Agamaku Kesaksianku

Saya sangat tertarik ketika ada seorang blogger menulis topik bertema “KUHP Tentang Pelecehan Terhadap Segolongan Masyarat (Di Antaranya Agama).” Saya tidak akan mempermasalahkan isi dari tulisan tersebut karena isinya sebagian berupa kutipan dari KUHP pasal 156. Sebagai informasi, blog tersebut banyak berisi tulisan-tulisan religius.

Kemudian saya tertarik untuk melemparkan sebuah diskusi. Saya melemparkan pertanyaan sederhana saja:

Kalau ada sebuah kaum kemudian menyebut “kafir” kaum lain, itu sudah merupakan pelecehan belum?

Saya cukup terkesan karena akhirnya penulis blog meluangkan waktunya untuk membuat sebuah artikel terpisah untuk membahas istilah “kafir” dengan panjang lebar. Judulnya cukup menggugah dengan 3 tanda tanya: “Kafir???” Sayangnya saya tidak dapat memperoleh kesimpulan tegas antara “pengkafiran” dengan “KUHP tentang Pelecehan…” di artikel yang ditulisnya.

Saya pun tertarik untuk berdiskusi lebih lanjut dengan penulis blog tersebut. Saya menduga jika penulisnya, yang rajin menuliskan hal-hal religius, maka paling tidak memiliki kedewasaan yang cukup dalam berdiskusi.

Meneruskan diskusi dengannya… »

Maafkan saya karena sudah lama tidak mengisi blog ini. Itu semua murni karena kesibukan saya yang belakangan ini serasa semakin banyak saja tugas, wewenang dan tanggung jawabnya. Absennya saya ini sekaligus merupakan upaya untuk menghindari banyaknya diskusi debat yang semakin lama kesannya semakin ngalor-ngidul tanpa arah. Saya tidak akan menyalahkan siapa-siapa mengenai hal itu. Tetapi saya mengurangi keterlibatan saya di diskusi tersebut.

Oleh karena itu, tulisan-tulisan saya berikutnya akan banyak mengalami perubahan gaya. Berusaha tidak menyerang siapa pun (apa pun agamanya) sekaligus berupaya dengan santun menuliskan pemikiran saya berdasarkan religi yang saya anut.

Kali ini saya akan sharing mengenai pekerjaan saya. Jika pembaca merasa tulisan ini tidak menarik dan membosankan, maka saya menyarankan untuk menghentikan membaca tulisan ini. Maklum, pekerjaan yang akan saya tuliskan berkutat di bidang TIK (teknologi informasi & komunikasi) yang mungkin bagi sebagian besar orang akan sangat membosankan. Tetapi jika pembaca merasa bahwa membaca tulisan ini penting terutama untuk menarik kesimpulan akhir dengan pikiran terbuka, saya akan sangat menyarankan meneruskan membaca tulisan ini sampai akhir.

Yesus Tidak Sekedar Manusia Biasa »

Beberapa rekan diskusi di blog ini dan juga di dunia nyata menyarankan agar saya belajar mengenai Islam & mengenal lebih dekat Nabi Muhammad. Setiap kali membaca/mendengar saran ini, setiap kali itu pula saya tersenyum. Bukan karena saya menyepelekan saran ini, bukan pula karena saya tidak mau, tetapi karena sebenarnya itu sudah saya lakukan sejak dulu, bahkan sejak masa remaja saya. Semakin saya mempelajarinya, semakin tebal iman saya kepada Yesus. Alasannya cuma satu, karena saya semakin memahami kasih Tuhan yang begitu besar lewat karya keselamatan Yesus Kristus.

Tetapi alasan saya di atas mungkin dianggap klise bagi sebagian besar pembaca. Saya tidak perlu membuktikan dan memberikan alasan apa pun karena itu bukan porsi saya lagi karena saya telah melakukannya sejak dulu, termasuk semua yang telah saya tulis di blog ini. Tetapi ketika banyak orang yang semakin gencar mempertanyakannya, saya justru mengajak kita semua membuktikannya sendiri sekaligus mencari alasannya. Mengapa begitu? Karena kebenaran itu sudah dinyatakan… sepanjang usia dunia, dari awal sampai di akhir jaman nanti.

Lalu bagaimana saya mengajak kita semua membuktikannya? Satu-satunya cara adalah dengan mempelajarinya.

Baca entri selengkapnya »

Kami sekeluarga mengucapkan Selamat Hari Raya Paskah 2008.
Berbahagialah kita semua yang telah ditebus-NYA.
Salam damai sejahtera bagi kita semua.

Saya melihat bahwa diskusi di artikel “Ternyata Tuhan Kita Memang Berbeda” rupanya membuahkan akibat yang buruk. Oleh karenanya saya memproteksi artikel tersebut sehingga tidak bisa dibaca tanpa kata sandi. Dengan demikian perdebatan mengenai hal tersebut ditutup.

Saya mohon maaf jika sekiranya para pembaca tersinggung atau marah karena artikel tersebut. Tuhan memberkati. Salam.

Konten ini diproteksi dengan kata sandi. Untuk melihatnya cukup masukkan kata sandi Anda di bawah ini:

Saat saya membaca buku The 21 Irrefutable Laws of Leadership” (Indonesia: “21 Hukum Kepemimpinan”) karangan John C. Maxwell, saya lantas membandingkannya dengan sosok yang amat-sangat saya kagumi, yaitu Yesus Kristus. Mengapa? Rupanya semua hukum kepemimpinan yang dituliskan oleh John C. Maxwell dipenuhi oleh Yesus. Tidak hanya dipenuhi bahkan dilampaui oleh Yesus Kristus.

Walau di bukunya tersebut semua contoh diambil dari pengalaman hidup para pemimpin besar manusia, tetapi karena Maxwell adalah seorang pendeta, menjadikan saya semakin yakin kalau Maxwell menyarikan semua hukum tersebut dari kepemimpinan Yesus Kristus.

Baca entri selengkapnya »

Stat

Blog Stats

  • 331,162 hits
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.