam salah satu artikelnya mengata-kan, “Banyak badan sensor akan memberi Injil rating X.”

Kepada Anda sekalian yang hendak mempelajari Injil secara mendalam, sangat direkomendasikan agar Anda me-nguasai bagian kedua dari buku ini, dengan judul Combat Kit yang merupakan senjata mematikan melawan para penginjil.

Pengenalan Sampul Depan
Jika Anda serius melakukan da’wah dan menantang usaha-usaha umat Kristen yang mengajak masuk seorang Muslim, maka dapatkan salinan “Combat Kit” dalam versi ukuran kantung, secara gratis.

Untuk memperoleh keuntungan maksimal dari salinan manual ini Anda membutuhkan sebuah Injil. Jangan tunda–tunda dapatkan segera dan lekatkan secara permanen salinan “Combat Kit” Anda di dalam bagian dalam sampul depan Injil tersebut dan ikuti instruksi pada halaman berikut.

MOHD HEILMEY BIN JANUDIN
(KinG_7petala@yhoo.com)

Semua yang saya kongsi dengan anda adalah dari sumber Ilmuan Islam yang banyak berjasa dan tak ternilai

(1) The Choice – Islam Kristian By Tuan Syeikh Ahmed Deedat (Afrika Selatan)

(2) Dialog Muslim – Kristen
KH. Bahaudin Mudhary – Antonius Widuri di Indonesia

http://www.geocities.com/thechoice_05/ahmad.htm
(Khas untuk rujukan anda dalam membuat penilaian)

Banyak yang saya kongsi di setiap pecahan tajuk dalam blog ni..saya mohon supaya anda baca semua dialog itu kemudian kaji dengan ketulusan anda.

Saya sendiri masih lagi belajar dan terus mengikuti perkembangan Ulama-Ulama kami (ISLAM) yang banyak membantu kepada masyarakat.

PERHATIAN : Saya bukan Ustaz saya hanya makmum atau lebih senang biasa ja.

Mohon anda baca setiap bahagian yang saya ketengahkan kerana ia adalah ilmu yang bermanfaat dari tuan-tuan guru bertaraf antarabangsa.

Daripada debat ga karuan mending masuk website ini saja biar lebih jelas :
http://www.pakdenono.com/kebohongan_kristen.htm

semua lengkap di sana

GBU

@Dear Dani (#330),

Dari pada membaca website ga karuan di PakDeNono, lebih baik baca dari situs ini saja yang jelas-jelas dari Alkitab.

Memang di sini belum lengkap dan tidak mungkin selengkap Alkitab. Tetapi untuk lebih jelasnya, lebih baik Anda membaca Alkitab. Bacalah dengan hati yang dituntun Roh Kudus, maka Anda akan mengerti yang kebenaran sejati yang tentu saja bertentangan dengan apa yg ditulis di situs PakDeNono.

GBU.

Dear mas dewo…
pengen nanya aja apa pendapat anda pada argumen MOHD HEILMEY BIN JANUDIN diatas..dan bagaimana tanggapan soal ayat ayat yang bertentangan itu dan tentang semuanya di diskusi itu…apakah benar ayat ayat itu benar terdapat dalam injil kitab suci orang katolik.terima kasih untuk waktunya

@dewo:
minta penjelasan apakah yang terdapat di http://www.pakdenono.com/kebohongan_kristen.htm, benar-benar ada di Bibel (injil, perjanjian lama dan baru)?

Bila benar, maka mengapakah Anda masih mengikuti yang keliru? Yang jelas-jelas tertulis dalam kitab Anda sendiri. Bila salah, berikan ayat-ayat yang benarnya (tentu bukan karangan Anda sendiri).

Sehingga Anda lebih berhati-hati dalam menuduh bahwa isi di situs tadi engga karu-karuan.

Atas konfirmasinya saya ucapkan terimakasih.

Assalamualaikum wbt..

Demi Allah swt sesungguhnya saya berkata benar.. selama setahun saya belajar mengkaji Bible melalui Kitab Bible Seventh Day Adventh (Al Kitab)

Saya berasal dari sandakan Sabah, Malaysia..sebelum ni saya bekerja di Universiti Malaysia Sabah, Malaysia dan berpeluang berdebat dengan orang Kristian atas dasar ilmu dan menjaga keseluruhan adab.

Saya bertanya kepada semua anda yang beragama Kristian! jika anda tulus cuba anda kaji sesi dialog Islam Kristian yang saya ketengahkan sebagai ujian anda!

Lagi anda berhak 100% mengetahui kebenaran..saya baca Bible bukan sehari dua..pun bukan atas dasar mencari kesalahan TAPI persoalannya menurut Injil anda

(1) Yesus tidak mati melainkan hidup

(2) Yesus bersaksi bahawa dia berada di rahim Bumi selama 3 hari 3 malam tapi anda berkata 1 hari 2 malam (Good Friday???)

(3) Yesus tidak mengaku Tuhan melainkan utusan Allah swt sahaja

(4) Yesus memiliki Roh Kudus, boleh menghidupkan orang mati, boleh menyembuhkan orang sakit Lepra (kusta) tapi menurut Bible anda Nabi Ilyas juga boleh menghidupkan orang mati sedangkan dia sudah mati dan juga menyembuhkan orang yang sakit Lepra (Kusta), dan terlalu ramai yang memiliki roh kudus sebelum Yesus.

(5) Yesus ajaib kerana tak berbapa dan merupakan anak sulung TAPI Israel, Efraim juga anak sulung Allah swt. Jadi mana satu anak sulung berapa ramai anak sulung???! Lagi Yesus tak berbapa MEMANG AJAIB tapi Nabi Adam tak beribubapa LAGI AJAIB DAN YANG PALING menghairankan MALKISEDIK tak beribubapa, tiada salasilah, tidak berawal dan tidak berakhir. macam mana tu???!!!!

(6) Jika Yesus adalah Tuhan mengapa dia juga memohon ampun?? Lagi jika dia TUHAN mengapa dia selaku TUHAN dibunuh oleh yang diciptanya??!!!

(7)Yesus tidak pernah mengaku TUHAN rujuk Kitab Perjanjian Baru anda Markus : Fasal 12 : 29

Allah swt mengikut PERSPEKTIF Islam adalah “Maha Suci Allah” dari apa-apa yang mereka persekutukan.

Rujuk Al-Quran : Surah Al-Ikhlash (144) : Ayat 1-4

“Katakanlah (Wahai Muhammad) : Dialah Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepadaNya segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada sesuatupun yang setara dengan Dia”

Mohon anda menilai dan membuat kajian mendalam terhadap Bible anda, disamping itu merujuklah pada para PADERI atau PENDETA yang berkaitan dengan Gereja anda..apa yang saya ketengahkan adalah serba sedikit dari banyak-banyak maklumat yang saya perolehi. Semoga memberi sedikt petunjuk kepada kita.

Wassalam.

Mohon perhatian anda apa yang saya ketengahkan itu bukan hanay khas kepada satu Bible.. tapi kesemuan VERSI-BIBLE yang ada dimuka Bumi ini.

Sayang sekali kita terlalu terhad untuk memiliki bermacam-macam versi. tapi gunakanlah apa yang ada sebagai rujukan anda.

PEMBETULAN, Keterangan Surah Al-Ikhlas adalah surah ke 112

Rujuk Al-Quran : Surah Al-Ikhlash (112) : Ayat 1-4

“Katakanlah (Wahai Muhammad) : Dialah Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepadaNya segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada sesuatupun yang setara dengan Dia”

SUDAH AKU BILANG DEWO ITU MEMAHAMI ALKITAB DENGAN PAHAM ALHALAJ…JADI GAK BISA DI MENGERTI DENGAN LOGIKA. SALALU BERPUTAR PUTAR PADAHAL SDH DI TULISNYA SENDIRI BERULANG ULANG…
LEBIH BAGUS DI BERI JULUKUAN SITI LEMAH ABANG…MANUNGGALING KAWULO GUSTI BAHWA MANUSIA PADA DASARNYA MENYATU DENGAN TUHAN…KALAU BEGITU JELASLAH SUDAH SIDEWO ITU ALHALAJ BAGI RUMAH TANGGANYA SENDIRI..HEHEHE…BIAR BIARIN ANAKNYA YANG MEWARISI DOSANYA AMIN……

Om Dewo kenapa koment 333 tak direspon? Ayo tunjukkan dunk klo kamu memang orang yang benar…

@Mohd,Chano & math
Apabila anda sekalian ingin memahami bagaimana iman kristen, alangkah baiknya membaca link berikut ini :

http://answering-islam.org/Bahasa/index.html

Penjelasan terhadap apa yang belum anda sekalian pahami setidaknya sudah ada disana, alangkah baiknya anda sekalian membaca arsip comment di blog sdr. dewo ini terlebih dahulu, baru bilamana masih ada yang perlu disampaikan disini, bisa dipaparkan disini.

Bukan saatnya bagi kita untuk membuang waktu sia-sia menjawab pertanyaan yang bersifat menghujat, bilamana anda sekalian ingin melampiaskan hal kesombongan, dan menghujat, rasanya anda sekalian tidak akan mendapatkan respon seperti yang anda harapkan dari kami.

Alangkah baiknya kita mulai membangun diri kita sendiri, kita mulai dari diri kita sendiri, dengan mencoba melakukan refleksi pada diri kita masing-masing apakah hari ini kita sudah melakukan suatu hal yang baik bagi kita dan bagi orang2 disekitar kita.

salam

Assalamualaikum dan salam sejahtera

Khas Buat Yoseph Henri,

(answering-islam) dah ketinggalan zaman, segala isu yang dibangkitkan dalam answering-islam langsung TIDAK BERILMU!
Tujuan UTAMA (answering-islam) adalah UNTUK MENGKAFIRKAN ORANG ISLAM.

UNTUK ORANG ISLAM jangan mudah terpengaruh, DALAM DUNIA ILMU YANG TERHANDAL ADALAH ISLAM KERANA ISLAM DATANG DARI ALLAH SWT YANG MAHA ESA.

Al-Quran TIADA KELEMAHAN tapi YANG LEMAH MANUSIA-MANUSIA yang mentafsir AL-QURAN sesuka HATI-HATINYA.

Apa KRISTIAN tak melihat macam mana DR. HIMAR AMOS yang HANYA MEMALUKAN DIRI SENDIRI.

HIMAR AMOS bukan PEMBELA KRISTIAN tapi MENAMBAH KEAIBAN KRISTIAN SENDIRI.

Buat orang Islam hati-hati dengan dakwah KRISTIAN mungkin MEREKA MENGGUNAKAN SERBU CARA untuk MENGKAFIRKAN KITA UMAT ISLAM

SEJUJURNYA lagi, KRISTIAN TIDAK PERNAH MENANG DEMI KEBENARAN sejak zaman Nabi Muhammad hingga hari ini, SEBAB ITU CARA terakhir KRISTIAN ANTARABANGSA memilih PERANG!

DEBAT ISLAM KRISTIAN yang BERTARAF DUNIA pun HANYA memalukan DUNIA KRISTIAN SENDIRI.

Rujuk Al-Quran : Surah Al-Ikhlash (112) : Ayat 1-4

“Katakanlah (Wahai Muhammad) : Dialah Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepadaNya segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada sesuatupun yang setara dengan Dia”

@Mohd
Alangkah baiknya anda menuliskan hal2 yang lebih bermanfaat daripada membuang waktu anda terbuang sia-sia disini tanpa bermakna apa-apa, dan tidak akan menerima respon apapun atas semua spam yang anda blok disini, sahabat saya pandora dan ferry serta yang lainnya yang seiman dengan anda rasanya kurang sependapat juga dengan cara-cara yang anda sampaikan, bilamana anda ingin mengumbar emosi, saya akan berikan link yang lebih sesuai dengan selera anda :

http://www.indonesia.faithfreedom.org/forum/index.php

salam

Salam buat henri Yoseph Henri

Komenter terakhir dari saya, Kalau sudah saudara se iman dengan saya (ISLAM) tidak dapat terima cara saya menerangkan Bible, itu SAYA BOLEH TERIMA tapi kalau saudara se Islam tidak boleh terima SEGALA KEBENARAN DAN HAKIKAT YANG TERDAPAT DALAM BIBLE itu saudara yang bermasalah.

Segala keterangan itu bukan buatan saya sendiri tapi berdasarkan DEBAT ANTARA BANGSA, kajian Bible menyeluruh dari para Ulama Islam.

Saya tidak hairan Islam Indonesia terlalu Liberal, saya tak kisah..buat saudara se Islam yang tidak sehaluan dengan cara saya tdk mengapa.

Buat DEWO and THE GANG sori banyak-banyak. Tentang link yang awak bagi untuk saya lihat dan baca saya akan simpan dan buat kajian. terima kasih Yoseph Henri.

Wassalam

Ada baiknya kisah ini kalian baca dengan seksama

Kisah Nyata Seorang Pemuda Arab Yang Menimba Ilmu Di Amerika (Read 6 times)

Kisah Nyata Seorang Pemuda Arab Yang Menimba Ilmu Di Amerika
« on: Today at 05:42:50 pm »

Subhanallah …

Kisah Nyata Seorang Pemuda Arab Yang Menimba Ilmu Di Amerika Rabu, 22
Februari 06

Ada seorang pemuda arab yang baru saja menyelesaikan bangku kuliahnya
di Amerika. Pemuda ini adalah salah seorang yang diberi nikmat oleh
Allah berupa pendidikan agama Islam bahkan ia mampu mendalaminya. Selain
belajar, ia juga seorang juru dakwah Islam. Ketika berada di Amerika, ia
berkenalan dengan salah seorang Nasrani. Hubungan mereka semakin akrab,
dengan harapan semoga Allah SWT memberinya hidayah masuk Islam.

Pada suatu hari mereka berdua berjalan-jalan di sebuah perkampungan di A
merika dan melintas di dekat sebuah gereja yang terdapat di kampung
tersebut. Temannya itu meminta agar ia turut masuk ke dalam gereja.
Semula ia berkeberatan. Namun karena ia terus mendesak akhirnya pemuda
itupun memenuhi permintaannya lalu ikut masuk ke dalam gereja dan duduk
di salah satu bangku dengan hening, sebagaimana kebiasaan mereka. Ketika

pendeta masuk, mereka serentak berdiri untuk memberikan penghor-matan
lantas kembali duduk. Di saat itu si pendeta agak terbelalak ketika melihat kepada para hadirin dan berkata, “Di tengah kita ada seorang muslim. Aku harap ia
keluar dari sini.” Pemuda arab itu tidak bergeming dari tempatnya.
Pendeta tersebut mengucapkan perkataan itu berkali-kali, namun ia tetap
tidak bergeming dari tempatnya. Hingga akhirnya pendeta itu berkata,
“Aku minta ia keluar dari sini dan aku menjamin keselamatannya.” Barulah
pemuda ini beranjak keluar. Di ambang pintu ia bertanya kepada sang pen-deta, “Bagaimana anda tahu bahwa saya seorang mus-lim.” Pendeta itu menjawab, “Dari tanda yang terdapat di wajahmu.” Kemudian ia beranjak hendak keluar. Namun sang pendeta ingin memanfaatkan keberadaan pemuda ini, yaitu dengan mengajukan beberapa pertanyaan, tujuannya untuk memojokkan pemuda
tersebut dan sekaligus mengokohkan markasnya. Pemuda muslim itupun
menerima tantangan debat tersebut.

Sang pendeta berkata, “Aku akan mengajukan kepada anda 22 pertanyaan dan
anda harus menja-wabnya dengan tepat.”
Si pemuda tersenyum dan berkata, “Silahkan!”

Sang pendeta pun mulai bertanya,

1 Sebutkan satu yang tiada duanya,

2 dua yang tiada tiganya,

3 tiga yang tiada empatnya,

4 empat yang tiada limanya,

5 lima yang tiada enamnya,

6 enam yang tiada tujuhnya,

7 tujuh yang tiada delapannya,

8 delapan yang tiada sembilannya,

9 sembilan yang tiada sepuluhnya,

10 sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh,

11 sebelas yang tiada dua belasnya,

12 dua belas yang tiada tiga belasnya,

13 tiga belas yang tiada em-pat belasnya.

14 Sebutkan sesuatu yang dapat bernafas namun tidak mempunyai ruh!

15 Apa yang dimaksud dengan kuburan berjalan membawa isinya?

16 Siapakah yang berdusta namun masuk ke dalam surga?

17 Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah namun Dia tidak menyu-kainya?

18 Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dengan tanpa ayah dan ibu!

19 Siapakah yan g tercipta dari api, siapakah yang diadzab dengan api
dan siapakah yang terpelihara dari api?

20 Siapakah yang tercipta dari batu, siapakah yg diadzab dengan batu dan
siapakah yang terpelihara dari batu?

21 Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap besar!

22 Pohon apakah yang mempu-nyai 12 ranting, setiap ranting mempunyai 30
daun, setiap daun
mempunyai 5 buah, 3 di bawah naungan dan dua di bawah sinaran matahari?”

Mendengar pertanyaan tersebut pemuda itu ter-senyum dengan
senyuman mengandung keyakinan kepada Allah. Setelah membaca basmalah ia
berkata,

Satu yang tiada duanya ialah Allah SWT.
* Dua yang tiada tiganya ialah malam dan siang. Allah SWT berfirman,
“Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tan-da (kebesaran kami).”
(Al-Isra’: 12).

* Tiga yang tiada empatnya adalah kekhilafan yang dilakukan Nabi Musa
ketika Khidir menenggelamkan sampan, membunuh seorang anak kecil dan
ketika me-negakkan kembali dinding yang hampir roboh.

* Empat yang tiada limanya adalah Taurat, Injil, Zabur dan al-Qur’an.

* Lima yang tiada enamnya ialah shalat lima waktu.

* Enam yang tiada tujuhnya ialah jumlah hari ke-tika Allah SWT
menciptakan makhluk.

* Tujuh yang tiada delapannya ialah langit yang tujuh lapis. Allah SWT
berfirman, “Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu
sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Rabb Yang Maha Pemurah sesuatu
yang tidak seimbang.” (Al-Mulk: 3).

* Delapan yang tiada sembilannya ialah malaikat pemikul Arsy ar-Rahman.
Allah SWT berfirman,”Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru
langit. Dan pada hari itu delapan orang malaikat men-junjung ‘Arsy
Rabbmu di atas(kepala) mereka.” (Al-Haqah: 17).

* Sembilan yang tiada sepuluhnya adalah mu’jizat yang diberikan kepada
Nabi Musa : tongkat, tangan yang bercahaya, angin topan, musim paceklik,

katak, darah, kutu dan belalang dan *

* Sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh ialah ke-baikan. Allah SWT
berfirman, “Barangsiapa yang berbuat kebaikan maka untuknya sepuluh kali

lipat.” (Al-An’am: 160).

* Sebelas yang tiada dua belasnya ialah jumlah saudara-saudara Yusuf .

* Dua belas yang tiada tiga belasnya ialah mu’jizat Nabi Musa yang
terdapat dalam firman Allah, “Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air
untuk kaumnya, lalu Kami berfirman, ‘Pukullah batu itu dengan
tongkatmu.’ Lalu memancarlah daripadanya dua belas mata air.”
(Al-Baqarah: 60).

* Tiga belas yang tiada empat belasnya ialah jumlah saudara Yusuf
ditambah dengan ayah dan ibunya.

* Adapun sesuatu yang bernafas namun tidak mempunyai ruh adalah waktu
Shubuh. Allah SWT ber-firman, “Dan waktu subuh apabila fajarnya mulai
menying-sing.” (At-Takwir: 18).

* Kuburan yang membawa isinya adalah ikan yang menelan Nabi Yunus AS.

* Mereka yang berdusta namun masuk ke dalam surga adalah saudara-saudara

Yusuf , yakni ketika mereka berkata kepada ayahnya,
“Wahai ayah kami, sesungguhnya kami pergi berlomba-lomba dan kami
tinggalkan Yusuf di dekat barang-barang kami, lalu dia dimakan
serigala.” Setelah kedustaan terungkap, Yusuf berkata kepada mereka,”
tak ada cercaaan ter-hadap kalian.” Dan ayah mereka Ya’qub berkata, “Aku

akan memohonkan ampun bagimu kepada Rabbku. Sesungguhnya Dia-lah Yang
Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

* Sesuatu yang diciptakan Allah namun tidak Dia sukai adalah suara
keledai. Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya sejelek-jelek suara adalah
suara kele-dai.” (Luqman: 19).

* Ma khluk yang diciptakan Allah tanpa bapak dan ibu adalah Nabi Adam,
malaikat, unta Nabi Shalih dan kambing Nabi Ibrahim.

* Makhluk yang diciptakan dari api adalah Iblis, yang diadzab dengan api

ialah Abu Jahal dan yang terpelihara dari api adalah Nabi Ibrahim. Allah

SWT berfirman, “Wahai api dinginlah dan selamatkan Ibrahim.”
(Al-Anbiya’: 69).

* Makhluk yang terbuat dari batu adalah unta Nabi Shalih, yang diadzab
dengan batu adalah tentara bergajah dan yang terpelihara dari batu
adalah Ash-habul Kahfi (penghuni gua).

* Sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap perkara besar adalah tipu
daya wanita, sebagaimana firman Allah SWT, “Sesungguhnya tipu daya kaum
wanita itu sangatlah besar.” (Yusuf: 28).

* Adapun pohon yang memiliki 12 ranting setiap ranting mempunyai 30
daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah teduhan dan dua di bawah
sinaran matahari maknanya: Pohon adalah tahun, ranting adalah bulan,
daun adalah hari dan buahnya adalah shalat yang lima waktu, tiga
dikerjakan di malam hari dan dua di siang hari.

Pendeta dan para hadirin merasa takjub mende-ngar jawaban pemuda muslim
tersebut. Kemudian ia pamit dan beranjak hendak pergi. Namun ia
mengurungkan niatnya dan meminta kepada pendeta agar menjawab satu
pertanyaan saja. Permintaan ini disetujui oleh sang pendeta. Pemuda ini
berkata, “Apakah kunci surga itu?”
Mendengar pertanyaan itu lidah sang pendeta menjadi kelu, hatinya
diselimuti keraguan dan rona wajahnya pun berubah. Ia berusaha
menyem-bunyikan kekhawatirannya, namun hasilnya nihil. Orang-orang yang
hadir di gereja itu terus mendesaknya agar menjawab pertanyaan tersebut,

namun ia berusaha mengelak.

Mereka berkata,
“Anda telah melontarkan 22 pertanyaan kepadanya dan semuany a ia jawab,
sementara ia hanya memberimu satu pertanyaan namun anda tidak mampu
menjawabnya!”

Pendeta tersebut berkata,
“Sungguh aku mengetahui jawaban dari pertanyaan tersebut, namun aku
takut kalian marah.
” Mereka menjawab, “Kami akan jamin keselamatan anda.”

Sang pendeta pun berkata,
“Jawabannya ialah: Asyhadu an La Ilaha Illallah wa anna Muhammadar
Rasulullah.”

Lantas sang pendeta dan orang-orang yang hadir di gereja itu memeluk
agama Islam. Sungguh Allah telah menganugrahkan kebaikan dan menjaga
mereka dengan Islam melalui tangan seorang pemuda muslim yang
bertakwa.**

* Penulis tidak menyebutkan yang kesembilan (pent.)
* Kisah nyata ini diambil dari Mausu’ah al-Qishash al-Waqi’ah melalui
internet, http://www.gesah.net/

gimana nihh tanggapan bung dewo mengenai cerita ini.
kasih komentar dong om dewo….

dear ivan :
saya salut sama kamu, sungguh amat sulit menemukan orang yang berkeyakinan sama dengan kamu mempunyai pandangan seperti itu.

Ini kesaksian saya bulan Juni 2007 buat semua :
Ini sunnguh nyata tentang seorang kawan kecil :
Saya bukanlah apa-apa, saya hanyalah anggota jemaat biasa sebuah Gereja kecil di Bekasi Timur, saya bukan pendukung/pengikut Selvin dan ibunya tapi saya adalah pengikut Yesus

Saya telah kembali dari desa Meko (12-16 Juni 07), desa yg sejuk dipinggiran danau Poso sungguh sebuah pemandangan yang indah dapat kita saksikan di Meko, jauh dari kebisingan kota dari Palu sekitar 340 km, sedangkan dari Makassar sekitar 700 km (sekiranya Tuhan menghendaki saya akan kembali ke sana) karena didorong oleh keinginan untuk mengalami dan menyaksikan lawatan Allah maka semua kendala yang ada kami kesampingkan, jarak dari Jakarta ke Makassar melewati jalan darat menuju Meko ataupun masalah biaya, itu tidak menjadi kalkulasi yang utama, itu sama sekali tidak boleh dihitung-hitung.
Sungguh luar biasa, menyaksikan apa yang pernah kami baca dalam Alkitab dapat kami saksikan di Meko melaui seorang anak kecil ; ”Yang buta bisa melihat, yang lumpuh bisa berjalan, dan banyak penyakit lain yang sudah disembuhkan”, sungguh sebuah perjalanan Rohani yang mengesankan, syukur itu terjadi pada jaman di mana saya ada.

Mengapa anak kecil yang dipilih ??
1. Sebagai orang Kristen, kita meyakini bahwa Allah itu transenden (diluar akal dan logika manusia) meski manusia itu sudah merasa ahli theologia sekalipun tidak akan pernah bisa menyelami apa maksud Tuhan secara keseluruhan ada bagian-bagian yang menjadi rahasia Tuhan, ingat Daud dipilih oleh Tuhan pada saat Daud masih sangat mudah, belum melalui proses apapun kecuali gembala pada hal yang dipimpin oleh Daud adalah umat pilihan Tuhan, kekuasaan dan kemauan Tuhan tidak dapat diganggu gugat oleh manusia manapun. Memang ada beberapa orang sebelum dipakai oleh Tuhan terlebih dahulu melalui proses tapi kan tidak semuanya harus berlaku sama, sekali lagi itu adalah otoritas Allah. Bukan seperti rumus karena A maka B, atau karena si A melalui proses maka si B juga harus demikian.
2. Anak kecil belum tahu apa-apa untuk dapat menyombongkan diri juga belum tahu komersil untuk sesuatu yang dicapainya, dan anak kecil adalah simbol kepolosan dan kesederhanaan sikap apa adanya ini sebenarnya tamparan buat orang yang terlalu merasa lebih rohani dari sesamanya (Pernah ada seorang pasien yang disembuhkan, hendak memberikan uang Rp 5 juta pada Selvin. Namun Selvin hanya mengambil Rp 1000 dan mengatakan, uang itu akan didermakannya untuk gereja di hari Minggu, Solusi SCTV 4 April 2007), di Meko tidak ada kantong persemahan yang dijalankan setiap kebaktian/sesion ibadah, yang ada hanya kerelaan untuk memberikan pada saat perpisahan Sabtu pagi.
3. Tuhan sering memperkenalkan Diri melalui hal-hal sederhana (1 Raja-Raja 19:11–13) bagaimana Tuhan menampakkan diri kepada Elia melalui angin sepoi-sepoi basa, bukan melalui Angin besar dan kuat, yang membelah gunung-gunung dan memecahkan bukit-bukit batu atau melalui gempa atau melalui api. Tuhan juga menyapa kita melalui wujud bayi Yesus dari keluarga yang sangat sederhana

Di Meko ada yang tidak sembuh bahkan ada yang meninggal ? …itu benar ; pada jaman Tuhan Yesus saja tidak setiap orang sakit yang berjumpa dengan Yesus serta merta disembuhkan bahkan pada jaman itu juga tetap ada yang meninggal, lalu apakah ini lantas akan merubah kepercayaan kita kepada Yesus?…. ingat Yesus datang tidak seperti yang diharapkan oleh orang Israel (gagah perkasa, pemberani dan mampu membebaskan mereka dari penjajahan bangsa Romawi pada masa itu) bahkan terakhir harus tergantung di kayu salib tanpa daya !!! lalu apakah ini juga harus membuat kita mundur ?

Mengapa Meko sebuah desa yang sederhana bukan istora atau hotel berbintang ??
Meko adalah bagian kecil dari kabupaten Poso desa yang sederhana di Meko juga pernah terjadi konflik horisontal antar umat beragama, yang ada di Meko Tuhan mengajarkan kepada manusia bagaimana saling berbagi, saling memaafkan dan saling menolong tanpa berpikir untung ruginya.
Lalu mengapa bukan di istora atau hotel berbintang? Supaya orang dari segala lapisan dapat merasakan jamahan dari Tuhan tersebut, saya juga mungkin akan kikuk semisal itu terjadi di hotel berbintang apa lagi orang-orang kampung yang sangat sederhana dengan sendal jepit penuh lumpur yang juga banyak datang ke sana, tempatnya sangat sederhana dari tenda-tenda plastik alas papan, kadang tercium bau pesing yg menyengat, semua orang dari berbagai lapisan berbaur jadi satu, hal yang tidak mungkin terlihat jika sekiranya itu terjadi ditempat yang mewah.

Berdoa menurut keyakinan masing-masing dan saya akan pimpin dalam doa Bapa Kami ? itu juga benar.
Ini sangat jelas!!! Manusia diberi kebebasan untuk memilih, karena di Meko tidak ada sistem doktrin bahwa orang harus jadi Kristen terlebih dahulu baru bisa disembuhkan, di Meko yang ditekankan adalah bagaimana meyakini adanya Tuhan, disisi lain saya yakin yang bekerja di Meko adalah Tuhan yang kita sembah dalam nama Yesus, setiap orang yang ke sana diperlihatkan bagaimana kuasa Tuhan yang kita sembah itu bekerja secara dasyat!!! Sungguh hanya dengan puji-pujian, orang dari keyakinan lain tetap diingatkan bahwa yang menyembuhkan mereka adalah Tuhan tinggal bagaimana manusia itu memahami Tuhan yang mana yang menyembuhkan mereka (meskipun itu dibahasakan sesuai dengan keyakinan mereka tetapi tetap ”hanya ada satu Tuhan”)
Terjemahan Alkitab sendiri untuk Tuhan menyesuaikan dengan bahasa lokal/setempat, disebut apa ”Yang Maha Kuasa / Yang Mulia” pada daerah tersebut, itu yang diikuti untuk terjemahan Tuhan, jadi sekali lagi tinggal manusianya memahami Tuhan yang mana yang telah menyembuhkannya dan Tuhan mana yang harus disembah, apakah Tuhan dari orang yang telah mendoakannya, ataukah Tuhan yang dia sapa lewat doanya sendiri.
(Bandingkan 2 Raja-raja 5 : 18 ; Dan kiranya TUHAN mengampuni hambamu ini dalam perkara yang berikut: Apabila tuanku masuk ke kuil Rimon untuk sujud menyembah di sana, dan aku menjadi pengapitnya, sehingga aku harus ikut sujud menyembah dalam kuil Rimon itu, kiranya TUHAN mengampuni hambamu ini dalam hal itu.”) disini juga jelas saat Naaman ikut sujud menyembah dalam kuil Rimon namun hatinya tetap kepada TUHAN, apa ini akan dilihat sebagai kemunafikan? Ataukah pembelotan? Yang pasti pada ayat 19 tertulis : Maka berkatalah Elisa kepadanya: “Pergilah dengan selamat!” Setelah Naaman berjalan tidak berapa jauh dari padanya.

Ingat sejak awal penciptaan alam di dalam taman Eden ; Tuhan menghadirkan pohon pengetahuan baik dan jahat, ini jelas kepada kita bahwa dari awal manusia diberikan kebebasan untuk memilih, tentunya memilih dengan segala konsekuensi, dan ini bukan berarti Allah membiarkan manusia untuk jatuh ke dalam dosa, itu kita yakini bersama.
Mungkin saja kalau di Meko diisi dengan banyak khotbah maka orang dari keyakinan lain akan merasa didoktrin bahkan mungkin ada yang akan mengatakan ”memanfaatkan kesempatan untuk kristenisasi” , ini kan fatal. Untuk kasus ini saya yakin Tuhan sudah berencana dari awal, tidak ada paksaan apapun untuk percaya dan mengikut Yesus.

Puji Tuhan peristiwa Meko membawa banyak perubahan drastis, banyak orang dengan sendirinya rajin ke Gereja pada hari minggu, banyak meninggalkan kebiasaan buruk, lebih dasyat lagi banyak orang yang kembali dari Meko menyerahkan diri untuk dibaptis, lalu apakah ini tidak akan anggap sebagai pekerjaan Roh Kudus? Tinggal bagaimana pihak Gereja me-”manage” hal ini sehingga orang tidak lagi menjadi kendor atau malah bahkan mundur.

Yang terakhir : di Meko hanyalah berdoa, baca firman dan menyanyi Lagu Rohani tanpa iringan musik sama sekali, ya hanya dengan tepuk tangan semuanya dengan penuh kesederhanaan. Orang tidak dipaksakan untuk mengucapkan ”bahasa roh”, basa yang sebenarnya tidak dimengerti oleh diri sendiri dan juga tidak dapat dimengerti oleh orang lain, yang ada bagaimana orang menangkap pesan yang disampaikan lewat pujian, doa dan pembacaan yang mereka dengar!!!

Untuk rekan yang hanya mendebat lewat internet dan email, saya mohon jangan mendebat dulu sebelum anda melihat langsung apa yang terjadi di Meko, kalau menurut anda itu aliran sesat ; katakan kepada orang yang hadir di Meko bahwa itu aliran sesat, biar mereka balik ke jalan yg menurut anda benar, karena sampai saat ini setiap minggu orang masih tetap datang ke Meko.

Artikel ini menarik sekali. Ini situsnya: http://religi.wordpress.com/2007/03/16/agama-langit-dan-agama-bumi/

AGAMA LANGIT DAN AGAMA BUMI

Ada berbagai cara menggolongkan agama-agama dunia. Ernst Trults seorang teolog Kristen menggolongkan agama-agama secara vertikal: pada lapisan paling bawah adalah agama-agama suku, pada lapisan kedua adalah agama hukum seperti agama Yahudi dan Islam; pada lapisan ketiga, paling atas adalah agama-agama pembebasan, yaitu Hindu, Buddha dan karena Ernst Trults adalah seorang Kristen, maka agama Kristen adalah puncak dari agama-agama pembebasan ini.

Ram Swarup, seorang intelektual Hindu dalam bukunya; “Hindu View of Christianity and Islam” menggolongkan agama menjadi agama-agama kenabian (Yahudi, Kristen dan Islam) dan agama-agama spiritualitas Yoga (Hindu dan Buddha) dan mengatakan bahwa agama-agama kenabian bersifat legal dan dogmatik dan dangkal secara spiritual, penuh klaim kebenaran dan yang membawa konflik sepanjang sejarah. Sebaliknya agama-agama Spiritualitas Yoga kaya dan dalam secara spiritualitas dan membawa kedamaian.

Ada yang menggolongkan agama-agama berdasarkan wilayah dimana agama-agama itu lahir, seperti agama Semitik atau rumpun Yahudi sekarang disebut juga Abrahamik (Yahudi, Kristen, dan Islam) dan agama-agama Timur (Hindu, Buddha, Jain, Sikh, Tao, Kong Hu Cu, Sinto).

Ada pula yang menggolongkan agama sebagai agama langit (Yahudi, Kristen, dan Islam) dan agama bumi (Hindu, Buddha, dll.) Penggolongan ini paling disukai oleh orang-orang Kristen dan Islam, karena secara implisit mengandung makna tinggi rendah, yang satu datang dari langit, agama wahyu, buatan Tuhan, yang lain lahir di bumi, buatan manusia. Penggolongan ini akan dibahas secara singkat di bawah ini.

Agama bumi dan agama langit.

Dr. H.M. Rasjidi, dalam bab Ketiga bukunya “Empat Kuliyah Agama Islam Untuk Perguruan tinggi” membagi agama-agama ke dalam dua kategori besar, yaitu agama-agama alamiah dan agama-agama samawi. Agama alamiah adalah agama budaya, agama buatan manusia. Yang termasuk dalam kelompok ini adalah agama Hindu dan Budha. Mengenai agama Hindu Rasjidi mengutip seorang teolog Kristen, Dr. Harun Hadiwiyono, Rektor Sekolah Tinggi Theologia “Duta Wacana” di Yogyakarta sebagai berikut:

“Sebenarnya agama Hindu itu bukan agama dalam arti yang biasa. Agama Hindu sebenarnya adalah satu bidang keagamaan dan kebudayaan, yang meliputi jaman sejak kira-kira 1500 S.M hingga jaman sekarang. Dalam perjalanannya sepanjang abad-abad itu, agama Hindu berkembang sambil berobah dan terbagi-bagi, sehingga agama ini memiliki ciri yang bermacam-macam, yang oleh penganutnya kadang-kadang diutamakan, tetapi kadang-kadang tidak diindahkan sama sekali. Berhubung karena itu maka Govinda Das mengatakan bahwa agama Hindu itu sesungguhnya adalah satu proses antropologis, yang hanya karena nasib baik yang ironis saja diberi nama agama.” 1)

Samawi artinya langit. Agama samawi adalah agama yang berasal dari Tuhan (yang duduk di kursinya di langit ketujuh, Sky god, kata Gore Vidal). Yang termasuk dalam kelompok ini adalah agama Yahudi, Kristen, dan Islam. Dalam bab Keempat dengan judul “Agama Islam adalah Agama Samawi Terakhir” Rasjidi dengan jelas menunjukkan atau menempatkan Islam sebagai puncak dari agama langit. Hal ini dapat dipahami karena Rasjidi bukan saja seorang guru besar tentang Islam, tetapi juga seorang Muslim yang saleh.

Bahkan dengan doktrin mansukh, pembatalan, para teolog dan ahli fikih Islam mengklaim, Qur’an sebagai wahyu terakhir telah membatalkan kitab-kitab suci agama-agama sebelumnya (Torah dan Injil).

Bila Tuhan yang diyakini oleh ketiga agama bersaudara ini adalah satu dan sama, pandangan para teolog Islam adalah logis. Tetapi disini timbul pertanyaan, apakah Tuhan menulis bukunya seperti seorang mahasiswa menulis thesis? Sedikit demi sedikit sesuai dengan informasi yang dikumpulkannya, melalui percobaan dan kesalahan, perbaikan, penambahan pengurangan, buku itu disusun dan disempurnakan secara perlahan-lahan?

Tetapi ketiga agama ini tidak memuja Tuhan yang satu dan sama. Masing-masing Tuhan ketiga agama ini memiliki asal-usul yang berbeda dan karakter yang berbeda. Yahweh berasal dan ajudan dewa perang, yang kemungkinan berasal dari suku Midian, dan dijadikan satu-satunya Tuhan orang Israel oleh Musa. Jesus salah seorang dari Trinitas, adalah seorang pembaharu agama Yahudi yang diangkat menjadi Tuhan oleh para pendiri Kristen awal. Allah adalah dewa hujan yang setelah digabung dengan dewa-dewa lain orang Arab dijadikan satu-satunya tuhan orang Islam oleh Muhammad. Jadi Yahweh, Trinitas dan Allah adalah tuhan-tuhan yang dibuat manusia. 2) (Lihat Karen Amstrong: A History of God).

Dan karakter dari masing-masing Tuhan itu sangat berbeda. Ketiganya memang Tuhan pencemburu, tetapi tingkat cemburu mereka berbeda. Yahweh adalah Tuhan pencemburu keras, gampang marah, dan suka menghukumi pengikutnya dengan kejam, tetapi juga suka ikut berperang bersama pengikutnya melawan orang-orang lain, seperti orang Mesir, Philistin dan Canaan. Jesus juga Tuhan pencemburu, tapi berpribadi lembut, ia memiliki banyak rasa kasih, tetapi juga mempunyai neraka yang kejam bagi orang-orang yang tidak percaya padanya. Allah lebih dekat karakternya dengan Yahweh, tetapi bila Yahweh tidak memiliki neraka yang kejam, Allah memilikinya. Di samping itu, bila Yahweh menganggap orang-orang Yahudi sebagai bangsa pilihannya, Allah menganggap orang-orang Yahudi adalah musuh yang paling dibencinya.

Jadi jelaslah di langit-langit suci agama-agama rumpun Yahudi ini terdapat lima oknum Tuhan yang berbeda-beda, yaitu Yahweh, Trinitas (Roh Kudus, Allah Bapa dan Tuhan Anak atau Jesus) dan Allah Islam. Masing-masing dengan ribuan malaikat dan jinnya.

Pengakuan terhadap Tuhan yang berbeda-beda tampaknya bisa menyelesaikan masalah soal pembatalan kitab-kitab atau agama-agama sebelumnya oleh agama-agama kemudian atau agama terakhir. Masing-masing Tuhan ini memang menurunkan wahyu yang berbeda, yang hanya berlaku bagi para pengikutnya saja. Satu ajaran atau satu kitab suci tidak perlu membatalkan kitab suci yang lain.

Tetapi disini timbul masalah lagi. Bagaimana kedudukan bagian-bagian dari Perjanjian Lama yang diterima atau diambil oleh Perjanjian Baru? Bagaimana kedudukan bagian-bagian Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru yang terdapat di dalam Al-Qur’an? Apakah bagian-bagian itu dipinjam dari Tuhan yang satu oleh Tuhan yang lain, yang ada belakangan? Atau persamaan itu hanya kebetulan? Ataukah para penulis kitab-kitab yang belakangan meminjamnya dari penulis kitab-kitab terdahulu?

Pembagian agama menjadi agama bumi dan agama langit, dari sudut pandang Hindu sebenarnya tidak menjadi masalah. Ini terkait dengan konsep ketuhanan dari masing-masing agama. Agama-agama Abrahamik atau Rumpun Yahudi (nama yang lebih tepat daripada “agama langit”) memandang Tuhan sebagai sosok berpribadi, seperti manusia, yang berdiam di langit (ke tujuh) duduk di atas kursinya, yang dipikul oleh para malaikat. Dari kursinya di langit itu Dia melakukan segala urusan, termasuk antara lain, tetapi tidak terbatas pada, mengatur terbit dan tenggelannya matahari, “menurunkan” wahyu dan lain sebagainya. Dari segi ini benarlah sebutan “agama langit” itu, karena ajarannya diturunkan oleh Tuhannya yang bermukim nun jauh di langit.

Dalam pandangan agama Hindu, Tuhan bersifat panteistik, yang melingkupi ciptaan (imanen) dan sekaligus di luar ciptaannya (transenden). Menurut pandangan Hindu Tuhan tidak saja lebih besar dari ciptaannya, tetapi juga dekat dengan ciptaannya. Kalau Tuhan hanya ada di satu tempat di langit ketujuh, berarti Ia ada di satu noktah kecil di dalam ciptaannya. Oleh karena itu Dia tidak Mahabesar. Agak mirip dengan pengertian ini, di dalam agama Hindu, dikenal ajaran tentang Avatara, yaitu Tuhan yang menjelma menjadi mahluk, yang lahir dan hidup di bumi – seperti Rama dan Krishna – menyampaikan ajarannya di bumi langsung kepada manusia tanpa perantara.

Dari segi ini, dikotomi agama langit dan agama bumi tidak ada masalah. Baru menjadi masalah ketika “truth claim” yang menyertai dikotomi ini. Bahwa agama langit lebih tinggi kedudukannya dari agama bumi; karena agama-agama langit sepenuhnya merupakan bikinan Tuhan, yang tentu saja lebih mulia, lebih benar dari agama-agama bumi yang hanya buatan manusia dan bahwa oleh karenanya kebenaran dan keselamatan hanya ada pada mereka. Sedangkan agama-agama lain di luar mereka adalah palsu dan sesat.

Pandangan “supremasis” ini membawa serta sikap “triumpalis”, yaitu bahwa agama-agama yang memonopoli kebenaran Tuhan ini harus menjadikan setiap orang sebagai pengikutnya, menjadikan agamanya satu-satunya agama bagi seluruh umat manusia, dengan cara apapun. Di masa lalu “cara apapun” itu berarti kekerasan, perang, penaklukkan, penjarahan, pemerkosaan dan perbudakan atas nama agama.

Masalah wahyu

Apakah wahyu? Wahyu adalah kata-kata Tuhan yang disampaikan kepada umat manusia melalui perantara yang disebut nabi, rasul, prophet. Bagaimana proses penyampaian itu? Bisa disampaikan secara langsung, Tuhan langsung berbicara kepada para perantara itu, atau satu perantara lain, seorang malaikat menyampaikan kepada para nabi; atau melalui inspirasi kepada para penulis kitab suci. Demikian pendapat para pengikut agama-agama rumpun Yahudi.

Benarkah kitab-kitab agama Yahudi, Kristen dan Islam, sepenuhnya merupakan wahyu Tuhan? Bila benar bahwa kitab-kitab ini sepenuhnya wahyu Tuhan, karena Tuhan Maha Tahu dan Maha Sempurna, maka kitab-kitab ini sepenuhnya sempurna bebas dari kesalahan sekecil apapun. Tetapi Studi kritis terhadap kitab-kitab suci agama-agama Abrahamik menemukan berbagai kesalahan, baik mengenai fakta yang diungkapkan, yang kemudian disebut ilmu pengetahun maupun tata bahasa. Berikut adalah beberapa contoh.

Pertama, kesalahan mengenai fakta.

Kitab-suci kitab-suci agama ini, menyatakan bumi ini datar seperti tikar, dan tidak stabil. Supaya bumi tidak goyang atau pergi ke sana kemari, Tuhan memasang tujuh gunung sebagai pasak. Kenyataannya bumi ini bulat seperti bola. Dan sekalipun ada banyak gunung, lebih dari tujuh, bumi tetap saja bergoyang, karena gempat.

Kedua, kontradiksi-kontradiksi.

Banyak terdapat kontradiksi-kontradiksi intra maupun antar kitab suci-kitab suci agama-agama ini. Satu contoh tentang anak Abraham yang dikorbankan sebagai bukti ketaatannya kepada Tuhan (Yahweh atau Allah). Bible mengatakan yang hendak dikorbankan adalah Isak, anak Abraham dengan Sarah, istrinya yang sesama Yahudi. Sedangkan Qur’an mengatakan bukan Isak, tetapi Ismail, anak Ibrahamin dengan Hagar, budak Ibrahim yang asal Mesir

Contoh lain. Bible menganggap Jesus sebagai Tuhan (Putra), sedangkan Al-Qur’an menganggap Jesus (Isa) hanya sebagai nabi, dan bukan pula nabi terakhir yang menyempurnakan wahyu Tuhan.

Ketiga, kesalahan struktur kalimat atau tata bahasa.

Di dalam kitab-kitab suci ini terdapat doa-doa, kisah-kisah, berita-berita tentang kegiatan Tuhan, mirip seperti berita surat kabar, yang ditulis oleh seseorang (wartawan) atas seseorang yang lain (dari obyek berita, dalam hal ini Tuhan). Lalu ada kalimat yang merujuk Tuhan sebagai “Aku, Kami, Dia, atau nama-namanya sendiri, seperti Allah, Yahweh, dll”. Mengapa Tuhan menunjukkan diriNya dengan Dia, kata ganti ketiga? Kata-kata atau kalimat-kalimat pejoratif seperti Maha Adil, Maha Bijaksana, Maha Mengetahui ini pastilah dibuat oleh manusia, sebab mustahil rasanya Tuhan memuji-muji dirinya sendiri.

Keempat, ajaran tentang kekerasan dan kebencian.

Di dalam kitab-suci kitab-suci agama-agama langit ini banyak terdapat ajaran-ajaran tentang kebencian terhadap komunitas lain, baik karena kebangsaan maupun keyakinan. Di dalam Perjanjian Lama terdapat kebencian terhadap orang Mesir, Philistin, Canaan dll. Di dalam Perjanjian Baru terdapat ajaran kebencian terhadap orang Yahudi dan Roma. Di dalam Al-Qur’an terdapat ayat-ayat kebencian terhadap orang-orang Yahudi, Kristen dan pemeluk agama-agama lain yang dicap kafir secara sepihak. Pertanyaan atas soal ini, betulkah Tuhan menurunkan wahyu kebencian terhadap sekelompok orang yang memujanya dengan cara berbeda-beda, yang mungkin sama baiknya atau bahkan lebih baik secara spiritual? Bukankah akhirnya ajaran-ajaran kebencian ini menjadi sumber kekerasan sepanjang massa?

Bagaimana mungkin Tuhan yang Maha Bijaksana, Maha Pengasih dan Penyayang menurunkan wahyu kebencian dan kekerasan semacam itu? Di dalam agama Hindu kebencian dan kekerasan adalah sifat-sifat para raksasa, asura dan daitya (demon, devil, atau syaitan).

Di samping hal-hal tersebut di atas, agama-agama rumpun Yahudi banyak meminjam dogma dari agama-agama lain, bahkan dari komunitas yang mereka sebut penyembah berhala atau kafir. Dogma utama mereka tentang eskatologi seperti hari kiamat, kebangkitan tubuh dan pengadilan terakhir dipinjam oleh agama Yahudi dari agama Zoroaster Persia, lalu diteruskan kepada agama Kristen dan Islam. Legenda tentang penciptaan Adam dipinjam dari leganda tentang penciptaan Promotheus dalam agama Yunani kuno. Bagaimana mungkin tuhan agama langit meminjam ajaran dari agama-agama atau tradisi buatan manusia?

Swami Dayananda Saraswati (1824-1883), pendiri Arya Samaj, sebuah gerakan pembaruan Hindu, dalam bukunya Satyarth Prakash (Cahaya Kebenaran) membahas Al Kitab dan AI-Qur’an masing-masing di dalam bab XI II dan XIV, dan sampai kepada kesimpulan yang negatif mengenai kedua kitab suci ini. Bahwa kedua kitab suci ini mengandung hal-hal yang patut dikutuk karena mengajarkan kekerasan, ketahyulan dan kesalahan. Ia meningkatkan penderitaan ras manusia dengan membuat manusia menjadi binatang buas, dan mengganggu kedamaian dunia dengan mempropagandakan perang dan dengan menanam bibit perselisihan.

Apa yang dilakukan oleh Swami Dayananda Saraswati adalah kounter kritik terhadap agama lain atas penghinaan terhadap Hindu yang dilakukan sejak berabad-abad sebelumnya oleh para teolog dan penyebar agama lainnya.

Kesimpulan.

Tidak ada kriteria yang disepakati bersama di dalam penggolongan agama-agama. Setiap orang membuat kriterianya sendiri secara semena-mena untuk tujuan meninggikan agamanya dan merendahkan agama orang lain. Hal ini sangat kentara di dalam agama-agama missi yang agresif seperti Kristen dan Islam dimana segala sesuatu dimaksudkan sebagai senjata psikologis bagi upaya-upaya konversi dan proselitasi mereka.

Di samping itu tidak ada saksi dan bukti untuk memverifikasi dan memfalsifikasi apakah isi suatu kitab suci betul-betul wahyu dari Tuhan atau bukan? Yang dapat dikaji secara obyektif adalah isi atau ajaran yang dikandung kitab suci-kitab suci itu apakah ia sesuai dengan dan mempromosikan nilai-nilai kemanusiaan, seperti cinta kasih, kesetiaan, ketabahan, rajin bekerja, kejujuran, kebaikan hati atau mengajarkan kebencian dan kekerasan?

Penggolongan agama-agama menjadi agama langit dan agama bumi, jelas menunjukkan sikap arogansi, sikap merendahkan pihak lain, dan bahkan sikap kebencian yang akhirnya menimbulkan kekerasan bagi pihak yang dipandangnya sesat, menjijikan dan tidak bernilai. Di lain pihak penggolongan ini menimbulkan rasa tersinggung, kemarahan, dan akhirnya kebencian. Bila kebencian bertemu kebencian, hasilnya adalah kekerasan.

Melihat berbagai cacat dari kitab suci-kitab suci mereka, khususnya ajarannya yang penuh kebencian dan kekerasan, maka isi kitab suci itu tidak datang dari Tuhan, tetapi dari manusia yang belum tercerahkan, apalagi Tuhan-Tuhan mereka adalah buatan manusia.

Berdasarkan hal-hal tersebut di atas disarankan agar dikotomi agama langit dan agama bumi ini tidak dipergunakan di dalam baik buku pelajaran, wacana keagamaan maupun ilmiah. Dianjurkan agar dipergunakan istilah yang lebih netral, yaitu agama Abrahamik dan agama Timur.

(Ngakan Putu Putra sebagaian bahan dari SATS ; “Semua Agama Tidak Sama” ).

Catatan kaki:
I). Prof . DR. H.M. Rasjidi : “Empat Kuliyah Agama Islam pada Perguruan Tinggi” penerbit Bulan Bintang, Jakarta, cetakan pertama, 1974. hal 10) H.M Rasjidi hal 53
2). Lihat Karen Amstrong : A History of God
3). Swami Dayananda Saraswati Satyarth Prakash (Light of Truth), hal 648.
4). Ibid hal 720.

I wonder, why my name was written in this box. So I would like to give you alittle comment:

Sepatutnya hal yang sedang anda perdebatkan ini dilakukan oleh para ahli bukan oleh orang-orang setengah ahli kalau tidak dikatakan orang yang belum memenuhi syarat untuk memperdebatkan masalah sang Khaliq.

Selanjutnya berhubung nama saya sudah tercatat secara otomatis, patut saya jelaskan beberapahal disini:

Yang pertama, Al Quran itu benar sebagai wahyu Allah yang membenarkan wahyu-wahyu sebelumnya (baca Zabur, Taurah dan Injil) Diturunkan Al Qur-an sebagai kitab terakhir diantaranya disebabkan semua kitab terakhir itu telah dirobah oleh manusia-manusia jahil. Jadi semua kitab tersebut tidak asli lagi. Justru itulah kalau kita masih menggunakan kitab yang telah banyak dicampuri dengan pikiran manusia yang dhaif senantiasa terjadi kontraversi ketika kita berdebat tentang Tuhan dan RasulNya.

Yang kedua, kalau ada pihak yang mengatakan bahwa ‘Isa itu tuhan, kenapa dia dapat disalip oleh manusia. Bukankah yang namanya Tuhan maha kuasa atas segala-sesuatu?

Yang ke tiga, kalau ada pihak yang mengatakan bahwa ‘Isa itu tuhan kenapa dia itu dilahirkan melalui seorang manusia (baca Maryam)

Yang ke empat, kalau ada pihak yang mengatakan bahwa ‘Isa itu tuhan kenapa beliau juga makan minum seperti makhluk lainnya? Allah berfirman: ” Qulhuallahu ahad. Allahussamad. Lamyalidwalamyulad walamyakullahu
kufuanahad” (Q.S, 112 : 1 – 4) Terjemahan bebasnya: ”Katakanlah (olehmu hai Muhammad) Allah itu satu. Allah tempat meminta. Tidak beranak dan tidak diperanakka. Dan tidak ada suatupun yang menyamainya”

Sebetulnya yang disalip itu bukan Nabi ‘Isa (al Masih) tapi salah seorang murid nabi ‘Isa yang munafiq atau hipokrit. Kisahnya ketika Nabi ‘Isa mengajarkan muridnya disuatu tempat tersembunyi, salah seorang murinya yang munafik itu memberikan info kepada penguasa zalim dimana tempat pengajaran yang tersembunyi tersebut. Ketika para tentara atau algojo penguasa zalim mengepung tempat tersebut, Nabi ‘Isa diselamatkan Allah kelangit, sementara simunafiq tadi dimiripkan Allah persis seperti wajah nabi ‘Isa. Ketika simunafiq itu ditangkap, dia berkata bahwa dia itu salah seorang murid Nabi ‘Isa yang menginfokan tempat ini kepada para tentara. Namun para algojo itu tidak percaya keterangan simunafiq itu disebabkan memang wajahnya sekarang persis wajah nabi ‘Isa. Lalu mereka menyalibnya dengan yakin. Justru itulah orang-orang yang berpegang teguh pada kitab yang telah dimensohkan Allah memuliakan salib sampai hari ini.

Adapun mengenai wafatnya al Masih tidak ada satu ayat Al Qur-anpun yang dapat digunakan sebagai argumentasi bahwa ‘Isa telah wafat sekarang, termasuk suah Ali Imran ayat 55 yang dikutip Sugiarto itu. Disitu Allah mengatakan bahwa ‘Isa itu akan wafat (baca dalam bentuk Future tense)

Sesungguhnya ‘Isa itu berada dalam keadaan ghaib Qubra sebagaimana keberadaan Imam Al Mahdi yang keberadaan nya tidak dipahami kecuali oleh pengikut Ahlulbyit Rasulullah Muhammad sendiri (baca Syi’ah Imamiah 12). Kedua makhluk yang mulia itu akan ditampilkan Allah kembali untuk memberikan jawaban kepada manusia terhadap persoalan yang rumit serta menjadi perselisihan diantara manusia sejak dulu sampai kini. Orang-orang yang berpegang teguh kepada kitab yang telah dipalsukan manusia (baca Injil) akan dipertanyakan I’sa ketika itu: “Kenapa kalian mempertuhan kan diriku? Sementara orang-orang yang tidak percaya kepada Rasulullah Muhammad bahwa beliau telah mengangkat penggantinya yakni Imam ‘Ali bin Abi Thalib as beserta 11 Imam lainya sebagai penerus keimamahannya akan dipertanyakan oleh Imam Mahdi kenapa mereka tidak percaya kepada Imam-imam yang telah diangkat Rasulullah? Bukankah Rasulullah Muhammad itu wakil Tuhan sebagaimana juga Ibrahim, Musa dan ‘Isa?

Kalau argumen orang yang terlanjur mengangap ‘Isa itu sebagai tuhan disebabkan beliau tidak mempunyai Ayah, kenapa mereka tidak pernah mempertanyakan ketika Allah menciptakan Adam dan Hawa tanpa ayah dan ibu? Bukankah Allah maha kuasa atas segala-galanya? Sesungguhnya hal yang demikian itu merupakan ujian Allah kepada manusia sebagai selektif buat penduduk Surga dan Neraka. Demikian juga halnya dengan keghaiban Imam Al Mahdi yang tidak mampu dipikir oleh orang-orang yang tidak berpegang teguh kepada Al Qur-an dan Hadist para Ahlulbaytnya yang murni, namun mereka terlanjur percaya orang-orang yang membuat kontraversi dengan Rasulullah sendiri sebagaimana sebahagian besar pengikut nabi Musa yang hampir saja membunuh nabi Harun sebagai wakilnya.

Saya kira cukup sekian dulu buat kali ini.

Billahi fi sabililhaq
hsndwsp
di
ujung dunia

@husaini daud

Terima kasih atas penjelasan anda mungkin akan banyak berguna bagi saudara saudara dari nasrani

sedikit tambahan mengena siapa yang disalib itu…..

menurut penjelasan anda yang di salib di tiang salib itu bukan ISA ALMASIH melainkan murid yang berhianat..itu benar sekali sebagai mana di jelaskan dalam ALQURAN bahwa orang yang di salib adalah orang yang di serupakan dengan ISA ALMASIH….

sedikit tambahan menganai peristiwa itu…

kita dapat melihat dalam peristiwa penyalipan…kira kira pukul 3 terdengar suara keras,,TUHAN TUHAN MENGAPA KAU TINGGALKAN AKU,,

coba pahami kata kata di atas apakah seorang ROSUL ALLAH pantas berkata demikian …ingat kata kata di atas berarti bahawa ISA ALMASIH tidak percaya bahwa TUHAN itu ada dan maha mengetahui..

apakah seorang ROSUL ALLAH berpikiran demikian…bila iya meskipun itu ROSUL pasTi kami akan meragukan akan keimanannya pada ALLAH karna tidak percaya adanya ALLAH,,,itu ber arti KAFIR…

bila anda umat kristen berpikir bahwa yang di salib itu ISA anda salah besar karena yang di salib itu tidak percaya kalau ALLAH bersamanya buktinya ia berkata itu…..

coba kita liat sisi lain sahabat nabi yang bernama BILAL di tangkab karna dia memeluk agama islam lalu di hukum dengan cara di siksa,di cambuk dan di ikat lalu di taruh di batu berhimpitan di padang pasir supaya dia mau kembali ke agama lama yaitu menyembah berhala..tapi apa kata bilal dengan badan lemas bibir pecah pecah dan badan penuh darah hanya berkata 1 yaiutu TUHAN ITU ESA..

bila sahabat nabi saja di siksa sampek mau mati tetab teguh dan percaya BAHWA TUHAN ITU ESA lalu bagai mana bisa seorang ISA ALMASIH yang sebagai ROSUL ALLAH karena di siksa lalu berkata TUHAN TUHAN MENGAPA KAU MENINGGALKAN AKU..apa itu mungkin..

kalau mungkin berarti ALLAH salah dalam memilih UTUSAN karena iman dan keyakinannya tidak teguh buktinya dengan berkata itu tadi..

berpikirlah dengan akal yang sehat…

saya heran dengan orang orang kriten yang menagnggab bahwa ISA ALMASIH adalah TUHAN…

kalau itu benar apakah anda selaku umat kristen yang taat dapat menyebutkan sifat sifat dari TUHANmu itu…….

terima kasih atas waktunya sebagai catatan BAHWA ISA ALMASIH DI LAHIRKAN DI DUNIA INI HANYA TUK SEBAGAI UTUSAN DAN PEMBAWA BERITA GEMBIRA….jangan di salah artikan gituuu doong.

@Sdrku Petir and Mohd,

Benar sekali, kalau manusia (termasuk saya) ingin memalsukan Kabar Baik (Injil/Alkitab), saya akan menulis sebagai berikut (sehingga orang banyak akan lebih percaya):
1. Yesus dapat mengalahkan orang-orang yang hendak menyalibnya
2. Yesus secara bijaksana mengalahkan musuh-musuhnya sehingga bertekuk lutut dihadapannya dan berkata: engkaulah Utusan Allah.
3. Yesus tidak akan pernah mengatakan “Allah ku mengapa engkau meninggalkan aku?
4. Yesus adalah orang yang baik, bijaksana dan penuh berkuasa.

Kenyataannya? Penulis Injil tidak menulis yang demikian karena telah menulis apa adanya, karena memang tidak ada niat untuk memalsukannya, selain untuk menyampaikan kabar baik.
Buat apa memalsukan? Tidak ada gunanya menuliskan segala kisah Yesus untuk keuntungan pribadi kalau kisahnya seperti yang ada pada Alkitab.

Mungkin bisa menjadi sedikit renungan.
May Allah be with you
Peace

Khas buat Saudara @Peace,

Bagus rasanya ulasan Saudara Peace ini, tapi mana satu anda akan imani didalam Bible anda?

Kenyataan di dalam Bible sentiasa bertentangan, cuba baca tentang hak perwarisan harta dalam Bible, mana satu anda mahu ikut?

Persoalannya TUHAN menurut BIBLE anda bengong, celaru, keliru, lemah dalam membuat pernyataan. Jadi bagaimana boleh di anggap TUHAN?

Anda yakin Bible tidak di rubah, cuba jelaskan pada saya isu 3 Hari 3 Malam Tanda Yesus sama seperti Tanda Yunus, tapi apa sudah jadi? bukan 3 hari 3 malam tapi sebenarnya cuma 1 hari 2 malam. Anda beriman dengan siapa sebenarnya?Yesus atau Penulis Gospel umumnya Bible sepenuhnya atau Paulus?

Bible tidak dirubah? jadi kenapa boleh ada maklumat kurang tepat! Lagi menurut Bible Tuhan dari keturunan Zina, patutkah begitu/ Baca keseluruhan kisah Tamar di dalam Bible, anda seorang Kristian sejati patut lebih tahu kisah dan susunan cerita.

Kalau saya yang bukan Islam tapi dapat memahami Bible dan dapat merasakan betapa peliknya Bible, persoalan saya sendiri mengapa orang Kristian begitu bangga dengan Bible sedangkan isunya tidak lebih seperti skrip sebuah Filem.

Jangan kata saya nak menghujat sebelum anda melihat betul-betul didalam Bible, lagi mohonlah Roh Kudus masuk dalam diri anda, sehingga anda dapat melihat Bible dengan mata hati dan bukan zahirnya sahaja.

Sebagai contoh, Nabi Yaakob (Israel) di dalam Bible mengalahkan Allah di dalam perkelahian mereka yang menyebabkan Allah malu kepada hambanya, ini apa?

Pernah dengar nama Jimmy Swaggart? setiap kali Jimmy Swaggart berdakwah untuk umat Kristian, dengan penuh bangganya beliau mengulas umat Kristian harus setia pada hubungan suami isteri, tapi apa sudah jadi! dan setiap kali juga dia melanggan Pelacur yang jelas-jelas terlarang. Mana lebih mulia hukum perkahwinan dalam Islam atau hukum perkahwinan dalam Kristian?

Perlukah saya ulas tentang sex untuk anda, ini bukan semata-mata hukum ketetapan Allah manusia boleh kahwin 4 tapi lihat pada diri manusia itu sendiri!

Berapa ramai manusia yang sudah beristeri tapi masih melanggan pelacur atau selain yang bukan Isteri? Islam ada penyelesaian tapi Kristian? saya mempunyai kawan Kristian yang ramai, tahu apa kesukaannya? dia suka berzina, adakah ini sifat mulia pada pandangan Saudara Peace?

Jika saudara Peace ingin berdiskusi dengan saya, saya cuba akan tunaikan hasrat itu dan kita mula dari Bible, kemudian kita akan diskusi tentang al-quran, sekadar level kita.

Peringatan untuk diri saya sendiri dan juga saudara supaya kita jalankan dengan cara yang baik, jangan asyik kata “hujat menghujat” itu ucapan orang “kehabisan modal”.

Soal hasilnya itu terpulang pada kita yang menilai, soal anda terus beriman kepada Bible itu hak anda, soal saya beriman dengan al-Quran itu juga hak saya.

Mohon jawapan anda.

Wassalam

@peace….

Bagaimana kalau saudara sebaiknya belajar lagi terus belajar lagi…sampai sdr temukan siapa yang bermula mula merencanakan menuhankan Yesus..?sedangkan TuhanNya(bappaNya) tidak berencana untuk mengangkat yesus sebagai anakanya..!

Alasan apa yang memeperkuat agar Yesus itu dijadiknan Anak daripada Yang telah menciptakannya..selain daripada ruhul kudus.Karena yang namanya ruh itu sebelum ditiupkan kepada calon manusia itu juga ruh Allah.Setelah simanusia itu lahir kedunia maka ruh itu berada didalam tubuh/jasad yang kelak tidak luput dari pada kotor/najis.
Jadi bedanya ruh kudus disaat belum me jadi manusia hidup dengan ruh kudus setelah hidup dialam dunia apa..?tenetunya ada bedanya dong..jelaskan.
Soal kitab suci yang tidak dipalsukan jelas adalah kitab suci yang berada didalam yesus dan terbawa mati olehnya…dan disaat itu apakah para saksi setelah wafat nya yesus langsung berinisiatif membukukannya ..ternyata tidak…sejarah pembukuannya( hanya kesaksian) baru mulai berinisiatif pada abad 3 masehi karena dunia menuntut sebuah tuntunan..jadi ma tak mau umat kristian harus memiliki literatur sebagai pegangannya.Nah terutama istilah injil itu sendiri ..sejak kapan inisiatif pembukuan itu mulai bergulir dan dibuktikan..bagaimana cara membuktikannya?
Apakah di hapalkan dahulu..?dicari cari nara sumbernya dahulu..? atau mencari bahan bahan sejarah hidup yang masih tersisa..?ataukah warisan dari pada sisa sisa rahip pendeta sadukiyun atau awaliyun…jadi siapa pelopor pertamanya…?ataukah kekuatan,keagungan,keotentikan injil hasil tangan tangan penulis itu sdh klop dengan apa yang telah diajarkan oleh yesus.
Apakah injil tersebut sdh tahan uji..?misalkan..adakah yesus mengatakan sembahlah aku kelak bila aku sudah wafatku..tiba..?atau tentang kelahiran yesus adakah hubungannya dengan kelhairan DEWA MATAHARI..dimana raja Romawi saat itu lebih dahulu memeluk agama katholik..sedangkan rakyatnya belum mau menerima ajaran katholik..hal ini karena rakyat romawi takut kehilangan tradisi pesta kelahiran DEWA MATAHARINYA..?
Sejak kapan juga injil mampu membuktikan bahwa yesus itu TUHAN…kalau bukan umat yang tersesat…maka injil tidak tahan uji.Seandainya injil mengajarkan ketuhanan ALLAH dan risalah ibadatnya,zuhudnya.tassawufnya,sunnahnya,hadistnya..dan banyak lagi inisiatif para sahabatnya..yang menjadi pedoman hidupnya..maka layaklah injil dikatakan kitab yang asli.

Sejarah hidupnya yesus ditahun dakwahnya sangat berbeda dengan setelah pengangkatanya sebagai Tuhan ataupun anak Tuhan.Jadi sangat jauh sekali massanya..hari natal sendiri baru dirayakan pada abad ke 5 ..sedangkan lahirnya yesus pada abad 1M ..riwayat hidup cuma 33 tahn..bagaimana selama 325 tahun…jumlah ayat dalam kitab injil dengan ayat yang masih didalam tubuh yesus ..ternyata berbeda..
Kristen mangimani bahwa kata kata allah adalah kata kata Yesus..jadi sebenarnya kata kata Alah itu lebih hebat dari pada kata kata yesus disaat yesus sedang tidak berdakwah..makan,tidur,bicara soal mamak kakek dll bahkan sdg jengkel kpd pohon kara..adakah Tuhan memiliki nafsu macam itu..?jadi isi kitab injil itu sanagatlah berbeda dengan injil yang saat itu masih berada dalam hati yesus yang belum sempat dikeluarkan..berhubung mausia manusia jahat sdh memaksakan Tuhannya menyelamatkannya dari fitnah.Nah beginilah cara menerangkan..soal hal hal sepele.sebelum melangkah yang lebih menjerumuskan..

Kemudian siapakah yang kelak bertanggung jawab terhadap agama ini..?anda mengimanai hirarki atau tidak..murid salah gurulah jadi ikut disalahjkan.guru salah maka dosennya ikut disalahkan.dosen salah juga rektornya disalahkan terus samapi kepada majelisnya akan ikut terseret dipersalahkan…kalau kesalahan sdh mencapai ketingkay majelis..atau konsili nezea…pada waktu itu..ya ..merekalah yang bertanggung jawab kepada yesus..apakah yesus membenarkan ajaran yang selama ini memang semacam sekarang ini..?
selamat mencari dan belajar bukankah ini maslah agamamu sendiri..bagiku islam ya itulah petunjuk kejujuranNYa.

Sdrku MHJ,
Thanks atas komentar anda.
Tentu saja pemeluk agama apapun dapat saja berbuat dosa, tergantung dari pribadinya. Tentang contoh yang anda berikan sulit digeneralisir. Seseorang berzinah tentu saja bukan anjuran agama (apapun). Bahkan dalam Alkitab ada ucapan Yesus, siapa yang melihat Wanita lain kemudan menginginkannya maka dia sudah berzinah.

Kewajiban umat Kristen dalam Injil secara manusiawi sangat-sangat tidak nyaman. Orang mana yang mau untuk tidak boleh membalas walaupun disakiti, harus mengasihi musuh, dikatakan lebih mudah unta masuk lubang jarum dibandingkan orang kaya masuk sorga. Tetapi itu kenyataan Ajaran Yesus dalam injil. Tentang orang tidak mau mengikutinya tidak dapat disalahkan ajarannya.

Disitulah juga yang menjadi alasan bagi saya bahwa Alkitab tidak dimanipulasi, karena orang akan memanipulasi pasti untuk alasan-alasan dapat menjadi justifikasi untuk punya harta, berkuasa dan lain-lain yang mungkin terlihat baik tetapi sebenarnya untuk kepentingan diri.

Demikian dulu, MHJ, nanti disambung lagi.
May Allah we with you.
Peace

@Peace

Salam Sejahtera Peace, saya senang cara anda. Itulah yang dikatakan budi bahasa.

Sepanjang saya baca komenter yang ada di dalam ni, ada beraneka ragam, penuh pembelaan, penghormatan, kemarahan, semuanya menyeronokkan saya. Disamping dapat menguatkan ingatan saya apa yang ada pada Bible, dan yang terutama menambah keimanan, keyakinan secara total pada Al-Quran.

Buat saudara apa yang anda ketengahkan tentang ajaran tidak bersalah itu 100% benar, cuma persoalannya adakah hukum itu tepat dan sesuai untuk seluruh umat agama masing-masing.

Saya tidak mahu membanding-banding sangat isu Islam Kristian, sebab saya orang Islam maka saya akan kata Islam itu ‘totally perfect’ dan itulah iman saya sehingga saya mati. Saya juga penuh dengan persoalan pada usia muda ni, seperti di dalm al-quran 1 hari 1000 tahun atau 1 hari 50,000 tahun (bukan bermaksud saya tidak akan mengimani al-quran), syukur semua ini tidak bercanggah selepas saya bertemu dengan beberapa ilmuan Islam dan kajian Barat terhadap alam semesta.

Saya melihat betapa susunan kejadian alam, biologi, matematik menunjukkan tamadun al-Quran mendahului zaman malahan mendahului para Saintis Moden abad ke 21 ini.

Walaupun saya cuma seorang makmum (umat biasa) sahaja dalam Islam, maksudnya aku bukan guru agama tapi saya amat peka pada setiap perkembangan ilmu, walaupun kadang payah, penat tapi berbaloi.

Soal isi Kitab Bible dirubah atau tidak, untuk pengetahuan saudara Peace anda tidak boleh hanya membaca Al-Kitab Indonesia saja, tapi anda perlu melihat yang ada di luar sana (negara luar)

Ini bukan sandiwara drama, filem tapi ini soal kenyataan.

Sekalipun Kebenaran Itu Jelas, Nyata, Terang Seperti Terangnya Matahari Di hari Siang, Namun Hati Tetap Pada Pendirian Akan Mengusung Ke Jalan Kehancuran!

Saudara Peace, apakah yang dimaksudkan CINTA?

Wassalam.

Dear all,

Buat semua yang butuh bukti….

Kunjungi http://www.wyattarchaeology.com/ark.htm

Semoga membantu..

PENTING GAK SIH KALIAN DEBAT ??!!!
GAK PENTING BANGET TAU>>>
DI MANA@ PASTI SEMUA ORG MENGANGGAP AGAMANYA YANG PALING BENAR’LAH>>> TOLOL!!!
MENDING KALO KITA UDAH PUNYA AGAMA YA KITA JALANKAN AGAMA KITA MASING2 DENGAN SEBAIK2NYA…
BUKANNYA DEBAT!!!
GUE KRISTEN, PERCAYA YESUS, SEKALIPUN LOE NGASI BUKTI2 APAPUN KLO YESUS TUH BUKAN TUHAN, GUE GAK AKAN DENGAR!!
KARENA BUKTI YANG PALING NYATA ADA DI GUE, YAITU GUE SENDIRI YANG MENGALAMI BAHWA YESUS ITU ADALAH TUHAN,
LEWAT SEMUA YANG UDAH DIA LAKUKAN DALAM HIDUP GUE, GUE YAKIN 100% BAHWA DIA ADALAH TUHAN!!@! THANX!!! GBU

Aku pikir lebih baik kita mengurusi kewajiban kita terhadap Tuhan daripada kita mengurusi sesuatu hal yang disimpangkan oleh manusia. Saya percaya Alkitab memang telah banyak diubah untuk mengikuti bahasa dari suatu tempat. Tetapi bagi kami yang Percaya YESUS KRISTUS Hal itu tidak pernah mengubah Iman Kami terhadap Dia yang menjadi Juruselamat kami. Begitu pula dengan (maaf) AQ, terus terang saya pernah membaca suatu buku yang menyatakan AQ pernah diubah oleh sahabat Muhammad sendiri. Saya yakin Iman teman-teman Muslim terhadap AQ dan Muhammad akan selalu setia walaupun kita tidak tahu apakah versi AQ yang teman-taman imani masih asli atau tidak (mohon maaf, saya tidak bermaksud memfitnah kepercayaan teman2 muslim). Yang jelas kita sebagai Umat Tuhan harus selalu mengasihi Tuhan Allah dan Sesama Manusia sesuai dengan hukum utama yang telah diPerintahkan Oleh Tuhan Yesus Kristus.

@LEONARD

He..he..heee
Anda ini memang lucu.
Coba anda baca semua topik di blog ini terus baca tanggapan-tanggapannya.
Hampir 90% debat, jadi wajar kalau blog ini disebut media debat.
Kalau anda bertanya :
“PENTING GAK SIH KALIAN DEBAT ??!!!”

Kalau saya merasa ngga penting gampang aja sih,
ngga usah buka “https://agamaku.wordpress.com”.
Gampang kan!

Kalau anda merasa tetap beranggapan Yesus itu Tuhan…ya…itu hak anda, tapi kalau minta dicariin bukti-bukti kalau Yesus itu bukan Tuhan ambil aja Alkitab/Injil anda, lalu kita baca sama-sama. Pasti akan ditemukan kalau anda ngga pernah baca Alkitab/Injil.

“….GUE SENDIRI YANG MENGALAMI BAHWA YESUS ITU ADALAH TUHAN,
LEWAT SEMUA YANG UDAH DIA LAKUKAN DALAM HIDUP GUE…”

Kalau boleh tahu Yesus sudah ngelakuin apa ya sama anda ?
Bukankah Yesus sedang berada di surga ?

Sekali lagi Buat teman2 yang minta bukti sudah ada beberapa teman2 yang berikan Link untuk memperlihatkan bukti2-nya, silahkan anda buka link tersebut dan baca dengan seksama, jika anda belum percaya, silah baca Alkitab.
Thanks

Mau cari kebenaran hakiki ?

Ambil teleskop terbesar yang ada di dunia ini lalu pandang langit. Apa yang anda temukan itulah kebenaran.

Jujur saja ketika saya simak “diskusi prondan” soal agama yang timbul pertama kali di diri saya adalah geli, bodo, dan konyol… Tidak tahu apakah saya yang ndeso ataukah orang-orang itu yang katrok.

Bodo..tidak ambil pusing,
Diskas ndeso nilai minus bagi saya memunculkan pendapat bahawa: 1. Allah..sama-sama tidak dong soal agama dan tuhan saja pada berlagak sok kenal..sok akrab…
2. Emangnya tuhan itu milik saya doang…? yang lainnya kontrak..atau malah jadi piaraan tuhan…?
3. Janagn mengaku cinta tuhan kalau toh mencintai hal-hal yang kelihatan saja tidak bisa..
4. Dikira tuhan bangga ketika kita manusia berdebat seru mempertanyakan Beliaunya..???
5. Durhakanya manusia, dikasi surga gratis…masing-masing sudah pada pesen kapling sejak di dunia, itu jiga dengan syarat..tidak boleh makan anjing, mengasihi sesama, bebas samsara, bebas reinkarnasi..dll…dlll.
Marukkan kita… barang gratis yang diberikan sudah dikapling sesuai keinginandan anggapan yang belum tentu benar di mata tuhan…

Positipnya…
Dengan kaca mata iman yang mengajarkan cara pandang atas semua milik Tuhan dengan hati dan mata nurani manusia akan saling membuat kitakaya dan malaj makin dekat deng Sang Khalik. Lha itu yang benar…. Ada salah tafsir oke kita terima bersama…ada kehebatan tafsir kita akui bersama…toh yang menang tetap Tuhan bukan manusia yang katrok-ndeso-culun tidak tau malu ini….

ok. kita sambut dialog konstruk, dengan harapan kita akan makin jadi manusia dan bukan menjadi tumo yang dengan otaknya yg tidak seberapa berusaha merubah pandangan…. OK ?? HiDUP KEBEBASAN BERPIKIR MANUSIAWI

Siapakah Aku?
– wujud tubuh jasmaniku adalah DIRIKU
– segala kemauanku adalah DIRIKU
– segenap pikiranku adalah DIRIKU
– segenap akal budiku adalah DIRIKU
– segenap jiwaku adalah DIRIKU
– segala desahan nafasku adalah DIRIKU
– segala kehidupanku adalah DIRIKU
– rohku adalah DIRIKU JUGA……

Lalu berapakah DIRIKU…????
TETAP SATU….!!!

Apakah Aku terpisah satu sama lain?
TIDAK BUKAN….???!!!

Walaupun semuanya adalah bagian dari DIRIKU tetapi masing-masing tidak akan lebih besar, lebih kecil, atau sama besar satu sama lain

Aku melihat kisah hidupmu yang tertulis di buku Biografi kesayanganmu di Gramedia
Aku melihat dirimu adalah seperti yang kamu tuliskan di Biografi itu
Apakah kamu masih menganggap aku melihat wujudmu berbentuk buku Biografi???
Ataukah kamu masih menganggap aku melihat wujudmu berbentuk tulisan abjad ABCD???
TIDAK BUKAN…???
Wujudmu tetap bersama dengan dirimu dengan segala apa yang kamu miliki.

Lalu apakah yang aku lihat kalau bukan tubuhmu ataupun bukumu itu????
AKU MELIHAT PRIBADIMU, SIFATMU, JIWAMU yang tak berwujud materi.

Begitulah kita mengenali PRIBADI ALLAH yang tak dapat diwujudkan dalam hitungan dimensi atau materi.

Lalu kalau aku mencemooh, menghina dan meludahi tulisanmu di buku Biografi yang sudah aku beli, apakah kamu tersinggung???
Ya… Pasti begitu bukan??? Kamu akan merasa terhina….. walaupun buku itu sudah bukan menjadi hakmu, tetapi karena kamu telah mencurahkan segala pikiranmu, rohmu, nafas kehidupanmu, dan memberikan ilham kedalam bukumu itu, maka kamu akan merasa terhina seakan-akan aku meludahi mukamu, karena bukumu itu adalah bagian dari dirimu.

Kalau buku biografimu terbit 1 juta eksemplar apakah berarti pikiranmu, rohmu dan nafasmu, dan dirimu terbelah menjadi 1 juta juga….????
TIDAK BUKAN…???
Nyawamu, pikiranmu dan dirimu tetaplah satu dan tetap bersama dirimu sampai ajalmu……

Tetapi rohmu, fikiranmu, dirimu juga akan tetap hidup walaupun tubuh kamu sudah mati…, karena bukumu itu tetaplah dianggap sebagai perwujudan dirimu juga….
Karena kamu telah MENJELMAKAN DIRIMU didalam isi buku itu…

Lalu apakah berarti dirimu telah menjelma menjadi buku???
Dirimu hilang dan berubah menjadi buku????
Ataukah dirimu beranak buku???

Tidak bukan…???
Karena roh tidak beranak dan diperanakkan
Karena fikiran tidak beranak dan diperanakkan
Karena dirimu tidak beranak dan diperanakkan

Yang beranak dan diperanakkan adalah wujud materi
Yang beranak dan diperanakkan adalah wujud kedaginganmu, tubuhmu
Tidak rohmu…., tidak juga fikiranmu……..

Begitulah kita memahami Yesus sebagai Firman Allah yang hidup, Yesus adalah perwujudan dari Kehendak Allah/Firman Allah sendiri yang Kekal dan lahir dari Bapa tanpa seorang ibu karena Firman Allah/Kehendak Allah bukanlah materi.
Dan karena Sifat Ilahi yang Suci, maka dalam kehadiranNya sebagai manusia haruslah lahir dari tubuh yang suci juga, yaitu dari seorang perawan suci lahirlah Yesus tanpa seorang bapak jasmani, seperti yang telah dijanjikanNya sendiri melalui para Nabi.

Melalui Yesus kita dapat mengenal lebih dekat apa yang menjadi Kehendak Allah terhadap diri kita, melalui segala Kuasa yang ditunjukkanNya, melalui Kebangkitan tubuh puteraNya yang mengalahkan maut, pribadi yang suci tanpa noda dosa, Yesus adalah Icon, model atau Percontohan bagi kita yang menginginkan keselamatan, akan mendapatkan kebangkitan seperti Yesus, Yesus telah menyiapkan bagi kita jalan yang lurus, jalan yang sudah ada di depan mata, tinggal mau atau tidak kita mengikutiNya.

Untuk menjadi guru, kita harus belajar dari seorang guru.
Untuk menjadi pembalap, kita harus belajar dari seorang pembalap yang berprestasi
Untuk menjadi perenang, kita harus belajar dari seorang perenang ulung.

Nah apa yang akan kita cari usai pariwara kehidupan ini? Kehidupan kekal bukan?
Dimanakah tempat yang akan kita tuju? Surgakah? Ya… hanya Yesuslah satu-satunya jalan keselamatan seperti yang telah di katakanNya :
“AKULAH JALAN DAN KEBENARAN DAN HIDUP, TIDAK SEORANGPUN YANG DATANG KEPADA BAPA KALAU TIDAK MELALUI AKU”

BAGUSSS!!! SAYA SETUJU!!

Mengapa di Alkitab yang dikurbankan oleh Abraham adalah Ishak, sedangkan di AQ adalah Ismael?

@Didik

Waktu Ishak masih kecil, Ismael dan Hagar (ibu Ismael) diusir oleh Ibrahim/Abraham artinya Ismael sudah tidak bersama-sama lagi dengan Ibrahim, menurut logika pastilah Ishak yang dikorbankan karena bersama dengan Abraham ayahnya.

Dalam sejarah Abraham sampai wafatnya bersama dengan Ishak, dan Ishak sampai wafatnya bersama dengan Yakub, Yakub sampai wafatnya bersama dengan Yusuf, dst. Cerita ini juga tercatat dalam Quran. Logikanya Ishak adalah ahli waris Abraham atau penerima janji Allah.

Dalam sejarak Islam ada mata rantai yang terputus, yaitu Ismael tidak pernah ada hubungannya dengan nabi Yusuf, tapi Quran mencata Yusuf sebagai nabi mereka. Dimana logikanya?

Salam

@Didik
Di alkitab tertulis jelas yang dikurbankan namanya Ishak, lengkap dengan kronologisnya, kalau di alquran saya belum tahu apakah secara jelas juga menyebut nama Ismael yang di kurbankan, mungkin kamu bisa kasih ayatnya.

Yg pasti, saya tidak tahu ayatnya di AQ mengenai Ismael itu. Ttp yang diperingati sebagai hari Idul Adha, khan cerita Ismael yang mau disembelih oleh Abraham. Itu yang bikin saya perlu informasi dari kalian yang lebih tahu, yang bisa nambah wawasan saya mengenai kebenaran AlKitab.Tks for your reply.

@Didik, wah kalau di alkitab jelas sudah, kita tahunya juga dari sana, gamblang dan jelas periwayatannya, itu adalah peristiwa sejarah kenabian Abraham, yang tertulis jauh sebelum Yesus lahir, kamu bisa coba buka disini :

http://ekaristi.org/bible/index.php

klik aja di kejadian 21:1-….

Kalau ternyata ribuan tahun kemudian tiba2 di tempat lain ceritanya sudah berubah, ya kira2 sendiri lah.

@All
Ayo udah…udah…pada istirahat dulu deh sana….himpun energi untuk yg positif2, untuk rekan muslim fokuskan energinya pada puasa, ingat puasa selain menahan haus dan lapar kita dianjurkan untuk menjaga KATA2, EMOSIONAL, MENGASIHI SESAMA (BERSEDEKAH DLL), TIDAK LIRAK-LIRIK NAFSU SAMA WANITA, JANGAN NGOMONGIN ORG (KEJELEKAN ORANG) ok guys..!!!
Lanjuti diskusinya udah puasa aja, tapi kalo selama Ramadhan ini kita2 udah dapet pencerahan dengan ujian2 selama kita berpuasa, kayaknya nafsu berkunjung ke blog ini harus kita kurangi, terus pelan2 gak usah kunjungi krn bebal eits debat ini terkadang cuma memicu emosi, biarlah kita masing2 mendapat hidayah langsung dari Allah SWT (Tuhan) sendiri dengan menjalankan ibadahnya dgn khusu’ dan taat…ok

Salam

@Muslim
STOP MULAI SEKARANG…..hayo yg belakang tadi nyeletuk apa ya..? kok bilang laptop berang-berang…
bolot ya sampayen,….hayo udah pulang gih ke rumah masing2 istirahat dulu sana.

Injil Barnabas adalah sebuah karya yang mengaku sebagai gambaran kehidupan Yesus oleh muridnya, Barnabas. Dua naskah tertua yang diketahui telah ditetapkan berasal dari akhir abad ke-16, dan masing-masing ditulis dalam bahasa Italia dan dalam bahasa Spanyol; meskipun versi yang bahasa Spanyol yang ada hingga sekarang hanyalah salinan dari abad ke-18. Kitab ini panjangnya lebih kurang sama dengan keempat Injil bersama-sama (naskah bahasa Italia mengandung 222 pasal); dengan bagian yang terbesar pada umumnya memuat kisah tentang pelayanan Yesus, yang pada umumnya mengharmoniskan dari laporan-laporan yang juga ditemukan dalam Injil-injil kanonik. Dalam batas tertentu, tetapi tidak seluruhnya, kitab ini mengikuti penafsiran Islam tentang asal-usul Kristen; dan karenanya siapa pengarangnya dan sejarah tekstualnya tetap menjadi kontroversi yang berlanjut.

Injil ini dianggap oleh para akademikus pada umumnya (termasuk para sarjana Kristen dan sebagian Muslim) sebagai sebuah tulisan yang belakangan dan sebagai tulisan palsu; namun demikian, beberapa kalangan akademikus mengatakan bahwa Injil ini kemungkinan mengandung sejumlah sisa dari karya apokrif yang lebih awal yang disunting untuk disesuaikan dengan Islam, barangkali Gnostik (Cirillo, Ragg) atau Ebionit (Pines) atau Diatessaron (Joosten). Beberapa sarjana Muslim menganggap bahwa versi-versi yang masih ada justru meneruskan ajaran-ajaran asli dari kedua belas rasul yang ditindas. Beberapa organisasi Islam mengutipnya untuk mendukung pandangan Islam tentang Yesus

Umat Islam juga mempunyai sebuah Injil dalam bahasa Arab, yang dihubungkan dengan St. Barnabas, dan di dalamnya sejarah Yesus Kristus dikisahkan dalam cara yang sangat berbeda dengan apa yang kita temukan dalam Injil-injil sejati, dan sesuai dengan tradisi-tradisi yang telah diikuti oleh Muhammad di dalam Qur’annya. Tentang Injil ini, orang-orang Morisco di Afrika mempunyai sebuah terjemahannya dalam bahasa Spanyol; di perpustakaan Pangeran Eugene dari Savoy, terdapat sebuah naskah tua, yang mengandung terjemahan dalam bahasa Italia dari Injil yang sama, yang, demikian anggapan orang, dibuat untuk digunakan oleh para pengkhianat.

Mantap yah ……….
“Bott adalah anak Presiden ” Tetapi dalam kartu keluarga presiden, nama bot tidak ada. Bott berpikir bagaimana kalo bott membuat kartu keluarga yang baru yang ada nama presiden untuk mendukung pernyataan kalo bott anak presiden
hehehehehe….. sori yah

Naskah dalam bahasa Italia milik Pangeran Eugene dipersembahkan kepadanya pada 1709 oleh John Frederick Cramer. Naskah ini tampaknya berasal dari abad ke-16. Pada 1738 naskah ini dengan seluruh isi perpustakaannya sang Pangeran dipindahkan ke Hoffbibliothek Wina, dan masih bertahan di sana di Perpustakaan Nasional Austria. Halaman-halaman dari manuskrip bahasa Italia ini dibingkai dalam gaya Islam, dan memuat pembagian pasal dan catatan-catatan pinggir dalam bahasa Arab yang tidak teratur tata bahasanya, dan dengan bahasa Arab yang keliru (sesekali dengan kata bahasa Turki, dan banyak ciri sintaksis Turki), catatan pinggir ini merupakan penafsiran yang kasar dalam bahasa Arab terhadap ayat-ayat tertentu. Sampulnya dalam bahasa Turki, dan kelihatannya asli. Tetapi kertasnya tampaknya Italia, seperti halnya juga dengan tulisan tangannya (meskipun dengan ejaan yang banyak tidak lazim. Ada slogan-slogan di dasar setiap halaman, sebuah praktik yang umum dalam naskah-naskah yang dipersiapkan untuk dicetak. Naskah ini tampaknya tidak selesai – ke-222 pasalnya diberikan ruang-ruang kosong untuk judul-judul pasal, tetapi hanya 27 ruangan yang telah diisi. Selain itu, ada 38 halaman berbingkai yang sama sekali kosong sebelum teksnya. Diduga bahwa ke dalam halaman-halaman itu akan disalin tulisan-tulisan lain. Naskah versi bahasa Italia inilah yang dijadikan dasar untuk terjemahan Raggs 1907, yaitu terjemahan yang paling umum beredar dalam bahasa Inggris. Terjemahan ini diikuti pada 1908 oleh terjemahan bahasa Arab oleh Khalil Saadah, yang diterbitkan di Mesir.

* Teks lengkap dalam bahasa Italia ditranskripsikan dengan terjemahan bahasa Inggris dan pengantarnya: Ragg, L dan L – The Gospel of Barnabas. (Clarendon Press, Oxford, England, 1907).

* Edisi bahasa Italia kedua – dalam kolom-kolom paralel dengan sebuah teks yang dipermodern: Eugenio Giustolisi dan Giuseppe Rizzardi, Il vangelo di Barnaba. Un vangelo per i musulmani? (Milano: Istituto Propaganda Libraria, 1991).

* Teks lengkap dari naskah bahasa Italia telah diterbitkan dalam bentuk faksimili; dengan terjemahan bahasa Perancis dan komentar yang panjang serta aparatus tekstual: Cirillo L. & Fremaux M. Evangile de Barnabe: recherches sur la composition et l’origine, Paris, 1977, 598 hlm.

@Sugiarto

Jika anda bertanya cerita tentang Ismail dalam Al Quran :
Jawabannya ada dalam Al Quran Surah Ash Shasffaat

Penyembelihan Ismail a.s.

100. Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh.
101. Maka Kami beri dia khabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar[1283].
[1283]. Yang dimaksud ialah Nabi Ismail a.s.
102. Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.”
103. Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya ).
104. Dan Kami panggillah dia: “Hai Ibrahim,
105. sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu [1284] sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
[1284]. Yang dimaksud dengan membenarkan mimpi ialah mempercayai bahwa mimpi itu benar dari Allah s.w.t. dan wajib melaksana- kannya.
106. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata.
107. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar[1285].
[1285]. Sesudah nyata kesabaran dan ketaatan Ibrahim dan Ismail a.s. maka Allah melarang menyembelih Ismail dan untuk meneruskan korban, Allah menggantinya dengan seekor sembelihan (kambing). Peristiwa ini menjadi dasar disyariatkannya Qurban yang dilakukan pada hari Raya Haji.
108. Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian,
109. (yaitu)”Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim.”
110. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
111. Sesungguhnya ia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.

Kabar gembira tentang kelahiran Ishaq

112. Dan Kami beri dia kabar gembira dengan (kelahiran) Ishaq seorang nabi yang termasuk orang-orang yang saleh.
113. Kami limpahkan keberkatan atasnya dan atas Ishaq. Dan diantara anak cucunya ada yang berbuat baik dan ada (pula) yang Zalim terhadap dirinya sendiri dengan nyata.

Mengenai nabi Yakub, nabi Yusuf dan nabi-nabi yang berasal dari garis keturunan nabi Ibrahim baik yang berasal dari garis keturunan nabi Ismail sampai nabi Muhammad saw maupun dari garis keturunan Ishaq sampai nabi Isa As, kami menghormatinya sebagai nabi utusan Allah yang telah menyampaikan risalah dan keilahian Allah yaitu ajaran Tauhid (Ke Esa-an Allah). Kami mengenal nabi-nabi (25 nabi) mulai dari nabi Adam As sampai nabi Ibrahim As, dari nabi Ishaq As sampai nabi Isa As dan nabi Ismail As sampai nabi Muhammad saw. Tidak akan sah keimanan seorang muslim jika tidak mengimani nabi-nabi tersebut.

@All Kristiani

Mari kita kembali ke topik,
Btw Apakah Yesus wafat setelah di salib ?

dan ada pertanyaan yang harus dijawab oleh All Kristiani dengan sejujur-jujurnya (pertanyaannya simple),

Apakah kalian setuju kalau Yesus harus disalib ?

(Jika tidak ada yang menjawab, saya berkesimpulan ada keraguan diantara kalian.)

saya percaya bahwa yesus wafat setelah di salib.
saya percaya bahwa yesus adalah Tuhan
saya percaya bahwa yesus adalah anak ALLAH

saya percaya semua tentang yesus sesuai dengan iman saya, soal anda mempermasalahkan tentang apakah yesus wafat? itu bukan urusan saya,tapi urusan orang kurang kerjaan.

sekali lagi saya tegaskan yesus adalah Tuhan,yesus adalah anak ALLah.

kalau anda masih meragukan ya terserah itu urusan anda pribadi.

Betul Gon Alquran aja bilang begitu

Sesungguhnya Al Masih, Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: “(Tuhan itu) tiga”, berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah menjadi Pemelihara (Surat 4:171 )

Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku” (Surat 3:55)

“Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali.” (Surat 19:33)

Muhammad tahu bahwa Isa adalah Terkemuka di Dunia dan Akhirat (3:45), menjadi Imam Mahdi (Hadis Ibnu Maja), Hakim di Akhirat (H.S.M.127), suci (19:19), Roh Allah dan KalimatNya (4:171)

hanya orang bebal yang mempermasalahkan tentang Yesus
manusia hanya bisa meneliti dan masalah bukti sering berubah2, itulah manusia. kemampuan manusia itu terbatas.
dengan kemampuan terbatas mau meneliti/mempermasalahkan tentang yesus,aneh khan?

manusia itu hanya memiliki ego dan egolah yang membuat manusia berusaha mencari kepentingan pribadi.

semakin manusia mempermasalahkan tentang Tuhan maka tidak lebih seperti lucifer ingin menyamakan dirinya seperti ALLAH.

manusia hanya ciptaan Tuhan tapi berusaha untuk meneliti/mempermasalah Yesus,aneh kan?

Tuhan adalah Tuhan dan manusia adalah manusia

mana mungkin manusia bisa meneliti keberadaan Tuhan

kenapa ada warna putih,merah hitam dll
kenapa ada org negro,eropa,jepang china dll
kenapa ada banyak keyakinan?
kenapa ada binatang beraneka ragam

kalau salah satu agama adalah yang paling benar kenapa Tuhan tdk menghancuran agama agama yang bukan dari Tuhan

kalau salah satu manusia adalah yang paling benar dihadapan Tuhan kenapa Tuhan tdk menghancurkan manusia lain yang menurut anda orang yang kafir

kenapa anda begitu percaya akan yang namanya bukti bukti?

bukti itu hanya gambaran dari manusia yang ego

iman kok dipermainkan

kalau manusia merasa apa yang diyakini itu benar tapi sering berbuat dosa terus bagaimana ? hanya lasan yang sering muncul dari mulut manusia,kalau begitu kenapa berani mempermasalahkan tentang Ketuhanan? aneh kan?

sekali lagi ego………..

kalau salah satu atau bahkan manusia yang merasa dirinya paling benar itu sama dengan

itulah rahasia Tuhan

jadi siapa yang mempermasalahkan kebenaran atau ketidakbenaran adalah orang yang bebal

saya setuju dengan apa yang diutarakan oleh mas gogon,kenapa manusia mempermalahkan tentang Tuhan.NGURUS DIRI SENDIRI AJA TDK BISA MAU URUS TUHAN.

MENJAGA DIRI SAJA AGAR TDK BERDOSA SAJA TDK BISA MASIH MAU URUS TENTANG KETUHANAN.DASAR MANUSIA BEBAL YANG SOK PINTAR. DICIPTAKAN TAPI MAU MENGETAHUI PENCIPTANYA,……………..BENAR BENAR MENGELIKAN

URUS DIRI DULU

Bukannya ngurus TUHAN, ttp masalah kebenaran nya, Bung. Karena kebenaran itu cuma ada satu, bukan dua.
Bagaimana kita tahu ajarannya itu mengajarkan kebenaran atau tidak?
Pohon yang baik sll menghasilkan buah yang baik, jadi kalo buah ajarannya jelek, pastilah pohonnya juga sesat.
Masalahnya kalo sudah terbiasa berbuat yang nggak bener, maka hati nurani akan menjadi tumpul, jadi merasa apa yg dilakukannya benar2 aja.Contohnya koruptor yang merasa apa yang dilakukannya sudah biasa, contoh lain “oknum” yang bunuh orang dgn dalih melakukan “bela agama”, dll.

Gini lho, manusia itu pada dasarnya hidup oleh roh dan daging. Kalo kita sering kasih makan daging (nafsu2 dunia) maka daging kita akan semakin kuat dan akan menekan manusia roh kita. Sebaliknya kalo kita kasih makan manusia roh kita, maka manusia roh kita akan semakin kuat, hati nurani kita akan semakin sensitif kalo kita berbuat yang nggak bener.
Tapi bagaimana kalo kita belajar/diajarkan ilmu yang ‘seakan2’ mengajarkan kebaikan ttp ternyata roh kita tetap tumpul,tetap berbuat ‘jahat’. Nah itulah yang dimaksud dgn ayat “Ada jalan yang disangka orang lurus ttp ujungnya menuju maut”

Jadi sebelum mengurus diri dulu, bukankah kita harus tahu kebenarannya dulu.
“Carilah dulu kerajaan Allah dan kebenarannya, maka segala ssesuatunya akan ditambahkan kepadamu”.

Bukannya saya mau minteri, tp itulah kewajiban kita sbg manusia yang masih dikasih kesempatan hidup sampe hari ini, yaitu untuk mencari tahu apa yang Allah kehendaki dalam hidup kita ini, yg masing2 individu jelas nggak sama.

343 seoga

Ada baiknya kisah ini kalian baca dengan seksama

Kisah Nyata Seorang Pemuda Arab Yang Menimba Ilmu Di Amerika (Read 6 times)

Kisah Nyata Seorang Pemuda Arab Yang Menimba Ilmu Di Amerika………

====> Mas seoga…!! buka link dibawah ya…!! cerita khayalan itu jadi bahan tertawaan disana…..

http://www.indonesia.faithfreedom.org/forum/viewtopic.php?t=17442

Janganlah goyah iman kita karena kematian dan kebangkitan kristus disangsikan oleh orang 2x yg tidak punya bukti yg lebih baik dari alkitab dan kisah para rasul…. Tuhan selalu beserta kita sampai selama lamanya.. Amin.

Salam sejahtera dan damai selalu buat rekan2x termasuk yg punya blog..Mas Dewo. Thanks.

KEWAFATAN
Dan
KEBANGKITAN
SAYIDINA ISA AL-MASIH

O l e h :

Hamran Ambrie

KEWAFATAN (KEMATIAN) DAN KEBANGKITAN SAYIDINA ISA AL-MASIH

Kewafatan Sayidina Isa di kayu salib, dan pada hari ketiga Dia telah bangkit dari antara orang mati secara real, lagi benar kebangkitan jasmaniah Beliau, dapat dilihat dan diraba seluruh Tubuhnya, serta bukti bekas luka pada tangan dan kakiNya. (Lukas 24: 36-40)

Selama 40 hari dalam masa kebangkitanNya, hingga sampai pada kenaikanNya selalu menyertai murid-muridNya dalam pekerjaannya memberitakan keselamatan.

Seandainya Sayidina Isa Al-Masih tidak bangkit (Hidup kembali) diantara orang mati, maka saksi-saksi Kristen itu hanya merupakan saksi-saksi palsu dan omong kosong. Begitupun iman Kristen, itu, hanyalah akan merupakan iman dogengan, iman yang sama sekali tidak mempunyai sesuatu harapan. Gereja-gereja Al-Masih pun tidak akan dapat berdiri tegak sebagaimana adanya saat ini.

Sebab itulah juga Injil Salib dan kebangkitan ini, merupakan inti sari kesaksian Gereja, dan merupakan puncak Iman Kristen. Sebaliknya merupakan “duri dalam daging” bagi golongan Islam yang seharusnya tidak perlu ada perasaan demikian. Dan karenanya selalu diusahakan mengadakan sanggahan-sanggahan, dengan mengajukan sangkalan-sangkalan dengan segala cara, agar kejadian yang ajaib ini, tidak tersebar luas, tidak dipercayai. Injil yang memberitakan Salib dan Kebangkitan ini dibantah, ditolak, agar tidak kembang, dan matilah seluruhnya.

Karena itulah, pada kesempatan ini mari kita bahas bersama kenapa Injil Salib dan Kebangkitan ini menjadi puncak iman Kristen.

Kenapa Sayidina Isa mati di kayu Salib secara sangat hina itu?

Kewafatan Sayidina Isa dikayu salib, memang merupakan suatu perbuatan kejahatan yang besar, dari orang-orang berdosa. Sebab itu, orang yang melakukan penyaliban itu ataupun penyebabnya, adalah merupakan suatu dosa kejahatan yang besar. (Yohanes 19:11).

Sayidina Isa Al-Masih di lahirkan, bukanlah untuk disalib, sebagaimana sering diungkapkan oleh saudara-saudara kita dari golongan Islam, melainkan adalah untuk menyelamatkan umat manusia, menyelamatkan dunia. (Yohanes 3: 17). Penyaliban terjadi, adalah merupakan akibat atau korban aktivitas Da wah Penyelamatan kepada umat manusia waktu itu, agar mau mendengar Firman Allah, yaitu Injil Keselamatan.

Peristiwa Salib dan Sengsara Sayidina Isa, memang sudah demikian rencana Allah, bukan kehendak pribadi Sayidina Isa sebagai manusiawi. Hal sengsara Sayidina Isa ini telah dinubuatkan dalam Kitab Nabi Yesaya 53: 1-12. Dan Sayidina Isa sendiripun telah menginsyafi bahwa nubuatan itu akan tergenapi diatasNya sebagai seorang Hamba Allah yang dimaksudkan oleh nubuatan itu. Begitupun akan hal kebangkitanNya (Hidup kembali) sesudah kematianNya itu, telah dinubuatkan oleh Raja Daud 1000 tahun sebelum Masehi, (Mazmur 16: 10). Nubuat ini telah digenapi (Matius 28: 5-6).

Mengenai peristiwa sengsara ini, Rasul Petrus di ilhamkan untuk mengatakannya demikian:

“Sebab adalah kasih karunia, jika seseorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung. Sebab dapatkah disebut pujian, jika kamu menderita pukulan karena kamu berbuat dosa? Tetapi jika kamu berbuat baik dan karena itu kamu haurs menderita, maka itu adalah kasih karunia pada Allah. Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristupun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu supaya kamu mengikuti jejakNya.

Baginda tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulutNya. Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil. Ia sendiri telah memikul dosa kita didalam tubuhNya di kayu Salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilurNya kamu telah sembuh.” (I Petrus 2: 19-24).

Disaat Sayidina Isa telah ditangkap oleh orang-orang Imam Besar Yahudi, karena pengkhianatan Yudas, seorang dari yang menyertai Sayidina Isa, bersilap untuk mengadakan perlawanan. Terhadap sikap ini, Sayidina Isa berkata:

“Masukkan pedang itu kembali ke dalam sarungnya, sebab barangsiapa menggunakan pedang, akan binasa oleh pedang. Atau kau sangka, bahwa Aku tidak dapat berseru kepada BapaKu, supaya Ia segera mengirim lebih dari dua belas pasukan malaikat membantu Aku? Jika begitu, bagaimanakah akan digenapi yang tertulis dalam Kitab Suci, yang mengatakan, bahwa harus terjadi demikian?”

Pada saat itu Sayidina Isa berkata kepada orang banyak: “Sangkamu Aku ini penyamun, maka kamu datang lengkap dengan pedang dan pentung untuk menangkap Aku? Padahal tiap-tiap hari Aku duduk mengajar di Bait Allah, dan kamu tidak menangkap Aku. Akan tetapi semua ini terjadi supaya genap yang ada tertulis dalam kitab nabi-nabi.” (Matius 26: 52-55).

Pada kedua macam nas diatas dapatlah kita menyimpulkan bahwa:

1. Kesengsaraan Sayidina Isa di Salibkan itu, bukan disebabkan kesalah atau dosa-Nya, melainkan adalah karena Ia orang benar untuk menyelamatkan kita, saya dan saudara-saudara sekalian dari dosa kematian rohani yang dibawa oleh Adam
2. Penyaliban Sayidina Isa, adalah merupakan perbuatan kejahatan besar yang dilakukan oleh orang-orang berdosa. Kepada orang yang melakukan atau menyuruh lakukan”Salib” atas Sayidina Isa itu, adalah merupakan suatu dosa dan kejahatan yang besar pula.
3. Sayidina Isa tidak melakukan perlawanan, karena Dia telah mengetahhui bahwa memang demikianlah sudah dinubuatkan oleh para nabi-nabi terdahulu, dengan demikian sesuatunya telah digenapi Sayidina Isa dengan penyerahan yang penuh kepada Dia (Allah) yang menghakimi dengan adil.

Memang sepintas lalu kita merasa berfikir secara manusiawi tidak mungkin terjadi demikian, diatas seorang Hamba Allah yang kekasih.Demikianlah kira-kira gagasan dari orang-orang Islam, merasa tidaklah pantas bahkan tidaklah mungkin kalau Isa Almasih yang dalam kedudukkanya sebagai seorang Nabi dan Rasul Allah itu akan mengalami nasib kematiannya dikayu salib yang hina itu, yang disamakan hinanya dengan penyamun-penyamun besar.

Memang pemikiran secara manusiawi ini, tidaklah terjadi pada sekarang ini saja, bahkan disaat Sayidina Isa di-salib-kan telah ada ejekan seperti apa yang tertulis dalam Injil Matius 27: 3944 berbunyi demikian:

“Orang-orang yang lewat di sana menghujat Dia dan sambil menggelengkan kepala, mereka berkata:”Hai Engkau yang mau merubuhkan Bait Suci dan mau membangukannya kembali dalam tiga hari, selamatkanlah diriMu jikalau Engkau Anak Allah, turunlah dari salib itu!” Demikian juga imam-imam Kepala bersama ahli-ahli Taurat dan tua-tua mengolok-olokkan Dia dan mereka berkata:”Orang lain Ia selamatkan, tetapi diriNya sendiri tidak dapat Ia selamatkan! Ia Raja Israel? Baiklah Ia turun dari salib itu dan kami akan percaya kepadaNya. Ia menaruh harapanNya pada Allah: bailah Allah menyelamatkan Dia, jikalau Allah berkenan kepadaNya! Karena Ia telah berkata: Aku adalah Anak Allah.” Bahkan penyamun-penyamun yang disalibkan bersama-sama dengan Dia mencelaNya demikian juga.”

Matius 27:39-44

Sangkalan golongan Islam terhadap peristiwa salib.

Sebagai seorang Kristen pengikut Al-Masih, sebenarnya tidakalah perlu untuk mendengar atau memeriksa sesuatu pihak luar terhadap Salib ini. Tetapi, agar kebenaran itu dapat dinyatakan, tidaklah pula layak sesuatunya itu tidak dilayani secara pantas. Kita berkewajiban memberi jawab, secara baik, lemah lembut yang dapat diterima oleh setiap orang yang mau berfikir secara wajar dan jujur, demi kebenaran.

Sebab itu, kalau dalam kesempatan ini, penulis membicarakan sangkalan pihak saudara-saudara kita yang ber-agama Islam, tidaklah sama sekali bermaksud memperkosa keyakinan mereka, melainkan untuk bersaksi secara wajar saja.

Baiklah.

Dalam salah satu Al-Quran yang menolak tentang peristiwa Salib atas Sayidina Isa ini terdapat dalam s.An Nisak 4:157, 158, yang terjemahannya demikian:

“Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih. “Isa putra Maryam, Rasul Allah, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang siapa yang dibunuh itu kecuali mengikuti persangka belaka, mereka tidak yakin bahwa Allah telah mengangkat “Isa” tetapi (yang sebenarnya Allah telah mengangkat “Isa kepadanya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Dalam ayat Quran ini, ada dua hal yang tidak perlu kita bahas lagi yaitu:

1. Memang telah terjadi penyaliban.

Siapa yang disalibkan masih menimbulkan keragu-raguan. Segolongan masyarakat Islam mengatakan, bahwa yang disalibkan itu adalah bukan Sayidina Isa melainkan orang lain yang bernama Yahuza atau dengan kata lain dikatakan juga Yudas. Tetapi keterangan hal ini tidak pernah ada disebutkan dalam Al-Quran yang ada hanyalah penafsiran diluar otorita Al-Quran itu sendiri.

2. Orang yang disalib itu, memang telah mati terbunuh.

Hanya mereka ragu, tentang siapa yang dibunuh itu. Mereka tidak yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa (Sayidina Isa).

Sekarang kita harus mencari keterangan yang menyakinkan siapa sebenarnya yang di salib dan mati itu. Untuk mendapat keterangan ini, kita haruslah memeriksa Alkitab, sambil membandingkan dengan keterangan-keterangan pihak lain, baik yang bersifat menyangkal, maupun yang memperkuat pembuktian ini. Satu hal yang harus dicatat, bahwa Iman Kristen, tidaklah ber-orintasi kepada keterangan Al-Quran tetapi ber-orentasi hanya kepada Alkitab saja. Kalau keterangan luar kita kemukakan disini, adalah semata-mata untuk membandingkan, apakah keterangan diluar Alkitab itu cukup beralasan ataukah tidak. Mari kita mulai memeriksa.

1. Bukti pertama

Cerita mengenai kematian Sayidina Isa, terdapat didalam ke-empat Injil (Matius 27: 35-38, Markus 15: 25-28, Lukas 23: 33-38, Yohanes 19: 18-24). Kesaksian dari ke-empat penulis Injil ini, adalah merupakan bukti sejarah yang nyata tentang kematian Sayidina Isa dikayu Salib itu.

Disamping dari ke-empat penulis Injil ini, masih terdapat banyak orang-orang lain yang menyaksikan peristiwa itu terjadi dengan mata kepala mereka sendiri. Kesaksian dengan mata kepala sendiri itu, adalah kesaksian yang sah dan dapat diterima, daripada kesaksian karangan yang bersifat dugaan-dugaan saja sesudah 6 abad kemudian, seperti apa yang tertulis dalam Al-Quran tersebut.

2. Bukti kedua

Dalam ayat Al-Quran itu sendiri dikatakan: ”Sesungguhnya kami (orang-orang Yahudi) telah membunuh Al Masih, Isa Putra Maryam.”

Kalimat ini berisikan pemberitaan yang sungguh-sungguh, tidak diragukan, bahwa yang mereka salibkan (dibunuh mati) adalah Sayidina Isa, bkan orang lain. Hal ini sesuai dengan keterangan Matius 27: 16, 17 yang waktu itu orang-orang Yahudi ditawari memilih: Sayidina Isa di Salib ataukah Barabas penjahat di penjara itu di bebaskan. Orang-orang Yahudi, memilih Sayidina Isa di Salib.
3. Bukti ke-tiga.

Setelah Sayidina Isa telah dinyatakan mati (kesaksian kepala pasukan) maka Yusuf Arimatea datang kepada Pontius Pilatus untuk meminta mayat tersebut untuk dikuburkan. Permintaan itu dikabulkan (Markus 15:42-46).

Seandainya yang diturunkan dari salib itu bukan Sayidina Isa, pastilah Yusuf Arimatea menolaknya atau memberikan keterangan ketidak-benaran itu.

4. Bukti ke-empat.

Orang-orang Yahudi meminta kepada Pontius Pilatus, agar kuburan dimana Sayidina Isa dikuburkan supaya dijaga. Permintaan ini dikabulkan. (Mat. 27:62-66).

Se-andai-nya yang dikuburkan itu adalah orang lain, bukan Sayidina Isa, tidaklah mungkin orang-orang Yahudi menjagai kuburan tersebut karena Sayidina Isa pernah mengatakan bahwa pada hari ke-tiga Ia akan bangkit (hidup) kembali.

5. Bukti ke-lima.

Seandainya yang disalibkan itu bukanlah Sayidina Isa sendiri, tidaklah mungkin ia dapat mengeluarkan kata-kata yang penuh “kasih” sebagai aslinya tabiat Sayidina Isa yaitu: ”Bapa, ampunilah mereka sebab tidak diketahuinya apa yang diperbuatnya.”, dan kalimat ”Sudah Genap” (Tetelestai). Ini bukti yang membuktikan bahwa yang di Salib dan Mati itu, tidaklah lain daripada Sayidina Isa Al-Masih itu sendiri.

6. Bukti ke-enam.

Seandainya yang disalibkan dan mati itu bukan Sayidina Isa, tidaklah mungkin murid-murid Sayidina Isa berani berkhotbah di tengah-tengah bangsa Yahudi, sebagai kesaksian, bahwa yang disalib dan mati di kayu salib itu adalah Sayidina Isa dan telah bangkit (Hidup Kembali), dengan resiko yang sangat besar, yaitu akan dihukum mati oleh penguasa-penguasa Yahudi.

Dalam khotbah-nya Petrus mengatakan:

“Hai, orang-orang Israel, dengarlah perkataan ini: Yang aku maksudkan, ialah Sayidina Isa dari Nazaret, seorang yang telah ditentukan Allah dan yang dinyatakan kepadamu dengan kekuatan-kekuatan dan mukjizat-mukjizat dan tanda-tanda yang dilakukan oleh Allah dengan perantaraan Dia ditengah-tengah kamu, seperti yang kamu tahu. Dia yang diserahkan Allah menurut maksud rencanaNya, telah kamu salibkan dan kamu bunuh oleh tangan bangsa-bangsa durhaka. Tetapi Allah membangkitkan Dia dengan melepaskan Dia dari sengsara maut, karena tidak yakin Ia tetap berada dalam kuasa maut itu.”

Ini adalah khotbah Petrus disertai oleh sepuluh rasul lainnya di Yerusalem, pusatnya penguasa imam-imam Yahudi.

Dalam khotbatnya di Serambi Salomo, sekali lagi Petrus menegaskan:

“ Hai orang Israel, mengapa kamu heran tentang kejadian itu dan mengapa kamu menatap kami seolah-olah kami membuat orang ini berjalan karena kuasa atau kesalahan kami sendiri? Allah Abraham, Ishak dan Yakub, Allah nenek moyang kita telah memuliakan HambaNya, yaitu Sayidina Isa yang kamu serahkan dan tolak di depan Pilatus, walaupun Pilatus berpendapat, bahwa Ia harus dilepaskan. Tetapi kamu telah menolah Yang Kudus dan Benar, serta menghendaki seorang pembunuh sebagai hadiahmu. Demikianlah Ia, Pemimpin kepada hidup, telah kamu bunuh, tetapi Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, dan tentang hal itu kami adalah saksi.”

Kisah Rasul-rasul 3: 12-15.

7. Bukti ke-tujuh

Dalam buku “Kepercayaan Orang-orang Kristen” yang ditulis oleh Pendeta M.H. Finlay, beliau telah mengutip daripada tokoh-tokoh sezaman dengan Sayidina Isa dan juga dengan para pengikut-pengikut Isa (as), seperti berikut :

TACITUS – seorang ahli sejarah bangsa Rum, dilahirkan tahun 56 TM, telah menyebutkan tentang penyaliban Sayidina Isa Al-Masih itu secara nyata.

LUCIAN – seorang penulis bangsa Yunani, dilahirkan tahun 100 TM, mengakui penyaliban Sayidina Isa Al-Masih itu sebagai suatu kenyataan yang bersejarah.

CELSUS – seorang pengikut filsafat Epikuri, telah merujuk kepada “Sayidina Isa Yang Tersalib.”

Orang-orang Kristen tidak menuntut kesaksian orang-orang yang tidak beragama ini, tetapi kami menyebutnya sebagai contoh untuk menunjukkan bahwa para ahli sejarah pada zaman itu tidak pernah membantah kebenaran dan keabsahan peristiwa Penyaliban Sayidina Isa (as) itu. (halaman 33)

8. Bukti ke-delapan

Quran s.Al Imran 3:55 mengatakan:

“(Ingatlah) ketika Allah berfirman: “ Hai “Isa” sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu, diatas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat.

Dalam ayat ini jelaslah bahwa Quran sendiri telah bersaksi bahwa Isa Almasih (Sayidina Isa Al-Masih) mengalami kematian wafat – meskipun tidak diakui di kayu salib, dan kemudian dibangkitkan (Hidup kembali) (- wara fi uka).

Quran s.Maryam 19:33 mengatakan:

“Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali.”

Dalam ayat ini merupakan kesaksian yang keluar dari mulut Isa Almasih (Sayidina Isa Al-Masih) itu sendiri, yang mengisyaratkan bahwa kematiannya telah dekat, serta pemberitaan akan kebangkitannya (Hidup kembali). Dengan kata “Ub asyu Hayya” jelas sekali menunjukkan “hidup kembali dari kematian”, berbeda dengan makna kebangkitan pada hari kiamat. Hidup kembali tidak akan ada, kalau tidak ada terlebih dahulu “kematian yang real.”

Dari adanya banyak bukti-bukti yang meyakinkan ini, maka tanpa ragu kita dapat memastikan bahwa “orang yang disalibkan dan mati itu adalah Sayidina Isa”, bukan orang lain, bukan Yudas atau Yahuza. Sedang Yudas, tidaklah mati disalib, sebaliknya dia telah mati karena bunuh diri. (Kisah Rasul-rasul 1: 18)

Sebab itu keterangan Quran s.an Nisaa 4:157, 158, sama sekali tidak ada kekuatan untuk diterima kebenarannya.

Sangkalan Ahmadiyah, salah satu sekte-bidat-dalam agama Islam.

Dari golongan Ahmadiyah ini lain pula teori penyangkalannya.

Kalau dari golongan Islam pada umumnya dengan berdasarkan Al-Quran menyangkal bahwa yang mati di Salib itu adalah Sayidina Isa, melainkan orang lain, yaitu Yahuza. Sedang golongan Ahmadiyah, membenarkan dengan yakin bahwa yang disalib itu memang Sayidina Isa, tetapi ia tidak mati, melainkan hanya pingsan saja.

Baiklah kita pelajari saja teori penyangkalannya ini, agar kita dapat bahas seperlunya. Sebagaimana sudah diterangkan terdahulu, bahwa pembahasan ini bukan berarti bahwa kita sudah kurang yakin akan kebenaran Alkitab. Bukan demikian. Malah kita ingin membuktikan kepada mereka, bahwa teori mereka inipun tidak dapat dipertahankan kebenarannya.

Alasan sangkalan mereka (Ahmadiyah) terkutip dalam Risalahnya “At Tajdidfil Islam” jilid ke-III oleh S. Ali Yasir, sebagai berikut:

1. Alasan pertama :

“Nabi Isa a.s. dipentang hanya beberapa jam saja (Markus 15:25, Yohanes 19: 14), padahal mati disalib itu makan waktu yang lama sekali.”

Dalam alasan mereka yang pertama ini, jelas sekali tidak ada sesuatu argumentasi yang dapat meyakinkan. Sangkalan mereka hanya didasarkan “duga-dugaan” saja. Tentang lamanya kematian seseorang dalam kesengsaraan salib, sifatnya adalah relatif. Kematian Sayidina Isa di kayu salib dibuktikan atas kesaksian seorang kepala laskar (Markus 25: 44-45). Sebab itu alas an penyangkalan golongan Ahmadiyah ini sama sekali tidak mempunyai nilai kebenaran.

2. Alasan ke-dua:

“Ketika rusuk Nabi Isa a.s., ditusuk oleh seorang laskar Rumawi dengan tombak mengalirkan darah dan air (Yohanes 19: 34), darah dan air suatu bukti bahwa Nabi Isa a.s. belum mati.”

Untuk menjawab alasan penyangkalan mereka ini, baiklah kita dengarkan saja keterangan seorang ahli, yaitu dokter – tokoh yang termasyur karena menemukan penggunaan chloroform sebagai obat bius. Dokter itu, adalah Sir James Simpson dari Edinburgh, telah menulis suatu keterangan dimana ia menunjukkan bahwa dipandang sudut ilmiah, Sayidina Isa mati oleh karena apa yang dinamakan oleh para ahli kedokteran: “Desakan Darah Pada Jantung.” Bisa seseorang meninggal dunia dalam keadaan seperti ini, lengannya direntangkan selebar-lebarnya serta keluarlah suatu teriakan dan dinding jantungnya pecah sehinggah darah mengalir kedalam kantung jantung (kantung yang membungkus jantung) dan menghalangi jantung untuk menguncup. Darah yang tinggal didalam kantung itu kemudian akan memisah menjadi serum (air darah) dan endapan (butir-butir darah merah) (Pdt. M.H. Finlay, Kepercayaan Orang Kristen, halaman 35).

Ini adalah keterangan dari segi Ilmu Pengetahuan Kedokteran yang sama sekali bebas dari pengaruh Agama.

Rasul Yohanes, bukanlah seorang ahli ilmu pengetahun kedokteran. Ia hanya menulis secara teliti apa yang ia telah lihat pada saat peristiwa penyaliban Yeusu itu, mungkin tanpa ia sadarai bahwa apa yang ia tulis itu telah menjadi bahan penelitian pada 20 abad kemudian, dan menjadi bukti “kebenaran” pula Yohanes mengatakan:” mengalir keluar darah dan air,” Dia tidak mengatakan “darah” yang mengalir dari pembuluh-pembuluh darah sebagaimana layaknya orang masih hidup, melainkan “darah” dan air dari lambungNya” (kantung yang membungkus jantung). Sungguh, sangkalan mereka, malah meyakinkan akan kebenaran Akitab.

3. Alasan ke-tiga

“Nabi Isa a.s. tak dikubur seperti dua penjahat, melainkan dirawat oleh salah seorang muridnya yang setia, yang merawat dengan baik dan menguburkan beliau didalam kuburan batu yang luas, dan kubur itu hanya ditutup dengan batu (Markus 15:46), tiga hari kemudian tempat batu penutup itu sudah terbongkar (Markus 16:4). Hal ini tak akan terjadi jika Nabi Isa bangkit secara gaib.”

Alasan penyangkalan yang ketiga lebih tepat dikatakan “sangkaan”, dan bukan alasan.

Tidak ada sesuatu argumentasi yang menyakinkan kebenaran sangkalan atau sangkaan mereka. Untuk mencari kebenaran, tidak ada alasan untuk mengemukakan “sangkaan atau duga-dugaan “, tetapi yang dibutuhkan adalah argumentasi, pembuktian yang meyakinkan setiap orang. Alasan yang ke-tiga ini, tidak ada nilai kebenarannya sebagai sangkalan yang meyakinkan.

4. Alasan ke-empat

“Tatkala Maryam Magdalena pada hari yang ketiga melihat Nabi Isa a.s. disangkanya seorang juru-taman (Yohanes 20: 15), hal ini menunjukkan bahwa Nabi Isa a.s. menyamar sebagai juru taman.”

Ayat yang dikemukakan Ahmadiyah ini, bukanlah “alasan sangkalan bahwa Sayidina Isa itu hanya pingsan tidak mati.” Ayat tersebut, memang menunjukkan Sayidina Isa sudah hidup kembali dari kematiannya. Inilah penampakan Sayidina Isa yang pertama kami dari Kebangkitan yang sudah dikatakan terlebih dahulu sebelum masa sengsaranya dikayu Salib.

Jadi jelaslah pula, bahwa ayat ini tidak menjadi bukti sebagai alasan penyangkalan kematian Sayidina Isa, melainkan menjadi bukti dari kebangkitanNya diantara orang mati.

5. Alasan ke-lima

“Murid-murid Nabi Isa a.s. melihat beliau dengan badan jasmani yang sama dan luka-luka beliau masih ada, sehingga Thomas dapat mencocokkan tanggannya kedalamnya. – – Lukas 24: 39, 40; Yohanes 20: 27.

Samalah juga halnya dengan alasan yang ke-empat, ayat inipun, bukanlah “alasan sangkalan bahwa Sayidina Isa itu hanya pingsan tidak mati.” Ayat tersebut adalah menunjukkan bahwa Sayidina Isa telah bangkit hidup kembali dari kematiannya. Jadi jelaslah pula, bahwa alasan kelima inipun sememangnya tidak kena mengena pada sasaran yang mereka maksudkan.

6. Alasan ke-enam

“Beliau masih merasa haus dan lapar dan makan”. – Lukas 24: 39-43; Yohanes 21: 5-13.

Alasan ke-enam inipun tidak kena mengena untuk mendukung alasan mereka, bahwa “Sayidina Isa hanya pingsan, tidak mati.” Ayat yang di kemukakan diatas ini, adalah ayat kebangkitan Sayidina Isa dari kematiannya. Alasan ke-enam ini jelas tertolak.

7. Alasan ke-tujuh

“Nabi Isa pergi ke Galilea dengan dua orang muridnya, sambil berjalan berdampingan (Matius 28:10). Hal ini menunjukkan bahwa beliau mengungsi untuk mencari keselamatan.”

Nas yang dikemukakan inipun, adalah nats Kebangkitan Sayidina Isa sesudah kematiannya. Sama sekali tidak kena-mengena dengan penyangkalan atas kematiannya dikayu salib.

8. Alasan ke-delapan.

“Sebelum ditangkap ditaman Getsemani beliau berdoa sepanjang malam, supaya diselamatkan dari mati terkutuk pada kayu salib dan minta kepada murid-muridnya supaya berdoa baginya (Markus 14:36, Matius 26: 39). Doa itu dikabulkan, sehingga perkara itu lebih terang lagi (Ibrani 5:7). Sebab doa orang dalam kesengsaraan itu dikabulkan, lebih-lebih doa hambaNya yang suci.”

Sayidina Isa berdoa, agar kehendak Allah itu jadi, bukan kehendaknya sebagai manusiawi. Dalam Ibrani 5:7, maut yang dimaksudkan adalah “kematian rohani.” Dikayu salib, Sayidina Isa membuktikan, bahwa Dia telah mengalahkan “maut” ini, Dia tetap berserah menurut kehendak Allah, Bapa. Kehendak Allah itu, telah dinubuatkan oleh para Nabi-nabi Allah yang terdahulu, bahwa Al-Masih itu akan merasai sengsara. Bahkan penyaliban itupun telah dinubuatkan oleh Nabi Daud, 1,000 tahun sebelumnya (Mazmur 22: 17). Kematian dan penguburannya, dinubuatkan juga oleh Nabi Yesaya 700 tahun sebelum Masehi (Yesaya 53:9).

Dengan penyerahan yang sempurna itulah, Sayidina Isa berkata di atas kayu salib “Sudah Genap”. Apa yang telah digariskan untuk dijalaniNya sebagai Hamba Allah yang terpilih, sudah digenapi.

Jadi alasan ke-delapan dari Ahmadiyah inipun, bukanlah menunjukkan bukti bahwa Sayidina Isa tidak mati di Salib, hanya pingsan – tidak kena sasarannya. Malah menunjukkan sebaliknya, bahwa ter-Salib Sayidina Isa dan mati, ialah merupakan penggenapan nubuat para nabi-nabi terdahulu. Sudah Genap. Tetelestai.

9. Alasan ke-sembilan

“Beliau sendiri telah meramalkan bahwa Anak manusia (Nabi Isa) akan ada didalam hati bumi tiga hari tiga malam lamanya (Matius 12: 38-40). Kalau beliau telah wafat diatas tiang salib, ramalan beliau pasti tak akan terjadi.”

Memang, jika yang mati itu adalah Mirza Ghulam Ahmad, pasti ramalan demikian tidak terjadi. Tetapi Sayidina Isa bukan seperti Mirza Ghulam Ahmad, dan kematiannya tidak takluk dibawah hukum manusiawi, mati tidak berbangkit lagi. Sayidina Isa sebagai manusia Ilahiyat Dia mati bukan mati, tetapi mati untuk Hidup kembali.

10. Alasan ke-sepuluh.

Ke-inginan yang keras dari golongan Ahmadiyah ini untuk menyangkal kematian Sayidina Isa dikayu salib itu, merasa perlu mengemukakan beberapa pendapat yang dikatakannya para ahli, sebagai berkut:

Dr. J.G. Bourne seorang ahli didalam mengenakan obat-obat lali (anaesthetist) The Sunday Times, 24 Januari 1965 (London) menulis tentang penyaliban dan bangkitnya Nabi Isa sebagai berikut:

“Biasanya pembicaraan tentang kebangkitan itu berpangkal pada bukti-bukti dari sejarah (yang pada umumnya sekarang telah diakui kebenarannya) yang berkenaan dengan peristiwa-peristiwa tentang Sayidina Isa meragukan wafatnya yang benar-benar itu boleh jadi dianggap bertentangan dengan faham resmi akan tetapi ada alasannya maka orang beranggapan bahwa Sayidina Isa sesungguhnya pingsan pada kayu salib itu, dikira sudah wafat dan sadar kembali dari pingsannya setelah beberapa lama dalam keadaan pingsan.:

Menjawab keterangan diatas, lepas benar tidaknya ada tulisan tersebut dipublise – saya berprasangka demikian, karena saya tahu betul wataknya penyiaran Ahmadiyat-maka perlu ditegaskan bahwa dalam keterangan Dr.J.G. Bourne itu bukanlah merupakan “visum repertum” (surat keterangan kelukaan atau kematian menurut ilmu kedoktoran) Dia hanya mengemukakan …..“biasanya” ……….”meragukan …….”dianggap”……. Semuanya menunjukkan tidak ada kepastian. Apakah kesaksian seorang yang serba tidak pasti demikian, dapat dipercaya?

Alasan inipun, bukanlah suatu argumentasi yang bernilai meyakinkan.

– Dr.C.C.zP. Clark, pada tahun 1908 mengemukan pendapatnya dalam Medical Record, New York, bahwa mati surinya itu mungkin suatu kepingsanan.”

Keterangan Dr.C.C.P. Clark yang dikemukan oleh Ahmadiyag inipun sangat lemah. Dokter ini hanya mengatkan “mungkin suatu kepingsanan.”Menurut logikanya sendiri, sudah tentu |”mungkin pula benar-benar mati.”

– Prof. S. Weiss, seorang ahli pingsan bangsa Amerika, pada tahun 1935 berpendapat bahwa pingsan adalah kejadian yang biasa dari pada matinya kurba-kurban penyaliban dan diakui oleh ahli-ahli ilmu kedokteran dizaman sekarang.”

Keterangan Prof. S.Weiss, benar tetapi lucu. Sebab memang “pingsan adalah kejadian yang biasa daripada kematiannya kurban-kurban penyaliban.” Lucu saya katakan, karena memang tidak ada “kematian itu” mendahului dari “kepingsanan”. Sebelum seseorang itu mati, beberapa saat sebelumnya pastilah mengalami pingsan terlebih dahulu meskipun dalam waktu yang sangat pendek.

Alasan ini sama sekali, bukan menunjukkan ketidak benarannya kematian Sayidina Isadi kayu salib. Waktu Sayidina Isa diturunkan dari kayu salib memang sudah mati, dan sebelumnya entah beberapa saat sebelumnya tentu mengalami pingsan ….. baru mati.

Untuk membantah dari ketiga keterangan para ahli yang dikemukakan Ahmadiyah ini, kita harus kembali fakta sejarah. Memeriksa kesaksian-kesaksian yang melihatnya sendiri. Dokumen kesaksian ini dapat setiap orang memeriksanya. Dokumen ini terbuka untuk umum,yaitu ke-Empat Injil yang terdapat dalam Alkitab. Dari kesaksian-kesaksian yang telah dikemukakan diatas, tidak ada satupun yang mengatakan bahwa Sayidina Isa diturunkan dari kayu salib, dalam keadaan pingsan, melainkan sudah mati.

Kesaksian mereka lebih bernilai, dari pada kesaksian karangan dan duga-dugaan dari Ahmadiyah sesudah 20 abad kemudian dari peristiwa itu terjadi.
Kenapa Ahmadiyah begitu gigih menyangkal akan kematian dan kebangkitan Sayidina Isa Al-Masih?

Sebagaimana sudah diketahui, bahwa Mirza Ghulam Ahmad, mendawahkan dirinya penerima wahyu sebagai Nabi, Mujaddid juga sebagai Almasih yang dijanjikan (Masih Mau-ud). Untuk mendapatkan kepercayaan supaya berbaiat kepadanya, dia tidak segan-segan memberikan tafsiran Al-Quran jauh menyimpang dari yang sewajarnya, terutama yang mengenai masalah Isa Almasih.

Dia berusaha dengan gigih menyiarkan kebohongan-kebohongan serta pendustaan-pendustaan yang dibuatnya sendiri. Kenap? Hal ini dengan tegas ia menulis: “Buktikanlah kepada orang-orang Kristen itu, bahwa anak Maryam telah mati untuk selama-lamanya.

Berdasarkan kemenangan yang kamu peroleh dengan argumen ini maka kamu akan sanggup menyapu bersih agama Kristen dari permukaan bumi. Pada hari kamu mengalami sukses dan bukti bahwa Al-Masih ini termasuk dalam rentetan orang-orang yang sudah mati dan pada hari kamu mencamkan kenyataan ini, dalam hati sanubari orang-orang Kristen itu, maka kamupun akan mengetahui, bahwa Agama Kristen itu telah berolah “exit-nya dari dunia ini”.

Selain itu mengenai ayat Quran 3: 59, yang menerangkan bahwa Adam dan Isa sama-sama tidak ber-bapa pada umumnya telah dipergunakan oleh kaum Muslim untuk menolak ketuhanan Sayidina Isa. Tetapi ayat tersebut tidak bisa mencapai maksudnya, jika Sayidina Isa yang sesungguhnya dibandingkan dengan Adam dalam Bijbel, yaitu kelahirannya yang sama-sama tak berbapak. “Sayidina Isa dikandung oleh seorang wanita sebagaimana seorang wanita mengandung melalui perkawinan dengan seorang laki-laki” (Terjemahan dari: Sayidina Isa in Heaven on Earth).

Pengaruh propaganda Ahmadiyah ini sama sekali tidak dapat menarik perhatian pihak Kristen, kecuali menjadi senjata tambahan bagi golongan Islam lain guna menyerang keKristenan.

Sudah banyak orang-orang Islam pada saat-saat puluhan tahun terakhir ini, orang sudah mulai membenci propaganda-propaganda permusuhan demikian. Malah banyak pemuda-pemuda yang mau berfikir wajar, menyelidiki kebenarannya secara obyektip. Dan …. Sebagaimana dikatakan oleh Drs. Hasbullah Bakry:” kita melihat ratusan dan ribuan pemuda-pemuda yang mau berfikir wajar, menyelidiki kebenarannya secara obyektip. Ribuan pemuda-pemuda kita yang berasal keluarga Islam telah murtad meninggalkan agama Islam dan berpindah keagama Kristen … Dengan hati terharu kita melihat pecah dan retaknya beberapa famili-famili Islam karena sebagian anggotanya berpindah agama Kristen, dimana persoalan tradisi kawin, penguburan dan warisan menjadi ruwet dan sengketa batin satu sama lain.” (Nabi Isa dalam Al-Quran enz. Halaman 171).
BANGKIT DARI ANTARA ORANG MATI

IA Hidup kembali. Pada hari ketiga Sayidina Isa Al-Masih telah bangkit diantara orang mati, secara real, kebangkitan jasmani, yang sudah dipermuliakan (Filipi 3:21), yang dapat dilihat dan diraba seluruh tubuhnya.

Sayidina Isa tidak hanya dikatakan “Hidup Kembali” dengan istilah Quran dikatakan “Ub asyu Hayya”, sekiranya Dia tidak mengalami “kematian” (wafat) terlebih dahulu.

Sebab itu Kematian Sayidina Isa Al-Masih, sama sekali tidak ada artinya, jika tidak berkelanjutan dengan KebangkitanNya, Hidup Kembali diantara orang mati.

Andai kata Sayidina Isa itu mati untuk tidak berbangkit hidup kembali, untuk apa kita dibaptiskan atas nama orang mati.

Andai kata Ia mati tidak berbangkit hidup kembali, untuk apa kita dibaptiskan atas nama orang mati.

Sekiranya Sayidina Isa mati abadi, untuk apa orang memandangNya sebaga Juruselamat. Dimana ada kemungkinan orang yang sudah mati itu dapat menjadi Juruselamat-Nya?

Hal ini ditegaskan oleh Rasul Paulus dalam Surat I Korintus 15: 29-32:

“Jika demikian, apakah faedahnya perbuatan orang-orang yang dibaptis bagi orang mati? Kalau orang mati sama sekali tidak dibangkitkan, mengapa mereka mau dibaptis bagi orangorang yang telah meninggal? Dan kami juga – mengapakah kami setiap saat membawa diri kami ke dalam bahaya? Saudara-saudara, tiap-tiap hari aku berhadapan dengan maut. Demi kebanggaanku akan kamu dalam Al-Masih Sayidina Isa, Tuhan kita, aku katakan, bahwa hal ini benar. Kalau hanya berdasarkan pertimbangan-pertimbangan manusia saja aku telah berjuang melawan binatang buas di Efesus, apakah gunanya hal itu bagiku? Jika orang mati tidak dibangkitkan, maka “Marilah kita makan dan minum, sebab besok kita mati.” (I Korintus 15: 29-32).

Inti sari kesaksian Gereja sedunia ini, adalah kesaksian atas “Kematian Sayidina Isa dikayu Salib dan Kebangkitannya dari antara orang mati.” Ia tidak akan mati lagi, melainkan Hidup sampai selama-lamanya pada kesudahan alam.

Seandainya Sayidina Isa Al-Masih tidak bangkit, tidak Hidup Kembali, maka Injil Matius, Lukas, Markus dan Yohanes, pastilah tidak ada, dan memang tidak ada keperluannya untuk ditulis. Kesaksian murid-murid Sayidina Isapun hanyalah merupakan kesaksian omong kosong. Jika agama Kristen dapat berdiri sampai sekarang – tanpa kesaksian Kebangkita Sayidina Isa – pastilah hanya merupakan Agama yang tidak mempunyai suatu pengharapan.

Tetapi, kita sekarang ber-Agama dengan penuh pengharapan. Kita mempunyai Juruselamat yang Hidup. Memiliki Iman yang berdasarkan Kasih. Kita sudah menjadi waris penerima janji-janji Allah bersama dengan Al-Masih, menderita bersama, juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia. (Roma 8: 17).

Karena itu adalah sah bagi kita, sebagai pengikut Al-Masih, untuk ikut dibangkitkan dari segala jenis kematian kita.

Kita akan dibangkitkan dari kematian bahagia rumah tangga.

Kita akan dibangkitkan dari kematian rezeki nafkah hidup.

Kita akan dibangkitkan dari kematian hati yang merusuhkan

Kita akan dibangkitkan dari kematian iman yang sudah suam

Kita akan dibangkitkan dari kematian Kasih.

Kita akan dibangkitkan dari kematian segala rupa hal yang mencekam jiwa, dari segala kekuatiran, dari segala penderitaan hidup, segala penderitaan penyakit dan lain-lain.

Allah sudah menjanjikan, bahwa: “Ia akan menghidupkan kita sesudah dua hari, pada hari yang ketiga Ia akan membangkitkan kita, dan kita akan hidup dihadapanNya “ – Hosea 6:2.

Asalkan saja:”Mari kita berbalik kepada Tuhan, sebab Dialah yang telah menerkam dan yang akan menyembuhkan kita, yang telah memukul dan yang akan membalut kita. Marilah kita mengenai dan berusaha sungguh-sungguh mengenal Tuhan; Ia pasti muncul seperti fajar; Ia akan datang kepada kita seperti hujan, seperti hujan pada akhir musim yang mengairi bumi – membuat jadi subur.”(Hosea 6: 1 & 3).

Tidak ada alasan bagi kita untuk ragu.

Setiap orang diberi keyakinan dan kepastian tentang janji keselamatan itu. Ia telah menjanjikan kelepasan dari dosa dan kematian rohani, kekuatiran yang mencekam jiwa menjadi rasa lega dan bahagia. Suatu harapan yang sangat bagus, dan tidak perlu orang bersangsi, rasa ragu.

Satu hal yang sangat penting dicatat dan di insyafi bahwa berkat-berkat keselamatan itu tidaklah akan datang kepada seseorang melainkan dengan melalui Sayidina Isa Al-Masih.

Inilah sebabnya Rasul Petrus telah di ilhamkan untuk mengatakan tentang Sayidina Isa Al-Masih itu demikian:

“Dan keselamatan tidak ada didalam siapapun juga selain di dalam Dia (Sayidina Isa Al-Masih), sebab dibawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.” (Kis. 4:12).

Sebagaimana halnya Injil Salib, begitupun juga terhadap Injil Kebangkitan ini, terdapat penyangkalan-penyangkalan, sejak permulaan hingga sampai pada saat kita sekarang ini.

Sebagaimana juga halnya penyangkalan mereka terhadap Injil perihal kematian Sayidina Isa dikayu salib, begitupun juga terhadap, penyangkalan Injil Kebangkitan ini, haruslah kita berikan jawab yang layak.

Sumber pemberi jawab yang utama, tidaklah lain daripada Alkitab, terutama dari keempat Injil. Karena dari sinilah suatu kesaksian yang menyakinkan, kesaksian yang berdasarkan sejarah, kesaksian mata, dalam kebenaran.

Mari kita periksa dokumentasi kesaksian ini satu demi satu. Ada sejumlah 11 kali Sayidina Isa yang sudah bangkit dari kematianNya itu, telah menampakkan DiriNya dalam waktu 40 hari dari KebangkitanNya sampai dengan KeberangkatanNya ke Sorga.

1. Sayidina Isa menampakkan DiriNya kepada Maria Magdalena

– Yohanes 20: 11-18; dan Markus 16: 9

Pertama-tama kali dari KebangkitanNya, Sayidina Isa menampakkan DiriNya kepada Maria Magdalena, yaitu seorang perempuan yang pernah disembuhkan Sayidina Isa dari kerasukan 7 setan. Magdalena, yang tadinya sudah lupa akan janji Tuhan-nya telah bangkit dengan penuh harap, dan pergi memberitakan kesaksiannya ini kepada murid-murid Sayidina Isa.

2. Sayidina Isa menampakkan DiriNya pada perempuan lain

– Matius 28: 8-10; Lukas 24:10

Pada hari pertama kebangkitan itu, selain Sayidina Isa menampakkan diriNya kepada Maria Magdalena, tetapi juga kepada perempuan-perempuan lain. Menurut Lukas yang ikut serta Magdalena, adalah Yohana, Maria Yakobus.

3. Sayidina Isa menampakkan DiriNya pada Kleopas dan kawan- kawan di jalan Emaus.

– Lukas 24: 13-33; Markus 16: 12-13.

Untuk yang ketiga kalinya Sayidina Isa menampakkan DiriNya kepada 2 orang muridnya di jalanan menuju Emaus, kira-kira 7 mil dari Yerusalem. Kedua muridNya ini sedang patah hati, karena yang mereka harapkan dari Sayidina Isa, nampaknya telah gagal. Memang mereka sudah mendengar kabar Sayidina Isa telah bangkit, tetapi mereka sendiri agak tawar menerimanya, krena mereka sendiripun belum pernah melihatnya. Sebelum mereka mengenal Sayidina Isa waktu bertemu itu, Sayidina Isa menerangkan tentang Alkitab, perjanjian Allah akan kebangkitan Sang Mesias itu. Sewaktu mereka mengenal bahwa yang bercakap-cakap itu adalah Sayidina Isa sendiri, maka Sayidina Isapun hilanglah dari pandangan mata mereka.

4. Sayidina Isa menampakkan Dirinya kepada Simon Petrus

– Lukas 24: 34; I Korintus 15: 5

Kedua murid Sayidina Isa telah bertemu denganNya di jalanan Emaus itu, kembali ke Yerusalem, dan langsung menemui murid-murid Sayidina Isa lainnya. Meeka sedang berkumpul bersama-sama. Kata mereka: “Sesungguhnya Tuhan telah bangkit dan telah menampakkan diriNya kepada Simon.” Lalu kedua orang itupun menceritakan juga pengalamannya di jalanan menuju Emaus, dan bagaimana mereka mengenal Dia pada waktu Ia memecah-memecahkan roti.

5. Sayidina Isa menampakkan Dirinya kepada semua murid-muridnya, kecuali Thomas, karena tidak hadir. (Lukas 24: 35-49, Yohanes 20: 19-23).

Dalam suatu ruangan khas yang terkunci, murid-murid Sayidina Isa, kecuali Thomas tidak hadir, sedang berbincang tentang Kebangkitan Sayidina Isa. Tiba-tiba Sayidina Isa telah berdiri ditengah-tengah mereka, dan berkata: “Damai sejahtera bagi kamu.” (‘assalammualaikum’) Mereka terkejut dan takut dan menyangka bahwa mereka melihat hantu. Akan tetapi Baginda berkata kepada mereka: “Mengapa kamu terkejut dan apa sebabnya timbul keragua-raguan didalam hatimu? Lihatlah tanganKu dan kakiKu: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada padaKu.”

Sambil berkata demikian, Ia memperlihatkan tangan dan kakiNya kepada mereka. Dan ketika mereka belum percaya karena girangnya dan masih heran, berkatalah Ia kepada mereka:”Adakah padamu makanan disini? Lalu mereka memberikan kepadaNya sepotong ikan goring. Ia mengambilnya dan memakannya didepan mata mereka. Ia berkata kepada mereka: “Inilah kata-kataKu, yang telah Kukatakan padamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu dalam kitab Taurat Musa dan kitab Nabi-nabi dan kitab Mazmur (Zabur).” Katanya kepada mereka: “Ada tertulis demikian: Al-Masih itu harus wafat dan kembali hidup lagi, dan dalam namaNya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem. Kamu adalah saksi dari semua ini. Dan Aku akan mengirim kepadamu apa yang dijanjikan Bapa-Ku. Tetapi kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat yang tinggi.”

6. Sayidina Isa menampakkan Dirinya yang ke-6 kalinya dihadapan 11 murid-muridNya. (kini termasuk Tomas).

– Yohanes 20: 26-29, Markus 16: 14-18.

Untuk yang keenam kalinya, Sayidina Isa Al-Masih (as) telah menampakkan Dirinya kepada 11 orang murid-muridnya, kini termasuk Tomas. Sebelumnya waktu Tomas mendapat kabar bahwa murid-murid Sayidina Isa lainnya sudah pun melihat Sayidina Isa yang sudah bangkit dari maut itu, Tomas sendiri masih belum percaya, selagi dia belum melihatkannya diri sendiri! Tomas waktu itu berkata: “Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya.” – Yohanes 20:25.

Delapan hari kemudian murid-murid Isa(as) berada kembali dalam rumah itu dan Tomas bersama-sama dengan mereka. Sementara pintu-pintu terkunci, Sayidina Isa telah datang dan Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: “Damai sejahtera bagi kamu!” Kemudian Ia berkata kepada Tomas: “Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah.” Tomas menjawab Dia: “Ya Tuhanku dan Allahku!” Kata Isa(as) kepadanya: “Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.”

7. Sayidina Isa menampakkan diri kepada murid-murid-Nya di pantai danau Tiberias. -Yohanes 21:1-14.

“Kemudian Isa(as) menampakkan diri lagi kepada murid-murid-Nya di pantai danau Tiberias dan Ia menampakkan diri sebagai berikut. Di pantai itu berkumpul Simon Petrus, Tomas yang disebut Didimus, Natanael dari Kana yang di Galilea, anak-anak Zebedeus dan dua orang murid-Nya yang lain. Kata Simon Petrus kepada mereka: “Aku pergi menangkap ikan.” Kata mereka kepadanya: “Kami pergi juga dengan engkau.” Mereka berangkat lalu naik ke perahu, tetapi malam itu mereka tidak menangkap apa-apa. Ketika hari mulai siang, Isa(as) berdiri di pantai; akan tetapi murid-murid itu tidak tahu, bahwa itu adalah Isa(as). Kata Isa(as) kepada mereka: “Hai anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk-pauk?” Jawab mereka: “Tidak ada.” Maka kata Isa(as) kepada mereka: “Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh.” Lalu mereka menebarkannya dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan. Maka murid yang dikasihi Isa(as) itu berkata kepada Petrus: “Itu Tuhan.” Ketika Petrus mendengar, bahwa itu adalah Tuhan, maka ia mengenakan pakaiannya, sebab ia tidak berpakaian, lalu terjun ke dalam danau. Murid-murid yang lain datang dengan perahu karena mereka tidak jauh dari darat, hanya kira-kira dua ratus hasta saja dan mereka menghela jala yang penuh ikan itu. Ketika mereka tiba di darat, mereka melihat api arang dan di atasnya ikan dan roti. Kata Isa(as) kepada mereka: “Bawalah beberapa ikan, yang baru kamu tangkap itu.” Simon Petrus naik ke perahu lalu menghela jala itu ke darat, penuh ikan-ikan besar: seratus lima puluh tiga ekor banyaknya, dan sungguhpun sebanyak itu, jala itu tidak koyak. Kata Isa(as) kepada mereka: “Marilah dan bersarapanlah.” Tidak ada di antara murid-murid itu yang berani bertanya kepada-Nya: “Siapakah Engkau?” Sebab mereka tahu, bahwa Ia adalah Tuhan. Isa(as) maju ke depan, mengambil roti dan memberikannya kepada mereka, demikian juga ikan itu.”

8. Sayidina Isa menampakkan diri-Nya kepada umum unrtuk disaksikan oleh lebih dari 500 orang. – 1 Korintus 15:6

Penampakan Sayidina Isa yang ke-delapan kalinya sesudah Kebangkitan-Nya di hadapan muka umum dan didepan khalayak ramai orang, dapat dilihat dan disaksikan oleh lebih daripada 500 orang, adalah merupakan pukulan atas mereka yang tidak percaya atau masih ingin menyangkal kebenaran akan kebangkitan-Nya sesudah mengalami masa kematian-Nya selama 3 hari 3 malam dalam kubur. Kalau kita berpijak pada ketentuan hukum, bahwa kesaksian dua atau 3 orang sudah cukup sesuatu diteguhkan secara hokum (Taurat: Ulangan 17:6-7) apapun pula dihadapan saksi mata sebanyak lebih dari 500 orang sekali gus.

9. Sayidina Isa menampakkan dirinya kepada Yakobus. – 1 Korintus 15: 7

Untuk yang kesembilan kalinya Sayidina Isa menampakkan Dirinya kepada Yakobus. Penampakan Sayidina Isa secara pribadi ini, tidak disebutkan secara terperinci dalam Alkitab, dimana dan peristiwa apa. Tetapi bagi kita, bukanlah itu yang terpenting melainkan bahwa kebangkitan Sayidina Isa bukanlah hanya merupakan angan-angan atau khayalan, melainkan secara nyata setiap orang pada waktu dapat dilihat secara nyata. Sebab itu, sekiranya ada penyangkalan sesudah 20 abad kemudian, sama sekali tidak ada alasan bagi kita untuk percaya. Malah dapatlah kita pastikan itulah dia kebohongan tidak kepalang tanggung.

10. Sayidina Isa kembali menampakkan diriNya kepada 11 murid-muridNya di Galilea, dengan satu Amanat Agung, yang harus kita turut melaksanakannya (Matius 28: 16-20)

Penampakan yang ke-sepuluh kalinya kepada 11 orang murid-muridNya ditandai dengan suatu Amanat Agung. Peristiwa diceritakan demikian. Dan kesebelas murid itu berangkat ke Galilea, ke bukit yang telah ditunjukkan Sayidina Isa kepada mereka. Ketika melihat Dia mereka menyembahNya, tetapi beberapa orang ragu-ragu. Sayidina Isa mendekati mereka dan berkata: “KepadaKu telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”

Banyak diantara Gereja-gereja, sangat sibuk mengadakan persiapan-persiapan untuk mengadakan peringatan Paskah memperingati Kebangkitan ini. Ini tidak salah. Tetapi terhadap Amanat Agung, ini hendaknya semua Gereja lebih bekerja keras lagi, sepanjang tahun …………. Ya sepanjang tahun untuk mensukseskan Amanat Agung ini, memberitakan Injil Keselamatan.

11. Sayidina Isa menampakkan Diriny kali er-akhir kepada ke-11 murid-muridnya didekat Betania

(Lukas 24: 50-53; Kis 1: 4-11)

Penampakkan yang ke-11 kali, sebagai penampakkan yang terakhir sebelum kenaikan Baginda ke Sorga kepada ke-11 orang murid-muridNya, terjadi di Bukit Zaitun, suatu tempat yang memang bersejarah bagi semua para hawariyun Sayidina Isa Al-Masih.

Untuk peristiwa ke-11 kali, sebagai penampakkan yang terakhir sebelum menaikkan kesaksiannya sebagai berikut:

“ Hai Teofilus, dalam bukuku yang pertama aku menulis segala sesuatu yang dikerjakan dan diajarkan Sayidina Isa, sampai pada hari Ia terangkat. Sebelum itu Ia telah memberi perintahNya oleh Roh Kudus kepada rasul-rasul yang dipilihNya. Kepada mereka Ia menunjukkan diriNya setelah penderitaanNya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah.

Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang – demikian kataNya – “telah kamu dengar daripadaKu. Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus.”

Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ: ” Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?” JawabNya:”Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasanya. Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksiKu di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”

Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutpNya dari pandangan mereka. Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka, dan berkata kepada mereka:”Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat kelangit? Sayidina Isa ini, yang terangkat ke Sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke Sorga.” (Kis. 1:11-11).

Mereka sujud menyembah kepadaNya, lalu mereka pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita. Mereka senantiasa berada didalam Bait Allah dan memuliakan Allah.

Penyangkalan terhadap Injil Kebangkitan.

Sebagaimana juga halnya dengan penyangkalan terhadap Injil Salib, maka terhadap Injil Kebangkitan inipun memang tidaklah sunyi. Penyangkalan itu tidaklah hanya terjadi pada sekarang saja, tetapi memang juga telah terjadi sejak semula.

Memang Injil Kebangkitan ini sangatlah rapat hubungan dengan Injil salib. Seandainya Kebangkitan ini tidak ada, maka iman Kristen adalah merupakan iman yang kosong, iman yang tidak ada landasannya sama sekali. Kesaksian murid-murid Sayidina Isapun, hanyalah merupakan kesaksian khayalan belaka.

Sebab itulah oleh seluruh gereja di dunia, Injil salib dan Kebangkitan ini adalah merupakan inti sari, pusat kepercayaan, pusat kepercayaan, pusat iman Kristen. Sebab itu, tidaklah heran, jika pihak-pihak kedajjalan berusaha sedemikian rupa agar kepercayaan akan adanya Kebangkitan ini harus di tekan, harus digoyahkan, sampai tidak mempunyai sesuatu kekuatan lagi, dan tercabut habis. Dengan demikian maka habislah pula riwayatnya pertumbuhan Agama Kristen, dimuka bumi ini, sebagaimana sudah diangan-angankan olah pengasas kelompok Ahmadiya, Mirza Ghulam Ahmad.

Penyangkalan terhadap Kebangkitan ini memang terjadi dalam pelbagai cara, tetapi tidak ada satupun yang membahas langsung Kebenaran kesaksian mata yang dikemukakan oleh penulis-penulis Injil itu, dengan mengemukkan sesuatu argumentasi yang cukup meyakinkan.
Teori pencurian mayat

Sebelum Kebangkitan ini terjadi, pihak Iman-imam Yahudi, telah bersiap-siap untuk mencegah tergenapinya janji Sayidina Isa bahwa Ia akan bangkit pada hari ketiga.

Untuk itulah telah diperintahkan laskar-laskar Penguasa Yahudi untuk menjaga kubur dimana Sayidina Isa dikuburkan.

Waktu dini hari pada hari pertama dalam minggu ini, sekonyong-konyong terjadilah gempa bumi yang hebat. Salah satu Malaikat Allah yang berpakaian serba putih seperti salju, telah diperintahkan oleh Allah Bapa, untuk menggeser atau membuka batu besar penutup kubur dimanan Tuhan Sayidina Isa itu telah dikuburkan. Maka serdadu-serdadu tentara Rum yang diperintahkan menjaga kubur tersebut berada dalam ketakutan yang amat sangat, lalu pergi berlari meninggalkan kubur tersebut.

Dalam pada itu Allah Bapa dengan kuasaNya tetap menghidupkan Sayidina Isa Al-Masih, Putera-Nya dari dalam kematian maut itu. Tubuh yang tadinya sudah terkapar dengan penuh noda luka-luka, telah bergerak dan bangkit meninggalkan kubur itu pergi ke Galilea. Kuburnya sekarang sudah dalam keadaan kosong. Malaikat Tuhan memberikan penjelasan kepada Maryam Magdalena dan Maryam lainnya, bahwa Sayidina Isa Al-Masih telah bangkit, sesuai dengan apa yang pernah Ia ucapkan, dan sekarang Ia telah pergi. Malaikat Tuhan berpesan supaya kedua wanita itu mengabarkan peristiwa tersebut kepada murid-muridnya, bahwa Dia telah bangkit dari antara orang mati akan berjalan menuju Galilea, disana kelak akan bertemu dengan murid-muridNya.

Para petugas melaporkan kejadian itu kepada pemimpin-pemimpin Yahudi yang bertanggung jawab atas hukuman mati disalibkannya diri Sayidina Isa Al-Masih itu. Laporan ini menyebabkan para pemimpin bangsa Yahudi menjadi kebingungan. Maka berhimpunlah mereka kepala-kepala Imam itu dengan orang-orang tua-tua untuk mencari pemecahannya segala sesuatu yang sudah berlaku ini. Karena jika berita Kebangkitan inimeluas, mau tidak mau pasti memberi kesan kepada umum, bahwa tuduhan mereka kepadanya adalah merupakan suatu dusta dan palsu adanya. Dan hukuman yang telah dijatuhkan itupun akan bernilai lain yaitu menjadi suatu pembunuhan atas orang yang tidak mestinya dilakukan. Keputusan mereka pasti dipandang suatu kesalahan besar.

Maka itulah mereka berusaha dengan segala cara agar kejadian yang ajaib itu tidak tersebar luar, dan jika tersiar juga dapat dibendung agar tidak dipercaya.

Jalan itu ialah memberikan uang sogok kepada laskar penjaga kubur itu berupa uang yang banyak.

Oleh para Imam seperti diceritakan oleh Injil Matius 28: 11-15, telah membujuk dan mengajari laskar-laskar tersebit demikian: “Kamu harus mengatakan bahwa murid-muridNya datang malam-malam dan mencuriNya ketika kamu sedang tidur. Dan apabila hal ini kedengaran oleh Walikota negeri, kami akan berbicara dengan dia sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apaapa.” Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera ini tersiar di antara orang Yahudi sampai sekarang ini.”

Penyangkalan Kebangkitan Sayidina Isa dengan teori pencurian mayat ini, sama sekali tidak berkembang dan tidak berpengaruh. Sebab itu pihak Yahudi sendiri sudah tidak ada kegiatan untuk meneruskan teori ini. Begitupun juga pihak antikrist lainnya sama sekali tidak ada mengambil alih teori ini.

Tidak ada sangkalan pihak Islam yang wajar

Kalau mengenai peristiwa bahwa Sayidina Isa telah di Salib dan mati, pada umumnya, pihak golongan Islam menyangkalnya dengan mengemukakan nats Al-Quran s.An Nisaa 4:157, tetapi mengenai Kebangkitannya mereka tidak menyangkal meskipun mereka tidak mempercayai kebangkita cara demikian.Mengenai kebangkitan ini Quran s.Maryam 19:33 menerangkan demikian: ” Dan sejahtera semoga dilimpahkan kepadaku pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali.” Kalimat ini adalah merupakan ucapan Sayidina Isa (as.).

Dengan kata “Ub asyu hayya” jelas sekali menunjukkan “hidup kembali dari kematian (dalam ayat itu dikatakan “amutu”, asal dari kata “maut”, yang berarti “mati”), berbeda dengan pengertian kebangkitan pada akhir zaman, (misal Quran s.Al A raf 7:25).

Berlainan dengan penyangkalan sekte Ahmadiyah. Golongan ini sama sekali tidak menyangkal yang disalibkan itu adalah memang benar-benar Sayidina Isa Al-Masih (Isa Almasih), tetapi beliau tidak mati hanya pingsa. Kemudian mengembar ke Kashmir, dan meninggal dunia disana dalam usia 120 tahun. Jadi dari golongan ini mengenai Kebangkitan menurut Alkitab, sama sekali bungkem, tidak ada komentar, tidak ada sangkalan. Mereka memandang Isa Almasih adalah hanya manusia biasa, tidak ada keajaiban mukjizat itu. Berita mukjizat mereka pandang, hanyalah dogeng saja.

Jadi tidak ada yang perlu kita bahas mengenai penyangkalan golongan lain, terutama Islam (termasuk juga sekte Ahmadiya), karena memang mereka tidak menyangkalnya.

Meskipun demikian, agaknya dirasa perlu juga kita menanggpi penyiaran golongan sekte Ahmadiyah, mengenai kehidupan dan pengembaraan Sayidina Isa di Kahmir itu, agar kebenarannya dapat dinyatakan.

Dalam bukunya “At Tajdid fil Islam” jilid III, halaman 54 mengenai pengembaraannya di Kashmir itu, dikatakannya bahwa “para ahli sejarah juga memberikan kesaksiannya, antara lain dikemukan nama-nama: Pandit Sri Jawarhalal Nehru, H. Spencer Lewis, Muflah Nadiri, Abu Jafar Muhammad Ibnu Jarir.

Selain, “apa yang dikannya: Para ahli sejarah ini”, memang tidak merupakan saksi mata (eye witness), bahkan juga dalam tulisan mereka tidak menyebutkan sumber keyakinan mereka itu, yang dari sumber mana memang menyaksikan sendiri. Mereka hanya mengatakan “masih ada kepercayaan yang kuat bahwa Isa pernah mengunjungi India “ (P.S.J. Nehru).

Sebab itu, dapat kita simpulkan, bahwa keterangan mereka, bukan saja tidak bernilai kesaksia, melainkan hanya dugaan-dugaan, sangkaan-sangkaan, malah lebih tepat merupakan “kesaksian dusta” yang tidak tanggung-tanggung.

Saya dengan senang hati mengutip tulisan-tulisan mereka selengkapnya, andaikata tulisan bersifat argumentis, merupakan fakta diperisa oleh pembaca buku ini. Tetapi saying, tulisan mereka hanya bersifat “diperkirakan, diduga, mungkin” saja. Malah baiklah kita undang mereka untuk meneliti sejarah dari kesaksian mata yang ditulis dalam Injil. Bantahlah dengan fakta, tetapi jangan dibantah dengan dusta. Silahkan. Terima kasih.

KESIMPULAN

Mengenai Injil Salib dan Kebangkitan ini, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

1. Kedurhakaan kaum Yahudi melakukan penyaliban atas diri Sayidina Isa Al-Masih, serta Kebangkitan sesudah mengalami kematianNya, dan dikuburkan dan Hidup kembali, adalah suatu fakta historis, suatu kejadian yang berlangsung dengan sesungguhnya, dihadapan saksi-mata ratusan mungkin ribuan manusia di zaman dan di waktu itu.

2. Dokumentasi kesaksian-mata ini terbuka untuk umum, dapat dibaca, diteliti dan dipertimbangkan. Dokumentas ini, tidaklah lain daripada ALKITAB. Diakui, memang dari pihak lain non Kristen, berusaha untuk menyangkalnya, namun sampai saat ini tidak ada sesuatu Argumentasi kesaksian lain sebagai penyangkal yang cukup bernilai kebenaran.

3. Karena kejadian Salib dan Kebangkitan Sayidina Isa itu adalah merupakan Kejadian Sejarah dengan kesaksian yang meyakinkan itu, maka tertolaklah sebagian golongan yang hendak menggolongkan kejadian itu hanya sebagai dongeng, sebagai mitos. Bukan tahyul, juga bukan hanya perlambang. Ia adalah fakta, kejadian, satu peristiwa sejarah dan yang cukup bersejarah yang benar-benar telah terjadi, lebih daripada 2,000 tahun yang lalu!

4. Satu Amanat Agung yang diberikan oleh Sayidina Isa, sesaat meninggalkan dunia ini, naik ke Sorga, yaitu: “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarkanlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”

– Matius 28:19-20

Amanat Agung ini, hendaknya menjadi penggugah semangat bagi setiap Gereja, bahkan setiap orang Kristen pengikut Al-Masih, untuk lebih aktif dan giat bersaksi kepada hakikat Salib serta Kebangkitan Isa Al-Masih ini.

@teman muslim.

Kalo mau tanya tentang ke keristenan yang sesuai topic di atas, disini juga bisa…

Juga di topic2 lainnya( masih ada 7 topic lagi tuh)

Jangan gangguin topic Sirah Nabawiyah…

Cuman satu, kalian ganggu pula.

semoga jelas.