Agamaku Kesaksianku

Kita Harus Menderita Karena Kutukan Allah

Posted on: Juli 25, 2006

Seorang sahabat mengeluh tentang kerasnya dan kejamnya kehidupan ini. Dia mendapat deraan hidup yang cukup hebat sampai pada suatu saat ia merasakan bahwa imannya goyah. Dia merasa tidak sanggup berdoa lagi. Dia merasa bosan selalu berdoa dan berharap. Dia merasa bahwa Tuhan tidak berpihak padanya. Dia merasa doanya selama ini tidak ada artinya dan sia-sia belaka. Saya juga pernah merasakan dan mengalaminya. Dan saya yakin, kebanyakan dari kita pasti pernah merasakan bahwa kita ditinggalkan oleh Tuhan dan seolah harapan kita adalah sia-sia dan hampa. Benarkah demikian? Mengapa?

Sebelum meneruskan membaca, sebaiknya Anda telah membaca Kitab Kejadian bab 3 untuk memperoleh gambaran lengkap dan runut tentang kisah mula-mula hubungan Allah dan manusia ini.


Awalnya TUHAN Allah menciptakan sepasang manusia (laki-laki dan perempuan) sesuai dengan citra Allah. Keduanya hidup di taman Eden dengan pergaulan yang penuh dengan Allah. Antara manusia dan Allah dapat saling berbicara dengan cara bertatap muka. Kehidupan yang penuh kebahagiaan, suka cita dan kedamaian. Semua berkat karunia kasih Allah. Betapa indahnya kehidupan mula-mula itu. Semuanya serba berkecukupan. Hanya ada 1 larangan saja dari Allah, yaitu larangan untuk memakan buah dari pohon pengetahuan antara baik dan jahat yang ada di tengah taman. Selain pohon yang sangat dilarang ini, terdapat juga pohon penting yang lain, yaitu pohon kehidupan. Sementara pohon-pohon yang lain dapat dimakan oleh manusia. Pohon-pohon yang lain ini memiliki bentuk yang menarik dan baik buahnya untuk dimakan manusia.

Sayangnya oleh karena bujukan ular (iblis) yang membujuk sang wanita untuk memakan buah pengetahuan yang baik dan jahat, manusia akhirnya jatuh ke dalam dosa pertamanya karena telah melanggar larangan Allah. Sejak memakan buah pengetahuan yang baik dan jahat itulah manusia jadi memiliki pengetahuan tentang yang baik dan jahat. Pengetahuan tentang kebaikan dan kejahatan ini memang sangat fatal, manusia tidak hanya mengetahui mana yang baik dan mana yang jahat, tetapi juga mampu bertindak baik atau jahat. Manusia tidak lagi kudus seperti Allah yang Mahakudus. Manusia jadi punya kehendak berbuat baik dan/atau jahat. Bahkan manusia akan lebih cenderung untuk berbuat jahat. Apalagi karena dorongan iblis yang akan selalu menggoda dan membujuk manusia untuk berbuat jahat.

Betapa murkanya TUHAN Allah. Allah tidak berkenan terhadap hal itu dan akhirnya Allah memberikan sanksi bagi ular dan manusia. Allah mengusir manusia dari taman Eden dan menjaga buah Kehidupan dari tangan manusia. Apa saja tindakan dan sanksi Allah terhadap iblis dan manusia?

  1. Lalu berfirmanlah TUHAN Allah kepada ular itu: “Karena engkau berbuat demikian, terkutuklah engkau di antara segala ternak dan di antara segala binatang hutan; dengan perutmulah engkau akan menjalar dan debu tanahlah akan kaumakan seumur hidupmu. Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.” (Kej 3:14-15).
  2. Firman-Nya kepada perempuan itu: “Susah payahmu waktu mengandung akan Kubuat sangat banyak; dengan kesakitan engkau akan melahirkan anakmu; namun engkau akan berahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu.” (Kej 3:16).
  3. Lalu firman-Nya kepada manusia itu: “Karena engkau mendengarkan istrimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu: semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkan bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu; dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu.” (Kej 3:17-19).
  4. Dan TUHAN Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan istrinya itu, lalu mengenakannya kepada mereka. (Kej 3:21)
  5. Berfirmanlah TUHAN Allah: “Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup selama-lamanya.” Lalu TUHAN Allah mengusir dia dari taman Eden supaya ia mengusahakan tanah dari mana ia diambil. Ia menghalau manusia itu dan di sebelah timur taman Eden ditempatkan-Nyalah beberapa kerub dengan pedang yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar, untuk menjaga jalan ke pohon kehidupan.

Berikut adalah penjelasan tiap point di atas:

  1. Allah mengutuk iblis dengan sangat dahsyat. Iblis menjadi mahluk yang sangat terkutuk dari segala mahluk. Posisinya menjadi yang paling rendah. Bahkan untuk berjalan pun dia harus menggunakan perutnya. Suatu hal yang dipandang sangat nista. Tetapi iblis dapat memakan jiwa manusia (debu tanah) karena Allah memberikan ijin kepadanya. Seumur hidupnya, iblis akan selalu berusaha mencari dan memakan jiwa manusia (debu tanah). Inilah mekanisme penyesatan iblis terhadap keturunan manusia.
  2. Tetapi Allah akan memberikan penolong bagi jiwa manusia, yaitu dari keturunan perempuan itu. Ini adalah pertarungan abadi antara keturunan perempuan dengan iblis. Kelak keturunan perempuan ini, yaitu Yesus Kristus akan menghancurkan kuasa iblis dengan meremukkan kepalanya walau pun untuk itu Sang Juru Selamat harus amat-sangat menderita di dunia ini. Tetapi syukurlah, penderitaan-Nya untuk mengalahkan iblis hanyalah seukuran tumit-Nya saja. Kuasa Sang Juru Selamat sangat luar biasa sehingga umat manusia dapat diselamatkan.

    Inilah nubuatan pertama tentang Sang Juru Selamat yang akan mengalahkan iblis dan juga menyelamatkan umat manusia. Dan nubuatan pertama ini diucapkan langsung oleh TUHAN Allah. Perseteruan ini telah terjadi sejak awal mula dan akan digenapi saat akhir jaman.

  3. Point 2 di atas menjelaskan mengenai proses pembuatan keturunan manusia selanjutnya, yaitu melalui hubungan sex. Dengan cara inilah manusia beranak pinak dan terus berlangsung garis keturunannya. Dan wanita akan sangat menderita sewaktu mengandung dan saat melahirkan. Allah tidak lagi menciptakan manusia secara langsung, tetapi harus melalui kelahiran supaya perempuan mengalami kesakita yang luar biasa.
  4. Point 3 di atas memperlihatkan betapa panjangnya kutukan dari Allah. Berikut adalah beberapa kutukan tersebut:
    • Kutukan kepada bumi sehingga manusia akan bersusah payah mencari rejeki seumur hidupnya di dunia ini. Sulitnya mencari rejeki untuk hidupnya ini juga ditambah dengan adanya penjahat-penjahat dan penggoda-penggoda sehingga semakin sulit saja upaya manusia dalam mencari rejeki. Dan betapa pahit rasanya hasil yang diperoleh. Penderitaan ini akan dirasakan manusia sampai akhir hidupnya (mati).
    • Manusia pada akhirnya harus mati. Setelah menjalani kesengsaraan hidup di bumi ini manusia akan mati karena Allah mengembalikan wujud asli manusia, yaitu dari debu menjadi debu kembali. Jadi manusia hidup di bumi ini hanya untuk menderita. Tetapi jerih payah dan penderitaan ini sebenarnya hanyalah suatu ujian dari Allah bagi manusia: apakah manusia layak diselamatkan atau hanya akan mati sia-sia dan menjadi debu untuk menjadi makanan iblis? Jika kita layak untuk diselamatkan, maka kita akan kembali berkumpul dengan Allah di taman Eden yang baru. Jika tidak, maka nerakalah tempatnya.
  5. Walau pun Allah dengan keras telah mengutuk iblis, manusia dan dunia ini, tetapi Allah tetap menyatakan kasih sayang-Nya kepada manusia. Allah membekali manusia dengan bekal untuk hidup di dunia, yaitu pakaian dari kulit binatang dan mengenakannya pada manusia. Ini adalah pengajaran Allah yang mula-mula bagi manusia, yaitu untuk menjaga kekudusan dengan cara yang benar (pengetahuan untuk mencegah rasa malu; manusia membuat cawat dari daun pohon ara, tetapi TUHAN membuat pakaian dari kulit binatang) sekaligus cara untuk hidup di dunia (pemilihan cara yang terbaik untuk hidup).
  6. Pada point 5 digambarkan bahwa Allah mengusir manusia dari taman Eden. Allah lebih mengetahui akibat fatal dari buah itu, yaitu manusia jadi punya kehendak berbuat baik dan/atau jahat. Tampak bahwa manusia telah kehilangan kemuliaan dan kekudusannya. Manusia tidak layak bersanding lagi dengan Allah. Dan Allah juga tidak ingin manusia meraih dan memakan buah pohon kehidupan sehingga manusia dapat hidup selama-lamanya. Maka Allah mengusir manusia dari taman Eden dan memberikan jarak yang tak tertembus oleh manusia karena Allah telah menempatkan beberapa kerub dengan pedang yang menyala-nyala yang menjaga jalan akses ke taman Eden dan pohon kehidupan. Akibatnya fatal: dalam kehidupannya di dunia ini, manusia tidak bisa lagi bertemu muka dan bergaul langsung dengan Allah. Tidak ada jalan untuk kembali kepada Allah.

Nah, jadi wajar jika manusia harus menderita di dunia ini. Penderitaan ini hanyalah satu ujian bagi kita manusia. Terserah pada kita dalam menyikapi hidup kita yang memang sudah ditentukan untuk menderita. Tetapi apakah kita layak untuk diselamatkan? Atau sudah selayaknya kita menjadi makanan iblis? Bersyukurlah kepada Allah karena begitu besar kasih dan setia-Nya kepada manusia sehingga kita memiliki seorang Juru Selamat, yaitu Yesus Kristus, yang sejak semula telah ditentukan untuk menyelamatkan manusia. Hanya Dia-lah satu-satunya jalan kembali kepada Allah.

Apakah Anda sudah merasakan dan mengalami kasih sejati Allah ini? Bagaimana merasakan kasih Allah ini dalam kehidupan kita yang penuh kepahitan ini? Mari kita simak penghiburan yang datang dari Allah langsung, yang diwartakan lewat Yesus Kristus pada masa pelayanan-Nya di dunia ini.

[Bersambung…]

Disclaimer:
Tafsiran Kitab Suci dalam artikel ini murni dari pemikiran pribadi. Mungkin akan berbeda dengan tafsiran dari pihak lain. Berkenaan dengan hal tersebut, Anda dapat mengutarakan pendapat dengan memberikan komentar pada artikel ini.

61 Tanggapan to "Kita Harus Menderita Karena Kutukan Allah"

Anda menulis :

Tetapi apakah kita layak untuk diselamatkan?

Saya jadi ingat apa yang dikatakan Martin Luther

So when the devil throws your sins in your face and declares that you deserve death and hell, tell him this: “I admit that I deserve death and hell, what of it? For I know One who suffered and made satisfaction on my behalf. His name is Jesus Christ, Son of God, and where He is there I shall be also!”

Halo halo saya datang… ^_^
Wah, penjelasannya bagus, bro.
Kembali ke masa bagaimana manusia jatuh ke dalam dosa…

Intinya, TUHAN tidak pernah mengatakan kalo hidup di dunia ini bakal enak en senang-senang aja. Penderitaan itu pasti ada en berkat juga so pasti ada.

Tapi kalo orang yang menyerahkan hidupnya 100% kepada Tuhan, ia pasti menganggap penderitaan itu adalah ‘perjalanan’ bersama Tuhan.
Berjalan bersama Tuhan gitu lho, bawa seneng aja… hehe

En juga kalo mengerti bahwa tujuan hidup kita adalah mengasihi Tuhan, melaksanakan perintah-Nya, dan akan bersama-Nya di dalam Tempat-Nya sampai kekekalan… (ini janji Tuhan lho, bukan janji manusia yg suka lupa en ingkar ama janjinya sendiri)
Hidup di dunia itu so pasti dianggap udah kayak ‘tempat persinggahan’ aja… Karena ia tau ia bakal kemana…

Jadi, selama hidup di dunia ini… Komitmen ke Tuhan, “Tuhan saya percaya akan janjiMu, dan saya mengerti bahwa hidup dan keselamatan saya sendiri adalah sebuah anugerah. Engkau sudah membeliku dengan darah-Mu yang kudus untuk mematahkan belenggu dosa yang mengikatku. Sebagai milik-Mu yang sudah ditebus…suka-suka Tuhan deh saya mo diapain.”
Hehe.

ujian Allah

kenapa ya saudara Kristiani di Indonesia memakai nama ‘Allah’ untuk Our Lord, Dear Father, Jesus Christ’?
Mau tanya saja.

Allah Bapa, Allah Putera dan Allah Roh Kudus.

yesus datang untuk menyelamatkan

[…] Kita Harus Menderita Karena Kutukan Allah […]

[…] Sayang beribu sayang, manusia pertama jatuh ke dalam dosa karena telah melanggar larangan Allah, yaitu untuk tidak memakan buah dari Pohon Pengetahuan. Perihal kejatuhan manusia ini dan konsekuensinya dapat dibaca di: “Kita Harus Menderita Karena Kutukan Allah.” Apa yang terjadi setelah manusia jatuh ke dalam dosa dan diusir dari Taman Eden oleh Allah? […]

Beruntunglah kita ditakdirkan jai manusia, walaupun terusir dari taman eden,tapi….kalo kita lihat dari sisi iblis, kasihan… dan yang paling kasihan adalah anak keturunan iblis yang tidak tahu menahu perbuatan moyang nya tapi dia (anak keturunan iblis)menanggung kutukan dari allah yang amat dasyat.
Padahal kalo dicari siapa yang salah, maka allah lah yang salah karena beliau menciptakan pohon kehidupan, dan meciptakan pula si iblis.
Misalnya kalo Allah cuman menciptakan manusia saja pasti sekarang ini kita sebagai manusia akan menikmati fasilitas yang ada di Taman Eden

Hallo BADAI,

Hihihi… sudut pandang yang aneh. Masak nyalah-nyalahin Tuhan sih?

Salam

Halloo,,Badai..

Jangan Nyalahin Tuhan dunk,Tuhan itu bae x..
Ampe2,Tuhan aj mw berinkarnasi bwt qt,,
rela turun ke dunia untuk mengangkat martabat qt2..

“A MIGHTY FORTRESS IS OUR LORD”

Sangat menarik untuk sudut pandang saudara Badai yang sangat kritis tentang Allah dan iblis.

Ada sedikit kabar yang mengatakan ada sebuah agama yang memakai konsep bahwa iblislah yang empunya surga,bukan Allah,walaupun belum diakui di negara ini maupun seluruh negara lain.
Tapi diakhir jaman,agama inilah yang akan berkuasa disluruh dunia,dan seluruh pemerintahan akan mengakuinya dan tidak ada agama lain yang diakui,satupun tidak.
Benar-benar sebuah terobosan baru yang belum pernah tercatat disejarah.

Pasti banyak yang sependapat dengan saya bahwa sutradara film hollywood adalah yang terbaik daripada sutradara yang lainnya,yang membuat cerita begitu dramatis dan masuk akal.

Mengenai cerita adam dan hawa seandainya Allah tidak menempatkan pohon pengetahuan yang baik dan jahat disana maka kita pasti hidup bahagia disana,Allah maha tahu,maha kuasa,pasti mengetahui bila ada pohon tersebut maka manusia pasti jatuh kedalam dosa dan hidup sengsara?
Benar-benar sebuah cerita yang tidak layak ditonton…

Menurut saya alasan Allah menghendakinya karena disamping Allah maha tahu,kuasa dsb,Allah juga maha adil yang memberikan sbuah kebebasan memilih mau hidup dengan Allah atau tidak,dan juga memberi kebebasan iblis untuk mencobai manusia yang sudah divonis hukuman mati,karena dia tidak akan pernah bertobat selamanya.
Kesimpulannya Allah adalah sutradara yang paling terbaik yang membuat cerita benar-benar berkualitas.

Anda mengatakan bahwa “hidup kita sudah ditentukan menderita”. Apakah anda bisa menunjukan FIRMAN TUHAN yang mengatakan hal demikian?

APalagi anda berkata kita harus menderita karena kutukan ALLAH? kalau ada firmannya tlg ditulis.

pada New King James version dikatakan “You cannot argue with fate”, tapi ALLAH lah pembuat takdir itu, DIA berkuasa mengubah takdir manusia, dan takdir kita bukan untuk sengsara. Lihat pada Mazmur 23 : 1 – 2, “TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku, IA membaringkan aku di padang berumput hijau”, lagi Yohanes 10 : 10 alkitab berkata “Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membinasakan ; AKU datang supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam hidup berkelimpahan”. kita tidak bisa berargumen dengan takdir kita, tapi pembuat takdir adalah ALLAH, dan ALLAH tidak menciptakan kita untuk DIKUTUK. TUHAN YESUS telah menebus kutuk kita, dan kita bukan lagi jadi orang terkutuk. Mazmur berkata “IA membaringkan aku dipadang rumput hijau”, itu prinsip orang yang telah ditebus kutuknya, tapi prinsip orang terkutuk adalah seperti yang anda katakan, yaitu “bersusah payah engkau akan mencari rejeki seumur hidupmu”. Kalau kita masih terkutuk itu , kematian KRISTUS berarti sia-sia, dan itu MUSTAHIL!, karena KRISTUS tidak mati sia-sia, melainkan MENEBUS DOSA kita dan IA pun MENGUBAH KUTUK menjadi BERKAT. memang manusia akan mati oleh karena kutuk dosa, tapi kita tidak lagi hidup dibawah kutuk, apalagi karena rejeki.TUHAN sudah jelas-jelas berkata, “tapi carilah Kerajaan-NYA, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” lagi pada amsal 23 : 4, Alkitab berkata “Jangan bersusah payah untuk menjadi kaya, tinggalkanlah niatmu ini”, lagi amsal 10 : 22 , Alkitab berkata “Berkat TUHANlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya” itu berarti TUHAN menjamin hidup kita, bukan lagi menderita karena kutukan. Saya punya pandangan lain tentang penderitaan dalam hidup, yaitu pada Ulangan 8: 2, Alkitab berkata : “Ingatlah kepada seluruh perjalanan yang kau lakukan atas KEHENDAK TUHAN, ALLAHmu, di padang gurun selama empat puluh tahun ini dengan MAKSUD MERENDAHKAN HATImu dan mencobai engkau untuk mengetahui apa yang ada dalam hatimu, yakni, apakah engkau berpegang pada perintahNYA atau tidak.”, itulah penderitaan, karena semua itu ditujukan TUHAN untuk membentuk manusia rohani kita, dan tujuan akhirnya adalah menyatakan kemuliaanNYA dalam hidup kita, bukan untuk membuat kita sengsara. lihat pada ulangan 28 : 1-14, dan pada ayat 1 , alkitab berkata “Jika engkau baik-baik mendengarkan suara TUHAN, ALLAHmu, dan melakukan dengan setia segala perintah-NYA yang kusampaikan pada hari ini, maka TUHAN ALLAHmu, akan mengangkat engkau di atas segala bangsa dibumi” berarti berkat turun jika kita melakukan firman dengan TEPAT dan SETIA. lihat pada ulangan 28 : 15, alkitab berkata “Tetapi jika engkau tidak mendengarkan suara TUHAN, ALLAHmu, dan tidak melakukan dengan setia segala perintah dan ketetapan-NYA, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka segala kutuk ini akan datang kepadamu dan mencapai engkau”, itu berarti KUTUK hanya datang apabila kita melanggar firman-NYA.

Dear Yohanes Kevin,
Sebenarnya apa yg Anda tuliskan sama dengan maksud saya. Coba saya lebih perjelas lagi apa maksud dari artikel saya ini. Yaitu:
1. Manusia berbuat dosa. Oleh karena dosa itu, maka manusia dikutuk dan diusir dari Taman Eden oleh Allah.

2. Kutukan Allah ini membuat hidup manusia jauh berbeda dengan ketika diciptakan. Hidup manusia di dunia menjadi menderita. Anda pasti percaya bahwa sewaktu manusia hidup di taman Eden pasti mereka hidup bahagia, aman, tenteram dan damai karena dipelihara oleh Allah. Tetapi bagaimana ketika manusia hidup di dunia? Dalam artikel ini saya manulis bahwa manusia akan menderita, terutama karena adanya kutuk terhadap bumi dan juga karena point 2, 3, 4 di atas.

3. Penderitaan manusia di bumi ini ditambah dengan adanya setan yang selalu menyesatkan. Anda sendiri mengutip ayat Yohanes:

“Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membinasakan…”

Siapakah si pencuri itu? Anda pasti tahu jawabnya. Itu pula mengapa saya mengutip ayat dari Kitab Kejadian di point 1. Di sana saya telah menjelaskan panjang lebar. Dan itu adalah sejalan dengan ayat yg Anda kutip.

4. Tetapi Allah itu sangat mengasihi manusia. Oleh karena itu, Allah berusaha menyelamatkan manusia. Mulai dari Perjanjian Lama sampai Perjanjian Baru. Jika pada PL Allah memberikan hukum supaya manusia dapat diselamatkan, maka pada PB Allah memberikan Anak Tunggal-Nya demi menebus dosa manusia. Jika pada PL Allah menjanjikan keselamatan, maka pada PB Allah menggenapi janji-Nya, yaitu lahirnya Yesus Kristus Sang Juru Selamat kita. Oleh karena 1 orang saja, yaitu Adam, maka seluruh manusia terusir dan hidup di dunia. Tetapi hanya karena 1 orang pula, yaitu Yesus Kristus, maka manusia diselamatkan dan kembali berkumpul dalam kemah Allah.

5. Tetapi semuanya lagi-lagi tergantung dengan si manusia itu sendiri. Apakah manusia ingin diselamatkan atau tidak? Apakah manusia ingin tetap berkubang dalam dosa atau segera mentas?

Demikianlah kira-kira kronologi dari apa yang saya coba tuliskan dalam artikel ini. Pendapat Anda tidak salah dan tidak bertentangan dengan isi artikel saya. Tetapi scope dari yang Anda jabarkan belum cukup. Sedangkan saya berusaha menuliskan sejarah manusia ini sejak dari awal. Dan artikel ini masih bersambung karena saya belum menulis tentang karya keselamatan Yesus Kristus.

Salam.

Kalau saya kok, sekarang ini, yakinnya memang sudah ada rencana Allah supaya manusia hidup di bumi.. Buni dan alam semesta nya sudah jauh-jauh hari diciptakan melalui proses yang panjang untuk jadi tempat kita hidup…

Sorry kalau tidak sesuai, pikiran saya yang lagi terus berkontemplasi…. Please help me..

Salam.

Karena wanita terbujuk oleh cerdik ular dan manusia jatuh dalam doso…doso pertama melalui wanita…wanitalah membawa malapetakah dan doso

Halo teman-teman,

Saya orang Katolik, tapi tidak praktek 100%, dan saya menghormati semua agama, kalo yg bagus ya saya ambil hikmatnya.

Saya juga pernah mengalami cobaan yg cukup besar, nov. 2001, dec 2003, 2004-mei 2005. Sakit sekali jatuh dari langit. Total kerugian sampai plus Rp. 1 ember + suami yg saya perjuangkan lari ke cewek-cewek. Sempat kami (saya + anak) ke gereja malam natal 2003 hanya pakai sandal jepit.

Berat sekali, tapi saya (WNI) nekat kembali ke perancis bersama anak perempuan (WN Perancis) + 2 koper saja + 0 Euros di awal tahun 2004. Orang tua + semua keluarga menentang, saya tahu mereka sanggup mengadopsi anak saya, tapi semua itu saya tolak. Saya merasa bertanggung jawab atas masa depan kami berdua. Waktu itu saya jawab, “Kalian yg mengajarkan bahwa Tuhan itu ada dan Dia sangat mencintai umat-Nya. Biarkan saya pergi, saya tidak sendiri, saya yakin Dia akan tolong saya.”…”Papa, Mama, jangan nangis begitu dong, kayak anak kecil, cengen banget sih. Tuhan hanya menguji. Anggap aja ujian sekolah, susah-susah gampang!!!!”
Dan saya pun pergi. Setiba di Charles de Gaule, airport di Paris, kami kehausan, oh… betapa lemesnya kaki ini melihat harga-harga di cafe. Saya putuskan untuk minum air kran di WC.

Keajaiban demi keajaiban muncul:
– kami menemukan 200 Euros tergeletak di bawah WC, uang ini kami gunakan untuk beli tiket bus & TGV.
– Sesampai di kota yg kami tuju, saya langsung mencari Asisten Sosial (karena ibu mertua tidak mau menampung kami berdua). Aduh baiknya As-Sos ini, dia atur dari keuangan + tempat tinggal + kesehatan dll.
– 1 bulan kemuadian, kami mendapat apartement.

Hingga sekarang kami berdua semakin membaik dan saya sendiri (ex-suami tak peduli) juga sudah melunasi sebagian besar utang-utang, tinggal 500 Euros.

Kami berdua sangat bahagia, dan berharap akan bertambah bahagia dengan kehadiran putri kedua, akhir tahun ini/awal jan 2007.
(Sorry, kali ini saya tidak menikah, walau pacar saya sanggup malah menawarkan diri. Trauma pernikahan terdahulu masih belum bisa terhapuskan).

Intinya : ALLAH itu tidak mengutuk, hanya menguji!!! Apakah kita sanggup berjalan terus, atau tinggal berdiam diri dan membiarkan dirinya mati?

Dalam keadaan apapun (agama apapun) yg harus kita pegang : “Gusti paringana sabar, Gusti paringana kekuatan…Matur nuwun Gusti” dan jangan mudah putus asa.

Salam

Halo mas Dewo,
Mau tanya lagi nih sehubungan dengan pertanyaan saya terdahulu (posting lain sih) tentang mengapa harus ada ‘dosa turunan’ dan ‘penebusan dosa’ oleh Yesus.
Menurut penjelasan di atas, yang berdosa itu kan seorang saja yaitu Eve pasangannya Adam, sehingga manusia ‘dihukum’ Tuhan untuk turun ke dunia.
Logikanya sih, yang berdosa kan cuma satu orang ya? Lalu kenapa yang harus di’tebus’ dosanya oleh Yesus adalah semua umat manusia?
Rasanya nggak adil ya kalau anak-cucu Adam-Eve harus menanggung dosa ibunya/neneknya dan harus di’tebus’ pula oleh orang lain…
Lagi pula yang ‘menebus’ ini kan Yesus, yang notabene adalah perwujudan dari Tuhan Allah sendiri (konsep Trinitas), jadi masak Tuhan yang ‘mengutuk’ lalu Dia sendiri yang ‘menebus’nya?
Terima kasih…

Dear Dono Widiatmoko,
Sebenarnya tidak sulit memahami konsep “dosa asal” ini. Yang berdosa pertama kali ada Hawa (Eve) dan Adam yang akhirnya juga tergoda dan ikut memakan buah pengetahuan itu. Hukuman dari Allah tersebut adalah dengan diusirnya manusia dari taman Eden dan kutukan terhadap bumi dan Iblis.

Seperti misalnya (ini sekedar misal, ya?) seseorang anak beserta istrinya diusir ayahnya dari rumahnya padahal anak & istrinya tsb tidak memiliki apa-apa dan tidak memiliki tujuan. Yang tadinya hidup enak tinggal di rumah orang tuanya mendadak harus prihatin hidup sendiri dengan istrinya.

Alhasil hidup mereka akan menderita. Termasuk anaknya jika akhirnya mereka memiliki anak. Tetapi sang ayah rupanya tidak tega dengan nasib keluarga anaknya tersebut dan selalu mengirim utusan untuk membantu keluarga anaknya. Tetapi keluarga anaknya tersebut mungkin tidak bisa menerima utusan-utusan ayahnya.

Pada suatu kesempatan sang ayah mengirimkan anak bungsunya kepada keluarga sang anak yang telah diusirnya demi melakukan pendamaian antara sang ayah dengan keturunan sang anak yang diusir. Itulah konsep kedatangan Yesus Kristus.

Tetapi kedatangan anak bungsu ini ternyata tidak diterima oleh keluarga anak terusir. Syukurlah bahwa kedatangan si Bungsu ini misinya adalah bahwa setiap keturunan dari si terusir yang menerima kedatangannya, maka dia akan dapat diterima oleh sang ayah. Jadi walau pun si bungsu pun dibunuh oleh keturunan sang terusir, tetapi jika ada dari keturunan tersebut yang menerima janji dan pesan dari si bungsu, maka keturunan tersebut dapat diterima kembali oleh sang ayah jika mereka kelak kembali kepada sang ayah.

Demikian kira-kira jawaban saya. Mungkin ada yang mau menambahi?

GBU.

Tambahan:
Saya lupa mempertegas:

Alhasil hidup mereka akan menderita. Termasuk anaknya jika akhirnya mereka memiliki anak.

Di sini tampak bahwa anak termasuk bagian yang terusir dan “berdosa asal” alias memiliki kecenderungan berdosa seperti kedua orang tuanya.

oks terimakasih atas penjelasannya,
(walau masih nggak ngarti juga, yang salah kan orang tuanya, ngapain anak-cucu nya mesti ikut bertanggung jawab? lagi pula, kalau Ia maha kasih, tentu tanpa dimintapun ia akan memaafkannya… nggak perlu pakai nebus-nebusan segala)

Dear Dono,
Iya, sang anak terusir dan sang cucu (dan keturunannya) juga ikut terusir.

Pada intinya Allah akan mengampuni asal manusia mau bertobat dan seturut perintahnya. Untuk itulah para nabi mewartakan perintah Allah kepada manusia (Perjanjian Lama). Tetapi ternyata manusia tidak dapat bertobat, hanya sebagian kecil saja yang mampu, tetapi lebih banyak yang tidak dapat.

Untuk itulah Sang Putera hadir ke dunia ini (Perjanjian Baru), yaitu agar manusia mengimani Allah dan menerapkan cinta kasih. Iman dan kasih dan harapan inilah yang akan menyelamatkan manusia.

Jadi, dulu manusia perlu diberi aturan-aturan yang ketat tentang tata cara hidup di dunia agar dapat selamat. Inilah peran Taurat dan kitab para nabi dalam perjanjian lama. Tetapi ternyata tidak berhasil pada manusia dan manusia kian jauh dari Allah.

Sedangkan sekarang, Yesus memberikan penjelasan bahwa esensi dari semua aturan tersebut adalah iman, kasih dan harapan (harapan untuk hidup kekal). Inilah isi dari Perjanjian Baru. Yesus adalah Putra Allah dan Kasih itu. Dan DIA adalah jalan, kebenaran dan hidup.

GBU.

Mas Dewo,

Saya pikir manusia memang sudah dari sananya memiliki hak/kebebasan untuk melakukan apapun..
Termasuk melakukan perbuatan dosa, sikap tidak mau bertobat dan lain-lain

Mengherankan memang, tapi itulah manusia..

Jadi saya tetap tidak mengerti dengan kalimat:
“Jadi, dulu manusia perlu diberi aturan-aturan yang ketat tentang tata cara hidup di dunia agar dapat selamat. Inilah peran Taurat dan kitab para nabi dalam perjanjian lama. Tetapi ternyata tidak berhasil pada manusia dan manusia kian jauh dari Allah.”

Manusia bebas memilih walaupun pilihannya itu adalah tidak mau beriman. Tuhan menghargai kebebasan pilihan tersebut.

Itulah mengapa iblis masih diberikan hidup sampai sekarang dan bahkan telah berhasil menggoda manusia pertama.

Itulah mengapa Tuhan tidak ‘menghukum mati’ iblis atau menghentikan segalamacam perbuatannya untuk menggoda kita. Tuhan meminta kita untuk berhati-hati agar tidak tergoda iblis. Namun sekali-sekali mungkin kita akan tergoda. Tuhan tidak akan menghukum kita ketika kita tergoda tapi nanti dihari perhitungan.

Itulah mengapa Tuhan tidak pernah mencabut kehendak negatif manusia seperti nafsu marah dan lain-lain. Tuhan meminta kita mengendalikan semua kehendak negatif selama masih hidup. Namun tidak memaksa. Karena ada hari perhitungan.

Jadi dari hasil di hari perhitungan, Tuhan akan mendapatkan manusia luarbiasa, yaitu manusia yang mencintainya dengan seluruh cintakasih dan perbuatan selama hidupnya.

Karena itu kita harus mengingatkan orang lain supaya beriman tapi sampai batas tertentu saja, kita tidak boleh memaksanya karena Tuhan telah memberikan karunia kecerdasan dan hati kepada setiap manusia dan Tuhan telah memberikan kebebasan memilih termasuk kebebasan untuk tidak beriman kepadaNya.

Jadi posisinya, bukan tuhan mengejar-ngejar kita supaya beriman kepadaNya tapi kitalah yang harus mengejarNya untuk rasa cinta dan keselamatan kita sendiri

Selamat Natal

Semoga Tuhan memberkati kita semua

Kita jangan nyalahi Tuhan, karena Tuhan sudah memberikan yg terbaik bagi manusia. Tetapi menusia yg memilih jalannya sediri terperangkap atas pujukan iblis sebagai bapaknya pembohong besar,..disinilah kejatuhan manusia dalam dosa.

Karena dosa pelanggaranmu,..disitulah maut menantimu,..tetapi maut tersebut telah dikalahkan
oleh kesetiaan Yesus Kristus dikayu salib.
Jadi kita manusia dapat berkata dengan iman;
HAI MAUT DIMANA SEGATMU,..INIlah iman kresten.

Kalau orang Islam ditaya: kalau engkau mati apakah tempatmu di sorga ? pasti mereka menjawab
Walahualam,..mudah-mudahan akan diterima.

tetapi kalau orang Kresten ditaya: kalau anda mati
kemana ? pasti jawabannya di sorga dong,..karena
jaminan kan Yesus Kristus,…baca Yohanes 14:1-3.

Shalooom Saudaraku, Yesus hampir datang,…apakah
anda semuanya sudah siap ???

Dear Budi Setiono,
Memang benar bahwa manusia itu diberi kebebasan dalam menentukan arah hidupnya. Tetapi Tuhan itu Maha Pengasih dan ingin agar manusia tidak salah arah sehingga diharapkan manusia dapat kembali berkumpul dengan Allah. Itulah mengapa manusia perlu diberi petunjuk & aturan oleh Kitab & para nabi.

Jadi saya tetap tidak mengerti dengan kalimat:
“Jadi, dulu manusia perlu diberi aturan-aturan yang ketat tentang tata cara hidup di dunia agar dapat selamat. Inilah peran Taurat dan kitab para nabi dalam perjanjian lama. Tetapi ternyata tidak berhasil pada manusia dan manusia kian jauh dari Allah.”

Dear Budi Setiono,
Selamat Natal dan Tahun Baru. Semoga Tuhan beserta kita dan berkat-Nya melimpahi kita.

Dear Mr Nunusaku,
Iya betul. Terima kasih atas pencerahannya.

GBU for all.

@ Budi Setiono

Jabaran anda sangat memuaskan, saya pribadi mengucapkan terima kasih.

@ Mr. Nunusaku

Buat orang muslim surga & Neraka adalah tergantung amal perbuatan mereka di dunia dan sepenuhnya wewenang ALLAH, adalah aneh kalau kita cukup menjadi penganut tanpa berbuat kebaikan dijamin masuk surga..

Kenapa jawabanya “Wallahuallam… mudah – mudahan diterima” karena kita tidak ingin mendahului Tuhan untuk perkara ini. Tetapi umat ISLAM di wajibkan untuk mengharap akan surga sehingga menjadi arah dalam gerak kehidupan ini.

Salam

Kitab – kitab dan Nabi – Nabi diutus / diturunkan Tuhan karena sifat Tuhan yang maha pengasih lagi maha penyayang supaya ada tuntunan sehingga tidak tergelincir kearah kesesatan walaupun tetap diberi kebebasan untuk memilih.

Salam

Dear Mr Nunusaku,

1.

Dengan saya meyakini bahwa Tuhan menciptakan Setan, memberi kesempatan Setan untuk menggoda manusia pertama dan ternyata berhasil, dan bahkan membiarkannya tetap hidup bersama-sama kita sekarang bukan berarti saya menyalah-nyalahkan Tuhan.

Karena saya percaya bahwa semua perbuatan kita adalah hasil resultan antara bujukan setan dan kehendak kita dimana kehendak pribadi kita bisa positif dan negatif. Jadi menjadi tanggungjawab kita masing-masing.. karena keputusan kita masing-masing untuk melakukan atau tidak melakukan.. and there is nothing to do with Tuhan..

Karena saya percaya Tuhan ingin mengetahui mana diantara manusia ciptaannya yang benar-benar mencintaiNya. Semakin manusia mencintaiNya maka akan makin sedikit manusia tersebut melakukan perbuatan yang mengecewakan Tuhan yang dicintainya..
Untuk mengetahui siapa saja yang mencintaiNya, maka kita manusia diseleksi melalui proses seleksi alam yaitu pada saat kita menjalani hidup di dunia dan nanti akan di review hasilnya pada saat hari perhitungan siapa saja manusia tersebut yang ternyata benar-benar mencintaiNya..

2.

Saya juga tidak menyalah-nyalahkan Tuhan karena Tuhan membuat proses seleksi alam yang konsekuensinya saya harus kerja keras dalam hidup saya untuk menunjukkan kepada Tuhan bahwa saya benar-benar mencintaiNya dengan cara menghindari kejatuhan dalam dosa.

Karena kita tidak bisa menilai Tuhan dengan kriteria dari sudut pandang manusia.

Apakah kita menganggap Tuhan itu sadis dan tidak kasih ketika Tuhan memberikan hukuman pada manusia atas dosa yang dia lakukan? Saya pikir itu hak Tuhan untuk membuat suatu aturan..

Apakah kita menganggap Tuhan itu sadis dan tidak kasih ketika ada manusia yang tidak masuk surga? Jelas tidak. Karena manusia diberikan kebebasan untuk memilih melakukan atau tidak melakukan. Jadi dia secara pribadi harus mempertanggungjawabkannya.

Apakah kalau Tuhan tidak perlu bersusah payah menyelamatkan semua manusia dari dosa itu berati Tuhan tidak kasih? Saya pikir tidak..
Tuhan penuh kasih karena kita sudah diberikan kesempatan untuk menunjukkan cinta kita kepadaNya, bukan serta merta dengan secara random manusia langsung dipilih-pilih mana yang masuk ke sorga dan mana yang masuk ke neraka..
Kita akan bilang: terimakasih Tuhan saya sudah diberi kesempatan. Maka selama menjalani hidup saya akan wujudkan kesempatan yang saya dapat dalam bentuk apapun yang didasari kasih kepada engkau Tuhan. Karena itulah saya akan berusaha sekeras mungkin menghindar dari kejatuhan didalam dosa.

Saya menerima semua kenyataan itu semua karena Tuhan mempunyai kehendak sendiri.. Kita tidak bisa mengabaikan, melawannya atau bahkan memaksa diri kita untuk memahami Tuhan hanya dalam hal-hal yang secara manusia kita anggap baik, bagus, dan indah ATAU pura-pura tidak tahu kalau Tuhan itu bisa juga tegas karena dosa yang kita lakukan.

Kita tidak dalam posisi bisa bernegosiasi dengan Tuhan.. Kita ciptaanNya.. maka terserah Tuhan untuk memperlakukan kita seperti apa..

Namun jangan kuatir, Tuhan menciptakan proses seleksi alam yang fair.. Karena kita diberikan kebebasan untuk memeilih..

Tuhan akan senang kepada manusia yang memutuskan untuk berpihak kepadaNya. Karena Tuhan menghargai kita manusia yang telah memutuskan untuk tidak melakukan perbuatan dosa walaupun kalau kita mau kita pasti bisa.. dan bahkan berhasil secara ukuran kehidupan duniawi (misal korupsi, nyogok, merampok sehingga kaya raya)

3. Jadi pada saat manusia pertama tergoda atau terjatuh dalam dosa, maka menurut pendapat pribadi saya itu adalah keputusan dan kehendak pribadi manusia pertama tersebut, sehingga akan menjadi tanggungjawab pribadi yang bersangkutan.. and there is nothing to do with us.. dan Tuhan gak perlu repot-repot..

Saya masih bisa mengerti kalau kemudian Tuhan memutuskan untuk menghukum manusia turun ke bumi..
Jadi hukuman Tuhan itu langsung karena pada saat itu Tuhan ‘berkomunikasi’ langsung dengan manusia pertama tersebut.. Berbeda dengan sekarang, karena sifat hukumannya tidak langsung alias menunggu hari perhitungan.

Saya juga masih bisa mengerti kalau ada sebagian yang berpendapat bahwa dengan/tanpa godaan setan, Tuhan memang sudah merencanakan manusia untuk hidup di bumi mengingat manusia dari sejak diciptakannya sudah diberikan: kemampuan untuk merasakan dan berfikir menimbang-nimbang mana yang baik dan yang tidak baik, serta independensi dalam mengambil keputusan.

Jadi sebetulnya tanpa di goda setan pun menurut saya, kita manusia tetap bisa melakukan dosa. Karena kita diberikan kebebasan untuk memilih. Dari kebebasan memilih itulah, Tuhan akan mendapatkan manusia yang benar-benar mencintaiNya..

3. Karena manusia diturunkan ke bumi, maka kita mengenal hidup dan mati. Itu memang sudah rencana Tuhan.. Karena pada saat hidup itulah terjadi proses seleksi alam untuk mengetahui siapa saja yang benar-benar mencintai Tuhan. Dan pada saat mati itulah dilakukan proses review.. Pada saat itu, akan terlihat bahwa manusia yang kurang mencintai Allah pasti akan banyak dosanya..

Sejauh yang saya bisa fahami tentang hubungan antara dosa dan maut: Gak ada hubungan sebab-akibat antara dosa dan maut..

Konsekuensinya saya jadi bingung kenapa maut harus dikalahkan? Pemahamnnya sesungguhnya seperti apa?

4.

Dalam hal konsep keselamatan, mungkin semua agama akan bilang semacam ini: kalau kamu menyembah tuhan kami maka kamu akan selamat kalau tidak ya pasti kamu tidak akan selamat..

Saya bisa memahami klaim seperti itu dan sebaiknya kita membiarkan klaim-klaim seperti itu dari agama apapun.. Yang penting selama hidup berdampingan di bumi kita bisa bergandengan untuk membuat kehidupan di bumi ini menjadi damai dan sejahtera..

Setahu saya di Islam juga begitu. Tapi ada mekanisme tambahan yaitu seberapa besar iman dan rasa cinta kepada Tuhan diwujudkan dalam bentuk yang kongkrit yaitu tidak terjatuh kedalam dosa dalam kehidupan sehari-hari. Semakin sedikit dosa yang dilakukan maka Tuhan akan semakin sayang. Dan dosa-dosa tersebut bisa diampuni alias dihapuskan jika manusia tersebut telah melakukan pertobatan sebelum mati.

Tapi keputusan diterima/tidak diterimanya pertobatan ada di tangan Tuhan. Selama masa hidupnya, orang Islam tidak pernah tahu apakah pertobatannya telah diterima atau tidak.

Karena Tuhan tidak berkomunikasi langsung dengan manusia. Nanti akan diketahui pada saat hari perhitungan setelah semua manusia mati dan dibangkitkan kembali untuk di hitung..

Jadi, biasanya orang Islam dalam hidupnya akan memasukkan permintaan ampun atas dosa yang dilakukan kedalam doanya..

Tuhannya orang Islam selalu bilang bahwa kamu akan diampuni.. Ada semacam aturannya bagaimana suatu pertobatan dapat diterima atau tidak. Kalau sudah dilakukan, manusia boleh optimis bahwa dosanya sudah diampuni. Knapa hanya optimis bukan suatu kepastian? Yah karena Tuhan tidak berkomunikasi langsung dengan semua manusia yang masih hidup di bumi secara individu..

Kalau misalnya ada manusia SEDANG melakukan hubungan sex dengan manusia lainnya padahal tidak diperbolehkan, lalu ketika akan memulainya manusia tersebut misalnya bilang ke temannya: Tenang aja, setelah ini kita bertobat.. Maka kemungkinan besar pertobatannya tidak akan diterima. Karena kemungkinan besar dia tidak pernah benar-benar menyesal kepada Tuhan atas perbuatannya.

5. Kalau orang katolik/kristen dijamin masuk surga itu konteksnya gimana?

Misal kaitannya dengan perbuatan dosa yang dilakukan selama masih hidup itu seperti apa? Kalau diabaikan, kesannya gak logis aja..

Gak lucu kan kalau misalnya kita manusia pasti masuk surga tanpa terkait dengan apapun yang kita lakukan selama hidup di dunia..?

Sebab kalau pemahamannya ‘dijamin masuk sorga’ itu absolut, rasanya seperti orang jualan produk terus kasih fee/bonus/discount yang terlalu berlebih-lebihan yang malah bikin orang bertanya-tanya karena gak masuk akal dan akhirnya malah gak dibeli oleh orang tersebut.

Setau saya, kan ada juga pertobatan.. dalam bentuk formal (ritual) maupun informal..

Bisa tolong dibantu jelaskan tidak pemahaman ‘dijamin masuk sorga’? kalau bisa dengan kalimat-kalimat sederhana tapi jelas.. Saya kuatir banyak orang salah paham..

GBU all..

Dear Bhudi Setiono,

Sejauh yang saya bisa fahami tentang hubungan antara dosa dan maut: Gak ada hubungan sebab-akibat antara dosa dan maut..

Karena dosa akhirnya manusia berujung kepada kematian. Itulah hubungannya. Dosa pertama Adam (dosa asal) membuat semua orang mati (lihat di artikel saya di atas).

Sedangkan Yesus adalah yang pertama yang dibangkitkan. Dialah yang sulung di Surga. Yesus telah mengalahkan maut karena Beliau mati tetapi tidak satu pun dosa yang didapati dari-Nya. Malahan kematian-Nya adalah karena menanggung semua dosa kita. Untuk itulah Allah berkenan menjadikan-Nya yang sulung di antara manusia.

Bisa tolong dibantu jelaskan tidak pemahaman ‘dijamin masuk sorga’? kalau bisa dengan kalimat-kalimat sederhana tapi jelas.. Saya kuatir banyak orang salah paham..

Jaminan Yesus adalah jika kita mau berserah kepada Yesus, sebab Dia-lah jalan, kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Allah kalau tidak melalui Yesus (Baca Yohanes 14:6 dan ayat-ayat lain yang sama).

Selain harus berserah diri, kita harus mengikuti teladan, ajaran kebenaran, dan hidup Yesus. Jika kita sudah memenuhinya, kita dapat “YAKIN” jika kita diterima Allah. Tetapi walau pun agama kita Katolik/Kristen tetapi tidak seturut Yesus, maka sudah dipastikan belum dapat “YAKIN” diterima Allah. Yang terpenting adalah: iman, pengharapan dan kasih. Itulah inti ajaran Yesus. Dan yang terbesar dari itu semua dalah: kasih. Kita harus mengasihi Allah dan juga manusia. Karena dari cinta-kasih inilah terbentang seluruh ajaran dalam kitab agama. Baca tulisan sebelumnya: “Cara Mengasihi Allah”.

Itulah konsepnya.
Salam.

numpang kencing,….eh..komentar.seandainya adam dan hawa masih disurga, maka blog ini takkan ada. dan yang namanya immanuel sudah pasti gak bisa nulis di blog.ahhahahah.sederhana aja mas..intinya kita harus percaya kitab Allah yang Asli jangan percaya dengan yang versi revisi nanti anda malah tersesat kayak domba,hahahah…ayo buruan masuk islam sebelum telat
tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah rasul Allah.

@Abdul Lukas,

Dilarang kencing sembarangan. Kalau komen sih tentu saja boleh. Bagaimana ya seandainya Adam & Hawa tidak berbuat dosa? Tentu mereka masih di Surga. Tetapi akankah kita ada?

Eh… ada Injil versi revisi ya? Anda punya versi revisinya? Atau mungkin malah punya versi aslinya? Pinjem duooong…

Salam.

Dan Kami berfirman: ” Hai Adam, diamilah olehmu dan istrimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik dimana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang2 zalim.” (QS2:35)

Lalu keduanya digelincirkan oleh setan dari surga itu dan dikeluarkan dari keadaan semula, dan Kami berfirman: ” Turunlah kamu ! sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan di bumilah tempat tinggalmu dengan segala kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan ” (QS20:120)

Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima tobatnya. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha penyayang(QS2:37)

Kami berfirman: ” Turunlah kamu dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, barang siapa mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tak ada kekhawatiran atas mereka, tidak (pula) mereka bersedih hati (QS2:38)

Ada dua hal penting yang ingin saya sampaikan kepada teman-teman, yaitu:
1. Tuhan tidak menginginkan penderitaan terjadi pada manusia, buktinya Yesus telah menanggung segala penderitaan itu di kayu salib. Terus mengapa manusia mengalami penderitaan ? Pertama, itu disebabkan oleh ulah manusia itu sendiri ( Adam dan Hawa ). Kedua, Allah mengizinkan penderitaan itu ( bukan mencobai atau menderita karena iblislah yang memberikan penderitaan/cobaan ) datang untuk menguji apakah kita setia kepadaNya ( kisah Ayub ).Kalau kita belum teruji atas kesetiaan kepada Tuhan, haruslah kita meminta kepadaNya. Tetapi jika melewati ujian dari Tuhan, Dia pasti sediakan berkat yang terbaik.

2. Tuhan Yesus datang ke dunia ini bukan dengan membawa agama. Jadi yang menyelamatkan manusia bukanlah agama atau perbuatannya tetapi kasih karunia ALLAH, dengan PENGAKUAN DAN IMAN PERCAYA KEPADA YESUS di dasari hati yang murni sebagai TUHAN DAN JURUSLAMAT.
Mana mungkin manusia selamat karena perbuatannya ataupun agamanya karena manusia makhluk yang berdosa sedangkan ALLAH MAHA KUDUS. Jadi jaminan Keslamatan ada di dalam Yesus.

Keselamatan adalah KEPASTIAN, maksudnya DISELAMATKAN atau TIDAK DISELAMATKAN dan tidak ada kata MUDAH-MUDAHAN. Jadi bagi kamu yang belum yakin atau masih mengenal kata MUDAH-MUDAHAN untuk ke sorga, saya akan mengajari kamu untuk berdoa kepada TUHAN supaya kamu beroleh kepastian KESELAMATAN
Ikuti DOA ini dengan harti yang tulus:
Tuhan Yesus saya manusia berdosa ampunkan dosa saya, saya percaya dan mau menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juruslamat dalam hidup saya.AMIN

@Dear Sontoni Findy (#34),

Terima kasih atas pencerahan dan doanya. Semoga semakin banyak orang yang diselamatkan Yesus Kristus. Amin.

GBU.

@Dear Sontoni Findy (#34),
“…Ikuti DOA ini dengan harti yang tulus:
Tuhan Yesus saya manusia berdosa ampunkan dosa saya, saya percaya dan mau menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juruslamat dalam hidup saya.AMIN….”

Tuhan Yesus aja masih dipertanyakan banyak orang,
apa bener beliaunya Tuhan?

Semoga semakin banyak orang yang diselamatkan dari kesesatan . Amin.

@#19
dewo:
Pada suatu kesempatan sang ayah mengirimkan anak bungsunya kepada keluarga sang anak yang telah diusirnya demi melakukan pendamaian antara sang ayah dengan keturunan sang anak yang diusir. Itulah konsep kedatangan Yesus Kristus.

Hihihi.. konsep yang lemah.
mengapa Keberadaan Tuhan dikonsepkan sebagaimana keluarga manusia?

Dewo:
Tetapi kedatangan anak bungsu ini ternyata tidak diterima oleh keluarga anak terusir. Syukurlah bahwa kedatangan si Bungsu ini misinya adalah bahwa setiap keturunan dari si terusir yang menerima kedatangannya, maka dia akan dapat diterima oleh sang ayah. Jadi walau pun si bungsu pun dibunuh oleh keturunan sang terusir, tetapi jika ada dari keturunan tersebut yang menerima janji dan pesan dari si bungsu, maka keturunan tersebut dapat diterima kembali oleh sang ayah jika mereka kelak kembali kepada sang ayah.

Hihi.. seperti cerita sinetron ajah.. sutradaranya syapa sich?
Si bapak: Tuhan Bapa
Si bungsu: Yesus
Si terusir: Adam
Si istri(nya bapak atau yg terusir) yg jg terusir: Hawa
Wah gak konsisten !!!

Demikian kira-kira jawaban saya. Mungkin ada yang mau menambahi?

@#20
Dewo
Tambahan:
Saya lupa mempertegas:

Alhasil hidup mereka akan menderita. Termasuk anaknya jika akhirnya mereka memiliki anak.

Di sini tampak bahwa anak termasuk bagian yang terusir dan “berdosa asal” alias memiliki kecenderungan berdosa seperti kedua orang tuanya.

OH BERARTI INI YA HUKUM DOSA ASAL? dari ceritanya Dewo ternyata saudara-saudara!!!

@Dear Blasius (#37),

Hihihi.. konsep yang lemah.
mengapa Keberadaan Tuhan dikonsepkan sebagaimana keluarga manusia?

Hihihi… memang konsep yang lemah. Saya kan cuma ber-“umpama”. Kalau saya ngomong dari Alkitab terus, nanti Anda dan penanya akan sulit mudheng-nya. Jadi saya coba ber-“umpama.” Sayang saya tidak seperti Yesus yang sungguh luar biasa dalam mengajarkan manusia. Semasa hidup-Nya, Yesus banyak mengajarkan manusia dengan “perumpamaan.”

Di sini tampak bahwa anak termasuk bagian yang terusir dan “berdosa asal” alias memiliki kecenderungan berdosa seperti kedua orang tuanya.

OH BERARTI INI YA HUKUM DOSA ASAL? dari ceritanya Dewo ternyata saudara-saudara!!!

Emang benar. Akhirnya Anda dapat menarik kesimpulan dari jawaban saya. Sekarang sudah paham kan?

GBU.

“…Hihihi… memang konsep yang lemah. Saya kan cuma ber-”umpama”. Kalau saya ngomong dari Alkitab terus, nanti Anda dan penanya akan sulit mudheng-nya. Jadi saya coba ber-”umpama.” Sayang saya tidak seperti Yesus yang sungguh luar biasa dalam mengajarkan manusia. Semasa hidup-Nya, Yesus banyak mengajarkan manusia dengan “perumpamaan.”…”

Yah bener kan? konsep yang lemah.
jangan2 nanti kalo ikut ajarannya Dewo, saya ditebus dosa2 saya dan diperumamakan masuk sorga, hanya diperumpamakan :((

“…Emang benar. Akhirnya Anda dapat menarik kesimpulan dari jawaban saya. Sekarang sudah paham kan?….”

Paham sekali Bung, bahwa Hukum Dosa Asal tidak tertulis di Alkitab, Tetapi pada Blognya bung Dewo!!!

@Dear Wagino (#39),

Yah bener kan? konsep yang lemah.
jangan2 nanti kalo ikut ajarannya Dewo, saya ditebus dosa2 saya dan diperumamakan masuk sorga, hanya diperumpamakan :((

Maklumlah, saya kan tidak sepintar Yesus.

Paham sekali Bung, bahwa Hukum Dosa Asal tidak tertulis di Alkitab, Tetapi pada Blognya bung Dewo!!!

Dosa Asal tersirat di Alkitab. Sudah saya tuliskan ayat2nya. Silakan baca kembali. Anda boleh menamakannya “Dosa Adam”, “Dosa Asal”, “Original Sin”, dll.

Konsep (dogma) Dosa Asal tidak hanya di blog saya. Silakan searching di internet. Yang jelas, agama Katolik memiliki ajaran tentang Dosa Asal. Sayangnya agama Anda tidak diajari sehingga tidak bisa mengimani Yesus.

Salam.

“….Dosa Asal tersirat di Alkitab. Sudah saya tuliskan ayat2nya. Silakan baca kembali. Anda boleh menamakannya “Dosa Adam”, “Dosa Asal”, “Original Sin”, dll….”

benar bung TERSIRAT di Alkitab.
dan TERSURAT di Blog anda.
Sedangkan yang tersurat di Alkitab aja banyak versinya bung,

Yah tentu saja tidak diajarkan dogma itu bung, karena terlalu lemah dasarnya. Bahkan beberapa pembaca alkitab itu sendiri juga banyak yang tidak mempercayai dogma yang hanya tersirat itu.

@Dear Wagino Solo (#41),

benar bung TERSIRAT di Alkitab.
dan TERSURAT di Blog anda.

Hahaha… TERSURAT juga di PB kok. Sayangnya Anda tidak mengakui tulisan Petrus, Paulus, dll. Karena semuanya tersurat di sana. Ketika saya mengambil ayat dari Paulus dll, mengapa ditolak? Toh akhirnya saya mengambil dari ayat lain yang “TERSURAT.” Sedangkan kesimpulannya ada di Paulus dkk.

Yah tentu saja tidak diajarkan dogma itu bung, karena terlalu lemah dasarnya. Bahkan beberapa pembaca alkitab itu sendiri juga banyak yang tidak mempercayai dogma yang hanya tersirat itu.

Lemah atau ditolak? Sebenarnya “TIDAK LEMAH,” cuma karena banyak orang yang tidak paham, maka “DITOLAK.” Kalau Anda mau mempelajari dengan penuh kerelaan dan dibimbing Roh Kudus, maka sebenarnya semua sudah ada di Alkitab. Tidak percaya? Silakan baca Alkitab dengan mohon bimbingan Roh Kudus.

Salam.

“….Kalau Anda mau mempelajari dengan penuh kerelaan dan dibimbing Roh Kudus, maka sebenarnya semua sudah ada di Alkitab. Tidak percaya? …..”

apa ada di Alkitab cerita tentang bagaimana proses reproduksi manusia “SEBELUM” manusia jatuh ke dalam dosa? ada nggak?

“…Silakan baca Alkitab dengan mohon bimbingan Roh Kudus….”

Apakah yang dimaksud bimbingan Roh Kudus itu adalah saya tidak perlu menggunakan logika yang telah diberikan Tuhan pada saya?
memang enaknya membaca Alkitab dan tidak perlu pakai logika, iya-iyakan saja apa kata pastor dan romo dan itukah jawabannya?

Salam.

@abdul lukas

bertobatlah wahai makhluk kafir,.
aolohh akan menghukummu..
taw apa lu soal kitab suci..
anda cuma kaum mayoritas yg menghalalkan perbuatan duniawi:poligami,terorismedan dosa laennya..!!!!!

mangnya Allah kalian ajarin bwt ngebom utk ngabisin nyawa2 org gaq berDosa?trus mangnya Allah kalian ajarin bwt menghina agama org!
adanya kamu yg slh nafsirin kitab suci!!
agama km jd dpndg rendah org krn perbuatan kalian sendiri!
saya gaq akn nyuru org maksiat ky km msk nasrani krn ga ada ruang bwt org yg gak mw bertobat!
makan tuh hidayah!
“kisah tragis seorang pria yang menjelekkan agama orang”

gw kasian ama agama lu pny umat ky lu!!

@Holia (44)

@abdul lukas
bertobatlah wahai makhluk kafir,.
aolohh akan menghukummu..
taw apa lu soal kitab suci..
anda cuma kaum mayoritas yg menghalalkan perbuatan duniawi:poligami,terorismedan dosa laennya..!!!!!

–mangnya Allah kalian ajarin bwt ngebom utk ngabisin nyawa2 org gaq berDosa?trus mangnya Allah kalian ajarin bwt menghina agama org!
adanya kamu yg slh nafsirin kitab suci!!
agama km jd dpndg rendah org krn perbuatan kalian sendiri!
saya gaq akn nyuru org maksiat ky km msk nasrani krn ga ada ruang bwt org yg gak mw bertobat!
makan tuh hidayah!
“kisah tragis seorang pria yang menjelekkan agama orang”

gw kasian ama agama lu pny umat ky lu!!

==Holia, sabar nak…memang seperti Itulah ajaran islam, bias, seperti mata uang, satu sisi kesannya baik dan sisi lainnya sangat biadab dan lucunya semuanya ada didalam Alquran, ngapain ikutan ribut nak…

To
Wagino solo(44)
Saya pengin tahu nih sebelum ikutan nimbrung page ini. pada wagino atau muslim yang nimbrung disini.

Mengenai Alquran, khabarnya nih alquran adalah firman allah, kitab yang terpelihara, apakah alquran itu :

*1)Statusnya apakah :
A. Diciptakan oleh allah? (Ada sejak jaman muhamad)
B. Tidak Diciptakan/Sudah Ada Sebelumnya/Kekal?

*2)Kondisinya :
A. Jadi satu dengan allah?
B. Ada di sisi allah?/diluar diri allah?

Hayo rekan2 muslim, jangan asal teriak2 kafir atau semacamnya, masak punya allah dan quran gak bisa jawab kedua pertanyaan saya, atau mungkin ada pendapat lain diluar A dan B boleh jugalah, cuma saya pesen jangan pindahkan buku2 perpustakaan ke blog ini, menuh2i bungkusnya saja dan gak efektif, netter kristen disini punya koleksi banyak mengenai tuduhan2 kepalsuan alkitab dan semacamnya, tmsk koleksi irene atau bucaille dkk. gak efektif kalau mau islamisasi ke blog ini, kalau mau ya pake logika aja, buka baju muslim kalian baru kita bicara sebagai manusia, bukan sebagai islam dan kafir, ok?

salam

he…………he………………..?!!!! menggok

@All

Coba baca baik2 diskusi bagus antara Ronald T. Gultom dan Mas Dewo yg agak emosi dimulai dari #comment 30 dst di “TRI TUNGGAL MAHAKUDUS”.
Dia menjelaskan dengan baik dan masuk akal berdasarkan referensi yg TIDAK SEMBARANGAN yg bersumber justeru dari kalangan krisiten sendiri, bahwa dia sebagai seorang kristen mempunyai keraguan yg besar terhadap Alkitab, Thanks…

Salam

@All yg Bahasane Katrok

Diskusilah dengan bahasa baik dengan benar biar pada ngerti, yg menjelaskan dengan bahasa baik dan benar aja kadang masih banyak yang kagak ngarti2 apalagi bahasa katrok.

Salam

@yoseph

walaupun kami jawab pertanyaan anda toh apa perlunya buat anada karna anda sendiri tak menyakini ALQURAN itu..kami ngomong panjang lebar tentang pertentangan dalam ALKITABMU sendiri kamu tak merespon lalu apa untung buat kamu mengetahui sisi dari ALQURAN….

saya hanya mengingatkan sebelum anda bertanya atau mempelajari kitab suci agama lain alangkah baiknya anda mempelajari kitab suci agama anda sendiri dengan hati yang bersih dan jujur…

coba anda pelajari tentang ayat ayat yang berselisih dalam alkitabmu itu bagai mana itu kok bisa terjadi..tentang isa almasih diutus buat kaum atau bangsa apa..tentang dosa warisan itu ada gak dalam alkitabmu..setelah kamu pelajari itu semua dengan sungguh sungguh lali kamu artikan dari itu semua kesimpulan dari kamu mempelajari kitab sucimu itu…

untuk semua orang kristen saya bertanya kenapa semua orang kristen dalam menyebarkan agamanya cenderung menghalalkan segala cara,,,apa itu termasuk dalam ajaran yesus..

memberikan harta benda ke orang orang dengan harapan masuk kristen,,yang paling hina menfitnah MUHAMMAD apa itu tidak terlalu munafik buat apa menyebarkan agama dengan cara menfitnah menjelekkan orang lain…..

saya bicara begini karena sudah bosan dengan dalih KASIIIHH,,KASIIIHH tapi cenderung munafik.

mungkin anda tidak merasa tapi orang di luar sana

saya pernah mendengar cerita dari teman saya di kawasan m,ereka suatu hari ada seorang pendeta mengumpulkan anak anak jalanan untuk di beri makanan lalu pada akhirnya mereka didoakan tapi apa jadinya tak taunya doa pembaktisan..sungguh biadad cara ini…pura pura baik tapi ujungnya munafik..masik banyak lagi kemunafikan orang kristen yang berdalih KASIH KASIH tapi hati di mulut tapi hatinya srigala penuh akal kelicikan…….

@paulhuss

masa sih???aku jg py cerita waktu itu securiti di kantor ibu saya jg pernah dtawarin ma seorang haji uang tuk sekolah anaknya asal dia mo masuk islam.

dan mertua kk ku jg pernah dtawarin jabatan tinggi dengan syarat masuk islam

trus ijin membangun gereja dinegara mayoritas muslim kok susah bgt yah?
bahkan ada yg sudah punya ijin pemda tp krn RW setempat
tidah setuju jd ga bs membangun?
trus blm lama ini aku lihat di televisi di cianjur ada pertemuan gereja2 tp di larang oleh orang2 setempat dengan pakaian jubah putih2

To
Yoseph Henri

Tepat sekali kalau saudara Yoseph Henri bertanya tentang Al-Quran kepda rekan2 muslim sebab kalau bertanya kepada orang yang tidak memahami Al-Quran maka akan terjadi kesesatan. Saya sebagai muslim sendiri tidak kuasa untuk menjelaskan Al-Quran, kecuali Al-Quran itu sendiri yang bisa menjelaskan apa itu Al-Quran. Kalau anda ingin tahu apa itu Al-Quran maka jawabannya ada dalam Al-Quran.
Saya sebagai seorang muslim yang baru sedikit saja mempelajari Al-Quran baru bisa menjelaskan kepada anda sebagai berikut :

A. Definisi dari Al-Quran itu sendir adalah : “Kalam Allah swt yang merupakan mu’jizat yang diturunkan/diwahyukan kepada Nabi Muhammad saw dan yang ditulis di mushaf dan diriwayatkan dengan mutawatir serta membacanya adalah ibadah”. Hal tetang Al-Quran sendiri juga di dijelaskan dalam Al AlQuran, Surat : Al Israa 17:88, Al Baqarah 2:85, Al Hijr 15:87, At Thaaha 20:2, An Naml 27:6, Ahqaaf 46:29, Al Waaqi 56:77, Al Hasyr 59:21, Addahr 76:23.
Selain nama Al Quran juga ada beberapa nama/istilah lain lagi diantaranya :
1. Al Kitab atau Kitabullah : merupakan synonim dari perkataan Al Quran seperti dalam surat Al Baqarah 2:2 yang artinya : “Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya…..” dijelaskan juga pada surat Al An’aam 6:114.
2. Al Furqaan : artinya “Pembeda”, yaitu membedakan antara yang benar dan yang batil” seperti pada surat Al Furqaan 25:1 :”Maha Agung (Allah) yang telah menurunkan Al Furqaan, kepada hamba-Nya, agar ia menjadi peringatan kepada seluruh alam”
3. Ad Dzikir : Artinya “Peringatan”, sebagaimana yang tersebut dalam surat Al Hijr 15:9 yaitu “Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan “Adz Dzikir” dan sesunggunya Kamilah penjaganya”. Dijelaskan juga pada surat An Nahl 16:44.
Allah memberikan wahyu kepada Nabi Muhammad saw dengan beberapa cara, diantaranya melalui malaikat Jibril :
1. Malaikat memasukan wahyu itu kedalam hatinya. Dalam hal ini Nabi Muhammad saw tidak melihat suatu apapun. Beliau merasa bahwa itu sudah berada dalam kalbunya seperti dijelaskan dalam Al-Quran Surat (42) Asy Syuura ayat 51.
2. Malaikat menampakan dirinya kepada Nabi berupa seorang lelaki yang mengucapkan kata-kata sehingga beliau mengetahui dan hafal benar kata-kata itu.
3. Wahyu datang seperti gemericingnya lonceng. Cara inilah yang amat berat dirasakan oleh Nabi. Seperti yang diriwayatkan oleh sahabat beliau ketika Allah menurunkan wahyu, Nabi seakan-akan diserang oleh demam yang keras dan keringatnya bercucuran walaupun dalam cuaca dingin. Setelah selesai diturunkan wahyu Nabi kembali seperti biasa.
4. Malaikat menampakan diri nya kepada Nabi tidak berupa seorang lelaki seperti keadaan no.2 tetapi benar-benar seperti rupanya yang asli. Hal ini seperti dijelaskan dala Al-Quran surat (53) An Najm ayat 13 dan 14. “ Sesunggunya Muhammad telah melihatnya pada kali yang lain (kedua). Ketika (ia berada) di Sidratulmuntaha.
Sebenarnya masih banyak yang dijelaskan dalam Al Quran tapi menurut anda kan akan memenuhi blog ini.

Hai maaan tentang Al Quran ini saya tidak memindahkan dari buku2 perpustakaan tapi dari Al Quran punyaku sendiri. Soalnya kalo saya ke perpustakaan biasanya saya minjam buku “Wiro Sableng”.

Hai Cooooy Al Quran itu datangnya setelah datang Taurat, Zabur dan Injil.
Al Quran juga membenarkan tentang Taurat, Zabur dan Injil tetapi Al Quran juga mengoreksi dan menyempurnakan Taurat, Zabur dan Injil. Logikanya begini :
Undang-undang pada jaman penjajahan dikoreksi dan disempurnakan pada zama Orde Lama,
Undang-undang pada jaman Orde Lama dikoreksi dan disempurnakan pada zama Orde Baru,
Undang-undang pada jaman Orde Baru dikoreksi dan disempurnakan pada zama Reformasi.
Nah betulah kedudukan Al Quran itu.
Hai Jreeeng kalo nga salah ibu Irene itu mantan Biarawati, ya. Kalao nga salah ceritanya itu pada waktu masih jadi biarawati beliau ditugaskan untuk jadi “misionaris” ? Anda pasti tahu kan “misionaris” ? kalo nga salah “Yaaaaa begitulah, mencari domba-domba yang sesat itu loch” cuman waktu itu beliau minta ijin kepada Pastur untuk mempelajari Al Quran (Maksudnya untuk mencari-cari kelemahan dalam Al Quran, de Fendi !) tetapi ternyanya setelah dibaca tidak ditemukan kelemahan malah banyak kelebihannya. Bahkan tentang konsep ketuhanan dalam Kristen yang tidak bisa dijelaskannya oleh Pastur dan Alkitab malah terjawab dalam Al Quran.

Masalah “islamisasi” seharusnya anda ngambil cermin lalu lihat wajahmu sendiri.
Jadi begini bruuur dalam islam itu tidak berkepentingan untuk mengislamkan seseorang yang sudah beragama itu dijelaskan dalam Al Quran surat Al-Kaafirun :
1. Katakanlah :”Hai orang-orang yang kafir,
2. aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah.
3. Dan kamu bukan penyembah yang aku sembah
4. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah.
5. dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah.
6. Untukmulah agamamu, dan untukkulah agamaku.”
Jelas sekali dong bagi islam itu tidak ada pemaksaan dalam agama, kita cuman menyampaikan walaupun hanya satu ayat selanjutnya dan selanjutnya diserahkan kepada Allah karena selanjutnya adalah urusan Allah.
Bagi gue islam atau tidak nya seseorang bukan untuk kepentingan gue maupun orang lain tapi untuk kepentingan diri sendiri/ untuk keselamatan sendiri. Contoh gue masuk islam ya untuk keselamatan gue sendiri.
Kalau anda bercermin justru ajaran anda menganjurkan untuk menjadi misionaris kalau ngga salah dalam injil dianjurkan untuk mencari domba-domba yang sesat terus dalam ayat lain juga ditegaskan dengan menggunakan pedang, wah mengerikan.
Kalo ngga salah sasarannya itu masyarakat yang ekonominya lemah dengan cara memberikan sembako, Supermie, obat-obatan, bahkan ada yang masuk ke penjara-penjara dan anak-anak jalanan. Jika anda bercermin inilah wajah anda.
Sekarang jika ada mantan Kristiani masuk islam apakah itu karena paksaan seperti di atas ?
Ternyata kebanyakan mantan Pastur, mantan Biarawati, mantan Aktivis gereja dan lain-lain masuk islam karena sebelumnya mereka mempelajari Islam dan Al Quran kemudian dibandingkan dengan ajarannya sendiri setelah itu baru mendapatkan mana yang merupakan jalan lurus dan mana yang merupakan jalan sesat.
Btw soal melepaskan baju islam tentang membedakan mana yang islam dan kafir itu sorry ya.
Soalnya bukan gue yang berkehendak tapi ini dalam surat di atas sudah jelas sekali. Kalau anda keberatan anda juga boleh menggunakan istilah anda Kristiani dan gue kafir, tetapi tentu menurut pandangan Anda kan, gue tidak akan tersinggung.

Salam,

“Hai Cooooy Al Quran itu datangnya setelah datang Taurat, Zabur dan Injil.
Al Quran juga membenarkan tentang Taurat, Zabur dan Injil tetapi Al Quran juga mengoreksi dan menyempurnakan Taurat, Zabur dan Injil. Logikanya begini :
Undang-undang pada jaman penjajahan dikoreksi dan disempurnakan pada zama Orde Lama,
Undang-undang pada jaman Orde Lama dikoreksi dan disempurnakan pada zama Orde Baru,
Undang-undang pada jaman Orde Baru dikoreksi dan disempurnakan pada zama Reformasi.”

ga salah tuh konsepnya?bukannya Tuhan maha mengetahui.
masa Tuhan mengkoreksi Firmannya sendiri.

@hinadia

saya sungguh kaget dengan cerita anda itu beneran atau buatan

dalam agama islam tidak ada paksaan bahkan kami sebagai muslim di larang untuk menyebarkan agama islam kepada seseorang yang sudah beragama..

menurut keterangan anda yang melakukannya adalah haji..

masaksih ada haji yang tak mengerti ajaran islam atau cerita itu anda buat buat…

kami kaum muslim punya martabat dan harga diri tak seperti kaummu yang menghalalkan segala cara tuk memperoleh umat..dari memberi sembakau..mengadakan sunatan masal.memberi makan kepada anak jalanan.menfitnah seseorang dan bahkan berani merubah dan menambah firman ALLAH dalam kitab suci.

untuk apa itu,ya untuk memperoleh umat dari golongan domba domba tersesat

..ingatlah…pergilah kedomba domba tersesat hanya dari kaum BANI ISRAEL saja…anda ingat kan bunyi ayat ini..

tapi maaf kami bukan bangsa BANI ISRAEL jadi bukan termasuk domba domba yang tersesat

cerita itu benar terjadi,tp dilihat dr statement anda kelihatan klo orang kristen sangat jahat di mata anda.
jd terserah penilaian anda.

#..ingatlah…pergilah kedomba domba tersesat hanya dari kaum BANI ISRAEL saja…anda ingat kan bunyi ayat ini..#

saya juga bukan bani israel tp saya termasuk domba2 yg tersesat dan saya butuh dselamatkan oleh Tuhan.

saya jg ingat yes 42 : 6
“Aku ini, TUHAN, telah memanggil engkau untuk maksud penyelamatan, telah memegang tanganmu; Aku telah membentuk engkau dan memberi engkau menjadi perjanjian bagi umat manusia, menjadi terang untuk bangsa-bangsa”

jd keselamatan jg buat umat manusia dan saya masi manusia.
klo situ apa?hehehe kiding

@hinadia

He…he…he
Jangan marah doooong
yang anda katakan itu
“ga salah tuh konsepnya?bukannya Tuhan maha mengetahui.
masa Tuhan mengkoreksi Firmannya sendiri.”

itu benar.
Adakah perkataan saya yang mengatakan “Tuhan mengkoreksi Firmannya sendiri” ?
Nothing, maaaan.

Saya bertanya kepada anda, jika ada dalam Alkitab Anda banyak sekali pertentangan antara ayat yang satu dengan ayat lain apakah itu Firman Tuhan?
Apa mungkin Tuhan menyampaikan wahyu bertentangan?
Tidak mungkin, Tuhan maaan. Itu adalah perbuatan manusia. Beberapa ahli Alkitab,Theology,dan perwakilan dari beberapa sekte yang seiman dengan anda sendiri (bukan dari kami atau dari non Kristiani lainnya) telah melakukan seminar untuk membahas Al Kitab yang menyatakan di dalam ada beberapa ayat yang merupakan perkataan Yesus sendiri dan ada pula beberapa ayat yang bukan merukapan perkataan Yesus sendiri (disusupkan).

Jadi apakah Al Quran mengoreksi Firman Tuhan ?
Tidak Maaan, Allah itu tentu mengoreksi apa yang telah disusupkan kedalam Alkitab. Karena ayat-ayat yang benar yang merupakan Firman Tuhan pada Kitab-kitab sebelumnya dibenarkan juga man.
Sebagai contoh tentang Cerita Kelahiran Nabi Isa As dan Mu’zijat Nabi diceritakan juga dalam Al Quran surat (Al Imran,Maryam, An Nisaa, Al Maidah).
Tapi yang disusupkan adalah konsep Ketuhan Yesus (Isa As) dalam Al Quran Yesus bukan Tuhan melainkan Rasul Allah.

Kan, mudah saja sebenarnya tinggal cari aja buktinya baik pada Al Quran maupun pada Alkitab.

@hinadina

Buat saudaraku hinadina.
Baik lah anda sudah mengakui kalau anda bukan kaum Bani Israil, dan anda tahu kalau Yesus lahir dari kaum Bani Israil.

Coba perhatikan Ayat dalam Alkitab, Matius pasal 1 ayat 21 menyebutkan:
“Maka Ia akan beranakkan seorang anak laki-laki, dan hendaklah engkau menamakan Ia Yesus, karena Ia-lah yang akan melepaskan kaumnya dari pada segala dosanya.”

Dalam kitab Perbuatan Rasul-rasul pasal 5 ayat 31, di sini ada menyebutkan:
“Ia inilah ditinggalkan oleh tangan kanan Allah menjadi Raja dan Juru Selamat akan mengaruniakan tobat kepada Bani Israil dan jalan keampunan dosa.”

Berdasarkan keterangan pada ayat di atas, ternyata orang-orang yang diselamatkan Yesus dari segala dosanya itu hanya orang-orang dari kaumnya saja yaitu kaum Bani Israil.

Anda bukan termasuk dari kaum Bani Israil, jadi apakah anda termasuk orang-orang yang ada dalam ayat di atas ?

Saudaraku Cepot,
Salam,

Hanya ingin tahu saja, pada komentar anda #52, kalau Quran mengkoreksi Injil mungkin argumennya sedikit lebih jelas (walaupun juga sedikit kabur), tetapi kalau Zabur mengkoreksi Taurat dan Injil mengkoreksi Zabur, kira-kira di bagian mananya ya?

Salam damai,
Peace

[…] buah dari Pohon Pengetahuan. Perihal kejatuhan manusia ini dan konsekuensinya dapat dibaca di: “Kita Harus Menderita Karena Kutukan Allah.” Apa yang terjadi setelah manusia jatuh ke dalam dosa dan diusir dari Taman Eden oleh […]

[…] buah dari Pohon Pengetahuan. Perihal kejatuhan manusia ini dan konsekuensinya dapat dibaca di: “Kita Harus Menderita Karena Kutukan Allah.” Apa yang terjadi setelah manusia jatuh ke dalam dosa dan diusir dari Taman Eden oleh […]

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Stat

Blog Stats

  • 395,785 hits
%d blogger menyukai ini: