Agamaku Kesaksianku

Archive for the ‘Sang Guru’ Category

Maafkan saya karena sudah lama tidak mengisi blog ini. Itu semua murni karena kesibukan saya yang belakangan ini serasa semakin banyak saja tugas, wewenang dan tanggung jawabnya. Absennya saya ini sekaligus merupakan upaya untuk menghindari banyaknya diskusi debat yang semakin lama kesannya semakin ngalor-ngidul tanpa arah. Saya tidak akan menyalahkan siapa-siapa mengenai hal itu. Tetapi saya mengurangi keterlibatan saya di diskusi tersebut.

Oleh karena itu, tulisan-tulisan saya berikutnya akan banyak mengalami perubahan gaya. Berusaha tidak menyerang siapa pun (apa pun agamanya) sekaligus berupaya dengan santun menuliskan pemikiran saya berdasarkan religi yang saya anut.

Kali ini saya akan sharing mengenai pekerjaan saya. Jika pembaca merasa tulisan ini tidak menarik dan membosankan, maka saya menyarankan untuk menghentikan membaca tulisan ini. Maklum, pekerjaan yang akan saya tuliskan berkutat di bidang TIK (teknologi informasi & komunikasi) yang mungkin bagi sebagian besar orang akan sangat membosankan. Tetapi jika pembaca merasa bahwa membaca tulisan ini penting terutama untuk menarik kesimpulan akhir dengan pikiran terbuka, saya akan sangat menyarankan meneruskan membaca tulisan ini sampai akhir.

Yesus Tidak Sekedar Manusia Biasa »

Saat saya membaca buku The 21 Irrefutable Laws of Leadership” (Indonesia: “21 Hukum Kepemimpinan”) karangan John C. Maxwell, saya lantas membandingkannya dengan sosok yang amat-sangat saya kagumi, yaitu Yesus Kristus. Mengapa? Rupanya semua hukum kepemimpinan yang dituliskan oleh John C. Maxwell dipenuhi oleh Yesus. Tidak hanya dipenuhi bahkan dilampaui oleh Yesus Kristus.

Walau di bukunya tersebut semua contoh diambil dari pengalaman hidup para pemimpin besar manusia, tetapi karena Maxwell adalah seorang pendeta, menjadikan saya semakin yakin kalau Maxwell menyarikan semua hukum tersebut dari kepemimpinan Yesus Kristus.

Baca entri selengkapnya »

Sudah bukan hal yang rahasia lagi bahwa Yesus Kristus dibenci, dihina, ditolak dan disiksa tidak hanya pada jaman kehidupan-Nya, tetapi sampai kini di era modern ini. Tentang ini Yesus sendiri telah berkata:

Yohanes 7:7
Dunia tidak dapat membenci kamu, tetapi ia membenci Aku, sebab Aku bersaksi tentang dia, bahwa pekerjaan-pekerjaannya jahat.

“dia” yang disebutkan oleh Yesus adalah Iblis yang dengan segenap bala tentaranya berusaha menggagalkan upaya Yesus dan terus berupaya supaya manusia tersesat sepanjang masa.

Lebih lanjut mengenai pekerjaan Yesus…

Kita semua berdosa. Kita mewarisi kutuk itu. Dan oleh karenanya, kita telah kehilangan rahmat Allah yang melimpah itu. Kita juga harus memanggul salib kita di dunia ini. Kita harus menderita dalam memanggul salib itu. Semuanya harus kita lalui demi mendapatkan kembali kesempatan bertemu dengan Allah.

Tetapi kita harus mencermati, seperti apakah kita ketika sedang memanggul salib kita? Drama penyaliban Yesus sungguh tepat menggambarkan tipe manusia saat memanggul salibnya. Apakah kita seperti orang di sebelah kanan Yesus? Atau seperti yang di sebelah kiri Yesus?

Baca entri selengkapnya »

Betulkah janin itu tidak berdosa? Betulkah bayi yg baru lahir itu tidak berdosa? Pasti banyak yg akan mengatakan bahwa janin atau bayi yg baru lahir itu tidak berdosa. Yakinkah Anda jika mereka tidak berdosa?

Tetapi jika mereka tidak berdosa, mengapa mereka harus menyiksa ibunya saat masih di kandungan? Ketika pun mereka lahir, mengapa mereka menimbulkan rasa sakit yg luar biasa bagi ibunya? Bahkan nyawa ibunya pun menjadi taruhan. Bagaimana pula dengan masa bayi mereka? Bukankah mereka sangat merepotkan?

Seperti Adam…

Tidak dapat dihindari ketika kita menyadari bahwa kita punya musuh. Apa pun yang menyebabkan itu, kita harus mematahkan kuasa jahat yang membuat kita memiliki perasaan benci (lawan dari kasih) yang dapat menghilangkan rasa damai. Padahal kita seharusnya menyebarkan kasih dan memberikan rasa damai, bahkan kepada musuh kita.

Apa kata Sang Guru kita Yesus Kristus mengenai hal ini? Berikut adalah ajaran-Nya yang sungguh luar biasa:

  1. Mengasihi & Mendoakan: “Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.” (Mat 5:44. Bdk: Luk 6:27, Luk 6:35).
  2. Mengampuni: “Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di Sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu.” (Markus 11:25. Bdk: Mat 6:12, Luk 11:4).
  3. Tidak menghakimi & menghukum: “Janganlah kamu menghakimi, maka kamu pun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamu pun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni.” (Luk 6:37. Bdk: Mat 7:1).
  4. Perdamaian:“Tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.” (Mat 5:24. Bdk: Mark 9:50)

Dan akhirnya nasehat dari Paulus berikut dapat membantu kita:

“Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.” (Kolose 3:13)

Lihatlah bahwa ajaran Sang Guru kita Yesus Kristus benar-benar Kasih Sejati yang dapat mematahkan kuasa kejahatan! Dan itu semua harus dimulai dari DIRI KITA SENDIRI!!! Kasih itu mendatangkan kedamaian. Itu penting karena:

“Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.” (Mat 5:9).


Stat

Blog Stats

  • 411,023 hits